👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
J

Juleha

📍 Kota Palu

KISAH UMMU SALAMAH

Kisah Ummu Salamah Radiyallahu Ta’ala ‘AnhuDiantara istri-istri Nabi adalah Ummu Salamah Radiyallahu Ta’ala ‘AnhuUmmu Salamah namanya adalah Hind Bintu Abu UmayyahAyahnya adalah seorang yang terkenal dengan kedermawanannya, dia dijuluki oleh kaumnya Zaadurroqb ketika safar bersama orang-orang maka dia yang menanggung seluruh  biaya perjalanannya. Mereka Tidak boleh membawa makanan karena dia ada yang menyediakan makanan bagi mereka.Ummu Salamah Radiyallahu Ta’ala Anha dikenal sebagai wanita yang cantik, sampai disebutkan diantara sebab Aisyah cemburu karena diantaranya kecantikan Ummu Salamah, dan juga dia dari Quraisy dan dari kabilah yang Mahsyur.Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Berdakwah di mekah maka diapun masuk islam. Dan ummu salamah menikah dengan seorang lelaki yang hebat yang kdikenal dengan Faris Quraisy yaitu jagoan berkudanya orang Quraisy.Suami Ummu Salamah adalah sepupu Nabi Shallallahu ‘Alaihi WasallamKetika dakwah berjalan di kota mekkah maka terjadilah intimidasi terhadap orang-orang yang masuk islam.Sampai akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh sahabat untuk berhijrah.Hijrah ada 3Hijrah pertama ke HabbasyahHijrah kedua ke HabbasyahHijrah ketiga ke MadinahHijrah pertama dilakukan oleh sebagian sahabat yaitu ada 12 lelaki dan 4 wanita diantaranya Ummu Salamah dan Abu Salamah.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Ummu Salamah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Latar Belakang dan Nasab Ummu SalamahNama Asli & Suku: Ummu Salamah bernama asli Hind binti Abi Umayyah dari Bani Makhzum (suku besar di Quraisy yang seangkatan/satu garis kakek dengan Khalid bin Walid).Keluarga Dermawan: Ayahnya, Abu Umayyah, dikenal sangat dermawan hingga dijuluki Zadur Raqb (orang yang menanggung seluruh biaya dan perbekalan perjalanan rombongannya). Kedermawanan sang ayah membentuk watak mulia pada diri Ummu Salamah.Pernikahan Pertama: Beliau pertama kali menikah dengan Abu Salamah (Abdullah bin Abdul Asad), seorang ksatria Quraisy yang juga saudara sepersusuan Rasulullah SAW. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai beberapa anak, salah satunya bernama Salamah.Perjuangan dan Ujian HijrahHijrah ke Habasyah: Ummu Salamah bersama Abu Salamah termasuk rombongan awal yang hijrah ke Habasyah sebanyak dua kali demi mempertahankan akidah dari intimidasi kafir Quraisy.Ujian Perpisahan Saat Hijrah ke Madinah:Ketika Abu Salamah hendak berhijrah ke Madinah membawa istri dan anaknya, keluarga Ummu Salamah (Bani Makhzum) merampas Ummu Salamah secara paksa.Keluarga Abu Salamah tidak terima dan mengambil anak mereka (Salamah) hingga persendian sang anak terlepas karena saling tarik-menarik.Akibatnya, keluarga ini terpisah di tiga tempat berbeda: Abu Salamah berangkat ke Madinah, Ummu Salamah ditahan di Makkah, dan anaknya diambil oleh keluarga suaminya.Ketabahan Ummu Salamah: Selama hampir satu tahun, Ummu Salamah setiap hari pergi ke suatu padang terbuka di Makkah untuk menangisi perpisahannya dari suami dan anak, hingga akhirnya ada kerabatnya yang merasa iba dan meminta keluarganya melepaskannya.Perjalanan Sendirian & Bantuan Utsman bin Thalhah:Ummu Salamah berangkat menuju Madinah sendirian hanya bersama anaknya yang masih kecil.Di daerah Tan'im, beliau bertemu dengan Utsman bin Thalhah (saat itu masih musyrik). Karena sifat ksatria dan kesopanannya yang luar biasa, Utsman mengawal serta menuntun unta Ummu Salamah menempuh jarak sekitar 450–500 km hingga sampai ke Madinah tanpa mengganggu atau meminta upah sedikit pun.Wafatnya Abu Salamah dan Pernikahan dengan Rasulullah SAWLuka Perang Uhud: Abu Salamah terkena panah pada Perang Uhud dan akhirnya wafat akibat luka tersebut.Doa dalam Musibah: Saat Abu Salamah wafat, Ummu Salamah mengajarkan doa yang diajarkan Rasulullah: "Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah untukku yang lebih baik daripadanya." Saat itu ia sempat ragu siapa lelaki yang lebih baik dari Abu Salamah, karena baginya Abu Salamah adalah suami terbaik.Lamaran Rasulullah:Setelah masa idahnya selesai, beliau dilamar oleh Abu Bakar dan Umar namun ditolak dengan halus. Ketika Rasulullah melamarnya, Ummu Salamah merasa ragu dan menyampaikan tiga alasan (uzur): sifatnya yang sangat cemburuan, usianya yang sudah tidak muda lagi, serta memiliki anak-anak yatim.Rasulullah menenangkan dan mendoakannya agar rasa cemburunya dihilangkan oleh Allah, menegaskan bahwa usia beliau sendiri lebih tua, dan berjanji akan mengasuh serta merawat anak-anak yatim tersebut.Kecerdasan dan Peran Khusus Ummu SalamahSolusi di Perjanjian Hudaibiyah: Ketika para sahabat merasa kecewa dan enggan memotong hewan kurban serta mencukur rambut setelah Perjanjian Hudaibiyah, Ummu Salamah memberi saran cerdas kepada Rasulullah . Beliau menyarankan agar Rasulullah keluar dan langsung mencukur rambut serta menyembelih hewannya tanpa berkata apa-apa. Begitu melihat Rasulullah melakukannya, para sahabat langsung mengikuti langkah beliau.Perantara Kebaikan Kerabat: Ummu Salamah juga menjadi perantara yang membimbing dan melunakkan hati Rasulullah untuk menerima keislaman kerabatnya (seperti Abu Sufyan bin al-Harits dan saudaranya Abdullah bin Abi Umayyah) yang dulunya sering memusuhi Islam.Wafatnya Ummu SalamahUmmu Salamah dikaruniai umur panjang (lebih dari 80 tahun) dan menjadi istri Rasulullah terakhir yang wafat (sekitar tahun 61 Hijriah), yaitu setelah wafatnya Husein bin Ali bin Abi Thalib di Karbala.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Kisah Ummu Salamah - Ustadz Firanda Andirja

Kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhaTeladan Wanita-Wanita Mulia, Istri Rasulullah ﷺ1. Nasab dan Keutamaan Ummu SalamahUmmu Salamah memiliki nama asli Hind binti Abi Umayyah bin Al-Mughirah. Beliau berasal dari Bani Makhzum, salah satu kabilah terkemuka Quraisy. Ayahnya dikenal sebagai orang yang sangat dermawan hingga dijuluki Zādur Rākib, yaitu orang yang menanggung bekal perjalanan bagi rombongannya.Ummu Salamah termasuk wanita yang cantik, cerdas, dan memiliki kedudukan mulia. Beliau kelak menjadi salah satu Ummahatul Mukminin, yaitu ibunda kaum mukminin, setelah menikah dengan Rasulullah ﷺ.Mempelajari kehidupan istri-istri Nabi merupakan bagian dari mempelajari teladan wanita terbaik yang dipilih Allah untuk mendampingi Rasul-Nya.Hijrah dan Ujian yang BeratUmmu Salamah menikah dengan Abu Salamah, seorang sahabat yang saleh dan pemberani. Mereka termasuk orang-orang yang awal masuk Islam dan menghadapi tekanan kaum Quraisy.Keduanya berhijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan agama mereka. Setelah kembali ke Makkah, mereka kembali menghadapi ujian dan akhirnya memutuskan berhijrah ke Madinah.Namun, perjalanan hijrah mereka sangat menyedihkan. Ketika Abu Salamah hendak membawa istri dan anaknya, keluarga Ummu Salamah menahannya agar tidak ikut pergi. Keluarga Abu Salamah kemudian mengambil anak mereka, Salamah, sehingga Ummu Salamah terpisah dari suami dan anaknya sekaligus.Selama hampir setahun, Ummu Salamah setiap hari pergi ke suatu tempat untuk menangis karena kesedihannya. Hingga akhirnya keluarganya merasa iba dan mengizinkannya menyusul suaminya, sekaligus mengembalikan anaknya.Beliau pun menempuh perjalanan seorang diri bersama anaknya menuju Madinah.Keteladanan Utsman bin ThalhahDalam perjalanan menuju Madinah, Ummu Salamah bertemu dengan Utsman bin Thalhah, yang ketika itu belum masuk Islam. Melihat Ummu Salamah bepergian sendirian bersama anaknya, ia bersedia mengantarkannya hingga tiba di Quba, dekat Madinah.Sepanjang perjalanan, Utsman bin Thalhah memperlakukan Ummu Salamah dengan penuh kesopanan dan menjaga kehormatannya. Ia membantu tanpa meminta imbalan apa pun.Kisah ini menunjukkan pentingnya menjaga adab, menghormati kehormatan orang lain, dan memberikan pertolongan dengan tulus.Kesetiaan kepada Abu SalamahUmmu Salamah dan Abu Salamah dikaruniai empat orang anak. Abu Salamah turut berjuang bersama Rasulullah ﷺ, termasuk dalam Perang Badar dan Perang Uhud.Setelah mengalami luka akibat Perang Uhud, Abu Salamah akhirnya meninggal dunia. Ummu Salamah sangat berduka dan awalnya berharap tidak menikah lagi agar kelak dapat berkumpul kembali dengan suaminya di surga.Namun, beliau mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika tertimpa musibah:“Allahumma’jurnī fī muṣībatī, wakhluf lī khairan minhā.”Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”Ketika hendak berdoa memohon pengganti yang lebih baik, beliau sempat bertanya-tanya dalam hati, siapakah yang lebih baik daripada Abu Salamah?Beliau kemudian menyerahkan urusannya kepada Allah. Ternyata, Allah menggantikannya dengan suami terbaik, yaitu Rasulullah ﷺ.Menjadi Istri Rasulullah ﷺSetelah masa idahnya selesai, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab pernah melamar Ummu Salamah, tetapi beliau menolak. Kemudian Rasulullah ﷺ melamarnya.Ummu Salamah menyampaikan beberapa kekhawatirannya: beliau sangat pencemburu, merasa sudah berusia lanjut, dan memiliki anak-anak yang perlu diurus.Rasulullah ﷺ menanggapi kekhawatiran tersebut dengan bijaksana. Beliau memohon kepada Allah agar kecemburuan Ummu Salamah diringankan dan menyatakan kesediaannya mengurus anak-anaknya.Akhirnya, Ummu Salamah menikah dengan Rasulullah ﷺ dan menjadi salah satu Ummahatul Mukminin.Kisah ini mengajarkan bahwa menikahi seorang janda bukanlah aib. Justru, merawat anak-anaknya dan menjaga kehormatan keluarganya merupakan bentuk kebaikan yang besar.Kecerdasan Ummu SalamahUmmu Salamah dikenal sebagai wanita yang cerdas dan mampu memberikan nasihat yang tepat. Dua peristiwa menunjukkan kecerdasannya.* Peristiwa Hudaibiyah: Ketika para sahabat merasa berat menerima perjanjian Hudaibiyah dan belum segera melaksanakan perintah untuk bertahalul, Ummu Salamah menyarankan agar Rasulullah ﷺ memulai dengan mencukur rambut dan menyembelih hewan kurban tanpa menunggu mereka. Setelah melihat Rasulullah ﷺ melakukannya, para sahabat pun mengikuti.* Membantu dua kerabat masuk Islam: Ketika Abu Sufyan bin Al-Harits dan Abdullah bin Abi Umayyah ingin masuk Islam, Rasulullah ﷺ awalnya enggan menerima mereka karena sikap mereka pada masa lalu. Ummu Salamah memberikan nasihat dengan bijaksana sehingga Rasulullah ﷺ akhirnya menerima keduanya.Kisah ini mengajarkan bahwa istri dapat menjadi tempat berdiskusi, memberikan masukan, dan membantu suami menemukan jalan keluar ketika menghadapi persoalan.Pelajaran tentang Kebahagiaan Rumah TanggaDalam kajian ini, disampaikan nasihat agar suami dan istri menjaga diri dari hubungan yang tidak semestinya dengan lawan jenis, seperti percakapan pribadi yang tidak diperlukan, berkirim pesan secara diam-diam, atau interaksi yang membuka pintu fitnah.Membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain dapat mengurangi rasa syukur dan ketenteraman rumah tangga. Karena itu, pasangan hendaknya menjaga batasan pergaulan, memelihara kesetiaan, dan berusaha memperlakukan satu sama lain dengan baik.Keteladanan Abu Salamah juga menunjukkan bahwa suami yang memperlakukan istrinya dengan baik dapat meninggalkan kenangan dan kesan yang baik, bahkan setelah ia meninggal dunia.Wafatnya Ummu SalamahUmmu Salamah berumur panjang dan wafat pada tahun 61 Hijriah, sekitar usia 84 tahun, menurut keterangan yang disampaikan dalam kajian. Beliau dikenal sebagai istri Nabi ﷺ yang paling akhir wafat.Beliau dikenang sebagai Al-Muhajirah, wanita yang berhijrah, karena mengalami hijrah ke Habasyah dan Madinah serta menghadapi berbagai ujian demi mempertahankan keimanannya.Hikmah yang Bisa Diambil* Teguh dalam iman: Jangan meninggalkan agama demi kenyamanan dunia.* Sabar menghadapi ujian: Kesedihan dan perpisahan tidak berarti Allah meninggalkan hamba-Nya.* Berdoa dan bertawakal: Ketika kehilangan sesuatu yang dicintai, mintalah pengganti terbaik kepada Allah.* Menjadi pasangan yang baik: Kesetiaan, perhatian, dan akhlak mulia memperkuat rumah tangga.* Menghargai nasihat istri: Istri yang cerdas dapat membantu suami mengambil keputusan yang tepat.* Menjaga kehormatan: Hindari interaksi yang melanggar batasan syariat dan berpotensi merusak rumah tangga.* Berbuat baik kepada anak yatim: Menikahi seorang janda sekaligus menyayangi dan merawat anak-anaknya merupakan bentuk kebaikan yang mulia.Kesimpulan: Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha adalah teladan wanita yang sabar, teguh dalam keimanan, cerdas, dan bertawakal kepada Allah. Kisah hidupnya mengajarkan bahwa setelah kesedihan yang berat, pertolongan Allah dapat datang melalui jalan yang tidak pernah kita bayangkan.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 28 Kisah Ummu Salamah

Materi 28Kisah Ummu Salamah رضي الله عنها1. Ummu Salamah, Ibunda Kaum MukmininIstri-istri Nabi ﷺ disebut Ummahatul Mukminin (أمهات المؤمنين), yang berarti ibunda kaum mukminin. Allah berfirman:«“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.”(QS. Al-Ahzab: 6)»2. Nasab Ummu Salamah- Nama: Hind binti Abi Umayyah Ibnul Mugirah bin Abdillah bin Mahzum- Nama suami pertamanya: Abu Salamah, yaitu Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumi.- Kabilah: Bani Makhzum, salah satu kabilah besar Quraisy.- Nama panggilan: Ummu Salamah.Dalam catatan nasab, Abu Salamah merupakan putra Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Kabilah Bani Makhzum juga merupakan tempat asal tokoh Quraisy, di antaranya Abu Jahl dan Khalid bin Walid رضي الله عنهما.3. Pernikahan dan Anak-Anak Ummu SalamahUmmu Salamah menikah dengan Abu Salamah, seorang sahabat Nabi ﷺ.Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai anak-anak, di antaranya:1. Salamah.2. Umar.3. Zainab.4. Durrah.Ummu Salamah dikenal sebagai seorang wanita yang berhijrah bersama suami dan keluarganya demi mempertahankan keimanan kepada Allah.4. Hijrah dan Ujian yang Dialami Ummu SalamahA. Hijrah ke HabasyahKetika kaum muslimin mengalami tekanan dan gangguan di Makkah, sebagian sahabat diperintahkan untuk berhijrah ke Habasyah.Ummu Salamah dan Abu Salamah termasuk di antara pasangan yang berhijrah demi menjaga agama mereka.B. Hijrah ke MadinahKetika Abu Salamah hendak membawa Ummu Salamah dan putra mereka berhijrah ke Madinah, keluarga Ummu Salamah menghalanginya. Mereka memisahkan Ummu Salamah dari suaminya.Keluarga Abu Salamah kemudian mengambil anak mereka. Akibatnya, Ummu Salamah harus berpisah dari suami dan anaknya sekaligus.Bayangkan beratnya ujian tersebut: seorang wanita harus kehilangan kebersamaan dengan suami dan anaknya ketika hendak berhijrah demi agama.C. Kesabaran Ummu SalamahUmmu Salamah terus bersabar menghadapi perpisahan tersebut. Dalam riwayat sirah disebutkan bahwa ia berulang kali keluar ke tempat perpisahan itu dan menangis karena merindukan keluarganya.Akhirnya, keluarganya mengizinkannya menyusul suaminya. Keluarga Abu Salamah juga mengembalikan anaknya.Dengan pertolongan Allah, Ummu Salamah dapat melanjutkan perjalanan hijrahnya ke Madinah.Pelajaran:- Mempertahankan agama terkadang membutuhkan pengorbanan besar.- Kesabaran tidak berarti tidak merasakan kesedihan, tetapi tetap berusaha taat kepada Allah ketika menghadapi ujian.- Pertolongan Allah dapat datang setelah ujian yang berat.5. Wafatnya Abu SalamahAbu Salamah mengalami luka akibat Perang Uhud. Setelah beberapa waktu, lukanya kembali berdampak pada kesehatannya hingga akhirnya ia meninggal dunia.Ummu Salamah pun menjadi seorang janda dengan anak-anak yang harus ia urus.Ketika suaminya meninggal, Ummu Salamah mengingat doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada orang yang tertimpa musibah.Rasulullah ﷺ bersabda:«“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan apa yang diperintahkan Allah: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya), melainkan Allah akan memberinya ganti yang lebih baik.”»HR. Muslim no. 918.Ummu Salamah sempat bertanya dalam hatinya, siapa yang lebih baik daripada Abu Salamah. Namun, ia tetap membaca doa tersebut.6. Lamaran Abu Bakar dan UmarSetelah masa idahnya selesai, Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه melamar Ummu Salamah, tetapi ia menolak.Kemudian Umar bin Khattab رضي الله عنه melamarnya, dan Ummu Salamah juga menolak.Setelah itu, Rasulullah ﷺ melamarnya. Ummu Salamah menyampaikan beberapa pertimbangannya, di antaranya bahwa ia seorang wanita yang memiliki kecemburuan, telah berusia, dan memiliki anak-anak.Rasulullah ﷺ menjawab kekhawatirannya dan akhirnya Ummu Salamah menerima lamaran beliau.Dengan demikian, Ummu Salamah memperoleh kemuliaan menjadi salah satu istri Rasulullah ﷺ dan termasuk Ummahatul Mukminin.7. Pelajaran dari Kisah Ummu Salamah1. Teguh dalam keimanan. Ummu Salamah rela menghadapi perpisahan dengan keluarga demi berhijrah untuk mempertahankan agamanya.2. Bersabar ketika diuji. Kesedihan dan kehilangan merupakan bagian dari kehidupan, tetapi seorang mukmin tetap berharap kepada Allah.3. Membaca doa ketika tertimpa musibah. Kita dianjurkan mengucapkan istirja dan memohon agar Allah memberikan pahala serta pengganti yang lebih baik.4. Berbaik sangka kepada Allah. Sesuatu yang terasa sangat berat bisa menjadi jalan menuju kebaikan yang tidak pernah kita bayangkan.5. Mengenal keutamaan para sahabiyah. Kehidupan Ummu Salamah menjadi teladan keteguhan iman, kesabaran, dan pengorbanan.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
S

Susy Siswandini

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

KISAH UMMU SALAMAH

PEMATERI: UST. FIRANDA ANDIRJA1. Kedudukan Istri-Istri Nabi dan Pengenalan Nama Asli Ummu Salamah• Istri-istri Nabi adalah ibunda-ibunda kaum mukminin. Mempelajari sirah atau perjalanan hidup mereka bagaikan mempelajari perjalanan hidup ibu sendiri dan termasuk bagian dari ibadah.• Nama lengkap Ummu Salamah adalah Hind bintu Abi Umayyah Ibnu Mughirah bin Abdillah al-Makhzumiyah dari suku Quraisy (Bani Makhzum).• Ayahnya, Abu Umayyah, adalah seorang yang terkenal dengan kedermawanannya dan diberi gelar zadur raqab (orang yang menanggung seluruh biaya perjalanan orang-orang yang bersafar bersamanya).2. Silsilah Keluarga dan Perbedaan Usia• Ummu Salamah memiliki hubungan keluarga yang dekat dengan Khalid bin Walid (kakek mereka sama, yaitu Al-Mughirah) serta Abu Salamah (suaminya, yang juga sepupu sekaligus saudara susuan Nabi dari Tsuwaibah).• Pendapat yang masyhur menyebutkan Ummu Salamah lahir sekitar 24 atau 23 tahun sebelum hijrah. Jarak umur antara Nabi dan Ummu Salamah adalah sekitar 29 tahun.3. Pernikahan dengan Abu Salamah dan Gelar Al-Muhajirah• Ummu Salamah menikah dengan Abu Salamah bin Abdil Asad al-Makhzumi (seorang jagoan berkuda Quraisy).• Ummu Salamah mendapat sifat sebagai al-muhajirah (wanita yang hijrah) karena beliau melakukan hijrah berulang-ulang:• Hijrah pertama dan kedua ke Negeri Habasyah.• Hijrah ketiga menuju Kota Madinah bersama suaminya yang berjalan terang-terangan membawa anaknya, Salamah.4. Ujian Perpisahan Saat Hijrah ke Madinah• Ketika hendak hijrah ke Madinah, Abu Salamah dicegat oleh keluarga istrinya (Bani Makhzum) yang menarik kekang unta dan mengambil Ummu Salamah. Keluarga suaminya (Bani Abdul Asad) tidak terima dan merebut anaknya, Salamah, hingga tangannya terlepas akibat ditarik kedua belah pihak.• Suaminya berjalan lebih dulu ke Madinah, sementara Ummu Salamah terpisah dari suami dan anaknya.• Setiap hari selama hampir setahun, Ummu Salamah keluar ke Abthah (tempat terbuka di Makkah) dan menangis dari pagi sampai sore.• Menjelang setahun, salah seorang keluarganya merasa kasihan dan mengizinkannya menyusul suaminya, serta mengembalikan anaknya.5. Perjalanan Menuju Madinah Ditemani Utsman bin Thalhah• Ummu Salamah berangkat ke Madinah sendirian bersama anaknya tanpa ada yang menemani. Di tengah jalan (Tanim), ia bertemu dengan Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah (yang saat itu masih musyrik dan pemegang kunci Ka'bah).• Karena rasa kemanusiaan dan penjagaan kehormatan, Utsman bin Thalhah menemani dan mengantar Ummu Salamah sejauh 450–500 km menuju Madinah dengan penuh kesopanan (tidak pernah berduaan mengobrol di tengah jalan, selalu menurunkan dan menjauhkan untanya saat istirahat). Setelah tiba di Quba, Utsman langsung pamit pulang tanpa meminta upah.• Ustadz menegaskan pelajaran penting agar menjaga diri dari interaksi yang haram dengan lawan jenis (seperti chatting atau japri yang tidak perlu) demi menjaga kebahagiaan dalam rumah tangga, sebagaimana Ummu Salamah merasa Abu Salamah adalah suami terbaik karena ia tidak mengenal laki-laki lain.6. Pernikahan dengan Rasulullah • Setelah Abu Salamah wafat (syahid usai Perang Uhud), Ummu Salamah sempat berdoa dengan doa musibah اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا (Allahumma ajurni fi musihati wa ahlif li khairan minha), namun sempat ragu dalam hatinya karena merasa tidak ada lelaki yang lebih baik dari Abu Salamah.• Setelah masa idahnya selesai, lamaran berturut-turut dari Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab ditolak secara lembut.• Akhirnya, datanglah lamaran dari Rasulullah. Ummu Salamah sempat mengajukan tiga uzur (sangat pencemburu, sudah tua, dan memiliki anak-anak yatim), namun Rasulullah meyakinkannya dan mendoakannya agar rasa cemburu yang berat dihilangkan.7. Peran Cerdas Ummu Salamah dalam Peristiwa Penting• Perjanjian Hudaibiyah (Tahun 6 Hijriah): Ketika para sahabat enggan mencukur rambut dan memotong hewan kurban karena kecewa dengan isi perjanjian, Ummu Salamah memberikan ide cerdas agar Rasulullah keluar tanpa berbicara kepada siapa pun dan langsung memanggil tukang cukur. Melihat itu, para sahabat langsung mengikuti.• Masuk Islamnya Abu Sufyan bin al-Harits dan Abdullah bin Abi Umayyah: Ummu Salamah memberikan nasihat/masukan kepada Nabi agar tidak menjadikan sepupu dan iparnya sebagai orang yang paling sengsara, sehingga Nabi akhirnya menerima mereka berdua.8. Akhir Hayat Ummu Salamah Ummu Salamah mencapai usia yang panjang, yakni lebih dari 80 tahun (sekitar 84 tahun) dan wafat pada tahun 61 Hijriah di zaman Yazid bin Muawiyah, tidak lama setelah kabar syahidnya al-Husain bin Ali di Karbala.• Beliau tercatat sebagai istri Nabi yang paling terakhir meninggal dunia.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
N
Nur Rofifah Fadhilah

📍 indonesia

Kisah ummul mukminin ummu salamah

1. Biografi dan Latar Belakang​membahas kisah hidup Ummu Salamah (yang memiliki nama asli Hindun/Hind binti Abi Umayyah), salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang bergelar Ummul Mukminin (ibunda kaum mukminin).​Ayahnya, Abu Umayyah, dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan dari suku Quraisy (dari Bani Makhzum).​Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Ummu Salamah menikah dengan Abu Salamah (sepupu sekaligus saudara susuan Nabi SAW), dan mereka dikaruniai seorang anak bernama Salamah.2. ​Perjalanan Hijrah​Ummu Salamah bersama suaminya tercatat sebagai salah satu dari sedikit orang yang melakukan hijrah pertama ke Habasyah (Afrika) untuk menghindari penindasan kaum kafir Quraisy di Makkah.​Ketika hendak berhijrah ke Madinah, Ummu Salamah sempat mengalami cobaan berat karena dipisahkan secara paksa oleh keluarganya dari suami dan anaknya. Setelah hampir setahun bersabar dan menangis setiap hari di Makkah, keluarganya akhirnya mengizinkan ia menyusul suaminya.​Dalam perjalanan panjang sendirian menuju Madinah bersama anaknya, ia ditolong oleh Utsman bin Thalhah (yang saat itu masih musyrik) dengan penjagaan dan kesopanan yang luar biasa tinggi hingga sampai di Madinah.3. ​Pernikahan dengan Nabi Muhammad SAW​Setelah suaminya, Abu Salamah, wafat akibat luka dalam Perang Uhud, Ummu Salamah sempat merasa terpukul dan mengira tidak akan ada lelaki sebaik suaminya. Namun, ia tetap memanjatkan doa yang diajarkan Nabi SAW agar diberikan ganti yang lebih baik.​Doa tersebut terkabul ketika Nabi Muhammad SAW sendiri melamar dan menikahinya. Di bawah asuhan Nabi SAW, Ummu Salamah hidup bahagia dan menjadi istri yang cerdas.4. ​Kecerdasan dan Peran PentingA. ​Peristiwa Hudaibiyah: Ummu Salamah memberikan saran yang sangat brilian kepada Nabi SAW ketika para sahabat ragu-ragu untuk mencukur rambut dan memotong hewan kurban setelah perjanjian damai Hudaibiyah. Dengan mencontoh tindakan Nabi yang langsung mencukur rambutnya, para sahabat akhirnya mengikuti.B. ​Mendamaikan Keluarga: Ummu Salamah juga berperan menasihati Nabi SAW agar mau menerima tobat dari kerabatnya yang sempat memusuhi Islam, yaitu Abu Sufyan bin al-Harits dan Abdullah bin Abi Umayyah.5. ​Akhir Hayat​Ummu Salamah hidup hingga usia lanjut (sekitar 84 tahun) dan wafat pada tahun 61 Hijriah.​Beliau tercatat sebagai istri Nabi Muhammad SAW yang paling terakhir wafat di antara seluruh Ummul Mukminin.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
A

Aini septiana

📍 Kota Padang

Materi 28: Kisah Ummul Mu'minin Ummu Salamah

🌸 MATERI 28 — KISAH UMMUL MUKMININ UMMU SALAMAHKajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.🍃 1. Mengenal Ummu SalamahNama asli Ummu Salamah رضي الله عنها adalah Hind binti Abi Umayyah Al-Makhzumiyyah. Beliau berasal dari Bani Makhzum, salah satu kabilah terpandang di kalangan Quraisy.Ayahnya dikenal sangat dermawan. Ia mendapat julukan Zad ar-Rakb, yaitu orang yang menyediakan bekal bagi rombongan yang bepergian bersamanya.Ummu Salamah menikah dengan Abu Salamah رضي الله عنه, seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang turut berjuang membela Islam.Setelah menikah dengan Rasulullah ﷺ, Ummu Salamah menjadi salah satu Ummul Mukminin, yaitu ibunda kaum mukminin.🌷 2. Ujian Berat dalam Perjalanan HijrahUmmu Salamah dan suaminya termasuk kaum muslimin yang berhijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan agama mereka dari tekanan kaum Quraisy.Ketika hendak berhijrah ke Madinah, Ummu Salamah mengalami ujian yang sangat berat. Keluarganya menahannya, sedangkan keluarga suaminya memisahkannya dari putranya, Salamah. Akibatnya, ia terpisah dari suami dan anaknya.Selama hampir setahun, Ummu Salamah merasakan kesedihan mendalam. Setelah akhirnya diizinkan pergi, beliau menempuh perjalanan menuju Madinah bersama putranya. Utsman bin Thalhah mengantarkan mereka dengan penuh kehormatan hingga sampai dengan selamat.🥀 3. Wafatnya Abu Salamah dan Doa Ketika Tertimpa MusibahAbu Salamah mengalami luka setelah Perang Uhud dan kemudian wafat. Ummu Salamah sangat bersedih kehilangan suami yang dicintainya.Rasulullah ﷺ mengajarkan doa bagi orang yang tertimpa musibah.📖 Doa ketika tertimpa musibahإِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَاInnā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”📚 Dalil: HR. MuslimUmmu Salamah sempat bertanya dalam hati, siapa yang lebih baik daripada Abu Salamah? Ia merasa tidak mungkin mendapatkan suami yang lebih baik daripada suaminya yang terdahulu. Namun, ia tetap berdoa dan menyerahkan urusannya kepada Allah.Allah kemudian memberikan kepadanya pengganti yang sangat mulia, yaitu Rasulullah ﷺ.🌷 4. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah masa idahnya selesai, Ummu Salamah mendapat lamaran dari beberapa sahabat, termasuk Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, tetapi ia menolaknya dengan baik.Ketika Rasulullah ﷺ melamarnya, Ummu Salamah menyampaikan beberapa kekhawatirannya:Ia merasa sangat pencemburu. Rasulullah ﷺ menanggapi kekhawatirannya dan mendoakan kebaikan baginya.Ia merasa usianya sudah tidak muda lagi. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa beliau sendiri juga telah berusia lebih tua.Ia memiliki anak-anak yang masih membutuhkan pengasuhan. Rasulullah ﷺ bersedia memperhatikan mereka.Ia khawatir tidak memiliki wali yang dapat menikahkannya. Persoalan ini kemudian diselesaikan sesuai ketentuan pernikahan.Ummu Salamah pun menikah dengan Rasulullah ﷺ dan memperoleh kedudukan mulia sebagai Ummul Mukminin.🪷 5. Kecerdasan Ummu Salamah dalam Peristiwa HudaibiyahSalah satu keistimewaan Ummu Salamah adalah kecerdasannya dalam memberikan saran.Dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, kaum muslimin tidak jadi melaksanakan umrah pada saat itu. Rasulullah ﷺ kemudian memerintahkan para sahabat untuk menyembelih hewan kurban dan mencukur rambut.Karena merasa berat menerima keadaan tersebut, para sahabat belum segera menjalankan perintah itu. Rasulullah ﷺ kemudian berdiskusi dengan Ummu Salamah.Ummu Salamah menyarankan agar Rasulullah ﷺ keluar, menyembelih hewan kurban, dan mencukur rambut tanpa perlu mengulang perintah kepada para sahabat. Ketika melihat Rasulullah ﷺ melakukannya, para sahabat segera mengikuti beliau.🌿 6. Hikmah Penting dari Kisah Ummu Salamah1. Sabar bukan berarti tidak bersedih.Ummu Salamah mengalami perpisahan dengan keluarga dan kehilangan suami. Namun, kesedihan tersebut tidak membuatnya berhenti berharap kepada Allah.2. Berbaik sangka kepada Allah.Ketika berdoa meminta pengganti yang lebih baik, Ummu Salamah tidak mengetahui bahwa Allah akan memberinya kedudukan sebagai istri Rasulullah ﷺ.3. Perempuan dapat memberikan kontribusi besar.Ummu Salamah menunjukkan bahwa perempuan memiliki kecerdasan, pertimbangan, dan kemampuan memberi solusi dalam persoalan penting.4. Keluarga adalah amanah.Perhatian terhadap anak-anak menjadi salah satu pertimbangan Ummu Salamah dalam menerima lamaran. Hal ini mengingatkan kita agar tidak mengabaikan tanggung jawab keluarga ketika mengambil keputusan.5. Jangan meremehkan doa.Doa yang disertai kesabaran dan penyerahan diri kepada Allah dapat menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi ujian.✨ KesimpulanKisah Ummu Salamah رضي الله عنها mengajarkan keteguhan iman, kesabaran menghadapi kehilangan, keyakinan terhadap doa, serta kecerdasan dalam menyelesaikan persoalan.Beliau menunjukkan bahwa seorang muslimah dapat menghadapi kesedihan tanpa kehilangan harapan, menjalankan tanggung jawab keluarga, dan memberikan kontribusi besar bagi umat.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
F
Fadillah Nur Al - Zahra

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Ringkasan Materi 28: Kisah Ummu Salamah

Poin-Poin Utama Kajian:Latar Belakang dan Nasab Ummu SalamahNama Asli: Hindun binti Abi Umayyah (dari kabilah Bani Makhzum, Quraisy).Ayahnya (Abu Umayyah): Merupakan sosok yang sangat dermawan dan dijuluki sebagai Zadur Roqab karena selalu menanggung seluruh bekal dan biaya perjalanan orang-orang yang bersafar bersamanya.Pernikahan Pertama: Sebelum dinikahi Nabi, beliau menikah dengan Abu Salamah bin Abdul Asad (sepupu sekaligus saudara susuan Nabi Muhammad SAW), seorang jagoan berkuda Quraisy yang sangat setia.Perjalanan Hijrah yang Penuh UjianUmmu Salamah dikenal sebagai Al-Muhajirah karena melakukan hijrah berulang kali (ke Habasyah sebanyak dua kali, lalu hijrah ke Madinah).Saat hendak hijrah ke Madinah, beliau sempat mengalami ujian berat: dipisahkan secara paksa dari suaminya (Abu Salamah) dan anaknya (Salamah) oleh keluarganya sendiri dari Bani Makhzum. Selama hampir setahun, beliau mendatangi tempat terbuka di Makkah setiap hari untuk menangis karena rindu.Setelah diizinkan menyusul suaminya, beliau melakukan perjalanan panjang dari Makkah ke Madinah seorang diri bersama anaknya, lalu ditolong dengan sangat terhormat oleh seorang musyrik bernama Utsman bin Thalhah (yang menjaga jarak dan bersikap sangat sopan selama perjalanan).Wafatnya Abu Salamah & Pernikahan dengan Rasulullah SAWAbu Salamah gugur sebagai syahid akibat luka di Perang Uhud. Sebelum wafat, beliau dan Ummu Salamah sempat berharap agar Allah mempertemukan mereka kembali di surga jika tidak menikah lagi.Selepas masa idahnya, Abu Bakar dan Umar sempat melamar Ummu Salamah, namun ditolak dengan halus.Rasulullah SAW kemudian melamarnya. Semula Ummu Salamah sempat merasa ragu karena menyebutkan tiga alasan (dirinya wanita yang sangat pencemburu, sudah tua, dan memiliki banyak anak yatim). Nabi SAW mendoakan agar sifat cemburunya ditenangkan, merawat anak-anaknya, dan akhirnya mereka menikah.Kecerdasan dan Peran Strategis Ummu SalamahPeristiwa Hudaibiyah: Ketika para sahabat enggan mematuhi perintah Nabi untuk mencukur rambut dan memotong hewan kurban karena sedih batal umrah, Ummu Salamah memberikan saran yang sangat brilian kepada Nabi untuk langsung mempraktikkannya terlebih dahulu tanpa berkata-kata. Para sahabat akhirnya mengikuti langkah Nabi.Penyelesaian Konflik: Beliau juga berperan memberikan masukan kepada Nabi untuk memaafkan sepupu Nabi yang sempat memusuhi Islam (seperti Abu Sufyan bin al-Harits).Akhir HayatUmmu Salamah hidup hingga usia lanjut (sekitar 84 tahun) dan meninggal dunia pada tahun 61 Hijriah.Beliau merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang paling terakhir wafat di antara seluruh Ummahatul Mukminin.Dikutip dari: Ust. Firanda Andirja, M.A.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
F

Febbi NK

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

#28 Ibunda Ummu Salamah رضي الله عنها

Ibunda Ummu Salamah رضي الله عنها - Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc, MA -1. Nasab & KeluargaNama: Hind bintu Abi Umayyah bin Mughirah al-Makhzumiyah (di Arab cukup dipanggil Hind, Hindun itu kebiasaan Indonesia).Ayah: Abu Umayyah, dikenal sangat dermawan digelari Zadur Rakib - kalau safar, dia yang tanggung semua biaya rombongan.Suku: Bani Makhzum, salah satu suku terbesar di Quraisy bersama Bani Hasyim. Satu kakek dengan Khalid bin Walid (Khalid bin Walid bin Mughirah) dan Abu Jahal.Lahir: ∼24 tahun sebelum Hijrah. Saat hijrah ke Madinah umur ∼24 tahun. Selisih umur dengan Nabi ﷺ sekitar 29 tahun. Dikenal cantik jelita.2. Suami Pertama - Abu SalamahNama Abu Salamah bin Abdil Asad al-Makhzumi, dijuluki Faris Quraisy (jagoan berkuda).Hubungan dengan Nabi: Sepupu Nabi ﷺ karena ibunya Barrah bintu Abdul Muthalib (bibi Nabi). Juga saudara sepersusuan Nabi ﷺ karena disusui oleh Tsuwaibah (budak Abu Lahab) bersama Nabi ﷺ dan Hamzah.Menikah muda, usia ∼16 tahun saat hijrah pertama.3. Al-Muhajirah - Wanita yang Hijrah 3 KaliHijrah 1 ke Habasyah: Termasuk 16 orang pertama (12 lelaki, 4 wanita) yang hijrah ke Habasyah karena intimidasi Quraisy. Di antaranya Abu Salamah & Ummu Salamah, Utsman bin Affan & Ruqayyah.Hijrah 2 ke Habasyah: Kembali ke Makkah karena isu Quraisy masuk Islam (ternyata hoax), lalu hijrah lagi ke Habasyah. Hijrah 3 ke Madinah - Paling Menyedihkan: Abu Salamah hijrah terang-terangan membawa Ummu Salamah & anaknya Salamah di atas unta. Di tengah jalan dicegat keluarga Ummu Salamah (Bani Makhzum): "Enak saja kau bawa dia pergi" - unta ditarik, Ummu Salamah diambil. Keluarga Abu Salamah (Banu Abdil Asad) tidak terima, tarik anaknya Salamah sampai tangannya lepas. Hasilnya: Suami lanjut ke Madinah, anak dipegang keluarga suami, Ummu Salamah ditahan keluarga sendiri. Berpisah ∼1 tahun. Setiap hari Ummu Salamah keluar ke Abthah menangis dari pagi sampai sore selama hampir setahun. Akhirnya keluarga kasihan, mengizinkan menyusul suami & mengembalikan anaknya. Berangkat sendirian 450 km Makkah-Madinah sampai Tan'im bertemu Utsman bin Thalhah (pemegang kunci Ka'bah, masih musyrik). Akhlak Utsman: Menuntun unta dengan sangat sopan tanpa ngobrol, kalau istirahat dia jauhkan unta, tidur jauh, saat berangkat dia jauhkan diri sampai Ummu Salamah naik dengan kokoh baru dituntun lagi. Sampai Quba diantar tanpa minta upah.4. Doa yang Mustajab & Pernikahan dengan Nabi ﷺHidup di Madinah punya 4 anak: Salamah, Umar, Zainab, dan lainnya. Abu Salamah ikut Badar & Uhud, kena panah di lengan atas (adud), dirawat sebulan lalu wafat tahun 3-4 H.Sebelum wafat, Ummu Salamah ajak berjanji tidak menikah lagi agar berkumpul di surga. Abu Salamah menolak & mendoakan: "Ya Allah gantikan aku dengan yang lebih baik, yang tidak menyedihkan & tidak menyakitinya".Ummu Salamah diajari doa musibah: "Allahumma ajurni fi mushibati wa akhluf li khairan minha - Ya Allah beri pahala di musibahku & ganti dengan yang lebih baik".Saat baca bagian kedua dia ragu: "Man khairun min Abi Salamah - Siapa yang lebih baik dari Abu Salamah?" karena dia tidak pernah kenal lelaki lain. Inilah kunci bahagia: tidak mengenal, chatting, DM dengan lelaki lain.Setelah iddah, dilamar Abu Bakar ditolak, Umar ditolak, lalu Rasulullah ﷺ melamar.Ummu Salamah ajukan 3 uzur: 1) Sangat pencemburu, 2) Sudah tua, 3) Punya anak yatim & tidak ada wali yang hadir.Jawab Nabi ﷺ: Kecemburuan akan Allah hilangkan (Nabi doakan), Aku lebih tua darimu (beda 29 th), Anakmu aku yang rawat. Akhirnya menikah & menjadi Ummul Mukminin.5. Kecerdasan & KeutamaanPerjanjian Hudaibiyah (6 H): Sahabat enggan cukur & sembelih hadyu karena batal umrah (sudah jalan 430 km, tinggal 20 km lagi). Nabi sedih masuk kemah. Ummu Salamah beri ide cerdas: "Ya Rasulullah, keluar, jangan bicara dengan siapapun, panggil tukang cukur, cukur & sembelih". Nabi ikuti, sahabat langsung ikut semua. Meluluhkan Hati Nabi: Saat Fathu Makkah, Abu Sufyan bin Harits (sepupu Nabi) & Abdullah bin Abi Umayyah (saudara Ummu Salamah / ipar Nabi) ingin masuk Islam tapi Nabi menolak karena dulu suka mencela. Ummu Salamah berkata: "Jangan sampai sepupumu & iparmu menjadi orang paling sengsara karena engkau" - akhirnya Nabi terima keislaman mereka.Usia Panjang: Wafat tahun 61 H di zaman Yazid bin Muawiyah setelah kabar wafatnya Husain di Karbala, umur ∼84 tahun. Istri Nabi yang paling terakhir wafat.🌸Pelajaran Utama🌸 Kebahagiaan rumah tangga terletak pada tidak mengenal lelaki/wanita lain (jaga interaksi haram).Curhat & musyawarah dengan istri adalah sunnah (contoh Hudaibiyah).Wanita pencemburu bisa Allah hilangkan cemburu berlebih dengan doa.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah ummu Salamah

Kisah Ummu SalamahUstadz Dr.Firanda Andirja, M.AAllah berfirman bahwasanya istri-istri Nabi adalah ibunda-ibunda kaum mukminin Di antara istri-istri Nabi adalah Ummu Salamah radhiallahu taala anha.Ummu Salamah namanya adalah Hind bintu Abi Umayyah. Nama beliau radhiallahu 'anha adalah Hind. Adapun ayahnya, Abu Umayyah, adalah seorang yang terkenal dengan kedermawanannya.Dia diberi gelar oleh kaumnya dengan Zadur Raqib (زاد الركب).Zadur Raqib maksudnya, dia kalau bersafar dengan orang-orang, maka dia yang menanggung seluruh biaya perjalanan mereka. Tidak boleh bawa makanan, dia yang menyediakan makanan bagi mereka.Dan ada sekelompok orang-orang Arab dahulu dikenal dengan ini (Zadur Raqab). Mereka diberi gelar dengan Azwadur Raqab. Di antara mereka adalah:🎖 Al-Aswad bin Al-Muththalib bin Asad bin Abdul 'Uzza 🎖 Musafir bin Abi Amr bin Umayyah Bapaknya Hind, yaitu Abu Umayyah (Abu Umayyah bin Abdillah bin Amr bin Makhzum)🎖 Al-Aswad bin Al-Muththalib bin Asad Tentunya sifat kedermawanan biasanya turun kepada anak-anak, karena anak-anak sering melihat orang tuanya dermawan maka akan menular pada anak-anak. Kedermawanan ayah dari Ummu Salamah, yaitu Abu Umayyah, tentu memiliki pengaruh kepada sang putri, Hind bintu Abi Umayyah.Quraisy ada suku besar dan ada suku-suku kecil, seperti:Bani 'Adi: sukunya Umar bin Khattab Bani Taim: sukunya Abu Bakar As-SiddiqBani Zuhrah: sukunya Abdurrahman bin AufBani Makhzum: sukunya Khalid bin WalidBani Hasyim (sukunya Nabi Muhammad SAW) Di ketahui ternyata Ummu Salamah dari suku terkenal dari Quraisy, yaitu dari Bani Makhzum. Namanya Hind bintu Abi Umayyah bin Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Berarti dia ada hubungan saudara dengan Khalid bin Walid. Khalid namanya Khalid bin Al-Walid bin Al-Mughirah. Jadi kakek mereka sama. Kalau Hind: Hind binti Abi Umayyah bin Al-Mughirah (kakeknya Ummu Salamah adalah Al-Mughirah). Khalid: Khalid bin Al-Walid bin Al-Mughirah. Berarti kakek dia dan kakek Khalid bin Walid sama, namanya Al-Mughirah. Jadi mereka ini dikatakan sepupuan. Khalid bin Walid, pahlawan terkenal yang dikenal dengan Saifullah (Pedang Allah Subhanahu wa Ta'ala)❤️ Ummu Salamah lahir sekitar 23 atau 24 tahun sebelum rosul hijrah, artinya ketika ia berhijrah ke Madinah umurnya sekitar 24 tahun.Berjarak sekitar 29 tahun dengan usia rosul.❤️ Ummu Salamah adalah wanita yang cantik, hal inilah yang menyebabkan Aisyah cemburu.Selain itu Ummu Salamah adalah wanita yang berasal dari suku Quraisy dan dari kabilah yang masyhur.❤️ Kemudian ketika Nabi SAW berdakwah di Makkah, maka dia pun masuk Islam.❤️ Ummu Salamah nikah dengan seorang laki-laki yang hebat yang dikenal dengan Faris Quraisy (jagoan berkudanya orang Quraisy), sang pendekar, Abu Salamah bin Abdil Asad Al-Makhzumi, juga dari Bani Makhzum. Abu Salamah ini punya ibu namanya Barrah bintu Abdul Muththalib, tantenya Nabi.Nabi punya kakek namanya Abdul Muththalib. Abdul Muththalib punya anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-lakinya banyak: Abu Lahab, Hamzah, Al-Abbas, Abu Thalib, bapaknya Nabi (Abdullah), banyak ada 10 orang atau lebih anak laki-laki. Anak perempuan juga ada, di antaranya bernama Barrah. Barrah ini tantenya Rasulullah SAW. Barrah menikah dengan Abdul Asad, punya anak namanya Abu Salamah. Abu Salamah ini suaminya Ummu Salamah. Jadi Abu Salamah ini ternyata sepupunya Nabi karena ibunya adalah tantenya Nabi.Makanya Abu Salamah ini saudara susuan. Intinya dia disusui oleh wanita yang sama namanya Tsuwaibah. Tsuwaibah itu budaknya Abu Lahab. Abu Lahab punya budak wanita namanya Tsuwaibah, dia menyusui tiga orang yang terkenal semua:Rasulullah SAWHamzah ( pamannya Nabi )Abu Salamah ( sepupunya Nabi )Ketika dakwah berjalan di kota Makkah, maka terjadilah intimidasi terhadap orang-orang yang masuk Islam. Sampai akhirnya Rasulullah SAW menyuruh para sahabat untuk berhijrah pertama kali.Jadi hijrah ada tiga:Hijrah pertama ke Habasyah, ada 12 lelaki dan 4 wanita, yaitu:Utsman radhiallahu 'anhu dan istrinya (putrinya Nabi SAW)Abu Hudzaifah bin Utbah dan istrinya (Sahlah bintu Suhail)Abu Salamah dan istrinya (Ummu Salamah) [14:23]Amir bin Rabiah dan istrinya (Laila bintu Abi Hathmah)Zubair bin Al-AwwamMus'ab bin UmairAbdurrahman bin AufUtsman bin Maz'unAbu Sabrah bin Abi RuhmHathib bin AmrSuhail bin WahabAbdullah bin Mas'udHijrah kedua ke Habasyah (Habasyah di benua Afrika bagian bawah)Hijrah ketiga baru ke Madinah Akhirnya balik lagi ke kota Makkah. Kemudian pada tahun 13 kenabian, maka Abu Salamah dan Ummu Salamah di tahun-tahun tersebut mulai berhijrah. Para sahabat berhijrah ada yang sembunyi-sembunyi, ada yang rombongan. Banyak sahabat yang sembunyi-sembunyi karena kalau ada orang Quraisy yang tahu ada yang mau hijrah, di hadang suruh balik.Abu Salamah adalah pemberani, dia hijrah tidak sembunyi-sembunyi. Dia hijrah terang-terangan. Dia bawa istrinya Ummu Salamah dan juga anaknya. Dibawa untanya berjalan di tengah kota menuju ke Kota Madinah. Ketika Abu Salamah siap untuk berhijrah ke kota Madinah, dia siapkan untanya untuk dinaiki oleh Ummu Salamah dan anaknya. Ketika unta sedang berjalan, tiba-tiba paman- paman ummu Salamah yang kafir melihatnya. mereka marah. Di bawanya Ummu Salamahnkembali ke keluarga.Kejadian itu dilihat oleh keluarga suaminya. Banu Abdil Asad (keluarga paman-paman Abu Salamah) pun marah. Akhirnya mereka tidak terima, saling tarik-tarikan. Si Salamah yang kecil ditarik, sampai tangannya lepas ditarik. Akhirnya ketika tangannya lepas, diambil dan dipelihara oleh keluarga suaminya. Ummu Salamah pun ditahan oleh paman-pamannya.Kemudian abu Salamah berjalan lebih dulu berhijrah. Mereka telah memisahkan antara Ummu Salamah dengan suaminya, dan antara mereka dan anak mereka.Setiap hari setelah Ummu Salamah terpisah dari suami dan anaknya, ia keluar ke Abtah (suatu tempat terbuka di kota Makkah). Ia menangis di situ dari pagi sampai sore setiap hari . Menangis terus... Cuma dia menunjukkan dia menangis sampai sore, balik lagi. Besok menangis lagi, duduk sampai sore, balik lagi. Dia keluar menangis sampai sore selama setahun atau hampir setahun. Namun Allah memberikan jalan keluar. Akhirnya ada salah seorang dari keluarga pamannya lihat kondisi itu, Dia kasihan kepada ummu Salamah, maka dia berkata kepada paman-paman lainnya : "Tidakkah kalian lepaskan perempuan ini? Kalian telah memisahkan dia dengan anaknya." Kasihan dia.Akhirnya mereka pun kasihan. Keluarga itu berkata: "Kalau kau mau nyusul suamimu di Madinah, silakan!" Ketika itu akhirnya keluarga suami mengembalikan anak ummu Salamah, Maka ia pun menyiapkan unta, di pasang pelananya, kemudian ia pun naik unta dan meletakkan anaknya di pangkuan. Ia berjalan ke Madinah ingin bertemu dengan suaminya.Ia berjalan terus sampai tiba di suatu tempat namanya Tan'im (kira-kira 6-7 km ke arah utara kota Makkah kalau mau ke Madinah). Lalu bertemu dengan seorang namanya Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah. Utsman bin Thalhah waktu itu masih musyrik, dia pemegang kunci Ka'bah dari Bani Abdiddar dari Quraisy.Maka dia berkata (dia mengenalnya): "Hendak ke mana wahai putrinya Abu Umayyah?" Abu Umayyah terkenal sang dermawan, bapaknya Ummu Salamah).Ummu salamah berkata: "Aku ingin pergi menuju suamiku di Madinah." Dia bertanya lagi: "Apakah tidak ada seorang pun yang menemani engkau?"Ia menjawab: "Demi Allah, tidak ada yang menyertaiku kecuali Allah dan putraku ini." Maka dia berkata: "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan engkau!" Ummu Salamah berkata:"Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang Arab pun yang lebih mulia daripada Utsman bin Thalhah!" Dia terus begitu sampai aku tiba di kota Madinah. Tatkala sampai di Quba (di situ ada kampung Bani Amr bin Auf tempat Abu Salamah tinggal), dia berkata: "Suamimu di kampung ini, masuklah engkau ke kampung tersebut dengan keberkahan dari Allah." Kemudian dia balik pulang.Akhirnya betapa bahagia dirasakan oleh Ummu Salamah ketemu dengan suaminya. Maka hiduplah mereka di kota Madinah. Dalam Perang Uhud dia kena panah di 'adud (lengan atas) , Abu Salamah dirawat sekitar sebulan oleh istrinya, Ummu Salamah.Sampai akhirnya Abu Salamah meninggal dunia. Maka Abu Salamah berkata: "Wahai istriku, taatkah engkau kepadaku?"Ummu Salamah menjawab: "Ya, aku taat kepadamu."Abu Salamah berkata: "Jika aku meninggal, nikahlah!"Lalu Abu Salamah berdoa: "Ya Allah, berikanlah kepada Ummu Salamah lelaki yang lebih baik daripada aku, yang tidak membuat dia sedih dan tidak mengganggunya." Ummu Salamah berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Nabi SAW:“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah aku dengan yang lebih baik.” Begitu masa iddahnya selesai, datang Abu Bakar As-Siddiq, tapi Ummu Salamah tidak pengin menikah, ditolak dengan kelembutan. Kemudian maju lagi Umar, ditolak juga.Akhirnya datang lamaran dari Rasulullah Salallahu alaihimwassalam, Tapi Ummu Salamah ragu, Maka dia memajukan tiga uzur untuk menolak Nabi, yaitu:"Aku adalah wanita yang sangat pencemburu." (Bisa jadi ini sebab kenapa Abu Salamah tidak menikah lagi)."Aku sudah tua." "Aku punya anak-anak yatim." "Tidak ada wali-waliku yang hadir untuk mengurus kita." Maka Rasulullah Salallahu alaihi wassalam tetap mau menikahi dan berkata :"Adapun kecemburuanmu, aku berdoa kepada Allah agar Allah menghilangkannya darimu." (Maka Rasulullah berdoa, akhirnya Ummu Salamah tidak lagi cemburu berkat doa Nabi SAW. Bukan berarti hilang sama sekali, tapi cemburu yang berat itu hilang. Makanya kita tidak membaca dalam sejarah Ummu Salamah bermasalah dengan madunya gara-gara cemburu)."Adapun engkau sudah tua, aku lebih tua jauh darimu." (Beda 29 tahun)."Adapun anak-anakmu, aku yang akan merawatnya." Akhirnya Menikahlah Nabi SAW dengan Ummu Salamah radhiallahu 'anha.Semenjak itu Ummu Salamah menjadi Ummul Mukminin.Ummu Salamah radhiallahu 'anha mencapai usia yang panjang, lebih dari 80 tahun. Beliau adalah istri Nabi yang paling terakhir meninggal dunia. Ummu Salamah meninggal setelah seluruh Khulafaur Rasyidin meninggal, yaitu di zaman Yazid bin Mu'awiyah, setelah wafatnya Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib yang dibunuh di Karbala.Sampailah kabar wafatnya Al-Husain kepada Ummu Salamah, maka Ummu Salamah sangat bersedih hingga beliau juga meninggal dunia pada tahun 61 Hijriah di usia sekitar 84 tahun.Dialah istri Nabi yang terakhir meninggal dunia radhiallahu 'anha.MATERI 28

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Materi 28 🍄kisah Ummu Salamah 🍄

‎Kisah Ummu Salamah ‎🎙️Ustadz Dr.Firanda Andirja,MA‎‎Allah subhanahu wata'ala berfirman: sesungguhnya istri istri nabi adalah ibunda kaum mukminin. Maka ketika kita mempelajari Sirah tentang istri istri nabi seperti kita mempelajari tentang ibu kita sendiri karena istri istri nabi adalah ibunda kita semua.maka kita mempelajari dengan kerinduan dan kecintaan sebagai mana kita mencintai ibu kita.oleh karenanya mempelajari Sirah mereka adalah ibadah.‎‎Biografi Ummu Salamah ‎Beliau bernama Hind binti Abi Umayyah dari Bani makhzum. ayahnya sangat terkenal dengan kedermawanannya.siapun yang melakukan perjalanan dengan ayahnya,maka semua yang menanggung adalah ayahnya.‎Defisini dermawan adalah orang yang hartanya suka dia sedekah kan untuk orang lain terkadang harta orang lain dia menahan diri. Sifat kedermawanan biasanya menurun kepada anak-anaknya.‎dua suku kecil terbesar di kalangan Quraisy yaitu Bani Hasyim (suku nabi shalallahu alaihi wasallam) dan Bani makhzum ( suku abu Jahal,Khalid bin Walid).‎Ummu Salamah lahir 23 sebelum hijrah nabi shalallahu alaihi wasallam.artinya ketika dia hijrah ke Madinah usia 24 tahun.dikenal dengan wanita yang cantik dan disebutkan Aisyah pernah cemburu terhadap Ummu Salamah.‎Ketika nabi shalallahu alaihi wasallam berdakwah di Mekkah,beliau masuk Islam.dan suami Ummu Salamah adalah abu Salamah bin Abdil masad dari Bani makhzum yang mendapat julukan jagoan berkuda orang Quraisy dan abu Salamah adalah sepupu nabi shalallahu alaihi wasallam dan saudara sepersusuan nabi shalallahu alaihi wasallam.‎Ketika dakwah terjadi di kota Mekkah maka terjadilah intimidasi terhadap orang orang yang masuk Islam.sampai akhirnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyuruh para sahabat untuk berhijrah. saat hijrah pertama ke abasah, jumlahnya tidak banyak yaitu sekitar 12 lelaki dan 4 wanita: Utsman bin affan dan istrinya,abu hudzaifah dan istrinya,abu Salamah dan Ummu Salamah, Abdurrahman bin auf,zubair bin awwam,Utsman bin mazh'un,Amir bin Rabiah dan istrinya,abu sabraha bin Abi raham,hati bin Amr,Suhail bin bayda‎Sebagian ulama berpendapat bahwasanya mereka balik lagi ke kota Mekkah dan kembali lagi berhijrah karena ada isu bahwa orang orang Quraisy masuk Islam dan berdamai dengan nabi shalallahu alaihi wasallam.Kisah hijrah nya Ummu Salamah ‎Ummu Salamah dikenal dengan Al Muhajirah karena berkali-kali melakukan hijrah.karena hal ini membuat keluarga Ummu Salamah kesal karena Bani makhzum sangat benci jika ada keluarganya yang masuk Islam.‎Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengumumkan untuk berhijrah,usia Ummu Salamah 16 th.di usia segitu beliau sudah mengalami kehidupan yang susah dan sudah menikah.dan ketika itu abu Salamah membawa istri dan anaknya untuk hijrah,maka dia siapkan untanya untuk istrinya dan dia membawa putranya Salamah dan meletakkan di pangkuan Ummu Salamah.ketika Ummu Salamah sudah di perjalanan,mereka bertemu dengan keluarga Ummu Salamah dan mereka marah dan mengatakan : "lihatlah istrimu ini,jangan kau bawa pergi".lalu untanya di tarik dan Ummu Salamah di bawa oleh keluarganya dan ternyata kejadian itu di lihat oleh keluarga abu Salamah,dan mereka pun tidak terima karena abu Salamah di ganggu.akhirnya mereka mengatakan "kalian ambil istri ponakan kami,maka kami akan mengambil cucu kami."akhirnya mereka saling tarik-menarik tangan Salamah sampai tangannya terlepas.dan akhirnya Salamah di bawa oleh keluarga abu Salamah dan Ummu Salamah di bawa oleh keluarganya sedangkan abu Salamah tetap berhijrah sendirian.Dalam suatu riwayat,‎Ummu Salamah berkata" suamiku tetap berjalan berhijrah ke Madinah,dan mereka telah memisahkan antara aku dan suamiku dan antara aku dan anakku.dan setiap hari yang aku kerjakan,keluar ke suatu tempat dan aku menangis di situ dari pagi sampai sore.sekitar setahun aku melakukannya, akhirnya ada seorang dari keluarga pamanku yang kasihan melihat kondisiku dan mengatakan kepada paman pamanku yang lain "tidakkah kalian kasihan,maka lepaskanlah dia.kalian telah memisahkan dia dengan anaknya."akhirnya Keluarga ku berkata"pergilah ke suamimu".dan ketika itu keluarga suamiku mengembalikan anakku.maka akupun menyiapkan untaku dan aku menyiapkan pelananya,dan kemudian aku menaiki untaku dan menaruh anakku di pangkuanku lalu aku berjalan menuju kota madinah.dan tidak seorang pun bersamaku sampai aku bertemu seseorang yang bisa mengantarkan ku sampai ke kota madinah.tiba tiba dalam perjalan aku bertemu dengan Utsman bin thalhah bin Abi thalhah.lalu dia mengatakan " wahai putri abu Umayyah,hendak kemana?"aku menjawab "aku ingin pergi ke suamiku di kota Madinah",maka dia bertanya:"tidak adakah seseorang yang menemani engkau?" Aku menjawab" tidak ada yang menemaniku kecuali Allah dan putraku ini." Diapun berkata "demi Allah aku tidak akan meninggalkan engkau".lalu diapun memegang tali untaku dan dia pun berjalan bersamaku dan aku berkata: "demi Allah,aku tidak melihat seorang arab pun yang lebih mulia daripada Utsman bin thalhah."dan ketika kami sudah berjalan dan kami ingin istirahat di suatu tempat ,maka yang dilakukan Utsman bin thalhah adalah dia menundukkan untaku supaya aku bisa turun kemudian dia menjauh dariku kemudian setelah aku turun dia mengikat tali untaku di sebuah pohon kemudian dia menjauh ke sebuah pohon untuk istirahat dan ketika sudah tiba waktu untuk melanjutkan perjalanan,dia datang membawa untaku lalu menundukkan untaku supaya aku bisa naik dan dia menjauh dan ketika aku sudah naik maka dia datang dan menarik untaku.dan dia terus begitu sampai aku tiba di madinah.dan setelah sampai di Kuba tempat abu Salamah tinggal,dia berkata: "suamimu di kampung ini,masuklah engkau ke kampung tersebut dengan keberkahan Allah,"kemudian dia balik pulang.‎Dalam hal ini Utsman bin thalhah adalah seorang kafir tetapi dia tidak tega melihat Ummu Salamah dari kota Mekkah menuju kota Madinah sendirian tanpa ada yang menemani hanya anak kecil.dan dalam perjalanan pun dia sangat sopan santun, tidak ngobrol sesukanya.dia sangat menghargai istri orang lain.‎Perkataan arthar bin syahdad (seorang penyair dijaman jahiliah): aku tundukkan pandangan ku ketika istri tetanggaku muncul sampai istri tetanggaku masuk ke rumahnya.‎Catatan: hati hatilah jangan sampai kita sering ngobrol dengan lawan jenis sampai lama.tidak mungkin seorang laki laki ngobrol lama dengan wanita kecuali di situ ada syahwat,pasti ada kelezatan ketika ngobrol.‎Maka bertemu lah Ummu Salamah dengan abu Salamah dan mereka hidup di Madinah.dan mereka memiliki 4 anak diantara nya:Salamah,Umar,Zainab.dan abu Salamah tidak berpoligami. kemudian abu Salamah ikut dalam perang badr,dan termasuk orang mulia di sisi Allah subhanahu wata'ala.dan dalam perang Uhud,abu Salamah terkena panah di lengan atas maka ketika pulang di rawat sekitar sebulan sampai akhirnya meninggal dunia.disebutkan dalam suatu riwayat ketika abu Salamah sedang sakit dan akan meninggal dunia,Ummu Salamah berkata: wahai abu Salamah sampai datang suatu kabar kepadaku tidaklah seorang wanita sampai suaminya meninggal dunia kemudian suaminya masuk surga dan istri yang di tinggalkan tidak menikah lagi kecuali Allah akan mengumpulkan nya kembali di surga,aku mendengar seperti itu wahai suamiku."maka kemarilah kita berjanji engkau tidak menikah setelah aku dan aku tidak menikah setelah engkau meninggal dunia.lalu abu Salamah berkata"wahai istriku,kau mau taat kepada ku?kalau saya meninggal,menikah saja.yaa Allah anugerah kanlah kepada Ummu Salamah,lelaki yang lebih baik daripada ku,tidak membuat dia sedih dan tidak mengganggunya." Lalu abu Salamah meninggal dunia. Dan ketika suaminya meninggal,Ummu Salamah pun berdoa sesuai yang Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ajarkan" yaa Allah berikanlah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah aku dengan yang lebih baik." Pernikahan Ummu Salamah dan nabi shalallahu alaihi wasallam ‎Ketika massa Iddah sudah berakhir,datanglah abu bakar Ash-Shiddiq melamarnya tetapi ditolak,lalu datang Umar bin Khattab untuk melamar tetapi di tolak,lalu datanglah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melamar tetapi dia melakukan tiga udzur ,dia mengatakan kepada nabi : "saya adalah wanita yang sangat pencemburu,saya sudah tua,saya punya anak anak yatim 4 orang dan tidak ada wali waliku yang hadir untuk mengurusi."lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab: "adapun tentang kecemburuanmu,aku berdoa kepada Allah supaya Allah hilangkan kecemburuan darimu,adapun engkau sudah tua,aku lebih tua darimu,adapun tentang anak anakmu maka aku yang akan merawatnya."akhirnya menikahlah Ummu Salamah dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.‎Keistimewaan Ummu Salamah:‎Wanita yang cerdas dan sering memberikan nasehat kepada nabi shalallahu alaihi wasallam ‎Ketika perjanjian Hudaibiyah,sekitar tahun 6H. Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam hendak umroh membawa 1400 orang dan berangkat ,tiba tiba di hadang oleh orang orang Quraisy yang akhirnya ada perjanjian Hudaibiyah.‎Isi perjanjian Hudaibiyah:‎ 1. Kaum muslimin dan kaum Quraisy genjatan senjata selama 10 tahun dengan catatan jika ada yang seorang muslim yang kabur dari Mekkah menuju Madinah maka harus dikembalikan ke Mekkah tetapi jika ada orang Madinah ingin bergabung dengan Quraisy dibiarin.2. Boleh umroh di tahun depan dan hanya boleh 3 hari.‎akhirnya Rasulullah menyuruh para sahabat untuk mencukur rambut dan memotong hewan kurbannya tetapi para sahabat tidak ada yang melakukan nya karena mereka berharap nabi akan berubah pikiran.karena tidak ada yang mematuhi perintahnya, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun masuk ke dalam tendanya dan bercerita kepada Ummu Salamah dan Ummu Salamah pun memberikan ide untuk nabi memanggil tukang cukur dan memotong hewan kurbannya.dan ternyata para sahabat pun mengikuti nya ketika melihat apa yang di lakukan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.‎Ada dua orang yang suka mengganggu nabi diantaranya abu Sufyan bin Al harits bin Abdul Muthalib (sepupu nabi) dan Abdullah bin Abi Umayyah (saudaranya Ummu Salamah).keduanya ingin masuk Islam dan ketika Fathul Mekkah mereka ingin bertemu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan ingin minta maaf tetapi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak ingin bertemu mereka.akhirnya Ummu Salamah berkata: "yaa Rasulullah,jangan sampai sepupumu dan iparmu menjadi orang yang paling sengsara dengan engkau." Akhirnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berubah dan menerima mereka berdua.‎Ummu Salamah adalah istri nabi yang paling terakhir meninggal setelah meninggal nya Al Husain.dalam usia 84th

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
E
Endah elfian ari

📍 Kota Bogor

#28 KISAH SINGKAT ISTRI RASULULLAH ﷺ, UMMU SALAMAH

Oleh Ust. DR. Firanda Andirja M.ABerikut adalah resume kajian mengenai kisah singkat Ummu Salamah radhiallahu 'anha:1. Latar Belakang & Masa AwalIdentitas: Nama asli beliau adalah Hind bintu Abi Umayyah dari kabilah Bani Makhzum. Beliau berasal dari keluarga terpandang Quraisy.Keluarga: Ayahnya, Abu Umayyah, bergelar Zadur Rakb (bekal perjalanan) karena sifat kedermawanannya yang luar biasa; ia selalu menanggung seluruh biaya perjalanan rombongan yang bepergian bersamanya.Keluarga Nabi: Beliau menikah dengan sepupu sekaligus saudara susuan Nabi, Abu Salamah bin Abdil Asad. Mereka adalah pasangan yang harmonis dengan empat orang anak.2. Peristiwa Hijrah yang MengharukanHijrah ke Habasyah: Ummu Salamah dan suaminya adalah bagian dari sahabat yang melakukan hijrah pertama ke Habasyah demi menyelamatkan iman dari tekanan kafir Quraisy.Hijrah ke Madinah (Ujian Berat): Saat hendak berhijrah ke Madinah, keluarga Ummu Salamah mencegahnya, sementara keluarga suaminya (Bani Abdil Asad) merebut putranya, Salamah. Akibatnya, beliau terpaksa menetap sendirian di Makkah selama hampir setahun, menghabiskan waktu dengan menangis di Abthah setiap hari.Pertolongan Utsman bin Thalhah: Setelah diizinkan menyusul suaminya, beliau berangkat seorang diri. Di tengah jalan, beliau dibantu oleh Utsman bin Thalhah (saat itu masih musyrik). Utsman menunjukkan akhlak mulia dengan menjaga kehormatan Ummu Salamah sepanjang perjalanan (sekitar 500 km) ke Madinah, dengan memisahkan jarak saat beristirahat dan tidak pernah mendampingi secara berduaan yang melanggar adab.3. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah Abu Salamah wafat akibat luka perang, Ummu Salamah merasa sangat kehilangan. Beliau mengamalkan doa yang diajarkan Nabi: "Allahummajurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minha" (Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantikanlah aku dengan yang lebih baik).Meski sempat merasa tidak mungkin ada yang lebih baik dari suaminya, Allah menjawab doa tersebut dengan datangnya lamaran dari Rasulullah ﷺ.Keanggunan Adab: Sebelum menerima, beliau menyampaikan tiga uzur (jujur akan sifat pencemburu, usia yang sudah tua, dan memiliki banyak anak yatim). Nabi pun menenangkan beliau dengan penuh kasih sayang.4. Keteladanan dan KecerdasanPeristiwa Hudaibiyah: Di saat para sahabat merasa sangat berat hati untuk mencukur rambut karena merasa umrah mereka gagal, Ummu Salamah memberikan saran cerdas kepada Nabi: "Keluarlah wahai Rasulullah, jangan bicara pada siapa pun, panggil tukang cukur, cukur rambutmu, dan sembelih hewanmu." Ketika sahabat melihat Nabi melakukannya, mereka pun serentak mengikuti. Inilah peran besar beliau dalam menyelesaikan kebuntuan psikologis para sahabat.Penasihat Bijak: Beliau berperan meyakinkan Nabi untuk menerima kerabat Nabi yang dahulu memusuhi Islam namun ingin bertaubat, menunjukkan sifat beliau yang lapang dada.5. Pelajaran Penting untuk KeluargaMenjaga Hati: hendaknya para istri menjaga kebahagiaan rumah tangga dengan membatasi interaksi dengan laki-laki lain (tidak melakukan chatting, DM, atau interaksi berlebihan) agar keutuhan hati terhadap suami tetap terjaga.Diskusi dan Keterbukaan: Kisah ini mengajarkan pentingnya hubungan suami-istri yang komunikatif, di mana suami tidak ragu berbagi kegelisahan dan meminta masukan dari istrinya.[Endah Ea]

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
H

Hikmahwati

📍 Kabupaten Kuningan

Materi 28-Kisah Ummu Salamah

Istri-istri Nabi SAW adalah ibunda kaum mukminin.Ummu Salamah bernama Hind binti Abu umayyah (Hindun binti Abu Umayyah). Abu Umayyah (ayahnya ummu salamah) diberi gelar oleh teman2nya azwadur rakb (apabila bepergian, semua beliau yang menanggung biayanya). Beliau sangat dermawan. Dermawan adalah orang yang senang menggunakan hartanya untuk digunakan orang lain, tapi dia menahan dirinya dari harta orang lain. Bani Hasyim (sukunya Nabi Muhammad SAW) dan suku Bani makhzum (sukunya Abu Jahal) sering berselisih/bersaing. Al-Mughiroh (kakeknya Ummu Salamah). Khalid ibnul walid ibnul Mughiroh adalah saudara dari Ummu Salamah (sepupu).Ummu Salamah lahir sekitar 23/24 sebelum Hijrah Nabi, ada pula yang berpendapat bahwa 29 sebelum Hijriyah. Jarak usia ummu salamah dan Nabi Muhammad SAW adalah 29 tahun. Ummu Salamah terkenal sebagai wanita yang cantik. Abu Salamah bin abdil asd al makhzumi (suami Ummu Salamah). Abu salamah mempunyai ibu yang bernama Barrah binti abdul muthalib (tantenya Nabi SAW). Sehingga Abu salamah adalah sepupu Nabi SAW dan merupakan saudara sepersusuan.Pada hijrah pertama ke habasyah, hanya ada 12 laki-laki dan 4 wanita (termasuk Abu Salamah dan Ummu Salamah). Sebagian ulama berpendapat bahwa mereka kembali ke mekkah karena ada kabar bahwa orang-orang kafir sudah berdamai dengan Rasulullah. Ternyata mereka terkecoh (orang-orang kafir masih memusuhi Rasulullah). Akhirnya mereka berhijrah lagi untuk yang kedua kalinya (kembali lagi ke Habasyah). Kejadian ini membuat jengkel para kaum bani makhzum. Karena mereka tidak terima apabila ada dari Bani Makhzum yang masuk islam.Pada tahun 13 kenabian, Ummu salamah dan Abu salamah mulai berhijrah. Karena Abu Salamah adalah orang yang pemberani, maka tidak hijrah secara sembunyi-sembunyi. Kemudian keluarga Ummu salamah marah dan mengambil Ummu Salamah. Kejadian tersebut dilihat oleh keluarga Abu Salamah dan keluarga Abu Salamah marah atas kejadian itu. Mereka mengambil Cucunya (Salamah) sampai kedua tangannya lepas. Akhirnya Abu Salamah berangkat hijrah ke Madinah sendiri (karena Ummu Salamah ditahan okeh keluarganya dan anaknya (salamah) ditahan oleh keluarga Abu salamah).Setelah Ummu Salamah terpisah dari anak dan suaminya, setiap hari Beliau pergi ke aftah (tempat terbuka di kota Mekkah) dan menangis dari pagi sampai sore sampai hampir satu tahun. Setelah itu akhirnya Ummu Salamah dan anaknya diizinkan untuk menyusul suaminya ke Madinah.Utsman bin Abu talha (orang yang menolong Ummu Salamah supaya tidak melakukan perjalanan ke Madinah sendiran. Utsman menemani Ummu salamah tanpa meminta upah sedikitpun. Selain itu, selama diperjalanan, utsman juga sangat menghargai Ummu Salamah.Akhirnya Ummu Salamah dan Abu Salamah bertemu dan tinggal di Madinah.Kemudian terjadilah perang uhud, abu salamah ikut serta dalam perang tersebut dan cidera pada bagian lengan atas. Dirawat oleh istrinya sekitar sebulan sampai akhirnya meninggal dunia. Dalam satu riwayat disebutkan, ketika Abu Salamah sedang sakit, Ummu Salamah berkata "Wahai Abu Salamah, sampai kabar kepadaku. Tidaklah seorang wanita jika suaminya meninggal dunia, kemudian suaminya masuk surga, kemudian istri yang ditinggalkan tidak menikah lagi, kecuali Allah akan mengumpulkan keduanya di surga." Awalnya Ummu Salamah pun tidak ingin menikah lagi. Lalu Abu Salamah berkata "kau mau taat kepadaku ?" Lalu dijawab "iya", lalu Abu Salamah melanjutkan "Apabila saya meninggal, menikah saja". Kemudian beliau mengangkat tangan dan berdoa "Ya Allah anugerahkanlah kepada Ummu Salamah laki-laki yang lebih baik dari aku, tidak membuat dia sedih dan tidak mengganggunya ". Lalu Abu Salamah meninggal dunia.Abu Salamah tidak pernah berpoligami, sehingga ketika Ummu Salamah berdoa kepada Allah dan berkata bahwa ingin suami yang lebih baik, beliau berhenti sebentar. Karena tidak yakin ada laki-laki yang lebih baih dari Abu Salamah. Selain itu, Ummu Salamah juga sedikit berinteraksi dengan laki-laki lain.Setelah habis masa iddah, saat itu usia Ummu Salamah adalah 27 tahun. Datanglah Abu Bakar Ash-Shiddiq melamar, namun ditolak secara halus oleh Ummu Salamah. Kemudian datang pula Umar Bin Khatab, juga ditolak. Akhirnya datanglah lamaran dari Rasulullah SAW. Namun pada saat itu Ummu Salamah merasa ragu. Jadi beliau mengajukan 3 uzur kepada Rasulullah : Aku adalah wanita yang sangat pencemburu Aku sudah tuaAku punya anak-anak yatimTidak ada wali-waliku yang menikahkanRasulullah tetap menikahi Ummu Salamah dengan memberikan jawaban :Untuk kecemburuanmu, aku akan berdoa kepada Allah SWT untuk menghilangkannya . Dan dikabulkan oleh Allah SWT (dikurangi kadar cemburunya)Ummu Salamah memang sudah tua, tetapi Rasulullah jauh lebih tua darinyaAnak-anak Ummu Salamah akan dirawat oleh Rasulullah Sejak saat itu, Ummu Salamah menjadi Ummul Mukminin.Keutamaan Ummu salamah adalah, beliau merupakan wanita yang cerdas. Salah satu buktinya adalah ketika Ummu salamah memberikan ide kepada Rasulullah untuk mencukur rambut dan menyembelih kambing ketika perjanjian hudaibiyah. Pada saat itu Rasulullah dan pasukannya batal umroh karena dihadang. Oleh sebab itu, Rasulullah memerintahkan untuk mencukur rambut dan menyembelih kambing. Namun, pasukan kaum mukminin protes dan berharap Rasulullah berubah pikiran. Akhirnya, ceritalah Rasulullah tentang kejadian tersebut kepada Ummu Salamah. Ummu Salamah memberikan ide kepada Rasulullah agar keluar rumah tanpa bicara apapun dan langsung mencukur rambut serta menyembelih kambing. Maka seluruh pasukan mengikuti perintah Rasulullah SAW tersebut.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah Ummu Salamah رضي الله عنها

Ibunda Kaum Mukminin, mempelajari sirohnya merupakan ibadah.1. Nasab dan keluarga Ummu SalamahUmmu Salamah رضي الله عنها bernama Hind bintu Abi Umayyah bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Beliau berasal dari suku Quraisy, tepatnya Bani Makhzum.Ayahnya, Abu Umayyah, dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Beliau mendapat julukan Zād ar-Rākib karena biasa menanggung bekal dan biaya perjalanan orang-orang yang bepergian bersamanya.Bani Makhzum merupakan salah satu kabilah terkemuka Quraisy. Ummu Salamah juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Khalid bin Walid رضي الله عنه, yang dijuluki Saifullah (Pedang Allah).Ummu Salamah menikah dengan Abu Salamah, yaitu Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi. Abu Salamah merupakan saudara sepersusuan Rasulullah ﷺ, demikian pula Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه. Mereka disusui oleh Tsuwaibah, mantan budak Abu Lahab.2. Perjalanan hijrah Ummu SalamahUmmu Salamah dan Abu Salamah termasuk di antara kaum Muslimin yang pertama kali berhijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan agama mereka dari gangguan kaum Quraisy.Ketika kaum Muslimin mulai berhijrah ke Madinah, keluarga Ummu Salamah memisahkannya dari suaminya. Abu Salamah berangkat ke Madinah, sementara Ummu Salamah ditahan oleh keluarganya. Anak mereka, Salamah, juga dipisahkan darinya dan diasuh oleh keluarga Abu Salamah.Ummu Salamah mengalami kesedihan yang sangat mendalam. Beliau dikisahkan menangis setiap hari di daerah Abthah selama sekitar satu tahun karena terpisah dari suami dan anaknya.Akhirnya, keluarganya mengizinkannya menyusul Abu Salamah. Dalam perjalanan menuju Madinah, beliau ditemani oleh Utsman bin Abi Thalhah, yang ketika itu belum masuk Islam. Utsman menjaga kehormatan Ummu Salamah selama perjalanan hingga mengantarkannya ke Madinah.Kisah ini memperlihatkan besarnya pengorbanan Ummu Salamah dalam mempertahankan agama dan kesungguhannya menjalani hijrah.Beliau dikenal sebagai salah satu wanita Muhajirah yang memiliki keteguhan iman luar biasa.3. Wafatnya Abu Salamah dan doa Ummu SalamahAbu Salamah turut serta dalam Perang Badar dan Perang Uhud. Dalam Perang Uhud, beliau mengalami luka pada bagian lengan atas. Setelah sempat dirawat, luka tersebut kemudian sembuh, tetapi beliau akhirnya wafat setelah mengalami luka dalam peristiwa peperangan berikutnya.Menjelang wafatnya, Abu Salamah pernah mendengar Rasulullah ﷺ mengajarkan doa bagi orang yang tertimpa musibah. Setelah suaminya wafat, Ummu Salamah membaca doa tersebut:إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَاInnā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī muṣībatī, wa akhlif lī khairan minhā.Artinya:“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”Ummu Salamah sempat bertanya-tanya dalam hatinya, siapakah yang lebih baik daripada Abu Salamah?Namun, beliau tetap mengamalkan doa tersebut dan menyerahkan urusannya kepada Allah.Pelajaran: Jangan sampai kesedihan membuat seorang Muslim berputus asa dari rahmat Allah. Ketika kehilangan sesuatu yang dicintai, tetaplah berdoa dan berharap kepada Allah. Bisa jadi Allah menggantikan sesuatu yang hilang dengan kebaikan yang tidak pernah kita bayangkan.4. Ummu Salamah menjadi istri Rasulullah ﷺSetelah Abu Salamah wafat, Rasulullah ﷺ melamar Ummu Salamah.Ummu Salamah menyampaikan beberapa alasan yang membuatnya ragu menerima lamaran tersebut: beliau seorang wanita yang sangat pencemburu, merasa telah berusia lanjut, dan memiliki anak-anak yang harus diasuh.Rasulullah ﷺ menjawab bahwa usia beliau lebih tua daripada Ummu Salamah. Beliau juga menyatakan akan memohon kepada Allah agar menghilangkan kecemburuan Ummu Salamah dan akan mengurus anak-anaknya.Ummu Salamah kemudian menerima lamaran Rasulullah ﷺ dan menjadi salah satu Ummahatul Mukminin, yaitu ibunda kaum mukminin.Kisah ini menjadi pengingat bahwa setelah kesulitan, Allah dapat membukakan pintu kebaikan yang sebelumnya tidak terbayangkan.5. Kecerdasan Ummu Salamah dalam Perjanjian HudaibiyahSalah satu keutamaan Ummu Salamah رضي الله عنها adalah kecerdasan dan ketepatan pandangannya.Ketika Perjanjian Hudaibiyah disepakati, sebagian sahabat merasa sangat berat menerima ketentuan perjanjian tersebut. Rasulullah ﷺ kemudian memerintahkan mereka untuk menyembelih hewan kurban dan mencukur rambut sebagai tanda selesainya ihram.Namun, karena kesedihan dan kekecewaan mereka, para sahabat belum segera melaksanakan perintah tersebut.Rasulullah ﷺ kemudian menemui Ummu Salamah dan menceritakan keadaan yang terjadi. Ummu Salamah memberikan saran agar Rasulullah ﷺ keluar, menyembelih hewan kurban, dan mencukur rambut tanpa terlebih dahulu berbicara kepada mereka.Rasulullah ﷺ mengikuti saran tersebut. Ketika para sahabat melihat beliau melaksanakannya, mereka pun bangkit dan mengikuti tindakan beliau.Peristiwa ini menunjukkan bahwa Ummu Salamah memiliki kecerdasan, ketenangan, dan kemampuan membaca keadaan. Beliau tidak hanya menjadi pendamping Rasulullah ﷺ, tetapi juga memberikan nasihat yang bermanfaat bagi umat Islam.6. Wafatnya Ummu Salamah رضي الله عنهاUmmu Salamah dikaruniai usia panjang. Beliau wafat pada tahun 61 H menurut pendapat yang disebutkan dalam banyak catatan sirah, setelah menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam.Beliau dikenal sebagai salah satu istri Rasulullah ﷺ yang paling akhir wafat.Warisan beliau tidak hanya berupa kisah hijrah dan kesabaran, tetapi juga ilmu, hadis, kecerdasan, dan keteguhan dalam mendampingi perjuangan Islam.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Ummu Salamah

Namanya Hind bintu abu umayyah. Ayahnya abu umayyah. Ayahnya terkenal dengan kedermawanan nya. Dia diberi gelar oleh kaumnya zadur roqib. Kalau bersafar dengan orang orang, maka dia yang menanggung seluruh biaya perjalanan, mereka tidak boleh membawa makanan, dia yang menyediakan makanan bagi mereka. Orang yang dermawan itu orang yang hartanya suka dia sedekahkan kepada orang lain, terhadap harta orang lain dia menahan diri. Harta dia, dia lepaskan. Harta orang lain, dia menahan diri. Sifat dermawan biasanya nurun kepada anak anaknya. Sering melihat orang tuanya dermawan, maka anak pun akan begitu. Saudara dengan khalid bin walid. Ketika Rasulullah usia 53 tahun, Ummu salamah usia 24 tahun. 29 tahun selisihnya. Ummu salamah dikenal dengan wanita yang cantik. Sampai aisyah cemburu. Barrah menikah abul asad, tante Rasulullah. Abu salamah saudara susuan nya Rasulullah. Suwaybah budak abu lahab, ibu susuan nya, anaknya Muhammad, hamzah paman nya Nabi dan abu salamah. Abu salamah sepupu nya Nabi. Rasulullah menyuruh sahabat hijrah, hijrah pertama ke habasyah, hijrah kedua ke habasyah, hijrah ketiga ke madinah. Ummu salamah menyusul suaminya ke madinah bersama anaknya. Dia bertemu usman abi thalhah bin abi thalhah. Usman menghargai istri orang lain. Anaknya ada 4. Abu salamah tidak poligami karena ummu salamah pencemburu. Kunci bagi wanita tidak mengenal laki laki lain. Semakin tidak mengetahui lelaki lain, semakin bahagia. Tidak mengenal lelaki lain, semakin bahagia. Semakin bermaksiat kepada Allah, semakin dicabut nikmat dari Allah. Menjaga diri agar tidak berhubungan dengan lelaki lain. Ummu salamah 27 tahun. Akhirnya menikahlah ummu salamah dengan Nabi Muhammad. Menjadi ummul mukminin. Ummu salamah wanita yang cerdas. Ummu salamah mencapai usia 80 tahun, istri Nabi yang terakhir meninggal. Beliau meninggal setelah khulafaurrasyidin. Di tahun 61 hijriyah. Sang wanita yang berhijrah 3 kali.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Ummu Salamah

Nasab, Kelahiran, dan Latar Belakang KeluargaNama dan Nasab: Bernama asli Hind binti Abi Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumiyyah, berasal dari kabilah terpandang Quraisy, yaitu Bani Makhzum (kabilah yang sama dengan Khalid bin Walid dan Abu Jahal).Kedermawanan Ayah: Ayahnya, Abu Umayyah, memiliki julukan Zadur Rakib (bekal para musafir), karena selalu menanggung seluruh perbekalan dan kebutuhan rombongan safar yang bepergian bersamanya.Perbedaan Usia: Ummu Salamah lahir sekitar dua puluh empat tahun sebelum hijrah dan memiliki selisih usia sekitar dua puluh sembilan tahun lebih muda dari Nabi Muhammad ﷺ.Pernikahan Pertama dan Ujian Hijrah yang BeratSuami Pertama: Menikah dengan Abu Salamah bin Abdul Asad Al-Makhzumi, seorang pejuang tangguh (Faris Quraisy), sahabat badar, sekaligus sepupu dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad ﷺ (sama-sama disusui oleh Tsuwaibah).Al-Muhajirah (Tiga Kali Hijrah): Ikut serta dalam hijrah pertama dan kedua ke Habasyah demi mempertahankan akidah dari tekanan Quraisy.Drama Pemisahan Keluarga Saat Hijrah ke Madinah:Ketika hendak berangkat hijrah ke Madinah, keluarga Ummu Salamah menahannya, sementara keluarga Abu Salamah merebut anak mereka, Salamah, hingga tangannya sempat cedera saat diperebutkan.Akibatnya, mereka terpisah di tiga tempat berbeda: Abu Salamah berangkat ke Madinah, anak mereka ditahan keluarga pihak ayah, dan Ummu Salamah tertahan sendirian di Makkah.Setiap hari selama hampir setahun, Ummu Salamah menangis di padang terbuka (Al-Abthah) meratapi perpisahan tersebut hingga seorang kerabat merasa iba dan membujuk keluarga agar melepaskannya serta mengembalikan anaknya.Pengawalan Terhormat oleh Utsman bin Thalhah:Ummu Salamah nekat menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Makkah menuju Madinah hanya berdua dengan putranya yang masih kecil.Di daerah Tan'im, ia bertemu Utsman bin Thalhah (saat itu masih musyrik, penjaga kunci Ka'bah) yang merasa iba dan rela menuntun untanya menempuh perjalanan jauh hingga ke Quba. Utsman bersikap sangat terhormat, menjaga pandangan, menjauh setiap kali waktu istirahat, dan langsung pamit kembali tanpa mengharap imbalan atau pujian.Wafatnya Abu Salamah dan Doa Mengganti MusibahLuka Pasca-Perang Uhud: Abu Salamah terluka akibat terkena anak panah pada lengan atasnya saat Perang Uhud hingga akhirnya wafat beberapa waktu kemudian.Doa saat Tertimpa Musibah:Ummu Salamah memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ: memohon pahala atas musibah dan meminta ganti yang lebih baik.Sempat terbersit keraguan di hatinya, "Siapa lelaki yang lebih baik daripada Abu Salamah?", karena baginya Abu Salamah adalah sosok suami yang sangat baik, penyayang, dan tidak pernah memadunya.Lamaran Rasulullah ﷺ dan Kekhawatiran Ummu SalamahMenolak Lamaran Lain: Sempat dilamar secara baik-baik oleh sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar,namun ia menolak secara halus karena belum berniat menikah.Tiga Alasan Keraguan saat Dilamar Nabi ﷺ:Merasa dirinya wanita yang sangat pencemburu.Merasa usianya sudah berumur.Memiliki tanggungan anak-anak yatim yang masih kecil.Jawaban Bijak Rasulullah ﷺ:Nabi ﷺ mendoakan agar sifat cemburunya dihilangkan oleh Allah.Nabi ﷺ menegaskan bahwa usia beliau jauh lebih tua darinya.Nabi ﷺ siap menanggung dan memperlakukan anak-anaknya seperti anak sendiri.Kecerdasan dan Pengaruh Ummu Salamah dalam DakwahSolusi Cerdas saat Perjanjian Hudaibiyah:Ketika para sahabat diliputi rasa kecewa dan sedih atas klausul perjanjian sehingga belum beranjak saat diperintahkan untuk mencukur rambut dan menyembelih hewan kurban, Nabi ﷺ mencurahkan isi hatinya kepada Ummu Salamah.Ummu Salamah memberi saran agar Nabi ﷺ keluar tanpa berkata-kata, langsung memanggil tukang cukur,dan menyembelih hewan kurbannya di hadapan mereka. Begitu melihat ketetapan Nabi ﷺ, seluruh sahabat seketika bangkit mengikuti teladan beliau.Perantara Rekonsiliasi Kerabat:Menjadi penengah yang meluluhkan hati Nabi ﷺ untuk memaafkan dan menerima keislaman Abu Sufyan bin Al-Harits (sepupu Nabi) dan Abdullah bin Abi Umayyah (saudara kandung Ummu Salamah) saat peristiwa Pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah).Wafatnya Ummu SalamahDikaruniai umur panjang hingga lebih dari delapan puluh tahun dan menjadi Ummul Mukminin (istri Nabi) yang paling terakhir wafat di antara seluruh istri Rasulullah ﷺ.Wafat di Madinah pada masa pemerintahan Yazid bin Mu'awiyah (sekitar tahun 61 Hijriah) tak lama setelah mendengar berita duka gugurnya cucu Nabi ﷺ, Al-Husain bin Ali, di Karbala.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
I

Idha ummu Abdillah

📍 Kota Makassar

Ringkasan materi kisah ummu salamah

🌱Kisah Ummu Salamah🌱Istri2 Nabi adalah Ibunda kaum mukmininMempelajari sirah adalah IbadahUmmu Salamah namanya adalah Hind bintu abi umayyah ayah nya abu umayyah adalah seorang yang terkenal karena kedermawanannya. Ummu salamah berasal dari suku terkenal quraisy yaitu bani makhzumUmmu salamah lahir 23 sebelum hijrah Nabi s44 halallahu alaihi wassalam atau sekitar 29 sebelum hijrah. Pendapat yang mahsyur 23/24 sebelum hijrah.Sebelumnya dia menikah dengan abu salamah bin abdil asad yang juga dari bani makhzum.Abu salamah adalah sepupunya Nabi dan juga saudara susuan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.Dari pernikahan abu salamah dan Ummu salamah ada anak yaitu salamah, umar, zainab Punya anak 4.Abu salamah ikut perang Badr kemudian ikut perang uhud lalu kena panah di lengan atas lalu dirawat oleh ummu salamah lalu ikut perang lagi lalu abu salamah meninggal.🌷Diantara kunci kebahagiaan bagi wanita adalah tidak mengenal lelaki lain selain suaminya, tidak membuat hubungan dengan laki2 lain.•Semakin ia bermaksiat kepada Allah semakin dicabut kebahagiaan didalam hatinya.Setelah habis masa iddah ummu salamah umurnya sekitar 27 tahun datang abu bakar kemudian melamarnya tapi di tolak kemudian maju umar tapi ditolak juga akhirnya datang lamaran Nabi shalallahu alaihi wassalam.•Tidak terbaca dalam sejarah ummu salamah ribut dengan madunya karena cemburu.🌷Keutamaan ummu salamah‌Wanita yg cerdas Umurnya lebih dari 84 tahun dan istri Nabi yang terakhir meninggal. Meninggal di zaman yazid bin muawiyah tahun 61 hijriah.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 28 = KISAH UMMU SALAMAH

1. Profil dan NasabNama Asli: Hindun binti Abi Umayyah (Suhail) bin Al-Mughirah Al-Qurasyiyyah Al-Makhzumiyyah.Kedudukan: Termasuk wanita tercantik, paling cerdas, berkepribadian kuat, dan berketurunan mulia dari Bani Makhzum. Suaminya yang pertama adalah Abu Salamah (Abdullah bin Abdil Asad), sahabat mulia sepupu Rasulullah ﷺ sekaligus saudara sepersuan beliau.2. Ujian Berat Saat Hijrah ke MadinahUstadz Firanda sering menyoroti kisah hijrah Ummu Salamah sebagai salah satu ujian terberat yang dialami seorang wanita muslimah:Perpisahan Keluarga: Saat Abu Salamah hendak memboyong Ummu Salamah dan putranya (Salamah) berhijrah ke Madinah, keluarga Bani Makhzum menahan Ummu Salamah. Sementara keluarga Abu Salamah (Bani Abdil Asad) merebut anaknya hingga tangannya terlepas/tercedera.Kesabaran dan Ketabahan: Abu Salamah berangkat sendirian ke Madinah, Ummu Salamah tertahan di Makkah, dan anaknya dipisah darinya.Menangis Menahun: Selama hampir satu tahun, Ummu Salamah setiap pagi pergi ke tempat perpisahan tersebut (Al-Abthah) dan menangis hingga sore hari.Pertolongan Allah: Hati salah seorang kerabatnya melunak hingga akhirnya mereka mengizinkan Ummu Salamah menyusul suaminya ke Madinah bersama putranya, dikawal oleh Utsman bin Thalha (yang saat itu belum masuk Islam namun bersikap sangat ksatria dan menjaga kehormatan Ummu Salamah di sepanjang perjalanan).3. Ketabahan Saat Ditinggal Wafat Abu SalamahAbu Salamah terluka parah pada Perang Uhud dan kemudian meninggal dunia.Sebelum wafat, Abu Salamah berdoa agar Allah memberikan pengganti suami yang lebih baik bagi Ummu Salamah.Doa Musibah yang Masyhur: Rasulullah ﷺ mengajarkan doa saat tertimpa musibah kepada Ummu Salamah:“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma’-jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha”(Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya).Keraguan Ummu Salamah: Awalnya Ummu Salamah membatin, "Siapakah lelaki muslim yang lebih baik daripada Abu Salamah?" Namun karena ketaatannya, ia tetap membaca doa tersebut dengan penuh keyakinan.4. Pernikahan dengan Rasulullah ﷺSetelah selesai masa iddah, beberapa sahabat mulia melamarnya (seperti Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma), namun ia menolak secara halus.Lamaran Rasulullah ﷺ: Ketika Rasulullah ﷺ melamarnya, Ummu Salamah menyampaikan tiga kekhawatirannya secara jujur:Bersifat sangat cemburuan (ghirah tinggi).Sudah memiliki banyak anak dan berusia tidak muda lagi.Tidak memiliki wali di Madinah untuk menikahkannya.Jawaban Rasulullah ﷺ:Mengenai kecemburuan, Rasulullah ﷺ berdoa kepada Allah agar menghilangkan sifat cemburu yang berlebihan tersebut.Mengenai usia dan anak, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa anak-anaknya adalah anak-anak Rasulullah juga.Mengenai wali, putra Ummu Salamah (Salamah bin Abu Salamah) diizinkan menikahkan ibunya.Kabulnya Doa: Allah menggantikan Abu Salamah dengan sosok yang jauh lebih baik, yaitu sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad ﷺ.5. Kecerdasan dan Peran Penting dalam Perjanjian HudaibiyahSalah satu keutamaan terbesar Ummu Salamah, yaitu pemikirannya yang cerdas dan menjadi penyelamat para sahabat saat Perjanjian Hudaibiyah:Kondisi Kritis: Ketika Perjanjian Hudaibiyah disepakati dan Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk menyembelih hewan kurban serta mencukur rambut (tahallul) untuk batal umrah tahun itu, para sahabat merasa sangat sedih dan berat hati hingga tidak ada satu pun yangS beranjak berdiri meskipun Nabi ﷺ mengulangnya tiga kali.Saran Genius Ummu Salamah: Rasulullah ﷺ masuk ke dalam kemah Ummu Salamah dengan rasa gundah. Ummu Salamah memberikan saran yang sangat bijak:“Wahai Rasulullah, keluarlah tanpa berkata satu kata pun kepada mereka, langsung sembelihlah hewan kurbanmu dan panggillah tukang cukur untuk mencukur rambutmu.”Dampak: Ketika para sahabat melihat Rasulullah ﷺ melakukannya secara langsung, mereka segera bangkit dan berebut menyembelih kurban serta mencukur rambut satu sama lain. Saran cerdas ini menyelamatkan para sahabat dari kelalaian membangkang perintah Nabi ﷺ.6. Faedah dan Pelajaran Penting (Hikmah)Keutamaan Doa Musibah: Setiap muslim yang ridha dan membaca doa musibah sesuai sunnah pasti akan diberikan ganti yang jauh lebih baik oleh Allah.Karakter Muslimah Sejati: Ummu Salamah adalah contoh ikhlas, sabar menghadapi perpisahan/penderitaan, cerdas, serta jujur atas kekurangan diri.Pentingnya Musyawarah Suami-Istri: Rasulullah ﷺ mendengar dan memakai pendapat istrinya (Ummu Salamah) dalam urusan besar umat Islam, menunjukkan tingginya kedudukan wanita dalam Islam.Keagungan Akhlak Nabi ﷺ: Bagaimanakah Nabi ﷺ mengayomi anak-anak yatim Abu Salamah dan memperlakukan Ummu Salamah dengan penuh kelembutan. 

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 November 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#27 — Kisah Ummul Mu’minin Shofiyah

Kajian tentang kisah hidup dan keteladanan Ummul Mukminin Shafiyyah binti Huyay rahimahallah menyimpan banyak hikmah mendalam bagi kehidupan kita sebagai seorang Muslim. Melalui perjalanan hidup beliau yang penuh liku, kita diajak untuk merefleksikan arti ketulusan, kesabaran, dan keluhuran akhlak.Shafiyyah binti Huyay, yang merupakan keturunan dari Nabi Harun AS dan berasal dari keluarga terpandang kaum Yahudi Bani Nadir, melewati takdir yang luar biasa sebelum akhirnya menjadi istri Nabi Muhammad SAW pasca-Perang Khaibar. Di balik kepedihan masa lalu, beliau menunjukkan keteguhan iman dan kelapangan hati yang luar biasa. Meski awalnya sempat menyimpan rasa benci karena kehilangan anggota keluarganya dalam konflik, Shafiyyah membuktikan ketulusan cintanya kepada Islam dan Rasulullah SAW, hingga akhirnya beliau menjadi salah satu pendamping setia yang mulia.Selain itu, dari kisah hidupnya kita dapat memetik pelajaran berharga tentang bagaimana beliau menyikapi ujian hidup dengan ketawakalalan yang tinggi, senantiasa menghiasi hari-harinya dengan ibadah dan air mata takwa, serta memiliki sifat pemaaf yang luas bahkan terhadap budaknya sendiri. Beliau juga menunjukkan kecerdasan dalam beradaptasi dan mengambil hati keluarga Nabi serta madu-madunya melalui hadiah dan kebaikan. Kisah ini menjadi pengingat yang indah bahwa hidayah dan kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh latar belakang masa lalu, melainkan oleh kebersihan hati dan ketaatan yang tulus kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya27 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ummu Mukminin Sofiyah

kisah ummul mukminin sofiyahSofiyah binti Huyai adalah salah satu Ummul Mukminin (istri Nabi Muhammad SAW) yang berasal dari kalangan bangsawan Yahudi Bani Nadhir serta keturunan dari Nabi Harun AS.Asal-Usul dan Silsilah​Lahir: Tahun 9 Sebelum Hijrah (sekitar 613 M).​Keluarga: Ayahnya bernama Huyai bin Akhtab (pemimpin Bani Nadhir) dan ibunya bernama Barrah binti Samaual.​Nasab: Silsilahnya tersambung hingga kepada Nabi Harun bin Imran AS.Pernikahan SebelumnyaSebelum menikah dengan Rasulullah SAW, Shafiyah pernah menikah dua kali:​Sallam bin Misykam (seorang penyair).​Kinanah bin Abu Huqaiq (tewas dalam Perang Khaibar).Kisah Masuk Islam dan Pernikahan dengan Rasulullah SAW​Perang Khaibar: Pada tahun 7 Hijriyah, kaum Muslimin meraih kemenangan dalam Perang Khaibar. Shafiyah menjadi salah satu tawanan perang. ​Pilihan dari Rasulullah: Awalnya Shafiyah berada di bawah bagian rampasan perang milik Dihyah al-Kalbi, namun Nabi SAW menebusnya dan memberikan pilihan kepada Shafiyah: memilih merdeka dan kembali ke kaumnya, atau masuk Islam dan dinikahi oleh beliau.​Keputusan: Shafiyah memilih masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah SAW dengan mahar pembebasan dirinya dari status tawanan.​Kehidupan Rumah Tangga: Shafiyah dikenal memiliki kecerdasan, paras yang sangat cantik, serta kelembutan hati. Ia sempat diuji dengan perasaan asing atau cemoohan dari sebagian istri Nabi lain karena latar belakang keturunannya, namun Nabi SAW senantiasa membela dan menghiburnya dengan kehangatan.WafatShafiyah binti Huyai wafat pada bulan Ramadan tahun 50 Hijriyah (670 M) pada masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dan dimakamkan di pemakaman Baqi' di Madinah.Sifat sifat Istimewa Sofiyah ra* Zuhud dan Ahli Ibadah: Para ulama seperti Ibnu Katsir dan Abu Nu'aim mencatat bahwa Shafiyyah adalah wanita yang sangat taat beribadah, gemar bersedekah, serta senantiasa khusyuk dan menangis karena takut kepada Allah SWT* Sikap Dermawan: Beliau dikenal sangat dermawan; bahkan sebelum wafat, beliau sempat berwasiat agar sepertiga dari harta peninggalannya diberikan kepada saudaranya yang masih beragama Yahudi.* Pembelaan Langsung dari Rasulullah SAW: Ketika beliau sempat dirundung atau direndahkan oleh sebagian istri Nabi karena latar belakangnya, Rasulullah SAW sangat memuliakannya dan memperingatkan para istri beliau untuk menjaga lisan. * Garis Keturunan Mulia: Beliau berasal dari keluarga pemimpin Yahudi Bani An-Nadhir dan merupakan keturunan dari Nabi Harun bin Imran AS.Sumber Ust Dr Firanda Andirja Lc MA

💬 0 komentar📅 27 Okt 2026Baca selengkapnya →