📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Beberapa Peristiwa di Masa Kecil Nabi Muhammad ﷺ Bagian 4

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺBeberapa Peristiwa di Masa Kecil Nabi Muhammad ﷺBagian 4Akhlak Mulia Rasulullah ﷺ sebagai Mukjizat• Efek Pembersihan Hati: Akhlak mulia Nabi merupakan hasil nyata dari pembersihan jantung/hati beliau serta penjagaan Allah dari godaan setan.• Kesabaran kepada Pelayan: Anas bin Malik yang melayani Nabi selama 10 tahun bersaksi bahwa beliau tidak pernah menghardik dengan kata "ah!" ataupun mengkritisi hasil pekerjaannya.• Kelembutan Terhadap Orang Kasar: Ketika seorang Arab Badui menarik selendang Nabi dengan keras hingga berbekas di leher dan meminta harta dengan tidak sopan, Nabi tidak marah melainkan tersenyum dan memberi hadiah.Kejujuran dan Keteguhan dalam Menjaga Amanah• Julukan Al-Amin yang Hakiki: Sejak sebelum diutus menjadi nabi, masyarakat Makkah memercayai Nabi untuk menitipkan barang-barang berharga mereka karena sifat jujurnya.• Kontradiksi Sikap Kaum Kafir Quraisy: Meskipun mencaci Nabi dengan sebutan pendusta, penyihir, dan gila, kaum kafir Quraisy secara sembunyi-sembunyi tetap menitipkan barang berharga mereka kepada Nabi.• Tanggung Jawab Saat Hijrah: Sebelum berhijrah ke Madinah demi menghindari rencana pembunuhan, Nabi menugaskan Ali bin Abi Thalib untuk tinggal selama 3 hari di Makkah hanya demi mengembalikan seluruh barang titipan tersebut kepada pemiliknya (yang memusuhi beliau).Batasan Akal Manusia di Hadapan Wahyu• Menundukkan Akal pada Wahyu: Kisah pembelahan dada Nabi mengajarkan manusia untuk mengimani Al-Qur'an dan Sunnah, meskipun terkadang secara lahiriah tidak sejalan dengan logika.• Misteri Hal Gaib (Contoh Ruh): Ilmu tentang ruh, jin, malaikat, surga, dan neraka sepenuhnya adalah milik Allah. Secanggih apa pun teknologi manusia, hakikat hal gaib tidak akan bisa dipecahkan oleh akal semata.• Proporsional dalam Berpikir: Manusia tidak boleh malas menggunakan akal, namun juga tidak boleh memaksa akal untuk menembus batasan gaib yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Pelanggaran Seputar Pernikahan yang Wajib Dihindarkan :​Pacaran: Hukum berpacaran adalah haram karena memicu perbuatan dilarang seperti ikhtilath (berdua-duaan), saling memandang, dan bersentuhan. Anggapan bahwa masa tunangan (khitbah) membolehkan berduaan atau berangkulan juga merupakan pemahaman yang salah.​Cincin Pertunangan: Tukar cincin bukan ajaran Islam, melainkan tradisi luar/Jahiliyah. Laki-laki dilarang memakai cincin emas. Menganggap cincin membawa keberkahan/menolak bahaya termasuk perbuatan syirik.​Menuntut Mahar Terlalu Tinggi: Islam menyarankan untuk mempermudah dan tidak memberatkan mahar.​Mengikuti Upacara Adat: Dilarang mengikuti adat yang mengandung syirik (seperti menginjak telur, pasang sesaji/janur untuk mengusir jin), memamerkan aurat (riyal/tabarruj), serta ritual sungkeman/bersujud kepada selain Allah.​Mencukur Jenggot: Mencukur jenggot bagi laki-laki hukumnya haram karena ada perintah untuk memelihara jenggot dan melarang menyerupai orang kafir atau kaum wanita.​Mencukur Alis, Mentato, dan Menyambung Rambut: Haram dan dilaknat Allah karena mengubah ciptaan-Nya.​Mempercayai Hari Baik/Sial (Thiyarah): Menentukan waktu pernikahan berdasarkan ramalan hari baik/sial, dukun, atau peramal adalah bentuk syirik.​Ucapan Selamat Kaum Jahiliyah: Dilarang menggunakan ucapan Jahiliyah ("Birrafa' wal banin"), melainkan diganti doa sesuai sunnah ("Barakallahu laka...").​Ikhtilath & Menyentuh yang Bukan Mahram: Haram campur baur laki-laki dan perempuan, berjabat tangan dengan non-mahram, serta menyandingkan pengantin di pelaminan di hadapan tamu umum.​Hiburan Musik & Nasyid:​Semua alat musik dan nyanyian hukumnya haram.​Pengecualian hanya untuk tabuhan rebana yang dimainkan oleh gadis-gadis kecil saat pesta pernikahan sebagai bentuk publikasi/hiburan terbatas.​Pentas jengger, joget, atau hiburan musik masa kini dilarang.​Meninggalkan Shalat Wajib: Pengantin dan keluarga dilarang meninggalkan shalat lima waktu hanya karena alasan kesibukan pesta atau takut merusak riasan (make-up).​Memajang Lukisan/Gambar Bernyawa dan Patung: Dilarang karena menghalangi malaikat rahmat masuk rumah.​Pesta Berdiri (Standing Party): Dilarang karena makan dan minum sambil berdiri atau menggunakan tangan kiri menyerupai perilaku syaitan.​Pelanggaran Lainnya: Membaca syahadat khusus saat ijab kabul, pembacaan sighat ta'liq (menggantungkan talak), ratiban, atau membaca Al-Fatihah khusus akad yang tidak ada contohnya dari Nabi dan Sahabat.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Perasaan

Kalau ditanya "Apa yang kamu inginkan untuk anak?", hampir semua orang tua jawab: "Saya ingin anak saya bahagia."Itu tidak buruk. Tapi masalahnya, kita sering terjebak dengan ide BAHAGIA versi iklan: Selalu senang-senang bersama keluarga, jalan-jalan di hutan, main di ilalang, semua menyenangkan.Padahal kenyataannya:> Seperti semua perasaan, kebahagiaan juga datang dan pergi. Bahkan jika Anda berbahagia terus-menerus, Anda tidak akan mengetahuinya karena tidak memiliki kondisi emosional lain sebagai perbandingan.Supaya anak bisa merasakan bahagia yang asli, kita sebagai orang tua harus mau menerima semua suasana hati mereka - termasuk yang tidak menyenangkan: sedih, marah, kecewa, takut.> Membentak atau mengalihkan perhatian anak tidak mungkin membuatnya bahagia. Semakin besar Anda menerima dan mencintai anak, apa pun pengalaman dan perasaan mereka, semakin besar pula kapasitas kebahagiaan yang mereka miliki.Dan ini berlaku juga buat kamu: Kita perlu menerima diri sendiri dan seluruh suasana hati kita. Tidak apa-apa kalau kamu sebagai ibu kadang tidak bahagia.Ringkasan Halaman Kanan (yang agak blur)Di sini Philippa cerita pengalaman pribadinya waktu umur 12 tahun:Orang tua temannya tanya: "Apakah masa kecilmu menyenangkan?"Dia jawab jujur: "Tidak juga. Saya sering merasa tidak bahagia."Langsung disahut: "Masak sih? Jangan bicara yang tidak-tidak..."Saat itu dia jadi bingung. Dia merasakan sesuatu yang tidak bahagia, tapi orang dewasa di sekitarnya menyuruhnya yakin bahwa dia seharusnya bahagia. Ayah-ibunya yang dia cinta pasti menganggap dia keliru.Akibatnya?> Kebingungan itulah yang saya rasakan... Saya ingin mengadu mengatakan apa yang saya rasakan, tetapi dalam kebingungan itu saya selalu salah memahami apa itu.Inti pelajarannya:Ketika anak bilang "Aku tidak bahagia" dan kita paksa dengan bilang "Masa sih? Kamu kan bahagia, lihat mainanmu banyak", kita tidak sedang membuatnya bahagia.Kita sedang membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri dan putus sambung dengan perasaannya.Padahal kalau kita terima: "Oh kamu sering merasa tidak bahagia ya", anak jadi paham: "Oh ini namanya tidak bahagia, dan itu boleh dirasakan."Baru setelah diterima, kebahagiaan yang asli bisa datang.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Aku Beda

"Siapa yang disalahkan!? Aku juga yang salah! Aku malas di rumah!" setetes air mata juga keluar dari kelopak matanya."Je... (panggilan saya padanya), mungkin karena kamu anak yang tertua, kamu harus mengalah sama adikmu. Bukan berarti Papa membedakan kamu dengan Samy. Itu cuma perasaanmu saja," saya berusaha meyakinkan dia bahwa apa yang dilakukan papanya adalah benar."Tapi benar, Papa cuma dengar kata-kata Samy. Pilih kasih! Aku malas pulang ke rumah!""Salah! Kalau kamu tidak pulang, Papa akan semakin marah. Kamu harus pulang, dan tetap minta maaf pada papamu!""Tapi aku males, Sir. Aku kagak mau! Aku mau di sini!" pinta Jason sambil kembali merebahkan tubuhnya. "Oke, tapi kamu harus telpon mamamu, dan katakan padanya kalau kamu di sini, sehingga Mama juga tidak bingung cari kamu. Bagaimana?"Masalah Jason adalah masalah anak remaja putra, di mana di rumah, sang ayah masih memperlakukan anak-anaknya, terutama sesama anak laki-laki, terkadang tidak adil menurut kacamata anak-anak.Jason merasa sang ayah selalu membenarkan adiknya. Ia merasa dirinya selalu salah di mata sang ayah, bila ada persoalan terjadi antara ia dan Samy. Jason merasakan adanya pilih kasih perlakuan sang ayah kepada putera-puteranya.Jason merasa diperlakukan tidak adil. Ia merasa sang ayah tidak peduli pada dirinya. Masih banyak lagi anggapan-anggapan yang serupa. Lalu bagaimana? Haruskah Jason dekat pada orang lain?Mendidik remaja putera bukan dengan kekerasan. Mendidik remaja putera tidak boleh mengikuti apa yang kita mau sebagai orang tua, tetapi kita harus mampu melihat perilaku dan karakter mereka, karena di situlah kunci kesuksesan kita sebagai seorang ayah.Gunakan bahasa remaja, bukan bahasa manusia dewasa. Walaupun anak kembar, orang tua tidak bisa memperlakukan sama pada kedua anak tersebut. Kenalilah karakter mereka masing-masing. Yang terpenting, semua anak berharga di mata Tuhan, karena mereka hanyalah titipan Yang Kuasa pada kita orang tua.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
N

Naella ulia

📍 -

Masa Subur

Bagaimana cara mengetahui masa subur?Ada beberapa cara untuk mengetahui masa subur, Nyeri pingggang saat ovulasi1. "Aduh, kok pinggangku nyeri ya? Wah, sebentar lagi haid tidak datang. Nah, bisa jadi itu haid" pikirmu. Namun setelah ditunggu-tunggu tunggu-tunggu ternyata itu nyeri karena ovulasi. Satu dari lima wanita mengalami nyeri pinggang ketika ovulasi. Karakteristiknya nyeri terasa di salah satu pinggang, terasa tajam dan kram, dan jarang berupa nyeri berat. 2. Perubahan mukus serviksWaktu masa subur, hormon estrogen kita tinggi. Efeknya cairan cervix 10-30x lebih banyak, elastis, dan pH sekitar 8. Gampangnya, kalo dicek pake jari, la mulur sepertiputih telur. 3.Peningkatan suhu tubuh basalSuhu basal tubuh itu apa? Yaitu suhu tubuh saat bangun di pagi hari, belum melakukan aktivitas sama sekali, minimal sebelumnya tidur 4 jam.Cara mengukurnya:Catat suhu tubuh basal setiap hari selama 3 siklusJangan mengukur di ketiak. Disarankan pada mulut atau rektalMenggunakan termometer yang sama Cara membacanyaJika suhu tubuh basal naik 0,3-0,6 °C, kemungkinan sedang terjadi ovulasiFase folikular (dipengaruhi estrogen) -> suhu basal 36,4-36,8 °CSehari sebelum ovulasi (LH surge) ->suhu basal paling rendahSetelah ovulasi/fase luteal (progresteron naik 10x) -> suhu naik 0,3-0,6 °C dan diatas 37 °C selama 10-14 hari berikutnya4. Menggunakan kalenderJika siklus teratur 28 hari:Ovulasi hari ke-14Masa subur hari ke-12,13, dan 14Jika siklus tidak teratur:Lihat siklus terpanjang dan terpendek dalam 3 siklus terakhirHari ke-1 adalah hari pertama haidMasa subur (siklus terpendek-18) hingga (siklusterpanjang-11)Contoh kasusSeorang wanita mencatat siklusnya 3 bulan terakhir. Siklus terpanjang 34 hari dan dan siklus terpendek 28 hari.28-18=1034-11=23Berarti masa subur wanita ini antara hari ke-10 sampai hari ke-23THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Apakah mayit bisa mendengar suara orang yang hidup?

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.Pendapat pertama, mayit tidak bisa mendengarkan suara orang yang hidup sama sekali. Ini merupakan pendapat Aisyah, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud serta sejumlah sahabat lainnya. Pendapat ini juga merupakan mazhab mayoritas ulama (jumhur).Pendapat kedua, mayit bisa mendengar suara orang yang hidup secada umum namun tidak setiap keadaan. Terkadang bisa mendengar dan terkadang tidak bisa mendengar.Pendapat mana yang lebih mendekati kebenaran?Jawabnnya bahwa pendengaran yang disebutkan dalam hadis itu bersifat khusus, yaitu saat pertama kali mayit diletakkan di dalam kubur - sebagai pendahuluan dari proses pertanyaan malaikat. Dengan demikian, hadis tersebut tidak berlaku umum (bahwa mayit dapat mendengar secara umum dalam segala keadaan). (Faidhul Qadir, 2/398)Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KematianKarya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
F

Fitriyah Sulistiyaningsih

📍 Kabupaten Brebes

Wanita muslimah dan kewajiban memelihara diri dengan jiwanya

Wanita Muslimah dan Kewajiban Memelihara Diri dengan Jiwanya1. Tekun beribadah dan membersihkan jiwaSenantiasa beribadah dan memperbanyak istighfar.Segera bertaubat ketika melakukan kesalahan.Beribadah dengan hati yang bersih agar memperoleh ketenangan jiwa dan kejernihan pikiran.2. Memilih teman yang salehahBerteman dengan orang-orang baik yang saling mencintai karena Allah.Saling memberi nasihat dan menjaga diri dari perkataan maupun pergaulan yang buruk.Senantiasa menghadiri majelis ilmu dan mempelajari perkara-perkara Islam.3. Senantiasa membaca doaMemperkuat ruhani dan mengikat hati kepada Allah dengan doa.Membiasakan membaca doa-doa ma’tsurat dan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ dalam berbagai aktivitas.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Mengatasi Marah

Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Buat apa emosi kita terkuras untuk hal-hal yang sudah telanjur terjadi dan tidak bisa diubah lagi? Lebih baik, simpan energi untuk hal lain yang memang layak dipikirkan.Ingatlah selalu bahwa dalam setiap peristiwa, kita bisa mengeluarkan respons yang tepat, tetapi bisa juga tidak.Jika kita terus berlatih untuk bereaksi dengan melihat dari sisi yang positif, lambat laun kita akan menjadi pribadi yang semakin bijak. Sebaliknya, jika Pikiran yang penuh ketakutan yang terus-menerus dipupuk, kita akan membentuk kebiasaan yang melahirkan kebencian. Jika kebencian sudah menjadi kebiasaan, kapan pun Anda menghadapi masalah, Pikiran ketakutan akan selalu dominan. Pelan-pelan kita pun menjadi manusia reptil karena menggunakan bagian otak untuk fight or fight terus menerus.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Tahu Diri, Bukan Pamer Diri

Nabi Yusuf عليه السلام tidak menyembunyikan kompetensinya ketika memang dibutuhkan. Beliau mengatakan bahwa dirinya mampu menjaga perbendaharaan karena memang mampu dan amanah, bukan untuk mendapatkan tepuk tangan. Jadi, “menyebutkan kemampuan” tidak otomatis berarti riya. Yang perlu diperiksa adalah untuk apa kemampuan itu ditampilkan: supaya pekerjaan yang tepat jatuh kepada orang yang tepat, atau supaya diri sendiri terlihat hebat.Dan bagian keduanya lebih halus lagi: kadang seseorang bukan cuma ingin pekerjaannya dihargai, tapi mulai membutuhkan posisi, penghormatan, dan perlakuan istimewa dari manusia. Saat diberi kedudukan, hatinya melonjak; saat tidak dianggap, hatinya tersinggung. Di situ kelihatan bahwa yang dicari bukan lagi sekadar kesempatan untuk berkontribusi, tetapi pengakuan atas diri. Ini yang menurutku bikin konsep Barakah jadi dalam: bukan berarti harus mengecilkan diri atau pura-pura rendah hati, tapi belajar membedakan antara “aku tahu aku mampu” dan “aku butuh orang lain mengakui bahwa aku

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku | Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Hukum Air Kencing Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan yang Belum Mengonsumsi MakananDalam kitab Shahihul Bukhari, Shahih Muslim, kitab-kitab Sunan, dan kitab-kitab Musnad terdapat sebuah riwayat dari Ummu Qais binti Muhshin bahwa ia membawa bayi laki-lakinya yang masih kecil kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Bayinya itu belum mengonsumsi makanan lainnya (selain air susu ibu). Tiba-tiba ia kencing di atas pakaian beliau shallallahu'alaihi Wasallam. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun meminta air dan memercikkannya di atas pakaian tsb, tanpa mencucinya. (HR Al-Bukhari no. 223 dan Muslim no. 287)Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Kencing anak laki-lakibyang masih menyusui (apabila mengenai pakaian) adalah dipercikkan air ke atasnya, dan kencing anak perempuan (apabila mengenai pakaian) adalah dicuci.”Qatadah menjelaskan: “Ketentuan ini berlaku bila anak itu belum disuapi makanan, namun jika sudah disuapi makanan, maka kencing keduanya harus dicuci.”Hadits tsb diatas diriwayatkan Imam Ahmad dan At-TirmidI. Menurut At-Tirmidzi hadits ini hasan. Al-Hakim juga menshahihkannya, menurutnya, hadits tsb shahih berdasarkan kriteria yang diberikan oleh Al-Bukhari dan Muslim.Dari Aisyah radhiyallahu'anha, dia bercerita: “Ada anak bayi yang didatangkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk di tahnik (disuapi untuk pertama kali dengan kurma atau madu). Tiba-tiba bayi itu mengencingi pakaian beliau. Beliau pun menyiramnya dengan air.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dalam riwayatnya, Muslim menambahkan: “Dan beliau tidak mencucinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no 222 dan Muslim no 286. Riwayat hadits: ‘Dan beliau tidak mencucinya,’ diriwayatkan oleh Muslim no 286/101, sebagaimana yang dikatakan oleh penulis.Dari Ummu Kurz al-Khuza’iyah, dia mengisahkan: “Seorang anak laki-laki didatangkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba anak tsb kencing mengenai pakaian beliau, beliau pun meminta air dan menyiramnya. Setelah itu, didatangkan kepada beliau shallallahu'alaihi wasallam seorang anak perempuan. Tiba-tiba anak itu kencing mengenai pakaian beliau, beliau pun meminta air dan mencucinya.” (HR Imam Ahmad)

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Hierarki Niat

The Barakah Effect ngajarin bahwa satu perbuatan yang sama bisa punya niat yang berbeda. Kita bisa bekerja karena financial gain atau mendapatkan uang. Lalu ingin dihargai, punya reputasi baik, sampai ingin dikenal dan mendapat fame. Dari luar mungkin aktivitasnya sama, tapi yang berubah adalah “untuk apa aku melakukan ini?” Dan ternyata, semakin tinggi hierarchy of intentions, semakin bergeser pusatnya: dari apa yang ingin kita dapatkan, menuju Allah’s Pleasure.Bukan berarti kita harus berhenti mengejar uang, reputasi baik, atau karya yang dikenal. Semua itu boleh menjadi bagian dari kehidupan. Tapi jangan berhenti di sana. Naikkan niatnya. Dari “aku ingin mendapatkan” menjadi “aku ingin melakukan ini karena Allah ridha.” Karena ketika Allah’s Pleasure menjadi tujuan tertinggi, bahkan aktivitas duniawi yang sama bisa punya makna yang jauh lebih besar. Dunia tetap kita jalani, tapi tujuan akhirnya bukan dunia.

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Penyebab adzab kubur

Ada beberapa doa yang mendapatkan ancaman khusus bagi pelaku berupa adzab kubur:Tidak hati-hati ketika kencingBentuknya adalah tidak cebok ketika kencing atau tidak hati-hati dari cipratan air kencing. Sehingga pakainnya sering terkena najis.Suka melakukan adu dombaBentuk menyampaikan berita kepada orang lain dengan maksud merusak hubungan antar-sesalam muslimMenyebarkan dusta, memboikot al Qur’an, zina, dan ribaSemua doa ini disebutkan dalam satu hadis yang menjelaskan dalam satu hadis panjang yang menyebutkan temtamh mimpi Nabi.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KematianKarya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Beberapa Peristiwa di Masa Kecil Nabi Muhamman

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺBeberapa Peristiwa di Masa Kecil Nabi MuhammanBagian 3Sebagian kaum mengingkari kejadian pembelahan dada Nabi. Kejadian tersebut tidak masuk akal. Kita katakan kepada mereka, bukankah mukjizat, yaitu kejadian - kejadian luar biasa yang hanya terjadi dan dilakukan oleh para nabi, memang selalu berupa hal-hal yang di luar penalaran manusia?! Bukankah tabiat dan kenormalan adalah ciptaan Allah, sehingga Allah Mahakuasa pula untuk mengubahnya sesuai kehendak-Nya?! Apakah masuk akal ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam kobaran api yang sangat besar, ternyata api tersebut malah terasa sejuk oleh beliau.Apakah masuk akal Nabi Isa yang baru lahir sudah bisa berbicara?! Apakah masuk akal Nabi Isa mampu menghidupkan orang mati,menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, sakit kusta, dan seterusnya?! Jika mereka tidak percaya dengan pembelahan jantung Nabi, bukankah seharusnya mereka juga tidak percaya akan mukjizat Nabi Isa dan Nabi Ibrahim?Di zaman modern seperti ini, jantung bisa diangkat dari tubuh manusia tanpa menyebabkan kematian. Beberapa kisah dan syariat yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun sunnah terkadang tidak mampu dijangkau oleh akal. Namun di sinilah peran keimanan. Belum lagi tentang hal-hal gaib lainnya, seperti malaikat, Surga, Neraka, alam kubur, dan seterusnya. Jika kita hanya berbekal akal saja, niscaya kita tidak akan mampu mengimani semua itu, karena akal kita terbatas.

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda :"Setiap muslim wajib bersedekah." Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa?" Nabi menjawab, "Hendaklah ia bekerja dengan tangannya, mengambil sebagian untuk dirinya, dan bersedekah darinya." Sahabat bertanya, "Bagaimana jika ia tidak mampu atau tidak melakukannya?" Nabi menjawab, "Hendaklah ia menolong orang teraniaya yang membutuhkan pertolongan." Sahabat bertanya lagi, "Jika ia tidak dapat melakukannya?" Nabi menjawab, "Hendaklah ia memerintahkan kepada yang makruf." Mereka bertanya, "Jika ia tidak dapat melakukannya?" Beliau menjawab, "Hendaklah ia menjauhkan diri dari kejelekan, karena yang demikian itu merupakan sedekah." (HR. Bukhari)

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Roots & Wings 2 - Pilih olahraga yang menyenangkan (ada unsur bersenang-senang) bagi anak anda

Psikologi olahragaUnsur bersenang-senangBagi anak-anak, berolahraga bukan tentang menang atau berlatih lebih keras, melainkan tentang bersenang-senang.Jangan pernah menghapus sudut pandang itu. Periksa kompas olahraga Anda. Selaraskan arah utara dengan 'ber-senang-senang'. Tanyakan kepada diri sendiri, "Apakah anak saya gembira?" Jika jawaban Anda 'ya', dia berada di jalur yang benar.Pilihlah olahraga yang menyenangkan bagi buah hati Anda.

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Berpikirlah dalam kerangka pikir "anakku guruku"

Berpikirlah dalam kerangka pikir "anakku guruku"Sumber Don't sweat the small stuff with your family Memandang anak kita bukan sebagai miniatur diri kita atau sebagai orang yang kita butuhkan atau orang yang harus kita pelihara, namun lebih sebagai manusia yang keberadaannya di atas segalanya. Mengajarkan kita mengenai aspek-aspek tertentu mengenai kehidupan yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang lain. Strategi ini akan membantu kita belajar dari dan menghargai anak lebih dari yang kita kira.Berapapun usia mereka anak-anak kita adalah guru yang terbaik bagi kita. Mereka mempunyai kemampuan untuk mengajar kita beberapa pelajaran penting dalam hidup misalnya kesabaran, cinta tak bersyarat, sikap saling menghormati, pemecah masalah secara kreatif, sikap menerima perubahan yang tidak mungkin dihindari dan menerima hidup seperti apa adanya.Hari demi hari momen demi momen anak kita selalu menyediakan pengalaman demi pengalaman bagi kita hampir selalu berpotensi mengajarkan kita sesuatu yang nilainya takkan lekang ditelan zaman.

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Aku Bangga Kau Hadir

Jendela Terbuka bagi Sang Ayah - Aku Bangga Kau Hadir📌 Ayah adalah Model bagi Sang Anak* Ayah adalah 🟨 MODEL bagi sang anak. Menjadi model bukan hal yang gampang. Bagaimana kita mampu menjadi model atau contoh positif bagi anak-anak.* Michele Borba dalam The Big Book of Parenting Solutions mengatakan, penelitian juga menunjukkan bahwa jika anak mengenal ayahnya sebagai pribadi dan 🟨 MODEL SECARA PROFESIONAL, dia akan cenderung memiliki 🟨 KEYAKINAN DIRI yang lebih tinggi, sehingga mampu menjadikan dirinya luar biasa.---📌 Ayah Harus Mampu Mengisi Ruang Kosong Anak* Ayah harus mampu 🟨 MENGISI RUANG KOSONG ANAK.* Dalam kehidupan dan pertumbuhan anak, khususnya remaja, banyak ruang yang dimiliki oleh seorang anak.* Ada ruang yang memang khusus untuk diisi dengan kesukaan dan kebutuhan pribadinya.* Ada ruang yang memang untuk sahabat-sahabatnya, karena remaja memiliki komunitas tersendiri.* Masih banyak ruang lain, satu di antaranya adalah 🟨 RUANG KOSONG yang memang harus diisi.* Di sinilah sang ayah harusnya hadir.* Bagaimana kita selaku orang tua mampu mengisi ruang tersebut dengan 🟨 NILAI-NILAI KEHIDUPAN yang seharusnya diberikan pada anak.---📌 Rasa Bangga Harus Ditanamkan pada Diri Anak* 🟨 RASA BANGGA harus ditanamkan pada diri anak.* Kebanggaan akan membuat 🟨 KEPERCAYAAN semakin besar.* Kepercayaan meningkatkan 🟨 MOTIVASI untuk lebih berkembang menuju pada sebuah kesuksesan.* Seorang ayah harus mampu membuat anaknya bangga melihat sosok sang ayah sebagai 🟨 KEPALA KELUARGA sekaligus 🟨 MENTOR handal pribadi dari sang anak.* Mentor yang mampu membimbing, mengarahkan, dan melakukan hal-hal yang luar biasa sebagai seorang anak.* Yang mampu membawa pada 🟨 PANDANGAN OPTIMIS dalam dirinya dan lingkungannya.

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka1 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 2 Menanamkan Iman Kepada Anak

Menanamkan rasa cinta kepada Allah dalam hati anak-anak Semakin dini kita memulainya akan semakin baik. Kita juga harus memilih waktu dan cara yang tepat untuk membicarakan masalah ini dengan mereka. Berikut ini fase atau tahapan mengenai bagaimana mengajari mereka mencintai Allah.Fase pernikahanIslam menjadikan memilih pasangan yang baik adalah salah satu hak anak terhadap kedua orang tuanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menegaskan bahwa calon suami hendaklah seorang yang disukai akhlak dan agamanya. Setelah menentukan calon suami atau istri, kita berdoa supaya Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kita keturunan yang baik.Fase dalam rahimBila mengetahui di dalam kandungannya sudah terdapat rezeki yang diberikan Allah Azza wa Jalla, harus meningkatkan taqarrub kepada Allah Azza wa Jalla dan persiapan menyambut nikmat ini, di mana kita banyak-banyak mendengarkan Al-Qur'an, bahwa semua yang ada di sekitar ibunya sangat berpengaruh terhadap janin, maka kondisi jiwa yang tenang dan menghadap kepada Allah Azza wa Jalla sangat membantu meringankan ketegangan jiwa.Syekh Ali al-Qarni menyatakan bahwa kejiwaan janin itu tidak bisa dipisahkan dengan kejiwaan ibunya. Dapat kita simpulkan bahwa mendidik anak harus dimulai semenjak dari janin.Pasca kelahiran sampai dua tahunBalita itu seperti kertas putih yang siap menampung segala bentuk coret-coretan. Seiring dengan perkembangan daya tangkap si anak, kita harus memperbanyak menyebut asma Allah Azza wa Jalla di hadapannya. Kita usahakan agar dia ikut mengulang-ulang kalimat tersebut dengan baik.Usia 2 sampai 3 tahunPada usia ini otak anak sudah mampu menampung memori. Kita arahkan untuk menghafal surat-surat pendek. Disesuaikan dengan kemampuannya. Semakin bertambah daya nalarnya, kita harus semakin sering mengulang-ulang di hadapannya bahwa Allah-lah yang memberikan makanan kepada kita.Gelar anak-anak di sisi Allah adalah kekasih-kekasih Allah yang dititipkan kepada orang tua untuk memilih nama yang baik, mengajarinya urusan agama, dunia, dan mendidiknya untuk berkepan santun. Allah juga menyukai kemurahan, kelemahlembutan, keadilan, keindahan, kebersihan, dan lain sebagainya.Usia 3 sampai 6 tahunPada usia ini kemampuan anak menerima pengetahuan, mengambil pelajaran, dan mencontohnya mencapai puncaknya. Kita mesti menggunakan fase ini untuk mengarang dan menceritakan kisah-kisah yang mengarahkannya pada perilaku mulia yang sangat kita inginkan darinya. Metode satu hari satu cerita untuk memberikan kesempatan kepada anak supaya merenunginya.Ketika kita berbicara tentang Allah kepada mereka, pada usia ini kita harus berbicara dengan benar, jangan berlebihan. Pada fase ini selayaknya untuk tidak terlalu detail ketika berbicara tentang zat Allah dengan anak-anak karena khawatir terjatuh ke dalam kekeliruan yang dapat menyebabkan kita diazab.Usia 7 sampai 10 tahunFase ini merupakan fase usia yang paling penting. Kita tidak boleh menganggap remeh fase ini. Akal dan daya nalar sang anak mulai terbuka dengan baik. Kita berinteraksi dengannya seperti teman. Kita tanamkan dalam jiwanya pengetahuan tentang ibadah kepada Allah Azza wa Jalla secara mendalam.Yang tidak boleh dilupakan adalah membuat pijakan-pijakan metode pendidikan yang bisa dipilih anak untuk menumbuhkan minat belajarnya.Fase 10 tahun ke atasUsia ini nampak jelas tanda-tanda anak yang ingin bebas, berdikari, keras kepala, membangkang terhadap nasihat-nasihat dan perintah kedua orang tuanya. Pada fase ini, anak menganggap keduanya laksana busur yang mengikat kebebasannya.Kita juga harus menjelaskan bahwa Allah Azza wa Jalla terkadang menguji manusia dengan sesuatu yang tidak disukainya. Yang jelas, rentan usia ini sangat rawan, karena pada masa tersebut mengembalikan akal dan pikiran anak seperti baru lagi, sehingga riskan terjadi hal-hal yang buruk jika orang tua salah berinteraksi dengan anak.Hal yang tak kalah pentingnya bagi anak-anak kita pada usia ini adalah berdialog secara santai namun terarah. Cara yang benar ialah berdialog secara santai namun positif sesuai dengan pokok permasalahan, berisi kebaikan-kebaikan, dan mampu memberikan pengaruh positif terhadap anak.Hubungan ini bukan hubungan menerima dan tunduk pada kenyataan, tapi hubungan pengertian, perubahan, dan perbaikan. Sebagai tujuan akhir adalah menetapkannya yang benar sebagaimana mestinya, bukan sebagaimana hawa nafsu.Di atas segala dialog ini mereka cinta kasih, tanggung jawab, perhatian, dan mengalahkan kehendak nafsu.

💬 0 komentar📅 1 Okt 2026Baca selengkapnya →