📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Nabi Muhammad ﷺ Sang Penggembala Bagian 1

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺNabi Muhammad ﷺ Sang PenggembalaBagian 1Rasulullah ﷺ pernah bersabda,َ“Setiap nabi yang Allah utus pastilah pernah menggembalakan kambing.”Para sahabat lantas berkata, “Apakah engkau juga demikian, wahai Rasulullah?”Rasulullah ﷺ pun menjawab, “Ya. Saya dulu juga diupahi untuk menggembalakan kambing para penduduk Makkah.”Nabi ﷺ tidak memiliki kambing, beliau gembalakan kambing milik orang lain, dan beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah seorang yang terpandang, tetapi miskin secara ekonomi dan memiliki tanggungan yang banyak.Telah kita sebutkan pula sebelumnya, bahwasanya Nabi ﷺ sewaktu kecil juga biasa menggembalakan kambing di kampung Bani Sa'ad bersama saudara persusuannya. Para ulama menyatakan bahwa seluruh nabi menggembalakan kambing. Meskipun terkadang sebagian nabi tumbuh besar di keluarga yang kaya, namun Allah tetap menakdirkannya untuk menggembalakan kambing. Seperti Nabi Musa, kita mengetahui bahwa beliau dibesarkan di istana Firaun, yang penuh dengan kemewahan, pelayanan, serta kekayaan. Namun di kemudian hari, Allah menakdirkan bahwa beliau terusir dari Mesir, dan melarikan diri ke negeri Madyan. Setibanya di Madyan, beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, yang kemudian menikahkan Nabi Musa dengan putrinya, dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab kelima bagian tiga

Masalah Keenam: Tentang Hal-hal yang Membatalkan Wudu Hal-hal yang membatalkan (naqid) adalah perkara-perkara yang membatalkan dan merusak wudu. Ada enam hal: 1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan (kemaluan): yaitu dari tempat keluarnya air kencing dan kotoran. Yang keluar bisa berupa air kencing, kotoran, air mani, madzi, darah istihadhah, atau angin, baik sedikit maupun banyak. Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "atau ada seorang di antara kamu yang datang dari tempat buang air" (QS. An-Nisa: 43). Dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian apabila berhadats hingga ia berwudu" yang telah disebutkan sebelumnya. Dan sabdanya: "tetapi dari buang air besar, kencing, dan tidur". Dan sabdanya kepada orang yang ragu apakah keluar angin atau tidak: "maka janganlah ia meninggalkan (shalat) hingga mendengar suara atau mencium bau". 2. Keluarnya najis dari anggota badan lainnya: Jika berupa air kencing atau kotoran, maka membatalkan secara mutlak karena masuk dalam nash-nash sebelumnya. Jika selain keduanya seperti darah dan muntah: jika banyak dan berlebihan maka lebih baik berwudu darinya sebagai kehati-hatian, dan jika sedikit maka tidak perlu berwudu menurut kesepakatan ulama. 3. Hilangnya akal atau tertutupnya dengan pingsan atau tidur: Berdasarkan sabda Rasulullah: "tetapi dari buang air besar, kencing, dan tidur". Dan sabdanya: "Mata adalah tali ikat dubur, barangsiapa tidur hendaklah ia berwudu". Adapun gila, pingsan, mabuk dan semisalnya membatalkan menurut ijmak ulama. Tidur yang membatalkan adalah tidur nyenyak yang tidak tersisa dengannya kesadaran dalam keadaan bagaimanapun tidur tersebut. Adapun tidur ringan tidak membatalkan wudu, karena para sahabat radhiyallahu 'anhum pernah mengantuk saat menunggu shalat, lalu mereka bangun dan shalat tanpa berwudu. 4. Menyentuh kemaluan manusia tanpa penghalang: Berdasarkan hadits Busrah binti Shafwan radhiyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudu". Dan dalam hadits Abu Ayyub dan Ummu Habibah: "Barangsiapa menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudu". 5. Makan daging unta: Berdasarkan hadits Jabir bin Samurah bahwa seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah kami berwudu dari daging kambing?" Beliau menjawab: "Jika kamu mau berwudu silakan, jika tidak mau juga boleh". Ia bertanya: "Apakah kami berwudu dari daging unta?" Beliau menjawab: "Ya, berwudulah dari daging unta". 6. Murtad dari Islam: Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Dan barangsiapa yang kafir terhadap iman, maka sungguh sia-sia amalnya" (QS. Al-Maidah: 5). Dan setiap yang mewajibkan mandi juga mewajibkan wudu kecuali kematian. Masalah Ketujuh: Hal-hal yang Wajib Berwudu Orang mukallaf wajib berwudu untuk perkara-perkara berikut: 1. Shalat: Berdasarkan hadits Ibnu Umar secara marfu': "Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci, dan tidak menerima sedekah dari hasil curian". 2. Thawaf di Baitullah baik fardhu maupun sunnah: Karena perbuatan Rasulullah (ia berwudu kemudian thawaf di Baitullah), dan sabdanya: "Thawaf di Baitullah adalah shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya", dan karena beliau melarang wanita haid thawaf hingga suci. 3. Menyentuh mushaf dengan kulitnya tanpa penghalang: Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci" (QS. Al-Waqi'ah: 79). Dan sabda Rasulullah: "Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci". Masalah Kedelapan: Hal-hal yang Disunahkan Berwudu Wudu disunahkan dan dianjurkan dalam keadaan-keadaan berikut: 1. Ketika berdzikir kepada Allah Ta'ala dan membaca Al-Quran. 2. Pada setiap shalat: Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu melakukannya, sebagaimana dalam hadits Anas radhiyallahu 'anhu yang berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudu pada setiap shalat". 3. Disunahkan wudu bagi orang junub jika ingin kembali bersetubuh, atau ingin tidur, makan, atau minum: Berdasarkan hadits Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mendatangi istrinya, kemudian ingin kembali (bersetubuh), hendaklah ia berwudu". Dan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila ingin tidur dalam keadaan junub, ia berwudu seperti wudunya untuk shalat sebelum tidur". Dan dalam riwayat lain darinya: "jika ingin makan atau tidur". 4. Wudu sebelum mandi: Berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha yang berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila mandi dari junub, ia memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian menuangkan dengan tangan kanannya ke tangan kirinya lalu membasuh kemaluannya, kemudian berwudu seperti wudunya untuk shalat..." hadits. 5. Ketika hendak tidur: Berdasarkan hadits Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu yang berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, berwudulah seperti wudumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi kananmu..."

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Diutamakan sedekah kepada kerabat dekat terlebih dahulu. Secara khusus, memberikan sedekah kepada kaum kerabat mempunyai keutamaan ganda, sebagaimana diisyaratkan dalam hadis Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, yang artinya: "Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala, sedangkan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala; pahala bersedekah dan pahala bersilaturahim." (HR. at-Tirmidzi).Orang terdekat bagi kita lainnya adalah para tetangga kita. Sedekah kita semestinya juga diprioritaskan bagi para tetangga. Jangan sampai kita termasuk dalam gambaran sabda Rasulullah ﷺ, yang artinya: "Bukanlah orang yang beriman, orang yang kenyang perutnya sedangkan tetangganya kelaparan hingga tampak tulang rusuknya." (HR. Bukhari)

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 6 Menanamkan Iman Kepada Anak

Bagaimana cara mengajari anak-anak agar mencintai Rasulullah ﷺ?Pertama, dengan memberikan contoh yang baik.Hendaknya kedua orang tua terlebih dahulu mencintai Rasulullah ﷺ. Dengan sendirinya, si anak akan mencintai Rasulullah ﷺ tanpa sebuah proses yang berat atau susah dari kedua orang tua.Hal ini juga terlihat dari sejauh mana komitmen orang tua terhadap sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ. Memberi contoh merupakan cara yang paling praktis dan mudah untuk memengaruhi anak.Kedua, menyikapi anak pada setiap fase usianya dengan hal-hal yang sesuai dengan fase tersebut.Fase 0–2 tahunPada usia ini, suri teladan memiliki peranan yang sangat penting, termasuk menjadi sarana yang dapat memperlancar tumbuhnya kecintaan anak kepada Rasulullah ﷺ setelah ia dewasa.Fase 3–6 tahunPada usia ini, anak sangat senang mendengarkan kisah-kisah.Kita dapat menyuguhkan cerita tentang Abdullah dan Aminah, bapak dan ibu Rasulullah ﷺ, kisah kelahirannya, kisah tentang Halimah as-Sa'diyah saat bersama beliau, dan berbagai kisah tentang Rasulullah ﷺ.Hendaknya kita mengajak anak berdialog dan meminta pendapatnya atas apa yang sudah ia dengarkan. Setelah itu, barulah dijelaskan kepadanya perkara-perkara yang menurutnya belum jelas.Fase 7–10 tahunPada usia ini sangat cocok bagi kita untuk menceritakan sikap-sikap dan kehidupan Rasulullah ﷺ bersama anak-anak.Perlu diperhatikan bahwa anak perempuan akan suka jika ceritanya juga tentang perempuan. Begitu juga sebaliknya. Pada dasarnya, mereka harus mengetahui semuanya.Fase 10–13 tahunPada usia seperti ini, kita bisa menceritakan kepadanya secara tidak langsung tentang akhlak dan tabiat Rasulullah ﷺ.Kita bisa mengisahkannya saat keluarga berkumpul untuk makan bersama atau ketika melakukan evaluasi di akhir pekan.Kita juga bisa memberikan mereka buku-buku yang berbicara tentang Rasulullah ﷺ dengan bahasa cerita.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
F

Fitriyah Sulistiyaningsih

📍 Kabupaten Brebes

Bab 4 ; wanita muslimah dengan kewajibannya kepada suami

Keteladanan Wanita Muslimah kepada SuamiDari kisah Fatimah Az-Zahra رضي الله عنها & Ummu Sulaim رضي الله عنها1. Fatimah Az-Zahra رضي الله عنهاPutri Rasulullah ﷺ ini menjadi teladan dalam kesabaran dan kesungguhan menjalankan tanggung jawab rumah tangga. Beliau menghadapi beratnya pekerjaan rumah dengan sabar dan tetap mendampingi suaminya, Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.Keteladanannya:Sabar menghadapi kesulitan rumah tangga.Bersungguh-sungguh menjalankan kewajibannya.Mendukung suami dalam keadaan sederhana.Tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk meninggalkan tanggung jawab.Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kemewahan dunia.2. Ummu Sulaim رضي الله عنهاUmmu Sulaim adalah teladan dalam kesabaran, ketenangan, dan kebijaksanaan terhadap suaminya, terutama ketika menghadapi ujian berat dalam keluarga.Keteladanannya:Bersabar ketika mendapatkan musibah.Menjaga perasaan suami.Bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi masalah.Mendukung suami dengan cara yang baik.Tetap teguh kepada Allah ketika menghadapi ujian.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Ayah adalah Manajer

Keluarga bagaikan sebuah kapal yang dapat berlabuh mengarungi samudra yang cukup luas bahkan penuh tantangan, mampu bertahan diterpa badai dan angin, semuanya karena adanya sang nakhoda yang memegang kemudi kapal tersebut. Ayah adalah sang nakhoda. Dialah top manajer dalam sebuah keluarga. Ayah lah yang harusnya mampu mem-manage semua aktivitas dan kreativitas yang terjadi dalam keluarga.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
A

Ayyunursafitri

📍 Kabupaten Wajo

BAB TUJUH - Hidup di antara orang yang menyebalkan

Ketidakramahan sebaiknya dihadapi dengan keramahan dan kebaikan, bukan dengan membalas keburukan. Bersikap baik dapat membuat orang yang kasar menyadari sikapnya dan menghentikan konflik.Selain itu, tidak semua orang yang menyakiti atau berkata buruk melakukannya dengan sengaja. Bisa jadi mereka hanya bertindak berdasarkan sudut pandang dan pemahamannya sendiri. Karena itu, kita perlu rendah hati, tidak mudah tersinggung, dan tidak membalas hinaan, sebab penilaian buruk mereka sebenarnya lebih mencerminkan diri mereka sendiri.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Hak Isteri Yang Wajib Dipenuhi Suami​Larangan Mengusir Isteri dari Rumah :​Suami dilarang mengusir isteri dari rumah apabila berlaku perselisihan, ketidak harmonisan, mahupun selepas talak raj'i semasa dalam tempoh 'iddah, berdasarkan firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 1.​Suami dituntut untuk tetap bergaul dengan baik dan mendidiknya di dalam rumah.Adab Ketika Marah dan Menjauhi perkataan Talak :​Perkahwinan ialah ikatan yang kukuh; pasangan dianjurkan bersabar dan saling menasihati.​Kata-kata yang mengandungi talak wajib dijauhi kerana ucapan talak—sama ada secara sungguh-sungguh atau main-main—tetap jatuh hukumnya.​Apabila marah, seseorang dianjurkan untuk berdiam diri agar tidak mengeluarkan kata-kata kotor atau buruk.​Mendidik Isteri dan Keluarga dengan Ilmu Agama :​Suami wajib memberikan pendidikan agama kepada isteri dan anak-anak untuk memelihara mereka daripada api neraka (Surah At-Tahrim ayat 6).​Suami perlu membekalkan diri dengan ilmu syar'i atau membawa keluarga ke majelis ilmu/guru agama.​Menyediakan kemudahan asas/sarana bacaan agama di rumah serta membimbing akhlak dan ibadah keluarga.​Menasihati Isteri dengan Cara yang Baik :​Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok; suami perlu menasihati dan membimbing mereka secara lemah lembut dan sabar.​Bersikap terlalu keras boleh "mematahkan" (menceraikan) mereka, manakala membiarkannya akan mengekalkan kebengkokan tersebut.Keizinan Isteri Keluar Rumah untuk Keperluan Desak (Gambar 5):​Suami membenarkan isteri keluar rumah untuk keperluan harian yang mendesak atau ke masjid dengan menjaga syarat syariat (memakai jilbab/menutup aurat, tidak berikhtilath, tidak memakai wangi-wangian, dan tidak menimbulkan fitnah).​Berlaku Adil dan Adab Pulang Musafir :​Suami yang mempunyai lebih daripada seorang isteri wajib berlaku adil dari segi keperluan zahir (makanan, pakaian, tempat tinggal, dan giliran).​Adab apabila pulang dari musafir (safar): disunatkan solat dua rakaat di masjid terlebih dahulu dan memberi khabar/makluman kepada isteri sebelum pulang ke rumah agar isteri sempat bersiap.​Waspada Terhadap Fitnah Dunia dan Wanita :​Suami diingatkan agar tidak terpedaya atau mengikut keinginan isteri/anak sehingga melanggar hukum Allah atau mengharamkan apa yang dihalalkan.​Kasih sayang kepada keluarga tidak boleh menyebabkan kelalaian, pemutusan silaturahim, atau perbuatan maksiat.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasanNatalie (38th) coba jujur ke ibunya: "Aku depresi".Ibunya cuma jawab: "Oh, hidup saya sangat bahagia" - lalu tutup topik.Dari situ Natalie sadar: Ibunya tidak bisa menerima perasaan sulit. Kalau Natalie muram, ibunya merasa terancam, jadi semua pintu emosi ditutup rapat.Hasilnya setelah 38 tahun: Hubungan cuma formalitas sopan, sedekat sepenggalan tangan, gak bisa lebih.Waktu Natalie hamil Brigitte, dia bikin janji:"Kalau aku aja gak bisa jadi diri sendiri di depan ibuku, jangan-jangan ibuku juga gak bisa jadi diri sendiri di depanku. Aku gak mau ulang itu ke anakku."Resolusinya:Selalu bersikap apa adanya di depan BrigitteMenerima semua suasana hati Brigitte - bukan cuma pas ceriaPas Brigitte rewel jam 3 pagi nangis gak berhenti, dia merasa gagal, marah, tidak berguna. Dia ikut nangis bareng, tapi dia tetap temani, terima perasaannya, dan perlakukan dengan cinta - seperti dia ingin diperlakukan ibunya dulu.Intinya: Putus rantai. Kalau orang tua kita dulu gak bisa terima perasaan sulit kita, kita bisa belajar menerimanya sekarang untuk anak kita.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Tips Agar Anak Tumbuh IdealA. Mengasuh Anak Pada Masa Pertumbuhan6. Saat gigi anak tumbuhApabila masa tumbuh gigi telah tiba, sebaiknya setiap hari gusi-gusi si bayi diolesi keju atau mentega. Pangkal leher mereka diolesi minyak sesering mungkin. Berekstra hati-hatilah pada saat gigi mereka mulai tumbuh hingga semuanya tumbuh secara sempurna dan kuat, sebaiknya dihindari makanan yang keras, jangan sampai mereka mengonsumsinya. Sebab, hal itu akan mengakibatkan gigi menjadi rusak, tidak rata, dan berbagai jenis kerusakan lainnya.7. Tangisan bayiSebaiknya orang tua jangan merasa terganggu dengan tangisan dan teriakan bayi, terutama ketika dia membutuhkan air susu saat merasa lapar, karena tangisan itu sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi.Dengan menangisnya bayi, maka semua anggota badannya akan bergerak. Selain itu juga dapat memperluas lambung dan melapangkan dadanya, menghangatkan otak dan juga menghidupkan nalurinya, serta membangkitkan kekuatan instingnya. Dengan tangisan itu pula, bayi membuang segala kotoran dan hal yang tidak diperlukan oleh tubuhnya, serta dapat membuang zat dan materi yang berlebihan dan tidak berguna bagi otaknya, seperti lendir pada hidungnya serta kotoran lainnya.8. Melatih anak bergerakHendaknya jangan diremehkan untuk membedong bayi --walaupun membuatnya sedikit merasa tidak nyaman-- sampai badannya tegak dan anggota-anggota tubuhnya kuat untuk duduk di lantai.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Takziyah kepada orang kafir

Takziyah Kepada Orang KafirUlama berbeda pendapat terkait hukum melayat kepada orang kafir dzimmi (orang kafir yang tinggal bersama kaum muslimin).Sebagian ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah memperbolehkannya. Adapun Imam Ahmad bersikap tawaqquf, tidak berpendapat apa-apa. Sedangkan ulama Hambali memandang takziyah sama dengan ‘iyadah (menengok atau besuk), dan ini memiliki dua pendapat: (1). Hukumnya terlarang atau haram dan (2) membolehlan takziyah.Pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah tidak boleh melayat non muslim, terkecuali apabila membawa kemaslahatan seperti mengharapkan dia masuk Islam atau dikhawatirkan adanya potensi bahaya dari masyarakat jika kita tidak takziyah.Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KemaatianKarya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
N

Naella ulia

📍 -

Tahapan kehidupan Wanita

3. Life BalanceBiasanya pada tahap ini pekerjaan akan semakin sibuk, anak juga sedang aktif, dan beberapa diantara mereka sudah mengalami perimenopause (pusing, mood swing, insomnia, haid tidak teratur, perubahan berat badan). Hormon yang fluktuatif ini dapat membuat stress. Oleh karena itu tidur cukup sangat dibutuhkan. Jangan lupa curhat kepada pasangan jika terdapat masalah.4. Back to youPada tahap ini wanita telah mengalami menopause. Ada yang mengalami hot flushes, night sweat, insomnia, kelelahan, mood swing, rambut rontok, kulit mulai keriput, dan mulai nyeri sendi. Karena perubahan yang terjadi, beberapa wanita mengalami kecemasan atau depresi. Jangan lupa minta support pasangan agar tidak cemas atau depresi. Perubahan ini wajar dan dialami oleh seluruh wanita.5. Freedom to exploreSetelah melewati masa menopause dan pensiun, seorang wanita memiliki waktu luang yang lebih banyak. Oleh karena itu banyak yang mengisinya dengan menuntut ilmu syar'i, melakukan hobinya, atau bermain dengan cucunya. Namun perlu diingat, fisik wanita ini tidak sekuat dahulu.6. Experienced, Thankful, Content Dengan semakin bertambahnya usia, sebagian wanita mengalami masalah kesehatan seperti osteoporosis (tulang keropos), nyeri sendi, tekanan darah tinggi, atau masalah yang lain. Beberapa anggota keluarga atau bahkan pasangan mungkin ada yang sudah meninggal. Bersyukur dengan kondisi yang ada dan memanfaatkan usia yang tersisa untuk hal yang bermanfaat adalah kunci agar tidak mudah stres dan putus asa.Tahap 3-6 saya belum bisa memberikan tips karena belum melaluinya. Oh iya, jangan lupa minta pertolongan Allah dan minta keberkahan waktu.Referensi:-Nuffield Health, Stages of a woman's life. Diakses Maret 2023. Diakses dari https: www.nuffieldhealth.com/article/womens-life-stagesTHE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Insecure

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.Fokuslah pada memperbaiki dan mengembangkan diri, bukan membandingkan diri dengan orang lain.Belajar menerima kekurangan tanpa merasa rendah diri, sambil terus berusaha menjadi lebih baik.Keimanan dan keyakinan kepada Allah menjadi fondasi agar kita tidak mudah insecure dan tidak bergantung pada penilaian manusia.Ketika kita berhenti membandingkan diri, kita bisa lebih tenang, produktif, dan mensyukuri kelebihan yang Allah berikan.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect — Kehidupan Pribadi Menjadi Barakah Culture

Kerangka ini tidak berhenti pada individu. Budaya barakah dapat diterapkan pada tiga tingkat:Personal: bagaimana seseorang mengelola waktu, pekerjaan, ibadah, dan hubungannya dengan Allah.Organisational: bagaimana sebuah organisasi memperlakukan karyawan, menjalankan bisnis, mengambil keputusan, dan mengukur keberhasilan.Societal: bagaimana masyarakat membangun hubungan, kepedulian, keadilan, dan kemaslahatan bersama.Misalnya, sebuah perusahaan mungkin memiliki target penjualan tinggi. Namun, budaya barakah mengajak perusahaan mempertanyakan lebih jauh: apakah target dicapai dengan jujur? Apakah hak karyawan terpenuhi? Apakah pelanggan dilayani dengan baik? Apakah keuntungan yang diperoleh membawa manfaat?Dengan demikian, barakah bukan sekadar urusan pribadi yang berzikir sebelum bekerja. Ia juga berkaitan dengan cara manusia membangun sistem dan memperlakukan sesamanya.

💬 0 komentar📅 7 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Nasihat Menggapai Kehidupan Bahagia

Dan ia tetap dalam keadaan cemas dan gelisah meskipun memiliki harta tersebut. la tidak merasa tenang dalam hatinya, bahkan hatinya tercerai-berai. Syaikh menjelaskan bahwa kegelisahan yang menimpa hatinya datang dari berbagai arah; di antaranya adalah ia menjadi takut akan hilangnya berbagai kenikmatan itu, dan kecemasan terhadapnya. Bahkan segala sesuatu yang membuatnya takut, seakan-akan semua itu akan meninggalkannya.Bisa jadi ia merasa tercerai-berai karena banyaknya gangguan dan pertentangan yang biasanya muncul dari nikmat-nikmat itu. Sebab, nikmat-nikmat ini umumnya menimbulkan pertentangan, rasa hasad, tuntutan hukum, tipu daya, dan sebagainya. Maka hal-hal ini juga menjadi penyebab munculnya berbagai macam ketakutan yang menimpanya.Dunia itu kalau dituruti tipu dayanya emang nggak akan pernah ada habisnya. Bikin hati cemas dan gelisah terus. Chasing the world will never end. Jaga hati, jaga rasa syukur. Semoga Allah senantiasa memenuhi hati kita dengan rasa cukup, aamiin

💬 0 komentar📅 7 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka7 Oktober 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Ingatlah bahwa bila Anda mati Anda tidak akan membawa apa-apa

Ingatlah bahwa bila Anda mati Anda tidak akan membawa apa-apaSumber Don't sweat the small stuff with your family Ketika Anda mati Anda akan meninggalkan rumah dan semua harta milik anda. Jangan buang-buang waktu dan energi kita untuk mengurusi tetek bengek membersihkan debu, merawat, membeli, mengasuransikan, melindungi, memelihara,memamerkan barang-barang kita seakan-akan inilah yang abadi.Kita memang perlu menikmati harta yang kita miliki tapi bersikap masuk akal dan bertanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya paling penting? Ketimbang barang-barang yang akan kita tinggalkan itu lebih baik kita bertanya sudah berapa banyak yang kita ungkapkan rasa kasih sayang menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai dan memberi sumbangan kepada dunia di mana kita tinggal. Kita perlu menyusun prioritas sasaran dan waktu dalam pola yang dapat membangkitkan semangat kita. Ada beda antara hidup yang mementingkan penampilan luar dan hidup yang mengutamakan kebahagiaan batin. Rumah kita merupakan bagian penting dalam hidup kita kita hidup dalam rumah kita kita menghabiskan banyak waktu di sana maka berbagai perasaan dengan keluarga dan teman-teman dan sebagainya semua dilakukan di rumah. Namun sangatlah penting untuk ingat bahwa cinta yang kita tumbuhkan di dalam rumah Allah yang paling penting bukan rumah itu sendiri bukan barang-barang di dalamnya.

💬 0 komentar📅 7 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka7 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Definisi, Hukum, Ucapan Takziyah

Takziyah berarti mengajak orang untuk bersabar atas hilangnya salah satu anggota keluarganya disebabkan karena kematian (Mukhtar as-Shihah, hlmn 431)Ulama sepakat bahwa takziyah hukumnya dianjurkan.Dari Ummu Salamah, Rasulullah bersabda: “Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau orang yang baru meninggal, maka ucapkanlah kata-kata yang baik, karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim 919)Tidak ada ucapan khusus untuk takziyah. Hanya saja ulama menganjurkan untuk memberi ucapanan takziyah seperti ucapan Rasulullah untuk putrinya: “Sesungguhmya milik Allah-lah segala yang Dia ambil, dan milik-Nya pula segala yang Dia berikan. Segala sesuatu di Sisi-Nya telah ditentukan dengan waktu yang telah ditetapkan. Lalu suruhlah dia (agar) bersabar dan mengharap pahala (dari Allah).” (HR Bukhari 7377 dan Muslim 923)Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa KemaatianKarya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 7 Okt 2026Baca selengkapnya →