๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
V

Virginia Widyasri

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Wanita Yang Berkah

Hakikat Kemuliaan di Sisi AllahBanyak wanita modern terjebak mengejar pengakuan semu di mata sesama manusia, komunitas pergaulan, maupun media sosial, hingga berlomba memamerkan kemewahan atau gaya hidup konsumtif.Standar kemuliaan yang sejati dan kekal berada di sisi Allah. Pada hari kiamat kelak, pandangan duniawi dapat berbalik total, yakni orang yang tampak terpandang di dunia bisa direndahkan, sementara orang yang hidup sederhana justru dimuliakan.Contoh teladan:Wanita berkulit hitam yang mengidap penyakit kejang: Memilih tetap sabar menanggung penyakitnya demi jaminan surga, dengan permohonan agar auratnya tetap terjaga dan tidak tersingkap saat sakitnya kambuh.Wanita pembersih Masjid Nabawi: Dipandang bersahaja dalam pandangan sosial masyarakat, namun memiliki kedudukan yang sangat terhormat di mata Nabi ๏ทบ hingga beliau menyalatkan jenazahnya secara khusus di atas pusaranya.Hakikat Berkah dan Prinsip KebermanfaatanKeberkahan bermakna melimpahnya kebaikan yang terus bertambah dan senantiasa menetap.Seorang muslimah yang membawa berkah diibaratkan seperti pohon kurma, di mana seluruh bagiannya memberi manfaat nyata dan tidak ada yang terbuang sia-sia.Contoh wanita pembawa keberkahan besar:Juwairiyah binti Al-Harits: Pernikahannya dengan Rasulullah ๏ทบ menjadi sebab terbebasnya seratus keluarga tawanan dari kalangan kaumnya.Aisyah radhiyallahu 'anha: Peristiwa hilangnya kalung beliau menjadi jalan turunnya syariat tayamum yang mendatangkan kemudahan bagi segenap umat Islam.Ciri dan Kiat Menjadi Wanita yang BerkahPenuh Kasih Sayang dan Perhatian kepada Anak:Mengambil teladan dari sifat wanita Quraisy yang sangat lembut dan berdedikasi mengasuh anak-anaknya.Meneladani Ummu Hani radhiyallahu 'anha yang mengutamakan fokus mengasuh anak-anak yatimnya,sebuah pengorbanan yang diapresiasi dan dipuji oleh Rasulullah ๏ทบ.Menghadirkan perhatian penuh dalam mendidik buah hati serta tidak menelantarkan kedekatan keluarga demi kesibukan gawai atau urusan media sosial.Amanah dan Bijak Mengelola Harta Suami:Senantiasa menjaga hak suami saat suami sedang tidak berada di rumah, baik dalam menjaga kehormatan diri maupun mengelola nafkah yang diamanahkan.Menjauhi sifat boros, tidak memaksakan tuntutan gaya hidup mewah, serta memudahkan urusan mahar dan nafkah keluarga.Sabar dan Berkhidmat Melayani Rumah Tangga:Mengambil inspirasi dari ketabahan Asma' binti Abi Bakar dan Fatimah radhiyallahu 'anha yang turun tangan langsung mengurus kebutuhan keluarga dengan penuh keikhlasan.Mengingat pesan Nabi ๏ทบ kepada putrinya, bahwa sebaik-baik wanita adalah yang paling banyak membawa manfaat bagi keluarganya.Memuliakan suami serta menjaga keharmonisan rumah tangga dengan saling menenangkan dan menahan diri tatkala timbul perselisihan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
J

Juleha

๐Ÿ“ Kota Palu

Wanita yang berkah

Al Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahDi zaman sekarang banyak wanita yang dia ingin jadi terbaik, tapi bukan terbaik di sisi Allah tetapi terbaik di mata netizen, terbaik di komunitasnya, terbaik di grup-grup WAnya bukan terbaik di sisi Allah Subhanahu Wataโ€™ala.Oleh karenanya banyak diantara mereka yang berlomba-lomba untuk membranding diri dengan memakai barang-barang yang mahal agar diakui.Kita tahu secara umum manusia memandang orang lain ditinjau dari dunianya.Kita ketemu orang kaya hormatKetemu pejabat hormatKetemu yang penampilannya secara โ€œwahโ€ dan mobil mewah kita hormatSebaliknya ketika kita bertemu dengan wanita yang biasa-biasa saja maka seakan-akan kita kurang menghormati, mungkin kita lebih cenderung merendahkan. Itu sifat manusia, karena kebanyakan manusia menjadikan barometer penghormatan kepada orang lain adalah dengan dunia yang orang miliki tersebut.Dari situlah banyak wanita yang ingin tampil beda, ingin menjadi yang terbaik di mata komunitasnya, di mata netizen sampai ada yang berusaha memakai atribut-atribut yang mahal tidak lain supaya untuk diakui. Semntara hal ini banyak menjadikan wanita lupa untuk menjadi yang terbaik di sisi Allah subhanahu wataโ€™ala.Ketahuilah bahwasanya keterbaikan yang sesungguhnya adalah keterbaikan di Sisi Allah Subhanahu Wataโ€™ala.Di hari kiamat kelak Allah akan menyingkap semua rahasia. (Q.S At-Thariq ayat 9 & Q.S Al-Waqiโ€™ah)Kiat-kiat agar bisa menjadi wanita yang BerkahEAl Barokah Berkah secara bahasa Arab Diambil dari Al birkah atau  Alburuk. Al birkah maknanya semacam danau dan di danau itu banyak air yang menetap. Adapun alburuk ketika ada onta menderum dia duduk menderum sehingga para ulama menyimpulkan bahwasanya namanya sesuatu dikatakan berkah atau mubaroq jika banyak kebaikan padanya dan menetap.Diantara keberkahan adalah menjadi seorang yang paling bermanfaat untuk orang lain. terutama bagi suami, bagi anak dan juga bagu keluarga.Mengurus anak mendpat pahala, menjadi yang terbaik di sisi Allah. Diantara kebaikan yaitu dekat dengan anak-anak.Ummu Hani, sepupu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wasallam menolak lamaran Rasulullah karena ingin fokus menguru anak-anak. Dia korbankan kesenangan duniawinya demi anak-anak.Pandai mengurus harta suamiDia menjaga dirinya dan harta suaminya.Meskipun suaminya tidak di rumah, dia ngurus harta suaminya dengan baik dia tahu bahwa harta ini bukan miliknya tapi milik suaminya.Kata Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wasallam wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya.Mudah kehidupannya, tidak memberatkan suaminya.Jadilah wanita yang berkah, diantara keberkahan adalah bermanfaat bagi anak dan suaminya.Jangan terpedaya dengan wanita yang keluar-keluar rumah. Jangan bergaya berhias dengan seperti orang-orang jahiliyah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya4 jam lalu
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

#34 - Kisah Teladan Ummu Darda

erharap dapat kembali dipertemukan dengan suaminya di surga. Sebuah gambaran cinta yang orientasinya tidak berhenti pada kehidupan dunia. Dari sini kita diingatkan bahwa hubungan yang paling berharga bukan sekadar hubungan yang saling menemani dalam waktu singkat, melainkan hubungan yang sama-sama mengarahkan kepada kebaikan dan berharap dipertemukan kembali dalam keridaan Allah.Namun, satu hal yang paling menarik dari kedua sosok ini adalah bahwa mereka tidak memisahkan ibadah dari kehidupan sehari-hari. Ada adab dalam berbicara tentang pasangan, ada keseimbangan dalam memenuhi hak keluarga, ada kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan ada dzikir yang menjadi sumber ketenangan hati.Pada akhirnya, kisah Ummu Ad-Darda' mengajarkan bahwa menjadi muslimah yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak waktu dihabiskan untuk beribadah, tetapi juga seberapa baik ilmu membentuk cara kita berpikir, bersikap, mencintai, dan memperlakukan orang lain.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
R
Rohimatul Hanifah

๐Ÿ“ Kota Palu

Materi 34-Kisah Teladan Ummu Ad Darda'

Kisah Teladan Ummu Ad Darda'Kajian Ustadz Firanda AndirjaAbu Darda' memiliki dua istri:Ummu Ad Darda' Al KubroUmmu Ad Darda' As SughraKeduanya adalah wanita shalihah.Ummu Ad Darda' Al Kubro bernama Khairah bintu Abi Hadrat Al Aslamy. Beliau dikenal dengan ilmunya dan juga meriwayatkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau adalah seorang shahabiyah, yaitu wanita yang bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beriman kepada beliau.Adapun Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang tabi'iyah, yaitu wanita yang bertemu dengan para sahabat Nabi dan beriman kepada Allah.Ummu Ad Darda' Al KubroUmmu Ad Darda' menikah dengan Abu Darda', seorang yang terkenal ahli ibadah, ahli Al-Qur'an, dan hafal Al-Qur'an. Nama asli Abu Darda' adalah Uwaimir bin Amir Al Khazraji.Abu Darda' pernah mengajarkan Al-Qur'an di Damascus (sekarang Suriah), kemudian menjadi hakim (qadhi) di sana.Beliau meninggal pada masa kekhalifahan Utsman bin 'Affan, sekitar tahun 32 H. Ummu Ad Darda' Al Kubro wafat dua tahun sebelumnya.Hadits tentang Kedatangan Salman Al Farisi ke Rumah Abu Darda'"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda'. Tatkala Salman bertandang (ziarah) ke rumah Abu Darda', ia melihat Ummu Darda' (istri Abu Darda') dalam keadaan mengenakan pakaian yang serba kusut.Salman pun bertanya kepadanya, 'Mengapa keadaan kamu seperti itu?'Wanita itu menjawab, 'Saudaramu Abu Darda' sudah tidak mempunyai hajat lagi pada keduniaan.'"Faedah:โ€ข Kebiasaan para shahabiyah adalah berhias untuk suaminya ketika di rumah. Maka, mengherankan ketika Salman melihat Ummu Darda' tidak memperhatikan penampilannya ketika di rumah.Kemudian Abu Darda' datang dan ia membuatkan makanan untuk Salman. Setelah selesai, Abu Darda' berkata kepada Salman, "Makanlah, karena saya sedang berpuasa."Salman menjawab, "Saya tidak akan makan sebelum engkau pun makan."Maka Abu Darda' pun makan.Faedah:โ€ข Ini sebagai dalil bahwa ketika seseorang sedang menjalankan puasa sunnah kemudian ada jamuan makan, maka boleh baginya untuk membatalkan puasanya.Pada malam harinya, Abu Darda' bangun untuk mengerjakan shalat malam. Salman pun berkata kepadanya, "Tidurlah."Abu Darda' pun tidur kembali.Ketika Abu Darda' bangun hendak mengerjakan shalat malam, Salman kembali berkata kepadanya, "Tidurlah!"Hingga pada akhir malam, Salman berkata, "Bangunlah."Lalu mereka shalat bersama-sama. Setelah itu, Salman berkata kepadanya:"Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut."Kemudian Abu Darda' mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi.Beliau lantas bersabda, "Salman itu benar." (HR. Bukhari)Di antara Faedah Kisah dalam Haditsโ€ข Ummu Ad Darda' menjawab pertanyaan Salman Al Farisi tanpa berkeluh kesah dan tanpa menceritakan masalah rumah tangganya kepada Salman.โ€ข Sikap Salman Al Farisi dalam menghadapi permasalahan rumah tangga orang lain sangat bijak. Salman tidak langsung menyimpulkan dari kata-kata Ummu Ad Darda', melainkan menyaksikan sendiri dengan bermalam di rumah Abu Darda'. Kemudian Salman juga menasihati saudaranya (Abu Darda') dengan kata-kata yang bijak tanpa menyudutkan Abu Darda' maupun Ummu Ad Darda'.โ€ข Ini menjadi dalil bahwa seseorang ketika menjalankan ibadah tidak boleh mengikuti hawa nafsunya, karena masing-masing memiliki porsinya. Ketika berlebihan dalam satu porsi, maka ia akan menumbalkan porsi yang lain.Ummu Ad Darda' As SughraNamanya adalah Juhaimah bintu Huyay Al Washshabiyah. Asalnya dari Yaman, kemudian tinggal di Damascus bersama suaminya, Abu Darda'.Menurut Ibnul Qushayrani, Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang wanita yang faqih (ahli fiqih), 'alim, ahli ibadah, menyenangkan, cantik jelita, memiliki ilmu yang luas, akal yang cerdas, dan meriwayatkan banyak hadits dari suaminya (Abu Darda').Adz Dzahabi juga menyebutkan bahwa Ummu Ad Darda' As Sughra telah meriwayatkan banyak ilmu dari suaminya (Abu Darda'). Beliau berumur panjang dan terkenal dengan ilmu, amal, serta kezuhudannya.Catatan:โ€ข Di antara ciri suami yang shalih adalah mengajarkan ilmu kepada istrinya.Ummu Ad Darda' As Sughra adalah seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda' dan Ummu Ad Darda' Al Kubro.Ketika dewasa, beliau kemudian dinikahi oleh Abu Darda'. Ummu Ad Darda' As Sughra menjalani kehidupan rumah tangga bersama Abu Darda' hingga beliau wafat.Sepeninggal Abu Darda', Ummu Ad Darda' As Sughra masih hidup cukup lama dan wafat sekitar tahun 80โ€“90 Hijriah.Beliau terkenal cantik jelita. Kemudian beliau dilamar oleh Muawiyah (Gubernur/Khalifah pada masa itu), tetapi lamaran tersebut ditolak.Ummu Ad Darda' As Sughra menyampaikan:"Aku mendengar Abu Darda' berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ู„ูุขุฎูุฑู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ูŽุง'Seorang wanita bagi suaminya yang terakhir.'Dan aku tidak ingin pengganti bagi Abu Darda'."Ketika Abu Darda' radhiyallahu 'anhu sedang sakit menjelang wafatnya, Ummu Ad Darda' As Sughra berkata:"Wahai Abu Darda', sesungguhnya engkau telah melamar diriku kepada kedua orang tuaku di dunia ini, lantas mereka menerimanya dan menikahkanmu denganku. Sebab itu, aku ingin melamar dirimu (agar tetap menjadi suamiku) di akhirat kelak."Menanggapi permintaan tersebut, Abu Darda' berpesan:"Kalau begitu, maka janganlah menikah lagi sepeninggalku."Catatan:โ€ข Di antara banyak teladan dari potret rumah tangga para sahabat yaitu menganggap pasangannya (suami/istri) sebagai yang terbaik dan setia kepada pasangannya.Selain sangat mencintai suaminya, Ummu Ad Darda' juga sangat hormat kepada suaminya.Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ummu Ad Darda' radhiyallahu 'anha, ia berkata:"Telah menceritakan kepadaku tuanku (suamiku, Abu Darda')" bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Barangsiapa mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya (dari kejauhan), maka malaikat yang diutus bersamanya akan berkata: Amin, dan bagimu seperti yang engkau doakan."Faedah:โ€ข Ini sebagai dalil bagaimana adab seorang istri kepada suaminya. Beliau menyebut suaminya dengan 'sayyidi' atau 'tuanku'.โ€ข Allah akan memberikan ganjaran yang besar bagi wanita yang hormat kepada suaminya.Semangat Ummu Ad Darda' dalam Mengajarkan IlmuDi antara kemuliaan Ummu Ad Darda' As Sughra yaitu beliau banyak mengajarkan ilmu.Disebutkan bahwa beliau mengajar selama enam bulan di Damascus dan enam bulan di Baitul Maqdis. Jamaahnya pun banyak.Beliau juga mengajarkan Al-Qur'an.Banyak wanita yang jika melihat beliau menjadi semangat untuk beribadah dan berdzikir.Dikisahkan bahwa suatu ketika Aun bin Abdullah bersama beberapa orang duduk di hadapan Ummu Ad Darda', lalu mereka berdzikir kepada Allah bersama-sama.Karena merasa sudah terlalu lama, sebagian orang yang hadir berkata kepada beliau:"Boleh jadi kami telah membuat engkau merasa bosan."Mendengar ucapan tersebut, Ummu Ad Darda' memberikan jawaban yang sangat indah dan penuh hikmah:"Kalian beranggapan bahwa kalian telah membuat aku jemu? Padahal, aku mencari ibadah dalam segala sesuatu. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang bisa menyejukkan dadaku selain dari majelis-majelis dzikir."Catatan:โ€ข Teladan bagi kita untuk menyediakan dan mengkhususkan waktu untuk berdzikir kepada Allah.โ€ข Kurangi media sosial dan relasi-relasi yang tidak perlu atau tidak bermanfaat.Di antara Nasihat Ummu Ad Darda' As SughraTentang rezeki dan sikap menerima pemberian"Sesungguhnya seseorang dari mereka berdoa, 'Ya Allah, berilah saya rezeki.' Sedangkan dia tahu bahwa Allah tidak akan menurunkan hujan emas atau perak, namun Allah memberikan rezeki kepada sebagian makhluk melalui makhluk lainnya.Maka siapa saja yang diberi sesuatu hendaklah dia menerima. Jika dia orang yang cukup, maka hendaklah ia memberikan kepada yang membutuhkan. Atau kalau dia sendiri fakir, maka hendaklah dia menjadikan pemberian itu sebagai bantuan untuk dirinya."Biasakan berdzikir dalam setiap keadaan"Janganlah kalian lupa membumbui makanan kalian dengan dzikir. Makan disertai memuji Allah itu lebih baik daripada makan sambil diam saja (tidak memuji Allah)."Tentang pentingnya mempelajari hikmah sejak muda"Pelajarilah hikmah semasa mudamu, niscaya engkau akan mengamalkannya pada masa tuamu. Karena setiap orang yang menanam pasti kelak akan menuai hasilnya, baik berupa kebaikan maupun kejahatan."Tentang menyikapi celaan dan pujian"Jika kita dituduh atau dicela dengan sesuatu keburukan yang tidak ada pada diri kita, bukankah selama ini kita juga sering dipuji dengan berbagai kebaikan yang sebenarnya tidak ada pada diri kita?"Larangan melaknatUmmu Ad Darda' tidak segan menasihati Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang melaknat pembantunya agar tidak melakukannya lagi.Beliau berkata:"Tadi malam aku mendengar kamu melaknat pembantumu ketika kamu memanggilnya."Sungguh, aku pernah mendengar Abu Darda' berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:*Sesungguhnya para pelaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada' (orang-orang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa'at pada hari kiamat kelak.'"Pesan Abu Darda' kepada Ummu Ad Darda'Di antara pesan yang masyhur disampaikan Abu Darda' kepada Ummu Ad Darda' (tidak diketahui apakah Ummu Ad Darda' Al Kubro atau As Sughra):"Jika aku marah, maka redakanlah amarahku; dan jika engkau marah, aku akan berusaha meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak bersikap demikian, maka betapa cepatnya kita akan berpisah."Catatan:โ€ข Dalam rumah tangga hendaknya saling memahami dan saling mengalah untuk menciptakan suasana yang tenteram.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya1 hari lalu
P

puti nilam suri

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ummu Darda'

Abu Darda' memiliki istri Ummu Darda', terdapat dua sosok yang dikenal dengan julukan Ummu Darda', yaitu Ummu Darda' Al-Kubra (istri pertama Abu Darda') dan Ummu Darda' Ash-Shughra (Hujaymah binti Huyay Al-Washabiyyah). Keduanya memiliki kisah teladan yang luar biasa dalam keimanan, ilmu, dan kesetiaan.1. Ummu Darda' Al-Kubra (Khairah binti Abi Hadrad)โ€‹Nama Asli: Khairah binti Abi Hadrad Al-Aslamiyah. โ€‹Kisah & Teladan:โ€‹Keseimbangan Hidup (Kisah Salman Al-Farisi)1. Pertemuan Awal: Penampilan Ummu Darda' yang LusuhSuatu hari, Salman Al-Farisi datang berkunjung ke rumah Abu Darda' untuk bersilaturahmi. Namun, sesampainya di sana, Salman dikejutkan oleh penampilan Ummu Darda' yang terlihat serba kusut, lusuh, dan sama sekali tidak terawat seperti layaknya seorang istri yang bersiap menyambut suaminya.Melihat kejanggalan tersebut, Salman langsung bertanya dengan sopan:"Mengapa keadaanmu seperti ini, wahai Ummu Darda'?"Ummu Darda' pun menjawab dengan nada mengadu sekaligus sedih:"Saudaramu, Abu Darda', sudah tidak memiliki hajat lagi pada keduniaan."Ummu Darda' menjelaskan bahwa suaminya menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk akhirat. Setiap siang Abu Darda' selalu berpuasa sunah, dan setiap malam suntuk dia selalu berdiri untuk salat tahajud. Akibatnya, Abu Darda' tidak pernah lagi memperhatikan atau memberikan waktu luang untuk istrinya. Mendengar hal itu, Ummu Darda' merasa tidak ada gunanya lagi bersolek atau merawat diri di depan suaminya.2. Aksi Tegas Salman demi Membela Hak Ummu Darda'Salman menyadari bahwa kondisi ini tidak sehat untuk sebuah rumah tangga. Ketika Abu Darda' pulang dan menyajikan makanan untuk menghormati tamunya, Salman memulai strateginya.โ€‹Memaksa Buka Puasa: Abu Darda' menyuguhkan makanan dan berkata, "Makanlah, sesungguhnya aku sedang berpuasa sunah." Namun Salman menolaknya dengan tegas dan berkata, "Aku tidak akan makan sebelum engkau ikut makan bersama denganku!" Akhirnya, Abu Darda' terpaksa membatalkan puasa sunahnya demi menemani saudaranya makan.โ€‹Memaksa untuk Istirahat: Saat malam tiba, baru saja Abu Darda' bersiap-siap untuk berdiri salat malam, Salman langsung menegurnya, "Tidurlah!" Abu Darda' pun tidur. Di tengah malam, Abu Darda' terbangun lagi untuk salat, namun Salman menahannya kembali dan menyuruhnya tidur.Barulah ketika waktu menjelang sepertiga malam terakhir, Salman membangunkan Abu Darda' dan berkata, "Sekarang, bangun dan shalatlah." Akhirnya mereka berdua melaksanakan salat tahajud bersama.3. Kalimat Emas Salman Al-FarisiSetelah salat selesai, Salman memberikan nasihat yang sangat mendalam kepada Abu Darda' agar ia kembali memperhatikan hak-hak istrinya (Ummu Darda'):"Sesungguhnya bagi Tuhanmu ada hak atas dirimu, bagi dirimu sendiri ada hak atas tubuhmu, dan bagi keluargamu (istrimu) juga ada hak atas dirimu. Maka, berikanlah setiap pemilik hak itu haknya masing-masing."Nasihat ini diberikan Salman agar Abu Darda' sadar bahwa beribadah secara ekstrem hingga mengabaikan istri dan tubuh sendiri bukanlah ajaran Islam yang seimbang.4. Pembenaran dari Rasulullah ๏ทบAbu Darda' kemudian datang menemui Rasulullah ๏ทบ dan mengadukan seluruh perbuatan Salman di rumahnya.Mendengar aduan tersebut, Rasulullah ๏ทบ tidak menyalahkan Salman, melainkan tersenyum dan bersabda dengan tegas:"Salman benar." (HR. Bukhari)Berkat kepedulian dan keberanian Salman Al-Farisi yang menegur Abu Darda', rumah tangga Ummu Darda' akhirnya kembali harmonis dan penuh keseimbangan antara urusan dunia, nafkah batin, serta ibadah kepada Allah SWT.โ€‹Kehormatan Muslimah: Beliau termasuk periwayat hadis yang menjaga pesan Nabi ๏ทบ mengenai kehormatan dan adab wanita ketika berada di luar rumah.2. Ummu Darda' Ash-Shughra (Hujaymah binti Huyay Al-Washabiyyah)โ€‹Nama Asli: Hujaymah binti Huyay Al-Washabiyyah (berasal dari Himyar, Syam). Sejak kecil beliau yatim dan diasuh serta dididik langsung oleh Abu Darda'.โ€‹Kisah & Teladan:โ€‹Ulama Perempuan Kelas Atas di Syam: Setelah Ummu Darda' Al-Kubra wafat, Hujaymah kemudian menikah dengan Abu Darda' dan dikenal dengan kunyah Ummu Darda' Ash-Shughra ("yang lebih muda"). Beliau tumbuh menjadi ahli fikih, ahli ibadah, dan perawi hadis yang sangat cerdas di Damaskus, Syam.โ€‹Guru Para Ulama dan Khalifah: Majelis ilmu yang diasuhnya di Masjid Jami' Damaskus dihadiri oleh banyak kalangan, termasuk para tabi'in hingga calon Khalifah Bani Umayyah, yaitu Abdul Malik bin Marwan. Ini menunjukkan bahwa kapasitas keilmuan dan ketakwaannya sangat dihormati lintas generasi.โ€‹Kesetiaan Cinta hingga ke Surga:โ€‹Suatu ketika Abu Darda' berkata kepadanya, "Jika aku meninggal, janganlah engkau menikah lagi sepeninggalku."โ€‹Ummu Darda' pun bertekad menjaga kesetiaan tersebut. Bahkan, ketika Abu Darda' telah wafat dan ia, dalam kedudukannya sebagai wanita terhormat, sampai dilamar oleh seorang penguasa besar yaitu Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan, beliau dengan tegas menolaknya.โ€‹Beliau memilih tetap menjanda hingga akhir hayatnya demi memegang teguh harapan dan doanya agar bisa kembali bersatu dan dipersunting oleh Abu Darda' kelak di dalam surga Allah SWT.Sumber Ceramah Ust Firanda Andirja

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Sri Wahyuni Wadi

๐Ÿ“ Indonesia

Ringkasan Materi 34 - Kisah Ummu Darda'

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja., M.A.Abu Dar'da memiliki dua istri, kedua wanita istri Abu Darda dikenal dengan nama Ummu Darda', istri pertama Abu Darda' yang senior, merupakan kalangan Sahabiah dikenal sebagai wanita alim, ahli ibadah, dan memiliki pandangan yang dalam tentang agama. Adapun yang kedua yaitu Ummu Darda' Ash-Shughra, istri setelahnya, / junior, yang merupakan kalangan Tabi'in.โ€ŽAbu Dar'da dikenal sebagai Sahabat yang ahli Ibadah, salah satu sahabat penghafal Al Qur'an. Abu Dar'da dari Anshar dipersaudarakan dengan Salman Al Farisi dari Persia. Suatu hari Salman Al Farisi mengunjungi rumah saudaranya Abu Dar'da, dan ia mendapati Ummu Dar'da berpakaian yang tidak rapi atau kusut. Hal itu merupakan hal yang mengherankan bagi kaum Muslimin, karena sejatinya seorang istri selalu berhias untuk Suami, berpenampilan yang baik ketika di rumah.โ€ŽSaat itu Ummu Dar'da menjawab bahwa sesungguhnya saudaramu Abu Dar'da sudah tidak memiliki ketertarikan dengan istrinya karena kesibukannya dalam beribadah. "Saudaramu Abu Darda` Radhiyallahu anhu sedikit pun tidak perhatian terhadap istrinya. Di siang hari dia berpuasa dan di malam hari dia selalu shalat malam.โ€โ€ŽMendengar hal demikian, Salman memberi nasihat kepada Abu Dar'da.โ€ŽKetika Abu Darda` Radhiyallahu anhu pulang ke rumah dan menghidangkan makanan kepada Salam seraya berkata, โ€œMakanlah (wahai saudaraku), sesungguhnya aku sedang berpuasaโ€โ€ŽSalman Radhiyallahu anhu menjawab, โ€œAku tidak akan makan hingga engkau makan.โ€ Lantas Abu Dardapun makan.Setelah itu Abu Dar'da Radhiyallahu anhu pergi untuk mengerjakan shalat. Akan tetapi, Salman Radhiyallahu anhu menegurnya dengan mengatakan, โ€œtidurlahโ€ dan dia pun tidur. Tak lama kemudian dia bangun lagi dan hendak shalat, dan Salman Radhiyallahu anhu berkata lagi kepadanya, โ€œtidurlah.โ€โ€Žโ€ŽKetika malam sudah lewat Salman Radhiyallahu anhu berkata kepada Abu Dard Radhiyallahu anhu , โ€œWahai Abu Darda, sekarang bangunlahโ€. Maka keduanya pun mengerjakan shalatโ€โ€Žโ€ŽSetelah selesai shalat, Salman Radhiyallahu anhu berkata kepada Abu Dard Radhiyallahu anhu,โ€œ Wahai Abu Darda sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu, badanmu mempunyai hak atas dirimu dan keluargamu (istrimu) juga mempunyai hak atas dirimu. Maka, tunaikanlah hak mereka.โ€โ€Žโ€ŽAbu Darda` Radhiyallahu anhu mendatangi Rasulullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut. Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab, โ€œSalman benarโ€ (H.R. Bukhรขri)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

๐Ÿ“ Kabupaten Bondowoso

Materi 34 ๐Ÿ‚kisah Ummu darda'

โ€ŽKisah teladan Ummu ad darda'โ€ŽUstadz Dr. Firanda Andirja,MAโ€Žโ€ŽAbu darda' Radhiyallahuanhu memiliki 2 istri yang dikenal dengan Ummu darda' dua duanya,dimana yang pertama disebut Ummu darda' kubro dan yang kedua Ummu darda' as shugro. Dan dua duanya adalah wanita Sholehah.โ€ŽAdapun ummi darda' kubro namanya adalah khairoh bintu Abi hadrat, seorang wanita sholihah yang juga meriwayatkan hadits nabi shalallahu alaihi wasallam dan merupakan ash shahabiyah,bertemu dengan nabi dan beriman dengan nabi shalallahu alaihi wasallam. Adapun Ummu darda' junior/ash sugro bukanlah ash shabiyah,dia tidak bertemu dengan nabi shalallahu alaihi wasallam tetapi dia adalah tabi'iyah (bertemu dengan sahabat).sahabat adalah orang yang bertemu dengan nabi ,beriman dengan nabi dan meninggal dalam kondisi beriman.adapun tabi'i yaitu orang yang tidak bertemu dengan nabi tetapi bertemu dengan sahabat.โ€ŽUmmu darda' kubro โ€ŽMenikah dengan abu darda',dan abu darda' adalah orang yang terkenal dengan ahli ibadah bahkan diantara sahabat yang hafal Al Qur'an adalah abu darda'.namanya adalah uwaimir bin Amir Al khazraji.dan ketika kaum muslimin melebarkan kekuasaan sampai di Damaskus,beliau di panggil untuk mengajarkan Al Qur'an disana.kemudian di angkat menjadi hakim di Damaskus(siriah) dan beliau meninggal di pemerintahan Utsman bin Affan pada tahun 32H sedangkan Ummu darda' wafat 2th sebelumnya.โ€ŽKisah antara abu darda' dan Ummu darda' diantaranya di riwayatkan dalam hadits imam Bukhori,tentang kedatangan Salman "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mensaudarakan Salman Al farisi dan abu darda',maka mereka saling perhatian.suatu hari Salman Al farisi mendatangi abu darda' ,dan dia mendapati pakaian Ummu darda' tidak rapi,maka Salman pun bertanya:"kenapa engkau memakai pakaian yang tidak rapi?maka Ummu darda' menjawab :"saudaramu abu darda' tidak butuh dengan dunia."akhirnya Salman menunggu abu darda' dan abu darda' menghidangkan makanan untuk salman.dan abu darda' berkata: "wahai Salman makanlah,adapun saya tidak makan karena saya sedang berpuasa."Salman pun berkata: "saya tidak makan sampai kau juga makan."akhirnya abu darda' pun makan.lalu Salman tidak pulang,dia tetap berada di rumah abu darda' dan ketika sudah malam abu darda' siap siap untuk sholat malam tetapi Salman berkata :"ini belum saatnya,tidur dulu."kemudian berapa lama kemudian bangun lagi untuk sholat malam,Salman berkata:"tidurlah belum saatnya."dan dia pun tertidur dan ketika menjelang pagi Salman berkata :"sekarang saatnya bangun."mereka pun bangun dan sholat malam. Dan ketika itu Salman memberi nasehat "sesungguhnya badanmu jiwamu punya hak, hendaknya kamu istirahat,dan rabb mu punya hak hendaknya sholat dan puasa,dan tamu mu punya hak hendaknya di jamu dan di ajak ngobrol dan ingat istrimu juga punya hak maka berikanlah masing masing haknya."lalu abu darda' pergi sholat subuh di masjid Nabawi dan menyampaikan hal ini kepada nabi shalallahu alaihi wasallam.maka nabi shalallahu alaihi wasallam pun berkata: "Salman telah benar". Dan mulai saat itu abu darda' pun merubah sikapnya dan tidak ada lagi permasalahan dalam rumah tangganya.โ€ŽDi sini dalil bahwasanya Ummu darda' tidak membuka aib suaminya meskipun isarat perkataannya bahwasanya abu darda' tidak menyentuhnya.dan di sini dalil juga bahwasanya kita boleh berbuka ketika puasa Sunnah jika datang seorang tamu atau kita di undang oleh seseorang.dalil ini juga menunjukkan bahwasanya Salman tidak langsung memepercayai omongan Ummu darda' sebelum dia mengkroscek langsung sehingga dia bermalam di rumah abu darda' untuk mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan rumahtangga nya.tenryata benar kalao abu darda' sangat suka dengan ibadah sehingga Ummu darda' terbengkalai dan tidak di perhatikan,maka Salman pun menasehati abu darda'.seseorang jika menjalankan ibadah tidak mengikuti hawa nafsunya karena masing masing ada porsinya,ketika dia berlebihan dalam satu porsi maka dia akan melalaikan porsi yang lain. Contoh di sini abu darda' berlebih-lebihan dalam beribadah sehingga dia menumbalkan anak istri dan ini tidak boleh.โ€ŽUmmu darda' as shugro โ€ŽMaka namanya adalah hujaimah binti huyay Al washobiyah.Asalnya dari Yaman. Beliau adalah wanita yang sangat sholihah.ahli fiqih,wanita alim,ahli ibadah, menyenangkan,cantik jelita,cerdas dan banyak meriwayatkan hadits dari suaminya.umurnya panjang dan terkenal dengan ilmu amal dan Zuhud. Dan banyak muridnya yang meriwayatkan hadits darinya.โ€ŽUmmu darda' adalah anak yatim di pelihara oleh abu darda' dan Ummu darda' Al kubro dan sesekali masuk di mantel yang sama dengan abu darda' dan sering di ajak ke masjid dan sholat di shaf laki laki (saat masih kecil) dan ketika dia sudah besar,abu darda' berkata: saatnya engkau belajar sama wanita. Maka jadilah Ummu darda' menjadi wanita sholihah yang belajar dari kecil dari suaminya.dan sampai ketika dia dewasa di nikahi oleh abu darda'. Dan dia pun menemani abu darda' sampai abu darda' meninggal dunia. Lalu ketika menjanda dia di lamar oleh Muawiyah. Dan ternyata lamaran Muawiyah ditolak oleh Ummu darda'.dan dia berkata : bahwasanya aku telah mendengar hadits dari suamiku "bahwasanya wanita itu di surga bersama suaminya yang terakhir,dan aku tidak mau mencari pengganti abu darda'."โ€ŽAkhirnya Muawiyah berkata :"hendaknya engkau berpuasa."โ€ŽDalam riwayat Ummu darda' pernah berkata kepada abu darda' ketika akan meninggal dunia "wahai abu darda' engkau telah melamarku dari keluargaku,ketika dunia dan akhirnya mereka menikahkan engkau denganku,aku sekarang akan melamar mu untuk di akhirat.hendaknya engkau terima lamaranku." Dan abu darda' berkata:"jangan kau menikah lagi setelah aku meninggal."โ€Žsifat sifat Ummu darda' โ€ŽAhli ibadah ahli ilmuโ€ŽSangat hormat kepada suaminya, diantara bentuk kehormatannya dalam riwayat sahih muslim,abu darda' berkata: "sesungguhnya tuanku telah menyampaikan hadits kepadaku,jika ada seorang yang mendoakan saudaranya tanpa diketahui saudaranya,maka malaikat akan mengaminkan dari berkata engkau juga akan mendapatkan seperti yang engkau doakan untuk orang lain."โ€ŽDi sini Ummu darda' menyebut suaminya dengan tuanku yang di tafsirkan bahwasanya Ummu darda' sangat menghormati suaminya.begitu takhdim sama suaminya.โ€ŽKemuliaan Ummu darda': sering mengajarkan ilmu di Damaskus dan siriya,bahkan Khalifah di zaman itu hadir di majelis Ummu darda'. Dan Ummu darda' mengajarkan Al Qur'an, dan setiap wanita yang melihat beliau jadi semangat untuk berdzikir dan untuk beribadah.โ€ŽNasehat ustadz: jadilah seperti Ummu darda' yang sangat memuliakan suaminya.jadilah istri Sholehah yang menjadikan suaminya sebagai gubernur di rumahnya.dan kumpullah bersama para wanita untuk berbicara tentang akhirat.โ€Ž

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
D

Delonie Regia

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian: Materi 34 - Kisah Teladan Ummu Ad-Darda

Catatan KajianKisah Teladan Ummu Ad-DardaUstadz Firanda Andirja hafizhahullahuKajian ini membahas kisah kehidupan dua istri sahabat Nabi, Abu Darda radhiallahu 'anhu, yang keduanya dikenal dengan nama Ummu Darda.1. Ummu Darda Al-Kubra (Senior)Profil:Beliau adalah seorang sahabiah bernama Khairah bintu Abi Hadrat al-Aslami.Kisah Salman al-Farisi:Terdapat kisah terkenal ketika Salman al-Farisi mengunjungi rumah Abu Darda dan mendapati istrinya berpakaian tidak rapi. Ummu Darda menjelaskan bahwa Abu Darda sangat sibuk beribadah (puasa di siang hari dan salat di malam hari) hingga mengabaikan hak istrinya. Salman kemudian menasihati Abu Darda untuk memberikan hak kepada Allah, tubuh, tamu, dan istri.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membenarkan nasihat Salman tersebut.2. Ummu Darda Ash-Shugra (Junior)Profil:Namanya adalah Hujaimah bintu Huyai al-Washabiyah. Beliau adalah seorang tabi'iah yang cerdas, ahli fikih, dan ahli ibadah.Pendidikan:Beliau adalah anak yatim yang dipelihara dan dididik langsung oleh Abu Darda sejak kecil.Kecintaan pada Suami:Setelah Abu Darda wafat, beliau dilamar oleh Muawiyah radhiallahu 'anhu (seorang Gubernur/Khalifah), namun beliau menolak karena ingin tetap bersama Abu Darda di surga.Keteladanan dan AkhlakPenghormatan Istri: Ummu Darda Ash-Shugra sangat menghormati suaminya, hingga ia menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" (tuanku) saat meriwayatkan hadis.Majelis Ilmu:Beliau aktif mengajarkan ilmu, bahkan majelisnya dihadiri oleh ulama dan khalifah masa itu, Abdul Malik bin Marwan.Pentingnya Dzikir: Beliau dikenal sebagai wanita yang senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala aktivitasnya.Link kajian di YouTube:https://youtu.be/M55-_USKIwc?si=0kUVMp6lZIJQ7SUI

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Susy Siswandini

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH TELADAN UMMU AD-DARDAโ€™

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Perbedaan Dua Sosok "Ummu Darda" Dua Istri Abu Darda: Abu Darda radhiallahu 'anhu memiliki dua istri yang dikenal dengan sebutan Ummu Darda, yaitu: Ummu Darda Al-Kubra (Senior): Namanya adalah Khairah bintu Abi Hadrat Al-Aslami. Beliau adalah seorang sahabiah (bertemu dan beriman dengan Nabi ๏ทบ), memiliki ilmu, dan meriwayatkan hadis dari Nabi ๏ทบ. Ummu Darda As-Sugra (Junior): Bukan sahabiah (tidak bertemu Nabi ๏ทบ), melainkan seorang tabiiyah (bertemu dengan sahabat dalam kondisi Islam dan meninggal dalam kondisi Islam). Namanya adalah Hujaimah bintu Huyai Al-Washabiyah (dikenal juga dengan Al-Himyariyah atau Al-Damaskiyah karena tinggal di Damaskus, asalnya dari Yaman). Profil Abu Darda: Nama beliau adalah Uwaimir bin Amir Al-Khazraji radhiallahu 'anhu. Beliau adalah seorang ahli ibadah dan ahli Al-Qur'an. Beliau dipanggil ke Damaskus untuk mengajarkan Al-Qur'an dan diangkat menjadi hakim (qadi) di Damaskus/Syria. Abu Darda wafat pada tahun 32 Hijriah di masa pemerintahan Utsman bin Affan (sementara Ummu Darda Al-Kubra wafat 2 tahun sebelumnya).2. Kisah Salman Al-Farisi dan Ummu Darda Al-Kubra (Senior)Sistem Persaudaraan (Nizam Al-Akhi): Nabi ๏ทบ mempersaudarakan antara Salman Al-Farisi dan Abu Darda supaya mereka saling perhatian.Kunjungan Salman Al-Farisi: Suatu hari Salman mendatangi rumah Abu Darda dan mendapati Ummu Darda mutabadilah (memakai pakaian yang tidak rapi).Kebiasaan Berhias Sahabiah: Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan para sahabiah dahulu adalah berhias untuk suami mereka selama mereka di rumah.Jawaban Bijak Ummu Darda: Ummu Darda tidak berkeluh kesah atau membongkar aib suaminya, melainkan menjaga kehormatan keluarga dengan menjawab secara isyarat: "Innaka aka Abu Darda laisa lahu hajatun fid-dunya" (Saudaramu Abu Darda itu tidak butuh dengan dunia).Pemeriksaan oleh Salman: Salman menunggu kedatangan Abu Darda, dihidangkan makanan, lalu Salman meminta Abu Darda untuk membatalkan puasa sunahnya agar bisa makan bersama. Pada malam harinya, ketika Abu Darda ingin bangun salat malam, Salman menyuruhnya untuk tidur ("Nam"). Menjelang sepertiga malam yang terakhir, mereka baru bangun dan salat bersama.Nasihat Salman Al-Farisi: "Inna li-robbika haqqa, wa li-nafsika haqqa, wa li-zairika haqqa, wa li-ahlika haqqa, fa-a'li kulli dzin haqqan haqqah"(Sesungguhnya Rabbmu punya hak, dirimu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak, maka berikanlah masing-masing haknya).Pengakuan Nabi ๏ทบ: Ketika Abu Darda menyampaikan hal ini kepada Nabi ๏ทบ, beliau bersabda: "Salman telah benar."3. Biografi dan Kisah Ummu Darda As-Sugra (Junior)Sifat dan Keilmuan: Dikatakan oleh Ibnu Qaisarani dan Adz-Dzahabi, beliau adalah seorang wanita yang faqihah, alimah, abidah, malihah, jamilah, wasi'atal-ilm, wafiratal-'aql (ahli fikih, alim, ahli ibadah, menyenangkan, cantik jelita, ilmunya luas, akalnya cerdas), dan meriwayatkan banyak hadis dari suaminya.Dipelihara Sejak Kecil: Ummu Darda As-Sugra adalah seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda. Beliau tinggal bersama Abu Darda dan Ummu Darda Al-Kubra. Waktu kecil beliau belajar Al-Qur'an di majelis ahli Quran dan ikut salat di saf laki-laki. Ketika sudah mulai besar, Abu Darda menyuruhnya belajar bersama para wanita ("Ilhaqi bi-sufufin nisa"). Setelah dewasa, beliau dinikahi oleh Abu Darda.Penolakan terhadap Lamaran Muawiyah: Ummu Darda As-Sugra memiliki umur yang panjang setelah wafatnya Abu Darda (wafat sekitar tahun 81 Hijriah, hidup sekitar 50 tahun setelah suaminya). Karena terkenal cantik jelita, beliau dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (Gubernur Syam/Khalifah). Namun, lamaran tersebut ditolak karena beliau memegang sabda Nabi ๏ทบ:"Innal-mar-ah li-akhiri azwajiha" (Wanita itu di surga bersama suaminya yang terakhir).Beliau berkata: "Dan aku tidak mau mencari pengganti selain Abu Darda."Janji di Akhirat: Saat Abu Darda hendak meninggal dunia, Ummu Darda berkata: "Wahai Abu Darda, kau telah melamarku dari keluargaku di dunia... dan aku sekarang melamarmu untuk di akhirat." Abu Darda menjawab: "Kalau begitu, jangan kau nikah lagi setelah aku meninggal."4. Akhlak, Keteladanan, dan Nasihat Ummu Darda As-SugraPenghormatan kepada Suami (Takzim): Ummu Darda meriwayatkan hadis dari suaminya di dalam Shahih Muslim dengan menggunakan sapaan: "Haddatani sayyidi" (Tuhanku/majeliskanku/tuanku telah menyampaikan hadis kepadaku), yang dimaksudkan adalah suaminya (Abu Darda). Ini menunjukkan bentuk penghormatan (takzim) yang luar biasa kepada suami.Majelis Zikir dan Ilmu: Beliau menghabiskan waktunya untuk mengajarkan ilmu (berpindah antara Damaskus dan Baitul Maqdis) serta memimpin majelis zikir. Ketika murid-muridnya merasa khawatir membuat beliau bosan, beliau menjawab: "Bagaimana saya mau bosan? Saya sudah mencari ibadah dalam segala hal, aku tidak mendapati ibadah yang paling menyenangkan hatiku, yang paling memuaskan dadaku seperti zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala."Nasihat tentang Rezeki dan Hadiah: Beliau berpesan agar seseorang menerima pemberian atau hadiah ("fa-in ataaka syaiun min dzalika fa-qbalhu"). Jika tidak perlu, berikan kepada orang lain; jika miskin dan butuh, terimalah untuk isti'anah (sebagai penguat) dalam beribadah kepada Allah.Menyertakan Zikir saat Makan: Mengingatkan murid-muridnya untuk senantiasa mencampurkan makanan dengan zikir kepada Allah ("jangan kalian lupa untuk mencampurkan makanan kalian dengan zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala").Mempelajari Hikmah sejak Kecil: "Ta'amul-kibar, ta'alamul-hikmah shigaran, wa tata'amaluna biha kibaran" (Pelajarilah hikmah-hikmah ketika kalian masih kecil/muda, dan kalian akan mengamalkannya ketika sudah besar).Menyikapi Celaan: Ketika diberitahu bahwa ada orang yang mencelanya, beliau menganggap itu sebagai pujian atas hal-hal yang tidak dilakukannya ("betapa sering saya direkomendasikan dengan perkara yang tidak saya lakukan").Menasihati Pemimpin (Khalifah): Beliau tidak ragu menegur pemimpin/khalifah (seperti Abdul Malik bin Marwan) ketika sang khalifah melaknat pelayannya yang telat. Beliau mengingatkan sabda Nabi ๏ทบ: "La yakunul-la'anuna syufa'a'u wa la shuhada'u yaumal-qiyamah" (Sesungguhnya orang-orang yang tukang melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan tidak akan menjadi pemberi saksi pada hari kiamat kelak).perkataan Abu Darda kepada istrinya: Wahai Ummu Darda, kalau kamu marah aku akan menyenangkan engkau, dan jika aku marah senangkanlah diriku. Jika kita sama-sama marah, kita bakalan berpisah

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Syifa ratna

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 34

Materi 34Kisah Teladan Ummu Ad-Darda - Ustadz Firanda HafizhahullaahuPerbedaan Dua Sosok "Ummu Darda"Ustadz Firanda mengawali penjelasan dengan mengklarifikasi bahwa Abu Darda memiliki dua istri yang masing-masing dikenal dengan julukan Ummu Darda, namun dengan latar belakang generasi yang berbeda:Ummu Darda Al-Kubra (Senior): Bernama asli Khairah binti Abi Hadrad Al-Aslami. Beliau adalah seorang sahabiyah (bertemu dan beriman langsung kepada Nabi Muhammad). Beliau dikenal sangat cerdas, berilmu, dan meriwayatkan hadis.Ummu Darda As-Sughra (Junior): Bernama asli Hujaimah binti Huyai Al-Washabiyah(asal Yaman, tinggal di Damaskus, Suriah). Beliau bukan sahabiyah melainkan seorang tabi'ah (bertemu dengan para sahabat, bukan Nabi). Beliau dipelihara oleh Abu Darda sejak kecil sebagai anak yatim, lalu dinikahi ketika dewasa.Kisah Ummu Darda Al-Kubra (Senior) dan Salman Al-FarisiBagian ini menyoroti kisah terkenal dalam riwayat Imam Bukhari ketika Salman Al-Farisi berkunjung ke rumah Abu Darda:Kondisi Istri yang Tidak Terurus: Salman mendapati Ummu Darda Al-Kubra memakai pakaian yang tidak rapi. Ketika ditanya, Ummu Darda menjawab dengan menjaga kehormatan suaminya: "Saudaramu, Abu Darda, sudah tidak butuh lagi dengan dunia." (Maksudnya, Abu Darda terlalu sibuk beribadah siang dan malam hingga melalaikan hak istrinya).Kebijaksanaan Salman Al-Farisi: Salman menunggu kedatangan Abu Darda, lalu menginap untuk menyelidiki. Saat Abu Darda berniat shalat malam terus-menerus dan berpuasa di siang hari, Salman mencegahnya dengan nasihat emas:"Sesungguhnya Rabbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak untuk istirahat, tamumu punya hak untuk dijamu, dan istrimu juga punya hak atasmu. Maka berikanlah hak kepada setiap yang berhak."Pengakuan Nabi: Ketika Abu Darda mengadukan hal ini kepada Nabi Muhammad, beliau bersabda: "Salman telah benar."Kisah Ummu Darda As-Sughra (Junior) dan KesetiaannyaUmmu Darda As-Sughra adalah seorang wanita yang sangat alim, ahli fikih, cantik, dan sangat mencintai suaminya:Pendidikan dari Suami: Beliau dididik langsung oleh Abu Darda sejak kecil hingga menjadi wanita yang berilmu luas, meriwayatkan banyak hadis, dan memiliki majelis ilmu yang bahkan dihadiri oleh para ulama tabi'in hingga Khalifah Abdul Malik bin Marwan.Menolak Lamaran Gubernur/Khalifah: Setelah Abu Darda wafat (sekitar tahun 32 H), Ummu Darda As-Sughra hidup sangat lama (wafat sekitar tahun 81 H). Karena kecantikan dan ilmunya, beliau sempat dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Syam atau Khalifah).Alasan Penolakan: Beliau menolak lamaran tersebut karena memegang teguh sabda Nabi bahwa seorang wanita di surga akan bersama suami terakhirnya, dan beliau menyatakan tidak ingin mencari pengganti selain Abu Darda.Sikap Menghormati Suami: Dalam riwayat Sahih Muslim, Ummu Darda As-Sughra sering menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" (tuanku/majikanku) sebagai bentuk penghormatan (takzim) yang tinggi kepada suami, sebuah teladan adab rumah tangga yang mulia.Nasihat-Nasihat Penting dari Ummu Darda As-SughraBeberapa mutiara hikmah dari Ummu Darda As-Sughra yang disampaikan dalam kajian:Tentang Rezeki: Jika mendapat pemberian atau hadiah, terimalah. Jika tidak butuh, berikan kepada orang lain; jika butuh, gunakan sebagai penopang untuk beribadah kepada Allah tanpa rasa malu.Zikir dalam Setiap Aktivitas: Beliau pernah mengingatkan murid-muridnya saat makan agar mencampurkan aktivitas makan dengan zikir dan memuji Allah, bukan makan dalam keadaan lalaiMempelajari Hikmah Sejak Kecil: Menekankan pentingnya mendidik anak-anak dengan nasihat dan perkataan bijak sejak dini agar menjadi pedoman hidup ketika mereka dewasa.Menghadapi Celaan: Beliau tidak pernah emosi ketika dicela orang lain, bahkan menganggap celaan tersebut sebagai bentuk introspeksi diri atau teguran yang baik.Menasihati Penguasa: Beliau tidak segan menegur Khalifah Abdul Malik bin Marwan ketika sang khalifah melaknat pelayannya yang terlambat, dengan mengingatkan sabda Nabi bahwa orang yang suka melaknat tidak akan bisa menjadi pemberi syafaat dan saksi pada hari kiamat.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
J

Juleha

๐Ÿ“ Kota Palu

Kisah Teladan Ummu Ad-Dardaโ€™

Al Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahKisah Istri dari Abu Darda.Abu darda Radiyallahu โ€˜Anhu memiliki dua istri yang dikenal dengan sebutan Ummu Darda dua-duanya. Hanya saja yang pertama disebut dengan Ummu Darda Al Qubro yaitu senior dan yang kedua disebut Ummu Darda As Shugro yaitu Ummu Darda yang Junior. Keduanya adalah Istri yang shalihah.Ummu Darda Al Kubro namanya Khairah Bintu Abi Hadrad Al Aslamy seorang wanita sholihah yang dikenal juga dengan ilmunya. Dan dia adalah sahabiyab, dia bertemu dengan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan beriman kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.Adapun yang junior dia bukan sahabiyah. Dia tidak bertemu dengan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.Tapi dia seorang Taabiโ€™iyah. Bertemu dengan sahabat. Sahabat adalah orang-orang yg bertemu dengan Nabi, beriman kepada Nabi dan meninggal dalam kondisi beriman. Adapun Tabiโ€™in  yaitu seseorang yang tidak bertemu dengan Nabi tapi bertemu dengan Sahabat dalam kondisi islam dan meninggal dalam kondisi islam.Abu Darda terkenal sebagai ahli ibadah. Beliau adalah ahli Quran. Diantara sahabat yang Hafal Quran adalah Abu Darda.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
N

Novrianti Fadlun Katili

๐Ÿ“ Palu

KISAH TELADAN UMMU DARDA KUBRO WA SUGRO - Ustadz Firanda Andirja hafizhohullah

๐ŸŒพ 1\. Mengenal Ummu Darda Kubro dan Ummu Darda SugroAbu Darda memiliki dua orang istri yang salihah, yang dikenal dengan panggilan Ummu Darda Kubro dan Ummu Darda Sugro.โ‘  Ummu Darda KubroBernama Khayrah binti Abi Hadrad. Beliau dikenal sebagai wanita salihah yang meriwayatkan beberapa hadis Nabi ๏ทบ dan termasuk golongan sahabiyah.Sahabiyah adalah wanita yang bertemu dengan Nabi ๏ทบ, beriman kepada beliau, dan meninggal dunia dalam keadaan beriman.โ‘ก Ummu Darda SugroBeliau bukanlah sahabiyah karena tidak pernah bertemu Rasulullah ๏ทบ. Namun, beliau termasuk seorang tabi'iyah, yaitu orang yang tidak bertemu Nabi ๏ทบ, tetapi bertemu dengan para sahabat, masuk Islam, dan meninggal dunia dalam keadaan beriman. 2\. Kisah Ummu Darda KubroBeliau menikah dengan Abu Darda. Ummu Darda Kubro merupakan seorang wanita yang terkenal ahli ibadah. Beliau juga seorang ahli Al-Qur'an, sedangkan suaminya, Abu Darda, juga seorang penghafal Al-Qur'an. โœง Kisah dalam Hadis tentang Salman Al-FarisiKisah keduanya tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari, yaitu tentang Salman Al-Farisi. Ketika itu, Nabi ๏ทบ mempersaudarakan Salman dan Abu Darda. Mereka saling memberikan perhatian dan juga saling mengunjungi.Suatu hari, Salman mendatangi rumah Abu Darda. Ia melihat Ummu Darda dalam keadaan sederhana dan tidak berdandan. Salman pun bertanya kepadanya, "Mengapa engkau seperti ini?"Ummu Darda menjawab bahwa saudaranya, Abu Darda, sudah tidak memiliki keinginan terhadap dunia.Ketika Abu Darda datang, ia menyiapkan makanan untuk Salman. Namun, Abu Darda mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa. Salman berkata bahwa ia tidak akan makan sampai Abu Darda ikut makan. Akhirnya, mereka pun makan bersama.Malam harinya, Abu Darda bangun untuk melaksanakan salat malam. Salman memintanya untuk tidur kembali. Ketika Abu Darda hendak bangun lagi, Salman kembali memintanya tidur.Hingga pada sepertiga malam terakhir, Salman berkata, "Sekarang bangunlah." Kemudian, mereka berdua melaksanakan salat malam. Setelah itu, Salman menasihati Abu Darda:โœฆ Nasihat Salman Al-Farisi> ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ูู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุงุŒ ููŽุฃูŽุนู’ุทู ูƒูู„ู‘ูŽ ุฐููŠ ุญูŽู‚ู‘ู ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ูArtinya:"Sesungguhnya Rabb-mu memiliki hak atas dirimu, dirimu sendiri memiliki hak atas dirimu, dan keluargamu juga memiliki hak atas dirimu. Maka, berikanlah kepada setiap yang memiliki hak akan haknya."Sumber: HR. Bukhari no. 1968, Sahih al-Bukhari, hadis tentang puasa.Salman mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh hanya berfokus pada ibadah sampai melupakan hak-hak yang lainnya.Setelah mendengarkan nasihat Salman, Abu Darda pun pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh dan menyampaikan kejadian tersebut kepada Nabi ๏ทบ.Rasulullah ๏ทบ menjawab:ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุณูŽู„ู’ู…ูŽุงู†ูArtinya: "Salman benar."Sumber: HR. Bukhari no. 1968, Sahih al-Bukhari.Salman mengajarkan kita bagaimana cara menasihati saudara dengan bijaksana. Abu Darda kemudian kembali memperhatikan hak istrinya dan keluarganya. Hingga mereka pindah ke Damaskus bersama-sama, dan Ummu Darda meninggal dunia sebelum Abu Darda. 3\. Kisah Ummu Darda Sugro โ‘  Nama dan Latar BelakangNama beliau adalah Hujaimah binti Huyay al-Washshabiyyah al-Himyariyyah al-Dimasyqiyyah. Ada pula yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari Yaman, kemudian tinggal bersama suaminya di Syam. Ada juga yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari Damaskus.Menurut Imam Adz-Dzahabi, Ummu Darda Sugro adalah seorang wanita yang ahli fikih, berilmu, ahli ibadah, dan memiliki keutamaan.Beliau merupakan wanita yang sangat cantik jelita, ilmunya luas, akalnya cerdas, serta meriwayatkan banyak hadis dari suaminya, Abu Darda. โ‘ก Kedudukan dan KeilmuanAdz-Dzahabi juga menyebutkan bahwa Ummu Darda Sugro telah meriwayatkan banyak ilmu dari suaminya, Abu Darda. Beliau merupakan wanita yang rajin berpuasa, dikenal dengan ilmu dan kezuhudannya.Banyak perawi hadis yang meriwayatkan hadis dari beliau, di antaranya:* Jubair bin Nufair.* Abu Qilabah al-Jarmi.* Sa'id bin Abdul Aziz.* Raja' bin Haywah.* Yunus bin Maisarah.* Dan masih banyak perawi hadis lainnya. โ‘ข Masa Kecil Ummu Darda SugroUmmu Darda Sugro merupakan seorang anak yatim yang dipelihara oleh Abu Darda. Sejak masih kecil, beliau tinggal bersama Ummu Darda Kubro.Abu Darda sangat memperhatikan pendidikan beliau. Bahkan, ketika masih kecil, Hujaimah sering diajak masuk ke masjid oleh Abu Darda dan ketika masih kecil beliau masuk ke saf laki-laki. Beliau juga duduk di halaqah ahli Al-Qur'an untuk belajar Al-Qur'an.Sampai suatu hari Abu Darda berkata kepadanya:"Sudah saatnya kau belajar bersama para wanita."Setelah masa kanak-kanaknya dilewati, beliau kemudian diajari oleh Abu Darda dan Ummu Darda Kubro.Ummu Darda Sugro hidup lebih lama daripada Abu Darda karena beliau dinikahi ketika masih muda. Bahkan, setelah Abu Darda wafat, beliau masih terus hidup hingga tahun 81 Hijriah. Jadi, beliau masih hidup sekitar 50 tahun setelah wafatnya Abu Darda.โ‘ฃ Kesetiaan kepada Abu DardaKarena Ummu Darda Sugro sangat cantik jelita, beliau pernah dilamar oleh Mu'awiyah yang saat itu menjabat sebagai gubernur Syam. Namun, lamaran tersebut ditolak.Ummu Darda berkata:"Sesungguhnya aku mendengar hadis dari suamiku. Sesungguhnya seorang wanita ketika di surga akan bersama suaminya yang terakhir. Dan aku tidak ingin mencari pengganti selain Abu Darda."Maka Mu'awiyah pun membalas suratnya:"Kalau begitu, hendaklah kamu memperbanyak puasa."Dalil tentang kesetiaan Ummu Darda SugroRasulullah ๏ทบ bersabda:ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ู„ูุขุฎูุฑู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ูŽุงArtinya:"Seorang wanita akan bersama suaminya yang terakhir."Sumber: Diriwayatkan dari Abu Darda dalam Al-Mu'jam Al-Awsath karya Ath-Thabrani, no. 3130; juga diriwayatkan Abu Ya'la. Penilaian terhadap jalur periwayatannya memiliki pembahasan di kalangan ulama hadis. ู…ุตุฏุฑ: ู…ุฌู…ุน ุงู„ุฒูˆุงุฆุฏ +2 4\. Keutamaan Ummu Darda Sugro dalam Menuntut IlmuUmmu Darda dikenal sebagai wanita yang ahli ibadah, berilmu, dan sangat hormat kepada suaminya.Di antara keutamaan beliau adalah senang mengajarkan ilmu. Beliau mengajar di Damaskus dan terkadang juga di Baitul Maqdis. Banyak orang yang menghadiri majelis beliau, di antaranya para ulama tabi'in.Bahkan, disebutkan bahwa majelis beliau juga dihadiri oleh tokoh-tokoh besar pada zamannya. Beliau juga mengajarkan Al-Qur'an.Di antara keberkahan beliau, ketika para wanita melihat beliau, mengingatkan mereka kepada akhirat. Mereka kemudian banyak berdzikir.โœง Kisah Majelis Ilmu Ummu DardaSuatu hari, ketika duduk bersama di majelis Ummu Darda, masing-masing dari mereka berdzikir dan berdiskusi.Mereka kemudian berkata:"Wahai guru kami, Ummu Darda, kami khawatir telah membuatmu bosan dengan majelis ini."Ummu Darda menjawab:"Apakah kalian mendapati bahwa aku bosan? Aku telah mencari ibadah dalam segala hal, tetapi aku tidak menemukan sesuatu yang lebih menenangkan hatiku dan lebih mengumpulkan hatiku selain duduk bersama para ahli ilmu dan berdiskusi dengan mereka."Nasihat dari Ummu Darda:Majelis ilmu merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.Sumber: Riwayat tentang Ummu Darda dalam Siyar A'lam an-Nubala dan Tahdzib al-Kamal. ุงู„ู†ูˆูˆูŠ +15\. Nasihat-Nasihat Ummu Darda โ‘  Nasihat tentang RezekiUmmu Darda berkata:"Jika salah seorang di antara kalian berkata, 'Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku,' padahal ia mengetahui bahwa Allah tidak akan menurunkan uang dinar ataupun dirham dari langit, sesungguhnya Allah memberikan rezeki melalui perantara manusia.Maka barang siapa yang diberikan sesuatu, hendaklah ia menerimanya. Jika ia orang kaya, hendaklah ia memberikan pemberian tersebut kepada saudaranya yang membutuhkan. Jika ia orang fakir, hendaklah ia memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhannya."Teks Arab:ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ููŠุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ูู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูู…ู’ุทูุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุฏููŠู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถูุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู’ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุบูŽู†ููŠู‘ู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽุถูŽุนู’ู‡ู ูููŠ ุฐููŠ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽู‚ููŠุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ุชูŽุนูู†ู’ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู.Sumber: Riwayat Ummu Darda dalam Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 356. ุฃู… ุงู„ุฏุฑุฏุงุก ุงู„ุตุบุฑู‰- ุงู„ุฌุฒุก ุฑู‚ู…35 +1 โ‘ก Nasihat tentang Bersyukur Setelah MakanDari Utsman bin Hayyan, beliau menceritakan bahwa suatu hari mereka makan bersama Ummu Darda. Mereka lupa mengucapkan Alhamdulillah setelah makan.Maka Ummu Darda berkata:"Wahai anak-anakku, janganlah kalian lupa mengiringi makanan kalian dengan mengingat Allah. Makan disertai pujian kepada Allah lebih baik daripada makan dalam keadaan diam."Teks Arab:ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠู‘ูŽุŒ ู„ูŽุง ุชูŽุฏูŽุนููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุคูŽุฏู‘ูู…ููˆุง ุทูŽุนูŽุงู…ูŽูƒูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃูŽูƒู’ู„ูŒ ูˆูŽุญูŽู…ู’ุฏูŒ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุตูŽู…ู’ุชู.Sumber: Riwayat Ummu Darda dalam Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 357. ุฃู… ุงู„ุฏุฑุฏุงุก ุงู„ุตุบุฑู‰- ุงู„ุฌุฒุก ุฑู‚ู…35 โ‘ข Nasihat tentang Belajar Sejak KecilUmmu Darda juga berwasiat:"Pelajarilah hikmah ketika kalian masih kecil, agar kalian dapat mengamalkannya ketika sudah besar. Sesungguhnya setiap orang yang menanam pasti akan memanen apa yang ditanamnya, baik berapa kebaikan maupun keburukan."Teks Arab:ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ููˆุง ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉูŽ ุตูุบูŽุงุฑู‹ุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูƒูุจูŽุงุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุฒูŽุงุฑูุนู ุญูŽุงุตูุฏูŒ ู…ูŽุง ุฒูŽุฑูŽุนูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุฑู‘ู.Sumber: Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 356. ุฃู… ุงู„ุฏุฑุฏุงุก ุงู„ุตุบุฑู‰- ุงู„ุฌุฒุก ุฑู‚ู…35 +1 โ‘ฃ Nasihat tentang Pujian dan Celaan ManusiaSuatu ketika, ada seseorang yang datang kepada Ummu Darda dan memberitahukan bahwa ada orang yang membicarakan keburukannya di hadapan Abdul Malik bin Marwan.Ummu Darda menjawab:"Jika kita dicela karena sesuatu yang memang ada pada diri kita, bukankah selama ini kita juga sering dipuji karena sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada diri kita?"Teks Arab:ุฅูู†ู’ ู†ูุคู’ุจูŽู†ู ุจูู…ูŽุง ูููŠู†ูŽุง ููŽุทูŽุงู„ูŽู…ูŽุง ุฒููƒู‘ููŠู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู†ูŽุง.Sumber: Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi, jilid 35, hlm. 357. ุฃู… ุงู„ุฏุฑุฏุงุก ุงู„ุตุบุฑู‰- ุงู„ุฌุฒุก ุฑู‚ู…35 +16\. Nasihat tentang Larangan MelaknatUmmu Darda juga meriwayatkan dan mengingatkan tentang hadis Rasulullah ๏ทบ mengenai bahaya melaknat.Beliau menyampaikan bahwa orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat maupun saksi pada hari kiamat kelak.Dalil hadis:ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ:ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽุนู‘ูŽุงู†ููŠู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ููˆู†ูŽ ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุดูููŽุนูŽุงุกูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู.Artinya:Rasulullah ๏ทบ bersabda:"Sesungguhnya orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak pula menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat."Sumber: HR. Muslim no. 2598. ุฃู… ุงู„ุฏุฑุฏุงุก ุงู„ุตุบุฑู‰- ุงู„ุฌุฒุก ุฑู‚ู…35โœง Kisah Abdul Malik bin Marwan dan PembantunyaSuatu hari, Abdul Malik bin Marwan mengirimkan hadiah berupa perlengkapan rumah kepada Ummu Darda.Pada suatu malam, Abdul Malik bangun dan memanggil pembantunya. Namun, pembantunya terlambat datang sehingga Abdul Malik melaknatnya.Ketika pagi hari, Ummu Darda berkata kepadanya:"Aku mendengar engkau melaknat pembantumu tadi malam ketika engkau memanggilnya."Kemudian Ummu Darda menyampaikan hadis yang pernah didengarnya dari Abu Darda, dari Rasulullah ๏ทบ:ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽุนู‘ูŽุงู†ููˆู†ูŽ ุดูููŽุนูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูArtinya:"Orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat."Sumber: HR. Muslim no. 2598, dari Abu Darda melalui Ummu Darda.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
S

Siska wati Berutu

๐Ÿ“ Kota Medan

Kisah Teladan Ummu Ad-Darda'

Catatan KajianKisah Teladan Ummu Ad-Darda'Pemateri: Ustadz Firanda AndirjaAbu Darda' Uwaimir al-Anshari merupakan salah seorang sahabat Nabi ๏ทบ. Beliau memiliki dua orang istri yang sama-sama dikenal dengan gelar Ummu Darda'.1. Ummu Darda' Al-KubraNama asli Ummu Darda' Al-Kubra adalah Khairah binti Hadrad.Beliau merupakan seorang wanita yang ahli ibadah dan ahli Al-Qur'an.Kisah Salman Al-Farisi bersama Abu Darda' dan istrinyaSuatu ketika, Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, yang merupakan sahabat Abu Darda', mengunjungi rumah Abu Darda'.Ketika itu, Salman melihat istri Abu Darda' mengenakan pakaian yang lusuh dan kurang rapi. Salman kemudian bertanya mengenai keadaannya. Ummu Darda' menjawab bahwa Abu Darda' sudah tidak memiliki ketertarikan terhadap dunia.Mendengar jawaban tersebut, Salman memahami bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan dalam hubungan rumah tangga mereka.Tidak lama kemudian, Abu Darda' datang dan menghidangkan makanan untuk Salman. Saat itu, Abu Darda' sedang berpuasa. Salman pun memintanya untuk berbuka.Ketika malam tiba, Abu Darda' hendak melaksanakan shalat malam, tetapi Salman menyuruhnya untuk tidur terlebih dahulu. Hal tersebut terjadi hingga dua kali.Setelah memasuki sepertiga malam terakhir, barulah mereka bangun dan melaksanakan shalat malam.Salman kemudian menasihati Abu Darda':"Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, jiwamu memiliki hak atasmu, dan istrimu juga memiliki hak atasmu. Maka, berikanlah masing-masing haknya."Ketika waktu Subuh tiba, Abu Darda' pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat. Beliau kemudian menyampaikan nasihat Salman tersebut kepada Rasulullah ๏ทบ, dan Rasulullah ๏ทบ membenarkannya.Faedah: Tidak boleh berlebih-lebihan dalam beribadah hingga melalaikan hak-hak yang lain, termasuk hak istri dan keluarga. Setiap pihak memiliki hak yang harus ditunaikan dengan seimbang.2. Ummu Darda' Ash-ShughraNama asli Ummu Darda' Ash-Shughra adalah Hujaimah binti Huyay al-Awshabiyah.Beliau telah menjadi yatim sejak kecil. Hujaimah kemudian diasuh oleh Abu Darda'.Semasa dalam pengasuhan Abu Darda', Hujaimah sering diikutsertakan dalam majelis-majelis ilmu dan shalat berjamaah bersama kaum laki-laki. Namun, ketika menginjak usia balig, beliau mulai bergabung dengan majelis ilmu khusus kaum perempuan.Sejak kecil terbiasa mengikuti majelis ilmu, Hujaimah tumbuh menjadi seorang wanita yang cerdas dan memiliki pemahaman yang baik, terutama dalam ilmu agama.Setelah istri pertama Abu Darda' meninggal dunia, Abu Darda' kemudian menikahi Hujaimah.Kesetiaan Ummu Darda' kepada Abu Darda'Setelah Abu Darda' meninggal dunia, Ummu Darda' pernah dilamar oleh Muawiyah. Namun, beliau menolak lamaran tersebut.Hal ini berkaitan dengan janji yang pernah disampaikan Ummu Darda' kepada Abu Darda' ketika suaminya menjelang wafat.Saat itu, Ummu Darda' berkata:"Wahai Abu Darda', dahulu engkau telah melamarku kepada keluargaku di dunia. Sekarang, aku melamarmu untuk kehidupan akhirat. Maka, terimalah lamaranku agar kita dapat bersama kembali di akhirat."Abu Darda' kemudian menjawab:"Kalau begitu, janganlah engkau menikah lagi setelah aku meninggal dunia."Nasihat tersebut dipegang oleh Ummu Darda' setelah kepergian suaminya.Keutamaan Ummu Darda'Ummu Darda' sangat menghormati suaminya. Beliau juga dikenal sebagai wanita berilmu yang banyak disukai oleh kaum perempuan untuk diambil ilmunya.Banyak wanita yang bersemangat untuk belajar dan menghadiri majelis ilmu bersama beliau.Di antara nasihat Ummu Darda':"Bagaimana kiranya keadaan salah seorang di antara kalian yang mengatakan, 'Ya Allah, berilah aku rezeki,' sementara dia mengetahui bahwa Allah tidak menurunkan hujan berupa dinar ataupun dirham dari langit.Namun, Allah memberikan rezeki kepada sebagian manusia melalui sebagian yang lain.Karena itu, barang siapa diberi, hendaknya menerima pemberian tersebut. Barang siapa berkecukupan, hendaknya memberikan kepada saudaranya yang membutuhkan.Jika dia fakir, hendaknya meminta pertolongan untuk memenuhi kebutuhannya. Janganlah dia menolak rezeki yang telah Allah berikan kepadanya."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
A
Agustina dyah Aminingsih

๐Ÿ“ Kabupaten Karanganyar

Materi 34 Kisah teladan Ummu Darda'

Ustadz Firanda AndirjaUmmu darda' beliau adalah seorang istri yang shalihah ,istri dari abu darda'.istri abu darda' ada 2,ummu darda' Alkubro dan ummu darda' assughro.kedua nya adalah wanita yang sholihah .Abu darda' adalah seorang yang terkenal rajin beribadah, ahli ibadah beliau juga ahli Qur'an,beliau wafat pada 32 hijriyah di masa khalifah ustman bin affan,1.ummu darda' al kubro,beliau istri pertama abu darda',beliau adalah seorang yang taat kepada suami, tidak menceritakan kehidupan rumah tangga nya kepada orang lain,tidak menceritakan masalah dengan suaminya kepada orang lain,beliau sangat sabar dan menjaga hak2 suaminya.beliau wafat 2 tahun sebelum suaminya yaitu abu darda' yaitu pada tahun 30 hijriyah.2.ummu darda' as sughro,beliau wanita yang sholihah wanita yang alim,ahli fiqih,ahli ibadah,menyenangkan suaminya,berparas cantik jelita,ilmunya luas,akalnya cerdas,banyak meriwayatkan ilmu dari suaminya yaitu abu darda'.ummu darda' adalah seorang anak yatim,dirawat oleh abi darda' dan jg istrinya ummu darda' al kubro,beliau sering ikut dan duduk di halaqoh2 Qur'an,belajar sejak kecil dari abu darda'.beliau wafat pada tahun 81 hijriyah.beliau sangat mencintai suaminya,bahkan beliau tidak mau menikah lagi sepeninggal suaminya,karena beliau ingin kembali bersama suaminya yaitu abu darda' di akhirat atau syurga.belisu diwarisi suaminya menjadi seorang ahli ilmu ahli ibadah,sangat hormat kepada suaminya,beliau rajin baca Qur'an dan berdzikir,beliau juga mempunyai sifat pemaaf, tidak marah ketika ada yang mencela nya

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
N
Nur Rofifah Fadhilah

๐Ÿ“ indonesia

Kisah teladan Ummu Darda

Kisah Teladan Ummu Ad-Darda' A. Mengenal Dua Sosok Ummu Ad-Darda': Abu Ad-Darda' memiliki dua istri yang sama-sama salihah dengan panggilan yang sama:1. Ummu Ad-Darda' Al-Kubra (Senior): Seorang sahabiyah (bertemu dan beriman kepada Nabi Muhammad SAW) bernama Khairah binti Abi Hadrat Al-Aslami. Beliau dikenal sebagai wanita yang alim dan meriwayatkan hadis.2. Ummu Ad-Darda' As-Sugra (Junior): Seorang tabi'ah (tidak bertemu Nabi, tetapi bertemu para sahabat) bernama Hujaimah binti Huyai Al-Washabiyah. Beliau dipelihara sejak kecil oleh Abu Ad-Darda', dinikahi setelah dewasa, dan hidup lama setelah suaminya wafat.B. Kisah Inspiratif Ummu Ad-Darda' Al-Kubra:Sahabat Salman Al-Farisi pernah berkunjung dan mendapati Ummu Ad-Darda' berpakaian tidak rapi. Ketika ditanya, beliau menjaga kehormatan suami dengan menjawab secara isyarat bahwa suaminya (Abu Ad-Darda') sibuk beribadah (puasa di siang hari dan salat di malam hari) dan tidak mementingkan dunia/istri.Salman Al-Farisi kemudian menasihati Abu Ad-Darda' secara bijak bahwa setiap pihak memiliki haknya masing-masingโ€”termasuk diri sendiri, tamu, dan istriโ€”yang kemudian dibenarkan oleh Nabi SAW.C. Kisah Inspiratif Ummu Ad-Darda' As-Sugra:Setelah Abu Ad-Darda' wafat, beliau yang dikenal cantik jelita sempat dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (Gubernur Syam/Khalifah). Lamaran tersebut ditolak karena beliau ingin tetap setia dan berharap bisa bersatu kembali dengan Abu Ad-Darda' di surga kelak.Beliau memiliki majelis ilmu yang luas (dikunjungi para tabiin hingga khalifah Abdul Malik bin Marwan), sangat menghormati suaminya (bahkan menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" atau tuanku/majikannya), dan mengisi kesehariannya dengan memperbanyak zikir serta beribadah kepada Allah SWT.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
B
Baby Nabilah Ulzanah

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Teladan Ummu Ad-Darda - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

1. Pengantar: Dua Ummu Darda'Sahabat Nabi, Abu Darda' (Uwaimir bin Amir al-Khazraji), memiliki dua istri yang keduanya sama-sama dikenal dengan sebutan Ummu Darda':Ummu Darda' al-Kubra (Senior): Bernama Khairah binti Abi Hadrad al-Aslami. Beliau adalah seorang sahabiah (bertemu Nabi ๏ทบ dan beriman). Wafat sekitar tahun 30 H (2 tahun sebelum Abu Darda').Ummu Darda' as-Sughra (Junior): Bernama Hujaimah/Juhaimah binti Huyai al-Washabiyah (al-Himyariyah). Beliau adalah seorang tabi'iah (tidak bertemu Nabi ๏ทบ, tetapi belajar dari para sahabat, terutama suaminya). Wafat sekitar tahun 81 H.2. Kisah Ummu Darda' al-Kubra (Senior)Nasihat Salman al-Farisi tentang Hak-Hak Kehidupan:Nabi ๏ทบ mempersaudarakan Salman al-Farisi dan Abu Darda'. Suatu ketika, Salman berkunjung dan melihat Ummu Darda' mengenakan pakaian seadanya (tidak berhias).Ummu Darda' tidak membeberkan aib rumah tangga, melainkan berisyarat bahwa Abu Darda' sangat fokus beribadah hingga tidak mementingkan dunia/istrinya.Salman menginap untuk memastikan keadaan. Ia menemukan Abu Darda' selalu berpuasa di siang hari dan ingin salat sepanjang malam.Salman menasihati Abu Darda': "Sesungguhnya Rabbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak atasmu, dan istrimu punya hak atasmu. Maka berikanlah setiap yang memiliki hak, haknya."Ketika disampaikan kepada Rasulullah ๏ทบ, beliau menegaskan bahwa Salman benar.Hikmah: Beribadah tidak boleh berlebihan hingga melalaikan hak keluarga dan kesehatan diri sendiri.3. Kisah Ummu Darda' as-Sughra (Junior)Pendidikan Sejak Kecil:Beliau tumbuh sebagai anak yatim di bawah asuhan Abu Darda' dan Ummu Darda' al-Kubra. Sejak kecil diajarkan Al-Qur'an dan ilmu agama.Setelah dewasa, beliau dinikahi oleh Abu Darda' dan tumbuh menjadi wanita yang sangat cerdas, fakih, cantik, serta meriwayatkan banyak hadis.Ketaatan dan Kesetiaan:Hormat kepada Suami: Dalam meredaksikan hadis dari suaminya, beliau menyebut Abu Darda' dengan sebutan "Haddatsanii Sayyidii" (Telah menyampaikan hadis kepadaku, tuanku), yang menunjukkan rasa takzim yang luar biasa.Cinta Hingga Akhirat: Sebelum Abu Darda' wafat, Ummu Darda' meminta agar kelak dapat dipersatukan kembali di surga. Abu Darda' berpesan agar ia tidak menikah lagi setelahnya.Menolak Lamaran Khalifah Mu'awiyah: Setelah Abu Darda' wafat, beliau dilamar oleh Mu'awiyah bin Abi Sufyan (Gubernur/Khalifah saat itu). Namun, Ummu Darda' menolak demi bisa menjadi istri Abu Darda' kembali di surga, sesuai hadis bahwa wanita di surga bersama suaminya yang terakhir.Keutamaan dan Majelis Ilmu:Beliau menjadi guru besar yang mengajar di Damaskus dan Baitul Maqdis, di mana majelisnya dihadiri oleh banyak tabi'in hingga Khalifah Abdul Malik bin Marwan.Terkenal sangat tekun berzikir dan menasihati agar selalu mengingat Allah, termasuk membaca basmalah/tahmid saat makan dan menuntut ilmu sejak muda.Berani memberikan nasihat/teguran dengan santun kepada penguasa (Abdul Malik bin Marwan) agar tidak mudah melaknat pembantu.4. Kesimpulan dan Hikmah UtamaTugas Suami: Mengajarkan ilmu agama kepada istri dan keluarga.Keseimbangan Hak: Pembagian waktu yang bijak antara ibadah kepada Allah, hak diri, serta hak anak dan istri.Penghormatan Istri: Pentingnya kesetiaan, menjaga kehormatan rumah tangga, dan memuliakan suami.Manfaat Zikir dan Ilmu: Menyediakan waktu khusus untuk berzikir dan belajar Al-Qur'an demi membekali diri menghadapi akhirat

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
N

Nidya larasati

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Teladan Ummu Ad-Darda

Keteladanan dari kisah Ummu Ad-Dardaโ€™ Ash-Shugra:Latar Belakang dan Keilmuan: Berbeda dengan istri pertama yang merupakan seorang sahabiyah, Ummu Ad-Darda' Ash-Shugra adalah seorang tabi'iyyah asal Yaman yang tumbuh besar di Syam (Damaskus). Sejak kecil beliau yatim piatu dan diasuh langsung oleh Abu Ad-Darda' serta Ummu Ad-Darda' Senior. Tumbuh di lingkungan ilmu membuatnya menjadi wanita yang sangat faqih (paham agama), alim, cerdas, dan menjadi salah satu periwayat hadis utama dari suaminya.Menolak Lamaran Penguasa Demi Kesetiaan: Setelah Abu Ad-Darda' wafat, beliau sempat dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (Gubernur Syam yang kemudian menjadi Khalifah). Beliau menolaknya dengan tegas karena memegang teguh sabda Nabi ๏ทบ yang pernah disampaikan suaminya bahwa seorang wanita di surga akan bersama dengan suami terakhirnya di dunia. Beliau memilih menjaga kesetiaan agar bisa kembali bersanding dengan Abu Ad-Darda' di akhirat.Penghormatan Luar Biasa kepada Suami: Dalam riwayat Sahih Muslim, keteladanan akhlaknya terlihat dari kebiasaannya yang selalu menyebut Abu Ad-Darda' dengan panggilan penuh takzim, yaitu "Sayyidi" (Tuanku/Pemimpinku) setiap kali meriwayatkan hadis. Ketika Salman Al-Farisi berkunjung dan melihat penampilan Ummu Ad-Darda' yang tidak terawat karena Abu Ad-Darda' terlalu sibuk beribadah siang dan malam, beliau tidak mengeluh ataupun menjelekkan suaminya. Sebaliknya, beliau menjawab dengan bijak dan menjaga kehormatan suaminya dengan berkata: "Saudaramu Abu Darda' tidak butuh dengan dunia (ia sibuk beribadah terus)."Keluasan Majelis Ilmu: Keilmuannya yang mendalam membuat majelis ilmu yang ia pimpin di Damaskus dihadiri oleh para ulama besar tabi'in, bahkan Khalifah Abdul Malik bin Marwan pun duduk menghadiri majelisnya untuk menimba ilmu. Di mana Abu Ad-Darda' bertugas mengajarkan Al-Qur'an dan menjadi hakim (qadi).Keberanian Menasihati Pemimpin: Beliau tidak segan dan takut untuk menegur Khalifah Abdul Malik bin Marwan secara langsung ketika sang khalifah melaknat pembantunya. Beliau dengan tegas mengingatkan khalifah tentang sabda Nabi ๏ทบ bahwa orang yang suka melaknat tidak akan bisa memberikan syafaat atau menjadi saksi di hari kiamat.Kecintaan pada Zikir: Beliau adalah seorang ahli zikir sejati yang prinsip hidupnya menyatakan bahwa tidak ada hal yang paling menenangkan dan memuaskan dadanya di dunia ini selain berzikir kepada Allah SWT.Kisah ini memberikan teguran keras bahwa ibadah ritual (seperti puasa setiap hari dan shalat malam semalam suntuk) tidak boleh menyingkirkan kewajiban pemenuhan hak orang lain. Melalui nasihat terkenal dari Salman Al-Farisi yang kemudian dibenarkan oleh Rasulullah ๏ทบ: "Sesungguhnya Rabbmu punya hak, dirimu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak. Maka berikanlah masing-masing haknya."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
D

Dini Nurfaizah

๐Ÿ“ Kabupaten Kepulauan Mentawai

#34 Kisah Teladan Ummu Ad-Dardaโ€™

#34 Kisah Teladan Ummu Ad-Dardaโ€™Ust Dr. Firanda Andirja, M.AAbu Darda punya 2 istri, Ummu Darda Senior dan junior. Ummu Darda SeniorUmmu Darda Senior bernama Khoiro bintu Abu hadrat as salmi, seorang shohabiyah, bertemu Nabi dan beriman.Abu Darda adalah ahli ibadah yang hapal Ql-Quran. Abu Darda dikirim ke Damaskus untuk mengajar Al-Quran. Keutamaan: sangat Menghargai suami.Ummu Darda JuniorUmmu Darda junior bernama  Juaimah binti Hulail  , seorang tabiโ€™i, tidak bertemu Nabi tapi bertemu sahabat Nabi dan beriman kepada Nabi. Ummu Darda banyak meriwayatkan banyak hadits dari suaminya, Abu Darda. Dia adalah anak yatim dan tinggal dengan Abu Darda, dan sering dibawa Abu Darda ke masjid dan ke majelis ilmu. Saat dewasa dinikahi oleh Abu Darda. Ummu Darda hidup lama setelah suaminya meninggal, sekitar 50 tahun. Dia tidak menikah setelahnya walaupun dilamar orang lain. Keutamaan:Sangat cinta kepada suaminya.Sangat hormat kepada suaminya.Punya majelis ilmu.Nasihat-nasihat Ummu Darda:Jika diberi hadiah terima, kalau tidak perlu, terima dulu lalu kasih ke orang lain.Di sela-sela makan hendaklah berdzikir.Pelajarilah hikmah-hikmah saat masih kecil, nnti kalian petik saat dewasa. Ceritakan anak-anak perkataan bijak biar bisa jadi pegangan anak-anak ketika dewasa.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ง Wanita dan Anak #jejakcahaya2 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

๐Ÿ“ Kota Palu

Materi 34: " Kisah Teladan Ummu Ad-Darda' "

Materi 34: " Kisah Teladan Ummu Ad-Darda' "๐ŸŽ™ Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰๐ŸŒฟ Dua Wanita Mulia di Balik Kesuksesan Abu Darda'Abu Darda' radhiyallahu 'anhu (seorang sahabat Nabi ๏ทบ yang merupakan ahli Al-Qur'an dan qadi/hakim di Damaskus, Suriah) memiliki dua orang istri yang sama-sama mulia dan dikenal dengan panggilan Ummu Ad-Darda'. Keduanya merupakan wanita salihah dalam sejarah Islam, yang terbagi menjadi Ummu Ad-Darda' Al-Kubra (Senior) dan Ummu Ad-Darda' Ash-Shugra (Junior).๐ŸŒธ 1. Ummu Ad-Darda' Al-Kubra (Senior) โ€” Khairah binti Abi Hadrat Al-Aslami๐ŸŒฟ Latar Belakang & Status: Beliau adalah seorang sahabiah yang mulia, berilmu, dan meriwayatkan hadis dari Nabi ๏ทบ. (Definisi Sahabiah: Seseorang yang bertemu dengan Nabi ๏ทบ, beriman kepada beliau, dan meninggal dalam keadaan Islam).๐ŸŒพ Kehidupan Rumah Tangga & Kisah Salman Al-Farisi:Rasulullah ๏ทบ mempersaudarakan antara Salman al-Farisi dan Abu Darda' (nizham al-akhi / sistem persaudaraan) untuk mempererat kepedulian antar-sahabat.Suatu ketika, Salman berkunjung ke rumah Abu Darda' dan mendapati Ummu Ad-Darda' senior mengenakan pakaian yang tidak rapi (tidak berhias). Ketika ditanya, Ummu Ad-Darda' menjawab secara bijak tanpa membongkar aib suaminya:"Saudaramu Abu Darda' tidak butuh dengan dunia (ia sibuk beribadah terus)."๐ŸŒท Teguran Salman & Keputusan Nabi ๏ทบ:Salman menginap dan mendapati Abu Darda' berpuasa di siang hari serta shalat malam terus-menerus tanpa memedulikan hak istrinya.Keesokan harinya, Salman menasihati Abu Darda' dengan kalimat yang sangat terkenal:"Sesungguhnya Rabbmu punya hak, dirimu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak. Maka berikanlah masing-masing haknya."Ketika Abu Darda' mengadu kepada Nabi ๏ทบ, beliau bersabda: "Salman telah benar."๐ŸŒป Wafatnya:Abu Darda' dipanggil ke Damaskus untuk mengajarkan Al-Qur'an dan diangkat menjadi hakim (qadi).Ummu Ad-Darda' Al-Kubra wafat terlebih dahulu di Damaskus sekitar tahun 30 Hijriah (pada masa Khalifah Utsman bin Affan, sekitar 2 tahun sebelum suaminya wafat pada tahun 32 H).๐Ÿชป 2. Ummu Ad-Darda' Ash-Shugra (Junior) โ€” Hujaimah binti Huyai Al-Washabiyah๐Ÿƒ Latar Belakang & Silsilah: Berasal dari Yaman, kemudian tinggal di Syam (Damaskus). Beliau adalah seorang tabi'iyyah (orang yang tidak bertemu Nabi ๏ทบ, tetapi bertemu dengan para sahabat dalam keadaan Islam). Beliau dikenal sangat faqih (ahli fikih), alim, ahli ibadah, cerdas, cantik jelita, dan banyak meriwayatkan hadis dari suaminya (Abu Darda').๐ŸŒพ Dahulu beliau adalah anak yatim piatu yang dipelihara oleh Abu Darda' dan Ummu Ad-Darda' senior. Ia tumbuh di bawah didikan Abu Darda', sering ikut belajar di majelis Al-Qur'an, hingga akhirnya dinikahi oleh Abu Darda' setelah dewasa.๐ŸŒท Menolak Lamaran Gubernur Muawiyah bin Abi Sufyan:Setelah Abu Darda' wafat, Ummu Ad-Darda' junior hidup lama hingga wafat sekitar tahun 81 Hijriah.Karena kecantikan dan kedudukannya yang mulia, beliau sempat dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (Gubernur Syam sekaligus Khalifah saat itu). Namun, beliau dengan tegas menolak lamaran tersebut dan berkata:"Aku pernah mendengar suamiku (Abu Darda') menceritakan sabda Nabi ๏ทบ bahwa wanita di surga akan bersama suaminya yang terakhir. Dan aku tidak mau mencari pengganti selain Abu Darda'."๐ŸŒธ Akhlak & Penghormatan kepada Suami: Dalam riwayat Sahih Muslim, Ummu Ad-Darda' selalu menyebut suaminya dengan sebutan "Sayyidi" (tuanku/pemimpinku) ketika meriwayatkan hadis, menunjukkan betapa besar rasa hormat dan takzimnya kepada suami.๐Ÿชด Kehidupan Ilmiah, Zikir, & Keberanian Menasihati Pemimpin:Majelis Ilmu: Dihadiri oleh para ulama tabiin hingga Khalifah Abdul Malik bin Marwan.Ahli Zikir: Hari-harinya dipenuhi dengan zikir kepada Allah; beliau menyatakan tidak ada hal yang paling menyenangkan dan memuaskan dadanya selain berzikir kepada Allah.Menegur Penguasa: Pernah dengan berani menegur Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang melaknat pembantunya, dengan mengingatkan sabda Nabi ๏ทบ bahwa orang yang suka melaknat tidak akan bisa memberi syafaat di hari kiamat.๐ŸŒฑ 3. Pelajaran & Faedah PentingPentingnya Keseimbangan Hak dalam Islam: Ibadah sunnah tidak boleh melalaikan hak keluarga, khususnya hak istri. Suami wajib adil membagi waktu antara ibadah, istirahat, melayani tamu, dan memberikan hak kepada istri (sebagaimana nasihat Salman Al-Farisi).Kesetiaan Istri yang Salihah: Potret Ummu Ad-Darda' junior menunjukkan ketulusan cinta dan kesetiaan yang luar biasa kepada suami, hingga menolak pinangan seorang penguasa demi tetap bersama suaminya di surga kelak.Penghormatan Istri kepada Suami: Menghormati suami adalah wujud ketaatan kepada Allah, yang turut membangun kewibawaan suami di dalam rumah tangga serta memberikan teladan positif bagi pendidikan anak-anak.Menyibukkan Diri dengan Zikir dan Ilmu: Meneladani Ummu Ad-Darda' yang mengisi sisa umurnya dengan majelis ilmu, zikir kepada Allah, dan amal saleh sebagai bekal terbaik menghadapi kehidupan akhirat.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Nov 2026Baca selengkapnya โ†’