📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Talbis Iblis kepada penganut Reinkarnasi dan Khawarij

🍒Pengantar konsep pembalasan dalam islam vs reinkarnasidalam islam tidak dikenal dengan pemahaman reinkarnasi, kita punya konsep tentang pembalasan yang konsep tersebut dijelaskan dengan gamblang dalam Al Qur'an dan hadist-hadist nabi bahwasannya siapa yang berbuat di dunia ini, maka ada pembalasannya.pembalasannya terkadang di mulai di dunia kemudian dilanjutkan di alam barzakh dan yang paling kuat pembalasannya adalah di alam akhirat kelak.makanya agama kita ada namanya hari kebangkitan, ada yaumil hisab (hari perhitungan) dimana akan diaudit tentang semua amal yang dilakukan kemudian setelah itu ditimbang, setelah itu baru kemudian adanya pembalasan. dan konsep dalam islam sangat jelas dan detail.adapun sistem pembalasan dalam agama-agama lain terkadang ada yang berbeda seperti, seperti sebagian agama berkeyakinan tentang adanya reinkarnasi. reinkarnasi ini banyak tersebar di india.❎yaitu meyakini bahwasannya seorang melakukan keburukan akan dibalas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. jika dia melakukan kebajikan di masa kehidupan sekarang maka dia akan meninggal kemudian dibangkitkan atau dihidupkan kembali dalam kehidupan berikutnya dalam strata, dalam kondisi yang lebih baik.jika dia dimasa kehidupan sekarang berbuat keburukan lantas dia mati, maka dia akan dibangkitakan atau dihidupkan dalam kehidupan berikutnya di dunia ini jg dalam kehidupan yang sangat buruk, bisa jadi dalam bentuk hewan, hewan-hewan yang hina.✅yang jadi bantahan secara sederhana: bahwasannya namanya konsep pembalasan, seharusnya seseorang sadar bahwa dia sedang dibalas dan apa yang dialami sekarang merupakan dampak dari perbuatan masa lalunya. sehingga dia merasakan pembalasan sekarang. merasa bahagia karena dia tahu dulu saya pernah berbuat kebaikan. atau dia sekarang dalam kondisi tersiksa karena dia tahu dulu dia melakukan keburukan.➡️tapi kenyataannya, kita sekarang di atas muka bumi ini, mungkin ada orang yang sudah reinkarnasi berkali-kali, mungkin kalau menurut keyakinan mereka mungkin saya sendiri sudah reinkarnasi entah berapa kali dan tidak ada seorang pun dari kita yang pernah merasakan atau mengingat masa lalunya. ketika tidak seorang pun mengingat masa lalunya berarti konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. namanya konsep pembalasan itu harusnya dia tau tentang apa yang dia lakukan sebelumnya sehingga dia merasakan dampaknya sekarang. baru itu dikatakan sebagai konsep pembalasan yang benar.adapun dia merasakan kehidupan sekarang dalam kondisi buruk atau kondisi baik akibat perbuatan masa lalunya sementara dia tidak ingat tentang masa lalunya, maka ini bukan konsep pembalasan yang tepat.pemikiran reinkarnasi ini asalnya berasal dari india, yang menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh.Al Imam Ibnul Jauzi menjelaskan diantara syubhat yang menjadikan sebagian orang berpendapat tentang reinkarnasi yaitu beliau menyebutkan perkataan Abul Qosim Al-Balkhi:"ketika pembesar-pembesar/pemikir-pemikir reinkarnasi melihat anak-anak ada yang kesakitan atau hewan-hewan yang kesakitan atau anak lahir dalam kondisi sakit padahal tidak punya dosa, maka mereka berkata tidak mungkin sakitnya anak-anak ini adalah takdir dari Tuhan untuk menguji orangtuanya misalnya. kata mereka tidak mungkin. ini anak dalam kondisi sakit tentu akibat dari perbuatan dia dalam kehidupan sebelumnya. sehingga mereka menyimpulkan bahwasannya ada kehidupan sebelumnya dan dampaknya baru kelihatan sekarang" ➡️ini yang disebut reinkarnasi. ini syubhat sederhana yang mereka katakan.mereka kemudian menjelaskan kemudian, bahwa proses reinkarnasi ada beberapa tahapan (tentunya proses reinkarnasi ada beberapa pendapat, dan belum tentu sama proses reinkarnasi yang disebut ibnul jauzi belum tentu sama dengan proses reinkarnasi penganut agama yang lain atau orang islam yang terpengaruh dengan pemikiran reinkarnasi) tapi yang disebut oleh ibnul jauzi intinya bahwasannya jika seorang meninggal dunia, maka dia akan berpindah pada alam yang lain (suatu alam yang sederhana) kemudian nanti dia hidup kembali. Ada 4 tahap tapi tidak dijelaskan yang intinya mampir pada suatu alam tertentu, kalau dia jiwanya baik maka dia akan hidup kembali bercampur dengan cahaya matahari maka dia menjadi seperi sayur-sayuran, kemudian dimakan oleh manusia kemudian berubahlah ruhnya masuk ke dalam manusia. kemudian dilahirkan kedua kali melalui perut seorang wanita kemudian lahirlah dia untuk kehidupan yang kedua kalinya (tergantung dia dulu baik atau tidak, kalau dia baik maka dia akan dilahirkan dalam kondisi orang yang stratanya baik, entah baik ekonominya entah tubuhnya yang baik dan begitu juga sebaliknya)intinya orang yg meyakini reinkarnasi sepakat bahwasannya kehidupan sekarang adalah hasil dari kehidupan sebelumnnya.🍒Syubhat Penganut Reinkarnasi & Kisah khurafatnya.Ibnul Jauzi berkata:Suatu hari, Abu Bakar Ibnu Fallas bertemu dengan seseorang yang awalnya berpemahaman Syiah, namun kemudian berubah haluan mengikuti madzhab Ahlut Tanasukh (penganut paham reinkarnasi).Ibnu Fallas mendapati orang tersebut sedang duduk di depan seekor kucing hitam sambil mengusap-usap dan menggaruk bagian di antara kedua mata kucing tersebut. Ketika diusap-usap, keajaiban terjadi karena kucing tersebut mengeluarkan air mata (menangis). Melihat kucing itu menangis, si penganut reinkarnasi ini pun ikut menangis dengan sangat tersedu-sedu.Ketika Abu Bakar Ibnu Fallas bertanya heran, "Kenapa kamu menangis?", orang itu menjawab dengan yakin, "Kucing ini menangis ketika aku usap karena kucing ini adalah ibuku (hasil reinkarnasi dari ibunya yang telah meninggal)". Dia mengklaim bahwa ibunya menangis karena merasa sedih dan menyesal melihat anaknya sekarang.Orang tersebut kemudian mengajak si kucing mengobrol dan kucing itu hanya mengeluarkan suara ringkikan atau ngeongan kecil. Ibnu Fallas bertanya, "Apakah kamu paham apa yang dia (kucing) katakan?", orang itu menjawab, "Tidak paham." Ibnu Fallas lalu bertanya lagi, "Apakah kucing itu paham apa yang kamu katakan?", orang itu menjawab, "Ya, dia paham.".Mendengar jawaban tersebut, Abu Bakar Ibnu Fallas langsung menyindir dan menskakmat orang itu dengan berkata, "Kalau begitu, kamulah yang sebenarnya hewan (bodoh) dan ibumu (kucing itu) yang manusia! Karena dia paham bahasamu, sedangkan kamu tidak paham bahasanya.".Kesimpulan Ustadz: Cerita yang dibawakan oleh Ibnu Jauzi ini menjadi contoh nyata bagaimana iblis mempermainkan akal sehat manusia melalui talbis (tipuan). Akibat meyakini reinkarnasi, seseorang bisa menjadi sangat konyol hingga menganggap hewan di sekitarnya—seperti kucing, kambing, atau serangga—sebagai kerabat atau orang tuanya yang telah mati.🍒Tablis Iblis Kepada Kaum Khawarij.Khawarij adalah firqah (kelompok) menyimpang pertama yang muncul dalam Islam. Iblis menipu mereka bukan lewat kemaksiatan, melainkan lewat jalur ekstrimitas dalam beragama (ghuluw). Mereka tertipu oleh sifat ujub (bangga diri) atas hebatnya shalat malam, puasa, dan bacaan Qur'an mereka, sehingga mudah memandang rendah dan mengkafirkan kaum muslimin lainnya.kata ibnu Qoyyim, iblis menggoda bisa dua sisi, kalau iblis melihat ada orang yang cenderung kepada kemaksiatan, berleha-leha maka iblis buat dia terjerumus ke dalam kemaksiatan. kalau seseorang kecenderungannya bertaqwa maka iblis juga bisa menggoda dia dari sifat ghuluw yang berlebih-lebihan. ekstrim dalam beragama, hingga akhirnya dia sendiri rajin ibadah, rajin shalat malam, rajin puasa sehingga dia mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan apa yang dia lakukan. jadi dia menjadikan orang lain barometer seperti dia, kalau saya yang begitu berarti saya menghina Allah, kalau saya yang melakukan maksiat berarti saya tidak beriman kepada Rasulullah. lalu dia generalkan orang lain terhadap orang lain, dia kiaskan orang lain terhadap dirinya, akhirnya dia mudah mengkafirkan orang lain.inilah kecenderungan kuat  dalam beribadah yang dijadikan kesempatan oleh iblis untuk menjadikan seseorang ekstrim dalam beragama.✅Cikal Bakal Khawarij di Zaman Rasulullah. (Rasulullah tidak bertemu langsung dengan khwarij yang mengangkat pedang)Pelopor pemikiran ini adalah seorang kabilah Bani Tamim bernama Dzul Khuwaishirah. Saat Rasulullah membagikan harta fai'/ghanimah kepada tokoh-tokoh mualaf Arab Badui demi melunakkan hati mereka, orang ini datang dengan penampilan jidat menonjol, mata cekung, jenggot lebat, sarungnya dia gulung dan kepala botak.Dia memprotes Rasulullah secara kasar: "Ittaqillah (bertakwalah kepada Allah) wahai Muhammad, berlakulah adil!". Rasulullah menjawab: "Celaka engkau, siapa lagi yang akan berlaku adil di atas muka bumi ini jika aku saja tidak adil?"▶️ketika Khalid bin Walid meminta izin untuk memenggalnya, Rasulullahh melarangnya karena orang tersebut masih shalat secara lahiriah. Namun Rasulullah berkata: aku tidak disuruh menilai hati orang lain tapi hanya dzhohirnya saja.Rasulullah berkata bahwa kelak dari keturunan/pemikiran orang ini akan lahir suatu kaum yang rajin membaca Al-Qur'an namun tidak melewati kerongkongan mereka (tidak dipahami), dan mereka keluar dari agama secepat anak panah menembus hewan buruannya.🍒Puncak Fitnah Khawarij di Zaman Ali bin Abi ThalibLatar Belakang Konflik:Pengepungan Rumah Khalifah: Peristiwa tragis ini bermula ketika rumah Khalifah Utsman bin Affan dikepung oleh sekelompok besar massa pemberontak yang berbuat zalim. Jumlah komplotan pemberontak yang datang dari berbagai daerah dan kabilah ini diperkirakan mencapai 2.000 hingga 4.000 orang.Detik-Detik Pembunuhan: Para pemberontak berhasil menjebol dan menerobos masuk ke dalam rumah. Pada saat situasi mencekam tersebut, Utsman bin Affan sedang dalam kondisi duduk tenang sambil membaca Al-Qur'an.Syahid di Atas Al-Qur'an: Utsman sempat menahan hantaman senjata dengan tangannya, namun para pemberontak tetap tega menikam beliau hingga wafat secara syahid. Begitu kejamnya peristiwa tersebut sampai-sampai darah suci sang menantu Rasulullah ini menetes dan membasahi mushaf Al-Qur'an yang sedang beliau baca.Dampak Besar setelah Wafatnya Utsman:Pasca terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan secara syahid oleh para pemberontak, terjadi perbedaan ijtihad politik antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan di Syam. Mu'awiyah menuntut penangkapan segera pembunuh Utsman, sedangkan Ali ingin menstabilkan negara terlebih dahulu karena para komplotan pembunuh berjumlah ribuan dan dilindungi kabilah-kabilah besar. Konflik ini memicu Perang SiffinPeristiwa Tahkim (Arbitrase): Ketika kubu Mu'awiyah mengangkat mushaf meminta perdamaian, Ali menerima jalur perundingan damai (Tahkim) dengan mengirim Abu Musa al-Asy'ari sebagai perwakilan, sementara kubu Syam mengirim Amr bin Ash.Membelotnya Khawarij: Keputusan Tahkim ini ditolak mentah-mentah oleh sebagian pasukan Ali yang berotak pendek. Sebanyak 12.000 orang memisahkan diri ke daerah Harura (sehingga disebut Haruriyah) dan mengerucut menjadi 6.000 orang. Mereka mengkafirkan Ali, Mu'awiyah, Amr bin Ash, Abu Musa, dan siapa saja yang rida pada keputusan tersebut dengan slogan populer: "Laa hukma illa lillah" (Tidak ada hukum kecuali milik Allah).▶️▶️Kematian Utsman bin Affan menjadi pemantik fitnah besar di kalangan umat Islam saat itu. Setelah Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi khalifah keempat, muncul perbedaan ijtihad politik dengan kerabat Utsman, yaitu Mu'awiyah bin Abi Sufyan di Syam, yang menuntut penangkapan segera para pembunuh Utsman. Perbedaan ijtihad inilah yang kemudian hari memicu terjadinya Perang Siffin dan menjadi celah bagi iblis untuk melahirkan kelompok Khawarij.🍒Debat Ibnu Abbas melawan KhawarijMelihat pembelotan tersebut, Abdullah bin Abbas (sepupu Rasulullah) meminta izin kepada Ali untuk berdiskusi dengan kaum Khawarij. Ibnu Abbas datang dengan pakaian terbaiknya. Beliau mendapati kaum Khawarij sebagai orang-orang yang dahinya hitam legam penuh luka saking seringnya sujud, tangan kapalan, dan wajah pucat karena kurus sering puasa dan shalat malam.Ibnu Abbas menantang mereka menyebutkan 3 poin utama yang mereka kritik dari Ali bin Abi Thalib, lalu mematahkannya satu per satu menggunakan dalil Al-Qur'an:Gugatan 1: Ali telah menetapkan manusia sebagai hakim dalam urusan agama Allah, padahal Allah berfirman "Inil hukmu illa lillah" (Hukum itu milik Allah).Bantahan Ibnu Abbas: Allah justru memerintahkan manusia menjadi hakim dalam urusan yang jauh lebih kecil. Contohnya, dalam urusan denda berburu saat ihram (Surah Al-Ma'idah: 95) yang keputusannya diserahkan pada "dua orang yang adil di antara kalian". Begitu pula dalam urusan sengketa rumah tangga suami-istri (Surah An-Nisa: 35), Allah menyuruh mengirim juru damai (hakam) dari kedua belah pihak. Ibnu Abbas menegaskan: "Jika urusan kelinci dan keharmonisan suami-istri saja Allah serahkan kepada hukum manusia, apalagi urusan darah dan persatuan umat Islam?". Khawarij terdiam.Gugatan 2: Ali berperang dalam Perang Jamal melawan kubu urusan Aisyah, tetapi tidak menawan wanita mereka dan tidak mengambil harta ghanimah. Jika mereka mukmin, kenapa diperang? Jika mereka kafir, kenapa wanita dan hartanya tidak dihalalkan?Bantahan Ibnu Abbas: Ibnu Abbas membalikkan logika mereka: "Apakah kalian tega dan berani menjadikan Ummul Mukminin Aisyah (ibunda kaum mukminin) sebagai budak tawanan perang kalian yang boleh digauli?". Jika mereka mengiyakan, mereka kafir karena menghina istri Nabi yang merupakan ibunda mereka di dalam Al-Qur'an (Surah Al-Ahzab: 6). Khawarij kembali terdiam.Gugatan 3: Ali menghapus gelarnya sebagai "Amirul Mukminin" (Pemimpin Orang-orang Beriman) saat menulis surat kesepakatan damai dengan Mu'awiyah. Jika dia bukan pemimpin orang beriman, berarti dia pemimpin orang kafir.Bantahan Ibnu Abbas: Ibnu Abbas mencontohkan langsung uswah dari Rasulullah pada Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, delegasi kafir Quraisy menolak klausul tulisan "Muhammad Rasulullah". Maka Rasulullah sendiri yang menghapus gelar kerasulannya demi tercapainya perdamaian dan menggantinya dengan "Muhammad bin Abdillah". "Jika Nabi saja boleh menghapus gelar Rasulullah demi maslahat, tentu Ali lebih boleh menghapus gelar Amirul Mukminin," kata Ibnu Abbas.Hasil dari debat ilmiah ini, sebanyak 2.000 orang Khawarij bertaubat dan kembali bergabung ke pasukan Ali bin Abi Thalib.🍒Kekejaman Khawarij & Akhir Hayat Para TokohnyaPembunuhan Abdullah bin Khabbab: Sisa kaum Khawarij yang keras kepala (4.000 orang) mulai menumpahkan darah. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan sahabat Nabi bernama Abdullah bin Khabbab bin Al-Arat beserta budak wanitanya yang sedang hamil. Setelah Abdullah menyampaikan hadits Nabi tentang anjuran menahan diri dan menjadi "hamba Allah yang terbunuh (bukan membunuh)" di masa fitnah, mereka justru menyeret Abdullah ke pinggir sungai dan menyembelihnya hingga darahnya mengalir ke air. Tak sampai di situ, mereka merobek perut budak wanitanya yang hamil dan membunuh janin di dalamnya.Perang Nahrawan: Mendengar kekejaman tersebut, Ali bin Abi Thalib meminta mereka menyerahkan eksekutor pembunuhan Abdullah bin Khabbab. Kaum Khawarij dengan sombong menjawab serentak: "Kami semua yang membunuhnya!". Atas dasar legalitas hukum inilah, Ali akhirnya mengerahkan pasukan untuk memerangi mereka di Nahrawan hingga mereka tewas kocar-kacir. Nabi menyebut mereka sebagai "Kilabun Naar" (Anjing-anjing neraka).Konspirasi Tiga Serangkai: Pasca kekalahan di Nahrawan, tiga sisa anggota Khawarij berkumpul di Mekkah: Abdurrahman bin Muljam, Al-Burak bin Abdillah, dan Amr bin Bakr. Mereka bersumpah di bulan Ramadhan untuk membunuh tiga tokoh umat Islam secara serentak di tiga tempat berbeda: Bin Muljam bertugas membunuh Ali di Kufah, Al-Burak membunuh Mu'awiyah di Syam, dan Amr bin Bakr membunuh Amr bin Ash di Mesir. Hanya Ibnu Muljam yang berhasil mengeksekusi misinya.🍒Detik-Detik Kematian Ali bin Abi Thalib & Eksekusi Ibnu MuljamSyahidnya Khalifah Ali: Abdurrahman bin Muljam mengendap-endap dan menikam kepala Khalifah Ali bin Abi Thalib saat beliau keluar hendak melaksanakan shalat subuh. Tikaman pedang beracun tersebut menembus hingga ke otak Ali. Sebelum wafat, Ali berpesan agar menangkap pembunuhnya dan jangan sampai lolos. Ibnu Muljam yang tertangkap dengan sombong berkata bahwa pedangnya telah direndam racun selama sebulan penuh demi memastikan Ali wafat.Eksekusi Mati Ibnu Muljam (Kengerian Talbis Iblis): Ketika Ali wafat, Ibnu Muljam dijatuhi hukuman qishas yang sangat berat oleh Abdullah bin Ja'far. Kedua tangannya dipotong, kedua kakinya dipotong, dan matanya dicolok dengan besi panas. Menakjubkannya, sepanjang penyiksaan fisik yang amat mengerikan itu, Ibnu Muljam tidak berteriak sedikit pun dan justru terus-menerus membaca Al-Qur'an (Surah Al-'Alaq) dengan khusyuk.Ketakutan Kehilangan Zikir: Ibnu Muljam baru berteriak ketakutan dan panik ketika algojo hendak memotong lidahnya. Saat ditanya mengapa dia takut lidahnya dipotong padahal tangannya dipotong dia diam saja, Ibnu Muljam menjawab: "Aku tidak ingin sedetik pun ada waktu di dunia ini di mana aku mati dalam kondisi lidahku tidak berdzikir kepada Allah.".Penutup : Fenomena kematian Ibnu Muljam adalah puncak dari talbis (tipuan) iblis yang paling mengerikan. Secara lahiriah, dia terlihat seperti wali Allah yang tangguh, penyabar, dan ahli dzikir murni. Padahal, hakikatnya dia adalah pembunuh menantu Nabi, manusia terbaik di zamannya, dan divonis oleh Nabi sebagai anjing neraka karena rusaknya akidah akibat merasa paling benar sendiri.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #4

Catatan KajianTalbis Iblis #4 - Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & KhawarijIslam tidak mengenal konsep reinkarnasi karena setiap perbuatan langsung dibalas di alam barzakh dan akhirat melalui perhitungan dan timbangan amal. Paham reinkarnasi yang berasal dari India ini meyakini adanya kelahiran kembali ke dunia sesuai tingkat amalan masa lalu. Pemikir mereka memunculkan syubhat ini karena bingung melihat bayi yang lahir cacat atau sakit. Secara logika, konsep ini cacat karena tidak ada manusia yang ingat kehidupan masa lalunya, sehingga fungsi pembalasan menjadi tidak bermakna. Beberapa contoh kekonyolan penganut paham ini, seperti kisah pengikut Syiah yang menyangka kucing hitam sebagai reinkarnasi ibunya, cerita mahasiswa India tentang kambing yang dianggap paman, hingga orang yang merusak gaya hidupnya karena merasa titisan sultan.Tipu daya iblis pada kaum Khawarij, sekte menyimpang pertama yang merasa paling takwa sehingga mudah mengkafirkan sesama muslim. Cikal bakal kelompok ini dimulai dari protes Dzul Khuwaishirah At-Tamimi kepada Nabi saat pembagian harta ghanimah. Nabi melarang Khalid bin Walid mengeksekusinya dan memprediksi akan lahir kaum yang rajin membaca Al-Qur'an namun tidak meresap ke hati, lalu keluar dari agama secepat anak panah. Fisik mereka ditandai dahi menghitam akibat sujud dan wajah pucat karena shalat malam, namun mereka gemar membunuh muslim dan membiarkan penyembah berhala dengan slogan kembali kepada hukum Allah.Ketika debat ilmiah Abdullah bin Abbas yang berhasil menyadarkan 2.000 dari 6.000 orang Khawarij yang membelot dari Ali bin Abi Thalib. Ibnu Abbas menyanggah tiga syubhat mereka dengan dalil Al-Qur'an. Pertama, mengenai manusia yang dijadikan hakim perdamaian, Ibnu Abbas menunjukkan bahwa Allah memerintahkan tahkim manusia dalam urusan kecil seperti denda berburu dan konflik suami istri, sehingga urusan darah muslim jauh lebih utama.Kedua, terkait alasan Ali tidak menawan wanita dalam Perang Jamal, Ibnu Abbas membungkam mereka dengan fakta bahwa Aisyah adalah ibunda kaum mukminin yang tidak boleh dijadikan budak.Ketiga, mengenai Ali yang menghapus gelar Amirul Mukminin saat perjanjian damai, Ibnu Abbas mencontohkannya dengan Rasulullah yang juga menghapus gelar Rasulullah pada Perjanjian Hudaibiyah demi perdamaian.Rekam jejak kekejaman Khawarij: Mereka tega menyembelih Abdullah bin Khabbab di tepi sungai dan membelah perut istrinya yang sedang hamil hanya karena menyampaikan hadits nabi tentang fitnah. Eksekutor mereka, Abdurrahman bin Muljam, kemudian membunuh Khalifah Ali dengan pedang beracun saat subuh. Saat dieksekusi mati dengan dipotong tangan dan kaki serta matanya ditusuk besi panas, Ibnu Muljam tetap tegap membaca Al-Qur'an, namun ia baru panik saat lidahnya hendak dipotong karena takut tidak bisa berdzikir. Meski ibadah mereka mengagumkan, Nabi memberi julukan mereka sebagai anjing-anjing penghuni neraka Jahanam.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 4: Talbis Iblis #4

Talbis Iblis pada penganut reinkarnasu (tanasukh)Islam tidak mengenal reinkarnasi. Dalam Islam, pembalasan amal dilakukan melalui hari kebangkitan (Yaumul Ba'ats), perhitungan amal (Yaumul Hisab), dan penimbangan amal. Pembalasan dimulai sejak di dunia, alam barzakh (kubur), hingga puncaknya di akhirat.Jika reinkarnasi adalah bentuk pembalasan dari kehidupan sebelumnya, manusia seharusnya mengingat dosa atau kebaikan masa lalunya agar pembalasan tersebut bermakna. Kenyataannya, tidak ada satu pun manusia yang ingat kehidupan masa lalunya, sehingga konsep pembalasan ini menjadi tidak berfaedah dan hanya berupa khurafat (mitos/takhayul).Pemikiran ini berasal dari India dan merembet ke sebagian kaum muslimin (sebagian sekte Syiah). Salah satu alasan mereka memercayai reinkarnasi adalah karena tidak bisa menerima logika mengapa anak kecil yang belum berdosa atau hewan bisa terlahir cacat atau mengalami kesakitan, sehingga mereka menganggap itu adalah akibat dosa di kehidupan sebelumnya.Kisah dari kitab Ibnu Jauzi: ada seorang penganut reinkarnasi yang menangis sambil mengusap kucing hitam karena yakin kucing itu adalah ibunya yang bereinkarnasi. Ketika didebat apakah dia paham bahasa kucing tersebut dan dia menjawab tidak, si pendebat berseloroh bahwa justru dialah yang "hewan" karena manusia (si kucing) paham ucapannya, sedangkan dia tidak.Talbis iblis pada kaum khawarijKhawarij adalah firqah pertama yang muncul dalam Islam. Tipu daya iblis pada mereka berbentuk ujub (bangga diri) atas ibadah mereka yang luar biasa (salat malam hingga jidat hitam/terluka, rajin puasa, dan membaca Al-Qur'an). Saking merasa sucinya, mereka mudah mengafirkan orang lain (takfir) yang melakukan dosa besar atau tidak sejalan dengan mereka.Asal mula: Muncul dari sosok bernama Dzul Khuwaishirah At-Tamimi yang berani memprotes Nabi Muhammad SAW saat pembagian harta ghanimah dengan mengatakan, "Bertakwalah/berlakulah adil, wahai Muhammad!". Nabi bersabda bahwa akan keluar dari keturunan orang ini kaum yang rajin membaca Al-Qur'an namun tidak melewati kerongkongan mereka (tidak dipahami/masuk ke hati), dan mereka keluar dari agama secepat anak panah menembus hewan buruan.Khawarij di Zaman Ali bin Abi Thalib: Kelompok ini memisahkan diri dari pasukan Ali bin Abi Thalib setelah terjadinya peristiwa Tahkim (perundingan damai) antara kubu Ali dan kubu Mu'awiyah dalam Perang Siffin. Mereka menolak perdamaian tersebut dengan slogan "Laa hukma illa lillah" (Tidak ada hukum kecuali milik Allah) dan mengkafirkan Ali, Mu'awiyah, Amr bin Ash, serta Abu Musa Al-Asy'ari.Debat Ibnu Abbas dengan Khawarij: Sahabat Ibnu Abbas mendatangi 6.000 orang Khawarij untuk berdiskusi. Dengan kecerdasannya, Ibnu Abbas mematahkan 3 argumen utama mereka (soal manusia menjadi hakim, soal tidak adanya tawanan wanita/ghanimah dalam Perang Jamal, dan dihapusnya gelar Amirul Mukminin oleh Ali saat berunding). Berkat debat ini, 2.000 orang dari mereka bertobat dan kembali ke pasukan Ali.Kekejaman & Akhir Hayat: Sisa kaum Khawarij yang keras kepala mulai menumpahkan darah kaum muslimin, salah satunya menyembelih sahabat Abdullah bin Khabbab dan membelah perut istrinya yang sedang hamil. Hal ini membuat Ali bin Abi Thalib akhirnya memerangi mereka. Di akhir sejarah, salah seorang tokoh Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam berhasil membunuh Ali bin Abi Thalib saat hendak salat subuh. Kisah tragis diceritakan saat Bin Muljam dieksekusi; dia tetap membaca Al-Qur'an dan berzikir tanpa rasa sakit walau tangan, kaki, dan matanya dirusak, namun ia ketakutan saat lidahnya mau dipotong karena takut tidak bisa berzikir lagi—menunjukkan betapa ekstrem dan tersesatnya pemahaman mereka. Nabi SAW menyebut mereka sebagai Kilaabun Naar (anjing-anjing neraka).

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 4

Talbis iblis 4Talbis iblis kepada penganut reinkarnasi & khawarijDalam islam tidak dikenal reinkarnasiNabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam bersabda siapa yang berbuat di dunia ini maka akan ada balasan nya di dunia dan hari kebangkitan atau hari akhirat, yaumul hisab, hari perhitungan, tentang amal ditimbang, dalam islam sangat detail /jelas Bantahan sederhanaKonsep pembalasanSeharusnya seorang sadar bahwasanya dia sedang dibalas dampak dari perbuatan masalalu nya, dia merasa bahagia karena dia pernah melakukan kebaikan dulunya, atau misalkan dia tersiksa, dia pernah melakukan keburukan di masalalunya Pemikiran reinkarnasi ini berasal dari india sampai ke sebagian kaum musliminDiantara syubhat yang menjadikan sebagian orang berpendapat reinkarnasi yaitu ketika pembesar pembesar reinkarnasi melihat anak yang kesakitan atau hewan hewan yang kesakitan maka mereka berkata ga mungkin anak anak nya ini sakit mereka ini menguji orang tuanya, ga mungkin, anak ini sakit tentu dari perbuatan orang tua nya dulu nya, kalau anak nya tidak sempurna ini akibat dari perbuatan orang tuanya dahulu, ini akibat dosa dosa sebelumnya, mereka menyimpulkan bahwasanya ada nya kehidupan dari dampak sebelumnya, ini yang disebut reinkarnasi. Ini syubhat sederhana, yang mereka katakan demikian.Pemikiran reinkarnasi itu bahayaKhurafatTidak ada pemikiran reinkarnasi dalam islamIni semua tidak benarSemuanya tercatat Talbis iblis khawarijKhawarij ini kelompok yang pertama muncul di zaman para sahabatAsal muasalnya muncul di zaman Nabi MuhammadYang dilakukan tipuan iblis kepada khawarij adalah Mereka merasa lebih hebat dari para Nabi dari para sahabatYang dilakukan oleh Nabi dan Para sahabat itu kurang tepat, jadi mereka ujub terhadap diri mereka, ujub kepada ketaqwaan sehingga su'udzon kepada orang lainCiri ciri sikap khawarij‌Rajin ibadah, rajin shalat malam, puasa dan shalat sunnah‌Suka mengkafirkan siapapun yang tidak sejalan sama dia termasuk para sahabat‌Membaca al qur'an tapi tidak menghayati/memahami maknanya dengan benar, hanya lewat lisan‌Tidak mengikuti tafsir yang benar, dan jadi sumber perpecahan dan pertikaian umat islam.Jangan terjebak dengan talbis iblis, peganglah al qur'an dan sunnah dengan pemahaman yang benar

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Talbis IBLIS kepada penganut reinkarnasi dan khawarij

Berikut adalah rangkuman dari kajian "Talbis Iblis #4: Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij" yang disampaikan oleh Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.:1. Talbis Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi (Tanasukh)Islam memiliki konsep pembalasan amal yang sangat jelas (dimulai di dunia, alam barzakh, dan puncaknya di Hari Kebangkitan/Yaumul Hisab). Sebaliknya, iblis menipu sebagian manusia dengan konsep reinkarnasi (yang banyak berasal dari pemahaman di India), di mana jiwa seseorang yang meninggal diyakini akan lahir kembali ke dunia dalam wujud yang lebih baik atau lebih buruk (bahkan menjadi hewan) sebagai bentuk pembalasan.Bantahan dan Kerancuan Konsep Reinkarnasi:Hilangnya Esensi Pembalasan: Sebuah hukuman atau pembalasan hanya akan berfaedah jika yang bersangkutan mengingat kesalahan masa lalunya. Kenyataannya, tidak ada satu pun manusia yang ingat kehidupan masa lalunya. Hal ini justru membuat orang bebas bermaksiat karena toh mereka tidak akan mengingatnya di kehidupan selanjutnya.Syubhat Penyakit Bawaan: Iblis menanamkan kerancuan (syubhat) saat manusia melihat bayi lahir cacat atau hewan yang kesakitan. Para penganut reinkarnasi menyimpulkan secara keliru bahwa penderitaan tersebut adalah akibat dosa mereka di kehidupan sebelumnya.Menjadi Khurafat yang Menggelikan: Ust. Firanda menceritakan kisah-kisah absurd di mana seseorang menangis mengusap kucing atau menghormati kambing karena meyakini hewan tersebut adalah reinkarnasi ibu atau pamannya. Ada pula yang mengubah gaya hidup menjadi sombong karena meyakini dirinya adalah reinkarnasi sultan masa lalu.2. Talbis Iblis terhadap Kaum KhawarijKhawarij adalah kelompok menyimpang (firqah) pertama dalam sejarah Islam. Iblis menipu mereka tidak melalui pintu kemaksiatan, melainkan melalui pintu ibadah yang berlebih-lebihan (ekstrim) hingga melahirkan sifat ujub (sombong) dan mudah mengkafirkan sesama muslim.Sejarah dan Karakteristik Khawarij:Cikal Bakal di Zaman Nabi: Paham ini berawal dari seorang pria bernama Dzul Khuwaysirah yang dengan sombong memprotes dan menuduh Nabi Muhammad ﷺ tidak adil dalam membagikan harta rampasan perang. Nabi ﷺ memprediksi akan muncul dari keturunan orang ini kaum yang rajin membaca Al-Qur'an tapi tidak melewati tenggorokan (tidak dipahami).Puncak Pemberontakan di Zaman Ali bin Abi Thalib: Khawarij muncul sebagai kekuatan besar setelah Perang Shiffin antara kubu Ali dan Muawiyah. Mereka menolak upaya perdamaian (Tahkim) dan mengkafirkan Ali, Muawiyah, serta para utusan perdamaian dengan dalih "hukum hanya milik Allah", padahal mereka buta tafsir.Ibadah Fisik yang Kuat Namun Miskin Ilmu: Secara fisik, ibadah kaum Khawarij sangat luar biasa. Wajah mereka pucat karena shalat malam, dan dahi mereka terluka karena banyak sujud. Sahabat Nabi pun diprediksi akan merasa minder melihat kuantitas ibadah mereka. Namun, mereka justru membunuh umat Islam dan membiarkan orang kafir.Dialog dengan Ibnu Abbas: Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu mendatangi markas 6.000 pasukan Khawarij untuk berdialog. Ibnu Abbas dengan cerdas mematahkan argumen mereka menggunakan ayat Al-Qur'an (misalnya membuktikan bahwa Allah pun mengizinkan manusia menjadi hakim penengah dalam urusan denda buruan atau perselisihan suami-istri). Hasilnya, sekitar 2.000 orang sadar dan bertaubat.Kekejaman dan Akhir Kaum Khawarij: Sisa Khawarij yang keras kepala menumpahkan darah kaum muslimin yang tidak berdosa, seperti menyembelih sahabat Abdullah bin Khabbab dan membunuh budak wanitanya yang sedang hamil. Tindakan ini memicu Ali bin Abi Thalib untuk memerangi mereka.Kesesatan Sampai Akhir Hayat: Seorang tokoh Khawarij, Abdurrahman bin Muljam, berhasil membunuh khalifah Ali bin Abi Thalib. Ironisnya, saat Ibnu Muljam dieksekusi dengan cara dipotong anggota tubuhnya, ia tidak kesakitan dan terus melantunkan Al-Qur'an. Ia baru ketakutan saat lidahnya akan dipotong karena takut tidak bisa berdzikir lagi. Ini menunjukkan betapa mengerikannya tipu daya iblis; seseorang bisa terlihat sangat bertakwa dan cinta Al-Qur'an di akhir hayatnya, padahal hakikatnya ia adalah pembunuh Sahabat Nabi dan merupakan "anjing-anjing neraka".

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #4 : Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij -Ustadz dr.Firanda-

Penjelasan Konsep Pembalasan dan Penolakan Reinkarnasi dalam Islam• Dijelaskan bahwa Islam tidak mengenal konsep reinkarnasi.• Islam mengenal konsep pembalasan amal di dunia, alam barzakh, dan pembalasan paling utama di hari akhirat (Yaumul Hisab).• Setiap perbuatan di dunia akan mendapatkan balasan sesuai amal, dengan perhitungan yang sangat rinci dan adil sesuai syariat Islam.Perbedaan Pembalasan dalam Islam dan Agama Lain (terutama Hindu/Buddha)• Rekarnasi diduga berasal dari ajaran India dan agama seperti Hindu dan Buddha.• Dalam ajaran tersebut, pembalasan bisa terjadi di kehidupan berikutnya dengan kelahiran kembali menjadi makhluk pada strata lebih tinggi atau lebih rendah tergantung amal.• Contoh: Jika seseorang berbuat buruk dalam kehidupan sekarang, ia akan hidup kembali sebagai makhluk yang lebih rendah, misalnya hewan hina.• Pembalasan di dunia ini harus disadari, artinya seseorang tahu penyebab kondisi sekarang adalah akibat amal masa lalu.Kritik terhadap Konsep Reinkarnasi• Dalam kenyataannya, manusia tidak dapat mengingat kehidupan masa lalu mereka.• Ketidakingatan ini menunjukkan bahwa konsep reinkarnasi tidak memiliki faedah atau kebenaran.• Dalam Islam, konsep pembalasan yang benar adalah yang disertai dengan ingatan amal dan bukti jelas tentang pembalasan, sedangkan reinkarnasi tidak memenuhi kriteria ini.• Konsep reinkarnasi tersebut dianggap sebagai khurafat dan tidak terbukti dalam Alquran dan Hadis.Asal-usul dan Penyebaran Paham Reinkarnasi• Paham reinkarnasi berasal dari India, kemudian menyebar dan mempengaruhi sebagian kaum Muslim dengan cara salah.• Imam Ibnu Jauzi dan tokoh lainnya mengkritik konsep ini sebagai salah kaprah dan syubhat (kerancuan).• Kritik tersebut menyoroti bahwa orang menganggap penderitaan anak-anak yang lahir cacat adalah akibat dosa kehidupan sebelumnya, yang bertentangan dengan ajaran Islam.Penjelasan Tahap-tahap Reinkarnasi Menurut Sebagian Penganutnya• Ibnu Jauzi menyampaikan terdapat beberapa tahapan reinkarnasi:1. Jiwa memasuki alam tertentu setelah kematian.2. Jiwa kemudian hidup kembali, tergantung amal baik atau buruknya, bisa menjadi tumbuhan, hewan, atau manusia.3. Tahapan ini diikuti siklus kelahiran kembali berkali-kali, dengan kondisi kehidupan yang bervariasi.• Tidak semua penganut reinkarnasi sepakat pada satu versi, namun umumnya sepakat bahwa kehidupan sekarang adalah hasil dari kehidupan sebelumnya.• Penjelasan ini dianggap tidak benar dari sisi Islam.Kisah Lucu dan Contoh Praktis Paham Reinkarnasi• Diceritakan kisah orang Syiah yang percaya ibunya bereinkarnasi menjadi kucing dan menangis bersama kucing tersebut.• Contoh lain diceritakan mahasiswa India yang percaya kerabat mereka telah bereinkarnasi menjadi hewan seperti kambing.• Semua contoh ini ditekankan sebagai bentuk khurafat dan kesesatan dalam memahami agama.Penegasan Bahwa Reinkarnasi Adalah Khurafat dan Bertentangan dengan Islam• Paham yang menganggap seseorang dapat mengingat masa lalu sebagai raja atau sultan adalah sesat.• Realitas membuktikan tidak ada manusia yang ingat masa lalunya.• Dalam Islam, pembalasan terjadi hanya sekali di hari kiamat, bukan melalui kelahiran berulang kali.• Lebih jauh, paham reinkarnasi mengandung unsur syirik dan mengada-ada.Penjelasan Konsep Pembalasan Islam yang Benar• Islam hanya mengakui hari kebangkitan dan yaumul hisab: seluruh amal akan dibuka dan diperhitungkan tanpa ada yang tertinggal.• Pembalasan sempurna, jelas, dan real terjadi pada hari kiamat.• Pembalasan yang tidak disertai ingatan dan bukti bukan konsep Islam yang benar, dan itu hanya menjerumuskan manusia.Peralihan Pembahasan: Talbis Iblis dan Kelompok Khawarij• Khawarij muncul pada zaman Nabi Muhammad SAW, dengan ciri ekstremisme dan merasa lebih benar dari Nabi dan sahabat.• Mereka merasa rajin beribadah, lalu mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda.Dua Karakteristik Godaan Iblis terhadap Manusia• Iblis menggoda orang pada dua sisi ekstrem:1. Orang yang cenderung bermaksiat, digoda agar semakin nyaman berbuat dosa.2. Orang yang beribadah terlalu keras sampai menganggap diri paling benar dan mudah mengkafirkan orang lain.• Kedua sikap ini adalah jebakan iblis dan sumber perpecahan umat.Sejarah dan Asal Usul Kelompok Khawarij• Khawarij pertama kali muncul pada masa Nabi Muhammad SAW, sebagai kelompok yang mengkritik dan membangkang terhadap keputusan Nabi dan para sahabat.• Cerita dari Abu Sa’id Al-Khudri tentang pembagian harta ghanimah oleh Nabi yang ditolak oleh kelompok ini.• Mereka menuntut keadilan menurut versi mereka, menolak otoritas Nabi, dan mulai mengkafirkan sesama Muslim.Perang dan Konflik antara Khawarij, Ali Bin Abi Thalib, dan Muawiyah• Setelah pembunuhan Utsman bin Affan, terjadi perpecahan politik antara kubu Ali dan Muawiyah.• Ali menjadi khalifah, tetapi menghadapi kelompok Khawarij yang memberontak dan mengkafirkan Ali serta Muawiyah.• Peperangan besar terjadi, termasuk Perang Jamal dan Perang Shiffin.• Khawarij tidak menerima hasil arbitrase dan membentuk kelompok tersendiri yang radikal serta berperang dalam kondisi yakin akan masuk surga jika mati.Ciri-ciri dan Sikap Khawarij• Rajin ibadah: rajin salat malam, puasa, dan shalat sunnah.• Mengkafirkan siapapun yang tidak sepaham dengan mereka, termasuk Ali bin Abi Thalib dan para sahabat Nabi.• Membaca Alquran tetapi tidak menghayati atau memahami maknanya dengan benar (hanya lewat lisan).• Tidak mengikuti tafsir yang benar dan menjadi sumber perpecahan dan pertikaian umat Islam.Upaya Ali Bin Abi Thalib Menghadapi Khawarij• Khawarij mulai memperlihatkan pemberontakan dan pengkafiran terhadap kaum Muslimin lain dan melakukan tindakan kekerasan.• Ali berusaha berdialog melalui Ibnu Abbas untuk meredakan konflik namun gagal.• Konflik berlanjut hingga terjadi pertempuran yang menumpahkan darah dan memunculkan teka-teki politik dan sosial tersendiri.Kisah Pembunuhan Abdullah bin Khabbab dan Konflik Lanjutan• Abdullah bin Khabbab yang berusaha menentang Khawarij disiksa dan dibunuh secara brutal oleh Khawarij.• Ali memerintahkan penangkapan pembunuh tersebut namun Khawarij mengaku semua terlibat sehingga sulit mengidentifikasi pelakunya.• Perang besar antara Khawarij dan pasukan Ali terus berlanjut.Rencana Pembunuhan Terhadap Tokoh Muslim Terkenal oleh Khawarij• Tiga tokoh utama, yaitu Ali Bin Abi Thalib, Muawiyah, dan Amr bin al-As menjadi target pembunuhan oleh tiga anggota Khawarij yang berkonspirasi saat bulan Ramadhan.• Ali Bin Abi Thalib terbunuh oleh Abdullah bin Muljam, anggota Khawarij, saat salat Subuh.Kematian Abdullah bin Muljam, Pembunuh Ali• Abdullah bin Muljam ditangkap dan disiksa secara kejam, namun menunjukkan kesabaran luar biasa dan tetap berzikir hingga akhir hayatnya.• Kekejaman ini menggambarkan ekstremisme Khawarij yang justru berujung pada kehancuran diri mereka sendiri.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 4

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #4 Talbis Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi dan Kelompok KhawarijPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه الله Dalam pembahasan kali ini, Imam Ibnu al-Jauzi rahimahullah menjelaskan bagaimana iblis menyesatkan manusia melalui syubhat (kerancuan pemikiran). Salah satu cara iblis yang paling berbahaya adalah menghiasi pemikiran yang batil sehingga tampak masuk akal dan dapat diterima oleh manusia.Pada bab ini dibahas dua kelompok yang menjadi sasaran talbis iblis, yaitu orang-orang yang meyakini reinkarnasi (tanasukh) dan kelompok Khawarij. Keduanya tersesat dengan cara yang berbeda, namun sama-sama berawal dari pemahaman yang menyimpang dari petunjuk wahyu.Talbis Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi Pengertian ReinkarnasiReinkarnasi adalah keyakinan bahwa setelah seseorang meninggal dunia, ruhnya akan hidup kembali dalam kehidupan lain di dunia. Kehidupan berikutnya dianggap sebagai bentuk balasan terhadap amal yang dilakukan pada kehidupan sebelumnya.Keyakinan ini banyak ditemukan dalam sebagian agama dan filsafat yang berkembang di India. Mereka beranggapan bahwa kehidupan manusia berlangsung berulang-ulang melalui berbagai kelahiran sampai mencapai kesempurnaan tertentu.Menurut mereka:* Orang yang berbuat baik akan lahir kembali dalam keadaan yang lebih baik.* Orang yang berbuat buruk akan lahir kembali dalam keadaan yang lebih rendah.* Bahkan seseorang dapat terlahir sebagai hewan, serangga, atau makhluk lain sebagai hukuman atas dosa-dosanya.Bantahan terhadap ReinkarnasiIslam menolak konsep reinkarnasi karena bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah.Dalam Islam, kehidupan manusia hanya sekali di dunia. Setelah itu manusia memasuki alam barzakh hingga hari kiamat. Kemudian seluruh manusia dibangkitkan untuk menjalani hisab dan menerima balasan yang sempurna.Salah satu kelemahan mendasar konsep reinkarnasi adalah tidak adanya ingatan terhadap kehidupan sebelumnya.Apabila seseorang benar-benar sedang menerima balasan atas dosa masa lalu, maka seharusnya ia mengetahui dosa apa yang menyebabkan dirinya mendapatkan hukuman tersebut.Namun kenyataannya:* Tidak ada manusia yang mengingat kehidupan sebelumnya.* Tidak ada yang mengetahui dosa atau kebaikan yang pernah ia lakukan sebelum lahir.* Tidak ada yang dapat membuktikan bahwa kondisi hidupnya saat ini merupakan akibat dari kehidupan terdahulu.Karena itu konsep pembalasan semacam ini kehilangan makna dan hikmah.Berbeda dengan Islam yang menjelaskan bahwa pada hari kiamat seluruh amal manusia akan diperlihatkan secara rinci. Setiap orang akan mengetahui sebab dirinya memperoleh pahala atau hukuman.Allah akan memperlihatkan seluruh catatan amal manusia, baik yang kecil maupun yang besar, sehingga tidak ada sedikit pun kezaliman dalam pembalasan-Nya. Sebab Munculnya Keyakinan ReinkarnasiSebagian orang yang meyakini reinkarnasi melihat kenyataan bahwa ada anak-anak yang lahir dalam keadaan cacat, miskin, sakit, atau mengalami penderitaan sejak kecil.Mereka kemudian beranggapan bahwa keadaan tersebut pasti merupakan hukuman atas kesalahan yang dilakukan pada kehidupan sebelumnya.Padahal dalam Islam, semua itu termasuk bagian dari takdir Allah yang mengandung hikmah dan ujian. Tidak semua musibah merupakan hukuman. Terkadang musibah menjadi sarana penghapus dosa, pengangkat derajat, atau ujian bagi seseorang dan keluarganya.Kisah-Kisah Lucu dan Aneh Akibat ReinkarnasiUstadz Firanda menyebutkan beberapa kisah yang menunjukkan betapa jauhnya keyakinan reinkarnasi dari akal sehat.Di antaranya kisah seseorang yang meyakini seekor kucing adalah ibunya yang telah bereinkarnasi. Ia berbicara kepada kucing tersebut, menangis ketika melihatnya menangis, dan menganggap kucing itu memahami pembicaraannya.Ketika ditanya apakah ia memahami suara kucing tersebut, ternyata ia tidak memahaminya. Ini menunjukkan kontradiksi dalam keyakinannya.Beliau juga menyebutkan kisah sebagian orang yang mengaku sebagai reinkarnasi tokoh-tokoh besar masa lalu, seperti raja atau sultan tertentu. Akibatnya mereka berusaha meniru gaya hidup tokoh tersebut dan membangun khayalan yang tidak memiliki dasar sama sekali.Semua ini menunjukkan bagaimana iblis mempermainkan akal manusia melalui khurafat dan keyakinan yang tidak memiliki bukti. Talbis Iblis terhadap Khawarij Awal Kemunculan KhawarijKhawarij merupakan kelompok sesat pertama yang muncul dalam sejarah Islam.Cikal bakal pemikiran mereka sudah muncul pada masa Rasulullah ﷺ melalui seorang bernama Dzul Khuwaishirah At-Tamimi.Ketika Rasulullah ﷺ membagikan harta kepada sebagian orang, ia memprotes Nabi dengan berkata: "Berlakulah adil wahai Muhammad."Ucapan ini menunjukkan buruk sangka kepada Rasulullah ﷺ dan merasa lebih memahami keadilan daripada beliau.Rasulullah ﷺ kemudian mengabarkan bahwa dari keturunan atau pemikiran orang tersebut akan muncul suatu kaum yang rajin beribadah tetapi menyimpang dari agama.Sifat-Sifat KhawarijRasulullah ﷺ menjelaskan beberapa ciri mereka:* Sangat rajin shalat.* Banyak berpuasa.* Gemar membaca Al-Qur'an.* Sering melakukan ibadah malam.* Berpenampilan zuhud dan sederhana.* Mudah mengkafirkan kaum muslimin.* Dangkal dalam memahami agama.Mereka membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami maknanya dengan benar.Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Al-Qur'an tidak melewati kerongkongan mereka, yaitu tidak sampai memberikan pemahaman yang benar ke dalam hati mereka.Akar Kesesatan KhawarijTalbis iblis terhadap Khawarij berawal dari semangat beragama yang tidak dibimbing oleh ilmu.Mereka kagum terhadap ibadah mereka sendiri dan merasa lebih baik daripada orang lain.Akibatnya:* Mereka mudah berprasangka buruk.* Merasa paling benar.* Menganggap dosa besar sebagai kekafiran.* Mudah mengeluarkan muslim dari Islam.Mereka menilai orang lain dengan standar yang mereka buat sendiri dan tidak memahami agama sesuai pemahaman para sahabat.Munculnya Khawarij pada Masa Ali bin Abi ThalibSetelah terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan رضي الله عنه, terjadi berbagai fitnah besar di tengah kaum muslimin.Muncullah perbedaan ijtihad antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah رضي الله عنهما mengenai cara menangani para pembunuh Utsman.Dalam perkembangan peristiwa tersebut, sebagian orang keluar dari barisan Ali dan membentuk kelompok tersendiri.Mereka mengangkat slogan: "Tidak ada hukum selain hukum Allah."Dengan slogan tersebut mereka mengkafirkan:* Ali bin Abi Thalib.* Muawiyah.* Abu Musa al-Asy'ari.* Amr bin Ash.* Dan kaum muslimin yang tidak sepaham dengan mereka.Padahal slogan tersebut benar secara lafaz, tetapi digunakan untuk tujuan yang batil.Dialog Ibnu Abbas dengan KhawarijAli bin Abi Thalib mengutus Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما untuk berdialog dengan mereka.Ketika datang, Ibnu Abbas melihat kaum yang sangat rajin beribadah. Wajah mereka pucat karena banyak shalat malam dan pada dahi mereka terdapat bekas sujud.Mereka menyampaikan tiga tuduhan kepada Ali:1. Mengangkat manusia sebagai hakim.2. Tidak mengambil ghanimah dalam perang melawan kaum muslimin.3. Menghapus gelar Amirul Mukminin dalam perjanjian.Dengan ilmu yang mendalam, Ibnu Abbas membantah seluruh syubhat tersebut menggunakan Al-Qur'an dan Sunnah.Setelah mendengar penjelasan beliau, sekitar dua ribu orang kembali kepada kebenaran. Kejahatan KhawarijSebagian Khawarij tetap keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran.Mereka kemudian melakukan berbagai kejahatan, di antaranya membunuh sahabat Nabi Abdullah bin Khabbab رضي الله عنه.Mereka bahkan membunuh istrinya yang sedang hamil dengan cara yang sangat keji.Setelah kejahatan tersebut, Ali bin Abi Thalib akhirnya memerangi mereka dalam Perang Nahrawan. Pembunuhan Ali bin Abi ThalibMeskipun banyak Khawarij terbunuh, sebagian masih hidup dan menyimpan kebencian.Tiga orang Khawarij bersepakat untuk membunuh:* Ali bin Abi Thalib.* Muawiyah bin Abi Sufyan.* Amr bin Ash.Abdurrahman bin Muljam berhasil melaksanakan rencananya dan menikam Ali bin Abi Thalib ketika beliau hendak melaksanakan shalat Subuh pada bulan Ramadhan.Akibat luka tersebut, Ali رضي الله عنه wafat sebagai syahid.Peristiwa ini menunjukkan bahwa seseorang bisa terlihat sangat rajin beribadah tetapi tetap berada di atas kesesatan apabila pemahamannya menyimpang.Kesimpulan dan Pelajaran1. Islam tidak mengenal konsep reinkarnasi.2. Kehidupan manusia hanya sekali sebelum memasuki alam barzakh dan hari kebangkitan.3. Pembalasan yang sempurna dan adil akan terjadi pada hari kiamat.4. Iblis dapat menyesatkan manusia melalui syahwat maupun syubhat.5. Semangat beragama tanpa ilmu dapat mengantarkan kepada kesesatan.6. Banyak ibadah tidak menjamin kebenaran apabila tidak sesuai dengan Sunnah.7. Pemahaman para sahabat merupakan standar utama dalam memahami agama.8. Mudah mengkafirkan kaum muslimin merupakan ciri khas Khawarij.9. Seorang muslim harus menggabungkan ilmu, ibadah, dan sikap pertengahan dalam beragama.10. Keselamatan hanya diperoleh dengan berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi salaf.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 4 TANLIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI DAN KHAWARIJ

Materi ke 4Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi dan KhawarijBersama Ustadz DR.Firanda Andirja M.Aبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِKita tahu bahwasanya dalam Islam tidak dikenal dengan pemahaman reinkarnasi. Kita punya konsep tentang pembalasan, yang konsep tersebut dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur'an maupun hadis-hadis Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya siapa yang berbuat di dunia ini,maka ada pembalasannya. Pembalasannya terkadang dimulai di dunia, kemudian dilanjutkan di alam barzakh, dan yang paling kuat pembalasannya adalah di alam akhirat kelak.Makanya, agama kita mengenal ada namanya hari kebangkitan. Hari kebangkitan, di situ ada yaumul hisab, hari perhitungan, di mana akan diaudit, ya, tentang amal semua yang pernah kita lakukan, kemudian setelah itu ditimbang, setelah itu baru kemudian adanya pembalasan. Dan konsep dalam Islam sangat jelas dan detail, ya.Adapun sistem pembalasan dalam agama-agama yang lain, terkadang ada yang berbeda. Seperti sebagian agama berkeyakinan tentang adanya reinkarnasi. Reinkarnasi ini banyak tersebar di pemahaman di India, ya. Yaitu meyakini bahwasanya seorang melakukan keburukan, maka dia akan dibalas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya, dalam kehidupan berikutnya.Jika dia melakukan kebajikan di masa kehidupan sekarang, maka dia akan meninggal kemudian dibangkitkan atau dihidupkan kembali dalam kehidupan berikutnya dalam strata, dalam kondisi yang lebih baik. Ya, dalam kondisi yang lebih baik. Jika dia di masa kehidupan sekarang dia berbuat keburukan, lantas dia mati, maka dia akan dibangkitkan atau dihidupkan dalam kehidupan berikutnya di dunia ini juga, namun dalam kehidupan yang sangat buruk, bisa jadi dalam bentuk hewan, hewan-hewan yang hina.Yang menjadi bantahan secara sederhana, bahwasanya namanya konsep pembalasan, konsep pembalasan, seharusnya seorang sadar bahwasanya dia sedang dibalas, dan apa yang dialami sekarang merupakan dampak dari perbuatan masa lalunya. Sehingga dia merasakan pembalasan sekarang. Dia merasa bahagia karena dia tahu, "Dulu saya pernah berbuat kebaikan," atau dia sekarang dalam kondisi tersiksa karena dia tahu, "Dulu dia melakukan keburukan."Tetapi kenyataannya, kita sekarang di atas muka bumi ini, mungkin ada orang yang sudah reinkarnasi berkali-kali, mungkin kalau menurut keyakinan mereka, mungkin saya sendiri sudah reinkarnasi entah berapa kali, dan tidak ada seorang pun dari kita yang pernah merasakan atau mengingat masa lalunya. Ketika tidak seorang pun mengingat masa lalunya, berarti konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. Konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. Namanya konsep pembalasan itu, harusnya dia tahu tentang apa yang telah dia lakukan sebelumnya, sehingga dia merasakan dampaknya sekarang. Baru itu dikatakan sebagai konsep pembalasan yang benar.Adapun dia merasakan kehidupan sekarang kondisi buruk atau kondisi baik yang merupakan akibat perbuatan masa lalunya, sementara dia tidak ingat tentang masa lalunya, maka ini bukan konsep pembalasan yang, yang tepat.Pemikiran reinkarnasi ini asalnya berasal dari India, kemudian menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin, ya, yang terpengaruh, ya. Sebagian kaum muslimin yang terpengaruh, ya.Al-Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah Ta'ala, ya, menjelaskan di antara syubhat yang menjadikan sebagian orang berpendapat tentang reinkarnasi, yaitu kata beliau: "Anna arbabat tanasukh..." (Dia menyebutkan perkataan Abul Qasim al-Balkhi Rahimahullah yang berkata): "Anna arbabat tanasukh lamma ra'au alamal athfal was shibak wal baha'im, istahala 'indahum an yakuna alamuha yumtahanu bihi ghairuha...".Jadi, ketika pembesar-pembesar pemikir-pemikir reinkarnasi melihat anak-anak ada yang kesakitan, atau hewan-hewan yang kesakitan, ya. Anak lahir dalam kondisi sakit padahal tidak punya dosa, gampangnya demikian. Maka mereka berkata, "Enggak mungkin sakitnya anak-anak ini adalah takdir dari Tuhan untuk menguji orang tuanya, misalnya." Dia bilang, "Enggak mungkin." Ini anak dalam kondisi sakit tentu akibat dari perbuatan dia dalam kehidupan sebelumnya.Anak ini sakit, atau seorang dilahirkan dalam kondisi misalnya tidak sempurna tubuhnya, dia memang ini adalah akibat dari perbuatan sebelumnya. Sehingga dengan demikian, dia mengatakan bahwasanya apa yang dialami oleh orang sekarang ini, anak-anak kecil sakit padahal tidak punya dosa, atau anak kecil dilahirkan dalam kondisi sakit atau tidak sempurna tubuhnya, ini akibat dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Sehingga dia menyimpulkan atau mereka menyimpulkan bahwasanya ada kehidupan sebelumnya yang dampaknya baru kelihatan sekarang. Nah, inilah yang disebut dengan reinkarnasi. Disebut reinkarnasi.Ini syubhat sederhana,apa namanya, yang mereka katakan, katakan demikian.Mereka kemudian menjelaskan bahwasanya proses reinkarnasi,mereka sebut ada beberapa tahapan jika seorang sudah meninggal dunia. Jika seorang sudah meninggal dunia, maka dia akan masuk dalam satu alam. Disebutkan oleh Ibnul Jauzi, tentu konsep reinkarnasi ini tidak merupakan satu model masing-masing. Karena yang berpendapat reinkarnasi ini banyak dan masing-masing punya konsep reinkarnasi sendiri-sendiri.Apa yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi tentu belum tentu sama dengan reinkarnasi yang disampaikan oleh penganut-penganut agama yang lain, atau yang disampaikan oleh orang-orang Islam yang terpengaruh dengan pikiran reinkarnasi. Tetapi yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi Rahimahullah Ta'ala, intinya bahwasanya jika seorang meninggal dunia,maka dia akan berpindah pada alam yang lain.Suatu alam yang sederhana,kemudian nanti intinya dia akan hidup kembali.Ada penjelasan, ada beberapa tahapan, empat tahapan.Intinya, dia akan mampir pada suatu alam tertentu, kemudian dia dilahirkan. Kalau dia jiwanya adalah jiwa yang baik, maka dia akan hidup kembali bercampur dengan cahaya matahari maka dia menjadi seperti sayur-sayuran.Kemudian dimakan oleh... dia jadi sayur-sayuran dulu. Dia rohnya itu mampir di sayur-sayuran, kemudian dimakan oleh manusia, kemudian berubahlah dia rohnya masuk ke dalam manusia. Kemudian dilahirkan kedua kali.Dilahirkan kedua kali,melalui perut seorang wanita. Kemudian lahirlah dia untuk kehidupan yang kedua kalinya.Tergantung dia dulu baik atau tidak. Kalau dia baik, maka dia akan dilahirkan dalam kondisi orang yang stratanya baik, entah ekonominya baik, entah tubuhnya yang baik.Dan sebaliknya, kalau dia selama dalam kehidupan sebelumnya dia melakukan keburukan,maka dia akan mampir di suatu alam tertentu, kemudian dia pun berubah menjadi serangga-serangga yang dimakan oleh hewan-hewan, maka rohnya kemudian pergi ke hewan. Setelah itu, hewan tersebut melakukan perkawinan, kemudian lahirlah dia melalui hewan yang lain.Hewan yang, yang lain.Maka lahirlah dia sebagai hewan. Dan nanti dia akan menjadi manusia kembali setelah 1000 tahun. Ini salah satu konsep tentunya, yang disampaikan Ibnul Jauzi. Tentu tidak semua orang berpendapat tentang reinkarnasi punya pendapat seperti ini.Tapi intinya mereka sepakat, bahwasanya kehidupan sekarang adalah hasil dari kehidupan sebelumnya. Seseorang di kehidupan sebelumnya, apa yang dia lakukan pembalasannya dalam kehidupan yang sekarang.Yang sekarang,Bisa jadi seorang dari manusia di zaman sebelumnya, kehidupan sebelumnya, kemudian sekarang jadi hewan, bisa jadi. Bisa jadi seorang di zaman sebelumnya manusia kemudian sekarang menjadi seorang yang miskin, yang sengsara, yang cacat misalnya,karena dia dulu buruk pada kehidupan sebelumnya. Dan sebaliknya, bisa jadi sekarang dia menjadi orang yang kaya, orang yang berkecukupan ekonominya, orang yang terpandang karena sebelumnya dia dalam kehidupan yang baik, sehingga dibalas sekarang dengan kondisi yang, yang baik.Ada cerita lucu disampaikan oleh Ibnul Jauzi di sini.Dia berkata: Anba'ana Muhammad bin Abi Thahir al-Bazzar, wa anba'ana 'Ali bin al-Muhsin, 'an abihi, qala haddatsani Abul Hasan 'Ali bin Nazhif al-Mutakallim, qala: Kana yahdhuru ma'ana bi Baghdad syaikhun lil Imamiyyah, yu'rafu bi Abi Bakr ibn al-Fallas. Fahaddatsana annahu dakhala 'ala ba'dhi man kana ya'rifuhu bit tasyayyu'.Jadi, pemikiran reinkarnasi ini juga sampai kepada sebagian kaum muslimin yang berpaham Syiah. Jadi, Abu Bakar ibn al-Fallas bercerita: suatu hari dia bertemu dengan sebagian orang yang dikenal dengan memiliki pemahaman Syiah. Kemudian orang ini terpengaruh dan akhirnya, tsumma shara yaqulu bimadzhabi ahlit tanasukh. Kemudian orang ini akhirnya dari pemahaman Syiah, beranjak selanjutnya menjadi pemahaman orang yang memiliki pemahaman reinkarnasi, ya.Fawajadtuhu baina yadaihi sinnaur aswad wahuwa yamsahuha,m.Maka aku mendapati dia, di depan dia ada seekor kucing yang berwarna hitam, dan dia sedang mengusap-ngusap kucing tersebut. Ini orang yang punya pemahaman reinkarnasi sedang mengusap-ngusap kucing. Wayahukku baina 'ainaiha. Dan dia pun menggaruk-garuk, di antara kedua mata kucing tersebut.Wara'aituhu wa 'ainuhu tadma' kama jarat 'adatus sananiri bidzalik.Maka aku melihat ketika digosok-gosok begini, maka kucing tersebut menangis, ada air mata keluar. Wahuwa yabki buka'an syadidan. Kemudian orang ini juga menangis. Orang yang bikin-bikin kucing ini, ikut menangis karena kucingnya menangis, dia ikut menangis.Aku berkata kepada dia, "Lima tabki?" Kenapa kamu menangis?Faqala: "Waihaka!" Celaka engkau! "Ama tara hadzihis sinnaur tabki kullama masahtuha?" Tidakkah kau lihat kucing ini ketika aku usap, dia menangis? "Hadzihil ummi la syakka." Ini adalah ibuku, tidak salah lagi! Ini kucing ibuku! Jadi, dia merasa kucing ini adalah reinkarnasi ibunya dalam kehidupan berikutnya. "Ini adalah ibuku." "Wainnama tabki min ru'yatiha ilayya hasrah." Dia menangis ketika melihat aku karena dia menyesal. Dia menangis. Dia menganggap kucing ini yang menangis ini yang keluar air matanya yang dia usap-usap adalah ibunya.Wa akhadza yukhatibuha khitaba man 'indahu annahu tafhamu 'anhu. Maka dia mulai ngobrol sama kucing tersebut, seakan-akan kucing ini paham tentang apa yang dia ucapkan. Waja'alatis sinnaur tashihu qalilan qalilan. Dan mulailah kucing tersebut teriak sedikit, mengeluarkan suara sedikit-sedikit. Dia ngomong terus, kucing itu mulai mengeluarkan suara.Aku bertanya kepada orang ini, "Fahiya tafhamu 'anka kama tukhatibuha bih?" Emang dia paham kamu ajak ngobrol sama dia gitu? Emang dia paham?Orang ini berkata, "Na'am!" Iya, kucing ini ibu saya, dia paham apa yang saya ucapkan.Faqultu (aku berkata), "Atafhamu anta siyahaha?" Apakah kau paham teriakan kucing tersebut? Kamu paham enggak? Dia paham kucing itu paham ucapanmu. Kamu paham enggak maksud teriakan kucing tersebut?Qala: "La." Kata dia, "Saya tidak paham."Faqultu (aku berkata), "Fa anta idzan al-mansukh wahiya al-insan." Kalau gitu, kamu ini yang apa namanya... jelmaan hewan kepada manusia, dan ibumu adalah manusia. Kamu yang hewan, dia yang manusia.Al Quran turun kpn kaum muhajirin dan Anshor,3 diskusi yg ingin dilakukkan orang Khawarij dengan Ibn Abbas,yaitu:1.kenapa Ali bin Abi Thalib menjadikan laki2 sebagai hakim dlm urusan Allah,pdhl Allah berfirman “Hukum Allah adalah milik Allah”2.Sesungguhnya dia telah berperang dan ketika dalam perang Jamal,namun dia tidak menawan org2 yg diperangi dan tidak mengambil ghanimah,kalau yg diperangi adalah kaum mukminin maka tdk boleh diperangi,kalau mereka kafir knp tdk diambil ghanimahnya,kenapa Ali tdk paham syariat3.Ali bin Abi thalib telap menghapus dari tulisannya,ketika diskusi dengan Muawiyyah RA,kalo dia bukan amirul mukminin maka dia adalah amirul kafirinBantahan Ibn Abbas terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas:“Aku akan bacakan ayat kepada kalian,dimana aku akan membantah syubhat kalian yg pertama,maka dia mengatakan :1.Sesungguhnya Allah telah menjadikan para laki2 sebagai hakim dlm permasalahan kurang 1/4 dirham,Allah jg menyuruh laki2 menyelesaikan permasalah pd rumah tangga2.Yang terjadi peperangan Ali dengan ummul mukminin Aisyah,siapa yg berani menawan Aisyah?(“Dan istri2 Nabi adalah ibunda kaum mukminin”)3.Ketika Rasulullah ﷺ menandatangin perjanjian hudaibiyyah,rasulullah mengganti nama rasulullah dengan Muhammad sajaDiantara dari 6000 kaum tersebut,2000 dinataranya kembali kpd Ali,dan sisanya tidak mau kembali,Ali tdk memulai peperangan terlebih dahuluMereka meyakini Ali sebagai org kafirDi tengah perjalanan orang2 khawarij  bertemuu dengan Abdullah bin Khabab,kabar tersebut sampai kepada telinga Ali,maka murkalah Ali dan mencari siapa yg membunuh Abdullah,maka Ali berkata perangilah merekaDiantara sisa2 khawarij:1.Abdurrahman bin Muljim2.Alburoq bin Abdillah3.Amr bin Mubakkar AttamimiKemudian 3 org ini berkumpul di Mekkah di bulan Ramadhan,dan menyepakati utk membunuh Ali bin Abi thalib,muawiyyah,amr bin ash,maka Ali bin Abi Thalib terbunuh ketika sholat subuhKetika Ali bin Abi Thalib wadat,Abdullah bin Muljim dipotong tangan kanan kiri,kaki,matanya diberi besi panas,dia tidak teriak2,ketika akan dipotong lidahnya dia ketakutan,dia mengatakan aku takut ketika mati tdk bs berdzikir kepada Allah.Itulah tipu daya kaum khawarij,orang yg melihat akan terpesona seolah2 mereka itu wali Allah,taat beribadah pdahal sesungguhnya dia adalah penghuni neraka,ketika mau mati dia berdzikir kpd Allah pdhl dialah pembunuh Ali Bin Abi Thalib.“Khawarij adalah anjing2 penghuni neraka jahanam(mereka masuk neraka dalam keadaan mengenaskan~>ada yg mengatakan tubuh mereka menjadi anjing)”

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
N
Nadya Nandadita Islamina

📍 Kota Bandung

Rangkuman Kajian Talbis Iblis #4

"Talbis Iblis #4 Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij" BAGIAN I: TALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI1. Perbandingan Konsep Pembalasan: Islam vs ReinkarnasiKonsep dalam Islam:Islam memiliki konsep pembalasan amal yang sangat jelas, adil, dan terperinci. Setiap perbuatan manusia di dunia akan mendapatkan balasan yang dimulai sejak di alam barzah (alam kubur) dan puncaknya di alam akhirat. Islam mengenal adanya hari kebangkitan, hari perhitungan amal di mana semua perbuatan manusia diaudit secara ketat, serta penimbangan amal sebelum akhirnya ditentukan tempat kembali di surga atau neraka.Konsep Reinkarnasi:Paham ini meyakini bahwa balasan atas perbuatan manusia di masa lalu tidak terjadi di akhirat, melainkan terjadi di dunia ini pada kehidupan berikutnya. Jika seseorang berbuat baik, maka setelah mati ia akan dilahirkan kembali ke dunia dalam tingkatan atau strata sosial yang lebih baik. Sebaliknya, jika ia berbuat buruk, ia akan dilahirkan kembali dalam kondisi yang menderita, cacat, miskin, atau bahkan menjelma menjadi hewan yang hina seperti serangga atau tikus.2. Bantahan Logis Islam terhadap Penganut ReinkarnasiInti dari sebuah konsep pembalasan yang benar adalah pelaku harus menyadari, merasakan, dan mengingat apa kesalahan atau kebaikan yang pernah ia perbuat di masa lalu.Kenyataannya, tidak ada satu pun manusia di atas muka bumi ini yang mampu mengingat kehidupan masa lalunya secara sadar.Tanpa adanya ingatan terhadap masa lalu, konsep pembalasan melalui reinkarnasi menjadi tidak ada gunanya (sia-sia) dan kehilangan fungsinya sebagai sarana pembelajaran atau hukuman yang adil.3. Syubhat (Kerancuan Berpikir) yang Memengaruhi Penganut ReinkarnasiBerdasarkan penjelasan Al-Imam Ibnu Jauzi, salah satu syubhat utama yang membuat orang memercayai reinkarnasi adalah ketika mereka melihat anak-anak kecil atau bayi yang terlahir dalam kondisi cacat, sakit, atau mengalami penderitaan yang hebat.Penganut reinkarnasi menyimpulkan bahwa tidak mungkin Tuhan memberikan penderitaan kepada anak kecil yang belum memiliki dosa, kecuali penderitaan itu adalah dampak atau hukuman dari dosa-dosa yang mereka lakukan pada kehidupan di masa lalu.4. Tahapan Reinkarnasi Menurut Paham TertentuPaham ini menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, jiwanya akan berpindah ke suatu alam transisi.Jika jiwanya baik, ia akan bercampur dengan cahaya matahari lalu menitis pada tumbuh-tumbuhan atau sayur-sayuran. Ketika sayuran itu dimakan oleh manusia, ruh tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia dan dilahirkan kembali melalui rahim seorang wanita dengan kondisi atau strata sosial yang tinggi.Jika jiwanya buruk, ruhnya akan menitis pada serangga, yang kemudian dimakan oleh hewan lain, lalu lahir kembali menjadi hewan yang hina. Konsep ini meyakini bahwa ia baru bisa kembali menjadi manusia setelah melewati waktu ribuan tahun.5. Kisah-Kisah Khurafat Terkait ReinkarnasiKisah Kucing Hitam: Abu Bakar Ibnu Falas menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang penganut paham Syiah yang terpengaruh reinkarnasi. Orang tersebut sedang mengusap-usap seekor kucing hitam hingga kucing itu meneteskan air mata, lalu orang tersebut ikut menangis histeris. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab bahwa kucing hitam itu adalah reinkarnasi mendiang ibunya yang sedang menangis karena menyesali perbuatannya di masa lalu.Kisah Kambing di India: Seorang mahasiswa di Madinah menceritakan bahwa di India, ketika ia berkunjung ke rumah temannya, ada seekor kambing yang masuk ke dalam rumah. Temannya langsung menyayangi kambing tersebut karena meyakini bahwa kambing itu adalah reinkarnasi pamannya yang baru saja meninggal dunia.Kisah Reinkarnasi Sultan: Ada orang di zaman modern yang mengubah gaya hidupnya secara ekstrem menjadi sangat mewah dan ingin memiliki banyak selir. Hal ini ia lakukan setelah diyakinkan oleh seseorang bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seorang sultan atau raja besar yang hidup beberapa abad lalu.BAGIAN II: TALBIS IBLIS KEPADA KAUM KHAWARIJ6. Karakteristik Utama dan Pola Godaan Iblis kepada KhawarijKhawarij adalah golongan atau kelompok bidah (firqah) pertama yang muncul dalam sejarah Islam.Cara iblis menjerumuskan kaum Khawarij berbeda dengan cara iblis menggoda orang yang gemar bermaksiat. Jika kepada pelaku maksiat iblis menghiasi kemaksiatan (seperti zina, narkoba, khamar, dan musik), maka kepada kaum Khawarij iblis masuk melalui jalur kelebihan dan semangat ibadah yang ekstrem.Kaum Khawarij digoda untuk merasa memiliki tingkat ketakwaan yang lebih tinggi daripada orang lain. Akibatnya, muncul sifat ujub (bangga diri) dan su'udzon (berburuk sangka) yang parah terhadap umat Islam lainnya. Karena menganggap diri mereka paling suci, mereka menjadi sangat mudah mengkafirkan (takfir) kaum muslimin yang melakukan dosa atau tidak sejalan dengan pemikiran mereka.7. Cikal Bakal Khawarij di Zaman Nabi Muhammad SAWPelopor atau nenek moyang pemikiran Khawarij muncul pertama kali di zaman Nabi, yaitu seorang pria bernama Dzul Khuwaishirah At-Tamimi.Ciri fisiknya digambarkan memiliki mata cekung, dahi menonjol, jenggot lebat, kain sarung yang digulung tinggi, dan kepalanya botak.Saat Nabi Muhammad SAW sedang membagikan harta rampasan (ghanimah) kepada para mualaf demi melunakkan hati mereka, pria ini memprotes pembagian tersebut secara lisan dengan sombong dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, wahai Muhammad, berlakulah adil!"Nabi menegurnya dengan menegaskan bahwa beliaulah orang yang paling bertakwa di bumi dan pemegang amanah langit. Ketika pria itu pergi, Nabi memprediksi bahwa dari keturunan atau pengikut orang inilah akan lahir suatu kaum yang rajin membaca Al-Qur'an, namun bacaan tersebut hanya di mulut saja dan tidak pernah melewati kerongkongan mereka (tidak masuk ke hati). Mereka akan keluar dari agama Islam secepat anak panah menembus hewan buruannya.8. Munculnya Khawarij Sebagai Gerakan di Zaman Ali bin Abi ThalibGerakan Khawarij meletus menjadi aksi nyata pasca-terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, yang memicu perbedaan ijtihad politik antara kubu Khalifah Ali bin Abi Thalib dan kubu Mu'awiyah. Perbedaan ini memuncak pada pertempuran (Perang Jamal dan Perang Shiffin).Ketika kedua kubu sepakat untuk menghentikan perang dan menempuh jalan damai melalui perundingan (Tahkim), sekelompok pasukan Ali merasa tidak puas. Sebanyak dua belas ribu orang memisahkan diri dan mendirikan markas tersendiri.Mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah, Amr bin Ash, dan Abu Musa Al-Asy'ari, serta seluruh kaum muslimin yang menyetujui perdamaian tersebut. Mereka menggunakan slogan politis berbasis ayat Al-Qur'an: "Tidak ada hukum kecuali milik Allah."9. Dialog Sejarah: Sahabat Ibnu Abbas Mematahkan Syubhat KhawarijSahabat Ibnu Abbas meminta izin kepada Khalifah Ali untuk mendatangi markas Khawarij guna melakukan diskusi. Ibnu Abbas mendapati penampilan fisik mereka sangat meyakinkan: dahi mereka terluka karena terlalu sering sujud, tangan mereka kapalan, pakaian mereka sangat sederhana, dan wajah mereka pucat karena sering terjaga untuk shalat malam serta berpuasa. Namun, Ibnu Abbas berhasil mematahkan tiga syubhat utama mereka:Syubhat Pertama: Mengapa Ali melibatkan manusia dalam memutuskan urusan agama Allah?Bantahan Ibnu Abbas: Allah sendiri di dalam Al-Qur'an menyerahkan urusan hukum kepada manusia untuk perkara-perkara kecil, seperti menentukan denda berburu saat ihram melalui dua orang saksi yang adil, atau mengirim utusan (hakam) dari pihak suami dan istri untuk mendamaikan keretakan rumah tangga. Jika Allah mengizinkan manusia menghukumi masalah hewan buruan dan rumah tangga, maka melibatkan manusia untuk menyelamatkan darah ribuan kaum muslimin jauh lebih utama.Syubhat Kedua: Mengapa Ali berperang tetapi tidak menawan wanita atau mengambil harta rampasan (ghanimah)?Bantahan Ibnu Abbas: Dalam Perang Jamal, pihak lawan dipimpin oleh Ummul Mukminin Aisyah (istri Nabi). Ibnu Abbas bertanya kepada mereka, "Apakah ada di antara kalian yang berani menghina kehormatan Aisyah atau menjadikannya sebagai budak tawanan wanita?" Kaum Khawarij terdiam karena Al-Qur'an menegaskan bahwa istri-istri Nabi adalah ibunda bagi kaum mukmin.Syubhat Kedua: Mengapa Ali bersedia menghapus gelar "Amirul Mukminin" saat kesepakatan damai?Bantahan Ibnu Abbas: Tindakan Ali meniru langsung tindakan Nabi Muhammad SAW dalam Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, kaum musyrikin Mekah menolak penulisan gelar "Rasulullah", sehingga Nabi dengan berlapang dada menghapusnya dan menggantinya dengan "Muhammad bin Abdillah" agar perdamaian bisa tercapai.Hasil dari diskusi ilmiah ini membuat dua ribu orang Khawarij sadar, bertobat, dan kembali bergabung dengan pasukan Khalifah Ali, sementara sisanya tetap memilih sesat.10. Kekejaman Kaum Khawarij dan Perang NahrawanSisa kaum Khawarij yang keras kepala mulai melakukan aksi teror. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Sahabat Abdullah bin Khabbab. Setelah mengonfirmasi sebuah hadis tentang fitnah akhir zaman, kaum Khawarij justru menyembelih Abdullah bin Khabbab di tepi sungai secara keji. Tidak hanya itu, mereka juga membelah perut budak wanitanya yang sedang hamil tua dan membunuh bayi di dalamnya.Mendengar kabar kekejaman yang ekstrem ini, Khalifah Ali bin Abi Thalib meminta mereka menyerahkan pelaku pembunuhan. Kaum Khawarij menantang dengan menjawab, "Kami semua yang membunuhnya!"Karena mereka sudah mulai menumpahkan darah kaum muslimin dan mengancam stabilitas negara, Khalifah Ali mengerahkan pasukan untuk memerangi mereka secara total dalam Perang Nahrawan, hingga kekuatan mereka hancur.11. Tragedi Pembunuhan Ali bin Abi Thalib oleh Abdurrahman bin MuljamPasca-kekalahan di Nahrawan, tiga orang sisa Khawarij berkumpul di Mekah dan bersumpah untuk membunuh tiga tokoh besar Islam sekaligus: Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah, dan Amr bin Ash.Abdurrahman bin Muljam mendapat tugas untuk mengeksekusi Khalifah Ali di Kufah. Pada suatu subuh di bulan Ramadan, saat Ali berjalan menuju masjid untuk shalat subuh, Abdurrahman bin Muljam menikam kepala Ali dengan pedang yang telah direndam racun mematikan selama satu bulan penuh. Tikaman tersebut menembus otak dan menyebabkan wafatnya menantu Rasulullah tersebut.12. Ironi Kematian Abdurrahman bin Muljam (Puncak Talbis Iblis)Setelah ditangkap, Abdurrahman bin Muljam dijatuhi hukuman mati dengan cara dipotong tangan dan kakinya, serta matanya ditusuk dengan besi panas. Selama proses eksekusi fisik yang menyakitkan itu, ia sama sekali tidak berteriak atau mengeluh, melainkan terus dengan tenang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.Namun, ketika algojo hendak memotong lidahnya, ia baru menunjukkan rasa takut dan menangis. Ketika orang-orang heran mengapa ia baru takut saat lidahnya dipotong, ia menjawab bahwa ia takut mati dalam kondisi sedetik pun tidak berzikir kepada Allah.Ustaz Firanda menutup ceramah dengan menegaskan betapa mengerikannya talbis iblis ini. Orang yang melihat kematian Abdurrahman bin Muljam secara sekilas mungkin akan mengiranya sebagai seorang wali Allah karena keteguhannya dalam berzikir dan membaca Al-Qur'an di saat-saat terakhir. Padahal, berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, ia adalah manusia paling celaka di zamannya dan termasuk dalam golongan "anjing-anjing penghuni neraka jahanam" karena telah membunuh salah satu sahabat terbaik, Ali bin Abi Thalib.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
L
Lisna Febriani

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis Iblis 4

Talbis Iblis 4: Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & KhawarijReinkarnasi awal mulanya berasal dari India kemudian menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh.Syubhatnya: Kondisi seseorang saat ini adalah bentuk dari akibat perbuatannya di masa lalu (kehidupannya di zaman sebelumnya)Khawarij: Kelompok yang pertamakali muncul di zaman para sahabat & asal muasalnya muncul di zaman nabi shalallahu alaihi wassalam Talbisnya:• Mereka (kelompok khawarij) merasa lebih hebat dari pada nabi shalallahu alaihi wassalam dan sahabat• Mereka merasa syariat ini kurang. Jadi mereka ujub terhadap diri mereka, ujub terhadap ketakwaan, sehingga suudzon terhadap orang lain. Husnudzon kepada diri sendiri, merasa hebat.Iblis menjerumuskan mereka kepada sikap guluw (berlebih-lebihan) ekstrim dalam beragama. Rajin ibadah solat malam, puasa. Sehingga mereka mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan apa yang ia lakukan. Mereka menjadikan orang lain sebagai barometer seperti mereka.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
A
Alfiah fajri

📍 Kota Bogor

Talbis iblis 4

TALBIS IBLIS 4​Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij​## REINKARNASI​Asal-usul: Awal mulanya berasal dari India kemudian menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh.​SYUBHATNYA: Kondisi seseorang saat ini adalah bentuk dari akibat perbuatannya di masa lalu (kehidupannya di zaman sebelumnya).​## KHAWARIJ​Kelompok yang pertamakali muncul di zaman para sahabat & asal muasalnya muncul di zaman nabi shalallahu alaihi wassalam.​TALBISNYA:​Poin 1: Mereka (kelompok khawarij) merasa lebih hebat dari pada nabi shalallahu alaihi wassalam dan sahabat.​Poin 2: Mereka merasa syariat ini kurang. Jadi mereka ujub terhadap diri mereka, ujub terhadap ketakwaan, sehingga suudzon terhadap orang lain. Husnudzon kepada diri sendiri, merasa hebat.​Poin Tambahan (Tanda Seru): Iblis menjerumuskan mereka kepada sikap guluw (berlebih-lebihan) ekstrim dalam beragama.​Rajin ibadah solat malam, puasa. Sehingga mereka mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan apa yang ia lakukan.​Mereka menjadikan orang lain sebagai barometer seperti mereka.​Waspadalah dari segala tipu daya Iblis.Teguhkan aqidah, ikuti syariat, dan jaga lisan serta hati.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
L
Lathifah Aulia Dewi

📍 Kabupaten Boyolali

003 Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala (Bab V)

Talbis Iblis terhadap Falasifah (Ahli Filsafat Yunani) dan Orang-Orang yang MengikutinyaFalasifah seperti Socrates, Plato, Aristoteles, Plotunis, dll, adalah orang-orang yang sangat cerdas. Mereka menulis tentang hal-hal hissiyah (nampak) seperti biologi, kimia, fisika, kemudian pemikiran mereka tertuang dalam buku, diterjemahkan dalam bahasa Arab terutama di zaman Khalifah Al-Makmun, sehingga kaum muslimin kagum terhadap pemikiran mereka. Hal-hal detail perkara dunia ini belum pernah dibicarakan oleh kaum muslimin.Masalah: mereka berbicara tentang teologi (ketuhanan) berpangku dengan kecerdasan otak, tidak menyambut sinar kenabian, tidak berusaha melihat penjelasan para rasul. Mereka memikirkan Tuhan secara istiqlal (merdeka). Otak kita hanya bisa menangkap Tuhan secara global. Tuhan itu ada, Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Dahsyat. Namun, secara detail, Tuhan itu bagaimana, proses penciptaan, tidak bisa diduga-duga. Mereka terjebak dengan dzhon (persangkaan) mereka. Mereka tidak punya landasan. Perkara hissiyah OK, tapi tentang perkara gaib maka sulit.Timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka. Dalam perkara hissiyah rata-rata mereka sepakat, tetapi ketika bicara perkara ketuhanan mereka banyak khilaf (berbeda pendapat), karena mereka tidak punya landasan. Ruh yang ada di jasad kita, kita tidak bisa menerangkan ruh itu dari unsur apa, bagaimana bentuknya, gemuk atau kurus, bagaimana beredar dalam tubuh, dll. Jin, bagaimana bisa menjelma, bagaimana masuk ke tubuh manusia? Kita tidak bisa menjelaskan secara ilmiah. Kalau tentang itu saja kita tidak bisa menjelaskan secara pasti maka bagaimana tentang Allah?A. Aqidah Falasifah tentang PenciptaBeberapa madzhab kalangan mereka:Pendapat ke-1. Ad-DahriyyahPencipta tidak ada. Alam terjadi begitu saja.Pendapat ke-2. Socrates, Plato, AristotelesAlam tercipta dari “al-’illah” “sebab pertama” (kausa prima). Kausa prima adalah suatu yang sangat simpel, statis. Kausa prima inilah yang seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. Masalah: mereka tidak menempatkan kausa prima sebagai Pencipta. Akhirnya pendapat 1 dan 2 mirip.Kausa prima tersebut azali bersama alam → karena sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya tidak boleh terlambat, harus bersamaan.Sebab dan akibat persis bersamaan.Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab, bukan kehendak kausa prima. →Akibat alam semesta ini bukan terjadi dari keinginan dari kausa prima, tetapi dia terjadi karena konsekuensi dari sempurnanya kausa prima tersebut. Kausa prima mengkonsekuensikan adanya alam.Islam: Tuhan menciptakan karena Tuhan ingin menciptakan.Konsekuensinya, alam azali. Alam juga abadi.Semua pendapat mereka berlandaskan logika mereka sendiri, tanpa dalil, yang bertentangan dengan agama Islam.Pendapat ke-3:“Pencipta itu ada, dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada). Namun, kami bimbang, ketika ada seseorang hampir tenggelam di laut, dia minta tolong kepada Tuhannya, tetapi dia tidak ditolong. Seakan-akan Tuhan itu tidak ada. Logika kami Tuhan itu ada, tapi kenyataannya Tuhan tidak ada.”Mereka pun khilaf tentang hakikat pencipta tersebut. Ada beberapa pendapat:Alam sudah sempurna, Tuhan bunuh diri.Makhluk terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton. Tuhan sudah membuat sistem, aturan berlaku, tuhan hanya menonton. Buktinya ada kejahatan, bencana alam, tuhan sudah tidak bisa mengatur lagi ini. Kalau tuhan ada seharusnya tidak ada lagi keburukan.Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam.B. Aqidah Falasifah tentang Ilmu PenciptaFALASIFAH YUNANIFalasifah Yunani mengatakan bahwa Pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya.Tuhan itu sempurna, tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna pula, yaitu dirinya semata. maka Dia tidak boleh memikirkan makhluknya yang penuh kekurangan.Islam:Allah mengetahui semua yang Allah ciptakan.أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ Referensi: https://tafsirweb.com/11042-surat-al-mulk-ayat-14.htmlTidak ada satu daun pun jatuh kecuali Allah mengetahui.وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا Referensi: https://tafsirweb.com/2183-surat-al-anam-ayat-59.htmlAllah mengtahui makhluk-Nya, Allah mengurus makhluk-Nya.وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُArtinya: Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Referensi: https://tafsirweb.com/7286-surat-al-ankabut-ayat-60.htmlAllah tahu lirikan mata dan apa yang disembunyikan dalam dada.يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُArtinya: Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.Pendapat mereka aneh, masa makhluk lebih sempurna dari tuhan? Manusia saja memikirkan banyak hal, apa mungkin Tuhan hanya bisa memikirkan diri-Nya sendiri?IBNU SINALogika falasifah Yunani ini memengaruhi pemikiran Ibnu Sina. Namun lebih mending pemikiran Ibnu Sina. Kata Ibnu Sina, Allah mengetahui makhluk-makhluk-Nya secara global (kulliy), bukan terperinci. Allah hanya mengetahui secara sunnatullah: orang menikah punya anak, orang gak makan bisa mati, dll. Adapun secara terperinci si A sedang apa, Allah tidak tahu.Logika Ibnu Sina: makhluk itu berubah-ubah dan ada yang buruk, tidak pantas Allah memikirkan ini semua. Gara-gara ini, Ibnu Sina dikafirkan oleh Al-Ghazali. Logika Ibnu Sina terjebak pada pendapat filsuf Yunani dan bertentangan dengan berbagai ayat.MU’TAZILAHIlmu Allah dan qudroh Allah adalah dzat-Nya sendiri.C. Aqidah Falasifah tentang Hari KebangkitanMereka mengingkati kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad.Surga dan neraka tidak ada.Dua poin ini memengaruhi pemikiran Ibnu Sina.Ibnu Sina dalam kitab … “Tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh.” Gara-gara ini juga beliau dikafirkan oleh Al-Ghazali.Mengingkari kebangkitan jasad sama dengan pemikiran kaum musyrikin Arab zaman dahulu.Logika mereka tidak sampai.Talbis Iblis terhadap Penyembah BerhalaIblis masuk pada kecenderungan manusia untuk melihat bentuk-bentuk yang indah, akal dibuang.Kenapa bisa menyembah patung? Iblis membuat syubhat bahwa penyembahan tersebut dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.Asal usul penyembahan berhala: kisah kaum Nabi Nuh. Ada lima orang shalih. Mereka meninggal. Orang-orang membuat patung untuk mengenang mereka, sehingga kalau dilihat masyarakat termotivasi untuk beribadah. Patung-patung tersebut diberi nama sesuai nama orang-orang shalih tersebut. Seiring berjalannya waktu, generasi yang membuat patung tersebut meninggal dunia → generasi baru lahir → ilmu dilupakan → kurangnya dakwah tauhid → syaithan mengatakan ini patung untuk disembah agar mendekatkan kalian kepada Allah!Berkembang penyembahan berhala sampai ke jazirah Arab, akhirnya sampai ke kaum Quraisy dibawa oleh Amr bin Luhay Al-Khuza’i—seorang pemimpin dari Bani Khuza’ah. Dulu Khuza’ah sempat menguasai Kota Mekah. Kita tahu perjalanan Nabi Ibrahim meletakkan Ismail di Kota Mekah → Ismail menikah dengan wanita dari kabilah Jurhum → Ismail meninggal, Kota Mekah dikuasai oleh kabilah Jurhum → Kabilah Jurhum melakukan berbagai kemaksiatan → Kota Mekah dikuasai oleh kabilah Khuza’ah. Di antara pemimpin Khuza’ah adalah Amr bin Luhay Al-Khuza’i—pemimpin yang ditaati. Dia pergi ke Syam, orang-orang menyembah berhala, dia bawa berhala ke Kota Mekah, dia panggil orang-orang untuk menyembahnya. Sampai masing-masing kabilah punya berhala untuk disembah.Maka ada berhala bernama Manat di Sahil Bahr. Latta di Tha’if. Berhala Uzza di Nakhla. Hubal di Kakbah (yang diagungkan orang Quraisy. Ketika Perang Uhud, Abu Sofyan menyebut Hubal “Maha Tinggi Hubal”). Ada berhala bernama Isaf dan Na-ilah, laki-laki dan perempuan yang saling mencintai di negeri Yaman. Mereka tidak bisa bertemu dan tidak bisa berhubungan. Akhirnya mereka berhaji. Ketika sedang berhaji, mereka rindu. Mereka melihat orang sedang lalai maka mereka masuk dan berzina di dalam Kakbah. Allah pun mengubah mereka menjadi patung. Orang-orang mendapati kondisi mereka telah menjadi patung, dikeluarkan dan diletakkan di luar sebagai pelajaran. Iblis membisikkan sehingga orang-orang menyembahnya. Kalau lagi thawaf diusap, kalau ingin melakukan sesuatu mereka mengundi nasib di depan patung tersebut, dll. Saking sukanya mereka menyembah patung, mereka selalu membawa patung kemanapun. Kalau lupa membawa “tuhan”, mereka mencari empat batu, yang paling bagus dijadikan tuhan, yang tiga dijadikan tungku untuk masak (?)Bahkan dalam suatu riwayat ketika orang kehilangan tuhan mereka dalam perjalanan maka ada yang berkata carilah tuhan yang baru karena tuhan kalian hilang.Jika mereka tidak mendapatkan batu, mereka mengumpulkan pasir lalu dikasih semacam susu dan dibentuk lalu mereka thawaf.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nur Fathiyyah

📍 Kota Depok

Materi 3 - Talbis Iblis Terhadap FIlsuf Yunani & Penyembah Berhala

Lanjutan Bab 5Talbis Iblis terhadap Filsuf Yunani (Falasifah)Para filsuf (seperti Socrates, Plato, Aristoteles, Plutinus) sangat jenius dalam ilmu eksak (biologi, fisika, kimia). Namun, mereka tersesat saat membahas teologi (ketuhanan) karena bersandar murni pada kecerdasan otak tanpa bimbingan wahyu.Memikirkan Tuhan secara mandiri (istiqlal) tanpa wahyu membuat mereka hanya meraba-raba (zhun/persangkaan). Ibnu Jauzi menyoroti: memikirkan "ruh" yang ada di jasad manusia saja akal tidak mampu dan memunculkan ribuan pendapat, apalagi memikirkan Dzat sang Pencipta.Jika dalam urusan sains mereka sering sepakat, dalam urusan ketuhanan mereka justru sangat banyak berselisih karena ketiadaan landasan ilmu yang pasti.Aqidah Falasifah tentang "Pencipta"Dahriyyah: Menolak keberadaan Tuhan secara mutlak. Alam ini terjadi begitu saja tanpa ada pencipta.Kausa Prima / Sebab Utama: Mereka menolak menyebut Tuhan sebagai "pencipta yang berkehendak". Mereka menggantinya dengan istilah Kausa Prima (Sebab Utama) yang statis.Karena Kausa Prima itu sangat sempurna, maka "akibat" (alam semesta) tidak boleh muncul terlambat. Sebab dan akibat harus muncul bersamaan.Mereka menganggap alam semesta ini Azali (sudah ada sejak dahulu kala tanpa awal) dan Abadi bersama Tuhan. Alam terjadi sebagai "konsekuensi" logis dari Tuhan, bukan karena "kehendak" Tuhan untuk menciptakannya.Mengakui Pencipta tapi Menafikan Fungsinya: Mereka melihat alam ini muhdats (berubah/baru), jadi pasti ada penciptanya. Tapi saat manusia butuh bantuan (misal: saat tenggelam), Tuhan seolah tidak ada. Akhirnya mereka khilaf tentang hakekat penciptaan: (1) Tuhan bunuh diri setelah melihat alam ciptaannya sudah sempurna agar alam tidak berubah lagi. (2) Tuhan itu lemah dan hanya bisa menonton karena alam sudah punya sistem yang berjalan sendiri. (3) Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam semesta.Kesesatan tentang "Ilmu Pencipta"Ilmu Tuhan Terbatas: Filsuf Yunani (Aristoteles & Plato) meyakini bahwa karena Tuhan itu sempurna, Tuhan tidak boleh memikirkan hal-hal yang penuh kekurangan (makhluk). Tuhan hanya memikirkan Diri-Nya sendiri dan tidak tahu-menahu urusan makhluk-Nya.Pengaruh ke Ibnu Sina & Mu'tazilah: Logika ini mempengaruhi Ibnu Sina, yang akhirnya berpendapat bahwa Allah hanya mengetahui hal-hal besar secara global (kulliy), tapi tidak tahu rincian detail makhluk-NyaIni juga mempengaruhi kaum Mu'tazilah yang menganggap Ilmu dan Qudrah Allah itu bukanlah sifat yang berdiri sendiri, melainkan Dzat-Nya itu sendiri (karena menolak adanya "keragaman" pada diri Tuhan).Aqidah Falasifah tentang Hari Kebangkitan Berlandaskan logika (seperti: bagaimana nasib jasad yang dimakan hiu, lalu hiu dimakan manusia lain), mereka mengingkari kebangkitan fisik. Mereka menolak adanya wujud Surga dan Neraka secara fisik, dan meyakini bahwa yang dibangkitkan kelak hanyalah ruh (pendapat yang juga diikuti oleh Ibnu Sina dan dikafirkan oleh Al-Ghazali).Talbis Iblis terhadap Ashabul Hayakil (Penyembah Benda Langit)Kehidupan di Benda Langit: Mereka meyakini planet, matahari, dan bulan memiliki ruh yang mempengaruhi kejadian (nasib/bencana) di bumi.Pembuatan Haikal: Mereka membuat haikal (patung/proyeksi) di bumi yang dianggap mewakili planet-planet tersebut untuk diibadahi.Ritual Pengorbanan: Mereka melakukan kurban yang keji. Contohnya: karena matahari dianggap suci/tanpa cacat, mereka mengorbankan anak kecil yang bersih dari dosa dan membunuhnya di depan patung perwakilan matahari.Talbis Iblis terhadap Penyembah BerhalaAsal Usul (Kaum Nabi Nuh): Berawal dari patung 5 orang saleh (Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya'uq, Nasr). Awalnya hanya dibuat untuk mengenang dan memotivasi ibadah. Namun setelah generasi berganti dan ilmu agama hilang, Iblis membisikkan generasi baru untuk menyembah patung-patung tersebut.Masuk ke Jazirah Arab: Berhala diimpor ke Mekah oleh pemimpin Bani Khuza'ah, Amr bin Luhay al-Khuza'i, dari negeri Syam. Sejak itu kesyirikan merajalela.Berhala-berhala Terkenal: Muncul berhala seperti Latta, Uzza, Manat, hingga Hubal di Ka'bah. Bahkan ada Isaf dan Na'ilah (dua orang yang berzina di dalam Ka'bah lalu dikutuk menjadi batu, namun akhirnya malah diusap dan disembah oleh kaum musyrikin).Tingkat Kebodohan Akal: Mereka sangat fanatik menyembah batu. Jika bepergian tidak bawa patung, mereka mencari 4 batu (3 untuk tungku masak, 1 untuk dijadikan Tuhan). Jika tidak ada batu, mereka menumpuk pasir, memerah susu di atasnya hingga mengeras, lalu di-thawaf-i.Kritik Al-Quran: Hal ini menunjukkan manusia yang pintar urusan dunia (teknologi/kapal), bisa sangat buta akalnya dalam aqidah. Mereka menyembah batu yang tidak bisa melihat dan mendengar, padahal batu itu mereka pahat dengan tangan mereka sendiri. Iblis berhasil menipu mereka dengan syubhat: "Kami menyembah berhala ini hanya agar mereka mendekatkan kami kepada Allah" (QS. Az-Zumar: 3).

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
U
Ulfa Puspitasari

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan bab 3 Talbis iblis terhadap filsuf yunani dan penyembah berhala

Talbis iblis #3 : Tablis Iblis terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala -Ustadz dr.Firanda-Konteks Kajian dan Bab 5 Talbis Iblis• Kajian ini melanjutkan topik tentang penyimpangan aqidah oleh kelompok-kelompok tertentu.• Bab kelima membahas tipuan iblis terhadap kaum falasifah (ahli filsafat), khususnya yang berasal dari pengaruh Yunani dan Tabi’in.• Ibnul Jauzi mengurai bagaimana iblis masuk ke pemikiran mereka hingga menyebabkan kesesatan dalam memahami Tuhan dan realitas ghaib.Profil Umum Kaum Falasifah• Tokoh utama: Socrates, Plato, Aristoteles, dan lainnya, adalah orang sangat pintar, menulis tentang biologi, kimia, dan fisika dengan pemikiran tinggi.• Karya-karya mereka diterjemahkan ke bahasa Arab pada masa Khalifah al-Ma’mun, sehingga kaum muslimin terpesona akan capaian ilmiah mereka.• Namun, permasalahan muncul saat mereka membicarakan teologi dan Ketuhanan, mengandalkan akal dan logika saja tanpa memperhatikan wahyu dan nabi.Keterbatasan Akal dalam Teologi• Falasifah cenderung berpikir secara independen tentang Tuhan, tanpa petunjuk kenabian.• Akibatnya, mereka ngawur saat berbicara tentang sifat-sifat Tuhan dan proses penciptaan karena akal manusia hanya mampu memahami hal-hal yang bersifat hina (hissiyah) yang nampak, bukan hal ghaib.• Mereka hanya menggunakan dugaan (dzunnun) tanpa dasar yang kuat.Persangkaan Tanpa Landasan yang Jelas• Ibnul Jauzi menyebut kaum falasifah berbicara tentang teologi semata-mata dari persangkaan dan tanpa landasan yang valid.• Mereka tidak merujuk kepada wahyu, hanya berdialog dan berdebat berdasarkan akal saja.• Ketidaktahuan ini menyebabkan mereka bertentangan dan menghasilkan berbagai pendapat yang saling berselisih.Pendapat Falasifah dalam Ilmu Hissiyah dan Ketuhanan• Dalam ilmu-ilmu dunia (biologi, kimia, fisika) mereka relatif sepakat dan cerdas.• Namun saat masuk ke pembahasan tentang Ketuhanan, mereka kehilangan pijakan ilmiah dan logika yang benar.• Contohnya dalam pembahasan "ruh" yang tidak dapat dijelaskan berdasarkan unsur materi yang dikenal, sehingga pendapat mereka beragam dan tidak pasti.Keterbatasan Ilmu Manusia dan Keghaiban Jin• Falasifah tidak bisa menjelaskan fenomena gaib seperti jin, roh, dan sebagainya secara ilmiah.• Fenomena jin yang dapat menjelma, berbicara, atau masuk ke tubuh manusia tidak dapat dijelaskan oleh logika dan ilmu mereka.• Ini adalah contoh batas kemampuan akal dan ilmu manusia yang menyebabkan kekeliruan mereka dalam memahami realitas gaib dan Tuhan.Tiga Pendapat Besar dalam Filsafat Yunani tentang Tuhan dan Alam Semesta1. Tidak Ada Tuhan :  Alam ini ada tanpa pencipta,  Menolak keberadaan Tuhan2. Causa Prima (Sebap Utama) : Ada sebab utama yang disebut causa prima yang menyebabkan alam ada, tapi bukan Tuhan sejati. Causa prima dianggap eksis sejak azali bersamaan dengan alam semesta, bukan pencipta mutlak3. Tuhan Ada Tapi Tak Aktif : Tuhan ada sebagai pencipta, tapi tidak berkehendak dan tidak mengatur alam. Tuhan pasif, tunduk pada logika sebab akibat• Mereka menolak konsep penciptaan dunia dari ketiadaan (creatio ex nihilo).• Causa prima dianggap sebagai sebab pertama yang ada secara azali bersamaan dengan alam.Konsep Causa Prima dan Kekeliruan Logika Sebab-Akibat• Falasifah mengatakan sebab dan akibat bersamaan karena sebab sempurna (causa prima) tidak mungkin terlambat menyebabkan akibat.• Ibnul Jauzi menolak ini dengan membandingkan dengan ajaran Islam:Artinya, Tuhan menciptakan dengan kehendak langsung, bukan konsekuensi logis semata.Alam Semesta sebagai Konsekuensi, Bukan Kehendak• Falasifah menganggap alam muncul sebagai efek logis dari kesempurnaan causa prima bukan kehendak.• Mereka menegaskan bahwa Tuhan (atau causa prima) tidak punya kehendak aktif dalam menciptakan.• Ibnul Jauzi menyatakan ini bertentangan dengan aqidah Islam yang percaya bahwa pencipta adalah Maha Berkehendak dan Maha Kuasa.Dampak Filsafat Yunani pada Pemikiran Islam dan Kelompak Firqoh• Pemikiran falasifah memengaruhi berbagai kelompok seperti Jahmiyah, Mu'tazilah, dan lain-lain dalam mengembangkan spekulasi tentang Tuhan, ilmu, dan sifat-sifat ketuhanan.• Ini mengakibatkan adanya perdebatan dan kesesatan aqidah terkait ilmu dan sifat Tuhan.Tiga Pendapat Falasifah tentang Tuhan Menurut Ibnul Jauzi1. Tuhan bunuh diri : Tuhan menciptakan alam lalu menghilang karena takut kepada perubahan2 Tuhan lemah : Tuhan mencipta tapi tidak mampu mengatur karena kesempurnaan ciptaan muncul masalah3 Tuhan menyebar ke seluruh alam (pantheisme) : Tuhan menyatu dengan ciptaan, tidak terpisah• Semua pendapat adalah kesesatan dan tipuan iblis dalam logika falasifah.Falasifah dan Ketidaktahuan Tuhan terhadap Ciptaannya• Aristoteles dan sejumlah falasifah berpendapat Tuhan tidak berilmu tentang ciptaan, hanya berilmu akan dirinya sendiri.• Ibnul Jauzi mengkritik ini sebagai logika yang ngawur karena bertentangan dengan keyakinan Islam:Allah mengetahui segala makhluk-Nya bahkan rincian terkecil.• Keyakinan mereka menyiratkan Tuhan sempurna tapi tidak tahu urusan ciptaan—ini sesat.Pengaruh Filosofi Yunani terhadap Ibnu Sina dan Mu'tazilah• Ibnu Sina menerima sebagian logic Yunani, seperti Tuhan hanya mengetahui makhluk secara global, bukan rinci.• Ini bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan Allah Maha Mengetahui segala hal secara rinci.• Mu'tazilah juga terpengaruh ide filsafat, seperti ilmu dan zat Allah dianggap satu hakikat yang membingungkan.Penolakan Kebangkitan Jasmani oleh Falasifah dan Ibnu Sina• Falasifah menolak kebangkitan jasad dan mengenalkan doktrin ruh saja yang hidup setelah mati.• Mereka beralasan secara logika sulit menerima kebangkitan jasad setelah anggota tubuh terurai disalurkan ke makhluk lain.• Ibnu Sina juga mengadopsi pandangan ini, yang bertentangan dengan Islam yang meyakini kebangkitan jasmani pada Hari Kiamat.Pembahasan Talbis Iblis terhadap Penyembah Haikal (Benda Langit)• Ibnul Jauzi menyebut kelompok yang meyakini bahwa planet-planet dan benda langit memiliki ruh dan hidup.• Mereka percaya benda langit mempengaruhi kejadian di bumi dan mempersembahkan penghormatan dalam bentuk patung atau bangunan sebagai 'perwakilan'.• Praktik ini disertai upacara kurban untuk menghilangkan malapetaka yang mereka yakini berasal dari planet-planet tertentu.Tipuan Iblis terhadap Penyembah Berhala• Iblis memanfaatkan kecintaan manusia terhadap bentuk dan rupa untuk memalingkan akal mereka.• Orang-orang dibujuk untuk menyembah patung dengan dalih agar lebih dekat kepada Allah, padahal itu bentuk syirik.• Sejarah penyembahan berhala bermula dari penghormatan kepada orang shaleh dengan membuat patung sebagai peringatan.• Lama-kelamaan, muncul penyembahan terhadap berhala itu sendiri disebabkan lupa tauhid dan bisikan setan.Penyebaran Penyembahan Berhala di Jazirah Arab• Penyembahan berhala menyebar hingga ke Mekah, diperkenalkan oleh tokoh seperti Amr bin Nufail al-Khuza’i dari bani Khuza’ah.• Setiap kabilah punya berhala mereka sendiri yang disembah.• Contoh berhala terkenal adalah Hubal di Ka'bah, dan berhala lainnya seperti Isaf dan Naila dari Yaman yang memiliki kisah mitos.• Berhala-berhala ini digunakan untuk ritual pengundian nasib dan berbagai praktik syirik.Kritik terhadap Penyembahan Berhala• Ibnul Jauzi menegaskan betapa tidak masuk akalnya menyembah berhala yang tidak punya kemampuan apapun seperti berjalan, melihat, atau mendengar, sementara manusia sendiri yang membuatnya.• Ia menyamakan orang yang menyembah berhala seperti orang yang menyembah ciptaan, bukan pencipta.• Teguran ini merujuk pada firman Allah dalam Surat Ar-Rum yang mengingatkan tentang kealpaan orang kafir dalam soal keyakinan akhirat dan taubat.Kesimpulan dan Penutup• Filsafat Yunani tanpa wahyu membawa manusia pada kesalahan pemikiran tentang Tuhan dan dunia gaib.• Penyembahan berhala dan benda langit adalah bentuk lain dari tipuan iblis yang memalingkan manusia dari tauhid sejati.• Orang-orang lebih memahami dunia material tapi lalai akan akhirat dan penyembahan yang benar.• Pengajian ini mengajak kepada pemahaman aqidah yang benar, berlandaskan wahyu dan bukan hanya logika semata.Kesimpulan Utama:• Akidah dan teologi tidak bisa hanya disandarkan pada logika dan akal manusia semata tanpa wahyu.• Falansifah Yunani terjebak dalam tipu daya iblis sehingga menghasilkan konsep Tuhan dan penciptaan yang bertentangan dengan Islam.• Penyembahan berhala merupakan hasil dari kesesatan dan tipuan iblis yang merusak tauhid.• Ilmu dan filsafat harus tetap diikuti oleh petunjuk kenabian agar tidak jatuh ke jurang kesesatan.Istilah Penting:• Talbis Iblis : Tipuan/setan yang menyesatkan manusia, terutama dalam memahami aqidah dan Tuhan• Falasifah : Ahli filsafat Yunani yang menggunakan akal dan logika untuk menjelaskan segala sesuatu• Causa Prima : Sebab pertama yang dianggap sebagai penyebab utama munculnya alam semesta dalam filsafat• Haikal : Perwujudan atau bentuk benda langit (seperti planet, bintang) yang dianggap berjiwa• Berhala Patung atau simbol yang disembah sebagai perantara atau pengganti Tuhan dalam penyembahanRingkasan ini disusun secara rinci berdasarkan isi yang diberikan oleh transkrip pengajian, menjaga akurasi tanpa memasukkan informasi yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
S
Syfa Adinna Shabra

📍 Kabupaten Karanganyar

#3 - TALBIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI & PENYEMBAH BERHALA

TALBIS IBLIS TERHADAP FILSUF YUNANI & PENYEMBAH BERHALA(melanjutkan pembahasan bab - 5)•┈┈┈┈••❁🌸﷽🌸❁••┈┈┈┈•Ibnu jauzi rahimahullah menyebutkan :"Falasifah seperti Socrates, Plato, Aristoteles, Plotunis, dan lainnya adalah orang-orang yang sangat cerdas. Mereka menulis tentang hal-hal yang terkait dengan perkara hissiyah (nampak), biologi, kimia, atau fisika dengan otak mereka yg luar biasa cerdasnya. Pemikiran mereka tertuang dalam buku yg ditulis bahkan diterjemahkan kedalam bahasa arab terutama di zaman khalifah al-ma'mun, sehingga kaum muslimin kagum melihat pemikiran falasifah." Artinya, hal-hal ini belum pernah dibicarakan oleh kaum muslimin yakni hal detail tentang perkara dunia. Ternyata orang-orang Yunani sudah sampai pemikiran mereka tentang hal-hal tersebut.⚠️ Akan tetapi, yang menjadi masalah ketika berbicara teologi tentang ketuhanan sementara mereka berpangku kepada kecerdasan otak & tidak menyambut nuurun nubuwah (sinar kenabian), kecerdasan para nabi/anbiya/rasul. Mereka ingin memikirkan tuhan secara istiqlal (merdeka), akhirnya mereka ngawur karena otaknya diluar kemampuan untuk berbicara tentang tuhan. 》Otak manusia hanya bisa menangkap tentang tuhan secara global "tuhan itu ada", akal kita bisa mengantarkan bahwa tuhan itu Maha Kuasa. Tapi secara detail 'Tuhan bagaimana, proses penciptaan bagaimana?' tidak bisa diduga-duga.Ibnul Jauzi rahimahullah : mereka kalau berbicara tentang teologi tidak punya landasan 'apa yang mau dijadikan landasan untuk dianalogikan?'. Sehingga mereka jika berbicara tentang hal ghoin itu dengan dzon (persangkaan). Mereka bersendirian dalam pendapatnya, berbicara hanya sekedar konsekuensi dari persangkaan-persangkaan mereka tanpa menengok ajaran para nabi. 》Jika membahas hal duniawi mereka sepakat dalam artian khilafnya tidak seberapa, tapi kalau berbicara tentang ketuhanan maka berbagai macam pendapat dikalangan mereka muncul. 》Ustadz Firanda mengatakan, 'kita tidak usah membahas masalah Allah subhanahu wata'ala, ruh-ruh yang ada pada jasad kita. Karena tidak ada landasan untuk dijadikan pegangan kita bisa berbicara tentang ruh'. Telah dijelaskan pada firman Allah Ta'ala : وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا Artinya:"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, 'Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit'." (Al Isra' : 85) Menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki akses untuk mengetahui hal tersebut secara sempurna & keluasan ilmu yg dimiliki manusia itu sangatlah terbatas. Aqidah Falasifah tentang "Pencipta" ada beberapa madzab: ● Dahriah [ pencipta tidak ada ]● Teori Causa Prima (Sebab Utama) & Qidamul Alam ( keazalian alam). Para tokoh filsuf (Socratees, Plato, Aristoteles) menetapkan alam tercipta dari العلة 'sebab pertama', yakni konsep Causa Prima yang seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan. Yang jadi masalah, mereka tidak menempatkan Causa prima sebagai pencipta. Makanya Dahriah & golongan kedua ini mirip Mereka menganggap alam semesta ini kekal (azali) bersama penciptanya.Pemikiran mereka dirusak oleh logika iblis, diantaranya :1. Sebab-sebab yang sangat sempurna menjadikan akibatnya tidak akan terlambat sehingga munculnya bersamaan. Padahal, akibat itu datang dengan diawali sebab.2. Munculnya akibat (alam) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab. Mereka mengatakan, akibat alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan dari causa prima tetapi terjadi karena sempurnanya causa Prima mengkonsekuensikan adanya alam 》jadi alam adalah hasil dari konsekuensi adanya sebab yang sangat sempurna.- konsekuensi : alam azali, alam juga abadi - ● Madzab yg berkeyakinan "Pencipta itu ada", dalilnya kami melihat alam ini muhdats (dari tidak menjadi ada). Mereka khilaf tentang hakekat pencipta, ada 3 pendapat : 1. Tuhan ketika menciptakan melihat ciptaan nya sudah sempurna, karena takut ada perubahan maka tuhan tsb bunuh diri. 2. Tuhan menciptakan makhluk terlalu hebat, ia lemah dan hanya menonton. 3. Tuhan menyebar dirinya keseluruh alam Falasifah berpendapat tentang Ilmu Pencipta :🍂 Falasifah Yunani "pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya". Logikanya : Tuhan Maha Sempurna dan tidak boleh mikir kecuali yang sempurna juga, yaitu dirinya sendiri. Allah Ta'ala telah menjelaskan pada firman-Nya :اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۖ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ"Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus lagi Mahateliti." (Surah Al Mulk : 14) Beberapa yang terpengaruh dengan pemikiran ini : 1- Ibnu Sina dia katakan "Allah mengetahui makhluk-makhluk Nya secara global (bukan terperinci). Logika Ibnu Sina : makhluk itu berubah-ubah dana da yg buruk, maka tidak pantas Allah memikirkan ini semua. 2- MuktazilahMengatakan 'ilmu Allah dan qudroh Allah adalah dzatnya sendiri. Akidah Falasifah tentang hari kiamat ⬇️Mereka mengingkari kebangkitan jasad dan dikembalikan ruh ke jasad. Surga dan neraka menurut mereka tidak ada.Ibnu Sina terpengaruh dengan logika ini, menurutnya tidak ada kebangkitan jasad tapi hanya ada ruh. Sebab inilah Imam Al Ghazali mengkafirkan Ibnu Sina Talbis Iblis 'Ala Ashhabil Hayakil : Tindakan Iblis dalam memperdaya manusia terhadap penyembah haikal ( bentuk lahiriah) 》Ada sekelompok manusia yang meyakini bahwa benda-benda langit (bulan, planet, dsb) ada ruh yg menempati planet tsb. Gerakan planet mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa di alam ini.• Menurut mereka, semua planet memiliki proyeksi bentuk di atas muka bumi. Planet A seperti hewan A, planet B seperti hewan B, dan seterusnya. Kemudian mereka menyembah planet-planet itu lewat hewan yang mereka anggap sebagai perwakilan dari planet tertentu, yang dapat menghubungkan mereka dengan planet di langit.• Merekapun melakukan kurban yang diperuntukkan untuk planet itu. Misalnya matahari murni, maka mereka mengorbankan anak yang baru lahir. Mereka menganggap itu serupa dan bisa dijadikan korban dan dipersembahkan kepada matahari agar mendatangkan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.Talbis Iblis 'ala 'Ubbadil Asnam (Talbis Iblis terhadap Para Penyembah Berhala)Tipu daya iblis terhadap para penyembah berhala meliputi metode-metode utama berikut: 1. Pengagungan Berlebihan terhadap Orang Saleh• Sejarah berhala pertama: Iblis membisikkan kepada kaum Nabi Nuh bahwa kesedihan atas kematian orang-orang saleh (seperti Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr) akan terobati jika mereka membuat patung orang-orang tersebut sebagai pengingat.• Tahapan tipu daya: Awalnya patung tersebut hanya digunakan untuk mengingat ibadah. Namun, seiring berjalannya waktu dan pergantian generasi, iblis membisikkan agar manusia menyembah patung-patung tersebut secara langsung.》 Penyembahan berhala ini sampai ke jazirah arab, ke suku quraisy. Seorang pemimpin dari kaum Khuza'ah yang bernama Ammar bin Luhay Al Khuza'i membawa berhala ke kota Makkah, kemudian orang-orang menyembahnya. Diantara nama berhala tersebut :- Latta : di Thoif - Manaf : di sahil bakhr - Uzza : di Wadi Nakhla - Hubal : di Ka'bah 》Saking sukanya mereka menyembah berhala, kemana kemana selalu membawa patung-patung. Apabila ketika pergi tidak membawa patung / lupa membawa tuhannya, mereka mencari 4 batu. Dipilihlah 1 yang paling bagus dan dijadikan sebagai tuhan, 3 sisanya mereka gunakan untuk tungku memasak.Kalau tidak menemukan batu, mereka mengumpulkan pasir yang dituangi semacam susu supaya membentuk gundukan dan mereka thawaf. • Tujuan berhala: Iblis menanamkan keyakinan bahwa berhala (baik berupa patung, benda langit seperti matahari/bulan, maupun entitas tertentu) adalah perantara atau wakil yang dapat menyampaikan doa mereka kepada Tuhan yang lebih besar.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #3 talbis iblis terhadap para filsuf Yunani dan penyembah berhala

Talbis iblis #3Talbis iblis terhadap filsuf Yunani dan penyembah berhalaKajian ustadz DR firanda Andirja MA Imam Ibnu Jauzi menyebutkan bahwasanya falasifa ini adalah orang yang sangat cerdas dan mereka menulis hal-hal yg terkait dg perkara2 hissiyah yg nampak(keduniawian) tetapi mereka bermasalah ketika berbicara ttg ketuhanan Krn mereka hanya berpangku pada kecerdasan otak mereka.#aqidah falasifah ttg pencipta 1. Dahriyah (pencipta tidak ada)2. Alam tercipta dari Al ilah (kausa pertama)Dimana kausa pertama tersebut azali bersama alam Krn sebab tersebut sempurna sehingga akibatnya harus bersamaan.3. Pencipta itu adaDalilnya: karena kami melihat alam ini muhdats( dari tidak ada menjadi ada) tetapi mereka memiliki khilaf tentang hakikat penciptaan tersebut.Kesimpulan : semua filsafat Yunani hanya berdasarkan logika mereka Krn mereka tidak mampu memikirkan ttg tuhan ,akal mereka tidak mampu ( terbatas) akhirnya mereka berselisih #talbis iblis tentang ilmu pencipta dalam filsafat YunaniBahwasannya pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya.Syubhat : tuhan maha sempurna dan tidak boleh memikirkan sesuatu yg sempurna pula untuk dirinya.Bantahan dalilnya: Allah mengetahui tentang semua yg Allah ciptakan ,tidak ada satu daun yg jatuhpun kecuali Allah mengetahui.Yang terpengaruh dalam filsafat tersebut adalah• Ibnu Sina ( makhluk itu berubah rubah dan ada yg buruk tidak pantas Allah memikirkan ini semua)• muktazilah (ilmu Allah dan qudroh Allah dalah dzatnya)Kesimpulan: iblis masuk dalam pemikiran filsafat Yunani Krn Dy memikirkan tuhan tanpa ada petunjuk kenabian sehingga secara logika sendiri.#talbis iblis aqidah falasifa tentang hari kebangkitanMengingkari kebangkitan jasad dan mengingkari di kembalikan ruh ke jasadDan mengatakan surga dan neraka tidak ada#talbis iblis terhadap orang orang yang menyembah haikal- Haikal ( benda langit)Meyakini bahwasanya benda langit memiliki ruh sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit#talbis iblis terhadap penyembah berhalaSyubhat: menyembah patung untuk mendekatkan kalian kepada Allah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Para Filsuf Yunani Dan Penyembah Berhala

1. Talbis Iblis Terhadap Kaum Falasifah (Filsuf Yunani) & PengikutnyaLatar Belakang: Tokoh-tokoh filsuf Yunani seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan Plotinus adalah orang-orang yang sangat cerdas. Mereka menulis banyak hal mendetail tentang perkara duniawi yang sifatnya nampak (hissiyah) seperti biologi, kimia, dan fisika.Awal Mula Penyimpangan: Pada zaman Khalifah Al-Ma'mun, buku-buku filsafat ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kaum muslimin saat itu terpesona karena hal-hal mendetail tersebut belum pernah dibahas secara ilmiah di kalangan mereka.Kesalahan Fatal: Masalah besar muncul ketika para filsuf ini mulai berbicara tentang Teologi (Ketuhanan). Mereka hanya bersandar pada kecerdasan otak tanpa mau menerima tuntunan wahyu atau sinar kenabian (Nurun Nubuwwah). Akal manusia memiliki keterbatasan; akal hanya bisa mengetahui keberadaan Tuhan secara global, tetapi tidak akan mampu menebak rincian zat atau cara kerja Tuhan tanpa wahyu. Ketika memaksakan diri, mereka akhirnya hanya berbicara berdasarkan persangkaan (zhunnuun).Analogi dan Keterbatasan Akal Manusia dalam Hal GhaibKetiadaan Landasan Analogi: Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan bahwa ketika kaum falasifah (filsuf) berbicara tentang perkara hissiyah (hal yang nampak/inderawi) seperti biologi, kimia, fisika, atau medis, mereka bisa sepakat karena memiliki landasan objek yang jelas untuk dianalogikan dan diteliti. Namun, ketika mereka mulai berbicara tentang perkara ghaib (Ketuhanan), mereka tidak memiliki landasan empiris sama sekali. Akhirnya, mereka hanya bersandar pada konsekuensi persangkaan semata (zhunnuun) tanpa mau menengok ajaran para nabi, sehingga menimbulkan perselisihan pendapat yang sangat banyak di antara mereka.Tiga Contoh Keterbatasan Akal ManusiaUntuk membuktikan bahwa akal manusia tidak akan mampu mengulik zat Pencipta secara mandiri, terdapat tiga analogi batasan ilmu makhluk:1. Hakikat Ruh ManusiaRuh adalah sesuatu yang selalu ada dan hadir di dalam jasad kita sendiri, namun tidak ada satu pun manusia yang bisa menerangkan unsur pembentuknya, bentuk fisiknya (apakah gemuk/kurus, panjang/pendek), maupun bagaimana cara ia bersemayam di dalam jasad.Jika ada 1.000 pakar biologi, fisika, atau kimia berkumpul untuk memperdebatkan hakikat ruh tanpa dalil, maka akan muncul 1.000 atau bahkan 1.001 pendapat yang berbeda karena tidak adanya landasan ilmiah.Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." (QS. Al-Isra: 85).2. Hakikat Alam JinJin adalah makhluk ghaib yang tingkatannya masih di bawah Khaliq (pencipta), namun akal manusia tetap tidak mampu menjelaskan eksistensinya secara ilmiah.Manusia tidak bisa menjelaskan secara ilmiah bagaimana jin bisa menjelma/mengubah wujud (tasyakkur) menjadi hewan atau wanita cantik, bagaimana jin masuk ke tubuh manusia, menguasai otaknya, hingga berbicara menggunakan pita suara manusia dengan bahasa atau keahlian yang sebelumnya tidak dikuasai oleh orang yang kesurupan tersebut.3. Hakikat Allah Sang KhaliqJika terhadap makhluk yang dekat dengan manusia saja (seperti ruh dan jin) akal sudah angkat tangan dan buntu, maka terlebih lagi ketika akal tersebut dipaksa memikirkan hakikat zat Allah Sang Pencipta (Al-Khaliq).Karena kaum falasifah memaksakan logika mereka tanpa petunjuk wahyu, ucapan mereka menjadi ngawur, menebak-nebak, dan terpecah ke dalam mazhab-mazhab teologi yang saling berselisih.(Catatan pada menit 07:36 selanjutnya berpindah pada papan tulis untuk merinci bagan 3 Mazhab besar Falasifah).A. Aqidah Falasifah tentang “Pencipta”Tiga klasifikasi besar pandangan teologi kaum falasifah:Golongan Dahriyah: Kelompok yang meyakini bahwa Tuhan/Pencipta itu sama sekali tidak ada, dan alam semesta terjadi begitu saja secara alami tanpa ada pencipta.Golongan Teori Causa Prima: Kelompok yang meyakini bahwa alam tercipta dari sebab pertama/al-’illah), diadopsi oleh Socrates, Plato, dan Aristoteles.Definisi Kausa Prima yang Statis: Dalam buku-buku mereka, para filsuf menetapkan adanya satu Sebab Pertama (Causa Prima) yang mereka sebut seakan-akan berfungsi sebagai Tuhan. Mereka mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang sangat simpel, statis, dan tidak berubah.Kesalahan Fatal (Bukan sebagai Pencipta/Khaliq): Letak kekeliruan terbesar para filsuf adalah mereka tidak menempatkan Causa Prima ini sebagai Shani' (Dzat Maha Pencipta yang memiliki kehendak/pilihan untuk menciptakan sesuatu). Akhirnya, pandangan kelompok ini sebenarnya mirip dengan golongan Dahriyah (atheis) yang menganggap Tuhan itu tidak ada.Teori Keberadaan yang Berbarengan (Azali): Para filsuf berpendapat bahwa Causa Prima ini ada bersamaan dengan alam semesta. Artinya, Causa Prima tidak ada lebih dulu baru kemudian menciptakan alam belakangan, melainkan keduanya ada sejak Azali (sejak dahulu kala tanpa awal mula). Hubungan keduanya murni hubungan sebab-akibat yang melekat secara instan.Syubhat Kesempurnaan: Di sinilah iblis masuk ke dalam pemikiran mereka. Iblis membisikkan logika: "Karena Kausa Prima adalah suatu sebab yang sangat sempurna, maka akibat yang muncul dari dirinya tidak boleh terlambat (tidak boleh ada jeda waktu). Akibatnya harus muncul bersamaan dengan sang sebab."Mereka juga menolak bahwa Tuhan menciptakan alam karena kehendak atau keinginan Kausa Prima, melainkan menganggap alam tercipta murni sebagai konsekuensi otomatis dari kesempurnaan Kausa Prima.Maka konsekuensinya yaitu alam semesta ini bersifat Azali (Qadim/sudah ada sejak dulu bersama Tuhan) dan juga abadi.Golongan yang Mengakui Pencipta tapi Bingung: Mereka mengakui adanya pencipta karena melihat alam ini mengalami perubahan (muhdats) dari tiada menjadi ada. Namun, mereka bingung ketika melihat kenyataan ada orang berdoa meminta tolong saat kesusahan (seperti tenggelam) tetapi tidak langsung dibantu, sehingga mereka menyimpulkan logika yang aneh:Pendapat pertama: Tuhan bunuh diri setelah menciptakan alam karena menganggap ciptaan-Nya sudah sangat sempurna dan tidak perlu diubah lagi.Pendapat kedua: Tuhan itu lemah dan sekarang tugas-Nya hanya menonton saja karena alam sudah berjalan otomatis dengan hukum alam (sunnatullah).Pendapat ketiga: Tuhan menyatukan atau menyebarkan diri-Nya ke seluruh alam semesta.B. Pandangan tentang Ilmu PenciptaFalasifah Yunani: Mengatakan bahwa Pencipta tidak berilmu kecuali hanya diri-Nya. Syubhatnya: Karena Tuhan Maha Sempurna, tidak pantas bagi-Nya memikirkan makhluk yang penuh dengan kekurangan. Jika pemikiran ini (Tuhan hanya memikirkan diri-Nya sendiri) diikuti, maka hal tersebut justru merupakan sebuah kekurangan yang nyata bagi Tuhan. Konsekuensi dari pemikiran mereka adalah Tuhan menjadi tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi di alam semesta, tidak tahu apa yang terjadi pada hewan, maupun pada makhluk ciptaan-Nya, karena fokus-Nya terkunci hanya pada diri-Nya sendiri.Pertentangan dengan Aqidah Islam. Pandangan filsuf tersebut dibenturkan dengan aqidah Islam yang menyatakan bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Mengurus, dan meliputi segala sesuatu:QS. Al-An'am: 59 – Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Allah mengetahuinya.QS. Hud: 6 – Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya dan Allah tahu tempat kediamannya.QS. Ghafir: 19 – Allah mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.Kekonyolan Logika Filsuf: Jika Tuhan hanya tahu tentang diri-Nya sendiri, maka makhluk justru menjadi lebih sempurna daripada Tuhan. Perbandingan: Hewan saja tahu tentang Tuhannya, manusia tahu tentang Penciptanya. Kita bisa memikirkan diri kita sendiri, memikirkan anak-pasangan, sekaligus memikirkan Allah dan alam semesta. Sementara menurut para filsuf, daya pikir Tuhan sangat terbatas karena hanya bisa memikirkan diri-Nya saja.Pengaruh terhadap Ibnu Sina: Logika ini mempengaruhi tokoh filsuf muslim Ibnu Sina. Namun, Ibnu Sina memodifikasinya sedikit dengan mengatakan bahwa Allah mengetahui makhluk-makhluk-Nya secara global (kulli), tetapi tidak mengetahui hal-hal yang terperinci (juz'i). Syubhatnya: Makhluk itu berubah-ubah dan ada yang buruk, maka tidak pantas Allah memikirkan semuanya. Pengaruh terhadap Mu'tazilah: Mereka menolak sifat-sifat Allah yang terpisah dari Zat-Nya dan mengatakan bahwa ilmu Allah serta kekuasaan (qudroh) Allah adalah Zat-Nya itu sendiri, demi menjaga konsep keesaan Tuhan menurut logika filsafat mereka.C. Aqidah Falasifah tentang Hari KebangkitanKaum falasifah Yunani mengingkari adanya kebangkitan jasad dan mengingkari dikembalikan kembali ruh ke jasad; mereka meyakini surga dan neraka itu tidak ada. Ibnu Sina terpengaruh: Menurutnya tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh saja. Gara-gara keyakinan ini, Ibnu Sina sampai dikafirkan oleh Al-Ghazali dan ulama lainnya karena bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur'an. Pemikiran ini murni bersandar pada logika yang menganggap mustahil jasad manusia yang sudah hancur, membusuk, menjadi tanah, atau bahkan dimakan hewan laut bisa disatukan kembali secara utuh. Pandangan ini sama persis dengan kekufuran kaum musyrikin Arab jahiliyah yang ditolak di dalam Al-Qur'an (seperti dalam Surat Yasin).2. Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang yang Menyembah Haikal-Haikal (Benda Langit)Ibnul Jauzi menyebutkan adanya sekelompok manusia yang meyakini bahwa planet-planet dan benda-benda langit (seperti matahari, bulan, Mars, Merkurius, dll.) memiliki ruh seperti layaknya jasad manusia.Mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut dan meyakini bahwa pergerakan planet-planet tersebut mengontrol dan mempengaruhi nasib serta peristiwa yang terjadi di bumi.Iblis membisikkan mereka untuk membuat proyeksi atau replika bentuk (Haikal) dari rupa planet-planet tersebut di bumi (misalnya patung yang menyerupai simbol planet tertentu). Replika atau patung di bumi inilah yang akhirnya mereka sembah dan beri sesajen/kurban demi mendapatkan keselamatan atau menghindari kesengsaraan. Bahkan, ada yang tega mengorbankan anak kecil yang suci tanpa dosa demi memuja matahari.3. Talbis Iblis Terhadap Para Penyembah Berhala (‘Abadatil Ashnam)Cara Iblis Merusak Akal: Iblis memanfaatkan kecenderungan dasar manusia yang menyukai visual atau bentuk-bentuk fisik yang indah. Ketika akal manusia mulai mempertanyakan mengapa mereka menyembah patung yang mati, Iblis memasukkan syubhat: "Kalian tidak menyembah patung ini secara langsung, melainkan patung ini adalah sarana/perantara untuk mendekatkan diri kalian kepada Allah". Hal ini terekam dalam Al-Qur'an surah Az-Zumar ayat 3.Asal Muasal Penyembahan Berhala:Zaman Nabi Nuh AS: Bermula dari wafatnya 5 orang saleh (Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr). Masyarakat yang kehilangan mereka membuat patung-patung mereka di tempat ibadah murni hanya untuk mengenang kesalehan mereka dan memotivasi diri agar rajin beribadah. Ketika generasi pertama wafat dan ilmu tauhid mulai dilupakan, Iblis datang menghasut generasi berikutnya bahwa patung-patung orang saleh tersebut dulunya disembah dan dimintai syafaat, sehingga akhirnya patung-patung itu pun mulai disembah.Masuknya Berhala ke Jazirah Arab: Dibawa oleh seorang pemimpin ditaati dari Bani Khuza'ah bernama Amr bin Luhay al-Khuza'ji. Saat berkunjung ke negeri Syam, ia melihat penduduk di sana menyembah berhala dan menganggapnya membawa manfaat. Ia kemudian mengimpor berhala tersebut ke Mekah dan memerintahkan orang-orang untuk menyembahnya, hingga akhirnya setiap kabilah memiliki berhala masing-masing (seperti Lata di Thaif, Uzza di Nakhlah, Manat, Hubal di Ka'bah).Kisah berhala Isaf dan Naila: Awalnya mereka adalah sepasang kekasih dari Yaman yang berzina di dalam Ka'bah saat berhaji. Allah kemudian mengutuk mereka seketika menjadi patung. Awalnya patung mereka dikeluarkan dari Ka'bah untuk dijadikan pelajaran/efek jera bagi orang lain. Namun seiring waktu, iblis memutarbalikkan fakta hingga akhirnya kedua patung penzina ini malah disembah oleh orang-orang Arab jahiliyah.Kekonyolan Penyembahan Berhala: Orang jahiliyah sangat candu menyembah patung, sampai-sampai jika mereka bepergian dan lupa membawa berhalanya, mereka akan mencari batu di jalanan. Jika menemukan 4 batu, 1 batu yang paling bagus dijadikan tuhan untuk disembah, sedangkan 3 lainnya dijadikan tungku batu untuk memasak. Jika tidak menemukan batu, mereka akan mengumpulkan gundukan pasir, menyiramnya dengan semacam susu, lalu melakukan tawaf di sekelilingnya sebagai bentuk penyembahan.Firman Allah dalam Quran Surah Al-A'raf: 195, ‘menyindir’ para penyembah berhala; apakah patung-patung tersebut memiliki kaki untuk berjalan? Punya mata untuk melihat? Punya tangan untuk memukul/memegang? Atau punya telinga untuk mendengar? Kenyataannya, berhala-berhala itu tidak punya semua itu, sedangkan manusia yang menyembahnya justru memiliki fisik yang sempurna. Bagaimana mungkin makhluk yang lebih sempurna secara fisik justru menyembah benda mati yang tidak sempurna? Allah juga berfirman dalam Surah As-Saffat: 95, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat sendiri?" Logika sehat seharusnya menuntut manusia untuk menyembah Dzat yang menciptakan mereka, bukan menyembah benda yang mereka ciptakan sendiri. KesimpulanFenomena ini membuktikan firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 7: "Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." Banyak manusia (termasuk para filsuf dan orang kafir) yang sangat cerdas secara intelektual, ahli dalam perkara dunia, mampu menciptakan penemuan ilmiah, sains, kapal, hingga teknologi yang canggih. Namun, ketika berbicara tentang akidah dan ketuhanan, otak mereka mendadak tidak jalan. Ada yang menyembah nabi, menyembah berhala, menyembah sapi, atau bahkan menjadi atheis. Keindahan dunia luar biasa mereka kuasai, tetapi mereka lalai dan buta terhadap hakikat akhirat.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Talbis Iblis terhadap filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Penyebutan tentang talbis iblis terhadap kaum falasifah (kaum ahli filsafat yunani) dan orang-orang yang mengikuti para pengikut kaum filsafat yunani tersebut.kita sudah singgung sebelumnya tentang para filsuf, di sini imam ibnul jauzi kembali mengulang tentang pemikiran-pemikiran falasifah (bagaimana syaitan masuk dalam pemikiran mereka sehingga mereka ngelantur dalam berbicara teologi tentang ketuhanan)imam ibnul jauzi mengatakan bahwasannya falasifah ini seperti socrates, plato, aristoteles, platunis. mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas dan mereka menulis tentang hal-hal yang terkait dengan perkara-perkara yang nampak (biologi, kimia, fisika) dengan otak mereka yang luar biasa cerdasnya, kemudian pemikiran-pemikiran tersebut tertuangkan dalam buku-buku yang mereka tulis bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa arab terutama di zaman khalifah Al Ma'mun sehingga kaum muslimin terpesona, kagum melihat pemikiran orang-orang falasifah yang luar biasa. artinya hal-hal ini belum pernah dibicarakan oleh kaum muslimin.hal-hal yang begitu detail tentang perkara dunia, tentang biologi, kimia, fisika ternyata orang-orang yunani telah sampai pemikiran mereka tentang hal-hal tsb.tapi yang jadi masalah, ketika mereka kemudian berbicara tentang teologi (ketuhanan) sementara mereka berpangku pada kecerdasan otak mereka dan mereka tidak menyambut sinar kenabian (mereka tidak berusaha melihat penjelasan para nabi, para anbiya, para rasul) dan mereka ingin memikirkan tentang Tuhan secara istiqlal/استقلال (secara merdeka). akhirnya mereka pun ngawur karena otaknya di luar kemampuan untuk berbicara tentang Tuhan. otak kita hanya bisa menangkap tentang Tuhan secara global bahwa Tuhan itu ada (akal kita bisa mengantarkan pada pemahaman bawa Tuhan itu maha kuasa, Tuhan itu maha dahsyat dll) tapi secara detail tentang Tuhan bagaimana, proses penciptaan bagaimana, ini semua tidak bisa diduga-duga.oleh karenanya mereka terjebak dengan dzunnun (ظَنّ)/asumsi mereka, kata ibnul jauzi mereka ketika berbicara tentang teologi, tidak punya landasan. apa yang mau dijadikan landasan untuk dianalogikan. jika berbicara tentang perkara hissiyyah (حِسِّيَّة)/perkara yang bisa diindrawi atau nampak misal biologi, fisika, kimia, medis bisa dianalogi, tapi ketika berbicara tentang sesuatu yang ghaib yang tidak bisa dianalogikakan dengan perkara yang nampak maka ini sulit, sehingga mereka akhirnya hanya berbicara dengan ظَنّ/persangkaan-persangkaan.kata ibnul jauzi: mereka bersendirian dalam otak mereka, akal mereka, pendapat mereka dan mereka berbicara hanya sekedar konsekuensi dari persangkaan-persangkaan mereka tanpa menengok kepada ajaran-ajaran para nabi. akhirnya timbullah berbagai macam pendapat di kalangan mereka.yang menakjubkan ibnul jauzi mengatakan ketika menjelaskan tentang falasi, ketika mereka berbicara tentang perkara yang حِسِّيَّة / yang nampak seperti biologi, kimia, fisika rata-rata mereka sepakat, khilaf mereka tidak seberapa. tetapi ketika mereka sudah berbicara tentang ketuhanan (karena tidak ada landasan) mereka pun banyak khilaf. karena memang akal tidak bisa dijadikan landasan dalam hal ini, misal ruh.. kita tidak bisa jelaskan bentuknya. jika ada 1000 pakar biologi kimia maka akan ada 1000 pendapat karena sesuatu yang tidak nampak.makanya Allah berfirman:وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا(QS Al Isra' :85)artinya :"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit.'"kalau ruh saja kita tidak bisa berbicara tentang ruh, apalagi tentang Allah.misal tentang jin, siapa yang bisa menjelaskan secara ilmiah, jin bisa berubah bentuk dll.maka apalagi tentang sang Khaliq. sang pencipta.ketika kaum falasifah tidak punya landasan, mereka berbicara hanya sekedar persangkaan-persangkaan akhirnya mereka ngawur dan mereka berselisih dengan perselisihan yang sangat banyak.AQIDAH FALASIFAH tentang "Pencipta"Ada beberapa mahzab:🍒Dahriah : pencipta tidak ada  ➡️ alam terjadi begitu saja🍒Pendapat socrates, aristoteles, plato ➡️ Alam tercipta dari العِلَّة "sebab pertama" (kausa prima) 👉🏻 kausa prima ini seakan-akan berfungsi sebagai sebab penciptaan.pendapat ini ada sebab utama tapi sebab utama tersebut datang bersamaan (azali) dengan alam semesta.iblis masuk ke dalam pemikiran mereka, mereka mengatakan bahwa kausa prima adalah suatu sebab yang sangat sempurna. kalau suatu sebab sangat sempurna maka sebab tersebut akibatnya tidak akan terlambat, akibatnya akan bersamaan dengan sang sebab sehingga munculnya bersamaan.▶️secara sederhana : akibat pasti setelah sebab, contoh pena jatuh. kenapa pena jatuh karena dilepas pegangannya. = tidak ada namanya sebab akibat bersamaan. karena kalau bersamaan kita tidak akan bisa bedakan mana akibat mana sebab.⏩️karena mereka kemasukan logika iblis, mereka mengatakan kausa prima ini sangat sempurna. akibat yang muncul dari dia tidak boleh terlambat, harus sama persis dengan sebab tersebut. sehingga melazimkan kata mereka alam ini adala azali bersama alam. (ini permainan logika)kalau dalam islam, Allah berfirman:إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ(QS. Yasin:82)"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah!'Maka jadilah ia."👉🏻ada sebab ada akibat, akibat muncul belakangan setelah sebab. langsung tidak ada jeda.❎kalau orang falasifah sebab dan akibat persis berbarengan, akhirnya sebab yang mereka sebut kausa prima sebagai sebab terjadinya alam semesta ini yang fungsinya seperti Tuhan membuat mereka mengatakan alam semesta azali bersama sebab tersebut.❎yang kedua mereka mengatakan munculnya akibat (alam semesta) dari sebab adalah konsekuensi dari sebab.jadi mereka mengatakan akibat alam semesta ini bukan terjadi karena keinginan kausa prima tetapi dia terjadi merupakan konsekuensi sempurnanya kausa prima tersebut. mengkonsekuensikan adanya alam, jadi alam adalah hasil konsekuensi adanya sebab yang sangat sempurna. (jadi sebab itu konsekuensi dari alam bukan kehendak kausa prima)‼️konsekuensi dari pemahaman mereka:     ❌alam ini azali (kekal)     ❌alam juga abadi➡️ini semua murni logika✅beda kalau kita ummat islam, Tuhan menciptakan Maha Sempurna tidak sesuatupun dan Tuhan ciptakan.🍒Pencipta itu ada, dalilnya karena kami melihat alam ini muhdats (dari tidak ada menjadi ada) ➡️mereka khilaf tentang hakekat pencipta tersebut :1️⃣alam suda sempurna, Tuhan bunuh diri2️⃣makhluq terlalu hebat, Tuhan lemah hanya nonton3️⃣Tuhan menyebar dirinya ke seluruh alam👆🏻akidah falasifah yang disampaikan ibnul jauzi, mereka murni logika iblis main pada mereka, mereka tidak memiliki cahaya kenabian. akal mereka tidak mampu tapi mereka memaksakan memikirkan tentang Tuhan. akhirnya buntu. dan mereka pun berselisih.Ibnul jauzi juga menyampaikan dalam bukunya terkait "ILMU PENCIPTA".🍒Falasifah Yunani : pencipta tidak berilmu kecuali hanya dirinya. (logika semata)👆🏻kenapa mereka berpendapat seperti itu, karena logika syaitan sudah masuk. karena Tuhan sempurna maka Tuhan tidak boleh memikirkan kecuali yang sempurna pula. maka tidak boleh Tuhan memikirkan makhhluknya yang penuh dengan kekurangan, maka yang dia pikirkan dirinya sendiri.‼️logika ini mempengaruhhi ibnu sina, namun lebih mending sedikit karena ibnu sina mengatakan Allahh mengetaui makhluk-makhlukNya secara global (bukan terperinci). ➡️karena ini maka ibnu sina dikafirkan oleh imam al-ghazali.🍒Muktazilah: Ilmu Allah dan Qudroh Allah adalah dzatnya sendiri. karena terpengaruh pemikiran filsafat bahwasannya Tuhan itu simple tidak boleh beragam hanya satu kesatuan, tidak boleh mengatakan dzat dan ilmu tapi ilmu Allahh itu dzatnya Allah itu sendiri.⏩️ini semua gambaran sederhana bahwa iblis masuk dalam pemikiran filsafat karena memikirkan tentang Tuhan tanpa ada petunjuk dari kenabian. karena logika liar. maka salah.AQIDAH FALASIFAH TENTANG HARI KEBANGKITAN.🍒mereka mengingkari kebangkitan jasad, dan mengingkari dikembalikan ruh ke jasad. ➡️surga dan neraka tidak ada.👇🏻Ibnu Sina terpengaruh: tidak ada kebangkitan jasad, yang ada hanya kebangkitan ruh (karena ini juga ibnu sina dikafirkan oleh Imam Al Ghazali)❌ini semua murni logika, logika tidak akan sampai.TALBIS IBLIS TERHADAP PENYEMBAH Ashabul haikal (Benda Langit)bahwa benda-benda langit di luar sana ada ruh-nya dan ruh tersebut menempati planet-planet tersebut dan mempengaruhi terjadinya peristiwa di alam ini. seperti ruh bagi jasad manusia (tapi di alam langit) sehingga mereka memiliki pengagungan terhadap benda-benda langit tersebut.menurut mereka planet memiliki kehidupan lalu diproyeksikan di bumi misal planet mirip hewan tertentu, sehingga mereka akhirnya membentuk هَيْكَل (bentuk).jadi syaitan masuk mempengaruhi pemikiran mereka.TALBIS IBLIS TERHADAP PARA PENYEMBAH BERHALAIblis kali ini masuk terhadap kecintaan manusia terhadap bentuk, suatu bentuk yang indah. akal dibuang agar orang-orang terpengaruh pada bentuk-bentuk kemudian digambarkan kepada mereka bahwasannya patung-patung ini adalah sesembahan yang punya pengaruh kalau disembah.kalau ada sebagian mereka yang menggunakan akalnya kok kita nyembah patung, maka iblis menghiasi lagi dengan berkata "yang kalian sembah ini adalah untuk mendekatkan kalian kepada Allah"▶️asal muasal penyembahan berhala : kisah di zaman nabi nuh ada 5 orang yang sholeh yang senantiasa beribadah di suatu tempat, ketika mereka meninggal maka orang-orang membangun patung dalam rangka untuk mengenal. awalnya bukan untuk disembah, tapi untuk mengenang patung-patung sholeh tersebut kalau dilihat membuat masyarakat termotivasi untuk beribadahh kepada Allah. dan diberi nama sesuai nama orang sholeh tersebut. lama kelamaan berjalannya waktu, ketika generasi yang membangun patung tersebut sudah meninggal dan ilmu sudah dilupakan, tidak ada lagi yang mendakwahkan tauhid. akhirnya datang syaitan mengatakan ini patung-patung disembah agar mendekatkan kalian kepada Allah, dan akhirnya patung disembah. kemudian berkembanglah penyembahan terhadap berhalah sampai pindah ke jazirah arab sampai ke quraisy dibawa oleh seorang yang bernama Amr bin Luhay Al-Khuza'i (pemimpin dari kabilahh bani khuza'ah)Kekonyolan Logika Penyembah Berhala: Orang Quraisy menjadi sangat gemar menyembah batu. Jika mereka sedang bepergian dan kehilangan batu sembahannya, mereka akan mencari batu lain. Bahkan jika tidak ada batu, mereka menumpuk pasir, menyiramnya dengan susu, lalu melakukan tawaf di sekelilingnya.dan sekarang masih banyak penyembah berhala, dan kebanyakan berhala itu adalah orang-orang shalih.harusnya logikanya kita menyembah yang menciptakan kita bukan yang kita ciptakan misal patung.orang kafir:Sangat Ahli dalam Perkara Dunia: Orang-orang kafir digambarkan memiliki kecerdasan luar biasa dalam urusan duniawi Mereka tahu secara detail ilmu sains, mampu menciptakan berbagai penemuan teknologi, membuat kapal, dan menguasai berbagai macam teknologi canggihBodoh dan Tidak Berakal dalam Urusan Akhirat/Akidah: Begitu pembicaraan beralih ke urusan akidah, ketuhanan, dan akhirat, logika serta otak mereka tiba-masing menjadi tidak berjalan. Manusia yang cerdas di bidang dunia ini bisa berakhir dengan menyembah patung yang mereka pahat sendiri, menyembah nabi, menyembah sapi, atau bahkan menjadi ateisAhadidalam firman Allah:“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)👉🏻orang kafir itu sangat ahli dalam perkara dunia. tapi ketika bahas aqidah otak mereka tidak jalan.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya3 Juni 2026
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #3 - Talbis Iblis Terhadap Filsuf Yunani & Penyembah Berhala

Talbis Iblis Terhadap Filsuf YunaniTokoh seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles sangat cerdas dalam ilmu keduniawian. Namun, mereka keliru dan sesat saat membahas Ketuhanan karena hanya mengandalkan logika tanpa bimbingan wahyu kenabian. Pemikiran Sesat tentang Penciptaan: Dahriyyah: Ateis, menolak eksistensi Tuhan dan meyakini alam semesta ada dengan sendirinyaKausa Prima: Meyakini alam semesta bersifat kekal bersamaan dengan penciptanya. Mereka menganggap alam muncul sebagai konsekuensi kesempurnaan Tuhan, bukan karena kehendak TuhanKehilangan Akal: Saat melihat keburukan di dunia, ada filsuf yang beranggapan bahwa Tuhan bunuh diri setelah menciptakan alam yang sempurna, Tuhan itu lemah dan sekadar menonton, atau Tuhan menyatu dengan seluruh alam semestaIlmu Tuhan: Mereka beranggapan Tuhan hanya memikirkan hal yang sempurna dan tidak mengetahui detail makhluk-Nya. Pemikiran ini mempengaruhi Ibnu Sina yang berpendapat Tuhan mengetahui makhluk hanya secara global, bukan terperinciMengingkari Kebangkitan Jasad: Para filsuf mengingkari adanya kebangkitan fisik jasad manusia dan hanya mempercayai kebangkitan roh. Talbis Iblis Terhadap Penyembah Haikal (Benda Langit)Meyakini bahwa benda-benda langit seperti matahari, planet, bintang memiliki roh yang mengatur dan memengaruhi kejadian di bumiMembuat patung atau simbol perwujudan di bumi sebagai bentuk proyeksi benda langit tersebut untuk disembahMelakukan pengorbanan ekstrem, termasuk mengorbankan anak-anak yang tidak berdosa, untuk mencari kebaikan dan menolak keburukan dari benda-benda langit tersebutTalbis Iblis Terhadap Penyembah BerhalaIblis menipu akal manusia dan menggunakan alasan kesyirikan: "Kami menyembah berhala hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah."Sejarah Kesyirikan Pertama: Terjadi pada umat Nabi Nuh (Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya'uq, Nasr). Awalnya patung dibuat sekadar untuk mengenang orang-orang saleh agar termotivasi beribadah. Setelah ilmu agama hilang, generasi berikutnya disesatkan setan untuk menyembahnyaDi Jazirah Arab: Dibawa oleh tokoh bernama 'Amr bin Luhay Al-Khuza'i yang membawa masuk berhala dari Syam ke MekahBerhala Arab: Bertebaran berhala seperti Hubal, Latta, Uzza, Manat, hingga Isaf dan Na'ila (pasangan yang dikutuk menjadi batu karena berzina di Ka'bah, namun oleh generasi setelahnya malah disembah)Kebodohan Akal: Manusia sangat cerdas dalam teknologi dan dunia, namun hilang akal sehatnya dalam urusan akhirat. Mereka memahat patung dengan tangan sendiri untuk dijadikan tuhan yang mereka sembah.

💬 0 komentar📅 3 Jun 2026Baca selengkapnya →