📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #6

Catatan KajianTalbis iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) - Ust Dr. Firanda Andirja M.A (YouTube channel @FirandaAndirjaOfficial)Kitab "Talbis Iblis"Ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi rahimahullaah Ta'ala Talbis Iblis dalam Urusan Niat, Takbir, dan Sumpah Was-was * Pengulangan lafal niat secara lisan karena ragu merupakan gangguan iblis, sebab niat di dalam hati tidak batal hanya karena salah ucap. * Mengulang-ulang Takbiratul Ihram merupakan jebakan setan agar seorang hamba kehilangan keutamaan di awal Sholat bersama imam. * Bersumpah ekstrem seperti ingin menceraikan istri atau menyedekahkan seluruh harta agar tidak mengulang takbir lahir dari kebodohan, karena syariat Islam itu mudah. * Kisah Abu Hazim yang menepis bisikan iblis tentang dirinya belum berwudhu dengan menegaskan bahwa iblis tidak mungkin memberikan nasihat yang tulus. * Niat sudah ada sejak seseorang berdiri dan melangkah untuk Sholat fardhu, sehingga tidak perlu memaksakan uraian lafal panjang bersamaan dengan Takbiratul Ihram.Hakikat Niat Secara Akal dan Syariat (Kisah Ibnu Aqil) * Ibnu Aqil menegur keras orang yang was-was telah membasuh anggota wudhu dan takbir dengan menyebut Sholat tidak wajib baginya, karena orang gila diangkat pena syariat darinya. * Niat bersifat spontan dan tidak rumit, analoginya seperti seseorang yang langsung berdiri saat melihat orang alim tanpa perlu melafalkan niat berdirinya. * Gambaran utuh mengenai Sholat fardhu sudah otomatis terkumpul di dalam hati dalam satu waktu yang singkat tanpa perlu diurai lewat kalimat yang panjang.Ketegasan Para Sahabat terhadap Sikap Berlebih-lebihan (Mutanatti'un) * Abdullah bin Mas'ud menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang paling keras dalam melarang sikap mempersulit diri melebihi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. * Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan tokoh yang paling mengkhawatirkan munculnya sikap kaku dan berlebihan dalam beragama setelah wafatnya nabi. * Umar bin Khattab dikenal sebagai orang yang paling keras tindakannya di muka bumi terhadap siapa saja yang bersikap berlebih-lebihan tanpa contoh dari nabi.Prioritas Ibadah dan Menghindari Jebakan Prioritas yang Terbalik * Terlalu fokus mengepaskan takbir di awal namun mengabaikan kekhusyukan di sisa rakaat adalah talbis iblis, karena takbir hanyalah pintu masuk Sholat. * Makmum masbuk harus mendahulukan hal yang wajib yaitu membaca Al-Fatihah, bukan malah menyibukkan diri dengan doa istiftah atau taawudz yang hukumnya Sunnah. * Kisah masa kecil Ibnu Jauzi yang ditegur gurunya, Abu Bakar Ad-Dinavari, agar selalu menyibukkan diri dengan perkara wajib dan meninggalkan yang Sunnah jika waktu sempit.Larangan Menyelisihi Sunnah Atas Alasan Kondisi Pribadi * Mundur ke saf belakang karena alasan pribadi seperti takut terjangkit penyakit riya, adalah keliru, karena Sunnahnya adalah mengejar saf pertama sambil melawan riya,. * Menolak bersedekap karena takut dituduh sok khusyuk menyalahi Sunnah nabi yang bahkan pernah membetulkan langsung posisi tangan Ibnu Mas'ud yang terbalik. * Patokan utama dalam beragama adalah dalil sahih dari wahyu, bukan pendapat atau amalan individu figur saleh karena ulama tidak maksum.Berlebihan dalam Makharijul Huruf dan Tajwid saat Sholat * Memaksakan makhraj huruf secara ekstrem hingga mengulang kata atau membuat air liur memercik keluar saat membaca huruf Dhad dapat merusak aturan Sholat. * Fokus berlebihan pada urusan teknis tajwid lahiriah membuat pikiran seseorang melalaikan esensi utama Al-Qur'an yaitu merenungkan makna mendalam ayat.Mengatur Ritme Ibadah Sesuai Hak Tubuh (Menepis Was-was Sholat Malam) * Mengeraskan suara Sholat Sunnah di siang hari untuk mengusir kantuk menyalahi Sunnah sirr, karena jalan keluar yang syar'i saat mengantuk berat adalah tidur. * Begadang semalam suntuk untuk tahajud namun akhirnya ketiduran dan melewatkan Sholat Subuh berjamaah adalah kesalahan besar dalam skala prioritas. * Husain Al-Qazwini yang mondar-mandir di siang hari agar tidak tertidur dikritik sebagai bentuk kebodohan karena tubuh memiliki hak untuk diistirahatkan. * Nabi memerintahkan mencopot tali gantungan Sholat milik Zainab dan bersabda agar seseorang Sholat di kala bugar serta dipersilakan duduk jika lelah. * Pola Sholat malam paling ideal adalah meneladani Nabi Daud yang tidur setengah malam pertama, Sholat sepertiga malam, dan tidur lagi seperenam malam terakhir. * Riwayat ulama salaf yang kuat beribadah semalam suntuk dilakukan secara bertahap, dibantu tidur siang (qailulah), serta porsi makan yang sedikit.Fitnah Mempublikasikan Amal Saleh (Riya, dan Ghibah secara Halus) * Memuji muadzin yang azan tepat waktu agar orang lain paham bahwa dirinya terjaga untuk Sholat malam termasuk bentuk riya, yang samar atau malu-malu. * Menyindir orang lain yang selalu terlambat Sholat Subuh merupakan perpaduan antara riya, memuji diri sendiri secara tidak langsung dan perbuatan ghibah. * Menceritakan amalan secara sukarela dapat memindahkan catatan pahala dari kategori amal rahasia yang tersembunyi menjadi amal yang tampak di permukaan.Jebakan Beribadah di Depan Publik dan Menyembunyikan Tangisan * Menjadi lebih bersemangat beribadah karena jamaah mengikuti di belakang dan ingin mendengarkan pujian manusia termasuk racun kepopuleran yang dimasukkan iblis. * Sebaik-baik Sholat seseorang adalah di rumahnya kecuali untuk Sholat fardhu, sebagaimana para salaf yang menyembunyikan Sholat Sunnah mereka dari pandangan orang. * Ibnu Abi Laila akan langsung berpura-pura tidur berbaring apabila ada orang lain yang mendadak masuk ke dalam kamarnya saat ia sedang Sholat. * Alarm internal berupa nafsul lawwamah akan memberikan sinyal di dalam hati sesaat sebelum seseorang terjerumus ke dalam perilaku riya, atau pamer. * Sengaja menampakkan tangisan, dibuat-buat, atau menyewa orang untuk memicu tangisan jemaah dilarang karena membuka pintu riya, lebar-lebar. * Jika seseorang masih mampu menahan tangisannya di depan publik, maka Sunnahnya adalah menahannya atau segera pergi menyamarkannya seperti berpura-pura flu.Kesimpulan * Inti dari kajian ini menegaskan bahwa esensi beragama harus selalu berpatokan pada kemudahan serta dalil sahih yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat. * Segala bentuk sikap ekstrem, was-was, berlebih-lebihan dalam ibadah lahiriah, serta salah dalam menyusun skala prioritas antara amalan wajib dan Sunnah merupakan bentuk tipu daya iblis yang bersumber dari kebodohan terhadap syariat. * Menjaga keikhlasan dengan menutup rapat semua celah riya, dan pamer amalan, serta memenuhi hak tubuh secara proporsional adalah kunci utama agar ibadah tidak rusak dan diterima di sisi Allah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 6

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #5 Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah dalam Ibadah Mereka (Bagian 2)Pemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهKitab:Talbis IblisKarya Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله--- PendahuluanImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa setan tidak selalu menggoda manusia dengan maksiat. Terkadang ia justru masuk melalui pintu ibadah, sehingga seseorang merasa sedang mendekat kepada Allah padahal sebenarnya telah terjatuh dalam kesalahan, waswas, riya, atau sikap berlebihan yang tidak diajarkan syariat.--- 1. Talbis Iblis dalam Niat dan Takbiratul IhramSalah satu bentuk waswas yang sering menimpa ahli ibadah adalah keraguan dalam niat dan takbir.Contohnya: Mengulang-ulang lafaz niat. Mengulang takbir berkali-kali. Merasa niat batal padahal tidak batal.Merasa takbir belum sah padahal sudah sah.Padahal:Niat tempatnya di hati. Niat sudah ada ketika seseorang berdiri untuk salat.Melafalkan niat bukan syarat sah salat. Rasulullah ﷺ dan para sahabat tidak pernah mengulang-ulang niat atau takbir.Imam Ibnu al-Jauzi menegaskan bahwa waswas semacam ini berasal dari kebodohan terhadap syariat dan tipu daya setan.--- 2. Jangan Terlalu Fokus pada Permulaan SalatSebagian orang sangat sibuk memastikan niat dan takbirnya sempurna, namun setelah masuk salat justru lalai dalam kekhusyukan.Padahal:Takbir adalah pintu masuk salat, bukan tujuan salat.Tujuan utama adalah menjalankan seluruh salat dengan benar dan khusyuk, bukan hanya menyempurnakan permulaannya.---3. Mendahulukan yang Wajib daripada yang SunnahDi antara talbis iblis adalah membuat seseorang sibuk dengan amalan sunnah hingga melalaikan yang wajib.Contohnya:Terlambat mengikuti imam karena sibuk membaca doa istiftah. Memaksakan membaca ta'awudz dan doa pembuka padahal imam hampir rukuk.Akibatnya tidak sempat membaca Al-Fatihah.Kaidah penting:Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.---4. Jangan Tinggalkan Sunnah karena Alasan PribadiSebagian orang meninggalkan sunnah dengan alasan menjaga hati.Misalnya: Tidak mau berada di saf pertama karena takut riya.Tidak bersedekap saat salat karena takut dianggap khusyuk.Menjauhi amalan sunnah karena khawatir dipuji.Imam Ibnu al-Jauzi menjelaskan bahwa ini adalah kekeliruan.Yang benar:Tetap menjalankan sunnah.Memperbaiki niat dan hati.Melawan riya, bukan meninggalkan amalan yang diajarkan Nabi ﷺ.---5. Talbis Iblis dalam Bacaan SalatSetan juga menggoda sebagian orang dengan berlebihan dalam makharijul huruf dan tajwid.Akibatnya:Mengulang-ulang bacaan.Terlalu memaksakan pelafalan huruf.Fokus kepada suara dan tajwid.Lalai dari memahami makna ayat.Padahal tujuan utama membaca Al-Qur'an dalam salat adalah:Mengagungkan Allah.Merenungi makna bacaan. Menghadirkan hati.---6. Berlebihan dalam Salat MalamSebagian ahli ibadah terlalu memaksakan diri dalam qiyamul lail.Contohnya:Begadang semalaman. Kurang tidur.Ketiduran hingga terlambat Subuh.Salat Subuh dalam keadaan sangat mengantuk.Kehilangan jamaah Subuh.Padahal:Salat fardu lebih utama daripada salat sunnah.Nabi ﷺ mengajarkan keseimbangan: Beribadah.Beristirahat.Memberikan hak tubuh.Tidak berlebihan.--- 7. Menyembunyikan Amal SalehDi antara talbis iblis yang sangat halus adalah mendorong seseorang untuk menceritakan amal salehnya.Contoh: Memberi isyarat bahwa dirinya salat malam. Memberi isyarat bahwa dirinya selalu hadir di saf pertama. Menunjukkan kesalehan secara tidak langsung.Misalnya berkata:"Tadi malam muazin azan tepat jam sekian."Padahal maksud tersembunyinya adalah menunjukkan bahwa dirinya tidak tidur semalaman.Ini termasuk pintu riya yang sangat halus.--- 8. Amal yang Disembunyikan Lebih UtamaPara salaf sangat menjaga keikhlasan.Di antara contoh mereka: Menyembunyikan salat malam.Menyembunyikan tangisan. Tidak suka diketahui orang sedang beribadah.Mereka khawatir amal yang diketahui manusia akan tercampuri riya dan ujub.Karena itu Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa mampu memiliki amal saleh yang tersembunyi, maka lakukanlah."---9. Talbis Iblis dalam Menampakkan TangisanSebagian orang memperlihatkan tangisan agar dianggap khusyuk.Padahal: Menangis karena takut kepada Allah adalah ibadah yang agung.Namun memperlihatkannya tanpa kebutuhan bisa menjadi pintu riya.Para salaf berusaha: Menahan tangisan di hadapan manusia.Menyembunyikan keadaan hati mereka.Menjaga keikhlasan semaksimal mungkin.--- Pelajaran Penting1. Waswas dalam niat dan takbir berasal dari godaan setan.2. Niat tempatnya di hati dan tidak perlu dipersulit.3. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.4. Jangan meninggalkan sunnah hanya karena takut riya.5. Fokus utama bacaan salat adalah memahami maknanya.6. Salat fardu lebih utama daripada ibadah sunnah.7. Tubuh memiliki hak untuk beristirahat.8. Amal yang tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.9. Riya sering datang melalui cara yang sangat halus.10. Seorang muslim harus selalu mengoreksi niatnya dan menjaga keikhlasan dalam beribadah. KesimpulanImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa setan sering menipu ahli ibadah melalui sikap berlebihan, waswas, salah prioritas, dan riya yang tersembunyi. Karena itu, seorang muslim harus senantiasa menimbang ibadahnya dengan ilmu, mengikuti sunnah Nabi ﷺ, mendahulukan yang wajib, serta menjaga keikhlasan agar amalnya diterima di sisi Allah سبحانه وتعالى.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
N
Nurhasanah nurhasanah

📍 Kota Depok

Talbis iblis day6 terhadap ahli ilmu

pTALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bagian 2)Karya:"Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tipu daya yang diarahkan kepadanya."1. Bangga Dengan Ilmu📖 Talbis iblis membuat seorang penuntut ilmu merasa lebih tinggi daripada orang lain.Tandanya:Meremehkan orang awam.Sulit menerima nasihat.Senang dipuji karena ilmunya.✨ Obatnya: Ingat bahwa ilmu adalah karunia Allah, bukan hasil kemampuan semata.2. Mencari Popularitas📖 Ilmu dijadikan sarana mencari ketenaran, pengikut, dan pujian manusia.Tandanya:Lebih senang dikenal daripada bermanfaat.Sedih ketika tidak diperhatikan.Gembira berlebihan saat dipuji.✨ Obatnya: Perbaiki niat dan perbanyak amal tersembunyi.3. Banyak Bicara, Sedikit Amal📖 Mengetahui kebenaran tetapi lalai mengamalkannya.Tandanya:Rajin menasihati orang lain.Lalai memperbaiki diri sendiri.✨ Obatnya: Jadikan setiap ilmu sebagai dorongan untuk beramal.4. Gemar Berdebat📖 Talbis iblis membuat ilmu digunakan untuk mengalahkan lawan, bukan mencari kebenaran.Tandanya:Ingin menang dalam diskusi.Sulit mengakui kesalahan.✨ Obatnya: Utamakan kebenaran daripada kemenangan.5. Merasa Aman Dari Penyimpangan📖 Merasa dirinya sudah cukup berilmu sehingga tidak mungkin tergelincir.Tandanya:Kurang introspeksi.Tidak takut terhadap fitnah syubhat.✨ Obatnya: Perbanyak doa agar diteguhkan di atas hidayah.Pesan Penutup⚠️ Ilmu yang tidak disertai keikhlasan dan amal dapat menjadi pintu talbis iblis.✅ Ikhlaskan niat✅ Amalkan ilmu✅ Rendahkan hati✅ Perbanyak doa dan istighfar"Semakin berilmu seseorang, semakin ia menyadari betapa banyak yang belum diketahuinya."

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis #6 Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bagian 2)

Tablis Iblis terhadap niat sholat. Mengulang-ulang niat karna ragu, mengulang Takbir saat Imam rukuk, timbul was was. Ibn Jauzi: *Niatmu sudah ada, tempatnya adalah dalam hati.Salah prioritas, mendahulukan yg sunnah, melalaikan yg wajib. Meninggalkan sunnah karna perasaan was was. Menghindari saf pertama karna takut riya. Menghindari riya harusnya dengan memperbaiki niat dan mempelajari ilmunya. Kebenaran dan ibadah adalah yang mengikuti dalil bukan mengikuti perasaan maupun perkataan orang shaleh yang dipercayai.Berlebihan dalam Tajwid dan makhroj. Iblis menggoda dalam mentahqiq dan tasydid. Dan iblis membuat melebih-lebihkan dalam tajwid sehingga manusia lalai dg makna ayat yg dibaca dalam sholat.Iblis menggoda dalam berlebih-lebihan dalam sholat. Memaksakan ibadah tp lalai atas hak tubuh untuk istirahat. Menjalankan yg sunnah hingga lalai pada saat menjalankan yg wajib. Menceritakan amal soleh. Mengumbar ibadah dengan riya halus, tanpa disadari. Amal yang tersembunyi lebih baik dari yang ditampakkan. Diantara para salaf, mereka menyembunyikan ibadahnya untuk menjaga diri dari riya.Hendaknya kita menjaga keikhlasan dalam beribadah. Memperbanyak amal yang tidak diketahui oleh manusia. Karna amal yang tersembunyi lebih dekat dari keikhlasan. Dan keikhlasan merupakan benteng utama dari Talbis iblis.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

TALBIS iblis #6

TALBIS IBLIS #6TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag-2)Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.A🍄 Talbis iblis dalam niat shalat☘️Diantar mereka ada yg berkata : saya niat shalat ini, kemudian mengulangi lagi berkali-kali, dia menyangka niatnya telah dibatalkan padahal niat itu tidak terbatalkan.Hurufnya tidak perlu ragu-ragu karena niat telah Syah dengan niat yang benar.☘️Diantara mereka ada yang takbir dan dibatalkan lagi, dan diulangi lagi takbir nya.Ini semua digoda iblis agar dia luput dari keutamaan takbiratul ihram☘️Diantara mereka ada yg bersumpah dg nama Allah : demi Allah aku akan bertakbir sekali ini aja. Karena sering diulang-ulang maka dia bersumpah karena saking was-was nya.Ada yg bersumpah : kalau saya ulangi takbir semua harta saya tinggalkanAda yg bersumpah:kalau saya takbir saya ceraikan istri sayaIni semua adalah talbis dari iblis.Syariat kita mudah,ringan,selamat dari segala kekurangan-Kekurangan iniTidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabat dari hal-hal seperti iniUntuk menghilangkan talbis ini,kerancuan ini dari orang yang terkena was-was maka dikatakan kepadanya : kalau tujuanmu menghadirkan niat,sehingga dilakukan berkali-kali ,padahal niatnya sudah ada.karena tadi sudah berdiri hendak menjalankan shalat,berarti itu sudah niat dan tempatnya adalah di hati bukan di lafadz.mengulangi untuk melafadzkan niat itu tidak wajibRiwayat dari Ibnu Aqil :“Wahai Ibnu Aqil,sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu,kemudian aku berkata, aku belum basuh,padahal saya sudah basuh,tapi saya bilang belum basuh. Aku sudah bertakbir,lalu aku bilang aku belum bertakbir.Maka Ibnu Aqil berkata: tidak usah shalat, karena shalat tidak wajib bagimuMaka sebagian orang bertanya kepada Ibnu Aqil : bagaimana shalat itu tidak wajib baginya?Maka Ibnu Aqil menjawab: Nabi berkata ,bahwa orang gila diangkat pena darinya sampai ia sadar.orang gila tidak wajib shalat.Was-was dalam niat shalat adalah konslet di akal karena kebodohan terhadap syariatJika seseorang berdiri untuk shalat,maka perkara ini sudah tergambarkan dalam jiwanya, untuk merenungkan hal ini tidak butuh waktu yg lama,semua sudah terkumpul dalam satu saat.Imam Jawzi ingin mengingatkan:Tidak perlu merangkai, karena niat itu sudah ada,lafadz-lafadz tidak lazim dan was-was adalah murni kebodohan.Ingin mengumpulkan yang terurai dalam suatu waktu adalah perkara yang mustahil Meskipun dalam hatiNiat boleh didahulukan sebelum takbir dalam waktu yang sebentar selama tidak membatalkan niatnyaAbdullah bin Mas’ud berkata :“Demi zat yang tidak ada sesembahan selain Nya, aku tidak melihat seorangpun yang lebih tegas terhadap orang yang berlebih-Lebihan seperti Rasulullah ﷺ . Aku tidak melihat seorangpun yang paling khawatir terhadap yang berlebih-lebihan seperti Abu bakar. Dan menurutku Umar bin Khatab adalah orang yg paling keras terhadap orang yang berelebih-lebihan dalam beragama”.🍄Talbis iblis seorang sibuk dalam shalat, sementara yang belakangnya tidak diperhatikan.☘️Diantara orang-orang yang terkena was-was, jika dia sudah niat dan takdirnya sudah maka dia tidak perhatikan hal yg selanjutnya.Dan untuk menghilangkan talbis iblis ini, bahwa tujuan kita takbir adalah masuk ke dalam shalat. Tujuan masuk ke dalam ibadah, ketika sudah masuk dalam ibadahnya malah dilalaikan.Shalat itu seperti rumah, jangan sampai hanya sibuk masuk pintu kemudian tidak sibuk dalam isi rumahnya.☘️Diantara orang-orang yang was-was, sibuk melakukan yang sunnah melalaikan yang wajibLawan hatimu dan kerjakan sunnah.Perbaiki hatimu, bukan ikuti hatimu dan meninggalkan sunnahJangan meninggalkan syariat karena perkataan seorang yang diagungkan, karena syariat lebih agung dari perkataannyaBisa jadi memiliki pendapat yg tidak sesuai dengan syariat, karena hadits belum sampai kepadanya.Imam Jawzi ingin menyampaikan bahwa:Yang jadi patokan adalah dalil, jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan menyelisihi sunah mungkin hadits tidak sampai kepadanya, maka yg kita jadikan dalil adalah syariat.Keluar dari undang-undang ibadahUndang-undang ibadah adalah : mengagungkan Allah ﷻ ,menjalankan ibadah dg khusuk☘️Iblis menggoda orang yang shalat dalam makhrajul huruf ( tajwid)Dengan dia mengulang-ngulang bacaannya berarti dia keluar dari aturan shalat.Iblis menggoda dengan tasydid nya kurang tekan. Iblis membuat mereka keluar dari aturan shalat dalam mentarkhikkan huruf tersebut.Iblis menggoda banyak orang dari kalangan ahli ibadah yang bodoh, dan akhirnya mereka kurang dalam melakukan perkara-perkara wajib dalam ibadah yg di lakukan dan mereka tidak sadar.☘️iblis menggoda dengan memanjang-manjangkan shalat namun meninggalkan perkara sunnah dalam shalat karena melakukan perkara yang makruh dalam shalat.🍄iblis telah memberi tipu muslihat kepada sebagian ahli ibadah , mereka memperbanyak shalat malam dan diantara mereka ada yang bergadang semalam suntuk. Senang mereka melebihi dari pada melakukan shalat fardu. Kemudian sebelum subuh dia ketiduran akhirnya shalat fardunya tertunda.Sabda Rasulullah ﷺ :“ hendaknya kalian mengikuti petunjuk Nabi yang tengah, siapa yg berlebihan dalam agama dia akan terdominasi”Sebaik-baiknya shalat adalah shalat Nabi DaudFitnah menceritakan amal saleh☘️Sesungguhnya iblis telah menipu,memperdaya sekelompok orang yg ahli shalat malamDi siang hari mereka ceritakan kalau mereka shalat malam, tapi terkadang cerita nya tidak langsung caranya halus.Seseorang berkata :’subhnallah si Fulan tadi malam azan ya pas waktu’ ,agar orang yang mendengar tahu bahwa dia tidak tidur.Maka orang yang seperti ini, telah memindahkan catatan amalnya dari amalan yang tersembunyi menuju amalan yang terlihatkan/terceritakan.Pahala amalan yg tersembunyi dengan amalan yg terlihat tentunya berbeda.Allah berfirman, QS.Al Baqarah : 271 jika kamu bersedekah dan diperlihatkan, jika itu ikhlas maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikan maka itu lebih baik bagimu.Nabi ﷺ bersabda :“Siapa yg mampu diantara kalian punya amalan soleh yg tersembunyi maka lakukanlah”.🍄Setan memberi tipu daya kepada sebagian orang yg shalatnya bersendirian  di masjid untuk beribadah, maka dikenal lah si Fulan. Maka orang-orang pun datang untuk mengikutinya. Akhirnya kelompok orang ini terkenal. Ini adalah salah satu racun yg dimasukkan iblis. Karena hal ini orang-orang senang dg dia dan memujinya , maka dia jadi semangat beribadah .Dari Zaid bin thabith, Rasulullah bersabda :“ sebaiknya shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardu”🍄Setan menggoda sebagian ahli ibadah, mereka menangis sementara Orang-orang di sekeliling mereka (nangis di depan banyak orang)Siapa yang mampu menyembunyikan tangisnya, kemudian dia malah nampakkan, sesungguhnya dia telah memaparkan dirinya pada riya.Seseorang harus hati-hati, karena setan bisa menggoda dalam banyak hal, tutup segala pintu riya  dan sinyal-sinyal tersebut.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 6

TALBIS IBLIS 6Tipu Daya Iblis terhadap Ahli IbadahPemateri:Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.✦ Pengertian Talbis IblisTalbis Iblis adalah tipu daya setan yang membuat seseorang merasa sedang beribadah dengan benar, padahal tanpa disadari telah menyelisihi tuntunan syariat.🌿 Bentuk-Bentuk Talbis IblisWaswas dalam Niat dan Takbir• Mengulang-ulang niat atau takbir karena ragu.• Niat adalah amalan hati, tidak perlu dipersulit.📖 “Sesungguhnya agama itu mudah.” (HR. Bukhari)Salah Menempatkan Prioritas• Sibuk dengan amalan sunnah namun melalaikan yang wajib.• Wajib harus didahulukan daripada sunnah.Meninggalkan Sunnah karena Perasaan• Menolak saf pertama atau amal sunnah karena takut riya.• Kebenaran diukur dengan dalil, bukan perasaan.Berlebihan dalam Tajwid dan Makhraj• Terlalu fokus pada pelafalan hingga kehilangan kekhusyukan.• Tujuan membaca Al-Qur’an adalah memahami dan mentadabburi maknanya.📖 QS. Al-Muzzammil: 4Pola Ibadah yang Tidak Sesuai Sunnah• Memaksakan ibadah hingga melalaikan hak tubuh.• Islam mengajarkan keseimbangan.📖 “Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu.” (HR. Bukhari)Menceritakan Amal Saleh• Pamer halus dapat merusak keikhlasan.• Amal tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.📖 QS. Al-Baqarah: 271Menjaga Keikhlasan• Perbanyak amal yang tidak diketahui manusia.• Jangan mencari pujian dalam ibadah.📖 QS. Al-Bayyinah: 5✨ Hikmah Kajian✓ Setan sering menipu ahli ibadah melalui waswas dan sikap berlebihan.✓ Dahulukan amalan wajib daripada sunnah.✓ Ikuti dalil, bukan perasaan.✓ Islam adalah agama yang seimbang.✓ Keikhlasan adalah benteng utama dari tipu daya iblis.🌸 KesimpulanTipu daya iblis terhadap ahli ibadah sering muncul melalui waswas, berlebihan dalam ibadah, salah prioritas, dan rusaknya keikhlasan. Seorang muslim hendaknya beribadah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah serta menjaga keikhlasan agar amalnya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Instagram: @tendrinovitaa@komunitas.beekind#jejakcahaya

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 2)

Talbis iblis #6Ustadz Firanda AndirjaTalbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 2)5. Talbis iblis terhadap niat sholatMereka menyangka batal niat dengan mengulang2 utk mengucapkan niat harusnya tidak usah ragu.Mengulang ulang takbir karena ragu ketika imam rukuk dia takbir lalu langsung rukuk  sehingga dia kehilangan keutamaan awal sholat berjamaahBersumpah dengan nama  Allah utk bertakbir hanya sekali karena was wasnyaRiwayat dari Abu Hasyim ketika masuk mesjid tiba2 iblis membisikan“Wahai Abu Hasyim sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu”Dia menjawab “sejak kapan nasehatmu sampai seperti ini wahai iblis”Untuk menghilangkan talbis ini maka jika tujuanmu menghadirkan niat,niatmu sudah ada dihati karena  tadi sudah berdiri melaksanakan sholat fardhu,tapi kalo maksudnya mengulangi karena ingin memperbaiki lafal maka melafalkan niat tidak wajib.Diriwayatkan dari Ibnu AqilAda seorang ulama bertemu denganya dan bertanya“sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu tapi perasaan belom membasuhnya,aku bertakbir tapi perasaanku belum bertakbir”Maka Ibnun Aqil berkata“Kalo begitu tidak perlu sholat karena sholat tidak wajib baginya”Maka sebagian orang bertanya kepada Ibnu Aqil“Kenapa sholat tidak wajib baginya?”Ibnu Aqil menjawab“ nabi berkata bahwasanya orang gila diangkat pena baginya sampai dia sadar”Ibnul Jauzy mengatakanKetahuilah was was niat dalam sholat disebabkan ada konslet dalam akal karena kebodohan dalam syariat.Niat sholat tidak perlu waktu lama cukup terlintas sekilas dalam hati maka itu sudah niat yang sah (menguraikan dalam satu waktu)Dan boleh niat didahulukan sebelum takbir selama belom dibatalkanDari Mis’ar berkata telah mengeluarkan kepadaku suatu kitab tulisan hadist catatan bapaknya dan didalamnya tertulis berkata Abdullah bin Mas’ud“Demi dzat yang tidak ada sembahan selain Nya,aku tidak melihat seseorang lebih tegas terhadap orang yang melebih2an selain Rasululloh,aku tidak melihat seorangpu yang paling khawatir terhadap orang yang berlebih2an selain Abu Bakar dan menurutku Umar Bin Khattab adalah orang yang palling keras terhadap orang yg berlebih2an dalam beragama”Sebagian orang yang kena was2 dia merasa niat dan takbirnya sudah pas,dia tidak memperhatikan yang selanjutnya.Cara menghilangkanya bahwa masuk takbir adalah masuk kedalam sholat6. Talbis iblis terhadap sibuk yang sunnah sehingga meninggalkan yang wajibIbnul Jauzy menceritakan ketika masih kecil pernah sholat dibelakang gurunya Abu Bakar Addainuri ali fakih dia melihat Aljauzy terlambat dan tetap membaca iftitah dan taawuz dan beliau berkata“Wahai anakku Sesungguhnya ahli fiqih berselisih membaca alfatihah dibelakang imam tapi mereka tidak berselisih bahwa doa iftitah adalah sunnah maka sibukanlah yang wajib dari pada yang sunnah”7. Tablis iblis kepada sebagian orang meninggalkan sunnah nabi karena perkara2 yang menimpanyaSeperti sengaja tidak dishaf pertama karena takut riya,menbedakan gerakan sholat karena menyangka akan khusu dengan gerakan yg dia lakukan.Dari hadist Bukhari Muslim rasululloh bersabda“Seandainya manusia tau keutamaan menjawab adzan,keutaman dishaf pertama kemudian mereka tidak bisa melakukanya kecuali dengan qur’ah undian tentu mereka akan melakukan undian”Dikatakan kepada Imam Ahmad Bin hambal“Wahai Imam ahmad sesungguhnya Ibnul Mubarak mengatakan demikian demikian”Maka Imam Ahmad membantah“ sesungguhnya Ibnul Mubarok tidak turun dari langit”Artinya dia bisa salah bisa benar.dikatakan kepada ibrahim bin Azham tentang sesuatu maka dia mengatakan“ kalian telah datang kepadaku tentang jalan2 kecil hendaknya kalian mengikuti jalan yang besar maka jangan sampai meninggalkan perkara syariat karena perkataan seorang yang kau agungkan karena syariat lebih agung dari perkataanya,dan orang bisa salah dalam menafsirkan atau bisa jadi dia berpendapat tidak sesuai syariat karena hadist belom sampai kepadanya”Ini mengatakan yang dijadikan pedoman adalah dalil bukan perkataan ulama karena ulama bukanlah maksum8. Talbis terhadap terlalu memperhatikan makhrojul huruf dalam sholat sehingga mengulang2 sholatnya yang penting sudah terpenuhi pelafasan hurufnya dan melalaikan makna ayat.9.Talbis iblis terhadap orang yang menganggap ibadahnya hanya sekedar gerakan sehingga mereka melakukan kekurangan dalam perkara wajib.Contohnya tidak menyelesaikan bacaan tasyawud  karena melihat imam sudah salam.10.Talbis iblis untuk mamanjang2kan sholat dengan meninggalkan perkara yang sunnah dalam sholat bahkan melakukan perkara2 yang makruhDisunnahkan membaca bacaan disholat siang dengan pelan (shir)11. Talbis iblis terhadap perkara sunnah namun lalai dengan perkara wajibseperti rajin sholat malam namun ketinggalan sholat subuh atau lalai sholat fardhu.Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata:Nabi ﷺ masuk ke masjid, lalu beliau melihat ada seutas tali yang terbentang di antara dua tiang. Beliau bertanya:“Tali apa ini?”Mereka menjawab:“Ini milik Zainab. Jika ia merasa lelah (saat shalat malam), ia berpegangan padanya.”Maka Nabi ﷺ bersabda:“Lepaskan tali itu! Hendaklah salah seorang dari kalian shalat selama ia masih bersemangat. Jika ia lelah atau mengantuk, hendaklah ia duduk (atau beristirahat).”(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)12.Talbis iblis menceritakan amal solehsungguh iblis telah menipu sekelompok orang yang hobi sholat malam dan disiang hari mereka menceritakan dengan cara halus atau tidak langsung  sehingga dia memindahkan amalan tersembunyi menjadi terang2an yang pahala pasti berbeda13.Talbis iblis terhadap orang yang membaca alquranSetan memberi tipu daya  yang bersendirian sholat dimesjid dengan tujuan agar dikenal orang sehingga dia menjadi bersemangat beribadahDari Zaid bin Tsabit nabi bersabda“Sebaik baik sholat seseorang adalah dirumahnya kecuali sholat fardhu”Amir Bin Qoish tidak suka orang melihatnya sholat jadi dia tidak sholat sunnah dimesjid maka disebutkan dia sholat sehari 1000 rakaat14. Talbis iblis  kepada orang untuk menangis sementara banyak orang disekililing merekasiapa yang mampu menahan tangisnya kemudian dia nampakan maka dia memaparkan dirinya pada riya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 hari lalu
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG AHLI ILMU bagian ke 2 Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.A

Materi ke 6TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG AHLI ILMU bagian ke 2Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.Aبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِLanjutan bahasan kita dari kitab Talbis Iblis, yaitu tipu daya, tipu muslihat iblis yang menjadikan ibadah kita terganggu.Berkata Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala:"Wa min dzalika talbiisuhum fii niyyatishalat."Ini sudah kita singgung. Kata beliau, di antaranya tipu daya muslihat iblis dalam masalah niat salat. Di antara mereka, yaitu orang yang salat, ada yang berkata, "Usholli sholata kadza" (Saya berniat salat ini), kemudian dia mengulangi lagi. Dia menyangka bahwasanya niatnya telah dia batalkan, sehingga dia ulangi lagi, "Usholli." Entar lagi, dia lagi, "Usholli" lagi.Dia menyangka niatnya telah dia batalkan, padahal niat itu tidak terbatalkan. Dia sudah niat, niat itu tidak batal, walaupun yang tidak pas, tapi niat dia sudah salat, sudah ada.Dia mengatakan, misal dia niat salat Zuhur, kemudian ketika dia ucapkan mungkin salah, "Usholli sholattaz Zuhri..." salah ngomong, "Aduh, kayaknya salah ini," padahal tidak salah. Dia hanya lafalnya yang apa? Keliru, tapi niatnya tidak terbatalkan. Harusnya, dia tidak perlu ragu-ragu karena salatnya sudah sah dengan niat yang benar.Wa minhum man yukabbir tsumma yanqudh. Di antara mereka ada yang bertakbir, "Allahu Akbar," kemudian batalin lagi. Ulangi lagi, "Allahu Akbar tsumma yukabbir," ulangi lagi takbir, kemudian yanqudh, kemudian batalin lagi. Dia ulang-ulang terus. Faidza raka'al imam, ketika imam "Allahu Akbar" rukuk, kabbaral muwaswas wa raka'a ma'ahu. Tiba-tiba dia takbir, langsung dia ikut apa? Rukuk, ya. Tadinya ragu-ragu, batal-batal, ketika imam rukuk, tiba-tiba dia bisa konsen, ya, karena takut ketinggalan apa? Rakaat.Fa ya laita syi'ri manil ladzi ahdharon niyyata hiina idzin? Kabarkanlah kepadaku, kok apa yang bisa bikin dia tiba-tiba niatnya hadir? Kok sebelumnya dia ragu, diulang-ulang, ketika imam sudah rukuk, tiba-tiba dia bisa hadirkan niat? Wa ma dzalika illa lianna ibliis arroda an yufawwatahul fadhilah. Itu semua digodaan iblis agar iblis ingin dia luputkan dari keutamaan, yaitu keutamaan takbiratul ihram, keutamaan apa namanya, di awal salat, dan yang lainnya.Wa fil muwaswasiin, dan di antara orang-orang yang terkena was-was, ada yang bersumpah dengan nama Allah, "La kabbartu ghairo hadzihil marroh." Demi Allah, aku tidak akan takbir cuma sekali ini aja. Dia karena sering ulang-ulang, dia bersumpah, "Ya Allah, saya mau takbir sekali aja," karena saking was-was, supaya dia tidak ulang-ulang.Wa fiihim man yahlif billahi bil khuruuji min maalihi. Ada yang bersumpah, "Kalau saya ulangi takbir, semua harta saya tinggalkan," supaya dia kokoh dalam apa? Takbir cuma sekali. Aw bith tholaq, ada yang bertakbir, "Kalau saya ulangi takbir, saya ceraikan istri saya." Subhanallah. Wa hadzihi kulluha talbiisatu ibliis, ini semua adalah talbis dari iblis. Kenapa susahkan diri?Wasy syari'atu samhatun sahlatun saliimatun min hadzihil afat, dan syariat kita mudah, ringan, selamat dari segala kekurangan-kekurangan ini. Wa ma jaro li Rasulillahi shallallahu 'alaihi wa sallam wa la li ashhabihi syai'un min hadza, dan tidak pernah terjadi pada Nabi, tidak pernah dilakukan oleh Nabi, tidak pernah dilakukan oleh para sahabat sama sekali dari hal-hal seperti ini.Wa qod balaghona 'an Abi Hazim annahu dakholal masjid, telah sampai kepada kami riwayat dari Abu Hazim rahimahullahu ta'ala, dia masuk masjid. Fa waswasa ilaihi ibliis annaka tusholli bi ghoiri wudhu', maka ketika dia masuk masjid, tiba-tiba iblis kasih was-was, bisikan, "Wahai Abu Hazim, sesungguhnya kau salat tanpa wudhu. Kau salat tanpa wudhu." Maka dia menjawab iblis, dia berkata, "Ma balagho nush'uka ila hadza." Sejak kapan kau nasihatmu sampai seperti ini, wahai iblis? Ini semua tipuan, tidak ada iblis mau kasih apa? Nasihat. Artinya dia menepis itu semua dengan mengatakan, sejak kapan iblis mau kasih nasihat sampai nasihat saya bahwasanya salat saya belum di atas apa? Wudhu.Maka, kasyfu hadzat talbiis an yuqollil muwaswas awil muwaswis, ya, dan untuk menghilangkan talbis ini, kerancuan ini dari orang yang terkena was-was, maka dikatakan kepadanya, kalau tujuanmu adalah menghadirkan niat, sehingga kau ulang-ulang "Allahu Akbar, Allahu Akbar, usholli fardhal zuhri, usholli fardhal..." Tujuan menghadirkan niat, fanniyyatu hadhiroh, niatmu sudah ada. Siapa yang mau kau ulang-ulangi buat apa? Niatmu sudah ada. Liannakum kumta litu'addiyal faridhah, karena kau tadi berdiri hendak menjalankan salat fardu. Wa hadzihi hiyan niyyah, keinginanmu untuk salat itulah sudah niat. Wa mahalluhal qalbu lal lafzhu, dan tempatnya adalah di hati, bukan di lafal, bukan di lafal.In kunta turiidu tash-hiihal lafzhi fal lafzhu laa yajib, tapi kalau maksudnya kau ulangi lagi, "Usholli fardhal... Allahu Akbar..." Kau ulang-ulangi untuk memperbaiki lafalmu, ingatlah melafalkan niat tidak wa... tidak wajib. Tsumma qod qultahu shohiihan, dan kau sudah benar ucapannya, kenapa diulangi lagi? Pertama, lafal melafalkan niat tidak wajib, yang kedua, kau sudah ucapkan benar, ngapain diulang lagi? Fa ma wajhul i'adah? Kenapa diulangi lagi? A fa taroka tadzhunnu wa qod qulta innaka ma qulta? Haadza marodh. Apakah kau menyangka bahwasanya engkau telah mengucapkan, bahwasanya kau tidak mengucapkan, apa yang sudah kau ucapkan kau anggap belum kau ucapkan? Ini hanyalah penyakit. Kau sudah ucapkan tapi kau merasa belum mengucapkan, berarti kau apa? Sa... sakit.Al-Imam Ibnul Jauzi berkata, sebagian guru kami telah meriwayatkan dari Ibnu Aqil sebuah hikayat yang menakjubkan. Ada seorang bertemu dengan dia, dengan ulama yang namanya Ibnu Aqil, kemudian orang ini bertanya, "Wahai Ibnu Aqil, sesungguhnya aku telah membasuh, ya, anggota wudhu misalnya, kemudian aku berkata, 'Aku belum basuh.' Jadi wudhu saya sudah basuh, tapi perasaan saya, saya sudah basuh tapi saya bilang saya belum apa? Basuh. Wa ukabbir wa aqulu ma kabbartu, aku sudah bertakbir, terus aku bilang saya belum bertakbir." Maka Ibnu Aqil berkata, "Da'is sholah, kalau begitu enggak usah salat. Kalau begitu kamu enggak usah apa? Salat. Fa innaha ma tajibu 'alaik, karena salat tidak wajib bagimu, enggak usah salat."Maka, qoolal qaumun li Ibni 'Aqil, maka sebagian orang bertanya kepada Ibnu Aqil, "Kaifa taqulu hadza? Bagaimana kau bilang salat tidak wajib bagi dia?" Maka Ibnu Aqil menjawab, Nabi berkata sallallahu 'alaihi wa sallam, "Rufi'al qolamu 'anil majnuun hatta yufiiq," bahwasanya orang gila diangkat pena darinya sampai dia sadar. Siapa yang bertakbir kemudian dia bilang saya belum bertakbir, maka dia tidak berakal. Ini orang gila, enggak wajib apa? Salat. Wal majnuun laa tajibu 'alaihis sholah, orang gila tidak wajib salat. Jadi, sudah takbir bilang belum, sudah basuh bilang apa? Belum. Sudah bilang ini, seperti ini, was-wasah, kasihan orang terkena penyakit seperti ini.Kemudian Ibnul Jauzi berkata, wa'lam annal waswasata fii niyyati sholah sababuha khobalan fil 'aql, ketahuilah bahwasanya was-wasah dalam niat salat adalah sebabnya adalah ada korslet di mana? Di akal, karena kebodohan terhadap syariat. Dan sebagaimana diketahui, jika ada seorang kemudian datang seorang alim masuk, lantas kemudian dia berdiri untuk menyambut orang alim tersebut, ya, menyambut menuju orang alim tersebut, ya, kemudian dia berkata, "Nawaitu an antashiba qoo'iman lidukhuuli hadzal 'alim li'ajli 'ilmihi," kemudian dia berkata, "Aku berniat berdiri untuk menyambut orang alim tersebut karena dia memiliki ilmu, muqbilan 'alaihi bi wajhii, dan aku berhadapan menghadap orang tersebut." Maka orang ini pasti dianggap sufiihan fii 'aqlihi, dianggap akalnya enggak, enggak beres. Ya udah, kamu ketemu orang tinggal berdiri aja, ngapain bilang, "Aku berniat untuk berdiri untuk menyambut..." Niatmu sudah dalam, dalam hati.Fa inna hadza qod tushowwiru fii dzihihnihi mundzu ro'al 'alima, karena sebenarnya niat itu sudah ada dalam hatinya ketika dia melihat orang alim tersebut, langsung terdetik dalam dirinya, sudah ada dalam hatinya untuk berdiri menyambut orang alim tersebut, maka tidak perlu dia ucapkan, "Aku berniat untuk berdiri menyambut orang alim tersebut." Maka demikian pula, jika seorang berdiri untuk salat, berdiri menuju salat untuk melaksanakan fardu salat, maka ini perkara yang sudah terdetik dalam, tergambarkan dalam jiwanya dalam satu saat. Saya pengin salat Zuhur, saya pengin salat Asar, sudah jelas. Laa yathuulu zamanuhu, laa yathuulu zamanuhu, untuk merenungkan hal ini, saya niat salat fardu pengin salat subuh, pengin salat zuhur, pengin salat asar, tidak butuh waktu yang lama, sekilas jret pengin salat, selesai. Langsung terbayangkan dalam benak kita salat Zuhur itu empat rakaat, menghadap kiblat, langsung dalam satu waktu sudah selesai.Antum kalau mau pergi ke masjid sini misalnya, pengin salat Magrib, sudah terdetik dalam hati enggak? Antum sudah tahu salat Magrib itu tiga rakaat enggak? Menghadap kiblat enggak? Bakalan jadi makmum enggak? Udah tahu. Enggak perlu antum bilang, "Saya berniat salat Magrib tiga rakaat menghadap kiblat jadi makmum imamnya siapa di masjid," enggak perlu. Karena begitu antum berangkat, antum sudah terdetik, langsung terkumpulkan dalam satu waktu, paham? Tidak perlu diuraikan, sudah terkumpul dalam satu detik, satu, bukan, enggak sampai satu detik. Sudah terdetik, terkumpul dalam satu, satu lahdzoh, satu saat.Innama yathuuluz zamanu nadzmi hadzihil alfazh, yang butuh waktu panjang itu kalau kita uraikan. "Aku berniat, usholli, fardhal zuhri," aku berniat salat Zuhur fardu, salat fardu Zuhur, "arba'a raka'atin," empat rakaat, "mustaqbilal qiblati," menghadap kiblat, "ada'an," ini bukan qadha tapi salat apa, ada', "makmuuman," saya bukan bagi imam tapi sebagai apa, makmum, "lillahi ta'ala." Panjang atau tidak? Panjang, untuk menguraikan ini memang butuh waktu. Tapi kalau dalam hati, langsung. Saya pengin salat Magrib sudah jelas, langsung terbentuk dalam satu waktu, salat Magrib ya tiga rakaat, ya menghadap kiblat, ya sebagai apa, makmum, salatnya bukan qadha, selesai.Wal alfaazhu laa talzam, jadi Ibnul Jauzi ingin mengingatkan, tidak perlu kau merangkai, ini memang butuh waktu. Kalau niat sebentar aja sudah ada. Adapun yang butuh waktu itu adalah merangkai niat yang kau sudah terkumpul, kau uraikan lagi dalam lafal-lafal. Dan lafal-lafal tidak lazim. Wal waswaas jahlun mahdhun, dan was-wasah itu adalah murni kebodohan, murni kebodohan.Wa innal muwaswis yukallifu nafsahu an yahdhuro fii qalbihi dzhuhriyyata wal ada'iyyata wal fardhiyyata fii haalatin waahidatin mufashsholatan bi alfaazhihi wa huwa yuthooli'uha wa dzalika muhaal. Adapun seorang, yang was-was itu kenapa dia jadi bimbang? Karena ketika itu dalam hatinya dia mau hadirkan itu secara terperinci dalam satu waktu. Dia ingin menghadirkan dalam dirinya, "Saya salat Zuhur, fardu, salatnya ada' bukan qadha, sebagai makmum." Dia mau hadirkan dalam satu waktu, itu susah. Maksudnya apa? Dia menghadirkan lafal tersebut dalam satu waktu, susah atau tidak? Susah. Tapi kalau menghadirkan tanpa menguraikan lafal, langsung satu waktu selesai. Yang susah kalau kita menguraikan lafal tersebut, meskipun kita ucapkan dalam lafal atau kita dalam hati, memang susah kalau kita menguraikan, susah. Tapi kalau pengin salat Magrib selesai, saya pengin salat Magrib otomatis Magribnya tiga rakaat. Empat rakaat atau tiga rakaat? Sudah otomatis, saya bilang, "Saya pengin salat Magrib," selesai, tiga rakaat, menghadap kiblat, jadi makmum, salatnya ada', otomatis, enggak perlu diuraikan.Jadi, ingin mengumpulkan yang terurai itu dalam satu waktu, ini perkara yang mustahil, meskipun dalam hati, susah, maka tidak perlu. Walau kallafo nafsahu dzaalika fil qiyaami lil 'aalimi lata'adzdzaro 'alaihi. Kalau dia pengin membebani dirinya untuk menghadirkan hal itu ketika menyambut seorang alim, susah, ya. "Saya berniat berdiri untuk bertemu dengan si alim, alim itu namanya ini, jalannya begini," ah, susah. Tapi kalau pengin berdiri, saat itu sudah bisa. Jadi, Ibnul Jauzi ingin menjelaskan niat itu mudah, tidak sesulit yang dibayangkan, ya.Kemudian beliau mengatakan, tsumma innahu yajuuzu taqdiimuha 'alat takbiri bi zamanin yasiir, dan boleh niat itu didahului sebelum takbir dengan waktu yang sebentar. Ma lam yafsakha, sebelum dia, selama dia tidak membatalkan niatnya. Karena sebagian orang begini, dalam fikih mereka mengatakan, niat adalah rukun salat, dan niat itu harus dihadirkan bersama kepada rukun pertama dalam salat. Seperti misalnya kalau saya, saya berwudhu, rukun pertama wudhu apa? Membasuh apa? Wajah. Membasuh wajah. Cuci tangan semua sunah. Rukun wudhu apa? Membasuh wajah, kemudian kedua tangan, kemudian kepala, kemudian apa? Kaki. Itu rukun wudhu, rukun wudhu. Menurut ulama fikih, atau sebagian ulama fikih, kalau kita mau niat, niat itu pas ketika membasuh rukun yang pertama. Jadi ketika basuh wajah, "Aku berniat wudhu..." harus dihadirkan berbarengan, jadi rukun tersebut, rukun tuTujuan sholat adalah supaya kita semangat,dan apabila kita ngantuk maka diupayakan tidur terlebih dahulu.Tidur memperbaiki kekuatan.Allah berkata:Sebaik2nya sholat adalah sholatnya Nabi DaudShalat shubuh lebih utama daripada sholat malam.Ibnu Jauzi berkata :Para ulama salaf melaksanakan sholat semalam suntuk itu bertahap,tidak langsung bisa seperti itu,sampai mampu.Dan mereka yakin bs sholat subuh secara berjamaah,yg membuat mereka kuat krna di siang hari mereka tidur,dan sedikit makan.Riwayat tentang Rasulullah ﷺ begadang semalam suntuk tdk tidur adalah tdk benarFitnah menceritakan amal sholeh di jaman org butuh validasi amal sholeh:”sungguh iblis telah memperdaya sekelompok orang yg ahli sholat malam,tpi di siang hari mereka ceritakan ttg sholat malam mereka,ceritanya tdk langsung,terkadang salah seorang berkata dengan halus:”si fulan adzan nya tepat waktu,agar orang tau klu si fulan tidak tidur”(Cara riya’ halus),maka cara orang yg seperti ini justru memperlihatkan catatan amal yg tersembunyi menjadi terlihat(pahalanya berbeda)Allah berkata:“Kalau kalian sedekah kemudian kalian perlihatkan ,dan kalian ikhlas maka hal tsb tidak jadi masalah,tapi kalau kalian sembunyikan maka hal tersebut lebih baik”Amal sholeh yg disembunyikan itu lebih baik.Siapa diantara kalian mempunyai kemampuan melakukan amal sholeh tersembunyi maka lakukanlah.Setan menjerumuskan kita untuk riya’ dengan berbagai macam caraSetan melakukan tipu daya kpd yg bersendirian sholat di masjid,maka dikenallah si fulan,maka org2 dtg utk mengikuti sholat di belakang mereka,ini salah satu racun yg dimasukkin iblis,karena hal inilah yg bikin si fulan senang beribadah krna byk org menyukainya.Zain bin tsabit,Rasulullah ﷺ bersabda:Sebaik baiknya orang sholat adalah di rumahnya,kecuali sholat fardhu(kalau bs sholat sunnah dirumah,sholatlah)Para salaf terdahulu sangat menyukai menyembunyikan amalan2 ibadahnya.Allah menciptakan manusia dgn jiwa yg suka mencela.Orang riya’ ketika akn menceritakan ttg amalan ibadahnya nya sesungguh nya tau dia sedang riya’Riya’ itu lezat,maka kalau sudah diberi sinyal maka berhentilah dari hal2 riya’.Setan menggoda sebagian org ahli ibadah,mereka menangis ketika orang mengelilingi merekaIbnu Jauzi berkata:Siapa yg mampu menyembunyikan tangisnya,tp kemudian dia tampakkan,maka khawatir dia terpapar akan keriya’ anAbu wail jika sholat sendiri maka terdengar tangisan isakannyaKarena dalam tangisannya ada riya’Setan bs menggoda dlm banyak hal,maka berhati2lahMaka tutuplah segala bentuk keriya’an

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 hari lalu
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Ringkasan bab 8 Talbis iblis terhadap ahli ilmu

Talbis iblis #5 - bab-8 talbis iblis terhadap ahli ilmu Ustadz Firanda andirja حفظه Iblis menggoda sehingga mengkesankan sesuatu yang buruk itu baik , sehingga akhirnya orang orang melakukannya dalam kondisi menyangka itu adalah kebaikanIbnul Jauzi berkata ketahuilah bahwasanya pintu terbesar yang iblis masuk melalui pinta tersebut untuk menggoda manusia dan kebodohan . Kebodohan adalah suatu sebab iblis masuk menggoda manusia , maka dia masuk untuk menggoda orang² bodoh dengan mudah dengan penuh keamanan tidak sulit menggoda orang² bodoh karena mereka bodoh , dengan kebodohan itulah iblis menggoda .Adapun kalau menggoda orang alim tidak semudah itu , harus curi² dan sedikit² menggoda, kalau orang bodoh lempeng aja gampang tergoda.1. Iblis menggoda ahli ibadah .Sunggu iblis telah banyak menggoda para ahli ibadah karena sedikit ilmu mereka , karena mayoritas ahli ibadah mereka sibuk dengan beribadah sementara mereka tidak berilmu . Talbis yang pertama atau godaan yang pertama Kepada ahli ibadah yaitu mereka lebih suka/mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmu , padahal ilmu itu lebih afdhol daripada amalan² Sunnah. Kata Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala sementara yang dipahami oleh ahli ibadah tersebut namanya amal itu cuman 'amal anggota tubuh , mereka tidak tahu bahwa amal yang sesungguhnya adalah amalan hati . Kita memperoleh amalan hati caranya dengan menuntut ilmu .Beramal tanpa ilmu berbahaya, orang orang nashora sesat gara² beramal tanpa ilmu •Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah, karena sisi yang baik karena menuntut terkait dengan amalan hati , keyakinan, menghilang syuhbat , kemantapan akidah , mengetahui banyak tentang akhirat.`ibadah yang dibangun diatas ilmu itu jauh lebih afdhol, daripada ibadah tanpa ilmu.2. Godaan iblis terkait tentang bersuci Kata Ibnul Jauzi rahimahullah ta'ala diantaranya setan memerintahkan mereka untuk berlama lama di toilet , dan ini hanya merusak hati , seharusnya orang di toilet secukupnya . Diantara talbis iblis orang yang iblis indahkan pada dirinya lebih bagus menggunakan air yang banyak itu lebih bagus padahal cukup kalau najis sudah hilang cukup yang paling maksimal yang paling kuat diantara pendapat² madzhab adalah 7× siraman 3. Masalah wudhu         Diantara mereka digoda oleh iblis tentang masalah niat . Nabi shalallahu alaihi wa salam tidak datang dalam hadist shahih , hadist dhoif pun tidak ada , hadist palsu pun tidak ada , ribuan sahabat tidak Melafazkan niat.4. Godaan setan terkait dengan adzan.        Terlalu nyayi² ketika adzan , sesungguhnya imam Malik dan para ulama lain benci orang yang mengumandangkan adzan dengan terlalu naik turun nadanya . Dengan kebencian yang besar . Karena adzan seperti itu keluar dengan pengAgungan terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala malah mirip nyanyian. 5.  Talbis iblis terkait dalam sholat    Iblis menggoda mereka dengan baju yang mereka gunakan untuk sholat maka ada diantara mereka yang mencuci baju berulang ulang takut najis , kalau baju yang dipakai kemana kemana dia bebas , tapi kalau dipakai untuk sholat dia cuci .#jejakcahaya-Nursafitri

💬 0 komentar📅 6 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
F
fitria bunga yunita

📍 Kota Bogor

Talbis Iblis #5: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 1)

Talbis Iblis #5: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 1) Ustaz Dr. Firanda Andirja Pintu masuk terbesar bagi iblis untuk memperdayakan umat manusia adalah melalui kebodohan atau kejahilan. Seseorang yang rajin beribadah namun tidak dibekali dengan ilmu agama yang mumpuni akan menjadi sasaran empuk bagi tipu daya iblis. Salah satu strategi awal iblis adalah dengan membisikkan anggapan bahwa menuntut ilmu itu tidak penting karena tujuan akhir dari ilmu adalah amal. Padahal, para ulama salaf sepakat bahwa kedudukan ilmu jauh lebih utama daripada sekadar amalan sunnah anggota badan (jawarih), sebab ilmu menuntun amalan hati seperti akidah dan keimanan yang merupakan fondasi utama diterimanya sebuah ibadah.Akibat dari kurangnya ilmu fikih, iblis kemudian menjerumuskan para ahli ibadah ke dalam penyakit waswas saat bersuci (thaharah) dan berwuduk. Iblis membuat seseorang berlama-lama di dalam toilet karena khawatir air kencingnya belum tuntas, atau mengulang-ulang lafaz niat wuduk karena ragu akan keabsahannya. Padahal, syariat Islam menegaskan bahwa tempat niat adalah di dalam hati dan hukum asal air maupun tanah adalah suci selama tidak ada bukti najis yang nyata. Sikap berlebih-lebihan (israf) dalam menggunakan air hingga berwuduk terlalu lama ini justru membuat seseorang melanggar aturan syariat dan berisiko kehilangan waktu utama salat atau tertinggal shalat berjemaah.Selain pada urusan bersuci, talbis iblis juga menyasar urusan azan dan zikir melalui sikap berlebih-lebihan. Iblis mengelabui sebagian orang agar melagukan azan dengan nada yang terlalu mendayu-dayu menyerupai nyanyian, yang justru mengurangi nilai pengagungan kepada Allah. Selain itu, muncul pula perkara baru seperti mencampuradukkan azan dengan zikir atau selawat keras lewat pembesar suara jauh sebelum waktu subuh tiba. Meskipun niatnya terkesan baik untuk membangunkan orang, amalan tanpa dasar sunnah ini justru mendatangkan kemungkaran karena mengganggu ketenteraman orang yang sedang sakit, orang yang ingin tidur, maupun mereka yang sedang khusyuk beribadah di sepertiga malam.Tipu daya iblis ini bahkan bisa membawa seseorang pada pemikiran yang radikal dan ekstrem, seperti golongan Khawarij atau kelompok eksklusif serupa di zaman modern. Karena salah dalam memahami fikih, mereka menjadi sangat berlebihan dalam urusan bersuci (seperti mencuci seluruh rumah hanya karena disentuh orang luar kelompok) dan di saat yang sama dengan mudah mengkafirkan kaum muslimin di luar lingkaran mereka. Ustaz Firanda menegaskan bahwa syariat Islam itu pada hakikatnya mudah dan tidak mempersulit manusia. Segala bentuk waswas dan sikap melampaui batas dalam agama ini hanyalah jebakan iblis yang bertujuan untuk membuang-buang umur manusia secara sia-sia.

💬 0 komentar📅 6 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
E
Eva Siti Lestari

📍 Kabupaten Garut

Godaan Iblis Terhadap Ahli Ibadah

Talbis iblis bagian ke.3Talbis iblis kepada ahli ibadah dalam ibadah ibadahnyaBerkata Al-Imam Ibnul Jauziy rahimahullah:"Ketahuilah bahwa pintu terbesar yang dimasuki Iblis kepada manusia adalah kebodohan. Iblis masuk dalam diri orang-orang bodoh dengan aman. Adapun terhadap orang yang berilmu, Iblis tidak bisa masuk padanya kecuali dengan mencuri-curi jalan".Talbiis Iblis, hal.133Beribadah menyendiri tanpa ilmu berbahaya karena mudah bagi iblis akan menggoda manusia dengan cara yang tidak benar.Berikut Kerancuan yang di berikan iblis kepada ahli ibadah1) Mendahulukan ibadah daripada berilmu padahal ilmu lebih afdhol daripada ibadah , iblis mengesankan dengan berkata apa tujuan ilmu? Yaitu beramal maka tidak usah menuntut ilmu dan cukup beramal saja.Sementara amalan bukan hanya soal anggota badan tapi juga hati, dan amalan hati lebih afdhal daripada amalan luar dan itu tidak akan didapat kecuali dengan menuntut ilmu dimana kita bisa belajar tentang aqidah, iman, sifat Allah, keyakinan tentang ke maha esa an Allah dllAmalan luar jika di dukung amalan hati yang bagus maka akan berbeda hasilnya. Keutamaan ilmu itu lebih baik dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik keberagaman kalian adalah sikap wara' (menjauhi yang haram)." (HR. Tirmidzi).Semangat menuntut ilmu bukan berarti Melalaikan ibadah kita tetap harus beribadah harus tapi ibadah yang di bangun diatas ilmu jauh lebih afdhol daripada ibadah tanpa ilmu yang rawan terjadi penyimpangan.Contoh contoh godaan iblis pada ahli ibadah terkait bersuci 1) belama lama di kamar mandi, Ibnul Jauzi menyebutkan syaitan menggoda mereka agar berlama lama an di toilet, seharusnya secukupnya,diantara mereka ada yang berdiri setelah buang hajat kemudian berjalan kemudian berdehem angkat kaki turun kaki supaya air kencing kluar semua, dia menyangka jika melakukan hal ini akan kluar smua air kencingIni adalah was-was.2)menggunakan air yang banyak untuk menyiram najis , padahal jika najis sudah hilang tidak perlu disiram terus menerus, para ulama menyebutkan paling maksimal 7x siraman.Waswas syaitan dalam masalah wudhu1)ada diantara mereka yang di goda dengan niat, padahal niat tempatnya di hati, melafalkan niat tidak di syariatkan 2)Beberapa orang ada pula yang hendak berwudhu kemudahan melihat dulu airnya, asalnya dari mana dan apakah suci atau terkena najis sehingga terjadi was-was,.padahal hukum asal air adalah suci, ada juga yang banyak menggunakan air , imam Ibnul Jauzi menyebutkan boros dalam air menghabiskan umur/waktu.Padahal perkara yang ingin dicapai orang cerdas adalah waktu, dan yang paling sedikit digunakan dalam beribadah adalah air3)Berlebihan dengan syariat , dia tidak merasa nyaman atau cukup dengan syariat4)Berlama lama dalam berwudhu akhirnya shalat terlambat.Dari Abdullah bin 'Amr radhiallahu'anhu , ia berkata:“Bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam melewati Sa'ad yang sedang berwudhu. Nabi berkata: mengapa engkau boros menggunakan air wahai Sa'ad? Sa'ad menjawab: Apakah dalam wudhu juga terdapat pemborosan wahai Rasulullah? Nabi menjawab: Tentu, bahkan meskipun engkau berwudhu di sungai yang mengalir”.(HR. Ahmad [23/12], Ibnu Majah no.425, disahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).Syariat Islam mudah , jika tidak ada air untuk istinja maka bisa menggunakan batu dengan 3kali gesekan, Jika ada kotoran di sandal Maka di gesek, ini sudah cukup dalam syari'at, mungkun akan ada sisanya namun ini di maafkan.Dari seorang ibu putra Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi shallallahu alaihi wa sallamSesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa memanjangkan (ukuran) pakaianku dan (kadang-kadang) aku berjalan di tempat kotor? maka jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi pernah bersabda "tanah selanjutnya menjadi pembersihnya".HR. Ibnu Majah, Imam Malik dan Tirmidzi2) Godaan syaitan terkait adzan yaitu berlebihan dalam mengumandangkan adzan (terlalu dinyanyikan), karena adzan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah maka tidak boleh cenderung seperti nyanyian, boleh indah tapi jangan terlalu mendayu. Diantara mereka adapula yang mencampur adzan subuh dengan dzikir atau dengan nasihat dan menjadikan adzan tengah tengah sehingga bercampur keduanya antara adzan dan dzikir, para ulama membenci segala sesuatu yang dilebih-lebihkan dalam adzan.Diantara was-was syaitan kepada orang yang shalat adalah ditanamkan keraguan bahwa seolah olah pakaiannya tidak suci dan perlu untuk dicuci.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Materi #5 Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu

‎Materi #5 Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu ‎"Ustadz. Dr. Firanda Andirja, M.A. ‎Talbis Iblis karya Al Imam Ibnu Al-Jauzi, yang menjelaskan tentang tipu daya setan terhadap para ahli ibadah. Pintu utama yang digunakan Iblis untuk menggoda manusia adalah kebodohan.‎Poin-poin Utama dalam Kajian‎1. Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal‎Iblis sering membisikkan agar seseorang langsung beribadah tanpa menuntut ilmu terlebih dahulu. Padahal, amal tanpa dasar ilmu yang benar sangat berbahaya dan rentan menimbulkan penyimpangan.‎2. Tipu Daya dalam Bersuci (Thaharah)‎Iblis menggoda ahli ibadah dengan menjerumuskannya ke dalam was-was (keraguan). Contohnya:‎Berlama-lama di toilet.‎Mengulang-ulang wudhu.‎Merasa air yang digunakan belum cukup suci.‎3. Kesalahan dalam Niat‎Banyak orang terjebak dalam anggapan bahwa niat harus dilafalkan secara berlebihan hingga menimbulkan was-was. Padahal, niat tempatnya di hati dan tidak ada tuntunan untuk melafalkannya dengan keras.‎4. Larangan Berlebih-lebihan (Israf)‎Menggunakan air secara berlebihan saat wudhu atau mandi tidak dibenarkan. Sikap ini membuang waktu dan menyelisihi sunnah Nabi ﷺ yang mengajarkan kesederhanaan dan efisiensi dalam bersuci.‎5. Tipu Daya dalam Azan‎Iblis menggoda dengan:‎Menjadikan azan seperti nyanyian yang mendayu-dayu.‎Menambahkan zikir atau nasihat sebelum dan sesudah azan tanpa tuntunan.‎Mengadakan perkara-perkara baru (muhdats) dalam ibadah.‎6. Masalah Pakaian untuk Salat‎Iblis membisikkan keraguan tentang adanya najis pada pakaian sehingga seseorang mencuci pakaiannya secara berlebihan dan akhirnya terlambat atau bahkan meninggalkan salat berjamaah.‎‎Kesimpulan‎Iblis sangat mudah menjerumuskan orang yang rajin beribadah tetapi tidak dibekali ilmu syar'i yang benar. Karena itu, seorang muslim hendaknya menuntut ilmu terlebih dahulu, lalu beramal sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Dengan demikian, ia akan terhindar dari was-was, sikap berlebihan, dan berbagai tipu daya setan dalam beribadah.‎Inti pesannya:‎"Berpegang teguh kepada ilmu dan sunnah adalah benteng utama dari talbis (tipu daya) Iblis."

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
U
Ulfa Puspitasari

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #5 Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (bag 5)

Talbis Iblis #5: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.ATitik Masuk Godaan Iblis: Kebodohan dan Kurangnya IlmuIbnu Jauzi menegaskan pintu terbesar masuknya iblis untuk menggoda manusia adalah kebodohan.Iblis dengan mudah menggoda orang yang bodoh secara langsung, sedangkan menggodai orang alim harus dengan cara-cara terselubung ("curi-curi").Banyak ahli ibadah yang mudah digoda karena mereka kurang ilmu, sehingga lebih sibuk beribadah tanpa disertai ilmu yang cukup.Rabi bin Husaim menasehatkan agar orang lebih dahulu belajar ilmu fikih sebelum menyendiri dan beribadah.Bersikap beribadah tanpa ilmu dianggap berbahaya karena rawan terjerumus ke kesalahan.Ilmu Lebih Utama daripada Amalan Sunnah dan Amal Hati Lebih Utama daripada Amal LahirIblis menggoda dengan menggoda ahli ibadah agar meninggalkan ilmu dan hanya fokus beramal, karena dianggap amal lahir sudah cukup.Padahal, menurut Ibnu Jauzi:Ilmu lebih afdhal daripada amalan-amalan sunnah.Amalan hati, yang didapatkan melalui ilmu (keyakinan, akidah), lebih baik daripada amalan anggota badan (amal zahir).Tanpa ilmu, amalan hati yang paling utama tidak bisa diperoleh.Disebutkan bahwa iblis menyesatkan dengan menyederhanakan ilmu sebagai tujuan hanya untuk beramal saja.Beramal tanpa ilmu adalah bahaya yang nyata, contohnya orang Nasrani yang disesatkan karena beramal tanpa ilmu.Para salaf menegaskan keutamaan ilmu lebih tinggi daripada ibadah biasa:Tokoh Pernyataan MaknaMu’tafi bin Abdullah "Ilmu lebih utama daripada ibadah" Ilmu mempengaruhi amalan hati, keyakinan, dan tafsir.Yusuf bin Asbat "Satu bab ilmu lebih baik daripada 70 peperangan" Nilai ilmu jauh melebihi jihad fisik.Mu’afa ibn Imran "Menulis satu hadis lebih aku sukai daripada salat malam" Fokus pada amal ilmu yang memberi manfaat jangka panjang.Contoh Talbis Iblis dalam Ibadah: Godaan dalam Bersuci dan WudhuIblis menggoda ahli ibadah dalam pintu-pintu ibadah yang mereka lakukan, sehingga suatu amalan buruk disangka baik.Contoh pertama talbis iblis terkait bersuci:Terkadang iblis membuat orang berlama-lama di kamar mandi tanpa manfaat, semacam was-was berlebihan dalam bersuci.Ada perilaku berlebihan seperti berdiri, jalan-jalan di toilet, mengangkat kaki untuk memastikan semua air kencing keluar, yang sebenarnya tidak perlu.Seringkali yang diikuti adalah keyakinan keliru bahwa menggunakan air dalam jumlah banyak dan lama adalah lebih baik, padahal cukup sekali siraman air kencang sudah memadai.Tindakan ini disebut sebagai pemborosan air dan waktu, bahkan bisa menyebabkan luka jika menggunakan batu sebagai alat bersuci secara berlebihan.Berikut adalah ringkasan isu bersuci terkait talbis iblis:Masalah Penjelasan KesimpulanLama di WC Berlebihan tanpa manfaat, was-was tentang kebersihan Tidak dianjurkan, cukup secukupnyaPenggunaan air berlebihan Beranggapan pakai banyak air lebih bersih Syariat cukup sekali siraman air kencangPenggunaan batu berlebihan Mencuci hingga berdarah Dilarang karena membahayakan, cukup satu sapuanWaswas tentang kebersihan Ragu-ragu berlebih soal air dan niat Niat bukan rukun, jangan diulang-ulang, sebabkan waswasGodaan Iblis pada Niat Wudhu: Kebingungan dan WaswasAda kerancuan soal niat wudhu, iblis membuat bingung dengan pertanyaan berulang tentang niat (untuk hadas, untuk salat, dll).Lafalkan niat sebenarnya bukan sunah Nabi, dan para ulama sepakat niat cukup ada di hati, pelafalan tidak wajib bahkan bisa membuat waswas berlebihan.Pendapat ulama beragam:Sebagian berpendapat pelafalan niat adalah bid’ah dan tidak disyariatkan.Sebagian lain menganggap dianjurkan untuk menguatkan hati, namun tetap bukan sunah dan tidak wajib.Kesimpulan:Jangan sampai waswas soal niat menyebabkan pengulangan dan kebingungan dalam wudhu atau ibadah.Akhlak Nabi adalah tidak berlebih-lebihan dalam niat dan tidak melafalkannya secara umum.Godaan Waswas pada Air dan Bersuci: Keyakinan yang Salah terhadap Air SuciBeberapa orang waswas soal air yang dipakai untuk wudhu, ragu apakah air tersebut suci dari najis atau tidak.Dasarnya ilmu fikih: "Hukum asal air adalah suci, kecuali ada bukti nyata najis."Dikhawatirkan sikap semacam ini menyebabkan pemborosan waktu dan air serta mengganggu aktivitas ibadah.Empat Larangan Berlebihan dalam Bersuci Menurut Ibnu JauziBoros Air — Menggunakan air yang tidak perlu banyak.Membuang-buang Waktu — Lama di kamar mandi, membuang waktu yang seharusnya digunakan untuk ibadah benar atau hal bermanfaat.Melebihi Syariat — Tidak nyaman dengan aturan syariat yang sudah cukup, tambah-tambah air dan waktu.Mencuci Berulang Kali — Kadang sampai lebih dari tiga kali, menyebabkan keterlambatan salat berjamaah, bahkan bisa terlambat takbiratul ihram.Hadis tentang Berlebihan dalam WudhuNabi Muhammad SAW bersabda bahwa ada berlebihan dalam wudhu, meskipun wudhu di sungai mengalir, menunjukkan moderasi dalam penggunaan air penting.Disebutkan adanya setan khusus penggoda wudhu bernama Walhan yang membuat orang waswas dan berlebihan.Waktu dan Penggunaan Air: Sikap Orang Cerdas dan Keteladanan NabiIbnu Ail mengatakan bahwa waktu adalah modal utama bagi orang cerdas, maka membuang-buang waktu seperti berlebihan dalam berwudhu adalah sia-sia.Nabi juga mengajarkan penggunaan air yang sederhana:Contoh badui yang kencing di masjid cukup disiram dengan satu ember air.Tentang air mani, cukup dibersihkan dengan tumbuhan, tidak perlu berlebihan.Menggosok pasir di tanah untuk bersuci di masjid tanpa perlu air yang berlebihan sudah cukup.Talbis Iblis Terhadap Azan dan Ibadah dengan Suara KerasIblis menggoda dengan cara membuat orang mengumandangkan azan dengan nada naik turun seperti nyanyian, yang malah mirip hiburan, bukan pengagungan kepada Allah.Nabi Malik dan ulama salaf membenci azan yang terlalu melodi atau mendayu-dayu.Ada praktik mencampurkan azan dengan dzikir, nasihat panjang atau suara keras di malam hari sehingga mengganggu orang lain yang hendak salat malam atau beribadah dengan tenang.Contoh nyata: ada yang mengisi malam dengan nyanyian dan ceramah berjam-jam sebelum azan sehingga mengganggu jamaah.Ibnu Jauzi mengingatkan bahwa ibadah di masjid tidak boleh dibuat kericuhan dan gangguan.Tindakan ini adalah munkarat, dan penambahan ibadah yang tidak ada di zaman Nabi adalah bid’ah.Prinsip Mengenai Bid’ah: Hanya Ada Dua KemungkinanImam Malik berkata:Jika sesuatu tidak ada di zaman Nabi dan para sahabat, berarti:Nabi dan sahabat tidak mengetahui hal itu (uzur), atauNabi dan sahabat tahu namun tidak melakukannya karena menyembunyikan syariat.Tidak boleh menganggap bahwa hal baru yang tidak dicontohkan Nabi adalah ibadah.Menganggap bid’ah itu baik berarti menganggap Rasulullah berkhianat terhadap risalah yang dibawa.Talbis Iblis dalam Bersikap Berlebihan terhadap Pakaian Salat dan NajisAda orang yang terlalu waswas hingga mencuci baju salat berulang-ulang karena takut najis, atau langsung mencuci semua baju hanya karena ada satu tetesan.Ada kasus di kalangan kelompok tertentu (seperti disebut Islam Jemah) yang mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya karena kebodohan fikih ini.Ibnu Jauzi sangat menyesalkan sikap seperti ini yang menyebabkan perpecahan dan pengurangan kekuatan umat.Penutup dan Peringatan untuk Tidak Berlebihan dalam BersuciBerlebihan dalam bersuci adalah pemborosan waktu, air dan masuk dalam larangan syariat.Para sahabat biasa shalat dengan pakaian biasa tanpa cuci berulang-ulang, bahkan menggunakan pakaian dan wadah-wadah milik bangsa lain yang ditaklukkan.Syariat mengajarkan kemudahan, bukan memberatkan.Pembahasan ini akan dilanjutkan di kajian berikutnya.Kesimpulan Utama:Kebodohan dan kurangnya ilmu adalah pintu masuk utama godaan iblis.Ilmu adalah lebih utama daripada ibadah tanpa ilmu, dan amalan hati yang didasari ilmu lebih utama daripada amalan luar.Godaan iblis terjadi dalam berbagai aspek ibadah, terutama dalam bersuci wudhu dan niat yang berlebihan sehingga menimbulkan waswas, memboroskan air dan waktu.Pengulangan niat dan Keraguan dalam beribadah bukan syariat dan bisa menjadi godaan iblis.Sikap moderat dalam bersuci dan beribadah sangat dianjurkan, meniru akhlak Nabi yang tidak berlebihan.Bid’ah dianggap sebagai hal yang tidak ada pada Rasulullah dan sahabat. Membuat ibadah baru di luar syariat adalah syirik kecil jika dianggap wajib.Praktik ibadah harus menjaga hak orang lain dan kebersihan hati, bukan memperumit dengan amalan yang berlebihan dan suaranya seperti hiburan.Larangan berlebihan dalam wudhu, mencuci, dan bersuci menegaskan pentingnya memahami syariat dengan ilmu dan tidak terjerumus dalam waswas.Pembahasan ini menghadirkan refleksi mendalam untuk memperbaiki kualitas ibadah berdasarkan ilmu dan sunnah dengan menjauhi godaan talbis iblis yang menyamarkan keburukan menjadi kebaikan.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
P
Puji

📍 Kota Bekasi

TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU bag 1

perkara yg ingin capai orang yang cerdas adalah waktu, dan yg paling sedikit digunakan adalah air***godaan saat mengumandangkan adzan - terlalu berlebih-lebihan dalam nada naik turunnya , karena adanya seperti itu lebih mirip ke nyanyian. - mencampur kan adzan subuh dengan takdir dan tasbih. dan menjadikannya adzan d tengah2 ,- jaman dulu ada orang yang memanjat menara pada tengah malam untuk berzikir dan baca Qur'an. padahal itu mengganggu. (ada yg sedang tidur, ada yg ingin baca Qur'an, sholat malam sedang sakit dll semuanya terganggu).°kalau ada perkara di zaman nabi bukan ibadah maka d zaman sekarang juga bukan ibadah ° kalau ada perkara di zaman nabi bukan ibadah, sekarang menjadi wajib, maka cuma ada 2 kemungkinan 1. nabi dan para sahabat tidak tau makan mereka tidak melakukannya. sementara kamu tau berati km lebih tau dr pada Rasulullah dan para sahabat.2. nabi dan para sahabat tau tapi tidak melakukannya. berati ada risalah perkara yang di sembunyikan.°siapa yang menganggap bid'ah itu baik maka dia menganggap nabi telah berkhianat terhadap risalah (ada sesuatu yang tidak di sampaikan)°****talbis iblis dalam sholat- iblis mengganggu mereka dengan pakaian yang dikenakan untuk sholat.(meragukan kesucian pakaian tersebut)#jejakcahaya@komunitas.beekind@ummumusa

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
D
Dewi Lestari

📍 Kota Banjarbaru

TALBIS IBLIS #5:TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (BAG.1)

Ringkasan KajianTalbis Iblis #5: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag. 1)Makna Talbis IblisTalbis berarti menampakkan kebatilan dalam bentuk yang seolah-olah benar. Iblis tidak hanya menyesatkan orang awam, tetapi juga berusaha menipu para penuntut ilmu dan ulama dengan cara yang lebih halus. Bentuk Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu1. Menuntut ilmu untuk tujuan duniaMencari popularitas, jabatan, pengikut, atau pujian manusia.Ilmu yang seharusnya mendekatkan kepada Allah justru menjadi sarana meraih kepentingan pribadi.2. Bangga dan ujub dengan ilmuMerasa lebih pintar daripada orang lain.Meremehkan nasihat dan sulit menerima kebenaran dari orang lain.3. Sibuk mengumpulkan ilmu tetapi kurang mengamalkannyaMengetahui banyak dalil namun tidak tercermin dalam akhlak dan ibadah.Ilmu tanpa amal dapat menjadi hujjah yang memberatkan seseorang.4. Gemar berdebat untuk mengalahkan lawanTujuannya bukan mencari kebenaran.Menjadikan ilmu sebagai alat untuk memenangkan argumentasi dan mencari ketenaran.5. Merasa aman dari kesalahanMenganggap dirinya selalu benar.Sulit melakukan introspeksi dan menerima kritik.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis#5 talbis iblis terhadap ahli ilmu (bag. 1)

Talbis iblis terhadap ahli ilmu ( BAGian 1)Bersama :ustadz DR Firanda Andirja MA hafidzhahullah ‎‎ketahuilah pintu terbesar iblis masuk untuk menggoda manusia adalah kebodohan.‎Adapun untuk menggoda orang alim tidak semudah itu harus sedikit demi sedikit.sungguh iblis banyak menggoda ahli ibadah karena sedikitnya ilmu mereka ‎‎1. talbis iblis kepada ahli ibadah‎Mereka lebih suka mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmu.‎Padahal lmu itu lebih afdhol daripada amalan2 Sunnah.‎Godaan iblis untuk para ahli ibadah: apa sih tujuan ilmu? Tujuan ilmu adalah beramal.‎Maka untuk apa nuntut ilmu langsung saja pada tujuan yaitu langsung saja beramal.‎‎Kata Ibnu Jauzi : sementara apa saja yg di pahami oleh ahli ibadah tersebut amal yg di pahami hanyalah amal luar aja padahal amal sesungguhnya yg terbaik adalah amalan hati.‎Dan amalan hati lebih afdhol daripada amal luar (dhohir).‎Dan amal hati kita dapat dg menuntut ilmu.‎‎Bahwasannya keutamaan  ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah.‎Karena menuntut ilmu lebih mendekatkan dg amalan hati.‎‎Ibadah yg di bangun di atas ilmu itu lebih afdhol daripada ibadah tanpa ilmu yg rawan terjadi penyimpangan.‎‎Yusuf bin asbat berkata: satu bab ilmu yg kau pelajari lebih baik daripada 70 peperangan yg kau ikuti.‎Mua'fa Bin Imran berkata :Menulis satu hadist saja lebih aku sukai daripada sholat semalam suntuk‎.‎Godaan iblis terkait dg bersuci :‎Kata Ibnu Jauzi rahimahullahu: setan memerintahkan mereka untuk berlama2an di toilet.‎Jika kita bersuci BAK cukup paling banyak menyiram sekali dan paling kenceng 7x  menurut pendapat paling ‎Jika kita bersuci dari BAB cukup dg menggunakan 3 batu selesai ‎^‎Godaan iblis terkait berwudhu ‎Ada yg di goda oleh iblis dengan perkara niat.karena bodoh dg syariat ‎Kata Ibnu Jauzi: karena niat tempatnya di hati bukan di lafal,maka bersusay payah untuk mengucapkan. Perkara yg tidak di perlukan.‎Khilaf di kalangan para ulama perkara niat:‎Ada yg mengatakan mustahaq (apa yg di hati ragu ragu maka di ucapkan dg lisan)‎Ada yg di anjurkan jika mengalami was was‎‎Tapi tidak ada yg mengatakan ini Sunnah nabi (semua fuqohah sepakat) ^godaan iblis memikirkan asal usul airPadahal selama tidak ada kotoran maka air itu suci Kembali kepada hukum asal kecuali ada bukti depan mata yg mengubah dari suci menjadi najis.Berlebihan dalam menggunakan air. Dalam hal ini terdapat 4 perkara yg di benci :‎1 boros dalam air‎2 menghabiskan umur‎3 melebihi syariat ‎4 masuk ke dalam hal yg di larang yaitu mencuci lebih dari 3x‎Sehingga mengakibatkan ketinggalan sholat berjamaah Krn berwudhu nya terlalu lama.✓‎hadist nabi dari Abdullah bin Amr bin ash: nabi shalallahu alaihi wasallam menegur sa'ad bin Abi waqas :wahai sa'ad apakah ini? Dan Sa'ad berkata: ya Rasulullah apakah dalam wudhu ada berlebih2an? Kata Rasullullah: iya dalam berwudhlu itu ada israf meskipun engkau wudhu di sungai yg sedang mengalir.‎Ada setan yg khusus menggoda manusia saat  wudhu namanya walhan.‎ Ibnu Jauzi berkata: tidak pernah di ketahui dari akhlak nabi ( perangai nabi)dg beribadah kepada Allah dg menggunakan banyak air. Itu bukan kebiasaan nabi.‎^‎ godaan iblis terkait dengan adzan‎Imam Ibnu Jauzi berkata :‎Sesungguhnya imam Malik dan para  ulama yg lain benci org mengumandangkan adzan dg naik turun nadanya.dg kebencian yg besar. Krn adzan yg seperti itu keluar dari bentuk pengagungan terhadap Allah Krn mirip nyanyian.‎‎Godaan iblis: mencampur adzan subuh dg dzikir.dan menjadikan adzan tengah2 sehingga mencampur adzan dg dzikir sebelumnya dan setelahnya.‎Para ulama membenci semua yg ditambahi 2 dalam adzan‎Menurut imam Ibnu Jauzi :kami telah melihat ada orang bangun malam2 sering trs naek ke atas menara dan kemudian memberi ceramah sebelum subuh,dan ada di atas menara membaca qur'an.ini menghalangi orang dari tidur.dan bikin org yg lagi baca Al Qur'an rancu Krn mendengar suara yg keras.dan ini semua adalah kemungkaran.‎Perkataan imam Malik rahimahullahu: apa yg di zaman nabi bukan ibadah maka di zaman sekarang bukan ibadah.‎Talbis iblis dalam sholat ‎Godaan iblis terhadap baju yg digunakan untuk sholat.‎•ada yg mencuci berulangkali pada pakaian yg di pakai untuk sholat‎•mencuci baju di sungai besar‎•mengepel masjid ketika ada orang lain yg bukan dari kelompoknya sholat dan mengakfirkannya‎•ada yg meninggalkan sholat berjamaah karena ada hujan sedikit karena takut kena cipratan air di jalan.‎ Dan kata Ibnu Jauzi:bukannya maksudku melarang org bersuci (thaharah)tetapi berlebihan ini aku tidak suka Krn hanya buang2 umur,buang2 waktu dan ini di larang.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
L
Lathifah Aulia Dewi

📍 Kabupaten Boyolali

Talbis Iblis 005 Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bag. 1)

Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bag. 1)Pintu Masuk Iblis: KebodohanIblis lebih mudah menyesatkan orang yang rajin beribadah tetapi minim ilmu. Karena itu, ibadah tanpa ilmu sangat berbahaya.1. Mendahulukan Ibadah daripada IlmuIblis membisikkan:"Tujuan ilmu adalah beramal, jadi langsung saja beramal."Padahal ilmu adalah pondasi amal. Amalan hati seperti iman, tauhid, ikhlas, takut kepada Allah, dan keyakinan terhadap akhirat lebih utama daripada amalan fisik semata, dan itu hanya diperoleh dengan ilmu.Semangat ibadah tanpa ilmu dapat menjerumuskan kepada kesesatan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Fatihah tentang "orang-orang yang sesat (adh-dhallin)."Keutamaan Ilmu Menurut SalafMutharrif bin Abdillah: "Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah."Yusuf bin Asbath: "Satu bab ilmu lebih baik daripada tujuh puluh kali peperangan."Al-Mu'afi bin Imran: "Menulis satu hadis lebih aku sukai daripada shalat semalam suntuk."Karena itu, tuntutlah ilmu sebelum beribadah.Talbis Iblis dalam BersuciIblis menjerumuskan ahli ibadah kepada sikap berlebihan (ghuluw):Berlama-lama di toilet karena merasa air kencing belum keluar sempurna.Menggunakan air secara berlebihan.Mengulang-ulang pembersihan padahal sudah cukup menurut syariat.Merasa belum bersih meskipun syariat telah menetapkan ukuran yang mencukupi.Sunnah mengajarkan kemudahan, bukan memberatkan diri.Talbis Iblis dalam WudhuWas-was dalam NiatNiat tempatnya di hati, bukan pada lafal.Melafalkan niat bukan sunnah Nabi ﷺ dan bukan syarat sah wudhu.Jika dilafalkan menurut sebagian ulama, tidak boleh sampai menimbulkan was-was atau diulang-ulang.Was-was terhadap KesucianHukum asal air adalah suci sampai terbukti najis.Hukum asal tempat shalat adalah suci sampai ada bukti kenajisannya.Jangan mengikuti keraguan tanpa dasar.Dampak Berlebihan dalam WudhuBoros air.Membuang waktu.Melampaui batas syariat.Terlambat mengikuti shalat berjamaah.Iblis menakut-nakuti seseorang bahwa jika bersuci dengan cepat maka ibadahnya tidak sah, padahal syariat dibangun di atas kemudahan dan mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.Talbis dalam AdzanMemperindah suara diperbolehkan, tetapi tidak perlu berlebihan hingga orang lebih memperhatikan nada daripada makna dan pesan adzan.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
A
Anjarsari

📍 Kabupaten Klaten

Talbis Iblis #5 - "Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah"

Talbis Iblis #5" Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah" berdasarkan kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. dari kitab karya Imam Ibnu al-Jauzy.​📌 Pendahuluan: Pintu Masuk Terbesar Iblis​Imam Ibnu al-Jauzy rahimahullah berkata:​"Ketahuilah bahwa pintu terbesar iblis masuk untuk menggoda manusia yaitu melalui pintu kebodohan. Melalui kebodohan, iblis sangat mudah menggoda orang-orang bodoh dengan kebodohannya."​Kerancuan Utama Ahli Ibadah yang Minim Ilmu​Iblis menggoda banyak ahli ibadah karena sedikitnya ilmu yang mereka miliki. Bentuk talbis (tipu daya) utamanya adalah:​Mendahulukan ibadah daripada menuntut ilmu: Padahal ilmu itu lebih afdal daripada amalan-amalan sunnah.​Salah memahami hakikat amal: Ahli ibadah mengira amal hanyalah sebatas amal jawarih (anggota tubuh/lahiriyah). Mereka tidak tahu bahwa amal yang sesungguhnya dan yang terbaik adalah amalan hati.​📚 Atsar Para Salaf tentang Keutamaan Ilmu​Agar seseorang tidak meremehkan ilmu, berikut adalah penuturan para ulama salaf:​Mutharrif bin Abdillah rahimahullah: "Bahwa keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah."​Yusuf bin Asbath: "Satu bab ilmu yang kamu pelajari lebih baik daripada 70 peperangan."​Mu'afah bin Imran: "Menulis satu hadits saja lebih aku sukai daripada shalat malam semalam suntuk."​⚠️ Contoh-Contoh Godaan Iblis Terhadap Ahli Ibadah​Banyak ahli ibadah yang melakukan kesalahan, namun mereka menyangka sedang melakukan kebaikan.​1. Godaan Terkait Bersuci (Thaharah)​Berlama-lama di toilet: Setan memerintahkan mereka untuk berlama-lama saat buang air kecil (seperti berdiri, berjalan, berdehem, hingga mengangkat kaki) dengan alasan agar air kencing keluar semua.​Boros air: Iblis menipu manusia bahwa menggunakan air yang banyak untuk bersuci itu lebih bagus. Padahal secara syariat, cukup najisnya hilang (bahkan cukup dengan 7 kali siraman).​2. Godaan Terkait Berwudhu​Keraguan tentang niat: Melafalkan niat bukanlah sunnah Nabi dan tidak wajib (niat tempatnya di hati). Namun iblis membuat mereka ragu dan berulang-ulang menyusun niat.​Keraguan tentang kesucian air: Iblis membisikkan waswas seperti, "Dari mana air ini? Suci tidak?". Padahal hukum asal air adalah suci dan tidak perlu diragukan.​Berlebih-lebihan (Israf) dalam air: Muncul 4 perkara yang dibenci akibat godaan ini:​Boros dalam menggunakan air.​Menghabiskan umur (untuk hal sia-sia).​Melebihi syariat.​Mencuci anggota wudhu lebih dari 3 kali.​Terlambat shalat berjamaah: Karena terlalu lama dan berlebih-lebihan dalam berwudhu.​Ibnu Aqil berkata: "Perkara yang paling ingin dicapai oleh orang cerdas adalah waktu. Dan yang paling sedikit digunakan (secara boros) untuk beribadah adalah air. Orang berakal tidak akan menggunakan banyak air."​3. Godaan Terkait Adzan​Adzan yang bernada seperti nyanyian: Imam Malik dan ulama lainnya membenci orang yang terlalu meliuk-liukkan nada saat mengumandangkan adzan hingga mirip nyanyian. Sebab, adzan adalah media pengagungan terhadap Allah.​💡 Kaidah Emas Imam Malik:​"Apa yang di zaman Nabi bukan ibadah, maka zaman sekarang juga bukan ibadah."​Jika ada suatu perkara yang di zaman Nabi tidak ada/bukan ibadah, lalu sekarang dianggap ibadah/wajib, maka hanya ada 2 kemungkinan logis:​Nabi dan para sahabat tidak tahu hal tersebut (sehingga tidak mengamalkannya).​Nabi dan para sahabat tahu, tetapi tidak melakukannya (berarti ada risalah yang disembunyikan).​Oleh karena itu, Imam Malik menegaskan: "Siapa yang menganggap suatu bid'ah itu baik, maka ia telah menganggap Nabi Muhammad SAW telah berkhianat terhadap risalah."​4. Godaan dalam Shalat & Sikap Ekstrem (Ghuluw)​Waswas pakaian: Mengulang-ulang mencuci baju karena ragu kesuciannya. Ada yang harus mencucinya ke sungai (padahal di rumah sudah cukup), atau menaruh kainnya di sumur seperti perbuatan orang-orang Yahudi. Para sahabat tidak pernah melakukan hal ekstrem tersebut.​Meninggalkan shalat berjamaah: Hanya karena hujan gerimis turun, mereka tidak ke masjid karena khawatir terkena cipratan najis di jalan.​Sifat Khawarij (Mudah Mengkafirkan): Iblis menyeret sebagian ahli ibadah yang tidak berilmu ke dalam pemikiran ekstrem hingga mudah mengkafirkan sesama muslim.​Rasulullah SAW mengabarkan tentang Khawarij bahwa: "Mereka adalah anjing-anjing penghuni neraka jahanam."​Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang mengatakan kepada saudaranya 'kafir', maka perkataan itu akan kembali kepada salah satunya."

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Ruingkasan bagian 5 talbis iblis

Talbis Iblis bagian 5 Bab ke 8: godaan iblis kepada ahli ibadah, dalam ibadah ibadah mereka Ibnu jauzi berkata: pintu terbesar saat iblis masuk melalui pintu tersebut adalah kebodohan. Kebodohan adalah sebab mudahnya iblis masuk dalam menggoda manusia.Tidak sulit untuk menggoda orang-orang bodoh. Adapun, menggoda seorang alim, tidak semudah itu.Sungguh iblis telah menggoda banyak ahli ibadah kareba sedikitnya ilmu mereka. Karena mayoritas ahli ibadah, mereka sibuk beribadah dan tidak berilmu. Oleh karenanya, rubi' bin husain berkata: belajar Fiqh dulu, lalu silahlan menyendiri (beribadah) Talbis yang pertama: mereka lebih suka beribadah dibanding penuntut ilmu. Padahal ilmu itu lebih afdol daripada sunnah. Iblis menggoda dengan cara: dia mengesankan dengan ahli ibadah tersebut dengan berkata, "apasih tujuan ilmu? Ilmu itu untuk beramal kan? Kalau begitu, langsung saja beramal.. tidak usah menuntut ilmu" Kata ibnu jauzi, sedangkan yg pahami ahli ibadah itu namanya amal itu hanya amal jawarih (amal anggota tubuh). Mereka tidak tahu bahwa amal yang sesungguhnya adalah amalan hati.Dan amal hati lebih afdol dari amal jawarih. Dengan apa kita bisa mendapatkan amal hati? Dengan menuntut ilmu. Kita belajar Aqidah, tentang iman, tentang sifat-sifat Allaah, tentang malaikat, semua itu termasuk amalan hati.Dari sisi yg lain, amalan jawarih kalau didukung amalan hati yg bagus maka pengaruhnya juga berbeda. Beramal tanpa Ilmu itu berbahaya. Bukankah orang-orang nashoro sesat karena beramal tanpa berilmu?Bahkan sampai Allaah mengatakan:ولا الضآلين"Jangan engkau jadikan kami (atau mengikuti jalan) orang yang disesatkan" Semangat menuntut ilmu bukan dengan melalaikan ibadah. Tetapi ibadah yg dibangun dengan ilmu itu lebih afdol dibanding ibadah tanpa ilmu, yg rawan menjadi penyimpangan. Berkata yusuf bin asbats: satu bab ilmu yang kau pelajari lebih baik daripada 70 peperangan.Dan ibnu jauzi menukil: agak seseorang tidak meremehkan ilmu. Berkata mu'afa bin imran: Menulis 1 hadits saja lebih aku sukai daripada sholat semalam suntuk. Yang disebut dengan talbis adalah membuat orang melakukan keburukaan namun disangka melakukan kebaikan. 1. Godaan iblis tentang bersuci.Kata ibnu jauzi, diantaranya setan memerintahkam mereka untuk berlama2an di toilet. Diantara mereka ada yg berdiri, ada yg berdeham, ada yg berjalan kak (agar air kencing keluar semua) seharusnya tidak perlu.. cukup dia memijit (merangsang) kemaluannya supaya keluar. Ini bikin was wasOrang yg iblis mengindahkan pada dirinya lebih bagus menggunakan air banyak. Padahal, jika najisnya sudah hilang (pendapat yg paling kuat) cukup 7x siram, sudah selesai.Siapa yang nerasa tidak cukup padahal secara syariat sudah cukup, maka dia termasuk ahli bid'ah (secara syari'at) dan dia tidak mengikuti sunnah nabi shalallaahu 'alayhi wa sallam 2. Talbis iblis dalam masalah wudhu.• Ada diantara mereka yg digoda iblis tentang masalah niat, dia mengatakan: "aku berniat untuk wudhu untuk mengangkat hadats," terkadang dia ragu "aku berniat wudhu untuk membolehkan sholat" (Karna ada khilaf untuk fungsi wudhu.) Kenapa setan bisa menggodanya seperti ini? Karena bodoh tentang syari'at. Ibnu jauzi mengatakan: niat itu tempatnya di hati, bukan dengan lafazh. Tidak perlu diulang-ulang Dalam perkara niat, ada khilaf dikalangan utama. Ada yg bilang niat diucapkan itu bid'ah, karena tidak dicontohkan oleh nabi. Ada yg berpendapat, mustahab (dianjurkan, untuk mengkokohkan yg ada di hati).Ada yg mengatakan, dianjurkan jika mengalami was was. Tapi tidak ada yg menyebutnya ini sunnah nabi. Semua sepakat ini bukan sunnah nabi.Dan yg benar adalah niat tidak perlu di lafazhkan. • Diantaranya ada yg digoda setan adalah saat dia mau wudhu, dia liat airnya dan berfikir "apakah ini suci?"Padahal, jika dia paham kaidah usul fiqiyyah bahwasannya asal dalam air adalah suci. Jika tidak ada kotoran, maka anggap saja itu suci. Jadi tidak usah ragu-ragu. Maka tidak boleh hukum asal itu ditinggalkan hanya karna "jangan jangan, kemungkinan,dll" (was was) Hukum asal (tempat, tanah, air) itu suci. Kecuali ada bukti depan mata yang mengubah hukum asalnya suci menjadi najis. • Diantaranya ada yg digoda setan sehingga banyak menggunakan air. Dsininada 4 perkara yg dibenci ibnu jauzi:1. Boros air2. Habisin umur (umur ini sangat berharga)3. Melebihi syari'at4. Masuk dalam hal yang dilarang yaitu menuci lebih dari 3x Terkdang dia lama2 berwudhu, sholat jadi terlambat. Ketinggalan takbirarul ikhram, padahal itu yg utama.Iblis bikin sybhat: jika tidak lama, nnti wudhunya tidak sah. Ada setan khusus penggoda wudhu namanta walhan. Dari abdullah bin mughoffal radhiyallaahu anhu, dia mendengar anaknya berdoa: Yaa Allaah aku minta kepadaMu surga firdaus. Yaa Allaah kalau pas masuk aku pingin sebelah kanan ada istanah putih.Lalu abdullah bin mughoffal mengatakan: "minta saja surga pada Allaah, dan berlindunglah kepada Allaah dari neraka jahannam. Tidak usah seperti itu. Kenapa? Karna aku mendengar Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wa sallam bersabda, 'akan ada pada umat ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa dan juga bebrlebih2an dalam bersuci'". Al hasan al bashri rahimahullaah menyindir ibnu sirin dengan berkata: ada salah seorang kalian berwudhu dari air se-kirbah (tempat air yg besar) dan juga mandi. Ini hanya menyiksa diri, dan menyelisihi sunnah nabi. Waktu luang itu penting untuk orang yang berakal. Dan yg paling sedikit digunakan untuk ibadah adalah air. Tentang godaan setan tentang adzan.3. Terlalu menyanyi2 saat adzan. Sesungguhnya imam malik dan para ulama benci jika adzan dengan naik turun naik turun nadanya. Karena adzan yang seperti itu keluar dari bentuk pengagungan Allaah menjadi seperti nyanyian..Boleh indah, tapi jangan terlalu mendayu-dayu. Karna nanti akhirnya orang malah senang bukan kandunga adzannya tapi dengan nadanya.. Dan gangguan iblis yg lainnya: mereka mencampurkan adzan shubuh dengan tadzkir (ayooo.. ayooo/subhanallaah subhanallaah) dan menjadikan adzan tengah2. Maka bercampurlah adzan dengan dzikir sebelumnya dan dzikir sesudahnya. Para ulama benci semua yg ditambah2kan tentang adzan. Apa yg dizaman nabi bukan ibadah, maka dizaman sekarang juga bukam ibadah. Gak mungkin zaman nabi itu bukan ibadah, dan zaman sskarang jadi ibadah. Kalau memang ada, maka ada 2 kemungkinan:Kemungkinan pertama nabi dan para shahabatnya tidak tau hal tersebutKemungkinan kedua, kemungkinan nabi dan para shahabat tau tapi tidak dilakukanya.. Siapa yg menganggap bid'ah itu baik, maka dia telah menganggap muhammad telah berkhianat. 4. Talbis iblis dalam sholatIblis menggoda mereka untuk baju yg mereka gunakan untuk sholat. Dia mencuci bajunya berulang kali.. Diantra mereka, ada yang cuci bajunya sampai ke sungai. Karena menurutnya dirumah saja tidak cukup.

💬 0 komentar📅 5 Jun 2026Baca selengkapnya →