📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka7 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

jangan buru-buru ya bu!

Lagi baca tentang spesialisasi olahraga sejak dini.Yang bikin aku berhenti cukup lama bukan soal prestasi, tapi kalimat tentang kelelahan mental, cedera karena penggunaan berlebihan, dan beban yang terlalu berat untuk anak-anak.Kadang yaaa kita terlalu fokus pada “anak berbakat”, sampai lupa bahwa anak juga manusia kecil yang sedang tumbuh.Jadi paham kan yg kuajarkan di grup parenting @komunitas.beekind ..Masa kecil tidak harus selalu dipenuhi target. Anak perlu bermain, mencoba banyak hal, bosan, tertawa, gagal, lalu menemukan minatnya sendiri.Prestasi itu baik. Tapi hati yang sehat, tubuh yang utuh, dan masa kecil yang bahagia jauuuuuuhhh lebih berharga. Belajar jadi orang tua yang tidak terburu-buru ya bu! 🌿📚✨#jejakpustaka #komunitasbeekind #parenting

💬 0 komentar📅 7 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 13 - Menangani Rendahnya Harga Diri dan Kurangnya Kepercayaan Diri

Menangani Rendahnya Harga Diri dan Kurangnya Kepercayaan DiriHarga diri yang rendah dan kurangnya kepercayaan diri sering kali menjadi akar dari berbagai perilaku yang dianggap "sulit". Karena itu, sebelum berfokus pada perilakunya, penting untuk memahami apa yang sedang dirasakan anak.Contoh Perilaku yang Mungkin Berasal dari Harga Diri Rendah- Merengek - Berusaha mendapatkan perhatian orang tua karena merasa tidak nyaman dengan dirinya. - Akibatnya, anak menjadi lebih menuntut.- Merajuk - Merasa dunia tidak berpihak kepada mereka. - Percaya bahwa dirinya tidak pernah cukup baik.- Perilaku agresif atau penuh kekerasan - Melampiaskan perasaan tidak nyaman kepada orang lain. - Menyalahkan orang lain atas perasaan yang mereka alami.- Perilaku sulit di sekolah - Sering menjadi cara untuk menutupi kurangnya kepercayaan diri terhadap kemampuan akademik.- Mengumpat atau membantah - Digunakan untuk menyembunyikan perasaan rapuh dan tidak percaya diri.- Mengabaikan permintaan orang tua - Kadang bukan karena membangkang. - Anak meragukan kemampuannya, sehingga memilih menolak daripada gagal.- Sulit menerima kekalahan - Merasa harus selalu menang agar dianggap berharga. - Kekalahan memperkuat keyakinan bahwa dirinya tidak cukup baik.- Merundung (bullying) - Membuat orang lain merasa buruk dapat menjadi cara tidak sadar untuk membuat dirinya merasa lebih baik.Hal yang Perlu Dipahami- Anak sering mengekspresikan rasa cemas, takut, atau tidak nyaman melalui perilaku, bukan melalui kata-kata.- Perilaku yang sulit sering kali merupakan sinyal adanya pergulatan emosi, bukan sekadar kenakalan.Mitos yang Perlu DiluruskanAnak yang benar-benar memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang sehat:- Emosinya lebih stabil.- Tidak merasa perlu merendahkan orang lain.- Tidak perlu mengendalikan atau mendominasi orang lain agar merasa berharga.Sebaliknya, anak yang tampak sangat arogan atau terlalu percaya diri belum tentu benar-benar percaya diri. Sering kali mereka justru:- Menyembunyikan rasa tidak aman.- Berpura-pura berani agar kelemahannya tidak terlihat.- Menunjukkan perilaku antisosial sebagai bentuk perlindungan diri.Kerangka Berpikir Gentle DisciplineSaat menghadapi perilaku anak, tanyakan tiga hal berikut:Mengapa (Why)?- Mengapa anak memiliki masalah dengan harga diri atau kepercayaan dirinya?Bagaimana (How)?- Bagaimana perasaan anak sebenarnya di balik perilakunya?Apa (What)?- Apa yang ingin kita bantu ubah melalui pendekatan gentle discipline, sehingga anak memiliki keyakinan yang lebih sehat tentang dirinya?

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Quote bab 2 dari buku Maukah Jadi OrangTua Bahagia?

Ikhas itu jika dari tinjauan emosi adalah pikiran dan perasaan yang di dalamnya ada semangat, syukur, damai dan senang. Maka jika misalkan kita pergi mengantarkan anak sekolah dengan semangat, itu sudah ikhlas namanya. Jika kita mengajarkan kepada anak bagaimana beribadah yang benar dengan semangat, itu sudah ikhlas namanya.-dr. Aisah Dahlan-

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Allah ﷻ berfirman:لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِنشَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92)

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Tarbiyah Jinsiyah Anak Udia Dhini

Apakah Menyebutkan Nama Organ Vital Itu Sopan?Apakah Menyebutkan Nama Organ Vital Itu Sopan?Setiap anak lahir dengan fitrah yang baik.Anak belajar dari apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan.Pertanyaan anak muncul karena rasa ingin tahu, bukan hal yang negatif.Sebagai orang tua di era teknologi, kita perlu tetap tenang.Keep calm and stay cool.Jawab pertanyaan sesuai kebutuhan dan usia anak.Memberikan pengetahuan tentang anggota tubuh merupakan salah satu hak anak.Mengenalkan AuratAurat adalah bagian tubuh yang tidak boleh dilihat oleh sembarang orang.Aurat anak laki-laki: dari pusar hingga lutut.Aurat anak perempuan: seluruh tubuh, kecuali telapak tangan dan wajah.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 4 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Khusyuk dalam SholatKhusyuk adalah menghadirkan hati dan pikiran dalam setiap gerakan serta bacaan sholat. Khusyuk merupakan perkara yang sangat penting dalam pelaksanaan sholat, karena dengannya seorang hamba dapat merasakan kedekatan dengan Allah Ta'ala dan menghayati ibadah yang sedang dikerjakannya.Salah satu sifat orang-orang mukmin yang beruntung adalah khusyuk dalam sholatnya. Meskipun khusyuk bukan termasuk rukun atau syarat sah sholat, pahala dan keutamaan yang diperoleh orang yang khusyuk tentu jauh lebih besar daripada orang yang lalai dalam sholatnya.Khusyuk bukanlah perkara yang mudah. Ia membutuhkan latihan, kesungguhan, serta upaya menghadirkan hati agar tidak disibukkan oleh urusan dunia ketika berdiri di hadapan Allah Ta'ala.Di antara keutamaan khusyuk dalam sholat adalah:Allah Ta'ala menghapus kesalahan-kesalahan seorang mukmin yang menghadirkan hatinya dalam sholat.Menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.Mendatangkan keberuntungan di dunia dan di akhirat.Menjadi salah satu sebab masuk surga.Mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah Ta'ala.Allah melimpahkan banyak kebaikan di dunia maupun di akhirat.Menguatkan dan meneguhkan petunjuk yang Allah berikan kepada hamba-Nya.Menjadi salah satu ciri manusia terbaik di sisi Allah.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari Sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari Sinilah Islam dimulaiPernahkan kita bertanya-tanya, tentang hikmah dari terpilihnya Jazirah Arab sebagai turunnya wahyu terakhir bagi manusia.Para ulama menjelaskan diantara hikmahnya adalah1. Bangsa Arab hanya mengenal ajaran Nabi Ibrahim AS, sehingga pedoman hidup mereka masih murni. 2. Pemikiran bangsa Arab belum tercampur oleh peradaban dan filsafat dari bangsa luar.3. Jazirah Arab tidak pernah dijajah karena letak geografisnya yang sulit dijangkau oleh penguasa asing.4. Wilayah Arab berupa padang pasir gersang dan batu tandus (arti kata Arab sendiri adalah tanah gersang).5. Romawi dan Persia enggan menjajah karena biayanya besar, medannya berat, dan tidak memiliki kekayaan alam untuk dikeruk.6. Kondisi yang terisolasi ini memudahkan umat Islam awal untuk membentuk aliansi dan pasukan yang kuat.7. Jazirah Arab berada di tengah-tengah peta dunia, menjadikannya pusat penyebaran Islam yang paling ideal. Penafsiran ulama mengaitkan posisi Ka'bah di tengah bumi dengan status umat Islam sebagai "umat pertengahan" (QS. Al-Baqarah: 143).

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
E
Eka Pajriani Haeruddin

📍 Kota Makassar

Ringkasan Kitab 1 - Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata, "Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, semua hewan termasuk ikan di lautan memohonkan ampunan kepada Allah untuknya." (Diriwayatkan oleh ad-Darimi)Ka'ab berkata, "Allah mewahyukan kepada Musa 'alaihi salam, 'Belajarlah kebaikan wahai Musa dan ajarkanlah kepada manusia, karena sesungguhnya Aku menerangi kubur orang-orang yang belajar dan mengajarkan kebaikan kepada manusia sehingga mereka tidak merasa asing di tempat mereka."

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Ringkasan — Perilaku: Semua adalah Komunikasi1. Investasikan waktu secara positifMenjadi orang tua memang menyita waktu, tetapi lebih baik menggunakan waktu secara positif sejak awal daripada menghabiskan energi untuk mengatasi masalah setelah muncul.Libatkan anak, beri peringatan sebelumnya, dengarkan perasaannya, dan bantu memahami situasi.Memperlambat ritme dan hadir sepenuhnya membantu orang tua memahami sudut pandang anak.Waktu yang diberikan kepada anak adalah investasi yang tidak bisa ditawar.2. Prediksi dan cegah kesulitanJika ada situasi yang biasanya sulit bagi anak, berhentilah sejenak dan pikirkan kemungkinan masalahnya.Bayangkan apa yang mungkin dirasakan dan dikatakan anak.Menulis dari sudut pandang anak dapat membantu orang tua masuk ke pola pikir anak dan menemukan cara agar situasi lebih tenang.3. Perilaku adalah bentuk komunikasiDi balik perilaku anak, sering ada perasaan atau kebutuhan yang ingin disampaikan.Jangan buru-buru memberi label “nakal” atau “buruk”; cobalah memahami pesan di balik perilakunya.4. Alihkan perilaku dengan kata-kataSaat ingin menghentikan perilaku anak, berikan alternatif yang jelas, bukan hanya melarang.Contoh Junior yang berteriak ketika bangun: orang tua mengajarinya mengungkapkan kebutuhan dengan kata-kata, seperti “Selamat pagi, Ibu dan Ayah, aku ingin dipeluk.”Dengan memahami kesepian, marah, takut, atau kebutuhan anak, orang tua dapat membantu anak menemukan cara yang lebih tepat untuk mengungkapkannya.5. Anak membutuhkan waktu untuk belajarPerubahan perilaku tidak selalu langsung terjadi.Orang tua perlu sabar, konsisten, dan membantu anak menerjemahkan perasaan menjadi kata-kata.Tujuannya bukan sekadar menghentikan perilaku, tetapi membantu anak menemukan cara berkomunikasi yang lebih baik.Inti: Sebelum memperbaiki perilaku anak, pahami dulu perasaan dan kebutuhan yang sedang dikomunikasikan melalui perilaku tersebut.

💬 0 komentar📅 6 Agu 2026Baca selengkapnya →