📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Nasihat Berhaga Menggapai Kebahagian

Maka seorang mukmin, apabila diuji dengan penyakit, kemiskinan, atau hal-hal serupa dari musibah yang semua orang bisa saja tertimpa olehnya, maka dengan imannya, dan dengan apa yang ada padanya berupa sifat qana'ah (merasa cukup) dan ridha terhadap apa yang telah Allah tetapkan baginya, engkau akan mendapati ia tenteram hatinya. la tidak menginginkan dalam hatinya sesuatu yang belum ditakdirkan untuknya. Ia memandang kepada orang yang berada di bawahnya, dan tidak memandang kepada orang yang di atasnya. Bahkan bisa jadi, kegembiraan, kebahagiaan, dan ketenangannya melebihi orang yang telah memperoleh seluruh keinginan duniawi jika orang itu tidak diberi sifat qana'ah.Sebagaimana engkau dapati orang yang tidak mengamalkan tuntunan keimanan, apabila diuji dengan sedikit kemiskinan atau kehilangan sebagian kebutuhan duniawi, maka engkau akan mendapati dia berada pada puncak kesengsaraan dan penderitaan.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Wafatnya Ibunda Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺWafatnya Ibunda Nabi Muhammad ﷺSetelah diserahkan kembali oleh Halimah, Muhammad ﷺ kecil pun dirawat oleh ibunya sejak usia 4 sampai 6 tahun.Ketika beliau ﷺ berusia 6 tahun, sang ibu mengajak beliau ke Madinah untuk menziarahi makam sang ayah. Selain itu, sang ibu juga mengajak Muhammad ﷺ kecil ke Madinah untuk menemui paman-paman beliau dari Bani Najjar yang tinggal di Madinah.Setelah menyelesaikan kebutuhannya di Madinah, mereka pun kembali menuju Makkah. Namun ketika sampai di Abwa, yang terletak sekitar 235 Km dari Makkah, Aminah pun jatuh sakit, dan akhirnya wafat. Sungguh ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi yang saat itu masih anak-anak. Beliau terlahir sementara ayahnya sudah wafat, kemudian harus kehilangan ibundanya yang baru 2 tahun bersamanya. Semakin bertakwa seseorang, maka akan semakin besar pula cobaan yang akan ia alami. Nabi ﷺadalah seorang yatim piatu. Jadi tidak heran jika beliau sangat menyayangi anak-anak yatim. Seorang anak yatim sangat merindukan usapan pada kepalanya, dan Rasulullah ﷺ tahu persis akan hal itu. Ingatlah bahwa kunci kelembutan hati, berada pada menyayangi mereka yang lemah, seperti orang miskin, fakir, dan anak yatim. Meskipun zaman sudah serba transfer, tapi berusahalah untuk mendatangi mereka secara langsung. Tersenyumlah kepada mereka, usaplah kepada mereka, dan peluklah mereka. Carilah cahaya hati yang telah memudar pada momen-momen seperti ini.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 4 Menanamkan Iman Kepada Anak

Cinta di Atas Cinta kepada Seluruh ManusiaInti dari rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ adalah menjadikan beliau lebih kita cintai daripada diri kita sendiri, harta, dan anak-anak kita.Mengapa kita harus mencintai Rasulullah ﷺ?Merupakan salah satu fondasi keislaman kita.Keimanan kepada Allah tidak akan sempurna kecuali dengan mencintai Rasulullah ﷺ.Beliau adalah kekasih Allah.Allah memberikan kepada beliau keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain.Mencintai beliau memudahkan kita untuk memuliakan dan mengikuti sunnahnya, melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.Allah memilih beliau untuk menyampaikan risalah Islam yang agung ini.Beliau adalah satu-satunya nabi yang menunda doa yang pasti dikabulkan hingga hari kiamat.Beliau pernah menangis ketika sedang duduk bersama para sahabatnya karena kerinduannya kepada kita.Seseorang akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama orang yang dicintainya.Rasulullah ﷺ telah memberikan suri teladan yang sangat indah dalam akhlaknya.Allah telah mengutus beliau dengan cahaya yang mengeluarkan kita dari kegelapan kekafiran dan kesesatan.Mencintai Rasulullah ﷺ membuat beliau senang kepada kita.Beliau ibarat batu bata yang menyempurnakan bangunan para nabi yang telah didirikan oleh Allah ﷻ.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
F

Firdha Ayu

📍 Kota Makassar

Quote

Idealnya anak diajak untuk menyelami siapa dirinya dan apa potensinya sejak usia 10 tahun sampai 14 thun. Diharapkan di usia 14 tahun keatas, anak anak telah memiliki perencanaan kehidupan yg lebih terarah sesuai dgn misi hidup yang akan diambil dalam peradaban. pendidikan yg kta berikan hendaknya dapat mengantarkan anak untuk dapat mengetahui tujuan penciptaan nya, apa yg di inginkann sang pencipta terhadap nya, mengetahui siapa dirinya dan bagaman renxana dirinya mengoptimalkan potensin pemberian sang pencipta untuk menjalankan misi spesifik penciptaannya.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 8: Rumah Tangga Yang Ideal​1. Maksud Rumah Tangga Ideal dalam Islam​Rumah tangga yang ideal mengikut ajaran Islam ialah rumah tangga yang diliputi rasa sakinah (ketenteraman jiwa), mawaddah (rasa cinta), dan rahmah (kasih sayang).​Suami dan istri perlu memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, mengerti hak serta kewajiban, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ikhlas, serta mengharapkan keredaan Allah.​2. Mengendalikan Perselisihan dan Langkah Ishlah (Perdamaian)​Apabila berlaku perselisihan atau kemelut dalam rumah tangga, langkah awal yang wajib diambil ialah introspeksi diri, saling menyedari kesalahan, memaafkan, dan memohon doa kepada Allah.​Jika gagal, hendaklah dilantik juru damai (hakam) dari pihak keluarga suami dan keluarga istri untuk mendamaikan (ishlah).​Nasihat menangani kemarahan/perselisihan:​Berusaha membaiki hubungan dan berlindung kepada Allah daripada godaan syaitan.​Meredakan amarah dengan menukar posisi (jika berdiri hendaklah duduk, jika duduk hendaklah berbaring), mengambil wuduk, dan menunaikan solat dua rakaat.​Menjaga kerahsiaan perselisihan rumah tangga dan tidak menceritakannya kepada orang lain.​3. Perceraian sebagai Jalan Terakhir​Jika usaha perdamaian masih tidak membuahkan hasil, Islam membenarkan perceraian sebagai jalan terakhir.​Walaupun talak/perceraian dibolehkan dalam syariat Islam, ia bukanlah perkara yang boleh diremehkan atau dilakukan secara terburu-buru. (Catatan: Hadis "Perkara halal yang paling dibenci Allah ialah talak" dinilai lemah/dhaif oleh ulama seperti Syaikh al-Albani).​Apabila perceraian tetap berlaku, Allah berjanji akan memberikan rezeki dan kecukupan daripada kurnia-Nya kepada masing-masing.​4. Peranan Suami, Istri, dan Larangan Menuntut Cerai Tanpa Sebab​Tanggungjawab Suami: Suami adalah pelindung dan pemimpin bagi wanita (istri) kerana kelebihan yang diberikan Allah serta nafkah yang dikeluarkan. Jika timbul nusyuz daripada istri, langkah penyelesaiannya ialah memberi nasihat, memisahkan tempat tidur, dan (jika perlu) memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan.​Larangan Menuntut Cerai Tanpa Sebab Syar'i: Seorang istri dilarang keras menuntut cerai daripada suaminya tanpa alasan yang sah mengikut syariat (diancam tidak dapat menghidu aroma Syurga).​Istri juga dilarang meminta suaminya menceraikan madunya semata-mata untuk mengaut keuntungan/nafkah sendiri.​5. Poligami dalam Islam​Poligami dibolehkan dalam Islam (berkahwin lebih daripada satu) bukan untuk menyakiti wanita atau berbuat zalim, tetapi disyariatkan untuk mengangkat derajat wanita dan menghormati mereka.​Suami yang berpoligami wajib berlaku adil dan bijaksana mengikut syariat Islam.​6. Kesimpulan & Punca Kemelut Rumah Tangga​Suami dan istri hendaknya sentiasa melaksanakan kewajiban, menjauhi larangan Allah, dan berdoa agar dikurniakan pasangan serta keturunan yang menjadi penyejuk hati (qurrota 'ayun).​Apabila berlaku perselisihan, pasangan perlu mencari akar umbi masalah—apakah disebabkan oleh faktor harta, fitnah, sifat/tabiat, persetubuhan, masukan pihak luar, kenderaan, anak, kedudukan, atau faktor berkahwin lagi (poligami).

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Di dalam setiap kegiatan, Nabi Daud senantiasa mengingat Allah. Dalam keadaan sedih pun, beliau selalu mengingat-Nya. Bahkan, ketika beliau melakukan kesalahan, beliau segera kembali kepada Allah. Inilah ciri utama Nabi Daud: kekuatan yang dimiliki dan kesadarannya untuk selalu kembali kepada Allah.​Ayat ini menceritakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk bersabar menghadapi ejekan, hinaan, dan gangguan fisik maupun mental lainnya dari kaum Quraisy. Nabi Muhammad ﷺ juga merasakan kesedihan yang mendalam ketika dituduh dengan berbagai tuduhan yang tidak mengenakkan dari kaum Quraisy. Oleh karena itu, dalam ayat lain, Allah memberikan solusi kepada Nabi Muhammad ﷺ.​Jadi, bagi orang yang diuji dengan hinaan, cacian, dan tuduhan yang tidak mengenakkan, terutama ketika mereka tidak dapat melindungi diri, satu-satunya jalan adalah berdoa kepada Allah dan menyibukkan diri dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui salat, zikir, dan ibadah lainnya.​Ketika Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk bersabar, Allah juga mengingatkan beliau tentang kisah Nabi Daud yang rajin beribadah.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab keempat tentang siwak

1. Mencukur bulu kemaluan (al-istihdad): Yaitu mencukur rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Dinamakan demikian karena menggunakan alat besi yaitu pisau cukur. Menghilangkannya mengandung keindahan dan kebersihan, bisa dihilangkan selain dengan mencukur seperti krim penghilang bulu. 2. Khitan: Yaitu menghilangkan kulit yang menutupi kepala zakar hingga kepala zakar tampak, ini untuk laki-laki. Adapun perempuan: memotong daging berlebih di atas tempat bersetubuh yang menyerupai jengger ayam. Yang benar: khitan wajib bagi laki-laki, sunnah bagi perempuan. Hikmah khitan laki-laki: membersihkan zakar dari najis yang tertahan di kulup. Manfaatnya banyak. Adapun perempuan: mengurangi gairahnya yaitu kekuatan syahwatnya. Disunnahkan khitan pada hari ketujuh kelahiran karena lebih cepat sembuh dan agar anak tumbuh dalam keadaan sempurna. 3. Memotong dan menggundul kumis: Yaitu berlebihan dalam memotongnya untuk keindahan, kebersihan, dan menyelisihi orang kafir. Hadits-hadits sahih menyebutkan anjuran memotong kumis dan memelihara jenggot, membiarkan dan menghormatinya karena jenggot mengandung keindahan dan ciri kejantanan. Banyak orang yang membalik urusan ini: mereka memelihara kumis dan mencukur jenggot atau memendekkannya. Semua ini menyelisihi sunnah dan perintah wajib memelihara jenggot. 51 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Potong kumis, biarkan jenggot, dan selisihilah kaum Majusi." Hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Selisihilah kaum musyrik, pelihara jenggot, dan gundul kumis." Muslim harus berpegang pada petunjuk Nabi ini, menyelisihi musuh, dan berbeda dari menyerupai wanita. 4. Memotong kuku: Yaitu memotongnya agar tidak dibiarkan panjang. Memotong kuku mempercantiknya dan menghilangkan kotoran yang menumpuk di bawahnya. Sebagian muslim telah menyelisihi fitrah Nabi ini dengan memanjangkan kuku atau kuku jari tertentu. Semua itu dari hiasan setan dan meniru musuh Allah. 5. Mencabut bulu ketiak: Yaitu menghilangkan rambut yang tumbuh di ketiak. Disunnahkan menghilangkan rambut ini dengan mencabut, mencukur, atau cara lain karena menghilangkannya mengandung kebersihan dan memutus bau tidak sedap yang berkumpul dengan adanya rambut ini. Inilah agama kita yang lurus, memerintahkan karakteristik ini karena mengandung keindahan, kesucian, dan kebersihan, agar muslim dalam keadaan terbaik, menjauhi meniru kafir dan orang bodoh, bangga dengan agamanya, taat kepada Tuhannya, mengikuti sunnah Nabinya shallallahu 'alaihi wa sallam. Ditambahkan pada lima karakteristik ini: siwak, menghirup air (istinsyaq), berkumur, mencuci sela-sela jari (al-barajim) yaitu ruas-ruas di punggung jari tempat berkumpulnya kotoran, dan istinja, berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sepuluh hal dari fitrah: memotong kumis, memelihara jenggot, siwak, menghirup air, memotong kuku, mencuci sela-sela jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja." Musab bin Syaibah berkata: "Aku lupa yang kesepuluh, kecuali berkumur."

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Perasaan

1. Perasaan itu valid, bukan serangan.Kalau anak merasakan sesuatu yang beda dengan kita, itu bukan berarti dia menyerang pandangan kita. Dia cuma melihat dunia dengan caranya sendiri. Dan itu valid.2. Jangan anggap sedih/marah/takut sebagai hal negatif yang harus dikoreksi.Anggap itu sebagai peluang untuk terkoneksi.Kalau kita perlakukan sedih, marah, takut anak bukan sebagai masalah yang harus dihentikan, tapi sebagai jembatan untuk memahami perasaannya, maka:Ikatan Anda dengan anak akan semakin dalam dan kapasitas kebahagiaan mereka akan meningkat.3. Kasih contoh ke orang dewasa biar kita paham rasanya:Kamu pulang kerja capek, cerita ke suami: "Hari ini menyebalkan banget..."Respon yang BIKIN MALAS CURHAT LAGI: Suami jawab, "Ah, pasti tidak seburuk itu."Kamu akan merasa tidak dilihat, tidak didengar, diabaikan. Akhirnya kamu gak mau curhat lagi ke dia.Respon yang BIKIN LEGA: Suami bilang, "Coba ceritakan padaku." Kamu cerita atasanmu gak adil, kamu harus kerja 2x lipat. Lalu suami bilang: "Pantas saja kau merasa hari ini menyebalkan."Kamu pasti langsung sedikit lega. Karena merasa dipahami.Ringkasan Halaman Kanan4. Respon yang kelihatannya membantu tapi sebenarnya merusak:Lain halnya kalau suami merespon dengan:Nasihat: "Well, seharusnya kau..."Pengalihan: "Lihat tupai di luar, lucu sekali!"Kamu akan berhenti cerita. Ngapain cerita lagi? Tupai memang bikin lupa sesaat, tapi sedihnya akan balik lagi karena tidak dipedulikan.5. Justru dengan mengakui, perasaan buruk itu jadi sembuh.Ingat, ketika bayi, balita, anak, bahkan pasangan mengungkapkan perasaan yang menyakitkan, meskipun kamu takut kalau mengakuinya akan memperparah keadaan, sebenarnya kamu justru membantu mereka memproses emosinya sehingga mereka merasa lebih baik.6. Ini bagian paling penting buat kamu - Kalau anak ngomong yang bikin sakit hati:Mudah bersimpati kalau anak bilang "Hariku buruk". Tapi bagaimana kalau dia bilang sesuatu yang kamu tidak setuju?Contoh yang ditulis Philippa Perry, pas banget sama kamu:"Aku tidak suka bayi ini, ingin Ibu mengembalikannya ke rumah sakit."Di saat itulah semakin penting untuk mendengarkan, memahami, dan memvalidasi, bukan membantah.Jangan bilang: "Jangan ngomong gitu, dosa!"Tapi bilang:"Kamu sangat rindu ketika kita hanya berdua ya? Tidak heran kau ingin bayi ini pergi.""Rasanya tidak adil ya, semua tamu menyapa bayi ini dan tidak memperhatikanmu.""Gimana rasanya, sekarang kamu menjadi kakak?"Ketika perasaannya divalidasi, dia tidak perlu lagi membenci adiknya untuk mempertahankan perasaannya. Dia merasa dilihat.Rumus emas dari 2 halaman ini:Dengarkan -> Validasi -> Jangan Koreksi/Nasehati/Distraksi

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat 5 Oktober

Bersabar!Bait:“Dia bersabar dan mengharap pahala dari apa yang telah terjadi. Karena apa yang menimpa seorang hamba adalah sebuah kebaikan, jika ia mengetahuinya”Dunia ini bukan tempat untuk bersenang-senang. Dunia adalah ladang ujian. Tempat menanam amal dan menabung sabar.Allah Ta'ala berfirman: ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡ“..Tetapi boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu..”QS. Al-Baqarah: 216Tak ada manusia yang hidup tanpa luka. Bahkan wanita paling shalihah pun diuji, karena dunia bukan tempat balasan, tapi ladang perjuangan.Ujian yang Allah Ta’ala berikan bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan keimanan. Itu merupakan cara Allah Ta’ala membersihkan hati mita, mengangkat derajat kita, dan menyiapkan kita untuk selalu lebih indah, dunia maupun akhirat.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
F

Fitriyah Sulistiyaningsih

📍 Kabupaten Brebes

Bab 3 Wanita Muslimah dan kewajiban kepada kedua orangtua

Wanita Muslimah dan Kewajibannya kepada Kedua OrangtuaBirrul Walidain1. Mengetahui kedudukan dan kewajiban kepada orangtuaAllah menempatkan kewajiban berbuat baik kepada kedua orangtua setelah perintah beribadah kepada-Nya. Seorang muslimah hendaknya menghormati, menyayangi, dan memperlakukan keduanya dengan baik.📖 QS. An-Nisa: 362. Tetap berbakti meskipun orangtua bukan MuslimPerbedaan agama tidak menggugurkan kewajiban berbuat baik kepada orangtua. Seorang muslimah tetap menjaga hubungan, menghormati, membantu, dan mempergauli keduanya dengan baik selama tidak dalam perkara maksiat.3. Takut melakukan durhaka kepada orangtuaDurhaka kepada orangtua merupakan dosa besar. Karena itu, seorang muslimah hendaknya menjaga ucapan dan sikapnya, tidak menyakiti hati mereka, serta berusaha menaati mereka dalam perkara yang baik.📖 Muttafaq ‘Alaih4. Mendahulukan bakti kepada ibu, kemudian kepada ayahIslam memberikan perhatian khusus kepada ibu karena besarnya pengorbanan dalam mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat anak. Namun, ayah juga memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik.📖 QS. Luqman: 14

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Insecure

Kita perlu belajar menerima diri dan menyadari bahwa setiap orang memiliki ujian dan kelebihan masing-masing.Fokuslah pada proses memperbaiki diri, bukan terus membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.Bersyukur dan menerima ketentuan Allah membantu kita lebih tenang dan tidak terjebak dalam rasa minder.Ingat bahwa manusia tidak sempurna dan tidak memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. Kita adalah hamba yang perlu berusaha dan terus memperbaiki diri.Jangan berhenti berkembang hanya karena merasa kurang dibandingkan orang lain. Tetap berusaha, menerima kondisi yang ada, dan fokus pada apa yang bisa kita lakukan.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Anjuran Mengecup Anak-AnakDalam shahihul Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah, ia berkisah: “Rasulullah mengecup Hasan bin Ali, sementara itu di samping beliau Al-Aqra bin Habis at-Tamimi sedang duduk. Lalu Al-Aqra berkata: “Aku mempunyai sepuluh anak, namun aku belum pernah mengecup seorang pun dari mereka.” Mendengar penjelasannya, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pun melihat ke arahnya seraya berkata:مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ‘Siapa yang tidak menyayangi, niscaya dia tidak dirahmati (Allah)’.”⁴³⁴Masih dalam Shahihul Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Aisyah Radhiyallahu'anha, ia berkata: “Beberapa orang arab Badui menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, mereka bertanya: “Apakah kalian mengecup anak-anak kalian?” Para sahabat menjawab: “Ya.” Setelah itu, mereka pun berkata: “Demi Allah, kami tidak pernah mengecup mereka.” Lalu beliau bersabda:اَوَ اَمْلِكُ لَكَ اَنْ نَزَعَ اللّٰهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ.‘Aku tidak sanggup (menumbuhkan kasih sayang di hatimu) jika Allah telah mencabut kasih sayang itu dari hatimu’.”⁴³⁵Disebutkan dalam kitab Al-Musnad, dari hadits Ummu Salamah Radhiyallahu'anha, ia menuturkan: “Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berada di rumahku, tiba-tiba seorang pelayan memberitahu: ‘Sesungguhnya Fathimah dan Ali radhiyallahu’anhu berada di pintu pagar rumahnya.’ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berkata kepadaku: ‘Sebaiknya engkau pergi dulu karena ada anggota keluargaku!’ Aku pun berdiri dan pergi ke rumah terdekat.Kemudian Ali dan Fathimah masuk bersama Al-Hasan dan Al-Husain, keduanya ketika itu masih kanak-kanak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam langsung meletakkan kedua anak itu dan meletakkannya dipangkuan beliau. Kemudian mengecup keduanya.Selanjutnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam merangkul Ali dengan salah satu tangannya dan merangkul Fathimah dengan tangannya yang lain. Lalu beliau mengecup Fathimah dan juga Ali, kemudian membentangkan kain hitam di atas kepala mereka dan menutupkannya, seraya berkata:أَللّٰهُمَّ إِلَيْكَ لَا إِلَى النَّارِ أَنَا وَأَهْلُ بَيْتِيْ‘Ya Allah, (bimbinglah kami) kepada-Mu bukan kepada Neraka, yaitu aku dan anggota keluargaku.’Aku (Ummu Salamah) berkata: ‘Dan, aku juga, wahai Rasulullah!’‘Dan, engkau juga,’ jawab beliau.”Dalam jalur periwayatan yang lain disebutkan seperti hadits diatas dan beliau shallallahu'alaihi wasallam bersabda kepada Ummu Salamah:  إِنَّكَ إِلَى خَيْرٍ“Sesungguhnya engkau akan menuju kebaikan.”⁴³⁶_____________________⁴³⁴ Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5997) dan Muslim (2318)⁴³⁵ Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5998) dan Muslim (2317)⁴³⁶ Shahih dengan beberapa hadits penguatnya.

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 Oktober 2026
N

Naella ulia

📍 -

Stres Pasca Menikah

Stres Pasca NikahApakah teman-teman pernah terbayang, bagaimana ya kalau setelah menikah, ternyata pasangan kita tidak sesuai dengan harapan? Bagaimana kalau setelah menikah malah sering terjadi masalah? Bagaimana cara menghadapinya? Bukannya stres bisa berpengaruh ke kesehatan juga?Setelah menikah, sangat mungkin kita menemukan kekurangan pasangan yang sebelumnya tidak diketahui. Sangat mungkin Sangat mungkin juga pasangan kita tidak sesuai dengan ekspektasi. Tetap tenang ya, bisa jadi di balik itu ada kebaikan. Allah berfirman,فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسى أن تكرهوا شَيْئًا ويفعل الله فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا"Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka. (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukal sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An Nisaa 19)Terus gimana cara menyikapinya? Coba lihat ada padanya. Dari Abu kebaikan dan dan kelebihan yang ada Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sallam bersabda,لا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خَلْقًا رَضِي مِنْهَا آخَر"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika si pria tidak menyukai suatu akhlak pada si wanita, hendaklah la melihat sisi lain yang la ridai." (HR. Muslim, no. 1469)THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 5 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 3 Menanamkan Iman Kepada Anak

Kapan dan Bagaimana Berbicara dengan AnakMenggugah mereka dengan pertanyaan, lalu menjawabnya sendiri.Memancing perhatian dengan pertanyaan yang diawali kata “Maukah…?”Menyampaikan berbagai kisah.Memanfaatkan waktu ketika sedang bertamasya atau dalam perjalanan.Menggunakan kesempatan dari suatu kejadian tertentu.Menceritakan berita.Senantiasa memberi tahu bahwa kita mencintai mereka.Kiat-Kiat Mencapai Tujuan IniJangan membicarakan hal tersebut ketika anak sedang marah.Jika tidak ingin mengerjakan sesuatu yang dia kehendaki, tidak perlu mengatakannya secara langsung agar ia tidak menyimpulkan, “Aku tidak akan mengerjakannya.”Jika ingin menghukum, cukup katakan, “Kamu akan lihat nanti bagaimana hukumannya.”Tidak perlu terus-menerus mengungkit kesalahannya di hadapannya.Jika terlanjur memukul atau hampir menghukumnya, kemudian ia memohon pertolongan kepada Allah, tahanlah amarah dan tinggalkan hukuman tersebut sebisa mungkin.Mohon pertolongan kepada Allah dan jangan berputus asa.Berbagi PengalamanAda anak yang terbiasa bercerita kepada ibunya setiap selesai salat Jumat. Secara tidak langsung, cerita-cerita tersebut memberikan pengaruh kepada mereka sehingga mereka sangat menghormati dan mencintai orang tua.Seorang ibu mengajak anak perempuannya mendengarkan kajian di masjid. Setelah dewasa, ia sangat mencintai dan takut kepada Allah Azza wa Jalla dalam segala kondisi.Anak-anak yang takut tidur sendiri dibiasakan dengan mematikan lampu kamar, menyisakan sedikit cahaya, dan memutarkan kaset jus anak. Lama-kelamaan mereka tidak lagi takut tidur sendiri.Yang terpenting dari semua itu adalah senantiasa berbicara tentang Allah Azza wa Jalla dan menumbuhkan keinginan untuk melihat-Nya.Tema ini adalah tentang cinta kepada Allah Azza wa Jalla. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dalam membangun rasa cinta anak-anak kepada Allah Azza wa Jalla, sehingga mereka beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin.

💬 0 komentar📅 2 Okt 2026Baca selengkapnya →