👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian: Materi 27: Kisah Ummul Mu'minin Shofiyah Radhiyallahu'anha - Ustadz Firanda

Catatan Kajian Kisah Ummul Mu'minin Shofiyah Radhiyallahu'anhaUstadz Firanda Andirja hafizhahullahu Latar Belakang dan Nasab: Shofiyah adalah putri dari Huyay bin Akhtab, pemimpin Bani Nadhir, dan keturunan dari Nabi Harun 'alaihissalam.Pernikahan dengan Nabi: Beliau menikah dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam setelah Perang Khaibar (Tahun 7 Hijriah) dalam usia 17 tahun. Sebelum menjadi istri Nabi, beliau pernah menikah dua kali.Keislaman dan Ketaatan: Shafiyah dikenal sebagai wanita yang sangat rajin beribadah, sering menangis karena takut kepada Allah, dan memiliki sifat yang mudah memaafkan orang lain.Keistimewaan dan Perhatian Nabi: Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sangat perhatian kepada Shafiyah. Salah satu contohnya adalah saat Nabi menemani Shafiyah di malam hari dan kekhawatiran Nabi saat Shafiyah sedang haid di saat Haji Wada'.Pembelaan terhadap Utsman bin Affan: Di akhir hayatnya, Shafiyah menunjukkan keberaniannya dengan mencoba membela Khalifah Utsman bin Affan ketika rumah beliau dikepung, meskipun sempat mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari para pemberontak.Shafiyah radhiallahu 'anha wafat pada tahun 52 Hijriah pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan📝 Sumber:Kajian Ummul Mu'minin Shofiyah Radhiyallahu'anha Ustadz Firanda Andirja hafizhahullahu Link Youtube kajian:https://youtu.be/jqLq0Q2FZMw?si=vLyYquCnQGmgWOKy

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
J

Juleha

📍 Kota Palu

Kisah Ummul Mu’minin Shofiyah Bintu Huyay

Al Ustadz Firanda Andirja HafizhahullahShofiyah Bintu Huyay Bim AkhtobAyahnya adalah pimpinan kabilah Bani Nadzhir dialah yang telah memprofokasi oramg-orang kaum musyrikin qurays bersama orang-orang arab badui sehinga terjadilah perang ahzab.Huyay Bin Akhtob dibunuh oleh kaum muslimin.—-Umur Shofiyah ketika dinikahi Oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam adalah 17 tahun.Shofiyah ketika dinikahi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam bukanlah seorang gadis tapi seorang janda dan dia sudah menikah 2 kali sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam.Adapun pernikahan yang pertama dengan Seorang yahudi yang bernama Sallam Bin Abil Huqaiq lalu diceraikan dan menikah dengan kinanah bin Rabi’Shofiyah wanita yang cantik jelita, sangat disyaangi oleh Ayah dan Pamannya.——Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam Menikah dengan Shofiyah.Shofiyah Radiyallahu ‘Anha dikenal sebagai seseorang yang sangat rajin beribadah. Sangat kuat berdzikir, dan sering menangis.Beliau sering menangis karena kuatnya ibadahnya kepada Allah subhanahu wata’ala.Diantara akhlaknya yang mulia, Shofiyah orang yang sangat mudah memaafkan.Shofiyah juga wanita yang dermawan.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH UMMUL MU’MININ SOFIYAH

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Nasab, Kelahiran, dan Latar Belakang KeluargaSilsilah: Shafiyah adalah putri dari Huyai bin Akhtab (pimpinan Bani Nadhir dan provokator Perang Ahzab) yang merupakan keturunan Nabi Harun bin Imran dan Nabi Musa bin Imran (dari jalur Lewi bin Yakub). Ibunya bernama Barrah bintu Samawal dari Bani Quraizhah.Kelahiran & Usia: Lahir 3 tahun setelah Nabi mulai berdakwah di Mekah. Dinikahi Nabi pada tahun 7 Hijriah dalam usia 17 tahun sebagai seorang janda (pernah menikah dengan Salam bin Abil Haq dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Haq).2. Menanti Kedatangan Nabi di MadinahOrang-orang Yahudi sengaja tinggal di Madinah untuk menantikan kedatangan rasul terakhir yang sifatnya tertulis di dalam Taurat.Shafiyah adalah anak yang paling disayangi oleh ayahnya (Huyai) dan pamannya (Abu Yasir).Saat Nabi berhijrah dan singgah di Quba, ayah dan pamannya pergi mengecek sejak subuh hingga magrib, lalu pulang dalam kondisi loyo dan tidak bersemangat.Shafiyah mendengar percakapan mereka di mana ayahnya mengakui bahwa itu benar-benar nabi yang ditunggu-tunggu, namun Huyai nekat menyatakan: "Demi Allah, aku akan terus memusuhinya selama aku masih hidup."3. Mimpi dan Awal Kebencian kepada NabiShafiyah pernah bermimpi rembulan jatuh di pangkuannya. Suaminya saat itu (Kinanah) sempat menampar wajahnya hingga biru/hijau sambil berkata, "Apakah engkau ingin menikah dengan rajanya Madinah?"Shafiyah awalnya sangat membenci Rasulullah karena Nabi telah membunuh ayah, suami, paman, dan saudaranya. Namun, perlahan rasa benci itu hilang setelah Nabi menjelaskan dengan lembut alasan mengapa ayah dan keluarganya diperangi.4. Pernikahan dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi WasallamSetelah Perang Khaibar dan pembagian ghanimah, Dihyah al-Kalbi mengambil Shafiyah yang sangat cantik jelita. Sahabat protes, lalu Nabi meminta Dihyah mengembalikannya dan Nabi mengambil Shafiyah untuk diri beliau sendiri.Nabi memberi dua pilihan kepada Shafiyah: masuk Islam (dinikahi Nabi) atau tetap Yahudi (dibebaskan kembali kepada kaumnya). Shafiyah memilih masuk Islam, dan kemerdekaannya dijadikan sebagai mahar, sehingga ia resmi menjadi Ummul Mukminin.Dalam perjalanan pulang, Abu Ayyub al-Anshari berjaga semalaman di depan kemah Nabi karena khawatir Shafiyah akan berbuat nekat.5. Sifat, Keutamaan, dan Akhlak Shafiyah radhiyallahu 'anhaAhli Ibadah: Dikenal sebagai wanita yang bertakwa dan memiliki mata yang sering menangis karena kuatnya ibadah dan bacaan Al-Qur'annya.Pemaaf & Dermawan: Ketika budaknya memprovokasi Umar bin Khattab dengan fitnah bahwa Shafiyah masih memuliakan hari Sabtu, Shafiyah tidak marah dan justru memerdekakan budaknya. Ia juga dermawan, menghadiahi emasnya kepada Fatimah dan istri-istri Nabi untuk mengambil hati mereka.Menyambung Silaturahmi: Tetap berbuat baik dan memberi wasiat sepertiga hartanya kepada saudara laki-lakinya yang masih Yahudi.6. Kecemburuan Madu dan Perhatian RasulullahPernah diejek "Putri Yahudi" oleh Hafshah binti Umar hingga menangis, Nabi kemudian menghibur Shafiyah: "Sesungguhnya engkau adalah keturunan Nabi Harun, pamanmu adalah Nabi Musa, dan suamimu adalah Nabi."Perhatian Nabi: Saat i'tikaf di akhir Ramadhan, Nabi sendiri yang bangkit mengantar Shafiyah pulang ke rumah malam-malam untuk melindunginya dari prasangka buruk orang lain.Saat Haji Wada', Shafiyah sempat bersedih karena merasa haid dan belum thawaf ifadhoh. Nabi menunjukkan perhatian dan siap menunggu jika Shafiyah belum thawaf.Saat Nabi sakit menjelang wafatnya, Shafiyah berkata di depan madu-madunya: "Aku sungguh berharap seandainya sakitmu itu pindah kepadaku." Nabi kemudian bersaksi bahwa ucapan itu benar-benar tulus dari hati Shafiyah.7. Peristiwa di Masa Utsman bin Affan dan WafatnyaKetika Utsman bin Affan dikepung pemberontak, Shafiyah berusaha membela Utsman dengan menaiki bagal untuk mengantar makanan dan air minum. Ia sempat dipukul oleh pemimpin pemberontak bernama Astar, namun ia tetap berusaha mengirimkan bantuan lewat jalan lain dengan meletakkan tangga kayu ke rumah Utsman.Shafiyah radhiyallahu 'anha wafat pada tahun 52 Hijriah di masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 27

Materi 27 Kisah Ummul Mu'minin Sofiyah - Ustadz Firanda Hafizhahullaahu[ ] Rasulullah menikahi Sofiyah selesai dr perang Khainar ketika dlm perjalanan pul ke kota Madinah[ ] Sofiyah binti khuyay bin akhtob --> ayahnya adl pimpinan kabilah bani nadzir --> dia lah yg telah memprovokasi kaum musyrikin quraisy dan arab badui shg tjadilah perang ahzab dmn 10rb pasukan dtg menyerang kota madinah --> ayahnya dibunuh oleh kaum muslimin di perang bani quraizhah[ ] Nasabnya kembali ke lawi bin yaqub --> ulama2 biasanya keturunannya tmsk musa dan harun --> sofiyah keturunan harun bin imron[ ] Ibunya barrah bintu assamual --> dr bani khuraizhah --> sodara ibunya adl rifaah al khurazy (sahabat nabi) [ ] Sofiyah lahir stlh nabi berdakwah 3 thn -->.menikah dgn Rasul.pd usia 17 thn --> sofiyah sudah menikah 2x sblmnya[ ] Asalnya tinggal di kota Madinah

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Ummul Mu'minin Shofiyah Radiyallahu anha

👤Ustadz Firanda AndirjaBiografi Singkat ShofiyahShofiyah bintu Huyay bin Akhthab adalah salah satu istri Rasulullah ﷺ. Rasulullah menikahi Shofiyah ketika berusia 17 tahun. Saat dinikahi Rasulullah, Shofiyah berstatus janda dan sebelumnya telah menikah dua kali.Shofiyah wafat pada masa kekhalifahan Mu'awiyah.Kisah Shofiyah Sebelum Masuk IslamShofiyah adalah anak yang paling disayangi oleh ayah dan pamannya.Ketika Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, ayah dan paman Shofiyah datang menemui beliau karena semangat dan antusiasme mereka terhadap kedatangan Rasulullah. Namun, keduanya pulang dalam keadaan sedih dan kehilangan semangat.Hal ini terjadi karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ bukan berasal dari kalangan Yahudi dan tidak memiliki kesukuan yang sama dengan mereka. Akibatnya, mereka membenci Rasulullah ﷺ.Sikap ayah dan pamannya tersebut memberikan pengaruh yang besar terhadap hati Shofiyah. Bahkan, Shofiyah pernah sangat membenci Rasulullah ﷺ karena beliau dianggap telah membunuh ayah dan pamannya dalam Perang Khaibar.Namun, Rasulullah ﷺ senantiasa meminta uzur kepada Shofiyah sehingga hatinya perlahan mulai melunak.Shofiyah juga pernah bermimpi melihat rembulan jatuh ke dalam pangkuannya. Mimpi tersebut menjadi pertanda bahwa Shofiyah akan masuk Islam.Kisah Pernikahan Shofiyah dengan Rasulullah ﷺSetelah Perang Khaibar, kaum muslimin memperoleh kemenangan. Harta rampasan perang atau ghanimah dibagikan, termasuk para tawanan.Pada saat itu, Shofiyah menjadi salah satu tawanan yang diambil oleh Rasulullah ﷺ.Kemudian, Rasulullah ﷺ memberikan pilihan kepada Shofiyah: ikut bersama beliau dan masuk Islam atau tetap memilih agama Yahudi.Shofiyah memilih untuk ikut bersama Rasulullah ﷺ.Setelah itu, Rasulullah ﷺ kembali memberikan pilihan kepadanya, yaitu menikah dengan beliau. Mahar pernikahan tersebut berupa kemerdekaan Shofiyah.Shofiyah pun memilih untuk menikah dengan Rasulullah ﷺ. Dengan demikian, Shofiyah menjadi salah satu Ummahatul Mu'minin, yaitu ibunda kaum mukminin.Keutamaan Shofiyah radhiyallahu ‘anhaRajin beribadah, berdzikir, dan menangis karena AllahShofiyah merupakan wanita yang rajin beribadah dan berdzikir. Beliau juga sering menangis karena Allah, terutama ketika membaca Alquran.Mudah memaafkanShofiyah memiliki sifat pemaaf. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa ada seorang perempuan yang memfitnah Shofiyah, tetapi Shofiyah memilih untuk memaafkannya.Menyambung silaturahmiShofiyah tetap menjaga hubungan baik dengan saudara-saudaranya yang belum masuk Islam.DermawanMemiliki nasab yang muliaShofiyah berasal dari keturunan Nabi Harun dan Nabi Musa 'alaihimassalam. Hal ini menunjukkan kemuliaan nasab beliau.Bentuk Perhatian Rasulullah ﷺ kepada ShofiyahSalah satu bentuk perhatian Rasulullah ﷺ kepada Shofiyah terlihat ketika beliau sedang beri'tikaf.Pada suatu kesempatan, Shofiyah datang menemui Rasulullah ﷺ untuk berbincang dengan beliau. Ketika Shofiyah hendak pulang, Rasulullah ﷺ mengantarkannya.Padahal, saat itu Rasulullah ﷺ sedang beri'tikaf. Namun, beliau tetap mengantarkan Shofiyah karena adanya kebutuhan mendesak.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 27 Kisah ummul mukminin Sofiyah

Ustadz Firanda AndirjaSofiyah binti huyai bin akhtab,beliau dinikahi oleh Rasulullah SAW dalam perjalanan pulang setelah selesai perang khaibar,dari khaibar menuju madinah,sofiyah memiliki garis keturunan dari harun bin imron,ibunya bernama ummu shoffiyah ,sofiyah lahir setelah Nabi berdakwah selama 3tahun,dinikahi Nabi saat berusia 17tahun,beliau seorang janda,sudah menikah sebanyak 2kali sebelum dinikahi oleh Rasulullah SAW,sofiyah wafat sekitar tahun 52Hijriyah.sofiyah sangat disayang oleh ayahnya dibandingkan dgn saudara2 yg lain nya, Sofiyah adalah seorang wanita yg sangat cantik jelita,sofiyah pada awalnya sangat benci kepada Rasulullah, krn Rasulullah telah membunuh ayah nya,paman nya,suami nya,dan jg saudara2 nya.tp Rasulullah selalu menjelaskan kepada sofiyah kenapa harus membunuh orang2 terdekat sofiyah,sampai akhirnya beliau menerima alasan yg Rasulullah sampaikan,dan akhirnya hati sofiyah luluh dan percaya dgn ucapan Rasulullah, dan hatinya menjadi berubah tdk lagi membenci Rasulullah SAW,Diantara keutamaan sofiyah yg datang dalam hadits2 adalah sofiyah dikenal sangat rajin beribadah,sangat kuat dalam berpikir,dan sering menangis, beliau jg orang yg mudah memaafkan,beliau senang menyambung silaturahmi,beliau kg memiliki sifat dermawan.sofiyah memiliki nasab yg tinggi sofiyah jg sering dicemburui oleh istri2 Nabi yg lain.krn kecantikan nya.tatkala Rasulullah sakit dan semuaistrin2 datang untuk menjenguk didepan istri2 yg lain sofiyah berkata,andai sakit yg Rasulullah rasakan berpindah kepadaku (sofiyah).itulah bentuk sayang nya sofiyah kepada Rasulullah.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
N

Novrianti Fadlun Katili

📍 Palu

KISAH UMMUL MUKMININ SOFIYAH RADHIYALLAHU 'ANHA - Ustadz Firanda Andirja hafizhohullah

1. Nasab Sofiyah Radhiyallahu 'AnhaNamanya Sofiyah bintu Huyay bin Akhtab. Ayahnya, Huyay bin Akhtab, adalah pimpinan kaum Yahudi Bani Nadhir, salah satu orang yang memprovokasi orang-orang Badui dan kaum musyrikin Quraisy sehingga terjadilah Perang Ahzab. Ayahnya meninggal dibunuh kaum muslimin dalam Perang Bani Quraizhah. Sofiyah sangat tahu tentang keutamaan Islam. Sofiyah adalah wanita yang sangat cantik jelita dan anak yang paling disayang oleh ayah dan pamannya.2. Kisah Mimpi Sofiyah Radhiyallahu 'AnhaSofiyah pernah bermimpi bahwa ada rembulan yang jatuh ke pangkuannya. Ketika Sofiyah menceritakan mimpi tersebut kepada suaminya, suaminya marah dan menampar wajahnya hingga meninggalkan bekas memar berwarna hijau di sekitar matanya. Suaminya berkata:“Apakah kau ingin menikah dengan rajanya Yatsrib (Madinah)? ”Kemudian, ketika Sofiyah datang kepada Nabi ﷺ, beliau melihat tanda berwarna hijau di sekitar mata Sofiyah dan bertanya tentang tanda tersebut. Sofiyah pun menceritakan kejadian yang dialaminya, termasuk mimpi tentang rembulan yang jatuh ke pangkuannya dan tamparan suaminya yang meninggalkan bekas memar di sekitar matanya. Dalil tentang mimpi Sofiyahعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ صَفِيَّةَ قَالَتْ:كَانَ رَأْسِي فِي حِجْرِ كِنَانَةَ بْنِ أَبِي الْحُقَيْقِ وَأَنَا نَائِمَةٌ، فَرَأَيْتُ كَأَنَّ قَمَرًا أَقْبَلَ مِنْ يَثْرِبَ حَتَّى وَقَعَ فِي حِجْرِي، فَقَصَصْتُ رُؤْيَايَ عَلَى زَوْجِي كِنَانَةَ بْنِ أَبِي الْحُقَيْقِ، فَقَالَ: مَا هَذَا إِلَّا أَنَّكِ تَتَمَنَّيْنَ مَلِكَ يَثْرِبَ مُحَمَّدًا، فَلَطَمَ وَجْهِي لَطْمَةً خَضَرَتْ عَيْنِي مِنْهَا، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ.Artinya:Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, diriwayatkan bahwa Sofiyah berkata:“Ketika aku sedang tidur, kepalaku berada di pangkuan Kinanah bin Abi Al-Huqaiq. Aku bermimpi seakan-akan ada rembulan yang datang dari Yatsrib hingga jatuh ke pangkuanku. Aku menceritakan mimpiku kepada suamiku, Kinanah bin Abi Al-Huqaiq. Ia berkata, ‘Tidaklah ini melainkan karena engkau menginginkan Muhammad, penguasa Yatsrib.’Kemudian ia menampar wajahku dengan satu tamparan hingga mataku menjadi hijau karenanya. Lalu aku mendatangi Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal itu kepada beliau.”Sumber: Musnad Ahmad dan Al-Hakim. Hadis ini dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 821.3. Sofiyah Mengimani Nabi Muhammad ﷺSofiyah mengimani bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan pilihan Allah. Sofiyah berkata kepada Nabi ﷺ: “Wahai Rasulullah, aku telah membenarkanmu sebelum engkau menyerukan untuk masuk Islam.”4. Pernikahan Sofiyah dengan Nabi Muhammad ﷺAdapun pernikahan Sofiyah dengan Nabi ﷺ adalah setelah Perang Khaibar. Saat itu Nabi ﷺ menaklukkan Khaibar dan di antara tawanan terdapat Sofiyah. Sofiyah kemudian dibawa kepada Rasulullah ﷺ. Beliau memerdekakannya dan menikahinya. Sofiyah menjadi istri beliau, dan kemerdekaannya menjadi maharnya.Dalil tentang pernikahan Sofiyahعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَ صَفِيَّةَ، وَتَزَوَّجَهَا، وَجَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا.Artinya:Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, beliau berkata:“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ memerdekakan Sofiyah, kemudian menikahinya, dan menjadikan kemerdekaannya sebagai maharnya.”Sumber: HR. Bukhari no. 5086.5. Keutamaan Sofiyah Radhiyallahu 'Anha1. Dikenal sebagai wanita yang ahli beribadah dan berakhlak.2. Seorang yang mudah memaafkan.3. Dikenal juga sebagai wanita yang dermawan.4. Memiliki nasab yang tinggi.5. Saat Rasulullah ﷺ sakit, Sofiyah ingin menggantikan beliau yang sedang sakit.6. Di Antara Bentuk Perhatian Nabi ﷺ kepada SofiyahDi antara bentuk perhatian Nabi ﷺ kepada Sofiyah yaitu ketika Sofiyah sedang haid, maka ia pun bersedih. Ketika ditanya Nabi ﷺ apakah ia telah melakukan tawaf ifadah, Sofiyah menjawab bahwa ia sudah melakukannya. Maka Nabi ﷺ berkata agar mereka berangkat. Dalil tentang Sofiyah yang mengalami haid setelah tawaf ifadahعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ:حَاضَتْ صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ بَعْدَ مَا أَفَاضَتْ، فَذَكَرْتُ حَيْضَتَهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«أَحَابِسَتُنَا هِيَ؟»قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّهَا قَدْ كَانَتْ أَفَاضَتْ وَطَافَتْ بِالْبَيْتِ، ثُمَّ حَاضَتْ بَعْدَ الْإِفَاضَةِ.فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«فَلْتَنْفِرْ».Artinya:Dari Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata:“Sofiyah binti Huyay mengalami haid setelah melakukan tawaf ifadah. Aku menyampaikan keadaan haidnya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda, ‘Apakah dia akan menahan kita?’Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah melakukan tawaf ifadah dan tawaf di Ka'bah, kemudian mengalami haid setelah tawaf ifadah.’Maka Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Kalau begitu, hendaklah dia berangkat.’”Sumber: HR. Muslim no. 1211.Keadaan lain dari perhatian Nabi ﷺ kepada Sofiyah yaitu ketika Sofiyah hendak naik ke atas kendaraan, lalu Nabi ﷺ memberikan lututnya untuk dipijak Sofiyah agar bisa naik ke atas tunggangan tersebut.Dalil tentang perhatian Nabi ﷺ kepada Sofiyah ketika naik kendaraanعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:ثُمَّ خَرَجْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَوِّي لَهَا وَرَاءَهُ بِعَبَاءَةٍ، ثُمَّ يَجْلِسُ عِنْدَ بَعِيرِهِ، فَيَضَعُ رُكْبَتَهُ، وَتَضَعُ صَفِيَّةُ رِجْلَهَا عَلَى رُكْبَتِهِ حَتَّى تَرْكَبَ.Artinya:Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, beliau berkata:“Kemudian kami berangkat menuju Madinah. Aku melihat Nabi ﷺ membuatkan tempat duduk untuk Sofiyah di belakang beliau dengan menggunakan selendangnya. Kemudian beliau duduk di samping untanya dan meletakkan lututnya. Sofiyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga ia dapat naik ke atas tunggangannya.”Sumber: HR. Bukhari no. 4211.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 27 Kisah Ummul Mu’minin Shofiyah

Materi 27Kisah Ummul Mu’minin Shofiyah binti Huyay radhiyallahu ‘anha1. Nasab dan Latar Belakang Shafiyyah- Nama beliau adalah Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab radhiyallahu ‘anha.- Ayahnya, Huyay bin Akhthab, merupakan pemimpin Bani Nadhir, salah satu kabilah Yahudi yang tinggal di Madinah.- Ibunya bernama Barra binti Samaw’al.- Shafiyyah berasal dari keturunan Bani Israil.- Beliau kemudian menjadi salah satu istri Rasulullah ﷺ dan mendapatkan gelar Ummul Mu’minin, yaitu ibu bagi orang-orang beriman.2. Kabilah Yahudi di MadinahPada masa Rasulullah ﷺ, terdapat tiga kabilah Yahudi yang terkenal di Madinah:1. Bani Qainuqa’.2. Bani Nadhir.3. Bani Quraizhah.Bani Qainuqa’ merupakan kabilah Yahudi pertama yang terusir dari Madinah, kemudian disusul oleh Bani Nadhir.3. Kisah Bani Nadhir- Huyay bin Akhthab merupakan salah satu tokoh yang memusuhi Rasulullah ﷺ.- Bani Nadhir merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah ﷺ.- Allah memberitahukan rencana mereka kepada Rasulullah ﷺ melalui wahyu, sehingga beliau mengetahui pengkhianatan tersebut.- Akhirnya, Bani Nadhir diperintahkan meninggalkan Madinah.- Shafiyyah ikut meninggalkan Madinah bersama kaumnya dan kemudian tinggal di Khaibar.Dalil: Surah Al-Hasyr ayat 2–5 membahas pengusiran Bani Nadhir dan sejumlah peristiwa yang berkaitan dengannya.4. Ayah Shafiyyah dan Peristiwa Bani QuraizhahHuyay bin Akhthab kemudian terlibat dalam peristiwa Bani Quraizhah.Setelah pengepungan Bani Quraizhah pada tahun ke-5 Hijriah, Huyay bin Akhthab dihukum mati berdasarkan keputusan yang berlaku dalam peristiwa tersebut.Catatan: Peristiwa Bani Nadhir dan Bani Quraizhah terjadi pada waktu yang berbeda. Pengusiran Bani Nadhir terjadi lebih dahulu, sedangkan peristiwa Bani Quraizhah terjadi pada tahun ke-5 Hijriah.5. Pernikahan Shafiyyah Sebelum Menjadi Istri Rasulullah ﷺSebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Shafiyyah pernah menikah dengan dua orang laki-laki:1. Salam bin Misykam.2. Kinanah bin Ar-Rabi’ bin Abi Al-Huqaiq.Suami keduanya, Kinanah, terbunuh dalam peristiwa Khaibar.6. Shofiyah masuk Islam- Ketika Nabi memanggil Shofiyah untuk masuk islam maka Shofiyah berkata "Ya Rasulullah sungguh aku telah tertarik kepada islam dan aku telah membenarkan engkau sebelum engkau menyuruhku untuk masuk islam"- Diantara hal yang menunjukkan bahwa Shofiyah akan masuk islam adalah Shofiyah pernah mimpi rembulan jatuh dipangkuannya7. Pernikahan Shafiyyah dengan Rasulullah ﷺ- Rasulullah ﷺ menikahi Shafiyyah setelah peristiwa Khaibar pada tahun ke-7 Hijriah.- Saat itu, Shafiyyah berstatus janda.- Setelah perang Khaibar kemudian ketika pembagian ghanimah termasuk budak-budak wanita dan salah satunya Shofiyah. Shofiyah diambil Rasulullah dan ditanya (menawarkan) :Jika engkau pilih islam, aku akan tahan dirimu menjadi budakkuTapi jika engkau tetap memilih Yahudi bisa jadi akan aku bebaskan suatu saat nanti dan silahkan engkau kembali ke keluargamuDan Shofiyah memilih masuk Islam Karena Shofiyah sudah tahu Nabi dari ayah dan pamannya. Kemudian Nabi tawarkan pilihan lagi :Jika engkau mau menikah denganku aku akan memerdekakan engkau. Akhirnya Shofiyah memilih untuk menikah dengan Nabi dan maharnya adalah menjadi wanita merdeka. Dan Shofiyah menjadi ummul mukminin.8. Keutamaan Shofiyah :- Shofiyah adalah seorang yang rajin beribadah, sangat kuat berdzikir dan sering menangis karena kuatnya beribadah kepada Allah- Memiliki akhlak mulia yaitu mudah memaafkan orang- Menyambung silaturrahim- Memiliki sifat dermawan

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ummul Mu'minin Sofiyah Radiyallahu'anha - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Shofiyah binti Huyay adalah istri Nabi ﷺ yang berasal dari keturunan Yahudi, kemudian masuk Islam dengan tulus dan menjadi teladan dalam kejujuran, ibadah, serta kesetiaannya kepada Rasulullah ﷺ.Asal-usul dan latar belakang ShofiyahShofiyah adalah putri Huyay bin Akhtab, pemimpin Bani Nadhir yang memusuhi Nabi ﷺIa sebelumnya menikah dengan Kinanah bin Abul Huqaiq, yang terbunuh karena pengkhianatan terhadap Rasulullah ﷺSetelah peristiwa Khaibar, Shofiyah menjadi tawanan dan sempat diberikan kepada Dihyah Al-Kalbi sebelum Nabi ﷺ memilih untuk memuliakannya dan menawarkan Islam kepadanyaMasuk Islam dan pernikahan dengan Nabi ﷺShofiyah menerima ajakan Nabi ﷺ untuk memeluk Islam dan kemudian menikah dengan beliau, dengan kebebasannya sebagai maharWalimah dilaksanakan dalam perjalanan menuju Madinah, dan Ummu Sulaim merias Shofiyah pada hari pernikahanAkhlak dan keteladanan ShofiyahKejujuran dan ketulusan hati — Shofiyah dikenal berkata apa adanya dan tidak suka basa-basiKesungguhan beribadah — ia berusaha mengejar ketertinggalan setelah masuk Islam dan menggunakan waktunya untuk ibadahKesetiaan kepada Nabi ﷺ — menjelang wafat Nabi, ia berkata: “Demi Allah, wahai Nabi, aku ingin apa yang engkau derita juga menjadi deritaku.” Nabi ﷺ menegaskan bahwa Shofiyah berkata jujurKesabaran menghadapi kecemburuan istri-istri Nabi lainnya — beberapa istri Nabi sempat mencela asal-usulnya sebagai Yahudi, namun Nabi ﷺ membela dan menghiburnyaPeran penting dalam sejarah IslamShofiyah menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam beberapa peristiwa besar:Membela Utsman bin Affan — saat terjadi fitnah, ia menyalurkan makanan dan air kepada Utsman melalui kayu yang dibentangkan antara rumah merekaMenolak kezaliman — ia menegur orang-orang yang menekan Utsman dan membiarkannya kelaparan

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 27 - Kisah Ummul Mu'minin Shafiyah Radiyallahu 'anha

“Kisah Ummul Mu'minin Shafiyah Radiyallahu 'anha”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AKisah dan eteladanan Ummul Mu'minin Shafiyah binti Huyai radhiyallahu 'anha. Pembahasan mengenai silsilah keturunan beliau yang mulia (dari garis Nabi Harun alaihissalam), kisah penantian kaum Yahudi Madinah terhadap Nabi akhir zaman, proses pernikahan beliau dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam pasca Perang Khaibar, dinamika kehidupan berumah tangga, hingga akhlak mulia beliau dalam memaafkan dan membela kebenaran.Silsilah, Kelahiran, dan Latar Belakang KeluargaNama Lengkap: Shafiyah binti Huyai bin Akhtab bin Sa'iyah (berasal dari Bani Nadhiir, salah satu kabilah Yahudi utama di Madinah).​Keluarga Pemimpin: Ayahnya, Huyai bin Akhtab, adalah tokoh pemimpin Bani Nadhiir yang pernah menjadi provokator utama dalam Perang Ahzab (Khandaq).​Keturunan Nabi (Ahlul Bait dari Garis Para Nabi):​Silsilah Shafiyah tersambung kepada Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim alaihissalam.​Beliau radhiyallahu 'anha adalah keturunan langsung dari Nabi Harun alaihissalam (putra Imran, saudaranya Nabi Musa alaihissalam).​Kelahiran: Shafiyah lahir sekitar 3 tahun setelah masa kenabian di Makkah (atau 10 tahun sebelum hijrah). Saat dinikahi oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam pada tahun ke-7 Hijriah (pasca Perang Khaibar), usia beliau sekitar 17 tahun.Penantian Keluarga terhadap Nabi Akhir Zaman​Shafiyah kecil sangat disayangi oleh ayah dan pamannya (Abu Yasir bin Akhtab).​Ketika Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam hijrah dan tiba di Quba (Madinah), ayah dan pamannya Shafiyah sempat mendatangi Nabi sejak pagi hingga petang untuk mengecek ciri-ciri kenabian yang tertulis dalam Taurat.​Namun, karena faktor kesombongan dan kedengkian (hasad) sebab Nabi terakhir bukan berasal dari kalangan Bani Israil, ayah dan pamannya justru memilih untuk menentang dan memusuhi Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam, meskipun di dalam hatinya mereka tahu persis bahwa beliau adalah nabi yang dijanjikan.Pernikahan Sebelumnya dan Shafiyah di Perang KhaibarSebelum dinikahi Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam, Shafiyah pernah menikah dua kali:​Dengan Sallam bin Abil Haq (kemudian diceraikan).​Dengan Kinanah bin Rabi' bin Abil Haq (pemimpin benteng Khaibar yang terbunuh saat penaklukan Khaibar karena menyembunyikan harta perjanjian).​Proses Pernikahan dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:​Dalam pembagian ghanimah (rampasan perang) Khaibar, Shafiyah awalnya berada di tangan sahabat Dihyah al-Kalbi. Namun, karena kecantikan beliau yang luar biasa, para sahabat mengusulkan agar beliau diserahkan khusus kepada Rasulullah SAW.​Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam kemudian memerdekakan Shafiyah dan memberikan pilihan penuh: jika ia memilih tetap memeluk Yahudi, Nabi akan membebaskannya kembali kepada kaumnya; namun jika ia memilih Islam dan Allah/Rasul-Nya, Nabi akan menikahinya dan kemerdekaannya menjadi maharnya.​Shafiyah memilih Allah, Rasul-Nya, dan Islam, sehingga beliau resmi menjadi Ummul Mukminin (Ibunda Kaum Mukminin).Dinamika Rumah Tangga & Perhatian Khusus Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallamSikap Awal dan Penghilangan Rasa Trauma: Shafiyah sempat mengakui bahwa awalnya ia sangat membenci Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam karena pembunuhan ayah, suami, dan keluarganya dalam peperangan. Namun, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam dengan lembut selalu mendekatinya dan menjelaskan sebab-sebab tindakan tersebut hingga kebencian itu berubah menjadi cinta yang mendalam kepada Islam dan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.​Mimpi yang Menjadi Kenyataan: Sebelum masuk Islam, Shafiyah pernah bermimpi melihat bulan jatuh di pangkuannya. Suaminya saat itu (Kinanah) sempat menampar wajahnya hingga biru karena mengira Shafiyah berangan-angan ingin dinikahi oleh "Raja Madinah" (Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam). Mimpi tersebut menjadi isyarat nyata takdir beliau. (Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma)​Perhatian Spesial Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:​Dalam perjalanan pulang dari Khaibar, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menyediakan lutut beliau agar Shafiyah dapat menginjaknya dengan mudah saat menaiki unta (bentuk penghormatan dan kasih sayang luar biasa dari seorang suami).​Saat Shafiyah menangis karena perkataan sebagian istri Nabi yang mencandainya dengan sebutan "Putri Yahudi", Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam menghiburnya dengan berkata: "Mengapa tidak kau katakan: 'Bagaimana bisa kalian lebih baik dariku, padahal suaminya adalah Muhammad, ayahnya adalah Harun, dan pamannya adalah Musa?'".​Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam pernah mengantar Shafiyah pulang di malam hari seusai beliau i'tikaf di masjid di sepuluh hari terakhir Ramadhan, demi menjaga perasaan beliau dari prasangka buruk (su'uzhon) orang lain. (Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari (dari Ali bin Husain tentang kisah Shafiyah mengunjungi Nabi saat iktikaf di masjid)).Akhlak Mulia dan Keutamaan Shafiyah radhiyallahu 'anhaAhli Ibadah dan Sering Menangis karena Takut kepada Allah:Dikenal sebagai wanita yang sangat kuat ibadahnya, banyak berzikir, dan matanya senantiasa basah karena sering menangis dalam ketaatan kepada Allah.​Sifat Pemaaf yang Luar Biasa: Ketika seorang budak wanitanya sempat memprovokasi Khalifah Umar bin Khattab dengan fitnah palsu bahwa Shafiyah masih menyukai hari Sabtu (hari raya Yahudi), Umar mengutus orang untuk mengonfirmasi. Shafiyah menjawab dengan jujur dan bijak bahwa ia sudah mengganti hari Sabtu dengan hari Jumat, dan tetap menyambung silaturahmi dengan kerabat Yahudinya karena ikatan darah. Ketika budak tersebut ketahuan berbohong, Shafiyah tidak marah melainkan memaafkan dan langsung memerdekakannya.Kedermawanan:Beliau dikenal sangat dermawan. Saat tiba di Madinah, beliau pernah menghadiahkan perhiasan emasnya kepada Fatimah az-Zahra dan para istri Nabi yang lain untuk merebut hati mereka dalam kebaikan.​Pembelaan terhadap Khalifah Utsman bin Affan:Di akhir hayatnya, saat rumah Khalifah Utsman bin Affan dikepung oleh para pemberontak, Shafiyah berusaha menaiki bagal (keledai) untuk membawakan makanan dan air minum bagi Utsman, meskipun sempat diadang dan dipukul oleh para pemberontak.Wafatnya Shafiyah radhiyallahu 'anhaIbunda Shafiyah binti Huyai radhiyallahu 'anha wafat pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, yaitu sekitar tahun 52 Hijriah, dan dimakamkan di pemakaman Baqi', Madinah.Kesimpulan Kemuliaan Islam Menghapus Nasab Jahiliyah:Shafiyah binti Huyai membuktikan bahwa hidayah Allah jauh lebih berharga daripada latar belakang keluarga atau suku. Islam mengangkat derajat seseorang berdasarkan ketakwaan, bukan keturunan.​Akhlak Agung Ummul Mukminin: Keteladanan Shafiyah dalam hal kesabaran menghadapi ujian hidup, ketulusan memaafkan orang yang berbuat salah, serta kesungguhan dalam beribadah kepada Allah Subḥānahu wataʿālā menjadi teladan agung bagi kaum muslimin.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Kisah Ummul Mukminin Shafiyyah radhiyallahu ‘anha

Kisah Ummul Mukminin Shafiyyah radhiyallahu ‘anha - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.### 1\. Nasab dan Latar Belakang ShafiyyahNama beliau adalah Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab. Ayahnya, Huyay bin Akhthab, merupakan pemimpin Bani Nadhir yang memprovokasi kaum Quraisy dan sejumlah kabilah Arab untuk menyerang Madinah dalam Perang Ahzab. Ia kemudian terbunuh dalam peristiwa Bani Quraizhah.Shafiyyah berasal dari keturunan Lawi bin Ya‘qub, salah seorang putra Nabi Ya‘qub ‘alaihissalam. Nasabnya bersambung kepada Nabi Harun bin ‘Imran, saudara Nabi Musa ‘alaihissalam.Ibunya bernama Barrah binti Samaw’al, yang berasal dari Bani Quraizhah. Ibunya memiliki saudara laki-laki bernama Rifa‘ah al-Qurazhi.### 2\. Pernikahan Sebelum Bersama Rasulullah ﷺSebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Shafiyyah telah menikah dua kali.* Pernikahan pertama dengan Sallam bin Mishkam, seorang Yahudi yang kemudian menceraikannya.* Pernikahan kedua dengan Kinanah bin ar-Rabi‘ bin Abi al-Huqaiq, yang memiliki salah satu benteng di Khaibar. Kinanah kemudian terbunuh setelah penaklukan Khaibar.Shafiyyah berasal dari Bani Nadhir di Madinah. Beliau lahir setelah Rasulullah ﷺ memulai dakwah di Makkah, dan pada tahun 7 Hijriah Rasulullah ﷺ menikahinya setelah Perang Khaibar.### 3\. Ayah dan Pamannya Mengetahui Kedatangan Nabi ﷺAyah dan paman Shafiyyah pernah menantikan kedatangan nabi terakhir yang mereka ketahui kabarnya. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Quba, keduanya pergi untuk melihat beliau.Mereka kembali dengan sikap kecewa karena nabi yang ditunggu-tunggu ternyata berasal dari bangsa Arab, bukan dari kalangan mereka sendiri. Keduanya kemudian memusuhi Rasulullah ﷺ.Shafiyyah mengetahui pembicaraan tersebut. Peristiwa itu memberikan pengaruh dalam hatinya karena sebelumnya ia telah mendengar kabar tentang kedatangan seorang nabi.Dalam materi kajian disebutkan bahwa Shafiyyah pernah berkata kepada Rasulullah ﷺ bahwa dirinya telah tertarik kepada Islam dan membenarkan beliau sebelum diajak masuk Islam.### 4\. Mimpi ShafiyyahShafiyyah pernah bermimpi melihat bulan jatuh ke pangkuannya. Ketika menceritakan mimpi itu kepada suaminya, Kinanah bin ar-Rabi‘, suaminya marah dan menampar wajahnya hingga meninggalkan bekas di sekitar matanya.Kinanah menuduh Shafiyyah ingin menikah dengan Raja Madinah, yaitu Rasulullah ﷺ.Ketika akhirnya menikah dengan Rasulullah ﷺ, Shafiyyah mengungkapkan bahwa sebelumnya ia tidak memiliki orang yang lebih dibencinya daripada Rasulullah ﷺ karena beliau telah menyebabkan ayah dan suaminya terbunuh.Namun, Rasulullah ﷺ terus menjelaskan kepadanya bahwa ayahnya telah memprovokasi berbagai kabilah Arab untuk menyerang Madinah. Beliau menjelaskan hal itu dengan tenang hingga kebencian Shafiyyah berangsur hilang.### 5\. Pernikahan Shafiyyah dengan Rasulullah ﷺSetelah Perang Khaibar, Rasulullah ﷺ memilih Shafiyyah dari para tawanan perang. Beliau kemudian memberikan pilihan kepada Shafiyyah untuk masuk Islam atau tetap memeluk agama sebelumnya.Shafiyyah akhirnya memilih Islam. Rasulullah ﷺ kemudian menawarkan pernikahan kepadanya dan memerdekakannya, dengan kemerdekaan tersebut sebagai maharnya.Setelah masa yang disyaratkan sebelum pernikahan terpenuhi, Rasulullah ﷺ menikahi Shafiyyah dalam perjalanan pulang dari Khaibar menuju Madinah.Dalil: HR. al-Bukhari no. 4211.### 6\. Keutamaan Shafiyyah radhiyallahu ‘anhaShafiyyah dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah, kuat dalam berzikir, sering menangis, bertakwa, dan memiliki hati yang lembut.Di antara akhlak mulia beliau adalah:* Mudah memaafkan. Dalam kajian disebutkan kisah tentang seorang budak wanita yang memprovokasi dirinya.* Menyambung silaturahmi. Beliau memperhatikan hubungan kekerabatan.* Dermawan. Shafiyyah disebut memiliki emas yang banyak dan memberikannya kepada Fathimah serta istri-istri Rasulullah ﷺ yang lain.* Memiliki nasab yang mulia. Ketika Hafshah menyebutnya sebagai anak perempuan seorang Yahudi hingga membuatnya menangis, Rasulullah ﷺ menghiburnya dengan menjelaskan bahwa ayahnya adalah seorang nabi, pamannya seorang nabi, dan suaminya juga seorang nabi.* Cantik jelita. Kecantikan Shafiyyah disebutkan dalam riwayat pernikahannya dengan Rasulullah ﷺ.Dalil tentang kemuliaan nasab: HR. at-Tirmidzi no. 3894.### 7\. Perhatian Rasulullah ﷺ kepada Shafiyyah### a. Rasulullah ﷺ mengantarkan Shafiyyah pulangKetika Rasulullah ﷺ sedang beriktikaf di Masjid Nabawi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Shafiyyah datang mengunjungi beliau. Keduanya berbincang, kemudian Rasulullah ﷺ mengantarkannya hingga ke pintu masjid.Dalam perjalanan, dua orang Anshar berpapasan dengan beliau. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa wanita yang bersamanya adalah Shafiyyah, istrinya, agar tidak timbul prasangka buruk.Dalil: HR. al-Bukhari no. 2035 dan 2038.### b. Peristiwa Shafiyyah ketika haji Wada‘Ketika berhaji bersama Rasulullah ﷺ, Shafiyyah mengalami haid. Aisyah dan istri-istri Rasulullah ﷺ lainnya khawatir apabila Shafiyyah belum menyelesaikan tawaf ifadhah sehingga rombongan harus menunggu.Setelah diketahui bahwa Shafiyyah telah melaksanakan tawaf ifadhah, Rasulullah ﷺ mempersilakan rombongan berangkat.Dalil: HR. al-Bukhari no. 1757.### c. Shafiyyah berharap sakit Rasulullah ﷺ berpindah kepadanyaKetika Rasulullah ﷺ sakit, Shafiyyah berkata di hadapan istri-istri beliau bahwa ia berharap dirinya yang mengalami sakit tersebut, bukan Rasulullah ﷺ.Istri-istri Rasulullah ﷺ saling melirik. Rasulullah ﷺ kemudian menegaskan bahwa perkataan Shafiyyah benar-benar tulus.### d. Peristiwa Shafiyyah dan Zainab binti JahsyKetika Rasulullah ﷺ sedang melakukan perjalanan bersama sebagian istrinya, unta Shafiyyah mengalami masalah sehingga tidak dapat ditunggangi. Rasulullah ﷺ meminta Zainab binti Jahsy memberikan salah satu untanya kepada Shafiyyah.Zainab menolak dengan perkataan yang merendahkan asal-usul Shafiyyah. Rasulullah ﷺ marah atas perkataan tersebut dan menjauhi Zainab selama beberapa bulan.Dalil: HR. Abu Dawud no. 4602.### e. Rasulullah ﷺ memuliakan Shafiyyah ketika naik untaKetika pulang dari Khaibar menuju Madinah, Rasulullah ﷺ menyiapkan kendaraan untuk Shafiyyah. Beliau meletakkan lututnya agar Shafiyyah dapat menginjaknya untuk naik ke atas unta.Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana Rasulullah ﷺ memuliakan dan memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan di hadapan para sahabat.Dalil: HR. al-Bukhari no. 4211.### 8\. Wafatnya Shafiyyah radhiyallahu ‘anhaShafiyyah binti Huyay radhiyallahu ‘anha wafat pada masa kekhalifahan Mu‘awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma. Dalam materi kajian disebutkan bahwa beliau wafat pada tahun 52 Hijriah.Beliau merupakan salah seorang Ummul Mukminin yang memiliki nasab mulia, akhlak yang baik, dan mendapatkan perhatian serta kemuliaan dari Rasulullah ﷺ.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#27 Kisah Ummul Mu’minin Sofiyah Ra

#27 Kisah Ummul Mu’minin Sofiyah RaUst. Dr Firanda Andirja, M.ASofiyah keturunan Harun.17 tahun saat Sofiyah dinikahi Nabi Muhammad. Menikah 2x sebelumnya. Pernikahan pertama dengan seorang Yahudi, pernikahan kedua dibunuh oleh Rasul.Sofiyah adalah anak kesayangan ayah dan pamannya.Diceritakan suatu waktu ayah Sofiyah tidak mau beriman kepada Rasulullah, padahal mereka tau kebenarannya, hanya karena Nabi selanjutnya berbeda suku (Arab, bukan Yahudi).Ada tanda hijauh di mata Sofiyah, dikarenakan pernah ditampar oleh mantan suaminya saat Sofiyah bercerita bahwa dia bermimpi memangku rembulan. Hal ini berarti suatu saat Sofiyah akan menikah dengan Rasulullah.Sofiyah awalnya membenci Rasul karena Rasul telah membunuh Ayah dan keluarganya, namun Rasul selalu membei alasan kenapa Beliau melakukan hal terse but, dikatakan terus menerus sehingga hilanglah rasa benci di hati Sofiyah kepada Rasulullah. Awal Mula MenikahSofiyah adalah budak wanita yang sangat cantik saat kaumnya Sofiyah kalah perang  (Ayahnya pemimpin kabilah Yahudi). Ditawarkan kepada Sofiyah 2 pilihan: menjadi Islam dan diambil Rasul atau tetap Yahudi dan kembali kepada kaumnya. Sofiyah memilih islam. Kemudian ditawarkan menjadi wanita merdeka Islam tapi menikah, dan Sofiyah menerimanya. Keutamaan:Dikenal ahli ibadah, sering berdzikir dan sering menangis.Mudah memaafkan orang lain.Menyambung silaturahmi.Dermawan.Memiliki nasab tinggi. Sofiyah adalah keturunan Nabi (Harun dan Musa, sekarang istri nabi Muhammad).Perhatian Nabi kepada Sofiyah:Nabi menghentikan kegiatan i’tikafnya demi mendengar cerita Sofiyah, kemudian menghantarkannya kembali ke rumah.Mempertimbangakan haid Sofiyah sebelum pulang berhaji. Apakah Sofiyah sudah tawaf ifadah atau belum, jika belum maka akan ditunggu.meminta untuk meminjamkan unta Zainab ke Sofiyah, tapi Zainab tidak mau, maka Nabi marah kepada Zainab.Nabi rela diinjak oleh Sofiyah untuk naik ke atas unta.Sofiyah meninggal tahun 52 Hijriah.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Ummul Mukminin Sofiyah - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Ibunda Shafiyah binti Huyay radhiyallahu ‘anhaNasab dan Latar Belakang ShafiyahShafiyah binti Huyay radhiyallahu ‘anha merupakan salah satu istri Nabi Muhammad ﷺ dan termasuk Ummahatul Mukminin (ibunda kaum mukminin).* Ayahnya, Huyay bin Akhtab, merupakan pemimpin Bani Nadhir yang memusuhi Rasulullah ﷺ dan terlibat dalam upaya menghasut kaum musyrikin untuk menyerang Madinah.* Shafiyah berasal dari keturunan Nabi Harun ‘alaihissalam, yang merupakan saudara Nabi Musa ‘alaihissalam.* Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Shafiyah telah menikah dua kali.* Ia lahir sekitar tiga tahun setelah Rasulullah ﷺ mulai berdakwah.Mengenali Kebenaran Rasulullah ﷺSejak kecil, Shafiyah mendengar orang-orang Yahudi membicarakan kedatangan nabi terakhir yang mereka nantikan.Ayah dan pamannya, Abu Yasir bin Akhtab, sangat menyayanginya. Namun, setelah keduanya menemui Rasulullah ﷺ ketika beliau tiba di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah, sikap mereka berubah.Shafiyah mendengar percakapan keduanya. Pamannya memastikan bahwa Muhammad ﷺ adalah nabi yang mereka nantikan. Akan tetapi, ayahnya justru menyatakan akan terus memusuhi Rasulullah ﷺ selama hidupnya.Hal ini menunjukkan bahwa mengetahui kebenaran tidak selalu membuat seseorang mau menerimanya, terutama ketika terhalang oleh kesombongan dan kedengkian.Mimpi yang Menjadi KenyataanShafiyah pernah bermimpi melihat bulan jatuh ke pangkuannya. Ketika menceritakan mimpi itu kepada suaminya saat itu, suaminya marah dan menamparnya.Ia menafsirkan mimpi tersebut sebagai keinginan Shafiyah untuk menikah dengan Rasulullah ﷺ, pemimpin Madinah.Mimpi tersebut kemudian menjadi kenyataan ketika Shafiyah akhirnya menikah dengan Rasulullah ﷺ.Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah Perang Khaibar pada tahun 7 Hijriah, Shafiyah menjadi bagian dari tawanan perang. Rasulullah ﷺ kemudian memilihnya, memerdekakannya, dan menawarkan kepadanya pilihan untuk masuk Islam serta menikah dengan beliau.Shafiyah menerima Islam dan memilih menikah dengan Rasulullah ﷺ. Kemerdekaannya menjadi mahar pernikahannya.Rasulullah ﷺ memperlakukannya dengan baik dan menyelenggarakan walimah sederhana ketika perjalanan menuju Madinah.Shafiyah Memiliki Sifat Ahli IbadahShafiyah dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah, banyak berzikir, membaca Al-Qur’an, dan sering menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Pernah suatu ketika ia menegur orang-orang yang berzikir dan membaca Al-Qur’an karena tidak terdengar tangisan mereka. Hal ini menunjukkan besarnya penghayatan Shafiyah terhadap ibadah.Akhlak Mulia Shafiyaha. Mudah memaafkanSeorang budak wanita pernah mengadukan Shafiyah kepada Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dengan tuduhan bahwa Shafiyah masih mengagungkan hari Sabtu seperti orang Yahudi.Setelah menjelaskan duduk perkaranya, Shafiyah justru memerdekakan budak tersebut meskipun telah difitnah olehnya.b. Menjaga silaturahmiShafiyah tetap menjalin hubungan dengan kerabatnya yang masih beragama Yahudi. Bahkan, ia berwasiat memberikan sepertiga hartanya kepada saudaranya yang belum masuk Islam.Hal ini menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan tetap dapat dijaga dengan baik meskipun berbeda agama.c. Dermawan dan cerdasShafiyah pernah memberikan hadiah kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha dan istri-istri Nabi ﷺ lainnya. Sikap tersebut memperlihatkan kedermawanan sekaligus kecerdasannya dalam membangun hubungan baik dengan keluarga Rasulullah ﷺ.Menghadapi Kecemburuan dengan KesabaranShafiyah pernah diejek oleh Hafshah radhiyallahu ‘anha sebagai putri seorang Yahudi hingga ia menangis.Rasulullah ﷺ kemudian menghiburnya dengan mengingatkan bahwa ia adalah keturunan Nabi Harun ‘alaihissalam, pamannya Nabi Musa ‘alaihissalam, dan suaminya adalah seorang nabi.Rasulullah ﷺ juga menegur Hafshah agar bertakwa kepada Allah.Kisah ini mengajarkan bahwa seseorang tidak pantas direndahkan karena asal-usulnya. Kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh suku atau keturunannya semata, melainkan oleh iman dan ketakwaannya.Perhatian Rasulullah ﷺ kepada ShafiyahRasulullah ﷺ menunjukkan perhatian khusus kepada Shafiyah dalam berbagai keadaan.* Ketika Shafiyah mengunjungi beliau saat sedang beri’tikaf, Rasulullah ﷺ menemaninya berjalan pulang.* Ketika dua orang sahabat melihat mereka, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa wanita tersebut adalah istrinya agar tidak muncul prasangka buruk.* Saat haji wada’, Rasulullah ﷺ memperhatikan keadaan Shafiyah yang sedang haid dan memastikan kondisinya agar rombongan dapat kembali ke Madinah.* Rasulullah ﷺ pernah membantu Shafiyah menaiki unta dengan merendahkan lututnya agar dapat dijadikan pijakan.Perbuatan tersebut menunjukkan kelembutan, penghormatan, dan perhatian Rasulullah ﷺ terhadap istrinya.Kesetiaan Shafiyah kepada Kaum MusliminKetika Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dikepung oleh para pemberontak, Shafiyah berusaha membelanya dan mengirimkan bantuan berupa makanan serta minuman.Meskipun menghadapi rintangan, ia tetap berusaha membantu Utsman. Hal ini menunjukkan keberanian dan kepeduliannya terhadap kaum muslimin.Wafatnya ShafiyahShafiyah binti Huyay radhiyallahu ‘anha wafat sekitar tahun 50-an Hijriah, pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma.Beliau dikenang sebagai istri Rasulullah ﷺ yang tekun beribadah, dermawan, pemaaf, menjaga silaturahmi, dan memiliki kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.Pelajaran yang Dapat Diambil* Kebenaran harus diterima dengan ketulusan. Pengetahuan tanpa keimanan dan kerendahan hati dapat membuat seseorang tetap menolak kebenaran.* Jangan merendahkan seseorang karena keturunan atau asal-usulnya. Kemuliaan tidak ditentukan oleh suku dan bangsa.* Memaafkan merupakan akhlak yang mulia. Bahkan, Shafiyah membalas perlakuan buruk dengan memerdekakan budaknya.* Silaturahmi tetap dijaga meskipun berbeda agama, selama sesuai dengan tuntunan syariat.* Rumah tangga membutuhkan kasih sayang dan penghormatan. Rasulullah ﷺ memberikan teladan dalam memperlakukan istri dengan lembut dan penuh perhatian.* Ibadah hendaknya disertai penghayatan. Shafiyah menunjukkan kesungguhan dalam berzikir, membaca Al-Qur’an, dan mengingat Allah.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah istri nabi, Shofiyah binti huyai

1. Asal-Usul dan Latar BelakangShafiyah binti Huyai bin Akhthab adalah seorang wanita keturunan Bani Israil dari garis keturunan Nabi Harun bin Imran serta berasal dari suku Yahudi Bani Nadhir.Ayahnya, Huyai bin Akhthab, merupakan salah satu tokoh pemimpin Yahudi di Madinah yang memimpin perlawanan terhadap kaum Muslimin. Sebelum dinikahi Nabi, Shafiyah pernah menikah dua kali, yaitu dengan Salam bin Abil Haq dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Haq.2. Masuk Islam dan Pernikahan dengan NabiSejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ke Madinah, Shafiyah dan keluarganya telah mengetahui dan menantikan ciri-ciri kenabian berdasarkan Taurat.Setelah Perang Khaibar dan terbunuhnya suami keduanya, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memilih Shafiyah untuk dinikahi.Nabi memberikan dua pilihan kepada Shafiyah: memilih memeluk Islam dan dinikahi sebagai Ummul Mu'minin (dengan kemerdekaannya sebagai mahar), atau tetap memeluk agama Yahudi dan dibebaskan untuk kembali kepada kaumnya. Shafiyah dengan kesadaran penuh memilih untuk masuk Islam dan menjadi istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.3. Akhlak dan KeutamaanSifat Ibadah dan Dermawan: Shafiyah dikenal sebagai wanita yang sangat taat, rajin beribadah, memiliki kebiasaan sering menangis karena takut kepada Allah, serta sangat dermawan.Pemaaf: Ia memiliki sifat pemaaf yang luar biasa, terbukti dari sikapnya yang memaafkan dan bahkan memerdekakan budaknya sendiri yang sempat memfitnahnya di hadapan Khalifah Umar bin Khattab.Pembelaan terhadap Khalifah Utsman: Menjelang akhir hayatnya, Shafiyah menunjukkan keberanian dan kesetiaannya dengan berupaya membela serta mengirimkan bantuan makanan dan air kepada Khalifah Utsman bin Affan ketika rumahnya dikepung oleh para pemberontak.4. WafatShafiyah binti Huyai radhiallahu 'anha wafat pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 27-Kisah Ummul Mukminin Shofiyah

Shofiyah binti Khuyay menikah dengan Rasulullah SAW ketika dalam perjalanan pulang dari Khaibar menuju kota Madinah.Khuyay bin Akhtab (ayah dari Shofiyah) merupakan pimpinan kabilah bani nadzir. dia adalah provokator perang ahzab. Khuyay dibunuh oleh kaum muslimin ketika perang bani quraidhah. Kemudian nasabnya Shofiyah kembali ke Lawi bin Ya'kub.Barrah binti Samanual (ibu dari Shofiyah) wafat dalam keadaan kafir).Shofiyah lahir pada tahun ke-3 Nabi SAW berdakwah. Dinikahi oleh Rasulullah SAw ketika usianya 17 tahun. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Shofiyah sudah dua kali menikah. suami pertamanya adalah Salam bin Abi Al Huqaiq. Suami keduanya adalah Kinanah bin Ar-Rabi' bin Abi al-Huqaiq yang berkhianat dan dibunuh oleh kamum muslimin. Shofiyah tinggal di kota Madinah (Bani Nadzir). Wafat sekitar tahun 52 H.Awalnya ayah dan paman Shofiyah sangat menanti kedatangan Rasulullah. Tapi mereka kecewa karena rasul terakhir bukan dari suku mereka (yahudi) (bahkan ayah Shofiyah mengatakan ingin memusuhi Rasulullah) hal ini terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 89.Keutamaan yang dimiliki oleh Shofiyah :Rajin Beribadah terutama berdzikir kepada Allah SWT. bahkan beliau sering menangis karena kuatnya beribadah kepada Allah SWT.Sangat mudah memaafkanDermawanBentuk perhatian Rasulullah kepada Shofiyah binti Khuyay :Ketika Sofiyah mendatangi Nabi SAW yang sedang I'tikaf. Meskipun sedang fokus i'tikaf, Rasulullah tetap membneri perhatian kepada Shofiyah (mengobrol dengan Shofiyah). Rasulullah bahkan keluar dari tempat i'tikaf untuk mengantar Shofiyah pulang.Ketika Rasulullah sedang haji wada. diriwayatkan oleh Aisyah RA, kami sedang haji kemudian kami khawatir semoga dia(Shofiyah) tidak haid sebelum thawaf ifadhah (karena harus menunggu haid selesai baru bisa thawaf ifadhah. selain itu juga tidak bisa kembali ke kampung halaman sebelum melakukan thawaf ifadhah). Rasulullah SAW berkata "Apakah Shofiyah menahan kita untuk tidak jadi pulang?" kami pun mengatakan "Shofiyah sudah melakukan thawaf ifadhah". bahkan apabila Shofiyah haid dan belum melakukan thawaf ifadhah, Rasulullah memerintahkan kepada istri-istri yang lain untuk menunggu dan tidak pulang duluan.ketika Rasulullah sedang sakit, Shofiyah berkata "Saya berharap sakitmu pindah kepadaku". istri-istri Rasulullah yang lain saling melirik (karena Shofiyah terkesan sedang cari muka). kemudian Rasulullah menegur istri-istrinya yang lain "apakah kalian mencela Shofiyah ? Demi Allah dia telah berkata jujur"Ketika Rasulullah pulang menuju kota Madinah (baru menikahi Shofiyah). Beliau menyiapkan lututnya untuk diinjak oleh Shofiyah agar Shofiyah bisa naik ke atas unta.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 27-Kisah Ummul Mukminin Sofiyah

Kisah Ummul Mukminin ShofiyahIbunda Shofiyah binti Huyay bin AkhthabAyahnya adalah pimpinan Bani Nadzir yang memprovokasi hingga terjadinya Perang Ahzab.Shofiyah keturunan Yahudi, Harun bin Imran keturunan Lawi bin Ya’kub bin Ishak bin Ibrahim.Ibunya bernama Barra binti Samau’al dari Bani Quraidhah, saudara Rifaah Al-Quradhi (sahabat radhiallahu anhu). Ibunya meninggal dalam kondisi kafir, belum masuk Islam.Shafiyah lahir tiga tahun setelah Nabi mulai berdakwah di Makkah. Nabi menikahi Shofiyah tahun 7 Hijriah (usia kurang lebih 17 tahun).Sebelumnya Shofiyah pernah menikah dua kali. Yang pertama dengan Sallam bin Abil Huqayd (Yahudi), diceraikan kemudian dinikahi oleh Qinanah bin Robi’ bin Abil Huqayd An-Nadzri.Shofiyah asalnya tinggal di kota Madinah di Bani Nadzir. Pindah ke Khaibar yang peristiwa tersebut turunlah surah Al-Hasyr tentang pengusiran Bani Nadzir. Ayahnya meninggal saat Perang Bani Quraidhah.Shofiyah punya budak, di antaranya Qinanah seperti nama suaminya yang kedua.Shofiyah wafat sekitar tahun 52 Hijriah di zaman kekhilafahan Muawwiyah bin Abi Sofyan radhiallahu ta’ala anhuma.Shofiyah sangat disayang oleh ayahnya.Awalnya Shofiyah sangat membenci Rasulullah karena beliau shallallahu alaihi wasallam telah membunuh ayahnya Shofiyah, suaminya, pamannya, saudara-saudaranya. Tapi Rasulullah terus meminta uzur kepada Shofiyah, memberikan penjelasan alasan kenapa sampai membunuh ayahnya dan kerabatnya dalam Perang Khandaq sampai akhirnya perasaan benci itu hilang dari diri Shofiyah.Shofiyah pernah bermimpi rembulan (riwayat lain menyebut matahari) jatuh di pangkuannya sebagai isyarat bahwa ia akan masuk Islam dan menjadi istri Nabi shallallahu alaihi wasallam.Setelah Perang Khaibar, Rasulullah membagikan ganimah yang di antaranya adalah budak-budak wanita kepada mujahidin. Ada seorang sahabat bernama Dihyah Al-Kalbi mengambil Shofiyah yang ternyata wanita yang sangat cantik jelita. Kemudian sahabat lain protes dan menjelaskan Shofiyah tidak pantas kecuali untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam.Nabi menawarkan kepada Shofiyah dua pilihan:Masuk Islam maka Nabi tidak akan menyerahkan dia ke orang lain.Tetap Yahudi pun tidak mengapa, mungkin suatu saat akan dibebaskan dan boleh kembali ke keluarga.Shofiyah memilih Islam. Shofiyah diberi tawaran lagi: jika ia bersedia menikah dengan Rasulullah maka maharnya ia menjadi wanita yang merdeka. Shofiyah pun setuju dan menikahlah Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan Shofiyah. Maka jadilah Shofiyah sebagai Ummul Mukminin radhiallahu anha.Di antara Keutamaan ShofiyahSangat rajin beribadah dan sering menangis ketika beribadah.Mudah memaafkan.Pernah budaknya berkhianat, Shofiyah bukan hanya memaafkan bahkan memerdekakan budak tersebut.Menyambung silaturahmi meskipun keluarganya masih Yahudi.Dermawan.Ketika Shofiyah datang dari Khaibar dibawa bersama Nabi, kemudian memberikan hadiah kepada anak Nabi dan istri-istri Nabi.Memiliki nasab yang tinggi hingga dicemburui oleh istri-istri yang lain.Di antara Perhatian Nabi kepada ShofiyahShofiyah pernah mendatangi Nabi ketika beliau iktikaf dan mereka mengobrol bahkan setelahnya Nabi mengantar Shofiyah pulang.Ketika Nabi haji wada bersama istri-istri mereka, Shofiyah bersedih khawatir tidak bisa pulang karena haid dan belum tawaf wada. Rasulullah mengatakan seandainya Shofiyah haid dan belum tawaf ifadah maka beliau dan istri-istrinya belum akan pulang dan menunggu hingga Shofiyah tawaf ifadah baru mereka pulang sama-sama.Ketika Nabi sakit, Shofiyah berkata di depan istri-istri yang lain, “Seandainya sakitmu berpindah kepadaku.” Istri-istri yang lain saling melirik, kemudian Nabi menegur istri-istrinya bahwa kata-kata Shofiyah adalah kata yang tulus.Dalam sebuah perjalanan, unta Shofiyah ternyata sakit. Zainab yang memiliki unta lebih kemudian diminta untuk meminjamkan kepada Shofiyah, tetapi ia menolak maka Rasulullah menegur dan menghukum Zainab.Setelah menikah dan hendak menuju ke Madinah dari Khaibar, Rasulullah rela berlutut untuk kemudian Shofiyah naik ke atas lutut beliau untuk naik ke untanya.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Materi 27: "Kisah Ummul Mu'minin Shafiyah Radiyallahu'anha"

Materi 27:"Kisah Ummul Mu'minin Shafiyah Radiyallahu'anha"​🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حفظه الله تعالى​🌸 1. Silsilah, Latar Belakang, dan Keluarga​🌿 Nama & Nasab: Shafiyah binti Huyai bin Akhtab bin Sa'yah bin Samau'al. Ayahnya, Huyai bin Akhtab, adalah pimpinan suku Yahudi Bani Nadhir (yang juga merupakan provokator utama dalam Perang Ahzab).​🌾 Keturunan Nabi Harun 'Alaihissalam: Garis keturunan Shafiyah sampai kepada Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim 'alaihissalam, dan beliau merupakan keturunan dari Nabi Harun bin Imran 'alaihissalam (saudara Nabi Musa 'alaihissalam).​🌸 Kelahiran: Lahir sekitar 3 tahun setelah masa kenabian di Makkah (atau sekitar 17 tahun sebelum dinikahi Nabi ﷺ pada tahun ke-7 Hijriah).​🍃 Pernikahan Sebelumnya: Sebelum dinikahi Nabi ﷺ, Shafiyah pernah menikah dua kali, yaitu dengan Salam bin Abil Haq (kemudian dicerai) dan yang kedua dengan Kinanah bin Rabi' bin Abil Haq (pemilik benteng di Khaibar yang tewas dalam Perang Khaibar).​🌷 2. Kisah Masa Kecil dan Kebenaran yang Disembunyikan​🌻 Kesayangan Keluarga: Shafiyah adalah anak yang paling disayangi oleh ayah (Huyai bin Akhtab) dan pamannya (Abu Yasir bin Akhtab).​🌿 Mengenali Kebenaran: Ketika Nabi ﷺ hijrah ke Quba, ayah dan pamannya pergi sejak subuh hingga magrib untuk memastikan tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana yang tertulis dalam Taurat. Meskipun mereka berdua menyadari dan mengakui bahwa itu adalah benar-benar Nabi yang ditunggu-tunggu, mereka memilih untuk memusuhi Nabi ﷺ karena rasa dengki/hasad.​🌸 Mimpi Shafiyah: Jauh sebelum dinikahi Nabi ﷺ, Shafiyah pernah bermimpi melihat bulan jatuh di pangkuannya. Suaminya saat itu (Kinanah) marah besar dan menampar matanya (meninggalkan bekas memar kebiruan/kehijauan) karena menganggap Shafiyah ingin menikah dengan "Raja Madinah" (Nabi Muhammad ﷺ).​🌹 3. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺ​🌴 Peristiwa Khaibar (Tahun 7 H): Setelah penaklukan benteng Khaibar, Shafiyah termasuk dalam harta ghanimah (rampasan perang) dan awalnya diambil oleh Dihyah al-Kalbi.​🌳 Protes Sahabat & Keputusan Nabi: Karena Shafiyah adalah seorang putri bangsawan/pimpinan suku, para sahabat merasa beliau tidak pantas kecuali untuk Nabi ﷺ. Nabi ﷺ kemudian mengambil Shafiyah untuk diri beliau sendiri dan mengganti hak Dihyah.​🌾 Pilihan bagi Shafiyah: Nabi ﷺ memberikan dua pilihan kepada Shafiyah:​Jika memilih Islam, Nabi akan menikahinya.​Jika memilih tetap dalam agama Yahudi, Nabi akan membebaskannya dan memulangkannya kepada kaumnya.​Shafiyah dengan kesadaran penuh memilih Allah, Rasul-Nya, dan Islam. Mahar pernikahannya adalah kemerdekaan dirinya sendiri, dan beliau resmi menjadi Ummul Mukminin (Ibunda Kaum Mukminin).​💐 Walimah & Penjagaan: Nabi ﷺ mengadakan walimah sederhana dalam perjalanan pulang dari Khaibar menuju Madinah. Sahabat Abu Ayyub al-Anshari bahkan berjaga semalaman di sekitar kemah Nabi karena khawatir Shafiyah menyimpan dendam (mengingat ayah, suami, dan keluarganya tewas dalam perang melawan kaum Muslimin).​🪻 4. Keutamaan, Akhlak, dan Sifat Mulia Shafiyah​🌙 Ahli Ibadah & Sering Menangis: Shafiyah dikenal sebagai wanita yang sangat bertakwa, kuat berzikir, rajin membaca Al-Qur'an, dan sering menangis karena takut kepada Allah سبحانه و تعالى.​🍃 Pemaaf dan Dermawan:​Beliau pernah difitnah oleh budak wanitanya sendiri kepada Khalifah Umar bin Khattab bahwa Shafiyah masih mencintai hari Sabtu (Yahudi). Setelah terbukti tidak benar, Shafiyah tidak marah, bahkan memerdekakan budak wanita tersebut.​Beliau juga sangat dermawan; saat tiba di Madinah, beliau membagikan perhiasan emasnya kepada Fatimah Radiyallahu'anha dan para istri Nabi lainnya untuk mengambil hati mereka.​🪴 Menyambung Silaturahmi: Shafiyah tetap berbuat baik dan ingin menyambung tali silaturahmi dengan saudara kandungnya yang masih beragama Yahudi.​🌼 5. Dinamika Rumah Tangga & Perhatian Nabi ﷺ​📜 Membela Kehormatan dari Cemburu Madu: Suatu ketika Hafshah Radiyallahu'anha sempat mencela Shafiyah dengan sebutan "Putri Yahudi". Shafiyah menangis mengadu kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ menghibur Shafiyah dengan bersabda: "Tidakkah kau jawab: Bagaimana kalian bisa lebih baik dariku, padahal suamiku adalah Muhammad, ayahku adalah Harun, dan pamanku adalah Musa?"​🌸 Kasih Sayang Khusus: Dalam perjalanan pulang dari Haji Wada', Nabi ﷺ pernah membantu Shafiyah naik ke atas untanya dengan cara membungkuk dan menjadikan lutut beliau sebagai pijakan kaki Shafiyah.​🍂 Membela Khalifah Utsman bin Affan: Di akhir hayatnya, saat Khalifah Utsman bin Affan dikepung oleh para pemberontak, Shafiyah berusaha mendatangi rumah Utsman dengan menaiki keledai untuk membela beliau, bahkan mengirimkan kayu/tangga agar makanan dan air bisa masuk ke rumah Utsman.​🪷 6. Wafatnya​🌾 Tahun Wafat: Ummul Mukminin Shafiyah binti Huyai wafat pada tahun 52 Hijriah (ada pula yang menyebutkan menjelang akhir kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan) dan dimakamkan di pemakaman Baqi'.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 27: Kisah Ummul mu'minin Shofiyyah binti Huyay

🌸 MATERI 27 — KISAH UMMUL MUKMININ SOFIYAHUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A.🍃 1. Mengenal Sofiyah binti HuyaySofiyah binti Huyay bin Akhtab رضي الله عنها adalah salah satu Ummul Mukminin, yaitu istri Rasulullah ﷺ yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam.Beliau berasal dari Bani Nadhir dan memiliki garis keturunan yang bersambung kepada Nabi Harun عليه السلام.Ayahnya bernama Huyay bin Akhtab, seorang pemimpin Bani Nadhir. Meskipun berasal dari keluarga yang memusuhi Islam, Sofiyah akhirnya mendapatkan hidayah dan menjadi bagian dari keluarga Rasulullah ﷺ.Pelajaran: Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh latar belakang keluarganya, tetapi oleh keimanan dan ketakwaannya kepada Allah.🌷 2. Masuk Islam dan Menikah dengan Rasulullah ﷺSetelah peristiwa Perang Khaibar, Sofiyah menjadi tawanan perang. Rasulullah ﷺ kemudian memerdekakannya dan menikahinya. Mahar beliau adalah pembebasannya.Sofiyah menjadi istri Rasulullah ﷺ dan memperoleh kedudukan sebagai Ummul Mukminin.Kisah ini mengingatkan kita bahwa Allah mampu memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.📖 Dalil: QS. Al-Hujurat: 13Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.🪷 3. Keteguhan Iman dan Kesungguhan BeribadahSofiyah dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah, banyak berzikir, dan memiliki rasa takut kepada Allah.Beliau tidak hanya menjalani kehidupan sebagai istri Nabi, tetapi juga berusaha menjaga hubungannya dengan Allah.Pelajaran:Jangan merasa cukup dengan identitas sebagai seorang muslimah tanpa berusaha meningkatkan kualitas iman.Biasakan berzikir dan membaca Al-Qur'an dengan hati yang hadir.Ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.🍂 4. Berlapang Dada dan Mudah MemaafkanSofiyah menunjukkan kelapangan hati dalam menghadapi perlakuan buruk. Dalam laporan kajian, diceritakan bahwa beliau memaafkan seorang budak wanita yang menyampaikan tuduhan terhadap dirinya, bahkan kemudian memerdekakannya.Sikap ini menunjukkan kemuliaan akhlak dan kemampuan mengendalikan diri.📖 Dalil: QS. Ali 'Imran: 134Allah memuji orang-orang bertakwa yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.Pelajaran:Tidak semua perkataan buruk harus dibalas dengan kemarahan.Memaafkan bukan tanda kelemahan, tetapi dapat menjadi bukti kekuatan hati.Jangan membiarkan kebencian menguasai hati hingga menghalangi kita berbuat baik.🌿 5. Rasulullah ﷺ Menjaga Perasaan dan Kehormatan SofiyahDalam laporan tersebut, diceritakan bahwa Sofiyah pernah bersedih karena mendapatkan ejekan terkait latar belakangnya.Rasulullah ﷺ menghiburnya dan mengingatkan kemuliaan nasabnya serta kedudukannya sebagai istri Nabi.Kisah ini mengajarkan bahwa seseorang yang sedang bersedih membutuhkan perhatian, dukungan, dan perkataan yang baik.Pelajaran:Jangan merendahkan orang lain karena keturunan, suku, atau latar belakangnya.Hibur orang yang sedang bersedih dengan perkataan yang baik.Dalam hubungan keluarga, perhatian dan penghargaan sangat penting.Jangan menjadikan kekurangan atau masa lalu seseorang sebagai bahan ejekan.🌸 6. Menjaga Kehormatan dan Menghindari PrasangkaDikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengantar Sofiyah pada malam hari ketika beliau sedang beriktikaf. Saat dua orang sahabat berpapasan, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa wanita yang bersamanya adalah Sofiyah, istrinya.Peristiwa ini menunjukkan pentingnya menghindari keadaan yang dapat menimbulkan prasangka buruk.📖 Dalil: QS. Al-Hujurat: 12Allah melarang orang-orang beriman banyak berprasangka karena sebagian prasangka adalah dosa.Pelajaran:Jangan mudah menuduh orang lain tanpa bukti.Jagalah kehormatan diri dan orang lain.Hindari situasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila memungkinkan.Jangan menyebarkan dugaan seolah-olah itu adalah fakta.🥀 7. Keberanian dan Kepedulian terhadap SesamaSofiyah juga dikenang karena kepeduliannya kepada Khalifah Utsman bin Affan رضي الله عنه ketika beliau dikepung oleh para pemberontak. Dalam laporan kajian, Sofiyah berusaha mengirimkan bantuan makanan dan minuman kepadanya.Hal ini memperlihatkan keberanian dan kepedulian beliau terhadap sesama muslim.Pelajaran: Kebaikan tidak cukup hanya dirasakan dalam hati. Jika mampu, kita perlu mewujudkannya melalui tindakan nyata.✨ KesimpulanKisah Sofiyah binti Huyay رضي الله عنها mengajarkan kita untuk menjaga iman, memperbaiki akhlak, memaafkan kesalahan orang lain, menghargai sesama, dan menjauhi prasangka buruk.Kemuliaan seorang muslimah tidak ditentukan oleh asal-usul atau penilaian manusia, melainkan oleh iman, ketakwaan, dan amal salehnya.Semoga Allah menghiasi hati kita dengan ketakwaan, melapangkan dada kita untuk memaafkan, dan menjaga lisan kita dari menyakiti orang lain. Aamiin. 🌸

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
F
Fadillah Nur Al - Zahra

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Ringkasan Materi 27: Kisah Ummul Mu'minin Sofiyah Radiyallahu 'anha

Poin-Poin Utama Kajian:Latar Belakang dan Nasab Ummul Mukminin SofiyahNama dan Nasab: Sofiyah binti Huyai bin Akhtab. Ayahnya adalah Huyai bin Akhtab, pimpinan kabilah Yahudi Bani Nadhir yang merupakan provokator utama dalam Perang Ahzab (Khandaq).Keturunan Nabi: Dari garis keturunan ibu dan bapaknya, Sofiyah tersambung nasabnya kepada Nabi Harun 'alaihissalam (dari jalur Lawi bin Ya'qub).Pernikahan Sebelumnya: Sofiyah pernah menikah dua kali sebelum dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW (dengan Salam bin Abil Haq, lalu dengan Kinanah bin Rabi' bin Abil Haq yang tewas dalam Perang Khaibar).Kisah Keimanan dan Mimpi yang Menjadi KenyataanSejak kecil di Madinah, Sofiyah pernah mendengar pembicaraan ayah dan pamannya (Abu Yasir) yang mengenali ciri-ciri kenabian Nabi Muhammad SAW dari Taurat, meskipun ayah dan pamannya akhirnya memilih untuk menentang dan memusuhi Nabi.Sofiyah sempat bermimpi melihat rembulan jatuh di pangkuannya. Suaminya saat itu (Kinanah) marah besar dan menamparnya karena menganggap mimpi itu berarti Sofiyah ingin menikah dengan "Raja Madinah" (Nabi Muhammad SAW). Mimpi tersebut akhirnya menjadi kenyataan.Pernikahan dengan Nabi Muhammad SAWSetelah Perang Khaibar (tahun ke-7 Hijriah), Sofiyah termasuk dalam tawanan perang. Semula ia berada di tangan sahabat Dihyah al-Kalbi, namun atas saran para sahabat agar seorang wanita bangsawan Yahudi yang sangat cantik jelita tersebut lebih pantas untuk Rasulullah, Nabi mengambil alih Sofiyah.Rasulullah SAW memberikan dua pilihan kepada Sofiyah: tetap dalam agama Yahudi dan dibebaskan kembali ke kaumnya, atau masuk Islam dan dinikahi oleh Nabi SAW dengan kemerdekaannya sebagai mahar.Sofiyah memilih Islam dan dinikahi oleh Nabi.Akhlak, Keutamaan, dan Sifat Mulia SofiyahSangat Dermawan: Saat tiba di Madinah, Sofiyah menghadiahkan perhiasan emasnya kepada Fatimah radhiallahu 'anha dan para istri Nabi yang lain untuk mengambil hati mereka sebagai keluarga baru.Mudah Memaafkan: Ketika dituduh oleh budaknya masih mencintai hari Sabtu (tradisi Yahudi) di masa Khalifah Umar bin Khattab, Sofiyah menjelaskannya dengan bijak dan bahkan memerdekakan budak wanita tersebut alih-alih memarahinya.Ahli Ibadah: Sofiyah dikenal sebagai wanita yang sangat kuat ibadahnya, gemar berzikir, dan sering menangis karena takut kepada Allah.Pembela Kebenaran: Saat Khalifah Utsman bin Affan dikepung oleh para pemberontak, Sofiyah berusaha keras mengirimkan makanan dan air minum serta berniat naik ke atas keledai untuk membela Utsman.Perhatian dan Pembelaan Nabi kepada SofiyahRasulullah SAW senantiasa menjaga perasaan Sofiyah dari cemburu madu-madunya (seperti ketika Hafshah atau Zainab binti Jahsyin sempat menyindir statusnya sebagai keturunan Yahudi, di mana Nabi langsung menghibur Sofiyah dengan mengingatkan bahwa keturunannya adalah Nabi Harun dan Nabi Musa).Nabi SAW juga menunjukkan rasa hormat dan kasih sayangnya dengan merendahkan lututnya agar Sofiyah dapat menginjaknya saat naik ke atas unta dalam perjalanan pulang dari Khaibar.Dikutip dari: Ust. Firanda Andirja, M.A.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 27 🌻kisah ummul mukminin Sofiyah🌻

‎Kisah Ummul mukminin Sofiyah🎙️‎Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA ‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menikah dengan Sofiyah ketika perjalanan pulang dari Khaibar menuju kota Madinah.•biografi Sofiyah binti huyay‎Sofiyah binti huyay adalah anak dari pemimpin kabilah Bani nadir.dialah yg telah memprovokasi orang orang musyrikin Quraisy sehingga terjadilah perang ahzab.‎sofiyah adalah keturunan dari nabi Harun alaihissalam, keturunan yahudi.sofiyah lahir setelah nabi shalallahu alaihi wasallam mulai berdakwah 3 th.menikahi Sofiyah di tahun 7H saat itu usia nya 17th.sofiyah adalah seorang janda saat dinikahi oleh nabi shalallahu alaihi wasallam dan Sofiyah sudah menikah 2x sebelum nabi shalallahu alaihi wasallam.suami pertamanya bernama Sallam bin Abil huqaiq setelah di cerai lalu menikah dengan kinanah bin Abi huqaiq (pemimpin Bani quraizah)karena  berkhianat dibunuhlah oleh kaum muslimin.~‎Sofiyah asalnya tinggal di kota Madinah,dia bersama ayahnya di Bani nadir.karena kelicikan Bani nadir yang berencana ingin membunuh nabi shalallahu alaihi wasallam, akhirnya nabi shalallahu alaihi wasallam mengetahuinya dari malaikat Jibril dan mereka pun diusir dari Madinah menuju khaibar.pengusiran Bani nadir terdapat dalam surat Al hasyr.kemudian ayahnya dibunuh saat perang pada tahun 5H‎Sebenarnya orang Yahudi mengetahui akan adanya nabi yang akan datang ke Madinah.dan Bani qainuqa,Bani nadir dan Bani quraizah sengaja tinggal di Madinah untuk menunggu kedatangan rasul tersebut.~‎Sofiyah memiliki beberapa budak namanya kinanah,Sofiyah wafat sekitar tahun 52H di masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan.‎Kisah dari Sofiyah:‎Sering kali kaum yahudi sesumbar akan datang seorang nabi dan nabi tersebut akan menyerang kaum khazraj.pemimpin Bani nadir menantikan kedatangan rasul terakhir dan sudah bersiap untuk beriman tetapi sayangnya mereka tidak beriman karena ternyata rasul terakhir bukan dari suku Yahudi melainkan dari suku arab.ibnu ashaq bercerita: aku diceritakan oleh Sofiyah binti huyay binti akhtab,Sofiyah berkata:aku adalah anak yang paling di sayang oleh ayahku,dan pamanku Abi Yasir sangat sayang kepadaku lebih dari anak anak yang lain.kalau mereka berdua bertemu aku, sementara ada anak anak yang lain maka anak  yang lain akan ditinggalkan.ketika nabi shalallahu alaihi wasallam berhijrah dari Mekkah menuju Madinah,nabi singgah di daerah Kuba di kediaman Amir bin auf,maka bapakku dan pamanku segera mereka bersemangat menuju ke Kuba untuk melihat nabi shalallahu alaihi wasallam,mereka pergi dari masih remang remang(ba'da subuh) dan mereka belum kembali sebelum matahari terbenam (ba'da Maghrib).mereka datang dalam kondisi lemas tidak semangat,berjalan dengan perlahan.lalu aku menyambut mereka berdua tetapi mereka berdua tidak tengok sama sekali kepadaku.ternyata mereka dalam kondisi sedih sekali,lalu kata Sofiyah,aku mendengar paman ku Abi Yasir berbicara berkata kepada ayahnya: wahai huyay bin akhtab,apakah itu nabi yang kita tunggu-tunggu?lalu huyay bin akhtab menjawab : "bener,demi Allah itulah nabi itu."Abu Yasir berkata: kau benar benar sudah pastikan bahwa itu adalah nabi yang kita tunggu-tunggu?dan huyay pun menjawab:"benar".lalu abu Yasir bertanya: bagaiman kamu menyikapinya wahai huyay?huyay pun menjawab:"demi Allah aku akan terus memusuhi nya selama aku masih hidup .✅‎Disini mereka sangat meyakini dengan sifat-sifat nabi karena di dalam kitab mereka taurat,di sebutkan dengan jelas sifat-sifat nabi shalallahu alaihi wasallam.dan betapa busuknya hati mereka karena akan memusuhi nabi shalallahu alaihi wasallam gara gara beda suku.allah telah menyebutkan diantara sifat busuk mereka yaitu: suka membunuh para nabi karena berkeyakinan bahwa nabi bisa dibunuh.dalam surat Al Baqarah ayat 89:"tatkala datang kepada mereka kitab dari sisi Allah yaitu Al Qur'an,yang membenarkan apa yang ada pada mereka (taurat).padahal sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang orang kafir,maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu,mereka mengingkarinya.maka laknat Allah bagi orang orang yang ingkar."‎Ketika Sofiyah mendengar kabar hal ini tentu saja memberikan dampak kepada Sofiyah beriman kepada-nya.diantara dalil yang menyebutkan bahwa Sofiyah beriman kepada nabi yaitu diantaranya:‎Sofiyah berkata kepada nabi ketika Sofiyah masuk Islam,dia berkata: "wahai Rasulullah,sungguh aku telah tertarik dalam Islam sebelum engkau menyuruhku masuk Islam."‎Sofiyah pernah bermimpi dengan mimpi yang luar biasa,yang diriwatkan Ibnu Umar,dia berkata:"sesungguhnya dikedua mata Sofiyah ada warna hijau,ketika nabi menikahi Sofiyah,nabi bertanya:"wahai Sofiyah apa itu warna hijau dikedua matamu?"Sofiyah menjawab:"aku pernah berkata kepada suamiku,aku mimpi bahwasannya ada rembulan yang jatuh di pangkuanku,maka suamiku marah dan dia menamparku,dan dia berkata"kau ingin menikah dengan rajanya Madinah?Sofiyah berkata: "tidak ada seseorang yang aku benci seperti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ".karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah membunuh ayahku dan telah membunuh suamiku.tetapi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selalu meminta udzur kepadaku mengapa beliau telah membunuh ayahku dan suamiku karena ayahku telah memprovokasi kaumnya untuk menyerang kaum muslimin.terus dan terus Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada Sofiyah dan sampai akhirnya perasaan itu hilang.‎Pernikahan Sofiyah dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ‎Setelah perang Khaibar, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membagikan ghonimah dan diantara ghonimah tersebut adalah budak budak wanita dan budak budak wanita tersebut dibagikan kepada Mujahidin.dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyuruh seorang sahabat dihyah Al kalbi memilih budak yang ada dari ghonimah yang ada.dan dihyah Al kalbi memilih Sofiyah dan banyak para sahabat yang protes kemudian datang kepada nabi shalallahu alaihi wasallam dan berkata: yaa Rasulullah sesungguhnya diyah Al kalbi telah mengambil wanita yang sangat cantik jelita yang tak pantas kecuali untuk engkau yaa rasulullah.kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata: panggil dihyah,lalu katakan kembalikan itu budak dan ambil budak yang lain.dan akhirnya sofiyah di kembalikan dan di ambil oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.‎Para ulama menjelaskan tentang hal ini mengapa nabi menyuruh dihyah mengembalikan Sofiyah karena banyak sahabat yang protes mengapa dihyah Al kalbi mengambil budak yang tercantik.‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menawarkan kepada Sofiyah untuk masuk islam dan beliau berkata: "kalau kau pilih Islam,maka aku akan memilikimu dan menahan mu untuk menjadi budakku tapi jika kau tetap ingin menjadi yahudi,bisa jadi aku akan bebaskan engkau suatu hari Dan silahkan balik ke keluarga mu."dan akhirnya sofiyah memilih Islam.kemudian nabi shalallahu alaihi wasallam mengatakan: "kalau kau memilih Islam dan mau menikah denganku maka aku akan memerdekakan engkau dan memerdekakan engkau adalah mahar untuk menikahi engkau." Dan Sofiyah akhirnya memilih untuk menikah dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.dan mengadakan walimah sederhana dan mengundang para sahabat.‎Keutamaan Sofiyah Radhiyallahuanha‎Dikenal sebagai seorang yang sangat rajin beribadah,kuat berdzikir dan memiliki mata yang sering menangis.‎Sofiyah sangat mudah memaafkan.‎Ada seorang budak wanita Sofiyah sangat jengkel kepada Sofiyah lalu dia datang kepada Khalifah Umar bin Khattab dan memprovokasi Sofiyah dengan mengatakan :yaa Umar sesungguhnya Sofiyah ini masih suka dengan hari Sabtu (kaum yahudi sangat suka dengan hari Sabtu, seakan-akan Sofiyah inibmasih ada sifat sifat Yahudi)maka Umar kirim utusan kepada Sofiyah dan bertanya: apakah benar yang dikatakan budakmu,yang mengatakan engkau masih memuliakan hari Sabtu dan engkau masih berhubungan dengan orang-orang yahudi?dan Sofiyah berkata:" adapun hari Sabtu sudah tidak aku muliakan lagi semenjak Allah menggantikan aku dengan hari Jumat,adapun aku menyambung silaturahmi dengan yahudi benar,saya masih punya hubungan rahim dengan mereka,dan aku menyambung rahim meskipun mereka kuffar.dan kemudian Sofiyah berkata kepada budaknya: "apa yang menyebabkan engkau melakukan demikian?"dan budak pun menjawab :"karena bisikan syaitan".lalu Sofiyah mengatakan:" pergilah engkau bebas,engkau wanita merdeka."Senang bersilaturahmi. ‎Sofiyah memiliki saudara laki-laki yang beragama Yahudi dan dia berkata:"wahai saudaraku,kau masuk Islam lah,kalau kau masuk Islam maka engkau akan mewarisi hartaku."dan perkataan Sofiyah di dengar oleh kaum yahudi dan mereka mengatakan : "kau ingin jual agamamu demi harta warisan?"akhirnya saudara laki-laki nya pun tidak mau masuk Islam.tetapi Sofiyah tetap perhatian kepada saudaranya tersebut dan memberikan wasiat jika 1/3 hartanya untuk saudaranya tersebut.‎sofiyah dermawan ‎Bahwasanya Sofiyah ketika datang ke kota Madinah,dia memiliki emas yang banyak di telinganya kemudian dia berikan kepada Fatimah dan kepada istri istri nabi shalallahu alaihi wasallam.dan ini salah satu kecerdasan yang Sofiyah lakukan untuk mengambil hati istri istri nabi dan putri nabi shalallahu alaihi wasallam.‎Sofiyah memiliki nasab yang tinggi dan memiliki keistimewaan dan terjadi kecemburuan antara istri istri Nabi shalallahu alaihi wasallam karena Sofiyah adalah wanita yang sangat cantik jelita, sehingga membuat hafshah cemburu kepada Sofiyah, Aisyah juga cemburu kepada Sofiyah.pada suatu hari Hafshah cemburu kepada Sofiyah dan berkata: Sofiyah itu putri yahudi. Dan Sofiyah pun menangis.maka nabi shalallahu alaihi wasallam masuk menemui Sofiyah saat dia menangis dan bertanya:"apa yang bikin kau menangis?Sofiyah menjawab: "tadi Hafshah bilang,saya ini putri yahudi." Dan nabi berkata: wahai Sofiyah,engkau adalah keturunan nabi (nabi Harun) ,paman mu nabi (nabi Musa),dan sekarang suami mu juga seorang nabi.apa yang perlu di banggakan Hafshah atas dirimu?lalu nabi pun datang kepada Hafsah dan mengatakan "ittaqillah yaa hafshah, bertakwalah kepada Allah wahai Hafsah ".Bentuk perhatian nabi shalallahu alaihi wasallam kepada sofiyah‎Diantara perhatian nabi kepada Sofiyah yang telah di riwayat kan oleh Allah Bukhari: bahwa Sofiyah pernah bercerita kepadanya,suatu hari Sofiyah datang dan menjenguk nabi shalallahu alaihi wasallam ketika nabi sedang i'tikaf.kemudian Sofiyah ngobrol bersama nabi beberapa waktu,dan nabi meskipun i'tikaf tetap perhatian kepada Sofiyah kemudian setelah ngobrol bersama nabi,maka nabi meninggalkan tempat i'tikaf (karena darurat) untuk mengantar Sofiyah.dan ketika tiba di dekat pintu rumah Ummu Salamah,ada dua orang laki-laki berjalan cepat kemudian nabi tegur mereka dan mengatakan "tenang,pelan pelan saja jangan cepat cepat " lalu mereka memberi salam kepada nabi dan nabi pun mengatakan ini istriku Sofiyah binti huyay lalu mereka mengatakan "yaa Rasulullah kami tidak berpikir macam-macam yaa rasulullah." Dan nabi pun menjawab "saya sampaikan saja karena Saya tau syaitan ini mengalir dalam tubuh manusia dan saya khawatir syaitan akan membisikkan kalian dan berpikir macam macam tentang wanita ini.‎ketika nabi haja wada' bersama istri istrinya,yang di riwayat kan oleh Al qasim, Aisyah Radhiyallahuanha berkata:kami sedang haji dan kami ini khawatir semoga Sofiyah tidak sampai haid sampai selesai tawaf Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata kepada kami:"apakah Sofiyah akan menahan kita untuk tidak jadi pulang?" Dan kami mengatakan "yaa Rasulullah Sofiyah sudah tawaf Ifadah tetapi belum tawaf wada'". Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab : "kalau begitu dia tidak menghalangi kita untuk pulang" karena tawaf wada' gugur bagi orang yang haid.‎tatkala Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sedang sakit,ketika itu istri istri sedang menjenguk nabi dan Sofiyah berkata: "yaa Rasulullah, sesungguhnya aku berharap yang sakit aku bukan engkau." Maka istri istri nabi yang lain saling melirik,maka nabi shalallahu alaihi wasallam menegur istri istri nabi:"kalian mencela Sofiyah?demi Allah yang jiwaku ada di tangannya, perkataannya begitu tulus ."‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah marah kepada Zainab binti jahsyn,kata Aisyah Radhiyallahuanha:"Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sedang safar bersama sebagian istrinya,ternyata untanya Sofiyah lagi sakit tidak bisa ditunggangi dan di rombongan Zainab ada unta yang lebih,maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam datang kepada Zainab dan berkata: "sesungguhnya unta Sofiyah lagi sakit,wahai Zainab kasihlah satu untamu pada Sofiyah untuk dia pulang"lalu Zainab menjawab: "saya kasih unta saya kepada wanita yahudi tersebut?" Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun marah kepada Zainab karena perkataan Zainab tersebut sampai Rasulullah tidak mendatangi Zainab di bulan dhulhijjah Muharram sekitar 3 bulan sebagai pelajaran kepada Zainab binti jahsyn.‎Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam pulang dari Khaibar menuju kota Madinah,kata Anas bin Malik"maka aku melihat nabi shalallahu alaihi wasallam menyiapkan untuk Sofiyah bisa naek ke untanya,kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam meletakkan lututnya untuk di injak Sofiyah,Sofiyah menginjak dengan kakinya atau lututnya sampai Sofiyah naek ke atas untanya.‎Ketika Utsman sedang di kepung oleh orang orang yang ingin membunuh Utsman,maka Sofiyah menunjukkan pembelaannya untuk membela Utsman, kinanah budak Sofiyah berkata"aku menuntun Sofiyah naek begholnya untuk menemui Utsman,maka muncullah pemimpin pemberontak tersebut bernama atstar( dia tidak menghormati Sofiyah) maka dia pukul wajah dari beghol sampai Sofiyah bergoyah di atas beghol kemudian akhirnya Sofiyah pergi menuju jalan lain.dan tetap pergi ke rumah Utsman,dan meletakkan tangga untuk bisa mengirim makanan dan minuman kepada Utsman karena waktu itu Utsman tidak di kasih makan dan minum oleh para pemberontak.‎‎

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →