📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat14 jam lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Memohon keamanan negeri (Tafsir Qs. Ibrahim 35-36)

“Memohon Keamanan Negeri dan Keselamatan Iman”① Ayat 35 — Memohon negeri yang amanRingkasan makna: Nabi Ibrahim memohon agar Makkah menjadi negeri yang aman, sekaligus menunjukkan bahwa keamanan adalah nikmat besar dari Allah.② Ayat 36 — Menjaga diri dan keturunan dari kesyirikanPenekanan bahwa Nabi Ibrahim tidak hanya memikirkan keamanan negeri, tetapi juga memohon agar dirinya dan keturunannya dijauhkan dari menyembah berhala. Ini menunjukkan pentingnya keselamatan iman dan tauhid.🌱 Kaedah / PelajaranMintalah keamanan kepada Allah, untuk diri, keluarga, dan negeri.Jaga tauhid, karena keselamatan iman lebih penting daripada sekadar keamanan fisik.Orang tua perlu peduli terhadap iman dan akidah keturunannya.Jangan merasa aman dari kesesatan, bahkan Nabi Ibrahim pun memohon perlindungan dari kesyirikan.Saat menghadapi musibah, berdoa sekaligus berikhtiar, bukan hanya pasrah.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 jam lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 9 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

7. Mencela dan Mengutuk (Part 3)Mencela dan melaknat memiliki banyak variasi dan bentuknya, yakni antara lain:Mencela waktu.Mencela waktu, tatkala tertimpa suatu bencana atau musibah, sepertinya mereka mencela Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena Allah-lah yang mengatur segala sesuatu dengan kuasa dan hikmahnya.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:«“Anak cucu Adam menyakiti-Ku. Ia mencela masa, padahal Akulah pengatur masa. Aku membalikkan siang dan malam.”» [HR. Bukhari dan Muslim]Riwayat lain menyebut:«“Jangan mencela masa, karena sesungguhnya Allah-lah pengatur masa.”»Mencela angin.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Janganlah kalian mencela angin. Bila melihat sesuatu yang tidak kalian suka, ucapkan: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan apa yang diperintahkan kepadanya.”»[HR. Tirmidzi]Mencela ayam.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena sesungguhnya ia membangunkan untuk sholat.”»(Shahihul Jami'), [HR. Abu Dawud]Mencela kutu.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Jangan mencelanya. Mereka adalah sebaik-baik binatang, karena membangunkan kalian untuk mengingat Allah.”»[HR. Tabrani].Mencela hewan.Dari Imran bin Husain radhiyallahu anhu, ia berkata:Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang berada dalam perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang merasa jemu di atas punggung unta. Kemudian wanita itu melaknatnya.Mendengar laknat seperti itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Ambillah apa yang ada padanya dan tinggalkanlah ia karena ia terkutuk.”»Imran berkata:«“Seakan-akan aku melihatnya sekarang, ia perempuan itu berjalan di antara manusia tanpa seorang pun memperhatikannya.”»[HR. Muslim]Mencela demam.Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjenguk Ummu Saib atau Ummu Musyayyab. Lalu berkata:«“Ummu Saib atau Ummu Musyayyab, kenapa kamu gemetar?”»Ia menjawab:«“Demam, semoga Allah tidak memberkahinya.”»Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Jangan mencela demam, karena demam menghapus kesalahan-kesalahan manusia laksana tungku pandai besi menghilangkan kotoran besi.”»[HR. Muslim]

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 jam lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Peran Ayah

Menjadi ayah bukan sekadar hadir untuk mencari nafkah. Ada waktu yang perlu diberikan, ada hati yang perlu dilibatkan, ada anak-anak yang diam-diam sedang menunggu perhatian.Sebab menjadi ayah yang baik memang bukan pekerjaan yang ringan.Tapi mungkin, itulah salah satu pekerjaan terpenting yang Allah titipkan kepada seorang laki-laki. 🤍#jejakpustaka #parenting #ayah #keluarga #catatanicha

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 jam lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 16

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 16 أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ“Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.”Allah menyamakan perbuatan mereka ini seperti jual beli, di mana dalam jual beli seseorang mengeluarkan sesuatu untuk mendapatkan barang. Paling tidak, mengeluarkan sesuatu untuk mendapatkan barang yang baik.Sebaliknya, mereka sudah punya permata, sudah punya emas, malah digunakan untuk membeli pasir. Mereka sudah memiliki petunjuk, tetapi mereka membuangnya untuk membeli kesesatan.Jadi, seakan-akan kesesatan adalah barang yang mereka beli, sedangkan petunjuk adalah harga yang mereka bayarkan.Sebagian orang munafik zaman sekarang, sifat-sifatnya persis seperti orang munafik di zaman Nabi ﷺ. Ini kita harus waspada ketika Allah berbicara tentang orang munafik.Allah berfirman bahwa mereka itu adalah musuh yang sesungguhnya, maka waspadalah.Kenapa dikatakan musuh yang sesungguhnya?Karena KTP mereka Islam, tetapi mereka menyerang Islam dari dalam.Namun, bagaimanapun mereka menyembunyikan kekufuran mereka, kekufuran itu akan terlepas dari lisan-lisan mereka, tulisan-tulisan mereka, dan komentar-komentar mereka.Kalau di zaman Nabi ﷺ sudah ada orang-orang munafik, apalagi di zaman sekarang. Sementara zaman semakin buruk, semakin banyak orang-orang munafik.Cuma bedanya, orang munafik dahulu mereka bersembunyi-sembunyi. Sedangkan orang munafik zaman sekarang, mereka terang-terangan. Makanya disebut dengan zindik oleh Imam Malik rahimahullah ta‘ala.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 jam lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir : QS. Ar-Ra‘d: 30 dan 32–34 Pengutusan Rasul-Rasul kepada Umat Manusia Merupakan Sunnatullah

Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ kepada umat manusia sebagaimana Allah telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat terdahulu.Tugas Rasulullah ﷺ adalah membacakan Al-Qur’an yang Allah wahyukan kepadanya dan menyampaikan risalah Allah kepada manusia.Pengutusan para rasul merupakan sunnatullah. Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada manusia melalui para rasul yang membawa wahyu, peringatan, dan ajakan kepada kebenaran.Para rasul terdahulu juga mengalami pendustaan. Mereka didustakan, diperolok-olokkan, bahkan mendapatkan penganiayaan dari kaumnya. Karena itu, Rasulullah ﷺ memiliki teladan dari para rasul sebelumnya.Pendustaan terhadap Rasulullah ﷺ bukanlah sesuatu yang baru. Para nabi sebelum beliau juga mengalami ujian yang serupa. Hal ini menjadi hiburan bagi Rasulullah ﷺ agar tetap teguh dan bersabar.Para rasul bersabar menghadapi ujian. Mereka tidak berhenti berdakwah karena mendapatkan penolakan, tetapi terus bersabar sampai datang pertolongan Allah.Allah memberikan kesudahan yang baik kepada para rasul dan pengikutnya. Pertolongan Allah dapat datang setelah berbagai ujian dan kesulitan.Umat yang mendustakan rasul harus mengambil pelajaran. Allah telah menunjukkan bagaimana umat-umat terdahulu mendapatkan azab karena terus berada dalam kekufuran dan mendustakan rasul mereka.Kekufuran terhadap Ar-RahmanSebagian umat Nabi Muhammad ﷺ kafir kepada Allah yang memiliki nama Ar-Rahman, yaitu Tuhan Yang Maha Pemurah.Kaum Quraisy bahkan menolak penyebutan Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dalam Perjanjian Hudaibiyah, mereka menolak penulisan Bismillāhir-Rahmānir-Rahīm karena mengatakan bahwa mereka tidak mengenal Ar-Rahman dan Ar-Rahim.Allah menegaskan bahwa Ar-Rahman adalah salah satu nama Allah yang indah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra’: 110 bahwa Allah memiliki Al-Asma’ul Husna, nama-nama yang terbaik.Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman, yang keduanya menunjukkan penghambaan kepada Allah.Sikap Rasulullah ﷺRasulullah ﷺ tetap teguh dalam keimanannya meskipun orang-orang kafir mengingkari Allah.Beliau menyatakan bahwa Allah adalah Rabbnya dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.Rasulullah ﷺ bertawakal hanya kepada Allah dalam seluruh urusannya.Rasulullah ﷺ juga bertobat dan kembali hanya kepada Allah, karena hanya Allah yang berhak menjadi tempat kembali dan tempat memohon ampun.Penentang Rasul Pasti Akan HancurAllah menghibur Rasulullah ﷺ dengan mengingatkan bahwa para rasul sebelum beliau juga pernah diperolok-olokkan.Allah memberikan penangguhan kepada orang-orang kafir. Mereka tidak selalu langsung mendapatkan hukuman meskipun telah mendustakan dan menentang rasul.Penangguhan bukan berarti Allah membiarkan mereka selamanya. Allah memberikan waktu sampai datang ketetapan-Nya.Setelah masa penangguhan berakhir, Allah dapat membinasakan orang-orang yang terus berada dalam kekufuran dan kezaliman.Banyak negeri terdahulu yang penduduknya berbuat zalim kemudian mendapatkan azab Allah.Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Allah memang memberikan penangguhan kepada orang yang zalim, tetapi ketika Allah telah mengazabnya, orang tersebut tidak akan mampu melarikan diri dari hukuman-Nya.Azab Allah terhadap orang-orang zalim adalah sangat pedih dan keras.🌷 Inti PelajaranPengutusan rasul adalah sunnatullah.Para rasul bertugas menyampaikan wahyu Allah.Para rasul pasti menghadapi ujian dan pendustaan.Kesabaran dan keteguhan adalah bekal dalam menghadapi ujian.Allah memberikan pertolongan dan kesudahan yang baik kepada orang-orang yang berada di atas kebenaran.Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.Seorang mukmin harus bertawakal dan bertobat hanya kepada Allah.Penangguhan azab bukan berarti terbebas dari hukuman Allah.Orang yang terus mendustakan kebenaran dan berbuat zalim tidak akan dapat melarikan diri dari pertanggungjawaban di hadapan Allah.Kalimat KunciPara rasul telah menjadi teladan dalam menghadapi pendustaan dan penganiayaan. Maka tetaplah sabar, bertawakal kepada Allah, dan yakin bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang berada di atas kebenaran.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI15 jam lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 11 – Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 11)

1. Tujuan penciptaan manusiaAllah ﷻ berfirman:وَمَا خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعْبُدُوِن“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzāriyāt: 56)Ayat ini menjelaskan hikmah dan tujuan utama penciptaan jin dan manusia, yaitu:Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ﷻ.Jadi, tujuan hidup manusia bukan sekadar mencari kesenangan dunia, harta, kedudukan, atau memenuhi keinginan pribadi, tetapi tujuan yang paling utama adalah beribadah kepada Allah.2. Apa makna “beribadah kepada-Ku”?Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan:ومعنى يَعْبُدُونَ يُوَحِّدُونَMakna “beribadah kepada-Ku” adalah “mentauhidkan Aku.”Artinya, ibadah kepada Allah harus dilakukan dengan mengesakan Allah dalam seluruh ibadah.Bukan hanya beribadah kepada Allah, tetapi juga harus tidak memberikan ibadah kepada selain Allah.3. Ibadah harus disertai tauhidSeseorang tidak disebut sebagai orang yang benar-benar mentauhidkan Allah apabila ia:Beribadah kepada Allah dalam sebagian keadaan.Tetapi memberikan sebagian bentuk ibadah kepada selain Allah.Contohnya, seseorang berdoa kepada Allah, tetapi dalam keadaan tertentu juga berdoa atau meminta pertolongan dalam perkara ibadah kepada selain Allah.Maka masalahnya bukan sekadar “apakah dia pernah menyembah Allah?”Namun pertanyaan yang lebih penting adalah:“Apakah dia mengesakan Allah dalam ibadahnya?”4. Contoh kaum musyrikin QuraisyKaum musyrikin Quraisy sebenarnya mengakui keberadaan Allah dan melakukan sebagian ibadah kepada Allah.Di antara buktinya:Ada orang yang bernama Abdullah, yang berarti “hamba Allah”.Mereka melaksanakan ibadah haji.Dalam keadaan tertentu mereka berdoa kepada Allah.Namun mereka tetap disebut musyrikin, karena mereka tidak mengesakan Allah dalam ibadah.Mereka memberikan sebagian ibadah kepada selain Allah.Jadi, kesalahan mereka bukan semata-mata karena mereka tidak mengenal Allah, tetapi karena mereka menyekutukan Allah dalam ibadah.5. Mereka meminta perlindungan kepada selain AllahDi antara bentuk kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum musyrikin adalah ketika mereka mengalami keadaan tertentu, mereka meminta perlindungan kepada selain Allah.Misalnya:Ketika mengalami musibah, mereka meminta perlindungan kepada jin.Ketika melewati suatu lembah, mereka meminta perlindungan kepada penguasa atau jin yang dianggap menguasai lembah tersebut.Hal ini menunjukkan bahwa sebagian bentuk ibadah mereka diberikan kepada selain Allah.6. Ketika berada dalam keadaan gentingAllah ﷻ menggambarkan keadaan kaum musyrikin ketika berada di tengah laut:فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke daratan, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan Allah.”(QS. Al-‘Ankabūt: 65)Dalam keadaan sangat genting, mereka berdoa hanya kepada Allah.Tetapi setelah Allah menyelamatkan mereka, mereka kembali melakukan kesyirikan.Ini menunjukkan bahwa seseorang bisa saja mengakui Allah dan berdoa kepada Allah, tetapi tetap menjadi musyrik apabila ia tidak mengesakan Allah dalam seluruh ibadahnya.7. Janji mereka ketika tertimpa bahayaAllah juga menyebutkan ucapan mereka:لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ“Sungguh, jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami akan menjadi orang-orang yang bersyukur.”(QS. Yūnus: 22)Ketika berada dalam bahaya, mereka memohon kepada Allah.Namun setelah diselamatkan:فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّAllah menyelamatkan mereka ke daratan, tetapi mereka kembali mempersekutukan Allah.8. Mengapa kaum musyrikin disebut tidak menyembah Allah?Dalam Surah Al-Kāfirūn Allah ﷻ berfirman:لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ“Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah.”Kemudian:وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ“Dan kalian bukan penyembah apa yang aku sembah.”(QS. Al-Kāfirūn: 1–3)Padahal kaum musyrikin Quraisy juga menyembah Allah dalam beberapa keadaan.Lalu mengapa Allah mengatakan bahwa mereka tidak menyembah apa yang Nabi ﷺ sembah?Karena ibadah yang benar harus disertai tauhid.Mereka memang melakukan sebagian ibadah kepada Allah, tetapi karena mereka juga memberikan ibadah kepada selain Allah, maka mereka tidak dianggap sebagai orang yang mentauhidkan Allah dalam ibadah.Inti PelajaranTujuan penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah.Dan makna beribadah kepada Allah bukan hanya sekadar melakukan ibadah kepada-Nya, tetapi:Beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.Dengan kata lain:Ibadah → harus tauhid.Tauhid → mengesakan Allah dalam ibadah.Syirik → memberikan sebagian ibadah kepada selain Allah.Kalimat kunci untuk diingat“Makna يَعْبُدُونَ adalah يُوَحِّدُونَ — menyembah Allah berarti mentauhidkan Allah.”Jadi, pelajaran utama halaqah ini adalah pentingnya tauhid dalam ibadah, karena seseorang belum dianggap benar-benar beribadah kepada Allah apabila ia tidak mengesakan Allah dalam ibadahnya.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 jam lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Bagaimana Membuat Pasangan Terlibat dalam Menerapkan Gentle Discipline?

Bagaimana Membuat Pasangan Terlibat dalam Menerapkan Gentle Discipline?1. Idealnya, diskusikan pengasuhan sejak sebelum anak lahirSama seperti calon orang tua merencanakan proses kelahiran dan memilih perlengkapan bayi, gaya pengasuhan juga sebaiknya dibicarakan sejak awal.Diskusikan nilai dan prinsip pengasuhan bersama pasangan.Bayangkan berbagai situasi yang mungkin terjadi, lalu tentukan bagaimana cara meresponsnya.Bahkan, akan sangat baik jika calon orang tua membuat "rencana pengasuhan" sebagaimana mereka membuat "rencana kelahiran".2. Jika perbedaan pandangan baru muncul setelah memiliki anakJangan langsung berusaha mengubah pasangan.Mulailah dengan:Mengenali dan memahami perasaannya.Mencari tahu alasan di balik keyakinannya.Sering kali seseorang mempertahankan cara pengasuhan tertentu karena itulah cara ia dibesarkan.Misalnya:> "Aku dibesarkan seperti itu, dan aku baik-baik saja."Ketika pasangannya ingin menerapkan cara yang berbeda, ia bisa merasa seolah-olah keluarganya sedang dikritik atau disalahkan.Karena itu:Dengarkan terlebih dahulu.Tanyakan dengan rasa ingin tahu, bukan menghakimi.Contoh pertanyaan:> "Menurutmu, bagaimana cara terbaik menghadapi situasi seperti ini?"> "Apa yang membuatmu berpikir cara itu efektif?"> "Apakah ada pengalaman atau riset yang mendukung pandanganmu?"3. Setelah mendengarkan, sampaikan sudut pandang AndaKetika pasangan sudah merasa didengar, giliran Anda menjelaskan:Apa yang Anda rasakan.Mengapa Anda berpikir demikian.Riset atau informasi yang mendukung pendapat Anda.Sesuaikan juga cara penyampaiannya dengan hal yang disukai pasangan.Mungkin ia lebih suka:Membaca artikel atau buku.Menonton video.Mendengarkan podcast.Mengikuti workshop atau kelas.4. Gunakan bahasa yang tidak menyalahkanCara berbicara sangat menentukan keberhasilan diskusi.Hindari kalimat seperti:> "Kamu sangat kasar ketika kamu membentak."> "Ketika kamu melakukan itu, dia benar-benar ketakutan."Kalimat seperti ini sering membuat pasangan merasa diserang sehingga menjadi defensif.Sebaliknya, gunakan pernyataan yang berfokus pada perasaan Anda.Contohnya:> "Aku merasa tidak nyaman ketika kamu berteriak kepadanya."Pendekatan ini lebih mudah diterima dan membuka ruang dialog yang sehat.5. Mulailah dari perubahan kecilJangan berharap pasangan langsung setuju dengan seluruh konsep gentle discipline.Lebih baik sepakati satu perubahan kecil terlebih dahulu.Contohnya:Tidak lagi menggunakan kata "nakal" selama satu atau dua minggu.Mengurangi ancaman hukuman.Mencoba menggunakan bahasa yang lebih empatik.Fokus pada satu perubahan dalam satu waktu.6. Beri kesempatan pasangan melihat hasilnyaSalah satu kekuatan gentle discipline adalah hasilnya dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari.Memang:Perubahannya tidak selalu cepat.Kadang terasa lambat dan membuat frustrasi.Namun sering kali akan muncul momen ketika pasangan mulai menyadari:> "Wah, ternyata cara ini berhasil."Momen-momen kecil seperti inilah yang sering menjadi titik balik.7. Jaga diskusi tetap terbukaPerubahan gaya pengasuhan bukan proses sekali jadi.Karena itu:Teruslah berdiskusi.Fokus pada satu masalah dalam satu waktu.Hindari saling menyalahkan.Hindari menghakimi.Tujuannya bukan memenangkan perdebatan, tetapi mencari cara terbaik untuk mendampingi anak bersama-sama.8. Cari lingkungan dan role model yang mendukungBertemu dengan orang lain yang juga menerapkan gentle discipline dapat sangat membantu.Terutama jika pasangan bisa melihat contoh nyata dari orang yang:Memiliki latar belakang serupa.Berjenis kelamin sama dengannya.Berhasil menerapkan pendekatan tersebut dalam keluarga mereka.Role model yang nyata sering kali lebih meyakinkan daripada sekadar teori atau nasihat.Inti UtamaJika pasangan belum sejalan dalam menerapkan gentle discipline:1. Dengarkan sebelum meyakinkan.2. Pahami alasan di balik pandangannya.3. Gunakan bahasa yang tidak menyalahkan.4. Mulai dari perubahan kecil.5. Biarkan hasil berbicara.6. Jaga komunikasi tetap terbuka.7. Cari dukungan dan teladan dari lingkungan yang positif.Perubahan tidak harus terjadi sekaligus. Yang terpenting adalah pasangan tetap berjalan ke arah yang sama, selangkah demi selangkah.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 jam lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Bertemanlah dengan Orang yang Baik karena Allah

🌿 Bertemanlah dengan Orang yang Baik karena AllahOrang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Karena itu, orang tua hendaknya memiliki teman-teman yang baik dan berkumpul dalam ketaatan kepada Allah.Ketika anak bertanya tentang teman-teman tersebut, ajarkan bahwa mereka adalah saudara karena Allah dan teman-teman yang baik.🤍 Intinya:Pilihlah lingkungan pertemanan yang baik dan mendukung ketaatan.Tunjukkan kepada anak bahwa persahabatan dapat dibangun karena Allah.Biasakan saling mengunjungi dalam kebaikan.Jadilah teladan bagi anak dalam memilih teman.📚 Sumber:Buku Ingin Anak Anda Rajin Shalat?Karya Musthafa Abul Muathi

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 jam lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Al-Mukhtassar Q.S. Al-Baqarah: 110

Tafsir Al-Mukhtassar Q.S. Al-Baqarah: 110"Dirikanlah shalat secara sempurna dengan melengkapi rukun, wajib, dan sunah-sunahnya, dan keluarkanlah zakat harta kalian untuk orang-orang yang berhak menerimanya. Amal saleh apapun yang kalian kerjakan ketika hidup dan kalian melakukannya sebelum kematian sebagai tabungan untuk kalian, niscaya kalian akan mendapatkan ganjarannya di sisi Allah pada hari kiamat. Allah akan memberi kalian balasan yang setimpal dengan amalan itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, lalu Dia akan membalas setiap orang dengan balasan yang setimpal sesuai amal perbuatannya"

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI18 jam lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Silsilah Ilmiyyah: Beriman Kepada Malaikat Beriman dengan Sifat-Sifat Akhlak Malaikat (Bagian Kedua)

Silsilah Ilmiyyah: Beriman Kepada MalaikatBeriman dengan Sifat-Sifat Akhlak Malaikat (Bagian Kedua)🌿 2. MALUMalu adalah sifat yang mulia. Sifat ini mendorong seseorang untuk: • Meninggalkan perkara yang buruk.• Memiliki dan menjaga akhlak yang mulia.• Malu juga termasuk cabang keimanan.Rasulullah ﷺ bersabda tentang Utsman bin Affan رضي الله عنه:“Apakah aku tidak malu dari seorang laki-laki yang malaikat malu kepadanya?”(HR. Muslim)✨ Pelajaran:Malu merupakan sifat yang indah di antara sifat-sifat malaikat. Hadits tersebut juga menunjukkan keutamaan dan kemuliaan Utsman bin Affan رضي الله عنه di sisi para malaikat.🌿 3. TIDAK SOMBONG UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAHMalaikat memiliki sifat: • Merendahkan diri kepada Allah.• Tidak sombong dalam beribadah kepada-Nya.• Taat dan tunduk kepada Allah.Allah berfirman dalam QS. An-Nisa: 172 bahwa Isa Al-Masih tidak enggan menjadi hamba Allah, demikian pula malaikat-malaikat yang didekatkan. Barangsiapa yang enggan beribadah kepada Allah dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semuanya.🌸 INTI PELAJARAN✅ Malu adalah akhlak yang mulia dan termasuk cabang keimanan.✅ Malaikat memiliki sifat malu.✅ Utsman bin Affan رضي الله عنه memiliki keutamaan dan kemuliaan di sisi para malaikat.✅ Seorang mukmin hendaknya merendahkan diri kepada Allah dan tidak sombong dalam beribadah.✅ Kesombongan dan enggan beribadah kepada Allah adalah perkara yang tercela.Sumber:Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Malaikat – Beriman dengan Sifat-Sifat Akhlak Malaikat (Bagian Kedua).

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI19 jam lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 86

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 86 | Ilmu Allāh ﷻ Telah Mendahului Segala Sesuatu yang Akan Terjadi pada Makhluk-NyaHalaqah 86 | Ilmu Allāh ﷻ Telah Mendahului Segala Sesuatu yang Akan Terjadi pada Makhluk-NyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-86 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَعَلَىٰ العَبْدِDan wajib bagi seorang hamba, setelah itu semuanyaأَنْ يَعْلَمَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى قَدْ سَبَقَ عِلْمُهُ فِي كُلِّ كَائِنٍ مِنْ خَلْقِهِkewajiban seorang hamba adalah meyakini bahwasanya Allāh ﷻ telah mendahului ilmu-Nya di dalam segala sesuatu yang terjadi di antara apa yang Allāh ciptakan.Berkaitan dengan ‘ilmullāh, berarti ini martabah yang pertama, hendaklah dia mengetahui bahasanya ilmu Allāh itu mendahului segala sesuatu yang terjadi di dunia. Tidak mungkin terjadi sesuatu kemudian baru di situ dibarengi dengan ilmu Allāh, atau terjadi sesuatu setelahnya baru Allāh ﷻ mengetahui. Ini keyakinan yang bathil.Yang benar, bahwasanya sebelum terjadi segala sesuatu Allāh ﷻ telah mengetahui sesuatu tersebut. Tidak mungkin Allāh ﷻ dalam keadaan tidak tahu apa yang akan terjadi, berdasarkan Firman Allāh ﷻإِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ(QS. Al-Baqarah: 282)Sesungguhnya Allāh ﷻ Dialah yang mengetahui segala sesuatu, segala sesuatu mencakup yang belum terjadi, maupun yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi.فَقَدَّرَ ذَلِكَ بِمَشِيئَتِهِ تَقْدِيرًا مُحْكَمًا مُبْرَمًاMaka Allāh ﷻ mentakdirkan itu semuanya dengan kehendak Allāh ﷻ, dengan takdir yang kokoh, mubraman ini maknanya hampir sama dengan kokoh, dan ini menunjukkan martabah yang ketiga yaitu bahwasanya segala sesuatu terjadi dengan masyīʾatullāh.Jadi Allāh ﷻ mengetahui, Allāh ﷻ menulis, dan Allāh ﷻ menjadikan sesuatu tadi dengan kehendak-Nya, dan itu semuanya ditakdirkan oleh Allāh ﷻ dengan takdir yang kokoh, yang muhkam, yang mubram, dengan sedetail-detailnya dan terjadi di waktu sesuai dengan apa yang Allāh ﷻ tulis.Tidak ada yang meleset meskipun hanya setitik pun. Ini namanya takdiran muhkanan mubraman, dia adalah takdir yang kokoh yang tidak meleset sedikitpun. Semuanya persis dengan apa yang sudah Allāh ﷻ tulis, seperti yang Allāh ﷻ ketahui, seperti yang Allāh ﷻ tulis dan terjadi dengan masyīʾatullāh.إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ(QS. Yā-Sīn: 82)Semuanya dengan masyīʾatullāh, Sesungguhnya urusan Allāh ﷻ apabila menghendaki sesuatu maka tinggal mengatakan ‘كُنْ’ terjadilah apa yang diinginkan oleh Allāh ﷻ.لَيْسَ فِيهِ نَاقِضٌTidak ada di dalam apa yang sudah Allāh ﷻ takdirkan sebelumnya, nāqidun yang membatalkan, tidak ada yang bisa membatalkan.وَلَا مُعَقِّبٌtidak ada yang bisa menentang, tidak ada yang bisa membatalkan, tidak ada yang bisa menentangnyaوَلَا مُزِيلٌtidak ada yang bisa menghilangkannya,وَلَا مُغَيِّرٌtidak ada yang bisa merubahnyaوَلَامُحَوِّلٌtidak ada yang bisa memindahnyaوَلَا زَائِدٌ وَلَا نَاقِصٌtidak ada yang bisa menambahnya dan tidak ada yang bisa menguranginya.Semuanya sudah ditulis oleh Allāh ﷻ, semuanya sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ dengan takdir yang kokoh, tidak ada yang bisa merubahnyaمِنْ خَلْقِهِ فِي سَمَاوَاتِهِ وَأَرْضِهِtidak ada yang bisa melakukan itu semuanya—membatalkan, menghilangkan, merubah, memindahkan, menambah, mengurangi—di antara hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang bisa melakukannya baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi, sampai malaikat sekalipun tidak ada yang bisa merubahnya. Sampai Nabi yang diutus tidak ada yang bisa merubahnya. Itu semuanya sudah ditetapkan oleh Allāh ﷻ. La tabdīl, tidak ada perubahan di dalam apa yang sudah Allāh ﷻ tulis.وَذَلِكَ مِنْ عَقْدِ الإِيمَانِ وَأُصُولِ المَعْرِفَةِDan yang demikian adalah termasuk aqdil (ikatan) iman dan ini adalah termasuk pondasi mengenal, ini adalah termasuk pondasi keimanan, yaitu tentang masalah beriman dengan takdir. Ini termasuk aqidah iman, ini termasuk pondasi, harus ada di dalam diri kita keimanan dengan takdir dengan cara yang sudah kita sebutkan: beriman dengan ilmu Allāh, beriman dengan apa yang sudah Allāh ﷻ tulis, beriman dengan masyīʾatullāh.Karena ini semua adalah termasuk pondasi keimanan, makanya beriman dengan takdir adalah termasuk arkanul iman, yang dimaksud dengan arkan adalah bagian yang paling penting dari sesuatu. Di antara sekian puluh cabang keimanan, maka iman dengan takdir Allāh ﷻ ini adalah termasuk cabang yang paling tinggi karena dia masuk arkanul iman. Makanya disifati di sini denganعَقْدِ الإِيمَانِ وَأُصُولِ المَعْرِفَةِini adalah termasuk pondasi-pondasi dalam mengenal, yaitu dalam beriman.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 jam lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Yunus Ayat 57

Wahai sekalian manusia! Telah datang kepada kalian Kitab Al-Qur`ān yang berisi peringatan, anjuran, dan larangan. Al-Qur`ān adalah obat penawar untuk penyakit bimbang dan ragu yang bersarang di dalam hati. Al-Qur`ān adalah petunjuk ke jalan yang benar dan ia mengandung rahmat bagi orang-orang yang beriman karena merekalah yang memanfaatkannya.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 jam lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

PERFEKSIONISME

Di balik perfeksionisme, ada emosi yang sedang berjuang untuk diatur.Anak yang berkata:«“Aku seniman terburuk di dunia!”»mungkin sebenarnya sedang kecewa karena hasil gambarnya tidak sesuai bayangan.“Aku payah dalam Matematika!”→ “Aku ingin merasa mampu, tapi aku sedang bingung.”“Aku mengecewakan tim!”→ “Aku terlalu terpaku pada kesalahan dan lupa pada hal-hal yang sudah kulakukan dengan baik.”🌿 JANGAN LANGSUNG MENGGUNAKAN LOGIKAKetika emosi sedang meluap, mengatakan:“Gambarmu sebenarnya bagus.”“Matematika memang sulit.”“Cuma satu tembakan yang gagal.”sering kali tidak membantu.Yang dibutuhkan terlebih dahulu adalah melihat perasaan di balik pikiran hitam-putih dan ucapan yang berlebihan.💬 Coba katakan:“Wah, kamu benar-benar kecewa karena hasilnya tidak seperti yang kamu bayangkan.”---🌱 AJARI ANAK HIDUP DI “WILAYAH ABU-ABU”Anak perfeksionis sering berpikir ekstrem:❌ Berhasil = “Aku hebat!”❌ Gagal = “Aku payah!”Padahal kita ingin mereka belajar:✨ “Aku bisa melakukan sesuatu dengan baik, dan kadang masih perlu belajar.”Tujuannya bukan membuat anak sempurna, tetapi membuat mereka mampu merasa cukup baik.---🌼 PISAHKAN PERILAKU DARI IDENTITASKesalahan yang dilakukan anak bukanlah gambaran tentang siapa dirinya.📚 Salah membaca satu kata≠ “Aku bodoh.”👟 Belum berhasil mengikat tali sepatu≠ “Aku payah.”🎨 Hasil gambar tidak sesuai harapan≠ “Aku seniman buruk.”💬 Orang tua bisa berkata:“Kamu belum berhasil mengikatnya. Itu sesuatu yang kamu lakukan, bukan siapa dirimu. Kamu tetap anak yang hebat dan sedang belajar.”---🌿 NILAI DIRI TIDAK BERGANTUNG PADA KESUKSESANPerfeksionisme membuat anak sulit menikmati proses belajar, karena merasa bahwa dirinya hanya berharga ketika berhasil.Mari bantu anak menemukan:♡ nilai dirinya♡ kemampuan untuk mencoba♡ keberanian untuk gagal♡ kepuasan dalam prosesBukan hanya dari hasil akhir.---🌻 JANGAN BERUSAHA “MENGHILANGKAN” SIFAT PERFEKSIONISKita tidak perlu membuat anak menjadi “tidak perfeksionis.”Sebaliknya, bantu mereka mengenali dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sifat tersebut.Karena di dalamnya juga ada hal positif:✨ dorongan yang kuat✨ pikiran yang tajam✨ keyakinan dan standar tinggiTugas kita adalah membantu anak memanfaatkan kekuatan itu tanpa runtuh di bawah tekanan untuk menjadi sempurna.💬 “Kita tidak perlu menghilangkan bagian dirimu itu. Kita akan belajar bagaimana menggunakannya dengan cara yang lebih nyaman.”🌷 TUJUAN KITA:Bukan anak yang selalu sempurna,tetapi anak yang bisa berkata:“Aku boleh belum sempurna.Aku tetap berharga.Aku bisa terus belajar.”GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati BaikDr. Becky Kennedy

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Orang yang tidak mendapat pancaran nur Ilahi (Ayat 39-40)

Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:39)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Orang yang tidak mendapat pancaran nur Ilahi (Ayat 39-40)Catatan kaki:210811. Orang-orang kafir karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman tidaklah mendapat balasan dari Tuhan di akhirat, walaupun di dunia mereka mengira akan mendapat balasan atas amalan mereka itu.Orang-orang yang kufur kepada Rabb mereka dan mendustakan para Rasul-Nya, semua amalan mereka seperti silaturrahim, membebaskan tawanan dan amalan lainnya yang mereka anggap akan bermanfaat bagi mereka nanti di akhirat laksana fatamorgana. Yakni apa yang terlihat seperti air yang ada di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang sedang dahaga, tetapi bila didatanginya dia tidak mendapatkan air tersebut. Orang-orang kafir menyangkan semua amalannya bisa bermanfaat namun ternyata pada hari kiamat ia tidak mendapatkan pahalanya. Ia mendapati Allah Maha Mengawasi dirinya lalu Dia memberikan balasan amalnya dengan sempurna kepadanya. Dan Allah adalah Dzat yang Mahacepat perhitungan-Nya, maka hendaknya orang yang bodoh tidak mengira bahwa ancaman ini adalah lambat karena ia pasti akan mendatanginya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →