👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah ibunda Juwairiyah binti Al Harits dan Ummu Habibah

1. Kisah Juwairiyah binti Al-HaritsA. ​Latar Belakang: Juwairiyah adalah putri dari Al-Harits bin Abi Dirar, pemimpin kabilah Bani Mustaliq (bagian dari kabilah Khuzaah). Sebelumnya, ia telah menikah dengan musuh Islam bernama Musafi' bin Safwan, yang tewas dalam Perang Banu Mustaliq (atau Perang Al-Muraisi).B. ​Pernikahan dengan Nabi SAW: Setelah pasukan Muslim memenangi peperangan dan menawan banyak orang, Juwairiyah jatuh sebagai tawanan bagian Sahabat Tsabit bin Qais. Ia kemudian mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk meminta bantuan pelunasan tebusan (mukatabah) agar bisa memerdekakan dirinya. Nabi SAW menawarkan untuk membayarkan tebusan tersebut sekaligus menikahinya, yang disambut baik oleh Juwairiyah yang telah masuk Islam.C. ​Keberkahan Pernikahan: Mengetahui Juwairiyah telah dinikahi oleh Rasulullah SAW, para sahabat beramai-ramai membebaskan seluruh tawanan dari Bani Mustaliq karena menganggap mereka kini telah menjadi keluarga (ipar) Nabi SAW. Sebanyak 100 kepala keluarga dimerdekakan, yang kemudian menjadi sebab keislaman kaumnya secara masif, termasuk ayahnya (Abu Sufyan-nya versi Bani Mustaliq, Al-Harits).D. ​Ibadah dan Wafat: Juwairiyah dikenal sebagai sosok yang sangat ahli beribadah dan tekun berzikir kepada Allah. Beliau wafat pada tahun 50 Hijriah di usia sekitar 60-an tahun.​2. Kisah Ummu Habibah (Ramlah binti Abu Sufyan)A. ​Latar Belakang: Ummu Habibah adalah putri dari Abu Sufyan bin Harb, pemimpin besar Quraisy yang pada masa itu masih memusuhi Islam. Ia memiliki hubungan nasab yang cukup dekat dengan garis keturunan Nabi SAW dan merupakan sepupu dari Utsman bin Affan.B. ​Hijrah dan Ujian: Ummu Habibah bersama suaminya (Ubaidillah bin Jahsy) dulunya hijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan diri dari penindasan kaum musyrikin Quraisy. Selama di sana, suaminya meninggal dunia dalam keadaan iman yang tetap terjaga (bantahan terhadap riwayat lemah yang menyebut suaminya murtad).C. ​Pernikahan dengan Nabi SAW: Ketika mengetahui Ummu Habibah hidup sendiri di negeri perantauan dan keluarganya di Mekkah masih kafir, Nabi Muhammad SAW mengutus seseorang kepada Raja Najasyi di Habasyah untuk melamarnya. Raja Najasyi bertindak sebagai wakil dalam pernikahan tersebut, dengan mahar yang mulia dan terhormat, lalu mengirimnya kembali ke Madinah.D. ​Keteguhan Iman: Ketika ayahnya (Abu Sufyan) datang ke Madinah dalam rangka memperbarui perjanjian damai, Abu Sufyan hendak duduk di tikar milik Rasulullah SAW. Ummu Habibah dengan sigap melipat tikar tersebut dan berkata kepada ayahnya bahwa ia tidak pantas duduk di tempat Rasulullah karena ia adalah seorang musyrik yang najis. Sikap tegas ini menjadi salah satu pukulan batin yang kemudian melembutkan hati ayahnya hingga akhirnya masuk Islam.E. ​Wariskan Sunnah: Ummu Habibah adalah perawi hadis tentang keutamaan salat sunnah rawatib 12 rakaat sehari semalam yang dijanjikan akan dibangunkan istana di surga. Beliau wafat pada tahun 44 Hijriah di masa kekhilafahan saudaranya, Muawiyah bin Abu Sufyan.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah

### Kisah Ummul Mukminin Juwairiyah Radhiyallahu ‘Anha - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.### 1\. Nasab dan Latar Belakang JuwairiyahJuwairiyah bintu Al-Harits bin Abi Zirar berasal dari Bani Al-Musthaliq, salah satu cabang Kabilah Khuza'ah. Ayahnya, Al-Harits bin Abi Zirar, merupakan pemimpin Bani Al-Musthaliq.Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Juwairiyah adalah istri Musafi' bin Shafwan, seorang tokoh dan ahli perang dari Bani Al-Musthaliq.Kaumnya kemudian berperang melawan pasukan kaum muslimin dalam peperangan yang dikenal dengan dua nama, yaitu Perang Bani Al-Musthaliq atau Perang Al-Muraisi'.Dalam peperangan tersebut, Musafi' bin Shafwan terbunuh, sedangkan ayah Juwairiyah melarikan diri dan Juwairiyah menjadi tawanan.Nama asli Juwairiyah adalah Barrah binti Al-Harits bin Abi Zirar.### 2\. Pernikahan Juwairiyah dengan Rasulullah ﷺSetelah menjadi tawanan, Juwairiyah jatuh ke bagian Tsabit bin Qais bin Syammas. Ia kemudian membuat kesepakatan dengan Tsabit untuk menebus dan memerdekakan dirinya sendiri.Tsabit menetapkan tebusan sebesar 40 uqiyah. Karena tidak mampu membayar tebusan tersebut, Juwairiyah mendatangi Rasulullah ﷺ untuk meminta bantuan.Inilah pertemuan pertama Rasulullah ﷺ dengan Juwairiyah.Juwairiyah adalah seorang wanita yang sangat cantik dan merupakan putri dari pemimpin kaumnya. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah mengungkapkan kecemburuannya ketika melihat kecantikan Juwairiyah.Kemudian Rasulullah ﷺ menawarkan:"Apakah engkau ingin aku membayarkan tebusanmu, kemudian aku menikahimu?"Juwairiyah pun menjawab, "Ya, wahai Rasulullah."Akhirnya Rasulullah ﷺ membayarkan pembebasannya dan menikahinya.Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Juwairiyah adalah wanita yang cantik. Ketika datang menemui Rasulullah ﷺ, ia memperkenalkan dirinya sebagai putri Al-Harits, pemimpin kaumnya, kemudian meminta bantuan untuk menyelesaikan perjanjian pembebasannya.Riwayat kisah pernikahan ini terdapat dalam kitab-kitab sirah, di antaranya Sirah Ibnu Hisyam dan Thabaqat Ibnu Sa'ad.Ada beberapa sisi yang menjadi perhatian dalam pernikahan ini:* Juwairiyah merupakan wanita yang cantik.* Ia telah menerima Islam meskipun sedang berada dalam keadaan sebagai tawanan.* Ia merupakan putri dari pemimpin sebuah kabilah dan berasal dari keluarga terpandang.* Pernikahan ini memiliki hikmah sosial dan politik, yaitu mendekatkan hubungan dengan kerabat Juwairiyah sehingga diharapkan semakin banyak dari mereka yang menerima Islam.Dalam sebagian riwayat sejarah disebutkan bahwa usia Juwairiyah ketika menikah dengan Rasulullah ﷺ sekitar 20 tahun.### 3\. Keberkahan Juwairiyah bagi KeluarganyaSetelah Rasulullah ﷺ menikahi Juwairiyah, berita pernikahan tersebut sampai kepada para sahabat.Saat itu, para sahabat masih menawan banyak kerabat Juwairiyah dari Bani Al-Musthaliq.Mereka kemudian berkata bahwa orang-orang tersebut sekarang merupakan kerabat Rasulullah ﷺ melalui pernikahan. Karena menghormati hubungan tersebut, para sahabat membebaskan tawanan-tawanan yang berada dalam kekuasaan mereka.Disebutkan bahwa ada sekitar 100 keluarga yang dibebaskan karena pernikahan Juwairiyah dengan Rasulullah ﷺ. Banyak dari mereka kemudian masuk Islam.Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:فَمَا أَعْلَمُ امْرَأَةً كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً عَلَى قَوْمِهَا مِنْهَا"Aku tidak mengetahui ada seorang wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah."Riwayat kisah ini disebutkan dalam riwayat Aisyah tentang pernikahan Juwairiyah, yang dibawakan dalam kitab-kitab sirah.Subhanallah, hanya karena pernikahan Juwairiyah, sekitar 100 keluarga mendapatkan kemerdekaan dan menjadi sebab banyak orang menerima Islam.Betapa besar keberkahan yang Allah berikan melalui Juwairiyah.Dari kisah ini kita belajar bahwa setiap anggota keluarga, baik laki-laki maupun perempuan, hendaknya berusaha menjadi sebab keberkahan bagi keluarganya.Jika kita sudah belajar agama, berusahalah agar anggota keluarga yang lain juga ikut belajar agama.Jika kita memiliki harta, berusahalah membantu kerabat yang membutuhkan. Jika kita tidak memiliki harta tetapi suami memiliki kelapangan rezeki, kita dapat mengajak suami untuk membantu keluarga.Jika ada anggota keluarga yang bertengkar, berusahalah mendamaikan dan menyatukan mereka.Jangan sampai kita hanya menjadi orang yang mendapatkan kebaikan, tetapi berusahalah menjadi orang yang membawa keberkahan bagi keluarga.### 4\. Ayah Juwairiyah Akhirnya Masuk IslamTidak hanya kerabatnya, ayah Juwairiyah, Al-Harits bin Abi Zirar, akhirnya juga masuk Islam.Ketika mendengar putrinya menjadi tawanan, Al-Harits datang ke Madinah dengan membawa banyak unta untuk menebusnya.Namun, dalam perjalanan, ada dua ekor unta yang ia sukai. Ia pun memisahkan dan menyembunyikan kedua unta tersebut di suatu tempat, kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa unta-unta yang lain.Ketika bertemu Rasulullah ﷺ, Al-Harits bermaksud menebus putrinya.Namun, Rasulullah ﷺ bertanya tentang dua ekor unta yang disembunyikannya.Al-Harits terkejut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui perbuatannya tersebut selain Allah.Ia kemudian bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.Akhirnya, Al-Harits masuk Islam.Kisah dua ekor unta ini diriwayatkan dalam literatur sirah, di antaranya melalui penuturan Ibnu Ishaq. Kisah ini bukan hadis yang tercantum dalam Shahih Bukhari atau Shahih Muslim.### 5\. Rasulullah ﷺ Mengubah Nama JuwairiyahNama asli Juwairiyah adalah Barrah. Kata Barrah memiliki makna wanita yang baik atau salehah.Namun, Rasulullah ﷺ kemudian mengubah namanya menjadi Juwairiyah.Mengapa nama tersebut diubah?Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan:كَانَتْ جُوَيْرِيَةُ اسْمُهَا بَرَّةَ، فَحَوَّلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ اسْمَهَا جُوَيْرِيَةَ، وَكَانَ يَكْرَهُ أَنْ يُقَالَ: خَرَجَ مِنْ عِنْدِ بَرَّةَ"Nama Juwairiyah dahulu adalah Barrah. Kemudian Rasulullah ﷺ mengubah namanya menjadi Juwairiyah. Beliau tidak menyukai jika dikatakan, 'Beliau keluar dari sisi Barrah.'"HR. Muslim no. 2140. Sunnah +1Hal ini karena ungkapan tersebut bisa menimbulkan kesan yang kurang baik, seolah-olah seseorang baru saja keluar dari tempat kebaikan.### 6\. Juwairiyah, Wanita yang Rajin BeribadahJuwairiyah memiliki akhlak yang baik. Setelah dibimbing dengan Islam, ia menjadi sosok wanita yang luar biasa dalam ibadah.Ia dikenal rajin berzikir dan berpuasa.Rasulullah ﷺ pernah mendapati Juwairiyah sedang berzikir dalam waktu yang sangat lama.Dalam sebuah hadis dari Juwairiyah radhiyallahu ‘anha diceritakan:Pada suatu pagi, Rasulullah ﷺ keluar dari rumahnya setelah salat Subuh, sementara Juwairiyah sedang duduk di tempat salatnya.Ketika Rasulullah ﷺ kembali pada waktu Duha, Juwairiyah masih berada di tempat yang sama.Rasulullah ﷺ bertanya:"Apakah engkau masih dalam keadaan seperti ketika aku meninggalkanmu tadi?"Juwairiyah menjawab, "Ya."Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda bahwa beliau telah membaca empat kalimat sebanyak tiga kali. Kalimat tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan jika ditimbang dengan seluruh zikir yang telah dibaca Juwairiyah sejak pagi tadi, niscaya kalimat tersebut akan lebih berat timbangannya.Rasulullah ﷺ bersabda:سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِLatin:Subhanallahi wa bihamdihi, 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatihi.Artinya:"Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sejauh keridaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat-Nya."HR. Muslim no. 2726. Ensiklopedia Terjemahan Hadis-hadis Nabi +1Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan zikir tersebut.Hal yang menjadi perhatian kita adalah bahwa Juwairiyah merupakan sosok wanita yang betah berzikir kepada Allah.Untuk bisa betah berzikir kepada Allah membutuhkan iman yang kuat.Betah berzikir artinya seseorang merasa bahagia dan nyaman ketika mengingat Allah. Hal ini tentu membutuhkan latihan dan perjuangan.Kita perlu melatih diri sampai merasa bahagia ketika beribadah kepada Allah.Tentu saja, keadaan setiap orang berbeda. Juwairiyah saat itu tidak memiliki anak dan sedang berada di rumah ketika Rasulullah ﷺ keluar. Adapun seorang ibu yang memiliki pekerjaan rumah dan harus mengurus anak tentu memiliki kesibukan tersendiri.Namun, yang perlu kita teladani adalah bagaimana Juwairiyah mampu memanfaatkan waktunya untuk berzikir kepada Allah.Jangan sampai waktu kita habis untuk hal-hal yang sia-sia.Keuntungan memperbanyak zikir sangatlah besar, di antaranya:* Menjaga diri dari berbagai macam dosa.* Mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.* Meninggikan derajat di akhirat.* Mendapatkan kemudahan dan kebaikan dari Allah, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.Namun, semua itu membutuhkan iman dan kesungguhan.### 7\. Juwairiyah dan Puasa Hari JumatJuwairiyah juga dikenal rajin berpuasa.Dalam sebuah hadis, Abu Ayyub meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menemui Juwairiyah pada hari Jumat ketika ia sedang berpuasa.Rasulullah ﷺ bertanya:"Apakah engkau berpuasa kemarin?"Juwairiyah menjawab, "Tidak."Beliau bertanya lagi:"Apakah engkau berniat berpuasa besok?"Juwairiyah menjawab, "Tidak."Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:فَأَفْطِرِي"Maka berbukalah."HR. Bukhari no. 1986. Sunnah Beta +1Hal ini berkaitan dengan larangan mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja tanpa berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.Rasulullah ﷺ bersabda:لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، إِلَّا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ"Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya."HR. Bukhari no. 1985. Sunnah +1### 8\. Wafatnya Juwairiyah radhiyallahu ‘anhaJuwairiyah hidup bersama Rasulullah ﷺ hingga beliau wafat.Setelah itu, Juwairiyah masih hidup pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Hasan, hingga masa Muawiyah radhiyallahu ‘anhum.Beliau wafat di Madinah.Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Juwairiyah wafat pada tahun 50 Hijriyah. Ada pula riwayat yang menyebutkan tahun 56 Hijriyah.Usia beliau ketika wafat juga diperkirakan sekitar 60 tahun lebih. Adapun angka pastinya tidak dapat dipastikan karena terdapat perbedaan riwayat mengenai tahun kelahirannya dan tahun wafatnya.Juwairiyah radhiyallahu ‘anha adalah salah satu Ummul Mukminin yang dikenang karena keberkahannya bagi keluarga dan kaumnya serta kesungguhannya dalam beribadah kepada Allah.### 9\. Pelajaran dari Kisah JuwairiyahAda satu pelajaran penting dari kehidupan Juwairiyah radhiyallahu ‘anha, yaitu bagaimana seseorang berusaha melatih dirinya agar bahagia dalam beribadah kepada Allah.Ubah sikap kita yang selama ini merasa bahwa ibadah adalah beban. Cobalah melatih diri agar memandang ibadah sebagai sumber kebahagiaan.Jangan sampai kita hanya bersemangat dalam urusan dunia, tetapi merasa berat ketika harus beribadah kepada Allah.Sisihkan waktu untuk memperbanyak zikir, melatih diri agar terbiasa beribadah, dan menikmati kedekatan dengan Allah.Hidup ini hanya sebentar. Maka, manfaatkan waktu yang Allah berikan untuk memperbanyak amal saleh.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#30 KISAH SINGKAT 2 ISTRI NABI, JUWAIRIYAH BINTU HAARITS DAN UMMU HABIBAH RAMLAH BINTU ABU SUFYAN

Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.AKajian ini mengulas kisah dua sosok wanita mulia, Ummul Mukminin Juwairiyah binti Al-Harits dan Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan, serta pelajaran berharga dari kehidupan mereka.1. Kisah Juwairiyah binti Al-HaritsJuwairiyah adalah putri dari pemimpin kabilah Bani Al-Mustaliq. Awalnya, ayahnya berencana menyerang Madinah, namun Rasulullah ﷺ melakukan tindakan preventif dengan menyerang terlebih dahulu. Dalam pertempuran tersebut, suami Juwairiyah gugur dan ia pun tertawan.Proses Keislaman: Setelah tertawan, ia meminta bantuan kepada Nabi ﷺ untuk menebus dirinya. Rasulullah menawarkan untuk melunasi tebusannya dan menikahinya. Juwairiyah menerima tawaran tersebut, yang juga menjadi jalan pembuka bagi kaumnya untuk memeluk Islam.Keberkahan Pernikahan: Karena ia menjadi istri Nabi, para sahabat membebaskan ratusan tawanan dari keluarga Bani Al-Mustaliq karena merasa tidak pantas memperbudak kerabat Rasulullah. Aisyah RA memuji Juwairiyah sebagai wanita yang paling berkah bagi kaumnya.Ibadah dan Zikir: Juwairiyah dikenal sangat ahli ibadah. Rasulullah ﷺ pernah menegurnya karena ia berzikir dari subuh hingga siang hari. Nabi kemudian mengajarkan zikir yang memiliki timbangan pahala setara dengan apa yang ia ucapkan seharian, yakni bacaan Subhanallah dan Alhamdulillah sebanyak jumlah makhluk dan berat Arsy Allah.2. Kisah Ummu Habibah Ramlah binti Abu SufyanUmmu Habibah adalah putri dari tokoh Quraisy, Abu Sufyan. Ia adalah istri Nabi yang nasabnya paling dekat dengan beliau.Ujian Keimanan: Ia berhijrah ke Habasyah bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsy. Di sana, suaminya meninggal dunia. Meskipun keluarganya di Makkah masih kafir, Ummu Habibah tetap teguh memegang Islam. Nabi ﷺ kemudian melamarnya melalui perantara Raja Najasyi.Pernikahan yang Mengagumkan: Pernikahan ini menjadi momen diplomatik yang penting. Najasyi bertindak sebagai wakil Nabi, menunjukkan penghormatan luar biasa kepada Rasulullah. Hal ini menjadi bukti kebesaran Allah dalam menyatukan dua pihak yang tadinya berseteru (Nabi dan Abu Sufyan) melalui jalur kekeluargaan.Ketegasan Akidah: Saat Abu Sufyan berkunjung ke Madinah dan ingin duduk di atas tikar Rasulullah ﷺ, Ummu Habibah melipat tikar tersebut. Ia menegaskan bahwa ayahnya yang musyrik tidak layak duduk di tempat suci Rasulullah ﷺ. Ketegasan ini merupakan wujud kecintaan yang tulus kepada Nabi.Pelajaran Salat Rawatib: Ummu Habibah meriwayatkan hadis tentang keutamaan salat 12 rakaat dalam sehari semalam yang menjanjikan istana di surga. Ia berkomitmen untuk tidak pernah meninggalkan salat tersebut.Contoh Permisalan dan Latar Belakang Poin:Pentingnya Lingkungan Ibadah: Ustadz memberi permisalan tentang perlunya menyediakan ruang khusus (musala) di rumah sebagai tempat zikir atau membaca Al-Qur'an agar ibadah terasa lebih khusyuk dan tidak terdistraksi.Pencuri Waktu Zaman Ini: Handphone disebut sebagai pencuri waktu dan pahala yang paling berbahaya saat ini. Jika seseorang tidak membatasi penggunaan media sosial, maka waktu yang berharga akan habis untuk hal-hal sia-sia seperti ghibah atau tontonan yang tidak bermanfaat.Nasab dan Akhlak: Ada pelajaran bahwa wanita dari nasab yang tinggi biasanya telah terdidik dengan adab yang baik sejak dari keluarganya, sehingga ketika ia memeluk Islam, akhlaknya akan semakin bersinar dan mudah dibentuk.Endah Ea

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 30 Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah

Materi 30Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah رضي الله عنهما1. Juwairiyah binti Al-Harits رضي الله عنهاA. Latar Belakang Juwairiyah- Juwairiyah adalah putri Al-Harits bin Abi Dhirar.- Ayahnya merupakan pemimpin Bani Al-Musthaliq, salah satu kabilah dari Khuza'ah.- Bani Al-Musthaliq mengumpulkan pasukan untuk menyerang Madinah.- Rasulullah ﷺ menyiapkan pasukan kaum Muslimin dan menghadapi mereka dalam Perang Bani Al-Musthaliq (Perang Muraisi').- Dalam peperangan tersebut, Musafi' bin Shafwan, suami Juwairiyah, terbunuh.- Juwairiyah kemudian menjadi tawanan perang dan berada dalam bagian tawanan yang diperoleh Tsabit bin Qais bin Syammas رضي الله عنه.B. Juwairiyah Meminta Bantuan Rasulullah ﷺ- Juwairiyah membuat perjanjian pembebasan diri (mukatabah) dengan Tsabit bin Qais.- Ia harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kemerdekaannya.- Jumlah tebusan yang disebutkan dalam riwayat adalah 9 uqiyah (setara 360 dirham).- Juwairiyah kemudian mendatangi Rasulullah ﷺ untuk meminta bantuan agar dapat membayar tebusan tersebut.C. Rasulullah ﷺ Menikahi Juwairiyah- Rasulullah ﷺ menawarkan untuk melunasi tebusan Juwairiyah dan menikahinya.- Juwairiyah menerima tawaran tersebut dan masuk Islam.- Rasulullah ﷺ kemudian menikahinya.Pernikahan ini bukan sekadar pernikahan pribadi, tetapi juga membawa kemaslahatan besar bagi kaum Muslimin.D. Keberkahan Pernikahan Juwairiyah- Setelah mengetahui Rasulullah ﷺ menikahi Juwairiyah, para sahabat merasa bahwa tawanan dari Bani Al-Musthaliq telah menjadi kerabat Rasulullah ﷺ.- Para sahabat pun membebaskan tawanan-tawanan tersebut.- Disebutkan sekitar 100 keluarga dari Bani Al-Musthaliq mendapatkan kemerdekaan dan kemudian masuk Islam.Aisyah رضي الله عنها berkata:“Aku tidak mengetahui ada seorang wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah.”(HR. Abu Dawud; diriwayatkan pula dalam kitab-kitab hadis lainnya)E. Ayah Juwairiyah Membawa Tebusan- Al-Harits, ayah Juwairiyah, datang membawa unta dalam jumlah banyak untuk menebus putrinya.- Dalam kisah yang disebutkan dalam catatan kajian, Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang dua ekor unta yang disembunyikan oleh Al-Harits.- Peristiwa tersebut menjadi salah satu sebab Al-Harits menerima kebenaran dan masuk Islam.- Akhirnya, Al-Harits dan keluarganya mendekat kepada Islam.F. Keutamaan Juwairiyah dalam BerdzikirSuatu pagi setelah shalat Subuh, Rasulullah ﷺ meninggalkan Juwairiyah di tempat shalatnya (mushalla), sementara ia sedang berdzikir.Ketika Rasulullah ﷺ kembali pada waktu Dhuha, Juwairiyah masih berada di tempat tersebut.Rasulullah ﷺ kemudian mengajarkan dzikir yang sangat agung kepadanya.Dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ:سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِSubhaanallaahi wa bihamdihi, 'adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midaada kalimaatihi.Artinya:“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya.”(HR. Muslim no. 2726)Dzikir ini diajarkan untuk dibaca sebanyak tiga kali.2. Ummu Habibah رضي الله عنها- Nama asli: Ramlah binti Abi Sufyan.Abi Sufyan adalah Sakr bin Harf bin Umayyah bin Abdisyam bin Abdul Manaf. - Ummu Habibah adalah istri Nabi yang nasabnya paling dekat dengan Nabi- Ibunya Ummu Habibah bernama Sofiah binti Abil As. Sofiah punya saudara bernama Affan bin Abil As. Beliau adalah ayahnya Ustman bin Affan- Ummu Habibah mempunyai saudara bernama Muawiyah bin Abi Sufyan (Yang nantinya akan menjadi khalifah ke-6 kaum muslimin) - Ummu Habibah lahir pada tahun 17 sebelum kenabian dan menikah dengan Nabi pada tahun 6 Hijriah. Sehingga Ummu Habibah ketika menikah dengan Nabi berumur 36 tahun. - Abu Sufyan adalah pimpinan Quraisy- Ummu Habibah menikah dengan Abdullah bin Jahsyin. Beliau mempunyai saudara Zainab bintu Jahsyin yang merupakan istri Nabi- Ummu Habibah hijrah ke Habasyah bersama suaminya. Lalu mereka hidup disana yang dipimpin Raja Najasyi. - Kemudian suami Ummu Habibah meninggal dunia, kabarnya terdengar oleh Nabi- Ummu Habibah keluarganya masih kafir, sehingga Nabi ingin menikahinya- Nabi mengirim utusan kepada Amr bin Umayyah untuk menyampaikan kepada raja Makasyi bahwa Nabi meminta Raja Najasyi untuk menjadi wakil Nabi untuk melamar Ummu Habibah- Raja Najasyi sangat senang menerima permintaan tersebut, dan akhirnya Raja Najasyi melamar Ummu Habibah mewakili Nabi dengan mahar 4000 dirham- Keutamaan Ummu Habibaha. Paling dekat nasabnya dengan Nabib. Maharnya paling besar diantara istri-istri Nabic. Dengan adanya pernikahan anaknya dan Rasulullah akhirnya Abu Sufyan masuk Islamd. Diantara hadits yang masyhur dari Ummi Habibah adalah Rasulullah bersabda barang siapa yang shalat 12 rakaat (shalat rawatib) dalam sehari semalam maka Allah akan bangunkan baginya istana di surga

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 30 - Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja., M.A.Juwairiyah Binti Al Harits adalah putri dari Al-Harits bin Abi Dhirar, yaitu pemimpin Kabilah atau kepala suku dari Bani Musthaliq. Bagi orang Arab, seorang wanita yang apabila memiliki nasab yang tinggi maka biasanya adabnya jug tinggi atau akhlaknya baik. Inilah salah satu yang menjadi alasan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menikahi Juwairiyah setalah ia masuk Islam, diminta dengan kedudukan Juwairiyah dapat memberi dampak yang positif bagi keberlangsungan dakwah Islam, seperti banyak dari keluarga Juwairiyah yang juga turut masuk Islam.‎Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menikah dengan Juwairiyah, mulailah tersebar berita di kalangan para Sahabat, dimana para Sahabat mengingat bahwa masih banyak dari saudara/ keluarga Juwairiyah yang menjadi tawanan kaum Muslimin setelah memang dalam peperangan melawan Kabilah yang dipimpin Ayah Juwairiyah. Mengingat hal demikian, para Sahabat memutuskan untuk melepas / memerdekakan saudara atau keluarga Juwairiyah sebagai bentuk penghormatan pada wanita yang telah menjadi istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.‎Menurut riwayat sahih bahwa ada kurang lebih 100 kepala keluarga dari Juwairiyah yang dimerdekakan oleh para Sahabat, hal itu merupakan keberkahan atas pernikahan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dengan Juwairiyah, sehingga Ayah dan banyak keluarganya tersebut menyatakan masuk ke dalam Islam.‎Aisyah Ra. pernah berkata;‎"Kami tidak pernah mendapati seorang wanita pun yang lebih besar keberkahannya terhadap kaumnya dibandingkan Juwairiyah." (Diriwayatkan dalam As-Sirah An-Nabawiyah)Juwairiyah Binti Al Harits wafat pada tahun 50 H dengan usia sekitar 60an lebih.Ummu Habibah bernama Ramlah binti Abu Sufyan bin Harb, ia adalah putri dari Abu Sufyan yang merupakan pemimpin Quraisy dan ibunya adalah Shafiyyah binti Abi al-Ash. Beliau juga merupakan saudari dari Muawiyah bin Abi Sufyan.‎‎Ummu Habibah termasuk kelompok awal yang masuk Islam dan berhijrah ke Habasyah bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsy. Namun, karena ujian yang besar di Habsyah membuat suaminya murtad dan masuk ke Agama Nasrani. Hal itu tidak membuat Ummu Habibah goyah, ia tetap teguh dengan keimanannya pada Islam. Mengetahui keteguhan Ummu Habibah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mangajukan lamaran dengan mengutus sahabat lalu menikahinya.‎Salah satu keistimewaan Ummu Habibah ialah wanita yang senantiasa menjaga amalan Sunnah sperti shalat rawatib setiap hari.Wallahu'alam...

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 30 - Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah

Wanita dan Anak 30“Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.ABAGIAN PERTAMAUmmul Mukminin Juwairiyah binti al-Harits radhiyallahu 'anhaLatar Belakang & Perang Banu Musthaliq (Al-Muraisi'):Nama aslinya semula adalah Barrah (yang kemudian diganti oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menjadi Juwairiyah agar tidak menimbulkan kesan konotatif keluar dari kebaikan).​Ayahnya adalah al-Harits bin Abi Dirar, pemimpin kabilah besar Bani Musthaliq (dari suku Khuzaah).​Beliau awalnya dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang jagoan perang bernama Musafi' bin Safwan. Namun, sang suami tewas dalam serangan kilat pasukan kaum Muslimin pada Perang Banu Musthaliq (tahun ke-5 Hijriah).Proses Tawanan dan Pernikahan dengan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:Dalam perang tersebut, Juwairiyah termasuk di antara tawanan perang yang jatuh ke tangan sahabat Tsabit bin Qais bin Syammas radhiyallahu 'anhu.​Juwairiyah mendatangi Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam untuk meminta bantuan pelunasan tebusan (mukatabah) agar dirinya bisa merdeka.​Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menawarkan pilihan yang jauh lebih baik: Nabi melunasi tebusannya dan menikahinya. Juwairiyah pun menyambutnya dengan penuh keridhaan dan resmi menjadi Ummul Mukminin di usia sekitar 20 tahun.Keberkahan Pernikahan Juwairiyah bagi Kaumnya:Ketika berita pernikahan Nabi dengan Juwairiyah menyebar, para sahabat spontan berkata: "Bagaimana mungkin kita memperbudak keluarga/kerabat Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam (lewat jalur besan/pernikahan)?"​Seketika itu juga, para sahabat memerdekakan sekitar 100 kepala keluarga tawanan Bani Musthaliq tanpa tebusan.​Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha memuji beliau: "Aku tidak pernah melihat seorang wanita yang paling besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah." Berkat pernikahan ini pula, seluruh kabilahnya termasuk sang ayah (al-Harits) akhirnya masuk Islam.Karakteristik & Semangat Ibadah:Beliau dikenal sebagai wanita yang sangat rajin beribadah dan berzikir. Suatu hari, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam mendapatinya duduk berzikir di tempat shalatnya sejak subuh hingga siang hari.​Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam mengajarkan kalimat dzikir yang pahalanya setara atau bahkan melebihi apa yang dibaca seharian penuh, yaitu:​Subhanallahi wa bihamdihi, adada khalqihi, wa rida nafsihi, wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimatih (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sejauh keridaan-Nya, seberat timbangan 'Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya).BAGIAN KEDUAUmmul Mukminin Ummu Habibah binti Abu Sufyan radhiyallahu 'anhaSilsilah & Latar Belakang Keluarga:Nama lengkapnya adalah Ramlah binti Abu Sufyan (sakhar bin Harb bin Umayyah). Beliau adalah istri Nabi yang nasabnya paling dekat dengan Rasulullah SAW (bertemu di kakek Abdu Manaf).​Ayahnya adalah Abu Sufyan bin Harb (pemimpin besar Quraisy sebelum masuk Islam), dan saudaranya adalah Mu'awiyah bin Abu Sufyan.​Beliau lahir 17 tahun sebelum masa kenabian, dan dinikahi oleh Nabi SAW pada tahun ke-6 Hijriah dalam usia sekitar 36 tahun.Hijrah ke Habasyah & Ujian Hidup:Sebelumnya, beliau menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy dan bersama-sama berhijrah ke negeri Habasyah (Afrika) untuk menyelamatkan agama.​Suaminya wafat di Habasyah (terdapat riwayat lemah tentang kemurtadan suami yang dibantah oleh para ulama berdasarkan hadist sahih di Bukhari saat interogasi Heraklius terhadap Abu Sufyan).​Ummu Habibah berada di posisi yang sangat dilematis: jika ia pulang ke Makkah, keluarganya masih kafir dan dipimpin oleh ayahnya (Abu Sufyan) yang memusuhi Islam.Pernikahan Unik dari Jarak Jauh dengan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:Mengetahui kondisi tersebut, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam mengutus Amr bin Umayyah al-Damri membawa surat kepada Raja Najasyi di Habasyah agar Raja Najasyi bertindak sebagai wali yang menikahkan Ummu Habibah dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.​Raja Najasyi sangat gembira, mengadakan jamuan, dan menyerahkan mahar sebesar 4.000 dirham (sebagian ulama menyebutkan dari pihak Najasyi atau dari Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam).​Pernikahan jarak jauh ini menjadi salah satu hikmah besar yang melunakkan hati Abu Sufyan, di mana kelak sang ayah akhirnya masuk Islam dan menjadi pembela Islam.Keteladanan & Riwayat Hadist:Ummu Habibah meriwayatkan hadis yang sangat populer mengenai keutamaan menjaga shalat sunnah rawatib 12 rakaat dalam sehari semalam (yang Allah akan bangunkan istana baginya di surga), di mana beliau konsisten mengamalkannya sepanjang hidup.​Beliau wafat pada tahun 44 Hijriah di masa kekhalifahan saudaranya, Mu'awiyah bin Abu Sufyan.KESIMPULANHikmah di Balik Pernikahan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:Setiap pernikahan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam dengan para ummahatul mukminin tidak sekadar dilandasi unsur kemanusiaan, melainkan membawa misi dakwah yang agung, mempererat tali ukhuwah, memerdekakan tawanan, serta merangkul kabilah-kabilah besar untuk masuk ke dalam naungan Islam.​Konsistensi Ibadah:Keteladanan dari Juwairiyah (dalam kekhusyukan dzikir) dan Ummu Habibah (dalam penjagaan salat rawatib) mengajarkan kaum muslimah untuk mengisi waktu hidup dengan amal saleh yang konsisten.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Juwairiyah & Ummu habibah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

1. Juwairiyah bintu Al-Harits RALatar Belakang & Pernikahan:Juwairiyah adalah putri dari Al-Harits bin Abi Dhirar, pemimpin kabilah Bani Al-Mustaliq (cabang dari suku Khuza'ah).Semula bernama Barrah, kemudian diubah namanya oleh Rasulullah menjadi Juwairiyah.Suaminya (Musafi' bin Shafwan) tewas dalam Perang Bani Al-Mustaliq (Perang Al-Muraisi'). Juwairiyah kemudian menjadi tawanan perang dan jatuh ke tangan Tsabit bin Qais.Juwairiyah mengajukan mukatabah (penebusan diri). Ia mendatangi Rasulullah untuk meminta bantuan tebusan. Rasulullah kemudian menawarkan untuk membayar tebusan tersebut sekaligus menikahinya.Keberkahan Pernikahan:Mendengar Rasulullah menikahi Juwairiyah, para sahabat memerdekakan sekitar 100 keluarga tawanan perang Bani Al-Mustaliq karena enggan memperbudak kerabat/ipar Rasulullah.Aisyah RA memuji Juwairiyah sebagai wanita yang paling membawa keberkahan bagi kabilah/kaumnya.Ayahnya (Al-Harits) yang semula memusuhi Islam, akhirnya masuk Islam setelah menyaksikan kenabian Rasulullah (ketika Rasulullah mengetahui rahasia unta yang dibawanya).Keteladanan & Keutamaan:Juwairiyah adalah sosok yang sangat tekun beribadah dan berzikir.Wafat pada tahun 50 Hijriah di masa kekhalifahan Muawiyah.2. Ummu Habibah (Ramlah bintu Abi Sufyan) RALatar Belakang & Hijrah:Ummu Habibah nama aslinya adalah Ramlah, putri dari Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy yang sempat lama memusuhi Islam).Di antara para istri Nabi, Ummu Habibah memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah (bertemu di kakek Nabi, Abdu Manaf).Memeluk Islam dan ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia) bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsy, untuk menghindari siksaan kafir Quraisy.Suaminya meninggal dunia sewaktu berada di Habasyah.Pernikahan dengan Rasulullah:Rasulullah melamar Ummu Habibah dari kejauhan sewaktu berada di Madinah, dengan mengutus perwakilan kepada Raja Najasyi di Habasyah.Raja Najasyi bertindak sebagai wakil Nabi, membiayai walimah, dan memberikan mahar yang sangat besar (4.000 dirham / sekitar 1,7 kg emas).Pernikahan ini menjadi salah satu sebab melunaknya hati Abu Sufyan hingga akhirnya ia memeluk Islam.Sikap Teguh & Keutamaan:Sangat kuat dalam memegang prinsip Islam. Ketika ayahnya (Abu Sufyan) berkunjung ke rumahnya saat masih musyrik, Ummu Habibah melipat alas tidur Rasulullah agar ayahnya yang musyrik tidak mendudukinya.Meriwayatkan hadis terkenal mengenai keutamaan salat sunah rawatib 12 rakaat sehari semalam (dibuatkan istana di surga) dan beliau selalu konsisten mengamalkannya.Wafat pada tahun 44 Hijriah di masa kekhalifahan saudaranya, Muawiyah bin Abi Sufyan.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
P

Pradita Vera Rukmana

📍 Kota Pekanbaru

KISAH JUWAIRIYAH DAN UMMU HABIBAH

KISAH JUWAIRIYAH DAN UMMU HABIBAH(Ust Dr Firanda Andirja, Lc, MA)🌸 Juwairiyah binti Al HaritsPutri dari pimpinan kabilah bani mushthaliqTelah dinikahkan dg musafi’ bin shafwan — tewas dalam perang (perang al muraisi’/perang bani mushthaliq)Al harits bin abi dhirar kabur menyelamatkan diri, dan putrinya Juwairiyah tertawanRasulullah mengambil ghanimah, nama asal Juwairiyah adalah barrahSaat tertawan, Juwairiyah menawarkan diri utk memerdekakan dirinya sendiriAkhirnya Juwairiyah pergi menemui nabi utk meminta bantuan uang utk memerdekakan dirinyaJuwairiyah adalah seorang yg cantik jelita — Aisyah sempat cemburu kepadanyaSetelah dia ditawan, Juwairiyah belajar ttg IslamRasulullah mengatakan akan membayar uang utk memerdekakan Juwairiyah, dan Rasulullah ingin menikahi JuwairiyahRasulullah ingin menikahi Juwairiyah krn fisiknya yg cantik, dalam keadaan ia ditawan/budak ia belajar tentang Islam, ia adalah anak dari pimpinan kabilah, biasanya memiliki akhlak yg mulia dan adab yg tinggi (krn dari nasab yg tinggi), agar banyak pengikutnya yg masuk IslamUmur Juwairiyah saat itu sekitar 20 tahun (janda)Ketika Rasulullah menikahi Juwairiyah, dan Juwairiyah masuk Islam, maka tawanan2/kerabat Juwairiyah dimerdekakan — sampai 100 keluargaAisyah berkata, ia tidak pernah menemukan keberkahan thd kaumnya seperti Juwairiyah yg berhasil memerdekakan banyak orangTernyata ayah Juwairiyah membawa onta yg banyak utk memerdekakan Juwairiyah kecuali 2 onta yg bagus — hanya rasul yg mengetahuinya — akhirnya ayah Juwairiyah masuk IslamBarrah artinya wanita yg baik, Rasulullah merubah namanya menjadi Juwairiyah lebih baik jika diartikanJuwairiyah sangat rajin beribadah, sangat betah berdzikir, Juwairiyah puasa di hari Jumat (nabi memerintahkan puasalah di hari sebelum Jumat, atau setelah hari Jumat)Juwairiyah meninggal pada tahun 50 Hijriah (usia sekitar 60 th lebih)🌸 Ummu Habibah Romlah binti Abu SofyanIstri yg nasabnya paling dekat dg RasulullahIbunya : shafiyyahUmmu habibah lahir 17 tahun sebelum kenabian, menikah dg nabi tahun 6 Hijriah — menikah saat usianya 36 thUmmi habibah hijrah bersama suaminya ke habasyah sekitar tahun kelima kenabianSuaminya : ubaidilah bin jahsyin meninggal di habasyahYg menyerang nabi ketika perang uhud dan khandaq — ayah ummu habibah (pimpinan kabilah)Wakil ummu habibah saat menikah dg nabi adalah Khalid bin sa’idSaat menikah dg nabi maharnya sebesar 1.7 kg emas (maharnya paling besar di antara istri nabi yg lain)Ketika nabi menikah dg ummu habibah, Abu Sofyan bahagia — ia berkata Rasul adalah orang yg hebat, luar biasaSaat pulang dari habasyah, nabi mengadakan walimah kembaliPada tahun 8 Hijriah nabi mengadakan perjanjian damai (hudaibiyah); gencatan senjata selama 10 tahun — ternyata ada pengkhianatanAkhirnya Abu Sofyan masuk IslamSiapa yg shalat 12 rakaat sehari semalam maka Allah akan bangunkan rumah utknya di syurga — rasul mengatakan ini kepada ummu habibahWafat pada tahun 44 H — masa pemerintahan Muawiyah bin Abi SofyanKetika saudaranya ustman bin affan dibunuh — ummu habibah mengirim bajunya kepada Muawiyah (hubungannya sangat dekat dg ustman bin Affan/sepupu)

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 30-Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

Juwairiyah binti Abdul Harist. Ayahnya adalah pemimpin dari bani almusthaliq yaitu salah satu kabilah dari khuzaah. Saat itu ayahnya masih kafir, dan sering mendengar perkembangan Islam makin pesat, al harist mempunyai rencana buruk. Dia ingin menyerang madinah. Sampailah berita tentang rencana buruk dari al harist tersebut kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah juga menyiapkan pasukan perang dan menyerang terlebih dahulu. Dalam kejadian itu, salah satu yang meninggal adala Musafi' Bin Sofwan (suami dari Juwairiyah). Perang itu disebut juga sebagai guswatul muraisiyah atau guswatul musthaliq.Rasulullah mengambil ⅕ dari harta dan tawanan dari perang tersebut. Barrah binti Harist (nama asli Juwairiyah) masuk ke dalam tawanan tsabit bin khais bin syammas. Saat itu Juwairiyah ingin memerdekakan diri. Tsabit menyetujui hal tersebut dengan memberikan harga yang sangat tinggi. Akhirnya pergilah Juwairiyah kepada Nabi SAW dan menceritakan hal tersebut. "Ya Rasulullah, aku adalah Juwairiyah binti Harist. Ayah saya adalah pemimpin kabilah. Dan engkau tahu aku telah jadi tawanan. Dan aku menjadi tawanan tsabit. Saya telah diberi kesempatan untuk memerdekakan diri dengan membayar 9 awwaqin. Ya Rasulullah, bantulah aku agar aku bisa memerdekakan diriku."Maka Rasulullah SAW berkata " Apakah ada orang yang lebih baik dari itu Juwairiyah? Saya yang akan membayar (membebaskan Juwairiyah) kemudian engkau menikah denganku".Dalam kondisinya sebagai budak, ternyata Juwairiyah sudah masuk islam. Maka dengan pertimbangan itulah Rasulullah menikahi Juwairiyah. Selain itu, Juwairiyah juga merupakan anak dari pimpinan kabilah. Rasulullah bertujuan agar kerabat Juwairiyah masuk islam. Usia Juwairiyah ketika dinikahi oleh Rasulullah adalah sekitar 20 tahun.Setelah Juwairiyah menikah dengan Rasulullah , tawanan yang lain yang termasuk keluarga Juwairiyah juga dibebaskan. Maka Aisyah pun berkomentar "aku tidak pernah menemukan wanita yang membawa keberkahan untuk kerabatnya seperti Juwairiyah". Budak-budak tersebut juga akhirnya masuk islam. Ayah dari Juwairiyah juga akhirnya masuk islam.Barrah artinya wanita yang baik. Namun Rasulullah mengubah namanya menjadi Juwairiyah agar apabila ditanya, Rasulullah tidak menjawab "saya baru keluar dari kebaikan".Setelah menikah dengan Rasulullah, Juwairiyah semakin rajin beribadah. Dikisahkan dalam satu riwayat ketika Rasulullah hendak shalat fajar, Beliau melihat Juwairiyah sedang berdzikir. Kemudian Rasulullah kembali ketika sudah sangat terik. Ternyata Juwairiyah masih dzikir ditempat itu. Maka Rasulullah berkata "sungguh ya Juwairiyah aku telah mengucapkan dzikir yang apabila ditimbang, beratnya sama dengan dzikir yang engkau lakukan dari tadi. Dzikirnya yaitu subhanallah 'adadasihi khalqihi".Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah mendapati Juwairiyah puasa di hari Jumat. Ternyata setelah ditanya, Juwairiyah tidak puasa di hari kamis dan sabtu. Maka Rasulullah memerintahkan Juwairiyah untuk berbuka puasa (karena kalu puasa hari jumat, harus dibarengi dengan puasa hari sebelumnya, atau hari setelahnya).Juwairiyah wafat pada zaman Khilafah Muaiwiyah tahun 50 H.Ummu Habibah (Romlah binti Abu Sofyan). Ummu Habibah adalah istri nabi yang nasabnya paling dekat dengan Nabi SAW. Shofiyah binti abdil 'ash adalah ibu dari Ummu Habibah. Muaiwiyah adalah saudara dari ummu Habibah. Utsman bin Affan adalah sepupu dari Ummu Habibah. Lahir pada 17 sebelum kenabian. Dinikahi oleh Rasulullah pada tahun 6 H pada usia 36 tahun.Abu sofyan (ayah dari Ummu Habibah) adalah pimpinan kaum musyrikin. Ubaidilah bin jahsy adalah suami pertama ummu Habibah. Dan memiliki anak bernama habibah. Hijrah bersama suaminya ke Habasyah. Suaminya meninggal di Habasyah. Akhirnya Rasulullah ingin menikahi Ummu Habibah. Diantara tujuan Nabi SAW menikahi Ummu Habibah adalah untuk melindunginya (karena ayahnya merupakan pimpinan kaum Quraisy). Selain itu, tujuan Rasulullah menikahi ummu habibah adalah supaya keluarga ummu habibah yang lain juga masuk islam.Amr bin Umayyah adalah orang yang diutus untuk menyampaikan pada Najasy untu menjadi wakil Nabi melamar Ummu Habibah. Karena Nabi ada di Madinah, Ummu Habibah ada di Habasyah. Khalid bin said adalah wali dari ummu habibah. Rasulullah menikahi Ummu habibah dengan mahar 4000 dirham atau 400 dinar.Keutamaan Ummu Habibah saat menikah dengan Rasulullah:Wanita yang paling dekat nasabnya dengan Rasulullah Wanita yang dinikahi Rasulullah dengan mahar terbanyakDinikahi Rasulullah dengan jarak yang sangat jauh (Nabi SAW di Madinah dan ummu habibah di habasyah).Setelah mengetahui Ummu Habibah dinikahi oleh Rasulullah, ternyata Abu Sofyan merasa senang.Saat Abu Sofyan menjenguk Ummu Habibah di Rumah Rasulullah, Ummu Habibah langsung melipat tikar. Lalu Abu Sofyan bertanya kenapa Ummu Habibah melakukan hal demikian ? Lalu Ummu Habibah berkata "Nabi Muhammad SAW adalah manusia mulia sedangkan engkau adalah manusia yang najis. Setelah kejadian itu, abu Sofyan pun masuk islam.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#30 Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

#30 Kisah Juwairiyah dan Ummu HabibahUst Dr. Firanda Andirja, M.AJuwairiyahJuwairiyah adalah putri dari pimpinan Kabilah Mustaliq, dan telah dinikahkan dengan ahli perang yang tewas dalam peperangan ke Rasulullah.Juwairiyah akhirnya tertawan, di suatu waktu Juwairiyah ini membeli dirinya sendiri, tentu diharga sangat mahal. Juwairiyah lalu menemui Rasulullah untuk meminta tolong. Selanjutnya RAsulullah menolong dengan menikahi Juwairiyah, saat umurnya 20an tahun.Kenapa Rasulullah menikahinya?Juwairiyah sangat cantik.Juwairiyah masuk islam saat menjadi tawanan.Juwairiyah adalah anak dari pimpinan ketua kabilah, yang biasanya adabnya tinggi.Setelah menikah, kerabat2 yg ditawan dimemerdekakan dan masuk islam, termasuk orang tuanya.Juwairiyah adalah orang yang suka beribadah, dzikir dari malam hingga pagi dalam kesederhanaan.Meninggal pada 50 Hijriah, pada umur 60 tahun lebih.Ummu HabibahWanita yang nasabnya paling dekat dengan Rasulullah. Lahir pada 17 sebelum kenabian, menikah dengan nabi umur 36 tahun.Sebab Ummu Habibah dinikah karena Takut Ummu Habibah kembali ke agama sebelumnya karena keluarga besarnya masih kafirStrategi Nbai Muhammad, barangkali orang tuanya mau masuk islam (Pimpinan Quraisy)Ummu Habibah dilamar Rasulullah lewat Najasyi (Raja), dengan mahar 4000 dirham.Keutamaan Ummu Habibah:Nasabnya paling dekat dengan nabi.Maharnya paling besar.Paling jauh ketika dinikahi.Ummu Habibah meriwayatkan shalat rawatib.Selanjutnya, orang tuanya (Abu Sofyan) masuk islam).

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

Juwairiyah binti Al-HaritsLatar Belakang dan Nasab:Nama aslinya adalah Barrah, putri dari Al-Harits bin Abi Dhirar, pemimpin kabilah Bani Al-Musthaliq (cabang dari kabilah Khuza'ah).Menikah pertama kali dengan musafir/pejuang Bani Al-Musthaliq bernama Musafi' bin Shafwan yang kemudian tewas dalam Perang Muraisi' (Perang Bani Al-Musthaliq).Tertawan dan Akad Pembebasan Diri (Mukatabah):Setelah kekalahan kaumnya, ia menjadi bagian tawanan yang jatuh ke tangan sahabat Tsabit bin Qais bin Syammas.Sebagai putri kepala kabilah, ia mengajukan tebusan diri (mukatabah) sebesar sembilan uqiyah, lalu mendatangi Rasulullah ﷺ untuk memohon bantuan biaya pelunasan.Pernikahan dengan Rasulullah ﷺ:Rasulullah ﷺ menawarkan opsi yang lebih baik: beliau yang melunasi seluruh tebusan pembebasannya sekaligus menikahinya. Juwairiyah menyetujuinya dengan senang hati.Pertimbangan Nabi ﷺ menikahi beliau memadukan rasa keadilan, memuliakan putri pemimpin kabilah yang berakhlak mulia, serta pertimbangan dakwah untuk merangkul kabilahnya.Wanita Paling Membawa Berkah bagi Kaumnya:Mengetahui Nabi ﷺ menikahi Juwairiyah, para sahabat merasa tidak pantas menjadikan kerabat keluarga Nabi sebagai tawanan budak, sehingga mereka memerdekakan sekitar seratus keluarga Bani Al-Musthaliq.Aisyah radhiallahu 'anha memujinya sebagai wanita yang paling membawa berkah besar bagi keluarga dan kaumnya, yang berujung pada keislaman massal kabilahnya, termasuk ayahnya sendiri (Al-Harits).Perubahan Nama dan Karakter Ibadah:Nabi ﷺ mengganti namanya dari Barrah menjadi Juwairiyah agar tidak timbul kesan meninggalkan kebaikan saat keluar dari rumahnya.Dikenal sangat tekun beribadah; beliau terbiasa berdiam diri berzikir di tempat shalatnya sejak subuh hingga siang hari.Dari peristiwa inilah Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan zikir agung penimbang pahala (Subhanallah wa bihamdihi 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatih).Wafat:Menghabiskan hidupnya dalam ketaatan hingga wafat pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan di Madinah.Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan)Nasab dan Kedekatan Kekerabatan:Putri dari tokoh besar Quraisy, Abu Sufyan (Sakhr bin Harb), dengan garis silsilah yang bertemu dengan Nabi ﷺ pada Abdu Manaf, menjadikannya istri yang paling dekat nasabnya dengan Rasulullah ﷺ.Merupakan saudari kandung dari khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan serta sepupu dari sahabat Utsman bin Affan.Hijrah ke Habasyah dan Menjanda di Perantauan:Masuk Islam pada masa awal dan berhijrah bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsy, ke negeri Habasyah demi mempertahankan agama.Suaminya wafat di Habasyah. Narasi yang menyebutkan suaminya murtad/masuk Nasrani dibantah oleh para ulama peneliti karena sanad riwayatnya lemah serta bertolak belakang dengan hadis shahih tentang dialog Heraklius dan Abu Sufyan.Lamaran Jarak Jauh dan Mahar Istimewa:Mengetahui kondisi Ummu Habibah yang menjanda dan terasing jauh di Habasyah, Rasulullah ﷺ mengutus delegasi kepada Raja Najasyi untuk mewakili melamarnya.Najasyi memfasilitasi akad nikah tersebut di kerajaannya dengan penuh kehormatan serta membayarkan mahar yang sangat besar (sekitar empat ribu dirham atau senilai 1,7 kilogram emas).Pernikahan ini ikut melunakkan kebencian ayahnya (Abu Sufyan), hingga kelak Abu Sufyan tersentuh dan masuk Islam.Keteguhan Sikap terhadap Syariat:Ketika Abu Sufyan datang ke Madinah untuk melobi perpanjangan Perjanjian Hudaibiyah dan mendatangi rumah putrinya, Ummu Habibah segera melipat alas duduk Rasulullah ﷺ agar tidak diduduki oleh ayahnya yang saat itu masih musyrik.Perawi Hadis Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib:Meriwayatkan hadis shahih tentang keutamaan menjaga dua belas rakaat shalat sunnah rawatib dalam sehari semalam yang dibangunkan baginya istana di surga. Beliau membuktikan komitmennya dengan tidak pernah meninggalkan amalan tersebut semenjak mendengarnya langsung dari Nabi ﷺ.Wafat:Wafat di Madinah pada masa kekhalifahan saudaranya, Mu'awiyah bin Abi Sufyan, setelah hidup penuh kesabaran dan keteladanan.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#30 Kisah Juwairiyah binti al-Harits & Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyan رضي الله عنهما

Kisah Juwairiyah binti al-Harits & Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyan رضي الله عنهما - Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc MA - 1. Juwairiyah binti al-Harits رضي الله عنها - Wanita Paling Berkah Bagi Kaumnya🌸 Nasab & Latar Perang:Nama asli Barrah binti al-Harits bin Abi Dirar. Ayahnya al-Harits bin Abi Dirar pemimpin Bani al-Mustaliq (cabang Khuza'ah).Ayahnya dengar Islam makin kuat setelah Badar, Uhud, Ahzab (10.000 pasukan). Ingin serang Madinah, kumpulkan kabilah sekitar.Nabi ﷺ punya informan, tahu rencana buruk itu, langsung siapkan pasukan dan menyerang duluan (strategi: serang sebelum musuh siap).Terjadi Ghazwah Bani al-Mustaliq / Ghazwah al-Muraisi' (al-Muraisi' nama mata air tempat Nabi singgah). Bani Mustaliq kabur, suami Juwairiyah yang jagoan perang Musafi' bin Shafwan tewas, ayahnya al-Harits kabur, Juwairiyah jadi tawanan.🌸 Jadi Tawanan & Mukatabah:Ghanimah dibagi: 1/5 untuk Nabi, 4/5 untuk mujahidin termasuk tawanan.Juwairiyah (saat itu nama Barrah) jatuh ke bagian Tsabit bin Qais bin Syammas رضي الله عنه.Juwairiyah tawarkan mukatabah (tebus diri jadi merdeka) dengan harga 9 awaq = 360 dirham (1 uqiyah = 40 dirham).Datang ke Nabi ﷺ minta bantuan. Aisyah melihat kedatangannya langsung cemburu karena cantik jelita dan putri pemimpin kabilah.Juwairiyah bilang: "Ya Rasulullah..." - panggilan ini isyarat sudah masuk Islam setelah ditawan dan melihat Islam di Madinah.🌸 Pernikahan Berkah:Nabi ﷺ tawarkan: "Mau yang lebih baik dari itu? Aku bayar tebusanmu & aku nikahi engkau."Juwairiyah: "Na'am Ya Rasulullah".Usia: Lahir 15 tahun sebelum Hijrah, dinikahi Nabi tahun 5 H, umur ∼20 tahun, janda.Pertimbangan Nabi: 1) Cantik (manusiawi), 2) Sudah masuk Islam - cerdas, ahli ibadah, 3) Politik dakwah: Putri pemimpin kabilah, nasab tinggi biasanya akhlaknya mulia (arab dulu semakin tinggi nasab semakin mulia akhlaknya). Nabi ingin kerabatnya masuk Islam.🌸 Keberkahan Luar Biasa:Kabar pernikahan tersebar. Sahabat masih menawan ∼100 keluarga kerabat Juwairiyah.Sahabat berkata: "Bagaimana kita perbudak ipar Rasulullah? Asharur Rasul (kerabat karena pernikahan) ditawan?" - Karena hormat ke Juwairiyah & Nabi, mereka merdekakan 100 keluarga tanpa tebusan.Mereka akhirnya semua masuk Islam.Kata Aisyah: "Aku tidak pernah lihat wanita yang paling berkah bagi kaumnya seperti Juwairiyah."Ayahnya masuk Islam: al-Harits bawa banyak unta untuk tebus putrinya, sembunyikan 2 unta yang paling bagus karena sayang. Sampai di Madinah, Nabi tanya: "Mana 2 unta yang kau sembunyikan?" al-Harits kaget: "Asyhadu an La ilaha illallah wa annaka Rasulullah" - tidak ada yang tahu kecuali Allah, lalu masuk Islam.🌸 Ganti Nama & Ibadah:Nama asli Barrah (wanita baik). Nabi ganti jadi Juwairiyah (gadis kecil) agar enak diucap: Kalau Nabi keluar dari rumah Barrah, seakan bilang "Aku baru keluar dari kebaikan" kurang bagus.Sangat rajin ibadah:Ahli Zikir: Nabi keluar subuh, Juwairiyah zikir di musholla (tempat khusus ibadah di rumah - sunnah bikin musholla kecil di rumah). Nabi balik sudah siang terik, masih zikir. Nabi ajarkan zikir tandingan: "Subhanallah 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'Arsyihi, wa midada kalimatihi" - pahalanya seimbang zikir dari subuh sampai siang.Ahli Puasa: Pernah puasa Jumat saja, Nabi tanya: kemarin puasa? Tidak. Besok mau puasa? Tidak. Kata Nabi: "Kalau begitu batalkan." Karena puasa Jumat harus sehari sebelum/sesudah.Wafat tahun 50 H di zaman Muawiyah, umur ∼60-an tahun.🌸 Pelajaran 🌸: Jadi sebab keberkahan bagi keluarga. Dengan akhlak & Islam, 100 keluarga merdeka & masuk Islam.---2. Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan رضي الله عنها🌵 Nasab Paling Dekat dengan Nabi:Nama Ramlah, kunyah Ummu Habibah (punya anak Habibah).Ayah Abu Sufyan Shakhr bin Harb bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Nabi Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Ketemu di Abdi Manaf (kakek Nabi ke-3). Jadi istri Nabi yang nasabnya paling dekat.Ibu Shafiyah binti Abil 'Ash. Saudaranya Affan bin Abil 'Ash (ayah Utsman bin Affan). Jadi Utsman bin Affan sepupunya Ummu Habibah.Saudara terkenal Muawiyah bin Abi Sufyan (Khalifah ke-6). Karena saudarinya Ummul Mukminin, Muawiyah digelari Khalul Mukminin (Paman Kaum Mukminin).Lahir 17 tahun sebelum Kenabian. Dinikahi Nabi tahun 6 H, umur 36 tahun (17 + 13 tahun di Makkah + 6 H).🌵 Hijrah ke Habasyah & Ujian Suami:Suami pertama Ubaidillah bin Jahsy (saudara Zainab binti Jahsy istri Nabi, Hamnah binti Jahsy, Abdullah bin Jahsy). Ibunya Zainab Umaimah binti Abdul Muthalib (bibi Nabi). Punya anak Habibah.Hijrah ke Habasyah tahun 5 Kenabian, hidup di bawah Raja Najasyi yang sudah masuk Islam (didokwahi Ja'far bin Abi Thalib).Isu Murtad Suami: Ada riwayat lemah dari al-Waqidi: Ummu Habibah mimpi suami wajah buruk, besok suami bilang kembali Nasrani karena agama Nasrani paling baik, lalu minum khamar & meninggal. Riwayat ini lemah & dibantah.Dalil kuat tidak murtad: Saat Abu Sufyan (masih kafir) ditanya Heraklius (Raja Romawi) di Syam tahun 6-7 H dalam Shahih Bukhari: "Adakah pengikut Muhammad yang murtad karena benci agamanya?" Abu Sufyan jawab: "Tidak ada." Seandainya mantunya Ubaidillah murtad, pasti Abu Sufyan sebut ada. Jadi yang benar suami wafat wajar.🌵 Pernikahan Paling Jauh & Mahar Paling Besar:Kabar wafat suami sampai ke Nabi ﷺ. Nabi punya 2 strategi: 1) Jaga Ummu Habibah kalau pulang bahaya (keluarga kafir, ayah pimpinan Quraisy), 2) Dakwah agar Abu Sufyan masuk Islam seperti Juwairiyah.Cara nikah unik: Nabi di Madinah, Ummu Habibah di Habasyah jauh seberang lautan. Tidak ada WA/Video Call. Nabi utus Amr bin Umayyah ke Najasyi untuk jadi wakil Nabi melamar.Najasyi sangat gembira jadi wakil Rasulullah, langsung lamar. Walinya Khalid bin Said bin Ash (kerabat dekat).Mahar 4.000 dirham = 400 Dinar = 1.700 gram emas = 1,7 kg emas. Khilaf: ada bilang dari Nabi kirim lewat Syurahbil bin Hasanah, ada bilang dari Najasyi karena senang. Mahar Nabi biasanya 500 dirham = 50 Dinar = ∼212 gram emas (10 dirham = 1 Dinar di zaman Nabi, stabil). Jadi mahar Ummu Habibah paling besar.Najasyi bikin walimah di kerajaan. Perasaan Ummu Habibah: dihormati, yang lamar Raja, wakil Rasulullah, mahar besar.🌵 Dampak Pernikahan:Turun ayat: "Asallahu an yaj'ala bainakum wa bainalladzina 'adaitum minhum mawaddah..." (QS 60:7) - Bisa jadi Allah jadikan antara kalian & musuh kalian saling cinta.Abu Sufyan yang musuh bebuyutan, saat dengar putrinya dinikahi Nabi, bangga berkata: "Dzakafahlun la yuqda anfuhu - Dia pejantan tangguh yang tidak perlu ditarik hidungnya, jalan terus hebat." Memuji Nabi sebagai mantu hebat.Akhirnya masuk Islam.🌵 Kisah dengan Ayah & Wafat:Tahun 8 H, Bani Bakr (koalisi Quraisy) berkhianat serang Khuza'ah (koalisi Nabi) di masa gencatan senjata Hudaibiyah (10 tahun). Khuza'ah lapor Nabi, Nabi siapkan pasukan Fathu Makkah.Abu Sufyan datang ke Madinah merayu lanjutkan perjanjian, mampir ke rumah putrinya Ummu Habibah di rumah Nabi. Mau duduk di tikar Nabi, Ummu Habibah lipat tikarnya. Abu Sufyan: "Kenapa?" Jawab: "Ini tikar Rasulullah, engkau lelaki najis musyrik." Pukulan telak bagi ayah, jadi sebab hidayah.Hadis Masyhur: Ummu Habibah meriwayatkan hadis rawatib: "Barangsiapa shalat 12 rakaat sehari semalam, Allah bangunkan istana di surga." Kata Ummu Habibah: "Aku tidak pernah tinggalkan sejak dengar dari Nabi." Pelajaran untuk ibu-ibu yang susah rawatib karena tidak terkondisikan ke masjid seperti bapak-bapak.Saat Utsman bin Affan sepupunya dibunuh, Ummu Habibah minta bajunya yang berdarah kirim ke Muawiyah, jadi Muawiyah semangat tuntut pembunuh Utsman.Wafat tahun 44 H di zaman Muawiyah.🌵 Pelajaran 🌵: Nasab tinggi + mahar besar bukan sombong tapi untuk dakwah. Teguh bela Nabi meski terhadap ayah sendiri.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisa Juwairiyah dan Ummu Habibah

A. Juairiyah binti Al-Harits رضي الله عنها1. Latar Belakang JuairiyahJuairiyah binti Al-Harits bin Abi Zirar adalah putri Al-Harits, pemimpin kabilah Bani Musthaliq.Perang Bani Musthaliq dikenal juga dengan nama Ghazwah Al-Muraisi', karena terjadi di sekitar mata air Al-Muraisi'.Juairiyah menjadi salah satu tawanan dalam peperangan tersebut. Nama aslinya adalah Barrah (بَرَّة), kemudian Rasulullah ﷺ mengganti namanya menjadi Juairiyah.2. Juairiyah Meminta Bantuan Rasulullah ﷺSetelah menjadi tawanan, Juairiyah membuat perjanjian mukatabah dengan Tsabit bin Qais atau kerabatnya untuk memerdekakan dirinya.Karena kesulitan memenuhi tebusan tersebut, Juairiyah mendatangi Rasulullah ﷺ untuk meminta bantuan.Rasulullah ﷺ menawarkan untuk membayar pembebasannya sekaligus menikahinya. Juairiyah menerima tawaran tersebut.3. Juairiyah Menjadi Sebab Keberkahan bagi KaumnyaKetika para sahabat mengetahui bahwa Juairiyah telah menjadi istri Rasulullah ﷺ, mereka berkata:"Bagaimana mungkin kita menawan kerabat Rasulullah ﷺ?"Akhirnya, para sahabat membebaskan tawanan dari Bani Musthaliq yang berada dalam kepemilikan mereka.Disebutkan bahwa sekitar 100 keluarga dibebaskan karena pernikahan Juairiyah dengan Rasulullah ﷺ.Aisyah رضي الله عنها berkata:فَلَقَدْ أَعْتَقَ بِهَا مِائَةُ أَهْلِ بَيْتٍ مِنْ بَنِي الْمُصْطَلِقِ"Benar-benar telah dibebaskan seratus keluarga dari Bani Musthaliq karena pernikahannya."Aisyah juga berkata bahwa beliau tidak mengetahui ada wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juairiyah.Pelajaran: Jadilah pribadi yang membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.4. Ayah Juairiyah Masuk IslamAyah Juairiyah, Al-Harits, awalnya datang untuk menebus putrinya. Dalam riwayat sejarah disebutkan bahwa ia membawa dua ekor unta, tetapi menyembunyikan keduanya dalam perjalanan.Rasulullah ﷺ mengetahui keberadaan unta tersebut. Dalam peristiwa itu, Al-Harits akhirnya masuk Islam.Kisah ini mengajarkan bahwa seseorang dapat menjadi sebab datangnya hidayah bagi keluarganya.5. Keutamaan JuairiyahJuairiyah dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah dan banyak berzikir.Pelajaran yang bisa diambil:Latih diri agar senang berzikir.Jangan menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang tidak bermanfaat.Kendalikan penggunaan handphone agar tidak melalaikan ibadah.Biasakan hati merasa bahagia ketika melakukan ketaatan.6. Puasa Hari JumatDalam Shahih Al-Bukhari nomor 1986, diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bertanya kepada Juairiyah yang sedang berpuasa pada hari Jumat:"Apakah engkau berpuasa kemarin?"Juairiyah menjawab, "Tidak."Beliau bertanya lagi, "Apakah engkau akan berpuasa besok?"Juairiyah menjawab, "Tidak."Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk berbuka.Pelajaran: Jangan mengkhususkan puasa sunnah hanya pada hari Jumat tanpa menggabungkannya dengan hari sebelum atau sesudahnya, sesuai ketentuan hadis.7. Wafatnya JuairiyahJuairiyah wafat sekitar tahun 50 H menurut salah satu pendapat.B. Ummu Habibah binti Abu Sufyan رضي الله عنها1. Nasab dan KeluargaNama beliau adalah Ramlah binti Abu Sufyan Sakhr bin Harb.Beliau dikenal dengan kunyah Ummu Habibah dan termasuk Ummahatul Mukminin.Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah ﷺ pada Abdu Manaf.Saudaranya adalah Muawiyah bin Abu Sufyan.2. Perjalanan Hijrah ke HabasyahUmmu Habibah menikah dengan Ubaidullah bin Jahsy. Keduanya berhijrah ke Habasyah untuk mempertahankan agama Islam.Dalam riwayat sejarah disebutkan bahwa suaminya kemudian berpindah agama menjadi Nasrani dan meninggal di Habasyah. Sementara itu, Ummu Habibah tetap teguh memegang Islam.3. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺKetika Rasulullah ﷺ berada di Madinah, Ummu Habibah berada di Habasyah.Rasulullah ﷺ mengutus Amr bin Umayyah Adh-Dhamri kepada Raja Najasyi untuk menyampaikan lamaran.Najasyi kemudian menikahkan Ummu Habibah dengan Rasulullah ﷺ.Menurut salah satu riwayat, mahar yang diberikan sebesar 4.000 dirham. Namun, angka ini memiliki catatan kelemahan riwayat sehingga tidak boleh dipastikan sebagai angka yang sahih.4. Keteguhan Ummu Habibah Memegang AgamaKetika Abu Sufyan, ayahnya, datang ke rumahnya, Ummu Habibah melipat alas tidur Rasulullah ﷺ agar ayahnya tidak duduk di atasnya.Saat itu Abu Sufyan masih dalam keadaan musyrik.Kisah ini menggambarkan keteguhan Ummu Habibah dalam menjaga kehormatan Rasulullah ﷺ dan agamanya, meskipun berhadapan dengan ayahnya sendiri.Abu Sufyan kemudian masuk Islam pada peristiwa Fathu Makkah tahun 8 H.5. Hadis Keutamaan Shalat RawatibUmmu Habibah رضي الله عنها meriwayatkan hadis tentang keutamaan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam.Rasulullah ﷺ bersabda:مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ"Barang siapa mengerjakan dua belas rakaat dalam sehari semalam, akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga."(HR. Muslim no. 728)Ummu Habibah mengatakan bahwa beliau tidak pernah meninggalkan dua belas rakaat tersebut sejak mendengar hadis itu dari Rasulullah ﷺ.Pelajaran: Jangan meremehkan amalan sunnah yang dilakukan secara rutin. Amalan yang sedikit tetapi istiqamah memiliki keutamaan besar.6. Sikap Ummu Habibah Setelah Utsman bin Affan WafatDalam riwayat sejarah disebutkan bahwa Ummu Habibah meminta pakaian Utsman bin Affan رضي الله عنه yang dikenakannya ketika terbunuh, kemudian mengirimkannya kepada Muawiyah. Untuk memberintahu bahwa sepupunya sudah terbunuh.7. Wafatnya Ummu HabibahUmmu Habibah wafat pada tahun 44 H menurut pendapat yang masyhur, pada masa pemerintahan saudaranya, Muawiyah bin Abu Sufyan.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah

1. Juwairiyah◾Nama Lengkap: Juwairiyah bintu Al-Harits bin Abi Dhiror.Dalam sebuah riwayat, Juwairiyah namanya Barrah (wanita yang baik). Namun Rasulullah menggantinya karena apabila telah keluar dari rumah Juwairiyah kemudian ditanya, akan menjawab “habis keluar dari Barrah (wanita yang baik).” Seakan-akan meninggalkan kebaikan.Juwairiyah (seorang remaja/gadis).• Lahir 15 tahun sebelum hijriah.◾Ayah• Al-Harits bin Abi Dhiror (pemimpin kabilah Bani Al-Musthaliq : salah satu dari kabilah besar yaitu dari kabilah Khuza'ah)◾Rencana buruk Al-Harits bin Abi Dhiror dan pembebasan Juwairiyah dari tawanan• Rencana buruk Al-Harits bin Abi DhirorTatkala masih kafir, Al-Harits bin Abi Dhiror mendengar Islam semakin berkembang setelah Perang Badar, Perang Uhud, Perang Ahzab, Perang Khandaq, kemudian pergi meninggalkan kota Madinah. Dia memiliki rencana buruk : ingin menyerang kota Madinah, dia mengumpulkan orang-orang Arab disekitar Madinah untuk bersatu padu untuk menyerang kota Madinah.Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam adalah pemimpin yang handal yang memiliki informan (mata-mata) sehingga berita tentang rencana buruknya Al-Harits bin Abi Dhiror sampai kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. Kemudian Nabi menyiapkan pasukan perang dan menyerang terlebih dahulu.Strategi : Menyerang musuh sebelum musuh mengumpulkan kekuatan.Al-Harits bin Abi Dhiror kabur menyelamatkan dirinya saat mengetahui menantunya meninggal dalam peperangan tsb dan putrinya menjadi tawanan.• Kebebasan JuwairiyahJuwairiyah menawarkan dirinya kepada Tsabit bin Qais bin Syammas untuk melakukan mukatabah (membeli dirinya sendiri). Tsabit bin Qais bin Symmas menyetujuinya.Juwairiyah datang kepada Nabi untuk memerdekakan dirinya. Akhirnya Nabi mengajukan tawaran lain yaitu : menikah dengan Rasulullah. Juwairiyah pun menyetujuinya.◾Pernikahan Pertama• Nama Suaminya : Musafi' bin Shafwan (Ahli Perang dari Bani Al-Musthaliq yang terbunuh dalam Perang Banil Musthaliq dan Perang Al-Muraisyi)◾Pernikahan Dengan Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam dan Keberkahan Juwairiyah• Juwairiyah menikah dengan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam di usia sekitar 20 tahun dengan mahar dimerdekakan dari Tsabit bin Qais bin Syammas.• Kecantikan JuwairiyahJuwairiyah sangat cantik sampai Aisyah cemburu melihat kecantikan Juwairiyah.• Alasan Rasulullah Menikahi Juwairiyah(1) Kecantikannya(2) Wanita yang cerdas (masuk Islam saat masih menjadi budak)(3) Pandangan Politik NabiNabi menikahi putri pimpinan kabilah : Agar kerabatnya yang ditawan dari kalangan Bani Al-Musthaliq masuk Islam.(4) Nasab Tinggi, Adabnya Tinggi dan Berakhlak MuliaKebiasaan orang Arab apabila nasabnya tinggi, adabnya juga tinggi dan akhlaknya mulia.Semakin tinggi nasabnya, semakin beradab dan semakin berakhlak mulia.Faedah: Sebelum masuk islam atau sebelum ngaji sunnah saja sudah berakhlak mulia (sudah terdidik dengan pendidikan), apalagi bila sudah masuk Islam dan mengaji sunnah?Berakhlak mulia : tidak suka keluar rumah dan tidak suka tahu urusan orang lain.• Menikah dengan Rasulullah saat usia beliau sekitar 20 tahun janda.Keberkahan Juwairiyah• Setelah menikah dengan Rasulullah, banyak keberkahan yang didapat dari Juwairiyah:(1) Seratus kepala keluarga dimerdekakan oleh para Sahabat.(2) Banyaknya yang masuk Islam.(3) Termasuk Ayahnya sendiri.Hingga Aisyah mengatakan : “Aku tidak pernah menemukan seorang wanita yang paling berkah terhadap keluarganya seperti Juwairiyah.”Saat Al-Harits bin Abi Dhiror membawa unta-unta nya untuk memerdekakan putrinya, ia melepaskan dua unta yang disukainya. Ia datang menemui Nabi. Kemudian Nabi bertanya tentang 2 unta yang dia lepaskan. Al-Harits pun bersyahadat karena tidak ada yang mengetahui tentang 2 unta yang dilepaskan tsb kecuali Allah melalui utusanNya (seorang Rasul).Faedah : Berusaha diri sendiri menjadi sebab keberkahan bagi keluarga kita.Keutamaan Juwairiyah(1) Menjadi sebab banyaknya tawanan yang dimerdekakan.(2) Banyaknya yang masuk Islam dikarenakan pernikahannya dengan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam.(3) Rajin ibadah. Sangat kuat berdzikir dari pagi hingga sore hari.Faedah:- Hati-hati dengan pencuri iman, waktu, dan pahala, yaitu handphone.- Sisihkan waktu dan banyak melatih diri untuk bisa banyak berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.- Jangan berpuasa di hari Jum'at kecuali harus berpuasa sebelumnya (hari Kamis) atau hari sesudahnya (hari Sabtu).◾Wafat : tahun 50 Hijriyyah. Berusia sekitar 60 tahun lebih.2. Ummu Habibah◾Nama Lengkap : Ummu Habibah Ramlah Bintu Abi Sufyan (istri yang memiliki nasab paling dekat dengan Nabi)• Kakek-kakeknya Ramlah (Ummu Habibah) bersaudara dengan Hasyim.• Saudara perempuan dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan (khalul mukminin : pamannya kaum mukminin)• Lahir 17 tahun sebelum kenabian.◾AyahAbu Sufyan bernama Shakhr bin Harb bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay Kilab dan seterusnya.• Seorang pimpinan kabilah kaum Quraisy sekaligus Pemimpin Perang Uhud dan Perang Khandaq.◾IbuSofiah bintu Abil 'Ash (saudara perempuan dari Affan bin Abil 'Ash, ayahnya Utsman bin Affan)Utsman bin Affan dan Ummu Habibah adalah sepupu.◾Pernikahan Pertama• Ummu Habibah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy (saudara laki-laki dari Zainab bin Jahsy)• Hijrah bersama suaminya ke Habasyah namun suaminya wafat.◾Pernikahan dengan Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam• Menikah dengan Nabi pada tahun 6 hijriyah (usia 36 tahun)(1) Saat Nabi menikahi Ummu Habibah, Nabi berada di kota Madinah sedangkan Ummu Habibah masih di Habasyah.• Nabi mengutus Amr bin Umayyah kepada Najasyi, menyuruh Najasyi untuk menjadi wakil Nabi untuk melamar Ummu Habibah.(2) Ummu Habibah yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya, merasa gembira dengan kedatangan sang Raja yang menjadi wakil Nabi untuk melamar dirinya.• Maharnya 4.000 dirham(4.000 dirham = 400 dinar 4 ¼gr emas (4,25) × 400 = 1.700gr = 1,7 kg emas)Mahar istri-istri Nabi yang lain sekitar : 200gr emas. Kecuali Ummu Habibah.◾Alasan Nabi menikahi Ummu Habibah(1) Ingin menjaga Ummu Habibah(2) Diharapkan ayahnya (Abu Sufyan) ikut masuk Islam (karena ayahnya adalah pimpinan kaum Quraisy).◾Keutamaan Ummu Habibah(1) Wanita yang paling dekat nasabnya kepada Nabi.(2) Maharnya paling besar.(3) Paling jauh ketika dinikahi Nabi.◾Kegembiraan Abu Sufyan dan Masuknya Abu Sufyan kedalam agama Islam• Saat tahu putrinya dinikahi oleh Rasulullah, dia merasa senang dan bangga. Hingga memuji menantunya sambil mengatakan, “Rasulullah seperti kuda fahal (kuda jantan yang hebat yang tidak perlu ditarik hidungnya).” Meskipun Rasulullah adalah musuh bebuyutannya.• Hingga akhirnya lama-lama dia masuk Islam disebabkan putrinya dinikahi oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam.Shalat RawatibDiriwayatkan dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam maka Allah akan bangunkan baginya istana di Surga.”Ummu Habibah mengatakan : “Saya tidak pernah meninggalkan shalat ini semenjak Saya mendengar dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam.”Yang meriwayatkan hadits ini : Ibu Rumah tangga yang mengurus anaknya bernama Habibah.◾Wafat: Pada tahun 44 Hijriyyah di masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Juwairiyah & Ummu Habibah

1. Juwairiyah bintu al harits bin abi dzirorJuwairiyah bintu al harits bin abi dziror, al harits bin abi dziror seorang pemimpin dari kabilah bani al mustoliq. Kabilah itu kabilah besar dari khuza'ah. Ketika ayahnya juwairiyah tatkala masih kafir, al harits bin abi dziror mendengar tentang bagaimana islam semakin berkembang, terutama setelah perang badar kemudian setelah perang uhud, setelah perang ahzab, setelah perang khandaq yang dimana ribuan pasukan akhirnya pergi tinggalkan kota madinah. Al harits bin abi dziror punya rencana buruk, maka dia ingin menyerang kota madinah. Rasulullah bukanlah pemimpin yang tidak handal, Rasulullah punya mata mata punya informan informan, sampailah berita buruk dari al harits bin abi dziror. Rasulullah menyiapkan pasukan perang. Rasulullah menyerang terlebih dahulu sebelum musuh melawan. Menyerang musuh sebelum musuh mengumpulkan kekuatan. Mereka baru siap siap, maka datanglah tiba tiba Rasulullah menyerang mereka, mereka kabur kocar kacir. Yang meninggal musafi bin sofwan, musafi ini jagoan nya badal mustoliq, dia adalah suami nya juwairiyah, juwairiyah putri dari pimpinan kabilah banul mustoliq. Ayahnya juwairiyah kabur menyelamatkan dirinya. Putrinya tertawan. Rasulullah membagi ghanimah. Juwairiyah namanya barrah bintu harits bin abi dziror. Juwairiyah jatuh di bagian tawanan tsabbit bin qois bin sam'as. Juwairiyah wanita yang cantik jelita. Juwairiyah mendatangi Rasulullah untuk meminta bantuan. Juwairiyah minta tolong kepada Rasulullah. Juwairiyah sudah masuk islam. Rasulullah menikahi juwairiyah agar dibebaskan tawanannya. Sebab Rasulullah menikah dengan juwairiyah. Dalam kondisi budak, juwairiyah sudah masuk islam. Tidak hobi keluar rumah, tidak tahu urusan orang lain. Umur juwairiyah sekitar 20 tahun. Kebiasaan orang arab, kalau seorang wanita berasal dari keluarga yang nasab nya tinggi, atau berasal dari kepala kabilah, biasanya adab nya tinggi, biasanya akhlaknya mulia. Juwairiyah orang pimpinan kabilah tinggi semakin beradab semakin berakhlak mulia. Mungkin tidak seperti sebagian wanita zaman sekarang, bapaknya semakin kayak semakin kurang ajar semakin angkuh. Maka kita berusaha sebagai anggota keluarga merupakan sebab keberkahan bagi mereka. Barrah artinya wanita yang baik. Rasulullah ubah namanya jadi juwairiyah. Rajin beribadah, rajin dzikir, rajin berpuasa. Juwairiyah adalah sosok yang betah untuk berdzikir kepada Allah subhanahu wata'ala. Butuh iman yang kuat untuk berdzikir. Tentunya tidak ada kegiatan, karena juwairiyah tidak punya anak. Pencuri berbahaya adalah hp. Waktu kita habis buang buang karena medsos. Jika puasa hari jum'at harus sebelum nya puasa atau sesudahnya puasa. Juwairiyah wafat tahun 50 hijriyah sekitar umur 60 tahun lebih. Melatih diri untuk bahagia dalam ibadah. 2. Ummu habibah romlah bintu abu sofyanUmmu habibab namanya romlah, romlah adalah putri abu sofyan, abu sofyan namanya sakhr bin hart bin umayyah bin abdi syams bin abdi manaf bin qusay bin kilab. Istri yang paling dekat nasabnya dengan Nabi adalah ummu habibah. Ibunya shofiyah bintu abul ash. Shofiyah punya saudara laki laki namanya affan. Affan itu bapaknya usman bin affan. Usman bin affan itu sepupunya ummu habibah. Ummu habibah punya saudara yang terkenal namanya muawiyah bin abi sofyan yang akan menjadi khalifah yang keenam setelah hasan. Ummu habibah lahir 17 sebelum kenabian. Dan Nabi menikah dengan ummu habibah tahun 6 hijriyah. Usia ummu habibah 36 tahun. Abu sofyan pimpinan quraisy, ummu habibah menikah dengan ubaidillah bin jahsyin. Ubaidillah saudaranya hamnah bintu jahsyin, zainab bintu jahsyin, abdullah bin jahsyin. Ibunya zainab adalah umaymah bintu abdul mutholib. Zainab juga sepupu nya Nabi. Ummu habibah menikah dengan ubaidillah dan punya anak namanya habibah. Suaminya meninggal di madinah. Ummu habibah dan ubaidillah hijrah ke habasyah. Nabi ingin menikahi ummu habibah. Karena keluarganya masih kafir. Mahar nya paling besar, wanita yang paling dekat nasabnya. Abu sofyan senang karena ummu habibah dengan Rasulullah. Akhirnya abu sofyan masuk islam dan asalnya benci kepada Nabi menjadi masuk islam. Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam maka Allah akan bangunkan istana baginya di surga. Yang menjaga shalat rawatib itu orang hebat.

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Juwairiyah binti Al-Harits dan Ummu Habibah binti Abu Sufyan

Juwairiyah binti Al-Harits dan Ummu Habibah binti Abu SufyanUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A🌸 Kisah Juwairiyah binti Al-Harits 🌸❤️ Juwairiyah (semula bernama Barrah) adalah putri dari pemimpin kabilah Bani Mustaliq (Kabilah Khuzaah), yaitu Al-Harits bin Abi Dirar. Beliau lahir 15 tahun sebelum hijriyah. Barrah artinya wanita yang baik.❤️ Ia sebelumnya dinikahkan dengan seorang kesatria Bani Mustaliq bernama Musafi' bin Safwan, namun suaminya tewas dalam serangan pasukan Nabi Muhammad SAW (Perang Bani Mustaliq / Perang Al-Muraisi pada tahun 5 Hijriah).❤️ Juwairiyah tertawan dan jatuh di bawah kepemilikan Tsabit bin Qais bin Syammas. Ia mendatangi Nabi SAW untuk meminta bantuan pelunasan tebusan (mukatabah) agar dirinya bisa merdeka.❤️ Nabi SAW kemudian menawarkan pilihan yang lebih baik menebus pembebasannya dan menikahinya. Juwairiyah menerima tawaran tersebut dan resmi dinikahi Nabi SAW. Umur Juwairiyah saat itu sekitar 20-an tahun.❤️ Ketika berita pernikahan ini tersebar, para sahabat memerdekakan ratusan orang dari Bani Mustaliq karena mereka kini menjadi kerabat (ashar) Rasulullah SAW. Aisyah Radiyallahu 'anha berkomentar bahwa tidak ada wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya selain Juwairiyah. Setelah di merdekakan para tawanan² itupun akhirnya masuk Islam.❤️ Ayah Juwairiyah (Al-Harits) yang awalnya memusuhi Islam akhirnya juga masuk Islam setelah melihat keberkahan dan keislaman putrinya.❤️ Juwairiyah dikenal sebagai ahli ibadah yang rajin berdzikir dan berpuasa. Nabi SAW pernah mengajarinya kalimat dzikir yang setara dengan dzikir dari pagi hingga siang hari.❤️ Beliau wafat pada tahun 50 Hijriah di usia sekitar 60-an tahun.Ibadah apapun butuh pembiasaan, di awalnya mungkin terasa berat. Namun setelah pembiasaan akan terasa lebih kepada kebutuhan untuk beribadah.🌸 Kisah Ummu Habibah (Ramlah binti Abu Sufyan) 🌸🎀 Nama aslinya Ramlah, putri dari Abu Sufyan bin Harb (pemimpin Quraisy saat itu). Ibunya bernama Sofiah bintu Abil as.Ia lahir 17 tahun sebelum masa kenabian.🎀 Ummu Habibah adalah istri Nabi yang nasabnya paling dekat dengan Rasulullah SAW karena garis keturunan mereka bertemu di kakek moyang Abdu Manaf. Ia juga sepupu dari Utsman bin Affan dan saudari dari Muawiyah bin Abi Sufyan.Muawiyah bin Abi Sufyan selanjutnya akan menjadi Kahlifah yang ke enam setelah Hasan.🎀 Ummu Habibah hijrah ke Habasyah bersama suami pertamanya, Ubaidillah bin Jahsy. Di sana, suaminya meninggal dunia. (Penjelasan mengenai suaminya yang sempat murtad dinilai lemah secara sanad oleh para ulama).Ubaidillah bun Jahsy adalah saudatanya Hannah binti Jahsyin, saudaranya istri nabi Zainab bintu Jahsyin.🎀 Nabi SAW melamarnya dari jarak jauh saat beliau berada di Madinah dan Ummu Habibah berada di Habasyah. Kemudian menikah dengan nabi di tahun 6 hijriyah ketika usianya sekitar 36-an tahun.🎀 Raja Najasyi bertindak sebagai wakil Nabi SAW dalam pernikahan tersebut, dengan mahar sebesar 4.000 dirham (atau sekitar 400 Dinar / setara emas dalam jumlah besar).Ummu Habibah adalah istri nabi yang maharnya paling banyak.🎀 Saat Abu Sufyan datang ke Madinah semasa gencatan senjata dan ingin duduk di tikar Rasulullah SAW, Ummu Habibah segera melipatnya karena ayahnya masih musyrik dan najis, yang menjadi salah satu pukulan batin bagi Abu Sufyan sebelum akhirnya masuk Islam.🎖 Pesan Hadis yang Diriwayatkan:Ummu Habibah meriwayatkan hadis populer tentang keutamaan salat sunnah rawatib 12 rakaat sehari semalam yang akan dibangunkan istana di surga, dan ia konsisten mengamalkannya sepanjang hidupnya.🎀 Beliau wafat pada tahun 44 Hijriah di masa kekhilafahan saudaranya, Muawiyah bin Abi Sufyan.Materi 30

💬 0 komentar📅 30 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 November 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#29 — Kisah Ummu Saudah

Kajian tentang kisah hidup dan keteladanan Ummul Mukminin Saudah binti Zam'ah radhiallahu 'anha menyimpan banyak hikmah mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Melalui perjalanan hidup beliau, kita diajak untuk merefleksikan arti kesetiaan, pengorbanan, dan keluhuran budi pekerti.Saudah binti Zam'ah merupakan istri kedua Rasulullah SAW setelah wafatnya Khadijah radhiallahu 'anha. Beliau adalah sosok wanita salehah yang telah lama masuk Islam dan menemani masa-masa penuh ujian di Makkah, bahkan ikut berhijrah ke Habasyah bersama suami pertamanya. Setelah suaminya wafat, beliau dinikahi oleh Rasulullah SAW dan dengan penuh keikhlasan mendedikasikan diri untuk merawat rumah tangga Nabi serta anak-anak beliau di saat-saat awal yang penuh tantangan.Kajian ini juga menyoroti keistimewaan Saudah yang dikenal memiliki sifat humoris untuk menyenangkan hati Nabi SAW, sangat dermawan dengan membagikan setiap rezeki atau pemberian yang diterimanya, serta memiliki kelapangan hati yang luar biasa—termasuk ketika beliau merelakan hari gilirannya untuk ibunda Aisyah demi mencari keridaan Rasulullah SAW. Sebagai istri yang senantiasa menjaga kesetiaan dan memegang teguh pesan untuk menetap di rumah setelah wafatnya Nabi, Saudah binti Zam'ah meninggalkan teladan agung tentang ketulusan dan ketaatan seorang mukminah sejati.

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya31 Oktober 2026
N

Nadia Ryan F

📍 Kabupaten Tangerang

Materi 29

1. Mengenal Saudah binti Zam'ahSaudah binti Zam'ah bin Qais Al-Amiriyah Al-Qurasyiyah merupakan salah satu istri Rasulullah ﷺ yang berasal dari suku Quraisy.Beliau termasuk wanita yang pertama kali masuk Islam.Memiliki postur tubuh tinggi dan besar.Usianya lebih tua daripada Rasulullah ﷺ.Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, beliau menikah dengan Sakran bin Amr.Beliau dan suaminya termasuk orang-orang yang berhijrah ke Habasyah demi mempertahankan keimanan.2. Ujian Kehidupan dan Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah kembali dari Habasyah, suami Saudah, yaitu Sakran bin Amr, meninggal dunia. Saudah pun menjadi seorang janda dengan beberapa anak.Pada tahun ke-10 kenabian, Rasulullah ﷺ mengalami masa kesedihan (Amul Huzn) karena wafatnya Khadijah radhiyallahu 'anha dan Abu Thalib.Khaulah binti Hakim kemudian mengusulkan kepada Rasulullah ﷺ untuk menikahi Saudah. Rasulullah ﷺ menerima pernikahan tersebut.Saudah menjadi pendamping Rasulullah ﷺ setelah Khadijah wafat dan menemani beliau dalam masa-masa sulit dakwah di Makkah.Saudah merupakan sosok istri yang memahami keadaan Rasulullah ﷺ. Beliau tidak banyak menuntut dan mampu menempatkan diri dalam kehidupan rumah tangga.b. Humoris dan menyenangkanBeliau memiliki sifat suka bercanda dan mampu membuat Rasulullah ﷺ tersenyum. Ini menunjukkan bahwa suasana rumah tangga juga perlu dihiasi dengan keceriaan.c. Sangat dermawanKetika mendapatkan pemberian berupa dirham dari Umar bin Khattab, Saudah segera membagikan harta tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan.d. Tidak mementingkan diri sendiriKetika usianya semakin lanjut, Saudah rela memberikan jatah hari gilirannya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha agar tetap menjadi istri Rasulullah ﷺ dan mengharapkan keridaan beliau.Peristiwa ini berkaitan dengan pembahasan dalam Surah An-Nisa ayat 128 tentang perdamaian dan penyelesaian dalam kehidupan rumah tangga.4. Ketaatan Saudah Setelah Rasulullah ﷺ WafatSetelah Rasulullah ﷺ wafat, Saudah tetap menjaga pesan beliau agar istri-istri Nabi menetap di rumah.Beliau dikenal sangat menjaga diri dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Saudah wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, sekitar tahun 54 Hijriah.

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 29

Materi 29Kisah Istri Nabi Saudah binti Zam'ah -  Ustadz Firanda HafizhahullaahuProfil dan Latar Belakang Saudah binti Zam'ahNasab & Pernikahan Pertama: Saudah binti Zam'ah bin Qais al-Amiriyah al-Qurasyiyah berasal dari suku Quraisy yang mulia. Pada awal masa Islam, beliau masuk Islam bersama suami pertamanya sekaligus sepupunya, yaitu Sakran bin Amr.Hijrah ke Habasyah: Bersama suaminya, Saudah termasuk salah satu sahabat yang berhijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia) untuk menghindari penindasan kaum musyrikin Makkah.Wafatnya Suami: Setelah kembali dari Habasyah, suami beliau, Sakran bin Amr, meninggal dunia pada tahun ke-10 kenabian (tahun kesedihan atau Amul Huzn setelah wafatnya Khadijah). Sebelum wafat, Saudah sempat bermimpi bulan jatuh menimpanya, yang ditafsirkan suaminya bahwa Sakran akan segera meninggal dan Saudah akan menikah lagi.Pernikahan dengan RasulullahPeran Khaulah binti Hakim: Setelah Khadijah wafat, Rasulullah merasa sangat bersedih dan kehilangan penopang rumah tangga. Sahabiyah bernama Khaulah binti Hakim datang menawarkan diri untuk mencarikan istri bagi Rasulullah. Ia menawarkan dua pilihan: seorang gadis (Aisyah binti Abu Bakar) dan seorang janda (Saudah binti Zam'ah). Rasulullah akhirnya melamar keduanya.Kekhawatiran Saudah: Saat dilamar, Saudah sempat ragu karena merasa dirinya sudah tua dan memiliki banyak anak dari suami sebelumnya. Ia takut merepotkan Rasulullah. Namun, Nabi memuji Saudah sebagai wanita Quraisy yang sangat saleh, penyayang terhadap anak-anak, dan perhatian kepada suami.Menemani Nabi Sendirian: Setelah menikah, Saudah menjadi satu-satunya istri yang menemani Rasulullah di Makkah selama kurang lebih 3 tahun (dari tahun ke-10 kenabian hingga masa hijrah ke Madinah), sebelum Nabi hidup serumah dengan Aisyah.Akhlak, Hubungan dengan Madu, dan KarakterKedekatan dengan Aisyah: Meskipun Aisyah adalah istri yang paling dicintai Nabi, Saudah tidak pernah menunjukkan rasa cemburu berlebihan. Beliau bahkan bersikap sangat akrab, bijak, dan menganggap Aisyah sebagai teman. Terdapat riwayat lucu di mana Saudah dan Aisyah pernah saling bercanda melempar makanan ringan di hadapan Rasulullah yang membuat Nabi tertawa. Sikap Mengalah (Menyerahkan Hari): Ketika usianya semakin senja, Saudah khawatir Rasulullah akan menceraikannya karena takut tidak bisa melayani secara maksimal. Demi mencari keridaan Nabi dan tetap ingin menjadi istri beliau di surga, Saudah dengan besar hati menyerahkan jatah hari gilirannya untuk Aisyah .Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an (Surah An-Nisa ayat 128)Sifat Dermawan: Saudah dikenal sangat dermawan. Ketika Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan kantong berisi banyak dirham (koin perak) kepada beliau, Saudah langsung membagikan seluruhnya kepada orang-orang yang membutuhkan tanpa menyisakannyaKeteladanan di Masa Akhir HayatMematuhi Wasiat Nabi untuk Menetap di Rumah: Setelah Rasulullah wafat, Saudah memegang teguh pesan Nabi agar para istri beliau menetap di rumah dan tidak banyak bepergianTercatat setelah Rasulullah wafat, Saudah tidak pernah menunaikan ibadah haji lagi karena memilih untuk terus tinggal di rumah hingga akhir hayatnyaWafat: Saudah binti Zam'ah wafat pada akhir masa kekhalifahan Umar bin Khattab (sekitar tahun 54 Hijriah)

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →