Ringkasan bab Talbis iblis terhadap orang yang ahli ilmu
Jadi Talbis iblis itu tidak hanya menggoda orang yg bodoh atau yg tanpa berilmuMakaa iblis pun menggoda orang yang berilmu lewat celah celah yg mereka ciptakan
Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind
Jadi Talbis iblis itu tidak hanya menggoda orang yg bodoh atau yg tanpa berilmuMakaa iblis pun menggoda orang yang berilmu lewat celah celah yg mereka ciptakan
📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 5Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-5BAB KEDELAPAN: PENYEBUTAN TIPU DAYAIBLIS KEPADA PARA HAMBA DALAM IBADAHBagian 1Ibnul jauzi berkata Ketahuilah bahwa pintu terbesar yang dimasuki Iblis untukmengelabui manusia adalah kebodohan. Dia masuk dari pintu itu kepada orang-orang bodoh dengan aman. Adapun orang berilmu, dia tidak dapat masuk kepadanya kecuali secara sembunyi-sembunyi. Iblis telah menipu banyak ahli ibadah karena sedikitnya ilmu mereka, karena kebanyakan mereka sibuk beribadah dan tidak menguasai ilmu. Ar-Rabi' bin Khaitam berkata: "Belajarlah fiqh, kemudian beribadahlah."Tipu daya pertamanya kepada mereka adalah membuat mereka lebih mementingkan ibadah daripada ilmu, padahal ilmu lebih utama dari nawafil(amalan sunnah). Dia menunjukkan kepada mereka bahwa tujuan dari ilmu adalah amal, namun mereka tidak memahami dari amal kecuali amal anggota badan. Mereka tidak tahu bahwa amal itu adalah amal hati, dan amal hati lebih utama dari amal anggota badan.Mutharrif bin Abdullah berkata: "Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah." Yusuf bin Asbath berkata: "Satu bab ilmu yang kau pelajari lebih utama dari tujuh puluh kali berperang." Al-Mu'afa bin Imran berkata: "Menulis satu hadits lebih aku sukai daripada shalat semalam."Ibnul Jauzi berkata: Setelah tipu daya ini mengenai mereka dan mereka lebih mementingkan ibadah anggota badan daripada ilmu, Iblis dapat mengelabui mereka dalam berbagai jenis ibadah.Penyebutan Tipu Dayanya kepada Mereka dalam Bersuci dan HadatsDi antaranya adalah dia memerintahkan mereka berlama-lama di toilet, dan itu membahayakan hati. Seharusnya hanya secukupnya. Di antara mereka ada yang berdiri lalu berjalan, berdehem, mengangkat satu kaki dan menurunkan yang lain, dengan anggapan bahwa dia membersihkan diri dengan ini. Semakin dia menambah ini, semakin turun air kencing.Di antara mereka ada yang dia perindah menggunakan air banyak. Padahal cukup baginya setelah hilangnya kotoran tujuh kali menurut madzhab yang paling ketat. Jika menggunakan batu untuk yang tidak keluar dari tempat keluarnya, cukup tiga batu jika bersih dengannya. Barangsiapa tidak puas dengan apa yang dipuaskan syariat, maka dia adalah pembuat bidah dalam syariat, bukan pengikut. Dan Allah yang memberi taufik.Penyebutan Tipu Dayanya kepada Mereka dalam WudhuDi antara mereka ada yang dia kelabui dalam niat. Kau lihat dia berkata: "Aku angkat hadats," kemudian berkata: "Aku membolehkan shalat," kemudian mengulangi lagi berkata: "Aku angkat hadats." Sebab tipu daya ini adalah kebodohan terhadap syariat karena niat itu dengan hati, bukan dengan lisan. Memaksakan lafaz adalah perkara yang tidak perlu. Kemudian tidak adamakna mengulangi lafaz.Di antara mereka ada yang dia kelabui dengan melihat air wudhu. Dia berkata: "Dari mana kau tahu air itu suci?" dan dia perkirakan segala kemungkinan yang jauh. Fatwa syariat cukup baginya bahwa asal air adalah suci, maka jangan tinggalkan asal dengan kemungkinan. Di antara mereka ada yang dia kelabui dengan banyak menggunakan air. Itu mengumpulkan empat hal yang makruh: berlebihan dalam air, menyia-nyiakan waktu berharga untuk yang bukan wajib dan bukan sunnah, menentang syariat jika tidak puas dengan apa yang dipuaskan syariat dari menggunakan sedikitair, dan masuk ke dalam apa yang dilarang yaitu menambah dari tiga kali.Terkadang dia memanjangkan wudhu sehingga terlewat waktu shalat atau terlewat awalnya yang merupakan keutamaan, atau terlewat jamaah.Tipu daya Iblis kepada orang ini: "Kamu dalam ibadah. Selama tidak sah, shalat tidak sah."Dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin al-Ash bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati Sa'd ketika dia berwudhu, maka beliau bersabda: "Apa pemborosan ini wahai Sa'd?" Sa'd berkata: "Apakah dalam wudhu ada pemborosan?" Beliau bersabda: "Ya, meski kamu di sungai yang mengalir."(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)Dari al-Hasan radhiallahu 'anhu dia berkata: "Setan wudhu disebut al-Walhan, dia menertawakan manusia dalam wudhu."Dengan sanad marfu' kepada Abu Nu'amah bahwa Abdullah bin Mughaffal mendengar anaknya berkata: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada- Mu surga Firdaus dan aku memohon kepada-Mu..." Abdullah berkata: "Mohonlah kepada Allah surga dan berlindunglah kepada-Nya dari neraka, karena aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Akan ada dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas dalam doa dan bersuci.'"(HR. Abu Dawud)Dari Ibnu Syaudzab dia berkata: "Al-Hasan biasa menyindir Ibnu Sirin, dia berkata: 'Salah seorang dari mereka berwudhu dengan seqirbah (tempat air) dan mandi dengan mizadah (tempat air besar) dengan cara disiram-siram dan digosok-gosok, menyiksa diri mereka dan menyelisihi sunnah Nabi merekashallallahu 'alaihi wa sallam.'"Ibnul Jauzi berkata: Aswad bin Salim, yang termasuk orang saleh besar, biasa menggunakan air banyak dalam wudhunya kemudian meninggalkan itu. Seorang laki-laki bertanya kepadanya tentang sebab meninggalkannya. Dia berkata: "Suatu malam aku tidur, tiba-tiba ada yang menyerukan kepadaku: 'Wahai Aswad, apa ini? Yahya bin Sa'id al-Anshari menceritakan kepadaku dari Sa'id bin al-Musayyib, dia berkata: Jika wudhu melampaui tiga kali, tidak terangkat ke langit.' Aku berkata: 'Tidak akan aku ulangi, tidak akan aku ulangi.' Maka aku hari ini cukup dengan segenggam air."Penyebutan Tipu Dayanya kepada Mereka dalam AdzanDi antaranya adalah melantunkan dalam adzan. Malik bin Anas dan ulama lainnya sangat memakruhkannya karena itu mengeluarkannya dari tempat pengagungan menuju menyerupai nyanyian. Di antaranya mereka mencampur adzan Subuh dengan peringatan, tasbih, dan nasihat, menjadikan adzan di tengah sehingga tercampur. Para ulama memakruhkan semua yang ditambahkan kepada adzan. Kami telah melihat orang yang berdiri di malam hari lama di atas menara lalu berceramah dan berdzikir. Di antara mereka ada yang membaca surat-surat dari Al-Quran dengan suara tinggi sehingga mencegah manusia dari tidur mereka dan mengacaukan para tahajjud dalam bacaan mereka. Semua itu termasuk kemungkaran.Jika suatu ibadah itu baik maka Rasulullah pasti sudah melakukan.Jika dijaman Rasulullah ada suatu perkara yang tidak menjadi ibadah tapi dijaman sekarang menjadi ibadah wajib maka ada 2 kemungkinan: 1. Rasulullah dan para sahabatnya tidak tahu hal tersebut maka tidak melakukannya. Padahal tidak ada 1 halpun tentang perintah ibadah yang Rasulullah tidak tahu 2. Rasulullah tahu tapi tidak memberitahukannya / menyembunyikannya. Hal inipun tidak mungkin dilakukan Rasulullah untuk menyembunyikan perintah ibadah kepada kaumnya.Imam malik: siapa yang menganggap suatu bid'ah itu baik maka ia telah mengkhianati risalah yang telah disampaikan RasulullahPenyebutan Tipu Dayanya kepada Mereka dalam ShalatDi antaranya tipu dayanya kepada mereka dalam pakaian yang mereka gunakan untuk menutup. Kau lihat salah seorang dari mereka mencuci pakaian yang suci berulang kali. Terkadang seorang muslim menyentuhnya lalu dia mencucinya. Di antara mereka ada yang mencuci pakaiannya di sungai Tigris, tidak melihat mencucinya di rumah mencukupi. Di antara mereka ada yang mencelupkannya ke sumur seperti perbuatan Yahudi. Para sahabat tidak melakukan ini, bahkan mereka shalat dengan pakaian Persia ketika menaklukkannya dan menggunakan alas dan pakaian mereka.Di antara orang yang was-was ada yang menetes kepadanya setetes air lalu dia mencuci seluruh pakaian. Terkadang dia terlambat karena itu dari shalat jamaah. Di antara mereka ada yang meninggalkan shalat jamaah karena hujan sedikit yang dia khawatirkan memercik kepadanya.
📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan
TALBIS IBLIS bag.5Talbis Iblis terhadap ahli ilmu.Talbis Iblis kpd ahli ibadah yaitu dalam ibadah2 mereka. Ibnu Jauzi berkata, Bahwasanya pintu terbesar yg Iblis masuk untuk menggoda manusia adl kebodohan. Maka Iblis masuk dg pintu keamanan/kemudahan pada org2 yg bodoh. Adapun jika ingin menggoda org2 alim tdk semudah itu,harus sedikit demi sedikit. Sungguh Iblis telah menggoda banyaknya ahli ibadah krn sedikitnya ilmu mereka. Karena mayoritas ahli ibadah,mereka sibuk beribadah sementara mereka tdk berilmu. Oleh karena itu Rabi' bin husaim berkata, berilmu dulu(belajar fiqih) dl lalu bila ingin menyendiri silahkan. Adapun menyendiri beribadah tanpa ilmu itu sungguh berbahaya, krn Iblis tdk akan membiarkan org2 yg bodoh tuk beribadah kpd Allah dg cara yg benar. Talbis pertama yg dibuat Iblis pada ahli ibadah, ialah mereka lebih suka beribadah dari pada menuntut ilmu. Padahal ilmu itu lebih afdhol daripada amalan2 sunnah. Iblis mengesankan ahli ibadah dg mengatakan bahwa apa sih tujuan menuntut ilmu, tujuan berilmu adl beramal, jika begitu tak usah tuk menuntut ilmu, lsg saja beramal. Kata Ibnu Jauzi,yg dipahami oleh penuntut ilmu hanya amal jawareh/amal anggota tubuh, mereka tdk tau bahwa sesungguhnya yg terbaik adl amalan hati. Dan amalan hati lbh afdhol dri amalan dzahir. Dan amalan hati kita bs mendapatkannya dg cara menuntut ilmu. Beramal tanpa ilmu itu berbahaya. Orang2 Nashara tersesat karena beramal tanpa ilmu. Ibnu Jauzi menyebutkan atsar atsar dari para salaf ttg keutamaan ilmu, bahwasanya keutamaan ilmu lbh baik daripada keutamaan ibadah. Karena menuntut ilmu itu terkait dg amalan hati,keyakinan menghilangkan syubhat,memantapkan aqidah,mengetahui banyak hal ttg akhirat. Dan ini semua itu diperoleh dengan belajar. Semangat menuntut ilmu bukan dg melalaikan ibadah, Ibadah dibangun diatas ilmu. Berkata Yusuf bin Atsbat, 1 bab ilmu yg kau pelajari lbh baik daripada 70 peperangan. Maka hendaknya seseorang jgn meremehkan menuntut ilmu. Ketika Talbis Iblis masuk, maka iblis mudah menggoda mereka dalam berbagai macam ibadah, masuk ke dalam pintu2 ibadah yg mereka kerjakan.Ibnu Jauzi mengklasifikasi kan contoh-contoh godaan iblis thd org2 yg beribadah. Talbis Iblis terkait tentang bersuci. Syaiton memerintahkan mereka tuk berlama lama di toilet, menggunakan air dg sangat banyak tuk bersuci.Talbis Iblis dalam masalah wudhu. Ada yg digoda iblis dlm masalah niat. Ibnu Jauzi mengatakan, niat itu di hati bukan dilafazh. Dan tak perlu di ulang-ulang. Para Fuqoha semua sepakat, bahwa melafazh kan niat bukan sunnah Nabi shallalahu alaihis wassalam. Kemudian ketika wudhu ia di goda syaithan dg ragu2 akan kesucian dari air untuk wudhu tsb. Diantara nya boros dalam menggunakan air. Kemudian mencuci lebih dari 3x. Berlama lama dlm wudhu hingga membuat nya terlambat dlm sholat. Setan penggoda wudhu bernama Walhan.Talbis Iblis terkait dengan adzan. Terlalu di irama kan spt bernyanyi, mirip nyanyian. Kemudian mencampurkan adzan subuh dg tazkir, bercampurlan adzan dg dzikir sebelumnya dan dzikir sesudah nya. Talbis Iblis terkait sholat. Iblis menggoda mereka dg baju yg mereka gunakan tuk sholat. Seperti mencuci berkali-kali karena takut masih ada najis. Ada sebagian mereka mencuci baju nya di sungai Tigris,dan kainnya di lebar kan di sumur spt orang yahudi. Dan diantara mereka ada yg ketinggalan sholat berjamaah hanya karena baju nya kecipratan hujan.Dan semua nya adalah bentuk kemungkaran.
Pintu Masuk Utama Iblis: Ustadz Firanda menjelaskan bahwa pintu terbesar Iblis menggoda manusia adalah kebodohan. Iblis mudah menggoda orang yang tidak berilmu karena mereka beribadah tanpa landasan yang benar.Pentingnya Ilmu sebelum Beramal: Iblis sering membisikkan agar seseorang langsung beramal tanpa perlu menuntut ilmu. Padahal, para ulama menekankan bahwa ilmu lebih utama daripada ibadah karena amal yang benar harus dibangun di atas ilmu.Waswas dalam Bersuci: Iblis menggoda ahli ibadah dengan membuat mereka merasa waswas dalam bersuci. Contohnya, berlama-lama di toilet, mengulang-ulang niat wudu, atau menggunakan air secara berlebihan, padahal syariat Islam itu mudah dan tidak membebani.Kesalahan dalam Azan: Ustadz Firanda menyoroti beberapa praktik yang menyimpang dalam azan, seperti menggunakan nada yang mendayu-dayu seperti nyanyian, serta menambah-nambahkan zikir atau nasihat sebelum/sesudah azan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi.Pentingnya Menjaga Waktu: Mengutip Ibnu Aqil, Ustadz menekankan bahwa hal yang paling berharga bagi orang berakal adalah waktu. Menyia-nyiakan waktu dengan waswas dalam bersuci adalah bentuk keberhasilan Iblis dalam menjauhkan manusia dari amalan yang lebih bermanfaat.Ustadz Firanda menegaskan bahwa sikap berlebih-lebihan dalam beribadah (ghuluw) yang tidak sesuai dengan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam justru merupakan bentuk talbis (tipu daya) Iblis yang membuat seseorang merasa sedang melakukan kebaikan, padahal ia sedang menyiksa dirinya sendiri.
📍 Kota Samarinda
Talbis Iblis #5 – Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu(Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Andirja – Kitab Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi)Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa talbis (tipuan) iblis terhadap ahli ilmu sering kali bukan dalam bentuk maksiat yang jelas, tetapi melalui penyakit hati, penyimpangan niat, dan kesalahan dalam berinteraksi dengan ilmu.Tablis ilbis terhadap Ahli IbadahKebodohan adalah pintu masuk iblis menggoda. Iblis banyak menggoda ahli ibadah karena minimnya ilmu mereka, mereka sibuk beribadah tapi mereka tidak menuntut ilmu. Amal hati lebih afdol daripada amalan dzhohir, dan amalan hati bisa diraih dg ilmu. Beramal tanpa ilmu akan sengsara.Keutamaan ilmu:Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah. Dengan ilmu bisa mengatasi syubhat, memperkuat akidah.Contoh Talbis iblis terhadap orang2 yang beribadah:Tentang godaan iblis terkait dengan bersuci, berlama-lamaan di toilet.Talbis iblis dalam masalah Wudhu. Keraguan dalam niat dan kebingungan dalam mengucapkan lafadz. Iblis menggoda pula dalam hal menggunakan air wudhu dengan berlebihan. Iblis menjadikan ragu-ragu dg hal kesucian dalam tempat beribadah.Ibnu Jauzi berkata:Perkara yang paling ingin dicapai adalah waktu, karna jika seorang memiliki banyak waktu luang maka akan banyak digunakan untuk modal beraktifitas, misal: ibadah, baca Qur'an, menulis ilmu. Dan yang paling sedikit digunakan orang berakal adalah air.Talbis iblis tentang Adzan, terlalu bernyanyi dengan Adzan (berlantun seperti nyanyian), mencampur adzan dengan dzikir sebelumnya dan sesudahnya. Bersenandung diantara Adzan dan Iqomat. Beribadah dengan mengeraskan suara (menggunakan pengeras suara) di malam hari sehingga menganggu waktu orang istirahat atau ibadahTalbis iblis dalam sholat. Mencuci berulang baju sholat berulang-ulang krna khawatir najis
📍 Kota Administrasi Jakarta Barat
TALBIS IBLIS #5TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMUUstadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.AGodaan iblis kepada ahli ibadah dalam ibadah-ibadah mereka.Ibnu Jawzi berkata :Ketahuilah bahwasanya pintu terbesar yang iblis yang masuk melalui pintu tersebut untuk menggoda manusia adalah kebodohan.Jadi kebodohan adalah sebab mudahnya iblis masuk dalam menggoda manusia.Tidak sulit bagi iblis menggoda orang-orang yang bodoh.Adapun untuk menggoda orang alim tidak semudah menggoda orang bodohSesungguhnya iblis menggoda ahli ibadah karena sangat sedikitnya ilmu merekaMayoritas ahli ibadah sibuk dengan beribadah, sementara mereka tidak berilmu.rabi’ bin Khutsaim berkata :“Berilmu lah dulu, setelah itu silangkan menyendiri”Iblis tidak akan membiarkan orang-orang bodoh tersebut untuk beribadah kepada Allah dengan cara yang benar, iblis akan selalu menggoda.KERANCUAN YANG DIBUAT OLEH IBLIS KEPADA AHLI IBADAHMereka lebih suka beribadah daripada menuntut ilmuPadahal ilmu itu lebih afdal daripada amalan-amalan sunnahCara iblis menggoda nya : iblis mengesankan kepada ahli ibadah tersebut, dengan berkata : ‘apa sih tujuan ilmu?,tujuan ilmu adalahberamal.jadi langsung saja beramal,tidak usah menuntut ilmu.Sementara yang dipahami oleh ahli ibadah tersebut amal anggota tubuh,mereka tidak tahu bahwa 💧amalan yang sesungguhnya adalah amalan hati. 💧amalan hati lebih baik afdal daripada amalan zahir (amalan luar/amalan anggota tubuh)Amalan hati bisa diperoleh dengan menuntut ilmuAmalan-amalan hati : -akidahimanSifat-sifat AllahKeimanan kepada malaikatKeyakinan atas ke maha esa An Allah ﷻAmalan zahir jika didukung dengan amalan hati yang bagus maka pengaruhnya juga berbeda.Ibnu Jawzi menyebutkan tentang keutamaan ilmu Bahwasanya keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadahSemangat menuntut ilmu bukan berarti kita melalaikan ibadah.Yusuf bin Asbath berkata :“Satu bab ilmu yang engkau pelajari lebih baik daripada 70 peperangan “.“Menulis satu hadist saja lebih aku sukai daripada shalat semalam suntuk”.Ketika godaan ini masuk kepada mereka, sehingga mereka akhirnya lebih mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmu,akhirnya iblis mudah menggoda mereka dalam berbagai macam ibadah.Iblis masuk ke dalam pintu-pintu ibadah yang mereka kerjakanContoh-contoh godaan iblis terhadap orang-orang yang beribadah1️⃣Talbis iblis te4kait tentang bersuciSetan memerintahkan mereka untuk berlama-lama di toiletDi antara mereka ada yang berdiri setelah buang hajat kemudian berjalan,berdeham,Angkat kaki dan turun kaki supaya air kencing keluar semua. Hal ini semua sebetulnya tidak perlu dilakukan.Was-was mereka : pada diri mereka iblis indahkan bahwa, lebih bagus menggunakan air yang banyak, padahal kalau najis sudah hilang sampai 7 kali siraman. jika mereka buang air besar, kemudian kotoran tersebut keluar tanpa melampaui lubang dubur maka cukup menggunakan 3 batu,jika sudah bersihSiapa yang merasa tidak cukup padahal syariat sudah bilang cukup maka dia adalah ahli bid’ah, secara syariat dia tidak mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ2️⃣Talbis iblis dalam masalah wudhu💦Ada di antar mereka yang di goda iblis tentang masalah niatMereka berkata :’aku berniat untuk wudhu untuk mengangkat hadas’, ‘Aku berniat wudhu untuk membolehkan shalat’Sehingga mereka bimbang ketika berniat, apa yang harus diucapkanSetan bisa menggodanya seperti ini karena bodoh dengan syariatNiat tempatnya di hati,bukan dilafadzMasalah niat ada khilaf dikalangan para ulama -niat itu karena tidak ada dicontohkan oleh Nabi ﷺ -mustahab di anjurkan yaitu mengkokohkan yang di hati -dianjurkan ketika mengalami was- wasKetika kita mengatakan dianjurkan untuk melafafadzkan niat, orang-orang yang bodoh terjerumus dalam kesalahan, seperti menyangka jika tidak berniat ibadahnya tidak sah.Ibnu Taimiyyah menyebutkan:‘Jika engkau melafadzkan niat untuk dirimu,bukan untuk memberi tahu orang lain’💦Ketika akan berwudhu mereka lihat airnya. Dia berpikir dari mana air ini,jangan-jangan air ini begini, akhirnya dia bingung untuk menggunakan air.Padahal jika dia mengerti ilmu fikih,bahasanya asal dalam air adalah suci.Maka tidak boleh meninggalkan hukum asal💦Ada yang di goda setan,banyak menggunakan airHal ini mengumpulkan 4 perkara yang dibenci:🧊boros dalam air🧊menghabiskan umur🧊melebihi syariat🧊Lama-lama berwudhu jadinya terlambat shalat, atau terlambat rakaat pertama, terlambat takbiratul ihram atau ketinggalan shalat jamaah.👤Perkataan Imam Jawzi:Sungguh kami telah melihat sebagian orang seperti ini, dia was-was, takut tidak diterima shalatnya , sehingga wudhu nya diulang-ulang, dia melakukan ini semua agar shalat nya diterima, dalam hal yang dia asal-asal seperti makan asal makan, tidak hati-hati dalam minumannya,bahkan tidak menjaga lisannya untuk mengghibah. Yang mereka lalu terbalik.🗣️Hadist dari Abdullah bin Amr bin ash :Rasulullah ﷺ berkata:“Mengapa wudhu berlebih-lebihan wahai Sa’ad?”Sa’ad berkata :’apakah dalam wudhu ada berlebih-lebihan?’Rasul menjawab : “ ya, dalam berwudhu ada berlebih-lebihan meskipun engkau di sungai yang mengalir “.Hadist dari Ubai bin Ka’b“Ada setan khusus penggoda wudhu,namanya Al walhan”🗣️Rasulullah ﷺ bersabda :“Akan ada pada umat ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa dan juga berlebih-lebihan dalam bersuci “.Tidak pernah diketahui dari akhlak Nabi untuk beribadah kepada Allah menggunakan banyak air.3️⃣Talbis iblis tentang Azan💦Terlalu bernyanyi-Nyanyi ketika azanSesungguhnya Imam Malik dan ulama yang lain benci mengumandangkan azan dengan terlalu naik turun nadanya.💦Mereka mencampurkan azan subuh dengan dzikirPara ulama benci, semua hal yg ditambah-tambahkan dalam azanJika ada suatu perkara di zaman Nabi bukan ibadah sekarang menjadi wajib maka ada 2 kemungkinan:Nabi dan para sahabat tidak tahu hal tersebut maka tidak pernah melakukannyaNabi dan para sahabat tahu tapi tidak melakukannya4️⃣Talbis iblis dalam shalat🧊Iblis menggoda mereka dengan baju yang mereka gunakan untuk shalat, mereka mencucinya berulang-ulang,takut masih ada najis nya. Terkadang ada muslim lain sentuh, dicuci lagi🧊Ada yang mencuci bajunya mesti di sungai,karena cuci di rumah tidak cukup🧊Ada yang kainnya di julurkan ke sumur,seperti perbuatan orang Yahudi🧊Ada air yang menetes ke bajunya, karena takut itu najis dicuci semuanya bukan bagian yg terkena tetesan saja yg dibersihkan🧊Ada yang meninggalkan shalat berjemaah, karena ada hujan sedikit, khawatir ada cipratan najis❄️Maksudnya Ibnu Jawzi : bukan melarang orang bersuci tetapi berlebihan ini yang aku tidak suka,melebihi aturan syariat, hanya buang-buang umur, buang-buang waktu .Dan inilah yang kami larang berlebih- lebihan dalam bersuci dan was-was
Ustadz Dr. Firanda andirja, lc. M.ATALBIS IBLIS#5Talbis iblis terhadap Ahli ilmuGodaan iblis terhadap Ahli ibadah dalam ibadah² merekaKebodohan adalah sebab mudahnya iblis masuk dalam godaan manusia. Sungguh iblis banyak menggoda ahli ibadah karena sedikitnya ilmu mereka, karena mayoritas ahli ibadah sibuk dengan beribadah mereka, smntara mereka tdk berilmu. Rabi' bin khutsaim berkata "berilmu dulu kemudian menyendiri (beribadah)".Talbis yang pertama pada ahli ibadah mendahulukan ibadah dari pada menuntut ilmu, padahal ilmu lebih afdal dari amalan² sunnah. Yang di fahami oleh ahli ibadah adalahnamanya amal itu hanya amal jawarih (amal anggota tubuh/amal luar) saja, mereka tdk tahu bahwa amalan yang terbaik adalah amalan hati. Dan amalan hati lebih afdal dari pada amalan jawarih. Atsar² dari para salaf tentang keutamaan ilmuMutharrif bin abdillah berkata "Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah".Yusuf bun asbath berkata "Satu bab ilmu yang kau pelajari lebih baik daripada 70 peperangan". Agar seseorang tdk meremehkan ilmu. Mu'afah bin Imran berkata "menulis satu hadits saja lebih aku sukai daripada shalat semalam suntuk".Contoh² godaan iblis terhadap orang² yang beribadah"Melakukan keburukan tetapi menyangka itu perbuatan baik" (TALBIS) Godaan iblis terhadap bersuciSyaitan memerintahkan mereka berlama² di kamar mandi, dan buang hajat berdiri kemudian berjalan kemudian berdehem, angkat kaki, supaya air kencing kluar semua. (Tdk perlu) dan Orang yang iblis indahkan pada dirinya lebih bagus menggunakan air yang banyak, padahal cukup maximal sampai 7 kali siraman. Godaan iblis terkait dengan berwudhu- Ada di antara mereka yang di goda oleh iblis tentang masalah niat. Masalah niat ada khilaf di kalangan para ulama. Melafalkan niat bukan sunnah nabi dan jga tdk wajib. Tdk di syariatkan melafalkan niat. - diantaranya ada yang di goda oleh syaitan sehingga ketika mau wudhu di liat airnya kemudian berfikir dari mana airnya, suci gak airnya. Padahal asal air adalah suci (tdk perlu ragu²), tdk boleh hukum asal di tinggalkan karena keraguan. - diantaranya ada yang di goda syaitan sehingga banyak menggunakan air, dan ini mengumpulkan 4 perkara yang di benci, boros dalam airmenghabiskan umurmelebihi syariatmencuci lebih dari 3 kaliBerlama² berwudhu membuat terlambat sholat atau ketinggalan berjama'ahIbnu Akil berkata "Perkara yang paling ingin di capai oleh orang cerdas adalah waktu dan yang paling sedikit di gunakan untuk beribadah adalah air". Bukan kebiasaan nabi beribadah dengan menggunakan banyak air. Godaan ibkis terbaik dengan adzan- Sesungguhnya imam Malik dan para ulama yang lain benci dengan orang yang terlalu bernada ketika mengumandangkan adzan, krn adzan yg seperti itu keluar untuk pengagungan terhadap Allah, jadi mirip nyanyian. Tujuan adzan untung mengagungkan Allah. - Mencampurkan adzan shubuh dengan dzikir² sebelum dan sesudah nya. para ulama benci semua yang dj tambah²kan adzan. Kaidah imam Malik "Apa yang di zaman nabi bukan ibadah maka di zaman sekarang jga bukan ibadah"Klw ada suatu perkara di zaman nabi bukan ibadah, sekarang menjadi wajib, apalagi ketika di anggap wajib maka hanya ada dua kemungkinanNabi dan para sahabat tdk tahu hal tersebut, makanya tdk pernah melakukan nyaNabi dan para sahabat tahu tetapi tdk melakukannya, berarti ada risalah yang di sembunyikan Imam Malik berkata "siapa yang menganggap suatu bid'ah itu baik maka ia telah menganggap Nabi Muhammad telah berkhianat terhadap risalah".Godaan syaitan dalam sholat- Iblis menggoda mereka dengan baju yang mereka gunakan untuk sholat. Ada diantara mereka yang mencuci baju yang sdh di cuci berulang² karena keraguan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengabarkan tentang khawarij yang mudah mengkafirkan kaum muslimin bahwasanya "mereka adalah anjing² penghuni neraka Jahannam".Rasulullah bersabda " Siapa yang mengatakan kepada saudaranya kafir, akan kembali kepada salah satunya".- Ada yang mencuci bajunya harus di sungai, di rumah belum cukup- Kainnya di taruh di sumur (seperti perbuatan orang² Yahudi) para sahabat tdk pernah melakukan hal tersebut. - Diantara mereka ada yang meninggalkan shalat berjamaah di karenakan ada hujan sedikit, khawatir ada cipratan najis. Berlebihan² dalam bersuci dan was² di larang dalam agama.
Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 8Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.Tema: Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Dzikru Talbisi Iblisa 'ala al-'Ubbad)1. Mukaddimah: Kebodohan Sebagai Pintu Masuk Utama IblisAl-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala membuka bab kedelapan ini dengan sebuah kaidah yang sangat mendasar:"Ketahuilah, sesungguhnya pintu terbesar yang dilewati Iblis untuk mengelabui manusia adalah kebodohan (al-jahl). Iblis dapat mendatangi orang-orang bodoh (al-juhhal) dengan sangat mudah dan aman tanpa ada perlawanan berarti. Sebaliknya, Iblis tidak bisa mendatangi seorang alim (orang yang berilmu) kecuali dengan cara mencuri-curi kesempatan secara sembunyi-sembunyi (musaraqatan)."Iblis telah berhasil menggelincirkan banyak ahli ibadah justru karena minimnya ilmu agama yang mereka miliki. Mayoritas ahli ibadah menghabiskan seluruh waktu mereka untuk melakukan ritual ibadah fisik, namun mereka tidak menjadikan ilmu syar'i sebagai pemutus perkara hukumnya.Oleh karena itu, seorang tabi'in senior bernama Rabi' bin Khutsaim memberikan nasihat yang sangat berharga:"Tafaqqah taziil (Belajarlah ilmu fikih terlebih dahulu, baru setelah itu engkau boleh menyendiri untuk fokus beribadah)."Menyendiri dan mengisolasi diri untuk beribadah tanpa fondasi ilmu sangatlah berbahaya, karena Iblis tidak akan pernah membiarkan orang yang bodoh beribadah kepada Allah dengan cara yang benar.2. Pintu Pertama: Mendahulukan Ibadah Sunnah Daripada Menuntut IlmuKerancuan pertama (talbis) yang dibisikkan Iblis kepada ahli ibadah adalah membuat mereka lebih mencintai amalan ibadah sunnah (nawafil) daripada menuntut ilmu, padahal menuntut ilmu jauh lebih utama daripada amalan sunnah fisik.Iblis menipu mereka dengan logika yang sekilas terlihat benar: "Apa tujuan dari ilmu? Bukankah tujuan ilmu adalah untuk beramal? Jika demikian, tidak perlu engkau menghabiskan waktu menuntut ilmu, langsung saja engkau menuju tujuan akhirnya, yaitu memperbanyak amal."Al-Imam Ibnul Jauzi membantah syubhat ini dengan menjelaskan:Kaum ahli ibadah yang bodoh mengira bahwa 'amal' itu hanyalah sebatas amalan anggota tubuh fisik (amalan jawarih). Mereka tidak menyadari bahwa amalan yang paling agung dan paling utama adalah amalan hati (amalul qalb). Amalan hati kedudukannya jauh lebih tinggi daripada amalan anggota tubuh fisik, dan amalan hati ini tidak akan pernah bisa diraih kecuali dengan perantara menuntut ilmu.Melalui ilmu, kita mempelajari akidah, mengenal sifat-sifat Allah, keimanan kepada malaikat, dan mentauhidkan Allah. Ini semua adalah amalan hati. Selain itu, nilai dari amalan fisik luar sangat bergantung pada kualitas amalan hati (keikhlasan) yang mendasarinya.Beribadah tanpa ilmu adalah jalan kesesatan yang nyata. Kaum Nasrani (Kristen) adalah contoh nyata dari kaum yang memiliki semangat tinggi dalam beribadah namun tanpa didasari ilmu, sehingga Allah melabeli mereka sebagai kelompok yang sesat (Ad-Dhallin) di dalam Surah Al-Fatihah.Atsar Para Salaf tentang Keutamaan Ilmu:Mutarrif bin 'Abdillah bin Asy-Syiikhir berkata:"Keutamaan ilmu itu jauh lebih baik daripada keutamaan ibadah." (Sebab ilmu berkaitan dengan pembersihan akidah, menghilangkan syubhat, dan memupuk cinta kepada Nabi ﷺ melalui pemahaman sirah dan tafsir).Yusuf bin Asbath berkata:"Satu bab dari ilmu yang engkau pelajari dengan benar, itu lebih baik bagiku daripada engkau mengikuti 70 kali peperangan (jihad)."Al-Mu'afa bin 'Imran berkata:"Menulis satu hadis Nabi saja lebih aku sukai daripada melakukan shalat malam semalam suntuk."Ketika ahli ibadah mencampakkan ilmu dan mendahulukan ibadah fisik, Iblis dengan sangat mudah merancukkan pemikiran mereka dalam berbagai praktik ibadah harian.3. Talbis Iblis dalam Urusan Bersuci (Thaharah) & WuduA. Waswas Saat Buang HajatIblis membisikkan rasa waswas kepada sebagian orang saat berada di dalam tempat bersuci sehingga mereka berlama-lama di dalamnya. Tindakan ini merusak hati dan membuang waktu.Ada orang yang setelah buang air kecil melakukan gerakan-gerakan ekstrem: berdiri, berjalan, berdeham dengan keras, hingga mengangkat dan menghentakkan kaki secara bergantian dengan asumsi agar sisa air kencingnya keluar semua. Tindakan berlebihan ini justru memicu penyakit waswas.Secara syariat, tindakan tersebut tidak diperlukan. Seseorang cukup membersihkan kemaluannya dengan mengurutnya secara lembut, lalu menyiramnya dengan air sekali saja, dan urusan selesai.B. Waswas dalam Penggunaan Air & Istinja'Iblis menghiasi pikiran sebagian orang bahwa semakin banyak menggunakan air, maka kesuciannya akan semakin bagus. Padahal dalam mazhab fikih yang paling ketat sekalipun, batas maksimal pembasuhan najis (seperti najis jilat anjing) adalah tujuh kali. Untuk najis biasa, satu kali basuhan yang berhasil menghilangkan zat, warna, dan baunya sudah dihukum sah dan suci.Begitu pula dalam urusan istinja' menggunakan batu (istijmar). Jika kotoran yang keluar tidak melampaui area lubang dubur, maka cukup dibersihkan dengan 3 buah batu yang bersih. Menggunakan batu secara berlebihan hingga 21 batu adalah tindakan melampaui batas syariat yang dapat melukai fisik. Barangsiapa yang merasa tidak cukup dengan batas yang telah ditetapkan oleh syariat, maka ia telah keluar dari petunjuk dan tidak mengikuti sunnah Nabi ﷺ.C. Waswas dalam Masalah Niat WuduKarena bodoh terhadap syariat, banyak orang tersiksa oleh rasa waswas saat melafalkan niat wudu (nawaitu). Mereka bimbang di dalam hatinya apakah harus melafalkan niat untuk menghilangkan hadas besar, hadas kecil, atau niat untuk membolehkan shalat. Akibatnya, mereka mengulang-ulang lafal niat tersebut di depan tempat wudu.Al-Imam Ibnul Jauzi menegaskan:"Niat itu tempatnya di hati, bukan di lisan. Menyengaja bersusah payah melafalkan niat merupakan perkara baru yang tidak dibutuhkan dan tidak ada dalilnya dari Nabi ﷺ maupun para sahabat."Meskipun dalam mazhab Syafi'i terdapat pendapat yang menganjurkan (mustahab) melafalkan niat dengan tujuan untuk memantapkan hati, namun seluruh ulama sepakat bahwa melafalkan niat bukanlah sunnah Nabi ﷺ dan tidak pula berstatus wajib. Jika pelafalan niat tersebut justru mengantarkan seseorang pada tingkat waswas dan mengulang-ulang kata, maka tindakan tersebut telah berubah menjadi bid'ah yang diharamkan karena mengikuti talbis Iblis.D. Keraguan Terhadap Kesucian Air & TempatBanyak orang terjebak dalam perangkap "jangan-jangan" (asumsi tanpa bukti): jangan-jangan air ini ada najisnya, jangan-jangan lantai ini pernah dilewati anjing atau dikencingi kucing.Di dalam ilmu usul fikih dan kaidah fikih, terdapat aturan baku:"Al-Aslu fil-ma'i ath-thaharah" (Hukum asal dari air dan segala sesuatu adalah suci).Aturan ini diturunkan dari kaidah kubra: "Al-Yaqinu la Yazulu bis-Syakk" (Keyakinan yang telah pasti tidak boleh digugurkan hanya karena adanya keraguan/asumsi).Jika Anda bertamu ke rumah orang lain, shalatlah di atas lantainya tanpa perlu menginterogasi pemilik rumah. Kecuali jika mata Anda melihat langsung ada najis, atau hidung Anda mencium bau najis di tempat tersebut, barulah hukum asalnya berubah menjadi najis.E. Empat Perkara yang Dibenci Akibat Waswas Air:Seseorang yang berwudu secara berlebihan hingga menghabiskan air dalam jumlah besar telah mengumpulkan 4 perkara yang dibenci syariat:Tabzir: Boros dalam penggunaan air (makruh hukumnya meskipun berwudu di sungai yang mengalir).Menghabiskan Umur: Menyia-nyiakan waktu yang berharga untuk perkara yang tidak wajib dan tidak pula disunnahkan (misalnya menghabiskan waktu 30-40 menit di dalam kamar mandi hanya untuk wudu).Melampaui Batas Syariat: Merasa tidak nyaman dengan kesederhanaan syariat Islam yang menganggap air sedikit sudah cukup.Menyelisihi Sunnah: Melanggar batasan mencuci anggota wudu lebih dari tiga kali. Akibat wudu yang terlalu lama ini, mereka sering kali luput dari Takbiratul Ihram bersama imam, tertinggal rakaat pertama, atau bahkan kehilangan seluruh jamaah shalat.Nabi ﷺ pernah memperingatkan melalui hadis Abdullah bin Mughaffal radhiallahu 'anhu:"Akan datang nanti dari umatku suatu kaum yang berlebih-lebihan (melampaui batas) dalam dua hal: dalam berdoa dan dalam bersuci (thaharah)."Iblis juga menugaskan setan khusus yang bernama Walhan, yang tugas utamanya adalah menggoda dan meniupkan rasa waswas pada manusia dalam urusan wudu.4. Talbis Iblis dalam Masalah Azan & Zikir MalamIblis juga menyusup ke dalam barisan para muadzin dan ahli ibadah malam melalui beberapa penyimpangan:A. Azan yang Terlalu Melodius (Tathrib)Al-Imam Malik dan mayoritas ulama sangat membenci muadzin yang mengumandangkan azan dengan nada yang terlalu naik-turun dan mendayu-dayu secara berlebihan seperti orang yang bernyanyi (tathrib). Gaya azan seperti ini menghilangkan marwah pengagungan terhadap Allah dan mengubah sakralnya kalimat tauhid menjadi sekadar seni hiburan suara yang dinikmati nadanya, bukan kandungannya.B. Bid'ah Tatswib dan Zikir Sebelum SubuhIblis menghiasi sebagian ahli ibadah untuk mencampuradukkan syariat azan dengan menambahkan zikir-zikir panjang, selawat, atau seruan-seruan khusus (tatswib) baik sebelum maupun sesudah azan subuh secara massal menggunakan pengeras suara.Sahabat Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma pernah langsung keluar meninggalkan sebuah masjid ketika mendengar ada orang yang melakukan seruan-seruan tambahan di luar syariat azan setelah muadzin selesai azan. Beliau berkata: "Ini adalah perkara baru (muhdas) yang tidak ada di zaman Nabi."C. Mengganggu Orang Tidur di Sepertiga MalamAl-Imam Ibnul Jauzi mengkritik keras fenomena orang-orang yang naik ke atas menara masjid pada tengah malam (sebelum waktu subuh tiba), lalu membaca Al-Qur'an atau ceramah dengan suara yang sangat keras. Beliau menegaskan bahwa tindakan ini termasuk kemungkaran (Minal Munkarat).Tindakan tersebut mengganggu hak manusia: mengganggu orang yang sedang sakit, mengganggu orang yang ingin beristirahat, dan mengganggu ahli ibadah lain yang sedang khusyuk shalat tahajjud atau berdoa secara rahasia di sepertiga malam terakhir.Prinsip beragama yang benar adalah mencukupkan diri dengan batasan syariat. Al-Imam Malik menegaskan:"Apa saja yang pada zaman Nabi ﷺ dan para sahabat bukan merupakan bagian dari ritual ibadah, maka pada hari ini perkara tersebut juga tidak boleh dijadikan sebagai ibadah."5. Talbis Iblis dalam Shalat & Bahaya Ekstremisme (Takfir)A. Waswas Pakaian ShalatIblis menggoda sebagian orang dengan rasa takut yang berlebihan terhadap pakaian shalatnya. Mereka mencuci pakaian tersebut secara berulang-ulang karena takut terkena najis yang tidak tampak, atau langsung merasa najis jika pakaiannya tidak sengaja tersentuh oleh muslim lainnya.Para sahabat Nabi ﷺ dahulu menaklukkan Persia dan Romawi, mereka langsung menggunakan bejana dan memakai baju-baju buatan orang Persia untuk shalat tanpa ada rasa waswas harus mencucinya di sungai.B. Kritik Terhadap Pemikiran Ekstrem Takfiri (Khawarij Modern)Fenomena waswas pakaian dan tempat ini secara historis dan sosiologis sangat melekat pada kelompok-kelompok yang memiliki pemikiran ekstrem (seperti sekte Khawarij masa lalu atau kelompok Islam Jama'ah / LDII di era kontemporer).Akibat kebodohan terhadap fikih syariat, kelompok ini terjebak dalam dua dosa besar sekaligus:Ekstrem dalam Bersuci: Memiliki aturan yang tidak logis dan menyiksa diri, seperti mencuci rumah atau mengisolasi anak yang baru bermain dari luar ke dalam tempat khusus karena menganggap semua orang di luar kelompok mereka adalah najis.Dosa Pengafiran (Takfir): Menilai semua kaum muslimin di luar kelompok mereka sebagai orang kafir yang najis jasadnya dan halal hartanya (melalui penarikan upeti/pajak berkedok keamiran oleh para pemimpin mereka yang mengeksploitasi harta jemaah demi kesenangan dunia).Nabi ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras terhadap karakteristik sekte yang mudah mengkafirkan kaum muslimin ini. Beliau melabeli mereka dengan predikat:"Hum Kilabu Ahlinnar" ($\text{هُمْ كِلَابُ أَهْلِ النَّارِ}$) — "Mereka adalah anjing-anjing penghuni neraka jahanam."Barangsiapa yang menuduh saudaranya yang muslim sebagai orang kafir, maka tuduhan kekafiran tersebut pasti akan kembali kepada salah satu dari keduanya. Jika yang dituduh ternyata seorang muslim yang sah keislamannya, maka gelar kekafiran itu otomatis berbalik runtuh kepada si penuduh.
Talbis iblis #5 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-1)-Ustadz dr.Firanda-Definisi Talbis Iblis dan Pintu Masuknya• Talbis iblis didefinisikan sebagai godaan iblis yang membuat keburukan tampak sebagai kebaikan.• Ibnu Jauzi menyebutkan bahwa godaan ini sangat banyak dan beragam.• Pintu terbesar iblis masuk dalam menggoda manusia adalah kebodohan.• Iblis mudah menggoda orang bodoh secara langsung, sedangkan orang alim tidak mudah tergoda dan iblis harus mencuri-curi kesempatan.Peran Ilmu dalam Menangkal Godaan Iblis• Banyak ahli ibadah yang terjerumus karena kurangnya ilmu.• Mayoritas ahli ibadah sibuk beribadah tanpa didukung ilmu sehingga kerap jatuh dalam kesalahan.• Rabi bin Husaim menegaskan pentingnya mengutamakan ilmu terlebih dahulu, baru kemudian beribadah secara benar.• Beribadah tanpa ilmu berbahaya karena iblis memanfaatkan situasi tersebut dengan memunculkan kerancuan dalam ibadah mereka.Iblis Menggoda dengan Membuat Ilmu Terlihat Tidak Perlu• Iblis mengaburkan fungsi ilmu dengan berkata, "Tujuan ilmu adalah amal, jika begitu langsung saja beramal tanpa menuntut ilmu."• Ahli ibadah yang kurang paham menganggap Amal hanya berupa amalan jasmani (amal jawarih) tanpa menyadari bahwa amal hati (amal bid-dam) yang lebih utama diperoleh melalui ilmu.• Ilmu Islam seperti aqidah, iman, ilmu tentang sifat Allah, malaikat dan akherat adalah bagian dari amalan hati yang prioritas.• Oleh karena itu, ilmu merupakan pondasi dalam memperbaiki amalan hati dan ibadah lahiriah.Keutamaan Ilmu Dibanding Ibadah• Beberapa salaf menyatakan keutamaan ilmu melebihi amalan ibadah, misalnya Mutarif bin Abdillah berkata:"Fadlul ilmu khairulil ibadah — Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah".• Yusuf bin Asbat menyatakan satu bab ilmu lebih utama dari tujuh puluh kali jihad.• Menulis satu hadis dianggap lebih utama daripada salat malam semalam penuh (mahfudh dari Muafa’ ibn Imran).• Hal ini menjadi motivasi agar selalu menuntut ilmu dan membangun ibadah di atas ilmu agar terhindar dari penyimpangan.Contoh Talbis Iblis dalam Ibadah: Bersuci (Taharah) dan Wudhu• Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa iblis menggoda ahli ibadah dalam berbagai aspek ibadah, dimulai dari aspek bersuci.• Godaan pertama adalah berlama-lama di toilet (WC) secara berlebihan yang merusak hati dan menghabiskan waktu.• Ada kebiasaan aneh seperti berdiri, berjalan, dan menggerakkan kaki berulang kali setelah buang air kecil dengan tujuan mengeluarkan semua air kencing, padahal ini tidak diperlukan.• Penggunaan air secara berlebihan saat bersuci juga termasuk was-was (keraguan berlebihan) dan talbis iblis.Jumlah dan Cara Bersuci yang Benar Menurut Syariat• Pendapat terkuat di antara madzhab mengatakan siraman air satu kali dengan cukup tekanan (tu kali siraman) sudah memadai.• Jika buang air besar dan kotoran keluar dari anus, cukup bersuci menggunakan batu (istimbath) yang bersih.• Orang yang merasa tidak cukup setelah mengikuti aturan syariat dan sunnah Nabi dianggap berlebih-lebihan atau terkena waswas, karena sudah cukup sesuai syariat.Godaan Iblis dalam Niat Wudhu• Iblis menimbulkan keraguan dalam niat berwudhu, apakah niatnya untuk menghilangkan hadas atau untuk mengangkat hadas dan membolehkan shalat.• Orang jadi bingung mengulang-ulang bacaan niat yang sebenarnya tidak dianjurkan secara sunnah, karena Nabi tidak pernah melafalkan niat saat berwudhu, shalat, dan ibadah lainnya.• Melafalkan niat dianggap bidah oleh sebagian besar ulama, meski ada yang menganggap dianjurkan untuk mukokohkan niat di hati saat waswas.• Tidak ada riwayat sahih atau palsu yang membenarkan melafalkan niat dalam ibadah.• Melafalkan niat bukan syarat atau rukun ibadah, hanya untuk mengokohkan hati, dan jangan sampai berlebihan sehingga menimbulkan waswas.Keraguan Tentang Kesucian Air dan Tempat Bersuci• Kebodohan membuat seseorang meragukan kesucian air dan tempat bersuci secara berlebihan, misal takut air sudah najis karena kemungkinan sesuatu, tanpa bukti nyata.• Dalam kaidah fikih, hukum asal air dan tempat adalah suci dan tidak boleh dirubah kecuali ada bukti jelas.• Ini mengakibatkan penggunaan air berlebihan, pemborosan waktu, dan banyak hal yang sia-sia dalam masalah bersuci.Empat Keburukan dalam Bersuci Karena Talbis IblisIbnu Jauzi merinci bahwa kebodohan membuat seseorang:1. Boros dalam penggunaan air : Menggunakan lebih banyak air dari yang disyariatkan2. Menghabiskan umur (waktu) : Terlalu lama di WC atau berwudhu sehingga membuang waktu berharga3. Melebihi syariat : Bersuci dengan cara berlebihan yang tidak dibutuhkan syariat4. Berulang kali mencuci (lebih dari 3 kali) : Melakukan wudhu atau membasuh lebih dari tiga kali dengan alasan keraguan dan waswasBerlebihan seperti ini mengganggu ketepatan salat dan kewajiban.Perilaku Berlebihan dalam Wudhu dan Penegasan Rasulullah• Dalam hadis Abdullah bin Amr bin Ash, Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa ada berlebihan dalam wudhu (israf).• Bahkan melakukan wudhu berlebihan di sungai yang mengalir sekalipun termasuk mubazir.• Ada disebut setan bernama Walhan yang khusus menggoda dalam hal wudhu dan bersuci.Godaan Iblis dalam Doa Berlebihan• Abu Abdullah mendengar do’a yang panjang dan berlebihan, meminta surga Firdaus dengan keterangan dan gambaran yang detil.• Rasulullah memperingatkan agar tidak berlebih-lebihan dalam doa dan tindakan religius.Pentingnya Memanfaatkan Waktu dan Air secara Bijak• Ibnu Ail, seorang alim, menyatakan waktu adalah modal utama orang cerdas.• Orang cerdas memanfaatkan waktu luang untuk ibadah, membaca Al-Qur’an, menulis, dll.• Penggunaan air yang efisien juga termasuk ciri orang berakal.• Rasulullah juga menunjukkan sikap praktis, misal memerintahkan membuang air kecil di masjid cukup dengan menyiram air saja tanpa usaha berlebihan membersihkan.Sunnah Ringan dan Mudah Nabi dalam Bersuci dan Berpakaian• Rasulullah membolehkan pakaian yang panjang hingga mata kaki sebagaimana ditunjukkan Ummu Salamah, asalkan tidak berlebihan (tidak lebih dari 1 hasta).• Bersuci dengan batu untuk najis yang ringan sudah sah walaupun ada sisa kecil yang dimaafkan.• Nabi tidak terlalu mempersulit atau memperlama membersihkan najis selama sudah mencukupi ketentuan.• Hal ini menunjukkan kesederhanaan dan kemudahan dalam syariat untuk menghindari waswas dan berlebih-lebihan.Godaan Iblis dalam Azan dan Bacaan Agama• Iblis juga menggoda dengan membuat azan dan bacaan agama dilakukan dengan gaya berlebihan: nada tinggi, naik-turun seperti nyanyian yang melenceng dari tujuan pengagungan Allah.• Imam Malik dan para ulama membenci azan yang bersifat "nyanyian" karena menjauh dari kesungguhan dan kekhusyuan azan.• Ada kebiasaan menggabungkan azan dengan zikir atau ceramah panjang yang mengganggu orang beribadah dan berdoa khususnya saat malam atau sebelum salat subuh.• Dalam sejarah, hal ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi maupun para sahabat.Kecaman terhadap Praktik Berlebihan dalam Dawa dan Bacaan Agama• Fenomena panggung dan nyanyian lagu religius seperti Mahir Zain sebelum azan masuk sebagai contoh kemunkaran yang mengganggu ketenangan ibadah.• Ini dianggap sesuatu yang tidak perlu dan malah merusak ibadah serta ketenangan umat Islam lain yang ingin tidur atau membaca al-Qur’an.• Tidak ada dasar dari para ulama untuk menganggap praktik berlebihan semacam ini sebagai ibadah.Prinsip Utama Syariat: Tidak Ada Bidah yang Baik• Ibnu Jauzi menekankan prinsip Imam Malik bahwa:Jika suatu amalan tidak ada di zaman Nabi dan para sahabat, maka bukan bagian dari ibadah.• Munculnya amalan baru dianggap bidah, kecuali ada faktor penghalang yang sah.• Menganggap bidah itu baik sama dengan menganggap Nabi berkhianat terhadap risalahnya.• Dalam konteks ini, tradisi modern atau penambahan ibadah baru harus dicermati dengan seksama.Godaan Iblis dalam Membersihkan Pakaian dan Waswas Najis• Ada yang sering mencuci pakaian salat berulang kali karena keraguan adanya najis.• Bahkan jika pakaian tersebut digunakan sehari-hari tanpa masalah, tapi untuk salat selalu dicuci berlebihan.• Kelompok seperti ini disebut sebagai Islam Jemah yang berlebihan dan mengkafirkan sesama Muslim secara tidak berdasar.• Ibnu Jauzi mengingatkan pentingnya menggunakan ilmu dan akal dalam menghadapi hal ini agar tidak terjerat tipu daya iblis dan kebodohan.Contoh Praktik Berlebihan dalam Bersuci sampai Mengabaikan Ibadah Berjamaah• Ada yang takut terkena najis membuat mereka terlalu takut saat berjalan di luar rumah karena takut kotoran atau najis menempel.• Akibatnya, mereka sering meninggalkan salat berjamaah atau ibadah lain yang lebih penting.• Membasuh pakaian secara berlebihan dan waswas tanpa alasan kuat adalah pemborosan waktu dan menyelisihi syariat.• Perilaku seperti ini adalah godaan iblis yang harus dihindari.
Ringkasan Kajian Talbis Iblis #5Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah dalam Ibadah MerekaPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهKitab: Talbis Iblis karya Imam Ibnu al-Jauzi رحمه اللهPendahuluanImam Ibnu al-Jauzi menjelaskan bahwa talbis iblis adalah upaya setan menghiasi kebatilan sehingga tampak sebagai kebenaran. Akibatnya, seseorang melakukan kesalahan dalam keadaan mengira dirinya sedang berbuat kebaikan.Menurut beliau, pintu terbesar yang digunakan iblis untuk menyesatkan manusia adalah kebodohan (jahl). Orang yang tidak memiliki ilmu lebih mudah ditipu setan dibandingkan orang yang berilmu."Iblis mudah menggoda orang bodoh, sedangkan terhadap orang berilmu ia harus mencari celah sedikit demi sedikit."1. Mendahulukan Ibadah daripada Menuntut IlmuSalah satu talbis iblis terhadap ahli ibadah adalah membuat mereka lebih sibuk dengan amalan-amalan sunnah daripada menuntut ilmu.Setan membisikkan:"Tujuan ilmu adalah beramal. Kalau begitu langsung saja beramal, tidak perlu belajar."Padahal pemahaman ini keliru. Ilmu adalah landasan amal. Tanpa ilmu, seseorang rentan terjatuh ke dalam kesalahan dan penyimpangan.Para salaf sangat mengagungkan ilmu:Mutarrif bin Abdullah رحمه الله berkata:"Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah."Yusuf bin Asbath رحمه الله berkata:"Mempelajari satu bab ilmu lebih baik daripada tujuh puluh peperangan."Mu'afi bin Imran رحمه الله berkata:"Menulis satu hadis lebih aku sukai daripada salat malam semalam suntuk."Ilmu melahirkan amalan hati seperti iman, keyakinan, cinta kepada Allah, takut kepada Allah, dan pemahaman agama yang benar.2. Talbis Iblis dalam Bersucia. Berlebihan Saat Buang HajatSebagian orang terlalu lama berada di toilet, berjalan-jalan, berdeham, atau melakukan berbagai gerakan untuk memastikan air kencing benar-benar keluar.Hal ini termasuk waswas yang tidak diajarkan syariat.b. Berlebihan Menggunakan AirAda orang yang terus-menerus menyiram meskipun najis sudah hilang.Padahal syariat dibangun di atas kemudahan. Ketika najis telah hilang, maka tujuan bersuci telah tercapai.c. Tidak Percaya dengan Ketentuan SyariatAda orang yang merasa cara bersuci yang diajarkan Nabi ﷺ belum cukup sehingga menambah-nambah sendiri.Ini termasuk bentuk penyimpangan karena merasa syariat kurang sempurna.3. Talbis Iblis dalam Wudhua. Waswas dalam NiatSebagian orang mengulang-ulang niat:"Aku berniat mengangkat hadas...""Tidak, aku berniat untuk salat...""Tidak, aku berniat mengangkat hadas dan salat..."Mereka terus mengulang hingga terjatuh dalam waswas.Padahal niat tempatnya di hati dan tidak membutuhkan pengulangan seperti itu.b. Ragu terhadap Kesucian AirAda yang selalu bertanya:Jangan-jangan air ini najis.Jangan-jangan terkena tikus.Jangan-jangan tercampur sesuatu.Padahal kaidah syariat menyatakan:"Hukum asal air adalah suci."Selama tidak ada bukti nyata yang menunjukkan kenajisan, maka air tetap dianggap suci.c. Berlebihan dalam WudhuSebagian orang menggunakan air terlalu banyak dan menghabiskan waktu yang lama.Akibatnya:Boros air.Menyia-nyiakan waktu.Menyelisihi sunnah.Bahkan terkadang terlambat salat berjamaah.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa berlebih-lebihan dalam penggunaan air tetap tercela meskipun seseorang berada di sungai yang mengalir.4. Talbis Iblis dalam AzanImam Malik رحمه الله dan para ulama lainnya tidak menyukai azan yang terlalu dibuat-buat hingga menyerupai nyanyian.Tujuan azan adalah mengagungkan Allah dan memanggil manusia menuju salat, bukan untuk menampilkan keindahan suara secara berlebihan.Menambah-nambah Sebelum dan Sesudah AzanDi antara bentuk talbis adalah mencampurkan azan dengan:Ceramah panjang.Bacaan tertentu.Seruan-seruan tambahan.Dzikir yang dikeraskan sebelum azan.Hal-hal tersebut tidak dicontohkan oleh Nabi ﷺ maupun para sahabat.5. Talbis Iblis dalam Salat dan PakaianSebagian orang terlalu berlebihan dalam menjaga pakaian salat:Mencuci berulang-ulang tanpa sebab.Meragukan kesucian pakaian.Menganggap sentuhan orang lain menyebabkan najis.Bahkan meninggalkan salat berjamaah karena waswas terhadap najis.Padahal hukum asal pakaian adalah suci sampai ada bukti yang jelas bahwa pakaian tersebut terkena najis.Pelajaran PentingKebodohan adalah pintu terbesar masuknya godaan setan.Ilmu harus didahulukan sebelum memperbanyak ibadah.Syariat Islam dibangun di atas kemudahan, bukan kesulitan.Waswas adalah salah satu senjata utama setan terhadap ahli ibadah.Berlebih-lebihan dalam bersuci dan beribadah bukan tanda ketakwaan.Mengikuti sunnah Nabi ﷺ lebih utama daripada membuat-buat amalan baru yang dianggap baik.Waktu adalah nikmat yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.KesimpulanImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa banyak ahli ibadah yang terjatuh dalam kesalahan bukan karena kurang semangat beribadah, tetapi karena kurangnya ilmu. Setan menghiasi perbuatan yang sebenarnya keliru sehingga tampak sebagai bentuk kehati-hatian dan ketakwaan.Karena itu, seorang muslim hendaknya memadukan antara ilmu dan ibadah, serta selalu menimbang amalannya dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman para salaf agar terhindar dari talbis iblis.
Talbis iblis #5 Terhadap ahli ilmu - bagian 1 jika orang bodoh maka iblis mudah menggodanya, sedangkan untuk untuk orang yang ahli ibadah iblis menggunakan berbagai cara seperti berikut mereka mendahulukan ibadah dibanding menuntut ilmu. Menuntut ilmu berhubungan dengan amalan hati. padahal ilmu lebih dahulu dibanding beramal yang sunah.amalan hati lebih afdhal dibanding amal yang zhahir, jika amalan hati digabungkan dengan amalan zhahir akan lebih bagus. Jangan seperti orang nasrani yang beramal tanpa ilmu. Mencintai Allah dan Rasul akan didapatkan dengan cara menuntut ilmu, dan diaplikasikan dengan ibadah sehingga lebih afdhal. ketika hanya fokus beribadah tanpa menuntut ilmu memudahkan iblis untuk melakukan talbis iblis pada mereka talbis iblis tentang bersuci, diantaranya iblis menyuruh berlama2 di toilet padahal jangan berlama-lama di toilet, menggunakan air yg banyak saat di toilet, wudhu lama2 dan pakai air berlebihan, hal2 ini disebabkan kurangnya ilmu. Setan yang mengganggu khusus ketika wudhu namanya Walhan. talbis iblis tentang tentang azan yang berlebih-lebihan dalam mengumandangkan azan menjadi seperti nyanyi
TALBIS IBLIS #5: talbis iblis terhadap ahli ilmuPendahuluan dan Makna Talbis Iblissecara bahasa berarti godaan iblis yang mengesankan sesuatu yang buruk seakan-akan menjadi baik, sehingga manusia melakukannya karena menyangka hal tersebut adalah sebuah kebaikan.pintu terbesar iblis untuk menggoda manusia adalah kebodohan.Banyak ahli ibadah yang tergoda karena sibuk beribadah tetapi tidak memahami landasan ilmunya.Rabi’ bin Khutsaim berkata:تَفَقَّهْ ثُمَّ اعْتَزِلْ"Belajarlah fikih (berilmulah) dahulu, baru kemudian silakan menyendiri (untuk beribadah)".Talbis: Mendahulukan Ibadah Sunnah daripada Ilmu🌀 Iblis merancukan pemikiran ahli ibadah dengan mengesankan bahwa tujuan ilmu adalah amal.🌀 Ahli ibadah sering kali menyangka bahwa amal hanyalah amal jawarih (anggota tubuh/lahiriyah),padahal yang paling utama adalah amal hati (akidah, iman kepada sifat Allah, malaikat, dll).🌀 Amal hati tidak bisa diperoleh kecuali dengan menuntut ilmu.🌀 Beribadah tanpa ilmu sangat berbahaya dan bisa menjerumuskan pada kesesatan, sebagaimana kaum Nasrani yang semangat beribadah namun disesatkan karena tanpa ilmu.Keutamaan Ilmu Dibanding Ibadah Menurut Para Salaf1️⃣Mutarrif bin Abdillah:"فَضْلُ الْعِلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ""Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah".2️⃣Yusuf bin Asbat: "Satu bab ilmu yang kau pelajari lebih utama daripada 70 peperangan (jihad)".3️⃣Al-Mu’afa bin Imran: "Menulis satu hadis lebih aku sukai daripada shalat malam semalam suntuk".Talbis Iblis dalam Masalah Bersuci (Thaharah)🚽Was-was di ToiletIblis menggoda orang untuk:berlama-lama di toiletmelakukan gerakan berdeham (tanahnuh),berjalan/melompat-lompat setelah buang air agar kencingnya keluar semua.Hal ini tidak perlu dan hanya merupakan was-was.💧Berlebihan Menggunakan Airsyariat telah memberikan batasan yang cukup. Jika seseorang merasa tidak cukup dengan apa yang dicukupkan syariat, maka ia telah keluar dari syariat dan tidak mengikuti sunnah Nabi.😷Was-was NajisSeseorang mencuci baju berulang-ulang karena ragu, padahal hukum asal segala sesuatu adalah sucikecuali ada bukti nyata (bau atau warna).👹Iblis membuat orang merasa war’ (hati-hati) dalam masalah air, tetapi tidak war’ dalam menjaga lisan dari ghibah atau menjaga makanan dari yang haram.Talbis Iblis dalam Masalah Wudhu dan NiatMelafalkan Niat➡️ Iblis memanfaatkan kebodohan ini padahal tempat niat adalah di hati, bukan dilafalkan "النِيَّةُ مَحَلُّهَا فِي الْقَلْبِ لَا بِاللَّفْظِ"Para ulama sepakat bahwa melafalkan niat bukan sunnah Nabi dan tidak wajib.Wudhu Berlebihan➡️ Mencuci anggota wudhu lebih dari tiga kali adalah dilarang. ada setan khusus penggoda wudhu yang bernama Walhan.Nabi juga bersabda kepada Sa’ad bahwa ada pemborosan (israf) dalam wudhu meskipun dilakukan di sungai yang mengalir.Talbis Iblis dalam Masalah Azan dan ZikirAzan yang Melengking/Bernada Musik: Imam Malik dan ulama lain membenci azan yang terlalu dibuat-buat nadanya seperti nyanyian karena menghilangkan rasa pengagungan kepada Allah.Menambah-nambah Azan: Mencampurkan azan dengan zikir-zikir tambahan, pujian, atau nasihat sebelum dan sesudah azan yang tidak ada di zaman Nabi. Ibnu Umar menyebut hal tambahan seperti ini sebagai perkara muhdas(baru/ada setelah zaman Nabi).Mengganggu Orang Lain: Membaca Al-Qur’an/memutar rekaman suara dengan sangat kencang lewat menara/mikrofon sebelum subuh sehingga mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang yang sedang shalat tahajud. Ibnu Jauzi menyebut ini sebagai minal munkarat(termasuk kemungkaran) karena niat baik dilakukan dengan cara yang salah.Prinsip Dasar Ibadah (Imam Malik)Imam Malik rahimahullah berkata:"مَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ دِينًا فَلَا يَكُونُ الْيَوْمَ دِينًا""Apa yang di zaman Nabi bukan merupakan agama (ibadah), maka di hari ini juga bukan merupakan agama".Siapa yang menganggap suatu bid'ah itu baik (bid'ah hasanah dalam hal ibadah mahdhah), maka ia secara tidak langsung menganggap Nabi Muhammad telah mengkhianati risalah karena ada syariat yang belum disampaikan.Kritik Terhadap Kelompok yang Berlebihan (Ghulut)contohnya seperti kelompok seperti "Islam Jemaah" yang sangat berlebihan dalam bersuci (mencuci baju berulang-ulang, menganggap orang di luar kelompok najis/kafir). Hal ini disebut sebagai bentuk kebodohan dan tipu daya pemimpin mereka.Rasulullah menyebut kaum yang mudah mengkafirkan sesama Muslim sebagai "كِلَابُ أَهْلِ النَّارِ" yaitu anjing-anjing penghuni neraka.
Catatan KajianTalbis Iblis #5 - Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-1)Pintu Masuk Tipu Daya Iblis * Kebodohan adalah pintu terbesar bagi iblis untuk menggoda dan menyesatkan manusia. * Ahli ibadah yang tidak membekali diri dengan ilmu sangat mudah dimanipulasi oleh setan. * Belajar ilmu agama dan pemahaman fikih harus didahulukan sebelum seseorang fokus menyendiri untuk ibadah.Ilmu Lebih Utama daripada Ibadah Sunah * Iblis membisikkan syubhat bahwa manusia bisa langsung beramal tanpa perlu repot menuntut ilmu. * Amalan hati seperti akidah dan ketauhidan jauh lebih utama daripada sekadar amalan anggota tubuh lahiriah. * Para ulama salaf menegaskan bahwa mempelajari satu bab ilmu atau menulis hadis lebih baik daripada ibadah sunah semalam suntuk.Talbis Iblis dalam Urusan Bersuci * Setan menggoda manusia untuk berlama-lama di toilet dan melakukan gerakan berlebih-lebihan karena was-was sisa air kencing. * Menggunakan air secara berlebihan saat mandi atau wudu termasuk perbuatan boros yang dilarang dan bisa membuang-buang umur. * Syariat Islam itu mudah dan mencukupkan air sedikit, bahkan kotoran di sandal cukup dibersihkan dengan menggesekkannya ke tanah.Talbis Iblis dalam Masalah Wudu dan Niat * Munculnya keraguan dan pengulangan lafal niat secara lisan secara berulang-ulang merupakan bentuk gangguan setan. * Tempat niat adalah di dalam hati dan para ulama sepakat bahwa melafalkan niat secara lisan bukan merupakan kewajiban. * Sikap was-was berlebihan terhadap kesucian air atau pakaian justru membuat seseorang kehilangan waktu utama salat berjamaah.Talbis Iblis dalam Urusan Azan * Mengumandangkan azan dengan nada yang terlalu naik turun dan mendayu-dayu dilarang karena mengubah pengagungan menjadi mirip nyanyian. * Menambahkan ritual zikir, selawatan, atau ceramah dengan suara keras sebelum subuh termasuk kemungkaran karena mengganggu orang lain. * Sesuai kaidah Imam Malik, perkara yang di zaman Nabi Muhammad bukan merupakan ibadah, maka di zaman sekarang juga bukan ibadah.Bahaya Sikap Ekstrem dalam Beragama * Sikap berlebihan dalam bersuci lahiriah sering kali tidak dibarengi dengan sikap menjaga lisan dari ghibah atau menjaga makanan yang haram. * Meniru perilaku ekstrem seperti mencuci baju salat berulang-ulang secara berlebihan merupakan tanda kurangnya ilmu fikih. * Beragama harus selalu berpatokan pada petunjuk serta kemudahan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat.KesimpulanBeragama harus senantiasa bersandar pada kemudahan dan petunjuk yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat. Sikap ekstrem, was-was, dan berlebih-lebihan dalam ibadah lahiriah yang tidak didasari ilmu fikih yang benar hanyalah bentuk pembuangan waktu yang disukai oleh setan.
Membahas bagaimana iblis memperdaya manusia, khususnya orang-orang yang rajin beribadah.Yaitu dengan cara mengaburkan pandangan mereka, sehingga hal yang buruk atau keliru terlihat seolah-olah sebagai sebuah kebaikan (talbis).Kebodohan adalah pintu masuk terbesar IblisKebodohan atau minimnya ilmu agama merupakan pintu terbesar bagi iblis untuk menyesatkan manusia. Iblis sangat mudah memperdaya orang yang bodoh tanpa perlawanan berarti.Banyak orang rajin beribadah tetapi minim ilmu. Mereka terlalu sibuk dengan ritual ibadah luar fisik (amal jawarih) tanpa memahami esensi dan landasan ilmunya.Nasihat Salaf: Mengutip perkataan Rabi' bin Khutsaim, "Belajarlah fikih (berilmulah) dahulu, baru setelah itu silakan menyendiri (untuk beribadah)".Tipuan untuk mendahulukan ibadah sunah daripada menuntut ilmuIblis membisikkan syubhat (kerancuan pemikiran) kepada ahli ibadah: "Untuk apa menuntut ilmu? Tujuan ilmu kan untuk beramal. Kalau begitu, langsung saja beramal tanpa perlu repot belajar".Ahli ibadah sering kali mengira amalan itu hanya sebatas gerakan fisik. Padahal, amalan yang paling utama adalah amalan hati (seperti akidah, keimanan, keikhlasan), dan amalan hati ini tidak bisa diraih dengan benar kecuali dengan menuntut ilmu.Para ulama terdahulu menegaskan bahwa keutamaan ilmu jauh lebih tinggi daripada ibadah sunah. Bahkan menulis satu hadis atau menguasai satu bab ilmu dinilai lebih utama daripada salat malam semalam suntuk atau ikut puluhan peperangan.Contoh nyata talbis iblis dalam ibadah sehari-hariKarena tidak dibentengi ilmu, ahli ibadah sering terjebak dalam penyakit waswas yang dianggap sebagai bentuk sikap hati-hati, padahal justru menyelisihi syariat:Bersuci (Thaharah):Berlama-lama di dalam toilet karena waswas air kencingnya belum keluar semua, sampai harus meloncat-loncat atau menghentakkan kaki secara berlebihan.Boros menggunakan air wudu secara berlebihan karena merasa satu atau tiga kali basuhan belum cukup menghilangkan najis.Niat Wudu/Salat:Ragu-ragu dan mengulang-ulang lafal niat secara berlebihan di lisan karena takut niatnya tidak sah. Tempat niat adalah di hati dan tidak perlu dipersulit.Hukum Asal Benda:Selalu merasa curiga bahwa air atau tempat salat terkena najis (misal: takut dilewati anjing/kucing), padahal kaidah fikih menyebutkan hukum asal segala sesuatu (air dan tanah) adalah suci sampai ada bukti nyata yang mengubahnya.Adzan:Terlalu mendayu-dayu atau melantunkan adzan layaknya bernyanyi sehingga menghilangkan esensi pengagungan kepada Allah.Menambah-nambahkan ritual zikir atau pujian yang terlalu panjang dengan suara keras di mikrofon jauh sebelum waktu subuh tiba, sehingga berpotensi mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang yang sedang fokus shalat malam.Kesimpulan:Sikap berlebih-lebihan dan waswas dalam beragama hanya akan membuang-buang waktu dan umur yang berharga. Islam adalah agama yang mudah dan tidak mempersulit pemeluknya selama segala ibadah tersebut didasari oleh ilmu dan mengikuti sunah Rasulullah.
BAB 8: Talbis Iblis Terhadap Ahli IbadahIbnul Jauzi berkata:“Ketahuilah bahwasanya pintu terbesar yang digunakan iblis untuk masuk menggoda manusia adalah kebodohan.”Kebodohan adalah sebab mudahnya iblis menggoda manusia.Beliau berkata:فَهُوَ يَدْخُلُ مِنْهُ عَلَى الْجُهَّالِ بِأَمَانٍ“Dia masuk menggoda orang-orang bodoh dengan penuh keamanan.”Karena mereka bodoh, maka iblis mudah menggoda mereka.Adapun orang alim, beliau berkata:وَأَمَّا الْعَالِمُ فَلَا يَدْخُلُ عَلَيْهِ إِلَّا مُسَارَقَةً“Adapun orang alim, maka iblis tidak bisa masuk kecuali dengan mencuri-curi kesempatan.”Kalau orang bodoh, iblis langsung masuk. Namun kalau orang alim, tidak semudah itu.Beliau mengatakan bahwa iblis telah menggoda banyak ahli ibadah karena sedikitnya ilmu mereka.لِجُمُوحِهِمْ إِلَى التَّعَبُّدِ وَلَمْ يُحَكِّمُوا الْعِلْمَ“Karena mayoritas mereka sibuk beribadah, namun tidak menjadikan ilmu sebagai hakim dalam ibadah mereka.”Oleh karenanya, Rabi’ bin Khutsaim berkata:تَفَقَّهْ ثُمَّ اعْتَزِلْ“Belajarlah fikih terlebih dahulu, kemudian menyendirilah.”Berilmu dulu, baru kemudian beribadah dan menyendiri. Adapun seseorang yang menyendiri untuk beribadah tanpa ilmu, maka itu berbahaya. Ia bisa terjerumus ke dalam banyak kesalahan karena iblis tidak akan membiarkan orang-orang yang bodoh beribadah kepada Allah dengan cara yang benar.A. Talbis Iblis dalam BersuciDiantaranya:1. Membuat seseorang berlama-lama di toilet.Ada yang setelah buang air kecil berdiri, berjalan, berdeham, mengangkat kaki lalu menurunkannya, dengan tujuan agar sisa air kencing keluar semua.Padahal ini hanya menimbulkan waswas.Beliau menjelaskan bahwa cukup seseorang membersihkan diri sebagaimana mestinya tanpa berlebihan.Menggunakan air secara berlebihan ketika membersihkan najis.Padahal jika najis sudah hilang, maka sudah cukup. Tidak perlu terus menambah air tanpa kebutuhan.Beliau juga menyebutkan bahwa jika seseorang buang air besar dan kotoran tidak melampaui tempat keluarnya, maka istijmar dengan batu sudah cukup apabila telah bersih.Ibnul Jauzi berkata:“Barang siapa merasa tidak cukup dengan apa yang telah dianggap cukup oleh syariat, maka dia telah menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”3. Membuat seseorang sibuk dengan niat.Ada orang yang ketika hendak berwudhu berkata “Aku berniat berwudhu untuk mengangkat hadas.” Kemudian dia ragu. Lalu dia berkata “Aku berniat berwudhu untuk membolehkan salat.” Kemudian dia ragu lagi.Karena para fuqaha berbeda pendapat tentang fungsi wudhu; ada yang mengatakan untuk mengangkat hadas dan ada yang mengatakan untuk membolehkan salat.Akhirnya dia mengulang-ulang niat.Kenapa setan bisa mempermainkan mereka seperti ini?Kata Ibnul Jauzi:Karena mereka bodoh terhadap syariat.Padahal niat tempatnya di hati, bukan di lisan. Maka bersusah payah melafalkan niat berulang-ulang adalah perkara yang tidak diperlukan.Khilaf masalah melafalkan niat oleh para ulama:melafalkan niat adalah bid’ah karena tidak pernah dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.mustahab (dianjurkan) untuk membantu menguatkan apa yang ada di hati.dianjurkan bagi orang yang mengalami waswas.Namun semua sepakat bahwa melafalkan niat bukan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan sesuatu yang wajib, rukun atau syarat sah salat.Karena itu, seseorang tidak boleh sampai terjerumus ke dalam waswas.Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam melafalkan niat.Kalaupun ada ucapan saat ihram seperti:لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً“Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu untuk umrah.”Maka itu adalah syiar ihram, bukan lafal niat.Karena itu, ketika seseorang menganggap melafalkan niat sebagai sesuatu yang harus ada, akhirnya ia terjerumus dalam waswas.Bahkan Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa kalaupun seseorang memilih pendapat yang membolehkan melafalkan niat, maka niat itu cukup diucapkan pelan untuk dirinya sendiri, bukan dengan suara keras.Karena tujuan melafalkan niat menurut sebagian fuqaha adalah menguatkan apa yang ada di hati, bukan memberitahu orang lain.Namun pendapat yang dipilih ustadz: melafalkan niat tidak disyariatkan, karena tidak ada hadis sahih, hadis dhaif, bahkan hadis palsu sekalipun yang menunjukkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melafalkan niat. Tidak pula diriwayatkan dari para sahabat. Akan tetapi tetap menghormati para ulama yang berbeda pendapat.4. Membuat seseorang ragu terhadap air yang akan digunakan untuk berwudhu.Ia melihat air lalu mulai berpikir:“Jangan-jangan air ini tidak suci.”“Jangan-jangan tadi kemasukan tikus.”“Jangan-jangan terkena sesuatu.”Akhirnya dia terus diliputi keraguan.Padahal kaidah fikih menyatakan bahwa hukum asal air adalah suci.Tidak boleh meninggalkan hukum asal hanya karena kemungkinan-kemungkinan yang tidak jelas.فَلَا يُتْرَكُ الْأَصْلُ بِالِاحْتِمَالِHukum asal tidak ditinggalkan hanya karena dugaan.5. Berlebihan Menggunakan AirMenurut Ibnul Jauzi, hal ini mengumpulkan empat perkara yang dibenci:Boros menggunakan air.Menyia-nyiakan umur.Melebihi batas syariat.Terjatuh pada perkara yang dilarang, yaitu membasuh lebih dari tiga kali.Umur adalah sesuatu yang sangat berharga.Karena itu beliau berulang kali mengingatkan agar tidak membuang waktu dalam perkara yang tidak diperintahkan.Ada orang yang masuk kamar mandi hingga setengah jam atau empat puluh menit.Padahal mandi atau wudhu cukup dilakukan sesuai kebutuhan.Ada pula yang berwudhu terlalu lama sehingga terlambat salat berjamaah, terlambat takbiratul ihram, bahkan terkadang kehilangan satu rakaat.Semua itu karena setan membisikkan:“Kalau tidak teliti, nanti salatmu tidak sah.”Padahal justru sikap berlebih-lebihan itulah yang menyelisihi syariat.Ibnul Jauzi berkata bahwa beliau pernah melihat orang-orang yang waswas dalam bersuci, namun tidak berhati-hati dalam makanan, minuman, atau menjaga lisannya dari ghibah. Seharusnya perhatian besar diberikan kepada perkara-perkara yang memang lebih penting.Dalam hadis Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Sa’ad radhiyallahu ‘anhu sedang berwudhu.Beliau bersabda:مَا هَذَا السَّرَفُ؟“Apa ini, berlebih-lebihan?”Sa’ad bertanya:“Apakah dalam wudhu juga ada berlebih-lebihan?”Nabi menjawab:نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ“Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.”Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:إِنَّ لِلْوُضُوءِ شَيْطَانًا يُقَالُ لَهُ الْوَلْهَانُ“Sesungguhnya untuk wudhu ada setan yang bernama Al-Walhan.”*Setan ini khusus menggoda manusia dalam masalah bersuci dan wudhu.Dari Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar anaknya berdoa:“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu Surga Firdaus. Ya Allah, jika aku masuk surga, aku ingin istana putih di sebelah kanan, dan seterusnya.”Maka Abdullah bin Mughaffal berkata:“Mintalah surga kepada Allah dan berlindunglah dari neraka Jahannam.”Kemudian beliau berkata:“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa akan datang dari umat ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa dan berlebih-lebihan dalam bersuci.”Kemudian Ibnul Jauzi membawakan perkataan Abul Wafa’ Ibnu Aqil rahimahullah. Beliau berkata:“Perkara yang paling berharga bagi orang berakal adalah waktu.”Karena dengan waktu seseorang bisa beribadah, membaca Al-Qur'an, menulis, belajar, dan melakukan berbagai kebaikan. Salah satu perkara yang paling sedikit membutuhkan waktu adalah penggunaan air. Maksudnya, syariat tidak memerintahkan seseorang menghabiskan waktu lama hanya untuk bersuci.Terkait ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan:Bekas kencing seorang Arab Badui di masjid cukup disiram dengan satu ember air.Air mani yang menempel pada pakaian dibersihkan dengan cara yang mudah.Sandal yang terkena kotoran untuk masuk masjid cukup digesekkan ke tanah.Wanita yang pakaiannya panjang hingga menyentuh tanah akan dibersihkan dengan tanah yang dilalui setelahnya.Kalau seseorang buang air besar kemudian beristijmar dengan batu hingga bersih, maka itu sudah cukup. Walaupun mungkin masih ada bekas yang sangat sedikit, syariat memaafkannya.Syariat tidak menuntut kesempurnaan yang mustahil dicapai.Akhlak Nabi dalam BersuciIbnul Jauzi kemudian berkata bahwa tidak pernah dikenal dari akhlak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sikap berlebihan dalam menggunakan air.Bukan berarti Islam mengajarkan hidup jorok, tetapi jangan sampai seseorang terjatuh ke dalam waswas yang berlebihan.B. Talbis Iblis dalam AzanBerlebihan dalam nadaImam Malik dan sejumlah ulama membenci seseorang yang mengumandangkan azan dengan terlalu banyak lagu dan lenggok.Karena hal itu bisa membuat azan keluar dari tujuan utamanya, yaitu mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Akhirnya azan lebih mirip nyanyian daripada syiar ibadah. Bukan berarti suara yang indah dilarang. Suara yang bagus tentu baik. Namun yang tercela adalah berlebihan hingga orang lebih menikmati nadanya daripada makna azannya.Menambah-nambahi azanSebagian orang mencampurkan azan dengan berbagai zikir, seruan, atau nasihat sebelum dan sesudahnya. Padahal pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, azan dikumandangkan sebagaimana adanya.Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah masuk ke sebuah masjid. Kemudian beliau mendengar seseorang menyerukan tambahan-tambahan selain azan. Maka Ibnu Umar keluar dari masjid tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah perkara yang diada-adakan.Karena panggilan menuju salat sudah cukup dengan azan.Membaca Al-Quran/dzikir dengan speaker di masjidIbnul Jauzi juga menyebutkan bahwa beliau pernah melihat orang-orang yang naik ke menara pada malam hari lalu membaca Al-Qur'an dengan suara keras.Akibatnya orang-orang yang sedang tidur terganggu.Orang yang sedang salat juga terganggu.Orang yang sedang membaca Al-Qur'an pun terganggu.Beliau mengatakan bahwa ini termasuk kemungkaran.Sebab setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda pada waktu malam.Ada yang ingin tidur.Ada yang sedang sakit.Ada yang sedang salat malam.Ada yang sedang berdoa.Ada yang sedang membaca Al-Qur'an.Karena itu tidak boleh seseorang mengganggu kaum muslimin dengan suara keras meskipun yang dibaca adalah Al-Qur'an.Kaidah Imam Malik tentang Bid'ahKemudian dibawakan kaidah yang masyhur dari Imam Malik rahimahullah:مَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ دِينًا فَلَا يَكُونُ الْيَوْمَ دِينًا“Apa yang pada zaman Nabi bukan termasuk agama, maka pada hari ini juga bukan agama.”Jika ada suatu amalan yang dianggap sebagai ibadah padahal tidak pernah dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, maka perlu ditinjau kembali.Karena jika hal itu benar-benar merupakan kebaikan, tentu mereka lebih dahulu melakukannya.Imam Malik rahimahullah berkata:مَنِ ابْتَدَعَ فِي الْإِسْلَامِ بِدْعَةً يَرَاهَا حَسَنَةً فَقَدْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا ﷺ خَانَ الرِّسَالَةَ“Barang siapa membuat suatu bid’ah dalam Islam yang dia anggap baik, maka seakan-akan dia menuduh Muhammad ﷺ telah mengkhianati risalah.”Karena Allah telah menyempurnakan agama ini.C. Talbis Iblis dalam SalatMembuat seseorang berlebihan dalam urusan pakaian yang dipakai untuk salat.mencuci pakaian berulang-ulang karena ragu padahal tidak ada bukti bahwa pakaian tersebut terkena najis.ketika disentuh seorang muslim lain langsung merasa perlu mencucinya kembali.ada sebagian kelompok yang berlebihan dalam masalah kesucian. Sampai-sampai anak yang bermain di luar rumah ketika pulang harus dimandikan terlebih dahulu karena dianggap telah terkena najis, setiap pulang dari luar rumah harus mencuci seluruh tubuhnya dan menganggap orang-orang di luar kelompok mereka tidak suci.ada orang yang mencuci pakaiannya di Sungai Tigris karena merasa mencuci di rumah tidak cukup.ada yg menjulurkan kain ke dalam sumur berulang-ulang agar dianggap benar-benar suci.Ini menyerupai sebagian perilaku yang berlebihan dalam masalah kesucian. Padahal para sahabat ketika menaklukkan Persia memakai pakaian-pakaian yang mereka dapatkan dari negeri tersebut untuk salat. Mereka juga menggunakan bejana-bejana milik orang Persia.ada pula orang yang hanya terkena satu tetes air yang diragukan, lalu mencuci seluruh pakaiannya. Padahal kalau memang bagian itu dianggap najis, cukup bagian yang terkena saja yang dicuci. Bukan seluruh pakaian.Meninggalkan Jamaah Karena Waswas Misalnya:karena turun hujan sedikit. Ia khawatir cipratan air hujan mungkin bercampur dengan najis yang ada di jalan. Akhirnya ia tidak pergi ke masjid.Ibnul Jauzi menegaskan bahwa beliau tidak melarang sikap wara’ dan menjaga kebersihan. Yang beliau larang adalah sikap berlebihan melebihi batas yang ditentukan syariat.Beliau berkata bahwa semua itu hanya:تَضْيِيعُ الزَّمَانِ“Menyia-nyiakan waktu.”Dan inilah yang beliau ingkari.Kesimpulan:Waswas dalam bersuci dan beribadah sering kali muncul karena kebodohan terhadap syariat. Orang yang memahami agama dengan benar akan mengetahui bahwa Islam dibangun di atas kemudahan, bukan kesulitan. Setan tidak selalu mengajak manusia kepada maksiat secara terang-terangan. Terkadang setan membuat seseorang melakukan sesuatu yang berlebihan dalam ibadah hingga akhirnya menyelisihi sunnah.Seseorang merasa sedang berbuat baik, padahal sebenarnya sedang terjatuh ke dalam talbis iblis.*ust tidak membahas semua bab
Ringkasan Kajian Talbis Iblis: Berlebih-lebihan dalam IbadahPemateri: Firanda AndirjaTema UtamaKajian ini menjelaskan salah satu tipu daya (talbis) Iblis terhadap manusia, yaitu menjerumuskan mereka ke dalam sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama. Banyak orang mengira semakin sulit dan berat suatu ibadah maka semakin baik, padahal Islam dibangun di atas ilmu, kemudahan, dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.⸻1. Ilmu Lebih Didahulukan daripada Ibadah Tanpa IlmuIblis sering menipu seseorang agar sibuk dengan amalan-amalan tertentu tetapi melalaikan ilmu syar’i. Akibatnya, seseorang beribadah dengan semangat namun tidak sesuai tuntunan.Dalil“Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah.”(QS. Muhammad: 19)Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan.Pelajaran* Ilmu adalah pondasi amal.* Ibadah tanpa ilmu rentan menjadi bid’ah atau kesalahan.* Memperbaiki akidah dan hati lebih utama daripada memperbanyak amalan sunnah tanpa pemahaman.⸻2. Talbis Iblis dalam BersuciSalah satu bentuk was-was yang sering terjadi adalah dalam masalah thaharah (bersuci).Contoh Talbis Iblis* Terlalu lama berada di toilet.* Mengulang-ulang wudu tanpa kebutuhan.* Menghabiskan banyak air.* Mengulang niat atau gerakan karena merasa belum sempurna.Padahal Nabi ﷺ berwudu dengan sederhana dan tidak berlebihan.Dalil“Janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(QS. Al-A’raf: 31)Pelajaran* Was-was adalah pintu masuk setan.* Islam melarang pemborosan meskipun dalam ibadah.* Mengikuti sunnah lebih utama daripada mengikuti perasaan.⸻3. Kesalahan dalam AzanPemateri menjelaskan bahwa sebagian orang melakukan azan dengan cara yang tidak dicontohkan Rasulullah ﷺ.Contoh Kesalahan* Azan dibuat seperti nyanyian yang berlebihan.* Menambah zikir tertentu sebelum atau sesudah azan tanpa dalil.* Ceramah atau pengumuman yang tidak diperlukan sehingga mengganggu masyarakat.Kaidah PentingIbadah harus berdasarkan dalil, bukan berdasarkan selera atau kebiasaan masyarakat.DalilRasulullah ﷺ bersabda:“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan darinya, maka amalan itu tertolak.”(HR. Bukhari dan Muslim)⸻4. Penyimpangan Akibat Sikap BerlebihanBanyak kelompok menyimpang berawal dari sikap ghuluw (berlebihan) dalam memahami agama.Contohnya* Terlalu mudah menganggap sesuatu najis.* Membuat aturan agama yang tidak ada dalilnya.* Memberatkan diri sendiri dan orang lain.* Menganggap kesulitan sebagai ukuran kesalehan.Padahal Islam datang membawa kemudahan.Dalil“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”(QS. Al-Baqarah: 185)⸻Hikmah dan Pelajaran Kajian✅ Setan tidak selalu mengajak kepada maksiat, tetapi juga kepada sikap berlebihan dalam agama.✅ Ilmu syar’i harus didahulukan sebelum beramal.✅ Was-was dalam bersuci termasuk tipu daya setan yang harus dilawan.✅ Mengikuti sunnah lebih penting daripada mengikuti perasaan atau kebiasaan.✅ Setiap ibadah harus memiliki dalil yang jelas.✅ Berlebih-lebihan dalam agama dapat mengantarkan kepada bid’ah dan penyimpangan.✅ Islam adalah agama yang mudah, seimbang, dan pertengahan (wasathiyah).✅ Semakin sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, semakin besar peluang diterimanya amal.⸻KesimpulanKajian ini menegaskan bahwa salah satu talbis Iblis yang paling berbahaya adalah membuat seseorang merasa sedang beribadah dengan baik, padahal ia telah keluar dari tuntunan Rasulullah ﷺ karena kurangnya ilmu dan sikap berlebihan. Seorang muslim hendaknya membangun agamanya di atas ilmu, mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah, menjauhi was-was, serta bersikap pertengahan dalam seluruh aspek ibadah. Dengan demikian, ia akan terhindar dari tipu daya setan dan lebih dekat kepada ibadah yang benar serta diterima di sisi Allah SWT.
Talbis iblis -5 bab 8Pemateri ustadz firanda adirja Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 1)Talbis iblis = iblis itu menggoda sehingga yang buruk itu baik Pintu terbesar untuk menggoda manusia itu kebodohan, iblis banyak menggoda ahli ibadah karena sedikit nya ilmu mereka karena mereka rajin ibadah namun ilmu nya sedikit. Talbis 1). Iblis lebih suka menggoda yang lebih suka mendahulukan ibadah dari pada menuntut ilmu.amalan hati lebih afdhol dari pada amalan ibadah.beramal tanpa ilmu berbahaya .menuntut ilmu adalah terpaut amalan hati -Keutamanan ilmu lebih baik dari pada Keutamanan ibadah-satu bab ilmu lebih baik di pelajari dari 70 jihad yang kau ikuti -menulis satu hadist lebih aku sukai dari shalat malam semalam suntuk -iblis masuk kepintu pintu ibadah kepada ahli ibadah tanpa ilmu -1).godaan iblis tentang bersuci -berlama lama di wc, ada yang berdiri, berdehem,jalan jalan.padahal cukup mengerut kemaluan nya sudah selesai.cukup tujuh kali siraman tidak perlu banyak air -cukup dengan 3 batu, maka bilang tidak cukup maka itu bid ah -2).Tablis dalam berwudhu (sehingga dia was was) -ada di goda mereka dalam niat wudhu spt aku wudhu untuk sholat dengan di lafadz kan padahal niat cukup di hati.walaupun masalah niat ada dua pendapat :cukup di dalam hati saja, melapalkan niat (dianjurkan) pendapat imam syafei,melafalkan niat untuk mengokohkan di dalam hati. Sebenarnya melafalkan niat tidak di contoh kan (tidak di syariat kan) nabi saw.-ada yang di goda setan tentang masalah air saat wudhu,apakah suci atau tidak.ga usah bimbang hukum asal air, tanah, tempat suci.-boros dalam air-ngabisin umur (umur itu sangat berharga) -melebihi syariat -masuk dalam hal yang di larang mencuci lebih dari 3 kaliWudhu terlalu terlama sehingga memperlambat waktu shalat, kata ibnu jauzi kita telah melihat hal ini sehingga lama wudhu berlebihan, wal han nama setan penggoda wudhu. Akan ada kaum Berlebih lebihan dalam berdoa dan bersuci (wudhu).Ibnu aqil berkata :*perkara utama yang ingin di capai adalah waktu*Kebiasaan nabi tidak berlebihan dalam menggunakan air 2).Godaan setan terkait dengan adzanImam malik benci dengan adzan yang naik turun (karena seperti nyanyian). Tak Masalah indah tapi tidak boleh mendayu dayu, mencampurkan adzan subuh dengan kata kata yang lain.sehingga kandungan adzan tersebut hilang. Para ulama benci dengan tambah tambahan dalam adzan.-membaca quran dengan suara keras sehingga mengganggu orang. -bersenandung dalam waktu menunggu iqomah, mengganggu orang yang akan sholat,semua ini kemungkaran. Sehingga banyak orang yang terganggu -*suatu perkara di jaman nabi bukan ibadah maka sekarang pun bukan ibadah*Ini ada dua kemungkinan a).nabi dan para sahabat tahu namun nabi menyembunyikan syariat tersebut (nabi berbohong)b).nabi dan para sahabat nya tidak tahu 3).Talbis iblis dalam shalat -iblis menggoda dengan baju untuk sholat,dia cuci berkali kali baju nya, di cium cium bajunya-banyak dai dai yang mengajak ke neraka -berlebihan ketika ada kecipratan air hujan sehingga mencuci berlebihan
🍒Pengertian Talbis Iblis dan Pintu Masuk Terbesarnya🥞Definisi Talbis Iblis: Talbis iblis adalah tipu daya atau godaan iblis yang mengesankan sesuatu yang buruk atau salah seolah-olah menjadi baik. Hal ini membuat manusia melakukan keburukan tersebut dalam kondisi menyangka bahwa mereka sedang melakukan kebaikan.🥞Pintu Masuk Terbesar Iblis: Kebodohan (kurangnya ilmu) merupakan pintu terbesar bagi iblis untuk masuk dan menggoda manusia.Iblis dapat menggoda orang-orang bodoh dengan sangat mudah dan aman.Sebaliknya, iblis tidak bisa masuk dengan mudah kepada orang alim (berilmu); iblis harus mencuri-curi kesempatan secara sembunyi-sembunyi dan sedikit demi sedikit🥞Pentingnya Ilmu Sebelum Beribadah/Menyendiri: Banyak ahli ibadah yang tergoda karena mereka sibuk beribadah tetapi tidak diiringi dengan ilmu yang cukup. Sebagaimana perkataan tabi'in Rabi' bin Khutsaim, "Belajarlah fikih (berilmulah) dahulu, baru kemudian silakan menyendiri (untuk fokus ibadah)" Beribadah tanpa ilmu sangat berbahaya karena iblis tidak akan membiarkan orang bodoh beribadah dengan cara yang benar🍒Mendahulukan Ibadah daripada Menuntut IlmuIblis menanamkan kerancuan pemikiran (talbis) kepada para ahli ibadah dengan membisikkan bahwa tujuan ilmu hanyalah amal. Iblis menghasut mereka: "Ngapain menuntut ilmu banyak-banyak? Langsung saja beramal menuju tujuannya."🥞Bantahan Al Imam Ibnu Jauzi:Kekeliruan Pemahaman Amal: Ahli ibadah yang bodoh menyangka amal itu hanyalah sebatas amalan anggota tubuh (amal jawarih) atau amalan lahiriah saja.Keutamaan Amalan Hati: Mereka tidak mengetahui bahwa amalan yang sesungguhnya dan yang terbaik adalah amalan hati (seperti akidah, keimanan pada sifat Allah, malaikat, keikhlasan, dll.) Amalan hati ini jauh lebih afdal daripada amalan luar, dan amalan hati tidak akan bisa diperoleh dengan benar kecuali dengan jalan menuntut ilmu. Beramal tanpa ilmu sangat berbahaya dan bisa menyesatkan, sebagaimana kaum Nasrani yang semangat beribadah namun tanpa dasar ilmu.Riwayat Para Salaf tentang Keutamaan Ilmu daripada Ibadah:Mutarrif bin Abdillah: "Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah." Ilmu berkaitan dengan amalan hati, menghilangkan syubhat, memantapkan akidah, dan menumbuhkan cinta kepada Nabi melalui belajar sirah.Yusuf bin Asbat: "Satu bab ilmu yang kau pelajari lebih baik daripada 70 peperangan (jihad)."Mu'afa bin Imran: "Menulis satu hadis saja lebih aku sukai daripada salat malam semalam suntuk."🍒Contoh-Contoh Talbis Iblis dalam Berbagai IbadahKetika para ahli ibadah mendahulukan ibadah lahiriah tanpa ilmu, iblis dengan mudah memasukkan berbagai talbis (merasa benar padahal keliru)🥞Talbis Iblis dalam Masalah Bersuci (Thaharah) & NajisBerlama-lama di Toilet: Setan memerintahkan manusia untuk berlama-lama di dalam WC. Contohnya, ada orang yang setelah buang hajat melakukan gerakan berjalan, berdeham, mengangkat-angkat kaki karena menyangka cara tersebut bisa mengeluarkan sisa air kencing seluruhnya. Hal ini tidak perlu dan justru memicu penyakit was-was. Secara syariat, cukup dengan memijit sedikit kemaluannya lalu disiram.Berlebihan Menggunakan Air: Merasa bahwa menggunakan air dalam jumlah yang sangat banyak itu lebih baik. Padahal, jika najis sudah hilang, siraman tersebut sudah.Membasuh Najis Berlebihan: Dalam kasus buang air besar, jika kotoran tidak melampaui lubang dubur, cukup dibersihkan dengan tiga batu (jika menggunakan batu). Menggunakan batu sampai puluhan kali justru bisa melukai diri sendiri dan menyelisihi sunah.🥞Talbis Iblis dalam Masalah WudhuWas-was dalam Niat: Setan menggoda orang dalam masalah lafal niat wudhu. Karena bingung antara lafal niat untuk menghilangkan hadas atau membolehkan salat, mereka mengulang-ulang ucapannya.Pelurusan: Niat itu tempatnya di hati, bukan di lisan. Bersusah payah melafalkan niat berulang-ulang adalah perkara yang tidak diperlukan. Para ulama sepakat bahwa melafalkan niat bukan wajib dan bukan sunah Nabi. Mengulang-ulang lafal niat hingga memicu was-was dan merasa salatnya tidak sah jika tidak dilafalkan adalah bentuk kebodohan.Ragu terhadap Kesucian Air: Munculnya pikiran "jangan-jangan" airnya kejatuhan najis, dimasuki tikus, dll. Padahal kaidah fikih menyatakan bahwa hukum asal air adalah suci, dan hukum asal tidak boleh ditinggalkan hanya karena dugaan atau kemungkinan tanpa bukti nyata.Dampak Buruk Wudhu yang Berlebihan: Menggunakan air wudu berlebihan mengumpulkan empat perkara yang dibenci, yaitu: boros air, membuang-buang umur untuk hal yang tidak wajib/sunah, melebihi batas syariat, serta mencuci anggota wudu lebih dari tiga kali, Akibat wuhdu yang terlalu lama, seseorang bisa terlambat salat, tertinggal rakaat pertama, kehilangan keutamaan Takbiratul Ihram, atau bahkan tertinggal salat berjamaah.Fenomena Salah Wara': Sebagian orang sangat wara' (hati-hati) dalam masalah wudhu sampai diulang-ulang, tetapi mereka justru tidak wara' dalam masalah makanan, minuman, dan tidak menjaga lisannya dari perbuatan ghibah.Dalil Terkait Wudu:Hadis Nabi menegur Saad bin Abi Waqqas yang berwudu berlebihan: "Meskipun engkau berada di sungai yang mengalir (tetap tidak boleh berlebihan/israf)."Ada setan khusus yang bertugas menggoda manusia dalam masalah wudu yang bernama Walhan.🥞Talbis Iblis dalam Masalah Adzan dan ZikirAzan yang Terlalu Mendayu-dayu (Bernyanyi): Imam Malik dan ulama lainnya sangat membenci mengumandangkan adzan dengan nada yang terlalu naik turun seperti bernyanyi, karena menghilangkan kesan pengagungan terhadap Allah. Adzan boleh dikumandangkan dengan indah, tetapi tidak boleh terlalu mendayu-dayu hingga orang lebih fokus pada nadanya daripada kandungan adzannya.Mencampuradukkan Adzan dengan Zikir/Puji-pujian: Menambahkan mukadimah atau penutupan yang panjang (seperti selawatan atau zikir tertentu secara keras) tepat sebelum atau setelah adzan. Di zaman Nabi, adzan dikumandangkan langsung tanpa tambahan-tambahan tersebut. Ibnu Umar pernah meninggalkan sebuah masjid karena mendengar ada orang yang memanggil salat dengan cara baru (taswib) di luar adzan, dan beliau menyebutnya sebagai perkara mudhas (perkara baru yang diada-adakan).Mengganggu Orang Tidur/Ibadah dengan Suara Keras: Fenomena orang yang membaca Al-Qur'an, berceramah, atau memutar muratal/selawat melalui pengeras suara dengan sangat kencang di tengah malam atau jauh sebelum subuh. Niatnya mungkin baik, tetapi perbuatan ini termasuk kemungkaran (minal munkarat) karena mengganggu orang yang sedang tidur, mengganggu orang sakit, serta merancukan orang lain yang sedang fokus salat tahajud atau membaca Al-Qur'an secara pribadi.🥞Talbis Iblis dalam Masalah Salat & PakaianMencuci Baju secara Berlebihan karena Takut Najis: Ada orang yang mencuci pakaiannya berulang-ulang hanya karena ragu-ragu. Contoh ekstrimnya pemahaman kelompok tertentu (seperti Islam Jama'ah) yang menganggap orang di luar kelompoknya kafir dan najis, sehingga jika tersentuh atau pulang dari luar, pakaian dan tubuh harus dicuci secara berlebihan di kamar mandi. Perilaku mengkafirkan sesama muslim ini bersumber dari kebodohan dan merupakan ciri pemikiran Khawarij.Meniru Kebiasaan yang Keliru: Ada yang merasa mencuci baju di rumah tidak cukup sehingga harus mencucinya di sungai besar, atau menjulurkan kain ke dalam sumur (meniru-niru perbuatan orang Yahudi). Padahal para sahabat dahulu sangat mudah bahkan mereka langsung salat menggunakan baju wilayah Persia (setelah penaklukan) tanpa harus mencucinya terlebih dahulu di sungai.Meninggalkan Berjamaah karena Alasan Kecil: Ada orang yang memilih meninggalkan salat berjamaah di masjid hanya karena ada hujan sedikit, lantaran takut pakaiannya terkena cipratan air di jalan yang dianggapnya najis.KesimpulanSikap berlebihan-lebihan dalam thaharah dan ibadah lahiriah lainnya yang didasari pada rasa was-was bukanlah bentuk sikap wara' yang disyariatkan, melainkan bentuk jebakan (talbis) iblis yang timbul akibat kebodohan terhadap syariat. Sikap berlebihan ini dicela karena hanya menghabiskan umur dan waktu manusia secara sia-sia untuk perkara yang tidak diwajibkan maupun disunahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Talbis iblis 5Talbis iblis terhadap ahli ilmuGodaan iblis pada ahli ibadahPintu terbesar adalah kebodohanIblis masuk terhadap orang orang bodohKalau ke ahli ilmu harus curi curiBelajar fiqih dulu belajar ilmu dulu baru menyendiri beribadahKalau menyendiri beribadah dulu tanpa ilmu itu berbahayaGodaan pertama iblis kepada ahli ibadahMereka mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmuPadahal ilmu itu lebih afdhol daripada amalan amalan sunnahMaka iblis menggoda nya begini, dia mengesankan ahli ibadah tersebut berkata apa sih tujuan ilmu, tujuan ilmu adalah beramal, kalau begitu yasudah ga usah menuntut ilmu, beramal saja, ngapain nuntut ilmu langsung aja ke tujuanSementara yang dipahami ahli ibadah tersebut adalah amal yang sesungguhnya adalah amal hati, dan amal hati lebih afdhol daripada amal luar /anggota tubuh, dan amal hati bisa memperoleh nya kecuali dengan ilmu, aqidah, sifat sifat Allah, keimanan kepada Allah, keimanan kepada malaikat, tentang keyakinan ke Maha Esa an Allah subhanahu wata'ala dan ini semua amalan hati, ini diperoleh belajarKeutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan amalCinta kepada Nabi bagaimana caranya? BelajarMenghilangkan syubhat, memantapkan hati, tentang akhirat, ini semua belajarTafsir ayat ayat qur'an, maksud ayat ini bagaimana, ini semua belajar Membaca siroh Nabi shalallahu'alaihi wasallam 1 ilmu yang kau kuasai lebih baik daripada 70 ribu jihad yang kau ikutiMenulis 1 hadits saja lebih aku sukai dari shalat semalam suntukGodaan iblis tentang bersuciDiantara syaithan menggoda yaitu dengan berlama lama di kamar mandi/wc, ini hanya merusak hati.Ada yang berdiri setelah buang hajat, kemudian berjalan, kemudian berdehem ehem ehem, angkat kaki turun kaki, untuk keluar air kencing semua, diantara was was talbis iblis air yang banyak, dalam hadist lain yang kenceng siram nya 7 kali siraman saja, kalau sudah keluar najis, cukup siram air 7 kali siraman saja. Berlebihan menggunakan air, was was dalam niat, mengulang wudhu berkali kaliGodaan iblis tentang shalatMeninggalkan shalat berjamaah karena was wasTakut berlebihan terhadap percikan air Was was terhadap najisMencuci pakaian berulang ulang Was was dalam niatMengulang wudhu berkali kaliEfek dampak burukBoros airMenghabiskan umurMenyelisihi sunnahMencuci anggota wudhu lebih dari 3 kaliKesimpulan nyaIblis tidak melarang ibadah, tapi membuat manusia berlebihan hingga keluar dari tuntunan sunnah
Talbis Iblis #4: Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij1. Tipu Daya Iblis Kepada Penganut ReinkarnasiPenyimpangan Akidah: Reinkarnasi (kepercayaan bahwa ruh orang mati berpindah ke tubuh makhluk lain di dunia sebagai bentuk balasan amal) adalah paham khurafat yang tidak dikenal dalam Islam. Paham ini awalnya berasal dari India dan sempat memengaruhi sebagian pemikiran kaum Muslimin.Bantahan: Konsep pembalasan reinkarnasi tidak masuk akal karena tidak ada satu pun manusia yang ingat apa yang dia lakukan di "kehidupan sebelumnya". Dalam Islam, konsep pembalasan sangat jelas dan adil, yaitu melalui hari kebangkitan, Yaumul Hisab (hari perhitungan), timbangan amal, dan puncaknya di akhirat.Kisah Khurafat: Ustaz Firanda menceritakan contoh ekstrem dampak buruk paham ini, seperti kisah seorang lelaki yang menangis tersedu-sedu sambil mengusap kucing hitam karena meyakini kucing tersebut adalah reinkarnasi ibunya yang sedang menyesal. 2. Tipu Daya Iblis Kepada Kaum KhawarijSifat Ujub dan Ekstrem: Khawarij adalah golongan ekstremis pertama yang muncul dalam Islam. Iblis menipu mereka lewat jalur ibadah. Saking rajinnya mereka shalat malam dan berpuasa, muncul sifat ujub (bangga diri) dan merasa paling bertakwa. Akibatnya, mereka mudah berprasangka buruk, mengkafirkan sesama Muslim yang melakukan dosa besar, bahkan berani mengkritik dan menganggap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak adil.Sebab: Benih Khawarij bermula dari zaman Nabi (tokoh bernama Dzul Khuwaishirah), lalu memuncak menjadi gerakan pemberontakan yang membunuh Khalifah Utsman bin Affan hingga mengkafirkan Khalifah Ali bin Abi Thalib serta menyumpah untuk membunuh para pemimpin Muslim.Perdebatan dengan Ibnu Abbas: Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, pernah mendatangi 6.000 orang Khawarij untuk berdiskusi. Dengan ilmu dan dalil Al-Qur'an yang kuat, Ibnu Abbas berhasil mematahkan 3 syubhat utama mereka (tentang hukum manusia, masalah tawanan perang Jamal, dan dihapusnya gelar Amirul Mukminin oleh Ali), sehingga 2.000 orang di antaranya sadar dan bertaubat.Khawarij yang tersisa bertindak keji dengan membunuh Abdullah bin Khabbab (sahabat Nabi) serta membelah perut istrinya yang sedang hamil. Salah satu tokoh mereka, Abdurrahman bin Muljam, akhirnya berhasil membunuh Khalifah Ali. Meski saat dihukum mati ia tampak sangat tegar dan terus membaca Al-Qur'an, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam secara tegas menyebut golongan Khawarij ini sebagai "anjing-anjing penghuni neraka" karena kesesatan ideologinya.