Bab ke-6 Wanita Muslimah dan kewajibannya terhadap kerabatnya
Kerabat adalah semua orang yang memiliki hubungan nasab, baik dari ahli waris maupun non waris.
Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka
Kerabat adalah semua orang yang memiliki hubungan nasab, baik dari ahli waris maupun non waris.
Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบMengapa Nabi Muhammad ๏ทบ sangat Mencintai Khadijah?Bagian 2Bukanlah perkara yang mengherankan jika Nabi ๏ทบ sangat mencintai Khadijah. Para ulama berusaha menyebutkan beberapa sebab utama dari hal tersebut, di antaranya,Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Nabi, di saat kebanyakan orang mendustakan beliau.Rasulullah bersabda,โBarang siapa yang mencontohkan suatu perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahala dari perbuatannya itu, dan juga pahala dari orang yang melakukannya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.โAbu Masโud Uqbah bin Amir al-Anshari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,โBarang siapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.โIbnu Hajar berkata,โDi antara keistimewaan Khadijah, adalah bahwa ia merupakan wanita pertama umat ini yang beriman. Dialah wanita pertama yang mencontohkan keimanan, sehingga Khadijah akan mendapatkan pahala seluruh wanita mukminah sesudahnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits,โBarang siapa yang mencontohkan sunnah yang baik, maka baginya seperti pahala orang yang menjalankannyaโฆโDan keistimewaan ini juga dimiliki oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, karena ia adalah lelaki pertama yang beriman. Tidak ada yang mengetahui besarnya pahala yang diraih oleh Abu Bakar dan Khadijah karena keistimewaan ini, kecuali Allah.
Masalah Keempat: Tentang Sifat Adzan dan Iqamah: Cara Adzan dan Iqamah: Keduanya memiliki cara-cara yang disebutkan dalam nash-nash Nabawi, di antaranya yang disebutkan dalam hadits Abu Mahdzurah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan adzan kepadanya sendiri, beliau bersabda: "Kamu ucapkan: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu anna Muhammadan rasulullah, Asyhadu anna Muhammadan rasulullah, Hayya 'alash-shalah, Hayya 'alash-shalah, Hayya 'alal-falah, Hayya 'alal-falah, Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illallah." Adapun sifat iqamah adalah: "Allahu akbar Allahu akbar, Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu anna Muhammadan rasulullah, Hayya 'alash-shalah, Hayya 'alal-falah, Qad qamatish-shalah qad qamatish-shalah, Allahu akbar Allahu akbar, La ilaha illallah." Berdasarkan hadits Anas radhiyallahu 'anhu yang berkata: "Bilal diperintahkan untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah kecuali iqamah." Maka kalimat-kalimat adzan diucapkan dua kali dua kali, dan kalimat-kalimat iqamah sekali sekali, kecuali ucapan "Qad qamatish-shalah" diucapkan dua kali berdasarkan hadits yang telah disebutkan. Inilah sifat adzan dan iqamah yang disukai, karena Bilal mengumandangkannya baik dalam keadaan mukim maupun safar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai beliau wafat. Jika ada tarji' (pengulangan) dalam adzan atau menggandakan iqamah, tidak mengapa, karena termasuk perbedaan yang dibolehkan. Disukai mengucapkan dalam adzan Subuh setelah "Hayya 'alal-falah": "Ash-shalatu khairun minan-naum" (shalat lebih baik dari tidur) dua kali, berdasarkan riwayat Abu Mahdzurah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Jika adzan Subuh, maka ucapkanlah: Ash-shalatu khairun minan-naum." Masalah Kelima: Apa yang Diucapkan Pendengar Adzan dan Apa yang Didoakan Setelahnya: Disukai bagi orang yang mendengar adzan untuk mengucapkan seperti yang diucapkan muadzdzin, berdasarkan hadits Abu Sa'id bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendengar seruan (adzan) maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzdzin." Kecuali pada dua "Hayy'alah", maka disukai bagi pendengar adzan mengucapkan: "La haula wala quwwata illa billah" setelah muadzdzin mengucapkan "Hayya 'alash-shalah", demikian juga setelah ucapan "Hayya 'alal-falah", berdasarkan hadits Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu tentang hal itu. Jika muadzdzin mengucapkan dalam shalat Subuh: "Ash-shalatu khairun minan-naum", maka pendengar mengucapkan seperti itu, dan tidak disukai saat iqamah. Kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mengucapkan: "Allahumma rabba haadzihid-da'watit-taammati wash-shalaatil-qaa'imati, aati Muhammadanil-wasiilata wal-fadhiilata, wab'ats-hu maqaaman mahmmuudanilladzi wa'adtahu" (Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang tegak, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan al-fadhilah, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya).
Melindungi Anak Sebelum DilahirkanPembahasan ini menjelaskan bahwa pendidikan dan perlindungan anak dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan. Islam telah memberikan tuntunan kepada orang tua sejak memilih pasangan, masa kehamilan, proses kelahiran, hingga mendidik anak setelah lahir.Melindungi Anak Sebelum Dilahirkan* Sebelum masuk kamar pengantin, suami dianjurkan memegang ubun-ubun istri dan mendoakan kebaikan serta memohon perlindungan dari keburukannya.* Ketika hendak berjima', dianjurkan membaca doa agar dijauhkan dari gangguan setan dan keturunan yang akan diberikan Allah.* Doa dan zikir merupakan bentuk ikhtiar orang tua dalam memohon perlindungan Allah bagi keturunannya.Memohon Kebaikan dan Keberkahan bagi Anak* Orang tua hendaknya senantiasa berdoa agar diberikan keturunan yang saleh dan salehah.* Anak merupakan amanah dan karunia dari Allah yang harus disyukuri.* Jangan hanya mengharapkan anak yang sehat dan sempurna secara fisik, tetapi utamakan kebaikan agama dan akhlaknya.Melindungi Anak dari Godaan Setan Ketika Lahir* Ketika anak dilahirkan, orang tua dianjurkan memohon perlindungan Allah dari gangguan setan.* Setiap anak membutuhkan penjagaan dan doa dari orang tuanya.* Perlindungan Allah merupakan hal yang paling utama bagi keselamatan anak, baik jasmani maupun agamanya.Jangan Membenci Anak karena Kurang Tampan atau Cantik* Jangan membenci atau merendahkan anak karena keadaan fisiknya.* Anak merupakan pemberian Allah yang wajib diterima dengan rasa syukur.* Orang tua tidak boleh membanding-bandingkan anak berdasarkan kecantikan, ketampanan, maupun kesempurnaan fisiknya.* Kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh rupa, melainkan ketakwaannya kepada Allah.Men-tahnik dan Mendoakan Anak yang Baru Lahir* Tahnik merupakan sunnah Nabi ๏ทบ bagi bayi yang baru dilahirkan.* Tahnik dilakukan dengan mengunyah kurma, kemudian mengoleskan sedikit pada langit-langit mulut bayi.* Dianjurkan mendoakan keberkahan dan kebaikan bagi bayi yang baru lahir.* Orang tua hendaknya menyambut kelahiran anak dengan rasa syukur dan mengikuti tuntunan Rasulullah ๏ทบ.Memilih Nama yang Baik untuk Anak* Orang tua berkewajiban memberikan nama yang baik kepada anak.* Nama merupakan doa dan identitas yang akan melekat sepanjang kehidupan anak.* Pilihlah nama yang memiliki makna baik dan tidak mengandung makna buruk.* Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.* Sebaiknya menghindari nama yang mengandung makna kesombongan, penghambaan kepada selain Allah, atau makna yang tidak baik.Aqiqah bagi Anak yang Baru Lahir* Aqiqah merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan ketika anak dilahirkan.* Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.* Aqiqah menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah atas kelahiran anak.* Pelaksanaannya hendaknya mengikuti tuntunan Rasulullah ๏ทบ.Memberikan Kunyah kepada Anak Kecil* Rasulullah ๏ทบ memberikan kunyah kepada anak-anak, sebagai bentuk penghormatan dan kelembutan.* Anak kecil boleh dipanggil dengan kunyah yang baik.* Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan penghargaan terhadap anak sejak usia dini.Boleh Memanggil Anak Orang Lain dengan Sebutan 'Hai Anakku'* Rasulullah ๏ทบ pernah memanggil seorang anak dengan sebutan 'Hai Anakku'.* Panggilan penuh kasih sayang dapat menumbuhkan kedekatan emosional antara orang dewasa dan anak.* Islam mengajarkan kelembutan, kasih sayang, dan perhatian dalam berinteraksi dengan anak-anak.### Pelajaran Penting bagi Orang Tua* Pendidikan anak dimulai jauh sebelum kelahirannya.* Perbanyak doa untuk kebaikan dan perlindungan keturunan.* Terima anak dengan penuh rasa syukur, apa pun keadaan fisiknya.* Ikuti sunnah Rasulullah ๏ทบ dalam menyambut kelahiran anak.* Berikan nama yang baik karena nama mengandung doa.* Tanamkan kasih sayang dan penghargaan kepada anak sejak kecil.* Jangan hanya memperhatikan pertumbuhan fisik anak, tetapi utamakan keselamatan agama dan pembentukan akhlaknya.Inti pembahasan: Mendidik anak bukan dimulai ketika anak sudah bisa berbicara atau berjalan. Bahkan sejak sebelum dilahirkan, orang tua telah memiliki tanggung jawab untuk mendoakan, memohon perlindungan Allah, dan mempersiapkan kehidupan anak agar tumbuh menjadi hamba Allah yang saleh.
METODE MEMOTIVASI ANAK(Bag. 1)Berikut ini disajikan beberapa metode praktis memotivasi anak pada tingkatan perkembangannya masing-masing. Metode ini bukan berarti bersifat kaku dan tetap.1. Fase 3โ5 TahunUsia 3 tahun adalah usia bagi seorang anak untuk mulai berkenalan dengan lingkungan sekitarnya. Dia sangat suka sekali mencontoh.Kita membiarkannya berjalan sesuai dengan fitrahnya. Hal ini untuk membuktikan kebebasan yang kita berikan lewat pilihan dan kesenangannya.Kita semua harus memahami jika pada usia ini kadang kala mereka melintas di depan orang-orang yang sedang sholat, duduk di depannya, naik-naik ke punggungnya, atau menangis.Kita tidak perlu membentaknya saat dia melakukan kesalahan yang mengganggu orang sholat.Pada usia ini selayaknya mengajari mereka untuk menghafal beberapa surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Al-Mu'awwidzatain.2. Fase 5โ7 TahunPada usia 5 sampai 7 tahun ini, lewat bahasa sederhana, lembut, dan santai, bisa disampaikan tentang nikmat-nikmat Allah Azza wa Jalla, karunia dan kemuliaan-Nya.Sekaligus dibubuhi beberapa contoh tentang cinta dan rahmat Allah yang melimpah terhadap hamba-Nya. Semua ini akan membuat anak dengan sendirinya ingin mencintai Allah.Pada usia ini pembicaraan berfokus tentang Allah Azza wa Jalla, kekuasaan-Nya, nama-nama-Nya yang baik, dan karunia-Nya. Di samping pentingnya menaati Allah dan menjelaskan betapa indah serta senangnya ketaatan itu.Dalam waktu yang sama harus ada contoh yang baik dan bisa dilihat oleh anak kecil di depan matanya.Sekadar melihat ibu bapak dan bagaimana komitmen mereka terhadap sholat lima waktu tanpa merasa berat dan malas, akan memberikan contoh dan komitmen kepada anak. Anak akan mencintai sholat dan berkomitmen sebagaimana komitmennya terhadap kebiasaan sehari-hari.Jangan lupa hendaknya kita menjauhi metode peringatan, kritikan yang keras, atau cara yang menakutkan ataupun mengancam. Perkara ini harus selalu diperhatikan.Tentunya memukul dalam usia seperti ini tidak diperbolehkan.Hendaknya kita memujinya secara positif, dalam artian memberikan dorongan padanya sehingga sholat menjadi sisi yang mendasar dalam hidupnya.Apabila kita melihat gejala kemalasan pada diri anak, jangan tergesa-gesa mengambil tindakan. Biarkan dia mengerjakan sholat dua rakaat saja sampai menikmatinya. Setelah itu baru kita mengajarinya jumlah rakaat Zuhur dan Asar. Dengan sendirinya dia akan berusaha untuk melengkapinya.Catatan:Melatih anak melaksanakan sholat harus secara bertahap.Si anak memulai sholat Subuh dahulu setiap hari, baru kemudian sholat Subuh dan Zuhur. Demikian seterusnya hingga si anak terbiasa menyempurnakan sholat lima waktu.Kapan saja jika sudah sampai di titik ini, kita bisa memulai melatihnya untuk sholat di awal waktu. Setelah itu kita bisa melatih lagi untuk melaksanakan sunnah-sunnah yang lain.Jangan lupa untuk memberitahu bahwa upaya pergi sholat adalah usaha mendapatkan surga dan kandungan kebaikan yang ada di dalamnya.Dalam usia ini harus diperhatikan pula bagaimana mengajari anak hukum-hukum bersuci yang ringan-ringan.Dalam hal ini perlu juga menjelaskan hubungan bersuci dengan sholat, serta mengajari anak berwudu dan melatihnya dalam bentuk praktik seperti yang dilakukan oleh para sahabat kepada anak-anaknya.
Allah ุฌู ุฌูุงูู kemudian mulai menceritakan tentang keluarga yang penuh berkah ini, yaitu keluarga Imran, yang kisahnya dimulai dari istrinya, Hannah. Hannah adalah wanita yang sudah lanjut usia dan mengalami masa menopause. Suatu hari, ketika dia sedang beristirahat di bawah sebuah pohon, dia melihat seekor burung sedang memberi makan anak-anaknya. Pemandangan ini menimbulkan keinginan di hatinya untuk memiliki anak lagi. Maka, dia pun berdoa kepada Allah ุฌู ุฌูุงูู agar Dia menganugerahkan seorang anak kepadanya.โAllah ุฌู ุฌูุงูู mengabulkan doanya seketika, dan Hannah pun kembali mengalami haid. Setelah masa haidnya selesai, suaminya menggaulinya, dan dia pun hamil.โSaat mengandung, Hannah berdoa agar anaknya kelak menjadi pelayan di Baitul Maqdis. Namun, ketika melahirkan, ternyata anak yang lahir bukanlah laki-laki, melainkan perempuan. Hannah meminta maaf kepada Allah ุฌู ุฌูุงูู. Sebelumnya, dia bernazar kepada Allah ุฌู ุฌูุงูู untuk memiliki anak laki-laki agar anak tersebut bisa menjadi pelayan di Baitul Maqdis, tetapi ternyata yang lahir adalah perempuan. Dia pun meminta uzur kepada Allah ุฌู ุฌูุงูู.โKisah ini menjadi pelajaran bahwa terkadang kita memohon sesuatu kepada Allah ุฌู ุฌูุงูู, tetapi Allah ุฌู ุฌูุงูู memberi sesuatu yang berbeda dari harapan kita. Meski tidak sesuai dengan keinginan kita, apa yang diberikan Allah ุฌู ุฌูุงูู adalah justru yang terbaik bagi kita.
Namun demikian, anak-anak perlu mengalami kegagalan, merasakan perihnya, memetik pelajaran, dan pada akhirnya bangkit. Proses itu harus berjalan ke arah yang benar, dan yang terpenting secara UTUH. Anak-anaklah yang harus menerima kegagalan, bukan kita. Mereka harus memetik pelajaran dari kesalahan mereka sendiri, mereka tidak akan bisa belajar dari pengalaman kita. Mereka harus punya keberanian dan tekad untuk bangkit setiap kali terjatuh, kita tidak bisa menapaki jalan yang mereka susuriuntuk mereka. Dan selama melewati itu, kita bisa menjadi batu karang mereka dengan cinta, dukungan, dan kepercayaan tanpa syarat. Kita harus mengajari mereka untuk menerima dan belajar dari kesalahan yang pasti akan mereka buat, ali-alih jadi hancur berkeping-keping. Setelah itu barulah mereka mencapai kesempurnaan pribadi, seperti yang kita harapkan. Dengan demikian, kita membantu mereka untuk menghadapi kondisi saat ini sekaligus memupuk sikap pemenang demi masa depan mereka.Remix s)
Berdamailah dengan perubahan Sumber : Don't sweat the small stuff with your familyMerangkul perubahan selalu merupakan hal penting tetapi jangan sampai lebih dari batas-batas rumah. Yang pasti adalah segala sesuatu itu mengalami perubahan, tubuh kita, struktur fisik rumah Kita, dan semakin dewasanya anak-anak kita dan akan terus berubah.Cara kita berpikir pada usia 20 sangatlah berbeda dengan bila kita berusia 40 60 dan 80. Demikian pula halnya ketika anak-anak kita tumbuh dewasa mereka juga melewati masa-masa perubahan penting secara fisik dan emosi. Tak perlu dikatakan lagi anak Anda yang berusia 4 tahun yang mungil dan menggemaskan akan menjadi pribadi yang berbeda ketika mulai menginjak usia remaja dan perbedaan itu tetap ada pada saat ia menginjak usia 18 tahun.Kita memiliki dua pilihan ketika harus menangani perubahan. Kita dapat melawan nya dan bertahan atau kita bisa tertunduk dan merangkulnya.Kebanyakan orang melawan perubahan dengan segala daya upaya mereka melawan penuaan perubahan dalam tradisi keluarga perubahan perilaku pada anak-anak mereka dan praktis semua perubahan penting dalam hidup mereka. Masalahnya yang harus dihadapi bila menentang perubahan adalah kekalahan dalam perang tersebut 100%. Perubahan adalah salah satu dari satu-satunya kepastian dalam hidup, salah satu dari sangat sedikit hal yang bisa kita pastikan terjadinya. Kita akan menyebabkan diri kita tenggelam dalam kepahitan dan kesedihan serta kehilangan banyak kegembiraan. Contoh ada beberapa orang yang menghabiskan waktu dan energinya mencemaskan keadaan bila mereka mencapai usia 40 atau 50 50 hingga mereka seolah-olah melupakan tahun-tahun yang mendahuluinya perhatian mereka teralih ke tempat lain. Orang-orang lain tidak bahagia ketika anak-anak mereka tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah orang tuanya sehingga mereka gagal menikmati satu atau dua tahun terakhir sewaktu anak-anak mereka masih tinggal di rumah. Selain itu ada juga orang-orang yang sedih atau terganggu karena perubahan kecil dalam tradisi keluarga seseorang mengubah menu hari raya atau merayakan hari raya di tempat lain atau sesuatu yang mengubah keadaan yang selama ini dipertahankan. Kita tidak harus menyerah bulat-bulat kepada proses penuaan yang gagal mencari perawatan yang sesuai bagi kita atau bahwa kita tidak perlu berusaha melestarikan tradisi keluarga yang sesungguhnya kita nikmati. Rasa marah dan frustasi atas perubahan yang tidak mampu kita kendalikan harus bisa ditekan. Majulah terus dan nikmati satu fase dalam hidup tetapi jangan mengorbankan sisanya.Sebaliknya nikmati fase berikutnya seperti halnya fase yang baru berlalu. Bukalah hati kita sebagai apa-apa yang ada di hadapan kita dan kita mungkin akan menemukan bahwa perubahan itu lebih mudah daripada yang kita bayangkan. Jika kita merangkul perubahan kita membuka pintu menuju keadaan yang lebih tentram. Ketimbang memaksakan diri untuk hidup dengan cara tertentu, padahal semua memiliki jalan sendiri-sendiri. Ada baiknya jika kita mulai perjalanan yang memasukkan sikap menerima dan menghargai setiap masa. Dengan demikian hidup menjadi lebih bersifat petualangan dan setiap langkah dinikmati sebagai masa yang istimewa dan penting.
Suara AnakmuAdityaAditya (15 tahun) adalah anak tertua dari tiga bersaudara. Ia hidup dalam keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru di salah satu SD Negeri di Jakarta, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dalam kesehariannya, Aditya lebih suka berkumpul bersama teman-temannya di daerah Tanah Abang.Masyarakat terbiasa menyebut Aditya sebagai salah satu anak jalanan karena ia selalu menghabiskan waktu di jalanan bersama teman-temannya. Pagi hari, ia pergi ke sekolah. Namun, ketika matahari mulai tenggelam, ia lebih banyak bergabung dengan teman-temannya di Tanah Abang untuk bermain bola dan berkumpul tanpa tujuan.Bersama 10โ15 orang temannya, Adit lebih banyak menghabiskan kehidupannya di jalanan. Ia pernah tinggal kelas karena terlalu sering tidak masuk sekolah, terlibat perkelahian, dan mengalami berbagai masalah lainnya selama berada di jalanan.โAyah sering menasihati saya supaya tidak hidup di jalanan. Ayah juga selalu mengatakan supaya saya jangan suka menyerah dalam segala hal. Satu hal yang saya suka dari Ayah adalah ketika menasihati, Ayah tidak pernah marah-marah atau melakukan kekerasan kepada saya.โAyah Ideal bagi Aditya1. Ayah yang bisa mendidik anak dengan benar.2. Ayah yang bertanggung jawab dalam memberikan nafkah bagi keluarga.3. Ayah yang mampu menasihati setiap anggota keluarga.
Akhirnya soal bullying, saya mengambil kesimpulan sebagai berikut. Kalau kita tetap menjadi objek, mereka akan semakin ganas. Dalam bullying, ketika orang memaki-maki elo, mereka tidak melihat elo sebagai orang, tetapi sebagai objek aja untuk dimaki-maki. Tapi saat elo memberi respon balik, mereka melihat elo sebagai subjek, dan mereka akan berubah sikapnya karena mereka akan kaget. Kayak elo lagi ngata-ngatain gelas, tiba-tiba gelas ini ngomong balik, pasti elo shock dulu awalnya.Karenanya saya sesekali membangun dialog itu, agar orang-orang ini ke depannya bisa mengurangi cara merespon sesuatu dengan cara (bully) seperti ini. Saya berharap dengan berdialog, saya bisa memberikan saran, kalau melihat orang yang berbeda (opini), tidak merespon dengan cara (bully) ini.
Naella ulia
๐ -
Perbedaan antara Ungkapan Nikah dan ZawajBanyak ahli bahasa dan penafsir al-Quran tidak membedakan di antara kedua kata, nikah dan zawaj, lalu masing-masing kata diperguna-kan untuk menempati kata lainnya. Namun al-Quran meletakkan tiap-tiap kata di satu tempat untuk menunjukkan makna tertentu yang tidak di-tunjukkan oleh kata lainnya.Kata nikah, dalam Kitabullah, disebutkan untuk menunjukkan akad syar'i dan hukum-hukum syar'i yang menjadi konsekwensinya, selain per-setubuhan dan pergaulan suami-istri.Hal itu dijelaskan oleh makna etimologis dari kata an-nikah. Huruf nun, kaf dan ha' adalah satu akar, yaitu al-bidha' (akad). Nikah itu me-nunjukkan makna akad, bukan persetubuhan. Di antara yang menun-jukkan apa yang telah disebutkan, ialah firman Allah Subhanahu wa ta'ala:"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan Mukmin, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa iddah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan." (Al-Ahzab: 49)Sementara kata az-Zawaj lebih umum dan lebih luas daripada kata an Nikah. Kata ini menunjukkansejumlah makna, di antaranya Bermakna dua hal yang beriringan secara mutlak, sebagaimana dalam firman-Nya:"Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain." (Al-Baqarah: 230)Dan firman-Nya tentang setan manusia dari kalangan Yahudi dan tentang sihir yang mereka pelajari:"Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya." (Al-Baqarah: 102)"Agar tidak ada keberatan bagi orang Mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka." (Al-Ahzab: 37)"Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan mening-galkan istri-istri, hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya." (Al-Baqarah: 240)Pada ayat terakhir berisi dalil bahwa az-Zawaj bermakna hukum-hukum syar'iyah sebagai konsekwensi dari perkawinan.MAHKOTA PENGANTIN Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri
Perubahan tidak cukup hanya dengan tekad untuk mengubah perkataan dan tindakan. Kita perlu memahami perasaan, pikiran, serta alasan di balik reaksi yang muncul.Melalui Jurnal Kesadaran Hati, kita belajar mengenali emosi, memahami pemicunya, dan menyadari batas kemampuan diri. Misalnya, ketika lelah, orang tua perlu mengakui kelelahan dan mengambil waktu untuk memulihkan energi, bukan memaksakan diri untuk selalu bersikap positif.Dengan mengenali kondisi diri, orang tua dapat berhenti sejenak sebelum bereaksi dan memilih respons yang lebih tepat terhadap kebutuhan anak.Kebiasaan merefleksikan diri membantu kita memahami penyebab kemarahan, menemukan hal yang perlu diperbaiki, serta mengurangi kecenderungan menyalahkan orang lain. Keterampilan kesadaran diri ini juga akan dipelajari anak melalui hubungan mereka dengan orang tua.
KIAT-KIAT AGAR TIDAK TERLILIT UTANG1. Mengingat hadits-hadits ancaman tentang masalah utang2. Tidak memaksakan diri untuk berutang3. Tidak tertipu dengan promosi bank-bank ribawi4. Menghindari kredit5. Merasa malu untuk berutang6. Menjadikan utang sebagai prioritas utama untuk segera dibayarBAYARLAH UTANG WALAUPUN DENGAN CARA DICICIL DAN JANGAN PERNAH REMEHKAN BERAPA PUN JUMLAHNYA.7. Qana'ah (merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah Taโala)8. Meneladani Salafush Shalih
Kau tidak sensitif
Firdha Ayu
๐ Kota Makassar
kita memberikan mereka kepercayaan untuk dapat menyelesaikan konflik sosial yang mereka alami bekali mereka dengan keteladanan dan pemahaman akan nilai-nilai dan norma sosial arahkan perilaku mereka, beri mereka masukan, namun biarkan mereka menyelesaikan konfliknya sendiri dalam perkembangan nya, bahkan kita bisa merangsang mereka untuk menyatakan sikap dan pendapat, tanpa memberikan arahan atau masukan terlebih dahulu pada saat itulah kita bisa menilai sejauh mana kematangan mereka dalam menyelesaikan masalah sosial. kita harus menahan diri untuk terjun langsung dalam menyelesaikan konflik sosial mereka sesekali biarkan mereka merasakan konsekuensi dari kesalahan yang mereka lakukan dengan itu mereka akan mendapatkan pengalamannya pelajaran dari pengalamannya sehingga di masa yang akan datang mereka akan lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah secara bertahap latihan ini dapat kita mulai di usia 7 tahun saat anak memasuki fase social sentris.
๐ Kota Surabaya
Dalam Start with Why, Simon Sinek menjelaskan bahwa inovasi dan perubahan sering kali muncul dari orang-orang yang berada di luar pusat dominasi atau cara berpikir yang sudah mapan. Mereka tidak selalu terikat pada kebiasaan industri, standar yang berlaku, atau anggapan bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan cara yang sama. Karena memiliki perspektif dan keyakinan berbeda, mereka dapat melihat peluang yang luput dari perhatian orang lain. Inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi berani mempertanyakan cara lama dan membayangkan kemungkinan yang berbeda.Insight: Ketika semua orang berlomba menjadi lebih baik dalam permainan yang sama, peluang justru bisa muncul dari orang yang mempertanyakan apakah permainan itu perlu dilakukan dengan cara tersebut. Kita sering terlalu sibuk menyempurnakan apa yang sudah ada sampai lupa mempertanyakan mengapa kita melakukannya sejak awal. Memahami WHY membantu kita keluar dari pola pikir yang sekadar mengikuti pasar dan mulai menemukan cara baru untuk mewujudkan keyakinan kita.
Overprotektif adalah sebuah usaha berlebihan dari orang tua dalam menjaga anaknya sehingga anak tereebut tidak memiliki ruang untuk eksplorasi, membangun pengalaman baru, berkenalan dengan lingkungan tempat dia hidup, berkenalan dengan dunia dan segala resikonya. Seringkali, sebelum muncul overprotektif, orang tua mengalami overthinking:Bukannya tidak boleh menjaga anak. Hanya saja jangan berlebihan.Orang tua yang ingin anaknya tidak pernah salah, tidak pernah terluka, tidak pernah menghadapi tantangan kehidupan, maka secara tidak langsung ingin anaknya menjadi orang yang penakut.Secara tidak langsung orang tua yang overprotektif akan memenuhi jiwa anak dengan pola pikir bahwa di luar sana ada banyak bahaya yang tidak terlihat. Apabila keyakiman ini ada pada diri seorang anak, maka akan muncul sifat penakut. Selain itu seorang anak tidak akan menjadi orang yang cekatan, tidak kreatif dan jiwa eksplorasinya akan mati.Buku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammadu
Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf A.S.: Kecemburuan akibat perhatian dan kasih sayang ayah yang berlebihan kepada salah satu anak dapat memicu kedengkian hingga tindakan keji dari saudara-saudaranya.Kewajiban Orang Tua: Orang tua dituntut untuk berlaku adil kepada semua anak. Perlakuan tidak adil dapat membekas di jiwa anak hingga ia dewasa.Dalil: Rasulullah ๏ทบ bersabda:"Bertakwalah kepada Allah, dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu." (HR. Ahmad no. 17646)
Tidak ada satupun keterangan shahih dari Rasulullah ุตู ุงููู ุนูููุณูู dan para sahabat mereka beribadah disisi kuburan,bahkan terdapat ancaman keras bagi hambah yang beribadah disisi kuburan orang shalih baik dia wali atau Nabi terlebih bukan orang shalih
Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบMengapa Nabi Muhammad ๏ทบ sangat Mencintai Khadijah?Bagian 1Bukanlah perkara yang mengherankan jika Nabi ๏ทบ sangat mencintai Khadijah. Para ulama berusaha menyebutkan beberapa sebab utama dari hal tersebut, di antaranya,1. Khadijah adalah cinta pertama Nabi ๏ทบ. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang cinta pertama sulit untuk dilupakan. Penyair berkata,"Pindahkanlah hatimu kepada siapa saja yang engkau mau ...... namun kecintaan (sejati) hanyalah untuk kekasih yang pertama.Meskipun sekian banyak tempat di bumi yang biasa ditinggali seorang pemuda ...... namun kerinduannya akan selamanya pada tempat yang pertama ia tinggali.โ2. Khadijah adalah ibu dari anak-anak Nabi ๏ทบ.Allah ุฌู ุฌูุงูู telah menganugerahkan kepada Nabi ๏ทบ melalui rahim Khadijah 2 orang putra (Abdullah dan al-Qasim), dan 4 orang putri (Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah).