👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah empat wanita di Zaman Nabi Musa alaihissalam

Kisah empat wanita di Zaman Nabi Musa alaihissalamUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A🦋 Mereka adalah empat wanita sholehah yang hidup di zaman yang penuh kesulitan, di zaman kebengisan dan kekejaman Firaun. Mereka adalah:​1. Ibunda Nabi Musa Alaihissalam​Kisah ibunda Nabi Musa diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam banyak ayat, di antaranya dalam Surat Thaha dan Surat Al-Qashash.​Banyak orang-orang yang berhasil namun tidak disebutkan ayah mereka, di antaranya Nabi Musa Alaihissalam. Musa disebut sebagai Musa bin Imran, tetapi dalam kisah perjalanannya sama sekali tidak disebut tentang ayahnya. Seakan-akan keberhasilan Nabi Musa Alaihissalam sebab utamanya adalah ibunya. Demikian juga Nabi Isa Alaihissalam yang dididik tanpa seorang ayah oleh ibunya, Maryam.☘️ ​Situasi Kelahiran Nabi MusaNabi Musa lahir di zaman penuh kesulitan ketika Firaun menguasai Mesir. Firaun mendapatkan kabar dari para dukun bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak yang lahir dari kalangan Bani Israel pada tahun tertentu.​Firaun kemudian mengirim pasukannya untuk mendata wanita-wanita yang hamil. Perut ibunda Nabi Musa tidak terlalu kelihatan saat hamil, sehingga lolos dari pendataan ketat tersebut. Setiap bayi laki-laki yang lahir langsung dibunuh oleh pasukan Firaun, sementara bayi perempuan dibiarkan hidup.☘️ ​Perintah Allah kepada Ibunda Nabi MusaKetika Nabi Musa lahir, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan wahyu/ilham kepada ibunya.​"Susuilah dia, dan apabila engkau khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah ia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya termasuk para rasul." (QS. Al-Qashash: 7)​Sebagai seorang ibu, melepaskan anak yang sangat dicintai ke Sungai Nil yang luas dan penuh buaya tentu sangat berat. Namun, atas perintah Allah, ia melawan rasa sedihnya. Ia membuat keranjang (tabut), meletakkan bayinya di sana, dan menghanyutkannya ke sungai. Ia berpesan kepada anak perempuannya (kakak Nabi Musa) untuk mengikuti ke mana perginya keranjang tersebut dari jauh.☘️ ​Di Istana FiraunKeranjang tersebut hanyut melewati istana Firaun dan ditemukan oleh istrinya Firaun (Asiyah). Qadarullah, Firaun dan Asiyah tidak memiliki anak, sehingga kerinduan Asiyah untuk memiliki anak sangat besar.​Ketika Firaun melihat bayi tersebut, ia langsung berniat membunuhnya karena tahu bayi itu dari Bani Israel. Namun, Asiyah mencintai bayi tersebut dan berkata kepada Firaun:​"Ia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil ia menjadi anak angkat." (QS. Al-Qashash: 9)Firaun akhirnya mengalah demi istrinya.☘️ ​Pertemuan Kembali dengan IbunyaDi istana, bayi Musa menolak menyusu kepada semua wanita yang ditawarkan. Allah telah menetapkan bahwa Musa tidak mau menerima air susu dari siapapun. Kakak perempuan Musa yang mengawasi dari jauh lalu menawarkan solusi dengan berkata:"Maukah aku tunjukkan kepada kalian sebuah keluarga yang dapat merawatnya untuk kalian dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?" (QS. Al-Qashash: 12)​Akhirnya, ibunda Nabi Musa dipanggil ke istana untuk menyusuinya, dan bayi Musa langsung mau menyusu. Dengan cara inilah Allah mengembalikan Musa kepada ibunya tanpa disadari oleh Firaun, agar sang ibu tidak bersedih dan mengetahui bahwa janji Allah adalah benar.​2. Istri Nabi Musa Alaihissalam​Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata bahwa orang yang paling kuat firasatnya ada tiga orang, yaitu:​Suami Zulaikha (majikan Nabi Yusuf) yang berkata kepada istrinya untuk memuliakan Yusuf​Istri Nabi Musa, ketika ia menyarankan ayahnya untuk mempekerjakan Nabi Musa karena kuat dan amanah.​Abu Bakar ash-Shiddiq ketika memilih Umar bin Khattab sebagai khalifah.☘️ ​Kisah Pertemuan Nabi Musa dan Istrinya di MadyanSetelah Nabi Musa tidak sengaja membunuh seorang lelaki dari kaum Firaun, ia melarikan diri dari Mesir menuju Madyan dengan berjalan kaki yang sangat jauh tanpa membawa bekal makanan (hingga ia memakan dedaunan di jalan).​Sesampainya di Madyan, ia melihat sekelompok orang sedang memberi minum hewan ternak di sebuah sumur, dan ada dua orang wanita yang berdiri menunggu di pinggir bersama kambing mereka tanpa bisa mendekat karena dihalang-halangi oleh para lelaki yang tidak berakhlak baik.​Nabi Musa yang merasa kasihan mendatangi kedua wanita tersebut dan bertanya, "Apa maksudmu (berbuat begitu)?" Mereka menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami) sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang sudah lanjut usia."​Nabi Musa kemudian membantu mengambilkan air untuk kambing mereka. Setelah itu, Musa berteduh di bawah pohon dan berdoa:"Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24)☘️ ​Pernikahan Nabi MusaSalah satu dari dua wanita tersebut kembali menemui Nabi Musa dengan penuh rasa malu (tamsi ‘alā istihyā’) untuk menyampaikan undangan ayahnya sebagai bentuk balasan atas bantuan yang diberikan.​Setelah Nabi Musa menceritakan kisahnya kepada ayah wanita tersebut (yang merupakan orang sholeh), salah satu putrinya berkata kepada ayahnya:​"Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (QS. Al-Qashash: 26)​Mereka tahu kalau nabi Musa seoramg yang kuat, Karena Nabi Musa mampu mengangkat penutup sumur yang biasanya harus dibuka oleh banyak orang seorang diri. Mereka pun tahu kalau nabi Musa seorang yang amanah, Karena saat berjalan menuju rumahnya, Nabi Musa menyuruh wanita tersebut berjalan di belakang dan memberikan petunjuk arah dengan kerikil agar ia tidak melihat lekuk tubuh wanita tersebut di depannya.​Ayah wanita tersebut kemudian menawarkan putrinya untuk dinikahkan dengan Nabi Musa dengan mahar bekerja selama 8 atau 10 tahun sebagai pengembala. Nabi Musa menyetujuinya, dan ia mendapatkan istri yang sholehah, pemalu, dan bertakwa kepada Allah.3. Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)​Asiyah adalah istri Firaun yang hidup dalam kemegahan istana, kekayaan melimpah, dan bersuamikan seorang raja yang mengaku sebagai tuhan. Namun, ketika bayi Musa ditemukan dan diangkat sebagai anak, Asiyah beriman kepada ajaran Allah melalui Nabi Musa.​Ia menyembunyikan keimanannya sampai akhirnya Firaun mengetahui hal tersebut. Firaun murka dan mengancam serta menyiksanya agar kembali kafir dan meninggalkan keimanannya kepada Allah.​Firaun menawarkan kemegahan istana yang lebih tinggi jika ia mau meninggalkan agamanya, namun Asiyah menolaknya mentah-mentah. Ia lebih memilih siksaan daripada hidup megah dalam kekafiran. Allah mengabadikan doanya di dalam Al-Qur'an:​"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11)​Asiyah akhirnya wafat sebagai syahidah di tangan suaminya sendiri demi mempertahankan keimanannya.​4. Masyitoh (Penyisir Rambut Putri Firaun)​Dalam hadist Isra' Mi'raj, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mencium aroma yang sangat wangi, lalu malaikat Jibril menjelaskan bahwa aroma wangi itu berasal dari Masyitoh (tukang sisir rambut putri Firaun) beserta anak-anaknya.☘️ ​Kisah Syahidnya MasyitohSuatu hari, ketika Masyitoh sedang menyisir rambut putri Firaun, sisirnya terjatuh dan ia tanpa sengaja mengucapkan "Bismillah" (Dengan nama Allah).​Putri Firaun bertanya, "Apakah maksudmu ayahku?"Masyitoh menjawab, "Bukan, Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah."Putri Firaun mengancam akan melaporkan hal itu kepada ayahnya, dan Masyitoh menjawab, "Silakan."​Firaun yang mendengar hal itu menjadi sangat marah dan memanggil Masyitoh. Firaun menyiapkan sebuah wadah/panci raksasa dari tembaga yang diisi dengan minyak panas mendidih untuk membunuh Masyitoh beserta anak-anaknya guna menggoyahkan iman wanita tersebut.​Firaun mulai menyiksa dan melemparkan anak-anak Masyitoh satu per satu ke dalam wadah panas tersebut di hadapannya. Ketika giliran anak terakhir yang masih bayi dan menyusui, Masyitoh sempat merasa gentar karena tidak tega melihat anaknya. Namun, atas izin Allah, bayi tersebut dapat berbicara untuk menguatkan ibunya:​"Wahai ibunda, masuklah (ke dalam panci), karena sesungguhnya siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat."​Masyitoh dan anak-anaknya pun dengan tegar masuk ke dalam wadah tersebut dan gugur sebagai syahidah dalam keadaan tetap beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebelum meninggal, ia sempat berpesan kepada Firaun agar tulang-belulangnya dan anak-anaknya dikumpulkan dalam satu kain dan dikuburkan bersama, yang disetujui oleh Firaun.🎀 ​Kesimpulan 🎀​Kisah keempat wanita sholehah di zaman Nabi Musa Alaihissalam ini mengajarkan kepada kita tentang arti kesabaran yang luar biasa, keteguhan prinsip dalam memegang akidah dan keimanan, serta bagaimana mengutamakan akhirat di atas segalanya meskipun harus menghadapi ujian, kesusahan, maupun ancaman dunia.Materi 33

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

4 Wanita di zaman Nabi Musa

4 wanita shalihah di zaman Nabi Musa yaitu Ibunya Nabi Musa, Istrinya Nabi Musa, Istri nya fir'aun, Masyitoh penyisir rambut putri nya fir'aun. 1. Ibu Nabi Musa Nabi Musa punya kakak namanya Nabi Harun. Nabi Harun lahir sebelum tahun tersebut. Allah yang langsung tanganin ketika fir'aun ingin membunuh anak laki laki dan membiarkan hidup anak anak perempuan. Ibu Nabi Musa tidak kelihatan ketika hamil jadi tidak di data. Dan lahirlah Nabi Musa. Nabi Musa di susui dulu agar Nabi Musa kenal air susu ibu nya. Nabi musa disimpan di sungai nil. Kakak Nabi Musa menyusuri jalan nya kemana Nabi Musa mengalir. Nabi Musa diambil oleh istri nya fir'aun. Fir'aun mengalah karena istri nya. Ya Allah kuatkan hatiku. Fir'aun dan istri nya mencari ibu susu untuk Nabi Musa. Kakak Nabi Musa mengatakan bahwa ada seseorang yang bisa susui dia. Ibu nya Nabi Musa dikasih upah oleh fir'aun karena sudah dikasih susu. Sabar dan berusaha, tawakkal. Kalau kita gak sabar kita cari solusi sendiri suka gagal. Serahkan kepada Allah. Sabar dan berusaha. Yakin kalau kita serahkan kepada Allah, hasilnya yang terbaik. Allah kalau sudah janji, pasti terjadi entah puluhan tahun, ribuan tahun. Sabar dalam menghadapi ujian ujian. Bertakwa kepada Allah. 2. Istri Nabi MusaNabi Musa saking kuatnya, hingga hanya pukul tidak kencang, orang nya langsung mati. Dan Nabi Musa pukul batu yang membawa baju nya saat Nabi Musa sedang mandi. Nabi Musa kabur ke madyan. Nabi Musa kerja menjadi tukang kebun dan menikah dengan salah satu putri dari bapak yang sholeh ini. Carilah wanita yang shalihah yang bantu dia di akhirat. Istri Nabi Musa seorang wanita yang shalihah, memiliki rasa malu yang tinggi, tidak ingin berdesak desakan dengan laki laki lain, harus menunggu laki laki bubar.3. Istri fir'aunWanita yang shalihah, asiyah beriman kepada Nabi Musa, asiyah menyembunyikan keimanan nya, dan sampai lah ketahuan keimanan nya oleh fir'aun, fir'aun pun ngamuk, asiyah memilih meninggal. Asiyah dibunuh oleh fir'aun dan meninggal dunia. Ketabahan seorang wanita shalihah yang rela meninggalkan indahnya dunia, kemegahan dunia demi untuk beriman. Meskipun konsekuensinya dia harus meninggal dunia, bukan hanya hidup susah bahkan meninggal dunia. Jika iman sudah masuk ke hati yang paling dalam, dia akan kokoh. Fir'aun pintar ngomong, karismatik. Nabi Musa takut berbicara sendiri, makanya dia minta Nabi Harun. Ada seorang laki laki yang menutupi keimanan nya. Hidup cuma sekali, hidup hanya sementara. Istri fir'aun yang rela meninggalkan kekayaan, kemegahan meskipun konsekuensinya dia harus meninggal dibunuh oleh fir'aun. Kalau sudah salah langkah, urusan nya di akhirat. 4. Masyitoh artinya penyisir. Menyisir rambut putri nya fir'aunWanita shalihah. Tidak harus tahu namanya. Jibril cerita kepada Muhammad. Ketika dia sedang menyisir rambut putri nya fir'aun, besi yang untuk digunakan menyisir tiba tiba jatuh, wanita ini mengucapkan bismillah, lalu putri fir'aun berkata kau sebut nama bapakku kata wanita tersebut bukan, tapi aku sebut nama Allah, Allah itu Rabb ku dan Rabb bapak mu, bapakmu itu punya Rabb namanya Allah, sang putri berkata aku kabarkan perkataan kepada bapakku ya? Kata wanita tersebut silahkan, akhirnya sang putri mengabarkan kepada ayahnya, dan fir'aun pun ngamuk. Penyisir rambut itu dipanggil oleh fir'aunFir'aun : apakah kau punya Tuhan selain aku?Penyisir rambut : iya, Tuhanku dan Tuhanmu itu samaFir'aun pun ngamuk dia panggil suruh letakkan panci besar bisa untuk masak seekor sapi besar kemudian dinyalakan diisi minyak dan tembaga yang kena dampaknya anaknya, istrinya. Rasulullah dakwah, putri putri Rasulullah disuruh cerai. Anak anak nya juga dibunuh, dilempar ke dalam panci besar raksasa tersebut. Kemudian dibakarlah satu demi satu. Anak anak nya dilempar, di bakar satu persatu. Wanita ini kuat. Anak anak dulu yang dibakar. Anak yang masih kecil tiba tiba berbicara, ya ummah masuklah ke dalam panci tersebut sesungguhnya azab dunia jauh lebih ringan daripada azab di akhirat. Akhirnya wanita itu masuk ke dalam panci tersebut. Inilah yang membuat aroma wangi. Kisah nyata yang rela di azab, bukan hanya dia saja, tetapi anak anak juga dibunuh, dia tegar dalam rangka untuk membela agama Allah tetap diatas aqidah yang benar. Godaan itu ada. Surga itu untuk hal hal yang tidsk menyenangkan. Neraka untuk hal hal yang menyenangkan. Jadi kita perlu berusaha lakukan walau hal itu tidak menyenangkan.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Empat Wanita Di Zaman Nabi Musa Alaihissalam

1. Ibunda Nabi Musa (Yukhabad / Ibu yang Penuh Tawakal)Latar Belakang Kekejaman Fir'aun: Fir'aun mengeluarkan perintah membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil yang baru lahir karena adanya ramalan bahwa kerajaannya akan digulingkan oleh seorang anak laki-laki dari kalangan tersebut.Ilham Menyusui dan Menghanyutkan ke Sungai Nil: Allah memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa agar menyusuinya terlebih dahulu (supaya terbiasa dengan rasa air susu ibunya) sebelum meletakkannya ke dalam peti (tabut) dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.Janji Pertolongan Allah: Allah meneguhkan hatinya dengan dua janji: Nabi Musa akan dikembalikan ke pangkuannya dan kelak akan diangkat menjadi salah seorang rasul utusan Allah.Peran Kakak Perempuan Musa: Kakak perempuannya diminta mengawasi peti tersebut dari kejauhan tanpa menimbulkan kecurigaan saat peti terapung menuju area istana Fir'aun.Skenario Penolakan Air Susu: Begitu diambil oleh keluarga Fir'aun, bayi Musa menolak disusui oleh seluruh wanita sewaan istana. Kakak Musa lalu datang menawarkan keluarga yang sanggup menyusuinya, hingga akhirnya ibunda Nabi Musa didatangkan ke istana dan Musa mau menyusu kembali, bahkan sang ibu digaji oleh pihak istana.2. Istri Nabi Musa (Shafura / Wanita yang Pemalu dan Cerdas)Menghindari Ikhtilat di Sumur Madyan: Ketika melarikan diri ke negeri Madyan, Nabi Musa melihat dua orang wanita yang menahan kambing mereka di belakang kumpulan para lelaki demi menghindari desak-desakan dan interaksi dengan kaum pria yang sedang berebut air.Pertolongan Nabi Musa: Musa dengan sigap membukakan tutup sumur yang berat sendirian, memberi minum ternak mereka, lalu berteduh di bawah pohon seraya memanjatkan doa memohon pertolongan Allah karena rasa lapar yang sangat mendalam.Berjalan dengan Rasa Malu (Tamsyi 'alastihya'): Salah satu dari wanita tersebut diutus ayahnya untuk memanggil Musa; ia berjalan dengan rasa malu yang tinggi dan berbicara dengan santun serta menjaga batasan.Kecerdasan Firasat (Al-Qawiyyul Amin):Wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya agar mempekerjakan Nabi Musa karena dua sifat utama: kuat (al-qawiyyu) dan amanah (al-amin).Kekuatan Musa terbukti saat mampu mengangkat batu penutup sumur sendirian, dan sifat amanahnya terbukti saat berjalan pulang di mana ia menyuruh wanita tersebut berjalan di belakang agar pandangannya terjaga.Pernikahan yang Berkah: Ayahnya menikahkan wanita tersebut dengan Nabi Musa dengan mahar menggembalakan ternak selama delapan hingga sepuluh tahun, menjadi teladan pendamping hidup yang setia dan berakhlak mulia.3. Asiyah binti Muzahim (Istri Fir'aun)Menyelamatkan Bayi Musa dari Pembantaian: Asiyah yang belum memiliki anak sangat menyayangi bayi Musa saat melihatnya dan membujuk Fir'aun agar tidak membunuhnya, melainkan menjadikannya sebagai anak angkat.Memilih Istana di Surga daripada Kemewahan Dunia:Setelah Musa diutus menjadi rasul, Asiyah beriman secara diam-diam.Ketika keimanannya terbongkar, Fir'aun menyiksanya dan menawarkan kembali tahta kemewahan istana dengan syarat mengingkari Allah dan Musa.Asiyah menolak secara tegas dan memanjatkan doa abadi yang diabadikan dalam Al-Qur'an: memohon dibangunkan sebuah rumah/istana di sisi Allah di surga serta memohon diselamatkan dari kezaliman Fir'aun dan kaumnya.Kemuliaan Derajat: Asiyah syahid dalam mempertahankan akidahnya dan digelari sebagai salah satu dari empat wanita paling sempurna serta calon penghuni surga tertinggi.4. Masyithah (Penyisir Rambut Putri Fir'aun)Aroma Harum saat Peristiwa Isra' Mi'raj: Rasulullah ﷺ mencium aroma wangi luar biasa semerbak saat peristiwa Isra' Mi'raj, yang dijelaskan oleh Malaikat Jibril berasal dari makam Masyithah dan anak-anaknya.Keteguhan Mengakui Allah sebagai Rabb:Saat sedang menyisir rambut putri Fir'aun, sisirnya terjatuh dan ia refleks mengucapkan kalimat "Bismillah".Ketika ditanya apakah ia memiliki tuhan selain Fir'aun, Masyithah menegaskan bahwa Allah adalah Tuhannya dan Tuhan ayahnya.Ujian Keimanan dan Pembantaian Keluarga:Fir'aun memerintahkan menyalakan kuali raksasa berisi minyak/tembaga mendidih untuk merebus Masyithah beserta anak-anaknya satu per satu di depan matanya.Masyithah mengajukan satu permintaan terakhir agar tulang-belulangnya dan anak-anaknya dikumpulkan dan dimakamkan dalam satu kain kafan/kuburan yang sama.Saat giliran bayinya yang masih menyusu hendak dilemparkan, Masyithah sempat bimbang karena rasa iba,namun bayinya diberi mukjizat berbicara: "Wahai ibunda, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran, masuklah ke dalamnya."Mereka semua syahid dengan teguh memegang tali tauhid hingga akhir hayat.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#32 - Kisah Fatimah Binti Rasulullah

uan tidak meniadakan keteguhannya. Fatimah hadir merawat ayahnya ketika terluka, tetap menunjukkan adab ketika menghadapi persoalan rumah tangga, dan tidak menjadikan kesedihan sebagai alasan untuk kehilangan kehormatan diri. Ada pelajaran penting di sini: perasaan boleh terluka, kecewa boleh hadir, tetapi lisan dan sikap tetap perlu dijaga. Kedewasaan bukan berarti tidak pernah bersedih, melainkan mampu menyampaikan sesuatu dengan cara yang tidak merusak kehormatan diri maupun orang lain.Hal lain yang menarik adalah hubungan Fatimah dengan Aisyah dan istri-istri Rasulullah ﷺ. Di tengah berbagai dinamika keluarga, mereka tetap dapat saling menghormati dan menjalin hubungan baik. Ini menjadi pengingat bahwa seorang muslimah tidak perlu membangun kemuliaan dirinya dengan merendahkan perempuan lain. Kehormatan tidak berkurang hanya karena orang lain juga memiliki keutamaan.Dan mungkin salah satu pelajaran paling menyentuh adalah tingginya rasa malu Fatimah, bahkan hingga menjelang akhir hayatnya. Beliau tetap memikirkan bagaimana kehormatan tubuhnya terjaga ketika kelak telah tiada. Dari sini kita diingatkan bahwa rasa malu bukan sesuatu yang menghalangi perempuan untuk bertumbuh, melainkan penjaga yang membuatnya tahu batas, memahami kehormatan, dan menjaga dirinya karena Allah.Pada akhirnya, kisah Fatimah mengajarkan bahwa kemuliaan seorang muslimah terpancar dari akhlak yang diwariskan, kasih sayang yang diberikan, emosi yang dikendalikan, hubungan yang dijaga, dan kehormatan yang dipelihara. Bukan tentang menjadi perempuan yang tidak pernah terluka, melainkan tetap menjaga adab bahkan ketika sedang diuji.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 32 = KISAH FATIMAH BINTU RASULALLAH PART 2

1. Kemiripan Fisik & Akhlak dengan Rasulullah ﷺKesamaan Lisan & Perangai: Ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha bersaksi bahwa ia tidak melihat seseorang yang lisannya paling lurus, jujur, serta memiliki sikap, perilaku, diam, dan akhlak yang paling mirip dengan Rasulullah ﷺ selain Fatimah.Cara Berjalan: Cara berjalan Fatimah sangat mirip dengan cara berjalan Rasulullah ﷺ.Saling Menyambut dengan Penuh Kasih Sayang: Jika Fatimah datang menemui Nabi ﷺ, beliau akan berdiri menyambutnya, memegang tangannya, menciumnya, dan mendudukannya di tempat duduk beliau. Begitu pula sebaliknya, Fatimah dengan antusias akan menyambut ayahnya, mencium tangannya, dan menduduk thumbnailUrl-nya.2. Peran Fatimah dalam Perang UhudSaat Rasulullah ﷺ terluka parah di Perang Uhud (wajah berdarah, gigi seri patah, dan helm besi menancap di pipi), Fatimah turut serta di medan perang.Ali bin Abi Thalib membawakan air menggunakan perisai, lalu Fatimah dengan telaten membersihkan darah di wajah ayahandanya.Karena darah tidak mau berhenti, Fatimah mengambil serabut tikar yang dibakar, lalu abu pembakarannya ditempelkan pada luka tersebut hingga akhirnya darahnya berhenti.3. Kisah Ali bin Abi Thalib Ingin BerpoligamiKeinginan Ali: Ali bin Abi Thalib sempat berniat untuk berpoligami dengan meminang putri Abu Jahal (musuh Islam).Sikap Fatimah: Meskipun merasa sedih dan cemburu (seperti sifat dasar wanita), Fatimah tidak membuat keributan besar atau melampiaskan amarahnya secara berlebihan kepada suaminya. Ia mengadu kepada ayahandanya, Nabi ﷺ.Larangan dari Rasulullah ﷺ: Nabi ﷺ naik ke atas mimbar dan melarang Ali untuk mempoligami Fatimah dengan putri Abu Jahal. Nabi menyatakan bahwa beliau tidak mengharamkan yang halal, namun beliau tidak ingin putri Rasulullah ﷺ dan putri musuh Allah bersatu dalam satu naungan suami, serta untuk menjaga hati Fatimah agar tidak terfitnah dalam agamanya akibat cemburu yang teramat berat.4. Hubungan Harmonis dengan Istri-Istri Nabi ﷺFatimah memiliki hubungan yang sangat baik dengan para Ummahatul Mukminin (istri-istri Nabi), termasuk Ibunda Aisyah.Bahkan, para istri Nabi pernah mengutus Fatimah sebagai delegasi untuk berbicara kepada Nabi ﷺ mengenai kedudukan Aisyah, yang menunjukkan rasa hormat dan kepercayaan mereka kepada Fatimah.5. Wafatnya Rasulullah ﷺ & Kabar Gembira untuk FatimahKesedihan Mendalam: Saat Nabi ﷺ sakaratul maut, Fatimah sangat bersedih hingga berseru, "Duhai malangnya ayahku..." Namun Nabi menghiburnya bahwa setelah hari ini tidak ada lagi kesusahan bagi ayahnya.Rahasia yang Dibisikkan Nabi: Sebelum wafat, Nabi ﷺ membisikkan dua hal kepada Fatimah yang membuatnya menangis lalu tersenyum:Bisikan pertama: Nabi mengabarkan bahwa Malaikat Jibril biasanya mengecek Al-Qur'an setahun sekali, namun tahun itu dua kali, yang menandakan ajal Nabi sudah dekat. Fatimah pun menangis.Bisikan kedua: Nabi mengabarkan bahwa Fatimah adalah keluarga yang paling cepat menyusul wafatnya, dan ia akan menjadi pemimpin para wanita surga/umat ini. Mendengar itu, Fatimah tersenyum.6. Kesalahpahaman Seputar Harta Warisan & Rekonsiliasi dengan Abu BakarSepeninggal Nabi ﷺ, Fatimah sempat mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk menanyakan bagian warisan peninggalan ayahnya.Abu Bakar menolak memberikannya dengan menyampaikan hadis sahih: "Kami para nabi tidak mewariskan harta; apa yang kami tinggalkan adalah sedekah." Hal ini sempat membuat Fatimah berdiam diri dan tidak keluar rumah karena kesedihan.Menjelang akhir hayat Fatimah, Abu Bakar datang memohon izin untuk menjenguknya. Dengan meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya (Ali), Fatimah mengizinkan Abu Bakar masuk. Abu Bakar meminta maaf dan menjelaskan duduk perkaranya hingga akhirnya Fatimah ridha dan hubungannya kembali harmonis dengan Abu Bakar.7. Wafatnya Ibunda Fatimah radhiyallahu 'anhaWaktu Wafat: Fatimah radhiyallahu 'anha wafat pada 3 Ramadan tahun 11 Hijriah, menyusul ayahandanya sekitar 6 bulan kemudian dalam usia yang sangat muda (sekitar 25 hingga 29 tahun). Beliau meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil, yaitu Hasan, Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum.Sifat Pemalu yang Dijaga Hingga Akhir:Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma binti Umais.Beliau meminta dibuatkan keranda tertutup (tertutup kain hingga bentuk tubuhnya tidak terlihat) karena begitu malunya.Beliau juga berwasiat agar dikuburkan pada malam hari agar tidak menjadi tontonan atau pusat perhatian banyak orang.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 32-Kisah Fathimah Bintu Rasulullah (2)

Kisah Fathimah Bintu Rasulullah(2)Keutamaan FathimahDiantara keutamaan Fathimah radhiallahu ta'ala 'anha yaitu beliau wanita yg paling lurus lisannya. Secara fisik (cara berjalannya) dan juga perangai (akhlak)nya sangat mirip dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Dalam Hadits disebutkan Aisyah Ra berkata “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang perkataannya mirip dengan Rasulullah Saw selain Fatimah. Jika Fatimah mendatangi Rasulullah Saw, Rasulullah Saw pun berdiri dan menciumnya serta menyambutnya sebagaimana yang dilakukan Fatimah ketika menyambut Nabi Saw.”Dalam riwayat lain:“Dari Aisyah ra. berkata, Aku tidak pernah melihat seorang-pun yang mampu menyamai Fatimah dalam hal keserupaan dengan Nabi SAW. Ketenangan dan keistiqomahannya dalam duduk maupun berdiri sebagaimana ketenangan dan keistiqomahan Nabi. Ia di saat masuk ke rumah Nabi, Nabi langsung berdiri menyambut kedatangannya. Begitu pula di saat Nabi mengunjungi rumah Fatimah, ia pun beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut Nabi, dan memberikan tempat duduknya kepada Nabi.”Fathimah menjalani kehidupan dengan ayahnya setelah ibundanya & kakak- kakaknya meninggal.Fathimah begitu sabar menemani suaminya yg hidup miskin.Fathimah juga ikut serta mendampingi suami & ayahnya dalam peperangan-peperangan. Membantu para mujahidin yg terluka, menyiapkan perbekalan/makanan.Ketika Nabi terluka parah di perang Uhud, Fathimah lah yg merawatnya langsung.Diantara keutamaan Fathimah yang lain;Nabi mengatakan bahwa Fathimah adalah "bathatun minni" dalam riwayat lain "mutghatun minni" yg artinya segumpal darah dariku atau segumpal daging dariku.Nabi juga menyebutkan diantara 4 wanita penghuni surga terbaik salah satunya adalah Fathimah.Diriwayatkan Ali sempat akan poligami dg anak Abu Jahl, Fathimah sedih tetapi ia sabar memahami bahwa poligami adalah syariat & sunnah Rasulullah. Mendengar kabar tersebut Nabi pun berkhutbah "...Sesungguhnya aku telah menikahkan Abul 'Ash bin Rabi', lalu ia berbicara kepadaku dan ia jujur kepadaku. Ia berjanji kepadaku dan memenuhi janjinya..." (HR. Muslim).Nabi menikahkan Zainab Bintu Rasulullah dengan Abul Ash bin Rabi' dan ia tidak pernah berpoligami.Kemudian disebutkan juga, "Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku. Apa saja yang menyakitinya, maka itu menyakitiku pula, dan apa saja yang melelahkan/menyusahkannya, maka itu membuatku lelah/susah pula." (HR Muslim)Dalam riwayat lain, “Sungguh aku tidak mengharamkan yang halal, tapi demi Allah, tidak akan bersatu putri Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan putri dari musuh Allah dalam satu tempat, selama-lamanya.”Akhirnya setelah mendengar ceramah Nabi, Ali tidak jadi menikah dg putri Abu Jahl.Sebab Nabi melarang Ali menikahi putri Abu JahlKekhususan FathimahHukum asal poligami adalah syar'i, sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam, tujuannya adalah untuk mendatangkan banyak maslahat. Jika menimbulkan kemudharatan maka tidak disyariatkan. Jadi poligami adalah syariat yg mulia tetapi tidak berlaku pada setiap lelaki, jika tidak mampu untuk adil maka tidak boleh dikerjakan.Para Ulama menjelaskan beberapa sebab Rasulullah melarang Ali untuk berpoligami, diantaranya:Jika Ali berpoligami maka menyakiti hati Fathimah dan menyakiti hati Fathimah maka menyakiti hati Nabi juga. Ada pendapat bahwa ini adalah kekhususan Fathimah.Sebagian ulama berpendapat ketika Nabi menceritakan tentang Abul Ash bin Rabi yg berjanji & menunaikannya itu merupakan sindiran yg mengingatkan agar Ali mengikuti mantu Nabi yg lait tsb. Seakan-akan telah ada pembicaraan antara Ali dan Nabi bahwa Ali tidak akan menyakiti hati Fathimah & Nabi mengingatkan agar ia menepati janjianya.Rasulullah khawatir Fathimah terfitnah dalam agamanyaNabi khawatir Fathimah tidak bisa mengontrol dirinya karena kecemburuannya dengan madunya jika dipoligami. Sementara ia adalah syayyidatun nisaail 'alamin atau pemimpin para wanita. Jika dia cemburu maka ini bisa membuat dia tidak kuat menahannya.Nabi tidak ingin Fathimah disepadankan dengan putri Abu JahlJika Fathimah dipoligami dengan putri Abu Jahl maka posisi madunya akan sepadan dengan Fathimah sama-sama istrinya Ali dan jika punya anak maka akan menjadi bagian dari keluarga Nabi. Maka Nabi tidak ingin hal ini terjadi.Hubungan Fathimah dengan istri-istri Nabi terjalin baik & Fathimah sangat taat kepada ayahnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.Ketika Nabi meninggal, ini adalah puncak kesedihan Fathimah.Fathimah juga mengetahui bahwa setelah wafatnya Nabi, ia akan segera menyusul (meninggal juga).Sepeninggal Rasulullah, Fathimah sempat sedih & kecewa karena dengan berat hati Abu Bakar menyampaikan kepada beliau wasiat Nabi bahwa tidak ada warisan bagi ahlul bait. Tapi beliau tidak marah yg berlebihan, hanya berdiam diri di rumah karena kesedihannya.Wafatnya FathimahFathimah wafat 6 bulan setelah Rasulullah wafat. Usia beliau masih sangat muda, sekitar 29 tahun. Ketika meninggal, anak-anak beliau masih kecil; Hasan (8th), Husein (7th), Zainab & Ummu Kultsum. Ada 1 anak laki-laki bernama Muhassin/Muhsin tapi meninggal saat masih kecil.Ketika akan meninggal dunia, Fathimah berwasiat kepada Asma' binti Umais untuk memandikan jenazahnya. Yang menyolatkan adalah Al Abbas bin Abdul Muththalib dan dikuburkan di Baqi. Fathimah meninggal pada 3 Ramadhan tahun 11 Hijriyah dan beliau minta agar ketika akan dikuburkan, jenazahnya diberi keranda agar tidak nampak lekuk tubuhnya. Beliau berwasiat agar dikuburkan malam hari agar tidak menjadi pusat perhatian. Wasiat-wasiat tersebut karena rasa malunya, betapa pemalunya untuk menjaga dirinya bahkan ketika beliau sudah meninggal.*Sifat pemalu ini banyak hilang dari para wanita di zaman sekarang

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 32: Kisah Fatimah binti Rasulullah part 2

🌸 MATERI 32 — KISAH FATHIMAH BINTI RASULULLAH ﷺBagian 2 | Ustadz Firanda Andirja🍃 1. Akhlak Mulia FathimahFathimah رضي الله عنها merupakan putri Rasulullah ﷺ yang dikenal memiliki akhlak mulia. Beliau meneladani ayahnya dalam tutur kata, perilaku, rasa malu, dan cara berjalan.Fathimah juga dikenal sebagai istri yang setia mendampingi Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dalam kehidupan yang sederhana dan penuh perjuangan.Beliau turut membantu merawat orang-orang yang terluka dalam peperangan, termasuk ketika Rasulullah ﷺ mengalami luka.Rasulullah ﷺ bersabda:“Fathimah adalah bagian dariku. Barang siapa menyakitinya, maka ia telah menyakitiku.”📖 Dalil: HR. Bukhari dan MuslimHadis ini menunjukkan besarnya kedudukan Fathimah dan pentingnya menjaga kehormatan serta perasaannya.🌷 PelajaranMeneladani akhlak Rasulullah ﷺ merupakan jalan menuju kemuliaan.Kesetiaan dan kesabaran sangat penting dalam kehidupan rumah tangga.Kebaikan tidak hanya dilakukan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata.🌷 2. Empat Wanita yang Memiliki Keutamaan BesarDalam hadis, Rasulullah ﷺ menyebutkan wanita-wanita yang memiliki keutamaan besar, yaitu:Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنهاFathimah binti Muhammad رضي الله عنهاMaryam binti Imran عليها السلامAsiyah, istri Fir'aun عليها السلام📖 Dalil: HR. Tirmidzi dan AhmadMereka menjadi teladan dalam keimanan, kesabaran, keteguhan, dan ketaatan kepada Allah.🍂 PelajaranKemuliaan seorang wanita bukan ditentukan oleh kecantikan, kekayaan, atau kedudukan dunia, melainkan oleh iman, ketakwaan, dan amal salehnya.🪷 3. Rasulullah ﷺ Menjaga Perasaan FathimahDalam laporan kajian disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه pernah berniat menikahi putri Abu Jahal. Fathimah kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ.Rasulullah ﷺ menyampaikan keberatannya karena beliau tidak ingin Fathimah tersakiti. Beliau juga menegaskan bahwa putrinya adalah bagian dari dirinya.Ali akhirnya tidak melanjutkan rencana tersebut.📖 Dalil: HR. Bukhari dan MuslimPeristiwa ini berkaitan dengan sabda Rasulullah ﷺ:“Fathimah adalah bagian dariku. Aku tidak suka jika ia disakiti.”Pelajaran:Perasaan orang terdekat perlu diperhatikan.Dalam rumah tangga, keputusan besar perlu dibicarakan dengan bijaksana.Jangan mengabaikan dampak suatu keputusan terhadap pasangan.Kasih sayang perlu diwujudkan melalui sikap dan tanggung jawab.🌿 4. Hubungan Baik Fathimah dengan Istri-Istri Rasulullah ﷺFathimah memiliki hubungan yang baik dengan istri-istri Rasulullah ﷺ. Mereka saling mengunjungi dan memperlakukan Fathimah dengan penuh kasih sayang.Aisyah رضي الله عنها juga sering memuji Fathimah.Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antarperempuan dapat dibangun dengan saling menghormati, menghargai, dan menjaga lisan.🌸 PelajaranJangan menjadikan hubungan sebagai ajang persaingan.Biasakan memuji kebaikan orang lain dengan tulus.Jaga hubungan dengan keluarga dan orang-orang di sekitar.Hindari perkataan yang dapat menimbulkan permusuhan.🥀 5. Kesedihan Fathimah Setelah Wafatnya Rasulullah ﷺWafatnya Rasulullah ﷺ merupakan kesedihan yang sangat besar bagi Fathimah.Sebelum wafat, Rasulullah ﷺ pernah membisikkan kepada Fathimah bahwa beliau akan menjadi anggota keluarga yang pertama menyusulnya. Fathimah kemudian wafat sekitar enam bulan setelah Rasulullah ﷺ.📖 Dalil: HR. Bukhari dan MuslimDalam hadis tersebut, Fathimah menangis ketika Rasulullah ﷺ pertama kali membisikkan kabar wafatnya, lalu tersenyum ketika beliau menyampaikan bahwa Fathimah akan menjadi orang pertama dari keluarganya yang menyusul beliau.Fathimah wafat pada tahun 11 Hijriah. Beliau meninggalkan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan anak-anaknya.🍃 PelajaranKehilangan orang yang dicintai merupakan ujian yang berat.Kesedihan adalah bagian dari fitrah manusia.Tetaplah beriman dan bersabar ketika menghadapi kehilangan.Kematian mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.🌷 6. Menjaga Rasa Malu dan KehormatanDalam laporan kajian disebutkan bahwa Fathimah berwasiat agar pemakamannya dilakukan pada malam hari, karena beliau sangat menjaga rasa malu dan kehormatannya.Kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan memperhatikan adab dalam kehidupan.Pelajaran:Rasa malu yang terpuji mendorong seseorang menjaga diri dari hal yang tidak baik.Menjaga kehormatan bukan berarti merendahkan diri sendiri.Adab dan kesopanan merupakan bagian dari akhlak seorang muslimah.🌸 7. Muhasabah Diri🥀 Apakah aku sudah berusaha meneladani akhlak Rasulullah ﷺ?🥀 Apakah aku menjaga perasaan orang-orang terdekat ketika mengambil keputusan?🥀 Apakah aku membangun hubungan dengan sesama perempuan melalui kasih sayang dan saling menghormati?🥀 Apakah aku mampu bersabar ketika menghadapi kehilangan atau kesedihan?🥀 Apakah aku menjaga rasa malu dan kehormatan diri sesuai tuntunan Islam?✨ KesimpulanKisah Fathimah binti Rasulullah ﷺ mengajarkan akhlak mulia, kesetiaan dalam rumah tangga, pentingnya menjaga perasaan orang terdekat, serta keteguhan iman ketika menghadapi kesedihan.Fathimah menjadi teladan bagi muslimah dalam menjaga kehormatan, memperbaiki akhlak, dan menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran.Semoga Allah menjadikan kita wanita yang berakhlak mulia, menjaga kehormatan diri, menyayangi keluarga, dan istiqamah dalam ketaatan. Aamiin. 🌸

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian - Kisah Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam (Part 2)

Catatan Kajian Kisah Fatimah binti Rasulullah shalallahu alayhi wasallam (Part 2)Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Kedekatan dengan Rasulullah Shalallahu alayhi wasallam Fatimah memiliki kemiripan fisik dan perilaku dengan ayahnya. Ia dijuluki sebagai Ummu Abiha (ibu dari ayahnya) karena perhatiannya yang luar biasa, terutama saat merawat Rasulullah setelah terluka dalam Perang Uhud.Keutamaan dan Sifat:Beliau dikenal sebagai salah satu dari empat wanita terbaik penghuni surga. Aisyah RA memuji sifat pemalu dan kejujuran lisannya.Kehidupan Rumah Tangga: Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama suaminya, Ali bin Abi Thalib RA, Fatimah tetap menjadi sosok istri yang sangat hormat dan sabar. Suaminya Ali sempat berencana melakukan poligami,  namun kemudian dilarang oleh Rasulullah shalallahu alayhi wasallam demi menjaga perasaan dan kehormatan Fatimah.Wafatnya Fatimah: Fatimah adalah orang pertama dari keluarga yang menyusul Rasulullah shalallahu alayhi wasallam setelah beliau wafat. Kesedihannya yang mendalam dan rasa malunya yang tinggi tercermin dari wasiatnya agar dimandikan oleh Asma binti Umais dan dimakamkan pada malam hari menggunakan keranda tertutup agar tidak terlihat lekuk tubuhnya.📝Sumber:Kajian "Fatimah binti Rasulullah shalallahu alayhi wasallam (Part 2) - Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahuLink kajian di YouTube 👇https://youtu.be/4gb1-rssDGY?si=dFno2GijSGjtH-oM

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#32 Kisah Fatimah binti Rasulullah part 2

#32 Kisah Fatimah binti Rasulullah part 2Ust Dr. Firanda Andirja, M.AAisyah pernah berkata tidak pernah meliaht orang yang perkataannya sangat lurus dibanding Fatimah kecuali ayahnya. Aisyah berkata cara jalan dan sifat Fatimah sama dengan ayahnya. Akhlak fatimahBersabar bersama suaminya.Membantu dalam peperangan, termasuk saat Rasulullah terluka.Keutamaan FatimahRasulullah berkata, Fatimah adalah bagian dari diriku.Salah satu penghuni surga terbaik. Rasulullah bersedih ketika Fatimah hendak dimadu oleh Ali, sehingga Ali tidak jadi madu. Kenapa Rasulullah melarang? pertama karena akan menyakiti hati Fatimah, kedua karena khawatir Fatimah terfitnah dalam agamanya, ketiga karena dalam keluarganya ada persaudaraan dengan Abu Jahal.Dekat dengan istri-istri Nabi Muhammad.Menurut dengan Nabi Muhammad.Memiliki sifat pemalu yang luar biasa. Musibah besar: Wafat ayahnya, Rasulullah. Tidak lama Fatimah menyusul.Wafatnya Fatimah: meninggal 6 bulan setelah Rasulullah karena kesedihan yang panjang, kurang lebih 29 tahun. Anak-anaknya, Hasan 9 tahun dan Husein 7 tahun, Zainab dan Ummu Kulsum.Memberi wasiat pada Asma binti Umair agar ia yang memandikannya. Wafat pada 3 Ramadhan 11 Hijriah. Berwasiat agar dimakamkan pada malam hari. 

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
P

Pradita Vera Rukmana

📍 Kota Pekanbaru

FATHIMAH BINTI RASULULLAH SAW

KISAH FATIMAH BINTI RASULULLAH(Ust Firanda Andirja, Lc, MA)🌸Kemiripan Fathimah dg RasulullahMemiliki akhlak berupa kejujuranCiri-ciri fisiknya sangat mirip dengan RasulullahCara berjalannya menyerupai cara berjalan Rasulullah🌸 pengabdian fathimah kepada RasulullahKetika Khadijah dan saudara2 fathimah wafat, fathimah menjadi sosok yg merawat dan menemani Rasulullah. Dalam perang Uhud, ketika Rasulullah mengalami luka parah, fathimah merawat beliau dan membersihkan lukanya. Fathimah merupakan salah satu dari empat wanita terbaik penghuni surga.🌸kehidupan rumah tangga fathimah dengan ali bin abi thalibMerupakan seorang istri yg sangat menghormati suaminyaSaat ali ingin menikahi putri abu Jahal, Fathimah sedih namun ia tak memberontakRasulullah melarang ali utk melamar putri Abu jahal. Alasannya : rasululullah tidak ingin fathimah bersedih, ali pernah berjanji kpd Rasulullah tidak akan menyakiti Fathimah, rasul khawatir kesedihan fathimah akan mengganggu agamanya, Rasulullah tidak ingin memiliki keturunan yg berasal dari keluarga abu jahal🌸Hubungan Fathimah dg istri2 RasulullahTerjalin dg sangat baikWafatnya Rasulullah menjadi puncak kesedihan Fathimah🌸sikap Fathimah setelah wafatnya RasulullahMendatangi Abu bakar as shiddiq untuk meminta bagian warisan yg ditinggalkan RasulullahAbu bakar menyampaikan harta yg tertinggal merupakan sedekah🌸wafatnya FathimahWafat 6 bulan setelah meninggalnya Rasulullah, tgl 03 Ramadhan 11HAnak2 yg ditinggalkan : hasan, husein, Zainab, ummu kultsumSebelum wafat ia menyampaikan wasiat : meminta yg memandikannya 1 orang saja, kerandanya ditutup kain, meminta agar jenazahnya dikuburkan pada malam hariWasiat tsb menunjukkan betapa tinggi rasa malu yg dimiliki Fathimah

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 32

Materi 32Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-2) -Ustadz Firanda HafizhahullaahuKarakter, Akhlak, dan Kemiripan dengan Rasulullah ﷺKemiripan Fisik & Perangai: Aisyah radhiallahu 'anha menceritakan bahwa cara jalan, bentuk fisik, sifat, akhlak, hingga kejujuran lisan Fatimah sangat mirip dengan Rasulullah ﷺ.Saling Menghormati dengan Ayah: Jika Fatimah datang menemui Nabi ﷺ, beliau akan berdiri, menyambut, memegang tangannya, menciumnya, dan mendudukkan Fatimah di tempat duduknya. Begitu pula sebaliknya, Fatimah dengan penuh semangat akan menyambut, mencium tangan ayahnya, dan mendudukkan ayahnya di tempat duduknya.Sifat Pemalu yang Luar Biasa: Fatimah dikenal sebagai sosok wanita yang sangat pemalu. Rasa malu ini bahkan tercermin hingga menjelang akhir hayatnya, di mana beliau berwasiat agar jenazahnya ditutup dengan keranda khusus dan hanya diurus oleh Asma binti Umais agar lekuk tubuhnya tidak terlihat.Peran Fatimah dalam Perang (Peristiwa Perang Uhud)Fatimah ikut serta dalam medan peperangan untuk membantu para mujahidin.Dalam Perang Uhud, ketika Nabi ﷺ mengalami luka parah di wajah, Fatimah bersama Ali bin Abi Thalib turut merawat beliau. Fatimah dengan sigap membersihkan darah di wajah ayahnya, dan ketika darah tidak kunjung berhenti, beliau membakar serabut tikar lalu menempelkan debunya pada luka Nabi ﷺ hingga darahnya berhenti.Kisah Ali bin Abi Thalib Ingin BerpoligamiAli bin Abi Thalib sempat berencana untuk meminang putri Abu Jahal (musuh Islam).Mendengar hal tersebut, Nabi ﷺ merasa tidak rela jika putri kesayangannya dimadu dengan putri musuh Allah (Abu Jahal) dan khawatir hal tersebut akan memfitnah agamanya (memicu cemburu berlebihan yang melampaui batas). Nabi ﷺ lantas menegaskan dalam khutbahnya bahwa Fatimah adalah bagian darinya, dan apa pun yang menyakiti Fatimah berarti menyakiti beliau.Ali akhirnya mengurungkan niat tersebut. Ustadz Firanda menegaskan bahwa hukum asal poligami tetap sah dan mubah dalam Islam, namun larangan ini merupakan kekhususan bagi Fatimah demi menjaga perasaan beliau.Hubungan Harmonis dengan Istri-Istri Nabi ﷺHubungan antara Fatimah dan para istri Nabi ﷺ (termasuk Aisyah) terjalin dengan sangat baik.Fatimah bahkan pernah diutus oleh istri-istri Nabi yang lain sebagai delegasi untuk berbicara kepada Nabi ﷺ terkait keadilan pembagian perhatian kepada Aisyah. Meskipun permintaan tersebut tidak dikabulkan secara langsung karena kecintaan khusus Nabi kepada Aisyah, hal ini membuktikan bahwa Fatimah dipercaya dan memiliki hubungan yang baik, sekaligus menepis tuduhan pihak-pihak tertentu yang mengeklaim adanya permusuhan di antara mereka.Wafatnya Rasulullah ﷺ dan Kesedihan Mendalam FatimahMenjelang wafatnya, Nabi ﷺ sempat membisikkan dua hal kepada Fatimah. Pada bisikan pertama, Fatimah menangis karena dikabarkan bahwa Malaikat Jibril biasanya menguji hafalan Al-Qur'an setahun sekali namun tahun itu dua kali, yang menandakan ajal Nabi ﷺ sudah dekat. Pada bisikan kedua, Nabi membisikkan bahwa Fatimah adalah anggota keluarga yang paling pertama menyusul wafatnya, yang membuat Fatimah kemudian tersenyum.Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Fatimah merasakan kesedihan yang teramat sangat hingga akhir hayatnya.Permasalahan Warisan dan Rekonsiliasi dengan Abu Bakar ash-SiddiqSelepas wafatnya Nabi ﷺ, sempat terjadi kesalahpahaman antara Fatimah dan Khalifah Abu Bakar ash-Siddiq terkait harta peninggalan Nabi. Abu Bakar menolak memberikan harta tersebut karena berpegang pada sabda Nabi ﷺ bahwa para nabi tidak mewariskan harta, melainkan harta mereka menjadi sedekah.Akibat hal tersebut, Fatimah sempat berdiam diri di rumah dan tidak menemui Abu Bakar.Menjelang akhir hayat Fatimah, Abu Bakar datang dengan penuh rasa hormat untuk meminta izin menjenguk. Atas restu Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar masuk menemui Fatimah, meluruskan kesalahpahaman, dan meminta keridaannya. Fatimah akhirnya rida dan memaafkan Abu Bakar.Wafatnya Fatimah radhiallahu 'anhaFatimah binti Rasulullah ﷺ wafat pada 3 Ramadan tahun 11 Hijriah, sekitar 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, dalam usia yang masih sangat muda (antara 24 hingga 29 tahun).Beliau meninggalkan anak-anak yang masih kecil, yaitu Al-Hasan, Al-Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum.Sesuai wasiatnya, jenazah Fatimah dimandikan oleh Asma binti Umais, dikuburkan pada malam hari menggunakan keranda tertutup untuk menjaga kehormatan dan rasa malunya, serta dimakamkan di pemakaman Al-Baqi di Madinah.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 32 - Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Bagian-2)

“Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Bagian-2)”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AKemiripan Fatimah Radhiyallahu 'Anha dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam & Sifat MaluKemiripan Fisik & Perangai: Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha bersaksi bahwa tidak ada seorang pun yang cara berjalan, gaya bicara, sifat, dan perilakunya yang paling mirip dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam selain Fatimah Radhiyallahu 'Anha.​Saling Sambut Penuh Kasih Sayang:Jika Fatimah datang berkunjung kepada Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam, Nabi akan berdiri, menyambutnya, memegang tangannya, menciumnya, dan mendudukannya di tempat duduk beliau. Begitu pula sebaliknya, Fatimah akan menyambut ayahnya dengan penuh semangat dan mencium tangannya.Sifat Malu yang Tinggi:Fatimah dikenal sebagai wanita yang sangat pemalu, yang sifat mulia ini tercermin hingga akhir hayatnya (menjelang wafat, beliau berwasiat agar dibuatkan keranda tertutup agar lekuk tubuhnya tidak terlihat dan hanya dimandikan oleh Asma binti Umais).Peran di Medan Perang (Perang Uhud)Fatimah Radhiyallahu 'Anha ikut serta bersama para wanita pemberani di medan perang untuk membantu para pejuang yang terluka.​Dalam Perang Uhud, ketika Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam terluka parah di wajah dan kepalanya, Ali bin Abi Thalib membawa air dengan perisai, sementara Fatimah yang membersihkan darah di wajah Nabi.​Ketika darah Nabi tak kunjung berhenti, Fatimah mengambil sepotong tikar usang (serabut kurma), membakarnya, lalu menempelkan abunya pada luka Nabi sehingga darahnya pun berhenti.Kisah Ali bin Abi Thalib Ingin Berpoligami dengan Putri Abu JahalLatar Belakang:Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pernah berencana meminang putri dari Abu Jahal (firaun umat ini yang sudah tewas di Perang Badar).​Reaksi Fatimah:Meskipun secara syariat poligami adalah hal yang mubah, wajar jika Fatimah merasa sedih sebagai seorang istri. Namun, Fatimah tidak membuat keributan, tidak mengamuk, dan tidak melabrak suaminya, melainkan menyampaikan persoalan tersebut kepada ayahandanya (Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam).Sikap Tegas Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:​Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam naik ke mimbar berkhutbah di hadapan para sahabat dan menyatakan dengan tegas: "Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku, apa pun yang menyakitinya akan menyakitiku... Demi Allah, tidak akan berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah (Abu Jahal) pada diri satu lelaki."​Mendengar khutbah tersebut, Ali bin Abi Thalib mengurungkan niatnya.Hikmah & Alasan Pelarangan:Para ulama menjelaskan alasan Nabi melarang Ali berpoligami dengan putri Abu Jahal khusus untuk Fatimah adalah:​Menjaga perasaan Fatimah yang merupakan putri bungsu kesayangan Nabi dan satu-satunya anak yang tersisa sepeninggal ibunda serta saudara-saudaranya.​Kekhawatiran Nabi bahwa ujian tersebut dapat mengganggu kestabilan agama / fitnah bagi pemimpin wanita di surga tersebut.​Adanya isyarat perjanjian/komitmen antara Nabi dan Ali sebelumnya agar Ali tidak menyakiti Fatimah.​Tidak layak disamakannya keturunan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam dengan keturunan musuh Allah (Abu Jahal).​Catatan Penting: Kasus ini adalah kekhususan (khushusiyah) bagi Fatimah, dan bukan dalil diharamkannya poligami secara mutlak (karena Nabi sendiri berpoligami dan Ali baru berpoligami lagi setelah Fatimah wafat).Hubungan Baik dengan Istri-Istri Nabi (Ummahatul Mukminin)Fatimah Radhiyallahu 'Anha memiliki hubungan yang sangat baik dengan para istri Nabi.​Ketika para istri Nabi (termasuk Zainab, Ummu Salamah, dll.) merasa cemburu karena para sahabat lebih sering memberikan hadiah di hari giliran Aisyah, mereka menunjuk Fatimah sebagai delegasi untuk berbicara kepada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam agar berlaku adil terhadap Aisyah. Ini membuktikan bahwa hubungan Fatimah dan Aisyah serta para Ummahatul Mukminin terjalin dengan baik dan harmonis.Wafatnya Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam & Kisah WarisanBisikan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam Sebelum Wafat:Menjelang wafatnya, Rasulullah membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah yang membuatnya menangis tersedu-sedu. Kemudian Nabi membisikkan hal kedua yang langsung membuat Fatimah tersenyum.​Setelah Nabi wafat, Aisyah bertanya mengenai bisikan tersebut. Fatimah mengabarkan bahwa bisikan pertama adalah pemberitahuan bahwa Nabi akan segera wafat (karena Malaikat Jibril biasanya mengulangi Al-Qur'an sekali setahun, namun tahun itu dua kali). Bisikan kedua adalah pemberitahuan bahwa Fatimah adalah anggota keluarga yang paling cepat menyusul Nabi, serta kabar gembira bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita di surga.Permasalahan Harta Warisan:Selepas wafatnya Nabi, Fatimah sempat mendatangi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu untuk menanyakan hak waris peninggalan Rasulullah demi kelangsungan hidup keluarganya yang hidup pas-pasan.​Abu Bakar dengan tegas menyampaikan hadis sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam: "Kami para nabi tidak mewariskan harta, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah."​Abu Bakar menjalankan sunnah Nabi tersebut dengan berat hati karena sangat mencintai kerabat Rasulullah. Fatimah sempat mendiamkan Abu Bakar dan tidak keluar rumah karena kesedihan yang mendalam.​Menjelang akhir hayat Fatimah, Abu Bakar datang memohon izin untuk menjenguk. Atas keridhoan suaminya (Ali), Fatimah mengizinkan, lalu Abu Bakar memohon maaf dan menjelaskan bahwa ia semata-mata mencari keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Fatimah pun akhirnya ridha kepada Abu Bakar.Wafatnya Sayyidah Fatimah radhiyallahu 'anhaFatimah radhiyallahu 'anha wafat pada 3 Ramadhan tahun 11 Hijriah (sekitar 6 bulan setelahwafatnya Rasulullah) dalam usia yang sangat muda, yaitu 29 tahun (ada riwayat lain menyebutkan 24–25 tahun).​Beliau meninggalkan anak-anak yang masih kecil, yaitu Hasan, Husein, Zainab, dan Ummu Kultsum (yang kelak dinikahi oleh Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, menunjukkan keeratan hubungan keluarga Ahlul Bait dengan para Khulafaur Rasyidin).​Jenazah beliau dishalatkan dan dimakamkan pada malam hari di pemakaman Baqi' sesuai dengan wasiat beliau untuk menjaga kesucian dan rasa malunya.Kesimpulan Keteladanan Kesabaran & Akhlak:Sayyidah Fatimah mengajarkan keikhlasan luar biasa dalam hidup sederhana, kesabaran dalam menghadapi musibah besar (wafatnya ayah tercinta), serta adab yang tinggi sebagai istri (tetap menghormati suami dan tidak berbuat gaduh di luar batas).​Menjaga Martabat Keluarga:Sikap Fatimah yang sangat pemalu dan menjaga diri hingga akhir hayatnya menjadi inspirasi utama bagi kaum muslimah untuk menjunjung tinggi kehormatan dan rasa malu

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Fathimah binti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Kisah Fathimah binti Rasulullah ﷺBag. 2Ustadz Firanda Andirja1. Kemiripan Fathimah dengan Rasulullah ﷺFathimah radhiyallahu ‘anha sangat mirip dengan Rasulullah ﷺ, baik dari segi fisik maupun akhlaknya.Di antara kemiripan tersebut:Memiliki akhlak berupa kejujuran.Ciri-ciri fisiknya sangat mirip dengan Rasulullah ﷺ.Cara berjalannya pun menyerupai cara berjalan Rasulullah ﷺ.2. Pengabdian Fathimah kepada Rasulullah ﷺKetika Khadijah radhiyallahu ‘anha dan saudara-saudara Fathimah telah meninggal dunia, Fathimah menjadi sosok yang merawat dan menemani Rasulullah ﷺ.Dalam Perang Uhud, ketika Rasulullah ﷺ mengalami luka parah, Fathimah turut merawat beliau dengan membersihkan dan mengobati luka-lukanya.Fathimah merupakan salah satu dari empat wanita terbaik penghuni surga.3. Kehidupan Rumah Tangga Fathimah dan Ali bin Abi ThalibFathimah radhiyallahu ‘anha merupakan seorang istri yang sangat menghormati suaminya.Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkeinginan untuk menikahi putri Abu Jahal. Fathimah merasa sedih dengan keinginan tersebut, tetapi ia tidak memberontak.Namun, Rasulullah ﷺ melarang Ali untuk melanjutkan keinginannya tersebut. Akhirnya, Ali pun tidak jadi melamar putri Abu Jahal.Ada beberapa alasan Rasulullah ﷺ melarang hal tersebut:Rasulullah ﷺ tidak ingin Fathimah bersedih.Kesedihan Fathimah akan menjadi kesedihan Rasulullah ﷺ. Terlebih lagi, Fathimah telah kehilangan ibunya dan menjalani kehidupan dengan berbagai pengorbanan.Ali pernah berjanji kepada Rasulullah ﷺ.Ali pernah berjanji bahwa dirinya tidak akan menyakiti Fathimah. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ meminta Ali untuk menepati janjinya.Rasulullah ﷺ khawatir kesedihan Fathimah akan mengganggu agamanya.Rasulullah ﷺ tidak menginginkan keturunan beliau berasal dari keluarga Abu Jahal.Peristiwa ini merupakan salah satu bentuk pengagungan dan pemuliaan Rasulullah ﷺ terhadap Fathimah.4. Hubungan Fathimah dengan Istri-Istri Rasulullah ﷺHubungan Fathimah radhiyallahu ‘anha dengan istri-istri Rasulullah ﷺ terjalin dengan sangat baik.Ketika Rasulullah ﷺ jatuh sakit menjelang wafatnya, Fathimah setia menemani dan berada di sisi beliau.Wafatnya Rasulullah ﷺ menjadi puncak kesedihan bagi Fathimah.5. Sikap Fathimah Setelah Wafatnya Rasulullah ﷺSetelah Rasulullah ﷺ wafat, Fathimah mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk meminta bagian warisan dari harta yang ditinggalkan Rasulullah ﷺ.Abu Bakar kemudian menyampaikan hadis bahwa para nabi tidak mewariskan harta. Harta yang mereka tinggalkan merupakan sedekah.Setelah mendengar penjelasan tersebut, Fathimah berdiam diri di rumah dan tidak mau keluar untuk bertemu Abu Bakar.Hingga akhirnya, ketika Fathimah jatuh sakit, Abu Bakar meminta izin kepada Ali bin Abi Thalib untuk menemui Fathimah.Karena rasa hormat Fathimah kepada Ali, akhirnya Fathimah bersedia menemui Abu Bakar. Abu Bakar pun meminta keridhaan Fathimah.6. Wafatnya Fathimah radhiyallahu ‘anhaFathimah wafat enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah ﷺ, tepatnya pada tanggal 3 Ramadhan 11 H.Beliau meninggalkan anak-anaknya, di antaranya:Hasan.Husain.Zainab.Ummu Kultsum.Sebelum wafat, Fathimah menyampaikan beberapa wasiat:Meminta agar yang memandikannya cukup satu orang saja.Meminta agar kerandanya ditutup dengan kain.Meminta agar jenazahnya dikuburkan pada malam hari.Wasiat tersebut menunjukkan betapa tinggi rasa malu yang dimiliki Fathimah radhiyallahu ‘anha.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-2)

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A1. KEUTAMAAN FATHIMAH DAN KEMIRIPANNYA DENGAN RASULULLAH ﷺDi antara keutamaan Fathimah رضي الله عنها adalah kemiripannya dengan Rasulullah ﷺ, baik dari segi perilaku, akhlak, tutur kata, maupun pembawaannya.Aisyah رضي الله عنها berkata:“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah ﷺ dalam hal pembawaan, ketenangan, dan perilakunya, baik ketika berdiri maupun duduk, daripada Fathimah binti Rasulullah ﷺ.”Aisyah juga menceritakan bahwa ketika Fathimah datang menemui Nabi ﷺ, beliau berdiri menyambut putrinya, memegang tangannya, menciumnya, lalu mempersilakannya duduk di tempat duduk beliau.Demikian pula ketika Nabi ﷺ datang menemui Fathimah, ia segera berdiri menyambut ayahnya, memegang tangannya, menciumnya, kemudian mempersilakan beliau duduk di tempat duduknya.Dalil: HR. Abu Dawud no. 5217 dan At-Tirmidzi no. 3872. Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Albani.Oleh karena itu, sebagaimana Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang sangat pemalu, Fathimah juga memiliki sifat malu yang sangat tinggi.Demikianlah Fathimah menjalani kehidupannya sebagai putri yang sangat dekat dengan ayahandanya. Setelah kakak-kakaknya wafat dan ibundanya, Khadijah رضي الله عنها, meninggal dunia, Fathimah menjadi putri yang menemani Rasulullah ﷺ.2. FATHIMAH, PUTRI YANG BERBAKTI DAN ISTRI YANG SABARDi antara akhlak mulia Fathimah adalah menjadi istri yang baik bagi suaminya, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.Fathimah menjalani kehidupan bersama suaminya dalam keadaan sederhana. Ia bersabar menemani Ali dalam kehidupan yang penuh kesulitan dan keterbatasan.Ia juga mendampingi ayah dan suaminya dalam perjuangan. Dalam peperangan, Fathimah turut membantu kaum Muslimin, termasuk merawat mereka yang terluka dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.Salah satu peristiwa yang menunjukkan pengorbanannya terjadi ketika Perang Uhud. Saat itu Rasulullah ﷺ mengalami luka pada bagian kepala dan wajahnya. Gigi depan beliau juga patah.Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه mengambilkan air menggunakan perisainya, sedangkan Fathimah membersihkan luka Rasulullah ﷺ. Ketika melihat darah terus mengalir, Fathimah mengambil tikar, membakarnya, lalu menempelkan abunya pada luka Rasulullah ﷺ hingga darah berhenti mengalir.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 2903, dari Sahal bin Sa'ad رضي الله عنه.3. FATHIMAH ADALAH BAGIAN DARI RASULULLAH ﷺDi antara keutamaan Fathimah adalah sabda Rasulullah ﷺ:«فَاطِمَةُ بَضْعَةٌ مِنِّي، فَمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِي»“Fathimah adalah bagian dariku. Barang siapa membuatnya marah, sungguh ia telah membuatku marah.”Hadis ini menunjukkan betapa besar kecintaan Rasulullah ﷺ kepada putrinya.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 3767.Dalam hadis lainnya, Rasulullah ﷺ menyebutkan empat wanita yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu:1. Maryam binti Imran.2. Khadijah binti Khuwailid.3. Fathimah binti Muhammad.4. Asiyah, istri Fir'aun.Dalil: HR. At-Tirmidzi no. 3878. Imam At-Tirmidzi menilai hadis ini sahih.Rasulullah ﷺ juga bersabda:«فَاطِمَةُ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ»“Fathimah adalah pemimpin para wanita penghuni surga.”Dalil: HR. Al-Bukhari no. 3766.4. PERISTIWA ALI BIN ABI THALIB HENDAK MENIKAHI PUTRI ABU JAHLSuatu ketika, berita mengenai keinginan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه untuk menikahi putri Abu Jahl sampai kepada Fathimah.Fathimah kemudian menemui Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan keberatannya.Rasulullah ﷺ pun berkhutbah di hadapan para sahabat. Beliau menyebutkan bahwa dahulu beliau menikahkan putrinya, Zainab, dengan Abu Al-Ash bin Ar-Rabi'. Sebelum masuk Islam, Abu Al-Ash telah menunjukkan kejujuran dalam perkataan dan menepati janji kepada Rasulullah ﷺ.Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku. Aku tidak suka jika ia disakiti.”Beliau juga menjelaskan bahwa putri Rasulullah ﷺ tidak boleh disatukan sebagai istri dengan putri musuh Allah dalam satu pernikahan.Akhirnya Ali membatalkan niatnya tersebut.Perlu diperhatikan bahwa hadis ini berbicara tentang keadaan khusus yang berkaitan dengan Fathimah dan putri Abu Jahl, bukan larangan poligami secara umum.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 3729 dan Muslim no. 2449.5. FATHIMAH MENJADI UTUSAN PARA ISTRI NABI ﷺPada suatu kesempatan, para istri Rasulullah ﷺ mengutus Fathimah untuk menyampaikan permintaan mereka agar Rasulullah ﷺ berlaku adil dalam memberikan perhatian kepada istri-istrinya, terutama terkait kecintaan beliau kepada Aisyah رضي الله عنها.Fathimah meminta izin menemui Rasulullah ﷺ ketika beliau sedang bersama Aisyah.Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, Rasulullah ﷺ bertanya:“Wahai putriku, bukankah engkau mencintai apa yang aku cintai?”Fathimah menjawab, “Tentu.”Beliau kemudian bersabda:«فَإِنِّي أُحِبُّ هَذِهِ»“Sesungguhnya aku mencintai wanita ini.”Yang beliau maksud adalah Aisyah.Fathimah kemudian kembali menemui para istri Nabi ﷺ dan menyampaikan jawaban tersebut. Mereka kemudian memintanya kembali menemui Rasulullah ﷺ, tetapi Fathimah tidak bersedia.Dalil: HR. Muslim no. 2442a.6. DUA BISIKAN RASULULLAH ﷺ YANG MEMBUAT FATHIMAH MENANGIS DAN TERSENYUMKetika Rasulullah ﷺ sedang sakit menjelang wafatnya, beliau memanggil Fathimah dan membisikkan sesuatu kepadanya.Setelah mendengar bisikan tersebut, Fathimah menangis.Kemudian Rasulullah ﷺ kembali membisikkan sesuatu kepadanya. Kali ini Fathimah tersenyum.Aisyah رضي الله عنها merasa penasaran dan bertanya kepada Fathimah mengenai kedua bisikan tersebut. Namun, Fathimah tidak bersedia menceritakannya ketika Rasulullah ﷺ masih hidup karena hal itu merupakan rahasia.Setelah Rasulullah ﷺ wafat, barulah Fathimah menceritakan rahasia tersebut kepada Aisyah.Fathimah menjelaskan bahwa pada bisikan pertama, Rasulullah ﷺ memberitahunya bahwa beliau akan wafat karena sakit yang sedang dialaminya. Mendengar hal itu, Fathimah menangis.Pada bisikan kedua, Rasulullah ﷺ memberitahunya bahwa Fathimah akan menjadi anggota keluarga beliau yang pertama menyusul setelah wafatnya. Mendengar kabar tersebut, Fathimah tersenyum.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 3715–3716.7. WAFATNYA RASULULLAH ﷺ DAN KESEDIHAN FATHIMAHDalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan kepada Abu Bakar رضي الله عنه tentang kebiasaan Jibril yang memeriksa dan mengulang bacaan Al-Qur'an bersama beliau sekali setiap tahun. Namun, pada tahun menjelang wafatnya, hal tersebut dilakukan dua kali.Rasulullah ﷺ memahami bahwa hal itu merupakan salah satu tanda semakin dekatnya ajal beliau.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 3624.Ketika sakit Rasulullah ﷺ semakin berat, Fathimah berkata:“Betapa berat penderitaan yang dirasakan ayahku.”Rasulullah ﷺ menjawab:«لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ الْيَوْمِ»“Tidak ada lagi penderitaan bagi ayahmu setelah hari ini.”Rasulullah ﷺ kemudian wafat pada tahun 11 Hijriyah.Dalam kesedihannya, Fathimah mengucapkan:“Wahai ayahku, Rabb yang memanggilmu telah menyambutmu. Wahai ayahku, tempat tinggalmu adalah Surga Firdaus. Wahai ayahku, kepada Jibril kami sampaikan berita wafatmu.”Dalil: HR. Al-Bukhari no. 4462.8. FATHIMAH DAN PERMASALAHAN WARISAN RASULULLAH ﷺSetelah Rasulullah ﷺ wafat, Fathimah رضي الله عنها bersama Al-Abbas bin Abdul Muthalib رضي الله عنه mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه untuk meminta bagian dari harta peninggalan Rasulullah ﷺ, termasuk tanah Fadak dan bagian dari Khaibar.Abu Bakar menjelaskan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:«لَا نُورَثُ، مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ»“Kami, para nabi, tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”Abu Bakar kemudian menjelaskan bahwa ia tidak akan mengubah ketentuan yang pernah dijalankan Rasulullah ﷺ dalam mengelola harta tersebut.Fathimah merasa keberatan dan bersedih atas keputusan itu. Dalam riwayat sahih disebutkan bahwa Fathimah kemudian tidak berbicara kepada Abu Bakar hingga wafatnya.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 6725–6726.9. KECINTAAN ABU BAKAR KEPADA RASULULLAH ﷺAbu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه memiliki kecintaan yang sangat besar kepada Rasulullah ﷺ.Salah satu bentuk kecintaannya terlihat ketika beliau menemani Rasulullah ﷺ dalam perjalanan hijrah. Abu Bakar sangat memperhatikan keselamatan Rasulullah ﷺ, bahkan lebih mengutamakan keselamatan beliau daripada dirinya sendiri.Abu Bakar juga pernah menginfakkan hartanya untuk mendukung perjuangan Islam.Ketika Rasulullah ﷺ ditanya mengenai orang yang paling beliau cintai, beliau menyebut Aisyah. Ketika ditanya dari kalangan laki-laki, beliau menyebut ayah Aisyah, yaitu Abu Bakar.Dalil: HR. Al-Bukhari no. 3662 dan Muslim no. 2384.10. WAFATNYA FATHIMAH رضي الله عنهاSebagaimana telah disampaikan Rasulullah ﷺ dalam bisikan rahasianya, Fathimah menjadi anggota keluarga beliau yang pertama menyusul setelah wafatnya.Fathimah wafat sekitar enam bulan setelah Rasulullah ﷺ wafat, pada tahun 11 Hijriyah.Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa Fathimah sangat menjaga rasa malunya. Ia berwasiat agar jenazahnya ditutup dengan keranda sehingga bentuk tubuhnya tidak terlihat.Diriwayatkan pula bahwa Asma binti Umais membantu mempersiapkan jenazahnya. Fathimah kemudian dimandikan dan dikafani, dishalatkan, lalu dimakamkan pada malam hari.Dalam riwayat sejarah disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib, Abbas bin Abdul Muthalib, dan Fadhl bin Abbas turut mengurus pemakamannya. Ia dimakamkan di pemakaman Baqi'.Kisah mengenai wasiat dan rincian pemakamannya disebutkan dalam kitab-kitab sejarah, sehingga perlu dibedakan dari hadis-hadis sahih yang telah disebutkan sebelumnya.11. PELAJARAN DARI KEHIDUPAN FATHIMAH رضي الله عنهاInilah kisah Fathimah binti Rasulullah ﷺ. Ada beberapa faedah yang dapat kita ingat dari perjalanan hidup beliau:1. Fathimah adalah seorang wanita yang sangat sabar dalam menjalani kehidupan.2. Beliau merupakan putri yang berbakti dan memiliki kedekatan yang luar biasa dengan ayahandanya.3. Beliau menjadi istri yang sabar dalam menemani suaminya melalui kehidupan yang sederhana dan penuh kesulitan.4. Beliau memiliki sifat malu yang sangat tinggi.5. Beliau memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Rasulullah ﷺ.Semoga putri-putri kita dapat meneladani Fathimah رضي الله عنها, menjadi putri yang salehah, dan kelak menjadi istri yang salehah.Semoga para ibu juga dapat mengambil pelajaran dari kehidupan Fathimah: kesabaran, ketaatan dalam kebaikan, akhlak mulia, dan rasa malu yang terjaga.Semoga Allah menjadikan wanita-wanita kaum Muslimin sebagai wanita yang salehah dan memiliki akhlak sebagaimana akhlak Fathimah رضي الله عنها.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 32 Kisah Fatimah binti Rasulullah SAW bagian yg ke 2

Ustadz Firanda Andirja Siroh atau sejarah wanita yang sangat mulia yaitu fatimah binti Rasulullah SAW,beliau lisan nya yg selalu lurus seperti ayahnya,akhlak dan perangainya yg mulia seperti ayahnya,beliau jg memiliki sifat pemalu seperti ayahnya,dan cara berjalan nya pun seperti Rasulullah SAW,fatimah setia menemani suaminya dalam hidup yang susah payah,beliau sabar mendampingi suaminya, beliau jg selalu menemani ayah dan suaminya dalam bbrp peperangan,membantu dan merawat orang2 yg terluka dalam peperangan termasuk ayahnya sendiri yg terluka.beliau tumbuh menjadi putri terbaik buat ayahnya dan istri terbaik buat suaminya,Rasulullah pernah berkata "fatimah adalah potongan dariku,bagian dariku,segumpal daging dariku,barang siapa yg menyakitinya maka telah menyakitiku "Ada 4 wanita penghuni syurga,4wanita termulia dan terbaik yaitu khadijah binti khuwailid,fatimah binti Rasulullah, maryam binti imron dan asiyah istri firaun.pada tahun 8 hijriyah suami fatimah yaitu Ali bin Abi tholib ingin berpoligami dengan putri abi jahat,keinginan itu disampaikan Ali kepada fatimah,lalu fatimah bercerita ke pada ayah nya Nabi Muhammad SAW,dan ayahnya melarang Ali untuk berpoligami,alasan Nabi melarang karena Nabi tidak ingin putri nya tersakiti dengan keputusan poligami itu.nabk begitu menjaga hati dan perasaan putrinya,krn begitu besar rasa sayang Nabi kepada fatimah.dan akhirnya Ali mengikuti pesan Nabi dan tdk jadi berpoligami dengan putri nya abu jahat.Hubungan fatimah dengan istri2 Nabi Muhammad SAW adalah hubungan yg baik selayaknya hubungan seorang ibu dengan putrinya,saling mengunjungi satu sama lain.dan Aisyah sering memuji putri Nabi ini.musibah besar dan puncak kesedihan dialami dan dirasakan oleh fatimah saat wafatnya Nabi Muhammad, Nabi berpesan dan memberi kabar kepada fatimah bahwa sepeninggal Nabi,fatimah lah yg akan menyusul wafat ayahnya.fatimah wafat diusia kurang lebih 29 tahun,beliau meninggalkan suami Ali bin Abi tholib,dua orang putra yaitu hasan berusia 8tahun dan husein berusia 7tahin dan kedua putrinya zainab dan ummu kulsum.beliau meninggal pada bulan Ramadhan di tanggal 3 Ramadhan tahun 11 hijriyah selang 6bulan dari wafatnya Nabi Muhammad SAW,beliau berwasiat untuk dikuburkan pada malam hari,supaya tdk terlihat byk orang krn sifat beliau yg pemalu.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah Fatimah Binti Rasulullah part 2

Keutamaan Fatimah Radiyallahu Ta’ala ‘AnhaDimana Aisyah Radiyallahu Ta’ala ‘Anha pernah berkata“aku tidak melihat seorangpun yang lisannya lebih lurus, lebih benar seperti Fatimah kecuali Ayahnya.”Aisyah Radiyallahu Ta’ala ‘Anha pernah mensifati bagaimana fisik dari Fatimah Aisyah Radiyallahu Ta’ala ‘Anha, Aisyah berkata:“Fatimah datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam dan cara jalannya persis cara jalannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam.”Kemudian dalam hadits Aisyah Radiyallahu Ta’ala ‘Anha pernah berkata:“Aku tidak melihat seorangpun yang mirip seperti Nabi dari sikapnya, perilakunya, seperti Fatimah Radiyallahu Ta’ala ‘Anha.Fatimah sangat mirip dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dari sisi fisik, perangai, sikapnya, diambya, akhlaknya Fatimah sangat mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.Diantara akhlak Fatimah, dia menjadi istri yang terbaik untuk suaminya.Beliau selalu menemani ayahandanya dan suaminya dalam peperangan-peperangan. Beliau ikut serta membantu para mujahidin yang mungkin terluka yang mungkin membutuhkan makanan maka fatimah selalu menyertai.Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya maka dia telah menyakitiku.Ini bukti bahwa cintanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Fatimah Radiyallahu Ta’ala ‘Anha.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 32 Fatimah Binti Rasulullah ﷺ (Bagian 2)

Materi 32Fatimah Binti Rasulullah ﷺ (Bagian 2)1. Kemiripan Fatimah dengan Rasulullah ﷺ Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:- Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah ﷺ dalam hal perkataan dan cara berbicara selain Fatimah.- Cara berjalan Fatimah juga sangat mirip dengan cara berjalan Nabi ﷺ.- Sikap, perilaku, fisik, penampilan, dan akhlak Fatimah menyerupai Rasulullah ﷺ.2. Akhlak Fatimah radhiyallahu ‘anha- Fatimah memiliki akhlak yang mulia.- Beliau dikenal sebagai wanita yang sabar.- Ketika Rasulullah ﷺ terluka dalam Perang Uhud, Fatimah datang merawat beliau.3. Empat Wanita Terbaik1. Khadijah radhiyallahu ‘anha.2. Fatimah radhiyallahu ‘anha.3. Maryam binti Imran.4. Asiyah, istri Fir'aun.4. Kisah Ali bin Abi Thalib Ingin Menikahi Putri Abu Jahal- Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah ingin berpoligami dengan menikahi putri Abu Jahal.- Rasulullah ﷺ tidak menerima rencana pernikahan tersebut selama Fatimah masih menjadi istrinya.- Rasulullah ﷺ tidak ingin putrinya disakiti dan tidak ingin terjadi fitnah dalam agamanya.- Akhirnya Ali tidak jadi menikahi putri Abu Jahal.Rasulullah ﷺ bersabda:"Sesungguhnya aku menikahkan Abu Al-'Ash bin Rabi' dengan Zainab, kemudian dia berbicara kepadaku dan membenarkanku. Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku. Aku tidak suka jika ada yang menyakitinya. Demi Allah, putri Rasulullah tidak akan berkumpul dengan putri musuh Allah pada satu orang laki-laki."Hadits tentang Fatimah sebagai Bagian dari Rasulullah ﷺ"Fatimah adalah bagian dariku. Menyakitkan aku apa yang telah menyakitkannya. Demi Allah, putri Rasulullah tidak akan berkumpul dengan putri musuh Allah pada satu orang laki-laki."- Setelah Ali mendengar khutbah Nabi, amalan dia tidak jadi menikahi putri Abu Jahal5. Beberapa sebab Nabi melarang poligami Ali- Poligami adalah hal syar'i, hukumnya sunnah. Hanya saja tujuan poligami adalah mendatangkan banyak maslahat. Ketika poligami mendatangkan kemudharatan maka poligami tidak disyariatkan. - Poligami Ali akan menyakiti Fatimah dan jelas akan menyakiti Nabi. Fatima sudah tidak punya siapa-siapa kecuali ayahnya makanya Nabi memberi perhatian khusus kepada Fatimah. - (Tafsiran Ulama) Dalam khutbahnya Nabi menyindir Ali dengan menyebutkan menantu lain yaitu Abul Ash bi  Rabi bahwa beliau jujur dan menunaikan janjinya. Ini isyarat bahwa kata Nabi ikutilah menantunya tersebut yang menunaikan janjinya. Dan ini isyarat seakan-akan terjadi perjanjian antara Nabi dan Ali, mungkin bukan perjanjian tidak akan poligami mungkin perjanjian tidak akan menyakiti Fatimah- Sebab kedua kata para ulama adalah Rasulullah khawatir Fatimah akan terfitnah agamanya - Rasulullah melarang terkhusus untuk Fatimah, karena jika Fatimah dipoligami dengan putri Abu Jahal maka kedudukan keduanya sama (istri Ali bin Abi Thalib). Dan tidak mungkin disamakan antara putri Rasulullah dan putri Abu Jahal.6. Wafatnya Rasulullah- Musibah terbesar yang dialami Fatimah adalah wafatnya ayahnya Rasulullah. Ayahnya adalah satu-satunya keluarganya yang tersisa. Fatimah sudah tahu bahwasanya setelah ayahnya meninggal, dia akan juga menyusul ayahnya.Dalam sebuah hadits :Fatimah datang menemui Nabi di rumah Aisyah. Lalu Nabi membisikkan sesuatu dan Aisyah tidak dengar. Maka Fatimah pun menangis, ketika Rasulullah melihat Fatimah menangis Rasulullah pun membisikkan lagi sesuatu kemudian Fatimah tersenyum. Maka aku (Aisyah) bertanya kepada Fatimah apa yang dibicarakan Nabi kepadamu. Fatimah saat itu menjawab (saat Nabi masih hidup) "aku tidak akan membongkar rahasia dari Nabi".Kemudian setelah Rasulullah wafat, Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah, dan Fatimah menjawab "pertama kali saat Nabi bisikan sesuatu kepadaku : biasanya Jibril mengajarkan aku Alquran setahun sekali namun sekarang Jibril mengajarkan Alquran kepadaku dua kali dalam setahun, ini pertanda bahwa ajalku telah dekat. Bertakwalah dan Bersabarlah. Sesungguhnya engkau adalah Ahlul bait yang pertama kali menyusul aku. Maka akupun menangis. Melihat Fatimah menangis, Rasulullah membisikkan yang kedua "Tidakkah kau suka wahai Fatimah kalau kau menjadi pemimpin wanita kaum mukminin" Maka aku pun tersenyum.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (Part-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

1. Keutamaan & Sifat Luhur Fatimah Radhiyallahu 'AnhaKejujuran dan Kelurusan Lisan: Aisyah radhiyallahu 'anha pernah bersaksi bahwa beliau tidak pernah melihat seseorang yang perkataannya lebih jujur dan lurus daripada Fatimah, kecuali ayahnya sendiri, Rasulullah ﷺ.Kemiripan Fisik dan Perangai: Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah ﷺ dalam segala hal—mulai dari cara berjalan, ketenangan saat diam, sikap, hingga akhlak mulianya. Kemiripan ini mengobati kerinduan para sahabat kepada Nabi setelah beliau wafat.Saling Memuliakan yang Luar Biasa: Hubungan antara ayah dan anak ini dipenuhi rasa hormat yang tinggi. Jika Fatimah datang berkunjung, Rasulullah ﷺ akan berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, menciumnya, dan mendudukkannya di tempat duduk beliau. Sebaliknya, jika Nabi yang datang, Fatimah akan berdiri menyambut, memegang tangan sang ayah, menciumnya, dan mempersilakannya duduk di tempatnya.Julukan "Ummu Abiha" (Ibu dari Ayahnya): Fatimah sangat dewasa dan penuh perhatian. Sejak kecil, ia senantiasa merawat, membela, dan membersihkan kotoran yang dilemparkan kaum Quraisy kepada Rasulullah ﷺ saat berdakwah, sehingga ia bertindak layaknya seorang ibu bagi ayahnya.2. Peran sebagai Istri & MujahidahKesabaran dalam Kemiskinan bersama Ali: Kehidupan rumah tangga Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib sangat bersahaja dan penuh keterbatasan ekonomi. Fatimah mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri hingga tangannya melepuh dan kasar akibat menumbuk serta menggiling gandum menggunakan batu gilingan manual.Ketangguhan di Medan Perang (Perang Uhud): Saat terjadi Perang Uhud dan situasi menjadi genting, Rasulullah ﷺ mengalami luka-luka di wajahnya dan gigi geraham beliau patah. Fatimah hadir sebagai mujahidah yang tegar. Bersama Ali yang membawa air dengan perisainya, Fatimah membersihkan darah di wajah Nabi. Karena darah terus mengalir, Fatimah membakar potongan tikar khush (pelepah kurma) hingga menjadi abu, lalu membubuhkannya pada luka tersebut hingga darahnya berhenti.3. Kemuliaan Tertinggi sebagai Pemimpin Wanita SurgaBagian dari Daging Daging Rasulullah: Nabi ﷺ menegaskan kedudukan istimewa Fatimah dengan bersabda bahwa Fatimah adalah bagian dari dirinya. Apa saja yang menyakiti atau membuat Fatimah benci, maka hal itu juga menyakiti dan membuat Rasulullah ﷺ benci.Empat Wanita Terbaik di Alam Semesta: Fatimah disejajarkan dalam jajaran wanita paling utama yang mencapai kesempurnaan iman sepanjang sejarah manusia, yaitu: Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri Fir'aun.Pemimpin Wanita di Surga: Rasulullah ﷺ secara khusus memberikan kabar gembira bahwa Fatimah adalah Sayyidatu Nisa'i Ahli Jannah (Pemimpin seluruh wanita penghuni surga) dan pemimpin wanita umat ini.4. Kisah Dinamika Keluarga & Kearifan NabiKeinginan Ali untuk Menikah Lagi: Setelah peristiwa Fathu Makkah, Ali bin Abi Thalib sempat berencana untuk meminang putri dari Abu Jahl. Mendengar kabar ini, Fatimah merasa sangat sedih namun ia tidak memberontak atau membuat keributan; ia menjaga kehormatan suaminya dan memilih mengadukan kesedihannya kepada sang ayah.Ketegasan dan Kasih Sayang Rasulullah: Nabi ﷺ kemudian naik ke atas mimbar dan menyatakan tidak mengizinkan pernikahan tersebut. Beliau menegaskan bahwa beliau tidak mengharamkan yang halal, namun putri Rasulullah tidak boleh dimadu dengan putri musuh Allah di bawah satu atap suci.Pelajaran Hukum (Kasus Khusus): Para ulama menjelaskan bahwa larangan madu dalam kasus ini adalah kekhususan (khash) bagi Fatimah demi menjaga perasaannya dan mencegah fitnah agama, sehingga tidak bisa dijadikan dalil umum untuk melarang poligami bagi wanita lain. Ali pun menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan tidak menikah lagi hingga Fatimah wafat.5. Hubungan Baik & Detik-Detik Wafatnya Nabi ﷺKeharmonisan dengan Istri-Istri Nabi: Fatimah memiliki hubungan yang sangat baik, santun, dan saling menghormati dengan Aisyah serta istri-istri Rasulullah ﷺ lainnya, jauh dari rasa dengki.Mendampingi Nabi saat Sakit Menjelang Wafat: Ketika Rasulullah ﷺ sakit keras, Fatimah menangis melihat penderitaan ayahnya yang menahan sakit yang amat berat. Rasulullah lalu menenangkannya dengan bersabda, "Tidak ada lagi penderitaan atas ayahmu setelah hari ini."Rahasia Dua Bisikan: Di atas tempat tidur menjelang wafatnya, Nabi membisikkan sesuatu yang membuat Fatimah menangis kencang, lalu membisikkan sesuatu lagi yang membuatnya tersenyum. Aisyah kemudian bertanya tentang hal itu. Fatimah menceritakan setelah Nabi wafat:Bisikan pertama: Nabi mengabarkan bahwa Jibril biasanya mengecek hafalan Al-Qur'an beliau setahun sekali, namun tahun ini dua kali, yang menandakan ajal beliau sudah dekat. Hal ini membuat Fatimah menangis.Bisikan kedua: Nabi memberi kabar gembira bahwa Fatimah adalah anggota keluarga pertama yang akan menyusul beliau dan ia adalah pemimpin wanita di surga. Hal ini membuat Fatimah tersenyum bahagia.6. Masalah Warisan, Detik-Detik Akhir Hayat & Wafatnya FatimahDialog tentang Harta Warisan Nabi: Setelah Nabi wafat, Fatimah sempat meminta bagian warisan tanah di Fadak. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan penuh rasa hormat menyampaikan hadis bahwa para Nabi tidak mewariskan harta materi; apa yang mereka tinggalkan menjadi sedekah untuk umat. Fatimah menerima penjelasan syariat tersebut dengan rida.Sikap Mulia Abu Bakar: Ketika Fatimah jatuh sakit, Abu Bakar tetap menjaga hubungan baik dengan meminta izin kepada Ali untuk menjenguk Fatimah dan meminta rida serta memuliakannya.Adab dan Kesantunan kepada Suami: Sebelum wafat, Fatimah selalu meminta izin kepada Ali dalam segala hal, mencerminkan potret istri salehah yang taat dan mereka saling rida satu sama lain.Wafat Menjemput: Fatimah wafat hanya berselang 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, tepatnya pada tanggal 3 Ramadhan tahun 11 Hijriah dalam usia yang masih sangat muda (sekitar 24–29 tahun). Kematiannya dipicu oleh rasa rindu yang teramat mendalam kepada sang ayah.Wasiat tentang Keranda dan Pemakaman: Karena sifat pemalunya yang luar biasa (pemalu yang mendarah daging), Fatimah berwasiat kepada Asma' binti Umais agar jenazahnya dimandikan secara tertutup, diletakkan di dalam keranda yang tertutup anyaman (agar lekuk tubuhnya tidak terlihat meskipun sudah menjadi mayat), serta dimakamkan pada malam hari di pemakaman Baqi' agar tidak dilihat oleh khalayak ramai.Kesimpulan EtisKisah hidup Fatimah mengajarkan kita tentang puncak kesabaran dalam menghadapi ujian ekonomi, ketaatan total yang penuh adab kepada orang tua dan suami, serta sifat malu yang luar biasa tinggi yang menjaga kehormatan seorang wanita baik di dunia maupun di akhirat. Beliau tidak pernah sombong atau bertingkah semena-mena meskipun menyandang status mulia sebagai putri dari makhluk paling agung di muka bumi.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 32 🌼kisah Fatimah binti Rasulullah (bagian 2)🌼

‎Kisah Fatimah binti Rasulullah (bagian 2)Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA ‎‎Aisyah Radhiyallahuanha berkata:"aku tidak pernah melihat wanita yang lisannya benar seperti Fatimah kecuali ayahnya."‎Aisyah mensifati fisik dari Fatimah bahwa cara jalan Fatimah mirip seperti ayahnya.‎Aisyah Radhiyallahuanha berkata:"aku tidak melihat seorang pun mirip nabi seperti sifatnya,perilakunya seperti Fatimah."‎sebagaimana ayahnya sangat pemalu,Fatimah pun juga pemalu.‎Diantara akhlak Fatimah,dia menjadi istri terbaik untuk suaminya,betapa sabarnya Fatimah yang menemani suaminya dalam hidup miskin.beliau pun juga menemani ayahnya dalam peperangan untuk membantu para Mujahidin yang terluka.dan saat perang Uhud,Fatimah lah yang merawat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ketika terluka parah.‎Keutamaan Fatimah 1. ‎Nabi shalallahu alaihi wasallam mengatakan bahwasanya Fatimah adalah potongan dariku (bagian dariku),siapa yang telah menyakitinya berarti menyakitiku.2. ‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: wanita terbaik penghuni surga adalah Khadijah binti khuwailid,Fatimah binti Muhammad,Maryam binti Imran dan Asiyah istrinya Fir'aun.(Riwayat Ibnu Abbas)3. ‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata kepada Fatimah: tidakkah kau ridho Fatimah menjadi pemimpin wanita di surga?4. ‎Ali bin Abi Thalib ingin berpoligami,dan di sebutkan ini terjadi setelah Fathul mekkah.ali ingin menikahi putri dari abu Jahal dan kejadian ini sampai kepada nabi shalallahu alaihi wasallam.dan nabi pun tidak terima hal tersebut.lalu Fatimah berkata:"sesungguhnya kaummu berbicara di sana sini, bahwasannya engkau tidak membela putri putri mu dan kini Ali menikahi putri abu Jahal. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya aku telah menikahkan abul ash dengan putriku zainab dan dia berbicara kepadaku dan membenarkan janjinya kepadaku dan tunaikan janjinya. Sesungguhnya Fatimah bagian dariku, menyakitiku apa yang telah menyakitkan nya,dan sesungguhnya tidak akan kumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah pada satu orang lelaki.ketika Ali mendengar khutbah nabi tersebut, akhirnya Ali tidak jadi menikahi putri abu Jahal.‎Sebab mengapa Rasulullah melarang Ali menikahi putri abu Jahal adalah bahwasanya perhatian khusus nabi terhadap Fatimah karena poligami nya Ali akan menyakiti Fatimah.karena seakan akan sudah terjadi perjanjian khusus antara nabi dan Ali. Dan khawatir Fatimah terganggu agamanya,terfitnah agamanya. Karena jika Fatimah di poligami dengan putri abu Jahal,maka kedudukannya akan sama sedangkan tidak bisa di samakan kedudukan antara putri Rasulullah dan putri abu Jahal.‎Hubungan Fatimah dengan istri istri nabi sangatlah baik. Fatimah pernah mengunjungi Aisyah dan Aisyah pernah mengunjungi Fatimah.‎Musibah besar yang di alami Fatimah adalah ketika wafat nya nabi shalallahu alaihi wasallam.ketika Rasulullah shalallahu alaihi di kubur,maka para sahabat menabur tanah lalu Fatimah berkata:"apakah kalian merasa senang ketika menabur tanah"mereka menjawab :"tentu saja tidak,kami pun sangat sedih." Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam meninggal terjadi gesekan sedikit antara Fatimah dan abu bakar. Fatimah mendatangi abu bakar dan meminta harta warisan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, ternyata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mengabarkan kepada para sahabat, bahwasanya setiap nabi tidak meninggalkan harta warisan. Akhirnya Fatimah marah mendengar perkataan abu bakar .‎

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Kisah Fatimah Binti Rasulullah (2)

SIFAT, SIKAP, DAN FISIK FATIMAH1. Lisannya lurusAisyah radhiyallahu'anha pernah berkata:“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih jujur lisannya (ucapannya) daripada Fatimah, kecuali orang yang melahirkannya (yakni Rasulullah ﷺ).” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, Abu Ya'la, dan Ath-Thabarani).2. Cara berjalannya mirip dengan NabiAisyah radhiyallahu'anha berkata:“Fatimah datang menemui Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. Dan cara jalannya persis seperti cara jalannya Nabi.”3. Sikapnya, Perilakunya mirip dengan NabiAisyah radhiyallahu'anha berkata:“Aku tidak pernah melihat seorangpun yang mirip dengan Nabi dari sikapnya, perilakunya, seperti Fatimah radhiyallahu'anha.”4. Fatimah sangat pemalu hingga wafatnya meminta agar tubuhnya ditutupkan agar tidak terlihat lekuk tubuhnya.AKHLAK FATIMAH SEBAGAI ISTRI, MUJAHIDIN DAN ANAK- Fatimah sangat sabar hidup bersama Ali yang hidup sederhana, menggiling gandum hingga kasar tangannya.- Fatimah ikut serta menemani suami dan ayahnya dalam peperangan-peperangan.Kisah Nabi terluka dalam Perang Uhud:Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, beliau ditanya tentang luka Rasulullah ﷺ pada Perang Uhud, lalu ia berkata:“Demi Allah, tidak ada tersisa dari seorangpun dari sahabat yang mengetahui hal ini, sesungguhnya aku mengetahui siapa yang membasuh luka Rasulullah ﷺ, siapa yang menuangkan air, dan dengan apa beliau diobati. Fatimah radhiyallahu 'anha, putri Rasulullah ﷺ, mencuci (luka tersebut), sementara Ali bin Abi Thalib menuangkan air dengan menggunakan perisai (al-mijan). Ketika Fatimah melihat darah tidak kunjung berhenti melainkan semakin mengalir deras, ia mengambil sepotong tikar, membakarnya, lalu menempelkan abunya pada luka tersebut sehingga darahnya pun berhenti. Pada waktu itu, gigi seri beliau tanggal (patah), wajah (pipi) beliau terluka (kemasukan besi), dan topi baja beliau pecah sehingga kepala beliau berdarah.” (HR. Bukhari No. 3767)Yang mengobati Rasulullah : Ali dan Fatimah.KEUTAMAAN FATIMAH1. Bagian (segumpal daging) dari Nabi• Nabi mengatakan : “Fatimah adalah potongan (segumpal daging) dariku. Siapa yang menyakitinya, maka ia telah menyakitiku.”2. Wanita Penghuni Surga Terbaik• Nabi mengatakan: “Wanita terbaik penghuni surga: Khadijah bintu Khuwailid, Fatimah bintu Muhammad, Maryam bintu Imran, Asiyah istri Fir’aun.”• Nabi mengatakan: “Tidakkah engkau ridha menjadi pemimpin para wanita ummat ini?”KEHIDUPAN RUMAH TANGGASetelah Fathu Mekkah (setelah tahun 8 Hijriyyah - menjelang wafatnya Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam), Ali bin Abi Thalib ingin berpoligami dan ingin menikah dengan putrinya Abu Jahal.Abu Jahal adalah orang yang super sombong (fir'aunnya umat ini). Setelah kematian Abu Jahal, putrinya masuk Islam.Fatimah merasa sedih dengan berita Ali yang ingin berpoligami namun tidak heboh karena dia tahu ini adalah syari'at. Karena di zamannya, poligami adalah hal yang biasa. Dan Fatimah adalah wanita yang sangat hormat kepada Ali hingga tidak mempermasalahkan terkait Ali yang ingin berpoligami.Berita ini sampai kepada Nabi. Nabi tidak menerima hal tsb.Ali bin Abi Thalib pun melamar putri Abu Jahal.Fatimah berkata kepada ayahnya :“Sesungguhnya kaummu berbicara disana-sini bahwasanya engkau tidak marah karena membela putri-putrimu, sekarang Ali mau menikah dengan putri Abu Jahal.”Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam langsung membela putrinya dan langsung berkhutbah didepan para sahabat.Nabi berkata:“Amma ba'du. Sesungguhnya aku telah menikahkan Abul 'Ash bin Rabi dengan putriku (Zainab), dan dia bicara kepadaku dan dia jujur. Dan dia berjanji kepadaku dan dia tunaikan janjinya. Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dari diriku. Menyakiti aku apa yang telah menyakitinya. Demi Allah, tidak akan pernah berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah pada seorang lelaki yang sama untuk selamanya.” (Shahih Muslim)Maka setelah mendengar hal itu, Ali pun membatalkan lamarannya.Sebab Rasulullah melarang Ali menikah dengan putrinya Abu Jahal (padahal ia tahu bahwa poligami adalah hal yang syar’i):1. Tafsir 1: Perhatian khusus Nabi kepada Fatimah, Karena tidak ingin menyakiti Fatimah.Poligami nya Ali akan menyakiti hati Fatimah.Dan menyakiti hati Fatimah : menyakiti hati Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam.Karena Fatimah sudah tinggal sendirian, tidak memiliki keluarga yang lain. Sedangkan Rasulullah memiliki kehidupan tersendiri bersama istri-istrinya.Ketika Nabi ditanya tentang wanita ahlul bait (sebagai keluarga) yang paling dicintainya, ialah Fatimah. Sedangkan wanita yang paling dicintainya (sebagai istri) ialah Aisyah.Tafsir 2: Seakan-akan sudah terjadi pembicaraan khusus antara Nabi dengan Ali bin Abi Thalib.Ali bin Abi Thalib telah mengatakan kepada Nabi bahwa Ali tidak akan menyakiti Fatimah.Saat Rasulullah mengatakan tentang Abul 'Ash bin Rabi : menyindirnya agar Ali menunaikan janjinya sebagaimana mantunya yang lain telah menunaikan janjinya.2. Khawatir Fatimah terfitnah (terganggu) dalam agamanya sementara Fatimah adalah pemimpin para wanita.Dikhawatirkan jika sudah menikah, tidak bisa mengontrol kecemburuannya yang berlebihan terlebih lagi kondisi Fatimah yang sudah tidak memiliki ibu dan kakak. Rasulullah sendiri memiliki kehidupan tersendiri dengan istri-istrinya.3. Karena bila Fatimah dipoligami dengan putri Abu Jahal, kedudukan keduanya sama, sama-sama istri Ali. Dan tidak mungkin disamakan Putri Muhammad dengan Putri Abu Jahal.  Rasulullah tidak ingin memiliki keluarga dari keturunan Abu Jahal.SAYANGNYA ALI TERHADAP FATIMAH HINGGA KELUAR MADZIAli sangat sayang kepada Fatimah hingga sering mengeluarkan air madzi.Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menyebutkan bahwa beliau adalah seorang yang sering keluar madzi dan merasa malu bertanya langsung kepada Nabi ﷺ karena menikahi putrinya, sehingga beliau mengutus Al-Miqdad bin Al-Aswad. Rasulullah ﷺ bersabda agar ia mencuci kemaluannya dan berwudhu (HR. Bukhari no. 269 & Muslim no. 303).Kisah ini bukan menunjukkan terlarangnya poligami.Karena ini kondisi khusus kepada Fatimah. Dan setelah Fatimah meninggal, Ali berpoligami.HUBUNGAN FATIMAH DENGAN ISTRI-ISTRI NABI YANG LAINFatimah memiliki hubungan yang sangat baik dengan istri-istri Nabi. Fatimah dan Aisyah saling mengunjungi satu sama lain. Pernah menjadi utusan ketika istri-istri Nabi yang lain cemburu terhadap Aisyah, mereka meminta tolong kepada Fatimah untuk berbicara kepada Nabi tentang Aisyah radhiyallahu'anha.Aisyah menceritakan: para istri Nabi ﷺ mengutus Fatimah kepada beliau; ia meminta izin ketika beliau berbaring bersamaku dalam selimutku, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, istri-istrimu mengutusku meminta keadilan tentang putri Abu Quhafah.' Beliau bersabda: 'Wahai putriku, tidakkah engkau mencintai apa yang aku cintai?' Ia menjawab: 'Ya.' Beliau bersabda: 'Maka cintailah perempuan ini (Aisyah).' Fatimah kembali dan menolak diutus lagi. (HR. Muslim no. 2442).Ini bukti hubungan baik, bukan seperti klaim Syi'ah ribut.WAFATNYA NABI - PUNCAK KESEDIHAN & BISIKAN RAHASIA• Anas: Saat Nabi sakit parah, Fatimah berkata: “Betapa menderitanya engkau, Wahai ayahanda.”Nabi menjawab: “Kesulitan hanya saat ini saja. Tidak ada kesulitan lagi setelah hari ini.”• Saat Nabi wafat, Fatimah berkata: “Wahai ayahanda, dia telah memenuhi panggilan Rabbnya. Wahai Ayahanda, Surga Firdaus adalah tempat kembalimu. Wahai ayahanda, kabar sedih ini kami kabarkan kepada Malaikat Jibril.”• Saat pemakaman, Fatimah berkata: “Apakah kalian merasa nyaman menaburkan tanah ke kuburan Rasulullah?”• Bisikan di rumah AisyahAisyah radhiyallahu'anha berkata:“Fatimah datang menemui Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. Dan cara jalannya persis seperti cara jalannya Nabi.Saat beliau melihatnya, beliau pun menyambutnya dan bersabda, “Selamat datang putriku.” Selanjutnya beliau mempersilakannya untuk duduk di samping kanannya atau kirinya. Lalu beliau bisikkan sesuatu kepadanya hingga ia (Fatimah) menangis tersedu-sedu. Ketika melihat kesedihan hati Fatimah, maka sekali lagi Rasulullah pun membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia tertawa. Lalu aku (Aisyah) bertanya kepada Fatimah, “Sesungguhnya Rasulullah shallallāhu'alaihi wasallam telah memberikan keistimewaan kepadamu dengan membisikkan suatu rahasia di hadapan para istri beliau hingga kamu menangis sedih!” Setelah Rasulullah shallallāhu 'alaihi wasallam meninggalkan tempat itu, aku pun bertanya kepada Fatimah, “Apa yang dikatakan Rasulullah shallallāhu 'alaihi wasallam kepadamu?” Fatimah menjawab, “Sungguh aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah shallallāhu 'alaihi wasallam.” Setelah Rasulullah shallallāhu 'alaihi wasallam meninggal dunia, aku (Aisyah) bertanya kepadanya, “Aku bertekad menanyakan kepadamu sesuai dengan hak (kedudukanku) di sisimu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah shallallāhu 'alaihi wasallam kepadamu dulu waktu kamu tidak mau menjelaskannya kepadaku.” Fatimah menjawab, “Sekarang setelah Rasulullah meninggal dunia, aku akan memberitahukannya kepadamu. Dulu, ketika Rasulullah membisikkan sesuatu kepadaku, untuk yang pertama kali, beliau memberitahukan bahwasanya Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al-Qurān satu atau dua kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus dengannya (Jibril) sebanyak dua kali. Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah! Sesungguhnya sebaik-baik pendahulumu adalah aku.” (Fatimah berkata), “Maka aku pun menangis, seperti yang kamu lihat dulu. Ketika Rasulullah melihat kesedihanku, beliau pun berbisik kepadaku untuk kedua kalinya. Beliau bersabda, ‘Hai Fatimah, tidakkah kamu rida menjadi pemimpin para istri orang-orang mukmin atau pemimpin para wanita umat ini?’ Lalu aku pun tertawa seperti yang dulu engkau lihat.”PERSELISIHAN ABU BAKAR & AKHIR HIDUP• Setelah Nabi wafat, Fatimah minta warisan kepada Abu Bakar karena hidup susah.• Abu Bakar sampaikan hadits : “Kami para Nabi tidak ada harta warisan, apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah.”• Abu Bakar serba salah, dia pernah berkata: “Sungguh, menyambung hubungan dengan kerabat Rasulullah ﷺ lebih aku cintai daripada aku menyambung hubungan dengan kerabatku sendiri.” (HR. Al-Bukhari nomor 3411 dan 3712). Tapi harus menjalankan sunnah.Bukti cintanya kepada Rasulullah : Saat ayah kandungnya sendiri (Abu Quhafah) masuk Islam tahun 8 H, Abu Bakar menangis sambil berkata: “Aku menangis karena seandainya yang berbaiat (masuk Islam) kepada Rasulullah ﷺ saat ini adalah Abu Thalib (paman Rasulullah), itu jauh lebih aku sukai daripada keislaman ayahku sendiri. Karena aku tahu, keislaman Abu Thalib pasti akan jauh lebih membahagiakan dan menggembirakan hati Rasulullah ﷺ.”• Fatimah marah (manusiawi), diam di rumah tidak keluar menemui Abu Bakar. Ali menemani istri, belum bai'at terang-terangan kepada Abu Bakar. Abu Bakar memaklumi.• Saat Fatimah sakit parah, Abu Bakar meminta izin untuk menjenguk. Fatimah bertanya kepada Ali, “Wahai suamiku, apakah engkau suka aku mengizinkan Abu Bakar?” Ali menjawab “Ya.” Ini adab tinggi, meski kedudukan tinggi namun tetap hormat kepada suami.• Abu Bakar datang merayu, sambil mengatakan: “Tidaklah aku tinggalkan negeri, harta, keluarga, kecuali untuk mencari ridha Allah, Rasul, dan kalian wahai Ahlul Bait.” Akhirnya gesekan hilang, Fatimah pun ridha.• Wafat : 6 bulan setelah Nabi, 3 Ramadhan 11 H. Usia khilaf : 24-29 tahun.Adz-Dzahabi: 24 tahun.Banyak ulama: 29 tahun.Karena kesedihan berat dan rindu ayah.• Anak yang ditinggal : - Al-Hasan (8th)- Al-Husein (7th)- Zainab- Ummu Kultsum (yang nanti menikah dengan Umar bin Khattab memiliki anak Zaid bin Umar - bukti hubungan baik Umar dan Ali)- Muhsin meninggal saat kecil.• Wasiat: Berwasiat kepada Asma Binti Umais : Dimandikan Asma Binti Umais (istri Ja'far, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib), dishalatkan Al-Abbas bin Abdul Muttalib, yang turun ke kubur Al-Abbas, Ali, Fadhl bin Abbas, dimakamkan di Baqi’. Menggunakan keranda tertutup dan dimakamkan saat malam hari karena sangat pemalu.FAEDAH & PELAJARAN- Wanita yang sabar sejak kecil melihat penderitaan dakwah ayahnya.- Nurut kepada ayah & suami, putri dan istri shalihah meski susah.- Sifat pemalu yang luar biasa - sifat yang hilang di zaman sekarang.- Meski memiliki kedudukan tinggi (putri Nabi), tetap tahu hak suami dan hak khalifah. Tidak heboh, tidak bikin desas-desus, tidak ribut saat akan dipoligami atau tidak diberi warisan, hanya diam dan sabar di rumah.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →