📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Duduk diamlah

Duduk diamlah Sumber : Don't sweat the small stuff with your family Pernahkah anda menghabiskan waktu beberapa menit cuma sampai-sampai dan tidak melakukan apapun kecuali hanya duduk diam? Jika tidak ada kehilangan salah satu metode paling sederhana melakukan relaksasi dan cara luar biasa untuk mencegah menumpuknya hal-hal kecil yang dapat membuat Anda terganggu. Sering kita begitu sibuknya dan terpanjang pada kesibukan hidup sehingga melupakan betapa nyamannya cuma duduk diam.Bila anda pernah bertanya pada diri sendiri apa yang menimbulkan kesenangan kecil ,inilah jawabannya!!Terlepas dari sesibuk apapun hidup Anda atau seberapa banyak tanggung jawab yang anda pikul Anda pasti memiliki beberapa menit setiap hari untuk tidak melakukan apa-apa dan duduk diam. Jika menemukan hal ini anda akan merasakan manfaat secara langsung dan dapat menghindari dunia yang berbeda dalam kualitas pengalaman anda. Duduk diem akan memberi kesempatan beristirahat dari jadwal yang sangat padat suatu peluang untuk bersantai dan mengisi baterai pikiran dan tubuh. Duduk dia berarti Anda dapat menyempatkan diri membersihkan pikiran dan merenung sehingga memungkinkan munculnya inspirasi. Sering salah satu akibat terlalu sibuk kesana kesenian adalah semakin terpuruknya kebiasaan reaktif kita sehingga semakin mudah kita terganggu oleh berbagai hal. Apa yang diberikan dengan kegiatan duduk diam bagi kita adalah peluang untuk memutus momentum negatif yang telah menumpuk sepanjang hari sehingga membuka peluang untuk menata ulang dan memulai dari awal. Pada saat duduk diam dan pikiran beristirahat kerap kali jawaban masalah anda muncul di kepala, seakan-akan melompat begitu saja. Untuk alasan-alasan tertentu duduk diam dan tidak melakukan apa-apa memiliki efek menenangkan pada sistem saraf sehingga ada kecenderungan bangkitnya kebijaksanaan dan wawasan yang lebih dalam. Sangatlah mudah mengesampingkan saran ini karena saran ini terasa kelewat sangat sederhana. Namun sebenarnya tidak demikian sesungguhnya banyak dari strategi-strategi terbaik untuk meningkatkan mutu hidup kita sebenarnya sangat sederhana. Masalahnya adalah kita tidak berusaha mencoba cara ini dengan sungguh-sungguh. Cara-cara lain yang "kelewat disederhanakan" adalah berolahraga dan tidur cukup , makan sedikit dan pola yang sehat, berpikir positif, menghindari obat-obatan dan alkohol dan sebagainya. Meskipun cara yang banyak diketahui sederhana dan sangat bermanfaat hanya sedikit orang yang mau mengambil manfaatnya. Duduk diam termasuk dalam kategori ini bermanfaat dan sederhana namun memiliki nilai yang potensial. Duduk diam meskipun cuma sebentar mungkin punya manfaat lumayan baik kesehatan. Sebagai contoh ketika duduk diam dan benar-benar tidak mengerjakan apa-apa baik tubuh maupun pikiran rasa lebih tenang dan lebih santai nafas jadi lebih lambat dan lebih dalam leher pundak jadi agak santai sering dalam satu atau dua menit saja merasa segar kembali dan damai. Bila merasa tegang dan bila sedang sangat sibuk Anda cenderung mempermasalahkan hal-hal sepele dan mudah terganggu ketimbang bila anda tetap tenang. Duduk dia memang bukan bila ajaib namun tetap melupakan resep yang masuk akal. Rasanya ketegangan langsung menguap begitu meluangkan waktu untuk duduk dan. Tak perlu diragukan lagi ini adalah salah satu saran sederhana yang dapat kita lakukan karena membutuhkan waktu hanya beberapa menit juga tidak memerlukan biaya dan dapat dilakukan di mana saja. Yang harus kita lakukan hanyalah duduk dan bersantai yakin bahwa jika anda melakukan strategi ini beberapa kali dalam sehari anda akan mendapatkan kejutan menyenangkan setelah mengetahui Petapa lebih mudahnya menjalani hidup ini dan mengalir bersamanya. Apa yang biasanya dianggap masalah besar tidaklah selalu seserius yang disangka.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺKedua: Nabi Ibrahim juga Bapaknya Orang Yahudi dan Nasrani Nabi Ibrahim memiliki dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq. Tidak seorang pun dari keturunan Ismail yang menjadi nabi, selain Nabi Muhamma. Sedangkan dari Ishaq, lahirlah Ya'qub, yang kemudian memiliki 12 putra. Kedua belas putra Nabi Ya’qub inilah yang disebut Bani Israil, yang kemudian menjadi bangsa yang sangat besar dan tersebar. Jadi, seluruh Bani Israil, termasuk seluruh nabi dari mereka, adalah keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.Allah berfirman,“Dan mereka berkata, ‘Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.’ Katakanlah: ‘Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.” (QS. Al-Baqarah: 135)Allah جل جلاله memerintahkan Nabi Muhammad untuk membantah mereka dengan sesuatu yang mereka akui, yaitu kebenaran dan kemurnian agama Ibrahim.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Rumah Tangga Surga -1

Pernikahan bukanlah kisah Cinderella yang berakhir dengan happily ever after. Setelah hari bahagia, perjalanan justru berlanjut dengan berbagai tantangan: menghadapi perbedaan, konflik, kejenuhan rutinitas, hingga belajar membangun rumah tangga dan membesarkan anak.Pernikahan juga membawa tanggung jawab untuk menjaga aib pasangan dan memahami bahwa tidak semua hal dalam rumah tangga perlu diketahui orang lain. Sayangnya, kita lebih sering dipersiapkan untuk mengejar keberhasilan materi daripada dibekali ilmu tentang bagaimana menjalani pernikahan.Karena itu, pernikahan bukan sekadar tentang menemukan pasangan, tetapi tentang belajar mempertahankan dan menjalaninya dengan ilmu, kesadaran, dan kesiapan menghadapi berbagai persoalan.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan bab apa itu kematian

Allah menyebut kematian dengan musibah katena kematian musibah yang paling besar dan paling dahsyat.Sebagian ulama menegaskan bahwa kematian itu makhluk dan sesuatu yang bersifat ada (wujud).Para ahli menjelaskan dua kematian: kematian pertama: ketika mereka belum diciptakan, masih salam keadaan tiada. Kematian kedua: ketika mereka meninggal di dunia.Para ulama menjelaskan macam-macam kematian: kematian sesaat, itulah kematian yang terjadi saat manusia tidur dan disebut juga al-Wafar as-Shughra (wafat kecil). Kematian terakhir, itulah kematian ketika seseorang meninggalkan dunia untuk selamanya dan disebut juga al-Wafat al-Kubro (wafat besar).Sebatas yakin akan mati belum bisa disebut beriman kepada hari akhir sampai dia meyakini adanya kehidupan dan aneka rangkaian kejadian pasca-kematian.Rasulullah menggabungkan dua larangan, antara berangan-angan mati dan larangan berdoa memohon kematian.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

bukan hanya orang kaya yang wajib sedekah, yang merasa miskin pun harus bersedekah. yang mau sembuh dari penyakit, melunasi hutang, mendapatkan solusi dari masalah, bersedekahlah! Namun, kita harus melakukannya dengan setulus hati, dan tanpa pamrih. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 264 yang artinya "Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian merusak pahala sedekah kalian dengan menyebut-nyebut kebaikannya di depan penerima sedekah dan menyakiti hatinya. Karena perumpamaan bagi orang yang melakukan hal itu ialah seperti orang yang menggunakan hartanya supaya dilihat oleh manusia dan mendapat pujian dari mereka, sedangkan ia ingkar, tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat berikut pahala dan hukuman yang ada di dalamnya, perumpamaannya ialah seperti batu licin yang di atasnya terdapat debu, lalu batu tersebut terkena air hujan yang sangat deras, sehingga debu yang ada di atas batu itu hilang dan batu itu terlihat bersih dan licin, tidak ada sesuatupun di atasnya. Begitulah nasib orang-orang yang ria (pamer). Pahala amal perbuatan dan infak mereka hilang tak tersisa di sisi Allah. Dan Allah -Ta'ālā- tidak akan menunjukkan orang-orang kafir kepada sesuatu yang diridai-Nya dan bermanfaat bagi mereka di dalam amal perbuatan dan infak mereka."

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Roots and Wings 1 - Raksha Bharadia

Sebagai orangtua yang sepenuhnya sadar, saya harus terus-menerus berusaha memahami dengan sangat baik cara menarik garis pembatas antara:Kebebasan dan bimbinganDisiplin dan pembiaranRuang dan kontrol•Waktu yang teratur dan tidak teraturKemandirian dan pengawasan•Menjadi pembimbing dan menjadi temanMenantang dan mendukung

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 2 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

Alangkah Bahayanya LisanManusia ditelungkupkan wajah-wajah mereka di neraka akibat ucapan-ucapan mereka.Ucapan yang kadang terlihat sepele atau biasa, seiring berjalannya waktu tanpa kita sadari bisa berbuah manis atau pahit di akhirat kelak.Jika kita ingin bertutur kata, maka selayaknya kita merenung terlebih dahulu. Bila ada kebaikannya, silakan diucapkan. Bila tidak, maka harus menahan diri. Keselamatan itu tidak ada yang menandinginya.Muslim sejati adalah muslim yang hanya menuturkan kebaikan, dan inilah tanda-tanda kebenaran iman seorang hamba. Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.Hasan Al-Basri rahimahullah bertutur:“Silakan berbuat sesukamu, sedikit atau banyak, hingga ketika kamu telah meninggal, lembaran catatan itu ditutup dan diikatkan di lehermu, di antara kubur sampai kamu dibangkitkan pada hari kiamat.”Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 14:“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu.”Setelah itu Al-Hasan berkata:“Demi Allah, Zat yang menjadikanmu sebagai penghisab dirimu sendiri telah berlaku adil padamu.”

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Prinsip Syariah dalam Mengelola Pengeluaran Rumah TanggaEkonomi adalah ilmu mengelola harta, mulai dari cara mendapatkannya, membelanjakan, menginvestasikan, hingga mengembangkannya. Dalam Islam, pengelolaan keuangan harus wajar dan seimbang: tidak boros (mubazir) dan tidak pelit (kikir). Allah melarang sikap berlebihan dalam membelanjakan harta maupun menahan harta secara berlebihan (QS. Al-Isra: 29).Orang beriman ketika membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak kikir, tetapi berada di tengah-tengah/moderat (QS. Al-Furqan: 67). Hemat dan terampil mengatur pengeluaran dapat mengurangi expenses, meningkatkan tabungan, serta menjadi salah satu benteng dari kemiskinan.Intinya: Belanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, tetapi juga tidak pelit. Sikap moderat adalah prinsip penting dalam keuangan rumah tangga Islami.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 27 Agustus

"Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar, maka ia akan dihiasi oleh setan." - HR. At-Tirmidzi, No. 1173Keutamaan wanita dalam penjagaan Allah ﷻ adalah diwajibkannya menggunakan hijab, sebagaimana Allah ﷻ berfirman pada QS. Al-Ahzab:59 (anjuran menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh) dan QS. An-Nur:31 (anjuran pemakaian Khimar hingga menutup dada).Anjuran syari'at ini hukumnya wajib. Bukan pemaksaan melainkan anjuran penjagaan langsung dari Allah ﷻ kepada wanita. Sebagaimana para ulama menyampaikan bahwa lelaki dan wanita memiliki keistimewaannya masing-masing.Bagi seorang perempuan, jika dia keluar rumah dengan memakai hijab sesuai tuntunan syari'at, maka dia akan mendapatkan pahala yang terus mengalir kepadanya. Hal itu dikarenakan saat ia keluar dari rumahnya dengan mengamalkan perintah Allah ﷻ untuk mengenakan hijab. Hingga dirinya mendapatkan pahala yang tidak didapatkan oleh kaum laki-laki.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
A

Ayyunursafitri

📍 Kabupaten Wajo

BAB EMPAT - Dikotomi Kendali

Intisari Bab 4: * Dalam hidup, ada hal-hal yang di bawah kendali kita dan ada yang tidak. Orang yang bijak adalah yang bisa mengenali kedua kategori ini dalam segala hal di dalam hidupnya. * Hal-hal yang tidak di bawah kendali kita: kekayaan, reputasi, kesehatan, dan opini orang lain. Hal-hal yang di bawah kendali kita: pikiran, opini, persepsi, dan tindakan kita sendiri. * Walaupun kekayaan, kesehatan, kecantikan, ketenaran bisa diusahakan, tetapi tidak bisa dijamin tidak bisa diambil dari hidup kita—karenanya mereka termasuk di dalam hal-hal di luar kendali. * Baik tidaknya hidup kita hanya bisa dinilai dari hal-hal di bawah kendali kita. * Mengerti dikotomi kendali tidak sama dengan pasrah pada nasib. * Trikotomi kendali dari William Irvine memperkenalkan kategori ketiga “SEBAGIAN di bawah kendali kita”, misalnya studi, karier, dan bisnis. Tugas kita adalah memfokuskan pada internal goal yang masih di bawah kendali kita dan selalu siap menerima hasil/outcome yang di luar kendali kita. * Waspada tirani opini orang lain akan hidup kita. * Segala hal di luar kendali kita adalah indifferent, tidak berpengaruh terhadap baik tidaknya hidup kita. Sebagian dari indifferent ini lebih diinginkan (preferred), sebagian lain tidak diinginkan (unpreferred). * Belajar tidak mengingini hal-hal di luar kendali kita.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 5 dakwah kepada syahadat laa ilaaha illallah bag 2

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah semasa oerang Khaibar bersabda "Sungguh aku akan serahkan bendera (komando perang) itu besok hari kepada orang yg mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah serta Rasul-Nya mencintainya, semoga Allah menganugerahkan kemenangan melalui tangannya. Maka semalam suntuk orang-orang pun memperbincangkan Siapakah diantar mereka yg akan diserahi bendera tersebut. Pagi hari, mereka mendatangi Rasulullah masing-masing berharap untuk diserahi bendera tersebut. Lalu, bersabda beliau, dimana Ali bin Abi Thalib? Dijawab, dia sakit kedua belah matanya. Mereka pun mengutus seorang urusan kepadanya dan di datangkanlah dia. Lantas Nabi meludah kepada kedua belah matanya dan berdoa untuknya, seketika itu dia sembuh seakan-akan tidak pernah terkena penyakit. Lalu Rasulullah menyerahkan bendera kepadanya dan bersabda, melangkahlah kedepan dengan tenang sampai kamu tiba di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada islam dan sampaikanlah kepada mereka gak Allah dalam islam yang wajib mereka laksanakan. Demi Allah, Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui dirimu, (hal itu) benar² lebih baik (berharga) bagimu daripada unta² merah.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa menerima Taurat dan menyampaikannya kepada kaumnya. Beliau juga memerintahkan mereka untuk mengamalkan isi Taurat tersebut. Namun, Bani Israil menawar kepada Nabi Musa, mengatakan bahwa jika peraturan dalam Taurat terasa berat, mereka lebih memilih untuk meninggalkannya. Sebaliknya, jika peraturan tersebut ringan, mereka bersedia untuk mengerjakannya.​Penulis berpendapat bahwa sikap Bani Israil ini mencerminkan perilaku kurang ajar yang luar biasa. Pasalnya, yang dibawa oleh Nabi Musa adalah perintah dari Allah Jalla Jalaluh, namun mereka masih merasa berhak untuk menawar dan protes terhadap perintah tersebut.​Bahkan, orang-orang yang dianggap saleh di antara mereka pun menantang Nabi Musa untuk bisa melihat Allah Jalla Jalaluh. Bagaimana dengan mereka yang tidak lebih saleh? Inilah cerminan perilaku Bani Israil.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Lingkungan anak

Perdebatan dalam HubunganPerdebatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah hubungan, termasuk dalam keluarga. Yang terpenting adalah tetap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan mendengarkan perasaan satu sama lain.Setiap konflik memiliki konteks, perasaan, dan proses penyelesaian yang berbeda. Untuk mengatasi perdebatan, kita perlu memahami dan menyampaikan perasaan sendiri, kemudian mencoba memahami perasaan orang lain.Hindari gaya “fact tennis”, yaitu saling melempar alasan dan fakta untuk membuktikan siapa yang paling benar. Tujuan dari perdebatan seharusnya bukan untuk menang, tetapi untuk memahami perbedaan, berkompromi, dan menemukan solusi yang dapat diterapkan bersama.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Kode Etik Pengusaha Muslim - Qonaah

Bagi seorang pengusaha, kaya bukan sekadar tentang seberapa besar hartanya, tetapi seberapa qana’ah hatinya. Sebab tanpa qana’ah, sebanyak apa pun yang dimiliki akan selalu terasa kurang. Sebaliknya, qana’ah membuat seseorang mampu menikmati hasil usaha tanpa diperbudak oleh harta.Maka buku ini mengajarkan tidak hanya mengejar bisnis yang besar, tetapi juga membangun hati yang cukup. Karena bisa jadi yang membuat seorang pengusaha benar-benar kaya bukan banyaknya yang ia miliki, melainkan sedikitnya hal yang ia butuhkan untuk merasa cukup.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →