Di antara metode yang dapat membuat kita semangat beramal saleh adalah dengan membaca sejarah hidup orang-orang saleh terdahulu, seperti wanita-wanita shalihah di zaman Nabi Musa 'alaihis salam.Adapun wanita-wanita yang disebutkan dalam kajian ini adalah:* Ibu Nabi Musa 'alaihis salam.* Istri Nabi Musa 'alaihis salam.* Istri Fir'aun.* Tukang sisir putri Fir'aun.① KISAH IBU NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM A. Seorang Ibu yang Pernah Melahirkan Seorang NabiNabi Musa lahir di masa ketika kekejaman Fir'aun sedang tersebar. Kabar bahwa kekuasaan Fir'aun akan dihancurkan oleh seorang anak yang lahir dari kalangan Bani Israil telah tersebar.Nabi Musa memiliki saudara yang lebih tua darinya (kakak), yaitu Nabi Harun.Di saat tersebar kabar tersebut, Fir'aun memerintahkan seluruh wanita hamil ketika itu untuk diperiksa. Apabila diketahui yang lahir adalah anak laki-laki, maka anak tersebut langsung dibunuh.Adapun ibu Nabi Musa, Allah langsung yang menjaganya.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 7وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِيٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَArtinya:"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'"QS. Al-Qasas: 7.Seorang ibu yang tega melepaskan anaknya yang baru lahir, terpisah darinya, namun karena ini adalah perintah Allah, maka ia pun melepaskan anaknya ke Sungai Nil.Allah berfirman kepada ibu Nabi Musa agar tidak takut dan jangan bersedih. Allah akan mengembalikan anak tersebut kepadanya dan menjadikannya termasuk rasul.Lalu ibunya berkata kepada kakak perempuan Musa agar mengikuti keranjang tersebut.B. Bayi Nabi Musa Ditemukan oleh Keluarga Fir'aunAkhirnya keranjang tersebut melewati kerajaan Fir'aun, lalu ditemukan oleh istrinya Fir'aun. Karena Fir'aun dan istrinya tidak mempunyai anak, keduanya ingin memiliki anak. Istri Fir'aun bernama Asiyah.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 8–9فَالْتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَـٰمَـٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا۟ خَـٰطِـِٔينَ وَقَالَتِ ٱمْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّى وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَArtinya:"Maka dia (Musa) dipungut oleh keluarga Fir'aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.""Dan istri Fir'aun berkata, '(Dia) adalah penyejuk hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita mengambilnya menjadi anak.' Sedangkan mereka tidak menyadari."QS. Al-Qasas: 8–9.Allah berfirman, "Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku sehingga orang yang melihat pasti suka dengannya (Nabi Musa)."Allah berfirman:QS. Taha \[20\]: 39 (bagian akhir ayat)وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِيArtinya:"Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku."QS. Taha: 39.Maka istri Fir'aun pun suka dengan bayi tersebut. Istri Fir'aun berkata, "Jangan bunuh ia, anak ini akan menyenangkan kita dan membahagiakan kita. Dia dan aku, bisa jadi akan menjadi anak kita di kemudian hari atau menjadi anak angkat."Dan akhirnya Fir'aun pun mengalah. C. Ibu Nabi Musa Kembali Mendapatkan AnaknyaLalu kakak perempuan Nabi Musa yang tadinya mengikuti keranjang tersebut kembali kepada ibunya dan menceritakan bahwa bayi tersebut tidak mau menyusu kepada siapa pun.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 10–13وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَـٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَقَالَتْ لِأُخْتِهِۦ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِۦ عَن جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰٓ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُۥ لَكُمْ وَهُمْ لَهُۥ نَـٰصِحُونَ فَرَدَدْنَـٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:"Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).""Dan dia (ibu Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, 'Ikutilah dia (Musa).' Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya.""Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudara perempuan Musa), 'Maukah aku tunjukkan kepadamu keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?'""Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya."QS. Al-Qasas: 10–13.Lalu kakaknya datang dan berkata, "Perhatikanlah apa yang terjadi di sana."Bayi kecil Nabi Musa ini sangat disukai banyak orang di istana, namun masalahnya ia tidak mau menyusu pada siapa pun. Maka dikumpulkanlah semua wanita untuk menyusuinya.Lalu kakaknya berkata, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga yang bisa menyusui anak ini dan berlaku baik kepadanya?"Akhirnya dipanggillah ibunya. Begitu disusui, bayi kecil itu langsung menyusu. Akhirnya ibunya diminta untuk tinggal di istana untuk menyusuinya dan ia mendapatkan pemenuhan kebutuhan dari Fir'aun.Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar hatinya bahagia dan tidak lagi bersedih. Itulah janji Allah kepada ibunya, bahwa Allah akan mengembalikan Musa kepadanya.🌸 Hikmah Kisah Ibu Nabi MusaPentingnya bersabar ketika diberikan ujian hidup. Jika kita bersabar, maka Allah akan memberikan solusi.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 13 (bagian akhir ayat)وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:"Dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya."QS. Al-Qasas: 13. ② KISAH ISTRI NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM A. Tiga Orang yang Paling kuat firasatnyaIbnu Mas'ud berkata: Orang yang paling kuat firasatnya ada tiga orang:1\. Majikan Nabi Yusuf, yaitu suaminya Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf. Nabi Yusuf dan suaminya Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf, dalam catatan kajian ini disebut sebagai orang yang mulia.2\. Istri Nabi Musa. Ketika Nabi Musa datang ke rumahnya (sebelum mereka berdua menikah), ia berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, jadikanlah ia (Nabi Musa) pekerja kita. Ia adalah sebaik-baik pekerja yang kuat dan amanah." Dan akhirnya Nabi Musa menikah dengannya.3\. Abu Bakar. Ketika memilih Umar sebagai khalifah setelahnya dan benar-benar menunjuk khalifah yang luar biasa serta memiliki banyak kebaikan dalam kekhalifahannya.B. Pertolongan Nabi Musa kepada Dua Perempuan di MadyanSuatu hari Nabi Musa keluar berjalan. Ia mendapati pertengkaran antara kelompok Fir'aun dari suku Qibti dan kelompok Bani Israil. Lalu orang Israil meminta tolong kepada Nabi Musa, dan Nabi Musa menolongnya dengan memberi pukulan yang ringan kepada orang Qibti tersebut, namun ia langsung mati.Akhirnya Nabi Musa dicari oleh kelompok Fir'aun. Nabi Musa pun kabur dan sampailah ia di negeri Madyan.Sesampainya di Madyan, Nabi Musa mendapati dua orang perempuan yang sedang menunggu di dekat sumber air.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 23وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌArtinya:"Ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, 'Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?' Kedua (perempuan) itu menjawab, 'Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.'"QS. Al-Qasas: 23.Ketika dua wanita hendak mengambil air di sumur, mereka berdua malu karena banyak para lelaki yang sedang mengambil air. Mereka menunggu sampai para penggembala selesai memberikan minum kepada ternaknya.Nabi Musa pun menolong mereka berdua dengan mengambilkan air untuk ternak mereka.Setelah selesai membantu kedua perempuan tersebut, Nabi Musa kembali ke tempat yang teduh dan berdoa:QS. Al-Qasas \[28\]: 24فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌArtinya:"Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.'"QS. Al-Qasas: 24.Nabi Musa merasa lapar. Kemudian datanglah salah seorang anak perempuan dari kedua wanita tersebut kepada Nabi Musa.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 25فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَArtinya:"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan sambil malu-malu, dia berkata, 'Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.' Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (ayah perempuan itu) berkata, 'Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.'"QS. Al-Qasas: 25.Sesampainya di rumah mereka, mereka menceritakan hal tersebut kepada ayahnya. Ayahnya memerintahkan untuk memberikan balasan kepada Nabi Musa atas kebaikannya.Maka datanglah salah seorang anak perempuannya dengan malu-malu kepada Nabi Musa. Lalu Nabi Musa pun mengikutinya ke rumah mereka C. Nasihat Sang Ayah tentang Nabi MusaSetelah mendengar cerita tentang Nabi Musa, salah seorang anak perempuannya berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku, pekerjakanlah dia. Sesungguhnya sebaik-baik pekerja adalah yang kuat dan amanah."Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 26قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَـٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُArtinya:"Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.'"QS. Al-Qasas: 26.Akhirnya ayahnya menikahkan Nabi Musa dengan salah seorang putrinya, yaitu wanita yang datang menghampirinya tersebut dan yang memberikan ide agar Nabi Musa dipekerjakan. Ayahnya memberikan syarat agar Nabi Musa bekerja selama delapan tahun. Jika Nabi Musa menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun, maka itu merupakan kebaikan darinya.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 27قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَـٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِى ثَمَـٰنِىَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينArtinya:"Dia (ayah kedua perempuan itu) berkata, 'Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun. Jika engkau menyempurnakannya sepuluh tahun, itu adalah (suatu kebaikan) darimu. Aku tidak bermaksud memberatkanmu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.'"QS. Al-Qasas: 27.Nabi Musa menerima perjanjian tersebut.Allah berfirman: QS. Al-Qasas \[28\]: 28قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا ٱلْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَٰنَ عَلَىَّ ۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌArtinya:"Dia (Musa) berkata, 'Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.'"QS. Al-Qasas: 28.Ayahnya memberikan syarat bekerja selama delapan tahun atau bahkan bisa sampai sepuluh tahun. Nabi Musa pun menikah dengan salah seorang putrinya.. D. Perjalanan Nabi Musa Bersama IstrinyaKetika sudah sepuluh tahun, Nabi Musa rindu akan Mesir, lalu kembalilah ia ke Mesir.Di tengah perjalanan, pada malam yang dingin bersama istrinya, tiba-tiba Musa melihat di kejauhan ada cahaya.Lalu ia berkata kepada istrinya:"Istriku, tunggulah dahulu, aku akan melihat ke sana. Bisa jadi di sana ada sesuatu yang dapat menghangatkanmu."Dan istrinya menuruti tanpa mengeluh.🌸 Hikmah Kisah Istri Nabi MusaSeorang wanita hendaknya memiliki sifat pemalu, bersabar, dan menuruti apa kata suaminya.③ KISAH ISTRI FIR'AUN (ASIYAH) A. Wanita yang Teguh Mempertahankan KeimanannyaAsiyah, istri Fir'aun, adalah seorang wanita yang tabah dan beriman. Ketika ia mengangkat Nabi Musa sebagai anak angkat, seiring berjalannya waktu ia pun beriman kepada Nabi Musa.Akhirnya Asiyah mengungkapkan keimanannya hingga diketahui oleh Fir'aun. Fir'aun pun mengancam untuk membunuh dirinya. Namun, istrinya lebih dahulu memilih mati daripada kembali kepada kekufuran.Allah berfirman:QS. At-Tahrim \[66\]: 11وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَArtinya:"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir'aun, ketika dia berkata, 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'"QS. At-Tahrim: 11. 🌸 Hikmah Kisah IniSeorang wanita shalihah rela meninggalkan kemewahan dan kekayaan hartanya untuk tetap teguh beriman kepada Allah. ④ KISAH TUKANG SISIR PUTRI FIR'AUN A. Aroma Wangi yang Tercium dalam Peristiwa Isra Mikraj Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis:"Datang kepadaku aroma yang wangi (ketika Isra Mikraj)." Maka Nabi berkata kepada Jibril, "Wahai Jibril, aroma apakah ini?"Jibril menjawab, "Ini adalah aroma dari penyisir rambut putri Fir'aun dan aroma dari anak-anaknya."Namanya tidak ada yang mengetahuinya. Nabi hanya menyebutkan Māsyithah (الْمَاشِطَةُ), yang artinya penyisir atau tukang sisir.Nabi pun bertanya kepada Jibril, "Ada cerita apa di balik penyisir putri Fir'aun?"Lalu Jibril pun bercerita.Dalil hadis:لَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الَّتِي أُسْرِيَ بِي فِيهَا أَتَتْ عَلَيَّ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَا هَذِهِ الرَّائِحَةُ الطَّيِّبَةُ؟ فَقَالَ: هَذِهِ رَائِحَةُ مَاشِطَةِ ابْنَةِ فِرْعَوْنَ وَأَوْلَادِهَاArtinya:"Pada malam ketika aku diperjalankan dalam peristiwa Isra, datang kepadaku aroma yang sangat harum. Aku bertanya, 'Wahai Jibril, aroma harum apakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah aroma tukang sisir putri Fir'aun dan anak-anaknya.'"Sumber: Musnad Ahmad, hadis dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, nomor 2821 dalam penomoran cetakan Muassasah Ar-RisalahB. Keteguhan Tukang Sisir Putri Fir'aun dalam Mempertahankan TauhidKetika ia sedang menyisir rambut putri Fir'aun, suatu hari tiba-tiba sisir yang digunakan tersebut jatuh. Maka si penyisir berkata, "Bismillah."Maka berkatalah putri Fir'aun, "Engkau menyebut bapakku?"Penyisir tersebut menjawab, "Bukan, yang aku sebut adalah Allah. Allah adalah Rabbku dan Rabb bapakmu."Si putri berkata, "Aku akan mengabarkanmu kepada ayahku."Maka penyisir mengatakan, "Iya, silakan."Lalu dibawalah si penyisir ke hadapan Fir'aun dan Fir'aun berkata, "Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?"Ia menjawab, "Iya, aku punya Tuhan, dan Tuhanmu serta Tuhan semua adalah Allah."Maka Fir'aun pun mengancam dan memerintahkan untuk menyiapkan panci besar yang dididihkan minyak di dalamnya.Kemudian dipanggillah lebih dahulu anak-anaknya untuk dilemparkan ke dalam panci panas tersebut.Penyisir berkata kepada Fir'aun, "Kumpulkanlah tulang-tulangku bersama anak-anakku dalam satu kain dan kuburkan bersama."Dan mulailah anak-anaknya dilemparkan ke dalam panci panas satu per satu.Awalnya penyisir masih teguh, sampai tiba saatnya anak terakhirnya yang masih kecil dan berada di gendongannya. Di sini ia seakan ingin mundur karena tidak tega melihat anaknya yang masih kecil.Tiba-tiba anaknya berkata:"Wahai Ummah (Ibuku), masukkanlah aku. Sesungguhnya azab dunia jauh lebih ringan daripada azab akhirat."Dan akhirnya ia pun lompat ke dalam panci bersama anak terakhirnya. 📖 Dalil Hadis: Kisah Tukang Sisir Putri Fir'aunBerikut kelanjutan teks Arab hadis yang menceritakan keteguhan tukang sisir putri Fir'aun dan anak-anaknya.بَيْنَا هِيَ تَمْشُطُ ابْنَةَ فِرْعَوْنَ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذْ سَقَطَتِ الْمِدْرَى مِنْ يَدِهَا، فَقَالَتْ: بِسْمِ اللَّهِ. فَقَالَتْ لَهَا ابْنَةُ فِرْعَوْنَ: أَبِي؟ قَالَتْ: لَا، وَلَكِنْ رَبِّي وَرَبُّ أَبِيكِ اللَّهُ. قَالَتْ: أُخْبِرُهُ بِذَلِكَ؟ قَالَتْ: نَعَمْ.فَأَمَرَ بِبَقَرَةٍ مِنْ نُحَاسٍ فَأُحْمِيَتْ، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا أَنْ تُلْقَى هِيَ وَأَوْلَادُهَا فِيهَا، قَالَتْ لَهُ: إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً. قَالَ: وَمَا حَاجَتُكِ؟ قَالَتْ: أُحِبُّ أَنْ تَجْمَعَ عِظَامِي وَعِظَامَ وَلَدِي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَتَدْفِنَنَا.فَأَمَرَ بِأَوْلَادِهَا فَأُلْقُوا بَيْنَ يَدَيْهَا وَاحِدًا وَاحِدًا، إِلَى أَنْ انْتَهَى ذَلِكَ إِلَى صَبِيٍّ لَهَا مُرْضَعٍ، وَكَأَنَّهَا تَقَاعَسَتْ مِنْ أَجْلِهِ، فَقَالَ: يَا أُمَّهِ، اقْتَحِمِي، فَإِنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الْآخِرَةِ، فَاقْتَحَمَتْ.Artinya:"Ketika ia sedang menyisir rambut putri Fir'aun pada suatu hari, tiba-tiba sisirnya terjatuh. Maka ia berkata, 'Dengan nama Allah.' Putri Fir'aun bertanya, 'Ayahku?' Ia menjawab, 'Bukan, tetapi Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah.' Putri Fir'aun bertanya, 'Apakah aku akan memberitahukan hal ini kepada ayahku?' Ia menjawab, 'Ya.'""Kemudian Fir'aun memerintahkan agar sebuah bejana dari tembaga dipanaskan. Setelah itu, ia memerintahkan agar perempuan tersebut beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Perempuan itu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mempunyai satu permintaan kepadamu.' Fir'aun bertanya, 'Apa permintaanmu?' Ia menjawab, 'Aku ingin agar engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang-tulang anakku dalam satu kain, kemudian menguburkan kami.'""Kemudian anak-anaknya diperintahkan untuk dilemparkan ke hadapannya satu per satu. Hingga tiba giliran seorang bayi yang masih menyusu. Seolah-olah perempuan itu merasa berat karena anaknya. Maka bayi tersebut berkata, 'Wahai ibuku, terjunlah! Sesungguhnya azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat.' Maka perempuan itu pun terjun."Sumber: Musnad Ahmad, Musnad Abdullah bin Abbas, hadis nomor 2821 dalam cetakan Ar-Risalah. 🌸 Hikmah Kisah Ini : Keteguhan iman kepada Allah dapat membuat kita tegar menghadapi ujian apa pun dan mendapatkan balasan terbaik di surga.