📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan bab 3 - Memahami Istri

Pentingnya menjaga keharmonisan hubungan dengan istri melalui sikap saling menghormati dan perlakuan yang baik.Memperlakjkan istri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Rasulullah mengajarkan agar suami memenuhi kebutuhan istri - mulai dari makanan, pakaian, hingga rasa aman dalam rumah tangga. Islam menjauhi segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.Suami dapat menciptakan hubungan harmonis dan penuh cinta, sehingga rumah tangga menjadi tempat yang damai dan bernilai ibadah di hadapan Allah.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Milikilah sikap percaya penuh di dalam hati dan pikiran, sebagaimana perasaan Anda yang yakin bahwa akan berhasil ketika sedang mendownload sebuah file. Berbagilah apa yang mampu Anda bagikan kepada sesama. Memberi adalah sebuah sikap menerima yang aktif yang tumbuh dari hati yang yakin dan merasa pasti bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janji. Allah ﷻ berfirman, yang artinya:"Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (an-Nisâ` : 122)Begitulah hati yang kaya, yang merasa diri sudah cukup mempunyai harta. Walaupun nyatanya, dia belumlah tergolong orang kaya. Saudaraku, orang yang kaya hati, tidak akan pernah segan untuk berbagi. Jadikan nasihat ini untuk menasihati hati kita sendiri dan jangan gunakan untuk menuding sikap dan tingkah laku orang lain. Milikilah rasa malu bila kita selalu berada dalam posisi yang meletakkan tangan di bawah, yang hanya selalu menerima tanpa pernah berinisiatif untuk memberi.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 2 keistimewaan Tauhid dan dosa² yg di ampuni karenanya

Allah berfirman "Orang² yg beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang²yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang² yg mendapat petunjuk. " (Al-An'am: 82) Ubdaha bun ash - Shamit menuturkan Rasulullah bersabda "Barangsiapa bersyahadat bahwa sesembahan yang haq selain Allah saja tiada Sekutu baginya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah, Rasul-Nya dan kalimatnya yg disampaikannya kepada Maryam serah tuh dari ciptaanya, dan (bersyahadat pula bahwa) surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka pasti Allah memasukkannya kedalam surga sesuai dengan amal yg telah di perbuatnya." (H.R Bukhari dan Muslim).

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Membangun Harga Diri dan Kepercayaan Diri Anak melalui Cinta Orang Tua

Harga diri anak tidak dibangun oleh prestasi, nilai sekolah, atau pujian dari luar. Pengaruh terbesar terhadap harga diri anak berasal dari hubungan anak dengan orang tuanya. Anak belajar melihat dirinya melalui cara orang tua memandang dan memperlakukannya.“Anak membutuhkan orang tua untuk mempercayainya saat ia belajar mempercayai dirinya sendiri.”Penelitian yang dikutip dalam buku menunjukkan bahwa pengaruh terkuat terhadap harga diri seseorang berasal dari orang tuanya. Karena itu, hadiah terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada anak adalah rasa dicintai tanpa syarat.Tujuan PembelajaranSetelah mempelajari materi ini, orang tua diharapkan mampu:Memahami hubungan antara cinta orang tua dan harga diri anak.Menunjukkan kasih sayang secara nyata setiap hari.Mengurangi pola asuh yang terlalu berorientasi pada prestasi.Membangun kedekatan emosional melalui sentuhan dan waktu berkualitas.Menjadi teladan nilai-nilai kehidupan bagi anak.A. Cinta adalah Fondasi Harga Diri Anak1. Cintai anak dan pastikan ia mengetahuinyaMencintai anak saja tidak cukup; anak perlu merasakan dan mengetahui bahwa ia dicintai.Ekspresi kasih sayang dan semangat dari orang tua:menumbuhkan rasa aman,menyuburkan emosi positif,membantu perkembangan harga diri,serta mendukung pertumbuhan koneksi saraf penting dalam otak anak.Pesan utamaCinta yang dirasakan anak membentuk otaknya sekaligus membentuk pandangannya terhadap dirinya sendiri.B. Cinta Tanpa SyaratAnak sering menyimpulkan bahwa dirinya berharga hanya ketika berhasil. Orang tua perlu mematahkan keyakinan ini.Yang perlu ditunjukkan kepada anakNilai 5 maupun 10 → tetap dicintai.Juara maupun tidak juara → tetap dicintai.Menjadi pemeran utama maupun peran kecil → tetap dicintai.Berhasil maupun gagal → tetap dicintai.Kalimat yang perlu sering didengar anak“Ibu tetap mencintaimu dengan semua kegagalan dan kelemahanmu.”Rasa aman karena dicintai membuat kepercayaan diri anak berkembang. Prestasi boleh dihargai, tetapi jangan pernah dijadikan ukuran nilai diri anak.C. Ungkapkan Kasih Sayang Secara Nyata1. SentuhanManusia membutuhkan sentuhan untuk membangun ikatan. Melalui sentuhan, orang tua dapat menyampaikan:cinta,persetujuan,penghiburan,rasa aman,dukungan.Contoh sederhanapelukan,rangkulan,tepukan di bahu,usapan rambut,cium kening,pijatan ringan.Anak yang sering menerima sentuhan hangat cenderung memiliki rasa aman dan nilai diri yang lebih baik.2. Kata-kata kasih sayangJangan menunggu anak besar untuk mengatakannya.“Aku cinta padamu.”Ucapkan kepada anak di semua usia.3. Isyarat kasih sayang rahasiaBuat kata, gerakan, atau isyarat khusus antara orang tua dan anak sebagai tanda:“Aku ada untukmu.”Hal kecil seperti ini memperkuat kedekatan emosional.4. Pesan cinta tertulisSelipkan catatan kecil di bekal, buku, tas, atau dekat tempat tidur anak. Pesan sederhana dapat membuat anak merasa dipikirkan sepanjang hari.Contoh:“Ibu bangga padamu.”“Semoga harimu menyenangkan.”“Terima kasih sudah membantu hari ini.”D. Waktu adalah Bahasa CintaCara terbaik menunjukkan kasih sayang adalah memberikan waktu. Saat orang tua memberikan waktu, sebenarnya mereka memberikan bagian dari hidupnya yang tidak dapat kembali.Praktik harianberbincang 10–20 menit tanpa gawai,mendengarkan cerita sekolah,makan bersama,berjalan sore bersama,membaca buku bersama sebelum tidur.Hubungan orang tua–anak dibangun terutama dari momen-momen kecil yang berulang setiap hari, bukan hanya dari hadiah besar atau acara khusus.Pesan pentingAnak yang mendapatkan perhatian penuh akan merasa:“Aku penting.”“Orang tuaku ingin bersamaku.”“Aku layak dicintai.”Perasaan ini menjadi dasar harga dirinya.E. Kehadiran Lebih Penting daripada KesempurnaanKisah Jaya Bachchan dalam buku menekankan bahwa yang paling diingat anak bukan kemewahan, melainkan kehadiran ibu. Anak-anaknya hanya ingin pulang sekolah dan bercerita kepadanya.Pelajaran penting:Anak tidak membutuhkan orang tua sempurna.Anak membutuhkan orang tua yang hadir, mendengar, dan menerima.F. Anak Belajar dari KeteladananNilai-nilai kehidupan tidak efektif diajarkan hanya lewat nasihat. Anak terutama belajar dengan mengamati kehidupan orang tuanya.Jika orang tua ingin anak:jujur,menghormati orang lain,bertanggung jawab,penyayang,berintegritas,maka orang tua perlu mempraktikkannya setiap hari.“Anak mempelajari nilai kehidupan dengan menyaksikan orang tuanya hidup dengan integritas.”G. Waktu Bersama Anak Tidak Bisa DiulangKesibukan sering membuat orang tua menunda kebersamaan. Padahal masa kecil anak berlangsung sangat cepat.Semakin besar anak, semakin sulit memperbaiki jarak hubungan yang terbentuk karena kesempatan yang terlewat.RenungkanApakah anak lebih sering melihat layar atau wajah kita?Apakah kita mendengarkan ceritanya sampai selesai?Apakah ia merasa diterima ketika gagal?H. Tanda Anak Merasa DicintaiAnak yang merasa dicintai biasanya:berani mencoba hal baru,tidak mudah hancur saat gagal,mau bercerita kepada orang tua,lebih mudah mengatur emosi,percaya bahwa dirinya berharga,merasa aman berada di rumah.I. Langkah Praktis 7 HariHari 1Peluk anak minimal 20 detik.Hari 2Ucapkan “Aku cinta padamu” secara langsung.Hari 3Tulis satu catatan kecil untuk anak.Hari 4Sediakan 15 menit tanpa gawai hanya untuk mendengar ceritanya.Hari 5Lakukan aktivitas sederhana bersama (membaca, memasak, berjalan).Hari 6Puji usaha dan karakter, bukan hanya hasil.Hari 7Tanyakan: “Apa yang paling membuatmu merasa dicintai oleh Ibu hari ini?”Ulangi siklus ini setiap minggu.Kesimpulan UtamaHarga diri anak bertumbuh ketika ia:dicintai tanpa syarat,diterima dalam keberhasilan maupun kegagalan,sering disentuh dengan hangat,mendengar kata-kata kasih sayang,mendapat waktu dan perhatian penuh,melihat teladan yang baik dari orang tuanya.Pada akhirnya, anak tidak akan paling mengingat berapa banyak mainan, kursus, atau hadiah yang ia terima. Ia akan mengingat satu hal yang paling membentuk dirinya:“Aku dibesarkan oleh orang tua yang membuatku yakin bahwa aku dicintai.”

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa ‘alaihissalām begitu lapar hingga beliau meminta makan karena rasa laparnya yang luar biasa. Bahkan, tubuh beliau tampak berwarna hijau akibat terlalu banyak memakan daun-daunan. ​Demikianlah orang-orang yang mengenal Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka senantiasa menunjukkan kefakirannya di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Semakin seseorang merasa butuh kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka semakin tinggi pula kedudukannya di sisi-Nya ‘Azza wa Jalla, sebagaimana halnya Nabi Musa ‘alaihissalām.​Diriwayatkan juga dari para Salaf, tatkala mereka sujud, ada di antara sebagian mereka yang berdoa meminta makan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan dalam suatu hadis—dengan sanad yang meskipun masih diperselisihkan:​لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا، حَتَّى يَسْأَلَ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ​“Hendaknya salah seorang dari kalian meminta kepada Allah semua hajatnya meskipun hanya untuk memperbaiki tali sendalnya ketika terputus.” ​Oleh karena itu, apa pun keinginan kita, hendaklah kita berdoa kepada Allah. Tidak mengherankan mengapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita banyak doa, bahkan untuk setiap aktivitas; masuk pasar ada doanya, masuk rumah ada doanya, dan keluar rumah pun ada doanya.​Dengan begitu, hati kita selalu terikat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan kita menyadari bahwa tidak boleh menyerahkan segala urusan pada diri sendiri, walau hanya sekejap mata, melainkan harus sepenuhnya berserah diri kepada Allah.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari Sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari Sinilah Islam dimulaiPernahkan kita bertanya-tanya, tentang hikmah dari terpilihnya Jazirah Arab sebagai turunnya wahyu terakhir bagu manusia.Hikmah KeduaBangsa Arab Tidak Berada di atas Agama/Akidah yang Satu. Jika ada kesatuan akidah, mungkin akan sangat sulit bagi seorang nabi untuk merubah keyakinan mereka. Namun kenyataannya, bangsa Arab ketika itu memeluk berbagai agama, ada yang menyembah patung, malaikat, pohon, dan seterusnya. Bahkan masing-masing dari para penyembah patung pun menyembah dan memuliakan berbagai macam patung yang berbeda.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Perilaku: Semua adalah KomunikasiTopik: Lebih Jauh Tentang TantrumTantrum bukan sekadar perilaku buruk atau taktik anak untuk mendapatkan sesuatu. Tantrum merupakan cara anak mengungkapkan perasaan seperti frustrasi, marah, sedih, kecewa, atau merasa kehilangan kendali.Saat anak tantrum, orang tua perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik perilaku tersebut, bukan hanya berusaha menghentikan tantrumnya.Validasi perasaan sangat penting. Kita bisa mengatakan, misalnya: “Kamu marah karena aku tidak membiarkanmu melakukan itu.” Anak tetap boleh merasakan marah, meskipun perilakunya tetap perlu dibatasi.Tantrum dapat dipengaruhi oleh kelelahan, lapar, terlalu banyak stimulasi, perubahan situasi, keterbatasan kemampuan anak, atau rasa tidak berdaya.Orang tua perlu membedakan antara perasaan dan perilaku: perasaan anak diterima, tetapi perilaku yang menyakiti diri sendiri/orang lain tetap diberi batas.Hindari mempermalukan, mengancam, atau membuat anak merasa bahwa emosinya salah. Sebaliknya, dampingi anak sampai ia kembali tenang.Ketika anak sudah tenang, orang tua dapat membantu anak memahami apa yang terjadi, mengenali perasaannya, dan mencari solusi.Jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa anak “keras kepala”. Perilaku anak sering kali merupakan petunjuk tentang kebutuhan atau kesulitan yang sedang mereka alami.Dalam menghadapi anak, penting untuk melihat peran kita sendiri dalam situasi tersebut. Kadang perilaku anak muncul atau semakin kuat karena pola interaksi antara anak dan orang tua.Orang tua juga perlu mengenali pemicu tantrum, misalnya tuntutan yang terlalu tinggi, terlalu banyak aktivitas, atau kurangnya waktu istirahat, lalu melakukan penyesuaian.Memberikan pilihan dan kesempatan untuk mandiri dapat membantu anak merasa memiliki kendali dan kompetensi, sehingga frustrasi berkurang.Tujuannya bukan membuat anak tidak pernah tantrum, tetapi membantu anak belajar mengelola emosi, memahami kebutuhannya, menyelesaikan masalah, serta berkembang menjadi lebih mandiri.Inti pesannyaTantrum adalah komunikasi. Daripada hanya bertanya “Bagaimana menghentikan tantrumnya?”, lebih membantu jika kita bertanya: “Apa yang sedang anak coba komunikasikan melalui perilakunya?”Dan yang paling penting: lepaskan keharusan untuk selalu menjadi pihak yang benar atau menang-kalah. Dengan melihat situasi sebagai sesuatu yang dibangun bersama, kita lebih mudah memahami peran kita dan mengajarkan kerja sama serta kolaborasi kepada anak.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Cara Rukuk yang Benar

🌷 Ringkasan: Cara Rukuk yang Benar1. Cara melakukan rukukMembungkukkan badan.Meletakkan kedua tangan di lutut.Melakukan rukuk dengan tuma’ninah, yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa.2. Jangan “mencuri” dalam shalat Rasulullah ﷺ menyebut orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya sebagai orang yang “mencuri dalam shalat.”3. Sempurnakan rukuk dan sujud Rukuk dan sujud harus dilakukan dengan benar dan sempurna, termasuk meluruskan tulang belakang/punggung dan tidak terburu-buru.🌸 Intinya:Shalat yang baik bukan hanya banyak gerakannya, tetapi setiap gerakan dilakukan dengan benar, tenang, dan sempurna.Sumber: Ingin Anak Anda Rajin Shalat? — HR. Ahmad no. 23311 dan HR. Nasa’i no. 1110.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 11 Agustus

"Melayani suami adalah ujian sekaligus ibadah. Sebagaimana suami diuji dengan mencari nafkah, maka istri diuji dengan mengurus rumah tangga dan meraih keridhaan suaminya.""Wanita yang berkah adalah yang hidup sederhana, tidak menuntut berlebihan dan memahami kemampuan suaminya. Ia percaya diri dengan kesederhanaan dan justru dari situlah kemuliaan terpancar."

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
G

Gardina daru adini

📍 Kota Depok

Bab 7~

Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha mendidik, memberi contoh, dan mendoakan mereka.Bahkan hal-hal sederhana seperti menyusui atau menyuapi bisa jadi momen untuk berdoa, semoga apa yang masuk ke tubuh mereka menjadi kebaikan dan membuat mereka tumbuh menjadi anak yang baik, semangat belajar, dan dekat dengan Allah.Jadi, jangan terlalu mengandalkan emosi atau memaksa anak berubah sesuai keinginan kita.Kita ikhtiar mendidik, Allah yang memberi hidayah.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI RENGEKAN (Bagian 2)

1. Menyalurkan Keluh Kesah Batin Anda SendiriJika Anda merasa terpicu oleh rengekan anak dan Anda dibesarkan dalam rumah tangga yang tidak menoleransi luapan perasaan, cobalah sesuatu.Saat ini, letakkan tangan Anda di dada dan katakan kepada diri sendiri:“Tidak apa-apa kita membutuhkan bantuan dan merasa tidak berdaya.”Mengeluhlah tentang berapa banyak surel yang harus Anda balas, betapa Anda tidak ingin membersihkan rumah, dan betapa lelahnya Anda.Ironisnya, semakin Anda menerima rengekan sendiri, semakin sedikit Anda terpicu olehnya.Ketika anak Anda merengek dan darah Anda mendidih, katakan dengan lantang:“Sebentar. Ibu perlu menarik napas dalam-dalam.”Kemudian, letakkan tangan Anda di dada dan katakan kepada diri sendiri:“Saya aman. Saya bisa melewati ini.”Sambil menarik napas dalam-dalam.Contoh kalimat:“Tidak apa-apa kita membutuhkan bantuan dan merasa tidak berdaya.”“Sebentar. Ibu perlu menarik napas dalam-dalam.”“Saya aman. Saya bisa melewati ini.”2. HumorRespons terbaik untuk rengekan seorang anak adalah keceriaan orang dewasa.Ketika kita menanggapi rengekan dengan kekonyolan atau humor, kita memberikan apa yang paling dibutuhkan seorang anak: keterhubungan dan harapan, yang hadir dalam momen-momen yang menyenangkan.Keceriaan dimaksudkan untuk menghubungkan dan menambah kegembiraan, bukan menjauhkan.Contoh:Ketika anak merengek, Anda dapat merespons dengan nada bercanda:“Oh tidak, tidak, tidak...”(bernyanyi)Atau:“Rengekan itu masuk ke sini lagi!”Kemudian, sambil melihat anak:“Oke, Ibu tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk, tapi ayo kita keluarkan bersama-sama!”3. Sampaikan Kembali Permintaan dengan Suara Anda Sendiri dan LanjutkanBanyak orang tua percaya bahwa mereka harus membuat anak mengulangi permintaan dengan suara yang “lebih kuat” setelah merengek, agar tidak “mendukung” rengekannya.Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tidak masalah untuk mengatakan:“Bisakah kamu menanyakan hal itu lagi tanpa merengek?”Namun, lakukan dengan cara yang tidak terlalu bertele-tele atau mengendalikan.Kadang, momen kecil dapat meningkat menjadi pertengkaran hebat ketika orang tua bersikeras agar anak mengulangi permintaan dengan nada yang lebih “tepat”.Hal ini tidak sepadan. Daripada menuntut anak mengulangi perkataan, lebih manusiawi jika kita memberikan contoh dan melanjutkannya.Contoh:Anak:“Ayah, aku butuh bukuuuu!”Daripada:“Katakan lagi dengan suara yang lebih kuat.”Cobalah:“Ayah, bisakah tolong ambilkan buku yang kamu butuhkan?”Atau cukup sampaikan permintaannya dengan tegas dan singkat:“Tolong ambilkan buku itu.”4. Lihat KebutuhannyaKetika anak-anak merengek, mereka meminta lebih banyak perhatian, keterhubungan, dan lebih banyak validasi sekaligus.Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menanggapi kebutuhan yang ditunjukkan ini.Contoh:Letakkan ponsel dan katakan:“Ibu meletakkan ponsel karena merasa terganggu dan kamu telah menyadarinya. Ibu di sini sekarang, Ibu di sini.”Berjongkoklah sejajar dengan anak dan katakan:“Ada yang membuatmu gelisah? Ibu percaya padamu. Mari kita cari tahu.”Berempatilah dengan keadaan anak:“Kadang-kadang rasanya sulit sekali menjadi seorang anak. Ibu tahu.”Berikan pelukan:“Keluarkanlah, Sayang. Semuanya terasa begitu buruk. Ibu di sini bersamamu. Tidak apa-apa.”Validasi membantu anak merasa dipahami, bukan sekadar merasa bahwa permintaannya dipenuhi.Good InsideMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →