Kisah Maryam Binti Imran (Bagian-1) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.### 1\. Keutamaan Maryam binti ImranMaryam binti Imran adalah wanita salehah yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Allah memilih dan menyucikannya serta melebihkannya di atas wanita-wanita pada zamannya.Dalil 1 — QS. Ali ‘Imran ayat 42> وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَArtinya:“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ‘Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala wanita di seluruh alam (pada masa itu).’”Dalil 2 — Maryam dan Khadijah adalah wanita terbaik pada zamannyaRasulullah ﷺ bersabda:> خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُArtinya:“Wanita terbaik pada zamannya adalah Maryam binti Imran, dan wanita terbaik pada zamannya adalah Khadijah.”HR. Bukhari no. 3432.Dalil 3 — Empat wanita utamaRasulullah ﷺ bersabda:> حَسْبُكَ مِنْ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ، وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَArtinya:“Cukuplah bagimu (sebagai teladan) di antara wanita seluruh alam: Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, dan Asiyah istri Fir‘aun.”HR. At-Tirmidzi no. 3878.Hadis ini menyebutkan empat wanita utama, yaitu Maryam, Khadijah, Fatimah, dan Asiyah.Dalil 4 — Maryam dan Isa dilindungi dari gangguan setan ketika lahirRasulullah ﷺ bersabda:> كُلُّ بَنِي آدَمَ يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ إِلَّا مَرْيَمَ وَابْنَهَاArtinya:“Setiap anak Adam disentuh oleh setan ketika dilahirkan oleh ibunya, kecuali Maryam dan anaknya.”HR. Muslim no. 2366.Hal ini berkaitan dengan doa ibu Maryam ketika melahirkan Maryam, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali ‘Imran ayat 36:> وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِArtinya:“Dan aku memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”Maryam juga disebut sebagai wanita yang sempurna dalam hadis tentang wanita-wanita yang mencapai kesempurnaan. Di antara redaksi hadisnya, Rasulullah ﷺ menyebut Maryam binti Imran dan Asiyah istri Fir‘aun.Rujukan: HR. Bukhari no. 3411 dan Muslim no. 2431.### 2\. Maryam menjauh dari keluarganya untuk menyendiriAllah menceritakan kisah Maryam dalam Surah Maryam.Dalil 5 — QS. Maryam ayat 16–17> وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّاArtinya:“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.”Maryam menjauh dari keluarganya dan memasang tabir. Dalam penjelasan tafsir, tindakan ini dikaitkan dengan kesendiriannya untuk beribadah dan menjaga diri dari banyaknya interaksi dengan orang lain.Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril yang menjelma menjadi seorang laki-laki dengan rupa yang sempurna.### 3\. Maryam berlindung kepada Allah ketika didatangi JibrilDalil 6 — QS. Maryam ayat 18–21Ketika melihat laki-laki yang tidak dikenalnya, Maryam segera berlindung kepada Allah.> قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّاArtinya:“Dia (Maryam) berkata, ‘Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.’”Maryam tidak tergoda oleh kehadiran laki-laki tersebut. Sebaliknya, ia segera mengingatkannya agar bertakwa kepada Allah.Jibril kemudian menjelaskan:> إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّاArtinya:“Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk memberikan (kepadamu) seorang anak laki-laki yang suci.”Maryam bertanya bagaimana mungkin ia mempunyai anak, padahal tidak pernah ada laki-laki yang menyentuhnya dan ia bukan seorang pezina.Jibril menjelaskan bahwa hal tersebut mudah bagi Allah. Anak itu akan menjadi tanda kebesaran Allah bagi manusia dan menjadi rahmat dari-Nya. Perkara tersebut telah ditetapkan oleh Allah.Rujukan: QS. Maryam ayat 18–21.Pelajaran yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga kehormatan diri. Ketika menghadapi godaan yang dapat membawa kepada kemaksiatan, seseorang hendaknya tidak memberikan celah dan segera berlindung kepada Allah.### 4\. Maryam mengandung tanpa suamiSetelah menerima ketetapan Allah, Maryam mengandung Nabi Isa عليه السلام tanpa seorang suami. Peristiwa ini merupakan tanda kebesaran Allah.Dalil 7 — QS. Ali ‘Imran ayat 47> قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُArtinya:“Dia (Maryam) berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?’ Allah berfirman, ‘Demikianlah, Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki.’”Rujukan: QS. Ali ‘Imran ayat 47.Allah Mahakuasa menciptakan apa yang Dia kehendaki. Kelahiran Nabi Isa tanpa ayah bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah.Setelah mengandung, Maryam menjauhkan diri ke tempat yang jauh.Dalil 8 — QS. Maryam ayat 22> فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّاArtinya:“Maka dia mengandungnya, lalu mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.”Maryam menghadapi ujian yang berat. Ia mengetahui bahwa orang-orang di sekitarnya mungkin akan mencela dan menuduhnya karena mereka tidak mengetahui peristiwa yang sebenarnya terjadi.Dalam kehidupan, tidak semua tuduhan dapat dijelaskan kepada orang yang memang tidak mau memahami. Ketika penjelasan tidak diterima, seseorang dapat memilih untuk tidak memperpanjang pertengkaran dan menyerahkan urusannya kepada Allah, selama tidak mengabaikan kewajiban untuk menjelaskan hal yang memang perlu dijelaskan.### 5\. Maryam menghadapi rasa sakit saat melahirkanSetelah masa kehamilannya, tibalah saat Maryam melahirkan Nabi Isa عليه السلام. Ia mengalami rasa sakit hingga harus bersandar pada pangkal pohon kurma.Dalil 9 — QS. Maryam ayat 23> فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّاArtinya:“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia (Maryam) berkata, ‘Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.’”Rujukan: QS. Maryam ayat 23.Maryam sedang menghadapi ujian yang sangat berat. Ia bukan hanya mengalami rasa sakit ketika melahirkan, tetapi juga menghadapi kekhawatiran terhadap reaksi kaumnya ketika mengetahui kelahiran anaknya.### Larangan mengharapkan kematian karena musibahRasulullah ﷺ melarang seseorang mengharapkan kematian hanya karena musibah yang menimpanya.Dalil 10 — Hadis larangan mengharapkan kematianDari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:> لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلِ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِيArtinya:“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Jika memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika kematian lebih baik bagiku.’”HR. Muslim no. 2680.Hadis ini mengajarkan agar seorang muslim tetap bersabar dan menyerahkan urusannya kepada Allah ketika menghadapi kesulitan. Ia tidak semestinya meminta kematian hanya karena merasa berat menghadapi musibah.### 6\. Allah menenangkan Maryam dan memberikan pertolonganDalam keadaan yang sangat berat, Allah memberikan pertolongan kepada Maryam.Dalil 11 — QS. Maryam ayat 24–26> فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّاArtinya:“Maka dia (Jibril atau Isa) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.’”Identitas sosok yang menyeru Maryam pada ayat ini diperselisihkan dalam penafsiran. Karena itu, tidak tepat memastikan bahwa sosok tersebut adalah Jibril atau Isa tanpa menjelaskan adanya perbedaan pendapat.Allah kemudian memerintahkan Maryam menggoyangkan pangkal pohon kurma.> وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّاArtinya:“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”Allah melanjutkan:> فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًاArtinya:“Maka makanlah, minumlah, dan bersenanghatilah engkau.”Rujukan: QS. Maryam ayat 24–26.Dalam keadaan sulit tersebut, Maryam mendapatkan pertolongan berupa aliran air dan buah kurma yang dapat dimakan. Allah juga menenangkan hatinya agar tidak terus larut dalam kesedihan.### Pelajaran tentang pertolongan Allah dan ikhtiarPertolongan Allah dapat datang ketika seseorang berada dalam keadaan yang sangat sulit. Namun, seorang hamba tetap diperintahkan untuk melakukan ikhtiar sesuai dengan kemampuannya.Maryam diperintahkan menggoyangkan pangkal pohon kurma. Secara manusiawi, usaha itu tampak sederhana, tetapi Allah menjadikannya sebagai sebab jatuhnya buah kurma.Kisah ini mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Seorang muslim hendaknya berusaha semampunya, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.### 7\. Maryam bernazar untuk tidak berbicaraSetelah menerima pertolongan Allah, Maryam diperintahkan untuk tidak berbicara kepada manusia pada hari itu.Dalil 12 — QS. Maryam ayat 26> فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّاArtinya:“Maka jika engkau melihat seseorang, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.’”Rujukan: QS. Maryam ayat 26.Kata shauman dalam ayat ini dipahami sebagai menahan diri dari berbicara. Maryam diperintahkan untuk tidak menjawab pertanyaan dan tuduhan kaumnya dengan perkataan, karena Allah sendiri yang akan memperlihatkan kebenaran melalui mukjizat Nabi Isa.### 8\. Maryam kembali kepada kaumnya dan menghadapi tuduhanSetelah melahirkan, Maryam kembali kepada kaumnya sambil menggendong Nabi Isa. Sebagaimana yang dikhawatirkannya, kaumnya memberikan reaksi keras dan melontarkan tuduhan.Dalil 13 — QS. Maryam ayat 27–28> فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّاArtinya:“Kemudian dia membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka berkata, ‘Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.’”Mereka melanjutkan perkataan mereka dengan mempertanyakan perbuatan Maryam dan mengingatkan tentang ayah serta ibunya.Rujukan: QS. Maryam ayat 27–28.Kaum Maryam tidak mengetahui bahwa kelahiran Isa merupakan ketetapan Allah. Mereka menilai berdasarkan apa yang tampak di hadapan mereka.Kisah ini memberikan pelajaran bahwa seseorang dapat menghadapi tuduhan meskipun ia tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan kepadanya. Tidak semua orang akan menerima penjelasan, terutama ketika mereka telah memiliki prasangka buruk.### Pengaruh orang tua terhadap anakDalam kajian ini juga terdapat nasihat tentang besarnya pengaruh orang tua terhadap pembentukan karakter anak. Orang tua hendaknya bertakwa kepada Allah dan berusaha menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.Kita perlu membimbing anak dengan perkataan dan perbuatan yang baik, membiasakan mereka beribadah, serta menjaga lingkungan keluarga.Nasihat tersebut merupakan pelajaran parenting yang dapat diambil dari kajian.### 9\. Mukjizat Nabi Isa berbicara ketika masih bayiKetika kaumnya mempertanyakan perbuatan Maryam, ia tidak menjawab dengan perkataan. Maryam memberikan isyarat kepada mereka agar bertanya kepada bayi yang sedang digendongnya.Dalil 14 — QS. Maryam ayat 29–30> فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّاArtinya:“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?’ Dia (Isa) berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.’”Rujukan: QS. Maryam ayat 29–30.Dengan izin Allah, Nabi Isa berbicara ketika masih bayi. Peristiwa ini merupakan mukjizat yang menunjukkan kebesaran Allah sekaligus menjadi pembelaan terhadap Maryam.### Perkataan Nabi Isa ketika masih bayiDalil 15 — QS. Maryam ayat 31–33Nabi Isa melanjutkan perkataannya:> وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّاArtinya:“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”Kemudian Allah menjelaskan perkataan Nabi Isa tentang baktinya kepada sang ibu:> وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّاArtinya:“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”Nabi Isa menutup perkataannya dengan:> وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّاArtinya:“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”Rujukan: QS. Maryam ayat 31–33.Dari perkataan Nabi Isa tersebut, terdapat beberapa pelajaran penting:* Nabi Isa menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah dan seorang nabi.* Salat dan zakat merupakan perintah Allah yang disebutkan dalam perkataannya.* Berbakti kepada ibu merupakan salah satu sifat mulia yang Allah sebutkan dalam kisah Nabi Isa.* Kesombongan bukanlah sifat yang patut dimiliki seorang hamba Allah.Perlu diperhatikan bahwa Al-Qur’an telah menyebutkan mukjizat Nabi Isa berbicara ketika masih bayi. ### 10\. Maryam adalah wanita yang menjaga kehormatannyaMaryam merupakan wanita salehah yang menjaga kehormatan dirinya. Allah menegaskan kesuciannya dan menjadikan kelahiran Nabi Isa sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya.Dalil 16 — QS. Al-Anbiya ayat 91> وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَArtinya:“Dan (ingatlah kisah) perempuan yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (rahim)-nya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.”Rujukan: QS. Al-Anbiya ayat 91.Ayat ini menegaskan bahwa Maryam menjaga kehormatannya. Ia tidak dikenal sebagai wanita yang melakukan perbuatan keji, tetapi justru Allah memilihnya untuk mengalami peristiwa luar biasa berupa kelahiran Nabi Isa tanpa ayah.Dalil 17 — QS. At-Tahrim ayat 12> وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَArtinya:“Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.”Rujukan: QS. At-Tahrim ayat 12.Ayat ini kembali menegaskan sifat Maryam yang menjaga kehormatan, membenarkan kalimat-kalimat Allah, dan termasuk wanita yang taat kepada-Nya.### 11\. Pelajaran utama dari kisah MaryamDari keseluruhan kisah Maryam binti Imran dalam bagian ini, ada beberapa pelajaran yang dapat direnungkan.* Menjaga kehormatan diri. Maryam segera berlindung kepada Allah ketika menghadapi situasi yang tidak biasa.* Meyakini kekuasaan Allah. Kelahiran Nabi Isa tanpa ayah menunjukkan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.* Bersabar ketika menghadapi ujian. Maryam mengalami kehamilan, persalinan, dan tuduhan dari kaumnya.* Tidak berputus asa dari pertolongan Allah. Ketika Maryam berada dalam keadaan sulit, Allah memberikan pertolongan dan ketenangan.* Menggabungkan tawakal dengan ikhtiar. Maryam diperintahkan menggoyangkan pohon kurma meskipun pertolongan dan hasilnya datang atas kehendak Allah.* Tidak mudah menghakimi orang lain. Kaum Maryam menilai berdasarkan apa yang mereka lihat tanpa mengetahui perkara yang sebenarnya.* Mendidik anak melalui ketakwaan dan keteladanan. Orang tua hendaknya berusaha menjadi teladan yang baik dan membimbing keluarganya dalam ketaatan.* Memuliakan ibu. Dalam perkataan Nabi Isa, Allah menyebutkan perintah berbakti kepada ibunya.* Menjaga hati dari kesombongan. Nabi Isa menyebutkan bahwa Allah tidak menjadikannya seorang yang sombong dan celaka.