👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Wanita dan Anak #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
V

Virginia Widyasri

📍 Kabupaten Bogor

Kisah Istri Nabi Saudah Binti Zam’ah

Nasab, Fisik, dan Keislaman AwalNasab Mulia: Saudah binti Zam'ah bin Qais berasal dari kabilah terhormat Quraisy (Bani Amir bin Lu'ay).Ciri Fisik dan Usia: Dikenal berpostur tubuh tinggi, besar, dan jalannya perlahan. Saat dinikahi oleh Rasulullah ﷺ, usianya sudah lanjut (diperkirakan lebih tua dari Nabi ﷺ).Pelopor Keislaman: Masuk Islam pada masa-masa awal dakwah di Makkah bersama suaminya yang juga sepupunya, As-Sakran bin Amr (saudara kandung dari tokoh Quraisy Suhail bin Amr).Hijrah ke Habasyah dan Menjadi JandaUjian Hijrah: Demi mempertahankan agama dari intimidasi kaum musyrikin Quraisy, Saudah dan suaminya ikut berhijrah menyeberangi lautan ke negeri Habasyah.Wafatnya Suami: Suaminya wafat tak lama setelah kepulangan mereka ke Makkah (atau menurut riwayat lain di Habasyah). Saudah menjanda dengan mengasuh anak-anaknya di tengah keluarga besarnya yang sebagian besar masih musyrik.Pernikahan dengan Rasulullah ﷺ Pasca-Wafatnya KhadijahTahun Kesedihan ('Amul Huzn): Setelah Khadijah radhiallahu 'anha wafat, rumah tangga Rasulullah ﷺ mengalami kekosongan besar dan anak-anak beliau membutuhkan pengasuhan.Peran Khaulah binti Hakim: Sahabat wanita mulia, Khaulah binti Hakim, berinisiatif menawarkan bantuan mencarikan pendamping bagi Nabi ﷺ, dengan menyebutkan pilihan gadis (Aisyah) dan janda (Saudah).Kerendahan Hati Saudah: Saat dilamar, Saudah sempat merasa sungkan bukan karena menolak, melainkan khawatir anak-anaknya yang banyak merepotkan Rasulullah ﷺ. Namun Nabi ﷺ justru memujinya sebagai sebaik-baik wanita Arab yang penuh kasih sayang kepada anak-anak dan setia menjaga hak suami.Mendampingi Nabi Selama Masa Berat: Saudah menjadi satu-satunya istri yang mendampingi dan mengurus rumah tangga Nabi ﷺ di Makkah selama beberapa tahun sebelum peristiwa Hijrah ke Madinah (karena Aisyah baru tinggal serumah setelah di Madinah).Keluhuran Akhlak, Kebijaksanaan, dan KeharmonisanPengertian terhadap Madu: Saudah tidak memosisikan diri sebagai pesaing bagi madu-madunya. Beliau sangat akrab dengan Aisyah dan pandai mencairkan suasana rumah tangga dengan candaan yang menyenangkan hati Rasulullah ﷺ.Menghadiahkan Giliran Menginap kepada Aisyah:Mengingat usianya yang sudah semakin tua dan fisiknya yang kian lemah, Saudah berinisiatif menghadiahkan jatah giliran malamnya kepada Aisyah semata-mata demi mencari keridhaan Rasulullah ﷺ.Tujuannya adalah agar beliau tetap berstatus sebagai istri Nabi ﷺ hingga di akhirat dan kelak dikumpulkan bersama para Ummul Mukminin di surga. Peristiwa ini melatarbelakangi turunnya ayat tentang perdamaian/kesepakatan antara suami dan istri (Surat An-Nisa).Kemudahan Izin saat Ibadah Haji: Mengingat fisiknya yang berat dan lambat berjalan, Nabi ﷺ memberi keringanan (rukhshah) khusus kepada Saudah untuk berangkat meninggalkan Muzdalifah menuju Mina lebih awal pada malam hari sebelum jamaah lain berdesak-desakan di waktu subuh.Kedermawanan Luar Biasa: Dikenal sangat zuhud dan gemar bersedekah; ketika Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan sekarung uang dirham sebagai santunan untuk Ummul Mukminin, Saudah langsung membagi-bagikannya kepada kaum fakir miskin hingga tak bersisa.Ketaatan Menjaga Rumah dan WafatnyaSetia Menetap di Rumah: Saudah sangat memegang teguh pesan Nabi ﷺ kepada istri-istrinya agar menetap di dalam rumah. Oleh karena itu, setelah Nabi ﷺ wafat, beliau memilih untuk tidak lagi bepergian jauh atau menunaikan haji sunnah demi menjaga ketetapan tersebut.Wafat: Beliau wafat di Madinah pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab (atau menurut riwayat lain di masa Mu'awiyah), meninggalkan keteladanan agung tentang kesabaran, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Materi 29 Kisah Istri Nabi Saudah Binti Zam'ah

Materi 29Kisah Istri Nabi Saudah Binti Zam'ah- Namanya Saudah binti Zam'ah bin Qais Al Amiriyah Al Quraisyiyah- Saudah ketika menikah dengan Nabi berumur 60  th dan Nabi 50 th- Saudah masuk islam sejak awal bersama suaminya Sakran bin Amr. Dari pernikahan mereka lahir 5 orang anak. - Sakran bin Amr adalah saudaranya Suhail bin Amr- Suhail bin Amr adalah tokoh Quraisy yang berunding dengan Nabi terkait perjanjian Hudaibiyah. Terjadi sekitar 6 H. - Setelah pulang hijrah dari Habasyah Sakran bin Amr meninggal dunia- Saat itu terjadi pada 10 tahun kenabian. Pada tahun tersebut Rasulullah mengalami kesedihan luar biasa karena Khadijah meninggal dunia. - Khaulah bintu Hakim (teman hijrah Saudah) menemui Rasulullah menawarkan maukah aku lamarkan engkau dengan seorang wanita? Rasulullah menjawab iya- Kemudian Rasulullah melamar Aisyah binti Abu Bakar, namun hanya akad. Beliau serumah dengan Aisyah 3 tahun setelahnya- Kemudian Rasulullah melamar Saudah binti Zam'ahKeutamaan Saudah binti Zam'ah- 3 tahun menemani Rasulullah tanpa ada madu yang lain- Memiliki ketegaran dan ketegasan- Menghadiahkan jatah harinya kepada Aisyah- Beliau sangat Dermawan

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Istri Nabi, Saudah Binti Zam'ah

Kisah Istri Nabi Saudah Binti Zam'ahSaudah binti Zam’ah adalah istri kedua Nabi Muhammad SAW yang dinikahi setelah wafatnya Khadijah al-Kubra. Memiliki perangai Tinggi dan bertubuh berat, berusia lebih tua dari Nabi Muhammad SAW.Berikut adalah kisah perjalanan hidup, keistimewaan, dan sifat mulia Saudah binti Zam'ah:1. Latar Belakang dan Pernikahan Pertama​Nasab: Saudah berasal dari kabilah Bani Amir bin Lu’ay dari suku Quraisy. Ibunya bernama As-Syamus binti Qais dari Bani Najjar di Madinah.​Suami Pertama: Sebelum menikah dengan Nabi SAW, Saudah adalah istri dari Sakran bin Amr.​Perjuangan Awal Islam: Saudah dan Sakran termasuk dalam kelompok awal yang memeluk Islam (As-Sabiqunal Awwalun). Mereka berdua merasakan siksaan kejam kaum Quraisy dan ikut melakukan hijrah ke Habasyah (Ethiopia) gelombang kedua untuk menyelamatkan iman mereka.​Menjadi Janda: Setelah kembali dari Habasyah ke Makkah, Sakran bin Amr jatuh sakit hingga akhirnya wafat, meninggalkan Saudah dalam keadaan menjanda di usia yang tidak lagi muda tanpa ada keluarga dekat di Makkah yang melindunginya karena mayoritas keluarganya saat itu masih kafir.2. Pernikahan dengan Rasulullah SAWSetelah Khadijah wafat, Rasulullah SAW mengalami kesedihan yang mendalam (Aamul Huzni atau Tahun Kesedihan). Melihat hal ini, sahabat wanita bernama Khaulah binti Hakim mengusulkan kepada Nabi untuk menikah lagi. Khaulah menyarankan Saudah binti Zam'ah dengan pertimbangan bahwa Saudah adalah wanita mukminah yang matang, telah menjanda demi memperjuangkan Islam, dan bisa membantu mengurus rumah tangga serta anak-anak Nabi yang masih kecil (seperti Fatimah dan Ummu Kultsum).Nabi SAW menyetujui usulan tersebut dan meminang Saudah. Pernikahan ini berlangsung pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian (sekitar 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah). Pernikahan ini menjadi pelipur lara bagi Nabi sekaligus perlindungan serta pemuliaan bagi Saudah yang telah mengorbankan segalanya demi Islam.3. Keistimewaan dan Sifat Mulia Saudah​Kebesaran Hati yang Tiada Tanding (Menghibahkan Hari Bersama Nabi):Ketika Saudah sudah menginjak usia lanjut dan khawatir Rasulullah SAW akan menceraikannya karena tidak bisa lagi melayani Nabi seperti wanita muda, Saudah mengambil keputusan yang sangat mulia. Ia berkata kepada Nabi: "Wahai Rasulullah, jangan ceraikan aku. Pertahankan aku sebagai istrimu agar kelak di hari kiamat aku dibangkitkan bersama istri-istrimu. Dan aku hibahkan hari giliranku untuk Aisyah." Tindakan tulus ini membuat Nabi SAW tersentuh dan mempertahankan Saudah. Allah bahkan menurunkan Surat An-Nisa ayat 128 mengenai perdamaian dalam rumah tangga sebagai bentuk legalitas atas keputusan Saudah ini.​Sosok yang Humoris dan Suka Menghibur Nabi:Berbeda dengan citra wanita tua yang kaku, Saudah adalah pribadi yang ceria dan jenaka. Ia sering kali sengaja membuat lelucon atau menceritakan pengalamannya dengan cara yang lucu hanya untuk membuat Rasulullah SAW tersenyum dan melupakan beratnya beban dakwah. Salah satu cerita terkenal adalah saat ia mengeluh kepada Nabi bahwa ia shalat di belakang Nabi dan ruku'nya sangat lama hingga Saudah harus memegang hidungnya karena takut berdarah; mendengar hal itu Nabi SAW tertawa geli.​Sangat Dermawan:Saudah dikenal tidak pernah menyimpan harta. Setiap kali menerima tunjangan uang atau hadiah, baik pada masa Nabi maupun di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ia akan langsung membagikan seluruh uang tersebut kepada fakir miskin hingga tidak tersisa sepeser pun untuk dirinya sendiri.​Ketaatan yang Mutlak:Setelah Rasulullah SAW wafat, ketika musim haji tiba, Umar bin Khattab mengizinkan para Ummul Mukminin untuk pergi berhaji. Namun, Saudah memilih untuk tetap tinggal di rumahnya di Madinah. Ia memegang teguh ucapan Nabi SAW saat haji wada' bahwa setelah haji tersebut, tempat para istri Nabi adalah di dalam rumah mereka.4. Akhir HayatSaudah binti Zam'ah wafat pada akhir masa kekhalifahan Umar bin Khattab (sekitar tahun 22 atau 23 Hijriah) di Madinah dan dimakamkan di pemakaman Baqi. Beliau meninggalkan warisan teladan tentang bagaimana keteguhan iman, keikhlasan melepaskan hak demi kebahagiaan orang lain, dan keceriaan dapat menjadi pilar yang kokoh dalam mendukung dakwah Islam.

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
H
Heni Andini

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kisah istri nabi Saudah binti Zam'ah

Saudah binti Zam'ah radhiallahu 'anhaUstadz Dr. Firanda Andirja, M.A​🌸 Saudah binti Zam'ah al-Qurasyiyah adalah istri kedua Nabi Muhammad ﷺ yang dinikahi setelah wafatnya Khadijah radhiallahu 'anha.​Secara fisik, beliau memiliki postur tubuh yang tinggi dan agak gemuk , serta usianya lebih tua dibanding Rasulullah ﷺ (sekitar 60-an tahun saat menikah) .Saudah bintu Zam'ah bin Qais alamiriyah​ al qurasyiyah berasal dari suku quraisy yang memiliki nasab tinggi.Beliau masuk Islam di awal-awal dakwah bersama suami pertamanya, As-Sakran bin Amr, dan pernah bersama-sama berhijrah ke Habasyah (Etiopia).🌸 ​Pernikahan dengan Rasulullah ﷺ ​Setelah As-Sakran wafat dan Rasulullah ﷺ dalam masa kesedihan (Amul Huzn) setelah wafatnya Khadijah, Khaulah binti Hakim menawarkan diri untuk mencarikan pendamping bagi Rasulullah ﷺ, yaitu Aisyah (sebagai gadis) dan Saudah (sebagai janda).​Saudah awalnya merasa sungkan karena usianya yang sudah tua dan khawatir merepotkan Rasulullah dengan anak-anaknya, namun Rasulullah ﷺ memuliakannya karena ketulusan dan sifat penyayangnya.​Saudah menemani dan mendampingi Rasulullah ﷺ selama kurang lebih 3 tahun di Makkah tanpa ada madu lain sebelum akhirnya Nabi ﷺ menikah dengan istri-istri berikutnya di Madinah.​🌸 Sifat & Keutamaan Saudah binti Zam'ah❤️ ​Pandai Menempatkan Diri & PengertianBeliau sangat bijak dalam menghadapi situasi rumah tangga, memiliki hubungan yang sangat baik dengan Aisyah, dan kerap mencairkan suasana dengan candaan ringan untuk menyenangkan hati Nabi ﷺ ​❤️ Sangat DermawanKetika mendapat hadiah harta (dirham) dari Umar bin Khattab, beliau langsung membagikannya kepada yang membutuhkan hingga habis.​❤️ Sangat Patuh pada Wasiat Nabi ﷺ:Selepas wafatnya Rasulullah ﷺ, beliau memegang teguh pesan agar para istri Nabi menetap di rumah dan memilih tidak lagi menunaikan ibadah haji setelahnya.​Akhir Hayat​Beliau wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab (sekitar tahun 50–54 Hijriah), meninggalkan teladan tentang kesederhanaan, ketaatan, dan kelembutan seorang Ummul Mukminin.​MATERI 29

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
N
Nurul Zanah

📍 Kabupaten Purworejo

MATERI 29 = KISAH SAUDAH BINTU ZAM'AH

1. Latar Belakang dan Pernikahan dengan NabiFisik dan Usia: Saudah binti Zam'ah bin Qais al-Amiriyah al-Qurasyiyah adalah seorang wanita dari suku Quraisy yang memiliki postur tubuh tinggi dan berisi (gemuk). Dari segi usia, beliau lebih tua dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (berusia sekitar 60-an tahun ketika dinikahi Nabi setelah wafatnya Khadijah).Pernikahan Pertama & Hijrah: Sebelum menikah dengan Nabi, Saudah menikah dengan sepupunya sendiri yaitu As-Sakran bin Amr. Mereka berdua termasuk golongan awal yang masuk Islam dan ikut berhijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia) untuk menghindari penyiksaan kaum musyrikin Makkah. Suaminya kemudian wafat (baik di Habasyah maupun setelah pulang ke Makkah), meninggalkan Saudah seorang diri bersama anak-anak yatimnya.Menikah dengan Nabi: Melalui perantara Khaulah binti Hakim (seorang wanita yang menawarkan diri menjadi mak comblang), Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam akhirnya menikahi Saudah pada tahun ke-10 kenabian (di waktu yang berdekatan dengan lamaran kepada Aisyah). Saudah awalnya sempat ragu karena merasa dirinya sudah tua dan takut merepotkan Nabi yang harus mengurus banyak anak. Namun, Nabi memuji ketulusan dan sifat penyayangnya terhadap anak-anak serta keluarganya.2. Menemani Nabi Sendirian Selama 3 TahunSetelah menikah, Saudah menjadi satu-satunya istri yang menemani Nabi selama kurang lebih 3 tahun di Makkah (dari tahun ke-10 kenabian hingga masa hijrah ke Madinah), sebelum Nabi hidup serumah dengan Aisyah. Ia berusaha mengisi kekosongan hati Nabi dan mendampingi beliau di masa-masa dakwah yang sangat berat pasca wafatnya Khadijah.3. Akhlak, Sifat Humoris, dan Hubungan dengan MaduSosok yang Humoris: Saudah dikenal sebagai istri yang sangat pandai menyenangkan hati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau kerap melontarkan candaan atau cerita ringan yang membuat Nabi tertawa. Ketika Saudah bercanda dengan Aisyah dengan saling mengoleskan makanan (seperti khazirah) di hadapan Nabi, yang membuat Nabi tertawa gembira melihat keakraban istri-istrinya.Lapang Dada dan Mengalah demi Nabi: Ketika usianya semakin senja dan khawatir Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berniat menceraikannya (karena Nabi memiliki istri-istri lain yang lebih muda), Saudah dengan besar hati menghadiahkan hari gilirannya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha. Tujuannya semata-mata demi mencari keridaan Nabi dan ingin tetap wafat sebagai status istri Nabi agar bisa membersamai beliau di surga. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an (Surah An-Nisa ayat 128).4. Ketaatan pada Wasiat Nabi dan Sifat DermawanMenetap di Rumah: Selepas wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Saudah sangat memegang teguh pesan Nabi agar para istri beliau menetap di rumah dan tidak banyak keluar. Tercatat semenjak wafatnya Nabi, Saudah tidak pernah menunaikan ibadah haji lagi karena memilih untuk terus tinggal di rumah hingga akhir hayatnya.Dermawan: Ketika Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan kantong-kantong berisi dirham (koin perak) untuknya, Saudah tidak menyimpannya untuk kepentingan pribadi melainkan langsung membagikan seluruhnya kepada orang-orang yang membutuhkan.5. WafatSaudah binti Zam'ah wafat pada akhir masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu (sekitar tahun 54 Hijriah), yakni sekitar 40 tahun setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau meninggalkan teladan mulia tentang kesetiaan, pengorbanan, ketaatan, serta akhlak yang menyenangkan dalam berumah tangga. 

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kisah Istri Nabi Saudah Binti Zam'ah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A

1. Nasab dan Karakter FisikNasab Mulia: Saudah bintu Zam'ah berasal dari suku Quraisy (suku yang terpandang).Karakter Fisik & Usia: Beliau digambarkan sebagai wanita yang berbadan tinggi, besar, dan jalannya perlahan. Saat menikah dengan Nabi Muhammad SAW, usianya diperkirakan sekitar 50 hingga 60-an tahun (lebih tua dari Nabi SAW yang kala itu berusia sekitar 50 tahun).2. Kehidupan Pernikahan Pertama dan Hijrah ke HabasyahPernikahan Pertama: Saudah menikah dengan sepupunya, Sakran bin Amr. Pasangan ini dikaruniai 5 atau 6 orang anak.Awal Masuk Islam: Saudah dan suaminya tergolong Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang awal masuk Islam) dan menghadapi tekanan keras dari kaum kafir Quraisy di Makkah.Hijrah ke Habasyah: Demi mempertahankan iman, beliau dan suaminya berhijrah ke Habasyah (Ethiopia) sebelum akhirnya kembali ke Makkah.Wafatnya Suami: Suami Saudah wafat tak lama setelahnya. Sebelum wafat, suaminya sempat mentakwilkan mimpi Saudah (tentang rembulan yang jatuh padanya) bahwa suaminya akan meninggal dan Saudah akan menikah lagi setelahnya.3. Pernikahan dengan Nabi Muhammad SAWLatar Belakang (Amul Huzn): Pada tahun ke-10 kenabian, Nabi SAW berada dalam kesedihan mendalam (Amul Huzn) karena wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib.Peran Khaulah bintu Hakim: Khaulah menawarkan ide kepada Rasulullah untuk menikah lagi. Khaulah mendatangi Saudah dan menyampaikan pinangan Nabi SAW.Keraguan Saudah: Saudah sempat merasa ragu bukan karena tidak mencintai Rasulullah, melainkan khawatir anak-anaknya dari pernikahan terdahulu merepotkan Nabi SAW. Namun Rasulullah justru memuji ketulusan Saudah dalam mengurus anak dan memperhatikan suami.Istri Kedua: Saudah menjadi wanita pertama yang dinikahi Nabi SAW setelah wafatnya Khadijah RA (dan mendampingi Nabi selama kurang lebih 3 tahun sendirian sebelum Rasulullah membina rumah tangga serumah dengan Aisyah RA di Madinah).4. Akhlak, Sifat, dan Keutamaan SaudahPengertian dan Menghindari Perselisihan: Saudah sangat bijak dan paham posisi. Beliau tidak pernah menganggap Aisyah RA sebagai saingan, bahkan kerap bercanda bersamanya.Menghadiahkan Hari Giliran: Ketika usianya makin senja dan merasa tidak membutuhkan lagi hubungan suami-istri, Saudah menyerahkan giliran harinya kepada Aisyah RA demi mencari keridaan Nabi SAW dan agar tetap berstatus sebagai istri Nabi hingga akhirat. Momen ini menjadi asbabunnuzul sebagian ayat dalam Surah An-Nisa.Suka Ceria dan Humor: Saudah dikenal suka bercanda untuk menyenangkan hati Rasulullah SAW.Kedermawanan: Beliau adalah sosok yang sangat dermawan dan tidak terikat pada harta duniawi. Setiap kali diberi uang atau hadiah (seperti pada masa Khalifah Umar bin Khattab), beliau langsung membagikannya hingga habis.Ketaatan Menjaga Diri di Rumah: Setelah Rasulullah SAW wafat, Saudah memilih untuk tidak berhaji lagi dan sepenuhnya menetap di rumahnya sesuai pesanan Rasulullah SAW kepada istri-istrinya.5. Akhir HayatSaudah bintu Zam'ah RA wafat pada masa akhir kekhalifahan Umar bin Khattab RA (sekitar tahun 54 Hijriah), meninggalkan teladan luar biasa tentang keteguhan iman, kesederhanaan, dan kebijaksanaan dalam berumah tangga.

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Kisah Saudah binti Zam‘ah رضي الله عنها, Istri Rasulullah ﷺ

1. Latar belakang Saudah رضي الله عنهاSaudah binti Zam‘ah رضي الله عنها termasuk perempuan yang lebih dahulu memeluk Islam. Beliau sebelumnya menikah dengan Sakran bin ‘Amr رضي الله عنه, seorang Muslim yang turut berhijrah ke Habasyah bersama Saudah. Mereka dikaruniai 5 anak.Habasyah dipilih sebagai tempat hijrah karena ketika itu terdapat seorang raja yang adil, yang tidak menzalimi orang-orang yang berlindung di negerinya. Hijrah ini dilakukan untuk menyelamatkan agama kaum Muslimin dari tekanan kaum Quraisy.Sakran bin ‘Amr kemudian wafat. Saudah menjadi janda ketika Rasulullah ﷺ juga sedang mengalami masa kehilangan orang-orang yang sangat beliau cintai, yaitu Khadijah رضي الله عنها dan Abu Thalib.2. Pernikahan Saudah dengan Rasulullah ﷺSetelah Khadijah رضي الله عنها wafat, Khawlah binti Hakim رضي الله عنها menawarkan kepada Rasulullah ﷺ agar menikah kembali. Ia menyebutkan dua pilihan, yaitu Saudah binti Zam‘ah dan ‘Aisyah binti Abu Bakar رضي الله عنها.Rasulullah ﷺ kemudian menikahi keduanya. Namun, ‘Aisyah saat itu masih muda dan belum langsung hidup bersama beliau sebagai suami istri. Karena itu, Saudah menjadi istri yang mendampingi Rasulullah ﷺ setelah Khadijah wafat, sebelum kehidupan rumah tangga beliau bersama ‘Aisyah dimulai.Saudah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Rasulullah ﷺ pada masa yang sulit. Beliau menemani Nabi ﷺ sebelum hijrah ke Madinah dan kemudian ikut berhijrah.Saudah dikenal sebagai perempuan yang memiliki ketegasan dan kecerdasan. Ia juga mempunyai sisi humor, tetapi tetap menjaga kedudukan dan adabnya sebagai istri Rasulullah ﷺ.3. Keteladanan Saudah رضي الله عنهاA. Mengutamakan keridaan Rasulullah ﷺSalah satu kisah paling kuat tentang Saudah adalah ketika beliau telah lanjut usia dan memberikan giliran harinya bersama Rasulullah ﷺ kepada ‘Aisyah رضي الله عنها.‘Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan:أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا لِعَائِشَةَ“Sesungguhnya Saudah binti Zam‘ah memberikan giliran harinya kepada ‘Aisyah.”Rasulullah ﷺ kemudian memberikan giliran kepada ‘Aisyah dengan menggabungkan hari gilirannya sendiri dan hari Saudah.Sumber: HR. al-Bukhari no. 5212.Kisah ini menunjukkan kebijaksanaan Saudah dalam menyikapi keadaan rumah tangganya. Beliau memilih tindakan yang menurutnya dapat menjaga kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ sekaligus memberikan kesempatan kepada ‘Aisyah.B. Memiliki kedudukan yang baik di mata ‘Aisyah‘Aisyah رضي الله عنها pernah berkata bahwa ia tidak melihat perempuan yang lebih ingin ia tiru keadaannya daripada Saudah binti Zam‘ah. ‘Aisyah juga menyebutkan ketegasan yang ada pada diri Saudah.Riwayat ini menunjukkan bahwa Saudah memiliki sifat yang dihargai oleh ‘Aisyah, meskipun karakter keduanya tidak harus sama.C. Dermawanketika Umar bin Khattab رضي الله عنه memberikan sejumlah uang kepada Saudah, beliau segera membagikannya.D. Tidak berhaji setelah Rasulullah ﷺ wafatSaudah tidak lagi berhaji setelah Rasulullah ﷺ wafat karena mengikuti wasiat atau arahan beliau untuk menetap di rumah setelah meninggalnya Rasulullah ﷺ

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Saudah Binti Zam'ah

Saudah istri kedua setelah wafatnya khadijah. Saudah secara fisik wanita yang tinggi, badan nya besar. Umur lebih tua dari Rasulullah. Ketika Nabi menikah dengan saudah, umur saudah kurang lebih 60 tahun, umur Nabi usia 50. Saudah dari suku quraisy memiliki nasab yang tinggi. Masuk islam sejak awal bersama suaminya yang merupakan sepupunya : sakron bin amr. Pernikahan mereka berdua lahir 5 orang anak atau 6 anak. Kebahagiaan saudah ketika memiliki suami yang masuk islam. Sakron bin amr saudaranya suhail bin amr. Suhail bin amr adalah tokoh yang hebat dari quraisy, yang sempat berunding dengan Nabi shallallahu'alaihi wasallam ketika perjanjian hudaibiyah. Nikmat yang Allah berikan kepada saudah dia memiliki suami yang shalih, sakron. Mereka berdua berhijrah ke habasyah. Mekkah kota perdagangan. Sakron meninggal dunia. Tahun 10 kenabian wafat sakron dan bertepatan Rasulullah sedih karena khadijah meninggal. Abu thalib penopang Nabi diluar rumah, ketika berdakwah tidak ada yang ganggu Nabi karena ada abu thalib, khadijah penopang Nabi saat di rumah, ketika Nabi ada masalah yang tenangkan Nabi adalah khadijah. Khawlah binti hakim menjadi perantara pernikahan saudah dan aisyah. Setelah khadijah wafat, Rasulullah menikah dengan aisyah tetapi cuma akad, karena aisyah usia 6 tahun. Menikah di usia 6 tahun bukanlah aib. Nabi serumah baru berumur 9 tahun. Usia 9 tahun sudah bisa berumah tangga sudah bisa menggauli. Jangan kita bawa ke zaman sekarang. Setelah aisyah, menikah dengan saudah. Rasulullah menikah dengan saudah. Saudara, bapaknya masih kafir. Saudah menjadi ummul mukminin. Tidak ada ribut dengan fatimah. Saudah lebih bijak bagaimana saudah bisa mengambil hati anaknya dan suaminya. Saudah hidup bersama Nabi sendirian selama 3 tahun tidak ada istri yang lain. Khadijah bersama Nabi 25 tahun, tidak ada madunya. Saudah berusaha menemani Rasulullah. Saudah berhijrah ke madinah. Nabi juga berhijrah. Saudah bijak, anggap aisyah sebagai temannya bukan madu nya. Kedekatan aisyah dengan saudah. Suatu hari saudah diundang untuk makan, saling lempar makanan, Rasulullah pun tertawa, bercanda. Tidak bersaing dengan aisyah. Saudah pandai menghadapi dalam kondisi situasi. Keutamaan saudah : Saudah suka bercanda, menyenangkan Nabi Muhammad. Menyenangkan suami. Saudah dipuji oleh aisyah, saudah wanita yang tegas. Ada masalah bisa tegas, dan suka becanda dan pengertian. Saudah bisa tegar dalam menghadapi ujian. Saudah menghadiahkan harinya kepada aisyah. Tidak ada riwayat saudah diceraikan oleh Nabi. Saudah mengayomi Nabi. Aku menghadiahkan hariku kepada aisyah. Saudah takut diceraikan oleh Nabi. Jadi dia menghadiahkan hariku kepada aisyah. Saudah mencari keridhoan Nabi. Tidak ada pengen keributan dengan istri istri lain. Setelah Rasulullah wafat, saudah tidak mau berhaji lagi, istri istri lain berhaji setelah Rasulullah wafat sementara saudah tidak ingin berhaji lagi. Saudah menjalankan wasiat Nabi. Cerdasnya saudah. Saudah pengertian, tidak bikin masalah sama madu, berteman dengan madu nya. Saudah sangat dermawan. Hidup hanya sekali, jangan terpesona dengan dunia. Saudah tinggi besar. Allah turunkan ayat hijab. Budak wanita boleh digauli. Pezina cuma dapat batu. Saudah wafat di khalifah umar bin khattab.

💬 0 komentar📅 29 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya1 November 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

#28 — Kisah Ummu Salamah

Kajian tentang kisah hidup dan keteladanan Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiallahu 'anha—yang memiliki nama asli Hindun binti Abi Umayyah—menyimpan banyak hikmah mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Melalui perjalanan hidup beliau yang penuh liku, kita diajak untuk merefleksikan arti kesabaran, keteguhan iman, dan keluhuran akhlak.Ummu Salamah dikenal sebagai seorang wanita cerdas dari suku Quraisy (Bani Makhzum) yang memiliki keimanan luar biasa. Bersama suami pertamanya, Abu Salamah, beliau mengalami ujian berat berupa hijrah berulang kali (ke Habasyah dan Madinah) serta cobaan dipisahkan sementara dari anak dan suaminya di tengah jalan. Setelah Abu Salamah wafat, Allah menggantikannya dengan pernikahan bersama Rasulullah SAW, di mana beliau menjadi pendamping yang senantiasa memberikan pandangan-pandangan bijak, seperti teladannya dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah.Kajian ini juga memberikan pengingat berharga tentang keutamaan menjaga kehormatan, kesetiaan, serta ketenangan batin dalam berumah tangga. Sebagai istri nabi terakhir yang wafat pada tahun 61 Hijriah, Ummu Salamah meninggalkan warisan keteladanan agung tentang bagaimana seorang wanita mukmin menghadapi setiap ketentuan takdir dengan ketawakalalan dan ketaatan penuh kepada Allah

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya30 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakCahaya 28 - Kisah Ummu Salamah

“Kisah Ummu Salamah”Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AKisah mengenai silsilah keturunan beliau Radhiyallahu 'Anha yang mulia (dari suku Quraisy, Bani Makhzum), pengorbanan besar dalam peristiwa hijrah berlapis (ke Habasyah dan Madinah), kisah pernikahan beliau Radhiyallahu 'Anha dengan Abu Salamah hingga wafatnya, serta kecerdasan beliau dalam memberikan masukan strategis kepada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam.Silsilah, Kelahiran, dan Latar Belakang KeluargaNama Lengkap: Hind binti Abu Umayyah (ibnu Mughirah) al-Makhzumiyah.Ayah yang Dermawan: Ayahnya, Abu Umayyah, dikenal sebagai salah satu tokoh Quraisy yang dermawan dengan julukan Zadur Raqib (pemberi bekal perjalanan bagi seluruh rombongan safar).Hubungan Kekerabatan:Ummu Salamah berasal dari Bani Makhzum (salah satu suku besar Quraisy yang juga merupakan suku dari Abu Jahal dan Khalid bin Walid). Beliau juga masih memiliki hubungan kekerabatan/sepupu dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam melalui jalur susuan dan keluarga paman Nabi.Kelahiran & Usia: Lahir sekitar 23 atau 24 tahun sebelum hijrah Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam (berarti jarak usia beliau dengan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam sekitar 29 tahun).Pernikahan Pertama dengan Abu Salamah & Hijrah BerlapisUmmu Salamah menikah dengan Abu Salamah bin Abdul Asad al-Makhzumi (sepupu sekaligus saudara susuan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam karena sama-sama disusui oleh Tsuwaibah, budak Abu Lahab).​Hijrah ke Habasyah: Pasangan ini termasuk gelombang awal kaum Muslimin yang melakukan hijrah ke Habasyah (Afrika) demi menyelamatkan akidah dari tekanan kafir Quraisy, bahkan melakukan hijrah berulang (Al-Muhajirah).​Ujian Berat Hijrah ke Madinah:​Ketika hendak berhijrah ke Madinah, keluarga Ummu Salamah dari Bani Makhzum merintangi dan menarik tali unta Abu Salamah agar istrinya tidak dibawa pergi.​Tidak lama berselang, keluarga Abu Salamah (Bani Abdul Asad) tidak terima dan merebut paksa anak mereka (Salamah) dari pelukan Ummu Salamah, sehingga tangan sang anak sempat terkilir/lepas karena tarik-tarikan.​Abu Salamah terpaksa berangkat hijrah duluan ke Madinah, sementara Ummu Salamah tertahan di Makkah sendirian terpisah dari suami dan anaknya selama hampir setahun penuh, menghabiskan hari-hari dengan menangis di tanah lapang (Abthah).​Setelah hampir setahun, salah seorang kerabat merasa kasihan dan melunak, sehingga keluarga mengizinkan Ummu Salamah menyusul suaminya beserta anaknya.Kisah Perjalanan Hijrah Menakjubkan ditemani Utsman bin ThalhahUmmu Salamah bersiap berangkat seorang diri menempuh jarak ratusan kilometer dari Makkah menuju Madinah.​Di tengah jalan (di daerah Tanim), beliau dicegat oleh Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah (yang saat itu masih kafir dan pemegang kunci Ka'bah).​Karena merasa kasihan melihat seorang wanita berjalan sendiri bersama anak kecil, Utsman bin Thalhah menolak membiarkan Ummu Salamah berjalan sendirian.​Akhlak Terpuji Orang Jahiliyah: Selama perjalanan sekitar 450–500 km menuju Madinah, Utsman bin Thalhah menunjukkan adab dan kehormatan yang luar biasa:​Setiap kali ingin istirahat, Utsman menundukkan unta Ummu Salamah, lalu berjalan menjauh dan tidur di bawah pohon yang jauh.​Ketika hendak melanjutkan perjalanan, ia menyiapkan unta, mendekatkannya, lalu menjauh dan menyuruh Ummu Salamah naik terlebih dahulu sebelum ia mendekat lagi untuk menuntunnya.​Sesampainya di Quba (Madinah), ia mempersilakan Ummu Salamah menemui suaminya, lalu langsung berbalik pulang ke Makkah tanpa meminta imbalan apa pun.Wafatnya Abu Salamah & Doa yang MengabulkanAbu Salamah ikut serta dalam Perang Badar dan Perang Uhud. Dalam Perang Uhud, beliau menderita luka parah di lengannya akibat panah, yang akhirnya menjadi sebab wafatnya beberapa waktu kemudian.​Sebelum wafat, Abu Salamah dan Ummu Salamah sempat membahas mengenai hadist tentang istri yang tidak menikah lagi sepeninggal suaminya agar dikumpulkan di surga. Abu Salamah berpesan agar Ummu Salamah menikah lagi jika ia meninggal.​Selepas wafatnya Abu Salamah, Ummu Salamah membaca doa musibah yang diajarkan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam:​Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma'jurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minha(Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku dalam musibahku ini dan gantikanlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya).​Sempat terlintas dalam hatinya: "Siapakah lelaki yang lebih baik daripada Abu Salamah?" Namun takdir Allah berkehendak lain, setelah masa iddahnya selesai dan lamaran Abu Bakar serta Umar ditolak dengan lembut, Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam sendiri yang datang melamar Ummu Salamah.Pernikahan dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam & Keistimewaan BeliauUmmu Salamah sempat mengajukan tiga alasan/pertimbangan kepada Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam sebelum menikah:​Beliau adalah wanita yang sangat pencemburu.​Beliau sudah berusia tidak muda lagi (tua).Beliau memiliki banyak anak-anak yatim tanggungan.​Nabi SAW menjawab:​Mengenai kecemburuan, Nabi berdoa kepada Allah agar sifat cemburu yang berlebihan itu dihilangkan (sehingga Ummu Salamah dikenal sebagai istri yang tenang dan tidak pernah diriwayatkan berkonflik karena cemburu dengan madu-madunya).​Mengenai usia, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam berkata bahwa usia beliau jauh lebih tua.​Mengenai anak-anak yatim, Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam berjanji akan merawat dan menanggung mereka.Kecerdasan & Peran Strategis Ummu Salamah:​Perjanjian Hudaibiyah: Ketika para sahabat enggan mencukur rambut dan menyembelih kurban karena kecewa dengan isi Perjanjian Hudaibiyah, Ummu Salamah memberikan saran brilian kepada Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam: "Wahai Rasulullah, keluarlah, jangan ajak bicara siapapun, panggil tukang cukur, lalu sembelih kurbanmu." Melihat Nabi melakukannya, para sahabat langsung mengikuti tanpa ragu.​Peristiwa Fathu Makkah: Ummu Salamah pula yang melobi dan mengingatkan Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam agar mau menerima kedatangan sepupu Nabi (Abu Sufyan bin al-Harits) dan saudara iparnya (Abdullah bin Abi Umayyah) yang hendak masuk Islam.Wafatnya Ummu Salamah radhiyallahu 'anha​Ummu Salamah hidup hingga usia lanjut (lebih dari 80 tahun).​Beliau tercatat sebagai istri Nabi Ṣallallāhu ‘Alayhi Wa-sallam yang paling terakhir wafat (meninggal dunia pada tahun 61 Hijriah di masa kekhalifahan Yazid bin Mu'awiyah, tidak lama setelah tragedi wafatnya al-Husain bin Ali).Kesimpulan Buah Kesabaran dan Tawakal:Pengorbanan luar biasa Ummu Salamah dalam mempertahankan keimanan, kesabaran menghadapi perpisahan suami-anak, serta ketawakalannya berbuah pada kemuliaan agung diangkat menjadi Ummul Mukminin.​Kecerdasan Muslimah: Keteladanan Ummu Salamah menunjukkan bahwa seorang istri yang cerdas dapat menjadi penasihat bijak, pemberi solusi di saat krusial, serta teladan kesalehan bagi umat.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ummu Salamah

Ummu Salamah (Hindun binti Abu Umayyah) adalah salah satu Ummul Mukminin (istri Nabi Muhammad SAW) yang dikenal karena keteguhan iman, kesabaran luar biasa, dan kecerdasan strategisnya.*Identitas dan Latar Belakang*• Nama Asli: Hindun binti Abu Umayyah al-Mughirah (dari kabilah Bani Makhzum, Quraisy).• Suami Pertama: Abu Salamah (Abdullah bin Abdul Asad), seorang sahabat utama yang turut serta dalam hijrah.• Pernikahan dengan Nabi: Menikah dengan Rasulullah SAW pada bulan Syawal tahun 4 Hijriah setelah Abu Salamah wafat akibat luka dalam Perang Uhud.Peristiwa Penting dalam Hidupnya*Sebelum Menikah dengan Rasulullah*• Hijrah ke Habasyah dan Madinah:Ummu Salamah bersama suaminya adalah bagian dari kelompok awal yang melakukan hijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan kemudian hijrah ke Madinah. Saat hendak hijrah ke Madinah, ia sempat dicegah oleh keluarganya dan dipisahkan dari putranya (Salamah) oleh kabilah suaminya selama hampir satu tahun penuh sebelum akhirnya bisa berkumpul kembali.• Ujian Kehilangan Suami:Setelah Abu Salamah wafat karena luka Perang Uhud, Ummu Salamah sempat bersedih dan membaca doa yang diajarkan Rasulullah: “Allahumma ajurni fi musibati wa aklifli minha” (Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah bagiku dengan yang lebih baik). Allah menjawab doanya dengan menjadikannya istri Nabi Muhammad SAW.*Dari pernikahannya dengan suami pertamanya, Abu Salamah (Abdullah bin Abdul Asad), Ummu Salamah dikaruniai empat orang anak (dua laki-laki dan dua perempuan). Setelah Abu Salamah wafat dan Ummu Salamah menikah dengan Nabi Muhammad SAW, anak-anak ini tumbuh besar di bawah pengasuhan langsung Rasulullah SAW sebagai anak tiri (rabi'b) beliau.*Saat Menikah Dengan Rasullullah**Menikah dengan Rasulullah SAW pada bulan Syawal tahun 4 Hijriah setelah Abu Salamah wafat akibat luka dalam Perang Uhud.• Kecerdasan di Peristiwa Perjanjian Hudaibiyah (6 H):Saat para sahabat merasa berat hati dan bingung ketika Nabi memerintahkan mereka menyembelih kurban dan mencukur rambut pada Perjanjian Hudaibiyah, Ummu Salamah memberikan saran brilian agar Nabi keluar dan langsung menyembelih kurbannya sendiri tanpa berbicara, yang kemudian diikuti oleh para sahabat.• Peran Keilmuan:Ummu Salamah adalah salah satu periwayat hadis yang sangat produktif, meriwayatkan sekitar 378 hingga 380 hadis dari Rasulullah SAW. Ia juga dikenal kritis dalam bertanya mengenai perkara agama dan kedudukan perempuan.• Akhir Hayat:Beliau wafat pada tahun 61 Hijriah pada masa kekhalifahan Yazid bin Muawiyah dalam usia sekitar 84 atau 90 tahun, dan merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang paling terakhir wafat.Keistimewaan Ummu Salamah​Penasihat Kritis yang Menyelamatkan Umat (Peristiwa Hudaibiyah):Keistimewaan paling monumental terjadi saat Perjanjian Hudaibiyah (6 H). Ketika para sahabat enggan mencukur rambut dan menyembelih kurban karena kecewa dengan isi perjanjian yang dinilai merugikan muslim, Ummu Salamah memberikan saran politis dan psikologis yang brilian kepada Nabi SAW: "Keluarlah ya Rasulullah, jangan bicara dengan siapa pun, lalu sembelihlah untamu dan panggillah tukang cukurmu." Tindakan Nabi ini langsung ditiru oleh seluruh sahabat, mencegah pembangkangan massal dan menyelamatkan umat dari murka Allah.​Cendekiawan dan Ahli Fikih Wanita Terkemuka​Pejuang Hijrah Dua Kali (Dzul Hijratain):Ia termasuk dalam kelompok As-Sabiqunal Awwalun (orang-orang pertama yang masuk Islam). Ia memiliki keistimewaan merasakan beratnya berhijrah sebanyak dua kali demi mempertahankan iman: pertama menyeberangi lautan menuju Habasyah (Ethiopia), dan kedua menuju Madinah.​Istri Terakhir Nabi yang Wafat:Sebagai istri Nabi yang paling panjang umurnya (wafat sekitar tahun 61 Hijriah).Sumber Ceramah ust Firanda Andirja

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya29 Oktober 2026
R
Rohimatul Hanifah

📍 Kota Palu

Materi 28-Kisah Ummu Salamah

Kisah Ummu SalamahIstri-istri Nabi adalah ibunda kaum mukminin. Maka ketika kita mempelajari sirah/perjalanan hidup istri-istri Nabi, seakan-akan mempelajari kisah ibu kita sendiri.Pelajari dengan iman, takwa, kerinduan, kecintaan, maka mempelajarinya adalah ibadah.Ummu Salamah namanya adalah Hind binti Abi Umayyah bin Mughirah, seorang wanita Quraisy dari kabilah yang masyhur, yaitu Kabilah Bani Mahzum. Ayahnya, Abu Umayyah, orang yang dermawan, terkenal dengan sebutan Zad ar-Rakb, yaitu ketika bersafar dengan orang-orang, maka dia yang menanggung seluruh biaya perjalanan termasuk menyediakan makanan.Definisi as-sakhy (orang yang dermawan), yaitu orang yang hartanya suka dia lepaskan (sedekahkan) kepada orang lain dan dia menahan diri dari harta orang lain.Tentunya kedermawanan ayahnya ini menurun kepada anaknya, termasuk Ummu Salamah.Ummu Salamah saudara sepupu Khalid bin Walid bin Mughirah yang dikenal dengan Saifullah (pedang Allah).Ada khilaf tentang tahun kelahiran Ummu Salamah, pendapat yang masyhur yaitu ketika Nabi hijrah ke Madinah, Ummu Salamah berumur 24 tahun.Ummu Salamah dikenal sebagai wanita yang cantik. Di antara sebab Aisyah cemburu yaitu karena kecantikan Ummu Salamah.Ketika Nabi berdakwah di Makkah, Ummu Salamah masuk Islam. Dia pun menikah dengan seorang lelaki yang juga dari Bani Mahzum, Abu Salamah bin Abdil Asad. Ibunya Abu Salamah adalah Barra bin Abdul Muthalib, tantenya Nabi. Maka Abu Salamah adalah saudara sepupu Nabi, juga saudara sepersusuan Nabi shallallahu alaihi wasallam.Ketika Abu dan Ummu Salamah akan berhijrah bersama Salamah, kedua keluarga besar Abu Salamah dan Abu Salamah saling berseteru hingga akhirnya Ummu Salamah dibawa keluarganya, Salamah dibawa keluarga Abu Salamah, dan Abu Salamah sendiri berhijrah ke Madinah terlebih dahulu. Sempat terpisah sekitar satu tahun dan selama itu Ummu Salamah menangis setiap hari, tapi beliau sabar. Akhirnya Allah memberi jalan keluar, keluarganya kasihan dan mengizinkan untuk menyusul Abu Salamah. Begitu pula keluarga Abu Salamah menyerahkan Salamah kepadanya.Abu Salamah ikut Perang Uhud dan terkena panah, akhirnya meninggal setelah dirawat selama kurang lebih satu bulan.Ketika Abu Salamah sakit menjelang meninggal, Abu Salamah mendoakan jika beliau meninggal, Ummu Salamah akan Allah berikan ganti suami yang lebih baik darinya. Saat Abu Salamah meninggal, Ummu Salamah pun berdoa dengan doa yang Nabi ajarkan.اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَاArtinya:"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya."Ketika mengucapkan doa tersebut, dalam hati Ummu Salamah mempertanyakan, ‘Siapa orang yang bisa lebih baik daripada Abu Salamah, suaminya?’Di antara FaedahnyaBetapa para sahabat memperlakukan pasangannya begitu baik, sehingga merasa pasangannya adalah yang terbaik.Kunci kebahagiaan adalah menjaga diri dari kemaksiatan. Semakin kita menjaga diri dari interaksi yang tidak perlu dengan lelaki yang bukan mahram, maka kebahagiaan bersama suami akan semakin kita rasakan (Allah jaga).Begitu masa idah Ummu Salamah habis, Abu Bakar melamar beliau, tapi ditolak dengan kelembutan. Kemudian Umar, ditolak juga. Hingga akhirnya datanglah lamaran Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada beliau.Ummu Salamah sempat tidak percaya diri, kemudian mengajukan tiga uzur:Saya adalah wanita yang sangat pencemburu.Saya sudah tua.Saya punya anak yatim empat orang.Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab:Adapun engkau pencemburu, saya akan berdoa kepada Allah agar Allah menghilangkannya darimu. Allah kabulkan doa Nabi, tidak diriwayatkan ada kisah kecemburuan Ummu Salamah.Adapun engkau sudah tua, saya lebih tua darimu.Adapun anak-anakmu, saya yang akan merawatnya.Akhirnya menikahlah Nabi dengan Ummu Salamah dan jadilah Ummu Salamah sebagai Ummul Mukminin. Allah kabulkan doa Ummu Salamah ketika Abu Salamah meninggal, Allah gantikan suami yang lebih baik kepadanya.Di antara Keutamaan Ummu SalamahWanita yang cerdas.Ketika perjanjian Hudaibiyah, Nabi bersedih ketika para sahabat sempat tidak mengindahkan perintah Nabi untuk membatalkan umrah, potong rambut dan potong hewan. Atas masukan dari Ummu Salamah, Nabi memotong rambut dan menyembelih hewan di hadapan para sahabat, kemudian mereka pun mengikuti Nabi memotong rambut dan menyembelih hewan mereka.Ada dua orang yang suka mengganggu Nabi: Abu Sufyan bin Al-Harits bin Abdul Muthalib (sepupu Nabi) dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah (saudara Ummu Salamah). Ketika Fathu Makkah, mereka ingin minta maaf dan masuk Islam, tapi Nabi enggan berbicara dengan mereka. Ummu Salamah mengingatkan, ‘Ya Rasulullah, jangan sampai saudaramu menjadi orang yang paling sengsara dengan engkau.’ Akhirnya Rasulullah berubah pikiran dan menerima mereka masuk Islam.Istri Nabi yang paling terakhir meninggal.Meninggal tahun 61 Hijriah. Usianya lebih dari 80 tahun (kurang lebih 84 tahun). Beliau meninggal setelah seluruh Khulafaur Rasyidin wafat.Dialah Ummu Salamah Al-Muhajirah atau wanita yang berhijrah. Beliau radhiallahu ta’ala ‘anha berhijrah tiga kali; ke Habasyah dua kali dan hijrah ke Madinah satu kali.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
S

Sri Wahyuni Wadi

📍 Indonesia

Ringkasan Materi 28 - Kisah Ummu Salamah

Kajian Umum oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Mempelajari kisah tentang Istri-istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sa halnya mempelajari ibu kita karena istri-istri beliau dikenal sebagai Ibunda Kaum Muslimin (Ummuhatul Mu'minin). Salah satu istri Rasulullah adalah Hindun Binti Umayyah atau yang biasa disebut Ummu Salamah‎Ummu Salamah memiliki ayah bernama Abu Umayyah yang dikenal sebagai sosok yang Dermawan. Kedermawanan Sang Ayah juga berpengaruh terhadap putrinya Ummu Salamah. Ummu Salamah merupakan istri dari Abu Salamah yang merupakan sepupu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, Suaminya wafat karena luka dalam pertempuran. Setelah masa iddahnya, ia sempat dilamar oleh Abu Bakar dan Umar bin Khattab sebelum akhirnya menerima lamaran dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.‎Ummu Salamah memiliki keistimewaan diantaranya;‎Beliau bersama suami pertamanya (Abu Salamah) termasuk kalangan awal yang berhijrah, baik ke negeri Habasyah maupun ke Madinah‎Salah satu Sahabat wanita yang paling cerdas/ faqih (paham agama) kedua setelah Aisyah radhiyallahu 'anhaWanita yang mengusulkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam agar keluar menyembelih hewan kurban terlebih dahulu setelah Perjanjian Hudaibiyah berhasil, sehingga dapat menggerakkan para sahabat yang sempat bimbang untuk mengikuti langkah beliau‎Istri Nabi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang panjang umur dan paling akhir wafat sekitar 90 tahun‎Wallahu'alam...

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
D

Delonie Regia

📍 Kota Tangerang Selatan

Catatan Kajian - Materi 28: Kisah Ummu Salamah: Ustadz Firanda Andirja

Catatan Kajian Kisah Ummu SalamahUstadz Firanda Andirja hafizhahullahu Latar Belakang:Ummu Salamah memiliki nama asli Hindun binti Abi Umayyah. Beliau berasal dari suku terpandang Quraisy, yaitu Bani Makhzum. Ayahnya dikenal sebagai sosok dermawan yang bergelar Zadur Rakib.Pernikahan dengan Abu Salamah:Beliau menikah dengan Abu Salamah bin Abdil Asad, yang juga merupakan sepupu dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad ﷺ.Hijrah yang Penuh Ujian: Ummu Salamah mengalami ujian berat saat hijrah ke Madinah. Beliau sempat dipisahkan dari suami dan anaknya oleh pihak keluarga, hingga akhirnya beliau berhasil menyusul ke Madinah dengan bantuan Utsman bin Thalhah (yang saat itu masih kafir namun memiliki akhlak yang mulia dalam membantu perjalanan).Menjadi Ummul Mukminin: Setelah Abu Salamah wafat, Ummu Salamah sempat merasa tidak akan ada laki-laki yang lebih baik dari suaminya. Namun, atas doa yang diajarkan Nabi, beliau akhirnya dilamar oleh Rasulullah ﷺ. Beliau sempat merasa tidak percaya diri karena usianya yang sudah matang dan memiliki anak, namun Rasulullah ﷺ menerima beliau dengan penuh kasih sayang.Kecerdasan Ummu Salamah: Beliau dikenal sebagai wanita yang sangat cerdas. Di antaranya adalah ide beliau saat peristiwa Perjanjian Hudaibiyah yang memberikan solusi ketika para sahabat sempat merasa berat hati mengikuti keputusan Nabi, serta nasihat beliau agar Nabi menerima orang-orang yang ingin bertobat saat Fathu Makkah.Wafat: Beliau merupakan istri Nabi yang wafat paling terakhir, yakni pada tahun 61 Hijriah dalam usia sekitar 84 tahun, setelah mendengar kabar wafatnya Al-Husain bin Ali.📝 Sumber:Kajian Kisah Ummu SalamahUstadz Firanda Andirja hafizhahullahu Link kajian di YouTube 👇 https://youtu.be/_gXbbZ39eJw?si=brb2Zp0WEEWOEd0o

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
S

Syifa ratna

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 28

Materi 28Kisah Ummu Salamah - Ustadz Firanda Hafizhahullaahu[ ] Ummu salamah namanya hind bintu abu umayyah ibn mughiroh bin abdillah bin makhzum --> bani makhzum [ ] Ayahnya abu umayyah adl seorang yg terkenal dgn kedermawanannya --> gelarnya zaadur raq (kalau safar dgn org2, dia yg menanggung seluruh pjalanan) --> gelar azwadur raqb (bekal pjalanan) adl al aswad bin muthalib, musafir bin abi amr, abu umayyah bin abdillah, zam'ah bin aswad [ ] Dermawan / as-sakhi --> suka menyedekahkan harta kpd org lain dan menahan diri thd harta org lain[ ] 2 suku yg terkenal dlm suku quraisy --> bani hasyim dan bani makhzum (abu jahl, khalid bin walid) [ ] 1 kakek dgn khalid bin walid ibn mughiroh --> sepupunya khalid[ ] Ummu salamah terkenal dgn kecantikannya --> menikah dgn faris quraisy (jagoan berkudanya quraisy) yaitu abu salamah bin abdil asad (bani makhzum) anak dr tantenya rasul yaitu barroh --> sepupu rasulullah (saudara sepersusuan dgn rasulullah dan hamzah)[ ] Hijrah 3 x (habasyah - habasyah - madinah)[ ] Hijrah 1 --> 12 laki2, 16 wanita[ ]

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
S

Siska wati Berutu

📍 Kota Medan

Kisah Ummu Salamah

Catatan KajianKisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhaUstadz Firanda AndirjaIstri-istri Nabi ﷺ adalah ibunda kaum mukminin.Mempelajari sirah merupakan ibadah.Ummu Salamah adalah Hind bintu Abi Umayyah. Ayahnya, Abu Umayyah, adalah seorang yang terkenal karena kedermawanannya.Ummu Salamah berasal dari suku Quraisy yang terkenal, yaitu Bani Makhzum.Ummu Salamah lahir sekitar 23–24 tahun sebelum hijrah Nabi ﷺ. Ada pula pendapat yang menyebutkan sekitar 29 tahun sebelum hijrah.Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Ummu Salamah menikah dengan Abu Salamah bin Abdil Asad, yang juga berasal dari Bani Makhzum.Abu Salamah adalah sepupu Nabi ﷺ sekaligus saudara sesusuan Rasulullah ﷺ.Dari pernikahan mereka, Ummu Salamah dan Abu Salamah dikaruniai empat orang anak, yaitu:SalamahUmarZainabSeorang anak lainnyaAbu Salamah mengikuti Perang Badar, kemudian Perang Uhud. Dalam Perang Uhud, beliau terkena panah di lengan atas. Setelah itu, beliau dirawat oleh Ummu Salamah.Abu Salamah kemudian kembali mengikuti peperangan hingga akhirnya meninggal dunia.Nasihat dan Pelajaran dari Kisah Ummu Salamaha. Menjaga diri dari laki-laki lainDi antara kunci kebahagiaan bagi seorang wanita adalah menjaga diri dan tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain selain suaminya.b. Kemaksiatan dapat menghilangkan kebahagiaan hatiSemakin seseorang bermaksiat kepada Allah, semakin tercabut kebahagiaan dari dalam hatinya.c. Tidak disebutkan adanya perselisihan dengan istri Rasulullah yang lain.Lamaran Setelah Wafatnya Abu SalamahSetelah masa iddah Ummu Salamah selesai, Abu Bakar datang untuk melamarnya, tetapi Ummu Salamah menolak.Kemudian Umar datang untuk melamarnya, tetapi Ummu Salamah juga menolak.Akhirnya, Rasulullah ﷺ datang melamar Ummu Salamah.Keutamaan Ummu SalamahUmmu Salamah adalah seorang wanita yang cerdas.Beliau berumur lebih dari 84 tahun.Beliau merupakan istri Nabi ﷺ yang terakhir meninggal dunia.Beliau meninggal pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah, pada tahun 61 Hijriah.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
A
Agustina dyah Aminingsih

📍 Kabupaten Karanganyar

Materi 28 Kisah Ummu Salamah

Ustadz Firanda AndirjaSalah satu sosok mulia dari para ummahatul mukminin Istri2 Nabi yang kita tau istri2 Nabi adalah ibunda nya kaum mukminin,mempelajari siroh mereka adalah sebuah ibadah.nama ummu salamah adalah Hind binti abi ummayah,ayah nya adalah seseorang yg terkenal dermawan.ummu salamah lahir 23 atau 24 sebelum hijrah Nabi SAW,ummu salamah dikenal sebagai sosok wanita yg sangat cantik.beliau menikah dengan seorang laki2 bernama abu salamah,mereka berdua berhijrah ke negeri habasyah sebanyak 2 kali,sampai ummu salamah ini mendapat julukan al muhajiroh karena sering menemani suami nya ber hijrah.Ummu salamah ditinggal suami nya meninggal lalu menikah dengan Rasulullah, selisih usia ummu salamah dengan Rasulullah adalah 29tahun,sebenarnya ummu salamah tdk ingin menikah lg sepeninggal suaminya, krn begitu sayang nya kepada suaminya,sampai ummu salamah hanya tau laki2 paling baik adalah suami nya yaitu abu salamah.kunci kebahagiaan bagi seorang wanita adalah tatkala seorang wanita tdk mengenal sosok laki2 lain,selain suaminya. Saat dilamar Rasulullah ummu salamah berkata bahwa dia adalah seorang yg sangat pencemburu,sudah tua,dan mempunyai anak.Ummu salamah mencapai usia yang panjang lebih dari 80tahun atau sekitar 84tahun.dan beliau wafat pada tahun 61 hijriyah di zaman yazid bin muawiyah tidak lama setelah kabar syahid nya al husain bin Ali karbala.beliau adalah istri Nabi yg paling terakhir meninggal dunia.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
D

Dini Nurfaizah

📍 Kabupaten Kepulauan Mentawai

#28 Kisah Ummu Salamah

#28 Kisah Ummu Salamah Ust Dr. Firanda Andirja, M.ANama aslinya Hind binti UmayyahAyahnya terkenal dermawan (hartanya untuk orang lain, dan dengan harta orang lain dia menahan diri). Sepupu dengan Khalid ibnu Walid.Ummu Salamah lahir 24 sebelum hirah.Sebelumnbya menikah dengan orang berkuda yang hebat di kaumnya, yaitu Abu Salamah sepupu Rasullah, dan ibu sepersusuan Nabi Muhammad.Saat Hijrah pertama, ke Habasyah, Ummu Salamah dan suaminya termasuk ke dalam rombongan kecil hijrah tersebut.Selanjutnya mereka kembali dan kembali berhijrah. Hal inilah asal usul sebutan Al-Muhajiroh, wanita yang sering hijrah. Ummu Salamah dan Abu Salamah punya 4 anak. Abu Salamah terkena panah di perang Uhud kemudian meninggal setelah diberi perawatan.Setelah suaminya meninggal, Abu Bakar dan Umar datang untuk melamar namun ditolk, selanjutnya Nabi Muhammad maju untuk melamar.Namun, Ummu Salamah mengajukan 3 udzur. Pertama, Ummu Salamah adalah pencemburu, kedua dia sudah tua, dan ketiga mempunyai 4 anak. Rasulullah menjawab, pertama Rasul berdoa kepada Allah agar dihilangkanr as cemburu, kedua, Rasul menjawab bahwa Rasul lebih tua, ketiga, Rasul akan menjaga anak2nya.Keutamaan Ummu Salamah:Ummu Salamah adalah wanita yang cerdas.IStri nabi yang paling terakhir meninggal, mencapai 84 tahun.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →
👩‍👧 Wanita dan Anak #jejakcahaya28 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Kisah Ummu Salamah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Ummu Salamah memiliki nama asli Hindun binti Abi Umayyah. Beliau berasal dari klan Makhzum (suku Quraisy), sebuah keluarga bangsawan yang terkenal dengan kedermawanannya. Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, beliau adalah istri dari Abu Salamah. Keduanya termasuk dalam golongan Al-Awwalun al-Awwalun (orang-orang pertama yang masuk Islam) dan merasakan beratnya siksaan di Makkah, hingga harus berhijrah dua kali (ke Habasyah/Etiopia dan kemudian ke Madinah). Setelah Abu Salamah wafat akibat luka perang Uhud, Rasulullah SAW menikahi beliau.Keteladanan dan Kecerdasan1. Kedalaman Analisis dalam Peristiwa HudaibiyahKonteks Sejarah: Pada tahun ke-6 Hijriah, Rasulullah dan sekitar 1.400 sahabat berangkat ke Makkah untuk umrah, namun dihadang di Hudaibiyah. Terjadilah Perjanjian Hudaibiyah yang klausulnya secara sekilas sangat merugikan umat Islam (salah satunya harus menunda umrah ke tahun depan).Kebuntuan Psikologis: Sahabat merasa sangat kecewa dan sedih. Ketika Nabi memerintahkan mereka untuk menyembelih hewan kurban (hadyu) dan mencukur rambut (tahallul) di tempat tersebut, para sahabat terdiam dan tidak segera bergerak karena syok, bahkan setelah Nabi mengulanginya tiga kali.Solusi Genius Ummu Salamah: Ummu Salamah yang mendampingi Nabi memahami bahwa para sahabat bukan berniat membangkang, melainkan sedang dalam kondisi psikologis yang terguncang. Saran beliau didasarkan pada psikologi massa yang kuat: "Tindakan nyata lebih persuasif daripada kata-kata dalam situasi krisis." Ketika Rasulullah keluar dan langsung mencukur rambut tanpa berkata-kata, para sahabat langsung tersadar, berebut mencukur rambut, dan menyembelih kurban mereka.2. Peran sebagai Penasihat yang ObjektifSifat Lapang Dada: Kerabat yang dimaksud dalam teks kemungkinan besar merujuk pada Abu Sufyan bin al-Harits (saudara sepupu Nabi) dan Abdullah bin Abi Umayyah (saudara kandung Ummu Salamah sendiri). Mereka dahulu sangat keras memusuhi Islam. Saat Pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah), mereka datang untuk bertobat, namun Nabi sempat enggan menemui mereka.Diplomasi Bijak: Ummu Salamah meyakinkan Rasulullah dengan berkata bahwa kerabat beliau tidak boleh menjadi orang yang paling malang di hadapan beliau. Diplomasi yang lembut ini melunakkan hati Nabi hingga akhirnya menerima pertobatan mereka.Pengembangan Materi 5: Pelajaran Penting untuk Keluarga1. Menjaga Kehormatan dan Batasan Interaksi (Iffah)Konteks Modern: Ayat tentang hijab dan batasan interaksi (khithab) bagi para istri Nabi menjadi standar kemuliaan tertinggi. Di era digital saat ini, prinsip Menjaga Hati yang disebutkan di teks sangat relevan. Batasan dalam chatting atau Direct Message (DM) dengan lawan jenis yang bukan mahram bukan bentuk kekangan, melainkan perisai untuk menjaga keintiman, kepercayaan (trust), dan keberkahan dalam ruang domestik (rumah tangga).2. Diskusi dan Keterbukaan (Syura dalam Rumah Tangga)Rumah Tangga sebagai 'Safe Space': Kisah Hudaibiyah membuktikan bahwa Rasulullah SAW tidak memandang remeh pemikiran perempuan. Beliau menjadikan istrinya sebagai rekan diskusi (partner) yang setara dalam memecahkan masalah umat yang sangat besar.Komunikasi Dua Arah: Pelajaran penting bagi suami modern adalah tidak gengsi atau ragu untuk berbagi keluh kesah serta meminta saran dari istri. Sebaliknya, istri harus memosisikan diri sebagai tempat bernaung yang menenangkan ketika suami menghadapi tekanan dari luar. Wawasan Intelektual Ummu SalamahSalah Satu Ummul Mukminin Paling Cerdas: Ummu Salamah adalah salah satu istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis (sekitar 378 hadis). Beliau memiliki ingatan yang sangat kuat dan pemahaman fikih yang mendalam.Rujukan Para Sahabat: Setelah Rasulullah SAW wafat, rumah Ummu Salamah menjadi pusat ilmu. Banyak sahabat senior dan tabi'in datang kepadanya untuk bertanya tentang hukum Islam, terutama yang berkaitan dengan fikih wanita, urusan rumah tangga Nabi, dan ibadah.

💬 0 komentar📅 28 Okt 2026Baca selengkapnya →