Tahapan Menanamkan Kecintaan Anak kepada Islam (Bag.5)Fase 15โ18 Tahun (Bag.2)Pada fase ini, kita harus mengarahkan anak kita dengan cara yang baik untuk menanamkan beberapa hal berikut.2. Cinta kepada Allah dan Rasul-NyaDi antara contoh orang yang mencintai Allah secara benar dan jujur adalah Ibnul Qayyim yang berkata:โDi dalam hati manusia ada sifat perpecahan. Tidak ada yang mampu merekatkannya kecuali dengan menghadap Allah. Di dalam hati juga ada sifat keras, tidak ada yang mampu menghilangkannya kecuali dengan merasakan nikmat ketika bertakarub kepada Allah. Di dalam hati ada rasa takut dan bingung, tidak ada yang sanggup menghilangkannya kecuali dengan lari menuju Allah.โBanyak sekali cerita untuk menanamkan perasaan cinta kepada Allah ke dalam hati mereka yang sensitif. Di antaranya dengan membacakan cerita yang berjudul Atfaluna wa Hubbullahi (Anak-Anak Kita dan Cinta Allah).3. Berbakti kepada Kedua Orang TuaSeyogianya kita memperkenalkan kepada anak tentang keutamaan kedua orang tua. Kita dapat mengenalkannya melalui cerita-cerita yang menarik dan melalui orang-orang di sekitarnya yang dia lihat, baik anak-anak saudara maupun para tetangga dan lain sebagainya.Begitu juga dengan cara berbuat baik dan memberikan hak-haknya berupa cinta kasih, penghormatan, penghargaan, kelemahlembutan, perasaan aman, dan lain sebagainya.Di samping kita menjadi teladan bagi mereka, kita juga harus berbuat baik kepada kedua orang tua kita agar anak-anak juga berbakti kepada kita.Kita juga ajarkan bahwa keridaan orang tua merupakan bagian dari rida Allah dan berbuat baik kepada keduanya termasuk ketaatan kepada-Nya.Termasuk faktor yang membantu mewujudkan anak yang berbakti adalah dengan menceritakan kisah-kisah nyata yang menjelaskan tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua.4. Zikir kepada AllahPada fase ini, zikir tidak hanya diajarkan untuk dilakukan secara lisan saja, tetapi juga dengan hati.Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152:โKarena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.โ5. Merasakan Pengawasan Allah, Baik dalam Keadaan Sepi maupun RamaiIni merupakan adab yang mesti dipelajari seorang anak melalui puasa.Hal tersebut dikuatkan dengan menceritakan sebagian kisah nyata tentang orang-orang yang selalu mendahulukan keridaan Allah, meskipun saat itu tidak ada yang melihat kita kecuali Allah.6. Mengikhlaskan Niat dalam BeramalJika kita mengajari anak-anak melakukan segala sesuatu, hendaknya mereka hanya mengharapkan rida Allah karena kelak mereka akan mendapatkan pahala besar dari segala sesuatu yang dilakukan selama hidupnya.Lalu, berusaha membantu mereka, walaupun hanya sebatas doa.7. Tawakal kepada AllahRasulullah sangat bersungguh-sungguh mendidik anak-anak para sahabat tentang bagaimana seharusnya mereka bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang benar.Di samping itu, perlu juga menerangkan kepada mereka makna yang benar tentang tawakal, yakni melakukan usaha-usaha dengan anggota badan, lalu berserah diri kepada Allah dengan hati yang tulus, serta meyakini bahwa suatu tujuan tidak akan bisa dicapai kecuali atas izin Allah.Di antara hal yang membantu merealisasikan tujuan tersebut adalah dengan menceritakan kepada anak kisah-kisah nyata.8. Memerangi Hawa NafsuHal ini dapat dicapai dengan mendidik hati anak dan membantunya agar selalu bersabar dalam kebenaran serta mampu menjauhi hal-hal yang hina semenjak kecil.Sebagaimana kita juga harus melatihnya menyenangi amal perbuatan yang baik dan membenci keburukan.Jika dia sudah mengetahui tujuannya dan menyenanginya, yaitu ampunan Allah dan rida-Nya, dia akan hidup dalam rangka menggapainya dan berada di bawah naungan-Nya, sehingga dia pun akan membahagiakan kedua orang tua, keluarga, dan masyarakat. Dia sendiri juga akan bahagia.9. Selalu BeristigfarWajib bagi kita mengajarkan kepada anak-anak bahwa istigfar memiliki faedah lain selain sebagai penghapus dosa-dosa dan kesalahan.10. Selalu BertobatWajib bagi setiap orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya bahwa putus asa dari rahmat Allah dan pengampunan-Nya pada dasarnya merupakan dosa.Senantiasa ingatkan bahwa berputus asa membuka pintu bagi setan untuk memasuki hati seorang mukmin dan mengembalikannya kepada kemaksiatan, kemudian kepada kefakiran secara perlahan-lahan.11. DoaKita harus mengajari mereka adab-adab berdoa, di antaranya:Yakin akan dikabulkannya doa-doa kita.Tidak terburu-buru meminta agar doa segera dikabulkan.Pengabulan doa bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang langsung dikabulkan, ada yang diganti pengabulannya dengan dihindarkan dari musibah, dan ada pula yang pengabulannya disimpan untuk diletakkan dalam timbangan kebaikan pada hari kiamat.Ketika seorang mukmin mengetahui bahwa doanya diletakkan dalam timbangan kebaikan pada hari kiamat, maka dia akan berharap seandainya doa-doa di dunia tidak ada yang dikabulkan.Kita mengajarkan anak-anak kita bahwa semua doa adalah kebaikan.