📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Al jatsiyah 12-13

Allah سبحانه وتعالى mengabarkan karunia dan kebaikanNya pada para hamba melalui ditundukkannya samudera agar bisa dilalui oleh perahu dan kapal atas perintah dan izinNya. ﴾ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ ﴿ "Supaya kamu dapat mencari sebagian karuniaNya," dengan berbagai macam perdagangan dan pekerjaan, ﴾ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "dan mudah-mu-dahan kamu bersyukur" kepada Allah سبحانه وتعالى, karena apabila kalian mau bersyukur, niscaya akan diberi tambahan nikmat oleh Allah سبحانه وتعالى serta memberikan pahala besar atas rasa syukur kalian.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah emoat wanita di zaman nabi musa

Empat wanita yang menjadi bagian dari kisah besar pada zaman Nabi Musa عليه السلام adalah:Ibu Nabi Musa عليه السلام.Istri Nabi Musa عليه السلام.Asiyah, istri Fir'aun.Masyithah (penyisir rambut) putri Fir'aun.1. Ibu Nabi Musa عليه السلامNabi Musa عليه السلام lahir pada masa pemerintahan Fir'aun, ketika Mesir berada dalam kondisi penuh penindasan.Fir'aun mendapat kabar bahwa kekuasaannya kelak akan dihancurkan oleh seorang anak laki-laki dari kalangan Bani Israil yang akan menggulingkan kekuasaannya.Karena takut kehilangan singgasananya, Fir'aun mengeluarkan perintah kejam: setiap bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil harus dibunuh, sedangkan bayi perempuan dibiarkan hidup.Dalam keadaan penuh ancaman tersebut, ibu Nabi Musa berusaha menyembunyikan kehamilannya agar tidak diketahui oleh para pengikut Fir'aun.Ketika Musa lahir, Allah memberikan ilham kepada ibunya:Susuilah Musa.Apabila khawatir terhadap keselamatannya, masukkanlah ia ke dalam peti atau tabut.Hanyutkanlah peti tersebut ke Sungai Nil.Jangan takut dan jangan bersedih.Allah menjanjikan bahwa Musa akan dikembalikan kepada ibunya dan kelak dijadikan sebagai seorang rasul.Allah berfirman:وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.'" (QS. Al-Qashash: 7)Ibu Musa kemudian meminta kakak perempuan Musa untuk mengikuti peti tersebut.Peti itu akhirnya sampai di lingkungan istana Fir'aun. Fir'aun dan istrinya menemukan bayi Musa di dalamnya.Ketika melihat bayi tersebut, Fir'aun hendak membunuhnya. Namun, Allah menanamkan rasa cinta kepada Musa di hati orang-orang yang melihatnya.Istri Fir'aun, Asiyah, meminta agar bayi itu tidak dibunuh. Ia berharap Musa dapat menjadi penyejuk hati bagi mereka.Sementara itu, ibu Musa sangat ingin mengungkapkan bahwa bayi tersebut adalah anaknya sendiri. Namun, Allah menguatkan hatinya sehingga ia mampu menahan diri.Allah berfirman:وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ"Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman." (QS. Al-Qashash: 10)Atas kehendak Allah, Musa akhirnya kembali kepada ibunya. Bahkan, ibu Musa dipercaya untuk menyusui anaknya sendiri.2. Istri Nabi Musa عليه السلامKisah pertemuan Nabi Musa dengan calon istrinya terdapat dalam Surah Al-Qashash.Dalam materi kajian disebutkan tiga sosok yang memiliki firasat kuat:Orang yang membeli Nabi Yusuf (Al-Aziz).Istri Nabi Musa.Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika memilih Umar bin Khattab sebagai khalifah.Musa meninggalkan MesirKetika Musa telah dewasa, suatu hari beliau melihat dua orang laki-laki sedang berkelahi. Salah satunya berasal dari Bani Israil dan yang lainnya dari kaum Qibthi.Orang dari Bani Israil meminta pertolongan Musa. Musa kemudian memukul orang Qibthi tersebut hingga meninggal dunia.Setelah mengetahui peristiwa itu, Fir'aun dan para pembesarnya berusaha menangkap Musa. Musa pun melarikan diri menuju Madyan.Pertemuan dengan dua perempuan di MadyanSesampainya di Madyan, Musa melihat sekelompok orang sedang memberi minum ternak mereka. Di antara mereka terdapat dua orang perempuan yang sedang menunggu giliran.Musa kemudian bertanya mengapa kedua perempuan tersebut tidak ikut memberi minum ternaknya.Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak dapat memberi minum ternak sebelum para penggembala selesai, sementara ayah mereka sudah lanjut usia.Musa membantu memberi minum ternak kedua perempuan tersebut.Setelah itu, Musa berteduh di bawah sebuah pohon dan berdoa:رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24)Tidak lama kemudian, salah seorang perempuan datang menemui Musa dengan penuh rasa malu. Ia menyampaikan bahwa ayahnya mengundang Musa untuk memberikan balasan atas bantuan yang telah diberikan.Tawaran pekerjaan dan pernikahanAyah kedua perempuan tersebut kemudian menawarkan pekerjaan kepada Musa.Salah satu putrinya berkata:يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ"Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (QS. Al-Qashash: 26)Ayah perempuan tersebut kemudian menawarkan kepada Musa untuk bekerja selama delapan tahun. Jika Musa menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun, itu merupakan kebaikan darinya.Musa menerima kesepakatan tersebut dan menikahi salah seorang putrinya.Setelah sepuluh tahunSetelah menyelesaikan masa kerjanya, Musa berniat kembali bersama keluarganya.Dalam perjalanan, pada malam yang dingin, Musa melihat api dari arah Gunung Thur. Beliau meminta keluarganya menunggu sementara dirinya mendatangi api tersebut untuk mencari informasi atau membawa sedikit api.Di tempat itulah Allah berbicara langsung kepada Musa dan mengangkatnya menjadi rasul.3. Asiyah, Istri Fir'aunAsiyah binti Muzahim adalah istri Fir'aun yang beriman kepada Allah.Meskipun hidup di tengah kemewahan istana Fir'aun, Asiyah tidak silau dengan kekayaan dan kekuasaan dunia.Ia memilih keimanan daripada kemewahan yang dimilikinya.Ketika menghadapi kezaliman Fir'aun, Asiyah berdoa kepada Allah:رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ"Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11)Perhatikan doa Asiyah. Ia tidak meminta istana yang lebih megah di dunia, tidak meminta kekayaan, dan tidak meminta kedudukan.Ia justru meminta rumah di sisi Allah, yaitu surga.Allah juga menjadikan Asiyah sebagai perumpamaan bagi orang-orang beriman.Pelajaran: Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh lingkungan tempat ia hidup atau kekayaan yang dimilikinya, tetapi oleh keimanannya kepada Allah.4. Masyithah, Penyisir Rambut Putri Fir'aunMasyithah adalah perempuan yang bekerja sebagai penyisir rambut putri Fir'aun.Kisahnya dikenal melalui hadis tentang peristiwa Isra Mikraj.Suatu ketika, sisir yang digunakan Masyithah terjatuh. Saat mengambilnya, ia mengucapkan:بِسْمِ اللَّهِ"Dengan nama Allah."Putri Fir'aun kemudian bertanya apakah yang dimaksud adalah ayahnya.Masyithah menjawab bahwa yang dimaksud adalah Allah, Tuhannya, Tuhan ayahnya, dan Tuhan seluruh alam.Berita tersebut sampai kepada Fir'aun. Masyithah kemudian dipanggil dan dipaksa meninggalkan keimanannya.Namun, ia tetap teguh mempertahankan tauhid meskipun harus menghadapi siksaan.Dalam hadis panjang tersebut diceritakan bahwa Masyithah dan keluarganya dimasukkan ke dalam bejana besar berisi air mendidih.Masyithah tetap teguh. Bahkan ketika menghadapi kematian, ia meminta agar tulang-belulangnya dan keluarganya dikumpulkan dan dikuburkan bersama.Dalam hadis tersebut Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa ketika melakukan Isra Mikraj, beliau mencium aroma harum dari Masyithah dan keluarganya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
F

Firdha Ayu

📍 Kota Makassar

mandiri menyelesaikan masalah dalam merealisasikan rencana kegiatan pribadi

memfasilitasi kegiatan dan keinginan anak adalah bagian dari bentuk kasih sayang yang bisa kita berikan kepada anak-anak namun jangan lupa untuk melatih mereka secara bertahap agar dapat merealisasikan rencana kegiatan dan keinginan mereka dengan memberi beberapa porsi pekerjaan yang harus dilakukan sendiri. pisahkan mana bagian yang masih membutuhkan bantuan orang lain atau orang tua dan bagian yang masih dapat diupayakan untuk dilakukan sendiri. kita juga dapat menjadikan kontribusi kemandirian mereka sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan sejalan dengan pertambahan usia bantuan itu semakin kita hilangkan sehingga anak-anak mampu merealisasikan rencana kegiatan dan keinginan mereka secara mandiri. sekaligus bertanggung jawab menyelesaikan segala hal yang diakibatkan oleh kegiatan yang mereka lakukan. latihan kemandirian ini dapat kita mulai di usia 7 tahun latih anak untuk mempersiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana kegiatan yang ingin mereka lakukan pelatih mereka juga untuk membereskan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut serta mengembalikan semua sarana dan prasarana yang digunakan pada kondisi semula.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Suara Anakmu - Nia Amelia (Bukan Nama Asli)

Suara AnakmuNia Amelia (Bukan Nama Asli)Tahun 2012, aku menginjak usia 13 tahun dan kini duduk di bangku SMP kelas VIII. Aku adalah anak perempuan tertua di keluarga Ananta (juga bukan nama sesungguhnya). Aku memiliki dua orang adik, satu perempuan dan satu laki-laki. Semua adikku masih duduk di bangku sekolah dasar.Ayahku adalah orang yang paling sibuk di dunia. Hampir setiap minggu aku jarang bertemu dengannya. Entah apa yang dia kerjakan. Aku tidak mau ambil pusing.Ibuku ada di rumah, tetapi aku juga tidak pernah merasakan kedekatan dengannya. Dia selalu disibukkan dengan pekerjaan yang menurutku juga tidak jelas. Pergi dengan teman-temannya, mengurung diri di kamar, dan entah masih banyak lagi yang tidak mau aku ketahui.Sedangkan adik-adikku bersama baby sitter. Ada dua baby sitter di rumah, dua pembantu yang mengurus pekerjaan rumah, dan satu sopir yang siap kapan pun mengantarku pergi. Namanya Pak Rano.Sejak SD kelas V, aku sudah merasakan hal-hal tersebut. Aku merasa sepi di rumah. Hanya Dino, anjing kecilku, yang selalu menemaniku ketika aku tidak ada les, saat mengerjakan PR, dan saat makan sendiri di meja makan.Aku makin merasakan hal ini sejak duduk di bangku SMP. Aku merasa senang apabila pagi datang dan saatnya berangkat ke sekolah. Di sana, aku bisa melupakan semuanya. Aku bisa bermain, berteriak, berlari, dan yang paling aku suka adalah bermain dengan Mas Toni dan Mas Wawan (mereka adalah petugas cleaning service di sekolahku).Mas Toni dan Mas Wawan lucu dan baik. Mereka bisa bercerita banyak kepadaku. Aku juga bisa bercerita banyak kepada mereka.Mas Toni sering menemaniku kalau aku belum dijemput Pak Rano. Mas Toni bahkan bisa membantuku belajar waktu SD. Dia jago matematika. Kalau aku mengalami kesulitan mengerjakan PR, Mas Toni pasti ada di sampingku dan membantuku.Mas Wawan pandai bermain sulap. Yah, walaupun sulapnya masih kelihatan bohongnya, tetapi aku senang. Aku bisa tertawa bersama teman-temanku kalau Mas Wawan mulai bermain sulap.Sampai aku kelas VII SMP, aku masih bertemu dan bermain dengan mereka. Aku suka berbohong kepada Pak Rano kalau aku ada pelajaran tambahan, padahal aku sedang mengobrol dengan Mas Toni. Rasanya aku nyaman, aku dilindungi, diperhatikan, dan disayangi oleh mereka.Kini aku kelas VIII. Di SMP, pelajaran semakin sulit. Mas Toni pun terkadang tidak tahu cara mengerjakannya. Walaupun dia tidak bisa mengerjakan, Mas Toni dan Mas Wawan masih baik kepadaku. Mereka tetap tidak melupakanku. Coba seandainya Mas Toni dan Mas Wawan bersamaku di rumah, pasti aku bisa lebih banyak berbagi lagi.---Tulisan Nia adalah gambaran seorang anak perempuan yang tengah menginjak usia remaja. Ini adalah cerita sesungguhnya. Nia lebih dekat dengan para petugas cleaning service di sekolahnya. Bahkan bukan itu saja, Nia berlaku manja saat masih SD kepada Mas Toni dan Mas Wawan.Dari sumber yang saya dapatkan, Nia amat dekat dengan mereka layaknya seorang anak yang terkadang menarik-narik tangan ayahnya dan bisa merebahkan kepalanya di pangkuan mereka. Dan tak ubahnya seorang ayah, mereka pun tak segan dan sungkan untuk memeluk Nia.Ketika Anda membaca tulisan ini, apa yang Anda pikirkan dan bayangkan? Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena Nia kehilangan ayah dan juga ibunya. Nia kehilangan kehangatan keluarga. Jika hal ini terus berlanjut hingga Nia dewasa, apa yang Anda bayangkan berikutnya bisa terjadi?Nia tidak membutuhkan kekayaan ayahnya. Ia tidak membutuhkan fasilitas di rumah atau sekolahnya. Satu hal penting yang ia butuhkan adalah sosok ayah dalam kehidupannya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 33 🌷kisah 4 wanita di zaman nabi musa

‎Kisah 4 wanita di zaman nabi Musa‎Ustadz Dr. Firanda Andirja,MA‎‎Sebuah metode untuk membuat kita semangat untuk beramal Sholeh adalah dengan membaca sejarah perjalanan hidup orang Sholeh sebelum kita. Salah satunya kita akan mempelajari kisah wanita Sholehah di zaman nabi Musa , diantara nya ibu nabi Musa, istri nabi Musa,istri Fir'aun,penyisir rambutnya putri Fir'aun (Masyitoh).1. ‎Ibunda nabi Musa ‎Nabi Musa lahir di masa yang sangat sulit ketika Fir'aun menguasai kota Mesir,mereka mendapat kabar ntah dari berita terdahulu atau dari para dukun bahwasanya kekuasaan Fir'aun akan hancur dari seorang anak yang akan lahir dari kalangan Bani Israil dan anak tersebut dilahirkan tahun sekian dan sekian.nabi Musa punya kakak yang bernama nabi Harun ,yang lahir pada tahun tersebut.akhirnya ketika sudah dilamarkan,maka Fir'aun melakukan sensus untuk mendata wanita wanita hamil,dan di sebutkan ibu nabi Musa ketika hamil tidak kelihatan dan luput dari sensus. Dalam Al Qur'an Allah berfirman : "mereka membunuh anak laki laki kalian dan membiarkan hidup anak anak perempuan kalian.‎Dan ternyata di sinilah Allah subhanahu wata'ala menangani langsung proses nabi Musa menjadi seorang nabi yang akan menggulingkan kerajaan Fir'aun.‎Dalam QS. Al qasas: kami wahyukan (Ilham kan )kepada ibunda nabi Musa,susuilah Musa ,dan apabila kamu khawatir terhadap nya maka hanyutkanlah dia ke sungai Nil. Dan jangan kamu khawatir dan jangan pula bersedih hati,karena sesungguhnya kami akan mengembalikan nya kepadamu,dan menjadikannya salah seorang dari pada rasul.‎Dan ibunya pun berkata kepada kakak perempuan muda :"wahai kakak Musa, ikuti lah kemana jalannya keranjang tersebut." Maka kakaknya pun mengamati dari jauh dan akhirnya melewati kerajaan Fir'aun dan di ambillah oleh istri Fir'aun. Dan qadarullah Fir'aun dan istrinya tidak memiliki anak.dan ketika di buka ternyata bayi ini ciri-ciri nya Bani israil.tetapi bayi itu tidak di bunuh oleh Fir'aun karena Allah telah memberikan rasa cinta kepada setiap orang yang melihat nabi Musa. Kemudian Asiyah berkata kepada suaminya: "wahai Fir'aun anak ini akan menyenangkan kita, janganlah kau bunuh dia.bisa jadi akan bermanfaat bagi kita dikemudian hari atau kita angkat menjadi anak." Dan akhirnya Fir'aun mengalah kepada istrinya dan mengikuti kemauan istrinya.‎Dan kakak Musa melapor kepada ibunya, bahwasanya Musa telah di ambil. Dan hal ini membuat hati ibunda nabi Musa kosong kecuali memikirkan Musa. Sampai sampai dia tidak kuat hampir mengatakan bahwa itu adalah anak ku. Tetapi kata Allah subhanahu wata'ala berfirman:" dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang muda, seandainya tidak kami teguhkan hatinya,supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah)‎Lalu ibunda musa berkata kepada kakak Musa :"wahai kakak Musa,perhatikan apa yang terjadi." Tetapi yang terjadi heboh di kerajaan muda,karena semua pada sayang pada Musa,dan ternyata tibalah Musa tidak mau menyusui kepada Asiyah, akhirnya di panggilah seluruh warga untuk bisa menyusui Musa ,dan Allah pun berfirman:"maka kami jadikan tidak ada yang bisa menyusui Musa,maka berkatalah saudara Musa :"maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?"‎Kemudian ibu Musa pun di panggil,dan Musa langsung menempel.akhirnya ibu Musa pun di suruh tinggal di istana dan di kasih upah oleh Fir'aun.‎Catatan : inilah bagaimana ibunda musa dengan kesabarannya bisa berkumpul dengan anaknya sesuai janji Allah.maka dari itu kita haruslah sabar dalam kehidupan,kalaupun gagal pasti akan ada hikmahnya.berserahlah kepada allah.kalau Allah sudah berjanji pasti akan terjadi entah setahun atau seribu tahun yang pasti akan terjadi.2. ‎Istri nabi Musa ‎Ibnu Mas'ud berkata: "orang yang firasatnya paling kuat ada 3: majikannya nabi Yusuf (suaminya Zulaikha),istri nabi Musa , abu bakar ketika memilih Umar menjadi Khalifah setelahnya.‎Ketika nabi Musa datang kerumahnya dan dia pun berkata kepada ayahnya:"wahai ayahanda jadikan dia pekerja kita,sebaik baik pekerja adalah yang kuat dan amanah."‎Kisah istri nabi Musa‎Nabi Musa adalah anak angkat Fir'aun dan suatu hari keluar di kota Mesir,tiba tiba ada perkelahian dari satu kelompok Fir'aun dan satu dari Bani israil.dan yang dari Bani Israil meminta tolong kepada Musa dan Musa pun menolongnya ,memukulnya dengan ringan tetapi langsung mati. Kekuatan nabi Musa sangat kuat.akhirnya nabi Musa di cari oleh segerombolan Fir'aun karena telah membunuh dan kaburlah Musa hingga tiba di negri madiyan(di daerah kota Yordania).ketika tiba di negri madiyan,nabi Musa mendapati ada orang orang yang mencari air dan memberikan air kepada hewan hewan mereka. Dan di sana ada dua wanita yang menunggu antrian dan nabi Musa pun berkata :"ada apa gerangan kalian ada di sini?dua orang itu berkata: kami tidak bisa mengambil air sampai laki laki itu pergi. Kami mengambil air karena bapak kami sudah tua." Lalu nabi Musa pun menolong mereka,dia pun mengambil air dan memberikannya kepada wanita tersebut. Dan nabi Musa pergi bernaung di sebuah pohon dan berdoa:" yaa Allah sesungguhnya aku butuh kebaikan darimu, sesungguhnya aku sangat fakir." ‎Dan kedua wanita yang di tolongnya pun bercerita kepada ayahnya jika telah di tolong seseorang dan ayahnya menyuruh untuk memberikan upah kepada nabi Musa. Maka datanglah salah seorang dari wanita tersebut menemui nabi Musa,datang dengan rasa malu malu dan berkata :"ayahku mengundang kamu untuk memberikan upah karena telah membantu kami mengambil air.' kemudian ikutlah nabi Musa menemui ayah wanita tersebut dan menceritakan semua yang terjadi dan ayah wanita tersebut menenangkan nabi Musa.karena daerah madiyan jauh dari kerajaan Fir'aun. Dan ayahnya pun memberikan ide,untuk menikahkan putrinya dengan nabi Musa dengan mahar nabi Musa kerja di kebun selama 8tahun.nabi Musa pun menyanggupinya.‎Dan setelah 10 th nabi Musa pun rindu bertemu dengan keluarganya dan doa pun berjalan menuju Mesir.dan ketika dalam perjalanan, nabi Musa melihat semacam cahaya dari jauh dan istrinya kedinginan. Dan dia berkata: "wahai istriku, kamu tunggu disini,aku akan kesana siapa tau ada api supaya kamu bisa hangat."3. ‎Istri Fir'aun (Asiyah binti muzahim)‎Allah subhanahu wata'ala berfirman:"ketika si kecil Musa di sungai Nil, dibawakan oleh pembantu Fir'aun dan diberikan kepada istri Fir'aun. Wahai Fir'aun,ini anak adalah yang membuat penyejuk pandangan ku dan juga pandangan mu."lalu Fir'aun berkata: bunuh dia.dan istrinya berkata: janganlah kau bunuh dia,kemungkinan akan bermanfaat bagi kita atau kita angkat jadi anak."‎Dan ternyata benar,Asiyah pun beriman kepada nabi Musa dan sampai akhirnya ketahuan oleh Fir'aun dan Fir'aun pun ngamuk dan mengancam untuk membunuhnya. Dan dia rela meninggalkan kemewahan demi mempertahankan akidahnya.‎Dan Asiyah pun berdoa kepada Allah : "yaa rabb,bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga, selamat kanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."‎Dan inilah ketegaran seorang istri Fir'aun,tetap memilih memeluk agamanya teguh beriman kepada Allah subhanahu wata'ala.meskipun oleh Fir'aun di tawarkan istana yang lebih megah.sampai akhirnya dia pun di bunuh oleh Fir'aun.4. ‎Masyitoh(penyisir rambut putri Fir'aun)‎Ibnu Abbas berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:ketika malam isra'mi'raj,datang kepadaku aroma yang wangi.dan akupun berkata: yaa Jibril,ini aroma wangi apa?Jibril menjawab : ini adalah aroma dari Masyitoh (seorang penyisir rambut putri Fir'aun) dan aroma dari anak anaknya.dan Rasulullah pun berkata: apa gerangan cerita dari penyisir rambut putri Fir'aun dan anak-anak nya?Jibril pun cerita: "ketika dia sedang menyisir rambut Fir'aun suatu hari, tiba-tiba sisirnya jatuh dan ketika itu dia mengucapkan bismillah.lalu putri Fir'aun bertanya:"kau sebut nama ayahku?"lalu dia menjawab: tidak,aku menyebut nama rabbku,dan rabb ayahmu.lalu putrinya menjawab:"aku sampaikan kepada ayahku ya?dia menjawab: silahkan.maka akhirnya sang putri mengabarkan kepada ayahnya dan Fir'aun pun mengamuk dan memanggil Masyitoh.dia berkata: wahai fulanah, apakah kau punya Tuhan selain aku?dia menjawab :iya,tuhanku dan tuhanmu sama yaitu Allah. Maka Fir'aun pun ngamuk dan mendatangkan panci besar dan dinyalakan disini minyak dan dipanaskan.yang jadi masalah anak anaknya pun juga kena dampaknya.kemudian di bakarlah satu demi satu,sebelum dibakar Masyitoh berkata: wahai Fir'aun,aku punya keperluan kepada engkau,aku ingin jika nanti sudah jadi tulang semua,kumpulkan tulangku dan anak-anak ku dalam satu kain dan kuburkan bersama sama."maka Fir'aun menyuruh anak-anak nya satu per satu di lempar ke dalam panci sampai terakhir tinggal anaknya yang masih bayi dan ketika itu dia pun mulai mundur karena tidak tega kepada anaknya yang masih bayi.tiba tiba anaknya berbicara: yaa ummah,masuklah dalam panci tersebut, sesungguhnya adzab dunia lebih ringan daripada adzab akhirat.akhirnya dia pun masuk.‎Disinilah yang menyebabkan tercium aroma wangi dan subhanallah ada kisah nyata,ada seorang wanita yang di adzab dan anak-anak nya,tetapi dia tetap tegar dalam rangka untuk membela agama Allah atas akidah yang benar.‎Di sini nabi tidak menyebut nama orang ini ,hanya di sebutkan nama pekerjaannya.‎‎Nasehat ustadz: inilah kisah 4 wanita sholihah yang di abadikan dalam Al Qur'an,yang bisa kita jadikan teladan.surga itu di luput i dari hal hal yang dibenci dan neraka di liputi dari perkara yang menyenangkan

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 21 Menanamkan Imam Kepada Anak

METODE MEMOTIVASI ANAK (Bag.3)Usia Pubertas atau Masa RemajaPada usia ini, anak-anak memiliki kecenderungan melawan, membantah, susah diatur, dan memiliki keinginan untuk menentukan jati diri. Sekalipun hal itu sekadar untuk bersikap berbeda dan memiliki keinginan besar untuk menjadi pusat perhatian.Hendaklah kita menyadari bahwa cara menekan selamanya tidak akan menguntungkan. Karena itu, kita harus lebih memahami kejiwaan anak, mendengarkannya hingga selesai bicara, dan jika berinteraksi sebisa mungkin dengan lemah lembut.Program-program berkala ini membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Namun, soal ketepatannya tergantung pada takdir dan taufik dari Allah Azza wa Jalla.Fase PertamaFase ini berlangsung selama tiga pekan atau lebih. Dalam fase ini, betul-betul harus menghindari pembicaraan tentang sholat.Ingatlah, wahai para pendidik, bahwa Anda sedang mendidik hati dan memperbaiki masalah. Apabila tidak diperbaiki pada usia ini, hanya Allah Azza wa Jalla yang tahu bagaimana semua ini berakhir.Karenanya, kita tidak boleh meninggalkan kesabaran, kepercayaan, dan tawakal yang tinggi kepada Allah Azza wa Jalla.Yaitu masa berhenti membicarakan sholat minimal tiga minggu. Tujuan semua ini agar anak lupa tujuan kita mendorongnya melaksanakan sholat. Sehingga dia memisahkan antara apa yang sedang kita bicarakan dengan hubungan kita dengannya dan sholat.Kesenjangan hubungan anak dengan orang tua muncul akibat cara pandang kedua orang tua yang berbeda dengan si anak. Perbedaan itu memisahkan kedua belah pihak, orang tua dan anak, dengan pagar berduri.Dan itu selalu melukainya tiap kali berusaha untuk mendekati orang tuanya atau setiap kali kedua orang tuanya berusaha mendekatinya dengan berbagai nasihat. Sehingga hal itu membuatnya sakit hati setiap kali mengobrol dengan mereka.Yang kita inginkan dalam fase ini adalah berusaha menghilangkan kawat berduri yang seakan memisahkan antara dia dan kedua orang tuanya.Fase KeduaFase kedua adalah mendiamkan. Fase ini membutuhkan waktu tiga minggu sampai satu bulan.Tidak perlu menegurnya dengan bentuk apa pun, tetapi kita harus membuat beberapa tindakan yang bersifat mengingatkan.Fase KetigaAjaklah dia dalam berbagai acara sehingga dia merasa biasa. Ajaklah dia dengan tiba-tiba keluar bersama Anda dan menyertai Anda menghadiri sebuah kajian dengan dalih menemani, bukan mengajaknya belajar. Anda harus berusaha selalu mendekatkan hubungan dengannya.Usahakanlah untuk selalu meminta pendapatnya atau mengajaknya bermusyawarah dengan penuh cinta, kasih, dan pengertian.Ambil pendapatnya. Begitu seterusnya dengan gaya yang tanpa sengaja telah menghantarkannya kepada ibadah yang selalu Anda kerjakan.Biarkanlah anak-anak Anda berbicara dengan sebebas-bebasnya menurut pendapat mereka tentang pelajaran yang sudah kita jelaskan dengan baik.Biarkanlah sampai mereka mulai bertanya tentang masalah-masalah agama.Dari hal di atas, ada beberapa catatan penting, yakni:1. Kita harus memperhatikan masalah-masalah yang paling penting. Jangan sampai tergesa-gesa masuk ke fase berikutnya sebelum fase yang sebelumnya mantap. Apabila kita terburu-buru hingga mengeluarkan satu ultimatum kepada anak dalam masa tiga minggu, maka kita terpaksa berhenti dan mulai lagi dari awal.2. Kita tidak perlu membicarakan sholat selama kondisinya seperti ini. Kita telah membina tunas yang baik sebagaimana tujuan kita sebelumnya, sehingga dengan sendirinya mereka juga akan berkomitmen melaksanakan sholat.3. Tidak perlu mengomentari kemalasannya mengerjakan sholat, kecuali waktunya sudah hampir habis.4. Selalu meminta bantuan Allah. Jangan bersedih dan doakanlah selalu anak-anak Anda.Ingatlah bahwa seseorang sungguh sangat membutuhkan waktu. Tapi yang jelas, semuanya akan berakhir dengan sukses.Anak-anak di usia seperti ini cepat lupa dan berubah.Lalu, Bagaimana Seharusnya Menjadi Suri Teladan bagi Anak-Anak Kita?Dalam hal ini, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:1. Kerja keras kedua orang tua di hari Jumat untuk duduk bersama melaksanakan sunnah-sunnah Jumat.2. Semangat yang tinggi dari kedua orang tua untuk pergi bersama-sama dengan anak-anaknya melaksanakan sholat hari raya, supaya masalah sholat itu melekat di hati mereka.3. Mengulang-ulangi di hadapan mereka dari waktu ke waktu.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 13: Simpul 10 – Melazimi Adab-Adab dalam Ilmu

Halaqah 13:Simpul 10 – Melazimi Adab-Adab dalam Ilmu📚 Kitab: Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm✒️ Karya: Dr. Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamad Al-Ushaimi حفظه لله تعالى🎙Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىالمعقد العاشرSimpul yang ke 10, prinsip yang ke-10 yang dengannya kita bisa mewujudkan pengagungan kita terhadap ilmu adalahملازمة آداب العلمyaitu kita melazimi adab-adab dalam ilmu, kita harus memperhatikan ketika kita ingin mendapatkan ilmu maka kita harus dapatkan ilmu tadi dengan menjaga adab-adabnya.Adab di sini adab bersama diri Antum sendiri sebagai seorang penuntut ilmu harus memiliki sifat ini dan sifat itu, kemudian juga adab terhadap guru Antum ini harus diperhatikan, adab terhadap teman Antum satu angkatan atau satu halaqah dengan Antum ini juga harus diperhatikan. Kalau kita memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu maka ini adalah bentuk pengagungan kita terhadap ilmu itu sendiri.Tapi kalau kita katanya ingin menuntut ilmu tapi tidak memperhatikan adab-adabnya, memperlakukan gurunya sebagaimana dia memperlakukan temannya dia bergaul dengan teman-temannya yang satu halaqah satu guru seperti ketika dia bergaul dengan seorang bawahannya tidak ada penghormatan terhadap teman tidak ada penghormatan terhadap guru, maka orang yang demikian tidak akan mendapatkan ilmu agama.Orang yang demikian berarti dia tidak mengagungkan ilmu ketika dia tidak menggunakan adab-adab dalam menuntut ilmu maka berarti dia tidak mengagungkan ilmu dan orang yang demikian maka dia tidak akan mendapatkan ilmu.قال ابن القيم في كتابه مدارج السَّالكينBerkata Ibnul Qayyim di dalam kitab beliau Madarijus Salikinأدبُ المرء عنوان سعادته وفلاحهAdab seseorang itu adalah ciri dari kebahagiaan dia dan kesuksesan dia.Ciri orang bahagia itu ketika kita lihat dia beradab dan orang yang beradab maka dia akan sukses, orang yang menjaga adabnya dalam menuntut ilmu maka dia akan sukses di dalam menuntut ilmu. Ini bukan ucapan orang biasa ini ucapan Ibnul Qayyim murid dari Syaikhul Islam, orang yang beradab maka itu menunjukkan kebahagiaan dia dan menunjukkan tentang kesuksesan dia itu akan membawa kepada kesuksesan dia.وقِلَّةُ أدبه عنوان شقاوته و بَوَارهDan tidak beradabnya seseorang atau sedikitnya adab seseorang itu adalah ciri kecelakaan dia dan kebinasaan dia, orang yang sedikit adabnya itu menunjukkan tentang kecelakaan apalagi orang yang tidak punya adab.فما ٱستُجْلِبَ خير الدُّنيا والآخرة بمثل الأدبMaka tidak didapatkan kebaikan dunia dan akhirat seperti adab, maksudnya adalah kebaikan dunia dan akhirat itu didapatkan dengan adab.Orang yang beradab ketika di dunia, dia sopan dia rajin biasanya ini lebih disenangi oleh orang, kita memberikan kepadanya itu tidak ragu-ragu orangnya dikenal baik orangnya dikenal beradab orangnya dikenal menghormati sama kita, kasih dan berikan kepada orang tersebut dan kita tidak akan ragu-ragu memberikan kepada orang tersebut, ini kebaikan dunia.Kebaikan akhirat termasuk di antara ilmu agama kalau seorang murid dia beradab kepada gurunya sopan kepada gurunya menjaga adab-adab sebagai seorang murid maka dengan mudahnya guru tadi akan memberi apa yang dia miliki.ولا ٱستُجْلِبَ حرمانهما بمثل قِلَّة الأدبDan tidak diharamkan dari kebaikan dunia dan akhirat dengan sebab seperti kurangnya adab, yaitu dengan sebab kekurangan adab seseorang akhirnya dia diharamkan dari kebaikan dunia dan juga kebaikan akhirat, karena dia tidak sopan karena dia tidak menjaga adab sehingga kebaikan dunia tidak dia dapatkan dan dalam masalah akhirat juga tidak dia dapatkan.والمرء لا يسمو بغير الأدبِوإن يكن ذا حَسَبٍ و نسبٍSeseorang itu tidak akan tinggi derajatnya tanpa adab (dia bisa tinggi derajatnya kalau dengan adab) meskipun dia adalah orang yang punya kedudukan dan dia punya nasab.Dia punya kedudukan tapi kalau dia tidak punya adab rendah di hadapan manusia, orang kaya tapi dia ucapannya tidak sopan dia pejabat tapi dia tidak sopan tidak menghormati orang lain maka dia menjadi rendah derajatnya di hadapan manusia.Meskipun dia punya nasab yang bagus, itu keluarga bapak Fulan bin Fulan tapi dia seperti itu, rendah di hadapan orang lain karena dia tidak memiliki adab. Tapi sebaliknya seorang anak orang yang miskin orang yang tidak punya kedudukan tapi dia dikenal sopan di hadapan manusia, tindak-tanduknya ucapannya terhadap yang lebih tua terhadap gurunya maka dia memiliki derajat yang tinggi, anak ini sopan anak ini beradab.وإنَّما يصلُح للعلم من تأدَّب بآدابه في نفسه ودرسه، ومع شيخه وقريبهSesungguhnya pantas untuk mendapatkan ilmu orang yang beradab dengan adab-adab ilmu baik adab dia terhadap dirinya sendiri, dia menjaga muruah dia menjaga kehormatan dia sebagai seorang penuntut ilmu jangan dia samakan dia dengan orang lain dia sebagai seorang penuntut ilmu yang dia bawa adalah ilmu yang dia pelajari adalah ilmu, harusnya berbeda antara sikap dia dengan orang lain, harus nampak pengaruh dari ilmu tersebut pada dirinya.Demikian pula adab dia ketika dars ketika di dalam halaqah ilmu dia harus nampakkan adab-adab ilmu konsentrasi terhadap ilmu menghadap kepada gurunya mencatat tidak menyibukkan diri dengan yang lainومع شيخهdan juga adab ketika bersama gurunyaوقريبهdan adab dia bersama teman-temannya.Yang berhak mendapatkan ilmu yang bisa mendapatkan ilmu adalah orang-orang yang mereka menjaga adab-adab tersebut.قال يوسف بن الحسينBerkata Yusuf Ibnul Husainبالأدب تفهم العمDengan adab kamu bisa memahami ilmu.Ini ucapan yang agung, dengan adab Antum bisa memahami ilmu kalau kita tidak beradab maka kita tidak bisa memahami ilmu berarti harusnya belajar adab dulu baru kita bisa mendapatkan ilmu, mempelajari adab-adab sebagai seorang penuntut ilmu barulah kita bisa mendapatkan ilmu sebagaimana nanti ada ucapan para Salaf yang menunjukkan tentang pentingnya mempelajari adab.لأنَّ المتأدِّب يرُىٰ أهاً للعلم فَيُبذلُ لهKarena orang yang beradab berarti dia dilihat orang yang pantas untuk mendapatkan ilmu tadi maka diberikan kepadanya.Ada seorang murid misalnya datang kepada gurunya dia mengatakan Syaikhuna semoga Allāh ﷻ menjagamu semoga Allāh ﷻ memberikan kebaikan kepadamu, tadi ada yang Ana permasalahkan ada satu yang Ana kurang paham tentang masalah ini, dia beradab dalam bertanya maka dengan senang hati guru tadi akan memberikan apa yang dia miliki.Tapi ketika datang yang kedua dia mengatakan Syaikh atau Ustadz tadi Antum bilang dalam majelis demikian demikian itu kan bertentangan dengan Firman Allāh ﷻ itu bertentangan dengan hadits, kan Imam Nawawi mengatakan demikian tapi Ustadz Fulan kemarin mengatakan demikian Ustadz, ini tidak beradab. Kalau terlihat murid tadi tidak beradab maka guru tadi dia tidak akan mau menjawab dan akan tidak rela untuk memberikan ilmunya kepada murid tadi, yang seperti ini tidak berhak untuk mendapatkan ilmu.Yang pertama karena dia beradab maka dia mendapatkan ilmu tapi yang kedua sama-sama bertanya tapi tanpa adab maka dia pun tidak akan mendapatkan ilmu, dia mau belajar sama siapa saja kalau demikian caranya maka dia tidak akan diberikan.وقليل الأدب يُعزُّ العلمُ أن يُضيَّعَ عندهOrang yang beradab maka dia akan pantas untuk mendapatkan ilmu tadi maka diberikan, tapi orang yang tidak beradab sayang diberikan kepada orang tadi karena dia tidak punya adab, seandainya itu diberikan kepadanya maka ini akan disia-siakan oleh orang tersebut makanyaبالأدب تفهم العمdengan adab engkau bisa memahami ilmu.ومن هنا كان السَّلف – رحمهم الله – يعتنون بتعلُّم الأدب، كما يعتنوون بتعلُّم العلمDari sinilah para Salaf dahulu mereka memperhatikan tentang masalah mempelajari adab sebagaimana mereka memperhatikan dalam masalah mempelajari ilmu, jadi sebagaimana mereka punya perhatian besar mempelajari ilmu demikian pula mereka punya perhatian besar dalam masalah mempelajari adab, belajar adab dulu baru mempelajari ilmuقال ابن سيرينَ كانوا يتعلَّمون الهدى كما يتعلَّمون العلمDahulu mereka mempelajari adab sebagaimana mereka dahulu mempelajari ilmu.Jadi kadang dalam majelis ilmu dia melihat dulu bagaimana adab guru tersebut bagaimana adab murid-murid yang ada di sekitarnya kepada gurunya, kalau baca kitab itu seperti itu awalnya demikian dan demikian kalau mau bertanya kepada guru caranya seperti itu kalau mau meminta izin kepada guru caranya seperti itu, dia belajar dulu mereka mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu.بل إنَّ طائفةً منهم يُقدِّمون تعلُّمه علىٰ تعلُّم العلمBahkan sebagian mereka mendahulukan untuk mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu.Karena seperti tadi kalau kita tidak belajar adab dulu langsung kita menuntut ilmu, bertanya tidak beradab mengoreksi kesalahan guru tidak beradab ketika dia murajaah dengan teman-temannya juga tidak beradab akhirnya hancur rusak semuanya, tapi kalau dia mempelajari adab terlebih dahulu maka dia bisa mendapatkan ilmu InsyaAllāh.قال مالك بن أنسٍ لفتًى من قريشٍBerkata Malik ibn Anas kepada seorang pemuda dari Quraisyيا ابن أخي، تعلَّمِ الأدب قبل أن تتعلَّمَ العلمWahai anak saudaraku hendaklah engkau mempelajari adab sebelum engkau mempelajari ilmu.و كانوا يُظهِرون حاجتهم إليهDan mereka dahulu (para Salaf) menampakkan kebutuhan mereka dan keperluan mereka terhadap adab. Mereka menampakkan bahwasanya mereka sangat membutuhkan dan sangat memerlukan adab ini.قال مَخْلَد بنُ الحسين لابنِ المبارك يومًاPada suatu hari Makhlad Ibn Husein berkata kepada Ibnul Mubarakنحن إلىٰ كثيرٍ من الأدب أحوج منَّا إلىٰ كثيرٍ من العلمpadahal ini sama-sama ulama Ibnul Mubarak dengan Makhlad Ibnu Husein, mereka menampakkan kebutuhan mereka terhadap ilmu.“Kita ini lebih butuh untuk mempelajari adab dari pada mempelajari banyak ilmu”Kita ini masih perlu banyak belajar tentang masalah adab, padahal ini para ulama mereka mengatakan demikian, karena dengan adab ini maka mereka bisa mendapatkan ilmu kalau tidak punya adab maka tidak mendapatkan ilmu.و كانوا يُوصون به، و يُرشدون إليهBahkan mereka dahulu mewasiatkan untuk mempelajari adab dan menunjukkan orang lain supaya mempelajari adab.قال مالكٌBerkata Malikكانت أُمِّي تعَمِّمُني، وتقول لي: ٱذهبْ إلىٰ ربعيةَ – تعني ابنَ أبي عبد الرَّحمن فقيهَ أهلِ المدينة في زمنه – فتعلَّم من أدبه قبل علمهImam Malik mengatakan dahulu ibunya mendandani beliau memakaikan imamah (sorban) pada beliau, dipakaikan Sorban supaya menghadiri majelis ilmu berarti dia masih kecil tapi sudah mulai belajar.Ketika ibunya sambil memakaikan sorban maka ibunya berkata kepada Imam Malik, pergi kamu ke majelisnya Rabi’ah, ini menunjukkan bagaimana seorang ibu karena anaknya mau berjuang mau menuntut ilmu agama demikian dia menghormati dan menyayangi anaknya, didandani rapi dan disuruh untuk pergi ke majelisnya Rabi’ah.Rabi’ah ini adalah Ibnu Abdirrahman seorang ahli fiqih di kota Madinah di zamannya, gurunya Imam Malik, kemudian kata ibunya tadi, belajarlah darinya adab sebelum ilmunya. Kamu pergi ke sana sebelum belajar ilmunya pelajari dulu tentang adab-adab beliau, bagaimana beliau mengajar bagaimana beliau bermuamalah dengan murid-muridnya bagaimana beliau duduk bersama yang lain bagaimana tawadhu’nya beliau dan seterusnya, sebelum kamu mencari ilmunya pelajari dulu adab beliau. Ini menunjukkan bagaimana dahulu ibunda para ulama mereka menekankan tentang masalah adab ini kepada anak-anaknya sebelum ilmu.فإنما حُرِم كثيرٌ من طلبة العصر العلمَ بتضييع الأدبSesungguhnya banyak di antara penuntut ilmu di zaman sekarang mereka tidak mendapatkan ilmu karena mereka menyia-nyiakan adab, menyia-nyiakan adab dalam bermajelis menyia-nyiakan adab bersama gurunya bersama dirinya.أشرفَ اللَّيث بن سعدٍ علىٰ أصحاب الحديثAl-Laits Ibn Sa’ad rahimahullāh beliau datang kepada orang-orang yang mereka adalah penuntut ilmu Hadits (murid-muridnya), orang-orang yang mereka datang dari tempat yang jauh untuk mencari ilmu hadits. Al-Laits Ibn Sa’ad termasuk ulama hadits, ketika beliau datang melihat merekaفرأىٰ منهم شيئًا كأنَّه كرههketika melihat mereka beliau melihat ada sesuatu yang beliau benci, ada sikap dan adab yang beliau benci tidak beradab ketika ada seorang gurunyaفقال: ما هٰذا؟Beliau mengatakan; Apa ini?أنتم إلىٰ يسيرٍ من الأدب، أحوج إلى كثيرٍ من العلمKalian ini lebih butuh kepada sedikit adab daripada banyak ilmu.Artinya sebelum kalian mempelajari ilmu dari para ulama hadits hendaklah kalian ini belajar sedikit tentang adab, bagaimana adab ketika bertemu guru bagaimana adab misalnya ketemu beliau di jalan apa yang harus dilakukan, ketika beliau datang apa yang harus dilakukan, apakah ketika bermajelis termasuk adab seseorang meninggalkan majelis sebelum gurunya, ini disampaikan oleh para ulama ada adabnya, jangan sampai gurunya masih ada disitu kita bubar duluan meninggalkan gurunya dalam keadaan sendiri, harusnya biarkan beliau pergi dulu baru setelah itu kita meninggalkan majelis.Syaikh Ushaimi pernah beliau marah-marah di majelis karena beliau belum pergi dari majelisnya sudah ada yang bubar duluan sudah meninggalkan majelis, akhirnya beliau berbicara panjang lebar menyampaikan tentang harusnya apa yang dilakukan, adab apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang penuntut ilmu.Makanya di sini Al-Laits Ibn Sa’ad beliau mengatakan Apa ini? kalian kepada sedikit adab itu lebih kalian butuhkan daripada banyak ilmu, sedikit adab maka kalian akan mendapatkan ilmu tapi kalau kalian tidak punya adab maka tidak akan mendapatkan ilmu.فماذا يقول اللَّيث لو رأىٰ حال كثيرٍ من طاَّب العلم في هٰذا العصر؟Lalu bagaimana seandainya Al-Laits Ibn Sa’ad Al-Misriy beliau melihat keadaan kebanyakan para penuntut ilmu di masa kita sekarang ini.Mungkin saat itu yang beliau lihat adalah sesuatu yang ringan tidak beradab tapi masih ringan dan sekarang lebih parah lagi, terkadang dalam majelis ilmu dia tersenyum sendirian ternyata di depannya ada HP di depannya ada komputer, sementara gurunya sedang mengajar dia senyum dan yang lebih parah lagi ada yang tertawa terbahak-bahak.Ini pemandangan yang sangat tidak mengenakkan dan tidak beradab, atau dia sibuk bicara dengan orang lain di dalam bermajelis ilmu ini juga suatu yang tidak beradab, lalu bagaimana seandainya Al-Laits Ibn Sa’ad melihat keadaan yang seperti itu.Semoga Allāh subhanahu wa ta’ala membimbing kita semuanya kepada jalan yang lurus.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Materi 33: "Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa"

Materi 33: "Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa"​🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حفظه الله تعالى​🌿 1. Teladan Wanita di Masa Sulit​Salah satu metode untuk menumbuhkan semangat dalam beribadah dan beramal saleh adalah dengan membaca dan mengambil teladan dari sejarah kehidupan orang-orang saleh terdahulu. Dalam kajian ini, diangkat kisah empat wanita salehah yang hidup di tengah masa-masa sulit, penuh kebengisan, dan kekejaman penguasa saat itu (Firaun) di zaman Nabi Musa ​🌸 2. Wanita Pertama: Ibunda Nabi Musa (Yukhabad)​🌿 Nabi Musa lahir di tengah kekejaman Firaun yang melakukan sensus dan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, karena khawatir kekuasaannya akan diruntuhkan oleh anak dari Bani Israil.​🌾Ketika melahirkan Nabi Musa, Allah memberikan ilham kepada ibunya untuk menyusui Musa terlebih dahulu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah peti/keranjang (tabut) dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.​🌷 Meskipun terasa sangat berat bagi seorang ibu melepas bayinya ke sungai, Allah meneguhkan hatinya ("Jangan takut dan jangan bersedih, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya seorang rasul").​🌻 Peti tersebut ditemukan oleh keluarga Firaun. Atas izin Allah, istri Firaun jatuh cinta kepada bayi Musa dan melindunginya agar tidak dibunuh. Bayi Musa kemudian menolak semua air susu dari ibu susu lain, hingga akhirnya kembali disusukan kepada ibu kandungnya sendiri di istana Firaun atas saran dari kakak perempuan Musa. Ini membuktikan bahwa kesabaran dan tawakal kepada Allah akan mendatangkan jalan keluar terbaik.​🪻 3. Wanita Kedua: Istri Nabi Musa a.s. (Shaffurah)​🍃 Setelah tidak sengaja membunuh seorang dari kaum Firaun, Nabi Musa melarikan diri seorang diri tanpa bekal menuju Madyan. Di sana, beliau menolong dua orang wanita yang kesulitan mengambil air di sumur karena harus berdesakan dengan para gembala pria yang tidak berakhlak.​🌾 Ketika Nabi Musa diundang ke rumah ayah kedua wanita tersebut (Nabi Syu'aib), salah satu putrinya menggunakan firasatnya yang kuat untuk menyarankan agar ayahnya mempekerjakan Musa, karena Musa memiliki dua sifat utama: kuat (dilihat dari kemampuannya mengangkat batu penutup sumur sendirian) dan amanah (dilihat dari caranya berjalan di depan/belakang wanita agar tidak melihat lekuk tubuhnya).​🌷 Nabi Musa akhirnya menikah dengan salah satu putri tersebut dengan mahar bekerja sebagai pengembala/tukang kebun selama 8 hingga 10 tahun. Kisah ini mengajarkan keutamaan memiliki istri yang salehah, pemalu, dan menjaga diri.​🌹 4. Wanita Ketiga: Istri Firaun (Asiah binti Muzahim)​🌿 Asiah adalah istri Firaun, penguasa Mesir yang mengaku sebagai tuhan. Meskipun hidup dalam kemegahan, kekayaan, dan istana yang megah, Asiah memiliki hati yang bersih dan memilih untuk beriman kepada ajaran Nabi Musa, meskipun keimanannya harus disembunyikan dari Firaun.​🌻 Ketika Firaun mengetahui keimanan istrinya, Firaun menyiksanya dan memberinya pilihan: tetap mendapatkan istana megah asalkan meninggalkan keimanannya, atau disiksa hingga mati.​🌸 Asiah memilih untuk menolak kemegahan dunia dan memilih mati demi mempertahankan imannya. Allah mengabadikan doanya di dalam Al-Qur'an (Surat At-Tahrim ayat 11):​"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah istana di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim."​🌼 5. Wanita Keempat: Masyithah (Tukang Sisir Putri Firaun)​🌾 Masyithah adalah seorang wanita yang bekerja menyisir rambut anak perempuan Firaun. Suatu ketika, sisirnya terjatuh dan ia membaca "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun bertanya, "Apakah maksudmu ayahku (Firaun)?" Masyithah menjawab, "Bukan, Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah."​🍂 Putri Firaun melaporkan hal ini kepada ayahnya. Firaun yang murka memanggil Masyithah beserta anak-anaknya dan menyiapkan sebuah kuali raksasa berisi minyak panas mendidih. Firaun membunuh anak-anaknya satu persatu di depan matanya untuk meruntuhkan imannya.​🌷Masyithah sempat hampir goyah ketika melihat anak bayinya yang masih menyusui hendak dilemparkan, namun sang bayi dengan izin Allah berbicara menguatkan ibunya agar bersabar karena siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat. Masyithah meminta agar tulang-tulangnya kelak dikumpulkan dalam satu kuburan.​🪴 Ketika peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad ﷺ mencium aroma yang sangat wangi dari langit. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa aroma wangi itu berasal dari makam Masyithah, suami, dan anak-anaknya yang mati syahid demi mempertahankan keimanan.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#33 KISAH 4 WANITA DI MASA NABI MUSA ALAIHISSALAM

Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.AKajian ini membahas kisah empat wanita salehah yang hidup di masa Nabi Musa Alaihissalam, di tengah kekejaman dan kebengisan rezim Firaun. Mempelajari sejarah orang-orang saleh merupakan salah satu metode untuk meningkatkan semangat dalam beribadah dan beramal saleh.Berikut adalah rincian kisah keempat wanita tersebut:1. Ibunda Nabi MusaLatar Belakang: Di masa Firaun, terdapat ramalan bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak dari Bani Israil. Akibatnya, Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki yang lahir dari kaum tersebut.Kisah & Teladan: Allah memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa untuk menyusui anaknya, kemudian menghanyutkannya ke Sungai Nil di dalam sebuah keranjang. Ini adalah ujian keimanan yang sangat berat. Namun, Allah menjanjikan dua hal: akan mengembalikan sang bayi kepadanya dan menjadikannya sebagai seorang rasul.Permisalan: Keberhasilan Nabi Musa tidak terlepas dari peran utama sang ibu yang sabar, bertawakal, dan mengikuti petunjuk Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak di tengah ujian hidup.2. Istri Nabi MusaLatar Belakang: Nabi Musa melarikan diri dari Mesir setelah insiden tidak sengaja membunuh seorang dari pihak Firaun saat menolong sesama kaum Bani Israil. Beliau sampai di negeri Madyan dalam keadaan lapar dan tidak memiliki bekal.Kisah & Teladan: Nabi Musa bertemu dengan dua wanita yang kesulitan mengambil air di sumur karena didahului oleh para penggembala laki-laki yang tidak sopan. Nabi Musa membantu mereka. Salah satu dari wanita tersebut kemudian datang menjemput Nabi Musa dengan penuh rasa malu untuk memenuhi undangan ayahnya.Permisalan: Wanita ini memiliki firasat yang kuat dan kecerdasan dalam menilai sifat seseorang. Beliau menyarankan ayahnya untuk mempekerjakan Nabi Musa karena melihat dua sifat utama: kuat dan amanah (diukur dari kemampuan fisik membuka tutup sumur sendirian dan sikap menjaga pandangan saat berjalan bersama wanita).3. Istri Firaun (Asiyah bintu Muzahim)Latar Belakang: Asiyah hidup dalam kemewahan istana sebagai istri dari seorang raja yang menganggap dirinya Tuhan. Namun, di balik kemegahan duniawi tersebut, ia memilih untuk beriman kepada Allah.Kisah & Teladan: Ketika Nabi Musa kecil ditemukan di sungai, Asia lah yang membujuk Firaun agar tidak membunuhnya dan menjadikan bayi tersebut sebagai anak angkat. Kehadiran Nabi Musa menjadi jalan baginya untuk mendapatkan hidayah. Asiyah adalah simbol ketabahan. Meskipun ditawarkan kemegahan duniawi dan diancam oleh suaminya sendiri, ia lebih memilih untuk menjaga imannya hingga titik darah penghabisan dan berdoa agar dibangunkan istana di surga.4. Masyitoh (Penyisir Rambut Putri Firaun)Latar Belakang: Masyitoh adalah seorang wanita yang bekerja di istana. Keimanannya terbongkar saat ia tanpa sengaja menyebut nama Allah di depan putri Firaun.Kisah & Teladan: Firaun murka dan menyiksa Masyitoh beserta anak-anaknya dengan cara merebus mereka dalam panci besar yang berisi minyak panas. Meski diuji dengan kematian anak-anaknya satu per satu, Masyitoh tetap teguh pada pendiriannya.Keajaiban terjadi ketika Masyitoh sempat ragu karena anaknya yang masih menyusui, namun sang bayi berbicara untuk menguatkan ibunya agar tetap masuk ke dalam panci. Aroma wangi yang dicium oleh Rasulullah saat Isra Mi'raj adalah wangi dari Masyitoh dan anak-anaknya.endah ea

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Al kahf

Ketika mereka melakukan demikian, maka Allah menidurkan mereka dan menjaga mereka. Kamu, wahai orang yang menyaksikan mereka, melihat matahari ketika terbit dari timur, condong dari tempat mereka ke sebelah kanan. Sementara ketika terbenam, matahari meninggalkan mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada dalam tempat yang luas di gua itu. Mereka tidak terkena sengatan matahari, dan udara tidak terputus dari mereka. Apa yang Kami perbuat terhadap para pemuda itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Barangsiapa yang diberi taufik oleh Allah untuk mendapatkan petunjuk lewat ayat-ayat-Nya, maka dialah yang mendapat taufik kepada kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak diberi taufik untuk mendapatkan petunjuk, maka kamu tidak akan mendapati baginya seorang penolong pun yang dapat membimbingnya untuk mendapatkan kebenaran; karena taufik (memberi petunjuk) dan penelantaran itu berada di tangan Allah semata.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Tazkiyatun

Jika Anda bertanya: “Bagaimana cara menangkal masuknya setan? Cukupkah dengan berdzikir kepada Allah dan mengucapkan lā haula wa lā quwwata illā billāh?”Caranya adalah dengan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela tersebut, dan itu memerlukan dzikir yang panjang. Jika pangkal sifat-sifat tercela itu bisa dipotong dari hati maka setan akan meninggalkan hati dan tidak lagi bersarang di sana. Setan tidak mau keluar dari hati manusia hanya dengan berdzikir kepada Allah karena hakikat dzikir itu tidak bisa menguasai hati kecuali setelah hati diisi dengan takwa dan dibersihkan dari sifat-sifat tercela. Jika tidak, dzikir hanya akan menjadi omongan jiwa yang tidak mampu menguasai hati sehingga tidak mampu mengusir kekuasaan setan.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa | Ustadz Dr. Firanda Andirja

1. Ibunda Nabi Musa (Ibu Yang Penuh Tawakal)Nabi Musa memiliki kakak bernama Nabi Harun. Nabi Harun lahir tahun sebelumnya.Ibu Nabi Musa tidak kelihatan saat hamil sehingga tidak didata.• Latar belakang Kekejaman Fir’aun: Fir’aun memberikan perintah membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil yang baru lahir karena adanya ramalan bahwa kerajaannya akan digulingkan oleh seorang anak laki-laki dari kalangan Bani Israil.• Ilham menyusui dan Menghanyutkan ke Sungai Nil: Allah memberikan ilham kepada Ibunda Nabi Musa  agar menyusuinya terlebih dahulu (agar terbiasa dengan rasa air susu ibunya) sebelum meletakkannya kedalam peti (tabut) dan menghanyutkannya ke sungai Nil.“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa, ‘Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil).” (Al-Qashash : 7)• Janji Pertolongan Allah: Allah meneguhkan hatinya dengan dua janji: Nabi Musa akan dikembalikan ke pangkuannya dan kelak akan diangkat menjadi salah seorang Rasul utusan Allah.“... dan janganlah (pula) bersedih hati karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.’” (Al-Qashash : 7)• Peran Kakak Perempuan Musa: Kakak perempuannya diminta untuk mengawasi peti tsb dari kejauhan tanpa menimbulkan kecurigaan saat peti terapung menuju area istana Fir’aun.“Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, ‘Ikutilah dia.’ Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.” (Al-Qashash : 11)• Diambilnya Musa oleh Keluarga Fir’aun: Ini sudah rencana Allah menempatkan Musa di keluarga Fir’aun. Disaat lagi zamannya Fir’aun membunuh anak laki-laki, bayi Musa terhampar di istana Fir’aun.“Dan berkatalah istri Firʿawn, ‘(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak’, sedang mereka tiada menyadari.” (Al-Qashash : 9)• Skenario Penolakan Air Susu: Begitu diambil oleh keluarga Fir’aun, bayi Musa menolak disusui oleh seluruh wanita sewaan di Istana. Kakak perempuan Musa lalu datang menawarkan keluarga yang sanggup menyusuinya, hingga akhirnya Ibunda Nabi Musa didatangkan ke istana dan Musa mau menyusu kembali, bahkan sang Ibu akhirnya diperintahkan untuk tinggal di Istana dan digaji oleh pihak Istana.“Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu, maka berkatalah saudara Musa, ‘Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?’” (Al-Qashash : 12)“Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Al-Qashash : 13)2. Istri Nabi Musa (Wanita Yang Pemalu/Cerdas)Orang yang paling kuat firasatnya:1. Majikannya Nabi Yusuf (suami Zulaikha)2. Istri Nabi Musa3. Abu Bakar ketika memilih Umar untuk menjadi Khalifah.• Menghindari ikhtilath di sumur Madyan:Ketika melarikan diri dari Mesir ke negeri Madyan karena tidak sengaja membunuh salah satu dari suku kaum Fir'aun yang akhirnya membuatnya dikejar-kejar oleh sekumpulan anak buah Fir’aun. Saat tiba di negeri Madyan, Nabi Musa melihat dua orang wanita yang menahan Kambing mereka di belakang kumpulan para lelaki demi menghindari desak-desakan dan interaksi dengan kaum pria yang sedang berebut air.“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya) dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata, ‘Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?’ Kedua wanita itu menjawab, ‘Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.’” (Al-Qashash : 23)• Pertolongan Nabi Musa: Musa dengan sigap membukakan tutup sumur yang berat sendirian, memberi minum ternak mereka, lalu berteduh di bawah pohon seraya memanjatkan do'a kepada Allah karena rasa lapar yang sangat mendalam.Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh, lalu berdoa, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.’” (Al-Qashash : 24)• Berjalan dengan rasa malu (Tamsyi 'alastihya’: Salah satu dari wanita tersebut diutus ayahnya untuk memanggil Musa; ia berjalan dengan rasa malu yang tinggi dan berbicara dengan santun serta menjaga batasan.“Kemudian, datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.’ Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya wanita tsb dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Ayah wanita tsb berkata, ‘Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.’” (Al-Qashash : 25)• Kecerdasan Firasat (Al-Qawiyyul Amin):- Wanita tsb mengusulkan kepada ayahnya agar mempekerjakan Nabi Musa karena dua sifat utama: Kuat (Al-Qawiyyu) dan Amanah (Al-Amin)- Kekuatan Musa terbukti saat mampu mengangkat batu penutup sumur sendirian, dan sifat amanahnya terbukti saat berjalan pulang dimana ia menyuruh wanita tsb untuk berjalan di belakangnya agar pandangannya terjaga.“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.’” (Al-Qashash : 26)• Pernikahan yang Berkah: Ayahnya menikahkan wanita tersebut dengan Nabi Musa dengan menggembalakan ternak selama delapan hingga sepuluh tahun, menjadi teladan pendamping hidup yang setia dan berakhlak mulia.“Berkatalah dia (ayah dari dua orang wanita tsb), ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.’” (Al-Qashash : 27)• Patuh Kepada Suami: Saat Nabi Musa menyuruh untuk diam di tempat karena ingin melihat api dan membawa api tsb karena istrinya kedinginan, istrinya patuh.“Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya, ‘Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api agar kamu dapat menghangatkan badan.’” (Al-Qashash : 293. Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun)• Menyelamatkan bayi Musa dari Pembantaian: Asiyah yang belum memiliki anak sangat menyayangi bayi Musa saat melihatnya dan membujuk Fir’aun agar tidak membunuhnya, agar bermanfaat untuk kita atau menjadikannya sebagai anak angkat.• Memilih Istana di Surga daripada Kemewahan di Dunia:- Setelah Musa diutus menjadi Rasul, Asiyah beriman secara diam-diam.- Ketika keimanannya terbongkar, Fir'aun menyiksanya dan menawarkan kembali tahta kemewahan istana dengan syarat mengingkari Allah dan Musa.- Asiyah menolak dengan tegas dan memanjatkan do'a abadi yang diabadikan dalam Al-Quran: memohon kepada Allah agar dibangunkan sebuah rumah/istana di Surga serta memohon diselamatkan dari kezhaliman Fir’aun dan kaumnya.• Kemuliaan Derajat: Asiyah syahid dalam mempertahankan akidahnya dan digelari sebagai salah satu dari empat wanita paling sempurna serta calon penghuni Surga tertinggi.4. Masyithah/Tukang Sisir Rambut Putri Fir'aun• Aroma harum saat peristiwa Isra Mi’raj: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam mencium aroma wangi luar biasa semerbak saat Isra Mi’raj, yang dijelaskan oleh Malaikat Jibril bahwa wangi tsb berasal dari makam Masyithah dan anak-anaknya.Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad, At-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mengenai peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ.Rasulullah ﷺ bersabda:“Pada malam saat aku diangkat ke langit (Isra' Mi'raj), aku mendapati aroma yang sangat wangi. Aku bertanya, 'Wahai Jibril, aroma wangi apa ini?' Jibril Alaihissalam menjawab, 'Ini adalah aroma dari penyisir rambut keluarga Fir'aun beserta anak-anaknya’.”• Keteguhan mengakui Allah sebagai Rabb:- Saat sedang menyisir rambut putri Fir’aun, sisirnya terjatuh dan refleks mengucapkan kalimat “Bismillah.”- Ketika ditanya, apakah ia memiliki tuhan selain Fir’aun, Masyithah menegaskan bahwa Allah adalah Tuhannya dan Tuhan ayahnya.• Ujian Keimanan dan Pembantaian Keluarga:- Fir’aun memerintahkan menyalakan kuali raksasa berisi minyak/tembaga mendidih untuk merebus Masyithah beserta anak-anaknya satu per satu didepan matanya.- Masyithah mengajukan satu permintaan terakhir agar tulang-belulangnya dan anak-anaknya dikumpulkan dan dimakamkan dalam satu kain kafan/kuburan yang sama.- Saat giliran bayinya yang masih menyusu hendak dilemparkan, Masyithah sempat bimbang karena rasa iba, namun bayinya diberi mukjizat berbicara: “Wahai Ibunda, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada diatas kebenaran, masuklah ke dalamnya.”- Mereka semua syahid dengan teguh memegang tali tauhid hingga akhir hayat.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Empat Wanita Shalihah di Zaman Nabi Musa - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Empat Wanita Shalihah di Zaman Nabi MusaKisah empat wanita shalihah yang hidup pada masa kekejaman Fir’aun. Kehidupan mereka memberikan teladan tentang keimanan, kesabaran, keteguhan hati, rasa malu, dan pengorbanan dalam mempertahankan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Ibunda Nabi Musa Alaihissalam* Hidup pada masa Fir’aun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki dari Bani Israil.* Ketika melahirkan Nabi Musa, Allah memberikan ilham agar beliau menyusui Musa terlebih dahulu, kemudian meletakkannya dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.* Allah memberikan dua janji kepadanya: mengembalikan Musa kepadanya dan menjadikan Musa sebagai seorang rasul.* Ketika Musa ditemukan oleh istri Fir’aun, Allah menanamkan rasa cinta kepada Musa di hati mereka.* Musa tidak mau menyusu kepada wanita lain hingga akhirnya kembali kepada ibunya sendiri untuk disusui dan dirawat di istana Fir’aun.* Ibunda Musa berhasil melewati ujian berat karena kesabaran, keimanan, dan keyakinannya terhadap janji Allah.Pelajaran: Jangan pernah berputus asa dari pertolongan Allah. Kesabaran dan tawakal akan mendatangkan jalan keluar, meskipun awalnya terasa mustahil.Istri Nabi Musa Alaihissalam* Ketika Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju Madyan, beliau bertemu dua wanita yang sedang menunggu giliran mengambil air untuk ternak mereka.* Musa membantu mengambilkan air tanpa meminta imbalan.* Kedua wanita tersebut pulang lebih cepat dan menceritakan kebaikan Musa kepada ayah mereka.* Salah seorang putrinya kemudian menjemput Musa dengan penuh rasa malu.* Ia berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku, jadikanlah dia sebagai pekerja. Sesungguhnya orang terbaik yang engkau ambil untuk bekerja adalah orang yang kuat lagi amanah." (QS. Al-Qashash: 26)* Ia melihat dua sifat mulia pada Musa, yaitu kuat dan amanah.* Akhirnya, Nabi Musa menikah dengan salah seorang putri tersebut setelah memenuhi kesepakatan bekerja selama delapan atau sepuluh tahun.Pelajaran:* Rasa malu merupakan salah satu sifat mulia seorang wanita.* Memilih pasangan hendaknya memperhatikan agama dan akhlaknya.* Wanita shalihah adalah wanita yang membantu suaminya dalam urusan akhirat, bukan hanya mengejar kesenangan dunia.* Kekuatan dan amanah merupakan sifat penting yang harus dimiliki seseorang.Asiyah binti Muzahim (Istri Fir’aun)* Asiyah adalah istri Fir’aun yang menemukan dan menyayangi bayi Musa ketika diambil dari Sungai Nil.* Ia membujuk Fir’aun agar tidak membunuh Musa dan mengusulkan untuk menjadikannya anak angkat.* Ketika dewasa, Musa menjadi sebab terbukanya jalan hidayah bagi Asiyah.* Asiyah beriman kepada Allah dan Nabi Musa meskipun suaminya sendiri adalah Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan.* Ketika keimanannya diketahui, Fir’aun menyiksanya dan memaksanya kembali kepada kekafiran.* Namun, Asiyah tetap teguh mempertahankan imannya hingga meninggal dunia.Allah mengabadikan doanya dalam QS. At-Tahrim: 11:"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."Pelajaran:* Kemewahan dunia tidak sebanding dengan kenikmatan surga.* Jangan mengorbankan keimanan demi harta, kedudukan, atau pasangan.* Seorang wanita tetap bisa menjadi hamba yang shalihah meskipun berada di lingkungan yang penuh kemaksiatan.Masyithah (Penyisir Rambut Putri Fir’aun)* Masyithah adalah wanita yang bekerja sebagai penyisir rambut putri Fir’aun.* Suatu hari, sisir yang digunakannya terjatuh. Ketika mengucapkan Bismillah, putri Fir’aun bertanya apakah ia menyebut nama ayahnya.* Masyithah menjelaskan bahwa Allah adalah Rabb-nya dan Rabb Fir’aun.* Fir’aun kemudian memanggilnya dan memaksanya meninggalkan keimanannya.* Fir’aun menyiapkan bejana besar berisi minyak mendidih untuk menyiksa Masyithah beserta anak-anaknya.* Masyithah tetap teguh mempertahankan tauhidnya meskipun harus menyaksikan anak-anaknya dimasukkan satu per satu ke dalam bejana tersebut.* Ketika hampir goyah karena melihat bayinya, Allah memberikan keteguhan melalui perkataan bayinya yang mendorongnya agar tetap bersabar.* Akhirnya, Masyithah dan anak-anaknya meninggal dalam keadaan mempertahankan keimanan.* Rasulullah ﷺ mencium aroma harum Masyithah dan anak-anaknya ketika peristiwa Isra Mi’raj. Kisah ini menunjukkan kemuliaan pengorbanan mereka.Pelajaran:* Keimanan harus dipertahankan meskipun menghadapi ujian yang sangat berat.* Jangan takut kehilangan dunia demi mempertahankan tauhid.* Allah memuliakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan teguh dalam keimanan.Pelajaran Penting dari Keempat Wanita Shalihah* Kesabaran: Seperti ibunda Nabi Musa yang yakin terhadap janji Allah meskipun harus berpisah sementara dengan anaknya.* Rasa malu: Seperti istri Nabi Musa yang menjaga kehormatan dan perilakunya.* Keteguhan iman: Seperti Asiyah yang tidak tergoda kemewahan istana Fir’aun.* Pengorbanan: Seperti Masyithah yang rela menghadapi kematian demi mempertahankan tauhid.* Orientasi akhirat: Kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kebahagiaan sejati adalah keselamatan di akhirat.### KesimpulanKeempat wanita ini mengajarkan bahwa kemuliaan seorang wanita bukan ditentukan oleh kekayaan, kedudukan, atau kemewahan dunia, melainkan oleh keimanan, ketakwaan, kesabaran, dan keteguhannya dalam menjalankan agama Allah.Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa surga diliputi oleh perkara-perkara yang tidak disukai hawa nafsu. Artinya, untuk meraih surga diperlukan perjuangan, kesabaran, dan kesungguhan dalam menjalankan ketaatan.Semoga kisah empat wanita shalihah ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki diri, menjaga keimanan, dan istiqamah dalam beramal shalih. Aamiin.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Tarbiyatul Abna - Syaikh Musthofa Al Adawi

Mencium Anak KecilMencium Anak adalah Sunnah* Orang tua dianjurkan dan disunnahkan mencium anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan.* Rasulullah ﷺ pernah mencium putrinya, Fatimah radhiyallahu ‘anha.* Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu juga pernah mencium Aisyah radhiyallahu ‘anha.* Hal ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada anak hendaknya diwujudkan melalui perhatian dan sentuhan kasih sayang.Teladan Kasih Sayang Rasulullah ﷺ* Rasulullah ﷺ sangat menyayangi putranya, Ibrahim.* Beliau pernah menggendong dan mencium Ibrahim ketika mengunjunginya.* Ketika Ibrahim menjelang wafat, Rasulullah ﷺ menangis dan bersabda bahwa mata meneteskan air mata dan hati bersedih, tetapi beliau hanya mengatakan sesuatu yang diridhai Allah.* Ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki kasih sayang yang besar kepada keluarganya.Jangan Pelit Menunjukkan Kasih Sayang* Rasulullah ﷺ pernah mencium Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma di hadapan Al-Aqra' bin Habis.* Al-Aqra' mengatakan bahwa ia memiliki sepuluh anak, tetapi tidak pernah mencium satu pun dari mereka.* Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:"Barang siapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi."(HR. Bukhari 5997 dan Muslim 2318)Pelajaran bagi Orang Tua* Jangan ragu menunjukkan kasih sayang kepada anak.* Biasakan mencium, memeluk, dan menyentuh anak dengan penuh kelembutan.* Kasih sayang bukan hanya disimpan di dalam hati, tetapi perlu ditampakkan melalui tindakan.* Anak membutuhkan kehangatan dan perhatian dari orang tuanya.Kesimpulan:Mencium dan memeluk anak merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah ﷺ. Orang tua hendaknya membiasakan menunjukkan kasih sayang kepada anak, karena kelembutan merupakan bagian penting dalam mendidik dan membesarkan anak.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Terimalah kenyataan bahwa memang selalu ada sesuatu yang harus dikerjakan

Terimalah kenyataan bahwa memang selalu ada sesuatu yang harus dikerjakanSumber Don't sweat the small stuff with your family Kadang-kadang berdamai dengan hal-hal sehari-hari akan sangat bermanfaat untuk mencegah kita merasa terbebani atau kesal. Ada banyak pengamatan mengenai hidup yang termasuk dalam kategori ini misalnya, tidak pernah ada cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya, seseorang memiliki sesuatu yang tidak kita miliki, kita tidak bisa berada di dua tempat sekaligus dan lain-lain. Untuk alasan-alasan tertentu mungkin karena hal-hal yang tidak bisa dihindari ini begitu dekat dengan kita maka kebanyakan orang cenderung melawannya. Sangat umrah kita mendengar orang berkata seperti "rumahku tidak seperti yang kuinginkan" atau "sekeras apapun Aku berusaha Aku tidak bisa menangani semuanya"Bila kita merenungkan sejenak kita mungkin dapat melihat betapa mudahnya kita berputus asa akibat banyaknya pekerjaan yang harus kita selesaikan. Jika kita memutuskan untuk tidak akan beristirahat sebelum semuanya selesai dikerjakan, kita akan menghabiskan seluruh hidup kita dalam kondisi lelah dan frustasi. Kita harus menerima kenyataan dan pasrah buatlah keputusan bahwa kita tetap baik-baik saja asal sudah melakukan tugas dengan sebaik-baiknya ketimbang berperang namun tidak mungkin menang. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berusaha mendahulukan yang paling penting, memprioritaskan apa-apa yang memang penting, dan mempertahankan rasa humor. Kita hanya melakukan apa yang dapat kita lakukan. Kita mungkin dapat menyelesaikan semuanya bukanlah sikap orang yang kalah ini hanyalah pengakuan terhadap kebenaran. Fakta yang paling nyata adalah bahwa jika kita sedang melakukan sesuatu maka kita tidak mungkin melakukan hal yang lain. Jadi mulai saat ini santai saja. Lakukan apa yang kita bisa namun jangan membuat diri kita merasa terbebani kita pasti akan merasa lebih bahagia.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al isra ayat 108-109

Tafsir Al Mukhtasar QS Al isra ayat 108-109Dalam sujud itu mereka berkata,"sungguh, maha suci Tuhan kami dari sifat menyelisihi janji. Apa yang Dia janjikan berupa diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah terjadi karena sesungguhnya janji Tuhan kami dengan hal itu atau hal lainnya pasti akan terjadi."Kemudian mereka menyugurkan wajah untuk bersujud kepada Allah sembari menangis dalam keadaan khusyuk dan pendengaran bacaan Alquran serta pemahaman mereka terhadap makna kandungannya semakin membuat mereka tunduk dan takut kepada Allah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI4 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Halaqah yang ke tiga belas “Penjelasan Kitab Al Qawa’idul Arba'” karangan Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.

Halaqah yang ke tiga belas “Penjelasan Kitab Al Qawa’idul Arba'” karangan Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.Beliau mengatakan,فَدَلِيلُ الْقُرْبَةِ؛Dalil yang menunjukkan bahwasanya orang-orang musyrikin, mereka menyembah kepada sesembahan-sesembahan tersebut tujuannya adalah supaya mendekatkan diri mereka kepada Allah, قَوْلُهُ تَعَالَىadalah firman Allah Subhānahu wa Ta’ālaوَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ[Q.S Az Zumar: 3]Dan sesungguhnya orang-orang yang telah menjadikan selain Allah sebagai sesembahan-sesembahan (orang-orang kafir Quraisy, orang-orang musyrikin Quraisy), mereka mengatakan,مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى‘Tidaklah kami menyembah mereka (sesembahan-sesembahan tersebut) kecuali supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sebenar-benar pendekatan.’Ini yang mengabarkan kepada kita adalah Allah Subhānahu wa Ta’āla. Allah mengabarkan kepada kita tentang sebagian ucapan orang-orang musyrikin Quraisy.Apa ucapan mereka?Tidaklah kami menyembah mereka, memberikan sebagian ibadah kepada sesembahan-sesembahan tersebut, kecuali tujuannya baik.Apa tujuan mereka?Supaya orang-orang (makhluk-makhluk) tersebut mendekatkan diri kami kepada Allah.Ucapan mereka إِلَى اللَّهِ menunjukkan bahwasanya mereka mengenal Allah Subhānahu wa Ta’āla.Dan ini jelas menunjukkan kepada kita tentang tujuan orang-orang musyrikin tersebut beribadah kepada berhala-berhala tersebut yaitu untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah.Kemudian Allah mengatakan,إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَSesungguhnya Allah akan menghukumi mereka, mengadili diantara mereka, di dalam apa yang mereka perselisihkan.Pada hari kiamat, apakah benar ucapan orang-orang musyrikin tersebut.Apakah ucapan mereka,مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىApakah ini ucapan yang haq atau hanya sekedar persangkaan dari mereka.Maka nanti di hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan menghukumi dan mengadili diantara mereka, siapa diantar mereka yang benar. Apakah orang-orang musyrikin tersebut ataukah Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌSesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada setiap orang yang berdusta dan dia sangat kufur.Ini menunjukkan bahwasanya apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrikin tersebut:1. KedustaanKarena Allah mengatakan, sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta.2. Kaffaar (yang sangat kufur)Kaffaar adalah sighoh mubaalaghoh dari kafir.Kaafir artinya orang yang kafir. Sedangkan kaffaar artinya orang yang sangat kafir.Menunjukkan bahwasanya apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin tersebut adalah perbuatan yang sangat kufur kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.Jadi ayat ini adalah dalil yang jelas, bahwasanya tujuan orang-orang musyrikin di dalam menyembah sesembahan-sesembahan mereka adalah diantaranya untuk mencari kedekatan kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.Bukan meyakini bahwasanya sesembahan-sesembahan tersebut yang memberikan rezeki kepada mereka, atau menciptakan mereka, atau mengatur alam semesta. Tidak. Dan sudah disebutkan dalil, mereka apabila ditanya siapa yang memberikan rezeki kepada mereka, mereka mengatakan “Allah”.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#33 4 Wanita Sholehah di Zaman Nabi Musa

4 Wanita Sholehah di Zaman Nabi Musa - Ust. Dr. Firanda Andirja - 1. Ibunda Nabi Musa - Teladan Kesabaran & TawakalLatar: Firaun sensus wanita hamil Bani Israil, bayi laki-laki dibunuh karena ramalan kekuasaannya akan hancur oleh anak Bani Israil. Harun lahir sebelum tahun pembunuhan, Musa lahir di puncak kekejaman.Keajaiban: Hamilnya tidak kelihatan. Ilham Allah: Wa auhaina ila ummi Musa - Allah ilhamkan: Susuilah dulu (agar hafal rasa ASI ibu), lalu masukkan ke tabut/keranjang dan hanyutkan ke Sungai Nil. Janji Allah: "Jangan takut & sedih, Inna raadduhu ilaiki wa ja'iluhu minal mursalin - Kami akan kembalikan dia kepadamu & jadikan Rasul." Kakak perempuan mengintai dari jauh hingga tabut sampai ke istana Firaun. Di Istana: Firaun ingin bunuh karena ciri Bani Israil, tapi Allah tanamkan mahabbah - semua cinta pada Musa. Asiyah berkata: Qurratu 'ainin li wa laka la taqtuluh, asa an yanfa'ana - Penyejuk mata, jangan bunuh, semoga bermanfaat/ jadi anak angkat. Firaun mengalah. Hati Ibu kosong: Fu'adu ummi Musa farigha, hampir mengaku itu anaknya, tapi Allah rabathna 'ala qalbiha - kokohkan hatinya. Musa tidak mau menyusu siapapun: Harramna 'alaihil maradi' - Kakak pura-pura tawarkan: Hal adullukum 'ala ahli bait - akhirnya ibu dipanggil, Musa langsung mau, tinggal di istana digaji Firaun padahal itu ibunya sendiri. Faradadnahu ila ummihi - janji Allah terbukti sore itu juga. Pelajaran: Kunci adalah sabar + tawakal. Jika tidak sabar sejak awal, Musa pasti dibunuh. Janji Allah pasti benar, waktunya bisa cepat/lama (seperti doa Ibrahim dikabulkan ribuan tahun kemudian dengan lahirnya Nabi Muhammad). Di balik anak hebat ada ibu sholehah.2. Istri Nabi Musa - Malu, Kuat Firasat, Sholehah3 Firasat terkuat kata Ibnu Mas'ud: 1) Majikan Yusuf (muliakan Yusuf), 2) Istri Musa (_Qawiyyul amin_), 3) Abu Bakar pilih Umar.Kisah Musa: Memukul orang Qibthi tanpa sengaja mati karena kuat luar biasa (bekas pukul di batu), lalu kabur ratusan kilo dari Mesir ke Madyan (khilaf: Yordania / Tabuk Saudi - Madain Syu'aib) tanpa bekal sampai makan daun. Di sumur Madyan: Laki-laki berebut air, 2 wanita menahan kambing tidak ikut desak-desakan. Musa tanya Ma khatbukuma? Jawab: Kami tidak bisa ambil sampai laki-laki pergi, bapak kami sudah tua. Musa tolong: Fasaqa lahuma - angkat tutup sumur berat (yang butuh 8 orang) sendirian = bukti kuat, lalu beri minum & langsung pergi berteduh, doa: Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir - lapar minta kebaikan. Putri malu-malu: Datang tamsyi 'ala istihya - jalan dengan malu, ini hiasan wanita. Berkata: Ayah undang beri upah.Bukti amanah: Musa jalan di depan, putri di belakang, kalau belok lempar kerikil kanan/kiri, tidak mau lihat lekuk tubuh. Firasat putri: Ya abatista'jirhu inna khaira manista'jartal qawiyyul amin - Pekerjakan, dia kuat & amanah. Ayah tawarkan nikah, mahar kerja jadi tukang kebun 8 atau 10 tahun. Musa setuju. Pelajaran: Dunia perhiasan terbaik istri sholehah. Istri sholehah bantu suami akhirat (shalat malam, Quran, sedekah), bukan dunia terus. Allah pertemukan yang bertakwa dengan yang bertakwa. Setelah 10 tahun Musa rindu Mesir, di perjalanan melihat api di Bukit Thursina, istri disuruh tunggu (tidak merengek) - itulah adab istri sholehah.3. Istri Firaun, Asiyah bintu Muzahim - Rela Tinggalkan Kemewahan Demi ImanDi Al-Qashash: Saat Musa diambil, dia bela: Jangan bunuh, semoga bermanfaat. Kata yanfa'ana terbukti, Musa buat dia beriman. Iman sembunyi sampai ketahuan Firaun. Firaun ancam, tawarkan istana lebih megah kalau kafir ke Musa, dia menolak. Doa abadi di Quran: Rabbibni li 'indaka baitan fil jannah wa najjini min Firauna wa 'amalihi - Ya Rabb bangunkan bagiku istana di sisi-Mu di surga, selamatkan dari Firaun & perbuatannya.Siapa Firaun? Raja diraja, kaya, wilayah luas, dianggap Tuhan, karismatik pandai bicara sampai Musa takut & minta Harun temani. Firaun berkata: Ma urikum illa ma ara wa ma ahdikum illa sabilar rasyad - Aku hanya tunjukkan pendapat terbaik & jalan lurus (kata indah tapi dari Firaun).Asiyah punya suami idaman dunia, tapi tinggalkan semua demi iman, rela dibunuh suami sendiri.Pelajaran: Hidup adalah perjuangan, ada kekayaan di depan mata tapi jika tidak sesuai syariat harus tinggalkan. Hidup sebentar, urusan akhirat.4. Masyithah, Penyisir Rambut Putri Firaun - Tegar Sampai MatiIsra Mi'raj: Nabi cium wangi harum, Jibril berkata itu wangi Masyithah & anak-anaknya.Nama tak disebut, hanya sifat: Masyithah = tukang sisir. Allah sering tidak sebut nama orang hebat (_Wa ja'a min aqshal madinati rajulun yas'a_), yang penting amal bukan ingin terkenal. Padahal putri Firaun saking kaya punya tukang sisir pribadi, tapi tukang sisirnya beriman.Kejadian: Sisir jatuh, dia ucap Bismillah. Putri: Kau sebut nama bapakku? Masyithah: Bukan, Allah Rabbku & Rabb bapakmu. Putri lapor ayah.Firaun panggil: Apakah kau punya tuhan selain aku? Masyithah teguh. Siksaan: Didatangkan bejana besar tembaga (_baqarah_) seukuran bisa masak sapi, isi minyak panas. Ujian terberat: Bukan dia saja, anak-anaknya ikut dibunuh dulu satu-satu di depan matanya untuk goyahkan iman (seperti Quraisy ceraikan putri Nabi agar Nabi sibuk). Firaun tahu strategi. Wasiat: Kumpulkan tulangku & anak-anakku dalam satu kain kubur bersama. Firaun setuju: Dzalika laki 'alaina minal haqq. Anak dilempar satu-satu jadi tulang, sampai bayi menyusu yang terakhir. Ibu mundur tidak tega, tiba-tiba bayi berbicara: Ya Ummah iqtaḥimi, azab dunia lebih ringan dari azab akhirat - karomah bayi bicara. Maka dia masuk, syahid semua. Wanginya tercium hingga Isra Mi'raj. Pelajaran: Jika iman masuk hati terdalam akan kokoh. Godaan iman kadang menimpa anak/keluarga (seperti Nabi saat sujud dilempari kotoran dilihat Fatimah kecil). Semoga Allah tidak uji di luar kemampuan kita. Surga diliputi hal dibenci, neraka diliputi syahwat.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 33-Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa Alaihissalam

Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa AlaihissalamWanita-wanita shalihah yang hidup di zaman Nabi Musa yaitu: ibunya Nabi Musa, istrinya Nabi Musa, istri Fir'aun, dan Masyithah (penyisir rambut putri Fir'aun)Ibunda Nabi MusaDalam kisah Nabi Musa, namanya adalah Musa bin Imran namun sama sekali tidak pernah disebutkan kisah ayahnya. Seakan-akan keberhasilan Nabi Musa sebab utamanya adalah ibunya.Banyak orang-orang berhasil (shalih) yg disebutkan dibalik keberhasilan mereka adalah ibunya, diantaranya Nabi Musa.Nabi Musa lahir di zaman penuh dg kesulitan dibawah kekuasaan Firaun yg kejam. Nabi Musa memiliki kakak bernama Nabi Harun.Qs Al Qashash:Ayat 7: Allah SWT memberikan ilham kepada ibunda Musa untuk menyusuinya, dan jika merasa khawatir, untuk menghanyutkannya ke Sungai Nil dengan janji bahwa ia akan dikembalikan dan diangkat menjadi rasul.Ayat 8: Bayi Musa ditemukan oleh keluarga Fir’aun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.Ayat 9: Istri Fir'aun (Asiyah bintu Muzahim) membujuk Fir'aun agar tidak membunuh bayi tersebut, berharap ia bisa membawa manfaat atau diangkat sebagai anak.Ayat 10: Hati ibunda Musa menjadi kosong dan cemas, hampir saja ia membocorkan rahasia tentang bayinya jika Allah tidak meneguhkan  hatinya.Ayat 11: Ibunda Musa menyuruh saudara perempuan Musa untuk mengikuti jalannya peti tersebut dari jauh.Ayat 12: Allah menghalangi Musa untuk menyusu kepada perempuan lain, lalu saudara perempuannya menawarkan keluarga yang sanggup mengasuhnya.Ayat 13: Allah mengembalikan Musa ke pangkuan ibunya agar hatinya tenteram, tidak berduka cita, dan mengetahui bahwa janji Allah itu benar.Diantara faedahnya:Kunci keberhasilan dari kisah ibunya Nabi Musa adalah kesabarannyaKalau kita sabar, maka Allah yg akan carikan solusi. Sabar & berusaha kemudian tawakkal kepada Allah, yakin jika kita serahkan segala urusan kita kepada Allah maka hasilnya akan baik.Istri Nabi MusaIbnu Mas'ud radhiallahu anhu berkata "orang yg paling kuat firasatnya ada 3 orang; 1. majikannya Nabi Yusuf yaitu suaminya Zulaikha, 2. istrinya Nabi Musa, 3. Abu Bakar, dan 4. Asiyah istri Fir'aun.Dikisahkan suatu ketika di kota Mesir terjadi perkelahian antara 2 orang, satu dari Bani Israil (suku Nabi Musa) dan Bani Qibti (suku Firaun). Nabi Musa diminta tolong & menolongnya. Beliau pukul orang dari bani Qibti tsb hingga akhirnya meninggal karena kekuatannya yg luar biasa. Firaun mendengar kabar tersebut & memerintahkan utk mencari Nabi Musa & Nabi Musa pun melarikan diri dari Mesir hingga ke Negeri Madyan.Kisah Istri Nabi Musa disebutkan dalam QS. Al QashashAyat 23: Nabi Musa tiba di sumber air negeri Madyan dan melihat banyak orang memberi minum ternak mereka. Di dekatnya, ada dua orang wanita yang sedang menahan ternaknya karena malu berebut dengan kaum laki-laki.Ayat 24: Nabi Musa menolong kedua wanita tersebut dengan membantu memberi minum ternak mereka, kemudian beliau berteduh di bawah pohon sambil berdoa memohon kebaikan dari Allah.Ayat 25: Salah satu dari kedua wanita itu datang kembali menemui Musa dengan berjalan penuh rasa malu. Ia menyampaikan undangan ayahnya (Nabi Syu'aib menurut sebagian besar ahli tafsir) yang ingin memberi upah atas kebaikan Musa.Ayat 26: Setelah tiba di rumah, salah seorang wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya: "Wahai ayahku! Ambillah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."Ayat 27: Sang ayah kemudian menawarkan salah satu putrinya untuk dinikahi oleh Nabi Musa, dengan syarat maskawin berupa bekerja membantunya selama 8 tahun, atau 10 tahun jika Musa mau menyempurnakannya.Ayat 28: Nabi Musa menerima perjanjian tersebut dan sepakat untuk menuntaskan masa kerja yang telah ditentukan sebagai bentuk mahar pernikahan mereka.Diantara faedah kisah istri Nabi Musa:Sifat & rasa malu adalah sifat mulia bagi para wanita. Rasa malulah yg mempercantik seorang wanita.Istri Nabi Musa telah memiliki firasat yg baik sejak sebelum menikah dengan Nabi Musa. Nabi Musa orang yg kuat karena bisa mengangkat tutup sumur yg biasa diangkat oleh beberapa orang Nabi Musa mengangkatnya sendiri. Amanah karena ketika Nabi Musa mengantarkan ke rumahnya, Nabi Musa berjalan di depan untuk menjaga pandangannya dalam rangka bertakwa kepada Allah.Allah pilihkan Nabi Musa istri yg shalihah, yg pemalu (menjaga diri) & bertakwa kepada Allah untuk menemani Nabi Musa dalam perjalanan mendakwahi Firaun.Setelah 10 tahun, Nabi Musa rindu untuk kembali ke Mesir bertemu dengan keluarganya, kemudian mereka pun bersama menuju Mesir.Allah kisahkan dalam QS. Al Qashash:Ayat 29: Setelah Nabi Musa menyelesaikan masa kerjanya di Madyan, beliau berangkat melakukan perjalanan bersama keluarganya (istrinya). Di tengah jalan di malam yang dingin, beliau melihat api di lereng gunung (Thur). Musa meminta istrinya tinggal sebentar agar ia bisa mengambil obor atau mencari petunjuk arah.Ayat 30: Ketika Musa sampai ke tempat api itu, Allah menyerunya dari arah pinggir lembah yang sebelah kanan di tempat yang berkah, dari sebatang pohon: "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam!"Ayat 31: Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkatnya. Saat tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat, Musa lari ketakutan tanpa menoleh. Allah kemudian berfirman: "Wahai Musa! Menghadaplah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang aman."Ayat 32: Allah memberikan mukjizat kedua, yaitu memerintahkan Musa untuk memasukkan tangannya ke dalam leher bajunya, dan saat dikeluarkan, tangan itu menjadi putih bersinar tanpa cacat. Kedua mukjizat ini menjadi bekal Musa untuk menghadapi Fir'aun dan pembesarnya.Diantara faedahnya yaitu istri Nabi Musa adalah seorang istri yg taat pada  suaminya. Meskipun Nabi Musa dari Mesir dan istrinya dari Madyan yg letaknya berjauhan tapi Allah takdirkan dua orang yg bertakwa berjodoh menjadi suami istri.3. Istri FiraunIstri Firaun bernama Asiyah Bintu Muzahim. Kisahnya disebutkan dalam Alquran Surat Al Qashash ayat 9."Dan istri Fir‘aun berkata, '(Anak ini) adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,'padahal mereka tidak menyadari."Perkataan Asiyah ternyata benar bahwa kehadiran Nabi Musa membuat dia menjadi orang yg beriman.Kemudian ketika Firaun mengetahui bahwa istrinya telah beriman kepada Nabi Musa maka Firaun memberikan pilihan tetap mendapat segala fasilitas kemewahan istana tapi kafir kepada Allah atau tetap beriman tetapi dibunuh. Maka Asiyah pun memilih tetap beriman & akhirnya dibunuh.Dan dalam QS. At Tahrim"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'"Kisah Asiyah menunjukkan ketabahan seorang wanita shalihah yg rela meninggalkan kemegahan dunia demi untuk beriman kepada Allah meskipun taruhannya meninggal dunia. Jika iman sudah masuk ke dalam hati yg paling dalam, dia akan kokoh.Masyithah (penyisir rambut putri Firaun)Masyithah bukan nama melainkan artinya penyisir. Ia adalah pekerja di istana Firaun tapi dia beriman kepada Allah.Kisah Masyithah dalam hadits:Pada malam saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjalanan isra’ ditemani oleh Jibril, beliau mencium aroma yang wangi. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Jibril , aroma wangi apa ini?” Jibril menjawab, “Ini adalah aroma Masyithah, penyisir rambut keluarga Firaun beserta anak-anaknya.”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana ceritanya?”Kemudian Jibril mengisahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,Pada suatu hari, tatkala Masyithah sedang menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangannya. Dengan seketika dia berkata, “Bismillah (dengan nama Allah).”Sang Putri bertanya, “Ayahanda?”“Tidak,” jawabanya. “Tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”Putri berkata, “Saya akan laporkan kepada ayahanda.”Dia menyahut, “Silakan.”Fir’aun lantas memanggilnya seraya bertanya, “Wahai fulanah, apakah ada Tuhan selian diriku?”Jawabnya, “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”Mendengar jawaban itu Fir’aun menjadi berang, lalu memerintahkan anak buahnya agar memanaskan patung sapi hingga meleleh, kemudian menyuruh agar tukang sisir itu beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya.Masyithah berkata, “Sebelum saya meninggal, saya memohon kepadamu satu permohonan.”“Apa permohonanmu?” tanya Fir’aun.Dia menjawab, “Saya mohon agar tuan nanti mengumpulkan tulangku dan tulang anak-anakku dalam satu kafan, lalu tuan kuburkan kami.”Fir’aun berkata, “Itu adalah hal yang sangat mudah.”Akhirnya, anak-anaknya dilemparkan satu persatu di hadapannya hingga tiba giliran anak bayi yang masih disusuinya. Seakan-akan sang ibu terlambat disebabkan rasa iba terhadap bayinya. Seketika itu bayinya dapat berbicara, ‘Wahai Ibu, masuklah! Sesungguhnya siksaan di dunia lebih ringan daripada siksa akhirat.”Pelajaran dari kisah masyithah: ia tetap tegar & rela dibunuh bahkan dengan anak-anaknya dalam rangka untuk membela agama Allah tetap diatas aqidah agama yg benar.Semoga Allah memberikan kita kemudahan, keselamatan, dan tidak membebani kita dengan ujian diluar kemampuan kita.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →