Kisah Teladan Ummu Ad-Darda' - Ust. Dr. Firanda Andirja -🌸Siapa Ummu Darda? Ada Dua Orang!🌸Abu Darda Radhiyallahu Anhu memiliki dua istri yang sama-sama disebut Ummu Darda:1. Ummu Darda Al-Kubra (Senior): Namanya Khairah bintu Abi Hadrad Al-Aslami. Dia Sahabiah (bertemu Nabi, beriman, wafat dalam iman), alim & meriwayatkan hadis dari Nabi. Wafat sekitar 30 H, 2 tahun sebelum Abu Darda (32 H).2. Ummu Darda As-Sughra (Junior): Namanya Hujaymah bintu Huyay Al-Washabiyah Al-Himyariyah. Bukan sahabiah, tapi Tabi'iyah (bertemu sahabat). Wafat 81 H (ada yang bilang 90 H), hidup ∼50 tahun setelah Abu Darda wafat. Asalnya dari Yaman (Himyar), tinggal di Damaskus.Catatan: Nama anak Abu Darda yang bernama Darda bukan dari kedua istri ini, dari istri lain yang tidak diketahui kabarnya.Abu Darda sendiri: Nama Uwaimir bin Amir Al-Khazraji, ahli Quran, penghafal Quran bersama Muadz, Zaid dll. Dipanggil ke Damaskus untuk ajarkan Quran, lalu jadi Qadhi/Hakim di Syam, wafat 32 H di masa Utsman.1. Ummu Darda Al-Kubra - Kisah Salman & Keseimbangan IbadahNabi persaudarakan (mu'akhah) Salman Al-Farisi (Persia) dengan Abu Darda (Anshar Khazraj) agar saling perhatian, seperti Sa'ad bin Rabi' dengan Abdurrahman bin Auf. Sistem persaudaraan ini metode Nabi pasca Hijrah. Suatu hari Salman kunjungi rumah Abu Darda, dapati Ummu Darda mutabadzilah - pakaian tidak rapi / semrawut.Adab Sahabiat: Biasanya istri berhias rapi di rumah untuk suami. Nabi melarang pulang safar malam-malam nyelonong, hendaknya siang agar istri bisa bersiap: sisir rambut, dll. Zaman sekarang terbalik: di rumah seadanya, keluar rumah berhias.Salman heran, tanya kenapa. Ummu Darda tidak curhat membongkar aib suami, tidak nangis, hanya beri isyarat: "Inna akhaka Abu Darda la hajata lahu fid dunya - Saudaramu Abu Darda tidak butuh dunia." Maksudnya: ngapain berhias kalau suami tidak menyentuhku. Dia jaga kehormatan suami. Salman paham ada masalah, tapi tidak langsung vonis, dia cross-check dengan menginap. Abu Darda hidangkan makanan, Salman suruh Abu Darda ikut makan padahal puasa sunnah: "Saya tidak makan sampai kau makan." Dalil puasa sunnah boleh dibatalkan untuk menyenangkan tamu. Abu Darda mau qiyamul lail dari awal malam, Salman suruh tidur dulu, 2x disuruh tidur, baru bangun di sepertiga malam terakhir lalu shalat bersama.Abu Darda siang puasa terus, malam shalat terus, kapan sentuh istri? Benar Ummu Darda terbengkalai. Tidak langsung tembak masalah istri, tidak bilang "istrimu laporan". Dia urut: "Jiwamu punya hak, Rabbmu punya hak, tamumu punya hak, istrimu punya hak. Fa'thi kulla dzi haqqin haqqah - Berikan masing-masing haknya." Dimulai dari diri, Allah, tamu, baru istri di akhir, agar tidak ribut. Abu Darda lapor ke Nabi, Nabi jawab: "Shadaqa Salman - Salman telah benar." Maka perkataan Salman jadi seperti sabda Nabi.Pelajaran: Ibadah ada porsinya, jangan berlebih di satu porsi lalu korbankan porsi lain. 2. Ummu Darda As-Sughra - Yatim yang Dididik Suami, Setia Sampai AkhiratBiografi pujian ulama: Ibnu Qaisarani: Faqihah, Alimah, Abidah, Malihah, Jamilah, Wasi'atal ilm, Wafiratal aql - ahli fiqih, alim, ahli ibadah, menyenangkan, cantik jelita, ilmu luas, akal cerdas, meriwayatkan banyak hadis dari Abu Darda. Az-Dzahabi: Dia belajar dari suaminya, terkenal ilmu, amal, zuhud. Muridnya banyak: Jubair bin Nufair, Abu Qilabah, Salim bin Abi Al-Ja'd, Raja bin Haiwah, Makhul, Zaid bin Aslam dll. Asal mula: Dia anak yatim dipelihara Abu Darda & Ummu Darda Al-Kubra sejak kecil. Sering masuk dalam mantel Abu Darda, shalat di shaf laki-laki, duduk di halaqah Quran karena masih kecil. Ketika mulai besar, Abu Darda suruh: "Ilhaqi bi shufufin nisa - Gabunglah dengan shaf wanita." Setelah dewasa dinikahi Abu Darda. Cantik jelita, setelah Abu Darda wafat dilamar Muawiyah (Gubernur Syam di masa Utsman / Khalifah setelahnya). Muawiyah dari Quraisy Bani Umayyah, nasab tinggi, tidak ada kurangnya. Ummu Darda masih sangat muda, mungkin belasan/20-an. Tapi ditolak. Alasan tolak: Dia dengar hadis dari suaminya: "Innal mar'ata li akhiri azwajiha - Wanita di surga bersama suami terakhirnya. Wa la uridu li Abi Darda badilan - Saya tidak mau pengganti selain Abu Darda." Dia sangat cinta Abu Darda meski usia jauh berbeda. Lamaran akhirat: Saat Abu Darda mau wafat, Ummu Darda berkata: "Engkau melamarku dari keluargaku di dunia, sekarang saya melamarmu untuk akhirat, terimalah agar kita menikah sampai akhirat." Abu Darda jawab: "Kalau ingin tetap bersamaku, jangan menikah lagi setelah aku meninggal." Muawiyah nasihati: "Alaiki bish shiyam - Hendaknya kau berpuasa" karena masih muda tapi tidak mau menikah.Banding Ummu Salamah: Saat Abu Salamah wafat, dia baca doa musibah tapi tidak bisa ucap "ganti yang lebih baik" karena siapa lebih baik dari suamiku? Terpaksa ucap karena sunnah, ternyata Allah ganti dengan Nabi. Saat dilamar Nabi dia tolak dengan 3 alasan (tua, anak banyak, cemburu), Nabi bantah semua. Ini bukti cinta sahabiat ke suami, bukan karena kaya, tapi susah & sederhana. Banding Nailah istri Utsman: Cantik jelita, setelah Utsman wafat dilamar banyak lelaki, akhirnya dia patahkan giginya yang indah agar tidak ada yang lamar, karena tidak ingin cinta ke Utsman luntur, ingin bersama sampai akhirat.Catatan: Zaman sahabat hampir tidak ada janda nganggur, begitu masa iddah selesai langsung dilamar sebagai bentuk perhatian, itu hilang sekarang.3. Sifat & Kemuliaan Ummu Darda As-SughraSangat hormat suami: Dalam Shahih Muslim dia meriwayatkan: "Haddatsani Sayyidi - Telah menyampaikan kepadaku tuanku (Sayyidi)." Imam Nawawi: Ini dalil tauqir, menghormati suami sampai tidak bilang "suamiku" tapi "tuanku" seperti budak ke tuan. Hadisnya: Siapa doakan saudaranya tanpa diketahui, malaikat aminkan "wa laka bimitsl" - kau juga dapat sama.Pelajaran hormat suami: Istri sholehah membuat suami merasa jadi gubernur di rumah (_Ar-rijalu qawwamuna 'alan nisa_, Ibnu Abbas: suami seperti gubernur). Jika ibu hormat, anak lihat bapak dihormati, nasihat bapak didengar. Jika bapak tiap hari diomelin ibu, harga diri jatuh, anak anggap bapak macan ternyata kucing kurus. Taat suami karena taat Allah, bukan karena orang tua/orang lain. Nasihati suami salah tetap dengan hormat.Ahli ilmu: Punya majelis 6 bulan di Damaskus, 6 bulan di Baitul Maqdis, mengajar ilmu & Quran. Hadir di majelisnya termasuk Khalifah Abdul Malik bin Marwan, tabi'in Aun bin Abdillah dll.Ahli zikir: Banyak wanita datang untuk ibadah bersama, melihatnya ingat akhirat, semangat zikir, Quran, shalat malam. Muridnya: Kami duduk berzikir masing-masing di sisi beliau, kami khawatir buat bosan, dia jawab: "Saya cari ibadah paling menyenangkan hati & memuaskan dada, tidak ada seperti zikir Allah, bagaimana saya bosan?"Pelajaran zikir: Kurangi relasi tidak bermanfaat, kurangi sosmed. Penduduk Madinah usia 40 fokus ibadah tinggalkan dunia. Usia 40 sekarang malah tambah relasi. Quran tidak khatam berbulan-bulan padahal semua ada tapi tidak dibaca.Nasihat rezeki: Seseorang berdoa minta rezeki, Allah tidak turunkan hujan dinar/dirham. Rezeki lewat perantara lain: jual beli, hadiah. Jika dikasih hadiah terima, jangan tolak (sakiti hati pemberi), kalau tidak perlu kasihkan orang lain, kalau perlu pakai untuk isti'anah beribadah.Nasihat makan: Pernah makan bersama murid lupa puji Allah, dia tegur: "Wahai putra-putraku, jangan lupa campur makanan kalian dengan zikir. Makan sambil memuji Allah lebih baik daripada makan diam-diam." Ini sunnah: makan diiringi Alhamdulillah, Subhanallah.Nasihat hikmah: "Ta'allamul hikmah wa antum shigar, ta'maluna biha wa antum kibar - Pelajari hikmah saat masih kecil, amalkan saat besar." Ajari anak kata-kata hikmah sejak kecil, nanti saat hadapi cobaan dia ingat solusi dari orang tua.Hati bersih: Dikabari ada orang mencelanya, dia jawab: "Subhanallah, betapa sering saya dipuji dengan perkara yang tidak saya lakukan." Tidak marah, anggap celaan sebagai pujian yang tidak pantas. Akhlak mulia.Berani nasihati khalifah: Abdul Malik bin Marwan kirim hadiah perkakas (karpet, bantal) ke Ummu Darda di malam hari, pembantu telat, khalifah melaknat pembantu. Pagi hari Ummu Darda tegur: "Saya dengar semalam engkau melaknat pembantumu. Aku dengar suamiku berkata Nabi bersabda: La yakunul la'anun syufa'a wa la syuhada yaumal qiyamah - Tukang melaknat tidak akan jadi pemberi syafaat & saksi di hari kiamat." Dia nasihati tanpa ragu.Hadis lain yang diriwayatkan dari suaminya: - Tirmidzi: Man radda 'an 'irdhi akhihi... Siapa bela kehormatan saudaranya, Allah bela wajahnya dari neraka. - Abu Dawud: Hasbiyallahu la ilaha illa Huwa 'alaihi tawakkaltu... pagi-petang 7x Allah cukupkan dari kegelisahan (ada masalah sanad).- Rumus rumah tangga Abu Darda: "Wahai Ummu Darda, jika kau marah saya yang menyenangkanmu, jika saya marah kau yang menyenangkan saya, jika sama-sama marah kita akan berpisah." Jika istri marah suami tenang, jangan sama-sama teriak.Penutup: Jadilah istri sholehah yang kalau dilihat ingatkan akhirat, kesibukannya zikir. Manfaatkan waktu agar bahagia saat bertemu Allah.