Ida Ummu hafsho
๐ Kota Palu
Perasaan
"Merasakan Bersama"Cerita Dave dan Nova (lanjutan):Nova nangis kejer karena tempat duduk favoritnya di mobil diduduki sepupunya, Max.Cara LAMA Dave (yang salah):> "Sudah, jangan nangis, duduklah di tempat lain" atau nyuruh sepupunya pindah.Hasilnya? Nova makin keras kepala, makin tantrum.Cara BARU Dave (yang diajarkan Philippa Perry):1. Sejajarkan posisi: Dave membungkukkan badan supaya tingginya sama dengan Nova, tatap mata.2. Validasi perasaan, bukan atasi perilakunya: Dia bilang lembut: > "Memang sulit ya ketika melihat Max duduk di kursimu. Kau sangat ingin duduk di sana, bukan?"3. Tunjukkan rasa iba di wajah: Dave benar-benar merasa iba, dan Nova bisa melihatnya di wajah ayahnya.Hasilnya INSTAN:Tangisan Nova mereda. Dia balas menatap ayahnya. Dia merasa dipahami, jadi dia tidak perlu lagi mempertahankan keinginannya dengan nangis keras.Lalu Dave baru tawarkan pilihan:> "Sekarang kau ingin duduk di mana, di samping jendela atau kursi anak di depan?"Nova langsung jalan sendiri, pasang sabuknya, dan ngobrol gembira lagi.Pelajaran Penting di bawahnya:> Menyuruh Nova diam dan membujuknya hanya akan membuatnya semakin keras kepala. Ketika melihat ayahnya merasa iba dan menyesal, ia tidak lagi merasa perlu mempertahankan keinginannya.Penulis kasih perumpamaan bagus:Seperti roda yang tergelincir di atas es (black ice). Kalau mobil tergelincir ke kiri, kalau kamu paksa belokin setir ke kanan, mobil akan tetap meluncur dan makin parah. Tapi kalau kamu ikutin dulu arah selipnya, lurus, sesuaikan, baru pelan-pelan kamu bisa kendalikan lagi.Sama dengan anak tantrum: Kalau anak ngot ke kiri, jangan langsung paksa belokin ke kanan (dibujuk, disuruh diam). Ikuti dulu perasaannya ke kiri - "Iya kamu kesal banget ya" - baru setelah dia merasa dipahami, dia mau belok sendiri.Halaman 97 di sebelahnya yang ketutup pembatas bukunya itu lanjutan perumpamaan es tadi, intinya tentang jangan membantah perasaan anak.Buat kamu nanti, rumus 3 langkahnya:Kalau kakak nangis karena adik bayi duduk di pangkuanmu:Jangan: "Udah jangan nangis, kamu kan udah besar"Tapi:1. Jongkok sejajar mata kakak2. "Oh... memang susah ya lihat adik di pangkuan ibu, kakak kangen juga mau dipangku ya? Kakak ingin sekali di situ ya?"3. Tunggu dia reda, baru tawarkan: "Nanti habis adik bobok, kita pelukan berdua 10 menit ya, mau di sofa atau di kamar?"















