๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Takziyah

Ketika ada anggota keluarga yang meninggal, kita dianjurkan untuk bertakziyah sebagai ungkapan persaudaraanbahwa kesedihanmu juga menjadi kesedihannku.Karena itu, orang yang bertakziyah dan berusaha menghibur keluarga mayit, dia mendapat pahala seperti orang yang sedang mengalami musibah.Dari Ibnu Masโ€™ud r.a, Nabi Muhammad bersabda:โ€œBarang siapa menghibur (memberi penguatan) kepada orang yang tertimpa musibah, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang ditimpa musibah itu.โ€ (HR. At Tirmidzi 1073, Ibnu Majah 1602, dan lainnga - hadis hasan)Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KemaatianKarya: Ammi Nur Baits

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

(Dari kisah nyata : Aku Benci Ayahku)

Jendela Terbuka bagi sang Ayah:(Dari kisah nyata : Aku Benci Ayahku) * Ayah adalah sosok yang menjadi panutan bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak, Ayah adalah pelindung bagi anak-anak dan keluarga. Bahkan ayah adalah role model bagi keluarganya. Ketika sosok ayah sudah tidak dipercayai oleh anggota keluarganya, maka kualitasnya sebagai seorang ayah akan berkurang bahkan hilang karena ketidak kepercayaan tersebut. * Ketika kepahitan kita torehkan di atas sebuah batu, maka amat sulit untuk menghapus dan menghilangkannya. Butuh waktu yang lama, butuh panas dan hujan untuk mengkikis tulisan tersebut. Namun apabila kita menuliskan torehan tersebut di atas pasir, maka dengan mudahnya air laut akan menyapu tulisan itu hingga hilang ditelan ombak. * Aristoteles mengatakan, โ€œSemua orang bisa marah. Itu hal yang mudah. Tapi untuk marah kepada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, pada saat yang tepat, dan dengan cara yang tepat, inilah yang tidak mudah.โ€ * Rasa marah bisa kita pakai untuk mengetahui bahwa ada sesuatu yang melanggar prinsip kita dan merupakan pesan bahwa ada sesuatu yang harus kita lakukan, entah itu mengakomodasi prinsip orang lain atau menegakkan prinsip kita sendiri. Prinsip seorang ayah adalah membangun kualitas keluarga, menjadi keluarga yang bijaksana.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Akibat Orang Tua Malas Introspeksi Diri

Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Ada beberapa akibat yang bisa terjadi jika orangtua malas menginstrospeksi diri serta tidak mau meningkatkan kualitas hubungan dan komunikasi dengan anak, antara lain:1. Muncul konflik kecil, yang jika diremehkan akan menjadi konflik besar. Mulailah menyelesaikan konflik kecil dengan tepat.2. Hubungan semakin renggang.Akumulasi konflik kecil yang diabaikan akan membuat anak perlahan-lahan menjauhi orangtuanya. Semakin lama, dia semakin malas memberitahukan masalahnya pada kita, tidak mau ikut saat diajak pergi bersama. 3. Anak lebih memilih orang lain sebagai sahabat.semakin bertambah usia anak, orangtuanya tak bisa lagi memenuhi harapannya. Saat anak bercerita jujur (misalnya tentang keisengannya atau kenakalan teman di sekolah), eeeh orangtua sudah langsung memotong cerita, mengomel, dan menasihati panjang-lebar. Penutupnya, orangtua berkata, "POKOKNYA kamu nggak boleh begitu. Awas, ya!" Waduh, siapa yang mau bercerita lagi kalau ujungnya malah diceramahi, bahkan diancam. Akibatnya, anak mencari teman curhat di luar rumah. Bagaimana jika dia curhat pada teman yang malah memberikan pengaruh negatif? 4. Munculnya konflik besarOrangtua sering kali baru menyadari adanya keretakan hubungan setelah muncul perlawanan dari anak. Perlawanan ini bisa secara langsung-misalnya anak protes atau mogok (mogok sekolah, mogok ngomong, dan sebagainya) atau perlawanan secara tidak langsung, seperti menghindari tanggung jawab atau membuat masalah di luar rumah untuk mempermalukan nama orangtuanya. Dalam beberapa kasus yang parah, anak bahkan melakukan tindakan yang menjurus pada kriminalitas, seperti bullying, menganiaya teman, mencuri, narkoba, bahkan membunuh. Kalau sudah begitu, konflik besar antara orangtua dan anak pasti pecah juga. Sayangnya, orangtua sering lupa mengoreksi diri dan menelusuri asal usul konflik besar semacam ini.5. Frustrasi orang tua dan anakBiasanya, konflik yang sudah telanjur besar antara anak dan orangtua tidak bisa diselesaikan hanya dengan hukuman atau amarah. Semakin hari, konflik malah membesar dan berlarut-larut sehingga membuat kedua pihak sama-sama frustrasi.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

#JejakPustaka Selasa, 6 Oktober

Husnudzan dan Optimis Bait 1:Ia senantiasa menanti fajar harapan dari Rabb-nya, Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi Karunia.Bait 2:Ia senantiasa berprasangka baik kepada Rabb-nya, meski air matanya menghilangkan penglihatan karena duka.Bagi wanita shalihah, berputus asa bukanlah suatu pilihan. Ia tahu bahwa Rahmat Allah Taโ€™ala akan dan pasti selalu ada, dan setiap ujian datang adalah bagian dari jalan menuju pertolongan-Nya.Rasulullah bersabda,ุฃูŽู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุธูŽู†ูู‘ ุนูŽุจู’ุฏููŠ ุจููŠโ€œAku tergantung prasangka hambaKu kepadaKuโ€ - HR. al-Bukhari, No. 2675Jika kita yakin Allah Ta'ala Maha Baik, maka kebaikan pula akan datang. Jika percaya bahwa suatu ujian datang untuk menghindarkan dari sesuatu yang lebih buruk, maka kita akan tenang menerimanya.Uktifillah! Berhusnudzanlah kepada Allah Rabbul'alamin.Karena itu merupakan kaidah agung dalan hidup, selalu berbaik sangka kepada Allah Ta'ala, apapun yang terjadi.]

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
A
Ayu Novita

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Shahih Muslim #1713ุตุญูŠุญ ู…ุณู„ู… ูกูงูกูฃ: ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฒูู‡ูŽูŠู’ุฑู ุจู’ู†ู ุญูŽุฑู’ุจู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฌูŽุฑููŠุฑูŒ ุนูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุงุฑูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽุนู’ู‚ูŽุงุนู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฒูุฑู’ุนูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุชูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูŠู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุตูŽุญููŠุญูŒ ุดูŽุญููŠุญูŒ ุชูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑูŽ ูˆูŽุชูŽุฃู’ู…ูู„ู ุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูู…ู’ู‡ูู„ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุงู„ู’ุญูู„ู’ู‚ููˆู…ูŽ ู‚ูู„ู’ุชูŽ ู„ูููู„ูŽุงู†ู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽู„ูููู„ูŽุงู†ู ูƒูŽุฐูŽุง ุฃูŽู„ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูููู„ูŽุงู†ูtelah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Umarah bin Al Qa'qa'] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] ia berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?" maka beliau pun menjawab: "Yaitu kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah, bahwa harta itu memang untuk si Fulan."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Bab kelima tentang wudhu

BAB KELIMA: TENTANG WUDHU Masalah Pertama: Definisi dan Hukumnya Wudhu secara bahasa: berasal dari wadha'ah yaitu keindahan dan kebersihan. Secara syariat: menggunakan air pada empat anggota badan yaitu wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki dengan cara khusus menurut syariat sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta'ala. Hukumnya: wajib bagi orang yang berhadats ketika hendak shalat dan yang sehukum dengannya seperti tawaf dan menyentuh mushaf. Masalah Kedua: Dalil Wajibnya, Kepada Siapa Wajib, dan Kapan Wajib? Dalil wajibnya: firman Allah Ta'ala dalam Surat Al-Maidah ayat 6: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang bersih (debu) lalu sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci dan tidak menerima sedekah dari ghulul (harta rampasan)." Dan sabdanya: "Allah tidak menerima shalat orang yang berhadats hingga dia berwudhu." Tidak ada perbedaan pendapat dari muslim mengenai hal ini, maka terbukti disyariatkannya wudhu dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma'. Kepada siapa wajib: wajib bagi muslim yang baligh dan berakal ketika hendak shalat dan yang sehukum dengannya. Kapan wajib: ketika masuk waktu shalat atau ketika seseorang hendak melakukan perbuatan yang mensyaratkan wudhu, meskipun tidak terkait waktu seperti tawaf dan menyentuh mushaf. Masalah Ketiga: Syarat-Syarat Wudhu Disyaratkan untuk sahnya wudhu: a) Islam, akal, dan tamyiz. Tidak sah dari kafir, orang gila, dan tidak dianggap dari anak kecil yang belum tamyiz. b) Niat: berdasarkan hadits "Sesungguhnya amal itu dengan niat." Tidak disyariatkan mengucapkannya karena tidak terbukti dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. c) Air suci: sebagaimana telah lalu dalam pembahasan air. Adapun air najis tidak sah untuk wudhu. d) Menghilangkan yang menghalangi sampainya air ke kulit seperti lilin, adonan dan sejenisnya seperti cat kuku yang dikenal wanita sekarang. e) Istijmar atau istinja ketika ada sebabnya sebagaimana telah lalu. f) Muwalah (berturut-turut). g) Tartib (berurutan). Pembahasan keduanya akan datang sebentar lagi. h) Mencuci semua anggota yang wajib dicuci

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 9: Hak Dan Kewajiban Suami-Istri Menurut Syariat Islamโ€‹1. Peran dan Kedudukan Keluarga dalam Islam (Muka Surat 160)โ€‹Asas Masyarakat: Keluarga diibaratkan sebagai batu bata pertama dalam bangunan masyarakat. Jika keluarga baik, maka baiklah masyarakat, dan sebaliknya.โ€‹Kepimpinan Suami: Islam menetapkan suami sebagai pemimpin dan penanggungjawab utama dalam rumah tangga, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa' [4]: 34.โ€‹Ketaatan Istri: Wanita/istri yang solehah adalah yang taat kepada Allah serta memelihara diri dan kehormatan ketika suaminya tidak ada.โ€‹Tujuan Menjalankan Hak & Kewajipan: Menjalankan hak dan kewajipan masing-masing akan mewujudkan ketenteraman dan keharmonian rumah tangga, serta mengelakkan daripada membesarkan masalah kecil.โ€‹2. Kasih Sayang dan Kesetaraan Hak (Muka Surat 161)โ€‹Tujuan Pernikahan: Allah menciptakan pasangan agar manusia merasa tenteram, serta menanamkan rasa kasih dan sayang (mawaddah wa rahmah) di antara suami dan istri (QS. Ar-Rum [30]: 21).โ€‹Saling Melengkapi: Suami dan istri digambarkan sebagai "pakaian" antara satu sama lain (QS. Al-Baqarah [2]: 187), yang membawa maksud saling memberi ketenangan, perlindungan, dan kehangatan.โ€‹Layanan yang Baik: Suami dan istri dituntut untuk saling bergaul, menyentuh, dan digauli dengan cara yang baik (ma'ruf).โ€‹3. Keseimbangan Hak dan Kewajipan (Muka Surat 162โ€“163)โ€‹Kesetaraan Hak: Wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajipannya secara ma'ruf (QS. Al-Baqarah [2]: 228).โ€‹Tanggungjawab Lebih Suami: Suami mempunyai satu tingkat kelebihan (iaitu tanggungjawab kepimpinan dan nafkah).โ€‹Tolok Ukur Layanan (Urf / Kebiasaan): Suami hendaklah melayani istri mengikut adat kebiasaan yang baik. Jika suami meminta sesuatu daripada istri, dia mesti ingat bahawa dia juga mempunyai kewajipan untuk memberi hal yang serupa.โ€‹Contoh perkataan Ibnu Abbas: "Sesungguhnya aku berhias untuk istriku sebagaimana dia berhias untukku."โ€‹Hak Tubuh, Istri, dan Tetamu: Hadis Nabi SAW mengingatkan bahawa tubuh mempunyai hak untuk berehat, istri mempunyai hak untuk dilayani/diberi perhatian, dan tetamu juga mempunyai haknya.โ€‹Inisiatif Memenuhi Hak: Seorang Mukmin yang faham akan berusaha memenuhi hak istrinya tanpa menunggu/melihat sama ada haknya sendiri sudah dipenuhi atau belum, demi menjaga keharmonian dan mengelakkan perpecahan daripada gangguan syaitan.โ€‹4. Penutup / Harapan (Muka Surat 164)โ€‹Pengajaran mengenai hak suami istri ini disampaikan sebagai bentuk pengamalan hadis "Ad-Dinun Nashiha" (agama adalah nasihat).โ€‹Harapan: Diharapkan pasangan suami istri dapat memahami hak serta kewajipan masing-masing, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & wings 2 -sikap orangtua setelah pertandingan yg dihadapi anak

Jangan menitikberatkan pada kekalahan, bertanyalah dengan:๏ปฟ๏ปฟBagian mana yang paling kamu suka dari permainan itu?๏ปฟ๏ปฟApakah menurutmu kau sudah berusaha sebaik mungkin?๏ปฟ๏ปฟApa yang bisa kau pelajari dari pertandingan tadi?๏ปฟ๏ปฟIngatkan mereka akan idola olahraga mereka dantanyakan, "Apa dia pernah berada di posisi kedua?"๏ปฟ๏ปฟDiskusikan perbedaan antara menang dan kepuasan pencapaian pribadi.Kritik-baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun diam-diam, harus dihindari apa pun yang terjadi. Beberapa orangtua menghela napas dan berkata dengan sangat diplomatis, "Kau bagus, tapi bisa lebih bagus lagi." Waktu yang bisa digunakan anak untuk berbagi kegembiraan dan kebanggaan atas kinerjanya atau timnya-atau dengan bebas mengekspresikan pikiran dan perasaannya setelah permainan yang alot-berubah menjadi sesi kritik pasca permainan. Pengalaman anak tidak lagi pen-ting. Pengalaman dan emosi orangtualah yang mencuat ke permukaan.Dengarkan anak Anda, khususnya setelah ia kecewa. Berikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan perasaan dalam suasana penuh cinta tanpa syarat dan dukungan. Jangan bicara apalagi menceramahi. Cukup dengarkan saja. Kata Trupti, ibu juara ice skating, Apoorva, "Saya mungkin kecewa, tapi saya tahu anak saya akan belajar dari setiap kekalahan."โ€ข Jangan pemah menganjurkan anak Anda untuk menyalahkan orang lain atas kekalahannya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Di Bawah Asuhan Sang Kakek

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบDi Bawah Asuhan Sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasulullah ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Mutthalib, yang sangat mencintainya. Dikisahkan bahwa Abdul Mutthalib memiliki sebuah permadani khusus di bawah naungan Kaโ€™bah, yang ia biasa duduk di atasnya. Tidak ada seorang Quraisy pun yang berani duduk di atas permadani tersebut, termasuk anak-anak kandungnya sendiri (yaitu paman-paman Nabi ๏ทบ). Mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, lantaran wibawa dan kharisma tinggi yang dimiliki oleh Abdul Mutthalib membuat ia sangat disegani dan dihormati. Suatu hari, Muhammad ๏ทบ kecil mendatangi Kaโ€™bah, lalu duduk di atas permadani Abdul Mutthalib. Melihat itu, paman-paman beliau ๏ทบ pun melarangnya. Karena masih kecil, Nabi ๏ทบ tidak mengindahkan larangan tersebut dan tetap duduk hingga Abdul Mutthalib pun tiba. Ternyata, sang kakek membiarkan Muhammad ๏ทบ kecil duduk di permadaninya. Abdul Mutthalib pun menggendong Muhammad ๏ทบkecil sembari duduk di sampingnya, lalu berkata, โ€œBiarkan Muhammad! Sungguh aku yakin kelak dia akan menjadi orang besar!โ€ Tak lupa pula kita mengingat bahwa Abdullah, ayah Nabi ๏ทบ, adalah putra kesayangan Abdul Mutthalib.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
A

Ayyunursafitri

๐Ÿ“ Kabupaten Wajo

BAB TUJUH - Hidup diantara orang yang menyebalkan

โ€œKamu salah jika kamu melakukan kebaikan pada orang dan berharap dibalas, dan tidak melihat perbuatan baik itu sendiri sudah menjadi upahmu. Apa yang kamu harapkan dari membantu seseorang? Tidakkah cukup bahwa kamu sudah melakukan yang dituntut Alam (Nature)? Kamu ingin diupah juga? Itu bagaikan mata menuntut imbalan karena sudah melihat, atau kaki meminta imbalan karena sudah melangkah. Memang sudah itu rancangan mereka... begitu juga kita manusia diciptakan untuk membantu sesama. Dan ketika kita membantu sesama, kita melakukan apa yang sudah dirancang untuk kita. Kita melakukan fungsi kita.โ€โ€” Marcus Aurelius (Meditations)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Perasaan

Inti: Jangan jadi tukang sulap "Lihat ada tupai!"Distraksi yang BOLEH: Cuma untuk kenyamanan, misal pas disuntik - alihkan ke pijatan tangan biar gak fokus ke sakitnya.Distraksi yang MERUSAK: Kalau dipakai biar anak cepat diam pas rebutan mainan / mau kunci mobil / nangis karena cemburu."Oh lihat boneka ini!" = Anak diam sesaat, tapi gak belajar kelola emosi dan gak belajar negosiasi.Efek jangka panjang: Anak jadi gampang terdistraksi & hubungan jadi gak dekat, karena merasa gak didengar.Ganti dengan:Tetap tenang dan sebutkan perasaannya: "Kau marah ya karena gak boleh pegang kunci ini? Ibu tau kau marah banget."Memang lebih lama, tapi anak jadi belajar memproses marahnya sendiri dan merasa dipahami.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Tahapan Kehidupan Wanita

Tahukah teman-teman kalau wanita itu mengalami beberapa tahapan dalam kehidupannya? Justin Jones, Head of Nuffield Health, menjelaskan bahwa wanita Physiology & Clinical Development Lead at mengalami 6 tahapan dalam hidup:โ— Young Women โ—Wanita muda memiliki emosi yang naik turun karena pengaruh hormon. Melakukan hobi, olahraga, atau makan-makanan yang bergizi dapat menjadi solusi agar wanita tidak mudah stres. Otak wanita memiliki usia 18 tahun, sedangkan fisik yang terkuat saat usia 25 tahun.TipsMumpung masih muda dan belum menikah, tahapan ini bisa digunakan untuk latihan multitasking. Jadi bagi waktu teman-teman untuk beberapa hal misalnya untuk kuliah, melakukan pekerjaan rumah, menuntut ilmu syar'i, dan aktivitas tambahan (mengajar, part time, dll). Ketika kita terbiasa multitasking, insyaaAllah kita tidak kesulitan membagi waktu dan fisik akan terlatih. Apa tidak capek? Beberapa aktivitas yang berbeda, justru bisa kita gunakan sebagai refreshing yang bermanfaat. Dulu saat koas, ada beberapa stase yang mengharuskan saya sampai di rumah sakit sebelum jam 6. Sebelum berangkat, saya sempatkan memasak dan menyiapkan bekal. Terkadang setelah masuk harian, saya lanjut jaga malam, sehingga baru bisa pulang hari berikutnya. Maka pekerjaan rumah atau membantu orang tua bisa dilakukan di hari lain yang lebih longgar, Kalau belajar ilmu syar'i karena dahulu belum banyak kelas online seperti saat ini, saya ikut ma'had di akhir pekan atau datang ke guru pulang dari rumah sakit. Insyaa Allah untuk saat ini, teman-teman akan lebih mudah, karena banyak majelis ilmu online. Sehingga waktu dan jarak bukan hambatan lagi. Untuk aktivitas tambahan, dulu saya suka meneliti sehingga mengambil part time sebagai asisten penelitian yang waktunya fleksibel.THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Tips Agar Anak Tumbuh IdealA. Mengasuh Anak Pada Masa Pertumbuhan1. Menyusukan Anak Pada Selain IbunyaHendaknya bayi disusui oleh wanita selain ibunya setelah dua atau tiga hari dari kelahirannya. Ini yang terbaik. Pasalnya, ASI Ibu pada saat itu terlalu kasar dan bercampur, berbeda dengan air susu wanita yang profesinya menyusui.2. Jangan diajak jalan sebelum tiga bulanSebaiknya jangan membawa bayi untuk diajak jalan berkeliling sampai ia berumur tiga bulan atau lebih. Sebab, pada saat itu bayi masih dekat dengan perut ibunya dan fisiknya yang masih lemah.3. Memberi ASI sampai gigi tumbuhHendaknya ASI diberikan secara eksklusif sampai gigi bayi tumbuh.Karena, pada saat itu lambung bayi masih lemah dan daya mereka untuk mencerna makanan pun belum kuat. Setelah tumbuh gigi, lambung bayi pun menjadi kuat sehingga mampu mencerna makanan. Allah menunda tumbuhnya gigi sampai mereka mulai memerlukan makanan. Hal itu menunjukkan kebijaksanaan, kelembutan serta kasih sayang-Nya pada para ibu, agar bayi itu tidak menggigit puting tsb dengan giginya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka11 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

The Barakah Effect โ€” Tiga Fondasi Keyakinan

1. Oneness of God โ€” TauhidAllah menjadi pusat orientasi kehidupan. Artinya, pekerjaan, harta, waktu, ilmu, dan pencapaian tidak berdiri sendiri sebagai tujuan akhir. Semuanya perlu ditempatkan dalam hubungan kita dengan Allah.Renungannya: Apakah kesibukan yang sedang dikejar benar-benar mendekatkan kita kepada tujuan hidup, atau justru membuat kita semakin sibuk sampai lupa mengapa kita memulainya?2. The Hereafter โ€” Kehidupan akhiratKehidupan dunia dipandang dalam cakrawala yang lebih panjang daripada usia, karier, pendapatan, atau pengakuan manusia. Keputusan hari ini tidak hanya dinilai berdasarkan hasil yang langsung terlihat, tetapi juga berdasarkan nilai dan konsekuensinya di akhirat.Renungannya: Jika suatu pencapaian membuat kita kehilangan integritas, mengabaikan kewajiban, atau menyakiti orang lain, apakah pencapaian itu masih layak disebut keberhasilan yang utuh?3. Qur'an and Sunnah โ€” Al-Qur'an dan SunnahKeyakinan membutuhkan pedoman agar tidak hanya mengikuti perasaan, tren produktivitas, atau ukuran sukses yang dibuat manusia. Al-Qur'an dan Sunnah menjadi rujukan dalam menentukan apa yang baik, benar, dan patut diprioritaskan.Renungannya: Tidak semua yang bisa dilakukan perlu dilakukan. Tidak semua kesempatan yang menguntungkan harus diambil. Ada batasan dan nilai yang tetap perlu dijaga meskipun kita bisa memperoleh hasil lebih besar dengan mengabaikannya.Ketiga fondasi tersebut saling berkaitan. Tauhid memberikan orientasi, akhirat memberikan perspektif tentang tujuan jangka panjang, dan Al-Qur'an serta Sunnah memberikan pedoman untuk menjalani kehidupan sesuai orientasi tersebut.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Penghuni kubur tidak merasakan waktu

Allah berfirman: โ€œPada hafi mereka melihatnya (kiamat), seakan-akan mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan hanya waktu sire atau waktu pagi hari.โ€ (QS. An Naaziโ€™aat: 46)Selain itu Allah juga berfirman di QS Al Baqarah: 259, QS Al Kahf: 19, dan QS Al Ahqaf: 35.Berdasarkan semua dalil ini, orang yang mati tidak merasakan panjangnya waktu bagaimana layaknya orang yang tidur.Tidak merasakan lamanya waktu, bukan berarti mereka tidak merasakan nikmat dan adzab kubur.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KematianKarya: Ammi Nur Baits

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Oktober 2026
G

Gardina daru adini

๐Ÿ“ Kota Depok

Resume

Adab Bertetangga: Menekankan pentingnya menanamkan adab yang baik kepada tetangga sejak dini. Hal ini meliputi sikap saling menghormati, berbagi hadiah atau makanan, menjaga perasaan, serta kepekaan sosial agar tidak membuat tetangga merasa iri.Adab Makan: Panduan dasar adab makan bagi anak yang meliputi penggunaan tangan kanan, membaca bismillah, mendahulukan makanan yang terdekat, menjaga kesopanan pandangan saat makan, serta makan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Jendela Terbuka Sang Ayah

Jendela Terbuka Sang AyahPerlu diketahui dan dipahami bahwa walaupun berada dalam satu keluarga, kita selaku orang tua tidak bisa membuat persepsi yang sama terhadap semua anggota keluarga, terlebih lagi terhadap anak-anak. Setiap anak pasti memiliki keunikan masing-masing.Karena itu, orang tua harus mampu memahami karakteristik, kepribadian, serta temperamen yang berbeda pada setiap anak. Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mampu melihat warna kepribadian anak-anaknya. Bahkan anak kembar sekalipun akan memiliki sikap dan perilaku yang berbeda.Seorang ayah perlu mampu memahami dan menghargai kehidupan pribadi anak-anaknya. Ada tiga area yang harus dipahami oleh orang tua, yaitu area publik, area personal, dan area private seorang anak.---Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mampu melihat perbedaan perilaku anak-anaknya. Jangan pernah membuat jurang perbedaan di antara mereka, apalagi membandingkan mereka, terutama dengan saudara yang sesama gender.Anak laki-laki yang dibandingkan dengan saudara laki-lakinya cenderung akan menutup diri dan membangun benteng terhadap saudaranya. Jika hal ini terjadi, hubungan yang tidak harmonis bukan hanya akan terbentuk antara anak dan orang tuanya, tetapi juga antara dirinya dan saudaranya sendiri.---Kembangkan pendekatan pribadi antara orang tua dan anak, khususnya antara ayah dan anak laki-lakinya, dengan memperbesar lingkaran kesamaan-kesamaan yang dimiliki bersama, seperti hobi, makanan kesukaan, dan kebiasaan sehari-hari.Dari situlah kita dapat dengan mudah menanamkan values diri maupun values keluarga kepada anak-anak kita. Kesamaan-kesamaan tersebut mampu merobohkan tembok perbedaan dan merekatkan kedekatan emosional serta pribadi antara orang tua dan anak.Setiap anak mempunyai "jendela yang terbuka." Pada saat-saat tertentu, itulah tempat dan waktunya seorang ayah masuk untuk berbicara heart to heart. Artinya, orang tua harus mengetahui kapan jendela tersebut terbuka sehingga mampu berdialog dan berbicara dengan anak-anaknya.Anak remaja membutuhkan seorang ayah yang mampu melihat terbukanya jendela bicara mereka. Dengan demikian, ayah dan anak dapat membangun hubungan yang saling percaya dan saling terbuka pada tempat yang paling pribadi dalam diri seorang anak.Ketika seorang ayah berhasil membangun hubungan yang penuh kepercayaan dengan anaknya, akan datang suatu masa ketika anak tersebut menghadapi tantangan-tantangan besar dalam kehidupannya. Pada saat itulah hubungan yang telah dibangun akan menjadi kekuatan yang sangat berharga.Anak-anak merindukan sosok ayah yang tidak membeda-bedakan mereka dan mampu memahami diri mereka apa adanya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka5 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Komunikasi efektif

Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Orangtua marah atau mengomel sebenarnya karena ada pesan yang ingin disampaikan, kan? Sayangnya, kita tak tahu cara yang paling efektif untuk menyampaikan pesan (atau mungkin tidak sabar?) agar anak bisa paham dan melaksanakan apa yang kita maksudkan. Salah-salah, pesan yang ditangkap anak justru berbeda jauh dari yang dimaksud orangtua.Misalnya Windy berkata, "Iyan, ayo cepat habiskan makannya! Kalau tidak, nanti Mama tinggal. Mama mau ke mal, ah. Iyan di rumah aja sama si Mbak. Heeeh, kok malah nangis? Gimana, sih? Dasar anak cengeng."Apa pesan utama Windy pada putranya? Tentu saja kita semua paham: Windy ingin agar Ryan segera menghabiskan makanannya. Namun, pesan apa yang ditangkap Ryan yang masih balita? Dia pikir mamanya benar-benar akan meninggalkannya. Akibatnya, bukannya makan, Ryan malah menangis.Nah, inilah yang dimaksud dengan komunikasi tidak efektif. Pesan utama yang ingin kita sampaikan justru tidak tertangkap oleh lawan bicara. Bahkan, diartikan lain sama sekali. Komunikasi yang sia-sia belaka. Sayang sekali, bukan?

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 5 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’