📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 jam lalu
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-7 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH, BAGIAN 3

Talbis iblis terkait sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama. Al Imam Ibnu Jauzi berkata, bahwa syaithon telah menggoda banyak dari ahli ibadah, kalian melihat mereka sholat sunnah di malam dan siang hari tetapi mereka tidak terlalu perhatian dengan perkara batinnya. Padahal di dalam batin banyak sekali aib dan mereka juga tidak memperhatikan tentang apa yang mereka makan. Padahal memeperhatikan hal-hal tersebut memperbaiki penyakikt-penyakit batin, halalnya dari sumber yang mana itu lebih utamadaripada memperbanyak sholat-sholat sunnah. Maksudnya, jangan sampai terlalu sibuk dengan yang dzohir tapi lupa masalah batin. Sibuk sholat sunnah tapi tidak memperhatikan kehalalan makanan yang dimakannya.Talbis iblis terkait sibuk ibadah dalam membaca Al-Qur’an. Al Imam Ibnu Jauzi berkata, bahwa syaithon menggoda suatu kaum dengnan memperbanyak tilawah Al-Qur’an dengan hazan (cepat, terburu-buru) tanpa mentartil, fokus baca cepat berjuz-juz. Metode membaca seperti ini tidak terpuji. Diriwayatkan dari sebagian salaf, ada dia antara mereka yang baca Al-Qur’an khatam dalam sehari, bahkan ada yang mengkhatamkan dalam 1 rakaat seperti yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu dan Imam Abu Hanifah rahimahullah. Namun menurut Al Imam Ibnu Jauzi, hal ini merupakan perkara yang jarang bagi mereka, “Dan (mungkin) siapa diantara para salaf yang selalu mengkhatamkan Al-Qur’an? Mereka memang pernah melakukan mengkhatamkan Al-Qur’an sehari atau dalam 1 rakaat, jarang”. Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sehari atau dalam 1 rakaat diperbolehkan, tapi membaca dengan tartil dan pelan lebih disukai. Rasulullah shalallahhu alaihi wasalam bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an khatam dalam 3 hari, maka ia tidak paham dan tidak faqih”. Ibnu Rajab Al Hambali menyebutkan dalam kitabnya yang tentang keutamaan beribadah di bulan Ramadhan, bahwasanya larangan Nabi shalallahu alaihi wasalam tentang mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari 3 hari, berlaku diluar bulan Ramadhan. Adapun saat Ramadhan maka sebagian salaf mengkhatamkan sehari sekali. Diriwayatkan oleh Imam Syafi’i rahimahullah, bahawa beliau mengkhatamkan sehari 2 kali disaat Ramadhan.Tujuan membaca Al-Qur’an adalah mentaburi/memahami maknanya. Karena dengan mentaburi bacaan Al-Qur’an akan meningkatkan iman. Kualitas membaca Al-Qur’an lebih diutamakan dari pada kuantitasnya. Solusi agar terhindar dari talbis iblis adalah ketika membaca Al-Qur’an diniatkan untuk tadabur.Ada beberapa niat yang dapat ditunaikan saat membaca Al-Qur’an, diantaranya:Niat Tilawah, dimana tiap huruf mendapatkan 10 pahala.Niat Tadabur, mendapatkan rahmat Allah, mendapatkan ampunan Allah.Niat Mengamalkan, menambah keimananFudhail bin I’yad pernah berkata, “Sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan untuk diamalkan, dan untuk dapat diamalkan adalah dengan mentadaburinya. Maka sebagian orang hanya membatasi mengamalkan Al-Qur’an hanya dengan membacanya saja. Sehingga saat sudah mengkhatamkan AL-Qur’an merasa sudah mengamalkan, padahal belum. Membaca Al-Qur’an adalah tahapan awal, tahapan selanjutnya adalah tadabur dan tahapan ketiga adalah mengamalkan.Al Imam Ibnu Jauzi mengatakan bahwa iblis telah membuat rancu para pembaca Al-Qur’an (Qori). Mereka membaca Al-Qur’an 1 juz atau 2 juz di menara masjid di malam hari dengan suara yang kencang. Maka qori tersebut telah mengumpulkan 2 kesalahan, yaitu:Mengganggu orang tidurMemaparkan diri terjerumus dalam riya’Diantaranya juga orang baca Al-Qur’an sesaat sebelum atau setelah adzan. Sehingga mengganggu orang yang hendak sholat sunnah.Jalankan sunnah dengan mengikuti Nabi shalallahu alaihi wasalam. Ibnu Mas’ud berkata, “Siapa yang ingin berteladan kepada sunnah, maka berteladanlah kepada orang yang sudah meninggal (para sahabat)”. Karena menyelisihi sunnah akan menumbalkan sunnah yang lainnya.Berkata Al Imam Ibnu Jauzi, bahwa diantara perkara yang menakjubkan yang beliau lihat, ada seorang yang menjadi imam sholat subuh di hari Jumat, setelah mengucap salam dalam sholatnya, orang itu di hadapan jama’ahnya membaca surat Al Muawidzatain (An-Naas, Al-Falaq). Kemudian orang itu membaca doa khatam Qur’an. Hal ini bukan metode yang diajarkan para salaf. Adapun para salaf terdahulu, mereka menyembunyikan ibadah mereka.Seorang tabi’in Rubi’ bin Husain, seluruh amalnya tersembunyi. Bahkan saat ada orang yang bertamu dirumahnya saat ia membaca Al-Qur’an, ia menutup Al-Qur’an itu dengan bajunya.Imam Ahmad bin Hambal rahimahulhah tidak diketahui kapan beliau khatam. Riya’ adalah senjata syaithon paling ampuh untuk menggugurkan amal.Talbis iblis terkait ahli ibadah yang puasa. Syaithon menggoda sebagian kaum untuk melaksanakan puasa secara terus-menerus. Puasa sunnah itu bertingkat-tingkat;Tingkatan pertama: puasa dzahar. Puasa setiap hari kecuali hari-hari yang dilarang puasa seperti hari I’d, hari tasyrik. Terjadi khilaf dari para ulama tentang puasa ini, yakni pendapat pertama: bahwasanya tidak dianjurkan puasa setiap hari. Ibnu Hazm menghukumi haram sedangkan mahdzab Hanafiyah yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah menghukumi makruh. Pendapat kedua: diperbolehkan puasa setiap hari. Mahdzab Syafi’i menghukumi mustahab sedangkan mahdzab Hambali dan Ibnu Jauzi menghukumi Jaiz. Tingkatan kedua: puasa Daud. Puasa sehari, berbuka sehari. Rasulullah bersabda, “tidak ada puasa yang lebihafdhol daripada ini!”Tingkatan ketiga: puasa sehari, berbuka 2 hari.Puasa dzahar memiliki peringkat pertama, namun yang lebih afdhol adalah puasa Daud.Meskipun puasa dzahar diperbolehkan, ada 2 kekurangan bagi orang yang melaksanakan puasa dzahar, yaitu:Puasa yang terus menerus ini dapat menyebabkan orang yang melakukannya menjadi lemah untuk mencari rizki, menghalangi untuk memenuhi kebutuhan biologis istrinya. Betapa banyak kewajiban yang terlalaikan gara-garamenjalankan sunnah yang salah.Menyebabkan seseorang yang berpuasa dzahar ini terluput dari keutamaan anjuran lebih afdholnya puasa Daud. Hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu, Rasulullah bertemu denganku, kemudian Rasulullah berkata, “Bukankah telah disampaikan kepadaku kabar bahwasanya engkau senantiasa sholat malam. bukankah engkau yang berkata aku akan sholat malam dan aku akan senantiasa puasa di siang hari”. Abdullah bin Amr bin Ash menjawab, “benar ya Rasulullah aku telah mengatakan demikian”. Maka Rasulullah menasehati Abdullah bin Amr bin Ash, “Jangan sholat semalam suntuk, tetapi sholat dan tidurlah! Dan janganlah puasa setiap hari, puasa dan berbukalah! Jika mau, puasalah 3 hari dalam sebulan (ayyamul bidh). Karena puasa 3 hari dalam sebulan, sama seperti kau puasa setiap hari setahun penuh.” Lalu Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Ya Rasulullah, saya mampu puasa lebih dari 3 hari”. Dan Rasulullah mengatakan, “puasalah sehari berbuka 2 hari!” Abdullah bin Amr bin Ash masih saja mengatakan, “saya lebih mampu puasa lebih dari itu, ya Rasulullah”. Rasulullah menjawab, “puasalah puasanya nabi Daud, itulah puasa yang terbaik”. Abdullah bin Amr bin Ash tetap mengatakan, “saya masih mampu puasa lebih dari itu”. Dan Rasullah menasehatkan, “tidak ada yang lebih baik daripada puasa nabi Daud”.Puasa berturut-turut tidak mengapa. Seperti puasa ayyamul bidh, puasa berturut-turut 3 hari. Puasa 9 hari berturut-turut di bulan Dzulhijjah. Jadi bukan puasa selama setahun penuh. Meski puasa dzahar diperbolehkan, tapi hadits nabi lebih diutamakan. Larangan puasa jika tidak mampu hingga mendzolimi diri. Karena puasa bukanlah alat untuk bunuh diri/menyakiti diri sendiri.Talbis Iblis terkait dengan samarnya riya’. Al Imam Ibnu Jauzi, bisa jadi seseorang yang terkenal karena puasa setiap hari dan tidak berbuka. Adapun jika dia berbuka, dia bersembunyi agar orang lain tidak tahu guna mempertahankan popularitasnya. Inilah riya’ yang tersembunyi. Jika orang tersebut ikhlas dalam ibadah, harusnya ia menunjukkan kepada orang lain saat dia berbuka lalu melanjutkan puasanya kembali. dan katakan sejujurnya bahwa sedang tidak puasa tidak perlu mencari alasan.Ada juga orang riya’ secara terang-terangan dengan menampakkan ibadahnya, syaithan merancukan pikirannya dengan mengatakan, “ceritakan saja ibadahmu!” Sebagian lagi menyuruh murid-muridnya untuk mempopulerkan gurunya dengan cara mempubilkasikan amalan ibadah gurunya.Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Sungguh seorang hamba melakukan amal ibadah dalam kesendiriannya, tidak ada yang tahu. Maka syaithon menggodanya hingga ia menceritakan amal ibadahnya. Maka pahalanya berpindah dari pahala karena amal tersembunyi turun derajat ke pahala amal yang terlihat. Dan amal yang tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal yang terlihat”.Para salaf, mereka adalah orang yang paling ikhlas menyembunyikan amal ibadahnya karena takut riya’. Mereka bersusah payah untuk menyembunyikan amal sholihnya dan berkebalikan dengan zaman sekarang.Al Imam Ibnu Jauzi juga berkata bahwa sebagian dari mereka juga ada yang puasa Senin-Kamis. Jika diajak untuk makan-makan, orang itu akan berkata, “ini hari apa? Hari Kamis, kan?” (riya’ tersembunyi). Jadi lebih baik, katakanlah, “maaf saya sedangn puasa!” Sebab saat mengatakan hari ini hari Kamis, seakan-akan hendak memberitakan bahwa kebiasaannya selalu puasa sunnah Senin-Kamis. Dan inilah riya’ tersembunyi.Diantara mereka ada yang puasa Senin-Kamis, tapi memandang orang-orang yang tidak puasa dengan nada menghina. Misal, “Katanya penghafal qur’an, koq tidak puasa?” Ingat, bahwa berpuasa bukan untuk menghina orang lain.Diantara mereka ada yang berpuasa tapi tidak peduli ifthornya makan apa. Entah makanan yang haram atau syubhat, mereka tidak peduli.Diantara mereka ada yang puasa tapi ghibah, tidak menundukkan pandangan.Waspadalah terhadap riya’ karena ibadah. Jangan pedulikan pujian dan cercaan manusia. Karena sesungguhnya pintu-pintu riya’ sangatlah banyak.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 jam lalu
L
Lathifah Aulia Dewi

📍 Kabupaten Boyolali

Talbis Iblis 007 Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bagian 3)

Sibuk dengan yang Tidak Utama dan Meninggalkan yang UtamaImam Ibnul Jauziy: Jangan sampai seseorang sibuk dengan yang zhohir (ibadah-ibadah shalat sunnah) kemudian lupa dengan memperbaiki batin.Jangan sampai rajin ibadah tapi tidak memperhatikan apa yang dimakan (halal/haram).Dalam Bacaan Qur’anSetan menggoda dengan memperbanyak tilawah Qur’an tapi dengan cepat tanpa tartil. Metode membaca dengan cepat sekali inilah kondisi yang tidak terpuji. Memang sebagian salaf membaca Qur’an khatam dalam sehari, sehari dua kali, bahkan dalam satu rakaat. Namun, ini perkara yang jarang. Bukan setiap hari.Sulit bagi kita meng-qiyaskan diri kita dengan para ulama. Imam Syafi’i, sejak usia 15 tahun sudah menjadi mufti di Mekah. Ketika beliau membaca Al-Qur’an, beliau sudah paham, ketika baca maka seluruh tafsirnya terbawa dengan bacaannya. Berbeda dengan kita yang baca belum paham. Padahal tujuan utama baca Al-Qur’an adalah mentadabburi ayat-ayatnya.Seseorang hendaknya berusaha membaca A-Qur’an untuk dipahami. Adapun target sekian juz tanpa tartil hanya yang penting mencapai target saja tanpa tadabbur maka itulah talbis iblis. Selain memperhatikan kuantitas bacaan maka hendaknya yang lebih utama juga memperhatikan kualitas yang dia baca.Beberapa niat ketika membaca Al-Qur’an:Tilawah: setiap huruf mendapat sepuluh pahala.Tadabbur: agar Allah memberikan rahmat dan petunjuk kepada kita.Ruqyah diri sendiri.Nabi mencela orang Khawarij karena mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak memahaminya.Nasihat: mulai sekarang baca Qur’an dan tadabbur.Cara paling mudah menambah iman: membaca Al-Qur’an (yang berkualitas).

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 jam lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #7 talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 3)

‎Talbis iblis#7‎Talbis iblis terhadap ahli ilmu ( bag.3)‎Bersama Ustadz DR Firanda Andirja MA hafidzhahullah ‎‎∆sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama‎Perkataan imam Ibnu Jauzi rahimahullahu ta'ala:setan telah banyak menggoda dari para ahli ibadah,mereka sholat malam,sholat Sunnah di malam hari,sholat Sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian dalam perbaikan batin mereka padahal kita tau dalam batin ini banyak sekali aib.dan mereka tidak memperhatikan tentang apa yang mereka makan padahal memperhatikan hal-hal tersebut memperbaiki penyakit² batin dan perhatian terhadap halalnya apa yang kita makan,dari sumber yang mana itu lebih utama daripada memperbanyak sholat ² Sunnah.‎=› jangan sampai seseorang sibuk dengan yang dhohir (seperti ibadah²) sedangkan lupa memperbaiki yang batin.‎‎∆talbis iblis dalam pembacaan Al Qur'an ‎•menggoda mereka untuk membaca Alquran hanya fokus kepada target khatam tanpa tadabbur.‎Perkataan Ibnu Jauzi rahimahullahu ta'ala:setan menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah Qur'an tetapi mereka membaca Alquran dengan hazzan (cepat) tanpa mentartil.metode seperti ini membaca dengan cepat sekali,inilah kondisi yang tidak terpuji.‎Ada sebagian salaf yang meriwayatkan: ada diantara mereka yg baca Alquran,hatam dalam waktu sehari,bahkan ada yang mengkhatamkan Al-Quran dalam 1 rakaat,seperti yg diriwayatkan oleh Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu dan imam abu hanifah rahimahullahu ta'ala:mereka baca Alquran 1 rakaat khatam.‎Namun kata imam Ibnu Jauzi: namun ini adalah perkara yang jarang dari mereka.dan siapa diantara para salaf yg selalu seperti ini,(bukan setiap hari) meskipun hal ini boleh,akan tetapi membaca dengan Tartil (dg pelan²)itu lebih disukai oleh para ulama.‎Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:orang Yang baca Al Qur'an kurang dari 3 hari maka dia tidak paham Al Qur'an.‎=›hadist ini berlaku untuk di luar ramadhan ‎=»seseorang membaca Alquran itu untuk di pahami karena itulah tujuan dari membaca alquran.jika sudah di pahami maka iman semakin mudah untuk bertambah,dan mudah untuk di amalkan.‎Point: seseorang selain memperhatikan tentang kuantitas yg dia baca, yg lebih utama adalah dia memperhatikan kualitas apa yang dia baca.‎Pesan :niat kita membaca Alquran adalah untuk mentadabburi Al Qur'an agar Allah memberi Rahmat kepada kita,agar kita mendapat petunjuk ketika membaca Al Qur'an.‎Nabi mencela orang2 khawarij karena mereka baca Alquran,mereka tidak paham( tidak mentadabburi)‎Sabda Rasulullah:mereka baca Alquran namun tidak melewati tenggorokan mereka tidak sampai ke hati hanya sampai di lisan.‎Sesungguhnya Al Qur'an itu di turunkan untuk di amalkan,maka sebagian orang hanya membatasi mengamalkan Al-Qur'an dg hanya membacanya saja .Riwayat‎= Sehingga dia merasa jika telah mengkhatamkan Al-Quran berarti dia telah mengamalkannya.‎Nasehat ustadzah: mulai sekarang membaca Alquran berusaha untuk mentadabburi agar ketika kita baca maka bertambah kualitasnya dan imannya.‎Jangan jadikan Al Qur'an dalam tujuan akhirnya tapi jadikan keajaiban keajaiban Al Qur'an dalam hatimu.‎Imam Ibnu Jauzi: iblis telah menggoda sekelompok ahli qori,membaca Al Qur'an di menara masjid di malam hari dg suara yg keras dan beramai² bisa 1 juz atau 2 juz di malam hari.maka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan yaitu: mengganggu orang lain yg tidur dan menampakkan ibadah (terjerumus dalam riya').‎=› termasuk menyetel murrotal di masjid saat org lain tidur di malam hari pun bisa berdosa karena mengganggu orang lain‎•membaca Al Qur'an ketika ada yang adzan‎•bedizkir menggunakan mic dan bersenandung setelah adzan pun bisa mengganggu orang lain yang hendak sholat Sunnah.‎✓ sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi shalallahu alaihi wasallam.‎Siapa yg ingin bersunnah ( berteladan) maka berteladan lah kepada orang yang sudah meninggal dunia ( para sahabat) dan ittiba lah jgn bikin bid'ah.‎∆ada seseorang yang mengimami sholat subuh pada hari Jumat setelah selesai sholat kemudian di depan jamaah Dy membaca 3 qul dan doa khatam Al-Qur'an.‎imam Ahmad bin Hambal sering baca Alquran dan tidak di ketahui kapan dia khatam Qur'an.‎Godaan setan dalam ibadah puasa‎•puasa terus menerus‎Khilaf di kalangan para ulama: puasa terus menerus kecuali di hari yg dilarang puasa (hari Ied,hari tasyrik)‎Ada 2 pendapat; tidak di anjurkan berpuasa tiap hari ( haram Ibnu Hazm,makruh mahdzah Hanafiyah)‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: tidak ada yg lebih afdhol dari puasa daud.‎di bolehkan (mustahab mahdzab syafi'i,Jaiz Hambali.)‎Catatan: meskipun boleh tetapi ada kekurangan yang menimpa orang yg melakukan ini setiap hari yaitu: bisa jadi lemah sehingga badannya lemah untuk mencari rizki.dan bisa membuat dia terhalang dari memberikan kebutuhan biologis istri nya‎Sesungguhnya istrimu mempunyai hak untuk kau tunaikan,menjauhkan dia dari terluput dari keutamaan dari sabda nabi shalallahu alaihi wasallam.( Sebaik-baik puasa adalah puasa nabi daud.puasa sehari,berbuka sehari)‎=›meskipun ada yang mengatakan ada para salaf yang berpuasa tiap hari tetapi dalil nabi lebih utama.‎• samarnya riya' ‎Bisa jadi terkenalnya seseorang karena puasa terus menerus,maka dia tidak pernah berbuka, kalaupun dia berbuka sehari (tidak berpuasa) diapun bersembunyi,agar popularitas dia tidak jatuh.‎•melakukan ibadah untuk mencari pujian manusia‎•riya' terang2an dg mengatakan puasanya tiap hari‎Syubhat setan:menceritakan amal Sholih kepada orang lain untuk menjadi teladan‎✓ingatlah Allah lebih tahu tentang hati seseorang ‎catatan: sembunyikan lah kebaikan-kebaikan mu seperti engkau sembunyikan dosa2mu‎abu sufyan Ats tsauri:sungguh seorang hamba melakukan amal ibadah secara sendirian(tidak ada yang tahu),maka setan menggoda nya sampai dia omongin,maka pahala dia berpindah yang tadinya di amalan tersembunyi turun menjadi pahala amal yang terlihat.‎Note:para salaf terdahulu sjaa takut riya' sehingga menyembunyikan amalan nya,,apakah kita merasa lebih baik dari para salaf?‎Kalau dulu para salaf bersusah payah menyembunyikan amal Sholeh kalau zaman sekarang orang bersusah payah untuk meng-upload amal Sholeh nya.‎•ada orang yang berpuasa Sunnah Senin Kamis dengan mengabarkannya.‎ada yg memandang hina orang orang yang tidak puasa Senin Kamis.‎Ada yg berpuasa tetapi tidak memikirkan iftharnya pakai makanan apa(haram atau syubhat)‎Ada orang yg berpuasa tetapi ghibah dan nonton bioskop.‎Syubhat iblis: jika kamu puasa maka dosa kamu akan terampuni.‎Nasehat ustadz:seseorang kalau beribadah,dia harus waspada,jangan sampai ibadahnya hancur gara-gara riya' dan setan menghapuskan riya' dalam diri seseorang bahkan dengan cara yang sangat tersembunyi.akhirnya kita pun meninggal dan bertemu dengan Allah sendiri-sendiri,maka penting kan lah ibadah kita jangan pedulikan pujian manusia dan cercaan manusia.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 jam lalu
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #7 - Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3)

1. Sibuk dengan Ibadah Zahir, Melupakan Batin dan Rezeki HalalSetan menggoda banyak ahli ibadah sehingga mereka sibuk memperbanyak ibadah zahir seperti salat sunah siang dan malam, namun mengabaikan perbaikan batin mereka. Padahal, batin dan hati manusia penuh dengan penyakit yang harus diobati. Selain itu, mereka sering luput memperhatikan dari mana sumber makanan mereka. Memperbaiki penyakit batin dan memastikan makanan berasal dari sumber yang halal jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak salat sunah.2. Talbis Iblis dalam Tilawah Al-Qur'anIblis juga memiliki jebakan khusus bagi mereka yang rajin membaca Al-Qur'an:Mengejar Target Tanpa Tadabur: Setan menggoda seseorang untuk membaca Al-Qur'an dengan sangat cepat (hazzan) tanpa tartil, semata-mata untuk mengejar target khatam berjuz-juz. Padahal, tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami (tadabur) agar iman bertambah dan mudah diamalkan. Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari tiga hari tidak akan memahaminya.Mengganggu Waktu Istirahat (Rawan Riya): Membaca Al-Qur'an menggunakan pengeras suara (misalnya di menara masjid) di malam hari atau menjelang azan. Ini mengumpulkan dua kesalahan besar: mengganggu orang yang sedang tidur, salat malam, atau berdoa, serta sangat rawan mendatangkan penyakit riya karena sulit menghindar dari perasaan ingin didengar dan dipuji.Pamer Khatam Al-Qur'an: Sengaja membaca doa khatam Al-Qur'an secara keras di hadapan jamaah setelah salat agar orang-orang tahu bahwa ia baru saja khatam. Berbeda dengan teladan para ulama Salaf, seperti Imam Ahmad bin Hambal, yang sangat rajin membaca Al-Qur'an namun tidak ada satu pun orang yang tahu kapan beliau mengkhatamkannya.3. Talbis Iblis dalam Ibadah PuasaDalam hal ibadah puasa, godaan iblis datang dalam bentuk sikap berlebihan yang merugikan:Puasa Dahar (Terus-Menerus): Berpuasa setiap hari (selain hari-hari yang diharamkan). Menurut Ibnu Jauzi, melakukan ini memunculkan dua kerugian: (1) Membuat tubuh lemah sehingga melalaikan kewajiban seperti mencari nafkah dan menunaikan hak biologis istri. (2) Luput dari keutamaan puasa yang paling disukai Allah, yakni Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Memaksakan Diri: Memaksakan berpuasa sunah dalam kondisi sakit, kurang gizi, atau tidak mampu, hingga membahayakan tubuh bahkan membinasakan diri. Beribadah tidak boleh sampai memaksa jiwa melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya.4. Khafiyur Riya' (Riya yang Tersembunyi dan Samar)Penyakit riya (ingin dipuji) adalah senjata iblis yang paling ampuh untuk menggugurkan pahala amal saleh. Riya dapat muncul dalam bentuk yang sangat halus:Menjaga Status Popularitas: Seseorang yang dikenal selalu puasa sunah, suatu ketika ia berhalangan dan tidak puasa. Ia kemudian menyembunyikan kenyataan bahwa ia sedang berbuka agar popularitasnya sebagai "ahli puasa" tidak jatuh di mata masyarakat. Jika ia benar-benar ikhlas, seharusnya ia bersikap biasa saja dan tidak takut orang tahu bahwa ia sedang tidak puasa.Berdalih "Untuk Menjadi Teladan": Menceritakan amalan pribadi, seperti, "Saya sudah 20 tahun tidak pernah putus puasa sunah". Setan membisikkan syubhat bahwa hal itu diceritakan "agar menjadi teladan", padahal sering kali tujuannya adalah agar dihormati. Sama halnya jika seseorang membiarkan muridnya mempublikasikan amalan rahasianya di media. Ulama Salaf dahulu bersusah payah menyembunyikan amal saleh, namun orang zaman sekarang bersusah payah mempublikasikannya.Sindiran Halus saat Puasa: Ketika ditawari makan saat puasa, ia membalas dengan sindiran, "Ini hari apa ya? Bukannya hari Kamis?" seakan ingin mengabarkan bahwa ia terbiasa puasa Senin-Kamis. Akan jauh lebih aman dari riya jika ia menjawab dengan sederhana, "Maaf, saya sedang puasa."Puasa Tapi Tetap Bermaksiat: Berpuasa namun tetap melakukan maksiat seperti gibah, menonton aurat, berkata kotor, atau memakan yang haram, karena merasa ibadah puasanya akan otomatis menghapus semua dosa tersebut.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman Materi Talbis Iblis 7

Talbis Iblis 7 " Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah Bagian 2"🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC., M.A.◾Sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama. Setan telah banyak menggoda banyak ahli ibadah. Kamu melihat mereka shalat sunnah di malam hari, shalat sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap perbaikan batin mereka. Padahal kita tau pada batin ini banyak sekali aib dan mereka juga tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal memperhatikan hal-hal tersebut itu lebih utama daripada memperbanyak shalat-shalat malam. Maksudnya jangan sampai seseorang sibuk dengan yang zahir kemudian lupa untuk memperbaiki yang batin. Batin ini penuh dengan penyakit, dimana kita perbaiki sedikit demi sedikit dan perlu kita obati. Demikian jangan sampai rajin ibadah (shalat terus) tetapi tidak peduli dan tidak memperhatikan sumbernya halal atau haram apa yang kita makan.◾Dalam membaca al-qur'an Setan telah menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah qur'an. Tetapi mereka membaca al-qur'an dengan cepat tanpa mentartil tanpa dibaca pelan-pelan. Seorang berusaha membaca Al-Qur'an untuk dipahami. Karena itu adalah keutamaan atau tujuan dari membaca al-qur'an. Kalau sudah dipahami iman akan bertambah dan mudah untuk diamalkan. Maka selain memperhatikan kuantitas membaca al-qur'an yang lebih utama adalah memperhatikan kualitas apa yang dia baca. Maka mulai sekarang kita rubah baca al-qur'an dengan niat untuk tadabur. Niat yang bisa kita pasang ketika membaca Al-qur'an adalah niat tilawah dan untuk mentadaburinya. Oleh karena seorang ketika membaca al-qur'an dia mengumpulkan beberapa niat sehingga baca qur'annnya berkualitas. Banyak perkataan dari Ibnu Mas'ud radhiallahu'anhu melarang akan hal ini. Jangan jadikan akhir qur'an sebagai tujuanmu tapi berhentilah kepada keajaiban-keajaiban al-qur'an. Goyangkan hati, pikiran, renungkan maka akan datang bacaan yang berkualitas yang sangat mudah menambah iman. ◾ Membuat rancu sekelompok ahli baca qur'anDahulu tidak ada microphone, toa atau speaker sehingga kalau adzan di menara sehingga suara terdengar. Masalahnya bukan adzan, mereka membaca Al-Qur'an di menara masjid dimalam hari dengan suara yang kencang yang dia kumpulkan kemudian dikeluarkan dengan keras. Bisa jadi maksudnya beberapa orang dibaca ramai-ramai. Maka Mereka ini telah mengumpulkan dua kesalahan: ✓ Menganggu orang tidur✓ Memaparkan diri kepada terjerumus dalam riya. Sehingga orang seperti ini bisa jadi berdosa,  bukan mendapatkan pahala tetap dosa.Riya adalah senjata setan yang paling ampuh dalam rangka menggugurkan amal shaleh seseorang. Maka seseorang waspada terhadap talbis Iblis. ◾Ibadah PuasaSetan menggoda kepada sebagian kaum, mereka puasa terus menerus (puasa addahar) dan itu hukumnya boleh jika tidak berpuasa pada hari-hari yang diharamkan. Jadi puasa sunnah bertingkat-tingkat:✓ Puasa sehari berbuka dua hari (yang paling tinggi)✓ Puasa duad yaitu sehari puasa sehari berbuka (tidak ada yang lebih afdhol dari ini)✓ Puasa dahar yaitu puasa setiap hari dengan syarat ketika hari-hari yang diharamkan puasa tidak boleh berpuasa (yang lebih tinggi lagi namun ada khilaf diantara para ulama). Puas dahar ini ada 2 pendapat:✓ Tidak dianjurkan berpuasa setiap hari. Yang mengatakan ini ada dua pendapat yaitu haram seperti Ibnu Hazim rahimahullahu dan makru oleh Mazhab Hanafiyah. Dan dipilih oleh Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta'ala bahwasanya puasa dahar hukumnya makru. Dan banyak dalil yang menunjukkan kemaruhan atau keharamanmya. ✓ Diperbolehkan. Inipun ada dua pendapat yaitu mustahab seperti mazhab syafi'i dan jaiz seperti mazhab hambali. Intinya kita mengambil pendapat yang membolehkan sebagaimana pendapat madzhab hambali. Meskipun boleh selama tidak puasa pada hari-hari yang dilarang. Meskipun demikian Rasulullah telah bersabda "Tidak ada puas yang lebih afdhol dari puasa daud". Maka hadist ini telah jelas menjadi penentu bahwasanya puasa yang paling terbaik adalah puasa daud. Dan puasa daud adalah puasa yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. ◾Samarnya riyaSeseorang itu ada yang riyanya tersembunyi dan ada yang terang-terangan. Setan membuat syuhbat dengan berkata ceritalah saja sama orang agar kamu jadi teladan. Kata Imam At-Tsauri "Ketika seorang hamba melakukan amal ibadah dalam kesendiriannya tidak ada yang tahu. Maka setan menggodanya sampai akhirnya dia katakan". Maka pahala dia pindah, tadinya pahala amal tersembunyi turun derajat menjadi pahala amal yang terlihat. Pahala amal yang tersembunyi lebih besar dibandingkan amal yang terlihat. Dulu para ulama salaf bersusah payah menyembunyikan amal shaleh mereka padahal keikhlasan mereka lebih besar. Maka waspada jangan tergoda oleh setan. Minimal kalaupun kita ikhlas maka pahalanya berkurang (indah tersembunyi ke ibadah terlihat). Riya itu sangat tipis maka berhati-hatilah. Kita harus waspada jangan sampai ibadah hancur akibat riya. Dan setan menghembuskan Riya dalam diri seseorang bahkan dengan cara yang tersembunyi.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)

Sibuk Dengan Amalan Zahir dan Lupa Dengan Amalan BatinKata Imam Ibnul Jauzi: Setan menggoda banyak ahli ibadah sehingga mereka sangat rajin melakukan salat sunah di malam dan siang hari, namun abai terhadap perbaikan batin (hati). Padahal di dalam batin manusia terdapat banyak sekali aib dan penyakit hati yang harus diobati sedikit demi sedikit.Kelalaian dalam Makanan: Banyak ahli ibadah yang rajin salat tetapi tidak memedulikan dari mana sumber makanan yang mereka makan (halal atau haram).Memperbaiki penyakit batin dan memastikan kehalalan makanan jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas salat sunnah.Talbis Iblis dalam Membaca Al-Qur'an (Tilawah)Membaca Terlalu Cepat (Hazn): Setan menggoda suatu kaum untuk memperbanyak tilawah, tetapi mereka membacanya dengan sangat cepat tanpa tartil demi mengejar target khatam berjuz-juz. Metode membaca terburu-buru ini adalah kondisi yang tidak terpuji.Menyikapi Riwayat Para Salaf:Memang ada riwayat bahwa sebagian Salaf (seperti Utsman bin Affan dan Imam Abu Hanifah) pernah mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu hari atau bahkan dalam satu rakaat salat.Namun, Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa hal tersebut adalah perkara yang jarang dilakukan (bukan menjadi rutinitas harian mereka).Membaca dengan perlahan (tartil) jauh lebih disukai oleh para ulama.Larangan Nabi ﷺ: Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari, maka dia tidak akan paham (faqih).Pengecualian di Bulan Ramadan: Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan bahwa larangan khatam kurang dari 3 hari berlaku di luar Ramadan. Di bulan Ramadan, para ulama (seperti Imam Syafi'i yang khatam dua kali sehari) memperbanyak kuantitas karena keutamaan waktu. Namun, sulit mengkiaskan diri kita dengan Imam Syafi'i yang sudah menguasai ilmu tafsir sejak muda.Tujuan Utama Al-Qur'an adalah Tadabur:Al-Qur'an diturunkan untuk ditadabburi ayat-ayatnya agar iman bertambah dan mudah diamalkan. Target kuantitas (seperti grup-grup khataman) yang mengabaikan tadabbur adalah bentuk talbis iblis.Beberapa niat yang bisa dipasang saat membaca Al-Qur'an:Niat Tilawah (mendapat pahala 10 kebaikan per huruf).Niat mentadabburi al-Quran (merenungkan makna).Niat mencari rahmat dan petunjuk Allah.Niat untuk menyembuhkan diri sendiri (ruqyah).Nabi ﷺ mencela kaum Khawarij karena membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tulang selangkang mereka (hanya di lisan, tidak masuk ke dalam hati/tidak ditadabburi).Nasihat Fudhail bin Iyadh & Ibnu Mas'ud:Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan, dan membaca adalah tahap paling awal sebelum tadabbur dan amal.Ibnu Mas'ud melarang menjadikan "akhir surat" sebagai tujuan utama. Berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an untuk menggetarkan hati.Bacalah Al-Qur’an dengan bacaan yang berkualitas, dipahami maknanya, ditabburi, dan diamalkan.Talbis Iblis: Membaca Al-Qur'an Secara Keras & Mengganggu Orang LainFenomena Membaca di Menara/Mikrofon Masjid: Imam Ibnul Jauzi menyebutkan adanya sekelompok qari (ahli baca Al-Qur'an) yang membaca Al-Qur'an dengan suara sangat keras di malam hari (di menara masjid pada zaman dahulu).Dua Kesalahan yang Dilakukan:Mengganggu Orang Tidur/Ibadah: Suara keras tersebut mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang lain yang sedang fokus salat malam/berdoa secara khusyuk. Kritik untuk masjid zaman sekarang yang menyalakan murattal dengan mikrofon luar 1–2 jam sebelum azan subuh.Terpapar Dengan Riya: Membaca Al-Qur'an di tempat umum/menggunakan mikrofon pada jam 3 malam sangat sulit untuk menjaga hati dari sifat riya (ingin dipuji orang).Mengganggu Setelah Azan: Hal yang sama terjadi jika seseorang membaca Al-Qur'an atau bersenandung/berselawat keras-keras setelah azan dikumandangkan, sehingga mengganggu jemaah lain yang ingin salat sunah atau berdoa di antara azan dan iqamah.Oleh karena itu, sunnah yang terbaik adalah sunnah dari Nabi ﷺ dan para sahabat, Jika Nabi dan para sahabat tidak melakukannya, maka itu Islam yang terbaik. Kata Ibnu Mas’ud: Siapa yang ingin berteladan, maka berteladanlah kepada orang yang sudah meninggal.Kaedah: tidaklah ada sunnah yang baru muncul, kecuali ada sunnah yang ditumbalkan.Memamerkan Khatam Al-Qur'anKisah Imam yang Pamer: Ibnu Jauzi menceritakan kebiasaan aneh seorang imam salat subuh di hari Jumat. Setelah salat, ia langsung membaca surah Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq & An-Naas) dan doa khatam Al-Qur'an di depan jemaah agar orang-orang tahu bahwa ia telah khatam.Metode Salaf dalam Menyembunyikan Amal:Para Salaf dahulu sangat antusias menyembunyikan ibadah mereka.Contohnya, jika mereka sedang membaca Al-Qur'an di rumah lalu ada orang masuk, mereka akan langsung menutup Al-Qur'an dengan bajunya agar orang tidak tahu bahwa ia sedang membaca Al-Qur’an.Imam Ahmad bin Hambal sangat sering membaca Al-Qur'an, tetapi orang-orang tidak pernah tahu kapan pastinya beliau khatam.Bahaya Riya: Riya adalah senjata setan yang paling ampuh untuk menggugurkan amal saleh yang sudah susah payah dilakukan berhari-hari.Talbis Iblis dalam Ibadah PuasaPuasa Dahr (Setiap Hari): Setan menggoda sebagian orang untuk melakukan puasa sepanjang tahun (puasa dahr), di mana mereka hanya berbuka pada hari-hari yang diharamkan (dua hari raya dan hari tasyrik).Hukum Puasa Dahr di Kalangan Ulama:Pendapat Pertama: Tidak dianjurkan. Sebagian menganggapnya haram (seperti Ibnu Hazm) dan sebagian menganggapnya makruh (sebab Nabi ﷺ menegaskan tidak ada puasa yang lebih utama dari Puasa Daud—puasa selang-seling sehari).Pendapat Kedua: Memperbolehkan (mustahab dalam Mazhab Syafi'i, atau boleh/Jaiz dalam Mazhab Hambali).Dua Kekurangan Puasa Dahar Menurut Ibnu Jauzi:Membuat Fisik Lemah: Tubuh menjadi terlalu lemah untuk mencari nafkah bagi keluarga (padahal mencari nafkah adalah kewajiban/jihad) serta tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis/nafkah batin istri. Jangan sampai mengorbankan hal wajib demi amalan sunah yang salah kaprah.Terluput dari Keutamaan Puasa Terbaik: Kehilangan keutamaan Puasa Daud, yang merupakan puasa paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.Kisah Abdullah bin Amr Bin Ash: Nabi ﷺ menegur Abdullah bin Amr yang berniat puasa setiap hari dan salat malam suntuk. Nabi ﷺ memerintahkannya untuk tidur, berbuka, dan menyarankan puasa 3 hari dalam sebulan (seperti puasa setahun penuh karena kelipatan pahala). Ketika Abdullah merasa masih mampu lebih, batasan tertinggi yang diberikan Nabi adalah Puasa Daud.Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik puasa adalah puasa Daud.” Puasa Daud puasa sehari, berbuka sehari.Menyikapi Salaf yang Puasa Setiap Hari: Jika ada riwayat Salaf yang puasa setiap hari, hal itu karena mereka mampu membagi waktu, mungkin tidak memiliki keluarga, atau melakukannya di penghujung hayat mereka. Namun, sabda Nabi ﷺ tetap menjadi penentu utama (faisal).Memaksakan Diri hingga Merusak Tubuh: Ibnu Jauzi menceritakan orang-orang terdahulu yang memaksakan puasa terus-menerus padahal makanan kurang bergizi, hingga menyebabkan mata mereka menjadi buta atau otaknya kering. Memaksa jiwa di luar kemampuan hukumnya tidak boleh (haram), bahkan dalam puasa wajib Ramadhan pun ada keringanan jika sakit.Samarnya Sifat Riya (Khofiyur Riya)Riya yang Terselubung pada Orang yang Berpuasa: Seseorang yang populer di masyarakat selalu berpuasa setiap hari, ketika suatu hari ia terpaksa tidak berpuasa (karena sakit/halangan), ia akan berbuka secara sembunyi-sembunyi agar popularitasnya tidak jatuh. Ini adalah bentuk riya yang sangat samar.Solusi Ikhlas dari Ibnu Jauzi: Jika ingin ikhlas, harusnya ia berani memperlihatkan dirinya sedang tidak berpuasa di hadapan orang yang mengenalnya selalu berpuasa, kemudian setelah itu ia melanjutkan puasanya diam-diam tanpa menceritakannya kepada siapa pun.Pamer Berkedok "Menjadi Teladan": Ada orang yang pamer terang-terangan dengan berkata, "Saya sudah 20 tahun tidak pernah absen puasa." Setan memberikan syubhat (talbis) bahwa ucapan itu bertujuan agar menjadi motivasi/teladan bagi orang lain. Padahal, niat asli di dalam hati rawan bergeser ingin dihormati.Pahala Berpindah ke Buku Catatan Amal Terang-terangan (Diwanul Alaniah): Jika seseorang menceritakan amalan tersembunyinya kepada orang lain, setan berhasil memindahkan catatan pahalanya dari pahala amalan rahasia (yang sangat besar) menjadi pahala amalan terang-terangan (yang nilainya lebih rendah), atau bahkan gugur total jika berujung riya.Seseorang yang ditawari makan pada hari Kamis sengaja menolak dengan berkata, "Ini hari apa ya? Hari Kamis kan?" Ucapan ini adalah bentuk riya terselubung untuk menunjukkan rutinitasnya. Jauh lebih baik jika ia langsung berkata, "Maaf, saya sedang puasa," tanpa perlu membawa-bawa nama harinya.Merendahkan Orang Lain & Lalai Menjaga Lisan: Setan juga menggoda orang yang berpuasa untuk memandang rendah orang lain yang tidak berpuasa. Selain itu, banyak orang yang berpuasa tetapi tidak menjaga lisan dari gibah, berkata kasar, atau melihat hal yang haram karena merasa puasanya sudah menghapus semua dosa tersebut.KesimpulanPintu-pintu riya yang dibisikkan setan sangat banyak dan halus.Kelak kita akan meninggal dunia dan menghadap Allah sendirian. Oleh karena itu, fokuslah pada kualitas keikhlasan ibadah kita agar diterima di hadapan Allah. Bukan pujian manusia. Percuma dipuji manusia jika ternyata hina di hadapan Allah.Jangan pedulikan pujian manusia dan jangan pedulikan cercaan manusia. Yang penting ibadah kita benar dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
S
Syfa Adinna Shabra

📍 Kabupaten Karanganyar

#7 - TALBIS IBLIS KEPADA AHLUL IBADAH³

•┈┈┈┈••❁🌸﷽🌸❁••┈┈┈┈•[ ] Sibuk dengan yang utama sehingga meninggalkan yang utama. Jangan sampai kita sibuk dengan yang dzohir, tapi lupa memperbaiki yang bathin. Kita sholat terus tapi tidak memperhatikan sumber makanan yg dimakan (halal/tidak). ____________________________________10- Talbis Iblis terhadap Ahlul Qur'an dalam Membaca Al-Qur'an. Iblis mengacaukan sebagian orang dengan banyaknya bacaan al-Qur’an. Mereka membacanya dengan cepat (hazan) tanpa tartil dan tanpa memastikan kebenarannya, dan ini merupakan perbuatan yang tak terpuji.》Memang benar terdapat riwayat bahwa sebagian ulama Salaf dahulu ada yang mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sehari, atau bahkan mengkhatamkannya dalam satu rakaat salat (seperti yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan رضي الله عنه dan Imam Abu Hanifah رحمهاللهتعالى). Namun, Ibnu Jauzi menegaskan bahwa hal tersebut adalah perkara yang jarang dilakukan dan bukan menjadi rutinitas harian mereka sepanjang tahun.》Meskipun mengkhatamkan Al-Qur'an setiap hari itu diperbolehkan, para ulama lebih menyukai membaca al-qur’an secara perlahan (tartil). Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya : "Tidak akan paham (Al-Qur'an) orang yang membacanya (khatam) kurang dari tiga hari.”(HR. Abu Dawud No. 1390, Tirmidzi No. 2949, sahih).》Ibnu Rajab Al-Hambali:Beliau menyebutkan dalam kitabnya bahwa larangan Nabi ﷺ untuk mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari itu berlaku di luar bulan Ramadan. Adapun di dalam bulan Ramadan, sebagian Salaf mengkhatamkan Al-Qur'an sehari sekali, bahkan Imam Asy-Syafi'i diriwayatkan mengkhatamkannya 2× sehari.⚠️ Tujuan utama dalam membaca al-qur'an adalah untuk ditadabburi ayat-ayatnya. Jika sudah dipahami maka iman akan semakin bertambah, dan lebih mudah untuk mengamalkan. Lebih utama perhatikan kualitas daripada kuantitas.Iblis mengacaukan sebagian orang dari kalangan para qurra’, mereka membaca al-Qur’an di menara masjid pada malam hari dengan satu suara yang tinggi sebanyak satu atau dua juz, mereka menggabungkan dua perkara buruk, mengganggu orang-orang yang sedang tidur dan resiko riya’. Di antara mereka ada yang membaca di masjidnya saat adzan, karena saat itu orang-orang sedang berkumpul di masjid.》Ibnul Jauzi rahimahullah : bahwa di antara perkara menakjubkan yang pernah aku saksikan di antara mereka adalah seorang laki-laki yang shalat Shubuh di hari Jum’at, dia menoleh lalu membaca mu’awwidzatain dan mengucapkan doa khatam al-Qur’an, agar orang-orang mengetahui, saya telah mengkhatamkan al-Qur’an.》Ini bukanlah jalan hidup salaf, karena para salaf menyembunyikan ibadah mereka. Amal perbuatan ar-Rabi’ bin Khutsaim adalah rahasia, terkadang dia sudah membuka mushaf lalu seseorang masuk kepadanya, maka dia menutupinya dengan pakaiannya.Ahmad bin Hanbal banyak membaca al-Qur’an tanpa diketahui berapa banyak telah mengkhatamkannya.11- Talbis Iblis atas Mereka Pada Cara Puasa.Iblis mengacaukan sebagian orang, dia membaguskan bagi mereka puasa terus menerus, hal ini memang boleh bila seseorang berbuka di hari-hari yang dilarang berpuasa padanya, hanya saja ia tetap mengandung masalah dari dua sisi:1. Puasa seperti ini bisa melemahkan kekuatan, akibatnya seseorang tidak kuasa bekerja untuk keluarganya, tidak mampu menafkahi istrinya secara batin. Dalam ash-Shahihain dari Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu. ” Berapa banyak yang wajib tersia-siakan akibat amalan sunnah ini.2. Dia kehilangan yang utama, karena Nabi  telah bersabda secara shahih, “Sebaik-baik puasa adalah puasa Dawud, dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” Dari Abdullah bin Amru bahwa dia berkata, Rasulullah bertemu denganku, beliau bertanya kepadaku, “Aku dengar kamu melakukan shalat semalam suntuk? Bahwa kamu adalah yang berkata, Aku akan shalat malam dan berpuasa di siang hari?” Aku menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Aku memang berkata demikian.” Nabi bersabda, “Bangun dan tidurlah, berpuasa dan berbukalah, berpuasalah tiga hari perbulannya, karena ia setara dengan puasa setahun.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku mampu lebih dari itu.” Nabi bersabda, “Puasalah satu hari dan berbukalah satu hari, ini adalah puasa paling baik, ia adalah puasa Dawud.” Aku berkata, “Ya Rasulullah, aku mampu lebih.” Rasulullah menjawab, “Tidak ada yang lebih utama darinya.” (Diriwayatkan dalam ash-shahihain).》Ada 3 tingkatan puasa:● Puasa sehari berbuka dua hari● Puasa sehari berbuka sehari (puasa Daud)Kata Nabi: “Tidak lebih afdol daripada ini”● Puasa setiap hari (Dahr) kecuali hari-hari diharamkan puasa. Ada khilaf di kalangan para ulama tentang hukum Puasa Dahr, secara umum ada 2 pendapat:1. Tidak dianjurkanAda yang mengatakan haram seperti kata Ibnu Hazm dan ada yang mengatakan makruh seperti mazhab Hanafi dan Ibnu Taimiyah.Rasulullah bersabda: “Tidak ada yang lebih afdol kecuali puasa Nabi Daud”2. DiperbolehkanMazhab Hambali membolehkan (Ibnu Jauzi Mazhab Hambali)11- Talbis Iblis pada Niat Puasa. 》Terkadang seorang ahli ibadah sudah dikenal berpuasa setiap hari (puasa dahr). Dia mengetahui bahwa perbuatannya sudah diketahui masyarakat, maka dia sama sekali tidak berbuka, bila dia berbuka, maka dia menyembunyikannya agar kedudukannya tidak jatuh. Ini termasuk riya’ yang samar, seandainya dia bermaksud ikhlas dan menutupi keadaan niscaya dia berbuka di depan orang-orang yang mengetahuinya berpuasa, kemudian kembali berpuasa tanpa diketahui.》Mereka ada yang memberitahukan puasa yang telah dia lakukan, dia berkata, “Sudah dua puluh tahun ini aku tak pernah berbuka.” Iblis mengacaukannya dengan alasan bahwa kamu harus memberitahukannya agar diikuti. Padahal Allah lebih mengetahui maksud seseorang.Sufyan ats-Tsauri berkata, “Sesungguhnya seorang hamba melakukan suatu amal secara rahasia, lalu setan menggodanya hingga dia menceritakannya, amalnya pun berpindah dari catatan amal rahasia kepada amalan terang-terangan.” 》Di antara mereka ada yang terbiasa puasa Senin dan Kamis, seandainya dia diundang dan ada hidangan makan, dia berkata, “Hari ini Kamis.” Seandainya dia berkata, “Aku berpuasa” Niscaya ia adalah ujian, akan tetapi ucapannya, “Hari ini Kamis.” Maksudnya bermakna bahwa saya berpuasa setiap hari Kamis.》Di antara mereka ada yang merendahkan manusia karena dia berpuasa sedangkan mereka tidak. Di antara mereka ada yang selalu berpuasa tetapi tak pernah berpikir dengan apa dia berbuka, tidak menjauhi ghibah saat berpuasa, tidak menghindari pandangan, tidak menjauhi kata-kata yang tak berguna, Iblis berbisik kepadanya, “Puasamu menepis hukuman dari dirimu.” Semua ini adalah talbis Iblis.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #7 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-3)-Ustadz dr.Firanda-

Talbis iblis #7 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-3)-Ustadz dr.Firanda-Beliau banyak mengutip penjelasan **Imam Ibnul Jauzi رحمه الله**, yang menerangkan bahwa setan sering menipu ahli ibadah dengan mendorong mereka lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Misalnya, membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa tanpa tadabbur (merenungkan makna ayat), atau mengabaikan kehalalan makanan yang dikonsumsi, padahal hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan spiritual seseorang. Bahwa banyak orang yang sibuk dengan ibadah lahiriah seperti sering melakukan qiyamul lail (shalat malam) atau memperbanyak puasa sunnah, tetapi tidak berusaha memperbaiki penyakit-penyakit hati. Akibatnya, ibadah yang dilakukan menjadi dangkal dan kehilangan keikhlasan serta hubungan yang kuat dengan Allah ﷻ.Imam Ibnul Jauzi memperingatkan agar tidak membaca Al-Qur'an hanya demi menyelesaikan target jumlah halaman atau juz tertentu. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi pemahaman dan manfaat spiritual dari bacaan Al-Qur'an. Cara yang ideal, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan para Salafus Shalih, adalah membaca Al-Qur'an dengan perlahan, tartil, memperhatikan tajwid, serta merenungkan maknanya sehingga ayat-ayat tersebut dapat menyentuh hati dan mendorong seseorang untuk mengamalkannya.Rasulullah ﷺ sendiri melarang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari tiga hari karena hal itu dapat mengurangi pemahaman terhadap isi Al-Qur'an. Pemahaman terhadap pesan-pesan Al-Qur'an merupakan fondasi utama untuk meningkatkan keimanan dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.Poin penting lainnya adalah penyalahgunaan bacaan Al-Qur'an di ruang publik, misalnya memperdengarkan bacaan Al-Qur'an dengan suara sangat keras melalui pengeras suara masjid pada malam hari. Imam Ibnul Jauzi mengkritik praktik tersebut karena dapat mengganggu istirahat orang lain dan berpotensi menimbulkan riya' (pamer ibadah), yang dapat menghapus pahala amal. Beliau menyesalkan bagaimana sebagian praktik modern terkadang menghilangkan ketenangan malam yang seharusnya digunakan untuk ibadah dan perenungan, sehingga ibadah berubah menjadi tontonan, bukan lagi bentuk penghambaan yang tulus kepada Allah.Riya' yaitu keinginan untuk dilihat dan dipuji manusia dalam beribadah. Riya' sering kali sangat halus dan sulit disadari oleh pelakunya sendiri. Contohnya adalah seseorang yang berpuasa setiap hari namun berusaha menyembunyikan saat ia berbuka agar tetap dianggap sebagai ahli ibadah, atau seseorang yang sengaja menceritakan amal-amalnya agar mendapat pujian dari orang lain.Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa keikhlasan yang sejati ditunjukkan dengan menyembunyikan amal-amal saleh dan tidak mencari pengakuan manusia. Bahkan, pahala ibadah yang dilakukan secara tersembunyi lebih besar di sisi Allah. Para Salafus Shalih menjadi teladan dalam hal ini karena mereka berusaha keras menyembunyikan amal-amal mereka agar terhindar dari riya'. Perbedaan pendapat ulama tentang puasa setiap hari selain hari-hari yang diharamkan (hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik). Sebagian ulama memandang praktik tersebut makruh bahkan haram, sementara yang lain membolehkannya dengan syarat tertentu.Imam Ibnul Jauzi menjelaskan dampak negatif dari puasa terus-menerus, seperti melemahnya fisik sehingga seseorang tidak mampu menjalankan kewajiban terhadap keluarga dan masyarakat, termasuk mencari nafkah dan memenuhi hak pasangan. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa puasa sunnah terbaik adalah **puasa Nabi Dawud عليه السلام**, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari. Pola ini dianggap sebagai bentuk ibadah yang paling seimbang antara kebutuhan ruhani dan tanggung jawab duniawi.Ibadah tidak boleh menyebabkan seseorang melalaikan kewajiban yang lebih penting. Puasa atau ibadah sunnah yang berlebihan hingga mengganggu hak keluarga, pekerjaan, dan kewajiban lainnya bukanlah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam. Berbagai hadits menunjukkan pentingnya sikap moderat dan seimbang dalam beribadah.Selain itu, beliau mengingatkan bahaya mempublikasikan amal ibadah, seperti mengumumkan khataman Al-Qur'an atau menyebarkan kebiasaan puasa sunnah kepada banyak orang tanpa kebutuhan yang syar'i. Perbuatan semacam ini berpotensi menumbuhkan riya' dan mengurangi pahala amal. Kebiasaan para Salaf yang menyembunyikan ibadah mereka sangat berbeda dengan kecenderungan sebagian orang di zaman sekarang yang mencari pengakuan melalui media sosial dan berbagai platform lainnya.Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati dan menghindari sikap merasa lebih baik daripada orang lain. Seorang muslim tidak boleh meremehkan mereka yang ibadahnya tampak lebih sedikit, karena ukuran ketakwaan yang sebenarnya adalah keikhlasan dan kesesuaian amal dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan penampilan lahiriah semata.Tujuan utama dari semua ibadah adalah agar amal tersebut diterima oleh Allah ﷻ dan tidak rusak karena riya', ujub, atau kelalaian terhadap tanggung jawab yang telah diwajibkan.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI6 jam lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 2 : PERBEDAN ANTARA NABI DAN RASUL

Halaqah 2 :PERBEDAN ANTARA NABI DAN RASULOleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.AØ  Dalil-Dalil Perbedaan antara Nabi & Rasul :Allah berfirman :وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ“Dan tidaklah Kami mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi sebelum engkau (wahai Muhammad) melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan syaitan pun memasukkan godaan-godaan kedalam keinginannya tersebut” (QS. Al-Hajj : 52)Ayat diatas menunjukkan bahwa Rasul berbeda dengan Nabi.Ø  Pendapat LemahAda Ulama mengatakan bahwa Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan, sedangkan Nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan.Pendapat yang lemah karena dalil menunjukkan bahwa Nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu.Sebagaimana dalam firman Allah:وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi kecuali apabila dia berkeinginan maka syaitan memasukkan godaan-godaannya kedalam keinginannya tersebut” (QS. Al-Hajj : 52)Allah Mengatakan:“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi”ini menunjukkan bahwa Nabi Juga diutus berarti dia diperintah untuk menyampaikan.Demikian pula didalam hadits Rasulullah ﷺ bersabdaعُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ“Ditampakan kepadaku umat-umat, maka aku melihat seorang Nabi bersama beberapa orang dan aku melihat seorang Nabi bersama satu dan dua orang dan seorang Nabi dan tidak seorang pun yang bersama beliau” (HR. Al Bukhâri dan Muslim)Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah.Ø  Perbedaan Utama (Pendapat yang Kuat)Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah & Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi, perbedaan mendasar keduanya terletak pada syariat dan kondisi kaum yang dihadapi:1.     NabiOrang yang Allah berikan wahyu diperintahkan untuk menyampaikan syariat sebelumnya dan diutus kepada kaum yang sudah mengetahui syariat tersebutDalilnya : Allah berfirman :…إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا…“…Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan cahaya yang para Nabi yang menyerahkan diri menghukumi dengan Taurat tersebut bagi orang-orang Yahudi…” (QS. Al-Ma’idah : 44)Para Nabi Bani Israil menyampaikan syariat menggunakan kitab Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa AS.2.     RasulOrang yang Allah beri Wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat yang baru dan diutus kepada kaum yang menyelisihi perintah Allah.Ø  Kesimpulan: Nabi menguatkan syariat yang sudah ada untuk kaum yang sudah beriman, sedangkan Rasul membawa syariat baru untuk kaum yang menentang.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
N
Nur Fathiyyah

📍 Kota Depok

Materi 7

Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bag-3)Tersibukkan dengan perkara yang kurang utama sehingga meninggalkan perkara yang lebih utamaImam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala berkata:"Setan telah menggoda banyak dari ahli ibadah. Engkau melihat mereka salat malam, salat-salat sunnah di malam hari, salat-salat sunnah di siang hari, tetapi mereka tidak memperhatikan perbaikan batin mereka. Padahal kita tahu bahwa dalam batin ini banyak sekali aib. Mereka juga tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal memperhatikan hal-hal tersebut, memperbaiki penyakit-penyakit batin, dan memperhatikan kehalalan makanan yang dikonsumsi lebih utama daripada memperbanyak salat-salat sunnah."Maksud Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala adalah jangan sampai seseorang sibuk dengan amalan-amalan lahiriah, seperti ibadah-ibadah dan salat sunnah, namun lupa memperbaiki batinnya.Batin kita penuh dengan penyakit yang perlu diperbaiki sedikit demi sedikit dan perlu diobati. Demikian pula jangan sampai seseorang rajin beribadah dan salat, tetapi tidak peduli terhadap apa yang ia makan. Seharusnya ia memperhatikan apakah makanan tersebut berasal dari sumber yang halal atau tidak.Talbis Iblis terhadap ahli ibadah dalam membaca Al-Qur'anmembaca Al-qur'an dengan cepat tanpa tartil.Mereka membaca Al-Qur'an dengan terburu-buru, tidak dibaca perlahan-lahan sebagaimana yang diperintahkan. Tujuannya hanya mengejar target agar cepat khatam.Padahal kondisi seperti ini tidak terpuji.Memang diriwayatkan dari sebagian salaf bahwa ada yang mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sehari, bahkan ada yang mengkhatamkannya dalam satu rakaat, sebagaimana diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu dan juga Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah.Namun hal itu merupakan perkara yang jarang mereka lakukan. Bukan kebiasaan yang mereka lakukan setiap hari.Meskipun hal tersebut dibolehkan, membaca Al-Qur'an dengan tartil dan penuh penghayatan tetap lebih disukai oleh para ulama.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari tiga hari, maka ia tidak memahaminya."Dari sini kita mengetahui bahwa sebagian salaf memang ada yang mengkhatamkan Al-Qur'an sehari sekali, bahkan ada yang dua kali sehari, khususnya pada bulan Ramadan.Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menjelaskan bahwa larangan mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari tiga hari berlaku di luar Ramadan. Adapun pada bulan Ramadan, sebagian salaf mengkhatamkan Al-Qur'an sehari sekali, bahkan Imam Syafi'i rahimahullah diriwayatkan mengkhatamkan Al-Qur'an dua kali sehari.Namun perlu diperhatikan bahwa sulit bagi kita mengqiyaskan diri dengan mereka. Imam Syafi'i sejak usia lima belas tahun sudah menjadi mufti di Makkah. Ketika beliau membaca Al-Qur'an, beliau memahami kandungannya, tafsirnya, dan maknanya.Berbeda dengan kebanyakan kita yang sering membaca tanpa memahami isi yang dibaca.Padahal tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah:"Agar mereka mentadabburi ayat-ayat-Nya."Karena itu, maksud Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala adalah agar seseorang berusaha membaca Al-Qur'an untuk dipahami. Dengan pemahaman tersebut, iman akan lebih mudah bertambah dan Al-Qur'an akan lebih mudah diamalkan.Karena itu, selain memperhatikan kuantitas bacaan, yang lebih utama adalah memperhatikan kualitas bacaan.Beberapa niat yang bisa kita hadirkan ketika membaca Al-Qur'an:(1) niat tilawah, karena setiap huruf bernilai sepuluh kebaikan.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf."Maka orang yang membaca "Alif Lam Mim" mendapatkan tiga puluh kebaikan.(2) Niat untuk mentadabburi Al-Qur'an.(3) Agar Allah memberikan rahmat kepada kita.(4) Agar Allah memberikan petunjuk kepada kita.(5) Bahkan seseorang boleh berniat untuk meruqyah dirinya sendiri dengan Al-Qur'an.Karena itu, ketika membaca Al-Qur'an hendaknya seseorang mengumpulkan berbagai niat yang baik sehingga bacaannya menjadi berkualitas.Jangan sampai hanya membaca, membaca, membaca, lalu mengejar target satu juz, dua juz, atau khatam, tetapi tidak memperoleh manfaat yang semestinya.Oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencela kaum Khawarij.Beliau bersabda:"Mereka membaca Al-Qur'an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka."Artinya bacaan tersebut tidak masuk ke dalam hati mereka. Hanya sebatas lisan.Mereka dicela karena tidak mentadabburi apa yang mereka baca.Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah pernah berkata:"Sesungguhnya Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan."Agar bisa diamalkan, seseorang harus memahami maknanya terlebih dahulu.Sebagian orang mengira bahwa mengamalkan Al-Qur'an cukup dengan membacanya. Ketika sudah khatam, ia merasa telah mengamalkan Al-Qur'an.Padahal membaca hanyalah tahap awal.Tahap berikutnya adalah tadabbur.Kemudian setelah itu barulah beramal.Nasihat ustadz firanda: mulailah membaca Al-Qur'an dengan tadabbur agar bacaan kita berkualitas dan menambah keimanan. Bacalah perlahan-lahan. Tidak perlu tergesa-gesa. Kalau tidak memahami maknanya, bacalah terjemahannya. Tentu sangat berbeda antara orang yang hanya membaca dengan orang yang membaca sambil memahami.Kemudian Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala berkata:Membaca Alqur'an dengan keras (mengganggu orang lain)Dahulu ada sebagian qari yang membaca Al-Qur'an di menara masjid pada malam hari dengan suara yang sangat keras.Mereka membaca satu juz atau dua juz dengan suara yang ditinggikan sehingga terdengar oleh banyak orang.Menurut Ibnul Jauzi, mereka telah mengumpulkan dua kesalahan sekaligus.Pertama: Mengganggu Orang LainMereka mengganggu orang yang sedang tidur.Tidak semua orang berada dalam kondisi yang sama. Ada yang sedang beristirahat, ada yang sakit, ada yang membutuhkan tidur agar bisa beraktivitas keesokan harinya.Membaca Al-Qur'an adalah ibadah, tetapi jika dilakukan dengan cara yang mengganggu kaum muslimin maka hal itu menjadi masalah.Kedua: Membuka Pintu Riya'Sulit bagi seseorang yang membaca Al-Qur'an di tempat tinggi dengan suara keras untuk benar-benar aman dari riya'.Sebagian ulama mengkritik kebiasaan-kebiasaan yang dapat mengganggu kaum muslimin dengan suara bacaan yang diperdengarkan melalui pengeras suara.Misalnya memutar murattal satu atau dua jam sebelum azan Subuh sehingga mengganggu orang yang sedang tidur, orang yang sedang sakit, atau orang yang sedang melaksanakan ibadah lain.Bisa jadi ada orang yang sedang salat malam, sedang berdoa, sedang bermunajat kepada Allah, lalu terganggu oleh suara yang diperdengarkan melalui pengeras suara.Padahal masing-masing sedang beribadah.Karena itu syariat mengajarkan agar seorang muslim tidak mengganggu muslim lainnya, meskipun dengan bacaan Al-Qur'an.Bahkan setelah azan pun, apabila seseorang membaca Al-Qur'an dengan suara keras sehingga mengganggu orang yang sedang salat sunnah, berzikir, atau berdoa antara azan dan iqamah, maka hal tersebut juga tidak dibenarkan.Tujuan ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan mengganggu orang lain yang juga sedang beribadah.Belum lagi jika di dalamnya terdapat unsur riya', ingin didengar, atau ingin dipuji oleh manusia.Karena itu sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Para sahabat tidak melakukan amalan-amalan seperti itu.Mereka adalah generasi yang paling memahami agama dan paling ikhlas dalam beribadah.Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:"Barang siapa ingin meneladani, maka teladanilah orang-orang yang telah meninggal dunia."Yang beliau maksud adalah para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Karena mereka telah selamat dari berbagai fitnah dan telah terbukti kebaikan mereka.Beliau juga mengatakan:"Ikutilah dan jangan membuat-buat perkara baru, karena kalian telah dicukupkan."Artinya, agama ini telah sempurna. Tidak perlu membuat tata cara ibadah baru yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya.Sebuah kaidah yang dikenal oleh para ulama adalah:"Tidaklah muncul suatu bentuk ibadah yang baru kecuali akan menghilangkan atau mengurangi pelaksanaan sunnah yang telah ada."Contohnya, seseorang membaca Al-Qur'an dengan suara keras di masjid sehingga orang lain tidak bisa melaksanakan salat sunnah dengan khusyuk, tidak bisa berdoa dengan tenang, dan tidak bisa memanfaatkan waktu antara azan dan iqamah sebagaimana mestinya.Akhirnya sunnah yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi terganggu oleh amalan yang tidak beliau contohkan.Contoh Riya' yang TersembunyiIbnul Jauzi kemudian menyebutkan sebuah kejadian yang beliau saksikan.Beliau melihat seorang imam yang setelah selesai mengimami salat Subuh pada hari Jumat, kemudian membaca Al-Mu'awwidzatain dan doa khatam Al-Qur'an di hadapan jamaah.Menurut Ibnul Jauzi, perbuatan seperti ini mengandung bahaya yang besar.Karena bisa jadi tujuannya agar orang-orang mengetahui bahwa dirinya baru saja mengkhatamkan Al-Qur'an.Padahal para salaf dahulu justru menyembunyikan ibadah mereka. Mereka tidak suka menampakkan amal-amal saleh kepada manusia. Mereka lebih suka jika amal mereka hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.Ada sebagian salaf yang ketika sedang membaca Al-Qur'an lalu ada tamu datang, ia segera menutupi mushafnya agar tamu tersebut tidak mengetahui bahwa dirinya sedang beribadah.Demikian pula Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Beliau sangat sering membaca Al-Qur'an, tetapi orang-orang tidak mengetahui kapan beliau mengkhatamkannya. Beliau tidak mengumumkan kapan khatam dan tidak mencari perhatian manusia.Karena mereka memahami bahwa riya' adalah salah satu senjata setan yang paling berbahaya dalam merusak amal saleh seseorang.Seseorang bisa saja bersungguh-sungguh beribadah selama berhari-hari atau berminggu-minggu, tetapi kemudian rusak karena keinginan untuk dipuji dan diketahui manusia.Karena itu seorang mukmin harus selalu waspada terhadap talbis iblis dalam perkara keikhlasan.Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah dalam PuasaIbnul Jauzi rahimahullahu ta'ala berkata bahwa setan telah menipu sebagian ahli ibadah dalam masalah puasa.Berpuasa terus menerusAda sebagian orang yang berpuasa terus-menerus sepanjang tahun (puasa dahar), kecuali pada hari-hari yang memang diharamkan untuk berpuasa seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari Tasyriq.Sebagaimana diketahui, tingkatan puasa sunnah yang paling tinggi adalah puasa Daud 'alaihis salam, yaitu puasa sehari dan berbuka sehari.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak ada puasa yang lebih utama daripada puasa Daud."Karena itu para ulama berbeda pendapat tentang hukum puasa dahar.Sebagian ulama memakruhkannya, bahkan ada yang mengharamkannya. Sebagian yang lain membolehkannya dengan syarat tidak berpuasa pada hari-hari yang dilarang.Namun Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa meskipun ada ulama yang membolehkan, tetap terdapat beberapa kekurangan dalam amalan tersebut, diantaranya:(1) Melemahkan diri dari kewajibanPuasa terus-menerus dapat menyebabkan seseorang menjadi lemah.Akibatnya ia bisa kesulitan mencari nafkah untuk keluarganya, padahal mencari nafkah merupakan kewajiban yang besar nilainya di sisi Allah.Selain itu, puasa yang terus-menerus juga dapat menyebabkan seseorang tidak mampu memenuhi hak-hak istrinya.Seorang istri memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suaminya. Jika seseorang melemahkan dirinya dengan ibadah sunnah yang berlebihan sehingga hak-hak wajib terabaikan, maka ini merupakan kekeliruan.(2) Kehilangan keutamaan yang lebih utamaRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud 'alaihis salam.Beliau bersabda:"Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari."Dalam hadits Abdullah bin Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma disebutkan bahwa beliau ingin memperbanyak puasa dan ibadah.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian menasihatinya.Awalnya beliau diperintahkan berpuasa tiga hari setiap bulan.Namun Abdullah bin Amr mengatakan bahwa dirinya mampu melakukan yang lebih dari itu.Maka Rasulullah meningkatkan anjurannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya beliau bersabda:"Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Itulah puasa Daud dan tidak ada yang lebih utama daripada itu."Hadits ini menunjukkan bahwa ketika seseorang mencari bentuk puasa yang paling utama, maka jawabannya adalah puasa Daud.Bagaimana dengan para salaf yang berpuasa tiap hari?Ibnul Jauzi menjawab bahwa mereka memiliki kondisi yang berbeda.Sebagian dari mereka mampu menggabungkan seluruh kewajiban dengan ibadah tambahan tersebut.Sebagian lagi melakukannya pada akhir usia mereka ketika tanggung jawab sudah jauh berkurang.Namun demikian, hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tetap menjadi pedoman utama.Beliau telah bersabda:"Tidak ada yang lebih utama daripada puasa Daud."Karena itu, ketika terdapat perkataan atau amalan sebagian ulama yang berbeda dengan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah keutamaan, maka petunjuk Nabi lebih didahulukan.Ibnul Jauzi juga menyebutkan bahwa ada orang-orang sebelum kita yang memaksakan diri dalam ibadah hingga akhirnya mengalami gangguan kesehatan.Ada yang penglihatannya melemah, ada yang fisiknya rusak karena memaksakan sesuatu yang berada di luar kemampuannya.Padahal Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.Karena itu, ibadah bukanlah sarana untuk menyiksa diri.Bila seseorang sakit, lemah, atau tidak mampu, maka syariat memberikan keringanan.Bahkan puasa Ramadan sekalipun memiliki rukhsah bagi orang yang sakit atau tidak mampu.Maka puasa sunnah lebih layak lagi untuk tidak dipaksakan ketika seseorang tidak mampu menjalankannya.Riya' yang tersembunyiBeliau menjelaskan bahwa kadang-kadang seseorang terkenal di tengah masyarakat sebagai ahli ibadah.Misalnya terkenal selalu berpuasa.Ia mengetahui bahwa orang-orang mengenalnya dengan sifat tersebut.Suatu hari ia tidak berpuasa karena suatu alasan.Namun ia berusaha menyembunyikan keadaan itu agar orang lain tetap mengira bahwa dirinya sedang berpuasa.Menurut Ibnul Jauzi, ini termasuk bentuk riya' yang sangat halus.Mengapa?Karena yang dijaga bukan lagi ibadahnya, tetapi citra dirinya di hadapan manusia.Seandainya ia benar-benar ingin menyembunyikan amalannya, maka tidak masalah jika orang lain mengetahui bahwa pada hari itu ia tidak berpuasa.Sebab tujuan seorang mukmin adalah mencari ridha Allah, bukan menjaga reputasi ibadah di hadapan manusia.Inilah salah satu pintu riya' yang sangat tersembunyi dan sering tidak disadari oleh banyak orang.Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala melanjutkan bahwa di antara manusia ada yang menceritakan ibadahnya kepada orang lain.Misalnya ia berkata:"Saya sudah dua puluh tahun tidak pernah berbuka."Maksudnya, ia ingin memberitahukan bahwa dirinya selalu berpuasa.Lalu setan datang membisikkan syubhat kepadanya:"Engkau hanya menceritakannya agar menjadi teladan bagi orang lain."Padahal Allah lebih mengetahui isi hati seseorang.Karena itu seorang mukmin harus sangat berhati-hati.Bisa jadi seseorang mengira dirinya sedang mengajak kepada kebaikan, padahal dalam hatinya terdapat keinginan agar dipuji, dihormati, dan dikagumi.Sebagian orang bahkan memerintahkan murid-murid atau pengikutnya untuk menceritakan ibadahnya kepada orang lain.Mereka menceritakan sedekahnya, tawaduknya, qiyamul lailnya, puasanya, dan berbagai amal salehnya.Kemudian kisah-kisah itu disebarluaskan.Padahal para salaf justru berusaha menyembunyikan amal-amal mereka.Mereka khawatir amal tersebut tercampuri oleh riya'.Abu Hazim rahimahullah berkata:"Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan dosa-dosamu."Kalimat ini menunjukkan betapa besar perhatian para salaf terhadap keikhlasan.Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa seseorang mungkin melakukan suatu amal dalam keadaan tersembunyi.Tidak ada yang mengetahui amal tersebut selain Allah.Kemudian setan terus menggodanya hingga akhirnya ia mulai menceritakan amal tersebut kepada orang lain.Akibatnya, pahala amal yang semula tercatat sebagai amal tersembunyi berpindah menjadi pahala amal yang tampak.Padahal amal yang tersembunyi memiliki keutamaan yang lebih besar daripada amal yang diketahui manusia.Karena itu para salaf sangat menjaga rahasia antara mereka dan Allah.Mereka tidak merasa aman dari riya', walaupun mereka adalah orang-orang yang sangat ikhlas.Jika para salaf yang begitu mulia saja takut terhadap riya', lalu bagaimana dengan kita?Maka sungguh aneh apabila seseorang begitu mudah menampakkan seluruh amalnya sementara para salaf justru bersungguh-sungguh menyembunyikannya."Hari Ini Kan Hari Kamis"Ibnul Jauzi menyebutkan contoh lain dari riya' yang sangat halus.Ada orang yang terbiasa berpuasa Senin dan Kamis.Kemudian suatu hari ia diajak makan.Ia tidak langsung mengatakan, "Saya sedang berpuasa."Tetapi ia menjawab:"Hari ini kan hari Kamis."Kalimat ini seakan-akan ingin memberitahukan kepada orang lain bahwa dirinya memiliki kebiasaan berpuasa Senin dan Kamis.Menurut Ibnul Jauzi, justru lebih baik jika ia mengatakan secara langsung:"Saya sedang berpuasa."Karena dengan ucapan tersebut orang lain belum tentu mengetahui bahwa itu adalah kebiasaan rutinnya.Adapun ketika ia berkata, "Hari ini kan hari Kamis," seolah-olah ia sedang menunjukkan amalan khusus yang biasa ia lakukan.Inilah tipisnya jalan riya'.Terkadang seseorang tidak menyadarinya sama sekali.Merendahkan Orang yang Tidak BerpuasaDi antara bentuk talbis iblis yang lain adalah ketika seseorang berpuasa lalu memandang rendah orang yang tidak berpuasa.Ia merasa dirinya lebih baik.Ia meremehkan orang lain karena tidak menjalankan puasa sunnah sebagaimana dirinya.Padahal bisa jadi orang yang tidak berpuasa tersebut memiliki amalan lain yang lebih besar nilainya di sisi Allah.Bisa jadi ia lebih berbakti kepada orang tua.Bisa jadi ia lebih banyak bersedekah.Bisa jadi ia lebih menjaga lisannya.Sedangkan orang yang berpuasa justru terjatuh dalam kesombongan.Karena itu, ibadah seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, bukan semakin merasa tinggi.Puasa Tetapi Melalaikan Tujuan PuasaIbnul Jauzi juga menyebutkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak peduli dengan makanan yang ia konsumsi.Ia tidak memperhatikan apakah makanannya halal atau syubhat.Ada pula yang berpuasa tetapi lisannya tetap digunakan untuk ghibah.Ada yang berpuasa tetapi pandangannya tetap digunakan untuk melihat hal-hal yang haram.Ada yang berpuasa tetapi tetap sibuk dengan perkataan yang sia-sia.Padahal hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus.Puasa juga bertujuan menjaga lisan, menjaga pandangan, menjaga pendengaran, dan menjaga hati dari berbagai dosa.Namun setan menipu sebagian manusia.Ia membuat mereka merasa bahwa selama mereka berpuasa, maka dosa-dosa tersebut tidak menjadi masalah.Padahal semua itu termasuk talbis iblis.KesimpulanKarena itu seorang muslim hendaknya selalu waspada ketika beribadah.Jangan sampai ibadah yang telah dilakukan dengan susah payah rusak karena riya', ujub, atau berbagai tipu daya setan yang sangat halus.Pada akhirnya kita akan kembali kepada Allah sendirian.Yang akan menyelamatkan kita bukanlah pujian manusia, bukan pula sanjungan mereka.Yang akan menyelamatkan kita adalah amal yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.Maka jangan terlalu peduli dengan pujian manusia dan jangan pula sibuk mencari pengakuan mereka.Yang terpenting adalah beribadah dengan benar dan berusaha menjaga keikhlasan.Sungguh pintu-pintu riya' sangat banyak dan sangat samar.Karena itu seorang hamba harus terus memohon pertolongan kepada Allah agar dijaga dari tipu daya setan dan diberikan keikhlasan dalam seluruh amal ibadahnya.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #7

Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah dalam Tilawah, Puasa, dan KeikhlasanPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهKitab:Talbis Iblis karya Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله PendahuluanSetan tidak selalu mengajak manusia kepada maksiat. Sering kali ia justru menghiasi ibadah sehingga seseorang sibuk dengan amalan yang tampak banyak, tetapi melalaikan hal yang lebih penting dan lebih dicintai Allah.Karena itu, ibadah harus dibangun di atas:* Ilmu.* Mengikuti sunnah Nabi ﷺ.* Menjaga keikhlasan.* Menempatkan setiap amal pada prioritas yang benar.---1. Sibuk dengan Amalan Sunnah tetapi Lalai Memperbaiki HatiImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa sebagian ahli ibadah:* Rajin salat malam.* Memperbanyak salat sunnah.* Tetapi kurang memperhatikan penyakit hati.Padahal penyakit hati seperti:* Riya.* Ujub.* Hasad.* Sombong.* Cinta dunia.Perlu diobati sedikit demi sedikit.Demikian pula seseorang harus memperhatikan:### Kehalalan makanan dan penghasilanKarena menjaga:* Hati,* Akhlak,* dan makanan yang halal,lebih utama daripada sekadar memperbanyak ibadah sunnah.--- 2. Talbis Iblis dalam Membaca Al-Qur'anSebagian orang sangat mengejar target khatam, tetapi:* Membaca terlalu cepat.* Tidak tartil.* Tidak merenungi makna.* Hanya mengejar jumlah juz.Padahal tujuan utama Al-Qur'an adalah: "Agar mereka mentadabburi ayat-ayat-Nya."(QS. Shad: 29)Karena itu kualitas lebih penting daripada sekadar kuantitas.---Niat-Niat Ketika Membaca Al-Qur'anSeorang muslim dapat menghadirkan beberapa niat sekaligus:1. Mendapat pahala tilawah.2. Mentadabburi ayat.3. Memperoleh petunjuk.4. Memohon rahmat Allah.5. Menambah iman.6. Mengamalkan isi Al-Qur'an.7. Meruqyah diri sendiri.Dengan demikian, bacaan Al-Qur'an menjadi lebih berkualitas.--- 3. Jangan Menjadikan Khatam sebagai Tujuan UtamaRasulullah ﷺ bersabda: "Tidak memahami Al-Qur'an orang yang mengkhatamkannya kurang dari tiga hari."(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)Maksudnya:* Jangan sekadar mengejar selesai.* Jangan hanya mengejar jumlah juz.Tetapi:* Renungkan ayat.* Pahami makna.* Tambahkan iman.* Amalkan kandungannya.Sebagaimana nasihat Ibnu Mas'ud رضي الله عنه: "Janganlah akhir surat menjadi tujuanmu, tetapi berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an."--- 4. Membaca Al-Qur'an Keras-Keras hingga Mengganggu Orang LainImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله mengkritik orang yang membaca Al-Qur'an dengan suara keras sehingga:* Mengganggu orang tidur.* Mengganggu orang salat.* Mengganggu orang berdoa.Beliau juga mengingatkan bahwa perbuatan tersebut membuka pintu:RiyaKarena seseorang dapat tergoda agar suaranya didengar dan dipuji manusia.Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi ﷺ dan para sahabat.---5. Menampakkan Khatam Al-Qur'an kepada Orang LainSebagian orang sengaja menunjukkan bahwa dirinya telah khatam Al-Qur'an.Padahal para salaf justru:* Menyembunyikan amal mereka.* Tidak suka diketahui manusia.Imam Ahmad رحمه الله sangat sering mengkhatamkan Al-Qur'an, tetapi orang-orang tidak mengetahui kapan beliau selesai membaca Al-Qur'an.---6. Talbis Iblis dalam PuasaSebagian orang melakukan:### Puasa sepanjang tahun (puasa dahr)Padahal puasa terbaik adalah:Puasa Nabi Daud عليه السلام.Yaitu:* Sehari puasa.* Sehari berbuka.Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih utama daripada puasa Daud."(HR. Bukhari dan Muslim)---Bahaya Memaksakan PuasaApabila dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan:Lemah fisikSehingga seseorang:* Sulit mencari nafkah.* Tidak mampu beribadah dengan baik.Menelantarkan hak keluargaPadahal istri memiliki hak yang wajib dipenuhi.Maka:Kewajiban tidak boleh dikorbankan demi ibadah sunnah.---7.. Riya yang Sangat HalusInilah pembahasan yang sangat penting.Kadang seseorang dikenal masyarakat sebagai:* Ahli puasa.* Ahli tahajud.* Ahli sedekah.Lalu ia berusaha menjaga citra tersebut.Misalnya:Jika suatu hari ia tidak berpuasa, ia sembunyikan agar orang tetap mengira dirinya selalu berpuasa.Ini termasuk:Riya yang samarKarena seseorang ingin menjaga popularitas ibadahnya.--- 8. "Ini Hari Kamis, Kan?"Sebagian orang ketika ditawari makan berkata:>"Ini hari Kamis, kan?"Seolah-olah ingin memberitahu bahwa dirinya rutin puasa Senin-Kamis.Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa lebih baik ia mengatakan: "Saya sedang berpuasa."Karena orang tidak mengetahui apakah:* Puasa qadha.* Puasa nazar.* Puasa kafarat.* Atau puasa sunnah.Dengan demikian, kebiasaan ibadahnya tetap tersembunyi.---9. Amal yang Tersembunyi Lebih UtamaAbu Hazim رحمه الله berkata:"Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan dosa-dosamu."Para salaf:* Menyembunyikan salat malam.* Menyembunyikan sedekah.* Menyembunyikan tangisan.* Menyembunyikan tilawah Al-Qur'an.Karena mereka sangat takut terhadap riya.---10. Jangan Merasa Aman dari RiyaPara salaf yang sangat ikhlas saja masih:* Takut riya.* Selalu mengoreksi niat.* Berusaha menyembunyikan amal.Maka seseorang tidak boleh merasa: "Hati saya sudah bersih."Karena riya adalah salah satu senjata setan yang paling halus.---Pelajaran Penting1. Memperbaiki hati lebih penting daripada memperbanyak ibadah sunnah.2. Halal-haram makanan harus diperhatikan.3. Tujuan membaca Al-Qur'an adalah tadabbur dan pengamalan.4. Jangan hanya mengejar target khatam.5. Bacalah Al-Qur'an dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas.6. Jangan mengganggu orang lain dengan bacaan yang keras.7. Puasa terbaik adalah puasa Nabi Daud عليه السلام.8. Kewajiban kepada keluarga tidak boleh dikalahkan oleh ibadah sunnah.9. Riya sering masuk melalui jalan yang sangat halus.10. Amal yang tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.11. Seorang mukmin hendaknya lebih sibuk memperbaiki dirinya daripada mencari pujian manusia. KesimpulanImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa setan dapat menipu ahli ibadah melalui banyak jalan, di antaranya:* Berlebihan dalam ibadah.* Salah menentukan prioritas.* Hanya mengejar banyaknya amal.* Mengabaikan penyakit hati.* Dan terutama melalui riya yang sangat tersembunyi.Karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa mengikuti sunnah Nabi ﷺ, menjaga keikhlasan, menyembunyikan amal saleh semampunya, serta lebih mengharap penerimaan dari Allah سبحانه وتعالى daripada pujian manusia.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Talbis Iblis #7 : Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bag-3)

Talbis Iblis #7 :Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bag-3)Oleh Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah Ta’ala1. Sibuk dengan Amalan yang Kurang Utama dan Melalaikan yang UtamaSetan kerap menggoda ahli ibadah agar sibuk melakukan ibadah-ibadah lahiriah yang bersifat sunah (seperti memperbanyak salat sunah di siang dan malam hari), namun mereka lalai terhadap dua hal yang jauh lebih penting:·       Perbaikan batin: Kurang memperhatikan dan mengobati penyakit-penyakit batin atau aib di dalam hati.·       Kehalalan makanan: Kurang peduli terhadap sumber makanan yang masuk ke tubuh mereka, padahal memastikan kehalalan makanan dan memperbaiki batin jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas salat sunah.2. Tipuan Iblis dalam Membaca Al-Qur'an·       Membaca tanpa Tartil & Tadabur (Membaca Terlalu Cepat):Setan menggoda sebagian orang untuk memperbanyak tilawah secara terburu-buru (hazan) tanpa tartil demi mengejar target khatam berjus-jus. Meskipun ada riwayat langka dari para Salaf yang mengkhatamkan Al-Qur'an dengan sangat cepat (seperti satu hari sekali atau dalam satu rakaat), hal itu jarang dilakukan secara konsisten di luar Ramadan. Tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami (tadabur) dan diamalkan. Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari tidak akan paham.·       Membaca dengan Suara Keras Mengganggu Orang Lain: Setan mengelabui sebagian orang untuk membaca Al-Qur'an dengan suara sangat keras (seperti di menara masjid di malam hari atau menggunakan mikrofon selepas azan). Amalan ini mengandung dua kesalahan besar: mengganggu orang yang sedang istirahat/sakit/salat malam, serta memaparkan diri pada penyakit riya (ingin dipuji) karena sulit menjaga keikhlasan hati saat didengar banyak orang.·       Pamer Khatam Al-Qur'an: Dicontohkan adanya imam yang sengaja membaca surah terakhir (Al-Mu'awwidzatain) dan doa khatam Al-Qur'an di depan jamaah setelah salat Subuh hanya agar orang-orang tahu bahwa ia telah khatam. Hal ini menyelisihi metode para Salaf (seperti Imam Ahmad) yang justru berusaha keras menyembunyikan waktu khatam mereka dari orang lain. 3. Talbis Iblis dalam Ibadah Puasa·       Puasa Setiap Hari (Puasa Dahar): Sebagian orang tertipu untuk puasa setiap hari di luar hari yang diharamkan. Mayoritas ulama memakruhkan atau bahkan mengharamkan puasa dahar ini karena Rasulullah ﷺ telah menegaskan bahwa puasa sunah yang paling utama adalah Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka). Memaksakan puasa setiap hari dapat melahirkan dua dampak buruk: membuat fisik lemah sehingga mengabaikan kewajiban mencari nafkah, serta melalaikan hak biologis istri.·       Memaksakan Diri Saat Sakit: Menjalankan puasa sunah dengan memaksakan diri melampaui batas kemampuan hingga merusak kesehatan (seperti mata menjadi buta atau otak kering) hukumnya tidak boleh (la yajuz).·       Riya yang Samar (Khofiyur Riya) dalam BerpuasaPintu-pintu riya sangat halus dan merupakan senjata setan yang paling ampuh untuk menggugurkan amal:§  Menyembunyikan Buka Puasa Demi Menjaga Reputasi: Seseorang yang dikenal selalu berpuasa, lalu pada suatu hari ia terpaksa berbuka (karena sakit atau halangan), tetapi ia menyembunyikan fakta berbukanya agar popularitas atau pandangan orang terhadap dirinya tidak jatuh. Ini adalah bentuk riya yang sangat samar.§  Membungkus Riya dengan Alasan: Setan membisikkan syubhat kepada seseorang untuk menceritakan amalan puasanya yang sudah berjalan puluhan tahun dengan dalih agar dicontoh orang lain, padahal aslinya ia sedang mencari penghormatan atau pujian.§  Sikap Merendahkan Orang Lain: Setan juga menipu orang yang berpuasa sehingga mereka memandang rendah orang lain yang tidak berpuasa, serta membuat mereka merasa aman untuk tetap melakukan dosa lain seperti gibah, menonton hal yang haram, atau tidak memedulikan kehalalan makanan berbuka, karena merasa puasanya sudah menghapuskan semua dosa tersebut.Kesimpulan : Menjaga keikhlasan hati karena pintu-pintu riya sangat banyak dan tipis. Tidak perlu memedulikan pujian ataupun cercaan manusia, yang terpenting adalah fokus meluruskan niat agar ibadah kita diterima di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)

Hati kita ini penuh dengan penyakit maka itu perlu diperbaiki dan disembuhkanSeseorang yang shalat perlu memperhatikan apa yang dimakanSyaitan telah menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah quran namun tidak dengan tartil. metode ini membaca dengan cepat dengan target berjuz ini adalah kondisi tidak terpujiMembaca dengan tartil lebih disukai oleh para ulamaRasulullah sudah bersabdaOrang yang khatam quran kurang dari tiga hari dia tidak paham quran. Ini berlaku di luar ramadhan, karena saat ramadhan ada ulama yang khatam sehari.Tujuan utama baca quran adaah tadabbur ayat ayatnya berusaha untuk dipahami  dengan begitu maka iman semakin bertambah dan dapat mengamalkan quran dalam kehidupanPerhatikan kualitas yang ia baca bukan cuma kuantitasKarena itu rasulullah mencela orang khawarij mereka membaca quran tapi tidak masuk tulang selangka atau hati mereka karena tidak mentadaburi ayat yang telah  mereka bacaMembaca al quran membuat kita Harus ngerti dulu baru bisa diamalkan kebijaksanaannyaTahapannya adalah tilawah, tadabbur dan beramalBerusaha untuk mentadabburi ayat quran agar berkualitas dan bertambah ilmuBerhentilah pada keajaiban quran pikirkan dan renungkan maknanyaCara menambah keimanan adalah dengan baca quran yang berkualitas

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya6 jam lalu
N
Nurhasanah nurhasanah

📍 Kota Depok

Talbis iblis terhadap ahli ilmu bagian 3

📚Ringkasan Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah🪾Iblis tidak selalu menggoda manusia untuk meninggalkan ibadah. Pada ahli ibadah, ia sering menipu dengan membuat mereka beribadah tetapi kehilangan keikhlasan, menyelisihi sunnah, atau merasa bangga dengan amalnya.👹. Talbis Iblis dalam PuasaMembuat seseorang berlebihan dalam berpuasa hingga melemahkan diri dan mengabaikan kewajiban lain.Menjadikan puasa sebagai sarana mencari pujian manusia.Membuat orang merasa dirinya lebih saleh karena banyak berpuasa dibandingkan orang lain.Menimbulkan rasa ujub (bangga diri) terhadap amal puasanya.Obatnya: Menjaga keikhlasan, mengikuti tuntunan Rasulullah, dan menyadari bahwa diterimanya amal bukan karena banyaknya amal, tetapi karena rahmat Allah dan keikhlasan pelakunya.👹. Talbis Iblis dalam RiyaMendorong seseorang untuk memperlihatkan ibadah agar dipuji manusia.Membuat hati lebih senang terhadap pujian manusia daripada penilaian Allah.Menjadikan seseorang rajin beramal saat dilihat orang, namun malas ketika sendirian.Menumbuhkan keinginan agar dikenal sebagai ahli ibadah.Obatnya: Memperbanyak amal tersembunyi, mengingat bahwa manusia tidak dapat memberi manfaat atau mudarat tanpa izin Allah, dan selalu memperbaiki niat sebelum, ketika, dan setelah beramal.👹. Talbis Iblis dalam Membaca Al-Qur'anMembuat seseorang sibuk memperindah suara tetapi lalai memahami dan mengamalkan maknanya.Menjadikan tilawah sebagai sarana mencari popularitas dan pujian.Membanggakan banyaknya khatam Al-Qur'an tanpa memperhatikan tadabbur.Merasa lebih baik dari orang lain karena banyak membaca Al-Qur'an.💊Obatnya: Membaca Al-Qur'an dengan niat mencari ridha Allah, mentadabburi ayat-ayatnya, mengamalkan isinya, dan menjauhi sikap bangga terhadap amal.📌Note:✅️Iblis tidak selalu mengajak kepada kemaksiatan secara langsung. Terkadang ia menghiasi ibadah dengan riya, ujub, dan ghuluw (berlebihan), sehingga seseorang merasa telah berbuat baik padahal amalnya berkurang nilainya. Karena itu, seorang mukmin harus senantiasa menjaga ikhlas, ittiba' (mengikuti sunnah), dan tawadhu', serta selalu memohon kepada Allah agar diterima amal ibadahnya.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya7 jam lalu
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #7

Tablis Iblis #7Tipu Daya Iblis pada Ahli Ibadah1. Prioritas dalam Ibadah Setan menggoda ahli ibadah untuk sibuk dengan ibadah Sunnah namun melalaikan perbaikan batin dan kehalalan makanan2. Membaca Al Qur'an Penting membaca Qur'an dengan Tartil. Jangan hanya mengejar kuantitas, tapi juga memperbaiki kualitas. 3. Puasa Sunnah Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. 4. Riya yang samar Amal yang tersembunyi lebih utama daripada amal yang dipublikasikan demi pujian manusiaSeorang mukmin harus selalu waspada pada tipu daya setan yang membungkus keburukan dengan rupa ibadah,serta berusaha menjaga keikhlasan agar amal ibadahnya diterima Allah.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya7 jam lalu
A
Aniza

📍 Kota Depok

Bab 7

KAJIAN KITABTALBIS IBLIS #7TALBIS IBLIS KEPADA AHLI IBADAH (bagian - 3)Karya Ibnul Jauzi RahimahullaahSelasa, 9 Juni 20026Ustdz DR. Firanda Andirja============- SIBUK DENGAN YG TIDAK UTAMA, SEHINGGA MENINGGALKAN YANG UTAMA.Kata ibnul jauzi, syetan banyak menggoda ahli ibadah. Mereka sholat² sunnah du malam hari, sholat sunnah di siang hari, tetapi mereka tdk memperhatikan penyakit hati dan memperhatikan apa yg di makan, halal atau tidak.Jangan sampai seseorang sibuk dengan yg dzohir. Tp lupa memperbaiki bathinnya.- godaan syetan pada ahli ibadah dalam membaca AlQuran.Ibnul jauzi berkata : syetan menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah al quran, tetapi mereka membaca alquran dengan hazzan (cepat) tanpa mentartil. Baca cepat, buru². Metode membaca dengan cepat dengan target berjuz², ini adalah tidak terpuji.Para salaf terdahulu memang ada yg hatam dalam 1 hari, bahkan dalam 1 rokaat sholat. Terutama di bulan ramdhan.Namun ini adalah perkara yg jarang dari mereka. Sulit bagi kita mengqiyaskan diri kita seperti mereka para ulama. Imam syafii sudah jadi mufti di kota mekkah saat usia 15 th. Imam syafii baca dengan paham, tafsirnya sudah paham. Beda dengan kita yg gak paham isi al quran. Padahal tujuan membaca alquran untuk mentadabburi ayat²nya. Seorang selain memperhatikan kuantitas baca, juga kualitasnya. Niat baca al quran (tahapan) :-Niat tilawah (pahala di tiap hurufnya)-Niat untuk mentadabburi (dpt petunjuk, meruqyah diri sendiri)-Niat untuk diamalkan.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya7 jam lalu
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis iblis -6

Talbis IBLIS-6Talbis iblis dalam ibadah..Talbis iblis dalam niat lisan…- mengulang niat berkali-kali, talbis iblis agar hilang keutamaan- ada juga yang bersumpah yang isinya takbir hanya 1xDikatakan – kalau tujuannya hanya hadir kan niat maka kehadiran untuk sholat – sudah niat. Dan syariat nya lafash niat tidak wajib.Niat dalam hati sangat mudah, yang membuat menjadi lama dan susah adalah menguraikannya.Terlalu sibuk masalah niat.Ada seseorang yang telah benar niat dan takbir nya, namun gegabah dalam menjalankan rukun-rukun setelahnya, seolah shalat baginya hanya niat dan takbiratul ikram.Bisikan iblis dapat tersingkap dengan satu argumentasi bahwa maksud takbiratul ikram adalah masuk dalam ibadah, bagaimana mungkin ibadah laksana rumah itu dibiarkan begitu saja dan hanya berkonsentrasi menjaga pintu saja?Diantara orang yang waswas adalah orang yang benar dalam takbiratul ikram saat menjadi makmum, namun rakaat tinggal sedikit waktu ia membaca doa istiftah dan membaca taawudz, lalu imam ruku. Ini merupakan godaan iblis, karena doa istiftah dan taawudz yang ia baca hukumnya sunnah karena Al Fatihah yang ia tinggalkan – menurut sebagian ulama – hukumnya wajib bagi makmum. Dan dia tidak boleh meninggalkan Yang wajib untuk yang sunnah.Meninggalkan yang sunnah karena perkara yang menimpanya.Misalnya meninggalkan shaf pertama. Dengan alasan untuk menjaga hati supaya tidak riya.Contoh lain ada orang sholat tapi tidak mau sedekap saat berdiri sholat. Dengan alasan dia tidak mau menunjukkan kekusyukan palsu yang tidak sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya.Bersedekap dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri hukumnya sunnah.Suatu saat Ibnu Mas’ud sedang sholat dengan meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melihatnya. Maka seketika itu ia meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. HR Abu Dawud.Tidak seyogyanya syariat ditinggalkan karena pendapat orang yang terhormat, karena syariat lebih agung. Kesalahan dalam menafsirkan agama lumrah terjadi di kalangan ulama, karena bisa jadi ada beberapa hadits yang tidak sampai kepada mereka.Talbis iblis dalam makharijal huruf,yaitu mentartilkan bacaan dengan mengeluarkan huruf-huruf dari posisinya.Terkadang iblis menggoda terkait kejelasan membaca tasydid.Setan mengganggu shalat seseorang sehingga bacaannya menjadi kacau.Iblis juga telah menyesatkan banyak kalangan ahli ibadah sehingga mereka meyakini bahwa ibadah hanya gerakan-gerakan berdiri dan duduk belaka. Sehingga mereka meninggalkan kewajiban-kewajiban dan tidak melaksanakannya.Ada yang tergoda dengan mengerjakan sholat dengan bacaan yang panjang.,memperbanyak bacaan dan meninggalkan sunnah-sunnah sholat serta melakukan hal-hal yang makruh dalam sholat. Misalnya ada orang yang sholat di siang hari dengan mengeraskan bacaannya.Ada yang tergoda dengan memperbanyak sholat malam namun meninggalkan sholat subuh berjamaah. Atau malas di pagi hari dan tidak bekerja untuk memberi kehidupan keluarganya.Bila mengantuk sebaiknya tidur duluTidur dapat mengembalikan vitalitas tubuh yang lemah karena begadang.Mengapa para ulama salaf ada yang mampu menghidupkan semalaman penuh untuk ibadahnya. Bagaimana memahami hal ini?Karena mereka semua telah melatih diri mereka sehingga mereka mampu melakukannya. Mereka sangat percaya bisa melaksanakan sholat subuh berjamaah. Mereka terbantu dengan tidur siang mereka.Iblis juga menjerumuskan sebagian orang yang beribadah di malam hari dan menceritakan ibadahnya esok harinya.Minimal kesalahan yang dilakukan – jika ia selamat dari unsur riya – adalah bergeser nya sesuatu yang semestinya bersifat rahasia menjadi konsumsi publik.Ada yang tergoda sholat sunnah rawatib dan berlama-lama di masjid padahal Yang lebih utama sholat sunnah di rumah.Setan menggoda ahli ibadah untuk menangis saat ibadah dan terlihat orang.Ini bisa saja terjadi dan tidak bisa dicegah. Namun barangsiapa yang mampu untuk menutupi nya, lalu ia menampakkan nya maka ia benar-benar masuk dalam perangkap riya.Kalau ada riya – akan ada sinyal maka tahan sinyal itu.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya7 jam lalu
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis 7

Talbis iblis #7 Terhadap ahli ibadah (bagian 3) banyak beramal ibadah tapi tidak memperbaiki hati dan memperhatikan kehalalan makanan banyak Alquran menargetkan banyak juz tapi buru2 dan tidak tartil padahal tujuan dari membaca Alquran adalah untuk mentadaburinya agar iman kita semakin bertambah. membaca Al-Qur'an dengan keras di mesjid pada malam hari , hal ini mengganggu orang lain dan bisa terjerumus riya. Begitu juga ketika setelah azan lalu mengaji dengan keras, sehingga mengganggu orang lain, hal ini juga tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. satu ibadah baru yang muncul (bid'ah) maka akan menumbalkan/menghilangkan satu sunnah. puasa Sunnah bertingkat-tingkat, yang paling tinggi adalah puasa sehari berbuka 2 hari, lalu puasa Daud puasa sehari berbuka sehari. ada yang berpuasa namun riya dengan puasanya, adapula yang menganggap rendah orang lain yg tidak berpuasa, adapula yang berpuasa namun tetap berghibah atau tidak memperhatikan kehalalan makanan berbuka, begitulah cara-cara (talbis) iblis kepada orang yang beribadah.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya7 jam lalu

Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu #03

Pentingnya Memperhatikan Batin: Ustadz Firanda menyoroti godaan setan yang membuat seseorang sibuk dengan ibadah lahiriah (seperti shalat sunnah) namun melupakan perbaikan penyakit hati dan perhatian terhadap kehalalan makanan.​Adab dalam Membaca Al-Qur'an: Beliau menekankan agar tidak terburu-buru mengejar target khatam tanpa mentadaburi maknanya. Membaca dengan tartil dan memahami isi Al-Qur'an jauh lebih utama daripada sekadar kuantitas bacaan.​Larangan Mengganggu Orang Lain: Ustadz memperingatkan tentang perilaku membaca Al-Qur'an dengan pengeras suara di waktu tidur yang dapat mengganggu orang lain dan berpotensi memunculkan sifat riya.​Bahaya Riya dalam Ibadah: Beliau membahas bagaimana setan dapat menggoda seseorang untuk memamerkan amalnya, seperti puasa atau khatam Al-Qur'an, sehingga pahala ibadah tersebut bisa berkurang atau hilang.​Puasa Sunnah: Pembahasan mengenai puasa sunnah, termasuk hukum puasa dahar (setiap hari), serta anjuran untuk mengikuti pola puasa Nabi Daud Alaihissalam yang merupakan puasa terbaik dan tidak memberatkan diri sendiri.​Secara keseluruhan, video ini adalah pengingat agar setiap Muslim senantiasa menjaga keikhlasan dan tidak terjebak dalam jebakan setan yang samar (talbis iblis) dalam setiap bentuk ibadah.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 jam lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #7

Talbis Iblis #7Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bag.3)12. Sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utamaKata Ibnu Jauzi : syaitan telah banyak menggoda ahli ibadah, mereka shalat malam, shalat sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap perbaikan batin mereka padahal kita tahu dalam batin kita banyak sekali aib. Dan mereka juga tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal memperhatikan hal-hal tersebut memperbaiki penyakit2 bathin, dan juga perhatian terhadap halalnya yang kita makan itu lebih utama daripada memperbanyak shalat-shalat sunnah. 13. Godaan syaitan dalam membaca AlquranMembaca Alquran dengan cepat tanpa tartilMetode membaca Alquran dengan cepat dengan target berjuz-juz inilah kondisi tidak terpuji. Memang benar diriwayatkan dari sebagian salaf, ada di antara mereka yang membaca Alquran khatam dalam sehari dan bahkan ada yang mengkhatamkan Alquran dalam 1 rakaat seperti yang diriwayatkan oleh Ustman bin Affan dan Iman Abu Hanifah. Namun kata Ibnu Jauzi ini adalah perkara jarang dari mereka.Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca khatam Alquran kurang dari 3 hari maka dia tidak paham (faqih)"Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan larangan nabi untuk mengkhatamkan Alquran kurang dari 3 hari berlaku untuk diluar Ramadhan.Maksud Ibnu Jauzi rahimahullah adalah seorang berusaha untuk membaca Alquran untuk dipahami, karena itu adalah keutamaan dan tujuan dari membaca Alquran. Jika sudah dipahami maka iman semakin mudah bertambah dan semakin mudah diamalkan. Ada beberapa niat yang bisa kita pasang ketika membaca Alquran :1. Niat tilawahDimana setiap huruf dapat 10 pahala 2. Niat untuk mentadabburi3. Niat agar Allah memberi rahmat kepada kita4. Niat agar Allah memberi petunjuk kepada kita14. Membaca Alquran di menara Masjid atau memakai pengeras suara di malam hariMaka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan, yang pertama mengganggu orang tidur dan yang kedua terjerumus kepada riya. Diantaranya ada yang membaca Alquran setelah adzan. Tentu hal ini mengganggu orang-orang yang akan berdoa (antara adzan dan iqomah). Yang terbaik adalah mengikuti sunnah Rasulullah salallahu alaihi wasalam.Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah dalam Ibadah Puasa1. Syaitan menggoda sebagian kaum yang berpuasa terus menerus (sepanjang tahun)Hukumnya boleh dengan syarat tidak puasa pada hari-hari yang diharamkan berpuasa. Ada 3 tingakatan puasa :  1. Puasa sehari berbuka dua hari  2. Puasa sehari berbuka sehari (puasa Daud)         Kata Nabi "Tidak lebih afdol daripada ini"  3. Puasa setiap hari (Dahr) kecuali hari2      diharamkan puasaPuasa Dahr ada khilaf di kalangan para ulama tentang hukumnya, secara umum ada 2 pendapat :     1. Tidak dianjurkan Ada yang mengatakan haram seperti kata Ibnu Hazm dan ada yang mengatakan makruh seperti mazhab Hanafi dan Ibnu Taimiyah. Rasulullah bersabda "Tidak ada yang lebih afdol kecuali puasa nabi Daud"    2. DiperbolehkanMazhab Hambali membolehkan (Ibnu Jauzi Mazhab Hambali)       Meskipun boleh ada 2 kekurangan :      1. Bisa jadi menyebabkan dia lemah untuk bisa mencari rezeki dan banyak kewajiban (hak istri) yang terlalaikan akibat menjalankan sunnah yang salah      2. Luput dari keutamaanNabi bersabda "Sebaik-baik puasa adalah puasa nabi Daud"Talbis Iblis tentang RiyaBisa jadi seseorang dikenal karena terbiasa berpuasa Dahr, maka dia tidak berbuka. Ketika suatu hari dia berbuka tapi karena dia sudah terkenal puasa Dahr maka dia sembunyikan pada saat berbuka. Maka ini adalah riya yang samar.Diantara mereka ada yang riya terang-terangan. Syaitan membuat syubhat "cerita aja sama orang biar jadi teladan". Sebagian orang ada yang menceritakan lewat murid-muridnya. Syubhat syaitan "Kabarkalah ibadahmu supaya engkau dihormati", jika sudah ingin dihormati itu artinya riya. Maka gugurlah amalannya karena riya. Bagaimana jika ikhlas? jika ikhlas (tidak riya) maka pahala berkurang dari pahala ibadah yang tersembunyi menjadi pahala ibadah yang terlihat.  Dan pahala amalan yang tersembunyi lebih besar daripada pahala amalan yang terlihat.Diantara mereka ada yang puasa Senin dan Kamis. Ketika diajak makan makan dia menjawab "ini hari apa?" Seakan-akan dia ingin menunjukan bahwa dia biasa puasa Senin Kamis. Seharusnya dia menjawab "saya sedang berpuasa". Diantara mereka ada memandang rendah orang-orang yang tidak berpuasa Senin Kamis.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →