📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 34 = KISAH 4 WANITA DI ZAMAN NABI MUSA

KISAH 4 WANITA DI ZAMAN NABI MUSA1. Ibunda Nabi Musa (Yokhebed)Latar Belakang & Perjuangan: Hidup di tengah kekejaman Firaun yang memerintahkan untuk membunuh setiap bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil. Berkat penjagaan dan pertolongan Allah, kehamilan ibunda Nabi Musa tidak terlalu mencolok sehingga ia berhasil melahirkan Musa dengan selamat.Ujian Menghanyutkan Anak: Dengan penuh keimanan dan kepatuhan terhadap ilham/wahyu dari Allah, ia menyusui Nabi Musa terlebih dahulu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah peti (tabut) dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.Ketabahan Hati: Allah mengokohkan hatinya sehingga ia tidak membongkar rahasia tersebut. Allah menepati janji-Nya untuk mengembalikan Nabi Musa kepada sang ibu secara aman melalui tangan istri Firaun, sekaligus menjadikannya sebagai nabi.2. Istri Nabi Musa (Shafurah)Pertemuan di Madyan: Ketika Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju Madyan dalam keadaan lelah dan lapar, ia menolong dua orang putri Nabi Syu'aib yang kesulitan mengambil air di sumur karena didesak oleh para gembala lelaki.Sifat Amanah dan Kuat: Putri tersebut menyampaikan kepada ayahnya bahwa Nabi Musa adalah sosok yang kuat (mampu mengangkat penutup sumur yang berat sendirian) dan amanah (menjaga pandangan dengan berjalan di depan dan memberi petunjuk arah dengan kerikil agar tidak melihat lekuk tubuh wanita di belakangnya).Pernikahan: Ia dinikahkan dengan Nabi Musa dengan mahar bekerja menggembala ternak selama 8 hingga 10 tahun. Ia menjadi istri yang salihah, pemalu, dan setia mendampingi Nabi Musa.3. Asiyah binti Muzahim (Istri Firaun)Menyelamatkan Nabi Musa: Ketika peti bayi Musa ditemukan di sungai oleh keluarga istana, Firaun berniat membunuhnya karena dicurigai sebagai anak Bani Israil. Namun, Asiyah membujuk Firaun agar tidak membunuhnya dan mengangkat Musa sebagai anak.Keimanan di Istana Megah: Hati Asiyah terpaut kepada kebenaran ajaran Nabi Musa. Ia menyembunyikan keimanannya di tengah kemegahan istana suaminya yang kafir dan mengaku sebagai tuhan.Wafat Syahid: Ketika Firaun mengetahui keimanannya, Asiyah disiksa dengan kejam. Ia menolak tawarannya untuk tetap hidup bermewah-mewah dalam kekufuran dan memilih berdoa agar dibangunkan sebuah istana di sisi Allah di dalam surga, hingga akhirnya wafat sebagai syahidah.4. Masyitoh (Tukang Sisir Putri Firaun)Keteguhan Iman: Masyitoh adalah wanita salehah yang bekerja menyisir rambut putri Firaun. Ketika sisirnya terjatuh dan ia menyebut "Bismillah" (Dengan nama Allah), putri Firaun protes mengira itu adalah nama ayahnya (Firaun). Masyitoh dengan tegas menyatakan bahwa Tuhannya dan Tuhan Firaun adalah Allah.Ujian Keji dan Panci Raksasa: Firaun murka dan menghukum Masyitoh beserta anak-anaknya dengan cara melemparkan mereka satu per satu ke dalam panci raksasa berisi minyak mendidih.Ketaran Jiwa & Mukjizat: Masyitoh sempat hampir goyah ketika melihat anak bayinya hendak dilemparkan, namun sang bayi berbicara meneguhkan ibunya untuk bersabar. Rasulullah ﷺmencium aroma wangi yang sangat harum dari kuburan Masyitoh saat peristiwa Isra Mikraj sebagai kemuliaan atas keteguhan imannya. 

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Teladan Ummu Ad Darda’

Ummu Ad-Darda' Al-Kubra (Senior)Identitas: Bernama Khairah binti Abi Hadrad al-Aslami, seorang sahabiah yang bertemu dan beriman kepada Nabi ﷺ serta meriwayatkan hadis.Kisah Kunjungan Salman Al-Farisi:Rasulullah ﷺ mempersaudarakan Salman Al-Farisi dengan Abu Darda' melalui sistem persaudaraan (Nizham at-Ta'akhi).Salman berkunjung dan melihat Ummu Ad-Darda' berpakaian lusuh atau tidak berhias. Ketika ditanya, ia menjaga kehormatan suaminya dengan berkata bijak bahwa suaminya tidak butuh dengan kesenangan duniawi.Abu Darda' terlalu fokus beribadah hingga berpuasa setiap hari dan salat sepanjang malam.Salman menasihati Abu Darda' dengan menginap untuk membimbingnya: meminta Abu Darda' membatalkan puasa sunnah, menahan salat hingga waktu sepertiga malam terakhir, lalu menyampaikan kaidah bahwa tubuh memiliki hak, Allah memiliki hak, tamu memiliki hak, dan istri memiliki hak, sehingga hak masing-masing harus dipenuhi.Rasulullah ﷺ membenarkan dan memuji nasihat Salman tersebut.Wafat: Wafat di Damaskus beberapa waktu mendahului Abu Darda'.Ummu Ad-Darda' Ash-Shughra (Junior)Identitas: Bernama Hujaimah binti Huyay al-Washabiyah (berasal dari Yaman), seorang tabi'iyah yang terpelajar, ahli ibadah, cerdas, dan meriwayatkan banyak hadis.Masa Kecil dan Pernikahan:Dibesarkan sebagai anak yatim dalam asuhan Abu Darda' dan diajarkan ilmu agama serta Al-Qur'an sejak kecil.Setelah dewasa, Abu Darda' menikahinya. Saat Abu Darda' hendak wafat, Ummu Ad-Darda' berpesan ingin menjadi istrinya kembali di akhirat kelak dan berikrar tidak menikah lagi.Menolak Lamaran Tokoh Besar:Setelah Abu Darda' wafat, ia dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan, tetapi menolaknya berpegang pada sabda Nabi ﷺ bahwa seorang wanita di surga kelak bersama suaminya yang terakhir.Penghormatan kepada Suami:Ketika meriwayatkan hadis, ia menyebut suaminya dengan panggilan penuh takzim, yaitu tuanku telah menyampaikan hadis kepadaku.Kiprah Keilmuan dan Keteladanan:Membuka majelis ilmu di Damaskus dan Baitul Maqdis yang dihadiri para pembesar tabiin hingga Khalifah Abdul Malik bin Marwan.Sangat tekun berzikir hingga menyatakan bahwa tidak ada ibadah yang paling menyejukkan hatinya selain mengingat Allah.Tegas menasihati Khalifah Abdul Malik bin Marwan saat melaknat pembantunya, dengan mengingatkan hadis mengenai larangan gemar melaknat.Hikmah dan Pelajaran Rumah TanggaKeseimbangan Hak dan Kewajiban: Menjalankan ibadah sunnah tidak boleh sampai menelantarkan hak pasangan maupun kebutuhan keluarga.Manajemen Konflik Suami Istri: Pesan bijak Abu Darda' kepada istrinya mengajarkan agar ketika salah satu sedang marah, pihak lain hendaknya berusaha meredakan dan menenangkan suasana demi menjaga keutuhan rumah tangga.

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS. Al-Muthaffifin: 1–3 — Integritas ketika tidak ada yang mengawasi

Tafsir Ibnu Katsir:Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan ancaman bagi orang-orang yang tidak adil dalam urusan takaran dan timbangan. Mereka ingin mendapatkan haknya secara sempurna, tetapi tidak memberikan hak orang lain sebagaimana mestinya.Perilaku ini menunjukkan ketidakjujuran dan kecenderungan mementingkan diri sendiri. Allah tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan-Nya, tetapi juga mengatur bagaimana manusia memperlakukan hak sesamanya.Renungan:Ayat ini sangat relevan dengan dunia bisnis modern.Jangan hanya menuntut pelanggan membayar tepat waktu jika kita sendiri tidak memenuhi janji pengiriman. Jangan menuntut supplier memberikan kualitas terbaik jika kita sengaja menyembunyikan kekurangan dalam transaksi.Integritas justru paling terlihat ketika seseorang memiliki kesempatan untuk berbuat curang, tetapi memilih tidak melakukannya karena sadar bahwa Allah selalu mengawasi.Reputasi bisnis dapat dibangun melalui promosi, tetapi kepercayaan hanya dapat dipertahankan melalui konsistensi perilaku.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Start With Why - Start with WHY, but KNOW HOW

Memiliki tujuan yang kuat saja tidak cukup. WHY memberikan arah, tetapi HOW menentukan bagaimana tujuan tersebut diwujudkan. Seseorang bisa memiliki visi yang luar biasa, tetapi tanpa kemampuan, sistem, dan orang-orang yang tepat, visi itu hanya akan menjadi gagasan.Dalam pekerjaan, ini mengajarkan pentingnya menggabungkan idealisme dengan kompetensi. Jangan sampai terlalu sibuk membicarakan tujuan besar hingga melupakan proses, disiplin, dan kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk mencapainya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#33 - 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

kecerdasan bukanlah dua hal yang bertentangan. Seorang perempuan dapat memiliki keberanian, ketajaman menilai seseorang, dan kemampuan mengambil keputusan tanpa kehilangan rasa malunya. Dalam memilih pasangan pun, agama, amanah, dan kekuatan karakter jauh lebih layak dipertimbangkan daripada sekadar penampilan atau kemapanan.Dari Asiyah, kita diingatkan bahwa kemewahan tidak selalu berarti kebahagiaan, dan kedudukan tinggi tidak menjamin keselamatan seseorang. Ia memiliki istana, tetapi memilih surga. Ia hidup bersama penguasa yang paling berkuasa, tetapi tidak membiarkan kekuasaan suaminya menentukan kepada siapa ia harus beriman. Sebuah pengingat bahwa dunia boleh dimiliki, tetapi jangan sampai dunia memiliki hati kita.Sementara dari Masyitoh, kita belajar bahwa iman bukan sekadar sesuatu yang diyakini ketika keadaan sedang baik-baik saja. Ada keyakinan yang tetap teguh bahkan ketika harga yang harus dibayar begitu mahal. Kisahnya mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah akhir dari segalanya, dan bahwa perjumpaan dengan Allah serta balasan akhirat jauh lebih berharga daripada apa pun yang harus ditinggalkan.Empat perempuan, empat keadaan yang berbeda: seorang ibu yang harus melepaskan anaknya, seorang gadis yang menjaga kehormatannya, seorang istri yang menolak kekufuran suaminya, dan seorang ibu yang mempertahankan imannya hingga akhir hayat. Namun, semuanya bertemu pada satu hal: Allah lebih mereka cintai daripada apa pun yang bisa ditawarkan dunia.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 jam lalu
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA (Ayat 1-128)

Allah taala berfirman:وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ ۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتُۢ بِأَمۡرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَDan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya),Subtema: Alam merupakan suatu kesatuan yang membuktikan kekuasaan Allah (Ayat 3-21)QS. An-Naĥl: 12Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Perusaka ketujuh merendahkan anak

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah menilai para sahabatnya dengan tujuan merendahkan. Merendahkan anak dengan kalimat dan sikap memiliki beberapa efek buruk:Pandangan negatif pada diri anak: anak-anak akan fokus terhadap kekurangan dirinya bukan pada kelebihan yang dimilikinya.Tidak bisa melihat bakat minatLebih suka sendiri dan tidak mau bersamaBerperilaku buruk terhadap orang lainTindakan suka merusakSalah satu metode dan cara orang tua bisa berfokus kepada sisi positif anaknya dan melupakan sisi negatifnya adalah dengan memperkuat iman kepada qada dan qadar. Memperkuat iman kepada takdir Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan memperkuat keimanan kepada takdir maka seseorang akan bisa berda di level menerima (acceptance) segala kekurangan anak.Buku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammadu

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Empat Wanita Di Zaman Nabi Musa Alaihissalam - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

1. Ibunda Nabi Musa AL-ISLAMDi Balik Keberhasilan Anak: Al-Qur'an mengabadikan peran ibu dalam keberhasilan tokoh-tokoh besar seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Maryam, di mana sosok ayah tidak disebutkan atau telah meninggal dunia.Ujian Kelahiran & Perintah Allah: Nabi Musa lahir di era kekejaman Firaun yang membantai bayi laki-laki Bani Israil. Allah mengilhamkan kepada ibunda Nabi Musa untuk menyusui bayinya terlebih dahulu—agar sang bayi mengenali rasa ASI ibunya—sebelum dihanyutkan ke Sungai Nil di dalam peti.Kesabaran dan Janji Allah: Meski diliputi rasa cemas, sang ibu bersabar dan bertawakal. Allah berjanji akan mengembalikan Musa kepadanya dan menjadikannya seorang rasul.Pengembalian yang Cepat: Di istana Firaun, bayi Musa menolak disusui oleh wanita mana pun. Atas petunjuk kakak perempuan Musa yang mengawasi dari jauh, ibunya dipanggil ke istana untuk menyusui Musa. Janji Allah pun terbukti, Musa kembali ke pelukan ibunya dan sang ibu dibayar oleh Firaun untuk merawat anaknya sendiri.2. Istri Nabi Musa (Putri Syu'aib/Orang Saleh dari Madyan)Ketajaman Firasat: Ibnu Mas'ud menyebutkan bahwa salah satu orang dengan firasat terkuat adalah istri Nabi Musa, yang mampu menilai Musa sebagai sosok yang kuat (al-qawiyy) dan terpercaya (al-amin).Kisah Pertemuan di Madyan: Nabi Musa melarikan diri dari Mesir ke Madyan setelah tidak sengaja membunuh seorang pria suku Firaun. Di Madyan, Musa membantu dua wanita mengambil air minum untuk ternak mereka karena mereka tidak ingin berdesak-desakan dengan para pria.Akhlak & Sikap Pemalu: Salah satu dari wanita tersebut mendatangi Musa dengan penuh rasa malu (tamsyi 'ala istihya') untuk mengundangnya ke rumah atas panggilan ayahnya. Musa berjalan di depan dan meminta wanita tersebut berjalan di belakangnya sambil melempar kerikil sebagai penunjuk arah untuk menjaga pandangan.Pernikahan: Karena terkesan dengan sifat kuat (mampu mengangkat penutup sumur sendirian) dan amanah Musa, sang ayah menikahkan putrinya dengan Musa dengan mahar bekerja padanya selama 8–10 tahun.3. Asiyah binti Muzahim (Istri Firaun)Penyelamat Bayi Musa: Ketika menemukan bayi Musa di sungai Nil, Asiyah yang belum memiliki anak merasa sangat sayang dan membujuk Firaun untuk tidak membunuhnya, melainkan menjadikannya penyejuk mata dan anak angkat.Menolak Kemewahan Dunia: Ketika ketahuan beriman kepada ajaran Nabi Musa, Firaun mengancam dan menyiksanya. Asiyah ditawari kemegahan istana jika mau kufur, namun ia menolak dan memilih berdoa agar dibangunkan rumah/istana di sisi Allah di surga (Robbibni li 'indaka baitan fil jannah).Keteguhan Iman: Asiyah rela mengorbankan nyawa, status, dan kekayaan demi mempertahankan tauhid hingga akhir hayatnya.4. Masyitoh (Penyisir Rambut Putri Firaun)Keharuman di Malam Isra Mi'raj: Rasulullah SAW mencium aroma sangat wangi di langit saat Isra Mi'raj, yang ternyata berasal dari kubur Masyitoh dan anak-anaknya.Awal Mula Ketahuan: Ketika sedang menyisir rambut putri Firaun, sisirnya jatuh dan Masyitoh mengucapkan "Bismillah". Putri Firaun bertanya apakah yang dimaksud adalah ayahnya, namun Masyitoh dengan tegas menjawab bahwa Tuhannya dan Tuhan Firaun adalah Allah.Siksaan Firaun: Firaun murka dan menyiapkan kuali/panci raksasa berisi minyak panas. Anak-anak Masyitoh dilemparkan satu per satu ke dalam minyak panas di hadapan Masyitoh untuk menggoyahkan imannya.Permintaan Terakhir & Keajaiban: Masyitoh meminta agar tulang-belulangnya dan anak-anaknya dikumpulkan dalam satu kain dan dikuburkan bersama. Saat giliran bayi terkahirnya yang masih menyusu hendak dilemparkan, Masyitoh sempat ragu, namun atas izin Allah sang bayi berbicara dan menguatkannya: "Wahai ibunda, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran." Masyitoh pun melompat dan wafat sebagai syahidah.Pesan Kunci / Hikmah Utama:Kesabaran, ketakwaan, dan rasa malu adalah perhiasan terbesar bagi wanita salehah.Keteguhan iman (istiqamah) jauh lebih berharga daripada seluruh kemewahan dan kekuasaan duniawi.Di balik keberhasilan tokoh-tokoh besar dalam sejarah, selalu ada peran dan perjuangan wanita-wanita hebat yang salehah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH 4 WANITA DI JAMAN ‎NABI MUSA

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Ibunda Nabi Musa AlaihissalamKondisi Kelahiran Nabi Musa: Nabi Musa lahir di zaman yang penuh dengan kesulitan, kebengisan, dan kekejaman Firaun. Firaun melakukan sensus dengan mengirim pasukannya untuk mendata wanita-wanita yang hamil. Jika anak yang lahir laki-laki, langsung dibunuh; jika perempuan, dibiarkan hidup.Ilham dan Perintah Allah: Allah mengilhamkan kepada ibunda Nabi Musa untuk menyusui Nabi Musa terlebih dahulu agar mengetahui rasa air susu ibunya. Setelah itu, baru dimasukkan ke dalam tabut (keranjang) dan dihanyutkan ke Sungai Nil.Janji Allah: Allah berfirman kepada ibunya: "Jangan takut dan jangan bersedih, sesungguhnya Kami akan kembalikan dia kepadamu, dan Kami akan menjadikannya termasuk para rasul."Pengawasan Kakak Musa: Kakak perempuan Nabi Musa diperintahkan untuk mengikuti ke mana jalannya kotak tersebut dari jauh seakan-akan tidak kenal. Kotak tersebut akhirnya melewati kerajaan Firaun dan diambil oleh istri Firaun (Asia bintu Muzahim) karena Firaun dan istrinya tidak punya anak.Pertemuan Kembali dengan Ibu: Nabi Musa tidak mau menyusui kepada siapapun sampai akhirnya kakaknya datang menawarkan keluarga yang bisa menyusuinya (yakni ibu kandungnya sendiri yang diberi upah oleh Firaun). Hal ini terjadi berkat kunci kesabaran dan keyakinan bahwa janji Allah adalah benar.2. Istri Nabi Musa AlaihissalamFirasat yang Kuat: Menurut Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, orang yang paling kuat firasatnya ada tiga: majikannya Nabi Yusuf (yang menyuruh memuliakan Yusuf), istrinya Nabi Musa, dan Abu Bakar (ketika memilih Umar).Kisah Pertemuan: Nabi Musa melarikan diri dari Mesir karena tidak sengaja membunuh seorang dari kaum Firaun, lalu berjalan ratusan kilometer sampai tiba di negeri Madyan tanpa membawa bekal makanan.Menolong Dua Wanita di Sumur: Nabi Musa mendapati dua wanita sedang menghalang-halangi kambing mereka minum karena tidak bisa mendahului para lelaki yang berakhlak buruk. Nabi Musa langsung menolong mengambilkan air untuk mereka. Setelah itu, beliau berteduh di bawah pohon dan berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku sangat butuh kebaikan yang Engkau turunkan."Sifat Pemalu: Salah satu dari dua wanita tersebut mendatangi Nabi Musa dengan malu-malu (tersipu malu) untuk menyampaikan undangan ayahnya. Sifat malu adalah sifat mulia yang mempercantik para wanita.Kuat dan Amanah: Berdasarkan firasat putrinya, sang ayah mengetahui Nabi Musa adalah orang yang kuat (karena sanggup mengangkat tutup sumur sendirian yang biasanya butuh 8 orang) dan amanah (karena saat berjalan menuju rumah, Nabi Musa berjalan di depan dan mengarahkan lewat kerikil agar tidak melihat lekuk tubuh perempuan di belakangnya).Pernikahan: Ayah dari wanita tersebut menawarkan pernikahan dengan mahar Nabi Musa bekerja menjadi tukang kebun selama 8 atau 10 tahun.Keutamaan Istri Salehah: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah, yaitu istri yang membantu suami untuk urusan akhirat (bukan terus-menerus menuntut dunia).3. Istri Firaun (Asia bintu Muzahim)Pengangkatan Anak: Ketika bayi Musa diambil dari Sungai Nil, Asia bintu Muzahim sangat menyayanginya dan membujuk Firaun agar tidak membunuhnya dengan berkata: "Anak ini akan menyenangkan kita dan membahagiakan engkau dan bagiku, jangan kau bunuh dia, asalkan bisa jadi akan bermanfaat bagi kita di kemudian hari atau kita angkat menjadi anak angkat."Keimanan di Tengah Kemegahan: Kehadiran Nabi Musa membuat Asia beriman kepada Allah dan beriman kepada Nabi Musa. Ia menyembunyikan imannya hingga akhirnya ketahuan oleh Firaun.Pilihan dan Doa: Firaun mengancam untuk membunuhnya dan menawarkan istana yang lebih megah jika ia kafir kepada Musa, namun ia menolak. Allah mengabadikan doanya dalam Al-Qur'an: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah istana di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."Ketabahan: Ia rela meninggalkan segala kekayaan dan kemegahan dunia (meskipun suaminya adalah raja yang sangat karismatik dan berkuasa) demi tetap teguh beriman kepada Allah, meskipun konsekuensinya ia harus dibunuh oleh suaminya sendiri.4. Masyithah (Penyisir Rambut Putri Firaun)Aroma Wangi di Perjalanan Isra' Mi'raj: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencium aroma yang wangi ketika Isra' Mi'raj. Jibril memberitahu bahwa aroma tersebut berasal dari Masyithah (tukang sisir rambut putrinya Firaun) beserta anak-anaknya.Kisah Keteguhan Iman: Suatu hari ketika sedang menyisir rambut putri Firaun, sisir yang digunakannya jatuh dan ia mengucapkan "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun bertanya, "Apakah maksudmu bapakku?" Masyithah menjawab, "Tuhanku dan tuhan bapakmu adalah Allah."Hukuman Keji: Putri Firaun melaporkan hal tersebut kepada ayahnya. Firaun murka dan memanggil Masyithah beserta anak-anaknya untuk dilemparkan ke dalam panci raksasa besar berisi minyak yang mendidih.Ujian dan Pengorbanan: Firaun membunuh anak-anaknya satu persatu di depan matanya untuk menggoyang imannya. Sebelum dilemparkan, Masyithah sempat meminta kepada Firaun agar tulang-tulang ia dan anak-anaknya dikumpulkan dalam satu kain dan dikuburkan bersama.Puncak Ketegaran: Ketika tersisa anak kecil terakhir yang masih disusui dan Masyithah hampir mundur karena tidak tega, sang anak kecil tiba-tiba berbicara: "Ibunda, masuklah dalam panci tersebut, sesungguhnya azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat." Masyithah pun tegar membela agama Allah hingga akhir hayatnya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATARI 33 = KISAH UMMU DARDA'

KISAH ISTRI ABU DARDA’1. Dua Sosok Ummu Ad-Darda'Sahabat Nabi yang bernama Abu Ad-Darda' (Uwaimir bin Amir Al-Khazraji) memiliki dua istri yang sama-sama dikenal dengan julukan Ummu Ad-Darda', yaitu:Ummu Ad-Darda' Al-Kubra (Senior): Seorang sahabiah (bertemu dan beriman kepada Nabi ﷺ). Nama aslinya adalah Khairah binti Abi Hadrad Al-Aslami.Ummu Ad-Darda' Al-Sughra (Junior): Seorang tabi'ah (tidak bertemu Nabi ﷺ, tetapi bertemu para sahabat). Nama aslinya adalah Hujaimah binti Huyai Al-Washabiyah (asal Yaman, tinggal di Syam/Damaskus).2. Kisah Ummu Ad-Darda' Al-Kubra (Senior) & Salman Al-FarisiLatar Belakang: Rasulullah ﷺ mempersaudarakan antara Salman Al-Farisi dan Abu Ad-Darda'.Kunjungan Salman Al-Farisi: Suatu hari Salman mendatangi rumah Abu Ad-Darda' dan mendapati Ummu Ad-Darda' Al-Kubra mengenakan pakaian yang tidak rapi (tidak berhias).Jawaban Bijak: Ketika Salman bertanya, Ummu Ad-Darda' tidak menjelek-jelekkan suaminya, melainkan menjaga kehormatan rumah tangga dengan menjawab: "Saudaramu Abu Ad-Darda' tidak butuh dengan dunia (ia terlalu sibuk beribadah siang dan malam)."Solusi Bijak dari Salman: Salman menginap untuk mengecek kebenarannya. Mengetahui Abu Ad-Darda' terus-menerus shalat malam dan berpuasa tanpa istirahat, Salman menasihatinya keesokan harinya:"Sesungguhnya Tuhanmu punya hak atasmu, dirimu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu juga punya hak. Maka berikanlah hak kepada masing-masing."Ketika diadukan kepada Nabi ﷺ, beliau membenarkan perkataan Salman ("Salman telah benar"), mengajarkan bahwa ibadah harus proporsional dan tidak boleh menzalimkan hak keluarga.3. Kisah Ummu Ad-Darda' Al-Sughra (Junior) & Kesetiaan CintanyaLatar Belakang: Beliau adalah anak yatim yang dipelihara dan dididik langsung sejak kecil oleh Abu Ad-Darda' (serta diajarkan ilmu agama dan Al-Qur'an), hingga akhirnya dinikahi oleh Abu Ad-Darda'.Menolak Lamaran Gubernur/Khalifah Mu'awiyah: Setelah Abu Ad-Darda' wafat (tahun 32 H), Ummu Ad-Darda' Al-Sughra tumbuh menjadi wanita yang sangat alim, ahli ibadah, dan berparas cantik jelita. Beliau bahkan sempat dilamar oleh Mu'awiyah bin Abi Sufyan (gubernur/khalifah saat itu).Alasan Menolak: Beliau menolak lamaran tersebut karena memegang teguh sabda Nabi ﷺ bahwa wanita di surga bersama suaminya yang terakhir, dan beliau tidak ingin mencari pengganti selain Abu Ad-Darda'.Janji Setia: Semasa hidupnya, Abu Ad-Darda' pernah berpesan agar istrinya tidak menikah lagi selepas kepergiannya demi bisa bersatu kembali di surga kelak.4. Karakter, Keutamaan, & Teladan Ummu Ad-Darda' Al-SughraTakzim dan Hormat kepada Suami: Beliau sangat menghormati suaminya. Dalam periwayatan hadis di Sahih Muslim, beliau selalu menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" (tuanku/majikanku), sebuah bentuk adab tinggi istri kepada suami yang membuat suami merasa dihormati layaknya "gubernur" di rumah.Majelis Ilmu & Zikir: Beliau aktif mengajar ilmu fikih dan hadis di Damaskus dan Baitul Maqdis. Murid-muridnya (termasuk para ulama tabiin dan khalifah Abdul Malik bin Marwan) sering mendatangi majelisnya untuk berzikir dan mendengarkan nasihat. Beliau dikenal sangat mencintai zikir kepada Allah.Berani Menasihati Penguasa: Beliau tidak ragu menegur penguasa seperti Khalifah Abdul Malik bin Marwan ketika keliru (misalnya menegur sang khalifah yang melaknat pembantunya, dengan menyampaikan hadis Nabi ﷺ bahwa orang yang suka melaknat tidak akan bisa menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat).Wafat: Beliau wafat sekitar tahun 81 Hijriah dalam usia lanjut setelah menghabiskan hidupnya dalam ilmu dan amal saleh. 

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 33-Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa AS

Ibunya Nabi Musa AS, Istrinya Nabi Musa AS, Istrinya Fir'aun dan Masyito (Penyisir rambut putrinya Fir'aun)Ibunda Nabi Musa ASDiabadikan dalam surat QS. Taha dan QS. Al-Qasas. Nabi Musa lahir ketika Fir'aun menguasai kota mesir. Kakak Nabi Musa adalah Nabi Harun. Ketika sedang hamil, ibunda Nabi Musa tidak tercatat oleh pasukan Fir'aun. QS. Al-Qasas (Kami wahyukan (ilhamkan) kepada ibunda Nabi Musa AS, susuilah Musa. Masukkan kedalam keranjang, lepaskan ke sungai Nil. jangan takut dan jangan bersedih. Kami akan kembalikan dia kepadamu, kami akan jadikan dia termasuk Rasul).Ibunda Nabi Musa meminta kepada kakanya Nabi Musa(kakak perempuan) untuk mengamati kemana perginya kotak yang berisi Nabi Musa tersebut. Setelah diamati dari jauh, ternyata Musa ditemukan oleh istrinya Fir'aun. (Awalnya Fir'aun memerintahlan istrinya untuk membunuh Nabi Musa karena Fir'aun mengetahui bayi tersebut adalah bayi bani israil. Namun istri Fir'aun menolak secara halus perintah fir'aun tersebut. Maka Bayi Musa tidak jadi dibunuh). Kemudian kakak Nabi Musa yang mengamati keranjang tadi, melaporkan kejadian tersebut kepada ibundanya. Hal tersebut membuat hati ibunda Nabi Musa kosong. Ibunda Nabi Musa merasa sangat khawatir karena Bayi Musa justru sangat dekat dengan Fir'aun. Setelah ada di Istana Fir'aun, Bayi Nabi Musa tidak mau menyusu kepada siapapun. Bahkan Fir'aun memerintahkan untuk mencari wanita yang bisa menyusui bayi Musa. Kemudian kakak Nabi Musa datang kepada Fir'aun dan memberi tahu bahwa ada wanita yang bisa menyusui bayi Musa dan akan sangat menyayangi Nabi Musa. Maka datanglah ibunda Nabi Musa, untuk menyusui bayi Musa. Akhirnya tinggalah ibunda Nabi Musa di istana untuk mengasuh Nabi Musa (tanpa sepengetahuan Fir'aun bahwa itu adalah ibunya). Berkat kesabaran ibunda Nabi Musa, Allah menepati janji-Nya bahwa akan mengembalikan Nabi Musa kepada ibundanya.Kisah Istri Nabi Musa ASDiceritakan dalam surat QS. Al-Qasas. Ibnu Mas'ud RA berkata :"orang yang firasatnya paling kuat ada 3 orang. Yang pertama adalah majikannya Nabi Yusuf AS (Suaminya Zulaikha), kedua adalah istrinya Nabi Musa AS, ketika adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq saat memilih Umar menjadi khalifah setelahnya".Nabi Musa adalah manusia yang sangat kuat. Saat sedang perang dengan bani Qibti, Nabi Musa tidak sengaja membunuh salah satu dari bani qibti. Mengetahui hal tersebut, Fir'aun dan pasukannya mencari Nabi Musa. Nabi Musa pun Kabur ke kota Madyan. Dari kota mesir ke madyan adalah jarak yang sangat jauh. Ketika tiba di Madyan, Nabi Musa mendapati orang-orang sedang mencari air di sekitar sumur. Disana ada 2 wanita yang dihalang-halangi untuk mengambil air. Setelah bertanya kepada kedua wanita tersebut, ternyata dua wanita tersebut tidak bisa menganmbil air sebelum semua laki-laki pergi (selesai mengambil air). Ketika itu mengambil air merupakan pekerjaan laki-laki. kedua perempuan tersebut harus mengambil air karena ayahnya di rumah sudah tua. Setibanya di rumah, ayahnya bertanya (karena heran mengambil airnya sangat cepat. Maka berceritalah kedua wanita tersebut tentang Nabi Musa yang menolong mereka. Akhirnya ayah kedua perempuan tersebut memerintahkan salah satu anaknya untuk mengundang Nabi Musa sebagai upah karena sudah menolong putrinya mengambil air. Setibanya disana, Nabi Musa bertemu dengan ayah dari kedua wanita tersebut (dan ditenangkan. bahwasannya kota tersebut sudah jauh darui jangkauan Fir'aun).Salah satu putrinya berkata "Wahai Ayah, pekerjakanlah laki-laki tersebut. Sesungguhnya orang yang pantas engkau pekerjakan adalah orang yang kuat dan amanah". Lalu ayahnya ingin menikahkan Nabi Musa dengan salah satu putrinya. Maharnya adalah Nabi Musa bekerja menjadi tukang kebun selama 8 tahun (atau 10 tahun).Setelah 10 tahun, Nabi Musa Rindu kembali ke kota Mesir. Akhirnya Nabi Musa berjalan menuju kota mesir bersama Istrinya. Kisah Istri Fir'aunAsiyah binti Muzahid. Saat menemukan Nabi Musa, Asiyah berkata "jangan kau bunuh dia, bayi ini mungkin bermanfaat bagi kita dan kita angkat sebagai anak angkat". Seiring berjalannya waktu, Istri Fir'aun juga mengimani apa yang Nabi Musa imani. Sampai akhirnya hal tersebut diketahui oleh Fir'aun kemudian diberi pilihan. Bahwa apabila istrinya mengikuti Fir'aun (kafir kepada Allah) maka akan diberikan istana yangs angat megah. Namun Asiyah berdoa kepada Allah untuk dilindungi dari Fir'aun. Asiyah tetap memilih beriman kepada Allah dan meminta istana di surga. Karena hal tersebut, Asiyah dibunuh oleh Fir'aun.Pelajaran yang dapat diambil adalah tabahnya Asiyah dalam menjalani kehidupan. Beliau rela meninggalkan segala kemewahan dunia bahkan rela meninggal dunia untuk bisa tetap beriman kepada Allah SWT.Masyitoh (penyisir rambut putrinya Fir'aun)Masyitoh bukan nama. Masyitoh adalah sebutan untuk penyisir rambut.Dari Ibnu Abbas RA Rasulullah SAW bersabda : "Ketika malam isra' mi'raj datang kepadaku aroma yang wangi. lalu aku berkata " Wahai Jibril, ini aroma apa yang aku cium ?". Jibril menjawab " Ini adalah aroma dari Masyitoh (penyisir ) rambut putrinya Fir'aun dan aroma dari anak-anaknya". Aku bertanya kepada Jibril "apa gerangan cerita tentang penyisir rambut putri Fir'aun dan anak-anaknya ?". Maka jibril menceritakan tentang penyisir rambut tersebut. "Ketika dia sedang menyisir rambut putri Fir'aun, tiba-tiba sisirnya jatuh. Ketika sisirnya jatuh tersebut dia mengucapkan bismillah. maka bertanyalah putri Fir'aun "Kau sedang menyebut nama bapakku ?" lalu penyisir tersebut menjawab "bukan, aku sebut nama Allah. Allah adalah Rabb-ku dan Rabb ayahmu". Sang putri menyampaikan kabar tersebut kepada ayahnya (Fir'aun). Fir'aun pun marah dan memanggil penyisir rambut tersebut kemudian ditanya oleh Fir'aun "Apakah kau punya tuhan selainku?", Lalu penyisir rambut tersebut menjawab "ya. Tuhanku dan tuhanmu sama". Maka Fir'aun marah besar dan memerintahkan untuk mengambil panci besar dari tembaga, dipanaskan. ternyata anak-anaknya pun terkena dampaknya. Lalu Masyitoh dan anaknya dibakar satu persatu (saat itu anaknya terlebih dulu yang dibakar). Lalu sebelum hal tersebut terjadi, Masyitoh meminta agar tulangnya dan tulang anak-anaknya dikumpulkan menjadi satu dan dikubur bersama. dan Fir'aun menyetujui hal tersebut. Satu persatu anaknya dilempar ke dalam panci panas tersebut sampai datanglah kepada anaknya yang terakhir yang masih menyusu. Saat itu, Masyitoh tersebut mulai tidak kuat (sedikit mundur). Lalu anaknya berkata "Ya Umma, masuklah kedalam panci tersebut. sesungguhnya azab dunia ini jauh dari azab akhirat".

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 33: Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa عليه السلامPemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.1. Ibu Nabi Musa عليه السلامPada zaman Fir’aun, bayi laki-laki dari Bani Israil dibunuh karena Fir’aun takut kekuasaannya terancam.Ketika ibu Nabi Musa melahirkan, Allah memberikan ilham kepadanya untuk menyusui Musa. Setelah itu, ia menghanyutkan Musa ke sungai dengan penuh tawakal kepada Allah.Musa kemudian ditemukan oleh keluarga Fir’aun. Istri Fir’aun meminta agar Musa tidak dibunuh dan menjadikannya sebagai anak angkat.Allah mengatur agar Musa kembali kepada ibunya. Musa tidak mau menyusu kepada perempuan lain, hingga akhirnya ibunya sendiri dipanggil untuk menyusuinya.📖 Dalil: Allah berfirman dalam QS. Al-Qashash: 7, yang menjelaskan bahwa Allah mengilhamkan kepada ibu Musa untuk menyusui Musa dan menghanyutkannya ke sungai ketika ia khawatir.🌷 Pelajaran:Tawakal bukan berarti tidak melakukan usaha.Seorang ibu dapat menghadapi ujian berat dengan pertolongan Allah.Allah mampu menjaga hamba-Nya melalui jalan yang tidak disangka-sangka.2. Istri Nabi Musa عليه السلامKetika Nabi Musa melarikan diri dari Mesir, beliau tiba di Madyan. Di sana, beliau membantu dua perempuan yang sedang menunggu untuk memberi minum ternaknya.Salah seorang perempuan itu kemudian datang kepada Musa dengan rasa malu dan menyampaikan bahwa ayahnya mengundang Musa untuk memberikan imbalan atas bantuannya.Perempuan tersebut melihat bahwa Musa adalah orang yang kuat dan amanah. Ayahnya kemudian menawarkan Musa untuk menikahi salah satu putrinya dengan mahar bekerja selama delapan tahun.📖 Dalil: Dalam QS. Al-Qashash: 26, salah seorang perempuan berkata:“Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja. Sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”🌷 Pelajaran:Menilai seseorang perlu melihat akhlak dan amanahnya.Perempuan dapat menyampaikan pendapat dengan santun dan berdasarkan alasan yang jelas.Kekuatan dan amanah merupakan sifat penting dalam bekerja maupun menjalankan tanggung jawab.3. Istri Fir’aun — AsiyahAsiyah, istri Fir’aun, beriman kepada Allah meskipun hidup bersama seorang penguasa yang zalim.Dalam materi disebutkan bahwa Asiyah beriman kepada Nabi Musa secara diam-diam. Ketika keimanannya diketahui Fir’aun, ia tetap memilih iman meskipun harus menghadapi siksaan dan kehilangan kemewahan dunia.Asiyah tidak menjadikan kedudukan, kekayaan, atau kemewahan sebagai alasan untuk meninggalkan kebenaran.📖 Dalil: Dalam QS. At-Tahrim: 11, Allah menjadikan istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang beriman. Ia berdoa agar Allah membangunkan rumah untuknya di sisi-Nya di surga dan menyelamatkannya dari Fir’aun serta perbuatannya.🌷 Pelajaran:Keimanan lebih berharga daripada kemewahan dunia.Lingkungan yang buruk tidak harus membuat seseorang ikut menjadi buruk.Keteguhan iman membutuhkan keberanian dan kesabaran.4. Masyithah — Penyisir Rambut Putri Fir’aunMasyithah dikenal dalam kisah ini sebagai penyisir rambut putri Fir’aun. Dalam materi, diceritakan bahwa ia tetap mengakui Allah sebagai Tuhannya ketika ditanya oleh Fir’aun.Ia tidak mau mengingkari keimanannya meskipun mendapat ancaman. Dalam kisah tersebut, Masyithah dan anak-anaknya mengalami penyiksaan hingga dibunuh.Disebutkan pula bahwa ketika Masyithah menghadapi kematian, tercium aroma harum. Kisah ini menggambarkan keteguhan seorang perempuan dalam mempertahankan iman kepada Allah.🌷 Pelajaran:Jangan menggadaikan iman demi keselamatan atau keuntungan dunia.Kebenaran harus tetap dipegang meskipun menghadapi tekanan.Kesabaran dalam mempertahankan iman merupakan bentuk keteguhan hati.Catatan: Kisah Masyithah beserta rincian peristiwa penyiksaannya dikenal melalui riwayat-riwayat. Rincian tersebut perlu dibedakan dari ayat Al-Qur’an yang secara jelas menyebut kisah ibu Musa dan istri Fir’aun.🍃 Hikmah Umum dari Kisah 4 WanitaTawakal kepada Allah — sebagaimana ibu Nabi Musa yang menyerahkan urusan anaknya kepada Allah.Menjaga amanah dan akhlak — sebagaimana perempuan yang menilai Nabi Musa sebagai sosok kuat dan amanah.Teguh dalam keimanan — sebagaimana Asiyah yang tidak silau oleh kemewahan dunia.Berani mempertahankan kebenaran — sebagaimana Masyithah dalam kisah yang disampaikan.Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kedudukan dunia, melainkan oleh iman, ketakwaan, dan amalnya.🌸 MuhasabahApakah aku sudah bertawakal kepada Allah setelah berusaha?Apakah aku menilai seseorang berdasarkan akhlak dan amanahnya?Apakah aku tetap berpegang pada kebenaran ketika menghadapi tekanan?Apakah dunia dan kemewahannya pernah membuatku mengabaikan ketaatan kepada Allah?Kesimpulan: Kisah empat wanita pada zaman Nabi Musa mengajarkan bahwa iman, tawakal, amanah, dan keteguhan hati adalah bekal penting dalam menghadapi ujian kehidupan. Allah mampu mengangkat derajat hamba-Nya yang tetap berpegang pada kebenaran.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#33 Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

#33 Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa Ust Dr. Firanda Andirja, M.AIbunya Nabi MusaIbunya Nabi Musa hamil tidak terlihat, sehingga Fir’aun tidak bisa melacaknya (karena saat itu ibu hamil didata dan ditunggu hingga melahirkan, jika lahir anak laki-laki langsung dikubur). Setelah lahir, Nabi Musa dihanyutkan di sungai dengan dicek dari jauh. Suatu saat Fir’aun menemukannya dan hendak dibunuh tapi ditahan oleh istrinya. Nabi Musa kemudian diangkat dan diasuh di keluarga Fir’aun. Selnajutnya dicari ibu susu dan ibunyalah yang terpilih karena NAbi Musa hanya mau menyusu dengannya (dicoba ke ibu-ibu yang lain namun Nabi Musa tidak mau karena sudah disusui sebelumnya sebelum dihanyutkan). Sehingga Nabi Musa diasuh oleh ibunya sendiri di istana.Istrinya Nabi MusaOrang yang punya firasat paling kuat salah satunya adalah istrinya Nabi Musa. Pertama kali Nabi Musa bertemu istrinya adalah saat Nabi Musa membantunya menimba air. Nabi Musa kemudian diberi imbalan oleh ayah wanita tersebut. Karena Nabi Musa datang ke rumah, wanita ini berkata ke ayahnya bahwa hendaklah Nabi Musa diperkejakan karena Nabi Musa kuat dan amanah. Selanjutnya Orang tuanya menwarkan anaknya untuk dinikahkan dengan mahar bekerja di kebun selama 8 tahun.Istrinya Fir’aunIstrinya beriman kepada Nabi Musa, anak angkatnya, secara diam-diam. Kemudian saat ketahuan Fir’aun, dia rela dibunuh daripada kafir. Meninggalkan seluruh kemewahan demi iman.Masyitho (penyisir rambut putri Fir’aun)Suatu saat Nabi Musa bertemu dengan Masyitho dan putri Fir’aun, Nabi Musa berkata bahwa Tuhannya dan Tuhan Nabi Fir’aun adalah sama. Putrinya kemudian menyampaikan kepada Fir’aun sehingga membuatnya marah. Selanjutnya masyitho dipanggil dan ditanyai siapa Tuhanmu, dan dijawab Allah, Tuhan yang sama dengan Fir’aun. Selanjutnya masyitho dibunuh beserta anak-anaknya. Anak-anaknya dibunuh duluan dengan dimasukkan ke minyak panas hingga sisa tulang. selanjutnya ia lalu muncul wangi harum saat dibunuh.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian - Materi 33: Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa Alaihissalam

Catatan KajianKisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa Alaihissalam Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Video ini membahas kisah empat wanita sholehah yang hidup di zaman kekejaman Firaun pada masa Nabi Musa Alaihissalam. Ustadz Dr. Firanda Andirja menjelaskan bahwa mempelajari sejarah orang-orang saleh dapat meningkatkan semangat beribadah.Berikut adalah empat wanita yang dikisahkan:1.  Ibunda Nabi Musa Sosok yang penuh kesabaran dan keimanan. Atas perintah Allah, ia menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil dan akhirnya dipersatukan kembali oleh Allah untuk menyusui Musa di istana Firaun.2.  Istri Nabi Musa Seorang wanita yang memiliki firasat kuat, pemalu, dan bertakwa. Ia adalah putri dari orang saleh (kemungkinan Nabi Syu'aib) di Madyan yang menyarankan ayahnya untuk mempekerjakan Musa karena sifatnya yang kuat dan amanah.3.  Istri Firaun (Asia bintu Muzahim) Meskipun hidup dalam kemegahan istana Firaun, ia tetap beriman kepada Allah. Ia memilih untuk mati syahid daripada meninggalkan keimanannya meski diancam oleh suaminya sendiri.4.  Masyitoh (Penyisir rambut putri Firaun) Wanita yang rela mengorbankan diri beserta anak-anaknya demi mempertahankan akidahnya. Kisahnya diabadikan karena kesetiaannya yang luar biasa kepada Allah meski harus menghadapi siksaan keji Firaun.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Mengartikan Karakteristik Anak secara Positif

Cara orang tua memaknai karakter anak memengaruhi bagaimana anak memandang dirinya. Alih-alih memberi label negatif, orang tua dapat menafsirkan karakter sulit anak secara lebih positif.Contoh mengartikan karakter anak:* Tidak bisa fokus: “Kamu tertarik pada banyak hal, ya.”* Impulsif: “Kamu bersemangat sekali dan selalu langsung bertindak saat menginginkan sesuatu.”* Keras kepala: “Kamu selalu melakukan sesuatu sesuai caramu. Kemandirian penting bagimu, ya.”* Pencari stimulasi tinggi: “Kamu tidak mau gagal, ya.”* Sering khawatir: “Kamu suka mendapat pengalaman baru, ya.”* Ragu-ragu: “Kamu suka berhati-hati, ya.”* Kecemasan tinggi: “Kamu suka mempersiapkan dan merencanakan masa depan, ya.”* Kurang minat di banyak bidang: “Meski minatmu sempit, kamu mempunyai kekuatan untuk fokus secara mendalam.”* Kemampuan bersosialisasi yang buruk: “Kamu lebih memilih hubungan yang sedikit, tetapi dalam daripada hubungan yang luas, tetapi dangkal, ya.”* Bertele-tele: “Kamu ingin bisa menjelaskannya dengan baik, ya.”* Suka ikut campur: “Kamu mempunyai keinginan besar untuk membantu orang lain, ya.”* Sulit menyesuaikan diri: “Kamu butuh waktu untuk menyesuaikan diri, ya.”Mengapa penting?Cara orang tua memberi makna pada karakter anak membentuk persepsi dan pengalaman anak tentang dirinya. Jika anak terus-menerus dinilai sebagai anak bermasalah, ia dapat mulai memandang dirinya demikian. Karena itu, semakin sulit temperamen anak, semakin penting bagi orang tua untuk aktif menafsirkannya secara positif agar anak mampu mengatasi kelemahannya.Memahami karakter anak juga membantu orang tua menentukan pendekatan, memberikan respons yang tepat, dan menyesuaikan ekspektasi secara realistis. Hal ini berlaku pula pada diri orang tua. Terlalu mengejar gambaran ideal tentang orang tua yang baik dapat membuat kita kehilangan pemahaman terhadap kondisi diri dan anak yang sebenarnya.Perubahan dimulai dengan melihat dan mengakui keadaan diri serta anak secara nyata dan akurat.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N

Novrianti Fadlun Katili

📍 Palu

KISAH EMPAT WANITA DI ZAMAN NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM - Ustadz Firanda Andirja hafizhohullah

Di antara metode yang dapat membuat kita semangat beramal saleh adalah dengan membaca sejarah hidup orang-orang saleh terdahulu, seperti wanita-wanita shalihah di zaman Nabi Musa 'alaihis salam.Adapun wanita-wanita yang disebutkan dalam kajian ini adalah:* Ibu Nabi Musa 'alaihis salam.* Istri Nabi Musa 'alaihis salam.* Istri Fir'aun.* Tukang sisir putri Fir'aun.① KISAH IBU NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM A. Seorang Ibu yang Pernah Melahirkan Seorang NabiNabi Musa lahir di masa ketika kekejaman Fir'aun sedang tersebar. Kabar bahwa kekuasaan Fir'aun akan dihancurkan oleh seorang anak yang lahir dari kalangan Bani Israil telah tersebar.Nabi Musa memiliki saudara yang lebih tua darinya (kakak), yaitu Nabi Harun.Di saat tersebar kabar tersebut, Fir'aun memerintahkan seluruh wanita hamil ketika itu untuk diperiksa. Apabila diketahui yang lahir adalah anak laki-laki, maka anak tersebut langsung dibunuh.Adapun ibu Nabi Musa, Allah langsung yang menjaganya.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 7وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِيٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَArtinya:"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'"QS. Al-Qasas: 7.Seorang ibu yang tega melepaskan anaknya yang baru lahir, terpisah darinya, namun karena ini adalah perintah Allah, maka ia pun melepaskan anaknya ke Sungai Nil.Allah berfirman kepada ibu Nabi Musa agar tidak takut dan jangan bersedih. Allah akan mengembalikan anak tersebut kepadanya dan menjadikannya termasuk rasul.Lalu ibunya berkata kepada kakak perempuan Musa agar mengikuti keranjang tersebut.B. Bayi Nabi Musa Ditemukan oleh Keluarga Fir'aunAkhirnya keranjang tersebut melewati kerajaan Fir'aun, lalu ditemukan oleh istrinya Fir'aun. Karena Fir'aun dan istrinya tidak mempunyai anak, keduanya ingin memiliki anak. Istri Fir'aun bernama Asiyah.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 8–9فَالْتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَـٰمَـٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا۟ خَـٰطِـِٔينَ ۝ وَقَالَتِ ٱمْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّى وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَArtinya:"Maka dia (Musa) dipungut oleh keluarga Fir'aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.""Dan istri Fir'aun berkata, '(Dia) adalah penyejuk hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita mengambilnya menjadi anak.' Sedangkan mereka tidak menyadari."QS. Al-Qasas: 8–9.Allah berfirman, "Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku sehingga orang yang melihat pasti suka dengannya (Nabi Musa)."Allah berfirman:QS. Taha \[20\]: 39 (bagian akhir ayat)وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِيArtinya:"Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku."QS. Taha: 39.Maka istri Fir'aun pun suka dengan bayi tersebut. Istri Fir'aun berkata, "Jangan bunuh ia, anak ini akan menyenangkan kita dan membahagiakan kita. Dia dan aku, bisa jadi akan menjadi anak kita di kemudian hari atau menjadi anak angkat."Dan akhirnya Fir'aun pun mengalah. C. Ibu Nabi Musa Kembali Mendapatkan AnaknyaLalu kakak perempuan Nabi Musa yang tadinya mengikuti keranjang tersebut kembali kepada ibunya dan menceritakan bahwa bayi tersebut tidak mau menyusu kepada siapa pun.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 10–13وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَـٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۝ وَقَالَتْ لِأُخْتِهِۦ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِۦ عَن جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ۝ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰٓ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُۥ لَكُمْ وَهُمْ لَهُۥ نَـٰصِحُونَ ۝ فَرَدَدْنَـٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:"Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).""Dan dia (ibu Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, 'Ikutilah dia (Musa).' Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya.""Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudara perempuan Musa), 'Maukah aku tunjukkan kepadamu keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?'""Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya."QS. Al-Qasas: 10–13.Lalu kakaknya datang dan berkata, "Perhatikanlah apa yang terjadi di sana."Bayi kecil Nabi Musa ini sangat disukai banyak orang di istana, namun masalahnya ia tidak mau menyusu pada siapa pun. Maka dikumpulkanlah semua wanita untuk menyusuinya.Lalu kakaknya berkata, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga yang bisa menyusui anak ini dan berlaku baik kepadanya?"Akhirnya dipanggillah ibunya. Begitu disusui, bayi kecil itu langsung menyusu. Akhirnya ibunya diminta untuk tinggal di istana untuk menyusuinya dan ia mendapatkan pemenuhan kebutuhan dari Fir'aun.Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar hatinya bahagia dan tidak lagi bersedih. Itulah janji Allah kepada ibunya, bahwa Allah akan mengembalikan Musa kepadanya.🌸 Hikmah Kisah Ibu Nabi MusaPentingnya bersabar ketika diberikan ujian hidup. Jika kita bersabar, maka Allah akan memberikan solusi.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 13 (bagian akhir ayat)وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:"Dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya."QS. Al-Qasas: 13. ② KISAH ISTRI NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM A. Tiga Orang yang Paling kuat firasatnyaIbnu Mas'ud berkata: Orang yang paling kuat firasatnya ada tiga orang:1\. Majikan Nabi Yusuf, yaitu suaminya Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf. Nabi Yusuf dan suaminya Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf, dalam catatan kajian ini disebut sebagai orang yang mulia.2\. Istri Nabi Musa. Ketika Nabi Musa datang ke rumahnya (sebelum mereka berdua menikah), ia berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, jadikanlah ia (Nabi Musa) pekerja kita. Ia adalah sebaik-baik pekerja yang kuat dan amanah." Dan akhirnya Nabi Musa menikah dengannya.3\. Abu Bakar. Ketika memilih Umar sebagai khalifah setelahnya dan benar-benar menunjuk khalifah yang luar biasa serta memiliki banyak kebaikan dalam kekhalifahannya.B. Pertolongan Nabi Musa kepada Dua Perempuan di MadyanSuatu hari Nabi Musa keluar berjalan. Ia mendapati pertengkaran antara kelompok Fir'aun dari suku Qibti dan kelompok Bani Israil. Lalu orang Israil meminta tolong kepada Nabi Musa, dan Nabi Musa menolongnya dengan memberi pukulan yang ringan kepada orang Qibti tersebut, namun ia langsung mati.Akhirnya Nabi Musa dicari oleh kelompok Fir'aun. Nabi Musa pun kabur dan sampailah ia di negeri Madyan.Sesampainya di Madyan, Nabi Musa mendapati dua orang perempuan yang sedang menunggu di dekat sumber air.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 23وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌArtinya:"Ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, 'Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?' Kedua (perempuan) itu menjawab, 'Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.'"QS. Al-Qasas: 23.Ketika dua wanita hendak mengambil air di sumur, mereka berdua malu karena banyak para lelaki yang sedang mengambil air. Mereka menunggu sampai para penggembala selesai memberikan minum kepada ternaknya.Nabi Musa pun menolong mereka berdua dengan mengambilkan air untuk ternak mereka.Setelah selesai membantu kedua perempuan tersebut, Nabi Musa kembali ke tempat yang teduh dan berdoa:QS. Al-Qasas \[28\]: 24فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌArtinya:"Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.'"QS. Al-Qasas: 24.Nabi Musa merasa lapar. Kemudian datanglah salah seorang anak perempuan dari kedua wanita tersebut kepada Nabi Musa.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 25فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَArtinya:"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan sambil malu-malu, dia berkata, 'Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.' Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (ayah perempuan itu) berkata, 'Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.'"QS. Al-Qasas: 25.Sesampainya di rumah mereka, mereka menceritakan hal tersebut kepada ayahnya. Ayahnya memerintahkan untuk memberikan balasan kepada Nabi Musa atas kebaikannya.Maka datanglah salah seorang anak perempuannya dengan malu-malu kepada Nabi Musa. Lalu Nabi Musa pun mengikutinya ke rumah mereka C. Nasihat Sang Ayah tentang Nabi MusaSetelah mendengar cerita tentang Nabi Musa, salah seorang anak perempuannya berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku, pekerjakanlah dia. Sesungguhnya sebaik-baik pekerja adalah yang kuat dan amanah."Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 26قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَـٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُArtinya:"Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.'"QS. Al-Qasas: 26.Akhirnya ayahnya menikahkan Nabi Musa dengan salah seorang putrinya, yaitu wanita yang datang menghampirinya tersebut dan yang memberikan ide agar Nabi Musa dipekerjakan. Ayahnya memberikan syarat agar Nabi Musa bekerja selama delapan tahun. Jika Nabi Musa menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun, maka itu merupakan kebaikan darinya.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 27قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَـٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِى ثَمَـٰنِىَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينArtinya:"Dia (ayah kedua perempuan itu) berkata, 'Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun. Jika engkau menyempurnakannya sepuluh tahun, itu adalah (suatu kebaikan) darimu. Aku tidak bermaksud memberatkanmu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.'"QS. Al-Qasas: 27.Nabi Musa menerima perjanjian tersebut.Allah berfirman: QS. Al-Qasas \[28\]: 28قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا ٱلْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَٰنَ عَلَىَّ ۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌArtinya:"Dia (Musa) berkata, 'Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.'"QS. Al-Qasas: 28.Ayahnya memberikan syarat bekerja selama delapan tahun atau bahkan bisa sampai sepuluh tahun. Nabi Musa pun menikah dengan salah seorang putrinya.. D. Perjalanan Nabi Musa Bersama IstrinyaKetika sudah sepuluh tahun, Nabi Musa rindu akan Mesir, lalu kembalilah ia ke Mesir.Di tengah perjalanan, pada malam yang dingin bersama istrinya, tiba-tiba Musa melihat di kejauhan ada cahaya.Lalu ia berkata kepada istrinya:"Istriku, tunggulah dahulu, aku akan melihat ke sana. Bisa jadi di sana ada sesuatu yang dapat menghangatkanmu."Dan istrinya menuruti tanpa mengeluh.🌸 Hikmah Kisah Istri Nabi MusaSeorang wanita hendaknya memiliki sifat pemalu, bersabar, dan menuruti apa kata suaminya.③ KISAH ISTRI FIR'AUN (ASIYAH) A. Wanita yang Teguh Mempertahankan KeimanannyaAsiyah, istri Fir'aun, adalah seorang wanita yang tabah dan beriman. Ketika ia mengangkat Nabi Musa sebagai anak angkat, seiring berjalannya waktu ia pun beriman kepada Nabi Musa.Akhirnya Asiyah mengungkapkan keimanannya hingga diketahui oleh Fir'aun. Fir'aun pun mengancam untuk membunuh dirinya. Namun, istrinya lebih dahulu memilih mati daripada kembali kepada kekufuran.Allah berfirman:QS. At-Tahrim \[66\]: 11وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَArtinya:"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir'aun, ketika dia berkata, 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'"QS. At-Tahrim: 11. 🌸 Hikmah Kisah IniSeorang wanita shalihah rela meninggalkan kemewahan dan kekayaan hartanya untuk tetap teguh beriman kepada Allah. ④ KISAH TUKANG SISIR PUTRI FIR'AUN A. Aroma Wangi yang Tercium dalam Peristiwa Isra Mikraj Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis:"Datang kepadaku aroma yang wangi (ketika Isra Mikraj)." Maka Nabi berkata kepada Jibril, "Wahai Jibril, aroma apakah ini?"Jibril menjawab, "Ini adalah aroma dari penyisir rambut putri Fir'aun dan aroma dari anak-anaknya."Namanya tidak ada yang mengetahuinya. Nabi hanya menyebutkan Māsyithah (الْمَاشِطَةُ), yang artinya penyisir atau tukang sisir.Nabi pun bertanya kepada Jibril, "Ada cerita apa di balik penyisir putri Fir'aun?"Lalu Jibril pun bercerita.Dalil hadis:لَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الَّتِي أُسْرِيَ بِي فِيهَا أَتَتْ عَلَيَّ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَا هَذِهِ الرَّائِحَةُ الطَّيِّبَةُ؟ فَقَالَ: هَذِهِ رَائِحَةُ مَاشِطَةِ ابْنَةِ فِرْعَوْنَ وَأَوْلَادِهَاArtinya:"Pada malam ketika aku diperjalankan dalam peristiwa Isra, datang kepadaku aroma yang sangat harum. Aku bertanya, 'Wahai Jibril, aroma harum apakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah aroma tukang sisir putri Fir'aun dan anak-anaknya.'"Sumber: Musnad Ahmad, hadis dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, nomor 2821 dalam penomoran cetakan Muassasah Ar-RisalahB. Keteguhan Tukang Sisir Putri Fir'aun dalam Mempertahankan TauhidKetika ia sedang menyisir rambut putri Fir'aun, suatu hari tiba-tiba sisir yang digunakan tersebut jatuh. Maka si penyisir berkata, "Bismillah."Maka berkatalah putri Fir'aun, "Engkau menyebut bapakku?"Penyisir tersebut menjawab, "Bukan, yang aku sebut adalah Allah. Allah adalah Rabbku dan Rabb bapakmu."Si putri berkata, "Aku akan mengabarkanmu kepada ayahku."Maka penyisir mengatakan, "Iya, silakan."Lalu dibawalah si penyisir ke hadapan Fir'aun dan Fir'aun berkata, "Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?"Ia menjawab, "Iya, aku punya Tuhan, dan Tuhanmu serta Tuhan semua adalah Allah."Maka Fir'aun pun mengancam dan memerintahkan untuk menyiapkan panci besar yang dididihkan minyak di dalamnya.Kemudian dipanggillah lebih dahulu anak-anaknya untuk dilemparkan ke dalam panci panas tersebut.Penyisir berkata kepada Fir'aun, "Kumpulkanlah tulang-tulangku bersama anak-anakku dalam satu kain dan kuburkan bersama."Dan mulailah anak-anaknya dilemparkan ke dalam panci panas satu per satu.Awalnya penyisir masih teguh, sampai tiba saatnya anak terakhirnya yang masih kecil dan berada di gendongannya. Di sini ia seakan ingin mundur karena tidak tega melihat anaknya yang masih kecil.Tiba-tiba anaknya berkata:"Wahai Ummah (Ibuku), masukkanlah aku. Sesungguhnya azab dunia jauh lebih ringan daripada azab akhirat."Dan akhirnya ia pun lompat ke dalam panci bersama anak terakhirnya. 📖 Dalil Hadis: Kisah Tukang Sisir Putri Fir'aunBerikut kelanjutan teks Arab hadis yang menceritakan keteguhan tukang sisir putri Fir'aun dan anak-anaknya.بَيْنَا هِيَ تَمْشُطُ ابْنَةَ فِرْعَوْنَ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذْ سَقَطَتِ الْمِدْرَى مِنْ يَدِهَا، فَقَالَتْ: بِسْمِ اللَّهِ. فَقَالَتْ لَهَا ابْنَةُ فِرْعَوْنَ: أَبِي؟ قَالَتْ: لَا، وَلَكِنْ رَبِّي وَرَبُّ أَبِيكِ اللَّهُ. قَالَتْ: أُخْبِرُهُ بِذَلِكَ؟ قَالَتْ: نَعَمْ.فَأَمَرَ بِبَقَرَةٍ مِنْ نُحَاسٍ فَأُحْمِيَتْ، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا أَنْ تُلْقَى هِيَ وَأَوْلَادُهَا فِيهَا، قَالَتْ لَهُ: إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً. قَالَ: وَمَا حَاجَتُكِ؟ قَالَتْ: أُحِبُّ أَنْ تَجْمَعَ عِظَامِي وَعِظَامَ وَلَدِي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَتَدْفِنَنَا.فَأَمَرَ بِأَوْلَادِهَا فَأُلْقُوا بَيْنَ يَدَيْهَا وَاحِدًا وَاحِدًا، إِلَى أَنْ انْتَهَى ذَلِكَ إِلَى صَبِيٍّ لَهَا مُرْضَعٍ، وَكَأَنَّهَا تَقَاعَسَتْ مِنْ أَجْلِهِ، فَقَالَ: يَا أُمَّهِ، اقْتَحِمِي، فَإِنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الْآخِرَةِ، فَاقْتَحَمَتْ.Artinya:"Ketika ia sedang menyisir rambut putri Fir'aun pada suatu hari, tiba-tiba sisirnya terjatuh. Maka ia berkata, 'Dengan nama Allah.' Putri Fir'aun bertanya, 'Ayahku?' Ia menjawab, 'Bukan, tetapi Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah.' Putri Fir'aun bertanya, 'Apakah aku akan memberitahukan hal ini kepada ayahku?' Ia menjawab, 'Ya.'""Kemudian Fir'aun memerintahkan agar sebuah bejana dari tembaga dipanaskan. Setelah itu, ia memerintahkan agar perempuan tersebut beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Perempuan itu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mempunyai satu permintaan kepadamu.' Fir'aun bertanya, 'Apa permintaanmu?' Ia menjawab, 'Aku ingin agar engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang-tulang anakku dalam satu kain, kemudian menguburkan kami.'""Kemudian anak-anaknya diperintahkan untuk dilemparkan ke hadapannya satu per satu. Hingga tiba giliran seorang bayi yang masih menyusu. Seolah-olah perempuan itu merasa berat karena anaknya. Maka bayi tersebut berkata, 'Wahai ibuku, terjunlah! Sesungguhnya azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat.' Maka perempuan itu pun terjun."Sumber: Musnad Ahmad, Musnad Abdullah bin Abbas, hadis nomor 2821 dalam cetakan Ar-Risalah. 🌸 Hikmah Kisah Ini : Keteguhan iman kepada Allah dapat membuat kita tegar menghadapi ujian apa pun dan mendapatkan balasan terbaik di surga.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah 4 wanita di zaman Nabi Musa ‘Alaihissalam

Ibunya Nabi MusaIstrinya Nabi MusaIstrinya Fir’aunMasyitho (penyisir rambut putri fir’auMereka ini wanita shalihah yang hidup di jaman kesilitan, jaman kebengisan fir’aun.Kisah ibunya Nabi MusaBanyak orang-orang hebat yang berhasil dan disebutkan dibalik keberhasilan mereka adalah ibunda-ibunda mereka.Diantaranya Nabi Musa ‘AlaihissalamNabi Musa ‘Alaihissalam lahir di zaman penuh kesulitan ketika fir’aun menguasai kota mesir kemudian mereka mendapatkan kabar bahwasanya kekuasaan fir’aun akan dihancurkan oleh anak yang lahir dari kaum Bani Israil. Dan anak tersebut dilahirkan pada tahu yang kesekian kesekian.Akhirnya setelah diramal maka fir’aun melakukan sensus dengan mengirim pasukannya untuk mendata wanita2 yang hamil.Disebutkan bahwa Ibunya Nabi musa ketika hamil tidak begitu kelihatan.Jika anak yang lahir adalah laki-laki maka ia langsung dibunuh, tetapi jika anak perempuan dibiarkan hidup.Nabi Musa ‘Alaihissalam sebelum dilepaskan di sungai nil beliau disusui dulu karena ada manfaat dibalik itu.Diambillah Nabi Musa oleh istri Fir’aunSetelah dibuka Fir’aun memerintahkan anak ini dibunuh. Maka Asiyah berkata “wahai fir’aun anak ini akan menyenangkan kita jangan kau bunuh dia, bisa jadi dia membawa kebahagiaan. Maka fir’aun pun mengalah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Al Anbiya

1️⃣ Ikutilah jalan para nabi, yaitu berdakwah yang dimulai dengan mengenalkan orang kepada Allah subhaanahu wata'ala dan membantu mereka mencintai-Nya2️⃣ Seorang mukmin taat pada orang lain hanya bila perintah tsb. tidak mengandung maksiat Allah3️⃣ Seorang mukmin tidak akan pernah lepas dari ujian selama hidup di dunia, antara dengan bentuk nikmat (apakah akan disyukuri) atau cobaan (apakah akan disabari)

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →