📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 94

Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah : 94Orang-orang yang tidak mau berjihad memerangi orang-orang musyrik itu mengemukakan uzur kepada kalian (orang-orang mukmin) dengan berbohong ketika kalian kembali dari perang Tabuk. Katakan kepada mereka (wahai Rasul), "Janganlah kalian mengemukakan uzur, karena kami tidak lagi mempercayai apa yang kalian katakan. Sesungguhnya, Allah telah memberitahukan kepada kami apa yang sebenarnya kalian lakukan yang membuktikan di sisi kami kedustaan kalian. Allah dan Rasul-Nya akan melihat perbuatan kalian jika kalian bertaubat dari kemunafikan kalian atau tetap di dalamnya. Perbuatan kalian akan di tampakkan kepada orang-orang di dunia. Setelah mati, kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang tidak tersembunyi apa pun (yang lahir maupun batin) dari-Nya. Dia akan memberitahukan seluruh perbuatan kalian dan akan memberikan balasan atas apa yang telah kalian kerjakan di dunia."

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 35 : Wanita Yang Berkah

Materi 35 Wanita Yang Berkah1. Contoh wanita yang mungkin dianggap hina di dunia namun ternyata di akhirat mulia :Suatu hari Atha bin Abi Rabah pernah menyampaikan bahwa Ibnu Abbas berkata :"Wahai Atha maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni surga?" kata Atha "tentu siapa?" kata Ibnu Abbas "inilah wanita penghuni surga, wanita berkulit hitam, kata Nabi " Wanita ini datang kepada Nabi dan berkata "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ini terkena penyakit kejang-kejang, kalau sudah kambuh maka sebagian auratku tersingkap" Yang menjadi perhatian dia adalah dia ingin sembuh agar auratnya tidak tersingkap. Rasul berkata "kalau kau mau aku doakan Allah untukmu, maka kau akan sembuh. Kalau kau mau bersabarlah maka bagimu surga"Dia berkata "aku bersabar ya Rasulullah, tapi kalau kambuh auratku tersingkap. Wahai Rasulullah berdoalah agar auratku tidak tersingkap"2. Kiat-Kiat Agar Seorang Wanita Menjadi Wanita Berkah- Definisi BerkahAl Barakah, Berkah secara bahasa Arab diambil dari kata Al-birkah atau Al-buruk. Al-birkah : semacam danau yang disitu airnya banyak dan menetapAl-buruk : unta menderum, dia duduk menderumSehingga para ulama menyimpulkan bahwa sesuatu dikatakan berkah, barakah, mubarok, adalah jika banyak kebaikan padanya dan menetap. Seperti air zam zam. Jadi kalau dikatakan suatu berkah maka ada banyak kebaikan pada suatu tersebut. Kalau Allah sudah memberkahi sesuatu maka jadilah sesuatu tersebut menjadi sangat berkah.- Wanita terbaik adalah wanita yang berkah bagi orang-orang disekitarnya. - Ketika Nabi Isa digendong ibunya dan berkata : "Allah menjadikan aku berkah dimana pun aku berada"Ada 2 tafsir :- Nabi Isa dikatakan dijadikan berkah oleh Allah karena dia suka mengajarkan kebaikan- Nabi Isa selalu memenuhi kebutuhan orang lain atau selalu membantu orang lain- Nabi bersabda "Sesungguhnya di antara pohon ada sebuah pohon yang keberkahannya seperti seorang muslim, yaitu nakhlah pohon kurma". Karena pohon kurma itu dari ujung atas sampai bawah semuanya bermanfaat. - Maka bahwasanya seorang muslim tidak ada kegiatan yang dia lakukan kecuali bermanfaat. - Maka jika ingin menjadi seorang wanita yang berkah, dia harus selalu produktivitas. Bahwasanya yang dia lakukan bermanfaat entah bagi dirinya, dunianya, akhiratnya, terlebih lagi untuk orang lain suami dan anak-anak nya. Maka dimanapun dia berada, dirindukan kehadiran nya. Karena selalu membawa berkah.- Rasulullah bersabda "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain"1). Wanita yang perhatian (sayang) terhadap anak-anak- Rasulullah bersabda "Sesungguhnya wanita Quraisy (diantaranya Ummu Hani) yang terbaik, yang mengendarai unta, yang perhatian kepada anak-anaknya, dan yang paling baik menjaga harta suaminya"- Ummu Hanin menolak lamaran Nabi karena mau urus anak-anak. Dan Nabi tidak mencelanya, Nabi justru memujinya dengan mengatakan Ini adalah contoh wanita terbaik, wanita Quraisy yang sampai tidak mau menikah karena mau urus anak-anak.2). Wanita yang pandai mengurus harta suaminyaWanita Sholehah : qanitat, menjaga hak suami ketika suami tidak ada. Tafsir para ulama :Menjaga hak suami ketika suami tidak ada : menjaga harga dirinya dan menjaga harta suaminya. Salah satu bentuk menjaga harta suami adalah dengan  tidak boros. - Rasulullah bersabda: "Wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya"

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 35 🌱wanita yang berkah🌱

‎Wanita yang berkah🎙️‎Ustadz Dr. Firanda Andirja,MA‎‎Banyak sekali di zaman sekarang wanita ingin menjadi yang terbaik tetapi bukan terbaik di sisi Allah subhanahu wata'ala tetapi terbaik di mata netizen,terbaik di komunitasnya,banyak wanita yang membranding diri untuk menjadi barang barang mahal agar di akui. Dan banyak orang yang meninjau seseorang dari kekayaaannya.kita sering ketmu dengan seseorang yang berpenampilan wow kita hormat tetapi sebaliknya jika ketemu dengan wanita yang biasa biasa saja maka kita seakan kurang menghormati,inilah sifat manusia karena sifat manusia menjadikan barometer penghormatan kepada orang lain dengan dunia yang di miliki orang tersebut.janganlah sampai seorang wanita sibuk membranding dirinya di depan komunitasnya tetapi lupa untuk menjadi terbaik di sisi Allah subhanahu wata'ala.‎Suatu contoh orang yang di kira hina di dunia tetapi mulia di surga..atho' bin Abi rabbah mengatakan bahwasanya Ibnu Abbas pernah berkata kepadanya:"maukah aku tunjukkan kepada engkau wahai atho', seorang wanita penghuni surga?kata atho': siapakah wanita tersebut?Ibnu Abbas berkata:"inilah wanita penghuni surga berkulit hitam."wanita hitam ini mendatangi nabi dan berkata: "sesungguhnya aku terkena di ganggu jin/terkena penyakit kejang kejang,dan jika lagi kambuh maka sebagian auratku tersingkap.rasulullah berkata:"kalau kau ingin aku berdoa untukmu maka kau akan sembuh,maka kau mau bersabarlah maka bagimu surga."lalu wanita itu berkata:"aku bersabar yaa Rasulullah,tetap jika aku lagi kambuh,akan tersingkap sebagian auratku,maka doakan kepada Allah supaya auratku tidak tersingkap."‎Mungkin jika terjadi di jaman sekarang ada wanita kulit hitam seperti ini akan di rendahkan,tetapi meskipun jika berkulit hitam tetapi dia adalah wanita penghuni surga.‎maka saatnya sekarang kita harus menjadi wanita terbaik di sisi Allah subhanahu wata'ala,bukan terbaik di mata netizen atau komunitas. yang dimana jika kita salah sedikit maka mereka akan berubah total 180 derajat.akan beda dengan jika kita terbaik di sisi Allah ,maka kita akan menjadi terbaik di dunia dan di akhirat.Definisi berkah‎Berkah secara bahasa berarti Sesuatu di katakan berkah jika banyak kebaikan padanya dan menetap.diantara keberkahan adalah menjadi seorang yang paling bermanfaat bagi orang lain terutama bagi suami, anak-anak dan keluarga.wanita terbaik adalah wanita yang berkah membawa kebaikan bagi orang-orang sekitarnya.‎Oleh karenanya nabi Isa berbicara ketika di gendong oleh ibunya"Allah menjadikan aku berkah dimanapun aku berada." Di antara tafsir nya: bahwasanya nabi Isa dijadikan berkah oleh Allah karena mengajarkan kebaikan, dimanapun dia berada dia menyampaikan kebaikan,membantu kebutuhan orang lain‎Pohon kurma kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam keberkahan nya seperti seorang muslim karena pohon kurma semua bagiannya bermanfaat.seorang muslim dan muslimah tidak ada kegiatan yang bagi dia tidak bermanfaat,inilah hukum asal seorang muslim dan muslimah.oleh karena nya jika ingin menjadi wanita yang berkah maka hendaknya beraktifitas yang entah untuk dirinya, dunia nya atau akhirat nya terlebih lagi untuk orang lain, dimanapun dia berada akan dirindukan oleh orang lain.di antara wanita yang berkah contoh nya seperti juwairiyah binti harits.seorang wanita yang sangat cantik jelita dan dia menjadi budak Tsabit dan ingin menebus dirinya sendiri dengan harga yang disepakati.dan dia pun datang kepada nabi untuk meminta bantuan.dan kata nabi shalallahu alaihi wasallam:"maukah engkau aku tunjukkan untuk kebaikan itu semua,aku akan tebus engkau dan aku akan menikahimu."dan ketika juwairiyah sudah di nikahi oleh nabi shalallahu alaihi wasallam,maka para sahabat pun memerdekakan budak budak dari kerabat juwairiyah. Aisyah Radhiyallahuanha berkata:"sungguh ada 100 orang budak merdeka karena juwairiyah,aku tidak mengetahui ada seorang wanita yang paling banyak berkahnya seperti juwairiyah."‎jadi wanita kalau ingin berkah berusaha lah untuk jadi bermanfaat untuk orang lain.jika semua orang senang dengan kedatangan kita maka kita termasuk dalam wanita yang diberkahi.yang paling utama adalah manfaat bagi suami dan anak.‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:" wanita Quraisy adalah sebaik baik wanita yang mengendarai unta karena yang paling lembut kepada anak anak dan paling pintar mengurusi harta suami."•Wanita yang berkah adalah yang pandai mengurus anak-anaknya ‎seperti apakah wanita jaman sekarang?apakah wanita yang sangat dekat dengan anak anaknya,yang mengurus anak-anaknya atau justru wanita yang sibuk dengan main hape,sibuk lihat shopee melulu,anak nangis sedikit di kasih hp,banyak anak-anak terbengkalai,sampai anak tidak di urusi.‎Oleh karenanya seseorang berusaha menjadi wanita yang berkah dengan memperhatikan anak anaknya. Mengurus anak itu dapat pahala,menjadi terbaik di sisi Allah memang tidak bisa di branding di komunitas,karena tidak ada yang melihat bagaimana kita mengurus anak dengan kenakalannya, kemanjaannya.•‎wanita yang berkah adalah wanita yang pandai mengurus harta suami.‎Bukan wanita yang sibuk dengan sosialitanya,sibuk dengan medsosnya,sibuk chating sana sini,sibuk masuk group sana sini. Apalagi di Indonesia ini banyak suami yang menyerahkan seluruh hartanya untuk di kelola istrinya.sampai sampai banyak suami di Indonesia yang meminta uang kepada istrinya karena semua uang di pegang istri.sedangkan di Arab tidak seperti itu,yang mengurus semuanya itu suami bahkan yang belanja pun suaminya,istrinya tinggal memasak di rumah. Oleh karenanya wanita di arab lebih banyak menghargai suaminya karena mereka merasa sangat butuh kepada suaminya.‎Oleh karenanya bagi wanita yang di amanahi untuk memegang harta suami maka kelolalah dengan baik dan carilah pahala di dalam mengelola harta suami.tidak boros,belilah yang sesuai prioritas.kelola harta suami karena allah.diantara bentuk mengelola harta suami adalah tidak boros.‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: wanita yang paling besar keberkahan nya adalah wanita yang paling mudah maharnya.‎Artinya ketika menikah dengan wanita tersebut mudah.paling rendah biaya kehidupannya.‎Maka para wanita bertakwalah kepada Allah ,jangan ikut bergaya hidup hedon (ingin ini ingin itu),selalu ingin yang mewah mewah.•‎Wanita yang berkah itu tidak merepotkan suami. Tidak suka meminta macam macam kepada suami.‎Para shahabiyah terdahulu bekerja untuk suami seperti halnya asma' binti abu bakar dan Fatimah binti Muhammad shalallahu alaihi wasallam.‎Adapun asma' ketika dia menikah dengan zubair dan hidup miskin, sehingga dia harus bantu kudanya zubair dan memikul biji biji kurma dengan jarak 4km dan kemudian dia tumbuk untuk menjadi makanan untanya zubair.dia lakukan sebagai wanita sholihah untuk melayani suaminya dan hal itu mendatangkan keridhoan Allah subhanahu wata'ala.‎Fatimah ketika menikah dengan Ali juga hidup miskin,saking miskinnya selimut mereka hanya ada satu dan di pakai untuk mereka berdua.tidak memiliki pembantu,harus membuat roti sendiri,gandum di giling sendiri sampai tangannya kapalan.‎

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

ketika anak-anak mereka sangat sedih, kadang aktivitas fisik bisa membantu melegakan perasaan sakit.

Orang tua di kelompok kami menemukan bahwa ketika anak-anak mereka sangat sedih, kadang aktivitas fisik bisa membantu melegakan perasaan sakit. Kami telah banyak mendengar tentang kisah-kisah anak-anak yang marah dan merasa lebih tenang setelah meninju bantal, memalu karton belanja, membentuk tanah liat, mengaum seperti singa, atau melempar anak panah. Namun, satu aktivitas yang paling terasa nyaman untuk disaksikan orang tua dan paling memuaskan untuk dilakukan anak-anak adalah dengan menggambarkan perasaan mereka.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Surah Al kahfi dan Tafsir surah Al qamar

Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. (Al-Qamar: 38)Yakni tiada jalan selamat bagi mereka dari azab itu dan tiada tempat untuk melarikan diri bagi mereka dari azab tersebut.Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan se­sungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 39-40)

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Wanita Yang Berkah - Ustadz Dr. Firanda Andrija M.A.

1. Makna Keberkahan dan Kemuliaan HakikiParameter Kemuliaan: Banyak wanita terjebak berusaha menjadi yang terbaik di mata netizen, komunitas, atau grup media sosial dengan memamerkan penampilan dan barang-barang mahal. Kemuliaan yang hakiki bukanlah penilaian manusia, melainkan kedudukan di sisi Allah SWT.Kondisi Hari Kiamat: Hari kiamat berfungsi merendahkan orang yang di dunia terlihat hebat tetapi hampa di hadapan Allah, serta meninggikan orang yang di dunia dianggap biasa/hina namun sangat mulia di akhirat.Makna Berkah: Berkah (barokah) berarti kebaikan yang banyak dan menetap. Wanita yang berkah adalah wanita yang kehadirannya senantiasa membawa kebaikan serta kebermanfaatan bagi orang-orang di sekitarnya.2. Teladan Wanita-Wanita BerkahWanita Berkulit Hitam (Penjaga Aurat & Masjid):Rasulullah SAW mengabarkan bahwa seorang wanita berkulit hitam yang menderita penyakit kejang/epilepsi menjadi penghuni surga karena ia memilih bersabar atas penyakitnya dan sangat menjaga agar auratnya tidak tersingkap saat penyakitnya kumat.Wanita berkulit hitam lainnya dipuji dan disalati langsung oleh Nabi SAW di atas kuburnya karena dedikasinya yang rajin membersihkan masjid.Juwairiyah binti Al-Harits RA: Keberkahannya dirasakan langsung oleh kaumnya (Bani Mustaliq). Saat ia dinikahi Rasulullah SAW, para sahabat memerdekakan lebih dari 100 tawanan perang karena mereka telah menjadi kerabat Nabi SAW.Aisyah RA: Peristiwa hilangnya kalung Aisyah menjadi sebab turunnya syariat tayamum, yang memberikan keringanan dan kebaikan bagi seluruh umat Islam hingga akhir zaman.Fatimah Az-Zahra RA: Bekerja keras mengurus rumah tangga sendiri tanpa pembantu (menggiling gandum, mengambil air, menyapu) hingga fisiknya letih. Rasulullah SAW memujinya sebagai wanita terbaik karena sangat bermanfaat bagi keluarganya.3. Kiat dan Ciri Utama Wanita yang BerkahPerhatian dan Kasih Sayang Kepada Anak:Sebaik-baik wanita (seperti terpuji pada wanita Quraisy) adalah yang paling lembut dan penuh perhatian dalam mengasuh serta mendidik anak-anaknya.Wanita berkah hendaknya tidak menelantarkan anak demi kesibukan media sosial, bersosialita, atau hal-hal duniawi lainnya.Bijak Mengelola Harta Suami:Menjaga kehormatan diri dan amanah harta suami ketika suami tidak ada di rumah.Mengelola keuangan rumah tangga dengan baik, tidak konsumtif, tidak hedon, serta tidak memberatkan suami dengan tuntutan hidup yang mahal.Memudahkan mahar dan biaya kehidupan rumah tangga.Melayani dan Menyenangkan Suami:Berusaha melayani kebutuhan suami (menyiapkan makanan, pakaian, merawat suami) demi meraih keridaan Allah SWT.Menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman dan menentramkan bagi suami, bukan menjadi tempat bertengkar atau menuntut kemewahan.Kesimpulan:Wanita yang berkah adalah wanita yang fokus mengejar keridaan Allah dengan menjadi sosok yang produktif, membawa manfaat besar bagi anak dan suaminya, serta ridha berkhidmat di dalam rumah tangganya.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#35 WANITA YANG BERKAH

Oleh Ust. Dr. Firanda AndirjaKajian ini membahas tentang kriteria dan kiat agar seorang wanita menjadi pribadi yang berkah di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berikut adalah ringkasan detail mengenai poin-poin utama dalam kajian ini:1. Definisi Wanita yang BerkahBerkah berasal dari kata al-birkah atau al-buruk, yang secara harfiah bermakna sesuatu yang mengandung banyak kebaikan dan sifatnya menetap. Wanita yang berkah adalah wanita yang kehadirannya membawa manfaat luas bagi orang di sekitarnya, terutama suami, anak-anak, dan keluarga besarnya.2. Prioritas Orientasi HidupDi zaman modern, banyak wanita terjebak dalam upaya untuk dianggap "terbaik" oleh netizen atau komunitas di media sosial. Mereka seringkali melakukan branding diri dengan barang mewah hanya untuk mendapat pengakuan. Padahal, standar tertinggi seorang wanita adalah penilaian Allah, bukan penilaian manusia. bahwa pada hari kiamat, hakikat kemuliaan seseorang akan terungkap—banyak orang yang terlihat tinggi di dunia justru direndahkan, dan sebaliknya.3. Kiat Menjadi Wanita yang BerkahMenjadi Pribadi yang Bermanfaat (Anfa'uhum lin-nas):Permisalan: Nabi Isa AS menyebutkan dirinya sebagai mubarak (berkah) karena selalu mengajarkan kebaikan dan membantu kebutuhan orang lain di mana pun ia berada.Permisalan: Pohon kurma diibaratkan seperti seorang muslim yang keberkahannya luar biasa karena seluruh bagiannya bermanfaat, mulai dari daun hingga bijinya.Perhatian Terhadap Anak-Anak:Wanita terbaik adalah yang paling lembut dan penuh kasih sayang kepada anak-anaknya. Saat ini, banyak anak yang terbengkalai karena ibu lebih sibuk dengan media sosial atau gaya hidup. Menjadi ibu yang perhatian adalah jihad tersendiri yang bernilai pahala besar di sisi Allah.Permisalan: Kisah Ummu Hani yang menolak lamaran Nabi ﷺ demi berfokus mendidik anak-anaknya. Sikap ini dipuji oleh Nabi dan menjadi bukti bahwa pengorbanan untuk anak adalah ciri wanita berkah.Pandai Mengelola Harta Suami:Wanita yang berkah adalah yang menjaga amanah harta suaminya. Ia tidak boros dan tidak memaksa suami untuk memenuhi gaya hidup hedonis. Ia mengelola keuangan dengan bijak karena memahami bahwa harta adalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban.Permisalan: Kisah Fatimah radhiallahu 'anha yang meski hidup sangat miskin, beliau tetap bekerja keras mengurus rumah tangga, menggiling gandum, dan melayani suami tanpa mengeluh. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai contoh wanita yang paling bermanfaat bagi keluarganya.Menjadi Istri yang Menyenangkan Suami:Wanita yang berkah adalah wanita yang kehadirannya selalu dirindukan oleh suaminya. Ia bersikap lembut, melayani kebutuhan suami (seperti menyiapkan makan dan pakaian), serta menjaga kehormatan diri saat suami tidak ada di rumah.Permisalan: Kisah seorang wanita di Medan yang bahkan saat dalam kondisi sakit parah menjelang ajal, ia masih meminta untuk menyemir sepatu suaminya sebagai wujud bakti dan pelayanan.4. Kesimpulan PentingMenjaga Kehormatan: Seperti kisah wanita berkulit hitam yang meminta didoakan agar penyakitnya sembuh supaya auratnya tidak tersingkap saat ia kejang. Keinginannya bukan sekadar kesembuhan fisik, melainkan menjaga harga diri (aurat) di hadapan Allah.Kekuatan Doa dan Kebaikan: Terkadang, keberkahan datang dari hal-hal yang tidak terduga, seperti kisah kalung Aisyah radhiallahu 'anha yang hilang, namun dari peristiwa tersebut turun syariat tayamum yang menjadi keringanan bagi seluruh umat Islam hingga hari kiamat.endah ea

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Wanita yang berkah

1. Tolok Ukur yang Benar: Keberkahan dan kemuliaan seorang wanita dinilai dari pandangan Allah, bukan dari pengakuan netizen, media sosial, atau standar kemewahan duniawi.2. Makna Wanita Berkah: Wanita yang berkah adalah mereka yang kehadirannya senantiasa membawa banyak kebaikan, produktif, dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.3. Kiat Utama Menjadi Wanita Berkah:A. Perhatian kepada Anak: Penuh kasih sayang, sabar, dan meluangkan waktu untuk mendidik serta mendampingi buah hati.B. Mengelola Harta Suami dengan Bijak: Amanah, tidak boros, dan tidak membebani suami dengan gaya hidup hedonis.C. Melayani Suami: Berkhidmat dengan tulus untuk menciptakan ketenteraman di rumah serta menjaga kehormatan diri saat suami tidak di rumah.D. Teladan Salaf: Meneladani para sahabiah seperti Fatimah radhiallahu 'anha dan Asma binti Abu Bakar yang sabar, tegar, serta ikhlas berkhidmat melayani keluarga demi meraih rida Allah.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Wanita Yang Berkah - Ustadz Firanda Andirja

Menjadi Wanita yang Berkah di Sisi Allah Subhanahu Wa Ta’alaWanita terbaik bukanlah wanita yang dikagumi manusia karena kecantikan, kekayaan, pakaian bermerek, atau penampilan mewah, melainkan wanita yang mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Penilaian manusia bisa berubah, tetapi kemuliaan di sisi Allah adalah yang sesungguhnya dan akan terlihat pada hari kiamat.Jangan Sibuk Menjadi Terbaik di Mata Manusia* Banyak wanita berlomba-lomba memperlihatkan kemewahan agar dihargai oleh lingkungan dan komunitasnya.* Padahal, ukuran kemuliaan bukanlah harta, penampilan, atau popularitas.* Pada hari kiamat, Allah akan menyingkap hakikat manusia. Ada yang dahulu terlihat mulia di dunia tetapi hina di akhirat, dan ada yang dahulu dipandang rendah manusia tetapi mulia di sisi Allah.* Karena itu, jangan sibuk membangun citra di hadapan manusia hingga lupa memperbaiki diri di hadapan Allah.Makna Wanita yang BerkahBarokah adalah sesuatu yang memiliki banyak kebaikan dan kebaikan tersebut terus menetap.Wanita yang berkah adalah wanita yang kehadirannya membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya, terutama suami, anak-anak, dan keluarganya.Seperti pohon kurma yang seluruh bagiannya bermanfaat, seorang muslimah hendaknya menjadikan setiap aktivitasnya bernilai kebaikan, baik untuk dirinya maupun orang lain.Contoh Wanita yang Penuh Berkaha. Wanita berkulit hitam yang dijamin surgaIbnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan seorang wanita yang menderita penyakit kejang-kejang hingga sebagian auratnya tersingkap.Ketika Rasulullah ﷺ menawarkan kesembuhan atau kesabaran dengan balasan surga, wanita tersebut memilih bersabar. Namun, ia meminta agar Allah menjaga auratnya ketika penyakitnya kambuh.Pelajarannya: kemuliaan seorang wanita bukan pada penampilan fisiknya, melainkan pada iman, kesabaran, dan penjagaan kehormatannya.b. Wanita yang membersihkan masjidAda seorang wanita berkulit hitam yang biasa membersihkan masjid. Ketika ia meninggal, Rasulullah ﷺ mencari keberadaannya. Setelah mengetahui bahwa wanita tersebut telah dikuburkan, beliau mendatangi kuburannya dan menyalatkan jenazahnya.Pelajarannya: amalan yang mungkin dianggap sederhana oleh manusia bisa sangat bernilai di sisi Allah.c. Juwairiyah binti Al-HaritsSetelah Rasulullah ﷺ menikahi Juwairiyah, para sahabat membebaskan banyak tawanan dari kaumnya karena mereka merupakan kerabat istri Rasulullah ﷺ.Aisyah radhiyallahu 'anha menyatakan bahwa tidak ada wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah.Pelajarannya: wanita yang berkah adalah wanita yang membawa manfaat luas bagi orang lain.d. Aisyah radhiyallahu 'anhaKetika kalung Aisyah hilang dalam perjalanan, Rasulullah ﷺ dan para sahabat berhenti untuk mencarinya. Karena tidak menemukan air untuk berwudu, turunlah syariat tayamum.Peristiwa tersebut menjadi sebab turunnya keringanan bagi umat Islam.Pelajarannya: sesuatu yang tampaknya menjadi kesulitan bisa menjadi jalan datangnya keberkahan bagi banyak orang.Menjadi Wanita yang Penuh Perhatian kepada AnakRasulullah ﷺ memuji wanita Quraisy karena dua sifat:* Sangat lembut dan penuh kasih sayang kepada anak-anak.* Pandai menjaga dan mengelola harta suami.Seorang ibu yang berkah hendaknya:* Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.* Bersabar menghadapi kenakalan dan tingkah laku mereka.* Meluangkan waktu untuk mendengarkan dan berbicara dengan anak.* Membangun kedekatan emosional agar anak merasa nyaman bersama ibunya.* Tidak membiarkan kesibukan dengan HP, media sosial, dan komunitas membuat anak terabaikan.* Mendidik anak dengan kasih sayang, bukan hanya memberikan HP agar mereka diam.Mengurus dan mendidik anak memang melelahkan, tetapi setiap kesabaran dan pengorbanan yang dilakukan karena Allah bernilai pahala.Pandai Menjaga dan Mengelola Harta SuamiAllah berfirman:“Wanita-wanita salehah adalah wanita yang taat dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka.”(QS. An-Nisa: 34)Di antara bentuk penjagaan tersebut adalah:* Menjaga kehormatan dan kesetiaan kepada suami.* Menjaga harta suami dengan baik.* Tidak boros dan tidak berlebihan dalam berbelanja.* Mendahulukan kebutuhan daripada keinginan.* Mengelola keuangan dengan teratur dan penuh tanggung jawab.* Tidak membebani suami dengan tuntutan gaya hidup mewah dan barang-barang bermerek.Harta yang dipercayakan suami kepada istri adalah amanah yang harus dijaga. Mengelolanya dengan baik karena Allah juga merupakan ladang pahala.Tidak Memberatkan Suami dengan Mahar dan Biaya KehidupanDi antara sifat wanita yang penuh berkah adalah wanita yang mudah maharnya.Para ulama juga menjelaskan bahwa wanita yang berkah adalah wanita yang tidak memberatkan suami dalam biaya kehidupan.Seorang istri hendaknya:* Tidak mengikuti gaya hidup hedonis.* Tidak menjadikan barang bermerek sebagai ukuran kebahagiaan.* Tidak terus-menerus menuntut barang baru.* Bersyukur atas pemberian suami.* Hidup sederhana dan menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan keluarga.Melayani Suami dengan Ikhlas karena AllahKisah Asma binti Abu Bakar dan Fatimah radhiyallahu 'anhuma memberikan teladan tentang pengorbanan seorang istri untuk keluarganya.Asma binti Abu BakarIa membantu suaminya, Zubair bin Awwam, dengan mengurus kuda dan membawa biji kurma dari tempat yang jauh untuk kebutuhan rumah tangga.Fatimah radhiyallahu 'anhaIa menggiling gandum, membuat roti, membersihkan rumah, dan mengambil air hingga tangannya kasar dan tubuhnya kelelahan.Ketika Fatimah meminta pembantu kepada Rasulullah ﷺ, beliau mengajarkan agar Fatimah bersabar dan membimbingnya dengan amalan zikir sebelum tidur.Pelajarannya:* Pekerjaan rumah tangga bukan pekerjaan yang sia-sia.* Memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan melayani keluarga dapat menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah.* Menyayangi anak bukan berarti selalu memanjakan mereka.* Seorang wanita bisa meraih kemuliaan melalui pengabdiannya kepada keluarga.Membuat Suami Merasa Nyaman dan DihargaiIstri yang salehah berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada suaminya.Contohnya:* Menyambut suami dengan senyuman.* Menyiapkan makanan dan minuman.* Berbicara dengan lembut.* Membantu kebutuhan suami.* Menjaga penampilan untuk suami.* Menjaga kehormatan dan hak-hak suami.Aisyah radhiyallahu 'anha bahkan pernah membantu Rasulullah ﷺ menyisir rambut dan memakaikan minyak wangi.Melayani suami hendaknya dilakukan dengan ikhlas karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia.Tetap Menjaga Hubungan Baik dengan Anak dan KeluargaTidak ada kata terlambat untuk memperbaiki hubungan dengan anak-anak.Baik ibu yang masih muda maupun nenek yang sudah lanjut usia hendaknya tetap menjaga kedekatan dengan anak, memberikan kasih sayang, dan memperbaiki hubungan keluarga.Jangan sampai anak merasa jauh dari ibunya karena sejak kecil kurang mendapatkan perhatian dan kedekatan emosional.Allah berfirman:“Dan hendaklah kalian tetap tinggal di rumah-rumah kalian.”(QS. Al-Ahzab: 33)Rumah dapat menjadi ladang pahala bagi seorang wanita ketika ia menjalankan tanggung jawabnya dengan niat mencari keridaan Allah.### Kesimpulan dan NasihatWanita yang berkah bukanlah wanita yang paling kaya, paling cantik, paling terkenal, atau paling mewah penampilannya.Wanita yang berkah adalah wanita yang:* Menjaga iman, kehormatan, dan rasa malunya.* Bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.* Menyayangi dan mendidik anak dengan penuh kesabaran.* Menjaga serta mengelola harta suami dengan amanah.* Tidak memberatkan suami dengan tuntutan duniawi.* Melayani suami dan mengurus rumah tangga dengan ikhlas.* Menjadikan setiap aktivitasnya sebagai jalan untuk mendapatkan pahala.Jangan merasa rendah karena pekerjaan rumah tangga yang tidak terlihat manusia. Bisa jadi, pekerjaan yang tidak pernah mendapat pujian manusia justru menjadi sebab tingginya derajat kita di sisi Allah.Jangan sibuk menjadi wanita terbaik di mata netizen, tetapi berusahalah menjadi wanita terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Karena kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan perjalanan akhirat sangat panjang dan abadi.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Tarbiyatul Abna - Syaikh Musthofa Al Adawi

Melatih Ketaatan pada Anak Sejak KecilPentingnya mendidik anak agar terbiasa taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sejak usia dini. Orang tua hendaknya membimbing anak dengan kasih sayang, keteladanan, kesabaran, dan memperhatikan kemampuan serta kondisi anak.Membiasakan Anak Taat Sejak Kecil* Anak perlu dibiasakan melakukan kebaikan dan ketaatan sejak dini agar menjadi kebiasaan ketika dewasa.* Orang tua hendaknya memberikan pendidikan agama secara bertahap.* Ajarkan anak untuk mengenal perintah dan larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.* Pendidikan harus disertai keteladanan dari orang tua.Jangan Membebani Anak di Luar Kemampuannya* Jangan memberikan tugas atau tuntutan yang melebihi kemampuan anak.* Perhatikan usia, kondisi fisik, dan perkembangan anak.* Berikan tanggung jawab secara bertahap sesuai kemampuannya.* Jangan memaksakan sesuatu hingga anak merasa terbebani dan membenci kebaikan.Perhatikan Kondisi dan Kemampuan Anak* Setiap anak memiliki kemampuan dan kondisi yang berbeda.* Orang tua perlu memahami keadaan anak sebelum memberikan perintah atau tuntutan.* Bimbing anak dengan cara yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahamannya.* Jangan menyamakan kemampuan anak satu dengan yang lainnya.Meringankan Hukuman* Dalam mendidik anak, orang tua hendaknya mengutamakan kelembutan dan kebijaksanaan.* Jangan tergesa-gesa memberikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan.* Berikan nasihat dan penjelasan agar anak memahami kesalahannya.* Tujuan pendidikan bukan sekadar membuat anak takut, tetapi membentuk kesadaran dan akhlak yang baik.Doa Nabi ﷺ kepada Ibnu Abbas* Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, termasuk mendoakan mereka.* Beliau pernah mendoakan Ibnu Abbas agar diberikan pemahaman dalam agama.* Hal ini menunjukkan pentingnya mendoakan kebaikan bagi anak.* Orang tua hendaknya membiasakan mendoakan anak agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat, pemahaman agama, dan petunjuk Allah.Allah Tidak Menyukai Kerusakan* Orang tua harus berhati-hati dalam mendidik dan memperlakukan anak.* Jangan sampai cara mendidik justru merusak akhlak, kepribadian, dan perkembangan anak.* Hindari perkataan dan perlakuan yang menyakiti atau merendahkan anak.* Pendidikan harus membawa kebaikan, bukan menimbulkan kerusakan.Menyayangi Anak Berbuat Baik* Anak yang melakukan kebaikan hendaknya mendapatkan apresiasi dan kasih sayang.* Berikan pujian yang wajar agar anak semakin bersemangat melakukan kebaikan.* Tunjukkan bahwa orang tua menghargai usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya.* Kasih sayang dan perhatian membantu menumbuhkan kepercayaan diri serta kecintaan anak terhadap kebaikan.### Pelajaran Penting bagi Orang Tua* Biasakan anak taat kepada Allah sejak usia dini.* Didik anak secara bertahap sesuai usia dan kemampuannya.* Jangan membebani anak dengan tuntutan di luar kesanggupannya.* Utamakan kelembutan, nasihat, dan keteladanan daripada hukuman.* Perbanyak doa untuk kebaikan dan keshalihan anak.* Hindari cara mendidik yang dapat merusak jiwa dan akhlak anak.* Hargai setiap usaha dan kebaikan yang dilakukan anak.Inti pembahasan: Mendidik anak agar taat bukan berarti memaksakan kehendak orang tua. Ketaatan perlu ditanamkan sejak kecil melalui pembiasaan, kasih sayang, keteladanan, doa, serta pendidikan yang sesuai dengan kemampuan anak.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 144

144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul sebagaimana rasul-rasul sebelumnya yang telah meninggal dunia atau terbunuh. Apakah jika dia meninggal atau terbunuh maka kalian akan keluar dari agama kalian dan meninggalkan jihad?! Barangsiapa di antara kalian yang keluar dari agamanya, maka ia tidak akan menimpakan mudarat sedikitpun kepada Allah, karena Dia Mahakuat lagi Maha Perkasa. Tetapi ia akan mendatangkan mudarat bagi dirinya sendiri dengan menjerumuskan dirinya ke dalam kerugian dunia dan akhirat. Dan Allah akan memberikan balasan yang terbaik kepada orang-orang yang bersyukur kepada-Nya, yaitu dengan meneguhkan hati mereka untuk memegang teguh agama-Nya dan melanjutkan jihad mereka di jalan-Nya.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij: 36

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:36)Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ“Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad).” (QS. Al-Ma’arij : 36)Terdapat dua pendapat di kalangan para ulama tentang makna مُهْطِعِينَ. Pertama, ada yang menyebut bahwa مُهْطِعِينَ makanya adalah مُسْرِعِيْنَ, yaitu cepat/bergegas menuju kepadamu[1]. Kedua, مُهْطِعِينَ maknanya adalah مُعْرِضِيْنَ, yaitu berpaling darimu[2]. Ibnu Katsir rahimahullah berusaha untuk menggabungkan kedua makna ini dengan mengatakan seakan-akan Allah Subhanahu wa ta'ala mengatakan, “Mengapa orang-orang kafir itu bergegas kepadamu Muhammad namun kemudian berpaling darimu”.[3]---Catatan kaki:[1] Lihat Tafsir Ath-Thabari: 23/ 619 dari penafsiran Hasan Al-Bashriy.[2] Lihat Tafsir Al-Qurthubi: 19/ 293 dari penafsiran ‘Athiyyah.[3] Tafsir Ibnu Katsir: 8/ 228.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

PKKTI Halaqah 15

Halaqah yang ke-15 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm yang ditulis oleh Fadhilatu Syaikh Shālih Ibn Abdillāh Ibn Hamad Al-Ushaimi hafidzahullāhu ta’ala.المعقد الثاني عشرSimpul yang ke-12 di antara 20 simpul yang dengannya kita bisa mewujudkan pengagungan terhadap ilmu adalahانتخاب الصحبة الصالحة لهhendaklah kita memilih pertemanan yang baik untuk mendapatkan ilmu tadiاتِّخاذ الزَّميل ضرورةٌ لازمةٌ في نفوس الخلق،mengambil seorang teman itu sesuatu yang harus dalam diri-diri manusia, kita adalah manusia makhluk sosial tidak bisa kita hidup sendiri kita butuh temanفيحتاج طالب العلم إلى معاشرة غيره من الطُّاَّب؛Maka seorang penuntut ilmu itu sangat membutuhkan orang lain, dia butuh bersosial dan bermuamalah dengan orang lain, di antara sesama penuntut ilmu.Dia membutuhkan teman dalam menuntut ilmu tersebut karena sebagaimana telah berlalu bahwasanya ilmu ini adalah berat, dia adalah suatu yang sangat mulia suatu yang sangat berat dan kita tahu bahwasanya untuk mencari ilmu ini bukan dengan berleha-leha kita harus bersungguh-sungguh, kalau kita sendiri maka ini sesuatu yang bisa menyebabkan seseorang mudah futur ketika dia menuntut ilmu dan dia tidak memiliki teman dalam menuntut ilmu.Maka dia membutuhkan teman untuk menuntut ilmu, teman yang satu visi satu misi satu semangat yang dia juga berkeinginan untuk sampai kepada ilmu tadi sehingga ketika kita dalam keadaan lemah melihat teman tersebut dalam keadaan semangat kita pun ikut bersemangat, ketika kita dalam keadaan lemah dia menasehati kita menggandeng kita ayo terus kita melangkah supaya kita sampai kepada ilmu tadi, kita butuh dan memerlukan teman-teman yang seperti itu.Maka termasuk pengagungan kita terhadap ilmu jangan kita sembarangan dalam mencari teman, kita harus mencari teman-teman yang memang satu tujuan satu semangatلِتُعِينَه هٰذه المعاشرة علىٰ تحصيل العلم والاجتهاد في طلبهSupaya pertemanan ini menolong dia membantu dia untuk mendapatkan ilmu dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.Berarti sebaliknya kalau kita memilih sembarang teman kita mendekati teman-teman yang malas misalnya teman-teman yang tidak punya semangat untuk memahami tidak punya semangat untuk bertanya tidak punya semangat untuk menghafal maka ini berarti kurang pengagungan kita terhadap ilmu. Kalau kita memang benar-benar mengagungkan ilmu carilah teman-teman yang sama-sama mengagungkan ilmu sama-sama semangat dalam menuntut ilmuوالزَّمالة في العلم إن سَلِمت من الغوائل نافعةٌ في الوصول إلى المقصودDan pertemanan di dalam ilmu kalau selamat dari perkara-perkara yang merusaknya maka akan bermanfaat, jadi kalau kita benar dalam mencari teman bukan hanya sembarangan tapi kita pilih mana teman yang memang semangat dalam menuntut ilmu, kalau selamat pertemanan tersebut dari kerusakan itu akan bermanfaat bagi kita dalam menyampaikan kita kepada maksud yaitu yang akan membantu kita memudahkan kita untuk sampai kepada ilmu.Berarti sebaliknya teman yang tidak baik maka ini yang akan menghalangi kita dari ilmu ini akan memperlambat kita dari ilmu dan menjadikan kita tidak sampai kepada cita-cita kita untuk menjadi seorang ahlul ilmولا يَحسُنُ بقاصد العا إلَّ ٱنتخاب صحبةٍ صالحةٍ تُعينه؛ فإنَّ للخليل في خليله أثرًاMaka tidak sepantasnya bagi orang yang mengejar sesuatu yang tinggi cita-cita yang mulia, tidak pantas baginya kecuali mencari pertemanan-pertemanan yang shalehah yang akan membantu dia, karena kata beliau kekasih kepada kekasihnya itu memiliki pengaruh, atau seorang kekasih atau teman dekat orang yang sangat dia cintai maka ini memiliki pengaruh terhadap kekasihnya atau orang yang sangat dia cintai.روى أبو داود والتِّرمذيُّ عن أبي هريرة أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم قال: الرَّجل علىٰ دين خليله، فلينظرْ أحدكم من يُخالِلAbu Daud dan juga Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Seseorang itu di atas agama khalilnya, khalil itu adalah bukan hanya sekedar teman tapi dia adalah teman yang sangat-sangat dekat teman yang sangat dia cintai.Maka qaidah (rumusnya) seseorang agama dia ketaatan dia kualitas agama dia itu sama dengan kualitas agama orang yang sangat dia cintai (khalilnya) karena tidak mungkin dia sangat mencintai orang tersebut kecuali ada memang persamaan yang banyak diantara dua orang tadi, karena ada persamaan yang banyak diantara dua orang tadi maka akhirnya dia mencintai dan sangat mencintai sehinggaالرَّجل علىٰ دين خليلهSeseorang itu berada diatas agama khalilnyaفلينظرْ أحدكم من يُخالِلMaka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dia jadikan teman dekat.Masing-masing dari kita melihat siapa teman dekat Ana, siapa orang yang paling Ana cintai yang Ana kadang menyampaikan kepadanya sesuatu yang menjadi rahasia Ana siapa dia itulah Antum, kalau orang tersebut adalah orang yang shaleh orang yang semangat maka itulah Antum tapi kalau orang tersebut adalah orang yang jauh dari agama jauh dari ketaatan kepada Allāh ﷻ maka itulah kurang lebih diri kitaفلينظرْ أحدكم من يُخالِلMaka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dia jadikan khalil.Ini menunjukkan bahwasanya khalil (teman dekat) itu sangat berpengaruh kepada teman dekatnya, kalau kita memang ingin sampai kepada ilmu sampai kepada cita-cita kita yang tinggi untuk mendapatkan ilmu maka hendaklah kita mencari teman-teman yang shalehقال الرَّاغب الأصفهانيُّ: ليس إعداء الجليس لجليسه بمقاله وفعاله فقط، بل بالنَّظر إليهBerkata Ar-Raghib Al-Ashfahaniy tidaklah penularan teman duduk kepada teman duduknya hanya dengan ucapan dan perbuatan saja, seseorang duduk bersama orang lain bisa tertular karena sebab ucapan temannya atau bisa tertular dengan sebab perbuatan temannya, kata Ar-Raghib bukan hanya ucapan dan juga perbuatan sajaبل بالنَّظر إليهbahkan dengan hanya melihat saja itu bisa menular.Teman duduknya belum berbicara dan belum bergerak dia hanya melihat tapi dia adalah teman duduk yang baik misalnya, teman duduk yang shaleh dia belum berbicara belum bergerak apa-apa hanya sekedar dilihat itu sudah mempengaruhi kita, ini adalah orang yang shaleh Ana harus demikian dan demikian, sudah mempengaruhi kita padahal kita hanya sekedar melihat dia dan dia belum berbicara belum berbuat.Sebaliknya orang yang rusak dan dia menjadi teman duduk kita sekedar kita melihat dia juga kita akan bisa terpengaruh dengan orang tersebut padahal dia belum berbicara padahal dia belum berperilaku, hanya sekedar kita melihat orang yang rusak tadi maka ini bisa mempengaruhi.Kalau memang demikian keadaan teman duduk teman akrab maka disini perlu kita memperhatikan siapa teman akrab kita dalam menuntut ilmu, ingat sesuatu yang akan kita cari ini adalah suatu yang sangat mulia, benar-benar kita harus menyeleksi siapa teman yang bisa kita jadikan benar-benar seorang sahabat yang bersama-sama berjalan untuk mendapatkan ilmu.وإنَّما يُختار للصُّحبة من يُعاشِر للفضيلة لا للمنفعة ولا للذَّةDan sesungguhnya dipilih untuk menjadi seorang teman orang yang kita bergaul dengannya karena keutamaannya.Cara mencari teman yang baik adalah kita memilih diantara mereka seorang teman yang kita jadikan teman karena keutamaannya, misalnya keutamaannya dia semangat untuk menuntut ilmu dia memperhatikan ilmunya dia menghafal dia beradab dia terlihat orang yang mengagungkan ilmu berarti ini kita mengambil dia sebagai seorang teman karena keutamaan diaلا للمنفعة ولا للذَّةbukan karena manfaat, mengambil seseorang sebagai teman karena manfaatnya yaitu karena kita ingin mengambil manfaat dari dia karena dia adalah seorang yang kaya misalnya akhirnya kita menjadikan dia sebagai teman, ini berarti berteman karena kita ingin mengambil manfaat dari dia, ini jangan sampai demikianولا للذَّةdan jangan sampai kita mengambil teman karena kita merasa nikmat ketika dekat dengan orang tersebut, mungkin orangnya suka guyon misalnya kemudian kita akhirnya menjadikan dia sebagai teman. Seharusnya kita mencari teman karena keutamaan dia contohnya adalah dia adalah penuntut ilmu yang memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmuفإنَّ عقْد المعاشرة يُبرَم علىٰ هٰذه المطالب الثَّلاثة: الفضيلة، والمنفعة، واللَّذَّةKarena pertemanan itu biasanya berdasarkan tiga perkara ini, ada pertemanan karena fadhilah (keutamaan) teman tersebut, ada pertemanan karena manfa’ah yaitu karena teman tersebut kita bisa ambil manfaat dari dia karena dia punya uang misalnyaواللَّذَّةdan seseorang yang kita jadikan teman karena kita merasa nikmat ketika berteman dengan orang tersebut, yaitu karena dia suka menghibur misalnya.Maka yang bermanfaat adalah kalau kita mengambil seseorang menjadi teman karena keutamaan yang dia miliki, adapun pertemanan yang berdasarkan manfaat dan juga kelezatan atau kenikmatan maka ini terputus dengan sebab berhentinya manfaat yang kita ambil dan dengan sebab kita sudah tidak bisa merasakan kenikmatan bersama dia.Kemudian beliau mengatakanذكره شيخ شيوخنا محمدُ الخضرِ بنُ حسينٍ في رسائل الإصلاحDisebutkan oleh guru dari guru-guru kami Muhammad Al-Khadhir Ibn Husein dalam Rasā’il Al-Ishlah, ini maksudnya adalah tentang masalah bahwasanya pertemanan ini terkadang karena keutamaan terkadang karena manfaat terkadang karena kenikmatan, ini disebutkan oleh guru dari guru-guru beliauفانتخب صديق الفضيلة زميلً؛ فإنَّك تعْرَفُ بهMaka pilihlah seseorang menjadi teman bagimu karena keutamaan yang dia miliki maka engkau akan dikenal dengannya.Yaitu ketika kita memilih seorang teman yang mulia dia memiliki fadhilah memiliki keutamaan maka kita ini akan dikenal baik meskipun kita mungkin tidak sebaik orang tersebut tapi karena kita adalah teman orang yang memiliki keutamaan tadi maka kita akan dikenal sebagai orang yang baik, karena ini adalah temannya si fulan dan si fulan adalah seorang penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh maka kita akan dikenal juga sebagai seorang penuntut ilmu yang bersungguh-sungguhو قال ابنُ مانعْ في إرشاد الطلاب – وهو يوصي طالب العلمDan berkata Ibnu Mani’ rahimahullāh didalam kitab beliau Irsyaduth Thullab dan beliau dalam keadaan memberikan wasiat kepada penuntut ilmuويَحْذَر كلَّ الحذر من مخالطة السُّفهاءHendaklah seorang penuntut ilmu waspada dan benar-benar waspada dari berteman dengan para sufaha’ (orang-orang yang yang mereka tidak menjaga dirinya, melakukan kemaksiatan melakukan perkara-perkara yang tidak bermanfaat)وأهلِ المجون والوقاحةdan orang-orang yang rusakوسيِّئي السُّمعةdan orang-orang yang jelek atau dikenal jelek oleh manusia / masyarakatوالأغبياءdan orang-orang yang ghabi, kurang lebih maknanya adalah orang-orang yang tolol tidak bisa menjaga waktunya atau melakukan perkara-perkara yang sangat tidak bermanfaat melihat sesuatu yang tidak bermanfaat atau melakukan aktivitas-aktivitas yang sama sekali tidak ada manfaatnyaوالبلَداءini hampir sama maknanya dengan al-aghbiya’فإنَّ مخالطتهم سبَبُ الحرمانِ وشقاوةِ الإنسانkarena bercampur dengan mereka, kita tidak menjaga diri kita sebagai seorang penuntut ilmu tidak menjaga pergaulan kita dan kemudian kita menyamakan diri kita dengan mereka orang-orang yang memang tidak memperhatikan waktunya tidak memperhatikan kehormatan dirinya terjerumus dan bergelimang dengan kemaksiatan dikenal jelek oleh masyarakat, maka bercampur baur dengan mereka ini menjadi sebab kita tidak mendapatkan ilmu, karena kita menghinakan ilmu, dengan kita tidak menjaga pergaulan kita dengan orang lain ini berarti kita menghinakan ilmu yang kita bawaوشقاوةِ الإنسانdan ini menjadi kebinasaan dan kecelakaan tersendiri bagi seseorang.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 115 | Ahlus Sunnah Beriman dengan Rukun Iman yang Enam

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-115 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan:وَالإِيمَانُ: هُوَ الإِيمَانُ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِه، وَكُتُبِه، وَرُسُلِه، وَاليَوْمِ الآخِرِ، وَالقَدَرِ، خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، وَحُلْوِهِ وَمُرِّهِ، مِنَ اللهِ تَعَالَىٰ“Sesungguhnya keimanan adalah keimanan kepada Allāh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit, semuanya adalah dari Allāh Ta’ālā.”Di sini beliau kembali menjelaskan bahwasanya di antara aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, bahkan ini merupakan pokok aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, adalah beriman kepada rukun iman yang enam. Dan masing-masing dari rukun iman yang enam ini, Alhamdulillāh, sudah disinggung oleh beliau, kecuali beriman kepada hari akhir, insya Allāh nanti ada waktunya.Beriman kepada Allāh sudah disebutkan berulang kali, seperti beriman dengan nama dan juga sifat-sifat Allāh, beriman dengan Rubūbiyyah Allāh, bahkan ini disebutkan di awal. Beriman dengan Ulūhiyyah Allāh juga telah disebutkan.Beriman kepada malaikat juga sudah disebutkan oleh beliau. Beriman kepada kitab-kitab, termasuk beriman kepada Al-Qur’ān, juga sudah dijelaskan. Beriman kepada para rasul juga sudah disinggung. Beriman kepada takdir juga telah disebutkan berulang kali oleh beliau pada halaman-halaman sebelumnya.Tinggal masalah beriman kepada hari akhir. Sebagian sudah disinggung, seperti masalah syafaat yang disebutkan oleh beliau, kemudian masalah Telaga Nabi ﷺ, ini juga sudah disebutkan sebagian perkara yang berkaitan dengan hari akhir, ada sebagian masalah-masalah yang berkaitan dengan hari akhir sudah disebutkan oleh beliau, seperti masalah Ru’yatullāh ini juga berkaitan dengan hari akhir.Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penulis raḥimahullāh terkadang tidak urut dalam penyebutan. Jadi, terkadang disebutkan secara khusus, kemudian dibahas kembali secara global atau secara umum.Sekarang beliau membahas tentang masalah beriman kepada rasul:وَأَنَحْنُ مُؤْمِنُونَ بِذَلِكَ كُلِّهِ“Dan kami beriman dengan itu semuanya,” yaitu rukun iman yang enam kita beriman dengan semuanya.Ahlussunnah wal Jama’ah mereka beriman dengan seluruh rukun iman yang enam, dan tidak sah keimanan seseorang kalau sampai dia mengingkari salah satu di antara rukun iman yang enam tadi. Kita tidak membeda-bedakan, misalnya beriman kepada Allāh, kemudian mengingkari malaikat, atau beriman kepada Allāh tetapi mengingkari hari akhir.Karena jika seseorang sampai mengingkari salah satu di antara rukun iman yang enam, maka dia telah membatalkan keislamannya. Allāh ﷻ berfirman:إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا ۝ أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allāh dan rasul-rasul-Nya, serta bermaksud membeda-bedakan antara Allāh dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian (dari para rasul itu), dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain),’ serta bermaksud mengambil jalan (tengah) di antara itu (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.” (QS. An-Nisā: 150-151)Orang yang membeda-bedakan, beriman dengan sebagian dan kufur dengan sebagian maka merekalah orang-orang yang benar-benar kufur. Maka ahlussunnah tidak membeda-bedakan di antara rukun iman tersebut. Semua diimani.لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ“Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dari para rasul.”لَا نُفَرِّقُ maksudnya adalah tidak membeda-bedakan, bagaimana penjelasannya?Tidak membedakan di sini berarti beriman dengan sebagian dan kufur dengan sebagian. Percaya dan beriman dengan sebagian rasul tetapi mengingkari sebagian yang lain, ini namanya tafrīq baina ar-rusul (membedakan di antara para rasul), dan ini tidak boleh. Karena mengingkari satu orang rasul sama saja dengan mengingkari seluruh rasul. Mengingkari satu orang rasul mengeluarkan seseorang dari agama Islam.Oleh karena itu, Allāh ﷻ berfirman:آمَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦۚ“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, begitu pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allāh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.'”— (QS. Al-Baqarah: 285)Kita tidak membeda-bedakan diantara para rasul. Semua, kalau itu memang adalah seorang rasul kita benarkan, kita beriman. Dan ini berbeda dengan misalnya ahlul kitab. Orang Yahudi percaya kepada Nabi Mūsa, tetapi mereka mengingkari Nabi ʿĪsā. Maka mereka kufur dengan sebab itu. Orang Nasrani percaya kepada Nabi Mūsa, beriman kepada Nabi ʿĪsā, tetapi tidak percaya kepada Nabi Muḥammad ﷺ. Maka mereka pun kufur karena tidak beriman kepada Nabi Muḥammad ﷺ, meskipun mereka beriman kepada seluruh nabi sebelumnya maka inimengeluarkan seseorang dari agama Islam.Rasūlullāh ﷺ bersabda:وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ“Demi Dzat yang jiwa Muḥammad berada di tangan-Nya, tidaklah mendengar salah seorang dari umat ini, baik itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman kepada apa yang aku bawa, kecuali dia termasuk penduduk neraka.” (HR. Muslim, no. 153)Meskipun sebelumnya dia beriman kepada Nabi Mūsa, Nabi Hārūn, dan Nabi ʿĪsā, tetapi jika tidak beriman kepada Nabi Muḥammad ﷺ, maka dia keluar dari agama Islam, tidak termasuk dalam agama Islam.Sehingga Allāh ﷻ di dalam Al-Qur’ān, ketika menyebutkan umat-umat yang mendustakan rasul mereka, menganggap bahwa tindakan itu adalah mendustakan seluruh para rasul.كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍۢ ٱلْمُرْسَلِينَ“Kaum Lūṭh telah mendustakan para rasul.”— (QS. Asy-Syu‘arā’: 160)Padahal tidak diutus kepada kaum Luth kecuali Nabi Luth ʿalaihissalām.كَذَّبَتْ عَادٌ ٱلْمُرْسَلِينَ“Kaum ‘Ād telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu‘arā’: 123)Padahal tidak diutus kepada mereka kecuali Nabi Hūd, tetapi Allāh ﷻ mengatakan mereka telah mendustakan para rasul. Karena mendustakan satu orang rasul sama saja mendustakan semuanya.Ahlussunnah tidak membeda-bedakan. Semuanya diimani oleh ahlussunnah. Beriman kepada Nabi ʿĪsā bukan berarti kita mengikuti syariat Nabi ʿĪsā. Kita beriman bahwasanya beliau adalah seorang rasul, dan kita beriman bahwasanya syariat yang beliau bawa adalah untuk Bani Isrāʾīl.وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۭا بِرَسُولٍۢ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ “Dan (ingatlah) ketika ‘Īsā putra Maryam berkata, ‘Wahai Bani Isrāʾīl! Sesungguhnya aku adalah utusan Allāh untuk kalian, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad.'”— (QS. As-Shaff: 6)Itu namanya beriman. Kita beriman kepada Nabi Mūsā, bahwa beliau adalah seorang rasul yang diutus kepada Bani Isrāʾīl. Syariat beliau adalah untuk Bani Isrāʾīl. Yang kita diperintahkan untuk beriman dan mengikuti syariat adalah Nabi Muḥammad ﷺ, sebagai rasul terakhir yang diutus untuk seluruh manusia.وَنُصَدِّقُهُمْ كُلَّهُمْ عَلَىٰ مَا جَآءُوا بِهِ“Dan kita membenarkan mereka semuanya sesuai dengan apa yang mereka bawa.”Membenarkan mereka semuanya. Kita benarkan bahwa mereka adalah rasul yang diutus, diwahyukan kepada mereka, dan mereka adalah orang-orang pilihan. Kita benarkan mereka atas apa yang mereka bawa.Jadi, apa yang mereka bawa semuanya adalah haqq. Itu adalah wahyu dari Allāh. Taurat adalah benar, Injīl adalah benar, Ṣuḥuf Ibrāhīm, dan juga kitab-kitab lainnya yang kita tidak mengetahui satu per satu dari kitab-kitab tersebut. Kalau itu dibawa oleh seorang rasul yang diwahyukan kepada mereka, maka itu adalah haqq.Kita harus membenarkan seluruhnya, meskipun kita tidak mengetahui secara terperinci. Tapi kita yakin apa yang mereka bawa adalah haqq dan benar adanya

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Menetapkan Aturan dan Tanggung Jawab Berdasarkan Kemampuan Anak

Orang tua perlu menyesuaikan aturan, tanggung jawab, dan tuntutan dengan tahap perkembangan serta kemampuan anak.Ekspektasi yang realistis terhadap anak:* Wajar jika anak senang berlari-lari.* Anak cenderung memilih makanan yang disukai.* Anak masih egosentris dan belum mampu sepenuhnya memahami sudut pandang orang lain.* Anak belum mampu merapikan barang secara mandiri.Bahkan, remaja dan orang dewasa pun terkadang kesulitan menjaga kerapian kamar. Mereka mungkin baru membersihkannya ketika merasa tidak nyaman, tanpa harus terus-menerus diingatkan.Menyesuaikan tuntutan dengan kemampuan anakMenerima keterbatasan anak bukan berarti membiarkan semuanya berantakan. Orang tua perlu memberikan tanggung jawab secara bertahap sesuai kemampuan anak.Contohnya:* Mulai dengan meminta anak mengembalikan sepuluh benda ke tempatnya.* Anak merapikan lima benda, sementara orang tua membantu lima sisanya.* Secara bertahap, kurangi bantuan hingga anak mampu melakukannya sendiri.Dengan menerima ekspektasi yang realistis, orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat ketika perilaku anak berbeda dari harapan. Sebaliknya, jika tidak bisa menerimanya, orang tua cenderung marah, mengkritik, dan menganggap perilaku anak sebagai sesuatu yang salah.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 15 - "Simpul 12– Mencari Teman Dekat yang Shaleh dalam Menuntut Ilmu"

Halaqah 15:"Simpul 12– Mencari Teman Dekat yang Shaleh dalam Menuntut Ilmu"📚 Kitab: Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm✒️ Karya: Dr. Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamad Al-Ushaimi حفظه لله تعالى🎙Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىالمعقد الثاني عشرSimpul yang ke-12 di antara 20 simpul yang dengannya kita bisa mewujudkan pengagungan terhadap ilmu adalahانتخاب الصحبة الصالحة لهhendaklah kita memilih pertemanan yang baik untuk mendapatkan ilmu tadiاتِّخاذ الزَّميل ضرورةٌ لازمةٌ في نفوس الخلق،mengambil seorang teman itu sesuatu yang harus dalam diri-diri manusia, kita adalah manusia makhluk sosial tidak bisa kita hidup sendiri kita butuh temanفيحتاج طالب العلم إلى معاشرة غيره من الطُّاَّب؛Maka seorang penuntut ilmu itu sangat membutuhkan orang lain, dia butuh bersosial dan bermuamalah dengan orang lain, di antara sesama penuntut ilmu.Dia membutuhkan teman dalam menuntut ilmu tersebut karena sebagaimana telah berlalu bahwasanya ilmu ini adalah berat, dia adalah suatu yang sangat mulia suatu yang sangat berat dan kita tahu bahwasanya untuk mencari ilmu ini bukan dengan berleha-leha kita harus bersungguh-sungguh, kalau kita sendiri maka ini sesuatu yang bisa menyebabkan seseorang mudah futur ketika dia menuntut ilmu dan dia tidak memiliki teman dalam menuntut ilmu.Maka dia membutuhkan teman untuk menuntut ilmu, teman yang satu visi satu misi satu semangat yang dia juga berkeinginan untuk sampai kepada ilmu tadi sehingga ketika kita dalam keadaan lemah melihat teman tersebut dalam keadaan semangat kita pun ikut bersemangat, ketika kita dalam keadaan lemah dia menasehati kita menggandeng kita ayo terus kita melangkah supaya kita sampai kepada ilmu tadi, kita butuh dan memerlukan teman-teman yang seperti itu.Maka termasuk pengagungan kita terhadap ilmu jangan kita sembarangan dalam mencari teman, kita harus mencari teman-teman yang memang satu tujuan satu semangatلِتُعِينَه هٰذه المعاشرة علىٰ تحصيل العلم والاجتهاد في طلبهSupaya pertemanan ini menolong dia membantu dia untuk mendapatkan ilmu dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.Berarti sebaliknya kalau kita memilih sembarang teman kita mendekati teman-teman yang malas misalnya teman-teman yang tidak punya semangat untuk memahami tidak punya semangat untuk bertanya tidak punya semangat untuk menghafal maka ini berarti kurang pengagungan kita terhadap ilmu. Kalau kita memang benar-benar mengagungkan ilmu carilah teman-teman yang sama-sama mengagungkan ilmu sama-sama semangat dalam menuntut ilmuوالزَّمالة في العلم إن سَلِمت من الغوائل نافعةٌ في الوصول إلى المقصودDan pertemanan di dalam ilmu kalau selamat dari perkara-perkara yang merusaknya maka akan bermanfaat, jadi kalau kita benar dalam mencari teman bukan hanya sembarangan tapi kita pilih mana teman yang memang semangat dalam menuntut ilmu, kalau selamat pertemanan tersebut dari kerusakan itu akan bermanfaat bagi kita dalam menyampaikan kita kepada maksud yaitu yang akan membantu kita memudahkan kita untuk sampai kepada ilmu.Berarti sebaliknya teman yang tidak baik maka ini yang akan menghalangi kita dari ilmu ini akan memperlambat kita dari ilmu dan menjadikan kita tidak sampai kepada cita-cita kita untuk menjadi seorang ahlul ilmولا يَحسُنُ بقاصد العا إلَّ ٱنتخاب صحبةٍ صالحةٍ تُعينه؛ فإنَّ للخليل في خليله أثرًاMaka tidak sepantasnya bagi orang yang mengejar sesuatu yang tinggi cita-cita yang mulia, tidak pantas baginya kecuali mencari pertemanan-pertemanan yang shalehah yang akan membantu dia, karena kata beliau kekasih kepada kekasihnya itu memiliki pengaruh, atau seorang kekasih atau teman dekat orang yang sangat dia cintai maka ini memiliki pengaruh terhadap kekasihnya atau orang yang sangat dia cintai.روى أبو داود والتِّرمذيُّ عن أبي هريرة أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم قال: الرَّجل علىٰ دين خليله، فلينظرْ أحدكم من يُخالِلAbu Daud dan juga Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Seseorang itu di atas agama khalilnya, khalil itu adalah bukan hanya sekedar teman tapi dia adalah teman yang sangat-sangat dekat teman yang sangat dia cintai.Maka qaidah (rumusnya) seseorang agama dia ketaatan dia kualitas agama dia itu sama dengan kualitas agama orang yang sangat dia cintai (khalilnya) karena tidak mungkin dia sangat mencintai orang tersebut kecuali ada memang persamaan yang banyak diantara dua orang tadi, karena ada persamaan yang banyak diantara dua orang tadi maka akhirnya dia mencintai dan sangat mencintai sehinggaالرَّجل علىٰ دين خليلهSeseorang itu berada diatas agama khalilnyaفلينظرْ أحدكم من يُخالِلMaka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dia jadikan teman dekat.Masing-masing dari kita melihat siapa teman dekat Ana, siapa orang yang paling Ana cintai yang Ana kadang menyampaikan kepadanya sesuatu yang menjadi rahasia Ana siapa dia itulah Antum, kalau orang tersebut adalah orang yang shaleh orang yang semangat maka itulah Antum tapi kalau orang tersebut adalah orang yang jauh dari agama jauh dari ketaatan kepada Allāh ﷻ maka itulah kurang lebih diri kitaفلينظرْ أحدكم من يُخالِلMaka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dia jadikan khalil.Ini menunjukkan bahwasanya khalil (teman dekat) itu sangat berpengaruh kepada teman dekatnya, kalau kita memang ingin sampai kepada ilmu sampai kepada cita-cita kita yang tinggi untuk mendapatkan ilmu maka hendaklah kita mencari teman-teman yang shalehقال الرَّاغب الأصفهانيُّ: ليس إعداء الجليس لجليسه بمقاله وفعاله فقط، بل بالنَّظر إليهBerkata Ar-Raghib Al-Ashfahaniy tidaklah penularan teman duduk kepada teman duduknya hanya dengan ucapan dan perbuatan saja, seseorang duduk bersama orang lain bisa tertular karena sebab ucapan temannya atau bisa tertular dengan sebab perbuatan temannya, kata Ar-Raghib bukan hanya ucapan dan juga perbuatan sajaبل بالنَّظر إليهbahkan dengan hanya melihat saja itu bisa menular.Teman duduknya belum berbicara dan belum bergerak dia hanya melihat tapi dia adalah teman duduk  yang baik misalnya, teman duduk yang shaleh dia belum berbicara belum bergerak apa-apa hanya sekedar dilihat itu sudah mempengaruhi kita, ini adalah orang yang shaleh Ana harus demikian dan demikian, sudah mempengaruhi kita padahal kita hanya sekedar melihat dia dan dia belum berbicara belum berbuat.Sebaliknya orang yang rusak dan dia menjadi teman duduk kita sekedar kita melihat dia juga kita akan bisa terpengaruh dengan orang tersebut padahal dia belum berbicara padahal dia belum berperilaku, hanya sekedar kita melihat orang yang rusak tadi maka ini bisa mempengaruhi.Kalau memang demikian keadaan teman duduk teman akrab maka disini perlu kita memperhatikan siapa teman akrab kita dalam menuntut ilmu, ingat sesuatu yang akan kita cari ini adalah suatu yang sangat mulia, benar-benar kita harus menyeleksi siapa teman yang bisa kita jadikan benar-benar seorang sahabat yang bersama-sama berjalan untuk mendapatkan ilmu.وإنَّما يُختار للصُّحبة من يُعاشِر للفضيلة لا للمنفعة ولا للذَّةDan sesungguhnya dipilih untuk menjadi seorang teman orang yang kita bergaul dengannya karena keutamaannya.Cara mencari teman yang baik adalah kita memilih diantara mereka seorang teman yang kita jadikan teman karena keutamaannya, misalnya keutamaannya dia semangat untuk menuntut ilmu dia memperhatikan ilmunya dia menghafal dia beradab dia terlihat orang yang mengagungkan ilmu berarti ini kita mengambil dia sebagai seorang teman karena keutamaan diaلا للمنفعة ولا للذَّةbukan karena manfaat, mengambil seseorang sebagai teman karena manfaatnya yaitu karena kita ingin mengambil manfaat dari dia karena dia adalah seorang yang kaya misalnya akhirnya kita menjadikan dia sebagai teman, ini berarti berteman karena kita ingin mengambil manfaat dari dia, ini jangan sampai demikianولا للذَّةdan jangan sampai kita mengambil teman karena kita merasa nikmat ketika dekat dengan orang tersebut,  mungkin orangnya suka guyon misalnya kemudian kita akhirnya menjadikan dia sebagai teman. Seharusnya kita mencari teman karena keutamaan dia contohnya adalah dia adalah penuntut ilmu yang memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmuفإنَّ عقْد المعاشرة يُبرَم علىٰ هٰذه المطالب الثَّلاثة: الفضيلة، والمنفعة، واللَّذَّةKarena pertemanan itu biasanya berdasarkan tiga perkara ini, ada pertemanan karena fadhilah (keutamaan) teman tersebut, ada pertemanan karena manfa’ah yaitu karena teman tersebut kita bisa ambil manfaat dari dia karena dia punya uang misalnyaواللَّذَّةdan seseorang yang kita jadikan teman karena kita merasa nikmat ketika berteman dengan orang tersebut, yaitu karena dia suka menghibur misalnya.Maka yang bermanfaat adalah kalau kita mengambil seseorang menjadi teman karena keutamaan yang dia miliki, adapun pertemanan yang berdasarkan manfaat dan juga kelezatan atau kenikmatan maka ini terputus dengan sebab berhentinya manfaat yang kita ambil dan dengan sebab kita sudah tidak bisa merasakan kenikmatan bersama dia.Kemudian beliau mengatakanذكره شيخ شيوخنا محمدُ الخضرِ بنُ حسينٍ في رسائل الإصلاحDisebutkan oleh guru dari guru-guru kami Muhammad Al-Khadhir Ibn Husein dalam Rasā’il Al-Ishlah, ini maksudnya adalah tentang masalah bahwasanya pertemanan ini terkadang karena keutamaan terkadang karena manfaat terkadang karena kenikmatan, ini disebutkan oleh guru dari guru-guru beliauفانتخب صديق الفضيلة زميلً؛ فإنَّك تعْرَفُ بهMaka pilihlah seseorang menjadi teman bagimu karena keutamaan yang dia miliki maka engkau akan dikenal dengannya.Yaitu ketika kita memilih seorang teman yang mulia dia memiliki fadhilah memiliki keutamaan maka kita ini akan dikenal baik meskipun kita mungkin tidak sebaik orang tersebut tapi karena kita adalah teman orang yang memiliki keutamaan tadi maka kita akan dikenal sebagai orang yang baik, karena ini adalah temannya si fulan dan si fulan adalah seorang penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh maka kita akan dikenal juga sebagai seorang penuntut ilmu yang bersungguh-sungguhو قال ابنُ مانعْ في إرشاد الطلاب – وهو يوصي طالب العلمDan berkata Ibnu Mani’ rahimahullāh didalam kitab beliau Irsyaduth Thullab dan beliau dalam keadaan memberikan wasiat kepada penuntut ilmuويَحْذَر كلَّ الحذر من مخالطة السُّفهاءHendaklah seorang penuntut ilmu waspada dan benar-benar waspada dari berteman dengan para sufaha’ (orang-orang yang yang mereka tidak menjaga dirinya, melakukan kemaksiatan melakukan perkara-perkara yang tidak bermanfaat)وأهلِ المجون والوقاحةdan orang-orang yang rusakوسيِّئي السُّمعةdan orang-orang yang jelek atau dikenal jelek oleh manusia / masyarakatوالأغبياءdan orang-orang yang ghabi, kurang lebih maknanya adalah orang-orang yang tolol tidak bisa menjaga waktunya atau melakukan perkara-perkara yang sangat tidak bermanfaat melihat sesuatu yang tidak bermanfaat atau melakukan aktivitas-aktivitas yang sama sekali tidak ada manfaatnyaوالبلَداءini hampir sama maknanya dengan al-aghbiya’فإنَّ مخالطتهم سبَبُ الحرمانِ وشقاوةِ الإنسانkarena bercampur dengan mereka, kita tidak menjaga diri kita sebagai seorang penuntut ilmu tidak menjaga pergaulan kita dan kemudian kita menyamakan diri kita dengan mereka orang-orang yang memang tidak memperhatikan waktunya tidak memperhatikan kehormatan dirinya terjerumus dan bergelimang dengan kemaksiatan dikenal jelek oleh masyarakat, maka bercampur baur dengan mereka ini menjadi sebab kita tidak mendapatkan ilmu, karena kita menghinakan ilmu, dengan kita tidak menjaga pergaulan kita dengan orang lain ini berarti kita menghinakan ilmu yang kita bawaوشقاوةِ الإنسانdan ini menjadi kebinasaan dan kecelakaan tersendiri bagi seseorang.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Materi 35 - "Wanita yang Berkah"

Materi 35: "Wanita yang Berkah"🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حفظه الله تعالى🌿 1. Menjadi Terbaik di Sisi Allah & Di Mata Manusia⚖️ Parameter Duniawi & Akhirat: Manusia secara umum menilai orang lain berdasarkan penampilan duniawi (kekayaan, jabatan, kendaraan mewah). Hal ini membuat banyak wanita terpedaya untuk mempercantik "branding" diri di hadapan netizen, komunitas, atau media sosial agar diakui, namun lupa untuk menjadi yang terbaik di sisi Allah سبحانه وتعالى.🌅 Hari Kiamat (Khofidatur Rafiah): Hari kiamat akan merendahkan orang-orang yang merasa hebat di dunia dan meninggikan orang-orang yang di dunia mungkin tampak biasa, sederhana, atau bahkan dipandang sebelah mata namun mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى.🌷 Teladan Wanita Mulia yang Sederhana:Wanita Kulit Hitam Penghuni Surga: Seorang wanita berkulit hitam yang sering mengalami kejang-kejang (sara) hingga auratnya dikhawatirkan tersingkap. Beliau meminta kepada Nabi ﷺ untuk didoakan agar tidak tersingkap auratnya, dan memilih bersabar dengan penyakitnya demi mendapatkan surga.Wanita Pembersih Masjid: Seorang wanita berkulit hitam yang rajin membersihkan masjid. Ketika beliau wafat tanpa sempat dikabarkan kepada Nabi ﷺ, Rasulullah ﷺ mendatangi kuburannya secara khusus untuk menshalatkannya karena kemuliaan jasanya terhadap rumah Allah.💧 2. Makna "Barokah" (Keberkahan)🌊 Asal Kata: Secara bahasa, barokah diambil dari kata al-birkah (genangan air yang banyak dan menetap) atau al-buruk (unta yang menderum/tetap di tempat).🌾 Definisi: Sesuatu dikatakan berkah jika banyak kebaikan di dalamnya dan kebaikan itu menetap/langgeng.🌟 Sebagaimana Nabi Isa alaihissalam disifati oleh Allah sebagai mubarak (membawa berkah di mana pun berada) karena beliau selalu mengajarkan kebaikan dan selalu membantu/memenuhi kebutuhan orang lain.🌸 3. Kiat Menjadi Wanita yang BerkahKunci utama wanita yang berkah adalah bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, terutama bagi suami, anak-anak, dan keluarga.A. Perhatian Penuh kepada Anak-anak (Keibuan yang Lembut)Nabi ﷺ memuji wanita Quraisy karena mereka adalah wanita terbaik yang paling lembut kepada anak-anak dan paling pandai menjaga harta suami.Teladan Ummu Hani: Beliau menolak lamaran Nabi ﷺ bukan karena tidak cinta, melainkan karena usianya yang sudah tua dan ingin fokus merawat serta mencurahkan energi untuk anak-anaknya. Nabi ﷺ membenarkan dan memuji keputusan tersebut.Pesan Utama: Jangan biarkan kesibukan duniawi (seperti gawai, media sosial, atau komunitas) membuat seorang ibu mengabaikan anak-anaknya. Anak butuh perhatian, waktu, dan kedekatan emosional langsung dari seorang ibu.B. Pandai Mengelola Harta Suami (Hemat & Tidak Boros)Allah memuji wanita yang salehah (hafidzatun lil ghaibi bima hafidallah), yaitu mereka yang menjaga diri dan menjaga harta suaminya di saat suami tidak ada.Wanita yang berkah adalah wanita yang tidak bergaya hidup hedonis, tidak merepotkan suami dengan permintaan barang-barang mewah yang berlebihan (seperti tas, baju, atau gaya hidup ala artis), dan mengelola keuangan rumah tangga dengan bijak serta penuh amanah.C. Melayani Suami dengan Penuh KeikhlasanTeladan Fatimah az-Zahra radhiyallahu 'anha: Meskipun hidup dalam kesederhanaan bersama Ali bin Abi Thalib—hingga tangan Fatimah mengeras karena menggiling gandum sendiri, lehernya membekas karena menimba air, dan bajunya berdebu karena membersihkan rumah—Nabi ﷺ tetap menasihatinya untuk bersabar. Nabi menyatakan bahwa sebaik-baik wanita adalah yang bermanfaat dan berkhidmat untuk keluarganya.Kewajiban & Pahala Istri: Istri yang berkah adalah yang membuat suaminya merasa nyaman dan dihargai di rumah (sebagai "raja" di rumahnya), menyambut suami dengan senyuman, menyiapkan kebutuhan suami, melayaninya dengan sabar, dan mencari rida Allah melalui ketaatan kepada suami ("Suamiku adalah surgaku atau nerakaku").🌱 4. Kesimpulan & PenutupJangan terpedaya dengan standar kebahagiaan semu yang ditampilkan di media sosial (pamer harta, jalan-jalan mewah, atau enggan direpotkan urusan rumah tangga).Jadilah wanita yang dirindukan kehadirannya karena kebaikan, rajin berzikir, bermanfaat bagi keluarga, sabar mendidik anak, dan tulus melayani suami. Semua lelah dalam mengurus rumah tangga, anak, dan suami bernilai pahala besar di sisi Allah سبحانه وتعالى.

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Muyassar | Surat Hud : 50-58

KISAH NABI HUD 'ALAIHISSALAM1. Nabi Hud Mendakwahkan Tauhid Kepada Kaumnya: Dakwah Setiap Nabi dan Rasul : Sama. Mendakwahkan Tauhid. Hanya berbeda syariatnya dan tata cara pelaksanaannya.“Dan kepada kaum Ad, Kami utus saudara mereka, Hud. Dia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah semata, tidak ada sesuatu pun yang lebih berhak disembah kecuali Dia yang Maha-agung lagi Mahatinggi, dan tuluslah dalam beribadah kepada-Nya. Kalian hanyalah pendusta dalam perbuatan syirik kalian kepada Allah.” (50)2. Setiap Rasul Tidak Meminta Imbalan/Upah dari Kaumnya: Karena mereka telah diberi imbalan oleh Allah, yakni Surga.“Hai kaumku, tidak sedikit pun aku meminta upah atas seruanku untuk ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan penyembahan berhala. Tidak ada imbalan atas seruanku ini kepada kalian melainkan dari Allah yang menciptakanku. Apakah kalian tidak berpkir sehingga bisa membedakan yang benar dan yang salah?” (51)3. Setiap Rasul Memerintahkan Kaumnya Untuk Meminta Ampun Kepada Allah: Karena Allah tidak akan mengazab suatu kaum yang masih meminta ampun kepadaNya.“Hai kaumku, mintalah ampunan kepada Allah dengan beriman kepada-Nya, kemudian bertaubatlah atas dosa-dosa kalian. Jika kalian melakukan itu, niscaya Allah akan menurunkan hujan deras yang terus-menerus, sehingga bertambahlah kemakmuran kalian. Dan Dia akan menambahkan kekuatan atas kekuatan kalian dengan banyaknya keturunan dan nikmat yang berkesinambungan. Maka janganlah kalian berpaling dari seruanku dan terus menerus dalam kedurhakaan kalian.” (52)4. Setiap Kaum Tiap Rasul Selalu Meminta Bukti: Dan jika bukti tsb telah datang, tak sedikit yang tetap menolaknya.Mereka (kaum Ad) berkata, "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan suatu bukti nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang kamu serukan itu, dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah karena perkataanmu itu. Dan kami tidak akan mempercayai apa yang kamu serukan.” (53)5. Tidak Ada Yang Dapat Mendatangkan Manfaat atau Mudharat Kecuali Atas IzinNya54-55. Kami tidak berkata apa-apa melainkan bahwa salah satu Tuhan kami menjadikan engkau gila karena engkau melarang kami menyembahnya. Hud menjawab, "Aku jadikan Allah sebagai saksi atas perkataanku dan bersaksilah kalian bahwa aku berlepas diri dari yang kalian sekutukan selain Allah, berupa tandingan-tandingan dan berhala-berhala. Oleh karena itu, lihatlah dan bersungguh-sungguhlah kalian dan yang kalian sangka sebagai tuhan untuk mencelakaiku dan jangan kalian tangguhkan barang sesaat pun." Hal itu karena Hud yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa mereka maupun tuhan-tuhan mereka tidak akan mampu mencelakainya.6. Pentingnya Mengenal Allah Lebih Jauh dan Bertawakkal KepadaNya“Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah, Rabb-ku dan Rabb kalian, Pemilik segala sesuatu dan Pengaturnya. Maka aku tidak akan tertimpa apa pun melainkan dengan perintah-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada sesuatu pun yang berjalan diatas bumi melainkan Allah-lah pemiliknya, dan Dia yang menguasai dan mengaturnya. Sesungguhnya Rabb-ku berada pada jalan yang lurus, yaitu selalu adil dalam ketetapan, syariat dan perintah-Nya. Allah membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikannya dan orang yang berbuat jahat dengan kejahatannya pula. (56)7. Nabi Hud Telah Menyampaikannya, Adapun Berpalingnya Kaumnya Maka Nabi Hud Berlepas Diri“Maka apabila kalian berpaling dari seruanku untuk mengesakan Allah dan ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah dari Rabb-ku dan hujjah telah ditegakkan atas kalian. Dan sekiranya kalian tetap tidak beriman kepada Allah, niscaya Allah akan membinasakan kalian dan mendatangkan kaum lain yang akan menggantikan kalian menghuni kediaman dan harta kalian. Mereka ikhlas beribadah kepada Allah dan kalian tidak bisa mendatangkan kemudharatan kepada mereka sedikit pun. Sesungguhnya Rabb-ku adalah pemelihara segala sesuatu. Dialah yang menjagaku dari keburukan yang akan kalian lakukan terhadapku.” (57)8. Azab Untuk Kaum Nabi Hud Yang Berpaling“Dan tatkala datang azab Kami kepada kaum Hud, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman dengan karunia dan rahmat Kami atas mereka. Kami selamatkan mereka dari azab yang pedih, yang Allah timpakan kepada kaum Ad, sehingga tidak ada yang tampak kecuali kediaman-kediaman mereka.” (58)

💬 0 komentar📅 6 Nov 2026Baca selengkapnya →