REINKARNASIReinkarnasi tidak dikenal dalam islam. Konsep islam mempunyai konsep pembalasan yang dijelaskan gamblang dakam Al-Qur'an dan hadist Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Pembalasannya terkadang segera di dunia dan dilanjutkan di alam Barzakh, yang paling keras pembalasan di alam akhirat kelak. Agama Islam mengenal hari :1. Kebangkitan 2. Yaumil Hisab3. Yaumil Mizan4.Hari pembalasanKonsep dalam islam dalam sangat jelas dan detail. Tapi sistem pembalasan dalam agama lain, misalnya ada yang memahami proses reinkarnasi yang tersebar di pemahaman di India dan banyak kaum muslimin yang terpengaruh. Mereka berkeyakinan seorang yang melakukan kesalahan maka dia akan dibalas di dunia ini, dalam kehidupan berikutnya. Jika dia melakukan kebajikan maka dia meninggal, dan dia akan mendapatkan strata yang lebih baik. Begitu juga sebaliknya melakukan keburukan maka dia akan diletakkan di strata yang sangat buruk, bisa jadi dalam bentuk hewan-hewan yang hina. Bantahan sederhana bahwasanya konsep sederhana seharusnya orang sadar diberikan pembalasan karena dia dulu melakukan kesalahan, atau balasan kebaikan karena dia dulu melakukan kebaikan. Al Iman Ibnul Jauzi rahimahullah menyampaikan perkataan Abul Qosim Al-Bakhli rahimahullah berkata ketika pembesar, pemikir-mikir reinkarnasi melihat anak-anak ada yang kesakitan, hewan-hewan sakit anak lahir dalam kondisi tidak punya dosa. Mereka tidak menyakini sakitnya anak-anak bukan takdir dari Tuhan, melainkan mereka meyakini bahwa ini adalah akibat dampak kehidupan dia sebelumnya, inilah yang disebut dengan reinkarnasi. Menurut mereka, menjelaskan bahwasanya proses reinkarnasi ada beberapa tahapan, pertama ketika sudah meninggal maka dia akan masuk pada suatu alam, dan dia akan hidup kembali. Kalau dia ada jiwa yang baik nanti dia (ruh)nya akan mampir pada sayur-sayuran, kemudian dimakan oleh manusia, dan mampir lagi ke rahim seorang wanita lalu lahirlah dia. Dan ada juga yang lahir pada hewan-hewan dan menjadi baik sesuai kehidupan sebelum nya, dan setiap 1000 tahun akan muncul lagi. Ini menurut mereka. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah membawakan kisah, Abu Bakar Ibn Falash bercerita dia bertemu dengan orang Syia'ah dia terkena pemikiran orang yang terkena pemikiran reinkarnasi. Dia bertemu kucing warna hitam dan dia menggaruk-ngaruk diantara dua mata kucing tersebut. Lalu dia melihat kucingnya menangis, dan orang itu ikut menangis. Abu Bakar Ibn Falash bertanya mengapa engkau menangis? Orang itu menjawab "celaka engkau, kucing ini adalah ibuku. Dan dia menyesal". Maksudnya reinkarnasi ibunya. Dia mulai bercerita dengan kucing. Abu Bakar Ibn Falash bertanya lagi " Apakah engkau paham apa yang kucing ini bicarakan?" "Tidak". Abu Bakar Ibn Falash bilang " Artinya engkau adalah hewan dan ibumu kucing". Ini adalah khurufat, tidak ada namanya reinkarnasi. Ini adalah pemikiran yang rusak, dimana orang merasa dia adalah raja, dia adalah Sultan, ini akalnya dipermainkan. Ini tidak benar. Tidak ada faidah reinkarnasi. Pembalasan dalam islam semuanya tercatat dan itulah konsep pembalasan yang benar. TALBIS IBLIS PADA KELOMPOK KHAWARIJKelompok sesat yang muncul di zaman para sahabat Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Dan muncul di zaman Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Mereka merasa bahwa ibadah Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam dan para sahabatnya kurang, mereka ujub, mereka merasa hebat dengan amalnya. Khawarij su'udzon dengan sifat orang lain, husnuzon pada orang lain. Ketika iblis melihat orang bertakwa, iblis akan datang menggoda dia untuk ekstrim dalam beragama. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata pemula khawarij adalah Dzulkhuisiroh At-Tamimi, dia adalah nenek moyang khawarij dia mengkritisi Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam membagikan harta ghonimmah kepada empat orang. Maka sebagian sabahat yang aneh, sebagian sahabat Muhajirin dan Anshor ada yang tidak diberikan, dan diberikan pada Arab Badui yang baru masuk islam. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menjawab, "mengapa kalian tidak percaya kepada ku? Sementara aku adalah orang yang kepercayaan Allah yang di langit, datang ayat pagi dan sore hari". Kalau datangnya laki-laki matanya cekung ke dalam, pipinya agak ke dalam, dahinya menonjol, janggutnya lebat, kepala nya botak. Dia berkata "ittaqillah ya Rasulullah, Ya Muhammad adilah engkau Muhammad, itu orang baru islam kau bagi-bagi". Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bangkit dan menengok kepada orang ini, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menengur dia "bukankah orang yang paling utama untuk bertakwa adalah aku? Aku ini adalah Nabi". Orang itu cuek dan pergi. Khalid bin Walid radhiyallahu anhu melihat kejadian ini meminta untuk izin untuk memenggal kepalanya, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam tidak, jangan siapa tau dia sholat. Khalid menjawab, betapa banyak orang yang sholat tapi tidak menyebutkan apa yang didalam hatinya (kafir). Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menjawab "aku diperintahkan untuk melihat dzhoirnya, dan tidak diperintahkan membelah hatinya". Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda akan keluar pada orang ini suatu kaum yang mereka membaca Al-Qur'an tapi tidak melewati kerongkongan nya, mereka akan keluar dari agama seperti anak panah menembus hewan buruan". (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam tidak menemui khawarij yang mengangkat pedang. Mereka muncul di zaman Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menjmuslimi, mereka akan muncul firaqoh pada di tengah pertikaian dua kubu kaum muslimin. Yaitu kubu Ali bin abi thalib radhiyallahu anhu dan kubu Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu, yang mereka sama-sama ingin kebaikan. Dimulai dengan perang Jamal dan perang Shiffin.Khawarij membunuh Ustman bin Affan dengan kedzaliman, tidak diberikan minum,rumahnya dikepung, Ustman bin Affan radhiyallahu anhu sedang membaca Al-Qur'an dia menahan pedang dan terbunuh lah Ustman. Padahal beliau adalah menantu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, dan kerabatnya Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Pembunuhnya sangat banyak, ada yang berkata 2000, ada yang berkata 3000 pasukan yang berkomplotan untuk membunuh Ustman bin Affan. Kemudian, terangkatlah khalifah ke empat Ali bin Abi Thalib. Dan sampailah kabar kepada Ibunda Aisyah Radhiyallahu anha, dan ada yang punya ide, bahwa pendapat Aisyah radhiyallahu anha didengar oleh Ali, maka berjalanlah Aisyah ditemani oleh beberapa sahabat untuk berdiskusi dengan Ali bin Abi Thalib. Ternyata dua kubu ini disusupi oleh orang khawarij yang menyebarkan fitnah. Dan terjadilah perang Jamal, perang antara Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dengan Ibunda Aisyah radhiyallahu anha. Dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu memuliakan Ibunda Aisyah radhiyallahu anha. Lalu, Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu sebagai kerabat Ustman bin Affan radhiyallahu anhu menuntut agar Ali bin Abi Thalib menangkap pembunuh Ustman. Akan tetapi terjadi ithjihad (perbedaan pendapat) diantara Ali dan Mu'awiyah. Itijihad Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu, tangkap pembunuh Ustman. Itijihad Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, kita tangkap nanti setelah stabilitas negara terjamin aman, dan di tangkap satu demi satu, agar tidak terjadi peperangan, terjadi kekacauan dan pertumpahan darah. Ternyata di sini lah terjadi itijihad, dan Mu'awiyah tidak mau berbai'at kepada Ali sebelum di tangkap pembunuh Ustman bin Affan radhiyallahu anhu. Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu tidak ingin menjadi pemimpin, beliau hanya menuntut darah Ustman bin Affan, dan terjadi lah perang Shiffin. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam berdalil, Ali bin Abi thalib radhiyallahu anhu lebih dekat dengan kebenaran. Akan keluar firqoh yang diperangi dua kelompok dan diantar keduanya ada yang mendekati kebenaran. Karena kebenaran pada Ali bin Abi Thalib, dia memerangi firqoh khawarij. Untuk berdamai, mereka mengirimkan urusan Abu Musa Al-As'ari radhiyallahu anhu dan Amr bin Ash. Dan keluarlah kelompok khawarij ini. Ciri-ciri khawarij berdasarkan dalil dari Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam anak muda, mereka bodoh orang Arab tapi tidak memahami Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an hanya dimulut saja, mereka membunuh orang-orang islam dan membiarkan orang-orang kafir, mudah mengkafirkan kaum muslim, mereka rajin ibadah, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda kalian akan minder pada ibadah mereka, mereka sering beribadah sholat malam, wajahnya putih saking raajinya sholat malam. Mereka mengkafirkan Ali, mengkafirkan para sahabat. Khawarij memisahkan diri dari kelompok Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Dan mereka bersepakat untuk memerangi Ali bin Abi Thalib. Ada seseorang berbicara kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu "wahai amirul mukmin,sesungguhnya kelompok khawarij memberontak padamu". Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata "biarkan mereka, aku tidak akan memerangi mereka sampai mereka memerangi ku". Kemudian datanglah Ibnu Abbas radhiyallahu anhu sepupu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, menghadap Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dan berkata " wahai amirul mukmin tundalah sholat dzuhur, ini masih terlalu panas" (Sunnah menunda sholat dzuhur jika terlalu panas)". Aku akan berdiskusi dengan mereka (khawarij). Ali berkata "jangan aku khawatir mereka akan menyakitimu". Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata "tidak aku akan berakhlak baik, aku tidak akan menyakiti siapa pun, mudah-mudahan mereka sadar". Ibnu Abbas radhiyallahu anhu terkenal lembut dan berakhlak baik. Amirul mukmin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu pun mengizinkan Ibnu Abbas mendatangi mereka. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berangkat menggunakan baju yang terindah import dari Yaman, aku menyisir rapi rambut ku dan berpenampilan rapi mendatangi mereka. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata "sesungguhnya aku tidak pernah melihat orang yang seperti mereka kuat ibadahnya, kepala mereka sampai luka sakingnya sering sholat, baju mereka lusuh, wajah mereka pucat".Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengucapkan salam pada mereka, mereka menjawab " Marhaban ya Ibnu Abbas, mengapa engkau pergi kesini dengan baju bagus-bagus". Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menjawab "mengapa tidak boleh, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam pun memakai baju yang bagus-bagus". Mereka bertanya "apa yang membuat kesini ya Ibnu Abbas?". Kata Ibnu Abbas radhiyallahu anhu " Aku datang dari sisi Muhajirin dan Anshor, dan aku datang dari sisi menantu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam yaitu Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, Al-Qur'an turun kepada mereka dan turun pada menantu Nabi, mereka lebih tahu tafsir Al-Qur'an dari pada kalian wahai orang-orang Khawarij". Diantara mereka ada yang berbicara "jangan debat sama Quraisy, dan mereka membacakan Al-Qur'an tentang orang kafir Quraisy mereka terapkan firman Allah itu pada Ibnu Abbas, padahal Ibnu Abbas orang muslim". Mereka menjawab ada tiga hal yang ingin kita diskusikan, kata Ibnu Abbas radhiyallahu tidak apa, apa yang kalian kritiki ke Muhajirin dan Anshor, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu hakimDiskusi mereka yaitu :1. Mengapa Ali bin Abi Thalib menjadikan manusia sebagai hakim, dalam urusan Allah? Padahal Allah berfirman "hukum ini harus kembali kepada hukum Allah" (Tidak ada hukum selain hukum Allah). 2. Sesungguhnya Ali bin Ali Tholib telah berperang, tapi dia tidak menahan pasukan, dan tidak mengambil harta ghonimmah? 3. Dan Ali bin Abi Thalib menghapus nama amirul mukmin ketika diskusi dengan Mu'awiyah. Artinya Ali adalah amirul kafirin? Jawaban Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, 1. Sesungguhnya nya Allah telah menjadikan para lelaki sebagai hakim dari permasalahan yang kurang dari 1/4 dirham, yaitu harga kelinci. Firman Allah Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَاَ نْـتُمْ حُرُمٌ ۗ وَمَنْ قَتَلَهٗ مِنْكُمْ مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهٖ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ هَدْيًاۢ بٰلِغَ الْـكَعْبَةِ اَوْ كَفَّا رَةٌ طَعَا مُ مَسٰكِيْنَ اَوْ عَدْلُ ذٰلِكَ صِيَا مًا لِّيَذُوْقَ وَبَا لَ اَمْرِهٖ ۗ عَفَا اللّٰهُ عَمَّا سَلَفَ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَيَنْتَقِمُ اللّٰهُ مِنْهُ ۗ وَا للّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَا مٍ"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 95).Dalam ayat lain Allah berfirmanوَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآDan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan QS. An-Nisa 35.Disini Allah memerintahkan lelaki (manusia) untuk menjadi hakim. Maka aku bertanya pada kalian "mana yang lebih penting, mana yang lebih utama urusan rumah tangga atau lebih utama lelaki mengurus, urusan darah kaum muslimin".Mereka terdiam.Bantahan kedua, Peperangan antara Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dan Ibunda Aisyah radhiyallahu anha ? Sedangkan Aisyah radhiyallahu anha adalah istri nabi, siapa yang berani menjadikan Aisyah sebagai tawanan atau budak wanita? Mereka diam tidak bisa menjawab. Bantahan ketiga, Adapun Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu menghapus tulisan amirul mukmin itu pernah dilakukan oleh Rasulullah, ketika berdiskusi dalam perjanjian hudaibiyah dengan kaum musyrikin. Kata-kata Rasulullah dihapus, dan ditulis Muhammad bin Abdillah. Akhirnya mereka bertaubat sekitar 2.000 orang.Dan tersisa 4.000 orang, mereka bertemu dengan Ali bin Abi Thalib mereka berkata "hendaklah engkau bertaubat kepada Allah, engkau tidak berhukum dengan hukum Allah. " Khawarij masih menganggap Ali bin Abi Thalib kafir. Diperjalanan orang-orang Khawarij bertemu dengan Abdullah bin Khabab radhiyallahu anhu. Mereka bertanya, "apakah engkau pernah mendengarkan hadist dari ayahmu? Maksudnya Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam." Abdullah bin Khabab menjawab, "ya aku pernah mendengar hadist dari Ayahku, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda tentang fitnah. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda yang duduk pada musim fitnah lebih baik dari pada yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari pada yang berjalan.Yang berdiri lebih baik dari pada yang berlari menuju fitnah. Kata Nabi shallallahu alayhi wa sallam jika fitnah sudah terjadi, jadilah engkau hamba yang terbunuh". Orang Khawarij berkata, engkau mendengar hadist ini dari ayahmu? Dari Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam? Maka mereka membawa Abdullah bin Khabab radhiyallahu anhu dipinggir sungai, karena mereka bertakwa, bukankah engkau mendengar hadist ini dari Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam? Ini musim fitnah, maka lebih baik engkau kami bunuh. Dan mereka menyembelih dan menggantung kepala Abdullah bin Khabab radhiyallahu anhu. Mereka melihat budak wanita Abdullah bin Khabab radhiyallahu dalam kondisi hamil, mereka membedah perutnya dan membunuh budak wanita Abdullah bin Khabab radhiyallahu anhu."Terdengarlah kabar ini kepada Amirul mukmin Ali bin Abi Thalib dan Ali bin Abi Thalib, menuntut mereka. Kata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, "wahai orang-orang Khawarij, serahkan pembunuh Abdullah bin Khabab". Khawarij seretak menjawab "kami semua yang membunuh Abdullah bin Khabab". Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu ada yang berteriak sampai 3x, "serahkan pembunuh Abdullah bin Khabab!". Mereka menjawab "kami semua membunuh Abdullah bin Khabab". Ali bin abi Thalib radhiyallahu anhu perangi mereka. Mereka dengan semangat bersiap untuk mati, karena mereka berpikir siap bertemu dengan Allah dan mereka berpikir mati pasti masuk surga. Terjadilah perang di Nahrawan, mereka kalah dan lari kocar-kacir. Tersisa 3 orang, yaitu Abdurrahman bin Muljam, Al-Buraq bin Abdullah, dan Amr bin Bakr At-Tamimi. Mereka berdiskusi di Mekkah, di bulan Ramadhan. Mereka ingin membunuh, Ali, Mu'awiyah dan satu membunuh Amr bin Ash. Abdurrahman bin Muljam berhasil membunuh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, dia menikam dikepala Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu sampai tembus ke otaknya. Ummu kulsum berkata "wahai aduwallah, (musuh Allah), engkau telah membunuh Amirul mukmin, semoga Ayahku baik-baik saja". Abdurrahman bin Muljam berkata " Demi Allah aku telah memberikan racun pada pisau ku itu selama sebulan, dan ayahmu pasti mati dan aku tidak membunuh kecuali ayahmu". Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu meninggal dunia. Dan ketika dia akan dihukum, maka Abdullah bin Ja'far memotong tangannya. Abdurrahman bin Muljam tenang. Matanya diberikan besi panas, darah mengalir dari matanya tapi dia tidak berteriak, dipotong kaki nya dia tetap tenang, dan dia terus berdzikir dan membaca QS. Al-Alaq sampai selesai. Tapi ketika lidahnya ingin dipotong, dia ketakutan. Dia takut saat bertemu dengan Allah tidak punya lidah. Orang yang melihat akan terpesona betapa dia sangat taat kepada Allah, menyangka dia wali Allah. Padahal dia ini penghuni neraka, pembunuh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam orang Khawarij adalah anjing-anjing neraka. Para ulama menafsirkan bahwa mereka dijadikan kondisi terburuk anjing atau mereka dijadikan bertubuh anjing.