👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N

Novrianti Fadlun Katili

📍 Palu

KISAH EMPAT WANITA DI ZAMAN NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM - Ustadz Firanda Andirja hafizhohullah

Di antara metode yang dapat membuat kita semangat beramal saleh adalah dengan membaca sejarah hidup orang-orang saleh terdahulu, seperti wanita-wanita shalihah di zaman Nabi Musa 'alaihis salam.Adapun wanita-wanita yang disebutkan dalam kajian ini adalah:* Ibu Nabi Musa 'alaihis salam.* Istri Nabi Musa 'alaihis salam.* Istri Fir'aun.* Tukang sisir putri Fir'aun.① KISAH IBU NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM A. Seorang Ibu yang Pernah Melahirkan Seorang NabiNabi Musa lahir di masa ketika kekejaman Fir'aun sedang tersebar. Kabar bahwa kekuasaan Fir'aun akan dihancurkan oleh seorang anak yang lahir dari kalangan Bani Israil telah tersebar.Nabi Musa memiliki saudara yang lebih tua darinya (kakak), yaitu Nabi Harun.Di saat tersebar kabar tersebut, Fir'aun memerintahkan seluruh wanita hamil ketika itu untuk diperiksa. Apabila diketahui yang lahir adalah anak laki-laki, maka anak tersebut langsung dibunuh.Adapun ibu Nabi Musa, Allah langsung yang menjaganya.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 7وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِيٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَArtinya:"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'"QS. Al-Qasas: 7.Seorang ibu yang tega melepaskan anaknya yang baru lahir, terpisah darinya, namun karena ini adalah perintah Allah, maka ia pun melepaskan anaknya ke Sungai Nil.Allah berfirman kepada ibu Nabi Musa agar tidak takut dan jangan bersedih. Allah akan mengembalikan anak tersebut kepadanya dan menjadikannya termasuk rasul.Lalu ibunya berkata kepada kakak perempuan Musa agar mengikuti keranjang tersebut.B. Bayi Nabi Musa Ditemukan oleh Keluarga Fir'aunAkhirnya keranjang tersebut melewati kerajaan Fir'aun, lalu ditemukan oleh istrinya Fir'aun. Karena Fir'aun dan istrinya tidak mempunyai anak, keduanya ingin memiliki anak. Istri Fir'aun bernama Asiyah.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 8–9فَالْتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَـٰمَـٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا۟ خَـٰطِـِٔينَ ۝ وَقَالَتِ ٱمْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّى وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَArtinya:"Maka dia (Musa) dipungut oleh keluarga Fir'aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.""Dan istri Fir'aun berkata, '(Dia) adalah penyejuk hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita mengambilnya menjadi anak.' Sedangkan mereka tidak menyadari."QS. Al-Qasas: 8–9.Allah berfirman, "Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku sehingga orang yang melihat pasti suka dengannya (Nabi Musa)."Allah berfirman:QS. Taha \[20\]: 39 (bagian akhir ayat)وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِيArtinya:"Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku."QS. Taha: 39.Maka istri Fir'aun pun suka dengan bayi tersebut. Istri Fir'aun berkata, "Jangan bunuh ia, anak ini akan menyenangkan kita dan membahagiakan kita. Dia dan aku, bisa jadi akan menjadi anak kita di kemudian hari atau menjadi anak angkat."Dan akhirnya Fir'aun pun mengalah. C. Ibu Nabi Musa Kembali Mendapatkan AnaknyaLalu kakak perempuan Nabi Musa yang tadinya mengikuti keranjang tersebut kembali kepada ibunya dan menceritakan bahwa bayi tersebut tidak mau menyusu kepada siapa pun.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 10–13وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَـٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۝ وَقَالَتْ لِأُخْتِهِۦ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِۦ عَن جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ۝ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰٓ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُۥ لَكُمْ وَهُمْ لَهُۥ نَـٰصِحُونَ ۝ فَرَدَدْنَـٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:"Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).""Dan dia (ibu Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, 'Ikutilah dia (Musa).' Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya.""Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudara perempuan Musa), 'Maukah aku tunjukkan kepadamu keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?'""Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya."QS. Al-Qasas: 10–13.Lalu kakaknya datang dan berkata, "Perhatikanlah apa yang terjadi di sana."Bayi kecil Nabi Musa ini sangat disukai banyak orang di istana, namun masalahnya ia tidak mau menyusu pada siapa pun. Maka dikumpulkanlah semua wanita untuk menyusuinya.Lalu kakaknya berkata, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga yang bisa menyusui anak ini dan berlaku baik kepadanya?"Akhirnya dipanggillah ibunya. Begitu disusui, bayi kecil itu langsung menyusu. Akhirnya ibunya diminta untuk tinggal di istana untuk menyusuinya dan ia mendapatkan pemenuhan kebutuhan dari Fir'aun.Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar hatinya bahagia dan tidak lagi bersedih. Itulah janji Allah kepada ibunya, bahwa Allah akan mengembalikan Musa kepadanya.🌸 Hikmah Kisah Ibu Nabi MusaPentingnya bersabar ketika diberikan ujian hidup. Jika kita bersabar, maka Allah akan memberikan solusi.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 13 (bagian akhir ayat)وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:"Dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya."QS. Al-Qasas: 13. ② KISAH ISTRI NABI MUSA 'ALAIHIS SALAM A. Tiga Orang yang Paling kuat firasatnyaIbnu Mas'ud berkata: Orang yang paling kuat firasatnya ada tiga orang:1\. Majikan Nabi Yusuf, yaitu suaminya Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf. Nabi Yusuf dan suaminya Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf, dalam catatan kajian ini disebut sebagai orang yang mulia.2\. Istri Nabi Musa. Ketika Nabi Musa datang ke rumahnya (sebelum mereka berdua menikah), ia berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, jadikanlah ia (Nabi Musa) pekerja kita. Ia adalah sebaik-baik pekerja yang kuat dan amanah." Dan akhirnya Nabi Musa menikah dengannya.3\. Abu Bakar. Ketika memilih Umar sebagai khalifah setelahnya dan benar-benar menunjuk khalifah yang luar biasa serta memiliki banyak kebaikan dalam kekhalifahannya.B. Pertolongan Nabi Musa kepada Dua Perempuan di MadyanSuatu hari Nabi Musa keluar berjalan. Ia mendapati pertengkaran antara kelompok Fir'aun dari suku Qibti dan kelompok Bani Israil. Lalu orang Israil meminta tolong kepada Nabi Musa, dan Nabi Musa menolongnya dengan memberi pukulan yang ringan kepada orang Qibti tersebut, namun ia langsung mati.Akhirnya Nabi Musa dicari oleh kelompok Fir'aun. Nabi Musa pun kabur dan sampailah ia di negeri Madyan.Sesampainya di Madyan, Nabi Musa mendapati dua orang perempuan yang sedang menunggu di dekat sumber air.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 23وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌArtinya:"Ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, 'Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?' Kedua (perempuan) itu menjawab, 'Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.'"QS. Al-Qasas: 23.Ketika dua wanita hendak mengambil air di sumur, mereka berdua malu karena banyak para lelaki yang sedang mengambil air. Mereka menunggu sampai para penggembala selesai memberikan minum kepada ternaknya.Nabi Musa pun menolong mereka berdua dengan mengambilkan air untuk ternak mereka.Setelah selesai membantu kedua perempuan tersebut, Nabi Musa kembali ke tempat yang teduh dan berdoa:QS. Al-Qasas \[28\]: 24فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌArtinya:"Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.'"QS. Al-Qasas: 24.Nabi Musa merasa lapar. Kemudian datanglah salah seorang anak perempuan dari kedua wanita tersebut kepada Nabi Musa.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 25فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَArtinya:"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan sambil malu-malu, dia berkata, 'Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.' Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (ayah perempuan itu) berkata, 'Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.'"QS. Al-Qasas: 25.Sesampainya di rumah mereka, mereka menceritakan hal tersebut kepada ayahnya. Ayahnya memerintahkan untuk memberikan balasan kepada Nabi Musa atas kebaikannya.Maka datanglah salah seorang anak perempuannya dengan malu-malu kepada Nabi Musa. Lalu Nabi Musa pun mengikutinya ke rumah mereka C. Nasihat Sang Ayah tentang Nabi MusaSetelah mendengar cerita tentang Nabi Musa, salah seorang anak perempuannya berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku, pekerjakanlah dia. Sesungguhnya sebaik-baik pekerja adalah yang kuat dan amanah."Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 26قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَـٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُArtinya:"Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.'"QS. Al-Qasas: 26.Akhirnya ayahnya menikahkan Nabi Musa dengan salah seorang putrinya, yaitu wanita yang datang menghampirinya tersebut dan yang memberikan ide agar Nabi Musa dipekerjakan. Ayahnya memberikan syarat agar Nabi Musa bekerja selama delapan tahun. Jika Nabi Musa menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun, maka itu merupakan kebaikan darinya.Allah berfirman:QS. Al-Qasas \[28\]: 27قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَـٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِى ثَمَـٰنِىَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينArtinya:"Dia (ayah kedua perempuan itu) berkata, 'Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun. Jika engkau menyempurnakannya sepuluh tahun, itu adalah (suatu kebaikan) darimu. Aku tidak bermaksud memberatkanmu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.'"QS. Al-Qasas: 27.Nabi Musa menerima perjanjian tersebut.Allah berfirman: QS. Al-Qasas \[28\]: 28قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا ٱلْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَٰنَ عَلَىَّ ۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌArtinya:"Dia (Musa) berkata, 'Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.'"QS. Al-Qasas: 28.Ayahnya memberikan syarat bekerja selama delapan tahun atau bahkan bisa sampai sepuluh tahun. Nabi Musa pun menikah dengan salah seorang putrinya.. D. Perjalanan Nabi Musa Bersama IstrinyaKetika sudah sepuluh tahun, Nabi Musa rindu akan Mesir, lalu kembalilah ia ke Mesir.Di tengah perjalanan, pada malam yang dingin bersama istrinya, tiba-tiba Musa melihat di kejauhan ada cahaya.Lalu ia berkata kepada istrinya:"Istriku, tunggulah dahulu, aku akan melihat ke sana. Bisa jadi di sana ada sesuatu yang dapat menghangatkanmu."Dan istrinya menuruti tanpa mengeluh.🌸 Hikmah Kisah Istri Nabi MusaSeorang wanita hendaknya memiliki sifat pemalu, bersabar, dan menuruti apa kata suaminya.③ KISAH ISTRI FIR'AUN (ASIYAH) A. Wanita yang Teguh Mempertahankan KeimanannyaAsiyah, istri Fir'aun, adalah seorang wanita yang tabah dan beriman. Ketika ia mengangkat Nabi Musa sebagai anak angkat, seiring berjalannya waktu ia pun beriman kepada Nabi Musa.Akhirnya Asiyah mengungkapkan keimanannya hingga diketahui oleh Fir'aun. Fir'aun pun mengancam untuk membunuh dirinya. Namun, istrinya lebih dahulu memilih mati daripada kembali kepada kekufuran.Allah berfirman:QS. At-Tahrim \[66\]: 11وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَArtinya:"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir'aun, ketika dia berkata, 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'"QS. At-Tahrim: 11. 🌸 Hikmah Kisah IniSeorang wanita shalihah rela meninggalkan kemewahan dan kekayaan hartanya untuk tetap teguh beriman kepada Allah. ④ KISAH TUKANG SISIR PUTRI FIR'AUN A. Aroma Wangi yang Tercium dalam Peristiwa Isra Mikraj Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis:"Datang kepadaku aroma yang wangi (ketika Isra Mikraj)." Maka Nabi berkata kepada Jibril, "Wahai Jibril, aroma apakah ini?"Jibril menjawab, "Ini adalah aroma dari penyisir rambut putri Fir'aun dan aroma dari anak-anaknya."Namanya tidak ada yang mengetahuinya. Nabi hanya menyebutkan Māsyithah (الْمَاشِطَةُ), yang artinya penyisir atau tukang sisir.Nabi pun bertanya kepada Jibril, "Ada cerita apa di balik penyisir putri Fir'aun?"Lalu Jibril pun bercerita.Dalil hadis:لَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الَّتِي أُسْرِيَ بِي فِيهَا أَتَتْ عَلَيَّ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَا هَذِهِ الرَّائِحَةُ الطَّيِّبَةُ؟ فَقَالَ: هَذِهِ رَائِحَةُ مَاشِطَةِ ابْنَةِ فِرْعَوْنَ وَأَوْلَادِهَاArtinya:"Pada malam ketika aku diperjalankan dalam peristiwa Isra, datang kepadaku aroma yang sangat harum. Aku bertanya, 'Wahai Jibril, aroma harum apakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah aroma tukang sisir putri Fir'aun dan anak-anaknya.'"Sumber: Musnad Ahmad, hadis dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, nomor 2821 dalam penomoran cetakan Muassasah Ar-RisalahB. Keteguhan Tukang Sisir Putri Fir'aun dalam Mempertahankan TauhidKetika ia sedang menyisir rambut putri Fir'aun, suatu hari tiba-tiba sisir yang digunakan tersebut jatuh. Maka si penyisir berkata, "Bismillah."Maka berkatalah putri Fir'aun, "Engkau menyebut bapakku?"Penyisir tersebut menjawab, "Bukan, yang aku sebut adalah Allah. Allah adalah Rabbku dan Rabb bapakmu."Si putri berkata, "Aku akan mengabarkanmu kepada ayahku."Maka penyisir mengatakan, "Iya, silakan."Lalu dibawalah si penyisir ke hadapan Fir'aun dan Fir'aun berkata, "Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?"Ia menjawab, "Iya, aku punya Tuhan, dan Tuhanmu serta Tuhan semua adalah Allah."Maka Fir'aun pun mengancam dan memerintahkan untuk menyiapkan panci besar yang dididihkan minyak di dalamnya.Kemudian dipanggillah lebih dahulu anak-anaknya untuk dilemparkan ke dalam panci panas tersebut.Penyisir berkata kepada Fir'aun, "Kumpulkanlah tulang-tulangku bersama anak-anakku dalam satu kain dan kuburkan bersama."Dan mulailah anak-anaknya dilemparkan ke dalam panci panas satu per satu.Awalnya penyisir masih teguh, sampai tiba saatnya anak terakhirnya yang masih kecil dan berada di gendongannya. Di sini ia seakan ingin mundur karena tidak tega melihat anaknya yang masih kecil.Tiba-tiba anaknya berkata:"Wahai Ummah (Ibuku), masukkanlah aku. Sesungguhnya azab dunia jauh lebih ringan daripada azab akhirat."Dan akhirnya ia pun lompat ke dalam panci bersama anak terakhirnya. 📖 Dalil Hadis: Kisah Tukang Sisir Putri Fir'aunBerikut kelanjutan teks Arab hadis yang menceritakan keteguhan tukang sisir putri Fir'aun dan anak-anaknya.بَيْنَا هِيَ تَمْشُطُ ابْنَةَ فِرْعَوْنَ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذْ سَقَطَتِ الْمِدْرَى مِنْ يَدِهَا، فَقَالَتْ: بِسْمِ اللَّهِ. فَقَالَتْ لَهَا ابْنَةُ فِرْعَوْنَ: أَبِي؟ قَالَتْ: لَا، وَلَكِنْ رَبِّي وَرَبُّ أَبِيكِ اللَّهُ. قَالَتْ: أُخْبِرُهُ بِذَلِكَ؟ قَالَتْ: نَعَمْ.فَأَمَرَ بِبَقَرَةٍ مِنْ نُحَاسٍ فَأُحْمِيَتْ، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا أَنْ تُلْقَى هِيَ وَأَوْلَادُهَا فِيهَا، قَالَتْ لَهُ: إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً. قَالَ: وَمَا حَاجَتُكِ؟ قَالَتْ: أُحِبُّ أَنْ تَجْمَعَ عِظَامِي وَعِظَامَ وَلَدِي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَتَدْفِنَنَا.فَأَمَرَ بِأَوْلَادِهَا فَأُلْقُوا بَيْنَ يَدَيْهَا وَاحِدًا وَاحِدًا، إِلَى أَنْ انْتَهَى ذَلِكَ إِلَى صَبِيٍّ لَهَا مُرْضَعٍ، وَكَأَنَّهَا تَقَاعَسَتْ مِنْ أَجْلِهِ، فَقَالَ: يَا أُمَّهِ، اقْتَحِمِي، فَإِنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الْآخِرَةِ، فَاقْتَحَمَتْ.Artinya:"Ketika ia sedang menyisir rambut putri Fir'aun pada suatu hari, tiba-tiba sisirnya terjatuh. Maka ia berkata, 'Dengan nama Allah.' Putri Fir'aun bertanya, 'Ayahku?' Ia menjawab, 'Bukan, tetapi Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah.' Putri Fir'aun bertanya, 'Apakah aku akan memberitahukan hal ini kepada ayahku?' Ia menjawab, 'Ya.'""Kemudian Fir'aun memerintahkan agar sebuah bejana dari tembaga dipanaskan. Setelah itu, ia memerintahkan agar perempuan tersebut beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Perempuan itu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mempunyai satu permintaan kepadamu.' Fir'aun bertanya, 'Apa permintaanmu?' Ia menjawab, 'Aku ingin agar engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang-tulang anakku dalam satu kain, kemudian menguburkan kami.'""Kemudian anak-anaknya diperintahkan untuk dilemparkan ke hadapannya satu per satu. Hingga tiba giliran seorang bayi yang masih menyusu. Seolah-olah perempuan itu merasa berat karena anaknya. Maka bayi tersebut berkata, 'Wahai ibuku, terjunlah! Sesungguhnya azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat.' Maka perempuan itu pun terjun."Sumber: Musnad Ahmad, Musnad Abdullah bin Abbas, hadis nomor 2821 dalam cetakan Ar-Risalah. 🌸 Hikmah Kisah Ini : Keteguhan iman kepada Allah dapat membuat kita tegar menghadapi ujian apa pun dan mendapatkan balasan terbaik di surga.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah 4 wanita di zaman Nabi Musa ‘Alaihissalam

Ibunya Nabi MusaIstrinya Nabi MusaIstrinya Fir’aunMasyitho (penyisir rambut putri fir’auMereka ini wanita shalihah yang hidup di jaman kesilitan, jaman kebengisan fir’aun.Kisah ibunya Nabi MusaBanyak orang-orang hebat yang berhasil dan disebutkan dibalik keberhasilan mereka adalah ibunda-ibunda mereka.Diantaranya Nabi Musa ‘AlaihissalamNabi Musa ‘Alaihissalam lahir di zaman penuh kesulitan ketika fir’aun menguasai kota mesir kemudian mereka mendapatkan kabar bahwasanya kekuasaan fir’aun akan dihancurkan oleh anak yang lahir dari kaum Bani Israil. Dan anak tersebut dilahirkan pada tahu yang kesekian kesekian.Akhirnya setelah diramal maka fir’aun melakukan sensus dengan mengirim pasukannya untuk mendata wanita2 yang hamil.Disebutkan bahwa Ibunya Nabi musa ketika hamil tidak begitu kelihatan.Jika anak yang lahir adalah laki-laki maka ia langsung dibunuh, tetapi jika anak perempuan dibiarkan hidup.Nabi Musa ‘Alaihissalam sebelum dilepaskan di sungai nil beliau disusui dulu karena ada manfaat dibalik itu.Diambillah Nabi Musa oleh istri Fir’aunSetelah dibuka Fir’aun memerintahkan anak ini dibunuh. Maka Asiyah berkata “wahai fir’aun anak ini akan menyenangkan kita jangan kau bunuh dia, bisa jadi dia membawa kebahagiaan. Maka fir’aun pun mengalah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 33

Materi 33Kisah empat wanita shalihah yang hidup di zaman Nabi Musa - Ustadz Firanda Hafizhahullaahu1. Ibunda Nabi Musa AlaihissalamLatar Belakang: Nabi Musa lahir di masa ketika Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap seluruh bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil karena adanya ramalan bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak dari kaum tersebut.Kisah & Perjuangan: Saat melahirkan Nabi Musa, ibunya diilhamkan oleh Allah untuk menyusui bayinya terlebih dahulu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah peti (tabut) dan melepasnya ke Sungai Nil. Meskipun menghadapi rasa sedih yang luar biasa dan rasa takut karena bayinya dilepas ke sungai, Allah menguatkan hatinya dengan dua janji: mengembalikan bayinya dan menjadikannya seorang rasul.Hikmah: Melalui rencana Allah, peti tersebut ditemukan oleh istri Firaun. Bayi Musa tidak mau menyusui dari wanita lain, hingga akhirnya kakak perempuan Musa berhasil mengatur agar ibu kandungnya sendiri yang dipekerjakan untuk menyusui dan merawat Musa di istana Firaun secara aman. Kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran dan keyakinan penuh terhadap janji Allah.2. Istri Nabi Musa Alaihissalam (Putri Nabi Syu'aib)Latar Belakang: Setelah tidak sengaja menyebabkan kematian seorang dari kelompok Firaun, Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju negeri Madyan dalam keadaan lelah dan lapar tanpa bekal.Kisah & Perjuangan: Di Madyan, Musa menolong dua orang wanita yang kesulitan mengambil air di sumur karena harus menunggu para pengembala laki-laki selesai. Setelah mendengar cerita tersebut, ayah dari wanita tersebut (Nabi Syu'aib) mengundang Musa ke rumahnya. Salah satu putrinya menggunakan firasat yang kuat untuk menyarankan ayahnya agar mempekerjakan Musa karena dinilai memiliki sifat kuat dan amanah (dibuktikan saat Musa mengangkat tutup sumur yang berat sendirian dan menjaga adab saat berjalan di depan wanita).Hikmah: Nabi Musa akhirnya dinikahkan dengan salah satu putri Nabi Syu'aib setelah bekerja selama beberapa tahun. Kisah ini menyoroti keutamaan wanita shalihah yang memiliki rasa malu yang tinggi, serta pentingnya memilih pasangan yang berorientasi pada kebaikan akhirat.3. Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)Latar Belakang: Asiyah adalah permaisuri Firaun yang hidup dalam kemegahan istana, kemewahan dunia, dan bersuamikan seorang raja yang menganggap dirinya sebagai tuhan.Kisah & Perjuangan: Ketika bayi Musa ditemukan di Sungai Nil, Asiyah sangat menyayanginya dan membujuk Firaun agar tidak membunuh Musa, bahkan mengangkatnya sebagai anak. Kehadiran Musa menjadi jalan bagi Asiyah untuk menerima hidayah dan beriman kepada Allah secara sembunyi-sembunyi. Ketika keimanannya akhirnya diketahui oleh Firaun, ia diancam dan disiksa agar meninggalkan imannya serta ditawari istana yang lebih megah. Namun, Asiyah dengan tegas menolak dan memilih untuk mempertahankan imannya hingga gugur di tangan Firaun.Hikmah: Asiyah diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai teladan bagi orang beriman karena rela meninggalkan segala kemegahan dunia demi keteguhan akidah dan mengharapkan istana di sisi Allah di surga.4. Masyithah (Penyisir Rambut Putri Firaun)Latar Belakang: Masyithah adalah seorang wanita hamba sahaya yang bekerja sebagai tukang sisir rambut putri Firaun. Meskipun hidup di lingkungan istana kekufuran, ia dan anak-anaknya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah.Kisah & Perjuangan: Suatu hari, sisir yang digunakannya terjatuh dan ia tanpa sengaja mengucapkan "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun menegurnya karena menyebut nama Tuhan selain ayahnya (Firaun), namun Masyithah dengan tegas menyatakan bahwa Allah adalah Tuhannya sekaligus Tuhan Firaun. Hal ini dilaporkan kepada Firaun, yang kemudian murka dan menghukum Masyithah beserta anak-anaknya dengan cara memasukkan mereka satu per satu ke dalam sebuah bejana raksasa berisi minyak mendidih.Hikmah: Menjelang detik-detik akhir hidupnya, Masyithah sempat merasa goyah ketika melihat anak-anaknya dilemparkan satu persatu, namun anak bungsunya yang masih menyusui berbicara untuk menguatkan hatinya agar tabah menghadapi siksaan tersebut. Rasulullah SAW bahkan mencium aroma wangi dari makam Masyithah saat peristiwa Isra Mikraj. Kisah ini menunjukkan pengorbanan yang luar biasa dalam mempertahankan keimanan di jalan Allah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah 4 wanita di Zaman Nabi Musa AS

Kisah tentang empat wanita salehah yang memiliki peran sangat penting di sekitar kehidupan Nabi MusaAS adalah:1. Ibunda Nabi Musa​Peran: Ibu kandung yang penuh pengorbanan.​Kisah: Ketika Firaun memerintahkan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir, Allah memberi petunjuk kepada Yukabad untuk menghanyutkan bayi Musa kecil ke Sungai Nil menggunakan sebuah peti. Dengan ketabahan luar biasa, ia mempercayakan keselamatan anaknya kepada Allah, hingga akhirnya Allah mempertemukan kembali bayi Musa dengan ibunya sendiri untuk disusui di istana Firaun.2. Asiyah binti Muzahim (Istri Firaun)​Peran: Ibu angkat yang menyelamatkan dan membesarkan Nabi Musa AS.​Kisah: Asiyah adalah wanita mulia yang terjebak menjadi istri seorang raja tiran (Firaun). Saat peti berisi bayi Musa ditemukan di sungai, Asiyah membujuk Firaun agar tidak membunuhnya, melainkan menjadikannya anak angkat. Ketika Musa tumbuh dewasa dan membawa ajaran tauhid, Asiyah diam-diam beriman kepada Allah. Meskipun ia disiksa kejam oleh suaminya sendiri (Firaun), ia tetap teguh mempertahankan imannya hingga wafat sebagai syahidah. Asiyah juga termasuk ke dalam 4 Wanita Mulia yang Dijamin Surga.3. Istri Nabi Musa AS​Peran: Pendamping hidup Nabi Musa AS.​Kisah: Putri dari Nabi Syuaib AS (yang tinggal di Madyan). Ia dikisahkan sebagai wanita yang pemalu, santun, dan menjaga kehormatan diri. Saat ia dan saudaranya kesulitan mengambil air di sumur karena berdesakan dengan para gembala pria, Nabi Musa datang membantu mereka. Kebaikan dan sifat amanah Nabi Musa membuatnya dijodohkan dengan salah satu putrinya.4. Masyithah (Penyisir Rambut Putri Firaun)​Peran: Wanita teladan yang teguh mempertahankan keimanan.​Kisah: Masyithah bekerja sebagai penyisir rambut anak perempuan Firaun. Suatu hari siswanya terjatuh dan ia menyebut nama Allah saat mengambilnya. Kejadian itu dilaporkan kepada Firaun. Dengan kejam, Firaun mengancam dan memasukkan Masyithah beserta anak-anaknya ke dalam kuali berisi minyak yang mendidih. Ia tetap teguh memilih keimanan kepada Allah di atas segalanya hingga syahid bersama buah hatinya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 33 Kisah Empat Wanita Di Zaman Nabi Musa 'Alaihissalam

“Kisah Empat Wanita Di Zaman Nabi Musa 'Alaihissalam”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AMembaca sejarah atau perjalanan hidup orang-orang shaleh terdahulu merupakan salah satu metode terbaik untuk membangkitkan semangat dalam beribadah dan beramal saleh.​Kajian ini mengisahkan empat wanita sholehah yang hidup di masa pemerintahan Firaun:​Ibunda Nabi Musa 'alaihissalam​Istri Nabi Musa 'alaihissalam (Putri Nabi Syu'aib 'alaihissalam)​Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)​Masyithah (Tukang sisir rambut putri Firaun)Wanita Pertama:Ibunda Nabi Musa 'AlaihissalamNabi Musa lahir di tengah situasi genting ketika Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki dari Bani Israil setelah mendengar ramalan bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak dari kalangan Bani Israil.Ilham & Perintah Allah:Allah memberikan ilham kepada ibunda Musa untuk menyusui Musa terlebih dahulu agar bayi tersebut mengenali dan terbiasa dengan air susunya, kemudian meletakkannya di dalam peti/keranjang dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.​Janji Allah yang Ditepati: Allah menjanjikan dua hal kepada sang ibu:​Akan mengembalikan bayi Musa kepadanya.​Akan menjadikan Musa seorang Rasul.​Peran Kakak Musa:Kakak perempuan Nabi Musa mengikuti dan mengawasi jalannya keranjang dari kejauhan hingga keranjang tersebut ditemukan oleh keluarga istana Firaun.​Kasih Sayang Asiyah:Bayi Musa langsung dicintai oleh setiap orang yang melihatnya, termasuk Asiyah (istri Firaun) yang membujuk Firaun agar tidak membunuhnya dan menjadikannya anak angkat.​Reuni Keluarga: Bayi Musa menolak semua air susu dari para wanita penyusu di istana. Berkat siasat sang kakak, ibunda Musa akhirnya dipanggil ke istana untuk menyusuinya, sehingga Allah mengembalikan Musa kepada ibunya secara resmi sekaligus digaji oleh istana Firaun.​Pelajaran: Kesabaran yang luar biasa dari seorang ibu dalam menghadapi ujian berat, serta keyakinan mutlak pada janji Allah SWT.Wanita Kedua: Istri Nabi Musa 'Alaihissalam (Putri Nabi Syu'aib)Kisah Pertemuan:Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju Madyan setelah tidak sengaja menyebabkan kematian seorang lelaki Qibti. Di sebuah sumur di Madyan, Musa menolong dua orang wanita penggembala yang kesulitan mengambil air karena harus antre di belakang para lelaki yang kurang berakhlak.​Firasat Kuat (Pujian Ibnu Mas'ud):​Nabi Syu'aib (ayah dari kedua wanita tersebut) mengutus salah satu putrinya untuk memanggil Nabi Musa dengan cara berjalan penuh rasa malu (tamsi ‘alal istihya').​Salah satu putri Syu'aib memiliki firasat yang sangat kuat dan berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, pekerjakanlah dia (Musa), sesungguhnya orang terbaik yang kamu pekerjakan adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."​Kekuatan Musa terbukti saat ia mengangkat batu penutup sumur yang biasanya diangkat oleh banyak orang sendirian, dan sifat amanahnya terbukti dari cara Musa berjalan di depan (menjaga pandangan) sementara sang wanita memberikan petunjuk arah di belakang dengan lemparan kerikil.​Pernikahan: Nabi Syu'aib menikahkan Nabi Musa dengan putrinya dengan mahar bekerja sebagai pengembala/pekerja selama 8 hingga 10 tahun.​Pelajaran: Sifat malu adalah perhiasan terbaik bagi wanita, dan pentingnya mencari pasangan yang memiliki kekuatan iman serta sifat amanah.Wanita Ketiga: Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)​Peran dalam Menyelamatkan Musa: Asiyah adalah sosok yang membela bayi Musa agar tidak dibunuh oleh Firaun dan merawatnya dengan penuh kasih sayang di istana.​Keimanan di Tengah Kemegahan: Meskipun hidup sebagai permaisuri raja diraja (Firaun) yang sangat kaya raya, berkuasa, dan mengaku sebagai tuhan, Asiyah memilih untuk beriman kepada Allah Subḥānahu wataʿālā setelah melihat kebenaran pada diri Nabi Musa.​Keteguhan & Doa yang Diabadikan Al-Qur'an:Ketika keimanannya terbongkar, Firaun menyiksanya dan menawarkan kemegahan istana jika ia mau murtad. Asiyah menolak tegas dan berdoa kepada Allah (diabadikan dalam Surah At-Tahrim ayat 11):​"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."​Pelajaran:Rela meninggalkan kemewahan dunia demi mempertahankan keimanan kepada Allah SWT.Wanita Keempat: Masyithah (Tukang Sisir Putri Firaun)Masyithah adalah seorang wanita beriman yang bekerja sebagai penyisir rambut putri Firaun. Suatu hari, saat menyisir rambut, sisirnya terjatuh dan ia membaca "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun protes, mengira yang dimaksud adalah ayahnya (Firaun). Masyithah dengan tegas menyatakan bahwa Tuhannya dan Tuhan Firaun adalah Allah Subḥānahu wataʿālā.​Penyiksaan & Kepedihan Terbesar: Firaun yang murka memerintahkan agar disiapkan sebuah kuali/panci raksasa berisi minyak panas mendidih. Ujian terberat bagi Masyithah bukanlah dirinya sendiri, melainkan anak-anaknya yang disiksa dan dilemparkan satu per satu ke dalam minyak panas di depan matanya untuk menggoyangkan imannya.​Keajaiban Bayi yang Berbicara: Ketika tiba giliran anak terakhirnya yang masih menyusu dan Masyithah sempat ragu karena belas kasihan seorang ibu, sang bayi mendadak berbicara: "Wahai ibuku, masuklah (ke dalam kuali), sesungguhnya siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat."​Wasiat Terakhir: Masyithah meminta kepada Firaun agar tulang-belulang dirinya dan anak-anaknya dikumpulkan dalam satu kain dan dikuburkan bersama. Firaun menyetujuinya.​Harumnya Surga: Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam mencium aroma yang sangat wangi saat peristiwa Isra' Mi'raj, lalu diberitahu oleh Malaikat Jibril bahwa itu adalah aroma wangi dari makam Masyithah dan anak-anaknya.​Pelajaran: Keteguhan akidah yang luar biasa di bawah ancaman fisik dan psikologis yang paling mengerikan (ancaman terhadap keselamatan anak-anak tercinta).Kesimpulan Perjuangan & Kesabaran:Keempat wanita mulia ini membuktikan bahwa iman yang kokoh mampu melewati berbagai bentuk ujian hidup yang sangat berat—mulai dari rasa takut kehilangan anak (Ibunda Musa), keterasingan dan kesederhanaan (Istri Musa), godaan kemewahan dunia (Asiyah), hingga siksaan fisik dan kehilangan anak di jalan Allah (Masyithah).​Hakikat Dunia: Dunia adalah tempat beramal dan berjuang, dimana jalan menuju surga seringkali diliputi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu, namun mendatangkan ridha Allah Subḥānahu wataʿālā di akhirat kelak.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

Catatan KajianKisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa عليه السلامUstadz Firanda AndirjaIbu Nabi MusaNabi Musa عليه السلام lahir pada masa kekejaman Fir'aun. Saat itu, Fir'aun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil karena khawatir kekuasaannya akan diruntuhkan oleh seorang anak dari kalangan mereka.A. Perintah Allah kepada Ibu Nabi MusaKetika melahirkan Nabi Musa, Allah memberikan ilham kepada ibunya untuk menyusui Musa terlebih dahulu. Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk memasukkan Musa ke dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.Meskipun terasa sangat berat bagi seorang ibu untuk melepaskan bayinya ke sungai, Allah meneguhkan hatinya dengan janji:"Janganlah engkau takut dan janganlah bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul."B. Musa Kembali kepada IbunyaPeti yang berisi bayi Musa ditemukan oleh keluarga Fir'aun. Atas izin Allah, istri Fir'aun jatuh cinta kepada bayi Musa dan meminta agar Musa tidak dibunuh.Bayi Musa kemudian menolak semua air susu dari perempuan lain. Hingga akhirnya, atas saran saudara perempuan Musa, ia kembali disusukan kepada ibu kandungnya sendiri di istana Fir'aun.Kisah ini menunjukkan bahwa Allah mampu memberikan jalan keluar dari keadaan yang paling sulit. Kesabaran dan tawakal kepada Allah menjadi sebab datangnya pertolongan-Nya.Istri Nabi Musa عليه السلامA. Pertemuan dengan Nabi MusaSetelah tidak sengaja membunuh seorang laki-laki dari kaum Fir'aun, Nabi Musa meninggalkan Mesir dan melarikan diri menuju Madyan tanpa membawa bekal.Sesampainya di Madyan, beliau mendapati dua orang wanita yang sedang kesulitan mengambil air untuk ternak mereka karena harus menunggu para penggembala laki-laki selesai mengambil air.Nabi Musa kemudian membantu kedua wanita tersebut mengambil air untuk ternak mereka.B. Sifat Malu dan Menjaga KehormatanKetika Nabi Musa diundang ke rumah ayah kedua wanita tersebut, salah seorang putrinya menyampaikan kepada ayahnya agar mempekerjakan Musa.Ia menyebutkan dua sifat utama yang dimiliki Musa, yaitu kuat dan amanah.Kuat: Terlihat dari kemampuannya mengangkat batu penutup sumur seorang diri.Amanah: Terlihat dari sikapnya ketika berjalan bersama wanita tersebut. Ia menjaga pandangannya dan meminta wanita itu berjalan di depan untuk menunjukkan jalan.C. Pernikahan dengan Nabi MusaNabi Musa akhirnya menikah dengan salah satu putri tersebut. Mahar pernikahannya adalah bekerja sebagai penggembala selama delapan hingga sepuluh tahun.Kisah ini memberikan pelajaran tentang pentingnya memilih pasangan yang memiliki agama dan akhlak yang baik, serta memiliki sifat malu dan menjaga kehormatan diriAsiyah binti Muzahim (Istri Fir'aun)A. Keimanan di Tengah KekufuranAsiyah adalah istri Fir'aun, seorang penguasa Mesir yang mengaku sebagai tuhan.Meskipun hidup dalam kemegahan, kekayaan, dan istana yang mewah, Asiyah memiliki hati yang bersih dan memilih untuk beriman kepada Allah serta mengikuti ajaran Nabi Musa.Keimanannya harus disembunyikan dari Fir'aun.B. Keteguhan Mempertahankan ImanKetika Fir'aun mengetahui keimanan istrinya, ia menyiksa Asiyah dan memberinya pilihan: tetap menikmati kemegahan istana dengan meninggalkan keimanannya atau menerima siksaan hingga meninggal dunia.Namun, Asiyah memilih mempertahankan keimanannya dan tidak tergoda oleh kemewahan dunia.Masyithah (Tukang Sisir Putri Fir'aun)A. Keimanan MasyithahMasyithah adalah seorang wanita yang bekerja menyisir rambut putri Fir'aun.Suatu ketika, sisir yang digunakannya terjatuh. Saat mengambilnya, ia mengucapkan, "Bismillah."Putri Fir'aun kemudian bertanya, "Apakah yang engkau maksud adalah ayahku (Fir'aun)?"Masyithah menjawab, "Bukan. Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah."B. Ujian KeimananPutri Fir'aun melaporkan perkataan tersebut kepada ayahnya. Fir'aun yang murka kemudian memanggil Masyithah beserta anak-anaknya.Fir'aun menyiapkan sebuah kuali besar berisi minyak yang mendidih dan mengancam akan memasukkan anak-anak Masyithah ke dalamnya satu per satu apabila ia tidak meninggalkan keimanannya.Masyithah tetap teguh mempertahankan keimanannya. Namun, ketika melihat anaknya yang masih menyusu hendak dilemparkan ke dalam kuali, hatinya hampir goyah karena beratnya ujian tersebut.C. Keteguhan Masyithah dan AnaknyaDalam kisah yang masyhur, bayi Masyithah berbicara atas izin Allah untuk menguatkan ibunya agar tetap bersabar.Bayi tersebut mengingatkan bahwa siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat.Masyithah kemudian meminta agar tulang-tulangnya kelak dikumpulkan dalam satu kuburan bersama anak-anaknya.D. Kisah Masyithah dalam Peristiwa Isra' Mi'rajDalam riwayat yang masyhur tentang peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad ﷺ mencium aroma yang sangat harum dari langit.Malaikat Jibril menjelaskan bahwa aroma tersebut berasal dari makam Masyithah, suami, dan anak-anaknya yang mempertahankan keimanan mereka.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 33 Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa

Materi 33Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa عليه السلامPembahasan:1. Ibunda Nabi Musa2. Istri Nabi Musa3. Istri Fir'aun4. Masitoh---1. IBUNDA NABI MUSA عليه السلامA. Nasab Nabi Musa- Nama Nabi Musa adalah Musa bin Imran.- Nabi Musa memiliki seorang kakak bernama Nabi Harun عليه السلام.- Kisah ibunda Nabi Musa disebutkan dalam Surah Al-Qashash.B. Allah Memberikan Ilham kepada Ibunda Nabi MusaAllah memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa ketika Fir'aun memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil.QS. Al-Qashash: 7"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'"Tahapan yang dilakukan ibunda Nabi Musa:1. Menyusui Nabi Musa.2. Ketika khawatir keselamatannya, Allah mengilhamkan agar Musa dimasukkan ke dalam peti atau keranjang.3. Kemudian peti tersebut dihanyutkan ke Sungai Nil.4. Ibunya diperintahkan agar tidak takut dan tidak bersedih, karena Allah akan mengembalikan Musa kepadanya dan menjadikannya seorang rasul.C. Nabi Musa Ditemukan oleh Keluarga Fir'aun- Peti yang berisi Nabi Musa ditemukan oleh keluarga Fir'aun.- Istri Fir'aun melihat bayi Musa dan Allah menanamkan rasa cinta kepadanya.- Istri Fir'aun meminta agar bayi Musa tidak dibunuh dan ingin menjadikannya sebagai anak.QS. Al-Qashash: 9"Dan istri Fir'aun berkata, '(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya. Mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita ambil dia menjadi anak.'"D. Allah Mengembalikan Nabi Musa kepada Ibunya- Kakak perempuan Musa mengikuti perjalanan peti tersebut untuk mengetahui nasib adiknya. Kemudian ia kabarkan kepada ibunya. - Allah kokohkan hati ibunya Musa agar tidak berbicara bahwa itu anaknya- Allah menghalangi Musa untuk menyusu kepada perempuan lain.- Akhirnya Nabi Musa kembali kepada ibunya sendiri.- Ibunda Musa kemudian dapat menyusui anaknya dan tinggal di lingkungan istana Fir'aun untuk menyusui Musa.Dalil: QS. Al-Qashash: 10–13.Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar hatinya menjadi tenang dan tidak bersedih, serta agar ia mengetahui bahwa janji Allah benar.---Pelajaran :- Sabar dan Tawakal kepada Allah, bahwa janji Allah itu benar2. ISTRI NABI MUSA عليه السلامA. Tiga Orang yang Memiliki Firasat KuatDiriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه:"Orang yang paling kuat firasatnya ada tiga."1. Al-Aziz (pembesar Mesir) ketika melihat Nabi Yusuf, kemudian berkata kepada istrinya agar memperlakukan Yusuf dengan baik. (QS. Yusuf: 21).2. Putri seorang laki-laki saleh di Madyan ketika melihat Nabi Musa dan berkata kepada ayahnya agar mempekerjakan Musa. (QS. Al-Qashash: 26).3. Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه ketika memilih Umar bin Khattab رضي الله عنه sebagai khalifah penggantinya.Catatan: Yang dimaksud pada poin kedua adalah putri laki-laki saleh di Madyan, yang kemudian menjadi istri Nabi Musa.B. Awal Pertemuan Nabi Musa dengan Calon Istrinya- Suatu hari Nabi Musa keluar dan melihat dua orang sedang berkelahi.- Salah satunya berasal dari Bani Israil, sedangkan yang lainnya berasal dari kaum Fir'aun.- Orang dari Bani Israil meminta pertolongan kepada Nabi Musa.- Nabi Musa menolongnya dengan memukul lawannya dengan pukulan ringan namun ternyata langsung mati- Nabi Musa dicari-cari segerombolan kaum Fir'aun karena telah membunuh salah seorang dari suku mereka- Nabi Musa kabur dan tibala ia di negeri Madyan- Nabi Musa mendapati orang-orang sedang di sekitar sumur mencari air untuk memberi minum hewan-hewan mereka- Di antara sekelompok laki-laki ada 2 orang wanita yang menghalangi kambing mereka minum- Nabi Musa kasian melihatnya dan mendatanginya "ada apa gerangan"- Wanita tersebut berkata "kami tidak bisa mengambil air sampai laki-laki semua pergi, kenapa kami harus ambil air karena orang tua kami sudah tua. - Nabi Musa pun menolong mereka mengambilkan air untuk mereka- Nabi Musa berteduh lalu berdo'a " Ya Allah aku sangat butuh kebaikan darimu karena aku sangat fakir"- Nabi Musa diminta datang ke rumah wanita tersebut karena ayahnya ingin memberi upah- Wanita tersebut berkata kepada ayahnya "wahai ayah pekerjakanlah orang tersebut sesungguhnya  orang yang layak engkau pekerjakan adalah orang yang kuat dan amanah- Kemudian ayah putri tersebut menawarkan bagaiamana jika kau menikah dengan salah satu putrinya " Maukah engkau menikah dengan putriku dengan syarat maharnya engkau bekerja 8 tahun menjadi tukang kebun"- Nabi Musa menyetujuinya3. Asiyah bintu Muzahim (istri Fir'aun) - Ketika Musa kecil diambil pembantunya dan dibawa ke istrinya Fir'aun- Istri Fir'aun berkata "Wahai Fir'aun ini anak akan buat aku bahagia dan kamu bahagia, semoga ini anak bermanfaat untuk kita atau kita jadikan anak angkat"- Perkataan Aisyah benar kehadiran Musa membuat dia jadi beriman. Awalnya dia menyembunyikan keimanannya sampai akhirnya ketahuan oleh Fir'aun- Fir'aun marah besar dan mengancam akan membunuhnya. Aisyah memilih meninggal daripada hidup dalam kekafiran. Allah abadikan dalam Alquran :Ketika dia berdoa "Wahai Rabbku Bangunkanlah untukku disisiMu istana di surga, selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya"4. Masyitoh (Penyisir) rambut putrinya Fir'aun- Masyitoh bukan nama tapi artinya penyisir rambut- Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda ketika Isra Mi'raj Nabi mencium aroma wangi, Nani bertanya kepada Jibril aroma apakah ini? Jibril menjawab aroma dari Masyitoh penyisir rambu putri Fir'aun. Nabi bertanya apa cerita gerangan tentang penyisir rambut putri Fir'aun? - Jibril bercerita "ketika dia menyisir rambut putrinya Fir'aun suatu hari tiba-tiba besi yang digunakan untuk menyisir jatuh maka dia berkata "Bismillah"- Kemudian putri Fir'aun tersebut melaporkan kepada ayahnya. Fir'aun pun ngamuk dan panggil wanita tersebut

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 33 Kisah 4 wanita di zaman Nabi Musa

Ustadz Firanda Andirja.Siroh tentang Nabi Musa AS,di zaman beliau ada 4 wanita mulia dan sholihah yang taat kepada perintah Alloh SWT dan bersabar dalam menjalani kehidupan yang telah Alloh takdirkan,hidup pada zaman kesulitan,dan kebengisan yang dilakukan oleh Firaun.keempat wanita itu adalah:1.ibunya Nabi Musa,dikisahkan dalam surat at thoha dan al qoshos,musa bin Imron lahir pada masa Fir'aun menguasai kota mesir,beliau lahir dari seorang ibu yg hebat dan mulia,sesaat setelah lahir ibunya harus mengikhlaskan musa untuk di alirkan diatas sungai nilai,sampai akhirnya istri Firaun dan Firaun mengangkat musa menjadi anak angkatnya.2.istrinya Nabi musa,beliau memiliki firasat yang kuat,oleh karenanya istri Nabi musa berkata bahwa Nabi musa adalah orang yang kuat dan amanah.3.asiyah istri firaun,beliau rela dan memilih meninggal ditangan suaminya sendiri,dari pada harus memilih untuk menyembah firaun dan menjadi kafir,beliau rela meninggalkan kemegahan dunia krn taat kepada Alloh dan meminta kepada Alloh untuk dibuatkan istana di syurga.4.masitoh atau penyisir rambut putri nya firaun,beliau dibakar bersama anak2 nya karena mengakui hanya Alloh yang berhak untuk disembah dan di ibadahi, mendengar itu firaun marah dan membakar nya bersama anak2 nya.beluau tidak mau menyembah firaun,dan hanya mau menyembah Alloh,dan tidak menyekutukan Alloh dengan apapun.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah 4 wanita Sholehah zaman Firaun

kisah empat wanita salehah yang hidup di bawah kebengisan rezim Firaun, yang dapat dijadikan teladan dalam keteguhan iman, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah:1. Ibunda Nabi MusaWanita yang dikaruniai ketabahan luar biasa saat harus melahirkan Nabi Musa di tengah ancaman pembunuhan bayi laki-laki oleh Firaun. Berdasarkan petunjuk Allah, ia dengan penuh keimanan menghanyutkan bayi Musa ke Sungai Nil, hingga akhirnya Allah menepati janji-Nya untuk mengembalikan Nabi Musa ke pelukannya serta melindunginya di istana musuh.2. Istri Nabi Musa (Safurah)Putri Nabi Syu'aib yang dikenal memiliki firasat kuat, cerdas, dan menjunjung tinggi kehormatan. Ia menyarankan ayahnya untuk mempekerjakan Nabi Musa karena sifatnya yang kuat dan amanah, yang kemudian berujung pada pernikahannya dengan Nabi Musa dan mendampinginya dalam perjalanan hidup yang penuh liku.3. Istri Firaun (Asiyah binti Muzahim)Permaisuri Firaun yang hidup dalam kemegahan dunia, namun memilih untuk beriman kepada dakwah Nabi Musa. Meskipun menghadapi ancaman siksaan dan kematian dari suaminya sendiri, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya dan memohon kepada Allah untuk dibangunkan sebuah istana di surga.4. Masyitoh (Penyisir Rambut Putri Firaun)Seorang wanita salehah yang bekerja di istana Firaun dan teguh mempertahankan keyakinannya kepada Allah meskipun harus menghadapi ujian yang sangat berat, di mana ia dan anak-anaknya dihukum dengan cara dilemparkan ke dalam kuali berisi minyak panas. Ketabahannya diabadikan dan dikenang melalui harumnya aroma yang tercium saat peristiwa Isra Mikraj.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa | Ustadz Dr. Firanda Andirja

1. Ibunda Nabi Musa (Yukabad) – Teladan Sabar & TawakalIbunda Nabi Musa mewakili potret seorang ibu yang diuji dengan ujian perasaan yang sangat dahsyat, namun menghadapinya dengan kepasrahan total kepada Allah SWT.Latar Belakang & KisahTeror Fir'awn: Lahir di masa ketika Fir'awn mengeluarkan ketetapan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki Bani Israil karena ramalan dukun kerajaan.Janji dan Perintah Allah: Allah mengilhamkan kepada Yukabad untuk menyusui Musa, dan jika merasa khawatir, ia diperintahkan untuk menghanyutkannya ke Sungai Nil. Allah memberikan dua janji pasti: "Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul." (QS. Al-Qashash: 7).Ujian Hati Ibu: Hati seorang ibu sempat menjadi kosong dan cemas. Namun, Allah meneguhkan hatinya agar tidak membongkar rahasia tersebut.Skenario Ilahi: Atas kehendak Allah, air membawa keranjang Musa masuk ke area istana musuhnya sendiri (Fir'awn). Melalui kecerdasan kakak perempuan Musa yang menawarkan perawat, Musa akhirnya dikembalikan ke pelukan ibunya untuk disusui secara legal dan digaji oleh istana.Pelajaran Penting & KeteladananKunci Sabar & Tawakal: Di balik figur anak yang hebat (seorang Ulul 'Azmi seperti Nabi Musa), selalu ada sentuhan ibu yang sholehah dan bertawakal penuh kepada Allah.Ketenangan Hati: Tawakal mengalahkan ketakutan logis. Menghanyutkan bayi ke sungai secara lahiriah berbahaya, tetapi di tangan Allah, sungai yang dalam justru menjadi jalan keselamatan yang paling aman.2. Istri Nabi Musa (Safurah binti Syu'aib) – Teladan Rasa Malu & Firasat KuatSafurah adalah gambaran wanita yang menjaga kehormatan diri dan memiliki kecerdasan dalam menilai karakter seorang pria.Latar Belakang & KisahPertemuan di Madyan: Setelah Musa tidak sengaja membunuh seorang Qibthi dan kabur dari Mesir tanpa bekal, beliau sampai di sebuah sumur di Madyan. Di sana, beliau melihat dua wanita yang menahan kambing-kambing mereka karena enggan berdesak-desakan dengan kaum laki-laki.Ketulusan Musa: Musa membantu mereka memberi minum ternak secara sukarela, lalu kembali berteduh dan berdoa: "Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir" (Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku).Rasa Malu yang Anggun: Salah satu putri datang mengundang Musa atas perintah ayahnya dengan berjalan penuh rasa malu ("Tamsyi 'alas-tihya'").Firasat yang Tajam: Putri tersebut mengusulkan kepada ayahnya: "Ya abatij-irhu inna khaira manista'jartal-qawiyyul-amin" (Wahai ayahku, jadikanlah ia sebagai pekerja kita, sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya).Mahar Pernikahan: Sang ayah menikahkan putrinya dengan Musa dengan mahar bekerja menggembala kambing selama 8 sampai 10 tahun.Pelajaran Penting & KeteladananSifat Istri Sholehah: Memiliki rasa malu yang tinggi saat berinteraksi dengan lawan jenis dan mengutamakan orientasi akhirat dalam memilih pasangan hidup.Tiga Firasat Terkuat di Dunia: Menurut para ulama (salah satunya Ibnu Mas'ud), ada tiga firasat paling tajam sepanjang sejarah manusia:Istri Nabi Musa (Safurah) saat merekomendasikan Musa karena sifat Qawiy (kuat) dan Amin (amanah).Istri Al-Aziz (Majikan Yusuf) terkait Nabi Yusuf.Abu Bakar Ash-Shiddiq saat memilih Umar bin Khattab sebagai penggantinya.3. Asiyah binti Muzahim (Istri Penguasa Mesir) – Rela Meninggalkan Kemewahan DuniaAsiyah adalah puncak keteladanan bagi wanita yang tidak silau oleh gemerlap dunia demi mempertahankan akidah mulianya.Latar Belakang & KisahPenyelamat Musa Kecil: Ketika keranjang Musa ditemukan di aliran istana, Asiyah membela bayi tersebut di hadapan Fir'awn agar jangan dibunuh dan dijadikan anak angkat. Berkat doanya, Fir'awn luluh.Menyembunyikan Keimanan: Ketika Musa diangkat menjadi Rasul, Asiyah beriman secara sembunyi-sembunyi agar terhindar dari siksaan Fir'awn. Namun, keimanannya akhirnya ketahuan.Keteguhan di Atas Siksaan: Beliau disiksa dengan sangat keji di bawah terik matahari, tangan dan kakinya diikat pada pasak. Namun, hatinya tetap sekokoh karang.Doa yang Diabadikan: Di saat-saat terakhirnya, beliau berdoa: "Rabbi-bni li 'indaka baitan fil-jannati wa najjini min fir'auna wa 'amalihi..." (Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'awn dan perbuatannya...). Allah memperlihatkan rumahnya di surga sebelum beliau wafat, sehingga beliau tersenyum di tengah siksaan.Pelajaran Penting & KeteladananKekayaan vs Akidah: Jika harta dan kemewahan bertentangan dengan syariat Allah, maka tinggalkanlah. Akhirat jauh lebih utama.Hati yang Kokoh: Lingkungan yang buruk (bahkan serumah dengan manusia paling ingkar seperti Fir'awn) tidak dapat merusak kesucian hati seseorang jika ia menjaga iman dan hubungannya dengan Allah. Surga yang tinggi menjadi upah atas keteguhannya.4. Masyitah (Penyisir Rambut Putri Fir'awn) – Tegar dan Sabar Sampai SyahidMasyitah mewakili kalangan rakyat jelata yang membuktikan bahwa kekuatan iman tidak diukur dari kasta sosial, melainkan dari keteguhan memegang tauhid.Latar Belakang & KisahKejadian Sisir Jatuh: Saat sedang menyisir rambut putri Fir'awn, sisir yang dipegang Masyitah terjatuh. Tanpa sadar ia berucap, "Bismillah" (Dengan nama Allah).Konfrontasi Akidah: Putri Fir'awn bertanya apakah yang dimaksud adalah ayahnya. Masyitah dengan tegas menjawab, "Tuhanku dan Tuhan ayahmu adalah Allah."Siksaan Minyak Mendidih: Kabar ini sampai ke Fir'awn. Masyitah dan anak-anaknya diancam akan dimasukkan ke dalam kuali besar berisi minyak yang mendidih. Satu per satu anaknya dilemparkan di depan matanya.Mukjizat Bayi Berbicara: Ketika giliran bayi terakhirnya yang masih menyusui, Masyitah sempat merasa bimbang karena rasa iba seorang ibu. Allah kemudian membuat bayi tersebut berbicara: "Wahai ibuku, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran, dan azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat."Wafat sebagai Syuhada: Masyitah melompat bersama bayinya ke dalam kuali setelah meminta syarat agar tulang-belulangnya nanti dikuburkan dalam satu liang lahat.Pelajaran Penting & KeteladananWewangian Mi'raj: Saat Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mi'raj, beliau mencium aroma yang sangat harum. Jibril menjelaskan bahwa itu adalah wangi dari kuburan Masyitah dan anak-anaknya.Ketegaran Akidah: Iman yang menghujam kuat ke dalam lubuk hati tidak akan goyah sedikit pun oleh ancaman kematian lahiriah.Kesimpulan & Faidah UtamaDari keempat wanita agung di zaman Nabi Musa AS ini, kita memetik 5 pilar karakter utama wanita sholehah sepanjang masa:Sabar (Ibunda Nabi Musa & Masyitah)Malu (Istri Nabi Musa)Firasat Kuat (Istri Nabi Musa)Meninggalkan Dunia Demi Iman (Asiyah)Tegar di Atas Akidah (Masyitah)

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringkasan materi kisah 4 wanita dizaman Musa

🌱Kisah 4 wanita di zaman Nabi Musa Alaihissalam🌱1.Ibunya Nabi Musa2.Istrinya Nabi Musa3.Istrinya Fir'aun4.Tukang sisir rambutnya putrinya Fir'aun🌷Kisah pertama Ibunya Nabi MusaMereka mendapat kabar bahwa kekuasaan Fir'aun akan dihancurkan yg akan lahir dari kalangan bani israil dan anak tersebut dilahirkan tahun sekian dan sekian. Akhirnya Fir'aun mendata wanita2 yang hamil disebutkan bahwa ibunya nabi Musa ketika hamil tidak kelihatan. Setiap anak yang lahir jika laki2 maka akan dibunuh.Perintah Allah kepada Ibu Nabi Musa, ketika Musa lahir disusui dulu oleh Ibunya lalu diletakkan dikeranjang lalu dilepaskan disungai Nil. Ibunya berkata kepada kakaknya Musa "wahai kk Musa ikuti kemana keranjang tersebut" dan akhirnya melewati kerajaan Fir'aun akhirnya diambil oleh istrinya Fir'aun lalu diambillah Musa dari kotak tersebut lalu ketika dibuka Musa ini punya ciri2 bani israil lalu fir'aun berkata bunuh ini anak tapi kata Allah "Aku berikan rasa cinta kepadamu" kepada Nabi Musa. Maka ia berkata kepada suaminya, "wahai fir'aun anak ini akan menyenangkan kita jangan kau bunuh dia bisa jadi akan bermanfaat disuatu nanti atau ia akan menjadi anak angkat kita"Akhirnya kknya melapor bahwa diambil jadilah ibunya Musa hatinya kosong hampir2 ia tidak kuat untuk memberitahukan bahwa ini anak saya tapi Allah kuatakan hatinya. Maka ia berkata kepada kk musa wahai kk musa perhatikan bagaimana lalu lewat2 istana lihat apa yg terjadi pada Musa. Nabi Musa tidak mau netek kepada siapapun akhirnya kknya berkata "maukah aku tunjukkan keluarga yg bisa nyusuin seorang anak dan akan memperhatikan ini anak akhirnya pas Ibunya datang Nabi Musa langsung netek akhirnya ibunya tinggal di istana dan dikasi upah oleh fir'aun.•Jika ia ibu Nabi Musa tidak sabar dari awal maka tidak berhasil kembali kepada anaknya.•Dibalik keberhasilan Musa ada pol mi sholehah•Jika kita serius urus anak maka akan menjadi kebahagiaan di kemudia hari🌷Istri Nabi MusaNabi Musa kabur dari Mesir ke Madyan

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 33 - Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa Alaihissalam

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja., M.A.Ada Empat Wanita Shalehah di Zaman Nabi Musa yaitu;Ibu Nabi Musa‎Istri Nabi Musa‎Istri Fir'aun‎Penyisir Rambut Putri Fir'aun‎1. Kisah Ibu Nabi Musa‎Nabi Musa lahir di Zaman Kekuasaan Fir'aun. Pada saat itu, ada ramalan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan menggulingkan Kekuasaan Fir'aun. Maka ketika mendengar hal itu, Fir'aun memerintahkan untuk mendata Ibu Hamil dan ditunggu sampai masa kelahiran, jika yang lahir anak laki-laki, akan dibunuh dan anak perempuan dibiarkan hidup.‎Adapun Ibu Nabi Musa tidak nampak bahwa ia sedang hamil, dan ketika Nabi Musa lahir ia susui sebelum menghanyutkannya ke Sungai untuk  menghindari agar tidak diketahui bahwa ia dari Bani Israil. ‎Allah telah mengatur keranjang bayi yang berisi Nabi Musa melewati kerajaan Fir'aun dan ditemui oleh Asiah dan Fir'aun. Melihat anak tersebut Firaun memerintahkan agar bayi itu dibunuh karena memiliki ciri-ciri kulit keturunan Bani Israil. Namun, istri Fir'aun yang lama merindukan kehadiran seorang anak mengusulkan agar jangan dibunuh karena boleh jadi ia membawa kebaikan dan diangkat menjadi anak.‎Sehingga Fir'aunpun mengalah dengan istrinya Asiah. Dimana Allah menjadikan siapa saja yang melihat wajah bayi Musa maka merasa suka / senang.‎Hikmah diantara mengapa Ibu Nabi Musa menyusui Nabi Musa sebelum dihanyutkan, karena saat diangkat jadi anak, Fir'aun mencarikan wanita-wanita untuk menyusui Musa, tetapi tidak ada yang cocok, kecuali Ibunya sendiri. Hal ini diabadikan dalam Al Qur'an Al Qasas ‎“Susuilah dia, yakni Musa, anakmu itu dengan tenang. Dan apabila engkau khawatir terhadapnya misalnya khawatir ada yang melihatmu menyusui anak lelaki atau khawatir jangan sampai anakmu dibunuh atas perintah Fir'aun sebagaimana anak-anak lelaki lainnya, maka hanyutkanlah dia ke sungai Nil setelah engkau letakkan dia di sebuah tempat yang dapat mengapung. Dan janganlah engkau takut dia akan tenggelam atau mati kelaparan atau akan terganggu oleh apa pun dan jangan pula bersedih hati karena kepergiannya, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dalam keadaan sengat bugar; dan setelah dewasa Kami akan menjadikannya salah seorang dari kelompok para rasul yang diutus kepada Bani Israil"‎Istri Nabi Musa‎Orang yang paling kuat firasatnya ada 3 orang; Majikan Nabi Yusuf, Istri Nabi Musa, Abu Bakar.‎Nabi Musa pergi dari Mesir menuju Madyan dengan berjalan kaki setelah tanpa sengaja terlibat dalam perselisihan yang menyebabkan kematian seorang laki-laki.‎Sesampainya di Madyan, ia melihat dua perempuan kesulitan memberi minum hewan ternak mereka karena dikuasai para gembala pria. Nabi Musapun menghampiri lalu menolong perempuan tersebut untuk mengambil air, hal ini sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Qasas‎"Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.”‎"Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”‎"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”‎"Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”‎Dalam kisah tersebut juga Nabi Syu'aib akhirnya menikahkan Musa pada salah satu putrinya, setelah masa perjanjian kerja selesai Nabi Musa membawa istrinya ikut ke Mesir.Wallahu'alam...

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah emoat wanita di zaman nabi musa

Empat wanita yang menjadi bagian dari kisah besar pada zaman Nabi Musa عليه السلام adalah:Ibu Nabi Musa عليه السلام.Istri Nabi Musa عليه السلام.Asiyah, istri Fir'aun.Masyithah (penyisir rambut) putri Fir'aun.1. Ibu Nabi Musa عليه السلامNabi Musa عليه السلام lahir pada masa pemerintahan Fir'aun, ketika Mesir berada dalam kondisi penuh penindasan.Fir'aun mendapat kabar bahwa kekuasaannya kelak akan dihancurkan oleh seorang anak laki-laki dari kalangan Bani Israil yang akan menggulingkan kekuasaannya.Karena takut kehilangan singgasananya, Fir'aun mengeluarkan perintah kejam: setiap bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil harus dibunuh, sedangkan bayi perempuan dibiarkan hidup.Dalam keadaan penuh ancaman tersebut, ibu Nabi Musa berusaha menyembunyikan kehamilannya agar tidak diketahui oleh para pengikut Fir'aun.Ketika Musa lahir, Allah memberikan ilham kepada ibunya:Susuilah Musa.Apabila khawatir terhadap keselamatannya, masukkanlah ia ke dalam peti atau tabut.Hanyutkanlah peti tersebut ke Sungai Nil.Jangan takut dan jangan bersedih.Allah menjanjikan bahwa Musa akan dikembalikan kepada ibunya dan kelak dijadikan sebagai seorang rasul.Allah berfirman:وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.'" (QS. Al-Qashash: 7)Ibu Musa kemudian meminta kakak perempuan Musa untuk mengikuti peti tersebut.Peti itu akhirnya sampai di lingkungan istana Fir'aun. Fir'aun dan istrinya menemukan bayi Musa di dalamnya.Ketika melihat bayi tersebut, Fir'aun hendak membunuhnya. Namun, Allah menanamkan rasa cinta kepada Musa di hati orang-orang yang melihatnya.Istri Fir'aun, Asiyah, meminta agar bayi itu tidak dibunuh. Ia berharap Musa dapat menjadi penyejuk hati bagi mereka.Sementara itu, ibu Musa sangat ingin mengungkapkan bahwa bayi tersebut adalah anaknya sendiri. Namun, Allah menguatkan hatinya sehingga ia mampu menahan diri.Allah berfirman:وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ"Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman." (QS. Al-Qashash: 10)Atas kehendak Allah, Musa akhirnya kembali kepada ibunya. Bahkan, ibu Musa dipercaya untuk menyusui anaknya sendiri.2. Istri Nabi Musa عليه السلامKisah pertemuan Nabi Musa dengan calon istrinya terdapat dalam Surah Al-Qashash.Dalam materi kajian disebutkan tiga sosok yang memiliki firasat kuat:Orang yang membeli Nabi Yusuf (Al-Aziz).Istri Nabi Musa.Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika memilih Umar bin Khattab sebagai khalifah.Musa meninggalkan MesirKetika Musa telah dewasa, suatu hari beliau melihat dua orang laki-laki sedang berkelahi. Salah satunya berasal dari Bani Israil dan yang lainnya dari kaum Qibthi.Orang dari Bani Israil meminta pertolongan Musa. Musa kemudian memukul orang Qibthi tersebut hingga meninggal dunia.Setelah mengetahui peristiwa itu, Fir'aun dan para pembesarnya berusaha menangkap Musa. Musa pun melarikan diri menuju Madyan.Pertemuan dengan dua perempuan di MadyanSesampainya di Madyan, Musa melihat sekelompok orang sedang memberi minum ternak mereka. Di antara mereka terdapat dua orang perempuan yang sedang menunggu giliran.Musa kemudian bertanya mengapa kedua perempuan tersebut tidak ikut memberi minum ternaknya.Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak dapat memberi minum ternak sebelum para penggembala selesai, sementara ayah mereka sudah lanjut usia.Musa membantu memberi minum ternak kedua perempuan tersebut.Setelah itu, Musa berteduh di bawah sebuah pohon dan berdoa:رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24)Tidak lama kemudian, salah seorang perempuan datang menemui Musa dengan penuh rasa malu. Ia menyampaikan bahwa ayahnya mengundang Musa untuk memberikan balasan atas bantuan yang telah diberikan.Tawaran pekerjaan dan pernikahanAyah kedua perempuan tersebut kemudian menawarkan pekerjaan kepada Musa.Salah satu putrinya berkata:يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ"Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (QS. Al-Qashash: 26)Ayah perempuan tersebut kemudian menawarkan kepada Musa untuk bekerja selama delapan tahun. Jika Musa menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun, itu merupakan kebaikan darinya.Musa menerima kesepakatan tersebut dan menikahi salah seorang putrinya.Setelah sepuluh tahunSetelah menyelesaikan masa kerjanya, Musa berniat kembali bersama keluarganya.Dalam perjalanan, pada malam yang dingin, Musa melihat api dari arah Gunung Thur. Beliau meminta keluarganya menunggu sementara dirinya mendatangi api tersebut untuk mencari informasi atau membawa sedikit api.Di tempat itulah Allah berbicara langsung kepada Musa dan mengangkatnya menjadi rasul.3. Asiyah, Istri Fir'aunAsiyah binti Muzahim adalah istri Fir'aun yang beriman kepada Allah.Meskipun hidup di tengah kemewahan istana Fir'aun, Asiyah tidak silau dengan kekayaan dan kekuasaan dunia.Ia memilih keimanan daripada kemewahan yang dimilikinya.Ketika menghadapi kezaliman Fir'aun, Asiyah berdoa kepada Allah:رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ"Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11)Perhatikan doa Asiyah. Ia tidak meminta istana yang lebih megah di dunia, tidak meminta kekayaan, dan tidak meminta kedudukan.Ia justru meminta rumah di sisi Allah, yaitu surga.Allah juga menjadikan Asiyah sebagai perumpamaan bagi orang-orang beriman.Pelajaran: Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh lingkungan tempat ia hidup atau kekayaan yang dimilikinya, tetapi oleh keimanannya kepada Allah.4. Masyithah, Penyisir Rambut Putri Fir'aunMasyithah adalah perempuan yang bekerja sebagai penyisir rambut putri Fir'aun.Kisahnya dikenal melalui hadis tentang peristiwa Isra Mikraj.Suatu ketika, sisir yang digunakan Masyithah terjatuh. Saat mengambilnya, ia mengucapkan:بِسْمِ اللَّهِ"Dengan nama Allah."Putri Fir'aun kemudian bertanya apakah yang dimaksud adalah ayahnya.Masyithah menjawab bahwa yang dimaksud adalah Allah, Tuhannya, Tuhan ayahnya, dan Tuhan seluruh alam.Berita tersebut sampai kepada Fir'aun. Masyithah kemudian dipanggil dan dipaksa meninggalkan keimanannya.Namun, ia tetap teguh mempertahankan tauhid meskipun harus menghadapi siksaan.Dalam hadis panjang tersebut diceritakan bahwa Masyithah dan keluarganya dimasukkan ke dalam bejana besar berisi air mendidih.Masyithah tetap teguh. Bahkan ketika menghadapi kematian, ia meminta agar tulang-belulangnya dan keluarganya dikumpulkan dan dikuburkan bersama.Dalam hadis tersebut Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa ketika melakukan Isra Mikraj, beliau mencium aroma harum dari Masyithah dan keluarganya.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 33 🌷kisah 4 wanita di zaman nabi musa

‎Kisah 4 wanita di zaman nabi Musa‎Ustadz Dr. Firanda Andirja,MA‎‎Sebuah metode untuk membuat kita semangat untuk beramal Sholeh adalah dengan membaca sejarah perjalanan hidup orang Sholeh sebelum kita. Salah satunya kita akan mempelajari kisah wanita Sholehah di zaman nabi Musa , diantara nya ibu nabi Musa, istri nabi Musa,istri Fir'aun,penyisir rambutnya putri Fir'aun (Masyitoh).1. ‎Ibunda nabi Musa ‎Nabi Musa lahir di masa yang sangat sulit ketika Fir'aun menguasai kota Mesir,mereka mendapat kabar ntah dari berita terdahulu atau dari para dukun bahwasanya kekuasaan Fir'aun akan hancur dari seorang anak yang akan lahir dari kalangan Bani Israil dan anak tersebut dilahirkan tahun sekian dan sekian.nabi Musa punya kakak yang bernama nabi Harun ,yang lahir pada tahun tersebut.akhirnya ketika sudah dilamarkan,maka Fir'aun melakukan sensus untuk mendata wanita wanita hamil,dan di sebutkan ibu nabi Musa ketika hamil tidak kelihatan dan luput dari sensus. Dalam Al Qur'an Allah berfirman : "mereka membunuh anak laki laki kalian dan membiarkan hidup anak anak perempuan kalian.‎Dan ternyata di sinilah Allah subhanahu wata'ala menangani langsung proses nabi Musa menjadi seorang nabi yang akan menggulingkan kerajaan Fir'aun.‎Dalam QS. Al qasas: kami wahyukan (Ilham kan )kepada ibunda nabi Musa,susuilah Musa ,dan apabila kamu khawatir terhadap nya maka hanyutkanlah dia ke sungai Nil. Dan jangan kamu khawatir dan jangan pula bersedih hati,karena sesungguhnya kami akan mengembalikan nya kepadamu,dan menjadikannya salah seorang dari pada rasul.‎Dan ibunya pun berkata kepada kakak perempuan muda :"wahai kakak Musa, ikuti lah kemana jalannya keranjang tersebut." Maka kakaknya pun mengamati dari jauh dan akhirnya melewati kerajaan Fir'aun dan di ambillah oleh istri Fir'aun. Dan qadarullah Fir'aun dan istrinya tidak memiliki anak.dan ketika di buka ternyata bayi ini ciri-ciri nya Bani israil.tetapi bayi itu tidak di bunuh oleh Fir'aun karena Allah telah memberikan rasa cinta kepada setiap orang yang melihat nabi Musa. Kemudian Asiyah berkata kepada suaminya: "wahai Fir'aun anak ini akan menyenangkan kita, janganlah kau bunuh dia.bisa jadi akan bermanfaat bagi kita dikemudian hari atau kita angkat menjadi anak." Dan akhirnya Fir'aun mengalah kepada istrinya dan mengikuti kemauan istrinya.‎Dan kakak Musa melapor kepada ibunya, bahwasanya Musa telah di ambil. Dan hal ini membuat hati ibunda nabi Musa kosong kecuali memikirkan Musa. Sampai sampai dia tidak kuat hampir mengatakan bahwa itu adalah anak ku. Tetapi kata Allah subhanahu wata'ala berfirman:" dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang muda, seandainya tidak kami teguhkan hatinya,supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah)‎Lalu ibunda musa berkata kepada kakak Musa :"wahai kakak Musa,perhatikan apa yang terjadi." Tetapi yang terjadi heboh di kerajaan muda,karena semua pada sayang pada Musa,dan ternyata tibalah Musa tidak mau menyusui kepada Asiyah, akhirnya di panggilah seluruh warga untuk bisa menyusui Musa ,dan Allah pun berfirman:"maka kami jadikan tidak ada yang bisa menyusui Musa,maka berkatalah saudara Musa :"maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?"‎Kemudian ibu Musa pun di panggil,dan Musa langsung menempel.akhirnya ibu Musa pun di suruh tinggal di istana dan di kasih upah oleh Fir'aun.‎Catatan : inilah bagaimana ibunda musa dengan kesabarannya bisa berkumpul dengan anaknya sesuai janji Allah.maka dari itu kita haruslah sabar dalam kehidupan,kalaupun gagal pasti akan ada hikmahnya.berserahlah kepada allah.kalau Allah sudah berjanji pasti akan terjadi entah setahun atau seribu tahun yang pasti akan terjadi.2. ‎Istri nabi Musa ‎Ibnu Mas'ud berkata: "orang yang firasatnya paling kuat ada 3: majikannya nabi Yusuf (suaminya Zulaikha),istri nabi Musa , abu bakar ketika memilih Umar menjadi Khalifah setelahnya.‎Ketika nabi Musa datang kerumahnya dan dia pun berkata kepada ayahnya:"wahai ayahanda jadikan dia pekerja kita,sebaik baik pekerja adalah yang kuat dan amanah."‎Kisah istri nabi Musa‎Nabi Musa adalah anak angkat Fir'aun dan suatu hari keluar di kota Mesir,tiba tiba ada perkelahian dari satu kelompok Fir'aun dan satu dari Bani israil.dan yang dari Bani Israil meminta tolong kepada Musa dan Musa pun menolongnya ,memukulnya dengan ringan tetapi langsung mati. Kekuatan nabi Musa sangat kuat.akhirnya nabi Musa di cari oleh segerombolan Fir'aun karena telah membunuh dan kaburlah Musa hingga tiba di negri madiyan(di daerah kota Yordania).ketika tiba di negri madiyan,nabi Musa mendapati ada orang orang yang mencari air dan memberikan air kepada hewan hewan mereka. Dan di sana ada dua wanita yang menunggu antrian dan nabi Musa pun berkata :"ada apa gerangan kalian ada di sini?dua orang itu berkata: kami tidak bisa mengambil air sampai laki laki itu pergi. Kami mengambil air karena bapak kami sudah tua." Lalu nabi Musa pun menolong mereka,dia pun mengambil air dan memberikannya kepada wanita tersebut. Dan nabi Musa pergi bernaung di sebuah pohon dan berdoa:" yaa Allah sesungguhnya aku butuh kebaikan darimu, sesungguhnya aku sangat fakir." ‎Dan kedua wanita yang di tolongnya pun bercerita kepada ayahnya jika telah di tolong seseorang dan ayahnya menyuruh untuk memberikan upah kepada nabi Musa. Maka datanglah salah seorang dari wanita tersebut menemui nabi Musa,datang dengan rasa malu malu dan berkata :"ayahku mengundang kamu untuk memberikan upah karena telah membantu kami mengambil air.' kemudian ikutlah nabi Musa menemui ayah wanita tersebut dan menceritakan semua yang terjadi dan ayah wanita tersebut menenangkan nabi Musa.karena daerah madiyan jauh dari kerajaan Fir'aun. Dan ayahnya pun memberikan ide,untuk menikahkan putrinya dengan nabi Musa dengan mahar nabi Musa kerja di kebun selama 8tahun.nabi Musa pun menyanggupinya.‎Dan setelah 10 th nabi Musa pun rindu bertemu dengan keluarganya dan doa pun berjalan menuju Mesir.dan ketika dalam perjalanan, nabi Musa melihat semacam cahaya dari jauh dan istrinya kedinginan. Dan dia berkata: "wahai istriku, kamu tunggu disini,aku akan kesana siapa tau ada api supaya kamu bisa hangat."3. ‎Istri Fir'aun (Asiyah binti muzahim)‎Allah subhanahu wata'ala berfirman:"ketika si kecil Musa di sungai Nil, dibawakan oleh pembantu Fir'aun dan diberikan kepada istri Fir'aun. Wahai Fir'aun,ini anak adalah yang membuat penyejuk pandangan ku dan juga pandangan mu."lalu Fir'aun berkata: bunuh dia.dan istrinya berkata: janganlah kau bunuh dia,kemungkinan akan bermanfaat bagi kita atau kita angkat jadi anak."‎Dan ternyata benar,Asiyah pun beriman kepada nabi Musa dan sampai akhirnya ketahuan oleh Fir'aun dan Fir'aun pun ngamuk dan mengancam untuk membunuhnya. Dan dia rela meninggalkan kemewahan demi mempertahankan akidahnya.‎Dan Asiyah pun berdoa kepada Allah : "yaa rabb,bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga, selamat kanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."‎Dan inilah ketegaran seorang istri Fir'aun,tetap memilih memeluk agamanya teguh beriman kepada Allah subhanahu wata'ala.meskipun oleh Fir'aun di tawarkan istana yang lebih megah.sampai akhirnya dia pun di bunuh oleh Fir'aun.4. ‎Masyitoh(penyisir rambut putri Fir'aun)‎Ibnu Abbas berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:ketika malam isra'mi'raj,datang kepadaku aroma yang wangi.dan akupun berkata: yaa Jibril,ini aroma wangi apa?Jibril menjawab : ini adalah aroma dari Masyitoh (seorang penyisir rambut putri Fir'aun) dan aroma dari anak anaknya.dan Rasulullah pun berkata: apa gerangan cerita dari penyisir rambut putri Fir'aun dan anak-anak nya?Jibril pun cerita: "ketika dia sedang menyisir rambut Fir'aun suatu hari, tiba-tiba sisirnya jatuh dan ketika itu dia mengucapkan bismillah.lalu putri Fir'aun bertanya:"kau sebut nama ayahku?"lalu dia menjawab: tidak,aku menyebut nama rabbku,dan rabb ayahmu.lalu putrinya menjawab:"aku sampaikan kepada ayahku ya?dia menjawab: silahkan.maka akhirnya sang putri mengabarkan kepada ayahnya dan Fir'aun pun mengamuk dan memanggil Masyitoh.dia berkata: wahai fulanah, apakah kau punya Tuhan selain aku?dia menjawab :iya,tuhanku dan tuhanmu sama yaitu Allah. Maka Fir'aun pun ngamuk dan mendatangkan panci besar dan dinyalakan disini minyak dan dipanaskan.yang jadi masalah anak anaknya pun juga kena dampaknya.kemudian di bakarlah satu demi satu,sebelum dibakar Masyitoh berkata: wahai Fir'aun,aku punya keperluan kepada engkau,aku ingin jika nanti sudah jadi tulang semua,kumpulkan tulangku dan anak-anak ku dalam satu kain dan kuburkan bersama sama."maka Fir'aun menyuruh anak-anak nya satu per satu di lempar ke dalam panci sampai terakhir tinggal anaknya yang masih bayi dan ketika itu dia pun mulai mundur karena tidak tega kepada anaknya yang masih bayi.tiba tiba anaknya berbicara: yaa ummah,masuklah dalam panci tersebut, sesungguhnya adzab dunia lebih ringan daripada adzab akhirat.akhirnya dia pun masuk.‎Disinilah yang menyebabkan tercium aroma wangi dan subhanallah ada kisah nyata,ada seorang wanita yang di adzab dan anak-anak nya,tetapi dia tetap tegar dalam rangka untuk membela agama Allah atas akidah yang benar.‎Di sini nabi tidak menyebut nama orang ini ,hanya di sebutkan nama pekerjaannya.‎‎Nasehat ustadz: inilah kisah 4 wanita sholihah yang di abadikan dalam Al Qur'an,yang bisa kita jadikan teladan.surga itu di luput i dari hal hal yang dibenci dan neraka di liputi dari perkara yang menyenangkan

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Materi 33: "Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa"

Materi 33: "Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa"​🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حفظه الله تعالى​🌿 1. Teladan Wanita di Masa Sulit​Salah satu metode untuk menumbuhkan semangat dalam beribadah dan beramal saleh adalah dengan membaca dan mengambil teladan dari sejarah kehidupan orang-orang saleh terdahulu. Dalam kajian ini, diangkat kisah empat wanita salehah yang hidup di tengah masa-masa sulit, penuh kebengisan, dan kekejaman penguasa saat itu (Firaun) di zaman Nabi Musa ​🌸 2. Wanita Pertama: Ibunda Nabi Musa (Yukhabad)​🌿 Nabi Musa lahir di tengah kekejaman Firaun yang melakukan sensus dan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, karena khawatir kekuasaannya akan diruntuhkan oleh anak dari Bani Israil.​🌾Ketika melahirkan Nabi Musa, Allah memberikan ilham kepada ibunya untuk menyusui Musa terlebih dahulu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah peti/keranjang (tabut) dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.​🌷 Meskipun terasa sangat berat bagi seorang ibu melepas bayinya ke sungai, Allah meneguhkan hatinya ("Jangan takut dan jangan bersedih, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya seorang rasul").​🌻 Peti tersebut ditemukan oleh keluarga Firaun. Atas izin Allah, istri Firaun jatuh cinta kepada bayi Musa dan melindunginya agar tidak dibunuh. Bayi Musa kemudian menolak semua air susu dari ibu susu lain, hingga akhirnya kembali disusukan kepada ibu kandungnya sendiri di istana Firaun atas saran dari kakak perempuan Musa. Ini membuktikan bahwa kesabaran dan tawakal kepada Allah akan mendatangkan jalan keluar terbaik.​🪻 3. Wanita Kedua: Istri Nabi Musa a.s. (Shaffurah)​🍃 Setelah tidak sengaja membunuh seorang dari kaum Firaun, Nabi Musa melarikan diri seorang diri tanpa bekal menuju Madyan. Di sana, beliau menolong dua orang wanita yang kesulitan mengambil air di sumur karena harus berdesakan dengan para gembala pria yang tidak berakhlak.​🌾 Ketika Nabi Musa diundang ke rumah ayah kedua wanita tersebut (Nabi Syu'aib), salah satu putrinya menggunakan firasatnya yang kuat untuk menyarankan agar ayahnya mempekerjakan Musa, karena Musa memiliki dua sifat utama: kuat (dilihat dari kemampuannya mengangkat batu penutup sumur sendirian) dan amanah (dilihat dari caranya berjalan di depan/belakang wanita agar tidak melihat lekuk tubuhnya).​🌷 Nabi Musa akhirnya menikah dengan salah satu putri tersebut dengan mahar bekerja sebagai pengembala/tukang kebun selama 8 hingga 10 tahun. Kisah ini mengajarkan keutamaan memiliki istri yang salehah, pemalu, dan menjaga diri.​🌹 4. Wanita Ketiga: Istri Firaun (Asiah binti Muzahim)​🌿 Asiah adalah istri Firaun, penguasa Mesir yang mengaku sebagai tuhan. Meskipun hidup dalam kemegahan, kekayaan, dan istana yang megah, Asiah memiliki hati yang bersih dan memilih untuk beriman kepada ajaran Nabi Musa, meskipun keimanannya harus disembunyikan dari Firaun.​🌻 Ketika Firaun mengetahui keimanan istrinya, Firaun menyiksanya dan memberinya pilihan: tetap mendapatkan istana megah asalkan meninggalkan keimanannya, atau disiksa hingga mati.​🌸 Asiah memilih untuk menolak kemegahan dunia dan memilih mati demi mempertahankan imannya. Allah mengabadikan doanya di dalam Al-Qur'an (Surat At-Tahrim ayat 11):​"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah istana di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim."​🌼 5. Wanita Keempat: Masyithah (Tukang Sisir Putri Firaun)​🌾 Masyithah adalah seorang wanita yang bekerja menyisir rambut anak perempuan Firaun. Suatu ketika, sisirnya terjatuh dan ia membaca "Bismillah" (Dengan nama Allah). Putri Firaun bertanya, "Apakah maksudmu ayahku (Firaun)?" Masyithah menjawab, "Bukan, Rabbku dan Rabb ayahmu adalah Allah."​🍂 Putri Firaun melaporkan hal ini kepada ayahnya. Firaun yang murka memanggil Masyithah beserta anak-anaknya dan menyiapkan sebuah kuali raksasa berisi minyak panas mendidih. Firaun membunuh anak-anaknya satu persatu di depan matanya untuk meruntuhkan imannya.​🌷Masyithah sempat hampir goyah ketika melihat anak bayinya yang masih menyusui hendak dilemparkan, namun sang bayi dengan izin Allah berbicara menguatkan ibunya agar bersabar karena siksaan dunia lebih ringan daripada siksaan akhirat. Masyithah meminta agar tulang-tulangnya kelak dikumpulkan dalam satu kuburan.​🪴 Ketika peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad ﷺ mencium aroma yang sangat wangi dari langit. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa aroma wangi itu berasal dari makam Masyithah, suami, dan anak-anaknya yang mati syahid demi mempertahankan keimanan.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya3 hari lalu
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#33 KISAH 4 WANITA DI MASA NABI MUSA ALAIHISSALAM

Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.AKajian ini membahas kisah empat wanita salehah yang hidup di masa Nabi Musa Alaihissalam, di tengah kekejaman dan kebengisan rezim Firaun. Mempelajari sejarah orang-orang saleh merupakan salah satu metode untuk meningkatkan semangat dalam beribadah dan beramal saleh.Berikut adalah rincian kisah keempat wanita tersebut:1. Ibunda Nabi MusaLatar Belakang: Di masa Firaun, terdapat ramalan bahwa kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang anak dari Bani Israil. Akibatnya, Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki yang lahir dari kaum tersebut.Kisah & Teladan: Allah memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa untuk menyusui anaknya, kemudian menghanyutkannya ke Sungai Nil di dalam sebuah keranjang. Ini adalah ujian keimanan yang sangat berat. Namun, Allah menjanjikan dua hal: akan mengembalikan sang bayi kepadanya dan menjadikannya sebagai seorang rasul.Permisalan: Keberhasilan Nabi Musa tidak terlepas dari peran utama sang ibu yang sabar, bertawakal, dan mengikuti petunjuk Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak di tengah ujian hidup.2. Istri Nabi MusaLatar Belakang: Nabi Musa melarikan diri dari Mesir setelah insiden tidak sengaja membunuh seorang dari pihak Firaun saat menolong sesama kaum Bani Israil. Beliau sampai di negeri Madyan dalam keadaan lapar dan tidak memiliki bekal.Kisah & Teladan: Nabi Musa bertemu dengan dua wanita yang kesulitan mengambil air di sumur karena didahului oleh para penggembala laki-laki yang tidak sopan. Nabi Musa membantu mereka. Salah satu dari wanita tersebut kemudian datang menjemput Nabi Musa dengan penuh rasa malu untuk memenuhi undangan ayahnya.Permisalan: Wanita ini memiliki firasat yang kuat dan kecerdasan dalam menilai sifat seseorang. Beliau menyarankan ayahnya untuk mempekerjakan Nabi Musa karena melihat dua sifat utama: kuat dan amanah (diukur dari kemampuan fisik membuka tutup sumur sendirian dan sikap menjaga pandangan saat berjalan bersama wanita).3. Istri Firaun (Asiyah bintu Muzahim)Latar Belakang: Asiyah hidup dalam kemewahan istana sebagai istri dari seorang raja yang menganggap dirinya Tuhan. Namun, di balik kemegahan duniawi tersebut, ia memilih untuk beriman kepada Allah.Kisah & Teladan: Ketika Nabi Musa kecil ditemukan di sungai, Asia lah yang membujuk Firaun agar tidak membunuhnya dan menjadikan bayi tersebut sebagai anak angkat. Kehadiran Nabi Musa menjadi jalan baginya untuk mendapatkan hidayah. Asiyah adalah simbol ketabahan. Meskipun ditawarkan kemegahan duniawi dan diancam oleh suaminya sendiri, ia lebih memilih untuk menjaga imannya hingga titik darah penghabisan dan berdoa agar dibangunkan istana di surga.4. Masyitoh (Penyisir Rambut Putri Firaun)Latar Belakang: Masyitoh adalah seorang wanita yang bekerja di istana. Keimanannya terbongkar saat ia tanpa sengaja menyebut nama Allah di depan putri Firaun.Kisah & Teladan: Firaun murka dan menyiksa Masyitoh beserta anak-anaknya dengan cara merebus mereka dalam panci besar yang berisi minyak panas. Meski diuji dengan kematian anak-anaknya satu per satu, Masyitoh tetap teguh pada pendiriannya.Keajaiban terjadi ketika Masyitoh sempat ragu karena anaknya yang masih menyusui, namun sang bayi berbicara untuk menguatkan ibunya agar tetap masuk ke dalam panci. Aroma wangi yang dicium oleh Rasulullah saat Isra Mi'raj adalah wangi dari Masyitoh dan anak-anaknya.endah ea

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Kisah 4 Wanita di Zaman Nabi Musa | Ustadz Dr. Firanda Andirja

1. Ibunda Nabi Musa (Ibu Yang Penuh Tawakal)Nabi Musa memiliki kakak bernama Nabi Harun. Nabi Harun lahir tahun sebelumnya.Ibu Nabi Musa tidak kelihatan saat hamil sehingga tidak didata.• Latar belakang Kekejaman Fir’aun: Fir’aun memberikan perintah membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil yang baru lahir karena adanya ramalan bahwa kerajaannya akan digulingkan oleh seorang anak laki-laki dari kalangan Bani Israil.• Ilham menyusui dan Menghanyutkan ke Sungai Nil: Allah memberikan ilham kepada Ibunda Nabi Musa  agar menyusuinya terlebih dahulu (agar terbiasa dengan rasa air susu ibunya) sebelum meletakkannya kedalam peti (tabut) dan menghanyutkannya ke sungai Nil.“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa, ‘Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil).” (Al-Qashash : 7)• Janji Pertolongan Allah: Allah meneguhkan hatinya dengan dua janji: Nabi Musa akan dikembalikan ke pangkuannya dan kelak akan diangkat menjadi salah seorang Rasul utusan Allah.“... dan janganlah (pula) bersedih hati karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.’” (Al-Qashash : 7)• Peran Kakak Perempuan Musa: Kakak perempuannya diminta untuk mengawasi peti tsb dari kejauhan tanpa menimbulkan kecurigaan saat peti terapung menuju area istana Fir’aun.“Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, ‘Ikutilah dia.’ Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.” (Al-Qashash : 11)• Diambilnya Musa oleh Keluarga Fir’aun: Ini sudah rencana Allah menempatkan Musa di keluarga Fir’aun. Disaat lagi zamannya Fir’aun membunuh anak laki-laki, bayi Musa terhampar di istana Fir’aun.“Dan berkatalah istri Firʿawn, ‘(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak’, sedang mereka tiada menyadari.” (Al-Qashash : 9)• Skenario Penolakan Air Susu: Begitu diambil oleh keluarga Fir’aun, bayi Musa menolak disusui oleh seluruh wanita sewaan di Istana. Kakak perempuan Musa lalu datang menawarkan keluarga yang sanggup menyusuinya, hingga akhirnya Ibunda Nabi Musa didatangkan ke istana dan Musa mau menyusu kembali, bahkan sang Ibu akhirnya diperintahkan untuk tinggal di Istana dan digaji oleh pihak Istana.“Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu, maka berkatalah saudara Musa, ‘Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?’” (Al-Qashash : 12)“Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Al-Qashash : 13)2. Istri Nabi Musa (Wanita Yang Pemalu/Cerdas)Orang yang paling kuat firasatnya:1. Majikannya Nabi Yusuf (suami Zulaikha)2. Istri Nabi Musa3. Abu Bakar ketika memilih Umar untuk menjadi Khalifah.• Menghindari ikhtilath di sumur Madyan:Ketika melarikan diri dari Mesir ke negeri Madyan karena tidak sengaja membunuh salah satu dari suku kaum Fir'aun yang akhirnya membuatnya dikejar-kejar oleh sekumpulan anak buah Fir’aun. Saat tiba di negeri Madyan, Nabi Musa melihat dua orang wanita yang menahan Kambing mereka di belakang kumpulan para lelaki demi menghindari desak-desakan dan interaksi dengan kaum pria yang sedang berebut air.“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya) dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata, ‘Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?’ Kedua wanita itu menjawab, ‘Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.’” (Al-Qashash : 23)• Pertolongan Nabi Musa: Musa dengan sigap membukakan tutup sumur yang berat sendirian, memberi minum ternak mereka, lalu berteduh di bawah pohon seraya memanjatkan do'a kepada Allah karena rasa lapar yang sangat mendalam.Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh, lalu berdoa, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.’” (Al-Qashash : 24)• Berjalan dengan rasa malu (Tamsyi 'alastihya’: Salah satu dari wanita tersebut diutus ayahnya untuk memanggil Musa; ia berjalan dengan rasa malu yang tinggi dan berbicara dengan santun serta menjaga batasan.“Kemudian, datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.’ Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya wanita tsb dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Ayah wanita tsb berkata, ‘Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.’” (Al-Qashash : 25)• Kecerdasan Firasat (Al-Qawiyyul Amin):- Wanita tsb mengusulkan kepada ayahnya agar mempekerjakan Nabi Musa karena dua sifat utama: Kuat (Al-Qawiyyu) dan Amanah (Al-Amin)- Kekuatan Musa terbukti saat mampu mengangkat batu penutup sumur sendirian, dan sifat amanahnya terbukti saat berjalan pulang dimana ia menyuruh wanita tsb untuk berjalan di belakangnya agar pandangannya terjaga.“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.’” (Al-Qashash : 26)• Pernikahan yang Berkah: Ayahnya menikahkan wanita tersebut dengan Nabi Musa dengan menggembalakan ternak selama delapan hingga sepuluh tahun, menjadi teladan pendamping hidup yang setia dan berakhlak mulia.“Berkatalah dia (ayah dari dua orang wanita tsb), ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.’” (Al-Qashash : 27)• Patuh Kepada Suami: Saat Nabi Musa menyuruh untuk diam di tempat karena ingin melihat api dan membawa api tsb karena istrinya kedinginan, istrinya patuh.“Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya, ‘Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api agar kamu dapat menghangatkan badan.’” (Al-Qashash : 293. Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun)• Menyelamatkan bayi Musa dari Pembantaian: Asiyah yang belum memiliki anak sangat menyayangi bayi Musa saat melihatnya dan membujuk Fir’aun agar tidak membunuhnya, agar bermanfaat untuk kita atau menjadikannya sebagai anak angkat.• Memilih Istana di Surga daripada Kemewahan di Dunia:- Setelah Musa diutus menjadi Rasul, Asiyah beriman secara diam-diam.- Ketika keimanannya terbongkar, Fir'aun menyiksanya dan menawarkan kembali tahta kemewahan istana dengan syarat mengingkari Allah dan Musa.- Asiyah menolak dengan tegas dan memanjatkan do'a abadi yang diabadikan dalam Al-Quran: memohon kepada Allah agar dibangunkan sebuah rumah/istana di Surga serta memohon diselamatkan dari kezhaliman Fir’aun dan kaumnya.• Kemuliaan Derajat: Asiyah syahid dalam mempertahankan akidahnya dan digelari sebagai salah satu dari empat wanita paling sempurna serta calon penghuni Surga tertinggi.4. Masyithah/Tukang Sisir Rambut Putri Fir'aun• Aroma harum saat peristiwa Isra Mi’raj: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam mencium aroma wangi luar biasa semerbak saat Isra Mi’raj, yang dijelaskan oleh Malaikat Jibril bahwa wangi tsb berasal dari makam Masyithah dan anak-anaknya.Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad, At-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mengenai peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ.Rasulullah ﷺ bersabda:“Pada malam saat aku diangkat ke langit (Isra' Mi'raj), aku mendapati aroma yang sangat wangi. Aku bertanya, 'Wahai Jibril, aroma wangi apa ini?' Jibril Alaihissalam menjawab, 'Ini adalah aroma dari penyisir rambut keluarga Fir'aun beserta anak-anaknya’.”• Keteguhan mengakui Allah sebagai Rabb:- Saat sedang menyisir rambut putri Fir’aun, sisirnya terjatuh dan refleks mengucapkan kalimat “Bismillah.”- Ketika ditanya, apakah ia memiliki tuhan selain Fir’aun, Masyithah menegaskan bahwa Allah adalah Tuhannya dan Tuhan ayahnya.• Ujian Keimanan dan Pembantaian Keluarga:- Fir’aun memerintahkan menyalakan kuali raksasa berisi minyak/tembaga mendidih untuk merebus Masyithah beserta anak-anaknya satu per satu didepan matanya.- Masyithah mengajukan satu permintaan terakhir agar tulang-belulangnya dan anak-anaknya dikumpulkan dan dimakamkan dalam satu kain kafan/kuburan yang sama.- Saat giliran bayinya yang masih menyusu hendak dilemparkan, Masyithah sempat bimbang karena rasa iba, namun bayinya diberi mukjizat berbicara: “Wahai Ibunda, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada diatas kebenaran, masuklah ke dalamnya.”- Mereka semua syahid dengan teguh memegang tali tauhid hingga akhir hayat.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Empat Wanita Shalihah di Zaman Nabi Musa - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Empat Wanita Shalihah di Zaman Nabi MusaKisah empat wanita shalihah yang hidup pada masa kekejaman Fir’aun. Kehidupan mereka memberikan teladan tentang keimanan, kesabaran, keteguhan hati, rasa malu, dan pengorbanan dalam mempertahankan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Ibunda Nabi Musa Alaihissalam* Hidup pada masa Fir’aun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki dari Bani Israil.* Ketika melahirkan Nabi Musa, Allah memberikan ilham agar beliau menyusui Musa terlebih dahulu, kemudian meletakkannya dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil.* Allah memberikan dua janji kepadanya: mengembalikan Musa kepadanya dan menjadikan Musa sebagai seorang rasul.* Ketika Musa ditemukan oleh istri Fir’aun, Allah menanamkan rasa cinta kepada Musa di hati mereka.* Musa tidak mau menyusu kepada wanita lain hingga akhirnya kembali kepada ibunya sendiri untuk disusui dan dirawat di istana Fir’aun.* Ibunda Musa berhasil melewati ujian berat karena kesabaran, keimanan, dan keyakinannya terhadap janji Allah.Pelajaran: Jangan pernah berputus asa dari pertolongan Allah. Kesabaran dan tawakal akan mendatangkan jalan keluar, meskipun awalnya terasa mustahil.Istri Nabi Musa Alaihissalam* Ketika Nabi Musa melarikan diri dari Mesir menuju Madyan, beliau bertemu dua wanita yang sedang menunggu giliran mengambil air untuk ternak mereka.* Musa membantu mengambilkan air tanpa meminta imbalan.* Kedua wanita tersebut pulang lebih cepat dan menceritakan kebaikan Musa kepada ayah mereka.* Salah seorang putrinya kemudian menjemput Musa dengan penuh rasa malu.* Ia berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku, jadikanlah dia sebagai pekerja. Sesungguhnya orang terbaik yang engkau ambil untuk bekerja adalah orang yang kuat lagi amanah." (QS. Al-Qashash: 26)* Ia melihat dua sifat mulia pada Musa, yaitu kuat dan amanah.* Akhirnya, Nabi Musa menikah dengan salah seorang putri tersebut setelah memenuhi kesepakatan bekerja selama delapan atau sepuluh tahun.Pelajaran:* Rasa malu merupakan salah satu sifat mulia seorang wanita.* Memilih pasangan hendaknya memperhatikan agama dan akhlaknya.* Wanita shalihah adalah wanita yang membantu suaminya dalam urusan akhirat, bukan hanya mengejar kesenangan dunia.* Kekuatan dan amanah merupakan sifat penting yang harus dimiliki seseorang.Asiyah binti Muzahim (Istri Fir’aun)* Asiyah adalah istri Fir’aun yang menemukan dan menyayangi bayi Musa ketika diambil dari Sungai Nil.* Ia membujuk Fir’aun agar tidak membunuh Musa dan mengusulkan untuk menjadikannya anak angkat.* Ketika dewasa, Musa menjadi sebab terbukanya jalan hidayah bagi Asiyah.* Asiyah beriman kepada Allah dan Nabi Musa meskipun suaminya sendiri adalah Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan.* Ketika keimanannya diketahui, Fir’aun menyiksanya dan memaksanya kembali kepada kekafiran.* Namun, Asiyah tetap teguh mempertahankan imannya hingga meninggal dunia.Allah mengabadikan doanya dalam QS. At-Tahrim: 11:"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."Pelajaran:* Kemewahan dunia tidak sebanding dengan kenikmatan surga.* Jangan mengorbankan keimanan demi harta, kedudukan, atau pasangan.* Seorang wanita tetap bisa menjadi hamba yang shalihah meskipun berada di lingkungan yang penuh kemaksiatan.Masyithah (Penyisir Rambut Putri Fir’aun)* Masyithah adalah wanita yang bekerja sebagai penyisir rambut putri Fir’aun.* Suatu hari, sisir yang digunakannya terjatuh. Ketika mengucapkan Bismillah, putri Fir’aun bertanya apakah ia menyebut nama ayahnya.* Masyithah menjelaskan bahwa Allah adalah Rabb-nya dan Rabb Fir’aun.* Fir’aun kemudian memanggilnya dan memaksanya meninggalkan keimanannya.* Fir’aun menyiapkan bejana besar berisi minyak mendidih untuk menyiksa Masyithah beserta anak-anaknya.* Masyithah tetap teguh mempertahankan tauhidnya meskipun harus menyaksikan anak-anaknya dimasukkan satu per satu ke dalam bejana tersebut.* Ketika hampir goyah karena melihat bayinya, Allah memberikan keteguhan melalui perkataan bayinya yang mendorongnya agar tetap bersabar.* Akhirnya, Masyithah dan anak-anaknya meninggal dalam keadaan mempertahankan keimanan.* Rasulullah ﷺ mencium aroma harum Masyithah dan anak-anaknya ketika peristiwa Isra Mi’raj. Kisah ini menunjukkan kemuliaan pengorbanan mereka.Pelajaran:* Keimanan harus dipertahankan meskipun menghadapi ujian yang sangat berat.* Jangan takut kehilangan dunia demi mempertahankan tauhid.* Allah memuliakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan teguh dalam keimanan.Pelajaran Penting dari Keempat Wanita Shalihah* Kesabaran: Seperti ibunda Nabi Musa yang yakin terhadap janji Allah meskipun harus berpisah sementara dengan anaknya.* Rasa malu: Seperti istri Nabi Musa yang menjaga kehormatan dan perilakunya.* Keteguhan iman: Seperti Asiyah yang tidak tergoda kemewahan istana Fir’aun.* Pengorbanan: Seperti Masyithah yang rela menghadapi kematian demi mempertahankan tauhid.* Orientasi akhirat: Kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kebahagiaan sejati adalah keselamatan di akhirat.### KesimpulanKeempat wanita ini mengajarkan bahwa kemuliaan seorang wanita bukan ditentukan oleh kekayaan, kedudukan, atau kemewahan dunia, melainkan oleh keimanan, ketakwaan, kesabaran, dan keteguhannya dalam menjalankan agama Allah.Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa surga diliputi oleh perkara-perkara yang tidak disukai hawa nafsu. Artinya, untuk meraih surga diperlukan perjuangan, kesabaran, dan kesungguhan dalam menjalankan ketaatan.Semoga kisah empat wanita shalihah ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki diri, menjaga keimanan, dan istiqamah dalam beramal shalih. Aamiin.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#33 4 Wanita Sholehah di Zaman Nabi Musa

4 Wanita Sholehah di Zaman Nabi Musa - Ust. Dr. Firanda Andirja - 1. Ibunda Nabi Musa - Teladan Kesabaran & TawakalLatar: Firaun sensus wanita hamil Bani Israil, bayi laki-laki dibunuh karena ramalan kekuasaannya akan hancur oleh anak Bani Israil. Harun lahir sebelum tahun pembunuhan, Musa lahir di puncak kekejaman.Keajaiban: Hamilnya tidak kelihatan. Ilham Allah: Wa auhaina ila ummi Musa - Allah ilhamkan: Susuilah dulu (agar hafal rasa ASI ibu), lalu masukkan ke tabut/keranjang dan hanyutkan ke Sungai Nil. Janji Allah: "Jangan takut & sedih, Inna raadduhu ilaiki wa ja'iluhu minal mursalin - Kami akan kembalikan dia kepadamu & jadikan Rasul." Kakak perempuan mengintai dari jauh hingga tabut sampai ke istana Firaun. Di Istana: Firaun ingin bunuh karena ciri Bani Israil, tapi Allah tanamkan mahabbah - semua cinta pada Musa. Asiyah berkata: Qurratu 'ainin li wa laka la taqtuluh, asa an yanfa'ana - Penyejuk mata, jangan bunuh, semoga bermanfaat/ jadi anak angkat. Firaun mengalah. Hati Ibu kosong: Fu'adu ummi Musa farigha, hampir mengaku itu anaknya, tapi Allah rabathna 'ala qalbiha - kokohkan hatinya. Musa tidak mau menyusu siapapun: Harramna 'alaihil maradi' - Kakak pura-pura tawarkan: Hal adullukum 'ala ahli bait - akhirnya ibu dipanggil, Musa langsung mau, tinggal di istana digaji Firaun padahal itu ibunya sendiri. Faradadnahu ila ummihi - janji Allah terbukti sore itu juga. Pelajaran: Kunci adalah sabar + tawakal. Jika tidak sabar sejak awal, Musa pasti dibunuh. Janji Allah pasti benar, waktunya bisa cepat/lama (seperti doa Ibrahim dikabulkan ribuan tahun kemudian dengan lahirnya Nabi Muhammad). Di balik anak hebat ada ibu sholehah.2. Istri Nabi Musa - Malu, Kuat Firasat, Sholehah3 Firasat terkuat kata Ibnu Mas'ud: 1) Majikan Yusuf (muliakan Yusuf), 2) Istri Musa (_Qawiyyul amin_), 3) Abu Bakar pilih Umar.Kisah Musa: Memukul orang Qibthi tanpa sengaja mati karena kuat luar biasa (bekas pukul di batu), lalu kabur ratusan kilo dari Mesir ke Madyan (khilaf: Yordania / Tabuk Saudi - Madain Syu'aib) tanpa bekal sampai makan daun. Di sumur Madyan: Laki-laki berebut air, 2 wanita menahan kambing tidak ikut desak-desakan. Musa tanya Ma khatbukuma? Jawab: Kami tidak bisa ambil sampai laki-laki pergi, bapak kami sudah tua. Musa tolong: Fasaqa lahuma - angkat tutup sumur berat (yang butuh 8 orang) sendirian = bukti kuat, lalu beri minum & langsung pergi berteduh, doa: Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir - lapar minta kebaikan. Putri malu-malu: Datang tamsyi 'ala istihya - jalan dengan malu, ini hiasan wanita. Berkata: Ayah undang beri upah.Bukti amanah: Musa jalan di depan, putri di belakang, kalau belok lempar kerikil kanan/kiri, tidak mau lihat lekuk tubuh. Firasat putri: Ya abatista'jirhu inna khaira manista'jartal qawiyyul amin - Pekerjakan, dia kuat & amanah. Ayah tawarkan nikah, mahar kerja jadi tukang kebun 8 atau 10 tahun. Musa setuju. Pelajaran: Dunia perhiasan terbaik istri sholehah. Istri sholehah bantu suami akhirat (shalat malam, Quran, sedekah), bukan dunia terus. Allah pertemukan yang bertakwa dengan yang bertakwa. Setelah 10 tahun Musa rindu Mesir, di perjalanan melihat api di Bukit Thursina, istri disuruh tunggu (tidak merengek) - itulah adab istri sholehah.3. Istri Firaun, Asiyah bintu Muzahim - Rela Tinggalkan Kemewahan Demi ImanDi Al-Qashash: Saat Musa diambil, dia bela: Jangan bunuh, semoga bermanfaat. Kata yanfa'ana terbukti, Musa buat dia beriman. Iman sembunyi sampai ketahuan Firaun. Firaun ancam, tawarkan istana lebih megah kalau kafir ke Musa, dia menolak. Doa abadi di Quran: Rabbibni li 'indaka baitan fil jannah wa najjini min Firauna wa 'amalihi - Ya Rabb bangunkan bagiku istana di sisi-Mu di surga, selamatkan dari Firaun & perbuatannya.Siapa Firaun? Raja diraja, kaya, wilayah luas, dianggap Tuhan, karismatik pandai bicara sampai Musa takut & minta Harun temani. Firaun berkata: Ma urikum illa ma ara wa ma ahdikum illa sabilar rasyad - Aku hanya tunjukkan pendapat terbaik & jalan lurus (kata indah tapi dari Firaun).Asiyah punya suami idaman dunia, tapi tinggalkan semua demi iman, rela dibunuh suami sendiri.Pelajaran: Hidup adalah perjuangan, ada kekayaan di depan mata tapi jika tidak sesuai syariat harus tinggalkan. Hidup sebentar, urusan akhirat.4. Masyithah, Penyisir Rambut Putri Firaun - Tegar Sampai MatiIsra Mi'raj: Nabi cium wangi harum, Jibril berkata itu wangi Masyithah & anak-anaknya.Nama tak disebut, hanya sifat: Masyithah = tukang sisir. Allah sering tidak sebut nama orang hebat (_Wa ja'a min aqshal madinati rajulun yas'a_), yang penting amal bukan ingin terkenal. Padahal putri Firaun saking kaya punya tukang sisir pribadi, tapi tukang sisirnya beriman.Kejadian: Sisir jatuh, dia ucap Bismillah. Putri: Kau sebut nama bapakku? Masyithah: Bukan, Allah Rabbku & Rabb bapakmu. Putri lapor ayah.Firaun panggil: Apakah kau punya tuhan selain aku? Masyithah teguh. Siksaan: Didatangkan bejana besar tembaga (_baqarah_) seukuran bisa masak sapi, isi minyak panas. Ujian terberat: Bukan dia saja, anak-anaknya ikut dibunuh dulu satu-satu di depan matanya untuk goyahkan iman (seperti Quraisy ceraikan putri Nabi agar Nabi sibuk). Firaun tahu strategi. Wasiat: Kumpulkan tulangku & anak-anakku dalam satu kain kubur bersama. Firaun setuju: Dzalika laki 'alaina minal haqq. Anak dilempar satu-satu jadi tulang, sampai bayi menyusu yang terakhir. Ibu mundur tidak tega, tiba-tiba bayi berbicara: Ya Ummah iqtaḥimi, azab dunia lebih ringan dari azab akhirat - karomah bayi bicara. Maka dia masuk, syahid semua. Wanginya tercium hingga Isra Mi'raj. Pelajaran: Jika iman masuk hati terdalam akan kokoh. Godaan iman kadang menimpa anak/keluarga (seperti Nabi saat sujud dilempari kotoran dilihat Fatimah kecil). Semoga Allah tidak uji di luar kemampuan kita. Surga diliputi hal dibenci, neraka diliputi syahwat.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya4 hari lalu
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 33-Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa Alaihissalam

Kisah Empat Wanita di Zaman Nabi Musa AlaihissalamWanita-wanita shalihah yang hidup di zaman Nabi Musa yaitu: ibunya Nabi Musa, istrinya Nabi Musa, istri Fir'aun, dan Masyithah (penyisir rambut putri Fir'aun)Ibunda Nabi MusaDalam kisah Nabi Musa, namanya adalah Musa bin Imran namun sama sekali tidak pernah disebutkan kisah ayahnya. Seakan-akan keberhasilan Nabi Musa sebab utamanya adalah ibunya.Banyak orang-orang berhasil (shalih) yg disebutkan dibalik keberhasilan mereka adalah ibunya, diantaranya Nabi Musa.Nabi Musa lahir di zaman penuh dg kesulitan dibawah kekuasaan Firaun yg kejam. Nabi Musa memiliki kakak bernama Nabi Harun.Qs Al Qashash:Ayat 7: Allah SWT memberikan ilham kepada ibunda Musa untuk menyusuinya, dan jika merasa khawatir, untuk menghanyutkannya ke Sungai Nil dengan janji bahwa ia akan dikembalikan dan diangkat menjadi rasul.Ayat 8: Bayi Musa ditemukan oleh keluarga Fir’aun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.Ayat 9: Istri Fir'aun (Asiyah bintu Muzahim) membujuk Fir'aun agar tidak membunuh bayi tersebut, berharap ia bisa membawa manfaat atau diangkat sebagai anak.Ayat 10: Hati ibunda Musa menjadi kosong dan cemas, hampir saja ia membocorkan rahasia tentang bayinya jika Allah tidak meneguhkan  hatinya.Ayat 11: Ibunda Musa menyuruh saudara perempuan Musa untuk mengikuti jalannya peti tersebut dari jauh.Ayat 12: Allah menghalangi Musa untuk menyusu kepada perempuan lain, lalu saudara perempuannya menawarkan keluarga yang sanggup mengasuhnya.Ayat 13: Allah mengembalikan Musa ke pangkuan ibunya agar hatinya tenteram, tidak berduka cita, dan mengetahui bahwa janji Allah itu benar.Diantara faedahnya:Kunci keberhasilan dari kisah ibunya Nabi Musa adalah kesabarannyaKalau kita sabar, maka Allah yg akan carikan solusi. Sabar & berusaha kemudian tawakkal kepada Allah, yakin jika kita serahkan segala urusan kita kepada Allah maka hasilnya akan baik.Istri Nabi MusaIbnu Mas'ud radhiallahu anhu berkata "orang yg paling kuat firasatnya ada 3 orang; 1. majikannya Nabi Yusuf yaitu suaminya Zulaikha, 2. istrinya Nabi Musa, 3. Abu Bakar, dan 4. Asiyah istri Fir'aun.Dikisahkan suatu ketika di kota Mesir terjadi perkelahian antara 2 orang, satu dari Bani Israil (suku Nabi Musa) dan Bani Qibti (suku Firaun). Nabi Musa diminta tolong & menolongnya. Beliau pukul orang dari bani Qibti tsb hingga akhirnya meninggal karena kekuatannya yg luar biasa. Firaun mendengar kabar tersebut & memerintahkan utk mencari Nabi Musa & Nabi Musa pun melarikan diri dari Mesir hingga ke Negeri Madyan.Kisah Istri Nabi Musa disebutkan dalam QS. Al QashashAyat 23: Nabi Musa tiba di sumber air negeri Madyan dan melihat banyak orang memberi minum ternak mereka. Di dekatnya, ada dua orang wanita yang sedang menahan ternaknya karena malu berebut dengan kaum laki-laki.Ayat 24: Nabi Musa menolong kedua wanita tersebut dengan membantu memberi minum ternak mereka, kemudian beliau berteduh di bawah pohon sambil berdoa memohon kebaikan dari Allah.Ayat 25: Salah satu dari kedua wanita itu datang kembali menemui Musa dengan berjalan penuh rasa malu. Ia menyampaikan undangan ayahnya (Nabi Syu'aib menurut sebagian besar ahli tafsir) yang ingin memberi upah atas kebaikan Musa.Ayat 26: Setelah tiba di rumah, salah seorang wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya: "Wahai ayahku! Ambillah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."Ayat 27: Sang ayah kemudian menawarkan salah satu putrinya untuk dinikahi oleh Nabi Musa, dengan syarat maskawin berupa bekerja membantunya selama 8 tahun, atau 10 tahun jika Musa mau menyempurnakannya.Ayat 28: Nabi Musa menerima perjanjian tersebut dan sepakat untuk menuntaskan masa kerja yang telah ditentukan sebagai bentuk mahar pernikahan mereka.Diantara faedah kisah istri Nabi Musa:Sifat & rasa malu adalah sifat mulia bagi para wanita. Rasa malulah yg mempercantik seorang wanita.Istri Nabi Musa telah memiliki firasat yg baik sejak sebelum menikah dengan Nabi Musa. Nabi Musa orang yg kuat karena bisa mengangkat tutup sumur yg biasa diangkat oleh beberapa orang Nabi Musa mengangkatnya sendiri. Amanah karena ketika Nabi Musa mengantarkan ke rumahnya, Nabi Musa berjalan di depan untuk menjaga pandangannya dalam rangka bertakwa kepada Allah.Allah pilihkan Nabi Musa istri yg shalihah, yg pemalu (menjaga diri) & bertakwa kepada Allah untuk menemani Nabi Musa dalam perjalanan mendakwahi Firaun.Setelah 10 tahun, Nabi Musa rindu untuk kembali ke Mesir bertemu dengan keluarganya, kemudian mereka pun bersama menuju Mesir.Allah kisahkan dalam QS. Al Qashash:Ayat 29: Setelah Nabi Musa menyelesaikan masa kerjanya di Madyan, beliau berangkat melakukan perjalanan bersama keluarganya (istrinya). Di tengah jalan di malam yang dingin, beliau melihat api di lereng gunung (Thur). Musa meminta istrinya tinggal sebentar agar ia bisa mengambil obor atau mencari petunjuk arah.Ayat 30: Ketika Musa sampai ke tempat api itu, Allah menyerunya dari arah pinggir lembah yang sebelah kanan di tempat yang berkah, dari sebatang pohon: "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam!"Ayat 31: Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkatnya. Saat tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat, Musa lari ketakutan tanpa menoleh. Allah kemudian berfirman: "Wahai Musa! Menghadaplah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang aman."Ayat 32: Allah memberikan mukjizat kedua, yaitu memerintahkan Musa untuk memasukkan tangannya ke dalam leher bajunya, dan saat dikeluarkan, tangan itu menjadi putih bersinar tanpa cacat. Kedua mukjizat ini menjadi bekal Musa untuk menghadapi Fir'aun dan pembesarnya.Diantara faedahnya yaitu istri Nabi Musa adalah seorang istri yg taat pada  suaminya. Meskipun Nabi Musa dari Mesir dan istrinya dari Madyan yg letaknya berjauhan tapi Allah takdirkan dua orang yg bertakwa berjodoh menjadi suami istri.3. Istri FiraunIstri Firaun bernama Asiyah Bintu Muzahim. Kisahnya disebutkan dalam Alquran Surat Al Qashash ayat 9."Dan istri Fir‘aun berkata, '(Anak ini) adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,'padahal mereka tidak menyadari."Perkataan Asiyah ternyata benar bahwa kehadiran Nabi Musa membuat dia menjadi orang yg beriman.Kemudian ketika Firaun mengetahui bahwa istrinya telah beriman kepada Nabi Musa maka Firaun memberikan pilihan tetap mendapat segala fasilitas kemewahan istana tapi kafir kepada Allah atau tetap beriman tetapi dibunuh. Maka Asiyah pun memilih tetap beriman & akhirnya dibunuh.Dan dalam QS. At Tahrim"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'"Kisah Asiyah menunjukkan ketabahan seorang wanita shalihah yg rela meninggalkan kemegahan dunia demi untuk beriman kepada Allah meskipun taruhannya meninggal dunia. Jika iman sudah masuk ke dalam hati yg paling dalam, dia akan kokoh.Masyithah (penyisir rambut putri Firaun)Masyithah bukan nama melainkan artinya penyisir. Ia adalah pekerja di istana Firaun tapi dia beriman kepada Allah.Kisah Masyithah dalam hadits:Pada malam saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjalanan isra’ ditemani oleh Jibril, beliau mencium aroma yang wangi. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Jibril , aroma wangi apa ini?” Jibril menjawab, “Ini adalah aroma Masyithah, penyisir rambut keluarga Firaun beserta anak-anaknya.”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana ceritanya?”Kemudian Jibril mengisahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,Pada suatu hari, tatkala Masyithah sedang menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangannya. Dengan seketika dia berkata, “Bismillah (dengan nama Allah).”Sang Putri bertanya, “Ayahanda?”“Tidak,” jawabanya. “Tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”Putri berkata, “Saya akan laporkan kepada ayahanda.”Dia menyahut, “Silakan.”Fir’aun lantas memanggilnya seraya bertanya, “Wahai fulanah, apakah ada Tuhan selian diriku?”Jawabnya, “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”Mendengar jawaban itu Fir’aun menjadi berang, lalu memerintahkan anak buahnya agar memanaskan patung sapi hingga meleleh, kemudian menyuruh agar tukang sisir itu beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya.Masyithah berkata, “Sebelum saya meninggal, saya memohon kepadamu satu permohonan.”“Apa permohonanmu?” tanya Fir’aun.Dia menjawab, “Saya mohon agar tuan nanti mengumpulkan tulangku dan tulang anak-anakku dalam satu kafan, lalu tuan kuburkan kami.”Fir’aun berkata, “Itu adalah hal yang sangat mudah.”Akhirnya, anak-anaknya dilemparkan satu persatu di hadapannya hingga tiba giliran anak bayi yang masih disusuinya. Seakan-akan sang ibu terlambat disebabkan rasa iba terhadap bayinya. Seketika itu bayinya dapat berbicara, ‘Wahai Ibu, masuklah! Sesungguhnya siksaan di dunia lebih ringan daripada siksa akhirat.”Pelajaran dari kisah masyithah: ia tetap tegar & rela dibunuh bahkan dengan anak-anaknya dalam rangka untuk membela agama Allah tetap diatas aqidah agama yg benar.Semoga Allah memberikan kita kemudahan, keselamatan, dan tidak membebani kita dengan ujian diluar kemampuan kita.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →