๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

๐Ÿ“ Kabupaten Purwakarta

Fatimah binti Muhammad

4 wanita yang sempurna, pemimpin para wanita di surga : Asiah istri fir'aun, khadijah binti khuwailid istri Rasulullah, maryam binti imran ibu Nabi Isa, dan fatimah binti Muhammad. Fatimah di kelilingi oleh orang orang yang termulia. Kalau kita lihat ayahnya, tidak mampu kita untuk menyampaikan seluruh kemuliaannya. Ayahnya adalah Rasulullah. Kalau lihat kepada sisi ibunya, lihat ibunya adalah khadijah bintu khuwailid, wanita yang sangat mulia, yang Allah kirim salam kepada khadijah. Kalau kita melihat suaminya, suaminya adalah Ali bin Abi thalib, sang pahlawan sang jagoan yang telah dijamin surga oleh Nabi Muhammad, dan kalau kita melihat putra putra nya maka hasan dan husein, Rasulullah mengatakan kedua cucuku ini adalah pemimpin para pemuda di surga. Lahir 5 tahun sebelum kenabian. Nabi sebelum menjadi Nabi usia 40 tahun, berarti saat lahir fatimah Nabi usia Nabi 35 tahun. Wafat fatimah pada tahun 11 hijriyah. Fatimah wafat usia 29 tahun. Putri terakhir. Rasulullah memiliki 6 anak, yang pertama al qosim, yang kedua abdullah, al qosim dan abdullah wafat sebelum nabi diangkat menjadi seorang Nabi. Setelah diangkat menjadi Nabi, tinggal 4 putri Nabi, ialah zainab, ruqoyyah, ummu kultsum dan fatimah. Fatimah hidup setelah Nabi meninggal. Anak yang lain meninggal saat Nabi hidup. Zainab, ummu kultsum dan ruqoyyah sudah menikah. Kejadian pahit fatimah melihat ayahnya dihina oleh orang orang quraisy, diganggu oleh orang orang quraisy, unta disembelih lalu perut isi unta nya udah bau dari kemarin, ketika Muhammad sedang sujud, taruh kotoran unta isi pundaknya ke Muhammad. Abu jahl tertawa. Lapor ke fatimah. Rasulullah berdo'a kepada Allah dengan suara lantang dan di dengar oleh mereka. "Ya Allah binasakanlah quraisy, Ya Allah hancurkanlah quraisy, Ya Allah hancurkanlah quraisy." Abu jahl dan teman temannya mendengar do'a Nabi dan mereka diam tidak tertawa. Mereka takut do'a Nabi dikabulkan. Rasulullah berdo'a lagi "Ya Allah binasakan abu jahl bin hisyam, Ya Allah binasakan utbah bin robi'ah, Ya Allah binasakan walid bin utbah, binasakan umay bin khalaf, binasakan ubaid bin abi maid, ada 7 orang di do'akan keburukan oleh Rasulullah. Semua yang di sebut Rasulullah binasa dalam perang badar. Mayit mayit nya dimasukkan ke sumur yang sudah usang. Fatimah sejak kecil menghadapi atau melihat kondisi penderitaan penderitaan oleh ayah dan ibu nya. Ibunya meninggal, ayah nya dihina oleh orang orang. Rasulullah menikahi fatimah dengan Ali bin abi thalib. Ali hidup di rumah Nabi. Ali anaknya abu thalib. Abu thalib paman nya Nabi. Paman nya Nabi miskin. Ali tinggal dengan Nabi sejak kecil. Fatimah dinikahkan oleh Rasulullah dengan Ali. Pernikahan kalau bisa jangan di persulit. Jangan di tunda tunda, agar selamat. Ali lajang, abu bakar, umar sudah menikah. Ali tidak hidup serumah dengan Nabi setelah menikah. Ali dan fatimah ada problematika rumah tangga. Ali dan fatimah berantem. Ali pergi keluar ke masjid. Tugas syetan memisahkan orang yang berumah tangga. Rasulullah tidak mengetahui hal ghaib. Tidak semua masalah dipertanyakan. Tidak semua masalah di gubris. Masalah sudah lewat jangan di ungkit ungkit. Tidak semua masalah harus di hadapi dengan detail cukup di diamkan maka hilang.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 2 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Kisah Fatimah Binti Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam (1)

Fatimah Radhiyallahu'anhaPENDAHULUAN - KEUTAMAAN DAN KEMULIAANโ€ข Wanita yang sempurna dan termulia, salah satu pemimpin wanita di Surga.โ€ข Fatimah dikelilingi oleh orang-orang yang termulia. Dari sisi:- Ayahnya: Seorang Nabi dan kemuliaannya sangat banyak. - Ibu: Allah mengirim salam kepadanya melalui malaikat Jibril dan salam dari Malaikat Jibril untuknya.- Suami: sang pahlawan yang telah dijamin surga oleh Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam.- Anak-anaknya: Hasan dan Husein adalah pemimpin para pemuda di Surga.KELAHIRAN, SILSILAH, JULUKANโ€ข Lahir: 5 tahun sebelum kenabian (usia Nabi 35th).โ€ข Wafat: Pada tahun 11 Hijriyyah (usianya sekitar 29 tahun)Nabi menikah dengan Khadijah dikarunia 6 orang anak.1. Al-Qasim (wafat sebelum Nabi diangkat menjadi Nabi).2. Abdullah (wafat sebelum Nabi diangkat menjadi Nabi).3. Zainab (wafat saat Nabi masih hidup)4. Ruqoyyah (wafat saat Nabi masih hidup)5. Ummu Kultsum (wafat saat Nabi masih hidup).6. Fatimah (Putri terakhir Nabi sekaligus anak satu-satunya Nabi yang masih hidup di masa Nabi masih hidup dan setelah wafatnya Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam).Putra Nabi dari Maria Al-Qibtiyah : Ibrahim (wafat saat Nabi masih hidup).GELARโ€ข Fatimah diberi kunyah Ummu Abiha (ibu dari ayahnya : karena sangat sayangnya beliau kepada ayahnya) namun ini datang dari nash yang tidak shahih.โ€ข Fatimah disifati dengan Azzahra (putih dan bersinar) sebagaimana ayahnya (Rasulullah) juga putih bercahaya. Kulitnya nampak kemerah-merahan pada kulitnya sebagaimana Rasulullah meskipun lafal Azzahra ini tidak datang dalam hadits yang shahih, tidak diriwayatkan oleh para sahabat, tabi'in dsb, namun tidak mengapa karena memang sesuai dengan kenyataan fisik Fatimah.MASA KECIL & PERJUANGAN DI MEKKAHKetika Nabi mulai berdakwah, banyak kejadian-kejadian penderitaan, diantaranya putri-putri Nabi diceraikan.Zainab menikah dengan Abul 'Ash bin Rabi'.Ruqoyyah dan Ummu Kultsum menikah dengan putra-putranya Abu Lahab, yaitu Utbah dan Utaibah.Ketika Nabi mulai berdakwah, orang-orang Quraisy mengatakan kepada menantu-menantu Nabi agar menceraikan putri-putri Nabi dengan balasan mendapatkan wanita mana saja untuk dinikahi dan mendapatkan harta.Akhirnya tawaran tsb dipenuhi oleh putra-putra Abu Lahab. Ruqoyyah dan Ummu Kultsum pun dicerai. Hanya Zainab yang tidak dicerai, selain karena keponakannya Khadijah, juga karena Abul 'Ash sangat sayang kepada Zainab.Semua suka duka dakwah ayahnya diketahui oleh Fatimah. Rasulullah dan Bani Hasyim diboikot di Syi'ib Abi Thalib selama ยฑ 3 tahun.Kelaparan, tidak ada yang boleh membeli barang jika mereka menjual barang, tidak boleh ada yang menjual barang kepada mereka, ini semua dialami oleh Fatimah.Kisah Kotoran Unta di Pundak Nabi:โ€ข Sekitar tahun ke-10/11 kenabian (usia Fatimah ยฑ 15th), wafatnya Abu ThalibBukhari meriwayatkan dari โ€˜Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam suatu ketika sedang shalat dekat Kaโ€™bah, sementara Abu Jahal dan teman-temannya sedang duduk-duduk. Tiba-tiba salah satu di antara mereka berkata, โ€œSiapa yang berani untuk mengambil isi perut unta di pemotongan Bani Fulan kemudian meletakkannya di atas punggung (antara pundak) Muhammad ketika ia sedang sujud?โ€Akhirnya berdirilah orang yang paling jahat di antara mereka yaitu โ€˜Uqbah bin Abi Muโ€™aith. Tidak lama kemudian, dia datang membawa kotoran itu dan menunggu hingga Muhammad sujud, lalu meletakkannya di atas punggungnya dan di antara pundaknya. Mereka melihatnya sambil tertawa, sementara saya (Ibnu Masโ€™ud) melihatnya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tetap sujud dan tidak bangun dari sujudnya hingga datang putrinya, Fatimah radhiyallahu โ€˜anha dan membersihkan kotoran itu. Setelah itu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bangun dari sujudnya.Beliau berdoa, โ€œYa Allah, binasakanlah orang Quraisy.โ€ Beliau mengatakan itu tiga kali hingga orang Quraisy ketakutan karena mereka berkeyakinan bahwa doa di tempat itu mustajab. Setelah itu, Rasulullah menyebut nama, โ€œYa Allah, binasakan Abu Jahal, binasakan โ€˜Utbah bin Rabiโ€™ah, Syaibah bin Rabiโ€™ah, Al-Walid bin โ€˜Utbah, Umayyah bin Khalaf, dan โ€˜Uqbah bin Abi Muโ€™aith.โ€ Beliau menyebut nama yang ketujuh, tetapi tidak ingat namanya. Demi Dzat yang mengutus Muhammad dengan kebenaran, saya telah melihat semua yang disebutkan namanya oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam semuanya binasa pada perang Badr; mayatnya dibuang ke Qalib Badr (sumur tua tempat pembuangan bangkai di Badar). (HR. Bukhari, no. 240. Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Wudhu, nomor 4, Bab 69: Jika dilemparkan pada punggung orang yang shalat kotoran atau bangkai yang berbau, maka tidak membatalkan shalat)PERNIKAHAN FATIMAH DENGAN ALI BIN ABI THALIBSekitar 1 tahun setelah hijrah, Rasulullah menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib.Sempat dilamar oleh Abu Bakar & Umar namun Nabi menolak lamarannya.Atas dorongan seorang budak wanita, Ali bin Abi Thalib yang sangat sederhana memberanikan diri untuk melamar (usia Ali 21/23 tahun).Ketika berhadapan dengan Nabi, Ali sangat segan dan malu hingga tidak bisa berkata-kata karena karismatik Nabi yang sangat luar biasa apalagi mau melamar putrinya tidak memiliki modal mahar.Nabi bertanya, โ€œApa yang membuat kau datang kesini? Apa kau memiliki keperluan?โ€Ali terdiam. Nabi pun mengerti. Nabi bertanya kembali, โ€œApa kau datang kesini untuk melamar putriku?โ€Ali mengiyakan. Nabi bertanya kepada Ali, โ€œApa kau memiliki sesuatu untuk dijadikan mahar?โ€Ali menjawab bahwa dia tidak memiliki apa-apa. Dia datang hanya untuk melamar putrinya.Nabi mengatakan, โ€œbagaimana dengan baju perang yang pernah aku berikan kepadamu?โ€Ali ingat memiliki baju perang buatan Huthamiyah seharga ยฑ 4 dirham.Nabi menerima mahar tsb dan menikahkan Ali dengan Fatimah.Nabi mendo'akan pernikahan Ali dengan Fatimah agar Allah memberkahi mereka dan keturunannya.Pernikahan tsb sangat sederhana. Perlengkapan rumah hanya alas tidur kulit domba, bantal dari kulit isi serabut kurma, wadah air dari kulit, dan alat penggiling gandum.Faedah: Pernikahan jika bisa jangan dipersulit. Jika ada putra-putri kita yang ingin menikah, maka jangan dipersulit. Bekali pernikahan dengan ilmu, kesungguhan, ingatkan bahwa pernikahan bukan main-main.Nabi mendahulukan Ali karena Ali masih single.KEHIDUPAN RUMAH TANGGA & DZIKIR PENGUATAli dan Fatimah hidup mandiri di rumah terpisah dengan kondisi sangat sederhana tanpa pembantu.Suatu hari, Ali sangat lelah. Karena lelah menimba air dan menggiling gandum hingga dada Ali sakit dan tangan Fatimah kasar, akhirnya Ali mengusulkan ide untuk meminta bantuan budak kepada Rasulullah yang baru saja mendapatkan ghanimah.Fatimah datang kepada Nabi. Namun karena Fatimah malu, akhirnya pulang kembali. Akhirnya Ali dan Fatimah datang berdua kepada Nabi.Ali dan Fatimah mulai curhat keadaan mereka kepada Nabi namun Nabi menolak usulan mereka yang ingin meminta pembantu karena mengutamakan Ahlus Suffah (sahabat miskin di masjid yang kelaparan dan tidak memiliki tempat tinggal). Mereka pun pulang.Nabi datang kepada mereka berdua dalam kondisi mereka sudah berada dalam selimut.Saat melihat Nabi, mereka berdua pun segera bangun. Namun Nabi menyuruh tetap tinggal di tempatnya.Nabi memberikan solusi yang lebih baik daripada pembantu. Nabi mengajarkan dzikir sebelum tidur :- Subhanallah 33x- Alhamdulillah 33x- Allahu Akbar 34x (genap 100)Ali bersaksi bahwa dia tidak pernah meninggalkan dzikir ini sebelum tidur seumur hidupnya sejak Nabi mengajarkannya, bahkan di malam berat saat perang Siffin.Faedah: 1. Dalam kehidupan rumah tangga, hendaknya bersabar jika diberi harta yang berkecukupan, hadapi dengan qonaah, dan menguatkannya dengan banyak berdzikir kepada Allah.2. Suami dan istri bekerja sama dalam menjalankan tugas-tugas rumah.PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA YANG BIJAKWalaupun sangat mulia, perselisihan tetap pernah terjadi.Suatu siang Rasulullah mendatangi rumah Fatimah dan mendapati Ali tidak ada di rumah.Nabi bertanya kepada Fatimah, โ€œdimana putra pamanmu?โ€ (untuk mengingatkan kepada Fatimah bahwa Ali bukan hanya suaminya tapi juga kerabatnya. Karena Ali adalah sepupu Nabi. Putra dari pamannya Fatimah, sehingga Ali memiliki 2 hak : hak suami dan hak kerabat).Fatimah cerita bahwa dia sempat berselisih dengan Ali dan Ali membuat Fatimah marah, dan pergi tanpa tidur siang di rumah.Nabi mengutus orang untuk mencari Ali. Ali ditemukan tidur di Masjid Nabawi dengan selendangnya tersingkap dan tubuhnya dipenuhi debu/tanah.Rasulullah dengan penuh kasih sayang membersihkan debu/tanah dari pundak Ali seraya mengatakan sambil bercanda, โ€œWahai Abu Turab.โ€ (Bapak Tanah).Sikap Nabi menunjukkan kebijaksanaan luar biasa : tidak memihak Ali dan Fatimah, tidak ingin tahu permasalahan rumah tangga anaknya, dan tidak memperpanjang masalah rumah tangga anaknya, sehingga konflik mereda dengan sendirinya.Tidak semua masalah harus dipertanyakan.Jika ada yang bertanya ada masalah apa? Jangan digubris/jangan dijawab. Dan jangan diungkit yang sudah lewat.Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan detail.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 2 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
N

Novrianti Fadlun Katili

๐Ÿ“ Palu

Kisah Fathimah Binti Rasulullah ๏ทบ (Part 1) - Ustadz Firanda Andirja hafizhohullah

๐ŸŒท Fathimah Binti Rasulullah Fathimah adalah salah satu dari putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah memiliki beberapa putri, di antaranya:Banyak dari para lelaki yang sempurna atau telah mencapai kesempurnaan, dan dari para wanita hanya 4 orang di antaranya:1. Asiyah istri Fir'aun2. Khadijah bintu Khuwailid3. Maryam bintu Imran4. Fathimah bintu Muhammadโ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โœง Keutamaan Aisyah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุงDan dalam hadits Nabi mengatakan keutamaan Aisyah: Dan keutamaan Aisyah dan para wanita seperti makanan yang lezat dibanding seluruh makanan yang lain.Dalil:ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ููˆุณูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุนูŽุฑููŠู‘ู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ๏ทบ ู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซูƒูŽู…ูŽู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ูƒูŽุซููŠุฑูŒุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒู’ู…ูู„ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ู ุจูู†ู’ุชู ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุขุณููŠูŽุฉู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููŽุถู’ู„ู ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ูƒูŽููŽุถู’ู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุฑููŠุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ูยป.Terjemahan:Dari Abu Musa Al-Asy'ari ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡, dari Nabi ๏ทบ, beliau bersabda:โ€œBanyak laki-laki yang mencapai kesempurnaan, tetapi tidak ada wanita yang mencapai kesempurnaan kecuali Maryam binti Imran dan Asiyah, istri Fir'aun. Dan keutamaan Aisyah atas para wanita adalah seperti keutamaan tsarid (hidangan berupa roti dan kuah daging) atas seluruh makanan lainnya.โ€๐Ÿ“š HR. Al-Bukhari no. 5418โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โœง Empat Wanita MuliaKeempat wanita yang disebut Nabi di atas adalah sayyidah (pemimpin) para wanita di surga. Maka di sini bisa terlihat Fathimah merupakan salah satu wanita yang mulia, dan ia diberikan di keluarga yang terbaik, dan hidup bersama suami dan anak-anak yang terbaik pula.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒธ Kelahiran dan Kehidupan FathimahFathimah lahir 5 tahun sebelum masa kenabian yaitu ketika usia Nabi sekitar 35 tahun, dan Fathimah wafat pada tahun 11 Hijriyah dengan usianya sekitar 29 tahun.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โœง Fathimah, Putri yang Paling BerbaktiFathimah adalah anak yang paling berbakti, dan satu-satunya anak Nabi yang hidup setelah wafatnya Nabi ๏ทบ Fathimah, selain Fathimah semua anak Nabi meninggal di masa hidup Nabi. Dan salah satu nama kunyah Fathimah adalah Ummu Abiha (ibu bapaknya), karena saking perhatiannya Fathimah kepada ayahnya makanya dipanggil demikian.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒท Fathimah Az-Zahra ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุงMeskipun tidak ada dalil yang shahih, namun sebagian para ahli sejarah menyifati Fathimah dengan Az-Zahra, artinya yang putih dan bersinar.Dan orang yang menyifati Fathimah dengan Az-Zahra yaitu mereka ingin menyifati Fathimah dan ayahnya Rasulullah, yaitu di mana perawakan Nabi adalah putih dan bercahaya.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โœง Keterangan Nama Az-ZahraKata Az-Zahra ini tidak ada disebutkan dalam hadits shahih, namun sebagian ahli sejarah pun tidak ada, namun boleh digunakan kata Ustadz.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒธ Kisah Fathimah Membela Rasulullah ๏ทบSalah satu kisah yang pahit yang disaksikan oleh Fathimah yaitu melihat ayahnya direndahkan orang Quraisy.Fathimah melihat orang Quraisy mengambil isi perut unta dan diletakkan di pundak Nabi ketika Nabi sedang sujud di Ka'bah. Nabi terus tanpa bangun, lalu berdirilah seseorang dan melaporkan hal tersebut kepada Fathimah.Dan datanglah Fathimah dan membalikkan kotoran di pundak ayahnya lalu ia balik ke Abu Lahab dan mereka.Dan setelah itu barulah Nabi bangkit dari sujudnya sampai menyelesaikan shalatnya. Setelah itu Nabi berdoa dengan mengangkat tangannya lalu mengarahkan bacaan doanya:ูŠูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูุŒ ูŠูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูโ€œYa Allah, hukumlah orang-orang Quraisy! Ya Allah, hukumlah orang-orang Quraisy!โ€Abu Jahl dan teman-temannya merasa takut karena Nabi mengucapkan doa tersebut. Nabi menyebutkan semua nama orang Quraisy yang berada di tempat itu dari kelompok Abu Jahl, sampai 7 orang disebutkan namanya oleh Nabi Wafat di perang Badar.๐Ÿ“– Dalil Kisah Fathimah Membela Rasulullah ๏ทบุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ:ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ุณูŽุงุฌูุฏูŒ ูˆูŽุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ู ู†ูŽุงุณูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽุŒ ุฅูุฐู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุนูู‚ู’ุจูŽุฉู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ู…ูุนูŽูŠู’ุทู ุจูุณูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽุฒููˆุฑูุŒ ููŽู‚ูŽุฐูŽููŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ๏ทบุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ููŽุนู’ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ููŽุงุทูู…ูŽุฉูุŒ ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽุชู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู†ูŽุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ๏ทบ:ยซุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุฃูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽุจูŽุง ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ูŽ ู‡ูุดูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุนูุชู’ุจูŽุฉูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฑูŽุจููŠุนูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽุดูŽูŠู’ุจูŽุฉูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฑูŽุจููŠุนูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽุนูู‚ู’ุจูŽุฉูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฃูŽุจููŠ ู…ูุนูŽูŠู’ุทูุŒ ูˆูŽุฃูู…ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฎูŽู„ูŽููุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุจูŽูŠู‘ูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฎูŽู„ูŽููยป.ููŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุจูŽุฏู’ุฑูุŒ ููŽู‚ูุชูู„ููˆุง ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุงุŒ ููŽุฃูู„ู’ู‚ููˆุง ูููŠ ุจูุฆู’ุฑูุŒ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูู…ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุจูŽูŠู‘ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุถูŽุฎู’ู…ู‹ุงุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฌูŽุฑู‘ููˆู‡ู ุชูŽู‚ูŽุทู‘ูŽุนูŽุชู’ ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู„ูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู„ู’ู‚ูŽู‰ ูููŠ ุงู„ู’ุจูุฆู’ุฑู.Terjemahan:Dari Abdullah bin Mas'ud ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡, beliau berkata:Ketika Rasulullah ๏ทบ sedang sujud dan di sekeliling beliau terdapat orang-orang Quraisy dari kalangan musyrikin, tiba-tiba datanglah Uqbah bin Abi Mu'ayt dengan membawa isi perut unta, lalu melemparkannya ke punggung Nabi ๏ทบ.Beliau tidak mengangkat kepalanya hingga datanglah Fathimah. Kemudian Fathimah mengambilnya dari punggung beliau dan mendoakan keburukan atas orang yang melakukan hal tersebut.Nabi ๏ทบ kemudian berdoa:โ€œYa Allah, hukumlah para pembesar Quraisy! Ya Allah, hukumlah Abu Jahl bin Hisyam, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Uqbah bin Abi Mu'ayt, dan Umayyah bin Khalaf atau Ubay bin Khalaf.โ€Sungguh, aku melihat mereka pada hari Perang Badar. Mereka semua terbunuh dan dilemparkan ke dalam sumur, kecuali Umayyah atau Ubay. Ia adalah seorang laki-laki yang bertubuh besar. Ketika mereka menyeretnya, anggota-anggota tubuhnya terpisah sebelum ia dilemparkan ke dalam sumur.๐Ÿ“š Sumber: HR. Al-Bukhari no. 3185.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒท Pernikahan Fathimah dan Ali ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุงSeiring berjalannya waktu, maka Nabi menikahkan dengan Ali bin Abi Thalib.Ada juga kisah Fathimah yang menceritakan bahwa Fathimah dilamar oleh para pembesar Quraisy, seperti Abu Bakar dan Umar.Ali berkata:โ€œAku telah menikahi Fathimah dan di rumah kami hanya ada tikar dari kulit domba dan kami tidak ada ...โ€๐Ÿ“– Dalil Lamaran Abu Bakar, Umar, dan Ali ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุจูุฑูŽูŠู’ุฏูŽุฉูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ:ุฎูŽุทูŽุจูŽ ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ููŽุงุทูู…ูŽุฉูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ: ยซุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉูŒยป. ููŽุฎูŽุทูŽุจูŽู‡ูŽุง ุนูŽู„ููŠู‘ูŒุŒ ููŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู.Terjemahan:Dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, beliau berkata:Abu Bakar dan Umar ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง pernah melamar Fathimah. Maka Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œSesungguhnya dia masih muda.โ€Kemudian Ali melamarnya, lalu Rasulullah menikahkannya dengan Ali.๐Ÿ“š HR. An-Nasa'i no. 3221.โœง Faedah yang Bisa Diambil dari Kisah Ini- Pernikahan jangan dipersulit.- Jika anak kita ingin menikah (ketika sudah baligh & mampu), maka jangan ditunda.- Begitu juga perhatian Nabi kepada Ali, lebih diutamakan daripada Abu Bakar dan Umar.- Nabi memilih Ali karena ia masih bujang, cocok dengan Fathimah.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒธ Pernikahan Ali dan FathimahFathimah dan Ali hidup tersendiri, tidak bergantung dengan orang tua mereka, dan ini juga termasuk bagian dari sunnah ketika orang tua membiarkan anaknya hidup mandiri.Fathimah dan Ali hidup dengan peralatan rumah yang sangat sederhana.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โœง Perlengkapan Rumah Tangga FathimahRiwayat lain menceritakan:Apabila Nabi menikahkan Ali dan Fathimah, maka Rasulullah mengirimkan sebuah kain untuk peralatan di rumah, dan bantal yang isinya dari kulit tersebut, lalu alat penggiling gandum, lalu 2 tempat minum, dan mereka berdua tanpa pembantu.๐Ÿ“– Dalil Perlengkapan Rumah Tangga Fathimah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุงุนูŽู†ู’ ุนูŽู„ููŠู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู:ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ู ููŽุงุทูู…ูŽุฉูŽ ุจูŽุนูŽุซูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง ุจูุฎูŽู…ููŠู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽูˆูุณูŽุงุฏูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฏูŽู…ู ุญูŽุดู’ูˆูู‡ูŽุง ู„ููŠููŒุŒ ูˆูŽุฑูŽุญูŽูŠูŽูŠู’ู†ูุŒ ูˆูŽุณูู‚ูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุฌูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู.Terjemahan:Dari Ali ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡:Bahwasanya ketika Rasulullah ๏ทบ menikahkan Ali dengan Fathimah, beliau mengirimkan bersamanya sehelai kain, sebuah bantal dari kulit yang isinya serat (sabut), dua buah batu penggiling gandum, sebuah kantong air dari kulit, dan dua buah wadah air dari tanah liat.๐Ÿ“š HR. Ahmad no. 819. Dinilai kuat (qawi) oleh Darussalam.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒธ Keteguhan Ali dalam Mengamalkan ZikirMaka Ali pun berkata:โ€œDemi Allah, aku tak pernah meninggalkan zikir sebelum tidur sejak Nabi mengatakannya.โ€โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โœง Faedah dari Kisah Ini1. Dalam rumah tangga hendaknya kita bersabar.2. Nabi tidak mengajarkan putrinya, sedangkan masih ada orang lain yang membutuhkan.โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒท Rumah Tangga Ali dan FathimahRumah tangga Ali dan Fathimah juga disertai masalah/ujian.Dalilnya berkaitan dengan kisah berikut:Suatu saat Nabi berkunjung ke rumah Ali dan Fathimah, namun Nabi tidak mendapati Ali di rumah. Maka beliau bertanya kepada Fathimah:โ€œDi mana putera pamanmu?โ€Ketika Nabi tidak menemukan Ali, Fathimah menjawab:โ€œDi antara kami berdua ada sesuatu, lalu ia pun marah dan pergi.โ€Lalu Nabi bertanya kepada seseorang yang ada di situ:โ€œCarilah Ali!โ€Lalu orang itu kembali setelah mendapati Ali dan melaporkannya kepada Nabi:โ€œAli di masjid.โ€Lalu Nabi pergi ke masjid tersebut dan mendapati Ali berbaring, dan keadaan pundaknya kotor. Lalu Nabi membersihkan kotoran tersebut lalu berkata kepadanya:โ€œBangunlah, wahai Abu Turab (tanah)!โ€Maka Ali pun bangun dan kembali ke rumahnya lalu menyelesaikan masalahnya.๐Ÿ“– Dalil Kisah Abu TurabุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ:ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูุนูŽู„ููŠู‘ู ุงุณู’ู…ูŒ ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุชูุฑูŽุงุจูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูŠูŽูู’ุฑูŽุญู ุจูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฏูุนููŠูŽ ุจูู‡ูŽุงุŒ ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ุจูŽูŠู’ุชูŽ ููŽุงุทูู…ูŽุฉูŽุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ ุนูŽู„ููŠู‘ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽู…ู‘ููƒูุŸยปููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’:ยซูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒุŒ ููŽุบูŽุงุถูŽุจูŽู†ููŠ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุนูู†ู’ุฏููŠยป.ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ู„ูุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู:ยซุงู†ู’ุธูุฑู’ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ู‡ููˆูŽยป.ููŽุฌูŽุงุกูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู‡ููˆูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุฑูŽุงู‚ูุฏูŒยป.ููŽุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุถู’ุทูŽุฌูุนูŒุŒ ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู‚ูŽุทูŽ ุฑูุฏูŽุงุคูู‡ู ุนูŽู†ู’ ุดูู‚ู‘ูู‡ูุŒ ููŽุฃูŽุตูŽุงุจูŽู‡ู ุชูุฑูŽุงุจูŒุŒ ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ูŠูŽู…ู’ุณูŽุญูู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู:ยซู‚ูู…ู’ ุฃูŽุจูŽุง ุชูุฑูŽุงุจูุŒ ู‚ูู…ู’ ุฃูŽุจูŽุง ุชูุฑูŽุงุจูยป.Terjemahan:Dari Sahl bin Sa'd ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡, beliau berkata:Tidak ada nama yang paling dicintai Ali selain Abu Turab, dan ia sangat senang apabila dipanggil dengan nama tersebut.Rasulullah ๏ทบ pernah datang ke rumah Fathimah, tetapi beliau tidak mendapati Ali di rumah. Beliau pun bertanya:โ€œDi mana putra pamanmu?โ€Fathimah menjawab:โ€œAntara aku dan dia ada sesuatu, lalu ia marah kepadaku dan pergi. Ia tidak tidur siang di rumahku.โ€Rasulullah ๏ทบ kemudian berkata kepada seseorang:โ€œLihatlah, di mana dia.โ€Orang itu datang kembali dan berkata:โ€œWahai Rasulullah, dia sedang tidur di masjid.โ€Rasulullah ๏ทบ pun datang ketika Ali sedang berbaring. Selimutnya telah terjatuh dari salah satu sisi tubuhnya sehingga tubuhnya terkena debu.Rasulullah ๏ทบ mulai mengusap debu dari tubuhnya sambil berkata:โ€œBangunlah, wahai Abu Turab! Bangunlah, wahai Abu Turab!โ€๐Ÿ“š HR. Al-Bukhari no. 6280.โœง Penutup KisahIni menandakan bahwasanya Nabi tidak membela anaknya dan tidak juga membela menantunya, dan tidak pula penasaran atau bertanya apa yang sedang terjadi, karena tidak semua masalah harus dipertanyakan.Dan Ali pun merasa senang dengan perlakuan Nabi tersebut, sampai ia suka dipanggil dengan sebutan Abu Turab.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
H
Heni Andini

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah Fatimah Binyi Rasulullah part 1

"Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-1)" Ustadz Dr. Firanda AndirjaRasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:" Banyak lelaki yang sempurna, tetapi wanita yang sempurna cuma empat orang (atau cuma beberapa orang)", di antaranya adalah:Asiah imra'atu Fir'aun (istri Firaun)Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam)Maryam bintu 'Imran (ibunya Nabi Isa 'Alaihissalam)Fatimah bintu Muhammad Shallallahu 'Alaihi WasallamKe empat wanita tersebut adalah Sayyidatu ahli Jannah ( pemimpin wanita di surga)Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan:โค๏ธ Dan keutamaan Aisyah dibandingkan para wanita seperti keutamaan makanan tsarid (makanan yang lezat) dibandingkan seluruh makanan yang lain. โค๏ธ๐ŸŽ€ Kedudukan & Silsilah Keluarga FatimahFatimah Radhiallahu 'Anha dikelilingi oleh orang-orang yang termulia, di antaranya:๐ŸŽ– Ayahnya Tidak mampu kita untuk menyampaikan seluruh kemuliaannya, yaitu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.๐ŸŽ– Ibunya Khadijah binti Khuwailid, wanita yang sangat mulia yang Allah mengirim salam kepadanya.๐ŸŽ– Suaminya Ali bin Abi Thalib, sang pahlawan, sang jagoan yang telah dijamin surga oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.๐ŸŽ– Putra-putranya Hasan dan Husein, di mana Rasulullah bersabda: "Huma sayyida syababi ahlil Jannah" (Kedua cucuku ini, Hasan dan Husein, adalah pemimpin para pemuda di surga).๐ŸŽ€ Usia dan Kelahiran FatimahFatimah Radhiallahu Ta'ala 'Anha disebutkan oleh para ahli sirah lahir kurang lebih 5 tahun sebelum kenabian. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mendapat anugerah Fatimah ketika usia beliau sekitar 35 tahun.Kemudian Fatimah Radhiallahu Ta'ala 'Anha wafat pada tahun 11 Hijriah. Fatimah wafat pada usia sekitar 29 thn.Beliau adalah putri terakhir Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Nabi ketika menikah dengan Khadijah Rosul dikaruniai 6 orang anak, yaitu:1. Al-Qasim (wafat sebelum kenabian)2. Abdullah (wafat sebelum kenabian)3. Zainab4. Ruqayyah5. Ummu Kultsum6. Fatimah (putri bungsu)Fatimah adalah satu-satunya anak Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang hidup setelah wafatnya Nabi. Semua anak-anak Nabi meninggal di masa hidup beliau. Anak terakhir Nabi setelah Fatimah adalah Ibrahim (dari Mariyah Al-Qibthiyah), tetapi meninggal sewaktu bayi (masa susuan).๐ŸŽ€ Gelar & Kunyah FatimahOleh karenanya, sebagian ulama menyatakan di antara kunyah Fatimah Radhiallahu Ta'ala 'Anha adalah Ummu Abiha (Ibu dari Ayahnya).Hal ini di karenakan seakan-akan Fatimah menempati posisi ibunya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Rasulullah merasakan kelembutan dan perhatian yang besar dari putri satu-satunya yang tersisa. Fatimah memberikan perhatian khusus kepada ayahnya hingga diibaratkan seperti ibu bagi ayahnya sendiri.Selain itu, sebagian ahli sejarah mensifati Fatimah dengan gelar Az-Zahra. Az-Zahra adalah bentuk muannas dari Az-Zahir, artinya yang putih bersinar. Mereka ingin menyamakan Fatimah seperti ayahnya yang berkulit putih, bercahaya, dan nampak kemerah-merahan. Meskipun lafal Az-Zahra tidak datang dalam hadis shahih atau dari para sahabat/tabiin, tidak mengapa karena sesuai dengan kenyataan fisik beliau.๐ŸŽ€ Masa Kehidupan di Makkah & Penderitaan DakwahKetika Nabi diangkat menjadi nabi, usia Fatimah sekitar 5 atau 6 tahun. Beliau menyaksikan langsung penderitaan dalam dakwah.Putri-putri Nabi diceraikan oleh suami mereka karena tekanan kaum Quraisy (Ruqayyah dan Ummu Kultsum diceraikan oleh putra-putra Abu Lahab, yaitu Utbah dan Utaibah).Pemboikotan terhadap Bani Hasyim selama hampir 3 tahun di Syi'ib Abi Thalib, di mana mereka mengalami kelaparan parah.Kejadian pahit lainnya adalah ketika Fatimah melihat ayahnya dihinakan oleh kaum Quraisy (sekitar tahun 10-11 kenabian, usia Fatimah ยฑ15 tahun).๐ŸŽ€ Dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'AnhuRasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sedang shalat di sisi Ka'bah. Abu Jahal dan kawan-kawannya sedang duduk-duduk. Abu Jahal berkata, "Siapa di antara kalian yang mau mengambil kotoran/isi perut unta yang disembelih kemarin, lalu meletakkannya di pundak Muhammad ketika ia sujud?"Bangkitlah orang paling celaka di antara mereka, yaitu Uqbah bin Abi Mu'aith. Ia mengambil kotoran tersebut dan meletakkannya di atas pundak Nabi ketika beliau sedang sujud. Kaum Quraisy tertawa terbahak-bahak hingga sempoyongan.Ibnu Mas'ud yang ada di sana tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak memiliki kabilah pelindung yang kuat. Nabi tetap sujud dan tidak mengangkat kepalanya. Lalu seseorang melapor kepada Fatimah. Fatimah yang masih gadis remaja langsung datang dan membersihkan kotoran dari pundak ayahnya, kemudian mendatangi Abu Jahal dan kawan-kawannya lalu memaki-maki mereka.Setelah selesai shalat, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mendoakan kebinasaan bagi gembong-gembong Quraisy tersebut 3 kali.Mereka adalah: 1. Abu Jahal bin Hisyam2. Utbah bin Rabi'ah3. Syaibah bin Rabi'ah4. Al-Walid bin Utbah5. Umayyah bin Khalaf6. Uqbah bin Abi Mu'aith(dan orang ketujuh yang lupa disebutkan perawi)Ibnu Mas'ud berkata: "Demi Zat yang mengutus Muhammad dengan kebenaran, aku melihat semua yang disebut oleh Nabi binasa dalam Perang Badar dan mayatnya dilemparkan ke sumur Badar."๐ŸŽ€ Pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi ThalibSetelah hijrah ke Madinah (sekitar tahun ke-1 atau ke-2 Hijriah, usia Fatimah ยฑ18 tahun), Fatimah dilamar oleh beberapa sahabat mulia seperti Abu Bakar dan Umar, namun Nabi belum menerimanya karena ditakdirkan untuk Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'Anhu.Ali menceritakan bahwa seorang budak wanitanya memotivasinya untuk melamar Fatimah. Ali sempat ragu karena tidak memiliki harta/modal. Ketika Ali datang menghadap Nabi, ia merasa sangat segan dan malu hingga hanya terdiam.Nabi bertanya, "Ada apa wahai Ali?"Ali diam.Nabi berkata, "Jangan-jangan engkau kemari untuk melamar Fatimah?"Ali menjawab, "Iya, wahai Rasulullah."Nabi bertanya, "Apakah engkau memiliki sesuatu untuk mahar?"Ali menjawab, "Tidak ada, ya Rasulullah."Nabi mengingatkan, "Mana baju perang Hutamiyah yang pernah aku berikan padamu?"Ali menjawab, "Ada padaku." (Nilainya murah, sekitar 4 Dirham / 400 Dirham).Nabi pun menikahkan Ali dengan Fatimah dengan mahar baju perang tersebut.Persiapan dan perabot rumah tangga mereka sangat sederhana, di antaranya:Tempat tidur/alas dari kulit domba (masyq kapsin).Bantal dari kulit yang diisi serabut kurma.Alat penggiling gandum (raha).Tempat air dari kulit (qirbah).๐ŸŽ€ Kehidupan Rumah Tangga & Dzikir Sebelum TidurKehidupan rumah tangga mereka dijalani dengan sangat sederhana tanpa pembantu. Suatu hari Ali dan Fatimah merasa sangat letih karena pekerjaan fisik (Ali mengangkat air hingga dadanya sakit, Fatimah menumbuk gandum hingga tangannya kasar/kapalan).Ketika Rasulullah mendapatkan tawanan perang/budak, Ali menyarankan Fatimah meminta seorang pembantu kepada Nabi. Fatimah mendatangi Nabi, tetapi malu untuk mengutarakannya. Akhirnya Ali dan Fatimah datang bersama-sama menghadap Nabi.Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menolak secara halus demi mengutamakan kaum miskin (Ahlus Suffah),"Demi Allah, aku tidak akan memberikan pembantu kepada kalian berdua sementara perut Ahlus Suffah masih kelaparan. Budak-budak ini akan aku jual dan hasilnya untuk infak Ahlus Suffah."Malam harinya, Rasulullah mendatangi rumah mereka saat mereka sudah berselimut. Nabi bersabda:"Maukah kalian berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada seorang pembantu? Jika kalian hendak tidur, bacalah:Subhanallah (33 kali)Alhamdulillah (33 kali)Allahu Akbar (34 kali)" jumlahnya genap 100, ini lebih baik bagi kalian datipada seorang pembantu"Ali bin Abi Thalib berkata: "Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkan dzikir ini sebelum tidur sejak Nabi mengajarkannya, bahkan pada malam Perang Siffin."๐ŸŽ€ Penyelesaian Problematika Rumah Tangga (Kisah 'Abu Turab')Dalam rumah tangga Ali dan Fatimah juga pernah terjadi perselisihan kecil.Dari Sahal bin Sa'ad Radhiallahu 'Anhu:Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengunjungi rumah Fatimah di siang hari, namun tidak mendapati Ali di rumah.Nabi bertanya, "Di mana putra pamanmu?" (Nabi menyebut "putra pamanmu" untuk mengingatkan hubungan kekerabatan).Fatimah menjawab, "Tadi ada sedikit perselisihan antara aku dan dia, dia membuatku marah lalu dia pergi dan tidak tidur siang di rumah."Nabi tidak memperpanjang masalah atau bertanya detail, melainkan menyuruh seseorang mencari Ali. Ali ternyata sedang tidur di Masjid Nabawi. Nabi mendatangi Ali yang sedang berbaring hingga selendangnya terlepas dan bajunya berdebu/bertanah.Nabi mengusap debu dari pundak Ali sambil bercanda hangat:"Bangunlah wahai Abu Turab! Bangunlah wahai Abu Turab!" (Abu Turab artinya: Bapa/pemilik tanah).Ali bangun dan pulang ke rumah bersama Nabi. Ali bin Abi Thalib sangat menyukai julukan Abu Turab karena mengingatkan beliau pada momen kasih sayang dan kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam menyelesaikan masalah rumah tangganya.MATERI 31

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya31 Oktober 2026
P

Puspita Wulandari

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

๐ŸŒผMateri 30; Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

๐ŸŒผJuwairiyah Bintu Al Harits bin Abi DzirorAl Harits bin Abi Dziror seorang pemimpin dari kabilah Bani Al Mustoliq.Kabilah besar dari Khuza'ah.Al Harits Bin abi Dziror punya rencana buruk,maka ia ingin menyerang kota Madinah.Namun Rasulullah punya mata-mata dan informan-informan sampailah bwrira buruk dari Al Harits bin Abi Dziror.Maka Rasulullah mwnyiapaln pasukan perang.Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam menyerang lebih dahulu.yang meninggal diantaranya Musafi Bin Sofwan.musafi ini jagoannya badal mustoliq,dia adalah suaminya Juwairiyah,Juwairiyah putri dari pimpinan Kabilah banul mustoliq,Ayahnya Juwairiyah kabur menyelamatkan diri dan putrinya tertawan.Rasulullah membagi ghanimah,Juwairiyah namanya Barrah bintu Harits bin abi Dziror.dan Juwairiyah jatuh dibagian tawanan Tsabit bin Zois bin Sam'as.Juwairiyah mendatangi Tsabit bahwa ia ingun memerdekakan dirinya.kemudian Juwairiyah mendatangi Rasulullah untung meminta bantuan."Ya Rasulullah saya adalah Juwairiyah binti harits,ayah saya adalah pemimpin kabilah dan engkau tau aki telah twrjatuh dalam tawanan dan saya telah diberikan kesempatan oleh tsabit untuk memerdekakan diriku,Ya Rasulullah bantulah diriku.."Juwairiyah telah masuk islam saat masih budak.Rasulullah menikahi Juwairiyah agar dibebaskan.Juwairiyah wanita yang cantik.kebiasaan orang arab,kalau wanita yang berasal dari keluarga yang nasabnya tinggi,biaaanya beradab tinggi,akhlaknya mulia.Baraah artinya wanita yang baik,Rasulullah ubah namanya menjadi Juwairiyah dan umur nya saat itu sekitar 20thnKata Aisyah"aku tidak pernah melihat wanita yang paling berkah bagi kaumnya seperti juwairiyah"Ayah juwairiyah pun masuk islam.juwairiyah sangat rajin beribadah.Nabi keluar subuh,Juwairiyah dzikir di musholla.kemudian Nabi kembali siang hari sidah terik,Juwairiyah masih berdzkirJuwairiyah wafat tahun 50hijriah dijaman Muawiyah umur 60th.๐ŸŒผUmmu Habibah Ramlah Binti Abi SufyanIstri yang memiliki Nasab paling dekat dengan Rasulullah.kakeknya Ramlah (Ummu Habibah) bersaudara dengan Hasyim.Saudara perempuang dari Mu'awiyah bin abi sufyan(khalul mukminin:pamannya kaum mukminin) lahir 17th sebelum kenabian Ayah: Abu Sufyan bernama Sakhr Bin Harb Bin Umayyah bin Abdi Syams Bin Abdi Manaf bin Qushay kilab dan seterusnya.Seorang pimpinan Kabilah kaum Quraisy sekaligus pemimpin perang uhud dan perang Khandaq.Ibu:Sofiah bintu Abil 'Ash (saudara perempuan dari Affan bin Abil 'Ash,ayahnya Utsman bin Affan) Utsman bin Affan dan Ummu Habibah adalah sepupu.Pernikahan pertama:Ummu Habibah menikah dengan Ubaidilah bin Zahsy (saudara laki-laki Zainab bin jahsy) hijrah bersama suaminya ke Habasyah namun suaminya wafat.Pernikahan dengan Rasulullah SAW: menikah dengan Nabi pada tahun 6 Hijriah (usia 36th) saat menikahi ummu habibah Nabi berada dikota Madinah sedangkan Ummu Habibah masih di Habasyah.Khalid bin Said adalah wakil dari Ummu Habibah.Rasulullah menikahi Ummu Habibah dengan mahar 4000 dirham/400dinarKeutamaan Ummu Habibah:-Wanita yang paling dekat nasabnya dengan Nabi-Wanita yang dinikahi Rasulullah dengan mahar yang banyak.-Dinikahi Rasulullah dengan jarak yang sangat jauh.Setelah mengetahui Ummu Habibah di nikahi Rasulullah ternyata Abu Sufyan sangat senang.hingga akhirnya Abu sufyan masuk islam.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 31 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya31 Oktober 2026
A

Aini septiana

๐Ÿ“ Kota Padang

Materi 30: Kisah Ummul Mu'minin Juwairiyah binti Al-Harits

๐ŸŒธ KISAH UMMUL MUKMININ JUWAIRIYAH BINTI AL-HARITSKajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.๐Ÿƒ 1. Mengenal Juwairiyah binti Al-HaritsJuwairiyah binti Al-Harits ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง adalah salah satu Ummul Mukminin, yaitu istri Rasulullah ๏ทบ.Nama asli beliau adalah Barrah binti Al-Harits bin Abi Zirar. Beliau berasal dari Bani Al-Musthaliq. Ayahnya, Al-Harits bin Abi Zirar, merupakan pemimpin kaumnya.Sebelum menikah dengan Rasulullah ๏ทบ, Juwairiyah adalah istri Musafi' bin Shafwan. Setelah terjadi Perang Bani Al-Musthaliq atau Perang Al-Muraisi', beliau menjadi tawanan.๐ŸŒท 2. Pernikahan Juwairiyah dengan Rasulullah ๏ทบJuwairiyah berada dalam tanggungan Tsabit bin Qais bin Syammas. Beliau membuat kesepakatan untuk menebus dan memerdekakan dirinya, tetapi tidak mampu membayar tebusan tersebut.Juwairiyah kemudian menemui Rasulullah ๏ทบ untuk meminta bantuan. Rasulullah ๏ทบ menawarkan untuk membayarkan tebusannya dan menikahinya. Juwairiyah menerima tawaran tersebut.Rasulullah ๏ทบ pun memerdekakannya dan menikahinya.Pelajaran:Allah dapat mengubah keadaan seseorang melalui jalan yang tidak disangka-sangka.Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh keadaan sulit yang sedang dialaminya.Pertolongan kepada orang lain dapat menjadi jalan lahirnya kebaikan yang luas.๐Ÿชท 3. Juwairiyah Menjadi Sebab Kemerdekaan KaumnyaSetelah pernikahan Juwairiyah dengan Rasulullah ๏ทบ diketahui para sahabat, banyak tawanan dari Bani Al-Musthaliq yang dibebaskan karena mereka telah menjadi kerabat Rasulullah ๏ทบ melalui pernikahan.Dalam laporan kajian disebutkan bahwa sekitar 100 keluarga mendapatkan kemerdekaan. Banyak di antara mereka kemudian menerima Islam.Aisyah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง berkata:ููŽู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุงโ€œAku tidak mengetahui ada seorang wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah.โ€Pelajaran:Jadilah orang yang membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan.Kebaikan seseorang dapat memberikan manfaat kepada banyak orang.Jangan hanya menjadi penerima kebaikan; berusahalah menjadi sebab tersebarnya kebaikan.๐Ÿ‚ 4. Ayah Juwairiyah Mendapat HidayahAyah Juwairiyah, Al-Harits bin Abi Zirar, datang ke Madinah untuk menebus putrinya. Dalam perjalanan, ia menyembunyikan dua ekor unta yang disukainya.Ketika bertemu Rasulullah ๏ทบ, beliau menanyakan dua unta tersebut. Al-Harits terkejut karena tidak ada orang yang mengetahui perbuatannya selain dirinya.Peristiwa tersebut menjadi sebab Al-Harits bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.Pelajaran:Hidayah adalah karunia Allah.Kebenaran dapat menjadi jelas melalui kejadian yang tidak disangka-sangka.Kisah ini disebutkan dalam literatur sirah; rincian peristiwanya tidak disamakan dengan hadis sahih yang tercantum dalam Shahih Bukhari atau Muslim.๐ŸŒฟ 5. Rasulullah ๏ทบ Mengubah Nama JuwairiyahNama asli Juwairiyah adalah Barrah. Rasulullah ๏ทบ kemudian mengubah namanya menjadi Juwairiyah.๐Ÿ“– Dalil: HR. Muslim no. 2140Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah ๏ทบ tidak menyukai nama Barrah karena dapat menimbulkan kesan seseorang sedang menyucikan dirinya sendiri.Pelajaran:Islam memperhatikan makna nama.Nama yang memiliki makna kurang baik dapat diganti dengan nama yang lebih sesuai.Jangan memuji diri sendiri secara berlebihan.๐ŸŒธ 6. Juwairiyah, Wanita yang Rajin BerzikirJuwairiyah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah dan banyak berzikir kepada Allah.Suatu pagi, Rasulullah ๏ทบ keluar setelah salat Subuh dan mendapati Juwairiyah sedang berzikir. Ketika beliau kembali pada waktu Duha, Juwairiyah masih berada di tempat tersebut.Rasulullah ๏ทบ kemudian mengajarkan zikir yang memiliki keutamaan besar.โœจ Zikir yang Diajarkan Rasulullah ๏ทบุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏูู‡ูุŒ ุนูŽุฏูŽุฏูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฑูุถูŽุง ู†ูŽูู’ุณูู‡ูุŒ ูˆูŽุฒูู†ูŽุฉูŽ ุนูŽุฑู’ุดูู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูุฏูŽุงุฏูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชูู‡ูLatin:Subhanallahi wa bihamdihi, 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatihi.Artinya:โ€œMaha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sejauh keridaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat-Nya.โ€๐Ÿ“– Dalil: HR. Muslim no. 2726Rasulullah ๏ทบ menjelaskan bahwa empat kalimat tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar.Pelajaran:Latihlah diri agar merasa nyaman dan bahagia ketika berzikir.Jangan sampai waktu habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.Zikir dapat menjadi sarana mengingat Allah di tengah kesibukan.Setiap orang memiliki keadaan dan tanggung jawab yang berbeda; beribadah perlu disesuaikan dengan kemampuan tanpa meninggalkan kewajiban.๐Ÿƒ 7. Puasa pada Hari JumatJuwairiyah juga dikenal rajin berpuasa. Suatu hari, Rasulullah ๏ทบ mendapati beliau sedang berpuasa pada hari Jumat.Rasulullah ๏ทบ bertanya apakah Juwairiyah berpuasa pada hari sebelumnya atau berniat berpuasa pada hari berikutnya. Ketika jawabannya tidak, Rasulullah ๏ทบ memerintahkannya untuk berbuka.๐Ÿ“– Dalil: HR. Bukhari no. 1985โ€“1986Hadis ini menunjukkan larangan mengkhususkan puasa sunah pada hari Jumat saja, tanpa berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.Pelajaran:Semangat beribadah harus disertai ilmu.Ibadah dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ๏ทบ.Jangan hanya mengikuti kebiasaan tanpa mempelajari hukumnya.๐Ÿฅ€ 8. Pelajaran Utama dari Kisah Juwairiyah๐ŸŒท Menjadi sumber keberkahan: Berusahalah memberikan manfaat bagi keluarga dan orang-orang di sekitar.๐ŸŒท Melatih diri untuk berzikir: Jangan menunggu waktu luang yang sempurna untuk mengingat Allah.๐ŸŒท Mengutamakan ilmu dalam ibadah: Semangat beramal perlu disertai pemahaman terhadap tuntunan agama.๐ŸŒท Menghargai perubahan seseorang: Masa lalu tidak menentukan seluruh perjalanan hidup seseorang.๐ŸŒท Memanfaatkan waktu: Kehidupan dunia singkat, maka gunakan waktu untuk amal saleh.โœจ KesimpulanKisah Juwairiyah binti Al-Harits ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง mengajarkan bahwa seorang muslimah dapat menjadi sebab keberkahan bagi keluarga dan kaumnya. Beliau juga menjadi teladan dalam kesungguhan berzikir, menjaga ibadah, dan memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 31 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
N
Nurul Zanah

๐Ÿ“ Kabupaten Purworejo

MATERI 30 = KISAH JUWAIRIYAH

KISAH JUWAIRIYAH1. Asal-usul dan Latar BelakangNama Asli & Nasab: Bernama asli Barrah binti Al-Harits bin Abi Dhirar. Ayahnya, Al-Harits, adalah pemimpin/kepala suku Banu Al-Musthaliq (cabang kabilah Khuza'ah).Kehidupan Sebelum Pernikahan: Ia tumbuh sebagai putri pimpinan suku yang terpandang, berparas sangat cantik, dan awalnya menikah dengan seorang pahlawan perang sukunya bernama Musafi' bin Shafwan.2. Peristiwa Perang Banu Al-Musthaliq (Al-Muraisi')Latar Belakang Perang: Al-Harits merencanakan serangan terhadap Madinah. Mendengar kabar ini, Rasulullah ๏ทบ mengambil langkah cepat dengan menyerbu mereka terlebih dahulu di mata air Al-Muraisi' (sehingga dinamakan Perang Banu Al-Musthaliq / Al-Muraisi').Tawanan Perang: Dalam perang tersebut, suami Barrah gugur, dan Barrah beserta ratusan anggota kabilahnya ditawan. Ia jatuh ke tangan sahabat Tsabit bin Qais bin Syammas.3. Proses Masuk Islam & Pernikahan dengan Rasulullah ๏ทบAkad Mukatabah (Tebusan Diri): Barrah mengajukan kesepakatan mukatabah (membayar pembebasan diri) kepada Tsabit. Karena tidak memiliki uang, ia menghadap Rasulullah ๏ทบ untuk meminta bantuan.Kesadaran Masuk Islam: Saat menyapa Nabi dengan sebutan "Ya Rasulullah", ia menunjukkan telah masuk Islam karena hidayah dan kecerdasannya setelah melihat ajaran Islam di Madinah .Tawaran Rasulullah ๏ทบ: Nabi ๏ทบ menawarkan untuk melunasi tebusannya sekaligus menikahinya. Barrah langsung menyetujuinya dengan gembira. Saat dinikahi Nabi (sekitar tahun 5 H), usianya sekitar 20 tahun.Pergantian Nama: Rasulullah ๏ทบ mengganti namanya dari Barrah (yang artinya "kebaikan") menjadi Juwairiyah agar tidak terkesan "keluar dari kebaikan" ketika Nabi meninggalkan rumahnya.4. Keberkahan Luar Biasa Bagi KaumnyaPembebasan Ratusan Tawanan: Ketika para sahabat mendengar Nabi ๏ทบ meminang Juwairiyah, mereka berkata: "Bagaimana mungkin kita memperbudak kerabat/ipar Rasulullah?" Serta-merta para sahabat membebaskan sekitar 100 keluarga tawanan Banu Al-Musthaliq.Pujian Aisyah radhiyallahu 'anha: Ibunda Aisyah berkata:"Aku tidak pernah melihat seorang wanita yang paling membawa keberkahan bagi kaumnya melainkan Juwairiyah." Masuk Islamnya sang Ayah (Al-Harits): Ayah Juwairiyah datang ke Madinah membawa unta tebusan. Namun, ia sempat menyembunyikan dua unta terbaiknya Ketika Nabi ๏ทบ bisa mengetahui hal gaib tersebut (atas wahyu Allah) dan menanyakan dua unta yang disembunyikan, Al-Harits langsung bersyahadat dan masuk Islam5. Karakter dan Keteladanan IbadahWanita Ahli Ibadah & Zikir: Juwairiyah sangat rajin berzikir dan berpuasa Beliau biasa duduk berzikir di musala (tempat ibadah) rumahnya dari sehabis Subuh hingga siang hariPengajaran Zikir Dahsyat dari Nabi ๏ทบ: Suatu ketika Nabi ๏ทบ melihatnya berzikir lama sekali, lalu mengajarinya zikir yang pahalanya menyamai zikir berjam-jamSubhanallahi wa bihamdihi 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatihi.Kedalaman Iman: Meski bertransisi dari kehidupan serba mewah sebagai anak raja/kepala suku menjadi kehidupan yang sangat sederhana bersama Nabi ๏ทบ, beliau sangat bahagia dan istikamah dalam ibadah6. Wafatnya BeliauIbunda Juwairiyah radhiyallahu 'anha wafat pada tahun 50 Hijriah pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan di usia lebih dari 60 tahun

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
S

Susy Siswandini

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH JUWAIRIYAH dan UMMU HABIBAH

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJAKISAH JUWAIRIYAH BINTU AL-HARITS RADHIALLAHUโ€™ANHAPerawakan & Perang Banu al-Mustaliq: Juwairiyah adalah putri dari al-Harits bin Abi Dirar (pimpinan kabilah Banu al-Mustaliq). Saat serangan Nabi dalam perang Banu al-Mustaliq (perang al-Muraisi), suaminya yang merupakan jagoan kabilah (Musafi' bin Safwan) tewas, dan Juwairiyah tertawan.Pernikahan dengan Nabi: Tertawan di bawah Tsabit bin Qais, Juwairiyah minta tolong kepada Nabi untuk mukatabah (menebus diri). Nabi menawarkan yang lebih baik: melunasi tebusannya dan menikahinya. Nabi tertarik karena beliau cantik, cerdas, sudah masuk Islam, dari nasab tinggi yang beradab, serta untuk tujuan politik.Keberkahan bagi Kaumnya: Karena pernikahan ini, para sahabat memerdekakan 100 kepala keluarga Banu al-Mustaliq karena tidak mau memperbudak ipar-ipar Nabi. Aisyah memujinya sebagai wanita yang paling berkah bagi kaumnya. Ayahnya (al-Harits) pun akhirnya ikut masuk Islam.Penggantian Nama & Ahli Ibadah: Nabi mengganti nama asalnya dari Barrah menjadi Juwairiyah agar tidak terkesan "keluar dari kebaikan". Beliau sangat betah berzikir di musalanya dari pagi sampai siang hingga diajarkan zikir khusus oleh Nabi. Beliau wafat tahun 50 Hijriah.KISAH UMMU HABIBAH RAMLAH BINTU ABI SUFYAN RADHIALLAHUโ€™ANHANasab & Hijrah ke Habasyah: Ramlah bintu Abi Sufyan (Ummu Habibah) adalah istri Nabi yang paling dekat nasabnya (bertemu di kakek Nabi: Abdu Manaf). Beliau hijrah ke Habasyah bersama suaminya (Ubaidillah bin Jahsy), namun suaminya meninggal di sana.Pernikahan via Raja Najasyi: Berada di perantauan dan keluarganya masih kafir, Nabi mengutus wakil kepada Raja Najasyi untuk melamarkan Ummu Habibah. Akad nikah terjadi di istana Najasyi dengan mahar 4.000 dirham (1,7 kg emas). Pernikahan ini melunakkan hati ayahnya (Abu Sufyan) yang memuji Nabi sebagai fahal (jagoan/hebat).Ketegasan Sikap di Madinah: Saat Abu Sufyan berkunjung ke Madinah, Ummu Habibah melipat tikar Nabi dan melarang ayahnya duduk di atasnya karena ayahnya adalah lelaki musyrik yang najis.Keturunan & Wafat: Beliau meriwayatkan hadis masyhur tentang keutamaan salat rawatib 12 rakaat sehari semalam. Beliau wafat pada tahun 44 Hijriah di masa pemerintahan saudaranya, Muawiyah bin Abi Sufyan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya1 November 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

#30 Kisah Juwairiyah & Ummu Habibah

Kajian tentang kisah hidup dan keteladanan Ummul Mukminin Juwairiyah binti Al-Harits dan Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan radhiallahu 'anhuma menyimpan banyak hikmah mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Melalui perjalanan hidup kedua ibunda kaum mukminin ini, kita diajak untuk merefleksikan arti keberkahan, keteguhan iman, dan keluhuran akhlak.1. Kisah Juwairiyah binti Al-HaritsJuwairiyah adalah putri dari pemimpin kabilah Bani Mustaliq yang awalnya tertawan dalam peperangan. Setelah masuk Islam dan dinikahi oleh Rasulullah SAW, pernikahan tersebut mendatangkan keberkahan yang luar biasa besar bagi kaumnya. Para sahabat yang mengetahui hal tersebut sontak memerdekakan ratusan tawanan dari Bani Mustaliq karena menghormati kerabat Rasulullah SAW, yang membuat Aisyah RA menyebut Juwairiyah sebagai wanita yang paling besar keberkahannya bagi kaumnya. Selain itu, Juwairiyah dikenal sebagai sosok yang sangat ahli ibadah, senantiasa berzikir di tempat khusus ibadahnya, serta menjaga ketaatan kepada Allah SWT.2. Kisah Ummu Habibah (Ramlah binti Abu Sufyan)Ummu Habibah adalah putri dari pembesar Quraisy, Abu Sufyan. Beliau melewati ujian yang sangat berat ketika harus mempertahankan keimanannya dengan berhijrah ke Habasyah bersama suami pertamanya di tengah penindasan kafir Quraisy. Setelah suaminya wafat di negeri perantauan dalam kesendirian, Allah menggantikan ujian tersebut dengan kemuliaan yang agung, di mana Rasulullah SAW melamarnya melalui perantaraan Raja Najasyi. Ummu Habibah juga dikenal sebagai periwayat hadis yang istiqomah menjaga amalan salat sunnah rawatib (12 rakaat sehari semalam) demi meraih janji istana di surga.Kedua kisah ini memberikan teladan berharga bahwa di balik setiap ujian, Allah menyiapkan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya yang sabar, teguh beriman, dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
P

puti nilam suri

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Istri Nabi Juwariyah dan Ummu Habibah

kisah juwairiyah raJuwairiyah binti al-Harits adalah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang dijuluki sebagai wanita paling membawa berkah bagi kaumnya. Nama aslinya semula adalah Barrah, kemudian diganti oleh Rasulullah SAW menjadi Juwairiyah.Asal-Usul dan Pernikahan Pertamaโ€‹Keluarga Bangsawan: Beliau adalah putri dari al-Harits bin Abi Dhirar, pemimpin atau kepala suku Bani Mushthaliq dari kabilah Khuza'ah.โ€‹Pernikahan Awal: Sebelum masuk Islam, beliau pernah menikah dengan sepupunya yang bernama Musafi' bin Shafwan. Seorang Pejuang tanggung suku Bani Mushthaliq.Peristiwa Perang Bani Mushthaliq (Muraisi')โ€‹Tertawan: Pada tahun 5 atau 6 Hijriah, terjadi Perang Bani Mushthaliq. Suku Juwairiyah mengalami kekalahan, suami beliau terbunuh, dan beliau menjadi tawanan perang (ghanimah).โ€‹Bagian Tsabit bin Qais: Juwairiyah jatuh ke tangan seorang sahabat bernama Tsabit bin Qais bin Syammas (atau sepupunya), lalu ia melakukan perjanjian penebusan diri (mukatabah) karena ia ingin merdeka.Pertemuan dengan Rasulullah SAW dan Pernikahanโ€‹Memohon Bantuan: Juwairiyah kemudian mendatangi rumah Rasulullah SAW untuk meminta bantuan melunasi sisa tebusannya agar bisa merdeka sepenuhnya.โ€‹Lamaran Nabi: Rasulullah SAW menawarkan pilihan yang lebih baik, yaitu melunasi tebusannya dan menikahinya dengan mahar 360 dirham. Juwairiyah menerima tawaran tersebut dengan penuh suka cita.โ€‹Pembebasan Ratusan Tawanan: Mendengar bahwa Rasulullah menikahi Juwairiyah, kaum Muslimin berkata: "Keluarga Rasulullah menjadi ipar-ipar kita." Seketika itu pula, para sahabat membebaskan seluruh tawanan dari Bani Mushthaliq yang berjumlah sekitar 100 keluarga tanpa syarat.โ€‹Masuk Islamnya Kabilah: Berkat pernikahan ini, ayah Juwairiyah (al-Harits) dan seluruh anggota kabilah Bani Mushthaliq akhirnya masuk Islam. 'Aisyah r.a. pun berkata bahwa tidak ada wanita yang lebih besar berkahnya bagi kaumnya selain Juwairiyah.Karakter dan Akhir Hayatโ€‹Ahli Ibadah: Beliau dikenal sangat tekun beribadah, memperbanyak puasa sunnah, salat malam, dan berdzikir dari sejak bakda Subuh hingga waktu Dhuha. Beliau meriwayatkan beberapa hadits, termasuk formula dzikir (Subhaanallahi wa bihamdih, 'adada khalqih, wa ridhaa nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih).โ€‹Wafat: Beliau wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 56 Hijriah (dalam usia sekitar 65โ€“68 tahun) pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi SufyanKisah Ummu Habibah - Ramlah Binti Abu SofyanUmmu Habibah, yang memiliki nama asli Ramlah binti Abi Sufyan, adalah salah satu istri Rasulullah SAW yang paling teguh mempertahankan imannya.1. Latar Belakang Keluarga Bangsawanโ€ข Putri Tokoh Quraisy: Ramlah adalah putri dari Abu Sufyan bin Harb, pemimpin besar kaum kafir Quraisy yang saat itu menjadi musuh utama dakwah Islam di Mekkah. Ibunya bernama Shofiyah binti Abul Ash.โ€ข Pernikahan Pertama: Sebelum menikah dengan Nabi, Ramlah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putri bernama Habibah, yang menjadi asal-usul julukan beliau (Ummu Habibah artinya Ibu dari Habibah).2. Hijrah ke Habasyah dan Ujian Keimanan yang Beratโ€ข Memeluk Islam: Meskipun ayahnya adalah penentang Islam nomor satu, Ramlah dan suaminya termasuk di antara orang-orang pertama yang masuk Islam (Assabiqunal Awwalun).โ€ข Mengungsi demi Iman: Karena intimidasi yang kejam di Mekkah, mereka berdua ikut dalam rombongan Hijrah ke Negeri Habasyah (Ethiopia) yang dipimpin oleh Ja'far bin Abi Thalib.3. Pernikahan Jarak Jauh Melalui Raja Najasyiโ€ข Santunan Rasulullah SAW: Mendengar kisah keteguhan iman Ummu Habibah yang mengharukan di tanah pengasingan, Rasulullah SAW memutuskan untuk memuliakannya. Beliau mengirim surat kepada Raja Najasyi (penguasa Habasyah yang adil) untuk mewakili beliau melamar Ummu Habibah.โ€ข Pernikahan yang Unik: Pernikahan ini terjadi pada tahun 6 atau 7 Hijriah. Raja Najasyi sendiri yang bertindak sebagai wali dari pihak Nabi, memimpin khutbah nikah, dan membayarkan mahar sebesar 400 dinar emas dari kantong pribadinya sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Sahabat Khalid bin Said bin Al-Ash bertindak sebagai wali dari Ummu Habibah.4. Menjadi Bagian dari Keluarga Nabiโ€ข Kepulangan ke Madinah: Setelah menikah, Ummu Habibah akhirnya diantar kembali ke Madinah dengan pengawalan yang aman.โ€ข Sikap Tegas Kepada Ayahnya: Ketika ayahnya, Abu Sufyan, datang ke Madinah untuk memperbarui Perjanjian Hudaibiyah karena penghianatan sekutu quraish (sebelum Abu Sufyan masuk Islam), ia berkunjung ke rumah Ummu Habibah. Saat Abu Sufyan hendak duduk di atas tikar (alas tempat tidur) Rasulullah SAW, Ummu Habibah segera melipat tikar tersebut. Abu Sufyan heran dan bertanya apakah tikar itu terlalu bagus untuknya atau ia terlalu bagus untuk tikar itu. Ummu Habibah menjawab dengan tegas: "Ini adalah tikar Rasulullah SAW, sedangkan ayah adalah seorang musyrik yang najis. Aku tidak sudi seorang musyrik duduk di atas tikar Rasulullah."5. Akhir Hayatโ€ข Wafat: Ummu Habibah wafat pada tahun 44 Hijriah di Madinah pada masa kekhalifahan saudaranya, Muawiyah bin Abi Sufyan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
N

Novrianti Fadlun Katili

๐Ÿ“ Palu

Kisah Ummul Mukminin Juwairiyah Bintu Al-Harits & Ummu Habibah Radhiyallahu 'anhumaa - - Ustadz Firanda Andirja

โœจ Part Kisah Juwairiyah bintul Harits Radhiyallahu 'anha Nama aslinya adalah Barrah, lalu diubah oleh Nabi ๏ทบ menjadi Juwairiyah. Juwairiyah bintu Al-Harits bin Abi Dhirar dan ayahnya Al-Harits bin Abi Dhirar adalah seorang pemimpin kabilah Bani Al-Musthaliq, yaitu salah satu dari kabilah besar, yaitu kabilah Khuza'ah.Dan Juwairiyah ini telah dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang ahli perang di kabilah mereka, yaitu Musafi' bin Shafwan. Akan tetapi, suaminya tersebut tewas ketika serangan pasukan Nabi ๏ทบ di perang Bani Musthaliq.โš”๏ธ Dan perang ini dikenal dengan dua nama:* Ghazwatu Bani Al-Musthaliq, karena Rasulullah menyerang Bani Musthaliq.* Ghazwatul Muraisi', karena Rasulullah singgah di salah satu mata air yang bernama Muraisi'.Setelah perang, ayahnya Juwairiyah melarikan diri, lalu suaminya terbunuh dan Juwairiyah sendiri menjadi tawanan.Dan Juwairiyah yang saat itu menjadi bagian tawanan dari Tsabit bin Qais, ia menawarkan Tsabit untuk bisa menebus dirinya dan tawaran tersebut diterima Tsabit, namun dengan syarat Juwairiyah membayarnya dengan harga yang lumayan tinggi.Lalu Juwairiyah pun beranikan dirinya untuk menghadap Nabi dan meminta bantuan Nabi untuk membebaskannya.Dan saat kali pertama Juwairiyah datang, Aisyah merasakan cemburu karena Juwairiyah adalah wanita yang cantik jelita.Kemudian Nabi memberikan tawaran lain untuk membayarkan syarat yang diajukan Tsabit, dengan tawaran Juwairiyah bersedia menikah dengan Nabi.Lalu Nabi akan membayarkan syarat yang diajukan Tsabit dan Juwairiyah pun menerima lamaran Rasulullah, dan mereka berdua pun menikah.๐Ÿ“œ Dalil tentang Nama JuwairiyahHR. Muslim No. 2140ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฌููˆูŽูŠู’ุฑููŠูŽุฉู ุงุณู’ู…ูู‡ูŽุง ุจูŽุฑู‘ูŽุฉูŽ ููŽุญูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงุณู’ู…ูŽู‡ูŽุง ุฌููˆูŽูŠู’ุฑููŠูŽุฉูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏู ุจูŽุฑู‘ูŽุฉูŽArtinya:Dari Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata, โ€œDahulu Juwairiyah bernama Barrah, kemudian Rasulullah ๏ทบ mengganti namanya menjadi Juwairiyah. Beliau tidak menyukai apabila dikatakan bahwa beliau keluar dari sisi Barrah.โ€Sumber: Shahih Muslim No. 2140.Hal-hal yang membuat Nabi tertarik pada Juwairiyah:๐ŸŒธ 1. Juwairiyah wanita yang cantik.๐ŸŒฟ 2. Dalam kondisi masih budak tawanan, Juwairiyah telah masuk Islam.๐Ÿชท 3. Juwairiyah adalah anak dari pimpinan kabilah dan anak seorang pimpinan itu pasti memiliki adab yang baik.Ketika para sahabat mendengar kabar pernikahan Nabi dengan Juwairiyah, maka mereka bingung dan bertanya:> โ€œBagaimana caranya memperbudak orang yang telah menjadi kerabat Nabi?โ€Yang dimaksud kerabat di sini adalah kerabat Juwairiyah yang kala itu ditawan dan mereka sangat banyak.Dan ketika pernikahan Rasulullah dan Juwairiyah terjadi, maka kerabat Juwairiyah pun menjadi kerabat Nabi.Dan akhirnya karena menghormati Nabi dan Juwairiyah, maka para sahabat memerdekakan semua kerabat Juwairiyah.๐ŸŒท Kejadian ini membuat Aisyah berkomentar:> โ€œAku tidak pernah melihat seorang wanita yang paling berkah terhadap keluarganya seperti Juwairiyah.โ€Dan begitu juga ayahnya Juwairiyah, ia datang dengan maksud ingin menebus putrinya dengan unta yang banyak namun 2 ekor unta yang bagus ia lepaskan, dan sesampainya di hadapan Nabi, Nabi pun bertanya:> โ€œWahai Harits, ke mana 2 unta yang kau lepaskan tadi?โ€Maka seketika itu pula Harits bersyahadat karena takjub dengan apa yang diketahui Nabi.Inilah juga termasuk keberkahan Juwairiyah.๐Ÿ“œ Dalil tentang Pernikahan dan Keberkahan JuwairiyahHR. Abu Dawud No. 3931, dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha๐ŸŒฟ Tentang tawaran Rasulullah ๏ทบููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซููŽู‡ูŽู„ู’ ู„ูŽูƒู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูุŸยป ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูุคูŽุฏู‘ููŠ ุนูŽู†ู’ูƒู ูƒูุชูŽุงุจูŽุชูŽูƒู ูˆูŽุฃูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌููƒูยป ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‚ูŽุฏู’ ููŽุนูŽู„ู’ุชูArtinya:Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œMaukah engkau menerima sesuatu yang lebih baik daripada itu?โ€ Juwairiyah bertanya, โ€œApakah itu, wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œAku akan melunasi tebusanmu dan menikahimu.โ€ Juwairiyah menjawab, โ€œAku menerimanya.โ€๐ŸŒธ Tentang keberkahan Juwairiyah bagi kaumnyaููŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุงุŒ ุฃูุนู’ุชูู‚ูŽ ูููŠ ุณูŽุจูŽุจูู‡ูŽุง ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุงู„ู’ู…ูุตู’ุทูŽู„ูู‚ูArtinya:โ€œKami tidak pernah melihat seorang wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah. Karena sebabnya, seratus keluarga dari Bani Al-Musthaliq dimerdekakan.โ€Sumber: Sunan Abi Dawud No. 3931.๐ŸŒบ Nama Asli dan Kepribadian JuwairiyahNama asli Juwairiyah adalah Barrah, artinya baik, namun diubah Nabi menjadi Juwairiyah.๐ŸŒฟ Nabi bersabda:> โ€œSebaik-baik kalian dalam Islam adalah yang terbaik ketika zaman jahiliyah ketika ia belajar agama.โ€Dan Juwairiyah adalah seorang wanita yang ahli ibadah.Ini dilihat dari suatu kejadian Nabi mendapati Juwairiyah berdzikir sejak pagi hingga siang terik matahari.Yang menjadi perhatian di sini adalah ternyata Juwairiyah adalah sosok yang betah untuk berdzikir kepada Allah, dan untuk bisa betah berdzikir kepada Allah butuh iman yang kuat.Karena di zaman ini untuk bisa betah berdzikir, baca Al-Qur'an, itu sangat susah karena ada HP alat yang paling bisa melalaikan diri kita.๐Ÿ–‹๏ธ Makanya dikatakan:> โ€œPencuri yang paling berbahaya di zaman ini adalah HP, pencuri waktu, pencuri iman, pencuri pahala.โ€ ๐Ÿ“œ Dalil tentang Keutamaan Orang pada Masa JahiliyahHR. Bukhari dan MuslimุฎููŠูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุฎููŠูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฅูุฐูŽุง ููŽู‚ูู‡ููˆุงArtinya:โ€œOrang-orang terbaik di antara mereka pada masa jahiliyah adalah orang-orang terbaik di antara mereka dalam Islam apabila mereka memahami agama.โ€Sumber: Shahih Al-Bukhari No. 3383 dan Shahih Muslim No. 2378.๐Ÿ“œ Dalil tentang Ibadah JuwairiyahHR. Muslim No. 2726ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูู‡ูŽุง ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ุญููŠู†ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูู‡ูŽุงุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูŽุนูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฌูŽุงู„ูุณูŽุฉูŒุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซู…ูŽุง ุฒูู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽุงู„ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ููŽุงุฑูŽู‚ู’ุชููƒู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงุŸยป ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู†ูŽุนูŽู…ู’Artinya:Nabi ๏ทบ keluar dari tempat Juwairiyah pada pagi hari setelah shalat Subuh, sementara Juwairiyah berada di tempat shalatnya. Kemudian beliau kembali setelah waktu Dhuha, sedangkan Juwairiyah masih duduk di sana. Beliau bertanya, โ€œApakah engkau masih dalam keadaan seperti ketika aku meninggalkanmu?โ€ Juwairiyah menjawab, โ€œYa.โ€Sumber: Shahih Muslim No. 2726. ๐ŸŒพ Wafatnya Juwairiyah Radhiyallahu โ€˜AnhaJuwairiyah hidup bersama Nabi hingga Nabi wafat, dan ia hidup sampai di kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, kemudian Hasan, dan sampai ke Mu'awiyah.Lalu Juwairiyah meninggal pada tahun 50 Hijriyah dengan usia kurang lebih 60 tahun lebih.๐Ÿชท Part Ummul Mukminin Ummu Habibah Radhiyallahu'anha Ummu Habibah memiliki nama asli Ramlah bintu Abi Sufyan dan Abu Sufyan namanya Sakhr bin Harb bin Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf, beliau ayahnya, dst. Maka wanita yang paling dekat nasabnya dengan Nabi yaitu Ummu Habibah.Ummu Habibah memiliki hubungan sepupu dengan Utsman. Dan Ummu Habibah memiliki saudara, Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Yang dimana Mu'awiyah ini menjadi khalifah yang ke-6. Ummu Habibah 17 tahun sebelum kenabian. Dan Nabi menikahinya pada tahun 6 Hijriyah.Sebelumnya Ummu Habibah pernah menikah dengan pria lain yang bernama Ubaidillah bin Jahsy dan memiliki anak yang diberi nama Habibah, oleh karena itu dipanggil Ummu Habibah. Dan Ummu Habibah hijrah ke Habasyah dan suaminya meninggal di Habasyah. Dan ketika sampai kepada Nabi kabar meninggalnya suaminya maka Nabi pun menikahi Ummu Habibah. ๐ŸŒฟ Mengapa Nabi Menikahi Ummu Habibah?* Karena Rasulullah ingin melindungi Ummu Habibah dari keluarganya yang masih kafir.* Ayahnya juga seorang pimpinan kabilah.๐Ÿ’ Pernikahan Rasulullah ๏ทบ dengan Ummu HabibahBagaimana proses pernikahan Rasulullah dengan Ummu Habibah? Saat itu Ummu Habibah masih berada di Habasyah maka Nabi meminta Raja Najasyi untuk melamarkan Ummu Habibah kepada Nabi.๐ŸŒธ Keistimewaan Ummu Habibah : * Paling dekat nasabnya dengan Nabi.* Paling jauh ketika dinikahi Nabi, yaitu sedang di Habasyah.* Sangat mencintai Nabi sampai ia menolak ayahnya sendiri untuk duduk di tikar Nabi.Di antara hadis yang masyhur diriwayatkan Ummu Habibah, Nabi bersabda:> โ€œBarangsiapa yang shalat 12 rakaat sehari semalam maka Allah akan bangunkan istana baginya di surga.โ€Berkata Ummu Habibah:> โ€œSaya tidak pernah meninggalkan shalat ini semenjak saya mendengarnya dari Rasulullah.โ€Ujian shalat Rawatib memang paling berat untuk para wanita di rumahnya, karena kalau laki-laki mereka sudah terbiasa shalat Rawatib sebelum berangkat/kembali dari masjid.Ummu Habibah hidup bersama Nabi sampai Nabi wafat, dan terus hidup sampai zaman kekhalifahan saudaranya Mu'awiyah dan Ummu Habibah wafat pada tahun 44 Hijriyah. Di antara kejadian yang terjadi yaitu ketika sepupunya Utsman bin Affan dibunuh, Ummu Habibah meminta bajunya Utsman bin Affan lalu Ummu Habibah mengirimkan baju tersebut ke Mu'awiyah dengan pesan sepupumu dibunuh, makanya Mu'awiyah semangat memburu para pembunuh Utsman karena yang paling dekat hubungannya dengan Utsman adalah sepupunya Mu'awiyah.๐Ÿ“œ Dalil tentang Keutamaan Shalat 12 RakaatHR. Muslim No. 728a, dari Ummu Habibah radhiyallahu โ€˜anhaู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงุซู’ู†ูŽุชูŽู‰ู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุจูู†ููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูŽูŠู’ุชูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูArtinya:โ€œBarangsiapa melaksanakan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga.โ€๐ŸŒท Perkataan Ummu Habibah:ููŽู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ุฐู ุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽArtinya:โ€œAku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut sejak aku mendengarnya dari Rasulullah ๏ทบ.โ€Sumber: Shahih Muslim No. 728a.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
S

Syifa ratna

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 30

Materi 30Juwairiyah binti Al-Harits dan Ummu Habibah binti Abu Sufyan - Ustadz Firanda HafizhahullaahuKisah Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu 'anhaLatar Belakang & Pernikahan Pertama: Juwairiyah adalah putri dari Al-Harits bin Abi Dirar, pemimpin kabilah Bani Mustaliq (salah satu kabilah besar dari Khuzaah). Sebelum masuk Islam, Juwairiyah dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang jagoan perang bernama Musafi' bin Safwan.Perang Bani Mustaliq (Muraisi'): Ketika Bani Mustaliq berencana menyerang Madinah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendahului menyerang mereka. Dalam pertempuran ini, suami Juwairiyah tewas, ayahnya melarikan diri dan Juwairiyah jatuh sebagai tawanan di tangan sahabat Tsabit bin Qais bin Syammas.Masuk Islam & Pernikahan dengan Nabi: Juwairiyah mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta bantuan memerdekakan dirinya (mukatabah). Nabi kemudian menawarkan untuk melunasi tebusannya sekaligus menikahinya, yang langsung disetujui oleh Juwairiyah karena ia telah masuk Islam.Keberkahan yang Luar Biasa: Ketika para sahabat mengetahui Nabi menikahi Juwairiyah, mereka berkata, "Bagaimana kita memperbudak ipar-ipar Rasulullah?"Akhirnya, sekitar 100 keluarga tawanan dari Bani Mustaliq dimerdekakan begitu saja oleh para sahabat sebagai bentuk penghormatan. Aisyah radhiyallahu 'anha memuji Juwairiyah sebagai wanita yang paling banyak membawa berkah bagi kaumnya. Ayahnya, Al-Harits, pun akhirnya masuk Islam.Ahli Ibadah & Zikir: Juwairiyah dikenal sangat rajin beribadah. Suatu ketika Nabi mendapatinya berzikir di tempat salat khususnya (musala rumah) dari pagi hingga siang hari. Nabi kemudian mengajarkannya bacaan zikir yang timbangannya setara dengan zikir sepanjang hari tersebut ("Subhanallah wa bihamdihi, 'adada khalqihi..."). Juwairiyah wafat pada tahun 50 Hijriah di usia 60-an tahun.Kisah Ummu Habibah binti Abu Sufyan (Ramlah) radhiyallahu 'anhaNasab & Hubungan Keluarga: Nama aslinya adalah Ramlah, putri dari Abu Sufyan bin Harb. Ia adalah istri Nabi yang silsilah nasabnya paling dekat dengan Nabi (bertemu pada kakek Abdul Manaf). Ia juga merupakan sepupu dari Utsman bin Affan dan saudari kandung dari Muawiyah bin Abi Sufyan.Hijrah ke Habasyah & Ujian Hidup: Ummu Habibah dulunya hijrah ke Habasyah bersama suami pertamanya, Ubaidillah bin Jahsy. Suaminya meninggal dunia di negeri perantauan dalam kondisi yang berat, sementara ayah dan keluarganya di Makkah masih kafir dan memusuhi Islam.Pernikahan dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melamar Ummu Habibah dari jarak jauh saat ia masih berada di Habasyah. Raja Najasyi bertindak sebagai wali nikah yang mewakili Nabi, dan maharnya dibayar sebesar 4.000 dirham (sekitar 1,7 kg emas). Pernikahan ini menjadi salah satu strategi damai yang turut melunakkan hati Abu Sufyan hingga akhirnya masuk Islam.Keteguhan Prinsip: Ketika Abu Sufyan mendatangi Madinah saat masa gencatan senjata (sebelum Fathu Makkah) dan hendak duduk di tikar Rasulullah di rumah putrinya, Ummu Habibah segera melipat tikar tersebut karena ayahnya masih seorang musyrik yang najis.Meriwayatkan Hadis Rawatib: Ummu Habibah adalah perawi hadis tentang keutamaan salat sunnah rawatib 12 rakaat sehari semalam yang ganjarannya dibangunkan istana di surga, dan ia konsisten mengamalkannya sepanjang hidup. Beliau wafat pada tahun 44 Hijriah di masa kekhilafahan saudaranya, Muawiyah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

๐Ÿ“ Kabupaten Bondowoso

Materi 30 ๐Ÿ€kisah juwairiyah dan Ummu Habibah๐Ÿ€

โ€ŽKisah Juwariyah dan Ummu Habibah๐ŸŽ™๏ธโ€ŽUstadz Dr. Firanda Andirja,MAโ€Žโ€Žjuwariyah binti Al harits.namanya adalah barrah binti harits.beliau adalah putri pemimpin kabilah Bani mustaliq.dan memiliki suami bernama musafir bin Sufyan tetapi suaminya tewas ketika dalam perang Al murai si,dimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang menyerang duluan dalam perang tersebut.akhirnya setelah perang ,ayahnya kabur dan Juwariyah tertawan oleh Tsabit bin quwais bin sya mmah.โ€ŽDan Juwariyah berkata kepada Tsabit :"saya ingin memerdekakan diri saya"Tsabit katakan :"silahkan dengan harga 40 kiyah(harga yang besar)." Akhirnya Juwariyah menuju nabi dan meminta bantuan kepada nabi shalallahu alaihi wasallam.disebutkan dalam kisah Aisyah ketika pertama kali melihat Juwariyah merasa cemburu karena kecantikan juwairiyah.โ€ŽJuwairiyah berkata: "aku adalah juwairiyah binti Harits,aku adalah putri pimpinan kabilah,dan aku ada di bawah tawanan Tsabit,dan aku di perbolehkan oleh Tsabit memerdekakan diriku dengan membayar 360 dirham.yaa Rasulullah bantulah aku untuk memerdekakan diriku."Rasulullah pun berkata: "apakah ada penawaran yang lebih dari itu wahai juwairiyah?"lalu kata juwairiyah:"apa yaa Rasulullah?"Rasulullah pun menjawab "saya yang bayar pembebasan dirimu dan saya menikah dengan mu."Juwariyah berkata:"tentu yaa Rasulullah."โ€ŽMengapa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menawarkan pilihan untuk menikahi nya,ada beberapa alasan:1. โ€Ž Karena juwairiyah wanita yang cantik2. โ€ŽKarena juwairiyah sudah masuk Islam dan ini hanya dimiliki oleh wanita yang cerdas karena seorang budak bisa masuk Islam3. โ€ŽUntuk urusan politik karena beliau ada di nasab yang tinggi karena nasab yang tinggi biasanya memiliki adab adab yang baik.dan akhlak yang mulia.โ€ŽPernikahan juwairiyah dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallamโ€ŽTersebar lah pernikahan juwairiyah dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan kerabat para sahabat berkata:"bagaiman kita bisa menawan kerabat2 nabi karena pernikahan?" Akhirnya para sahabat memerdekakan para kerabat juwairiyah yang menjadi tawanan.dan akhirnya merekapun masuk Islam setelah di merdekakan.โ€ŽSelain itu ayahnya pun masuk Islam,ketika dia tahu bahwa anaknya jadi tawanan dan ingin menebusnya dengan beberapa ekor unta,tetapi dalam perjalanan ada 2 unta yang dia lepaskan karena adalah unta kesayangan nya.dan ketika bertemu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,nabi pun berkata: yaa Harits,dimanakah kau lepaskan 2 ekor unta yang lainnya? akhirnya Al harits pun masuk Islam karena dia meyakini bahwa nabi adalah Rasul utusan Allah.karena tidak ada yang mengetahuinya ketika dia melepaskan untanya kecuali Allah subhanahu wata'ala.dan ketika itu,Al harits pun langsung masuk Islam.Keistimewaan juwairiyah โ€Žjuwairiyah disebutkan dari beberapa riwayat bernama barrah (wanita yang baik)tetapi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengubah namanya menjadi juwairiyah.beliau memiliki akhlak yang baik.juwairiyah ketika menikah dengan nabi shalallahu alaihi wasallam berusia 20than dan dia sangat rajin ibadah,rajin dzikir,rajin puasa.โ€ŽDalam sebuah riwayat dijelaskan, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam suatu hari sholat fajar,ketika keluar dari rumah,beliau melihat juwairiyah lagi berdzikir di musholla nya dan ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sudah kembali ternyata juwairiyah masih berdzikir di situ.lali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:"sungguh yaa juwairiyah,aku telah mengucapkan satu dzikir yang kalau di timbang sama dengan apa yang kau ucapkan dari subuh sampai sekarang."โ€ŽPoint: bagaimana bisa juwairiyah seorang putri dari pemimpin kabilah,tinggal di kerajaan besar lalu tinggal bersama nabi di rumah yang sederhana tetapi dia sangat rajin berdzikir.ini semua karena tingkat keimanan yang sangat tinggi.โ€ŽMaka seseorang harus melatih diri untuk melaksanakan keindahan ibadah.โ€ŽUmmu Habibahโ€ŽBeliau bernama Ramlah binti abu sufyan.beliau merupakan istri nabi yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan nabi shalallahu alaihi wasallam.โ€ŽUmmu Habibah punya ibu bernama Sofiyah binti Abil asy.dan beliau adalah sepupu Utsman bin Affan.dan adik dari Ummu Habibah adalah Muawiyah.โ€ŽLahir 17 sebelum kenabian dan menikah dengan nabi shalallahu alaihi wasallam pada tahun 6H.menikah pada usia 36 th. Abu Sufyan adalah pimpinan quraisy.dan suami pertamanya Ubaidillah bin jahsyn.kemudian punya anak bernama Habibah. Ketika terjadi penindasan kaum muslimin,beliau hijrah bersama suaminya ke habasyah.kemudian suaminya pun meninggal di negri habasyah.dan kabar tersebut di dengar oleh nabi shalallahu alaihi wasallam kemudian beliau pun melamar Ummu Habibah.โ€ŽAda beberapa alasan mengapa nabi shalallahu alaihi wasallam melamar beliau, diantara nya: nabi ingin menjaga Ummu Habibah supaya tetap menjadi muslim karena jika dia kembali ke kampungnya di takutkan kembali ke agama sebelumnya karena semua kerabatnya masih kafir.dan kalau misal menikah dengan Habibah,siapa tahu abu Sufyan pun bisa masuk Islamโ€ŽPernikahan Ummu Habibah dan nabi shalallahu alaihi wasallamโ€ŽKetika itu Ummu Habibah masih berada di negri habasyah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun mengutus utusan yang bernama Amr bin Umayyah untuk bertemu raja najasy dan meminta raja najasy untuk menjadi wakil nabi melamar Ummu Habibah. Maharnya bernilai 400 Dinar senilai 1,7 kg emas.โ€ŽKeutamaan Ummu Habibahโ€ŽWanita yang paling dekat nasabnya dengan nabiโ€ŽMaharnya paling besarโ€ŽPernikahannya jarak jauhโ€ŽLalu turunlah firman Allah subhanahu wata'ala:bisa jadi Allah menjadikan antara musuh kalian saling mencintai,Allah maha pengasih dan maha penyayang.โ€Žkarena pernikahan ini juga abu Sufyan akhirnya masuk Islam.โ€ŽPada tahun 8H, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membuat perjanjian Hudaibiyah (genjatan senjata selama 10th).tetapi masih 2thbkaum Quraisy berkhianat .โ€ŽDiantara kelebihan Ummu Habibah, yaitu menulis kan hadits Mansyur: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:"siapa yang sholat rawatib 12 rakaat sehari semalam maka akan di bangunkan istana di surga." Dan ketika mendengar perkataan nabi ini, aku tidak pernah meninggalkan sholat ini,kata Ummu Habibah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
D

Delonie Regia

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Materi 30: Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah - Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu

Catatan KajianKisah Juwairiyah dan Ummu HabibahUstadz Firanda Andirja hafizhahullahu 1. Kisah Juwairiyah binti al-Harits Latar Belakang: Beliau adalah putri pemimpin kabilah Bani Mustaliq. Setelah ayahnya dikalahkan dalam peperangan, beliau menjadi tawanan perang dan akhirnya menikah dengan Nabi SAW.Keberkahan: Pernikahannya membawa dampak luar biasa bagi kaumnya. Para sahabat membebaskan ratusan tawanan dari kabilah Bani Mustaliq sebagai bentuk penghormatan karena mereka kini menjadi kerabat Nabi SAW, yang kemudian berujung pada masuk Islamnya keluarga besar beliau.Ibadah: Juwairiyah dikenal sangat ahli ibadah dan sering berzikir dalam waktu yang lama. Nabi SAW bahkan mengajarkan beliau kalimat zikir yang memiliki keutamaan setara dengan zikir sepanjang pagi.2. Kisah Ummu Habibah binti Abi SufyanNasab dan Pernikahan: Beliau memiliki nasab yang paling dekat dengan Nabi SAW di antara istri-istri beliau yang lain. Pernikahannya dengan Nabi SAW terjadi saat beliau berada di Habasyah, dengan Raja Najasyi sebagai wakil yang menikahkan mereka.Keteguhan Iman: Ummu Habibah tetap teguh dalam Islam meskipun menghadapi ujian berat, termasuk kehilangan suaminya di perantauan dan menghadapi kenyataan bahwa keluarganya di Mekah masih musyrik pada saat ituSalat Rawatib: Beliau adalah perawi hadis mengenai keutamaan menjaga 12 rakaat salat rawatib sehari semalam, yang dijanjikan akan dibangunkan istana di surga oleh Allah.๐Ÿ“ Sumber:Kajian Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Link kajian di YouTube:https://youtu.be/IOVWmWkqb4c?si=8DEOg61xi0uDl0KE

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
J

Juleha

๐Ÿ“ Kota Palu

Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahJuwairiyah dia seorang wanita yang cantik, dia wanita yang cerdas dan juga beliau rajin ibadah.Juwairiyah adalah putri dari seorang pimpinan kabilah.Ketika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam menikah dengan Juwairiyah Radiyallahu โ€˜anha maka tersebarlah kabar kepada para sahabat, akhirnya para  sahabat memerdekakan tawanan-tawaanan mereka gara-gara Juwairiyah.Kata Aisyah Radiyallahu โ€˜Anha : โ€œaku tidak mengetahui ada seorang wanita yang sangat berkah terhadap kaumnya deperti Juwairiyahโ€Juwairiyah namanya Barroh, barooh artinya wanira yang baik. Tetapi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam disebutkan mengubah namanya menjdi juwairiyah.Juwairiyah adalah sosok yang betah berdzikir kepada Allah Subhanahu wataโ€™alaUntuk bisa betah berdzikir kepada Allah Subhanahu Wataโ€™ala butuh iman yang kuat karena kalau iman tidak kuat akan susah, udah goyang imannya.Juwairiyah meninggal tahun 50 Hijriyah. Usia beliau sekitar 60 tahun lebih.Wanita yang tadinya hidup dengan kaya raya di istana kemudian menikah dengan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam kemudian keberkahannya bagi keluarganya luar biasa rajin ibadah, hidup dalam kesederhanaan tapi bahagia bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
N

Nidya larasati

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Juwairiyah & Ummu habibah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Juwairiyah adalah salah satu istri Nabi Muhammad ๏ทบ dari Bani Musthaliq. Dalam kajian sirah, Ustadz Firanda biasanya menyoroti beberapa poin penting:Keislaman Juwairiyah yang membawa keberkahan bagi kaumnya, karena banyak tawanan Bani Musthaliq dibebaskan setelah Nabi menikahinya.Akhlaknya yang lembut dan pemalu, sehingga para sahabat memuji ketenangannya.Perannya dalam memperbaiki hubungan suku setelah konflik, menunjukkan bagaimana pernikahan Nabi sering membawa dampak sosial yang besar.Siapa Ummu Habibah binti Abu Sufyan?Ummu Habibah adalah putri Abu Sufyan, pemimpin Quraisy. Keteguhan iman Ummu Habibah ketika hijrah ke Habasyah dan tetap berpegang pada Islam meski ayahnya saat itu memusuhi Nabi.Kisah terkenal ketika Abu Sufyan datang ke Habasyah, dan Ummu Habibah menolak ayahnya duduk di tempat tidur Nabi karena menjaga kehormatan Rasulullah.Pernikahannya dengan Nabi yang dilakukan oleh Raja Najasyi, menunjukkan kedudukan mulia Ummu Habibah.Kesabarannya menghadapi ujian keluarga, menjadi teladan bagi muslimah.Keutamaan JuairiyahKarakter: Dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah dan banyak berzikir.Pelajaran:Melatih diri agar senang berzikir.Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.Mengendalikan penggunaan handphone agar tidak melalaikan ibadah.Membiasakan hati merasa bahagia saat melakukan ketaatan.Puasa Hari JumatKisah: Dalam Shahih Al-Bukhari no. 1985, Rasulullah ๏ทบ bertanya kepada Juairiyah yang sedang berpuasa di hari Jumat apakah ia berpuasa kemarin (Kamis) atau besok (Sabtu). Karena Juairiyah menjawab tidak, Rasulullah ๏ทบ memerintahkannya untuk berbuka.Pelajaran: Larangan mengkhususkan puasa sunnah hanya pada hari Jumat saja tanpa menggabungkannya dengan hari sebelum atau sesudahnya.Wafatnya JuairiyahMenurut salah satu pendapat, beliau wafat sekitar tahun 50 H.Ummu Habibah binti Abu Sufyan (Ramlah binti Abu Sufyan Sakhr bin Harb)Profil: Memiliki kunyah Ummu Habibah dan termasuk Ummahatul Mukminin (istri Nabi).Nasab: Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah ๏ทบ pada Abdu Manaf.Keluarga: Saudara kandungnya adalah Muawiyah bin Abu Sufyan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
S

Siska wati Berutu

๐Ÿ“ Kota Medan

Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

Catatan KajianKisah Juwairiyah dan Ummu Habibah radhiyallahu โ€˜anhuma1. Kisah Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu โ€˜anhaA. Latar BelakangJuwairiyah binti Al-Harits adalah putri Al-Harits bin Abi Dhirar, pemimpin kabilah Bani Mustaliq yang merupakan bagian dari kabilah Khuza'ah.Sebelumnya, Juwairiyah telah menikah dengan seorang laki-laki bernama Musafi' bin Safwan, yang tewas dalam Perang Bani Mustaliq atau Perang Al-Muraisi'.B. Pernikahan dengan Nabi Muhammad ๏ทบSetelah pasukan Muslim memenangkan peperangan dan menawan banyak orang, Juwairiyah menjadi tawanan yang menjadi bagian Sahabat Tsabit bin Qais.Juwairiyah kemudian mendatangi Nabi Muhammad ๏ทบ untuk meminta bantuan pelunasan tebusan (mukatabah) agar dapat memerdekakan dirinya.Nabi Muhammad ๏ทบ menawarkan untuk membayarkan tebusan tersebut sekaligus menikahinya. Tawaran ini disambut baik oleh Juwairiyah yang telah masuk Islam.C. Keberkahan PernikahanSetelah mengetahui bahwa Juwairiyah telah dinikahi oleh Rasulullah ๏ทบ, para sahabat beramai-ramai membebaskan seluruh tawanan dari Bani Mustaliq karena menganggap mereka telah menjadi keluarga Rasulullah ๏ทบ.Sebanyak 100 kepala keluarga dimerdekakan. Pembebasan tersebut kemudian menjadi sebab keislaman kaumnya secara massal, termasuk ayahnya, Al-Harits.D. Ibadah dan WafatJuwairiyah dikenal sebagai sosok yang sangat ahli beribadah dan tekun berzikir kepada Allah.Beliau wafat pada tahun 50 Hijriah dalam usia sekitar 60-an tahun.2. Kisah Ummu Habibah (Ramlah binti Abu Sufyan) radhiyallahu โ€˜anhaA. Latar BelakangUmmu Habibah adalah putri Abu Sufyan bin Harb, pemimpin besar Quraisy yang pada masa itu masih memusuhi Islam.Beliau memiliki hubungan nasab yang cukup dekat dengan garis keturunan Nabi Muhammad ๏ทบ dan merupakan sepupu dari Utsman bin Affan.B. Hijrah dan UjianUmmu Habibah bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsy, dahulu berhijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan diri dari penindasan kaum musyrikin Quraisy.Selama di Habasyah, suaminya meninggal dunia dalam keadaan iman yang tetap terjaga. Hal ini sekaligus menjadi bantahan terhadap riwayat lemah yang menyebutkan bahwa suaminya murtad.C. Pernikahan dengan Nabi Muhammad ๏ทบKetika mengetahui bahwa Ummu Habibah hidup sendiri di negeri perantauan, sementara keluarganya di Makkah masih kafir, Nabi Muhammad ๏ทบ mengutus seseorang kepada Raja Najasyi di Habasyah untuk melamarnya.Raja Najasyi bertindak sebagai wakil dalam pernikahan tersebut dengan mahar yang mulia dan terhormat. Setelah itu, Ummu Habibah dikirim kembali ke Madinah.D. Keteguhan ImanKetika ayahnya, Abu Sufyan, datang ke Madinah dalam rangka memperbarui perjanjian damai, ia hendak duduk di atas tikar milik Rasulullah ๏ทบ.Ummu Habibah dengan sigap melipat tikar tersebut dan berkata kepada ayahnya bahwa ia tidak pantas duduk di tempat Rasulullah ๏ทบ karena ia adalah seorang musyrik yang najis.Sikap tegas ini menjadi salah satu pukulan batin bagi Abu Sufyan yang kemudian melembutkan hatinya hingga akhirnya masuk Islam.E. Mewariskan SunnahUmmu Habibah merupakan perawi hadis tentang keutamaan salat sunnah rawatib sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam, yang dijanjikan akan dibangunkan sebuah istana di surga bagi orang yang mengerjakannya.Beliau wafat pada tahun 44 Hijriah, pada masa kekhilafahan saudaranya, Muawiyah bin Abu Sufyan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
A
Agustina dyah Aminingsih

๐Ÿ“ Kabupaten Karanganyar

Materi 30 Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah

Ustadz Firanda Andirja1.Juwairiyah nama asalnya adalah barroh yg artinya adalah wanita yg baik.beliau adalah putri dari pimpinan suatu kabilah,beliau sosok wanita yg cantik jelita,beliau adalah wanita yg rajin beribadah dan berakhlak mulia,rajin berdzikir dan berpuasa,betah berdzikir kepada Alloh SWT.saat menikah dgn Rasulullah umurnya 20tahun,hidup dengan Rasulullah dalam kesederhanaan, beliau lahir 15tahun sebelum hijriyah dan wafat pada tahun 50hijriyah,beliau saat wafat berusia 60tahun an lebih. 2.Ummu Habibah nama asalnya adalah Romlah,beliau adalah putri dari abu sufyan,beliau adalah istri Nabi yg nasab nya paling dekat dgn Nabi,ibunya bernama shoffiyah,setelah menikah dgn Rasulullah beliau diberi gelar ummul mukminah,lahir tahun 17 sebelum kenabian dan ummu habibah menikah dgn Rasulullah pada tahun 6 hijriyah,ketika menikah dengan Rasulullah beliau berumur 36tahun,ummu habbibah dinikahi Rasulullah dgn mahar 1,7kg emas,beliau rajin beribadah,tdk pernah meninggalkan 12rakaat sholat rawatib,beliau hidup sampai masa kekhalifahan Muawwiyah,wafat pada tahun 44hijriyah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Kisah Juwairiyah dan Ummu Habibah - Ustadz Firanda Andirja

Juwairiyah binti Al-Harits dan Ummu Habibah Ramlah binti Abi SufyanJuwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu 'anhaAsal-usul dan pernikahan dengan Rasulullah ๏ทบJuwairiyah adalah putri Al-Harits bin Abi Dhirar, pemimpin Bani Musthaliq.Sebelum masuk Islam, ayahnya mengumpulkan pasukan untuk menyerang Madinah. Rasulullah ๏ทบ kemudian mendahului mereka dengan menyerang Bani Musthaliq.Peperangan ini dikenal sebagai Perang Bani Musthaliq atau Perang Al-Muraisi'.Suami Juwairiyah, Musafi' bin Shafwan, terbunuh dalam peperangan tersebut, sedangkan Juwairiyah menjadi tawanan.Nama aslinya adalah Barrah binti Al-Harits. Setelah menikah dengannya, Rasulullah ๏ทบ mengganti namanya menjadi Juwairiyah.Juwairiyah kemudian meminta bantuan Rasulullah ๏ทบ untuk membebaskan dirinya dari perbudakan.Rasulullah ๏ทบ menawarkan untuk membayar pembebasannya sekaligus menikahinya. Juwairiyah menerima tawaran tersebut.Keberkahan pernikahan JuwairiyahPernikahan ini membawa keberkahan yang sangat besar bagi keluarganya.Ketika para sahabat mengetahui bahwa Juwairiyah telah menjadi istri Rasulullah ๏ทบ, mereka merasa tidak pantas memperbudak kerabat Rasulullah ๏ทบ.Akhirnya, para sahabat membebaskan sekitar 100 keluarga tawanan dari Bani Musthaliq.Banyak dari mereka kemudian masuk Islam.Ayah Juwairiyah, Al-Harits, juga akhirnya masuk Islam setelah menyaksikan tanda kenabian Rasulullah ๏ทบ ketika hendak menebus putrinya.Aisyah radhiyallahu 'anha memuji keberkahan Juwairiyah. Beliau mengatakan bahwa tidak ada wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah.Pelajaran: Jadilah sebab datangnya keberkahan bagi keluarga. Ketika kita memperoleh kebaikan, berusahalah agar keluarga dan kerabat juga merasakan kebaikan tersebut.Kesungguhan Juwairiyah dalam BeribadahJuwairiyah dikenal sebagai wanita yang sangat rajin berzikir dan beribadah.* Rasulullah ๏ทบ pernah mendapati Juwairiyah sedang berzikir sejak pagi.* Ketika Rasulullah ๏ทบ kembali pada waktu dhuha, Juwairiyah masih berada di tempat ibadahnya.* Rasulullah ๏ทบ kemudian mengajarkan zikir yang pahalanya sangat besar dan dapat menandingi zikir panjang yang telah dilakukannya.Zikir yang diajarkan Rasulullah ๏ทบ:Subhanallahi wa bihamdihi, 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatihi.Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai keridaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya.Pelajaran dari kehidupan Juwairiyah:Melatih diri agar merasa bahagia dan nyaman ketika beribadah.Jangan menjadikan membaca Al-Qur'an, salat malam, dan zikir sebagai beban.Sisihkan waktu untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah.Waspadai HP dan media sosial yang dapat mencuri waktu, mengurangi pahala, bahkan menjadi jalan melakukan dosa seperti gibah.Biasakan menyediakan tempat khusus untuk beribadah di rumah.Juwairiyah juga pernah berpuasa pada hari Jumat tanpa berpuasa sehari sebelumnya. Rasulullah ๏ทบ memerintahkannya untuk membatalkan puasanya karena puasa Jumat perlu disertai puasa sehari sebelum atau sesudahnya.Beliau wafat sekitar tahun 50 Hijriah.Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan radhiyallahu 'anhaNasab dan kehidupan awal* Nama asli Ummu Habibah adalah Ramlah binti Abi Sufyan.* Ayahnya adalah Abu Sufyan, pemimpin kaum Quraisy yang saat itu sangat memusuhi Islam.* Ummu Habibah memiliki hubungan nasab yang dekat dengan Rasulullah ๏ทบ.* Beliau merupakan sepupu Utsman bin Affan dan saudara perempuan Muawiyah bin Abi Sufyan.* Beliau menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy dan dikaruniai seorang putri bernama Habibah.* Ketika kaum muslimin mengalami penindasan di Makkah, beliau berhijrah bersama suaminya ke Habasyah.Ujian kehidupan Ummu HabibahKetika berada di Habasyah, suaminya meninggal dunia.Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa suaminya berpindah agama menjadi Nasrani sebelum meninggal. Namun, riwayat tersebut dinilai lemah oleh para ulama. Menurut penjelasan kajian ini, tidak benar bahwa suaminya meninggal dalam keadaan murtad.Ummu Habibah menghadapi ujian yang berat:* Suaminya meninggal ketika beliau berada jauh dari tanah kelahirannya.* Ayah dan keluarganya masih memusuhi Islam.* Beliau tidak memiliki tempat bergantung kepada keluarganya.Pernikahan dengan Rasulullah ๏ทบRasulullah ๏ทบ kemudian mengutus Amr bin Umayyah untuk menyampaikan permintaan kepada Raja Najasyi agar menjadi wakil beliau dalam melamar Ummu Habibah.* Raja Najasyi sangat gembira karena dipercaya menjadi wakil Rasulullah ๏ทบ.* Pernikahan dilangsungkan di Habasyah.* Mahar Ummu Habibah disebutkan sebesar 4.000 dirham.* Pernikahan ini menjadi bentuk pemuliaan dan perlindungan Rasulullah ๏ทบ terhadap Ummu Habibah.Pernikahan tersebut juga menjadi salah satu sebab tumbuhnya kecintaan Abu Sufyan kepada Rasulullah ๏ทบ. Bahkan, Abu Sufyan merasa bangga karena putrinya dinikahi oleh seorang pemimpin besar.Pada akhirnya, Abu Sufyan masuk Islam.Keteguhan Ummu Habibah dalam Memegang AgamaSalah satu kisah yang menunjukkan keteguhan iman Ummu Habibah adalah ketika ayahnya, Abu Sufyan, datang ke rumahnya di Madinah.Saat itu Abu Sufyan masih musyrik dan hendak duduk di atas tikar milik Rasulullah ๏ทบ.Namun, Ummu Habibah segera melipat tikar tersebut.Ketika ayahnya bertanya alasannya, Ummu Habibah menjawab bahwa tikar itu milik Rasulullah ๏ทบ, sedangkan ayahnya masih dalam keadaan musyrik dan tidak pantas duduk di atasnya.Kisah ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya harus lebih diutamakan daripada hubungan keluarga.Semangat Ummu Habibah Menjaga Salat RawatibUmmu Habibah termasuk sahabiyah yang meriwayatkan hadis tentang keutamaan salat sunnah rawatib.Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa siapa yang mengerjakan 12 rakaat salat sunnah dalam sehari semalam, Allah akan membangunkan rumah baginya di surga.12 rakaat tersebut terdiri dari:* 2 rakaat sebelum Subuh.* 4 rakaat sebelum Zuhur.* 2 rakaat setelah Zuhur.* 2 rakaat setelah Magrib.* 2 rakaat setelah Isya.Ummu Habibah mengatakan bahwa sejak mendengar hadis tersebut dari Rasulullah ๏ทบ, beliau tidak pernah meninggalkan salat sunnah tersebut.Pelajaran:* Jangan meremehkan salat sunnah rawatib.* Ibu rumah tangga juga harus berusaha menjaga ibadah meskipun memiliki banyak pekerjaan.* Jangan menunggu waktu luang untuk beribadah, tetapi sisihkan waktu untuk beribadah.* Jadikan amalan sunnah sebagai kebiasaan sehari-hari.Ummu Habibah wafat pada tahun 44 Hijriah, pada masa pemerintahan saudaranya, Muawiyah bin Abi Sufyan.Pelajaran Penting dari Kedua Ummahatul MukmininJadilah sumber keberkahan bagi keluarga.Sebagaimana Juwairiyah yang menjadi sebab terbebasnya banyak tawanan dan masuk Islamnya kerabatnya.Latih diri agar mencintai ibadah.Jangan merasa ibadah sebagai beban. Biasakan zikir, membaca Al-Qur'an, dan salat malam hingga menjadi kebutuhan hati.Jagalah waktu dan jauhi kesia-siaan.Jangan sampai HP dan media sosial menghabiskan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beribadah.Utamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.Keteguhan Ummu Habibah menunjukkan bahwa keimanan harus lebih tinggi daripada kecintaan kepada keluarga.Istiqamah menjaga amalan sunnah.Contohlah Ummu Habibah yang senantiasa menjaga 12 rakaat rawatib setelah mengetahui keutamaannya.KesimpulanJuwairiyah dan Ummu Habibah adalah teladan wanita salehah yang memiliki keteguhan iman, kesabaran, dan kesungguhan dalam beribadah.Juwairiyah mengajarkan kita untuk menjadi sumber keberkahan bagi keluarga dan mencintai zikir. Ummu Habibah mengajarkan keteguhan memegang agama serta istiqamah menjaga salat sunnah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita wanita-wanita salehah yang mencintai ibadah, menjaga keimanan, dan menjadi sumber keberkahan bagi keluarga. Aamiin.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 30 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’