👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 21Dosa-dosa yang Tidak Disadari Kaum Wanita

"Hati-hatilah kalian terhadap dosa yang diremehkan"Dosa yang Berkaitan dengan SuamiLupa (kufur) dengan kebaikan suamiSering meminta cerai tanpa ada alasan yang syar'iTidak taat kepada suamiTidak memenuhi hasrat suami tanpa ada alasan yang syar'i Tidak mau memiliki banyak anakTidak berhias untuk suami Menyebarkan rahasia/masalah keluarga Berpuasa sunah tanpa izin suamiMenginzinkan orang lain masuk ke rumahnya, tanpa izin dari suamiKeluar rumah dalam waktu yang lama tanpa izin suamiMenentang syariat poligami Menceritakan wanita lain kepada suaminyaDosa-dosa lainParfumTidak boleh sampai tercium oleh laki-laki yang bukan mahramnyaBerbicara dengan laki-laki lain dengan suara yang mendayu-dayu Berkhalwat dengan laki-laki yang bukan mahramnya Campur laki-laki dan perempuan (dalam suatu tempat)Memperpanjang kukunya

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringkasan materi dosa2 yang tidak disadari manusia

🌱Dosa2 yang tidak disadari kaum wanita🌱Salah satu cara agar kita semakin baik adalah meninggalkan dosa2 yang masih sering kita lakukan.Hadits :"Hati2lah kalian dengan dosa2 yang diremehkan" karena biasanya dosa2 tersebut disepelekan hingga terkumpul semakin banyak hingga akhirnya tadinya dosa kecil menjadi dosa yg banyakKata seorang penyair "Tinggalkanlah dosa2 kecil dan dosa2 besar, itulah ketaqwaan. Jadilah engkau seperti orang yang berjalan disebuah tanah yang penuh dengan duri, ia selalu waspada dengan apa yg ia lihat. Jangan kau meremehkan yg kecil ingatlah sesungguhnya gunung itu adalah tumpukan dari kerikil2 atau dari batu2 kecil"Kata Ayyub al anshari Radhiallahu :"Sungguh seseorang mengamalkan suatu kebajikan kemudia dia percaya diri dengan kebajikan tersebut dia lupa dengan dosa2 kecil yg ia remehkan tiba2 ia bertemu dengan Allah Subhanahu wata'ala sementara dosa2 tersebut telah meliputinya"🌷Dosa yg berkaitan dengan suamiKarena wanita suka kufur terhadap kebaikan suami dan suka mengeluh🌷Wanita yang sedikit2 minta cerai🌷Tidak taat kepada suami🌷Tidak memenuhi hasrat suami ketika inginKetiak ia menolak ajakan suaminya maka ia berdosa jika suaminya marah2 ia akan dilaknat sampai pagi.🌷 Tidak mau punya banyak anak jika suaminya inginTidak boleh mengatakan saya hanya ingin punya anak 3Kodrat wanita capek memang tapi disitulah dia mendapat pahala🌷Tidak berhias untuk suamiKetika suami datang harus disambut dan berpakaian bagus serta wangi🌷Menyebarkan rahasia diantara suami istriBoleh curhat tapi ada orang yang bisa memberikan solusiJangan membongkar aib suami meskipun kepada kerbata🌷Berpuasa sunnah tanpa izin suami🌷Mengizinkan orang masuk kerumahnya tanpa izin suaminya🌷Keluar rumah dalam waktu yang lama tanpa minta izin🌷Memerangi syariat poligami🌷Menceritakan wanita lain kepada suaminya 🌷Memakai minyak wangi saat keluar rumah dan melewati laki2

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
E

Eka Yuliani,SE

📍 Kota Surakarta

21. Dosa dosa yang sering diremehkan wanita

Akumulasi dosa-dosa kecil yang terus-menerus diremehkan bisa berujung menjadi dosa besar dan membinasakan seorang hamba di akhirat.A. Dosa terkait rumah tangga (suami)1. Kufur dan Tidak Bersyukur atas Kebaikan Suami (Al-Cufr 'al-Asyir)Ini merupakan poin utama yang paling sering ditekankan karena hadis sahih bahwa wanita adalah penghuni neraka terbanyak. • Bentuk Pola Pikir. Sifat ini muncul ketika seorang istri dengan mudah menghapus 99 kebaikan suami hanya karena melihat satu kesalahan atau kekuranganKalimat yang Berbahaya. Mengucapkan kalimat penafian mutlak seperti, "Abang tidak pernah membahagiakan saya," atau "Saya tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.Para istri agar pandai "melihat ke bawah" dalam urusan duniawi, menghargai sekecil apa pun nafkah dan pengorbanan suami yang telah bekerja keras, serta segera mengingat kebaikan suami ketika rasa marah sedang memuncak.2. Suka Mengeluh (Al-Tasyakki)Mengeluhkan segala rintangan hidup, mulai dari capeknya mengurus rumah tangga, kondisi finansial, hingga fisik anak-anak tanpa ada jeda untuk bersyukur. Mengeluh yang berlebihan mencerminkan ketidakridhaan terhadap takdir yang telah Allah tetapkan. Padahal perlu kita harus ingat ingat bahwa setiap peluh, keringat, dan rasa lelah seorang istri dalam mengurus rumah tangga dan melayani suami bernilai pahala yang sangat besar di sisi Allah3. Menyebarkan Rahasia Rumah Tangga dan Masalah Ranjang• Menceritakan konflik domestik, aib suami, bahkan detail hubungan intim kepada orang lain—baik itu sahabat dekat, orang tua, maupun ditulis samar-samar di media sosial.Dalam Islam, suami dan istri diibaratkan sebagai "pakaian" yang berfungsi saling menutup aib satu sama lain. Membuka urusan ranjang atau pertengkaran ke luar rumah hukumnya haram dan termasuk dosa besar serta bisa merusak psikologis anak-anak jika mereka sering menyaksikan atau mengetahuinya.4. Menolak Menginginkan Suami & Mengabaikan Hak PelayananMenolak ajakan suami untuk berhubungan intim tanpa alasan syar'i (seperti sakit parah atau haid), atau menunda-nunda dengan sengaja karena malas atau mengambek.Hak biologis suami sangat dijaga dalam Islam demi membentengi sang suami dari fitnah pandangan di luar rumah. Hal ini dijelaskan bahwa melayani suami mengalahkan pahala puasa sunah; bahkan seorang istri wajib meminta izin suami jika ingin berpuasa sunah agar tidak menghalangi hak suami.5. Memasukkan Orang ke Rumah Tanpa Izin SuamiMenerima tamu laki-laki maupun perempuan, termasuk kerabat atau keluarga sendiri (seperti ipar) untuk menginap atau berkunjung, tanpa mengabari atau mendapatkan restu suami.Rumah adalah wilayah kekuasaan dan milik suami. Secara syariat, seorang istri dilarang memasukkan siapa pun yang tidak disukai atau belum diizinkan oleh suaminya sebagai bentuk penghormatan dan menjaga privasi rumah tangga.B. Dosa Umum Dosa Mengumbar Aurat dan Berhias untuk Orang Lain (Tabarruj)Keluar rumah dengan pakaian ketat, tipis, memperlihatkan rambut/lekuk tubuh, atau berdandan secara berlebihan (tabarruj) demi mendapat pujian dari publik.wanita yang mengumbar auratnya menjadi sumber dosa; semakin banyak lelaki non-mahram yang memandang dan menikmati penampilannya, maka semakin bertumpuk pula dosa yang mengalir kepadanya (dosa jariyah). Melalaikan Kewajiban Menuntut Ilmu Agama (Tholabul 'Ilmi)Menyepelekan waktu belajar agama dengan alasan terlalu sibuk mengurus anak, rumah, atau pekerjaan kantor.Belajar ilmu agama dasar (seperti tauhid, tata cara shalat yang benar, dan fiqih wanita) hukumnya adalah fardhu 'ain (wajib bagi tiap individu). Mengabaikannya membuat wanita rentan terjerumus dalam kesyirikan, khurafat, atau kesalahan ibadah yang terus berulang tanpa disadari

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#21 Dosa-dosa yang Tidak Disadari Kaum Wanita

#21 Dosa-dosa yang Tidak Disadari Kaum WanitaUst Dr. Firanda Andirja, M.AJangan meremahkan dosa-dosa kecil karena dapat semakin menumpuk menjadi besar.Di antara dosa-dosa yang berkaitan Rumah Tangga dan suami:Kufur/tidak bersyukur pada kebaikan suami dan sering mengeluh. Jarang bersyukur kepada suami.Sedikit-sedikit mita cerai tanpa ada alasan yang jelas.Tidak taat kepada suami, padahal ini wajib (pada perkara-perkara yang wajib).Tidak memenuhi hasrat suami saat suami ingin menggaulinya.Tidak berhias untuk suami.Menyebarkan rahasia suami istri epada orang lain.Berpuasa sunnah tanpa izin suami.Mengizinkan orang masuk ke rumah tanpa izin suami.Keluar rumah tanpa izin suami.Memerangi syariat poligami.Menceritakan wanita lain kepada suami.Dosa lain yang bukan terkait suamiMenggunakan parfum melewati laki-laki.Berbicara dengan lelaki lain dengan mendayu-dayu.Berkhalwat dengan bukan mahramnya.Berikhtilat tanpa hal mendesak.Wanita yang memperpanjang kukunya.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
D

Danur teja

📍 Kota Bekasi

Ringkasan Kajian Ustad Firanda (21)

Dosa-dosa Yang Tidak Disadari Kamu Wanita🍓 Ustad Firanda Andirja hafidzahullah“Tinggalkan dosa-dosa besar dan kecil itulah ketakwaan. Jadilah kamu seperti berjalan ditengah duri, yang selalu waspada. Ingatlah gunung itu adalah tumpukan dari batu-batu kecil.”✏️ Seperti melakukan amal soleh, kita merasa amalan tersebut kecil tapi apabila konsisten maka menjadi banyak. Sholat 2 rakaat sebelum subuh, apabila dilakukan bertahun-tahun menjadi amal yg banyak.🍒Abu Ayyub Al Anshori, “sesungguhnya seseorang melakukan amal kebajikan, dan dia yakin dengan amal tersebut. Dia lupa dengan dosa-dosa kecil yang dia remehkan. Lalu ketika bertemu Allah, dosa-dosa tersebut sudah mengepungnya”⬆️⬆️tidak sadar ketika melakukan dosa. Kita anggap sepele padahal dosa tersebut sudah menjadi besar di sisi Allah. Menutupi amalan-amalan kebaikan kita.🍒 Berdoalahاللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ"Ya Allah, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”🍇 DOSA-DOSA YANG BERKAITAN DENGAN SUAMIKufur dengan kebaikan suami“Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.”Para Sahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?”Rasulullah ﷺ menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Jika Engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka bertahun-tahun lamanya, kemudian mereka melihat darimu sesuatu (satu kesalahan), maka mereka mengatakan, 'Tidaklah aku melihat satu kebaikan pun darimu sama sekali.'” (HR. Bukhari dan Muslim)⬆️⬆️Berhati- hati dengan kata-kata “kamu tidak pernah begini dan begitu..”Suami boleh mengingatkan istri akan kebaikan-kebaikan yang dia lakukan kepada istrinyaSeringnya istri mengingat kebaikan2 yang dia lakukan sendiri : sedekah, mengurus anak yatim, tetapi dia todak sadar bahwa dia kufur dengan kebaikan suami.Meminta cerai tanpa ada sebab syari«أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ بَأْسٍ فِحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ»“Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) kepada suaminya tanpa ada alasan yang jelas (mendesak), maka haram baginya mencium bau surga." (HR. Abu Daud (no. 2226), Tirmidzi (no. 1187), dan Ibnu Majah (no. 2055)).Tidak taat kepada suamiPada perkara-perkara yang baik. Tidak ada ketaatan pada kemaksiatan.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِي ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."(QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)Pahala yang sangat besar bisa masuk surga dari pintu mana saja yang diinginkanفَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ“Perhatikanlah posisimu terhadapnya. Sesungguhnya yang menentukan surga dan nerakamu terdapat pada (sikapmu terhadap) suamimu.” (HR. Ahmad: 18233)Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,ثَلاَثَةٌ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمْ آذَانَهُمْ: الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتىَّ يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ“Ada tiga golongan yang shalat mereka tidak melewati telinga-telinga mereka, yaitu budak yang melarikan diri dari tuannya sampai ia kembali kepada tuannya, istri yang melewati malam hari sementara suaminya marah kepadanya, dan seseorang yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak suka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi)“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau rida.” (HR. Ath-Thabarani)Menolak melayani suami tanpa alasan syari"Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu ia menolak (hingga suaminya marah), maka malaikat melaknatnya sampai pagi." (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436)⬆️⬆️Hukumnya haram. Jangan dianggap sepele.Bahkan ulama mengatakan haidnya wanita bukan alasan tidak melayani suami (selama dalam batas halal). Juga apabila sudah tua.Tidak mau melahirkan anak banyakApabila suami menginginkan anak yang banyak, tidak boleh dicegah karena merupakan hak suami.Tidak mau berhias depan suamiTetapi berhias ketika keluar rumah. Padahal yang paling berhak melihat kecantikannya adalah suaminya. Carilah keridoan suami.Menyebarkan rahasia suami dan rumah tanggaCurhat kepada yang benar-benar bisa memberikan solusi, bukan hanya curhat.QS.Al-Baqarah ayat 187, yang berbunyi: “Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu, dan kalian adalah pakaian bagi mereka”.⬆️⬆️Jangan bongkar aib suami kepada siapapun, kecuali berniat mencari solusi.Berpuasa sunnah tanpa ijin suamiلَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِه“Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5192 dan Muslim no. 1026)⬆️⬆️Berpuasa sunnah tidak boleh menghalangi pelayanan kepada suami. Maka harus meminta ijin.Haram hukumnya apabila tidak mendapat ijin suami.Mengijinkan orang masuk ke rumah tanpa ijin“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa padahal suaminya bersamanya kecuali dengan izinnya, dan tidak boleh seorang istri mengizinkan seseorang masuk di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR. Bukhari no. 4899 dan Muslim no. 1026)⬆️⬆️ulama berkata kecuali ayah dan ibu. Selainnya harus ada ijin suami. Bahkan saudara kandungnya.Keluar rumah dalam waktu lama tanpa minta izinYang keluar rumah mencari nafkah adalah suami, sedangkan istri harus didalam rumah. Apabila mau keluar rumah maka minta ijin dlu kepada suami.Memerangi syariat poligamiSeakan-akan syariat ini datangnya dr setan. Padahal syariat ini dr Allah. Apabila kita belum bisa melakukannya, jangan menjadikan namimah antara istri dan suami yg berpoligami.Jangan sampai kita memprovokasi orang utk benci poligami.Jangan menceritakan tentang wanita lain di depan suaminyaKetika teman/melihat wanita cantik lalu menceritakan kepada suami, apalagi menunjukkan fotonya kepada suaminya. Nabi melarang hal ini, haram hukumnya.Sehingga para ulama dalam hal ini mengatakan, termasuk melihat film atau konser yang memperlihatkan wanita cantik didalamnya.Puaskan pandangan suami, hanya dengan melihat kita saja.🍇 DOSA-DOSA UMUM YANG LAINMemakai parfum ketika keluar rumahWanita hanya boleh memakai parfum, apabila tidak melewati laki-laki lain. Misal pergi ke kajian wanita saja, tidak akan bertemu dengan laki-laki lain.“Perempuan mana saja yang memakai minyak wangi kemudian melintas pada suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia adalah pezina” (HR. An-Nasa'i)Berbicara dengan lelaki lain dengan mendayu-dayuيَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ ۚ إِنِ ٱتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِٱلْقَوْلِ فَيَطْمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلْبِهِۦ مَرَضٌ“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara dengan mendayu-dayu sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (QS. Al-Ahzab: 32)Berkhalwat dengan lelaki lainTermasuk dengan supirnya, hindari fitnah kalau tidak darurat tidak usah.Atau dengan sahabat suami, ipar pun tidak boleh.لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ  “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali yang ketiganya adalah setan.” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad)Ikhtilat dengan laki-laki lainBerhati-hati jangan bermudah-mudah dengan ikhtilat. Terutama di tempat kerja yang sudah menjadikan sebuah hal yang normal.Ingatlah kisah dua perempuan yang tidak mau bergabung dengan laki-laki untuk mengambil air untuk ternaknya.Memanjangkan kuku, untuk tujuan berhias agar menarikWallahualam 💐

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026

Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita" yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.:

Kajian ini membahas tentang dosa-dosa yang sering diremehkan atau tidak disadari oleh kaum wanita. Ustadz Firanda mengingatkan bahwa dosa-dosa kecil yang diremehkan dan terus ditumpuk akhirnya akan menjadi gunung dosa yang dapat membinasakan di akhirat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan menghindari dosa-dosa tersebut, terutama yang berkaitan dengan hak suami, mengingat Rasulullah mengabarkan banyak wanita masuk neraka karena hal ini.Dosa-Dosa Wanita Terhadap Suami1. Kufur kepada Suami (Tidak Bersyukur):Ini adalah penyebab utama banyaknya wanita masuk neraka. Seringkali istri melupakan seluruh kebaikan suami hanya karena satu kesalahan kecil dengan mengucapkan kata-kata seperti, "Kamu tidak pernah sayang kepadaku sama sekali." Menafikan seluruh kebaikan suami adalah dosa besar.2. Suka Mengeluh:Tidak menerima pemberian atau kondisi dari suaminya dan sering mengeluhkan kehidupan rumah tangganya.3. Mudah Meminta Cerai Tanpa Alasan Syar'i:Hanya karena percekcokan kecil atau hal sepele, seorang istri dengan mudah meminta cerai. Rasulullah melarang hal ini dan mengancam bahwa wangi surga haram bagi wanita yang meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan agama.4. Tidak Taat kepada Suami:Selama suami memerintahkan hal yang makruf (bukan maksiat), istri wajib taat. Membangkang atau mengangkat suara kepada suami adalah dosa besar. Ketaatan kepada suami pahalanya sangat besar dan bisa mengantarkan wanita masuk surga dari pintu mana saja.5. Menolak Ajakan Suami (Kebutuhan Biologis):Menolak ajakan suami untuk berhubungan suami istri tanpa alasan yang syar'i (seperti sakit) akan membuat wanita dilaknat oleh malaikat hingga pagi hari.6. Berdandan untuk Orang Lain, Bukan untuk Suami:Kebiasaan buruk di mana istri berdandan maksimal saat keluar rumah atau bertemu teman, namun berpenampilan seadanya, kusam, atau tidak wangi saat menyambut suaminya di rumah.7. Menceritakan Rahasia Keluarga & Membongkar Aib Suami:Suka curhat sembarangan (termasuk di media sosial) tentang keburukan suaminya kepada kerabat, teman, atau orang yang tidak bisa memberikan solusi.8. Menceritakan Sifat Fisik Wanita Lain kepada Suami:Seorang istri tidak boleh menceritakan atau menunjukkan kecantikan fisik wanita lain kepada suaminya, karena hal itu dapat memancing bayangan atau syahwat suami kepada wanita lain.9. Berpuasa Sunah Tanpa Izin Suami:Istri tidak boleh berpuasa sunah tanpa seizin suami saat suaminya sedang berada di rumah (tidak sedang bepergian), karena suami memiliki hak untuk dilayani.10. Memasukkan Orang ke Rumah Tanpa Izin Suami:Rumah adalah milik suami, dan istri tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk (bahkan keluarga atau temannya) jika tanpa sepengetahuan atau izin dari suaminya. Keluar rumah dalam waktu yang lama juga wajib meminta izin.Dosa-Dosa Lainnya (Interaksi Sosial)1. Memakai Parfum Saat Keluar Rumah:Haram hukumnya bagi wanita memakai minyak wangi yang aromanya bisa dicium oleh lelaki ajnabi (bukan mahram) yang dilewatinya.2. Melembutkan Suara (Mendayu-dayu) kepada Laki-Laki Lain:Berbicara dengan nada manja, ketawa-ketiwi, atau menelepon lama tanpa hajat yang syar'i dengan laki-laki yang bukan mahramnya.3. Berkhalwat (Berduaan) dengan Laki-Laki Bukan Mahram:Hal ini termasuk berduaan dengan sopir di mobil, berduaan dengan teman suami, ipar (saudara suami), atau membiarkan suami berduaan dengan pembantu wanita di rumah.4. Ikhtilat (Campur Baur Laki-Laki dan Perempuan):Terlalu bebas bergaul, mengobrol, dan bercanda dengan rekan kerja laki-laki tanpa menjaga batasan rasa malu.5. Memanjangkan Kuku:Memanjangkan kuku dan menghiasnya karena mengikuti gaya wanita di luar Islam. Padahal, fitrah seorang muslimah adalah memotong kukunya.Ustadz Firanda menutup dengan nasihat agar para istri segera bertaubat, banyak beristigfar, dan memperbaiki diri untuk meraih keridaan suami yang menjadi kunci surganya di akhirat.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

21. Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita | Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A

Umur kita semakin bertambah, kemampuan kita semakin melemah, titik pertemuan antara kita dengan Allah semakin dekat sedangkan persiapan kita terbatas.“Wahai manusia sekalian, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhan-mu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (Al-Insyiqaq: 6)Setiap dari kita pasti akan bertemu dengan Rabbul 'Alamin Yang Menciptakan kita dari yang tidak ada menjadi ada. Tinggal bagaimana kondisi kita ketika bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Cara agar diri ini semakin baik adalah dengan meninggalkan dosa-dosa yang masih sering kita lakukan dan tidak ada cara lain adalah dengan mengenali dosa-dosa tsb.Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda,“Hati-hatilah kalian dengan dosa-dosa yang diremehkan.”Karena dosa-dosa tsb disepelekan, tidak dianggap, ternyata terkumpul semakin banyak. Akhirnya yang tadinya dosa kecil menjadi dosa besar.Seorang penyair (Ibnul Al-Mu'tabir) berkata:“Tinggalkanlah dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil. Itulah ketaqwaan.Jadilah engkau seperti seorang yang berjalan di sebuah tanah yang penuh dengan duri. Dia selalu waspada dan berhati-hati dengan apa yang dilihat.Janganlah engkau meremehkan yang kecil. Sesungguhnya gunung itu adalah kumpulan dari kerikil-kerikil kecil atau dari batu-batu kecil.”Seseorang hendaknya waspada dari meremehkan dosa-dosa kecil.Sikap peremehan inilah yang akan membinasakan seseorang ketika bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.Abu Ayyub Al-Anshari rahimahullah pernah berkata:“Sungguh seseorang mengamalkan suatu kebajikan kemudian dia merasa percaya diri kebajikan tersebut dan meremehkan dosa-dosa kecil, maka dia akan menghadap Allah dalam keadaan dosa-dosa kecil itu mengepungnya. Dan sebaliknya, sungguh seseorang melakukan suatu dosa, lalu ia terus-menerus merasa takut dan cemas akibat dosa tersebut, hingga ia menghadap Allah dalam keadaan selamat.”Dosa-dosa khusus bagi wanita yang hendaknya dijauhi◼️ Dosa-Dosa yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga◾ Suami1. Kufur terhadap (kebaikan) suamiTidak berterima kasih kepada suami termasuk dosa besar meskipun banyak wanita meremehkan dosa ini.Sebabnya:• Nabi menamakannya dengan kufur. Artinya kufur kecil. Sedangkan kufur kecil termasuk dosa besar.• Dosa ini menjadi sebab banyak wanita masuk kedalam Neraka Jahannam.Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,“Jika kalian -wahai suami- berbuat baik kepada istrinya setahun penuh kemudian sang istri melihat suaminya melakukan satu kesalahan maka dia langsung mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali darimu.’”Jika mengatakan: “kamu kemarin tidak sayang denganku.” “kamu bulan kemarin cuek denganku.” Ini tidak masalah. ✔️✖️ Hindari mengatakan: “kamu tidak pernah sama sekali ...” Ini perkataan yang umum namun termasuk kedalam pengingkaran terhadap kebaikan suami.Jadikan rumah tangga sebagai sarana untuk mencari pahala bukan untuk mencari neraka Jahannam.Ketika para ulama membahas ayat ini, faedah yang mereka ambil:Boleh bagi seorang laki-laki untuk mengingatkan kebaikan yang dia lakukan kepada istrinya bukan dengan tujuan dendam, dan bukan dengan tujuan mengungkit-ungkit.Mengungkit-ungkit pemberian/nafkah (al-mannu) dan menyakiti hati seorang istri (al-adza) adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam dan termasuk dosa dalam islam.Pandai-pandai lah menjadi wanita yang bersyukur.Jangan terpesona dengan amal shaleh yang kita lakukan sehingga lupa dengan dosa-dosa yang kita lakukan sehingga akhirnya tidak memperbaiki diri.Cara agar bisa memperbaiki diri adalah dengan menyadari bahwa dirinya memiliki salah. Adapun jika tidak menyadari bahwa dirinya memiliki salah, maka ini termasuk musibah.2. Menuntut cerai tanpa ada alasan yang syar’iRasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,“Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) kepada suaminya tanpa ada alasan yang jelas (mendesak), maka haram baginya mencium bau wangi surga." (HR. Abu Daud No. 2226, Tirmidzi No. 1187, dan Ibnu Majah No. 2055)Tidak boleh sedikit-sedikit meminta cerai kecuali ada alasan yang syar’i. Seperti:- Suami tidak memberi nafkah- Suami melakukan KDRT3. Tidak taat kepada suamiTaat kepada suami adalah hukumnya wajib bagi wanita dalam perkara-perkara yang ma’ruf.Aqidah ahlussunnah wal Jama'ah adalah seorang rakyat wajib menaati pemerintah. Jika pemerintah memerintah dalam kebaikan yang didalamnya ada maslahat, maka wajib bagi rakyat untuk mentaatinya.Taat kepada suami : Pahalanya besar.Tidak taat kepada suami : Dosanya besar.Jika wanita sudah menikah : Surga dibawah telapak kaki suaminya.Jika wanita tsb belum menikah : Surga dibawah telapak kaki ibunya.Dalam hadits, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bertanya kepada seorang wanita.“Apa engkau memiliki suami?”Wanita tsb menjawab, “Iya, aku memiliki suami.”Rasulullah bertanya, “Bagaimana sikapmu terhadap suamimu?”Wanita tsb menjawab, “Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat baik kepada suami kecuali dalam hal yang aku tidak mampu.”Rasulullah mengatakan, “Lihatlah dimana posisimu di hati suamimu. Karena suamimu adalah surga atau nerakamu.” (Diriwayatkan oleh An-Nasa’i, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Adab Az-Zifaf, 213)Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,“Ada tiga orang yang shalat mereka tidak (terangkat kepada Allah) melebihi telinga mereka: • Seorang sahaya yang melarikan diri dari tuannya hingga dia kembali.• Seorang perempuan yang tidur di malam hari sementara suaminya marah kepadanya.• Seorang imam bagi suatu kaum sementara mereka tidak suka kepadanya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no 360 dan dihasankan oleh Al-Albani).Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,“Maukah aku kabarkan kepada kalian istri-istri kalian yang termasuk penghuni Surga? Yaitu perempuan yang banyak anak, penuh cinta dan suka kembali (meminta maaf, apabila merasa bersalah) yang apabila melakukan suatu kezhaliman atau dia yang dizhalimi (oleh suaminya) dia berkata (kepada suaminya), ‘Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan bisa tidur sekejap matapun hingga engkau ridha (kepadaku).” (Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahiih Al-Jami’ no 2604).4. Tidak memenuhi ajakan suami ketika suami mengajaknyaHadits : “Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan (intim) kemudian sang istri menolak tanpa ada alasan yang syar’i, kemudian suami tidur dalam kondisi marah, maka wanita tsb dilaknat oleh malaikat sampai pagi.” (HR Bukhari dan Muslim)Wanita yang sudah menopause, atau sedang haid, bukan berarti menghalangi dia untuk melayani suaminya.Jika tidak bisa memuaskannya pada kemaluan, ia bisa memuaskannya pada yang lain.Jika suaminya marah, maka wanita tsb dilaknat.Namun jika suaminya pemaaf, maka wanita tsb tidak dilaknat.5. Membatasi kelahiran dan meminimalisirnya tanpa ada alasan yang bisa diterimaJika sang istri ada masalah kesehatan, maka itu lain cerita.6. Tidak berhias untuk suamiInilah kesalahan fatal wanita zaman sekarang yang dianggap sepele.Suami yang sudah memberikan dia nafkah, bekerja dari pagi sampai malam : tidak disambut dengan senyuman, tidak berhias.Namun, jika untuk bertemu dengan orang lain, yang orang tsb tidak memberikan apa-apa kepada dia, kemudian dia berhias hingga setengah jam atau berjam-jam.Wanita seharusnya berhias untuk suaminya, bukan untuk orang lain.Yang mencari duit buat kamu siapa? Apakah orang lain?7. Menyebarluaskan cerita, percekcokan, dan rahasia diantara suami istriJika ingin curhat, pilihlah orang yang tepat dalam rangka untuk mencari solusi.Allah memerintahkan kita untuk menutupi aib pasangan kita.“Sesungguhnya para istri adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi para istri ...”Diantara fungsi pakaian adalah menutup aurat bukan untuk dibuka sehingga auratnya terlihat.Jika ada masalah, jangan cerita ke luar apalagi ke keluarga; mertua, ipar, kakak, adek sendiri.8. Berpuasa sunnah tanpa izin suamiRasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:“Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (bersamanya, tidak musafir), kecuali dengan izinnya, dan dia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya kecuali dengan izinnya (juga).” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).Jika sang istri sudah meminta izin, dan suami ternyata ingin berhubungan, sang istri memiliki hak untuk menolak.Namun jika belum meminta izin, maka haram hukumnya berpuasa sunnah tanpa seizin suami. Dikarenakan tugas istri adalah melayani suaminya.9. Mengizinkan tamu (seseorang) masuk ke rumahnya tanpa izin suamiRasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:“Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (bersamanya, tidak musafir), kecuali dengan izinnya, dan dia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya kecuali dengan izinnya (juga).” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).Para ulama mengatakan : “Kecuali Ayah dan Ibu.”Selain itu, tidak boleh mengizinkan orang lain masuk kedalam rumahnya tanpa seizin suaminya. Seorang istri harus memiliki adab sama suami, jangan mentang-mentang.Bahkan kakaknya sendiri sekalipun.Kecuali jika suami sudah mengizinkannya dengan terbuka, “Kapanpun kakakmu main ke rumah, kamu tidak perlu minta izin.”Itu adalah rumah suami. Suami yang mencari nafkah. Tidak boleh seseorang memasukkan kerabatnya seenaknya.Ketika seorang istri meminta izin kepada suaminya, suami merasa dihargai/dihormati.10. Keluar rumah dalam waktu yang lama tidak meminta izin kepada suamiYang mencari nafkah adalah suami. Istri di rumah, tidak perlu cari nafkah. Istri harus standby di rumah.11. Memerangi poligamiJangan menjadi wanita yang tukang memprovokasi seakan-akan poligami adalah hukum dari Iblis, membenci dengan luar biasa.Jika tidak bisa terima poligami, tidak perlu memusuhi syariat poligami. Karena syari'at poligami datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.12. Menceritakan wanita lain dengan detail kepada suaminya hingga suaminya seolah-olah melihatnya secara langsungRasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:“Janganlah seorang wanita berkumpul dengan wanita lain lalu menceritakannya kepada suaminya seolah-olah dia (sang suami) melihatnya langsung.” (Muttafaq 'alaih).Tidak boleh menceritakan sifat-sifat fisik nya kepada suaminya apalagi menampakkannya (seperti memperlihatkan fotonya, mengajak suami menonton film, dsb)◾Kesalahan-kesalahan umum1. Memakai wewangian atau parfum yang wanginya dapat tercium oleh kaum pria ketika keluar rumahHal ini termasuk kemungkaran yang sering diremehkan oleh banyak kaum wanita, padahal Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian dia keluar lalu melewati suatu kaum agar mereka dapat mencium wanginya, maka dia adalah seorang wanita pezina.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa’i dan dihasankan oleh Al-Albani).Seorang wanita boleh memakai parfum jika tidak melewati laki-laki.Jika seseorang terbiasa dengan hal seperti itu, artinya sudah terbiasa dengan maksiat. Hatinya sudah mati oleh maksiat.2. Berbicara kepada pria yang bukan mahramnya dengan suara lembut, mendayu-dayu, dan dibuat-buatAllah berfirman:“... Jangan tunduk (mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga orang yang punya penyakit akan condong kepadamu ...”Sebagian wanita tidak betah berbicara dengan suaminya. Tapi jika berbicara dengan pria lain, sangat betah.Jika pria/wanita tsb yang tidak tertarik, maka bisa jadi kamu yang tertarik.Tutup jalan yang menuju ke arah perzinaan.3. Berkhalwat dengan lelaki yang bukan mahramRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)• SupirJika darurat, buka jendelanya. Sehingga tidak dalam kondisi yang tertutup.• Teman suaminya• Ipar (adik/kakak suaminya)Tidak boleh seorang wanita membiarkan suaminya berkhalwat dengan kakak/adik perempuannya (ipar suami) dan pembantu perempuannya.4. Ikhtilath (Bercampur baur antara laki-laki dengan perempuan) tanpa ada keperluan yang mendesakJika bekerja, tahan diri untuk tidak mengobrol dan tertawa dengan laki-laki.Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:“Menepilah kalian (ke tepi), karena tidak layak bagi kalian (wanita) berjalan di tengah jalan. Hendaklah kalian berjalan di pinggiran jalan.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)Wanita harus memiliki rasa malu. Semakin merasa malu, semakin dihargai.Semakin tidak memiliki rasa malu, semakin disantap oleh ”serigala” manusia.5. Wanita yang menyalahi sebagian “sunnah fitrah” yaitu memanjangkan kukunya dalam rangka berhias, kemudian dipoles dengan cat kuku

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 21 = DOSA DOSA YANG TIDAK DISADARI KAUM WANITA

DOSA – DOSA YANG TIDAK DISADARI KAUM WANITAUst. Dr. FIRANDA ANDIRJA, Lc. M.Ag.    Hadist: Hati- hatilah kalian dengan dosa-dosa yang diremehkanPenyair: Jangan remehkan dosa-dosa kecil karena gunung terbentuk dari kerikil yang kecilDosa-dosa kecil yang terkumpul akan menjadi dosa yang banyak.A.      Dosa – dosa yang berkaitan dengan suami1.       Kufur kepada suamiDan aku diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti yang kusaksikan hari ini. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para perempuan. Mereka bertanya, mengapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, dikarenakan kekufuran mereka. Lalu ada yang berkata, apakah mereka kufur kepada Allah? Beliau menjawab, kufur terhadap pasangannya dan kebaikan-kebaikan pasangannya itu. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang perempuan sepanjang tahun, kemudian dia melihatmu melakukan (sedikit) kejelekan, maka dia akan mengatakan, saya tidak melihat sedikit pun kebaikan darimu” [HR. al-Bukhari dan Muslim].2.       Sedikit-sedikit minta cerai"Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa kondisi yang mendesak/alasan yang dibenarkan, maka haram baginya bau surga."(HR. Abu Daud No. 2226, Tirmidzi No. 1187, dan Ibnu Majah No. 2055; dinilai sahih/hasan)3.       Tidak taat kepada suamiHukumnya wajib mentaati suami dalam perkara yang baik bukan maksiat.Hadist:"Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.’"(HR. Ahmad no. 1661 dan Ibnu Hibban no. 4163; dinyatakan sahih oleh Syaikh Syu'aib Al-Arnauth)Hadist:sesungguhnya suamimu adalah surgamu dan nerakamuHadist:“Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya: (1) Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, (2) Istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan (3) Dua saudara yang saling mendiamkan.”    4.       Tidak memenuhi hasrat suamiHadist:“Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu ia menolak sehingga suami marah padanya, maka para malaikat melaknatnya sampai waktu Subuh”5.       Tidak mau melahirkan6.       Tidak berhias untuk suami7.       Menyebarkan rahasia antara suami istriAl baqoroh 187:“...Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka…”8.       Tidak meminta izin saat puasa sunah9.       Mengizinkan orang masuk ke rumah tanpa seizinnya10.   Tidak izin saat bepergian11.   Menolak syariat poligami12.   Menceritakan wanita lain kepada suamiHadist:"Janganlah seorang wanita bergaul (berdekatan/bersentuhan) dengan wanita lain, kemudian ia mensifatkan (kecantikan atau keadaan fisik) wanita itu kepada suaminya, seakan-akan sang suami melihatnya langsung." (HR. Bukhari no. 5240) B.      Dosa – dosa lain1.       Memakai parfumHadist:“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian, lalu ia melewati suatu kaum agar mereka mencium bau wanginya, maka ia adalah seorang pezina.” (HR. Abu Dawud No. 4173 dan At-Tirmidzi No. 2786, dishahihkan oleh Al-Albani)2.       Berbicara dengan laki-laki dengan suara yang mendayu-dayu“...Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).3.       Berkhalwat dengan yang bukan mahram"Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita, melainkan yang ketiga dari mereka adalah setan." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dinilai sahih oleh Al-Albani)4.    Ikhtilat (bercampur laki-laki dan perempuan)Perempuan harus punya malu“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang pertama.” (HR. Muslim no. 440)5.    Memanjangkan kuku dalam rangka berhiasMenyalahi kodrat sunahnya kuku di potong

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#21 Dosa-dosa yang Sering Diremehkan Wanita

Dosa-dosa yang Sering Diremehkan Wanita - Ust. Firanda Andirja, Lc, MA -🌸 Muqaddimah 🌸Dosa kecil jika diremehkan & dikumpulkan terus-menerus akan menjadi besar dan membinasakan, seperti gunung dari tumpukan kerikil.Rasulullah bersabda: إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ "Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil yang dianggap remeh." (HR. Ahmad)Kunci perbaikan diri adalah sadar diri punya salah, baru bisa taubat & istighfar.🌸Dosa Terkait Rumah Tangga / Suami (Paling Banyak Penyebab Wanita Masuk Neraka) 🌸a. Kufur kepada suami / tidak bersyukurRasulullah saat Shalat Ied: "Wahai wanita perbanyak sedekah, karena kalian paling banyak penghuni neraka" sebab suka kufur (kufur ashgar) terhadap kebaikan suami dan suka mengeluh. Contoh: suami berbuat baik setahun, saat ada 1 kesalahan istri berkata "Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali" dengan kata-kata umum "tidak pernah".Solusi: jadi wanita pandai bersyukur, ingat perjuangan suami, jangan ungkit dengan kata mutlak. Suami boleh mengingatkan kebaikannya bukan untuk menyakiti, tapi agar istri tidak terjerumus neraka.b. Sering minta cerai tanpa sebab syar'iHadits:أَيُمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلَاقًا مِنْ غَيْرِ بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ“Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada alasan yang mendesak/syar'i, maka haram baginya bau surga.” (HR. Abu Dawud No. 2226, Tirmidzi No. 1187, dan Ibnu Majah No. 2055; dinilai shahih oleh Al-Albani).Cekcok rumah tangga wajar, jangan sedikit-sedikit "ceraikan aku". Boleh cerai jika ada udzur syar'i: tidak diberi nafkah, KDRT.c. Tidak taat kepada suami Firman Allah dalam Qs. An-Nisa : 34, "Ar-rijalu qawwamuna 'alan nisa" (laki-laki pemimpin wanita). Wajib taat dalam perkara ma'ruf, bukan maksiat.Hadits: wanita yang shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, jaga kemaluan, taat suami, dikatakan padanya "masuk surga dari pintu mana saja yang kau mau". Surga wanita yang sudah menikah di kaki suaminya. 3 orang yang shalatnya tidak naik di atas telinganya, salah satunya wanita yang tidur sementara suaminya marah padanya. Termasuk KDRT istri ke suami, membentak, memukul.d. Wanita penghuni surga adalah yang mengalahAl-Wadud (mencintai suami), al-'aud (selalu kembali kepada suami). Jika dizhalimi pun dia pegang tangan suami: "Ini tanganku di tanganmu, aku tak bisa tidur sampai kau ridho".e. Menolak ajakan hubungan intim suami tanpa udzur syar'iHadits: إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فِأَبَتْ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا المَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ“Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, kemudian istri menolaknya, lalu sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat melaknatinya (istri tersebut) sampai waktu Subuh.” (HR. Bukhari No. 5193 dan Muslim No. 1436) Haid / menopause bukan alasan untuk menolak total, bisa dengan cara lain yang halal.Termasuk menolak punya anak banyak tanpa udzur kesehatan. Berhias untuk orang luar, tidak berhias untuk suami.f. Menyebarkan rahasia ranjang & aib suamiSuami istri adalah pakaian satu sama lain. Curhat masalah rumah tangga jangan ke medsos, jangan ke semua orang. Curhat hanya untuk cari solusi pada orang yang tepat.Haram memasukkan orang ke rumah suami tanpa izin, termasuk kakak/adik/teman, apalagi lawan jenis. Rumah adalah hak suami.g. Keluar rumah lama tanpa izin, puasa sunnah tanpa izin suami Rasulullah saw bersabda, tidak halal wanita puasa sunnah sementara suami di rumah kecuali dengan izinnya, karena bisa menghalangi hak suami. Jika suami mencari nafkah, haknya istri standby di rumah.h. Memerangi syariat poligami Tidak bisa menerima wajar, tapi jangan benci, memusuhi, bikin grup anti-poligami, atau memprovokasi rumah tangga poligami yang sudah baik. Itu syariat dari Allah.i. Menceritakan sifat fisik wanita lain kepada suami Hadits:لَا تُبَاشِرُ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَتَنْعَتَهَا لِزَوْجِهَا كَأَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا“Janganlah seorang wanita bergaul secara langsung dengan wanita lain, lalu ia menceritakan atau menggambarkan sifat-sifat wanita itu kepada suaminya, sehingga seolah-olah suami melihatnya.” (HR. Bukhari no. 5240 dan Muslim) Tidak menunjukkan foto suami. Termasuk mengajak suami nonton dangdutan, menonton film dan bertemu wanita cantik.🌸Dosa Umum Wanita🌸a. Memakai parfum saat melewati laki-laki bukan mahramHadits Riwayat an-Nasa'i (no. 5126), Abu Dawud, dan Tirmidzi:أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا، فَهِيَ زَانِيَةٌ"Wanita mana saja yang memakai parfum, kemudian ia melewati suatu kaum agar mereka mencium aromanya, maka ia adalah seorang pezina (mendapat dosa besar)"Boleh pakai parfum jika tidak melewati laki-laki, di rumah suami, majelis khusus wanita, atau di mobil sendiri.b. Berbicara mendayu-dayu dengan laki-laki lainQS Al-Ahzab Ayat 32يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا“Wahai istri-istri Nabi, kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka, janganlah kamu merendahkan suara [atau tunduk/melemahlembutkan suara yang dibuat-buat] sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”: Bicara dengan kata wajar (qaulan ma'rufa), tidak tertawa ketiwi lama di telepon dengan bukan mahram.c. Khalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram)Tidaklah laki-laki berdua dengan wanita kecuali setan yang ketiga. Termasuk khalwat dengan sopir, teman suami, ipar (al-hamwu al-maut), adik perempuan istri, pembantu.d. Ikhtilat (campur baur laki-perempuan tanpa keperluan mendesak)Contoh dua wanita di kisah Nabi Musa di Madyan: tidak mau berdesakan mengambil air sampai laki-laki pergi. Malu adalah mahkota wanita. Sebaik-baik shaf wanita dalam shalat zaman Nabi adalah yang paling belakang, jauh dari laki-laki.e. Memanjangkan kuku & menyerupai gaya buleMenyelisihi fitrah, seharusnya kuku dipotong.🌸Penutup🌸 Jauhi dosa-dosa ini, jika terjerumus segera istighfar dan berdoa :رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ"Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#21 DOSA-DOSA YANG TIDAK DISADARI WANITA

#21 DOSA-DOSA YANG TIDAK DISADARI WANITAUst. Dr. Firanda Andirja M.A~ Pentingnya bagi seorang muslimah untuk mengenali dan meninggalkan dosa-dosa yang sering dianggap sepele.~ Seringkali, seseorang merasa percaya diri dengan amal shalihnya (seperti rajin sedekah atau beribadah) namun lalai terhadap dosa-dosa kecil yang jika dilakukan terus-menerus akan menumpuk dan mencelakakan di akhirat.~ Dosa kecil yang disepelekan ibarat kerikil yang jika dikumpulkan bisa menjadi gunung.~ Sebagaimana ada syair yang berbunyi: "Tinggalkanlah dosa besar maupun dosa kecil, itulah hakikat ketakwaan. Jadilah engkau seperti seseorang yang berjalan di atas tanah yang penuh duri, dia selalu waspada dengan apa yang dia lihat. Janganlah engkau meremehkan dosa kecil, karena sesungguhnya gunung itu tersusun dari kerikil-kerikil kecil."~ Dosa-Dosa yang Terkait dengan Suami(Sebagian besar poin kajian berfokus pada kewajiban istri dalam rumah tangga karena banyak wanita yang terjerumus ke neraka akibat pengabaian hak suami):1. Kufur terhadap Kebaikan Suami: Ini adalah dosa besar berupa melupakan kebaikan suami dan hanya berfokus pada kesalahannya. Contoh: Mengucapkan kata-kata mutlak seperti "Aku tidak pernah melihat kebaikanmu sama sekali" hanya karena suami melakukan satu kesalahan setelah setahun penuh berbuat baik. Ini membuat kebaikan suami hilang seperti debu yang beterbangan.2. Sedikit-sedikit Meminta Cerai: Tanpa alasan syar'i yang jelas, seorang wanita yang meminta cerai diharamkan mencium bau surga.3. Membangkang (Tidak Taat) kepada Suami: Selama suami mengajak pada perkara makruf (kebaikan) dan bukan maksiat, istri wajib taat. Istri yang membangkang atau tidur saat suami sedang marah (karena kesalahan istri) akan membuat salatnya tidak diterima.4. Tidak Melayani Hasrat Suami: Menolak ajakan suami untuk berhubungan intim tanpa alasan syar'i (seperti sakit) adalah dosa besar yang menyebabkan malaikat melaknat istri hingga pagi hari.5. Mengatur Jumlah Anak Tanpa Alasan Syar'i: Istri tidak boleh mencegah kehamilan atau membatasi anak secara sepihak jika suami menginginkan keturunan, karena hal itu merupakan hak suami.6. Tidak Berhias untuk Suami: Banyak wanita yang justru berhias sangat cantik saat keluar rumah untuk dilihat orang lain, namun di depan suami tampil seadanya atau tidak menarik. Seharusnya prioritas utama berhias adalah untuk menyenangkan suami.7. Menyebarkan Aib Rumah Tangga: Menceritakan kekurangan atau masalah pribadi suami kepada orang lain (termasuk media sosial atau kerabat) adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah suami sebagai "pakaian" bagi istrinya.8. Berpuasa Sunnah Tanpa Izin: Istri tidak boleh berpuasa sunnah saat suami berada di rumah, kecuali dengan izinnya, karena puasa tersebut dapat menghalangi pelayanan terhadap suami.9. Memasukkan Tamu Tanpa Izin: Rumah adalah hak suami. Istri tidak boleh mengizinkan orang lain (bahkan kerabat) masuk tanpa sepengetahuan atau keridhaan suami.10. Memerangi Syariat Poligami: Membenci dan memprovokasi orang lain untuk membenci syariat poligami adalah tindakan yang sangat berbahaya karena melawan hukum Allah.11. Menceritakan Sifat Wanita Lain: Istri dilarang menceritakan kecantikan atau sifat fisik wanita lain kepada suaminya, karena hal ini dapat menimbulkan fitnah dan khayalan buruk bagi suami.Dosa-Dosa Umum LainnyaSelain hubungan rumah tangga, terdapat poin penting lainnya:1. Memakai Parfum yang Tercium Laki-laki: Wanita yang memakai wangi-wangian lalu keluar rumah dan melewati kaum laki-laki hingga tercium aromanya dianggap berdosa besar (menyerupai perilaku wanita pezina dalam hadis).2. Berbicara Mendayu-dayu dengan Laki-laki: Berbicara dengan suara yang sengaja dibuat lembut atau mendayu kepada lawan jenis yang bukan mahram dapat menimbulkan fitnah dan syahwat bagi orang yang mendengarnya.3. Berkhalwat (Berduaan): Dilarang berduaan dengan laki-laki yang bukan mahram, termasuk supir atau teman suami, karena setan akan menjadi orang ketiga di antara mereka.4. Ikhtilat (Campur Baur): Sebisa mungkin menghindari tempat kerja atau lingkungan yang bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa ada kebutuhan mendesak yang syar'i.5. Menyalahi Fitrah dalam Berhias: Misalnya memanjangkan kuku yang melanggar fitrah kebersihan seorang muslimah.<Endah Ea>

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
F
Fadillah Nur Al - Zahra

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Ringkasan Materi 21: Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita

Bahaya Meremehkan Dosa-Dosa KecilPeringatan tentang Dosa Kecil: Rasulullah ﷺ memperingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap dosa-dosa yang dianggap sepele (mukhtaqirat). Apabila dosa-dosa kecil terus-menerus dilakukan dan diakumulasikan, ia akan bertumpuk menjadi besar dan membinasakan seseorang di akhirat kelak.Kewaspadaan Spiritual: Seorang mukmin hendaknya berjalan di atas ketaatan seperti orang yang berjalan di tanah penuh duri senantiasa waspada dan tidak meremehkan setiap kesalahan sekecil apa pun.Rincian Dosa-Dosa yang Sering Tidak Disadari Kaum WanitaA. Dosa Terkait Interaksi dengan SuamiKufur Nikmat terhadap Kebaikan Suami (Kufur 'Asyir): Mengingkari seluruh kebaikan suami hanya karena satu kesalahan. Contoh ucapan yang sering tidak disadari: "Kamu tidak pernah berbuat baik/sayang padaku sama sekali".Sedikit-sedikit Meminta Cerai: Mengancam suami dengan meminta talak atau perceraian atas masalah-masalah sepele tanpa alasan syar'i, yang ancamannya membuat wangi surga haram baginya,Membangkang & Tidak Taat kepada Suami: Tidak menghormati kedudukan suami sebagai pemimpin (qawwam), melawan perintah suami dalam kebaikan, atau bahkan melakukan KDRT (kekerasan fisik) terhadap suami.Menolak Ajakan Suami Tanpa Alasan Syar'i: Menolak berhubungan intim tanpa uzur yang dibenarkan, yang berakibat mendapat laknat dari para malaikat hingga pagi hari.Menolak Memiliki Keturunan (Anak Banyak): Menolak atau membatasi keturunan secara mutlak tanpa alasan kesehatan yang mendasari, padahal suami menginginkannya.Berhias untuk Orang Lain, Cuek pada Suami: Tampil cantik dan wangi saat keluar rumah atau bertemu orang lain, tetapi berpenampilan acak-acakan dan tidak merawat diri di hadapan suami sendiri.Membongkar Rahasia/Aib Rumah Tangga: Menceritakan urusan ranjang atau keburukan suami kepada orang lain secara sembarangan, termasuk curhat di media sosial (Facebook/Instagram).Berpuasa Sunah Tanpa Izin Suami: Melakukan puasa sunah padahal suami sedang berada di rumah, padahal hak suami untuk dilayani lebih didahulukan.Memasukkan Tamu/Kerabat ke Rumah Tanpa Izin Suami: Mengizinkan orang lain masuk ke dalam rumah (termasuk keluarga dekat) tanpa persetujuan suami.Keluar Rumah Terlalu Lama Tanpa Izin: Bepergian atau meninggalkan rumah dalam waktu lama tanpa memberitahu atau mendapatkan izin dari suami.Memprovokasi Poligami & Menentang Syariat: Ikut menentang atau memprovokasi wanita lain untuk menolak hukum poligami yang diatur dalam Islam.Menceritakan Kecantikan Wanita Lain kepada Suami: Mendeskripsikan bentuk fisik atau wajah wanita lain di hadapan suaminya, yang dapat memicu bayangan buruk atau ketertarikan suami pada wanita tersebut.B. Dosa Terkait Kehidupan Sosial & PergaulanMemakai Parfum yang Tercium oleh Laki-laki Lain: Memakai wewangian tajam saat keluar rumah yang dapat mencuri perhatian dan membangkitkan syahwat laki-laki non-mahram. Berbicara dengan Suara Mendayu-dayu (Manja) kepada Non-Mahram: Menggunakan nada bicara yang berlebihan atau merayu saat berbicara dengan laki-laki lain (termasuk lewat telepon/chat).Berkhalwat (Berdua-duaan) dengan yang Bukan Mahram: Berduaan dengan sopir, teman kerja laki-laki, atau ipar (saudara suami), yang sangat dilarang karena setan menjadi pihak ketiga.Ikhtilat (Bauran Bebas) di Tempat Kerja/Umum: Bercampur baur secara bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa batasan syar'i, serta terlalu akrab tertawa-tawa dengan rekan kerja pria.Menyelisihi Fitrah (Memanjangkan Kuku Berlebihan): Memanjangkan kuku atau berdandan menyerupai gaya hidup wanita non-Muslim yang menyelisihi sunnah fitrah.Kesimpulan & PenutupUstadz Firanda mengingatkan para wanita untuk memperbanyak introspeksi diri (muhasabah), segera bertaubat kepada Allah ﷻ jika pernah melakukan dosa-dosa di atas, dan senantiasa meminta ampun serta memohon ilham untuk istiqomah dalam ketaatan.Dikutip dari kajian: Ust. Firanda Andirja, M.A.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Dosa dosa yang tidak disadari kaum wanita

Taufik yang tidak menyenangkan untuk ibu ibu. Hati hati kalian dengan dosa dosa yang diremehkan. Dengan mengenali dosa dosa tersebut agar meninggalkan dosa dosa. Ketika dia meremehkan dosa kecil yang tiap hari dia lakukan, maka tidak terasa dosa dosa tersebut makin banyak. Nonton film sinetron tak terasa nonton sudah 1 jam, tak terasa sudah 10 jam, tak terasa sudah seratus jam. Sementara dia menonton aurat aurat laki laki dan aurat perempuan. Seorang waspada jangan remehkan dosa kecil. Dosa dosa yang berkaitan dengan rumah tangga :1. Suami - Kufur kepada suamiTidak berterima kasih kepada suami itu dosa besar. Kufur kecil, kufur nikmat. Banyak sebab wanita masuk neraka jahannam. Kufur kepada kebaikan suami. Kalian suka mengeluh. Wahai wanita bersedekahlah, karena kebanyakan para wanita banyak masuk neraka jahannam. Kau tidak pernah perhatian sama aku, kau tidak pernah sayang sama aku. Perkataan "kamu tidak pernah" , inilah yang menyebabkan masuk neraka. Kebaikan suami seperti debu yang beterbangan. Banyak dosa yang tersebar di kalangan ibu ibu wanita, suka melupakan kebaikan suami. Boleh laki laki menyebutkan kebaikan suami bukan untuk dendam. Bukan untuk menyakiti hatinya. Ungkit ungkit nyakitin istri tidak boleh. Suami boleh mengungkit kebaikan nya agar wanita tidak terjerumus ke neraka jahannam. Sabar dengan kekurangan suami. Tidak bersyukur terhadap kebaikan kebaikan suami. Percaya diri dengan kebaikan yang dia lakukan seperti mengurus anak yatim, mengurus masjid, tetapi lupa dengan dosa yang dia miliki. Syarat pertama untuk memperbaiki diri adalah dia sadar dia salah. Wanita kalau tidak sadar dia salah, itu musibah. Kamu kalau ingin menjadi wanita yang baik, pertama harus sadar bahwa kamu ini salah. Kamu harus sadar punya dosa dosa. Menyadari punya kesalahan pada suami.- Sedikit sedikit minta cerai kepada suamiHati hati bicara begitu- Tidak taat kepada suami pada perkara perkata yang makruf (baik) tentunyaKalau suami menyuruh kepada kebaikan, maka wajib untuk taat. Suami itu pemegang kekuasaan dirumah. Wajib harus taat. Kasih masukan boleh. Kasih ide boleh. Membangkang tidak boleh. - Tidak memenuhi hasrat suamiMenolak ajakan suami tanpa udzur seperti sakit di laknat malaikat hingga pagi hari, kalau suami tidurnya gelisah, maka istri dilaknat. - Tidak mau punya anak atau dibatas, anak 2 aja. Suami pengen 5 6 itu hak suami kecuali ada kesehatan. Capek itu kodrat wanita. Kalau semuanya karena Allah diringankan.- Tidak berhias untuk suami, tetapi untuk orang luar. Yang cari nafkah untuk dia suaminya tetapi berhias untuk orang lain yang tidak memberi apa apa.- Membongkar aib rumah tangga, curhat di medsos, laporkan keburukan suami, kalau lagi berantem, jangan keluar rumah. Bukan hanya melepaskan lega mencurahkan hati. Martabat harga diri suami jelek. Aib suami dibongkar.- Berpuasa sunnah tanpa izin suami, haram jika istri puasa tanpa izin dari suami- Memasukkan orang lain masuk rumah tanpa izin suami, kakaknya juga harus minta izin, kalau bapak ibu boleh kasih tau ke suami. Jangan seenaknya.- Keluar rumah dalam waktu yang lama tanpa izin suami- Memerangi syariat poligami- Menceritakan wanita lain kepada suami, menceritakan kecantikan wanita lain kepada suami, mengajak nonton film bareng suami juga tidak boleh. Banyak bersyukur kepada suami, banyak meminta maaf kepada suami.2. Umum- Minyak wangi, seperti wanita pezina, bisa mengantarkan ke perzinaan. Untuk bertemu dengan laki laki tidak boleh memakai parfum.- Berbicara dengan lelaki lain dengan mendayu dayu. Telfonan sama laki laki lain ada nikmat jelas, kalau ga ada nikmat ga bakal lama lama. Telfon sama laki laki lain bisa sampai 1 jam. Semuanya ada batasannya. - Berkhalwat (berdua-duaan dengan lelaki yang bukan mahramnya). Dengan supirnya di mobil. Sebaiknya dijauhi. Dengan teman suami. Dengan ipar. Dengan adik ipar. Dengan kakak ipar. Wanita membiarkan suami dengan iparnya. - Ikhtilat, campur laki laki dengan perempuan. Wanita harus punya rasa malu. Kalau tidak ada ikhtilat itu lebih baik.- Wanita memperpanjang kuku, menyelisihi fitrah.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

1. Pentingnya Mewaspadai Dosa-Dosa Kecil & Menyadari KesalahanDosa-dosa yang sering diremehkan atau dianggap sepele dapat bertumpuk dari waktu ke waktu hingga akhirnya membinasakan pelakunya.Seseorang hendaknya tidak terlalu percaya diri dengan amal kebaikannya lalu melupakan dosa-dosa kecil yang dilakukannya.Langkah awal untuk memperbaiki diri adalah mau menyadari kesalahan dan dosa yang ada pada diri sendiri.2. Dosa-Dosa Terkait Hubungan dengan SuamiKufur terhadap Kebaikan Suami: Suka mengeluh dan melupakan seluruh jasa atau kebaikan suami hanya karena satu kesalahan/kekurangan. Ini dinamakan kufur nikmat (kufur asghar) dan menjadi salah satu penyebab terbanyak wanita masuk neraka.Mudah Meminta Cerai Tanpa Alasan Syar'i: Mengancam atau meminta cerai karena masalah sepele tanpa sebab syar'i yang sah diperhitungkan sebagai penghalang baginya dari wangi surga.Tidak Taat kepada Suami: Membangkang perintah suami dalam hal-hal yang baik (ma'ruf). Padahal, ketaatan istri kepada suami memiliki pahala yang sangat besar.Menolak Menggauli/Melayani Suami Tanpa Alasan Syar'i: Menolak ajakan hubungan suami istri tanpa uzur syar'i (seperti sakit parah) dapat diancam laknat malaikat.Berhias Hanya untuk Luar Rumah: Lebih berdandan rapi dan tersenyum manis saat keluar rumah atau di hadapan orang lain, tetapi tidak memperhatikan penampilan dan keramahan di depan suami sendiri.Membuka Rahasia atau Aib Rumah Tangga: Menceritakan kekurangan atau masalah internal rumah tangga kepada kerabat, teman, apalagi mengumbar di media sosial tanpa batasan syar'i.Berpuasa Sunnah Tanpa Izin Suami: Istri tidak dihalalkan berpuasa sunnah saat suami berada di rumah kecuali setelah mendapatkan izin darinya.Memasukkan Orang Lain ke Rumah Tanpa Izin Suami: Menerima tamu atau mengizinkan orang lain (selain orang tua sendiri) masuk ke dalam rumah tanpa keridaan/izin suami.Membenci dan Memerangi Syariat Poligami: Menolak atau menentang syariat poligami sebagai bagian dari aturan agama, serta memprovokasi orang lain agar merusak rumah tangga orang lain.Menceritakan/Menggambarkan Fisik Wanita Lain kepada Suami: Menceritakan sifat fisik, ketampanan/kecantikan, atau memperlihatkan foto wanita lain kepada suami yang bisa menimbulkan khayalan atau fitnah.3. Dosa-Dosa Umum LainnyaMemakai Parfum Saat Keluar Rumah Dilihat/Dicium Laki-Laki Lain: Menggunakan wewangian yang baunya tercium oleh laki-laki non-mahram saat beraktivitas di luar rumah.Berbicara Lemah Lembut/Mendayu-dayu (Mendayu-dayukan Suara): Berbicara dengan nada suara yang sengaja dilembutkan atau digoda kepada laki-laki yang bukan mahram sehingga memicu penyakit hati.Berkhalwat (Berduaan dengan Laki-Laki Non-Mahram): Berduaan dengan pria yang bukan mahramnya, termasuk dengan ipar, teman suami, atau sopir tanpa adanya penghalang/kebutuhan darurat.Ikhtilat (Bercampur Baur Tanpa Batasan): Interaksi serba bebas antara pria dan wanita di tempat kerja atau komunal tanpa menjaga rasa malu dan batasan agama.Memanjangkan dan Memelihara Kuku: Memelihara kuku panjang yang menyerupai gaya non-Muslim dan menyelisahi fitrah kesucian.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Dosa-dosa yang tidak di sadari oleh kaum wanita

"Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita"Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A🌹 Penting bagi setiap hamba untuk menghindari dosa-dosa kecil.➡️ Mengingatkan agar kaum wanita berhati-hati terhadap dosa-dosa kecil yang sering diremehkan. Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus akan menumpuk dan menjadi dosa besar yang dapat membinasakan seseorang di akhirat.Dosa yang Berkaitan dengan Kehidupan Rumah Tangga & Suami antara lain:- Kufur Nikmat kepada Suami (Suka Mengeluh & Melupakan Kebaikan) ➡️ Banyak wanita yang masuk neraka karena sering melupakan kebaikan suami ketika sedang marah (misalnya mengucapkan kalimat mutlak seperti "Kamu tidak pernah berbuat baik/sayang padaku sama sekali").- Sedikit-sedikit Meminta cerai➡️ Meminta cerai kepada suami tanpa alasan syar'i yang jelas diharamkan mencium wangi surga.- Tidak Taat kepada Suami dalam Kebaikan.➡️ Membangkang perintah suami yang bukan dalam rangka maksiat adalah dosa besar, sementara taat kepada suami memiliki pahala yang sangat besar.- Menolak Hubungan Intim Tanpa Alasan ➡️ Menolak ajakan suami ke tempat tidur tanpa udzur (seperti sakit) akan mendatangkan laknat dari malaikat hingga pagi hari.- Enggan Memiliki Keturunan.➡️ Menolak untuk punya anak atau membatasi keturunan secara mutlak tanpa alasan yang jelas, padahal hal tersebut merupakan hak dan keinginan suami.- Tidak Berhias untuk Suami, tapi Berhias untuk Orang Lain➡️Kebiasaan buruk berpenampilan rapi dan wangi saat keluar rumah, namun mengabaikan penampilan di hadapan suami sendiri di rumah.- Membongkar Rahasia/Aib Rumah Tangga➡️ Menceritakan kekurangan atau masalah pribadi suami kepada orang lain secara sembarangan, termasuk curhat di media sosial.- Berpuasa Sunnah Tanpa Izin Suami.➡️ Tidak halal bagi seorang istri melakukan puasa sunnah saat suami berada di rumah kecuali dengan izinnya, agar tidak menghalangi hak suami.- Mengizinkan Orang Lain Masuk Rumah Tanpa Izin.➡️ Memasukkan tamu (kerabat, teman, dll.) ke dalam rumah tanpa persetujuan suami.- Keluar Rumah Terlalu Lama Tanpa Izin.➡️Meninggalkan rumah dalam waktu lama tanpa izin atau tanpa memastikan suami mendapati istrinya siaga di rumah.- Memerangi/Menentang Syariat Poligami.➡️Membenci dan memprovokasi orang lain untuk menentang hukum poligami yang merupakan syariat Islam.- Menceritakan Kecantikan Wanita Lain kepada Suami.➡️ Mendeskripsikan fisik atau memperlihatkan foto wanita lain kepada suami, yang dapat memicu ketertarikan suami pada wanita tersebut.🌱 Dosa-Dosa Umum Lainnya:✅ Memakai Parfum yang Tercium oleh Lelaki Lain. Keluar rumah menggunakan wangi-wangian yang bisa tercium oleh laki-laki yang bukan mahram dan memicu syahwat.✅ Berbicara dengan Lelaki Lain dengan Suara Mendayu-dayu. Berkomunikasi secara berlebihan atau melembutkan suara kepada pria lain yang bukan mahram.✅ Berkhalwat (Berdua-duaan) dengan yang Bukan Mahram Berduaan dengan sopir, teman suami, atau ipar tanpa ada orang ketiga atau tanpa pengawasan.✅ Ikhtilat (Campur Baur tanpa Kebutuhan Mendesak).Berada di tempat umum/kantor yang bercampur baur dengan lawan jenis secara tidak terjaga adabnya.✅ Menyelisihi Fitrah (Memanjangkan Kuku). Memanjangkan kuku dan menyerupai gaya wanita non-Muslim.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya19 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita

Peringatan terhadap Dosa yang DiremehkanBahaya Menyepelekan Dosa Kecil: Dosa-dosa kecil yang terus-menerus dikerjakan dapat menumpuk dan menjadi dosa besar yang membinasakan.Lalai Karena Merasa Banyak Beramal: Terlalu percaya diri terhadap amal kebaikan yang telah diperbuat sehingga lupa mengoreksi dosa-dosa kecil yang kian mengepung.Dosa-Dosa yang Berkaitan dengan Hubungan Suami IstriKufur Nikmat terhadap Kebaikan Suami: Mengabaikan atau menafikan seluruh kebaikan suami saat terjadi perselisihan, seperti mengatakan suami tidak pernah berbuat baik sama sekali.Mudah Meminta Cerai: Terbiasa menuntut perceraian saat terjadi pertengkaran sepele tanpa alasan syar'i.Tidak Menaati Suami: Membangkang terhadap arahan suami dalam perkara yang baik (ma'ruf) dan bukan maksiat.Menolak Ajakan Suami Tanpa Uzur: Tidak melayani suami saat diajak berhubungan intim tanpa adanya uzur yang dibenarkan syariat.Menolak Memiliki Keturunan: Membatasi atau menolak memiliki anak tanpa pertimbangan medis yang jelas.Hanya Berhias untuk Orang Lain: Gemar berdandan rapi dan wangi ketika hendak keluar rumah, tetapi tampil seadanya dan acuh tak acuh saat menyambut suami di rumah.Membongkar Rahasia dan Aib Rumah Tangga: Menyebarkan masalah pribadi atau keburukan suami ke media sosial maupun kepada orang lain tanpa tujuan mencari solusi.Puasa Sunnah Tanpa Izin Suami: Menjalankan puasa sunnah saat suami berada di rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu.Menerima Tamu Tanpa Izin: Memasukkan orang lain ke dalam rumah tanpa persetujuan atau izin suami.Keluar Rumah Tanpa Izin: Pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama tanpa sepengetahuan dan izin suami.Memusuhi Syariat Poligami: Menentang syariat poligami atau memprovokasi pasangan lain agar terjadi perpecahan dan perceraian.Menceritakan Ciri Fisik Wanita Lain kepada Suami: Menggambarkan bentuk tubuh atau kecantikan wanita lain di depan suami sehingga menimbulkan khayalan.Dosa Terkait Penampilan dan Interaksi dengan Non-MahramMemakai Parfum di Luar Rumah: Menggunakan wewangian yang baunya dapat tercium oleh laki-laki yang bukan mahram.Mendayu-dayukan Suara: Melembutkan nada bicara atau tertawa berlebihan saat berkomunikasi dengan laki-laki non-mahram.Berkhalwat (Berduaan): Menyendiri dengan lawan jenis yang bukan mahram, seperti ipar, teman suami, atau sopir tanpa pembatas dan tanpa keadaan darurat.Ikhtilat Tanpa Keperluan Syar'i: Bercampur baur secara bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa menjaga batasan rasa malu.Memanjangkan Kuku: Membiarkan kuku tumbuh panjang untuk berhias yang menyelisihi fitrah.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya17 Oktober 2026
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 20: Pemuliaan Islam Terhadap Wanita

Catatan kajian Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A.🍃 Tema utama: Islam datang untuk mengangkat martabat wanita, menjaga hak dan kehormatannya, serta memberikan jalan yang luas bagi wanita untuk meraih rida Allah dan surga-Nya.🌷 1. Kedudukan Wanita Sebelum dan Sesudah Datangnya Islam🍂 A. Kondisi wanita pada masa jahiliahSebelum datangnya Islam, sebagian masyarakat Arab jahiliah memiliki pandangan yang sangat buruk terhadap anak perempuan. Kelahiran anak perempuan bahkan dianggap sebagai aib oleh sebagian mereka.📖 Dalil: QS. An-Nahl ayat 58–59Allah menggambarkan keadaan orang-orang yang merasa malu ketika diberi kabar kelahiran anak perempuan. Sebagian mereka bahkan mempertimbangkan untuk menyembunyikan anak tersebut atau menguburkannya hidup-hidup.📖 Dalil lainnya: QS. At-Takwir ayat 8–9Allah menyebutkan tentang anak perempuan yang dikubur hidup-hidup, yang kelak akan ditanya karena dosa apakah dirinya dibunuh.🌿 Pelajaran:Anak perempuan bukanlah aib bagi keluarga.Kelahiran anak perempuan merupakan karunia Allah yang harus disyukuri.Tidak boleh merendahkan seseorang hanya karena jenis kelaminnya.Orang tua bertanggung jawab mendidik anak laki-laki maupun perempuan dengan baik.🌸 B. Islam datang membawa kemuliaan dan keadilanIslam menetapkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh jenis kelamin, kekayaan, keturunan, atau kedudukan sosialnya, melainkan oleh iman, ketakwaan, dan amal saleh.📖 Dalil: QS. Al-Hujurat ayat 13Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari laki-laki dan perempuan, kemudian dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.📖 Dalil: QS. Al-Ahzab ayat 35Dalam ayat ini, Allah menyebutkan laki-laki dan perempuan yang beriman, taat, jujur, sabar, khusyuk, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatan, serta banyak mengingat Allah. Bagi mereka, Allah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.✨ Inti pelajaran:Wanita memiliki kesempatan untuk meraih kemuliaan di sisi Allah melalui iman dan amal saleh. Ia tidak perlu menjadi laki-laki untuk menjadi hamba Allah yang mulia.🌷 2. Islam Memuliakan Wanita dalam Berbagai Fase KehidupannyaIslam memberikan perhatian kepada wanita dalam berbagai peran: sebagai anak perempuan, ibu, dan istri.🌸 A. Wanita sebagai anak perempuan🍀 Anak perempuan adalah amanah dari Allah. Orang tua tidak boleh membeda-bedakan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan hanya karena anaknya perempuan.Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira kepada orang yang bersabar dalam merawat dan mendidik anak-anak perempuan dengan baik.📖 Dalil: Hadis Anas bin Malik radhiyallahu 'anhuRasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang merawat dua anak perempuan hingga dewasa, ia akan datang pada hari kiamat bersama beliau. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ mendekatkan jari-jarinya sebagai gambaran kedekatan.HR. Sahih Muslim no. 2631.🌿 Pelajaran bagi orang tua:Menerima kelahiran anak perempuan dengan rasa syukur.Memberikan pendidikan agama dan ilmu yang bermanfaat.Mengajarkan anak menjaga kehormatan serta memahami hak dan tanggung jawabnya.Menjadi teladan dalam akhlak, ibadah, dan hubungan dengan orang lain.Tidak merendahkan anak perempuan atau menganggapnya sebagai beban.✨ Mendidik anak perempuan bukan hanya tentang menjaga penampilannya, tetapi juga membentuk iman, akhlak, ilmu, dan keberanian untuk menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah.🌸 B. Wanita sebagai seorang ibu🍃 Islam memberikan kedudukan yang sangat tinggi kepada seorang ibu karena besarnya pengorbanan dalam mengandung, melahirkan, menyusui, dan mendidik anak.📖 Dalil: QS. Luqman ayat 14Allah mengingatkan manusia tentang pengorbanan ibu yang mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapih anak dalam dua tahun.📖 Dalil: QS. Al-Ahqaf ayat 15Ayat ini juga mengingatkan tentang kesulitan yang dialami seorang ibu ketika mengandung dan melahirkan.🌷 Hadis tentang orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baikDari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?”Rasulullah ﷺ menjawab, “Ibumu.”Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Beliau menjawab, “Ibumu.”Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Beliau menjawab, “Ibumu.”Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Beliau menjawab, “Ayahmu.”HR. Sahih al-Bukhari no. 5971 dan Sahih Muslim no. 2548.🌿 Hadis ini menunjukkan besarnya hak seorang ibu untuk mendapatkan bakti dan perlakuan yang baik.🍀 Pelajaran bagi seorang anak:Berbicara kepada ibu dengan sopan.Membantu ibu sesuai kemampuan.Tidak mengabaikan ibu ketika sudah dewasa dan sibuk dengan urusan sendiri.Mendoakan ibu, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat.Tetap memperlakukan ibu dengan baik ketika terjadi perbedaan pendapat, selama tidak mengikuti perintah yang bertentangan dengan syariat.❗ Catatan penting: Berbakti kepada ibu tidak berarti menaati semua perintah tanpa batas. Jika diperintahkan melakukan maksiat, seorang anak tidak boleh menaatinya, tetapi tetap wajib menjaga adab dan memperlakukannya dengan baik.🌸 C. Wanita sebagai seorang istri✨ Islam memerintahkan suami untuk memperlakukan istrinya dengan baik. Pernikahan bukan alasan untuk merendahkan wanita, tetapi ikatan yang membawa tanggung jawab, hak, dan kewajiban bagi kedua pihak.📖 Dalil: QS. An-Nisa ayat 19Allah memerintahkan para suami agar mempergauli istri mereka dengan cara yang patut (mu'asyarah bil ma'ruf).🌷 Bentuk perlakuan yang baik antara lain:Memberikan nafkah sesuai ketentuan syariat dan kemampuan yang diwajibkan.Berbicara dengan baik dan tidak menghina istri.Menjaga kehormatan serta perasaan pasangan.Menunaikan hak dan tanggung jawab dalam pernikahan.Menyelesaikan masalah dengan adil dan tidak melakukan kezaliman.Rasulullah ﷺ bersabda:“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”HR. At-Tirmidzi no. 3895.🍀 Pelajaran: Kemuliaan seorang suami tidak hanya dilihat dari kedudukannya di luar rumah, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya.Di sisi lain, seorang istri juga diperintahkan menjaga hak pernikahan, menghormati suami, dan menaati suami dalam perkara yang baik. Keduanya harus saling menunaikan kewajiban dan tidak menjadikan haknya sendiri sebagai alasan untuk mengabaikan hak pasangannya.🌿 3. Islam Menjaga Kehormatan Wanita❗ Salah satu bentuk pemuliaan Islam terhadap wanita adalah adanya tuntunan untuk menjaga kehormatan, aurat, dan batasan interaksi.Ketentuan ini bukan ukuran bahwa wanita lebih rendah daripada laki-laki. Laki-laki juga memiliki kewajiban menjaga pandangan, kehormatan, dan perilakunya.🌸 A. Menjaga pandangan dan kehormatan📖 Dalil: QS. An-Nur ayat 30–31Allah terlebih dahulu memerintahkan laki-laki beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya. Setelah itu, Allah memerintahkan perempuan beriman untuk menundukkan pandangan, menjaga kehormatan, dan menjalankan ketentuan mengenai perhiasan serta penutup aurat.🍃 Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga kehormatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kewajiban wanita.🌸 B. Menutup aurat📖 Dalil: QS. Al-Ahzab ayat 59Allah memerintahkan Nabi ﷺ agar menyampaikan kepada istri-istri beliau, anak-anak perempuan beliau, dan wanita-wanita kaum mukmin agar mengulurkan jilbab mereka.🌿 Menutup aurat merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah. Pelaksanaannya hendaknya disertai pemahaman ilmu, keikhlasan, dan usaha memperbaiki diri.✨ Hal yang perlu dipahami:Menutup aurat merupakan ibadah, bukan sekadar mengikuti kebiasaan masyarakat.Menjaga kehormatan tidak hanya melalui pakaian, tetapi juga melalui perkataan dan perilaku.Laki-laki tetap memiliki kewajiban menjaga pandangan dan tidak mengganggu wanita.Seorang wanita yang belum sempurna dalam menjalankan suatu ketentuan tetap perlu dinasihati dengan ilmu dan kelembutan, bukan dihina.🌸 C. Batasan interaksi dengan bukan mahramIslam mengajarkan adab dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, termasuk menjaga pandangan, menghindari khalwat yang dilarang, dan menjaga komunikasi dari hal-hal yang dapat membawa kepada maksiat.🍀 Tujuan utamanya adalah menjaga ketaatan kepada Allah, kehormatan, dan batasan hubungan.Namun, batasan tersebut tidak berarti wanita dilarang melakukan kegiatan yang bermanfaat, belajar, bekerja, atau berkontribusi dalam masyarakat. Aktivitas tersebut perlu dijalankan sesuai ketentuan syariat dan dengan memperhatikan hak serta tanggung jawabnya.🍂 4. Keringanan dan Kemudahan bagi Wanita dalam Beribadah🌷 Islam adalah agama yang mengajarkan ketaatan sekaligus memberikan keringanan sesuai ketentuan syariat.Wanita memiliki kondisi fisik tertentu, seperti haid, nifas, kehamilan, dan menyusui. Dalam keadaan tersebut, terdapat hukum dan keringanan khusus yang menunjukkan bahwa syariat mempertimbangkan keadaan manusia.🌸 A. Keringanan ketika haid dan nifasWanita yang sedang haid atau nifas tidak melaksanakan salat dan tidak berpuasa. Puasa Ramadan yang ditinggalkan karena haid atau nifas wajib diganti, sedangkan salat yang ditinggalkan dalam keadaan tersebut tidak wajib diqada.Hal ini dijelaskan dalam hadis Aisyah radhiyallahu 'anha mengenai wanita yang mengalami haid.HR. Sahih Muslim no. 335.🍃 Keringanan ini bukan tanda rendahnya kedudukan wanita. Justru, seorang muslim menunjukkan ketaatan dengan menjalankan perintah Allah sesuai hukum yang berlaku pada keadaannya.🌸 B. Salat di rumahTerdapat hadis yang menjelaskan keutamaan salat wanita di rumahnya. Di antaranya, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa janganlah melarang para wanita pergi ke masjid-masjid Allah.HR. Abu Dawud no. 567.Dalam riwayat lain terdapat penjelasan tentang keutamaan salat wanita di rumahnya.🍀 Pelajarannya, syariat memberikan pilihan dan mempertimbangkan keadaan wanita. Namun, hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk merendahkan wanita yang belajar, beraktivitas, atau pergi ke masjid dengan memenuhi ketentuan syariat.🌸 5. Jalan Menuju Surga bagi Wanita Salehah✨ Islam tidak menutup jalan menuju surga bagi wanita. Justru, terdapat banyak kesempatan bagi wanita untuk mendapatkan pahala melalui ibadah, akhlak, dan tanggung jawab yang dijalankannya.Salah satu hadis yang terkenal menyebutkan empat amalan bagi seorang wanita:Menjaga salat lima waktu.Berpuasa pada bulan Ramadan.Menjaga kehormatan diri.Menaati suami dalam perkara yang baik.Dalam riwayat yang dikenal luas, disebutkan bahwa wanita yang melakukan amalan-amalan tersebut dipersilakan masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendakinya.Riwayat ini dinukil dalam sejumlah kitab hadis, antara lain Musnad Ahmad dan Sahih Ibnu Hibban, dengan pembahasan penilaian sanad oleh para ulama.🌿 Poin penting yang perlu direnungkan:🍀 A. Menjaga salat lima waktuSalat adalah kewajiban utama seorang muslim. Seorang wanita hendaknya menjaga salatnya, mempelajari tata cara yang benar, dan berusaha melaksanakannya tepat waktu.Jangan sampai kesibukan rumah tangga, pekerjaan, atau urusan lainnya membuat salat diabaikan.🍀 B. Menjaga puasa RamadanPuasa Ramadan merupakan kewajiban bagi muslim yang memenuhi syarat. Jika seorang wanita tidak berpuasa karena haid atau nifas, ia menggantinya setelah suci sesuai ketentuan syariat.🍀 C. Menjaga kehormatan diriMenjaga kehormatan mencakup menjauhi zina, menjaga batasan pergaulan, menjaga aurat sesuai ketentuan syariat, serta menjauhi perilaku yang merusak kehormatan diri.🍀 D. Menaati suami dalam kebaikanKetaatan kepada suami merupakan bagian dari tanggung jawab dalam pernikahan, tetapi bukan ketaatan tanpa batas.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketaatan hanyalah dalam perkara yang makruf atau baik.HR. Sahih al-Bukhari no. 7257 dan Sahih Muslim no. 1840.🌷 Artinya, istri tidak boleh menaati perintah yang mengandung maksiat kepada Allah. Ketaatan dalam rumah tangga harus dipahami bersama kewajiban suami untuk memperlakukan istri dengan baik dan menunaikan hak-haknya.✨ Kesimpulan bagian ini: Jalan menuju surga terbuka bagi wanita melalui ketaatan kepada Allah. Peran sebagai anak, ibu, istri, maupun anggota masyarakat dapat menjadi jalan pahala apabila dijalankan dengan ikhlas dan sesuai syariat.🌿 6. Menjadi Wanita Salehah: Mulai dari Memperbaiki Diri🍃 Memahami bahwa Islam memuliakan wanita seharusnya membuat seorang muslimah semakin bersyukur dan bersemangat dalam beribadah, bukan merasa cukup hanya karena mengetahui hak-haknya.Beberapa langkah yang dapat dilakukan:🌸 1. Memperbaiki hubungan dengan AllahMenjaga salat lima waktu.Membaca dan mempelajari Al-Qur’an.Memperbanyak zikir dan doa.Menjauhi dosa serta bertobat ketika melakukan kesalahan.🌸 2. Memperbaiki akhlakMenjaga lisan.Tidak merendahkan orang lain.Bersikap jujur dan amanah.Belajar mengendalikan emosi.Membiasakan diri meminta maaf ketika melakukan kesalahan.🌸 3. Menunaikan hak keluargaBerbakti kepada orang tua dalam perkara yang makruf.Mendidik anak dengan ilmu dan kasih sayang.Menunaikan tanggung jawab dalam rumah tangga.Menjaga hubungan keluarga dengan adab dan kebijaksanaan.🌸 4. Menjaga kehormatanMemahami ketentuan aurat dan batasan pergaulan.Menjaga diri dari hubungan yang dilarang.Memilih lingkungan yang membantu dalam ketaatan.Menjaga perilaku, baik ketika dilihat orang maupun ketika sendirian.🌸 5. Terus menuntut ilmu Wanita perlu mempelajari ilmu agama agar dapat beribadah dengan benar, memahami hak dan kewajibannya, serta membedakan antara ajaran agama dan kebiasaan masyarakat yang tidak memiliki dasar syariat.🍂 7. Muhasabah untuk Muslimah❗ Renungkan beberapa pertanyaan berikut secara jujur.Tentang hubungan dengan AllahApakah aku telah menjaga salat lima waktu?Apakah aku berusaha memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya?Apakah aku menjalankan perintah Allah karena mengharapkan rida-Nya?Tentang keluargaApakah aku berusaha berbakti kepada orang tua dengan cara yang benar?Jika telah menjadi ibu, apakah aku mendidik anak dengan ilmu, kasih sayang, dan keteladanan?Jika telah menikah, apakah aku berusaha menunaikan tanggung jawabku sekaligus memahami hak-hakku dan hak suamiku?Tentang kehormatanApakah aku telah mempelajari ketentuan menutup aurat?Apakah aku menjaga pandangan, perkataan, dan pergaulan?Apakah aku menilai kemuliaan diriku berdasarkan ketakwaan, bukan semata-mata penampilan atau penilaian manusia?Tentang perbaikan diriIlmu agama apa yang perlu aku pelajari lebih dalam?Kebiasaan apa yang perlu aku tinggalkan?Amal saleh apa yang bisa mulai aku jaga secara konsisten?🌷 Muhasabah bukan untuk membuat diri merasa tidak berharga, tetapi untuk mengenali kekurangan dan memperbaikinya dengan pertolongan Allah.🌸 PENUTUP: KEMULIAAN WANITA TERLETAK PADA KETAATANNYA KEPADA ALLAH🍀 Islam datang dengan membawa petunjuk yang memuliakan wanita, mengatur hak dan tanggung jawabnya, serta membuka jalan untuk meraih pahala dan surga.Seorang wanita dapat meraih kemuliaan sebagai anak yang berbakti, ibu yang mendidik generasi, istri yang menunaikan tanggung jawab, dan hamba Allah yang taat.✨ Inti pelajaran:Wanita tidak direndahkan karena jenis kelaminnya; kemuliaan di sisi Allah berkaitan dengan ketakwaan.Anak perempuan adalah amanah yang harus disyukuri dan dididik dengan baik.Ibu memiliki hak besar untuk mendapatkan bakti dan perlakuan yang baik.Suami diperintahkan memperlakukan istri dengan cara yang patut.Menjaga aurat dan kehormatan merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah.Islam memberikan keringanan sesuai ketentuan syariat.Salat, puasa, menjaga kehormatan, dan menunaikan tanggung jawab dalam pernikahan merupakan bagian dari jalan menuju surga.Hak dan kewajiban perlu dipahami secara seimbang, dengan ilmu dan keadilan.

💬 0 komentar📅 17 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya24 Oktober 2026
N

Nadia Ryan F

📍 Kabupaten Tangerang

MATERI 20 — Pemuliaan Islam Terhadap Wanita

1. Kedudukan dan kemuliaan wanita dalam IslamIslam datang untuk mengangkat derajat wanita yang sebelumnya sering direndahkan dan diperlakukan tidak adil. Wanita memiliki kehormatan, hak, dan kedudukan yang harus dijaga. Islam tidak membenarkan wanita diperlakukan sebagai objek atau direndahkan martabatnya.2. Islam memuliakan wanita dengan syariatKemuliaan wanita dalam Islam tidak hanya berupa pengakuan terhadap hak-haknya, tetapi juga melalui aturan yang menjaga kehormatan, keselamatan, dan kehidupannya. Syariat Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan wanita agar keduanya menjalankan tanggung jawab dengan baik.3. Kemuliaan tidak diukur dari kebebasan semataKebebasan tanpa batas bukan satu-satunya ukuran kemuliaan. Dalam Islam, kemuliaan seorang wanita berkaitan dengan ketakwaan, ketaatan kepada Allah, dan kemampuannya menjaga kehormatan diri sesuai tuntunan agama.4. Islam memberikan hak kepada wanitaSebelum datangnya Islam, wanita di sejumlah masyarakat Arab jahiliah mengalami penindasan, bahkan ada yang tidak memperoleh hak waris dan bayi perempuan dibunuh. Islam mengubah keadaan tersebut dengan menetapkan hak-hak wanita, termasuk hak memperoleh warisan dan perlakuan yang adil.5. Kemuliaan wanita berkaitan dengan ketakwaanDalam Islam, ukuran kemuliaan seseorang bukan jenis kelamin, kekayaan, atau kedudukan sosialnya, melainkan ketakwaannya kepada Allah. Wanita memiliki kesempatan untuk meraih pahala dan surga melalui iman, ibadah, serta amal saleh.6. Pelajaran yang dapat diterapkanBersyukur atas kemuliaan dan hak yang telah Allah berikan kepada wanita.Menjaga kehormatan diri dengan menjalankan syariat Islam.Memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh.Tidak menilai kemuliaan seseorang hanya dari penampilan atau status sosial.Memahami aturan Islam dengan mempelajari dalil Al-Qur'an dan sunnah.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya18 Oktober 2026
E

Eka Yuliani,SE

📍 Kota Surakarta

Pemuliaan Islam terhadap wanita

Islam menaruh perhatian yang sangat besar dalam menjaga kesucian, memberikan hak-hak, serta memuliakan kedudukan wanita muslimah.Point point penting bagaimana Islam memuliakan wanita1. Tolok Ukur Kemuliaan Berdasarkan Ketakwaan (Bukan Standar Duniawi)Islam datang menghapus cara pandang jahiliah yang menilai wanita secara objektifikasi. Di dalam Islam, barometer kemuliaan seorang wanita mutlak diletakkan pada ketakwaan dan keindahan akhlaknya, bukan pada paras, harta, jaminan sosial, atau popularitasnya.Kecantikan Hakiki. Wanita yang sekadar "cantik dunianya" akan selalu cemas terhadap penilaian manusia dan kemewahan yang fana. Sebaliknya, wanita yang "cantik akhiratnya" memiliki kedamaian jiwa lewat kekuatan akidah, ketaatan, dan ketundukan kepada Allah.Syariat membuka pintu bagi wanita mana pun baik dia kaya atau miskin, dikenal luas atau tersembunyi dari dunia untuk meraih posisi paling tinggi di sisi Allah selama ia bertakwa2. Islam Memerangi Adat Jahiliah Lewat Keutamaan Anak PerempuanSalah satu bukti konkret Islam mengangkat derajat wanita adalah dengan memuliakan keberadaan anak-anak perempuan. Pada masa jahiliah, kelahiran anak perempuan dianggap sebagai aib besar. Islam membalikkan pandangan ini dengan menetapkan bahwa anak perempuan merupakan anugerah (pemberian langsung) dari Allah.Ujian Pembawa Berkah. Mengasuh anak perempuan diakui sebagai bentuk ujian kesabaran bagi para ayah. Namun, lewat sikap sabar, pemberian nafkah yang baik, serta pendidikan agama yang benar, anak perempuan tersebut akan menjadi tameng dan penghalang bagi orang tuanya dari siksa api neraka.Ganjaran bagi orang tua yang mendidik anak atau saudara perempuan dengan baik hingga mandiri adalah jaminan kebersamaan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW di surga.3. Penjagaan Syariat Melalui Adab Berbicara dan BerpakaianQS. Surat Al-Ahzab ayat 32-33 sebagai pedoman emas bagi muslimah. Aturan-aturan tegas dalam Islam bukanlah bentuk pengekangan, melainkan bentuk kasih sayang Allah untuk menjaga kehormatan wanita agar tidak diganggu atau disakiti.Adab Suara (Khudhū’ bil Qawl). Hukum asal suara wanita bukanlah aurat. Muslimah diperbolehkan berbicara dengan lelaki non-mahram untuk keperluan yang wajar. Namun, Islam melarang wanita melembut-lembutkan suara (mendayu-dayu atau manja) kepada lelaki asing karena hal tersebut bisa menyalakan penyakit syahwat di dalam hati orang yang mendengarnya. Uniknya, sifat manja dan suara indah ini justru sangat dianjurkan dan menjadi ibadah ketika ditujukan khusus untuk menyenangkan hati suami.Perlindungan Hijab Syar'i. Mengenakan jilbab yang sesuai ketentuan syariat mendatangkan pahala yang terus mengalir setiap detiknya. Islam melarang wanita berhias secara berlebihan ala jahiliah (tabarruj) atau memamerkan keindahan diri di ruang publik termasuk media sosial, demi menjaga kesucian hatinya sendiri dan hati masyarakat.4. Kemuliaan Menetap di Rumah dan Mengurus KeluargaBeliau meluruskan stigma modern yang menganggap wanita yang berada di rumah sebagai wanita yang tidak produktif. Dalam pandangan Islam, rumah adalah benteng sekaligus medan jihad terbesar bagi seorang wanita.Sebaik-baik Wanita: Ustadz Firanda menyebutkan bahwa wanita terbaik di sisi Allah adalah mereka yang paling membawa manfaat bagi keluarganya (suami dan anak-anaknya) serta paling betah mengurus rumah tangganya.Lelah yang Berbuah Pahala: Setiap tetes keringat, rasa lelah, dan rasa jenuh seorang istri dalam mencuci, memasak, mendidik anak, serta menyiapkan keperluan suami dinilai sebagai ibadah agung yang dapat menaikkan derajatnya secara drastis di surga, asalkan diniatkan dengan ikhlas karena Allah. Wanita salehah adalah madrasah pertama (al-madrasatul ula) yang mencetak generasi bertakwa.5. Meneladani Tokoh Wanita Istimewa dalam SejarahISLAM. mengajak para wanita untuk meneladani figur-figur wanita yang telah dijamin kesempurnaan imannya oleh Nabi SAW.Maryam binti Imran: Mengajarkan arti menjaga kesucian diri (iffah) yang luar biasa, keteguhan dalam beribadah, serta ketabahan saat menghadapi fitnah keji dari manusia.Asiah (Istri Firaun): Mengajarkan kekuatan akidah. Meskipun hidup bergelimang kemewahan istana dan memiliki suami seorang penguasa zalim, Asiah memilih untuk mengorbankan segalanya demi mempertahankan keimanannya kepada Allah dan mengejar istana di surga.Secara ringkas ditegaskan bahwa Islam memuliakan wanita dengan cara menempatkannya pada fitrah yang suci, menjadikannya kunci ketenteraman rumah tangga, melindungi fisiknya dengan jilbab, menjaga kehormatannya dengan adab, serta menjanjikan surga tertinggi lewat ketaatan yang sederhana namun

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#20 — Pemuliaan Terhadap Wanita

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seorang wanita bukan terletak pada kecantikan, kekayaan, atau seberapa besar dunia mengakui keberadaannya, melainkan pada iman, ketakwaan, dan amalnya. Menjadi ibu, istri, maupun anak perempuan dapat menjadi jalan menuju surga melalui bakti dan kebaikan yang dijalankan. Di tengah dunia yang sering mengukur nilai perempuan dari penampilan, produktivitas, dan apa yang bisa ia berikan kepada orang lain, Islam mengingatkan bahwa dirinya memiliki kehormatan yang tidak semestinya diperdagangkan demi penerimaan manusia.Namun, memuliakan wanita tidak cukup hanya dengan menyebutnya berharga. Kemuliaan itu harus tercermin dalam perlakuan nyata: suami yang memperlakukan istrinya dengan baik, anak yang berbakti kepada ibunya, serta masyarakat yang menjaga hak dan kehormatannya. Peran dalam rumah tangga pun semestinya dijalankan dengan tanggung jawab, bukan dijadikan alasan untuk merendahkan. Sebab, menjaga kehormatan seseorang seharusnya berjalan beriringan dengan menghormati hak, keselamatan, dan martabatnya.Pada akhirnya, kemuliaan bukan tentang seberapa bebas seseorang mengikuti keinginan dunia, tetapi juga bukan tentang seberapa banyak ia kehilangan dirinya demi memenuhi tuntutan manusia. Bagi seorang muslimah, yang terpenting adalah menjalani hidup sesuai petunjuk Allah, tanpa menjadikan penilaian manusia sebagai ukuran utama harga dirinya. Sebab, dunia boleh memiliki ukuran sendiri tentang perempuan yang bernilai, tetapi di hadapan Allah, setiap jiwa memiliki kesempatan untuk meraih kemuliaan melalui iman dan amal saleh.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →