👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab

Makna Nama ZainabNama Zainab merujuk pada sejenis tanaman atau pohon yang memiliki aroma wangi dan indah, sehingga menjadi nama yang sangat digemari di kalangan masyarakat Arab pada zaman Nabi.Zainab binti Khuzaimah (Ummul Masakin)Nasab dan Kekerabatan:Berasal dari kabilah Al-Hilaliyyah. Ibunya bernama Hindun binti Auf, yang juga melahirkan tokoh-tokoh wanita terkemuka seperti Maimunah bintul Harits (Ummul Mukminin), Asma binti Umais, Salma binti Umais, dan Ummul Fadhl (istri Abbas bin Abdul Muthalib).Gelar Ummul Masakin:Mendapat gelar "Ibundanya Kaum Miskin" karena kedermawanannya yang luar biasa, kesungguhannya dalam mengasuh anak yatim, dan kepeduliannya membantu para janda serta orang yang kesusahan sejak zaman jahiliah hingga masa Islam.Kisah Suami Terdahulu:Pendapat terkuat menyebutkan suaminya sebelum Nabi adalah Abdullah bin Jahsy (saudara kandung Zainab binti Jahsy).Abdullah gugur syahid di Perang Uhud setelah sebelumnya memanjatkan doa yang dikabulkan agar jasadnya syahid dalam keadaan hidung dan telinganya terpotong demi Allah.Pernikahan dengan Nabi ﷺ dan Keistimewaan:Dinikahi Rasulullah ﷺ sebagai bentuk perlindungan dan pemuliaan terhadap janda pejuang.Masa hidupnya bersama Nabi sangat singkat (berkisar antara dua hingga delapan bulan).Tidak pernah terdengar catatan rasa cemburu terhadap istri-istri Nabi yang lain karena seluruh waktunya dihabiskan untuk beribadah dan kegiatan sosial mengurus kaum miskin.Merupakan satu-satunya istri yang disalatkan jenazahnya oleh Rasulullah ﷺ, mengingat istri lainnya wafat setelah Nabi wafat (kecuali Khadijah yang wafat di Makkah sebelum turunnya syariat shalat jenazah).Zainab binti Jahsy (Al-Asadiyyah)Kedudukan Nasab:Merupakan sepupu kandung Rasulullah ﷺ; ibunya adalah Umaimah binti Abdul Muthalib (bibi Nabi ﷺ).Pernikahan Pertama dengan Zaid bin Haritsah:Zaid adalah mantan budak yang sempat dijadikan anak angkat oleh Nabi ﷺ (dulu dipanggil Zaid bin Muhammad).Kendati berasal dari kalangan bangsawan Quraisy, Zainab dan keluarganya tetap patuh menaati perintah Allah dan Rasul-Nya untuk menikahi Zaid. Ini menjadi dalil bahwa kafa'ah (kesetaraan) utama dalam pernikahan terletak pada agama dan ketakwaan, bukan semata nasab.Tujuan Syariat di Balik Pernikahan dengan Nabi ﷺ:Setelah sekitar setahun berumah tangga, pernikahan Zaid dan Zainab tidak berlanjut hingga terjadi perceraian.Allah memerintahkan Nabi ﷺ menikahi mantan istri Zaid untuk membatalkan tradisi jahiliah tentang anak angkat, menegaskan bahwa status anak angkat tidak sama dengan anak kandung, sehingga halal bagi bapak angkat menikahi mantan istri dari anak angkatnya.Pernikahan Langsung Ditentukan oleh Allah:Ketika menerima kabar lamaran Nabi melalui perantaraan Zaid, Zainab tidak tergesa-gesa melainkan beristikharah kepada Allah.Turun firman Allah di dalam Al-Qur'an (Surat Al-Ahzab) yang langsung menikahkannya tanpa wali manusia,sehingga Zainab kerap membanggakan keistimewaan ini di hadapan istri-istri Nabi yang lain: "Kalian dinikahkan oleh wali-wali kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang tujuh."Kedermawanan dan Gelar Tangan Panjang:Nabi ﷺ pernah bersabda bahwa istri yang paling cepat menyusul wafat adalah yang paling panjang tangannya.Para istri sempat mengukur fisik tangan mereka, namun makna sebenarnya adalah yang paling giat bersedekah dan berinfak. Zainab binti Jahsy terbukti menjadi istri Nabi yang paling pertama wafat menyusul beliau.Keluhuran Akhlak dan Menjaga Diri dari Menjatuhkan Madu:Saat fitnah besar (Haditsul Ifk) menimpa Aisyah radhiallahu 'anha, saudarinya (Hamnah) sempat terprovokasi. Namun, Zainab binti Jahsy tetap menahan diri dan bersaksi secara jujur di hadapan Nabi bahwa ia menjaga pendengaran dan penglihatannya serta hanya mengetahui kebaikan dari Aisyah.Hikmah UtamaMengalihkan fokus pada ibadah dan kegiatan sosial dapat menghindarkan diri dari sifat cemburu yang berlebihan,dengki, dan kebiasaan membuang waktu.Tunduk dan pasrah kepada syariat serta ketetapan Allah pada akhirnya akan selalu mendatangkan kebaikan dan hikmah yang jauh lebih besar.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 26-Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab

Zainab maknanya adalah tumbuhan yang aromanya wangi. oleh sebab banyak di arab wanita yang bernama Zainab.istri nabi SAW yang bernama Zainab ada 2. Zainab binti Khuzaimah dinikahi pada tahun 3 Hijriyah, Zainab binti Zahshy dinikahi sekitar tahun 5 Hijriyah.Zainab binti Khuzaimah (dikenal juga Zainab bintu khuzaimah al hilaliyah). Ibunya bernama Hin bintu 'Auf. Saudari Zainab juga ada yang menjadi istri Nabi SAW Maemunah bintu Harist. Selain itu Zainab binti Khuzaimah juga banyak memiliki saudari-saudari yang terkenal dikalangan kaum muslimin. gelar Zainab binti Khuzaimah adalah ummul masakin (ibunya orang-orang miskin) karena beliau memiliki perhatian besar terhadap orang-orang miskin. Ada beberapa khilaf dikalangan ulama tentang suami terdahulu dari Zainab bin Khuzaimah. diantaranya :Tufail bin Harist, Ubaidah bin Harist, Abdullah bin Zahshy. Pendapat yang lebih kuat adalah Abdullah bin Zahshy yang meninggal ketika perang uhud. Akhirnya Zainab binti Khuzaimah dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah istri kelima Rasulullah SAW. Para ulama berpendapat bahwa Zainab binti Khuzaimah hidupnya berumah tangga bersama Rasulullah tidak lama (ada yang berpendapat 3 bulan, ada pula yang berpendapat 8 bulan). Satu-satunya istri yang ketika meninggal, dishalatkan oleh Rasulullah (ketika Khadijah meninggal, belum ada syriat tentang shalat jenazah).Zainab bintu Zahshy adalah sepupu/putri dari tantenya Nabi SAW (Umaimah bintu Abdil Muthalib). Zainab Lahir kurang lebih 32 sebelum hijriyah hingga 20 hijriyah. usianya sekitar 52 tahun. Istri Nabi SAW yang pertama wafat setelah wafatnya Nabi SAW. Rasulullah pernah mengatakan bahwa yang meninggal setelahku adalah yang paling panjang tangannya. maksudnya disini adalah siapa yang banyak berinfak dan bersedekah. keistimewaan Zainab bintu Zahshy yang lain adalah ketika Aisyah dituduh berzinah. Diantara yang terprofokasi adalah hamnah binti Zahshy (saudara dari Zainab binti Zahshy). Namun ketika Rasulullah meminta pendapat tentang Aisyah tersebut, Zainab berkata "ya Rasulullah aku menjaga penglihatan dan pendengaranku, aku tidak ingin lihat macam-macam. aku tidak mengetahui dari dia (Aisyah) kecuali kebaikan" . Kisah menikahnya Zainab bintu Zahshy dengan Rasulullah adalah dimulai dari Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah) yang ditangkap sebagai tawanan. Pada saat itu namanya disebut-sebut dengan Zaid bin Muhammad. Rasulullah menikahkan Zaid dengan Zainab binti Zahshy. Pada saat itu adalah situasi yang aneh karena Zaid merupakan budak yang dimerdekakan sedangkan Zainab berasal dari keluarga terpandang (hebat nasabnya). Setelah 1 tahun menikah, Zaid dan Zainab bercerai. Setelah itu Zainab menikah dengan Rasulullah. Ini merupakan cara Allah untuk menegaskan bahwa Zaid bukan putra dari Rasulullah (anak angkat) dan menghapus tradisi bahwa "bekas" istri anak angkat boleh dinikahi oleh ayah angkatnya (Rasulullah). Sedangkan Istri dari anak kandung, akan menjadi mahram selamanya dengan ayahnya. Kemudian Zaid datang kepada Zainab, karena diperintahkan oleh Rasulullah untuk melamar Zainab. Setelah Zaid menyampaikan lamaran Rasulullah, Zainab shalat istikharah dan turunlah ayat yang berisi bahwa Allah yang menikahkan Rasulullah dan Zainab. Rasulullah dan Zainab bintu Zahshy dinikahkan langsung oleh Allah SWT.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.

Arti Nama ZainabSecara bahasa, Zainab merujuk pada jenis tumbuhan yang memiliki aroma wangi dan tampilan indah. Nama ini sangat disukai dan populer di kalangan masyarakat Arab pada zaman Nabi SAW.1. Zainab binti Khuzaimah RA (Ummul Masakin)Nasab & Pernikahan:Berasal dari kabilah Hilaliyah (Zainab binti Khuzaimah al-Hilaliyah).Memiliki saudara-saudari dari ibu yang sama (Hind binti 'Auf), di antaranya Maimunah binti al-Harith (istri Nabi SAW), Asma binti 'Umais, Salma binti 'Umais, dan Ummul Fadhl.Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, beliau merupakan istri dari Abdullah bin Jahsy RA, seorang sahabat mulia yang gugur secara Syahid pada Perang Uhud dengan kondisi tubuh dan hidung/telinga terpotong sesuai dengan doanya sebelum perang.Dinikahi oleh Nabi SAW pada tahun 3 Hijriah sebagai istri kelima, di mana salah satu hikmah pernikahan Rasulullah SAW dengannya adalah untuk memuliakan dan menenangkan kehidupannya setelah ditinggal suaminya.Keistimewaan & Sifat:Ummul Masakin (Ibunda Orang-orang Miskin): Gelar ini disandangkan kepadanya karena kedermawanannya yang sangat luar biasa dalam mengurus para janda, anak-anak yatim, dan kaum dhuafa sejak masa Jahiliyah hingga Islam.Bebas dari Kecemburuan: Tidak pernah diriwayatkan timbul rasa cemburu terhadap istri-istri Nabi lainnya karena seluruh waktunya dihabiskan untuk beribadah dan kegiatan sosial.Satu-satunya Istri yang Disalatkan Nabi: Dari seluruh istri Nabi SAW, hanya dua orang yang meninggal saat Nabi masih hidup, yaitu Khadijah RA dan Zainab binti Khuzaimah RA. Karena syariat salat jenazah belum turun saat Khadijah wafat, maka Zainab binti Khuzaimah menjadi satu-satunya istri yang jenazahnya disalatkan langsung oleh Rasulullah SAW.Umur pernikahan dengan Rasulullah SAW tergolong singkat (sekitar 2 hingga 8 bulan) sebelum beliau wafat di usia muda (sekitar 30-an tahun).2. Zainab binti Jahsy RANasab & Hubungan Kekeluargaan:Merupakan sepupu kandung Rasulullah SAW. Ibunya, Umaimah binti Abdul Muthalib, adalah bibi dari Nabi SAW.Berasal dari nasab Quraisy yang terpandang dan mulia.Pernikahan Pertama & Penghapusan Tradisi Adopsi:Awalnya, Rasulullah SAW melamarnya untuk dinikahkan dengan anak angkat beliau, Zaid bin Haritsah RA (seorang mantan budak).Meskipun sempat ragu karena perbedaan strata sosial, Zainab dan keluarganya menerima pernikahan tersebut setelah turunnya QS. Al-Ahzab ayat 36 yang memerintahkan orang beriman untuk patuh pada keputusan Allah dan Rasul-Nya.Pernikahan tersebut tidak berjalan harmonis dan berakhir dengan perceraian setelah sekitar satu tahun.Atas perintah Allah SWT (sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Ahzab ayat 37), Rasulullah SAW kemudian menikahi Zainab binti Jahsy untuk mematahkan tradisi khurafat Arab Jahiliyah yang menganggap anak angkat sama dengan anak kandung, sehingga bekas istri anak angkat halal dinikahi.Keistimewaan & Sifat:Dinikahkan Langsung oleh Allah: Beliau dibanggakan di hadapan istri-istri Nabi lainnya karena pernikahannya ditetapkan langsung oleh Allah SWT dari atas langit ketujuh tanpa perlu wali manusia.Paling Panjang Tangannya (Dermawan): Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa istri yang paling pertama menyusul beliau wafat adalah yang paling panjang tangannya (paling banyak bersedekah). Zainab binti Jahsy adalah istri pertama yang wafat setelah wafatnya Nabi SAW (pada tahun 20 H di usia sekitar 52-53 tahun).Kedudukan Tinggi & Menjaga Lisan: Menurut Aisyah RA, Zainab adalah satu-satunya istri yang menyaingi kedudukannya dalam hal kecintaan Nabi SAW. Saat timbul fitnah besar (Haditsatul Ifki) terhadap Aisyah RA, Zainab tetap bersikap adil, menjaga penglihatan dan pendengarannya, serta menegaskan hanya mengetahui kebaikan dari Aisyah.Pelajaran & Hikmah UtamaKesetaraan dalam Islam: Kriteria utama dalam pernikahan adalah agama dan ketakwaan, bukan semata-mata nasab atau strata ekonomi.Hikmah Ketaatan: Mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya selalu membawa kebaikan pada akhirnya, meskipun diawali dengan hal yang terasa berat.Fokus pada Amal Saleh: Mengisi waktu muda maupun tua dengan ibadah, kedermawanan, dan kegiatan sosial jauh lebih berharga daripada menghabiskan waktu pada hal-hal yang tidak bermanfaat.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya25 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Dua Istri nabi Zainab dan Zainab

Materi 26Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.ADua Istri nabi Zainab dan ZainabKisah dua wanita mulia dari Ummahatul Mukminin, yaitu istri-istri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang keduanya bernama Zainab.Zainab maknanya berasal dari makna tumbuhan yang aromanya wangi. Zainab dijadikan nama wanita, dan di zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam banyak wanita yang namanya Zainab.Nabi mempunyai dua istrinya bernama Zainab, yaitu Zainab binti Khuzaimah radhiallahu taala anha dan Zainab bintu Jahsyin.Demikian juga Abdullah bin Mas'ud, istrinya juga namanya Zainab. Sampai ketika istrinya Abdullah bin Mas'ud ingin bertanya kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka dikabarkan kepada Nabi: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Zainab ingin bertemu anda." Kata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam: "Ayyu az-Zananib? Zainab yang mana?" Karena banyak orang namanya Zainab. Jadi nama yang disukai oleh orang-orang karena maknanya indah adalah tumbuhan yang aromanya wangi.Adapun Zainab binti Khuzaimah dinikahi oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada tahun 3 Hijriah, dan Zainab bintu Jahsyin dinikahi sekitar tahun 5 Hijriah. 🪷 Zainab binti Khuzaimah radhiallahu 'anhaZainab binti Khuzaimah radhiallahu taala anha dikenal dengan Zainab binti Khuzaimah Al-Hilaliyah. Al-Hilaliyah karena nasabnya kembali kepada Khuzaimah bin Al-Harits bin Abdillah bin Amr bin Abdi Manaf. Maka dikenal dengan Zainab binti Khuzaimah, Khuzaimah itu nama ayahnya. Al-Hilaliyah bertemu dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam di Mudar, jadi bertemu dengan nasab Nabi agak jauh yaitu di Mudar.Saudara-saudara seibu Zainab binti Khuzaimah, dari ibu namanya Hind bintu Auf, di antaranya:Maimunah bintul Harits (istri Nabi yang lain, ternyata saudara seibu dari Zainab binti Khuzaimah, tapi Rasulullah menikahi Maimunah setelah wafatnya Zainab).Asma binti Umais (terkenal pernah menjadi istri Ja'far bin Abi Thalib, ketika Ja'far meninggal dinikahi Abu Bakar, ketika Abu Bakar meninggal dinikahi Ali bin Abi Thalib).Salma binti Umais (istrinya Hamzah bin Abdul Muthalib).Ummul Fadhl Lubabah Al-Kubra bintul Harits (istrinya Al-Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi).Lubabah As-Sughra bintul Harits (ibunya Khalid bin Walid, istrinya Al-Walid bin Al-Mughirah).Jadi Zainab binti Khuzaimah ini punya saudari-saudari orang-orang hebat di kalangan kaum muslimin.Zainab binti Khuzaimah dikenal dengan gelarnya Ummul Masakin (ibundanya orang-orang miskin). Karena beliau punya perhatian untuk membantu janda-janda dan anak-anak yatim. Hidupnya disibukkan dengan membantu orang-orang miskin. Bahkan dikatakan gelar tersebut sudah dikenal sejak zaman jahiliyah dan itu terbawa setelah masuk Islam, apalagi setelah menjadi istri Nabi.Para ulama berselisih tentang suami beliau sebelum dinikahi oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.Ada yang mengatakan pertama menikah dengan Thufail bin Al-Harits bin Al-Muthallib, kemudian dicerai.Setelah itu ada yang mengatakan menikah dengan Ubaidah bin Al-Harits bin Abdul Muthalib yang wafat ketika Perang Badar.Pendapat lain yang lebih kuat mengatakan suaminya sebelum dinikahi Nabi adalah Abdullah bin Jahsyin yang wafat dalam Perang Uhud.Diceritakan ketika Perang Uhud, berkumpullah Abdullah bin Jahsyin dengan Sa'ad bin Abi Waqqas. Mereka berdua berdoa kepada Allah.Sa'ad berdoa: "Ya Allah, jika aku bertemu musuh esok hari, mudahkanlah aku bertemu musuh yang sangat keras kemarahannya/hantamannya. Aku ingin bertarung dan mengalahkannya, lalu membunuhnya dan mengambil hartanya." Abdullah bin Jahsyin mengaminkan.Kemudian Abdullah bin Jahsyin berdoa: "Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku besok seorang musuh yang sangat keras kemarahannya. Aku berperang melawannya karena Engkau, lalu biarkanlah aku mati di tangannya. Kalau dia sudah membunuhku, biarkan dia memotong hidungku dan telingaku. Nanti pada hari kiamat ketika dibangkitkan di hadapan-Mu, Engkau akan bertanya: 'Wahai Abdullah, kenapa dipotong telingamu dan hidungmu?' Aku akan menjawab: 'Aku dipotong telinga dan hidungku karena berjuang di jalan-Mu dan jalan Rasul-Mu.'"Sa'ad bin Abi Waqqas mengomentari bahwa doa Abdullah bin Jahsyin lebih bagus. Di akhir sore setelah Perang Uhud, Sa'ad melihat hidung dan telinga Abdullah bin Jahsyin terpotong dan digantung di tali. Doanya dikabulkan Allah, dan sejak itu beliau dikenal dengan Al-Mujadda' (orang yang dipotong-potong anggota tubuhnya).Setelah suaminya gugur syahid, Zainab binti Khuzaimah menjanda. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menikahi beliau. Kebanyakan wanita yang dinikahi Nabi adalah para janda untuk menghibur mereka dan menghilangkan kesedihan hidup mereka (seperti Hafsah, Ummu Salamah, Ummu Habibah), serta untuk mempererat hubungan kekeluargaan atau maslahat dakwah. Tidak benar tuduhan orientalis yang menyebut Nabi hanya mengikuti hawa nafsu.Zainab binti Khuzaimah menjadi Ummu Al-Mukminin. Beliau adalah istri ke-5 Nabi. Namun beliau tidak hidup lama bersama Nabi. Para ulama berselisih: ada yang mengatakan hanya 2-3 bulan, dan pendapat yang paling panjang mengatakan sekitar 8 bulan saja berumah tangga dengan Nabi sebelum beliau meninggal dunia pada tahun 4 Hijriah di usia 30-an tahun.Tidak ada riwayat tentang kisah kecemburuan dari Zainab binti Khuzaimah kepada istri-istri Nabi yang lain karena beliau sibuk beribadah, sibuk mengurus anak yatim dan janda-janda.🪷 Keistimewaan Zainab binti KhuzaimahDialah satu-satunya istri Nabi yang dishalatkan jenazahnya oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebab, istri Nabi yang wafat saat Nabi masih hidup hanya dua: Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah. Khadijah wafat di Makkah sebelum ada syariat shalat jenazah, sedangkan Zainab binti Khuzaimah wafat di Madinah setelah ada syariat shalat jenazah.🪷 Zainab bintu Jahsyin radhiallahu 'anhaZainab bintu Jahsyin adalah putri dari bibi (tante) Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ibunya bernama Umaimah bintu Abdul Muthalib. Jadi Zainab bintu Jahsyin adalah sepupu langsung Nabi. Ayahnya bernama Jahsy bin Ribab, sehingga beliau juga dipanggil Zainab Al-Asadiyah.Beliau lahir kurang lebih 32 tahun sebelum Hijrah dan wafat sekitar tahun 20 Hijriah pada usia 52 tahun. Beliau adalah istri Nabi pertama yang wafat setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.🪷 Keistimewaan Zainab bintu JahsyinRasulullah pernah bersabda kepada istri-istrinya: "Yang paling cepat menyusulku (meninggal) di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya." Para istri mengukur panjang tangan secara fisik dan tangan Saudah paling panjang. Namun ternyata Zainab yang meninggal paling awal setelah Nabi. Barulah mereka paham kiasan "paling panjang tangan" maknanya adalah yang paling banyak berinfak/bersedekah.Ketika terjadi Haditsatul Ifki (berita bohong fitnah terhadap Aisyah), hamnah bintu Jahsyin (saudari Zainab) terprovokasi ikut memfitnah Aisyah karena membela saudarinya. Namun Zainab bintu Jahsyin sendiri justru membela Aisyah. Saat Nabi meminta pendapat Zainab tentang Aisyah, Zainab berkata: "Ya Rasulullah, aku menjaga pendengaranku dan penglihatanku. Demi Allah, aku tidak mengetahui dari Aisyah kecuali kebaikan."Aisyah mengakui kedudukan Zainab dengan berkata bahwa Zainab adalah satu-satunya wanita yang menyainginya dalam kedudukan di sisi Rasulullah.Perikahan Zainab bintu Jahsyin dengan Zaid bin Haritsah & Pembatalan Tradisi Anak AngkatNabi memiliki anak angkat bernama Zaid bin Haritsah (bekas budak yang dimerdekakan dan diangkat anak oleh Nabi sehingga sempat dipanggil Zaid bin Muhammad).Nabi melamar Zainab bintu Jahsyin untuk dinikahkan dengan Zaid bin Haritsah. Ini hal yang berat bagi keluarga Zainab karena strata sosial saat itu (seorang wanita Quraisy bangsawan menikah dengan bekas budak). Namun Allah menurunkan Al-Ahzab ayat 36 bahwa tidak patut bagi mukmin/mukminah memiliki pilihan lain jika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan. Zainab dan keluarganya pun taat dan menerima pernikahan tersebut. Ini membuktikan bahwa kafa'ah (kesetaraan) yang paling utama dalam Islam adalah agama, bukan nasab.Rumah tangga Zaid dan Zainab tidak harmonis dan bertahan sekitar 1 tahun. Zaid sering mengadu kepada Nabi ingin menceraikannya. Allah telah memberitahu Nabi bahwa Zaid akan menceraikan Zainab dan Nabi kelak akan menikahi Zainab untuk menghapus tradisi jahiliyah anak angkat (bahwa bekas istri anak angkat tidak sama dengan bekas istri anak kandung/tetap boleh dinikahi).Nabi sempat sungkan dan menyuruh Zaid bersabar ("Tahanlah istrimu"), namun Allah menegur Nabi dalam Al-Ahzab ayat 37 agar tidak takut pada cemoohan manusia.❤️ Pernikahan Langsung dari LangitSetelah Zaid menceraikan Zainab dan masa 'iddah-nya selesai, Allah memerintahkan Nabi menikahi Zainab. Nabi mengutus Zaid sendiri untuk menyampaikan lamaran Nabi kepada Zainab.Zainab tidak langsung menerima melainkan shalat istikharah terlebih dahulu. Lalu Allah menurunkan ayat ("Kami nikahkan engkau dengan dia" - QS. Al-Ahzab: 37). Allah sendiri yang menikahkan Zainab dengan Nabi tanpa perantara wali manusia. Zainab bangga di hadapan istri Nabi lainnya dan berkata: "Kalian dinikahkan oleh wali-wali kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang tujuh."Karena peristiwa ini pula nama Zaid menjadi satu-satunya nama sahabat Nabi yang disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an.❤️ Turunnya Ayat HijabSaat walimah pernikahan Nabi dengan Zainab, Nabi menyajikan makanan roti dan daging. Setelah selesai makan, ada beberapa tamu yang bertahan lama mengobrol di dalam rumah. Nabi merasa malu untuk menegur langsung, sehingga Nabi keluar-masuk rumah mengunjungi rumah istri-istri yang lain. Ketika tamu-tamu tersebut akhirnya pulang dan Nabi masuk ke rumah Zainab, tirai diturunkan dan turunlah ayat tentang syariat hijab dan adab bertamu di rumah Nabi.🌸 Kesimpulan & Hikmah dari Zainab binti KhuzaimahDikenal sebagai Ummul Masakin karena kedermawanannya pada anak yatim dan janda-janda.Tidak memiliki rasa cemburu berlebihan karena menyibukkan waktunya dengan ibadah dan kegiatan sosial (bukan sibuk media sosial).Satu-satunya istri yang dishalatkan jenazahnya oleh Rasulullah.🌸 Dari Zainab bintu JahsyinKetaatan luar biasa kepada Allah dan Rasul-Nya meskipun diawal harus menjalankan takdir yang tidak sesuai keinginan fisiknya.Selalu bersandar kepada Allah (melakukan istikharah).Dinikahkan langsung oleh Allah dari atas langit ketujuh.Paling dermawan dan rajin bersedekah sehingga menjadi istri pertama yang menyusul wafatnya Nabi.Jujur dan tidak menzalimi madunya (Aisyah).

💬 0 komentar📅 25 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
E

Eka Yuliani,SE

📍 Kota Surakarta

25. Kisah ibunda Hafsyah binti Umar

Kisah ibunda Hafsyah binti Umar1. Nasab dan KarakteristikNama & Kelahiran: Beliau adalah Hafshah binti Umar bin Al-Khattab. Ibunya bernama Zainab binti Mazh'un. Hafshah lahir pada tahun ketika kaum Quraisy sedang merenovasi Ka'bah (sekitar 5 tahun sebelum masa kenabian).Kepribadian: Memiliki kepribadian yang tegas dan kuat, mirip dengan ayahnya, Umar bin Khattab.Keutamaan Utama: Beliau termasuk segelintir wanita pada zaman tersebut yang mahir membaca dan menulis. Selain itu, beliau dikenal sebagai wanita sawwamah (rajin berpuasa) dan qawwamah (rajin shalat malam).2. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺMenjadi Janda: Suami pertama Hafshah adalah Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, seorang sahabat yang ikut berhijrah dan gugur akibat luka pasca Perang Badar. Hafshah pun menjanda pada usia yang masih sangat muda (sekitar 20 tahun).Kesedihan Umar: Umar bin Khattab merasa sedih melihat putrinya menjanda. Ia lalu menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Utsman bin Affan, namun keduanya menolak secara halus. Hal ini sempat membuat Umar kecewa.Pernikahan Mulia: Kekecewaan Umar terobati ketika Rasulullah ﷺ sendiri yang datang melamar Hafshah. Pernikahan ini berlangsung pada bulan Sya'ban tahun ke-3 Hijriah. Ustadz Firanda menjelaskan bahwa di antara hikmah poligami Nabi adalah alasan sosial dan dakwah—dalam hal ini untuk memuliakan sahabat karibnya, Umar bin Khattab.3. Peristiwa Talak dan Rujuknya Rasulullah ﷺDalam kajiannya, Ustadz Firanda menyebutkan salah satu peristiwa penting dalam rumah tangga Hafshah, yaitu ketika Nabi ﷺ sempat menjatuhkan talak satu kepadanya.Penyebab: Terjadi kecemburuan di antara istri-istri Nabi serta adanya rahasia rumah tangga yang tidak sengaja tersebar.Perintah Langsung dari Langit: Allah SWT kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk memerintahkan Rasulullah ﷺ agar merujuk kembali (ruju') Hafshah. Jibril berkata kepada Nabi ﷺ:4. Peran Agung: Sang Penjaga Mushaf Al-Qur'anPeran paling bersejarah dari Ibunda Hafshah adalah posisinya sebagai pemegang dan penjaga lembaran asli Al-Qur'an (mushaf pertama). setelah dikumpulkan pada masa Khalifah Abu Bakar dan disimpan oleh Umar bin Khattab, mushaf tersebut diamanahkan kepada Hafshah. Dari mushaf yang dijaga di rumah Hafshah inilah Khalifah Utsman bin Affan kemudian meminjamnya untuk disalin menjadi standar Mushaf Utsmani yang kita baca hingga hari ini.5. Wafatnya BeliauIbunda Hafshah binti Umar wafat pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan (sekitar tahun 45 Hijriah) dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah. Beliau meninggalkan warisan ilmu berupa 60 hadits yang diriwayatkannya dari Rasulullah Saw.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Hafsah bintu Umar

👤Ustadz Firanda AndirjaNasab dan Makna Nama HafshahHafshah binti Umar radhiyallahu 'anha adalah putri dari Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu.Nama Hafshah memiliki makna anak singa.Jarak usia antara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Hafshah radhiyallahu 'anha adalah sekitar 35 tahun.Pernikahan Hafshah Sebelum Menjadi Istri RasulullahPada usia belasan tahun, Hafshah radhiyallahu 'anha menikah dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi radhiyallahu 'anhu.Menurut pendapat yang paling kuat, Khunais wafat setelah Perang Badar.Sepeninggal suaminya, Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berusaha mencarikan suami untuk putrinya.Beliau menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Namun, Utsman menolak dengan cara yang baik.Umar kemudian menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Akan tetapi, Abu Bakar tidak memberikan jawaban. Hal ini karena beliau telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan meminang Hafshah.Pada akhirnya, Hafshah radhiyallahu 'anha menikah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menjadi salah satu Ummahatul Mukminin (ibunda kaum mukminin).Keutamaan Hafshah: Rajin Berpuasa dan Shalat MalamHafshah radhiyallahu 'anha dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah.Beliau mendapat gelar shawwāmah dan qawwāmah, yaitu wanita yang banyak berpuasa dan banyak mendirikan shalat malam.Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Malaikat Jibril menyampaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Hafshah:Hafshah adalah wanita yang rajin berpuasa.Hafshah adalah wanita yang rajin mendirikan shalat malam.Hal ini menunjukkan keutamaan Hafshah radhiyallahu 'anha dalam menjaga ibadahnya.Hafshah Pernah Diceraikan, Kemudian Dirujuk KembaliHafshah radhiyallahu 'anha pernah diceraikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun, Allah memerintahkan Rasulullah untuk merujuknya kembali.Dalam catatan kajian ini disebutkan bahwa Hafshah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang pernah diceraikan kemudian dirujuk kembali.Adapun sebab perceraian tersebut, tidak terdapat riwayat yang menjelaskannya secara pasti dalam catatan ini.Hafshah dan Penjagaan Mushaf Al-Qur'anDi antara kemuliaan Hafshah radhiyallahu 'anha adalah kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menyimpan kumpulan lembaran Al-Qur'an.Setelah Perang Yamamah, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu memerintahkan Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dalam satu kumpulan.Perjalanan penyimpanan kumpulan lembaran Al-Qur'an tersebut adalah sebagai berikut:Pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq: Lembaran Al-Qur'an yang telah dikumpulkan disimpan oleh Abu Bakar.Setelah Abu Bakar wafat: Lembaran tersebut berpindah ke tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu.Setelah Umar wafat: Lembaran tersebut disimpan oleh Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha.Hafshah dipercaya untuk menyimpan lembaran-lembaran Al-Qur'an tersebut karena beliau merupakan orang yang amanah.Peran ini menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya dalam menjaga salah satu peninggalan penting bagi umat Islam.Hafshah Dikenal sebagai Wanita yang AmanahHafshah radhiyallahu 'anha dikenal sebagai wanita yang amanah.Salah satu bentuk kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah ketika Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu mempercayakan penyimpanan lembaran-lembaran Al-Qur'an kepadanya.Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa Hafshah memiliki kedudukan dan sifat yang baik sehingga dipercaya untuk menjaga sesuatu yang sangat berharga.Wafatnya HafshahDiriwayatkan bahwa Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha wafat dalam keadaan berpuasa.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 25= KISAH HAFSAH BINTU UMAR BIN KHATTAB

KISAH HAFSHAH BINTU UMAR BIN KHATTABUst. Dr. Firanda Andirja, Lc. M.Ag.1. Nasab, Kelahiran, dan KeluargaNama dan Nasab: Hafshah binti Umar bin al-Khattab al-Quraisyiyah al-'Adawiyah. Beliau adalah putri sulung dari sahabat besar Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu.Cerita kisah cinta penggugah jiwaKelahiran: Lahir sekitar 18 tahun sebelum hijrah (bertepatan dengan masa ketika kaum Quraisy merenovasi Ka’bah).Cerita kisah cinta penggugah jiwaMasuk Islam: Hafshah masuk Islam bersama kedua orang tuanya di Makkah dalam usia yang masih sangat muda, lalu turut serta dalam gelombang hijrah ke Madinah bersama suami pertamanya.2. Pernikahan Pertama dan Menjanda di Usia MudaSebelum dinikahi Nabi ﷺ, Hafshah menikah dengan seorang sahabat terkemuka bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi radhiyallahu 'anhu.Suaminya adalah seorang mujahid yang ikut serta dalam Perang Badar. Namun, tidak lama setelah Perang Badar, Khunais jatuh sakit di Madinah akibat luka-luka yang dideritanya dan akhirnya meninggal dunia.Hafshah pun menjadi janda di usia yang sangat muda, yakni sekitar 18 tahun.3. Kepedulian Umar bin al-Khattab Mencarikan SuamiUmroh.comSebagai seorang ayah, Umar bin al-Khattab merasa sangat sedih melihat putrinya yang masih belia harus menyandang status janda.Umar lantas menawarkan putrinya kepada sahabat-sahabat terdekat yang mulia:Kepada Abu Bakar ash-Shiddiq: Umar menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar, namun Abu Bakar diam saja dan tidak memberikan jawaban. Hal ini sempat membuat Umar kecewa (meskipun belakangan terungkap bahwa Abu Bakar diam karena tahu Nabi ﷺ pernah menyebut-nyebut nama Hafshah, dan Abu Bakar tidak ingin membocorkan rahasia Nabi).Kepada Utsman bin Affan: Setelah istrinya (Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ) wafat, Umar menawarkan Hafshah kepada Utsman. Utsman menolak secara halus dengan mengatakan bahwa ia belum ingin menikah saat itu.Umar sempat mengadukan hal ini dengan perasaan gundah kepada Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ kemudian bersabda bahwa Hafshah akan dinikahkan dengan seseorang yang lebih baik daripada Utsman dan Abu Bakar, dan Utsman akan menikahi putri Nabi yang lain (Ummu Kultsum).Pernikahan dengan Nabi ﷺ: Rasulullah ﷺ akhirnya menikahi Hafshah pada tahun ke-3 Hijriah, sehingga Hafshah mendapatkan gelar mulia sebagai Ummul Mukminin (Ibu Orang-Orang Beriman).4. Karakter, Keutamaan, dan IbadahWarisan Karakter Ketasan Umar: Hafshah dikenal sebagai wanita yang cerdas, memiliki ketegasan, dan pendirian yang kuat—sifat yang mirip dengan ayahnya, Umar bin al-Khattab.Ahli Ibadah (Shawwamah Qawwamah): Hafshah memiliki keutamaan yang sangat tinggi dalam hal ibadah sunnah. Malaikat Jibril pernah memuji beliau di hadapan Nabi ﷺ dengan sebutan:"Sesungguhnya ia adalah seorang wanita yang banyak berpuasa dan banyak shalat malam (qiyamul lail), dan ia adalah istri(-mu) di surga."Kedekatan dengan Aisyah: Hafshah memiliki hubungan persahabatan dan kedekatan yang sangat erat dengan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, layaknya saudara kandung yang saling mendukung dalam kebaikan.5. Teguran dan Pelajaran Rumah Tangga (Talak Raj'i)Dinamika rumah tangga Nabi ﷺ dengan para istrinya (terkait kisah madu dan cemburu yang diabadikan dalam surah At-Tahrim).Rasulullah ﷺ sempat mentalak satu Hafshah akibat sebuah permasalahan internal rumah tangga. Mendengar hal ini, Umar bin al-Khattab sangat terpukul dan merasa sangat sedih hingga menaburkan debu ke kepalanya karena khawatir akan kemurkaan Allah terhadap dirinya dan putrinya.Atas perintah Allah melalui Malaikat Jibril, Nabi ﷺ kemudian merujuk kembali Hafshah karena beliau adalah wanita yang ahli ibadah dan dijanjikan masuk surga bersama Nabi. Peristiwa ini menjadi salah satu landasan hukum fikih tentang sahnya rujuk bagi wanita yang ditalak satu (talak raj'i).6. Peran Penting dalam Penjagaan Al-Qur'an (Mushaf Hafshah)Salah satu kontribusi terbesar Hafshah dalam sejarah Islam adalah perannya sebagai "Penjaga Mushaf Al-Qur'an".Setelah Al-Qur'an dikumpulkan dalam bentuk lembaran-lembaran (mushaf) pada masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, lembaran tersebut kemudian dipegang oleh Umar bin al-Khattab semasa hidupnya.Setelah Umar wafat, lembaran-lembaran Al-Qur'an tersebut disimpan di rumah Hafshah. Mushaf inilah yang kemudian dipinjam dan dijadikan standar rujukan utama oleh Khalifah Utsman bin Affan ketika beliau menyatukan bacaan kaum Muslimin (Rasm Utsmani).7. WafatnyaUmmul Mukminin Hafshah binti Umar wafat pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, yaitu sekitar tahun 45 Hijriah dalam usia kurang lebih 63 tahun.Jenazahnya dishalatkan oleh Gubernur Madinah saat itu, Marwan bin al-Hakam, dan prosesi pemakamannya di pemakaman Baqi' dibantu oleh saudara-saudara kandungnya (Abdullah dan Ashim bin Umar). 

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya25 Oktober 2026
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH IBUNDA HAFSHAH BINTI UMAR

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Silsilah, Arti Nama, dan Kelahiran• Silsilah & Arti Nama: Hafshah binti Umar adalah Ummul Mukminin yang dinikahi Nabi setelah Perang Badar. Nama Hafsy berasal dari shoghirul asad (anak singa). Ayahnya Umar bin Khattab dan ibunya Zainab bintu Maz'un dari keluarga yang saleh.• Kelahiran & Klarifikasi: Lahir 5 tahun sebelum kenabian di zaman jahiliah (seumuran Fatimah). Ustadz meluruskan riwayat palsu bahwa Umar pernah membunuh putrinya di zaman jahiliah (riwayat tersebut tidak ada sanadnya).2. Pernikahan Pertama dan Inisiatif Umar Mencari Suami• Pernikahan Pertama: Menikah dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi dan berhijrah ke Madinah. Khunais wafat setelah Perang Badar karena terluka dalam perang.• Peralihan Pernikahan: Umar menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan (ditolak halus) dan Abu Bakar ash-Shiddiq (diam karena menjaga rahasia Nabi). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian melamar dan menikahi Hafshah saat Nabi berusia 55 tahun dan Hafshah berusia 20 tahun.3. Gelar dan Peristiwa Rumah Tangga Nabi• Gelar: Hafshah dijuluki Qawwamah Sawwamah (rajin salat malam dan puasa sunah) dan Harisatul Quran (penjaga Al-Qur'an).• Perceraian & Rujukan: Nabi pernah menceraikan Hafshah sekali, lalu Jibril datang membawa perintah Allah agar Nabi merujuknya kembali.• Boikot & Ayat Takyir: Terkait masalah tuntutan tambahan belanja, Nabi sempat memboikot istri-istrinya selama sebulan di masyrubah. Setelah itu turun ayat pilihan (takyir), dan seluruh istri Nabi—termasuk Hafshah—memilih Allah, Rasul-Nya, dan akhirat. Allah kemudian melarang Nabi menambah istri lagi.4. Penjagaan Al-Qur'an, Pengelolaan Wakaf, dan Wafat• Penjagaan Al-Qur'an & Wakaf: Hafshah diberi amanah menjaga lembaran-lembaran (shuhuf) Al-Qur'an dari masa Abu Bakar dan Umar hingga masa Utsman. Ia juga ditunjuk Umar sebagai pengelola (nazir) tanah wakaf Khaibar.• Wasiat & Wafat: Umar berpesan kepada Hafshah agar tidak meratapi kematiannya. Hafshah radhiyallahu 'anha wafat pada tahun 41 atau 45 Hijriah pada usia 63 tahun.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#25 — Kisah Hafshah Binti Umar

Kisah Ibunda Hafshah binti Umar, salah seorang Ummul Mukminin yang dinikahi oleh Rasulullah SAW, memberikan teladan yang sangat berharga mengenai keteguhan iman dan kemuliaan akhlak. Sebagai putri dari Umar bin Khattab, Hafshah tumbuh dalam lingkungan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai ketakwaan serta memiliki kepribadian yang kuat dan tegar dalam menjalani roda kehidupan berumah tangga.Di balik dinamika rumah tangganya, beliau dikenal sebagai wanita yang sangat taat, rajin melaksanakan puasa sunnah, serta menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, hingga Malaikat Jibril sendiri memujinya sebagai sosok yang ahli ibadah. Perjalanan hidup beliau juga meninggalkan jasa yang sangat besar bagi umat Islam, terutama karena dipercaya untuk menjaga dan menyimpan lembaran-lembaran otentik mushaf Al-Qur'an setelah dikumpulkan pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya24 Oktober 2026
N

Nadia Ryan F

📍 Kabupaten Tangerang

Materi 25

1. Latar Belakang Hafsah- Hafsah adalah putri Umar bin Khattab dan Zainab binti Mazh'un.- Beliau lahir sekitar lima tahun sebelum kenabian, ketika Rasulullah berusia 35 tahun.- Hafsah tumbuh dalam keluarga yang saleh. Ayah, ibu, serta beberapa pamannya merupakan orang-orang yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam.- Nama Hafsah berasal dari kata hafs, yang berarti anak singa dan menggambarkan kepribadian yang kuat.- Ustadz Firanda juga menjelaskan bahwa cerita Umar pernah mengubur putrinya hidup-hidup pada masa jahiliah tidak memiliki riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan.Hikmah: Lingkungan keluarga yang saleh sangat penting dalam membentuk kepribadian dan ketakwaan anak.2. Pernikahan Pertama Hafsah- Hafsah pertama kali menikah dengan Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, seorang sahabat yang termasuk golongan awal masuk Islam.- Khunais pernah berhijrah ke Habasyah demi mempertahankan agamanya.- Setelah menikah, Hafsah dan suaminya berhijrah ke Madinah.- Khunais mengikuti peperangan bersama Rasulullah dan kemudian wafat.- Menurut pendapat yang lebih kuat sebagaimana dijelaskan Ustadz Firanda, Khunais wafat setelah Perang Badar akibat luka yang dideritanya.- Hafsah pun menjadi janda pada usia sekitar 20 tahun.Hikmah: Memilih pasangan yang saleh merupakan hal penting dalam membangun rumah tangga.3. Pernikahan Hafsah dengan Rasulullah - Setelah Hafsah menyelesaikan masa idah, Umar bin Khattab berusaha mencarikan suami yang saleh untuk putrinya.- Umar terlebih dahulu menawarkan Hafsah kepada Utsman bin Affan, tetapi Utsman menyatakan belum ingin menikah.- Umar kemudian menawarkan Hafsah kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, tetapi Abu Bakar tidak memberikan jawaban.- Umar sempat merasa kecewa, terutama terhadap sikap diam Abu Bakar.- Tidak lama kemudian, Rasulullah melamar Hafsah dan Umar pun menikahkan putrinya dengan beliau.- Setelah pernikahan tersebut, Abu Bakar menjelaskan bahwa dirinya mengetahui rencana Rasulullah untuk menikahi Hafsah, tetapi tidak ingin membocorkan rahasia beliau.- Abu Bakar juga menyatakan bahwa seandainya Rasulullah tidak jadi menikahi Hafsah, dirinya bersedia menikahinya.Hikmah: Menawarkan anak perempuan kepada laki-laki saleh bukanlah aib. Kisah Abu Bakar juga mengajarkan pentingnya menjaga rahasia dan amanah.4. Keistimewaan HafsahHafsah memiliki dua julukan yang dijelaskan dalam ceramah.- Shawwamah Qawwamah: Wanita yang rajin berpuasa sunnah dan melaksanakan salat malam.- Harisatul Qur'an: Wanita yang menjaga lembaran-lembaran Al-Qur'an.Hafsah juga termasuk wanita yang mampu membaca dan menulis. Beliau pernah belajar menulis kepada Asy-Syifa binti Abdullah, yang juga diperintahkan Rasulullah untuk mengajarkan kepadanya cara rukiah tertentu.Hikmah: Kemuliaan seseorang tidak hanya berasal dari keturunannya, tetapi juga dari ibadah, ilmu, dan amanah yang dijalankannya.5. Rasulullah Pernah Menceraikan Hafsah- Dalam ceramah dijelaskan bahwa Rasulullah pernah menceraikan Hafsah, kemudian merujuknya kembali.- Ustadz Firanda menegaskan bahwa tidak terdapat dalil sahih yang secara pasti menjelaskan alasan perceraian tersebut.- Sebagian ulama menghubungkannya dengan peristiwa Hafsah menyampaikan rahasia Rasulullah kepada Aisyah, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Tahrim. Namun, hubungan peristiwa tersebut dengan perceraian hanyalah dugaan sebagian ulama.- Dalam riwayat yang disampaikan Ustadz Firanda, Malaikat Jibril memerintahkan Rasulullah untuk kembali kepada Hafsah karena beliau adalah wanita yang rajin berpuasa dan salat malam serta akan menjadi istri Nabi di surga.- Rasulullah tidak mengumbar alasan perceraian tersebut kepada masyarakat.Hikmah: Masalah dan aib rumah tangga tidak seharusnya disebarluaskan, termasuk setelah terjadi perceraian.6. Ujian Rumah Tangga Para Istri Nabi- Setelah kaum Muslimin memperoleh banyak harta rampasan perang, para istri Nabi pernah meminta tambahan nafkah.- Rasulullah merasa tidak senang dan memilih menjauh dari seluruh istrinya selama sekitar satu bulan.- Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan sahabat karena tersebar kabar bahwa Rasulullah telah menceraikan istri-istrinya.- Kemudian turun ayat takhyir dalam Surah Al-Ahzab, yang memberikan pilihan kepada para istri Nabi antara kehidupan dunia atau tetap bersama Rasulullah dengan mengutamakan akhirat.- Seluruh istri Nabi, termasuk Hafsah, memilih tetap bersama Rasulullah Hikmah: Kehidupan rumah tangga pasti memiliki ujian. Kesabaran dan mendahulukan akhirat daripada kemewahan dunia merupakan bagian dari ketakwaan.7. Peran Hafsah dalam Menjaga Al-Qur'an- Setelah Perang Yamamah, banyak sahabat penghafal Al-Qur'an meninggal dunia.- Umar mengusulkan kepada Abu Bakar agar Al-Qur'an dikumpulkan untuk menjaga kelestariannya.- Abu Bakar kemudian menugaskan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an yang tertulis pada berbagai media dan tersimpan dalam hafalan para sahabat.- Kumpulan lembaran tersebut disimpan oleh Abu Bakar, kemudian berpindah kepada Umar setelah Abu Bakar wafat.- Setelah Umar wafat, lembaran-lembaran Al-Qur'an tersebut dipercayakan kepada Hafsah.- Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, kumpulan tersebut digunakan dalam proses penyusunan dan penyeragaman mushaf Al-Qur'an, kemudian dikembalikan kepada Hafsah.Hikmah: Hafsah mendapat amanah besar dalam sejarah penjagaan Al-Qur'an. Ilmu, ketakwaan, dan sifat amanah menjadikan seseorang layak menerima tanggung jawab penting.8. Nasihat Umar bin Khattab kepada HafsahUmar memberikan beberapa nasihat kepada putrinya.- Jangan menuntut sesuatu secara berlebihan kepada suami.- Jangan membantah atau memboikot suami.- Jika membutuhkan sesuatu, Hafsah dapat meminta bantuan kepada ayahnya.- Ketika Umar menjelang wafat, beliau berpesan agar Hafsah tidak meratapi kematiannya secara berlebihan.- Umar juga mempercayakan pengelolaan wakaf tanahnya di Khaibar kepada Hafsah.Hikmah: Orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan nasihat yang baik kepada anaknya, meskipun anak tersebut sudah menikah.9. Wafatnya Hafsah- Setelah Rasulullah dan Umar bin Khattab wafat, Hafsah tetap menjalani kehidupan yang penuh ibadah.- Beliau dikenal sangat rajin berpuasa sunnah hingga akhir hayatnya.- Jenazahnya disalatkan oleh Marwan bin Hakam, yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Madinah.10. Hikmah Utama Ceramah11. Rajin beribadah sejak muda. Hafsah sudah dikenal tekun berpuasa dan salat malam ketika masih berusia muda.12. Menjaga rahasia dan amanah. Abu Bakar menjadi contoh dalam menjaga rahasia Rasulullah, sedangkan Hafsah dipercaya menjaga lembaran Al-Qur'an.13. Menjaga kehormatan rumah tangga. Jangan menyebarkan kekurangan pasangan atau konflik keluarga, termasuk melalui media sosial.14. Bersabar dalam menghadapi masalah. Rumah tangga Rasulullah pun menghadapi ujian yang diselesaikan dengan kesabaran.15. Mengutamakan akhirat. Para istri Nabi memilih kehidupan bersama Rasulullah daripada kemewahan dunia.16. Mencarikan pasangan yang saleh. Orang tua boleh berusaha mencarikan pasangan yang baik bagi anaknya.17. Memperhatikan pendidikan agama anak. Keluarga yang saleh dan nasihat orang tua memiliki peran besar dalam membentuk akhlak.18. Bersedekah dengan harta yang dicintai. Umar mewakafkan tanah kesayangannya untuk kepentingan umat.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya24 Oktober 2026
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#25 KISAH IBUNDA HAFSHAH BINTI UMAR

#25 Kisah Ibunda Hafshah binti UmarUst. Dr. Firanda Andirja M.AKajian ini membahas profil mulia Ummul Mukminin Hafshah binti Umar, putri dari Umar bin Khattab.A. Asal-Usul dan KepribadianNama dan Makna: Nama Hafshah diambil dari kata hafs yang berarti "anak singa". Orang Arab zaman dahulu sering menamai anak mereka dengan nama hewan untuk menggambarkan sifat istimewa, seperti kilab (anjing) untuk menggambarkan amanah, atau himar (keledai) untuk kesabaran. Nama Hafshah mencerminkan kepribadian yang kuat.Latar Belakang Keluarga: Beliau lahir dari keluarga yang sangat saleh. Ayahnya, Umar bin Khattab, adalah Amirul Mukminin, dan ibunya, Zainab bintu Maz'un, termasuk wanita yang awal masuk Islam.Silsilah: Beliau berasal dari Bani Adi dari suku Quraisy. Paman beliau, Zaid bin Khattab dan Utsman bin Maz'un, dikenal sebagai sahabat yang sangat mulia dan zuhud.B. Meluruskan Kekeliruan SejarahTerdapat cerita yang tidak benar bahwa Umar bin Khattab pernah membunuh putrinya di masa jahiliah karena beliau pernah menangis mengingat masa lalu. Ustadz menegaskan bahwa riwayat tersebut tidak memiliki sanad (sumber) yang jelas. Bukti bahwa Umar tidak membunuh putrinya adalah karena Hafshah adalah putri pertamanya yang lahir di masa jahiliah namun dibiarkan hidup hingga dewasa.C. Pernikahan Pertama dan HijrahHafshah menikah di usia belasan tahun dengan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, seorang sahabat yang ikut hijrah ke Habasyah. Pernikahan ini merupakan hal yang lumrah pada zaman tersebut (tradisi menikah muda). Setelah berhijrah ke Madinah, Khunais wafat (sebagian ulama menyebutkan beliau wafat setelah Perang Badar). Beliau tidak dikaruniai keturunan dari pernikahan ini.D. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah menjanda, Umar bin Khattab menawarkan putrinya kepada Utsman bin Affan (yang saat itu baru ditinggal wafat istrinya, Ruqayyah) dan kemudian kepada Abu Bakar as-Shiddiq. Namun, keduanya tidak menikahi Hafshah karena alasan tertentu. Akhirnya, Rasulullah ﷺ sendiri yang melamar Hafshah.Abu Bakar menjelaskan alasan diamnya saat ditawari Hafshah adalah karena beliau mengetahui rahasia bahwa Rasulullah hendak melamar Hafshah, dan beliau tidak ingin membocorkan rahasia nabi.E. Gelar dan Kemuliaan HafshahQawamah dan Sawwamah: Jibril AS memberi kesaksian bahwa Hafshah adalah wanita yang rajin salat malam (qawamah) dan rajin berpuasa sunah (sawwamah).Harisatul Qur'an: Beliau dijuluki sebagai "Penjaga Al-Qur'an" karena lembaran-lembaran (mushaf) asli Al-Qur'an yang dikumpulkan di zaman Abu Bakar dan Umar dipercayakan untuk disimpan oleh beliau hingga masa Utsman bin Affan.F. Hikmah Rumah TanggaPentingnya menjaga rahasia rumah tangga. Ketika Rasulullah menceraikan Hafshah (lalu rujuk kembali atas perintah Allah), hal itu dilakukan tanpa menyebarkan aib atau alasan spesifik kepada publik. Ini adalah pelajaran bagi umat Muslim agar tidak mengumbar masalah pribadi atau aib pasangan di media sosial atau kepada orang lain.Umar bin Khattab juga memberikan nasihat kepada putrinya untuk selalu bersabar, tidak menuntut berlebihan kepada suami, dan tidak membantah atau mendiamkan (memboikot) suami.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Hafshah binti Umar

Hafshah binti Umar adalah istri keempat Nabi Muhammad SAW secara urutan pernikahan. Beliau dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Sya'ban tahun ke-3 Hijriah, setelah Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zam'ah, dan Aisyah binti Abu Bakar. Dalam kamus klasik bahasa Arab, Hafshah adalah sebutan untuk anak singa (terutama singa betina) yang mulai berani dan kuat.Hafshah lahir dari perpaduan dua keluarga besar Quraisy yang sangat dihormati yaitu Ayahnya Umar Bin Khattab serta Ibunya Zainab bin Mazh'un, saudaranya adalah Abdullah bin Umar. Pamannya adalah Zaid bin khatab.Hafshah lahir sekitar lima tahun sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul (bertepatan dengan peristiwa renovasi Ka'bah), bertepatan dengan lahirnya putri Rasulullah yaitu Fatimah.Beliau juga merupakan anak sulung Umar, lebih tua dari saudaranya, Abdullah bin Umar. Bantahan terhadap kisah umar pernah mengubur putrinya, hal ini tidak benar karena hafshah adalah anak pertama umar yang lahir pada masa jahiliyah.Sebelum menjadi istri Nabi SAW, Hafshah menikah dengan seorang pemuda saleh bernama Khunays bin Hudzafah As-Sahmi,Seorang pemuda sholeh yang mengikuti hijrah ke Habasyah dan Perang Badar. Hafshah setia mendampingi suaminya berhijrah menyeberangi lautan ke Habasyah (Etiopia), sebelum akhirnya mereka kembali dan ikut berhijrah ke Madinah.Khunais ikut bertempur dalam Perang Badar. Namun, ia mengalami luka parah akibat peperangan tersebut dan wafat . Hafshah pun menjanda dalam usia yang masih sangat muda yaitu 19 atau 20 tahun.Melihat putrinya menjanda di usia muda, Umar bin Khattab merasa sangat sedih. Sesuai tradisi baik saat itu, Umar berinisiatif mencarikan suami yang saleh untuk Hafshah. Umar mendatangi Utsman bin Affan (yang saat itu baru kehilangan istrinya, Ruqayyah putri Nabi), namun Utsman menolak dengan halus karena belum berniat menikah lagi. Umar kemudian mendatangi Abu Bakar ash-Shiddiq, namun Abu Bakar hanya diam dan tidak memberi jawaban.Umar merasa terluka dan mengadukan penolakan sahabat-sahabatnya kepada Rasulullah SAW. Mendengar keluh kesah sahabat dekatnya, Rasulullah SAW tersenyum dan menenangkan Umar dengan bersabda: "Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Utsman, dan Utsman akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Hafshah." Nabi Muhammad SAW kemudian melamar Hafshah untuk dirinya sendiri, sementara Utsman bin Affan dinikahkan dengan putri Nabi yang lain, yaitu Ummu Kultsum.Setelah pernikahan Rasulullah SAW dan Hafshah selesai dilangsungkan, barulah Abu Bakar menemui Umar bin Khattab secara empat mata untuk meminta maaf sekaligus menjelaskan alasan di balik sikap diamnya.Abu Bakar berkata kepada Umar:"Mungkin engkau merasa marah kepadaku ketika engkau menawarkan Hafshah kepadaku, namun aku tidak memberikan jawaban apa pun?"Umar menjawab: "Benar."Abu Bakar kemudian menjelaskan alasan yang sebenarnya:"Demi Allah, tidak ada hal yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu, kecuali karena aku mengetahui bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut-nyebut nama Hafshah (berniat melamarnya). Tentu saja aku tidak boleh membocorkan rahasia Rasulullah SAW kepada siapa pun. Seandainya Rasulullah SAW membatalkan niatnya untuk menikahi Hafshah, tentulah aku yang akan menerima tawaranmu untuk menikahinya."Hafshah memiliki 2 gelar yaitu 1. wanita yang shawwamah (rajin berpuasa sunnah) dan qawwamah (rajin shalat malam).2. Wanita Penjaga Al QuranHafshah memiliki keahlian yang sangat langka di kalangan wanita Arab masa itu: beliau pandai membaca dan menulis. Atas arahan Rasulullah SAW, kemampuan literasi Hafshah diasah langsung oleh seorang guru wanita bernama Asyifa binti Abdullah. ​Setelah Perang Yamamah yang menggugurkan banyak penghafal Al-Qur'an, Khalifah Abu Bakar mengumpulkan catatan ayat Al-Qur'an menjadi satu Mushaf induk. Mushaf induk tersebut disimpan oleh Abu Bakar, lalu diwariskan kepada Umar bin Khattab saat menjadi Khalifah. Sebelum Umar wafat, beliau memercayakan penyimpanan Mushaf otentik tunggal ini kepada Hafshah, bukan kepada tokoh lain. Di kemudian hari, Khalifah Utsman bin Affan meminjam Mushaf dari tangan Hafshah ini untuk disalin dan digandakan menjadi standarisasi Al-Qur'an (Mushaf Utsmani) yang kita baca di seluruh dunia hari ini. *Hafshah Diceraikan Rasulullah Kemudian Rujuk*Kisah ketika Rasulullah SAW menceraikan kepada Hafshah binti Umar adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah rumah tangga Nabi yang memuat pelajaran besar tentang hukum pernikahan dan kedudukan mulia Sayyidah Hafshah di sisi Allah SWT.Penyebab utama peristiwa ini adalah adanya kesalahpahaman dan perselisihan kecil di dalam rumah tangga, yang bersumber dari sifat manusiawi para istri Nabi.Tidak lama setelah talak itu dijatuhkan dan sebelum masa iddah Hafshah berakhir, Malaikat Jibril AS turun menemui Rasulullah SAW. Jibril membawa perintah langsung dari Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW merujuk kembali (membatalkan perceraian) Hafshah.Malaikat Jibril menyampaikan alasan yang sangat mulia mengapa Hafshah harus dirujuk:"Rujuklah kembali dengan Hafshah, karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin berpuasa (shawwamah), rajin shalat malam (qawwamah), dan sesungguhnya dia adalah istrimu di surga."Mendengar perintah langit tersebut, Rasulullah SAW segera menemui Hafshah dan merujuknya kembali. Kesedihan Umar bin Khattab pun seketika berubah menjadi kebahagiaan yang luar biasa.Sumber Ceramah Ust Dr Firanda Andirja Lc MA

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 25 🌷kisah ibunda hafshah

‎Kisah ibunda Hafshah binti Umar ‎Ustadz Dr. Firanda Andirja ,MA ‎‎Wanita keempat yang dinikahi oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.hafs artinya anak singa yang artinya kuat pendirian. Hafshah adalah putri dari Umar bin Khattab.dan ibunya Zaenab binti maz'un(wanita yang masuk di awal-awal).‎Hafshah dilahirkan 5th sebelum kenabian.jarak usia antara nabi dan hafshah adalah 35 th.nabi mengalami 3 masa yaitu masa jahiliah (sejak lahir sampai usia 40 th),masa kenabian( diusia 40 th selama 13th dimekkah),masa tahun hijriah (ketika hijrah ke Madinah sampai meninggal).‎Hafshah lahir di keluarga yang penuh keimanan.dan dia tumbuh jadi wanita sholihah.di usia belasan tahun, Hafshah menikah dengan khuneys bin khudzafah as sahmi.lalu Hafshah dan suaminya berhijrah ke Madinah dan sampai di Madinah suaminya meninggal dunia.di sebutkan bahwa wafat setelah perang badar di tahun 2H. Setelah masa Iddah Hafshah berakhir,sang ayah mencarikan suami untuk Hafshah.lalu Umar menawarkan Hafsah kepada Utsman bin affan kemudian kepada abu bakar.‎Al imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar (adiknya hafshoh): sesungguhnya ayahku ummar bin Khattab,ketika kakakku hafshoh menjanda karena suaminya khuneys wafat,dan khuneys adalah sahabat nabi shalallahu alaihi wasallam dan dia wafat di madinah.umar bin Khattab pun datang menemui Utsman bin Affan dan berkata: maukah kau menikahi hafshoh? Utsman menjawab:saya lihat dulu kondisi ku,dan Umar pun menunggu kemudian beberapa hari kemudian, Utsman berkata: seperti nya aku belum mau menikah hari hari ini.kata Umar:aku pun bertemu abu bakar ash Shiddiq,kalau kau mau wahai abu bakar,aku nikahkan engkau dengan Hafshah putriku.abu bakar hanya diam saja tanpa kasih jawaban,dan Umar  berkata: aku sangat marah kepada abu bakar.dan aku berdiam berapa lama, ternyata Rasulullah yang melamar dan aku pun menikahkan Hafshah bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.‎setelah beberapa hari kemudian,abu bakar datang menemui Umar dan berkata: sepertinya kamu marah saat engkau menawarkan Hafshah dan aku hanya diam saja,Umar menjawab: iya,lalu abu bakar menjelaskan:kenapa aku tidak memberi jawaban karena aku sudah mendengar nabi sebut sebut Hafshah,dan saya tidak mau menyebarkan rahasia nabi shalallahu alaihi wasallam.kata abu bakar: kalau Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak jadi menikah dengan Hafshah,saya akan nikah dengan Hafshah.‎hafshah mendapatkan 2 gelar,yang pertama diberi oleh Jibril qawammah showamah( suka sholat malam dan sering berpuasa Sunnah) yang kedua penjaga Al Qur'an.‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sangat perhatian kepada Hafshah,beliau menyuruh wanita yang bernama asy syifa' bintu abdillah Al kurosiyah untuk mengajarkan Hafshah bagaimana merukyah penyakit namlah (penyakit luka di sekitar lambung kemudian kalau orang terkena penyakit tersebut seakan-akan ada semut yang berjalan di tubuhnya) sebagaimana dia mengajarkan Hafshah menulis.‎Pernah kejadian besar, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menceraikan hafsah.tidak ada dalil shohih kenapa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menceraikan hafshah.dalam riwayat Ibnu Majah, Umar bin Khattab berkata: bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menceraikan hafshoh kemudian rujuk kembali.‎dan beberapa sebagian ulama menjelaskan,ini hanya ijtihad ulama.bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menceraikan Hafshah karena dia menceritakan rahasia nabi kepada Aisyah.dalam surat Al tahrim:ketika nabi menceritakan rahasia kepada hafshoh,ternyata Hafshah temen dekat Aisyah dan hafshah menceritakan kepada aisyah.lalu Rasulullah mengetahuinya dan Hafshah bertanya: darimana engkau tau yaa Rasulullah? Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab: sesungguhnya Allah maha mengetahui maha berilmu telah mengabarkan kepadaku bahwa engkau telah menyampaikan rahasiaku kepada Aisyah.‎Pembelajaran di sini: bahwasanya nabi menceraikan Hafshah tanpa ada penjelasannya,disini berarti permasalahan rumah tangga tidak boleh sampai keluar.sudah cerai saja tidak boleh membongkar aib,apalagi jika belum bercerai jangan sampai membongkar aib.‎Ada pula kejadian: ketika mulai banyak peperangan dan banyak ghonimah,maka istri istri nabi kompak minta tambahan uang belanja karena istri istri sahabat mendapat kelebihan.akhirnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam marah dan meninggalkan semua istri istrinya,sebulan lamanya nabi pergi meninggalkan istri istrinya .kemudian dalam surat Al ahzab: wahai nabi, katakanlah kepada istri istri mu,kalau kalian menginginkan dunia dan perhiasannya maka marilah kalian kemari dan aku akan berikan harta kepada kalian tetapi setelah itu kita berpisah , kalau kau ingin Allah dan rasul-nya dan surga maka Allah akan menyediakan ganjaran yang besar bagi diantara kalian istri istriku. Maka nabi datang kepada Aisyah dan mengatakan ayat tersebut.lalu istri istri nabi pun memilih Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.dan setelah itu turun ayat jika nabi shalallahu alaihi wasallam tidak menikah lagi setelah itu.‎ketika nabi meninggal pada tahun 11H, akhirnya Hafshah hidup sendiri.diantara perhatian/ kemuliaan Hafshah:‎Di zaman abu bakar terjadi banyak perang dan banyak sahabat penghafal Al-Qur'an meninggal dunia terlebih lagi ketika peperangan makratul yamamah,lalu Umar bin Khattab datang kepada abu bakar dan berkata: wahai abu bakar,sungguh perang yamamah telah menjadikan ahli Qur'an meninggal dunia dan saya khawatir jika terjadi banyak peperangan dan penghafal Al Qur'an hilang,menurut saya Al Qur'an yang ada di kumpulkan.dan kemudian Zaid bin Tsabit di perintahkan untuk menulis Al Qur'an dan di kumpulkan.dan lalu di simpan di sisi abu bakar.setelah abu bakar meninggal,maka di pindahkan ke Umar bin Khattab dan ketika Umar bin Khattab meninggal di pindahkan ke hafsah.sampai di zaman Utsman di kumpulkan seluruh Al Qur'an kemudian di susun sampai menjadi mushaf dan dikembalikan ke Hafshah.‎Umar bin Khattab mendapat bagian dari perang Khaibar sebuah tanah yang subur dan memiliki kurma yang banyak dan ini adalah aset yang paling di cintai Umar dan Umar berkata kepada rasulullah:wahai Rasulullah,harta yang paling aku cintai adalah aset ini,aku ingin mewakafkan di jalan Allah subhanahu wata'ala,kata nabi: hasilnya wakafkan untuk fakir miskin,tamu,Ibnu Sabil dan Umar pun mewakafkan dan ketika meninggal dunia,Umar menulis wasiat untuk Hafshah mengurus wakaf Umar tersebut.dan diantara wasiat Umar kepada Hafshah: dia datang kepada putrinya dan berkata:" wahai putriku hafshoh ,jangan kau minta berlebihan kepada nabi,jangan kau bantah nabi dan jangan kau boikot nabi dan jika kau perlu apa apa minta pada ayahmu.‎Dan ketika Umar mau meninggal dunia,maka datanglah Hafshah dan memuji ayahnya: wahai Sabahat Rasulullah,wahai pemimpin umat Islam.dan Umar berkata: aku meminta kepadamu wahai Hafsah jika aku meninggal dunia jangan meratap.adapun jika kau menangis aku tidak melarang

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 25 Kisah ibunda Hafshah binti Umar

Ustadz Firanda AndirjaSejarah kehidupan ummul mukminin hafshsh binti umar bin khattab,wanita ke3 yg dinikahi oleh Rasulullah SAW setelah wafatnya khadijah binti khuwailid.Rasululah SAW menikahi hafshah setelah perang badar,hafshah dalam bahasa arab artinya singa kecil(anak singa).zaman dahulu orang2 Arab suka menamai anaknya dgn nama2 hewan ditinjau dari sifat istimewanya yg ada pada hewan2 tersebut seperti contohnya kilab(anjing)mengisyaratkan ttg amanah bahwasannya anjing itu amanah,ada jg yg dipanggil himar (keledai)menggambarkan kesabaran dalam bekerja dan diantara nya yg lainnya adalah fahat(macan) yg menunjukkan keberanian, dan hafshah sendiri artinya adalah singa kecil(anak singa) yg menunjukkan kuat kepribadian nya,hafshah adalah putri dari sahabat Rasulullah yaitu umar bin khattab dan zainab binti maz'un, hafshah tinggal dikeluarga yg sholih,dia lahir dan besar dalam keluarga yg penuh keimanan.hafshah lahir 5tahun sebelum masa kenabian,.Rasulullah SAW mengalami 3masa yaitu:1.masa jahiliyah(dadi Nabi lahir sampai usia 40tahun)2.masa kenabian (setelah usia 40rahun Nabi diutus oleh Alloh ,masa ini berlangsung selama 13 tahun fi mekkah.3.nabi hijrah ke madinah disebut tahun hijriyah selama 10tahun.dan saat meninggal dunia usia nya tepat 63tahun.Hafshah lahir 5tahun sebelum masa kenabian berarti lahir dizaman jahiliyah, saat hafshah lahir umur Nabi adalah 35tahun.dia seumuran dgn putri nya Nabi yaitu fatimah.saat usia belasan dia menikah dgn khunais bin huzafah assahmi,kemudian mereka berdua hijrah ke madinah,sesampainya di madinah susmi nya ikut perang badar dan jatuh sakit terluka krn perang dan akhirnya meninggal dunia.sepeninggal suami, laluHafshah dinikahi oleh Rasulullah SAW dia diberi 2 gelar yaitu wanita yg suka ibadah puasa senin dan kamis serta rajin puasa sunnah.dan yg kedua diberi gelar penjaga Alquran,Hafshah wafat setelah wafatnya suami yaitu Rasulullah SAW dan ayahnya yaitu Umar bin khattab.dia menjalani hidupnya dalam kondisi rajin beribadah, bahkan diakhir hayat nya beliau puasa tdk pernah buka,meninggal pada tahun ada yg mengatakan 41Hijriyah dan ada yg mengatakan 45Hijriyah ,dan akhirnya hafshah tutup usia 63tahun,seperti umur Nabi saat wafat yaitu 63tahun.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

Al Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahBeliau adalah anak dari Umar Bin Khattab Radiyallahu ‘AnhuHafsah diberi gelar dengan dua gelar.Yang pertama yang memberikan gelar adalah Jibril ‘Alaihissalam. Diberi gelar Qawwamah Showwamah suka sholat malam dan puasa sunnah.Hafsha dinikahi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Diantara kemuliaan Hafsha Radiyallahu Ta’ala AnhaYaitu menjaga lembaran-lembaran Al Quran dari zaman Abu Bakar sampai zaman Utsman Radiyallahu Ta’ala Anhum.Diantara kemuliannya lagi, Umar Bin Khattab Radiyallahu Ta’ala Anhu pernah mendapatkan bagian dari perang khibar sebuah tanah yang subur yang memiliki kurma yang banyak. Ini aset yang paling dicintai oleh umar. Makanumar berkata Wahai Rasulullah harta yang paling aku cintai adalah aset ini saya ingin waqafkan di jalan Allah Subhanahu Wata’ala. (Dahulu demikian, para sahabat ketika ingin bersedekah mereka menyedekahkan harta yang paling mereka cintai, karena mereka tahu sedekah ini untum membangun aset di akhirat)Maka umarpun mewaqafkan dan umar berwasiat ketika ia meninggal maka yang menjadi pengurusnya yaitu Hafsho.Diantara wasiat umar kepada Hafsho:Wahai putriku Hafsho jangan kau minta berlebihan kepada NabiJangan kau bantah suami (Nabi)Jangan kau boikot suamimuDan kalau engkau perlu sesuatu minta sama sayaSaya minta ketika saya meninggal jangan engkau meratapHafsha kemudian wafat dalam kondisi rajin ibadah, bahkan disebutkan diakhir hidupnya beliau puasa tidak pernah berbuka.Wafatnya Hafsha sama dengan umurnya dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallamDisholatkan gubernur kota Madinah dan para sahabat yang ikut menyolatkan.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
N

Novrianti Fadlun Katili

📍 Palu

KISAH IBUNDA HAFSHAH BINTI ‘UMAR رضي الله عنها - Ustadz Firanda Andirja hafizhohullah

🌿 Nama dan Nasab Hafshah رضي الله عنهاKata Hafshah (حَفْصَة) berasal dari shigharul asad, yaitu anak singa atau singa kecil.Orang-orang Arab dahulu sering menamakan anak-anak mereka dengan nama hewan yang memiliki maksud atau sifat tertentu. Seperti Kalb dan Himar untuk menggambarkan kesabaran dalam bekerja, sedangkan Hafshah, yang berarti anak singa, menunjukkan kepribadian yang kuat.Nama lengkap beliau adalah:حَفْصَةُ بِنْتُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِHafshah binti ‘Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنهما. Hafshah lahir lima tahun sebelum kenabian, yaitu masih pada zaman Jahiliyah. Pada saat itu pula lahir Fathimah رضي الله عنها, putri Nabi ﷺ. Hafshah seumuran dengan Fathimah رضي الله عنها, sedangkan perbedaan usia Hafshah dengan Nabi ﷺ sekitar 35 tahun.🌿 Pernikahan Hafshah رضي الله عنهاHafshah tumbuh di tengah keluarga yang penuh keimanan. Di usia belasan tahun, Hafshah menikah dengan seorang sahabat bernama Khunais bin Hudzafah رضي الله عنه. Beliau termasuk salah seorang yang berhijrah ke Habasyah. Khunais dikenal sebagai orang saleh. ‘Umar رضي الله عنه menikahkan Hafshah dengannya. Dalam tradisi orang Arab ketika itu, menikahkan anak perempuan pada usia belasan tahun merupakan sesuatu yang biasa. Hafshah bersama suaminya kemudian ikut berhijrah ke Madinah. Setelah itu, suaminya meninggal dunia setelah Perang Badar.🌿 ‘Umar رضي الله عنه Mencarikan Suami untuk HafshahSetelah Hafshah menjadi janda, ‘Umar رضي الله عنه menawarkan putrinya kepada ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه. Namun ‘Utsman belum hendak menikah. Kemudian ‘Umar menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, tetapi Abu Bakar diam dan tidak memberikan jawaban. Setelah itu, justru Rasulullah ﷺ melamar Hafshah. Belakangan Abu Bakar menjelaskan kepada ‘Umar bahwa dirinya tidak menjawab tawaran tersebut karena ia telah mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyebut Hafshah. Abu Bakar tidak ingin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ. Seandainya Rasulullah ﷺ tidak menikahi Hafshah, Abu Bakar akan menerima tawaran tersebut.📜 Dalil :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حِينَ تَأَيَّمَتْ حَفْصَةُ بِنْتُ عُمَرَ مِنْ خُنَيْسِ بْنِ حُذَافَةَ السَّهْمِيِّ ... قَالَ عُمَرُ: فَلَقِيتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ فَعَرَضْتُ عَلَيْهِ حَفْصَةَ ... فَلَقِيتُ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ فَقُلْتُ: إِنْ شِئْتَ زَوَّجْتُكَ حَفْصَةَ بِنْتَ عُمَرَ ... فَلَبِثْتُ لَيَالِيَ ثُمَّ خَطَبَهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَأَنْكَحْتُهَا إِيَّاهُ.Artinya:Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa ketika Hafshah binti ‘Umar menjadi janda setelah wafatnya Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, ‘Umar menawarkan Hafshah kepada ‘Utsman bin ‘Affan. Kemudian beliau menawarkannya kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq. Setelah beberapa malam berlalu, Rasulullah ﷺ melamar Hafshah, lalu ‘Umar menikahkannya dengan beliau.Abu Bakar kemudian menjelaskan:فَإِنَّهُ لَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَرْجِعَ إِلَيْكَ فِيمَا عَرَضْتَ عَلَيَّ إِلَّا أَنِّي كُنْتُ عَلِمْتُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَدْ ذَكَرَهَا، فَلَمْ أَكُنْ لِأُفْشِيَ سِرَّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَلَوْ تَرَكَهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ قَبِلْتُهَا.Artinya:“Tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab tawaranmu selain karena aku mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ telah menyebut Hafshah. Aku tidak mungkin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ. Seandainya Rasulullah ﷺ tidak menikahinya, niscaya aku akan menerimanya.”📚 Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 5122; juga diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari no. 4005.🌸 Keutamaan Hafshah رضي الله عنهاHafshah رضي الله عنها memiliki 2 gelar:1. قَوَّامَةٌ وَصَوَّامَةٌ — Qawwāmah wa ShawwāmahWanita yang banyak melakukan shalat malam dan banyak berpuasa sunnah.Gelar ini menggambarkan kuatnya ibadah Hafshah رضي الله عنها, terutama dalam shalat malam dan puasa sunnah.Dalam riwayat tentang Rasulullah ﷺ merujuk Hafshah disebutkan:رَاجِعْ حَفْصَةَ، فَإِنَّهَا صَوَّامَةٌ قَوَّامَةٌ، وَإِنَّهَا زَوْجَتُكَ فِي الْجَنَّةِArtinya:“Rujuklah Hafshah, karena sesungguhnya ia adalah wanita yang banyak berpuasa dan banyak melakukan shalat malam, dan sesungguhnya ia adalah istrimu di surga.”📚 Sumber: Diriwayatkan melalui beberapa jalur. Al-Albani menilai keseluruhan jalurnya hasan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2007.2. حَارِسَةُ الْقُرْآنِ — Hārisatul Qur’ānWanita penjaga Al-Qur'an.Gelar ini berkaitan dengan dipercayakannya lembaran-lembaran Al-Qur'an yang telah dikumpulkan pada masa Abu Bakar رضي الله عنه kepada Hafshah رضي الله عنها setelah wafatnya ‘Umar رضي الله عنه. Lembaran tersebut kemudian menjadi rujukan dalam penyalinan mushaf pada masa ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه.🪴 Hafshah Belajar Ruqyah kepada Asy-Syifa رضي الله عنهاDi antara bentuk perhatian Nabi ﷺ kepada Hafshah, beliau memerintahkan seorang wanita bernama Asy-Syifa’ رضي الله عنها untuk mengajarkan Hafshah ruqyah an-namlah. An-Namlah adalah penyakit berupa luka atau penyakit kulit yang muncul di bagian tubuh dan terasa sakit.📜 Dalil :عَنِ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ، فَقَالَ لِي:أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيهَا الْكِتَابَةَ؟Artinya:Asy-Syifa’ binti ‘Abdullah berkata, “Rasulullah ﷺ menemuiku ketika aku sedang bersama Hafshah. Kemudian beliau berkata kepadaku, ‘Tidakkah engkau mengajarkan kepadanya ruqyah untuk penyakit an-namlah, sebagaimana engkau telah mengajarinya menulis?’”📚 Sumber: Sunan Abi Dawud no. 3887; Musnad Ahmad no. 27095. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.🌿 Peristiwa Rasulullah ﷺ Menceraikan HafshahAda kejadian besar dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah ﷺ dan Hafshah رضي الله عنها, yaitu Rasulullah ﷺ pernah menceraikan Hafshah, kemudian beliau merujuknya kembali.Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa Jibril عليه السلام datang kepada Rasulullah ﷺ dan memerintahkan beliau untuk kembali kepada Hafshah karena Hafshah adalah seorang wanita yang banyak berpuasa dan banyak melakukan shalat malam.📜 Dalil : قَالَ لِي جِبْرِيلُ:رَاجِعْ حَفْصَةَ، فَإِنَّهَا صَوَّامَةٌ قَوَّامَةٌ، وَإِنَّهَا زَوْجَتُكَ فِي الْجَنَّةِArtinya:“Jibril berkata kepadaku, ‘Rujuklah Hafshah, karena sesungguhnya ia adalah wanita yang banyak berpuasa dan banyak melakukan shalat malam, dan sesungguhnya ia adalah istrimu di surga.’”📚 Sumber: Diriwayatkan Ibn Sa‘d dalam Ath-Thabaqat Al-Kubra, Al-Hakim, Ath-Thabrani dan lainnya. Riwayat ini memiliki beberapa jalur. Sebagian jalurnya lemah, sementara Al-Albani menilai keseluruhan riwayatnya naik ke derajat hasan (As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2007). Inilah asal penyebutan Hafshah sebagai صَوَّامَةٌ قَوَّامَةٌ.🌿 Sebab Perceraian HafshahMenurut ijtihad para ulama, sebab Nabi ﷺ menceraikan Hafshah berkaitan dengan Hafshah yang menceritakan rahasia Nabi ﷺ kepada ‘Aisyah رضي الله عنها, kemudian Allah memberitahukan hal tersebut kepada Nabi ﷺ.Namun hal ini merupakan pendapat para ulama, bukan dalil tegas yang secara langsung menyatakan bahwa itulah sebab perceraian Hafshah.Salah satu faedah dari peristiwa Rasulullah ﷺ menceraikan Hafshah kemudian merujuknya kembali adalah bahwa permasalahan rumah tangga jangan sampai keluar. Sudah bercerai saja tidak disebarkan, apalagi yang belum bercerai.🌿 Ketika Istri-Istri Nabi ﷺ Meminta Tambahan NafkahPernah pula terjadi peristiwa ketika istri-istri Nabi ﷺ meminta tambahan nafkah karena melihat istri para sahabat mendapatkan nafkah yang lebih.Kemudian Nabi ﷺ menjauhi istri-istrinya selama sebulan dan tidak pulang ke rumah mereka.‘Umar رضي الله عنه mendatangi Hafshah dan menasihatinya.Dalam riwayat ‘Umar berkata:لَا تَسْتَكْثِرِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَلَا تُرَاجِعِيهِ فِي شَيْءٍ، وَلَا تَهْجُرِيهِ، وَاسْأَلِينِي مَا بَدَا لَكِArtinya:“Janganlah engkau terlalu banyak meminta kepada Rasulullah ﷺ, jangan membantah beliau dalam sesuatu, dan jangan menjauhi beliau. Mintalah kepadaku apa saja yang engkau perlukan.”📚 Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 2468 dan no. 5191.Kemudian Allah memberikan pilihan kepada para istri Nabi ﷺ.📖 Dalilيَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا ۝ وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًاArtinya:“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika kamu menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Tetapi jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu.’”📖 QS. Al-Ahzab: 28–29Kemudian para istri Nabi ﷺ memilih Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat.🌿 Hafshah sebagai Penjaga Mushaf Al-Qur'anPada zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, ayat-ayat Al-Qur'an dikumpulkan dari para penghafal Al-Qur'an dan berbagai media seperti pelepah kurma, tulang, dan lainnya.Setelah Abu Bakar meninggal, mushaf tersebut dipindahkan kepada ‘Umar رضي الله عنه.Setelah ‘Umar meninggal, mushaf tersebut kemudian disimpan oleh Hafshah رضي الله عنها. Karena itulah Hafshah dikenal sebagai salah seorang penjaga mushaf Al-Qur'an.Pada masa ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه, mushaf tersebut dipinjam dari Hafshah untuk disalin dan dijadikan mushaf standar, kemudian dikembalikan lagi kepada Hafshah.📜 Dalilفَأَرْسَلَ عُثْمَانُ إِلَى حَفْصَةَ:أَنْ أَرْسِلِي إِلَيْنَا بِالصُّحُفِ نَنْسَخُهَا فِي الْمَصَاحِفِ ثُمَّ نَرُدُّهَا إِلَيْكِفَأَرْسَلَتْ بِهَا حَفْصَةُ إِلَى عُثْمَانَ.Artinya:“Maka ‘Utsman mengirim pesan kepada Hafshah, ‘Kirimkanlah kepada kami lembaran-lembaran Al-Qur'an tersebut agar kami menyalinnya ke dalam mushaf-mushaf, kemudian kami akan mengembalikannya kepadamu.’ Maka Hafshah mengirimkan lembaran-lembaran tersebut kepada ‘Utsman.”Setelah proses penyalinan selesai:رَدَّ عُثْمَانُ الصُّحُفَ إِلَى حَفْصَةَArtinya:“‘Utsman kemudian mengembalikan lembaran-lembaran tersebut kepada Hafshah.”📚 Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 4987.🌿 Akhir Kehidupan Hafshah رضي الله عنهاHafshah رضي الله عنها juga menjadi pemegang harta ‘Umar رضي الله عنه yang dipercaya.Hafshah terus hidup setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, kemudian setelah wafatnya ayahnya, ‘Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه. Hidupnya ditutup dengan berpuasa, dan beliau wafat pada tahun 45 H dalam usia sekitar 63 tahun.رحمها الله ورضي عنهاSemoga Allah meridhai Ummul Mukminin Hafshah binti ‘Umar رضي الله عنها.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah Ibunda Hafshah binti Umar

Nasab dan Kelahiran HafshahHafshah binti Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنهما adalah putri Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه, salah seorang sahabat utama Rasulullah ﷺ. Beliau tumbuh dalam keluarga yang saleh.Hafshah lahir sekitar lima tahun sebelum kenabian. Nama Hafshah dikaitkan dengan makna anak singa. Dalam tradisi Arab, orang tua terkadang memberikan nama kepada anak-anak mereka berdasarkan sifat atau karakter istimewa yang terdapat pada hewan.Perjalanan hidup Rasulullah ﷺ dapat dipahami melalui tiga masa, yaitu masa sebelum kenabian, sejak kelahiran hingga usia 40 tahun; masa kenabian di Makkah, sejak usia 40 hingga sekitar 53 tahun; dan masa Madinah, sejak hijrah hingga beliau wafat pada usia 63 tahun.Pernikahan Hafshah Sebelum Menjadi Istri Rasulullah ﷺSebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Hafshah رضي الله عنها menikah dengan Khunais bin Hudzafah As-Sahmi رضي الله عنه, seorang sahabat yang turut berhijrah dan berjuang bersama kaum muslimin.Khunais termasuk orang yang berhijrah dan mengikuti Perang Badar. Setelah mengalami sakit, beliau wafat dan meninggalkan Hafshah sebagai seorang janda.Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه kemudian berusaha mencarikan suami untuk putrinya. Beliau menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan رضي الله عنه, tetapi Utsman belum bersedia menikah saat itu. Umar kemudian menawarkannya kepada Abu Bakar رضي الله عنه, tetapi Abu Bakar tidak memberikan jawaban.Belakangan, Rasulullah ﷺ meminang Hafshah. Abu Bakar lalu menjelaskan kepada Umar bahwa ia mengetahui Rasulullah ﷺ akan meminang Hafshah sehingga ia tidak ingin membocorkan rahasia tersebut.Kisah ini menunjukkan perhatian Umar terhadap masa depan putrinya serta sikap Abu Bakar dalam menjaga amanah.Hafshah Menjadi Ummul MukmininHafshah رضي الله عنها kemudian menjadi istri Rasulullah ﷺ dan termasuk Ummahatul Mukminin, yaitu ibunda kaum mukminin.Beliau hidup bersama para istri Rasulullah ﷺ yang memiliki karakter dan keistimewaan masing-masing. Kehidupan rumah tangga Rasulullah ﷺ juga memperlihatkan bahwa para istri beliau memiliki perasaan dan dinamika hubungan, termasuk kecemburuan. Namun, semua itu harus dipelajari dengan tetap menjaga adab dan penghormatan kepada keluarga Nabi ﷺ.Ketekunan Hafshah dalam BeribadahHafshah رضي الله عنها dikenal sebagai perempuan yang tekun beribadah. Beliau mendapat julukan qawwāmah dan ṣawwāmah, yang menggambarkan ketekunannya dalam salat malam dan puasa.Ketekunan tersebut menjadi salah satu keistimewaan beliau. Kesalehan tidak hanya tampak dalam hubungan seseorang dengan orang lain, tetapi juga dalam kesungguhan beribadah kepada Allah ﷻ.Hafshah Belajar Membaca, Menulis, dan RuqyahHafshah رضي الله عنها memiliki kemampuan menulis. Asy-Syifa binti Abdullah رضي الله عنها diketahui pernah mengajarkan menulis kepada Hafshah.Rasulullah ﷺ juga meminta Asy-Syifa mengajarkan ruqyah untuk penyakit namlah kepada Hafshah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Sunan Abi Dawud.Hal ini menunjukkan bahwa Hafshah memperoleh kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang bermanfaat. Perempuan pada masa itu juga memiliki peran dalam pembelajaran dan penyebaran ilmu.Peristiwa Rahasia Rumah Tangga Rasulullah ﷺHafshah رضي الله عنها disebut dalam pembahasan tafsir Surah At-Tahrim, khususnya ayat ketiga, yang menceritakan ketika Rasulullah ﷺ menyampaikan suatu rahasia kepada salah seorang istrinya, kemudian rahasia tersebut diberitahukan kepada pihak lain.Allah ﷻ berfirman:وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا“Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya suatu peristiwa.” (QS. At-Tahrim: 3, bagian awal ayat)Peristiwa ini mengandung pelajaran tentang pentingnya menjaga rahasia, terlebih sesuatu yang secara khusus dipercayakan kepada kita.Rasulullah ﷺ Pernah Menceraikan Hafshah, Kemudian Merujuknya KembaliDalam perjalanan rumah tangganya, Rasulullah ﷺ pernah menceraikan Hafshah رضي الله عنها, kemudian merujuknya kembali.Peristiwa ini menjadi bagian penting dari kisah hidup Hafshah. Namun, alasan pasti perceraian tersebut tidak boleh ditetapkan tanpa dalil yang kuat. Ada sejumlah riwayat yang mengaitkannya dengan peristiwa dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah ﷺ, tetapi rincian sebabnya perlu dibedakan berdasarkan kekuatan riwayat.Pelajaran yang dapat direnungkan adalah pentingnya menjaga kehormatan dan rahasia rumah tangga. Persoalan pribadi tidak semestinya disebarluaskan tanpa kebutuhan yang benar.Peran Hafshah dalam Penjagaan Mushaf Al-Qur'anDi antara kemuliaan Hafshah رضي الله عنها adalah perannya dalam menjaga lembaran-lembaran Al-Qur'an.Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, Al-Qur'an dikumpulkan dalam satu himpunan setelah banyak penghafal Al-Qur'an gugur dalam Perang Yamamah. Proses pengumpulan ini dilakukan atas usulan Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه dan dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit رضي الله عنه.Setelah Abu Bakar wafat, lembaran-lembaran tersebut berada dalam penjagaan Umar. Setelah Umar wafat, mushaf itu disimpan oleh Hafshah رضي الله عنها.Pada masa Khalifah Utsman bin Affan رضي الله عنه, lembaran-lembaran tersebut digunakan sebagai rujukan dalam penyalinan mushaf untuk dikirim ke berbagai wilayah kaum muslimin.Amanah ini menjadi salah satu bagian paling penting dalam sejarah kehidupan Hafshah. Beliau dipercaya menjaga dokumen yang memiliki kedudukan sangat besar bagi umat Islam.Hafshah sebagai Perawi HadisHafshah رضي الله عنها tidak hanya dikenal sebagai istri Rasulullah ﷺ dan penjaga lembaran Al-Qur'an, tetapi juga sebagai perawi hadis.Di antara hadis yang diriwayatkan melalui beliau adalah tentang dua rakaat ringan yang dikerjakan Rasulullah ﷺ sebelum salat Subuh. Riwayat tersebut terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.Hal ini memperlihatkan bahwa peran Hafshah juga penting dalam pewarisan ilmu agama kepada generasi berikutnya.Nasihat tentang Kehidupan Rumah TanggaDalam catatan kajian, terdapat pesan yang dikaitkan dengan nasihat Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه kepada Hafshah agar tidak berlebihan dalam menuntut belanja dari suami dan menjaga hubungan rumah tangga.Pesan ini dapat menjadi bahan renungan tentang kesederhanaan, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga hubungan suami istri. Namun, redaksi dan sumber riwayat wasiat tersebut perlu diperiksa sebelum dinisbatkan secara pasti kepada Umar رضي الله عنه.Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri hendaknya saling memahami hak dan kewajiban, menyampaikan kebutuhan dengan baik, serta menghindari sikap berlebihan dan pertengkaran yang tidak perlu.Wafatnya HafshahHafshah binti Umar رضي الله عنها wafat di Madinah pada tahun 45 H, pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan رضي الله عنه.Beliau meninggalkan jejak penting dalam sejarah Islam melalui ketekunan ibadah, periwayatan hadis, dan amanah menjaga lembaran-lembaran Al-Qur'an.Kehidupan beliau menjadi bagian dari sejarah para perempuan salehah yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga agama dan mewariskan ilmu kepada umat.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
D
Dewi lestari

📍 Banjarbaru

Materi 25:Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar

Hafshah adalah wanita ketiga yang dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW.dilahirkan 5 tahun sebelum kenabian,Ayahnya Umar bin khattab dan ibunya Zainab binti Maz'un.beliau memiliki kepribadian yang kuat sesuai dengan Namanya yang berarti Anak Singa.di usia belasan tahun menikah dengan Khunais bin Hudzafah yang merupakan seorang sahabat yang ikut hijrah ke habasyah dan berjuang di perang Badar.Setelah suaminya wafat,Umar Bin khattab sempat menawarkan putrinya kepada Utsman Bin Affan& Abu bakar Ash Shiddiq.Hafshah dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah.Hafshah dipercaya menyimpan lembaran Al Qur'an yang dikumpulkan pada masa Khalifah Abu bakar.lembar tersebut kemudian digunakan dalam proses penyalinan mushaf pada masa Khalifah Utsman.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya23 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ibunda Hafshah Binti Umar - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Hafshah dikenal rajin beribadah, rajin shalat malam dan rajin berpuasa di siang harinya.Dalam hadits dari Anas bin Malik dan Qais bin Zaid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,قالَ لي جبريلُ: راجعْ حفصةَ، فإنَّها صوامةٌ قوامةٌ، و إنَّها زوجتُك في الجنةِ“Jibril berkata kepadaku, ‘Kembalilah (rujuklah) kepada Hafshah karena ia adalah wanita yang rajin berpuasa, rajin shalat malam, dan ia akan jadi istrimu di surga.’” (Diriwayatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 6061. Hadits ini shahih)Hafshah jadi sebab turunnya ayat,يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ تَبْتَغِي مَرْضَاةَ أَزْوَاجِكَ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ“Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tahrim: 1).Point Penting : Dilarang kepada kita untuk menceritakan Aib keluarga, apalagi aib suami atau istri. Walau sudah berpisah (Cerai), tetap menjaga kehormatan masing-masing karna sebelum berpisah adalah sepasang suami istri dan saling membantu satu sama lain. 

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →