📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka30 September 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Jendela Terbuka Bagi Sang Ayah

Jendela Terbuka Bagi Sang AyahAnak Adalah Anugerah yang Unik dan SempurnaTuhan menciptakan seluruh anak sebagai anak yang unik dan sempurna.Tiap anak diberi talenta dan kelebihan-kelebihan yang berbeda. Di dalam kamus-Nya tidak ada manusia bodoh yang tercipta. Dia menciptakan manusia dengan segala kemuliaan dan kehormatannya.Jadi salah apabila kita sebagai ciptaan-Nya mengatakan bahwa:"Anak ini memang bodoh!"Atau kita mengatakan:"Susah anak ini. Memang dari sananya terlahir bodoh!"Pada dasarnya semua manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling berharga dan sempurna. Semua anak diciptakan sebagai mahluk yang luar biasa.Waktu: Hadiah Termahal dari Seorang AyahSeorang ayah haruslah mampu memberikan waktu lebih, perhatian lebih, bahkan perasaan yang lebih sehingga membuat dia yakin mampu berdiri tegar dan mampu mengatakan pada orang-orang sekitar.Waktu adalah bagian terpenting dalam membina dan membimbing anak-anak kita. Tanpa disadari oleh orang tua, buah hati kita tidak merasa cukup hanya dengan diberi berbagai fasilitas yang ada dan mampu orang tua penuhi.Yang lebih berharga buat mereka adalah waktu.Berapa persen waktu Anda habiskan dengan pekerjaan atau dengan kegiatan lainnya?Anak-anak membutuhkan Anda bukan hanya sebagai seorang ayah, tetapi juga sebagai sahabat, yang mampu duduk diam, mendengarkan ketika permasalahan datang, yang mampu menjadi jembatan ketika perjalanan yang ditempuh terasa menyulitkan.Ayah senantiasa menaruh kasih setiap waktu dan selalu hadir ketika kesulitan-kesulitan hadir dalam kehidupan seorang anak.Memahami Bahasa AnakAyah yang tahu dan mampu menggunakan bahasa anak, sehingga ketika anak memiliki pergumulan, kita orang tua mampu merasakan bahkan masuk ke dalam pergumulan tersebut.Tak salah kalau ayah menjadi tempat atau muara utama dalam kehidupan remaja kita.Ayah yang mampu membaca dan menterjemahkan bahasa anak-anaknya.Sebuah Buah dari Kehadiran Seorang AyahSaat Anda membaca buku ini, Stefanus kini telah menjadi anak bangsa yang telah menyelesaikan perkuliahannya di salah satu universitas swasta ternama jurusan teknik elektro.

💬 0 komentar📅 30 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Rasa Takut

Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Ayah-Bunda, ada penyebab di balik ledakan amarah orangtua pada anak. Selain rasa takut, kita mungkin sedang kecewa, kaget, cemas, sedih, malu, lelah, kesal pada diri sendiri atau merasa bersalah.Ternyata, bila diurai dan dipikir ulang, perasaan yang paling menguasai adalah rasa takut. Jadi sebenarnya, yang membuat kita marah bukan perilaku anak, tetapi ketakutan atau asumsi dari pikiran kita sendiri atau yang juga sering disebut sebagai prasangka negatif.Lalu, dari mana datangnya asumsi atau prasangka?Asumsi atau prasangka adalah sesuatu yang kita terima sebagai sesuatu yang benar, terkadang bahkan tanpa perlu pembuktian. Asumsi atau prasangka dipengaruhi oleh persepsi. Persepsi sendiri terbentuk atau sering dipengaruhi oleh memori dan pengalaman masa lalu.

💬 0 komentar📅 30 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 September 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Nilai Sebuah Niat Dihadapan Allah

Ada satu bagian dari The Barakah Effect yang menarik ketika membahas hadits tentang niat. Kenapa seseorang yang baru berniat melakukan kebaikan saja bisa mendapatkan pahala, bahkan ketika kebaikan itu belum sempat dilakukan? Ternyata, niat yang dimaksud bukan sekadar keinginan atau angan-angan. Ada kesungguhan di dalamnya: benar-benar ingin melakukan sesuatu, hanya saja belum sampai pada tahap mewujudkannya.Kalau dipikir-pikir, masuk akal juga. Seseorang yang terus memiliki tekad untuk melakukan kebaikan, meskipun beberapa kali gagal melakukannya, tetap menunjukkan bahwa arah yang ia tuju adalah kebaikan. Bisa jadi ia belum punya kemampuan, kesempatan, atau keadaan yang mendukung. Kegagalan melakukan satu kebaikan tidak serta-merta membuat niat tersebut menjadi tidak bernilai. Selama seseorang masih terus berusaha menuju arah yang sama, proses itu tetap berarti.Menariknya, prinsip ini juga berlaku ketika seseorang berniat melakukan keburukan lalu mengurungkannya. Alasannya pun diperhatikan. Kalau ia meninggalkannya karena takut kepada Allah, itu menunjukkan bahwa dorongan untuk taat masih lebih kuat daripada keinginan dirinya untuk melakukan dosa. Kalau ia batal karena keadaan tidak memungkinkan, pengalaman tersebut tetap bisa menjadi pelajaran: ia melihat konsekuensi dari keburukan itu dan bisa belajar untuk tidak menginginkannya lagi di masa depan.Bagian yang paling menenangkan adalah ketika buku ini mengingatkan bahwa terkadang seseorang memang sungguh-sungguh ingin melakukan sesuatu karena Allah, tetapi keadaan hidup membuatnya belum bisa mencapainya. Ada hal-hal yang tidak berada dalam kendalinya. Dalam kondisi seperti ini, kegagalan mewujudkan sebuah kebaikan tidak seharusnya langsung membuat seseorang merasa tidak layak mendapatkan kedudukan yang baik di sisi Allah. Keadaan yang belum memungkinkan bukan berarti niat tersebut tidak dilihat.Jadi, ternyata hubungan antara niat dan amal tidak sesederhana “berhasil dilakukan berarti bernilai, gagal berarti sia-sia.” Ada kesungguhan, usaha, kemampuan, keadaan, bahkan alasan di balik sebuah keputusan yang juga menjadi bagian dari proses. Belum berhasil melakukan kebaikan bukan berarti tidak layak menjadi orang baik. Kadang seseorang memang belum sampai pada amalnya, tetapi ia sudah berada di jalan menuju ke sana.

💬 0 komentar📅 30 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 September 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tata Cara Pernikahan Dalam Islam" ​A. Khitbah (Peminangan) dan Hukumnya​Definisi & Kedudukan: Khitbah ialah permohonan seorang lelaki untuk menikahi seorang wanita. Peminangan hanyalah janji untuk menikah dan bukan syarat sah pernikahan. Wanita tersebut tetap berstatus sebagai wanita asing (bukan mahram) sehingga akad nikah dilangsungkan.​Larangan Meminang Pinangan Orang Lain: Haram/dilarang meminang wanita yang sedang dipinang oleh lelaki lain, melainkan lelaki tersebut meninggalkannya atau memberikan izin.​Memandang Wanita yang Dipinang (Nazhar):​Hukum: Disunnahkan melihat wanita yang akan dipinang untuk mendoronk keinginan berkahwin.​Kadar/Batasan: Disepakati oleh para ulama bahawa bahagian yang boleh dilihat ialah muka dan kedua-dua tapak tangan (walaupun ada pandangan yang membolehkan lebih dari itu).​Syarat: Bertujuan untuk meminang, bukan untuk memuaskan nafsu atau syahwat.​Jika Tidak Tertarik: Jika lelaki tidak tertarik selepas melihat wanita tersebut, hendaklah dia diam dan tidak menyebarkan/menceritakan apa yang tidak disukainya.​Membatalkan / Menarik Pinangan:​Hukumnya makruh jika dibatalkan tanpa alasan munasabah kerana menyalahi janji.​Namun, ia tidak diharamkan kerana belum ada ikatan syarak. Jika tiada kecenderungan, lelaki hendaklah memberi kepastian agar wanita itu boleh dipinang oleh orang lain.​Memilih Calon Pasangan:​Dianjurkan memilih lelaki atau wanita yang soleh/solehah dan baik akhlak serta agamanya.​Wali digalakkan menawarkan putri atau saudara perempuannya kepada lelaki yang soleh (seperti kisah Umar r.a. menawarkan Hafshah).​Solat Istikharah: Disunnahkan melakukan solat dua rakaat dan berdoa meminta petunjuk Allah SWT selepas timbul tekad untuk menikah bagi mendapatkan pilihan yang terbaik.​B. Akad Nikah​Akad nikah memerlukan pemenuhan syarat dan rukun seperti rasa suka sama suka, izin wali, saksi, mahar, dan ijab kabul.​Wali:​Kedudukan: Nikah tidak sah tanpa adanya wali.​Urutan Wali: Bermula daripada ayah, datuk, anak lelaki, adik-beradik lelaki, bapa saudara (sebelah ayah), dan seterusnya. Jika tiada wali nasab, maka sultan (pemerintah/hakim) bertindak sebagai wali.​Larangan Menghalangi (Adhl): Wali dilarang menghalang wanita di bawah perwaliannya untuk berkahwin dengan calon lelaki yang sekufu dan baik.​Persetujuan Wanita:​Wajib meminta persetujuan wanita sebelum dinikahkan.​Janda dimintai persetujuannya secara jelas (perintahnya), manakala persetujuan gadis cukuplah dengan diamnya.​Mahar (Mas Kahwin):​Hak Wanita: Mahar ialah hak mutlak wanita yang wajib dibayar oleh lelaki dan tidak boleh diambil tanpa keredhaannya.​Permudahan Mahar: Syariat Islam menganjurkan agar memudahkan dan merendahkan kadar mahar.​Kesan Buruk Mahar Terlampau Mahal: Menyebabkan ramai pemuda/pemudi membujang tua, merosakkan akhlak, menimbulkan tekanan jiwa, dan menyebabkan penentangan terhadap tradisi.​Khutbah Nikah:​Disunnahkan mengadakan khutbah sebelum akad nikah dilangsungkan (dikenali sebagai Khutbatul Hajah).​Mengandungi puji-pujian kepada Allah, syahadat, serta bacaan ayat-ayat al-Quran berkaitan takwa.

💬 0 komentar📅 30 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & Wings 2 - Akibat kurang olahraga

membuat anak-anak secara perlahan menjadi lebih pemarah dan kasar karena tidak punya saluran keluar yang positif untuk energi yang meledak-ledak ini.Berolahraga merupakan pereda stres yang baik dan jika tidak dilakukan malah menimbulkan stres.Kurangnya olahraga merupakan alasan utama penyebab rasa bosan anak. Karena tidak berolahraga secara teratur, anak-anak tampak jauh lebih tua, tidak tahu cara bersantai, cara bersenang-senang, dan cara bergaul untuk mengatasi perbedaan.

💬 0 komentar📅 30 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 September 2026
N

Naella ulia

📍 -

Kesuburan Pasangan

Bagaimana kalau kesuburan, salah satu pasangan ada yang kurang subur? setelah pemeriksaanCobalah untuk melakukan peng-obatan terlebih dahulu. Apakah perlu memberi tahu calon? Sebaiknya iya, karena salah satu tujuan menikah adalah untuk mendapatkan keturunan.Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Mushannaf. bahwa Umar bin Khatab radhiyatlahu sebagai petugas zakat di mengutus seseorang sebaranga daerah tertentu. Ternyata dia menikah dengan wanita di daerah itu, padahal dia mandul. Umar-pun bertanya kepadanya, "Apakah kamu sudah memberi tahu istrimu bahwa kamu mandul, tidak bisa punya anak?" "Belum" Jawab orang ini. Umar menasehatkan, "Sampaikan kepadanya bahwa kamu mandul, kemudian berikan hak pilih untuknya." (Mushannaf Abdur Razaq, no. 10347)Bagaimana kalau tahu tidak suburnya setelah menikah? Harus berusaha untuk menjalani pengobatan. Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah berkata,"Tidak diragukan lagi bahwa mandul yaitu tidak adanya keturunan. urunan. Orang-orang terdahulu hulu tidak menyebutkan sebab-sebabnya. Akan tetapi setelah adanya sarana pemeriksaan, nampak sebabnya adalah sedikitnya sperma dalam mani seorang laki-laki atau tidak ada sama sekali. Maka ini adalah mandul yang merupakan aib, jika sang istri tidak tahu (sebelumnya), maka boleh bagi istri meminta cerai karena ingin mempunyai anak keturunan. Jika didapatkan pengobatan kedokteran yang sesuai syariat, yang bisa mengembalikan kekurangan (sperma) sehingga bisa menghasilkan keturunan. Maka sebaiknya ia tidak meminta cerai kecuali setelah melakukan usaha pengobatan dan (ternyata) tidak ada hasilnya. Wallahu a'lam. (Fatawa Asy-syar'iyyah fii masailit thibbiyah hal. 40, dikumpulkan oleh ibrahim Abdul Aziz Asy-Suitri)THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 30 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Apa itu alam barzakh

Barzakh secara bahasa artinya pembatas di antara 2 hal, sehingga tidak bisa saling bertemu.Alam kubur disebut alam barzakh karena alam kubur menjadi pemisah antara kehidupan dunia dan hari kebangkitan.Di alam barzakh, manusia mengalami kondisi yang berbeda dengan alam dunia. Karena sejatinya mereka sudah memasuki alam akhirat sebelum terjadinya hari kebangkitan.Di alam barzakh, mereka sama sekali tidak bisa balik ke dunia. Karena kesempatan hidup di dunia hanya sekali, dan tidak mungkin berulang, sehingga yang sudah mati tidak mungkin kembali.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KematianKarya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 20 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

15. 42 Ucapan yang Terlarang — Part 428. “Kesulitan menemani hariku.”Diucapkan saat mengalami kesulitan. Ini termasuk pesimisme yang dilarang.29. “Akal mengenalkan kita kepada Allah.”Ini salah. Yang mengenalkan kita kepada Allah adalah Allah sendiri, dengan menunjukkan diri-Nya melalui fitrah yang Allah berikan kepada kita.30. “Fitnah lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.”Ucapan ini dinisbatkan kepada QS. Al-Baqarah: 219, padahal makna fitnah pada ayat tersebut bukan adu domba atau menyebarkan omongan. Yang dimaksud adalah kesyirikan/kekufuran yang menimbulkan kebencian dan gangguan terhadap agama. Jadi, kata tersebut tidak boleh ditempatkan pada makna yang tidak sesuai.31. “Tidak ada malu dalam agama.”Ucapan ini tidak benar. Rasa malu merupakan bagian dari agama dan salah satu cabang keimanan.32. “Si Fulan mati syahid.”Tidak boleh memastikan seseorang mati syahid, sekalipun terbunuh di medan perang. Karena yang mengetahui hakikatnya hanyalah Allah. Memastikan seseorang syahid berarti memastikan kedudukannya di akhirat, sedangkan hal itu hanya Allah yang mengetahuinya.33. “Penyakit terkutuk” atau “penyakit keji.”Tidak perlu mengucapkan demikian, karena penyakit merupakan bagian dari takdir Allah.34. “Kesalahan sejarah.”Tidak ada sesuatu yang luput dari Allah. Apa yang terjadi berada dalam takdir-Nya. Lebih tepat mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala.35. “Kita telah mendoakan Nabi.”Diucapkan sebagai kebiasaan ketika memulai pembicaraan dalam suatu pertemuan, tetapi pembicaraan tersebut tidak menghasilkan penyelesaian. Kemudian mereka berkata dengan menyesal, “Kita telah mendoakan Nabi.”36. “Anak setan”, “anak celaka”, atau “anak haram.”Diucapkan ketika marah kepada anak atau sekadar bercanda. Ucapan seperti ini tidak benar.37. “Pemikiran Islam.”Ungkapan ini tidak boleh, karena dapat menjadikan Islam seolah-olah hanya sebuah pemikiran yang bisa diterima atau ditolak. Yang benar adalah “hukum Islam.”38. “Bagaimana pandangan agama tentang masalah ini?”Ucapan ini tidak tepat karena dua hal:Agama tidak memiliki pandangan.Jika kita menjawabnya, jawaban tersebut bukan sebagai representasi hukum agama, karena jawaban manusia bisa benar atau salah.39. “Rabb kita tahu ini salah.”Ini salah, sebab pengetahuan didahului oleh ketidaktahuan. Hal tersebut mustahil bagi Allah. Yang benar adalah mengatakan, “Allah menghendaki ini dan itu.”40. “Siapa orang saleh ini?” / “Kamu tidak akan masuk surga.” / “Kamu akan masuk neraka.” / “Allah tidak akan mengampunimu.”Ucapan seperti ini tidak boleh, karena orang yang mengucapkannya menempatkan dirinya pada kedudukan uluhiyah, seolah-olah mengetahui keputusan Allah terhadap seseorang.41. “Selamat, mabruk.”Menurut materi ini, ucapan tersebut salah. Ucapan yang benar adalah “Mubarak”, yang bermakna semoga membawa keberkahan.42. “Selamat atas pernikahannya, semoga rukun dan banyak anak.”Ucapan ini disebut sebagai ucapan yang salah. Ucapan yang diperintahkan adalah: “Semoga Allah melimpahkan berkah kepada kalian berdua.”

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Dampak Bentakan

Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Mau dibentak dengan bahasa Inggris atau bahasa Jawa, yang keluar sama-sama energi merusak Makhluk hidup yang terpapar energi ini akan terkena imbas negatifnya.Lalu, apa yang dirusak oleh energi ini?Siap-siap mendengar kabar buruk: Amarah, bentakan, dan teriakan ternyata merusak otak anak. Lebih jelasnya, memengaruhi per-kembangan psikologi dan serebral anak.Penelitian University of Pittsburgh menyatakan bahwa sering membentak anak untuk mendisiplinkan mereka sangat berisiko terhadap perkembangan psikologis, antara lain ada kemungkinan timbulnya perilaku agresif pada anak atau sebaliknya, anak menjadi terlalu pemalu.Para psikolog dalam penelitian ini menganalisis 976 keluarga serta anak-anak mereka selama dua tahun. Hasil penelitian menun-jukkan jika orangtua marah-marah pada anaknya setiap hari sebagai bagian dari "gaya mendidik", rata-rata anak akan memiliki masalah perilaku yang mulai muncul pada usia 13 tahun dan gejala-gejala depresi pada usia 14 tahun. Mereka juga menemukan bahwa marah tidak menyelesaikan masalah, bahkan membuat anak semakin tidak patuh.Penelitian lain yang dilakukan oleh sekelompok psikiater Harvard Medical School menemukan bahwa siksaan verbal, seperti teriakan, bentakan, serta melontarkan kata-kata yang mempermalukan anak dapat mengubah struktur otak anak secara signifikan dan permanen!Para peneliti menganalisis otak 51 anak yang sedang menjalani terapi psikiatri lalu membandingkannya dengan 97 anak sehat. Mereka menemukan bahwa pengabaian, hukuman fisik dan verbal akan mengurangi corpus callosum dalam otak secara signifikan. Corpus callosum bagaikan "kabel" atau "jembatan" yang terdiri atas sel-sel saraf dan menghubungkan dua belahan otak, kiri dan kanan. Corpus callosum inilah yang disebut sebagai otak tengah.Corpus callosum yang mengecil menyebabkan integrasi antara dua belahan otak menurun. Akibatnya, mood dan kepribadian bisa berubah secara drastis, konsentrasi berkurang, dan keseimbangan emosi juga terganggu.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad: Beberapa Peristiwa di Masa Kecil Nabi Muhammad

Beberapa Peristiwa di Masa Kecil Nabi Muhammad Terdapat beberapa peristiwa penting di masa kecil Nabi, yaitu: 1. Dibelahnya Dada Nabi Muhammad. Peristiwa ini adalah salah satu mukjizat yang dialami oleh Nabi. Para ulama menyebutkan bahwa proses pembelahan dada Nabi terjadi sebanyak dua kali. Sebagian ulama menyebutkan bahwa proses pembelahan dada nabi terjadi lebih dari empat.- Ketika beliau berada di bawah pemeliharaan Halimah as-Sa'diyyah. - Ketika beliau akan melakukan Isra’ dan Mi'raj.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Nasihat Bermanfaat Menggapai Kebahagiaan

Maka apabila perkaranya menghadapinya dengan keimanan. Keimanan akan mengarahkannya untuk bersyukur kepada Allah, serta memanfaatkan kenikmatan ini dalam ketaatan kepada Allah, dan segala sesuatu yang mendekatkan kepada Allah.atau Apabila perkaranya menyedihkan, mencemaskan, menyakitkan, maka keimanannya akan membimbingnya untuk menghadapi hal tersebut dengan bersabar. Dan melakukan sebab-sebab yang dengannya ia dapat menghadapi perkara yang terjadi padanya atau menimpanyala akan menghadapi perkara-perkara yang menyenangkan dengan keimanan, sehingga iman membimbingnya untuk bersyukur kepada Dzat Yang Maha Memberi nikmat, dan ia pergunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Allah serta tidak menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Allah. Maka ia pun mendapatkan pahala orang-orang yang bersyukur."Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh seorang mukmin: Jika dia mendapatkan kesenangan (kebahagiaan), dia bersyukur, maka hal itu sangat baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesusahan (penderitaan), dia bersabar, maka hal itu sangat baik baginya." (Hadits Riwayat Muslim, no. 2999).

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:كُلُّ سُلامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقةٌ ، كُلَّ يَوْمٍ تَطلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ : تَعدِلُ بَينَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ، فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقةٌ ، والكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقةٌ ، وبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقةٌ ، وتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ“Setiap sendi dari manusia wajib untuk disedekahi setiap hari dimana matahari terbit. Kalau engkau berbuat adil di antara dua orang, maka itu adalah sedekah. Kalau engkau membantu seseorang dengan mengangkatnya ke atas tunggangannya, maka itu juga adalah sedekah. Atau engkau membantu mengangkatkan barangnya ke atas tunggangannya, itu juga sedekah. Kalimat yang baik, itu juga sedekah, dan bahkan setiap langkah yang engkau jalani itu juga sedekah. Dan menghilangkan gangguan dari jalan juga adalah terhitung sebagai sedekah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
F

Fitriyah Sulistiyaningsih

📍 Kabupaten Brebes

Bab 2 Wanita Muslimah dan kewajiban memelihara tubuhnya

Wanita Muslimah hendaknya menjaga tubuhnya sebagai amanah dari Allah. Perawatan tubuh bukan sekadar untuk penampilan, tetapi merupakan bagian dari menjaga kesehatan, kebersihan, keseimbangan, dan kesiapan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.Beberapa bentuk perhatian wanita Muslimah terhadap tubuhnya antara lain:Sederhana dalam makan dan minumTidak berlebihan dalam makan, memilih makanan dan minuman yang halal dan tayyib, sehingga kesehatan, kekuatan, dan keseimbangan tubuh tetap terjaga.Rajin berolahragaMenjaga tubuh agar tetap sehat, kuat, dan bugar sehingga dapat menjalankan aktivitas dan kewajiban dengan baik.Menjaga kebersihan tubuh dan pakaianKebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslimah. Tubuh dan pakaian hendaknya selalu dijaga agar bersih dan rapi.Menjaga kesehatan mulut dan gigiKebersihan mulut dan gigi perlu diperhatikan secara rutin karena merupakan bagian dari kebersihan dan kesehatan diri.Merawat keindahan rambutRambut dirawat dengan baik, dijaga kebersihannya, dan ditata secara pantas sebagai bentuk perhatian terhadap kebersihan dan kerapian diri.Berhias dengan tidak berlebihanSeorang Muslimah boleh memperhatikan keindahan dan penampilannya, tetapi tetap dalam batas yang wajar dan sesuai dengan tuntunan Islam, serta menghindari tabarruj (berhias secara berlebihan atau menampakkan perhiasan dengan cara yang tidak sesuai syariat).🌿

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Hikmah dan Manfaat Khitan Khitan merupakan salah satu sisi kebaikan syariat Islam yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi hamba-hambaNya. Dengan syariat tsb, Allah menyempurnakan kebaikan-kebaikan mereka, baik yg bersifat lahir maupun bathin. Khitan menyempurnakan fitrah manusia yang Allah telah menciptakan mereka menurut fitrah tsb. Oleh karena itu, khitan merupakan salah satu kesempurnaan agama yang lurus (al-hanifiyyah), millah Ibrahim.Khitan bagi orang-orang yg hanif (penganut agama tauhid) kedudukannya sama dengan pembaptisan bagi para penyembah salib. Dalam anggapan para penyembah salib, anak mereka menjadi suci ketika mereka mencelupkannya kedalam air pembaptisan, lalu mereka berkata: “Sekarang ia resmi menjadi seorang Nashrani.” Maka Allah mensyariatkan bagi orang-orang yang hanif untuk memiliki shibghah (celupan) hanifiyyah yang disebut dengan istilah khitan. Allah berfirman:صِبْغَةَ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةً ۖ وَّنَحْنُ لَهٗ عٰبِدُوْنَ“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghah nya daripada Allah?” (Al-Baqarah: 138)Shibghah ini adalah khitan.Jika manusia memberi tanda kepada hewan tunggangan dan binatang ternak, maka Allah menjadikan khitan sebagai tanda pengenal bagi orang yang disandarkan kepadaNya, bagi orang yang disandarkan kepada agama dan millahNya, serta bagi orang yg dihubungkan kepadaNya melalui ubudiyah (penghambaan) dan hanifiyyah (agama yang lurus). Sehingga, ketika ada orang yang tidak diketahui agamanya, hal itu dapat dikenali melalui tanda khitan.Maksud shibghah (celupan) Allah adalah al-hanifiyyah (agama yang lurus). Sebagaimana hati para pengikutnya telah dicelup dengan mengenalNya, mencintai, dan ikhlas terhadapNya, beribadah hanya kepadaNya semata dan tidak mempersekutukanNya. Begitu pula anggota fisik mereka dicelup dengan sifat-sifat fitrah, yaitu berkhitan, mencukur rambut kemaluan, mencukur kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, berkumur-kumur, ber-istinsyaq (menghirup air), bersiwak, dan beristinja' (bersuci setelah buang air). Alhasil, tampaklah fitrah Allah itu pada hati dan anggota fisik orang-orang yang hanif.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka29 September 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Manfaat Yang Banyak Dari Pernikahan​1. Keutamaan & Manfaat Pernikahan​Rasulullah SAW menganjurkan para pemuda yang mampu untuk menyegerakan pernikahan agar terhindar daripada maksiat. Jika belum mampu, dianjurkan untuk berpuasa.​Antara manfaat pernikahan yang dijelaskan:​Melaksanakan Perintah Allah & Menghidupkan Sunnah Nabi.​Menundukkan Pandangan & Menjaga Kehormatan: Memelihara diri daripada perbuatan keji seperti zina atau berkumpul kebo.​Termasuk Golongan yang Ditolong Allah: Tiga golongan yang berhak mendapat pertolongan Allah, salah satunya ialah orang yang menikah demi memelihara kehormatan diri.​Menuai Ganjaran Pahala (Sedekah): Hubungan intim suami isteri bernilai sedekah dan mendapat ganjaran di sisi Allah.​Mendatangkan Ketenangan Hidup (Sakinah, Mawaddah, Warahmah):​Allah menjadikan pasangan sebagai tempat ketenteraman dan kasih sayang (QS. Ar-Rum: 21).​Menegaskan bahawa amalan berpasangan/pacaran tanpa nikah adalah haram, merupakan nafs semata-mata, dan melarang berduaan tanpa mahram.​2. Memiliki Keturunan yang Shalih & Memperbanyak Umat​Aset Kebajikan Berterusan: Anak yang shalih menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala/doa walaupun ibu bapa telah meninggal dunia.​Anjuran Memiliki Keturunan yang Banyak:​Menikahi wanita yang subur disukai agar memperbanyakkan jumlah umat Nabi Muhammad SAW.​Melarang perbuatan membatasi kelahiran (seperti program KB atas sebab takutkan rezeki) kerana rezeki setiap makhluk telah dijamin oleh Allah (QS. Hud: 6).​Manfaat Mempunyai Banyak Anak:​Karunia besar yang lebih tinggi nilainya daripada harta.​Peneduh hati (penyenang hati).​Mengeringkan beban dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.​Boleh menjadi syafaat/penghalang daripada api neraka di akhirat.​Kebanggaan Rasulullah SAW pada hari Kiamat.​3. Sikap Apabila Belum Dikaruniai Anak​Bagi pasangan suami isteri yang belum mendapat keturunan:​Berbaik Sangka & Redha: Meyakini bahawa ketentuan Allah pasti mempunyai hikmah.​Berikhtiar yang Diharuskan:​Berubat secara medis yang sesuai syariat.​Mengonsumsi makanan/ubat penyubur atau dengan meruqyah diri.​Memperbanyak Doa: Mengamalkan doa-doa para Nabi daripada Al-Qur'an (seperti doa Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariya) pada waktu-waktu mustajab.​Memanfaat Masa & Melakukan Amal Shalih: Menggunakan masa lapang untuk membaca Al-Qur'an, berzikir, membantu keluarga/anak yatim, serta menyebarkan kebaikan.​Memperbanyak Sedekah & Istighfar: Sedekah dan istighfar merupakan jalan keajaiban untuk membuka pintu rezeki dan keturunan (QS. Nuh: 10-12).

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →