puti nilam suri
📍 Kota Administrasi Jakarta Timur
Wanita yang Berkah
Kebaikan yang paling utama adalah kebaikan disisi Allah SWT. *Kiat Kiat agar menjadi wanita yang berkah*Yang dimaksud dengan keberkahan adalah sesuatu yang banyak kebaikan terkandung didalamnya.Wanita yang terbaik adalah Wanita yang Membawa keberkahan bagi sekelilingnya terutama keluarga, Suami dan anaknya yaitu banyak manfaat bagi Suami dan anaknya.Seorang muslim dan muslimah harus melakukan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk dirinya, orang lain serta agamanya.Cerita Keberkahan Seorang wanita bagi kaumnya ada dalam cerita juwairiyyah, salah satu istri rasulullah SAW.Ketika ia menikah dengan nabi, 100 lebih keluarga budak merdeka karena juwairiyyah.Wanita dengan banyak kebaikan usahakan untuk mengurus anaknya dengan baik, berkata lembut dengan anak. Terdapat kisah wanita menolak lamaran nabi karena mengurus anakWanita yang menolak lamaran Nabi Muhammad SAW karena ingin fokus mengurus anak adalah Fakhitah binti Abu Thalib, yang lebih dikenal dengan julukan Ummu Hani' (beliau juga merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW, putri dari Abu Thalib).Kronologi Singkat PenolakanLamaran Pertama (Masa Jahiliyah): Nabi Muhammad SAW pernah berniat meminang Ummu Hani' sebelum masa kenabian, namun lamaran tersebut ditolak oleh ayahnya, Abu Thalib, karena Ummu Hani' sudah lebih dulu dijodohkan/dilamar oleh Hubairah bin Amr al-Makhzumi (dan kemudian menikahinya serta dikaruniai empat orang anak).Lamaran Kedua (Setelah Fathu Makkah): Setelah peristiwa Pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah), suami Ummu Hani' melarikan diri dan tidak masuk Islam, sehingga Ummu Hani' menjadi ibu tunggal. Nabi Muhammad SAW kembali melamarnya.Alasan Penolakan dan Tanggapan NabiUmmu Hani' menolak lamaran tersebut bukan karena tidak menghormati atau tidak mencintai Rasulullah, melainkan karena tanggung jawabnya yang besar terhadap anak-anaknya:Ia berkata bahwa jika ia sibuk mengurus Nabi, anak-anaknya bisa telantar.Sebaliknya, jika ia fokus mengurus anak-anaknya, ia khawatir tidak bisa menunaikan hak-hak suaminya dengan sempurna.Rasulullah SAW memahami dan membenarkan alasan tersebut. Bahkan, beliau memberikan pujian yang mulia kepada Ummu Hani' dan wanita Quraisy atas kasih sayang mereka kepada anak-anaknya:"Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy. Sangat penyayang terhadap anak-anaknya di waktu kecil, dan sangat pandai menjaga harta suaminya." (HR. Bukhari dan Muslim) Ketika seorang istri diberikan harta oleh suaminya, maka pelihara dan jaga harta tersebut. Dalam memelihara harta tersebut carilah pahala dalam kebaikan kelola harta tersebut karena Allah SWT, jangan boros namun kelola dengan teratur.Rasulullah SAW bersabda:أَعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُنَّ مَئُونَةً"Wanita yang paling besar berkahnya adalah yang paling mudah (ringan) mahar/biayanya." (HR. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)Dalam riwayat lain yang senada disebutkan:"Pernikahan yang paling besar keberkahannya adalah yang paling ringan biayanya." (HR. Ahmad)Maksudnya adalah kemudahan wanita dalam menjalani hidupnya tanpa memberatkan suaminya, karena tau bahwa semua didunia ini akan ada hisabnya.Wanita yang sholehah adalah wanita yang melayani suami karena Allah, maka layanilah suami kita di rumah untuk mencari keridhoan Allah SWT dan suami. Taatlah kepada suami bukan karena bagaimana sifat suami namun karena perinta Allah SWT.Perempuan usahakan bersuara rendah kepada suaminya, lemah lembut terhadap keluarganya.Janganlah wanita terperdaya untuk keluar rumah karena wanita berdiam diri dirumah mendapatkan pahala. Salah satu bentuk keberkahan wanita adalah wanita yang bermanfaat bagi suami dan anak anaknya.Sumber Ceramah Ust Firanda Andirja








