📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

TALBIS IBLIS BAG 5

Talbis Iblis #5. Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag.1) Oleh. Ustad Dr. Firanda Andirja, M.A Bab. Ke 8 ttg Dzikru Talbis Iblis alal uqba fil ibadah penyebutan ttg talbis iblis kepada ahli ibadah dalam ibadah² mereka. Ibnu Zauji berkata "Ketahuilah bahwasanya pintu terbesar yg iblis masuk melalu pintu tersebut adalah kebodohan. Kebodohan adalah sebab iblis masuk dalam menggoda manusia, maka dia masuk utk menggoda orang² bodoh. tidak sulit utk menggoda orang² bodoh, krn dgn kobodohan itulah iblis menggoda" adapun utk menggoda orang² alim tidak mudah, harus curi², sedikit². Kalo orang bodoh langsung masuk aja iblis mudah menggoda. Sungguh iblis telah menggoda  banyak ahli ibadah karen sedikitnya ilmu mereka, karena mayoritas ilmu ibadah karena mereka mereka sibuk ibadah sementara mereka tidak berilmu. Oleh karenanya Robbi husein berkata "belajar fikih dulu, berilmulah dulu lalu kalau mau menyendiri silahkan adapun orang menyendiri itu tanpa ilmu berbahaya, bisa terjerumus dalam kesalahan karena iblis tidak akan membiarkan orang² bodoh itu utk beribadah kepada Allah SWT dgn cara yg benar, iblis akan menggoda" Talbis yg pertama atau godaan pertama :1. Mereka mendahulukan ibadah dari pada menuntut ilmu. Pdhl ilmu itu lebih afdhol dari pada amalan² sunah. Maka iblis cara menggodanya begini mengesankan pada ahli ibadah begini "apa sih tujuan ilmu?" Tujuan ilmu adalah beramal ya sudah langsung saja beramal klo gitu ga usah menuntut ilmu langsung saja ke tujuan. Sementara yg dipahami ahli ibadah itu adalah amal anggota tubuh saja. Mereka tidak tau bahwa amalan yg terbaik yg sesungguhnya adalah amalan hati. Dan amalan hati lebih afdol dari pada amalan luar / dzohir. Dan amalan hati bagaimana kita bisa memperolehnya yaitu dengan menuntut ilmu. Yaitu ttg aqidah, ttg iman, sifat² Allah, ttg keimanan kpd malaikat, ttg keyakinan ttg keMaha Esaan Allah SWT. Itu semua amalan hati, ini semua diperoleh dengan belajar, dan amalan hati lebih afdhol dgn amalan jawarih. Itu disatu sisi, disisi yg lain amalan jawarih kalo didukung dgn amalan hati maka pengaruhnya berbeda. Jadi iblis itu mengatakan "utk apa menuntut ilmu, langsung saja beramal" Bukankah orang nashoro sesat krn tidak berilmu yg semangat beribadah tanpa ilmu sehingga Allah mengatakan "Waladdholiin"Kemudian Ibnu Zauji menyebutkan asar² dari para salaf ttg keutamaan ilmu :"Bahwasanya keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah" karena menuntut ilmu ini berkaitan dengan hati yaitu keyakinan, menghilangkan syubhat, kemantapan aqidah , mengetahui ttg akhirat, ini semua dgn belajar. Tafsir ayat² al quran bagaimana taunya harus dgn belajar. Membaca siroh nabi SAW caranya bagaimana? Yaitu dgn belajar.Ibadah yg dibangun diatas ilmu itu lebih afdhal dari pada ibadah tanpa ilmu yg rawan dari penyimpangan.Contoh² godaan Iblis yg pertama ttg bersuci. kata Ibnu Zauji diantaranya setan memerintahkan mereka utk berlama²an di toilet dan ini merusak hati.Yg kedua talbis iblis dalam cara berwudhu, ada diantara mereka yg digoda ttg masalah niat. Melafalkan niat tidak disyariatkan. Karena nabi tidak melafalakan niat, kalau itu dianjurkan pasti nabi contohkan. Krn banyak sekali ibadah. niat itu letaknya dihati. Akhirnya orang yg tidak punya ilmu akhirnya was². Melafalkan niat itu hanya u Stk mengkokohkan yg ada didalam hati. Sebaik²nya petunjuk adalah petunjuk nabi SAW.Dalam suatu hadis bahwasanya nabi melewati Sa'ad dan Sa'ad sedang berwudhu maka nabi berkata kepada Sa'ad "apa ini berlebih² berwudhu wahai Sa'ad?" Maka Sa'ad berkata apakah dalam berwudhu ada berlebihan/mubadzir? Iya dalam berwudhu itu ada isrof atau berlebih²an meskipun engkau berwudhu disungai mengalir"Dalam hadist nabi berkata ada setan penggoda wudhu namanya Walhan.*Yg ketiga godaan setan terkait adzan. Sesunguhnya Imam malik benci dgn azan terlalu berlebihan (mendayu²). Mereka mencampurkan azan subuh dengan tafkir. Para ulama benci yg ditambah²kan dalam azan. Beliau berkata "Kami telah melihat orang naik diatas menara ditengah malam membaca qur'an" ini mengganggu yang tidur. Ini kemungkaran kata Ibnu Zauji.*Talbis iblis dalam Sholat. Yaitu dalam masalah baju. "Siapa yg mengatakan kepada saudaranya kafir maka akan kembali kepada salah satunya"Kata Ibnu Zauji diantara mereka ada yg mencuci bajunya disungai dujlah, dirumah tidak cukup. Ada diantara mereka mejulurkan kainnya disumur seperti perbuatan orang yahudi, para sahabat tidak melalukan demikian. Diantara mereka ada yg meninggalkan sholat jamaah gara² ada cipratan sedikit. Dan inilah yg kami larang dalam berlebih²an bersuci

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bagian 1)

Talbis Iblis Pertemuan 5Ibadah hati lebih penting dari ibadah lain yaitu belajar aqidah. Belajar mengenal Allah, mengenal malaikat, menghilangkan syubhat, mengetahui banyak hal tentang akhirat, tafsir ayat al quran, dan membaca sirah nabi.Keutamaan ilmu lebih dari ibadah. Bukan dengan melalaikan ibadah. Tapi ibadah yang dibangun di atas ilmu lebih afdol dan jauh dari penyimpangan.Talbis iblis pada orang yang beribadah yaitu menyangka melakukan kebaikan padahal keburukan:Godaan iblis terkait bersuci (hadast).Setan memerintahkan mereka untuk berlama-lama di toilet. Penggunaan air pakai 1x siraman dan maksimal 7x siraman pendapat ulama. Sedangkan iblis mengajak menggunakan air banyakMelafalkan niat tidak wajib, karena tidak disyariatkan dalam riwayat rasulullah. niat tempatnya di dalam hati.Melafalkan niat adalah bid’ah namun ada mahzab syafii yang menganjurkan untuk menegaskan yang di dalam hati. Namun jangan sampai was-was karena itu godaan syaiton.Was-was takut airnya tidak suci. Makanya harus belajar ilmu ushul fikih tentang air bersuci. Karena hukum asal air adalah suci.Nama syaiton yang khusus menggoda saat wudhu yaitu walhanBila wanita pakai baju panjang tidak perlu was-was apakah najis atau tidak sebelum shalat karena dari hadist rasulullah menjelaskan baju yang terkena tanah disucikan oleh tanah berikutnya sehingga bisa langsung shalatMencampur adukkan adzan subuh dengan zikir dan nasehatDi zaman nabi adzan langsung adzan tidak ada pembukaan dan penutupan dengan zikir dan ceramah karena dapat mengganggu orang yang tidur, yang sakit, yang mau ibadah di sepertiga malam terakhir dan yang mau ibadah antara adzan dan iqomahHendaknya adzan tidak perlu mendayung-dayung nada karena jadi mirip nyanyian dan orang jadi tidak fokus pada syiar Allah tapi fokus ke keindahan suaraPerkara muhdaz, memanggul orang shalat cukup dengan adzan tidak perlu tambah dengan panggil-panggil orangMengaganggu dalam perkara shalatBaju yang dikenakan dalam shalat dicuci berulang-ulang karena takut ada najis padahal tidak ada fikih seperti ituAda yang harus cuci baju di sumur karena merasa di rumah tidak cukup sehingga menjulurkan baju di sumur seperti orang yahudi. Tidak ada diantata sahabat nabi yang melakukan hal ini bahkan saat sahabat menakhlukkan persia mereka mengunakan pakaian orang persia untuk shalat danmenggunakan bejana orang persia untuk makanIbnu jauzi berkata bahwa ia bukannya melarang orang bersuci hanya saja ia membenci perbuatan yang berlebih-lebihan dari syariat dan itu perkara yang membuang-buang umur dan inilah yang kami larang

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 1)

Talbis iblis #5Kajian Ustadz Firanda Andirja M.ATalbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 1)Pintu terbesar iblis  masuk adalah kebodohanIblis menggoda ahli ibadah karena sedikitnya ilmu mereka,mayoritas mereka sibuk dengan ibadah sementara mereka tidak berilmuPerkataan yang masyhur dari Ar-Rabi’ bin Khutsaim“Belajar fiqihlah  (berilmulah) dulu lalu kalo mau menyendiri silahkan”Iblis tidak akan membiarkan orang orang yg bodoh utk beribadah dgn cara yg benar.Talbis iblis kepada ahli ibadahMereka lebih mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmu padahal ilmu lebih afdol dari pada amalan amalan sunnah dipahami oleh ahli ibadah bahwa amal itu hanya amal anggota tubuh padahal amalan hati adalah amalan yg terbaik dan amalan hati hany dapat diperoleh dengan menuntut ilmu (tauhid,hari kebangkitan,sifat2 Allah dll)Atsar atsar para salaf ttg keutamaan ilmuMutarrif bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir tentang keutamaan ilmu:“Keutamaan ilmu lebih aku cintai daripada keutamaan ibadah”Talbis iblis terhadap ahli ibadah1.godaan iblis tentang bersuci,diantaranya iblis membisikanberlama2 ditoilet agar tidak ada air kencing tersisamenggunakan banyak airBAB jika tidak melewati lubang dubur maka cukup dgn 3 waktu tidak sampai 21 batu,jika tidak merasa cukup padahal menurut syariat ini cukup maka ini tergolong bid’ah2.dalam masalah berwudhu-masalah niat dia ragu Dalam berniat terkadang mereka mengatakan aku berwudhu utk mengangkat hadas terkadang mereka mengatakan berwudhu utk sholat karena khilaf ttg gunanya wudhu  padahal niat tempatnya dalam hati-Memikirkan darimana asal air berwudhu apakah suci atau tidak yang menyebabkan keraguan untuk menggunakanya-Banyak menggunakan air ketika berwudhu,ini mengumpulkan 4 perkara yang dibenciboros dalam airmenghabiskan umur dengan melakukan perkara yang tidak wajib maupun disunnahkanmelebihi syariat ketika merasa kurang dgn syariatmasuk hal yg dilarang mencuci lebih dari 3 kali (wudhu lama akhirnya sholat terlambat) selalu was was dalam hal berwudhuHadist dari Abdullah bin Amr bin Ashbahwa rasululloh melewati Saad ketika sedang berwudhuNabi berkata “apa ini wudhu berlebih2an  wahai Saad?”Saad menjawab “apakah dalam wudhu ada berlebih2an?”“Iya dalam berwudhu ada berlebih2an meskipun berwudhu disungai yg sedang mengalir”Hadist dari Ubay nabi berkata“Ada syetan khusus penggoda wudhu namanya Walhan”Dari Abdullah bin Mughaffal dia mendengar anaknya berdoa“ aku meminta kepadaMu syurga firdaus,aku ingin jika masuk syurga aku ingin sebelah kanan ada istana berwarna putih”Maka Abdullah bin Mughaffar berkata“Minta saja syurga kepada Allah dan berlindung dari nereka jahanam karena rasulullah bersabda : akan ada pada umat ini yang berlebih2an dalam berdoa dan bersuci”Al Hasan Al basri rahimahullah menyindir Ibnu Shirin dengan berkata “ ada seorang dari kalian berwudhu seqirbah (tempat air yg besar) dan mandi dengan air banyak ini hanya menyusahkan diri dan meyelisihi sunnah”Ibnul Jauzy berkata adalah seorang alim ibnu Aqil berkata“Perkara yang paling ingin dicapai oleh orang cerdas adalah waktu karena jika mempunyai waktu luang dia bisa melakukan banyak hal”Ketika rasululloh berbicara dengan air mani bersihkan dengan tumbuhan (kikis) dan ini cukupKetika ada sandal yang terkena kotoran cukup digesek ditanahWanita zaman wanita suka memakai rok yg panjang maka Ummu Salamah meminta izin rasululloh utk menjulurkan roknya dibawah mata kaki,rasululloh membolehkan 1 hasta dibawah kaki dan jgn khawatir terkena najis maka tanah lain yg mensucikannya.Ibnul Jauzy berkata“Tidak pernah diketahui akhlak nabi beribadah kepada Allah dengan menggunakan banyak air”3. Talbis iblis terkait adzanterlalu berirama ketika adzan karena adzan seperti lebih  mirip dengan nyanyianMencampurkan adzan subuh dengan tadzkir /panggilan2Kalo perkara dizaman nabi bukan ibadah sekarang dianggap wajib maka ada 2 kemungkinanNabi dan para sahabat tidak tau hal tsb kita lebih tauNabi dan para sahabat tau tapi tidak mengerjakannya artinya nabi menyembunyikan syariat.4. Talbis iblis dalam sholatragu terhadap baju yg dipakai buat sholat seakan2 terkena najis bahkan ada yg mencuci baju mereka disungai duhlahmeninggalkan sholat berjamaah ketika hujan karena takut terkena cipratan najis.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 4 talbis IBLIS terhadap ahli ilmu bagian 1

Rangkuman Kajian: Talbis Iblis #1 (Mukaddimah & Fondasi Sunnah)1. Latar Belakang dan Tujuan KitabPanduan Kewaspadaan: Kajian ini membuka pembahasan kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi, yang ditulis sebagai panduan agar umat Islam senantiasa waspada terhadap berbagai bentuk manipulasi dan tipu daya setan.Menyasar Semua Kalangan: Iblis tidak hanya menggoda orang awam, tetapi juga memiliki strategi khusus untuk menipu para ahli ibadah, ulama, hingga cendekiawan agar menyimpang dari jalan yang lurus.2. Dua Senjata Utama Iblis: "Talbis" & "Ghurur"Ust. Firanda menjelaskan dua istilah kunci yang menjadi metode iblis dalam menyesatkan manusia:Talbis (Pencampuradukan): Cara iblis menyamarkan dan mencampuradukkan antara kebatilan dengan kebenaran. Sesuatu yang buruk dikemas sedemikian rupa menggunakan bungkus yang indah agar terlihat baik di mata manusia.Ghurur (Delusi/Teperdaya): Kondisi psikologis atau mental di mana seseorang merasa dirinya sudah berada di jalan yang benar, aman, dan mulia. Padahal, pada hakikatnya ia sedang berjalan di atas kekeliruan atau kesesatan.3. Benteng Pertahanan: Menetapi Al-Qur'an & As-SunnahKomitmen pada Manhaj: Satu-satunya cara mutlak untuk selamat dari jeratan talbis iblis adalah dengan memegang teguh komitmen pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.Berdasarkan Dalil, Bukan Perasaan: Agama harus dibangun di atas wahyu yang sahih dan pemahaman para Sahabat Nabi, bukan sekadar menggunakan logika murni, perasaan subjektif, atau hawa nafsu.4. Bahaya Sifat Bid'ah (Inovasi dalam Agama)Kajian ini memberikan penekanan khusus mengenai mengapa iblis sangat fokus menjerumuskan manusia ke dalam urusan pemikiran dan bid'ah:Ilusi Berpahala: Berbeda dengan pelaku maksiat biasa (seperti pencuri atau pezina) yang sadar bahwa mereka berbuat dosa sehingga ada dorongan kuat untuk bertaubat.Menutup Pintu Taubat: Pelaku bid'ah ditipu oleh iblis sehingga merasa bahwa amalan keliru yang mereka lakukan adalah bagian dari ibadah yang mendatangkan pahala. Akibatnya, mereka merasa tidak perlu bertaubat dan justru membela kekeliruan tersebut dengan fanatik.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
L
Lisna Febriani

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis Iblis 5

Talbis Iblis 5: Bab 8Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah dalam Berbagai Macam Ibadah # Bagian 1Pintu terbesar yang dimasuki Iblis terhadap diri manusia adalah kebodohan. Iblis menyusup ke dalam diri orang-orang yang bodoh dengan berbagai anggapan. Sedangkan orang yang berilmu tidak bisa disusupi Iblis, kecuali dengan cara mencuri-Jicuri jalan.Talbis Iblis yang pertama terhadap mereka, ialah mereka lebih mementingkan ibadah dari pada ilmu, padahal ilmu lebih utama daripada ibadah nafilah. Iblis menampakkan kepada mereka bahwa maksud ilmu adalah amal. Sementara yang mereka pahami tentang amal ini hanya sekedar amal anggota tubuh, dan apa yang harus mereka ketahui, bahwa amal itu adalah amal hati, dan amal hati lebih utama daripada amal anggota tubuh.Ketika talbis Iblis ini mengenai, lalu mereka lebih mementingkan ibadah daripada ilmu, maka terbuka kesempatan bagi iblis untuk menciptakan talbis yang lain dalam berbagai macam ibadah, diantaranya:1. Talbis Iblis dalam Masalah Hadats dan Sesuatu yang Dianggapnya Lebih Baik.Iblis menyuruh mereka untuk berlama-lama di WC. Padahal yang demikian itu bisa mengganggu fungsi paru-paru.Diantara mereka ada yang menganggap baik penggunaan air yang melimpah. Dia baru merasa jika dapat menghilangkan Hadats sebanyak 7x sesuai dengan Mazhab yang paling keras. Siapa yang tidak puas terhadap ketetapan syariat, maka dia kayak disebut sebagai ahli bid'ah, bukan orang yang melakukan itba'.2. Talbis Iblis dalam Masalah Wudhu'Diantara mereka ada yang diperdata setan dalam masalah niat, dengan berucap, "aku berniat menghilangkan Hadats." Lalu berkata, "Untuk sahnya shalat." Lalu berkata lagi, "Aku berniat untuk menghilangkan Hadats."Sebab talbis Iblis ini ialah kebodohan terhadap syariat. Sebab yang namanya niat itu ada di dalam hati, bukan dengan lafadz. Memaksakan niat dengan lafadz merupakan sesuatu yang sama sekali tidak diperlukan, disamping tidak ada maknanya.Diantara mereka ada yang dikecoh Iblis tatkala memandang air yang digunakan untuk wudhu', dengan berkata, "Darimana engkau tahu bahwa air itu suci?" Lalu ia membuat berbagai kemungkinan yang macam-macam. Padahal fatwa syariat sudah cukup baginya bahwa dasar hukum air adalah suci.Diantara mereka ada yang dikecoh dengan masalah banyaknya air. Padahal banyaknya air menghimpun 4 macam kemakruhan:1. Berlebihan dalam penggunaan air2. Menghabiskan waktu yang sangat berharga dalam perkara yang bukan wajib dan bukan pula sunat3. Melangkahi syariat, karena dia tidak merasa puas terhadap sesuatu yang sudah dicukupkan syariat, kaitannya dengan penggunaan air yang sedikit4. Memasuki perkara yang dilarang, berupa sikap yang berlebih-lebihan dalam 3 perkara di atas.Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda;"Akan muncul di tengah umat ini segolongan orang yang berlebih-lebihan dalam berdoa dan bersuci." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)Dari akhlak Rasulullah tidak pernah dikenal adanya ibadah dengan menggunakan air yang banyak.3. Talbis Iblis dalam Masalah AdzanDiantaranya adalah melagukan adzan. Malik bin Anas & ulama-ulama lainnya memakruhkan dengan keras melagukan adzan, karena yang demikian itu dapat mengalihkan pengagungan terhadap Allah menjadi lantunan lagu.Yang lain lagi ada yang menambah adzan subuh dengan dzikir, tasbih, dan peringatan.4. Talbis Iblis dalam Masalah ThaharahDiantaranya dalam masalah pakaian yang dikenakan. Diantara mereka mencuci pakaiannya yang sudah dicuci hingga beberapa kali. Boleh jadi ada orang muslim lainnya yang menyentuh pakaiannya itu, sehingga dia merasa perlu untuk mencucinya.Diantara mereka ada yang mencuci pakaiannya di sungai yang mengalir dan merasa tidak cukup hanya mencucinya di rumah.Adapula yang mencelupkan cuciannya ke dalam sumur, seperti yang biasa dilakukan orang-orang Yahudi.5. Talbis Iblis dalam Masalah ShalatOrang-orang yang selalu merasa was-was dapat berniat secara benar, lalu dia bertakbir, ternyata bagian-bagian shalatnya yang lain dilakukan secara serampangan. Seakan-akan maksud dan shalatnya itu hanya takbir semata.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

MATERI KE 5 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU bagian ke 1

Materi ke 5TALBIS IBLIS TERHADAPAHLI ILMU (bagian ke-1)Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.Aبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِBab ke 8 tentang Dzikru Talbis Iblis 'alal 'Ubbad fil 'Ibadat (Penyebutan tentang talbis iblis, yaitu godaan iblis kepada ahli ibadah dalam ibadah-ibadah mereka, dalam ibadah-ibadah mereka).Thayib, Ibnul Jauzi berkata, "Ketahuilah bahwasanya pintu terbesar yang iblis masuk melalui pintu tersebut untuk menggoda manusia adalah kebodohan." Ya, kebodohan adalah sebab mudahnya iblis masuk dalam menggoda manusia, ya. Fahuwa yadkhulu minhu 'alal juhhal bi aman, maka dia masuk untuk menggoda orang-orang bodoh dengan mudah, dengan penuh keamanan. Tidak sulit untuk menggoda orang-orang bodoh karena mereka bodoh. Dengan kebodohan itulah iblis menggoda.Wa ammal 'alim fala yadkhulu 'alayhi illa musaraqatan, adapun kalau ingin menggoda orang alim tidak semudah itu, harus curi-curi sedikit-sedikit. Kalau orang bodoh langsung masuk, lempeng aja, iblis mudah untuk menggoda. Sungguh iblis telah menggoda banyak ahli ibadah karena sedikitnya ilmu mereka. Ya, li-anna jumhurahum yasytaghilu bit ta'abbud wa lam yuhakkimil 'ilma, karena mayoritas ahli ibadah mereka sibuk dengan beribadah sementara mereka tidak berilmu.Oleh karenanya, Rabi' bin Khutsaim berkata, "Tafaqqah tsumma' tazil" (Belajar fikih dulu, berilmulah dulu, baru kalau mau menyendiri silakan). Berilmu dulu baru kemudian silakan menyendiri. Adapun seorang menyendiri beribadah dengan tanpa ilmu, maka itu berbahaya. Bisa terjerumus dalam banyak kesalahan karena iblis tidak akan membiarkan orang-orang yang bodoh tersebut untuk beribadah kepada Allah dengan cara yang benar, iblis akan menggoda.Thayib, fa awwalu talbisihi 'alayhim (Talbis yang pertama atau godaan pertama, kerancuan pertama yang dibikin oleh iblis kepada ahli ibadah), itsaruhum ta'abbuda 'alal 'ilmi, yaitu mereka lebih suka atau mereka mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmu. Wal 'ilmu afdhalu minan nawafil, padahal ilmu itu lebih afdal daripada amalan-amalan sunah. Ilmu itu lebih afdal daripada amalan-amalan sunah.Fa arahum annal maqshuda minal 'ilmil 'amal, maka iblis cara menggodanya begini: dia mengesankan kepada ahli ibadah tersebut dengan berkata, "Apa sih tujuan ilmu? Tujuan ilmu adalah beramal. Ya, kalau begitu ya sudah, tidak usah menuntut ilmu, langsung beramal aja, langsung aja ke tujuan. Ngapain menuntut ilmu, kan tujuan menuntut ilmu adalah beramal. Kalau begitu tidak usah menuntut ilmu, langsung aja ke tujuan."Apa kata Ibnul Jauzi? Wa ma fahimu minal 'amali illa 'amalal jawarih, sementara yang dipahami oleh ahli ibadah tersebut namanya amal tuh cuma amal jawarih, amal anggota tubuh, amal luar saja. Wa ma 'alimu annal 'amala 'amalul qalbi, mereka tidak tahu bahwasanya amal yang sesungguhnya yang terbaik adalah amalan apa? Hati.Wa 'amalul qalbi afdhalu min 'amalil jawarih, dan amalan hati lebih afdal daripada amal luar, amal zahir, ya. Dan amal hati bagaimana bisa kita memperolehnya kecuali dengan menuntut apa? Ilmu. Kita belajar akidah, akidah amal hati atau bukan? Amal hati. Iman tentang sifat-sifat Allah, tentang keimanan kepada malaikat, tentang keyakinan akan kemahakuasaan Allah, ini semua amalan hati. Dan itu semua diperoleh dengan apa? Belajar. Dan amalan hati lebih afdal daripada amalan jawarih.Ini dari satu sisi. Dari sisi yang lain, amalan jawarih, anggota luar, kalau didukung dengan amalan hati yang bagus maka pengaruhnya juga berbeda, pengaruhnya juga berbeda. Jadi iblis caranya begitu, dia bilang, "Ngapain kamu banyak menuntut ilmu, langsung aja beramal." Padahal beramal tanpa ilmu berbahaya. Bukankah orang-orang Nasrani sesat gara-gara beramal tanpa ilmu, ya? Sehingga Allah mengatakan, "Waladhdhallin" (Jangan Kau jadikan kami atau mengikuti jalan orang yang disesatkan). Yang disesatkan maksudnya orang Nasrani, yang semangat beribadah tanpa ilmu.Kemudian Ibnul Jauzi menyebutkan atsar-atsar dari para salaf tentang keutamaan ilmu. Qala Mutarrif bin Abdillah bin Asy-Syikhkhir: "Fadhlul 'ilmi khayrun min fadhlil 'ibadah" (Bahwasanya keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah, ya). Karena sisinya, ini sisi yang baik yang disebut oleh Ibnul Jauzi, karena menuntut ilmu itu terkait dengan amalan apa? Amalan hati. Keyakinan, menghilangkan syubhat, kemantapan akidah, mengetahui banyak hal tentang akhirat, ini semua dengan belajar. Pengen belajar tafsir ayat-ayat Al-Qur'an, bagaimana tahunya? Harus belajar. Maksud ayat ini bagaimana, maksud ayat ini bagaimana, tidak bisa tahu kecuali dengan belajar. Membaca sirah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lebih cinta kepada Nabi, caranya bagaimana? Belajar.Oleh karena itu wajar jika Mutarrif bin Abdillah berkata, "Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah." Dan ini memotivasi kita untuk semangat menuntut ilmu. Semangat menuntut ilmu bukan dengan melalaikan ibadah, kita juga tetap beribadah. Tetapi ibadah yang dibangun di atas ilmu itu jauh lebih afdal daripada ibadah tanpa ilmu, yang rawan terjadi penyimpangan.Maka Mutarrif bin Abdillah berkata, "Fadhlul 'ilmi khayrun min fadhlil 'ibadah" (Keutamaan ilmu lebih utama, lebih baik daripada keutamaan ibadah). Wa qala Yusuf bin Asbat (Berkata Yusuf bin Asbat), "Babun minal 'ilmi tata'allamuhu afdhalu min sab'ina ghazwatan" (Satu bab ilmu yang kau pelajari lebih baik daripada 70 peperangan). Ini... ini perkataan dia, ya. Dia mengatakan demikian, Ibnul Jauzi menukil agar seorang tidak meremehkan tentang ilmu, ya. Satu bab tentang ilmu yang kau kuasai, lebih afdal daripada 70 jihad yang kau ikuti.Wa qala Al-Mu'afa ibni Imran: "Kitabatu haditsin wahidin ahabbu ilayya min shalati lailatin" (Menulis satu hadis aja lebih aku sukai daripada salat malam, salat semalam suntuk. Lebih aku sukai daripada salat semalam suntuk).Kemudian Ibnul Jauzi mengomentari, fa lamma marra 'alayhim hadzat talbis (Ketika godaan ini masuk kepada mereka, cara setan melakukan talbis yaitu merancukan pemikiran mereka), wa atsarut ta'abbuda bil jawarih 'alal 'ilmi tamakkanal iblisu minat talbisi 'alayhim fi fununit ta'abbud. Sehingga mereka akhirnya mendahulukan ibadah, ibadah zahir daripada menuntut ilmu, akhirnya iblis mudah untuk menggoda mereka dalam berbagai macam ibadah. Iblis mudah menggoda mereka dalam berbagai macam ibadah. Iblis masuk kepada mereka dalam pintu-pintu ibadah yang mereka kerjakan.Mulailah Ibnul Jauzi menyebutkan contoh-contoh godaan iblis terhadap orang-orang yang beribadah, melakukan kesalahan tapi mereka menyangka itu adalah perbuatan baik. Itu yang disebut dengan apa? Talbis. Membuat orang melakukan keburukan namun disangka melakukan apa? Kebaikan.Thayib, yang pertama tentang godaan iblis terkait dengan bersuci. As-sitobah wal hadats, tentang bersuci. Kata... kata Ibnul Jauzi, "Di antaranya setan memerintahkan mereka untuk berlama-lamaan di toilet." Berlama-lamaan di WC, ya. Dan ini hanya merusak hati. Seharusnya orang di toilet secukupnya, ya. Secukup-cukupnya, jangan lama-lama.Di antara mereka ada yang berdiri setelah buang hajat, kemudian berdiri kemudian berjalan, kemudian berdeham, yatanahnah (ehem, ehem, ehem), yarfa'u qadaman wa yahaththu ukhra (angkat kaki turun kaki). Untuk apa? Maksudnya supaya air kencing keluar semua, ya. Wa 'indahu annahu yastangqi bihadza, dia menyangka dengan cara begini bisa keluar semua air kencing. Wa kullama zada fi hadza nazalal baul, wa kullama zada fi hadza nazalal baul, padahal dia bikin begini turun lagi air kencing. Harusnya tidak perlu, ya. Harusnya tidak... tidak perlu, ya.Sudah tinggal kencing, kata beliau, innama yakfihi an yahtaliba ma fidz dzakari baina usbu'aihi tsumma yatba'uhul ma'. Cukup mungkin kalau dia ragu, dia tinggal mengerut sedikit, memijit sedikit kemaluannya, kemudian dia siram, selesai. Tidak usah jalan-jalan, loncat-loncat, ehem ehem, enggak perlu. Enggak perlu. Ini waswas, bikin apa? Waswas.Di antaranya waswas atau talbis iblis, man yuhassinu lahu isti'malal ma'il katsir, orang yang iblis indahkan pada dirinya lebih bagus menggunakan air yang banyak itu lebih bagus. Ya, padahal cukup kalau sudah najis sudah hilang, cukup paling maksimal menurut pendapat yang paling kencang dari antara pendapat-pendapat mazhab adalah 7 kali siraman. Itu yang paling kencang, yang paling... Sebenarnya satu kali sudah cukup. Tapi taruhlah kita memilih pendapat yang paling kencang itu 7 kali siraman. Tapi ini enggak, tambah lagi, tambah lagi, tambah lagi, tambah lagi, tambah lagi, airnya diguyur banyak. Ini semua tidak benar, ya.Fa inista'malal ahjara fima lam yata'addal makhraja ajza-ahu tsalasatu ahjarin idza anqa bihinna. Kalau dia buang BAB, buang air besar, kemudian kotoran tersebut keluar tanpa melampaui lubang dubur, maka cukup dengan menggunakan tiga batu. Kalau sudah bersih ya sudah, tidak usah sampai 21 batu. Bisa luka parah kalau begitu. Kalau tiga batu sudah bersih sudah cukup.Kemudian kata beliau, wa mal lam yaqna' bima qana'as syar'u bihi fahuwa mubtadi'un syar'an. "Siapa yang merasa tidak cukup padahal syariat sudah bilang cukup, maka dia adalah ahli bidah secara syariat, wala muttabi', dan dia tidak mengikuti sunah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam." Ini beliau contohkan tentang talbis iblis dalam masalah bersuci.Baik, kita lanjutkan. Yang kedua, talbis iblis dalam masalah wudu. Ini disebut satu-satu. Ini semua karena kebodohan, maka setan mudah masuk. Bersuci begini, menghilangkan najis, wudu begini godaan setan. Man yulabbisu 'alayhi minhum man yulabbis 'alayhi fin niyah, ada di antara mereka yang digoda oleh iblis tentang masalah niat. Fa tarahu yaqulu arfa'ul hadats tsumma yaqulu astabihus shalah, dia mengatakan, "Aku berniat untuk wudu untuk mengangkat hadas." Terkadang dia ragu, dia bilang, "Aku berniat wudu untuk membolehkan salat." Karena para fuqaha khilaf apa fungsi wudu, ada yang bilang untuk mengangkat hadas, ada yang mengatakan untuk membolehkan salat, sehingga dia bimbang ketika berniat apa yang harus dia ucapkan. "Aku mengangkat... aku berwudu untuk menghilangkan hadas," terkadang dia ulangi lagi. "Aku berwudu, nawaitul wudu'a untuk salat," bingung.Kemudian dia ulangi lagi, "Enggak enggak, aku berniat wudu untuk menghilangkan apa? Hadas." Ah, enggak boleh, niat untuk wudu menghilangkan hadas saja, harus sekaligus untuk salat. Ulangi lagi, "Aku niat wudu untuk apa? Salat." Bimbang sendiri.Wa sababu hadzat talbis, kenapa setan bisa menggodanya seperti ini? Al-jahlu bis syar'i, karena bodoh dengan syariat. Kata Ibnul Jauzi, li-annan niyata bil qalbi, karena niat tuh tempatnya di hati, la bil lafzhi, bukan di lafal. Fa takalluful lafzhi amrun la yuhtaju ilayhi, maka bersusah payah untuk mengucapkan nawaitu nawaitu karena untuk ini, untuk ini, perkara yang tidak diperlukan. Tsumma la ma'na li tikraril lafzhi, kemudian ngapain diulang-ulang? Ngapain diulang-ulang, tidak perlu. Tidak perlu, ya.Tapi tentunya, tentunya kita harus mengakui bahwasanya masalah niat ada khilaf di kalangan para... para ulama. Ada yang mengatakan niat dalam ibadah-ibadah itu bidah karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ini pendapat sebagian ulama.Suara yang kencang sebelum adzan,dzikir2 yang tidak ada ajaran nya dari Rasulullah ﷺ adalah bentuk kemungkaran,karena mengganggu sekitar.Imam Malik berkata:“Apa yang di zaman Nabi bukan ibadah,maka di zaman sekarang juga bukan ibadah”Apabila di zaman Nabi bukan ibadah,tpi di zaman sekarang menjadi ibadah,maka terdapat 2 kemungkinan:1.Nabi dan para sahabatnya tidak tau hal tersebut2.Nabi tau tapi tidak dilakukan(menyembunyikan syariat)Imam Malik berkata:“Siapa yang menganggap bid’ah itu baik,maka dia telah menganggap Muhammad telah berkhianat pada risalah(ada sesuatu yg tdk disampaikan)”Talbis Iblis dalam sholat:Iblis menggoda mereka dengan baju yg mereka gunakan untuk sholat,maka ada di antara mereka yg mencuci baju yg sudah dicuci,kemudian dicuci lagi berulang2 karena perasaan was2 yg berlebihan,(seperti Islam Jamaah)~>semua ini karena dasar kebodohan dan ajaran pemimpin2 tersebutDiantara mereka ada yg mencuci bajunya tdk cukup hanya dirumah tapi harus di sungai,ada diantara mereka yang kainnya dijulurkan di sumur seperti perbuatan orang Yahudi,para sabahat tdk pernah melakukan demikian bahkan mereka sholat dgn baju Persia ketika mereka menaklukan Persia,baju2 yg ada kemudian diambil dan dipakai,dan mereka menggunakan bejana2 orang2 Persia,bahkan diantara orang yg was2 baru ada 1 air kena di tubuh menganggap itu najis,diantara mereka ada yg meninggalkan sholat berjamaah dikarenakan hujan yg tdk deras(khawatir ada cipratan air najis ketika berjalan)Ibnu Jauzi berkata:“bukannya aku melarang orang bersuci dari wara’,yg berlebihan itu aku tidak suka,hanya akan membuang2 waktu,dan inilah yg kita larang”

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
A
Alfiah fajri

📍 Kota Bogor

Talbis iblis #5

TALBIS IBLIS #5​TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH​Berdasarkan kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnu Jauzi​Talbis iblis: tipuan iblis yang mengesankan perkara buruk seolah-olah adalah hal baik.​Talbis iblis terbesar masuk melalui kebodohan manusia.​Talbis iblis pertama yang dilakukan kepada ahli ibadah adalah membuat ahli ibadah semangat ibadah tanpa ilmu, padahal amalan hati jauh lebih afdhol daripada amalan jawareh (dzahir).​Godaan iblis terhadap ahli ibadah:​1) Talbis iblis saat bersuci​\Rightarrow berlama2 saat bersuci (seharusnya secukupnya)​2) Talbis iblis dalam berwudhu​\Rightarrow bimbang ketika berniat wudhu (sebabnya bodoh terhadap perkara syariat, karena niat tempatnya di hati)​\Rightarrow meragukan kesucian air yang digunakan untuk berwudhu (hukum asal air adalah suci, kecuali ada bukti di depan mata yang mengubah kesucian air)​\Rightarrow menggunakan air sangat banyak (berlebihan)​\Rightarrow berlama2 dalam mencuci anggota wudhu, hingga akhirnya tertinggal berjama'ah (iblis menggambarkan jika bersuci kurang lama, maka ibadah kurang sah)​Hadist:​Ada israf (berlebihan) dalam berwudhu​Ada setan yang menggoda saat berwudhu, namanya Walhan​3) Talbis iblis terhadap adzan​\Rightarrow terlalu mendayu-dayu saat melantunkan adzan​\Rightarrow memutar dzikir atau ayat Al-Quran sebelum shalat subuh (mengganggu orang yang sedang shalat malam)​4) Talbis iblis terhadap shalat​\Rightarrow meragukan kesucian baju yang akan digunakan untuk shalat (selalu was-was ada najis)​\Rightarrow was-was saat memasuki waktu shalat (sudah masuk waktu atau belum)​\Rightarrow shalat terlalu cepat (tergesa-gesa)​\Rightarrow shalat terlalu lama (memanjangkan tanpa kebutuhan)​"Maka ketahuilah, bahwasanya iblis itu selalu mengintai ahli ibadah. Ia ingin merusak ibadah mereka dengan tipuan yang halus dan tersembunyi."​— Imam Ibnu Jauzi

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
N
Nadya Nandadita Islamina

📍 Kota Bandung

Kajian Tablis Iblis #5

kajian "Talbis Iblis #5: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-1)" oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. berdasarkan Kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnu Jauzi rahimahullahu taala.Pendahuluan & Arti Talbis IblisSecara bahasa, talbis bermakna tipuan, rancuan, atau memperdaya. Metode utama iblis dalam melakukan talbis adalah dengan mengemas kemaksiatan, keburukan, atau perkara bidah sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah sebagai bentuk ketaatan dan kebaikan. Akibatnya, pelaku keburukan tersebut merasa tenang dan yakin bahwa mereka sedang melakukan amal saleh yang mendatangkan pahala.Pada kajian ini, pembahasan tidak diambil secara berurutan, melainkan langsung merujuk pada Bab ke-8 dari kitab tersebut, yaitu mengenai tipu daya iblis terhadap para ahli ibadah ('ubbad) dalam urusan ritual ibadah mereka.## Akar Masalah: Kebodohan sebagai Pintu Utama IblisImam Ibnu Jauzi menegaskan bahwa pintu terbesar yang digunakan iblis untuk menyusup dan merusak manusia adalah kebodohan (minimnya ilmu agama).Kemudahan Iblis: Iblis dapat mendatangi dan menyesatkan orang-orang yang bodoh secara langsung, aman, dan tanpa perlawanan berarti karena mereka tidak memiliki benteng argumen syariat.Kesulitan terhadap Orang Alim: Sebaliknya, iblis sangat kesulitan jika ingin menggoda orang yang berilmu. Iblis harus bergerak sembunyi-sembunyi, curi-curi kesempatan, dan lewat cara yang sangat halus.Pentingnya Berilmu Sebelum Beramal: Banyak ahli ibadah yang terjerumus ke dalam kesesatan karena mayoritas dari mereka hanya sibuk menguras tenaga untuk ritual fisik (ta'abbud) tanpa membekalinya dengan pemahaman fikih yang benar. Ulama Salaf mengingatkan agar seseorang belajar fikih dan mendalami ilmu agama terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyendiri atau fokus memperbanyak ibadah.## Kerancuan Pertama: Mendahulukan Ibadah Sunah di Atas Menuntut IlmuIblis menanamkan kerancuan berpikir yang sangat halus kepada para ahli ibadah dengan bisikan: "Apa tujuan ilmu? Tujuan ilmu adalah amal. Jika demikian, tidak perlu menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu, langsung saja fokus beramal agar cepat sampai tujuan."Imam Ibnu Jauzi membantah kerancuan ini dari dua sisi:Definisi Amal yang Keliru: Ahli ibadah yang bodoh mengira bahwa amal itu hanyalah amalan anggota tubuh luar (amal jawarih). Padahal, amalan yang paling utama dan paling tinggi derajatnya di sisi Allah adalah amalan hati (seperti pemurnian akidah, keimanan kepada sifat Allah, malaikat, keikhlasan, dan tawakal). Amalan hati ini sama sekali tidak bisa diraih atau dipahami tanpa menuntut ilmu.Kualitas Amal Fisik Ditentukan Ilmu: Amalan fisik yang didukung oleh ilmu dan kualitas hati yang kokoh memiliki nilai pahala yang jauh berbeda dan lebih besar. Menuntut ilmu itu sendiri kedudukannya jauh lebih afdal daripada mengerjakan amalan-amalan sunah (nawafil). Beribadah tanpa ilmu sangat berbahaya, sebagaimana kaum Nasrani terdahulu yang tersesat justru karena memiliki semangat ibadah yang tinggi tetapi buta terhadap ilmu.Atstar (Perkataan) Para Salaf tentang Keutamaan Ilmu:Mutarrif bin Abdullah: Keutamaan ilmu itu jauh lebih baik daripada keutamaan ibadah. Ilmu menuntun pada kelurusan akidah dan penghapusan syubhat.Yusuf bin Asbat: Mempelajari satu bab saja dari ilmu agama, itu lebih disukai dan lebih afdal daripada mengikuti 70 kali peperangan (jihad).Muafa bin Imran: Menulis atau mendokumentasikan satu hadis saja jauh lebih dicintai daripada mengerjakan salat malam semalam suntuk.## Ragam Talbis Iblis dalam Praktik IbadahKetika para ahli ibadah terjebak dan mendahulukan ibadah fisik tanpa dasaran ilmu, iblis mulai merasuki dan merusak ibadah mereka satu per satu melalui penyakit was-was dan berlebih-lebihan (israf/ghuluw).1. Talbis Iblis dalam Masalah Bersuci (Thaharah)Berlama-lama di Toilet: Iblis membisikkan ketakutan bahwa sisa air kencingnya belum bersih sempurna. Akibatnya, muncul perilaku aneh dan berlebihan setelah buang hajat, seperti berdiri, berjalan-jalan, berdeham dengan sengaja, hingga mengangkat kaki bergantian secara ekstrem. Padahal secara syariat, tindakan tersebut tidak perlu. Cukup diurut sedikit dengan lembut jika ragu, lalu disiram, dan selesai.Pemborosan Air Bersih: Seseorang dibuat merasa tidak puas dengan batasan syariat, sehingga mengguyur air dalam jumlah yang sangat banyak untuk membersihkan najis. Padahal secara syariat, jika najisnya sudah hilang, maka tempat itu sudah suci.Empat Dampak Buruk Pemborosan Air: Imam Ibnu Jauzi menyebutkan bahwa orang yang berlebihan menggunakan air telah mengumpulkan empat perkara yang dibenci Allah:Melakukan pemborosan (israf) terhadap air.Menghabiskan dan membuang-buang waktu/umur yang sangat berharga untuk perkara yang tidak wajib dan tidak pula disunahkan.Keluar dari batas syariat karena merasa apa yang ditetapkan syariat masih kurang bersih.Melanggar larangan nabi (seperti membasuh anggota wudu lebih dari tiga kali).2. Talbis Iblis dalam Masalah Wudu dan NiatKebimbangan dalam Melafalkan Niat: Iblis memanfaatkan ketidaktahuan mereka tentang konsep niat. Ahli ibadah dibuat bimbang mengenai status niatnya: apakah berniat untuk mengangkat hadas atau berniat untuk membolehkan salat. Akibatnya, mereka terus-menerus mengulang-ulang ucapan niat di lisan dan tersiksa oleh keraguan.Hakikat Niat dalam Syariat: Tempat niat adalah di dalam hati, bukan di lisan. Menyengaja bersusah payah melafalkan niat adalah perkara yang tidak diperlukan. Para ulama sepakat bahwa melafalkan niat bukanlah kewajiban dan bukan pula sunah dari Nabi ﷺ. Sebagian ulama (seperti madzhab Syafi'i) memang mengizinkan atau menganjurkannya semata-mata untuk memantapkan hati bagi orang yang terkena penyakit was-was, namun bukan berarti boleh diulang-ulang secara ekstrem hingga merusak ibadah.Was-was Terhadap Kesucian Air: Muncul ketakutan tanpa dasar (paranoid) mengenai asal-usul air yang akan digunakan untuk wudu (khawatir kejatuhan tikus, dilewati binatang, dll). Padahal, dalam kaidah fikih dan usul fikih, hukum asal air dan tanah adalah suci. Hukum asal ini tidak boleh digugurkan hanya karena asumsi atau kemungkinan-kemungkinan (jangan-jangan) tanpa adanya bukti fisik berupa perubahan bau, rasa, atau warna.Dampak Buruk Was-was Wudu: Akibat wudu yang terlalu lama karena was-was, seseorang sering kali kehilangan waktu utama salat, tertinggal takbiratul ihram bersama imam, atau bahkan kehilangan seluruh rangkaian salat berjamaah.3. Talbis Iblis dalam Masalah Azan dan Pengeras SuaraMelagukan Azan secara Berlebihan: Mengumandangkan azan dengan nada yang terlalu naik-turun dan mendayu-dayu. Imam Malik dan ulama lainnya sangat membenci hal ini karena membuat azan keluar dari maksud utamanya (mengagungkan Allah) dan justru menjadi mirip seperti nyanyian atau seni musik.Mencampuradukkan Azan dengan Bidah: Adanya tambahan-tambahan ritual (taswib/tazkir) berupa zikir atau selawat yang terlalu panjang, baik sebelum azan dikumandangkan maupun sesudahnya, sehingga mengaburkan bentuk asli azan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.Mengganggu Kenyamanan Publik Lewat Suara Kencang: Munculnya fenomena membaca Al-Qur'an, menyetel murattal, atau melantunkan syair-syair pujian (seperti lagu-lagu selawat) dengan suara yang sangat keras melalui pengeras suara menara masjid di tengah malam atau satu jam sebelum subuh.Bantahan terhadap Fenomena Ini: Imam Ibnu Jauzi menegaskan tindakan ini termasuk kemungkaran. Mengapa? Karena tindakan tersebut mengganggu hak orang lain: orang yang sedang sakit butuh istirahat, orang yang ingin tidur terganggu, dan orang yang sedang khusyuk melaksanakan salat tahajud serta berdoa di sepertiga malam terakhir menjadi buyar konsentrasinya. Niatnya mungkin baik (membangunkan orang), tetapi caranya salah dan menyelisihi sunah.4. Talbis Iblis dalam Masalah Baju dan Lingkungan SalatPencucian Baju yang Berlebihan: Iblis membuat orang merasa pakaiannya selalu tidak suci. Pakaian yang sudah dicuci bersih di rumah tetap diragukan, sehingga harus dicuci ulang di sungai besar karena menganggap air di rumah kurang mantap. Ada pula yang merasa bajunya langsung najis hanya karena tidak sengaja tersentuh oleh orang Muslim lainnya.Sindiran terhadap Kelompok Ekstrem (Islam Jama'ah): Ustadz Firanda memberikan contoh nyata kontemporer pada kelompok-kelompok ekstrem yang mengkafirkan orang di luar kelompoknya (seperti Islam Jama'ah). Mereka memiliki kepatuhan fikih yang keliru dan was-was, di mana jika ada orang luar yang menyentuh baju, dinding, atau rumah mereka, maka bagian tersebut harus langsung dipel atau dicuci karena dianggap terkena najis dari orang kafir. Ini adalah bentuk penipuan pimpinan kelompok yang memanfaatkan kebodohan pengikutnya demi kesenangan duniawi dan penarikan upeti/pajak.Kemudahan Fikih Para Sahabat: Sikap was-was di atas sangat bertolak belakang dengan para sahabat Nabi ﷺ. Ketika menaklukkan wilayah Persia, para sahabat langsung menggunakan bejana-bejana dan baju-baju buatan orang Persia untuk salat tanpa ada rasa was-was atau keharusan mencucinya secara ekstrem.## Prinsip Kemudahan Syariat IslamDi akhir kajian, ditekankan beberapa dalil dan kaidah yang menunjukkan betapa indahnya Islam dalam memberikan kemudahan, serta bagaimana syariat memaafkan hal-hal kecil yang tidak bisa dihindari (ma'fu 'anhu):Kasus Kencing Badui: Ketika seorang Arab Badui kencing di dalam masjid, Nabi ﷺ tidak menyuruh membongkar tanahnya, melainkan cukup menyiramkan seember air di atasnya, lalu tempat itu langsung suci.Darah dan Mani: Air mani cukup dikerik atau dibersihkan dengan tumbuhan kering jika sudah mengering pada pakaian.Najis di Sandal: Jika sandal terkena kotoran, syariat tidak mewajibkan mencucinya dengan air sampai murni bersih. Cukup dengan menggesek-gesekkan sandal tersebut ke atas tanah yang suci saat berjalan, maka sandal itu sudah dihukumkan suci dan boleh dipakai salat.Rok Panjang Wanita: Ketika para wanita di zaman Nabi ﷺ mengkhawatirkan ujung rok panjang mereka menyentuh bagian tanah yang kotor di jalanan, Nabi ﷺ menenangkan dengan bersabda bahwa tanah/debu suci pada rute berikutnya bertindak sebagai pembersih bagi bagian yang terkena kotoran sebelumnya.## Kesimpulan & Pesan PenutupInti dari seluruh kajian ini adalah peringatan keras dari Imam Ibnu Jauzi agar kaum Muslimin tidak tertipu oleh perasaan "merasa paling warak" atau "paling hati-hati" dalam bersuci, jika sikap tersebut justru melanggar batas-batas kemudahan yang telah digariskan oleh Rasulullah ﷺ.Banyak orang yang terjebak was-was dalam urusan wudu dan air, namun di sisi lain mereka justru tidak memiliki sikap warak (abai) dalam menjaga lisannya dari dosa gibah, serta tidak berhati-hati terhadap kehalalan makanan dan minuman yang masuk ke dalam perutnya. Sikap terbalik inilah yang menjadi bukti nyata keberhasilan talbis (tipu daya) iblis.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

TALBIS IBLIS# 5 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH

TALBIS IBLIS# 5TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAHBerdasarkan kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnu JauziTalbis iblis: tipuan iblis yang mengesankan perkara buruk seolah-olah adalah hal baikTalbis iblis terbesar masuk melalui kebodohan manusiaTalbis iblis pertama yang dilakukan kepada ahli ibadah adalah membuat ahli ibadah semangat ibadah tanpa ilmu, padahal amalan hati jauh lebih afdhol daripada amalan jawareh (dzahir).Godaan iblis terhadap ahli ibadah:Talbis iblis saat bersuci => berlama2 saat bersuci (seharusnya secukupnya)Talbis iblis dalam berwudhu => bimbang ketika berniat wudhu (sebabnya bodoh terhadap perkara syariat, karena niat tempatnya di hati)=> meragukan kesucian air yang digunakan untuk berwudhu (hukum asal air adalah suci, kecuali ada bukti di depan mata yang mengubah kesucian air) => menggunakan air sangat banyak (berlebihan) => berlama2 dalam mencuci anggota wudhu, hingga akhirnya tertinggal berjama'ah (iblis menggambarkan jika bersuci kurang lama, maka ibadah kurang sah) Hadist: Ada ishraf (berlebihan)  dalam berwudhuAda setan yang menggoda saat berwudhu, namanya WalhanTalbis iblis terhadap adzan=> terlalu mendayu-dayu saat melantunkan adzan=> memutar dzikir atau ayat Al-Quran sebelum shalat subuh (mengganggu orang yang sedang shalat malam) Talbis iblis terhadap shalat=> meragukan kesucian baju yang akan digunakan untuk shalat (selalu was-was ada najis) 

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 4 Talbis iblis

Talbis iblisMateri 4 Reinkarnasi & Khawarijhttps://youtu.be/KFHjiJVg77w?si=dcbMKT3UxXiswtxTTalbis iblis melalu reinkarnasi adalah keyakinan bahwa setelah mati seseorang akan hidup kembaliKelemahan reinkarnasi: pembalasan tanpa ingatan tidak memiliki manfaat sebagai peringatanKonsep tentang pembalasan :1. Kehidupan dunia2. alam barzah3. Yaumil hisab4. Mizan (timbangan)5. Surga nerakaSubhat penganut reinkarnasi

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya5 Juni 2026
A
Aniza

📍 Kota Depok

Bab 4

KAJIAN KITABTALBIS IBLIS #4KEPADA PENGANUT REINKARNASI DAN KHAWARIJOleh Ustdz DR. Firanda Andirja, MAKamis, 4 Juni 2026================Dalam Islam tidak ada pemahaman reinkarnasi. Kita punya konsep hari pembalasan yg dijelaskan secara gamblang dalam AlQur'an dan Hadits Nabi. Barangsiapa yg berbuat di dunia ini, ada balasan, ada yg di balas mulai di dunia, di alam barzah, dan yg paling kuat balasannya di alam akhirat. Makanya di dalam agama islam dikenal dengan hari kebangkitan. Yaumul hisab, hari perhitungan, akan diaudit amal perbuatan, ditimbang, dan kemudian ada pembalasan. Sistem pembalasan dalam agama² lain berbeda, ada yg berkeyakinan adanya reinkarnasi yang banyak tersebar pemahaman ini di India, yaitu bila Seseorang melakukan keburukan akan di balas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. Jika dia melakukan kebajikan dalam kehidupan sekarang, kemudian dia akan meninggal dan akan dihidupkan kembali dlm kehidupan berikutnya dalam kondisi yang lebih baik.Jika dia melakukan keburukan lantas dia mati, maka dia akan dibangkitkan kembali di kehidupan berikutnya dlm kehidupan yg sangat buruk, bisa jadi dlm bentuk hewan yg hina.Bantahan secara sederhana :Konsep pembalasan, seharusnya seseorang sadar bahwasanya dia sedang dibalas, dan perbuatan sekarang merupakan pembalasan masa lalunya. Tapi kenyataannya kita diatas bumi ini, tdk akan pernah dari kita mengingat masa lalu kita. Pemikiran reinkarnasi ini berasal dari India, kejudian menjalar ke sebagian kaum muslimin yg terpengaruh. Al Imam Ibnul Jauzi menjelaskan, syubhat reinkarnasi ini ketika pembesar² pemikir² reinkarnasi melihat anak² yg sakit, anak² yg lahir tidak sempurna, ga mungkin sakitnya anak ini takdir tuhan untuk menguji orangtuanya. Anak ini sakit pasti akibat perbuatan sebelumnya. Apa yg dialami anak ini akibat dosa² yg dilakukan sebelumnya, kesimpulannya : ada kehidupan sebelumnya yg dampaknya baru kelihatan sekarang. Ini yg disebut reinkarnasi. Ini adalah syubhat sederhana yg mereka katakan.Mereka menjelaskan proses reinkarnasi jika orang sudah meninggal dunia, maka dia akan masuk ke sebuah alam yg lain, dia akan hidup kembali. Jika dia jiwanya baik, maka dia akan hidup kembali bercampur dengan cahaya matahari, jadilah seperti sayur2an, lalu dimakan oleh manusia, lalu berubah ruhnya masuk ke tubuh manusia. Kemudian dilahirkan kedua kali melalui perut seorang wanita lalu lahirlah dia untuk kehidupan kedua kalinya. Jika dia org baik, dia akan punya strata kehidupan yg baik.Sebaliknya jika dia jiwanya buruk, dia akan hidup kembali berubah menjadi serangga² yg dimakan hewan², lalu ruhnya masuk ke tubuh hewan, maka lahirnya berupa hewan, setelah seribu tahun baru berubah jadi manusia..Kesimpulan : mereka penganut paham reinkarnasi sepakat kehidupan sekarang adalah hasil dari kehidupan sebelumnya.==========

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
G
Galuh Somara Sinaga

📍 Kota Madiun

Talbis Iblis-4 : Talbis Iblis kepada Penganut Reinkarnasi dan Khawarij

Talbis Iblis-4 : Talbis Iblis kepada Penganut Reinkarnasi dan KhawarijUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.Dalam Islam tidak dikenal reinkarnasiKita mengenal konsep pembalasan yg telah dijelaskan secara gamblang dalam hadits-hadits nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apapun yg telah kita lakukan di dunia pasti ada balasannya yang terkadang balasan itu terjadi di dunia kemudian dilanjutkan di alam barzakh dan yang paling kuat pembalasannya di alam akhirat kelak. Konsep pembalasan dalam islam sangat jelas dan detail.Reinkarnasi: meyakini jika seseorang melakukan keburukan maka dia akan dibalas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. Jika seseorang melakukan kebajikan di masa kehidupannya saat ini maka ketika dia meninggal akan dihidupkan kembali dalam kehidupan berikutnya dengan kondisi dan strata yang lebih baik. Jika seseorang melakukan keburukan di masa kehidupannya saat ini maka ketika dia meninggal akan dihidupkan kembali dalam kehidupan berikutnya dengan kondisi yang lebih buruk, bahlan dihidupkan sebagai hewan yang hina. Bantahan sederhana:Yg dinamakan konsep pembalasan seharusnya seseorang sadar bahwa dia sedang dibalas dan apa yang dia alami saat ini adalah dampak dari perbuatannya di masa lalu. Jika dia bahagia dia tahu bahwa dulu dia pernah melakukan kebaikan, jika dia tersisksa dia tahu dulu dia pernah melakukan keburukan.Namun kenyataannya tidak ada satupun yang tahu bagaimana kehidupan masa lalunya. Ketika tidak ada seorangpun yang tahu kehidupan masa lalu maka konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. Seharusnya yang dinamakan konsep pembalasan harusnya seseorang tahu apa yang telah dia lakukan sebelumnya sehingga dia merasakan dampak atas perbuatannya tersebut.Pemikiran tentang reinkarnasi ini awalnya berasal dari India kemudian menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh.Imam Ibn al-Jauzi rahimahullahu ta’ala menjelaskan di antara syubhat yang menjadikan sebagian orang berpendapat tentang reinkarnasi, beliau menyebutkan perkataan Abu Qasim al-Balkhi: ketika para pemikir-pemikir reinkarnasi melihat anak-anak yang lahir dalam keadaan sakit padahal mereka tidak memiliki dosa maka mereka berkata tidak mungkin jika sakitnya anak-anak ini adalah takdir dari tuhan untuk menguji mereka. Tentu sakitnya anak ini adalah akibat dari dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa ada kehidupan sebelumnya yang dampaknya dirasakan pada kehidupan saat ini. Inilah yang disebut reinkarnasi.Mereka menjelaskan bahwasanua peoses reinkarnasi ada beberapa tahapan:Saat seseorang meninggal dunia maka dia akan mampir ke alam tertentu. Jika di kehidupan sebelumnya dia adalah jiwa yang baik dan melakukan kebaikan maka dia akan hidup kembali bercampur dengan cahaya matahari, lalu menjadi sayur-sayuran yang kemudian dimakan oleh manusia, ruhnya menjadi bagian dari manusia tersebut lalu kemudian dilahirkan kedua kali melalui perut seorang wanita. Sebaliknya jika di kehidupan sebelumnya dia adalah jiwa yang buruk dan melakukan keburukan maka dia akan hidup kembali berubah menjadi serangga-serangga yang kemudian dimakan oleh hewan-hewan, ruhnya menjadi bagian dari hewan-hewan tersebut lalu kemudian hewan-hewan itu melakukan perkawinan dan lahirlah dia sebagai hewan dan akan menjadi manusia kembali setelah 1000 tahun.Ada sebuah cerita yang disampaikan oleh Imam Ibn al-Jauzi: abu bakar ibul fallas bercerita suatu hari dia bertemu dengan sekumpulan orang yang dikenal memiliki pemahaman syiah kemudian orang tsb terpengaruh dan beranjak dari pemahaman syiah menjadi pemahaman reinkarnasi. Maka aku mendapati di depannya ada seekor kucing yang berwarna hitam dan dia sedang mengusap-usap kucing tsb. Kemudia diapun menggaruk-garuk di antara kedua mata kucing tsb. Maka aku melihat ada air mata keluar dari kucing tsb. Kemudian orang tsb jg menangis aku berkata kepadanya celaka engkau tidakkah kau lihat kucing ini ketika aku usap dia menangis, kucing ini adalah ibuku. Dia menangis ketika melihatku karena dia menyesal. Maka diapun berbicara dengan kucing tsb dan kucing itupun sesekali membalas dengan teriakannya. Akupun bertanya kepada orang tsb, apakah kucing itu paham apa yang kau katakan?Dia berkata, na’am.Apakah kau paham teriqkqn kucing tsb?La, saya tidak paham.Maka kamu inilah yang merupakah jelmaan hewan, dan kucing itulah jelmaan manusia.Karena kucing tersebut paham apa yang kau bicarakan sementara kau tidak paham apa yang kucing itu katakan.Talbis iblis thd khawarijKhawarij ini adalah firqah yg pertama kali muncul di zaman sahabat. Tipuan iblis kepada mereka adalah membuat mereka merasa lebih hebat daripada nabi dan para sahabat. Mereka merasa syariat ini kurang dan apa yg dilakukan oleh nabi dan sahabat kurang tepat. Mereka ujub terhadap diri mereka sehingga suudzon kepada orang lain.Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala berkata:Iblis menggoda manusia dari dua sisi. Jika seseorang cenderung kepada berleha-leha, berfoya-foya, dan bersenang-senang maka iblis membuatnya terjerumus ke dalam kemaksiatan. Jika seseorang cenderung kepada ketakwaan maka iblis juga bisa menjerumuskannya ke dalam sikap berlebih-lebihan dan ekstrim dalam beragama sehingga dia mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan apa yang dia lakukan.Imam Ibn al-Jauzi : khawarij yang pertama kali muncul yang paling buruk kondisinya adalah al khuwaysiroh, dgn cara mengkritisi hadits nabi صلى الله عليه وسلم Hr bukhari dan muslim dari abu said al khudari radhiallahu anhu yang intinya:Rasulullah صلى الله عليه وسلم membagikan harta ghonimah kepada empat orang arab badui. Semntara sebagian sahabat tidak diberikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, apakah kalian tidak percaya padaku sementara aku adalah kepercayaan Allah yg ada di langit. Datang kabar dari langit baik di pagi hari maupun sore hari.Ada satu orang yang protes kpd nabi dan mengatakan ittaqillah ya rasulullah. Adil lah engkau wahai muhammad. Maka rasulullah mengsngkat kepalanya dan menegur orang tsb, bukankah org yg paling utama utk bertakwa kepada Allah adalah aku? Orang tersebut tak acuh dan pergi.Khalid bin walid yang melihatnya berkata ya rasulillah bolehkah aku penggal kepala orang itu? Rasulillah berkata, jangan siapa tau dia sholat.Khalid: ya rasulullah betapa banyak orang yang sholat dia mengicapkan apa yg tidak dalam hatinya.Rasulullah; aku tidka diperintakan oleh Allah utk memeriksa hati manusia dan untuk membelah perut mereka. Akan keluar dari orang ini suatu kaum yang mereka membaca alquran tetapi alquran tsb tidka melewati kerongkongannya, mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yg menembus hewan buruan.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-4: TALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI & KHAWARIJ

Dalam Islam tidak mengenal konsep reinkarnasi melainkan konsep pembalasan yang penjelasan sudah termaktub dalam Al-Qur'an dan hadits. Konsep pembalasan dalam islam, "siapa yang berbuat di dunia ini pasti ada pembalasannya, entah dibalas langsung ketika masih di dunia atau di alam barzah atau di alam akhirat yang merupakan pembalasan paling kuat". Oleh karenanya dalam Islam dikenal hari perhitungan/yaumul hisab.Dalam konsep pembalasan, seharusnya orang tersebut sadar bahwa apa yang dialaminya saat ini merupakan dampak dari perbuatan masa lalunya. Jika dulu berbuat kebaikan maka dikemudian hari akan merasakan kebahagiaan dan sebaliknya. Tetapi bagi beberapa agama yang menganut konsep reinkarnasi, mereka menganggap bahwa mereka pernah bereinkarnasi berulang-ulang tapi tidak pernah merasakan atau mengingat masa lalunya. Padahal jika tidak pernah mengingat kondisi masa lalunya, maka konsep pembalasan itu unfaedah. Dan tidak tepat jika disebut sebagai konsep pembalasan.Awalnya konsep Reinkarnasi ini berasal dari India. Kemudian menjalar ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh. Al Imam Ibnu Jauzi menjelaskan, beliau menyebutkan dari Abul Qosim Al Balkhi rahimahullah berkata, "Ketika pembesar-pembesar/para pemikir penganut konsep reinkarnasi melihat ada anak-anak yang belum punya dosa sedang sakit, maka para penganut konsep reinkarnasi berpikir bahwa tidak mungkin sakitnya anak ini adalah takdir dari tuhan untuk menguji orangtuanya. Yang para penganut konsep reinkarnasi pikir adalah bahwa sakitnya si anak ini karena perbuatan dirinya sendiri di kehidupan sebelumnya.Para penganut reinkarnasi, jika seseorang telah meninggal dunia, maka orang tersebut akan masuk ke satu alam tertentu yang kemudian akan hidup kembali tergantung perbuatan dirinya di kehidupan sebelumnya. Jika di kehidupan sebelumnya orang baik, maka akan menjadi orang yang baik pula dan sebaliknya. Bahkan bisa jadi di kehidupan sebelumnya adalah manusia lalu bereinkarnasi menjadi hewan.Menurut Al Imam Ibnu Jauzi dari Abu Bakar Ibnu Falasifa bercerita, suatu hari Abu Bakar Ibnu Falas bertemu dengan sebagian orang yang berpemahaman syi'ah, kemudian orang ini terpengaruh dengan konsep reinkarnasi. Sehingga pada akhirnya orang ini yang semula berpemahaman syi'ah berpindah ke pemahaman penganut reinkarnasi einkarnasi. Lalu Abu Bakar Ibnu Falas mendapati orang itu sedang mengusap-usap seekor kucing hitam dan menggaruk-garuk diantara kedua mata kucing tersebut. Maka Abu Bakar Ibnu Falas melihat kucing tersebut menangis dan orang tersebut juga menangis. Lalu Abu Bakar Ibnu Falas bertanya kepada orang tersebut, " Mengapa engkau menangis?" Dan orang tersebut menjawab, "tidakkah engkau melihat ketika kucing ini aku usap-usap, kucing ini menangis. Kucing ini adalah reinkarnasi dari ibuku. Kucing ini menangis melihat aku karena menyesal." Dan orang tersebut mulai mengobrol dengan kucing itu seakan-akan tahu apa yang kucing itu inginkan. Dan Abu Bakar Ibnu Falas bertanya kembali kepada orang tersebut, "Apakah kucing itu paham kamu bicara apa?", Lalu dijawabnya, "iya, dia paham!" Kemudian Abu Bakar Ibnu Falas bertanya lagi, " lantas, apakah kamu paham dengan apa yang dimaksudkan kucing itu?" Dijawabnya, "tidak!" Akhirnya Abu Bakar Ibnu Falas berkata lagi, "berarti kucing ini yang kamu anggap sebagai ibumu adalah manusia,sedang dirimulah yang hewan. Sebab kucing itu paham maksudmu tapi kamu tidak paham maksudnya."Ketika seseorang merasa reinkarnasi dari raja atau sultan dan berusaha mengikuti gayanya raja atau sultan tersebut, hal yang dilakukan oleh orang ini sangatlah bahaya karena termasuk khurofat yang akalnya dipermainkan oleh syaithon. Sebab orang yang telah meninggal pasti akan memasuki alam barzah.Konsep hari pembalasan dalam islam sangat berbeda dengan konsep reinkarnasi. Karena pada saat hari pembalasan seluruh manusia akan ingat apa yang pernah dilakukan dulunya di dunia dengan dibukanya buku catatan amal tiap-tiap manusia.Talbis Iblis pada penganut khawarij adalah tipuan iblis kepada mereka yang merasa lebih hebat daripada nabi maupun para sahabat. Kaum khawarij merasa syariat yang dibawa oleh nabi dan yang dilakukan oleh para sahabat masih kurang tepat. Kaum khawarij juga terlalu ujub terhadap diri mereka akan ketaqwaannya (merasa paling bertaqwa). Sehingga su'udzon pada orang lain dan selalu husnudzon kepada diri sendiri. Orang-orang khawarij merasa paling bagus ibadahnya sehingga jika melihat ada orang yang kurang ibadahnya akan dianggap kafir (mudah mengkafirkan orang lain).Kata Ibnu Qayyim rahimahullah, iblis menggoda manusia dengan dua keadaan, yakni:Pada orang-orang yang suka dengan kemaksiatan seperti perzinahan, narkoba. Iblis melancarkan tipuannya dengan syubhat kerancuan berpikir bahwa hal-hal yang haram tersebut tidaklah mengapa yang penting enjoyPada orang yang bertaqwa, iblis akan menggoda dari sisi kecenderungannya seperti berlebih-lebihan (ghuluw) terhadap guru, ekstrim terhadap agama seperti rajin sholat malam, rajin puasa Sunnah sehingga mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan seperti apa yang dilakukannya. Dirinya merasa sebagai parameter kebenaran beragama.Kata Ibnu Jauzi, khawarij yang pertama kali muncul dan paling buruk adalah nenek moyangnya khawarij, yakni orang-orang yang mengkritisi nabi shalallahu alaihi wasalam. Orang khawarij menurut Rasulullah shalallahu alaihi wasalam adalah orang-orang yang mereka membaca Al-Quran, tetapi Al-Qur'an tersebut tidak melewati kerongkongannya, mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yang menembus hewan buruan tanpa ada bagian daging yang tersisa.Banyak kaum khawarij muncul pada masa khalifa Ali Bin Abi Thalib. Dan hal ini sudah pernah dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Bahwasanya akan muncul firqoh ditengah pertikaian diantara 2 kelompok besar dari kaum musliminKelompok besar tersebut adalah kubu Ali bin Abi Thalib dengan kubu Mu'awiyah Radhiallahu Anhu. Dimana kedua kubu sama-sama ingin menegakkan keadilan namun memiliki istihaj yang berbeda sehingga berujung pertempuran yang dimulai dengan terjadinya ma'rotul Jamal dan kemudian ma'rotul shiffin. Ma'rotul Jamal adalah pertikaian antara kubu Ali bin Abi Thalib dengan Ummul mukminin Aisyah radhiayallahu anha dan ma'rotul shiffin pertikaian antara kubu Mu'awiyah dengan kubu Ali bin Abi Thalib.Ciri-ciri kelompok khawarij:Mudah mengkafirkan kaum musliminMembunuh kaum muslimin tetapi membiarkan orang-orang kafirRajin ibadah hingga wajahnya pucat karena seringnya sholat malam dan puasa.Beragamanya ekstrimLecacatan berpikir kaum khawarij ketika menyampaikan 3 kritikan kepada Ibnu Abbas radhiayallahu anhu, yaitu:Kritik pertama , Mengapa Ali bin Abi Thalib menjadikan manusia sebagai hakim dalam urusan Allah. Padahal Allah berfirman, yang artinya: hukum itu milik Allah. Jadi mengapa memilih Abul Musa Al Asy'ari dari perwakilan kubu Ali bin Abi Thalib dan Amr bin Ash perwakilan dari kubu Mu'awiyah untuk memastikan dan memutuskan hukum, padahal hukum harus kembali kepada hukum Allah.Kritik kedua, ketika dalam perang jamal, orang-orang yang memerangi di perang jamal tersebut adalah kaum mukminin maka tidak boleh diperangi. Tapi jika yang memerangi adalah orang-orang kafir mengapa tidak diambil ghoniimahnya. Sehingga orang-orang khawarij ini menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib tidak paham syariat.Kritik ketiga, Ali bin Abi Thalib telah menghapus tulisan amirul mukminin saat berdiskusi dengan Mu'awiyah untuk mencapai kesepakatan, Mu'awiyah berkata kepada Ali bin Abi Thalib bahwa Ali belumlah menjadi Amirul mukminin bagi kubu Mu'awiyah, sehingga Ali bin Abi Thalib disuruh oleh Mu'tazilah untuk menuliskan namanya saja tanpa ada tambahan Amirul mukminin.Sehingga orang-orang khawarij berkata, jika Ali bukan amirul mukminin berarti Ali adalah Amirul kafirin.Maka Ibnu Abbas menjawab semua tuduhan orang-orang khawarij tersebut. Karena memang dibutuhkan orang yang sangat alim untuk bisa mendebat kaum khawarij. Sebab syaithon telah memasukkan syubhat kedalam benak kaum khawarij.Bantahan Ibnu Abbas terhadap kritikan kaum khawarij:Dengan menggunakan dalil Al-Qur'an, Ibnu Abbas mengatakan kepada kaum khawarij bahwa Allah-lah yang menyuruh menghadirkan 2 orang lelaki untuk menentukan suatu permasalahan. Di ayat yang lain, Allah juga menyurih lelaki untuk berhukum urusan lelaki dengan istrinya. Hal ini juga sama seperti yang dilakukan Ali, yakni menyerahkan hukuman kepada manusia. Sebab Ali melakukan hal tersebut untuk sebuah perdamaian.Yangbyerjadi adalah peperangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Ummul mukminin Aisyah. Lantas, siapa yang berani menjadikan Aisyah sebagai wanita tawanan padahal Aisyah adaluostri nabi dan Ibunda para wanita meskipun Ali sebagai pemenang dalam perang.Alasan Ali bin Abi Thalib menghapus nama amirul mukminin dan menggantindengan namanya sendiri, karena Ali meniru nabi shalallahu alaihi wasalam. Dimana saat perang Hudaibiyah, dan nabi hendak ingin berdiskusi dengan kaum musyrikin, beliau tidak menuliskan Muhammad Rasulullah tetapi diganti dengan Muhammad bin Abdillah.Dari bantahan yang disampaikan oleh Ibnu Abbas, beberapa diantaranya sadar dan bertobat sehingga kembali ke kubu Ali. Meski sebagian yang lain masih tetap khawarij.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
P
Puji

📍 Kota Bekasi

TALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINGKARNASI DAN KAWARIJ

Talbis iblis #4penulis imam Ibnu Jauzi Ustadz Dr Firanda Adirja M A Dalam Islam tidak ada pemahaman reinkarnasi, kita punya konsep tentang pembalsan "bahwa siapa yang berbuat di dunia maka akan d balas di dunia ,maupun d akhirat". Dalam Islam sangat jelas dan detail seperti Yaumul hisab dst. Reinkarnasi adalah pemahaman agama lain (selain Islam), yg katanya setelah meninggal akan d hidupkan kembali sesuai kehidupan yang dulu. Reinkarnasi berasal dari India lalu sampai ke sebagai kaum muslimin yang terpengaruh.Subhat tentang reinkarnasi: ketika pembesar2 reinkarnasi melihat anak2 atau hewan2 kesakitan maka mereka berkata bahwa sakit ini bukan dr tuhan untuk menguji orangtuanya, tapi anak ini sakit akibat perbuatannya pada kehidupan sebelumnya. lalu kemudian mereka berkeyakinan bahwa setelah meninggal mereka akan berada pada suatu alam yg lain nanti akan hidup kembali. Pemikiran reinkarnasi juga sampai kepada orang yang berpemahaman syiah lalu org Syiah ini terpengaruh. KHAWARIJ firqoh yg pertama muncul pada zaman nabi . diantara Talbis iblis kepada mereka adalah mereka merasa lebih baik dr nabi dan para sahabatnya, Krn saking kuat ibadah ,puasanya , dll. iblis jika meliat org berleha-leha , foya2 dll maka iblis menjerumuskan nya kpd kemaksiatan, Subhan kesesatan berfikir .jika iblis melihat seorang bertakwa, makan dia akan membuat orang extreme dan berlebihan2an dlm beri Adah , rajin sholat malam, berpuasa dll, sehingga dia musah mengkafirkan orang lain jika tidak melakukan apa yang dia lakukan. Rasulullah Saw membagikan harta(pajak dr organg2 non muslim) kepada 4orang(yang baru masuk Islam)maka sebagai sahabat yang merasa aneh. lalu Rasulullah bersabda apakah kalian tidak percaya kepada ku? aku adalah kepercayaan Allah yg ada d langit,? (nabi lebih tau pembagian yg terbaik). datang seorang yg tidak terima dan berkata "wahai Rasulullah adillah" , lalu Rasulullah bersabda " bukan kah aku rasul ,maka aku akan berbuat adil" lalu org itu pergi ,....... lalu Rasulullah bersabda "akan ada sesuatu yang mereka membaca Al-Quran , tetapi Al-Qur'an tersebut tidak melewati kerongkongan nya, mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yang menembus hewan buruan."orang khawarij menganggap Ali bin Abi Thalib org kafir orang khawarij membunuh Abdullah bin Khabar lalu terjadi perang antara khawarij dan kaum muslimin salah satu orang khawarij membunuh Ali bin Abi Thalib. lalu org kahwarij tersebut d hukum .

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan bagian 4 Talbis Iblis

Talbis Iblis bagian 4 Talbis iblis kepada orang2 yg beroendaoat reinkarnasi.Dalam islam tidak dikenal dengan reinkarnasi. Kita punya konsep "hari pembalasan". Apa yg kita perbuat di dunia ini ada balasannya. Terkadang balasannya di dunia, lalu dilanjutkan ke alam bardzahKita punya konsep hari kebangkitan. Disitu ada yaumul hisab (hari perhitungan).Dan konsep dlaam islam sangat jelas, dan detail. Sebagian agama ada yg menyakini renkarnasi, dan biasanya dipercayai oleh orang2 india. Jika dia berbuat buruk, akan dibalas di dunia tapi dimasa yg lain. Seperti, dia meninggal lalu dihidupkan kembali di dunia ini (entah jadi hewan, tumbuhan)Yang menjadi bantahan secara sederhana, dalam konsep pembalasan, seharusnya seseorang sadar bahwasannya dia sedang dibalas dan dia sadar bahwasannya dia sedang dibalas dan perbuatannya adalah dampak dari perbuatannya di masa lalunya. Sehingga dia merasakan pembalasan sekarang. Dia merasaka pembalasannya dia merasa bahagia karna kebaikannya dia.. jika itu buruk berarti balasan buruknya.. Pemikiran reinkarnasi ini berasal dsri india, lalu menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin.Ibnu jauzi mengatakan: diantara syubhat yg mengatakan ilmu reinkarnasi adalah dia mengatakan perkataan abu qosim al balkhi rahimahullaah "ketika pembesar2 reinkarnasi melihat anak2 ada yg kesakitan, atau hewan2. Mereka bilang tidak mungkin anak2 sakit, adalah akibat masalalunya di kehidupan kedua. Merak menyebutkan proses reinkarnasi: jika seseorang meninggal duniz, dia akan berpindah alam ke alam lain, kemudian di lahirkan kembali. Jika dia baik, dia akan jdi sayur2an, kemudian di makaan oleh manusia, lalu ruhnya masuk ke tubuh manusia (biasanya seorang wanita) lalau dilahirkan kembaliTergantung amal kebaikannya. Talbis iblis terhadap khawarij.Khawarij ini firqoh yg oertama di zaman shahabat. Muncul saat zaman nabi shalallaahu 'alayhi wa sallam. Mereka ini ujub pada ketaqwaan. Hunudzon pada diri sendiri (merasa hebat) dan suudzon dengan orang lain. Saking kuatnya ibadah, yg berbeda sedikit bisa dianggap kafir..Kata abu sath radhiyallaahu 'anhu. Rasulllaah memberikan hata kepada 4 orang, maka sebagian shahabat yg aneh. Rasulullaah bilang "apakah kalian gak percaya sm aku?sementara aku dipercaya oleh yg diatas langit?"Dan ada yg tidak setuju dan bicara "itaqqilah yaa Muhammahmd"Lalu rasulullaah tegur dia, "bukanlah orng yg palinh utama bertaqwa adalah aku?". Munculnya orang khawarij dijaman ali bin abi thalib.Rasulullaah mengabarkan tentang munculnya suatu firqoh dimasa mendatang (khawarij). Dimulai dari makhrohatul jamal (kubu ali radhiyallaahu anhu dan kubu aisyah radhiyallaahu anha) dan ma'rokhatul siffin (kubu ali radhiyallaahu anhu dan kubu muawiyyah radhiyallaahu anhu)Secara sederhana,⁷ intinya utsman dibunuh dengan kedzoliman (ceritanya sangat sadis). Mereka mengepung, dan masuk ke rumah utsman, lalu beliau di tusuk, dan darah menetes di quran, lalu meninggal radiyallaahu anhu. Lalu ali menjadi khalifahSehingga sampai kabar ini kepada aisyah, dan aisyah mengajak diskusi Ali tentang darah utsman.. Lalu muawiyyah menuntut Ali untuk segera menangkap pembunuh2 tersebut, dan dsini ada perbedaan istihaj.Muawiyyah: harus segera dicariAli: tidak mungkin, karba jumlahnya yg sangat banyak bahkan sampai ribuan. Dan ribuan inj banyak bermacam dari banyak kabilah Ali berpendapat, jangan dulu di tangkap sampai kondisi kondusif. Dan dsini muawiyyah tidak terima, tidak mau membaiat Ali.. tetapi, dari hadits nabi Muhammad lebih tepat Ali. Jika dia terburu2, harus terjadi pertumpahan darah.. Dan terjadilah perang siffin..Lalu, perang berhenti, perdamaian terjadi. Masing2 mengirim perwakilan berdiskusilah mereka.. setelah itu, muncullah firqoh khawarij. Ali dianggap Kafir, muawiyyah juga dianggap kafir. Mereka baca quran tapi tidak paham tafsir. Mereka membumuh kaum muslimin, tapi orang kafir dia biarkan. Mereka rajin sekali ibadah.Mereka berkumpul sekitar 12ribu orang.. Ibnu abbas meriwayatkan: tatkala orang khawarij memisahkan diri, dan mereka memberontak. Dan ali berkata, "biarkan saja mereka. Aku tidak akan memerangi mereka sampai merekayg memerangiku. Dan mereka akan memerangiku" 3 perkara yg didiskusikan ibnu abbas dengan khawarij1. Kenapa Ali menjadikan manusia menjadikan hakim dalam urusan Allaah? Padahal hukum itu milik Allaah. Harus kembali kepada Allaah2. Sesungguhnya dia telah berperang (perang jamal) tapi dia tidak menawan orang2 tersebut.3. Dia telah menghapus kesepakatannya, kalau dia memghapus amirul mukminin maka dia amirul kafirin Ibnu abbas membantah satu persatu.1. Beliau memberi dalil dalam firman Allaah, "kalau kalian khawatir suami istri berpisah maka dari suami harus ada 1 perwakilan dan dari istri pun ada 1 perwakilan"2. Yang terjadi adalah peperangan Ali dan umul mukminin Aisyah. Siapa yg berani menjadikan aisyah tawanan? Aisyah istri nabi..3. Ini pernah dilakukan nabi shalallaahu 'alayhi wa sallam saat perjanjian hudaibiah Tapi mereka tetep berpendapat bahwa Ali bin abi thalib itu kafir.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #4 :talbis iblis terhadap reinkarnasi dan khawarij

Talbis iblis #4 : talbis terhadap penganut reinkarnasi dan khawarij ustadz DR. Firanda Andirja, MA ❌ Dalam Islam tidak dikenal dgn reinkarnasi ,kita punya konsep pembalasan dimana konsep tsb dijelaskan secara gamblang dalam Al Qur'an dan hadits nabi shalallahu alaihi wasallam bahwasanya siapa yg berbuat di dunia ini,maka ada pembalasannya yg terkadang dimulai di dunia kemudian di alam barzakh dan di alam akhirat kelak.oleh karenanya dalam Islam ada yg namanya hari kebangkitan,yaumul hisab(perhitungan ttg amal apa saja yg pernah di lakukan).•Reinkarnasi awal mulanya berasal dari India yg kemudian menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh.~Syubhat ttg reinkarnasi:ketika pemikir2 reinkarnasi melihat ada anak2 yg kesakitan,hewan kesakitan,mereka berkata gak mungkin sakitnya anak ini datang dari tuhan untuk menguji org tuanya.jadi anak ini sakit akibat dari perbuatan buruk kehidupan anak ini sebelumnya.(Ini yg disebut reinkarnasi)Menurut imam Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa sebagian org beranggapan ttg reinkarnasi: ketika seorang meninggal dunia maka dia akan berpindah pada alam yg lain,yg nantinya dia akan hidup kembali.jika jiwanya baik maka dia akan dilahirkan kedua kali dalam strata yg hidup baik dan sebaliknya jika jiwanya buruk maka dia akan dilahirkan kedua kali sebagai hewan dan akan menjadi manusia setalah 1000 tahun.#talbis iblis terhadap khawarij Khawarij ini adalah firqoh yg pertama kali munculdi zaman para sahabat.Tipuan iblis pada kaum khawarij yaitu mereka merasa bahwa mereka lebih hebat dari pada nabi dan para sahabat.mereka ujub terhadap ketaqwaan dan su'udzon kepada org lain.sehingga mudah mengkafirkan orang lain.Rasulullah bersabda: akan ada suatu kaum yg mereka membaca Al Qur'an tetapi Allah Qur'an tersebut tidak melewati kerongkongannya ,mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yg menembus hewan buruan.Ibnul Qayyim rahimahullah ta'ala berkata:iblis menggoda manusia dari dua sisi.jika seseorang cenderung kepada berleha-leha dan bersenang-senang maka iblis membuatnya terjerumus ke dalam kemaksiatan.jika seseorang cenderung kepada ketaqwaan maka iblis juga bisa menjerumuskan ke dalam sikap berlebih-lebihan dan ekstrim dalam beragama sehingga dia mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan apa yang dia lakukan.Org yg pertama kali muncul sebagai kaum khawarij saat masa nabi Muhammad bernama dzul khuwaisirooh At-Tamimi.(Dia berkata kepada nabi shalallahu alaihi wasallam untuk berlaku adil.)Ciri-ciri orang khawarijRajin beribadah Senang mengkafirkan sesama muslimAnak2 muda yg bodohMeraka baca quran tetapi tidak paham tafsir Al-Quran Mereka membunuh org Islam sedangkan org kafir mereka biarkan

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Talbis Iblis #4 : Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi dan Khawarij

Talbis Iblis #4 : Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi dan KhawarijTalbis Iblis Penganut ReinkarnasiIslam Menolak Reinkarnasi: Islam tidak mengenal reinkarnasi. Konsep pembalasan dalam Islam sangat jelas, runtut, dan detail: dimulai dari dunia, alam barzah (kubur), hingga puncaknya di akhirat melalui Hari Kebangkitan, Yaumul Hisab (perhitungan), dan penimbangan amal.Kelemahan Logika Reinkarnasi: Konsep reinkarnasi (yang berasal dari India) menyatakan bahwa nasib baik/buruk saat ini adalah pembalasan dari kehidupan lalu. Konsep ini tidak valid dan tidak berfaedah karena tidak ada satu pun manusia yang ingat masa lalunya. Pembalasan yang benar dan adil seharusnya disadari dan diingat oleh pelakunya.Syubhat (Kerancuan Berpikir): Penganut reinkarnasi menciptakan teori ini karena keliru memahami takdir, seperti melihat anak bayi yang sakit atau hewan yang menderita. Mereka salah menyimpulkan bahwa penderitaan tersebut pasti akibat dosa di kehidupan masa lalu.Khurafat dan Dongeng Tanpa Bukti: Tahapan reinkarnasi (seperti roh yang berpindah ke sayuran atau hewan sebelum lahir kembali menjadi manusia) adalah khurafat (mitos/takhayul). Pemikiran ini adalah tipu daya iblis yang merusak akidah dan sama sekali tidak terbukti secara nyata.Talbis Iblis terhadap Khawarij Awal Mula Khawarij: Khawarij adalah golongan (firqah) pertama yang muncul di zaman sahabat, dengan nenek moyang/pelopornya bernama Dzul Khuwaisiroh At-Tamimi yang berani mengkritisi keadilan Rasulullah $\text{ﷺ}$.Dua Cara Iblis Menyesatkan Manusia:Jika seseorang cenderung pada maksiat, iblis akan membuatnya terlena dengan dosa (zina, khamar, musik, dll).Jika seseorang bertakwa, iblis akan menjatuhkannya ke dalam sikap ghuluw (ekstrim/berlebih-lebihan dalam beragama).Penyakit Hati Kaum Khawarij: Akibat ibadah yang sangat kuat (shalat malam dan puasa), mereka terkena tipu daya iblis berupa rasa ujub (bangga diri) dan merasa lebih hebat dari Nabi serta para sahabat.Dampak Pemikiran Ekstrim: Rasa ujub ini membuat mereka selalu berprasangka buruk (suudzon) kepada orang lain, merasa paling suci, hingga sangat mudah mengafirkan (takfir) sesama muslim yang berbuat dosa.Karakteristik dari Nabi: Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa kaum Khawarij adalah orang-orang yang rajin membaca Al-Qur'an, namun maknanya tidak meresap ke dalam hati (tidak melewati kerongkongan), dan mereka keluar dari agama secepat anak panah yang menembus hewan buruannya.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

TALBIS IBLIS#4: TALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI & KHAWARIJ

TALBIS IBLIS#4: TALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI & KHAWARIJ Talbis Iblis terhadap Konsep Reinkarnasi      Dalam Islam tidak dikenal dengan pemahaman reinkarnasi, kita punya konsep tentang pembalasan yang dijelaskan secara gamblang dalam Al-Qur’an & hadist (alam barzakh, hari pembalasan)      Konsep reinkarnasi:-          Jika melakukan kebaikan, maka akan dihidupkan kembali dengan kehidupan yang lebih baik-          Jika melakukan keburukan, maka akan dihidupkan kembali dengan kehidupan yang lebih buruk      Bantahan:Misal reinkarnasi memang ada, tapi tidak ada yang ingat bahwa dia melakukan kebaikan/keburukan di kehidupan sebelumnya, padahal seharusnya konsep pembalasan dia ingat apa yang sudah dia lakukan.      Konsep reinkarnasi berasal dari India      Hal ini adalah khurofat (bahan tertawaan oleh iblis), karena jika seseorang telah meninggal maka akan masuk ke dalam alam barzakh.Talbis Iblis terhadap Kaum Khawarij      Salah satu tipuan iblis terhadap kaum ini adalah merasa bahwa apa yang dibawa Rasulullah masih kurang, merasa sombong telah banyak melakukan kebaikan & cenderung mudah menyalahkan kaum lain sehingga mudah mengkafirkan orang lain.      Talbis iblis terhadap kaum ini adalah dengan berbuat ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama.      Kaum Khawarij pertama kali muncul pada zaman Rasulullah (Dzul Khuwaisiroh At Tamimi dengan mengatakan Rasulullah tidak adil), setelah itu muncul kaum Khawarij pada masa Ali bin Abi Thalib.Sejarahnya adalah Utsman bin Affan dibunuh, kemudian diangkatlah Ali bin Abi Thalib. Muawiyah menuntut agar pembunuh khalifah Utsman bin Affan untuk diusut, tetapi Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa sulit untuk mengusut karena pembunuhnya banyak (2000-4000 orang) stabilitas negara bisa terganggu, sehingga terjadilah Perang Siffin. Setelah itu terjadilah perdamaian, akhirnya muncullah kaum yang tidak memihak siapapun (Ali atau Muawiyah) yang disebut dengan kaum Khawarij.Kaum Khawarij mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, awalnya dia masuk ke kubu Ali (sekitar 6000 orang).Akhirnya salah satu dari mereka membunuh Ali bin Abi Thalib.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026

Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij

Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & KhawarijDalam islam tidak mengenal konsep reinkarnasi, konsep ini bertentangan dengan prinsip hari kebangkitan dan pembalasan amal.Khawarij merupakan kelompok pertama kali muncul di zaman sahabat. Diantara talbis iblis pada kelompok Khawarij yaitu membuat mereka merasa lebih hebat dari nabi sulallahu alaihiwassalam dan para sahabat radaiallahuanhum, syariat dari nabi masih kurang dan dari sahabat masih kurang tepat. Mereka ujub terhadap ketakwaan.Jika iblis melihat seseorang berleha-leha maka iblis menjerumuskannya pada kemaksiatan. Jika iblis melihat seseorang bertakwa maka iblis menjerumuskannya pada ghulu (berlebih-lebihan), mudah mengkafirkan orang lain.Khawarij pertama yaitu Dzul Huwaishirah, sering mengkeritik Rasulullah. Kemudian munculah khawarij-khawarij berikutnya di jaman Ali bin Abi Thalib radiallahu anhum. Ciri-ciri mereka :1. Membaca Al-Qur'an tetapi tidak paham artinya, meskioun orang arab, membaca dengan mulut saja, tidak dengan hati.2. Membunuh orang-orang islam, sedangkan orang kafir mereka biarkan3. Rajin ibadah, hinga para sahabah akan merasa minder dg kerajinan ibadah karena beragama ekstrim.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →