CARA MENINGKATKAN HARGA DIRI & KEPERCAYAAN DIRI ANAK🌱 Fondasinya bukan pujian.Fondasinya adalah cinta tanpa syarat.Salah satu hal terpenting dalam membantu anak memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang sehat adalah memastikan mereka merasakan:«“Aku dicintai bukan karena aku selalu baik, pintar, menurut, atau berhasil. Aku dicintai karena aku adalah aku.”»Anak yang merasa diterima dan dicintai akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk belajar menghargai dirinya sendiri.---1. Cintai anak tanpa menjadikan perilakunya sebagai syaratAnak perlu mengetahui bahwa perilakunya bisa dikoreksi, tetapi nilai dirinya tidak pernah berkurang.Anak boleh melakukan kesalahan.Anak boleh marah.Anak boleh menangis.Anak boleh kecewa.Anak boleh gagal.Semua itu tidak membuatnya menjadi anak yang buruk atau tidak layak dicintai.Kita tetap bisa berkata:“Mama tidak membolehkan kamu memukul. Memukul itu tidak boleh. Tapi Mama tetap sayang kamu.”Pesannya jelas:Perilakumu bisa salah, tetapi kamu tidak menjadi manusia yang salah.---2. Terima anak sebagai dirinya sendiriMenerima anak bukan berarti membiarkan semua perilakunya.Menerima berarti kita tidak terus-menerus berusaha mengubah kepribadian anak agar sesuai dengan keinginan kita.Kita belajar mengenali:- sifatnya,- kekuatannya,- kelemahannya,- kebutuhan emosinya,- cara berpikirnya,- dan hal-hal yang membuatnya berbeda dari kita.Anak tidak membutuhkan orang tua yang terus mengatakan:“Kamu harus jadi seperti ini.”Ia membutuhkan orang tua yang menyampaikan:“Aku mengenalmu. Aku melihatmu. Aku menerimamu. Dan aku akan membantumu bertumbuh.”---3. Dengarkan anak dengan sungguh-sungguhKetika anak bercerita, jangan hanya mendengar kata-katanya.Cobalah memahami apa yang sedang terjadi di balik kata-kata itu.Ketika anak berkata:“Aku benci sekolah!”Mungkin yang sebenarnya ingin ia sampaikan adalah:“Aku merasa tidak mampu.”“Aku takut gagal.”“Aku merasa tidak diterima.”Ketika anak menangis karena hal yang menurut kita kecil, jangan buru-buru mengatakan:“Ah, begitu saja kok menangis.”Bagi anak, mungkin itu bukan “hal kecil”.Ketika perasaannya terus-menerus dianggap tidak penting, anak dapat belajar:“Perasaanku tidak penting.”Dan pada akhirnya:“Mungkin aku juga tidak penting.”---4. Bantu anak melewati emosi yang besarAnak belum selalu mampu menenangkan dirinya sendiri.Ketika mereka marah, kecewa, takut, atau sedih, mereka membutuhkan orang dewasa untuk membantu mereka melewati emosi tersebut.Bukan dengan menghilangkan semua masalahnya.Bukan pula dengan membiarkan perilaku yang salah.Tetapi dengan tetap hadir.“Kamu sedang marah, ya. Mama temani. Kita tidak boleh memukul, tapi kamu boleh marah.”Inilah salah satu pesan penting yang perlu diterima anak:«“Aku tetap aman dan tetap dicintai, bahkan ketika emosiku sedang besar.”»---5. Jangan gunakan rasa malu dan pengucilan sebagai alat disiplinKetika anak melakukan kesalahan, kita mungkin tergoda untuk menjauhkan mereka sebagai bentuk hukuman:“Pergi ke kamar!”“Mama tidak mau bicara dengan kamu!”“Kalau masih nakal, jangan dekat-dekat Mama!”Masalahnya bukan hanya pada hukuman tersebut.Pesan emosional yang mungkin diterima anak adalah:«“Orang tuaku hanya mau dekat denganku ketika aku bersikap baik.”»Anak kemudian dapat belajar bahwa penerimaan harus diperjuangkan dengan menjadi “anak yang baik”.Padahal, yang perlu dipelajari anak adalah:“Mama tidak menerima perilakuku, tetapi Mama tetap menerima diriku.”---❤️ BEDAKAN DUA HAL INI❌ Menolak anak karena perilakunya“Mama tidak mau sama kamu kalau kamu seperti ini!”Pesan yang diterima:«“Ada bagian dari diriku yang membuatku tidak layak dicintai.”»✅ Mengoreksi perilaku sambil tetap menerima anak“Perbuatanmu tidak boleh dilakukan. Mama akan menghentikanmu. Tapi Mama tetap sayang kamu.”Pesan yang diterima:«“Aku tetap berharga meskipun aku melakukan kesalahan.”»Perbedaan ini terlihat kecil dalam kalimat, tetapi bisa sangat besar dalam pengalaman emosional seorang anak.---🌱 JADI, DARI MANA HARGA DIRI DIMULAI?Bukan dari:- anak selalu menang,- anak selalu dipuji,- anak selalu berhasil,- anak selalu menjadi yang terbaik,- atau anak selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.Harga diri yang sehat tumbuh ketika anak berulang kali mengalami:“Aku diterima.”“Aku didengarkan.”“Perasaanku penting.”“Aku boleh melakukan kesalahan.”“Aku tetap dicintai ketika aku sedang kesulitan.”“Orang tuaku membimbingku, bukan mempermalukanku.”Dari pengalaman-pengalaman kecil yang terjadi setiap hari itulah anak perlahan membangun suara di dalam dirinya:«“Aku berharga.”“Aku mampu belajar.”“Aku tidak harus sempurna untuk dicintai.”“Kesalahanku tidak menentukan siapa diriku.”»Dan kelak, ketika suara orang tua tidak lagi selalu berada di sampingnya, suara itu dapat menjadi suara yang ia gunakan untuk memperlakukan dirinya sendiri.🌷 Inilah mengapa gentle discipline bukan sekadar tentang membuat anak berperilaku baik.Lebih jauh dari itu, kita sedang membantu anak membangun hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri.Karena anak yang sejak kecil belajar:“Aku tetap berharga ketika aku gagal,”akan memiliki bekal yang jauh lebih kuat untuk menghadapi kegagalan, penolakan, kritik, dan kesalahan tanpa langsung menyimpulkan:“Aku tidak cukup baik.”Dan mungkin, inilah salah satu hadiah paling berharga yang dapat kita berikan kepada seorang anak:bukan kehidupan tanpa kesalahan, tetapi keyakinan bahwa dirinya tetap berharga ketika melakukan kesalahan.