👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Kisah Istri Imran (Hannah)

Kisah Istri Imran (Hannah) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.1. Keluarga yang Dimuliakan AllahAllah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan kisah keluarga Imran dalam QS. Ali ‘Imran ayat 33–37.Allah berfirman:وَاللَّهُ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing)."(QS. Ali ‘Imran: 33)Allah memuliakan keluarga Imran, sebuah keluarga yang dikenal dengan kesalehannya. Dalam kisah ini, kita mengenal istri Imran yang dalam keterangan tafsir dikenal dengan nama Hannah, putrinya Maryam, dan cucunya, Nabi Isa 'alaihissalam.Kisah Hannah mengajarkan kepada kita tentang kesalehan seorang ibu, ketulusan doa, dan keyakinan terhadap ketetapan Allah.2. Doa dan Nazar HannahDalam penuturan kajian, Hannah dikisahkan telah lama menantikan kehadiran seorang anak. Setelah sekian lama belum dikaruniai keturunan, ia memohon kepada Allah agar dianugerahi seorang anak.Allah kemudian mengaruniakan kehamilan kepadanya. Namun, di tengah kebahagiaan itu, Hannah kembali menghadapi ujian. Ia dikisahkan kehilangan suaminya, Imran, ketika sedang mengandung.Meskipun menghadapi keadaan yang berat, Hannah tetap bersyukur atas karunia kehamilan yang diberikan Allah. Ia pun bernazar untuk menjadikan anaknya sebagai hamba yang mengabdikan diri kepada Allah dan berkhidmat di Baitul Maqdis.Allah berfirman:إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ"(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku (kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'"(QS. Ali ‘Imran: 35)Nazar Hannah menunjukkan betapa mulianya keinginan seorang ibu yang berharap anaknya tumbuh menjadi hamba yang saleh dan bermanfaat bagi agama Allah.Pelajaran: Ketika menghadapi ujian, seorang muslimah hendaknya bersabar, bersyukur, dan menyerahkan urusannya kepada Allah. Jangan hanya memohon kebaikan untuk diri sendiri, tetapi mohonlah pula agar keturunan kita menjadi hamba yang taat kepada-Nya.3. Ketika Kenyataan Berbeda dari HarapanHannah berharap anak yang dikandungnya adalah laki-laki agar dapat memenuhi nazarnya. Namun, ketika melahirkan, ternyata anaknya perempuan.Allah berfirman:فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ"Maka ketika melahirkannya, dia berkata, 'Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.' Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan."(QS. Ali ‘Imran: 36)Hannah menyadari bahwa anak yang dilahirkannya tidak sesuai dengan harapan awalnya. Namun, Allah mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya.Anak perempuan yang dilahirkannya kelak menjadi Maryam, seorang wanita salehah yang dimuliakan Allah. Dari Maryam pula lahir Nabi Isa 'alaihissalam, seorang nabi yang memiliki kedudukan istimewa.Kisah ini mengingatkan kita bahwa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita belum tentu buruk. Bisa jadi, Allah telah menetapkan kebaikan yang jauh lebih besar daripada apa yang kita bayangkan.Kita boleh memiliki harapan, tetapi jangan sampai menganggap bahwa kebaikan hanya datang melalui jalan yang kita inginkan. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.4. Doa Hannah untuk Maryam dan KeturunannyaSetelah melahirkan, Hannah memberi nama putrinya Maryam. Dalam keterangan tafsir, nama Maryam dijelaskan dengan makna yang berkaitan dengan pengabdian dan ibadah.Hannah kemudian memohon perlindungan Allah bagi putrinya dan keturunannya dari gangguan setan.Allah berfirman:وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ"Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."(QS. Ali ‘Imran: 36)Perhatikanlah doa Hannah. Ia tidak hanya memikirkan kebutuhan anaknya di dunia, tetapi juga memohon perlindungan bagi agama dan keturunannya.Doa seorang ibu merupakan bagian penting dari ikhtiarnya dalam mendidik anak. Selain memenuhi kebutuhan jasmani, orang tua juga perlu memperhatikan kebutuhan rohani anak melalui pendidikan agama, keteladanan, dan doa yang tulus.Rasulullah ﷺ bersabda:مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ إِلَّا وَالشَّيْطَانُ يَمَسُّهُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ إِيَّاهُ، إِلَّا مَرْيَمَ وَابْنَهَا"Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan setan menyentuhnya ketika ia dilahirkan sehingga ia menangis keras karena sentuhan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya."(HR. Bukhari no. 4548)Hadis ini berkaitan dengan doa perlindungan yang dipanjatkan Hannah untuk Maryam dan keturunannya.Pelajaran: Jangan pernah meremehkan doa orang tua untuk anaknya. Doakan anak agar Allah menjaga agamanya, memperbaiki akhlaknya, dan menjadikannya hamba yang taat kepada-Nya.5. Allah Mengurus Maryam dengan Sebaik-baiknyaAllah menerima Maryam dan menumbuhkannya dengan baik. Allah juga menetapkan Nabi Zakaria 'alaihissalam sebagai pengasuhnya.Allah berfirman:فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria."(QS. Ali ‘Imran: 37)Allah memberikan Maryam pengasuhan yang baik hingga ia tumbuh menjadi wanita yang salehah.Kisah ini memperlihatkan bahwa kesalehan orang tua merupakan perkara penting dalam pendidikan keturunan. Namun, kita juga belajar bahwa tumbuh kembang anak melibatkan banyak bentuk pertolongan Allah, termasuk melalui orang-orang saleh yang hadir dalam kehidupannya.Karena itu, jangan pernah berputus asa dalam memperbaiki diri. Teruslah belajar menjadi ibu yang lebih salehah, memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, dan membangun lingkungan yang baik bagi anak-anak.Boleh jadi, buah dari usaha kita baru terlihat pada anak-anak kita. Bahkan, bisa jadi pengaruh kebaikan itu berlanjut hingga cucu dan keturunan berikutnya, dengan izin Allah.6. Jangan Berputus Asa dalam BerdoaKisah Hannah mengingatkan kita tentang pentingnya berharap kepada Allah dan terus memohon kebaikan kepada-Nya.Dalam berdoa, kita tidak mengetahui kapan dan bagaimana Allah akan memberikan jawaban. Bisa jadi, Allah memberikan apa yang kita minta. Bisa jadi, Dia menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik menurut ilmu dan hikmah-Nya.Karena itu, jangan berhenti berdoa hanya karena keinginan kita belum terwujud.Rasulullah ﷺ bersabda:أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud. Maka, perbanyaklah doa."(HR. Muslim no. 482)Manfaatkanlah waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa, termasuk ketika sujud. Mohonlah kepada Allah agar memperbaiki diri kita, menjaga anak-anak kita, dan menjadikan keluarga kita keluarga yang taat kepada-Nya.Jangan lupa mendoakan kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.FAEDAH PENTING DARI KISAH HANNAH1. Kesalehan orang tua itu penting. Perbaikan diri hendaknya menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam mendidik anak.2. Niatkan kebaikan bagi keturunan. Jangan hanya mengharapkan anak yang berhasil dalam urusan dunia, tetapi mohonlah agar mereka menjadi hamba yang saleh.3. Jangan berputus asa dalam berdoa. Teruslah memohon kepada Allah dengan penuh harap dan keyakinan.4. Terimalah ketetapan Allah. Sesuatu yang berbeda dari harapan kita belum tentu buruk.5. Doakan anak-anak kita. Mohonlah perlindungan, petunjuk, dan kebaikan bagi mereka sejak dini.6. Teruslah memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi orang tua yang lebih baik.Semoga Allah menjadikan kita ibu-ibu yang salehah, memperbaiki keturunan kita, dan menganugerahkan kepada kita anak-anak yang taat kepada-Nya.آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 23

Materi 23Kisah istri Imran (Hannah) - Ustadz Firanda Hafizhahullaahu[ ] QS.Ali-imron :33 --> sesungguhnya Allah telah memilih Adam (menciptakannya dgn kedua tanganNya), Nuh (Rasul pertama), kel.Ibrahim dan kel.Imran melebihi segala umat sebagai satu keturunan yg sebagiannya keturunan yg lain --> bantahan kpd kaum nasoro yg mengatakan nabi Isa adl anak Tuhan [ ] Imron, org yg sholih --> istrinya adl Hannah --> py anak namanya Maryam --> dipelihara oleh zakariya (istrinya adl iisyaa') ‐> maryam py anak namanya isa (nabi isa)[ ] Istrinya Imron (hannah) adl mandul --> suatu hr tiba2 dia melihat ada induk burung memberi mkn anak2nya

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 23 - Kisah Istri Imran (Hannah)

Kisah Istri Imran (Hannah)Kajian Ustadz Firanda AndirjaDikisahkan mulai dari QS. Ali Imran: 33, dst.Surat ini Ali Imran diturunkan sebagai bantahan bagi orang-orang nashara dari Najran bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan. Maka dalam surat ini dikisahkan asal muasal lahirnya Nabi Isa yang dimulai dari keluarga Imran.Allah jelaskan bahwa Nabi Isa adalah anak seorang wanita yang punya ibu, punya nenek, punya kakek, bukan anak Tuhan.Kisah Hannah dan Kelahiran MaryamAsalnya Hannah adalah wanita yang mandul (tidak punya anak). Suatu hari dia melihat pemandangan seekor burung yang sedang memberikan makan kepada anak-anaknya. Dari situ muncul keinginan yang kuat untuk memiliki keturunan dan kemudian ia berdoa memohon untuk diberi keturunan, akhirnya Allah ijabah.Suami Hannah adalah Imran, seorang yang sangat sholeh, pimpinan para rahib pada masa itu.Ketika Hannah akhirnya mengandung, Allah uji lagi, suaminya meninggal. Tapi Hannah tetap tenang dan bernadzar agar anak yang ada dalam kandungannya akan ia jadikan sebagai anak laki-laki yang dikhususkan untuk berkhidmat kepada Baitul Maqdis.Kebiasaan orang-orang sholeh: ketika ingin punya anak mereka ingin anak-anak yang shalih, tujuannya adalah untuk kemaslahatan agama.Tetapi ternyata anak yang dilahirkan adalah seorang perempuan. Ia sedikit sedih, tapi ia serahkan urusannya kepada Allah.Faedah: bahwa yang terbaik adalah pilihan Allah. Bisa jadi kita membenci sesuatu ternyata baik bagi kita. Allah lebih tahu tentang kemaslahatan seseorang.Kebaikan tersebut bisa jadi bisa nampak ketika kita masih hidup atau mungkin muncul setelah kita meninggal.Putrinya ia namakan Maryam, dalam bahasa mereka artinya ‘abidah’ yaitu wanita yang sangat rajin ibadah.Menjadi dalil bahwa disunnahkan memberi nama anak di hari pertama kelahiran.Nama akan berpengaruh terhadap keshalihan anak, maka beri nama anak dengan nama yang baik.Doa Hannah untuk Anak dan KeturunannyaKetika putrinya lahir, Hannah mendoakan وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِArtinya: "Dan sesungguhnya aku memohon perlindungan untuknya serta anak-cucunya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk."Pentingnya orang tua mendoakan anaknya, beda doa orang tua kepada anak dibanding doa dari orang lain.Hannah bukan hanya mendoakan anaknya tapi juga anak keturunannya agar menjaga dari godaan syaithan. Allah mengabulkannya.Penting untuk memperhatikan dan mendoakan cucu dan keturunan kita.Berkat doa Hannah, ketika Nabi Isa lahir, beliau tidak diganggu syaithan.Maryam dalam Asuhan ZakariaDi antara pengabulan doa Hannah, Allah jadikan Zakaria yang mengurus membesarkan Maryam.Hannah tetap mengurusnya juga.Zakaria adalah suami Isya’ yang merupakan saudari Hannah. Zakaria dan Isya’ tidak memiliki anak.Di musim panas Maryam tinggal di rumah Zakaria dan dibuatkan mihrab (tempat khusus untuk ibadah).Zakaria heran setiap mendatangi mihrab Maryam selalu ada makanan dan buah-buahan yang tidak berbuah di musim panas.Maryam berkata semua itu dari Allah.Dari situ Zakaria kemudian memohon untuk mempunyai keturunan yang shalih meskipun sebab-sebab ia mempunyai keturunan hampir mustahil (usia sudah tua, istrinya mandul). Tapi akhirnya Allah kabulkan mereka punya anak yaitu Nabi Yahya.Faedah dan PelajaranKeshalihan orang tua sangat penting dan tidak ada kata terlambat.Di antara sebab anak ‘tidak beres’ adalah karena kita ‘tidak beres’, maka introspeksi diri.Jangan selalu hanya memperhatikan penampilan dhahir tapi batin juga lebih penting.Kita harus khusnudzon kepada Allah bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Mendengar.Ibu yang shalihah selalu mendoakan anaknya, setiap sholat, dalam sujud.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#23 Kisah Istri Imran (Hannah)

#23 Kisah Istri Imran (Hannah)Ust Dr. Firanda Andirja, M.AQS. Ali Imran: 33 strSurat ini turun salah satunya adalah untuk embantah bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan, menjelaskan bahwa Nabi Isa adalah keturunan Imran.Hannah dijelaskan wanita yang tidak hamil-hamil, kemudian melihat burung memberi makan anak2nya, sehingga Hannah berdoa dan akhirnya hamil. Setelah mengandung, Imran meninggal. Hannah bernadzar bahwa anaknya (jika laki-laki) akan mengurus Baitul Maqdis.  Qadarullah anaknya adalah perempuan, Maryam, namun Hannah berserah diri kepada Allah. Maryam artinya Ahli Ibadah.Maryam tinggal bersama Zakaria.Teladan dari cerita Hannah:Berserah diri kepada Allah asat keinginan tidak sejalan dengan kenyataan.Allah pemberi takdir terbaik.Diperbolehkan memberi nama anak di hari pertama kelahiran.Beri nama anak yang baik-baik karena nama adalah doa.Berdoa untuk keselamatan anak dan keturunannya.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Istri Imran (Hannah)

👤Ustadz Firanda AndirjaHannah adalah istri dari Imron. Imron adalah lelaki yang sangat sholeh dan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Hannah adalah wanita yang sangat sholehah. Sampai di usia yang sudah tua Hannah belum memiliki anak. Namun Hannah terus berdoa agar bisa memiliki anak, dan Allah pun mengabulkannya. Sementara suami Hannah (Imran) meninggal ketika ia masih mengandung. Ketika mengandung Hannah bernadzar bahwa anaknya adalah seorang laki-laki yang akan dikhususkan untuk mengurus Baitul Maqdis. " Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Ali Imran : 35) Nadzar ini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilannya. Ketika melahirkan, Hannah mendapati bahwa ternyata bayinya adalah perempuan bukan laki-laki, meskipun sempat bersedih namun Hannah tetap berhusnudzon dan bersabar atas ketentuan Allah. Hannah kemudian memberi nama kepada bayinya yaitu Maryam. Maryam yang artinya : wanita yang rajin beribadah. Kemudian berdoa : "Dan sesungguhnya aku memohon perlindungan untuknya serta anak-cucunya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk." (QS. Ali Imran : 36)Allah pun menerima do'anya dengan penerimaan yang baik. Diantara bentuk kasih sayang Allah kepada maryam adalah menjadikan Zakaria untuk mengurus Maryam. Zakariya adalah suami dari bibi Maryam.Maryam pun tinggal dirumah Zakariya.Maryam adalah wali Allah, wanita yang sangat mulia dan shalehah yang nanti akan lahir darinya seorang nabi yaitu nabi Isa alaihis salam. Diantara faedah dari kisah ini adalah:1. Keshalihan orang tua sangat penting, akan banyak manfaat dan pengaruhnya kepada kebaikan anaknya2. Belajar dari kesabaran Hannah, yang tidak pernah lelah berdoa dan tulus dalam meminta3. Ibu yang sholehah tidak luput dari mendoakan anaknya

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian: Materi 23 - Kisah Istri Imran (Hannah)

Catatan Kajian Kisah Istri Imran (Hannah)Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Kisah Imroatu Imran  (istrinya Imran), Allah sebutkan kisahnya di dalam Al Qur'an, di Surat Ali Imran mulai ayat 33 dan seterusnya.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰۤى اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰ لَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنْۢ بَعْضٍ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing) sebagai satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 33-34)Surat ini disebutkan oleh sebagian ahli tafsir sebagai bantahan kepada orang-orang Nasaro yang mengatakan bahwasanya Nabi Isa adalah anak Tuhan. Maka Allah turunkan Surat Ali Imran, Allah ceritakan bagaimana asal muasal lahirnya Nabi Isa. Maka dimulai dari Keluarga Imran.Imran adalah seorang yang shalih, memiliki istri bernama Hannah. Hannah kemudian punya anak namanya Maryam. Maryam  kemudian dipelihara oleh Zakariya. Kemudian akhirnya Maryam punya anak, namanya Isa (Nabi Isa). Nabi Isa bukan anak Tuhan.Keluarga Imran adalah keluarga yang dimuliakan dan diberkahi oleh Allah.Imran adalah suami yang sangat shalih, pimpinan alim ulama di zamannya. Namun Allah memberi ujian, tidak mempunyai anak.Istrinya Imran, Hannah adalah seorang wanita shalihah yang mandul. Suatu hari, Hannah melihat seekor burung betina yang sedang memberi makan kepada anak-anaknya, maka dia berdoa kepada Allah agar dianugerahi seorang anak. Akhirnya doanya dikabulkan, dan Hannah hamil. Namun, saat Hannah mengandung, suaminya (Imran) meninggal dunia. Hannah berdoa dan bernazar kepada Allah, untuk menjadikan anak yang di dalam kandungannya sebagai hamba yang khusus mengabdi untuk mengurus Baitul Maqdis.Qodarullahu, Allah mentakdirkan Hannah melahirkan seorang putri, bukan seorang putra.Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Meskipun harapan Hannah untuk memiliki putra tidak terwujud, kelak dari keturunan putrinya akan lahir Nabi Isa alaihissalam yang nanti akan turun di akhir zaman, menyelamatkan Palestina dari Dajjal.Hannah memberi nama putrinya Maryam, yang artinya wanita yang ahli ibadah. Dan Maryam adalah benar-benar seorang wanita yang rajin ibadah.Hannah berdoa kepada Allah, memohon perlindungan dari Allah untuk Maryam dan keturunannya dari gangguan syaithan yang terkutuk. Ini menunjukkan pentingnya doa orangtua kepada anaknya.Perhatikan juga pendidikan cucu-cucu, karena keshalihan cucu-cucu juga merupakan aset pahala bagi kita.Maka Allah pun menerima doa Maryam untuk memberikan perlindungan kepada Maryam dan keturunannya (Nabi Isa). Allah memberikan pengurusan yang terbaik untuk Maryam, karena sebab keshalihan ayah dan ibunya (Imran dan Hannah).Siapa yang diilhamkan oleh Allah untuk berdoa, pasti Allah kabulkan. Dikabulkan dengan cara Allah.Maka Allah menjadikan Zakariya yang mengurusi Maryam. Maryam diasuh oleh Nabi Zakariya yang juga merupakan kerabatnya (suami dari bibinya Maryam).Setiap kali Zakariya masuk menemui Maryam di mihrab (tempat Maryam beribadah), Zakariya menemukan makanan, dan diantaranya buah-buahan yang hanya tumbuh di musim dingin. Kata Maryam, makanan tersebut dari Allah. Ini adalah karomah Maryam, yang merupakan wali Allah.Maka di saat itu, Zakariya berdoa lebih khusyuk kepada Allah, memohon untuk diberikan anak. Dan Allah pun lalu menganugerahi anak kepada Zakariya seorang putra yang diberi nama Yahya.🌻Faidah yg bisa diambil dari kisah Hannah:Keshalihan orangtua sangat penting dan tidak ada kata terlambat.Keshalihan Imran yang shalih dan Hannah yang shalihah, berdoa yang tulus kepada Allah, diberikan anak yang shalihah yaitu Maryam. Dan keshalihan tersebut bukan hanya pada anaknya, tapi berlanjut kepada keshalihan cucunya, Isa bin Maryam.Dalam QS Al Kahfi, Allah kisahkan bahwa Allah menjaga cucu yang ke-7 oleh karena keshalihan kakek-kakek mereka.🌻Nasihat Ustadz Firanda:1. Jadilah ibu-ibu yang shalihah. Percuma tersohor, tenar, punya duit banyak, tapi anak kita tidak beres, disebabkan kita sendiri tidak beres.2. Ibu-ibu sudah pada tua, fokus saja mengurus anak. Harus ada progres, harus tambah ngaji, tambah shalihah. Nanti akan nampak pengaruhnya pada anak keturunan kita.3. Jangan selalu perhatian sama penampilan dzahir terus, batin juga harus kita perbaiki.4. Ambil teladan dari kesabaran Hannah.5. Husnudzon kepada Allah, bahwa Allah Maha Mendengar dan Mengetahui doa-doa kita.6. Selalu mendoakan anak, terutama saat kita sholat: ketika sujud dan ketika sebelum salam.📝 Sumber:Kajian "KISAH ISTRI IMRAN (HANNAH)"Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Link Kajian di YouTube:https://youtu.be/17H_AZ0-1mM?si=xUhTdtPfOvQl4TDc

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah Istri Imran (Hannah)

Al Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahFaidah yang bisa kita petik dari kisah Hannah Istri ImranKeshalihan orang tua sangat penting dan tidak ada kata terlambat.Hannah yang shalihah, suaminya Imran yang shalih dengan doa yang tulus akhirnya punya anak yang shalihah yaitu Maryam. Dan Menurun keshalihannya kepada anaknya Yaitu Isa ‘Alaihissalam.Jadilah ibu yang shalihah. Tidak ada yang terlambat, semua ada progressnya.Akan nampak pengaruh keshalihan kita pada anak keturunan kita.Lihatlah bagaimana Hannah punya anak yang shalihahKesabaran Hannah , tekadnya luar biasa untuk punya anak yang shalihah. Dia bernadzar agar anaknya jadi pengurus Masjidil Aqsha. Meskipun Allah kabulkan dengan cara yang lain. Maka kita husnudzhon kepada Allah Subhanahu Wata’ala bahwa Allah itu itu maha mendengar.Seseorang yang mengungkapkan doanya dengan tulus Allah maha tahu isi hati kita.Jangan lupa mendoakan anakSeorang ibu yang shalihah sering mendoakan anaknya.Sisipkan doa ketika kita sholat ketika sujud dan sebelum salam. Ini 2 tempat yang special dalam berdoa.Rasulullah ﷺ bersabda:أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ"Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya." — HR. Muslim

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 23 Kisah Istri Imran (Hannah)

Materi 23Kisah Istri Imran (Hannah)Tafsir Surah Ali ‘Imran Ayat 33–371. Allah Memilih Keluarga-Keluarga PilihanAllah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 33:إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَArtinya:“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing).”Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran sebagai keluarga-keluarga pilihan. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.Kisah keluarga Imran menjadi salah satu kisah penting dalam Al-Qur’an, terutama karena dari keluarga ini lahir Maryam binti Imran, yang kemudian menjadi ibu Nabi Isa ‘alaihissalam.2. Bantahan terhadap Orang yang Menganggap Nabi Isa sebagai Anak AllahMenurut penjelasan dalam Tafsir Ibnu Katsir, penyebutan keluarga Imran menjadi bantahan terhadap orang-orang yang menganggap Nabi Isa ‘alaihissalam sebagai anak Tuhan.Allah menjelaskan asal-usul keluarga Imran dan kelahiran Nabi Isa sebagai bagian dari kekuasaan-Nya. Kelahiran Nabi Isa tanpa ayah bukanlah bukti bahwa beliau adalah anak Allah, melainkan tanda kebesaran Allah.3. Hannah, Istri Imran, dan DoanyaHannah adalah istri Imran. Ia telah lama mendambakan seorang anak dan berdoa kepada Allah agar dikaruniai keturunan.Allah kemudian mengabulkan doanya. Namun, ketika Hannah melahirkan, ternyata anak yang dilahirkannya adalah seorang perempuan.Allah mengabadikan doa dan nazarnya dalam QS. Ali ‘Imran ayat 35:إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُArtinya:“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’”Hannah bernazar agar anak yang dikandungnya menjadi hamba yang mengabdikan diri untuk beribadah kepada Allah dan melayani Baitul Maqdis.Pada masa itu, pengabdian di Baitul Maqdis berkaitan dengan tugas melayani tempat ibadah. Hannah berharap anaknya dapat menjalankan pengabdian tersebut.4. Hannah Melahirkan Anak PerempuanAllah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 36:فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِArtinya:“Maka ketika melahirkannya, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.’ Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ‘Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.’”Hannah berkata bahwa ia telah melahirkan seorang anak perempuan. Ia berharap anaknya dapat mengabdi di Baitul Maqdis, tetapi ternyata Allah menakdirkan anaknya seorang perempuan.Hannah tetap menerima ketetapan Allah dan menamai putrinya Maryam.Pelajaran penting- Manusia boleh memiliki harapan, tetapi keputusan Allah adalah yang terbaik.- Allah lebih mengetahui kemaslahatan setiap hamba-Nya.- Jangan berburuk sangka kepada Allah ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan.- Tetaplah berdoa dan menyerahkan urusan kepada Allah.5. Dari Maryam Lahir Nabi Isa ‘AlaihissalamAllah menganugerahkan Maryam kedudukan yang sangat mulia. Dari Maryam lahirlah Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam.Nabi Isa menjadi salah seorang nabi dari kalangan Bani Israil. Dengan izin Allah, beliau akan menjadi pusat perhatian dalam dakwah kepada Bani Israil dan kelak turun kembali pada akhir zaman.Dalam hadis-hadis sahih, Nabi Isa ‘alaihissalam diberitakan akan turun pada akhir zaman dan membunuh Dajjal. Peristiwa ini merupakan bagian dari tanda-tanda besar menjelang hari kiamat.6. Doa Hannah untuk Maryam dan KeturunannyaHannah tidak hanya menamai putrinya Maryam, tetapi juga memohon perlindungan Allah untuknya dan keturunannya dari gangguan setan.Doa tersebut menunjukkan perhatian seorang ibu terhadap keselamatan agama anaknya.Pelajaran yang dapat diambil:1. Orang tua hendaknya senantiasa mendoakan anak-anaknya.2. Mintalah perlindungan Allah bagi anak dan keturunan dari gangguan setan.3. Kesalehan anak bukan hanya diupayakan melalui pendidikan, tetapi juga melalui doa dan pertolongan Allah.4. Ketika Allah memberikan sesuatu yang berbeda dari harapan kita, bisa jadi di dalamnya terdapat kebaikan besar yang belum kita ketahui.7. Allah Menerima Maryam dengan Penerimaan yang BaikAllah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 37:فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّاArtinya:“Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria.”Allah menerima nazar Hannah dengan penerimaan yang baik. Maryam tumbuh menjadi wanita yang salehah dan Allah menjaganya dengan penjagaan yang istimewa.Allah juga menjadikan Nabi Zakaria ‘alaihissalam sebagai orang yang memelihara Maryam.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Hannah semula mengharapkan seorang anak laki-laki untuk mengabdi di Baitul Maqdis, Allah justru memberikan seorang anak perempuan yang kelak memperoleh kemuliaan besar.KesimpulanKisah Hannah dan Maryam mengajarkan bahwa pilihan Allah selalu berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya. Sesuatu yang awalnya terasa tidak sesuai dengan harapan kita dapat menjadi jalan menuju kebaikan yang jauh lebih besar.Tugas kita adalah berdoa, berusaha, mendidik anak dengan baik, dan bertawakal kepada Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Materi 24: KISAH ISTRI IMRAN (HANNAH)

Materi 23:KISAH ISTRI IMRAN (HANNAH)​🎙 Pemateri: Ustadz Firanda Andirja, M.A. حفظه الله تعالى​1. Pengantar & Konteks Turunnya Surah Ali Imran​Kisah Hannah (istri Imran) yang diabadikan dalam Surah Ali Imran ayat 33 dan seterusnya.​Surat Ali Imran diturunkan di antaranya sebagai bantahan terhadap keyakinan batil orang-orang non-muslim (Nasrani) yang menganggap Nabi Isa AS sebagai "anak tuhan". Allah menjelaskan garis keturunan Nabi Isa melalui ibu, nenek (Hannah), dan kakeknya (Imran) untuk membuktikan bahwa beliau adalah manusia biasa yang memiliki silsilah keluarga.​Allah memuliakan keluarga Imran (Al 'Imran), yang berada dalam lingkungan orang-orang shalih: Imran (pimpinan ulama Bani Israil), Hannah (istrinya), Maryam (anaknya), Nabi Isa AS (cucunya), serta kerabat mereka seperti Nabi Zakaria AS dan Nabi Yahya AS.​2. Perjalanan Doa dan Ujian Hidup Hannah​Hannah dan suaminya (Imran) lama menikah namun diuji dengan belum dikaruniai keturunan. Suatu hari, Hannah melihat seekor burung betina menyuapi anak-anaknya, yang kemudian membangkitkan nurani dan kerinduannya yang sangat mendalam untuk memiliki anak. Ia pun berdoa kepada Allah SWT, dan doanya dikabulkan hingga ia hamil.​Belum selesai ujian hidupnya, tatkala ia sedang mengandung, suaminya (Imran) meninggal dunia. Hannah menghadapi ujian ini dengan ketenangan, kesabaran, dan rasa syukur kepada Allah SWT.​ lSebagai bentuk rasa syukur atas karunia kehamilan tersebut, Hannah bernazar untuk mewakafkan anaknya kelak agar menjadi anak yang merdeka dari urusan dunia dan secara khusus dikhususkan untuk mengurus Baitul Maqdis (ibadah dan berkhidmat di masjid). Ini menunjukkan orientasi mulia seorang ibu shalihah yang mendambakan keturunan untuk berkhidmat kepada agama Allah.​3. Kelahiran Maryam & Penyerahan kepada Allah​Hannah mendambakan anak laki-laki agar lebih leluasa mengurus masjid (mengingat anak laki-laki tidak terkendala haid, nifas, atau batasan interaksi seperti wanita). Namun, qadarullah Allah SWT mentakdirkannya melahirkan seorang anak perempuan, yaitu Maryam.​Meskipun sempat merasa sedih karena tidak sesuai harapannya, Hannah tetap menyerahkan segala urusannya kepada Allah dengan penuh kepasrahan ("Dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkan-Nya..."). Di balik itu, takdir Allah jauh lebih indah dan mulia, karena dari rahim Maryam justru akan lahir seorang nabi yang sangat agung, yaitu Nabi Isa AS.​Pemberian Nama & Doa Perlindungan:​Hannah menamakan putrinya Maryam (yang berarti wanita yang ahli ibadah/Abidah).​Hannah memohon perlindungan kepada Allah untuk Maryam dan keturunannya dari godaan setan yang terkutuk: ​وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ "Wa inni u'izhaha bika wa dzurriyataha minas syaitanir rajim"​Doa ini dikabulkan Allah, sehingga Maryam dan Nabi Isa AS kelak dijaga dari gangguan setan.​وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ"Wa inni u'izhaha bika wa dzurriyataha minas syaitanir rajim"​Doa ini dikabulkan Allah, sehingga Maryam dan Nabi Isa AS kelak dijaga dari gangguan setan.​4. Penjagaan & Pengasuhan Allah melalui Nabi Zakaria AS​Allah menerima nazar Hannah dengan penerimaan yang baik (qabul hasan) dan menumbuhkan Maryam dengan pertumbuhan yang baik (nabatan hasanan).Maryam ditempatkan di bawah pengasuhan Nabi Zakaria AS (suami dari bibi Maryam, yaitu Isya/Isho').​Nabi Zakaria sering mendapati rezeki/buah-buahan yang bukan musimnya di kamar khusus (Mihrab) tempat Maryam beribadah. Ketika ditanya dari mana asalnya, Maryam menjawab bahwa rezeki itu datang dari sisi Allah tanpa hisab. Melihat karomah tersebut, Nabi Zakaria yang sudah tua dan memiliki istri yang mandul lantas terdorong untuk berdoa dengan khusyuk kepada Allah, hingga akhirnya Allah menganugerahkannya seorang anak bernama Nabi Yahya AS.​5. Pelajaran & Faedah Penting dari Kisah Hannah​Keshalihan orang tua tidak hanya berdampak pada diri mereka atau anak kandung mereka, tetapi juga dapat menjaga dan membawa berkah hingga ke tingkat cucu keturunan (wa kana abuhuma shalihan).​Teladan Hannah yang mendoakan anaknya sejak dalam kandungan (serta mendoakan keturunannya) mengajarkan betapa pentingnya peran doa tulus seorang ibu bagi masa depan anak-anaknya.​Diingatkan agar para ibu memperbanyak doa untuk anak-anak di tempat-tempat mustajab, seperti saat sujud dalam shalat dan sebelum salam (sesudah tasyahud akhir).​Apapun takdir yang Allah berikan (termasuk doa yang dikabulkan dengan cara yang berbeda dari keinginan kita), seorang mukmin harus berbaik sangka kepada Allah karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.​📌 @dnfnunu | @komunitas.beekind | #JejakCahaya

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Istri Imran (Hannah) - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Istri Imran (Hannah) Teladan Wanita-Wanita Mulia Sebelum IslamKisah Hannah, istri Imran, disebutkan dalam Surah Ali ‘Imran ayat 33–37. Ia merupakan ibu dari Maryam dan nenek dari Nabi Isa ‘alaihissalam. Allah mengisahkan keluarga ini sebagai keluarga pilihan yang penuh keberkahan.Hannah: Wanita Salehah yang Sabar* Hannah dan suaminya, Imran, adalah orang-orang saleh. Namun, mereka diuji dengan belum dikaruniai anak.* Ketika melihat seekor burung memberi makan anak-anaknya, Hannah tergerak untuk memiliki anak dan berdoa kepada Allah.* Allah mengabulkan doanya. Namun, ketika ia mengandung, suaminya, Imran, meninggal dunia.* Meskipun menghadapi ujian sendirian, Hannah tetap bersyukur dan menyerahkan urusannya kepada Allah.Niat Mulia Hannah untuk AnaknyaHannah bernazar agar anak yang dikandungnya dikhususkan untuk beribadah dan mengabdi di Baitul Maqdis.Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak sekadar menginginkan anak untuk kebahagiaan dirinya, tetapi berharap anaknya menjadi orang saleh yang bermanfaat bagi agama Allah.Pelajaran: Orang tua hendaknya memiliki cita-cita agar anak-anaknya menjadi hamba Allah yang saleh dan bermanfaat bagi umat.Allah Menentukan yang TerbaikKetika melahirkan, Hannah mendapati bahwa anaknya perempuan, bukan laki-laki seperti yang ia harapkan.Ia berkata bahwa dirinya telah melahirkan seorang anak perempuan dan menamainya Maryam, yang bermakna wanita ahli ibadah menurut penjelasan kajian.Meskipun harapannya berbeda dari kenyataan, Hannah tetap menyerahkan urusannya kepada Allah.Allah berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 36 bahwa laki-laki tidak sama dengan perempuan. Allah lebih mengetahui hikmah di balik ketetapan-Nya.Maryam kemudian menjadi wanita yang sangat mulia dan melahirkan Nabi Isa ‘alaihissalam.Pelajaran penting:* Tidak semua yang kita inginkan merupakan yang terbaik bagi kita.* Jangan berburuk sangka kepada Allah ketika doa belum dikabulkan sesuai harapan.* Bisa jadi, hikmah dari ketetapan Allah baru terlihat bertahun-tahun kemudian atau setelah kita tiada.Pentingnya Mendoakan Anak dan KeturunanHannah berdoa agar Allah melindungi Maryam dan keturunannya dari godaan setan yang terkutuk.Allah menerima doa tersebut dan memberikan pemeliharaan yang baik kepada Maryam. Dalam hadis yang disebutkan dalam kajian, Nabi Isa juga dijelaskan terlindungi dari gangguan setan ketika dilahirkan.Doa orang tua bukan hanya untuk kebaikan anak, tetapi juga dapat mencakup keturunan mereka.* Doakan anak agar menjadi saleh dan salehah.* Perhatikan pendidikan cucu karena mereka juga dapat menjadi sumber pahala bagi kita.* Jangan meremehkan kekuatan doa yang dipanjatkan dengan tulus.Allah Memelihara Maryam dengan Cara yang IstimewaSetelah Imran meninggal, Maryam berada dalam pemeliharaan Zakaria ‘alaihissalam.Ketika Zakaria masuk menemui Maryam di tempat ibadahnya, ia mendapati makanan yang menakjubkan. Maryam menjelaskan bahwa makanan tersebut berasal dari Allah.Peristiwa ini menjadi salah satu tanda kemuliaan Maryam dan membuat Zakaria semakin berharap kepada Allah. Meskipun istrinya mandul dan usianya sudah lanjut, ia tetap berdoa memohon keturunan yang baik.Allah kemudian menganugerahinya seorang putra, yaitu Nabi Yahya ‘alaihissalam.Pelajaran: Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Sesuatu yang tampak mustahil bagi manusia tidaklah sulit bagi Allah.Kesalehan Orang Tua Berpengaruh pada KeturunanKisah keluarga Imran mengajarkan bahwa kesalehan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan dan keberkahan keturunan.Karena itu, orang tua hendaknya:* Terus memperbaiki diri dan menambah ilmu agama.* Menjadi teladan yang baik bagi anak.* Tidak hanya memperhatikan penampilan luar, tetapi juga memperbaiki hati dan amal.* Mendidik anak dan cucu agar mencintai Al-Qur’an dan agama.* Bersabar dalam mendidik karena hasilnya mungkin baru terlihat pada generasi berikutnya.Dua Waktu Utama untuk Memperbanyak DoaKajian ini mengingatkan agar orang tua tidak melupakan doa untuk anak-anaknya, khususnya pada waktu-waktu yang dianjurkan.Ketika sujudRasulullah ﷺ menjelaskan bahwa seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ketika sujud. Karena itu, perbanyaklah doa dan mohonkan kebaikan bagi anak-anak.Sebelum salamSetelah membaca tasyahud dan selawat, manfaatkan waktu sebelum salam untuk memanjatkan doa yang baik, termasuk memohon agar anak menjadi saleh dan salehah.KesimpulanKisah Hannah mengajarkan tentang kesabaran menghadapi ujian, ketulusan dalam berdoa, niat mulia dalam mendidik anak, dan keyakinan bahwa ketetapan Allah selalu berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya.Jadilah orang tua yang terus memperbaiki kesalehan diri, bersungguh-sungguh mendidik anak, serta tidak pernah berhenti mendoakan anak dan cucu. Sebab, buah dari kesalehan dan pendidikan yang baik mungkin tidak hanya dirasakan oleh anak kita, tetapi juga oleh generasi setelahnya.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Istri Imran (Hannah) - Ust. Dr. Firanda Andirja M.A

Kisah Hannah Istri Imran Kisah di ceritakan dalam surat Ali Imran ayat 33 - 37 فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَـٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَـٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٣٧Maka Tuhan-nya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariyyā pemeliharanya. Setiap Zakariyyā masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariyyā berkata, "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab, "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Qs. Ali Imran 37)1. Konteks Surah Ali 'ImranBantahan Hak Ketuhanan: Surah ini menegaskan bahwa Nabi Isa AS adalah manusia, bukan anak Tuhan.Silsilah Mulia: Nabi Isa AS lahir dari Maryam. Maryam adalah putri dari Imran dan Hannah.2. Hannah: Kesabaran dan DoaUjian Kemandulan: Hannah dan Imran lama tidak memiliki anak karena Hannah mandul.Pemicu Doa: Hannah terenyuh melihat burung memberi makan anaknya, lalu berdoa dengan tulus hingga akhirnya hamil.Wafatnya Suami: Imran wafat saat Hannah mengandung, sehingga ia menjalani kehamilan sebagai janda yang sabar.3. Nazar KeikhlasanMuharram (Dimerdekakan): Hannah bernazar bahwa anaknya akan fokus berkhidmat di Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) tanpa memikirkan urusan duniawi.4. Kelahiran Maryam & Takdir AllahAnak Perempuan: Hannah awalnya mengharapkan anak laki-laki untuk mengurus masjid, namun Allah menakdirkan lahir anak perempuan.Keistimewaan & Doa: Anak tersebut dinamai Maryam (wanita ahli ibadah). Hannah berdoa memohon perlindungan dari setan, yang membuat Maryam dan Nabi Isa AS kelak terhindar dari sentuhan setan saat lahir.5. Pengasuhan dan MukjizatDiasuh Nabi Zakaria: Setelah melalui undian melempar pena ke sungai, Nabi Zakaria AS (paman Maryam dari jalur istri) terpilih menjadi pengasuhnya.Karamah Maryam: Nabi Zakaria selalu menemukan buah-buahan luar musim di mihrab tempat Maryam beribadah.Inspirasi Doa Nabi Zakaria: Keajaiban rezeki Maryam menginspirasi Nabi Zakaria—yang sudah tua dan istrinya mandul—untuk berdoa meminta keturunan, hingga akhirnya dikaruniai Nabi Yahya AS.elajaran Penting dan Keutamaan Kisah HannahTakdir dan Pilihan Allah Adalah yang TerbaikKeinginan manusia bersifat terbatas dan belum tentu membawa kebaikan jangka panjang. Sebagai contoh, Hannah sangat mengharapkan anak laki-laki agar bisa berkhidmat penuh di Masjidil Aqsa karena keterbatasan fisik wanita di masa itu. Namun, Allah menolaknya secara lahiriah dengan memberikan anak perempuan (Maryam). Di balik kekecewaan awal manusia, takdir Allah justru jauh lebih mulia: dari Maryam inilah lahir Nabi Isa AS, salah satu nabi terbesar dalam sejarah umat manusia (Ulul 'Azmi). Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik (husnuzan) terhadap ketetapan Allah yang tampak tidak sesuai dengan rencana kita.Pentingnya Keshalehan Orang Tua bagi Keturunan Keshalehan Imran dan Hannah bukan hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri, melainkan menjadi benteng keberkahan dan perlindungan spiritual bagi anak hingga cucu-cucu mereka. Karomah yang didapatkan Maryam berupa datangnya buah-buahan luar musim di mihrabnya merupakan buah dari kesucian dan keshalehan orang tuanya. Kesalehan yang tertanam di dalam rumah tangga Imran menciptakan ekosistem yang melahirkan generasi suci berikutnya.Kekuatan Doa Orang Tua untuk Anak dan CucuDoa seorang orang tua—terutama ketulusan hati seorang ibu seperti Hannah—memiliki kekuatan spiritual yang sangat besar (mujarab). Ketika Maryam lahir, Hannah langsung membentenginya dengan doa agar Maryam serta seluruh keturunannya dilindungi dari godaan setan. Hasil nyata dari doa ini terbukti secara teks sejarah keagamaan di mana Maryam dan Nabi Isa AS menjadi manusia yang terjaga dari sentuhan luar setan saat lahir ke dunia. Hal ini menginspirasi kita untuk tidak hanya mendoakan masa depan anak, tetapi juga keselamatan anak cucu hingga generasi-generasi setelahnya.Pemanfaatan Waktu dan Tempat Utama untuk BerdoaBelajar dari pengabulan doa Hannah yang mustajab setelah sekian lama mandul, serta terinspirasinya Nabi Zakaria untuk berdoa setelah melihat mukjizat di mihrab Maryam, teks ini menekankan pentingnya adab berdoa. Kita disarankan untuk memperbanyak serta mengintensifkan doa di ruang dan waktu yang mustajab, seperti saat posisi terdekat hamba dengan Penciptanya yaitu ketika sujud, serta sesaat sebelum salam di dalam salat.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
E

Elisda Mieldhania Zhafirah

📍 Kota Tangerang Selatan

Ringkasan Materi 23 - Kisah Hannah, Istri Imran

Kisah Hannah, Istri Imran — Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.1. Allah Memilih dan Memuliakan Keluarga ImranAllah ﷻ memilih keluarga Imran sebagai keluarga yang dimuliakan. Kisah ini mengajarkan bahwa Allah memiliki hikmah dalam memilih dan mengangkat derajat hamba-hamba-Nya.2. Doa dan Nazar Hannah Hannah, istri Imran, telah lama mendambakan keturunan. Ketika Allah mengaruniakan kehamilan kepadanya, ia bernazar untuk mempersembahkan anaknya agar mengabdikan diri untuk beribadah di Baitul Maqdis.Hal ini menunjukkan besarnya harapan Hannah agar anaknya menjadi hamba yang saleh dan bermanfaat bagi agama Allah.3. Menerima Ketetapan Allah dengan Lapang DadaHannah berharap melahirkan seorang anak laki-laki, tetapi Allah mengaruniakan seorang anak perempuan, yaitu Maryam.Hannah tetap menerima ketetapan Allah dan menamai anaknya Maryam. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Dari Maryam inilah kelak lahir Nabi Isa عليه السلام, yang menjadi salah satu tanda kebesaran Allah.Pelajaran: Jangan berprasangka buruk terhadap ketetapan Allah. Sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita bisa jadi menyimpan hikmah yang jauh lebih besar.4. Pentingnya Doa Orang Tua untuk AnakHannah berdoa agar Maryam dan keturunannya senantiasa mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan setan.Allah ﷻ berfirman:فَتَقَبَّلَ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ“Maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS. Ali ‘Imran: 35, bagian dari doa Hannah)Pelajaran: Orang tua hendaknya tidak hanya berusaha memenuhi kebutuhan duniawi anak, tetapi juga senantiasa mendoakan kesalehan, keimanan, dan perlindungan mereka dari keburukan.5. Allah Menyiapkan Pengasuhan Terbaik bagi MaryamSetelah Imran wafat, terjadi perselisihan di antara orang-orang yang ingin mengasuh Maryam. Pada akhirnya, Nabi Zakaria عليه السلام menjadi pengasuhnya.Allah juga memuliakan Maryam dengan karunia-karunia istimewa. Kisah ini menunjukkan bahwa Allah mampu menyiapkan lingkungan dan orang-orang saleh untuk menjaga hamba yang dikehendaki-Nya.6. Kesalehan Orang Tua Berdampak bagi KeturunanKisah Hannah mengajarkan pentingnya kesungguhan orang tua dalam beribadah, berdoa, dan memperbaiki diri.Kesalehan orang tua menjadi salah satu sebab kebaikan bagi anak dan keturunannya. Oleh karena itu, orang tua hendaknya berusaha menjadi teladan yang baik serta memohon kepada Allah agar keturunannya tumbuh dalam ketaatan.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 23 - Kisah Istri Imran (Hannah)

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.‎Dalam Q.S. Al Imran: 33-34 Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman;‎"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing), sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."‎Keluarga Imran merupakan keluarga shaleh yang diberkahi. Imran memiliki istri bernama Hannah, istrinya tersebut mandul dimana mereka lama tidak memiliki anak hingga usia tua. Suatu hari Hannah melihat seekor burung betina yang memberi makan pada anaknya, melihat hal tersebut membuat harapannya kembali sangat besar untuk memiliki anak. Sehingga iapun berdo'a dan do'anya terkabulkan.‎Dalam kondisi mengandung ia diuji dengan kehilangan Suaminya Imran yang meninggal Dunia, namun Hannah tetap tenang dan menunjukkan kesyukurannya Kepada Allah dengan bernadzar bahwa anak yang ia kandung akan mengabdikan dirinya untuk mengurus Baitul Maqdis. ‎Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman;‎"Ingatlah), ketika istri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang salih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 35)‎Hal itu merupakan niat mulia seorang Ibu yang ingin anaknya menjadi anak yang shaleh. Sebagaimana do'a Para Nabi agar memiliki anak yang Shaleh.‎Do'a Nabi Ibrahim as.‎Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.” (Q.S. As Saffat: 100)‎Do'a Nabi Zakaria as.‎"Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (Q.S. Ali 'Imran: 38)‎Ketika Hannah melahirkan, ternyata anaknya adalah seorang perempuan, meskipun Hannah sempat merasa sedih namun ia tetap ridha dengan apa yang Allah karuniakan/ takdirkan pada dirinya. Anak perempuan tersebut ialah Maryam binti Imran.‎Ketika Hannah melahirkan Maryam ia memanjatkan doa perlindungan untuk anak dan keturunannya dari gangguan setan;‎“...Dan sesungguhnya aku menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-cucu (keturunan)-nya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.” (Q.S. Al Imran: 36)‎Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan memberikan yang terbaik dari yang Hannah inginkan. Hal ini terbukti dengan dikaruniakannya Maryam anak laki-laki bernama Isa yang merupakan cucu dari Hannah, dimana laki-laki inilah yang menjadi Nabi, ia bukan hanya berkhidmat pada Baitul Maqdis bahkan dikabarkan insyaa Allah akan membebaskan Palestina dari serangan Dajjal pada di akhir kehidupan Dunia/menjelang Kiamat.‎Faedah yang dapat dipelajari:‎1. Allah Yang Maha Mengetahui kebaikan/ kemaslahatan manusia.‎Dalam Q.S. Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman;‎"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah: 216)2. Bolehnya memberi nama anak ketika baru lahir, dan memberikannya nama yang menjadi do'a/ membawa kebaikan bagi hidup sang anak, sebagaimana Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam yang memberi nama anaknya saat ia baru lahir dengan nama nenek moyang beliau yaitu Ibrahim.‎3. Pentingnya menjadi orang tua yang shaleh, agar melahirkan keturunan yang shaleh atau shalehah. Senantiasa mendo'akan dan mendidik anak dengan kebaikan-kebaikan Wallahu'alam...

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah singkat Hannah

​Hannah adalah seorang wanita salehah yang awalnya diuji dengan kesulitan memiliki keturunan dalam waktu yang lama. Suatu ketika, setelah melihat seekor burung memberi makan anak-anaknya, ia tergerak untuk berdoa kepada Allah agar dikaruniai seorang anak dan bernazar untuk mendedikasikan anaknya agar fokus beribadah serta mengurus Baitul Maqdis. Doanya pun dikabulkan, dan ia mengandung dalam kondisi ditinggal wafat oleh suaminya.​Meskipun awalnya Hannah sempat merasa sedikit kecewa karena anak yang dilahirkan adalah seorang anak perempuan (yang diberi nama Maryam), ia tetap berserah diri dan menerima takdir Allah dengan baik. Ia menamai putrinya Maryam, yang berarti wanita ahli ibadah, dan memohon perlindungan kepada Allah agar Maryam beserta keturunannya terlindung dari godaan setan.​Kisah ini berlanjut dengan bagaimana Allah menjaga dan merawat Maryam melalui perantaraan Nabi Zakaria, yang kemudian juga dianugerahi keturunan berupa Nabi Yahya atas kekuasaan Allah. Melalui kisah ini, disampaikan pesan penting mengenai keutamaan doa orang tua (khususnya ibu), pentingnya ketulusan niat dalam mendidik keturunan, serta keyakinan bahwa ketetapan Allah adalah yang terbaik.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 23 🌼kisah istri Imran (Hannah)

‎kisah istri Imran (Hannah)‎ustadz Dr. Firanda Andirja,MA‎‎kisah istri Imran disebutkan kisahnya dalam QS.Al Imran ayat 33 dan seterusnya..dimana Allah subhanahu wata'ala berfirman : sesungguhnya Allah telah memilih Adam,telah memilih nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga imran,melebihi segala ummat sebagai sebagiannya keturunan dari sebagian yang lain dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.‎dalam sebagian ahli tafsir seperti Ibnu Katsir sebagai bantahan kepada orang orang nashoroh dari Najran yang mereka mengatakan bahwasanya nabi Isa alaihissalam adalah anak tuhan.maka Allah turunkan surat Al Imran sebagaimana asal muasal nabi Isa berasal.dimulai dari keluarga imran.‎imran adalah orang yang Sholeh,punya istri namanya Hannah dan memiliki anak yang bernama Maryam dan Maryam dipelihara oleh Zakaria dan Zakaria punya istri namanya iisyaa'.‎tafsir dari ayat tersebut adalah Allah subhanahu wata'ala menciptakan Adam dari tanganNya,menyuruh malaikat sujud kepada nya dan Allah mengajarkan nya segala sesuatu kemudian dia turun ke bumi karena suatu kesalahan dan Allah mengajarkan bertaubat sebagaimana kisah nabi Adam yang sudah kita ketahui.‎dan Allah memilih nabi Nuh alaihissalam sebagai rasul pertama yang Allah turunkan di atas muka bumi ini tatkala terjadi kesyirikan.dan akhirnya ketika pengikutnya membangkang Allah subhanahu wata'ala mendatangkan banjir besar yang mengahncurkan seluruh umat manusia kecuali yang beriman kepada nabi Nuh dan itu hanya sedikit.‎dan Allah subhanahu wata'ala juga memuliakan keluarga Ibrahim,Ibrahim memiliki istri yang mulia keturunan nya mulia.‎dan Allah subhanahu wata'ala memuliakan keluarga imran.keluarga yang penuh berkah.‎di nukil oleh Ibnu Katsir dari Muhammad bin Ishaq,beliau berkata: istrinya Imran adalah wanita yang mandul,dan pada suatu hari dia sedang di suatu tempat dia melihat seekor burung betina yang memberi makan kepada anak-anaknya,ketika dia melihat pemandangan tersebut tiba tiba dia ingin punya anak lagi.maka diapun berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala agar dianugerahkan seorang anak.akhirnya doanya pun dikabulkan.‎imran adalah pimpinan para alim ulama di zamannya dari kalangan Bani Keluarga Imran diuji oleh Allah subhanahu wata'ala lama tidak punya anak kemudian di kabulkan doa Hannah dan hamil tetapi setelah itu di uji lagi dengan suaminya meninggal dunia.‎hannah sangat mengandung di tinggal oleh suaminya tetapi dia menjalankan semuanya dengan tenang dan bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala dengan bernadzar nantinya anaknya menjadi putra yang spesial yang hanya mengurusi Baitul maqdis.‎allah subhanahu wata'ala berfirman: ingatlah ketika istri Imran,berdoa bernadzar: yaa Allah aku bernadzar kepada engkau anak yang dalam kandungan ku,agar apa yang ada dalam kandungan ku ini khusus untuk Baitul maqdis maka terimalah nadzarku ini, sesungguhnya engkau maha mendengar dan maha mengetahui.‎di sini orang orang Sholeh ,ingin memiliki keturunan bukan untuk bangga banggan tetapi untuk menjadi anak Sholeh yang berjuang di jalan Allah.‎point :wanita sholihah ketika mengahadapi masalah hendaknya menyerahkan semuanya kepada Allah subhanahu wata'ala.‎dari nadzar Hannah,dia ingin anak laki laki untuk bisa mengurus Baitul maqdis.dan yang terjadi..‎allah subhanahu wata'ala berfirman: ketika dia melahirkan anaknya bukan laki laki tetapi perempuan.dan Allah mengetahui melahirkan seorang putri dan perempuan tidak sama dengan seorang laki laki ‎dan ketika dia melahirkan seorang putri,diapun berkata: yaa rabbku sesungguhnya aku melahirkan putri bukan putra.‎dari ayat ini kita bisa mengambil pelajaran yaitu bahwa Allah yang paling mengetahui untuk maslahat kita.‎di sini mengapa Hannah ingin memiliki anak laki-laki,karena dia tahu bahwa untuk mengurus masjid di butuhkan anak laki-laki karena anak laki-laki itu lebih gesit dan perempuan geraknya lebih terbatas dan anak laki-laki tidak haid dan nifas sehingga bisa terus beraktifitas dan laki laki jika mengurus masjid tidak terhalang oleh apapun untuk kesana kemari adapun perempuan terbatas karena tidak bisa sembarangan berinteraksi dengan laki laki dan tidak bisa nampak sering oleh laki laki.‎ayat ini adalah dalil bahwasanya yang terbaik adalah pilihan Allah subhanahu wata'ala.‎hannah disini menginginkan seorang anak laki laki untuk bisa mengurus masjid tetapi dia melahirkan seorang anak perempuan yang istimewa yang nantinya melahirkan nabi Isa yang mampu membebaskan Palestina dari dijajal di akhir zaman.‎hananh berkata: dan aku namakan dia Maryam (wanita ahli ibadah) dan aku memohon kepada mu yaa Allah untuk melindunginya serta keturunan nya dari godaan syaitan yang terkutuk.‎ini menunjukkan bahwa nama itu punya pengaruh,dan ini dalil menunjukkan juga bahwasanya kita boleh langsung memberikan nama di hari kelahirannya langsung seperti yang dilakukan oleh Hannah dan sebagaimana yang di lakukan nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam,ketika anaknya beliau lahir langsung diberi nama Ibrahim.‎hadist tentang aqiqah: kalau anakmu lahir maka disembelih pada hari ke 7 dan di cukur dan di beri nama.‎ketika Maryam lahir,Maryam mendoakan nya dan keturunan nya dari godaan syaitan yang terkutuk. di sini dibutuhkan doa orang tua kepada anaknya.dan perhatian seseorang kepada anak dan cucunya.‎nasehat sebagian para ulama: kamu perhatikan anak anakmu dan juga perhatikan cucu cucumu karena cucumu juga aset.karena jika anakmu baik maka cucunya baik yang nantinya pun mampu mendoakanmu.‎allah subhanahu wata'ala berfirman: maka Allah pun menerimanya dengan penerimaan yang baik,maka Allah tumbuhkan Maryam dengan penumbuhan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria yang mengurusi Maryam.‎tafsir : Allah mengabulkan doa Hannah dengan memberi pahala kepadanya dan menerima Maryam dengan penerimaan yang baik dan menerima Isa dengan penerimaan yang baik.‎karena Imran telah meninggal dunia sehingga murid murid Imran ingin mengurus Maryam karena mereka bertikai sehingga mereka mengundi siapa yang akan mengurus Maryam,ternyata yang keluar nama Zakaria. dan ada yang menyebutkan jika Zakaria memang yang mengurus Maryam karena tidak punya bapak dan Hannah pun ikut mengurusnya sebagai anak Yatimah.sampai akhirnya mereka di timpa dengan musim kemarau yang panjang.sehingga Maryam tinggal bersama zakaria.zakaria disini memiliki hubungan kekerabatan dengan Maryam dimana istri Zakaria bersaudara dengan Hannah.‎dalam shohih Al Bukhari: ketika nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam naek ke langit,dan bertemu dengan para nabi lainnya dan ketika sampai di langit ke dua bertemu nabi Isa dan nabi Yahya alaihissalam,maka nabi mengatakan : bahwa kedua nabi ini adalah sama sama anak bibi ( persepupuan).‎dan kalau iisyaa' adalah bibi Maryam maka Zakaria lebih berhak mengurus Maryam dalam satu hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya bibi itu kedudukannya seperti ibu. ( Tante dari ibu dari sisi perawatan)‎sebagaian orang salaf berkata: sekali sjaa doa orang yang Sholeh,maka di kabulkan oleh Allah subhanahu wata'ala.‎allah subhanahu wata'ala berfirman: setiap kali Zakaria masuk menemui mahram di mihrab ( tempat khusus beribadah),tau tau Zakaria melihat ada makanan (dan makanan tersebut sangat istimewa karena makanan tersebut harusnya tumbuh di musim dingin sedangkan saat itu musim panas) lalu Zakaria bertanya: dapat mana kau makanan ini?Maryam menjawab ; sesungguhnya semua ini dari Sesungguhnya Allah memberi Rizki kepada siapapun yang dia suka.dan ketika itu Zakaria berdoa kepada Allah dengan lebih khusu': yaa Allah anugerah kanlah kepadaku anak yang Sholih dan sesungguhnya engkau maha mendengar doaku.‎di sini Zakaria berdoa karena dia melihat keajaiban bahwasanya ada Rizki yang datang kepada Maryam tanpa ada yang diusahakan.dan Zakaria pun di anugerahi Yahya.‎keshalihan orangtua sangat penting dan tidak ada kata terlambat makanya Hannah yg sholihah dan Imran yg Sholeh dan doa yang telus memiliki anak yg sholihah dan kesholihan tersebut terus berdampak pada kesholihan cucunya yaitu Isa bin maryam.‎maka jadilah orang orang yang Sholeh meskipun terlambat.teruslah ada progres kalaupun tidak nampak pada anak kita maka akan nampak pada cucu kita.jangan hanya terus memperbaiki penampilan dhohir tetapi bathin juga terus di perbaiki.‎kita harus terus berkhusnudhon kepada Allah subhanahu wata'ala bahwa Allah itu maha mendengar.‎kita harus mendoakan anak kita ketika kita sujud dan ketika sebelum salam,sungguh anak anak sangat membutuhkan doa kita.‎‎

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah Istri Imran (Hannah)

Ust. Dr. Firanda Andirja M.A. 🌸 Kisah Istri Imran (Hannah) 🌸​Keluarga Imran & Latar Belakang Surat Ali-Imran➡️ Pembahasan ini merujuk pada Surah Ali-Imran ayat 33 dan seterusnya, yang diturunkan sebagai bantahan terhadap keyakinan keliru bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan, dengan menjelaskan silsilah keluarga Nabi Isa yang manusiawi (memiliki ibu, nenek, dan kakek).Imran seorang yang sholeh punya istri bernama Hannah, ia mempunyai putri bernama Maryam.Maryam di rawat oleh Zakaria, ia mempunyai istri bernama Isya. Akhirnya Maryam punya anak bernama Isa.Doa dan Nazar Hannah➡️ Imran adalah pimpinan ulama di masanya dari kaum bani Israil​. Namun ia di uji tidak mempunyai anak.Hannah (istri Imran) lama tidak dikaruniai anak.Suatu hari, terdorong oleh rasa haru melihat burung memberi makan anaknya, ia berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan. Setelah dikaruniai kehamilan, suaminya wafat.Sebagai bentuk rasa syukur, ia bernazar untuk mendedikasikan anaknya agar menjadi pelayan khusus di Baitul Maqdis.Kelahiran Maryam➡️ Hannah melahirkan seorang anak perempuan, bukan laki-laki seperti yang ia nazarkan untuk mengurus masjid. Meski demikian, ia tetap menyerahkan urusan tersebut kepada Allah dan menamakannya Maryam (yang berarti wanita ahli ibadah) serta memohon perlindungan dari setan bagi Maryam dan keturunannya.​Pengasuhan oleh Nabi Zakaria➡️ Maryam kemudian diasuh di bawah pengawasan Nabi Zakaria (yang menikah dengan bibi Maryam). Di tempat khusus (Mihrab) tempat Maryam beribadah, Nabi Zakaria sering menemukan keajaiban berupa rezeki makanan yang datang secara tak terduga, yang kemudian memotivasi Nabi Zakaria untuk berdoa meminta keturunan di usianya yang sudah senja (lahirnya Nabi Yahya).​Catatan penting dalam hal ini adalah kesalehan orang tua dalam mendoakan anak dan keturunannya, kesabaran dalam menghadapi takdir Allah yang terbaik, serta keutamaan memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah (seperti saat sujud dan sebelum salam dalam salat).​

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 23-Kisah Istri Imran (Hannah)

Sesungguhnya Allah memilih Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS sebagai rasul pertama, dan juga memuliakan keluarga Ibrahim dan keluarga Imran.Imran mempunyai istri bernama Hannah-->mempunyai anak bernama Maryam (Maryam dirawat oleh Zakariyah dan istrinya yang bernama Isyaa')-->mempunyai cucu bernama Isa.=> Imran adalah pimpinan para ulama pada zamannya. Ia memiliki istri bernama Hannah. Diuji oleh Allah berupa lama tidak memiliki keturunan. Ketika Hannah melihat ada seekor burung betina memberi makan anaknya, ia pun ingin memiliki anak. Kemudian ia berdoa kepada Allah. Kemudian Allah kabulkan doanya.=> Ketika Hannah sedang hamil, suaminya meninggal.=> Dimasa kandungannya, Hannah bernadzar bahwa nanti ia akan menjadikan putranya sebagai pengurus Baitul Maqdis. "Ingatlah ketika istri Imran (Hannah) berdoa/bernadzar : Ya Allah aku berdoa kepada engkau, anak yang ada dalam kandunganku nanti merdeka (terbebas dari urusan dunia) untuk fokus mengurus Baitul Maqdis. Maka terimalah nadzarku ini. Sesungguhnya engkau maha mendengar dan maha mengetahui"=> Ketika Hannah melahirkan, ternyata anaknya perempuan. "Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkan anak perempuan, bukan laki-laki". Walaupun sedih, Hannah menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Hikmah yang bisa diambil adalah dalam hal apapun, takdir terbaik adalah yang datangnya dari Allah. Allah lebih tahu tentang kemaslahatan seseorang. Hal baik tersebut bisa langsung datang, atau kebaikannya bisa dirasakan ketika kita sudah meninggal dunia.=> Hannah memberi nama putrinya "Maryam" yang artinya wanita yang ahli ibadah.=> Hannah mendoakan Maryam, bahkanq mendoakan untuk keturunan Maryam agar terhindar dari gangguan syaitan.=> Allah mengabulkan doa Hannah. Allah menjaga Maryam dengan penjagaan yang baik.=> Ketika musim kemarau, Maryam tinggal di rumah bibinya (Isyaa'/istrinya Zakariyah). Ketika Zakariyah memasuki mihrabnya Maryam, beliau terkejut karena mendapati buah-buahan yang hanya tumbuh di musim dingin. Beliau bigung siapa yang mengantarkannya dan kenapa pula ada buah-buahan musim dingin di musim panas seperti ini. Lalu Maryam memberi tahu bahwa semua ini datangnya atas izin Allah.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#23 Kisah Hannah - Istri Imran & Ibu Maryam (QS. Ali Imran 33-37)

Kisah Hannah - Istri Imran & Ibu Maryam (QS. Ali Imran 33-37) - Ust. Firanda Andirja -1. Kenapa Allah Turunkan Surat Ali Imran?Untuk membantah tuduhan Nasrani bahwa Isa adalah anak Tuhan. Allah ceritakan silsilahnya: Isa punya ibu (Maryam), punya nenek (Hannah), punya kakek (Imran), punya kerabat Zakaria, Yahya. Berarti manusia, bukan Tuhan.Allah berfirman: إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)." (Qs. Al-Imran : 33)2. Siapa Keluarga Imran?- Imran: Orang shalih, pimpinan ulama Bani Israil.- Hannah (istri Imran): Fokus kajian. Wanita shalihah yang mandul lama.- Maryam: Anak Hannah.- Isa: Cucu Hannah dari Maryam.- Zakaria & Isya (istrinya): Kerabat. Isya' adalah saudari Hannah (bibinya Maryam).3. Awal Kisah Hannah Ingin AnakHannah mandul lama. Suatu hari melihat burung betina menyuapi anak-anaknya, tiba-tiba timbul rasa rindu punya anak. Dia berdoa dengan tulus, Allah kabulkan. Qadarullah setelah hamil, suaminya Imran meninggal. Dia hamil dalam keadaan janda.4. Nazar yang MuliaBentuk syukurnya, dia bernazar:"Ya Allah, aku nazarkan yang di perutku menjadi Muharrar - merdeka khusus untuk mengurus Baitul Maqdis."Pelajaran niat shalih: Orang shalih kalau minta anak niatnya bukan untuk bangga-banggaan, disuruh kerja, atau menemani masa tua, tapi agar jadi anak shalih yang berkhidmat untuk agama. Seperti Ibrahim minta Ismail yang shalih, Zakaria minta Yahya, Sulaiman menggauli 90 istri niatnya melahirkan mujahid di jalan Allah. Dia bertawassul: فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيم"Maka terimalah (amal/nadzar) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Qs. Al-Imran : 35)5. Lahir Anak Perempuan, Bukan Laki-lakiAllah berfirman: فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا وَضَعَتۡ وَلَيۡسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلۡأُنثَىٰۖ وَإِنِّي سَمَّيۡتُهَا مَرۡيَمَ وَإِنِّيٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيۡطَانِ ٱلرَّجِيمِ "Maka tatkala istri 'Imran melahirkan anaknya, ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk." (Qs. Al Imran : 36)Hannah ingin laki-laki karena pengurus Masjid idealnya laki-laki (lebih leluasa, tidak haid/nifas, tidak terbatas interaksi). Ternyata lahir perempuan.Dia berkata: "Rabbi inni wadha'tuha untsa" - Ya Allah aku melahirkan putri.Allah jawab: "Wallahu a'lamu bima wadha'at wa laisad dzakaru kal untsa" - Allah lebih tahu apa yang dilahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan.Maksudnya: Memang beda, tapi perempuan ini spesial, karena akan melahirkan laki-laki super spesial: Isa yang akan selamatkan Palestina dari Dajjal di akhir zaman.Pelajaran: "Al-khairu khiratullah" - yang terbaik adalah pilihan Allah. Kita berencana A, Allah kasih B yang lebih baik. Kebaikannya bisa nampak sekarang atau setelah kita wafat. Hannah ingin anaknya jadi pengurus Baitul Maqdis, Allah jadikan cucunya jadi Nabi yang menyelamatkan Baitul Maqdis.6. Diberi Nama & DidoakanHannah namakan Maryam artinya Abidah (ahli ibadah). Nama punya pengaruh.Dalil boleh namai anak hari pertama lahir (Nabi namai Ibrahim hari pertama, Anas bawa adik tirinya dinamai Abdullah hari pertama, ada juga sunnah hari ke-7 saat aqiqah).Doa Hannah yang luar biasa jauh ke depan:وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ "Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada-Mu dari setan yang terkutuk." (Qs. Ali 'Imran ayat 36)Pelajaran: Doa orang tua tulus & mustajab. Jangan hanya doakan anak, tapi juga cucu. Cucu shalih adalah aset, dia akan doakan orang tua & kakeknya. Kalau anak terlanjur nakal karena kita terlambat hijrah, fokus didik cucu yang masih polos.Allah kabulkan: Isa saat lahir tidak diganggu setan.7. Allah Urus Maryam dengan TerbaikAllah berfirman dalam Qs. Ali 'Imran: 37,فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria". Allah terima dengan penerimaan yang baik, dan menumbuhkan seperti tumbuhan. Seperti tukang kebun rawat pohon: disirami, dibersihkan hamanya. Allah jaga Maryam total karena keshalihan orang tuanya.Imran sudah wafat, murid-muridnya rebutan mengasuh Maryam. Akhirnya diundi dengan melempar pena di sungai, yang keluar pena Zakaria. Zakaria yang jadi pengasuhnya.Hubungan kekerabatan: Saat Isra Mi'raj Nabi melihat Isa & Yahya di langit ke-2 dan berkata humabna al-khalah - keduanya anak dari dua bibi. Isya (ibu Yahya, istri Zakaria) adalah saudari Hannah, jadi bibinya Maryam. Bibi dari ibu kedudukannya seperti ibu (Al-khalatu bi manzilat il-um).Saat musim paceklik, Maryam tinggal di rumah Zakaria.8. Karomah Maryam & Lahirnya YahyaAllah berfirman dalam Qs. Ali 'Imran: 37,كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا ۖ "Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya."Zakaria heran setiap masuk mihrab (tempat khusus ibadah Maryam) ada makanan: buah musim dingin ada di musim panas, tanpa ada yang antar. Ini karomah wali.Maryam jawab: Huwa min indillah...Melihat itu, Zakaria yang sudah sangat tua, tulang lemah, rambut putih, istri mandul, jadi semangat berdoa: رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali 'Imran: 38)Allah kabulkan Yahya lahir. Pelajaran mukjizat bertahap: Hannah mandul → punya anak, Maryam di rumah saja → dapat rezeki tanpa usaha, Zakaria tua & istri mandul → punya Yahya, terakhir yang paling hebat Maryam tanpa suami → punya Isa.9. Faedah PentingKeshalihan orang tua berdampak ke anak cucu. Allah jaga cucu ke-7 karena kakeknya shalih.وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا "Dan ayah kedua anak itu adalah orang yang saleh."(Qs Al-Kahfi : 82) Jangan putus asa doa: Orang shalih mungkin doa sekali kabul, kita doa 100x baru kabul. Terus doa. Perbanyak doa di 2 tempat mustajab dalam shalat: Saat sujud (posisi paling dekat dengan Allah) & sebelum salam setelah tahiyat & shalawat.Harus ada progres: Ibu-ibu yang ngaji jangan hanya penampilan dhohir, tapi harus makin shalihah. Pengaruhnya akan nampak ke anak cucu.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

23. Kisah Istri Imran (Hannah) | Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A

Surat Ali Imran“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing). (Sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (33-34)Menafsirkan:Surat ini disebutkan oleh tafsir Ibnu Katsir dan Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir, surat ini hadir sebagai bantahan kepada orang-orang nashara dari najran yang mengatakan bahwa Isa 'Alaihissalam adalah anak tuhan.Allah turunkan surat Ali-Imran yang bercerita asal-muasal lahirnya Nabi Isa ’alaihissalam.Imran • Orang yang shaleh• Memiliki istri bernama Hannah• Seorang pimpinan para alim ulama di zamannya dari kalangan Bani Israil.Keluarga Imran keluarga yang penuh berkah.Imran : Orang shaleh.Istrinya, Hannah : Orang shaleh.Maryam hingga Isa 'alaihissalam : Orang shaleh.Nabi Zakaria dan orang-orang di sekitarnya orang shaleh.Dalam Ibnu Katsir, dari Muhammad bin Ishaq rahimahullah, beliau berkata:Hannah• Wanita yang mandul. Allah uji dengan tidak memiliki anak.Suatu hari Hannah sedang di suatu tempat tiba-tiba ia melihat ada seekor burung betina yang memberi makan kepada anak-anaknya. Saat melihat pemandangan tsb, tiba-tiba Hannah tergerak ingin sekali memiliki anak, akhirnya dia berdo’a kepada Allah agar dianugerahkan anak. Do'a nya pun terkabul.• Setelah ia berdo'a kepada Allah, saat suaminya menggaulinya, Hannah pun hamil.Terkadang ada situasi (kondisi) tertentu, saat berdo'a, langsung Allah ijabah.• Saat Hannah hamil, suaminya meninggal.• Diantara bentuk syukur Hannah, dia bernadzar kepada Allah, agar memiliki anak laki-laki yang spesial yang hanya mengurusi Baitul Maqdis.“(Ingatlah), ketika istri ‘Imrān berkata, ‘Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.” (35)مُحَرَّرًا (dimerdekakan)Dimerdekakan dari urusan dunia untuk fokus mengurusi (akhirat) Baitul Maqdis.Kebiasaan orang-orang Shaleh jika ingin memiliki anak : - Menginginkan anaknya shaleh sehingga bisa membantu agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.Seorang wanita yang shalihah jika memiliki masalah hendaknya menyerahkan segala urusan kepada Allah.• Memiliki seorang anak perempuan yang bernama Maryam.• Maryam dalam bahasa mereka artinya 'Abidah (Wanita yang ahli ibadah). Dan Maryam benar-benar menjadi wanita yang ahli ibadah.“Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada pemeliharaan-Mu dari setan yang terkutuk.’”Pengurus masjid lebih baik laki-laki daripada wanita. Alasannya:- Lebih giat - Tidak mengalami haid & nifas- Tidak terhalang dalam interaksi. Adapun wanita memiliki keterbatasan karena tidak bisa sembarang dalam berinteraksi dengan laki-laki.Ada yang mengatakan:Meski laki-laki berbeda dengan wanita, tapi wanita yang Allah anugerahkan kepadamu terdapat keistimewaan -yang akan lahir darinya seorang anak laki-laki yang memiliki keistimewaan-. Yaitu Nabi Isa 'alaihissalam, yang akan turun di akhir zaman yang akan menyelamatkan Palestine dari serangan Dajjal.Ini dalil bahwasanya yang terbaik adalah pilihan Allah.Apapun yang Allah takdirkan, pasrah dan serahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Faedah :Tentang Memberikan Nama di Hari Kelahiran◾Bolehnya menamai anak di hari pertama kelahirannya.◾Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam menamai anaknya, Ibrahim, di hari pertama kelahirannya.◾Ketika Anas bin Malik membawakan adik tirinya (dari pernikahan Ummu Sulaim dan Abu Thalhah) kepada Rasulullah yang diberi nama Abdullah di hari kelahirannya.Do’a Orangtua Untuk Anak dan Cucunya◾Pentingnya orangtua mendo'akan dengan do'a yang baik untuk anak-anak dan cucu-cucunya. Karena terdapat perbedaan antara orang lain yang mendo'akannya dengan kedua orangtuanya.◾Pentingnya orangtua memperhatikan anak dan cucunya karena cucu adalah aset baginya sebagaimana anak juga aset.Maka Allah:1. “Menerima Maryam sebagai hamba yang dipilih untuk beribadah.2. Menumbuhkannya dengan pertumbuhan yang baik secara fisik, akhlak, ilmu, dan ibadah.3. Menempatkan Zakariyya sebagai pengasuh dan pendidiknya.Zakaria memiliki hubungan kekerabatan dengan Maryam.4. Memberikan rezeki buah-buahan kepada Maryam yang tidak ada di musim tsb.Ini adalah karomahnya para wali. Dan Maryam adalah wali Allah. Namun karomah Wali tidak membuat pelakunya sombong.5. Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” (37)Menjadikan keadaan Maryam sebagai sebab bertambahnya harapan Zakariyya kepada rahmat Allah.“Di sanalah Zakariyyā berdoa kepada Tuhan-nya seraya berkata, ‘Ya Tuhan-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.’” (38)Sebagaimana Allah bisa memberikan rezeki kepada Maryam, Allah juga bisa memberikan anak kepada Zakariyya tanpa sebab yang jelas.Bantahan untuk orang-orang Nashara dari Najran yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah anak tuhan karena terlahir tanpa bapak.• Hannah yang sudah berdo'a lama ingin memiliki anak, saat berdo'a kembali, segera dikabulkan.• Maryam yang hanya di rumah saja, didatangkan rezeki tanpa usaha (buah-buahan yang tidak ada di musim tsb).• Nabi Zakariyya yang kondisi dirinya dan istrinya sudah tua, sedangkan istrinya mandul, Allah karuniakan anak.• Maryam yang hamil tanpa seorang suami.Sebagaimana Allah menciptakan:- Nabi Adam yang lahir tanpa Ayah dan Ibu,- Hawwa yang lahir dari Adam tanpa Bapak Ibu,- Nabi Isa pun dilahirkan tanpa ayah.Faedah :Keshalehan orangtua sangat penting dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya21 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah Istri Imran (Hannah)

1. Keluarga Imran yang Dimuliakan AllahKisah keluarga Imran disebutkan dalam Surah Ali ‘Imran, mulai dari ayat 33. Allah memilih dan memuliakan keluarga Imran, sebagaimana firman-Nya:إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing).”(QS. Ali ‘Imran: 33)Surah Ali ‘Imran juga membantah keyakinan kaum Nasrani yang berlebihan terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam. Allah menjelaskan asal-usul keluarga Maryam dan kelahiran Isa sebagai bukti kekuasaan-Nya. Nabi Isa adalah hamba dan rasul Allah, bukan anak Tuhan.2. Hannah, Istri Imran, yang Merindukan KeturunanDalam kisah yang disebutkan oleh para ahli tafsir, Hannah adalah istri Imran. Mereka belum dikaruniai anak, sehingga Hannah berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan.Imran dikenal sebagai orang saleh dan memiliki kedudukan di tengah kaumnya. Namun, ketika Hannah mengandung, ia diuji dengan meninggalnya sang suami.Di tengah ujian tersebut, Hannah tetap memiliki harapan besar kepada Allah. Ia bernazar bahwa anak yang dikandungnya akan dikhususkan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah, tidak disibukkan dengan urusan dunia.Allah mengabadikan nazar tersebut dalam firman-Nya:إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitulmaqdis), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’”(QS. Ali ‘Imran: 35)3. Ketika Kenyataan Tidak Sesuai HarapanTernyata, anak yang dilahirkan Hannah adalah seorang perempuan. Ia berkata:رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ“Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.”(QS. Ali ‘Imran: 36)Pada masa itu, pengabdian khusus di Baitulmaqdis yang dinazarkan tersebut lazimnya diperuntukkan bagi anak laki-laki. Hannah menyadari bahwa anak yang dilahirkannya berbeda dari yang ia bayangkan.Namun, Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.Maryam yang lahir sebagai perempuan justru menjadi wanita pilihan Allah. Dari keturunannya kelak lahir Nabi Isa ‘alaihissalam.Pelajaran: Tidak semua yang kita harapkan akan terjadi sesuai rencana. Tugas kita adalah berusaha, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Bisa jadi, sesuatu yang awalnya tidak kita harapkan justru menyimpan kebaikan yang besar.4. Nama Maryam dan Harapan Orang TuaHannah kemudian memberi nama anaknya Maryam. Allah berfirman:وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ“Dan aku memberinya nama Maryam.”(QS. Ali ‘Imran: 36)Nama Maryam dalam penjelasan sebagian ahli tafsir dimaknai sebagai wanita yang ahli ibadah.Hannah tetap berharap agar anaknya tumbuh menjadi wanita yang taat kepada Allah. Meskipun anaknya perempuan, ia tidak meninggalkan niat untuk mendidiknya dalam ketaatan.Kisah ini mengingatkan kita bahwa orang tua perlu memiliki harapan yang baik bagi anak-anaknya, memilihkan nama yang baik, dan mengarahkan mereka kepada kebaikan sejak awal kehidupan.Terkait pemberian nama, terdapat dalil yang menunjukkan kebolehannya pada hari pertama kelahiran dan ada pula dalil pemberian nama pada hari ketujuh.5. Doa Hannah dan Penjagaan Allah terhadap MaryamHannah tidak berhenti pada pemberian nama. Ia juga memohon perlindungan Allah bagi Maryam dan keturunannya dari gangguan setan.وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ“Dan aku memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”(QS. Ali ‘Imran: 36)Perhatikan bagaimana Hannah mendoakan anaknya. Ia bukan hanya berharap anaknya sehat atau berhasil dalam urusan dunia, tetapi juga memohon agar anaknya dan keturunannya dijaga dari setan.Doa orang tua untuk anak merupakan perkara yang sangat penting. Karena itu, jangan hanya mendoakan anak ketika mereka sedang sakit atau menghadapi masalah. Doakan mereka setiap hari.6. Allah Menitipkan Maryam kepada ZakariaAllah menerima Maryam dengan penerimaan yang baik dan menjadikannya tumbuh dalam pemeliharaan yang baik. Allah juga menugaskan Nabi Zakaria ‘alaihissalam untuk mengasuhnya.فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا“Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria.”(QS. Ali ‘Imran: 37)Ketika Nabi Zakaria memasuki mihrab tempat Maryam beribadah, beliau mendapati makanan atau rezeki berada di sisinya. Saat ditanya dari mana datangnya rezeki tersebut, Maryam menjawab:هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Itu dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”(QS. Ali ‘Imran: 37)Sebagian riwayat tafsir menyebutkan bahwa rezeki tersebut berupa buah-buahan yang tidak sesuai dengan musimnya.Peristiwa itu menjadi pengingat bagi Nabi Zakaria tentang luasnya kekuasaan Allah. Jika Allah mampu memberikan rezeki kepada Maryam dengan cara yang tidak disangka-sangka, Allah juga mampu mengaruniakan keturunan kepadanya meskipun ia telah lanjut usia dan istrinya mandul.Maka Nabi Zakaria pun berdoa memohon keturunan yang saleh.7. Kesalehan Orang Tua dan Doa untuk AnakKisah Hannah, Maryam, dan Zakaria mengajarkan pentingnya kesalehan dalam keluarga. Orang tua hendaknya tidak hanya sibuk memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga berusaha menjadi pribadi yang saleh dan membiasakan diri berdoa untuk keturunannya.Beberapa amalan yang dapat dilakukan:Mendoakan anak dalam sujud. Mohon kepada Allah agar anak menjadi hamba yang taat dan dijauhkan dari keburukan.Berdoa sebelum salam dalam salat. Gunakan kesempatan ini untuk memohon kebaikan bagi keluarga dan keturunan.Membiasakan doa perlindungan. Mohon agar Allah menjaga anak dari gangguan setan dan berbagai keburukan.Menjadi teladan dalam kesalehan. Anak tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga menyaksikan perilaku orang tuanya.Tidak berputus asa dalam berdoa. Allah mengetahui waktu dan cara terbaik untuk mengabulkan doa. Namun, pengabulan doa tidak selalu berarti mendapatkan persis apa yang diminta atau terjadi sesuai waktu yang kita inginkan.

💬 0 komentar📅 21 Okt 2026Baca selengkapnya →