📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Ibrahim : 2

Allah taala berfirman:ٱللَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَوَيۡلٞ لِّلۡكَٰفِرِينَ مِنۡ عَذَابٖ شَدِيدٍAllah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Allah Pemilik Seluruh AlamAllah adalah pemilik segala sesuatu di langit dan di bumi. Seluruh kerajaan berada di bawah kekuasaan-Nya.2. Peringatan bagi Orang KafirOrang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ dan menentang kebenaran akan mendapatkan siksaan yang sangat pedih di hari kiamat.✨ Pelajaran• Sadari bahwa seluruh yang kita miliki adalah milik Allah dan berada di bawah kekuasaan-Nya.• Kebenaran yang dibawa Rasulullah ﷺ tidak boleh didustakan.• Ayat ini menjadi peringatan agar manusia tidak memilih kekufuran dan penentangan terhadap wahyu Allah.Tema: Wahyu Ilahi Menghapus Kegelapan (Ayat 1–7)Subtema: Al-Qur'an Menunjukkan Semua Umat Manusia ke Jalan yang Terang (Ayat 1–3)Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
J

Jihan Jalilah Aflah

📍 Kota Makassar

QS AR Rum Ayat 40

Allah adalah satu-satunya yang menciptakan manusia, memberikan rezeki, mematikan, dan akan membangkitkan kembali seluruh makhluk di hari kiamat kelak.Manusia dilahirkan dari perut ibunya tanpa pengetahuan, pendengaran, penglihatan, maupun kekuatan. Allah-lah yang mencukupi seluruh kebutuhan manusia berupa pakaian, perhiasan, harta, hingga tempat tinggal.Allah Maha Suci, Maha Tinggi, dan Maha Besar dari segala bentuk sekutu, tandingan, atau kesyirikan yang diperbuat oleh manusia. Kesyirikan tersebut sama sekali tidak merugikan Allah, melainkan akibat buruknya akan kembali kepada diri mereka sendiri.

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS Al-Fatihah ayat 6

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Fatihah Ayat 6صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ“Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka.”Siapa yang Allah beri nikmat kepada mereka?Yaitu para nabi, para siddiq, para syahid, kemudian para orang-orang saleh.Oleh karenanya, kata para ulama, kalau kita meminta, mintalah yang tinggi kepada Allah, bukan sembarang meminta. Yaitu meminta jalan yang lurus.Kemudian:غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ“Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”Siapa yang dimurkai?Yaitu, kata para ulama, yang pertama Yahudi karena berilmu, namun tidak mengamalkan. Yang kedua Nasrani, karena bersemangat ibadah tanpa ilmu. Maka jadilah orang-orang yang tersesat dan tercela.Di sini mereka meminta dijauhkan dari jalan yang buruk.Maka ketika kita membaca Al-Qur’an Surah Al-Fatihah, hendaknya kita renungkan ini semua agar doa kita dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Inilah surah yang teragung. Dari sini kita tahu kenapa disebut dengan induk Al-Qur’an. Karena Al-Fatihah isinya mencakup sifat Allah, dan tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, asma’ wa sifat, kemudian rukun iman.

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Al ankabut ayat 11

Allah taala berfirman:وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَDan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.— QS. Al-`Ankabūt: 11Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-'Ankabut (29:11)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik. (Al-'Ankabut: 11)Yakni sungguh Allah akan menguji manusia dengan suka dan duka, kesengsaraan dan kebahagiaan agar dapat dibedakan siapa yang taat kepada Allah dalam keadaan suka dan duka, dan siapa yang ketaatannya hanyalah berdasarkan keuntungan yang diperolehnya. Hal yang sama dikatakan dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ikhwalmu. (Muhammad:31)Dan Allah berfirman sesudah Perang Uhud yang mengandung cobaan dan ujian yang berat bagi kaum muslim:Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dan yang baik (mukmin). (Ali-Imran: 179), hingga akhir ayat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 7

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAr-Raĥmān (55:7)Tema: BEBERAPA NIKMAT ALLAH YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA (Ayat 1-30)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (Ar-Rahman: 7)Makna yang dimaksud ialah keadilan, sebagaimana yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (Al-Hadid: 25)Hal yang sama dikatakan pula dalam firman berikutnya:Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (Ar-Rahman: 8)Yakni Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak dan adil agar segala sesuatu berjalan dengan hak dan adil. Dalam firman berikutnya lagi disebutkan:Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (Ar-Rahman: 9)Artinya, janganlah kamu mengurangi timbangan dan sukatan, tetapi timbanglah dengan benar dan adil.

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 28-29

28. Janganlah kamu -wahai orang-orang mukmin- menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin-pemimpin yang kalian cintai dan kalian bela dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa yang melakukan hal itu maka ia telah berlepas diri dari Allah dan Allah pun telah berlepas diri darinya, kecuali jika kalian berada di wilayah kekuasaan mereka sehingga kalian mencemaskan keselamatan diri kalian maka tidak ada salahnya apabila kalian menghindari kejahatan mereka dengan menunjukkan kelembutan dalam berbicara dan keramahan dalam bersikap, dengan tetap menyimpan rasa permusuhan dengan mereka. Allah memperingatkan kalian agar takut kepada-Nya, dan janganlah kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam murka-Nya dengan cara melakukan perbuatan maksiat. Hanya kepada Allahlah tempat kembalinya seluruh makhluk di hari Kiamat untuk menerima balasan atas amal perbuatan mereka.29. Katakanlah -wahai Nabi-, “Jika kalian menyembunyikan sesuatu yang dilarang oleh Allah di dalam dadamu, seperti berteman setia dengan orang-orang kafir, atau memperlihatkannya, niscaya Allah mengetahuinya. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Dia mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dilakukan-Nya

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
A
Alfiah fajri

📍 Kota Bogor

Tafsir Tafsir Al-Muyassar At-Taghabun (64:1)

Tafsir Tafsir Al-MuyassarAt-Taghabun (64:1)Tema: KESALAHAN MANUSIA AKAN DITAMPAKKAN ALLAH PADA HARI KIAMAT (Ayat 1-10)Semua yang ada di langit dan di bumi senantiasa menyucikan Allah dari yang tidak layak bagi-Nya. Kepunyaan-Nya semata kekuasaan yang mutlak terhadap segala sesuatu. Kepunyaan-Nya semata segala puji yang baik dan indah. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah annisa halaman 80

1 Perbuatan zina merupakan perbuatan maksiat yg berbahaya bg individu maupun masyarakat.Okeh karna itulah hukumnya sangat berat 2 Kelembutan dan kasih sayang Allah sangat besar bg hamba-hambahnya.Yautu dia nembuka pintu taubat bg siapa saja yg berbuat dosa,memudahkan jalannya untuk menyusuri jalan tobat 3 Setiap orang yg durhaka kpd Allah,baik secara sengaja mauoun tidak adalah orang yang tidak mengetahui kemuliaan zat yg ia durhakai dan tidak mengetahui akibat dan dampak buruknya

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

3 Ayat agung yang menenangkan hati dan menguatkan iman

"Rukun iman yang terangkum dalam ayat ini adalah benteng pertahanan akidah. Ketika benteng ini kokoh, seorang mukmin akan mampu menghadapi tantangan hidup, termasuk ketakutan akan hisab yang sangat detail, karena ia (rasul) memiliki sandaran ketaatan dan permohonan ampunan yang tulus." surat 285-286 bahwa 2 surat ini adalah inti dari surat Al Baqarah dan ada anjuran membaca setelah magrib atau sebelum tidur

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Baqarah 238

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:238)Tema: BEBERAPA HUKUM SYARIAT (Ayat 215-252)Subtema: Kewajiban mengerjakan shalat meskipun dalam keadaan takut (Ayat 238)Catatan kaki:209922. "Salat wusṭā" ialah salat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. Ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan Salat wusṭā ialah salat Ashar. Menurut kebanyakan ahli hadis, ayat ini menekankan agar semua salat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.Jagalah wahai kaum muslimin shalat lima waktu yang telah diwajibkan dengan melaksanakannya pada waktunya dengan syarat-syarat, rukun-rukun dan wajib-wajibnya. Jagalah shalat wustha di antara shalat-shalat tersebut, yaitu shalat Ashar, berdirilah dalam shalat kalian dalam keadaan taat kepada Allah, khusyu dan merendahkan diri.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari di dalam Tarikhnya, Abu Dawud, Al Baihaqi, dan Ibnu Jabir, yang bersumber dari Zaid bin Tsabit, bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam shalat Dzuhur di waktu hari sangat panas. Shalat seperti itu sangat berat dirasakan oleh shahabat-shahabatnya. Maka turunlah ayat ini yang menyuruh melaksanakan shalat bagaimanapun beratnya.Diriwayatkan oleh Ahmad, An Nasa'i, dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari Zaid bin Tsabit, bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam shalat Dzuhur di waktu hari sangat panas. Di belakang Rasulullah tidak lebih dari satu atau dua shaf saja yang mengikutinya. Kebanyakan di antara mereka sedang tidur siang, ada pula yang sedang sibuk berdagang. Maka turunlah ayat ini.Diriwayatkan oleh Imam yang enam dan yang lainnya, yang bersumber dari Zaid bin Arqam, bahwa pada zaman Rasulullah ada orang-orang yang suka bercakap-cakap dengan kawan yang ada di sampingnya saat mereka shalat. Maka turunlah ayat,…wa quumuu lillaahi qaanitiin (berdirilah karena Allah [dalam shalatmu] dengan khusuk) yang memerintahkan supaya diam pada waktu sedang shalat, dan melarang bercakap-cakap.Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid, bahwa ada orang-orang yang bercakap-cakap di waktu shalat, dan ada pula yang menyuruh temannya menyelesaikan dulu keperluannya (di waktu sedang shalat). Maka turunlah ayat, ….wa quumuu lillaahi qaanitiin (berdirilah karena Allah [dalam shalatmu] dengan khusuk) yang memerintahkan supaya khusuk ketika shalat.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:142-143

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf:142-143Ayat 142 :Allah menjanjikan kepada Musa untuk bermunajat kepada Rabb-nya selama tiga puluh malam, kemudian ditambah sepuluh malam, maka sempurnalah waktu Allah untuk berfirman secara langsung kepada Musa selama empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, Harun, ketika ia hendak berangkat untuk bermunajat kepada Rabb-nya, "Jadilah kamu penggantiku pada kaumku hingga aku kembali, bawalah mereka untuk taat dan beribadah kepada Allah. Janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi."Ayat 143 :Dan ketika Musa datang pada waktu yang ditentukan, yaitu empat puluh malam, Allah berfirman langsung kepadanya dengan menyampaikan wahyu, perintah, dan larangan. (Pada saat itu) Musa ingin melihat Allah dengan mata kepala, lalu diapun meminta itu kepada-Nya. Allah berfirman kepadanya: "Kamu tidak akan dapat melihat-Ku (maksudnya, kamu tidak akan mampu melihat-Ku di dunia), tetapi lihatlah kearah gunung itu. Apabila ia tetap di tempatnya pada saat aku menunjukkan diri-Ku padanya, maka kamu akan dapat melihat-Ku." Tatkala Rabb-nya menampakkan diri-Nya pada gunung itu, hancurlah gunung itu rata dengan tanah, lalu Musa jatuh pingsan. Ketika tersadar ia berkata: "Wahai Rabb-ku, aku menyucikan Engkau dari apa yang tidak sesuai dengan keagungan-Mu, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dari permintaanku untuk dapat melihat-Mu dalam kehidupan dunia ini, dan aku adalah orang pertama dari kaumku yang beriman kepada-Mu."

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Surah 2 : 2-5

QS. Al-Baqarah: 2Al-Qur’an adalah kitab yang agung, tidak ada keraguan di dalamnya, baik dari sisi turunnya maupun lafaz dan maknanya. Al-Qur’an merupakan firman Allah yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan membimbing mereka menuju jalan yang mengantarkan kepada Allah.QS. Al-Baqarah: 3–4Orang-orang bertakwa memiliki beberapa sifat:• Beriman kepada perkara gaib yang tidak dapat dijangkau oleh pancaindra, yang diketahui melalui wahyu Allah dan Rasul-Nya.• Mendirikan salat dengan memenuhi syarat, rukun, kewajiban, dan sunnahnya.• Menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan, baik melalui zakat maupun sedekah.• Beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan kepada wahyu yang diturunkan kepada para nabi sebelumnya.• Meyakini dengan pasti adanya kehidupan akhirat, termasuk pahala dan hukuman.QS. Al-Baqarah: 5Mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut berada di atas petunjuk dari Rabb mereka. Mereka memperoleh keberuntungan: mendapatkan apa yang mereka harapkan dan selamat dari apa yang mereka takutkan.Kesimpulan:Orang beriman dan bertakwa bukan hanya memiliki keyakinan dalam hati, tetapi iman tersebut tampak dalam ibadah dan amal. Mereka beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, berinfak, membenarkan seluruh wahyu Allah, dan yakin kepada akhirat. Buahnya adalah hidayah dan keberuntungan dari Allah.

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →