📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

The Happiest Kids in the world

Minim Tekanan Akademik: Anak-anak sekolah dasar tidak dibebani PR yang menumpuk atau tuntutan nilai sempurna, sehingga mereka bisa menikmati masa kecil tanpa stres.Kemandirian & Kebebasan: Anak didorong melakukan segala sesuatu sendiri sejak kecil dan bebas bermain di luar rumah tanpa pengawasan ketat.Rutinitas & Komunikasi: Makan bersama keluarga (terutama sarapan) adalah hal yang wajib dan tidak bisa ditawar.Konsep Gezellig: Mengajarkan suasana hangat, nyaman, kebersamaan, dan rasa aman dalam keluarga.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan - bab 3 “Istri butuh perawatan diri

Kiat curhat istri pada suami:Carilah momen ketika suami dalam keadaan tenang dan memiliki waktu luang untuk mendengarkanKetika cuthat, sampaikan dengan bahasa yang embut dan jelasUsahakan untuk tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga mencari solusi bersama.Setelah curhat, beri kesempatan bagi suami untuk memberikan pendapat atau solusi.Ucapkan terima kasih setelah curhat, sebagai apresiasi atas waktu dan perhatian yang telah suami berikan.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 9 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Membaca Surah Al-fatihahMaknanya:Salah satu surat teragung. Setiap ayat mengandung banyak hikmah dan keistimewaan. Serta merupakan rukun shalat dan merupakan moment berdialog antara hamba dan Rabbnya.Membaca SuratSetelah Al-fatihah disunahkan membaca surat pendek ataupun panjang pada dua rakaat pertama.Gerakan Rukuk :Ketika hendak rukuk disunnahkan mengakat tangan seperti takbiratul ihram.Mengucapkan takbir hendak turun untuk rukuk.Posisi badan membungkuk lurus dengan kedua kaki terbuka sejajar.Badan bungkuk dengan lurus dengan kepala yang sejajar.Posisi kedua tangan di lutut dimana tangan terengang jari-jarinya bukan dirapatkan.Doanya :Pilihan pertama :سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ"Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung dan dengan memuji-Mu."Pilihan kedua:سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي"Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku."Bacaannya minimal 3x dan cukup hanya 1x.Maknanya :Ketika rukuk bentuk penghormatan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala baik perkataan (bacaan tasbih) maupun perbuatan (gerakan menunduk).Rukuk mengandung keistimewaan yang luar biasa dimana seorang mukmin meraih keberuntungan dan kemenangan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu sepantasnya hadirkan hati dan pikiran dalam rukuk dimana memiliki keutamaan yang luar biasa.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (al-Baqarah: 276)Sedekah. Sebuah kata yang teramat sering kita dengar, namun amat jarang kita amalkan. Masih banyak orang yang belum tahu tentang pengaruh sedekah yang sangat luar biasa, sehingga ia lebih memilih menyimpan hartanya dengan baik. Setiap hari, ia memandangi angka-angka dalam buku rekeningnya, yang mana sebenarnya tiap hari semakin berkurang keberkahannya. Harta yang disedekahi akan terus menjadi ‘subur’. Ia akan terus berkembang dan berkembang. Namun sebaliknya. Jika ia tercampur dengan riba, maka harta itu lambat laun akan habis.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Ringkasan Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Hikmah Keempat: Bangsa Arab Tidak Tunduk di bawah Suatu Pusat Pemerintahan atau pun Kekuasaan Tertentu1. Jazirah Arab tidak memiliki pemerintahan terpusat atau penguasa tunggal.2. Kota Makkah dipimpin dewan perwakilan dari 10 suku yang menerapkan sistem koalisi mirip demokrasi tanpa kediktatoran.3. Ketiadaan kekuasaan sentral (seperti Romawi atau Persia) membuat musuh Islam tidak memiliki kekuatan tunggal yang besar untuk menghentikan dakwah.4. Sikap Kabilah Lain: Banyak suku memilih menjadi penonton netral saat Quraisy berseteru dengan kaum muslimin.5. Pemanfaatan Hukum Buatan: Rasulullah memanfaatkan hukum buatan manusia yang berlaku di Makkah selama tidak bertentangan dengan akidah.6. Bantahan untuk Pemahaman Keliru: Teks ini menyanggah pandangan bahwa umat Islam harus menolak semua hukum buatan manusia.7. Syarat Penggunaan Hukum: Hukum buatan manusia hanya dilarang jika terbukti bertentangan dengan hukum Allah.8. Contoh Praktis hukum buatan manusia yang dipakai: Rasulullah berlindung kepada Muth'im bin 'Adi (seorang musyrik) saat kembali dari Thaif. Abu Bakar dan Utsman bin Mazh'un juga pernah menerima perlindungan dari tokoh musyrik demi keamanan beribadah.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Kebohongan Orang TuaThe Book You Wish Your Parents Had Read — Philippa PerryRahasia dan kebohongan dalam keluarga tetap dapat berdampak pada anak, bahkan ketika anak tidak mengetahui fakta sebenarnya. Anak sering kali dapat merasakan adanya sesuatu yang tidak terbuka melalui suasana dan perilaku orang tua.Ketika orang tua berdusta atau menutupi informasi untuk melindungi anak, mereka sebenarnya dapat mengabaikan naluri anak. Anak menangkap adanya ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan dan apa yang mereka rasakan.Contoh kasus A menunjukkan bagaimana rahasia besar keluarga—orang tua berpisah, identitas ayah kandung disembunyikan, dan kematian ayah kandung—berpotensi berkaitan dengan masalah perilaku A saat remaja.Orang tua awalnya menganggap perilaku A sebagai masalah yang harus “diobati”. Namun, terapis mengajak mereka melihat bahwa perilaku adalah bentuk komunikasi. Pertanyaan pentingnya bukan hanya “Bagaimana menghentikan perilaku ini?”, tetapi “Apa yang sedang dikomunikasikan melalui perilaku ini?”Menyembunyikan kenyataan dengan alasan melindungi anak justru dapat membuat anak merasakan kecemasan, kebingungan, atau ketidaknyamanan tanpa memahami penyebabnya.Anak mungkin tidak mengingat suatu peristiwa secara sadar, tetapi pengalaman keluarga tetap dapat memengaruhi cara mereka merasakan dan memahami dunia. Karena itu, jangan menganggap anak tidak terpengaruh hanya karena mereka tidak mengingat atau belum memahami suatu kejadian.Perry menekankan bahwa keterbukaan yang sesuai usia lebih sehat daripada kebohongan. Informasi dapat disampaikan secara bertahap, dengan bahasa yang dapat dipahami anak, tanpa membebani mereka dengan detail yang belum mereka perlukan.Orang tua tidak harus menceritakan semua hal kepada anak. Namun, jika suatu rahasia memengaruhi kehidupan keluarga atau hubungan dengan anak, menyembunyikannya dapat membuat anak merasakan ada sesuatu yang salah.Anak membutuhkan kepastian bahwa mereka dicintai, diterima, dan aman, bahkan ketika keluarga sedang menghadapi masalah.Inti pesannya:Anak tidak selalu membutuhkan semua informasi, tetapi mereka membutuhkan kejujuran yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka untuk memahami.Perilaku anak sering kali merupakan komunikasi dari sesuatu yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
E
Eka Pajriani Haeruddin

📍 Kota Makassar

Kutipan "Pergeseran Makna Sejumlah Terminologi Ilmu"

al-Hasan al-Bashri berkata, "Orang yang fakih hanyalah orang yang zuhud di dunia, menginginkan akhirat, memahami agamanya, teguh dalam beribadah kepada Tuhannya, berhati bersih, dan berlidah jernih dari kehormatan kaum Muslimin, menjaga diri dari harta mereka dan tulus (memberikan kebaikan untuk mereka)."(Sebagian darinya diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Ibthal al-Hiyal)

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana tahapan jinsiyah kepada anak laki-laki dan perempuan jika ukuran rumah terbatas?

1. Pisahkan tempat tidur anakAnak laki-laki dan perempuan tidak tidur satu kasur.Anak sesama jenis pun dianjurkan berbeda selimut.2. Jika hanya 1 kamarOrang tua perlu menyiasati waktu hubungan intim.Anak bisa ditidurkan sementara di luar kamar.3. Tetap jaga anak meski kondisi terbatasMenjaga anak membutuhkan usaha dan pembiasaan.Jangan mengabaikan penjagaan hanya karena takut repot.4. Usahakan lingkungan yang baikBerdoa dan berusaha memiliki tempat tinggal serta lingkungan yang layak dan sehat.Prioritaskan kesehatan fisik, psikis, mental, dan pikiran anak.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Musa ﷺ takut tatkala dia mendatangi Fir’aun seorang diri, perkataannya bisa salah dan terbata-bata. Karena dikisahkan bahwa Fir’aun konon adalah orang yang pandai bersilat lidah. Maka Nabi Musa ﷺ meminta kepada Allah Jalla Jalaluhu untuk mengutus Harun bersamanya.​Banyak ahli tafsir, termasuk sahabat seperti Ibnu Abbas, menyebutkan bahwa Nabi Musa ﷺ tidak lancar berbicara dan sering terbata-bata. Hal ini disebabkan oleh peristiwa Nabi Musa yang pernah memakan bara api yang melukai lidahnya, sehingga ia mengalami cedera yang menyebabkannya kesulitan untuk berbicara.​Dalam tafsir, disebutkan bahwa ketika Nabi Musa masih kecil, ia pernah digendong oleh Fir’aun. Saat berada dalam gendongan, Nabi Musa memukul dan menarik janggut Fir’aun. Hal ini membuat Fir’aun marah dan berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, melihat tingkah lakunya sekarang, anak ini sepertinya kelak ketika dewasa akan membunuhku.”​Istri Fir’aun menenangkan suaminya dan berkata, “Wahai Fir’aun, dia hanyalah anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Cobalah kamu uji.” Fir’aun kemudian menguji Nabi Musa dengan memberikan pilihan antara batu permata atau bara api. Akhirnya, Nabi Musa memilih bara api dan memakannya, menunjukkan bahwa ia memang masih kecil dan tidak mengetahui apa yang dilakukannya (22).​Akan tetapi, tidak ada riwayat yang marfu’ dari Nabi Muhammad ﷺ tentang hal ini. Ada kemungkinan kisah ini berasal dari kisah Israiliyat.​Kesahihan riwayat-riwayat di atas patut diragukan karena Nabi Musa ﷺ tidak disebutkan dalam ayat-ayat yang lain bahwa beliau gagap, akan tetapi beliau mengalami kekakuan berbicara tersebut disebabkan karena ketakutannya menghadapi Fir’aun. Sebagaimana orang pada umumnya tatkala bertemu dengan orang hebat, terkadang bicaranya terbata-bata karena grogi atau takut. Oleh karena itu, Nabi Musa meminta Nabi Harun ﷺ diutus membersamainya.​Di antara faedah kisah ini adalah tentang ketulusan Nabi Musa. Ketika Nabi Musa diberikan tugas mulia, yaitu berdakwah kepada Fir’aun, beliau meminta bantuan dari orang lain—yakni saudaranya, Harun—dan dengan rendah hati mengakui keutamaan Harun yang lebih fasih berbicara.​Inilah akhlak mulia seorang dai; ia tidak melihat dai lain sebagai saingan, melainkan sebagai partner dalam dakwah. Seorang dai yang baik merasa senang ketika ada yang membantunya dalam berdakwah dan tulus mengakui kekurangannya.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 13 - Kesempatan untuk Mandiri

🌿 Kesempatan untuk Mandiri✦ Biarkan anak mengurus kebutuhannya sendiri Jika suatu tugas memang sesuai dengan usia dan kemampuan anak, berikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikannya tanpa bantuan.💭 Mengapa penting? Karena setiap keberhasilan akan menumbuhkan:🌱 Rasa mampu🌟 Kepercayaan diri🤍 Harga diriSering kali orang tua mengambil alih tugas yang sebenarnya sudah bisa dilakukan anak. Padahal, hal itu dapat mengurangi kesempatan mereka merasakan kebanggaan karena berhasil berkata:✨ "Aku berhasil melakukannya!"━━━━━━━━━━━━━━🏡 Berikan tanggung jawab khususTanggung jawab sederhana dapat membantu anak merasa dibutuhkan dan dipercaya.📌 Contoh: Jika anak mengalami kesulitan di sekolah, guru dapat memberinya tugas seperti:📋 Mengirim daftar hadir📮 Mengumpulkan suratTugas-tugas kecil seperti ini dapat memberikan perubahan yang besar pada rasa percaya diri anak.━━━━━━━━━━━━━━🎨 Jangan memaksakan impian yang bukan milik merekaHindari menyalurkan keinginan atau penyesalan masa lalu kepada anak.📌 Contoh: Jika Anda dahulu ingin mengikuti kelas balet tetapi tidak pernah sempat melakukannya, jangan memaksa anak untuk mengikuti kelas balet demi memenuhi keinginan tersebut.━━━━━━━━━━━━━━🕊️ Berikan ruang untuk memilihSebisa mungkin, biarkan anak membuat pilihan dan keputusan mereka sendiri mengenai:🎯 Aktivitas🎨 Hobi🌱 Jalan hidupMereka perlu memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan tanpa terlalu dipengaruhi oleh keinginan orang tua.━━━━━━━━━━━━━━🌷 Inti Pesan Semakin sering anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu sendiri, memikul tanggung jawab, dan membuat pilihan, semakin kuat rasa percaya diri yang tumbuh dalam diri mereka. Mereka belajar bahwa mereka mampu, dipercaya, dan dapat mengandalkan diri sendiri.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
F

Firdha Ayu

📍 Kota Makassar

Ringkasan masih bab 1

Belajar kembali tentang Aqidah dalam Pengobatan IslamBahwa sakit adalah ujian, berobat adalah ikhtiar, dan kesembuhan tetap merupakan kehendak Allah. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang tubuh, tetapi juga tentang menjaga hati dan memperkuat iman.Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. 🌿#Tugasjejakpustaka@komunitas.beekind

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 13 Agustus

"..Semakin hari, jatah kita di dunia ini semakin sedikit.."Umur kita adalah modal paling berharga. Ia tidak bisa diulang, tidak bisa dibeli dan akan dipertanggungjawabkan kelak si hadapan Allah.Pertanyaan yang harus selalu diulang-ulang, bagi kita semua. Terkhusus bagi akhwat fillah:Kapan lagi kita mau menyiapkan bekal untuk akhirat?Kapan lagi kita mau serius menabung pahala?Ini nasihat untuk diriku sebelum dirimu:"Tinggalkanlah semua yang tidak bermanfaat, untuk akhiratmu"

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Anak yang Berbohong (Bagian 2)

1. Mengubah Kebohongan Menjadi KeinginanKebohongan sering muncul karena anak ingin sesuatu namun takut, malu, atau khawatir mendapat masalah.Alih-alih memandang mereka sebagai “penipu”, lihatlah bahwa di balik kebohongan ada keinginan atau kebutuhan yang belum terungkap.Pindahkan fokus dari kebohongan ke keinginan yang sebenarnya.Contoh percakapan:Anak: “Ibu, aku tidak mengacaukan permainan teka-teki dan menyembunyikan kepingannya di bawah sofa. Aku tidak melakukannya, aku tidak melakukannya!”Ibu: “Hmm... Mengangguk pelan, tidak mengatakan apa-apa lagi.”Anak: “Aku tidak melakukannya!”Ibu: “Oh... oke... baiklah, yang ingin Ibu katakan adalah jika kamu ingin di luar dan berdiskusi tentang itu, Ibu di sini.”2. Menunggu dan Memberikan Pembuka NantiBerhenti sejenak saat anak berbohong. Jangan langsung menuduh atau menjelaskan panjang lebar.Tunjukkan bahwa Ibu melihat, tetapi tidak bereaksi keras.Setelah anak merasa lebih tenang, berikan “pembuka” untuk percakapan jujur.Contoh percakapan:Ibu: “Jadi, kamu tidak mengerjakannya, kan?”(setelah anak mulai tenang)Ibu: “Hei, Sayang. Menulis itu sulit. Atau paling tidak bagi Ibu. Ibu tahu itu.”Ibu: “Ibu ingin tahu apa yang dapat kamu lakukan jika sesuatu terasa terlalu sulit untuk dimulai.”3. Bertanya kepada Anak Apa yang Dia Butuhkan untuk Berkata JujurJika anak masih berbohong, bantu dia mengungkap apa yang sebenarnya dia butuhkan untuk bisa jujur.Tanyakan dengan empati, bukan untuk menjebak.Memberi ruang bagi anak untuk menyebutkan kebutuhannya akan membuatnya lebih berani jujur.Contoh percakapan:📞 Ibu di telepon oleh sekolah putri Anda yang memberitahukan bahwa dia tidak mengerjakan PR menulis selama seminggu terakhir.Anda pulang, lalu bertanya kepadanya tentang hal itu.Anak:“Saya kerjakan! Saya kerjakan! Saya tidak ingin membicarakannya!”Setelah memberikan beberapa jeda, ketika melihat sedikit peluang, Anda bisa berkata:Ibu:“Oh... oke... baiklah, yang ingin Ibu katakan adalah jika seorang anak di keluarga ini tidak mengerjakan PR selama beberapa hari, Ibu akan benar-benar mencoba untuk mengerti. Karena setiap anak di keluarga ini, jika mereka tidak mengerjakan PR, pasti punya alasan untuk itu.”Ibu:“Ibu teringat saat berusia 7 tahun dan tidak mengerjakan PR menulis selama beberapa hari. Menulis terasa begitu rumit dan sangat sulit untuk Ibu kerjakan. Namun, jika hal itu terjadi, Ibu akan duduk bersamamu dan membicarakannya. Kamu tidak dalam masalah....”Kemudian, bersikaplah tenang. Jangan memandang anak dan berkata, “Jadi, kamu tidak mengerjakannya, kan?” Lanjutkan saja.Anda dapat kembali kepada anak nanti dan berkata:Ibu:“Hei, Sayang. Menulis itu sulit. Atau paling tidak bagi Ibu. Ibu di sini. Kamu anak yang baik, walaupun tidak mengerjakan PR. Ibu tahu itu. Ibu mencintaimu.”Jika merasa ada peluang, tambahkan:Ibu:“Ibu ingin tahu apa yang dapat kamu lakukan jika sesuatu terasa terlalu sulit untuk dimulai?”4. Bertanya kepada Anak Apa yang Dia Butuhkan untuk Berkata JujurJika anak masih berbohong, bantu dia mengungkap apa yang sebenarnya dia butuhkan untuk bisa jujur.Tanyakan dengan empati, bukan untuk menjebak.Memberi ruang bagi anak untuk menyebutkan kebutuhannya akan membuatnya lebih berani jujur.Contoh percakapan:Ibu:“Hei... Ibu ingin berbicara sebentar. Kamu tidak dalam masalah. Ibu hanya berpikir, kadang-kadang sulit untuk mengatakan yang sebenarnya.”Ibu:“Pokoknya, Ibu ingin tahu apa yang kamu butuhkan supaya bisa terus terang.”Ibu:“Ibu tidak akan marah kalau kamu berkata jujur. Apa yang membuatmu takut mengatakannya? Apakah ada yang bisa Ibu bantu?”Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan – Keutamaan Shalat

Ringkasan – Keutamaan ShalatTujuan mengenalkan keutamaan shalat kepada anak:Agar anak semakin senang, termotivasi, dan semangat menjaga shalat, karena mengetahui besarnya pahala dan manfaatnya.🌸 1. Shalat dapat menghapus dosaRasulullah ﷺ mengibaratkan shalat lima waktu seperti mandi lima kali sehari di sungai yang mengalir di depan rumah.Jika seseorang mandi lima kali sehari, tentu kotoran di tubuhnya akan hilang.Demikian pula, shalat lima waktu menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa.Shalat merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya karena memberi kesempatan untuk terus membersihkan diri dari dosa.Pesan untuk anak:“Nak, setiap kali kita shalat, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk membersihkan diri dari dosa. Karena itu, yuk kita jaga shalat lima waktu dengan senang hati.”

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →