Bersama Abu Bakar dan UmarSeorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, โKapan hari kiamat?โMaka Rasulullah menjawab,โApa yang engkau persiapkan untuknya?โSahabat itu menjawab, โTidak ada yang spesial, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.โMaka Nabi pun bersabda, โEngkau akan bersama orang yang engkau cintai.โAnas (perawi hadits) berkata, โKami tidak pernah lebih berbahagia dibanding saat mendengar sabda Nabi tsb, โEngkau akan bersama orang yang engkau cintai.โ Sungguh, aku mencintai Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap kelak kan bersama mereka, walaupun amalanku tidak sebanding dengan amalan mereka.โ (HR Al-Bukhari no. 3688)Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, seorang yang mencintai dan mengidolakan tokoh atau pahlawan, akan berupaya memcari tahu tentang sosok tersebut.Pertanyaannya: apakah kaum muslimin dewasa ini telah mengenal Nabi mereka, dan dua tokoh muslim ini?Siapakah Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, bagaimana ciri fisik beliau, akhlak beliau dan sirah perjalanan hidup beliau. Sebagai muslim yang mengaki cinta pada beliau, sudah sepantasnya kita mencari tahu segalanya tentang beliau.Lalu, siapa pula Abu Bakar dan Umar radhiyallahu'anhum, dua tokoh yang menyandang gelar sebaik-baik manusia yang berjalan di muka bumi setelah para Nabi dan Rasul. Dua tokoh, yang Nabi bersabda mengenai mereka berdua,โAbu Bakar dan Umar adalah sayid (penghulu) orang-orang dewasa dari penduduk Surga,, dari umat-umat terdahulu dan kemudian, selain para Nabi dan Rasul.โ (HR At-Tirmidzi no. 3666 dan dishahihkan oleh al-Albani).Ada kiat praktis agar dapat mengejar semua keutamaan itu, yaitu dengan mengisi hati kita dengan kecintaan pada mereka. Dan tidak mungkin kita dapat mencintai mereka tampa mengenal mereka dengan membaca biografi mereka.Setiap orang pasti memiliki tokoh panutan yang ia cintai dan idolakan. Sayangnya lebih banyak dari kaum muslimin yang mengidolakan dan mencintai pahlawan-pahlawan buatan musuh-musuh Islam yang sengaja dibuat untuk menjauhkan kaum muslimin dari tokoh dan pahlawan mereka. Tokoh-tokoh fiksi itu dibuat sedemikian rupa memiliki kemampuan super, yang bahkan melebihi mukjizat para Nabi dan karamah wali-wali Allah. Akibatnya, ketika kaum muslimin mendengar kehebatan para sahabat Rasulullah dan melihat kehidupan mereka, seakan semua itu remeh dan tidak menghibur dibanding kehebatan tokoh-tokoh fiksi tsb.Allah telah melarang secara tegas dalam Al-Quran haramnya mengidolakan orang-orang kafir dalam firmanNya,โKamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya ...โ (Al-Mujadilah : 22)โBeginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu...โ (Ali Imran : 119)Demikianlah Allah menggambarkannya, kalian cinta dan mengidolakan mereka, padahal mereka tidak suka pada kalian. Mereka tidak senang melihat seorang muslim menjalankan syari'at Allah, mereka tidak ridha melihat muslimah menutup auratnya.