📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026

Aqidah Falashifah

Aqidah Falashifah tentang "Pencipta"Terbagi‌Dahriyyah (Pencipta tidak ada) ‌Alam tercipta dari ( العلة / sebab pertama) Seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaanMereka mengatakan bahwa alam semesta adalah azali / Qadim.Alam semesta adalah konsekuensi karena ada yang sempurna, kausaprima tidak memiliki keinginan. Alam adalah abadi (menurut mereka) Alam Pencipta ‌Falasifah Yunani"Pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya"Logikanya, Tuhan itu sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yg sempurna juga, yaitu dirinya sendiri. Karena makhluk itu tidak sempurna, Dan di zaman Romawi, mereka menganggap planet2 itu sebagai pembawa kesialan, makanya mereka mengorbankan anak2 suci dan bersih yg tidak berdosa untuk para sembahan dewa2 merekaما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى Mereka membuat patung untuk mengenang, namun syaithan menghiasi patung itu untuk mendekatkan diri kepada Allaah, maka akhirnya berhala itu disembah.Begitulah syaithan menghiasi segala maksiat, menunjukkan bahwa maksiat2 itu adalah kesesatan yg dibungkus ibadah dan kebaikan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nur Fitri Yanuar Misilu

📍 Kota Gorontalo

Ringkasan Materi #3 “Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala”

Catatan Kajian Kitab Talbis IblisMateri #3 “Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala”Oleh Ustad Firanda Andirja hafidzahullahu(3 Juni 2026)(Lanjutan bahasan Bab 5)Penulis membuat subjudul “Penyebutan tentang talbis iblis kepada kaum filsafat Yunani dan para pengikutnya”Falasifah (socrates, plato, artistoteles) adalah orang-orang yg sangat cerdas. Mereka menulis perkara-perkara yg nampak (fisika, kimia, dsb). Hal-hal ini membuat orang-orang muslim terkagum. Yang keliru ketika mereka membahas Teologi (ilmu ketuhanan), membahas dengan akal mereka dan tidak mau melihat nubuwwah (penjelasan para nabi, rasul) hanya ingin membahas Tuhan secara merdeka. Akhirnya pembahasan mereka ngawur.Padahal jika kita membahas Tuhan secara detail, otak manusia tidak akan mampu. Mereka tidak berlandaskan apapun dalam membahas teori Tuhan. Padahal ketika berbicara tentang sesuatu yang ghoib, yang tidak bisa dianalogikan dengan perkara yang nampak, maka hal ini sulit. Akhirnya mereka hanya berbicara dengan dzhon (prasangka).Penulis berkata saat mereka membahas tentang ketuhanan, mereka banyak khilaf karena tidak banyak landasan dan otak manusia memiliki keterbatasan. Berbeda dengan ketika membahas ilmu pasti dan terlihat (fisika, kimia, biologi) mereka kebanyakan 1 kesepahaman.Kita tidak bisa menjelaskan bagaimana bentuk ruh, bagaimana dia beredar di dalam jasad, tidak ada yang tahu. Seperti dalam firman Allah, “Dan jika mereka bertanya kepadamu tentang ruh, maka ruh adalah urusan Rabbmu. Kalian tidak diberikan ilmu kecuali sedikit” – Surah Al-Isra ayat 85.Aqidah falasifah tentang TuhanAda 3 madzab/pendapat1. Dahriah (pencipta tidak ada)2. Mereka menetapkan alam ini tercipta dari sebab pertama (kausal prima). - Kausal ini yang mereka anggap berfungsi sebagai sebab penciptaan. Inilah syubhatnya dari iblis. Menganggap kausal ini sangat sempurna, azali bersama alam. Karena sebab itu sempurna, maka akibatnya tidak boleh terlambat. - Jika dalam Islam, kita berkeyakinan Allah lah yang mencipta. Allah hanya mengatakan jadi maka jadilah. ada sebab dan akibat, akibat ini muncul belakangan langsung tanpa ada jeda. Beda dengan orang falasifah, sebab dan akibat muncul berbarengan.- Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausal prima. Mereka menolak kausal prima punya kehendak tertentu karena sudah sempurna. Inilah syubhatnya. Dianggap tuhan tidak melakukan apapun lagi karena tujuan tertentu. Konsekuensinya: alam azali (sejak azali sudah ada).- Mereka mengatakan kalau alam ini adalah abadi. Semua yang mereka katakan semuanya adalah murni logika dan bertentangan dengan akidah yang kita yakini. 3. Pencipta itu ada. Dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats/baru, dari tidak ada menjadi ada. Namun merekapun khilaf tentang hakikat pencipta tersebut. Karena ada yang tenggelam, meminta tolong kepada Tuhan namun tidak ada yang menolong. Maka mereka berpendapat:a. Tuhan tersebut bunuh diri, karena menganggap apa yang diciptakan sudah sempurna dan tidak ingin ada perubahan lagi pada alam yang sudah diciptakan.b. Tuhan lemah. Tuhan menciptakan makhluk terlalu hebat dan tuhan hanya menonton saja, tidak mengatur lagi. sehingga ada yang meminta tolong ketika bencana, kejahatan, namun tidak ada yang menolong. Logika mereka, jika Tuhan ada maka tidak ada kejahatan.c. Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam/menyatu dengan alam.Ilmu Tuhan menurut ilmu filsafat1. Falasifah Yunani: menurut mereka pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Karena Tuhan itu sempurna. Syubhatnya: Tuhan tidak boleh memikirkan makhluk yang tidak sempurna, karena hanya dirinya sendiri yang sempurna. Tuhan tidak tahu pada apapun makhluknyaKeyakinan kita sebagai Islam: “Allah Maha Mengetahui semua yang Allah ciptakan.” “Tidak ada satupun daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui”Allah mengurus makhluknya, banyak hewan melata yang tidak bisa mengurus rezekinya maka Allah yang mengurusnya.“Allah tahu lirikan mata dan apa yang disembunyikan dalam dada manusia”Semuanya Allah tahu. Tidak mungkin Allah yang Maha Sempurna tidak ada apa yang Dia ciptakan- Logika ini sedikit mempengaruhi Ibnu Sina. Dia mengatakan Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulli (global), bukan terperinci. Syubhat dia adalah: makhluk berubah-ubah dan ada yang buruk. Maka tidak pantas Allah memikirkan semua. Al Gazali mengkafirkan dia karena ini.- Logika ini juga mempengaruhi Mu’tazilah. Mereka berkata bahwa ilmu Allah dan qudrah Allah adalah zatNya sendiri.Akidah falasifah tentang hari kebangkitan. Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan dikembalikan ruh ke jasad. Surga dan neraka tidak ada menurut mereka.Ibnu Sina terpengaruh dengan pemikiran ini. Menurutnya tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. Karena ini pun beliau dikafirkan oleh Al Ghazali.Talbis iblis terhadap yang menyembah haikal-haikal/bentuk. Ada sekelompok manusia yang meyakini bahwa benda-benda langit (planet, bintang) ada ruhnya. Gerakan planet2 itu mempengaruhi apa yang terjadi di alam ini.- Menurut mereka, semua planet memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi. Planet A seperti hewan A, planet B seperti hewan B, dan seterusnya. akhirnya mereka menyembah planet-planet itu lewat hewan yang mereka anggap sebagai perwakilan dari planet tertentu, yang dapat menghubungkan mereka dengan planet di langit. _ Merekapun melakukan kurban yang diperuntukkan untuk planet itu. Misalnya matahari murni, maka mereka mengorbankan anak yang baru lahir. Mereka menganggap itu serupa dan bisa dijadikan korban dan dipersembahkan kepada matahari agar mendatangkan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.Talbis iblis terhadap penyembahan berhala. - Iblis mengambil kecednderungan manusia suka melihat bentuk-bentuk yang indah. Digambarkan kepada mereka bahwa patung itu memiliki pengaruh jika disembah - Syubhatnya dapat mendekatkan mereka kepada Allah. - Patung-patung orang sholeh yang sudah meninggal dibuat dengan tujuan untuk mengenang yang pada awalnya agar termotivasi untuk beribadah. Berjalannya waktu, kata Ibnu Abbas yang meriwayatkan hadits ini, datang generasi berikutnya yang tidak tahu asal-usul patung itu (dan karena tidak ada yang mendakwahkan tauhid), maka dibisikkan oleh syaitan untuk menyembah patung itu agar mendekatkan kepada Allah- Penyembahan berhala ini sampai ke jazirah arab, ke suku Quraisy. Dibawa oleh seorang bernama Ammar bi Luhay Al Khuza-i, pemimpin kaum Khuza’ah. Dia membawa berhala ke kota Mekah dan orang-orang menyembahnya. Di antara nama berhala: manat (di sahil bakhr), lata (di thoif), uzza (di wadi nakhla), hubal (di kakbah).Sampai ada berhala sejoli (Isaf dan Nailah) di Yaman namun tidak bisa bertemu. Merekapun berhaji dan berzina di dalam kakbah. Allah ubah mereka jadi patung. Namun dengan bisikan syaitan, merekapun disembah. Diminta diusap saat thawaf, mengundi nasib di depan patungnya. - Saking suka mereka menyembah patung, maka ke mana-mana mereka membawa patung. Bahkan jika mereka lupa “membawa patung/membawa tuhan”, maka dicarilah 4 batu. Jika ada 1 batu yg paling bagus, maka itu adalah tuhan. 3 sisanya dijadikan tungku untuk memasak. - Suatu saat pun ada seseorang yang kehilangan tuhan mereka saat di perjalanan. Maka mereka bilang carilah tuhan kamu yang baru karena tuhan telah hilang.Jika tidak dapat batu, mereka ambil pasir dan dikasih susu agar menjadi gundukan, mereka pun thawaf.- Logikanya kita harusnya menyembah yang menciptakan kita, bukan kita yang membuat sesuatu (patung), lalu itu disembah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 3: Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembahan Berhala

Talbis Iblis #3: Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaUstadz. Dr. Firanda AndirjaAl Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan bahwasannya falasifah seperti socrates, plato, aristoteles, dll, mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang hal-hal yang terkait dengan perkara-perkara hisiah yang nampak (biologi/kimia/fisika) kemudian tulisan-tulisan mereka dibukukan dan bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab terutama di zaman khalifah al ma’mun. Sehingga kaum muslimin kagum dengan pemikiran falasifah tersebut. Hal ini dikarenakan sebelumnya belum pernah diperbincangkan oleh kaum muslimin tentang hal-hal yang begitu detail (perkara dunia, kimia, biologi, fisika), namun ternyata orang-orang Yunani sudah sampai membahas tentang hal itu. Tapi yang jadi masalah, ketika mereka berbicara tentang teologi, yaitu tentang ketuhanan, mereka hanya berpangku dengan kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian. Pada akhirnya pemikiran mereka tidak benar tentang ketuhanan karena keterbatasan otak manusia yang hanya mengartikan Tuhan secara general saja. Hal-hal ketuhanan yang mendetail tidak bisa diduga-duga dengan pemikiran manusia sehingga mereka terjebak dengan prasangkanya sendiri.Al Imam Ibnul Jauzi berkata  orang-orang falasifah ini ketika berbicara tentang ketuhanan, mereka tidak memiliki landasan.Al imam Ibnul Jauzi berkata “Mereka bersendirian dalam otak, akal, dan pendapat mereka. Mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dari prasangka-prasangka mereka tanpa menengok ajaran-ajaran Nabi. Akhirnya, timbulah bermacam pendapat dikalangan mereka.Ketika falasifah membahas tentang yang nampak (biologi,fisika,kimia) rata-rata mereka sepakat, tetapi ketika mereka sudah berbicara tentang ketuhanan karena tidak ada landasan akhirnya mereka banyak khilaf karena akal manusia yang terbatas. Tidak perlu jauh membahas ketuhanan, contohnya saja ketika membahas tentang ruh yang ada di dalam jasad kita, yang selalu hadir bersama kita, kita tidak bisa menerangkan tentang asal, bentuk dan bagaimana peredaran ruh dalam jasad. Sehingga jika ada pakar biologi/fisika/kimia membicarakan tentang ruh akan ada banyak pendapaat karena tidak ada landasan untuk dijadikan pegangan untuk bisa berbicara tentang ruh. Allah berfirman: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra:85). Berbicara ruh saja kita tidak memiliki kapasitas, bagaimana bisa untuk membicarakan tentang ketuhanan. Hal ini dikarenakan keterbatasannya kemampuan manusia dalam hal itu.Aqidah falasifah tentang “pencipta”, ada beberapa madzhab, yaitu:Dahriah, yaitu menganggap bahwa pencipta itu tidak ada. Alam terjadi begitu saja tanpa adanya pencipta.Socrates, Plato, Aristoteles, yaitu menganggap bahwa alam tercipta dari sebab pertama (al’ilah)/Kausa prima yang diartikan seakan-akan berfungsi sebab penciptaan.Kausa prima tersebut hadir bersama dengan alam dan keberadaanya sama karena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat dan harus bersamaan.Munculnya akibat (alam semesta) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab. Mereka mengatakan bahwa akibat alam semesta ini bukan terjadi karna keinginan kausa prima tapi terjadi karena konsekuensi dari sempurnanya kausa prima tersebut. Jadi alam adalah hasil dari konsekuensi adanya sebab yang sangat sempurna. Selain itu, mereka menganggap bahwa alam ini abadi dan ini semua adalah murni logika. Hal ini adalah syubhat yang dimasuki oleh iblis.Dari kalangan falasifah yang lain, mereka berpendapat bahwa pencipta itu ada. Dalilnya karena mereka melihat alam ini muhdats (baru) yang artinya dari tidak ada menjadi ada. Jadi sesuatu yang ada muhdatsnya maka pasti ada penciptanya. Tetapi mereka bimbang ketika ada seseorang di lautan dan mau tenggelam kemudian ia minta tolong kepada Tuhanya, namun ia tidak ditolong, sehingga keberadaan Tuhan ini menjadi masalah. Sehingga logika mereka menganggap Tuhan itu ada tapi pada kenyataannya Tuhan itu tidak ada sehingga mereka pun khilaf pendapat tentang hakikat pencipta tersebut.Ibnu Jauzi menyampaikan ada 3 pendapat dari pemikiran tersebut, yaitu:Tuhan tersebut ketika menciptakan, Ia melihat ciptaanNya sudah sempurna dan Ia takut nanti ada perubahan pada ciptaanNya maka Ia pun bunuh diri (Tuhan bunuh diri).Mereka mengatakan Tuhan lemah hanya mampu menyaksikan dan makhluklah yang terlalu hebat. Maksudnya mereka berpikir bahwa Tuhan sudah membuat sistem penciptaan kemudian hanya bisa menyaksikan saja tidak bisa mengatur ciptaanNya lagi, sehingga ada kejahatan dan bencana alam, Tuhan tidak bisa menolong. Jadi logika mereka berkata bahwa jika ada Tuhan seharusnya tidak ada lagi keburukan.Mereka menganggap Tuhan menyebarkan diriNya keseluruh alam (menyatu dengan alam).Ini semua adalah aqidah falasifah Yunani yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah. Pendapat mereka adalah murni dari logika mereka, iblis memainkan logika mereka dan mereka tidak memiliki cahaya kenabian untuk memikirkan tentang Tuhan dan akal mereka tidak mampu dan menyebabkan kebuntuan sehingga mereka berselisih.Ibnul Jauzi juga menyebutkan dalam kitabnya tentang masalah ilmu Tuhan. Falasifah Yunani berpendapat bahwa pencipta tidak berilmu kecuali hanya diriNya. Mereka berpendapat demikian karena Tuhan itu sempurna, sehingga Tuhan tidak boleh memikirkan suatu hal kecuali yang sempurna pula. Maka dari itu, Tuhan tidak boleh memikirkan tentang makhlukNya yang penuh dengan kekurangan. Hal ini bertolak belakang dengan Islam karena Allah mengetahui semua yang Allah ciptakan. Tidak ada satu daun yang jatuh kecuali Allah mengetahuinya. Allah mengurus makhluknya, betapa banyak hewan melata yang Allah urus rezekinya. Semuanya Allah mengetahui.Logika filsafah ini mempengaruhi pemikiran Ibnu Sina. Ibnu Sina mengatakan bahwa Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulli (global) bukan terperinci. Logika Ibnu Sina yaitu, bahwa makhluk berubah-ubah dan ada yang buruk sehingga Allah tidak pantas memikirkan ini semua. Tentu hal ini bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur’an. Karena hal ini Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghazali.Selain itu logika filsafah ini mempengaruhi Muktazilah, ia mengatakan bahwa ilmu Allah dan qudrah Allah adalah zatNya sendiri karena Tuhan itu simple, tidak boleh terlihat beragam jadi Tuhan itu satu kesatuan. Tidak boleh mengatakan ilmu dan zat karena ilmu Allah itu adalah zatNya sendiri.Iblis masuk ke dalam pikiran filsafah karena mereka memikirkan tentang Tuhan tanpa ada petunjuk dari kenabian sehingga logika mereka liar dan masing-masing memiliki logika.Aqidah falasifah tentang hari kebangkitan, yaitu mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari tentang dikembalikannya ruh ke jasad dan mereka menganggap bahwa surga dan neraka itu tidak ada. Pemikiran ini juga mempengaruhi Ibnu Sina. Ibnu Sina berpendapat bahwa tidak ada kebangkitan jasad yang ada hanya kebangkitan ruh. Karena hal ini juga Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghazali. Mengingkari kebangkitan ruh sama saja dengan pemikiran orang-orang musyrikin Arab dahulu yang Allah sebutkan pada QS. Yasin: 78, yaitu:“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata, “siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”Ibnul Jauzi membuat sub bab dengan judul tentang tablis iblis yang menyembah haikal-haikal. Maksudnya adalah mereka meyakini bahwasannya benda-benda langit tersebut ada ruhnya dan ruh-ruh tersebut menempati benda-benda langit tersebut sehingga gerakan-gerakan planet tersebut mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa di alam ini dan mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut. Mereka meyakini matahari, bintang, dan planet-planet memiliki proyeksi bentuk diatas bumi. Sehingga mereka membuat haikal-haikal/bentuk diatas muka bumi untuk diibadahi. Sebagai bentuk penyambungan mereka dengan ruhani-ruhani yang ada di langit. Mereka pun menyerahkan korban-korban seperti hewan, seorang anak dengan benda-benda langit melalui patung-patung yang mereka buat. Iblis masuk ke dalam pemikiran dan mereka memiliki pemahaman bahwa benda-benda langit memiliki ruh dan pergerakannya mempengaruhi kehidupan di bumi.Ibnul Jauzi selanjutnya membahas tentang talbis iblis terhadap penyembahan berhala. Iblis di pembahasan ini masuk kepada kecintaan terhadap bentuk sehingga membuat manusia memiliki kecenderungan dengan bentuk-bentuk yang indah. Sehingga akal dibuang sama sekali agar orang-orang terpengaruh terhadap bentuk-bentuk dan kemudian digambarkan kepada mereka bahwasannya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh untuk disembah. Jika sebagian mereka menggunakan akalnya bagaimana bisa menyembah patung? Disini Iblis menghiasi pikiran mereka dengan bahwasannya yang disembah ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana pernyataan orang-orang musyrikin yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an, yaitu“… Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Qs. Az-Zumar:3)Asal muasal penyembahan berhala yaitu pada masa Nabi Nuh, yaitu ada 5 orang sholeh (Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr). Ketika mereka meninggal, orang-orang membangun patung untuk bisa mengenang dan memotivasi untuk beribadah kepada Allah. Patung-patung tersebut diberi nama dengan nama orang-orang sholeh tersebut,  namun lama kelamaan kata Ibnu ‘Abbas yang menceritakan kisah ini ketika para generasi yang membuat patung-patung tersebut meninggal dunia dan muncul generasi berikutnya dan ilmu sudah dilupakan, tidak adanya lagi ilmu tauhid, akhirnya setan datang dan patung-patung tersebut disembah.Penyembahan berhala ini kemudian berkembang ke jazirah Arab dan quraisy yang dibawa oleh seseorang bernama Amr bin Luhay Al-Khuza’i. Ia adalah seorang pemimpin dari bani Khuza’ah yang dulu sempat menguasai kota Mekkah. Suatu hari ia pergi ke negeri Syam kemudian ia mendapat berhala di sana dan orang-orang menyembah berhala dan dikatakan bahwa berhala tersebut bermanfaat maka ia akhirnya membawa ke kota Mekkah dan ia memanggil orang-orang untuk menyembah berhala tersebut. Akhirnya penyembahan berhala menjadi terkenal dan masing-masing kabilah memiliki berhala yang disembah.Allah mengatakan “bagaimana mereka menyembah berhala, apakah berhala-berhala tersebut punya kaki untuk berjalan? Kalian yang menyembah punya kaki untuk berjalan, punya mata untuk melihat, punya tangan untuk memukul, punya telinga untuk mendengar, berhala ga punya itu semua. Bagaimana kalian yang sempurna menyembah berhala yang tidak sempurna?”Allah juga berkata “bagaimana kalian menyembah sesuatu yang kalian pahat sendiri? “ logika seharusnya kita menyembah yang menciptakan kita, bukan menyembah apa yang kita ciptakan. Demikianlah akal yang tidak jalan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis Bagian Ke-3

TALBIS IBLIS 3Talbis Iblis Terhadap Para Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala(Disyarahkan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A. Hafidzahullah)Talbis Iblis Terhadap Kaum FilsufKelemahan logika para filsuf yunani (Socrates, Plato, Aristoteles) sangat cerdas dalam perkara duniawi (fisika, kimia, biologi, medis) namun mereka tersesat dalam membahas ketuhanan (teologi), karena mereka hanya mengandalkan akal tanpa bimbingan wahyu atau kenabian. Penyimpagan aqidah mereka:Menganggap alam semesta bersifat Azali (kekal bersama Tuhan) karena logika mereka tentang "sebab-akibat" yang keliru.Menganggap Tuhan tidak mengetahui rincian makhluk ciptaan-Nya, anggapan mereka Tuhan hanya mengetahui tentang diri-Nya atau hanya secara global.Mengingkari kebangkitan jasad pada hari kiamat.Talbis Iblis Terhadap Penyembah HaikalSekelompok manusia yang meyakini bahwasanya di langit (benda-benda langit: planet-planet, bulan, matahari, bintang dll), mereka meyakini semua itu ada ruhnya, seperti halnya ruh yang terdapat pada jasad manusia. Sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut. Mereka meyakini benda-benda langit tersebut memiliki proyeksi yang berbentuk dari apa yang ada di muka bumi. Sehingga akhirnya mereka membuat haikal-haikal (bentuk-bentuk), setan/iblis masuk kepada mereka untuk memahami dan percaya bahwa benda-benda langit ada ruh-ruhnya, dan gerakan-gerakan benda langit tersebut memiliki pengaruh di muka bumi/alam semesta. Haikal disini adalah proyeksi bentuk yang mereka pahami untuk mereka ibadahi, sebagai bentuk penyambungan mereka  dengan ruhani-ruhani yang ada di langit. Akhirnya mereka menjadi menyembah itu semua, lalu mereka memberikan korban-korban dengan harapan mendapatkan kebaikan atau terhindar dari keburukan.Talbis Iblis Terhadap Penyembah Berhala Iblis kali ini masuk kepada kecenderungan kecintaan manusia kepada bentuk-bentuk yang indah sehingga terbuangnya akal, agar orang-orang terpengaruh terhadap bentuk-bentuk, dan digambarkan kepada mereka bahwasanya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh kalau disembah. Sebagaimana pernyataan orang-orang musyrikin yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an, mereka berkata: "Kami tidak menyembah sembahan-sembahan kami kecuali untuk mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Iblis membuat syubhat dengan menjebak mereka dengan hilangnya akal mereka, bahwasanya penyembahan tersebut dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Asal muasal penyembahan terjadi berawal dibuat untuk mengenang orang-orang shaleh, namun seiring berjalannya waktu, iblis membisikan agar patung-patung tersebut disembah, sebagai perantara mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
G
Galuh Somara Sinaga

📍 Kota Madiun

Talbis Iblis-3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala

Talbis Iblis-3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah BerhalaUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.Falasifah seperti Socrates, Aristoteles, plato adalah orang yang sangat cerdas mereka menulis hal-hal yang tampak, seperti fisika, biologi, kimia, dan sejenisnya, sehingga kaum muslimin kagum dengan pemikiran mereka. Yang menjadi masalah ketika mereka berbicara tentang ketuhanan. Dgn kecerdasan mereka, mereka tidak menyambut sinar kenabian, tidak juga berusaha melihat penjelasan para nabi. Mereka ingin memikirkan tentang ketuhanan secara merdeka. Mereka tidak memiliki landasan untuk berbicara tentang ketuhanan. Ketika mereka berbicara tentang perkara dunia mereka bisa menganalogikannya karena perkara tsb adalah sesuatu yg tampak. Namun ketika mereka berbicara tentang ketuhanan maka mereka hanya berbicara sesuai persangkaan mereka saja.Imam Ibn al-Jauzi berkata: “mereka (falasifah) bersendirian dalam otak mereka dan akal mereka dan mereka berbicara hanya berdasarkan persangkaan-persangkaan mereka tanpa melihat pada ajaran-ajaran para nabi sehingga muncul berbagai pendapat di kalangan mereka.Akidah falasifah tentang pencipta.Ada beberapa madzhab di kalangan mereka:Dahriyah: pencipta tidak adaAlam tercipta dari “العلة" sebab pertama (kausa prima) yg seakan-akan berfungsi sbg sebab penciptaan. Kausa prima tsb azali bersama alam karena sebab tsb sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dgn sebab. Munculnya akibat (alam) adalah konsekuensi dari sebab bukan kehendak kausa prima. Konsekuensinya bagi mereka alam ini azali (sudah ada sejak awal); alam ini juga abadi.Pencipta itu ada, dalilnya kata mereka karena mereka melihat alam ini muhdats (baru, dari tidak ada menjadi ada). Mereka khilaf tentang hakikat pencipta tsb: 1. Alam sudah sempurna, tuhan pun bunuh diri; 2. Tuhan lemah karena makhluk terlalu hebat, tuhan hanya menonton; 3. Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam.Imam Ibn al-Jauzi juga menyebutkan tentang ilmu pencipta:Falasifah yunani menyatakan pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya. Syubhatnya tuhan maha sempurna dan hanya boleh memikirkan yang sempurna pula yaitu, diri-Nya semata. Logika ini mempengaruhi Ibnu Sina, tapi beliau berpendapat Allah mengetahui tentang makhluk-Nya secara global dan tidak detail. Ini juga mempengaruhi muktazilah: ilmu dan qudrah Allah adalah dzatnya sendiri.Aqidah falasifah tentang hari kebangkitan:Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikannya ruh ke jasad. Mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada. Ibnu Sina terpengaruh dgn mengatakan tidak ada kebangkitan jasad, yg ada hanya kebangkitan ruh. Pendapat mereka ini disebabkan logika mereka tidak sampai.Talbis Iblis thd orang yg menyembah haikal-haikal: Mereka berpendapat benda-benda langit (matahari, bulan, bintang, planet) ada ruhnya seperti ruh pada manusia. Sehingga mereka mengagungkan benda-benda langit tsb. Iblis memasuki pikiran mereka dan membuat mereka berpikir apa yg terjadi di bumi dipengaruhi oleh pergerakan ruh-ruh pada benda-benda langit teb. Benda-benda langit tsb memiliki perwakilan  makhluk-makhluk yg ada di bumi sehingga, misalnya hewan. Dari khayalan mereka tersebut mereka membuat haikal-haikal utk diibadahi.Talbis Iblis thd orang yg menyembah berhala:Iblis masuk kpd kecenderungan manusia mencintai bentuk-bentuk yg indah sehingga akal dibuang agar orang-orang terpengaruh pada bentuk-bentuk tsb. Iblis mempengaruhi mereka dgn mengatakan bahwa apa yg mereka sembah itu adalah utk mendekatkan diri mereka kepada Allah sebagaiman firman Allah qs Az-Zumar: 3.Allah taala berfirman:وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya"”. — QS. Az-Zumar: 3Bagaimana bisa mereka menyembah berhala-berhala, apakah berhala tsb memiliki kaki utk berjalan? Padahal kalian yg menyembah mereka saja memiliki kaki utk berjalan. Bagaimana kalian yg sempurna menyembah berhala yg tidak sempurna? Namun demikianlah akal mereka tidak jalan. Maka benarlah firman Allah:يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.— QS. Ar-Rūm: 7Orang-orang kafir begitu ahli dalam perkara dunia namun jika sudah berbicara tentang aqidah akal mereka tidak sampai. Inilah di antara tipuan setan sehingga menjadikan orang-orang menjadi penyembah berhala.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #3: talbis iblis terhadap filsuf yunani dan penyembah berhala

TALBIS IBLIS #3: talbis iblis terhadap filsuf yunani dan penyembah berhala❇️aqidah falasifah tentang “pencipta”Ibnu al Jauzi menekankan bahwa para filsuf terdahulu adalah orang cerdas dalam urusan fisik (hissiyah) seperti biologi dan kimia, namun "ngawur" dalam urusan ketuhanan karenaakal vs wahyu ➡️Mereka hanya bersandar pada logika dan tidak mau melihat cahaya kenabian (نُورُ النُّبُوَّة). Akal manusia punya keterbatasan, bahkan untuk menjelaskan ruh saja manusia tidak mampu, apalagi menjelaskan tentang Pencipta.❇️ Keyakinan tentang Alam dan Tuhan    🌀Dahriyah: Kelompok yang menganggap Tuhan tidak ada dan alam terjadi begitu saja.    🌀Kausa Prima (Sebab Utama): Filsuf seperti Aristoteles menganggap Tuhan itu statis dan disebut Sebab Utama. Karena Tuhan itu "Sebab yang Sempurna," maka "Akibat" (alam semesta) harus muncul bersamaan dengan "Sebab". Akibatnya, mereka meyakini alam semesta itu ‘Azali (sudah ada sejak dahulu) bersama Tuhan, bukan diciptakan dari tiada menjadi ada.    🌀Pengetahuan Tuhan: Mereka (termasuk pengaruhnya ke Ibnu Sina) beranggapan Tuhan hanya mengetahui diri-Nya sendiri.Ibnu Sina berpendapat Tuhan tahu makhluk secara Global (Kulli), tapi tidak tahu secara Detail (Juz'iyyat) karena menganggap hal-hal yang berubah-ubah (makhluk) tidak pantas dipikirkan oleh Tuhan yang Maha Sempurna.❇️Mengingkari Kebangkitan JasadMereka tidak percaya jasad akan dibangkitkan kembali karena menurut logika mereka tidak mungkin tulang yang sudah hancur atau dimakan hewan bisa utuh lagi.🛐Tipu Daya terhadap Ashabul Haikal (Penyembah Benda Langit)Ruh di Langit: Mereka yakin planet dan bintang punya ruh yang mengatur kejadian di bumi.Proyeksi (Haikal): Karena planet-planet itu jauh, mereka membuat bentuk fisik atau Haikal(patung/kuil) di bumi sebagai perantara untuk menyembah ruh-ruh di langit tersebut.Kurban: Mereka memberikan persembahan (hewan bahkan anak kecil yang dianggap suci) untuk menyenangkan bintang-bintang tersebut.✴️Tipu Daya terhadap Penyembah Berhala🧑‍🧒‍🧒 Dalih Perantara (Zulfa): Iblis membisikkan bahwa mereka tidak menyembah patungnya, tapi patung itu adalah perantara agar mereka bisa lebih dekat kepada Allah.    ➡️Zaman Nabi Nuh: Awalnya membuat patung orang shalih (Wadd, Suwa, dll.) hanya untuk mengenang dan motivasi ibadah, tapi setelah generasinya berganti dan ilmu hilang, setan membisikkan untuk menyembah mereka.    ➡️Masuk ke Arab: Dibawa oleh Amr bin Luhay al-Khuza'i yang mengimpor berhala dari Syam ke Mekkah.Kekonyolan Logika: Ibnu al Jauzi mencontohkan betapa tidak masuk akalnya manusia menyembah apa yang mereka pahat sendiri. Ada orang Arab yang kalau tidak punya batu, mereka menumpuk pasir, menyiramnya dengan susu, lalu melakukan tawaf di sekeliling tumpukan itu.💠Poin Penting Ustaz FirandaBanyak orang mahir dalam teknologi dan urusan dunia, namun dalam urusan aqidah, otak mereka tidak jalan karena tertipu oleh logika liar Iblis dan meninggalkan tuntunan wahyu.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nunung Sair

📍 Kabupaten Halmahera Utara

Catatan kajian kitab talbis iblis #3

Materi: Kajian Kitab talbis iblis #3 "Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala"Pemateri: Ustadz Firanda Andirja, MA Falasifa adalah orang yang paling cerdas seperti Socrates, Aristoteles, Plato tapi mereka berbicara tentang teologi mereka tidak punya landasan. Akhiri mereka hanya berbicara dengan dzon atau persangkaan-persangkaan mereka saja. Aqidah falasifa tentang pencipta ada beberapa mazhab dikalangan mereka.1.Dahriah, pencipta tidak ada.2. Pendapat kwdua, Alam tercipta dari illah sebab pertama (kuasa prima). Kuasa prima datang bersama alam semesta.3. Pendapat ketiga, pencipta itu ada. Karena melihat alam ini baru, dari tidak ada menjadi ada. Tetapi kami jadi bimbang ketika seseorang tenggelam di lautan diq meminta tolong kepada Tuhan tapi tuhan tidak menolongnya.• Alam sudah sempurna tuhan bunuh diri• Makhluk terlalu hebat, Tuhan hanya nonton.• Tuhan menyatu dengan seluruh alam.Semua diatas adalah logika filusuf Yunani yang pemikirannya dimainkan oleh iblis dan mereka tidak punya cahaya kenabian.Ibnu zauji juga menyebutkan tentang masalah ilmu kholiq.Falasifa Yunani berpendapat dalam buku2 mereka seperti Aristoteles, Plato, Socrates yaitu:• Pencipta tidak berilmu kecuali dirinya.Ibnu Sina terpengaruh dengan logika ini. Logika ibnu Sina makhluk itu berubah rubah ada yang buruk, maka tidak pantas Allah memikirkan ini semua.Karena ini Imam Ghazali mengkafirkan ibnu sinar, karena ibnu sina mengatakan Allah hanya mengetahui makhluknya secara global tidak tahu secara detail tentang  ciptaan-Nya.• Mu'tazilah mengatakan ilmu Allah dan qudrah Allah karena dzat nya sendiri. Ilmu masuk dalam filsafat karena logika liar alias ngawur tanpa mengikuti petunjuk kenabian.Aqidah falasifaMereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad.Sehingga mereka mengatakan surga dan neraka tidak ada.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
RISKA DESTIANTI

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

TALBIS IBLIS #3 - TALBIS IBLIS TERHADAP PARA FILSUF YUNANI DAN PENYEMBAH BERHALA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِTALBIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI DAN PENYEMBAH BERHALA kitab : Imam Ibnu Al-Jauzi PEMATERI : USTADZ FIRANDA ANDIRJA HAFIDZAHULLAH TA’ALA Melanjutkan pembahasan bab sebelumnya, sudah disinggung sebelumnya tentang para filsuf disini Imam Ibnu Al Jauzi  kembali mengulang tentang pemikiran-pemikiran filsuf. bagaimana syaitan masuk kedalam pikiran mereka sehingga mereka melantur dalam berbicara metodologi ketuhanan. Imam Jauzi menyebutkan bahwa para filsafat yunani: Socrates, Plato, Aristoteles mereka adalah orang orang yang sangat cerdas. mereka menulis dengan hal-hal yang terkait dengan perkara-perkara Hissi (yang nampak) biologi , kimia , fisika dengan otak mereka yang luar biasa cerdas nya, kemudian pemikiran-pemikiran mereka tersebut tertuang di dalam buku yang mereka tulis bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab pada masa khalifah Al Makmun sehingga kaum muslimin terpesona, kagum untuk melihatnya pemikiran para Falasifa yang luar biasa, karena hal-hal ini belum pernah dibicarakan oleh orang-orang kaum muslimin. hal-hal yang begitu detail dengan perkara-perkara dunia, yang ternyata orang-orang yunani telah sampai tentang hal-hal tersebut. yang menjadi masalah adalah ketika mereka berbicara tentang teologi ketuhanan, sementara mereka berpaku dengan kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian , mereka tidak berusaha melihat penjelasan para Nabi , para Anbiya, para Rasull. dan mereka ingin memikirkan tuhan secara merdeka. dan akhirnya mereka pun ngawur karena otaknya diluar kemampuan berbicara tentang Tuhan, otak kita hanya dapat menangkap tuhan itu secara global. akal kita dapat menerima secara global misal tuhan itu ada , tuhan itu maha dahsyat , tuhan itu penguasa dan lainnya namun akal kita tidak dapat mendetailkan bagaimana tentang tuhan itu , bagaimana tuhan menciptakan alam semesta ini. dan mereka menduga-duga oleh karena nya mereka terjebak dengan pemikiran mereka. Imam Ibnu Al Jauzi mengatakan, orang orang falasifa ini mereka ketika berbicara tentang teologi ini mereka tidak mempunyai landasan. jika mereka berbicara sesuatu yang hissi yang nampak mereka mampu , namun dalam berbicara sesuatu yang dzohir yang tidak nampak yang tak bisa dianalogikan dengan pikiran maka ini sulit maka mereka hanya berbicara dengan persangkaan-persangkaan. Imam Ibnu Al Jauzi  juga mengatakan bahwa mereka bersendirian dalam pikiran mereka, akal mereka dan mereka berbicara hanya dengan konsekuensi dari persangkaan-persangkaan mereka tanpa menengok ajaran-ajaran para nabi. akhirnya timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka. ketika mereka membicarakan hal-hal yang hissi yang nampak landasan-landasan mereka dapat diterima tidak banyak khilaf dari perkataan mereka, namun ketika mereka berbicara tentang teologi ketuhanan mereka banyak khilaf nya karena tidak ada landasan yang mendasari nya karena akal dan pikiran ada batasnya. kita jangan membicarakan tentang Allah yang maha Esa, kita berbicara saja tentang masalah Ruh yang ada di jasad kita yang hadir bersama kita setiap saat. kita tidak dapat menerangkan ruh itu dari unsur apa?, bagaimana bentuknya?, bagaimana ia beredar di dalam jasad? kita tidak mengetahuinya. jika ada seribu pakar biologi , pakar fisika dan lainnya untuk berbicara tentang ruh maka akan ada seribu pendapat tentang ruh ini. karena tidak ada landasan atau pegangan untuk berbicara tentang ruh. Allah berfirman : وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا“mereka bertanya kepada engkau tentang ruh, katakanlah:’ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan engkau tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Qs-Al Isra:85) kalau saja kita tidak dapat berbicara tentang ruh apalagi tentang Allah subhanahu wa ta’ala. jangan tentang tuhan , tentang jin saja kita tak dapat menjelaskan , bagaimana menjelma ? bagaimana ia bisa masuk kedalam tubuh manusia?, bagaimana ia bisa merubah wujud? dan lain sebagainya.  siapa yang dapat menjelaskan secara ilmiah nya. kemampuan ilmu manusia terbatas. ketika kaum falasifah tidak mempunyai landasan maka kata Imam Ibnu Al Jauzi  mereka berbicara dengan persangkaan-persangkaan akhirnya mereka ngawur dan mereka berselisih yang sangat banyak. Aqidah Falasifa tentang tuhan “pencipta” ada beberapa mazhab di antara mereka :Dahriah Pencipta tidak ada Causa Prima “Sebab pertama” Alam tercipta dari sebab pertama, seakan-akan Causa prima berfungsi sebab pencipta. mereka kemasukan logika iblis, sehingga mereka mengatakan causa prima ini sangat sempurna sehingga akibat yang muncul darinya tidak boleh terlambat harus sama dengan sebab tersebut sehingga alam ini azali bersama sebab tersebut tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab. munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab. mereka mengatakan akibat terjadi alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan dari causal prima, tetapi dari konsekuensi sempurna nya causal prima tersebut mengkonsekuensikan terjadi nya alam. konsekuensinya : alam azali alam juga abadi Pencipta ada dalil nya “Karena kami melihat alam ini muhdats”*Muhdats: dari tidak ada menjadi ada contoh: kita sebagai manusia, dari yang tidak ada menjadi ada. mereka mengatakan mereka bimbang, ketika ada seorang di lautan akan tenggelam kemudian meminta pertolongan kepada tuhannya ia tidak ditolong, ini yang menjadi masalah mereka berpikir seakan-akan tuhan tidak ada , logika kami menunjukkan bahwa tuhan itu ada , tapi kenyataannya tuhan itu tidak ada.khilaf tentang hakikat tersebut , ada 3 pendapat : tuhan tersebut ketika menciptakan ia melihat ciptaannya sempurna ia takut ada perubahan maka ia bunuh diri. tuhan lemah , tuhan menciptakan makhluk lebih sempurna dan terlalu kuat. tuhan hanya melihat saja. tuhan menyebar  dirinya ke seluruh alam ini semua aqidah falasifa yunani yang disampaikan oleh ibnu jauzi, dan ini murni hanya sekadar logika iblis memainkan logika mereka, mereka tidak mempunyai cahaya kenabian untuk memikirkan tentang tuhan atau mereka memaksakan memikirkan tentang tuhan dan mereka buntu , dan mereka berselisih sebagaimana yang disebutkan pada beberapa mazhab diatas. Ibnul jauzi juga menyebutkan di dalam kitab nya talbis iblis tentang masalah: Aqidah Falasifah tentang : “ILMU PENCIPTA’ - Falasifa yunani berpendapat kalau saja , pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. ini hanya logika, mengapa falasifa ini berpendapat seperti ini karena tuhan ini sempurna, logika nya sederhana syaitan masuk kata mereka tuhan itu sempurna tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna juga, maka ia tidak boleh memikirkan tentang makhluk nya yang banyak kekurangan maka yang dipikirkan dirinya sendiri. jika dilihat logis , logis untuk falasifa yunani. tapi jika kita praktekkan ini adalah kekurangan masa tuhan tidak tahu. ‘Allah maha mengetahui apa yang Allah ciptakan, tidak ada satupun daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui.‘Allah mengetahui makhluknya, Allah mengurus makhluknya. ‘betapa banyak hewan melata yang tidak dapat mengurus rezeki nya, Allah yang mengurusnya.’‘Allah mengetahui lirikkan mata, dan apa yang disembunyikan di dalam dada-nya Allah mengetahui nya.’semuanya Allah tau , tetapi logika mereka tidak ‘Allah maha sempurna, Allah tidak boleh memikirkan selain dengan diriNya sendiri’ ini logika bahaya. makanya aneh jika begini lebih sempurna makhluk dibanding tuhannya, hewan saja tahu tentang tuhannya, manusia tahu tentang penciptanya. - Ibnu sina terpengaruh dengan logika ini. dijelaskan oleh Imam Ibnu Al Jauzi, tetapi ia lebih mending sedikit. ia mengatakan “Allah mengetahui makhluk-makhluknya secara global, bukan terperinci.” jadi Allah hanya mengetahui secara sunnatullah, contoh jika orang menikah punya anak , jika orang tidak makan maka mati. Allah hanya tahu secara global nya saja adapun secara terperinci Allah tidak mengetahui nya, syubhat nya sama. Ibnu Sina mempunyai syubhat : logika Ibnu Sina makhluk itu berubah-ubah ada yang buruk dan tidak pantas Allah memikirkan ini semua. karena ini Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghazali karena mengatakan Allah hanya mengetahui makhluk nya secara global tidak secara detail. ini bertentangan dengan banyak ayat. ibnu sina terjebak oleh falasifa yunani, sehingga ia berpendapat demikian dalam buku-buku nya. - Mu'tazilah yang kemudian mengatakan ‘ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzat nya sendiri.ini ada penjelasan detail, dan tidak dibahas karena terpengaruh dengan pemikiran filsafat bahwa saja namanya tuhan itu simple tidak boleh terlihat kasrah tidak boleh terlihat beragam itu satu dari kesatuan. tidak boleh mengatakan dzat dan ilmu Allah tapi ilmu Allah itu dzat nya sendiri . ini adalah filsafat yang tidak perlu didalami. jelaskan gambaran sederhana bagaimana iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena ia memikirkan tuhan tanpa adanya petunjuk dari kenabian , hingga ia melogikakan sendiri. logika itu liar masing-masing memiliki logika. “HARI KEBANGKITAN”Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. sehingga mereka mengatakan bahwa saja surga dan neraka tidak ada, ini juga mempengaruhi pemikiran Ibnu Sina dalam kitab nya ibnu sina mengatakan tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. karena ini beliau juga dikafirkan oleh Al  Ghazali. Allah berfirman dalam surat yasin, orang kafir berkata : وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌDan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"(Qs.Yasin:78) ini logika, dan logika mereka tidak sampai. contoh yang sederhana, misalkan ada manusia dimakan ikan hiu, ikan hiu dimakan lagi dengan manusia yang lainnya , sehingga biasanya satu daging saja dimakan oleh beberapa manusia sehingga ada anggota tubuh yang tergabung dengan manusia pertama. secara logika tidak mungkin ini tidak masuk dengan logika mereka dan tidak masuk dengan logika ibnu sina sehingga mereka berkata tidak ada kebangkitan jasad. ini adalah kekufuran yang mampu Allah bangkitkan semua untuk mengulangi proses kimia, yang sudah menjadi debu dapat menjadi daging kembali. intinya logika membuat orang-orang filsafat yunani terjebak dengan logika mereka karena tidak dibimbing oleh wahyu. dan diikuti oleh pengikut mereka yang lainnya. selanjutnya, setelah Imam Ibnu Al Jauzi membahas tentang falasifa dan para pengikutnya imam jauzi membuat sub bab yang judulnya “Tentang talbis iblis orang yang menyembah haikal-haikal” Maksudnya apa ? jadi Imam Al Jauzi menyebutkan ada sekelompok manusia yang mereka meyakini bahwa saja benda-benda langit di alam sana, ada ruh ruh nya. yang ruh tersebut menempati planet tersebut dan gerakan-gerakan planet tadi mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa di alam ini. jadi mereka melihat planet-planet dan planet tersebut ada ruh nya. seperti ruh bagi jasad manusia. sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda langit tersebut. mereka meyakini benda langit memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi, misalkan planet ini mirip dengan hewan ini , planet ini mirip dengan tumbuhan ini hingga mereka membuat haikal-haikal. haikal maksudnya bentuk. logika nya seperti ini syaitan masuk membuat mereka memahami , benda-benda yang ada di langit ini itu ada ruh-ruh nya dan gerakan gerakannya mempengaruhi gerakan di dunia. dan akhirnya mereka membuat haikal-haikal,bentuk-bentuk di muka bumi ini yang menyerupai imajinasi mereka terhadap benda di langit dan benda itu mereka ibadahi. bentuk penyambung rohani-rohani dengan benda yang ada dilangit. dan mereka pun menyembahkan kurban-kurban dan meyakini planet tersebut membawa kesengsaraan atau lainnya maka mereka membawa hewan tertentu, dengan matahari yang dirasakan sempurna tidak ada kekurangan maka mereka korbankan anak yang tidak mempunyai dosa sama sekali kemudian dibunuh untuk sembahan matahari tersebut. melalui patung-patung yang mereka buat di atas muka bumi ini. setelah itu Imam Ibnu Al Jauzi menerangkan tentang “Tentang talbis iblis terhadap para penyembah berhala” kok bisa terjadi penyembahan terhadap berhala? iblis kali ini masuk atas kecintaan terhadap bentuk, kecenderungan manusia dalam melihat bentuk-bentuk yang indah, sehingga akal di buang sama sekali agar orang-orang terpengaruh dengan bentuk-bentuk kemudian digambarkan kepada mereka bahwa saja patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh untuk disembah. jika ada sebagian dari mereka yang menggunakan akal nya mengapa mereka menyembah patung maka iblis akan menghiasi lagi dengan berkata yang kalian sembah ini adalah untuk mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala. sebagaimana perkataan orang musyrikin yang Allah dalam Al Qur’an, mereka berkata : أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَٰذِبٌ كَفَّارٌ Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(Qs.Az.Zumar:3) Iblis membuat syubhat bahwa menyembah patung ini untuk mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala. adapun asal-muasal penyembahan terhadap berhala adalah pernah disampaikan tentang cerita Nabi Nuh Alaihissalam yang dimana disitu ada orang-orang sholeh yang disebutkan “Wadd, suwa, Yaghuts, Ya’uq, Nasr” lima orang sholeh yang mereka senantiasa beribadah di suatu tempat ketika mereka meninggal, orang-orang membangun patung untuk mengenang. awalnya bukan untuk disembah tetapi untuk mengenang orang sholeh tersebut kalau dilihat membuat orang lain akan termotivasi untuk melakukan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dibuatlah patung dengan nama orang-orang shaleh tersebut. tetapi lama kelamaan berjalan dengan waktu Ibn Abbas menceritakan kisah ini “ketika para generasi yang membangun patung-patung meninggal dunia muncul generasi berikutnya dan ilmu sudah dilupakan tidak ada yang mendakwah tentang tauhid , akhirnya datanglah syaitan mengatakan ini patung-patung disembah agar mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala, akhirnya patung-patung itu disembah” kemudian berkembanglah penyembahan terhadap berhala sampai pindah ke Jazirah arab sampai ke quraish dibawa dengan seorang bernama Amr Ibn Luhay Al Khuza’i seorang pemimpin dari Khuza’ah, yang sempat menguasai kota mekah. kita mengetahui bagaimana perjalanan Nabi Ibrahim Alaihissalam ketika meletakkan anaknya ismail di kota mekkah, kemudian Ismail menikah dengan seorang wanita dari kabilah jurhum, dan kemudian setelah Ismail meninggal dunia kota mekah dikuasai oleh kabilah jurhum, lalu kabilah jurhum melakukan kemaksiatan dan akhirnya dikuasai oleh kabilah khuza’ah. kota mekah dikuasai oleh kabilah khuza’ah diantara pemimpin kabilah khuza'ah yaitu Amr ibn luhay beliau adalah pemimpin yang ditaati. maka suatu hari ia pergi ke negri syam dan mendapati berhala , orang-orang menyembah berhala dikatakan berhala ini bermanfaat maka ia bawa ke kota mekah, kemudian ia memanggil orang-orang untuk menyembah berhala tersebut. akhirnya orang-orang menyembah berhala. saat itu booming berhala, sampai setiap kabilah mempunyai berhala yang disembah, sampai suka untuk menyembah batu. Nama-nama berhala Manat : terletak antara mekah-madinah Al-Lat : yang disembah penduduk thaif Al-Uzza : di lembah nakhla Hubal : berhala di ka’bah, yang diagungkan oleh orang-orang quraisy , yang ketika perang uhud ABu Sufyan menyebut hubal “maha tinggi hubal” Isaf dan Nailah : dua sejoli yang saling mencintai di negeri yaman yang tidak bisa bertemu dan berhubungan akhirnya mereka berhaji ketika mereka berhaji dan mereka rindu, dan mereka berzinah di dalam ka’bah dan sedang berzina dalam ka’bah Allah ubah mereka menjadi patung, setelah itu orang-orang mendapati mereka menjadi patung dan dikeluarkan. awalnya di letakkan di luar ka’bah sebagai pelajaran ini adalah contoh orang yang bermaksiat, namun berjalannya waktu iblis datang membisikkan macam-macam kepada masyarakat akhirnya disembah. mereka sedang tawaf di usap , ketika ada keinginan mengundi nasib disebut. saking mereka suka dengan patung kemana-mana membawa patung, jika tidak ia akan mencari batu empat. jika ada satu yang bagus maka dijadikan tuhan dan tiga batu lainnya menjadi tungku. ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Al Jauzi ada suatu riwayat disebutkan “suatu ketika mereka berjalan di sebuah perjalanan kemudian kehilangan tuhan mereka lalu salah satu dari mereka berkata ‘carilah tuhan kalian yang baru’ karena tuhan mereka hilang akhirnya mereka mencari cari, saat sedang mencari ada lagi yang mengatakan ‘kita sudah mendapatkan tuhan kalian’” jadi mereka hobi untuk menyembah patung. jika mereka tidak mendapatkan batu, mereka ambil pasir lalu mereka tumpuk sebagai gundukan kemudian mereka tawaf dan beribadah. sampai saat ini masih banyak yang menyembah berhala, dan rata-rata berhala tersebut adalah lambang dari orang yang shaleh atau dianggap shaleh. Allah berfirman (QS.Al-A’raf:195): أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِApakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? katakanlah : “panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-Ku. tanpa memberi tangguh” وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِن جِئْتَهُم بِـَٔايَةٍ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ“Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka” (Qs.Ar-Rum:58)  

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis

Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah BerhalaOleh : Ustad Dr. Firanda Andirja.Imam Zauzi Rahimahuta'ala membuat sub judul dgn judul "Zikru Talbisihi alaa alfala syifah wa tabi'hin yaitu penyebutan ttg talbis iblis terhadap kaum fala sifa maksudnya ahli filsafat dari yunani wa tabi'in dan orang² yg mengikuti para pengikut ahli filsafat tsb. Kita sudah singgung sebelumnya disini imam zauzi Rahimahullah mengulang kembali pemikiran² falasiifa bagaimana syaiton masuk melalui pemikiran² mereka yg mereka ngelantur yg berbicara ttg teologi ttg ketuhanan. Al Imam zauzi menyebutkan bahwasanya falasifa ini seperti Socrates, Plato, Aristoteles, Plotunis dan yg lain²nya mrk ini orang² yg sangat cerdas, mereka menulis ttg hal² yg terkait dgn perkara² hisiah yg nampak ttg bilogi, kimia, atau fisika dgn otak mrk yg luar biasa cerdasnya kemudian pemikiran mrk tsb tertuangkan dalam buku yg mereka tulis kemudian bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab pada zaman khalifah ma'mum. Sehingga kaum muslimin terpesona kagum melihat pemimiran falasifa yg luar biasa artinya hal² ini blm pernah dibicarakan oleh kaum muslimin ttg hal² yg detail ttg perkara dunia, ttg biologi, kimia, fisika, ternyata orang² Yunani sudah sampai pemikiran mereka ttg hal² tsb. Tetapi yg menjadi masalah ketika mereka kemudian berkata ttg Teologi ttg ketuhanan, sementara mrk berpangku kepada kecerdasan otak mrk dan mereka tidak menyambut sinar kenabian (nurrubua), mrk tidak berusaha melihat penjelasan para nabi para anbiya, para rasul dan mrk ingin memikirkan ttg Tuhan secara istiqlal (secara merdeka) ya akhirnya mrk pun ngaur krn otaknya diluar kemampuan utk berbicara ttg Tuhan, otak kita hanya bisa menangkap secara global tuhan itu ada ini jelas otak kita dan akal kita bisa mengantarkan kita bahwa tuhan itu ada, Tuhan itu Maha kuasa Tuhan itu Maha dahsyat tetapi secara detail ttg Tuhan bagaimana? Proses penciptaan itu bagaimana ini semua tidak bisa diduga² . Falasifa ini menurut imam zauzi membicarakan ttg Tuhan ini mrk tidak mempunyai landasan utk dianalogikan. Kalo berbicara ttg perkara hissiah atau yg nampak oke ttg biologi, ttg fisika, ttg kimia medis. Tp berbicara yg gaib tidak bisa dianalogikan dgn perkara yg nampak maka ini sulit. Maka mrk berbicara ini dgn persangkaan². Kata ibnu zauzi Rahimahuta'ala mereka bersendirian dalam otak mereka, akal mereka, dan pendapat mereka berbicara hanya bicara dari konsekuensi persangkaan² mrk, tanpa menengok kpd ajaran² nabi akhirnya timbulah berbagai macam pendapat² dikalangan mereka. Ibnu az-zauzi mengatakan ketika menjelaskan ttg falasifa "ketika merekan berbicara ttg yg hissiah atau yg nampak misalnya biologi, fisika, mrk sepakat hilaf mrk tdk seberapa. Tp ketika mereka membicarakan ttg ketuhanan kalo tidak ada landasan mrk pun banyak hilaf. Kita jgn dulu berbicara ttg Allah, kita berbicara ttg ruh, ruh saja yg ada pada jasad kita yg selalu hadir bersama kita, kita tdk bisa menerangkan ruh itu seperti apa, bagaimana bentuknya, gemuk atau kuruskah? Panjang atau pendekkah? Dari unsur mana dia berada pada jasad kita kita ga tau. Krn tidak ada landasan utk berbicara ttg ruh. Allah berfirman : mereka bertanya ttg ruh, makan katakan kpd mereka ruh itu urusan Robbku, kalian tidak diberikan ilmu kecuali sedikit.9 Kalau ruh saja kita tidak bisa berbicara ttg ruh apalagi Allah SWT. Ttg jin saja, bagaimana jin bisa menjelma, tidak bisa menjelaskan secara ilmiah, kemampuan manusia sgt terbatas. Apalagi berbicara ttg Allah, ketika kaum falasifa tidak punya landasan mrk berbicara ttg persangkaan² akhirnya mrk berselisih. Aqidah falasifa ttg "Pencipta" Ada beberapa beberapa mahzab diantara mereka :Dahriah : Pencipta tidak ada, alam terjadi begitu saja. Alam tercipta dari sebab pertama "Kausa prima" seakan² berfungsi sebagai sebab penciptaan. Kausa prima itu bersamaan bersama alam. Karena sebab tsb sempurna sehingga akibatnya tdk boleh terlambat harus bersamaan dgn sebab. Yg kedua, munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuesi dari sebab bukan kehendak kausa prima dan ini syubhat. Konsekuensinya alam azali. Kemudian mereka jg mengatakan alam juga abadi.Mereka melihat pencipta itu ada, dalilnya krn kami melihat alam ini muhdas (baru) dari tidak ada menjadi ada. Khilaf ttg hakikat pencipta tersebut ada 3 pendapat ; yg pertama Tuhan ada kemudian alam sudah sempurna, Tuhannya bunuh diri. Pendapat kedua Tuhan menciptakan lemah menciptakan makhluk yg hebat tuhan hanya menonton. Pendapat yg ketiga Tuhan menyebar dengan seluruh alam/ menyatu dgn seluruh alam.Ini semua adalah akidah falasifa yunani yg disampaikan oleh ibnu Zauzi rahimahuta'ala dan ini murni hanya sekedar logika, iblis memainkan logika mereka.Ibnu zauzi jg menyebutkan dalam kitabnya talbis iblis ttg ilmu² Tuhan. Falasifa berpendapat Yunani berpendapat : Pencipta tidak berilmu kecuali dirinya. Logikanya Tuhan sempurna tidak boleh mikir kecuali yg sempurna jg yaitu dirinya semata. Ibnu sina terpengaruh dengan logika ini. Ibnu sina mempunyai syubhat : makhluk itu berubah² ada yg buruk tidak pantas Allah memikirkan semua ini. Logika ini jg mempengaruhi mu'tazilah yg kemudian mengatakan bahwa "dan qudrah Allah adalah Zat nya sendiri"

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 3 Talbis Iblis

Talbis IblisMateri 3 / Tablis terhadap para filsuf yunani & penyembah berhalahttps://youtu.be/ruShSB2I31o?si=hKgwuJoCvPRlA58wTokoh utama dari kaum filsuf adalah : Socrates, Plato, Aristoteles.Mereka adalah orang orang pintar, menulis biologi,kimia, fisika dengan pemikiran tinggiNamun permasalahan muncul dikarenakan mereka terlalu mengandalkan akal dan logika tanpa memperhatikan wahyu yg dibawa oleh nabiPenyembah Benda benda langit di mana orang2 ada yang menganggap benda langit mempunyai ruh & nyawa. Serta mempengaruhi bumi.Lalu apa solusinya agar kita tidak spt mereka:1. Harus mempunyai landasan agama dengan belajar ilmu agama2. Menerima wahyu dan percaya wahyu yg datang dibawa oleh nabiQs Al-Isra : 85

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Tablis Iblis bagian-3

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 3Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-3BAB KELIMA: TENTANG PENYESATAN IBLISDALAM AKIDAH DAN AGAMABagian 2Penyebutan Penyesatan Iblis terhadap Para Filsuf (Falashifa) dan Pengikut MerekaIblis dapat menyesatkan para filsuf karena mereka menyendiri dengan pendapat dan akal mereka sendiri, berbicara berdasarkan prasangka tanpa memperhatikan para nabi.Ketika mereka berbicara tentang hal yang nampak (fisika, kimia, biologi) rata-rata mereka sepakat, tapi ketika berbicara tentang area keTuhanan (misal tentang ruh) mereka berbeda pendapat dan saling khilaf dan berselisihAqidah Falashifa tentang pencipta, ada beberapa madzab dikalangan mereka: 1. Dahriyah : pencipta tidak ada, alam terjadi dengan sendirinya 2. Socrates/Plato/Aristoteles dkk : alam ini tercipta dari sebab pertama (causa prima) dan ia statis. Causa prima ini yang seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan tapi tidak menempatkannya sebagai pencipta, karena ia datang bersamaan dengan datangnya (azali) bersama alam semesta. Causa prima dianggap sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat/harus bersamaan waktunya. Munculnya akibat (alam) bukan karena keinginan Causa Prima tapi akibat konsekuensi akibat kesempurnaan Causa Prima (konsekuensi dari sebab). Akibat atau alam adalah abadi. Seperti Dahriyah, madzab yang kedua inipun tidak mengakui adanya pencipta 3. Pencipta itu ada. Dalilnya: karena kami melihat alam ini muhdats (baru: tidak ada menjadi ada) yang berarti ada penciptanya tapi kami bimbang karena ketika seorang ditengah laut meminta pertolongan, ia tidak ditolong. Maka mereka menjadi ragu apakah pencipta itu ada atau tidak. Timbulah khilaf tentang hakikat pencipta tersebut. Beberapa pendapat diantara mereka : Tuhan menciptakan alam dengan sempurna kemudian bunuh diri (karena mereka memanggil-manggil Tuhan tapi Tuhan tidak menjawab), makhluk terlalu hebat maka Tuhan lemah dan hanya menonton makhluk saja tanpa bisa mengatur makhluk, Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam (menyatu dengan alam). Aqidah Falashifa tentang ilmu pencipta : 1. Falashifa yunani: pencipta tidak berilmu kecuali hanya diriNya saja, pencipta hanya memikirkan dirinya sendiri yang sempurna dan tidak boleh memikirkan yang tidak sempurna. Paham ini mempengaruhi Ibnu Sina namun berbeda sedikit yaitu Allah mengetahui makhlukNya secara kully (global) bukan terperinci. Subhat Ibnu Sina: makhluk itu berubah-ubah dna ada yang buruk dan tidak pantas Allah memikirkannya. Karena ini Ibnu Sina dikafirkan oleh imam al Ghazali. Paham ini juga mempengaruhi Mu'tazillah yang mengatakan ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatnya sendiri. Aqidah Falashifa tentang hari kebangkitan: 1. Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikannya ruh ke jasad, sehingga mereka mengatakan surga dna neraka tidak ada, yang ada hanya kebangkitan ruh. Paham inipun mempengaruhi logika Ibnu Sina sehingga dikafirkan oleh imam al ghazali.Penyebutan Penyesatan Iblis terhadap Haikal (Bulan dan Bintang-Bintang dan lain-lain)Mereka adalah kaum yang mengatakan bahwa setiap roh dari roh-roh atas memiliki haikal, yaitu jasad dari jasad-jasad langit yang merupakan haikalnya. Hubungannya dengan roh yang khusus dengannya seperti hubungan badan-badan kami dengan ruh-ruh kami, sehingga ia menjadi pengaturnya dan yang mengendalikannya. Di antara haikal-haikal atas adalah planet-planet yang bergerak dan yang tetap. Mereka mempunyai pemahaman bahwa benda-benda langit mempunyai ruh yang menggerakan benda tersebut. Dan gerakan tersebut mempengaruhi pergerakan dibumi. Akhirnya mereka membuat bentuk-bentuk dibumi yang diserupakan dengan benda langit untuk disembah dan mempersembahkan korban-korban untuk benda langit tersebut agar ada kebaikan dan terhindar dari keburukan. Mereka meyakini ada kehidupan di alam langit dan diproyeksikan diatas bumi dengan bentuk tertentu.Penyebutan Penyesatan Iblis terhadap Penyembah Berhala-berhalaIbnul jauzi berkata: "Setiap cobaan yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia, sebabnya adalah kecenderungan kepada yang indah dan berpaling dari tuntutan akal. Karena indera merasa nyaman dengan yang serupa, Iblis la'natullahu 'alaih mengajak banyak makhluk untuk menyembah patung-patung dan sama sekali meniadakan kerja akal pada orang-orang ini. Sebagian dari mereka diperlihatkan bahwa patung-patung itu adalah tuhan- tuhan saja. Sebagian yang memiliki sedikit kecerdasan dan ia tahu bahwa tidak akan setuju dengan ini, maka dihiasi untuknya bahwa menyembah ini mendekatkan kepada Sang Pencipta: "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (Az-Zumar: 3)Beberapa nama berhala yang mereka sembah yang biasanya perwujudan orang-orang shalih atau dianggap shalih: 1. Manat (berhala tertua): Ia didirikan di pantai laut dari arah jalan di Qadid antara Mekah dan Madinah. Seluruh orang Arab mengagungkannya, begitu juga Aus, Khazraj, dan yang tinggal di Madinah,Mekah, dan sekitarnya. Mereka menyembelih dan berhadiah untuknya 2. Al Lat: Kemudian mereka mengambil Al-Lat di Thaif. Ia lebih baru dari Manat. Ia adalah batu yang tinggi. Penjaganya adalah dari Tsaqif. Mereka telah membangun bangunan di atasnya. Quraisy dan seluruh orang Arab mengagungkannya. Orang Arab biasa menamai Zaid Al-Lat dan Taim Al-Lat. 3. Al Uzza : Kemudian mereka mengambil Al-Uzza. Ia lebih baru dari Al-Lat. Zhalim bin As'ad yang mengambilnya. Ia berada di Wadi Nakhlah Asy-Syamiyyah di atas Zat Irq. Mereka membangun rumah di atasnya dan mereka mendengar suara darinya. 4. Hubal : Quraisy memiliki berhala-berhala di dalam Ka'bah dan di sekelilingnya. Yang paling besar di sisi mereka adalah Hubal. Ia terbuat dari batu akik merah berbentuk manusia dengan tangan kanan yang patah. Quraisy mendapatinya demikian, maka mereka membuatkan untuknya tangan dari emas. 5. Asaf dan Na'ilah : Mereka datang sebagai jamaah haji, lalu masuk ke dalam Bait dan mendapati orang-orang lengah serta Bait kosong. Maka ia berzina dengannya di dalam Bait, lalu mereka dimutasakhkan (diubah wujud). Keesokan harinya mereka mendapati keduanya telah dimutasakhkan, maka mereka mengeluarkannya dan meletakkannya di tempatnya. Khuza'ah, Quraisy, dan yang berhaji ke Bait setelah itu dari orang Arab menyembah keduanya.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Talbis iblis #3 Terhadap Para Filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Tablis Iblis #3  Terhadap Para Filsuf Yunani & Penyembah Berhala Ustadz Firanda andirja, LC, M.A حفظه Imam Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala membuat sub judul dengan judul ' penyebutan tentang talbis iblis terhadap kaum ahli filsafat yunani dan orang orang yang mengikuti para pengikut ahli filsafat Yunani tsb - imam Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala kembali mengulang tentang pemikiran² falasifah bagaimana syaitan masuk dalam pemikiran mereka sehingga mereka ngelantur dalam berbicara tentang teologi( KeTuhanan) Al imam Ibnul jauzi rahimahullah menyebutkan bahwasanya falasifah ini seperti Socrates, Plato , Aristoteles , flotunis dll mereka adalah orang orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang hal hal yang berkait dengan perkara perkara hisiyah(yang nampak) , biologi, kimia atau fisika dengan otak mereka yang luar biasa cerdas, kemudian pemikiran mereka tersebut tertuangkan dalam buku buku yang mereka tulis bahkan di terjemahkan kedalam bahasa arab terutama pada zaman Khalifah Al Ma'mun sehingga kaum muslimin kagum melihat pemikiran orang orang falasifah yang luar biasa. Menjadi masalah ketika mereka berbicara tentang teologi (KeTuhanan) , sementara mereka berpangku kepada kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian , berusaha melihat kejelasan para Nabi , para anbiyah , para Rasul dan mereka ingin memikirkan tentang Tuhan secara istqlal (merdeka) akhirnya merekapun ngawur karena otak diluar kemampuan untuk berbicara tentang Tuhan , otak kita hanya bisa menangkap tentang Tuhan secara global , TUHAN itu ada . Tetapi secara detail ini semua tidak bisa diduga² oleh karenanya mereka terjebak dengan dzunun mereka  Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala Mereka bersedendirian dalam otak mereka dan akal mereka pendapat mereka , dan mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dalam persangkaan² mereka , tanpa menengok kepada ajaran ajaran para Nabi , akhirnya timbullah berbagai macam pendapat dikalangan mereka.Aqidah Falasifah tentang  "pencipta"Ada beberapa madzhab diantara mereka Dahriah > Pencipta tidak ada Yang lain berpendapat lebih  (pendapat sokrates , Plato  , Aristoteles dinukil dari buku buku mereka . alam ini tercipta dari sebab pertama (causa prima) >seakan akan berfungsi sebagai sebab 'pencipta)Yang menjadi masalah mereka tidak menetapkan causa prima sebagai 'pencipta' akhirnya pendapat nya mirip . -Kausa prima tersebut azali bersama alam Iblis masuk kedalam pemikiran mereka bahwasanya kausa prima adalah suatu sebab yang sangat sempurna kalau suatu sebab yang sangat sempurna maka sebab tersebut akibatnya tidak boleh terlambat , akibatnya akan bersamaan dengan sang sebab sehingga munculnya bersamaan . -munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab , bahkan kehendak Kausa prima Konsekuensi;alam azali >alam juga abadi Ini semua murni konsekuensi dari logika mereka dan bertentangan dari akidah yang kita miliki! Allah mengatakan yang artinya "sesungguhnya Allah itu urusanNya kalau ingin sesuatu , Allah hanya mengatakan jadi maka Jadilah! . Pencipta itu ada . dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada) Mereka pun khilaf tentang hakikat pencipta tersebut contoh konsekuensi logika mereka -' alam sudah sempurna Tuhan bunuh diri -' makhluk terlalu hebat , Tuhan lemah hanya nonton -' Tuhan menyebar dirinya keseluruh alamIni semua akidah falasifah Yunani yang disampaikan oleh imam Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala dan ini murni hanya sekedar logika , iblis main logika mereka , mereka tidak punya cahaya kenabian untuk memikirkan tentang Tuhan akal mereka tidak mampu , mereka memaksakan memikirkan tentang Tuhan akhirnya mereka buntu. Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala juga menyebut tentang masalah "ilmu Tuhan" -falasifah Yunani mengatakan bahwasanya pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. Ini juga logika semata , kenapa falasifah berpendapat seperti ini , kata dia 'karena Tuhan itu sempurna , logika sederhana setan masuk pada akal mereka , Tuhan itu sempurna , Tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna pula . Tidak boleh memikirkan tentang makhluk nya yang penuh dengan kekurangan, makanya yang dia pikirkan hanya dirinya semata .-ibnu Sina terpengaruh dengan logika ini Allah mengetahui makhluk makhluk nya secara kully(global) bukan terperinci Logika ibnu sina makluk itu berubah² ada yang buruk tidak pantas Allah memikirkan itu semua . Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala juga menyebutkan -muktazilah Ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzatNya sendiri -Aqidah Falasifah tentang hari kebangkitan Mereka mengingkari kebangkitan jasad , dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad °surga neraka tidak ada . > Ibnu Sina terpengaruh "tidak ada pembangkitan jasad yang ada hanya ruh" Murni logika karena logika mereka tidak sampai . #jejakcahaya ❤️ Nursafitri

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap orang filsuf Yunani dan penyembah berhala

Ustadz Dr.Firanda Andirja, Lc. M.A TALBIS IBLIS#3 Talbis iblis terhadap filsuf Yunani & penyembah Berhala Orang² filsafat adalah orang² yang sangat cerdas dan mereka menulis perkara² yang terlihat, seperti biologi kimia dan fisika dng otak mereka yang sangat cerdas. Dan pemikiran mereka tertuang dalam buku² yang mereka tulis, bahkan di terjemahkan ke dalam bahasa arab terutama pada masa Khalifa Al ma'mun, sehingga kaum muslimin kaum melihat pemikiran mereka yang luar biasa. Hal² tersebut blm pernah di bicarakan oleh orang² kaum muslimin (tentang perkara dunia yang begitu detail), yang ternyata orang² Yunani sdh sampai pada pemikiran tersebut.Yang menjadi masalah ketika orang² Yunani berbicara tentang teologi/ketuhanan, sementara mereka berpangku pada kecerdasan otak mereka, dan mereka tdk menyambut sinar kenabian, mereka tdk melihat penjelasan para nabi dan para rasul, dan mereka ingin memikirkan tentang Tuhan secara Istiqlal/merdeka, membuat mereka ngaur karena otaknya tdk mampu berbicara tentang ketuhanan."Akal kita bisa menangkap Tuhan itu ada, Tuhan maha Kuasa dll" Tetapi "akal kita tdk sampai secara detail untuk mengetahui Tuhan bagaimana dll".Kata Ibnul Jauzi "orang² filsafat bersendirian dalam otak mereka, pendapat mereka, dan mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dari prasangkaan² mereka, tanpa menengok kepada ajaran² para nabi yang membuat timbul berbagai khilaf diantara mereka".Aqidah filsafat tentang "pencipta"Ada beberapa madzhab‌Dahriyah (pencipta tidak ada)‌Alam tercipta dari العلة (sebab pertama/kausa prima) seakan² berfungsi sebagai tuhan,kausa prima tersebut azali bersama alam krn sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tdk boleh terlambat, harus bersamaan dengan akibat.munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak dari kausa prima. Konsekuensinya alam azali dan alam abadi. (semuanya konsekuensi dari logika mereka)‌pencipta itu ada, dalilnya karena mereka melihat alam ini muhdats (dari tdk ada menjadi ada) logika mereka menunjukkan Tuhan itu ada tetapi kenyataannya Tuhan itu tdk ada. Sehingga mereka khilaf tetang hakita pencipta tersebutalam sdh sempurna tuahannya bunuh diriTuhan menciptakan makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya menontonTuhan menyatu ke seluruh alam."ILMU PENCIPTA"‌Filsafat Yunani mengatakan "Pencipta tdk berilmu kecuali hanya dirinya". Logikanya Tuhan maha sempurna dan tdk berfikir kecuali yg sempurna juga yaitu dirinya semata. Dalam islam "Allah mengetahui semua yg Allah ciptakan, tdk ada satupun daun yg jatuh kecuali Allah mengetahuinya".Ibnu Sina terpengaruh dengan logika mereka dia mengatakan "Allah mengetahui makhluk²nya secara " Kully" (Global) bukan terperinci. Logika Ibnu Sina makhluk berubah² dan ada yang buruk tdk pantas Allah memikirkan ini semua.Muktazilah "Ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatNya sendiri.Aqidah filsafat tentang hari kebangkitan‌mereka mengingkari tentang kebangkitan jasad, dan mengingkari di kembalikannya tuh ke jasad, dan mengatakan surga dan neraka tdk ada.Ibnu Sina terpengaruh oleh perkataan mereka. Ia mengatakan tdk ada kebangkitan jasad, yang ada hanya ruh. Talbis iblis terhadap orang² yg menyembah Haikal²Mereka meyakiniBenda² langit ada ruhnya.Gerakan² planet mempengaruhi terjadinya peristiwa² di alam semesta ini.mereka meyakini planet² memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi ini.membuat haikal² di atas muka bumi ini untuk mereka ibadah sebagai bentuk penyambungan mereka dengan ruhani² yang ada di langit.Talbis iblis terhadap penyembah berhalaIblis masuk kepada kecintaan terhadap kecenderungan manusia untuk melihat suatu bentuk² yang indah sehinggah akal di buang sama sekali.Asal penyembahan terhadap berhala dari kisah kaum nabi nuh dari 5 orang sholeh."Syaitan masuk ke benak mereka dan menyatakan bahwa berhala sebagai simbol untuk mendekatkan diri kepada Allah"."Berhala lambang dari seorang yang sholeh atau yang di anggap sholeh".

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Talbis Iblis #3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembahan Berhala

Talbis Iblis #3 : Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembahan BerhalaUstadz Firanda Andirja Hafizhahullah 1. Talbis Iblis tentang Kaum Falasifah (Ahli Filsafat Yunani)Para Falasifah yaitu orang orang yang cerdas dalam ilmu dunia, tapi ketika mereka berbicara tentang KeTuhanan, sementara hanya berpangku pada kecerdasan otak dan tidak menyambut petunjuk dari kenabian. a. Aqidah Falasifah tentang "Pencipta"Ada beberapa mahdzab, diantaranya :1. Dahriah "Pencipta tidak ada" Alam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta.2. Alam tercipta dari "العله" sebab pertama (kausa prima)​Kausa Prima seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. Karena sebab tersebut sempurna akibatnya tidak boleh terlambat harus bersama dengan sebab.​Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausa prima. ➡️ konsekuensinya : Alam Azali, alam abadi.3. Pencipta itu ada Karena merek melihat alam ini mudats (dari tidak ada menjadi ada)Khilaf tentang Hakikat pencipta, yaitu : 1). Alam sudah sempurna, Tuhan bunuh diri.Tuhan ketika menciptakan alam sudah sempurna, takut ada perubahan dan akhirnya bunuh diri. 2). Makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya "nonton" 3). Tuhan menyebar dirinya keseluruh alamb. Ilmu PenciptaFalasifah Yunani mengatakan "Pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya"Logikanya : Tuhan Maha sempurna dan tidak boleh memikirkan selain diriNya semata.Yang Terpengaruh dengan Logika tsb :• Ibnu Sina : Allah mengetahui makhluk-makhlukNya secara kulliy (global) bukan terperinci.Logikanya : Makhluk itu berubah-ubah & ada yang buruk, tidak pantas Allah memikirkan ini semuanya.• Muktazilah : Ilmu Allah & kudroh Allah adalah dzatnya sendiriIntinya: Iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena memikirkan tentang Tuhan tanpa ada petunjuk dari kenabian.C. Aqidah Falasifah tentang Hari Kebangkitan•Mereka mengingkari kebangkitan jasad & mengingkari dikembalikan ruh ke jasad.• Mereka mengatakan surga & neraka tidak ada.Ibnu Sina terpengaruh dgn mengatakan : Tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh.2. Talbis Iblis tentang Orang yang Menyembah Haikal• Sebagian manusia menyakini bahwa benda-benda langit (planet, bintang, matahari) memiliki ruh seperti jasab manusia.• Membuat haikal atau bentuk-bentuk untuk mereka ibadahi sebagai penyambung dengan rohani-rohani di langit.•Mereka melakukan kurban-kurban agar kebaikan datang dan terhindar dari keburukan.3. Tablis Iblis tentang Para Penyembah Berhala▪︎ Iblis membuat syubhat bahwa penyembahan patung tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allahسبحانه و تعالى.▪︎ Berhala berhala tersebut adalah lambang dari orang sholeh atau yang di anggap sholeh, kemudian mereka sembah.Allah berfirman: "Mereka hanya mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai." (QS. Ar-Rum:7).

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Talbis IBLIS terhadap filsuf Yunani dan penyembah berhala

Berikut adalah rangkuman dari video kajian "Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala" oleh Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.:1. PendahuluanKajian ini melanjutkan pembahasan Bab 5 dari kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi. Fokus pada video ini adalah membongkar tipu daya iblis terhadap pemikiran kaum filsuf Yunani masa lampau dan orang-orang yang menyembah benda mati.2. Tipu Daya Iblis terhadap Filsuf Yunani (Falasifah)Para filsuf (seperti Plato dan Aristoteles) pada dasarnya adalah orang-orang jenius dalam ilmu alam atau sains kasat mata (biologi, fisika, kimia). Namun, akal mereka menjadi rusak dan saling berselisih ketika mencoba membahas teologi (Ketuhanan), sebab mereka murni mengandalkan logika tanpa mau menerima petunjuk kenabian/wahyu.Iblis memasukkan banyak kerancuan pada kelompok filsuf ini, di antaranya:Alam Dianggap Azali (Tanpa Awal): Selain kaum ateis, ada filsuf yang meyakini keberadaan "Causa Prima" (Sebab Utama). Namun iblis menipu mereka dengan logika bahwa Sang Sebab ini meniscayakan akibat secara otomatis. Sehingga, mereka berpendapat alam semesta terjadi secara berbarengan (Azali) dengan Tuhan, bukan diciptakan atas kehendak-Nya.Tuhan Bunuh Diri atau Lemah: Sebagian menyimpulkan bahwa karena alam semesta sudah diciptakan dengan sistem yang sangat sempurna, Tuhan khawatir alam akan berubah lalu memilih bunuh diri. Ada pula yang menganggap Tuhan kini hanya entitas yang menjadi "penonton" lemah karena aturan alam sudah berjalan sendiri.Tuhan Tidak Peduli Makhluk-Nya: Dengan dalih bahwa "Yang Mahasempurna hanya pantas memikirkan hal yang sempurna", filsuf Yunani berpendapat Tuhan hanya mengetahui Diri-Nya sendiri dan buta akan urusan makhluk-Nya.Mengingkari Kebangkitan Fisik: Mengandalkan keterbatasan akal, mereka menolak fakta bahwa jasad jasmani manusia akan dibangkitkan lagi pada Hari Kiamat. Mereka menganggap hanya "roh" yang dibangkitkan, yang pada akhirnya memicu pengingkaran terhadap kenikmatan surga dan siksa neraka.3. Tipu Daya Iblis pada Ashabul Haikal (Penyembah Benda Langit)Iblis membisikkan gagasan bahwa planet, bulan, dan matahari memiliki 'roh' yang mengatur takdir kejadian di bumi. Umat manusia kemudian membangun haikal (kuil atau patung representasi) dari planet-planet tersebut di bumi untuk disembah. Saking sesatnya, mereka rela menyembelih kurban, termasuk mengorbankan nyawa anak kecil yang tak berdosa, untuk memuaskan matahari.4. Tipu Daya Iblis pada Penyembah BerhalaSejarah Munculnya Berhala: Kesyirikan pertama kali terjadi pada umat Nabi Nuh. Mulanya, mereka hanya membuat patung pahlawan/orang saleh semata-mata demi "mengenang" dan memotivasi diri beribadah. Sayangnya, ketika ilmu agama pudar di generasi selanjutnya, iblis mulai menyuruh mereka menyembah patung tersebut.Syubhat "Sekadar Perantara": Iblis merias kebatilan seolah-olah masuk akal, dengan menanamkan pemikiran bahwa menyembah patung tidak masalah asalkan niatnya adalah menggunakan patung tersebut sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.Kesyirikan Bangsa Arab: Amr bin Luhay al-Khuza'i adalah tokoh pertama yang mengimpor berhala dari wilayah Syam masuk ke Mekkah. Berhala menjadi tren populer; bahkan sepasang pemuda-pemudi yang dikutuk Allah menjadi batu akibat berzina di Ka'bah (Isaf dan Na'ilah) pada akhirnya malah ikut disembah, diusap, dan diibadahi oleh masyarakat. Saat bepergian pun, bangsa Arab sibuk mencari-cari batu di jalan untuk dijadikan Tuhan sembahan.Kelumpuhan Logika: Ust. Firanda menyoroti ironi bahwa manusia bisa sangat pintar berteknologi memikirkan duniawi, namun akalnya mati saat membicarakan akhirat. Merupakan puncak kebodohan saat manusia yang berakal dan bertelinga justru menyembah patung batu bisu yang dipahat oleh tangannya sendiri .

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 3

Talbis iblis 3Talbis iblis terhadap para filsuf & penyembah berhalaFalasifah bagaimana syaithan masuk ke pemikiran pemikiran mereka hingga melantur berbicara tentang ketuhanan Falasifah adalah orang yang sangat cerdas, menulis terkait hal hal yang nampak, bilogi, kimia, fisika.Kaum muslimin terpesona sama filsafah Ternyata orang yunani sudah sampai siniMereka tidak berusaha mendengarkan menjelaskan para NabiTuhan itu adaTuhan Maha KuasaIni tidak bisa di duga dugaMereka mencela teori, mereka tidak punya landasanMereka berbicara yang ghaib tidak bisa mereka sulit, mereka hanya berbicara dengan persangkaan, kalau kmia fisika mereka bisaMereka berbicara hanya persangkaan peesangkaan, akhirnya timbullah berbagai pendapat tentang merekaKalau bahas biologi kimia fisika mereka sepakatKalau bahas Tuhan mereka tidak bisaMereka bahas ruh yang ada di tubuh kitaRuh saja kita tidak bisa berbicara apalagi AllahJin saja bisa jadi hewan, manusia, menjelma dll ini ghoib tidak punya landasanMereka ngawurAqidah Falasifah tentang penciptaAda beberaap madzhab‌DahriyahPencipta tidak adaAlam terjadi begitu saja tanpa ada pencipta‌Alam tercipta dari sebab pertama  (kausa prima)Seakan akan berfungsi sebagai penciptaan- kausa prima tersebut azab bersama alamKarena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat harus bersamaan dengan sebab- munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab bukan kehendak kausa prima dan ini syubhat => Konsekuensi : - alam azali - alam juga abadi ‌pencipta itu ada Dalil nya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada ) Khilaf tentang hakikat pencipta tersebut 1. Alam sudah sempurna Tuhan bunuh diri2. Makhluq terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton3. Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alamIlmu pencipta‌Falasifah yunaniPencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinyaLogikanya Tuhan maha sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yang sempurna juga yaitu dirinya semata = Ibnu sina terpengaruh dengan logika ini -- Allah mengetahui makhluk-makhluk nya secara kully(global) bukan terperinciLogika nya ibnu sina, makhluk itu berubah ubah ada yang buruk tidak pantas Allah mikir ini semuanya= Mu'tazilah ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzabnya sendiriAqidah falasifah tentang hari kebangkitan‌Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembaliakn ruh ke jasad = surga & neraka tidak adaIbnu sina terpengaruh,  tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruhKarena logika mereka tidak sampaiLogika nya jelas :Kita menyembah yang menciptakan kita, bukan menyembah apa yang kita ciptakanNamun, ketika akal tidak digunakan maka syaithan menghias dengan kebatilan sehingga manusia tertipu

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

TALBIS IBLIS DAY-3, TALBIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI DAN PENYEMBAH BERHALA

Al Imam Ibnu Jauzi menegaskan kembali bagaimana syaithon masuk kedalam pemikiran-pemikiran falasifa yang berbicara tentang teologi/konsep ketuhanan yang menyimpang. Pada dasarnya para filsuf Yunani adalah orang-orang yang cerdas. Mereka bahkan menuliskan pemikiran-pemikiran mereka tentang biologi, kimia, fisika, kedokteran. Dan karya-karya mereka dialihbahasakan kedalam bahasa Arab pada jaman Khalifah Al-Makmun. Sehingga banyak kaum muslimin terpesona dengan karya mereka yang dianggap visioner karena penjelasan pemikiran para falasifa sangat detail. Yang menjadi masalah, ketika para filsuf Yunani berbicara tentang teologi dengan menggunakan kecerdasan mereka yang terbatas. Mereka tidak memiliki landasan yang jelas, karena landasannya berdasarkan persangkaan belaka, seperti makna nubuwah kenabian yang tentunya tidak bisa dinalar akal manusia. Menurut Al Imam Ibnu Jauzi, para falasifa ini berbicara tentang teologi tanpa melihat ajaran para nabi. Sehingga timbul perdebatan diantara mereka. Hal yang sederhana tentang ruh saja, tidak ada manusia yang mengetahui apa saja unsur penyusunnya, bagaimana terbentuknya. Karena berbicara tentang ruh merupakan ranahnya Allah azza wa jala.Aqidah falasifa tentang pencipta, ada beberapa mahdzab, yakni:Dahriyah > pencipta tidak ada.Al'ilata > alam tercipta dari sebab pertama (kausa prima) yang seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. Anggapan para falasifa, kkarena kausa prima tersebut azali bersama alam (misal terjadinya alam semesta, kausa prima ada nersamaan dengan terciptanya alam. Ini disebut juga "qidamul alam". Dan tidak mungkin sebab dan akibat terjadi bersamaan. Syaithon memasuki pemikiran mereka dengan syubhat bahwa sebab (kausa prima) tersebut sempurna sehingga akibatnya (alam) tidak boleh terlambat (harus bersamaan dengan sebab). Anggapan berikutnya, munculnya akibat (alam) dari sebab (kausa prima) adalah konsekuensi dari sebab bukan kehendak kausa prima. Maksudnya, akibat (alam) ini ada bukan karena keinginan dari sebab (kausa prima) melainkan terjadi karena konsekuensi dari sempurnarnanya kausa prima yang mengkonsekuensikan adanya alam.jadi alam adalah sebuah konsekuensi dari adanya sebab yang sangat sempurna. Bedanya dengan kaum muslimin, bahwasanya memang Allah yang menghendaki dan menginginkan menciptakan alam. Konsekuensi dari syubhat ini adalah bahwa alam itu azali, alam itu abadi. Padahal diantara mereka sendiri para kaum filsuf Yunani seperti Plato, Aristoteles, Plutonis terjadi perbedaan pemikiran tentang teologi.Pencipta itu ada, tapi tidak ada fungsinya, dalilnya karena kami melihat alam ini "muhdats" (baru, dari yang awalnya tidak ada menjadi ada). Sehingga terjadi khilaf diantara mereka tentang hakikat pencipta. Khilaf pertama, tuhan tersebut melihat ciptaannya sudah sempurna dan takut adanya perubahan, maka Tuhan tersebut bunuh diri. Karena alam sudah sempurna dan tidak butuh tuhan lagi. Khilaf kedua, tuhan itu lemah, hanya bisa jadi penonton makhluk yang hebat. Buktinya, jika ada makhluk yang minta tolong tuhan hanya diam saja. Tuhan membiarkan kejahatan terjadi, membiarkan bencana alam. Akhirnya menganggap tuhan sudah tidak bisa mengatur lagi (musykilatul tsar) dimana logika mereka mengatakan jika Tuhan itu ada, pastinya tidak akan ada keburukan. Khilaf ketiga, tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam ( tuhan menyatu dengan alam).Al Imam Ibnu Jauzi juga menjelaskan tentang masalah ilmu khaliq (ilmu pencipta) yang dianut oleh falasifa. Ada beberapa pendapat falasifa tentang"ilmu pencipta", antaralain:Pendapat falasifa Yunani: Pencipta tidak berilmu kecuali hanya diriNya. Maksudnya karena tuhan sudah sempurna, maka tuhan tidak boleh memikirkan makhlukNya yang penuh kekurangan. Sehingga hanya boleh memikirkan dirinya tuhan sendiri. Yang terpengaruh oleh syubhat logika ini antara lain adalah pemikiran Ibnu Sina, yang mengatakan bahwa Allah mengetahui semua makhlukNya secara "kulli" (global) bukan terperinci. Syubhat logika Ibnu Sina adalah makhluk itu berubah-ubah, ada yang buruk, sehingga Allah tidak pantas memikirkan makhlukNya. Karena syubhat inilah, Ibnu Sina dikafirkan oleh Al Ghozali. Syubhat logika ini juga mempengaruhi pemikiran mu'tazilah, yakni ilmu Allah dan qudrah Allah adalah dzatNya sendiri.Aqidah falasifa tentang hari kebangkitan:Mengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikannya ruh ke jasad sehingga mengingkari bahwa surga dan neraka tidak ada. Syubhat logika ini mempengaruhi pemikiran Ibnu Sina, yakni tidak ada kebangkitan jasad dan ang ada kebangkitan ruh. Karena pemikiran inilah Ibnu Sina dikafirkan. Bantahan syubhat ini: bahwasanya sangat mudah bagi Allah untuk mengumpulkan kembali jasad yang telah hancur berkeping-keping sebagaimana mudahan Allah menciptakan makhluknya.Al Imam Jauzi juga membahas talbis Iblis Ashabul Hayakil (penyembah haikal-haikal/bentuk-bentuk), maksudnya bahwa planet memiliki ruh, benda-benda langit ada ruhnya, bentuk bintang-bintang yang diproyeksikan seperti bentuk tertentu (rasi bintang).Al Imam Ibnu Jauzi juga membahas talbis Iblis tentang penyembahan terhadap berhala. Asal muasal penyembahan berhala adalah pada masa nabi Nuh. Berhala-berhala tersebut diberi nama sesuai dengan nama orang shaloh. Yang diyakini jika disembah akan mendapatkan berkah. Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
V
Vina aprilia

📍 Kota Bekasi

Tablis iblis 3 - penyimpangan penyimpangan dalam beragama.

Tablis iblis 3‎orang yang memiliki aqidah aqidah yang menyimpang.‎Ustadz firanda andirja‎‎imam Jauzi membuat qodimah dgn judul :‎‎" Penyebutan tablis iblis terhadap kaum filsafat Yunani dan orang orang yg mengikuti ahli filsafat tersebut ."‎‎Kita sudah singgung sebelumnya tentang para filsuf disini , imam Jauzi rahimallahitaala kembali mengulang tentang ,pemikiran falasufi seperti apa ,syaitan masuk kedalam pemikiran,mereka , sehingga mereka ,ngelantur dlm berbicara ,tiologi tentang ketuhanan .‎‎Imam Al Jauzi menyebutkan bahwasanya falafasifa ini ,seperti Socrates , Plato , Aristoteles,lotunis ,dll ,mereka adalah orang orang yang sangat cerdas ,dan mereka menulis hal hal yang terkait dengan perkara perkara hisiyah ,nampak ,biologi atau kimia ,atau fisika ,dgn otak mereka yang luar biasa cerdasnya ,kemudian pemikiran mereka tersebut tertuangkan ,buku buku yg mereka tulis ,bahkan di terjemahkan bahasa arab terutama di zaman khalifa almakmun, sehingga kaum muslimin terpesona ,kagum melihat , pemikiran orang orang falasifa yang luar biasa , artinya ,hal hal ini belum pernah di bicarakan kaum muslimin tentang ,hal hal yg begitu detail ,tentang perkara dunia ,tentang biologi,kimia ,fisika ,ternyata orang orang Yunani sudah sampai ke mereka tentang hal hal tersebut ,tp yg jadi masalah bicara tentang tiologi tentang ketuhanan , sementara mereka berpangku kepada kecerdasan otak mereka ,dan mereka tidak ,menyabut sinar kenabian ,tidak melihat penjelasan para nabi ,para Ambiya ,para rasul ,dan mereka ingin memikirkan tuhan secara detail ,secara merdeka , akhirnya mereka pun ,ngaur ,karena otaknya di luar kemampuan bicara tentang tuhan .‎‎Otak kita membicarakan tentang tuhan secara global ,tuhan itu ada ,ini jelas otak kita dapat menghantarkan kepada tersebut ,tuhan. Itu ada tuhan itu maha kuasa ,tuhan itu maha dahsyat ,yang lainnya tentang tuhan bagiamana,pros penciptaan bagaimana ,ini semua tidak bisa di duga duga ,oleh karenanya ,terjebak dlm junun mereka ,kata Ibnu Jauzi ,orang orang falasifa ini ,mereka bicara tentang tiologi, mereka tidak punya landasan, apa yg mau di jadikan Landaasan untuk di analogikan ,kalo berbicara tentang ,isinya tentang perkara yg nampak ,oke ,tentang cara biologi ,tentang ,fisika , tapi bicara tentang yg ghoib ,dgn logikakan dgn ,perkara yg nampak ,makanya dia ,sulit ,sehingga ,mereka berbicara akhirnya dgn jooon ( persangkaan persangkaan ).‎‎Kataibnu Jauzi rahimallahitaala, mereka bersendirina dlm otak mereka ,dan akal mereka ,pendapat mereka ,dan mereka berbicara ,hanya sekedar konsekuensi,dr prasangkaan prasangkaan mereka ,tanpa menengok tentang ajaran ajaran para nabi , akhirnya, timbullah berbagai pendapat di kalangan mereka ,yg paling menakjubkan ,Ibnu Jauzi tentang falasifa ,ketika mereka berbicara tentang,yg nampak biologi ,kimia ,fisika , rata rata mereka sepakat ,khilaf mereka tidak seberapa ,tapi ketika sudah berbicara tentang ketuhanan,landasan , akhirnya mereka pun ,banyak khilaf ,sesuatu tidak bisa berfikir landasan , akal ada keterbatasan,kita jgn berbicara tentang Allah SWT,kita berbicara tentang ruh ,yg ada pada jasad kita ,kita ga bisa menerangkan dr unsur apa ,bagiamana bentuknya ,geuk atau kuruskah, panjang ,dr unsur mana ,bagiamana ia beredar di, dlm jasad ,kita ga tau ,sehingga ada 1000 pakar biologi atau pakar fisika ,kimia ,kita di suruh challenge tentang ruh pasti ada 1000 pendapat ,karena tidak ada landasan yg jadi pegangan tentang ruh .‎Makanya Allah berfirman :‎‎" Mereka bertanya tentang ruh ,katakanlah ruh ,adalah urusan Rabb ku ,kalian tidak di berikan ilmu ,hanya sedikit ."‎‎kalo ruh saja kita tidak bisaberbicara tentang ruh ,apalagi tentang Allah SWT,tentang jin aja , bagiananjin bisa bertasakul ,menjelma ,bisakah kita menjelaskan, kemampuan manusia terbatas , bagaimana bisa berubah jadi hewan ,wanita cantik, JD apa ,bagiamana dia bisa masuk dlm tubuh manusia , menguasai otak akal manusia ,bagiamana dan siapa yg bisa menjelaskan,ia bisa berbicara dgn suara manusia ,siapa yg bisa menjelaskan secara ilmiah ini ghaib,apalagi kita bicara tentang ketuhanan, ketika falasifa tidak punya landasan,mereka bicara tentang persangkaan persangkaan, akhirnya mereka ngaur ,dan perselisihan perselisihan yg sangat banyak .‎‎aqidah falasifah ada beberapa mahzab di kalangan mereka :‎Dahriyah , penciptaan tidak ada , alam terjadi bgtu saja .‎   2.   Aristoteles, alam ini tercipta sebab utama , sekau prima adalah sangat simpel, sekau prima inilah seakan akan yg menjadi tuhan ,sebab penciptaan.sekau prima /ajali , sebab utama tersebut dia dtng bersaman dgn alam semesta. Sekau prima suatu sebab sangat tersebut , akibatnya muncul dgn bersamaan .melazimkan alam ini bersama ajali / sekau prima tersebut, karena sebab tersebut sempurna,sehingga akibatnya tidak boleh terlambat , harus bersamaan .‎   3. Munculnya akibat / alam semesta, adalah konsekuensi dari sebab , jadi mereka mengatakan akibat alam semesta ini bukan terjadi Krn sekau prima ,akan tetapi terjadi dr sempurnanya sekau prima tersebut, mengkonsekuensi sempurnakan .‎Konsekuensinya alam ini ajali .‎  4. Alam abadi ,sebagaimana ia ajali , pasti adanya abadi ,ini semua murni logika . Tanpa ada dalil sama sekali.‎‎Mahzab ke 2 , dari kalangan falasifa , penciptaan itu ada ,dalilnya ,kata mereka ," karena kami melihat alam ini baru ,dari tidak ada menjadi ada ."‎‎Dan mereka mengatakannya lagi ,akan tetapi, ada seseorang akan tenggelam, kemudian dia meminta tolong kepada tuhannya ,jadi dia tidak di tolong ,ini menjadi Masalah,akhirnya merekan  khilaf , mereka berkhayal dgn khyalan mereka sehingga , ini semua dianggap yg tidak nyata ,sehingga mereka dgn keraguan.‎‎firoq 2 : hidiyah , subjektif tergantung siapa yang , memandangnya ,tidak ada suatu yg objektif yg semua sama ,menilai sama , tidak ada yg salah di antara kita ,cuma itu kebenaran untuk kamu ,menurut saya penilaiannya berbeda ,itu namanya Al indiyah, kembali kepada yang di menurutku ,ini tidak ada kebenaran yg objektif, semua subjektifitas ,sehingga semuanya relatif.‎‎bantahan Ibnu Jauzi :‎‎ Keyakinan mu ini pasti benar , mereka akan menjawab : subjektifitas,menurut kami benar ,tapi bisa jadi , menurut selain kami tidak benar ,karena menurut kami begini mungkin menurut yg lain salah , kata ibnu Jauzi , kalo menurut kamu ini salah , makanya jgn di benarkan , sudah selesai, berarti pendapat kalian tertolak, Krn menurut ,pendapat kalian ini salah ,Krn dr pihak lain pendapat kalian ini tidak benar secara mutlak,pasti ada sisa salah menit orng lain ,kalo ada sisi salah ,jgn di yakini. Ini bantahan pertama .‎Ah Dahriyah , penolak adanya tuhan pencipta. Mereka punya beberapa metode, antaranya ,Dahriyah ( ateis ) menolak adanya tuhan , di sebutkan oleh Ibnu Jauzi , dua kelompok: - Dahriyah : alam terjadi sendiri, tanpa ada yg menjadikan. Tanpa tuhan , ada tanpa yg menjadikan.‎ - tobaiin , yaitu alam semesta yg di atur oleh tobiat , bukan di ciptakan oleh tuhan ,tp di atur oleh alam .‎‎Logika sederhana/ bantahan Ibnu Jauzi ,jika kita lihat ada bagunan ,pasti ada yg bangunnya ,tidak mungkin di buat begitu saja‎‎Langit langit dgn bintang bintangnya apa tidakkah ditunjukkan ada yg menciptakan nya .‎‎Kata beliau juga " lihat lah jari jari ini , bisa bekerja , lihat lah jari jari ini ada panjang pendek , inilah ciptaan Allah , kalo ada yg lihat seperti ini ada yg menciptakan.‎‎Beliau juga membantah tuhan tidak kelihatan atau tidak ada , contoh : kita sepakat ada jiwa dan ada akal di dlm tubuh kita ,yg tidak terlihat ,tp kita yakin ada yg mengaturnya , ada bukti bukti ,yg mengaturnya walaupun tidak terlihat .‎‎Ibnu Qayyim, jiwa dan akal , kita mengetahui jiwa dan akal secara global , walaupun bisa di tanggap secara global , ada yg mengatur seluruhnya.‎‎ 3. Tobaiin , alam kebetulan, kebetulan ada , tobaiin berusaha ilmiah dgn menyatakan, ada tabiiat ,yg mengatur , alam terjadi dgn tobiiat , kumpul lah 4 perkara tadi makanya kumpullah tabiiat .‎‎Mereka punya pendapat tentang tuhan , setelah menciptakan, tuhan bunuh diri , biar ciptaannya tetap berdiri .‎‎Firoqh 3. Saanawiyah ,tuhan ada dua , tuhan penciptaan kebaikan, tuhan pencipta keburukan tanpa menyembunyikan keburukannya , tuhan dua ,tuhan api atau cahaya , penciptaan kebaikan, tuhan kegelapan ( zulmah ) , penciptaan keburukan. Ini ada manusia yg tertipu dgn iblis , tuhan ada dua model penciptaan, ini dua tuhan.‎‎Diantara bantahan terhadap mereka ,Ibnu Jauzi :‎‎ Logika dua tuhan , jika dua tuhan tersebut ,ingin melakukan sesuatu, misalnya tuhan no 1 ,ingin si A bergerak , sementara tuhan no 2 , ingin si A diem ,apa yg terjadi ? Maka ada tiga kemungkinan, yg pertama keduanya , terpenuhi keduanya , gabungan dua hal yg saling bertentangan.‎Keduanya tidak terpenuhinya keinginannya .bergerak dan tidak bergerak , keduanya TDK pantas jadi tuhan , Krn keduanya gagal.‎Salah satunya terpenuhi keinginannya , dan yg lainnya tidak .maka yg terpenuhi keinginannyalah yg berhak jadi tuhan .‎‎Metode ,logika kedua : Ibnu Jauzi mengatakan, taruh lah tuhan kegelapan, selalu menciptakan keburukan menurut keyakinan mazuji , kata Ibnu Jauzi bukan lah kegelapan sering bermanfaat, jika ada yg di bunuh orng tersembunyi di kegelapan, api juga bermanfaat, apakah api juga banyaknyg tidak bermanfaat.‎‎Iblis masuk dlm benak mereka , api banyak manfaat , akhirnya mereka menyembah kepada api.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis #3

Talbis iblis #3: Terhadap Filsuf Yunani dan Penyembah Berhala para filsuf Yunani sangat pintar menyampaikan tentang science namun ketika menjelaskan tentang Allah, mereka tidak punya landasan karena tidak beriman beberapa golongan di kalangan filsuf yaitu golongan Dahriyah (mengatakan bahwa Pencipta itu tidak ada), golongan kedua kausal azali mengatakan bahwa alam tercipta dengan klausa prima maksudnya tercipta dengan sangat simple dan statis, pencipta itu datang bersamaan dengan alam semesta itu, golongan ketiga mengatakan bahwa Pencipta itu ada dengan dalil mereka melihat alam semesta dari tidak ada menjadi ada tapi mereka pun terbagi lagi menjadi 3 yaitu setelah menciptakan alam semesta dengan sangat sempurna lalu Tuhan bunuh diri, yg kedua Tuhan sudah menciptakan alam semesta dengan sempurna lalu hanya menonton apa yang terjadi, yg ketiga Tuhan menyebarkan dirinya (menyatu) ke seluruh alam seluruh ajaran mereka hanya mengandalkan logika tanpa adanya petunjuk dari ajaran nabi. kemudian para filsuf juga membuat ilmu pencipta, yaitu pencipta tidak berilmu kecuali hanya untuk dirinya➡️mu'tazilah dan ibnu sina. pendapat ahli filsuf tentang hari kebangkitan yaitu mereka mengingkari hari kebangkitan dan tidak percaya adanya surga neraka karena mereka hanya percaya logika mereka ➡️ibnu sina. berikutnya tentang talbis iblis yang menyembah planet2 dan benda2 langit itu mempunyai ruh yang mempengaruhi bumi. Kemudian talbis iblis terhadap penyembah berhala yaitu setan membuang akal mereka agar menyembah berhala, jika akal mereka berpikir kenapa harus menyembahnya maka iblis akan menghiasi dengan berkata berhala2 ini adalah perantara agar mendekat kepada Allah. Kisah awal penyembahan berhala dimulai dari umat nabi nuh yaitu ada org Soleh kemudian setelah mereka meninggalkan dibuatlah patung2 dengan nama2 mereka agar mengenang mereka, lalu berlalulah beberapa waktu hingga akhirnya patung2 itu mereka sembah hingga menyebarlah sampai ke musyrikin Quraisy yang dibawa oleh Ammar bin nuhai alkhuzai yang merupakan pemimpin dari bani khuzaah, bani khuzaah pernah menguasai kota Mekkah, ia membawa berhala dari Syam hingga akhirnya memerintahkan penduduk untuk menyembah berhala, mereka berlomba-lomba untuk membuat berhala agar disembah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →