๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
A

Ayyunursafitri

๐Ÿ“ Kabupaten Wajo

BAB TUJUH - Hidup di antara orang yang menyebalkan

9. โ€œKurang kerjaanโ€ membuka celah untuk niat jahat.10. Instruct and endure. Tugas kita adalah membangun orang lain, atau menanggung/menolerir mereka.11. Kemarahan sama dengan gila sementara.12. Kejujuran adalah bagian dari selaras dengan Alam. Ketidakjujuran membawa kerugian di saat ini juga.13. Terkadang, memang ada orang-orang yang layak dihindari dalam hidup.14. Waktu adalah harta yang terus-menerus berkurang, jangan dihamburkan kepada orang-orang yang tidak membuat hidup kita lebih baik.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 27 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & wings 3 - Proses pembelajaran terbaik terjadiuji coba

Anak-anak perlu didorong secara halus untuk mengambil risiko dan belajar bahwa tidak akan ada bencana yang akan menimpa mereka. Memiliki orangtua yang terlalu melindungi merupakan faktor risiko bagi timbulnya gangguan kegelisahan, karena anak-anak tidak diberi kesempatan untuk menguasai rasa malu yang merupakan sifat bawaan dan menjadi lebih nyaman di dunia.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 27 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

KESULITAN ORANG TUA DAPAT MENIMBULKAN KONFLIK

Park Yoon-Mi, Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak 1. Kebiasaan Mengelola EmosiOrang tua yang terbiasa menekan emosi mungkin sulit menerima emosi anak. Pengalaman masa kecil yang penuh kritik atau penolakan dapat membuat orang tua menganggap ekspresi emosi sebagai kelemahan. Padahal, mengungkapkan perasaan secara sehat penting untuk membangun keluarga yang bahagia.2\. Anak Belajar Menolak EmosinyaUcapan seperti โ€œJangan menangis, begitu saja kok menangisโ€ membuat anak menganggap emosinya salah. Akibatnya, anak kesulitan mengenali, menerima, dan mengelola perasaannya.3. Terbebani Emosi SendiriAmarah dan kecemasan yang berlebihan membuat orang tua sulit memahami kebutuhan anak. Mereka bisa kehilangan arah atau melakukan intervensi secara berlebihan.4. Mengenali Emosi DiriOrang tua yang kesulitan menghadapi emosi negatif akan sulit mendampingi anak saat stres. Dengan mengenali dan mengelola emosi sendiri, orang tua dapat mengendalikan respons serta memahami dampaknya terhadap anak.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 27 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 22: Kedudukan Wanita dalam IslamInti pembahasan bab ini adalah bahwa Islam memuliakan wanita, menjaga kehormatan dan hak-haknya, serta mengatur hubungan laki-laki dan perempuan berdasarkan syariat Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala.Islam Memuliakan Wanita* Wanita memiliki kehormatan dan kedudukan yang mulia dalam Islam.* Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh iman, ketakwaan, dan amal salehnya.* Wanita berhak mendapatkan perlindungan, penghormatan, perlakuan yang baik, serta hak-hak yang telah ditetapkan syariat.* Wanita memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, termasuk sebagai istri, ibu, dan pendidik generasi.Kedudukan Wanita dalam Berbagai Peran* Sebagai anak perempuan: wajib diperlakukan dengan kasih sayang, dididik dengan baik, dan dijaga kehormatannya.* Sebagai istri: memiliki hak yang wajib dipenuhi suami, seperti nafkah, perlakuan yang baik, dan perlindungan.* Sebagai ibu: memiliki kedudukan yang sangat mulia dan berhak mendapatkan penghormatan serta bakti dari anak-anaknya.* Sebagai saudara perempuan: tetap memiliki hak untuk dihormati, dijaga, dan diperlakukan dengan baik.Menjaga Kehormatan dan Martabat Wanita* Islam melarang perbuatan yang merendahkan martabat wanita serta segala bentuk kezaliman terhadapnya.* Laki-laki dan perempuan diperintahkan menjaga kehormatan diri dan menjauhi perbuatan yang diharamkan.* Hubungan antara laki-laki dan perempuan harus mengikuti batasan syariat, bukan sekadar keinginan atau hawa nafsu.* Wanita hendaknya menjaga kehormatan, kesucian diri, dan ketaatan kepada Allah.Poligami dalam IslamPoligami merupakan salah satu pembahasan dalam bab ini. Islam membolehkannya dengan ketentuan dan tanggung jawab yang tidak ringan.* Hukumnya dibatasi: seorang laki-laki diperbolehkan menikahi maksimal empat wanita dalam waktu bersamaan.* Wajib berlaku adil: suami harus memperhatikan hak-hak istri, terutama dalam nafkah, tempat tinggal, dan pembagian giliran.* Tidak boleh menzalimi istri: poligami bukan alasan untuk mengabaikan hak atau menyakiti istri.* Memiliki tanggung jawab besar: seorang suami harus mempertimbangkan kemampuan dan kesanggupannya memenuhi kewajiban keluarga.* Keadilan adalah syarat penting: apabila dikhawatirkan tidak mampu berlaku adil, maka cukup menikahi seorang wanita.Hikmah dan Tanggung Jawab dalam PoligamiPembahasan mengenai poligami menekankan bahwa kebolehan tersebut bukanlah pembenaran untuk mengikuti hawa nafsu. Pelaksanaannya harus memperhatikan kemaslahatan dan ketentuan syariat.* Menjaga kehormatan dan menghindari hubungan yang diharamkan.* Memenuhi tanggung jawab pernikahan secara benar.* Menjaga hak-hak setiap istri dan anak.* Menghindari kezaliman, perselisihan, dan pengabaian tanggung jawab keluarga.KesimpulanIslam memuliakan wanita dan menetapkan hak serta kewajiban yang harus dijaga. Kemuliaan wanita perlu diwujudkan melalui penghormatan, perlindungan, pendidikan, dan pemenuhan hak-haknya. Dalam persoalan rumah tangga, termasuk poligami, setiap ketentuan harus dijalankan dengan menaati syariat, menjaga keadilan, dan menghindari kezaliman.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 27 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Larangan Berlebih-lebihan dalam Mahar

Larangan Berlebih-lebihan dalam MaharKetahuilah, wahai wali, bahwa di antara faktor tersebarnya al-'Anusah (perawan tua) dan berpalingnya pemuda dari menikah, ialah apa yang mereka temui berupa sikap menyulitkan dari sebagian ayah gadis dan berlebih-lebihan dalam mahar. Rintangan ini seharusnya dile-takkan di puncak rintangan yang berdiri di hadapan pemuda kaum Mus-limin dan yang membuat mereka mundur ke belakang Setiap kali salah seorang dari mereka berpikir untuk melangkahkan langkah pertamanya menuju pernikahan dan membina keluarga yang Islami, maka Anda lihat pemuda itu ditanya pertama kalinya tentang apa yang telah di-simpannya dan apa yang disiapkannya untuk biaya pernikahan berupa mahar, hadiah pengantin yang selaras dengan pengantinnya dan ke-luarganya selanjutnya baju pengantin untuk wanita yang dipinang-dan mungkin untuk sebagian saudara wanitanya. Lantas di mana pesta pernikahan akan diselenggarakan, dan apa yang menjadi konsekwensi-nya berupa biaya-biaya untuk kedua pengantin. Lalu hadiah pengantin dalam berbagai momentum keagamaan dan kebangsaan, hari ibu, hari bapak, hari keluarga, hari guru, hari petani, hari revolusi, hari pengang-katan raja dan kejatuhannya, hari ulang tahun pengantin, hari ulang ta-hun ibu pengantin, saudara perempuan pengantin, bibi pengantin, dan semua orang mati yang memiliki hubungan dengan pengantin.*Apakah mahar itu hak wanita atau hak walinya?Jawab: Mahar itu hak murni seorang wanita. Allah berfirmanูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุจู’ุชูู…ู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุซูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู‚ูู†ุทูŽุงุฑู‹ุง"Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mere-ka harta yang banyak" (An-Nisa: 20)Ibnu Hazm dalam al-Muhalla berkata: 75 "Tidak halal bagi ayah gadis, baik masih kecil maupun sudah dewasa, atau janda, dan tidak ha lal pula bagi selainnya, yaitu semua kerabat atau orang lain, memutus-kan sedikit pun mengenai mahar anaknya atau kerabatnya. Tidak halal seorang pun dari orang-orang yang telah kami sebutkan menghibah-kannya, walau sedikit darinya, demikian pula suami, baik ia telah men-ceraikan atau masih mempertahankannya. Jika mereka melakukan sedikit pun dari hal itu, maka ini tidak sah, batil, tertolak selama-lamanya. Tapi, si wanita berhak menghibahkan mahar atau sebagiannya kepada siapa yang dikehendakinya. Ayah atau suami tidak berhak menghalanginya."MAHKOTA PENGANTIN Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 27 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

RSMTPUHD | Yazin bin Abdul Qadir Jawas

DEFINISI AL-QARDH (PINJAMAN)Dalam Bahasa ArabAl-Qardh (pinjaman) dalam bahasa Arab bermakna al-qathโ€™u (memotong). Kemudian kata itu digunakan sebagai bahasa kiasan dalam keseharian yang berarti pinjam-meminjam antar sesama manusia.Menurut Istilah Syari'atAl-Qardh (pinjaman) berarti : menyerahkan uang (harta) kepada seseorang yang memerlukannya dan si peminjam harus mengembalikan lagi harta itu kepada pemiliknya.Dalam pandangan Islam, pinjaman terbagi menjadi dua:1. Pinjaman yang baik (qardh hasan)Pinjaman yang baik : apa yang diserahkan oleh seseorang yang memiliki harta kepada orang yang membutuhkan dan orang yang menerimanya akan mengembalikan gantinya pada suatu saat nanti tanpa persyaratan tambahan apapun.Contoh pinjaman yang baik โ—พ Pinjaman seorang hamba untuk Rabb-nyaYaitu apa yang diberikan seorang muslim untuk membantu saudaranya tanpa mengharap kembalinya barang tsb karena semata-mata untuk mengharapkan balasan di akhirat nanti.Pinjaman yang baik ini mencakup infaq untuk jihad, anak-anak yatim, para janda, orang-orang lemah, dan orang-orang miskin.Allah berfirman (yang artinya):โ€œBarangsiapa yang meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNya lah kamu dikembalikan.โ€ (Al-Baqarah : 245)โ—พ Pinjaman seorang muslim untuk saudaranyaPinjaman yang diperbolehkan adalah sesuatu yang engkau serahkan untuk mendapatkan gantinya, baik barang yang dijadikan ganti itu sama (serupa) ataupun sekedar sama dalam nilainya, kecuali hamba sahaya wanita (ia tidak bisa dipinjamkan).2. Pinjaman berbunga (qardh ribawi)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 27 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka1 November 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why - Perbedaan antara kita dan manusia gua

Manusia memiliki kemampuan untuk mempercayai sesuatu yang tidak selalu bisa dilihat atau dibuktikan secara langsung. Dalam konteks gagasan Start with Why, hal ini berkaitan dengan kemampuan manusia untuk memiliki keyakinan, tujuan, dan nilai yang sama, lalu bekerja sama karena meyakini sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan dirinya sendiri. Kita tidak hanya merespons apa yang ada di depan mata, tetapi juga alasan dan makna di baliknya.Insight: Salah satu kekuatan terbesar manusia bukan sekadar kemampuannya melakukan sesuatu, melainkan kemampuannya menyatukan tindakan melalui keyakinan bersama. Ketika orang-orang percaya pada alasan yang sama, mereka bisa bekerja sama bahkan tanpa harus terus-menerus diperintah atau dijanjikan imbalan. Inilah mengapa memahami WHY menjadi penting: keyakinan yang sama dapat menjadi fondasi kepercayaan dan kerja sama.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka27 Oktober 2026
F

Firdha Ayu

๐Ÿ“ Kota Makassar

mengantarkan anak menuju kemandirian hidup saudara dini

semua orang yang telah merasakan menjadi orang tua akan sepakat bahwa memiliki anak saat mereka berusia kecil akan menambah pekerjaan yang menyita waktu menguras tenaga bahkan keadaan mengaduk emosi dan menguji kesabaran titik terutama saat mereka masih banyak membutuhkan bantuan kita saat menjalani situasi yang penuh kerepotan itu mungkin hampir semua orang tua berpikir dan berharap bahwa kelak suatu saat anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tidak akan merepotkan lagi bahkan justru kelak akan memberikan bantuan dalam kehidupan kita. namun ternyata tidak semua harapan orang tua itu dapat terwujud bahkan ada orang tua yang masih terus merasa kerepotan meskipun anak-anak mereka telah tumbuh dewasa sejalan dengan meningkatnya usia anak-anak ternyata kompleksitas permasalahan yang ditimbulkan juga semakin meningkat. maka tentu kerapatan yang ditimbulkan dari anak-anak yang belum bisa mandiri tidak hanya bersifat fisik tetapi juga non fisikadalah sebuah kerugian jika kerepotan itu ternyata masih juga kita rasakan sepeninggal hidup kita di dunia titik bukan tambahan pahala jariyah yang mengalir saat kita telah tiada tetapi beban justru bertambah saat pertanggungjawaban di akhirat kelak karena perilaku anak-anak naudzubillah tentunya kita tidak mengharapkan hal itu terjadi kita sangat berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri segera mungkin bahkan Kita berharap bisa merasakan kebahagiaan atas bakti mereka kepada kita di dunia dan juga akhirat.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Bab kesepuluh: tentang haid dan nifas

Kelima: Yang Diwajibkan oleh Haid: 1. Mewajibkan mandi: Berdasarkan sabda Rasulullah: "Tinggalkanlah shalat sejumlah hari yang biasa kamu haid, kemudian mandilah dan shalatlah." 2. Baligh: Berdasarkan sabda Rasulullah: "Allah tidak menerima shalat wanita haid kecuali dengan kerudung." Beliau mewajibkan penutup dengan terjadinya haid, ini menunjukkan bahwa taklif telah terjadi dengannya, dan itu hanya terjadi dengan baligh. 3. Iddah dengannya: Iddah berakhir bagi wanita yang ditalak dan semisalnya dengan haid bagi yang biasa haid, berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 228: "Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'." Artinya: tiga kali haid.4. Hukum bersihnya rahim dalam iddah dengan haid. Peringatan: Jika wanita haid atau nifas suci sebelum matahari tenggelam, maka wajib baginya shalat Zhuhur dan Ashar pada hari itu. Siapa yang suci dari keduanya sebelum terbit fajar, wajib baginya shalat Maghrib dan Isya pada malam itu, karena waktu shalat kedua adalah waktu untuk shalat pertama dalam keadaan uzur. Ini pendapat jumhur: Malik, Syafi'i, dan Ahmad. Masalah Keenam: Minimal dan Maksimal Nifas: Tidak ada batas minimal nifas karena tidak ada pembatasan tentangnya, maka dikembalikan kepada kenyataan, dan telah ada yang sedikit dan banyak. Maksimalnya empat puluh hari. At-Tirmidzi berkata: Para ulama dari kalangan sahabat Nabi dan setelah mereka sepakat bahwa wanita nifas meninggalkan shalat empat puluh hari kecuali jika melihat kesucian sebelum itu, maka mandi dan shalat, berdasarkan hadits Ummu Salamah: "Wanita nifas pada masa Nabi biasa tinggal empat puluh hari." Masalah Ketujuh: Tentang Darah Istihadhah: Istihadhah: mengalirnya darah bukan pada waktunya karena pendarahan, dari urat yang disebut al-'adzil. Darah istihadhah berbeda dengan darah haid dalam hukum dan sifatnya. Ia adalah urat yang pecah dalam rahim, baik pada waktu haid atau selainnya. Darah ini tidak menghalangi shalat, puasa, atau jimak karena wanita yang mengalaminya dalam hukum orang yang suci. Dalilnya hadits Fatimah binti Abi Hubaysy: "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku istihadhah, tidak suci, apakah aku tinggalkan shalat?" Beliau menjawab: "Tidak, sesungguhnya itu urat dan bukan haid. Jika datang haid maka tinggalkanlah shalat, jika pergi maka cucilah darah darimu dan shalatlah." Wajib baginya mandi pada akhir haid yang dianggap. Ketika istihadhah, dia mencuci kemaluannya dan memasukkan kapas dan semisalnya di lubang yang mencegah keluarnya, dan mengikatnya dengan sesuatu yang menahannya agar tidak jatuh. Pembalut kesehatan pada masa ini sudah cukup menggantikannya. Kemudian berwudhu pada masuk waktu setiap shalat. Wanita mustahidhah memiliki tiga keadaan: Keadaan Pertama: Memiliki kebiasaan yang dikenal, yaitu masa haidnya sudah diketahui sebelum istihadhah. Wanita ini duduk sesuai kebiasaannya, meninggalkan shalat dan puasa, dan dianggap haid. Jika kebiasaannya berakhir, mandi dan shalat, dan darah yang keluar dianggap darah istihadhah, berdasarkan sabda Rasulullah kepada Ummu Habibah: "Tinggallah sejumlah hari yang biasa haidmu menahanmu, kemudian mandi dan shalat." Keadaan Kedua: Jika tidak memiliki kebiasaan yang dikenal, tetapi darahnya berbeda-beda, sebagiannya memiliki sifat haid yaitu hitam atau kental atau berbau, sisanya memiliki sifat istihadhah yaitu darah merah tidak berbau. Dalam keadaan ini dia kembali kepada pembedaan, berdasarkan sabda Rasulullah kepada Fatimah binti Abi Hubaysy: "Jika darah haid maka sesungguhnya ia hitam yang dikenal, maka berhentilah dari shalat. Jika yang lain maka berwudhulah dan shalatlah karena sesungguhnya itu hanyalah urat." Keadaan Ketiga: Jika tidak memiliki kebiasaan dan tidak ada sifat yang membedakan haid dari selainnya, maka wanita ini duduk menurut umumnya haid yaitu enam atau tujuh hari karena ini kebiasaan umumnya wanita. Darah setelah hari-hari ini adalah darah istihadhah yang dicuci, kemudian shalat dan puasa, berdasarkan sabda Rasulullah kepada Hamnah binti Jahsy: "Sesungguhnya itu hanyalah tendangan setan, maka berhaidlah enam atau tujuh hari kemudian mandi. Jika telah bersih maka shalat dan puasalah, sesungguhnya itu cukup bagimu." Makna "tendangan setan" yaitu dorongan, artinya setan yang menggerakkan darah ini.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Khilaf Ulama tentang Usia Khadijah saat Menikah dengan Nabi Muhammad Bagian 2

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบKhilaf Ulama tentang Usia Khadijah saat Menikah dengan Nabi Muhammad Bagian 2Setelah menikah dengan Khadijah, Rasulullah ๏ทบ menjalani kehidupan yang luar biasa dan penuh dengan kebahagiaan. Bagaimana tidak, sementara beliau ๏ทบ didampingi oleh seorang kekasih yang salihah, pengasih, cerdas, nan jelita?! Sekedar kecantikan, kekayaan, dan keindahan tubuh dari seorang wanita tidaklah akan mendatangkan kebahagiaan, kecuali jika ia dibarengi dengan kesalehannya. Ia mungkin saja mendatangkan kelezatan yang fana, namun jauh dari kata kebahagiaan hakiki. Khadijah adalah wanita yang sangat mencintai Nabi ๏ทบ. Beliau rela mengorbankan apa pun demi membela dan mendukung Muhammad ๏ทบ. Dari sini para ulama menyimpulkan akan urgensi kerja sama antara seorang yang berilmu dan seorang yang berharta dalam berdakwah. Karenanya Rasulullah ๏ทบ bersabda,โ€œTidak boleh hasad kecuali kepada dua orang. Pertama, orang yang Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ anugerahkan padanya harta, lalu ia menginfakkannya pada jalan kebaikan. Kedua, orang yang Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ beri ilmu (Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah), lalu ia mengamalkan dan mengajarkannya.โ€Dakwah sulit berjalan jika hanya mengandalkan ilmu tanpa disokong dari sisi dana. Dan sebaliknya, dakwah hanya dengan dana tanpa bimbingan seorang yang berilmu pun juga akan merusak. Inilah salah satu hikmah pernikahan antara Nabi ๏ทบ dengan Khadijah, seorang wanita saudagar yang di kemudian hari mendukung dakwah Nabi ๏ทบ secara totalitas. Selain Khadijah I, Abu Bakar juga termasuk saudagar kaya raya yang ikut serta mendukung dakwah Nabi ๏ทบ. Kita semua tahu kisah ketika Bilal disiksa oleh tuannya, Umayyah bin Khalaf, Abu Bakar pun langsung membelinya dan membebaskannya karena Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡, karena saat itu Nabi ๏ทบ tidak memiliki kemampuan finansial untuk memerdekakan Bilal. Dan membeli dan memerdekakan budak hanyalah bisa dilakukan oleh para saudagar.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Perusak kedua: menyalahkan anak

Dr. Mustofa Abu Saโ€™d pernah mengatakan dalam seminarnya: โ€œDari seratus kesalahan anak, hanya satu saja yang benar-benar kesalahan.โ€Kalimat ini benar sebab anak kecil itu belum paham mana yang benar dan mana yang salah. Mereka juga belum pandai mengontrol diri.Menyalahkan adalah sebuah tindakan yang berupa isyarat maupun perkataan, fokus untuk mengomentari kesalahan seseorang, kemudian mengikutinya dengan sebuah arahan tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan.Dalam buku yang berjudul โ€œEfek Perlakuan Orang Tua Pada Pembentukan Mental Anakโ€, penulis berkata, โ€œMerendahkan anak atas setiap perbuatan yang dilakukan akan melahirkan benih-benih pembangkangan dan mudah menyalahkan diri sendiri. Begitu juga akan menumbuhkan sifat penakut, membatasi diri, sehingga terasa anak ini suka bimbang dan tidak berani mengambil keputusan.โ€Cara merubah sikap menyalahkan:Komentarilah perbuatan jangan orangnyaBerikan solusiFokus pada sisi baik anakBelajar kritik positif yang menghormati.Buku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammadu

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
D
Daramatasia

๐Ÿ“ Kota Depok

Jaidah penting dalam berdoโ€™a dan berdzikir

โœ…Yang wajib dipilih serta dilaksanakan oleh seorang hamba adalah semua doโ€™a dan dzikir Rasulullah ุตู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‡ ูˆุณู„ู… yg sahih,karna didalamnya ada tujuan mulia dan permohonan tinggi.Didalamnya terdapat tauhid yg ikhlas,ibadah yg disyariatkan,dan kecitaan yg benar kepada Allah dab RasulNyaโœ…Doโ€™a wajib kita panjatkan hanya kepada Allah ุนุฑูˆุฌู„

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
A
Ayu Novita

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Empati pada anak

Waktu yang tepat untuk berempati adalah ketika seorang anak ingin Anda tahu apa yang dia rasakan. Merefleksikan perasaan positif ini tidak selalu sulit. Emosi negatifnyalah yang membutuhkan keterampilan kita. Pada saat itulah kita harus mengatasi godaan lama untuk mengabaikan, menyangkal, menasehati dll. Salah satu ayah mengatakan bahwa yang membantunya untuk menjadi lebih sensitif atas kebutuhan emosional anaknya adalah ketika dia mulai menyamakan perasaan tidak senang dan terluka anaknya dengan luka fisik.Entah mengapa penggambaran sebuah luka atau goresan membantu dia menyadari bahwa anaknya membutuhkan perhatian yang cepat dan serius ketika hatinya terluka, seperti ketika dia membutuhkannya saat lututnya terluka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
P
Puji

๐Ÿ“ Purwakarta

Temukan kesenangan kecil

Temukan kesenangan kecil Sumber ^^don't sweat the small stuff with your family^^Hal terbaik dalam hidup meskipun tidak selalu gratis biasanya sangat sederhana dan hampir selalu gratis. Menemukan kesenangan kecil adalah cara menakjubkan untuk menambah kegembiraan dan ketentraman dalam hidup anda. Kesenangan kecil bisa berubah mengaduk-aduk toko buku atau minum kopi sendiri yang di kedai kopi atau membaca atau berguling-guling terus sama putra-putri kita dan jogging di taman dekat rumah ada beberapa hal yang dapat membawa kebahagiaan besar bagi kita. Dan kita harus yakin bahwa semakin banyaknya hidup kita kita semakin bisa menjaga perspektif diri mempertahankan keadaan yang relatif tenang dan menghindari pola "memusingkan hal-hal kecil". Kita perlu meluangkan waktu untuk memikirkan sedikitnya satu kesenangan kecil yang bisa kita nikmati entah itu beberapa menit membaca dengan tenang ikut kursus tanpa alasanku khusus kecuali hanya ingin mempelajari suatu yang baru atau jalan-jalan atau berkendara ini akan memberi kegembiraan yang besar.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasan Inti halaman ini: Jangan buru-buru sama bayi.Kita sering mau semua serba cepat โ€” cepat lahiran, cepat bisa menyusui, cepat duduk, jalan, bicara. Padahal bayi punya ritmenya sendiri.Buktinya Breast Crawl:Riset di Karolinska Institute, kalau bayi baru lahir ditaruh di perut ibu dan dibiarkan saja:- 5 menit: istirahat- 35 menit: tangan ke mulut- 45 menit: mulai cari-cari puting- 55 menit: menemukan sendiri dan langsung menyusuJadi tidak perlu dipaksa. Dan kalau di bulan-bulan pertama ada perpisahan pasca-lahiran atau lahirannya terasa traumatis, itu masih bisa diperbaiki pelan-pelan seiring kamu belajar mengenal bayi.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Mahar

MaharุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑูู‡ู"Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling ringan maharnya " Hadits al-Bukhari Allah berfirman:ูˆูŽุกูŽุงุชููˆุง ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽ ุตูŽุฏูู‚ูŽุงุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ู†ูุญู’ู„ูŽุฉู‹"Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan." (An-Nisa: 4)Keputusan Nabi tentang Mahar Minimal dan Maksimal serta Sahnya Pernikahan dengan Mahar Hafalan al-Quran yang Dimiliki SuamiTertera dalam Shahih Muslim, dari Aisyah Radiallahu'anhaMahar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam kepada istri-istrinya adalah 12,5 uqiyyah. Aisyah mengatakan " Taukah kamu apakah an-nasy itu?" Ia (perawi) mengatakan: aku jawab "tidak." Aisyah mengatakan, " separuh uqiyyah. Jadi, semuanya berjumlah lima ratus dirham. Ini adalah mahar Rasulullah untuk para istrinya. " Shahih, diriwayatkan Abu Dawud ibnu HibbanDalam Shahih al-Bukhari seperti telah disinggung bahwa Nabi mengatakan kepada seorang laki-laki:"Carilah walaupun cincin terbuat dari besi. " Dalam hadits itu disebutkan, Nabi bertanya, "Apakah yang kamu hafal dari al-Quran?" la menjawab, "Aku hafal surat demikian dan demikian," seraya me-nyebutkannya. Beliau mengatakan, "Apakah kamu akan membaca-nya secara hafalan?" la menjawab, "Ya." Beliau mengatakan, "Per-gilah, karena aku telah menguasakan wanita itu kepadamu dengan hafalan Quranmu."Dalam an-Nasa'i dari Tsabit, dari Anas, ia mengatakan: Abu Thalhah meminang Ummu Sulaim, maka Ummu Sulaim mengatakan, "Demi Allah, wahai Abu Thalhah, orang sepertimu tidak pantas untuk ditolak (pinangannya). Tapi engkau adalah laki-laki kafir dan aku adalah wanita Muslimah. Tidak halal bagiku menikah denganmu. Jika engkau masuk Islam, maka itulah maharku dan aku tidak meminta selainnya." Abu Thalhah pun masuk Islam, dan itulah maharnya.Tsabit mengatakan, "Aku tidak pemah mendengar ada seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya daripada Ummu Sulaim, yaitu Islam. Kemudian Abu Thalhah menikahinya, dan ia melahirkan anak untuknya. "72Hadits-hadits ini dan selainnya menunjukkan bahwa mahar itu tidak bisa diukur minimalnya, dan cincin besi bisa disebut sebagai mahar. Ju-ga menunjukkan berlebih-lebihan dalam mahar adalah dimakruhkan, dan sebaik-baik pernikahan ialah yang paling ringan biayanya (mahanya).MAHKOTA PENGANTIN _Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

MENGETAHUI STANDAR PENGASUHAN SAYA

Park Yoon-Mi, Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak Kita sering kali mengungkit perkataan dan tindakan orang tua kita dari 30 sampai 40 tahun yang lalu dengan sikap kita sekarang sebagai orang tua. Kita juga membandingkan reaksi kita dulu sebagai anak dengan reaksi anak kita saat ini.Kita merasionalkan sikap mereka dengan mengatakan, "Ayahku dulu memukulku, tapi aku tidak memukul anakku. Jadi, saya sudah cukup baik, kan?" atau "Ibuku mengatakan hal-hal kasar seperti itu, tapi aku tidak separah itu. Jadi, ini wajar saja, kan?โ€.Saat 30-40 tahun lalu, pukulan atau kata-kata kasar dapat diterima. Namun jika hal itu tidak terjadi pada saat ini, kita perlu mengkaji ulang standar penilaian kita.Begitulah contoh orang tua yang tidak dapat memahami perasaaan dan ekspresi anaknya, kemudian membandingkan dengan dirinya sendiri di masa lalu. Jika kemudian muncul pikiran seperti ini, "Aku sudah melakukan semua ini, mengapa kamu malah mempersulitku?" maka mereka menjadi kesal pada anak dan ingin memarahinya. Padahal sekarang ini, ekspresi diri yang bebas justru dianggap lebih sehat dan natural. Oleh karena itu, orang tua masa kini juga harus bisa meninjau ulang sikapnya dan sikap anaknya berdasarkan kondisi zaman sekarang.Hal itu juga disebabkan karena dia masih melihat dirinya dan anaknya melalui pengalaman masa lalunya sendiri, bukan dalam konteks keluarga dan keadaan yang tidak sama.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’