👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH FATIMAH BINTI RASULULLAH

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Keutamaan dan Kemuliaan Fatimah binti Rasulullah• Empat Wanita yang Sempurna: Ustadz menyebutkan hadis tentang wanita yang sempurna di antaranya adalah Asiah (istri Firaun), Khadijah binti Khuwailid, Maryam binti Imran, dan Fatimah binti Muhammad. Mereka merupakan sayidat ahlil jannah (pemimpin para wanita di surga).• Dikelilingi Orang-orang Termulia: Fatimah diliputi dan dibimbing dalam lingkungan yang terbaik, dengan ayah Rasulullah, ibu Khadijah, suami Ali bin Abi Thalib, serta kedua putra beliau (Hasan dan Husain) yang merupakan pemimpin para pemuda di surga.• Kelahiran dan Wafat: Fatimah radhiallahu 'anha lahir sekitar 5 tahun sebelum kenabian (ketika Nabi berusia sekitar 35 tahun) dan wafat pada tahun 11 Hijriah dalam usia sekitar 29 tahun. Beliau adalah putri terakhir Nabi dan satu-satunya anak Nabi yang hidup setelah wafatnya Rasulullah.• Kunyah "Ummu Abiha" dan Gelar "Az-Zahra": Fatimah dikenal di kalangan ulama dengan kunyah Ummu abiha (ibu bapaknya) karena besarnya perhatian dan kasih sayang beliau kepada sang ayah setelah kepergian ibunda Khadijah. Sebagian ahli sejarah juga mensifati beliau dengan Az-Zahra (yang putih dan bersinar), menyamai fisik ayahnya yang berkulit putih dan bercahaya.2. Perjalanan Hidup dan Penderitaan di Makkah• Masa-masa Dakwah dan Ujian: Fatimah menyaksikan suka duka dakwah ayahnya, termasuk ketika para putri Nabi dicerai oleh putra-putra Abu Lahab atas desakan orang-orang Quraisy, serta pemboikotan Bani Hasyim selama kurang lebih 3 tahun di Syi'ib Abi Thalib.• Peristiwa di Sisi Ka'bah: Sekitar tahun 10 atau 11 kenabian (ketika usia Fatimah sekitar 15 tahun), Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diganggu saat salat di sisi Ka'bah, di mana Uqbah bin Abi Mu'aith meletakkan kotoran dan isi perut unta di atas pundak Nabi atas suruhan Abu Jahal.• Ketegaran Fatimah: Melihat ayahnya diganggu, Fatimah yang saat itu masih gadis remaja datang membersihkan kotoran dari pundak ayahnya dan memaki-maki Abu Jahal beserta teman-temannya. Nabi kemudian berdoa agar gembong-gembong Quraisy dibinasakan, yang semuanya terbukti binasa dalam Perang Badar.3. Pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib• Proses Lamaran: Setelah berhijrah ke Madinah (usia Fatimah sekitar 18 tahun), Ali bin Abi Thalib didorong oleh seorang budak wanita untuk melamar Fatimah. Ali yang sangat segan dan tidak memiliki modal (harta) akhirnya memberanikan diri menemui Nabi.• Mahar Sederhana: Nabi bertanya kepada Ali apakah memiliki sesuatu untuk mahar. Ali hanya memiliki baju perang hutamiah seharga 4 dirham. Dengan mahar tersebut, Nabi langsung menikahkan Ali dengan Fatimah.• Perabot Pernikahan: Pernikahan mereka sangat sederhana. Peralatan rumah tangga yang disiapkan meliputi tempat tidur (bantal dari kulit berisi serabut kurma, alas tidur berupa kulit domba), tempat air dari kulit, dan alat penggiling gandum.• Pelajaran: Pernikahan hendaknya jangan dipersulit, terutama di zaman penuh fitnah agar para pemuda bisa lebih fokus dan selamat dalam menjalani kehidupan.4. Kehidupan Rumah Tangga dan Zikir Pengganti Pembantu• Permintaan Pembantu: Suatu hari Ali merasa sangat letih karena harus menimba air hingga dadanya sakit, sementara tangan Fatimah lecet akibat menggiling gandum. Mereka mendatangi Nabi untuk meminta budak sebagai pembantu rumah tangga.• Penolakan Nabi: Nabi menolak memberikan pembantu karena masih banyak ahlus suffah (sahabat-sahabat miskin yang tinggal di pelataran masjid) yang perutnya kelipatan lapar, dan Nabi harus mendahulukan kepentingan mereka yang lebih membutuhkan.• Pemberian Zikir (Pengganti Pembantu): Nabi mendatangi rumah mereka dan memberikan solusi yang lebih baik daripada pembantu, yaitu membaca zikir sebelum tidur:• Bertasbih 33 kali• Bertahmid 33 kali• Bertakbir 34 kali(Genap 100 kali). Ali bin Abi Thalib menyatakan tidak pernah meninggalkan zikir ini sejak diajarkan oleh Rasulullah hingga akhir hayatnya, bahkan dalam kondisi perang yang berat sekalipun.5. Menyikapi Problematika Rumah Tangga• Kisah Ali Tidur di Masjid: Suatu siang Nabi mendatangi rumah Fatimah dan mendapati Ali tidak ada di rumah. Ketika ditanya, Fatimah menjawab bahwa sempat terjadi masalah di antara mereka yang membuat Ali marah lalu pergi.• Metode Nabi Menghadapi Masalah: Nabi tidak memperdalam atau memperpanjang masalah (tidak kepo/menanya-nanyakan detail pertengkaran). Nabi justru mencari Ali yang sedang tidur di masjid dengan badan penuh tanah (karena selendangnya jatuh).• Abu Turab: Nabi membersihkan tanah dari pundak Ali sambil bercanda memanggilnya "Abu turab" (bapak tanah). Ali sangat menyukai panggilan ini karena mengingatkan pada momen indah di mana mertuanya tidak membela putrinya secara berlebihan, melainkan mendatangi dan menyayangi mantunya untuk meredakan masalah. Tidak semua permasalahan rumah tangga harus diperjelas secara detail, terkadang cukup didiamkan agar masalah tersebut hilang dengan sendirinya.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Fathimah binti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Catatan KajianKisah Fathimah bintu RasulullahUstadz Firanda AndirjaFathimah lahir +- 5 th sebelum kenabian. Fathimah wafat pada tahun 11 H (usia +- 29th)Beliau putri terakhir Nabi shallallahu alaihi wasallam. Satu-satunya anak Nabi yg hidup setelah wafat nya Nabi.Semua anak-anak Nabi yg lain meninggal di masa hidup nya Nabi.Diantara gelar yang diberikan kepada Fathimah yaitu 'ummu abiha' atau ibunya ayahnya karena besarnya perhatiannya terhadap ayahnya.Diantara gelar yg disematkan kepada Fathimah yaitu 'az zahra' yg artinya putih bercahaya karena secara fisik beliau demikian, sebagaimana fisik ayahnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun demikian.Fatimah banyak menyaksikan perjuangan ayahnya dalam berdakwah. Seperti ketika suatu ketika nabi sholat di sisi ka'bah, abu jahal dan teman-temannya menyaksikan nya dan salah satu dari mereka meletakkan kotoran unta di punggung nabi ketika sujud. Sehingga nabi terdiam dalam sujud. Hingga sampai kabar itu kepada Fatimah, Fatimah segera mendatangi nabi dan membersihkan kotoran itu sehingga nabi melanjutkan sholat nya. Ketika Rasulullah berhijrah ke Madinah usia Fathimah sekitar 18th. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menikahkan Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib dg pernikahan yg sangat sederhana. Sebelum itu Fatimah sudah dilamar oleh Abu Bakar dan Umar namun lamaran tersebut ditolak oleh nabi. Ali adalah anak dari Abu Thalib yg juga sepupu Nabi. Pernikahan Ali dan Fathimah sangat sederhana. Diantara faedahnya:Pernikahan hendaknya tidak dipersulit.Jika orang tua punya anak yg hendak menikah, bekali dengan ilmu, jangan ditunda-tunda, terlebih di zaman ini yg begitu banyak fitnah. Kehidupan rumah tangga Fathimah &AliMereka tinggal di rumah tersendiri, tidak bergabung dg orang tua.*diantara sunnah adalah mengajarkan anak yg sudah menikah untuk mandiri, boleh membantu, memberi perhatian, tapi jika mereka sudah mampu hendaknya menjalani rumah tangga sendiri.Ketika menikahkan Fathimah dengan Ali, Nabi mengirim beberapa peralatan rumah tangga sederhana untuk mereka gunakan. Suatu hari Ali merasa letih dengan pekerjaan rumahnya (menimba air), begitu juga Fathimah (menggiling gandum). Ali mendengar Nabi baru saja mendapat ghanimah. Akhirnya Ali & Fathimah mendatangi Nabi untuk meminta budak (pembantu) untuk membantu mereka.Nabi tidak memberikan budak itu kepada mereka karena para sahabat (ahlus suffah) sedang dalam kondisi yg kekurangan. Budak-budak tersebut akan Nabi jual & uang nya untuk ahlus suffah.Diantara teladan Ali dalam menghadapi masalah rumah tangga dengan Fathimah yaitu ketika ada masalah Ali diam dan pergi ke masjid.Karena disaat seperti ini godaan syaithan sgt banyak, salah satu tujuan syaithan menggoda manusia adalah untuk membuat suami istri bercerai, maka pergi lah ke tempat yg baik yaitu ke masjid.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Fatimah Binti Rasulullah SAW

Fatimah binti Muhammad (dikenal dengan gelar Fatimah Az-Zahra) adalah putri bungsu dan kesayangan Nabi Muhammad SAW dari pernikahannya dengan Siti Khadijah.​Lahir: Sekitar 5 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Makkah​Julukan: Az-Zahra dan Ummu Abihi (ibu dari ayahnya) karena perhatiannya yang luar biasa kepada Nabi.1. Masa Kecil: Perisai Kecil Sang AyahFatimah tumbuh di tengah-tengah masa awal dakwah Islam yang penuh dengan intimidasi dari kaum kafir Quraisy. Peristiwa-peristiwa ini membentuk karakternya menjadi sangat tegar:• Pelindung Rasulullah: Ketika Fatimah masih kecil, ia menyaksikan ayahnya diganggu oleh pembesar Quraisy saat sujud di Ka'bah dengan punggungnya dilempari kotoran unta. Tanpa rasa takut, Fatimah kecil mendekat, membersihkan punggung ayahnya, lalu dengan lantang memarahi orang-orang Quraisy tersebut.• Gelar "Ummu Abihi": Julukan ini berarti "Ibu dari Ayahnya". Rasulullah memberikan gelar ini karena setelah wafatnya Siti Khadijah, Fatimah-lah yang mengambil alih peran merawat, memasak, menghibur, dan memperhatikan kesehatan fisik serta psikologis Nabi layaknya seorang ibu menjaga anaknya.2. Kisah Cinta dan Pernikahan yang DirahmatiPernikahan Fatimah dan Ali bin Abi Thalib sering dijadikan teladan cinta sejati dalam Islam. Sebelum menikah dengan Ali, pembesar sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab sempat melamar Fatimah, namun Rasulullah menolaknya dengan halus sembari menunggu ketetapan wahyu.• Rahasia Hati: Ali bin Abi Thalib sebenarnya sudah lama memendam rasa kepada Fatimah, namun minder karena kondisinya yang sangat miskin. Ketika akhirnya Ali memberanikan diri menghadap Nabi, ia begitu gugup hingga lidahnya kelu. Nabi tersenyum dan langsung menebak maksud kedatangannya.• Keluarga Paling Sederhana: Kehidupan setelah menikah tidak lantas berubah mewah. Kamar tidur mereka hanya dialasi kulit domba, dan bantalnya berisi sabut kurma. Rasulullah sering mengunjungi rumah mereka untuk memastikan kedamaian di dalamnya.3. Kehidupan Rumah Tangga dan Mukjizat ZikirFatimah adalah seorang wanita pejuang di dalam rumahnya. Kerja keras fisiknya diabadikan dalam riwayat sahih:• Tangan yang Melepuh: Karena mengerjakan semua urusan domestik sendirian tanpa pelayan, tangan Fatimah melepuh akibat memutar penggiling gandum yang berat, dan dadanya membekas akibat tali timba air yang kasar.• Tasbih Fatimah: Ketika Fatimah meminta sebuah mukjizat berupa pembantu, Rasulullah menolak demi menjaga kemurnian kezuhudan keluarganya. Sebagai gantinya, Nabi memberikan "hadiah langit" yang kekal sampai hari ini bagi umat Islam, yaitu amalan Tasbih Fatimah (33x Subhanallah, 33x Alhamdulillah, 34x Allahu Akbar) sebelum tidur. Rasulullah menjamin amalan ini memberikan kekuatan fisik yang jauh lebih hebat daripada tenaga seorang pembantu.Perselisihan Kecil dan Momen "Abu Turab"Salah satu kisah paling terkenal yang menunjukkan sisi manusiawi dari rumah tangga mereka adalah ketika Ali dan Fatimah terlibat adu argumen kecil.​Ali Meninggalkan Rumah: Suatu hari, terjadi kesalahpahaman yang membuat Ali merasa tidak nyaman, sehingga ia memutuskan keluar dari rumah dan tidur di lantai masjid tanpa alas.​Intervensi Rasulullah: Rasulullah datang ke rumah Fatimah dan bertanya, "Di mana sepupumu (Ali)?" Fatimah menjawab bahwa mereka sedang berselisih dan Ali pergi ke masjid. Nabi lalu menyusul Ali ke masjid dan menemukannya sedang tidur di atas tanah hingga badannya penuh debu.​Julukan Kasih Sayang: Sambil membersihkan debu dari punggung Ali, Nabi tersenyum dan membangunkan Ali dengan memanggilnya, "Bangun, wahai Abu Turab (Bapaknya Tanah)!" Sejak saat itu, Abu Turab menjadi julukan kesayangan Ali yang paling ia sukai karena mengingatkannya pada kasih sayang Nabi saat menengahi perselisihan rumah tangganya.4. Kedudukan Istimewa di Sisi RasulullahFatimah memiliki ikatan emosional paling dalam dengan Nabi Muhammad SAW dibandingkan anak-anak Nabi yang lain:• Penyambutan Hangat: Setiap kali Fatimah datang berkunjung, Rasulullah akan langsung berdiri dari tempat duduknya, menyambutnya, mencium keningnya, dan mendudukkannya di tempat duduk Nabi sendiri.• Pemimpin Wanita Surga: Dalam sebuah hadis sahih, Nabi bersabda bahwa empat wanita terbaik di alam semesta adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri Fir'aun.Sumber Ceramah ust Dr Firanda Andirja Lc MA

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Kisah Fathimah Binti Rasulullah ﷺ (Part-1)

Kisah Fathimah Binti Rasulullah ﷺ (Part-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.### 1\. KELAHIRAN DAN KEISTIMEWAAN FATHIMAHFathimah binti Muhammad رضي الله عنها lahir lima tahun sebelum kenabian dan wafat pada tahun 11 Hijriyah, sekitar enam bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.Beliau dikenal dengan kunyah Ummu Abiha, yang berarti ibu bagi ayahnya. Kunyah ini dikaitkan dengan besarnya perhatian dan kasih sayang Fathimah kepada Rasulullah ﷺ.Fathimah memiliki ayah yang saleh dan ibu yang salehah. Sejak kecil, beliau tumbuh di lingkungan yang dipenuhi orang-orang saleh.Beliau juga dikenal dengan julukan Az-Zahra, yang bermakna bercahaya atau berseri. Dalam materi kajian disebutkan bahwa beliau memiliki kulit putih cerah dan bersinar seperti Rasulullah ﷺ.### 2\. FATHIMAH MENYAKSIKAN BERATNYA DAKWAH SANG AYAHSejak kecil, Fathimah telah merasakan beratnya perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ. Beliau menyaksikan sendiri bagaimana ayahnya dihina dan disakiti oleh orang-orang kafir Quraisy.Suatu hari, ketika Rasulullah ﷺ sedang salat di dekat Ka'bah dan bersujud, Abu Jahal bersama teman-temannya duduk tidak jauh dari beliau.Salah seorang dari mereka meminta agar dibawakan isi perut unta untuk diletakkan di atas punggung Rasulullah ﷺ ketika sedang bersujud.Salah seorang yang paling jahat di antara mereka kemudian melakukannya. Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه menyaksikan kejadian tersebut, tetapi tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.Mereka pun tertawa terbahak-bahak, sementara Rasulullah ﷺ tetap bersujud dan tidak mengangkat kepalanya.Hingga akhirnya datanglah Fathimah رضي الله عنها. Beliau membersihkan kotoran tersebut dari punggung ayahnya. Setelah itu, Rasulullah ﷺ mengangkat kepala dan berdoa:اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍAllahumma 'alaika bi Quraisy."Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada orang-orang Quraisy."Rasulullah ﷺ mengulangi doa tersebut sebanyak tiga kali. Kemudian beliau menyebut beberapa nama, yaitu Abu Jahal, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Al-Walid bin 'Utbah, Umayyah bin Khalaf, dan 'Uqbah bin Abi Mu'aith, serta seorang lainnya yang tidak diingat namanya oleh perawi.Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه bersumpah bahwa ia melihat orang-orang yang disebutkan Rasulullah ﷺ tersebut terbunuh dalam Perang Badar dan mayat mereka dimasukkan ke dalam sumur di Badar.Dalil:HR. Bukhari no. 240, dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه.### 3\. PERNIKAHAN FATHIMAH DENGAN ALI BIN ABI THALIBKetika Fathimah رضي الله عنها hendak menikah, dalam materi kajian diceritakan bahwa Abu Bakar dan Umar pernah datang untuk melamar beliau, tetapi Rasulullah ﷺ tidak menerima lamaran tersebut.Kemudian Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه mendapatkan dorongan untuk memberanikan diri melamar Fathimah.Ali sebenarnya merasa tidak memiliki harta untuk menikahinya. Ketika datang menemui Rasulullah ﷺ, beliau terdiam saat ditanya mengenai keperluannya.Rasulullah ﷺ kemudian bertanya apakah kedatangannya untuk melamar Fathimah. Ali pun mengakui maksud kedatangannya.Rasulullah ﷺ bertanya tentang mahar yang akan diberikan. Ali menjawab bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu untuk diberikan.Kemudian Rasulullah ﷺ mengingatkan Ali tentang baju perang yang pernah diberikan kepadanya.Ali pun teringat bahwa ia masih memiliki baju perang tersebut. Baju perang itulah yang kemudian diberikan sebagai mahar pernikahannya dengan Fathimah.Rasulullah ﷺ juga memberikan beberapa perlengkapan sederhana untuk rumah tangga mereka, seperti kasur, bantal, dan selimut.Kisah ini mengajarkan kesederhanaan dalam pernikahan. Kebahagiaan rumah tangga tidak harus dimulai dengan kemewahan dan banyaknya harta.Dalil:Dari Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ali ketika menikahi Fathimah:أَعْطِهَا شَيْئًا"Berikanlah sesuatu kepadanya."Ali menjawab, "Aku tidak memiliki sesuatu."Rasulullah ﷺ kemudian bertanya:أَيْنَ دِرْعُكَ الْحُطَمِيَّةُ؟"Di manakah baju perangmu?"(HR. Abu Dawud no. 2125 dan An-Nasa'i no. 3376. Dinilai sahih oleh sejumlah ulama hadis). الدرر السنية +2### 4\. ZIKIR YANG LEBIH BAIK DARIPADA SEORANG PEMBANTUSuatu ketika, Ali رضي الله عنه merasa sangat lelah dengan pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia meminta Fathimah رضي الله عنها untuk menemui Rasulullah ﷺ dan meminta seorang pembantu, karena saat itu Rasulullah ﷺ baru saja mendapatkan tawanan perang.Fathimah kemudian mendatangi Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan keinginannya. Ali pun turut menyertainya.Namun, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa para tawanan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan orang-orang miskin yang sedang kesulitan.Mereka berdua pun memahami penjelasan Rasulullah ﷺ dan pulang ke rumah.Ketika malam tiba dan keduanya telah berbaring di tempat tidur, Rasulullah ﷺ datang menemui mereka. Beliau kemudian mengajarkan suatu zikir yang lebih baik daripada seorang pembantu.Rasulullah ﷺ bersabda:أَلَا أَدُلُّكُمَا عَلَى خَيْرٍ مِمَّا سَأَلْتُمَا؟"Maukah kalian berdua aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta?"Kemudian beliau mengajarkan:* سُبْحَانَ اللَّهِ — Subhanallah, 33 kali.* الْحَمْدُ لِلَّهِ — Alhamdulillah, 33 kali.* اللَّهُ أَكْبَرُ — Allahu Akbar, 34 kali.Jumlahnya genap menjadi 100 kali.Zikir ini dikenal dengan sebutan Tasbih Fathimah.Dalil:Dari Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:"Maukah kalian berdua aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Apabila kalian hendak tidur, bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali. Sesungguhnya hal itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu."(HR. Bukhari no. 5361 dan Muslim no. 2727)### 5\. RASULULLAH ﷺ MEMANGGIL ALI DENGAN ABU TURABSuatu hari, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه sempat berselisih dengan istrinya, Fathimah رضي الله عنها. Karena kejadian tersebut, Ali keluar dari rumah dan pergi ke masjid.Rasulullah ﷺ kemudian mendatangi rumah Fathimah dan bertanya tentang Ali.Fathimah menjelaskan bahwa Ali telah pergi setelah terjadi perselisihan di antara mereka.Rasulullah ﷺ kemudian mencari Ali. Beliau mendapatkan informasi bahwa Ali sedang berbaring di masjid, bersandar pada dinding, dengan punggung yang berdebu.Rasulullah ﷺ mendekatinya dan membersihkan debu dari punggung Ali sambil memanggil:قُمْ أَبَا تُرَابٍ"Bangunlah, wahai Abu Turab!"Sejak saat itu, Ali sangat menyukai panggilan Abu Turab. Bahkan, nama tersebut menjadi salah satu panggilan yang paling beliau sukai.Kisah ini memperlihatkan kelembutan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi persoalan rumah tangga putrinya. Beliau tidak datang untuk memperpanjang persoalan, tetapi justru mendekati Ali dengan penuh kasih sayang.Pelajaran yang dapat diambil adalah ketika terjadi masalah, hendaknya kita berusaha mencari jalan keluar dan memperbaiki keadaan, bukan justru memperbesar persoalan dengan terus mengungkit kesalahan.Dalil:Dari Sahl bin Sa'ad رضي الله عنه:"Nama yang paling disukai Ali adalah Abu Turab. Ia merasa senang ketika dipanggil dengan nama tersebut. Tidak ada yang pertama kali memberinya nama Abu Turab selain Nabi ﷺ."(HR. Bukhari no. 6204)

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Fatimah binti Muhammad radhiyallahu ‘anha - Ustadz Firanda Andirja

Fatimah binti Muhammad radhiyallahu ‘anhaKisah Wanita Mulia, Putri Rasulullah ﷺ. Fatimah radhiyallahu ‘anha, putri Rasulullah ﷺ, yang termasuk salah satu wanita paling mulia dan sempurna di antara wanita penghuni surga.Kemuliaan dan kedudukan FatimahRasulullah ﷺ menyebutkan empat wanita yang memiliki kemuliaan luar biasa, yaitu:* Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.* Maryam binti Imran, ibu Nabi Isa ‘alaihissalam.* Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah ﷺ.* Fatimah binti Muhammad, putri Rasulullah ﷺ.Fatimah dikelilingi oleh orang-orang yang sangat mulia:* Ayahnya adalah Rasulullah ﷺ.* Ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid.* Suaminya adalah Ali bin Abi Thalib.* Putra-putranya adalah Hasan dan Husain, pemimpin para pemuda penghuni surga.Kelahiran dan kehidupan Fatimah* Lahir sekitar lima tahun sebelum Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi rasul.* Wafat pada tahun 11 Hijriah, sekitar usia 29–30 tahun.* Merupakan putri bungsu Rasulullah ﷺ.* Menjadi satu-satunya anak Rasulullah ﷺ yang masih hidup setelah beliau wafat.Sebagian ulama menyebut Fatimah dengan kunyah Ummu Abiha, yang berarti ibu bagi ayahnya. Sebutan ini menggambarkan besarnya perhatian, kasih sayang, dan kelembutan Fatimah kepada Rasulullah ﷺ setelah ibunya, Khadijah, wafat.Ketegaran Fatimah menghadapi penderitaan dakwahSejak kecil, Fatimah menyaksikan berbagai ujian berat yang dialami keluarganya.Di antaranya:* Dua saudarinya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, diceraikan oleh suami mereka atas tekanan kaum Quraisy.* Mengalami pemboikotan Bani Hasyim selama kurang lebih tiga tahun di Syi'b Abi Thalib.* Menyaksikan wafatnya ibunda tercinta, Khadijah.* Melihat langsung bagaimana ayahnya dihina dan disakiti oleh kaum Quraisy.Salah satu peristiwa menyedihkan terjadi ketika Rasulullah ﷺ sedang sujud di dekat Ka'bah. Abu Jahal dan teman-temannya menyuruh seseorang meletakkan kotoran isi perut unta di atas punggung Rasulullah ﷺ.Fatimah yang saat itu masih remaja segera datang membersihkan kotoran tersebut. Ia juga memarahi orang-orang yang mengganggu ayahnya.Setelah selesai salat, Rasulullah ﷺ berdoa agar para pemimpin Quraisy yang menyakiti beliau dibinasakan. Mereka yang disebutkan dalam doa tersebut akhirnya terbunuh dalam Perang Badar.Kisah ini menunjukkan keberanian, kecintaan, dan ketegaran Fatimah dalam membela ayahnya.Pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi ThalibSetelah hijrah ke Madinah, Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib.Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar dan Umar juga pernah menyampaikan lamaran, tetapi Rasulullah ﷺ kemudian menikahkan Fatimah dengan Ali.Ali awalnya merasa malu dan tidak percaya diri untuk melamar karena tidak memiliki harta yang cukup.Ketika Rasulullah ﷺ bertanya tentang mahar, Ali menyebutkan baju perang yang pernah diberikan kepadanya. Rasulullah ﷺ pun menerima lamaran tersebut.Pernikahan mereka berlangsung sangat sederhana.Perlengkapan rumah tangga mereka antara lain:* Tempat tidur sederhana.* Bantal berisi serabut kurma.* Alas tidur dari kulit domba.* Tempat air dan beberapa peralatan rumah tangga.Pelajaran: Pernikahan hendaknya tidak dipersulit dengan tuntutan harta dan kemewahan. Orang tua sebaiknya membantu anak-anaknya menikah apabila mereka telah siap, dengan tetap membekali mereka ilmu dan tanggung jawab.Kehidupan rumah tangga Fatimah dan AliFatimah dan Ali menjalani kehidupan rumah tangga yang sederhana dan mandiri.Mereka bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah. Ali membantu pekerjaan di luar rumah, sedangkan Fatimah mengurus pekerjaan rumah tangga.Suatu ketika, Ali merasa kelelahan mengangkat air dan Fatimah juga kelelahan menggiling gandum hingga tangannya terasa kasar.Mereka kemudian mendengar Rasulullah ﷺ mendapatkan tawanan perang yang bisa dijadikan pembantu. Ali menyarankan Fatimah meminta seorang pembantu kepada ayahnya.Namun, Rasulullah ﷺ tidak mengabulkan permintaan tersebut karena masih banyak Ahlus Suffah, yaitu para sahabat miskin yang lebih membutuhkan bantuan.Sebagai gantinya, Rasulullah ﷺ mengajarkan amalan zikir sebelum tidur yang lebih baik daripada memiliki pembantu.Zikir sebelum tidur sebagai penguat diriRasulullah ﷺ mengajarkan kepada Ali dan Fatimah untuk membaca:* Subhanallah: 33 kali.* Alhamdulillah: 33 kali.* Allahu Akbar: 34 kali.Jumlah keseluruhannya 100 kali.Zikir ini menjadi penguat bagi seseorang dalam menjalani aktivitas dan menghadapi kelelahan hidup.Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa dirinya tidak pernah meninggalkan zikir tersebut sejak diajarkan Rasulullah ﷺ, bahkan ketika menghadapi kondisi berat dalam Perang Shiffin.Pelajaran: Ketika merasa lelah menjalani pekerjaan rumah tangga, jangan hanya mengandalkan kekuatan fisik. Perkuat diri dengan zikir dan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Cara Rasulullah menyikapi masalah rumah tangga Fatimah dan AliDalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ pernah datang ke rumah Fatimah dan tidak mendapati Ali di sana.Beliau bertanya, "Di mana putra pamanmu?"Fatimah menjelaskan bahwa mereka sedang memiliki masalah sehingga Ali pergi meninggalkan rumah.Rasulullah ﷺ kemudian meminta seseorang mencari Ali. Ternyata Ali sedang tidur di masjid dengan tubuh berdebu karena alas tidurnya.Rasulullah ﷺ membersihkan debu dari tubuh Ali sambil memanggilnya:"Bangunlah, wahai Abu Turab."Panggilan Abu Turab kemudian menjadi salah satu panggilan yang paling disukai Ali.Dari peristiwa ini terdapat beberapa pelajaran:* Jangan terburu-buru memperbesar masalah rumah tangga.* Ketika emosi, terkadang mengambil jarak sejenak dapat membantu menenangkan diri.* Tidak semua persoalan harus diperdebatkan panjang lebar.* Orang tua hendaknya tidak selalu membela anaknya ketika terjadi perselisihan rumah tangga.* Mertua sebaiknya tetap menyayangi dan menghormati menantunya.* Rasulullah ﷺ memberikan perhatian kepada keduanya tanpa menyudutkan salah satu pihak.### Pelajaran penting dari kisah Fatimah radhiyallahu ‘anha* Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan dan kemewahan, tetapi oleh iman dan ketakwaannya.* Pernikahan hendaknya dipermudah dan tidak dibebani tuntutan berlebihan.* Suami dan istri perlu saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga.* Kesederhanaan bukanlah penghalang kebahagiaan rumah tangga.* Biasakan membaca zikir sebelum tidur sebagai penguat hati dan jiwa.* Ketika terjadi perselisihan, utamakan ketenangan dan jangan memperbesar masalah.* Orang tua perlu memberikan teladan dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga anak.* Kesabaran dan ketegaran sangat diperlukan dalam menghadapi ujian kehidupan.Penutup: Kisah Fatimah binti Muhammad radhiyallahu ‘anha mengajarkan bahwa kehidupan rumah tangga yang mulia tidak harus dipenuhi kemewahan. Kesederhanaan, kasih sayang, kesabaran, saling membantu, dan kedekatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala merupakan bekal penting dalam membangun keluarga yang diberkahi.Kajian ini merupakan bagian pertama dari kisah kehidupan Fatimah radhiyallahu ‘anha. Masih banyak sisi kehidupan dan keutamaan beliau yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 31: Kisah Fatimah binti Rasulullah

🌸 MATERI 31 — KISAH FATHIMAH BINTI RASULULLAH ﷺBagian 1 | Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.🍃 1. Kedudukan Fathimah رضي الله عنهاFathimah binti Muhammad رضي الله عنها adalah putri Rasulullah ﷺ dan Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها. Beliau termasuk wanita yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam.Fathimah tumbuh dalam keluarga terbaik: ayahnya adalah Rasulullah ﷺ, ibunya Khadijah, suaminya Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, dan putra-putranya Hasan serta Husain رضي الله عنهما.Rasulullah ﷺ bersabda:“Fathimah adalah bagian dariku. Siapa yang membuatnya marah, berarti telah membuatku marah.”📖 Dalil: HR. Bukhari dan MuslimHadis ini menunjukkan besarnya kecintaan Rasulullah ﷺ kepada putrinya dan pentingnya menjaga kehormatan serta perasaan Fathimah.🌷 2. Gelar Ummu Abiha dan Az-ZahraFathimah dikenal dengan gelar Ummu Abiha, yang berarti ibu bagi ayahnya. Gelar ini menggambarkan besarnya perhatian Fathimah kepada Rasulullah ﷺ, terutama setelah wafatnya Khadijah رضي الله عنها.Beliau berusaha menghibur dan mendampingi ayahnya ketika menghadapi kesedihan serta beratnya perjuangan dakwah.Fathimah juga dikenal dengan gelar Az-Zahra, yang sering dimaknai sebagai yang bercahaya atau berseri.Pelajaran:Berikan perhatian kepada orang tua, terutama ketika mereka sedang menghadapi kesulitan.Kasih sayang dapat diwujudkan melalui perhatian dan tindakan sederhana.Anak juga dapat menjadi sumber ketenangan bagi orang tuanya.🍂 3. Menyaksikan Beratnya Perjuangan DakwahSejak kecil, Fathimah menyaksikan berbagai ujian yang dialami Rasulullah ﷺ.🥀 A. Pemboikotan di Syi'b Abi ThalibFathimah mengalami masa pemboikotan terhadap Bani Hasyim. Kaum muslimin dan keluarga Rasulullah ﷺ menghadapi kesulitan serta kekurangan makanan.Peristiwa ini menjadi bagian dari ujian berat dalam perjalanan dakwah Islam.🥀 B. Membela Rasulullah ﷺPernah suatu ketika, kaum Quraisy meletakkan kotoran unta di punggung Rasulullah ﷺ ketika beliau sedang sujud di dekat Ka'bah.Fathimah segera datang membersihkan kotoran tersebut dan menunjukkan keberaniannya membela ayahnya.Pelajaran:Membela kebenaran membutuhkan keberanian.Jangan diam ketika melihat seseorang diperlakukan secara zalim, tetapi lakukan pembelaan dengan cara yang bijaksana dan sesuai kemampuan.Kesulitan tidak seharusnya membuat kita meninggalkan kebenaran.🪷 4. Pernikahan Fathimah dengan Ali bin Abi ThalibFathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه. Pernikahan mereka berlangsung secara sederhana.Mahar Ali berupa baju perang. Perabot rumah tangga mereka juga sangat sederhana, di antaranya alas tidur dan bantal yang berisi serabut kurma.Kehidupan mereka menunjukkan bahwa pernikahan tidak harus dimulai dengan kemewahan.📖 Dalil: QS. An-Nur: 32Allah memerintahkan agar orang-orang yang belum menikah di antara kaum muslimin dinikahkan. Ayat ini menjadi pengingat agar urusan pernikahan tidak dipersulit tanpa alasan yang dibenarkan.Pelajaran:Jangan menjadikan kemewahan sebagai ukuran keberhasilan pernikahan.Utamakan kesiapan agama, tanggung jawab, dan akhlak.Kesederhanaan dapat menjadi jalan untuk membangun rumah tangga yang penuh keberkahan.🌿 5. Kehidupan Rumah Tangga dan Zikir Sebelum TidurFathimah dan Ali menjalani kehidupan rumah tangga dengan sederhana. Mereka saling membantu dalam pekerjaan sehari-hari.Pekerjaan rumah tangga terasa berat bagi Fathimah. Ali kemudian menyarankan agar Fathimah meminta bantuan kepada Rasulullah ﷺ.Rasulullah ﷺ tidak memberikan pembantu kepada mereka, tetapi mengajarkan zikir sebelum tidur yang dikenal sebagai Tasbih Fathimah.✨ Zikir sebelum tidurسُبْحَانَ اللَّهِ ٣٣ مَرَّةًالْحَمْدُ لِلَّهِ ٣٣ مَرَّةًاللَّهُ أَكْبَرُ ٣٤ مَرَّةًBacaan:Subhanallah — 33 kaliAlhamdulillah — 33 kaliAllahu Akbar — 34 kali📖 Dalil: HR. Bukhari dan MuslimRasulullah ﷺ mengajarkan zikir ini sebagai sesuatu yang lebih baik bagi Fathimah dan Ali daripada seorang pembantu.Pelajaran:Jangan meremehkan kekuatan zikir dalam kehidupan sehari-hari.Biasakan mengingat Allah sebelum tidur.Kesederhanaan dan kerja keras perlu disertai keteguhan hati serta tawakal kepada Allah.Zikir tidak menggantikan usaha, tetapi menguatkan hati dalam menjalani tanggung jawab.🌸 6. Menyelesaikan Perselisihan Rumah TanggaDalam kehidupan rumah tangga, Fathimah dan Ali juga pernah mengalami perselisihan.Rasulullah ﷺ mendatangi Ali yang sedang berada di masjid. Beliau membersihkan tanah di pundak Ali dan memanggilnya dengan sebutan “Abu Turab”, yang berarti bapak tanah.Panggilan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kelembutan Rasulullah ﷺ kepada Ali.📖 Dalil: HR. BukhariKisah ini menunjukkan bahwa persoalan rumah tangga dapat disikapi dengan ketenangan, perhatian, dan cara yang tidak memperbesar konflik.Pelajaran:Jangan memperbesar masalah kecil hingga menjadi pertengkaran panjang.Pilih perkataan yang menenangkan, bukan yang memancing emosi.Ketika membantu orang lain menyelesaikan masalah, utamakan kebijaksanaan dan jangan terburu-buru menghakimi.Dalam rumah tangga, kasih sayang dan komunikasi yang baik sangat penting.🍃 7. Pelajaran Utama dari Kisah Fathimah✨ Berbakti kepada orang tua: Berikan perhatian dan dukungan kepada orang tua, terutama saat mereka membutuhkan.✨ Berani membela kebenaran: Jangan membiarkan rasa takut membuat kita diam terhadap kezaliman.✨ Menjaga kesederhanaan: Kemewahan bukan syarat utama rumah tangga yang bahagia.✨ Membiasakan zikir: Jadikan zikir sebagai bagian dari rutinitas harian.✨ Menyelesaikan masalah dengan lembut: Perhatian dan sikap tenang dapat membantu meredakan konflik.🥀 8. Muhasabah Diri🌷 Apakah aku sudah memberikan perhatian yang cukup kepada orang tuaku?🌷 Apakah aku menjadikan kemewahan sebagai ukuran kebahagiaan?🌷 Apakah aku sudah membiasakan zikir sebelum tidur?🌷 Ketika terjadi perselisihan, apakah aku berusaha menenangkan keadaan atau justru memperkeruhnya?🌷 Apakah aku sudah berusaha membela kebenaran dengan cara yang bijaksana?✨ KesimpulanKisah Fathimah binti Rasulullah ﷺ mengajarkan bakti kepada orang tua, keberanian membela kebenaran, kesederhanaan dalam rumah tangga, serta pentingnya zikir dan akhlak yang lembut.Fathimah menjadi teladan bahwa kemuliaan seorang muslimah terlihat dari iman, kesabaran, kasih sayang, dan kesungguhannya dalam menjalani kehidupan.Semoga Allah menjadikan kita wanita yang berbakti, kuat dalam iman, lembut akhlaknya, dan istiqamah dalam mengingat-Nya. Aamiin. 🌸

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
J

Juleha

📍 Kota Palu

FATIMAH BINTI RASULULLAH

Al Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahFatimah putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamRasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan 4 wanita yang merupakan sayyidat ahlul jannah.AsiyahMaryamKhadijahFatimahIni menunjukan akan mulianya kedudukan fatimah radiyallahu ‘anha.Fatimah dikelilingi oleh orang-orang yang mulia, Ayahnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ibunya khadijah bintu khuwailid wanita yang sangat mulia yang Allah mengirim salam kepada beliau.Suaminya Ali bin Abu Tholib sang pahlawan sang jagoan yang telah dijamin surga oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamPutra-putranya hasan dan husein Rasulullah mengatakan kedua cucuku ini adalah para pemimpin para pemuda di surga.Dari sini kita tahu bahwa fatimah radiyallahu anha diliputi oleh orang-orang yang termulia.Dan dia dibimbing dalm lingkungan yang terindah, di rumah yang terbaik dengan kedua orang tua yang baik.Dengan suami yang mulia dan dikelilingi oleh anak-anak yang sangat mulia.Fatimah Radiyallahu ‘Anha disebutkan oleh para ahli siroh yaitu lahir kurang lebih  5 tahun sebelum kenaniam. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallammenjadi nabi ketika berusia 40 tahun.Fatimah Radiyallahu ‘anha wafat pada 11 hijriyah.Usia beliau ketika wafat sekitar 29 tahun.Beliau adalah anak terakhir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Khadijah.Faathimah kulitnya putih dan bercahaya mirip seperti ayahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#31 Kisah Fatimah binti Rasulullah

#31 Kisah Fatimah binti RasulullahUst Dr. Firanda Andirja, M.AFatimah adalah salah satu wanita yang sempurna, maka sangat mulia kedudukannya. Ia dikelilingi orang-orang mulia. Beliau adalah putri terakhir Nabi Muhammad dari Khadijah. Umurya 5 tahun saat Rasulullah diangkat menjadi Rasul.Fatimah wafat pada 11 Hijriah, pada usia kurang lebih 29 tahun.Ia disebut Ummu Habiah (AIbu dari ayahnya sendiri), karena dialah yang mengurus ayahnya setelah Khadijah meninggal, dan putri satu-satunya yang masih hidup.Gelar lainnya adalah Azzahra, maknanya yang putih dan bersinar. Fatimah sejak kecil melihat perjuangan Rasulullah. Fatimah akhirnya dinikahkan kepada Ali bin Abi Thalib dengan pernikahan yang sederhana.Kehidupan rumah tangga Fathimah sederhana.Suatu waktu Fatimah dan Ali meminta budak kepada Rasulullah untuk membantu pekerjaan rumah, namun Rasulullah menolak dan diarahkan berdzikir.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassallam

Kisah Fatimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam 1. Keutamaan dan Kedudukan: Fatimah radhiallahu 'anha adalah salah satu wanita paling sempurna dan termulia serta menjadi pemimpin para wanita di surga. Beliau lahir sekitar lima tahun sebelum kenabian dan wafat pada tahun 11 Hijriah. Fatimah dikelilingi oleh orang-orang termulia: ayah (Rasulullah SAW), ibu (Khadijah binti Khuwailid), suami (Ali bin Abi Thalib), serta putra-putranya (Hasan dan Husain).2. Kehidupan di Masa Dakwah: Fatimah mendampingi Rasulullah SAW melalui berbagai masa sulit di Makkah, termasuk menyaksikan penderitaan dan gangguan kaum Quraisy terhadap ayahnya.3. Pernikahan dengan Ali bin Abi Thalib: Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib dalam kesederhanaan. Pernikahan ini dilandasi oleh sikap saling memahami, di mana Nabi SAW mendahulukan Ali karena keadaannya yang membutuhkan.4. Kehidupan Rumah Tangga: Fatimah dan Ali menjalani kehidupan rumah tangga yang mandiri dan sangat sederhana. Ketika meminta bantuan untuk meringankan pekerjaan rumah, Nabi SAW memberikan solusi berupa zikir sebelum tidur daripada memberikan seorang pembantu.5. Menghadapi Problematika Rumah Tangga: Ceramah ini juga menceritakan kebijaksanaan Rasulullah SAW dalam mendamaikan dan menyelesaikan kesalahpahaman antara Fatimah dan Ali bin Abi Thalib tanpa memperpanjang masalah.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 31 Kisah Fatimah binti Rasulullah ﷺ (Bagian 1)

Materi 31Kisah Fatimah binti Rasulullah ﷺ (Bagian 1)1. Wanita-Wanita yang Memiliki KeutamaanRasulullah ﷺ bersabda bahwa di antara kaum laki-laki banyak yang mencapai kesempurnaan, sedangkan dari kalangan wanita terdapat empat wanita yang memiliki keutamaan istimewa, yaitu:Asiyah binti Muzahim, istri Fir'aun.Maryam binti Imran.Khadijah binti Khuwailid.Fatimah binti Muhammad ﷺ.Keutamaan Aisyah dibandingkan wanita lainnya seperti keutamaan makanan tsarid dibandingkan makanan-makanan lainnya.Dalil:Rasulullah ﷺ bersabda:«فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ»Artinya: "Keutamaan Aisyah dibandingkan wanita-wanita lainnya seperti keutamaan tsarid dibandingkan makanan-makanan lainnya."(HR. Bukhari dan Muslim)2. Kelahiran Fatimah binti Rasulullah ﷺFatimah lahir sekitar 5 tahun sebelum Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi Rasul.Beliau adalah putri bungsu Rasulullah ﷺ.Orang-orang mensifati Fatimah dengan Az-Zahra, artinya putih bercahaya.3. Saudara-Saudara FatimahFatimah merupakan putri Rasulullah ﷺ dari pernikahan beliau dengan Khadijah binti Khuwailid.Anak-anak Rasulullah ﷺ dan Khadijah:Al-Qasim.Abdullah.Zainab.Ruqayyah.Ummu Kultsum.Fatimah.Di antara seluruh anak Rasulullah ﷺ, Fatimah adalah satu-satunya yang masih hidup setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.4. Dakwah Rasulullah ﷺ- Rasulullah dan bank Hasyim pernah diboikot selama 3 tahun di Sye'eb Abi Thalib. Sye'eb adalah jalan kecil di antara gunung-gunung. Mereka meninggalkan rumah-rumah mereka dan berkumpul di Sye'eb, diboikot selama 3 tahun. Jika ada barang tidak boleh dijual, dan tidak boleh membeli barang dari mereka, dan tidak boleh dibantu. Dan ini dialami oleh Fatimah. - Diantara kejadian pahit yang dialami Fatimah adalah ketika ayahnya dihinakan oleh kaum Quraisy sekitar tahun 10 kenabian setelah wafatnya Abu Thalib. Ketika itu Fatimah berumur sekitar 15 tahun. Dalam shahih Muslim dari Ibnu Mas'ud, beliau berkata :Suatu hari ketika Rasulullah shalat di sisi Ka'bah, sementara Abu Jahal dan teman-temannya sedang duduk. Abu Jahl berkata "wahai kawan siapa kemaren yang ambil isi perut unta yang disembelih kemaren, ambilah apabila Muhammad sedang sujud letakakan isi perut unta tersebut di kedua pundaknya" Kemudian berdiri Uqbah bin Abi Muaid mengambil isi perut unta tersebut lalu meletakkannya di antara dua pundak Nabi ketika Nabi sujud. Maka mereka pun tertawa terbahak-bahak karena Nabi sujud tidak bangun bangun, jika Nabi bangun kotorannya kemana-mana. Ibnu Mas'ud hadir disitu namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak punya kekuatan dan bukan orang Quraisy. Sampai akhirnya ada orang yang melaporkan kejadian tersebut kepada Fatimah. Fatimah datang lalu membersihkan pundak ayahnya kemudian dia balik menghadap Abu Jahl dan memaki mereka. Setelah dibersihkan Rasulullah pun melanjutkan shalatnya, kemudian Rasulullah berdoa mengangkat suara dan didengar mereka "Ya Allah hancurkanlah Quraisy, Ya Allah binasakanlah Quraisy, Ya Allah binasakanlah Abu Jahl bin Hisyam, Ya Allah binasakanlah Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Walid bin Uqbah, Umayyah bin Khalaf, Uqbah bin Abi Muaid. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata " Demi Zat yang mengutus Muhammad dengan kebenaran, aku melihat semua yang disebut Nabi 7 oarng tersebut binasa dalam perang Badar."5. Rasulullah hijrah ke Madinah- Rasulullah hijrah ke Madinah, saat itu umur Fatimah 18 tahun- Disebutkan setelah 1 tahun hijrah, Rasulullah menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib- Sebelumnya Fatimah dilamar Abu Bakar dan Umar, namun keduanya ditolak Nabi- Kemudian Ali bin Abi Thalib melamar Fatimah. Ketika itu usianya sekitar 21/23 tahun. - Kemudian terjadilah pernikahan Fatimah dan Ali. Pernikahan mereka sederhana6. Kehidupan Rumah Tangga Fatimah dan Ali bin Abi Thalib- Mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang sangat sederhana - Suatu hari Ali mendengar bahwa Rasulullah mendapat ghanimah berupa tawanan (budak-budak) perang, lalu Ali meminta Fatimah untuk meminta budak (pembantu) kepada ayahnya karena dia merasa berat menimba air sampai dadanya sakit, Fatimah setuju karena Fatimah merasakan hal yang sama dia capek menggiling gandum sampai tangannya kapalan. - Kemudian Fatimah dan Ali mengunjungi Rasulullah, Ali berkata "Ya Rasulullah aku capek menimba air sampai dadaku sakit". Fatimah menambahkan " Benar wahai ayahku demikian juga aku sudah menggiling gandum sampai tanganku kapalan". Mereka berkata "berikanlah pembantu kepada kami". Rasulullah berkata "Demi Allah aku tidak akan memberikan budak (pembantu) kepada kalian sementara ahlus suffah kelaparan, sementara saya tidak punya harta untuk berinfaq untuk mereka, ini budak-budak akan saya jual dan saya infaqkan kepada mereka"Mereka pun pulang dan memahami kondisi ayahnya. - Rasulullah mendatangi mereka lalu berkata "Maukah aku kabarkan kepada kalian berdua yang lebih baik daripada pembantu yang kalian minta?" Mereka menjawab "tentu ya Rasulullah"Rasulullah berkata "Jika kalian hendak tidur bertasbihlah 33x, bertahmidlah 33x dan bertakbirlah 34x"- Ali bin Abi Thalib berkata "Demi Allah aku tidak pernah meninggalkan dzikir ini sebelum tidur sejak Nabi mengajarkannya"- Ketika Fatimah dan Ali sedang mengalami masalah rumah tangga, Ali pergi dari rumah dan tidur siang di Masjid Nabawi. Kemudian Rasulullah bertanya kepada Fatimah, kemudian Rasulullah mencari Ali dan ternyata Ali berada di Masjid. Rasulullah tidak membela Fatimah dan tidak membela Ali, dan beliau juga tidak mempertanyakan. Beliau hanya memberi perhatian, dan meminta Ali untuk pulang.Pelajaran :1. Kisah diatas adalah dalil yang menunjukkan bahwasanya dalam berumah tangga kita harus bersabar. 2. Qana'ah dan menguatkan diri dengan banyak berdzikir kepada Allah3. Kerja sama dalam menjalankan tugas rumah tangga4. Tidak ikut campur masalah rumah tangga anak dan menantu

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 31-Kisah Fathimah Bintu Rasulullah (1)

Kisah Fathimah Binti Rasulullah(1)Kajian Ustadz Firanda AndirjaRasulullah bersabda dalam hadits “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi wanita yg sempurna hanya 4 orang: Asiyah istri fir’aun, Khadijah Binti Khuwailid, Maryam Bintu Imran, dan Fathimah Bintu Muhammad. Dan keutamaan Aisyah diantara wanita-wanita lain nya adalah bagaikan makanan tsarid dibanding kak makanan-makanan yg lain.”Ini menunjukkan mulianya kedudukan Fathimah radhiallahu ta’ala ‘anhaFathimah dikelilingi orang-orang yg termulia. Ayahnya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yg tidak akan mampu kita sebutkan seluruh kemuliaannya. Ibunya Khadijah Bintu Khuwailid wanita sangat Mulia yg Allah mengirimkan salam kepada beliau radhiallahu taala anha. Suaminya, Ali bin Abu Thalib sang Palawan yg telah dijamin surga oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Anak-anaknya Hasan & Husein adalah pemimpin para pemuda di surga.Fathimah lahir +- 5 th sebelum kenabian. Fathimah wafat pada tahun 11 H (usia +- 29th)Beliau putri terakhir Nabi shallallahu alaihi wasallam. Satu-satunya anak Nabi yg hidup setelah wafat nya Nabi. Semua anak-anak Nabi yg lain meninggal di masa hidup nya Nabi. Diantara kunyah Fathimah yaitu ‘ummu abiha’ atau ibunya ayahnya karena perhatiannya terhadap ayahnya. Diantara gelar yg disematkan kepada Fathimah yaitu ‘az zahra’ yg artinya putih bercahaya karena secara fisik beliau demikian, sebagaimana fisik ayahnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun demikian.Fathimah hidup bersama Ibu & ayahnya yg ketika Nabi diangkatsebagai seorang Nabi dia berusia +- 5 atau 6 tahun dan mendapati berbagai kejadian, penderitaan dalam dakwah. Diantara nya anak-anak Nabi (kakak-kakak Fathimah) yg diceraikan atas provokasi orang-orang quraisy. Kemudian Nabi & bani hasyim diboikot selama 3th di syiib sampai banyak yg kelaparan & meninggal. Juga ketika ayahnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dihinakan oleh kaum quraisy sekitar tahun 10 kenabian, dilempar kotoran di punggungnabi ketika sujud dalam sholat sehingga Nabi tertahan dalam sujud nya cukup lama kemudian Fathimah bersihkan kotoran di punggung ayahnya & Nabi pun bangkit dari sujud & melanjutkan sholat, dsb. Fathimah sejak kecil menghadapi & melihat penderitaan yg dialami ayah ibunya.Ketika Rasulullah berhijrah ke Madinah usia Fathimah sekitar 18th. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menikahkan Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib dg pernikahan yg sangat sederhana. Ali adalah anak dari Abu Thalib yg juga sepupu Nabi. Abu Thalib seorang yg miskin sehingga sejak kecil Ali sudah diasuh oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam & Nabi kenapa betul siapa & bagaimana Ali. Pernikahan Ali dan Fathimah sangat sederhana.Diantara faedahnya:Pernikahan hendaknya tidak dipersulit. Jika orang tua punya anak yg hendak menikah, bekali dengan ilmu, jangan ditunda-tunda, terlebih di zaman ini yg begitu banyak firman.Kehidupan rumah tangga Fathimah & AliMereka tinggal di rumah tersendiri, tidak bergabung dg orang tua.*diantara sunnah adalah mengajarkan anak yg sudah menikah untuk mandiri, boleh membantu, memberi perhatian, tapi jika mereka sudah mampu hendaknya menjalani rumah tangga sendiri.Ketika menikahkan Fathimah dengan Ali, Nabi mengirim beberapa peralatan rumah tangga sederhana untuk mereka gunakan. Suatu hari Ali merasa letih dengan pekerjaan rumahnya (menimba air), begitu juga Fathimah (menggiling gandum). Ali mendengar Nabi baru saja mendapat ghanimah. Akhirnya Ali & Fathimah mendatangi Nabi untuk meminta budak (pembantu) untuk membantu mereka. Nabi tidak memberikan budak itu kepada mereka karena para sahabat (ahlus suffah) sedang dalam kondisi yg kekurangan. Budak-budak tersebut akan Nabi jual & uang nya untuk ahlus suffah.Nabi memberi solusi yg lebih baik sari pada pembantu “Dzikir-dzikir yg Jibril aja Rian kepadaku. Tasbih 10x setiap selesai sholat, tahmid 10x, dan takbir 10x. Jika kalo an ingin tidur bertasbihlah 33x, bertahmidlah 33x, bertakbirlah 34x”Sejak Nabi mengajarkan ini, Ali tidak pernah meninggalkan dzikir ini sampai beliau meninggal.*ini menjadi dalil bahwa:Dalam kehidupan rumah tangga kita bersabar. Jika qadarullah Allah memberikan harta yg cukup maka kita qanaah& mengatakan diri kita dg dzikir kepada Allah.Nabi tidak memanjakan putrinya dementors masih ada orang miskin yg lebih membutuhkan.Suami istri bekerja sama dalam menjalankan tugas-tugas rumah tanggaDiantara teladan Ali dalam menghadapi masalah rumah tangga dengan Fathimah yaitu ketika ada masalah Ali diam dan pergi ke masjid. Karena disaat seperti ini godaan syaithan sgt banyak, salah satu tujuan syaithan menggoda manusia adalah untuk membuat suami istri bercerai, maka pergi lah ke tempat yg baik yaitu ke masjid.Nabi mengetahui anak dan mantunya sedang ada masalah kemudian Nabi mendatangi Ali dan menyuruh nya pulang. Nabi tidak memberi putri nya mau pun menantunya, Nabi bersikap netral. Nabi tidak pula bertanya tentang apa masalah mereka. Akhirnya Ali pulang & masalah mereka pun selesai.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

ceritakan kisah fatimah dari gambar terlampirBerdasarkan gambar infografis kajian Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A. yang Anda lampirkan, berikut adalah rangkuman lengkap Kisah Fatimah binti Rasulullah (Part-1) yang dibagi ke dalam 6 poin utama:1. Pendahuluan – Keutamaan & KemuliaanWanita Sempurna & Pemimpin Surga: Fatimah adalah salah satu dari 4 wanita sempurna di dunia (bersama Asiyah istri Fir'aun, Khadijah, dan Maryam binti Imran) serta merupakan pemimpin wanita di surga.Keutamaan Aisyah: Keutamaan Aisyah dibandingkan wanita lain dianalogikan seperti makanan tsarid di atas makanan lainnya.Dikelilingi Orang Terbuka: Fatimah hidup di lingkungan orang-orang termulia; ayahnya adalah Rasulullah, ibunya Khadijah, suaminya Ali bin Abi Thalib (jaminan surga), serta anak-anaknya, Hasan dan Husain, yang merupakan pemimpin pemuda surga.2. Kelahiran, Silsilah, dan JulukanKelahiran: Lahir 5 tahun sebelum kenabian (saat Nabi berusia 35 tahun) dan wafat pada tahun 11 Hijriah dalam usia 29 tahun.Anak Tunggal yang Tersisa: Beliau merupakan putri bungsu sekaligus satu-satunya anak Nabi yang masih hidup setelah Nabi wafat.Kunyah: Dijuluki Ummu Abiha (Ibu dari ayahnya) karena perkataan dan kelembutannya yang sangat merawat sang ayah.Gelar: Dijuluki Az-Zahra yang berarti putih bersinar (seperti ayahnya).3. Masa Kecil & Perjuangan di MakkahPemberhentian di Syi'ib Abi Thalib: Fatimah membersamai dakwah Nabi dan ikut merasakan beratnya boikot terhadap Bani Hasyim selama 3 tahun.Kisah Kotoran Unta: Saat berusia sekitar 15 tahun (tahun 10/11 kenabian), Fatimah menyaksikan punggung ayahnya dilempari kotoran unta oleh Uqbah bin Abi Mu'aith atas perintah Abu Jahal saat Nabi sedang sujud di Ka'bah. Sementara kaum Quraisy tertawa, Fatimah dengan berani datang membersihkan kotoran tersebut dan memarahi Abu Jahal.Doa Nabi: Nabi kemudian mendoakan kebinasaan bagi para pembesar Quraisy tersebut, yang akhirnya semua tewas di Perang Badar dan dilemparkan ke sumur Badar.4. Pernikahan dengan Ali bin Abi ThalibLamaran Sahabat: Lamaran dari Abu Bakar dan Umar bin Khattab sempat ditolak oleh Nabi karena Nabi sedang menunggu ketentuan (wahyu) dari Allah.Kondisi Ali: Ali didorong oleh budak wanitanya untuk melamar karena Ali awalnya sangat minder dan tidak punya mahar.Mahar: Ali menikah menggunakan mahar berupa baju perang Huthamiyah senilai 4 dirham yang kemudian diterima oleh Nabi.Pernikahan Sederhana: Pernikahan mereka berlangsung sangat bersahaja dengan fasilitas rumah tangga yang minimalis: alas kulit domba, isi serabut kurma, bantal kulit, wadah air, dan penggiling gandum.5. Kehidupan & Zikir Pemberi KekuatanPekerjaan Rumah yang Berat: Fatimah hidup mandiri tanpa pembantu. Beliau kelelahan menimba air dan menggiling gandum sendiri hingga tangannya lecet-lecet dan sakit.Permintaan Pembantu Ditolak: Ketika Fatimah meminta budak/pembantu kepada Nabi, Nabi menolaknya karena lebih memprioritaskan Ahlus Suffah (sahabat miskin yang tinggal di masjid).Zikir Pengganti Pembantu: Nabi mendatangi rumah mereka di malam hari dan memberikan solusi yang lebih baik dari pembantu, yaitu membaca zikir sebelum tidur: Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, dan Allahu Akbar 34x (Total = 100).Ketaatan Ali: Ali konsisten mengamalkan zikir ini dan tidak pernah meninggalkannya, bahkan pada malam berkecamuknya Perang Siffin.6. Penyelesaian Konflik BijakPerselisihan Rumah Tangga: Layaknya manusia biasa, perselisihan kecil tetap ada di rumah tangga mereka.Julukan Abu Turab: Suatu hari Nabi datang ke rumah Fatimah, namun Ali tidak ada karena pergi setelah mereka berselisih. Nabi menemukan Ali sedang tidur di masjid dengan selendang yang tersingkap hingga badannya penuh debu. Nabi membersihkan debu tersebut sambil memanggilnya "Abu Turab" (Bapak Tanah) dengan penuh kasih sayang dan candaan.Kebijaksanaan: Konflik diselesaikan dengan bijak tanpa menyudutkan salah satu pihak, tidak meledak-ledak, dan tidak memperpanjang masalah.Tidak semua masalah harus di pertanyakan, jangan mengungkit masalah yang sudah lewat dan tidak semua masalah harus diselesaikan dengan detail KesimpulanFatimah adalah wanita termulia yang diliputi kemuliaan, namun menjalani kehidupan rumah tangga yang sangat sederhana, penuh dengan zikir, dan sarat akan hikmah.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 31 🌼kisah Fatimah binti Rasulullah (bagian 1)

‎Kisah Fatimah binti Rasulullah (bag.1)‎Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA ‎Biografi Fatimah binti Muhammad ‎Fatimah Radhiyallahu ta'ala Anha dikelilingi oleh orang orang yang mulia yang ayahnya adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan ibunya adalah wanita yang sangat mulia yaitu Khadijah binti khuwailid dan suaminya adalah sang jagoan Ali bin Abi Thalib dan yang kata nabi shalallahu alaihi wasallam adalah sahabat yang di jamin masuk surga dan anak anak beliau adalah Hasan dan husain.Masa kecil Fatimah binti Muhammad ‎Fatimah lahir sekitar 5th sebelum kenabian dan nabi shalallahu alaihi wasallam berusia sekitar 35th dan Fatimah wafat sekitar usia 29th.dan adalah putri terakhir nabi shalallahu alaihi wasallam.dan satu satunya anak nabi yang hidup ketika di jaman nabi shalallahu alaihi wasallam.dan sebagian ulama menyebutkan diantara kunyahnya Fatimah Radhiyallahu ta'ala Anha Ummu abiha (ibu dari ayahnya) karena seakan akan Fatimah menempati posisi ibu nabi shalallahu alaihi wasallam.,karena beliau memberikan perhatian khusus kepada ayahnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.dan beliau mendapat gelar azzahro (yang putih dan bersinar).meskipun pelafalan azzahro inti tidak ada dalam hadits hadits dan tidak di sebutkan oleh para sahabat namun tidak mengapa karena sesuai dengan kenyataan fisik Fatimah.‎fatimah Radhiyallahu ta'ala Anha hidup bersama dengan ayah dan ibunya dan ketika nabi diangkat menjadi seorang nabi, usianya mungkin masih 5 atau 6th.beliau pun banyak mengalami penderitaan penderitaan dalam dakwah diantaranya kita tahu bagaimana kisah kisah putri nabi dicerai seperti rukkayyah dan Ummu kulsum.orang orang Quraisy berkata kepada mantu mantu nabi:"hendaklah kalian menceraikan putri putri Muhammad,jika kalian menceraikan maka kalian boleh memilih wanita mana saja yang hendak kalian nikahi."akhirnya mereka memilih tawaran Quraisy.dan ketika Bani Hasyim di boikot selama 3 tahun sampai banyak yang meninggal dunia karena kelaparan.dan diantara kejadian yang sangat pahit di alami oleh Fatimah yaitu ketika dia melihat ayahnya di hinakan oleh kaum Quraisy sekitar tahun 10 kenabian. Dalam riwayat sahih muslim,dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu,berkata:"suatu hari ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sedang sholat di sisi Ka'bah di Mekkah , sementara abu jahal dan teman temannya sedang duduk,dan kemarin ada seekor unta yang di sembelih kemudian dikumpulkan isi perutnya,maka abu Jahal berkata: "siapa diantara wahai kawan kawan yang kemarin mengambil isi perutnya yang di sembelih?kemudian letakkan di pundak Muhammad ketika Muhammad sujud dan bangunlah Ubai bin abu muaid (orang yang paling celaka diantara mereka) dan dia pun meletakkan di pundak nabi ketika nabi bersujud dan mereka pun tertawa dan tertawa sampai karena tertawa terbahak-bahak sampai mereka sempoyongan,dan saya hadir waktu itu ,kata Ibnu Mas'ud. Seandainya saya punya kekuatan,punya kabilah yang kuat maka saya akan bersihkan kotoran itu dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sujud terus tak bergeming dan berdirilah seseorang dan lapor ke Fatimah dan dia pun datang membersihkan kotoran di pundak nabi shalallahu alaihi wasallam dan dia berbalik menghadap abu Jahal dan temannya dan memaki maki mereka.dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun melanjutkan sholatnya ketika kotoran sudah di bersihkan oleh putrinya. Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdoa mengangkat suara sehingga di dengar oleh mereka: "yaa Allah hancurkanlah Quraisy,binasakan Quraisy" dan tatkala abu Jahal dan teman temannya mendengar doa nabi shalallahu alaihi wasallam,mereka tiba tiba terdiam dan mereka takut doanya di kabulkan.lali nabi shalallahu alaihi wasallam berdoa kembali:"yaa Allah binasakan abu Jahal bin Hisyam,Walid bin khutbah,Ubai .semua ada 7 orang dan semuanya dibinasakan di perang Uhud.Pernikahan Fatimah binti Muhammad ‎ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berhijrah ke kota Madinah,usia Fatimah sekitar 18 tahun. Setelah setahun hijrah,maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib. Sebagian riwayat menyebutkan bahwasannya Fatimah sudah di lamarvoleh orang orang yang mulia diantaranya abu bakar,Umar bin Khattab,ada yang menyebutkan bahwa nabi telah menjanjikan putrinya untuk Ali bin Abi Thalib. Dalam sebuah riwayat,Ali bin Abi Thalib bercerita: " Fatimah di lamar oleh orang,maka ada seorang budakku berkata kepadaku:"wahai Ali, apakah kau sudah tau Fatimah dilamar?lalu Ali menjawab : aku tidak tahu.lalu sang budak berkata: "mengapa kau tidak pergi kepada nabi dan kau lamar juga Fatimah?"lalu Ali berkata: "aku punya apa mau menikah dengan Fatimah?" Lalu dia pun menjawab : tenang saja,maju saja insyaallah kau akan diterima oleh nabi".dan aku pun datang menemui nabi tetapi aku tidak mampu berbicara dengan nabi shalallahu alaihi wasallam dan aku hanya terdiam.maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata: "apa yang membuatmu datang kesini? apakah kau ada keperluan?" Aku hanya terdiam.lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:" apakah kau kemari mau melamar Fatimah?" Aku menjawab :"iya". Rasulullah bertanya: "kau punya sesuatu untuk mahar?"aku menjawab: "demi Allah aku tidak punya apa apa." Lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata: "bagaimana dengan baju perang yang pernah aku berikan kepadamu?"Ali pun menjawab : " demi dzat yang jiwa Ali berada di tangannya sungguh itu adalah baju perang utomiah harganya hanya 4dirham."Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata: "aku sudah nikahkan kau dengan Fatimah."‎dalam sebagian riwayat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:"apa keinginan kamu kesini?"Ali menjawab : "aku keinget Fatimah putri Rasulullah " Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:" selamat datang".‎pernikahan Fatimah dan Ali sangat sederhana dengan mahar yang sangat sederhana.‎Catatan: bisa di ambil hikmah di sini,jika pernikahan itu jangan di persulit apalagi di jaman sekarang yang penuh dengan fitnah.maka bekali putra putri kita dengan ilmu bahwasannya pernikahan bukan main main harus penuh dengan keseriusan.‎kehidupan rumah tangga Fatimah‎Fatimah dan Ali hidup dengan rumah tersendiri dan ini adalah Sunnah dengan mengajarkan anak anak tinggal di rumah sendiri.dan kehidupan rumahtangga Fatimah sangat sederhana dengan perabotan rumah yang sangat sederhana.‎Dalam sebuah riwayat,Ali bin Abi Thalib berkata:"ketika Ali menikah dengan Fatimah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengirimkan kain sebagai peralatan untuk di rumah,dan bantal dan alat penggiling gandum dan tempat minum.suatu hari Ali bin Abi Thalib letih dan ketika itu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendapatkan ghonimah berupa tawanan perang dan ketika itu Ali pun memberikan ide kepada Fatimah, Ali berkata kepada Fatimah:"wahai Fatimah,aku capek terus mengambil air sampai dadaku sakit,dan ayahmu lagi dapat ghonimah banyak berupa budak budak, pergilah engkau kepada ayahmu untuk meminta budak.fatimah menjawab:"akupun demikian,menggiling gandum" dan Fatimah pun mendatangi nabi.dan nabi berkata:"wahai putriku,apa yang membuatmu datang kepadaku?"Fatimah menjawab :"aku hanya ingin menyapu yaa ayahku." Lalu Fatimah kembali kerumahnya dan beliau tidak mengutarakan keinginannya karena malu.akhirnya Fatimah dan Ali jalan berdua untuk bertemu nabi shalallahu alaihi wasallam dan Ali berkata: "wahai Rasulullah,aku lelah telah menimba air setiap hari"Fatimah berkata: "iyaa ayah,aku demikian juga menggiling gandum,dan Allah telah memberikan mu kelapangan,ada budak budak,berilah kepada kami."Rasulullah shalallahu alaihi menjawab:"demi Allah,aku tidak akan memberikan kalian  pembantu sedangkan ahlus suffah(orang miskin yang datang ke kota Madinah untuk mempelajari Islam yang tidak memiliki tempat tinggal) kelaparan ,ini budak budak yang ada mau aku jual buat ahlus suffah." Mereka berduapun kembali dan nabi shalallahu alaihi wasallam datang menyusul mereka dan berkata: maukah aku kabarkan kepada kalian berdua yang lebih baik daripada pembantu yang kalian minta?doa doa yang Jibril ajarkan kepadaku?kalian bertasbih 10x setiap selesai sholat dan kalian mengucapkan Alhamdulillah 10x dan kalian bertakbir 10x.dan ketika kalian hendak tidur bertasbihlah 33x, ucapkanlah hamdalah 33x dan bertakbirlah 34x.ini obat supaya kuat beraktifitas setiap hari."‎ini dijadikan dalil bagaimana kita menjalankan dalam rumah tangga.qonaah dalam menjalankan kehidupan.‎Pernikahan Fatimah dan Ali pun tidak luput dari suatu permasalahan.suatu hari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menengok Fatimah dan kala itu tidak ada Ali.maka nabi pun bertanya:"dimana putra pamanmu?"Fatimah tidak menjelaskan secara detail,dia hanya berkata:"saya ada masalah dengan dia,dia bikin saya marah dan dia pun pergi,makanya tidak tidur siang di rumah."maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata kepada seseorang yang berada di situ:" Coba carilah Ali bin Abi Thalib"maka datanglah lelaki itu dan mengatakan "yaa Rasulullah,Ali sedang tidur di masjid." Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun datang ke masjid Nabawi dan melihat Ali tidur di sana.lalu berkata: "wahai abu thurob,bangunlah." Lalu Ali pun bangun dan pulang ke rumah.‎Point : di sini Rasulullah tidak kepo dengan permasalahan rumah tangga anaknya,dia hanya datang dan menanyakan mantunya.dan Rasulullah tidak membela putrinya diapun perhatian kepada mantunya tanpa menyalahkan mantunya.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

KISAH FATIMAH BINTI RASULULLAH ﷺ

1. Wanita-wanita yang mencapai kesempurnaanBanyak laki-laki yang mencapai kesempurnaan, tetapi wanita yang mencapai kesempurnaan sangat sedikit. Dalam beberapa riwayat disebutkan empat wanita terbaik, yaitu Asiyah istri Fir'aun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad.Adapun Aisyah رضي الله عنها memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ mengumpamakan keutamaannya seperti tsarid dibandingkan makanan lainnya.Artinya:"Banyak laki-laki yang mencapai kesempurnaan, tetapi tidak ada wanita yang mencapai kesempurnaan kecuali Asiyah, istri Fir'aun, dan Maryam binti Imran. Dan sungguh, keutamaan Aisyah dibandingkan wanita-wanita lainnya seperti keutamaan tsarid dibandingkan seluruh makanan lainnya."HR. Bukhari no. 3411.Tsarid adalah makanan berupa roti yang dicampur dengan kuah dan daging. Makanan ini memiliki kedudukan istimewa.2. Fatimah dikelilingi orang-orang muliaFatimah رضي الله عنها tumbuh dalam keluarga yang sangat mulia.Ayahnya adalah Rasulullah ﷺ.Ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها, wanita yang Allah kirimkan salam kepadanya.Suaminya adalah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, seorang pahlawan dan pejuang Islam yang termasuk sahabat yang dijamin surga.Anak-anaknya adalah Hasan dan Husain رضي الله عنهما, pemimpin para pemuda penghuni surga.Fatimah dibimbing dan tumbuh dalam rumah yang sangat mulia. Ayahnya seorang Rasul, ibunya wanita yang mulia, suaminya seorang sahabat utama, dan anak-anaknya mendapatkan kabar gembira sebagai pemimpin para pemuda penghuni surga.3. Kelahiran dan keluarga FatimahFatimah رضي الله عنها dilahirkan lima tahun sebelum kenabian, ketika Rasulullah ﷺ berusia 35 tahun.Beliau adalah putri bungsu Rasulullah ﷺ.Rasulullah ﷺ memiliki anak-anak sebagai berikut:Al-Qasim.Abdullah.Keduanya lahir sebelum Rasulullah ﷺ diangkat menjadi nabi.Setelah beliau diangkat menjadi nabi, lahirlah anak-anak lainnya:Zainab.Ruqayyah.Ummu Kultsum.Fatimah.Kemudian lahir Ibrahim, putra Rasulullah ﷺ dari Mariyah Al-Qibthiyah. Ibrahim meninggal ketika masih dalam masa susuan.Semua anak Rasulullah ﷺ meninggal semasa beliau masih hidup, kecuali Fatimah. Fatimah wafat enam bulan setelah Rasulullah ﷺ wafat.Fatimah wafat pada tahun 11 Hijriyah, dengan perkiraan usia sekitar 29 tahun. Dalam riwayat lain disebutkan sekitar 30 tahun.4. Julukan Fatimah: Ummu Abiha dan Az-ZahraFatimah memiliki kunyah atau julukan Ummu Abiha, yang artinya ibu bagi ayahnya.Julukan ini disematkan karena besarnya perhatian Fatimah kepada Rasulullah ﷺ. Ia sangat memperhatikan ayahnya, mendampingi dan membela beliau ketika menghadapi berbagai penderitaan dalam dakwah.Sebagian ahli sejarah juga menyebut Fatimah dengan gelar Az-Zahra.Az-Zahra bermakna bercahaya atau berseri-seri. Gelar ini dikaitkan dengan ciri-ciri fisiknya yang putih, kemerah-merahan, bercahaya, dan memiliki kemiripan dengan ayahnya, Rasulullah ﷺ.5. Penderitaan Fatimah sejak kecilFatimah رضي الله عنها mengalami berbagai penderitaan dalam perjalanan dakwah Islam.Pertama, menyaksikan perceraian kakak-kakaknya.Ketika masih kecil, Fatimah menyaksikan bagaimana Ruqayyah dan Ummu Kultsum diceraikan oleh putra-putra Abu Lahab.Orang-orang Quraisy meminta agar para menantu Rasulullah ﷺ menceraikan putri-putri Muhammad.Ruqayyah dan Ummu Kultsum sebelumnya menikah dengan putra Abu Lahab.Sementara itu, Zainab menikah dengan Abul Ash bin Rabi'.Abul Ash tidak menceraikan Zainab. Ia merupakan keponakan Khadijah dan sangat menyayangi Zainab.Sejak kecil, Fatimah sudah menyaksikan bagaimana keluarganya mendapatkan tekanan dan penderitaan akibat dakwah ayahnya.Kedua, menyaksikan ayahnya dihina oleh kaum Quraisy.Setelah wafatnya Abu Thalib, gangguan kaum Quraisy terhadap Rasulullah ﷺ semakin berat.Fatimah menyaksikan sendiri bagaimana ayahnya dihina dan disakiti oleh orang-orang Quraisy.Salah satu peristiwa yang sangat menyedihkan diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه.Ketika Rasulullah ﷺ sedang salat di dekat Ka'bah, Abu Jahl dan teman-temannya duduk berkumpul. Salah seorang dari mereka mengusulkan agar ada yang mengambil kotoran isi perut unta, kemudian meletakkannya di punggung Rasulullah ﷺ ketika beliau sedang sujud.Orang yang paling celaka di antara mereka kemudian mengambilnya.Ketika Rasulullah ﷺ sujud, kotoran tersebut diletakkan di punggung beliau, tepat di antara kedua bahunya.Abdullah bin Mas'ud menyaksikan kejadian itu, tetapi tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka.Orang-orang Quraisy tertawa dan saling melemparkan pandangan karena merasa puas melihat Rasulullah ﷺ diperlakukan demikian.Rasulullah ﷺ tetap sujud dan tidak mengangkat kepalanya sampai datang Fatimah. Fatimah kemudian menyingkirkan kotoran tersebut dari punggung ayahnya.Setelah Rasulullah ﷺ mengangkat kepalanya, beliau berdoa:Artinya:Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه berkata:Ketika Rasulullah ﷺ sedang sujud, di sekeliling beliau terdapat beberapa orang musyrik Quraisy. Tiba-tiba datang Uqbah bin Abi Mu'ith membawa kotoran isi perut unta, kemudian melemparkannya ke punggung Nabi ﷺ.Beliau tidak mengangkat kepalanya sampai Fatimah datang. Fatimah kemudian mengambil kotoran tersebut dari punggung ayahnya dan mendoakan keburukan bagi orang yang melakukan perbuatan itu.Kemudian Nabi ﷺ berdoa:"Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada para pembesar Quraisy. Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada Abu Jahl bin Hisyam, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Uqbah bin Abi Mu'ith, dan Umayyah bin Khalaf atau Ubay bin Khalaf."Abdullah bin Mas'ud berkata:"Sungguh, aku melihat mereka terbunuh pada hari Perang Badar, kemudian mayat mereka dilemparkan ke dalam sumur. Kecuali Umayyah atau Ubay, karena ia adalah seorang laki-laki bertubuh besar. Ketika mereka menyeretnya, anggota tubuhnya terpisah-pisah sebelum ia dilemparkan ke dalam sumur."HR. Bukhari no. 240 dan terdapat pula riwayat dengan redaksi lain dalam Shahih Bukhari no. 3185.Peristiwa ini menunjukkan bagaimana Fatimah membela ayahnya ketika Rasulullah ﷺ mendapatkan penghinaan dari kaum Quraisy.Orang-orang yang disebutkan dalam doa Rasulullah ﷺ kemudian terbunuh dalam Perang Badar. Mayat mereka dimasukkan ke dalam sumur Badar.6. Hijrah ke MadinahRasulullah ﷺ kemudian berhijrah ke Madinah.Saat itu Fatimah berusia sekitar 18 tahun.Setelah berhijrah ke Madinah, kehidupan Fatimah memasuki babak baru. Di kota inilah ia kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.7. Ali bin Abi Thalib melamar FatimahAli bin Abi Thalib رضي الله عنه memberanikan diri melamar Fatimah.Ali merupakan seorang pahlawan Islam, sahabat Rasulullah ﷺ, dan termasuk orang yang dijamin surga.Ketika Ali melamar Fatimah, mahar yang diberikan adalah baju besi miliknya.Pernikahan mereka berlangsung dengan sederhana.8. Fatimah dan Ali meminta pembantu kepada Rasulullah ﷺDalam kehidupan rumah tangga, Fatimah mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.Ia menggiling gandum, mengurus rumah, dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya hingga merasa kelelahan.Suatu ketika, Fatimah dan Ali meminta seorang pembantu kepada Rasulullah ﷺ agar dapat meringankan pekerjaan mereka.Amalan yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Fatimah dan Ali رضي الله عنهما adalah zikir sebelum tidur, Ketika Fatimah mengeluhkan tangannya yang lecet karena menggiling gandum dan meminta seorang pembantu, Rasulullah ﷺ mengajarkan zikir yang beliau sebut lebih baik daripada seorang pembantu.“Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada seorang pembantu? Apabila kalian hendak beranjak ke tempat tidur, atau telah berbaring, bertakbirlah 34 kali, bertasbihlah 33 kali, dan bertahmidlah 33 kali.”HR. Bukhari no. 6318 dan Muslim no. 2727–2728.Total 100 kali zikir.9. Perselisihan Ali dan Fatimah: Awal mula panggilan Abu TurabDalam kehidupan rumah tangga, Ali dan Fatimah juga pernah mengalami perselisihan.Suatu hari, terjadi pertengkaran di antara keduanya. Ali kemudian keluar dari rumah dan tidur di masjid.Saat itu Ali tidak tidur di rumah pada siang hari, melainkan beristirahat di masjid.Rasulullah ﷺ kemudian mendatangi rumah Fatimah dan bertanya tentang keberadaan Ali.Setelah mengetahui bahwa Ali berada di masjid, Rasulullah ﷺ menghampirinya.Beliau mendapati Ali sedang berbaring di masjid. Kain yang dikenakannya bergeser sehingga sebagian tubuhnya terkena debu.Rasulullah ﷺ kemudian membersihkan debu dari tubuh Ali sambil memanggilnya:«قُمْ أَبَا تُرَابٍ»"Bangunlah, wahai Abu Turab!"Sejak saat itu, Ali dikenal dengan panggilan Abu Turab.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringkasan materi kisah fatimah binti Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam

🌱Kisah Fatimah binti Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam 🌱Hadits : "Banyak lelaki yang sempurna tetapi wanita yang sempurna cuma 4 orang diantaranya adalah Asiah istrinya fir'aun kemudian khadijah bintu khuwailid kemudian maryam bintu Imran ibunya Nabi Isa Alaihissalam kemudian Fatimah bintu Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam dan keutamaan Aisyah dibanding para wanita seperti keutamaan makanan tsarit makanan lezat dibanding semua makanan yang lain"Maka ini menunjukkan kemuliaan Fatimah Radhiallahu Anha.Ayahnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan Ibunya Khadijah kemudian suaminya Ali bin abi Thalib sang pahlawan yang telah dijamin surga oleh Nabi shalallahu alaihi wassalam dan putra2nya Hasan dan Husain Rasulullah mengatakan "kedua cucuku ini hasan dan husain adalah pemimin para pemuda di surga"Fatimah diliputi dengan orang2 termulia dan dia dibimbing dalam lingkungan terindah, dirumah terbaik dengan ke2 orang tua yang terbaik.Fatimah disebutkan para ahli sirah lahir 5 tahun sebelum kenabian dan Nabi jadi nabi diusia 40 tahun dan Nabi mendapatkan anugerah Fatimah diusia 35 tahun. Kemudian Fatimah Radiallahu anha wafat pada tahun 11 hijriah pada usia 29 tahun ada juga mengatakan 30 tahun.Beliau adalah putri terakhir Nabi shalallahu 'alaihi wassalam dan satu2nya anak Nabi yang hidup setelah wafatnya Nabi semua anak2 Nabi meninggal dimasa hidupnya Nabi kecuali Fatimah.Anak2nya Nabi :Ibrahim meninggal di masa susuanDiantara kunyahnya Fatimah adalah ummu Abihah (Ibu ayahnya) karena saking perhatiannya ia kepada bapaknya karena Istri Nabi Khadijah sudah meninggal dan juga anak2nya yang lain.Diantara gelar yang disempatkan kepada Fatimah Radiallahu anha adalah Az Zahrah yaitu yang putih dan bersinar.🌷Sejarah Fatimah Radiallahu anha Fatimah Radiallahu anha hidup bersama Nabi dan ibunya dan ketika Nabi diangkat menjadi seorang Nabi usianya mungkin 5 tahunan. Kemudian dia mendapati banyak kejadian2 penderitaan2 dalam dakwah diantaranya kisah putri2 Nabi di cerai yaitu ruqayyah dan ummu kulsum yang menikah dengan putera2nya abu lahab ketika Nabi berdakwah maka orang2 Quraish mengatakan kepada mantu2 Nabi hendaknya kalian menceraikan putri2 Muhammad, kalau kalian menceraikan putri2 Muhammad maka kami akan memberikan kepada kalian wanita yang kamu pilih silahkan tunjuk mana saja yg kalian nikahi dan kami berikan kepada kalian harta hingga tawaran tersebut dipenuhi oleh putera2nya Abu lahab maka ruqayyah dan ummu kulsum pun dicerai. Dan ini semua diketahui oleh Fatimah.Bagaimana ketika Rasulullah dan bani Hasyim diboikot selama 3 tahun sampai banyak yang meninggal dunia dan kelaparan. Semua dialami oleh Fatimah.Diantara kejadian yang sangat pahit dialami oleh Fatimah Radiallahu anha yaitu ketika fatimah melihat Ayahnya dihinakan oleh kaum Quraisy sekitar tahun 10 kenabian setelah wafatnya abu thalib saat umurnya 15 tahun.Maka berjalan waktu hingga kemudian Rasulullah berhijrah ke kota Madinah usia Fatimah saat itu 18 tahun. Kemudian berjalan waktu ada yg menyebutkan setelah 1 tahun hijrah maka Rasulullah menikahkan Fatimah dengan Ali bin abi thalib Radiallahu anhu.Sebagian riwayat menyebutkan bahwa Fatimah sudah dilamar oleh orang2 yang mulia seperti Abu bakar, Umar namun Rasulullah tidak menerima lamaran tersebut.Ali bin abi thalib sejak kecil tinggal bersama Nabi shalallahu 'alaihi wassalam.Umur Ali saat itu 20/21 tahun saat datang melamar Fatimah dengan mahar baju perang.Faedah ; pernikahan kalau bisa jangan dipersulitAdapun kehidupan Rumah tangga Fatimah dan Ali ialah hidup dengan rumah sendiri tidak bergabung dengan orang tua mereka dan mereka hidup dengan kondisi sangat2 sederhana.Rasulullah berkata ; "Maukah aku kabarkan kepada kalian berdua yang lebih baik dari budak yang kalian minta, kata mereka tentu yaa Rasulullah apa yang lebih baik daripada pembantu? Kata Nabi, doa2 dzikir2 yang jibril mengajarkannya kepadaku, Kalian bertasbih 10 setiap kali selesai shalat, dan kalian mengucapkan Alhamdulillah setelah shalat 10x dan Takbir 10 kali. Kalau kalian mau tidur bertasbihlah 33x bertahmid 33x dan bertakbirlah 33x."Ini obat jika ingin kuat beraktifitas dalam rumah.Kata Ali bin abi thalib "Demi Allah aku tidak pernah meninggalkan dzikir ini sebelum tidur sejak Nabi mengajarkannya"Ada seorang perawi mendengar perkataan Ali dan berkata " wahai Ali bahkan kau tidak tinggalkan dzikir ini ketika perang siffin sebelum tidur ketika perang siffin ? Kata Ali "Iya bahkan ketika perang siffin aku tidak meninggalkan dzikir ini"Faidah hadits ini: "Dalam kehidupan rumah tangga kita bersabar qonaah dan banyak berdzikir kepada Allah subhanahu wata'la"Hadits permasalahan dalam rumah tangga Fatimah dan Ali : "Suatu hari Rasulullah menengok rumah puterinya Fatimah ternyata ali sedang tidak dirumah maka Nabi bertanya "Dimana putra pamanmu ? Yaitu dimana suamimu ? Ketika ditanya Fatimah tidak menjelaskan secara detail dan hanya berkata "Tadi ada suatu masalah antara saya dengan dia kemudian dia bikin saya marah kemudian dia pergi makanya tidak tidur siang dirumah" maka Rasulullah berusaha mencari solusi, Rasulullah berkata kepada seseorang yang ada disitu "coba cari dimana Ali bin Abi Thalib maka datanglah lelaki itu setelah cari tau dimana Ali dan berkata "Yaa Rasulullah Ali sedang tidur di Masjid" maka Rasulullah pun ke Masjid Nabawi ternyata Ali sedang tidur di masjid selendangnya jatuh dan badannya penuh dengan debu maka Rasulullah menghilangkan tanah tersebut dari bahu Ali bin Abi Thalib lalu Rasulullah bercanda dan berkata wahai abu tanah maksudnya orang yang dipenuhi oleh tanah "wahai bangunlah abu thurob (abu tanah) bangunlah maka Ali bangun pulang selesai urusan"

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Fatimah Binti Rasulullah

Kemuliaan dan Kedudukan Fatimah radhiallahu 'anhaSalah Satu Wanita Sempurna: Merupakan salah satu dari empat wanita yang sempurna dan pemimpin para wanita di surga (Sayyidatu Ahlil Jannah), bersama Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiah istri Firaun.Lingkungan Keluarga Termulia: Dikelilingi oleh sosok-sosok terbaik: ayahnya adalah Rasulullah ﷺ, ibunya Khadijah, suaminya Ali bin Abi Thalib, serta anak-anaknya Hasan dan Husain (pemimpin para pemuda surga).Putri Bungsu dan Anak yang Tersisa: Lahir sebelum masa kenabian, merupakan putri bungsu Nabi ﷺ, dan menjadi satu-satunya anak yang hidup mendampingi Rasulullah ﷺ hingga beliau wafat.Gelar dan Kunyah:Ummu Abiha (Ibu dari Ayahnya): Julukan yang mencerminkan besarnya curahan perhatian, bakti, dan kelembutan Fatimah dalam merawat serta menghibur ayahnya tatkala seluruh saudarinya dan ibunya telah tiada.Az-Zahra: Sifat fisik yang putih bersih dan bercahaya, menyerupai kemuliaan paras Rasulullah ﷺ.Keteguhan Menghadapi Ujian Dakwah di Masa BeliaMenyaksikan Pahit Getirnya Dakwah: Sejak usia belia menyaksikan boikot selama tiga tahun di Syi'ib Abi Thalib hingga melihat saudarinya (Ruqayyah dan Ummu Kultsum) diceraikan oleh putra-putra Abu Lahab karena tekanan kaum musyrikin Quraisy.Keberanian Menolong Ayah di Depan Ka'bah:Saat Nabi ﷺ sedang sujud di sisi Ka'bah, Abu Jahal dan tokoh Quraisy memerintahkan Uqbah bin Abi Mu'aith menaruh isi perut bangkai unta di atas punggung beliau.Fatimah yang saat itu masih gadis remaja bergegas datang membersihkan kotoran tersebut dari pundak ayahnya, lalu dengan berani memarahi para pembesar Quraisy.Peristiwa ini berlanjut dengan doa spesifik Rasulullah ﷺ yang menyebut nama tujuh pembesar Quraisy,hingga seluruhnya tewas dan dibuang ke sumur usang pada Perang Badar.Pernikahan Penuh Berkah dengan Ali bin Abi ThalibMelamar dengan Penuh Kerendahan Hati:Sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar sempat melamar Fatimah, namun Rasulullah ﷺ mendahulukan Ali bin Abi Thalib yang lebih membutuhkan dan hidup membujang.Ali sempat ragu melamar karena merasa tidak memiliki modal harta, namun dimotivasi untuk menghadap Nabi ﷺ.Menghadapi kewibawaan Rasulullah ﷺ, Ali sempat terdiam hingga Nabi ﷺ memahami maksud kedatangannya.Mahar yang Sederhana:Mahar pernikahannya berupa baju perang jenis Huthamiyyah milik Ali yang nilainya sangat bersahaja.Persiapan dan perlengkapan rumah tangga mereka sangat sederhana: tempat tidur beralaskan kulit domba,bantal berisi serabut kurma, tempat air kulit, dan penggiling gandum manual.Menjadi teladan agar urusan pernikahan tidak dipersulit dengan tuntutan materi yang berlebihan.Kehidupan Berumah Tangga dan Zikir Penguat JiwaKeletihan Menjalani Urusan Domestik:Ali lelah mengangkut air hingga dadanya sakit, sementara telapak tangan Fatimah mengeras dan menebal akibat menumbuk gandum sendiri.Nabi Mendahulukan Kemaslahatan Ummat:Ketika mendengar Rasulullah ﷺ mendapat tawanan perang, mereka berniat meminta seorang pelayan untuk membantu pekerjaan rumah.Rasulullah ﷺ menolak memberikan pelayan kepada putrinya karena masih ada kaum Ahlus Suffah (orang miskin di masjid) yang kelaparan dan membutuhkan bantuan dari hasil penjualan rampasan perang.Ijazah Zikir Pengganti Pelayan:Nabi ﷺ mendatangi tempat tidur mereka dan mengajarkan amalan yang lebih baik daripada seorang pelayan:membaca Tasbih 33 kali, Tahmid 33 kali, dan Takbir 34 kali sebelum tidur.Ali bin Abi Thalib menegaskan dirinya tidak pernah meninggalkan zikir tersebut seumur hidupnya, bahkan di malam-malam genting saat berlangsungnya Perang Shiffin.Kebijaksanaan Rasulullah ﷺ Menyelesaikan Perselisihan MenantuPerselisihan Suami Istri: Suatu siang Rasulullah ﷺ mendapati Ali tidak berada di rumah Fatimah setelah terjadi selisih paham kecil yang membuat Ali memilih menenangkan diri di masjid agar pertengkaran tidak membesar.Gelar Abu Turab:Nabi ﷺ menyusul Ali ke masjid tanpa mencampuri rincian pertengkaran atau membela anaknya.Mendapati Ali sedang tertidur di lantai masjid hingga selendangnya berdebu, Nabi ﷺ membersihkan debu dari tubuhnya dengan penuh kelembutan sambil memanggilnya secara akrab: "Bangunlah, wahai Abu Turab (Bapak Debu)."Panggilan ini menjadi julukan yang paling dicintai Ali karena mengingatkannya pada kasih sayang agung sang mertua sekaligus Rasulullah ﷺ.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 31- Kisah Fatimah Binti Rasulullah

Dalam hadist Rasulullah mengatakan " banyak laki-laki yang sempurna, tetapi wanita yang sempurna hanya 4 orang. diantaranya adalah Asiyah (istri Fir'aun), Khadijah (Istri Nabi SAW), Maryam (Ibunda Nabi Isa AS), dan Fatimah (Putri Rasulullah). dan keutamaan Aisyah diantara wanita lainnya adalah seperti makanan yang lezat dibandingkan seluruh makanan yang lain".Fatimah binti Rasulullah dikelilingi manusia-manusia yang mulia. Ayahnya adalah Rasulullah, ibunya wanita mulia yang Allah mengirim salam kepadanya. Suaminya adalah Ali bin Abi Thalib sang pahlawan yang telah dijamin surga oleh Rasulullah SAW. Putra-putranya adalah Hasan dan Husain yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa mereka akan menjadi pemimpin para pemuda di Surga.Fatimah lahir 5 tahun sebelum kenabian, ketika Rasulullah berusia 35 tahun. Fatimah wafat pada tahun 11 H. Fatimah merupakan putri terakhir Rasulullah. Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup setelah Nabi SAW wafat. Kunyah untuk Fatimah adalah Ummu abiha. Disebut demikian, karena Fatimah begitu perhatian kepada Rasulullah. Gelar lain yang disematkan untuk Fatimah adalah Az-Zahra (Putih dan bersinar). Ketika ayahnya diangkat menjadi nabi (memulai dakwah) usia Fatimah sekita 5 tahun dan banyak mengalami kepedihan-kepedihan dalam berdakwah. Fatimah mengetahui suka dan duka ayahnya dalam berdakwah. Kejadian paling pahit adalah ketika ayahnya dihina oleh kaum quraisy. adalah dia Uqbah bin Abi Mu'aid yang meletakkan isi onta dan meletakkannya dipundak Rasulullah ketika Rasulullah sedang sujud dekat ka'bah. Kemudian ada seseorang yang melapor kepada Fatimah. Fatimah bersihkan kotoran yang ada pada pundak Rasulullah, lalu menemui abu jahal dan teman-temannya (saat itu usia Fatimah masih 15 tahun) dan memaki-maki mereka.Kemudian Rasulullah berdoa dengan suara yang lantang sampai kaum Quraisy mendengarnya. "Ya Allah, Hancurkanlah kaum quraisy" kemudian Rasulullah berdoa lebih spesifik " Ya Allah binasakan Abu Jahal, utbah bin rabiah, walid bin uqbah, uqbah bin Abi Mu'aid" Semua yang disebut oleh Rasulullah binasa dalam perang Badar.Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah (usia Fatimah sekitar 18 tahun). Setelah setahun berhijrah, Rasulullah menikahkan Fatimah dengan ali bin Abi Thalib. Sejak kecil Ali bin Abi Thalib tinggal bersama Rasulullah, karena ayahnya adalah seorang yang miskin.Sebelumnya, Fatimah telah dilamar oleh Abu Bakar dan Umar. Namun lamaran tersebut tidak diterima oleh Rasulullah SAW. Kemudian datanglah Ali untuk melamar Fatimah. Bertanyalah Rasulullah kepadanya "Apa yang Kau punya sebagai mahar untuk melamar Fatimah ?". "Tidak ada ya Rasulullah", Jawab Ali. "Bagaimana dengan baju perang yang kuberikan padamu ?". Lalu Ali teringat akan harta yang dimilikinya (baju perang yang diberikan oleh Rasulullah). Akhirnya baju perang tersebut dijadikan sebagai mahar. Akhirnya mereka menikah.Kehidupan Ali dan Fatimah setelah menikah sangat sederhana. Tempat tidurnya beralaskan kulit domba. Tinggal terpisah dari orang tua mereka. Dalam satu Riwayat dari Ali bin Abi Thalib "Adalah ketika Nabi SAW menikahkan Fatimah dengan Ali, maka Rasulullah mengirim sebuah kain sebagai peralatan untuk disimpan di rumah, selain itu bantal, alat penggiling gandum, serta gelas dan gentong tempat minum. Suatu hari Rasulullah mendapatkan tawanan perang yang bisa dijadikan pembantu. kemudia Ali menyampaikan bahwa dirinya kelelahan mengangkut air. sehingga ali meminta Fatimah untuk meminta tawanan tersebut untuk dijadikan pembantu. Fatimah pun menyetujui hal tersebut. Maka Fatimah mendatangi Rasulullah, tetapi malu untuk mengutarakan keinginannya. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah berdua dan menyampaikan maksud dan tujuan mereka. Rasulullah menjawab 'Demi allah aku tidak akan memberikan pada kalian pembantu, sementara ahlu suffah (orang-orang miskin tidak punya tempat tinggal) perutnya terlipat dan kelaparan. budak-budak yang saya dapat akan saya jual. uangnya untuk membeli kebutuhan ahlu suffah. akhirnya Fatimah dan ali tidak mendapatkan pembantu. Maka Nabi SAW mendatangi mereka berdua, yang ternyata mereka sudah masuk kedalam selimut yang ternyata selimut mereka kekecilan, tidak cukup untuk berdua. kemudian Rasulullah berkata "maukah kalian aku kabarkan kepada kalian berdua yang lebih baik daripada pembantu ?". "apa itu ya Rasulullah ?" . "Doa-doa yang Jibril ajarkan kepadaku. Kalian bertasbih (Subhanallah) 10 kali selesai shalat, (Alhamdulillah) 10 kali, dan takbir (Allahuakbar) 10 kali selesai. tentang pembantu, sebelum tidur bacalah tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir sebanyak 34 kali"Diantara hadist yang menceritakan tentang problematika ali dan Fatimah adalah dari Sahal bin Saad RA "Suatu hari Rasulullah SAW menengok ke rumah Fatimah. Ternyata Ali sedang tidak ada di rumah. Maka Nabi bertanya ' Dimana putra pamanmu ?' Fatimah tidak menjelaskan secara detail. hanya menjawab 'tadi ada masalah antara saya dan Ali, kemudian dia membuatku marah lalu dia pergi'. Rasulullah SAW meminta seseorang yang ada disitu untuk mencari Ali. Seseorang tersebut mengatakan bahwa ali sedang tidur di masjid. Rasulullah menyusul Ali ke Masjid Nabawi 'Wahai Abu thurab, wahai abu thurab (wahai abu tanah)' karena pada saat tidur, punggung ali penuh dengan tanah. akhirnya Ali pulang ke rumah dan menyelesaikan permasalahan dengan Fatimah."

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 31 = KISAH FATIMAH BINTU RASULULLAH

KISAH FATIMAH BINTU RASULULLAH1. Keutamaan dan Kemuliaan Fatimah radhiyallahu 'anhaPemimpin Wanita di Surga: Rasulullah ﷺ menyebutkan ada empat wanita paling sempurna di dunia, dan salah satunya adalah Fatimah binti Muhammad (selain Asyiah istri Firaun, Maryam binti Imran, dan Khadijah binti Khuwailid).Dikelilingi Orang-orang Termulia: Fatimah lahir dan dibimbing dalam keluarga yang penuh kemuliaan:Ayah: Rasulullah ﷺIbu: Ibunda Khadijah binti KhuwailidSuami: Ali bin Abi ThalibAnak-anak (Cucu Nabi): Hasan dan Husain (Sayyidu syababi ahlil jannah)2. Kelahiran dan Garis KeturunanTahun Kelahiran: Lahir sekitar 5 tahun sebelum kenabian (saat Nabi ﷺ berusia sekitar 35 tahun).Wafat: Wafat pada tahun 11 Hijriah di usia muda, yakni sekitar 29 tahun].Putri Bungsu: Beliau adalah putri terakhir Rasulullah ﷺ dari Khadijah dan satu-satunya anak Nabi yang masih hidup hingga Nabi ﷺ wafat.Kunyah "Ummu Abiha": Sebagian ulama menjulukinya Ummu Abiha ("Ibu dari ayahnya") karena perhatian, kelembutan, dan baktinya yang luar biasa dalam merawat serta menemani Nabi ﷺ setelah wafatnya Ibunda Khadijah.Gelar Az-Zahra: Sering disifati dengan Az-Zahra (yang putih dan bercahaya) karena kemiripan fisik yang cerah berseri dengan ayahnya, meski lafal ini lebih banyak dari sejarawan (bukan hadis sahih langsung).3. Masa Kecil & Ketegaran Menghadapi Penderitaan DakwahMenyaksikan Langsung Penindasan Quraisy: Fatimah tumbuh di Makkah dan melihat berbagai ujian dakwah ayahnya. Salah satu peristiwa paling membekas adalah ketika ia berusia sekitar 15 tahun dan melihat Nabi ﷺ dilempari isi perut unta yang busuk oleh Abu Jahal dan kawan-kawannya saat sedang sujud di dekat Ka'bah.Keberanian Fatimah Kecil: Dengan sigap, Fatimah remaja mendatangi ayahnya, membersihkan kotoran tersebut dari pundak Nabi ﷺ, lalu memarahi serta memaki-maki para pembesar Quraisy yang menertawakan ayahnya.4. Pernikahan dengan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhumaLamaran yang Sederhana: Fatimah sempat dilamar oleh para sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar, namun Nabi ﷺ menyimpannyaAtas dorongan seorang budak wanita, Ali bin Abi Thalib yang miskin dan tidak memiliki harta memberanikan diri melamar Fatimah kepada Nabi ﷺ].Mahar & Kesederhanaan: Ketika ditanya Nabi apa maharnya, Ali mengaku tidak punya apa-apa. Nabi ﷺ mengingatkannya pada baju perang Hutamiah miliknya. Dengan modal sederhana tersebut, Nabi ﷺ menikahkan mereka.Peralatan Rumah Tangga: Perlengkapan pernikahan mereka sangat bersahaja, berupa alas tidur dari kulit domba yang diisi serabut kurma, bantal kulit, serta beberapa kendi/alat air sederhana].5. Kehidupan Rumah Tangga & KetaatanPermintaan Pembantu yang Ditolak Bijak: Karena kelelahan menumbuk gandum dan menimba air hingga tangannya kasar serta dadanya sakit, Ali mengajak Fatimah meminta bantuan budak tawanan kepada Rasulullah ﷺ. Namun, Nabi ﷺ menolaknya karena mengutamakan kebutuhan Ahlus Suffah (sahabat-sahabat miskin di masjid yang lebih kelaparan).Solusi Zikir dari Nabi ﷺ: Nabi mendatangi rumah mereka di malam hari dan mengajarkan amalan zikir sebelum tidur yang jauh lebih baik daripada pembantu:Tasbih: 33 kaliTahmid: 33 kaliTakbir: 34 kali(Ali bin Abi Thalib konsisten mengamalkan zikir ini setiap malam tanpa pernah putus sepanjang hidupnya, bahkan di malam-malam peperangan sengit seperti Perang Siffin)].6. Kebijaksanaan Nabi dalam Menyelesaikan Konflik Rumah TanggaAli Tidur di Masjid: Suatu hari Fatimah dan Ali sempat berselisih paham hingga Ali pergi meninggalkan rumah dan tidur di masjid.Sikap Bijak Rasulullah ﷺ: Ketika Nabi ﷺ datang mengecek dan mengetahui Ali sedang tidur berdebu di masjid dengan pakaian tersingkap (Abu Turab), Nabi ﷺ tidak menyudutkan Ali ataupun memperpanjang masalah dengan mencari tahu detail pertengkaran mereka. Nabi justru dengan penuh kasih sayang membersihkan tanah di pundak Ali dan menyuruhnya pulang dengan tenang. 

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#31 KISAH FATHIMAH BINTU RASULULLAH ﷺ Part-1

Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.AKajian ini membahas tentang kemuliaan dan biografi singkat Fatimah binti Rasulullah ﷺ, salah satu wanita termulia di dunia dan pemimpin para wanita di surga. Berikut adalah poin-poin penting dari kajian tersebut:1. Kedudukan Fatimah Radhiallahu AnhaFatimah termasuk dalam empat wanita sempurna yang dijamin masuk surga, bersama dengan Asiah (istri Firaun), Maryam binti Imran, dan Khadijah binti Khuwailid. Beliau tumbuh di lingkungan terbaik: ayahnya adalah Rasulullah ﷺ, ibunya adalah Khadijah, suaminya adalah Ali bin Abi Thalib, dan putra-putranya (Hasan dan Husin) adalah pemimpin para pemuda di surga.Fathimah lahir 5th sdbelum kenabian, dan wafat saat berusia kurang lebih 29th.2. Sosok Ummu Abiha dan AzzahraUmmu Abiha (Ibu dari ayahnya): Gelar ini disematkan karena perhatian Fatimah yang sangat luar biasa kepada Rasulullah, terutama setelah wafatnya Khadijah dan saudara-saudara perempuannya. Fatimah berperan menenangkan duka nestapa ayahnya.Azzahra: Gelar ini merujuk pada sifat fisik Fatimah yang putih dan bersinar, mirip dengan ayahnya, Rasulullah ﷺ.3. Penderitaan dalam DakwahFatimah telah menyaksikan langsung ujian dakwah ayahnya sejak kecil, seperti:Pemboikotan di Syi’b Abi Thalib: Fatimah mengalami kelaparan selama tiga tahun bersama Bani Hasyim.Penghinaan Quraisy: Kejadian saat Rasulullah dilempari kotoran unta saat sujud di Ka'bah. Fatimah, yang saat itu masih remaja, dengan berani membersihkan pundak ayahnya dan memarahi orang-orang Quraisy tersebut.4. Pernikahan dengan Ali bin Abi ThalibPernikahan ini menjadi teladan kesederhanaan dalam Islam:Mahar: Rasulullah menikahkan Fatimah dengan Ali dengan mahar berupa baju perang (hutamiyah).Perabot: Sangat sederhana, hanya terdiri dari alas tidur kulit domba, bantal berisi serabut kurma, serta beberapa alat dapur sederhana.Pesan moral: Pernikahan tidak perlu dipersulit agar pemuda-pemudi terhindar dari fitnah di akhir zaman.5. Kehidupan Rumah Tangga dan ZikirAli dan Fatimah hidup mandiri dan saling bahu-membahu. Ketika Ali mengusulkan agar Fatimah meminta budak kepada Rasulullah untuk membantu pekerjaan rumah tangga yang berat (mengambil air dan menggiling gandum), Rasulullah tidak memberikannya. Beliau lebih memprioritaskan bantuan bagi Ahlus Suffah (sahabat miskin di masjid) yang lebih membutuhkan.Sebagai gantinya, Rasulullah mengajarkan zikir sebelum tidur (Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 34x) sebagai energi untuk menguatkan fisik dan mental dalam beraktivitas. Ali bin Abi Thalib tidak pernah meninggalkan zikir ini sepanjang hayatnya, bahkan saat dalam kondisi perang sekalipun.6. Menyikapi Permasalahan Rumah TanggaKajian ini memberikan pelajaran berharga tentang cara Rasulullah mendamaikan konflik antara Ali dan Fatimah:Tidak Memihak: Rasulullah tidak bertanya detail tentang apa masalahnya (tidak kepo), karena beliau sadar bahwa mempertanyakan detail masalah justru bisa memicu pertengkaran yang lebih besar.Solusi Cepat: Rasulullah mendatangi Ali yang sedang tidur di masjid, membersihkan tanah di pundaknya, dan memanggilnya dengan julukan Abu Turab (bapak tanah) sebagai bentuk perhatian dan candaan yang menyejukkan. Ini berhasil mengakhiri konflik tanpa perlu drama yang panjang.-Endah Ea-

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya6 hari lalu
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#31 Kisah Fatimah binti Rasulullah (Part-1)

Kisah Fatimah binti Rasulullah (Part-1) - Ust. Dr. Firanda Andirja -PENDAHULUAN: KEUTAMAAN & KEMULIAAN FATIMAH Pembahasan mengenai kisah wanita yang sempurna dan termulia, yaitu Fatimah binti Rasulullah ﷺ.Rasulullah bersabda lelaki yang sempurna banyak, tetapi di antara wanita yang sempurna (pemimpin para wanita di surga) hanya ada empat orang:1. Asiyah (istri Firaun)2. Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi ﷺ)3. Maryam binti Imran (ibunya Nabi Isa AS)4. Fatimah binti Muhammad ﷺKeutamaan Aisyah dibandingkan wanita lain diibaratkan seperti makanan tsarid (makanan lezat) dibanding makanan lain.Fatimah diliputi oleh orang-orang termulia:• Ayah: Rasulullah ﷺ• Ibu: Khadijah binti Khuwailid• Suami: Ali bin Abi Thalib (pahlawan dijamin surga)• Putra: Hasan dan Husein (pemimpin para pemuda di surga)KELAHIRAN, SILSILAH, DAN JULUKANFatimah lahir kurang lebih 5 tahun sebelum kenabian (ketika Nabi berusia sekitar 35 tahun).Wafat tahun 11 Hijriah pada usia sekitar 29 tahun.Putri bungsu dan satu-satunya anak Nabi yang hidup setelah wafatnya Rasulullah ﷺ (semua saudara kandungnya meninggal di masa hidup Nabi).Kunyah beliau Ummu Abiha (Ibu dari ayahnya), karena perhatian dan kelembutan luar biasa dalam merawat & menghibur duka ayahnya.Digelari Az-Zahra (yang putih dan bersinar/bercahaya) seperti ayahnya, meskipun istilah ini tidak datang dari hadis sahih secara spesifik.MASA KECIL DAN PERJUANGAN DI MAKKAHMembersamai suka duka dakwah ayahnya sejak kecil, termasuk masa pemboikotan Bani Hasyim di Syi'ib Abi Thalib selama ± 3 tahun. Kisah Kotoran Unta di Pundak Nabi:• Sekitar tahun ke-10/11 kenabian (usia Fatimah ± 15 th), Abu Jahal menyuruh Uqbah bin Abi Mu'aith meletakkan isi perut/kotoran unta busuk di atas pundak Nabi saat sujud di dekat Ka'bah.• Orang Quraisy tertawa terbahak-bahak melihat Nabi tidak bergeming dari sujudnya.• Seseorang melapor ke Fatimah. Fatimah yang masih gadis remaja datang, membersihkan kotoran tersebut dari pundak ayahnya, lalu berbalik memarahi Abu Jahal dan kawan-kawannya.• Setelah selesai salat, Nabi mendoakan kebinasaan bagi pembesar Quraisy (Abu Jahal, Utbah, Umayyah bin Khalaf, Uqbah bin Abi Mu'aith, dll).• Ibnu Mas'ud bersaksi semua yang didoakan Nabi tersebut tewas dalam Perang Badar dan mayatnya dilempar ke sumur Badar.PERNIKAHAN FATIMAH DENGAN ALI BIN ABI THALIBFatimah sempat dilamar Abu Bakar dan Umar, namun Nabi tidak menerimanya karena menunggu ketentuan Allah.Atas dorongan seorang budak wanita, Ali bin Abi Thalib yang hidup sangat sederhana memberanikan diri melamar.Ketika berhadapan dengan Nabi, Ali sangat segan & malu hingga tidak bisa berkata-kata karena tidak punya modal mahar.Nabi bertanya apakah Ali punya sesuatu. Ali ingat punya baju perang buatan Huthamiyah seharga ± 4 dirham.Nabi menerima mahar tersebut dan menikahkan Ali dengan Fatimah. Pernikahan sangat sederhana. Perlengkapan rumah hanya alas tidur kulit domba isi serabut kurma, bantal kulit, wadah air, dan alat penggiling gandum.KEHIDUPAN RUMAH TANGGA & ZIKIR PEMBERI KEKUATAN Ali dan Fatimah hidup mandiri di rumah terpisah dengan kondisi sangat sederhana tanpa pembantu.Karena lelah menimba air & menggiling gandum hingga dada Ali sakit & tangan Fatimah kasar, Ali usulkan Fatimah minta bantuan budak kepada Rasulullah yang baru dapat ghanimah. Nabi menolak karena memprioritaskan Ahlus Suffah (sahabat miskin di masjid yang kelaparan). Nabi datang malam harinya dan beri solusi lebih baik dari pembantu: mengajarkan zikir sebelum tidur:• Subhanallah 33x• Alhamdulillah 33x• Allahu Akbar 34x (genap 100)Ali bersaksi tidak pernah meninggalkan zikir tersebut seumur hidupnya, bahkan di malam berat saat Perang Siffin.PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA YANG BIJAKWalaupun sangat mulia, perselisihan kecil tetap pernah terjadi. Suatu siang Nabi mendatangi rumah Fatimah dan mendapati Ali tidak ada di rumah. Ketika ditanya dimana "putra pamanmu" (Ali), Fatimah cerita mereka sempat berselisih hingga Ali marah & pergi tanpa tidur siang di rumah. Nabi utus orang cari Ali. Ali ditemukan tidur di masjid selendangnya tersingkap & tubuhnya dipenuhi debu/tanah.Rasulullah dengan penuh kasih sayang membersihkan debu di pundak Ali seraya bercanda memanggilnya "Abu Turab" (Bapak Tanah).Sikap Nabi menunjukkan kebijaksanaan luar biasa: tidak memihak berlebihan dan tidak memperpanjang masalah rumah tangga anaknya, sehingga konflik mereda dengan sendirinya.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →