๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & wings 3 - Aturan di rumah saat sendirian

Anak-anak Anda harus punya daftar aturan yang harus dipatuhi ketika berada di rumah sendirian.Beri tahu mereka:Tidak boleh membuka pintu sebelum melihat siapa yang berada di luar. Kalau itu orang yang tidak mereka kenal minta mereka untuk kembali lagi lain kali. Mereka tidak pernah boleh mempersilakan siapa pun masuk ke rumah tanpa meminta izin orangtua terlebih dulu. Dalam era seluler ini, anak-anak yang sendirian di rumah bisa tetap berhubungan dengan orangtua mereka sepanjang waktu.๏ปฟ๏ปฟMereka tidak pernah boleh mengatakan kepada orang yang menelepon bahwa mereka sendirian di rumah.Mereka bisa menyebutkan bahwa ibu dan ayah sedang tidak bisa menerima telepon dan mereka akan menyampaikan pesan.๏ปฟ๏ปฟMereka tidak boleh masuk ke rumah jika keadaan janggal atau tidak normal, misalnya jendela pecah, tirai sobek, atau pintu terbuka.Begitu berada dalam rumah, mereka harus tetap mengunci pintu.๏ปฟ๏ปฟAnak-anak di bawah usia sepuluh tahun umumnya belum mampu memakai kompor dengan aman jadi mereka tidak boleh mencoba kompor atau peralatan memasaksaat sendirian di rumah.Tulis nomor-nomor telepon darurat di dekat semua telepon di rumah, dan pastikan untuk mencantumkan informasi kontak tetangga dan kerabat lain yang tinggal di dekat rumah Anda.Kumpulkan peralatan P3K dan diskusikan langkah-langkah yang tepat jika terjadi kecelakaan kecil.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Suara Anakmu - Glen Delano

Suara AnakmuGlen DelanoGlen Delano (17 tahun) adalah anak tertua dari tiga bersaudara. Ia terlahir dan dibesarkan dalam keluarga yang bahagia. Ayahnya bekerja sebagai pegawai marketing di sebuah perusahaan dan sangat dekat dengan keluarganya. Maka, tak heran jika Glen memiliki kedekatan tersendiri dengan sang ayah.Ayah, Sahabat bagi Sayaโ€œBagi saya, Ayah bukan hanya sekadar ayah, tetapi juga bagaikan seorang sahabat yang mampu berbagi, menjadi teman bercerita, dan beraktivitas bersama.Bersamanya, saya bisa bercerita tentang masalah-masalah pribadi, gadis yang sedang saya taksir, serta apa dan bagaimana pacaran. Kami juga bisa saling bercerita tentang pekerjaan, tugas sekolah, kesulitan, dan keberhasilan karena kami memiliki hobi yang sama, yaitu olahraga.Di mata saya, Ayah adalah satu-satunya sosok yang mampu meyakinkan saya ketika saya akan melakukan sesuatu yang belum pernah saya ketahui. Ayah senantiasa mendukung saya dalam hal apa saja. Dia adalah pemberi semangat dalam hidup saya. Kata-katanya selalu saya ingat saat saya berada dalam masalah.โ€˜Jangan menyerah! Dunia belum berakhir. Masih banyak yang harus kamu lakukan, jadi jangan menyerah! Ayo berjuang!โ€™Satu lagi kalimat yang saya suka dari Ayah adalah, โ€˜Don't even think about quitting!โ€™Saat gagal, kita masih bisa bangkit dan mencoba lagi. Namun, saat kita menyerah, semua usaha kita akan sia-sia.Ayah mengajarkan kepada saya bahwa jika kita mendapatkan masalah, hadapilah! Kabur dari masalah bukanlah jalan yang terbaik.Ayah juga selalu berkata, โ€˜Stay smart!โ€™ Artinya, jangan hanya cerdas dalam pelajaran, tetapi juga cerdas dalam berperilaku.Saya bangga pada ayah saya karena di matanya, keluarga adalah segala-galanya.โ€Ayah Ideal bagi Glen1. Ayah yang senantiasa berpikir positifAyah adalah sumber utama dan motivator terbaik dalam sebuah keluarga karena mampu memberikan pengaruh bagi semua anggota keluarga.2. Ayah yang senantiasa melakukan hal terbaik bagi keluargaAyah adalah figur yang harus dijadikan contoh dan teladan bagi anggota keluarga.3. Ayah yang mampu memberikan cinta dan waktu bagi keluargaAyah tidak hanya memberikan materi, yang dengan gampang dicari dan dimusnahkan, tetapi juga memberikan cinta dan waktu bagi anggota keluarganya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
P
Puji

๐Ÿ“ Purwakarta

Bersyukurlah Anda Memiliki Rumah

Bersyukurlah Anda Memiliki Rumah Sumber: Don't sweat the small stuff with your family Pikirkan sejenak rumah Anda entah Anda tinggal di apartemen mungil sebuah kamar yang dibagi bersama orang lain atau rumah adat sendiri, tempat tinggal itu hak anda untuk dimanfaatkan itu ruang Anda apa yang dapat anda lakukan tanpanya ?bagaimana anda bisa bertahan hidup? Akan sangat menakjubkan bila anda mau merenungkan betapa beruntungnya anda telah memiliki rumah di mana anda bisa melepas lelah sebuah tempat berlindung di mana anda menemukan kedamaian. Namun kapan anda terakhir kali berhenti sejenak untuk melihat sekeliling? Perhatikan dindingnya lingkungan keseluruhannya lantai jendela jendela kapan anda terakhir kali secara sadar bersyukur karena telah bisa tinggal di rumah tersebut? Ambil nafas dalam-dalam dan ungkapkan rasa syukur anda atas rumah Anda yang indah meskipun tidak sempurna ini milik anda anda tinggal di rumah anda. Rumah yang melindungi anda dari serangan hawa panas dan dingin dan membentengi anda dari banyak hal dari serangga hingga orang asing. Ini membantu anda tetap merasa hidup dan nyaman. Namun sering terjadi kita mengabaikannya begitu saja. Menguapkan rasa syukur punya arti penting ini akan membuat perhatian anda terfokus pada betapa beruntungnya Anda meskipun banyak yang harus anda kerjakan. Ini akan membantu anda tetap dalam perspektif. Pada saat-saat yang sulit ini akan mengingatkan anda bahwa meskipun ada kesulitan Anda sungguh beruntung dikaruniai hidup dan memiliki tempat tinggal.Jika anda merasa terbebani oleh pekerjaan-pekerjaan sebagai konsekuensi memiliki rumah atau oleh biaya-biaya yang mesti dikeluarkan untuk mengurusnya rasa syukur akan membantu anda tetap terfokus pada arah yang benar. Rasa syukur adalah emosi yang paling kuat ini akan memberikan Anda yang terbaik dan membantu Anda mengatasi beban emosi. Ya kan membuat anda bahagia. Anda akan terkagum-kagum karena perasaan Anda jauh lebih baik ketimbang ketika memulai strategi ini anda mungkin akan bertanya-tanya mengapa tidak sedari dulu melakukannya. Nikmati rasa syukur dan mungkin untuk pertama kalinya benar-benar menikmati keistimewaan memiliki rumah kita tempat tinggal yang nyaman.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Tarbiyatul Abna - Syaikh Musthofa Al Adawi

Doa untuk Anak yang ShalihTarbiyatul Abna โ€“ Syaikh Musthafa Al-AdawiBerdoa agar Mendapatkan Keturunan yang Shalih* Allah adalah satu-satunya pemberi hidayah. Karena itu, orang tua hendaknya senantiasa berdoa agar anak-anak mendapatkan petunjuk dan perlindungan Allah.* Mintalah keturunan yang shalih, yang menjadi penyejuk mata dan teladan bagi orang-orang bertakwa.* Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim โ€˜alaihimas salam memberikan teladan dalam berdoa memohon keturunan yang baik.Doa untuk Anak dan Keturunan yang Shalih* Memohon kepada Allah agar anak menjadi orang yang mendirikan salat dan senantiasa taat kepada-Nya.* Memohon agar anak dan keturunannya dijauhkan dari kesyirikan serta menjadi hamba yang diridhai Allah.* Orang tua hendaknya memperbanyak doa untuk kebaikan agama dan kehidupan anak-anaknya.Rasulullah Mendoakan Anak-Anak* Rasulullah ๏ทบ mendoakan anak-anak dan memberikan perhatian kepada mereka.* Beliau mendoakan keberkahan bagi anak perempuan Ummu Khalid dan mendoakan kebaikan bagi anak-anak para sahabat.* Rasulullah ๏ทบ juga mendoakan Anas bin Malik agar memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, serta keberkahan dalam harta dan keturunannya.Larangan Mendoakan Keburukan untuk Anak* Jangan mendoakan keburukan, melaknat, atau mengucapkan perkataan buruk kepada anak.* Bisa jadi doa tersebut bertepatan dengan waktu mustajab sehingga dikabulkan oleh Allah.* Orang tua hendaknya menjaga lisan dan mengganti kemarahan dengan nasihat serta doa yang baik.### KesimpulanDoa merupakan bagian penting dalam mendidik anak. Orang tua hendaknya senantiasa memohon keturunan yang shalih, mendoakan keberkahan dan kebaikan dunia akhirat bagi anak-anaknya, serta menghindari ucapan buruk yang dapat membahayakan mereka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

MEMBANGUN LANDASANPikiran yang Menakutkan Bukanlah Tindakan1. Dukungan yang Dibutuhkan Orang Tua- Bantuan praktis dan perhatian dapat meringankan beban orang tua.- Dengarkan perasaan orang tua tanpa menghakimi atau meremehkannya.- Teman dan keluarga dapat membantu dengan memahami bahwa perasaan campur aduk merupakan hal yang wajar dalam menjadi orang tua.2. Pikiran Bukanlah Tindakan- Pikiran atau bayangan yang menakutkan tidak otomatis berarti kita akan melakukannya.- Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi pikiran tersebut dan mencari bantuan ketika merasa kewalahan.- Jangan langsung menghakimi diri sendiri hanya karena muncul pikiran yang tidak diinginkan.3. Kisah CharlotteCharlotte merasa takut dan malu karena mengalami pikiran-pikiran yang mengganggu tentang bayinya. Namun, setelah berani menceritakannya kepada orang yang dipercaya, ia merasa lega karena menyadari bahwa pengalaman tersebut dapat dibicarakan dan tidak harus dipendam sendirian.PESAN UTAMAJangan memendam ketakutan sendirian. Terimalah perasaan dengan jujur, jangan menghakimi diri sendiri, dan carilah dukungan dari orang tepercaya atau tenaga profesional jika pikiran yang mengganggu terus muncul atau membuatmu kewalahan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Menemukan Titik Perubahan dengan Menulis Jurnal Kesadaran Hati

Park Yoon-Mi, Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak Jika ingin bertindak berbeda, kita harus mencermati pengalaman apa yang ingin diubah dan menjadikannya kesadaran. Dengan menyadari reaksi otomatis yang dilakukan, kita bisa menghentikan reaksi tersebut dan mengubahnya menjadi tindakan lain. Pengalaman kita harus diberi makna baru yang berbeda dari sebelumnya agar kita bisa bertindak secara berbeda. Ketika bertemu seorang teman dan mengungkapkan hal yang disesali terhadap anak atau suami, kita merasa lega dan terhibur karena orang lain tampaknya juga menjalani kehidupan yang sama. Tapi saat pulang ke rumah, kita merasa hampa. Masalah tidak pernah terselesaikan dan selalu terulang kembali. Setelah masalah sudah benar-benar selesai, jangan berhenti di situ. Cobalah untuk menemukan makna dari hal yang sudah dialami.Semakin baik kita memahami sudut pandang orang lain, semakin baik pula kita dalam menoleransi dan menangani emosinya. Begitu pula jika memahami diri sendiri dengan lebih baik, kita akan mampu menoleransi dan menangani emosi sendiri dengan lebih baik. Jika memahami dan mengenali hal yang membuat kita mengulangi perilaku tersebut, kita tidak akan mengulangi reaksi lama lagi. Ketika reaksi kita berubah, sikap orang lain juga secara alami berubah.Penulis merekomendasikan kegiatan 'Menulis Jurnal Kesadaran Hati' sebagai latihan untuk memutus lingkaran setan tersebut. Ini adalah cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan memahami pikiran sendiri, sekaligus latihan yang diperlukan untuk membantu anak membentuk respons emosional yang lebih sehat. Jika sering marah dengan meledak-meledak, kita perlu meringankan warna agresi yang menyebabkan kemarahan tersebut. Perubahan juga sulit diwujudkan jika kita hanya menahan amarah atau mengubah kalimat yang diucapkan, tanpa mengubah penyebab agresi di dalam diri. Sekarang, mari kita mengubah warna dalam diri kita.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
P
Poppy Adrianne

๐Ÿ“ Kota Bandung

Tazkiyatun nufus

Seorang muslim wajib berusaha untuk membersihkan dirinya, baik lahir maupun batin. Dan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala mencintai orang-orang yang suka membersihkan dirinya. Allah Taโ€™ala berfirman,ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู‘ูŽุงุจููŠู†ูŽ ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุชูŽุทูŽู‡ู‘ูุฑููŠู†ูŽโ€œSungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.โ€ (QS. Al-Baqarah: 222)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka29 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Hal yang dibolehkan bagi Peminang

Yang Dibolehkan bagi Peminang Setelah PeminanganSetelah melakukan peminangan, ia dibolehkan berbicara dengan pi-nangannya mengenai urusan agama dan semisalnya hingga dapat me-ngetahui sebagian aspek kepribadian istri masa depannya itu. Lalu ia mendengarkan pendapatnya, metode kehidupannya, kaidah dan prinsip yang ditempuhnya, serta mengoreksi apa yang dipandangnya perlu di-koreksi yang sejalan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Dengan syarat, ini dilakukan dengan keberadaan mahramnya. la juga boleh me-mandang wajahnya-hal ini dengan mempertimbangkan perselisihan ulama mengenai wajibnya memakai penutup wajah. Namun, ia tidak boleh memegang tangannya, memegang tubuhnya, atau memperhati-kan bagian-bagian tubuh vitalnya yang dapat menggoda. Sebab wanita tersebut masih tetap orang asing baginya. la tidak dibolehkan darinya sebagaimana tidak dibolehkan dari wanita asing lainnya. Demikian pula, ia tidak boleh berduaan dengannya kecuali dengan keberadaan mahram.la harus berhiaskan kesabaran dan ketabahan dalam mengenalnya dan membangun pendapat yang benar berkenaan dengan istri masa depannya. Semakin jarang peminang berkunjung kepada pinangannya, maka itu lebih baik baginya.Adapun pergi bersama, berwisata dan sebagainya yang dilakukan banyak orang, maka ini tidak boleh. Tidak pernah ada pada masa Nabi, seorang laki-laki meminang wanita lalu ia pergi bersamanya untuk ber-bincang-bincang, berwisata dan berduaan dengannya untuk saling me-ngenal, mempererat, saling memahami dan seterusnya, sehingga hal itu telah menjadi "sunnah" (kebiasaan) bagi banyak orang.Sebaliknya, yang sunnah menjadi bid'ah bagi mereka. Padahal apa yang bukan agama pada masa Nabi, maka itu bukan pula agama pada hari ini.Sebagian orang menyangka, ketika peminangan sudah dilangsungkan, maka ia telah memiliki segalanya dari calon istrinya itu. Penulis pe-ringatkan kepada setiap gadis untuk tidak meneruskan hal semacam ini. Betapa banyak "persatuan" (pernikahan) tidak ditakdirkan Allah un-tuk berlanjut, meski tunangan sudah dilangsungkan.MAHKOTA PENGANTIN Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 29 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka1 November 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why - Give Them a Cathedral

Simon Sinek menggunakan gagasan tentang membangun katedral untuk menggambarkan kekuatan sebuah tujuan bersama. Orang-orang yang membangun katedral mungkin tidak akan pernah melihat bangunan itu selesai selama hidup mereka. Namun, mereka tetap bekerja karena percaya bahwa apa yang mereka kerjakan merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri. Mereka bukan sekadar menyusun batu demi batu; mereka sedang mewujudkan sebuah visi yang mereka yakini bersama.Insight: Orang akan memiliki alasan yang lebih kuat untuk berkontribusi ketika mereka memahami makna dari apa yang sedang dibangun, bukan hanya tugas yang harus diselesaikan. Seorang pemimpin tidak cukup hanya membagikan pekerjaan dan menetapkan target. Ia perlu memberikan gambaran tentang tujuan besar yang membuat setiap pekerjaan terasa berarti. Sebab, ketika orang hanya memahami tugasnya, mereka bisa kehilangan motivasi saat menghadapi kesulitan. Namun, ketika mereka memahami mengapa tugas itu penting, mereka memiliki alasan untuk terus melangkah meskipun hasil akhirnya belum terlihat.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka30 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Perusak keempat: suami istri yang saling menjatuhkan

Harapan terbesar seorang anak adalah melihat keluarganya harmonis dan akur. Anak-anak yang mendapat orang tuanya tidak akur dan tidak dalam keadaan harmonis, maka dia akan sering terlihat sedih, mungkin menangis, dan kegoncangan jiwa lainnya.Beberapa efek buruk yang terjadi pada anak yang menyaksikan orang tuanya hidup dalam kondisi tidak harmonis:GalauSlow learnerMasalah kejiawaanEfek kejiwaan yang berkepanjanganMencari teman yang burukMindset yang salah tentang pernikahanGagal dalam berumah tanggaBuku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammadu

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
G

Gardina daru adini

๐Ÿ“ Kota Depok

Resume

Akan sangat bermanfaat apabila orang tua bisa sesegera mungkin menemukan keunikan dan kelebihan pada diri putra-putrinya. Jika perlu, kerja sama dalam hal ini dengan guru-guru di sekolah bisa dilakukan.Setelah orang tua menemukan keunikan anak, tindak lanjutnya ada tiga: memberi pengakuan, mengembangkan dari sini, dan tidak perlu membanding-bandingkan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Kitab 2 sholat

KEDUA: KITAB SHALAT Dan mencakup lima belas bab BAB PERTAMA: TENTANG DEFINISI SHALAT, KEUTAMAANNYA, DAN KEWAJIBAN SHALAT LIMA WAKTU: 1 - Definisinya: Shalat secara bahasa: doa. Secara syariat: ibadah yang memiliki ucapan dan perbuatan tertentu, dimulai dengan takbir, diakhiri dengan salam. Rinciannya akan dijelaskan pada bab-bab berikutnya insya Allah. 2 - Keutamaannya: Shalat termasuk rukun Islam yang paling penting setelah dua kalimat syahadat, bahkan shalat adalah tiang Islam. Allah telah mewajibkannya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pada malam Isra Mi'raj di atas tujuh langit. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika menghadapi suatu masalah, beliau segera melaksanakan shalat. Banyak hadits yang menyebutkan keutamaan shalat dan anjuran untuk melaksanakannya, di antaranya: Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapus dosa-dosa yang ada di antara ketiganya selama menjauhi dosa-dosa besar." Dan sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: "Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian yang ia gunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apakah masih tersisa kotoran padanya?" Mereka menjawab: "Tidak ada kotoran yang tersisa." Beliau bersabda: "Itulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus dengannya kesalahan-kesalahan." Kata "daran" artinya kotoran. 3 - Kewajibannya: Kewajiban dan kefardhuannya telah diketahui melalui Al-Quran, Sunnah, dan ijma' yang diketahui dari agama secara darurat. Allah Ta'ala berfirman: "Dan dirikanlah shalat" (QS. Al-Baqarah: 43) dalam banyak ayat dari Kitab Allah. Allah Ta'ala juga berfirman: "Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman agar mereka mendirikan shalat" (QS. Ibrahim: 31). Dari Sunnah: hadits Isra Mi'raj yang menyebutkan: "Shalat itu lima waktu dan (pahalanya) lima puluh kali." Dalam Shahihain disebutkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada orang yang bertanya tentang syarat-syarat Islam: "Lima shalat dalam sehari semalam." Penanya berkata: "Apakah ada kewajiban lain selain itu?" Beliau menjawab: "Tidak, kecuali jika kamu melakukan sunnah." Shalat wajib atas Muslim yang baligh dan berakal, tidak wajib atas orang kafir, anak kecil, dan orang gila, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Pena (pencatat amal) diangkat dari tiga golongan: dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari orang gila sampai ia sadar, dan dari anak kecil sampai ia baligh." Namun anak-anak diperintahkan shalat ketika berusia tujuh tahun, dan dipukul karena meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun. Barangsiapa mengingkari atau meninggalkan shalat maka ia telah kafir dan murtad dari agama Islam, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Mitra Siangku

Mitra Siangku Ketika memutuskan berkeluarga, seorang ayah harus siap bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, terutama dalam memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak. Namun, keadaan seperti pemutusan hubungan kerja dapat membuat ayah kehilangan sumber nafkah utama dan menjadi beban pikiran yang berat.Kisah Matt ChandlerMatt Chandler, seorang wartawan Business First di Buffalo, New York, mengalami pemutusan hubungan kerja akibat perampingan pegawai. Ia sangat terpukul hingga tidak bisa makan dan tidur, bahkan lambungnya terasa sakit.Bersama istrinya, Amber, Matt menghabiskan malam dengan memikirkan cara menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan kedua anak mereka.Suatu malam, Amber menguatkan Matt dengan berkata,ยซโ€œTegakkan kepalamu. Banggallah dengan apa yang telah kau capai. Kau datang dengan martabat dan pergi dengan cara yang sama.โ€ยปNasihat itu menguatkan Matt untuk menghadapi keadaan yang terjadi.Menemukan Makna Menjadi AyahSetelah kehilangan pekerjaan, Amber menjadi pencari nafkah keluarga karena bekerja sebagai guru. Sementara itu, Matt menghabiskan waktunya di rumah bersama putrinya, Zoey, yang masih bayi.Dari seorang manajer penjualan wilayah yang membawahi 20 staf, Matt kini menjalani keseharian dengan mengganti popok, mencuci botol susu, dan menyanyikan lagu pengantar tidur.Awalnya perubahan itu terasa menyakitkan. Namun, perlahan, waktu bersama Zoey menjadi berkat yang istimewa. Mereka pergi ke danau, mengunjungi toko buku, dan menghabiskan waktu bersama.Matt menyadari bahwa ia kini hadir menyaksikan kata pertama dan langkah pertama putrinya. Ia juga belajar memahami tangisan serta mengenal kepribadian Zoey.Ia menyadari bahwa gaji besar, jabatan, dan banyaknya rekan bisnis tidak sebanding dengan kedekatan yang kini dimilikinya bersama putrinya. Pengalaman itu memberinya keberanian untuk mengubah karier dan mengejar mimpinya.Matt akhirnya kembali bekerja di perusahaan yang berbeda. Namun, ia menyampaikan:ยซโ€œUang tidak akan pernah menjadi hal yang utama. Kepuasan, kedamaian, hati, itulah yang terpenting. Hubungan yang kumiliki dengan putriku tidak pernah bisa dibeli dengan uang berapapun.โ€ยปPelajaran bagi Seorang AyahBanyak ayah mengalami keterpurukan serupa, tetapi berakhir dengan kisah berbeda. Ada yang sampai melakukan tindakan tragis terhadap keluarganya atau meninggalkan mereka karena merasa tidak sanggup memenuhi kebutuhan keluarga.Dari kisah Matt Chandler, kita belajar bahwa di tengah keterpurukan, masih ada sesuatu yang indah yang dapat dibangun bersama keluarga.Waktu bersama buah hati tidak dapat dibeli dengan uang. Waktu itu juga tidak dapat dipinjamkan ataupun dipinjam dari orang lain.Jadilah ayah yang mampu meluangkan waktu untuk lebih dekat dengan keluarga dan anak-anak, sehingga dapat mengenal kepribadian setiap anggota keluarga.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Keutamaan Khadijah Bagian 2

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบKeutamaan Khadijah Bagian 22. Khadijah tak pernah hilang dari benak Rasulullah ๏ทบLihatlah bagaimana Aisyah yang sudah sangat dicintai oleh Rasulullah ๏ทบ ternyata masih saja cemburu kepada Khadijah, lantaran seringnya beliau ๏ทบ terkenang tentang sosok isteri pertamanya tersebut. Selain hadits yang sudah kita sebutkan sebelumnya tentang kenangan Rasulullah ๏ทบ yang terus ada tentang Khadijah, Aisyah I juga pernah berkisah,โ€œAku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istriistri Nabi, kecuali hanya kepada Khadijah, padahal aku belum pernah bertemu dengannya. Nabi ๏ทบ biasa menyembelih seekor kambing, lalu berkata, โ€˜Kirimkanlah ia kepada teman-temannya Khadijah.โ€™Suatu hari aku pun kesal dan berkata, โ€˜Khadijah lagi, Khadijah lagi!โ€™Nabi ๏ทบ pun menjawab, โ€˜Sesungguhnya aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya.โ€™โ€Imam an-Nawawi mengomentari jawaban Rasulullah ๏ทบ di atas dengan mengatakan,โ€œIni merupakan dalil bahwa mencintai Khadijah adalah kemuliaan.โ€Sebagai catatan dari hadist ini kita belajar bahwa Ini merupakan sikap adil dari Aisyah. Beliau tetap meriwayatkan hadits yang mengandung suatu ilmu, meskipun itu memuat beberapa kekeliruan yang beliau lakukan.Ini adalah bantahan telak bagi kaum Syiah yang hobi mencaci-maki dan memfitnah Aisyah. Mereka sibuk menuduh Aisyah sebagai wanita yang lisannya kotor, padahal lisan mereka yang salah.Di antara sikap Aisyah lainnya yang serupa, adalah ia meriwayatkan sebuah hadits yang padanya ia membicarakan salah seorang istri Nabi ๏ทบ, yaitu Shafiyyah. Pada hadits tersebut, Aisyah mengisahkan bahwa dirinya mengatakan bahwa Shafiyyah adalah wanita yang pendek. Rasulullah ๏ทบ pun marah mendengar ucapan Aisyah tersebut. Rasulullah ๏ทบ memang suka memaklumi kesalahan istri-istrinya, namun beliau ๏ทบ akan marah apabila hukum Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ telah dilanggar, seperti gibah yang dilakukan Aisyah terhadap Shafiyyah. Aisyah meriwayatkan teguran Rasulullah ๏ทบ kepadanya, yaitu,"Sungguh engkau telah mengucapkan suatu ucapan, yang seandainya ia dicampur dengan air laut, maka sungguh air laut itu akan tercemar!" (HR. Abu Dawud No. 4875 dan Tirmidzi No. 2632)Pertanyaannya, mungkinkah seorang pendusta yang berlisan kotor akan meriwayatkan sesuatu yang berisi kesalahan dirinya sendiri?! Lihatlah bagaimana Aisyah sangat amanah dalam menyampaikan ilmu dari Rasulullah ๏ทบ. Beliau tetap menyampaikannya, meskipun ia berisi kesalahan beliau sendiri.Alangkah nistanya perbuatan Syiah yang mencela dan mencaci ibunda Aisyah. Alangkah lancangnya mereka menodai kehormatan wanita yang sangat dicintai oleh Nabi ๏ทบ, yang Nabi ๏ทบ wafat di pangkuannya dan dikuburkan di rumahnya!!Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (15/201).

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

๐Ÿ“ Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 16 Menanamkan Iman Kepada Anak

Tahapan Menanamkan Kecintaan Anak kepada Islam (Bag.5)Fase 15โ€“18 Tahun (Bag.2)Pada fase ini, kita harus mengarahkan anak kita dengan cara yang baik untuk menanamkan beberapa hal berikut.2. Cinta kepada Allah dan Rasul-NyaDi antara contoh orang yang mencintai Allah secara benar dan jujur adalah Ibnul Qayyim yang berkata:โ€œDi dalam hati manusia ada sifat perpecahan. Tidak ada yang mampu merekatkannya kecuali dengan menghadap Allah. Di dalam hati juga ada sifat keras, tidak ada yang mampu menghilangkannya kecuali dengan merasakan nikmat ketika bertakarub kepada Allah. Di dalam hati ada rasa takut dan bingung, tidak ada yang sanggup menghilangkannya kecuali dengan lari menuju Allah.โ€Banyak sekali cerita untuk menanamkan perasaan cinta kepada Allah ke dalam hati mereka yang sensitif. Di antaranya dengan membacakan cerita yang berjudul Atfaluna wa Hubbullahi (Anak-Anak Kita dan Cinta Allah).3. Berbakti kepada Kedua Orang TuaSeyogianya kita memperkenalkan kepada anak tentang keutamaan kedua orang tua. Kita dapat mengenalkannya melalui cerita-cerita yang menarik dan melalui orang-orang di sekitarnya yang dia lihat, baik anak-anak saudara maupun para tetangga dan lain sebagainya.Begitu juga dengan cara berbuat baik dan memberikan hak-haknya berupa cinta kasih, penghormatan, penghargaan, kelemahlembutan, perasaan aman, dan lain sebagainya.Di samping kita menjadi teladan bagi mereka, kita juga harus berbuat baik kepada kedua orang tua kita agar anak-anak juga berbakti kepada kita.Kita juga ajarkan bahwa keridaan orang tua merupakan bagian dari rida Allah dan berbuat baik kepada keduanya termasuk ketaatan kepada-Nya.Termasuk faktor yang membantu mewujudkan anak yang berbakti adalah dengan menceritakan kisah-kisah nyata yang menjelaskan tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua.4. Zikir kepada AllahPada fase ini, zikir tidak hanya diajarkan untuk dilakukan secara lisan saja, tetapi juga dengan hati.Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152:โ€œKarena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.โ€5. Merasakan Pengawasan Allah, Baik dalam Keadaan Sepi maupun RamaiIni merupakan adab yang mesti dipelajari seorang anak melalui puasa.Hal tersebut dikuatkan dengan menceritakan sebagian kisah nyata tentang orang-orang yang selalu mendahulukan keridaan Allah, meskipun saat itu tidak ada yang melihat kita kecuali Allah.6. Mengikhlaskan Niat dalam BeramalJika kita mengajari anak-anak melakukan segala sesuatu, hendaknya mereka hanya mengharapkan rida Allah karena kelak mereka akan mendapatkan pahala besar dari segala sesuatu yang dilakukan selama hidupnya.Lalu, berusaha membantu mereka, walaupun hanya sebatas doa.7. Tawakal kepada AllahRasulullah sangat bersungguh-sungguh mendidik anak-anak para sahabat tentang bagaimana seharusnya mereka bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang benar.Di samping itu, perlu juga menerangkan kepada mereka makna yang benar tentang tawakal, yakni melakukan usaha-usaha dengan anggota badan, lalu berserah diri kepada Allah dengan hati yang tulus, serta meyakini bahwa suatu tujuan tidak akan bisa dicapai kecuali atas izin Allah.Di antara hal yang membantu merealisasikan tujuan tersebut adalah dengan menceritakan kepada anak kisah-kisah nyata.8. Memerangi Hawa NafsuHal ini dapat dicapai dengan mendidik hati anak dan membantunya agar selalu bersabar dalam kebenaran serta mampu menjauhi hal-hal yang hina semenjak kecil.Sebagaimana kita juga harus melatihnya menyenangi amal perbuatan yang baik dan membenci keburukan.Jika dia sudah mengetahui tujuannya dan menyenanginya, yaitu ampunan Allah dan rida-Nya, dia akan hidup dalam rangka menggapainya dan berada di bawah naungan-Nya, sehingga dia pun akan membahagiakan kedua orang tua, keluarga, dan masyarakat. Dia sendiri juga akan bahagia.9. Selalu BeristigfarWajib bagi kita mengajarkan kepada anak-anak bahwa istigfar memiliki faedah lain selain sebagai penghapus dosa-dosa dan kesalahan.10. Selalu BertobatWajib bagi setiap orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya bahwa putus asa dari rahmat Allah dan pengampunan-Nya pada dasarnya merupakan dosa.Senantiasa ingatkan bahwa berputus asa membuka pintu bagi setan untuk memasuki hati seorang mukmin dan mengembalikannya kepada kemaksiatan, kemudian kepada kefakiran secara perlahan-lahan.11. DoaKita harus mengajari mereka adab-adab berdoa, di antaranya:Yakin akan dikabulkannya doa-doa kita.Tidak terburu-buru meminta agar doa segera dikabulkan.Pengabulan doa bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang langsung dikabulkan, ada yang diganti pengabulannya dengan dihindarkan dari musibah, dan ada pula yang pengabulannya disimpan untuk diletakkan dalam timbangan kebaikan pada hari kiamat.Ketika seorang mukmin mengetahui bahwa doanya diletakkan dalam timbangan kebaikan pada hari kiamat, maka dia akan berharap seandainya doa-doa di dunia tidak ada yang dikabulkan.Kita mengajarkan anak-anak kita bahwa semua doa adalah kebaikan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

Membangun Landasan1. Ikatan dengan bayi tidak selalu langsung muncul. Setiap ibu memiliki pengalaman melahirkan yang berbeda. Ada yang langsung merasa terhubung, ada pula yang membutuhkan waktu.2. Pengalaman melahirkan memengaruhi perasaan ibu. Proses persalinan yang sulit, melelahkan, atau traumatis dapat membuat ibu merasa takut, bingung, bahkan sulit menerima bayinya.3. Ibu membutuhkan dukungan, bukan penghakiman. Dengarkan perasaan dan kekhawatiran ibu dengan tenang tanpa meremehkan atau membantahnya.4. Jangan memaksakan ikatan secara instan. Jika kedekatan dengan bayi belum terasa, bukan berarti ibu tidak menyayanginya. Berikan waktu, dukungan, dan kesempatan untuk membangun hubungan.๐ŸŒท Inti utama: Setiap ibu dan bayi memiliki perjalanan ikatan yang berbeda. Bangun kedekatan dengan penuh kesabaran, empati, dan penerimaan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka28 Oktober 2026
F

Firdha Ayu

๐Ÿ“ Kota Makassar

1. mandiri dalam mengungkapkan dan menyatakan kebutuhan dirinya

aspek kemandirian yang pertama kita bangun saat anak berusia dini adalah sebatas kemandirian dalam mengungkapkan dan menyatakan kebutuhan dirinya, sehingga orang dewasa di sekitarnya dapat lebih mudah untuk membantu memenuhi kebutuhannya. latihan ini dapat kita mulai ketika anak sudah bisa mulai diajak berkomunikasi. anak dirangsang untuk dapat berkomunikasi dengan memberikan kata-kata kunci yang berkaitan dengan kebutuhannya titik bantu anak agar mampu melabeli kebutuhannya sehingga ia tidak hanya sekedar tantrum dan menangis saat mereka tidak hanya atau belum terpenuhi keinginannya. kedua mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar diri dalam kehidupan sehari-hari. terkadang pada usia tertentu anak-anak menunjukkan keinginannya untuk bisa melakukan keperluannya sendiri namundengan alasan kerepotan orang tua lebih memilih untuk segera membantu dan menyelesaikannya. sambutlah benih kemandirian seorang anak dengan melepaskan bantuan sedikit demi sedikit dan memfasilitasi keinginannya untuk mandiri selama hal itu masih aman titik ciptakan lingkungan yang mudah aman dan nyaman untuk memfasilitasi kemandiriannya. bila keinginan untuk mandirinya menimbulkan bahaya carilah alternatif solusi untuk menjaga suasana tetap kondusif tanpa mencederai benih kemandiriannya. terkadang anak-anak yang sudah bisa melakukan keperluan sendiri, merasa rindu akan perhatian kita dalam bentuk memberikan bantuan sesekali tidak mengapa kita membantunya, lalu dorong mereka kembali untuk melakukan hal yang sudah mereka bisa lakukan sendiri.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 28 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’