Kisah Singkat 9 Istri Nabi ﷺ - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.A. BANTAHAN TERHADAP TUDUHAN BAHWA NABI MUHAMMAD ﷺ MENGIKUTI HAWA NAFSUOrang-orang kafir menuduh Nabi Muhammad ﷺ menikahi banyak wanita karena mengikuti hawa nafsu. Tuduhan ini merupakan tuduhan yang keji. Ada beberapa sisi yang dapat digunakan untuk membantah tuduhan tersebut.1. Kisah Nabi Sulaiman 'alaihissalamDalam kitab-kitab terdahulu, termasuk Alkitab, disebutkan bahwa Nabi Sulaiman 'alaihissalam memiliki banyak istri. Hal ini menjadi salah satu perbandingan dalam menjawab tuduhan terhadap Rasulullah ﷺ.2. Poligami bukan sesuatu yang tercela pada masa itu- Masyarakat Arab pada masa jahiliah mengenal praktik memiliki banyak istri.- Jika poligami pada masa itu dianggap sebagai sesuatu yang tercela dengan sendirinya, tentu para musuh Rasulullah ﷺ akan menjadikannya sebagai bahan celaan.- Namun, tuduhan bahwa Rasulullah ﷺ mengikuti hawa nafsu tidak dapat dibuktikan hanya dengan melihat jumlah istri beliau.3. Rasulullah ﷺ baru berpoligami setelah berusia lebih dari 50 tahun- Rasulullah ﷺ menikah dengan Khadijah radhiyallahu 'anha ketika berusia sekitar 25 tahun.- Beliau hidup bersama Khadijah selama kurang lebih 25 tahun.- Selama Khadijah masih hidup, Rasulullah ﷺ tidak menikahi wanita lain.- Setelah Khadijah wafat, barulah Rasulullah ﷺ menikah dengan wanita-wanita lainnya.4. Sebagian besar istri Rasulullah ﷺ adalah jandaDari sebelas wanita yang dikenal dalam daftar istri Rasulullah ﷺ, Aisyah radhiyallahu 'anha merupakan satu-satunya yang dinikahi dalam keadaan gadis. Istri-istri lainnya pernah menikah sebelumnya.Hal ini menjadi salah satu sisi yang perlu diperhatikan ketika menilai pernikahan Rasulullah ﷺ, bukan semata-mata melihat jumlah istri beliau.5. Pernikahan Rasulullah ﷺ memiliki berbagai hikmahPernikahan Rasulullah ﷺ tidak dapat dipandang hanya dari sisi pribadi. Dalam berbagai pernikahan beliau terdapat hikmah, di antaranya:- Memberikan perlindungan kepada wanita yang kehilangan suami.- Mempererat hubungan antarkabilah.- Membantu membebaskan tawanan dan memberikan kemerdekaan.- Mengajarkan hukum-hukum Islam melalui kehidupan rumah tangga beliau.- Menjadi jalan penyampaian ilmu agama melalui istri-istri beliau.Namun, hikmah setiap pernikahan perlu dilihat berdasarkan riwayat masing-masing, bukan disamaratakan.6. Rasulullah ﷺ memiliki kekuatan fisik yang istimewaTerdapat riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki kekuatan dalam berhubungan dengan istri-istri beliau.Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah mendatangi istri-istri beliau dalam satu waktu.Riwayat tersebut terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.Adapun keterangan bahwa beliau mendatangi sembilan istri lalu mandi sekali perlu dipahami sesuai redaksi riwayat yang dimaksud dalam kajian.7. Rasulullah ﷺ memperlakukan istri-istri beliau dengan adilRasulullah ﷺ memiliki beberapa istri, tetapi beliau mengatur giliran bermalam di antara mereka.Beliau tidak serta-merta menghabiskan waktu bersama seluruh istrinya setiap malam. Ada pembagian giliran yang beliau jalankan.Kehidupan rumah tangga Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa pernikahan dengan banyak istri disertai tanggung jawab, pengaturan waktu, dan kewajiban yang harus ditunaikan.---B. WANITA-WANITA DI SEKITAR RASULULLAH ﷺ1. Istri-Istri Rasulullah ﷺIstri-istri Rasulullah ﷺ memiliki kedudukan istimewa. Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut mereka sebagai Ummahatul Mukminin, yaitu ibu-ibu kaum mukminin.Allah berfirman:«النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ»“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.”QS. Al-Ahzab: 6Di antara bentuk kemuliaan mereka, umat Islam dilarang menikahi istri-istri Rasulullah ﷺ setelah beliau wafat.Allah berfirman:«وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا»“Tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak boleh pula menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah beliau wafat. Sesungguhnya perbuatan itu sangat besar dosanya di sisi Allah.”QS. Al-Ahzab: 53Berikut kisah singkat istri-istri Rasulullah ﷺ.a. Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu 'anha- Rasulullah ﷺ menikahi Khadijah ketika beliau berusia 25 tahun. Khadijah saat itu berusia sekitar 40 tahun menurut pendapat yang masyhur.- Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Khadijah telah menikah dua kali.- Khadijah hidup bersama Rasulullah ﷺ selama kurang lebih 25 tahun.- Khadijah merupakan orang pertama yang beriman kepada Rasulullah ﷺ setelah beliau menerima wahyu.- Ia membantu dakwah Rasulullah ﷺ dengan harta, dukungan, dan keteguhan hatinya.- Dari pernikahan mereka lahir enam anak: Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah.- Al-Qasim dan Abdullah wafat ketika masih kecil.- Allah memberikan kemuliaan kepada Khadijah. Malaikat Jibril menyampaikan salam dari Allah untuknya dan kabar gembira berupa rumah di surga.- Khadijah wafat pada tahun kesepuluh kenabian, sekitar tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah.- Setelah Khadijah wafat, Rasulullah ﷺ menikah dengan Saudah bintu Zam'ah.b. Saudah bintu Zam'ah radhiyallahu 'anha- Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Saudah menikah dengan Sakran bin Amr.- Saudah dan suaminya termasuk kaum muslimin yang berhijrah ke Habasyah.- Setelah kembali, suaminya meninggal dunia. Terdapat perbedaan keterangan mengenai tempat wafatnya.- Setelah Khadijah wafat, Rasulullah ﷺ mendapat informasi mengenai keadaan Saudah.- Rasulullah ﷺ kemudian mengutus seseorang untuk melamarnya.- Saudah menjadi istri Rasulullah ﷺ setelah wafatnya Khadijah.- Saudah termasuk wanita yang turut mendampingi Rasulullah ﷺ dalam kehidupan rumah tangga beliau.- Pada masa berikutnya, Saudah pernah memberikan giliran malamnya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha.c. Aisyah bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anha- Aisyah merupakan putri Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, sahabat dekat Rasulullah ﷺ.- Rasulullah ﷺ menikahi Aisyah setelah Khadijah wafat, sedangkan kehidupan bersama sebagai suami istri dimulai setelah hijrah ke Madinah.- Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah ﷺ yang dinikahi dalam keadaan gadis.- Ia dikenal memiliki kecerdasan, daya ingat, dan pemahaman agama yang mendalam.- Banyak sahabat belajar dan bertanya kepadanya mengenai berbagai persoalan agama.- Aisyah menjadi salah satu periwayat hadis terbanyak dari Rasulullah ﷺ.- Melalui Aisyah, umat Islam memperoleh banyak pengetahuan tentang kehidupan pribadi Rasulullah ﷺ, ibadah, akhlak, dan kehidupan rumah tangga beliau.- Aisyah wafat di Madinah pada tahun 58 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.d. Hafshah bintu Umar bin Khattab radhiyallahu 'anha- Hafshah merupakan putri Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.- Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, ia menikah dengan Khunais bin Hudzafah, seorang sahabat yang wafat setelah mengikuti peperangan.- Setelah suaminya meninggal dunia, Umar berusaha mencarikan suami bagi Hafshah.- Rasulullah ﷺ kemudian menikahi Hafshah pada tahun ketiga Hijriah menurut pendapat yang masyhur.- Hafshah dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah dan berpuasa.- Lembaran Al-Qur'an yang dikumpulkan pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq kemudian disimpan oleh Hafshah.- Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, lembaran tersebut menjadi rujukan dalam penyalinan mushaf.- Hafshah wafat di Madinah pada tahun 45 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.e. Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu 'anha- Zainab dikenal dengan julukan Ummul Masakin, yang berarti ibunda orang-orang miskin.- Julukan tersebut berkaitan dengan kepeduliannya kepada orang-orang miskin dan kebiasaannya membantu mereka.- Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Zainab pernah menikah dengan beberapa orang. Terdapat perbedaan riwayat mengenai urutan dan nama suami-suaminya.- Rasulullah ﷺ menikahinya pada tahun ketiga Hijriah menurut pendapat yang masyhur.- Ia hanya hidup bersama Rasulullah ﷺ dalam waktu singkat, sekitar dua atau tiga bulan menurut sebagian riwayat.- Zainab wafat ketika Rasulullah ﷺ masih hidup.- Ia merupakan istri Rasulullah ﷺ kedua yang wafat setelah Khadijah radhiyallahu 'anha.f. Ummu Salamah Hind bintu Abi Umayyah radhiyallahu 'anha- Nama aslinya adalah Hind bintu Abi Umayyah.- Ia merupakan istri Abu Salamah, seorang sahabat Rasulullah ﷺ.- Ummu Salamah dan suaminya termasuk kaum muslimin yang berhijrah.- Setelah Abu Salamah wafat, Ummu Salamah berdoa agar Allah memberikan pengganti yang lebih baik atas musibah yang menimpanya.- Rasulullah ﷺ kemudian menikahinya pada tahun keempat Hijriah menurut pendapat yang masyhur.- Ummu Salamah dikenal sebagai wanita yang cerdas dan bijaksana.- Dalam peristiwa Hudaibiyah, ia memberikan saran kepada Rasulullah ﷺ ketika para sahabat merasa berat untuk melaksanakan perintah beliau.- Saran Ummu Salamah menunjukkan kecerdasan dan kemampuannya memahami keadaan.- Ia juga meriwayatkan sejumlah hadis dari Rasulullah ﷺ.- Ummu Salamah wafat di Madinah pada tahun 59 Hijriah menurut salah satu pendapat.g. Zainab bintu Jahsy radhiyallahu 'anha- Zainab merupakan sepupu Rasulullah ﷺ, putri dari bibi beliau.- Sebelumnya, Zainab menikah dengan Zaid bin Haritsah, seorang sahabat yang dahulu dikenal sebagai anak angkat Rasulullah ﷺ.- Pernikahan Zaid dan Zainab berakhir dengan perceraian.- Setelah itu, Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk menikahi Zainab.- Pernikahan tersebut memiliki hikmah penting dalam menjelaskan hukum anak angkat dalam Islam.- Anak angkat tidak sama dengan anak kandung dalam hukum nasab dan pernikahan.- Peristiwa tersebut disebutkan dalam QS. Al-Ahzab: 37.- Zainab dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah, bersedekah, dan bekerja dengan tangannya.- Ia pernah membanggakan bahwa pernikahannya dengan Rasulullah ﷺ memiliki keistimewaan karena perintahnya datang dari Allah.- Zainab wafat pada tahun 20 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.h. Juwairiyah bintu Al-Harits radhiyallahu 'anha- Juwairiyah merupakan putri Al-Harits, pemimpin Bani Musthaliq.- Ia menjadi tawanan setelah peperangan Bani Musthaliq.- Juwairiyah kemudian datang kepada Rasulullah ﷺ untuk meminta bantuan agar dapat memerdekakan dirinya.- Rasulullah ﷺ menawarkan untuk membayar pembebasannya sekaligus menikahinya.- Juwairiyah menerima tawaran tersebut dan menjadi istri Rasulullah ﷺ.- Ketika para sahabat mengetahui bahwa tawanan dari kaumnya memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah ﷺ, banyak di antara mereka membebaskan tawanan yang berada dalam kekuasaan mereka.- Pernikahan Juwairiyah membawa manfaat besar bagi kaumnya.- Aisyah radhiyallahu 'anha menyebut bahwa ia tidak mengetahui wanita lain yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah.- Juwairiyah wafat di Madinah pada tahun 50 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.i. Shafiyyah bintu Huyay bin Akhtab radhiyallahu 'anha- Shafiyyah berasal dari Bani Nadhir dan merupakan putri Huyay bin Akhtab.- Ia berasal dari keluarga terpandang di kalangan Yahudi.- Shafiyyah menjadi tawanan setelah Perang Khaibar.- Rasulullah ﷺ memerdekakannya, kemudian menikahinya.- Dengan demikian, Shafiyyah menjadi salah satu Ummahatul Mukminin.- Pernikahan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memberikan kemerdekaan kepada Shafiyyah sebelum menjadikannya sebagai istri.- Shafiyyah pernah menghadapi perlakuan yang menyakitkan karena latar belakang keluarganya.- Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kehormatan seseorang tidak dinilai hanya berdasarkan asal-usulnya.- Shafiyyah wafat di Madinah pada tahun 50 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.j. Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyan radhiyallahu 'anha- Nama aslinya adalah Ramlah bintu Abi Sufyan.- Ia merupakan putri Abu Sufyan, salah seorang tokoh Quraisy.- Ummu Habibah berhijrah ke Habasyah bersama suaminya, Ubaidullah bin Jahsy.- Dalam riwayat yang masyhur, suaminya kemudian berpindah agama dan meninggal dunia di Habasyah.- Setelah menjadi janda, Ummu Habibah tetap teguh mempertahankan keislamannya.- Raja Najasyi bertindak sebagai wakil Rasulullah ﷺ dalam pernikahan tersebut dan memberikan mahar atas nama beliau.- Rasulullah ﷺ menikahinya ketika Ummu Habibah masih berada di Habasyah.- Kisah ini menunjukkan keteguhan Ummu Habibah dalam mempertahankan agama meskipun menghadapi kesulitan.- Ummu Habibah wafat di Madinah pada tahun 44 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.k. Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu 'anha- Maimunah merupakan istri terakhir yang dinikahi Rasulullah ﷺ menurut urutan pernikahan yang umum disebutkan dalam kitab-kitab sirah.- Nama aslinya adalah Barrah, kemudian Rasulullah ﷺ menamainya Maimunah.- Rasulullah ﷺ menikahinya pada tahun ketujuh Hijriah setelah Umrah Qadha menurut pendapat yang masyhur.- Maimunah dikenal sebagai wanita yang salehah.- Pernikahannya dengan Rasulullah ﷺ menambah hubungan kekerabatan antara beliau dan keluarga Maimunah.- Maimunah wafat di Sarif, sebuah tempat di dekat Makkah, pada tahun 51 Hijriah menurut pendapat yang masyhur.---Ringkasan Nama Istri-Istri Rasulullah ﷺBerikut urutan sebelas istri Rasulullah ﷺ yang umum disebutkan dalam kitab-kitab sirah:1. Khadijah bintu Khuwailid.2. Saudah bintu Zam'ah.3. Aisyah bintu Abi Bakar.4. Hafshah bintu Umar bin Khattab.5. Zainab bintu Khuzaimah.6. Ummu Salamah Hind bintu Abi Umayyah.7. Zainab bintu Jahsy.8. Juwairiyah bintu Al-Harits.9. Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyan.10. Shafiyyah bintu Huyay bin Akhtab.11. Maimunah bintu Al-Harits.Ketika Rasulullah ﷺ wafat, sembilan istri beliau masih hidup. Khadijah dan Zainab bintu Khuzaimah telah wafat lebih dahulu.---2. Wanita-Wanita yang Tidak Jadi Digauli oleh Rasulullah ﷺSelain istri-istri beliau, terdapat wanita-wanita yang pernah dinikahi atau dilamar oleh Rasulullah ﷺ, tetapi pernikahannya tidak berlanjut menjadi kehidupan rumah tangga.a. Ibnatul Jaun- Wanita ini dikenal dengan nama Umaimah bintu Syarahbil dalam sebagian riwayat.- Ia disebut dalam riwayat mengenai wanita yang dinikahi Rasulullah ﷺ, tetapi kemudian berpisah sebelum kehidupan rumah tangga berlangsung.- Ketika Rasulullah ﷺ mendekatinya, ia berkata, “Aku berlindung kepada Allah darimu.”- Rasulullah ﷺ kemudian menyuruhnya kembali kepada keluarganya.Kisah ini disebutkan dalam sejumlah riwayat hadis dengan perbedaan redaksi.b. Wanita yang Menyerahkan Dirinya kepada Rasulullah ﷺ- Terdapat wanita yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan menawarkan dirinya untuk dinikahi.- Rasulullah ﷺ memandangnya, tetapi tidak memberikan jawaban yang menunjukkan bahwa beliau ingin menikahinya.- Seorang sahabat kemudian berkata bahwa jika Rasulullah ﷺ tidak membutuhkannya, ia bersedia menikahi wanita tersebut.- Rasulullah ﷺ lalu menikahkan wanita itu dengan sahabat tersebut sesuai dengan riwayat yang disebutkan dalam hadis.Kisah ini menunjukkan bahwa wanita tersebut tidak menjadi istri Rasulullah ﷺ, tetapi kemudian menikah dengan seorang sahabat.---3. Budak-Budak Wanita Rasulullah ﷺa. Mariyah Al-Qibthiyah- Nama yang dikenal adalah Mariyah bintu Syam'un Al-Qibthiyah.- Ia berasal dari Mesir dan dikirim sebagai hadiah oleh Al-Muqawqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah ﷺ.- Mariyah kemudian menjadi ibu dari Ibrahim, putra Rasulullah ﷺ.- Ibrahim lahir pada tahun kedelapan Hijriah.- Kelahiran Ibrahim menjadi kebahagiaan bagi Rasulullah ﷺ, tetapi anak tersebut meninggal ketika masih kecil, sebelum berusia dua tahun.- Ibrahim wafat pada tahun kesepuluh Hijriah, bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari.- Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang.- Mariyah wafat pada masa pemerintahan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, sekitar tahun 16 Hijriah menurut pendapat yang disebutkan dalam sebagian sumber.b. Raihanah bintu Zaid- Raihanah berasal dari Bani Nadhir dan merupakan seorang wanita Yahudi.- Setelah peristiwa peperangan dan penaklukan yang melibatkan kaumnya, Raihanah berada dalam kekuasaan kaum muslimin.- Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai status Raihanah: apakah ia menjadi istri Rasulullah ﷺ atau tetap berstatus sebagai budak.- Dalam sebagian sumber, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menawarkan kemerdekaan dan pernikahan kepadanya.- Namun, terdapat pula riwayat yang menyatakan bahwa Raihanah memilih tetap berada dalam status tersebut.- Karena terdapat perbedaan riwayat, status Raihanah tidak boleh dinyatakan secara mutlak tanpa menjelaskan adanya khilaf.- Raihanah disebut wafat pada tahun kesepuluh Hijriah dalam sebagian riwayat.---PENUTUPIstri-istri Rasulullah ﷺ merupakan wanita-wanita yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Mereka menjadi teladan dalam keimanan, kesabaran, ilmu, pengorbanan, dan kehidupan rumah tangga.Melalui kehidupan mereka, umat Islam memperoleh banyak pelajaran mengenai ibadah, akhlak, hukum keluarga, serta kehidupan Rasulullah ﷺ di dalam rumah.Karena itu, ketika membahas pernikahan Rasulullah ﷺ, kita hendaknya mempelajarinya berdasarkan dalil dan riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan tuduhan atau prasangka.Semoga Allah meridhai para Ummahatul Mukminin dan menjadikan kita mampu mengambil pelajaran dari kehidupan mereka.