🌷 Di negara-negara kafir, mereka mengatakan sangat memuliakan wanita dengan cara membebaskan sebebas-bebasnya kepada wanita. Dan mereka menuduh Islam adalah agama yang membelenggu wanita, menghilangkan kebebasan para wanita.Ini adalah kebohongan besar. Islam secara sangat nyata telah mengajarkan pemuliaan terhadap wanita.🌾 Keadaan Wanita pada Zaman JahiliyahJika dilihat dari zaman jahiliyah sebelum masuk Islam, wanita sangat dihinakan, tidak diberi warisan, dan kebiasaan orang Arab saat itu jika terlahir bayi perempuan dianggap sebagai sebuah kesialan.Allah سبحانه وتعالى berfirman:> وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ“Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.”— QS. An-Nahl: 58–59Jika diberi kabar bahwasanya anaknya yang lahir adalah perempuan, maka ia pun merah wajah, saking malunya ia sembunyikan anaknya dari masyarakat, dan hanya 2 pilihan yaitu dibunuh dan seketika itu dikubur hidup-hidup, atau ditunda sampai umur 7/8 tahun, dimasukkan dalam sumur kemudian dikubur hidup-hidup.Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:> وَإِذَا ٱلْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa dia dibunuh.”— QS. At-Takwir: 8–9🌸 Islam Mengeluarkan Wanita dari Kezaliman JahiliyahDan sekarang muncullah jahiliyah modern yang menjadikan wanita sebagai alat pencari harta, dikeluarkanlah wanita dari tugasnya sebagai Ibu Rumah Tangga yang mengurus anak.⚖️ Keadilan dalam IslamMaka di antara keadilan adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, bukan dikatakan adil menyamakan sesuatu yang berbeda.Dalam Islam ada perkara yang disamakan dan ada perkara yang dibedakan.Surah An-Nisa, dinamakan demikian karena banyak Allah sebutkan di dalamnya hak-hak wanita, yang hak-hak tersebut hilang di zaman jahiliyah.📖 Di dalam Al-Qur’an ada surah yang bernama “Al-Mujadilah”, artinya wanita yang menggugatkan tentang suaminya. Allah سبحانه وتعالى telah mendengar suara wanita yang mengeluhkan permasalahan tentang suaminya, sampai Allah turunkan dan namakan Al-Mujadilah.Allah سبحانه وتعالى berfirman:> قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ“Sungguh, Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”— QS. Al-Mujadilah: 1🌸 Allah juga berfirman: “Pergaulilah wanita dengan cara yang baik.”> وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.”— QS. An-Nisa: 19💗 Dan juga Allah berfirman: “Kalau kalian benci terhadap istri kalian, bisa jadi di balik kebencianmu Allah berikan banyak kebaikan.”> فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا“Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”— QS. An-Nisa: 19⚖️ Allah juga berfirman: “Lelaki berhak dan wanita juga punya hak.”> وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ“Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.”— QS. Al-Baqarah: 228🌺 Bentuk Islam terhadap Wanita1️⃣ Allah menjadikan pemuliaan terhadap wanita sebagai sebab masuk surgaSebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apakah ibumu masih hidup?” Lelaki itu berkata: “Masih, ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata:> فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا“Tetaplah bersamanya, karena sesungguhnya surga berada di bawah kedua kakinya.”— HR. An-Nasa’i no. 3104🌷 Maka lazimilah, berkhidmatlah kepada ibumu sampai kau mendapatkan kebaikannya. Berbakti kepada ayah dan ibu butuh pengorbanan dan pahalanya besar.Dan salah satu keutamaan mengurus anak perempuan adalah anak perempuan itu kelak akan menjadi penghalang dari api neraka.Rasulullah ﷺ bersabda:> مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ“Barang siapa yang mengurus dua anak perempuan hingga keduanya dewasa, maka pada hari kiamat ia akan datang bersamaku seperti ini.”— HR. Muslim no. 2631Yakni mengumpamakan dua jarinya. Di hari kiamat kelak, dan mendapat surga yang tinggi, lalu sampai dia datang bersamaan di hari kiamat kelak.🌸 Begitupun ketika Allah menyebutkan tentang anak, maka Allah menyebutkan lebih dulu anak perempuan. Sebagaimana firman Allah:> يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ“Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki.”— QS. Asy-Syura: 49Disebutkan wanita lebih dulu daripada laki-laki agar diperhatikan.💕 Bagaimana dengan Istri?Allah menjanjikan surga bagi suami yang berbuat baik kepada istrinya.Rasulullah ﷺ bersabda:> خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada keluargaku.”— HR. At-Tirmidzi no. 3895🌷 Maka dari itu sifat Rasulullah adalah menuruti kesediaan istrinya, dan inilah sifat dasar Nabi.Rasulullah ﷺ bersabda:> أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ“Orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik di antara kalian adalah yang berbuat baik kepada istrinya.”— HR. At-Tirmidzi no. 1162🤍 Rasulullah ﷺ juga bersabda:> اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا“Hendaklah kalian saling berwasiat untuk berbuat baik kepada para istri.”— HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 1468Dan ketika datang kepada Rasulullah para sahabat yang memukul istrinya, Rasulullah ﷺ bersabda:> لَقَدْ طَافَ بِآلِ مُحَمَّدٍ نِسَاءٌ كَثِيرٌ يَشْكُونَ أَزْوَاجَهُنَّ، لَيْسَ أُولَئِكَ بِخِيَارِكُمْ“Sungguh, banyak wanita telah mendatangi keluarga Muhammad untuk mengadukan suami-suami mereka. Mereka itu bukanlah orang-orang terbaik di antara kalian.”— HR. Abu Dawud no. 2146Sesungguhnya lelaki tersebut bukanlah lelaki yang baik.Rasulullah ﷺ juga bersabda:> خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”— HR. At-Tirmidzi no. 3895🌸 Dan begitu untuk seseorang yang janda, Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang yang berusaha berbuat baik kepada seorang janda dan anak yatim seperti seseorang yang berjihad fisabilillah, atau seperti orang yang shalat malam tidak pernah capek, atau orang yang berpuasa tapi tidak pernah berbuka.”> السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ“Orang yang mengusahakan kebutuhan janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang shalat malam dan berpuasa pada siang hari.”— HR. Al-Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 29822️⃣ Islam Memperhatikan Hak/Kepemilikan Seorang WanitaMakanya dalam pernikahan ada yang namanya mahar, dan mahar ini bebas/adalah hak.Allah berfirman:> وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً“Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.”— QS. An-Nisa: 4💗 “Berilah pada wanita itu mahar dan kerelaan hati.”Batasan dan syariat Islam terhadap wanita adalah untuk menjaganya. Seperti adanya syariat wanita tidak boleh safar tanpa mahram.Rasulullah ﷺ bersabda:> لَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ“Janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahram.”— HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341🌿 Dan Islam juga memperhatikan masalah waris, entah apakah ia sebagai ibu atau sebagai anak perempuan, jelas pembagiannya masing-masing.Allah سبحانه وتعالى berfirman:> لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَفْرُوضًا“Bagi laki-laki ada bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang telah ditetapkan.”— QS. An-Nisa: 73️⃣ Dalam Islam yang Diperintah Mencari Nafkah adalah Suami, Bukan PerempuanBukan seperti di negara kafir, wanita dibayar kecantikannya seperti hewan.Allah سبحانه وتعالى berfirman:> وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ“Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.”— QS. Al-Baqarah: 233🌷 Pemuliaan Islam terhadap WanitaOleh: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهMateri ke-20#jejakcahaya | @komunitas.beekind🌿 Lanjutan — Halaman 5 (Terakhir)Oleh karenanya Allah berfirman: “Iblis ini adalah musuhmu wahai Adam, bagimu dan istrimu, maka jangan sampai Iblis mengeluarkan kalian dari surga maka dirimu akan sengsara.”Allah سبحانه وتعالى berfirman:> فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ“Kemudian Kami berfirman, ‘Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.’”— QS. Thaha: 117📌 Ketika Allah berkata “kamu akan sengsara”, Allah menggunakan kata ganti kedua tunggal pada Adam, kata para ulama karena Adam yang diharuskan mencari nafkah.🌸 Kewajiban Seorang LelakiSeorang lelaki wajib memberikan sandang, pangan, dan papan. Maka kalau ini sudah cukup, maka dari itu yang wajib adalah:- 👚 Memberikan pakaian yang ma'ruf.- 🍚 Memberikan makanan.- 🏡 Memberikan tempat tinggal yang privasi, yang tidak bergabung dengan mertuanya atau keluarga suaminya lainnya.Allah سبحانه وتعالى berfirman:> أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ“Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu.”— QS. At-Talaq: 64️⃣ Poligami Bukan Kezaliman bagi WanitaKata orang-orang kafir bahwa syariat poligami adalah kezaliman bagi wanita.Islam menegaskan bahwa poligami bukan kezaliman, justru itu adalah bentuk perhatian kepada wanita karena jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah lelaki.Allah سبحانه وتعالى berfirman:> فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً“Maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.”— QS. An-Nisa: 3