📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
A
Adela Novita

📍 Kota Pekanbaru

TALBIS IBLIS #2

📌 TALBIS IBLIS #2 Penganut Aqidah & Agama Yang Menyimpang 🗣️ Oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. ✅ PENGERTIAN TALBIS IBLIS Talbis iblis adalah tipu daya iblis dengan menampakkan kebatilan/kesesatan seolah-olah itu kebenaran, agar manusia tergelincir dan merasa dirinya di jalan yang benar padahal sesat. 🔍 BENTUK PENYIMPANGAN DALAM AQIDAH 1. Menyimpang dalam memahami sifat Allah- Ada yang meyakini Allah mirip makhluk- Ada yang mengingkari sifat-sifat Allah yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis2. Mengubah aturan agama- Menambah hal baru yang tidak ada dasarnya seolah bagian agama- Mengurangi atau menafsirkan ayat/hadis menurut keinginan sendiri3. Lebih mengutamakan akal daripada wahyu- Menganggap pendapat pribadi lebih benar daripada petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah- Meninggalkan pemahaman para salafus shalih ⚠️ CARA IBLIS MENIPU MANUSIA - Membuat pemahaman yang keliru terdengar logis dan menarik- Memotong dalil sehingga maknanya berubah- Membuat orang merasa istimewa, paling pintar, dan paling benar sendiri- Menanamkan sikap fanatik buta terhadap kelompok/gagasan 🛡️ CARA MELINDUNGI DIRI ✅ Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih✅ Belajar ilmu agama dari ulama yang terpercaya, bukan sembarangan sumber✅ Berhati-hati dengan pendapat yang menyimpang dari kesepakatan ulama✅ Selalu berdoa: "Ya Allah, tunjukkanlah aku ke jalan yang lurus" 💡 Inti Pesan:Kebenaran itu tetap satu dan tidak berubah. Selalu ukur setiap keyakinan dan amal dengan Al-Qur'an dan Sunnah, agar tidak terperangkap tipu daya iblis yang menyamarkan kebatilan sebagai kebenaran.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nuriska Garnitasari

📍 Kota Bandung

Talbis Iblis #2 : Penganut Aqidah & Agama Yang Menyimpang - Ust. Dr. Firanda Andirja M.A

TALBIS IBLIS #2: PENGANUT AQIDAH & AGAMA MENYIMPANGada 3 jenis, yaitu :Shufisme, terbagi 3 mahzab :Al-Inadiyyah : menentang adanya hakikat. Apa yang kita lihat saat ini bisa jadi sesuai dengan yang kita lihat dan bisa jadi tidak sesuai dengan yang kita lihat. Kaum yang meragkan segala hal. Sudah terhasut sehingga menentang adanya hakikat. Bagaimana cara membantah? Perkataan kalian ini ada hakikatnya atau tidak. Menanyakan keyakinan mereka agar melihat ke hakikatan maksud. Apabila kita berdiskusi tanpa ada kesepakatan tujuan atau nilai maka akan sulit. Kaum ini dalam keragu raguan sehingga perlu menentukan kesepakatan agar bisa berdiskusi.Al indiyyah : kebenaran/hakikat itu tidak ada yang absolut, tetapi relatif subjektif tidak kebenaran yang objektif. Kita benar di sudut pandang kita, kebenaran adalah relatif. Bantahannya bagaimana? keyakinanm ini apakah pasti benar? mereka jawab subjektifitas. menurut kami benar tapi bisa jadi selain kami salah. Maka, kalau ada sisi yang tidak benar berarti tidak sah benar.Adriya : Abstain, tidak tau. Apakah hakikat ada atau tidak saya tidak tauKaum Atheis (yang menolak adanya Tuhan)Dahriyah : Alam itu ada tanpa ada yang menjadikan. Bantahan : ilmu dasar (sebab akibat), logika : apabila ada bangunan maka ada yang membangun bangunan itu.At-Thabi'yyun : keseluruhan keteraturan terjadi dengan natural. Berusaha ilmiah dengan menyatakan ada tabiat yang mengatur.Bantahan :Aturan yang rapih ini tentu ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Tuhan itu ada 2 Tuhan itu ada 2 terbagi: Tuhan pencipta kebaikan & Tuhan pencipta keburukan.Majusi Tuhan 2 : Tuhan api/cahaya, pencipta kebaikan dan Tuhan Kegelapan, Pencipta keburukan.https://www.youtube.com/watch?v=QO-5aAvHCIM&t=645s

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nurhasanah nurhasanah

📍 Kota Depok

Talbis iblis #2 penganut aqidah & agama yang menyimpang

بسم الله الرحمن الرحيم.                        Day 2Talbis iblis #2 : penganut aqidah dan agama yang menyimpang》imam Ibnul jauzi membahas subhat kerancuan pikiran  yang di lancarkan penganut agama>mahzab Shofiisme adalah yang mengingakari hakikat*Terbagi menjadi 3 mahzab 1. menentang adanya hakikat2.hakikat itu tidak ada yang absolut ,tetapi relatif sebjektif tidak kebenarnya yang objektif3.tidak tahu apakah hakikat ada atau tidak ada saya tidak tahu.Bantahan dari imam ibnul jauzi1.kenyakian kalian ini mengingkari hakikat apakah ada hakikatnya. Jawabanya:*Jika meraka berkata ada hakikatnya / berarti mahzab mereka batil*jika mereka  berkata tidak ada hakikatnya /maka batil juga mahzab mereka.》metode cerita>Sofiisme kelompok 1.Yang mengatakan  hakikat itu tidak ada yang absolut,tetapi relatif *Bantahan dari imam ibnul jauzi:Kenyakinan ini apakah pasti benar? Menurut kami benar,tapi bisa menurut selain kami tidak benar.》jika kalian berkata tidak yakin,maka tidak bisa di yakini kebenaranya.》Kaum ateis ada 2 kelompok> kelompok addahriah yang menolak adanya tuhan Alama itu ada taa ada yang menjadikanya >Kelompok AtobiiuyunAlam semesta di atur bukan oleh sebab tuhan tapi natural.》Bantahan dari imam ibnul jauzi:1. Ilmu dasar (namanya akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab) logika jika kita melihat suara bangunan pasti ada  yang membangunya.》Bantahan subhat tuhan tidak terlihat jadi tidak ada/ dengan logika adanya jiwa dan akal yang tidak terlihat.>Yang ke 2 tobiinyin Mereka berusaha ilmiyh dengan mengatakan ada tabiat yang mengatur》Bantahanya dari imam ibnul jauzi:*Tabiat tersebut tercipta oleh Allah  karena dia ikut aturan.>Kelompok k3 assanawiyah&majusiyah-Tuhan ke 1tuhan pencipta kebaikan dan keburukan-Tuha ke 2tuhan api /cahaya pencipta kebaikan dan tuhan kegelapanpencipta keburukan.》Bantahan dari imam ibnul jauziJika tuhan ada 2 maka tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu  =tuhan 1 ingin bergerak=tuhan 2 ingin diam/keduanya terpenuhi keinginanya =mustahil/keduanya tidak terpenuhi keinginanya= mustahil dan tidak pantas menjadi tuhan/salah satunya terpenuhi  keinginanya dan yang lainya tidak=yang berhasil yang berhak menjadi tuhan.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 2

Rangkuman Kajian Talbis Iblis 2Tema: Tipu daya iblis terhadap para pengikut akidah dan pemikiran yang menyimpang melalui syubhat (kerancuan berpikir).1. Kaum Sofisme (Sutho’iyah)Siapa mereka?Kelompok yang meragukan hakikat kebenaran.Mereka terbagi menjadi:a. Al-’InadiyahMengingkari adanya kebenaran.Menganggap tidak ada sesuatu yang benar secara pasti.b. Al-’IndiyahMenganggap kebenaran bersifat relatif.Apa yang benar bagi seseorang belum tentu benar bagi orang lain.c. Ad-DiriyahMengaku tidak mengetahui apa pun.Selalu ragu terhadap segala sesuatu.Bantahan yang dijelaskanMereka terjatuh dalam kontradiksi.Contoh:Ketika mengatakan “tidak ada kebenaran”, maka kalimat itu sendiri dianggap sebagai kebenaran.Ketika mengatakan “semuanya diragukan”, berarti ia yakin terhadap keraguannya sendiri.Pelajaran pentingAkal sehat mengakui adanya kebenaran.Tidak semua hal boleh diragukan.Keraguan yang berlebihan dapat menghancurkan ilmu dan keyakinan.2. Kaum Dahriyah dan Thaba’iyyin (Ateis)DahriyahBerkeyakinan alam terjadi sendiri tanpa pencipta.Thaba’iyyinMenganggap alam diatur oleh hukum alam semata tanpa adanya Tuhan.Syubhat merekaAlam semesta ada dengan sendirinya.Tidak perlu ada pencipta.Bantahan yang dijelaskanA. Setiap akibat pasti ada sebabnyaJika ada bangunan maka ada pembangunnya.Jika ada tulisan maka ada penulisnya.Maka alam semesta yang sangat teratur pasti memiliki pencipta.B. Keteraturan menunjukkan adanya pengaturPergantian siang dan malam.Peredaran matahari dan bulan.Struktur tubuh manusia.Semua menunjukkan adanya desain dan pengaturan yang sempurna.C. Sesuatu tidak mungkin menciptakan dirinya sendiriKarena sebelum ada, ia belum eksis.Dalil yang berkaitan QS Ath-Thur ayat 35-36“Apakah mereka tercipta tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Ataukah mereka yang menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini.”Ayat ini merupakan bantahan kuat terhadap ateisme.3. Kaum Tsanawiyah (Majusi)Keyakinan merekaAdanya dua tuhan:Tuhan kebaikan (cahaya)Tuhan keburukan (kegelapan)Mereka menganggap dua kekuatan tersebut mengatur alam semesta.Bantahan yang dijelaskanA. Jika ada dua tuhan pasti terjadi pertentanganJika:Tuhan pertama menghendaki sesuatu terjadi.Tuhan kedua menghendaki sesuatu tidak terjadi.Maka hanya ada tiga kemungkinan:Keduanya berhasil → mustahil.Keduanya gagal → keduanya lemah.Salah satu berhasil → yang berhasil adalah Tuhan yang sebenarnya.Dalil QS Al-Anbiya ayat 22“Sekiranya pada keduanya (langit dan bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya keduanya telah rusak binasa.”Maknanya:Jika ada lebih dari satu penguasa mutlak, alam tidak akan berjalan teratur sebagaimana yang kita lihat.B. Cahaya dan gelap bukan kebaikan dan keburukan mutlakContoh:Cahaya matahari bermanfaat tetapi bisa membakar.Kegelapan malam bermanfaat untuk istirahat.Maka tidak benar jika cahaya selalu baik dan gelap selalu buruk.Kesimpulan Utama KajianTalbis Iblis pada kelompok-kelompok ini adalah:Menanamkan keraguan terhadap kebenaran.Menjadikan akal sebagai hakim mutlak tanpa wahyu.Mengingkari keberadaan Allah melalui logika yang rusak.Menyebarkan filsafat yang bertentangan dengan fitrah manusia.Membuat manusia kagum pada pemikiran yang sebenarnya penuh kontradiksi.Poin Penting untuk Dicatat✅ Kebenaran itu ada dan dapat diketahui.✅ Keraguan yang berlebihan adalah pintu kesesatan.✅ Alam semesta yang teratur menunjukkan adanya Pencipta.✅ Tidak mungkin sesuatu tercipta tanpa sebab.✅ Tidak mungkin ada dua tuhan yang sama-sama berkuasa mutlak.✅ Akal yang sehat akan selaras dengan wahyu yang benar.✅ Salah satu senjata terbesar iblis adalah syubhat (kerancuan berpikir), bukan hanya syahwat (hawa nafsu).

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis #2 Penganut Aqidah dan Agama yang Menyimpang

Talbis Iblis #2 Penganut Aqidah dan Agama yg MenyimpangMunculnya kelompok-kelompok menyimpang dalam akidahUstadz Firanda menjelaskan adanya firqah-firqah yang menyimpang dari akidah Ahlus Sunnah, baik yang penyimpangannya ringan maupun berat, akibat mendahulukan hawa nafsu, filsafat, atau taklid buta. Hal ini dibahas dalam buku Talbis Iblis karya Imam ibn al Jauzi.Kelompok Sofisme : pengingkar hakekat/ yang mengingkari hakekatSofisme ada 3 mahzab:Al innadiyah : benar2 mengingkari/menentang adanya hakikatAl indiyyah : kebenaran itu relatif/ hakikat itu tidak ada yg absolut tetapi relatif, subjektif, tidak ada kebenaran /hakikat yg objektifAla Adriyya : Tidak tau apakah hakekat ada atau tidak .Al Innadiyah: Iblis merasuki pemikiran mereka bahwa tidak adanya hakekat. Cara membantah mereka:Bantahan ibn Jauzi terhadap mahzab ini:Diskusi. Keyakinan kalian ini yaitu mengingkari hakikat apakah ada hakikatnya? Jika mereka mengatakan tidak ada hakikatnya artinya pendapat mereka adalah bathil. Jika mereka mengatakan ada hakikatnya berarti bathillah mahzab mereka/keyakinan mereka.Membawa cerita/berceritaPenyimpangan dimulai dari syubhat (kerancuan berpikir)Iblis tidak selalu mengajak manusia kepada kekafiran secara langsung, tetapi menanamkan keraguan, pemikiran yang menyelisihi wahyu, atau mendahulukan logika di atas dalil. Al Indiyyah : kebenaran adalah relatif, subjektif, tidak bisa dipaksakanBantahan ibn Jauzi:Keyakinan mu ini apakah pasti benar? Mereka akan menjawab: subjektifitas, menurut kami benar tapi bisa jadi menurut selain kami tidak benar. Ibn Jauzi mengatakan, apabila pendapat kalian tidak benar menurut pendapat lain maka jangan diyakini.Kaum Atheis : menolak adanya TuhanKelompok Ad Dahriyyah : mereka mengatakan alam terjadi dengan sendirinya tanpa ada yg menjadikan.Bantahan ibn Juazi:Akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab. Jika melihat suatu bangunan pasti ada yg membangun tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya.Ibn Jauzi membantah syubhat Tuhan tidak terlihat jadi Tuhan tidak ada, dengan logika adanya jiwa dan akal yg tidak terlihatKelompok Thobi'iyin : kelompok yang mengatakan bahwa alam semesta bukan diatur oleh Tuhan melainkan diatur oleh sebuah aturan atau tobiat.Bantahan ibn Jauzi: Tabi'at tersebut tercipta oleh Allah Kelompok Sanawiyah: Mengatakan Tuhan itu dua. Tuhan pencipta kebaikan, Tuhan pencipta keburukanMajusi: Tuhan itu dua, Tuhan pencipta api/cahaya/ pencipta kebaikan. Tuhan kegelapan, pencipta keburukan Bantahan ibn JauziLogika 2 Tuhan, jika 2 tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu, misalnya Tuhan 1 i gin si A bergerak sementara Tuhan 2 ingin si A diam. Apa yg terjadi? Maka ada 3 kemungkinan: Keduanya terpenuhi keinginannya, si A bergerak sekaligus diam, mustahil.Keduanya tidak terpenuhi keinginannya, si A tidak bergerak, si A bergerak, mustahil. Keduanya tidak pantas jadi Tuhan, krna keduanya gagal Salah satu nya terpenuhi keinginannya dan yg lainnya tidak, maka yg terpenuhi keinginannya maka itulah yg berhak menjadi Tuhan.Pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman generasi salafSolusi yang ditekankan adalah mempelajari ilmu syar'i yang benar, memahami dalil dengan bimbingan para ulama, serta menjauhi pemikiran yang bertentangan dengan nash.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nadya Nandadita Islamina

📍 Kota Bandung

Ringkasan Kajian Tablis Iblis #2

kajian "Talbis Iblis #2 : Penganut Aqidah & Agama Yang Menyimpang" oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. yang membahas Bab ke-5 dari Kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi:1. Talbis Iblis Terhadap Kaum Sofisme (Sutho'iyyah)Sofisme merupakan pemikiran yang berasal dari filsafat Yunani klasik yang berprinsip meragukan segala sesuatu dan cenderung mengingkari hakikat kebenaran objektif. Ibnu Jauzi membagi kelompok ini menjadi tiga madzhab utama:Al-Inadiyyah (Pengingkar Hakikat): Kelompok yang benar-benar menolak dan menentang adanya hakikat nyata pada segala hal. Mereka menganggap apa yang manusia lihat bisa jadi berbeda dengan kenyataan sesungguhnya sehingga senantiasa terjebak dalam keraguan ekstrem.Bantahan Ulama: Jika mereka mengklaim tidak ada hakikat di dunia ini, ulama mempertanyakan: "Apakah pernyataan atau keyakinan kalian tersebut merupakan sebuah hakikat?" Jika mereka menjawab "Ya" (pernyataan mereka adalah hakikat), berarti mereka mengakui adanya hakikat dan madzhab mereka batal. Jika mereka menjawab "Tidak", maka argumen mereka tidak memiliki dasar dan otomatis gugur.Metode Pendekatan Cerita (Kasus Onta): Dikisahkan seorang penganut Sofisme berdialog dengan seorang ahli kalam. Di tengah debat, onta milik orang Sofisme tersebut dicuri. Ketika ia panik mencari ontanya yang hilang, si ahli kalam berkata, "Mungkin kamu tadi datang tidak naik onta, melainkan hanya khayalanmu saja." Orang Sofisme itu langsung membantah dan meyakini secara pasti bahwa ia benar-benar datang menunggangi onta. Dari sinilah ia tersadar bahwa ia sendiri sebenarnya masih menetapkan suatu hakikat yang pasti ketika menyangkut dirinya sendiri.Al-Indiyyah (Relativisme): Kelompok yang meyakini bahwa hakikat kebenaran itu tidak ada yang absolut (mutlak), melainkan bersifat relatif dan subjektif tergantung siapa yang memandangnya. Mereka mencontohkan madu: bagi orang sehat terasa manis, namun bagi orang sakit terasa pahit, dan keduanya dianggap benar secara subjektif.Bantahan Ulama: Jika keyakinan mereka hanya benar secara subjektif dan mengandung kemungkinan salah menurut pandangan orang lain, maka suatu keyakinan yang mengandung unsur kepalsuan dan ketidakpastian seperti itu tidak layak untuk dipertahankan.Al-Adiriyyah (Agnostisisme): Kelompok yang menyatakan ketidaktahuan secara mutlak. Mereka berada pada posisi pasif dengan selalu menjawab "saya tidak tahu" apakah hakikat itu ada atau tidak ada di dunia ini.2. Talbis Iblis Terhadap Kaum Ateis (Penolak Keberadaan Tuhan)Iblis membisikkan syubhat kepada kelompok yang mengingkari keberadaan Pencipta, yang secara umum terbagi menjadi dua golongan:Ad-Dahriyyah: Golongan yang percaya bahwa alam semesta ini terjadi dengan sendirinya dan selalu ada tanpa ada permulaan serta tanpa ada zat yang menciptakannya.At-Thabi’iyyun (Penganut Teori Tabiat/Naturalisme): Golongan yang mencoba terlihat ilmiah dengan berargumen bahwa seluruh keteraturan alam semesta bukan diatur oleh Tuhan, melainkan berjalan secara otomatis berdasarkan hukum tabiat atau aturan alam (natural law) itu sendiri.Bantahan Menggunakan Logika Dasar:Hukum Sebab-Akibat: Secara akal sehat, sebuah akibat tidak mungkin muncul tanpa adanya sebab. Jika manusia melihat sebuah bangunan kokoh atau istana yang megah, akal langsung menyimpulkan pasti ada arsitek dan tukang yang membangunnya. Maka sungguh tidak logis jika langit yang kokoh, bumi, matahari, dan jutaan bintang yang berputar rapi dianggap terjadi dengan sendirinya tanpa ada Pencipta.Analogi Badui Arab: Orang Arab badui secara sederhana berpikir, "Adanya kotoran onta menunjukkan adanya onta yang lewat, dan adanya bekas jejak kaki menunjukkan ada orang yang berjalan. Maka langit yang penuh bintang dan bumi yang terhampar luas tentu menunjukkan adanya Zat yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui." Kita tidak harus melihat Zat-Nya secara langsung untuk memercayai keberadaan-Nya, melainkan cukup dengan melihat dampak dan tanda-tanda ciptaan-Nya.Refleksi Diri (Anatomi Tubuh): Kesempurnaan susunan gigi manusia (gigi geraham di belakang untuk menggerus makanan, gigi tajam di depan untuk memotong), fungsi lidah yang membolak-balikkan makanan, sistem lambung yang mengolahnya, hingga struktur jari-jari tangan yang panjang-pendeknya terasa proporsional dan rata saat dikepalkan—semua keteraturan mekanis ini mustahil terbentuk secara kebetulan tanpa adanya perancangan dari Tuhan.Jawaban atas Syubhat "Tuhan Tidak Terlihat": Manusia sepakat bahwa di dalam tubuh mereka terdapat "akal" dan "jiwa/ruh". Meskipun akal dan jiwa sama sekali tidak bisa dilihat secara fisik ataupun diindera secara visual, tidak ada satu pun manusia yang mengingkari keberadaannya karena dampaknya nyata. Begitu pula dengan keberadaan Allah Yang Maha Kuasa; ketidakmampuan mata memandang-Nya bukan berarti Dia tidak ada, karena seluruh keteraturan alam dan aliran energi di dunia (seperti halnya aliran listrik yang tidak tampak namun terasa dayanya) menjadi bukti konkret keberadaan-Nya.Bantahan untuk Teori Tabiat (Aturan Alam): Klaim bahwa alam diatur oleh hukum fisikanya sendiri justru menjadi bumerang bagi kaum ateis. Hukum alam yang sangat rapi, konsisten, dan dapat dirumuskan secara matematis justru membuktikan secara mutlak adanya Zat yang super cerdas yang membuat, menetapkan, dan mengunci aturan baku tersebut. Selain itu, unsur-unsur tabiat di alam tidak bisa menghasilkan reaksi baru kecuali jika dipertemukan dan diatur oleh faktor luar, yang menandakan bahwa unsur tersebut adalah objek yang diatur, bukan subjek yang mengatur secara mandiri.3. Talbis Iblis Terhadap Kaum Tsanawiyyah (Penganut Dua Tuhan)Kaum Tsanawiyyah terjebak oleh tipu daya iblis karena logika pendek mereka yang melihat adanya dualisme di dunia, yaitu kebaikan dan keburukan. Mereka berpikir mustahil satu Tuhan menciptakan dua hal yang kontradiktif, sehingga mereka menetapkan adanya dua tuhan: Tuhan Pencipta Kebaikan dan Tuhan Pencipta Keburukan. Salah satu sekte terkenalnya adalah Majusi (Zoroaster) yang menyimbolkan Tuhan Kebaikan dengan Cahaya/Api, dan Tuhan Keburukan dengan Kegelapan.Bantahan Logika Dua Tuhan:Jika diasumsikan di alam semesta ini ada dua tuhan yang memiliki kedudukan setara, lalu keduanya memiliki keinginan yang bertolak belakang pada waktu yang sama (misalnya: Tuhan A ingin menggerakkan seseorang, sedangkan Tuhan B ingin membuat orang tersebut diam), maka secara matematis hanya ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi:Kedua keinginan tuhan terkabul bersamaan: Orang tersebut harus bergerak sekaligus diam dalam satu waktu. Hal ini mustahil secara akal karena menggabungkan dua kondisi yang saling bertentangan secara total.Kedua keinginan tuhan gagal total: Orang tersebut tidak bergerak dan juga tidak diam. Ini pun mustahil, sekaligus membuktikan bahwa kedua entitas tersebut lemah dan sama sekali tidak pantas menyandang gelar sebagai tuhan karena kehendaknya gagal dieksekusi.Salah satu keinginan tuhan berhasil mengalahkan yang lain: Jika orang tersebut akhirnya diam atau bergerak mengikuti kehendak salah satu dari mereka, maka entitas yang kehendaknya menang itulah yang menjadi Tuhan yang asli dan berkuasa, sedangkan yang kalah terbukti lemah. Logika ini secara otomatis mengembalikan kesimpulan bahwa Tuhan di alam semesta ini hanya Esa (Satu).Bantahan Terhadap Simbol Cahaya dan Kegelapan:Argumen kaum Majusi yang mengklaim kegelapan selalu membawa keburukan dan cahaya/api selalu membawa kebaikan adalah sebuah kekeliruan yang nyata:Kegelapan tidak selalu buruk: Banyak momen di mana kegelapan membawa kemaslahatan, seperti waktu malam yang tenang untuk beristirahat, atau kegelapan yang membantu seseorang bersembunyi dari kejaran musuh yang ingin membunuhnya.Cahaya/Api tidak selalu baik: Di sisi lain, api yang mereka agungkan sering kali menjadi instrumen bencana yang membakar, menghancurkan, dan melenyapkan peradaban serta merenggut nyawa manusia dalam skala besar.Dengan rusaknya premis dasar mengenai fungsi cahaya dan kegelapan tersebut, maka runtuh pula fondasi keyakinan mereka yang menyembah api atau menjadikannya sebagai representasi tuhan kebaikan.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Penganut Aqidah & Agama Yang menyimpang

Tipu Daya Iblis pada kaum Sofisme. Sofisme adalah pemikiran Yunani Kuno tentang meragukan segala sesuatu dan menolak adanya kebenaran. Mereka berdebat tentang asal muasal alam semesta hingga setan membisikkan keraguan di hati mereka.Banyak ulama menyerah berdebat dengan kaum sofisme karena tidak bisa saling berdiskusi bila satu sama lain tidak memiliki landasan yang sama. Kaum sofisme menyatakan bahwa “tidak ada hakikat kebenaran di dunia ini”Kisah kaum sofisme tentang unta hilang dicuri namun ulama bertanya “mengapa engkau seyakin itu? Bukankah menurut mahzabmu ini bisa saja mimpi dan khayalan?” Saat itu pun kamu sofisme sadar akan kekeliruan logikanya.Bagi ulama kaum sofisme itu seperti orang juling yang melihat 2 bulan. Walau kebenarannya bulan hanya 1. Kaum sofisme akan bisa melihat 1 bulan bila mata juling ditutup dan hanya mat sehat melihat, sehingga kaum sofisme tetap perlu didebat diajak berdiskusi karena pikiran mereka perlu diluruskan agak punya pemikiran sehat.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 2 PENGANUT AGAMA DAN AQIDAH YANG MENYIMPANG

Pembahasan Utama: Talbis Iblis terhadap Akidah dan Agama📚🖋️﷽Bab Kelima (Al-Babul Khamis):Fi dzikri talbisihi fil 'aqaidi wad diyanaat(Menyebutkan tentang atau penyebutan tentang talbis Iblis atau syubhat Iblis dalam akidah-akidah dan agama-agama).Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mendahului pembahasan ini dengan membongkar syubhat atau kerancuan pemikiran yang dilancarkan oleh Iblis kepada penganut pemikiran Sufstha'iyyah (Sofisme).Mengenal Sufstha'iyyah (Sofisme)-Sufstha'iyyah berasal dari filsafat Yunani, yaitu Sofisme, yang meragukan segala sesuatu. Mereka terbagi menjadi beberapa mazhab.Ibnul Jauzi memulai penjelasannya dari para ahli filsafat ini, baru kemudian nanti beliau akan menyebutkan Yahudi, Nasrani, dan Majusi di bagian belakang. Beliau meninjau filsafat ini dari segi zaman, di mana kejayaan filsafat Yunani muncul sebelum Yahudi dan Nasrani. Pengaruh filsafat Yunani ini melebar hingga masuk ke dalam agama-agama samawi (Yahudi dan Nasrani), serta masuk ke dalam firkah-firkah yang ada di dalam agama Islam.Di antara ahli filsafat Yunani adalah kaum Sufstha'iyyah, yaitu orang-orang yang mengingkari hakikat.-Tiga Mazhab Sufstha'iyyah (Sofisme)Secara umum, kaum Sufstha'iyyah terbagi menjadi tiga mazhab utama:1. Al-Inadiyyah (Menganut Penentangan)Golongan ini benar-benar menentang adanya hakikat. Menurut mereka, hakikat itu sama sekali tidak ada.2. Al-Indiyyah (Subjektivisme/Relativisme)Golongan ini berpendapat bahwa kebenaran atau hakikat itu tidak ada yang absolut, melainkan bersifat relatif dan subjektif. Jadi, tidak ada kebenaran objektif yang berlaku untuk semua orang.3. Al-Adriyyah (Agnostisisme/Abstain)Golongan ini bersikap abstain atau tidak tahu. Mereka selalu mengatakan, "Saya tidak tahu apakah hakikat itu ada atau tidak ada."-Dari ketiga mazhab tersebut, Ibnul Jauzi rahimahullah dalam kitabnya Talbis Iblis fokus membahas kelompok pertama (Al-Inadiyyah) dan kelompok kedua (Al-Indiyyah), sedangkan kelompok ketiga tidak beliau bahas lebih lanjut.Menjawab Syubhat Mazhab Al-InadiyyahKaum Al-Inadiyyah menyatakan bahwa apa yang kita lihat sekarang ini bisa jadi sesuai dengan apa yang kita lihat, atau bisa jadi berbeda dari yang kita lihat. Intinya, tidak ada hakikat yang pasti; semua serba tidak jelas dan mereka terjebak dalam keraguan yang mendalam terhadap segala hal. Iblis telah masuk ke dalam pikiran mereka sehingga mereka menolak adanya hakikat.-Cara Para Ulama Membantah Kaum Al-InadiyyahIbnul Jauzi menyebutkan bahwa para ulama membantah mereka dengan metode mengembalikan kaidah mereka kepada diri mereka sendiri. Ulama bertanya kepada mereka:"Keyakinan kalian yang mengingkari hakikat ini, apakah memiliki hakikat (kebenaran) atau tidak?"Pertanyaan ini melahirkan dua kemungkinan jawaban:Jika mereka menjawab "Ya, keyakinan kami ada hakikatnya": Berarti mereka secara tidak langsung mengakui adanya hakikat, dan dengan demikian mazhab/keyakinan mereka batal secara otomatis.Jika mereka menjawab "Tidak ada hakikatnya": Maka pernyataan dan mazhab mereka pun batal karena tidak memiliki landasan kebenaran.-Tantangan Berdiskusi dengan Kaum SofisBanyak ulama yang sempat putus asa untuk berdiskusi dengan kaum ini karena mereka menolak hakikat paling dasar sekalipun. Padahal, untuk memulai suatu diskusi, harus ada satu patokan atau titik temu yang sama-sama disepakati sebagai pijakan. Jika kelompok Inadiyyah ini menganggap segala perkara tidak ada hakikatnya, bagaimana mungkin bisa dibangun sebuah dialog?Para ulama memberikan perumpamaan betapa repotnya berbicara dengan mereka:Bagaimana engkau bisa berdiskusi dengan orang yang bahkan tidak meyakini apa yang mereka lihat sendiri?Bagaimana engkau bisa berdialog dengan seseorang yang ketika diajak bicara, dia malah ragu dan bertanya, "Apakah kamu sedang berbicara dengan saya atau tidak?"Bagaimana mau berdiskusi dengan orang yang menganggap bahwa 'berbicara' itu sama saja dengan 'diam'?Bagaimana mau berdiskusi dengan orang yang meyakini kebenaran itu sama saja dengan ketidakbenaran?-Pendekatan Abul Wafa Ibn AqilMeskipun sulit, sebagian ulama seperti Abul Wafa Ibn Aqil (dari Mazhab Hambali) berpendapat bahwa kita tetap harus berdiskusi dengan mereka untuk menyembuhkan "penyakit" syubhat tersebut.Beliau memberikan sebuah ilustrasi atau analogi yang menarik:“Ada seorang ayah yang memiliki anak bermata juling (satu matanya normal, satu lagi juling). Setiap kali anak itu melihat rembulan, dia selalu melihat rembulan itu berjumlah dua karena kondisi matanya”Ketika sang ayah bertanya, "Apa yang kamu lihat, anakku?" Anak itu menjawab, "Saya melihat ada dua rembulan."Ayahnya membalas, "Rembulan itu hanya ada satu."Namun si anak tetap bersikeras, "Tidak, rembulannya ada dua."Maka sang ayah memberikan terapi praktis, "Kalau begitu, coba tutup mata julingmu." Si anak pun menutup salah satu matanya.Sang ayah bertanya lagi, "Sekarang rembulannya ada berapa?"Anak itu menjawab, "Sekarang saya melihat rembulannya cuma satu."Ayahnya berkata, "Nah, berarti rembulan itu memang cuma satu."Tetapi si anak mengeluarkan syubhat lagi, "Tidak, saya melihat rembulan itu jadi satu sekarang karena mata saya yang satunya ditutup. Padahal aslinya masing-masing mata melihat satu rembulan, jadi kalau dibuka kedua-duanya tetap ada dua."Maka ayahnya membalas lagi, "Coba sekarang tutup matamu yang sehat, dan buka matamu yang juling." Ketika anak itu melakukannya, ternyata dia tetap melihat rembulan itu berjumlah dua. Berarti anggapan si anak bahwa "setiap mata melihat satu rembulan" adalah keliru, karena saat mata sehatnya ditutup, mata julingnya tetap melihat dua rembulan.Analogi ini digunakan oleh Ibn Aqil untuk menjelaskan bagaimana cara menyadarkan orang yang sedang "sakit" secara pemikiran agar mereka tahu bahwa pemikiran mereka keliru. Jadi, kita tidak boleh putus asa, siapa tahu orang-orang seperti ini bisa mendapatkan hidayah.Ibnul Jauzi kemudian menutup bagian ini dengan menukil satu cerita dari Abul Qasim Al-Balkhi, yang menyebutkan ada dua orang dari kaum Sufstha'iyyah yang sedang berselisih.-Ada yang mengatur di Alam Semesta ini dialah Allah tabaroka wata’alla-Dunia ini semua diatur oleh dzat yg paling mulia yaitu ALLAH—Bantahan dari IMAM JAUZI:~>Tentang LOGIKA 2 TUHAN :JIKA TUHAN ADA 2 MAKA TUHAN TSB INGIN MELAKUKAN SESUATU:-TUHAN INGIN SI A BERGERAK-TUHAN INGIN SI A DIAMMaka ada beberapa kemungkinan:Keduannya terpenuhi keinginannyaKeduanya tidak terpenuhi keinginannyaSi A bergerak sekaligus diam (itu mustahil)Si A tdk bergerak dan si A bergerak (itu mustahil,keduanya tdk pantas jadi Tuhan)-Salah satunya terpenuhi keinginannya dan yg lainnya tidak (yg berhak menjadi Tuhan)-Pada akhirnya logika menunjukkan bahwa Tuhan itu cuma SATU~> Logika ke 2 (TUHAN KEGELAPAN SELALU MENCIPTAKAN KEBURUKAN~>kaum Majusi(bukankah kegelapan lbh sering ada manfaatnya)~>ketika seseoranf ingin dibunuh maka dia akan bersembunyi dalam kegelapan,maka bs jadi dia akan selamat~>Logika ke 3(BAHWA CAHAYA API SELALU BERMANFAAT)~>tdk benar karena byk api yg akhirnya mengancurkan dan merusak suatu halMereka mempercayai semua itu karena IBLIS masuk dalam benak mereka,bahwa hal2 diatas bermakna TUHAN,maka mereka beribadah kpd hal2 diatas(api,cahaya,dll)

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis#2

Ustadz Dr.Firanda Andirja M. A               TALBIS IBLIS#Penganut aqidah dan agama yang menyimpangShofisme (shuhsutuiyyah) adalah yang mengingkari hakikat, shuhsutuiyyah ada tiga Mazhab‌Al inadiyyah (penentang adanya hakikat)Apa yang kita lihat saat ini bisa jadi berbeda dng apa yang kita lihat. (Mereka kaum yang terjebak dalam keraguan) Bantahan Ibnul Jauzi1. DiskusiKeyakinan kalian mengingkari hakikat ini, apakah ada hakikatnya? Jawabannya 2 kemungkinna, jika mereka berkata ada hakikatnya berarti bathil laah madzhab mereka. Jika mereka berkata tdk ada hakikatnya maka batil jga hakikatnya. 2. Metode cerita‌Al indiyyah (kebenaran tdk ada yg absolut,tetapi leratif subjektif, tdk ada kebenaran yang objektif)Bantahan Ibnul Jauzi1. Keyakinanmu ini apakah pasti benar? Mereka menjawab menurut kami benar tapi bisa jadi menurut selain kami tdk benar. 2. Kaum ateis (penolakan adanya Tuhan)Kelompok yang di bantah oleh Ibnul JauziAd dahriyyah mereka mengatakan "alam terjadi tanpa ada yang menjadikan" (Tanpa Tuhan). "alam kebetulan ada"Bantahan Ibnul Jauzi1. Namanya akibat tdk mungkin muncul tanpa sebab, logikanya jika kita melihat suatu bangunan pasti kita katakan ada yang membangunnya. 2. Membantah Tuhan tidak terlibat jadi tdk adaDng logika adanya jiwa dan akal yang tidak terlihat. Thabai'iyyin mereka mengatakan "alam semesta di atur bukan oleh Tuhan tapi tobi'i (natural) Berusaha ilmiyyah dng menyatakan "Ada tabi'at yang mengatur".Bantahan Ibnul Jauzi1. Tabi'at tersebut tercipta oleh Allah. “Aturan yang ada tdk mungkin ada kecuali ada yang megatur”As sanawiyyah mereka mengatakan Tuhan itu dua. 1. Tuhan ada 2 "Tuhan pencipta kebaikan dan Tuhan pencipta keburukan. 2. Majusi "Tuhan api/cahaya" Pencipta kebaikan dan "Tuhan kegelapan" Pencipta keburukan. Bantahan Ibnul Jauzi1. Logika 2 tuhan, jika 2 Tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu, Tuhan pertama ingin si A bergerak, semntara Tuhan kedua ingin si A diam. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi. A. Keduanya terpenuhi keinginannya. "Si A bergerak sekaligus diam" (Mustahil) B. Keduanya tidak terpenuhi keinginannya. "Si A tdk bergerak sekaligus bergerak" MustahilC. Salah satunya terpenuhi keinginannya dan yg lainnya tdk. "Yg terpenuhi keinginannya yg berhak jadi Tuhan". 2. Logika ke 2 jika Tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan. "Bukankah kegelapan sering bermanfaat?".‌laa adriyyah ("tdk tahu" Adanya hakikat atau tdk sy tdk tahu)

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #2: penganut aqidah dan agama yang menyimpang

TALBIS IBLIS #2: penganut aqidah dan agama yang menyimpang🌀syubhat yang dilancarkan iblis kepada penganut pemikiran sufsuthaiyahsufsuthaiyah (yunani: sofisme; meragukan segala sesuatu) adalah orang” yang mengingkari hakikatmunculnya sufsuthaiyah karena para ulama falasifa mencoba mengembalikan asal muasal alam kepada natural (api, air, udara, atom,dll) dan mereka khilaf tidak ada yang bisa menguatkan salah satu pendapat di antara mereka (ragu)sufsuthaiyah terbagi jadi 3 madzhab:KELOMPOK 1✳️ العِنَادِيَّة (menentang adanya hakikat)mengatakan bahwasanya apa yang kita lihat sekarang ini bisa jadi sesuai dengan apa yang kita lihat dan sebaliknya (tidak jelas, tidak ada hakikat)kaum yang terjebak dalam keraguanibnu al jauzi membantah kaum ini dengan berkata:“perkataan kalian ini ada hakikat atau tidak?” mau jawabannya iya/tidak sama-sama bathil (dengan cara berdiskusi)orang seperti ini bisa diperbaiki karena mereka terjebak dalam khayalan yang mengatakan kalau semua yang dilihat bisa jadi tidak seperti ini dan itu; berkhayal di luar kemampuan otak kitajd mereka menganggap semua ini tidak nyata sehingga mereka senantiasa dlm keraguanibnu al jauzi juga membantah dengan cara bercerita (ada seorang sofisme datang kepada ibnu al jauzi kemudian saat pulang dia nuduh ontanya dicolong pdhl dia aja kaga bawa onta trs dibilang ama ibnu al jauzi lu emang kesini bawa onta? orang jelas” gaada trs si sofisme blg lah gua yakin gua kesini bawa onta TAPI DIA NGAYAL DOANG WKWK PADAHAL DIA KAGA BAWA ONTA abistu dia sadar deh😊)✳️العِنْدِيَّة(kebenaran relatif subjektif)kaum yang meyakini kalo kebenaran itu relatif subjektif tergantung siapa yang memandangnyaanaloginya kyk madu menurut kita manis tp menurut orang sakit pahit. apakah dua duanya salah? engga, dua duanya bener krn ya menurut org sehat manis menurut org sakit pahit. jd ya relatif. tergantung dimakannya pas kondisi apabantahan ibnu al jauzi (dengan berdiskusi) “keyakinanmu ini apakah sudah pasti benar?” mereka bakal jawab relatif, bisa jd benar tergantung yang mandang kan? nah trs ibnu jauzi bilang kalo ‘bisa jadi’ itu kemungkinan salah satunya salah jangan diyakini kebenarannya dulual ‘indiyyah secara objek tetap tp cara pandangnya berubah, ada lagi semacam indiyyah tapi objeknya bergerak (krn alam terus berubah)✳️الاَ أَدْرِيَّة(tidak tau)KELOMPOK 2 (KAUM ATHEIS)✳️الدَّهْرِيَّة (menolak adanya tuhan)mengatakan alam sudah terjadi sendiri tanpa ada yang menjadikanbantahan ibnu jauzi: ilmu dasar; akibat tidak terjadi tanpa sebab. logika sederhananya misal ada gedung tinggi itu pasti ada yang bangun gedungnya gamungkin dia kebikin sendiri. kalo ada tai onta ya berarti ada onta td disitu. gamungkin tbtb ada tai tp gada ontanya kan konyol😂ibnu jauzi membantah syubhat tuhan tdk terlihat sehingga tuhan tidak ada dengan mengatakan bahwasanya secara logika adanya jiwa dan akal yang tidak terlihat membuktikan dan kita yakin kita berakal dan punya jiwa. sama halnya dengan tuhan kan di dunia banyak tuh bukti”nya.✳️الطَّبَاعِيُّونmengatakan alam semesta diatur bukan oleh tuhan tapi oleh thabi’at (natural/aturan alam)kalo dahriyah itu kebetulan, ini mereka berusaha secara ilmiah dgn menyatakan ada thabiat yang mengatur (si thabiat itu ya bisa api air udara kyk misal krn sifat tabiat api yang menjadikan alam semesta dll atau bs kumpulan semua elemen td dan bereaksi sehingga muncullah alam semesta)bantahan ibnu jauzi “semua thabiat ini tidak bisa bereaksi tanpa berkumpul dan berkumpul itu sebuah aturan. tidak ada aturan baku yang muncul tanpa ada yang mengatur”.KELOMPOK 3 (tuhan itu ada 2/الثَّنَاوِيَّة)✳️ tuhan pencipta kebaikan dan tuhan pencipta keburukan✳️ tuhan majusiyyah (tuhan api/cahaya pencipta kebaikan dan tuhan kegelapan pencipta keburukan)📛bantahan terhadap keduanya oleh ibnu jauzi:logika 2 tuhanjika kedua tuhan tsb ingin melakukan sesuatu:tuhan 1 ingin si A bergeraktuhan 2 ingin si A diammaka ada 3 kemungkinan:a) keduanya terpenuhi keinginannya (si A bergerak dan diam sekaligus)👈🏻mustahilb) keduanya tidak terpenuhi keinginannya (si A tdk gerak dan si A gerak)👈🏻mustahil; tdk pantas jd tuhanc) salah satunya terpenuhi keinginannya (maka yang terpenuhi itulah yang berhak jd tuhan)⭐️dari ketiga kemungkinan ini terbukti kalo tuhan tuh cuma 1 kalo mau sesuatu itu terlaksana

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
S
SULUNG SURYO DARMAWATI

📍 Kota Bekasi

Talbis Iblis-1

Talbis Iblis - 1Berpegang Teguh Kepada SunnahUstadz Firanda Andirja Hafizhahullahu Ta'alaIbnul Jauzi rahimahullah menjelaskan bahwa nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia adalah akal. Dengan akal, manusia dapat mengenal Allah dan membenarkan para rasul. Akan tetapi, akal tidak mampu secara mandiri mengantarkan manusia kepada seluruh kemaslahatan dan kebenaran. Karena itu Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci sebagai petunjuk. Syariat yang dibawa para rasul diibaratkan seperti cahaya matahari, sedangkan akal seperti mata. Mata tidak akan dapat melihat dengan baik tanpa adanya cahaya.Kitab Talbis Iblis ditulis untuk menjelaskan berbagai cara iblis memperdaya manusia. Talbis berarti tipuan, yaitu ketika kemaksiatan dihias sedemikian rupa sehingga tampak seperti ketaatan dan kebaikan. Iblis tidak selalu mengajak manusia kepada dosa secara terang-terangan, tetapi sering kali membungkus kebatilan dengan tampilan yang indah sehingga banyak manusia tertipu.Ibnul Jauzi membagi kitab ini menjadi tiga belas bab. Empat bab pertama merupakan mukadimah yang berisi perintah untuk berpegang teguh kepada sunnah dan jamaah, celaan terhadap bid’ah dan ahlinya, peringatan tentang fitnah iblis, serta penjelasan makna talbis. Adapun sembilan bab berikutnya membahas berbagai contoh tipuan iblis terhadap berbagai kelompok manusia, seperti ahli ilmu, penguasa, ahli ibadah, ahli zuhud, orang-orang sufi, orang yang dianggap memiliki karamah, orang awam, dan seluruh manusia secara umum.Penulis menjelaskan bahwa setelah Nabi Adam `alaihis salam dan keturunannya mendapatkan petunjuk wahyu, manusia mulai terjerumus ke dalam berbagai penyimpangan ketika hawa nafsu menguasai mereka. Iblis kemudian mencampurkan kebenaran yang dibawa para nabi dengan syubhat dan bid’ah sehingga manusia terpecah menjadi berbagai kelompok dan aliran. Karena itulah Ibnul Jauzi merasa perlu memperingatkan umat tentang perangkap-perangkap iblis agar mereka tidak terjatuh ke dalamnya.Beliau kemudian menyebutkan hadits Hudzaifah radhiyallahu ’anhu yang mengatakan bahwa manusia biasa bertanya kepada Nabi tentang kebaikan, sedangkan beliau justru bertanya tentang keburukan karena khawatir terjerumus ke dalamnya. Sebagaimana syair yang masyhur:“Aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya, tetapi untuk menghindarinya. Karena orang yang tidak mengenal keburukan bisa saja terjatuh ke dalamnya.”Dari sini dijelaskan bahwa keselamatan diperoleh dengan mengenal kebaikan dan keburukan secara terperinci. Para sahabat adalah generasi yang paling sempurna dalam hal ini karena mereka mengenal puncak keburukan pada masa jahiliyah dan mengenal puncak kebaikan melalui ajaran Nabi Muhammad. Dalam mukadimah kitabnya, Ibnul Jauzi menegaskan bahwa jalan keselamatan dari tipuan setan adalah dengan melazimi sunnah dan jamaah. Beliau membawakan hadits Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu bahwa siapa yang ingin mendapatkan kedudukan terbaik di surga hendaknya melazimi jamaah, karena setan lebih dekat kepada orang yang menyendiri. Yang dimaksud jamaah adalah mengikuti aqidah dan manhaj Nabi serta para sahabatnya, bukan membuat pemikiran atau jalan baru dalam agama.Beliau juga membawakan hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu ketika Nabi membuat satu garis lurus dan beberapa garis di kanan kirinya. Garis lurus itu adalah jalan Allah, sedangkan garis-garis lainnya adalah jalan-jalan yang pada setiap jalannya terdapat setan yang mengajak manusia kepadanya. Kebenaran hanya satu, sedangkan jalan kesesatan sangat banyak.Selanjutnya disebutkan hadits tentang perpecahan umat. Nabi menjelaskan bahwa umat beliau akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan dan hanya satu yang selamat, yaitu golongan yang berada di atas jalan yang ditempuh oleh Nabi dan para sahabatnya. Karena itu para ulama salaf selalu menekankan agar umat kembali kepada pemahaman generasi pertama dan tidak membuat perkara baru dalam agama.Pada bab tentang celaan terhadap bid’ah, Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa setiap perkara baru dalam agama adalah kesesatan. Beliau membawakan banyak atsar dari para salaf yang sangat keras dalam menjauhi bid’ah. Mereka bahkan tidak mau mendengarkan syubhat ahlul bid’ah karena khawatir hatinya terpengaruh. Para salaf memahami bahwa bid’ah lebih berbahaya daripada maksiat. Orang yang berbuat maksiat masih menyadari kesalahannya dan bisa bertaubat, sedangkan pelaku bid’ah merasa dirinya berada di atas kebenaran sehingga lebih sulit kembali kepada jalan yang benar.Di akhir pembahasan, dijelaskan bahwa inti pesan mukadimah kitab Talbis Iblis adalah bahwa tipuan setan sangat banyak dan sangat halus. Oleh karena itu, siapa yang ingin selamat harus berpegang teguh kepada Al Qur’an, sunnah Nabi, dan pemahaman para sahabat, serta menjauhi segala bentuk bid’ah dan jalan-jalan yang menyimpang. Inilah benteng utama yang akan melindungi seorang muslim dari berbagai jerat dan tipuan iblis.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis 1 Berpegang Teguh Kepada Sunah

Tablis iblis (tipuan iblis) yaitu bagaimana cara iblis menipu daya. Metode iblis dalam menipu manusia, maksiatan yang di tawarkan sebagai ketaatan sehingga banyak manusia yang terpedaya.Penulisnya Imam Ibnul Zauzi rahimahullah hidup di abad ke 6 H dikenal sebagai orang yang ahli dalam memberi nasehat. Dizaman beliau yang hadir setidaknya 10.000 orang, terkadang 100.000 orang. Beliau pakar pemberi nasehat. Dan beliau sampai berkata telah masuk islam 20.000 orang.Buku ini terdiri dari 13 bab. 4 bab pertama muqodimmah, 9 bab perincian contoh-contoh tablis iblis.Berpegangan teguh sunahImam Ibnul Zauzi rahimahullah berkataSesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal. Karena dengan akal manusia bisa mengenal Allah sunhanahu wa ta'ala. Dengan akal pula seseorang bisa membenarkan para Rasul. Hanya saja akal secara independen tidak bisa mengantarkan manusia pada segala tujuan. Manusia dikasih akal dengan dia mengenal Tuhan, dengan akal manusia mengenal Rasul ini benar. Tapi akal secara independen tidak bisa mengantarkan pada setiap maslahat, karena akal terbatas. Maka di utuslah para Rasul untuk membimbing manusia.Allah sunhanahu wa ta'ala memberikan anugerah yang lain yaitu menciptakan Nabi Adam, sampai beranak pinak. Sampailah tiba munculnya masalah Habil dan Qobil. Ketika syahwat sudah menguasainya, mulailah terjadi kerancuan-kerancuan, akidah dan akidah.Iblis melakukan tipuan. Kata Ibnul Zauzi rahimahullah iblis mencampurkan penjelasan para nabi, penjelasan syariat dengan syubhat. Obat yang dibawa para nabi, dicampur dengan racun sehingga orang-orang terpedaha. Dan caranya sangat banyak, dia iblis memecah belah umat, menjadikan umat ber-aliran-aliran,hawa nafsu masuk dalam segala hal. Maka aku, memandang saya harus menunjukkan manusia terhadap tipuan-tipuan iblis, harus memperingatkan manusia terhadap jerat-jerat iblis. Imam Ibnul Zauzi rahimahullah.Dari hadist Abu Hufaizah, orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam tentang kebaikan, dan aku bertanya tentang keburukan agar aku tidak terjatuh ke dalamnya.Dan orang yang paling selamat yaitu orang-orang yang mengenal keselamatan yang secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci. Orang-orang yang mengenal kebaikan dan keburukan yang secara terperinci adalah para sahabat Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Karena mereka mereka hidup di zaman Jahiliyyah yang dimana semua keburukan ada pada zaman itu moral, akidah dan semuanya ada. Dan mereka para sahabat hidup pada zaman dimana Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam di utus, dimana mereka mengetahui semua kebaikan. Kata Ibnul Qoyyim rahimahullah mereka mengenal dipuncak-puncak keburukan dan mereka mengenal di puncak-puncak kebaikan.Oleh sebab itu imam Ibnul Zauzi rahimahullah berusaha mengenalkan keburukan-keburukan, untuk menghindari jebakan syaitan. Syaitan pernah menjebak nabi Adam, maka syaitan berusaha menjebak para ulama dan para ustadz.Perintah untuk melazimi sunah dan memperingatkan bahaya bid'ah, ini adalah solusi. Imam Ibnul Zauzi rahimahullah berkata "kalau anda ingin selamat jerat-jerat syaitan, Maka lazimi sunah dan jauhi bid'ah". Kemaksiatan dianggap ketaatan maka itulah bid'ah,Dari Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda siapa yang ingin mencapai posisi di tengah surga (surga yang terbaik) maka hendaknya dia melazimi jama'ah. Karena syaitan bersama orang yang sendirian, dan syaitan menjauh dari yang dua orang.Untuk itu jangan punya pemikiran sendirian. Maksudnya ikuti jama'ah kaum muslimin. Jangan ikuti pemikiran yang nyeleneh.Larangan mengikuti jalan yang salahIbnul Zauzi rahimahullah membawakan hadist dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam membuat garis dengan tangan nya, garis lurus. Berliau bersabda, inilah jalan Allah yang lurus, dan Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam membuat garis di kiri dan kanan. Ini jalan-jalan yang miring setiap jalan ada syaitan yang menyeru, maka ikutilah jalan yang lurus (ditengah). Jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang lain.Hadist perpecahan umat, imam Ibnul Zauzi rahimahullah diperintahkan mengikuti para sahabat (jamtidak, akidah yang benar.  Tidaklah bid'ah muncul karena ada ide, ide tentang akidah, ide tentang ibadah, tidak kembali ke sumber awal. Sehingga meninggalkan sumber yang benar.Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhu,  sesungguhnya akan datang pada umatku yaitu perbuatan kemungkaran yang datang pada Bani Israil. Bahkan kalau di Bani Israil ada seorang lelaki ada yang menzinahi ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku melakukannya. Ssungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya dineraka, kecuali 1 golongan disurga. Dan mereka itulah jama'ah.Secara akal ini terasa tidak mungkin, akan tetapi dizaman sekarang semua orang di uji dengan pornografi, diajar dengan kelainan seksual, yang tadinya fitrahnya lurus, menjadi terpengaruh dan rusak. Ini Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam sudah memperingatkan. Saking semangatnya umat islam mengikuti orang terdahulu.Ikutilah jama'ah (pemikiran Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam dan para sahabat nya). Kemudian hadist dari Mu'awiyyah bin Abu Sufyan radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda ketahuilah  bahwasanya umat terdahulu dari ahli kitab terpecah 72.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
S
Sebrina Lutfiani

📍 Kota Palembang

Ringkasan BAB 1

Tablis Iblis #1BAB 1BerpegangTeguh kepada SUNNAHKajian Kibab IblisKarya Imam Ibnul JauziUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.AApa itu Talbis Iblis?Publish Inggris adalah metode iblis untuk menipu manusia dengan membuat kemaksiatan seolah-olah itu adalah ketaatan sehingga banyak manusia yang terperdayaIsi Kitab 13 BAB1. 4 BAB pertama• [ ] Berpegang teguh pada sunnah• [ ] Mencela bid’ah• [ ] Peringatan terhadap tipu daya iblis• [ ] Definisi talbis1. 9 BAB Selanjutnya Tipu daya iblis terhadap kelompok ulama, penguasa, zuhud, sufiah, orang shalih dan seluruh manusia dengan cara memanjangkan harapan dan melupakan kematian.Agar selamat dari tipu daya Iblis1. Berpegang teguh pada Sunnah. Ikuti jaah kaum muslim dan jangan sendirian.2. Jauhi bid’ah semua perkara yang tidak diajarkan oleh Rasulullah3. Waspada dengan jerat setan, karena ketikahawa nafsu dan syubhat menguasai, kebenaran dan nasihat susah masuk. -brinalutfiani-@komunitas_beekind #jejakcahaya

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
K
Khuszaifa Nadia

📍 Kota Tangerang

Ringkasan Ba 1 - Talbis Iblis

Talbis IblisTalbis Iblis => Tipuan Iblis ( Memperdaya manusia seakan-akan itu adalah kebaikan, padahal ternyata itulah keburukan )Talbis : Metode Iblis dalam menipu manusia ( Kemaksiatan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terperdaya )Penulis buku : Al Imam Ibnul Jauzi Rahimahullahu ta’ala ( Dikenal sebagai orang yang ahli dalam memberi nasehat )Terdiri dari 13 Bab, 4 Bab pertama ( Muqoddimah ), 9 bab ( Perincian Bab ) صوبل موضوعBab 1 => Perintah Untuk Melazimi Sunah Wal Jama’ahBab 2 => Celaan terhadap Bid’ah dan Ahlul Bid’ahBab 3 => Peringatan tentang Fitnah Iblis dan Tipuan2nyaBab 4 => Makna Talbis dan Al Ghururفإن أعظم النعم على الإنسان العقلSesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal, karena dengan akal seprang bisa mengenal Allah, dengan akal pula seorang bisa membenarkam para rosulOleh karenanya akal secara independen tidak bisa mengantarkan kepada segala tujuan,seluruh maslahat manusia, karena akal terbatas tentunya, karenanya Allah mengutus para Rosul untuk membimbing akal tersebut.Allah juga memberikan anugerah yang lain, anugerah yang pertama di turunkan kepda Nabila adam alaihisalam, kemudian mengajarkan kepada anak keturunannya dengan wahyu sampai akhirnya qobil membunuh habil saudaranya sendiri ketika syahwat sudah menguasainya kemudian mulailah terjadi kerancuan2.Iblis melakukan tipuan tatkala menggoda manusia ( kata ibnul jauzi rahimahullah ) setan mencampurkan penjelasan para nabi, penjelasan syariat dengan syubhat, obat yang di bawa para nabi dicampur dengan racun, sehingga orang- orang terpedaya.Iblis memperpecah umat, membuat umat berkelompok-kelompok, menjadi aliran aliran, hawa nafsu masuk dalam segala hal.Hudzaifah Ibnul Yaman mengatakanكَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي"Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut keburukan itu akan menimpaku." (HR. Bukhari no. 3411 dan Muslim no. 1847).Oleh karenanya orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci.MUQODDIMAHعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ"Hendaklah kalian berjamaah dan jauhilah perpecahan, karena setan bersama orang yang sendirian dan dia lebih jauh dari dua orang. Barangsiapa yang menginginkan buhbuhata al-jannah (tengah-tengah surga/posisi terbaik di surga), maka hendaklah ia melazimi (tetap bersama) jamaah."

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
E
Eva Siti Lestari

📍 Kabupaten Garut

Resume Kajian Online Via Youtube Membahas "Talbis Iblis Bagian 1" Bersama Al Ustadz Firanda Andirja, Hafidzahullahu

Talbis iblis adalah metode iblis dalam menyesatkan manusia dengan kemaksiatan yang dibungkus ketaatan sehingga banyak yang terpedaya seolah olah keburukan adalah kebaikan.Penulis Kitab ini adalah imam Ibnul Jauzi Rahimahullahu, beliau hidup di abad ke 6 hijriah, dikenal sebagai orang yang ahli memberikan nasihat, buku ini ditulis dalam 13 bab , 4bab pertama adalah muqaddimah dan sisa bab lainnya berupa contoh contoh talbis iblis.Bab pertama : Melazimi sunnahBab kedua : Celaan terhadap bidah dan pelaku bidahBab ketiga : Peringatan fitnah iblis dan tipuannya Bab keempat : tipuan iblis dalam ghululBab kelima : adalah contoh contoh talbis iblis dalam menipu manusia yg berkaitan dengan aqidah dan agamabab keenam : talbis iblis kepada ulama dalam hal ilmuBab ketujuh : Tentang bagaimana syaitan menipu para penguasa Bab kedelapan : Tentang talbis iblis kepada ahli ibadah dalam hal ibadah sehingga mereka terjebak Bab kesembilan : tipuan Syaitan kepada orang yang ZuhudBab kesepuluh : Tentang bagaimana syaitan menipu orang sufiyah sehingga terjebak kepada bidah yg seakan ketaatanBab kesebelas : Tipudaya iblis terhdap orang yang istiqamah dengan perkara yang disangka karomah padahal bukanBab kedua belas : Tipuan Syaitan kepada orang awamBab ketiga belas : Tipuan Syaitan dengan angan angan sehingga manusia melupakan kematianMuqaddimah Beliau penulis memulai dengan memuji Allah , bersyahadatain,dan bershalawat kepada nabi, beliau berkata amma ba'dhu.. beliau menyebutkan sesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal, karena dengan akal manusia bisa mengenal Allah taala, dengan akal pula seseorang bisa membernarkan para rasul ,hanya saja akal secara independen tidak bisa mengantarkan manusia kepada tujuan, Karena akal terbatas , Maka Allah mengutus para rasul untuk membimbing akal tersebut bersama kitab-kitab suci, Oleh karenanya syariat itu seperti matahari adapun akal seperti mata , Artinya mata bisa melihat jika ada cahaya karena untuk melihat butuh cahaya yang cukup.Allah memberikan anugerah yang lain selain akal, Yaitu di utusnya Nabi Adam 'alaihissalam, kemudian beranak pinak dan mengajarkan wahyu yang diberikan oleh Allah kepada anak keturunannya sampai akhirnya pada suatu masa Qabil membunuh Habil pada saat syahwat sudah menguasai, kemudian terjadilah kerancuan-kerancuan sehingga muncul berbagai macam perselisihan sehingga dugaan iblis bahwasanya dia bisa menyesatkan manusia telah terjadi , Iblis melakukan tipuan dengan mencampurkan penjelasan syariat dengan syubhat, obat yang dibawa para Nabi dicampur racun sehingga orang-orang terpedaya, Cara mereka sangat banyak sehingga menjadikan umat berkelompok , terpecah belah dan hawa nafsu masuk dalam segala hal.Buku ini menjelaskan bagaimana tipu daya iblis agar kitabsemua bisa terhindar dari jerat" tersebut.Hudzaifah berkata, “Manusia dahulu biasa bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kebaikan. Aku sendiri sering bertanya mengenai kejelekan supaya aku tidak terjerumus di dalamnya.” ( HR. Bukhari no. 3411 dan Muslim no. 1847)Para ulama, seperti Syaikh Sulaiman At-Tamimi, juga menekankan bahwa "siapa yang tidak mengenal kecuali kebaikan saja, tentu ia bisa saja mendatangi kejelekan". Orang yang selamat adalah yang mengenal keburukan maupun kebaikan secara terperinci kemudian dia mengenal dosa dosa besar sehingga dia beramal diatas ilmu.Para ulama menyebutkan dalam hal ini adalah para sahabat karena mereka pernah hidup di zaman jahiliyah yang pada masa itu keburukan terkumpul, kemudian mereka mendapatkan cahaya hidayah dengena diutusnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sehingga mereka mengenal keburukan dan kebaikan secara terperinci.Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,"Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami (agar orang-orang beriman mengambil pelajaran darinya) dan agar mereka bisa (orang-orang musyrik) mengatakan, 'Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab),' dan agar Kami menerangkannya kepada orang-orang yang mengetahui."(Surat Al-An'am ayat 105)Ayat ini menjelaskan agar kita tidak hanya mengenal kebaikan saja akan tetapi keburukan pun harus di kenal secara terperinci.Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menginginkan keluasan surga (bagian tengah atau terbaik dari surga), maka hendaklah ia menetapi jamaah (bersama kaum muslimin), karena setan bersama satu orang, dan ia lebih jauh dari dua orang." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan lainnya).Maka berjamaah lah dan jangan memiliki pemikiran sendiri,karena mudah bagi syaitan menggoda orang yang sendirian, ikutilah akidah yang benar yaitu aqidahnya kaum muslimin dan janganlah menyimpang dari apa yang diyakini oleh mereka.Dari Hamad, dari 'Asim, dari Abu wa'il ia berkata, Abdullah Bin Mas'ud berkata: Suatu hari Rasulullah membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’. Dan 'Ashim meniru beliau dengan membuat garis lurus seraya berkata, ‘Ini adalah jalan Allah’.Kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak), pada setiap jalan terdapat setan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca ayat وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ) yakni: garis yang pertama; (وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ), yakni garis-garis yang lain; (فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذلكم وصاكم به لعلكم تتقون)(diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam tafsirnya 1/ 385 no.194; Imam Ahmad dalam musnadnya 1/435,465; Imam Ad-Darimi dalam sunannya 1/67-68, bab dibencinya mendahulukan pendapat akal; Imam Ibnu Hibban dalam shahihnya (Al-Ihsan 1/181 no.7); Imam Al-Hakim dalam mustadrak 2/318 dari banyak jalur dari hammad bin Zaid. Imam Hakim berkata tentang hadis ini: Sanadnya shahih namun Imam Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Dan Syekh al-Albani menghasankan sanadnya dalam kitab dzilal al-Jannah 1/13).Dari Abu 'Amir al-Hauzaniy 'Abdillah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu'awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian ia bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya umat ini akan terpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama'ah.”Keterangan:Hadits ini diriwayatkan oleh:Abu Dawud, Kitabus Sunnah Bab Syarhus Sunnah no. 4597, dan lafazh hadits di atas adalah dari lafazh-nya.Ad-Darimi, dalam kitab Sunan-nya (II/241) Bab fii Iftiraqi Hadzihil Ummah.Imam Ahmad, dalam Musnad-nya (IV/102).Al-Hakim, dalam kitab al-Mustadrak (I/128).Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari'ah (I/314-315 no. 29).Ibnu Abi 'Ashim, dalam Kitabus Sunnah, (I/7) no. 1-2.Ibnu Baththah, dalam kitab al-Ibaanah 'an Syari'atil Firqah an-Najiyah (I/371) no. 268, tahqiq Ridha Na'san Mu'thi, cet.II Darur Rayah 1415 H.Al-Lalikaa-iy, dalam kitab Syarah Ushul I'tiqad Ahlus Sunah wal Jama'ah (I/113-114) no. 150, tahqiq Dr. Ahmad bin Sa'id bin Hamdan al-Ghaamidi, cet. Daar Thay-yibah th. 1418 H.Al-Ashbahani, dalam kitab al-Hujjah fii Bayanil Mahajjah pasal Fii Dzikril Ahwa' al-Madzmumah al-Qismul Awwal I/107 no. 16.Rasulullah mengabarkan bahwa akan datang suatu masa dari umatku dimana pada saat itu hawa nafsu menggerogoti mereka, maka jika kita tidak memiliki ilmu agama yang baik tentu akan mudah terjebak kepada kekufuran.Maka solusi agar kita tidak terjerumus kepada kepada tipu daya syaitan adalah dengan Melazimi jama'ah, mengikuti apa yang ada pada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan para sahabatnya.Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata, "Sederhana dalam As-Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam bid'ah."Imam Abul ‘Aliyah berkata, “Hendaklah kalian berpegang dengan urusan yang pertama, yang mereka (para sahabat) jalani sebelum mereka berselisih”. (Riwayat Ibnul Jauzi, Talbis Iblis, hlm. 8)-Imam Al-Auza’i Rahimahullahu Ta’ala memberikan nasihat yang sangat berharga:“Bersabarlah di atas sunnah, berhentilah di mana kaum (salaf) berhenti, katakanlah apa yang mereka katakan, dan tinggalkan apa yang mereka tinggalkan. Tempuhlah jalan salafus shalih, karena apa yang mencukupi mereka akan mencukupimu.”Celaan kepada bid'ah ahlul bid'ahDari Ummul Mu'minin Ummu Abdillah Aisyah Radiyallahu 'anha, ia mengatakan, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak'.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.Diantara buruknya bid'ah adalah ketika seseorang mulai senang dengan bid'ah maka yang sudah menjadi kecil bahkan ditinggalkan, sepeti Sunnah Sunnah shalat dll.Dari Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak. Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal). Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih].Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah dan lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa akan ada sekelompok umatnya yang dihalau dari telaga sebagaimana unta yang tersesat. Saat beliau memanggil mereka, malaikat berkata: "Sesungguhnya mereka telah mengubah-ubah (ajaranmu) sepeninggalmu," lalu Nabi bersabda: "Menjauhlah (celakalah) mereka!"Tidaklah seorang pelaku bidah lebih semangat melakukan kebidanan kecuali semakin jauhnya mereka dengan Allah. Sebagian orang sibuk dengan bid'ah sehingga seolah olah lama lama agama terlihat sama , pada awalnya sederhana namun lama lama mulai mengejek orang yang mengamalkan Sunnah, merasa paling pintar dan yang lainnya tertinggal.Bahkan perbuatan bid'ah lebih iblis cintai daripada maksiat, karena bertaubat dari dosa maksiat lebih mudah daripada bertaubat dari bid'ah. Jika bid'ah tersebar maka Sunnah perlahan mulai pudar dan hilang.Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata, "Barangsiapa membantu ahlul bid'ah, maka sungguh ia telah membantu untuk merobohkan Islam."(Diriwayatkan dalam Hilyah Al-Auliya' 8/103)Pengertian Sunnah & Bid'ahIbnul Jauzi menjelaskan Sunnah secara bahasa adalah jalan. Tidak diragukan bahwa ahlul atsar mereka adalah orang yang mengikuti Nabi shalallahu alaihi wa salam, karena mereka berada di atas jalan yang belum ada bid'ah pada masanya, karena bidah muncul setelah lara sahabat wafat, ahlussunah adalah orang yang memegang Sunnah Nabi.Bid'ah adalah perbuatan yang dulunya tidak ada kemudian di ad adakan , namun secara dominan. Bisanya perkara bidah itu menyelisihi syari'at, adapun perkara yang di ada ada namun tidak menambah maupun mengurangi syariat maka jumhur ulama dahulu membencinya mereka menjauh dari perkara yang baru walaupun itu boleh untuk menjaga perkara ittiba'. Mereka menjauhi perkara bidah yang berkaitan dengan ritual.Penulis (Ibnul Jauzi) menyebutkan Firqah terbagi 6, dan dari 6 tersebut terbagi lagi kedalam 12 bagian ,sehingga total seluruhnya adalah 72, ke enam Firqah tersebut adalah 1)Al haruriyah (khawarij)2) Al Qadariyah3) Al Jabariyah4) Murji'ah5)Rafidhah6) JahmiyahDan golongan yang selamat adalah yang berpegang teguh dengan Sunnah dan menjauhi bid'ahReferensi hadits Rumaysho.comMuslim.or.idRumaysho.comAlmanhaj.or.id tafsirweb.com

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
D
Dewi Lestari

📍 Kota Banjarbaru

Talbis iblis #1 Bab 1 - BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH

Talbis Iblis #1 : BAB 1 - Berpegang Teguh Kepada SunnahTalbis Iblis adalah tipuan iblis yaitu Bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan akan itu adalah kebaikan padahal ternyata itu adalah keburukan.Jadi Talbis yaitu metode iblis dalam menipu manusia dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yg terpedaya.Penulisnya yaitu al-imam Ibnul Jauzi yg hidup di abad keenam hijriah,dikenal sebagai orang yg ahli memberi nasihat.sehingga seakan akan beliau menggeluti ttg metode2 iblis dalam menggoda manusia dengan berbagai macam model manusia.Buku ini terdiri dari 13 Bab,4 bab pertama bs dikatakan muqaddimah.sementara 9 bab berikutnya adalah perincian daripada contoh2 talbis Iblis.Bab 1 ttg perintah untuk al-amr bil jumi Sunnah waljamaah,perintah untuk melazimiSunnah.Bab 2 tentang celaan terhadap bid'ah dan ahlul bid'ah.Bab 3 peringatan tentang fitnah iblis dan tipuan2nya.Bab 4 tentang apa maknanya talbis dan Al-Qur'an.Contoh2 talbis Iblis kepada berbagai model manusia tanpa terkecuali.Bab 5 tentang bagaimana talbis Iblis berkaitan dengan aqidah dan agama.Bab 6 tentang bagaimana talbis Iblis kepada para ulama dalam berbagai macam bidang ilmu,bagaimana setan masuk kepada para ulama.Bab 7 tentang bagaimana para setan menipu para penguasa,sehingga mereka terjebak dlm jerat setan.Bab 8 tentang bagaimana talbis Iblis terhadap para ahli ibadah,sehingga ahli ibadah ini terjebak dalam kemaksiatan dalam bentuk yg Mereka rasakan itu ketaatan.Bab 9 tentang bagaimana tipuan setan terhadap orang yang Zuhud (yg tidak ingin dunia,fokus kepada akhirat)Bab 10 tentang bagaimana setan bs menipu orang2 sufiah sehingga mereka terjebak dalam praktek2 bid'ah,yg mereka sangka adalah ibadah/ketaatan tp ternyata itu adalah bid'ah yg mungkar.Bab 11 tentang tipuan setan kepada orang2 yg istiqomah.dengan petkara yy disangka karomah ternyata bukan karomah.Bab 12 bagaimana setan menipu orang2 Awam.Bab 13 tipuan setan kepada semua manusia dengan memperpanjang angan2 sehingga melupakan kematian.Sesungguhnya nikmat yg paling besar bagi manusia adalah akal.karena dengan akal seseorang bisa mengenal Allah SWT dan para rasul.hanya saja akal secara independen tidak bisa mengantarkan manusia kepada segala tujuan.oleh karenanya harus diutus para rasul untuk membimbing akal tersebut,kemudian diturunkan kitab2 suci.Oleh karenanya syariat yg dibawa oleh para rasul seperti matahari,adapun akal seperti mata.artinya mata bs melihat tapi kalau tidak ada cahaya percuma tidak bs melihat.Maka dari itu untuk bs melihat dgn baik perlu cahaya yg cukup.Kemudian Allah SWT memberi anugerah yg lain.yg pertama diantaranya nabi Adam AS kemudian berakak Pinak,mengajarkan Kpd anak keturunannya dgn Wahyu dari Allah SWT.sampai akhirnya terjadi Qabil membunuh habi saudaranya sendiri ketika syahwat sudah menguasainya.kemudian mulailah terjadi kerancuan 2 sampai muncullah berbagai macam aqidah2, berbagai mcm aliran2,sehingga dugaan iblis bahwasannya dia bs menyesatkan manusia telah terjadi.Iblis melakukan tipuan kepada manusia dengan cara mencampurkan obat yg dibawa nabi dengan racun,sehingga orang2 terpedaya.cara iblis sangat bnyk sehingga akhirnya dia memecah belah umat,menjadikan umat berkelompok 2.sehingga beliau harus mengingatkan manusia dari tipuan2 iblis.dan saya harus menunjukan manusia trrhdp perangkat2 iblis dan ingatkan ttg bahaya tipuan iblis agar kita semua terhindar dari jeratan iblis.Dlm hadist Bukhari muslim,org2 bertanya kepada nabi ttg kebaikan,aku bertanya ttg keburukan.bagaimana agar tidak terjerumus dlm keburukan? "Aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tapi untuk meninggalkannya.orang yg paling selamat adalah orangyg mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci.Orang yg paling sempurna dlm hal ini adalah para sahabat,karna para sahabat prnh hidup di zaman jahiliah.dan di jahiliyah semua keburukan terkumpul.kemudian mereka mendapat cahaya hidayah dgn diutusnya nabi Muhammad SAW dan mereka mengenal kebaikan secara terperinci.Siapa yg ingin mencapai posisi surga terbaik maka hendaknya dia melazimi sunnah.karena setan bersama dengan orang yg sendirian.Ini jalanku yg lurus maka ikutilah jalanku,jgn ikuti jln2 yg lain.Sesungguhnya akan dtng pada umatku yaitu kemungkaran sebagaimana yg dtng pada Bani Israil.sesungguhnya Bani Israil tlh terpecah belah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan,kecuali 1 aliran.yaitu orang yg melazimi apa yg dipegang oleh para Sholeh,yg nabi dan sahabat berada di atasnya.ini cara beragama yg benar.Dan akan muncul dari umatku suatu kaum,dmn hawa nafsu mengalir, menggerogoti mereka,sebagaimana rabies menjalar.Sederhana dlm sunah lebih baik daripada sungguh2 dlm bid'ahhendaknya kalian berpegang teguh dgn perkara yg pertama yg para sahabat diatasnya sebelum muncul perpecahan.Sabarkanlah dirimu diatas sunah.Seluruh jalan tertutup bagi manusia kecuali yg mengikuti riwayat dr rasul dan mengikuti sunnah nabi.karena seluruh pintu2 kebaikan terbuka menuju Sunnah nabi.Siapa yg mengadakan perkara2 baru dlm agama yg tidak ada contoh terdahulu maka tertolak.diantara buruknya bid'ah,ketika seseorang sudah senang dgn bid'ah yg Sunnah dia tinggalkan.Aku wasiatkan pada kalian untuk bertakwa kepada Allah SWT, untuk mendengar dan taat kepada pemimpin, meskipun pemimpin kalian adalah seorang budak hitam.hendaknya kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan para sahabatku.Aku nanti di hari kiamat aku mendahului kalian di telagaku,ada orang2 ketika mau menuju ke telagaku dicabut,"ya Rabb itu adalah sahabat2ku."Tidaklah seorang pelaku bid'ah semakin semangat dlm bid'ahnya kecuali semakin jauh dari Allah SWT.Bid'ah Lebih dicintai iblis daripada maksiat.maksiat orang masih bs diharapkan untuk bertaubat tp pelaku bid'ah sulit,karna dia merasa berada diatas kebenaran.Siapa yg mendengar dari ahli bid'ah maka tidak ada manfaatnya.siapa yg berjabat dgn ahli bid'ah maka dia mengurai islam sedikit demi sedikit.Siapa yg membantu ahli bid'ah maka dia membantu dirusaknya Islam.Ahlusunnah artinya pemegang Sunnah nabibid'ah artinya kegiatan yg dahulunya tidak ada kemudian diada adakan.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

TALBIS IBLIS MATERI 1

Tablis IblisMateri 1https://youtu.be/C9JF_ELdmj4?si=fYQTAMVFEWE613LpTablis iblis : tipuan iblis kepada manusia yg seakan akan hal tersebut adalah kebaikan padahal aslinya merupakan keburukan. (Tipuan setan)Allah memberikan nikmat besar berupa Akal, dengan akal kita bisa mengenal Allah dan sunah sunnah RasulBanyak cara setan menipu manusia seperti :1. Mencampur kebenaran dengan Subhat2. Mencampur obat dengan racun3. Memecah umat dengan berkelompok4. Adanya hawa nafsu dalam beragamaCara selamat dr tablis iblis :1. mengikuti petunjuk Al Quran dan As Sunnah2. Menjauhi bidah dan syubhat3. Melazimi berjamaah4. Selalu bersabar atas sunnah5. Berteman dengan teman solehcara melindungi diri :1. Perbanyak ilmu agama2. Luruskan niat3. Bertanya dengan ahlinya jika ragu4. Jangan mudah tergiur dengan hal yang terlihat bagus tp tidak jelas dasarnya.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 1

"Talbis" metode iblis dalam menipu manusia dengan menyodorkan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terperdaya.Nikmat yang paling besar bagi manusia adalah "AKAL", karena dengan akal itu manusia bisa mengenal Allah. Dengan akal pula seseorang bisa membenarkan para Rasul. Hanya saja Akal secara independen tidak bisa mengantarkan kepada seluruh maslahat manusia karena kemampuan akal terbatas, oleh karena itu dipilih para Rasul dan Nabi, dan diturunkanlah kitab-kitab. Rasul adalah cahaya dan manusia ada mata, dibutuhkan cahaya yang cukup agar mata bisa melihat. Hudzaifah berkata, “Manusia dahulu biasa bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kebaikan. Aku sendiri sering bertanya mengenai kejelekan supaya aku tidak terjerumus di dalamnya.” ( HR. Bukhari no. 3411 dan Muslim no. 1847)Siapa yang hanya mengenal kebaikan tidak mengenal keburukan, dia bisa terjerumus pada kebaikan tersebut. Orang yang paling selamat adalah yang mengenal kebaikan secara terperinci dan keburukan secara terperinci. Dan yang paling sempurna dalam hal ini adalah para Sahabat karena mereka hidup di zaman jahiliah (puncak keburukan) dam zaman Nabi Muhammad (puncak kebaikan). MUQODDIMAH1. Perintah mengikuti ahlus sunnah wal jamaahIkuti ahlussunnah wal jamaah, jangan membuat jalan sendiri. Setan selalu menggoda untuk meninggalkan jalan yang lurus."Siapa yang menginginkan pertengahan atau tempat yang terbaik di surga, hendaklah dia melazimi (senantiasa bersama) jamaah. Karena sesungguhnya setan bersama satu orang, dan dia akan lebih jauh dari dua orang."(HR. Tirmidzi)"Sungguh akan datang kepada umatku apa yang telah datang kepada Bani Israil, layaknya sepasang sandal yang serupa (sejajar). Sehingga jika ada di antara mereka yang menyetubuhi ibu kandungnya sendiri secara terang-terangan, niscaya akan ada dari umatku yang melakukan perbuatan tersebut." (HR. At-Tirmidzi)Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”Jika orang tidak punya landasan agama yang baik maka akan gampang tertipu syubhat yang terstrukturNasehat dari para salaf:1. “Sederhana dalam as-sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh didalam bid’ah”. (HR. Al Hakim)2. Nasehat Tabi'in Abul 'Aliyahعَلَيْكُمْ بِالأَمْرِ الأَوَّلِ الَّذِي كَانُوا عَلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقُوا"Hendaknya kalian berpegang teguh dengan urusan yang awal, yang dahulu dianut oleh mereka sebelum terpecah belah."3. Pesan Imam Al-Auza'i"Sabarkanlah dirimu di atas As-Sunnah, berhentilah di tempat mereka (para sahabat) berhenti, katakanlah apa yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa yang mereka tahan, dan tempuhlah jalan pendahulu kalian yang shalih (Salafush Shalih), karena apa yang mencukupi bagi mereka niscaya akan mencukupi pula untukmu."4. Pesan Imam Sufyan Ats-Tsauri"Tidak dibolehkan (yakni tidak diterima) suatu perkataan kecuali dengan amalan, dan tidak dibolehkan perkataan dan amalan kecuali dengan niat, dan tidak dibolehkan perkataan, amalan, dan niat kecuali sesuai dengan As-Sunnah."2. Celaan terhadap bid'ah dan ahlul bid'ahSebagian ahlul bid'ah tidak suka dengan sunnah. Karena jika mereka sudah senang dengan bid'ah mereka sudah tidak mau dengan sunnah. "Aku akan mendahului kalian di telaga (Al-Haudh). Barangsiapa yang melewatinya, ia akan minum. Dan barangsiapa yang meminumnya, ia tidak akan haus selama-lamanya. Sungguh, benar-benar akan datang kepadaku beberapa kaum yang aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, kemudian dipisahkan antara aku dan mereka. Maka aku berkata: 'Sesungguhnya mereka adalah bagian dariku (umatku)!' Lalu dikatakan kepadaku: 'Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (perkara baru/bid'ah) sepeninggalmu!' Maka aku pun berkata: 'Menjauhlah, menjauhlah (celakalah) bagi orang yang mengubah (agama) setelahku!'" (HR. Bukhari no. 6585 dan Muslim no. 2291).Seseorang harus berusaha menjauhi bid'ah sejauh-jauhnya. Jika mengetahui bid'ah jangan coba-coba mendekatSufyan ats-Tsauri. Beliau mengatakan "Bid'ah itu lebih disukai oleh Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa, karena pelaku maksiat akan mudah bertobat, sedangkan pelaku bid'ah sangat sulit untuk bertobat." Karena dia merasa sudah berada di atas kebenaran“Ketika Sulaiman at-Taimi jatuh sakit, beliau menangis dengan sangat pilu. Lalu ada yang bertanya kepadanya, ‘Apa yang membuatmu menangis? Apakah engkau takut menghadapi kematian?’ Beliau menjawab: ‘Tidak, tetapi aku pernah berjalan melewati seorang Qadariyah (pengikut bid'ah yang mengingkari takdir) lalu aku mengucapkan salam kepadanya. Aku sangat takut jika Rabbku, Azza wa Jalla, akan menghisabku (meminta pertanggungjawaban) karena salam tersebut’.”Bid'ah adalah perbuatan yang dulunya tidak ada lalu diada-adakan. Kalau ada perkara yang diada-adakan tapi tidak menambah atau mengurangi syariat maka jumhur salaf terdahulu membencinya dan mereka selalu menjauh dari perkara yang baru meskipun hal itu boleh. Contohnya: Mengumpulkan Al qur'an dalam 1 mushaf. Saking berhati-hatinya para salaf untuk menjauhi bid'ah sejauh-jauhnya. Adapun jika berkaitan dengan ritual, para salaf menghindarinya. Contohnya: Dzikir bersama ramai-ramai dan ada pemimpinnya.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
Y
Yunita Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Ringkasan Bab 1

Ringkasan Kajian TALBIS IBLIS #1 Berpegang Teguh Kepada Sunnah Karya Al Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah 🎙️Ustadz Dr.Firanda Andirja M.A.-Talbis Iblis (tipuan Iblis ) :bagaimana Iblis memperdaya manusia dengan cara seakan-akan itu kebaikan ,padahal ternyata itu adalah keburukan .-Talbis Iblis(metode Iblis dalam menipu manusia :dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan.kwmaksiatan yang disodorkan oleh iblis seakan-akan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terperdaya.Sesungguhnya Nikmat yang paling besar bagi manusia adalah Akal.karena dengan akal Seseorang bisa mengenal Allah Subhanallahu wataala.Dengan Akal pula menjadikan seorang bisa membenarkan Para Rasul Utusan Allah

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026

Ringkasan Mukadimah Kajian Kitab Talbis Iblis

Kitab Talbis Iblis Al-Imam Ibnul JauziMukadimahSesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal, karena dengan akal seseorang dapat mengenal Rabb-Nya dan para Rasul-Nya. Akal secara indipenden tidak dapat mengantarkan ke semua maslahat manusia karena akal terbatas, maka diutuslah rasul untuk membimbing akal manusia. Syariat yang dibawa oleh para rasul itu seperti matahari dan akal bagaikan mata. Mata dapat melihat namun membutuhkan cahaya cukup. Begitu pula akal, tak mampu melihat kebenaran tanpa syariat.Sasaran Tipu Daya Iblis (Berdasarkan Golongan)Para Ulama dan CendekiawanAhli Ibadah (Abid)Para Sufi dan Orang ZuhudPara Penguasa dan SultanOrang Awam

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →