Air Mata (Bagian 1)
Coba refleksikan: Bayangkan Anda sedang berbicara dengan teman lalu tiba-tiba menangis. Apa yang terlintas?a. โTidak ada alasan untuk menangis. Ini konyol.โb. โIni akan membuat teman saya rikuh.โc. โSaya ingin tahu apa yang ingin disampaikan tubuh saya. Ini pasti penting.โTidak ada jawaban benar atau salah. Perhatikan: apakah Anda mengkritik diri sendiri, mengkhawatirkan reaksi orang lain, atau merespons dengan kepedulian dan welas asih?Cara kita memandang air mata dapat menunjukkan bagaimana tangisan diperlakukan dalam keluarga kita sejak kecil. Air mata memang universal, tetapi reaksi kita terhadapnya dibentuk oleh pengalaman masa lalu.๐ง Air Mata adalah SinyalAir mata merupakan bagian dari sistem keterikatan. Ia memberi sinyal bahwa seseorang membutuhkan dukungan emosional dan keterhubungan. Air mata menunjukkan apa yang kita rasakan dan seberapa kuat perasaan itu.Namun, kerentanan anak melalui tangisan juga dapat menjadi pemicu emosi bagi orang tua.๐ Siklus yang Bisa DiwariskanPemicu emosi kita sering berkaitan dengan apa yang dulu kita pelajari untuk tutupi. Karena itu, rasa malu terhadap tangisan dapat diwariskan dari generasi ke generasi.Anak menangis karena membutuhkan dukungan. Orang tua bisa terpicu karena dahulu terbiasa menutup kebutuhan emosionalnya sendiri. Akhirnya, siklus mempermalukan terus berulang.Sebaliknya, tangisan anak juga dapat memicu rasa bersalah orang tua karena menganggap kesusahan anak sebagai kesalahan atau kekurangan dirinya.๐ฑ Mari Menjadi Titik PorosMari ubah pola ini. Ingat:ยซโTubuh tidak pernah berbohong. Air mata adalah cara tubuh mengirimkan pesan tentang apa yang dirasakan seseorang. Saya tidak harus menyukai air mata saya atau anak saya. Tapi, saya harus menghormatinya.โยปโAir Mata Palsuโ?Mengapa kita menyebutnya palsu?Ketika kita melabeli tangisan sebagai โpalsuโ, kita menghakimi anak, menciptakan jarak, dan mudah melihatnya sebagai manipulatif atau โmusuhโ.Sebaliknya, dekati anak dengan rasa ingin tahu, kasih, keterhubungan, dan pikiran terbuka, dengan keyakinan bahwa anak selalu berusaha sebaik mungkin dengan sumber daya yang ia miliki.Ketika seseorang merasa perasaannya tidak diakui, disangkal, atau diremehkan, emosinya bisa semakin meningkat. Tubuhnya semakin tegang karena sangat ingin dilihat dan dimengerti.Jadi, jangan hanya melihat ekspresi di permukaan. Lihatlah kebutuhan yang belum terpenuhi.๐ฌ Contoh kalimat:- โAyah tahu ada hal penting yang terjadi padamu. Ayah peduli. Ayah ada di sini.โ- โAyah bisa melihat betapa sedihnya kamu. Ayah percaya kepadamu.โDan ingat: empati bukan berarti menyerah. Kita tetap dapat memegang batasan dengan tegas sambil mendekati anak dengan empati, validasi, dan keterhubungan.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)














