🌾 1\. Mengenal Ummu Darda Kubro dan Ummu Darda SugroAbu Darda memiliki dua orang istri yang salihah, yang dikenal dengan panggilan Ummu Darda Kubro dan Ummu Darda Sugro.① Ummu Darda KubroBernama Khayrah binti Abi Hadrad. Beliau dikenal sebagai wanita salihah yang meriwayatkan beberapa hadis Nabi ﷺ dan termasuk golongan sahabiyah.Sahabiyah adalah wanita yang bertemu dengan Nabi ﷺ, beriman kepada beliau, dan meninggal dunia dalam keadaan beriman.② Ummu Darda SugroBeliau bukanlah sahabiyah karena tidak pernah bertemu Rasulullah ﷺ. Namun, beliau termasuk seorang tabi'iyah, yaitu orang yang tidak bertemu Nabi ﷺ, tetapi bertemu dengan para sahabat, masuk Islam, dan meninggal dunia dalam keadaan beriman. 2\. Kisah Ummu Darda KubroBeliau menikah dengan Abu Darda. Ummu Darda Kubro merupakan seorang wanita yang terkenal ahli ibadah. Beliau juga seorang ahli Al-Qur'an, sedangkan suaminya, Abu Darda, juga seorang penghafal Al-Qur'an. ✧ Kisah dalam Hadis tentang Salman Al-FarisiKisah keduanya tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari, yaitu tentang Salman Al-Farisi. Ketika itu, Nabi ﷺ mempersaudarakan Salman dan Abu Darda. Mereka saling memberikan perhatian dan juga saling mengunjungi.Suatu hari, Salman mendatangi rumah Abu Darda. Ia melihat Ummu Darda dalam keadaan sederhana dan tidak berdandan. Salman pun bertanya kepadanya, "Mengapa engkau seperti ini?"Ummu Darda menjawab bahwa saudaranya, Abu Darda, sudah tidak memiliki keinginan terhadap dunia.Ketika Abu Darda datang, ia menyiapkan makanan untuk Salman. Namun, Abu Darda mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa. Salman berkata bahwa ia tidak akan makan sampai Abu Darda ikut makan. Akhirnya, mereka pun makan bersama.Malam harinya, Abu Darda bangun untuk melaksanakan salat malam. Salman memintanya untuk tidur kembali. Ketika Abu Darda hendak bangun lagi, Salman kembali memintanya tidur.Hingga pada sepertiga malam terakhir, Salman berkata, "Sekarang bangunlah." Kemudian, mereka berdua melaksanakan salat malam. Setelah itu, Salman menasihati Abu Darda:✦ Nasihat Salman Al-Farisi> إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُArtinya:"Sesungguhnya Rabb-mu memiliki hak atas dirimu, dirimu sendiri memiliki hak atas dirimu, dan keluargamu juga memiliki hak atas dirimu. Maka, berikanlah kepada setiap yang memiliki hak akan haknya."Sumber: HR. Bukhari no. 1968, Sahih al-Bukhari, hadis tentang puasa.Salman mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh hanya berfokus pada ibadah sampai melupakan hak-hak yang lainnya.Setelah mendengarkan nasihat Salman, Abu Darda pun pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh dan menyampaikan kejadian tersebut kepada Nabi ﷺ.Rasulullah ﷺ menjawab:صَدَقَ سَلْمَانُArtinya: "Salman benar."Sumber: HR. Bukhari no. 1968, Sahih al-Bukhari.Salman mengajarkan kita bagaimana cara menasihati saudara dengan bijaksana. Abu Darda kemudian kembali memperhatikan hak istrinya dan keluarganya. Hingga mereka pindah ke Damaskus bersama-sama, dan Ummu Darda meninggal dunia sebelum Abu Darda. 3\. Kisah Ummu Darda Sugro ① Nama dan Latar BelakangNama beliau adalah Hujaimah binti Huyay al-Washshabiyyah al-Himyariyyah al-Dimasyqiyyah. Ada pula yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari Yaman, kemudian tinggal bersama suaminya di Syam. Ada juga yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari Damaskus.Menurut Imam Adz-Dzahabi, Ummu Darda Sugro adalah seorang wanita yang ahli fikih, berilmu, ahli ibadah, dan memiliki keutamaan.Beliau merupakan wanita yang sangat cantik jelita, ilmunya luas, akalnya cerdas, serta meriwayatkan banyak hadis dari suaminya, Abu Darda. ② Kedudukan dan KeilmuanAdz-Dzahabi juga menyebutkan bahwa Ummu Darda Sugro telah meriwayatkan banyak ilmu dari suaminya, Abu Darda. Beliau merupakan wanita yang rajin berpuasa, dikenal dengan ilmu dan kezuhudannya.Banyak perawi hadis yang meriwayatkan hadis dari beliau, di antaranya:* Jubair bin Nufair.* Abu Qilabah al-Jarmi.* Sa'id bin Abdul Aziz.* Raja' bin Haywah.* Yunus bin Maisarah.* Dan masih banyak perawi hadis lainnya. ③ Masa Kecil Ummu Darda SugroUmmu Darda Sugro merupakan seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda. Sejak masih kecil, beliau tinggal bersama Ummu Darda Kubro.Abu Darda sangat memperhatikan pendidikan beliau. Bahkan, ketika masih kecil, Hujaimah sering diajak masuk ke masjid oleh Abu Darda dan ketika masih kecil beliau masuk ke saf laki-laki. Beliau juga duduk di halaqah ahli Al-Qur'an untuk belajar Al-Qur'an.Sampai suatu hari Abu Darda berkata kepadanya:"Sudah saatnya kau belajar bersama para wanita."Setelah masa kanak-kanaknya dilewati, beliau kemudian diajari oleh Abu Darda dan Ummu Darda Kubro.Ummu Darda Sugro hidup lebih lama daripada Abu Darda karena beliau dinikahi ketika masih muda. Bahkan, setelah Abu Darda wafat, beliau masih terus hidup hingga tahun 81 Hijriah. Jadi, beliau masih hidup sekitar 50 tahun setelah wafatnya Abu Darda.④ Kesetiaan kepada Abu DardaKarena Ummu Darda Sugro sangat cantik jelita, beliau pernah dilamar oleh Mu'awiyah yang saat itu menjabat sebagai gubernur Syam. Namun, lamaran tersebut ditolak.Ummu Darda berkata:"Sesungguhnya aku mendengar hadis dari suamiku. Sesungguhnya seorang wanita ketika di surga akan bersama suaminya yang terakhir. Dan aku tidak ingin mencari pengganti selain Abu Darda."Maka Mu'awiyah pun membalas suratnya:"Kalau begitu, hendaklah kamu memperbanyak puasa."Dalil tentang kesetiaan Ummu Darda SugroRasulullah ﷺ bersabda:الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَاArtinya:"Seorang wanita akan bersama suaminya yang terakhir."Sumber: Diriwayatkan dari Abu Darda dalam Al-Mu'jam Al-Awsath karya Ath-Thabrani, no. 3130; juga diriwayatkan Abu Ya'la. Penilaian terhadap jalur periwayatannya memiliki pembahasan di kalangan ulama hadis. مصدر: مجمع الزوائد +2 4\. Keutamaan Ummu Darda Sugro dalam Menuntut IlmuUmmu Darda dikenal sebagai wanita yang ahli ibadah, berilmu, dan sangat hormat kepada suaminya.Di antara keutamaan beliau adalah senang mengajarkan ilmu. Beliau mengajar di Damaskus dan terkadang juga di Baitul Maqdis. Banyak orang yang menghadiri majelis beliau, di antaranya para ulama tabi'in.Bahkan, disebutkan bahwa majelis beliau juga dihadiri oleh tokoh-tokoh besar pada zamannya. Beliau juga mengajarkan Al-Qur'an.Di antara keberkahan beliau, ketika para wanita melihat beliau, mengingatkan mereka kepada akhirat. Mereka kemudian banyak berdzikir.✧ Kisah Majelis Ilmu Ummu DardaSuatu hari, ketika duduk bersama di majelis Ummu Darda, masing-masing dari mereka berdzikir dan berdiskusi.Mereka kemudian berkata:"Wahai guru kami, Ummu Darda, kami khawatir telah membuatmu bosan dengan majelis ini."Ummu Darda menjawab:"Apakah kalian mendapati bahwa aku bosan? Aku telah mencari ibadah dalam segala hal, tetapi aku tidak menemukan sesuatu yang lebih menenangkan hatiku dan lebih mengumpulkan hatiku selain duduk bersama para ahli ilmu dan berdiskusi dengan mereka."Nasihat dari Ummu Darda:Majelis ilmu merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.Sumber: Riwayat tentang Ummu Darda dalam Siyar A'lam an-Nubala dan Tahdzib al-Kamal. النووي +15\. Nasihat-Nasihat Ummu Darda ① Nasihat tentang RezekiUmmu Darda berkata:"Jika salah seorang di antara kalian berkata, 'Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku,' padahal ia mengetahui bahwa Allah tidak akan menurunkan uang dinar ataupun dirham dari langit, sesungguhnya Allah memberikan rezeki melalui perantara manusia.Maka barang siapa yang diberikan sesuatu, hendaklah ia menerimanya. Jika ia orang kaya, hendaklah ia memberikan pemberian tersebut kepada saudaranya yang membutuhkan. Jika ia orang fakir, hendaklah ia memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhannya."Teks Arab:إِنَّ أَحَدَكُمْ يَقُولُ: اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي، وَقَدْ عَلِمَ أَنَّ اللَّهَ لَا يُمْطِرُ عَلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَإِنَّمَا يَرْزُقُ بَعْضَهُمْ مِنْ بَعْضٍ، فَمَنْ أُعْطِيَ شَيْئًا فَلْيَقْبَلْهُ، فَإِنْ كَانَ عَنْهُ غَنِيًّا فَلْيَضَعْهُ فِي ذِي الْحَاجَةِ مِنْ إِخْوَانِهِ، وَإِنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَسْتَعِنْ بِهِ عَلَى حَاجَتِهِ.Sumber: Riwayat Ummu Darda dalam Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 356. أم الدرداء الصغرى- الجزء رقم35 +1 ② Nasihat tentang Bersyukur Setelah MakanDari Utsman bin Hayyan, beliau menceritakan bahwa suatu hari mereka makan bersama Ummu Darda. Mereka lupa mengucapkan Alhamdulillah setelah makan.Maka Ummu Darda berkata:"Wahai anak-anakku, janganlah kalian lupa mengiringi makanan kalian dengan mengingat Allah. Makan disertai pujian kepada Allah lebih baik daripada makan dalam keadaan diam."Teks Arab:يَا بَنِيَّ، لَا تَدَعُوا أَنْ تُؤَدِّمُوا طَعَامَكُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ، أَكْلٌ وَحَمْدٌ خَيْرٌ مِنْ أَكْلٍ وَصَمْتٍ.Sumber: Riwayat Ummu Darda dalam Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 357. أم الدرداء الصغرى- الجزء رقم35 ③ Nasihat tentang Belajar Sejak KecilUmmu Darda juga berwasiat:"Pelajarilah hikmah ketika kalian masih kecil, agar kalian dapat mengamalkannya ketika sudah besar. Sesungguhnya setiap orang yang menanam pasti akan memanen apa yang ditanamnya, baik berapa kebaikan maupun keburukan."Teks Arab:تَعَلَّمُوا الْحِكْمَةَ صِغَارًا تَعْمَلُوا بِهَا كِبَارًا، وَإِنَّ كُلَّ زَارِعٍ حَاصِدٌ مَا زَرَعَ مِنْ خَيْرٍ أَوْ شَرٍّ.Sumber: Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 356. أم الدرداء الصغرى- الجزء رقم35 +1 ④ Nasihat tentang Pujian dan Celaan ManusiaSuatu ketika, ada seseorang yang datang kepada Ummu Darda dan memberitahukan bahwa ada orang yang membicarakan keburukannya di hadapan Abdul Malik bin Marwan.Ummu Darda menjawab:"Jika kita dicela karena sesuatu yang memang ada pada diri kita, bukankah selama ini kita juga sering dipuji karena sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada diri kita?"Teks Arab:إِنْ نُؤْبَنُ بِمَا فِينَا فَطَالَمَا زُكِّينَا بِمَا لَيْسَ فِينَا.Sumber: Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 357. أم الدرداء الصغرى- الجزء رقم35 +16\. Nasihat tentang Larangan MelaknatUmmu Darda juga meriwayatkan dan mengingatkan tentang hadis Rasulullah ﷺ mengenai bahaya melaknat.Beliau menyampaikan bahwa orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat maupun saksi pada hari kiamat kelak.Dalil hadis:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:إِنَّ اللَّعَّانِينَ لَا يَكُونُونَ شُهَدَاءَ وَلَا شُفَعَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Artinya:Rasulullah ﷺ bersabda:"Sesungguhnya orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak pula menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat."Sumber: HR. Muslim no. 2598. أم الدرداء الصغرى- الجزء رقم35✧ Kisah Abdul Malik bin Marwan dan PembantunyaSuatu hari, Abdul Malik bin Marwan mengirimkan hadiah berupa perlengkapan rumah kepada Ummu Darda.Pada suatu malam, Abdul Malik bangun dan memanggil pembantunya. Namun, pembantunya terlambat datang sehingga Abdul Malik melaknatnya.Ketika pagi hari, Ummu Darda berkata kepadanya:"Aku mendengar engkau melaknat pembantumu tadi malam ketika engkau memanggilnya."Kemudian Ummu Darda menyampaikan hadis yang pernah didengarnya dari Abu Darda, dari Rasulullah ﷺ:لَا يَكُونُ اللَّعَّانُونَ شُفَعَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِArtinya:"Orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat."Sumber: HR. Muslim no. 2598, dari Abu Darda melalui Ummu Darda.