Kisah Istri Imran (Hannah)
Kisah Istri Imran (Hannah) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.1. Keluarga yang Dimuliakan AllahAllah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan kisah keluarga Imran dalam QS. Ali ‘Imran ayat 33–37.Allah berfirman:وَاللَّهُ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing)."(QS. Ali ‘Imran: 33)Allah memuliakan keluarga Imran, sebuah keluarga yang dikenal dengan kesalehannya. Dalam kisah ini, kita mengenal istri Imran yang dalam keterangan tafsir dikenal dengan nama Hannah, putrinya Maryam, dan cucunya, Nabi Isa 'alaihissalam.Kisah Hannah mengajarkan kepada kita tentang kesalehan seorang ibu, ketulusan doa, dan keyakinan terhadap ketetapan Allah.2. Doa dan Nazar HannahDalam penuturan kajian, Hannah dikisahkan telah lama menantikan kehadiran seorang anak. Setelah sekian lama belum dikaruniai keturunan, ia memohon kepada Allah agar dianugerahi seorang anak.Allah kemudian mengaruniakan kehamilan kepadanya. Namun, di tengah kebahagiaan itu, Hannah kembali menghadapi ujian. Ia dikisahkan kehilangan suaminya, Imran, ketika sedang mengandung.Meskipun menghadapi keadaan yang berat, Hannah tetap bersyukur atas karunia kehamilan yang diberikan Allah. Ia pun bernazar untuk menjadikan anaknya sebagai hamba yang mengabdikan diri kepada Allah dan berkhidmat di Baitul Maqdis.Allah berfirman:إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ"(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku (kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'"(QS. Ali ‘Imran: 35)Nazar Hannah menunjukkan betapa mulianya keinginan seorang ibu yang berharap anaknya tumbuh menjadi hamba yang saleh dan bermanfaat bagi agama Allah.Pelajaran: Ketika menghadapi ujian, seorang muslimah hendaknya bersabar, bersyukur, dan menyerahkan urusannya kepada Allah. Jangan hanya memohon kebaikan untuk diri sendiri, tetapi mohonlah pula agar keturunan kita menjadi hamba yang taat kepada-Nya.3. Ketika Kenyataan Berbeda dari HarapanHannah berharap anak yang dikandungnya adalah laki-laki agar dapat memenuhi nazarnya. Namun, ketika melahirkan, ternyata anaknya perempuan.Allah berfirman:فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ"Maka ketika melahirkannya, dia berkata, 'Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.' Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan."(QS. Ali ‘Imran: 36)Hannah menyadari bahwa anak yang dilahirkannya tidak sesuai dengan harapan awalnya. Namun, Allah mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya.Anak perempuan yang dilahirkannya kelak menjadi Maryam, seorang wanita salehah yang dimuliakan Allah. Dari Maryam pula lahir Nabi Isa 'alaihissalam, seorang nabi yang memiliki kedudukan istimewa.Kisah ini mengingatkan kita bahwa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita belum tentu buruk. Bisa jadi, Allah telah menetapkan kebaikan yang jauh lebih besar daripada apa yang kita bayangkan.Kita boleh memiliki harapan, tetapi jangan sampai menganggap bahwa kebaikan hanya datang melalui jalan yang kita inginkan. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.4. Doa Hannah untuk Maryam dan KeturunannyaSetelah melahirkan, Hannah memberi nama putrinya Maryam. Dalam keterangan tafsir, nama Maryam dijelaskan dengan makna yang berkaitan dengan pengabdian dan ibadah.Hannah kemudian memohon perlindungan Allah bagi putrinya dan keturunannya dari gangguan setan.Allah berfirman:وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ"Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."(QS. Ali ‘Imran: 36)Perhatikanlah doa Hannah. Ia tidak hanya memikirkan kebutuhan anaknya di dunia, tetapi juga memohon perlindungan bagi agama dan keturunannya.Doa seorang ibu merupakan bagian penting dari ikhtiarnya dalam mendidik anak. Selain memenuhi kebutuhan jasmani, orang tua juga perlu memperhatikan kebutuhan rohani anak melalui pendidikan agama, keteladanan, dan doa yang tulus.Rasulullah ﷺ bersabda:مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ إِلَّا وَالشَّيْطَانُ يَمَسُّهُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ إِيَّاهُ، إِلَّا مَرْيَمَ وَابْنَهَا"Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan setan menyentuhnya ketika ia dilahirkan sehingga ia menangis keras karena sentuhan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya."(HR. Bukhari no. 4548)Hadis ini berkaitan dengan doa perlindungan yang dipanjatkan Hannah untuk Maryam dan keturunannya.Pelajaran: Jangan pernah meremehkan doa orang tua untuk anaknya. Doakan anak agar Allah menjaga agamanya, memperbaiki akhlaknya, dan menjadikannya hamba yang taat kepada-Nya.5. Allah Mengurus Maryam dengan Sebaik-baiknyaAllah menerima Maryam dan menumbuhkannya dengan baik. Allah juga menetapkan Nabi Zakaria 'alaihissalam sebagai pengasuhnya.Allah berfirman:فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria."(QS. Ali ‘Imran: 37)Allah memberikan Maryam pengasuhan yang baik hingga ia tumbuh menjadi wanita yang salehah.Kisah ini memperlihatkan bahwa kesalehan orang tua merupakan perkara penting dalam pendidikan keturunan. Namun, kita juga belajar bahwa tumbuh kembang anak melibatkan banyak bentuk pertolongan Allah, termasuk melalui orang-orang saleh yang hadir dalam kehidupannya.Karena itu, jangan pernah berputus asa dalam memperbaiki diri. Teruslah belajar menjadi ibu yang lebih salehah, memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, dan membangun lingkungan yang baik bagi anak-anak.Boleh jadi, buah dari usaha kita baru terlihat pada anak-anak kita. Bahkan, bisa jadi pengaruh kebaikan itu berlanjut hingga cucu dan keturunan berikutnya, dengan izin Allah.6. Jangan Berputus Asa dalam BerdoaKisah Hannah mengingatkan kita tentang pentingnya berharap kepada Allah dan terus memohon kebaikan kepada-Nya.Dalam berdoa, kita tidak mengetahui kapan dan bagaimana Allah akan memberikan jawaban. Bisa jadi, Allah memberikan apa yang kita minta. Bisa jadi, Dia menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik menurut ilmu dan hikmah-Nya.Karena itu, jangan berhenti berdoa hanya karena keinginan kita belum terwujud.Rasulullah ﷺ bersabda:أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud. Maka, perbanyaklah doa."(HR. Muslim no. 482)Manfaatkanlah waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa, termasuk ketika sujud. Mohonlah kepada Allah agar memperbaiki diri kita, menjaga anak-anak kita, dan menjadikan keluarga kita keluarga yang taat kepada-Nya.Jangan lupa mendoakan kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.FAEDAH PENTING DARI KISAH HANNAH1. Kesalehan orang tua itu penting. Perbaikan diri hendaknya menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam mendidik anak.2. Niatkan kebaikan bagi keturunan. Jangan hanya mengharapkan anak yang berhasil dalam urusan dunia, tetapi mohonlah agar mereka menjadi hamba yang saleh.3. Jangan berputus asa dalam berdoa. Teruslah memohon kepada Allah dengan penuh harap dan keyakinan.4. Terimalah ketetapan Allah. Sesuatu yang berbeda dari harapan kita belum tentu buruk.5. Doakan anak-anak kita. Mohonlah perlindungan, petunjuk, dan kebaikan bagi mereka sejak dini.6. Teruslah memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi orang tua yang lebih baik.Semoga Allah menjadikan kita ibu-ibu yang salehah, memperbaiki keturunan kita, dan menganugerahkan kepada kita anak-anak yang taat kepada-Nya.آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ





