👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Kisah Ummul Mukminin Shafiyyah Radhiyallahu'anha

Nasab dan Latar belakang Shafiyyah• Nama lengkap: Shafiyyah bintu Huyay bin Akhthab• Nasab Shafiyah bersambung ke Nabi Harun dan Nabi Musa dari garis Lawi bin Ya'qub. embali ke Lawi bin Ya'qub 'alaihissalam.• Shafiyyah keturunan Yahudi.• Lahir di Mekkah ketika 3 tahun menjadi nabi (berdakwah).• Wafat pada tahun 52 Hijriyyah pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan istri Nabi yang hampir terakhir meninggal dunia sebelum Ummu Salamah.Pernikahan Sebelum Islam• Telah menikah dua kali. Suami pertama: Sallam bin Abil Huqaiq (Yahudi). Suami kedua: Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq (pemilik benteng Khaibar yang terbunuh karena berkhianat menyembunyikan harta).Ayah• Huyay bin Akhthab (pimpinan kabilah Bani Nadhir dan Provokator utama Perang Ahzab)• Wafatnya, dibunuh pada perang Bani Quraizhah pada tahun 5 Hijriyyah.Ibu• Barrah bintu Samau'al (Samaw-al) dari bani Quraizhah.• Saudara perempuan dari Rifa'ah dari bani Quraizhah • Tidak disebutkan masuk islam bahkan ia meninggal dalam keadaan kafir.Tinggal• Tinggal di Madinah bersama ayahnya di Bani Nadhir.Di Madinah, terdapat 3 kabilah : Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, Bani Quraizhah.Shafiyyah dan Ayahnya telah lama tinggal di kota Madinah : menantikan datangnya Rasul yang akan hijrah ke Madinah.Kisah Keimanan & Mimpi yang menjadi Kenyataan• Sikap Ayah dan Pamannya: Abu Yasir dan Huyay mendatangi Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam di Quba' saat awal hijrah. Mereka mengenali tanda kenabian dari Taurat, tapi menolak beriman karena dengki dan memilih memusuhi Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam semasa hidupnya.• Mimpi Rembulan: Shafiyyah bermimpi bulan jatuh di pangkuannya. Saat diceritakan ke Kinanah, ia ditampar hingga matanya memerah/kehijauan, karena suaminya menduga ia ingin dinikahi “Raja Madinah” (Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam)• Awal Benci Jadi Cinta: Awalnya sangat benci kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam karena keluarga dan suaminya terbunuh. Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam menjelaskan dengan lembut alasannya, hingga kebencian itu hilang dan ia masuk Islam.Pernikahan Dengan Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam• Dinikahi oleh Rasulullah dalam kondisi janda.• Menikah dengan Rasulullah pada tahun 7 Hijriyyah (usia 17 tahun).• Menikah dengan Rasulullah ketika dalam perjalanan pulang dari Khaibar menuju kota Madinah.• Membuat walimah sederhana.• Setelah Perang Khaibar: Awalnya menjadi bagian Dihyah Al-Kalbi. Karena kecantikannya yang luar biasa dan agar tidak timbul fitnah, Nabi mengambil Shafiyyah dan memberi ganti kepada Dihyah.• Dua pilihan: Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam memberi dua pilihan : Masuk Islam dan dinikahi (kemerdekaan sebagai mahar) atau tetap Yahudi dan kembali ke keluarganya. Shafiyyah mantap memilih Islam dan menjadi Ummul Mukminin.Dinamika Rumah Tangga dan Perhatian Nabi• Cemburu yang wajar: Hafshah dan Aisyah cemburu karena kecantikannya. Hafshah pernah mengejek “Putri Yahudi” hingga Shafiyyah menangis.• Pembelaan Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam: Nabi menghibur, “Sesungguhnya engkau keturunan Nabi Harun, pamanmu Nabi Musa, dan suamimu Nabi. Nabi juga menegur Hafshah agar bertakwa.• Diantar pulang saat i'tikaf: Saat mengunjungi Nabi yang i'tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam mengantarnya pulang malam hari. Di jalan, Nabi sengaja menjelaskan identitas Shafiyyah kepada 2 sahabat yang lewat agar tidak berprasangka buruk, sambil mengingatkan bahwa Syaithan mengalir dalam darah manusia.• Persitiwa Haji Wada’: Saat haid menjelang thawaf Ifadhah, Shafiyyah sedih dikira tidak bisa pulang. Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam dengan penuh kasih menunggu di Makkah hingga ia suci. Namun Shafiyyah telah thawaf Ifadhah sehingga bisa pulang.• Ketulusan hati: Saat Nabi sakit, Shafiyyah mengatakan bahwa dia berangan-angat sakitnha Nabi pindah kepadanya, istri lain melirik cemburu tapi Nabi menegaskan bahwa ucapannya tulus dari hatinya.• Marah kepada Zainab bintu Jahsy karena Shafiyyah: Nabi pernah marah kepada Zainab karena Nabi memerintahkan agar Zainab memberi unta nya kepada Shafiyyah untuk pulang karena unta Shafiyyah sedang sakit. Akhirnya Zainab memberikannya sambil mengatakan bahwa dirinya memberikan unta kepada wanita yahudi. Nabi pun marah hingga tidak mendatangi Zainab sekitar 3 bulan sebagai pembelajaran kepada Zainab.• Tawadhu' : Saat perjalanan dari Khaibar menuju Madinah, Nabi merendahkan lutut sebagai pijakan agar Shafiyyah menaiki unta nya. Shafiyyah sangat menghormati Nabi, sehingga memilih menginjak lutut Nabi (dengan kakinya atau lututnya).Keutamaan Shafiyyah• Ahli Ibadah: sangat bertakwa, rajin dalam berdzikir, baca Quran, memiliki mata yang sering menangis karena kuatnya ibadahnya kepada Allah.• Pemaaf: Mudah memaafkan bahkan membebaskan budak wanitanya yang memfitnahnya kepada Umar bin Khaththab.• Menjaga silaturahim: Tetap bersilaturahim dengan saudaranya yang beragama Yahudi, memberi wasiat harta untuk saudaranya yang beragama Yahudi.• Dermawan: Saat tiba dari Khaibar menuju kota Madinah, membagikan perhiasan kepada Fatimah dan istri Nabi yang lain.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringgkasan materi kisah Ummul mukminin shofiyah

🌱Kisah ummul mu'minin Shofiyah🌱Shofiyah bintu huyai bin Akhtob ibunya bernama Barroh bintu Samaual dari bani khuraidhoh. Shofiyah lahir setelah Nabi mulai berdakwah 3 tahun dan menikah dengan Nabi tahun 7 hijriah pada usia 17 tahun.Sudah menikah 2 kali sebelum dinikahi oleh Nabi shalallahu 'alaihi wassalam.Shofiyah asalnya tinggal di kota Madinah di bani Nadhir.🌷Keutamaan shofiyah Radhiallahu anha •Dikenal sebagai seorang yang sangat rajin beribadah, kuat berdzikir sering menangis dalam beribadah.•Mudah memaafkan•Menyambung silaturrahmi•Dermawan•Memiliki nasab yang tinggi keturunan Nabi harun pamannya adalah Nabi MusaShofiyah wafat tahun 52 Hijriah

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Ummul Mu'minin Sofiyah Radiyallahu'anha - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Silsilah dan Latar Belakang FamilyNasab dan Asal-usul: Safiyyah binti Huyay bin Akhtab berasal dari Bani Nadhir (dari pihak ayah) dan Bani Quraizhah (dari pihak ibu). Nasab beliau bersambung hingga Nabi Harun 'alaihissalam (saudara Nabi Musa 'alaihissalam), keturunan Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim 'alaihissalam.Orang Tua: Ayahnya, Huyay bin Akhtab, adalah pemimpin Bani Nadhir dan provokator utama Perang Ahzab yang tewas setelah peristiwa Bani Quraizhah. Ibunya bernama Barrah binti Samaw'al.Pernikahan Sebelum Islam: Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, Safiyyah pernah menikah dua kali, yaitu dengan Sallam bin Abil Huqaiq (bercerai) dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Huqaiq (tewas dalam Perang Khaibar karena pengkhianatan).Fakta Kedatangan Rasulullah SAW dan Pengakuan Orang YahudiSafiyyah merupakan anak yang paling disayangi oleh ayah dan pamannya (Abu Yasir).Ketika Rasulullah SAW berhijrah dan tiba di Quba, Huyay bin Akhtab dan Abu Yasir pergi mengecek secara langsung. Mereka mendapati sifat-sifat Rasulullah SAW cocok persis dengan petunjuk dalam Kitab Taurat.Meskipun sadar dan meyakini beliau adalah Nabi yang ditunggu-tunggu, Huyay bin Akhtab menegaskan akan tetap memusuhi Rasulullah SAW selama hidupnya karena kedengkian akibat nabi terakhir bukan dari bangsa Yahudi (Bani Israil), melainkan dari bangsa Arab. Peristiwa ini melatarbelakangi turunnya Surat Al-Baqarah ayat 89.Mimpi dan Pernikahan dengan Rasulullah SAWMimpi Isyarat: Sebelum masuk Islam, Safiyyah bermimpi bulan (atau matahari dalam riwayat lain) jatuh ke pangkuannya. Ketika menceritakan mimpi tersebut, suaminya marah dan menampar mukanya hingga memar, lalu menuduhnya ingin menikah dengan Raja Madinah (Rasulullah SAW).Pernikahan di Khaibar: Setelah Perang Khaibar (tahun 7 Hijriah), Safiyyah termasuk dalam jajaran tawanan perang. Rasulullah SAW memberikan pilihan: tetap pada agama Yahudi lalu dibebaskan untuk pulang, atau masuk Islam dan menikah dengan beliau. Safiyyah yang telah memiliki kecenderungan pada Islam memilih untuk masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah SAW. Mahar pernikahan beliau adalah pembebasan dirinya dari status tawanan (kemerdekaan).Kasih Sayang Nabi: Rasulullah SAW dengan sabar memberikan penjelasan (uzur) atas gugurnya ayah dan suami Safiyyah akibat pengkhianatan mereka, hingga rasa benci di hati Safiyyah sirna sepenuhnya.Keutamaan dan Akhlak Safiyyah radhiyallahu 'anhaAhli Ibadah: Beliau dikenal sangat bertakwa, rajin beribadah, dan mudah menangis karena rasa takut serta cinta kepada Allah SWT.Dermawan dan Cerdas: Setibanya di Madinah, beliau membagikan perhiasan emasnya kepada Fatimah radhiyallahu 'anha dan istri-istri Nabi lainnya untuk menjalin hubungan baik.Pemaaf: Ketika seorang budaknya memfitnah dirinya di hadapan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu (menuduh masih mengagungkan hari Sabtu dan berhubungan dengan Yahudi), Safiyyah menjelaskan kebenarannya lalu memaafkan dan memerdekakan budak tersebut.Menyambung Silaturahmi: Beliau tetap berbuat baik dan menyambung silaturahmi kepada kerabatnya yang masih non-Muslim, bahkan meniatkan wasiat sepertiga hartanya untuk saudaranya.Kemuliaan Nasab: Rasulullah SAW menghibur Safiyyah saat diejek oleh istri lain dengan menegaskan bahwa Safiyyah adalah putri seorang Nabi (Harun), pamannya seorang Nabi (Musa), dan suaminya seorang Nabi (Muhammad SAW).Perhatian Rasulullah SAW dan Perjuangan Akhir SafiyyahKeteladanan Sikap Nabi: Rasulullah SAW sangat memperhatikan kondisi psikologis Safiyyah. Saat iktikaf di bulan Ramadan, Nabi rela keluar masjid mengantar Safiyyah pulang. Nabi juga pernah merendahkan lututnya agar dipijak oleh Safiyyah saat naik ke atas unta.Sikap Jujur dan Tulus: Saat Rasulullah SAW sakit keras menjelang wafatnya, Safiyyah berharap rasa sakit Nabi dipindahkan kepadanya. Rasulullah SAW bersaksi di hadapan istri-istri yang lain bahwa perkataan Safiyyah itu tulus dari lubuk hatinya.Pembelaan pada Utsman bin Affan: Pada masa pengepungan rumah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu oleh para pemberontak, Safiyyah berusaha mendatangi rumah Utsman untuk membela serta menyalurkan bantuan makanan dan minuman melalui sambungan kayu.Wafat: Safiyyah radhiyallahu 'anha wafat sekitar tahun 52 Hijriah pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#27 KISAH IBUNDA ṢAFIYYAH BINTI ḤUYAYY رضي الله عنها

KISAH IBUNDA ṢAFIYYAH BINTI ḤUYAYY رضي الله عنها- Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc, MA -🌵 Nasab, Keluarga, dan Latar BelakangNasab Mulia: Ṣafiyyah binti Ḥuyayy bin Akhṭab. Nasabnya bersambung ke Nabi Harun dan Nabi Musa ‘Alaihissalam dari garis Lawi bin Ya'qub ‘Alaihissalam.Ayah & Ibu: Ayahnya Ḥuyayy bin Akhṭab (pemimpin Bani Naḍir & provokator utama Perang Aḥzab). Ibunya Barrah binti Samaw'al dari Bani Quraizah.Usia & Pernikahan Sebelumnya: Lahir ∼3 tahun setelah dakwah di Makkah. Dinikahi Nabi ﷺ tahun 7 H setelah Perang Khaibar saat usia ∼17 tahun, status janda. Pernah menikah 2x: dengan Sallam bin Abil Ḥuqaiq dan Kinanah bin Rabi' (pemilik benteng Khaibar yang terbunuh karena berkhianat menyembunyikan harta).🌵 Kisah Keimanan & Mimpi yang Jadi KenyataanSikap Ayah & Pamannya: Abu Yasir & Ḥuyayy mendatangi Nabi ﷺ di Quba' saat awal hijrah. Mereka mengenali tanda kenabian dari Taurat, tapi menolak beriman karena dengki dan memilih memusuhi Nabi ﷺ.Mimpi Rembulan: Ṣafiyyah bermimpi bulan jatuh di pangkuannya. Saat diceritakan ke Kinanah, ia ditampar hingga mata memerah/kehijauan, karena suaminya menduga ia ingin dinikahi "Raja Madinah" (Nabi ﷺ).Awal Benci Jadi Cinta: Awalnya sangat benci Nabi ﷺ karena keluarga & suaminya terbunuh. Nabi ﷺ menjelaskan dengan lembut alasannya, hingga kebencian itu hilang dan ia masuk Islam.🌵 Pernikahan dengan Nabi ﷺ Setelah Khaibar: Awalnya menjadi bagian Dihyah al-Kalbi. Karena kecantikannya yang luar biasa & agar tidak timbul fitnah, Nabi ﷺ mengambil Ṣafiyyah dan memberi ganti kepada Dihyah.Dua Pilihan: Nabi ﷺ memberi pilihan: Masuk Islam dan dinikahi (kemerdekaan sebagai mahar) atau tetap Yahudi dan kembali ke keluarganya. Ṣafiyyah mantap memilih Islam dan menjadi Ummul Mukminin.🌵Dinamika Rumah Tangga & Perhatian Nabi ﷺCemburu yang Wajar: Ḥafṣah & ‘Aisyah cemburu karena kecantikannya. Ḥafṣah pernah mengejek "Putri Yahudi" hingga Ṣafiyyah menangis.Pembelaan Nabi ﷺ: Nabi menghibur: "Sesungguhnya engkau keturunan Nabi Harun, pamanmu Nabi Musa, dan suamimu Nabi (Muhammad)." Nabi juga menegur Ḥafṣah agar bertakwa.Diantar Pulang Saat I'tikaf: Saat mengunjungi Nabi yang i'tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ mengantarnya pulang malam hari. Di jalan, Nabi sengaja menjelaskan identitas Ṣafiyyah kepada 2 sahabat yang lewat agar tidak berprasangka buruk, sambil mengingatkan setan mengalir dalam darah manusia.Peristiwa Haji Wada': Saat haid menjelang thawaf ifadhah, Ṣafiyyah sedih dikira tidak bisa pulang. Nabi ﷺ dengan penuh kasih menunggu di Makkah hingga ia suci.Ketulusan Hati: Saat Nabi sakit, Ṣafiyyah berucap ingin sakit Nabi pindah kepadanya. Istri lain melirik, tapi Nabi menegaskan itu tulus dari hatinya.🌵 Akhlak Mulia & KeberanianTawadhu': Saat perjalanan Khaibar-Madinah, Nabi merendahkan lutut sebagai pijakan agar Ṣafiyyah naik unta. Ṣafiyyah karena sangat hormat, memilih menginjak lutut Nabi.Ahli Ibadah: Sangat bertakwa, rajin zikir, baca Qur'an, sering menangis karena takut kepada Allah.Pemaaf & Dermawan: Mudah memaafkan, bahkan membebaskan budak yang memfitnahnya ke Khalifah Umar. Dermawan, saat tiba di Madinah membagikan perhiasan emasnya ke Fatimah & istri Nabi lain.Menjaga Silaturahmi: Tetap berbuat baik ke kerabat non-Muslim, memberi wasiat harta untuk saudaranya yang Yahudi.Membela Utsman bin Affan: Saat rumah Khalifah Utsman dikepung pemberontak, Ṣafiyyah naik keledai untuk membela. Dihadang Al-Asytar hingga keledai tersungkur, tapi tetap mengirim makanan & air lewat jembatan kayu.🌵 WafatWafat tahun 52 H pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنها.Pelajaran: Keturunan mulia tidak menjamin hidayah (ayahnya tahu kebenaran tapi menolak karena dengki). Hidayah butuh kelapangan hati seperti Ṣafiyyah yang mampu lepas dari kebencian keluarga menjadi cinta kepada Rasulullah ﷺ.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah Ummul Mukminin Shafiyyah binti Huyay رضي الله عنها

1. Nasab dan Keluarga ShafiyyahShafiyyah radhiyallahu ‘anha adalah salah satu istri Rasulullah ﷺ dan termasuk Ummul Mukminin. Beliau berasal dari kalangan Yahudi Bani Nadhir yang tinggal di Madinah.Ayah: Huyay bin Akhtab, pemuka Bani Nadhir yang memprovokasi kaum musyrikin dan orang-orang Arab Badui hingga terjadilah Perang Ahzab. Ia kemudian terbunuh setelah peristiwa Bani Quraizhah.Ibu: Barrah binti Samaw'al, disebut berasal dari Bani Quraizhah.Nasab: Shafiyyah memiliki garis keturunan yang dinisbatkan kepada Nabi Harun ‘alaihissalam, saudara Nabi Musa ‘alaihissalam, dan dengan demikian berasal dari keturunan Bani Israil.Paman dari pihak ibu: Rifa‘ah al-Kalbi.Tempat tinggal: Madinah, di lingkungan Bani Nadhir.Surah Al-Hasyr berkaitan dengan peristiwa pengusiran Bani Nadhir dari Madinah. Disebutkan pula bahwa sebagian orang Yahudi tinggal di Madinah dengan harapan akan datang seorang nabi yang mereka tunggu.2. Pernikahan dan Kehidupan Sebelum Menjadi Istri Nabi ﷺSebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Shafiyyah telah menikah dua kali. Nama suami-suaminya disebutkan dalam materi kajian sebagai Salam bin Al-Jil Mu'ai dan Kinanah bin Rabi‘ bin Abil Huyay.Shafiyyah diperkirakan berusia 17 tahun ketika dinikahi Rasulullah ﷺ. Beliau juga memiliki seorang budak bernama Kinanah.3. Mimpi Shafiyyah Sebelum Masuk IslamSebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Shafiyyah pernah mengalami mimpi melihat rembulan jatuh ke pangkuannya.Ketika menceritakan mimpi tersebut kepada suaminya, suaminya marah. Dalam materi kajian, mimpi itu dikaitkan dengan kedudukan Shafiyyah yang kelak menjadi istri Rasulullah ﷺ.4. Peristiwa Perang KhaibarSetelah Perang Khaibar, Shafiyyah menjadi tawanan kaum muslimin. Dihyah al-Kalbi meminta Shafiyyah untuk menjadi bagiannya. Namun, para sahabat menyampaikan bahwa Shafiyyah lebih pantas dipilih oleh Rasulullah ﷺ karena kedudukan dan nasabnya.Rasulullah ﷺ kemudian memilih Shafiyyah dan memerdekakannya, lalu menikahinya.Shafiyyah pun menjadi salah satu Ummul Mukminin.5. Keutamaan dan Akhlak ShafiyyahShafiyyah dikenal memiliki sejumlah keutamaan dan sifat terpuji:Rajin beribadah.Mudah menangis karena rasa takut kepada Allah.Mudah memaafkan.Memiliki nasab yang mulia.Dermawan dan suka memberikan hadiah.Beliau pernah menghadiahkan perhiasan kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha dan istri-istri Rasulullah ﷺ.Kisah Pengaduan kepada UmarDikisahkan bahwa seorang budak perempuan Shafiyyah mengadukan beliau kepada Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Budak tersebut menuduh Shafiyyah masih memuliakan hari Sabtu dan tetap menjalin hubungan dengan orang-orang Yahudi.Dalam materi kajian juga disebutkan bahwa Shafiyyah tetap menyambung silaturahmi dengan kerabatnya yang Yahudi.6. Perhatian Rasulullah ﷺ kepada ShafiyyahRasulullah ﷺ menunjukkan perhatian kepada Shafiyyah dalam berbagai keadaan.Berbincang ketika IktikafKetika Rasulullah ﷺ sedang beriktikaf, beliau berbincang dengan Shafiyyah. Kisah ini menunjukkan perhatian Rasulullah ﷺ kepada istrinya.Mengantar Shafiyyah pada Masa Haji Wada'Rasulullah ﷺ memperhatikan keadaan Shafiyyah ketika beliau khawatir mengalami haid sebelum melaksanakan tawaf ifadah.Ketika Rasulullah ﷺ SakitSaat Rasulullah ﷺ sedang sakit, Shafiyyah berkata bahwa beliau berharap sakit Rasulullah ﷺ berpindah kepadanya.Istri-istri Rasulullah ﷺ saling berpandangan mendengar perkataan tersebut. Dalam materi kajian disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menyatakan perkataan Shafiyyah benar-benar tulus.Ketika Unta Shafiyyah BermasalahKetika unta Shafiyyah mengalami masalah, Rasulullah ﷺ mendatangi Zainab binti Jahsy dan meminta seekor unta untuk Shafiyyah.Rasulullah ﷺ menyediakan lutut beliau sebagai pijakan Shafiyyah untuk naik ke atas untaRasulullah ﷺ juga menyediakan lutut beliau agar Shafiyyah dapat menginjaknya ketika hendak naik ke atas unta.7. Wafatnya ShafiyyahShafiyyah radhiyallahu ‘anha wafat pada tahun 52 Hijriah, pada masa kekhalifahan Mu‘awiyah radhiyallahu ‘anhu.Beliau dikenang sebagai Ummul Mukminin yang memiliki nasab mulia, rajin beribadah, dermawan, dan memiliki hubungan khusus dengan Rasulullah ﷺ.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 27 = KISAH UMMAHATUL MUKMININ SHOFIA

1. Nasab dan Latar Belakang KeluargaNama & Silsilah: Shafiyah binti Huyai bin Akhthab bin Sa'ur. Ayahnya, Huyai bin Akhthab, adalah pemimpin kabilah Yahudi Bani Nadhir yang merupakan provokator utama dalam Perang Ahzab (Khandaq).Keturunan Nabi: Nasab Shafiyah tersambung kepada Nabi Harun bin Imran dan Nabi Musa alaihissalam melalui Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim alaihissalam.Keluarga: Ibunya bernama Barrah binti Samau'al dari Bani Quraizhah.Usia: Shafiyah lahir tiga tahun setelah Nabi Muhammad ﷺ mulai berdakwah di Mekkah. Ketika dinikahi oleh Rasulullah ﷺ pada tahun ke-7 Hijriah, usianya sekitar 17 tahun.2. Kehidupan Sebelum Menikah dengan Nabi ﷺPernikahan Sebelumnya: Shafiyah sempat menikah dua kali sebelum bersama Nabi ﷺ:Dengan Sallam bin Abil Haq (dicerai).Dengan Kinanah bin Rabi' bin Abil Haq (pemilik benteng di Khaibar yang kemudian tewas dihukum karena berkhianat menyembunyikan harta).Menanti Kedatangan Nabi: Karena tinggal di Madinah, Shafiyah sejak kecil sering mendengar ayahnya dan pamannya (Abu Yasir bin Akhthab) membicarakan ciri-ciri Nabi akhir zaman yang tertulis dalam Taurat.Mimpi yang Menakjubkan: Shafiyah pernah bermimpi melihat bulan jatuh di pangkuannya. Suaminya saat itu (Kinanah) marah besar dan menampar matanya (meninggalkan bekas memar kehijauan) seraya berkata, "Apakah engkau ingin menjadi permaisuri Raja Madinah (Nabi Muhammad)?"3. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺPerang Khaibar (Tahun 7 H): Setelah penaklukan benteng Khaibar, Shafiyah termasuk dalam harta rampasan perang (ghanimah).Pilihan Bijak dari Nabi ﷺ: Nabi ﷺ memberikan dua pilihan kepada Shafiyah:Jika memilih Islam, Nabi akan menahannya untuk diri-baginya (menikahinya).Jika memilih tetap dalam agama Yahudi, Nabi akan membebaskannya agar ia bisa kembali kepada kaumnya.Shafiyah yang sebelumnya telah meyakini kebenaran Nabi ﷺ memilih Islam, dan kemerdekaannya dijadikan sebagai mahar oleh Rasulullah ﷺ untuk menikahinya.Walimah Sederhana: Dalam perjalanan pulang ke Madinah, Nabi ﷺ mengadakan walimah sederhana dengan hidangan kurma, keju, dan samin, lalu mengumumkan Shafiyah sebagai Ummul Mukminin (ibunda kaum mukminin).4. Akhlak Mulia dan Keutamaan Shafiyah r.anhaSifat Dermawan & Cerdas: Saat tiba di Madinah, Shafiyah memberikan perhiasan emasnya kepada Fatimah (putri Nabi) dan para istri Nabi yang lain untuk mengambil hati mereka.Kuat Beribadah & Sering Menangis: Shafiyah dikenal sebagai wanita yang sangat rajin beribadah, banyak berzikir, dan matanya sering basah karena menangis (khusyuk/takut kepada Allah).Pemaaf: Ketika seorang budaknya terprovokasi untuk melapor kepada Umar bin Khattab bahwa Shafiyah masih menyukai hari Sabtu (hari raya Yahudi), Shafiyah menjelaskan bahwa ia telah menggantinya dengan hari Jumat dan tetap menyambung silaturahmi dengan kerabat Yahudinya karena ikatan rahim. Ketika budak itu meminta maaf, Shafiyah justru langsung membebaskannya.Perhatian Khusus Nabi ﷺ:Nabi ﷺ pernah mengantarnya pulang di tengah malam seusai Shafiyah mengunjunginya di masjid saat beliau sedang i'tikaf. Nabi menjelaskan kepada dua sahabat yang lewat agar mereka tidak berburuk sangka (suuzhan), dengan bersabda: "Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia".Nabi ﷺ pernah merendahkan lututnya agar Shafiyah dapat menginjaknya dengan mudah saat naik ke atas unta dalam perjalanan pulang dari Khaibar.5. Pembelaan terhadap Utsman bin Affan r.a.Menjelang akhir hayatnya, ketika Khalifah Utsman bin Affan r.a. dikepung oleh para pemberontak, Shafiyah berusaha membela Utsman dengan menaiki keledai untuk mendatangi rumah Utsman. Meskipun sempat dihalangi dan dipukul oleh provokator (Astar), Shafiyah tetap mengirimkan bantuan berupa makanan dan air minum melalui papan/tangga ke rumah Utsman.6. WafatUmmul Mukminin Shafiyah binti Huyai radhiallahu 'anha wafat pada tahun 52 Hijriah di masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu 'anhuma.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Shofiyah binti huyay

Shofiyah nasabnya kembali kepada lawi bin ya'qub, ya'qub atau israil alaihissalam memiliki 12 anak lawi benyamin yusuf dll, dari keturunan lawi bin ya'qub ialah harun dan musa, harun bin imran, musa bin imran. Shofiyah dari harun. Orang tua mereka namanya imran. Shofiyah keturunan yahudi keturunan harun bin imran, keturunan lawi bin ya'qub bin ishaq bin ibrahim. Ibunya adalah ummu shofiyah barrah bintu samual. Shofiyah lahir ba'da isya setelah Rasul berdakwah 3 tahun. Ketika Nabi menikahi shofiyah umur shofiyah adalah 17 tahun. Shofiyah ketika dinikahi oleh Rasulullah bukan seorang gadis tetapi janda. Menikah 2 kali sebelum Nabi. Suami pertama sallam bin abil uqaiq dicerai oleh sallam, seorang yahudi, suami kedua kinanah bin abi khubail uqaiq. Shofiyah memiliki budak namanya kinanah seperti nama suaminya. Shofiyah wafat sekitar tahun 52 hijriyah di zaman khilafah muawiyah bin abu sofyan. Sebelum wafat ummu salamah. Shofiyah adalah anak yang paling disayang oleh ayahku dan pamanku. Ayah shofiyah memusuhi Rasulullah. Rasulullah bunuh ayah shofiyah, paman shofiyah dan saudara shofiyah karena keluarga shofiyah yahudi dan ingin membunuh Rasulullah sehingga membawa pasukan 10 ribu pasukan. Shofiyah benci kepada Rasulullah karena bunuh keluarganya. Shofiyah kabilah yahudi. Rasulullah menikahi shofiyah. Shofiyah menjadi ibunda ummul mukminin. Shofiyah dikenal sangat rajin beribadah, kuat berdzikir, sering menangis. Akhlaknya yang mulia yaitu sangat mudah memaafkan. Shofiyah memerdekakan budak dan memaafkan budaknya. Boleh menyambung silaturahmi walau keluarganya kafir/yahudi. Shofiyah dermawan. Shofiyah wanita yang cerdas dan berakal. Shofiyah wanita yang cantik jelita. Shofiyah keturunan Harun Musa. Hafshah cemburu dan berkata ke shofiyah bahwa shofiyah putri yahudi, lalu Rasulullah meredam cemburu dan Rasulullah datang kepada hafshah lalu berkata ittaqillah wahai hafshah. Hadits perhatian Rasulullah kepada shofiyah, shofiyah datang menyambut Rasulullah ketika Nabi sedang itikaf di bulan ramadhan di masjid nabawi di 10 hari terakhir malam terakhir, kemudian shofiyah mengobrol dengan Nabi beberapa waktu. Perhatian Nabi kepada shofiyah. Meskipun sedang i'tikaf. Rasulullah menemani shofiyah. Rasulullah pernah memboikot zainab bintu jahsyin karena mencela shofiyah.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah Ummul Mu'minin Sofiyah Radiyallahu 'anha

Kisah Ummul Mu'minin Shafiyah binti Huyay radhiyallahu 'anhaUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Nabi sallallahu 'alaihi wasallam menikah dengan Shafiyah ketika dalam perjalanan pulang Khaibar menuju Kota Madinah, setelah selesai perang Khalibar.Adapun Shafiyah binti Huyay bin Akhtab ayahnya Huyay bin Akhtab adalah pimpinan qabilah Bani Nadhir. Dialah yang telah memprovokasi orang-orang kaum musyrikin Quraisy bersama orang-orang Arab Badui sehingga terjadilah Perang Ahzab yang di mana datang 10.000 pasukan menyerang Kota Madinah. Ia dibunuh oleh kaum muslimin ketika orang Bani Quraizhahsetelah Perang Ahzab, kemudian Rasulullah menyerang Bani Quraizhah dan di situ pun akhirnya dibunuh oleh kaum muslimin.Shafiyah binti Huyay bernasab kepada Lawi bin Ya'qub.Ya'qub alaihissalam atau Israil alaihissalam memiliki 12 anak, di antaranya adalah: ➡️ Yusuf, Benjamin, Yahuda, dan namanya Lawi. Nama-nama ulama biasanya merupakan keturunan Lawi bin Ya'qub, salah satu dari 12 anak Ya'qub alaihissalam. Lawi inilah kemudian keturunan Musa dan Harun; Musa dan Harun, Musa bin Imran, Harun bin Imran, dan Shafiyah dari Harun. Shafiyah dari Harun alaihissalam, Harun bin Imran, karena Musa dan Harun kakak beradik.Kedua orang tua mereka berdua namanya Imran. Jadi Shafiyah keturunan Yahudi keturunan Harun bin Imran keturunan Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim alaihissalam.Adapun ibunya adalah Ummu Shafiyah, terkenal namanya adalah Barrah binti Samau'al ya, Barrah binti Samau'al dan dia dari Bani Quraizhah.Ibunya berasal dari Bani Quraizhah.Ibunya Shafiyah memiliki saudara laki-laki yang namanya Rifa'ah al-Qurazi. Dalam beberapa hadits, Rifa'ah al-Qurazi itu adalah pamannya Shafiyah dari ibunya, jadi saudara ibunya.Akan tetapi, ibunya tidak disebutkan masuk Islam, ibunya meninggal dalam kondisi kafir, dalam kondisi Yahudi, belum masuk Islam.Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha lahir setelah Nabi mulai berdakwah tiga tahun. Jadi Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ketika mulai berdakwah di Mekah setelah tiga tahun berdakwah, lahirlah Shafiyah.Nabi sallallahu 'alaihi wasallam di Mekah selama 13 tahun, kemudian Nabi sallallahu 'alaihi wasallam menikahi Shafiyah tahun 7 Hijriah. Umur Shafiyah ketika dinikahi oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam adalah 17 tahun. Ketika Shafiyah dinikahi oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang janda. Ia sudah menikah dua kali sebelumnya. Adapun pernikahannya yang pertama dengan seorang yang bernama Sallam bin Abul Huqaiq, seorang Yahudi. Pernikahan yang kedua dengan Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq, atau Abul Huqaiq. Dialah yang memiliki salah satu benteng Al-Qumus yang ada di Khaibar. Namun akhirnya suaminya dibunuh oleh kaum muslimin.Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha asalnya tinggal di Kota Madinah, dia bersama ayahnya tinggal di Kota Madinah. Di Madinah ada tiga kabilah Yahudi, yaitu: Kabilah Bani Qainuqa', Yang pertama terusir dari Kota Madinah adalah kabilah Bani Qainuqa' karena kasus yang mereka lakukan di mana mereka mengganggu seorang wanita muslimah ya, sehingga terjadinya terbunuhnya seorang Yahudi, terbunuhnya seorang kaum muslimin, akhirnya terjadi pengusiran dimana mereka kalah dan dikepung akhirnya mereka mundur dan mereka pergi dari Kota Madinah.Bani Nadhir, ketika mereka berencana untuk membunuh Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam di Madinah, pimpinannya adalah bapaknya Shafiyah, Huyay bin Akhtab. Pimpinannya adalah bapaknya Shafiyah, mereka ingin membunuh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, tapi akhirnya Allah beri wahyu kepada Nabi melalui Malaikat Jibril. Akhirnya ketahuan rencana mereka, akhirnya diserang Nabi dan pasukan datang membakar kebun-kebun mereka. Akhirnya mereka ketakutan dan mereka menyerah dan mereka pergi meninggalkan Kota Madinah.Ketika mereka pergi meninggalkan Madinah maka Shafiyah ikut bersama ayahnya meninggalkan Kota Madinah pindah ke Khaibar. Peristiwa tersebut turunlah surat Al-Hasyr ayat—surat Al-Hasyr itu tentang pengusiran Bani Nadhir. Baru kemudian ayahnya dibunuh ketika Perang Bani Quraizhah pada tahun 5 Hijriyah. Jadi dia sudah lama tinggal di Madinah Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha dan juga mendengar tentang Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ya. Dia mendengar isu-isu akan munculnya seorang Nabi yang akan berhijrah di Kota Madinah.Bani QuraizhahDan asalnya memang orang-orang Yahudi dari Bani Qainuqa', Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah mereka sengaja tinggal di Madinah tujuannya untuk menantikan kedatangan Rasul tersebut. Mereka sedang menunggu kedatangan Rasul tersebut, makanya sering sekali mereka sesumbar ketika terjadi keributan antara mereka dengan suku Aus dan suku Khazraj penduduk setempat Kota Madinah. Mereka penduduk Yahudi pendatang, terkadang terjadi keributan antara pendatang ini kaum Yahudi dengan penduduk setempat suku Aus dan Khazraj ketika masih musyrikin, maka mereka sering sesumbar. Mereka bilang, "Sebentar lagi akan datang seorang Nabi dan kami akan bersama Nabi tersebut membunuh kalian." Jadi mereka sering sesumbar ya, dan ini didengar oleh Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha, dengarlah Shafiyah radhiyallahu 'anha.Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha memiliki beberapa budak, di antaranya namanya Kinanah Shafiyah bercerita ketika dia masih di Madinah ya, sering mendengar orang Yahudi sesumbar, "Bagaimana akan datang seorang Nabi kami bersama Nabi tersebut akan menyerang kalian wahai Aus dan Khazraj," dan mereka memang asalnya datang ke Kota Madinah menanti-nanti kedatangan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, termasuk bapaknya yaitu Huyay bin Akhtab dan pamannya yaitu Abu Yasir. Mereka berdua adalah pimpinan suku Bani Nadhir dan mereka berdua menanti kedatangan Rasul terakhir untuk mereka segera beriman. Namun ternyata mereka tidak beriman karena mereka tertipu, Rasul terakhir bukan dari Yahudi, tetapi dari suku Arab.Ibnu Ishaq bercerita dari Abdullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm dari Shafiyah binti Huyay bin Akhtab. Aku diceritakan dari Shafiyah binti Huyay bin Akhtab radhiyallahu 'anha, qalat Shafiyah berkata: "Aku adalah anak yang paling disayang oleh ayahku yaitu Huyay bin Akhtab dan pamanku Abu Yasir. Saudara laki-laki bapaknya sangat sayang kepadaku daripada anak-anak yang lain. Kalau mereka berdua ketemu aku—bapakku atau pamanku—sementara ada anak-anak yang lain, maka aku yang akan didahulukan, mereka akan senang denganku." Jadi Shafiyah sangat disayang oleh bapaknya, disukai oleh pamannya. Di antaranya, Shafiyah wanita yang sangat cantik jelita . Jadi kata Shafiyah, "Kalau aku bertemu dengan mereka berdua sementara ada anak-anak yang lain, maka mereka berdua akan mengambilku dan ditinggalkan anak yang lain.""Tatkala Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, singgah di Quba di daerah Quba di perkampungan Bani Amr bin Auf, qalat: Ayahku yaitu Huyay bin Akhtab dan pamanku Abu Yasir bin Akhtab segera mereka semangat pergi menuju kepada Quba untuk melihat Nabi sallallahu 'alaihi wasallam." Mereka berangkat pagi-pagi sekali, mukhlisun, baru habis subuh masih remang-remang mereka sudah berangkat saking semangatnya ingin tahu tentang mengecek tentang orang ini yang datang berhijrah dari Mekah menuju Madinah."Maka mereka pergi dari masih remang-remang ba'da subuh dan mereka tidak kembali kecuali setelah matahari terbenam magrib baru balik. Tapi anehnya, ketika mereka pergi semangat, ketika pulang berubah kondisi mereka." Kata Shafiyah: "Mereka datang berdua dalam kondisi lemas, dalam kondisi tidak semangat, berjalan dengan perlahan.""Maka aku menyambut mereka berdua sebagaimana biasa kulakukan, namun mereka berdua tidak menengok sama sekali kepadaku. Padahal kebiasaan mereka berdua, kalau ada Shafiyah langsung mungkin dipeluk, langsung disayang, karena Shafiyah adalah anak yang paling mereka sayangi atau yang paling disayang oleh pamannya Abu Yasir bin Akhtab. Tapi kali ini tidak, mereka datang dalam kondisi loyo, sementara Shafiyah tidak diperhatikan oleh mereka berdua.""Maka mereka dalam kondisi sedih sekali,"Shafiyah berkata, "Aku mendengar paman Abu Yasir berbicara kepada ayahku Huyay bin Akhtab. Pamannya berkata kepada ayahku: 'Apakah itu Nabi yang kita tunggu-tunggu?' Apa kata Huyay bin Akhtab bapaknya Shafiyah: 'Na'am, demi Allah itulah yang kita tunggu-tunggu.'Shafiyah berkata, 'Kau kenal betul itu Nabi dan kau sudah pastikan itu Nabi yang kita tunggu-tunggu?' Kata Abu Yasir, Huyay mengatakan: 'Na'am'."Mereka datang mengecek sebenarnya ke Quba, benarkah ciri-ciri sebagaimana mereka dapatkan dalam Taurat, persis mungkin waktu kedatangannya, mereka tahu sifat fisiknya, mereka tahu ya. Karena Allah mengatakan: "Ya'rifunahu kama ya'rifuna abnaahum" (mereka mengenal Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka). Jadi sebenarnya Nabi itu disifati dalam Taurat dengan sifat yang jelas ya, dengan sifat yang jelas. Maka, "Benarkah kau mengenalnya wahai dan kau sudah mengeceknya?" Mereka menjawab "Benar, itulah Nabi yang kita tunggu-tunggu." "Maka pamannya bertanya, 'Apa kau dapati dirimu mensikapinya wahai?'" Maka apa kata ayah Shafiyah Huyay bin Akhtab: "Demi Allah, aku akan terus memusuhinya selama aku masih hidup."Oang Yahudi menakjubkan, makanya Allah mengatakan: "Al-maghdhubi 'alaihim" (dimurkai oleh Allah).Mereka sudah tahu ilmu tapi mereka tidak amalkan. Sudah tahu itu Nabi yang ditunggu-tunggu, tahu itu benar, dan dia nekat untuk memusuhi Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ya. Ini menunjukkan busuknya hati mereka, di karenakan cuma beda suku, karena itu Nabi ternyata dari Arab bukan Yahudi bukan Israil, maka diapun hasad dan bahkan memusuhi. "Demi Allah aku akan terus memusuhi selama aku masih hidup, aku akan musuhi." , ucap mereka.Allah Subhanahu wata'ala menyebut dalam surat Al-Baqarah ayat 89,"Dan setelah datang kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka (Taurat), padahal sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar." ▶️ Berisi kecaman Allah SWT terhadap orang-orang Yahudi yang mengingkari Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW, padahal sebelumnya mereka sendiri yang berdoa mengharapkan kedatangan beliau untuk meraih kemenangan. Ketika Shafiyah mendengar kisah pembicaraan ini dan sesungguhnya orang Yahudi sebelumnya di Madinah akan datang seorang Nabi, tiba-tiba datang Nabi tersebut, tentu ini memiliki dampak yang besar pada hati Shafiyah, memiliki dampak yang besar dalam hati Shafiyah. Dia beriman dengan Nabi tersebut tapi dia ikut bapak dan pamannya.Dalil yang menunjukkan bahwasanya Shafiyah sudah membenarkan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, Shafiyah pernah berkata ketika Nabi meminta Shafiyah untuk masuk Islam, "Ya Rasulullah, sungguh Islam, aku telah membenarkan engkau sebelum kau menyuruhku untuk masuk Islam." Shafiyah pernah mimpi dengan mimpi yang luar biasa sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ta'ala 'anhuma, beliau berkata: "Kana fi 'ainai Shafiyah khadrah" (telah ada di kedua mata Shafiyah ada warna hijau). Itu bekas warna hijau, mungkin biru seperti lebam.Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ketika Nabi menikahi Shafiyah, Nabi bertanya: "Ma hadzihi al-khadrah fi 'ainayki ya Shafiyah?" (Apa warna hijau di kedua matamu ini?) , Shafiyah bercerita: "Kuntu li zauji Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq," aku pernah berkata kepada suamiku: "Ya, aku mimpi bahwasanya ada rembulan yang jatuh di pangkuanku." Aku mimpi rembulan jatuh di pangkuanku, dalam riwayat: "Matahari jatuh di pangkuanku."Maka suamiku marah, falamma abtaru fa darabani (suamiku kasar, menamparku). Itu nampaknya di bagian wajah sehingga nampak biru atau bekas hijau di mata Shafiyah. Suamiku berkata: "Aturiduyna malika Yatsrib?" (Kau ingin menikah dengan rajanya Madinah?) Raja Madinah maksudnya Rasul sallallahu 'alaihi wasallam. "Kau ingin menikah dengan raja Madinah?"Shafiyah berkata: "Wama kana ahadun abghadha ilayya min Rasulillah sallallahu 'alaihi wasallam" (tidak ada orang paling aku benci seperti Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam). Kenapa? "Katsra an Rasulallah qatala abi" (karena Rasulullah telah membunuh ayahku Huyay bin Akhtab dalam Perang Bani Quraizhah, dan Rasulullah membunuh suamiku Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq, membunuh pamanku, membunuh saudaraku). Dibunuh semua sama kaum muslimin, bagaimana manusia—bagaimana bapaknya dibunuh, suaminya dibunuh, Dan kisah mimpinya beliau ketika rembulan jatuh di pangkuannya ini isyarat sebagai kabar gembira bahwasanya dia akan masuk Islam, bukan Islam yang sembarang, bahkan rembulan di tangannya itu maksudnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam akan menikahinya. Ini adalah mimpi yang indah dari Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha.Setelah Perang Khaibar, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam membagikan ghonimah, di antara ghonimah tersebut adalah budak-budak wanita ya, budak-budak wanita dikuasai oleh kaum muslimin dan dibagi-bagikan kepada para mujahidin, dan itu kode etik orang di zaman Nabi sallallahu 'alaihi wasallam. Kalau kaum muslimin yang kalah maka akan diambil istri-istri mereka, anak perempuan mereka dijadikan budak-budak wanita, dan sebaliknya ketika musuh juga kalah maka diambil sebagai budak-budak.Rasul sallallahu 'alaihi wasallam ketika menaklukkan Khaibar kemudian mendapatkan ghonimah kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam membagikan kepada mujahidin, kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menyuruh seorang sahabat namanya Dihyah al-Kalbi. Ketika datang kepada Nabi sallallahu 'alaihi wasallam kemudian dia berkata, dia minta bagian ghonimahnya, maka Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menyuruh dia untuk memilih budak dari ghonimah yang ada.Namun ternyata Dihyah al-Kalbi ini kemudian mengambil Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha. Ia adalah wanita yang sangat cantik jelita, ketika dia mengambil Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha, maka ada sebagian sahabat yang protes. Kemudian datang kepada Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, kemudian sahabat terus berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Dihyah al-Kalbi telah mengambil seorang wanita yang sangat cantik jelita yang tidak pantas kecuali hanya untuk engkau."Maka Rasulullah berkata: "Panggil Dihyah!" Kemudian setelah itu, "Kembalikan itu budak, kembalikan, diganti dengan budak-budak yang lainnya." Akhirnya budak tersebut dipilih oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam untuk Nabi, itu Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha.Para ulama menjelaskan bahwasanya Nabi kenapa menyuruh Dihyah al-Kalbi untuk mengembalikan Shafiyah? Karena ketika Nabi sallallahu 'alaihi wasallam menyuruh Dihyah al-Kalbi mengambil budak, maka mengambil budak yang biasa. Ketika dia memilih budak yang terbaik yang sangat cantik jelita, maka ada sebagian sahabat yang protes. Kenapa? Karena dalam pasukan Nabi sallallahu 'alaihi wasallam banyak sahabat-sahabat yang lebih mulia dari Dihyah al-Kalbi, ada Abu Bakar, ada Umar, ada Ali bin Abi Thalib, ada Usman, banyak sahabat yang mulia. Kenapa Dihyah al-Kalbi kemudian mengambil budak yang tercantik? Maka ada sebagian sahabat yang protes, "Tidak pantas untuk dia."Kalau biarkan Dihyah al-Kalbi mengambilnya maka bisa jadi terjadi kegaduhan, seakan-akan Rosulullah tidak adil, karena memberikan budak yang tercantik.Saat itu Rosul tidak memaksa Shafiyah untuk masuk Islam, Rosul berkata " Kalau kau mau pilih Islam aku akan memilikimu dan kau akan menjadi budakku, tapi kalau kau tetap ingin menjadi yahudi bisa jadi aku akan membebaskanmu suatu hari nanti dan silahkan kau kembali pada keluargamu".Tawaran Rosul pada Shafiyah selanjutnya " kalau kau pilih Islam, kalau kau ingin menikah denganku aku akan memerdekakan engkau, dan merdekanya engkau adalah mahar untuk engkau". Shafiyah Radhiallahu 'anha di kenal sebagai seorang yang sangat rajin beribadah dan sangat kuat dalam berdzikir. Wanita yang bertaqwa, seringkali menangis ketika membaca Al Qur'an. Ia juga di kenal sebagai wanita yang mudah memaafkan. Ia suka menyambung silaturahmi meski dengan keluarganya yang masih yahudi. Keistimewaan nasabnya memunculkan kecemburuan di antara istri-istri nabi lainnya.Shafiyah wafat radhiyallahu ta'ala 'anha sekitar tahun 52 Hijriah di zaman kekhalifahan Mu'awiyah radhiyallahu ta'ala 'anhuma, Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ta'ala 'anhuma. Di situlah beliau wafat Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha sebelum wafatnya Ummu Salamah isteri Nabi yang terakhir wafat—alaihissalam atau 50 Hijriah sebelumnya Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha wafat.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#27 KISAH UMMUL MUKMININ SOFIYAH

Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.AKajian ini membahas biografi Sofiyah binti Huyay bin Akhtab, salah satu Ummul Mukminin (Ibunda Kaum Mukminin). Beliau adalah sosok mulia yang memiliki latar belakang keluarga terpandang dari kalangan Yahudi Bani Nadhir dan memiliki nasab yang tersambung hingga Nabi Harun AS.~ Latar Belakang dan SilsilahNasab: Sofiyah adalah putri dari Huyay bin Akhtab, pemimpin Bani Nadhir yang dikenal memusuhi Islam. Namun, Sofiyah memiliki garis keturunan yang mulia, yakni dari Nabi Harun bin Imran, saudara Nabi Musa AS.~ Pernikahan Sebelum Islam: Sebelum dinikahi Rasulullah ﷺ, Shafiyah pernah menikah dua kali, yaitu dengan Sallam bin Abil Huqaiq dan Kinanah bin Rabi'. Suaminya yang kedua, Kinanah, adalah tokoh yang memiliki benteng di Khaibar yang kemudian ditaklukkan oleh kaum Muslimin.~ Proses Masuk Islam dan Pernikahan dengan Rasulullah ﷺPeristiwa Khaibar: Setelah perang Khaibar, Sofiyah menjadi tawanan perang. Rasulullah ﷺ kemudian memberikan pilihan kepadanya: untuk tetap memeluk agama Yahudi dan dibebaskan untuk kembali ke keluarganya, atau masuk Islam dan menikah dengan Nabi ﷺ.Pilihan Sofiyah: Dengan kesadaran penuh dan kerinduan pada kebenaran yang telah ia dengar tentang sosok Nabi akhir zaman, Sofiyah memilih Islam. Maharnya adalah pembebasan dirinya dari status budak menjadi istri Nabi.~ Pernikahan: Pernikahan terjadi dalam perjalanan pulang dari Khaibar menuju Madinah. Rasulullah ﷺ mengadakan walimah sederhana dengan berbagi makanan kepada para sahabat.~ Keutamaan dan Akhlak Mulia1. Rajin Beribadah: Sofiyah dikenal sebagai wanita yang sangat bertakwa, sering berzikir, dan mudah menangis karena takut kepada Allah SWT. Beliau pernah menegur sahabat yang berkumpul di dekat rumahnya karena mereka tidak menangis saat tilawah Al-Qur'an.2. Mudah Memaafkan: Beliau memiliki kelapangan hati yang luar biasa. Meski difitnah oleh budak wanitanya di depan Umar bin Khattab, Sofiyah tidak marah, bahkan memerdekakan budak tersebut setelah memaafkannya.3. Dermawan dan Cerdas: Beliau dikenal sangat cerdas dalam membangun hubungan baik dengan istri-istri Nabi lainnya, salah satunya dengan memberikan hadiah emas kepada mereka.4. Pembelaan terhadap Utsman bin Affan: Di akhir hayatnya, Sofiyah menunjukkan keberanian dan kesetiaannya dengan berusaha membela Khalifah Utsman bin Affan saat dikepung oleh para pemberontak. Beliau bahkan mengirimkan bantuan makanan dan minuman dengan menggunakan tangga karena akses ke rumah Utsman yang terhalang.Contoh Perhatian Rasulullah kepada Sofiyah~ Meredam Cemburu: Ketika Sofiyah menangis karena dihina oleh istri Nabi yang lain (Hafshah) dengan sebutan "putri Yahudi", Rasulullah ﷺ membesarkan hatinya dengan mengingatkan kemuliaan nasabnya (keturunan Nabi Harun dan Nabi Musa) serta kedudukannya sebagai istri Nabi.~ Perhatian Khusus: Rasulullah ﷺ sangat memuliakan Sofiyah. Contohnya, saat Safar, Nabi membiarkan lututnya diinjak oleh Sofiyah agar beliau bisa naik ke atas unta dengan mudah.~ Menghindari Fitnah: Nabi ﷺ pernah mengantar Sofiyah pulang di malam hari saat sedang iktikaf di masjid. Nabi menjelaskan identitas Sofiyah kepada sahabat yang berpapasan dengan mereka agar tidak muncul prasangka buruk di hati mereka, menunjukkan betapa Nabi sangat menjaga kehormatan istrinya.[Endah Ea]

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Ummul Mu’minin Sofiyah Radiyallahu Anha

Latar Belakang dan Nasab Shafiyyah radhiyallahu 'anhaGaris Keturunan Mulia: Shafiyyah binti Huyai berasal dari kabilah Bani Nadhir, yang silsilah nasabnya bersambung kepada Nabi Harun 'alaihissalam dan Nabi Musa 'alaihissalam (keturunan Lawi bin Ya'qub).Putri Tokoh Terpandang: Ayahnya adalah Huyai bin Akhthab, pemimpin Bani Nadhir sekaligus tokoh utama yang memprovokasi koalisi pasukan Ahzab untuk mengepung Madinah.Pernikahan Sebelum Islam: Shafiyyah sebelumnya pernah menikah dua kali dengan tokoh Yahudi, yakni Sallam bin Misykam (kemudian bercerai) dan Kinanah bin Abi al-Huqaiq (yang terbunuh dalam penaklukan Khaibar).Pengakuan Kaum Yahudi atas Kenabian Muhammad ﷺPenyelidikan Rahasia: Saat Nabi Muhammad ﷺ baru tiba di Quba saat hijrah, ayah Shafiyyah (Huyai) bersama pamannya (Abu Yasir) pergi memeriksanya secara langsung sejak subuh hingga petang.Hasad yang Menutup Kebenaran: Sepulang dari Quba, ayah dan pamannya mengakui dalam percakapan pribadi bahwa ciri-ciri Nabi Muhammad ﷺ persis sebagaimana yang termaktub dalam kitab Taurat, namun karena rasa dengki (karena nabi terakhir berasal dari bangsa Arab, bukan Bani Israil), ayahnya bersumpah untuk memusuhi Nabi ﷺ seumur hidup. Percakapan ini disaksikan dan didengar langsung oleh Shafiyyah.Isyarat Mimpi dan Proses Masuk IslamMimpi Rembulan Jatuh di Pangkuan: Semasa masih bersuamikan Kinanah, Shafiyyah pernah bermimpi melihat rembulan (atau matahari) jatuh di pangkuannya. Ketika diceritakan, suaminya marah dan menampar wajahnya hingga meninggalkan bekas lebam, seraya menuduhnya berkeinginan menikah dengan "Raja Yatsrib" (Nabi Muhammad ﷺ).Pilihan Bebas dari Rasulullah ﷺ: Setelah pembebasan Khaibar, Shafiyyah menjadi bagian dari tawanan perang.Rasulullah ﷺ memberinya dua opsi: tetap memeluk Yahudi lalu dibebaskan untuk kembali kepada kaumnya, atau memilih masuk Islam dan dinikahi oleh beliau ﷺ. Shafiyyah dengan tulus memilih masuk Islam, dan pembebasan dirinya dijadikan sebagai mahar pernikahannya.Menghilangkan Luka di Hati: Mengingat ayah dan kerabatnya tewas dalam pertempuran melawan kaum muslimin, Rasulullah ﷺ dengan sabar dan lembut memberikan penjelasan tentang alasan perang tersebut hingga seluruh rasa kebencian di hati Shafiyyah sirna sepenuhnya.Kedudukan dan Keutamaan Pribadi ShafiyyahAhli Ibadah dan Mudah Menangis: Shafiyyah dikenal sangat tekun beribadah, memperbanyak zikir, dan memiliki hati yang lembut serta mudah meneteskan air mata saat membaca atau mendengar lantunan Al-Qur'an.Berhati Pemaaf dan Pembebas: Ketika seorang budak perempuannya menyebarkan fitnah kepada Khalifah Umar bin Khattab bahwa Shafiyyah masih memuliakan hari Sabtu dan menjalin hubungan dengan orang Yahudi,Shafiyyah mengklarifikasinya dengan bijak (menjelaskan bahwa ia memuliakan hari Jumat dan tetap menjaga silaturahmi kerabat). Setelah budak tersebut mengakui hasutan setan di balik laporannya, Shafiyyah tidak memarahinya, melainkan langsung memaafkan dan memerdekakannya.Cerdas dan Gemar Bersedekah: Setibanya di Madinah, beliau membagikan perhiasannya kepada Fathimah dan istri-istri Nabi ﷺ yang lain guna mempererat keharmonisan dan persaudaraan.Romantisme dan Pembelaan Rasulullah ﷺ terhadap ShafiyyahMenenangkan Hati yang Sedih: Saat Shafiyyah menangis karena dicemooh oleh madunya sebagai "putri Yahudi",Nabi ﷺ menghiburnya dengan menegaskan keistimewaan nasabnya: "Engkau adalah putri nabi (Harun), pamanmu nabi (Musa), dan suamimu nabi (Muhammad), lalu apa yang bisa mereka banggakan atasmu?",kemudian menegur istri yang menyakitinya.Ketulusan yang Diakui Wahyu: Ketika Rasulullah ﷺ sakit menjelang wafat, Shafiyyah dengan tulus berkata bahwa ia berharap sakit tersebut berpindah kepadanya. Melihat tatapan cemburu dari istri-istri yang lain, Nabi ﷺ bersumpah membela Shafiyyah bahwa ucapannya itu benar-benar murni dari lubuk hatinya.Sikap Memuliakan Istri: Dalam perjalanan safar, Rasulullah ﷺ merendahkan lututnya agar bisa dijadikan pijakan kaki bagi Shafiyyah saat menaiki unta. Beliau ﷺ juga rela menjeda waktu i'tikafnya demi mengantar Shafiyyah pulang sampai ke depan rumah pada malam hari.Loyalitas di Masa Kekhalifahan Utsman bin AffanMembela Pemimpin Kaum Muslimin: Saat kediaman Khalifah Utsman bin Affan dikepung oleh para pemberontak bersenjata, Shafiyyah secara berani berusaha datang menunggangi baghalnya untuk melindungi Utsman.Memasok Makanan dan Minuman: Kendati kendaraannya dihadang dan dipukul oleh provokator pemberontak,Shafiyyah tidak menyerah; ia membentangkan titian kayu dari rumahnya ke rumah Utsman agar dapat mengirimkan air minum dan pasokan makanan bagi khalifah yang sedang terisol

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 November 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#26 — Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab

Kajian tentang kisah dua Ummul Mukminin yang bernama Zainab—yakni Zainab binti Khuzaimah dan Zainab binti Jahsy—menyimpan banyak hikmah mendalam bagi kehidupan kita sebagai seorang Muslim. Melalui perjalanan hidup kedua wanita mulia ini, kita diajak untuk merefleksikan arti ketulusan, ketaatan, dan keluhuran akhlak dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.Sosok Zainab binti Khuzaimah yang dikenal dengan julukan Ummul Masakin (ibundanya orang-orang miskin) mengajarkan kita pentingnya memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Beliau mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk merawat dan membantu para janda serta anak-anak yatim. Dari teladan ini, kita diingatkan untuk mengalihkan waktu dari hal-hal yang kurang bermanfaat kepada amal saleh yang bernilai kekal, serta senantiasa menghadirkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.Sementara itu, dari perjalanan Zainab binti Jahsy, kita dapat merenungkan keteguhan jiwa dalam menerima dan mentaati setiap ketetapan Allah, sekalipun dihadapkan pada ujian sosial yang berat. Beliau juga memberikan pelajaran agung tentang kelapangan hati dan kejujuran lisan untuk selalu berpihak pada kebaikan serta menjaga pandangan, bahkan di tengah situasi pelik yang menguji ego manusia. Kedua kisah ini menjadi pengingat berharga bahwa ketenangan batin sejati lahir dari kepatuhan total kepada Sang Pencipta dan keikhlasan dalam berbuat kebaikan.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab

“Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.ANama Zainab secara bahasa berasal dari makna tumbuhan yang memiliki aroma yang wangi dan indah, sehingga menjadi nama yang sangat disukai dan banyak digunakan oleh wanita di kalangan bangsa Arab pada masa itu (termasuk dua istri Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anhaJulukan (Ummul Masakin):Dikenal dengan julukan Ummul Masakin (Ibunya orang-orang miskin) karena kedermawanannya yang luar biasa, kepedulian yang sangat besar, serta waktu dan hidupnya dihabiskan untuk merawat anak-anak yatim, para janda, dan orang-orang fakir miskin sejak zaman jahiliyah hingga Islam.Riwayat Pernikahan & Suami Sebelumnya:Sebelum dinikahi Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam, beliau adalah istri dari Abdullah bin Jahsy (pendapat yang lebih kuat), seorang sahabat mulia yang gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud dengan kondisi tubuh dan wajah yang terluka parah di jalan Allah.Pernikahan dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:Dinikahi oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam pada tahun ke-3 Hijriah. Beliau merupakan istri Nabi yang kelima.Masa berumah tangga beliau dengan Nabi tergolong sangat singkat (ada yang mengatakan sekitar 2 hingga 3 bulan, atau paling lama sekitar 8 bulan sebelum beliau wafat).​Meskipun hidup bermadu, tidak pernah diriwayatkan adanya rasa cemburu dari beliau, karena seluruh waktunya disibukkan dengan ibadah, membantu orang miskin, dan mengurus urusan akhirat.Keistimewaan Khusus:Beliau bersama Khadijah adalah dua istri Nabi yang wafat di kala Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam masih hidup (Zainab binti Khuzaimah wafat pada tahun ke-4 Hijriah di bulan Rabiul Awal).​Menjadi satu-satunya istri Nabi yang jenazahnya dishalatkan secara langsung oleh Rasulullah (karena Khadijah wafat di Makkah sebelum disyariatkannya shalat jenazah).Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anhaLatar Belakang Silsilah & Keluarga:Beliau radhiyallahu 'anha adalah sepupu Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam dari garis bibi beliau, yaitu Umaimah binti Abdul Muthalib (putri kakek Nabi, Abdul Muthalib).​Lahir sekitar 32 tahun sebelum hijrah dan wafat pada tahun ke-20 Hijriah di masa kekhalifahan Umar bin Khattab (pada usia sekitar 52–53 tahun). Beliau radhiyallahu 'anha adalah istri Nabi yang pertama kali wafat sepeninggal Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.Pernikahan Pertama dengan Zaid bin Haritsah:Semula, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menikahkan Zainab dengan Zaid bin Haritsah (mantan budak yang sempat diangkat menjadi anak angkat oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam).​Pernikahan ini sempat berat bagi Zainab karena perbedaan status sosial (Zainab dari kalangan bangsawan Quraisy/Ahlul Bait, sedangkan Zaid seorang mantan budak), namun beliau tunduk patuh demi menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.​Rumah tangga Zaid dan Zainab tidak bertahan lama (hanya sekitar satu tahun) karena ketidakcocokan, hingga akhirnya Zaid menceraikannya.Pernikahan Mukjizat dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam & Pembatalan Adat Anak Angkat:Setelah masa iddah Zainab selesai, Allah SWT memerintahkan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam untuk menikahinya.Tujuan agung dari pernikahan ini adalah untuk menghapus tradisi jahiliyah tentang anak angkat—bahwa anak angkat tidak dihukumkan seperti anak kandung, sehingga hukum syariat membolehkan seseorang menikahi mantan istri anak angkatnya.Keistimewaan Agung:Zainab binti Jahsy dinikahkan langsung oleh Allah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam dari atas langit yang tujuh (tanpa perantara wali manusia), sehingga ia sering membanggakannya di hadapan istri-istri Nabi yang lain: "Kalian dinikahkan oleh wali-wali kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang tujuh."Sifat Terpuji & Kedudukannya di Sisi Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:Tangan yang Paling Panjang: Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam pernah bersabda bahwa istri beliau yang paling cepat menyusulnya wafat adalah yang paling panjang tangannya. Para istri sempat mengukur panjang tangan fisik, namun ternyata yang dimaksud adalah Zainab binti Jahsy karena paling banyak bersedekah dan berinfak dengan tangannya.​Sikap Terpuji saat Fitnah Ifk (الإفك):Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha difitnah dalam peristiwa, sementara saudarinya (Hamnah binti Jahsy) sempat terprovokasi ikut menuduh, Zainab binti Jahsy tetap bersikap objektif, menjaga lisan, tidak menzalimi madunya, dan bersaksi di hadapan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam: "Wahai Rasulullah, aku menjaga pendengaran dan penglihatanku. Demi Allah, aku tidak mengetahui dari Aisyah kecuali kebaikan."​Aisyah radhiyallahu 'anhaMengakui bahwa Zainab binti Jahsy adalah tandingannya dalam hal kedudukan dan kecintaan di sisi Rasulullah Radhiyallahu 'Anhu karena ketakwaannya yang tinggiKesimpulan Keteladanan Ummul Masakin (Zainab binti Khuzaimah): Mengajarkan pentingnya mengalihkan kesibukan duniawi dan kesedihan hidup kepada amal sosial, membantu fakir miskin, anak yatim, serta memperbanyak ibadah kepada Allah Subḥānahu wataʿālā.​Ketaatan dan Kemuliaan Zainab binti Jahsy: Mengajarkan ketundukan total terhadap syariat Allah, menjaga lisan dari sifat dengki terhadap madu (sesama istri), serta menjadi wanita yang mulia karena kedermawanannya yang tinggi (panjang tangan dalam bersedekah).

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
E

Eka Yuliani,SE

📍 Kota Surakarta

26. Kisah dua istri Nabi Zainab dan Zainab

Kisah dua istri nabi Zainab dan Zainab1. Zainab binti Khuzaimah (Sang Ibu Kaum Miskin)Kisah hidup Zainab binti Khuzaimah radhiallahu 'anha tidak banyak tercatat dalam buku-buku sejarah karena kebersamaan beliau dengan Nabi SAW yang teramat singkat. Namun, namanya abadi karena kemuliaan akhlaknya.Keistimewaan beliau sbb :• Gelar KehormatanBeliau dijuluki Ummul Masakin (Ibunda Kaum Miskin). Istimewanya, julukan ini sudah melekat pada dirinya sejak zaman Jahiliyah karena beliau tidak pernah tega melihat orang kelaparan dan selalu menyedekahkan hartanya untuk fakir miskin.• Keluarga PejuangZainab berasal dari keluarga yang berjiwa pejuang dan termasuk golongan awal yang memeluk Islam. Pada Perang Badar, ia terjun langsung ke medan laga untuk mengurus logistik dan menjadi tim medis yang merawat para mujahidin yang terluka. • Kehilangan SuamiZainab menikah dengan sahabat mulia, Abdullah bin Jahsy. Pada Perang Uhud, suaminya gugur sebagai syuhada. Kehilangan suami di medan perang membuatnya menjadi janda di usia yang relatif muda (sekitar 29 tahun) dan tidak ada yang mengayominya.• Pernikahan dengan NabiKagum atas kesabaran, kemuliaan akhlak, dan jiwa sosialnya yang tinggi, Rasulullah SAW meminangnya pada bulan Ramadan tahun 3 Hijriyah untuk memuliakan dan melindunginya. •WafatPernikahan ini hanya berlangsung sekitar 8 bulan (beberapa riwayat menyebut 2-3 bulan). Zainab binti Khuzaimah wafat dalam usia muda (sekitar 30 tahun). Beliau adalah satu-satunya istri Nabi yang wafat di Madinah saat Nabi masih hidup, dan Rasulullah SAW sendiri yang menshalati jenazahnya sebelum dimakamkan di Jannatul Baqi.Zainab binti Jahsy (Pernikahan yang Diatur Langit)Kisah Zainab binti Jahsy radhiallahu 'anha merupakan salah satu kisah paling agung dalam sejarah Islam karena melibatkan perombakan hukum adat Jahiliyah secara langsung melalui wahyu.Keistimewaan beliau :Nasab yang MuliaBeliau adalah sepupu kandung Nabi Muhammad SAW (ibunya, Umaimah binti Abdul Muthalib, adalah bibi kandung Rasulullah). Nama aslinya adalah Barrah, lalu diganti oleh Nabi menjadi Zainab.Ujian Ketaatan (Menikah dengan Zaid) Rasulullah SAW meminang Zainab bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk anak angkat beliau, Zaid bin Haritsah. Zaid adalah mantan budak yang dibebaskan. Awalnya, Zainab dan saudara laki-lakinya menolak karena merasa tidak sekufu (Zainab dari bangsawan tinggi Quraisy, sedangkan Zaid mantan budak). Namun, setelah Allah menurunkan surat Al-Ahzab ayat 36 mengenai kewajiban taat kepada ketetapan Allah dan Rasul-Nya, Zainab tunduk dan menerima pernikahan tersebut demi pahala.PerceraianPernikahan Zaid dan Zainab diuji dengan banyak ketidakcocokan karena perbedaan sifat dan latar belakang. Zaid berulang kali mengadu kepada Nabi ingin menceraikan Zainab, namun Nabi selalu menahannya dan berkata, "Pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah." Hingga akhirnya, keretakan tersebut tidak bisa dihindari dan mereka resmi bercerai.Pernikahan Melalui Wahyu: Setelah masa iddah Zainab selesai, Allah SWT menurunkan Surat Al-Ahzab ayat 37. Ayat ini secara eksplisit menyatakan bahwa Allah-lah yang menikahkan Nabi dengan Zainab. Tujuan utama pernikahan ini adalah menghapus keyakinan kaum Jahiliyah bahwa anak angkat kedudukannya sama dengan anak kandung. Karena status Zaid hanyalah anak angkat, maka mantan istrinya halal dinikahi oleh ayah angkatnya.Kebanggaan Zainab: Zainab sering membanggakan hal ini di depan istri-istri Nabi yang lain dengan berkata: "Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang tujuh."Kedermawanan dan Akhir Hayat Zainab dikenal sebagai wanita yang zuhud dan rajin menyamak kulit untuk kemudian dijual, lalu seluruh hasilnya disedekahkan kepada orang miskin. Nabi pernah bersabda bahwa istri yang paling cepat menyusul wafatnya adalah yang "paling panjang tangannya" (artinya paling rajin bersedekah). Ramalan ini terbukti, Zainab binti Jahsy menjadi istri pertama yang wafat setelah Rasulullah SAW wafat (pada tahun 20 Hijriyah).

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 26

Materi 26 Kisah dua istri Nabi , Zainab dan Zainab - Ustadz Firanda Hafizhahullaahu[ ] Zainab artinya tumbuhan yang aromanya wangi [ ] Zainab binti khuzaimah (dinikahi thn ke-3 hijriah) dan Zainab binti jahsyin (dinikahi thn ke-5 hijriah)[ ] Zainab binti khuzaimah al hilaliyah --> bertemu dgn nabi di mudhor [ ] Ibunya adl hind bintu auf --> mempunyai putri2 slh 1 nya maimunah bintu harits (istri nabi yg dinikahi stlh zainab wafat), saudara seibu zainab --> putrinya asma bintu umais istrinya jafar bin abu thalib lalu abu bakar lalu ali bin abu thalib --> salma bintu umais istri hamzah bin abdul muthalib --> ummu fadl istrinya abbas bin abdul mutholib --> lubabah al sugro ibunya khalid bin walid[ ] Dikenal dgn ummul masakin --> krn beliau py perhatian utk membantu janda2, anak2 yatim

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 26-Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab

Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan ZainabZainab berasal dari nama tumbuhan yang aromanya wangi.Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, banyak wanita diberi nama Zainab. Nabi punya anak bernama Zainab. Nabi pun punya dua istri yang bernama Zainab, Zainab binti Jahsyin dan Zainab binti Khudzaimah.1. Zainab binti KhudzaimahMemiliki banyak saudara, di antaranya saudara seibu dan saudara seayah. Ibunya bernama Hind binti Auf, yang punya putri-putri terkenal, di antaranya Ummul Mukminin juga, Maimunah binti Harits. Ada juga Asma binti Umais, istri Ja'far bin Abi Thalib. Setelah suaminya meninggal, dinikahi oleh Abu Bakar. Setelah Abu Bakar meninggal, dinikahi Ali bin Abi Thalib. Salma binti Umais, istri Hamzah bin Abdul Muthalib. Ummul Fadl (Lubabah Al-Kubra), istrinya Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi. Lubabah As-Sughra, ibunya Khalid bin Walid.Adapun Zainab binti Khudzaimah dikenal sebagai Ummul Masakin, ibunya orang-orang miskin. Karena perhatiannya yang sangat besar terhadap orang-orang miskin.Suami pertamanya adalah Abdullah bin Jahsyin, saudara Zainab binti Jahsyin yang meninggal saat Perang Uhud, yang ketika itu ia tidak berdoa untuk menang, tetapi berdoa untuk syahid dan Allah kabulkan doanya.Setelah suaminya meninggal, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahi Zainab binti Khudzaimah dan jadilah ia mulia sebagai Ummul Mukminin. Beliau istri kelima yang dinikahi Nabi, tetapi beliau berumah tangga dengan Nabi tidak lama, hanya hitungan bulan.Dan selama pernikahan itu tidak diriwayatkan ada kisah kecemburuan Zainab binti Khudzaimah karena sibuk beribadah, mengurus anak-anak yatim, para janda, fakir miskin, dan sebagainya.Satu-satunya istri yang disalatkan Nabi ketika meninggal karena hanya dua istri Nabi yang wafat sebelum beliau wafat, yaitu Khadijah dan Zainab binti Khudzaimah. Dan ketika Khadijah wafat, belum ada syariat salat jenazah.Di antara faedah kisah Zainab binti Khudzaimah: jangan terlalu sibuk dengan media sosial. Sibuklah dengan anak yatim, kegiatan-kegiatan sosial, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Sibukkan diri untuk amal saleh.2. Zainab binti JahsyinIbunya bernama Umaimah binti Abdil Muthalib, yang berarti Zainab sepupu Nabi. Ayahnya Jahsyin bin Ribab. Lahir kurang lebih 32 sebelum Hijriah dan wafat sekitar tahun 20 Hijriah. Beliau istri Nabi yang pertama wafat setelah Nabi wafat.Suami pertama Zainab adalah Zaid bin Haritsah (anak angkat Nabi).Di antara keistimewaan Zainab:Zainab binti Jahsyin istri Nabi yang paling panjang tangannya, yaitu senang bersedekah.Zainab binti Jahsyin membela Aisyah ketika Aisyah difitnah berzina, tidak menzalimi madunya.Zainab adalah istri Nabi yang menyaingi Aisyah dalam hal kecintaan Nabi.Zainab yang berasal dari keluarga dengan nasab yang baik dan terkenal menerima lamaran Zaid bin Haritsah yang merupakan mantan budak karena perintah Nabi meskipun awalnya ia tidak suka. Pernikahan mereka tidak lama karena Zaid merasa tidak cocok, kemudian Nabi menikah dengan Zainab atas perintah Allah untuk mengubah tradisi bahwa anak angkat dinasabkan kepada ayah angkatnya, anak angkat bukan nasab ayah angkat, maka boleh mantan istrinya dinikahi ayah angkatnya.Zainab dinikahkan langsung oleh Allah tanpa wali.Di antara faedah kisah Zainab Bintu Jahsyin:Ikutilah (taat) perintah Allah dan Rasul-Nya, (meskipun mungkin itu sesuatu yang kita tidak suka) karena pasti ujungnya akan baik.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 26 🌼kisah dua istri nabi,Zainab dan Zainab🌼

‎Kisah dua istri nabi,Zainab dan Zainab‎🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja,MA‎Zainab disebutkan oleh sebagian ulama maknanya dari tumbuhan yang aromanya wangi dan di zaman nabi banyak wanita yang diberi nama Zainab.dan istri nabi ada dua yang bernama Zainab yaitu Zainab binti khuzaimah dan Zainab binti jahsy.‎🌼 Zainab binti khuzaimah dinikahi nabi shalallahu alaihi wasallam tahun 3H.‎Nasabnya Al hililaliyah,memiliki banyak saudara seibu (Maimunah binti Harits,Ummu Fadhil bin harits)dan seayah (asma' binti umais) dan saudara kandungnya (salmah binti umais)‎Gelar Zainab binti khuzaimah yaitu Ummul massakin (ibundanya orang orang miskin).beliau disibukkan dengan mengurusi orang orang miskin dan anak yatim.perhatian beliau begitu besar terhadap orang orang miskin.dulu bersuamikan Abdullah bin jahsy (saudara nya Zainab binti jahsy),dalam perang Uhud berkumpullah Abdullah bin jahsy dan Abdullah bin Abi waqash,kemudian mereka berdua berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, Abdullah bin abi waqash berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala:"yaa Allah jika aku bertemu dengan musuk esok hari,maka mudahkanlah aku bertemu dengan musuh yang kuat hantamannya yang sangat keras kemarahannya,aku ingin bertemu musuh yang seperti itu dalam perang Uhud,lantas aku berperang dan kalahkan dia dan aku bunuh dia dan aku ambil barang barang miliknya." Abdullah bin jahsy mengatakan aamiin.lalu Abdullah bin jahsypun berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala:"yaa Allah anugerah kan kepadaku besok seorang musuh yang sangat keras kemarahannya,aku berperang kepada dia karena engkau dan diapun memerangi ku,dan biarkanlah aku mati di tangannya,kalau dia sudah bunuh aku dalam perang Uhud,maka dia mengambil jasadku lantas dia memotong hidungku,mata dan telingaku dan nanti pada hari kiamat,jika aku di bangkitkan di hadapan engkau yaa Allah,maka engkau akan bertanya kepadaku: yaa Abdullah kenapa dipotong telingamu dan hidungmu?aku akan menjawab: karena aku berjuang di jalanmu dan di jalan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam." Maka saat abi waqash mengomentari kisah mereka berdua,doa Abdullah bin jahsy lebih bagus daripada doaku.dan ketika selesai perang Uhud,aku melihat hidung dan telinga nya di potong dan di gantung di sebuah tali. Kemudian Abdullah bin jahsy terkenal dengan Al mujaddah (yang di potong potong bagian tubuhnya)‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menikah Zainab binti khuzaimah.dalam hadits disebutkan bahwa yang menjadi istri nabi di dunia akan menjadi istri nabi di surga.akan tetapi Zainab binti khuzaimah tidak lama hidup bersama nabi shalallahu alaihi wasallam,beliau adalah istri ke lima nabi shalallahu alaihi wasallam.ada khilaf di kalangan para ulama,beliau hidup bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam hanya 2 bulan ada yang mengatakan beliau wafat pada tahun ke 4 rabiul awal sehingga umur rumah tangga beliau bersama nabi sekitar 8 bulan.‎Tidak disebutkan oleh para ulama kisah kecemburuan kepada istri istri nabi yang lain.karena menghabiskan waktunya untuk beribadah kepada Allah dan mengurus anak yatim dan juga para janda.‎Satu satu nya istri yang disholatkan nabi ketika meninggal,karena yang istri nabi meninggal sebelum nabi hanya ada dua yaitu Khadijah dan Zainab binti khuzaimah.hanya saja kalau Khadijah tidak disholatkan karena belum ada syariat sholat jenazah.‎Faidah yang bisa kita ambil adalah: ibuk ibuk jangan sibuk dengan medsos,sibuk dengan ibadah,kegiatan sosial,mencari pahala sehingga waktu tidak terbuang buang.‎🌼 Zainab binti jahsyn dinikahi nabi shalallahu alaihi wasallam tahun 5H.‎dia adalah anak atau putri dari Tante nabi shalallahu alaihi wasallam.ibunya bernama umaimah binti Abdul Muthalib .oleh karenanya nabi dan Zainab binti jahsyn sepupuan.bapaknya bernama jahsy bin ribab.‎Wafat ketika usia beliau 52.dan beliau adalah istri pertama nabi yang wafat setelah nabi shalallahu alaihi wasallam wafat.‎Keistimewaan Zainab binti jahsyn, diantara nya adalah suka bersedekah ‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:yang pertama kali akan menyusul ku meninggal wahai istri istri ku adalah yang paling panjang tangannya di antara kalian.maka istri istri nabi pun mulai mengukur panjang panjang tangannya.ternyata yang paling panjang tangannya adalah Saudah ternyata yang meninggal duluan bukan sudah tetapi Zainab binti jahsyn.‎Ternyata maksud panjang tangannya menurut Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah yang rajin berinfak.suka beramal Sholih dengan tangannya.‎Disampaikan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha:ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bertanya tentang Aisyah kepada Zainab perkara isu yang telah beredar bahwa Aisyah berzina, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata kepada Zainab: yaa Zainab , bagaimana menurutmu tentang Aisyah?lalu Zainab menjawab: yaa Rasulullah,aku sangat menjaga penglihatan dan pendengaran ku, aku tidak mengetahui dari Aisyah kecuali kebaikan.dan Aisyah mengakui Zainab,dan berkata:dialah satu satunya wanita yang menyaingiku ,menyamaiku dalam kedudukan di sisi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.‎Di sini meskipun Aisyah adalah madunya,tetapi Zainab binti jahsyn tidak ikutan menjelekkan Asiyah.•cerita asal usul nabi shalallahu alaihi wasallam menikahi Zainab binti jahsyn ‎nabi shalallahu alaihi wasallam dahulu memiliki anak angkat bernama Zaid bin haritsah ( budak Khadijah Radhiyallahuanha),lalu tersebar nama Zaid menjadi Zaid bin Muhammad karena dahulu boleh mengangkat anak dan menisbatkan namanya ke orang tua angkatnya.sampai ketika Al haritsah,bapak aslinya datang dan ingin anaknya kembali kepada dia,lalu nabi shalallahu alaihi wasallam menjawab: tanyakan saja kepada dia,dia mau ikut siapa dan ternyata Zaid memilih untuk ikut nabi shalallahu alaihi wasallam karena tahu bagaimana akhlak nabi shalallahu alaihi wasallam.karena nabi shalallahu alaihi wasallam sangat sayang kepada Zaid akhirnya nabi menikahkan dia dengan Zainab binti jahsyn.dan mulai ragulah Abdullah binti jahsyn dan Zainab binti jahsyn.kemudian turunlah ayat ‎Dalam surat al ahzab ayat 36,Allah subhanahu wata'ala berfirman:tidak pantas bagi seorang laki mukmin dan wanita mukminah jika rasul-nya telah memutuskan suatu perkara dan mereka memiliki pilihan yang lain.‎Seketika Abdullah bin jahsy dan Zainab binti jahsyn lalu tunduk kepada perintah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.‎Akhirnya sebagian ulama berpendapat bahwasanya dalam pernikahan yang diperhatikan adalah agama.ayat ini sebagai dalil bahwasanya kesetaraan nasab bukan syarat sah yang di anggap dalam pernikahan.‎namun sayangnya pernikahan antara Zaid dan Zainab hanya berlangsung kurang lebih setahun.zaid bin haritsah pun mengadu kepada nabi shalallahu alaihi wasallam tentang Zainab. Dan Rasulullah mengatakan tahanlah istrimuketika itu Allah subhanahu wata'ala sudah mengabarkan kepada nabi shalallahu alaihi wasallam bahwasannya Allah subhanahu wata'ala punya rencana Zainab akan dicerai oleh zaid dan akan dinikahi oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.untuk apa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menikah Zainab?yaitu untuk menghilangkan tradisi yang tersebar bahwa barangsiapa yang punya anak angkat dan anak tersebut dinisbatkan kepada bapaknya,seolah olah mantan istri angkat Tidak boleh di nikahi oleh bapak angkatnya seperti halnya anak kandung.dan Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam surat Al ahzab ayat 37: "ketika kau Muhammad berkata kepada orang yang engkau beri karunia kepadanya dan Allah beri karunia kepadanya dan bertakwalah kepada Allah,sementara engkau menyembunyikan apa yang ada pada dirimu apa yang Allah ungkapkan dan kau takut akan omongan orang.allah lebih utama untuk kau ikuti.‎Zaid pun akhirnya menceraikan Zainab dan setelah masa Iddah berakhir,Allah pun menguji Zaid kembali dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyuruh Zaid melamarkan Zainab untuk nabi shalallahu alaihi wasallam.maka Zaid pun datang menemui Zainab dan tatkala itu Zaid merasa Zainab adalah wanita yang besar di dadaku.sehingga dia tidak mampu melihat nya dan Zaid pun berbicara dengan Zainab dengan balik badan dan akupun mundur.dan Zaid pun mengatakan kepada Zainab: "aku adalah utusan Rasulullah, untuk melamar mu dan Zainab pun menjawab : aku tidak akan memberi jawaban sampai aku istikharah.‎Kemudian turunlah ayat dalam Al Qur'an: kami nikahkan engkau dengan Zainab (tanpa wali)Lalu Rasulullah datang dan langsung masuk ruangan Zainab tanpa minta izin karena Allah langsung yang menikah kan keduanya.‎Faidah yang bisa di ambil dalam hal ini: bahwasanya bagaimana terkadang kaidah yang kita ambil dalam Al Qur'an bisa jadi kau benci sesuatu padahal itu baik bagimu.jadi ikutilah saja perintah Allah dan rasul-nya karena pasti endingnya baik.‎

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah Dua Istri Nabi, Zainab Dan Zainab

Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahZainab Bintu KhuzaimahZainab Bintu JahsynMakna Zainab: Disebutkan oleh sebagian ulama, maknanya berasal dari makna tumbuhan yang aromanya wangi sehingga dijadikan nama wanitaZainab Bintu Khuzaimah ketemu dengan Nabi Di mudhor. Beliau memiliki banyak saudara-saudara diantaranya seibu dan seayah.Zainab Bintu Khuzaimahbeliau dikenal dengan Ummu Masakin yaitu Ibundanya orang-orang miskin. Kenapa? Karena beliau punya perhatian untuk membantu janda-janda, anak yatim, hidupnya disibukkan dengan membantu orang-orang miskin. Bahkan dikatakan dikenal sejak zaman jahiliyah gelar tersebut dan itu dibawa hingga masuk islam. Apalagi setelah menjadi istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Beliau istri ke 5 Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Beliau tidak lama hidup berumah tangga dengan Nabi.Diriwayatkan, tidak ada kecemburuan yang timbul pada beliau terhadap istri-istri Nabi yang lain karena beliau sibuk beribadah, sibuk mengurusi para janda.Diantara keistimewaan Zainab beliau disholatkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam karena beliau wafat di zaman nabi masih hidup, sedangkan istri2 yang lain wafat setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Faidah: Jangan terlalu sibuk dengan medsos. Sibuklah dengan ibadah, mengurus anak yatim, kegiatan sosial, cari pahala sehingga waktu tidak terbuang-buang.Disebutkan zainab wafat sekitar umur 30an.Zainab Bintu JahsynBeliau adalah anak dari Tante Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Ibunya namanya Umaimah Bintu Abdil MutthalibNabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersepulu dengan Zainab Bintu Jahsyn.Beliau wafat sekitar usia 52 tahun.Beliau adalah istri Nabi yang pertama wafat setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat.Diantara keistimewaan Zainab:Dalam suatu Hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:Yang pertama kali akan menyusulku meninggal wahai istri-istriku yang paling panjang tangannya.Maksudnya adalah tangan panjang yang paling banyak berinfaq. Yang paling suka berinfaq adalah Zainab. Karena dia suka beramal sholeh dengan tangannya.Keistimewaan yang lain, Zainab dinikahkan langsung oleh Allah Subhanahu Wata’ala dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Dua Istri Nabi Zainab dan Zainab

👤Ustadz Firanda AndirjaMakna Nama ZainaNama Zainab bermakna tumbuhan yang harum atau wangi.Ada dua istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang bernama Zainab, yaitu Zainab binti Khuzaimah dan Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anhuma.Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anhaA. Gelar Ummul MasakinZainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anha mendapat gelar Ummul Masakin, yang berarti ibunda orang-orang miskin.Gelar ini diberikan karena beliau sangat perhatian terhadap orang-orang miskin dan gemar membantu mereka.Semasa hidupnya, beliau banyak menghabiskan waktunya untuk beramal saleh, terutama dengan menyantuni:Orang-orang miskin.Anak-anak yatim.Para janda.B. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSebelum menikah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Zainab binti Khuzaimah telah menikah dengan orang lain. Dengan demikian, beliau menikah dengan Rasulullah dalam keadaan janda.Zainab binti Khuzaimah merupakan salah satu istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan dikenal sebagai istri beliau yang kelima dalam urutan pernikahan.C. Pernikahannya Berlangsung SingkatKisah kehidupan Zainab binti Khuzaimah tidak banyak diriwayatkan secara terperinci. Salah satu sebabnya adalah masa pernikahan beliau dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berlangsung singkat.Beliau wafat ketika Rasulullah masih hidup, sehingga tidak lama menjadi bagian dari rumah tangga Rasulullah.D. Wafatnya Zainab binti KhuzaimahZainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anha wafat pada usia sekitar 30-an tahun.Dalam catatan kajian ini, beliau disebut sebagai satu-satunya istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dishalatkan langsung oleh Rasulullah.Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anhaA. Nasab dan Pernikahan SebelumnyaZainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha merupakan sepupu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Sebelum menikah dengan Rasulullah, beliau menikah dengan Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu, yaitu seorang sahabat yang dahulu dikenal sebagai anak angkat Rasulullah.Namun, pernikahan Zainab dengan Zaid tidak berlangsung lama dan berakhir dengan perceraian.Setelah itu, Zainab binti Jahsy menikah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.B. Hikmah di Balik Pernikahan Zainab dengan RasulullahPernikahan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Zainab binti Jahsy memiliki hikmah penting dalam syariat Islam, yaitu menjelaskan perbedaan antara anak angkat dan anak kandung.Pada masa itu, anak angkat diperlakukan oleh sebagian masyarakat seperti anak kandung, termasuk dalam persoalan nasab dan hukum pernikahan.Islam kemudian menjelaskan bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung dalam hukum nasab.Oleh karena itu, mantan istri anak angkat tidak memiliki hukum yang sama dengan mantan istri anak kandung dalam persoalan pernikahan.Pernikahan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Zainab binti Jahsy menjadi salah satu penjelasan nyata mengenai ketentuan tersebut.C. Keutamaan Zainab binti JahsyIstri Rasulullah yang pertama menyusul beliau setelah wafatnyaZainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha merupakan istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang pertama wafat setelah beliau.Dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan bahwa istri beliau yang paling cepat menyusul wafatnya adalah yang paling panjang tangannya.Maksud paling panjang tangannya bukanlah panjang tangan secara fisik, melainkan kiasan untuk wanita yang paling banyak bersedekahdan berinfakMembela Aisyah ketika terjadi fitnahKetika terjadi fitnah terhadap Aisyah radhiyallahu 'anha, Zainab binti Jahsy menunjukkan sikap yang mulia.Beliau membela Aisyah dan memberikan kesaksian yang baik tentang dirinya.Sikap ini menunjukkan pentingnya menjaga lisan, bersikap adil, serta tidak ikut menyebarkan tuduhan yang tidak benar terhadap orang lain.Dinikahkan langsung oleh AllahSalah satu keutamaan Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha adalah pernikahannya dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditetapkan langsung oleh Allah melalui wahyu.Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an, yaitu Surah Al-Ahzab ayat 37.Peristiwa tersebut memiliki hikmah dalam menjelaskan ketentuan Allah mengenai anak angkat dan mantan istrinya.Keutamaan ini menjadi salah satu hal istimewa dalam kisah kehidupan Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya26 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#26 Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan Zainab

#26 Kisah Dua Istri Nabi, Zainab dan ZainabUst Dr. Firanda Andirja, M.AZainab maknanya tumbuhan yang aromanya wangi, sehingga banyak digunkaan oleh orang Arab.Zainab binti KhuzaimahZainab memiliki banyak saudara seibu, yang banyak menjadi orang hebat, salah satunya istri nabi yang lain.Zainab bergelar Ummul Masakin, ibunya orang-orang miskin. Penuh perhatian kepada orang miskin, anak yatim, dan janda. Zainab adalah istri ke-5 Rasul, dan dia janda. Hidup bersama Rasul hanya beberapa bulan.Tidak ada riwayat sedikitpun mengenai kecemburuan Zainab karena dia sibuk beramal shaleh.Dia adalah satu-satunya istri yang saat wafat dishalatkan oleh Rasul, karena meninggal sebelum Rasul meninggal (selebihnya meninggal setelah Rasul meninggal).Beliau wafat umur 30an tahun.Zainab binti JahsyimZainab adalah sepupu Rasul. Istri nabi yang pertama wafat setelah Rasul wafat.Keistimewaannya adalah panjang tangan (paling banyak berinfaq).Zainab membela Aisyah saat Aisyah difitnah berzina.Zainab sebelumnya menikah dengan anak angkat Nabi Muhammad, Zaid. Selanjutnya Zainab menikah dengan Rasulullah. Hal ini dimaksudkan untuk merubah tradisi pada masa lalu terkait dengan nitsbat anak angkat. Zainab dinikahkan kepada Rasulullah adalah Allah langsung. Zainab satu-satunya wanita yang menyaingi Aisyah mengenai kecintaan.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →