Kisah Ibunda Hafsah Bin UmarUstadz Dr. Firanda Andirja , M.ASejarah kehidupan Ummul Mukminin yaitu Hafshah bintu Umar ibn Al-Khattab radhiyallahu 'anhuma.Ummul Mukminin, wanita ketiga yang dinikahi oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, atau wanita yang keempat. Rasulullah menikahi Khadijah, kemudian Khadijah meninggal dunia, kemudian menikah dengan 'Aisyah radhiyallahu 'anha namun belum digauli, kemudian menikah dengan Saudah kemudian digauli. Setelah itu Rasulullah berhijrah, baru kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggauli 'Aisyah. Jadi ketika di Madinah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ada dua istri, yaitu Saudah dengan 'Aisyah radhiyallahu 'anhuma. Setelah Perang Badar, baru Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menikah dengan Hafshah radhiyallahu 'anha.Adapun Hafshah, disebutkan Hafshah dari hafs yang dalam bahasa Arab artinya shoghirul asad, yaitu singa kecil, anak singa. Hafs artinya anak singa.Pada zaman dahulu orang-orang Arab suka menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama hewan ditinjau dari sifat istimewa yang ada pada hewan-hewan tersebut. Seperti di antaranya ada yang dinamakan dengan Kilab. Kilab artinya anjing, tapi mereka mengisyaratkan tentang amanah, bahwasanya anjing itu amanah. Di antara mereka ada yang dipanggil dengan Himar, Himar adalah keledai untuk menggambarkan tentang kesabaran dalam bekerja.Dan di antaranya ada juga yang dinamakan dengan Fahad, Fahad artinya macan. Kemudian misalnya Ali dinamakan Haidarah, Haidarah artinya juga macan yang menunjukkan keberanian. Di antaranya hafs artinya anak singa yang menunjukkan kuatnya kepribadian. Dan Hafshah diambil dari kata hafs.Adapun nama lengkapnya yaitu Ummul Mukminin Hafshah bintu Amirul Mukminin Umar bin Khattab, yaitu putri dari Umar bin Al-Khattab bin Nufail bin 'Abdul 'Uzza bin Riyah bin 'Abdillah bin Qurth bin Razah bin 'Adi bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib Al-Qurasyi Al-'Adawi. Jadi Umar bin Al-Khattab kembali kepada Bani 'Adi, makanya Quraisy itu banyak, di antaranya Quraisy dari Bani 'Adi karena kakek mereka ada yang bernama 'Adi bin Ka'ab. Jadi bertemu dengan kakeknya Nabi pada Ka'ab bin Lu'ay. Nabi punya silsilah Bani Hasyim sampai Ka'ab bin Lu'ay, Umar dari jalur yang lain ketemu di Ka'ab bin Lu'ay. Setelah Ka'ab namanya 'Adi, makanya Umar disebut dari Bani 'Adi.Adapun ayahnya tadi Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, dan pamannya ada yang terkenal namanya Zaid bin Al-Khattab, saudaranya Umar yang juga sahabat yang meninggal dalam Ma'rakatul Yamamah ketika berperang melawan Musailimah Al-Kadzdzab di zaman kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Zaid bin Khattab ini disebutkan dalam sejarah berdirinya Kerajaan Arab Saudi kuburannya dikultuskan oleh banyak orangdan banyak orang datang ke kuburan Zaid bin Khattab minta-minta ke situ. Makanya Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah ketikamenasihati mereka, beliau datang ke kuburan dan beliau berkata: "Allahu khairun min Zaid" (Allah lebih baik daripada Zaid). Artinya kalau minta, mintalah kepada Allah, jangan minta kepada sahabat Zaid bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Jadi ayahnya seorang Amirul Mukminin, yaitu orang mulia, omnya juga Zaid bin Khattab juga orang yang mulia.Kemudian ibunya Zainab bintu Maz'un dari Bani Jumah. Dan Zainab bintu Maz'un juga termasuk wanita masuk Islam di awal-awal, ibunya Hafshah. Dan Zainab bintu Maz'un ini punya saudara yang terkenal, 'Utsman bin Maz'un, seorang sahabat yang sangat mulia yang terkenal zuhud, yaitu pamannya Hafshah. Jadi Hafshah tinggal di keluarga yang sangat-sangat shalih.Di ketahui bahwa Hafshah punya adik namanya 'Abdullah bin Umar.Hafshah radhiyallahu 'anha dilahirkan 5 tahun sebelum Al-Bi'tsah (kenabian).Nabi mengalami tiga masa:Pertama masa Jahiliyah, sejak lahir Nabi sampai usia 40 tahun.Masa kedua ketika Rasulullah berusia 40 tahun, Rasulullah diutus menjadi seorang nabi, maka disebut dengan masa kenabian. Dan itu berlangsung 13 tahun di Makkah.Masa ketiga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam hijrah ke Madinah, maka disebut dengan tahun Hijriyah, sampai wafat tahun 11 Hijriyah (10 tahun di Madinah, wafat umur 63 tahun). Hafshah lahir 5 tahun sebelum kenabian. Berarti lahir di zaman Jahiliyah. Ketika itu umur Nabi 35 tahun. Jadi tahu jarak Nabi dengan Hafshah adalah 35 tahun.Di tahun 5 tahun sebelum kenabian tersebut terjadi kejadian besar, yaitu kejadian di mana orang-orang Quraisy merenovasi Ka'bah karena Ka'bah rusak. Dan kisah yang masyhur dalam sirah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, di tahun itu juga disebutkan lahir Fatimah radhiyallahu 'anha. Jadi Hafshah ini seumuran dengan Fatimah, putri terakhir Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Hafshah tumbuh dalam keluarga yang penuh keimanan. Di usia belasan tahun, Hafshah menikah dengan seorang bernama Khunais bin Hudzafah As-Sahmi. Beliau adalah orang yang di awal-awal masuk Islam dan pernah berhijrah ke Habasyah. Umar bahagia lalu menikahkan putrinya dengannya. Khunais ini saudaranya 'Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi (seorang sahabat luar biasa yang pernah ditawan oleh Raja Romawi dan tetap teguh pada imannya).Hafshah menikah dengan Khunais masih belasan tahun, dan ini adalah hal yang biasa pada zaman tersebut.Mereka berhijrah menuju kota Madinah, namun di Madinah suaminya meninggal dunia. Pendapat mayoritas ulama, Khunais bin Hudzafah meninggal setelah Perang Badar (tahun 2 Hijriyah) karena luka-luka yang dialaminya.Setelah Hafshah selesai masa 'iddah-nya, ayahnya (Umar) mencarikan suami untuk Hafshah. Ini boleh dalam syariat, seorang ayah mencarikan suami untuk putrinya (sebagaimana kisah mertua Nabi Musa 'alaihis salam).Umar menawarkan Hafshah pertama kali kepada 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu. Ketika itu 'Utsman baru saja ditinggal wafat oleh istrinya, Ruqayyah bintu Rasulillah.Umar menawarkan Hafshah (yang saat itu berusia 20 tahun), namun 'Utsman menjawab: "Saya lihat dulu kondisiku." Beberapa hari kemudian 'Utsman menolak secara halus dengan berkata: "Sepertinya aku belum pengin nikah hari-hari ini."Kemudian Umar menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dan menawarkan Hafshah. Namun Abu Bakar hanya diam saja dan tidak memberi jawaban sama sekali. Umar berkata: "Aku lebih marah kepada Abu Bakar daripada kepada 'Utsman."Setelah berlalu beberapa lama, ternyata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang melamar Hafshah! Maka Umar pun menikahkan Hafshah dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Saat itu umur Nabi 55 tahun dan Hafshah 20 tahun.Setelah itu, Abu Bakar menemui Umar dan menjelaskan klarifikasinya:"Mungkin engkau marah kepadaku saat engkau menawarkan Hafshah lalu aku diam?"Umar menjawab: "Iya."Abu Bakar berkata: "Tidak ada yang menghalangiku untuk memberi jawaban kepadamu melainkan aku tahu bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah menyebut-nyebut nama Hafshah, dan aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah. Seandainya Rasulullah tidak jadi menikahi Hafshah, tentulah aku yang akan menikahinya."🪷 Gelar-Gelar Ibunda HafshahHafshah radhiyallahu 'anha diberi dua gelar mulia:Qawwamah Sawwamah (wanita yang rajin shalat malam dan rajin berpuasa sunnah). Gelar ini disampaikan langsung oleh Malaikat Jibril 'alaihis salam.Harisatul Qur'an (penjaga Al-Qur'an).Hafshah juga termasuk wanita yang pandai membaca dan menulis sejak dulu, di mana beliau belajar dari seorang wanita bernama Asy-Syifa bintu 'Abdillah Al-Qurasyiyah.Kisah Talak dan Rujuknya NabiRasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah menceraikan Hafshah sekali. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi untuk merujuknya kembali. Malaikat Jibril datang kepada Nabi dan berkata:"Rujuklah kepada Hafshah, karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin berpuasa (sawwamah) dan rajin shalat malam (qawwamah), dan sesungguhnya dia adalah istrimu di surga."Hikmah dari kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga rahasia rumah tangga dan tidak mengumbar aib pasangan.Peran Hafshah dalam Menjaga Lembaran Al-Qur'anPada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, banyak penghafal Al-Qur'an yang gugur dalam Perang Yamamah. Atas usulan Umar bin Khattab, dikumpulkanlah lembaran-lembaran Al-Qur'an oleh Zaid bin Tsabit.Kumpulan mushaf/lembaran Al-Qur'an tersebut disimpan di rumah Abu Bakar, kemudian berpindah ke Umar bin Khattab, dan setelah Umar wafat, naskah Al-Qur'an tersebut dipercayakan untuk disimpan dan dijaga oleh Hafshah. Naskah inilah yang kemudian dipinjam pada masa Utsman bin 'Affan untuk disalin menjadi Mushaf Utsmani.Wafatnya Ibunda HafshahUmar bin Khattab juga mempercayakan pengelolaan tanah wakafnya di Khaibar kepada Hafshah.Ibunda Hafshah radhiyallahu 'anha wafat pada tahun 41 Hijriyah / 45 Hijriyah. Beliau wafat pada usia 63 tahun (sama dengan umur wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam). Shalat jenazahnya dipimpin oleh Gubernur Madinah saat itu, Marwan bin Al-Hakam.