🌿 Nama dan Nasab Hafshah رضي الله عنهاKata Hafshah (حَفْصَة) berasal dari shigharul asad, yaitu anak singa atau singa kecil.Orang-orang Arab dahulu sering menamakan anak-anak mereka dengan nama hewan yang memiliki maksud atau sifat tertentu. Seperti Kalb dan Himar untuk menggambarkan kesabaran dalam bekerja, sedangkan Hafshah, yang berarti anak singa, menunjukkan kepribadian yang kuat.Nama lengkap beliau adalah:حَفْصَةُ بِنْتُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِHafshah binti ‘Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنهما. Hafshah lahir lima tahun sebelum kenabian, yaitu masih pada zaman Jahiliyah. Pada saat itu pula lahir Fathimah رضي الله عنها, putri Nabi ﷺ. Hafshah seumuran dengan Fathimah رضي الله عنها, sedangkan perbedaan usia Hafshah dengan Nabi ﷺ sekitar 35 tahun.🌿 Pernikahan Hafshah رضي الله عنهاHafshah tumbuh di tengah keluarga yang penuh keimanan. Di usia belasan tahun, Hafshah menikah dengan seorang sahabat bernama Khunais bin Hudzafah رضي الله عنه. Beliau termasuk salah seorang yang berhijrah ke Habasyah. Khunais dikenal sebagai orang saleh. ‘Umar رضي الله عنه menikahkan Hafshah dengannya. Dalam tradisi orang Arab ketika itu, menikahkan anak perempuan pada usia belasan tahun merupakan sesuatu yang biasa. Hafshah bersama suaminya kemudian ikut berhijrah ke Madinah. Setelah itu, suaminya meninggal dunia setelah Perang Badar.🌿 ‘Umar رضي الله عنه Mencarikan Suami untuk HafshahSetelah Hafshah menjadi janda, ‘Umar رضي الله عنه menawarkan putrinya kepada ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه. Namun ‘Utsman belum hendak menikah. Kemudian ‘Umar menawarkan Hafshah kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, tetapi Abu Bakar diam dan tidak memberikan jawaban. Setelah itu, justru Rasulullah ﷺ melamar Hafshah. Belakangan Abu Bakar menjelaskan kepada ‘Umar bahwa dirinya tidak menjawab tawaran tersebut karena ia telah mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyebut Hafshah. Abu Bakar tidak ingin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ. Seandainya Rasulullah ﷺ tidak menikahi Hafshah, Abu Bakar akan menerima tawaran tersebut.📜 Dalil :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حِينَ تَأَيَّمَتْ حَفْصَةُ بِنْتُ عُمَرَ مِنْ خُنَيْسِ بْنِ حُذَافَةَ السَّهْمِيِّ ... قَالَ عُمَرُ: فَلَقِيتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ فَعَرَضْتُ عَلَيْهِ حَفْصَةَ ... فَلَقِيتُ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ فَقُلْتُ: إِنْ شِئْتَ زَوَّجْتُكَ حَفْصَةَ بِنْتَ عُمَرَ ... فَلَبِثْتُ لَيَالِيَ ثُمَّ خَطَبَهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَأَنْكَحْتُهَا إِيَّاهُ.Artinya:Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa ketika Hafshah binti ‘Umar menjadi janda setelah wafatnya Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, ‘Umar menawarkan Hafshah kepada ‘Utsman bin ‘Affan. Kemudian beliau menawarkannya kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq. Setelah beberapa malam berlalu, Rasulullah ﷺ melamar Hafshah, lalu ‘Umar menikahkannya dengan beliau.Abu Bakar kemudian menjelaskan:فَإِنَّهُ لَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَرْجِعَ إِلَيْكَ فِيمَا عَرَضْتَ عَلَيَّ إِلَّا أَنِّي كُنْتُ عَلِمْتُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَدْ ذَكَرَهَا، فَلَمْ أَكُنْ لِأُفْشِيَ سِرَّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَلَوْ تَرَكَهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ قَبِلْتُهَا.Artinya:“Tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab tawaranmu selain karena aku mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ telah menyebut Hafshah. Aku tidak mungkin membocorkan rahasia Rasulullah ﷺ. Seandainya Rasulullah ﷺ tidak menikahinya, niscaya aku akan menerimanya.”📚 Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 5122; juga diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari no. 4005.🌸 Keutamaan Hafshah رضي الله عنهاHafshah رضي الله عنها memiliki 2 gelar:1. قَوَّامَةٌ وَصَوَّامَةٌ — Qawwāmah wa ShawwāmahWanita yang banyak melakukan shalat malam dan banyak berpuasa sunnah.Gelar ini menggambarkan kuatnya ibadah Hafshah رضي الله عنها, terutama dalam shalat malam dan puasa sunnah.Dalam riwayat tentang Rasulullah ﷺ merujuk Hafshah disebutkan:رَاجِعْ حَفْصَةَ، فَإِنَّهَا صَوَّامَةٌ قَوَّامَةٌ، وَإِنَّهَا زَوْجَتُكَ فِي الْجَنَّةِArtinya:“Rujuklah Hafshah, karena sesungguhnya ia adalah wanita yang banyak berpuasa dan banyak melakukan shalat malam, dan sesungguhnya ia adalah istrimu di surga.”📚 Sumber: Diriwayatkan melalui beberapa jalur. Al-Albani menilai keseluruhan jalurnya hasan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2007.2. حَارِسَةُ الْقُرْآنِ — Hārisatul Qur’ānWanita penjaga Al-Qur'an.Gelar ini berkaitan dengan dipercayakannya lembaran-lembaran Al-Qur'an yang telah dikumpulkan pada masa Abu Bakar رضي الله عنه kepada Hafshah رضي الله عنها setelah wafatnya ‘Umar رضي الله عنه. Lembaran tersebut kemudian menjadi rujukan dalam penyalinan mushaf pada masa ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه.🪴 Hafshah Belajar Ruqyah kepada Asy-Syifa رضي الله عنهاDi antara bentuk perhatian Nabi ﷺ kepada Hafshah, beliau memerintahkan seorang wanita bernama Asy-Syifa’ رضي الله عنها untuk mengajarkan Hafshah ruqyah an-namlah. An-Namlah adalah penyakit berupa luka atau penyakit kulit yang muncul di bagian tubuh dan terasa sakit.📜 Dalil :عَنِ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ، فَقَالَ لِي:أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيهَا الْكِتَابَةَ؟Artinya:Asy-Syifa’ binti ‘Abdullah berkata, “Rasulullah ﷺ menemuiku ketika aku sedang bersama Hafshah. Kemudian beliau berkata kepadaku, ‘Tidakkah engkau mengajarkan kepadanya ruqyah untuk penyakit an-namlah, sebagaimana engkau telah mengajarinya menulis?’”📚 Sumber: Sunan Abi Dawud no. 3887; Musnad Ahmad no. 27095. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.🌿 Peristiwa Rasulullah ﷺ Menceraikan HafshahAda kejadian besar dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah ﷺ dan Hafshah رضي الله عنها, yaitu Rasulullah ﷺ pernah menceraikan Hafshah, kemudian beliau merujuknya kembali.Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa Jibril عليه السلام datang kepada Rasulullah ﷺ dan memerintahkan beliau untuk kembali kepada Hafshah karena Hafshah adalah seorang wanita yang banyak berpuasa dan banyak melakukan shalat malam.📜 Dalil : قَالَ لِي جِبْرِيلُ:رَاجِعْ حَفْصَةَ، فَإِنَّهَا صَوَّامَةٌ قَوَّامَةٌ، وَإِنَّهَا زَوْجَتُكَ فِي الْجَنَّةِArtinya:“Jibril berkata kepadaku, ‘Rujuklah Hafshah, karena sesungguhnya ia adalah wanita yang banyak berpuasa dan banyak melakukan shalat malam, dan sesungguhnya ia adalah istrimu di surga.’”📚 Sumber: Diriwayatkan Ibn Sa‘d dalam Ath-Thabaqat Al-Kubra, Al-Hakim, Ath-Thabrani dan lainnya. Riwayat ini memiliki beberapa jalur. Sebagian jalurnya lemah, sementara Al-Albani menilai keseluruhan riwayatnya naik ke derajat hasan (As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2007). Inilah asal penyebutan Hafshah sebagai صَوَّامَةٌ قَوَّامَةٌ.🌿 Sebab Perceraian HafshahMenurut ijtihad para ulama, sebab Nabi ﷺ menceraikan Hafshah berkaitan dengan Hafshah yang menceritakan rahasia Nabi ﷺ kepada ‘Aisyah رضي الله عنها, kemudian Allah memberitahukan hal tersebut kepada Nabi ﷺ.Namun hal ini merupakan pendapat para ulama, bukan dalil tegas yang secara langsung menyatakan bahwa itulah sebab perceraian Hafshah.Salah satu faedah dari peristiwa Rasulullah ﷺ menceraikan Hafshah kemudian merujuknya kembali adalah bahwa permasalahan rumah tangga jangan sampai keluar. Sudah bercerai saja tidak disebarkan, apalagi yang belum bercerai.🌿 Ketika Istri-Istri Nabi ﷺ Meminta Tambahan NafkahPernah pula terjadi peristiwa ketika istri-istri Nabi ﷺ meminta tambahan nafkah karena melihat istri para sahabat mendapatkan nafkah yang lebih.Kemudian Nabi ﷺ menjauhi istri-istrinya selama sebulan dan tidak pulang ke rumah mereka.‘Umar رضي الله عنه mendatangi Hafshah dan menasihatinya.Dalam riwayat ‘Umar berkata:لَا تَسْتَكْثِرِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَلَا تُرَاجِعِيهِ فِي شَيْءٍ، وَلَا تَهْجُرِيهِ، وَاسْأَلِينِي مَا بَدَا لَكِArtinya:“Janganlah engkau terlalu banyak meminta kepada Rasulullah ﷺ, jangan membantah beliau dalam sesuatu, dan jangan menjauhi beliau. Mintalah kepadaku apa saja yang engkau perlukan.”📚 Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 2468 dan no. 5191.Kemudian Allah memberikan pilihan kepada para istri Nabi ﷺ.📖 Dalilيَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًاArtinya:“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika kamu menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Tetapi jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu.’”📖 QS. Al-Ahzab: 28–29Kemudian para istri Nabi ﷺ memilih Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat.🌿 Hafshah sebagai Penjaga Mushaf Al-Qur'anPada zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, ayat-ayat Al-Qur'an dikumpulkan dari para penghafal Al-Qur'an dan berbagai media seperti pelepah kurma, tulang, dan lainnya.Setelah Abu Bakar meninggal, mushaf tersebut dipindahkan kepada ‘Umar رضي الله عنه.Setelah ‘Umar meninggal, mushaf tersebut kemudian disimpan oleh Hafshah رضي الله عنها. Karena itulah Hafshah dikenal sebagai salah seorang penjaga mushaf Al-Qur'an.Pada masa ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه, mushaf tersebut dipinjam dari Hafshah untuk disalin dan dijadikan mushaf standar, kemudian dikembalikan lagi kepada Hafshah.📜 Dalilفَأَرْسَلَ عُثْمَانُ إِلَى حَفْصَةَ:أَنْ أَرْسِلِي إِلَيْنَا بِالصُّحُفِ نَنْسَخُهَا فِي الْمَصَاحِفِ ثُمَّ نَرُدُّهَا إِلَيْكِفَأَرْسَلَتْ بِهَا حَفْصَةُ إِلَى عُثْمَانَ.Artinya:“Maka ‘Utsman mengirim pesan kepada Hafshah, ‘Kirimkanlah kepada kami lembaran-lembaran Al-Qur'an tersebut agar kami menyalinnya ke dalam mushaf-mushaf, kemudian kami akan mengembalikannya kepadamu.’ Maka Hafshah mengirimkan lembaran-lembaran tersebut kepada ‘Utsman.”Setelah proses penyalinan selesai:رَدَّ عُثْمَانُ الصُّحُفَ إِلَى حَفْصَةَArtinya:“‘Utsman kemudian mengembalikan lembaran-lembaran tersebut kepada Hafshah.”📚 Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 4987.🌿 Akhir Kehidupan Hafshah رضي الله عنهاHafshah رضي الله عنها juga menjadi pemegang harta ‘Umar رضي الله عنه yang dipercaya.Hafshah terus hidup setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, kemudian setelah wafatnya ayahnya, ‘Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه. Hidupnya ditutup dengan berpuasa, dan beliau wafat pada tahun 45 H dalam usia sekitar 63 tahun.رحمها الله ورضي عنهاSemoga Allah meridhai Ummul Mukminin Hafshah binti ‘Umar رضي الله عنها.