📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 33

Materi 33Kisah empat wanita shalihah yang hidup di zaman Nabi Musa - Ustadz Firanda Hafizhahullaahu1. Ibunda Nabi Musa AlaihissalamLatar Belakang: Nabi Musa lahir di masa ketika Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap seluruh bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil karena adanya ramalan bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak dari kaum tersebut.Kisah & Perjuangan: Saat melahirkan Nabi Musa, ibunya diilhamkan oleh Allah untuk menyusui bayinya terlebih dahulu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah peti (tabut) dan melepasnya ke Sungai Nil. Meskipun menghadapi rasa sedih yang luar biasa dan rasa takut karena bayinya dilepas ke sungai, Allah menguatkan hatinya dengan dua janji: mengembalikan bayinya dan menjadikannya seorang rasul.Hikmah: Melalui rencana Allah, peti tersebut ditemukan oleh istri Firaun. Bayi Musa tidak mau menyusui dari wanita lain, hingga akhirnya kakak perempuan Musa berhasil mengatur agar ibu kandungnya sendiri yang dipekerjakan untuk menyusui dan merawat Musa di istana Firaun secara aman. Kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran dan keyakinan penuh terhadap janji Allah.2. Istri Nabi Musa Alaihissalam (Putri Nabi Syu'aib)Latar Belakang: Setelah tidak sengaja menyebabkan kematian seorang dari kelompok Firaun, Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju negeri Madyan dalam keadaan lelah dan lapar tanpa bekal.Kisah & Perjuangan: Di Madyan, Musa menolong dua orang wanita yang kesulitan mengambil air di sumur karena harus menunggu para pengembala laki-laki selesai. Setelah mendengar cerita tersebut, ayah dari wanita tersebut (Nabi Syu'aib) mengundang Musa ke rumahnya. Salah satu putrinya menggunakan firasat yang kuat untuk menyarankan ayahnya agar mempekerjakan Musa karena dinilai memiliki sifat kuat dan amanah (dibuktikan saat Musa mengangkat tutup sumur yang berat sendirian dan menjaga adab saat berjalan di depan wanita).Hikmah: Nabi Musa akhirnya dinikahkan dengan salah satu putri Nabi Syu'aib setelah bekerja selama beberapa tahun. Kisah ini menyoroti keutamaan wanita shalihah yang memiliki rasa malu yang tinggi, serta pentingnya memilih pasangan yang berorientasi pada kebaikan akhirat.3. Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)Latar Belakang: Asiyah adalah permaisuri Firaun yang hidup dalam kemegahan istana, kemewahan dunia, dan bersuamikan seorang raja yang menganggap dirinya sebagai tuhan.Kisah & Perjuangan: Ketika bayi Musa ditemukan di Sungai Nil, Asiyah sangat menyayanginya dan membujuk Firaun agar tidak membunuh Musa, bahkan mengangkatnya sebagai anak. Kehadiran Musa menjadi jalan bagi Asiyah untuk menerima hidayah dan beriman kepada Allah secara sembunyi-sembunyi. Ketika keimanannya akhirnya diketahui oleh Firaun, ia diancam dan disiksa agar meninggalkan imannya serta ditawari istana yang lebih megah. Namun, Asiyah dengan tegas menolak dan memilih untuk mempertahankan imannya hingga gugur di tangan Firaun.Hikmah: Asiyah diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai teladan bagi orang beriman karena rela meninggalkan segala kemegahan dunia demi keteguhan akidah dan mengharapkan istana di sisi Allah di surga.4. Masyithah (Penyisir Rambut Putri Firaun)Latar Belakang: Masyithah adalah seorang wanita hamba sahaya yang bekerja sebagai tukang sisir rambut putri Firaun. Meskipun hidup di lingkungan istana kekufuran, ia dan anak-anaknya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah.Kisah & Perjuangan: Suatu hari, sisir yang digunakannya terjatuh dan ia tanpa sengaja mengucapkan "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun menegurnya karena menyebut nama Tuhan selain ayahnya (Firaun), namun Masyithah dengan tegas menyatakan bahwa Allah adalah Tuhannya sekaligus Tuhan Firaun. Hal ini dilaporkan kepada Firaun, yang kemudian murka dan menghukum Masyithah beserta anak-anaknya dengan cara memasukkan mereka satu per satu ke dalam sebuah bejana raksasa berisi minyak mendidih.Hikmah: Menjelang detik-detik akhir hidupnya, Masyithah sempat merasa goyah ketika melihat anak-anaknya dilemparkan satu persatu, namun anak bungsunya yang masih menyusui berbicara untuk menguatkan hatinya agar tabah menghadapi siksaan tersebut. Rasulullah SAW bahkan mencium aroma wangi dari makam Masyithah saat peristiwa Isra Mikraj. Kisah ini menunjukkan pengorbanan yang luar biasa dalam mempertahankan keimanan di jalan Allah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

juz 27 dan surah Az zariyat 56

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)Tujuan manusia diciptakan dan dihidupkan di alam semesta hanya satu, yaitu untuk beribadah kepada Allah dan tidak berbuat syirik kepadaNya. Ayat ini juga menunjukkan bahwasanya orang yang dibebani dengan syariat adalah dua makhluk, yaitu jin dan manusia. Mereka dibebani dengan syariat untuk diberi hukuman dan balasan berupa surga dan neraka.Jin memiliki hukum sebagaimana manusia. Para ulama menyebutkan bahwa Allah menyebutkan terlebih dahulu jin dari pada manusia, disebabkan orang-orang musyrikin pada zaman dahulu juga menyembah jin. Karenanya, pada ayat ini Allah mengingatkan bahwa jin adalah ciptaan Allah, bukan tuhan untuk disembah atau diibadahi. Bahkan, para jin juga dibebani untuk beribadah kepada Allah dan tidak berhak untuk disembah. [1]---Catatan kaki:[1] Lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 27/28.p

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah 4 wanita di Zaman Nabi Musa AS

Kisah tentang empat wanita salehah yang memiliki peran sangat penting di sekitar kehidupan Nabi MusaAS adalah:1. Ibunda Nabi Musa​Peran: Ibu kandung yang penuh pengorbanan.​Kisah: Ketika Firaun memerintahkan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir, Allah memberi petunjuk kepada Yukabad untuk menghanyutkan bayi Musa kecil ke Sungai Nil menggunakan sebuah peti. Dengan ketabahan luar biasa, ia mempercayakan keselamatan anaknya kepada Allah, hingga akhirnya Allah mempertemukan kembali bayi Musa dengan ibunya sendiri untuk disusui di istana Firaun.2. Asiyah binti Muzahim (Istri Firaun)​Peran: Ibu angkat yang menyelamatkan dan membesarkan Nabi Musa AS.​Kisah: Asiyah adalah wanita mulia yang terjebak menjadi istri seorang raja tiran (Firaun). Saat peti berisi bayi Musa ditemukan di sungai, Asiyah membujuk Firaun agar tidak membunuhnya, melainkan menjadikannya anak angkat. Ketika Musa tumbuh dewasa dan membawa ajaran tauhid, Asiyah diam-diam beriman kepada Allah. Meskipun ia disiksa kejam oleh suaminya sendiri (Firaun), ia tetap teguh mempertahankan imannya hingga wafat sebagai syahidah. Asiyah juga termasuk ke dalam 4 Wanita Mulia yang Dijamin Surga.3. Istri Nabi Musa AS​Peran: Pendamping hidup Nabi Musa AS.​Kisah: Putri dari Nabi Syuaib AS (yang tinggal di Madyan). Ia dikisahkan sebagai wanita yang pemalu, santun, dan menjaga kehormatan diri. Saat ia dan saudaranya kesulitan mengambil air di sumur karena berdesakan dengan para gembala pria, Nabi Musa datang membantu mereka. Kebaikan dan sifat amanah Nabi Musa membuatnya dijodohkan dengan salah satu putrinya.4. Masyithah (Penyisir Rambut Putri Firaun)​Peran: Wanita teladan yang teguh mempertahankan keimanan.​Kisah: Masyithah bekerja sebagai penyisir rambut anak perempuan Firaun. Suatu hari siswanya terjatuh dan ia menyebut nama Allah saat mengambilnya. Kejadian itu dilaporkan kepada Firaun. Dengan kejam, Firaun mengancam dan memasukkan Masyithah beserta anak-anaknya ke dalam kuali berisi minyak yang mendidih. Ia tetap teguh memilih keimanan kepada Allah di atas segalanya hingga syahid bersama buah hatinya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat 4/11 Tafsir Ibnu Katsir  QS. Al-Ĥashr: 18

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Ĥashr: 18يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَArtinya:“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."Makna Umum AyatAyat ini merupakan seruan Allah kepada orang-orang beriman agar:Bertakwa kepada Allah, dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.Melakukan evaluasi terhadap diri sendiri, dengan memperhatikan amal apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat.Menyadari kedekatan hari akhir, yang disebut dengan ungkapan “hari esok”.Mengulangi ketakwaan, karena manusia membutuhkan ketakwaan dalam seluruh keadaan dan amalnya.Meyakini bahwa Allah mengetahui seluruh amal, baik yang besar maupun kecil, yang tampak maupun tersembunyi.Para mufasir menjelaskan bahwa ayat ini bukan sekadar anjuran untuk mengingat akhirat secara umum. Ayat ini memerintahkan seorang mukmin untuk memeriksa secara nyata: amal apakah yang telah ia lakukan, apakah amal itu menyelamatkannya atau justru membinasakannya.Penjelasan Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan dasar dalam melakukan muhasabah, yaitu seseorang menghitung dan mengevaluasi dirinya sebelum datang hari perhitungan. Beliau menukil hadis tentang sedekah ketika Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam melihat sekelompok orang miskin dari Mudhar datang dalam keadaan kekurangan. Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam kemudian mendorong para sahabat untuk bersedekah. Para sahabat pun datang membawa sedekah, hingga terlihat kegembiraan pada wajah Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.Di antara lafaz hadis yang dinukil Ibnu Katsir:“Barang siapa memulai suatu sunnah yang baik dalam Islam, maka ia memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa memulai suatu sunnah yang buruk dalam Islam, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelah itu, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”Ibnu Katsir menyebutkan bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui jalur Syu‘bah, dari ‘Aun bin Abi Juhaifah, dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya Jarir bin ‘Abdillah Radhiyallahu 'Anhu.Dalam penjelasannya terhadap ayat ini, Ibnu Katsir menegaskan:Takwa mencakup menjalankan perintah dan meninggalkan larangan.Setiap orang harus melihat apa yang telah ia simpan untuk hari perjumpaan dengan Allah.Pengulangan perintah takwa merupakan penegasan.Allah mengetahui semua keadaan dan amal manusia; tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.Catatan: hadis “barang siapa memulai sunnah yang baik” dalam konteks yang dinukil Ibnu Katsir berkaitan dengan menghidupkan dan memulai praktik kebaikan yang memiliki dasar dalam syariat, yaitu sedekah. Ia tidak menjadi dalil untuk membuat-buat ibadah baru yang tidak memiliki landasan syariat.Relevansi dalam kehidupanDalam IbadahJangan hanya menghitung berapa banyak ibadah yang dilakukan, tetapi periksa pula:Apakah salat dikerjakan tepat waktu?Apakah hati hadir dalam ibadah?Apakah amal dilakukan ikhlas?Apakah ibadah melahirkan ketakwaan dan akhlak yang lebih baik?Dalam Pekerjaan Seseorang perlu bertanya:Apakah penghasilannya halal?Apakah ia menipu, mengurangi timbangan, atau mengambil hak orang?Apakah pekerjaannya membawa manfaat atau kerusakan?Apakah ia menjaga amanah ketika tidak diawasi manusia?Dalam Keluarga Ayat ini mengajarkan agar seseorang tidak hanya menuntut hak, tetapi juga memeriksa kewajibannya:Apakah ia telah berbuat baik kepada pasangan?Apakah ia mendidik anak dengan benar?Apakah ia menjaga lisan dari penghinaan dan kekerasan?Apakah ia menyambung silaturahmi?Dalam Penggunaan Teknologi dan Sosial Media Setiap unggahan, komentar, pesan, dan tontonan dapat menjadi bagian dari “apa yang dikirimkan untuk hari esok”.Sebelum berbicara atau membagikan sesuatu, hendaknya seseorang bertanya:Apakah ini benar?Apakah ini bermanfaat?Apakah ada ghibah, fitnah, penghinaan, atau provokasi?Apakah saya rela melihat catatan ini pada hari Kiamat?Dalam Menghadapi Dosa Masalalu Ayat ini tidak mengajarkan seseorang untuk tenggelam dalam penyesalan tanpa tindakan. Muhasabah harus menghasilkan perbaikan:Dosa dikenali.Pintu maksiat ditutup.Tobat dilakukan.Amal saleh ditingkatkan.Hak manusia dikembalikan.Kesimpulan QS. Al-Ĥashr ayat 18 adalah ayat tentang takwa, kesadaran akan akhirat, dan muhasabah. Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk tidak hidup tanpa arah dan tanpa pemeriksaan diri. Setiap amal sedang dikirim menuju hari perjumpaan dengan Allah.Tadabbur utama ayat ini adalah:Periksalah amal sebelum datang hari ketika amal itu diperiksa; perbaikilah bekal sebelum datang hari ketika tidak ada kesempatan untuk menambahnya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

HSI - Halaqah 113 - Dalil Keenam Riwayat Ibnu Wadhdhah (Bagian 1)

Halaqah 113Bab 12 - Keasingan Islam dan Keutamaan Orang-Orang yang AsingDalil Keenam Riwayat Ibnu Wadhdhah (Bagian 1)(Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)​Pemateri: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A hafizhahullāhu ta'ālaLanjutan pembahasan Dalil Kelima (atsar Abu Tsalabah Al-Khusyani radhiyallahu 'anhu dari Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam) mengenai penegasan pelipatan pahala amal di akhir zaman. Pelurusan pemahaman yang menyimpang dari sebagian kelompok yang salah kaprah. Dalil yang Disampaikan (Al-Qur'an & Hadist)Surat Al-Ma'idah Ayat 105​يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَيۡكُمۡ أَنفُسَكُمۡۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا ٱهۡتَدَيۡتُمۡ​Konteks Penjelasan:Diluruskan maknanya bahwa ayat ini mewajibkan amar ma'ruf nahi mungkar sebagai bagian dari hidayah dan penjagaan diri.Surat Al-Ma'idah Ayat 78–79 (Sebab Laknat Bani Israil):​لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ... كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرٖ فَعَلُوهُۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ​Konteks Penjelasan: Peringatan akibat buruk meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar yang mendatangkan laknat.Surat Al-A'raf: 164 (Alasan Menasihati):قَالُواْ مَعۡذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمۡ​Konteks Penjelasan: Prinsip para penyeru kebaikan untuk menggugurkan kewajiban di hadapan Allah ﷻ.Surat Al-Anfal Ayat 25:​وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً​Konteks Penjelasan: Peringatan akan datangnya azab/fitnah yang dapat merata menimpa orang zalim maupun yang diam tidak mencegahnya.Kaidah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar (Hadis Umum):مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ... وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ​Konteks Penjelasan: Tingkatan pengubahan kemungkaran yang wajib dilakukan sesuai kemampuan (tangan, lisan, hati).Riwayat Ibnu Wadhdhah & Status Hadis:Ibnu Wadhdhah meriwayatkan makna hadits ini dari Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.​Syaikh Al-Albani rahimahullah menjelaskan dalam Silsilah Ash-Shahihah bahwa sebagian lafadz di awal riwayat tersebut dinilai dhaif, namun potongan lafadz mengenai hari-hari kesabaran (فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ) serta pelipatan pahala (ajru khamsina minkum) adalah hadits yang thabit (sahih), yang juga dikeluarkan oleh Ibnu Nashr dalam As-Sunnah.Makna Sebenarnya dari Ayat “Alaikum Anfusakum”:Ayat عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ tidak boleh diartikan secara egois (lepas tangan atau tidak peduli dengan orang lain).​Justru di antara bentuk perhatian seseorang terhadap dirinya sendiri (alaikum anfusakum) adalah dengan menjalankan kewajiban amar ma'ruf nahi mungkar.​Seseorang yang beramar ma'ruf nahi mungkar sedang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dari azab Allah ﷻ, sebagaimana umat terdahulu yang diselamatkan adalah mereka yang melarang dari kemungkaran (yanhauna 'anil fasad).​Ketika umat Bani Israil meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar, mereka dilaknat (QS. Al-Ma'idah: 78–79).​Ketika diingatkan mengapa mereka tetap menasihati orang-orang yang ditakdirkan hancur, mereka menjawab: مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ ("Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) di hadapan Rabbmu" — QS. Al-A'raf: 164).Konsep Keselamatan Kolektif vs Azab:Amar ma'ruf nahi mungkar adalah bentuk perlindungan agar siksaan/fitnah umum tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja (lā tushibannalladzīna zhalamū minkum khāshshah — QS. Al-Anfal: 25).​Makna إِذَا اهْتَدَيْتُمْ (apabila kalian telah mendapat petunjuk) mencakup kesempurnaan petunjuk, yaitu dengan menjalankan ilmu dan berdakwah menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Apabila kewajiban ini sudah ditunaikan, kesesatan orang lain tidak akan memudaratkan diri kita.KesimpulanPemahaman yang benar terhadap ayat “Alaikum anfusakum” adalah perintah untuk tetap melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar, bukan sikap apatis atau egois membiarkan kerusakan di masyarakat.​Menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar adalah bentuk perlindungan diri agar terhindar dari murka dan azab Allah ﷻ yang dapat menimpa suatu kaum secara umum.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 33 Kisah Empat Wanita Di Zaman Nabi Musa 'Alaihissalam

“Kisah Empat Wanita Di Zaman Nabi Musa 'Alaihissalam”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AMembaca sejarah atau perjalanan hidup orang-orang shaleh terdahulu merupakan salah satu metode terbaik untuk membangkitkan semangat dalam beribadah dan beramal saleh.​Kajian ini mengisahkan empat wanita sholehah yang hidup di masa pemerintahan Firaun:​Ibunda Nabi Musa 'alaihissalam​Istri Nabi Musa 'alaihissalam (Putri Nabi Syu'aib 'alaihissalam)​Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)​Masyithah (Tukang sisir rambut putri Firaun)Wanita Pertama:Ibunda Nabi Musa 'AlaihissalamNabi Musa lahir di tengah situasi genting ketika Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki dari Bani Israil setelah mendengar ramalan bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak dari kalangan Bani Israil.Ilham & Perintah Allah:Allah memberikan ilham kepada ibunda Musa untuk menyusui Musa terlebih dahulu agar bayi tersebut mengenali dan terbiasa dengan air susunya, kemudian meletakkannya di dalam peti/keranjang dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.​Janji Allah yang Ditepati: Allah menjanjikan dua hal kepada sang ibu:​Akan mengembalikan bayi Musa kepadanya.​Akan menjadikan Musa seorang Rasul.​Peran Kakak Musa:Kakak perempuan Nabi Musa mengikuti dan mengawasi jalannya keranjang dari kejauhan hingga keranjang tersebut ditemukan oleh keluarga istana Firaun.​Kasih Sayang Asiyah:Bayi Musa langsung dicintai oleh setiap orang yang melihatnya, termasuk Asiyah (istri Firaun) yang membujuk Firaun agar tidak membunuhnya dan menjadikannya anak angkat.​Reuni Keluarga: Bayi Musa menolak semua air susu dari para wanita penyusu di istana. Berkat siasat sang kakak, ibunda Musa akhirnya dipanggil ke istana untuk menyusuinya, sehingga Allah mengembalikan Musa kepada ibunya secara resmi sekaligus digaji oleh istana Firaun.​Pelajaran: Kesabaran yang luar biasa dari seorang ibu dalam menghadapi ujian berat, serta keyakinan mutlak pada janji Allah SWT.Wanita Kedua: Istri Nabi Musa 'Alaihissalam (Putri Nabi Syu'aib)Kisah Pertemuan:Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju Madyan setelah tidak sengaja menyebabkan kematian seorang lelaki Qibti. Di sebuah sumur di Madyan, Musa menolong dua orang wanita penggembala yang kesulitan mengambil air karena harus antre di belakang para lelaki yang kurang berakhlak.​Firasat Kuat (Pujian Ibnu Mas'ud):​Nabi Syu'aib (ayah dari kedua wanita tersebut) mengutus salah satu putrinya untuk memanggil Nabi Musa dengan cara berjalan penuh rasa malu (tamsi ‘alal istihya').​Salah satu putri Syu'aib memiliki firasat yang sangat kuat dan berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, pekerjakanlah dia (Musa), sesungguhnya orang terbaik yang kamu pekerjakan adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."​Kekuatan Musa terbukti saat ia mengangkat batu penutup sumur yang biasanya diangkat oleh banyak orang sendirian, dan sifat amanahnya terbukti dari cara Musa berjalan di depan (menjaga pandangan) sementara sang wanita memberikan petunjuk arah di belakang dengan lemparan kerikil.​Pernikahan: Nabi Syu'aib menikahkan Nabi Musa dengan putrinya dengan mahar bekerja sebagai pengembala/pekerja selama 8 hingga 10 tahun.​Pelajaran: Sifat malu adalah perhiasan terbaik bagi wanita, dan pentingnya mencari pasangan yang memiliki kekuatan iman serta sifat amanah.Wanita Ketiga: Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)​Peran dalam Menyelamatkan Musa: Asiyah adalah sosok yang membela bayi Musa agar tidak dibunuh oleh Firaun dan merawatnya dengan penuh kasih sayang di istana.​Keimanan di Tengah Kemegahan: Meskipun hidup sebagai permaisuri raja diraja (Firaun) yang sangat kaya raya, berkuasa, dan mengaku sebagai tuhan, Asiyah memilih untuk beriman kepada Allah Subḥānahu wataʿālā setelah melihat kebenaran pada diri Nabi Musa.​Keteguhan & Doa yang Diabadikan Al-Qur'an:Ketika keimanannya terbongkar, Firaun menyiksanya dan menawarkan kemegahan istana jika ia mau murtad. Asiyah menolak tegas dan berdoa kepada Allah (diabadikan dalam Surah At-Tahrim ayat 11):​"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."​Pelajaran:Rela meninggalkan kemewahan dunia demi mempertahankan keimanan kepada Allah SWT.Wanita Keempat: Masyithah (Tukang Sisir Putri Firaun)Masyithah adalah seorang wanita beriman yang bekerja sebagai penyisir rambut putri Firaun. Suatu hari, saat menyisir rambut, sisirnya terjatuh dan ia membaca "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun protes, mengira yang dimaksud adalah ayahnya (Firaun). Masyithah dengan tegas menyatakan bahwa Tuhannya dan Tuhan Firaun adalah Allah Subḥānahu wataʿālā.​Penyiksaan & Kepedihan Terbesar: Firaun yang murka memerintahkan agar disiapkan sebuah kuali/panci raksasa berisi minyak panas mendidih. Ujian terberat bagi Masyithah bukanlah dirinya sendiri, melainkan anak-anaknya yang disiksa dan dilemparkan satu per satu ke dalam minyak panas di depan matanya untuk menggoyangkan imannya.​Keajaiban Bayi yang Berbicara: Ketika tiba giliran anak terakhirnya yang masih menyusu dan Masyithah sempat ragu karena belas kasihan seorang ibu, sang bayi mendadak berbicara: "Wahai ibuku, masuklah (ke dalam kuali), sesungguhnya siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat."​Wasiat Terakhir: Masyithah meminta kepada Firaun agar tulang-belulang dirinya dan anak-anaknya dikumpulkan dalam satu kain dan dikuburkan bersama. Firaun menyetujuinya.​Harumnya Surga: Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam mencium aroma yang sangat wangi saat peristiwa Isra' Mi'raj, lalu diberitahu oleh Malaikat Jibril bahwa itu adalah aroma wangi dari makam Masyithah dan anak-anaknya.​Pelajaran: Keteguhan akidah yang luar biasa di bawah ancaman fisik dan psikologis yang paling mengerikan (ancaman terhadap keselamatan anak-anak tercinta).Kesimpulan Perjuangan & Kesabaran:Keempat wanita mulia ini membuktikan bahwa iman yang kokoh mampu melewati berbagai bentuk ujian hidup yang sangat berat—mulai dari rasa takut kehilangan anak (Ibunda Musa), keterasingan dan kesederhanaan (Istri Musa), godaan kemewahan dunia (Asiyah), hingga siksaan fisik dan kehilangan anak di jalan Allah (Masyithah).​Hakikat Dunia: Dunia adalah tempat beramal dan berjuang, dimana jalan menuju surga seringkali diliputi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu, namun mendatangkan ridha Allah Subḥānahu wataʿālā di akhirat kelak.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

Catatan KajianKisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa عليه السلامUstadz Firanda AndirjaIbu Nabi MusaNabi Musa عليه السلام lahir pada masa kekejaman Fir'aun. Saat itu, Fir'aun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil karena khawatir kekuasaannya akan diruntuhkan oleh seorang anak dari kalangan mereka.A. Perintah Allah kepada Ibu Nabi MusaKetika melahirkan Nabi Musa, Allah memberikan ilham kepada ibunya untuk menyusui Musa terlebih dahulu. Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk memasukkan Musa ke dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.Meskipun terasa sangat berat bagi seorang ibu untuk melepaskan bayinya ke sungai, Allah meneguhkan hatinya dengan janji:"Janganlah engkau takut dan janganlah bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul."B. Musa Kembali kepada IbunyaPeti yang berisi bayi Musa ditemukan oleh keluarga Fir'aun. Atas izin Allah, istri Fir'aun jatuh cinta kepada bayi Musa dan meminta agar Musa tidak dibunuh.Bayi Musa kemudian menolak semua air susu dari perempuan lain. Hingga akhirnya, atas saran saudara perempuan Musa, ia kembali disusukan kepada ibu kandungnya sendiri di istana Fir'aun.Kisah ini menunjukkan bahwa Allah mampu memberikan jalan keluar dari keadaan yang paling sulit. Kesabaran dan tawakal kepada Allah menjadi sebab datangnya pertolongan-Nya.Istri Nabi Musa عليه السلامA. Pertemuan dengan Nabi MusaSetelah tidak sengaja membunuh seorang laki-laki dari kaum Fir'aun, Nabi Musa meninggalkan Mesir dan melarikan diri menuju Madyan tanpa membawa bekal.Sesampainya di Madyan, beliau mendapati dua orang wanita yang sedang kesulitan mengambil air untuk ternak mereka karena harus menunggu para penggembala laki-laki selesai mengambil air.Nabi Musa kemudian membantu kedua wanita tersebut mengambil air untuk ternak mereka.B. Sifat Malu dan Menjaga KehormatanKetika Nabi Musa diundang ke rumah ayah kedua wanita tersebut, salah seorang putrinya menyampaikan kepada ayahnya agar mempekerjakan Musa.Ia menyebutkan dua sifat utama yang dimiliki Musa, yaitu kuat dan amanah.Kuat: Terlihat dari kemampuannya mengangkat batu penutup sumur seorang diri.Amanah: Terlihat dari sikapnya ketika berjalan bersama wanita tersebut. Ia menjaga pandangannya dan meminta wanita itu berjalan di depan untuk menunjukkan jalan.C. Pernikahan dengan Nabi MusaNabi Musa akhirnya menikah dengan salah satu putri tersebut. Mahar pernikahannya adalah bekerja sebagai penggembala selama delapan hingga sepuluh tahun.Kisah ini memberikan pelajaran tentang pentingnya memilih pasangan yang memiliki agama dan akhlak yang baik, serta memiliki sifat malu dan menjaga kehormatan diriAsiyah binti Muzahim (Istri Fir'aun)A. Keimanan di Tengah KekufuranAsiyah adalah istri Fir'aun, seorang penguasa Mesir yang mengaku sebagai tuhan.Meskipun hidup dalam kemegahan, kekayaan, dan istana yang mewah, Asiyah memiliki hati yang bersih dan memilih untuk beriman kepada Allah serta mengikuti ajaran Nabi Musa.Keimanannya harus disembunyikan dari Fir'aun.B. Keteguhan Mempertahankan ImanKetika Fir'aun mengetahui keimanan istrinya, ia menyiksa Asiyah dan memberinya pilihan: tetap menikmati kemegahan istana dengan meninggalkan keimanannya atau menerima siksaan hingga meninggal dunia.Namun, Asiyah memilih mempertahankan keimanannya dan tidak tergoda oleh kemewahan dunia.Masyithah (Tukang Sisir Putri Fir'aun)A. Keimanan MasyithahMasyithah adalah seorang wanita yang bekerja menyisir rambut putri Fir'aun.Suatu ketika, sisir yang digunakannya terjatuh. Saat mengambilnya, ia mengucapkan, "Bismillah."Putri Fir'aun kemudian bertanya, "Apakah yang engkau maksud adalah ayahku (Fir'aun)?"Masyithah menjawab, "Bukan. Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah."B. Ujian KeimananPutri Fir'aun melaporkan perkataan tersebut kepada ayahnya. Fir'aun yang murka kemudian memanggil Masyithah beserta anak-anaknya.Fir'aun menyiapkan sebuah kuali besar berisi minyak yang mendidih dan mengancam akan memasukkan anak-anak Masyithah ke dalamnya satu per satu apabila ia tidak meninggalkan keimanannya.Masyithah tetap teguh mempertahankan keimanannya. Namun, ketika melihat anaknya yang masih menyusu hendak dilemparkan ke dalam kuali, hatinya hampir goyah karena beratnya ujian tersebut.C. Keteguhan Masyithah dan AnaknyaDalam kisah yang masyhur, bayi Masyithah berbicara atas izin Allah untuk menguatkan ibunya agar tetap bersabar.Bayi tersebut mengingatkan bahwa siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat.Masyithah kemudian meminta agar tulang-tulangnya kelak dikumpulkan dalam satu kuburan bersama anak-anaknya.D. Kisah Masyithah dalam Peristiwa Isra' Mi'rajDalam riwayat yang masyhur tentang peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad ﷺ mencium aroma yang sangat harum dari langit.Malaikat Jibril menjelaskan bahwa aroma tersebut berasal dari makam Masyithah, suami, dan anak-anaknya yang mempertahankan keimanan mereka.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Mengapa Nabi Muhammad ﷺ sangat Mencintai Khadijah? Bagian 3

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺMengapa Nabi Muhammad ﷺ sangat Mencintai Khadijah?Bagian 35. Khadijah adalah wanita yang tegar.Ketika sang suami pulang dengan berbagai kesulitan dan kegelisahan yang menyertainya, Khadijah dengan penuh ketegaran hati menghibur dan menenangkan hati beliau ﷺ. Sangat berbeda dengan sebagian istri yang malah semakin menambah beban sang suami yang sudah bungkuk menanggung beban kehidupan.Tatkala wahyu pertama datang, Nabi ﷺ pun ketakutan dan segera turun dari gua Hira menuju rumah Khadijah, lantas berkata,“Sungguh aku mengkhawatirkan diriku, wahai Khadijah.”Khadijah pun menenteramkan hati suaminya seraya berkata,“Janganlah engkau khawatir! Justru, bergembiralah! Demi Allah, Allah selamanya tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah sungguh engkau adalah seorang yang biasa menyambung tali silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, menolong orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong mereka yang terkena musibah.”Saudaraku, perhatikan bahwa Khadijah hanya mengalami masa-masa sulit dari Islam. Beliau hanya menyaksikan fase-fase awal dari dakwah sang suami, Muhammad ﷺ. Beliau telah wafat 3 tahun sebelum Rasulullah ﷺ berhijrah, sebelum kemenangan demi kemenangan diraih oleh umat Islam. Bahkan para ahli sejarah menyebutkan bahwa Khadijah dikucilkan oleh temantemannya, para wanita Quraisy. Mereka yang dahulunya saling akrab, akhirnya menjauhi dan mencemooh Khadijah, lantaran ia memilih beriman kepada sang suami ﷺ. Para wanita pasti tahu rasanya dikucilkan oleh teman-teman dekat mereka, sungguh bukanlah perkara yang mudah. Para ulama mengatakan, bahwa seakan Allah جل جلاله hendak menangguhkan segala balasan atas kebaikan dan jasa Khadijah di Akhirat. Mungkin saja beliau I tidak merasakannya di dunia, karena Allah جل جلاله telah melipatgandakannya untuknya di Akhirat kelak.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 84

Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah : 84Janganlah ernah engkau (wahai Rasul) menyalatkan jenazah seorang pun yang mati dari orang-orang munafik selamanya. Dan jangan pernah engkau berdiri di kuburannya untuk mendoakannya. Karena mereka adalah orang-orang yang kufur terhadap Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. Hukum ini umum berlaku bagi siapa saja yang diketahui kemunafikannya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 33 Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

Materi 33Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa عليه السلامPembahasan:1. Ibunda Nabi Musa2. Istri Nabi Musa3. Istri Fir'aun4. Masitoh---1. IBUNDA NABI MUSA عليه السلامA. Nasab Nabi Musa- Nama Nabi Musa adalah Musa bin Imran.- Nabi Musa memiliki seorang kakak bernama Nabi Harun عليه السلام.- Kisah ibunda Nabi Musa disebutkan dalam Surah Al-Qashash.B. Allah Memberikan Ilham kepada Ibunda Nabi MusaAllah memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa ketika Fir'aun memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil.QS. Al-Qashash: 7"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'"Tahapan yang dilakukan ibunda Nabi Musa:1. Menyusui Nabi Musa.2. Ketika khawatir keselamatannya, Allah mengilhamkan agar Musa dimasukkan ke dalam peti atau keranjang.3. Kemudian peti tersebut dihanyutkan ke Sungai Nil.4. Ibunya diperintahkan agar tidak takut dan tidak bersedih, karena Allah akan mengembalikan Musa kepadanya dan menjadikannya seorang rasul.C. Nabi Musa Ditemukan oleh Keluarga Fir'aun- Peti yang berisi Nabi Musa ditemukan oleh keluarga Fir'aun.- Istri Fir'aun melihat bayi Musa dan Allah menanamkan rasa cinta kepadanya.- Istri Fir'aun meminta agar bayi Musa tidak dibunuh dan ingin menjadikannya sebagai anak.QS. Al-Qashash: 9"Dan istri Fir'aun berkata, '(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya. Mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita ambil dia menjadi anak.'"D. Allah Mengembalikan Nabi Musa kepada Ibunya- Kakak perempuan Musa mengikuti perjalanan peti tersebut untuk mengetahui nasib adiknya. Kemudian ia kabarkan kepada ibunya. - Allah kokohkan hati ibunya Musa agar tidak berbicara bahwa itu anaknya- Allah menghalangi Musa untuk menyusu kepada perempuan lain.- Akhirnya Nabi Musa kembali kepada ibunya sendiri.- Ibunda Musa kemudian dapat menyusui anaknya dan tinggal di lingkungan istana Fir'aun untuk menyusui Musa.Dalil: QS. Al-Qashash: 10–13.Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar hatinya menjadi tenang dan tidak bersedih, serta agar ia mengetahui bahwa janji Allah benar.---Pelajaran :- Sabar dan Tawakal kepada Allah, bahwa janji Allah itu benar2. ISTRI NABI MUSA عليه السلامA. Tiga Orang yang Memiliki Firasat KuatDiriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه:"Orang yang paling kuat firasatnya ada tiga."1. Al-Aziz (pembesar Mesir) ketika melihat Nabi Yusuf, kemudian berkata kepada istrinya agar memperlakukan Yusuf dengan baik. (QS. Yusuf: 21).2. Putri seorang laki-laki saleh di Madyan ketika melihat Nabi Musa dan berkata kepada ayahnya agar mempekerjakan Musa. (QS. Al-Qashash: 26).3. Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه ketika memilih Umar bin Khattab رضي الله عنه sebagai khalifah penggantinya.Catatan: Yang dimaksud pada poin kedua adalah putri laki-laki saleh di Madyan, yang kemudian menjadi istri Nabi Musa.B. Awal Pertemuan Nabi Musa dengan Calon Istrinya- Suatu hari Nabi Musa keluar dan melihat dua orang sedang berkelahi.- Salah satunya berasal dari Bani Israil, sedangkan yang lainnya berasal dari kaum Fir'aun.- Orang dari Bani Israil meminta pertolongan kepada Nabi Musa.- Nabi Musa menolongnya dengan memukul lawannya dengan pukulan ringan namun ternyata langsung mati- Nabi Musa dicari-cari segerombolan kaum Fir'aun karena telah membunuh salah seorang dari suku mereka- Nabi Musa kabur dan tibala ia di negeri Madyan- Nabi Musa mendapati orang-orang sedang di sekitar sumur mencari air untuk memberi minum hewan-hewan mereka- Di antara sekelompok laki-laki ada 2 orang wanita yang menghalangi kambing mereka minum- Nabi Musa kasian melihatnya dan mendatanginya "ada apa gerangan"- Wanita tersebut berkata "kami tidak bisa mengambil air sampai laki-laki semua pergi, kenapa kami harus ambil air karena orang tua kami sudah tua. - Nabi Musa pun menolong mereka mengambilkan air untuk mereka- Nabi Musa berteduh lalu berdo'a " Ya Allah aku sangat butuh kebaikan darimu karena aku sangat fakir"- Nabi Musa diminta datang ke rumah wanita tersebut karena ayahnya ingin memberi upah- Wanita tersebut berkata kepada ayahnya "wahai ayah pekerjakanlah orang tersebut sesungguhnya  orang yang layak engkau pekerjakan adalah orang yang kuat dan amanah- Kemudian ayah putri tersebut menawarkan bagaiamana jika kau menikah dengan salah satu putrinya " Maukah engkau menikah dengan putriku dengan syarat maharnya engkau bekerja 8 tahun menjadi tukang kebun"- Nabi Musa menyetujuinya3. Asiyah bintu Muzahim (istri Fir'aun) - Ketika Musa kecil diambil pembantunya dan dibawa ke istrinya Fir'aun- Istri Fir'aun berkata "Wahai Fir'aun ini anak akan buat aku bahagia dan kamu bahagia, semoga ini anak bermanfaat untuk kita atau kita jadikan anak angkat"- Perkataan Aisyah benar kehadiran Musa membuat dia jadi beriman. Awalnya dia menyembunyikan keimanannya sampai akhirnya ketahuan oleh Fir'aun- Fir'aun marah besar dan mengancam akan membunuhnya. Aisyah memilih meninggal daripada hidup dalam kekafiran. Allah abadikan dalam Alquran :Ketika dia berdoa "Wahai Rabbku Bangunkanlah untukku disisiMu istana di surga, selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya"4. Masyitoh (Penyisir) rambut putrinya Fir'aun- Masyitoh bukan nama tapi artinya penyisir rambut- Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda ketika Isra Mi'raj Nabi mencium aroma wangi, Nani bertanya kepada Jibril aroma apakah ini? Jibril menjawab aroma dari Masyitoh penyisir rambu putri Fir'aun. Nabi bertanya apa cerita gerangan tentang penyisir rambut putri Fir'aun? - Jibril bercerita "ketika dia menyisir rambut putrinya Fir'aun suatu hari tiba-tiba besi yang digunakan untuk menyisir jatuh maka dia berkata "Bismillah"- Kemudian putri Fir'aun tersebut melaporkan kepada ayahnya. Fir'aun pun ngamuk dan panggil wanita tersebut

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Fath: 1–3 — Di Balik Kesabaran Ada Kemenangan

Ayat:إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا ۝ لِّيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا ۝ وَيَنصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًاArtinya:“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, agar Allah memberikan ampunan kepadamu atas dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukkanmu ke jalan yang lurus, dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat.”

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 33 Kisah 4 wanita di zaman Nabi Musa

Ustadz Firanda Andirja.Siroh tentang Nabi Musa AS,di zaman beliau ada 4 wanita mulia dan sholihah yang taat kepada perintah Alloh SWT dan bersabar dalam menjalani kehidupan yang telah Alloh takdirkan,hidup pada zaman kesulitan,dan kebengisan yang dilakukan oleh Firaun.keempat wanita itu adalah:1.ibunya Nabi Musa,dikisahkan dalam surat at thoha dan al qoshos,musa bin Imron lahir pada masa Fir'aun menguasai kota mesir,beliau lahir dari seorang ibu yg hebat dan mulia,sesaat setelah lahir ibunya harus mengikhlaskan musa untuk di alirkan diatas sungai nilai,sampai akhirnya istri Firaun dan Firaun mengangkat musa menjadi anak angkatnya.2.istrinya Nabi musa,beliau memiliki firasat yang kuat,oleh karenanya istri Nabi musa berkata bahwa Nabi musa adalah orang yang kuat dan amanah.3.asiyah istri firaun,beliau rela dan memilih meninggal ditangan suaminya sendiri,dari pada harus memilih untuk menyembah firaun dan menjadi kafir,beliau rela meninggalkan kemegahan dunia krn taat kepada Alloh dan meminta kepada Alloh untuk dibuatkan istana di syurga.4.masitoh atau penyisir rambut putri nya firaun,beliau dibakar bersama anak2 nya karena mengakui hanya Alloh yang berhak untuk disembah dan di ibadahi, mendengar itu firaun marah dan membakar nya bersama anak2 nya.beluau tidak mau menyembah firaun,dan hanya mau menyembah Alloh,dan tidak menyekutukan Alloh dengan apapun.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah 4 wanita Sholehah zaman Firaun

kisah empat wanita salehah yang hidup di bawah kebengisan rezim Firaun, yang dapat dijadikan teladan dalam keteguhan iman, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah:1. Ibunda Nabi MusaWanita yang dikaruniai ketabahan luar biasa saat harus melahirkan Nabi Musa di tengah ancaman pembunuhan bayi laki-laki oleh Firaun. Berdasarkan petunjuk Allah, ia dengan penuh keimanan menghanyutkan bayi Musa ke Sungai Nil, hingga akhirnya Allah menepati janji-Nya untuk mengembalikan Nabi Musa ke pelukannya serta melindunginya di istana musuh.2. Istri Nabi Musa (Safurah)Putri Nabi Syu'aib yang dikenal memiliki firasat kuat, cerdas, dan menjunjung tinggi kehormatan. Ia menyarankan ayahnya untuk mempekerjakan Nabi Musa karena sifatnya yang kuat dan amanah, yang kemudian berujung pada pernikahannya dengan Nabi Musa dan mendampinginya dalam perjalanan hidup yang penuh liku.3. Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)Permaisuri Firaun yang hidup dalam kemegahan dunia, namun memilih untuk beriman kepada dakwah Nabi Musa. Meskipun menghadapi ancaman siksaan dan kematian dari suaminya sendiri, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya dan memohon kepada Allah untuk dibangunkan sebuah istana di surga.4. Masyitoh (Penyisir Rambut Putri Firaun)Seorang wanita salehah yang bekerja di istana Firaun dan teguh mempertahankan keyakinannya kepada Allah meskipun harus menghadapi ujian yang sangat berat, di mana ia dan anak-anaknya dihukum dengan cara dilemparkan ke dalam kuali berisi minyak panas. Ketabahannya diabadikan dan dikenang melalui harumnya aroma yang tercium saat peristiwa Isra Mikraj.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa | Ustadz Dr. Firanda Andirja

1. Ibunda Nabi Musa (Yukabad) – Teladan Sabar & TawakalIbunda Nabi Musa mewakili potret seorang ibu yang diuji dengan ujian perasaan yang sangat dahsyat, namun menghadapinya dengan kepasrahan total kepada Allah SWT.Latar Belakang & KisahTeror Fir'awn: Lahir di masa ketika Fir'awn mengeluarkan ketetapan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki Bani Israil karena ramalan dukun kerajaan.Janji dan Perintah Allah: Allah mengilhamkan kepada Yukabad untuk menyusui Musa, dan jika merasa khawatir, ia diperintahkan untuk menghanyutkannya ke Sungai Nil. Allah memberikan dua janji pasti: "Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul." (QS. Al-Qashash: 7).Ujian Hati Ibu: Hati seorang ibu sempat menjadi kosong dan cemas. Namun, Allah meneguhkan hatinya agar tidak membongkar rahasia tersebut.Skenario Ilahi: Atas kehendak Allah, air membawa keranjang Musa masuk ke area istana musuhnya sendiri (Fir'awn). Melalui kecerdasan kakak perempuan Musa yang menawarkan perawat, Musa akhirnya dikembalikan ke pelukan ibunya untuk disusui secara legal dan digaji oleh istana.Pelajaran Penting & KeteladananKunci Sabar & Tawakal: Di balik figur anak yang hebat (seorang Ulul 'Azmi seperti Nabi Musa), selalu ada sentuhan ibu yang sholehah dan bertawakal penuh kepada Allah.Ketenangan Hati: Tawakal mengalahkan ketakutan logis. Menghanyutkan bayi ke sungai secara lahiriah berbahaya, tetapi di tangan Allah, sungai yang dalam justru menjadi jalan keselamatan yang paling aman.2. Istri Nabi Musa (Safurah binti Syu'aib) – Teladan Rasa Malu & Firasat KuatSafurah adalah gambaran wanita yang menjaga kehormatan diri dan memiliki kecerdasan dalam menilai karakter seorang pria.Latar Belakang & KisahPertemuan di Madyan: Setelah Musa tidak sengaja membunuh seorang Qibthi dan kabur dari Mesir tanpa bekal, beliau sampai di sebuah sumur di Madyan. Di sana, beliau melihat dua wanita yang menahan kambing-kambing mereka karena enggan berdesak-desakan dengan kaum laki-laki.Ketulusan Musa: Musa membantu mereka memberi minum ternak secara sukarela, lalu kembali berteduh dan berdoa: "Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir" (Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku).Rasa Malu yang Anggun: Salah satu putri datang mengundang Musa atas perintah ayahnya dengan berjalan penuh rasa malu ("Tamsyi 'alas-tihya'").Firasat yang Tajam: Putri tersebut mengusulkan kepada ayahnya: "Ya abatij-irhu inna khaira manista'jartal-qawiyyul-amin" (Wahai ayahku, jadikanlah ia sebagai pekerja kita, sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya).Mahar Pernikahan: Sang ayah menikahkan putrinya dengan Musa dengan mahar bekerja menggembala kambing selama 8 sampai 10 tahun.Pelajaran Penting & KeteladananSifat Istri Sholehah: Memiliki rasa malu yang tinggi saat berinteraksi dengan lawan jenis dan mengutamakan orientasi akhirat dalam memilih pasangan hidup.Tiga Firasat Terkuat di Dunia: Menurut para ulama (salah satunya Ibnu Mas'ud), ada tiga firasat paling tajam sepanjang sejarah manusia:Istri Nabi Musa (Safurah) saat merekomendasikan Musa karena sifat Qawiy (kuat) dan Amin (amanah).Istri Al-Aziz (Majikan Yusuf) terkait Nabi Yusuf.Abu Bakar Ash-Shiddiq saat memilih Umar bin Khattab sebagai penggantinya.3. Asiyah binti Muzahim (Istri Penguasa Mesir) – Rela Meninggalkan Kemewahan DuniaAsiyah adalah puncak keteladanan bagi wanita yang tidak silau oleh gemerlap dunia demi mempertahankan akidah mulianya.Latar Belakang & KisahPenyelamat Musa Kecil: Ketika keranjang Musa ditemukan di aliran istana, Asiyah membela bayi tersebut di hadapan Fir'awn agar jangan dibunuh dan dijadikan anak angkat. Berkat doanya, Fir'awn luluh.Menyembunyikan Keimanan: Ketika Musa diangkat menjadi Rasul, Asiyah beriman secara sembunyi-sembunyi agar terhindar dari siksaan Fir'awn. Namun, keimanannya akhirnya ketahuan.Keteguhan di Atas Siksaan: Beliau disiksa dengan sangat keji di bawah terik matahari, tangan dan kakinya diikat pada pasak. Namun, hatinya tetap sekokoh karang.Doa yang Diabadikan: Di saat-saat terakhirnya, beliau berdoa: "Rabbi-bni li 'indaka baitan fil-jannati wa najjini min fir'auna wa 'amalihi..." (Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'awn dan perbuatannya...). Allah memperlihatkan rumahnya di surga sebelum beliau wafat, sehingga beliau tersenyum di tengah siksaan.Pelajaran Penting & KeteladananKekayaan vs Akidah: Jika harta dan kemewahan bertentangan dengan syariat Allah, maka tinggalkanlah. Akhirat jauh lebih utama.Hati yang Kokoh: Lingkungan yang buruk (bahkan serumah dengan manusia paling ingkar seperti Fir'awn) tidak dapat merusak kesucian hati seseorang jika ia menjaga iman dan hubungannya dengan Allah. Surga yang tinggi menjadi upah atas keteguhannya.4. Masyitah (Penyisir Rambut Putri Fir'awn) – Tegar dan Sabar Sampai SyahidMasyitah mewakili kalangan rakyat jelata yang membuktikan bahwa kekuatan iman tidak diukur dari kasta sosial, melainkan dari keteguhan memegang tauhid.Latar Belakang & KisahKejadian Sisir Jatuh: Saat sedang menyisir rambut putri Fir'awn, sisir yang dipegang Masyitah terjatuh. Tanpa sadar ia berucap, "Bismillah" (Dengan nama Allah).Konfrontasi Akidah: Putri Fir'awn bertanya apakah yang dimaksud adalah ayahnya. Masyitah dengan tegas menjawab, "Tuhanku dan Tuhan ayahmu adalah Allah."Siksaan Minyak Mendidih: Kabar ini sampai ke Fir'awn. Masyitah dan anak-anaknya diancam akan dimasukkan ke dalam kuali besar berisi minyak yang mendidih. Satu per satu anaknya dilemparkan di depan matanya.Mukjizat Bayi Berbicara: Ketika giliran bayi terakhirnya yang masih menyusui, Masyitah sempat merasa bimbang karena rasa iba seorang ibu. Allah kemudian membuat bayi tersebut berbicara: "Wahai ibuku, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran, dan azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat."Wafat sebagai Syuhada: Masyitah melompat bersama bayinya ke dalam kuali setelah meminta syarat agar tulang-belulangnya nanti dikuburkan dalam satu liang lahat.Pelajaran Penting & KeteladananWewangian Mi'raj: Saat Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mi'raj, beliau mencium aroma yang sangat harum. Jibril menjelaskan bahwa itu adalah wangi dari kuburan Masyitah dan anak-anaknya.Ketegaran Akidah: Iman yang menghujam kuat ke dalam lubuk hati tidak akan goyah sedikit pun oleh ancaman kematian lahiriah.Kesimpulan & Faidah UtamaDari keempat wanita agung di zaman Nabi Musa AS ini, kita memetik 5 pilar karakter utama wanita sholehah sepanjang masa:Sabar (Ibunda Nabi Musa & Masyitah)Malu (Istri Nabi Musa)Firasat Kuat (Istri Nabi Musa)Meninggalkan Dunia Demi Iman (Asiyah)Tegar di Atas Akidah (Masyitah)

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Allah menyatakan Dia satu-satunya yang berhak disembah. Allah menyandingkan kesaksian-Nya dengan kesaksian para malaikat dan orang-orang berilmu mengenai tauhid dan keadilan-Nya.

Allah adalah:Al-'Aziz, Yang Mahaperkasa, sehingga tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya;Al-Hakim, Yang Mahabijaksana dalam seluruh perkataan dan perbuatan-Nya.At-Tafsir Al-Muyassar

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Membangun landasan

### Ringkasan – Membangun Landasan1\. Latihan: Dukungan Apa yang Anda Butuhkan?Menjadi orang tua tidak harus dilakukan sendirian. Kenali siapa saja yang bisa membantu dan mendukung Anda, baik secara emosional maupun praktis.* Tuliskan orang-orang yang bisa menjadi sumber dukungan.* Kenali bantuan yang bisa diberikan keluarga, pasangan, teman, atau tenaga profesional.* Tentukan bantuan apa yang Anda butuhkan, seperti menjaga anak, membantu pekerjaan rumah, dukungan finansial, atau tempat bercerita.* Jangan ragu meminta bantuan ketika diperlukan.Dukungan orang tua bukan hanya dibutuhkan setelah kelahiran, tetapi juga ketika anak mulai tumbuh dan belum mandiri.2\. Teori Keterikatan: Bagaimana Rasanya Menjadi Bayi?Orang tua memiliki pengalaman masa kecil yang bisa membantu memahami kehidupan bayi. Namun, bayi belum pernah merasakan menjadi bayi sebelumnya.* Orang tua bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi bayi melalui pengalaman masa kecil dan pengetahuan tentang pola asuh.* Bayi mengalami segala sesuatu sebagai pengalaman pertama.* Pengalaman pertama sangat penting karena dapat meninggalkan kesan yang mendalam.* Cobalah memahami dunia dari sudut pandang bayi, bukan hanya dari sudut pandang orang dewasa.Inti pelajaran:Jangan hanya memikirkan bagaimana kita ingin membesarkan anak, tetapi belajarlah memahami bagaimana rasanya menjadi seorang anak.Bangun hubungan dengan bayi melalui kepekaan, perhatian, dukungan, dan usaha memahami kebutuhannya sejak awal.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringkasan materi kisah 4 wanita dizaman Musa

🌱Kisah 4 wanita di zaman Nabi Musa Alaihissalam🌱1.Ibunya Nabi Musa2.Istrinya Nabi Musa3.Istrinya Fir'aun4.Tukang sisir rambutnya putrinya Fir'aun🌷Kisah pertama Ibunya Nabi MusaMereka mendapat kabar bahwa kekuasaan Fir'aun akan dihancurkan yg akan lahir dari kalangan bani israil dan anak tersebut dilahirkan tahun sekian dan sekian. Akhirnya Fir'aun mendata wanita2 yang hamil disebutkan bahwa ibunya nabi Musa ketika hamil tidak kelihatan. Setiap anak yang lahir jika laki2 maka akan dibunuh.Perintah Allah kepada Ibu Nabi Musa, ketika Musa lahir disusui dulu oleh Ibunya lalu diletakkan dikeranjang lalu dilepaskan disungai Nil. Ibunya berkata kepada kakaknya Musa "wahai kk Musa ikuti kemana keranjang tersebut" dan akhirnya melewati kerajaan Fir'aun akhirnya diambil oleh istrinya Fir'aun lalu diambillah Musa dari kotak tersebut lalu ketika dibuka Musa ini punya ciri2 bani israil lalu fir'aun berkata bunuh ini anak tapi kata Allah "Aku berikan rasa cinta kepadamu" kepada Nabi Musa. Maka ia berkata kepada suaminya, "wahai fir'aun anak ini akan menyenangkan kita jangan kau bunuh dia bisa jadi akan bermanfaat disuatu nanti atau ia akan menjadi anak angkat kita"Akhirnya kknya melapor bahwa diambil jadilah ibunya Musa hatinya kosong hampir2 ia tidak kuat untuk memberitahukan bahwa ini anak saya tapi Allah kuatakan hatinya. Maka ia berkata kepada kk musa wahai kk musa perhatikan bagaimana lalu lewat2 istana lihat apa yg terjadi pada Musa. Nabi Musa tidak mau netek kepada siapapun akhirnya kknya berkata "maukah aku tunjukkan keluarga yg bisa nyusuin seorang anak dan akan memperhatikan ini anak akhirnya pas Ibunya datang Nabi Musa langsung netek akhirnya ibunya tinggal di istana dan dikasi upah oleh fir'aun.•Jika ia ibu Nabi Musa tidak sabar dari awal maka tidak berhasil kembali kepada anaknya.•Dibalik keberhasilan Musa ada pol mi sholehah•Jika kita serius urus anak maka akan menjadi kebahagiaan di kemudia hari🌷Istri Nabi MusaNabi Musa kabur dari Mesir ke Madyan

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 33 - Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa Alaihissalam

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja., M.A.Ada Empat Wanita Shalehah di Zaman Nabi Musa yaitu;Ibu Nabi Musa‎Istri Nabi Musa‎Istri Fir'aun‎Penyisir Rambut Putri Fir'aun‎1. Kisah Ibu Nabi Musa‎Nabi Musa lahir di Zaman Kekuasaan Fir'aun. Pada saat itu, ada ramalan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan menggulingkan Kekuasaan Fir'aun. Maka ketika mendengar hal itu, Fir'aun memerintahkan untuk mendata Ibu Hamil dan ditunggu sampai masa kelahiran, jika yang lahir anak laki-laki, akan dibunuh dan anak perempuan dibiarkan hidup.‎Adapun Ibu Nabi Musa tidak nampak bahwa ia sedang hamil, dan ketika Nabi Musa lahir ia susui sebelum menghanyutkannya ke Sungai untuk  menghindari agar tidak diketahui bahwa ia dari Bani Israil. ‎Allah telah mengatur keranjang bayi yang berisi Nabi Musa melewati kerajaan Fir'aun dan ditemui oleh Asiah dan Fir'aun. Melihat anak tersebut Firaun memerintahkan agar bayi itu dibunuh karena memiliki ciri-ciri kulit keturunan Bani Israil. Namun, istri Fir'aun yang lama merindukan kehadiran seorang anak mengusulkan agar jangan dibunuh karena boleh jadi ia membawa kebaikan dan diangkat menjadi anak.‎Sehingga Fir'aunpun mengalah dengan istrinya Asiah. Dimana Allah menjadikan siapa saja yang melihat wajah bayi Musa maka merasa suka / senang.‎Hikmah diantara mengapa Ibu Nabi Musa menyusui Nabi Musa sebelum dihanyutkan, karena saat diangkat jadi anak, Fir'aun mencarikan wanita-wanita untuk menyusui Musa, tetapi tidak ada yang cocok, kecuali Ibunya sendiri. Hal ini diabadikan dalam Al Qur'an Al Qasas ‎“Susuilah dia, yakni Musa, anakmu itu dengan tenang. Dan apabila engkau khawatir terhadapnya misalnya khawatir ada yang melihatmu menyusui anak lelaki atau khawatir jangan sampai anakmu dibunuh atas perintah Fir'aun sebagaimana anak-anak lelaki lainnya, maka hanyutkanlah dia ke sungai Nil setelah engkau letakkan dia di sebuah tempat yang dapat mengapung. Dan janganlah engkau takut dia akan tenggelam atau mati kelaparan atau akan terganggu oleh apa pun dan jangan pula bersedih hati karena kepergiannya, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dalam keadaan sengat bugar; dan setelah dewasa Kami akan menjadikannya salah seorang dari kelompok para rasul yang diutus kepada Bani Israil"‎Istri Nabi Musa‎Orang yang paling kuat firasatnya ada 3 orang; Majikan Nabi Yusuf, Istri Nabi Musa, Abu Bakar.‎Nabi Musa pergi dari Mesir menuju Madyan dengan berjalan kaki setelah tanpa sengaja terlibat dalam perselisihan yang menyebabkan kematian seorang laki-laki.‎Sesampainya di Madyan, ia melihat dua perempuan kesulitan memberi minum hewan ternak mereka karena dikuasai para gembala pria. Nabi Musapun menghampiri lalu menolong perempuan tersebut untuk mengambil air, hal ini sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Qasas‎"Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.”‎"Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”‎"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”‎"Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”‎Dalam kisah tersebut juga Nabi Syu'aib akhirnya menikahkan Musa pada salah satu putrinya, setelah masa perjanjian kerja selesai Nabi Musa membawa istrinya ikut ke Mesir.Wallahu'alam...

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & wings 3 - kegagalan

Kegagalan: Menunjukkan bahwa kau punya PR yang harus kau selesaikan.Memberitahumu bahwa mereka punya sesuatu yangharus kau pelajari.Memintamu untuk menganalisisnya-Apa kau perlu mengubah taktik, memandang ke arah lain?Memberitahumu-Menyembuhkanmu dari "Aku tidak (akan pernah) melakukannya dengan baik" untuk bisa melangkah maju.Mengatakan-Mengatasi kegagalan itu butuh waktu, usana, dan ketekunan. Kegagalan sangat takut kepada ketekunan.... kalau kau menyerah aku menang, tapi kalau kau tekun, aku menyerah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
A

Ayyunursafitri

📍 Kabupaten Wajo

BAB DELAPAN - Menghadapi Kesusahan dan Musibah

Bagi sebagian orang, masalah bisa menjadi latihan kesabaran, baik itu sabar secara waktu (menunggu), atau sabar menahan emosi. Bagi sebagian orang lain, keuntungan di sini justru kesempatan untuk mengganti arah—bisa arah karier, arah bisnis, atau bahkan arah hubungan. Ada yang menjadikan masalah sebagai kesempatan untuk mempelajari skill baru. Seperti banyak kisah di mana seseorang dipecat dari pekerjaannya, dan sesudah itu dia justru menciptakan ide bisnis baru yang tidak hanya membuatnya kaya raya, tetapi juga lebih bahagia daripada jika dia ngotot bertahan di pekerjaannya.Tidak ada formula yang sama untuk setiap situasi, karena kesulitan, musibah, hambatan yang dialami orang berbeda-beda. Namun, yang penting adalah bagaimana kita tidak membiarkan pikiran kita terlalu lama dihabiskan di hal-hal yang di luar kendali kita, dan memfokuskannya kembali ke hal-hal yang di bawah kendali kita. Bagaimana kita mau memaknai musibah dan kesulitan ada sepenuhnya di tangan (atau pikiran) kita.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →