👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Maryam binti Imran (Bagian-1) - Ustadz Dr. Firanda Andrija M.A.

1. Kedudukan dan Kemuliaan Maryam binti ImranWanita Pilihan Allah: Maryam dipilih, disucikan, dan dilebihkan di atas wanita-wanita pada zamannya untuk menjalani ujian berat, yaitu melahirkan seorang nabi tanpa suami.Perintah untuk Taat dan Salat: Allah memerintahkan Maryam untuk rukuk dan sujud. Ini menjadi bukti bahwa ibadah umat Nabi zaman dahulu (Bani Israil) juga melibatkan gerakan rukuk dan sujud.Pengasuhan oleh Nabi Zakaria: Sejak kecil Maryam adalah seorang anak yatim. Orang-orang saleh dan ulama Bani Israil saling berebutan untuk mengasuhnya hingga dilakukan undian dengan melempar pena, yang akhirnya dimenangkan oleh Nabi Zakaria 'alahissalam.Termasuk Wanita Terbaik & Sempurna: Berdasarkan hadis Nabi Muhammad ﷺ, Maryam adalah salah satu dari empat wanita terbaik di dunia dan pemimpin wanita di surga (bersama Khadijah, Fatimah, dan Asiah istri Firaun). Selain itu, Maryam dan Nabi Isa disebuttkan terbebas dari sentuhan/gangguan setan saat dilahirkan.2. Pertemuan Maryam dengan Malaikat JibrilMenjauh untuk Fokus Beribadah: Maryam menyepi dan membuat tabir agar terhindar dari interaksi dengan manusia demi memfokuskan diri beribadah kepada Allah.Penampakan Malaikat Jibril: Allah mengutus Malaikat Jibril yang menjelma menjadi sosok pria yang sangat tampan.Sikap Menjaga Diri (Iffah): Menghadapi godaan dan situasi berdua (khalwat) dengan pria asing, Maryam tidak membuka celah. Ia langsung memohon perlindungan kepada Allah (berta'awuz) dan menasihati pria tersebut untuk bertakwa kepada Allah.Kabar Gembira: Malaikat Jibril menjelaskan bahwa ia adalah utusan Allah yang membawa kabar gembira bahwa Maryam akan dikaruniai seorang putra yang suci (Nabi Isa 'alahissalam) sebagai tanda kebesaran dan rahmat Allah.3. Masa Kehamilan dan Proses MelahirkanMenjauh dari Keramaian: Menghadapi kehamilan tanpa suami, Maryam memilih pergi ke tempat yang jauh demi menghindari cemoohan dan fitnah dari orang-orang yang tidak mau mengerti.Puncak Kesedihan dan Sandaran Pohon Kurma: Saat rasa sakit melahirkan tiba, Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Karena beban ujian yang begitu berat, Maryam sempat berucap mengharapkan kematian sebelum peristiwa tersebut terjadi karena khawatir akan imannya.Mukjizat dan Pertolongan Allah Saat Genting:1. Muncul aliran sungai kecil di dekat tempat Maryam untuk diminum.2. Maryam diperintahkan menggoyangkan batang pohon kurma hingga berguguran buah kurma basah (rutab) yang siap dimakan.3. Maryam diperintahkan untuk bernazar puasa bicara jika bertemu dengan orang lain.4. Kelahiran Nabi Isa dan Pembelaan Terhadap IbunyaTuduhan Kaum Bani Israil: Ketika Maryam kembali membawa bayinya, orang-orang Bani Israil mencelanya dan membandingkan dirinya dengan latar belakang keluarganya yang baik dan saleh.Pembelaan Melalui Mukjizat Bayi Berbicara: Sesuai petunjuk, Maryam hanya memberi isyarat ke arah bayinya. Atas izin Allah, Nabi Isa yang masih dalam gendongan langsung berbicara untuk membela ibunya.Pernyataan Nabi Isa:Mengaku sebagai hamba Allah ('Abdullah), bukan Tuhan atau anak Tuhan.Diberikan Kitab (Injil) dan diangkat sebagai Nabi.Diperintahkan untuk mendirikan salat, menunaikan zakat, serta berbakti kepada ibunya.Penyelamat dari Hukum Rajam: Mukjizat Nabi Isa berbicara di waktu bayi menjadi bukti autentik yang menyelamatkan Maryam dari hukuman rajam atas tuduhan perzinaannya menurut hukum Taurat pada masa itu.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 25: Kisah ummul mu'minin Hafshah binti Umar

🌸 MATERI 25 — KISAH IBUNDA HAFSHAH BINTI UMARKajian Ustadz Dr. Firanda Andirja🍃 1. Latar Belakang HafshahHafshah binti Umar رضي الله عنها adalah salah satu Ummul Mukminin, yaitu istri Rasulullah ﷺ. Beliau merupakan putri sahabat Umar bin Khattab رضي الله عنه dan Zainab bintu Maz'un.Hafshah dikenal memiliki kepribadian yang kuat dan teguh.🌷 2. Perjalanan Pernikahan HafshahSebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Hafshah menikah dengan Khunais bin Hudzafah رضي الله عنه, seorang sahabat yang turut berhijrah dan berjuang di jalan Allah.Setelah suaminya wafat, Umar bin Khattab berusaha mencarikan pendamping bagi putrinya. Hingga akhirnya Rasulullah ﷺ menikahi Hafshah.Kisah ini mengajarkan bahwa kehilangan dan kesedihan bukanlah akhir dari kehidupan. Seorang mukmin tetap berusaha, bersabar, dan berharap kepada Allah.🪷 3. Keutamaan Hafshah🌿 Rajin beribadahHafshah dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah, termasuk melaksanakan puasa sunah dan salat malam.🌿 Penjaga mushaf Al-Qur'anHafshah dipercaya menyimpan lembaran Al-Qur'an yang dikumpulkan pada masa Khalifah Abu Bakar رضي الله عنه. Lembaran tersebut kemudian digunakan dalam proses penyalinan mushaf pada masa Khalifah Utsman رضي الله عنه.Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga Al-Qur'an dan menghargai peran para sahabat dalam pemeliharaannya.🍂 4. Pelajaran dari Kehidupan Hafshah✨ Menjaga ibadah dalam berbagai keadaan. Jangan sampai kesibukan atau ujian kehidupan membuat kita jauh dari Allah.✨ Menjadi wanita yang kuat dan teguh. Kekuatan bukan berarti tidak pernah bersedih, melainkan tetap berusaha taat kepada Allah ketika menghadapi kesulitan.✨ Menjaga rahasia rumah tangga. Kehidupan rumah tangga membutuhkan amanah, kepercayaan, dan kehati-hatian dalam menyampaikan urusan pribadi kepada orang lain.✨ Dekat dengan Al-Qur'an. Tidak cukup hanya membaca Al-Qur'an, tetapi kita juga perlu mempelajari, mengamalkan, dan menjaganya.✨ Menghargai kedudukan wanita salehah. Hafshah merupakan teladan wanita yang memiliki keteguhan iman dan peran penting dalam sejarah Islam.🌸 5. Muhasabah Diri🥀 Apakah aku sudah menjaga ibadah wajib dan membiasakan ibadah sunah?🥀 Apakah aku mampu menjaga amanah dan rahasia orang lain?🥀 Apakah hubunganku dengan Al-Qur'an sudah semakin baik?🥀 Ketika menghadapi kesulitan, apakah aku tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah?Kesimpulan:Kisah Hafshah binti Umar رضي الله عنها mengingatkan kita untuk menjadi wanita yang kuat dalam iman, tekun beribadah, menjaga amanah, dan dekat dengan Al-Qur'an.Semoga Allah menjadikan kita wanita yang istiqamah dalam ketaatan dan menghiasi kehidupan kita dengan akhlak yang mulia. Aamiin. 🌷

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian: Materi 25 - Kisah Ibunda Hafshah binti Umar

Catatan Kajian Kisah Ibunda Hafshah binti Umar Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Ummul Mukminin Hafshah binti Umar adalah istri Rasulullah shalallahu alayhi wasallam dan putri dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu.🌹Latar belakang keluarga:Hafshah lahir 5 tahun sebelum masa kenabian. Ayahnya adalah Umar bin Khattab dan ibunya Zainab bintu Maz'un.Beliau memiliki kepribadian yang kuat, sesuai dengan namanya Hafshah yang berarti anak singa.🌹Pernikahan dengan Rasulullah:Sebelum menikah dengan Rasulullah, Hafshah menikah dengan Khunais bin Hudzafah yang merupakan seorang sahabat yang ikut hijrah ke Habasyah dan berjuang di Perang Badar.Setelah suaminya wafat, Umar bin Khattab sempat menawarkan putrinya kepada Utsman bin Affan dan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebelum akhirnya Rasulullah shalallahu alayhi wasallam melamar Hafshah.🌹Gelar & Keutamaan:Hafshah dikenal sebagai wanita yang qawwamah (rajin salat malam) dan sawwamah (rajin puasa sunah), gelar yang diberikan langsung oleh Malaikat Jibril.Beliau juga dijuluki sebagai Harisatul Quran (penjaga Al-Qur'an) karena dipercaya memegang mushaf asli yang dikumpulkan sejak zaman Abu Bakar hingga Utsman.🌹Pelajaran Penting:Ustadz Firanda menekankan pentingnya menjaga rahasia rumah tangga  dan meneladani kesabaran serta ketaatan ibadah Hafshah. Hafshah tetap teguh dalam ibadah hingga akhir hayatnya dan wafat pada usia 63 tahun.📝 Sumber:Kajian "Ibunda Hafshah binti Umar"Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Link Kajian di YouTube: https://youtu.be/NCfRa7hjKE8?si=g1kJSkH5VohI6Tzt

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Materi 25: "Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar"

Materi 25:"Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar"🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حفظه الله تعالى🌺 Latar Belakang, Silsilah, dan Kelahiran🌿 Nama & Silsilah: Ummul Mukminin Hafshah binti 'Amirul Mukminin Umar bin Khattab al-Qurasyi al-Adawi. Beliau lahir dari keluarga yang penuh keimanan (putri dari Umar bin Khattab dan Zainab binti Maz'un, serta keponakan dari sahabat mulia Utsman bin Maz'un).🌾 Arti Nama "Hafshah": Berasal dari kata hafs yang berarti anak singa (shighirul asad), yang mengisyaratkan ketegasan, kekuatan kepribadian, dan keberanian.🌸 Waktu Kelahiran: Lahir sekitar 5 tahun sebelum masa kenabian (tahun-tahun ketika kaum Quraisy merenovasi Ka'bah), sehingga jarak usianya dengan Nabi ﷺ adalah sekitar 35 tahun.🍃 Klarifikasi Sejarah: Ustadz Firanda meluruskan kisah lemah/palsu tentang Umar yang menangis karena pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya di zaman jahiliah. Faktanya, Hafshah adalah anak pertama Umar dan beliau hidup di zaman jahiliah hingga Islam datang, yang membuktikan bahwa cerita Umar membunuh putrinya adalah tidak benar.🌷 Pernikahan Pertama dengan Khunais bin Hudzafah🌻 Di usia belasan tahun, Hafshah menikah dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, seorang sahabat yang masuk Islam di awal masa dakwah dan pernah berhijrah ke Habasyah serta mengikuti Perang Badar.🥀 Setelah berhijrah ke Madinah, Khunais wafat akibat luka-luka yang dideritanya setelah Perang Badar (pendapat mayoritas ulama), menjadikan Hafshah seorang janda di usia muda (sekitar 20 tahun) tanpa anak.🌹 Proses Pernikahan dengan Rasulullah ﷺ🌴 Pencarian Suami oleh Umar: Setelah masa iddah Hafshah selesai, Umar bin Khattab berinisiatif mencarikan suami yang shalih untuk putrinya. Ini adalah bentuk amal shalih seorang ayah (seperti yang pernah dicontohkan dalam kisah Nabi Musa AS).🌳 Penolakan Utsman & Sikap Diam Abu Bakar:🍁 Utsman bin Affan: Umar menawarkan Hafshah kepada Utsman (yang saat itu istrinya, Ruqayyah binti Nabi ﷺ, baru saja wafat). Setelah berpikir beberapa hari, Utsman menolak dengan halus karena belum ingin menikah saat itu.🌾 Abu Bakar ash-Shiddiq: Umar kemudian menawarkan kepada Abu Bakar. Namun, Abu Bakar hanya diam seribu bahasa tanpa memberikan jawaban ya atau tidak. Hal ini sempat membuat Umar marah dan kecewa.☘️ Hikmah di Balik Sikap Abu Bakar: Belakangan diketahui bahwa Abu Bakar bersikap diam karena ia sudah mendengar Nabi ﷺ menyebut-sebut nama Hafshah, dan Abu Bakar tidak ingin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ. Abu Bakar bahkan menyatakan jika Nabi ﷺ tidak jadi menikahinya, ia siap menikahi Hafshah.💐 Pernikahan Mulia: Nabi Muhammad ﷺ kemudian melamar dan menikahi Hafshah pada tahun ke-2 Hijriah (menjelang Perang Uhud).🪻 Keistimewaan dan Gelar Hafshah binti Umar🌙 Gelar dari Malaikat Jibril (Sawamah & Qawamah): Malaikat Jibril memuji Hafshah di hadapan Nabi ﷺ sebagai wanita yang sawamah (sangat rajin berpuasa sunnah) dan qawamah (sangat rajin shalat malam).🍃 Gelar Penjaga Al-Qur'an (Harisatul Quran): Hafshah memiliki jasa besar dalam menjaga lembaran-lembaran (shuhuf) ayat suci Al-Qur'an yang dikumpulkan sejak zaman Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian disimpan di rumah Hafshah hingga masa Khalifah Utsman bin Affan menyusun mushaf standar.🪴 Kecakapan & Keahlian: Hafshah termasuk wanita di awal Islam yang sudah pandai membaca dan menulis, serta pernah diajari cara meruqyah khusus untuk penyakit namlah (penyakit kulit/luka lambung) oleh Asyifa binti Abdillah atas instruksi Nabi ﷺ.🌼 Dinamika Rumah Tangga & Keteladanan📜 Pernah Cerai dan Rujuk Kembali: Nabi ﷺ pernah mentalak satu Hafshah, namun Malaikat Jibril segera turun membawa perintah dari Allah SWT agar Nabi ﷺ merujuknya kembali karena Hafshah adalah ahli ibadah (sawamah qawamah) dan ditetapkan sebagai istri Nabi di surga.🌸 Ikut Serta dalam Kasus "Takyir" (Pilihan Dunia vs. Akhirat): Ketika para istri Nabi sempat meminta tambahan nafkah (di masa paceklik/banyaknya ghanimah), Nabi ﷺ sempat memboikot mereka selama sebulan. Umar sempat menasihati putrinya agar tidak meminta hal yang berlebihan kepada Rasulullah ﷺ. Akhirnya, ketika Allah menurunkan ayat pilihan (takyir), seluruh istri Nabi—termasuk Hafshah—memilih Allah, Rasul-Nya, dan kehidupan akhirat yang penuh kesabaran.🍂 Wasiat Umar kepada Hafshah: Sebelum wafat akibat tikaman saat shalat subuh, Umar berwasiat kepada Hafshah agar tidak meratapi kematiannya secara berlebihan (karena ratapan dapat menyiksa mayit).🪷 Wafatnya🌾 Tahun Wafat: Ibunda Hafshah binti Umar wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan, yaitu pada tahun 45 Hijriah (ada riwayat lain menyebutkan 41 Hijriah) dalam usia sekitar 63 tahun (sama dengan usia Nabi ﷺ saat wafat).☘️ Pemakaman: Jenazahnya dishalatkan oleh Gubernur Madinah, Marwan bin al-Hakam, dan dimakamkan di pemakaman Baqi'.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Ummul Mukminin Hafshah bintu Umar bin Khattab رضي الله عنهاTeladan Wanita Salehah, Penjaga Al-Qur’an, dan Ahli IbadahNasab dan Kehidupan Awal Hafshah* Hafshah bintu Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anha adalah putri Umar bin Khattab dan Zainab bintu Maz‘un.* Beliau berasal dari keluarga yang saleh. Ayahnya adalah sahabat Nabi ﷺ yang mulia, sedangkan pamannya, Utsman bin Maz‘un, dikenal sebagai sahabat yang zuhud.* Hafshah lahir lima tahun sebelum kenabian dan merupakan saudara perempuan Abdullah bin Umar.* Nama Hafshah berasal dari kata yang bermakna anak singa, yang menggambarkan kekuatan dan keteguhan.Pernikahan Pertama dan Ujian Kehidupan* Hafshah menikah dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, seorang sahabat yang termasuk orang-orang awal masuk Islam dan pernah berhijrah ke Habasyah.* Keduanya kemudian berhijrah ke Madinah.* Khunais meninggal dunia setelah mengikuti perjuangan bersama kaum Muslimin. Pendapat yang lebih kuat dalam kajian ini menyebutkan beliau wafat setelah Perang Badar.* Hafshah pun menjadi janda di usia muda.Umar Mencarikan Suami untuk HafshahSetelah masa idah Hafshah selesai, Umar bin Khattab berusaha mencarikan suami yang saleh untuk putrinya.* Umar menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan, tetapi Utsman belum bersedia menikah saat itu.* Umar kemudian menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar ash-Shiddiq, tetapi Abu Bakar tidak memberikan jawaban.* Rasulullah ﷺ kemudian melamar Hafshah dan menikahinya.* Abu Bakar menjelaskan bahwa ia diam karena tidak ingin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ. Jika Rasulullah tidak menikahi Hafshah, ia sendiri bersedia menikahinya.Pelajaran: Orang tua boleh berinisiatif mencarikan pasangan yang saleh bagi anaknya. Menawarkan pernikahan kepada orang yang baik bukanlah suatu aib.Hafshah, Wanita Ahli IbadahHafshah dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah. Dalam riwayat yang disebutkan dalam kajian, Malaikat Jibril menyampaikan bahwa Hafshah adalah:* Qawwāmah: wanita yang rajin melaksanakan salat malam.* Sawwāmah: wanita yang rajin berpuasa sunah.Beliau juga dikenal pandai membaca dan menulis. Rasulullah ﷺ bahkan meminta Asy-Syifa bintu Abdillah mengajarkan kepadanya cara meruqyah penyakit namlah.Rasulullah ﷺ Pernah Menceraikan Hafshah* Rasulullah ﷺ pernah menceraikan Hafshah, kemudian merujuknya kembali.* Dalam riwayat yang disebutkan, Jibril memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk merujuk Hafshah karena beliau adalah wanita yang rajin berpuasa, salat malam, dan akan menjadi istri Rasulullah ﷺ di surga.* Penyebab perceraian tersebut tidak dijelaskan secara pasti dalam riwayat sahih yang dibahas. Mengaitkannya dengan peristiwa Hafshah membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ merupakan pendapat sebagian ulama, bukan sebab yang dapat dipastikan.Pelajaran penting: Rahasia rumah tangga harus dijaga. Jangan menyebarkan aib pasangan, baik ketika masih menikah maupun setelah bercerai.Ujian Rumah Tangga Rasulullah ﷺDalam peristiwa lain, para istri Rasulullah ﷺ pernah bersama-sama meminta tambahan nafkah. Rasulullah ﷺ kemudian menjauhi mereka selama sekitar satu bulan.Umar menasihati Hafshah agar tidak meminta berlebihan, tidak membantah Rasulullah ﷺ, dan tidak mendiamkan beliau.Setelah itu, turun ayat dalam Surah Al-Ahzab yang memberikan pilihan kepada istri-istri Nabi ﷺ: memilih kehidupan dunia beserta perhiasannya atau memilih Allah, Rasul-Nya, dan kehidupan akhirat. Mereka memilih tetap bersama Rasulullah ﷺ.Pelajaran: Rumah tangga yang mulia pun menghadapi ujian. Kesabaran, nasihat yang baik, dan mengutamakan akhirat sangatlah penting.Hafshah sebagai Penjaga Lembaran Al-Qur’anSalah satu jasa besar Hafshah adalah menjaga kumpulan lembaran Al-Qur’an.* Setelah banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah, Umar mengusulkan kepada Abu Bakar agar Al-Qur’an dikumpulkan.* Zaid bin Tsabit kemudian ditugaskan mengumpulkannya.* Lembaran tersebut disimpan oleh Abu Bakar, kemudian Umar, lalu Hafshah setelah Umar wafat.* Pada masa Utsman bin Affan, lembaran-lembaran itu menjadi rujukan dalam penyusunan mushaf standar.Karena amanah tersebut, Hafshah dikenal dengan sebutan Hārisatul Qur’an, yaitu penjaga Al-Qur’an.Amanah dan Nasihat Umar kepada Hafshah* Umar pernah mewakafkan tanah subur di Khaibar dan menunjuk Hafshah untuk mengurus wakaf tersebut setelah dirinya meninggal.* Menjelang wafat, Umar berpesan agar Hafshah tidak meratap secara berlebihan ketika dirinya meninggal. Kesedihan dan tangisan yang wajar merupakan hal manusiawi, tetapi ratapan yang dilarang harus dihindari.Wafatnya HafshahHafshah radhiyallahu ‘anha wafat di Madinah. Terdapat perbedaan pendapat mengenai tahun wafatnya, di antaranya tahun 41 H dan 45 H.Beliau meninggalkan teladan sebagai wanita yang salehah, tekun beribadah, menjaga kehormatan rumah tangga, serta dipercaya memelihara lembaran Al-Qur’an.Pelajaran yang Bisa Kita Ambil* Perbanyak ibadah. Jadilah wanita yang menjaga salat, rajin berpuasa sunah, dan mendekatkan diri kepada Allah.* Jaga rahasia rumah tangga. Jangan menjadikan masalah pribadi sebagai bahan cerita atau status di media sosial.* Dahulukan akhirat. Jangan sampai keinginan terhadap harta dan kesenangan dunia mengalahkan ketaatan kepada Allah.* Terima nasihat dengan lapang dada. Nasihat orang tua dapat menjadi pengingat ketika kita melakukan kesalahan.* Jadilah pribadi yang amanah. Kepercayaan adalah tanggung jawab besar yang harus dijaga.* Hadapi ujian dengan sabar. Kesalehan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan berusaha tetap taat ketika menghadapi ujian.Kesimpulan: Hafshah bintu Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anha merupakan teladan wanita Muslimah yang kuat imannya, tekun beribadah, menjaga kehormatan, dan dipercaya memegang amanah besar dalam pemeliharaan Al-Qur’an. Semoga Allah menjadikan kita wanita yang meneladani kebaikan beliau. Aamiin.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
E

Elisda Mieldhania Zhafirah

📍 Kota Tangerang Selatan

Ringkasan Materi 15 - Kisah Ibunda Hafshah binti Umar

Kisah Ibunda Hafshah binti Umar - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A1. Latar Belakang dan SilsilahHafshah binti Umar رضي الله عنها lahir sekitar lima tahun sebelum masa kenabian (al-Bi'tsah). Beliau tumbuh dalam keluarga yang beriman dan dikenal sebagai putri Umar bin Khattab رضي الله عنه. Dalam kajian ini, Ustadz juga meluruskan kesalahpahaman mengenai Umar bin Khattab رضي الله عنه terkait praktik penguburan bayi perempuan hidup-hidup.2. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah suaminya, Khunais bin Hudzafah رضي الله عنه, wafat, Umar bin Khattab رضي الله عنه berusaha mencarikan pendamping bagi putrinya. Beliau sempat menawarkan Hafshah kepada beberapa sahabat dekatnya sebelum akhirnya Hafshah menikah dengan Rasulullah ﷺ dan menjadi salah satu Ummahatul Mukminin (ibunda kaum mukminin).3. Keutamaan dan Ketekunan BeribadahHafshah رضي الله عنها dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah. Beliau mendapat julukan al-qawwamah, yaitu wanita yang rajin melaksanakan salat malam, dan al-sawwamah, yaitu wanita yang rajin berpuasa. Kedua julukan tersebut disebutkan dalam kajian sebagai keutamaan yang disampaikan oleh Malaikat Jibril عليه السلام.4. Penjaga Lembaran Al-Qur'anHafshah رضي الله عنها memiliki peran penting dalam sejarah pemeliharaan Al-Qur'an. Beliau dipercaya menyimpan lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dihimpun pada masa Abu Bakar رضي الله عنه. Lembaran tersebut kemudian disimpan oleh Umar bin Khattab رضي الله عنه dan diwariskan kepada Hafshah, hingga akhirnya dimanfaatkan pada masa pemerintahan Utsman bin Affan رضي الله عنه dalam proses penyalinan mushaf.5. Wasiat dan Akhir HayatHafshah رضي الله عنها tetap dikenal karena keteguhan dan kesungguhannya dalam beribadah. Beliau wafat di Madinah pada usia sekitar 60-an tahun. Dalam kajian ini disebutkan bahwa usia wafat beliau adalah 63 tahun, sama dengan usia wafat Rasulullah ﷺ.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 25 - Kisah Ibunda Hafshah binti Umar

Kisah Ibunda Hafshah binti UmarKajian Ustadz Firanda AndirjaHafshah binti Umar bin Khattab, Ummul Mukminin, wanita ke-4 yang dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah Perang Badar Rasul menikahi beliau.Hafshah berasal dari Hafs dalam bahasa Arab artinya anak singa. Dahulu orang-orang Arab suka menamai anak-anak mereka dengan nama hewan ditinjau dari sifat istimewa dari hewan tersebut.Anak singa menunjukkan kuatnya kepribadian.Hafshah anak pertama dari Umar bin Khattab, Amirul Mukminin, yang berasal dari Bani Adi dari suku Quraisy.Ibunya Zainab binti Madz’un termasuk wanita yang masuk Islam di awal.Hafshah tinggal di lingkungan keluarga yang shalih dan tumbuh menjadi wanita yang shalih.Hafshah lahir 5 tahun sebelum masa kenabian.Masa Jahiliyah -> Nabi lahir - usia 40thMasa Kenabian -> usia 40th Rasul diutus menjadi nabi (selama 13 th)Masa Hijriah -> Nabi Hijrah - wafatCatatan tambahan:5 tahun sebelum kenabian terjadi kejadian besar yaitu orang-orang Quraisy merenovasi Ka'bah, kisahnya masyhur dalam Shirah.Di tahun itu juga Fathimah (anak terakhir Nabi) lahir.Pernikahan Pertama HafshahDi usia belasan tahun Hafshah menikah dengan Khunaiz bin Khudzafah as-Sahmi.Khunaiz bin Khudzafah adalah orang shalih, saudara Abdullah bin Khudzafah as-Sahmi yang juga terkenal keshalihannya.Mereka tidak dikaruniai anak.Mereka berhijrah ke Madinah kemudian sampai di Madinah suaminya meninggal dunia setelah Perang Badar.Maka ayahnya mencarikan suami untuk Hafshah.Di antara faedahnya:Dibolehkan bahkan disunnahkan laki-laki mencarikan suami (yang shalih) untuk keluarganya yang perempuan (putri/kakak/adik/ibu). Ini termasuk amal shalih untuk menjaga kemuliaan seorang wanita.Abdullah bin Umar adiknya Hafshah lahir 3 tahun setelah kenabian. Ia cerita ayahnya Umar menawarkan kepada sahabat-sahabatnya untuk menikahi Hafshah.Akhirnya Rasulullah yang menikahinya.Gelar dan Keutamaan HafshahHafshah diberi gelar:Qawwamah shawwamah (suka sholat malam dan suka puasa sunnah).Haritsatul Quran (penjaga Al-Qur'an).Hafshah pada masa itu telah pandai menulis di usia belia.Rasulullah pernah menyuruh Asy-Syifa binti Abdullah untuk mengajarkan kepada Hafshah rukyatun namlah (penyakit yang mengenai lambung) sebagaimana ia mengajarkan Hafshah menulis.Perceraian dan Rujuknya Rasulullah kepada HafshahRasulullah pernah menceraikan Hafshah kemudian rujuk kembali. Rasulullah tidak pernah menceraikan seseorang kecuali Hafshah. Sebabnya tidak pernah diceritakan. Rasulullah ditegur oleh Allah dengan mendatangkan Jibril yang menyampaikan kepada Rasulullah untuk kembali kepada Hafshah karena ia qawwamah shawwamah dan ia adalah istri Nabi di surga.Di antara hikmahnya:Nabi menceraikan tanpa menceritakan apa pun menunjukkan bahwa rahasia rumah tangga jangan sampai keluar bahkan ketika sudah bercerai, apalagi saat masih bersama. Hafshah pun demikian, tidak bercerita.Di antara adab yaitu tidak menceritakan keburukan pasangan.Jika ada kerabat/saudara yang bercerai maka tidak perlu mencari tahu/bertanya apa sebabnya dsb. Fokuslah pada rumah tangga sendiri.Rasulullah meninggal pada tahun 11 Hijriah dan Hafshah pun hidup sendiri.Di antara Kemuliaan HafshahDi zaman Abu Bakar terjadi banyak perang dan banyak ahli Quran meninggal. Utsman memberi ide untuk mengumpulkan Al-Qur'an yang masih terpisah-pisah (belum berbentuk mushaf) dan dikumpulkan kepada Umar. Setelah Umar meninggal Hafshah-lah yang menjaga kumpulan Al-Qur'an tersebut, bahkan sampai zaman kepemimpinan Utsman. Inilah mengapa Hafshah dijuluki sebagai Haritsatul Quran (penjaga Al-Qur'an).Hafshah juga dipercaya ayahnya (Umar) untuk mengurus wakaf hartanya sepeninggal Umar.Beberapa Wasiat Umar kepada HafshahSebagai istri Nabi:Jangan meminta berlebihan kepada Nabi.Jangan bantah Nabi (suami).Jika perlu sesuatu di luar yang Nabi berikan maka mintalah kepadaku (ayahnya).Sebelum Umar meninggal:Jangan meratap (berlebihan) ketika saya meninggal, adapun menangis boleh.Wafatnya HafshahAkhirnya Hafshah meninggal dunia 41/45 H (khilaf pendapat) di usia yang sama dengan Nabi (+-63 th), disholatkan oleh pimpinan kota Madinah pada saat itu dan beberapa sahabat dan di masa menjelang meninggal ia sangat banyak berpuasa.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
P

Puspita Wulandari

📍 Kabupaten Kutai Timur

🌼Materi 25; Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar🌼

Hafs artinya anak singa,keinginan nya kuat.Hafshah lahir pada masa jaman jahiliyah sebelum masa kenabian dan dibesarkan dengan kasih sayang oleh Umar.Hafshah binti Umar bin Khattab radiyallahu anhu adalah putri dati Amirul Mukminin Umar bin Khattab dan Zainab binti Maz'un serta adik kandung dari sahabat Abdullah bin Umar.Ia tumbuh dalam keluarga yanf mulia dan keimanan dari suku Quraisy.Hafshah pertama kali menikah diusia belasan tahun dengan sahabat mulia Khunais bin Hudzafah as Sahmi yang wafat akibat luka usai peranf Badar.Setelah Hafshah menjanda,Umar Bin Khattab berikhtiar mencarikan suami yang saleh dengan menawarkan hafsah kepada Utsman bin Affan dan Abu Bakar As-ShiddiqRasulullah SAW menikag dengan Hafshah pada tahun ke 3 Hijriah(saat Hafshah berusia sekitar 20th)Malaikat jibril menyebutkan dua gelar keistimewaab Hafshah yaitu Qawwamah (rajin sholat malam),dan Sawwamah (rajin berpuasa sunnah)Rasulullah SAW pernah sekali menceraikan Hafshah namun Allah SWT memerintahkan Nabi melalui malaikat jibril untuk merujuknya kembalu karena ketakwaannya dan kedudukannya sebagai istri nabi di surga.Hafshah wanuta yang pandai membaca dan menulis dizaman nya(berguru kepada Asy slSyifa binti Abdillah) ketika Al Quran mulai dikumpulkan pada masa khalifah Abu Bakar,lembaran-lembaran naskah asli (mushaf) disimpan dan dipercayakan kepada Ibunda Hafshah hingga masa khalifah Umar bin Affan.Ibunda Hafshah wafat pada tahun 41 Hijriah/45 Hijriah di Madinah dalam usia sekitar 63thn.dengan meninggalkan warisan keteladanan ibadah,ketaatan dan penjagaan terhadap Al Quran.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 25 - Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

“Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A​Hafshah binti 'Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Nama Hafshah berasal dari kata hafs (anak singa), yang mengisyaratkan kepribadian yang kuat.​Keluarga yang Saleh:​Ayahnya adalah Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.​Ibunya adalah Zainab binti Maz'un (dari Bani Jumah, wanita yang masuk Islam di awal masa Islam). Paman dari pihak ibu adalah Utsman bin Maz'un (sahabat yang sangat zuhud).​Saudaranya adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.​Waktu Kelahiran: Hafshah lahir 5 tahun sebelum masa kenabian (saat Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam berusia sekitar 35 tahun, yaitu bertepatan dengan tahun renovasi Ka'bah).​Meluruskan Riwayat Lemah (Mitos Jahiliyah): Penceramah menegaskan bahwa kisah populer yang menyebutkan Umar bin Khattab pernah menangis karena mengubur putrinya hidup-hidup di zaman jahiliyah adalah riwayat batil/tidak benar (tidak ada sanadnya). Bukti nyatanya adalah Hafshah merupakan putri sulung Umar yang lahir di zaman jahiliyah dan hidup sampai dewasa.​A. Pernikahan Pertama dengan Khunais  bin Hudzafah​Hafshah menikah di usia belasan tahun dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, seorang sahabat mulia yang turut serta hijrah ke Habasyah dan mengikuti Perang Badar.​Khunais wafat di Madinah akibat luka-luka yang dideritanya usai Perang Badar (tahun 2 Hijriah), menjadikan Hafshah seorang janda di usia muda (sekitar 20 tahun) tanpa dikaruniai anak.​C. Proses Pernikahan dengan Rasulullah SAW​Ikhtiar Umar mencarikan Jodoh: Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu menawarkan putrinya yang sedang menjanda kepada sahabat-sahabat dekatnya yang saleh:​Ditawarkan kepada Utsman bin Affan (yang saat itu istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah, baru wafat). Utsman meminta waktu untuk berpikir, lalu menolaknya secara halus dengan mengatakan belum ingin menikah saat itu.​Ditawarkan kepada Abu Bakar ash-Shiddiq, namun Abu Bakar hanya diam membisu tanpa memberikan jawaban ya atau tidak. Umar sempat merasa sangat kecewa/marah kepada Abu Bakar, padahal Abu Bakar diam karena ia mengetahui rahasia dari Nabi SAW bahwa Rasulullah berencana melamar Hafshah.​Dinikahi Nabi SAW: Rasulullah SAW kemudian menikahi Hafshah pada tahun 3 Hijriah (menjelang atau sesudah Perang Uhud).​Abu Bakar kemudian menemui Umar untuk meminta maaf dan menjelaskan alasan diamnya, serta menegaskan bahwa seandainya Nabi SAW tidak jadi menikahi Hafshah, ia sendiri yang akan maju melamarnya.​D. Keistimewaan & Gelar Utama Ibunda Hafshah​Sawwamah Qawwamah (Ahli Ibadah):​Malaikat Jibril alaihissalam memuji Hafshah kepada Nabi SAW dengan sebutan: fa-innaha sawwamah qawwamah (sesungguhnya ia adalah wanita yang sangat rajin berpuasa sunnah dan sangat rajin shalat malam).​Di akhir hayatnya, Hafshah dikisahkan senantiasa berpuasa sunnah terus-menerus.​Harisatul Qur'an (Penjaga Al-Qur'an):​Setelah perang Yamamah, atas usul Umar bin Khattab, Abu Bakar mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur'an.​Sepeninggal Abu Bakar dan Umar, lembaran-lembaran asli (naskah pengumpulan Al-Qur'an) diamanahkan dan dijaga oleh Hafshah hingga masa Khalifah Utsman bin Affan menyusun mushaf standar (Mushaf Utsmani).​E. Dinamika Rumah Tangga & Keteladanan Sikap​Pernah Diceraikan Lalu Dirujuk Kembali:​Nabi SAW pernah menjatuhkan talak satu kepada Hafshah, namun Malaikat Jibril segera turun membawa perintah dari Allah agar Nabi merujuknya kembali karena kemuliaan ibadahnya (sawwamah qawwamah) dan kedudukannya sebagai istri Nabi di surga.​Peristiwa ini mengajarkan adab besar: menjaga kerahasiaan rumah tangga dan tidak menyebarkan aib pasangan meskipun terjadi perpisahan/perceraian.​Kasus Takyir (Memilih Allah & Rasul-Nya): Hafshah bersama istri-istri Nabi yang lain sempat mendesak Nabi SAW meminta tambahan nafkah duniawi. Setelah Nabi melakukan ila' (memboikot/menyepi selama sebulan di kamar khusus), turunlah ayat Takyir (Q.S. Al-Ahzab: 28-29) yang memberi pilihan antara dunia atau akhirat. Seluruh istri Nabi—termasuk Hafshah—secara serentak memilih Allah, Rasul-Nya, dan kehidupan akhirat.​Wasiat Umar kepada Hafshah: Ketika terjadi kisruh rumah tangga tersebut, Umar sempat menasihati putrinya: "Janganlah engkau meminta hal yang berlebihan kepada Rasulullah, jangan membantah beliau dalam urusan apa pun, jangan memboikot beliau, dan jika engkau butuh sesuatu, mintalah kepada ayahmu."​F. Wafatnya Ibunda Hafshah​Ibunda Hafshah radhiyallahu 'anhuma wafat di Madinah pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, antara tahun 41 H atau 45 Hijriah, pada usia 63 tahun (sama persis dengan usia wafatnya Rasulullah SAW). Jenazahnya dishalatkan oleh Gubernur Madinah saat itu, Marwan bin al-Hakam, dan dimakamkan di pemakaman Baqi'.Dalil, Riwayat, & AtsarHadis Riwayat al-Bukhari (Kisah Tawaran Umar kepada Utsman & Abu Bakar):​Sumber: Shahih al-Bukhari (dari Abdullah bin Umar mengenai kisah Umar menawarkan Hafshah kepada Utsman dan Abu Bakar sebelum akhirnya dinikahi oleh Rasulullah SAW).​Atsar / Riwayat tentang Pujian Malaikat Jibril untuk Hafshah:​Sumber: Riwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak dan Abu Dawud/Ibnu Majah mengenai sabda Nabi/pesan Jibril: ​"Roji'ha fa-innaha sawwamah qawwamah wa-innaha zaujatuka fil-jannah" (Rujuklah ia [Hafshah], karena sesungguhnya ia adalah wanita yang rajin puasa dan shalat malam, dan ia adalah istrimu di surga).​"Roji'ha fa-innaha sawwamah qawwamah wa-innaha zaujatuka fil-jannah" (Rujuklah ia [Hafshah], karena sesungguhnya ia adalah wanita yang rajin puasa dan shalat malam, dan ia adalah istrimu di surga).Kisah Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi (Ipar Hafshah):Konteks: Kisah keteguhan iman saudara ipar Hafshah di hadapan Raja Romawi (menolak masuk Nasrani meskipun diancam digodok air panas, yang membuat sang raja kagum dan membebaskan seluruh tawanan kaum muslimin).Ayat Al-Qur'an tentang Pilihan Akhirat (Ayat Takyir):Sumber: Q.S. Al-Ahzab (33) : Ayat 28–29 ​يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنُّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا... (Artinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, 'Jika kalian menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah agar kuberikan mut'ah kepada kalian dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik...'").​يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنُّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا... (Artinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, 'Jika kalian menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah agar kuberikan mut'ah kepada kalian dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik...'").Kesimpulan​Kemuliaan Ilmu dan Ibadah: Ibunda Hafshah radhiyallahu 'anhuma membuktikan bahwa seorang wanita muslimah dapat meraih derajat agung di sisi Allah melalui ketekunan ibadah malam (qiyamul lail), puasa sunnah, serta penjagaan terhadap amanah besar umat (seperti lembaran Al-Qur'an).Adab dalam Rumah Tangga: Pelajaran agung untuk menjaga kehormatan keluarga, tidak mengumbar masalah rumah tangga ke ranah publik, serta senantiasa meluruskan orientasi hidup pada kebahagiaan akhirat di bawah bimbingan sunnah.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 25 Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

Materi 25Kisah Ibunda Hafshah Binti UmarWanita ke-3 yang dinikahi Rasulullah ﷺ1. Identitas Hafshah radhiyallahu ‘anha- Ayah: Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.- Ibu: Zainab binti Maz‘un.- Saudara laki-laki: Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.- Suami pertama: Khunais bin Hudzafah as-Sahmi radhiyallahu ‘anhu.- Kedudukan: Salah seorang Ummul Mukminin, yaitu ibunda kaum mukminin.Hafshah radhiyallahu ‘anha dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah, berpuasa, dan menjaga Al-Qur’an.2. Pembagian Periode Kehidupan Rasulullah ﷺSecara umum, kehidupan Rasulullah ﷺ dapat dibagi menjadi tiga periode:1. Masa sebelum kenabian: Usia 0–40 tahun.2. Masa kenabian di Makkah: Usia 40–53 tahun.3. Masa hijrah dan dakwah di Madinah: Usia 53–63 tahun.3. Pernikahan Hafshah dengan Khunais bin HudzafahHafshah lahir sekitar lima tahun sebelum Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama.Ketika berusia sekitar 18 tahun, Hafshah menikah dengan Khunais bin Hudzafah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat Nabi ﷺ yang dikenal saleh.Hafshah dan suaminya termasuk kaum Muslimin yang berhijrah ke Madinah.Khunais turut berjuang bersama kaum Muslimin dalam Perang Badar. Setelah itu, ia meninggal dunia. Hafshah pun menjadi seorang janda ketika usianya masih muda.4. Umar bin Khaththab Mencarikan Suami untuk HafshahSetelah Khunais meninggal dunia, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berusaha mencarikan suami yang saleh untuk putrinya.Umar menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Namun, Utsman belum bersedia menikah saat itu karena masih dalam masa berkabung atas wafatnya Ruqayyah, putri Rasulullah ﷺ.Kemudian Umar menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Abu Bakar tidak memberikan jawaban saat itu.Umar merasa sedih dan kemudian mengadukan persoalan tersebut kepada Rasulullah ﷺ.Pelajaran: Seorang ayah hendaknya memperhatikan kebaikan agama calon suami putrinya dan berusaha mencarikan pasangan yang saleh.5. Rasulullah ﷺ Menikahi HafshahRasulullah ﷺ kemudian meminang Hafshah. Dengan demikian, Hafshah memperoleh kemuliaan menjadi salah seorang istri Rasulullah ﷺ dan Ummul Mukminin.Setelah itu, Abu Bakar menjelaskan kepada Umar bahwa ia tidak menjawab tawaran tersebut karena mengetahui Rasulullah ﷺ akan menyebut Hafshah. Abu Bakar tidak ingin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ.6. Keutamaan Hafshah radhiyallahu ‘anhaa. Ahli ibadahHafshah dikenal sebagai wanita yang rajin melaksanakan shalat malam dan berpuasa.Jibril ‘alaihissalam pernah menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ:“Rujuklah kepada Hafshah, karena sesungguhnya dia banyak berpuasa dan melaksanakan shalat malam. Dia adalah istrimu di surga.”Pelajaran: Kemuliaan seorang muslimah tidak hanya dilihat dari kedudukannya, tetapi juga dari keimanan, ketaatan, dan amal salehnya.b. Penjaga lembaran Al-Qur’anSalah satu kemuliaan Hafshah adalah ia dipercaya menyimpan suhuf Al-Qur’an yang sebelumnya dikumpulkan pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu mengumpulkan Al-Qur’an atas perintah Abu Bakar, setelah banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah.Setelah Abu Bakar wafat, suhuf tersebut disimpan oleh Umar bin Khaththab. Setelah Umar wafat, suhuf itu berada dalam penjagaan Hafshah.Pada masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, suhuf tersebut dipinjam untuk menjadi acuan penyalinan mushaf Al-Qur’an, kemudian dikembalikan kepada Hafshah.7. Kisah Rasulullah ﷺ Menceraikan Hafshah dan Merujuknya KembaliDalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menceraikan Hafshah, kemudian merujuknya kembali.Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Jibril ‘alaihissalam menyampaikan keutamaan Hafshah sebagai wanita yang rajin berpuasa dan shalat malam, serta bahwa ia akan menjadi istri Rasulullah ﷺ di surga.Catatan ilmiah: Tidak ada dalil sahih yang secara tegas dan pasti menjelaskan sebab Rasulullah ﷺ menceraikan Hafshah. Oleh karena itu, kita tidak boleh memastikan sebab tertentu tanpa landasan yang sahih.8. Pelajaran dari Kisah Hafshah1. Menjaga ibadah: Hafshah menjadi teladan dalam kesungguhan berpuasa dan melaksanakan shalat malam.2. Memuliakan Al-Qur’an: Allah memberikan kehormatan kepada Hafshah dengan menjadikannya penjaga suhuf Al-Qur’an.3. Perhatian orang tua: Umar bin Khaththab menunjukkan kepedulian terhadap masa depan putrinya.4. Menjaga amanah: Abu Bakar menjaga rahasia Rasulullah ﷺ dan tidak menyampaikan sesuatu sebelum waktunya.5. Kemuliaan berdasarkan ketakwaan: Seorang muslimah hendaknya berusaha memperbaiki iman dan amalnya.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Hafshah binti Umar

Hafs anak singa, kepribadiannya kuat. Hafshah tinggal di keluarga sholeh sholeh. Hafshah punya adik namanya abdullah bin umar. Nabi Muhammad mengalami 3 masa = 1. Masa jahiliyyah : sejak lahir Nabi sampai umur 40 tahun2. Saat usia 40 tahun diutus jadi Nabi disebut masa kenabian, masa kenabian berlangsung 13 tahun di mekkah kemudian hijrah3. Hijrah ke madinah disebut tahun hijriyah, wafat umur 63 tahunHafshah lahir di jaman jahiliyah, jarang dengan Nabi 35 tahun, Nabi usia 35 tahun. Hafshah seumuran dengan fathimah putri Muhammad. Umar pernah tertawa dan menangis, ketika ditanya ya umar kenapa tertawa, umar menjawab, saya ingat masa jahiliyah dulu saya pernah bikin berhala dari adonan tepung kemudian ketika saya lapar itu tuhan saya makan, umar tertawa. Terus mengapa engkau menangis? Umar menjawab saya ingat saya pernah membunuh anak saya di jaman jahiliyah, namun riwayat ini tidak benar. Karena umar tidak pernah membunuh anaknya. Sifat suka membunuh anak perempuan atau mengubur anak perempuan hidup hidup itu tidak tersebar di jaman seluruh kabilah arab, kabilah umar. Pernikahan pertama hafshah dengan khunais bin hudzafah di usia belasan tahun. Khunais orang yang shaleh, sahabat awal yang berhijrah ke habasyah dan ikut serta dalam perang badar. Abdullah bin hudzafah saudaranya khunais bin hudzafah. Khunais menikah dengan hafshah di usia belasan tahun itu hal yang biasa di zaman tersebut, tradisi yang biasa bukan hal yang aneh. Aisyah menikah dengan Nabi usia 6 tahun. Tinggal serumah dengan Nabi usia 9 tahun. Dahulu hal yang biasa tidak ada yang mencerca Nabi. Umar menikah dengan ummu kultsum. Ummu kultsum adiknya hasan dan husein. Hasan dan husein anaknya Ali dan Fatimah. Ummu kultsum bintu ali. Kaum musyrikin dulu tidak mencela. Kalau mencela, pasti abu jahl duluan yang mencela Nabi karena dia orang musyrikin tetapi abu jahl tidak mencela nya. Pernikahan mereka tidak dikaruniai anak. Kemudian hafshah dan suaminya hijrah ke madinah, sampai di madinah suaminya meninggal dunia. Suaminya meninggal setelah perang badar karena terluka dari perang badar. Hafshah janda, ayahnya umar bin khattab mencarikan suami buat hafshah. Dibolehkan mencari pasangan untuk ibunya, untuk adiknya untuk kakak nya dll. Hafshah lahir sebelum tahun kenabian. Usman duda, hafshah janda. Hafshah menikah dengan Rasulullah. Usman menikah dengan ummu kultsum putri Rasulullah setelah wafatnya ruqoyyah putri Rasulullah. Usman diberi gelar dzun nurain pemilik dua cahaya. Hafshah diberi gelar yang diberikan langsung dari malaikat jibril qowwamah sowwamah suka shalat malam dan sering puasa sunnah. Haaritsatul qur'an penjaga al qur'an. Lalu hafdhoh diceraikan oleh Nabi. Lalu rujuk lagi. Sebab cerai nya tidak ada yang tau. Jangan bongkar aib suami istri. Kalau ada yang tanya mengapa kau cerai? Jawab aja bukan urusanmu. Kita ini suka kepo, kenapa cerai? Kenapa tidak jadi cerai? Kenapa kembali? Wasiat umar kepada hafshah "Dia berkata wahai putriku hafshah 1. Jangan kau minta berlebihan kepada Nabi2. Jangan kau bantah suami/Nabi3. Dan jangan kau boikot suami/Nabi, tidak diajak ngomong4. Dan kalau kau perlu apa apa minta sama bapakmu, jangan minta sama suamiAda saatnya mertua ikut campur, jika nasehatin boleh.Wasiat umar ketika umar mau wafatSaya minta engkau ketika saya meninggal jangan meratap, adapun kalau kau menangis, saya tidak bisa larang. Hafshah wafat usia 63, wafatnya hafshoh sama usia nya dengan Nabi Muhammad. Hidup ini perlu kesabaran, kalau ada masalah rumah tangga, jangan disebar-sebarin. Hafshoh pun tidak cerita kenapa Nabi menceraikan dia, dan hafshoh pun tidak membela diri. Inilah wanita sholihah. Rajin sholat malam dan rajin puasa sunnah.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#25 Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

#25 Kisah Ibunda Hafshah Binti UmarUst Dr. Firanda Andirja, M.AHafshah adalah istri ke 3 Nabi Muhammad, anak dari umar bin Khattab. Arti nama Hafsah adalah anak singa. Hafshah berasal dari keluarga yang sangat mulia dan shaleh. Hafshah lahir 5 tahun sebelum kenabian (masa jahiliah).Hafshah sebelumnya menikah dengan khunaisy (yang juga berasal dari keluarga baik dan shaleh). Suaminya meninggal setelah berhijrah ke Madinah. Selanjutnya ayahnya, Umar, mencarikan suami untuknya ke Utsman (kemudian ditolak), lalu ke Abu Bakar (Abu Bakar hanya diam), selanjutnya Rasulullah melamar Hafshah. Gelar Hafshah oleh JibrilQawwamah Sawwamah (suka shalat malam dan puasa sunnah)Penjaga Al-QuranAda kejadian Rasulullah menceraikan Hafshah (sebabnya tidak ada yang tahu). selanjutnya diperintahkan Allah untuk rujuk (lewat Jibril) karena Hafshah suka shalat malam puasa sunaah, dan Hafshah adalah istri Rasul di surga. Salah satu ibrohnya adalah Rasul tidak pernah menjelaskan kenapa ia menceraikan istrinya, tidak boleh menceritakan aib keluarga ke luar. Kemuliaan Hafshah:DIberi amanah untuk menhaga lembaran-lembaran Al-Quran setelah Abu Bakar dan Umar meninggal.Hafshah diwasiatkan untuk menjaga kebun kurma yang diwakafkan Umar untuk dakwah.Dinasehati ayahnya untuk: jangan minta berlebihan kepada Nabi, jangan bantah suami, jangan boikot Rasul, dan kalau minta apa2 mintalah kepadanya (Umar). Nasehat selanjutnya adalah jangan meratap ketika Umar meninggal. Hafshah meninggal dalam keadaan beriman, beribadah terus-menerus dengan selalu berpuasa di usia sekitar 63 tahun.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 25-Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

Hafshah adalah wanita keempat yang dinikahi oleh Rasulullah SAW. Hafs artinya anak singa (kuatnya pendirian). Hafshah lahir pada 5 tahun sebelum masa kenabian.3 masa dalam hidup Rasulullah:Masa Jahiliyah: sejak Nabi SAW lahir sampai usia beliau 40 tahunMasa kenabian: ketika Rasulullah berusia 40 tahun (diutus menjadi nabi) selama 13 tahun (sampai Nabi SAW berusia 53 tahun)Tahun Hijriyah : ketika Rasulullah hijrah ke madinahSebelumnya, Hafshah menikah dengan Khunais bin Khudzafah As-sahmi. Dalam pernikahannya, mereka tidak dikaruniai anak. Hafshah dan suaminya berhijrah ke madinah. Khunais wafat setelah perang badar (2 H) ada juga yang berpendapat bahwa Khunais wafat setelah perang uhud (3 H). Setelah itu, Umar Bin Khatab mencarikan suami untuk putrinya setelah masa iddah selesai.Umar menawarkan pada Utsman bin Affan, beberapa hari kemudian Utsman menolak secara halus tawaran tersebut dengan menjawab "sepertinya saya belum ingin menikah hari2 ini". Kemudian Umar menawarkan kepada Abu Bakar As-Shiddiq, namun tidak diberi jawaban. Umar merasa marah kepada Abu Bakar. Abu Bakar diam karena mengetahui Rasulullah ingin melamar Hafshah tapi tidak ingin menyebarkan rahasia tersebut.Rasulullah pernah meminta seorang perempuan bernama Syifa binti Abdillah untuk mengajari cara merukiyah penyakit namlah dan belajar menulis.Rasulullah pernah menceraikan Hafshah (namun tidak ada yang meriwayatkan apa sebabnya). Namun Allah memerintahkan Rasulullah untuk rujuk dengan Hafshah. Kemudian malaikat Jibril juga mengingatkan bahwa Hafshah adalah wanita yang taat beribadah (rajin puasa sunnah dan rajin shalat malam). Selain itu, malaikat jibril juga memberi tahu bahwa Hafshah merupakan istri Rasulullah di surga. Akhirnya Rasulullah rujuk dengan Hafshah.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
F
Fadillah Nur Al - Zahra

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Ringkasan Materi 25: Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

Poin-Poin Utama Kajian:Latar Belakang dan Nasab Ibunda HafshahHafshah binti Umar bin Khattab lahir 5 tahun sebelum kenabian (seumuran dengan putri Nabi, Fatimah radhiallahu 'anha).Nama Hafshah berasal dari kata Hafs yang berarti anak singa, mencerminkan karakter dan kepribadian yang kuat.Beliau tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat saleh dan mulia (putri dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab dan Zainab binti Maz'un).Pernikahan Pertama dan Momen MenjandaHafshah pertama kali menikah di usia belasan tahun dengan sahabat mulia Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, yang wafat akibat luka usai Perang Badar.Setelah Hafshah menjanda, Umar bin Khattab berikhtiar mencarikan suami yang saleh dengan menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan dan Abu Bakar as-Siddiq.Abu Bakar saat itu hanya diam karena mengetahui rahasia bahwa Rasulullah SAW berniat melamar Hafshah.Pernikahan dengan Rasulullah SAW & KeistimewaannyaRasulullah SAW menikahi Hafshah pada tahun ke-3 Hijriah (saat Hafshah berusia sekitar 20 tahun).Malaikat Jibril menyebutkan dua gelar keistimewaan Hafshah: Qawwamah (rajin shalat malam) dan Sawwamah (rajin berpuasa sunnah).Rasulullah SAW pernah sekali menceraikan Hafshah, namun Allah SWT memerintahkan Nabi melalui Malaikat Jibril untuk merujuknya kembali karena ketakwaannya dan kedudukannya sebagai istri Nabi di surga.Peran Penjaga Al-Qur'an (Harisatul Qur'an)Hafshah adalah salah satu wanita yang pandai membaca dan menulis di zamannya (berguru kepada Asy-Syifa binti Abdillah).Ketika Al-Qur'an mulai dikumpulkan pada masa Khalifah Abu Bakar, lembaran-lembaran naskah asli (mushaf) disimpan dan dipercayakan penjaganya kepada Ibunda Hafshah hingga masa Khalifah Utsman bin Affan.Wafatnya Ibunda HafshahBeliau wafat pada tahun 41 Hijriah / 45 Hijriah di Madinah dalam usia sekitar 63 tahun, dengan meninggalkan warisan keteladanan ibadah, ketaatan, dan penjagaan terhadap Al-Qur'an.Dikuti dari: Ust. Firanda Andirja, M.A.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Ibunda Hafshah

Nasab, Kelahiran, dan Lingkungan KeluargaArti Nama: Kata Hafshah berasal dari akar kata yang bermakna anak singa, mencerminkan kepribadian yang teguh dan kuat.Nasab Mulia: Beliau adalah putri dari Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu dari kabilah Bani Adi (suku Quraisy),dan ibunya bernama Zainab binti Mazh'un (saudari sahabat mulia Utsman bin Mazh'un).Membantah Mitos Masa Jahiliah: Hafshah lahir sebelum masa kenabian dan tetap dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh Umar. Hal ini membantah kisah palsu tanpa sanad yang menyebutkan bahwa Umar bin Khattab pernah mengubur putrinya hidup-hidup pada masa jahiliah.Pernikahan Pertama dan Menjadi JandaMenikah dengan Pejuang Islam: Hafshah pertama kali menikah pada usia belia dengan Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, sahabat yang pernah berhijrah ke Habasyah dan Madinah.Gugur Pasca-Perang Badar: Suaminya wafat setelah mengalami luka-luka dalam Perang Badar, sehingga Hafshah menjanda pada usia yang masih sangat muda.Ikhtiar Umar Mencarikan Pendamping dan Lamaran Rasulullah ﷺMenawarkan kepada Utsman dan Abu Bakar:Umar mendatangi Utsman bin Affan (yang saat itu baru ditinggal wafat oleh Ruqayyah binti Rasulullah),namun Utsman menolak secara halus.Umar kemudian menawarkannya kepada sahabat dekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, namun Abu Bakar hanya diam tanpa memberi jawaban, yang sempat membuat Umar kecewa dan marah.Hikmah di Balik Sikap Abu Bakar:Ternyata Rasulullah ﷺ sendiri yang berniat melamar Hafshah. Abu Bakar memilih diam semata-mata demi menjaga rahasia Nabi ﷺ dan tidak ingin mendahului beliau.Pernikahan Penuh Berkah:Rasulullah ﷺ akhirnya menikahi Hafshah.Utsman bin Affan kelak dinikahkan dengan putri Nabi lainnya, yaitu Ummu Kultsum.Keistimewaan, Karakter, dan Gelar HafshahGelar Sawwamah dan Qawwamah: Diberikan melalui kesaksian Malaikat Jibril karena Hafshah terkenal sangat tekun berpuasa sunnah di siang hari dan giat mendirikan shalat malam.Penjaga Mushaf Al-Qur'an (Harisatul Qur'an):Hafshah memiliki kecerdasan dan kemampuan membaca serta menulis yang baik sejak dini.Ketika lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dikumpulkan pada masa Abu Bakar dipindahkan ke tangan Umar,lembaran tersebut kemudian diamanahkan kepada Hafshah hingga digunakan pada masa Utsman bin Affan untuk penyusunan mushaf resmi.Pengelola Harta Wakaf: Umar bin Khattab memercayakan pengelolaan aset wakaf tanah terbaiknya di Khaibar kepada Hafshah.Dinamika Rumah Tangga dan Perintah Rujuk dari LangitKisah Perceraian dan Perintah Rujuk:Nabi ﷺ pernah menjatuhkan talak kepada Hafshah. Sebab pastinya tidak diungkapkan secara rinci oleh Nabi ﷺ demi menjaga kehormatan dan rahasia rumah tangga.Malaikat Jibril turun membawa perintah dari Allah agar Nabi ﷺ merujuknya kembali, seraya menegaskan bahwa Hafshah adalah wanita ahli puasa, ahli shalat malam, dan akan menjadi istri beliau di surga.Kompak Menginginkan Akhirat:Ketika para istri Nabi sempat menuntut tambahan nafkah duniawi, turun ayat pilihan (tahkyir). Hafshah bersama ummul mukminin lainnya dengan teguh memilih Allah, Rasul-Nya, dan kebahagiaan akhirat daripada kesenangan dunia.Pelajaran dan Wasiat Menjelang WafatNasihat Seorang Ayah: Umar selalu mengingatkan Hafshah untuk tidak membebani Nabi ﷺ dengan tuntutan berlebih serta melarang keras membantah atau mendiamkan suami.Larangan Meratap (Niyahah): Menjelang wafatnya karena ditikam, Umar berwasiat kepada Hafshah agar bersabar dan melarangnya meratapi kematian secara berlebihan.Istiqamah hingga Akhir Hayat: Hafshah menghabiskan sisa hidupnya dalam ketaatan dan ibadah hingga wafat di Madinah pada usia sekitar enam puluh tiga tahun.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

KISAH IBUNDA HAFSAH BIN UMAR

Kisah Ibunda Hafsah Bin UmarUstadz Dr. Firanda Andirja , M.ASejarah kehidupan Ummul Mukminin yaitu Hafshah bintu Umar ibn Al-Khattab radhiyallahu 'anhuma.Ummul Mukminin, wanita ketiga yang dinikahi oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, atau wanita yang keempat. Rasulullah menikahi Khadijah, kemudian Khadijah meninggal dunia, kemudian menikah dengan 'Aisyah radhiyallahu 'anha namun belum digauli, kemudian menikah dengan Saudah kemudian digauli. Setelah itu Rasulullah berhijrah, baru kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggauli 'Aisyah. Jadi ketika di Madinah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ada dua istri, yaitu Saudah dengan 'Aisyah radhiyallahu 'anhuma. Setelah Perang Badar, baru Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menikah dengan Hafshah radhiyallahu 'anha.​Adapun Hafshah, disebutkan Hafshah dari hafs yang dalam bahasa Arab artinya shoghirul asad, yaitu singa kecil, anak singa. Hafs artinya anak singa.Pada zaman dahulu orang-orang Arab suka menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama hewan ditinjau dari sifat istimewa yang ada pada hewan-hewan tersebut. Seperti di antaranya ada yang dinamakan dengan Kilab. Kilab artinya anjing, tapi mereka mengisyaratkan tentang amanah, bahwasanya anjing itu amanah. Di antara mereka ada yang dipanggil dengan Himar, Himar adalah keledai untuk menggambarkan tentang kesabaran dalam bekerja.Dan di antaranya ada juga yang dinamakan dengan Fahad, Fahad artinya macan. Kemudian misalnya Ali dinamakan Haidarah, Haidarah artinya juga macan yang menunjukkan keberanian. Di antaranya hafs artinya anak singa yang menunjukkan kuatnya kepribadian. Dan Hafshah diambil dari kata hafs.​Adapun nama lengkapnya yaitu Ummul Mukminin Hafshah bintu Amirul Mukminin Umar bin Khattab, yaitu putri dari Umar bin Al-Khattab bin Nufail bin 'Abdul 'Uzza bin Riyah bin 'Abdillah bin Qurth bin Razah bin 'Adi bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib Al-Qurasyi Al-'Adawi. Jadi Umar bin Al-Khattab kembali kepada Bani 'Adi, makanya Quraisy itu banyak, di antaranya Quraisy dari Bani 'Adi karena kakek mereka ada yang bernama 'Adi bin Ka'ab. Jadi bertemu dengan kakeknya Nabi pada Ka'ab bin Lu'ay. Nabi punya silsilah Bani Hasyim sampai Ka'ab bin Lu'ay, Umar dari jalur yang lain ketemu di Ka'ab bin Lu'ay. Setelah Ka'ab namanya 'Adi, makanya Umar disebut dari Bani 'Adi.​Adapun ayahnya tadi Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, dan pamannya ada yang terkenal namanya Zaid bin Al-Khattab, saudaranya Umar yang juga sahabat yang meninggal dalam Ma'rakatul Yamamah ketika berperang melawan Musailimah Al-Kadzdzab di zaman kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Zaid bin Khattab ini disebutkan dalam sejarah berdirinya Kerajaan Arab Saudi kuburannya dikultuskan oleh banyak orangdan banyak orang datang ke kuburan Zaid bin Khattab minta-minta ke situ. Makanya Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah ketikamenasihati mereka, beliau datang ke kuburan dan beliau berkata: "Allahu khairun min Zaid" (Allah lebih baik daripada Zaid). Artinya kalau minta, mintalah kepada Allah, jangan minta kepada sahabat Zaid bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Jadi ayahnya seorang Amirul Mukminin, yaitu orang mulia, omnya juga Zaid bin Khattab juga orang yang mulia.Kemudian ibunya Zainab bintu Maz'un dari Bani Jumah. Dan Zainab bintu Maz'un juga termasuk wanita masuk Islam di awal-awal, ibunya Hafshah. Dan Zainab bintu Maz'un ini punya saudara yang terkenal, 'Utsman bin Maz'un, seorang sahabat yang sangat mulia yang terkenal zuhud, yaitu pamannya Hafshah. Jadi Hafshah tinggal di keluarga yang sangat-sangat shalih.Di ketahui bahwa Hafshah punya adik namanya 'Abdullah bin Umar.​Hafshah radhiyallahu 'anha dilahirkan 5 tahun sebelum Al-Bi'tsah (kenabian).Nabi mengalami tiga masa:​Pertama masa Jahiliyah, sejak lahir Nabi sampai usia 40 tahun.​Masa kedua ketika Rasulullah berusia 40 tahun, Rasulullah diutus menjadi seorang nabi, maka disebut dengan masa kenabian. Dan itu berlangsung 13 tahun di Makkah.​Masa ketiga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam hijrah ke Madinah, maka disebut dengan tahun Hijriyah, sampai wafat tahun 11 Hijriyah (10 tahun di Madinah, wafat umur 63 tahun). Hafshah lahir 5 tahun sebelum kenabian. Berarti lahir di zaman Jahiliyah. Ketika itu umur Nabi 35 tahun. Jadi tahu jarak Nabi dengan Hafshah adalah 35 tahun.​Di tahun 5 tahun sebelum kenabian tersebut terjadi kejadian besar, yaitu kejadian di mana orang-orang Quraisy merenovasi Ka'bah karena Ka'bah rusak. Dan kisah yang masyhur dalam sirah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, di tahun itu juga disebutkan lahir Fatimah radhiyallahu 'anha. Jadi Hafshah ini seumuran dengan Fatimah, putri terakhir Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Hafshah tumbuh dalam keluarga yang penuh keimanan. Di usia belasan tahun, Hafshah menikah dengan seorang bernama Khunais bin Hudzafah As-Sahmi. Beliau adalah orang yang di awal-awal masuk Islam dan pernah berhijrah ke Habasyah. Umar bahagia lalu menikahkan putrinya dengannya. Khunais ini saudaranya 'Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi (seorang sahabat luar biasa yang pernah ditawan oleh Raja Romawi dan tetap teguh pada imannya).​Hafshah menikah dengan Khunais masih belasan tahun, dan ini adalah hal yang biasa pada zaman tersebut.Mereka berhijrah menuju kota Madinah, namun di Madinah suaminya meninggal dunia. Pendapat mayoritas ulama, Khunais bin Hudzafah meninggal setelah Perang Badar (tahun 2 Hijriyah) karena luka-luka yang dialaminya.​Setelah Hafshah selesai masa 'iddah-nya, ayahnya (Umar) mencarikan suami untuk Hafshah. Ini boleh dalam syariat, seorang ayah mencarikan suami untuk putrinya (sebagaimana kisah mertua Nabi Musa 'alaihis salam).​Umar menawarkan Hafshah pertama kali kepada 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu. Ketika itu 'Utsman baru saja ditinggal wafat oleh istrinya, Ruqayyah bintu Rasulillah.Umar menawarkan Hafshah (yang saat itu berusia 20 tahun), namun 'Utsman menjawab: "Saya lihat dulu kondisiku." Beberapa hari kemudian 'Utsman menolak secara halus dengan berkata: "Sepertinya aku belum pengin nikah hari-hari ini."​Kemudian Umar menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dan menawarkan Hafshah. Namun Abu Bakar hanya diam saja dan tidak memberi jawaban sama sekali. Umar berkata: "Aku lebih marah kepada Abu Bakar daripada kepada 'Utsman."​Setelah berlalu beberapa lama, ternyata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang melamar Hafshah! Maka Umar pun menikahkan Hafshah dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Saat itu umur Nabi 55 tahun dan Hafshah 20 tahun.​Setelah itu, Abu Bakar menemui Umar dan menjelaskan klarifikasinya:"Mungkin engkau marah kepadaku saat engkau menawarkan Hafshah lalu aku diam?"Umar menjawab: "Iya."Abu Bakar berkata: "Tidak ada yang menghalangiku untuk memberi jawaban kepadamu melainkan aku tahu bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah menyebut-nyebut nama Hafshah, dan aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah. Seandainya Rasulullah tidak jadi menikahi Hafshah, tentulah aku yang akan menikahinya."🪷 ​Gelar-Gelar Ibunda HafshahHafshah radhiyallahu 'anha diberi dua gelar mulia:​Qawwamah Sawwamah (wanita yang rajin shalat malam dan rajin berpuasa sunnah). Gelar ini disampaikan langsung oleh Malaikat Jibril 'alaihis salam.​Harisatul Qur'an (penjaga Al-Qur'an).​Hafshah juga termasuk wanita yang pandai membaca dan menulis sejak dulu, di mana beliau belajar dari seorang wanita bernama Asy-Syifa bintu 'Abdillah Al-Qurasyiyah.​Kisah Talak dan Rujuknya Nabi​Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah menceraikan Hafshah sekali. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi untuk merujuknya kembali. Malaikat Jibril datang kepada Nabi dan berkata:"Rujuklah kepada Hafshah, karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin berpuasa (sawwamah) dan rajin shalat malam (qawwamah), dan sesungguhnya dia adalah istrimu di surga."​Hikmah dari kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga rahasia rumah tangga dan tidak mengumbar aib pasangan.​Peran Hafshah dalam Menjaga Lembaran Al-Qur'an​Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, banyak penghafal Al-Qur'an yang gugur dalam Perang Yamamah. Atas usulan Umar bin Khattab, dikumpulkanlah lembaran-lembaran Al-Qur'an oleh Zaid bin Tsabit.Kumpulan mushaf/lembaran Al-Qur'an tersebut disimpan di rumah Abu Bakar, kemudian berpindah ke Umar bin Khattab, dan setelah Umar wafat, naskah Al-Qur'an tersebut dipercayakan untuk disimpan dan dijaga oleh Hafshah. Naskah inilah yang kemudian dipinjam pada masa Utsman bin 'Affan untuk disalin menjadi Mushaf Utsmani.​Wafatnya Ibunda Hafshah​Umar bin Khattab juga mempercayakan pengelolaan tanah wakafnya di Khaibar kepada Hafshah.Ibunda Hafshah radhiyallahu 'anha wafat pada tahun 41 Hijriyah / 45 Hijriyah. Beliau wafat pada usia 63 tahun (sama dengan umur wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam). Shalat jenazahnya dipimpin oleh Gubernur Madinah saat itu, Marwan bin Al-Hakam.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#25 Kisah Ibunda Hafsah binti Umar bin Khattab

Hafsah binti Umar bin Khattab - Ust. Firanda Andirja - 1. Siapa Hafsah?Nama: Hafsah binti Umar bin Khattab bin Nufail al-Qurasyi al-Adawi. Nama Hafsah artinya anak singa betina (sifat kuat kepribadian).Nasab: Ayah Amirul Mukminin Umar bin Khattab, Ibu Zainab binti Mazh'un (muslimah awal). Pamannya Zaid bin Khattab (syahid Yamamah) dan Utsman bin Mazh'un (sahabat yang sangat zuhud). Adik kandungnya Abdullah bin Umar.Lahir: 5 tahun sebelum kenabian (di zaman jahiliyah). Usia Nabi saat itu 35 tahun. Jarak usia Nabi dan Hafsah 35 tahun. Seumuran dengan Fatimah binti Muhammad.2. Bantahan Kisah Umar Mengubur Anak PerempuanKisah Umar tertawa bikin berhala dari tepung lalu dimakan, dan menangis karena mengubur anak perempuannya adalah tidak benar, tidak ada sanadnya.3. Dalil bantahannyaAnak pertama Umar adalah Hafsah, lahir di zaman jahiliyah dan hidup. Jika kebiasaan Umar membunuh anak perempuan, Hafsah sudah dibunuh.Kebiasaan mengubur anak perempuan tidak ada di Bani Adi (kabilah Umar) dari Quraisy.Umar sendiri yang meriwayatkan hadits Qais bin Ashim yang mengubur 8 putrinya. Umar tidak pernah cerita kalau dia juga pernah membunuh putrinya dan tidak membayar kafarah.4. Pernikahan PertamaMenikah di usia belasan tahun dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, sahabat mulia yang masuk Islam di awal dan pernah hijrah ke Habasyah. Saudaranya Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi adalah pahlawan iman yang menolak masuk Nasrani meski ditawari setengah bahkan seluruh kerajaan Romawi. Tidak dikaruniai anak.Hijrah ke Madinah bersama suami.Suami wafat setelah Perang Badar (pendapat mayoritas, tahun 2 H) karena luka perang. Ada pendapat lain setelah Perang Uhud tahun 3 H.5. Menjadi Janda & Dilamar RasulullahSetelah selesai iddah, Umar mencarikan suami untuk putrinya. Ini sunnah, boleh menawarkan putri/adik/ibu kepada lelaki saleh seperti calon mertua Nabi Musa menawarkan putrinya.Ditawarkan ke Utsman bin Affan: Saat itu Utsman baru ditinggal wafat istrinya Ruqayyah binti Rasulullah. Utsman menjawab: "Saya lihat dulu kondisiku" lalu beberapa hari kemudian berkata "Sepertinya saya belum ingin menikah." Menolak dengan halus. Sebagian ulama menilai Utsman berharap menikah dengan Ummu Kultsum.Ditawarkan ke Abu Bakar: Abu Bakar diam saja, tidak jawab iya atau tidak. Umar sangat marah, lebih marah ke Abu Bakar daripada ke Utsman.Ternyata Rasulullah yang melamar. Umar menikahkan Hafsah dengan Nabi usia Hafsah 20 tahun, Nabi 55 tahun.Hikmah diamnya Abu Bakar: Abu Bakar menjaga rahasia Nabi. Nabi sempat berdiskusi dengan Abu Bakar ingin menikahi Hafsah. Jika Abu Bakar jawab "iya" salah karena Nabi mau melamar, jika jawab "tidak" salah jika Nabi tidak jadi. Maka Abu Bakar bilang: "Jika Rasulullah tidak jadi menikahi Hafsah, saya akan menikahinya." Dan Rasulullah bersabda: "Allah akan menikahkan Utsman dengan yang lebih baik (Ummu Kultsum) dan Allah akan menikahkan Hafsah dengan yang lebih baik dari Utsman dan Abu Bakar (yaitu beliau sendiri)."6. Gelar & Keutamaan HafsahQawwamah Sawwamah: Gelar dari Jibril. Rajin shalat malam (qawwamah) dan rajin puasa sunnah (sawwamah).Harisatul Qur'an: Penjaga Al-Qur'an.Pandai menulis dan merukyah. Gurunya Syifa binti Abdillah al-Qurasyiyah diajarkan Nabi cara merukyah penyakit Namlah (luka di lambung seperti digigit semut). Nabi perintahkan Syifa untuk mengajarkan Hafsah cara merukyah dan menulis.7. Pernah Diceraikan Lalu DirujukNabi pernah menceraikan Hafsah satu kali. Tidak ada hadits shahih yang menjelaskan sebabnya. Ada ijtihad ulama karena Hafsah membocorkan rahasia Nabi kepada Aisyah (kisah di Surat At-Tahrim).Lalu Jibril turun memerintahkan rujuk:"Rujuklah Hafsah, karena dia sawammah qawwamah dan dia adalah istrimu di surga." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim - shahih)Pelajaran: Rahasia rumah tangga jangan disebar. Nabi menceraikan tanpa menjelaskan aib istrinya sama sekali. Ada suami istri cerai saling bongkar aib di medsos, ini bukan adab.8. Konflik Minta Tambahan NafkahSetelah banyak ghonimah, semua istri Nabi kompak minta tambahan uang belanja karena melihat istri sahabat lain dapat banyak. Nabi marah dan meninggalkan semua istri selama sebulan di masjid, tinggal di masyrubah (loteng). Heboh di Madinah dikira Nabi menceraikan semua istrinya.Turun ayat Takhyir (Al-Ahzab: 28-29): Nabi disuruh menyuruh istri memilih dunia atau Allah, Rasul, dan akhirat. Semua istri termasuk Hafsah memilih Allah dan Rasul. Sejak itu Allah haramkan Nabi menikah lagi meski ada wanita yang lebih cantik.9. Jasa Besar Menjaga MushafPerang Yamamah banyak penghafal Qur'an wafat. Umar usul ke Abu Bakar untuk mengumpulkan Qur'an.Zaid bin Tsabit mengumpulkan dari pelepah kurma, tulang, batu, dan hafalan.Lembaran-lembaran itu disimpan di Abu Bakar, lalu pindah ke Umar, lalu diamanahkan ke Hafsah karena ia pandai baca tulis dan amanah.Di zaman Utsman, mushaf resmi disusun dan lembaran asli diambil dari Hafsah lalu dikembalikan lagi kepadanya.Umar juga mewakafkan tanah subur di Khaibar (harta paling dicintainya) dan menjadikan Hafsah sebagai Nazhir (pengelola wakaf).10. Wasiat Umar kepada HafsahSaat heboh perceraian: "Jangan minta berlebihan kepada Nabi, jangan membantah Nabi, jangan memboikot Nabi (tidak diajak bicara), kalau butuh apa-apa minta ke ayahmu."Saat Umar ditikam dan akan wafat, Hafsah memujinya: "Wahai shahibus Rasul, wahai sihru Rasul (menantu Rasul), wahai Amirul Mukminin." Umar berwasiat: "Jangan meratap jika aku mati. Menangis wajar, tapi jangan meratap."11. WafatHidup rajin ibadah hingga akhir hayat, puasa terus menerus. Wafat ada yang mengatakan tahun 41 H dan ada yang mengatakan 45 H.Jika wafat 45 H, usianya: 5 tahun sebelum kenabian + 13 tahun fase Makkah + 45 H = 63 tahun, sama dengan usia Nabi.Disalatkan oleh Marwan bin Hakam, Gubernur Madinah saat itu.Pelajaran utama: Kesalehan keluarga menentukan, kesabaran dalam rumah tangga, menjaga rahasia, dan wanita salehah adalah yang qawwamah sawwamah.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 25-Kisah Ibunda Hafsah Binti Umar

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja., M.A‎Hafsah binti Umar adalah anak pertama dari Umar bin Khattab, wanita ke 4 yang dinikahi oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, setelah perang Badar. Hafs memiliki arti Singa Kecil/ Anak Singa yang menunjukkan kuatnya kepribadian‎‎Rasulullah memiliki 3 masa yaitu masa Jahiliyah dari lahir sampai umur 40 tahun, 40 tahun sampai 53 tahun masa Kenabian (13 tahun sebelum Hijrah), & masa Hijriah /setelah Rasulullah Hijrah ke Madinah pada usia 53 tahun sampai wafat. Adapun Hafsah lahir 5 tahun sebelum Kenabian pada saat Nabi Muhammad berusia 35 tahun dan di tahun itu juga lahir putri bungsunya Fatimah binti Muhammad, sehingga Hafsah dan Fatimah memiliki usia yang sama.‎‎Hafsah lahir dan hidup dalam keluarga orang-orang Shaleh, sehingga iapun tumbuh menjadi wanita Shalehah, pada usia 15 tahun ia menikah dengan Khunais bin Khuzafah As-Sahmih ia termasuk salah satu Sahabat yang awal-awal masuk Islam dan pernah Hijrah ke Habsyah, pulang dari Hijrah iapun melamar Hafsah binti Umar.‎Pernikahan tersebut tidak dikaruniai anak dan pendapat yang kuat mengatakan bahwa Suaminya meninggal Dunia setelah perang Badar. Ketika masa Idahnya selesai Umar bin Khattab mencarikan Suami buat putrinya Hafsah yang telah menjadi Janda.‎Dimana Umar menawarkan putrinya kepada Utsman bin Affan, tetapi karena Utsman baru saja kehilangan istrinya Ruqayyah sehingga ia belum berminat untuk menikah lagi, kemudian Umar bertemu Abu Bakar Ash Sidiq mengutarakan keinginan yang sama, namun Abu Bakar hanya diam tidak memberi jawaban. Sehingga Umar mengadukan hal demikian Kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau mengatakan ‎"Sesungguhnya Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Utsman dan Abu Bakar"‎Maksud dari ucapan beliau adalah orang itu adalah dirinya sendiri. Kemudian menikahlah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dengan Hafsah Binti Umar.‎‎Julukan yang ada pada diri Hafsah dan disebutkan oleh Malaikat Jibril;‎1. Wanita yang suka Shalat malam dan berpuasa Sunnah.‎Pernah suatu kejadian besar terjadi dimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ingin menceraikan Hafsah karena suatu perkara (terdapat perbedaan pendapat Ulama). Tetapi Allah menegur Rasulullah dikarenakan Hafsah termasuk wanita yang menjaga salat malam dan puasa Sunnah sehingga tidak pantas wanita Shalehah seperti ia diceraikan.‎‎2. Wanita Penjangga Al Qur'an. ‎Mengapa dijuluki demikian karena Hafsah merupakan wanita yang pandai menulis dan belajar meruqiyyah penyakit. Dari tulisan tersebutlah ia menjaga Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.Hafsah memiliki peran besar dalam sejarah Islam sebagai pemegang lembaran (mushaf) pertama Al-Qur'an yang dikumpulkan sejak masa Khalifah Abu Bakar dan ayahnya Umar bin Khattab.‎‎Pernah suatu ketika Hafsah membuat satu kesalahan yang pada umumnya dilakukan juga oleh istri-istri lainnya, yaitu menginginkan pembagian ghanimah/ tambahan Nafkah sebagaimana para Sahabat lainnya, tetapi Rasulullah lebih memilih Akhirat. Sehingga dengan sebab tersebut Rasulullah memboikot istri-istrinya dan turunlah Ayat;‎"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, 'Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, kemarilah agar kuberikan kepadamu mut'ah [pemberian] dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.' Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar." (Q.S. Al Ahzab: 28-29)‎‎Hal itu menjadi pelajaran bahwa sebagai istri haruslah sabar dengan keadaan Suami,  niscaya Allah akan memberikan yang lebih baik.Hafsah binti Umar wafat pada tahun 45 Hijriah (sekitar tahun 665 Masehi) pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, pada usia sekitar 60-63 tahun. Namun pendapat yang kuat bahwa usia wafatnya Hafsah sama dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.Wallahu'alam...

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 24 = KISAH MARYAM BINTU IMRAN

MARYAM BINTU IMRANUst. Dr. Firanda Andirja, Lc. M.Ag.1.       WANITA PILIHANAl Imran : 42"Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, 'Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).'2.       Sebaik – baik wanita di zamannyaHadist:"Sebaik-baik wanita pada masanya adalah Maryam binti 'Imran, dan sebaik-baik wanita pada masanya adalah Khadijah." (HR. Bukhari dan Muslim)4 wanita terbaik:-          Maryam bintu Imran-          Khadijah bintu Khawailid-          Asiyah istri Firaun-          Fatimah bintu MuhammadHadist:"Laki-laki yang sempurna jumlahnya banyak, dan tidak ada wanita yang sempurna kecuali Maryam binti 'Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keunggulan 'Aisyah atas semua wanita adalah seperti keunggulan tsarid (roti yang direndam kuah daging) atas segala jenis makanan yang lain."3.       Pemimpin wanita di surgaHadist:"Wanita-wanita terbaik dari penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti 'Imran, dan Asiyah binti Muzahim (istri Firaun)."4.       Ketika lahir tidak diganggu setan"Tidak ada seorang anak pun yang lahir melainkan ia akan disentuh/ditusuk oleh setan saat lahirnya, sehingga ia berteriak menangis karena sentuhan/tusukan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya (Isa)" (HR. Bukhari dan Muslim).   KISAHNYA1.       Menyendiri untuk beribadahQS. Maryam : 16"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur'an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis)."2.       Di datangi Jibril dalam bentuk manusia yang sangat tampan"Maka, ia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka. Lalu, Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya. Ia pun menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna." (QS. Maryam: 17)3.       Berlindung kepada AllahDia (Maryam) berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih darimu, jika engkau seorang yang bertakwa." (QS. Maryam: 18)Catatan:Semakin tidak berinteraksi dengan laki-laki semakin baik. Jangan buka celah sedikitpun.4.       Diberikan anak laki-lakiDia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan anugerah seorang anak laki-laki yang suci kepadamu.” (QS. Maryam:19)Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana (mungkin) aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada seorang (laki-laki) pun yang menyentuhku dan aku bukan seorang pelacur (atau pezina)?” (QS.Maryam : 20)5.        Sebagai rahmat AllahDia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran-Ku) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (QS. Maryam : 21)6.       Mengasingkan diri"Maka, dia (Maryam) mengandungnya, lalu mengasingkan diri bersamanya ke tempat yang jauh." (QS. Maryam: 22)7.       Melahirkan"Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, 'Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” (QS. Maryam:23)  8.       Pertolongan Allaha.       "Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, 'Janganlah engkau bersedih. Sungguh, Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.'"(QS. Maryam:24)b.      "Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu". (QS. Maryam : 25)c.       "Maka makan, minum, dan bersenanghatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.'" (QS. Maryam : 26)9.       Cacian kaumnyaa.       "Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, 'Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.'" (QS. Maryam: 27)b.      "Wahai saudara perempuan Harun (Maryam), ayahmu bukan seorang yang berperangai buruk dan ibumu bukan seorang perempuan pezina." (QS.Maryam : 28)10.   Jawaban Isaa.       "Maka Maryam menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, 'Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?'" (QS. Maryam : 29)b.      Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi. (QS. Maryam : 30)c.       "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. (QS. Maryam: 31)d.      "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." (QS. Maryam : 32)e.      “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam: 33)  

💬 0 komentar📅 22 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#24 — Kisah Maryam Binti Imran

Kisah Maryam binti Imran mengajarkan keteguhan hati yang luar biasa dalam menjaga kesucian diri dan menghadapi beratnya ujian hidup. Ketika fitnah dan prasangka buruk dari kaumnya datang menghantam akibat kehamilannya yang di luar kebiasaan, ia memilih untuk berserah diri secara total kepada Allah, hingga pertolongan-Nya hadir melalui mukjizat yang membersihkan namanya.Teladan mulia ini mengingatkan bahwa ketaatan, kesabaran, dan penjagaan diri yang ketat terhadap batasan agama akan selalu berbuah kemuliaan. Di balik setiap kesempitan dan badai ujian yang tampak mustahil untuk dilewati, Allah SWT senantiasa menyiapkan jalan keluar terbaik serta mengangkat derajat hamba-hamba-Nya yang istiqamah.

💬 0 komentar📅 22 Okt 2026Baca selengkapnya →