👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH FATIMAH BINTI RASULULLAH (BAG.2)

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Keutamaan, Fisik, dan Akhlak FatimahAisyah radhiallahu 'anha menyatakan bahwa lisan Fatimah paling lurus dan benar kecuali ayahnya. Cara jalan, sikap, perilaku, diam, dan akhlak Fatimah sangat mirip dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.Hubungan mereka sangat dekat; Nabi selalu bangun menyambut, memegang tangan, dan mencium Fatimah saat bertamu, begitu pula sebaliknya.Fatimah dijuluki Ummu abiha (ibu dari bapaknya) karena menggantikan posisi Khadijah merawat dan menghibur ayahnya setelah kakak-kakaknya wafat.Fatimah memiliki rasa malu yang luar biasa, hingga menjelang wafat ia berwasiat dipasang keranda dan ditutup kain agar lekuk tubuhnya tidak terlihat.2. Peran Fatimah dalam Peperangan (Perang Uhud)Fatimah selalu ikut serta dalam peperangan untuk membantu para Mujahidin.Saat Perang Uhud, ketika Nabi terluka parah di wajah, Ali membawa air dan Fatimah yang merawat serta membersihkan lukanya. Karena darah tak kunjung berhenti, Fatimah membakar tikar serabut kurma dan menempelkan debu bakarannya ke luka Nabi hingga darahnya berhenti.3. Keutamaan Mutlak FatimahRasulullah menegaskan: "Fatimah adalah potongan dariku, siapa yang menyakitinya telah menyakitiku."Fatimah merupakan salah satu dari 4 wanita terbaik penghuni surga (bersama Khadijah, Maryam, dan Asiah) serta dikabarkan menjadi pemimpin para wanita di surga/umat ini.4. Kisah Melamar Putri Abu JahalAli bin Abi Thalib sempat ingin berpoligami melamar putri Abu Jahal (firaunnya umat ini). Fatimah merasa sedih namun tetap sabar, hormat pada Ali, dan tidak ribut/ngamuk. Ia hanya menyampaikan keluhannya kepada ayahnya.Nabi tidak terima dan berkhotbah menegaskan tidak akan berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah pada satu lelaki. Ali pun membatalkan niatnya.Sebab larangan ini khusus untuk Fatimah: untuk menjaga perasaannya yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi, khawatir ia terfitnah dalam agamanya (futur) karena cemburu, serta menjaga kedudukannya.5. Hubungan Baik dengan Istri-Istri NabiFatimah memiliki hubungan sangat baik dengan istri-istri Nabi (termasuk Aisyah).Ketika istri-istri Nabi cemburu, Fatimah bersedia menjadi delegasi untuk berbicara kepada Nabi. Saat Nabi memintanya ikut mencintai Aisyah, Fatimah meniatkan nurut dan tidak mau membicarakannya lagi.6. Wafatnya Rasulullah & Rahasia BisikanSaat Nabi sakit parah, Fatimah sangat berduka. Sebelum wafat, Nabi membisikkan dua hal: bisikan pertama tentang ajalnya yang dekat dan Fatimah adalah Ahlul Bait pertama yang menyusulnya (membuat Fatimah menangis), dan bisikan kedua bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita umat ini (membuat Fatimah tersenyum).7. Permasalahan Warisan & Perdamaian dengan Abu BakarSetelah Nabi wafat, Fatimah mendatangi Abu Bakar ash-Shiddiq untuk meminta warisan. Abu Bakar menjalankan sunah Nabi bahwa para nabi tidak meninggalkan warisan (menjadi sedekah). Fatimah sempat bersedih dan diam di rumah.Sebelum Fatimah wafat, Abu Bakar datang menjenguk atas izin Ali dan Fatimah. Abu Bakar menyampaikan kata-kata baik mencari keridaan Ahlul Bait hingga Fatimah rida.8. Wafatnya Fatimah radhiallahu 'anhaFatimah wafat 6 bulan setelah Nabi (tanggal 3 Ramadan 11 H) pada usia 29 tahun karena kesedihan yang berat.Ia meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil: Hasan, Husein, Zainab, dan Ummu Kultsum.Karena rasa malunya yang tinggi, ia berwasiat dikuburkan malam hari di pemakaman Baqi menggunakan keranda agar tidak menjadi pusat perhatian.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah fatimah binti Rasulullah part 2

"Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-2)" oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA: Aisyah radhiallahu taala anha pernah berkata."Ma ahanatan Min waha", aku tidak melihat seorang pun yang lisannya lebih lurus lebih benar seperti Fatimah kecuali ayahnya 🔸️Fatimah radhiallahu taala anha secara fisik seperti cara berjalan, perilaku, perangai dan sikapnya sangat mirip dengan rosulullah🔸️ Fatimah radhiallahu taala anha sebagaimana ayahnya Rasul Wasallam sangat pemalu Fatimah juga sangat pemalu 🔸️ Fatimah radhiallahu taala anha menjalani kehidupan menjadi seorang putri yang terbaik bagi ayahandanya, menemani ayahandanya setelah seluruh Kakak dan adiknya atau kakak-kakaknya sudah wafat maka yang tersisa keluarga hanyalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam🔸️ Fatimah dijuluki dengan kuniahnya Ummu abiha yaitu ibu dari bapaknya kenapa karena begitu dekatnya dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seakan-akan dia menggantikan posisi Khadijah🔸️Fatimah radhiallahu taala anha dengan sabarnya menemani suaminya Ali Bin Abi Thalib radhiallahu taala Anhu yang hidup miskin yang hidup susah payah turut bekerja di rumah menggiling gandum sampai tangan Beliau menjadi kasar ya sampai letih dan lelah 🔸️Fatimah radhiallahu taala anha selalu menemani ayahandanya dan suaminya dalam peperangan peperangan beliau dengan membantu para Mujahidin yang mungkin terluka, dan juga membawakan makanan.🔸️Fatimah radhiallahu taala anha mengobati ayahanya yang terluka dalam peramg uhud.🔸️ Fatimah radhiallahu anha menjadi seorang putri yang terbaik dan menjadi seorang istri yang yang terbaik.🔸️Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwasanya fatimatu batatun minni dalam riwayat mudatun minni, maksudnya Fatimah radhiallahu taala anha adalah potongan dariku ya artinya bagian dariku Bahkan dalam sebagai riwayat mudatun minni yaitu segumpal daging dariku, Siapa yang menyakitinya telah menyakitiku kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang itu menunjukkan bahwasanya betapa cintanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terhadap Fatimah radhiallahu eh taala anha. 🔸️Dari hadis Ibnu Abbas radhiallahu anhuma rasulu wasallam bersabda afdolisai ahl Jannah adalah:➡️ Khadijah binti khuwailid wa fatimatu bintu Muhammad Putri Muhammad wa Maryam bintu Imran dan Maryam bintu Imran yaitu ayahnya ibunya Nabi Isa alaihi salam wa Asiah imraatu Firaun dan Asiah istrinya Firaun. 🔸️ Dalam kehidupan rumah tangga Fatimah radhiallahu taala anha bahwasanya Ali Bin Abi Thalib ingin berpoligami. Ia ingin menikahi putri dari Abu Jahal.Kejadian ini sampai kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Rosul kemudian berkhutbah dan menyatakan tidak akan membiarkan putrinya Fatimah dimadu dengan putri musuh Allah.🔸️Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melarang Ali untuk poligami ada beberapa sebab, antara lain karena:Perhatian khusus Nabi kepada Fatimah karena menikahnya ataupoligaminya Ali akan menyakiti hati siapa Fatimah, menyakiti hati Fatimah sama dengan menyakiti hati Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.Fatimah sudah tinggal sendiri, ibu dan saudara²nya sudah meninggal. Yang ia miliki hanya ayahnya. Rasulullah menyebutkan khawatir Fatimah terganggu agamanya terganggu agamanya terfitnah dalam agamanya, karena kalau sudah menikah dengan punya madu mungkin kecemburuannya yang ada terpatri Fatimah Radiallahu taala anha mempunyai hubungan yang baik dengan istri-istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, betapa sering Fatimah ketemu dengan Aisyah, Aisyah ngobrol dengan Fatimah betapa sering Fatimah kunjungi rumah Aisyah dan Aisyah sering memuji siapa Fatimah radhiallahu taala anha.🔸️ Setelah Rasulullah meninggal maka Fatimah hidup dengan kesedihan, karena begitu cintanya kepada ayahnya.ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal sempat terjadi gesekan sedikit antara Fatimah dengan Abu Bakar ashiddiq radhiallahu taala AnhuIa datang kepada Abu Bakar assiddiq untuk meminta harta. Namun ternyata Rasul wasallam telah mengabarkan kepada para sahabat diantaranya kepada Abu Bakar assiddiq bahwasanya Para nabi tidak punya warisan, apa yang di tinggalkan menjadi sedekah. Ketika sedang sakit parah, Abu Bakar minta izin menjenguk. Fatimah Radiallahu taala anha tanya izin suaminya dulu. " Demi Allah aku tidak tinggalkan harta kecuali ridha Allah, rosul dan kalian Ahlul Bait', Akhirnya Fatimah Radiallahu taala anha ridha, gesekan lhn hilang.🔸️ Fatimah Radiallahu taala anha meninggal dunia 6 bulan setelah Rosulullah wafat. Ada khilaf yang menyatakan usianya saat itu 25 tahun, ada yang menyatakan 29 tahun atau sekitar 30 tahun.Ketika ia meninggal ia meninggalkan anak²nya yang masih kecil. Mereka adalah:Hasan HusenZainabUmmu kultsum, yang kemudian menikah dengan Umar bin Khattab lalu memlunyai znak bernama Zaid.Muhsin🔸️ Sebelum meninggal Fatimah Radiallahu taala anha berwasiat agar kelak ia di mandikan oleh Asma binti Umais. Meminta jenazahnya di bawa memakai keranda yang di tutupi kain agar tertutup lekuk tubuhnya. Hal ini menunjukkan rasa malunya yang sangat tinggi seperti juga ayahnya yang sangat pemalu. Beliaunjuga berwasiat agar di kuburkan lada alam hari, tidak ingin jenazahnya menjadi pusat perhatian.MATERI 32

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Fatimah binti Rasulullah ﷺ (Part 2) - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Fatimah binti Rasulullah ﷺ (Part 2)Kajian ini membahas kehidupan Fatimah radhiyallahu ‘anha, putri Rasulullah ﷺ, yang dikenal sebagai wanita mulia, penyabar, pemalu, dan sangat berbakti kepada ayah serta suaminya.Keutamaan dan Kemuliaan Fatimah* Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang lebih mirip dengan Rasulullah ﷺ dalam perkataan dan cara berbicara selain Fatimah.* Cara berjalan, sikap, akhlak, dan perilakunya sangat mirip dengan Rasulullah ﷺ.* Ketika Fatimah datang, Rasulullah ﷺ menyambutnya dengan berdiri, menggenggam tangannya, mencium, dan mempersilakannya duduk di tempat beliau.* Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya. Siapa yang menyakitinya berarti telah menyakiti Rasulullah ﷺ.* Fatimah termasuk empat wanita terbaik penghuni surga bersama Khadijah, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri Fir'aun.* Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Fatimah akan menjadi pemimpin para wanita di surga.Fatimah sebagai Putri dan Istri yang Salehah* Setelah ibu dan saudara-saudaranya meninggal, Fatimah menjadi satu-satunya anak yang mendampingi Rasulullah ﷺ.* Karena kedekatannya dengan sang ayah, ia dijuluki Ummu Abiha, yaitu ibu bagi ayahnya.* Ia selalu berusaha menghibur dan merawat Rasulullah ﷺ.* Sebagai istri Ali bin Abi Thalib, Fatimah hidup sederhana dan penuh kesabaran.* Ia ikut membantu pekerjaan rumah, menggiling gandum hingga tangannya kasar, serta mendampingi suaminya dalam berbagai peperangan.Pengorbanan Fatimah dalam Perang UhudKetika Rasulullah ﷺ terluka parah dalam Perang Uhud:* Ali bin Abi Thalib mengambil air menggunakan perisainya.* Fatimah membersihkan darah dari wajah Rasulullah ﷺ.* Karena darah terus mengalir, Fatimah membakar tikar dari bahan serabut dan menggunakan abunya untuk menghentikan perdarahan.Kejadian ini menunjukkan besarnya kasih sayang dan pengorbanan Fatimah dalam merawat ayahnya.Kisah Ali bin Abi Thalib Hendak BerpoligamiAli bin Abi Thalib pernah berniat menikahi putri Abu Jahal selain Fatimah.* Fatimah tentu merasa sedih, tetapi tidak diceritakan membuat keributan dengan suaminya.* Ia menyampaikan persoalan tersebut kepada Rasulullah ﷺ.* Rasulullah ﷺ kemudian berkhutbah dan menyatakan tidak akan membiarkan putrinya, Fatimah, dimadu dengan putri musuh Allah.* Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya dan apa yang menyakiti Fatimah juga menyakiti beliau.Beberapa hikmah dan alasan larangan tersebut menurut penjelasan ulama:* Rasulullah ﷺ tidak ingin putrinya tersakiti, mengingat Fatimah telah kehilangan ibu dan saudara-saudaranya.* Rasulullah ﷺ khawatir Fatimah akan terganggu agamanya akibat kecemburuan dan kesedihan.* Rasulullah ﷺ tidak ingin putrinya disandingkan sebagai istri dengan putri Abu Jahal yang memiliki kedudukan sangat berbeda.Larangan tersebut merupakan keadaan khusus bagi Fatimah, bukan larangan umum terhadap poligami. Setelah Fatimah wafat, Ali bin Abi Thalib kembali menikah.Hubungan Baik dengan Istri-Istri Rasulullah ﷺ* Fatimah memiliki hubungan baik dengan istri-istri Rasulullah ﷺ, termasuk Aisyah.* Aisyah sangat menghormati dan memuji Fatimah.* Fatimah pernah menjadi utusan istri-istri Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan permintaan agar Rasulullah ﷺ lebih memperhatikan pembagian dan perlakuan terhadap mereka.* Ketika Rasulullah ﷺ meminta Fatimah mencintai Aisyah sebagaimana beliau mencintainya, Fatimah menerima nasihat tersebut dan tidak mengulangi permintaan itu.Hal ini menunjukkan hubungan baik antara Fatimah dan keluarga Rasulullah ﷺ.Kesedihan Fatimah atas Wafatnya Rasulullah ﷺKetika Rasulullah ﷺ sakit keras, Fatimah berkata betapa berat penderitaan yang dialami ayahnya.Rasulullah ﷺ kemudian menghiburnya dengan mengatakan bahwa setelah hari itu, ayahnya tidak akan mengalami kesulitan lagi.Ketika Rasulullah ﷺ membisikkan sesuatu kepada Fatimah, ia menangis. Namun, setelah mendengar bisikan kedua, ia tersenyum.Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Aisyah bertanya mengenai rahasia tersebut. Fatimah menjelaskan:* Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa biasanya Jibril mengulang Al-Qur'an bersama beliau sekali dalam setahun, tetapi pada tahun itu dilakukan dua kali. Beliau memahami bahwa ajalnya sudah dekat.* Rasulullah ﷺ berpesan agar Fatimah bertakwa kepada Allah dan bersabar.* Beliau juga mengabarkan bahwa Fatimah akan menjadi anggota keluarga pertama yang menyusul beliau setelah wafatnya.Itulah sebabnya Fatimah menangis karena mengetahui ayahnya akan segera meninggal, tetapi tersenyum karena mendapat kabar bahwa dirinya akan segera menyusul.Perselisihan Fatimah dengan Abu Bakar tentang WarisanSetelah Rasulullah ﷺ wafat, Fatimah meminta bagian warisan dari peninggalan ayahnya.Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjelaskan hadis Rasulullah ﷺ:Para nabi tidak mewariskan harta. Apa yang mereka tinggalkan menjadi sedekah.* Abu Bakar tetap berpegang pada wasiat dan sunnah Rasulullah ﷺ meskipun persoalan tersebut berat baginya.* Fatimah merasa sedih dan memilih tinggal di rumah serta tidak menemui Abu Bakar.* Abu Bakar tetap menghormati Fatimah dan tidak memaksakan diri menemuinya.* Ketika Fatimah sakit, Abu Bakar meminta izin untuk mengunjunginya.* Fatimah bertanya kepada Ali apakah ia mengizinkan Abu Bakar datang. Setelah Ali menyetujuinya, Fatimah pun menerima kedatangan Abu Bakar.* Abu Bakar menyampaikan perkataan yang baik dan berusaha mendapatkan keridaan Ahlul Bait.Perselisihan tersebut akhirnya berakhir dengan baik.Wafatnya Fatimah radhiyallahu ‘anha* Fatimah wafat sekitar enam bulan setelah Rasulullah ﷺ.* Beliau meninggal pada tanggal 3 Ramadan tahun 11 Hijriah.* Usia beliau ketika wafat diperselisihkan oleh para ulama, dengan beberapa pendapat menyebut sekitar 24–29 tahun.* Beliau meninggalkan anak-anak: Hasan, Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum. Putranya, Muhsin, meninggal ketika masih kecil.* Sebelum wafat, Fatimah berwasiat agar Asma binti Umais memandikan jenazahnya.* Karena rasa malunya yang sangat tinggi, beliau meminta agar jenazahnya diletakkan dalam keranda dan ditutup sehingga bentuk tubuhnya tidak terlihat.* Beliau juga berwasiat agar dikuburkan pada malam hari.* Jenazahnya dimakamkan di Baqi.Pelajaran dan Teladan dari Kehidupan FatimahBeberapa sifat mulia yang dapat diteladani:* Sabar: Tetap tabah menghadapi kesulitan hidup bersama suaminya.* Berbakti kepada orang tua: Selalu mendampingi, merawat, dan menghibur ayahnya.* Pemalu: Memiliki rasa malu yang sangat tinggi, bahkan hingga menjelang wafatnya.* Taat kepada suami: Menghormati suaminya dan mempertimbangkan pendapatnya.* Tidak berlebihan dalam menyikapi masalah: Tidak membuat keributan ketika menghadapi persoalan rumah tangga.* Salehah: Menjalankan kewajibannya sebagai putri dan istri dengan penuh kesabaran.* Berpegang pada adab: Tetap menghormati orang lain meskipun sedang mengalami kesedihan.KesimpulanFatimah binti Rasulullah ﷺ merupakan teladan wanita salehah yang memiliki kesabaran, rasa malu, kelembutan, dan pengorbanan luar biasa. Kehidupannya mengajarkan bahwa kemuliaan seorang wanita bukan hanya terletak pada kedudukannya, tetapi juga pada akhlak, kesabaran, ketaatan, dan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan putri-putri kita dan diri kita sebagai wanita salehah yang meneladani akhlak Fatimah radhiyallahu ‘anha. Aamiin.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

FATIMAH BINTI RASULULLAH ﷺ (Bagian 2)

FATIMAH BINTI RASULULLAH ﷺPutri Rasulullah ﷺ, wanita yang memiliki kedudukan istimewa di sisi beliau.1. Kemiripan Fatimah dengan Rasulullah ﷺFatimah sangat mirip dengan ayahnya, Rasulullah ﷺ. Kemiripan tersebut terlihat dalam:Cara berjalan.Cara berbicara.Sikap dan perilaku.Sifat dan kepribadian.Fatimah juga dikenal sebagai wanita yang sangat pemalu.Salah satu bentuk rasa malunya adalah ketika menjelang wafat, beliau berpesan agar jenazahnya dibungkus dengan sesuatu yang dapat menutupi bentuk tubuhnya. Beliau meminta agar Asma binti Umays membantu mengurus jenazahnya.2. Kepedulian Fatimah terhadap Kaum MusliminFatimah bukan hanya seorang wanita yang salehah, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap kaum Muslimin.Beliau banyak membantu kaum Muhajirin, termasuk dalam menyediakan makanan ketika berada di medan peperangan.Ketika Rasulullah ﷺ terluka dalam Perang Uhud:Ali bin Abi Thalib membawa perisai.Fatimah membersihkan darah dari wajah Rasulullah ﷺ.Ketika darah tidak berhenti mengalir, Fatimah membakar tikar yang terbuat dari serabut kurma.Abu pembakaran tersebut kemudian digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan pada luka Rasulullah ﷺ.Hal ini menunjukkan besarnya kasih sayang Fatimah kepada ayahnya dan pengorbanannya dalam membela agama Allah.3. Keutamaan Fatimah binti Rasulullah ﷺPertama: Bagian dari diri Rasulullah ﷺRasulullah ﷺ bersabda:«فَاطِمَةُ بَضْعَةٌ مِنِّي، فَمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِي»“Fatimah adalah bagian dariku. Barang siapa membuatnya marah, maka sungguh dia telah membuatku marah.”Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan Fatimah di sisi Rasulullah ﷺ.Kedua: Termasuk empat wanita terbaik penghuni surgaEmpat wanita yang memiliki keutamaan besar adalah:Khadijah binti Khuwailid.Fatimah binti Muhammad.Maryam binti Imran.Asiyah binti Muzahim.Mereka adalah wanita-wanita pilihan yang Allah muliakan.Ketiga: Menghormati suaminya, Ali bin Abi ThalibFatimah merupakan istri yang memiliki kedudukan mulia dan menghormati suaminya.Kehidupan rumah tangga mereka menjadi salah satu teladan dalam kesederhanaan, kesabaran, dan perjuangan.Keempat: Memiliki hubungan baik dengan istri-istri Rasulullah ﷺFatimah juga memiliki hubungan yang baik dengan para istri Rasulullah ﷺ.Beliau tetap menjaga hubungan kekeluargaan dan penghormatan kepada mereka.4. Kisah Ali bin Abi Thalib Hendak Menikah LagiSalah satu peristiwa yang sangat dikenal dalam kehidupan Fatimah adalah ketika Ali bin Abi Thalib hendak menikahi putri Abu Jahal.Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau tidak tinggal diam.Rasulullah ﷺ kemudian menyampaikan khutbah dan bersabda bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya. Beliau tidak rela jika Fatimah disakiti oleh peristiwa tersebut.Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya, dan sesuatu yang menyakitinya juga menyakiti beliau.Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa putri Rasulullah ﷺ tidak boleh disatukan dengan putri musuh Allah dalam satu rumah tangga. Beliau kemudian menyatakan bahwa Ali harus memilih apabila tetap ingin menikahi putri Abu Jahal.Akhirnya, Ali tidak melanjutkan pernikahan tersebut.Pelajaran:Kedudukan Fatimah sangat istimewa di sisi Rasulullah ﷺ.Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan perasaan dan kehormatan putrinya.Peristiwa ini bukan dalil untuk melarang poligami secara mutlak, tetapi berkaitan dengan keadaan khusus yang dijelaskan Rasulullah ﷺ dalam hadis.5. Kesedihan Fatimah Ketika Rasulullah ﷺ WafatKetika Rasulullah ﷺ menghadapi sakaratul maut, Fatimah sangat bersedih melihat penderitaan ayahnya.Fatimah berkata:«وَاكَرْبَ أَبَتَاهُ»“Betapa berat penderitaan yang engkau alami, wahai ayahku.”Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:«لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ الْيَوْمِ»“Tidak ada lagi penderitaan bagi ayahmu setelah hari ini.”Maksudnya, setelah meninggal dunia, Rasulullah ﷺ tidak lagi mengalami penderitaan dunia sebagaimana yang sedang beliau alami saat itu.Bisikan Rasulullah ﷺ kepada FatimahKetika Rasulullah ﷺ sakit menjelang wafat, beliau membisikkan sesuatu kepada Fatimah.Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan bahwa Fatimah kemudian menangis. Setelah itu Rasulullah ﷺ membisikkan sesuatu lagi, dan Fatimah tersenyum.Ketika ditanyakan mengenai hal tersebut, Fatimah menjelaskan:Bisikan pertama: Rasulullah ﷺ memberitahukan bahwa beliau akan meninggal karena sakit tersebut. Fatimah pun menangis.Bisikan kedua: Rasulullah ﷺ memberitahukan bahwa Fatimah adalah orang pertama dari keluarganya yang akan menyusul beliau. Fatimah pun tersenyum.Peristiwa ini diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.6. Perselisihan Fatimah dengan Abu Bakar Mengenai WarisanSetelah Rasulullah ﷺ wafat, terjadi perselisihan antara Fatimah dan Abu Bakar Ash-Shiddiq mengenai harta peninggalan Rasulullah ﷺ.Fatimah meminta bagian warisan dari peninggalan ayahnya.Namun Abu Bakar menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:«لَا نُورَثُ، مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ»“Kami para nabi tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”Abu Bakar berpegang kepada hadis yang beliau dengar langsung dari Rasulullah ﷺ.Peristiwa ini menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah kehidupan Fatimah setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.Pertemuan Abu Bakar dengan Fatimah ketika beliau sakitKetika Fatimah sakit, Abu Bakar meminta izin kepada Ali bin Abi Thalib untuk menemui Fatimah.Ali kemudian menyampaikan permintaan tersebut kepada istrinya.Fatimah bertanya kepada Ali:“Wahai suamiku, apakah engkau senang jika aku menerima kedatangannya?”Ali menjawab bahwa beliau senang jika Fatimah menerima Abu Bakar.Abu Bakar kemudian datang menemui Fatimah dan meminta keridaannya terkait peristiwa yang pernah terjadi di antara mereka.7. Wafatnya Fatimah binti Rasulullah ﷺSetelah Rasulullah ﷺ wafat, Fatimah mengalami kesedihan yang sangat mendalam.Beliau tidak lama hidup setelah kepergian ayahnya.Terdapat perbedaan riwayat mengenai usia Fatimah ketika wafat, di antaranya sekitar 24, 25, 29, atau 30 tahun.Fatimah meninggalkan anak-anak yang masih kecil:Hasan bin Ali.Husain bin Ali.Zainab binti Ali.Ummu Kultsum binti Ali.Beliau juga memiliki seorang putra bernama Muhsin yang meninggal ketika masih kecil.Pengurusan jenazah FatimahDalam riwayat sejarah disebutkan bahwa:Asma binti Umays membantu memandikan jenazah Fatimah.Al-Abbas bin Abdul Muthalib menjadi imam salat jenazah menurut sejumlah riwayat.Ali bin Abi Thalib, Al-Abbas, dan Fadhl bin Abbas disebut dalam riwayat penguburannya.Fatimah berpesan agar jenazahnya diurus pada malam hari dan dikuburkan pada malam hari.Beliau juga menginginkan agar jenazahnya ditutup dengan baik sehingga bentuk tubuhnya tidak terlihat.Hal ini sering disebut sebagai salah satu gambaran besarnya rasa malu Fatimah.Waktu wafatFatimah wafat pada tahun 11 Hijriah, beberapa bulan setelah Rasulullah ﷺ wafat.Dalam catatan materi ini disebutkan tanggal 3 Ramadan 11 Hijriah.8. Keteladanan Fatimah binti Rasulullah ﷺDari perjalanan hidup Fatimah, terdapat beberapa pelajaran penting:Menjaga rasa malu. Fatimah adalah teladan wanita yang memiliki rasa malu dan menjaga kehormatannya.Berbakti kepada orang tua. Beliau sangat mencintai dan merawat Rasulullah ﷺ.Sabar dalam menghadapi ujian. Kehidupannya dipenuhi perjuangan, kesederhanaan, dan kehilangan.Menjaga kehormatan rumah tangga. Beliau menghormati suaminya dan menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan.Memiliki kepedulian terhadap umat Islam. Beliau ikut membantu kaum Muslimin dalam perjuangan.Memiliki kedudukan mulia. Fatimah merupakan putri Rasulullah ﷺ yang sangat dicintai oleh beliau.PenutupFatimah binti Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang putri yang dicintai ayahnya. Beliau adalah wanita yang memiliki kemuliaan akhlak, rasa malu, kesabaran, dan pengorbanan.Kehidupan beliau mengajarkan bahwa kemuliaan seorang wanita tidak diukur dari kekayaan atau kedudukan dunia, tetapi dari iman, ketakwaan, akhlak, dan ketaatannya kepada Allah سبحانه وتعالى.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 32 - Kisah Fatimah Binti Rasulullah Part 2

Keutamaan Fatimah RA yang disampaikan oleh Aisyah RA : "Aku tidak meihat seorangpun yang lisannya lebih lurus/lebih benar dari Fatimah kecuali ayahnya". Kemudian Aisyah juga mensifati fisik dari Fatimah "Fatimah datang menemui Nabi SAW, dan cara jalannya persis seperti cara jalan Nabi SAW"Dalam hadist Aisyah RA pernah berkata :"Aku tidak melihat seorang pun mirip seperti Nabi SAW (sikapnya dan perilakunya) seperti Fatimah RA. kalau Fatimah datang menemui Rasulullah, maka Rasulullah bangun menemui putrinya dan Rasulullah memegang tangan Fatimah dan mencium putrinya tersebut dan menjadikan Fatimah di majelisnya, di tempat duduknya. juga sebaliknya Fatimah juga menyambut ayahnya, mencium ayahnya, serta mendudukkan ayahnya di majelis milik Fatimah"Diantara akhlak Fatimah adalah menjadi istri yang baik bagi suaminya. Fatimah sabar menemani suaminya dengan kehidupan yang sederhana. Fatimah juga turut serta dalam peperangan ayahnya maupun suaminya. Dalam hadist dari Sahl bin Saad beliau ditanya "Nabi diobati oleh apa ketika beliau terluka dalam perang uhud ?". Lalu Sahl menjawab "Tidak tersisa seorangpun dari sahabat yang lebih tahu tentang kejadian tersebut (bagaimana Nabi diobati ketika terluka saat perang uhud). Adapun saat itu Ali bin Abi Thalib membawa perisainya (bisa digunakan untuk diisi air). dan Fatimmah RA membersihkan luka dari wajah Nabi SAW. Saat lukanya dibersihkan, darahnya tidak berhenti. dengan pengalaman yang dimiliki, Fatimah lalu membakar tikar lalu menempelkan ke luka Nabi SAW. Dan saat itu daranya berhenti"Keutamaan Fatimah RA :Nabi SAW mengatakan Fatimah adalah potongan dariku (bagian dariku). Siapa yang menyakitinya, maka sama saja dengan menyakitiku.Hadist dari Ibu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda : "Wanita terbaik penghuni Surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri dari Fir'aun"Rasulullah pernah berkata kepada Fatimah "Tidakkah kau ridha wahai Fatimah engkau menjadi pemimpin para wanita di surga ?" . "tidakkah kau ridha menjadi pemimpin wanita ummat ini".Pernah suatu waktu Ali bin Abi Thalib ingin berpoligami. ini terjadi setelah tahun 8 H. Ali ingin menikah dengan putrinya Abu Jahal (Manusia yang sangat sombong sampai disebut FIr'aunnya umat ini). Maka terdengarlah berita ini oleh Rasulullah SAW. Fatimah adalah wanita yang sangat setia. Menemani Ali dalam kondisi keluarga yang miskin, menemani ali dalam peperangan, bahkan saat Ali hendak berpoligami, Fatimah bahkan tidak menunjukkan kesedihannya secara berlebihan. Akhirnya Ali melamar putri dari Abu Jahal. Justru yang tidak terima akan hal tersebut adalah Rasulullah. Maka datanglah sebagian orang lalu Fatimah sampaikan kepada ayahnya "Sesungguhnya kaummu berbicara disana sini bahwasannya engkau tidak marah karena membela putri-putrimu. sekarang Ali akan menikahi putri dari Abu Jahal". Rasulullah langsung berkhotbah diantara para sahabat-sahabatnya "Sesungguhnya aku telah menikahnya Abu 'Ash bin Rabi' dengan putriku (Zainab). Dan dia berbicara kepadaku dan dia membenarkan janjinya kepadaku. Dia tunaikan janjinya kepadaku. Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku. menyakitkan aku apa yang telah menyakitinya. dan sesungguhnya demi Allah tidak akan berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah pada satu orang lelaki." Akhirnya setelah mendengar khotbah tersebut, Ali tidak jadi menikah dengan putrinya Abu Jahal.Sebab Rasulullah keberatan ketika Ali menikahi putri dari abu Jahal adalah banyaknya kemudharatan yang terjadi. Diantaranya adalah perhatian khusus Rasulullah kepada Fatimah. Berpoligami akan menyakiti hati Fatimah. dimana menyakiti Fatimah sama dengan menyakiti Rasulullah. Selain itu, Rasulullah juga terganggu (terfitnah) dalam agamanya. Sebab lain yaitu apabila Ali menikah dengan putri Abu Jahal, maka kedudukan Fatimah akan sejajar dengan putri dari Abu Jahal. dan Rasulullah tidak menginginkan hal tersebut.Ali bin Abi Thalib baru berpoligami setelah Fatimah meninggal dunia.Hubungan Fatimah dengan istri-istri Nabi SAW yang lain :Ketika istri-istri yang lain cemburu terhadap Aisyah RA, maka mereka meminta tolong kepada Fatimah untuk menjadi delegasi dan menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah. Diriwayatkan oleh Aisyah RA " Fatimah datang ke ruahku, mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk. Saat itu Rasulullah sedang berbaring denganku dalam satu kain. Kemudin Rasulullah mengizinkan Fatimah masuk dan bertanya "ada keperluan apa ?" Fatimah pun berkata "Sesungguhnya istri-istrimu mengirmku sebagai delegasi untuk meminta kepadamu untuk adil terhadap Aisyah RA". Saya pun diam saja. kemudian Rasulullah berkata "wahai putriku, bukankah engkau mencintai apa yang ayahmu cintai ?". "Tentu saja", jawab Fatimah. Kemudian Rasulullah berkata "citailah perempuan ini (Aisyah)". Maka kembalilah Fatimah kepada istri-istri yang lain dan menyampaikan hal yang sudah disampaikan oleh Rasulullah. Kembali Fatimah diperintahkan oleh istri-istri Nabi SAW yang lain untuk membujuk Rasulullah dan menyampaikan tentang kecemburuan tersebut. Namun Fatimah menolak dan berkata "Aku tidak akan membicarakan Aisyah selama-lamanya" (karena Fatimah tidak ingin ribut dengan ayahnya maupun dengan Aisyah).Kesedihan terbesar bagi Fatimah adalah ketika Rasulullah SAW wafat. "Wahai ayahanda, dia telah memenuhi panggilan rabb-Nya. Surga Firdaus adalah tempat terbaikmu. Kepada Jibril kami sampaikan kesedihan ini."

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#32 Kisah Fatimah binti Rasulullah ﷺ Part-2

Kisah Fatimah binti Rasulullah ﷺ Part-2 - Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc, MA -1. Keutamaan & Sifat FatimahLisan paling lurus: Aisyah berkata tidak ada yang lisannya lebih lurus seperti Fatimah kecuali ayahnya.Fisik & perangai mirip Nabi: Cara jalan, sikap, diam, akhlaknya persis Rasulullah ﷺ.Saling memuliakan dengan ayah: Jika Fatimah datang, Nabi berdiri, pegang tangannya, cium, dan dudukkan di majelisnya. Begitu pula sebaliknya.Sangat pemalu: Seperti ayahnya. Wasiat minta dimandikan hanya oleh Asma binti Umais, minta pakai keranda tertutup dan dikubur malam hari agar tidak terlihat lekuk tubuh.Dijuluki Ummu Abiha (ibu dari bapaknya) karena menggantikan posisi Khadijah merawat ayah setelah ibu dan semua kakaknya wafat.2. Fatimah Sebagai Istri & MujahidahIstri terbaik, sabar hidup miskin dengan Ali, tangan kasar karena giling gandum.Ikut perang membantu mujahidin.Perang Uhud: Nabi terluka parah (pipi berdarah kemasukan besi, kepala berdarah, gigi patah, jatuh ke lubang). Yang merawat: Ali bawa air dengan perisai, Fatimah bersihkan darah. Darah tidak berhenti, Fatimah bakar tikar dari serabut kurma dan abunya ditempelkan ke luka hingga berhenti.3. Keutamaan TinggiNabi ﷺ: "Fatimatu bida'tun minni, mudghatun minni - Fatimah potongan dariku, siapa menyakitinya menyakitiku."4 Wanita terbaik surga: Khadijah, Fatimah, Maryam, Asiyah.Nabi janjikan: "Sayyidatu nisai ahlil jannah / sayyidatu nisai hadzihil ummah - Pemimpin wanita surga & pemimpin wanita umat ini."4. Kisah Ali Ingin Poligami Putri Abu JahalTerjadi setelah Fathu Makkah tahun 8 H. Ali ingin menikahi putri Abu Jahal (nama khilaf: Juwairiyah/Jamilah). Abu Jahal sudah tewas di Badar, putrinya masuk Islam.Yang heboh bukan Fatimah. Fatimah tidak ribut dengan Ali, sangat hormat kepada suami. Tentu sedih (wanita pasti sedih dipoligami - seperti Sarah cemburu ke Hajar, Aisyah ke Shafiyah), tapi tahu syariat.Fatimah hanya curhat ke ayah: "Kaummu bilang engkau tidak marah membela putrimu."Nabi langsung bela dan khutbah: "Sesungguhnya aku nikahkan Abul Ash bin Rabi' dengan Zainab, dia jujur menepati janji. Sesungguhnya Fatimah bagian dariku, menyakitinya menyakitiku. Demi Allah tidak akan berkumpul Putri Rasulullah dan Putri musuh Allah pada satu lelaki."Ali pun batalkan lamaran.Kenapa dilarang? Bukan karena poligami haram, ini kasus khusus:1. Perhatian khusus - Fatimah sudah sendirian (ibu, kakak adik semua wafat), anak bungsu paling dicintai. Menyakiti Fatimah = menyakiti Nabi.2. Ada isyarat perjanjian khusus antara Nabi & Ali untuk tidak menyakiti Fatimah (Ibnu Qayyim).3. Khawatir terfitnah agamanya karena cemburu berat (HR. Bukhari).4. Tidak mungkin disamakan kedudukan Putri Rasulullah dengan Putri musuh Allah (Abu Jahal), cucu nanti kakeknya beda jauh.Pelajaran: Ini bukan dalil haramnya poligami. Buktinya Nabi poligami, sahabat poligami, Ali pun poligami setelah Fatimah wafat. Ali sendiri sangat sayang Fatimah sampai sering keluar madzi.5. Hubungan Baik dengan Istri-istri NabiSering ketemu Aisyah, saling memuji.Pernah jadi delegasi istri-istri Nabi yang cemburu kepada Aisyah karena sahabat tunggu jatah nginap di Aisyah baru kasih hadiah.Fatimah sampaikan ke Nabi: "Istri-istrimu minta adil terhadap putri Abu Quhafah." Nabi jawab: "Wahai putriku, tidakkah kau cintai yang aku cintai? Cintailah Aisyah."Fatimah langsung patuh, tidak mau lagi jadi delegasi kedua kali: "Wallahi la ukallimu fiha abadan." Ini bukti hubungan baik, bukan seperti klaim Syiah ribut.6. Wafatnya Nabi ﷺ - Puncak Kesedihan & Bisikan RahasiaAnas: Saat Nabi sakit parah, Fatimah berkata: "Wa karba abatah - Betapa menderitanya ayah." Nabi jawab: "Laisa 'ala abiki karbun ba'dal yaum - Tidak ada kesulitan lagi setelah hari ini."Saat wafat, Fatimah berkata: "Ya abatah ajaba Rabban da'ahu, Jannatul Firdausi ma'wahu, ila Jibrila nan'ahu."Saat pemakaman: "Aṭabat anfusukum an taḥṡu at-turab 'ala Rasulillah? Apakah kalian nyaman menabur tanah ke kuburan Rasulullah?"Bisikan rahasia di rumah Aisyah: Nabi bisik pertama Fatimah menangis berat: Jibril biasanya ajar Qur'an setahun sekali, tahun ini dua kali, tanda ajal dekat. "Fattaqillaha washbiri, fa inni ni'mas salafu laki."Bisikan kedua Fatimah tertawa: "Tidakkah kau ridha jadi pemimpin wanita surga/umat ini?" Dan kabar Fatimah orang pertama yang menyusul Nabi.7. Perselisihan Warisan dengan Abu Bakar & Akhir HidupSetelah Nabi wafat, Fatimah minta warisan ke Abu Bakar karena hidup susah.Abu Bakar sampaikan hadis: "Nahnu ma'asyiral anbiya la nuratsu, ma taraknahu shadaqah - Kami para Nabi tidak mewariskan, yang kami tinggalkan sedekah."Abu Bakar serba salah, dia berkata: "Kekerabatan Rasulullah lebih aku suka sambung daripada kerabatku sendiri." Tapi harus jalankan sunnah. Bukti cintanya: Saat ayahnya Abu Quhafah masuk Islam tahun 8 H, Abu Bakar menangis bilang: "Seandainya pamanmu Abu Thalib yang masuk Islam, aku lebih suka karena Nabi bahagia."Fatimah marah (manusiawi), diam di rumah tidak keluar. Ali menemani istri, belum baiat terang-terangan ke Abu Bakar. Abu Bakar memaklumi.Saat sakit parah, Abu Bakar minta izin menjenguk. Fatimah tanya izin suami dulu: "Wahai suamiku kau suka saya izinkan?" Ali: "Ya." Ini adab tinggi meski kedudukan tinggi tetap tahu hak suami.Abu Bakar datang merayu: "Demi Allah aku tidak tinggalkan harta kecuali cari ridha Allah, Rasul, dan kalian Ahlul Bait." Akhirnya Fatimah ridha, gesekan hilang.Wafat: 6 bulan setelah Nabi, 3 Ramadhan 11 H. Usia khilaf: 24-29 tahun (Adz-Dzahabi: 24 th, banyak ulama: 29 th). Karena kesedihan berat & rindu ayah.Anak yang ditinggal: Hasan (8 th), Husein (7 th), Zainab, Ummu Kultsum (yang nanti menikah dengan Umar bin Khattab punya anak Zaid - bukti hubungan baik Ali & Umar), Muhsin meninggal kecil.Wasiat: Dimandikan Asma binti Umais (istri Ja'far lalu Abu Bakar lalu Ali), dishalatkan Al-Abbas, yang turun ke kubur Al-Abbas, Ali, Fadhl bin Abbas, dikubur di Baqi', pakai keranda tertutup & dikubur malam hari karena sangat pemalu.8. Faedah & Pelajaran Wanita sabar sejak kecil melihat penderitaan dakwah ayah.Nurut kepada ayah & suami, istri shalihah meski susah.Malu yang luar biasa - sifat yang hilang zaman sekarang.Tidak mentang-mentang putri Rasulullah, tetap tahu hak suami & hak khalifah. Tidak heboh, tidak bikin desas-desus, tidak ribut saat mau dipoligami atau tidak diberi warisan, hanya diam & sabar di rumah.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringkasan materi kisah Fatimah binti Rasulullah

🌱Kisah Fatimah binti Rasulullah (part 2)🌱Aisyah Radhiyallahu Anha pernah berkata "Aku tidak melihat seorangpun yang lisannya lebih lurus lebih benar seperti Fatimah kecuali Ayahnya" kemudia Aisyah Radhiyallahu Anha mensifati bagaimana fisik Fatimah, Aisyah berkata "Fatimah datang menemui Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dan cara jalannya persis seperti cara Nabi shalallahu 'alaihi wasallam" Kemudian dalam hadits Aisyah Radhiyallahu Anha pernah berkata "Aku tidak melihat seorang pun mirip seperti Nabi dari sikapnya perilakunya seperti Fatimah Radiallahu 'anha"Kalau Fatimah datang menemui Nabi shalallahu 'alaihi wasallam maka Nabipun bangun berdiri menuju ke Fatimah yaitu menyambut puterinya kemudian Nabi shalallahu 'alaihi wasallam memegang tangan puterinya tersebut kemudian dia mencium puterinya tersebut kemudian Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjadikan Fatimah duduk di majelisnya di tempat duduknya dan sebaliknya kalau Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menemui Fatimah maka Fatimah dengan semangat kemudian bangkit menyambut ayahnya kemudian Fatimah memegang tangan ayahnya lantas ia mencium ayahnya kemudian Fatimah mendudukkan ayahnya di Majelis Fatimah Radiallahu 'anha.Oleh karenanya sebagaimana ayahnya Rasulullah sangat pemalu, Fatimah juga sangat pemalu.Fatimah menjadi putri terbiak bagi ayahandanya menemani ayahnya setelah seluruh kakak2nya wafat sehingga yang tersisa keluarga hanyalah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dan Fatimah.Diantara akhlak Fatimah ia menjadi istri yang terbaik bagi suaminya bagaimana sabarnya untuk menemani suaminya yang hidup miskin dan susah payah turut bekerja dirumah, menggiling gandum sampai tangannya menjadi kasar sampai letih dan lelah.Demikian juga beliau selalu menemani ayahnya dan suaminya dalam peperangan2 membantu para Mujahidin yang mungkin terluka, perlu dibawakan makanan maka Fatimah selalu menyertai.Hadits "Ketika Nabi shalallahu 'alaihi wasallam terluka dalam perang uhud dari sahl bin sa'ad assa'di Radhiallahu Anhu, beliau berkata berliau ditanya "Nabi diobati dengan apa ketika terluka dalam perang uhud kata sahl bin saad assaidi, "tidak tersisia seseorangpun dari sahabat yang lebih tau tentang kejadian tersebut bagaimana Nabi dirawat diobati ketika terluka selain aku (yg lain sudah meninggal dunia) kemudian beliau menjelaskan adapun waktu itu dirawat adalah Ali bin Abi Thalib membawa tursnya/perisainya bisa digunakan untuk dibawa diisi Air dan Fatimah Radiallahu anha memberisihkan luka dari wajah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Ketika Fatimah memberisihkan luka dari wajah Nabi ternyata darah tidak berhenti maka Fatimah dengan pengalamannya mengambil hasir semacam tikar lama yg dibuat dari serabut kurma maka dibakar setelah itu debunya atau bakarannya diletakkan diwajah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dibagian luka tersebut maka darah Nabi yang keluar berhenti.Adapun keutamaan Fatimah Radiallahu anha diantaranya :•Rasulullah mengatakan "Fatimah adalah potongan dariku/bagian dariku siapa yang menyakitinya maka telah menyakitiku" dan ini menunjukkan betapa cintanya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada Fatimah Radiallahu anha.•Rasulullah bersabda "Wanita terbaik penghuni surga adalah Khadijah binti khuwailid, Fatimah bintu Muhammad, maryam bintu imram dan Asiah istrinya Fir'aun.•Dalam potongan Hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda "tidakkah kau Ridho Fatimah engkau menjadi pemimpin wanita di surga"Diantara kejadian yg menarik dalam kehidupan rumah tangga Fatimah Radiallahu anha bahwasanya Ali bin Abi Thalib ingin berpoligami dan disebutkan ini terjadi setelah Fathu Makkah setelah tahun 8 Hijriah yaitu menjelang wafatnya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Ali bin Abi Thalib ingin menikah dengan putrinya Abu Jahal maka kejadian ini sampai kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Ternyata Fatimah tidak ribut kepada suaminya sangat hormat kepada Ali bin Abi Thalib. Tentunya Fatimah sedih tapi ia tahu itu syariat. Akhirnya Ali bin Abi Thalib melamar putrinya Abu jahal. Tapi yang heboh malah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam Nabi tidak terima hal tersebut maka datanglah sebagian orang Fatimah sampaikan kepada ayahnya "Sesungguhnya kaummu berbicara disana sini bahwasanya engkau tidak marah karena membela putri2mu sekarang Ali ingin menikah dengan putri Abu jahal" maka Rasulullah berkata "Sesungguhnya aku telah menikahkan Abul Ash bin robi' dengan putriku (Zainab) dia berbicara kepadaku dan dia jujur dia membenarkan janjinya kepadaku dia janji kepadaku dan dia tunaikan janjinya sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku dan menyakitkan aku apa yang telah menyakitinya dan Sesungguhnya tidak akan berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah yaitu Abu jahal". Kemudian Ali ketika mendengar khutbah Nabi maka ia tidak jadi menikah dengan putrinya Abu jahal.Puncak kesedihan Fatimah ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam meninggal.Fatimah tau ia akan segera menyusul ayahnya.Setelah Rasulullah meninggal 6 bulan kemudian Fatimah meninggal disebutkan karna kesedihan yang berat hingga sakit2an karna ia sangat sayang kepada Ayahnya. Meninggal diusia 25 ada juga 24 pendapat paling kuat 29 tahun.Anaknya2 masih kecil hasan husein usianya 8 tahun dan 7 tahun kemudian masih ada putri2nya zainab dan ummu kulsum. Ummu kulsum menikah dengar umar bin khattab.Katika akan meninggal dunia Fatimah memberi wasiat kepada Asma bintu umais istrinya abu bakar Diwasiati untuk memandikan Fatimah Radiallahu anha yg menyolatkannya al abbas bin abdul mutholibMeninggal 3 ramadhan tahun 11 Hijriah diminta dikuburkan dengan dibawa memakai keranda ditutupin dan dikasi kain dan berwasiat dikuburkan malam hari karena tingginya rasa malunya.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Fatimah binti Muhammad

Aisyah mensifati fisik fatimah, aisyah berkata cara jalan nya fatimah persis seperti cara jalan Nabi Muhammad. Aisyah berkata aku tidak melihat seorangpun dari sikapnya, perilakunya seperti fatimah. Fatimah sangat mirip dengan Nabi dari segi fisik, dari segi perangai nya, dari sisi sikap sikap diamnya, akhlaknya sangat mirip Nabi Muhammad. Kalau fatimah datang menemui ayahnya, Rasulullah bangun berdiri menuju ke fatimah, menyambut putrinya kemudian memegang tangan putrinya, lalu mencium putrinya kemudian Rasulullah menjadikan fatimah duduk di majlisnya. Dan sebaliknya, kalau Rasulullah datang menemui fatimah, maka fatimah dengan semangat kemudian bangkit menyambut ayahnya. Kemudian fatimah memegang tangan ayahnya, lalu dia mencium ayahnya, kemudian fatimah dudukkan ayahnya di majlis fatimah. Rasulullah sangat pemalu, fatimah juga pemalu. Fatimah begitu dekatnya dengan Rasulullah seakan akan menggantikan posisi ibunda nya. Fatimah menggiling gandum sampai tangan nya kasar. Rasulullah terluka ketika perang uhud, banyak terluka, kepala nya berdarah, dihantam dibagian pundak, banyak yang terluka, wajah Nabi terluka, berlumuran darah. Fatimah membersihkan luka dari wajah Nabi. Fatimah merawat Rasulullah. Keutamaan fatimah sangat banyak. Ali ingin berpoligami, Rasulullah mengetahui nya. Fatimah sangat hormat kepada Ali tidak gaduh gaduh. Namanya wanita pasti sedih kalau di poligami tetapi dia lebih mengedepankan syariat mengalahkan perasaan. Sifat dasar wanita, kisah sarah cemburu pada hajar. Fatimah tidak heboh. Ayah nya juga poligami, teman teman juga poligami, Nabi tidak terima hal tersebut, Nabi yang heboh. Rasulullah langsung membela fatimah. Ali tidak jadi menikah dengan putri abu jahl. Hukum poligami adalah syar'i yang mulia. Tidak berlaku pada setiap lelaki. Kalau tidak adil, dia akan pincang kakinya dan badan nya miring di hari kiamat. Hukum poligami sunnah. Ada beberapa sebab Rasulullah melarang Ali berpoligami :1. Perhatian khusus Nabi kepada fatimah, karena poligami nya ali akan menyakiti hati fatimah dan menyakiti hati fatimah berarti menyakiti hati Nabi Muhammad. Ahlul bait yang paling dicintai oleh Nabi adalah fatimah. Fatimah mengikuti peperangan ayahnya. Rasulullah tidak ingin menyakiti putrinya. Rasulullah tidak ingin menyakiti hati fatimah. Rasulullah menyindir ali agar ali menunaikan janjinya. Fatimah anak spesial, fatimah sendirian. 2. Rasulullah menyebut khawatir terganggu agamanya, terfitnah agama nya. Khawatir futur, terfitnah agama nya. Kecemburuan nya terpatri dan tidak bisa mengontrol kecemburuan yang berlebihan. Kalau dia cemburu maka tidak akan bisa kuat menahan nya. Ali sangat sayang kepada fatimah, sangat begitu sayang kepada fatimah, saking sayang nya ali kepada fatimah sampai suka keluar air madzi, air dari kemaluan laki laki ketika bersyahwat, dia sering bersyahwat kepada fatimah. Dan setelah fatimah meninggal, Ali bin abi thalib poligami. Fatimah memiliki hubungan baik dengan istri istri Nabi. Musibah terbesar fatimah saat ayahnya meninggal. Puncak kesedihan fatimah. Para sahabat juga sangat bersedih. Fatimah hidup dengan kesedihan ketika Rasulullah meninggal. Kota madinah kota mekkah dan kota thoif tidak murtad setelah Rasulullah meninggal. Fatimah meminta warisan ayahnya kepada abu bakar, ternyata tidak ada warisan dari Rasulullah dan fatimah marah kepada abu bakar dan mendiamkan abu bakar tidak bertemu dan tidak berbicara dengan abu bakar. Fatimah ridho dengan abu bakar dan tidak ada gesekan lagi. 6 bulan kemudian fatimah meninggal. Fatimah meninggal sangat muda. Fatimah memberi wasiat kepada asma bintu umais istri abu bakar. Asma bintu umais istrinya ja'far bin abi thalib, saudaranya ali, ja'far ali bersaudara. Ketika ja'far meninggal, asma bintu umais menikah dengan abu bakar ash shiddiq. Ketika abu bakar ash siddiq meninggal dunia, baru asma bintu umais menikah dengan ali bin abi thalib. Asma bintu umais ketika memandikan fatimah diwasiati fatimah. Fatimah ingin yang memandikan 1 orang saja karena rasa malu fatimah. Fatimah meninggal di bulan ramadhan tanggal 3 ramadhan tahun 11 hijriyah, fatimah meminta kepada asma dikuburkan agar memakai keranda karena kalau diangkat langsung, kain itu memperlihatkan lekuk tubuhnya. Maka di taruh di keranda lalu ditutupi kain. Tidak terlihat sama sekali. Begitu pemalunya fatimah. Ayah nya juga sangat pemalu. Fatimah meminta dikuburkan di malam hari. Rasa malu yang sangat tinggi. Sangat sabar menjalani kehidupan. Nurut sama ayahnya. Nurut kepada suaminya. Fatimah memiliki sifat pemalu. Zaman sekarang laki laki lebih pemalu daripada wanita. Fatimah meminta ridho kepada suaminya.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah Fatimah binti Rasulullah

1. Keutamaan dan Kepribadian Fatimah: Fatimah binti Rasulullah dikenal memiliki kemiripan yang sangat besar dengan Nabi Muhammad SAW baik dari segi fisik, cara berjalan, maupun akhlak dan perilakunya. Beliau juga memiliki rasa malu yang luar biasa hingga akhir hayatnya.2. Peran di Sisa Hidup Bersama Nabi: Setelah ibu dan saudara-saudaranya wafat, Fatimah menjadi sosok yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW hingga dijuluki Ummu Abiha (ibu dari ayahnya) karena perhatiannya yang mendalam dalam merawat dan menghibur Nabi.3. Partisipasi dalam Perang: Fatimah ikut serta dalam medan perjuangan, seperti merawat luka Rasulullah SAW saat Perang Uhud dengan penuh kesabaran dan ketulusan.4. Kisah Terkait Poligami Ali bin Abi Thalib: Ali bin Abi Thalib sempat berniat meminang putri Abu Jahal. Nabi Muhammad SAW melarang hal tersebut khusus untuk Fatimah guna menjaga perasaan beliau dan mencegah kemudaratan, yang kemudian dipahami dan ditaati dengan baik.5. Hubungan dengan Istri-Istri Nabi dan Abu Bakar: Fatimah senantiasa menjaga hubungan baik dengan para istri Nabi SAW (termasuk Aisyah). Sempat terjadi sedikit kesalahpahaman mengenai harta warisan dengan Abu Bakar Ash-Siddiq, namun hal tersebut diselesaikan dengan baik sebelum beliau wafat.6. Wafatnya Fatimah: Fatimah wafat pada bulan Ramadan tahun 11 Hijriah, menyusul ayahnya beberapa bulan kemudian di usia yang masih muda. Beliau berwasiat agar dimakamkan pada malam hari menggunakan keranda tertutup demi menjaga rasa malunya.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#32 KISAH FATHIMAH BINTU RASULULLAH ﷺ Part-2

Oleh Ust. Dr. Firanda AndirjaBerikut adalah catatan detail mengenai sirah Fatimah binti Rasulullah ﷺ :~ Keutamaan dan Kepribadian FatimahFatimah radhiallahu taala anha memiliki kedudukan yang sangat mulia. Aisyah radhiallahu taala anha memuji bahwa tidak ada orang yang lebih jujur lisannya setelah Rasulullah ﷺ selain Fatimah. Secara fisik, gaya berjalan, cara bersikap, dan akhlaknya sangat mirip dengan ayahandanya. Ketika Fatimah datang, Rasulullah ﷺ akan berdiri, menyambut, mencium, dan mendudukkannya di tempat duduk beliau, begitu pula sebaliknya.~ Peran *Ummu Abiha (Ibu dari Bapaknya)* Julukan Ummu Abiha melekat karena Fatimah menjadi sosok yang merawat dan menghibur Rasulullah ﷺ setelah kepergian ibunda beliau, Khadijah, serta saudara-saudaranya. Fatimah sangat sabar mendampingi Ali bin Abi Thalib dalam kondisi kemiskinan, bahkan turun langsung bekerja di rumah hingga tangannya kasar, serta ikut terjun di medan perang seperti Perang Uhud untuk merawat luka-luka ayahnya.~ Kisah Ali bin Abi Thalib dan Putri Abu JahalSetelah penaklukan Mekkah, Ali bin Abi Thalib pernah berniat menikahi putri Abu Jahal. Meski secara hukum Islam poligami diperbolehkan, Rasulullah ﷺ melarang hal tersebut khusus untuk Fatimah. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa putri Rasulullah dan putri musuh Allah (Abu Jahal) tidak akan berkumpul dalam satu naungan. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan:1. Menjaga perasaan Fatimah: Mengingat posisi Fatimah yang merupakan anak yang sangat dicintai dan kini hanya memiliki ayahnya.2. Khawatir fitnah agama: Rasulullah ﷺ khawatir kecemburuan tersebut dapat mengganggu ketenangan ibadah Fatimah.3. Perjanjian Khusus: Terdapat indikasi adanya janji atau kesepakatan antara Ali dan Rasulullah bahwa Ali tidak akan menyakiti Fatimah.Hal ini menjelaskan bahwa ini adalah kasus khusus bagi Fatimah dan bukan dalil bahwa poligami dilarang secara mutlak bagi wanita lain.~ Hubungan dengan Istri-istri RasulullahFatimah memiliki hubungan yang harmonis dengan Aisyah dan istri-istri Nabi lainnya. Terbukti ketika para istri Nabi merasa cemburu terkait perhatian Nabi yang lebih kepada Aisyah, Fatimah diminta menjadi delegasi untuk menyampaikan hal tersebut kepada ayahnya. Fatimah adalah sosok anak yang taat; ketika ia menyampaikan aspirasi itu dan Nabi meminta agar ia mencintai apa yang dicintai ayahnya (yakni Aisyah), Fatimah langsung menerima dan tidak mendebatnya lagi.~ Wafatnya Rasulullah ﷺ dan Wafatnya FatimahFatimah sempat menangis hebat saat diberitahu bahwa Rasulullah ﷺ akan wafat, namun ia tersenyum ketika dibisikkan bahwa ia adalah anggota keluarga pertama yang akan menyusul ayahnya ke surga. Sepeninggal Rasulullah ﷺ Fatimah mengalami kesedihan mendalam. Terjadi sedikit ketegangan saat Fatimah meminta hak waris kepada Abu Bakar, namun Abu Bakar menjelaskan berdasarkan hadis bahwa para nabi tidak mewariskan harta. Keduanya kemudian berdamai setelah Abu Bakar meminta maaf dan menjelaskan niat tulusnya.~ Sifat Malu FatimahFatimah dikenal sangat pemalu. Bahkan, beliau memberikan wasiat agar dimandikan oleh Asma binti Umais, dikuburkan pada malam hari, dan jenazahnya ditutup dengan keranda agar lekuk tubuhnya tidak terlihat sama sekali. Beliau wafat beberapa bulan setelah Rasulullah ﷺ, pada usia muda, meninggalkan warisan keteladanan sebagai wanita yang sabar, salehah, dan sangat berbakti.[Endah Ea]

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

Keyakinan dan Keutamaan FatimahKemiripan dengan Rasulullah: Aisyah radhiallahu 'anha meriwayatkan bahwa Fatimah adalah sosok yang paling mirip dengan Rasulullah SAW dari segi tutur kata, perilaku, akhlak, hingga cara berjalannya.Kasih Sayang Antara Ayah dan Anak: Hubungan Rasulullah dan Fatimah sangat erat. Setiap kali Fatimah datang, Rasulullah berdiri menyambut, memegang tangan, menciumnya, dan memberinya tempat duduk di majelisnya—begitu pula sebaliknya.Penolong dan Pengabdi: Fatimah dijuluki Ummu Abiha (Ibu dari Ayahnya) karena ketelatenannya merawat Rasulullah. Salah satu momen krusial adalah ketika Perang Uhud, di mana Fatimah dengan sigap mengobati dan menghentikan pendarahan di wajah Rasulullah menggunakan abu bakar akar/tikar.Kedudukan Tertinggi di Surga: Rasulullah menyebutkan Fatimah sebagai salah satu dari 4 wanita terbaik penghuni surga (bersama Khadijah, Maryam, dan Asiah) serta sebagai pemimpin para wanita umat ini di surga.Peristiwa Ali bin Abi Thalib dan Putri Abu JahalRencana Poligami Ali: Ali bin Abi Thalib sempat bermaksud melamar putri Abu Jahal. Peristiwa ini membuat Fatimah sedih, namun ia tidak berbuat gaduh dan memilih menyampaikan keluhannya kepada Rasulullah.Sikap dan Ketegasan Rasulullah: Rasulullah melarang pernikahan tersebut dan berkhotbah menegaskan bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya. Tidak mungkin menyatukan putri Rasulullah dan putri musuh Allah (Abu Jahal) pada satu laki-laki.Alasan Larangan:Melindungi perasaan Fatimah yang sudah hidup penuh penderitaan dan kehilangan seluruh saudara serta ibunya.Adanya janji/pembicaraan khusus agar Ali tidak menyakiti Fatimah.Khawatir timbulnya fitnah dalam agama Fatimah akibat rasa cemburu.Menjaga kehormatan dan kedudukan kedua belah pihak.Pelajaran Hukum: Peristiwa ini adalah kondisi khusus (khususiya) bagi Fatimah dan bukan dalil pengharaman poligami secara umum, sebab poligami tetap disyariatkan dengan syarat keadilan dan kemampuan.Hubungan dengan Istri-Istri Nabi dan SahabatSaling Menghormati dengan Aisyah: Fatimah memiliki hubungan yang baik dengan para istri Nabi. Ia pernah menjadi utusan istri-istri Nabi untuk berbicara kepada Rasulullah. Ketika Rasulullah memintanya untuk mencintai Aisyah, Fatimah pun mematuhinya dan tidak mau ikut campur lagi dalam perselisihan tersebut.Sikap Terkait Harta Warisan: Setelah Rasulullah wafat, Fatimah sempat meminta harta warisan kepada Abu Bakar ash-Siddiq. Namun, Abu Bakar menjalankan sabda Nabi bahwa para nabi tidak meninggalkan warisan dan hartanya menjadi sedekah.Klarifikasi Hubungan dengan Abu Bakar: Meski sempat berada dalam situasi canggung akibat kesedihan, Abu Bakar mendatangi Fatimah untuk meminta keridaan dan menyampaikan tutur kata yang lembut hingga Fatimah rida kepadanya sebelum wafat.Wafatnya Fatimah az-ZahraKabar Gembira dan Kesedihan: Sebelum wafat, Rasulullah membisikkan dua hal kepada Fatimah: pertama, bahwa ajalnya sudah dekat (yang membuat Fatimah menangis); kedua, bahwa Fatimah adalah anggota keluarga pertama yang akan menyusul beliau (yang membuat Fatimah tersenyum).Wafat di Usia Muda: Fatimah wafat sekitar 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah pada tanggal 3 Ramadan tahun 11 Hijriah di usia yang sangat muda (sekitar 24–29 tahun) akibat kesedihan yang mendalam ditinggal sang ayah.Sifat Pemalu Hingga Akhir Hayat:Fatimah berwasiat agar tubuhnya diusung menggunakan keranda tertutup rapat agar lekuk tubuhnya tidak terlihat saat dibawa ke pemakaman.Ia meminta agar dimandikan oleh Asma binti Umais dan dikuburkan pada malam hari di Baqi untuk menjaga privasi serta kehormatannya.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Fatimah Binti Rasulullah SAW part 2

Kisah Fatimah Binti Rasulullah SAW - Part 2*1. Perang Uhud*Peristiwa bersejarah saat Fatimah Az-Zahra ikut ke medan perang untuk mengobati ayahnya terjadi pada Perang Uhud (tahun ke-3 Hijriah). Kisah ini menjadi salah satu bukti nyata keberanian, ketenangan, serta ketangkasan medis yang dimiliki oleh putri bungsu Rasulullah SAW tersebut.Kekacauan di Medan UhudPada fase kedua Perang Uhud, pasukan Muslimin mengalami situasi yang sangat kritis akibat serangan balik mendadak dari kaum kafir Quraisy. Di tengah kekacauan itu, Nabi Muhammad SAW terluka parah. Wajah beliau bersimbah darah, kepala beliau terluka, dan gigi depan beliau patah.Mendengar kabar buruk mengenai kondisi ayahnya, Fatimah bersama sekelompok wanita Madinah (termasuk bibi Nabi, Shafiyyah) bergegas menuju bukit Uhud dengan kecemasan yang luar biasa.Aksi Medis Fatimah dan Ali bin Abi ThalibSetibanya di medan perang, Fatimah langsung memeluk ayahnya dengan tangis yang tak tertahankan melihat luka-luka beliau. Fatimah kemudian bekerja sama dengan suaminya, Ali bin Abi Thalib, untuk memberikan pertolongan pertama:​Membasuh Luka dengan Air: Ali bin Abi Thalib mengambil air menggunakan perisainya (atau wadah batu) dan menuangkannya, sementara Fatimah dengan lembut membasuh dan membersihkan darah dari wajah suci Rasulullah.​Darah yang Terus Mengucur: Meskipun sudah dibasuh berulang kali, aliran darah dari luka Nabi tidak kunjung berhenti karena lukanya yang cukup dalam. Air justru membuat darah mengalir semakin deras.​Inovasi Obat Pendarahan (Kauterisasi Herbal): Melihat situasi tersebut, Fatimah tidak panik. Ia dengan cerdas mengambil potongan tikar yang terbuat dari pelepah daun papirus/kurma kering, lalu membakarnya hingga menjadi abu. Abu hasil pembakaran tersebut kemudian diusapkan dan ditempelkan pada luka Rasulullah. Berkat sifat abu papirus yang mendinginkan dan menyerap cairan, pendarahan pada wajah Nabi akhirnya berhasil dihentikan.*2. Keinginan Ali bin Abi Thalib Berpoligami*Kisah mengenai keinginan Ali bin Abi Thalib untuk berpoligami merupakan salah satu peristiwa yang sangat masyhur dalam sejarah Islam. Peristiwa ini tercatat secara sahih dalam Kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.Awal Mula Rencana PernikahanSetelah beberapa tahun membina rumah tangga yang harmonis bersama Fatimah Az-Zahra, Ali bin Abi Thalib sempat bermaksud untuk meminang putri dari Abu Jahal (yang bernama Juwairiyah atau Al-Aura). Pada masa itu, poligami adalah hal yang umum dan legal secara syariat Islam. Keluarga Abu Jahal pun kemudian mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta izin atas pinangan tersebut.Reaksi Fatimah Az-ZahraKetika kabar pinangan ini sampai ke telinga Fatimah, hatinya merasa sangat terluka dan sedih. Ia segera menemui ayahnya, Rasulullah SAW, sambil menangis dan mengadu:"Kaummu mengira bahwa engkau tidak akan marah untuk membela putri-putrimu. Itulah Ali, dia mau menikah dengan putri Abu Jahal."Ketegasan dan Khutbah Rasulullah SAWMendengar aduan putrinya, Rasulullah SAW langsung menuju masjid, berdiri di atas mimbar, lalu menyampaikan khutbah yang sangat tegas di hadapan para sahabat. Beliau bersabda:"Bani Hasyim bin Mughirah (keluarga Abu Jahal) meminta izin kepadaku untuk menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Aku tidak mengizinkan, aku tidak mengizinkan, aku tidak mengizinkan! Kecuali jika Ali bin Abi Thalib mau menceraikan putriku terlebih dahulu lalu silakan menikah dengan putri mereka. Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku. Apa yang menggelisahkannya akan menggelisahkanku, dan apa yang menyakitinya akan menyakitiku."Nabi SAW juga menambahkan penegasan penting:"Aku tidak mengharamkan sesuatu yang halal dan tidak menghalalkan sesuatu yang haram. Akan tetapi, demi Allah, tidak mungkin berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah pada satu suami selama-lamanya."Alasan Rasulullah SAW MelarangPara ulama menjelaskan beberapa alasan utama di balik larangan khusus dari Rasulullah SAW tersebut:1. Menjaga Perasaan Fatimah & Rasulullah: Menyakiti hati Fatimah sama saja dengan menyakiti hati Rasulullah SAW. Menyakiti Rasulullah adalah perkara yang diharamkan dalam Islam.2. Menolak Persatuan dengan Putri Musuh Allah: Rasulullah SAW tidak rida jika putri pemuka Islam disandingkan dengan putri pemuka kekafiran (Abu Jahal) di bawah atap rumah tangga yang sama.3. Kekhawatiran Fitnah Agama: Nabi khawatir rasa cemburu yang terlalu berat akan memicu fitnah (ujian) terhadap kekhusyukan dan ketaatan beragama Fatimah *3. Menjadi Utusan Ummul Mukminin dalam menyampaikan pesan.*Kisah mengenai Sayyidah Fatimah Az-Zahra yang menjadi utusan para istri Nabi Muhammad SAW tercantum secara sahih dalam Kitab Sahih Muslim (Hadis No. 2442). Peristiwa ini menggambarkan dinamika kecemburuan yang manusiawi di antara Ummahatul Mukminin (para istri Nabi) serta bagaimana Rasulullah SAW menegaskan rasa cintanya kepada Aisyah RA.Berikut adalah urutan kisah lengkapnya:Latar Belakang: Kecemburuan Para Istri NabiPara sahabat Nabi sangat mengetahui betapa besarnya rasa cinta Rasulullah SAW kepada Aisyah RA. Oleh karena itu, para sahabat sering kali sengaja menahan atau menunda untuk mengirimkan hadiah mereka kepada Nabi, dan baru mengirimkannya ketika mengetahui Rasulullah sedang mendapatkan giliran menginap di rumah Aisyah.Hal ini memicu rasa cemburu dari istri-istri Nabi yang lain. Mereka berkumpul di rumah Ummu Salamah RA dan sepakat untuk meminta keadilan terkait perlakuan atau kecenderungan tersebut.Fatimah Diutus Menghadap RasulullahUntuk menyampaikan kegelisahan tersebut, para istri Nabi sepakat mengutus Fatimah Az-Zahra sebagai perantara. Mereka memilih Fatimah karena tahu bahwa ia adalah putri kesayangan yang paling didengar oleh Rasulullah SAW.Fatimah kemudian mendatangi rumah Aisyah, tempat di mana Rasulullah SAW sedang berbaring berselimut bersama Aisyah. Setelah meminta izin masuk, Fatimah menyampaikan pesan para istri Nabi:"Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istrimu mengutusku untuk memohon keadilan kepadamu demi putri Abu Quhafah (Aisyah)." (Aisyah yang berada di sana memilih diam dan mendengarkan).Jawaban Bijak Rasulullah SAWRasulullah SAW tidak memarahi Fatimah ataupun langsung memperdebatkan tuntutan para istrinya. Beliau justru memberikan pertanyaan yang menyentuh hati putrinya:Rasulullah bertanya: "Wahai putriku, tidakkah engkau mencintai apa yang aku cintai?"Fatimah langsung menjawab tanpa ragu: "Tentu saja, ya Rasulullah."Rasulullah kemudian bersabda: "Maka, cintailah wanita ini (Aisyah)."Mendengar arahan langsung dari ayahnya, Fatimah seketika paham bahwa rasa cinta Nabi kepada Aisyah adalah ketetapan hati yang diridai oleh Allah. Fatimah pun langsung pamit pulang.Sikap Tegas Fatimah SelanjutnyaSetibanya kembali di hadapan para istri Nabi, Fatimah menceritakan semua jawaban yang diberikan oleh Rasulullah SAW.Mendengar cerita itu, para istri Nabi belum merasa puas dan mendesak Fatimah: "Engkau belum menyelesaikan apa-apa untuk kami! Kembalilah lagi menemui Rasulullah." Namun, karena rasa hormat, bakti, dan ketaatannya yang mutlak kepada sang ayah, Fatimah dengan tegas menolak sambil berkata: "Demi Allah, aku tidak akan pernah berbicara kepada beliau tentang hal ini lagi untuk selamanya."(Catatan Sejarah: Setelah Fatimah menolak kembali, para istri Nabi akhirnya mengutus Zainab binti Jahsy RA sebagai utusan kedua untuk menyampaikan keluhan yang sama).Hikmah dari Kisah Ini​Kedekatan Fatimah dan Aisyah: Kisah ini membantah anggapan bahwa Fatimah dan Aisyah memiliki hubungan yang buruk. Justru, Fatimah sangat menghormati posisi Aisyah dan menuruti perintah ayahnya untuk mencintai ibu tirinya tersebut.Kisah mengenai Rasulullah SAW berbisik kepada Fatimah Az-Zahra terjadi pada hari-hari terakhir menjelang wafatnya Rasulullah (tahun 11 Hijriah). Momen emosional ini tercatat secara sahih dalam Kitab Sahih Bukhari (Hadis No. 3624) dan Sahih Muslim, yang diceritakan langsung oleh Aisyah RA yang menyembunyikan rasa penasarannya saat menyaksikan peristiwa tersebut.*4. Peristiwa Menjelang Rasulullah Wafat*Suasana di Kamar RasulullahSaat Rasulullah SAW sedang sakit parah di rumah Aisyah, Fatimah datang berkunjung. Cara berjalan Fatimah sangat mirip dengan cara berjalan ayahnya. Ketika melihat putri tercintanya datang, Nabi SAW menyambutnya dengan hangat dan bersabda, "Selamat datang, putriku."Beliau kemudian mendudukkan Fatimah di sebelah kanan atau kirinya. Di sinilah momen bisikan itu terjadi.Bisikan Pertama: Fatimah Menangis Tersedu-seduRasulullah SAW mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah. Sesaat setelah mendengar bisikan itu, Fatimah langsung menangis dengan sangat keras dan tersedu-sedu.Aisyah yang melihat hal itu merasa sangat iba dan berkata dalam hati, "Aku belum pernah melihat kesedihan yang begitu dekat dengan kegembiraan seperti hari ini."Bisikan Kedua: Fatimah Tersenyum BahagiaMelihat putrinya menangis sedih, Rasulullah SAW kembali mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu yang kedua kalinya. Seketika itu juga, tangis Fatimah mereda dan wajahnya berubah menjadi tersenyum serta tertawa bahagia.Aisyah yang sangat penasaran mencoba bertanya kepada Fatimah setelah Nabi berbisik, "Apa yang dibisikkan Rasulullah kepadamu?" Namun, Fatimah menjaga rahasia tersebut dengan sangat rapat dan menjawab, "Aku tidak akan membuka rahasia Rasulullah SAW."Rahasia di Balik Bisikan TerungkapMisteri bisikan tersebut baru terungkap setelah Rasulullah SAW wafat. Aisyah kembali bertanya kepada Fatimah atas nama hak yang dimilikinya, dan barulah Fatimah menceritakan isi bisikan tersebut:*. Isi Bisikan Pertama (Penyebab Menangis):Rasulullah SAW memberi tahu Fatimah bahwa malaikat Jibril biasanya mengoreksi bacaan Al-Qur'an beliau setahun sekali, namun tahun ini Jibril melakukannya dua kali. Nabi bersabda: "Aku tidak melihat hal itu melainkan sebagai tanda bahwa ajalku (wafatku) telah dekat. Dan sesungguhnya engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku." Kabar kematian ayahnya inilah yang membuat Fatimah menangis hebat.*. Isi Bisikan Kedua (Penyebab Tersenyum):Melihat kesedihan putrinya, Nabi SAW memberikan kabar gembira untuk menghiburnya. Beliau bersabda: "Tidakkah engkau rida menjadi pemimpin bagi para wanita penduduk surga (atau wanita umat ini)?" Mendengar bahwa ia akan menjadi wanita paling mulia di surga dan segera berkumpul kembali dengan ayahnya, Fatimah pun tersenyum bahagia.*5. Perselisihan Warisan Rasulullah SAW*Kisah mengenai warisan Rasulullah SAW yang melibatkan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra merupakan salah satu peristiwa penting setelah wafatnya Nabi. Masalah ini berpusat pada status kepemilikan tanah di Fadak dan Khaibar, serta sisa harta fai' (harta yang diperoleh tanpa peperangan) milik Rasulullah SAW.Berikut adalah kronologi dan penjelasan lengkap mengenai kisah tersebut:Fatimah Meminta Warisan kepada Abu BakarSesaat setelah Rasulullah SAW wafat dan Abu Bakar dibaiat sebagai Khalifah, Fatimah Az-Zahra bersama Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi) mendatangi Abu Bakar. Fatimah bermaksud untuk meminta hak warisan ayahnya, terutama atas tanah Fadak (sebuah oasis di utara Madinah) dan bagian Nabi dari tanah Khums di Khaibar.Keputusan dan Penolakan Abu BakarMendengar permohonan tersebut, Abu Bakar menolak untuk menyerahkan tanah-tanah tersebut sebagai harta warisan pribadi. Beliau tidak bermaksud mengambilnya untuk diri sendiri, melainkan menegakkan ketetapan hukum yang didengarnya langsung dari Rasulullah SAW.Abu Bakar menyampaikan hadis Nabi SAW yang berbunyi:"Kami (para Nabi) tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah (untuk umat)." (HR. Bukhari dan Muslim).Abu Bakar menegaskan bahwa beliau tidak akan mengubah sedikit pun apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Harta tersebut akan tetap dikelola oleh negara, dan hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat Islam serta membiayai kebutuhan hidup keluarga Nabi (ahlu bait) secukupnya, persis seperti yang dilakukan Rasulullah dahulu.Reaksi Fatimah dan Dinamika HubunganMendengar keputusan tersebut, Fatimah merasa kecewa. Sebagai seorang manusia dan putri yang sedang berduka, ia merasakan kesedihan yang mendalam. Berdasarkan riwayat dalam Sahih Bukhari, Fatimah memilih untuk diam dan tidak lagi membahas masalah warisan tersebut dengan Abu Bakar hingga beliau wafat sekitar 6 months kemudian.Meskipun terjadi perbedaan pendapat mengenai status hukum tanah tersebut, menjelang wafatnya Fatimah, Abu Bakar sempat datang berkunjung ke rumah Fatimah untuk meminta keridaannya. Dalam beberapa riwayat (seperti dicatat oleh Imam Al-Baihaqi), Fatimah akhirnya rida dan memaafkan Abu Bakar, menunjukkan bahwa hubungan mereka tetap berlandaskan ukhuwah Islamiyah.*6. Akhir Hayat Fatimah*Ucapan Rasulullah SAW dalam bisikan tersebut terbukti sangat akurat. Fatimah Az-Zahra menjadi anggota keluarga Nabi yang pertama kali wafat menyusul beliau, tepatnya sekitar 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW dalam usia yang masih sangat muda (3 Ramadhan tahun 11 hijriah)Meninggalkan anak anak yang masih kecil Hasan 8 tahun, Husain 7 tahun serta Zainab dan Ummu Kulsum.Wasiat Kepada Asma' binti Umais: Fatimah merasa cemas jika jenazahnya nanti setelah dikafani akan membentuk lekuk tubuh dan dilihat oleh orang asing (non-mahram). Asma' binti Umais menenangkannya dengan membuatkan keranda bertenda (seperti usungan tertutup dari pelepah kurma yang ditutup kain). Sesuai dengan wasiat khusus dari Fatimah yang ingin menjaga privasi dan kesucian dirinya dari keramaian orang banyak, proses pengurusan jenazah hingga pemakamannya dilakukan secara tertutup.Jenazah Fatimah dimandikan Asma' Binti Umais. Fatimah Az-Zahra dimakamkan di Pemakaman Baqi' (Jannatul Baqi') yang terletak di dekat Masjid Nabawi, Madinah.Namun, karena pemakaman dilakukan secara rahasia di malam hari dan Ali bin Abi Thalib sengaja meratakan tanah makamnya serta tidak memberi tanda khusus agar tidak memicu kerumunan massa yang besar.Sumber Ceramah ust Dr Firanda Andirja Lc MA

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Fatimah Binti Rasulullah Part 2

Ciri Fisik, Kemiripan, dan Kedudukan Istimewa FatimahKejujuran dan Kelurusan Lisan: Aisyah radhiallahu 'anha bersaksi tidak pernah melihat seorang pun yang tutur katanya lebih jujur dan lurus selain Fatimah, kecuali ayahnya sendiri (Rasulullah ﷺ).Kemiripan dengan Rasulullah ﷺ: Cara berjalan, sifat, ketenangan, serta gerak-gerik Fatimah sangat menyerupai Rasulullah ﷺ. Ketika Fatimah datang, Nabi ﷺ selalu berdiri menyambutnya, mencium keningnya, dan mendudukkannya di tempat duduk beliau, begitu pula sebaliknya.Peran Pengabdian (Ummu Abiha): Menjadi penghibur dan perawat utama bagi Rasulullah ﷺ setelah ibu serta kakak-kakaknya wafat. Saat Perang Uhud, ketika wajah Nabi ﷺ terluka parah dan darah tak kunjung berhenti, Fatimah yang membersihkan luka dan membakar serabut tikar untuk menghentikan pendarahan di wajah ayahnya.Peristiwa Rencana Poligami Ali bin Abi ThalibLamaran kepada Putri Abu Jahal: Setelah Fathu Makkah, Ali bin Abi Thalib sempat berencana melamar putri Abu Jahal. Mendengar kabar tersebut, Fatimah merasa sedih namun tidak membuat kegaduhan di rumah tangga, melainkan mengadukannya kepada ayahnya.Khutbah dan Larangan Rasulullah ﷺ:Nabi ﷺ naik ke mimbar dan menegaskan: "Fatimah adalah bagian dariku, apa yang menyakitinya menyakitiku."Nabi ﷺ menegaskan tidak akan pernah berkumpul putri Rasulullah ﷺ dengan putri musuh Allah (Abu Jahal) dalam satu naungan suami.Ali bin Abi Thalib seketika membatalkan niat tersebut dan tidak pernah berpoligami selama Fatimah masih hidup.Kekhususan Hukum bagi Fatimah:Larangan ini bukan berarti mengharamkan poligami secara umum, melainkan status hukum khusus untuk menjaga kedudukan Fatimah yang saat itu sebatang kara dan menjaga perasaannya agar agamanya tidak terfitnah akibat cemburu yang berlebihan.Hubungan Harmonis dengan Para Istri NabiMembantah klaim perselisihan; Fatimah justru memiliki hubungan yang sangat baik dan saling menghormati dengan para Ummul Mukminin, termasuk Aisyah.Para istri Nabi ﷺ pernah mengutus Fatimah sebagai delegasi untuk berbicara kepada Rasulullah ﷺ terkait keadilan pembagian hadiah dari para sahabat. Ketika Nabi ﷺ menasihatinya untuk mencintai apa yang dicintai ayahnya (Aisyah), Fatimah langsung taat dan menolak untuk membicarakannya lagi.Wafatnya Rasulullah ﷺ dan Isyarat RahasiaBisikan Menjelang Wafat:Saat Nabi ﷺ sakit parah, beliau membisikkan sesuatu kepada Fatimah yang membuatnya menangis keras, lalu membisikkan hal kedua yang membuatnya tersenyum.Rahasia tersebut baru diungkapkan Fatimah kepada Aisyah setelah Nabi ﷺ wafat: bisikan pertama mengabarkan bahwa ajal Nabi ﷺ telah dekat (sehingga ia menangis), sedangkan bisikan kedua mengabarkan bahwa Fatimah adalah anggota keluarga yang pertama kali akan menyusul wafat serta akan menjadi pemimpin wanita di surga (sehingga ia tersenyum bahagia).Sikap Terkait Warisan dan Hubungan dengan Abu Bakar Ash-ShiddiqPersoalan Harta Peninggalan: Fatimah sempat meminta bagian peninggalan ayahnya, namun Abu Bakar menjelaskan hadis Nabi ﷺ: "Kami para nabi tidak mewariskan harta, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah."Kepatuhan pada Syariat: Abu Bakar menegaskan kecintaannya menyambung silaturahmi dengan kerabat Rasulullah ﷺ melebihi kerabatnya sendiri, namun ia harus tegas memegang amanah sunnah Nabi ﷺ.Kunjungan dan Keridhaan: Saat Fatimah terbaring sakit, Abu Bakar datang menjenguk meminta izin. Fatimah dengan santun meminta persetujuan suaminya (Ali) terlebih dahulu sebelum mengizinkan Abu Bakar masuk. Abu Bakar menyampaikan penjelasan dengan tutur kata yang sangat memuliakan keluarga Nabi hingga Fatimah pun ridha.Sifat Pemalu yang Luar Biasa dan WafatnyaWafat di Usia Muda: Fatimah wafat sekitar enam bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ (pada awal bulan Ramadan tahun 11 Hijriah) di usia sekitar dua puluh sembilan tahun, meninggalkan anak-anaknya yang masih belia: Hasan, Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum.Wasiat Keranda dan Pemakaman Malam Hari:Karena sifat malunya yang sangat tinggi, Fatimah berwasiat kepada Asma binti Umais agar jenazahnya ditutup rapat menggunakan keranda khusus supaya lekuk tubuhnya tidak terlihat saat dibawa.Beliau juga berwasiat agar dimakamkan pada malam hari di Baqi' demi menghindari pandangan khalayak ramai.Jenazahnya dimandikan oleh Asma binti Umais, dishalatkan oleh Al-Abbas bin Abdul Muthalib, serta diturunkan ke liang lahat oleh Al-Abbas, Ali bin Abi Thalib, dan Al-Fadhl bin Abbas.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#31 - Kisah Fatimah Binti Rasulullah

li bin Abi Thalib, kita belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya harta dan fasilitas. Rumah yang sederhana, pekerjaan yang melelahkan, dan kebutuhan yang tidak selalu terpenuhi ternyata tidak menghalangi mereka untuk membangun kehidupan yang mulia. Ada qana'ah yang menjaga hati dari tuntutan berlebihan, ada dzikir yang menguatkan ketika tenaga terasa habis, dan ada kesadaran bahwa ketenangan rumah tangga tidak hanya dibangun dari kecukupan materi, tetapi juga dari kedekatan kepada Allah.Dari kisah perselisihan mereka, kita juga belajar bahwa rumah tangga bukan tentang dua orang yang tidak pernah berbeda pendapat. Ada kalanya emosi hadir, ada kalanya seseorang perlu mengambil jarak untuk menenangkan diri. Namun, kehormatan pasangan tetap harus dijaga, bahkan ketika sedang tidak sepaham. Tidak semua persoalan perlu diumbar, tidak setiap kesalahan harus diungkit berulang kali. Terkadang, kebijaksanaan justru terlihat dari kemampuan menahan lisan, meredakan ego, dan memilih jalan untuk kembali berdamai.Pada akhirnya, kisah Fatimah mengajarkan bahwa menjadi perempuan salehah bukan tentang memiliki kehidupan yang selalu mudah, rumah tangga yang selalu sempurna, atau suami yang tidak pernah mengecewakan. Melainkan tentang bagaimana iman tetap menjadi pegangan dalam keadaan lapang maupun sempit. Sebab rumah tangga yang baik bukan rumah tangga tanpa ujian, tetapi rumah tangga yang senantiasa berusaha menjadikan Allah sebagai tujuan bersama.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 31 Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Bagian-1)

“Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Bagian-1)”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AKemuliaan dan Keutamaan Sayyidah Fatimah radhiyallahu 'anhaPemimpin Wanita di Surga:Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menyebutkan ada empat wanita paling sempurna di dunia (yang juga merupakan pemimpin wanita di surga):​Asiah (istri Firaun)​Maryam binti Imran (ibunda Nabi Isa alaihissalam)​Khadijah binti Khuwailid (ibunda Fatimah)​Fatimah binti Muhammad Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallamLingkungan yang Termulia:Fatimah dikelilingi oleh orang-orang terbaik:​Ayah: Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam (Manusia termulia).​Ibu: Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu 'Anha.​Suami: Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.​Anak-anak: Hasan dan Husein radhiyallahu 'anhuma (pemimpin para pemuda di surga).Kelahiran & Usia:Lahir sekitar 5 tahun sebelum masa kenabian (saat Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam berusia sekitar 35 tahun). Beliau wafat pada tahun ke-11 Hijriah dalam usia sekitar 29 tahun. Fatimah adalah putri bungsu Nabi dan satu-satunya anak Nabi yang usianya melewati wafatnya Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam (anak-anak Nabi yang lain wafat saat Nabi masih hidup).Julukan (Kunyah & Gelar):Ummu Abiha (Ibunda dari ayahnya):Sebutan kehormatan dari para ulama karena perhatian, kasih sayang, dan baktinya yang luar biasa besar kepada ayahnya (Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam) setelah wafatnya Khadijah.​Az-Zahra:Gelar populer (meskipun bukan dari hadis sahih langsung) yang bermakna wanita yang berkulit putih dan bersinar, menyerupai cahaya fisik ayahnya.Masa Kecil & Ujian di Makkah (Peristiwa Kotoran Unta)Fatimah tumbuh di tengah pasang surut dakwah Islam di Makkah, menyaksikan langsung penderitaan dan siksaan kaum musyrikin Quraisy terhadap ayahnya.​Peristiwa di Sisi Ka'bah: Saat Fatimah berusia sekitar 15 tahun, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam pernah diganggu saat bersujud di dekat Ka'bah oleh Abu Jahal dan kawan-kawannya, di mana Uqba bin Abi Mu'ait diperintahkan meletakkan kotoran dan isi perut unta yang busuk di atas pundak Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.​Orang-orang musyrik tertawa terbahak-bahak melihat Nabi kesulitan bangun dari sujudnya. Seorang sahabat (Ibnu Mas'ud) tidak berdaya menolong karena bukan penduduk asli yang kuat di Makkah.​Seseorang berlari melapor kepada Fatimah. Fatimah yang masih remaja datang dengan keberanian, membersihkan kotoran tersebut dari pundak ayahnya, lalu berbalik memarahi Abu Jahal dan kelompoknya.​Setelah itu, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam berdoa kepada Allah membinasakan para gembong Quraisy tersebut (seperti Abu Jahal, Utbah, Umayyah bin Khalaf, Uqba bin Abi Mu'ait, dll.), dan seluruh nama yang disebut Nabi benar-benar tewas dalam Perang Badar dan jasadnya dilempar ke sumur Badar.Pernikahan Sederhana dengan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuProses Peminangan:​Fatimah sempat dilamar oleh Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, namun Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam belum menikahkannya.​Atas dorongan seorang budak wanita, Ali bin Abi Thalib (yang hidup bersama Nabi sejak kecil karena kemiskinan Abu Thalib) memberanikan diri melamar Fatimah meskipun tidak memiliki harta/mahar.​Ketika menghadap Nabi, Ali sempat terdiam karena rasa segan dan karisma Rasulullah. Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menebak maksud kedatangannya dan menanyakan mahar. Ali hanya memiliki baju perang usang seharga beberapa dirham. Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam merestui dan langsung menikahkan mereka.Kesederhanaan Mahar & Perabot Rumah Tangga:​Pernikahan diliputi keberkahan doa Nabi (Allahumma barik fihima...).​Perabot rumah tangga sangat sederhana: alas tidur dari kulit domba yang diisi serabut kurma, bantal kulit, tempat air, dan dua buah gentong.​Hal ini memberikan teladan agar orang tua tidak mempersulit pernikahan bagi anak muda di tengah besarnya fitnah zaman.Dinamika Kehidupan Rumah Tangga & Solusi IslamiKisah Permintaan Pembantu & Dzikir Sebelum Tidur:​Suatu hari Ali dan Fatimah merasa letih karena Ali harus menimba air dan Fatimah harus menggiling gandum sendiri hingga tangan mereka terluka. Mereka mendatangi Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam untuk meminta bantuan budak tawanan sebagai pembantu rumah tangga.​Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menolak memberikan karena masih banyak Ahlus Suffah (sahabat miskin di masjid) yang perutnya kelaparan dan lebih berhak atas bantuan tersebut.​Saat Ali dan Fatimah hendak tidur dengan selimut yang sempit, Nabi mendatangi mereka dan memberikan solusi yang jauh lebih baik daripada seorang pembantu, yaitu membaca dzikir sebelum tidur:​Bertasbih 33 kali, Bertahmid 33 kali, dan Bertakbir 34 kali (genap 100 kali).​Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menyatakan bahwa beliau tidak pernah meninggalkan zikir tersebut seumur hidupnya, bahkan di malam-malam berat saat Perang Shiffin.Penyelesaian Masalah Rumah Tangga (Kisah "Abu Turab"):​Suatu siang, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam mendatangi rumah Fatimah dan tidak menemukan Ali di rumah. Nabi bertanya, "Di mana putra pamanmu?" (Nabi menggunakan panggilan kekerabatan untuk mengingatkan bahwa Ali adalah sepupu sekaligus suami).​Fatimah menjawab bahwa mereka sempat berselisih paham/marah, sehingga Ali pergi dan tidak tidur siang di rumah.​Nabi mencari Ali dan menemukannya sedang tidur di masjid dalam keadaan debu menempel di sekujur tubuhnya karena selendangnya terjatuh.​Dengan penuh kasih sayang, Nabi membersihkan tanah tersebut sambil bercanda memanggilnya "Abu Turab" (Bapak Debu/Tanah) dan mengajak Ali pulang.​Hikmah: Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam tidak memperkeruh keadaan, tidak memihak secara berlebihan kepada putrinya, dan tidak mengorek-ngorek detail pertengkaran, melainkan langsung merangkul mantunya agar masalah cepat selesai dengan bijak.Kesimpulan Keluhuran Akhlak & Kesabaran: Sayyidah Fatimah mendampingi perjuangan Islam sejak usia remaja dengan penuh ketegaran, kesabaran dalam menghadapi kemiskinan, serta ketaatan mutlak sebagai istri dan putri yang berbakti.​Manajemen Rumah Tangga Islami: Rumah tangga Ali dan Fatimah yang sangat sederhana mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukanlah diukur dari kemewahan materi, melainkan dari keberkahan dzikir kepada Allah, kerjasama suami-istri, serta kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 31

Materi 31Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-1) - Ustadz Firanda HafizhahullaahuKeutamaan dan Kemuliaan Fatimah radhiallahu 'anhaPemimpin Wanita di Surga: Fatimah disebutkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai salah satu dari empat wanita sempurna pemimpin penduduk surga, bersama Asiah (istri Firaun), Khadijah binti Khuwailid, dan Maryam binti Imran.Lingkungan yang Termulia: Fatimah lahir dari ayah termulia (Rasulullah ﷺ), ibu termulia (Khadijah binti Khuwailid), bersuamikan pahlawan ahli surga (Ali bin Abi Thalib), dan memiliki putra-putri yang mulia serta cucu pemimpin para pemuda surga (Hasan dan Husain).Kelahiran & Julukan: Fatimah lahir sekitar lima tahun sebelum kenabian. Beliau wafat pada tahun 11 Hijriah dan merupakan putri bungsu Nabi ﷺ serta satu-satunya anak Nabi yang hidup setelah wafatnya beliau. Beliau juga dikenal dengan julukan Ummu Abiha (Ibu dari ayahnya) karena besarnya perhatian dan kasih sayangnya kepada Nabi ﷺ, serta digelari Az-Zahra karena kecerahan dan warna kulitnya.Masa Kecil di Tengah Ujian Dakwah di MakkahFatimah tumbuh menyaksikan langsung berbagai penderitaan dan kesusahan dakwah ayahnya di Makkah, termasuk saat peristiwa pemboikotan Bani Hasyim di Syi'ib Abi Thalib.Peristiwa Kotoran Unta: Fatimah menyaksikan ayahnya diganggu oleh Abu Jahal dan kawan-kawan yang menaruh isi perut unta yang busuk di atas pundak Nabi ﷺ saat sedang sujud. Fatimah kecil dengan tegar berlari membersihkan kotoran tersebut dari pundak ayahnya sambil memarahi orang-orang Quraisy yang menertawakan Nabi ﷺ.Pernikahan Sederhana dengan Ali bin Abi ThalibSetelah berhijrah ke Madinah, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin Abi Thalib.Ali bin Abi Thalib sebenarnya tidak memiliki harta atau modal untuk menikah, namun atas dorongan seorang budak wanita, Ali memberanikan diri melamar Fatimah kepada Nabi ﷺ.Nabi ﷺ menerima lamaran tersebut dengan mahar berupa baju perang milik Ali yang bernilai tidak besar. Pernikahan mereka dilangsungkan dengan sangat sederhana dan menjadi teladan agar tidak mempersulit proses pernikahan.Kehidupan Rumah Tangga dan Bimbingan Rasulullah ﷺPermintaan Pembantu Rumah Tangga: Karena kelelahan bekerja mengurus rumah tangga (menimba air hingga dada sakit dan menggiling gandum hingga tangan kasar), Ali dan Fatimah datang kepada Nabi ﷺ untuk meminta bantuan budak tawanan perang.Nabi ﷺ menolak permintaan tersebut karena memprioritaskan kaum Ash-Shuffah(sahabat miskin yang kelaparan di masjid). Sebagai gantinya, Nabi ﷺ mendatangi rumah mereka menjelang tidur dan mengajarkan zikir sebelum tidur (Tasbih 33x, Tahmid 33x, dan Takbir 34x) yang dinilai jauh lebih bermanfaat daripada seorang pembantu. Ali bin Abi Thalib konsisten mengamalkan zikir ini sepanjang hidupnya.Penyelesaian Konflik Rumah Tangga: Ustadz Firanda juga mengisahkan bagaimana Nabi ﷺ bersikap bijak ketika terjadi kesalahpahaman antara Ali dan Fatimah. Ketika Ali pergi ke masjid karena marah, Nabi mendatangi Ali dengan penuh kasih sayang, membersihkan debu di pundaknya, dan memanggilnya dengan panggilan kesayangan "Abu Turab" (Bapak Tanah) tanpa memperpanjang masalah atau menyudutkan salah satu pihak.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

Kedudukan dan Keutamaan FatimahTermasuk Wanita Sempurna: Rasulullah SAW menyebutkan empat wanita yang sempurna dan menjadi pemimpin para wanita di surga: Asiah (istri Firaun), Khadijah binti Khuwailid, Maryam binti 'Imran, dan Fatimah binti Muhammad.Dikelilingi Orang-Orang Mulia: Fatimah dibesarkan dan hidup di tengah orang-orang terbaik—ayahnya Rasulullah SAW, ibunya Khadijah, suaminya Ali bin Abi Thalib, serta anak-anaknya (Hasan dan Husein) yang merupakan pemimpin para pemuda di surga.Gelar dan Julukan:Ummu Abiha (Ibu dari ayahnya): Julukan ini diberikan karena besarnya perhatian dan kasih sayang Fatimah dalam merawat serta menguatkan Rasulullah setelah Khadijah dan kakak-kakaknya wafat.Azzahra (Yang putih dan bercahaya): Sifat fisik Fatimah yang digambarkan bersinar dan mirip dengan Rasulullah SAW.Masa Kecil dan Ketegaran Menghadapi PenderitaanKelahiran dan Usia: Fatimah lahir sekitar 5 tahun sebelum kenabian (saat Rasulullah berusia 35 tahun) dan wafat pada tahun 11 Hijriah di usia sekitar 29 tahun. Ia merupakan putri bungsu dan satu-satunya anak Rasulullah yang masih hidup setelah beliau wafat.Ujian Perceraian Saudara & Pemboikotan: Fatimah menyaksikan berbagai duka dakwah sejak kecil, mulai dari diceraikannya kedua kakaknya (Ruqayyah dan Ummu Kultsum) oleh anak-anak Abu Lahab, hingga mengalami pemboikotan berat selama 3 tahun di Syi'ib Abi Thalib.Keberanian Melindungi Rasulullah: Saat berusia sekitar 15 tahun, Fatimah dengan berani membela ayahnya di Ka'bah ketika orang-orang Quraisy (di bawah perintah Abu Jahal) meletakkan kotoran isi perut unta di pundak Rasulullah yang sedang sujud. Fatimah membersihkannya dan memaki gembong-gembong Quraisy tersebut.Peristiwa Lamaran dan Pernikahan SederhanaProses Lamaran: Beberapa sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar sempat melamar Fatimah, namun Rasulullah menanti takdir terbaik. Ali bin Abi Thalib yang awalnya ragu karena tidak memiliki harta akhirnya memberanikan diri melamar atas dorongan orang lain.Mahar yang Sederhana: Rasulullah menerima lamaran Ali dengan mahar berupa baju perang (Dira' Hutamiyah) milik Ali yang bernilai murah.Pernikahan Penuh Keberkahan: Persiapan dan perabot rumah tangga pernikahan Fatimah dan Ali sangat sederhana (hanya alas tidur dari kulit domba, bantal berisi serabut kurma, alat penggiling gandum, dan tempat air). Hal ini mengajarkan agar tidak mempersulit pernikahan.Kehidupan Rumah Tangga dan Amalan ZikirPekerjaan Rumah & Penolakan Pembantu: Fatimah dan Ali bekerja keras mengurus rumah tangga sendiri hingga tangan Fatimah kasar karena memutar penggiling gandum. Saat Ali dan Fatimah meminta budak/pembantu dari harta rampasan perang, Rasulullah menolaknya karena lebih mendahulukan kebutuhan Ahlus Suffah yang kelaparan.Wasiat Zikir Sebelum Tidur: Sebagai ganti pembantu, Rasulullah mengajarkan amalan yang memberi kekuatan fisik dan keberkahan sebelum tidur:Subhanallah (33x)Alhamdulillah (33x)Allahu Akbar (34x)Ali bin Abi Thalib meriwayatkan bahwa ia tidak pernah meninggalkan zikir ini sepanjang hidupnya, bahkan di malam Perang Siffin.Solusi Konflik Rumah Tangga dan Gelar Abu TurabSikap Rasulullah Terhadap Konflik: Ketika terjadi perselisihan kecil antara Ali dan Fatimah yang menyebabkan Ali pergi tidur di masjid, Rasulullah mendatangi masjid tanpa menyudutkan salah satu pihak atau memperpanjang masalah.Panggilan Kesayangan Abu Turab: Rasulullah membersihkan debu/tanah dari pundak Ali yang tertidur di tanah sambil bersenda gurau memanggilnya "Kum Ya Aba Turab" (Bangunlah wahai Abu Tanah/Debu). Panggilan ini menjadi panggilan yang paling disukai Ali karena mengenangkannya pada kelembutan dan kebijaksanaan Rasulullah sebagai mertua.

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 31 Kisah Fatimah binti Rasulullah SAW

Ustadz Firanda AndirjaKisah wanita mulia yang bernama Fatimah binti Rasulullah SAW,beliau adalah putri Rasulullah SAW.Rasulullah SAW bersabda"banyak laki-laki yang sempurna,tetapi wanita hanya ada 4 yang sempurna yaitu Asiyah istri Firaun,Khadihah binti khuwailid istri Nabi Muhammad SAW,Maryam Binti Imron(ibu dari Nabi Isa AS)dan Fatimah binti Muhammad SAW,ke 4 wanita inilah pemimpin para wanita di Syurga.Fatimah dikelilingi oleh orang-orang yang termulia ayahnya adalah seorang Rasulullah, ibunya adalah khadijah binti khuwailid seorang wanita yang sangat mulia,dan beliau mendapatkan salam dari ALLAH SWT lewat Malaikat Jibril,suaminya adalah Ali bin Abi tholib sang pahlawan sang jagoan yang telah dijamin syurga oleh Nabi Muhammad SAW,putra nya adalah hasan dan husein adalah pemimpin para pemuda di syurga,Fatimah dikelilingi oleh orang-orang termulia dam di bimbing dalam keluarga yang indah dan dengan kedua orang tua yang terbaik.Fatimah lahir 5tahun sebelum kenabian,dan Nabi Muhammad jadi Rasul ketika berumur 40tahun jadi Fatimah lahir saat Nabi SAW ber umur 35tahun.fatimah wafat pada tahun 11 hijriyah,beliau wafat kurang lebih saat ber umur 29tahun,beliau adalah putri terakhir Nabi SAW.Suka duka dakwah Nabi Muhammad SAW diketahui dan dirasakan oleh Fatimah,fatimah melihat ayah nya di hinakan oleh orang - orang Qurays,ketika Nani SAW sedang sholat di Ka'bah Mekkah orang qurays menaruh kotoran dalam perut unta di pundak Nabi Muhammad SAW saat sedang sujud dalam sholat nya,Fatimah yang mengetahui hal itu segera membersihkan kotoran dari atas pundak ayahnya,setelah dibersihkan maka Nabi Muhammad SAW melanjutkan sholatnya.Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke madinah, usia Fatimah pada saat itu adalah kurang lebih 18tahun,kemudian Nabi menikahkan fatimah dengan Ali bin Abi tholib,beliau hidup dengan kesederhanaan.banyak ujian dam kesedihan yang dirasakan oleh Fatimah semasa hidupnya,tetapi beliau tetap menjalani nya dengan ikhlas dan hanya mengharapkan Ridho ALLAH SWT

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya5 hari lalu
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian - Kisah Fatimah binti Rasulullah shalallahu alayhi wasallam (Part 1) - UF

Catatan Kajian Kisah Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu (Part 1)Keutamaan Fatimah radhiallahu 'anhaRasulullah SAW menyebut Fatimah sebagai salah satu dari empat wanita paling sempurna/pemimpin wanita di surga, bersama Asiyah (istri Firaun), Maryam (ibunda Nabi Isa), dan Khadijah (istri Nabi SAW).Fatimah lahir sekitar 5 tahun sebelum kenabian dan wafat pada tahun 11 Hijriah, dalam usia sekitar 29 tahun.Beliau adalah putri bungsu dan satu-satunya anak Nabi yang masih hidup setelah wafatnya beliau.Masa Kecil dan KetegaranFatimah tumbuh dalam lingkungan dakwah yang penuh ujian. Beliau menyaksikan langsung penderitaan ayahnya, termasuk penghinaan kaum Quraisy saat Nabi sedang salat di dekat Ka'bah.Gelar Ummu Abiha disematkan karena kasih sayang dan perhatiannya yang luar biasa kepada ayahnya, terutama setelah wafatnya Khadijah.Pernikahan dengan Ali bin Abi ThalibPernikahan Fatimah dan Ali sangatlah sederhana dan penuh keberkahan.Ustadz Firanda mengambil pelajaran bahwa pernikahan tidak perlu dipersulit agar fitnah dapat dihindari.Kehidupan Rumah Tangga dan Bimbingan NabiKehidupan rumah tangga Fatimah dan Ali dijalani dengan penuh kesabaran dan kerjasama.Saat Fatimah dan Ali meminta bantuan pembantu karena kelelahan, Nabi memberikan solusi berupa zikir (Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 34x) sebelum tidur, yang lebih baik daripada seorang pembantu.Ustadz juga menjelaskan adab dalam menghadapi konflik rumah tangga melalui kisah ketika Ali tidur di masjid karena perselisihan dengan Fatimah; Nabi datang menenangkan Ali dan memanggilnya dengan julukan Abu Turab.📝 Sumber:Kajian "Fatimah binti Rasulullah shalallahu alayhi wasallam - Part 1"Ustadz Firanda Link kajian di YouTube:https://youtu.be/iudEvQe3Zuc?si=9KtIKea7GJf9Cp_K

💬 0 komentar📅 2 Nov 2026Baca selengkapnya →