Kisah Teladan Ummu Ad Darda'Kajian Ustadz Firanda AndirjaAbu Darda' memiliki dua istri:Ummu Ad Darda' Al KubroUmmu Ad Darda' As SughraKeduanya adalah wanita shalihah.Ummu Ad Darda' Al Kubro bernama Khairah bintu Abi Hadrat Al Aslamy. Beliau dikenal dengan ilmunya dan juga meriwayatkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau adalah seorang shahabiyah, yaitu wanita yang bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beriman kepada beliau.Adapun Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang tabi'iyah, yaitu wanita yang bertemu dengan para sahabat Nabi dan beriman kepada Allah.Ummu Ad Darda' Al KubroUmmu Ad Darda' menikah dengan Abu Darda', seorang yang terkenal ahli ibadah, ahli Al-Qur'an, dan hafal Al-Qur'an. Nama asli Abu Darda' adalah Uwaimir bin Amir Al Khazraji.Abu Darda' pernah mengajarkan Al-Qur'an di Damascus (sekarang Suriah), kemudian menjadi hakim (qadhi) di sana.Beliau meninggal pada masa kekhalifahan Utsman bin 'Affan, sekitar tahun 32 H. Ummu Ad Darda' Al Kubro wafat dua tahun sebelumnya.Hadits tentang Kedatangan Salman Al Farisi ke Rumah Abu Darda'"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda'. Tatkala Salman bertandang (ziarah) ke rumah Abu Darda', ia melihat Ummu Darda' (istri Abu Darda') dalam keadaan mengenakan pakaian yang serba kusut.Salman pun bertanya kepadanya, 'Mengapa keadaan kamu seperti itu?'Wanita itu menjawab, 'Saudaramu Abu Darda' sudah tidak mempunyai hajat lagi pada keduniaan.'"Faedah:• Kebiasaan para shahabiyah adalah berhias untuk suaminya ketika di rumah. Maka, mengherankan ketika Salman melihat Ummu Darda' tidak memperhatikan penampilannya ketika di rumah.Kemudian Abu Darda' datang dan ia membuatkan makanan untuk Salman. Setelah selesai, Abu Darda' berkata kepada Salman, "Makanlah, karena saya sedang berpuasa."Salman menjawab, "Saya tidak akan makan sebelum engkau pun makan."Maka Abu Darda' pun makan.Faedah:• Ini sebagai dalil bahwa ketika seseorang sedang menjalankan puasa sunnah kemudian ada jamuan makan, maka boleh baginya untuk membatalkan puasanya.Pada malam harinya, Abu Darda' bangun untuk mengerjakan shalat malam. Salman pun berkata kepadanya, "Tidurlah."Abu Darda' pun tidur kembali.Ketika Abu Darda' bangun hendak mengerjakan shalat malam, Salman kembali berkata kepadanya, "Tidurlah!"Hingga pada akhir malam, Salman berkata, "Bangunlah."Lalu mereka shalat bersama-sama. Setelah itu, Salman berkata kepadanya:"Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut."Kemudian Abu Darda' mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi.Beliau lantas bersabda, "Salman itu benar." (HR. Bukhari)Di antara Faedah Kisah dalam Hadits• Ummu Ad Darda' menjawab pertanyaan Salman Al Farisi tanpa berkeluh kesah dan tanpa menceritakan masalah rumah tangganya kepada Salman.• Sikap Salman Al Farisi dalam menghadapi permasalahan rumah tangga orang lain sangat bijak. Salman tidak langsung menyimpulkan dari kata-kata Ummu Ad Darda', melainkan menyaksikan sendiri dengan bermalam di rumah Abu Darda'. Kemudian Salman juga menasihati saudaranya (Abu Darda') dengan kata-kata yang bijak tanpa menyudutkan Abu Darda' maupun Ummu Ad Darda'.• Ini menjadi dalil bahwa seseorang ketika menjalankan ibadah tidak boleh mengikuti hawa nafsunya, karena masing-masing memiliki porsinya. Ketika berlebihan dalam satu porsi, maka ia akan menumbalkan porsi yang lain.Ummu Ad Darda' As SughraNamanya adalah Juhaimah bintu Huyay Al Washshabiyah. Asalnya dari Yaman, kemudian tinggal di Damascus bersama suaminya, Abu Darda'.Menurut Ibnul Qushayrani, Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang wanita yang faqih (ahli fiqih), 'alim, ahli ibadah, menyenangkan, cantik jelita, memiliki ilmu yang luas, akal yang cerdas, dan meriwayatkan banyak hadits dari suaminya (Abu Darda').Adz Dzahabi juga menyebutkan bahwa Ummu Ad Darda' As Sughra telah meriwayatkan banyak ilmu dari suaminya (Abu Darda'). Beliau berumur panjang dan terkenal dengan ilmu, amal, serta kezuhudannya.Catatan:• Di antara ciri suami yang shalih adalah mengajarkan ilmu kepada istrinya.Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda' dan Ummu Ad Darda' Al Kubro.Ketika dewasa, beliau kemudian dinikahi oleh Abu Darda'. Ummu Ad Darda' As Sughra menjalani kehidupan rumah tangga bersama Abu Darda' hingga beliau wafat.Sepeninggal Abu Darda', Ummu Ad Darda' As Sughra masih hidup cukup lama dan wafat sekitar tahun 80–90 Hijriah.Beliau terkenal cantik jelita. Kemudian beliau dilamar oleh Muawiyah (Gubernur/Khalifah pada masa itu), tetapi lamaran tersebut ditolak.Ummu Ad Darda' As Sughra menyampaikan:"Aku mendengar Abu Darda' berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا'Seorang wanita bagi suaminya yang terakhir.'Dan aku tidak ingin pengganti bagi Abu Darda'."Ketika Abu Darda' radhiyallahu 'anhu sedang sakit menjelang wafatnya, Ummu Ad Darda' As Sughra berkata:"Wahai Abu Darda', sesungguhnya engkau telah melamar diriku kepada kedua orang tuaku di dunia ini, lantas mereka menerimanya dan menikahkanmu denganku. Sebab itu, aku ingin melamar dirimu (agar tetap menjadi suamiku) di akhirat kelak."Menanggapi permintaan tersebut, Abu Darda' berpesan:"Kalau begitu, maka janganlah menikah lagi sepeninggalku."Catatan:• Di antara banyak teladan dari potret rumah tangga para sahabat yaitu menganggap pasangannya (suami/istri) sebagai yang terbaik dan setia kepada pasangannya.Selain sangat mencintai suaminya, Ummu Ad Darda' juga sangat hormat kepada suaminya.Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ummu Ad Darda' radhiyallahu 'anha, ia berkata:"Telah menceritakan kepadaku tuanku (suamiku, Abu Darda')" bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Barangsiapa mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya (dari kejauhan), maka malaikat yang diutus bersamanya akan berkata: Amin, dan bagimu seperti yang engkau doakan."Faedah:• Ini sebagai dalil bagaimana adab seorang istri kepada suaminya. Beliau menyebut suaminya dengan 'sayyidi' atau 'tuanku'.• Allah akan memberikan ganjaran yang besar bagi wanita yang hormat kepada suaminya.Semangat Ummu Ad Darda' dalam Mengajarkan IlmuDi antara kemuliaan Ummu Ad Darda' As Sughra yaitu beliau banyak mengajarkan ilmu.Disebutkan bahwa beliau mengajar selama enam bulan di Damascus dan enam bulan di Baitul Maqdis. Jamaahnya pun banyak.Beliau juga mengajarkan Al-Qur'an.Banyak wanita yang jika melihat beliau menjadi semangat untuk beribadah dan berdzikir.Dikisahkan bahwa suatu ketika Aun bin Abdullah bersama beberapa orang duduk di hadapan Ummu Ad Darda', lalu mereka berdzikir kepada Allah bersama-sama.Karena merasa sudah terlalu lama, sebagian orang yang hadir berkata kepada beliau:"Boleh jadi kami telah membuat engkau merasa bosan."Mendengar ucapan tersebut, Ummu Ad Darda' memberikan jawaban yang sangat indah dan penuh hikmah:"Kalian beranggapan bahwa kalian telah membuat aku jemu? Padahal, aku mencari ibadah dalam segala sesuatu. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang bisa menyejukkan dadaku selain dari majelis-majelis dzikir."Catatan:• Teladan bagi kita untuk menyediakan dan mengkhususkan waktu untuk berdzikir kepada Allah.• Kurangi media sosial dan relasi-relasi yang tidak perlu atau tidak bermanfaat.Di antara Nasihat Ummu Ad Darda' As SughraTentang rezeki dan sikap menerima pemberian"Sesungguhnya seseorang dari mereka berdoa, 'Ya Allah, berilah saya rezeki.' Sedangkan dia tahu bahwa Allah tidak akan menurunkan hujan emas atau perak, namun Allah memberikan rezeki kepada sebagian makhluk melalui makhluk lainnya.Maka siapa saja yang diberi sesuatu hendaklah dia menerima. Jika dia orang yang cukup, maka hendaklah ia memberikan kepada yang membutuhkan. Atau kalau dia sendiri fakir, maka hendaklah dia menjadikan pemberian itu sebagai bantuan untuk dirinya."Biasakan berdzikir dalam setiap keadaan"Janganlah kalian lupa membumbui makanan kalian dengan dzikir. Makan disertai memuji Allah itu lebih baik daripada makan sambil diam saja (tidak memuji Allah)."Tentang pentingnya mempelajari hikmah sejak muda"Pelajarilah hikmah semasa mudamu, niscaya engkau akan mengamalkannya pada masa tuamu. Karena setiap orang yang menanam pasti kelak akan menuai hasilnya, baik berupa kebaikan maupun kejahatan."Tentang menyikapi celaan dan pujian"Jika kita dituduh atau dicela dengan sesuatu keburukan yang tidak ada pada diri kita, bukankah selama ini kita juga sering dipuji dengan berbagai kebaikan yang sebenarnya tidak ada pada diri kita?"Larangan melaknatUmmu Ad Darda' tidak segan menasihati Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang melaknat pembantunya agar tidak melakukannya lagi.Beliau berkata:"Tadi malam aku mendengar kamu melaknat pembantumu ketika kamu memanggilnya."Sungguh, aku pernah mendengar Abu Darda' berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:*Sesungguhnya para pelaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada' (orang-orang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa'at pada hari kiamat kelak.'"Pesan Abu Darda' kepada Ummu Ad Darda'Di antara pesan yang masyhur disampaikan Abu Darda' kepada Ummu Ad Darda' (tidak diketahui apakah Ummu Ad Darda' Al Kubro atau As Sughra):"Jika aku marah, maka redakanlah amarahku; dan jika engkau marah, aku akan berusaha meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak bersikap demikian, maka betapa cepatnya kita akan berpisah."Catatan:• Dalam rumah tangga hendaknya saling memahami dan saling mengalah untuk menciptakan suasana yang tenteram.