📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
J

Jihan Jalilah Aflah

📍 Kota Makassar

Al ankabut: 3

Al-'Ankabut (29:3)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan memang diperlukan (Ayat 1-5)Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-'Ankabut: 3)Yaitu orang-orang yang benar dalam pengakuan imannya, juga orang-orang yang dusta dalam pengakuan imannya. Allah subhanahu wata'āla mengetahui apa yang telah terjadi di masa lalu, mengetahui apa yang akan terjadi, mengetahui pula apa yang tidak akan terjadi dan apakah akibatnya seandainya hal itu terjadi. Hai ini merupakan sesuatu yang telah disepakati di kalangan semua imam ahli sunnah wal jamaah.Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Abbas dan lain-lainnya sehubungan dengan hal yang semisal dengan makna firman-Nya:melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata). (Al Baqarah:143)Maksudnya, melainkan agar Kami melihat. Dikatakan demikian karena penglihatan berkaitan dengan hal yang ada (terjadi), sedangkan pengertian mengetahui mempunyai pengertian yang lebih luas daripada melihat, sebab mencakup hal yang ada dan juga hal yang tidak ada.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Baqarah 188

Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:188)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa (Ayat 188)Janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lainnya dengan cara yang batil seperti sumpah palsu, ghashab, mencuri, suap, riba dan lain sebagainya. Jangan membawanya kepada hakim-hakim dengan menyodorkan hujjah-hujjah batil agar kalian bisa memakan harta manusia melalui persengketaan dengan cara batil, padahal kalian mengetahui bahwa hal itu diharamkan atas kalian.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Jubair bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Umru-ul Qais bin Abis dan Abdan bin Asywa Al Hadhrami yang bertengkar dalam soal tanah. Umru-ul Qais berusaha mendapatkan tanah itu agar menjadi miliknya dengan bersumpah di depan hakim. Ayat ini sebagai peringatan kepada orang-orang yang merampas hak orang lain dengan jalan bathil.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Qs Al Zalzalah (1-8)

Point penting pada ayat ke 7 dan 8 Ayat 7 artinya siapa yang beramal seberat dzarroh (dalam bahasa arab semut kecil, sisa debu di tangan, pertikel2 ketika kita buka gorden – yang intinya Adalah ungkapan sesuatu terkecil). Ini maksudnya 1 kebaikan walau kecil akan mendapatkan pahala dengan niat tulus hanya untuk Allah, ada 1 riwayat dari Rasulullah 1 dirham bisa mengalahkan 1 dinar (Allah menyuruh kita untuk bersedekah walau sedikit. Kalau kita tidak mempunyai harta untuk di sedekahkan namun bisa menggunakan kata2 yang baik dan senyum kepada saudara2 kita)Ayat 8 artinya sebaliknya keburukan, apabila kita melakukan keburukan seringan apapun maka juga akan di perlihatkan secara detail dan akan melihat balasannya.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
I

izabel hikmatul rasheeda

📍 Kota Tangerang Selatan

PERINGATAN ALLAH KEPADA BANI ISRAIL (Ayat 40-141)

Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:45)Tema: PERINGATAN ALLAH KEPADA BANI ISRAIL (Ayat 40-141)Subtema: Beberapa perintah dan larangan Allah kepada Bani Israil (Ayat 40-48)Minta tolonglah kalian dalam setiap urusan kalian dengan berbagai macam kesabaran dan juga dengan melaksanakan salat. Sesungguhnya, hal itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang takut kepada-Nya, mengharapkan apa yang ada di sisi-Nya dan meyakini bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhannya setelah kematian serta meyakini bahwa mereka semua akan kembali kepada-Nya pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comtilawah juz 2 1/2 kedua

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Tafsir Az-Zumar ayat 2

Tafsir Az-Zumar ayat 2Allah taala berfirman:إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَSesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`ān) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.Tafsir : Tafsir Al-MuyassarSesungguhnya Kami menurunkan kepadamu wahai Rasul Al Qur’an yang mengajak kepada kebenaran dan keadilan. Maka sembahlah Allah semata dan ikhlaskanlah segala ketaatan kepada-Nya.Tema: BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN HATI PENUH KEIKHLASAN (Ayat 1-9)QS. Az-Zumar: 2Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Qs. Al Qalam: 33

Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:33)Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menerangkan bahwa Dia mencobai penduduk Mekah dengan menganugrahi mereka nikmat­nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mencobai pemilik-pemilik kebun, seperti yang diterangkan pada ayat 17-33. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertobat kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Demikian pula penduduk Mekah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekah.Ayat ini merupakan peringatan bagi orang-orang kafir Quraisy, bahwasanya azab di akhirat itu lebih besar daripada azab di dunia. (68)Apa kaitan kisah Ashabul Jannah dan orang-orang kafir Quraisy? pada firman Allah ﷻ,إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ“Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun (Ashabul Jannah).” (QS. Al-Qalam : 17)Para ulama menjelaskan bahwa sisi kemiripan Ashabul Jannah dengan orang-orang kafir Quraisy adalah Ashabul Jannah diberi kenikmatan oleh Allah ﷻ namun tidak mensyukurinya, adapun orang-orang kafir Quraisy juga diberi kenikmatan dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ namun mereka juga tidak mensyukurinya. Di antara kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang kafir Quraisy adalah mereka diberi kenikmatan keamanan di kota Mekkah; mereka dimudahkan dalam perdagangan; mereka diberi kenikmatan sebagai pengurus Ka’bah; dan kenikmatan terakhir adalah Allah ﷻ sempurnakan dengan diutusnya seorang Nabi dari kalangan mereka. Akan tetapi dengan semua ini mereka tidak bersyukur. Maka sebagaimana Ashabul Jannah yang tidak bersyukur dikirimkan teguran oleh Allah ﷻ, demikian pula orang-orang Quraisy dikirimkan teguran karena tidak bersyukur. (69)Oleh karenanya hal ini merupakan dalil bahwasanya ujian bukan hanya kekurangan dan kesulitan. Akan tetapi Allah ﷻ juga menamakan kenikmatan yang diperoleh Ashabul Jannah dan orang-orang kafir Quraisy sebagai ujian. Oleh karena itu kesehatan, kenikmatan, keamanan, dan yang lainnya juga termasuk ujian(70).Akan tetapi antara Ashabul Jannah dan orang-orang kafir Quraisy terdapat perbedaan. Bedanya adalah orang-orang kafir Quraisy tetap berada dalam kekufuran mereka meskipun telah datang teguran Allah ﷻ terhadap mereka. Adapun Ashabul Jannah sadar tatkala ditegur oleh Allah ﷻ, maka mereka langsung bertaubat kepada Allah ﷻ(71). Bahkan sebagian Ahli Tafsir seperti As-Sa’di dan yang lainnya mengatakan bahwa zahirnya Allah ﷻ memberi ganti kepada Ashabul Jannah(72). Bahkan ada yang mengatakan bahwa hari itu juga Allah ﷻ tumbuhkan kebun yang lebih baik daripada kebun yang Allah ﷻ hancurkan karena mereka kembali kepada Allah ﷻ(73). Hal ini merupakan dalil bahwasanya ketika seseorang berbuat dosa dan sadar, kemudian dia kembali kepada Allah ﷻ, maka bisa jadi Allah ﷻ memberikan ganti dengan yang lebih baik sebagaimana yang dialami oleh Ashabul Jannah.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Ibnu katsir

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:23)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210831. Maksud amal mereka di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tidak dibalasi oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā karena mereka tidak beriman.Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (Al Furqaan:23).Ini terjadi pada hari kiamat di saat Allah menghisab amal perbuatan yang telah dilakukan oleh semua hamba, amal yang baik dan amal yang buruk. Maka Allah memberitahukan bahwa orang-orang musyrik itu tidak akan memperoleh sesuatu imbalan pun dari amal-amal perbuatan yang telah mereka lakukan, padahal mereka menduga bahwa amal perbuatannya itu dapat menyelamatkan diri mereka. Demikian itu karena amal perbuatannya tidak memenuhi syarat yang diakui oleh syariat, yaitu ikhlas dalam beramal karena Allah atau mengikuti syariat Allah. Setiap amal perbuatan yang dilakukan tidak secara ikhlas dan tidak sesuai dengan tuntunan syariat yang diridai adalah batil. Amal perbuatan orang-orang kafir itu tidak memenuhi salah satu dari kedua syarat tersebut, dan adakalanya kedua syarat tersebut tidak terpenuhi sehingga lebih jauh dari diterima. Untuk itu.Allah subhanahu wata'āla berfirman: Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kamijadi­kan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23)Mujahid dan As'-Sauri mengatakan bahwa makna qadimna ialah Kami hadapi. Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi, sedangkan sebagian lain ada yang mengatakannya 'Kami datangi'.Firman Allah subhanahu wata'āla:lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23)Sufyan As-Sauri mengatakan dari Abu Ishaq, dari Al-Haris, dari Ali r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Yaitu sinar matahari apabila memasuki sebuah lubang dinding.Hal yang sama diriwayatkan dari perawi lainnya yang bukan hanya seorang, dari Ali r.a. Hal yang semisal diriwayatkan-pula dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Sa'id Ibnu Jubair, As-Saddi, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.Hal yang sama dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, yaitu sinar matahari yang memasuki lubang dinding rumah seseorang di antara kalian, seandainya dia meraupkan tangannya pada sinar itu, ia tidak dapat menangkapnya.Ali ibnu AbuTalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Yang dimaksud ialah air yang ditumpahkan.Abul Ahwas meriwayatkan dari Abu Ishaq. dari Al-Haris, dari Ali, “haba 'amansuran" bahwa makna al-haba ialah laratnya hewan. Hal yang semisal diriwayatkan pula oleh Ibnu Abbas dan Ad-Dahhak, juga dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Tidakkah engkau melihat pohon yang kering bila tertiup angin? Makna yang dimaksud adalah seperti dedaunannya yang berguguran itu.Abdullah Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Asim ibnu Hakim, dari Abu Sari' At-Ta-i,dari Ubaid ibnu Ya'la yang mengatakan bahwa sesungguhnya al-haba itu adalah debu yang diterbangkan oleh angin.Kesimpulan dari semua pendapat di atas mengisyaratkan kepada makna yang dikandung oleh ayat. Demikian itu karena mereka telah melakukan banyak amal perbuatan yang menurut dugaan mereka benar. Tetapi ketika ditampilkan di hadapan Raja, Hakim Yang Mahaadil, yang tidak pernah kelewat batas dan tidak pernah menganiaya seseorang (Dialah Allah), ternyata kosong belaka, tiada artinya sama sekali. Kemudian hal itu diumpamakan dengan sesuatu yang tiada artinya lagi berserakan, yang oleh pemiliknya tidak ada artinya sama sekali. Hal yang sama telah diungkapkan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya:Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras. (Ibrahim:18), hingga akhir ayat.Dan firman Allah subhanahu wata'āla:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. (Al Baqarah: 264)Juga firman Allah subhanahu wata'āla:Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang- orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. (An Nuur:39)untuk prompt AI jika mau boleh menggunakan prompt ini:"Tolong buatkan teks di atas dalam bentuk foto dalam format story Instagram. Dengan menggunakan simbol siluet tanpa wajah yang sesuai. Menggunakan stabilo warna kuning dan garis warna merah untuk membuat penekanan pada kata atau kalimat yang menjadi poin. Menggunakan latar belakang warna kertas yang sesuai. Tertata rapi dan mudah dipahami. Dimuat dalam 1 halaman"

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Qs At takwir ayat 4

​وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ ﴿٤﴾​Terjemahan"Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)"​Adalah jamak (kata plural) dari نَاقَةٌ عُشَرَاءُ yaitu unta betina yang hamil besar dimana usia kehamilannya sudah 10 bulan ke atas dan sebentar lagi akan melahirkan. Jadi ketika usia kandungan unta telah mencapai 10 bulan unta tersebut dinamakan عُشَرَاءُ , dan demikian terus namanya hingga melahirkan. Karena biasanya usia kandungan unta adalah 12 bulan dan terkadang bisa sampai 13 bulan. Unta yang sudah kandungannya sudah berusia 10 bulan lebih adalah harta yang berharga bagi orang-orang arab di zaman dahulu, karenanya Allah menggunakannya sebagai permisalan. Kalau unta ingin melahirkan, biasanya sang pemilik unta sudah mengetahuinya, maka sang pemilik unta akan mengawasi kapan untanya akan melahirkan. Bahkan terkadang perkara-perkara yang lain tidak dia perdulikan demi memperhatikan proses melahirkan unta tersebut.​Pada hari kiamat kelak, jika ada orang yang mengurus unta maka dia akan meninggalkan untanya (Lihat Tafsri Al-Qurthubi 19/229). Ini adalah gambaran bahwa pada hari kiamat kelak apabila ada harta yang paling dia cintai maka dia akan ketakutan dan tidak akan memperdulikan harta tersebut. Harta apapun yang sangat dia cintai akan dia tinggalkan pada hari kiamat karena dahsyatnya hari tersebut.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al anfal ayat 27-28

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengabaikan perintah-perintah-Nya dan melanggar larangan-larangan-Nya dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, seperti hutang dan lain-lain, sedangkan kalian tahu bahwa apa yang kalian lakukan adalah pengkhianatan, sehingga kalian termasuk ke dalam golongan para pengkhianat. Ketika kecintaan kepada harta dan anak mendorong seseorang untuk berlaku khianat maka Allah mengabarkan bahwa keduanya merupakan fitnah. Dia berfirman,Ketahuilah-wahai orang-orang mukmin- bahwa harta dan anak-anak kalian sejatinya merupakan cobaan dan ujian dari Allah untuk kalian karena harta dan anak-anak kalian dapat menghalangi-halangi kalian beramal untuk akhirat dan mendorong kalian untuk berkhianat. Ketahuilah bahwa di sisi Allah terdapat pahala yang sangat besar, maka janganlah kalian kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala itu karena terlalu sibuk mengurus harta dan anak-anak kalian, serta berlaku khianat demi kepentingan mereka.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →