📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka12 jam lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Ciptakan hubungan baru dengan seseorang yang telah anda kenal

Ciptakan hubungan baru dengan seseorang yang telah anda kenal Sumber: Don't sweat the small stuff with your family Bagi kita sangat umum bila kita mengikuti kebiasaan anggota keluarga dan siapapun yang kebetulan tinggal bersama kita. Kebiasaan ini tetapi tidak terbatas pada reaksi berlebihan komunikasi yang defensif saling menyalahkan tidak mau mendengarkan mengharapkan perilaku yang berbeda dan perhatian yang terpecah. Sesungguhnya semakin kita mengenal seseorang pasangan anak orang tua teman sekamar dan lain-lain tampaknya kita makin cenderung mengandaikannya begitu saja, kita menganggap bahwa diri kita tahu apa yang mereka pikirkan atau bagaimana reaksi mereka nantinya, kita juga mudah meledak selain itu kita sering memberi tanggapan yang menyebalkan. Seolah-olah kita mengharapkan orang yang kita sayangi atau orang orang yang tinggal bersama kita berperilaku tertentu. Kita kemudian mengesahkan harapan tersebut dengan memperhatikan betul perilaku yang kita ingin lihat dan mengabaikan atau tidak menghiraukan yang selebihnya. Sebagai contoh untuk beberapa waktu saya menyadari diri saya mengharapkan putri saya menolak saran yang saya ajukan berkenan dengan kegiatan baru yang kelihatan ingin dilakukannya. Saya berharap ia akan bersikap menentang pilihan saya dan tampaknya saya hampir selalu benar. Saya akan mengajukan satu saran dan ia akan berkata "aku tidak mau". Mengingat pengalaman yang lalu dengannya dan karena tebakan saya yang selalu benar mengenai respon yang akan ditunjukkannya saya menemukan bahwa saya sebenarnya mencari pembenaran atas asumsi saya. Saya tidak menanggapi prosponnya secara proporsional dan lebih mencari motifnya ketimbang melihat setiap situasi dengan pikiran seni dan hati terbuka. Saya memutuskan untuk mencoba menciptakan hubungan baru dengannya untuk mengatasi pola yang berulang itu. Saya tahu bahwa satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan menelaah kontribusi saya terhadap problem yang ada ketimbang terus fokus pada reaksinya. Saya perhatikan bahwa cara Saya memberi saran ternyata terlalu agresif dan saya juga meneliti bagaimana saya mengajukan kepadanya kesempatan yang lain. akhirnya saya menyadari bahwa masalahnya sebagian besar ada pada saya. Bukannya memotivasinya antusiasmu saya malah membuat dia kesal. Akibat kekesalannya itu respon yang ditunjukkannya biasanya memutuskan untuk tidak melakukan hal yang baru. Ini jelas membuat saya kecewa sehingga saya justru semakin bersemangat. Ada bisa bayangkan apa yang diperoleh dari tingkah semacam itu. Begitu saya berubah berubah pula hubungan kami. Perubahan dalam hubungan kami sungguh nyata . Saya kini memahami bahwa harapan saya pada putri saya baik mengenai bagaimana respon yang nanti ditunjukkannya atas saran saya maupun mengenai prediksi saya berkaitan dengan bagaimana ia akan meresponnya jelaskan mencerminkan segala keruwetan yang timbul ini. Ia memang senang mencoba hal baru tetapi lebih memilih melakukannya pada saat yang ia inginkan bukan yang saya inginkan. Apa yang tidak disukainya adalah ayah yang bersikap kelewat antusias dan mendorongnya terlampau cepat serta menuntut respon yang antusias. Kini saya setelah saya mengetahui bagaimana sikap saya saya tidak menyalahkan yang sedikitpun. Karena saya telah menyingkirkan ekspektasi saya ini ia bisa memahami bahwa kalau saya terlalu bersemangat itu hanyalah salah satu cara saya untuk menunjukkan rasa sayang. Kami berdua jadi semakin berkembang dan menjadi lebih bisa menerima satu sama lain. Dalam upaya menciptakan hubungan baru dengan orang yang telah anda kenal sangatlah penting untuk berusaha menghilangkan semua rasa sakit hati yang dulu-dulu sumber kemarahan dan sebanyak mungkin ekspektasi yang ada. Ini berarti memberi maaf secara total dan kesediaan penuh untuk memulai dari awal. Mungkin ada seseorang dalam hidup anda mungkin banyak orang yang akan membawa banyak manfaat bila anda mau membentuk hubungan baru dengannya. Saya sangat menganjurkan anda untuk mencoba melakukannya. Imbalannya sungguh manis dan pasti dan bagian paling menyenangkan dari cara ini adalah tak seorangpun yang harus berubah kecuali Anda.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka12 jam lalu
L

Lisna Nurul Hikmah

📍 Kabupaten Banyumas

Bab 1 wanita bersama Rabbnya

Wanita yang dekat dengan Rabbnya adalah wanita yang:♡ Memiliki iman yang kuat.♡ Senantiasa sadar bahwa Allah mengawasi dan menolongnya.♡ Bersabar dalam menghadapi ujian.♡ Tetap berusaha, bukan hanya berdiam diri.♡ Bertawakal setelah melakukan usaha.♡ Menjaga kehormatan dan kesucian diri.♡ Yakin bahwa setiap kesulitan memiliki hikmah dan jalan keluar dari Allah.“Berusahalah, bersabarlah, lalu bertawakallah.Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba yang bersandar kepada-Nya.”

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 jam lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 7

BAB 7TERMASUK SYIRIK: MEMAKAI GELANG, BENANG, DAN SEJENISNYA SEBAGAI PENGUSIR ATAU PENANGKAL MARA BAHAYAFirman Allah Subhanahu Wata`ala, “Katakanlah, Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah, cukuplah Allah bagiku. KepadaNya-lah orang-orang yang berserah diri bertawakkal.” (Az-Zumar: 38)Imam bin Hushain, menuturkan bahwa Nabi melihat seorang laki-laki terdapat ditangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya, “Apakah ini?” Orang itu menjawab, “Penangkal sakit.” Nabi pun bersabda, “Lepaskan itu, karena ia tidak menambah pada dirimu kecuali kelemahan; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada padamu , maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (Hadits Riwayat Iman Ahmad dengan sanad yang bisa diterima).Dan Riwayat Imam Ahmad puladari Uqbah bin Amir secara marfu’, “Barangsiapa menggantungkan tamimah, maka semoga Allah tidak menyempurnakan (memenuhi) hajatnya; dan barangsiapa menggantungkan wada’ah, semoga Allah tidak menjadikannya dalam ketenangan.” Disebutkan dalam Riwayat lain, “Barangsiapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik.”Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa ia melihat seorang laki-laki ditangannya ada benang benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca Firman Allah Subhanahu Wata’ala, “Dan Sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah , melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sesembahan-sesembahan yang lain).”

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 jam lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Anas berkata, “Bila Rasulullah dimintai sesuatu atas nama Islam, pasti beliau memberinya. Pernah ada seorang lelaki menemui beliau, lalu beliau memberinya sejumlah besar kambing yang ada di antara dua gunung. Lalu orang tersebut pulang ke kaumnya seraya berkata, “Wahai kaumku, masuklah Islam, karena Muhammad telah memberiku suatu pemberian layaknya orang yang tidak takut miskin.” (HR. Muslim)Rasulullah ﷺ sangat dermawan dan murah hati. Itulah akhlak beliau. Bila memberi suatu, beliau seperti orang yang tidak takut kefakiran. Pernah suatu ketika, beliau bersabda pada bendaharanya, Bilal, yang artinya. “Infakkanlah, hai Bilal. Jangan takut Pemilik 'Arsy akan mengurangi (harta),” sabda beliau kepada Bilal. (HR. al-Bazzâr, ath-Thabarâni, dan al-Baihaqi)Beliau ﷺ juga pernah bersabda, yang artinya: “Berinfaklah, niscaya Allah mencukupimu.” (HR. ath-Thabarâni dalam al-Ausath, dari Qais bin Sala’ al-Anshari)

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 jam lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 9 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

7. Mencela dan Mengutuk (Part 3)Mencela dan melaknat memiliki banyak variasi dan bentuknya, yakni antara lain:Mencela waktu.Mencela waktu, tatkala tertimpa suatu bencana atau musibah, sepertinya mereka mencela Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena Allah-lah yang mengatur segala sesuatu dengan kuasa dan hikmahnya.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:«“Anak cucu Adam menyakiti-Ku. Ia mencela masa, padahal Akulah pengatur masa. Aku membalikkan siang dan malam.”» [HR. Bukhari dan Muslim]Riwayat lain menyebut:«“Jangan mencela masa, karena sesungguhnya Allah-lah pengatur masa.”»Mencela angin.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Janganlah kalian mencela angin. Bila melihat sesuatu yang tidak kalian suka, ucapkan: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan apa yang diperintahkan kepadanya.”»[HR. Tirmidzi]Mencela ayam.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena sesungguhnya ia membangunkan untuk sholat.”»(Shahihul Jami'), [HR. Abu Dawud]Mencela kutu.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Jangan mencelanya. Mereka adalah sebaik-baik binatang, karena membangunkan kalian untuk mengingat Allah.”»[HR. Tabrani].Mencela hewan.Dari Imran bin Husain radhiyallahu anhu, ia berkata:Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang berada dalam perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang merasa jemu di atas punggung unta. Kemudian wanita itu melaknatnya.Mendengar laknat seperti itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Ambillah apa yang ada padanya dan tinggalkanlah ia karena ia terkutuk.”»Imran berkata:«“Seakan-akan aku melihatnya sekarang, ia perempuan itu berjalan di antara manusia tanpa seorang pun memperhatikannya.”»[HR. Muslim]Mencela demam.Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjenguk Ummu Saib atau Ummu Musyayyab. Lalu berkata:«“Ummu Saib atau Ummu Musyayyab, kenapa kamu gemetar?”»Ia menjawab:«“Demam, semoga Allah tidak memberkahinya.”»Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Jangan mencela demam, karena demam menghapus kesalahan-kesalahan manusia laksana tungku pandai besi menghilangkan kotoran besi.”»[HR. Muslim]

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 jam lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Peran Ayah

Menjadi ayah bukan sekadar hadir untuk mencari nafkah. Ada waktu yang perlu diberikan, ada hati yang perlu dilibatkan, ada anak-anak yang diam-diam sedang menunggu perhatian.Sebab menjadi ayah yang baik memang bukan pekerjaan yang ringan.Tapi mungkin, itulah salah satu pekerjaan terpenting yang Allah titipkan kepada seorang laki-laki. 🤍#jejakpustaka #parenting #ayah #keluarga #catatanicha

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 jam lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Bagaimana Membuat Pasangan Terlibat dalam Menerapkan Gentle Discipline?

Bagaimana Membuat Pasangan Terlibat dalam Menerapkan Gentle Discipline?1. Idealnya, diskusikan pengasuhan sejak sebelum anak lahirSama seperti calon orang tua merencanakan proses kelahiran dan memilih perlengkapan bayi, gaya pengasuhan juga sebaiknya dibicarakan sejak awal.Diskusikan nilai dan prinsip pengasuhan bersama pasangan.Bayangkan berbagai situasi yang mungkin terjadi, lalu tentukan bagaimana cara meresponsnya.Bahkan, akan sangat baik jika calon orang tua membuat "rencana pengasuhan" sebagaimana mereka membuat "rencana kelahiran".2. Jika perbedaan pandangan baru muncul setelah memiliki anakJangan langsung berusaha mengubah pasangan.Mulailah dengan:Mengenali dan memahami perasaannya.Mencari tahu alasan di balik keyakinannya.Sering kali seseorang mempertahankan cara pengasuhan tertentu karena itulah cara ia dibesarkan.Misalnya:> "Aku dibesarkan seperti itu, dan aku baik-baik saja."Ketika pasangannya ingin menerapkan cara yang berbeda, ia bisa merasa seolah-olah keluarganya sedang dikritik atau disalahkan.Karena itu:Dengarkan terlebih dahulu.Tanyakan dengan rasa ingin tahu, bukan menghakimi.Contoh pertanyaan:> "Menurutmu, bagaimana cara terbaik menghadapi situasi seperti ini?"> "Apa yang membuatmu berpikir cara itu efektif?"> "Apakah ada pengalaman atau riset yang mendukung pandanganmu?"3. Setelah mendengarkan, sampaikan sudut pandang AndaKetika pasangan sudah merasa didengar, giliran Anda menjelaskan:Apa yang Anda rasakan.Mengapa Anda berpikir demikian.Riset atau informasi yang mendukung pendapat Anda.Sesuaikan juga cara penyampaiannya dengan hal yang disukai pasangan.Mungkin ia lebih suka:Membaca artikel atau buku.Menonton video.Mendengarkan podcast.Mengikuti workshop atau kelas.4. Gunakan bahasa yang tidak menyalahkanCara berbicara sangat menentukan keberhasilan diskusi.Hindari kalimat seperti:> "Kamu sangat kasar ketika kamu membentak."> "Ketika kamu melakukan itu, dia benar-benar ketakutan."Kalimat seperti ini sering membuat pasangan merasa diserang sehingga menjadi defensif.Sebaliknya, gunakan pernyataan yang berfokus pada perasaan Anda.Contohnya:> "Aku merasa tidak nyaman ketika kamu berteriak kepadanya."Pendekatan ini lebih mudah diterima dan membuka ruang dialog yang sehat.5. Mulailah dari perubahan kecilJangan berharap pasangan langsung setuju dengan seluruh konsep gentle discipline.Lebih baik sepakati satu perubahan kecil terlebih dahulu.Contohnya:Tidak lagi menggunakan kata "nakal" selama satu atau dua minggu.Mengurangi ancaman hukuman.Mencoba menggunakan bahasa yang lebih empatik.Fokus pada satu perubahan dalam satu waktu.6. Beri kesempatan pasangan melihat hasilnyaSalah satu kekuatan gentle discipline adalah hasilnya dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari.Memang:Perubahannya tidak selalu cepat.Kadang terasa lambat dan membuat frustrasi.Namun sering kali akan muncul momen ketika pasangan mulai menyadari:> "Wah, ternyata cara ini berhasil."Momen-momen kecil seperti inilah yang sering menjadi titik balik.7. Jaga diskusi tetap terbukaPerubahan gaya pengasuhan bukan proses sekali jadi.Karena itu:Teruslah berdiskusi.Fokus pada satu masalah dalam satu waktu.Hindari saling menyalahkan.Hindari menghakimi.Tujuannya bukan memenangkan perdebatan, tetapi mencari cara terbaik untuk mendampingi anak bersama-sama.8. Cari lingkungan dan role model yang mendukungBertemu dengan orang lain yang juga menerapkan gentle discipline dapat sangat membantu.Terutama jika pasangan bisa melihat contoh nyata dari orang yang:Memiliki latar belakang serupa.Berjenis kelamin sama dengannya.Berhasil menerapkan pendekatan tersebut dalam keluarga mereka.Role model yang nyata sering kali lebih meyakinkan daripada sekadar teori atau nasihat.Inti UtamaJika pasangan belum sejalan dalam menerapkan gentle discipline:1. Dengarkan sebelum meyakinkan.2. Pahami alasan di balik pandangannya.3. Gunakan bahasa yang tidak menyalahkan.4. Mulai dari perubahan kecil.5. Biarkan hasil berbicara.6. Jaga komunikasi tetap terbuka.7. Cari dukungan dan teladan dari lingkungan yang positif.Perubahan tidak harus terjadi sekaligus. Yang terpenting adalah pasangan tetap berjalan ke arah yang sama, selangkah demi selangkah.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 jam lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Bertemanlah dengan Orang yang Baik karena Allah

🌿 Bertemanlah dengan Orang yang Baik karena AllahOrang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Karena itu, orang tua hendaknya memiliki teman-teman yang baik dan berkumpul dalam ketaatan kepada Allah.Ketika anak bertanya tentang teman-teman tersebut, ajarkan bahwa mereka adalah saudara karena Allah dan teman-teman yang baik.🤍 Intinya:Pilihlah lingkungan pertemanan yang baik dan mendukung ketaatan.Tunjukkan kepada anak bahwa persahabatan dapat dibangun karena Allah.Biasakan saling mengunjungi dalam kebaikan.Jadilah teladan bagi anak dalam memilih teman.📚 Sumber:Buku Ingin Anak Anda Rajin Shalat?Karya Musthafa Abul Muathi

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 jam lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

PERFEKSIONISME

Di balik perfeksionisme, ada emosi yang sedang berjuang untuk diatur.Anak yang berkata:«“Aku seniman terburuk di dunia!”»mungkin sebenarnya sedang kecewa karena hasil gambarnya tidak sesuai bayangan.“Aku payah dalam Matematika!”→ “Aku ingin merasa mampu, tapi aku sedang bingung.”“Aku mengecewakan tim!”→ “Aku terlalu terpaku pada kesalahan dan lupa pada hal-hal yang sudah kulakukan dengan baik.”🌿 JANGAN LANGSUNG MENGGUNAKAN LOGIKAKetika emosi sedang meluap, mengatakan:“Gambarmu sebenarnya bagus.”“Matematika memang sulit.”“Cuma satu tembakan yang gagal.”sering kali tidak membantu.Yang dibutuhkan terlebih dahulu adalah melihat perasaan di balik pikiran hitam-putih dan ucapan yang berlebihan.💬 Coba katakan:“Wah, kamu benar-benar kecewa karena hasilnya tidak seperti yang kamu bayangkan.”---🌱 AJARI ANAK HIDUP DI “WILAYAH ABU-ABU”Anak perfeksionis sering berpikir ekstrem:❌ Berhasil = “Aku hebat!”❌ Gagal = “Aku payah!”Padahal kita ingin mereka belajar:✨ “Aku bisa melakukan sesuatu dengan baik, dan kadang masih perlu belajar.”Tujuannya bukan membuat anak sempurna, tetapi membuat mereka mampu merasa cukup baik.---🌼 PISAHKAN PERILAKU DARI IDENTITASKesalahan yang dilakukan anak bukanlah gambaran tentang siapa dirinya.📚 Salah membaca satu kata≠ “Aku bodoh.”👟 Belum berhasil mengikat tali sepatu≠ “Aku payah.”🎨 Hasil gambar tidak sesuai harapan≠ “Aku seniman buruk.”💬 Orang tua bisa berkata:“Kamu belum berhasil mengikatnya. Itu sesuatu yang kamu lakukan, bukan siapa dirimu. Kamu tetap anak yang hebat dan sedang belajar.”---🌿 NILAI DIRI TIDAK BERGANTUNG PADA KESUKSESANPerfeksionisme membuat anak sulit menikmati proses belajar, karena merasa bahwa dirinya hanya berharga ketika berhasil.Mari bantu anak menemukan:♡ nilai dirinya♡ kemampuan untuk mencoba♡ keberanian untuk gagal♡ kepuasan dalam prosesBukan hanya dari hasil akhir.---🌻 JANGAN BERUSAHA “MENGHILANGKAN” SIFAT PERFEKSIONISKita tidak perlu membuat anak menjadi “tidak perfeksionis.”Sebaliknya, bantu mereka mengenali dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sifat tersebut.Karena di dalamnya juga ada hal positif:✨ dorongan yang kuat✨ pikiran yang tajam✨ keyakinan dan standar tinggiTugas kita adalah membantu anak memanfaatkan kekuatan itu tanpa runtuh di bawah tekanan untuk menjadi sempurna.💬 “Kita tidak perlu menghilangkan bagian dirimu itu. Kita akan belajar bagaimana menggunakannya dengan cara yang lebih nyaman.”🌷 TUJUAN KITA:Bukan anak yang selalu sempurna,tetapi anak yang bisa berkata:“Aku boleh belum sempurna.Aku tetap berharga.Aku bisa terus belajar.”GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati BaikDr. Becky Kennedy

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Mendidik Anak Diawali Dari Mendidik Diri - Ust Abu Salma Muhammad

Anak Mengamati Orang yang Menjadi TeladannyaManusia, terutama anak-anak, memperoleh kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan dengan mengamati orang-orang yang mereka jadikan teladan.Terutama:Orang tua.Akhirnya, perilaku orang tua menjadi semacam standar bagi anak untuk menentukan:• mana yang baik,• mana yang buruk,• mana yang pantas,• dan mana yang tidak pantas.Inilah sebabnya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita lakukan di depan anak.Karena bagi anak, perilaku kita bukan sekedar perilaku.Perilaku kita dapat menjadi:Standar nilai.

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 hari lalu
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Pandangan Islam terhadap Usaha Rumah TanggaIslam sangat menganjurkan usaha rumah tangga karena manfaatnya besar bagi individu, keluarga, masyarakat, bahkan ekonomi nasional.Inti pembahasannya:Usaha rumah tangga dapat menjadi sumber utama pendapatan keluarga.Usaha dari rumah membantu memenuhi kebutuhan dan menambah pendapatan keluarga.Aktivitas usaha dapat memperkuat hubungan antaranggota keluarga dan masyarakat.Islam memandang bekerja dan mencari rezeki sebagai hal yang baik selama dilakukan dengan cara yang halal.Kisah istri Abdullah bin Mas'ud menunjukkan bahwa usaha seorang wanita untuk menafkahi keluarganya dapat bernilai pahala.Nabi ﷺ membenarkan dan menganjurkan usaha tersebut selama hasilnya digunakan untuk kebutuhan keluarga.Karena itu, usaha mikro dan usaha rumahan perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah, lembaga sosial, dan lembaga keuangan.Dukungan seharusnya bukan hanya bantuan sesaat, tetapi juga pemberdayaan agar keluarga mampu mandiri secara ekonomi.Kesimpulan:Usaha rumah tangga bukan sekadar cara mendapatkan penghasilan, tetapi juga bentuk ikhtiar yang bernilai ibadah ketika dilakukan dengan halal dan untuk memenuhi kebutu han keluarga

💬 0 komentar📅 7 Sep 2026Baca selengkapnya →