TALBIS IBLIS #1 - BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH Pemateri : Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah ta'ala kita akan mempelajari suatu kitab yaitu Talbis Iblis . Talbis iblis jika diartikan dalam bahasa indonesia tipuan iblis, bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara menipu manusia seakan-akan yang dilakukan adalah kebaikan , ternyata itu adalah keburukan. Jadi talbis adalah metode iblis untuk menipu manusia , dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan, sehingga banyak yang terpedaya. Penulis kitab Talbis iblis yaitu al Imam ibnul Jauzi Rahimahullah yang hidup di abad ke 6 hijriah dikenal sebagai orang yang ahli memberikan nasihat, bahkan disebutkan dalam biografi nya di zaman beliau saat mengisi kajian yang hadir majlis beliau 10.000 hingga 100.000 orang yang hadir pada zaman itu, sampai beliau memberitahukan sudah masuk islam di tanganku 20.000 orang dan sudah bertaubat melalui tanganku ada 100.000 orang. ini menunjukkan jumlah yang banyak pada zaman tersebut. oleh karena itu beliau pakar dalam memberikan nasihat-nasihat sehingga seakan akan beliau menggeluti tentang metode-metode iblis dalam menggoda manusia dengan berbagai macam model manusia. Buku ini disebutkan oleh Al Imam Al Jauzi rahimahullah, terdiri dari 13 bab . 4 bab pertama terdiri dari mukadimah, dan 9 bab lainnya adalah perincian dari contoh-contoh talbis iblis. Bab pertama tentang perintah tentang Al Amr biluzummih sunnah wajamaah , perintah untuk melazimi sunnah. Bab kedua tentang cercaan atau celaan terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah. Bab ketiga tahzir min fitan iblis makaidihi, peringatan tentang fitnah iblis dan tipuannya Bab keempat fii makna talbis dan al gulur , apa makna talbis dan al gulur. ini semua dapat diklasifikasikan sebagai mukadimah dari kitab talbis iblis . lalu bab-bab berikutnya beliau baru menyebutkan tentang contoh-contoh talbis iblis kepada macam model manusia tanpa terkecuali . contoh :Bab kelima tentang bagaimana kaitan talbis iblis dengan akidah-akidah dan agama-agama. Bab keenam tentang bagaimana talbis iblis kepada para ulama di berbagai bidang ilmu. jadi, bukan talbis iblis kepada umum saja namun juga kepada para ulama . bagaimana syaitan masuk menipu para ulama. Bab ketujuh , tentang bagaimana syaitan menipu para penguasa . bagaimana syaitan menipu mereka sehingga mereka terjebak dalam jerat-jerat syaitan. Bab kedelapan , bagaimana talbis iblis terhadap para ahli ibadah dalam bentuk ibadah yang mereka lakukan. seakan-akan ketaatan , ternyata adalah kemaksiatan. tapi syaitan punya cara dalam menipu mereka melakukan talbis iblis dalam bentuk yang mereka pikir itu ketaatan ternyata kemaksiatan. Bab kesembilan, bagaimana tipuan syaitan terhadap orang yang zuhud (yang tidak ingin dunia, yang fokus kepada akhirat) syaitan pun dapat menipu orang-orang seperti ini Bab kesepuluh, bagaimana syaitan dapat menipu orang-orang sufi. sehingga mereka terjebak dalam praktek-praktek bid'ah, yang mereka sangka adalah ibadah dan ketaatan ternyata adalah bid’ah-bid'ah yang munkar. Bab kesebelas, bagaimana tipuan syaitan terhadap orang-orang yang istiqomah (yang beragama) dalam beragama dengan perkara yang disangka karomah ternyata bukan karomah Bab kedua belas, bagaimana syaitan menipu orang-orang awam Bab ketiga belas, tipuan syaitan terhadap semua manusia dengan memperpanjang angan-angan, sehingga melupakan kematian. ini adalah intisari dari kitab talbis iblis.Mukadimah dari kitab talbis iblis ketika setelah beliau memuji Allah subhanahu wa ta’ala, bersyahadat , bersholawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam. kemudian beliau berkata “sesungguhnya nikmat terbesar manusia adalah akal, Karena akal manusia dapat mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, dengan akal pula manusia dapat membenarkan para Rasul. tapi, hanya saja akal secara independen tidak dapat mengantarkan manusia sampai ke tujuan akal secara independen tidak dapat mengantarkan manusia menuju maslahat manusia karena akal terbatas. oleh karena nya Allah mengutus para Rasul untuk membimbing akal tersebut, dan kemudian Allah menurunkan kitab-kitab suci.kata beliau oleh karena nya syariat itu yang dibawa oleh para Rasul seperti matahari,adapun akal seperti mata .artinya mata bisa melihat namun jika tidak ada cahaya percuma itu tidak bisa melihat , maka untuk bisa melihat dengan baik butuh cahaya yang cukup.Kemudian Allah memberi anugerah yang lain selain akal. Anugerah yang pertama diberikan adalah diturunkan Nabi Adam alaihissalam, kemudian beranak pinak dan mengajarkan anak keturunannya dengan wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala . sampai akhirnya terjadi Qabil membunuh Habil saudaranya sendiri ketika syahwat sudah menguasainya. kemudian mulai lah terjadi kerancuan-kerancuan dan mulailah terjadi berbagai macam aqidah-aqidah, aliran-aliran. sehingga dugaan iblis bahwa ia dapat menyesatkan manusia telah terjadi. iblis pun melakukan tipuan terhadap manusia, bagaimana caranya iblis tatkala menggoda manusia ?ibnul jauzi rahimahullah menjelaskan : syaitan mencampurkan penjelasan para Nabi dengan syubhat. syaitan mencampurkan obat yang dibawa para Nabi dengan racun, sehingga orang-orang terpedaya inilah tujuan para iblis, dan caranya sangat lah banyak. sehingga ia memecah belah umat , menjadikan umat berkelompok-kelompok , menjadikan pikiran banyak aliran-aliran, hawa nafsu masuk dalam segala hal . sehingga beliau ibnul jauzi berkata “aku memandang harus meluruskan manusia dari tipuan tipuan iblis, dan saya harus menunjukkan manusia dari perangkap-perangkap iblis. kalau kita ingatkan dari bahaya jerat-jerat iblis maka manusia tidak akan terperangkap dengan jerat-jerat tersebut.” jadi apa yang dilakukan oleh beliau ini adalah memaparkan tentang jerat-jerat iblis, bagaimana talbis iblis, bagaimana tipuan-tipuan iblis.agar kita dapat terhindar dari jerat-jerat tersebut , siapapun kita. tentunya , ketika Ibnul Jauzi menulis kitab ini dengan ilmu yang sangat matang tulisan beliau sangat banyak , beliau ahli dalam berbagai bidang ilmu, beliau ahli dalam menasihati dan beliau tahu bagaimana 100.000.000 orang bertaubat dalam tangan beliau 20.000 orang masuk islam di tangan beliau berarti beliau pakar, pakar dalam memberi nasihat. dan beliau ingin menjelaskan bahaya-bahaya dalam jerat iblis. beliau mengatakan dalam shahih bukhari dan muslim dari hadits hudzaifah “orang-orang bertanya kepada nabi tentang kebaikan, aku menanyakan tentang keburukan, Aku khawatir keburukan tersebut mendapatiku”ini diantara fiqih dari hudzaifah, dia tidak mengenal kebaikan malah ia fokus terhadap keburukan-keburukan yang terkadang orang lalaikan. biasanya yang orang tanya tentang kebaikan-kebaikan , tetapi Hudzaifah bertanya tentang keburukan -keburukan agar tidak terjerumus oleh keburukan tersebut. seperti perkataan seorang penyair “aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tetapi untuk meninggalkannya.” perhatikan siapa yang hanya mengenal kebaikan tidak mengenal keburukan dia bisa terjerumus dalam keburukan. hanya mengenal kebaikan tidak mengenal lawannya ia dapat terjerumus dalam keburukan tersebut. oleh karenanya orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci itulah orang yang selamat. dia mengenal ketaatan- ketaatan dan ia mengenal pula dosa-dosa besar. dalam islam ada penjelasan mengenai ketaatan dan ada penjelasan mengenai dosa-dosa besar dia baca dua-dua nya sehingga ia punya ilmu dan dia beramal dengan ilmu, dia tau bentuk bentuk ketaatan dan dia tau bentuk-bentuk kesesatan. orang yang paling sempurna dalam hal ini adalah para sahabat. Kenapa? karena para sahabat pernah hidup di zaman jahiliyah, dan dalam zaman jahiliyah semua keburukan berkumpul dalam kejahiliyahan dari moral, aqidah semua rusak. dan para sahabat pernah menjalaninya. kemudian mereka mendapatkan cahaya hidayah dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan mereka mengenal kebaikan secara terperinci. kata Allah “maka kami perinci ayat-ayat agar jelas jalan orang-orang yang pendosa” Allah jelaskan jalan orang-orang yang berdosa agar kita tahu , bukan hanya mengenal kebaikan kita juga mengenal keburukan.para sahabat seperti kata Ibnul Qoyyim “ tak ada yang seperti mereka, karena mereka mengenal keburukan yang sangat dipuja-puja keburukan pada zaman jahiliyyah dan mereka mengenal kebaikan yang dipuja-puja kebaikan pada zaman Nabi Muhammad” sehingga tidak ada orang yang setelah mereka akan menyamai mereka, karena ilmu mereka amal mereka dibangun diatas mengenal keburukan secara terperinci dan kebaikan secara terperinci. Ibnul Jauzi dalam buku ini, beliau menempuh jalan memperkenalkan keburukan-keburukan. apa sih macam-macam jerat syaitan ? dan ini benar kita tidak sadar sebagai ustadz pun tidak sadar dengan jerat syaitan. syaitan tau bagaimana cara menjebak seorang ustadz , bagaimana cara menjebak seorang da’i. syaithan mempunyai pengalaman banyak, ia pernah menjebak Nabi Adam alaihissalam. Nabi saja dapat dijebak oleh syaitan apalagi kita sebagai manusia yang mempunyai banyak kekurangan. oleh karena itu selain kita mengenal kebaikan, kita juga harus mengenal keburukan untuk menghindarinya. inilah tujuan Ibnul Jauzi menulis kitab talbis iblis untuk menjelaskan jerat-jerat syaitan. Bab pertama : ada empat bab diantaranya tentang Al Amr biluzummih sunnah wajamaah sebenarnya mukadimah ini jika diperhatikan perintah untuk melazimi sunnah, memperingati tentang bahaya bid’ah, memperkenalkan dengan jerat-jerat syaitan. ini sebenarnya jalan keluar atau solusi. seakan-akan ibnul jauzi mengatakan jika anda ingin selamat dari seluruh jerat-jerat syaitan sebagai mukadimah, lazimi sunnah jauhi bid’ah contohnya demikian. karena jerat jerat syaitan banyak masuk dari pintu-pintu bid’ah. kemaksiatan yang disangka ketaatan itulah bid’ah, syaitan datangkan kemaksiatan yang disangka ketaatan itulah bid’ah. makanya untuk selamat lakukan sunnah , jauhkanlah bid’ah itulah kuncinya.Hadits dari Umar Bin Khattab radiallahu anhu: “Rasulullah berdiri diantara kami, dan beliau bersabda :’Barangsiapa yang ingin menempati posisi surga yang terbaik di bagian tengah maka hendaklah ia melazimi pada jamaah, karena syaitan bersama orang yang sendirian dan bersama dua orang syaitan semakin jauh.’”beliau membawakan hadits-hadits yang semakna ini sangat banyak dengan berbagai macam lafal. maksudnya apa ? yaitu ikuti aqidah yang benar ikuti jamaah kaum muslimin jangan memiliki pikiran yang nyeleneh menyimpang dari apa yang diyakini kaum muslimin. oleh karenanya beliau membacakan hadits tentang larangan mengambil jalan-jalan yang salah Hadits ibnu mas’ud radhiyallahu ta’ala :“Rasulullah membuat garis dengan tangannya, inilah jalan Allah yang lurus kemudian Rasulullah membuat garis-garis sebelah kanan dan sebelah kiri, untuk jalan-jalan yang miring ini ada syaitan di setiap jalannya yang menyuruh kepada jalan tersebut jalan kebenaran hanya satu di tengah, maka ikutilah jalan yang lurus dan jangan ikuti jalan yang miring. kemudian Rasulullah membacakan :"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)." (QS. Al-An'am: 153) beliau membacakan hadits ini tentang perpecahan umat kita disuruh oleh ibnu jauzi untuk mengikuti jamaah, maksudnya para sahabat. jangan menyimpang dengan pikiran sendiri. ini asal muasal muncul nya bid’ah dan setiap jalan yang menyimpang ada setan yang membisikkan , kemudian meninggalkan jalan yang lurus. Rasulullah bersabda, dari hadits abdullah bin abdullah radhiallahu anhu : sesungguhnya akan datang pada umatku , yaitu perbuatan kemungkaran sebagaimana yang datang pada bani israil. seperti sandal satu dengan sandal yang yang lain bahkan jika di bani israil ada orang yang menzinahi ibunya dengan terang-terangan maka akan ada dari umatku yang melakukannya.” kemudian Rasulullah berkata : “sesungguhnya bani israil telah terpecah menjadi 72 golongan,dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali satu aliran , dan ditanya golongan manakah yang selamat? yaitu orang yang melazimi aku dan sahabatku ada diatasnya, yaitu melazimi jamaah melazimi apa yang dipegang salaful dan salafullah shaleh. yang nabi dan para sahabatnya ada diatasnya. ini cara beragama yang benar.” ini tidak berbicara tentang sarana , ini berbicara tentang ritual ibadah keyakinan adalah keyakinan yang diyakini oleh para Nabi dan para sahabat. Nabi mengatakan “suatu kaum yang digerogoti oleh hawa nafsu mereka ,mempunyai pemikiran sendiri dan tidak dapat diapa-apakan. sebagaimana rabies bila sedang menggerogoti seseorang” ia sudah tentram dengan pemikirannya, mereka mempunyai syubhat yang terstruktur. agar tidak terjebak oleh itu semua maka melazimi jamaah, jangan coba-coba dengan bid’ah-bid’ah ini solusi yang ditawarkan pertama oleh ibnul jauzi, sebelum beliau memaparkan jerat-jerat setan secara detail nanti nya. Nasihat-nasihat para salaf : Abdullah bin mas’ud : “sederhana dalam sunnah yaitu mencukupkan diri dengan sunnah lebih baik dibanding sungguh-sungguh dalam bid’ah” Abu Aliyah seorang tabi’in : "Berpegang teguhlah kalian pada jalan dan sunnah, karena tidaklah ada seorang hamba yang berada di atas jalan dan sunnah yang menyebut Ar Rahman lalu kedua matanya meleleh karena takut kepada Allah, maka api neraka tidak akan menyentuhnya. Dan sesungguhnya sikap sederhana dalam jalan dan sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam menyalahi." Ibnu Syaudzab : "Sesungguhnya termasuk nikmat Allah atas seorang pemuda jika ia bertobat adalah Dia menjadikannya bersahabat dengan pengikut sunnah yang membawanya kepada sunnah." Yusuf bin Asbath :"Ayahku adalah seorang Qadari dan paman-pamanku adalah Rafidhah, maka Allah menyelamatkanku melalui Sufyan." Al-Junaid bin Muhammad :"Jalan menuju Allah Azza wa Jalla tertutup bagi makhluk Allah Ta'ala kecuali bagi orang-orang yang mengikuti jejak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla: 'Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.'"(QS. Al-Ahzab: 21)Sebagian Ahlul Bid’ah mereka tidak suka dengan sunnah, jika ada yang memberitahukan sunnah mereka tidak mau mereka mengikuti apa yang mereka yakini. meski kita menjelaskan ini sunnah nya begini , mereka tetap tidak suka. mereka membuat model baru yang mereka yakini. karena buruknya bid’ah jika seseorang telah suka dengan bid’ah maka yang sunnah mereka tinggalkan. Misalnya : bagaimana sunnah shalat.bagaimana sunnah kematian.bagaimana sunnah , jika mereka sudah cinta dengan bid’ah bagaimana sunnahnya mereka tidak mau. kemudian beliau membacakan hadits yang masyhur dari hadits irbadh bin syariah dimana Rasulullah suatu hari memberikan nasihat kepada para sahabat sampai hati mereka tersentuh, sampai mereka menangis mendengar nasihat nabi. kemudian mereka berkata:”ya Rasulullah seakan-akan nasihat orang yang hendak berpisah, Nabi memberi wasiat seakan-akan ingin berpisah.Nabi bersabda: “Aku wasiatkan engkau untuk bertaqwa kepada Allah untuk mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari habasyi (budak hitam dari habasyi) jika ia pemimpin maka wajib taat kepadanya. siapa yang hidup setelahku ? setelah aku meninggal ia masih hidup, dia akan melihat banyak perselisihan. hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. pegang erat-erat sunnahku dan sunnah para sahabatku, dan gigitlah dengan geraham kalian,berhati-hatilah dengan perkara-perkara yang baru dalam agama, dan setiap perkara-perkara baru dalam agama adalah bid’ah. dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” hadits yang lain Rasulullah mengingatkan tentang bid’ah, kata nabi : “aku nanti di hari kiamat mendahului kalian di telagaku , aku dahului aku siapkan telaga untuk kalian. ada orang-orang yang ingin menuju telaga ku di cabut, lalu nabi berkata ‘ya Rabb itu adalah sahabat-sahabatku, aku kenal mereka.maka dikatakan kepadaku ‘engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah kepergianmu.”itu mereka berbuat bid’ah sehingga mereka dihalang-halangi pergi ke telaga Nabi Muhammad. karena nya seseorang mencoba menjauhi bid’ah sejauh-jauhnya. bid’ah lebih dicintai iblis daripada maksiat, maksiat seseorang masih diharapkan bertaubat darinya, tapi bid’ah orang tidak akan bertaubat. karena pelaku bid’ah tidak pernah merasa salah bagaimana orang ini bertaubat jika tidak diberikan hidayah oleh Allah subhanahu wa ta’ala.sufyan ibn anshori berkata : “siapa yang mendengar dari ahlul bid’ah maka tidak ada manfaatnya, siapa yang berjabat tangan dengan ahlul bid’ah sungguh ia telah mengurai islam sedikit demi sedikit, jadi dia ridho bid’ah disebarkan jika bid’ah disebarkan maka islam semakin menciut sunnah-sunnah semakin menghilang.”













