Kisah Ummul Mu'minin Shafiyah binti Huyay radhiyallahu 'anhaUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Nabi sallallahu 'alaihi wasallam menikah dengan Shafiyah ketika dalam perjalanan pulang Khaibar menuju Kota Madinah, setelah selesai perang Khalibar.Adapun Shafiyah binti Huyay bin Akhtab ayahnya Huyay bin Akhtab adalah pimpinan qabilah Bani Nadhir. Dialah yang telah memprovokasi orang-orang kaum musyrikin Quraisy bersama orang-orang Arab Badui sehingga terjadilah Perang Ahzab yang di mana datang 10.000 pasukan menyerang Kota Madinah. Ia dibunuh oleh kaum muslimin ketika orang Bani Quraizhahsetelah Perang Ahzab, kemudian Rasulullah menyerang Bani Quraizhah dan di situ pun akhirnya dibunuh oleh kaum muslimin.Shafiyah binti Huyay bernasab kepada Lawi bin Ya'qub.Ya'qub alaihissalam atau Israil alaihissalam memiliki 12 anak, di antaranya adalah: ➡️ Yusuf, Benjamin, Yahuda, dan namanya Lawi. Nama-nama ulama biasanya merupakan keturunan Lawi bin Ya'qub, salah satu dari 12 anak Ya'qub alaihissalam. Lawi inilah kemudian keturunan Musa dan Harun; Musa dan Harun, Musa bin Imran, Harun bin Imran, dan Shafiyah dari Harun. Shafiyah dari Harun alaihissalam, Harun bin Imran, karena Musa dan Harun kakak beradik.Kedua orang tua mereka berdua namanya Imran. Jadi Shafiyah keturunan Yahudi keturunan Harun bin Imran keturunan Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim alaihissalam.Adapun ibunya adalah Ummu Shafiyah, terkenal namanya adalah Barrah binti Samau'al ya, Barrah binti Samau'al dan dia dari Bani Quraizhah.Ibunya berasal dari Bani Quraizhah.Ibunya Shafiyah memiliki saudara laki-laki yang namanya Rifa'ah al-Qurazi. Dalam beberapa hadits, Rifa'ah al-Qurazi itu adalah pamannya Shafiyah dari ibunya, jadi saudara ibunya.Akan tetapi, ibunya tidak disebutkan masuk Islam, ibunya meninggal dalam kondisi kafir, dalam kondisi Yahudi, belum masuk Islam.Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha lahir setelah Nabi mulai berdakwah tiga tahun. Jadi Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ketika mulai berdakwah di Mekah setelah tiga tahun berdakwah, lahirlah Shafiyah.Nabi sallallahu 'alaihi wasallam di Mekah selama 13 tahun, kemudian Nabi sallallahu 'alaihi wasallam menikahi Shafiyah tahun 7 Hijriah. Umur Shafiyah ketika dinikahi oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam adalah 17 tahun. Ketika Shafiyah dinikahi oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang janda. Ia sudah menikah dua kali sebelumnya. Adapun pernikahannya yang pertama dengan seorang yang bernama Sallam bin Abul Huqaiq, seorang Yahudi. Pernikahan yang kedua dengan Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq, atau Abul Huqaiq. Dialah yang memiliki salah satu benteng Al-Qumus yang ada di Khaibar. Namun akhirnya suaminya dibunuh oleh kaum muslimin.Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha asalnya tinggal di Kota Madinah, dia bersama ayahnya tinggal di Kota Madinah. Di Madinah ada tiga kabilah Yahudi, yaitu: Kabilah Bani Qainuqa', Yang pertama terusir dari Kota Madinah adalah kabilah Bani Qainuqa' karena kasus yang mereka lakukan di mana mereka mengganggu seorang wanita muslimah ya, sehingga terjadinya terbunuhnya seorang Yahudi, terbunuhnya seorang kaum muslimin, akhirnya terjadi pengusiran dimana mereka kalah dan dikepung akhirnya mereka mundur dan mereka pergi dari Kota Madinah.Bani Nadhir, ketika mereka berencana untuk membunuh Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam di Madinah, pimpinannya adalah bapaknya Shafiyah, Huyay bin Akhtab. Pimpinannya adalah bapaknya Shafiyah, mereka ingin membunuh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, tapi akhirnya Allah beri wahyu kepada Nabi melalui Malaikat Jibril. Akhirnya ketahuan rencana mereka, akhirnya diserang Nabi dan pasukan datang membakar kebun-kebun mereka. Akhirnya mereka ketakutan dan mereka menyerah dan mereka pergi meninggalkan Kota Madinah.Ketika mereka pergi meninggalkan Madinah maka Shafiyah ikut bersama ayahnya meninggalkan Kota Madinah pindah ke Khaibar. Peristiwa tersebut turunlah surat Al-Hasyr ayat—surat Al-Hasyr itu tentang pengusiran Bani Nadhir. Baru kemudian ayahnya dibunuh ketika Perang Bani Quraizhah pada tahun 5 Hijriyah. Jadi dia sudah lama tinggal di Madinah Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha dan juga mendengar tentang Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ya. Dia mendengar isu-isu akan munculnya seorang Nabi yang akan berhijrah di Kota Madinah.Bani QuraizhahDan asalnya memang orang-orang Yahudi dari Bani Qainuqa', Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah mereka sengaja tinggal di Madinah tujuannya untuk menantikan kedatangan Rasul tersebut. Mereka sedang menunggu kedatangan Rasul tersebut, makanya sering sekali mereka sesumbar ketika terjadi keributan antara mereka dengan suku Aus dan suku Khazraj penduduk setempat Kota Madinah. Mereka penduduk Yahudi pendatang, terkadang terjadi keributan antara pendatang ini kaum Yahudi dengan penduduk setempat suku Aus dan Khazraj ketika masih musyrikin, maka mereka sering sesumbar. Mereka bilang, "Sebentar lagi akan datang seorang Nabi dan kami akan bersama Nabi tersebut membunuh kalian." Jadi mereka sering sesumbar ya, dan ini didengar oleh Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha, dengarlah Shafiyah radhiyallahu 'anha.Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha memiliki beberapa budak, di antaranya namanya Kinanah Shafiyah bercerita ketika dia masih di Madinah ya, sering mendengar orang Yahudi sesumbar, "Bagaimana akan datang seorang Nabi kami bersama Nabi tersebut akan menyerang kalian wahai Aus dan Khazraj," dan mereka memang asalnya datang ke Kota Madinah menanti-nanti kedatangan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, termasuk bapaknya yaitu Huyay bin Akhtab dan pamannya yaitu Abu Yasir. Mereka berdua adalah pimpinan suku Bani Nadhir dan mereka berdua menanti kedatangan Rasul terakhir untuk mereka segera beriman. Namun ternyata mereka tidak beriman karena mereka tertipu, Rasul terakhir bukan dari Yahudi, tetapi dari suku Arab.Ibnu Ishaq bercerita dari Abdullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm dari Shafiyah binti Huyay bin Akhtab. Aku diceritakan dari Shafiyah binti Huyay bin Akhtab radhiyallahu 'anha, qalat Shafiyah berkata: "Aku adalah anak yang paling disayang oleh ayahku yaitu Huyay bin Akhtab dan pamanku Abu Yasir. Saudara laki-laki bapaknya sangat sayang kepadaku daripada anak-anak yang lain. Kalau mereka berdua ketemu aku—bapakku atau pamanku—sementara ada anak-anak yang lain, maka aku yang akan didahulukan, mereka akan senang denganku." Jadi Shafiyah sangat disayang oleh bapaknya, disukai oleh pamannya. Di antaranya, Shafiyah wanita yang sangat cantik jelita . Jadi kata Shafiyah, "Kalau aku bertemu dengan mereka berdua sementara ada anak-anak yang lain, maka mereka berdua akan mengambilku dan ditinggalkan anak yang lain.""Tatkala Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, singgah di Quba di daerah Quba di perkampungan Bani Amr bin Auf, qalat: Ayahku yaitu Huyay bin Akhtab dan pamanku Abu Yasir bin Akhtab segera mereka semangat pergi menuju kepada Quba untuk melihat Nabi sallallahu 'alaihi wasallam." Mereka berangkat pagi-pagi sekali, mukhlisun, baru habis subuh masih remang-remang mereka sudah berangkat saking semangatnya ingin tahu tentang mengecek tentang orang ini yang datang berhijrah dari Mekah menuju Madinah."Maka mereka pergi dari masih remang-remang ba'da subuh dan mereka tidak kembali kecuali setelah matahari terbenam magrib baru balik. Tapi anehnya, ketika mereka pergi semangat, ketika pulang berubah kondisi mereka." Kata Shafiyah: "Mereka datang berdua dalam kondisi lemas, dalam kondisi tidak semangat, berjalan dengan perlahan.""Maka aku menyambut mereka berdua sebagaimana biasa kulakukan, namun mereka berdua tidak menengok sama sekali kepadaku. Padahal kebiasaan mereka berdua, kalau ada Shafiyah langsung mungkin dipeluk, langsung disayang, karena Shafiyah adalah anak yang paling mereka sayangi atau yang paling disayang oleh pamannya Abu Yasir bin Akhtab. Tapi kali ini tidak, mereka datang dalam kondisi loyo, sementara Shafiyah tidak diperhatikan oleh mereka berdua.""Maka mereka dalam kondisi sedih sekali,"Shafiyah berkata, "Aku mendengar paman Abu Yasir berbicara kepada ayahku Huyay bin Akhtab. Pamannya berkata kepada ayahku: 'Apakah itu Nabi yang kita tunggu-tunggu?' Apa kata Huyay bin Akhtab bapaknya Shafiyah: 'Na'am, demi Allah itulah yang kita tunggu-tunggu.'Shafiyah berkata, 'Kau kenal betul itu Nabi dan kau sudah pastikan itu Nabi yang kita tunggu-tunggu?' Kata Abu Yasir, Huyay mengatakan: 'Na'am'."Mereka datang mengecek sebenarnya ke Quba, benarkah ciri-ciri sebagaimana mereka dapatkan dalam Taurat, persis mungkin waktu kedatangannya, mereka tahu sifat fisiknya, mereka tahu ya. Karena Allah mengatakan: "Ya'rifunahu kama ya'rifuna abnaahum" (mereka mengenal Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka). Jadi sebenarnya Nabi itu disifati dalam Taurat dengan sifat yang jelas ya, dengan sifat yang jelas. Maka, "Benarkah kau mengenalnya wahai dan kau sudah mengeceknya?" Mereka menjawab "Benar, itulah Nabi yang kita tunggu-tunggu." "Maka pamannya bertanya, 'Apa kau dapati dirimu mensikapinya wahai?'" Maka apa kata ayah Shafiyah Huyay bin Akhtab: "Demi Allah, aku akan terus memusuhinya selama aku masih hidup."Oang Yahudi menakjubkan, makanya Allah mengatakan: "Al-maghdhubi 'alaihim" (dimurkai oleh Allah).Mereka sudah tahu ilmu tapi mereka tidak amalkan. Sudah tahu itu Nabi yang ditunggu-tunggu, tahu itu benar, dan dia nekat untuk memusuhi Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ya. Ini menunjukkan busuknya hati mereka, di karenakan cuma beda suku, karena itu Nabi ternyata dari Arab bukan Yahudi bukan Israil, maka diapun hasad dan bahkan memusuhi. "Demi Allah aku akan terus memusuhi selama aku masih hidup, aku akan musuhi." , ucap mereka.Allah Subhanahu wata'ala menyebut dalam surat Al-Baqarah ayat 89,"Dan setelah datang kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka (Taurat), padahal sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar." ▶️ Berisi kecaman Allah SWT terhadap orang-orang Yahudi yang mengingkari Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW, padahal sebelumnya mereka sendiri yang berdoa mengharapkan kedatangan beliau untuk meraih kemenangan. Ketika Shafiyah mendengar kisah pembicaraan ini dan sesungguhnya orang Yahudi sebelumnya di Madinah akan datang seorang Nabi, tiba-tiba datang Nabi tersebut, tentu ini memiliki dampak yang besar pada hati Shafiyah, memiliki dampak yang besar dalam hati Shafiyah. Dia beriman dengan Nabi tersebut tapi dia ikut bapak dan pamannya.Dalil yang menunjukkan bahwasanya Shafiyah sudah membenarkan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, Shafiyah pernah berkata ketika Nabi meminta Shafiyah untuk masuk Islam, "Ya Rasulullah, sungguh Islam, aku telah membenarkan engkau sebelum kau menyuruhku untuk masuk Islam." Shafiyah pernah mimpi dengan mimpi yang luar biasa sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ta'ala 'anhuma, beliau berkata: "Kana fi 'ainai Shafiyah khadrah" (telah ada di kedua mata Shafiyah ada warna hijau). Itu bekas warna hijau, mungkin biru seperti lebam.Nabi sallallahu 'alaihi wasallam ketika Nabi menikahi Shafiyah, Nabi bertanya: "Ma hadzihi al-khadrah fi 'ainayki ya Shafiyah?" (Apa warna hijau di kedua matamu ini?) , Shafiyah bercerita: "Kuntu li zauji Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq," aku pernah berkata kepada suamiku: "Ya, aku mimpi bahwasanya ada rembulan yang jatuh di pangkuanku." Aku mimpi rembulan jatuh di pangkuanku, dalam riwayat: "Matahari jatuh di pangkuanku."Maka suamiku marah, falamma abtaru fa darabani (suamiku kasar, menamparku). Itu nampaknya di bagian wajah sehingga nampak biru atau bekas hijau di mata Shafiyah. Suamiku berkata: "Aturiduyna malika Yatsrib?" (Kau ingin menikah dengan rajanya Madinah?) Raja Madinah maksudnya Rasul sallallahu 'alaihi wasallam. "Kau ingin menikah dengan raja Madinah?"Shafiyah berkata: "Wama kana ahadun abghadha ilayya min Rasulillah sallallahu 'alaihi wasallam" (tidak ada orang paling aku benci seperti Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam). Kenapa? "Katsra an Rasulallah qatala abi" (karena Rasulullah telah membunuh ayahku Huyay bin Akhtab dalam Perang Bani Quraizhah, dan Rasulullah membunuh suamiku Kinanah bin Rabi' bin Abul Huqaiq, membunuh pamanku, membunuh saudaraku). Dibunuh semua sama kaum muslimin, bagaimana manusia—bagaimana bapaknya dibunuh, suaminya dibunuh, Dan kisah mimpinya beliau ketika rembulan jatuh di pangkuannya ini isyarat sebagai kabar gembira bahwasanya dia akan masuk Islam, bukan Islam yang sembarang, bahkan rembulan di tangannya itu maksudnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam akan menikahinya. Ini adalah mimpi yang indah dari Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha.Setelah Perang Khaibar, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam membagikan ghonimah, di antara ghonimah tersebut adalah budak-budak wanita ya, budak-budak wanita dikuasai oleh kaum muslimin dan dibagi-bagikan kepada para mujahidin, dan itu kode etik orang di zaman Nabi sallallahu 'alaihi wasallam. Kalau kaum muslimin yang kalah maka akan diambil istri-istri mereka, anak perempuan mereka dijadikan budak-budak wanita, dan sebaliknya ketika musuh juga kalah maka diambil sebagai budak-budak.Rasul sallallahu 'alaihi wasallam ketika menaklukkan Khaibar kemudian mendapatkan ghonimah kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam membagikan kepada mujahidin, kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menyuruh seorang sahabat namanya Dihyah al-Kalbi. Ketika datang kepada Nabi sallallahu 'alaihi wasallam kemudian dia berkata, dia minta bagian ghonimahnya, maka Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menyuruh dia untuk memilih budak dari ghonimah yang ada.Namun ternyata Dihyah al-Kalbi ini kemudian mengambil Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha. Ia adalah wanita yang sangat cantik jelita, ketika dia mengambil Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha, maka ada sebagian sahabat yang protes. Kemudian datang kepada Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, kemudian sahabat terus berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Dihyah al-Kalbi telah mengambil seorang wanita yang sangat cantik jelita yang tidak pantas kecuali hanya untuk engkau."Maka Rasulullah berkata: "Panggil Dihyah!" Kemudian setelah itu, "Kembalikan itu budak, kembalikan, diganti dengan budak-budak yang lainnya." Akhirnya budak tersebut dipilih oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam untuk Nabi, itu Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha.Para ulama menjelaskan bahwasanya Nabi kenapa menyuruh Dihyah al-Kalbi untuk mengembalikan Shafiyah? Karena ketika Nabi sallallahu 'alaihi wasallam menyuruh Dihyah al-Kalbi mengambil budak, maka mengambil budak yang biasa. Ketika dia memilih budak yang terbaik yang sangat cantik jelita, maka ada sebagian sahabat yang protes. Kenapa? Karena dalam pasukan Nabi sallallahu 'alaihi wasallam banyak sahabat-sahabat yang lebih mulia dari Dihyah al-Kalbi, ada Abu Bakar, ada Umar, ada Ali bin Abi Thalib, ada Usman, banyak sahabat yang mulia. Kenapa Dihyah al-Kalbi kemudian mengambil budak yang tercantik? Maka ada sebagian sahabat yang protes, "Tidak pantas untuk dia."Kalau biarkan Dihyah al-Kalbi mengambilnya maka bisa jadi terjadi kegaduhan, seakan-akan Rosulullah tidak adil, karena memberikan budak yang tercantik.Saat itu Rosul tidak memaksa Shafiyah untuk masuk Islam, Rosul berkata " Kalau kau mau pilih Islam aku akan memilikimu dan kau akan menjadi budakku, tapi kalau kau tetap ingin menjadi yahudi bisa jadi aku akan membebaskanmu suatu hari nanti dan silahkan kau kembali pada keluargamu".Tawaran Rosul pada Shafiyah selanjutnya " kalau kau pilih Islam, kalau kau ingin menikah denganku aku akan memerdekakan engkau, dan merdekanya engkau adalah mahar untuk engkau". Shafiyah Radhiallahu 'anha di kenal sebagai seorang yang sangat rajin beribadah dan sangat kuat dalam berdzikir. Wanita yang bertaqwa, seringkali menangis ketika membaca Al Qur'an. Ia juga di kenal sebagai wanita yang mudah memaafkan. Ia suka menyambung silaturahmi meski dengan keluarganya yang masih yahudi. Keistimewaan nasabnya memunculkan kecemburuan di antara istri-istri nabi lainnya.Shafiyah wafat radhiyallahu ta'ala 'anha sekitar tahun 52 Hijriah di zaman kekhalifahan Mu'awiyah radhiyallahu ta'ala 'anhuma, Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ta'ala 'anhuma. Di situlah beliau wafat Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha sebelum wafatnya Ummu Salamah isteri Nabi yang terakhir wafat—alaihissalam atau 50 Hijriah sebelumnya Shafiyah radhiyallahu ta'ala 'anha wafat.