📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#34 - Kisah Teladan Ummu Darda

erharap dapat kembali dipertemukan dengan suaminya di surga. Sebuah gambaran cinta yang orientasinya tidak berhenti pada kehidupan dunia. Dari sini kita diingatkan bahwa hubungan yang paling berharga bukan sekadar hubungan yang saling menemani dalam waktu singkat, melainkan hubungan yang sama-sama mengarahkan kepada kebaikan dan berharap dipertemukan kembali dalam keridaan Allah.Namun, satu hal yang paling menarik dari kedua sosok ini adalah bahwa mereka tidak memisahkan ibadah dari kehidupan sehari-hari. Ada adab dalam berbicara tentang pasangan, ada keseimbangan dalam memenuhi hak keluarga, ada kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan ada dzikir yang menjadi sumber ketenangan hati.Pada akhirnya, kisah Ummu Ad-Darda' mengajarkan bahwa menjadi muslimah yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak waktu dihabiskan untuk beribadah, tetapi juga seberapa baik ilmu membentuk cara kita berpikir, bersikap, mencintai, dan memperlakukan orang lain.

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 jam lalu
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA (Ayat 1-128)

Allah taala berfirman:وَمَا ذَرَأَ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَذَّكَّرُونَdan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.Subtema: Alam merupakan suatu kesatuan yang membuktikan kekuasaan Allah (Ayat 3-21)QS. An-Naĥl: 13Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 34-Kisah Teladan Ummu Ad Darda'

Kisah Teladan Ummu Ad Darda'Kajian Ustadz Firanda AndirjaAbu Darda' memiliki dua istri:Ummu Ad Darda' Al KubroUmmu Ad Darda' As SughraKeduanya adalah wanita shalihah.Ummu Ad Darda' Al Kubro bernama Khairah bintu Abi Hadrat Al Aslamy. Beliau dikenal dengan ilmunya dan juga meriwayatkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau adalah seorang shahabiyah, yaitu wanita yang bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beriman kepada beliau.Adapun Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang tabi'iyah, yaitu wanita yang bertemu dengan para sahabat Nabi dan beriman kepada Allah.Ummu Ad Darda' Al KubroUmmu Ad Darda' menikah dengan Abu Darda', seorang yang terkenal ahli ibadah, ahli Al-Qur'an, dan hafal Al-Qur'an. Nama asli Abu Darda' adalah Uwaimir bin Amir Al Khazraji.Abu Darda' pernah mengajarkan Al-Qur'an di Damascus (sekarang Suriah), kemudian menjadi hakim (qadhi) di sana.Beliau meninggal pada masa kekhalifahan Utsman bin 'Affan, sekitar tahun 32 H. Ummu Ad Darda' Al Kubro wafat dua tahun sebelumnya.Hadits tentang Kedatangan Salman Al Farisi ke Rumah Abu Darda'"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda'. Tatkala Salman bertandang (ziarah) ke rumah Abu Darda', ia melihat Ummu Darda' (istri Abu Darda') dalam keadaan mengenakan pakaian yang serba kusut.Salman pun bertanya kepadanya, 'Mengapa keadaan kamu seperti itu?'Wanita itu menjawab, 'Saudaramu Abu Darda' sudah tidak mempunyai hajat lagi pada keduniaan.'"Faedah:• Kebiasaan para shahabiyah adalah berhias untuk suaminya ketika di rumah. Maka, mengherankan ketika Salman melihat Ummu Darda' tidak memperhatikan penampilannya ketika di rumah.Kemudian Abu Darda' datang dan ia membuatkan makanan untuk Salman. Setelah selesai, Abu Darda' berkata kepada Salman, "Makanlah, karena saya sedang berpuasa."Salman menjawab, "Saya tidak akan makan sebelum engkau pun makan."Maka Abu Darda' pun makan.Faedah:• Ini sebagai dalil bahwa ketika seseorang sedang menjalankan puasa sunnah kemudian ada jamuan makan, maka boleh baginya untuk membatalkan puasanya.Pada malam harinya, Abu Darda' bangun untuk mengerjakan shalat malam. Salman pun berkata kepadanya, "Tidurlah."Abu Darda' pun tidur kembali.Ketika Abu Darda' bangun hendak mengerjakan shalat malam, Salman kembali berkata kepadanya, "Tidurlah!"Hingga pada akhir malam, Salman berkata, "Bangunlah."Lalu mereka shalat bersama-sama. Setelah itu, Salman berkata kepadanya:"Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut."Kemudian Abu Darda' mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi.Beliau lantas bersabda, "Salman itu benar." (HR. Bukhari)Di antara Faedah Kisah dalam Hadits• Ummu Ad Darda' menjawab pertanyaan Salman Al Farisi tanpa berkeluh kesah dan tanpa menceritakan masalah rumah tangganya kepada Salman.• Sikap Salman Al Farisi dalam menghadapi permasalahan rumah tangga orang lain sangat bijak. Salman tidak langsung menyimpulkan dari kata-kata Ummu Ad Darda', melainkan menyaksikan sendiri dengan bermalam di rumah Abu Darda'. Kemudian Salman juga menasihati saudaranya (Abu Darda') dengan kata-kata yang bijak tanpa menyudutkan Abu Darda' maupun Ummu Ad Darda'.• Ini menjadi dalil bahwa seseorang ketika menjalankan ibadah tidak boleh mengikuti hawa nafsunya, karena masing-masing memiliki porsinya. Ketika berlebihan dalam satu porsi, maka ia akan menumbalkan porsi yang lain.Ummu Ad Darda' As SughraNamanya adalah Juhaimah bintu Huyay Al Washshabiyah. Asalnya dari Yaman, kemudian tinggal di Damascus bersama suaminya, Abu Darda'.Menurut Ibnul Qushayrani, Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang wanita yang faqih (ahli fiqih), 'alim, ahli ibadah, menyenangkan, cantik jelita, memiliki ilmu yang luas, akal yang cerdas, dan meriwayatkan banyak hadits dari suaminya (Abu Darda').Adz Dzahabi juga menyebutkan bahwa Ummu Ad Darda' As Sughra telah meriwayatkan banyak ilmu dari suaminya (Abu Darda'). Beliau berumur panjang dan terkenal dengan ilmu, amal, serta kezuhudannya.Catatan:• Di antara ciri suami yang shalih adalah mengajarkan ilmu kepada istrinya.Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda' dan Ummu Ad Darda' Al Kubro.Ketika dewasa, beliau kemudian dinikahi oleh Abu Darda'. Ummu Ad Darda' As Sughra menjalani kehidupan rumah tangga bersama Abu Darda' hingga beliau wafat.Sepeninggal Abu Darda', Ummu Ad Darda' As Sughra masih hidup cukup lama dan wafat sekitar tahun 80–90 Hijriah.Beliau terkenal cantik jelita. Kemudian beliau dilamar oleh Muawiyah (Gubernur/Khalifah pada masa itu), tetapi lamaran tersebut ditolak.Ummu Ad Darda' As Sughra menyampaikan:"Aku mendengar Abu Darda' berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا'Seorang wanita bagi suaminya yang terakhir.'Dan aku tidak ingin pengganti bagi Abu Darda'."Ketika Abu Darda' radhiyallahu 'anhu sedang sakit menjelang wafatnya, Ummu Ad Darda' As Sughra berkata:"Wahai Abu Darda', sesungguhnya engkau telah melamar diriku kepada kedua orang tuaku di dunia ini, lantas mereka menerimanya dan menikahkanmu denganku. Sebab itu, aku ingin melamar dirimu (agar tetap menjadi suamiku) di akhirat kelak."Menanggapi permintaan tersebut, Abu Darda' berpesan:"Kalau begitu, maka janganlah menikah lagi sepeninggalku."Catatan:• Di antara banyak teladan dari potret rumah tangga para sahabat yaitu menganggap pasangannya (suami/istri) sebagai yang terbaik dan setia kepada pasangannya.Selain sangat mencintai suaminya, Ummu Ad Darda' juga sangat hormat kepada suaminya.Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ummu Ad Darda' radhiyallahu 'anha, ia berkata:"Telah menceritakan kepadaku tuanku (suamiku, Abu Darda')" bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Barangsiapa mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya (dari kejauhan), maka malaikat yang diutus bersamanya akan berkata: Amin, dan bagimu seperti yang engkau doakan."Faedah:• Ini sebagai dalil bagaimana adab seorang istri kepada suaminya. Beliau menyebut suaminya dengan 'sayyidi' atau 'tuanku'.• Allah akan memberikan ganjaran yang besar bagi wanita yang hormat kepada suaminya.Semangat Ummu Ad Darda' dalam Mengajarkan IlmuDi antara kemuliaan Ummu Ad Darda' As Sughra yaitu beliau banyak mengajarkan ilmu.Disebutkan bahwa beliau mengajar selama enam bulan di Damascus dan enam bulan di Baitul Maqdis. Jamaahnya pun banyak.Beliau juga mengajarkan Al-Qur'an.Banyak wanita yang jika melihat beliau menjadi semangat untuk beribadah dan berdzikir.Dikisahkan bahwa suatu ketika Aun bin Abdullah bersama beberapa orang duduk di hadapan Ummu Ad Darda', lalu mereka berdzikir kepada Allah bersama-sama.Karena merasa sudah terlalu lama, sebagian orang yang hadir berkata kepada beliau:"Boleh jadi kami telah membuat engkau merasa bosan."Mendengar ucapan tersebut, Ummu Ad Darda' memberikan jawaban yang sangat indah dan penuh hikmah:"Kalian beranggapan bahwa kalian telah membuat aku jemu? Padahal, aku mencari ibadah dalam segala sesuatu. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang bisa menyejukkan dadaku selain dari majelis-majelis dzikir."Catatan:• Teladan bagi kita untuk menyediakan dan mengkhususkan waktu untuk berdzikir kepada Allah.• Kurangi media sosial dan relasi-relasi yang tidak perlu atau tidak bermanfaat.Di antara Nasihat Ummu Ad Darda' As SughraTentang rezeki dan sikap menerima pemberian"Sesungguhnya seseorang dari mereka berdoa, 'Ya Allah, berilah saya rezeki.' Sedangkan dia tahu bahwa Allah tidak akan menurunkan hujan emas atau perak, namun Allah memberikan rezeki kepada sebagian makhluk melalui makhluk lainnya.Maka siapa saja yang diberi sesuatu hendaklah dia menerima. Jika dia orang yang cukup, maka hendaklah ia memberikan kepada yang membutuhkan. Atau kalau dia sendiri fakir, maka hendaklah dia menjadikan pemberian itu sebagai bantuan untuk dirinya."Biasakan berdzikir dalam setiap keadaan"Janganlah kalian lupa membumbui makanan kalian dengan dzikir. Makan disertai memuji Allah itu lebih baik daripada makan sambil diam saja (tidak memuji Allah)."Tentang pentingnya mempelajari hikmah sejak muda"Pelajarilah hikmah semasa mudamu, niscaya engkau akan mengamalkannya pada masa tuamu. Karena setiap orang yang menanam pasti kelak akan menuai hasilnya, baik berupa kebaikan maupun kejahatan."Tentang menyikapi celaan dan pujian"Jika kita dituduh atau dicela dengan sesuatu keburukan yang tidak ada pada diri kita, bukankah selama ini kita juga sering dipuji dengan berbagai kebaikan yang sebenarnya tidak ada pada diri kita?"Larangan melaknatUmmu Ad Darda' tidak segan menasihati Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang melaknat pembantunya agar tidak melakukannya lagi.Beliau berkata:"Tadi malam aku mendengar kamu melaknat pembantumu ketika kamu memanggilnya."Sungguh, aku pernah mendengar Abu Darda' berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:*Sesungguhnya para pelaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada' (orang-orang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa'at pada hari kiamat kelak.'"Pesan Abu Darda' kepada Ummu Ad Darda'Di antara pesan yang masyhur disampaikan Abu Darda' kepada Ummu Ad Darda' (tidak diketahui apakah Ummu Ad Darda' Al Kubro atau As Sughra):"Jika aku marah, maka redakanlah amarahku; dan jika engkau marah, aku akan berusaha meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak bersikap demikian, maka betapa cepatnya kita akan berpisah."Catatan:• Dalam rumah tangga hendaknya saling memahami dan saling mengalah untuk menciptakan suasana yang tenteram.

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Juz 27 dan surah An Najm ayat 24 dan 25

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ“Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?” (QS. An-Najm: 24)Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى ࣖ“(Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.” (QS. An-Najm: 25)

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ummu Darda'

Abu Darda' memiliki istri Ummu Darda', terdapat dua sosok yang dikenal dengan julukan Ummu Darda', yaitu Ummu Darda' Al-Kubra (istri pertama Abu Darda') dan Ummu Darda' Ash-Shughra (Hujaymah binti Huyay Al-Washabiyyah). Keduanya memiliki kisah teladan yang luar biasa dalam keimanan, ilmu, dan kesetiaan.1. Ummu Darda' Al-Kubra (Khairah binti Abi Hadrad)​Nama Asli: Khairah binti Abi Hadrad Al-Aslamiyah. ​Kisah & Teladan:​Keseimbangan Hidup (Kisah Salman Al-Farisi)1. Pertemuan Awal: Penampilan Ummu Darda' yang LusuhSuatu hari, Salman Al-Farisi datang berkunjung ke rumah Abu Darda' untuk bersilaturahmi. Namun, sesampainya di sana, Salman dikejutkan oleh penampilan Ummu Darda' yang terlihat serba kusut, lusuh, dan sama sekali tidak terawat seperti layaknya seorang istri yang bersiap menyambut suaminya.Melihat kejanggalan tersebut, Salman langsung bertanya dengan sopan:"Mengapa keadaanmu seperti ini, wahai Ummu Darda'?"Ummu Darda' pun menjawab dengan nada mengadu sekaligus sedih:"Saudaramu, Abu Darda', sudah tidak memiliki hajat lagi pada keduniaan."Ummu Darda' menjelaskan bahwa suaminya menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk akhirat. Setiap siang Abu Darda' selalu berpuasa sunah, dan setiap malam suntuk dia selalu berdiri untuk salat tahajud. Akibatnya, Abu Darda' tidak pernah lagi memperhatikan atau memberikan waktu luang untuk istrinya. Mendengar hal itu, Ummu Darda' merasa tidak ada gunanya lagi bersolek atau merawat diri di depan suaminya.2. Aksi Tegas Salman demi Membela Hak Ummu Darda'Salman menyadari bahwa kondisi ini tidak sehat untuk sebuah rumah tangga. Ketika Abu Darda' pulang dan menyajikan makanan untuk menghormati tamunya, Salman memulai strateginya.​Memaksa Buka Puasa: Abu Darda' menyuguhkan makanan dan berkata, "Makanlah, sesungguhnya aku sedang berpuasa sunah." Namun Salman menolaknya dengan tegas dan berkata, "Aku tidak akan makan sebelum engkau ikut makan bersama denganku!" Akhirnya, Abu Darda' terpaksa membatalkan puasa sunahnya demi menemani saudaranya makan.​Memaksa untuk Istirahat: Saat malam tiba, baru saja Abu Darda' bersiap-siap untuk berdiri salat malam, Salman langsung menegurnya, "Tidurlah!" Abu Darda' pun tidur. Di tengah malam, Abu Darda' terbangun lagi untuk salat, namun Salman menahannya kembali dan menyuruhnya tidur.Barulah ketika waktu menjelang sepertiga malam terakhir, Salman membangunkan Abu Darda' dan berkata, "Sekarang, bangun dan shalatlah." Akhirnya mereka berdua melaksanakan salat tahajud bersama.3. Kalimat Emas Salman Al-FarisiSetelah salat selesai, Salman memberikan nasihat yang sangat mendalam kepada Abu Darda' agar ia kembali memperhatikan hak-hak istrinya (Ummu Darda'):"Sesungguhnya bagi Tuhanmu ada hak atas dirimu, bagi dirimu sendiri ada hak atas tubuhmu, dan bagi keluargamu (istrimu) juga ada hak atas dirimu. Maka, berikanlah setiap pemilik hak itu haknya masing-masing."Nasihat ini diberikan Salman agar Abu Darda' sadar bahwa beribadah secara ekstrem hingga mengabaikan istri dan tubuh sendiri bukanlah ajaran Islam yang seimbang.4. Pembenaran dari Rasulullah ﷺAbu Darda' kemudian datang menemui Rasulullah ﷺ dan mengadukan seluruh perbuatan Salman di rumahnya.Mendengar aduan tersebut, Rasulullah ﷺ tidak menyalahkan Salman, melainkan tersenyum dan bersabda dengan tegas:"Salman benar." (HR. Bukhari)Berkat kepedulian dan keberanian Salman Al-Farisi yang menegur Abu Darda', rumah tangga Ummu Darda' akhirnya kembali harmonis dan penuh keseimbangan antara urusan dunia, nafkah batin, serta ibadah kepada Allah SWT.​Kehormatan Muslimah: Beliau termasuk periwayat hadis yang menjaga pesan Nabi ﷺ mengenai kehormatan dan adab wanita ketika berada di luar rumah.2. Ummu Darda' Ash-Shughra (Hujaymah binti Huyay Al-Washabiyyah)​Nama Asli: Hujaymah binti Huyay Al-Washabiyyah (berasal dari Himyar, Syam). Sejak kecil beliau yatim dan diasuh serta dididik langsung oleh Abu Darda'.​Kisah & Teladan:​Ulama Perempuan Kelas Atas di Syam: Setelah Ummu Darda' Al-Kubra wafat, Hujaymah kemudian menikah dengan Abu Darda' dan dikenal dengan kunyah Ummu Darda' Ash-Shughra ("yang lebih muda"). Beliau tumbuh menjadi ahli fikih, ahli ibadah, dan perawi hadis yang sangat cerdas di Damaskus, Syam.​Guru Para Ulama dan Khalifah: Majelis ilmu yang diasuhnya di Masjid Jami' Damaskus dihadiri oleh banyak kalangan, termasuk para tabi'in hingga calon Khalifah Bani Umayyah, yaitu Abdul Malik bin Marwan. Ini menunjukkan bahwa kapasitas keilmuan dan ketakwaannya sangat dihormati lintas generasi.​Kesetiaan Cinta hingga ke Surga:​Suatu ketika Abu Darda' berkata kepadanya, "Jika aku meninggal, janganlah engkau menikah lagi sepeninggalku."​Ummu Darda' pun bertekad menjaga kesetiaan tersebut. Bahkan, ketika Abu Darda' telah wafat dan ia, dalam kedudukannya sebagai wanita terhormat, sampai dilamar oleh seorang penguasa besar yaitu Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan, beliau dengan tegas menolaknya.​Beliau memilih tetap menjanda hingga akhir hayatnya demi memegang teguh harapan dan doanya agar bisa kembali bersatu dan dipersunting oleh Abu Darda' kelak di dalam surga Allah SWT.Sumber Ceramah Ust Firanda Andirja

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 34 - Kisah Ummu Darda'

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja., M.A.Abu Dar'da memiliki dua istri, kedua wanita istri Abu Darda dikenal dengan nama Ummu Darda', istri pertama Abu Darda' yang senior, merupakan kalangan Sahabiah dikenal sebagai wanita alim, ahli ibadah, dan memiliki pandangan yang dalam tentang agama. Adapun yang kedua yaitu Ummu Darda' Ash-Shughra, istri setelahnya, / junior, yang merupakan kalangan Tabi'in.‎Abu Dar'da dikenal sebagai Sahabat yang ahli Ibadah, salah satu sahabat penghafal Al Qur'an. Abu Dar'da dari Anshar dipersaudarakan dengan Salman Al Farisi dari Persia. Suatu hari Salman Al Farisi mengunjungi rumah saudaranya Abu Dar'da, dan ia mendapati Ummu Dar'da berpakaian yang tidak rapi atau kusut. Hal itu merupakan hal yang mengherankan bagi kaum Muslimin, karena sejatinya seorang istri selalu berhias untuk Suami, berpenampilan yang baik ketika di rumah.‎Saat itu Ummu Dar'da menjawab bahwa sesungguhnya saudaramu Abu Dar'da sudah tidak memiliki ketertarikan dengan istrinya karena kesibukannya dalam beribadah. "Saudaramu Abu Darda` Radhiyallahu anhu sedikit pun tidak perhatian terhadap istrinya. Di siang hari dia berpuasa dan di malam hari dia selalu shalat malam.”‎Mendengar hal demikian, Salman memberi nasihat kepada Abu Dar'da.‎Ketika Abu Darda` Radhiyallahu anhu pulang ke rumah dan menghidangkan makanan kepada Salam seraya berkata, “Makanlah (wahai saudaraku), sesungguhnya aku sedang berpuasa”‎Salman Radhiyallahu anhu menjawab, “Aku tidak akan makan hingga engkau makan.” Lantas Abu Dardapun makan.Setelah itu Abu Dar'da Radhiyallahu anhu pergi untuk mengerjakan shalat. Akan tetapi, Salman Radhiyallahu anhu menegurnya dengan mengatakan, “tidurlah” dan dia pun tidur. Tak lama kemudian dia bangun lagi dan hendak shalat, dan Salman Radhiyallahu anhu berkata lagi kepadanya, “tidurlah.”‎‎Ketika malam sudah lewat Salman Radhiyallahu anhu berkata kepada Abu Dard Radhiyallahu anhu , “Wahai Abu Darda, sekarang bangunlah”. Maka keduanya pun mengerjakan shalat”‎‎Setelah selesai shalat, Salman Radhiyallahu anhu berkata kepada Abu Dard Radhiyallahu anhu,“ Wahai Abu Darda sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu, badanmu mempunyai hak atas dirimu dan keluargamu (istrimu) juga mempunyai hak atas dirimu. Maka, tunaikanlah hak mereka.”‎‎Abu Darda` Radhiyallahu anhu mendatangi Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Salman benar” (H.R. Bukhâri)

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 34 🍂kisah Ummu darda'

‎Kisah teladan Ummu ad darda'‎Ustadz Dr. Firanda Andirja,MA‎‎Abu darda' Radhiyallahuanhu memiliki 2 istri yang dikenal dengan Ummu darda' dua duanya,dimana yang pertama disebut Ummu darda' kubro dan yang kedua Ummu darda' as shugro. Dan dua duanya adalah wanita Sholehah.‎Adapun ummi darda' kubro namanya adalah khairoh bintu Abi hadrat, seorang wanita sholihah yang juga meriwayatkan hadits nabi shalallahu alaihi wasallam dan merupakan ash shahabiyah,bertemu dengan nabi dan beriman dengan nabi shalallahu alaihi wasallam. Adapun Ummu darda' junior/ash sugro bukanlah ash shabiyah,dia tidak bertemu dengan nabi shalallahu alaihi wasallam tetapi dia adalah tabi'iyah (bertemu dengan sahabat).sahabat adalah orang yang bertemu dengan nabi ,beriman dengan nabi dan meninggal dalam kondisi beriman.adapun tabi'i yaitu orang yang tidak bertemu dengan nabi tetapi bertemu dengan sahabat.‎Ummu darda' kubro ‎Menikah dengan abu darda',dan abu darda' adalah orang yang terkenal dengan ahli ibadah bahkan diantara sahabat yang hafal Al Qur'an adalah abu darda'.namanya adalah uwaimir bin Amir Al khazraji.dan ketika kaum muslimin melebarkan kekuasaan sampai di Damaskus,beliau di panggil untuk mengajarkan Al Qur'an disana.kemudian di angkat menjadi hakim di Damaskus(siriah) dan beliau meninggal di pemerintahan Utsman bin Affan pada tahun 32H sedangkan Ummu darda' wafat 2th sebelumnya.‎Kisah antara abu darda' dan Ummu darda' diantaranya di riwayatkan dalam hadits imam Bukhori,tentang kedatangan Salman "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mensaudarakan Salman Al farisi dan abu darda',maka mereka saling perhatian.suatu hari Salman Al farisi mendatangi abu darda' ,dan dia mendapati pakaian Ummu darda' tidak rapi,maka Salman pun bertanya:"kenapa engkau memakai pakaian yang tidak rapi?maka Ummu darda' menjawab :"saudaramu abu darda' tidak butuh dengan dunia."akhirnya Salman menunggu abu darda' dan abu darda' menghidangkan makanan untuk salman.dan abu darda' berkata: "wahai Salman makanlah,adapun saya tidak makan karena saya sedang berpuasa."Salman pun berkata: "saya tidak makan sampai kau juga makan."akhirnya abu darda' pun makan.lalu Salman tidak pulang,dia tetap berada di rumah abu darda' dan ketika sudah malam abu darda' siap siap untuk sholat malam tetapi Salman berkata :"ini belum saatnya,tidur dulu."kemudian berapa lama kemudian bangun lagi untuk sholat malam,Salman berkata:"tidurlah belum saatnya."dan dia pun tertidur dan ketika menjelang pagi Salman berkata :"sekarang saatnya bangun."mereka pun bangun dan sholat malam. Dan ketika itu Salman memberi nasehat "sesungguhnya badanmu jiwamu punya hak, hendaknya kamu istirahat,dan rabb mu punya hak hendaknya sholat dan puasa,dan tamu mu punya hak hendaknya di jamu dan di ajak ngobrol dan ingat istrimu juga punya hak maka berikanlah masing masing haknya."lalu abu darda' pergi sholat subuh di masjid Nabawi dan menyampaikan hal ini kepada nabi shalallahu alaihi wasallam.maka nabi shalallahu alaihi wasallam pun berkata: "Salman telah benar". Dan mulai saat itu abu darda' pun merubah sikapnya dan tidak ada lagi permasalahan dalam rumah tangganya.‎Di sini dalil bahwasanya Ummu darda' tidak membuka aib suaminya meskipun isarat perkataannya bahwasanya abu darda' tidak menyentuhnya.dan di sini dalil juga bahwasanya kita boleh berbuka ketika puasa Sunnah jika datang seorang tamu atau kita di undang oleh seseorang.dalil ini juga menunjukkan bahwasanya Salman tidak langsung memepercayai omongan Ummu darda' sebelum dia mengkroscek langsung sehingga dia bermalam di rumah abu darda' untuk mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan rumahtangga nya.tenryata benar kalao abu darda' sangat suka dengan ibadah sehingga Ummu darda' terbengkalai dan tidak di perhatikan,maka Salman pun menasehati abu darda'.seseorang jika menjalankan ibadah tidak mengikuti hawa nafsunya karena masing masing ada porsinya,ketika dia berlebihan dalam satu porsi maka dia akan melalaikan porsi yang lain. Contoh di sini abu darda' berlebih-lebihan dalam beribadah sehingga dia menumbalkan anak istri dan ini tidak boleh.‎Ummu darda' as shugro ‎Maka namanya adalah hujaimah binti huyay Al washobiyah.Asalnya dari Yaman. Beliau adalah wanita yang sangat sholihah.ahli fiqih,wanita alim,ahli ibadah, menyenangkan,cantik jelita,cerdas dan banyak meriwayatkan hadits dari suaminya.umurnya panjang dan terkenal dengan ilmu amal dan Zuhud. Dan banyak muridnya yang meriwayatkan hadits darinya.‎Ummu darda' adalah anak yatim di pelihara oleh abu darda' dan Ummu darda' Al kubro dan sesekali masuk di mantel yang sama dengan abu darda' dan sering di ajak ke masjid dan sholat di shaf laki laki (saat masih kecil) dan ketika dia sudah besar,abu darda' berkata: saatnya engkau belajar sama wanita. Maka jadilah Ummu darda' menjadi wanita sholihah yang belajar dari kecil dari suaminya.dan sampai ketika dia dewasa di nikahi oleh abu darda'. Dan dia pun menemani abu darda' sampai abu darda' meninggal dunia. Lalu ketika menjanda dia di lamar oleh Muawiyah. Dan ternyata lamaran Muawiyah ditolak oleh Ummu darda'.dan dia berkata : bahwasanya aku telah mendengar hadits dari suamiku "bahwasanya wanita itu di surga bersama suaminya yang terakhir,dan aku tidak mau mencari pengganti abu darda'."‎Akhirnya Muawiyah berkata :"hendaknya engkau berpuasa."‎Dalam riwayat Ummu darda' pernah berkata kepada abu darda' ketika akan meninggal dunia "wahai abu darda' engkau telah melamarku dari keluargaku,ketika dunia dan akhirnya mereka menikahkan engkau denganku,aku sekarang akan melamar mu untuk di akhirat.hendaknya engkau terima lamaranku." Dan abu darda' berkata:"jangan kau menikah lagi setelah aku meninggal."‎sifat sifat Ummu darda' ‎Ahli ibadah ahli ilmu‎Sangat hormat kepada suaminya, diantara bentuk kehormatannya dalam riwayat sahih muslim,abu darda' berkata: "sesungguhnya tuanku telah menyampaikan hadits kepadaku,jika ada seorang yang mendoakan saudaranya tanpa diketahui saudaranya,maka malaikat akan mengaminkan dari berkata engkau juga akan mendapatkan seperti yang engkau doakan untuk orang lain."‎Di sini Ummu darda' menyebut suaminya dengan tuanku yang di tafsirkan bahwasanya Ummu darda' sangat menghormati suaminya.begitu takhdim sama suaminya.‎Kemuliaan Ummu darda': sering mengajarkan ilmu di Damaskus dan siriya,bahkan Khalifah di zaman itu hadir di majelis Ummu darda'. Dan Ummu darda' mengajarkan Al Qur'an, dan setiap wanita yang melihat beliau jadi semangat untuk berdzikir dan untuk beribadah.‎Nasehat ustadz: jadilah seperti Ummu darda' yang sangat memuliakan suaminya.jadilah istri Sholehah yang menjadikan suaminya sebagai gubernur di rumahnya.dan kumpullah bersama para wanita untuk berbicara tentang akhirat.‎

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian: Materi 34 - Kisah Teladan Ummu Ad-Darda

Catatan KajianKisah Teladan Ummu Ad-DardaUstadz Firanda Andirja hafizhahullahuKajian ini membahas kisah kehidupan dua istri sahabat Nabi, Abu Darda radhiallahu 'anhu, yang keduanya dikenal dengan nama Ummu Darda.1. Ummu Darda Al-Kubra (Senior)Profil:Beliau adalah seorang sahabiah bernama Khairah bintu Abi Hadrat al-Aslami.Kisah Salman al-Farisi:Terdapat kisah terkenal ketika Salman al-Farisi mengunjungi rumah Abu Darda dan mendapati istrinya berpakaian tidak rapi. Ummu Darda menjelaskan bahwa Abu Darda sangat sibuk beribadah (puasa di siang hari dan salat di malam hari) hingga mengabaikan hak istrinya. Salman kemudian menasihati Abu Darda untuk memberikan hak kepada Allah, tubuh, tamu, dan istri.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membenarkan nasihat Salman tersebut.2. Ummu Darda Ash-Shugra (Junior)Profil:Namanya adalah Hujaimah bintu Huyai al-Washabiyah. Beliau adalah seorang tabi'iah yang cerdas, ahli fikih, dan ahli ibadah.Pendidikan:Beliau adalah anak yatim yang dipelihara dan dididik langsung oleh Abu Darda sejak kecil.Kecintaan pada Suami:Setelah Abu Darda wafat, beliau dilamar oleh Muawiyah radhiallahu 'anhu (seorang Gubernur/Khalifah), namun beliau menolak karena ingin tetap bersama Abu Darda di surga.Keteladanan dan AkhlakPenghormatan Istri: Ummu Darda Ash-Shugra sangat menghormati suaminya, hingga ia menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" (tuanku) saat meriwayatkan hadis.Majelis Ilmu:Beliau aktif mengajarkan ilmu, bahkan majelisnya dihadiri oleh ulama dan khalifah masa itu, Abdul Malik bin Marwan.Pentingnya Dzikir: Beliau dikenal sebagai wanita yang senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala aktivitasnya.Link kajian di YouTube:https://youtu.be/M55-_USKIwc?si=0kUVMp6lZIJQ7SUI

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Mengapa Nabi Muhammad ﷺ sangat Mencintai Khadijah? Bagian 4

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺMengapa Nabi Muhammad ﷺ sangat Mencintai Khadijah?Bagian 45. Khadijah adalah seorang istri yang sangat berbakti kepadasuaminya. Ia tidak pernah melelahkan suaminya, apalagi sampai membuat suaminya mengangkat suara, atau ia sendiri yang mengangkat suaranya di hadapan suaminya. Ia adalah wanita yang sabar meskipun letih dalam mendidik anak-anaknya.Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika Jibril mendatangi Nabi ﷺ lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, itu ada Khadijah yang datang membawa tempayan berisi kuah daging (atau makanan atau minuman). Jika ia telah menemuimu, maka sampaikanlah kepadanya salam dari Rabb-nya dan juga dariku, serta berilah kabar gembira kepadanya berupa sebuah rumah di Surga yang terbuat dari mutiara, yang tidak akan ada padanya suara keras (hiruk pikuk) atau pun keletihan.”Jika seorang raja atau ulama tersohor mengucapkan salam kepada Anda, apa yang Anda rasakan? Nah, bayangkanlah bagaimana Allah جل جلاله yang mengucapkan salam-Nya kepada Khadijah. Duhai mulianya engkau, wahai Khadijah! Mengapa istana Khadijah akan suci dari kegaduhan, hiruk pikuk, dan keletihan?Karena selama 25 tahun hidup bersama Nabi ﷺ, beliau tidak pernah mengangkat suaranya di hadapan Nabi ﷺ ataupun kepada anak-anaknya, sehingga Allah جل جلاله membalas dengan Surga yang tenang. Jadikanlah ini sebagai motivasi wahai saudariku mukminah!Dan karena selama itu pula Khadijah tanpa kenal lelah mengorbankan segala yang ia miliki, demi mendukung dakwah Nabi ﷺ dan mengurus rumah tangga beliau ﷺ.Dan juga, Khadijah dijanjikan sebuah istana di Surga, karena dialah yang pertama kali membangun rumah Islam, tatkala semua rumah saat itu berada di atas kesyirikan.

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH TELADAN UMMU AD-DARDA’

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Perbedaan Dua Sosok "Ummu Darda" Dua Istri Abu Darda: Abu Darda radhiallahu 'anhu memiliki dua istri yang dikenal dengan sebutan Ummu Darda, yaitu: Ummu Darda Al-Kubra (Senior): Namanya adalah Khairah bintu Abi Hadrat Al-Aslami. Beliau adalah seorang sahabiah (bertemu dan beriman dengan Nabi ﷺ), memiliki ilmu, dan meriwayatkan hadis dari Nabi ﷺ. Ummu Darda As-Sugra (Junior): Bukan sahabiah (tidak bertemu Nabi ﷺ), melainkan seorang tabiiyah (bertemu dengan sahabat dalam kondisi Islam dan meninggal dalam kondisi Islam). Namanya adalah Hujaimah bintu Huyai Al-Washabiyah (dikenal juga dengan Al-Himyariyah atau Al-Damaskiyah karena tinggal di Damaskus, asalnya dari Yaman). Profil Abu Darda: Nama beliau adalah Uwaimir bin Amir Al-Khazraji radhiallahu 'anhu. Beliau adalah seorang ahli ibadah dan ahli Al-Qur'an. Beliau dipanggil ke Damaskus untuk mengajarkan Al-Qur'an dan diangkat menjadi hakim (qadi) di Damaskus/Syria. Abu Darda wafat pada tahun 32 Hijriah di masa pemerintahan Utsman bin Affan (sementara Ummu Darda Al-Kubra wafat 2 tahun sebelumnya).2. Kisah Salman Al-Farisi dan Ummu Darda Al-Kubra (Senior)Sistem Persaudaraan (Nizam Al-Akhi): Nabi ﷺ mempersaudarakan antara Salman Al-Farisi dan Abu Darda supaya mereka saling perhatian.Kunjungan Salman Al-Farisi: Suatu hari Salman mendatangi rumah Abu Darda dan mendapati Ummu Darda mutabadilah (memakai pakaian yang tidak rapi).Kebiasaan Berhias Sahabiah: Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan para sahabiah dahulu adalah berhias untuk suami mereka selama mereka di rumah.Jawaban Bijak Ummu Darda: Ummu Darda tidak berkeluh kesah atau membongkar aib suaminya, melainkan menjaga kehormatan keluarga dengan menjawab secara isyarat: "Innaka aka Abu Darda laisa lahu hajatun fid-dunya" (Saudaramu Abu Darda itu tidak butuh dengan dunia).Pemeriksaan oleh Salman: Salman menunggu kedatangan Abu Darda, dihidangkan makanan, lalu Salman meminta Abu Darda untuk membatalkan puasa sunahnya agar bisa makan bersama. Pada malam harinya, ketika Abu Darda ingin bangun salat malam, Salman menyuruhnya untuk tidur ("Nam"). Menjelang sepertiga malam yang terakhir, mereka baru bangun dan salat bersama.Nasihat Salman Al-Farisi: "Inna li-robbika haqqa, wa li-nafsika haqqa, wa li-zairika haqqa, wa li-ahlika haqqa, fa-a'li kulli dzin haqqan haqqah"(Sesungguhnya Rabbmu punya hak, dirimu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak, maka berikanlah masing-masing haknya).Pengakuan Nabi ﷺ: Ketika Abu Darda menyampaikan hal ini kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Salman telah benar."3. Biografi dan Kisah Ummu Darda As-Sugra (Junior)Sifat dan Keilmuan: Dikatakan oleh Ibnu Qaisarani dan Adz-Dzahabi, beliau adalah seorang wanita yang faqihah, alimah, abidah, malihah, jamilah, wasi'atal-ilm, wafiratal-'aql (ahli fikih, alim, ahli ibadah, menyenangkan, cantik jelita, ilmunya luas, akalnya cerdas), dan meriwayatkan banyak hadis dari suaminya.Dipelihara Sejak Kecil: Ummu Darda As-Sugra adalah seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda. Beliau tinggal bersama Abu Darda dan Ummu Darda Al-Kubra. Waktu kecil beliau belajar Al-Qur'an di majelis ahli Quran dan ikut salat di saf laki-laki. Ketika sudah mulai besar, Abu Darda menyuruhnya belajar bersama para wanita ("Ilhaqi bi-sufufin nisa"). Setelah dewasa, beliau dinikahi oleh Abu Darda.Penolakan terhadap Lamaran Muawiyah: Ummu Darda As-Sugra memiliki umur yang panjang setelah wafatnya Abu Darda (wafat sekitar tahun 81 Hijriah, hidup sekitar 50 tahun setelah suaminya). Karena terkenal cantik jelita, beliau dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (Gubernur Syam/Khalifah). Namun, lamaran tersebut ditolak karena beliau memegang sabda Nabi ﷺ:"Innal-mar-ah li-akhiri azwajiha" (Wanita itu di surga bersama suaminya yang terakhir).Beliau berkata: "Dan aku tidak mau mencari pengganti selain Abu Darda."Janji di Akhirat: Saat Abu Darda hendak meninggal dunia, Ummu Darda berkata: "Wahai Abu Darda, kau telah melamarku dari keluargaku di dunia... dan aku sekarang melamarmu untuk di akhirat." Abu Darda menjawab: "Kalau begitu, jangan kau nikah lagi setelah aku meninggal."4. Akhlak, Keteladanan, dan Nasihat Ummu Darda As-SugraPenghormatan kepada Suami (Takzim): Ummu Darda meriwayatkan hadis dari suaminya di dalam Shahih Muslim dengan menggunakan sapaan: "Haddatani sayyidi" (Tuhanku/majeliskanku/tuanku telah menyampaikan hadis kepadaku), yang dimaksudkan adalah suaminya (Abu Darda). Ini menunjukkan bentuk penghormatan (takzim) yang luar biasa kepada suami.Majelis Zikir dan Ilmu: Beliau menghabiskan waktunya untuk mengajarkan ilmu (berpindah antara Damaskus dan Baitul Maqdis) serta memimpin majelis zikir. Ketika murid-muridnya merasa khawatir membuat beliau bosan, beliau menjawab: "Bagaimana saya mau bosan? Saya sudah mencari ibadah dalam segala hal, aku tidak mendapati ibadah yang paling menyenangkan hatiku, yang paling memuaskan dadaku seperti zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala."Nasihat tentang Rezeki dan Hadiah: Beliau berpesan agar seseorang menerima pemberian atau hadiah ("fa-in ataaka syaiun min dzalika fa-qbalhu"). Jika tidak perlu, berikan kepada orang lain; jika miskin dan butuh, terimalah untuk isti'anah (sebagai penguat) dalam beribadah kepada Allah.Menyertakan Zikir saat Makan: Mengingatkan murid-muridnya untuk senantiasa mencampurkan makanan dengan zikir kepada Allah ("jangan kalian lupa untuk mencampurkan makanan kalian dengan zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala").Mempelajari Hikmah sejak Kecil: "Ta'amul-kibar, ta'alamul-hikmah shigaran, wa tata'amaluna biha kibaran" (Pelajarilah hikmah-hikmah ketika kalian masih kecil/muda, dan kalian akan mengamalkannya ketika sudah besar).Menyikapi Celaan: Ketika diberitahu bahwa ada orang yang mencelanya, beliau menganggap itu sebagai pujian atas hal-hal yang tidak dilakukannya ("betapa sering saya direkomendasikan dengan perkara yang tidak saya lakukan").Menasihati Pemimpin (Khalifah): Beliau tidak ragu menegur pemimpin/khalifah (seperti Abdul Malik bin Marwan) ketika sang khalifah melaknat pelayannya yang telat. Beliau mengingatkan sabda Nabi ﷺ: "La yakunul-la'anuna syufa'a'u wa la shuhada'u yaumal-qiyamah" (Sesungguhnya orang-orang yang tukang melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan tidak akan menjadi pemberi saksi pada hari kiamat kelak).perkataan Abu Darda kepada istrinya: Wahai Ummu Darda, kalau kamu marah aku akan menyenangkan engkau, dan jika aku marah senangkanlah diriku. Jika kita sama-sama marah, kita bakalan berpisah

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Al Anbiya

1️⃣ Sikap terburu-buru adalah bagian dari tabiat asli setiap manusia, dan barangsiapa menuruti tabiat tsb. maka ia merugi, sedangkan barangsiapa yang mendidik dirinya untuk bersikap hati-hati, sabar, dan pelan-pelan, ialah yang beruntung dan berhasil 2️⃣ Kenikmatan dunia menyebabkan banyak orang terjerumus dalam kesesatan3️⃣ Merenungi umat-umat lampau yang diazab akibat perilaku mereka membantu mengingatkan kita utk menjauhi maksiat, dan utk mendekat kepada Allah subhaanahu wata'ala

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Perusak kedelapan membandingkan anak

Membanding-bandingkan anak adalah salah satu metode pendidikan yang biasa digunakan oleh banyak orang tua. Tujuannya adalah untuk memunculkan perasaan cemburu di dalam diri anak. Harapan pelakunya, anak akan termotivasi untuk menggapai sesuatu yang telah dicapai oleh temannya.Apabila proses didalam diri anak berjalan dengan baik, maka anak akan berusaha untuk menggapai apa yang telah digapai temannya, tapi tujuannya adalah bukan untuk kebaikan dirinya sendiri tapi karena ingin mendapatkan pujian, sanjungan, dan rasa takjub dari orang yang membandingkan dia dengan orang lain.Jalur keberhasilan setiap anak itu berbeda-beda.Efek negatif membanding-bandinhkan anak adalah:Merasa diri rendahMenanamkan kesombongan diriSusah mengapresiasi dan bersyukurBelajar konsep membandingkan diri sendiri dengan orang lainTidak care dengan diri sendiriTidak semangatMerasa tidak bermanfaatMenjadi pendengkiButa dengan bakat dan minat diriHarusnya seseorang itu fokusnya pada diri sendiri dan kemampuannya kemudian berusaha sebaik mungkin sesuai dengan kapasitas diri sendiri untuk menjadi yang terbaik. Bukan melihat kepada orang lain. Jadi keberhasilan itu harusnya karena usaha yang maksimal sesuai dengan kemampuannya karena itulah bakat minatnya, karena itulah fokusnya bukan menjadi yang terbaik karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain.Beberapa langkah agar bisa memotivasi tapi tanpa membandingkan dengan orang lain:Jauhilah sifat suka membandingkan anak dengan orang lainBerikan kepercayaan kepada anak, berikan motivasi, dan jadilah penyemangatnyaBantu anak untuk mengetahui bakat dan minatmya kemudian bantulah dia untuk mengembangkannyaJadilah teladan yang baik bagi anak-anakJadilah pendengar yang baik untuk merekaBuatlah daftar atau grafik atau check list yang berisi keberhasilan anak dalam waktu 1 bulan atau 1 minggu. Dengan cara ini anak-anak akan belajar bagaimana berlomba-lomba dengan dirinya sendiri, bukan dengan orang lain. Apabila anak-anak sudah seperti ini maka anak tidak akan ikut arus.Buku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammad

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Ali imran : 19

a. الدِّين — ad-dīnMenurut penjelasan At-Tabari, ad-dīn dalam konteks ayat ini mengandung makna ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan.Jadi, Islam bukan sekadar identitas atau pengakuan lisan. Ia menuntut ketundukan hati, lisan, dan anggota badan kepada Allah.b. الإِسْلَام — al-IslāmKata Islam berasal dari akar س ل م. Analisis morfologi ayat menunjukkan bahwa الإسلام merupakan masdar dari bentuk keempat, yang mengandung makna menyerahkan diri dan masuk dalam ketundukan.Karena itu, inti Islam adalah:tunduk kepada Allah;Mmeningganlkan pembangkangan;menerima petunjuk-Nya;beribadah hanya kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & wings 3 - Amarah adalah emosi yang wajar

Pada intinya, amarah adalah sebuah emosi yang sama alami dan sama wajarnya dengan kebahagiaan atau cinta. Menurut Lloyd J. Thomas, Ph.D., "Emosi yang kita sebut amarah adalah reaksi alami terhadap rasa frustrasi, kepedihan, kehi-langan, atau kebutuhan. Emosi itu juga timbul dari kebiasaan lama kita atau saat meniru orangtua yang marah."

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 34

Materi 34Kisah Teladan Ummu Ad-Darda - Ustadz Firanda HafizhahullaahuPerbedaan Dua Sosok "Ummu Darda"Ustadz Firanda mengawali penjelasan dengan mengklarifikasi bahwa Abu Darda memiliki dua istri yang masing-masing dikenal dengan julukan Ummu Darda, namun dengan latar belakang generasi yang berbeda:Ummu Darda Al-Kubra (Senior): Bernama asli Khairah binti Abi Hadrad Al-Aslami. Beliau adalah seorang sahabiyah (bertemu dan beriman langsung kepada Nabi Muhammad). Beliau dikenal sangat cerdas, berilmu, dan meriwayatkan hadis.Ummu Darda As-Sughra (Junior): Bernama asli Hujaimah binti Huyai Al-Washabiyah(asal Yaman, tinggal di Damaskus, Suriah). Beliau bukan sahabiyah melainkan seorang tabi'ah (bertemu dengan para sahabat, bukan Nabi). Beliau dipelihara oleh Abu Darda sejak kecil sebagai anak yatim, lalu dinikahi ketika dewasa.Kisah Ummu Darda Al-Kubra (Senior) dan Salman Al-FarisiBagian ini menyoroti kisah terkenal dalam riwayat Imam Bukhari ketika Salman Al-Farisi berkunjung ke rumah Abu Darda:Kondisi Istri yang Tidak Terurus: Salman mendapati Ummu Darda Al-Kubra memakai pakaian yang tidak rapi. Ketika ditanya, Ummu Darda menjawab dengan menjaga kehormatan suaminya: "Saudaramu, Abu Darda, sudah tidak butuh lagi dengan dunia." (Maksudnya, Abu Darda terlalu sibuk beribadah siang dan malam hingga melalaikan hak istrinya).Kebijaksanaan Salman Al-Farisi: Salman menunggu kedatangan Abu Darda, lalu menginap untuk menyelidiki. Saat Abu Darda berniat shalat malam terus-menerus dan berpuasa di siang hari, Salman mencegahnya dengan nasihat emas:"Sesungguhnya Rabbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak untuk istirahat, tamumu punya hak untuk dijamu, dan istrimu juga punya hak atasmu. Maka berikanlah hak kepada setiap yang berhak."Pengakuan Nabi: Ketika Abu Darda mengadukan hal ini kepada Nabi Muhammad, beliau bersabda: "Salman telah benar."Kisah Ummu Darda As-Sughra (Junior) dan KesetiaannyaUmmu Darda As-Sughra adalah seorang wanita yang sangat alim, ahli fikih, cantik, dan sangat mencintai suaminya:Pendidikan dari Suami: Beliau dididik langsung oleh Abu Darda sejak kecil hingga menjadi wanita yang berilmu luas, meriwayatkan banyak hadis, dan memiliki majelis ilmu yang bahkan dihadiri oleh para ulama tabi'in hingga Khalifah Abdul Malik bin Marwan.Menolak Lamaran Gubernur/Khalifah: Setelah Abu Darda wafat (sekitar tahun 32 H), Ummu Darda As-Sughra hidup sangat lama (wafat sekitar tahun 81 H). Karena kecantikan dan ilmunya, beliau sempat dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Syam atau Khalifah).Alasan Penolakan: Beliau menolak lamaran tersebut karena memegang teguh sabda Nabi bahwa seorang wanita di surga akan bersama suami terakhirnya, dan beliau menyatakan tidak ingin mencari pengganti selain Abu Darda.Sikap Menghormati Suami: Dalam riwayat Sahih Muslim, Ummu Darda As-Sughra sering menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" (tuanku/majikanku) sebagai bentuk penghormatan (takzim) yang tinggi kepada suami, sebuah teladan adab rumah tangga yang mulia.Nasihat-Nasihat Penting dari Ummu Darda As-SughraBeberapa mutiara hikmah dari Ummu Darda As-Sughra yang disampaikan dalam kajian:Tentang Rezeki: Jika mendapat pemberian atau hadiah, terimalah. Jika tidak butuh, berikan kepada orang lain; jika butuh, gunakan sebagai penopang untuk beribadah kepada Allah tanpa rasa malu.Zikir dalam Setiap Aktivitas: Beliau pernah mengingatkan murid-muridnya saat makan agar mencampurkan aktivitas makan dengan zikir dan memuji Allah, bukan makan dalam keadaan lalaiMempelajari Hikmah Sejak Kecil: Menekankan pentingnya mendidik anak-anak dengan nasihat dan perkataan bijak sejak dini agar menjadi pedoman hidup ketika mereka dewasa.Menghadapi Celaan: Beliau tidak pernah emosi ketika dicela orang lain, bahkan menganggap celaan tersebut sebagai bentuk introspeksi diri atau teguran yang baik.Menasihati Penguasa: Beliau tidak segan menegur Khalifah Abdul Malik bin Marwan ketika sang khalifah melaknat pelayannya yang terlambat, dengan mengingatkan sabda Nabi bahwa orang yang suka melaknat tidak akan bisa menjadi pemberi syafaat dan saksi pada hari kiamat.

💬 0 komentar📅 5 Nov 2026Baca selengkapnya →