📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺNabi Muhammad ﷺ adalah manusia termulia yang memiliki garis keturunan (nasab) paling terhormat. Kehormatan nasab beliau diakui oleh musuh-musuhnya (seperti Abu Sufyan) dan para penguasa asing (seperti Heraklius). Para rasul terdahulu selalu diutus dari kalangan keluarga yang memiliki nasab terhormat di antara kaumnya.Para ulama sepakat silsilah Nabi Muhammad ﷺ dari ayah beliau hingga Adnan adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ghalib bin Fihr bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.Ada Khilaf silsilah dari Adnan hingga Nabi Ismail AS tidak dapat dipastikan karena tidak ada hadits sahih; jumlah kakek di antara keduanya diperkirakan berkisar antara 7, 9, 10, hingga 40 orang. Silsilah dari Nabi Ismail AS bin Ibrahim AS hingga Nabi Adam AS jauh lebih tidak bisa dipastikan lagi.Berdasarkan HR. Muslim (No. 2276), Allah memilih jalur keturunan terbaik untuk mengutus Nabi Muhammad ﷺ: Bani Kinanah dipilih dari keturunan Nabi Ismail, suku Quraisy dipilih dari Bani Kinanah, Bani Hasyim dipilih dari suku Quraisy, Nabi Muhammad ﷺ dipilih dari Bani Hasyim.Asal-usul Nama Abdul Mutthalib: Kakek Nabi Muhammad ﷺ sebenarnya bernama Syaibah bin Hasyim. Ia dijuluki "Abdul Mutthalib" (budak al-Mutthalib) karena saat pertama kali dibawa oleh pamannya (al-Mutthalib) ke Makkah, penduduk menyangka Syaibah adalah budak yang baru dibeli, padahal beliau adalah anak dari kaka Mutthalib yakni Hasyim. Setelah al-Mutthalib wafat, tanggung jawab kepemimpinan (siqayah dan rifadah) diteruskan oleh Abdul Mutthalib, yang kemudian diturunkan lagi kepada putranya, al-Abbas (paman Nabi).Hikmah di Balik Nasab yang MuliaMenghindari Celaan: Kaum Arab tidak bisa mencela garis keturunan Nabi karena mereka tahu nasab Abdul Mutthalib (pemimpin Quraisy dan pemilik sumur Zamzam) jauh lebih tinggi. Kelahiran beliau dari kaum bangsawan membantah tuduhan bahwa beliau mengaku sebagai nabi hanya demi mencari kekuasaan, popularitas, atau penghormatan materi. Para pengikut beliau merasa bangga dan terhormat karena dipimpin oleh seorang nabi yang memiliki latar belakang keluarga yang sangat mulia.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Terimalah semua hal seperti apa adanya

Terimalah semua hal seperti apa adanyaSumber: don't sweat the small stuff with your familySalah satu pelajaran paling penting yang pernah saya peroleh adalah bahwa hidup sangatlah jarang persis seperti yang kita inginkan. Sebaliknya hidup adalah persis sebagaimana adanya hidup tak lebih tidak kurang dan bila kita semakin bisa menerima kenyataan ini semakin bahagia dan semakin berkurang stres yang kita rasakan.Salah satu cara mendefinisikan ketidakbahagiaan adalah seberapa besar perbedaan antara tempat anda sekarang berada dan tempat yang anda inginkan atau perbedaan antara apa yang ada dan apa yang anda harapkan atau Anda tuntut. Dengan kata lain kapanpun sesuatu terjadi misalnya bertengkar dengan saudara pesawat televisi rusak dan lain-lain anda dihadapkan pada keputusan penting apakah anda akan ngotot dan menolak apa yang sekarang sedang terjadi atau anda akan menerima dan mengatasinya.Sikap menerima tidak ada hubungannya dengan sikap apatis, tidak peduli. Bila anda menerima apa yang terjadi ini tidak berarti Anda bilang " ah aku tidak peduli itu bukan urusanku." Sikap ini hanya menunjukkan bahwa meskipun Anda lebih suka hal lain yang terjadi dan anda tidak menolak mengakui bahwa anda punya keinginan Anda paham benar betapa sia-sianya menolak Apa yang sedang terjadi. Dalam artian tertentu bentuk penerimaan terhadap apa yang sedang terjadi pada saat yang bersangkutan seperti ini merupakan salah satu bentuk utama kebijaksanaan. Ini merupakan salah satu penghilang rasa stres yang paling mujarab yang tersedia bagi umat manusia.Salah satu bagian paling sulit yang saya rasakan dalam mendidik anak adalah ketika anak-anak membantah atau bertengkar. Kejadian seperti itu membuat kami tergoda untuk merasa gagal kejar hati dan seakan-akan kami tidak berusaha bersungguh-sungguh dalam mendidik mereka. Rasanya Kami ingin marah-marah atau berteriak penuh frustasi supaya mereka mau menyetop kelakuannya. Namun pada saat itu yang sedang terjadi adalah anak anak bertengkar. Tak ada perjuangan batin yang perlu saya kerahkan supaya kejadian itu berubah. Tak perlu merasa batinnya menderita agar kejadian itu segera berlalu. CBila ini terjadi mau tidak mau Kami merasa mendapat pencerahan dan memperoleh kembali perspektif kami. Kami pun kembali tersenyum kami akan mengingat bahwa semua saudara memang sering bertengkar dan saling adu kekuatan dan bawa meskipun kami mungkin tidak menyukainya hal ini tidak apa-apa karena ini merupakan bagian dari kesulitan yang dialami manusia.Saya ingin mengulang kembali bahwa sikap menerima yang penuh damai ini bukan sikap menyerah atau gagal membuat perubahan penting. Hidup itu mesti banyak-banyak menyesuaikan diri dan semua orang harus ikut berjuang memperbaiki hidupnya dan berusaha keras meraih sasaran yang dituju. Jika terjadi sesuatu yang tidak Anda sukai dan anda dapat melakukan sesuatu untuk mengubahnya ini bagus. Percayalah kami melakukan semua hal yang mungkin kami lakukan agar putri-putri kami tidak kelewat sering bertengkar. Namun mengambil tindakan yang tepat yang peka akan perasaan orang dan yang konstruktif benar-benar berbeda dengan tidak mengambil tindakan apapun karena menganggap bahwa hidup tidak mengakomodasi kita persis seperti yang kita inginkan.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Berperilaku Baik terhadap Anak di Masjid

🌿 Berperilaku Baik terhadap Anak di MasjidRasulullah ﷺ memberikan teladan bagaimana memperlakukan anak dengan kasih sayang, kelembutan, dan kesabaran.Ketika Hasan dan Husain datang saat Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah, beliau segera menghampiri, memeluk dan mencium keduanya. Beliau tidak memarahi atau mengusir mereka.Beliau kemudian bersabda:“Benarlah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kalian adalah fitnah (cobaan).”(HR. Bukhari no. 5999)💡 Pelajaran untuk kita di masjid:🤍 Sambut anak dengan ramah dan kasih sayang.🌱 Ajarkan adab masjid dengan lembut, bukan dengan bentakan.🫶 Bersabar terhadap perilaku anak, karena mereka masih belajar.📖 Arahkan anak pada kegiatan positif di masjid, seperti mendengarkan kajian atau mengaji.🌸 Hargai setiap usaha anak untuk berbuat baik.Anak adalah amanah. Mari jadikan masjid sebagai tempat yang membuat mereka merasa dicintai, aman, dan nyaman untuk belajar mencintai agama.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandung bab 5

Dakwah kepada syahadat Laa Ilaaha Illallah. Diingatkan dalam bab ini supaya ikhlas dalam berdakwah semata-mata karena Allah, karena kebanyakan orang kalau mengajak kepada kebenaran justru ia mengajak kepada kepentingan diri sendiri. Mengerti betul dan yakin akan apa yg di dakwahkan adalah termasuk kewajibanTermasuk bukti kebaika tauhid, bahwa tauhid adalah mengagungkan Allah. Dan diantara keburukan syirik, bahwa syirik merendahka Allah. Termasuk masalah yg sangat penting, bahwa seorang muslim perlu dijauhkan dari lingkungan orang-orang yg berbuat syirik, supaya nanti tidak menjadi seperti mereka, sekalipun dia belum melakukan perbuatan syirik. Tauhid adala kewajiban pertama. Tauhid adalah yg pertama kali harus di dakwahkan sebelum semua kewajiban yg lain, termasuk kewajiban sholat. Pengertian "supaya mereka mentauhidkan Allah", adala pengertian syahadat. Seorang bisa jadi termasuk ahli kitab akan tetapi dia tidak tahu pengertian Laa Ilaaha Illallah, atau mengetahui nya tetapi tidak mengamalkannya. Perlu diperhatikan metode pengajaran secara bertahap. Yaitu dimulai dari masalah yg paling penting, kemudian yg penting, dan begitu seterusnya. Salah satu sasaran pembagian zakat, ialah orang-orang fakir. Orang yg berilmu supaya menjelaskan sesuatu yg masih di ragukan oleh orang yg sedang belajar. Berkenan dengan zakat, dilarang untuk mengambil harta pilihan (termahal harganya).

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami — Bijak & Cermat dalam Belanja1. Membuat anggaran rumah tanggaPengeluaran harus disesuaikan dengan pendapatan, bukan sebaliknya.Anggaran perlu dibuat agar pemasukan dan pengeluaran seimbang.Jangan membelanjakan lebih dari yang dimiliki karena dapat menimbulkan kesempitan dan kesusahan.Anggaran sebaiknya fleksibel, sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan tak terduga. 2. Berbelanja sesuai kebutuhanDahulukan kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, pakaian, dan obat.Kebutuhan sekunder dipenuhi sesuai kemampuan.Kebutuhan tersier tidak harus selalu dipenuhi karena dapat menghemat anggaran.Islam mengajarkan membeli sesuatu yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar diinginkan.Konsumsi berlebihan dapat menghilangkan kesempatan untuk menabung dan berinvestasi. 3. Menahan diri dari belanja yang tidak mendesakBarang yang jarang digunakan tidak harus dibeli; bisa menyewa, meminjam, atau mencari alternatif gratis.Buku atau barang yang hanya sesekali dibutuhkan dapat diperoleh dari perpustakaan atau versi digital.Sikap sederhana dalam berbelanja membantu mengurangi pengeluaran dan meningkatkan tabungan. 4. Bijak dalam berbelanja Sebelum membeli, tanyakan:“Apakah ini benar-benar saya butuhkan?”Jangan membeli hanya karena keinginan, gengsi, atau mengikuti status sosial. Belanja yang tidak bijak dapat menghambat kebiasaan menabung. 5. Tips belanja hematBuat daftar belanja agar tidak membeli barang di luar kebutuhan.Perkirakan harga sebelum membeli.Bawa uang secukupnya sesuai daftar.Pilih waktu yang tepat karena harga barang tertentu bisa lebih murah pada waktu tertentu.Bandingkan tempat belanja; pasar besar/tradisional atau pedagang keliling terkadang menawarkan harga lebih murah.Bangun hubungan baik dengan pedagang yang terpercaya.Membeli secara grosir bersama keluarga/tetangga dapat menghemat biaya. 6. Memahami hak khiyar dalam jual beli Islam memberikan pilihan kepada pembeli maupun penjual untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi dalam kondisi tertentu:Khiyar majelis: selama kedua pihak masih berada dalam majelis transaksi.Khiyar syarth: jika sebelumnya disepakati adanya waktu untuk memilih, maksimal tiga hari.Khiyar aib: jika ditemukan cacat pada barang atau objek transaksi. 7. Manfaatkan barang yang masih bisa digunakan Barang yang tidak terpakai jangan langsung dibuang. Bisa:Digunakan untuk fungsi lain.Dijual jika masih memiliki nilai.Disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.Bahkan barang yang sudah dianggap tidak terpakai masih mungkin memiliki manfaat tertentu. 8. Hindari berlebihan dalam makanan dan minumanSiapkan makanan sesuai jumlah orang dan kebutuhan, agar tidak berlebihan.Hindari membuang-buang makanan.Makan dan minum secara berlebihan dapat berdampak buruk serta bertentangan dengan sikap hidup sederhana. 🌿 Inti besarnyaKeuangan rumah tangga yang sehat bukan berarti tidak boleh membeli, tetapi belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.Rencanakan → prioritaskan kebutuhan → belanja dengan bijak → manfaatkan yang ada → hindari berlebihan → sisihkan untuk tabungan/investasi.Dengan sikap moderat dan terampil dalam mengatur belanja, pengeluaran dapat ditekan, tabungan meningkat, dan keluarga lebih terlindungi dari kesulitan finansial.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

🌿 PERSETUJUAN (BAGIAN 2)

STRATEGI1. “Aku Percaya Kamu”Mempersiapkan persetujuan fisik dimulai dengan membangun kepercayaan diri anak.Jika anak tidak memercayai dirinya sendiri dan perasaannya, ia akan kesulitan memercayai kemampuannya dalam mengambil keputusan pribadi.Percayalah pada apa yang anak rasakan dan sampaikan, meskipun apa yang ia rasakan berbeda dengan yang kita rasakan.Kepercayaan dari orang tua membantu anak membangun kepercayaan terhadap dirinya sendiri.Contoh kata-kata:> “Kamu kedinginan, ya? Ibu percaya kepadamu. Mari kita cari jalan untuk mengatasinya.”> “Ibu mengerti. Digelitiki tidak nyaman bagimu. Ibu percaya kamu. Ibu senang kamu memberi tahu, dan Ibu tidak akan melakukannya lagi.”> “Ini terasa menakutkan bagimu. Ibu percaya kepadamu.”---2. “Ada Sesuatu pada ...”Terkadang kita tidak tahu apa yang sedang terjadi pada anak.Anak mungkin terlihat kesal atau tidak bahagia, sementara kita tidak memahami penyebabnya.Dalam situasi seperti ini:Hindari meremehkan atau memprovokasi perasaan anak.Gunakan kalimat “Ada sesuatu pada...” untuk menunjukkan bahwa kita percaya kepada anak.Kalimat ini memvalidasi pengalaman anak meskipun kita sendiri belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.Tidak memahami pengalaman anak bukan berarti pengalaman itu tidak nyata.Kalimat ini membantu menjembatani kesenjangan antara apa yang anak rasakan dan apa yang kita pahami.Contoh kata-kata:> “Ada sesuatu pada baju merah ini yang terasa tidak nyaman bagimu...?”> “Ada sesuatu tentang ucapan pamit Ibu hari ini yang tidak enak untukmu...?”---3. “Kamu adalah Satu-satunya yang Ada di Tubuhmu”Persetujuan pada dasarnya adalah keyakinan bahwa:Hanya diri kita yang tahu apa yang terjadi pada tubuh kita.Hanya diri kita yang tahu apa yang kita inginkan.Hanya diri kita yang tahu apa yang terasa nyaman bagi kita pada saat tertentu.Anak perlu belajar mengenali apa yang ia sukai, tidak sukai, inginkan, dan rasakan nyaman.Bangun kepercayaan diri anak dengan menegaskan bahwa ia berhak mengenal dan menentukan apa yang nyaman bagi dirinya.Contoh kata-kata:> “Kamu adalah satu-satunya yang ada di dalam tubuhmu, jadi hanya kamu yang tahu apa yang kamu sukai.”> “Hanya kamu yang tahu apa yang kamu suka.”> “Keren sekali kamu tahu siapa dirimu dan apa yang membuatmu nyaman.”> “Kamu benar-benar mengenal dirimu sendiri, dan itu mengagumkan.”---4. Pertanyaan SokratesAnak belajar dengan baik ketika mereka didorong untuk berpikir dan mempertimbangkan sesuatu.Pertanyaan tentang persetujuan dapat digunakan untuk membantu anak mengeksplorasi:Pengambilan keputusan.Keinginan dan kebutuhan seseorang.Menegaskan apa yang mereka inginkan.Menoleransi kesusahan atau ketidakbahagiaan orang lain.Gunakan waktu yang tenang dan menyenangkan untuk membicarakan hal-hal tersebut bersama anak.Awali dengan:> “Ooooooh, Ibu punya pertanyaan yang menarik...”Kemudian ajukan pertanyaan seperti:> “Mana yang lebih penting, melakukan sesuatu yang terasa benar atau membuat orang lain bahagia?”> “Bagaimana jika kamu tidak bisa melakukan keduanya?”> “Kapan membuat orang lain bahagia, alih-alih melakukan sesuatu yang terasa benar, terasa baik-baik saja bagimu?”> “Kapan melakukan sesuatu yang terasa benar menjadi sangat penting, bahkan walaupun orang lain sangat tidak senang?”> “Bagaimana jika kamu melakukan sesuatu yang kamu inginkan dan orang lain marah kepadamu?”> “Apakah ini berarti kamu jahat? Mengapa atau mengapa tidak?”Good InsideMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 3 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

Bahaya Lisan Wanita1. Membicarakan Semua yang DidengarWanita sering berbicara. Terkadang karena terlalu bersemangat dan memiliki niat baik untuk menyampaikan sesuatu, namun tanpa mengecek kembali apakah informasi tersebut benar atau salah. Sehingga, hal itu termasuk kesalahan besar dan termasuk perbuatan dusta.Hasan al-Basri rahimahullah ta'ala bertutur:“Membicarakan orang lain ada tiga: menggunjing, berbohong, dan berdusta.”Semua tertera dalam kitab di mana:- Menggunjing atau gibah, yaitu membicarakan kejadian yang ada.- Berbohong, yaitu membicarakan sesuatu yang tidak ada kenyataannya.- Berdusta, yaitu membicarakan berita yang didengar yang tidak diyakini kebenarannya.2. Bicara Tanpa Guna dan BerlebihanWaktu adalah modal yang sangat berharga untuk manusia dan sangat bernilai. Sehingga rugi jika dihabiskan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang sia-sia.Orang yang benar-benar berkonsentrasi pada akhirat akan menghadapkan diri pada hal-hal yang berguna dan meninggalkan hal-hal yang sia-sia.Untuk itu, kiat-kiat kita agar mengatasi komunikasi atau berbicara yang tanpa guna yang harus kita perhatikan adalah bahwa nafas adalah modal.Lisan merupakan jaringan yang bisa menangkap kebaikan dan memberikan timbangan amal. Sedangkan kita menuturkan kalimat yang tidak bermanfaat dan tidak mendatangkan kebaikan merupakan kerugian yang nyata.Kemudian, berbicara lebih dari yang diperlukan, yang dikenal dengan istilah fadlul kalam, termasuk kerugian.Hasan al-Basri rahimahullah ta'ala bertutur:“Salah satu tanda Allah Subhanahu wa Ta'ala berpaling dari seorang hamba adalah membuatnya sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna sebagai bentuk pengabaiannya.”3. Berkata KejiSelain itu, bahaya ucapan yang keluar melalui lisan yang ketiga adalah berkata keji.Berkata keji adalah ketika seseorang berkata dengan nilai-nilai buruk serta menggunakan kata-kata yang jelas. Pemicunya ada dua, yaitu:1. Karena dia ingin menyakiti orang lain.2. Karena hal tersebut memang sudah menjadi kebiasaan.Dan ini merupakan perangai yang tercela.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Imam Muslim dan An-Nasa’i meriwayatkan bahwa ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Hindarilah oleh kalian perbuatan keji, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai kekejian dan sengaja berbuat keji.”Wanita muslimah yang terbiasa berkata keji dan memiliki lidah yang tajam, niscaya dia akan dijauhi oleh orang-orang akibat gangguan lisannya.Di mana disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Kebaikan adalah kebiasaan, sedangkan keburukan adalah permusuhan.” (Hadis riwayat Ibnu Majah).Orang yang sering mengucapkan kata-kata keji, maka kata-kata tersebut akan mudah terucap begitu saja ketika sedang marah ataupun ketika sedang berbicara.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
M

Mega P

📍 -

Nak, maafkan Bapak!

Orang tua dengan pola asuh otoriter cenderung menggunakan pola komunikasi praktis lewat instruksi. Ketika instruksi tidak berhasil, maka mereka akan menaikan ke level intimidasi.Sebagian orang tua memandang ini efektif, karena membuat anak lebih cepat diam.Padahal, Intimidasi akan memberikan efek rasa tidak aman bagi anak. Efek selanjutnya anak bisa saja menjadi tempramen. Sebagian mungkin ada yang menarik diri, ada yang diam dan tampak baik-baik saja bahkan tertib.Namun, ini hanya tampak luarnya saja, padahal di baliknya banyak tersimpan masalah.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Kode Etik Pengusaha Muslim - Hasad

Salah satu sumber terbesar kesusahan adalah hasad. Ketika seorang pengusaha terus membandingkan dirinya dengan pengusaha lain, omzetnya, asetnya, tokonya, mobilnya, atau pencapaiannya maka ia bis kehilangan rasa syukur atas rezeki yang sudah Allah berikan. Yang tadinya cukup menjadi terasa kurang, bukan karena hartanya berkurang, tetapi karena matanya terus melihat milik orang lain.Lalu bagaimana agar tidak terjebak hasad? Latih diri untuk melihat rezeki orang lain sebagai karunia Allah, bukan ancaman bagi diri sendiri. Ketika melihat orang lain lebih berhasil, biasakan mendoakan keberkahannya, lalu kembali melihat apa yang sudah Allah titipkan kepada kita. Fokus pada pertumbuhan diri, bukan perlombaan dengan orang lain. Karena rezeki setiap orang sudah diatur dengan ukuran yang berbeda, dan tugas kita bukan memiliki semua yang dimiliki orang lain, tetapi menjaga dan mensyukuri apa yang Allah berikan kepada kita.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka28 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 13 - Penutup

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak ada solusi instan untuk membangun kepercayaan diri dan harga diri anak. Proses ini membutuhkan waktu, kedekatan emosional, serta dukungan yang konsisten dari orang-orang terdekatnya.Apa pun usia anak Anda, dua hadiah paling berharga yang dapat Anda berikan adalah cinta tanpa syarat dan dukungan yang tulus. Ketika seorang anak merasa dicintai apa adanya—bukan karena prestasi, perilaku, atau keberhasilannya—ia akan lebih mudah melihat dirinya sebagai pribadi yang berharga.Semakin kuat perasaan diterima, dicintai, dan didukung yang dimiliki seorang anak, semakin besar pula kemungkinannya untuk menunjukkan perilaku yang positif, mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik, serta menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Faktor-Faktor Menggapai Husnul Khotimah

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim, hadits dari Sufyan , ia berkata, "Aku bertanya, "Wahai bin Abdullah Rasulullah, katakanlah kepadaku sebuah perkataan tentang Islam yang belum pernah kutanyakan kepada seorang selain engkau?" Beliau menjawab, "Katakanlah, "Aku beriman kepada Allah." Kemudian konsistenlah."Al-Istiqamah merupakan sebuah kata yang komplek dan menyeluruh, yang mencukup semua permasalahan agama. Al-Istiqamah atau konsisten adalah berdiri di hadapan Allah dengan sebenarnya dan memenuhi janji.Umat yang paling jujur dan paling istiqamah, Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah ditanya tentang istiqamah. la menjawab, "Janganlah kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun." Dalam hal ini, Abu Bakar mendefinisikan istiqamah sebagai ketauhidan murni.Umar bin Al-Khaththab berkata tentang Al-Isti-qamah, "Hendaknya kamu konsisten beramar makruf dan nahi munkar dan tanpa rekayasa layaknya musang."

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka27 Agustus 2026
L

Lisna Nurul Hikmah

📍 Kabupaten Banyumas

Bab 9

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya mudah-mudahan Robb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata Ya Robb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh,engkau mahakuasa atas segala sesuatu.Q.s at tahrim: 8

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →