📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
L
Lisna Febriani

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis Iblis 1: Berpegang Teguh Terhadap Sunnah

Talbis Iblis 1: Berpegang Teguh Terhadap SunnahDitulis oleh: Al Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah yang hidup diabad ke-6 H. Dikenal sebagai ahli pemberi nasihat. Talbis Iblis: Metode Iblis untuk menipu manusia dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terperdaya.Talbis Iblis: teridiri dari 14 babBab 1: Perintah Untuk Melazimi Sunnah WaljamaahBab 2: Celaan Terhadap Bid'ah & Ahlul Bid'ahBab 3: Peringatan Tentang Fitnah Iblis & Tipuan-Tipuannya Bab 4: Makna TalbisDisimpulkan ke-4 Bab ini merupakan mukadimah (pembukaan) dari Kitab Talbis Iblis. Dengan demikian bab-bab berikutnya adalah contoh-contoh Talbis Iblis kepada berbagai macam model manusia tanpa terkecuali.

💬 1 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Berpegang teguh pada sunnah

tablis iblisUstadz Dr  firanda Andirja M.ABerpegang teguh kepada sunnahTalbis iblis artinya tipuan iblisArtinya  bagaimana iblis memperdaya manusia seakan2 itu adalah ketaatan padahal itu kemaksiatanKitab ditulis iman ibnu al Jauzy dikenal sebagai ahli  memberikan nasehat.Yang hidup diabad ke 6HNikmat paling besar bagi manusia adalah akal karena dengan ini manusia mengenal Allah dan RasulAkal secara independen tidak bisa sampai pada seluruh maslahat manusia makanya diutuslah Rasul dan diturunkan kitab2Permisalan syariat adalah matahari dan akal adalah mataMata bisa melihat tapi tidak ada cahaya juga tidak akan bisa melihatAnugrah berikutnya adalah turunya nabi Adam dan beranak pinak sampai halil khabil saling membunuh ketika syahwat mulai menguasai sampai munculah berbagai macam aqidah sebagai usaha iblis utk menyesatkan manusiaSyetan mencampurkan penjelasan syariat dgn syubhatObat yg dibawa para nabi dicampur dengan racun sehingga manusia terpedayaDengan ini iman Al Jauzy menjelaskan ttg cara iblis memperdaya manusia utk masuk kedalam perangkapnya agar kita tidak terjebak dalam jerat jerat iblisDalam shahih muslim dari hadist Huzaifah Org2 bertanya kepada nabi ttg kebaikan tapi  aku bertanya ttg keburukan karena aku khawatir keburukan itu mendapatikuSebagai muqdimah kalo kita mau selamat dari tablis syetan kita harus mengikuti sunnah dan menjauhi bid’ahHadist dari umar bin khattabRasululloh berdiri diantara kami dan menyampaikan wejangan “siapa yg ingin mencapai posisi ditengah syurga (terbaik) maka hendaknya dia lazimi jamaah karena syetan bersama dengan sendirianMaksudnya adalah ikutilah aqidah yang benar yaitu jamaah kaum muslimin dan tidak menyimpang dari mereka.Ikutlah pemikiran pemahaman para sahabatHadist dari abdullah bin Ammar bin al ash tentang perpecahan umatSesungguhnya akan datang pada umatku perbuatan kemungkaran sebagai yang datang kepada bani israil seperti sandal yg sama persis dengan Sandal satunya bahkan dibani israil ada yg menzinai ibunya terang2an maka akan ada dari umatku yang melakukanya. sesungguhnya bani israil telah terpecah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya dineraka kecuali 1 golonganMereka bertanya  “Siapa yang selamat itu ya rasululloh”Beliau menjawab:“Yaitu yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku.”Hadist dari Muawwiyyah bin abi sufyan“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Ahli Kitab telah terpecah menjadi 72 golongan. Dan sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi 73 golongan: 72 di neraka dan satu di surga, yaitu al-Jamā‘ah.”Para ulama menjelaskan bahwa “al-Jamā‘ah” maksudnya adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, Sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para sahabat.Dan akan muncul dari kaumku dimana hawa nafsu mengalir menggerogoti mereka sebagaimana rabies menjalar pada org yg terkena rabies.Sehingga kebeneran akan susah masuk kedalam hati mereka kerena mereka punya syubhat yg terstruktur.Nasehat nasehat dari para salafIbnu Mas’udSederhana dalam sunnah lebih baik dari sungguh sungguh dalam bid’ahAbul ‘aliyah seorang tabiinHendaknya kalian berpegang teguh pada perkara yg pertama yaitu para sahabat  sebelum munculnya perpecahanAl-Auza’i adalah seorang ulama salafSabarkanlah dirimu diatas sunnah,berhentilah dimana kaum dulu berhenti,ucapkanlah apa yg diucapkan oleh mereka dan diamlah dari apa yg mereka diam,tempuhlah jalan salaf yg soleh dahulu sesungguhnya apa yg lapang bagimu adalah lapang bagi merekaSufyan ats-TsauriTidak ada perkataan diterima  harus ada buktinya dan perkataan dan perbuatan tidak lurus kecuali dgn niatnya dan tidak akan lurus perkataan,perbuatan dan niat kecuali dengan sunnah nabiPerkataan ibnuSyaudzabDiantara nikmat kepada seorqng pemuda adalah jika dia beribadah dia mendapat teman diatas sunnah sehingga temannya mengajak kedalam sunnahYusuf bin Asbath berkataAyahku qodoriyah dan pamanku syiah Allah selamatkan aku dengan sunnahBerkata Al JunaidiSeluruh jalan tertutup bagi manusia kecuali yang mengikuti atsar dari rasululloh dan menikuti sunnah nabi dan melazimi thariqot nabi karena seluruh pintu kebaikan terbuka menuju sunnah sunnah nabiCelaan terhadap pelaku bid’ahDari Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:“Rasulullah ﷺ pernah memberikan nasihat kepada kami, suatu nasihat yang membuat hati bergetar dan air mata bercucuran. Maka kami berkata:‘Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat.’Beliau bersabda:‘Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian seorang budak Habasyi. Karena siapa yang hidup setelahku akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atas kalian berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru (dalam agama), karena setiap bid‘ah adalah kesesatan.’”Hadist lain yang memperingatkan bid’ahNanti dihari kiamat aku mendahului kalian ditelagaku ada org2 ketika menuju telagaku dicabut dan dipinggirkan. “Ya Rabbku itu sahabat sahabatku aku mengenali mereka “ maka dikatakan kau tidak tau apa yg mereka kerjakan setelah kepergianmu.Bagaimana para ulama terdahulu mendengar bid’ahThowus bin Kaisan seorang tabiin yang  terkenal berpegang teguh pada sunnah dan sangat hati hati utk tidak mendengar bid’ahThawus sedang duduk bersama anaknya. Kemudian lewat seorang dari kalangan ahlul bid‘ah. Maka Thawus menutup kedua telinga anaknya seraya berkata:“Wahai anakku, masukkan jari-jarimu ke telingamu dan keraskanlah, jangan engkau dengarkan sedikit pun ucapan mereka.”Lalu beliau berkata:“Sesungguhnya hati itu lemah.”Ada seorang ahlul bid’ah berkata kepada Ayyub As SyikhtianiWahai Ayyub mau aku berkata kepadamu satu kalimatAyyub menjawab “tidak”Sesungguhnya Tidaklah seorang pelaku bid’ah semakin semangat dengan bid’ah kecuali semakin jauh dari AllahBid’ah lebih dicinyai iblis daripada maksiat.mksiat masih diharapkan org itu bertobat tapi kalo ahli bid’ah tidak.Sofyan As syauri berkataSiapa yang mendengar dari ahlu bidah maka Allah tidak akan memberi manfaat.siapa yang berjabat dengan ahlul bid’ah maka dia telah menggugurkan islam sedikit demi sedikit.Sulaiman Attaimi sakit dan menangis dalam sakitnya lalu ditanya “apakau takut dengan kematian?”“Tidak aku tidak takut dengan kematian”.saya pernah lewat  qadariyah saya ucapkan salam padanya.aku khawtir aku dihisab karena memberi salam kepada ahlul bid’ah.Sunnah secara bahasa adalah jalanAhlul sunnah yang mengikuti jalan jalan para nabi dan sahabat yang belom ada bid’ah ada didalamnya.Bid’ah yaitu perbuatan yg dulu tidak ada lalu diada2akanSecara dominan perkar bid’ah bertentangan dengan syariat yaitu menambahkan atau mengurangi syariatTapi perkara yang tidak berhubungan dgn syariat maka para salaf membencinya dan mereka selalu menjauh dari perkara yg baru walaupun itu boleh utk menjaga ittibaSeperti mengumpulkan alquran dalam mushaf yang menentang yaitu Zaid bin tsabitInti dari firqohAl haruriyah,Al qadariyah,al jahmiyah,al murjiah,alrafidho,al jabriyahSetiap firqoh terpecah menjadi 12

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Talbis iblis#1

Karya : Ibnu jauzy Ustadz firanda adirja Tgl :1 juni 2026/ 15 Dzulhijjah 1447 H Tablis iblis #11.Berpegang Teguh Kepada Sunnah A. Pengertian talbis iblis Talbis iblis (melakukan tipuan )yaitu setan mencampurkan ajaran nabi dengan subhat ,dan cara dia sangat banyak yaitu dengan syahwat diantaranya yang meracuni. Seperti memecah belah .Nikmat yang paling besar adalah Akal Dari hadist bukhari muslim Dari khuzaifah bertanya ke pada nabi tentang keburukan "orang tidak mengenal keburukan dan hanya mengenal kebaikan saja dia akan terjerumus "mengenal kebaikan dan keburukan dengan terperinci Perintah melazimi sunnah jauhi bidah Dari umar nabi bersabda "siapa yang ingin tinggal di posisi surga maka lazimi sunnah maka ikuti jamaah muslimin (para sahabat) "jangan menyendiri .Nasrani terbagi 71 golongan Bani isroil terbagi 72 golongan Agama islam menjadi 73 golongan dan 1 yg golongan yang selamat ,dan 72 di neraka Akan ada orang orang yang di kuasai hawa nafsu, mereka sudah kuat dengan subhat yang terstruktur di karenakan kelemahan iman dan menjauhi jamaah muslimin (para sahabat). Dari Abdullah bin mas ud "lebih baik melakukan sunnah yang sedikit, dari pada melakukan bid ah dengan sungguh sungguh. "Perkara yang pertama dalam agama yaitu:*di masa zaman sahabat *‎sabarkan diri di atas sunnah *‎berhenti lah di mana para sahabat berhenti *‎tempuh lah jalan shalaf yang dulu *‎berhenti berbicara di mana para sahabat berhenti berbicara *‎(ket. Jika ada dalil maka lakukan, jika tidak ada maka tinggal kan) # Nikmat itu ketika kita mendapat hidayah langsung kedalam sunnahcelaan terhadap Sebgaian ahlul bid ah dia tidak suka dengan sunnah nabi saw Nabi berwasiat *Bertaqwa kepada Allah *Taat kepada pemimpin *Pegang teguh dengan sunnah dengan kulafaur rosidinSetiap perkara yang baru dalam agama adalah bid ah Ulama /salaf dahulu mereka tidak akan mau mendengar kan dengan bid ahKalau agama di kembalikan ke logika akan banyak aliran agama *sebagian orang sibuk dengan bid ah, maka dia akan terjebak dalam lingkaran tersebut dan makin jauh dengan Allah *‎setan lebih suka ahlu bid ad dari pada ahlu maksiat, *‎siapa yang membantu ahlu bid ah, maka dia membantu menghabisi islam apa itu sunnah dan bid ahSunnah secara bahasa adalah jalan Bid ah perbutan yang di ada adakan yang dulu tak ada sekarang ada, mengakibat kan penambahan perkara syariat atau pengurangan syariat.Inti dari firqoh ada 6Setiap firqoh terpecah menjadi 12 bagian Jalan setan sangat banyak, jangan keluar dari sunnah

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Nungky Desi Ariani

📍 Kota Administrasi Jakarta Utara

Tablis Iblis 1#JejakCahaya - ust. Dr. Firanda Andirja, M.A

BAB 1 - Berpegang Teguh Kepada SunnahTablis adalah metode iblis yang digunakan untuk menipu manusia, kemaksiatan seakan-akan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terperdaya. Penulisnya yaitu al-imam Ibnul jauzi rahimahullauta'ala hidup di abad ke-6 Hijriyah. Beliau pakar dalam memberikan nasihat.Nikmat akal manusia jadi bisa mengenal Tuhan, mengetahui Rasul. Allah utus para rasul untuk membimbing akal karena akal itu terbatas. Syariat yang dibawa oleh rasul itu seperti matahari, adapun akal seperti mata. Artinya mata itu bisa melihat, tapi kalau tidak ada cahaya percuma dia tidak bisa melihat. Maka untuk bisa melihat dengan baik butuh cahaya yang cukup.Cara iblis tatkala menggoda manusia, mencampurkan penjelasan nabi dicampur dengan syubhat.Perkataan penyairAku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tapi untuk meninggalkannya.Perhatikan siapa yang hanyak mengenal kebaikan tidak mengenal keburukan dia bisa terjerumus dalam keburukan.Oleh karena nya orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci. Mengenal ketaatan juga mengenal dosa-dosa besar. Sehingga dia beramal diatas kebenaran.Orang yang paling sempurna adalah Sabahat yang hidup di zaman jahiliah lalu turunlah cahaya yaitu rasulullah.Al-imam Al jauzi berkata kalau anda ingin selamat dari jerat-jerat setan yaitu lazimi Sunnah jauhi bid'ah. Hadist dari Umar bin Khattab r.a Rasulullah berkhotbah dengan berkata siapa yang ingin menempati posisi ditengah surga (posisi surga terbaik) maka hendaknya ia lazimi jama'ah karena setan bersama orang yang sendirian, dan bersama dua orang setan semakin menjauh.Maksutnya ikuti akidah yang diyakini oleh kaum muslimin. Jangan punya pemikiran sendiri, jangan sendirian karena setan mudah menggoda orang yang sendirian.Hadits Ibnu Mas'ud r.a berkata Rasulullah membuat garis dengan tangannya, 'inilah jalan Allah yang lurus' kemudian Rasulullah membuat garis tangan kanan dan kiri 'setiap jalan-jalan yang miring ini ada setan yang menyeru manusia ke jalan tersebut, jalan kebenaran hanya satu ditengah maka jangan ikuti jalan yang kanan dan kiri' Kemudian beliau membawakan hadits tentang perpecahan umat.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Nunung Sair

📍 Kabupaten Halmahera Utara

Ringkasan kajian kitab: Talbis iblis bagian 1 "Berpegang Teguh kepada sunnah"

Judul : Kajian Kitab Talbis Iblis "Berpegang Teguh kepada Sunnah"Pemateri : Ustadz Firanda Andirja, MATalbis iblis dalam bahasa Indonesia artinya tiruan daya iblis kepada manusia. Yaitu bagaimana iblis menipu manusia seakan-akan itu kebaikan padahal ternyata keburukan.Kitab talbis iblis ditulis oleh imam ibnu Zauji terdiri dari 13 bab, 4 bab muqoddimah dan 9 bab rincian.Nikmat yang paling besar manusia adalah akal.Hanya saja akal tidak bisa mengantarkan maslahat kepada  manusia. Maka Allah mengutus para Rasul untuk membimbing akal manusia.Allah memberi anugerah lain yaitu diutusnya nabi Adam.Cara iblis menggoda manusia menurut ibnu Zauji yaitu setan mengampuni adukkan Ajaran nabi dengan syubhat-syubhat maka muncullah aliran-aliran hawa nafsu yang memecah belah umat.Dalam shahih bukhari hadis Hudzaifah "orang-orang bertanya tentang kebaikan tapi aku bertanya tentang keburukan"Agar tidak terjerumus dalam keburukan tersebut.Sebagaimana kata penyair "aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tapi untuk menjauhinya.Orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci.Ibnu Zauji mengatakan jika anda ingin selamat dari jerat-jerat setan makan jauhilah bid'ah.Asal muasal munculnya bid'ah karena mengikuti pemikiran sendiri, keluar dari sumber asal maksudnya Rasulullah dan para sahabat terdahulu.Hadis dari Abu Sofyan, Rasulullah bersabda umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 di neraka dan satu golongan di surga. Yaitu golongan jama'ah.Jama'ah yang dimaksud yaitu nabi dan para sahabat.Mencukupkan diri dengan sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dengan perbuatan tapi itu bid'ah.Al Auzai berkata: Sabarlah diatas sunnah. Berhentilah dimana kau terdahulu berhenti dan tempulah jalan para salafussholih.Ulama terdahulu tidak punya waktu mendengarkan tentang bid'ah.Sofyan ats-Tsauri berkata: bid'ah lebih dicintai oleh iblis daripada maksiat.Karena maksiat bisa ditaubati, tapi bid'ah tidak bisa. Karena merasa dirinya berada diatas kebenaran. Justru kitalah yang dianggap salah oleh pelaku bid'ah.Siapa yang berjabat tangan dengan ahlul bid'ah makan dia telah mengurai islam sedikit demi sedikit. Fudhoil bin iyad berkata : siapa yang membantu ahlul bid'ah berarti dia terlah membantu rusaknya islam.Sunnah secara bahasa jalan. Jalan para safussholih karena zaman itu masih murni, belum ada bid'ah.Bid'ah ada setelah Nabi dan para sahabat wafat.Bid'ah artinya menyelisihi syariat.Perkara yang baru yang tidak menyelisihi syariat dan tidak bertentangan dengan syariat contohnya mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mushaf.Namun Zaid bin Tsabit ragu karena itu adalah perkara yang baru yang tidak pernah diajarkan Nabi.Ibnu Mas'ud mengatakan ikulah jalan-jalan para salafussholih jangan kalian ke kanan atau ke kiri.Tipuan setan sangat banyak maka berpegang teguh kepada sunnah dan jangan mencoba dengan bid'ah, karena setan sangat pandai menebak manusia dengan jeratan-jeratannya.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 1

Talbis iblis ini artinya tipuan iblis Bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan akan ketaatan padahal itu adalah keburukanTalbis metode menipu manusiaKemaksiatan yang dibentuk kebaikanManusia dikasih akal Iblis melakukan tipuan/menggoda manusia penjelasan para Nabi dengan syubhat, obat yang di bawa para Nabi dicampuri racun, berkelompok kelompokKhudzaifah nanya tentang keburukanAku nanya tentang keburukan agar tidak melakukanOrang yang paling selamat mengenal kebaikan secara terperinci, dan dia juga mengenal keburukan secara terperinci, dia mengenal jalan pendosa, dia mengenal kesesatanSyaithan tau menjebak seorang ustadz, kiyai, seperti Nabi Adam duluMuqoddimahDiantaranya tentang melazimi sunnahKalau anda ingin selamat, lazimi sunnah jauhi bid'ahSyaithan datangkan kemaksiatan disangka kebaikanSurga semakin tengah semakin muliaJangan sendirian, karena syaithan mudah menggoda orang yang sendirianIkuti aqidah yang benar jangan menyimpangSederhana ahlussunnah lebih baik daripada sungguh sungguh dalam bid'ahTafsiran nya ngawurYang ragu ragu tinggalkanKita telusuri dulu dulu seperti apaKita mengikuti para Nabi dulu seperti apaKalau ada yang terjerumus, kita nasehatinKalau berpikiran liar ngapain Nabi diutusAgama saya harus ada dalilSabar diatas sunnahTempuhlah jalan salafus sholehAllah sudah kasih dalil Nabi sudah jelas selesaiAda orang sebagian sibuk dengan bid'ah, menghalalkan ini menghalalkan itu, semakin liar semakin liar, mengejek orang yang ahlus sunnah, dia semakin jauh dari AllahMaksiat masih diharapkan bertobat, tapi bid'ah sulit dan tidak bertobatKalau pelaku bid'ah kita dianggap salah sama diaKalau maksiat nasehatin suatu saat dia bertobatSyaithan lebih suka bid'ah dibanding maksiatSiapa yang mendengar dari ahlul bid'ah tidak ada manfaatnyaSiapa yang membantu ahlul bid'ah maka dia telah membantu rusak nya islamBid'ah semakin tersebar, sunnah semakin mengecilSunnah itu jalanPerbuatan yang di ada-ada kanHendaklah kalian mengikuti jalan para sahabat

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 1: Talbis Iblis #1

Talbis iblis, secara bahasa berarti tipuan atau perangkap iblis.Iblis menipu manusia dengan cara memperdaya manusia sedemikian rupa sehingga perkara maksiat atau keburukan dikemas seolah-olah tampak sebagai suatu ketaatan atau kebaikan.Kitab Talbis Iblis ditulis oleh Al-Imam Ibnul Jauzi, seorang ulama yang sangat pandai dalam memberikan nasihat dan menyentuh hati. Kitab ini terdiri dari 13 bab:4 bab pertama: Mukadimah/Pendahuluan --> berisi perintah untuk melazimi sunah, celaan terhadap bid'ah, peringatan fitnah iblis, serta makna talbis dan ghurur.9 bab berikutnya: Rincian/Inti Bahasan --> mengenai tipuan iblis kepada berbagai kelompok manusia (seperti para ulama, penguasa, ahli ibadah, orang zuhud, kaum sufi, hingga orang awam).Ibnul Jauzi menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar agar selamat dari perangkap iblis adalah dengan berpegang teguh pada Sunah Nabi dan manhaj para sahabat (Al-Jama'ah).Akal Manusia Terbatas: Manusia dibekali akal untuk mengenal Tuhan, namun akal secara independen tidak bisa mengetahui seluruh kemaslahatan tanpa bimbingan wahyu. Pentingnya Berjamaah: Berdasarkan hadis, setan akan lebih mudah mengoda orang yang menyendiri (mempunyai pemikiran nyeleneh atau menyimpang dari kesepakatan sahabat). Jalan kebenaran hanya satu, sedangkan jalan-jalan penyimpangan di kanan-kirinya sangat banyak dan masing-masing dijaga oleh setan.Hadis Hudzaifah bin Al-Yaman r.a. : ia sering bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang keburukan karena khawatir terjerumus ke dalamnya. Mengetahui keburukan (serta tipu daya setan) secara terperinci sangat penting agar kita tidak mudah tertipu.Setan lebih menyukai perkara bid'ah daripada maksiat biasa. Orang yang bermaksiat umumnya sadar dirinya salah dan diharapkan bisa bertobat, sedangkan pelaku bid'ah merasa sedang melakukan ketaatan sehingga sulit untuk bertobat.Para ulama salaf terdahulu sangat tegas menolak untuk mendengar syubhat dari ahli bid'ah demi menjaga kesucian hati dan akidah mereka.Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa berdasarkan hadis tentang pecahnya umat menjadi 73 golongan (di mana hanya 1 yang selamat).Terdapat 6 kelompok induk yang menjadi akar penyimpangan, yaitu :Haruriyah (Khawarij)QadariyahJahmiyahMurji'ahRafidhah (Syi'ah)JabariyahMasing-masing dari 6 kelompok induk tersebut kemudian terpecah lagi menjadi 12 cabang, sehingga totalnya menjadi 72 golongan yang keliru.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 1

TALBIS IBLISBerpegang Teguh Kepada SunnahUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A.PENGERTIAN TALBIS IBLISTalbis Iblis adalah metode dan tipu daya iblis untuk menipu manusia dengan menghias kebatilan sehingga keburukan terlihat sebagai kebaikan dan kesesatan tampak sebagai petunjuk.“Jalan keselamatan ada pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman Nabi ﷺ dan para Sahabat.”POIN-POIN PENTING1. Berpegang Teguh Kepada SunnahSunnah adalah jalan selamat. Menyimpang dari Sunnah membuka pintu kesesatan.2. Akal Harus Dibimbing WahyuAkal penting, namun terbatas. Dalam urusan agama, akal harus tunduk kepada wahyu.3. Bahaya Bid’ahBid’ah adalah perkara baru dalam agama yang tidak ada contoh dari Nabi ﷺ dan para Sahabat. Sangat disukai iblis.4. Jalan Selamat Dari Tipuan IblisBerpegang pada Al-Qur’an dan SunnahMengikuti pemahaman Salafus ShalihMelazimi Al-Jama’ahMenuntut ilmu dari sumber yang benarMenjauhi syubhat dan perkara yang tidak jelas5. Perpecahan UmatUmat akan terpecah menjadi banyak golongan. Golongan yang selamat adalah yang mengikuti jalan Nabi ﷺ dan para Sahabatnya.6. HikmahTidak semua yang terlihat baik, benar di sisi Allah.Ilmu adalah benteng dari tipuan iblis.Setiap amalan harus ditimbang dengan dalil.Keselamatan ada pada mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dan para Sahabat.“Tipu daya iblis yang paling berbahaya adalah ketika kesalahan dihiasi sehingga tampak sebagai kebenaran.”Maka, berpeganglah kepada Al-Qur’an dan Sunnah agar selamat dunia dan akhirat.ILMU SUNNAH MENYELAMATKAN DUNIA & AKHIRAT

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Kajian Kitab Talbis Iblis #1 BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH

Makna Talbis Iblis dan Profil Penulis Definisi Talbis IblisTalbis Iblis ini kalau kita artikan secara bahasa Indonesiaadalah "Tipuan Iblis". Yaitu bagaimana iblis memperdayamanusia dengan cara seakan-akan itu adalah kebaikan, padahal ternyata itu adalah keburukan. Jadi, talbis adalah metode iblis dalam menipu manusia, di mana kemaksiatan disodorkan seakan-akan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terpedaya.Profil Al-Imam Ibnul JauziPenulis kitab ini adalah Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah Ta'ala yang hidup di abad ke-6 Hijriah. Beliau dikenal sebagai ahli al-wa'zh (ahli dalam memberi nasihat). Disebutkan dalam biografi beliau, ketika beliau mengisi pengajian, yang hadir paling tidak mencapai 10.000 orang di zaman tersebut. Terkadang majelisnya dipenuhi hingga 100.000 orang. Beliau sendiri pernah mengatakan bahwa telah masuk Islam di tangannya sebanyak 20.000 orang, dan telah bertaubat melalui perantaranya ada sekitar 100.000 orang. Hal ini menunjukkan jumlah yang sangat banyak. Beliau pakar dalam memberikan nasihat-nasihat, sehingga beliau menggeluti tentang metode-metode iblis dalam menggoda berbagai macam model manusia.Struktur Kitab Talbis IblisBuku ini disebutkan oleh Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah Ta'ala terdiri atas 13 bab. Empat bab pertama merupakan mukadimah, sementara sembilan bab berikutnya adalah rincian contoh-contoh talbis iblis. Berikut adalah rinciannya:Bab 1: Perintah untuk melazimi Sunnah wal Jamaah.Bab 2: Celaan terhadap bid'ah dan ahlul bid'ah.Bab 3: Peringatan tentang fitnah iblis dan tipuan-tipuannya.Bab 4: Makna talbis dan al-ghurur (pendahuluan kitab).Bab 5: Talbis iblis yang berkaitan dengan akidah dan agama.Bab 6: Talbis iblis terhadap para ulama dalam berbagai bidang ilmu (bagaimana setan menipu para ulama).Bab 7: Talbis iblis terhadap para wulat dan salathin (para penguasa).Bab 8: Talbis iblis terhadap para ahli ibadah dalam model-model ibadah mereka.Bab 9: Talbis iblis terhadap orang-orang zuhud.Bab 10: Talbis iblis terhadap orang-orang Sufiyah.Bab 11: Talbis iblis terhadap orang-orang yang beragama dengan perkara yang disangka karomah (padahal bid'ah/mungkar).Bab 12: Talbis iblis terhadap orang-orang awam.Bab 13: Talbis iblis kepada semua manusia dengan memperpanjang angan-angan (sehingga melupakan kematian).Peran dan Keterbatasan Akal ManusiaDalam khutbatul kitab (permulaan kitab), setelah memuji Allah, bersyahadat, dan bersalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menyebutkan bahwa sesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal.Dengan akal, seseorang bisa mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dan membenarkan para rasul. Namun, akal secara independen tidak bisa mengantarkan manusia kepada segala tujuannya karena akal terbatas kemampuannya. Oleh karenanya, harus diutus para rasul dan diturunkan kitab-kitab suci untuk membimbing akal tersebut.Al-Imam Ibnul Jauzi memberikan perumpamaan:Syariat (yang dibawa rasul) adalah seperti matahari.Akal manusia adalah seperti mata.Mata bisa melihat, tetapi jika tidak ada cahaya, percuma ia tidak bisa melihat. Maka, untuk bisa melihat dengan baik, mata membutuhkan cahaya yang cukup.Sejarah Permusuhan dan Metodologi Tipuan IblisSetelah Allah memberikan anugerah akal, diutusnya Nabi Adam 'alaihissalam, diturunkannya wahyu, hingga terjadinya tragedi Qabil membunuh Habil karena syahwat yang menguasai. Mulailah terjadi kerancuan dan muncul berbagai macam akidah serta aliran-aliran.Dugaan iblis bahwa ia bisa menyesatkan manusia telah terbukti. Cara yang dilakukan iblis dalam menggoda manusia adalah dengan mencampurkan penjelasan syariat dengan syubhat, dan mencampur obat penawar (dari para nabi) dengan racun, sehingga orang-orang pun terpedaya.Iblis memecah belah umat menjadi berkelompok-kelompok dengan berbagai aliran pemikiran, dan hawa nafsu masuk dalam segala hal.Urgensi Mengenalkan dan Mengenal KeburukanAl-Imam Ibnul Jauzi menulis, "Maka aku pandang, aku harus memperingatkan manusia dari tipuan-tipuan iblis, dan saya harus menunjukkan kepada manusia terhadap perangkap-perangkap iblis."Mengetahui keburukan adalah hal yang penting agar kita tidak terjerumus ke dalamnya. Hal ini sesuai dengan pemahamanSahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beliau berkata:"Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan, dan aku bertanya tentang keburukan karena aku khawatir keburukan tersebut mendapatiku."Seseorang yang hanya mengenal kebaikan dan tidak mengenal keburukan sangat rentan terjerumus ke dalam keburukan tersebut tanpa ia sadari. Sebagaimana perkataan seorang penyair: "Aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya, tapi untuk meninggalkannya. Barangsiapa yang tidak mengenal keburukan dari kebaikan, dia akan terjatuh ke dalamnya."Orang yang paling selamat adalah mereka yang mengenal kebaikan secara terperinci, sekaligus mengenal keburukan dan dosa-dosa secara terperinci. Inilah kondisi yang paling sempurna, seperti halnya para Sahabat Nabi yang pernah hidup di zaman Jahiliah. Mereka mengetahui dengan detail puncak-puncak keburukan (moral dan akidah yang rusak di masa itu), kemudian mereka mendapatkan cahaya hidayah Islam. Sehingga, ilmu dan amal mereka dibangun di atas fondasi mengenal keburukan secara terperinci agar bisa ditinggalkan, dan mengenal kebaikan secara terperinci agar bisa diamalkan.Bagaimana cara setan menjebak seorang dai?Dia punya pengalaman banyak, dia sudah pernah menjebak Nabi Adam alaihi salam, bukan cuma dai, nabi dijebak oleh setan.Apalagi kita manusia yang yang punya banyak kekurangan, manusia biasa.Oleh karenanya, selain kita mengenal kebaikan, kita perlu juga mengenal keburukan untuk menghindarinya. Inilah tujuan dari Ibnu al-Jauzi menulis buku ini untuk memperinci tentang jerat-jerat setan.Mukadimah tadi ada empat bab :- Di antaranya tentang al-amru biluzūmis sunnah wal jamā'ah. Sebenarnya, mukadimah ini kalau kita perhatikan, perintah untuk melazimi sunnah, memperingatkan tentang bahaya bidah, memperingatkan dengan jerat-jerat setan, ini sebenarnya jalan keluar,solusi.Seakan-akan Ibnu al-Jauzi mengatakan,"Kalau Anda ingin selamat dari seluruh jerat-jerat setan,sebagai mukadimah, lazimi sunnah, jauhi bidah."Karena kebanyakan jerat-jerat setan masuk dalam pintu bidah, melalui pintu bidah. Kemaksiatan yang dianggap ketaatan, itulah bidah. Setan datangkan kemaksiatan disangka ketaatan. Nanti akan dijelaskan rata-rata adalah dari sisi bidah. Maka untuk selamat, caranya bagaimana? Caranya, lazimi sunnah, jauhi bidah. Itu intinya.Inilah isi dari mukadimah yang dibawakan oleh Ibnu al-Jauzi rahimahullah ta'ala.Oleh karenanya, beliau membawakan hadis tentang larangan mengambil jalan-jalan yang yang salah. Ya, beliau bawakan hadis Ibnu Mas'ud radhiyallahu taala anhu, di mana Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya. Rasulullah berkata, 'Inilah jalan Allah yang lurus.' Kemudian Rasulullah bikin garis-garis sebelah kanan dan sebelah kiri. Rasulullah berkata, 'Ini jalan-jalan yang miring ini, lurus, yang miring ini, semuanya setiap jalan ada setan yang menyeru kepada jalan tersebut.'" Jalan kebenaran cuma satu di tengah, ya. Maka ikut jalan yang ini jangan ikuti jalan yang kanan dan kiri. Kemudian beliau membawakan, Rasulullah membacakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah, dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang yang lain." Jangan ikuti jalan-jalan yang yang lain. Kemudian beliau membawakan hadis memperingatkan tentang perpecahan umat, ya. Jadi, kita disuruh oleh Ibnu al-Jauzi rahimahullah ikuti jemaah. Maksudnya jemaah, maksudnya para sahabat, maksudnya akidah mereka yang benar, ya. Jangan nyempal dengan pemikiran sendiri. Karena tidaklah bidah muncul kecuali karena ada ide, dia punya ide tentang akidah, ide tentang ibadah, tidak kembali kepada sumber awal. Ini asal muasal munculnya bidah, ya. Dan setiap jalan-jalan kesesatan ada setan yang menyerunya. Setan mengatakan, "Ini ide bagus, ide bagus," sehingga akhirnya meninggalkan jalan yang lurus. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, dari hadis Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallahu anhuma, "Sungguhnya akan datang pada umatku yaitu perbuatan kemungkaran sebagaimana yang datang pada Bani Israel, seperti sandal dengan sandal," itu sama, sama persis antara sandal satu dengan sandal yang lainnya. "Bahkan kalau di Bani Israel ada orang yang menzinai ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukannya." Subhanallah.Dulu kita kalau baca hadis ini kita rasanya enggak mungkin. Bagaimana ada seorang mendatangi ibunya terang-terangan, tidak punya malu? Tapi kalau kita lihat zaman sekarang, dengan tersebarnya pornografi, dengan semacam-macam orang diajar dengan kerusakan. Ya, diajar kerusakan, ya. Dan kelainan-kelainan seksual tersebar, ya. Orang-orang banyak yang nonton, ketika nonton akhirnya terpengaruh, akhirnya tadinya fitrahnya lurus jadi jadi menyimpang, jadi rusak gara-gara tontonan. Kemudian ada berita juga anak dengan orang tua. Subhanallah, mengerikan ya kita lihat, mengerikan ada berita seperti itu. Tapi ini Rasulullah mengatakan sallallahu alaihi wasallam saking begitu semangatnya kaum muslimin mengikuti jalan-jalan orang-orang terdahulu, sampai kalau ada orang terdahulu yang mendatangi ibunya, menggauli ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukannya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata, "Dan sesungguhnya Bani Israel telah terpecah belah menjadi 72 aliran," millah 72 golongan. "Dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu aliran." Para sahabat bertanya, "Siapa yang selamat tersebut, ya Rasulullah?" Rasulullah berkata, "Yaitu orang yang melazimi apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya." Yaitu melazimi jemaah, melazimi apa yang dipegang oleh para salafunas saleh, yang Nabi dan para sahabat berada di atasnya. Ini cara beragama yang benar, cara beragama yang yang benar. Kita tidak berbicara tentang sarana, kita bicara tentang ritual ibadah, ritual ritual ibadah, keyakinan adalah yang diyakini oleh Nabi dan para sahabatnya. Nabi mengatakan yang selamat, "Yaitu jalan yang aku dan para sahabat menempuhnya."Kemudian beliau bawakan lagi hadis dari Muawiyah bin Abi Sufyan, kalau tadi dari 'Amr bin al-'Ash sekarang dari Muawiyah bin Abi Sufyan, sungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah berdiri menyampaikan khotbah atau nasihat kepada kami, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kalian dari ahli kitab mereka terpecah belah menjadi 72 golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 di neraka dan satu di surga, dan mereka itulah al-jemaah." Ini yang tadi Ibnu al-Jauzi ketika membawa perintah orang untuk melazimi jemaah agar mendapati posisi yang paling baik di surga, dan jangan punya sikap menyendiri nyeleneh dalam pemikiran, dalam akidah, ya, hendaknya kembali kepada jemaah, yaitu jemaah Nabi dan para sahabatnya, ya. Ikutilah jemaah, dan akan muncul dari umatku suatu kaum yang hawa nafsu mengalir, menggerogoti mereka sebagaimana rabiis menjalar pada orang yang terkena penyakit rabiis, ya. Jadi, Nabi menjelaskan akan ada orang-orang yang sudah mereka dikuasai hawa nafsu. Kita mau debat mau apa, percuma. Kita mengajak ke sunnah, percuma, enggak bisa. Dia sudah punya syubhat yang terstruktur, saya kalau bilang demikian. Syubhat yang terstruktur. Kenapa saya begitu? Karena ketika saya menulis tentang liberal, tentang pluralisme, saya baca buku-buku mereka, risalah-risalah doktoral mereka, ya. Disertasi-disertasi mereka saya baca, dan saya baca tulisan mereka. Saya akhirnya saya simpulkan syubhat mereka terstruktur. Wajar jika mereka kemudian terjebak, ya. Karena mereka punya syubhat yang terstruktur. Kalau orang tidak punya tidak punya landasan agama yang baik akan mudah terjebak, ya. Akan mudah terjebak dengan syubhat mereka, padahal itu adalah kekufuran, yang intinya adalah kekufuran ujungnya, mengerikan.Dan demikian juga ketika kita membahas tentang sufiah, tentang mereka punya syubhat-syubhat yang terstruktur. Kita membahas tentang aliran-aliran, mereka punya syubhat yang terstruktur, ya. Dan sulit ketika kita menasihati, alhamdulillah banyak di antara mereka ada yang dapat hidayah, di antara mereka ada yang sulit, ya. Sulit dikasih tahu. Kenapa? Nabi mengatakan suatu kaum yang digerogoti oleh hawa nafsu mereka, dia punya pemikiran sendiri, mau diapain. Sebagaimana rabiis kalau sudah menggerogoti orang, sulit, sulit ya. Dia sudah dia sudah dia sudah tenteram dengan pemikirannya, mau mau pemikiran wahdatul wujud, mau manunggaling kawula gusti, mau ibadah sambil joget-joget, dia punya syubhat yang terstruktur, mau diapain. Kalau Allah tidak kasih dia, enggak bisa, ya. Makanya supaya tidak terjebak pada itu semua, lazimi jemaah, kata Ibnu al-Jauzi rahimahullah. Jangan keluar-keluar, jangan coba-coba dengan melakukan bidah-bidah, pemikiran-pemikiran, ndak. Apa yang di Rasulullah dan sahabatnya di atasnya, ikuti. Ini solusi yang ditawarkan oleh Ibnu al-Jauzi sejak awal, ditaruh di mukadimah, sebelum dia memaparkan tentang jerat-jerat setan secara detail nanti insyaallah pada waktunya kita sampaikan. Oleh karenanya banyak nasihat-nasihat dari para salaf, dia sebutkan di sini, banyak ya, saya nukil sebagian aja, ya. Seperti perkataan Abdullah bin Mas'ud, "Sederhana dalam sunnah," artinya mencukupkan diri dengan dengan sunnah, "lebih baik daripada sungguh-sungguh semangat tapi bidah."Orang bidah sekarang lebih semangat daripada yang sunnah. Sunnah gitu-gitu aja, mereka pengin variasi, bikin bidah, bikin ibadah gini, pengin pengin kelihatan memukau pemikirannya. Subhanallah, orang kalau dengar orang liberal menyampaikan, banyak orang terpukau, "Wah, masyaallah keren keren." Intinya kekufuran tapi dia sampaikan dengan cara yang terstruktur, kemudian dengan rapi, dengan indah, nukil perkataan ulama barat kah, apa pemikir-pemikir barat, kemudian macam-macam dirangkai dengan hadis-hadis, dengan ayat-ayat yang tafsirannya ngawur, orang terpukau. Ada hal satu yang baru dan sifat manusia ingin tahu satu yang baru. Padahal dalam agama jangan yang baru ditinggalkan, yang ragu-ragu tinggalkan. Kita disuruh kembali kepada pemahaman salaf. Tapi sifat manusia ingin sesuatu yang baru, kalau sudah tahu sesuatu yang baru dia sungguh-sungguh. Makanya Ibnu Mas'ud mengatakan, "Sederhana," artinya, "biasa dalam sunnah lebih baik daripada sungguh-sungguh dalam dalam bidah," ya. Kemudian juga di antaranya misalnya perkataan Abu Al-Aliyah, seorang tabi'in. "Alaykum bil amril awwal," kata tabi'in Abu Al-Aliyah. Abu Al-Aliyah ini yang yang menafsirkan Ar-Rahmanu 'alal 'Arsyistawa, kata dia, disampaikan oleh Al-Bukhari dalam sahih-nya, Ar-Rahmanu 'alal 'Arsyistawa dia mengatakan, 'ala wartafa'a, di atas maknanya. Di atas, bukan menguasai, tapi di atas, Allah di atas Arsy. "Hendaknya kalian berpegang teguh dengan perkara yang pertama," yaitu zaman para sahabat. Perkara pertama yang para sahabat di atasnya, sebelum memunculkan perpecahan-perpecahan.Lah sekarang kita ini berbagai macam perpecahan, kita kita belajar agama ya, kalau perkara dunia silakanlah enggak ada masalah. Perkara dunia silakan kita bervariasi, silakan berinovasi. Justru inovatif di di sangat dianjurkan dalam apa? Dalam perkara dunia. Tapi perkara agama, ini banyak nih pemikiran ini, kita telusuri, telusuri kembali kepada dulu seperti apa sih? Sebenarnya sebenarnya mudah, ya. Pemahaman salaf tuh mudah, dulu seperti apa? Zaman Nabi, para sahabat seperti apa? Itu yang kita Kalau kita mau keluar daripada koridor pemahaman salaf, wah macam-macam pemikiran dan akan-akan berkembang terus. Hari ini ada bidah ini, besok ada bidah ini, lusa ada bidah ini. Dan pemikiran ini, pemikiran ini, pemikiran ini. Yang yang saya sedih ya ikhwan, ya, kita lihat terkadang sebagian orang-orang ini, mereka punya pemikiran macam-macam, tapi mereka saling membiarkan di antara mereka. Ya. Yang gatal ya, yang gatal ya, yang gatal memperingatkan tentang itu adalah biasanya dai-dai sunnah, atau ada di antara mereka itu tidak banyak. Di antara selain dai-dai sunnah ada juga yang peringatkan tentang bahaya, tapi tidak banyak. Kebanyakan mereka membiarkan, demi persatuan sudah, mau bicara apa, mau keyakinan ini, mau wahdatul wujud, mau joget-jogetMakanya di antara metode iblis adalah mendatangkan bidah. Karena bidah itu kata Sufyan ats-Sauri, 'Al-bid'atu ahabbu ila ibliisa minal ma'siyah.' Bidah itu lebih disukai oleh iblis daripada maksiat. Kenapa? 'Al-ma'siyatu yutaabu minha, wal bid'atu laa yutaabu minha.' Maksiat itu orang tahu itu salah, sehingga dia mudah bertobat. Tapi kalau bidah, orang menganggap itu sebuah kedekatan diri kepada Allah (ibadah), sehingga dia tidak merasa bersalah dan sulit untuk bertobat.Oleh karenanya, iblis sangat senang menjerumuskan manusia ke dalam bidah.Di sini, Ibnul Jauzi membawakan sebuah riwayat dari Al-Hasan (Al-Bashri) – dan ini adalah metode iblis yang sangat berbahaya. Iblis berkata:(Iblis telah berputus asa untuk bisa disembah oleh umat Muhammad secara terang-terangan dalam kesyirikan besar, namun ia beralih ke cara lain).Kata iblis dalam riwayat tersebut:'Aku telah menghiasi bagi mereka (manusia) berbagai macam dosa (kemaksiatan), lalu mereka menghancurkan dosanya tersebut (menghilangkan dampaknya) dengan istighfar (memohon ampunan kepada Allah).' Jadi, iblis sudah capek-capek menjerumuskan manusia ke dalam zina, judi, minuman keras, atau mencuri. Begitu manusia itu sadar, lalu mereka menangis, sujud, dan beristighfar kepada Allah, maka dosa-dosa yang telah dikumpulkan bertahun-tahun tersebut langsung gugur dan hancur seketika oleh Allah karena istighfar mereka. Iblis merasa usahanya sia-sia.Maka apa strategi iblis selanjutnya? Iblis berkata:'Ketika aku melihat hal itu (dosanya hancur karena istighfar), maka aku pun menghiasi bagi mereka kesesatan-kesesatan berupa bidah (hawa nafsu yang dianggap sebagai agama), sehingga mereka mengerjakannya dan mengiranya sebagai petunjuk (ibadah). Akibatnya, mereka tidak pernah beristighfar dari perbuatan tersebut.'Inilah bahayanya bidah. Pelakunya merasa sedang melakukan kebaikan dan ketaatan, sehingga lisannya tidak pernah tergerak untuk beristighfar atau bertobat dari ritual atau amalan baru tersebut. Di sinilah iblis merasa menang karena dosanya terus mengalir tanpa ada penghapus berupa tobat."

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
M
Meysha Khalisa Humaira

📍 Kota Padang

Talbis Iblis-1

Video ini membahas bagian pembuka (mukadimah) dari kitab legendaris "Talbis Iblis" yang ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi, seorang ulama besar abad ke-6 Hijriyah yang sangat pakar dalam memberikan nasihat.Secara bahasa, talbis iblis berarti tipuan atau rancuan iblis. Inti dari tipuan ini adalah bagaimana setan mencampurkan kebenaran dengan racun syubhat sehingga manusia melakukan penyimpangan namun merasa sedang melakukan ketaatan yang bernilai pahala.Imam Ibnul Jauzi membagi bukunya ke dalam dua bagian besar: Mukadimah (Bab 1-4) yang berisi prinsip dasar keselamatan, serta Isi (Bab 5-13) yang menguliti cara setan menjebak setiap profesi manusia, mulai dari ulama, ahli ibadah, hingga orang awam agar tidak ada yang merasa aman.Hubungan Akal dan SyariatUstadz Firanda menjelaskan analogi indah dari penulis: Akal manusia diibaratkan seperti "mata", sedangkan Syariat Islam adalah "cahaya matahari". Mata yang sehat tidak akan bisa melihat jalan jika dalam kondisi gelap gulita. Maka dari itu, akal yang cerdas sekalipun tetap membutuhkan bimbingan wahyu agar tidak tersesat.Strategi Selamat: Kembali ke Manhaj SalafSolusi mutlak yang ditawarkan dalam mukadimah ini adalah memegang teguh Sunnah Wal Jama'ah. Konsep beragama yang benar adalah mencukupkan diri dengan ritual ibadah dan teologi (aqidah) yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya.Mengapa umat Islam harus berhati-hati terhadap bid'ah dalam agama? Sesuai kutipan ulama tabi'in Sufyan ats-Tsaury, "Bid'ah itu lebih dicintai iblis daripada maksiat biasa." Pelaku maksiat biasa umumnya sadar bahwa dirinya salah sehingga lebih mudah didorong untuk bertobat, sedangkan pelaku bid'ah merasa dirinya sedang berbuat baik sehingga sangat sulit untuk disadarkan.Perpecahan UmatDi akhir video, dijelaskan mengenai nubuat Rasulullah ﷺ tentang terpecahnya umat Islam menjadi 73 golongan, di mana hanya ada 1 golongan yang selamat yaitu yang melazimi jalan Nabi dan para sahabat. Ibnul Jauzi merangkum bahwa semua muara perpecahan atau bid'ah aqidah tersebut berakar dari 6 golongan utama: Khawarij, Qodariyah, Jahmiyah, Murji'ah, Syiah Rafidhah, dan Jabariyah.Kesimpulan:Kesimpulan dari ceramah ini adalah pentingnya bagi kaum muslimin untuk mempelajari ilmu agama secara terperinci—baik memahami kebaikan untuk diamalkan, maupun memahami keburukan (jerat setan) untuk dihindari.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
I
Intan Kartika

📍 Kota Cilegon

Ustadz Dr. Firanda andirja M. A -- Berpegang Teguh Kepada Sunah-- Talbis Iblis #1

Talbis iblis dlm bahasa kita yaitu "Tipuan Iblis" bagaimana iblis iblis menipu manusia seolah olah manusia melakukan kebaikan, padahal itu adalah keburukan.Kitab ini di tulis oleh Al-imam Ibnu Jauzi Rahmatumullah taula yg dikenal sebagai ahli memberi nasihat.Sesungguhnya Nikmat yg paling besar yg dimiliki Manusia adalah Akal. krn dgn akal Manusia Bisa mengenal Allah SWT. dan dengan akal pula Seseorang bisa mengenal rosul nya. tetapi Akal itu seperti Mata, yang bisa melihat jika hanya ada cahaya, maka dr itu Allah SWT turunkan para Rosul dan Kitab.Salah satu Talbis iblis adalah kemaksiatan dinolah seperti ketaatan. dan semua masuk dari pintu bid'ah. maka dr itu kita harus lazimi sunnah dan jauhi bid'ah."Siapa yang ingin mendapatkan surga yang terbaik, maka lazimi jamaah. karena syaitan bersama orang yg sendirian, sedangkan dengan 2 orang, syaitan menjauh" maksud dr hadist tersebut adalah Ikuti aqidah yang benar, ikuti jamaah muslimin dan jangan punya pemikiran sendiri. jangan percaya dengan segala pembaharuan atau perkataan orang lain tanpa ada nya dalil. krn dalam islam, semua ada dalil nya. serta untuk menghindari taktik syaitan, kita tidak hanya perlu mengenal kebaikan secara terperinci. kita juga perlu mengetahui keburukan secara terperinci. karena dengan kita mengenal keburukan keburukan itu, kita bisa menghindari nya. 

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
A
Alfiah fajri

📍 Kota Bogor

Materi : Talbis iblis #1 "Berpegang teguh kepada sunnah"

‎01 Juni 2026‎Materi : Talbis iblis #1 "Berpegang teguh kepada sunnah"‎Ustadz Firanda Andirja‎#jejakcahaya @komunitas.beekind - Alfi‎‎⏺Talbis iblis = cara syetan untuk menggoda manusia.  Bagaimana iblis memperdaya manusia seakan akan itu baik tapi ternyata maksiat.  ‎⏺jerat jerat syetan masuk ke dalam pintu Bid'ah dan cara untuk selamat yaitu dekati sunnah‎Poin penting : ‎1.  ikuti aqidah kaum muslimin.  Jangan punya ide membuat ibadah ibadah baru.  ‎‎- yang mengikuti pemahaman Rasulullah dan para sahabat mereka yang selamat‎وَإِنَّ بَنِى إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى‎‎“Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya, “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu yang mengikuti pemahamanku dan pemahaman sahabatku.” (HR. Tirmidzi no. 2641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Jadi, yang mengikuti pemahaman para sahabat, itulah yang selamat.‎‎2.  membuat ibadah baru agar terlihat makin memukau‎- Sederhana dalam sunah lebih baik daripada bersungguh-sungguh yang menyalahi sunah. Dan bida’ah adalah termasuk amalan yang menyalahi sunah karena tidak pernah diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.‎Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Sederhana dalam As-Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam bid’ah.” (Riwayat Ibnu Nashr no. 30, Al-Lalika'iy 1/88 no. 114, dan Al-Ibanah 1/320 no. 161)‎- Sabar terus di atas sunnah‎‎Kalau agama ini hanya di dasari dengan logika sehingga terlalu banyak membuat ajaran dalam agama, buat apa ada utusan Allah menyebarkan ilmu tauhid‎‎3. pelaku bid'ah tidak merasa melakukan maksiat. dan syetan lebih senang kepada pelaku bid'ah‎‎‎‎

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →