📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka17 Agustus 2026
L

Lisna Nurul Hikmah

📍 Kabupaten Banyumas

Bab 5 Istiqomah lisan

Wahai ahnaf, barangsiapa yang banyak tertawa, maka berkuranglah kewibawaannya. Barangsiapa yang (suka) bercanda, maka dia akan diremehkan dengannya. Barang siapa yang banyak berbuat sesuatu, maka dia akan dikenal dengan hal tersebut. Barangsiapa banyak bicara, niscaya banyak pula kesalahannya. Barang siapa banyak kesalahannya, maka sedikitlah malunya. Barang siapa sedikit malunya, maka sedikit pula wara'nya (sikap menjauhkan diri dari dosa, perkara maksiat, dan syubhat) dan barangsiapa sedikit wara'nya maka matilah hatinya.hadis riwayat ath - thabrani

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka17 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

Kiat Meraih Keikhlasan — Part 1

Keikhlasan dalam mendidik anak adalah cita-cita yang tinggi dan membutuhkan kesungguhan. Menjaga niat agar tetap ikhlas bukan perkara mudah, karena manusia memiliki kecenderungan mencintai pujian, dunia, dan rasa bangga terhadap anak.Karena itu, orang tua perlu mengetahui hal-hal yang dapat membantu menjaga hati agar dalam mendidik anak, tujuan utamanya tetap mencari ridha Allah, bukan pujian atau pengakuan manusia.1. Memohon pertolongan AllahMenjaga keikhlasan adalah perkara yang berat. Hati manusia mudah berubah dan terbolak-balik. Karena itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri.Kita perlu menyadari bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.Ketika muncul keinginan untuk menjadi orang tua yang ikhlas, mintalah kepada Allah agar Dia menanamkan keikhlasan dalam hati dan menjauhkan kita dari keinginan mendapatkan pujian maupun membanggakan anak.Rasulullah ﷺ bersabda:“Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”Rasulullah ﷺ juga mengajarkan sebuah doa:اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu, sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang tidak aku ketahui.”Doa ini mengingatkan kita bahwa kesyirikan yang tersembunyi dalam hati bisa sangat samar, sehingga kita perlu terus memohon perlindungan dan ampunan kepada Allah.2. Mengetahui buah keikhlasan dan bahaya niat yang melencengSalah satu cara menjaga keikhlasan adalah dengan terus belajar tentang:hakikat dan kedudukan ikhlas,keutamaan ikhlas dalam mendidik anak,buah yang diperoleh dari keikhlasan,serta bahaya ketika niat mulai menyimpang.Kita perlu menyadari bahwa diri kita sering diliputi kelemahan, kejahilan, dan kelalaian. Karena itu, kita membutuhkan ilmu, nasihat, dan pengingat.Allah berfirman:“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)Artinya, menjaga keikhlasan bukan sesuatu yang cukup dilakukan sekali. Kita perlu terus mengingatkan dan memperbaiki niat.3. Takut terhadap murka AllahSeorang mukmin tidak hanya mengejar pujian Allah, tetapi juga takut jika amalnya justru mendatangkan murka-Nya.Pujian manusia sifatnya sementara dan belum tentu menunjukkan kemuliaan yang sebenarnya. Begitu pula celaan manusia tidak selalu berarti seseorang benar-benar tercela.Sebaliknya, ridha Allah adalah kemuliaan yang sebenarnya, sedangkan murka Allah adalah sesuatu yang harus kita hindari.Karena itu, dalam mendidik anak kita perlu belajar mengubah orientasi:Bukan:“Apa kata orang tentang cara saya mendidik anak?”Tetapi:“Apakah Allah ridha dengan apa yang saya lakukan?”Seorang mukmin juga berusaha melakukan amal terbaik, tetapi tetap memiliki rasa takut apakah amal tersebut diterima oleh Allah.Allah berfirman:“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al-Mu’minun: 60)4. Mengenal nama dan sifat-sifat AllahMengenal Allah dengan benar akan membantu kita menjaga keikhlasan.Allah memiliki kekuasaan mutlak dan mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang tersembunyi di dalam hati.Allah berfirman:“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”(QS. Al-Mulk: 13)Artinya, meskipun manusia tidak mengetahui niat kita, Allah mengetahuinya.Maka ketika kita melakukan sesuatu dalam mendidik anak, yang paling penting bukan hanya bagaimana amal tersebut terlihat di hadapan manusia, tetapi bagaimana keadaan hati kita di hadapan Allah.Allah juga memiliki kerajaan dan kekuasaan yang sempurna. Dia yang memuliakan dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki.“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, tetapi merekalah yang akan ditanya.”(QS. Al-Anbiya: 23)Kesadaran terhadap kebesaran Allah membuat kita tidak terlalu bergantung pada penilaian manusia.5. Jangan menjadikan pujian manusia sebagai tujuanKetika muncul keinginan untuk mendapatkan pujian dari orang lain atas anak atau cara kita mendidik, ingatlah bahwa orang yang kita harapkan pujiannya juga hanyalah hamba Allah yang lemah.Maka sangat disayangkan jika kita rela melakukan sesuatu yang mengundang murka Allah hanya demi mendapatkan keridhaan manusia.“Mengejar ridha manusia ibarat mengarungi lautan tak bertepi.”Sebab manusia memiliki penilaian yang berbeda-beda. Apa pun yang kita lakukan, akan selalu ada kemungkinan ada yang memuji dan ada yang mencela.Imam Asy-Syafi'i رحمه الله juga memberikan nasihat yang sangat dalam:“Ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan bisa dicapai.”Maka fokuslah pada apa yang baik bagi diri kita di hadapan Allah dan jangan terlalu sibuk memikirkan penilaian manusia.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka17 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI KETAKUTAN DAN KECEMASAN PADA ANAK (Bagian 2)

1. MASUKLAH KE LUBANG BERSAMA MEREKABayangkan kecemasan anak seperti lubang kecil di tanah. Anak sedang berada di dalam ketidaknyamanan itu.❌ Jangan berusaha langsung menarik anak keluar dari lubang dengan logika atau penenangan.✅ “Terjunlah” ke dalam lubang bersama mereka — temani dan akui apa yang mereka rasakan.Dua hal yang terjadi:Anak tidak lagi merasa sendirian.Anak melihat bahwa hal yang terasa sangat buruk baginya tidak membuat kita takut, karena kita bersedia menghadapinya bersama.Contoh: Anak khawatir Ibu tidak ada saat ia bangun.💬 “Saat kamu pergi tidur, kamu sangat khawatir kalau-kalau Ibu tidak ada di sana di pagi hari, ya? Ugh, itu menakutkan...”Bukan: ❌ “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ibu tidak pernah pergi tanpa memberitahumu!”---2. UJI COBAOrang tua sering menghindari membicarakan hal yang membuat anak cemas dengan harapan anak akan melupakannya.Padahal, penghindaran justru dapat menambah kecemasan.Jika kita tidak mau membicarakannya, anak bisa menangkap pesan bahwa kita pun cemas terhadap situasi tersebut.Uji coba membantu anak:melihat bahwa situasi yang menantang dapat ditaklukkan;berlatih menghadapi reaksinya sebelum situasi sebenarnya terjadi;merasa lebih siap dan tenang.Dapat digunakan untuk: perpisahan • dokter • tes olahraga • bermain bersama • membaca keras di kelas • dan situasi menegangkan lainnya.CARA MELAKUKAN UJI COBA👩‍👧 Bersama anak Latih situasi yang akan terjadi dan buat rutinitas singkat.Contoh: hari pertama sekolah 💬 “Pada hari Senin kamu akan menjalani hari pertama sekolah. Mari kita pikirkan bagaimana kita ingin mengucapkan sampai bertemu lagi, kemudian berlatih beberapa kali agar tubuh kita siap pada saat itu tiba!”Latih: → mengucapkan salam perpisahan→ berpura-pura berjalan menjauh→ menarik napas dalam-dalam→ menggunakan mantra ketika merasa sedihLatihan tidak membuat anak semakin cemas.Sebaliknya, latihan membantu anak menjadi lebih tenang dan nyaman menghadapi situasi sulit.🧸 Gunakan boneka untuk anak yang lebih kecilContoh pemeriksaan dokter: Orang tua menggunakan boneka teddy, anak menggunakan boneka unicorn.💬 “Hai, Unicorn, selamat datang di kantor dokter! Kamu dan ibumu bisa ikut denganku ke ruang pemeriksaan.”Kemudian peragakan seluruh proses pemeriksaan, termasuk bagian yang mungkin menantang:💬 “Duduklah di pangkuan ibumu sementara saya memeriksa telingamu... Bisakah kamu tetap diam, Unicorn? Kerja bagus!”Dengan begitu, anak mendapat kesempatan untuk mengalami situasi tersebut terlebih dahulu dalam suasana yang aman._______Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik, Dr. Becky Kennedy

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun Nufus

Allah Ta'ala berfirmanخُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝١٠٣Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.Qs At taubah : 103Dalam ayat tersebut dijelaskan membersihkan mereka, didalamnya terdapat isyarat untuk berhenti melakukan perbuatan buruk karena hal itu dapat membersihkan diri mereka dari dosa

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

The Happiest Kids in the world

Bagi orang Belanda, pergi bertamasya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Keluarga kelas menengah Belanda rata-rata bertamasya sebanyak 3 kali setahun, dengan 3 sampai 4 minggu sekali bertamasya. Hal ini tidak akan terbayangkan terjad: di Inggris, apalagi bagi orang tua yang bekerja di AS. Memang semua orang sudah terbiasa dengan kata-kata hampa, 'Orang Amerika hidup untuk bekerja dan orang Eropa bekerja untuk hidup'. Selain liburan-liburan ini, orang Belanda juga senang bepergian jika ada libur panjang akhir pekan."Ada 5 Prinsip dasar Program Parenting Positif (Tripel P):1. Menciptakan lingkungan yang aman dan menarik;2. Menciptakan lingkungan belajar yang positif;3. Menggunakan penegakan kedisiplinan asertif;4. Memiliki ekspektasi yang realistis; dan5. Menjaga diri sendiri sebagai orang tua.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
G

Gardina daru adini

📍 Kota Depok

Ringkasan~

Pentingnya Menjaga Perasaan AnakPerasaan anak sangat berpengaruh terhadap jiwa dan kepribadiannya.Jangan sering memarahi atau meremehkan perasaan anak karena dapat memengaruhi rasa percaya diri dan pembentukan karakternya.Orang tua perlu memperlakukan semua anak dengan adil, karena perlakuan yang tidak adil dapat meninggalkan luka hingga dewasa.Dengarkan perasaan anak, berikan perhatian, kasih sayang, empati, dan rasa aman.Anak yang perasaannya dijaga dan dihargai akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, percaya diri, bahagia, dan berakhlak baik.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-sebab su'ul khotimah (8)

Di dunia, seseorang yang hatinya berpaling dan bergantung kepada selain Allah akan menanggung kesengsaraan, rasa cemas, hingga terancam mengalami su’ul khatimah. Sebaliknya, mereka yang senantiasa terikat dan tenang dengan mengingat Allah serta mencintai-Nya akan merasakan "surga dunia", yaitu kenikmatan, ketenteraman, dan kenyamanan jiwa yang luar biasa. Kebahagiaan dan rasa damai ini terus menyertai mereka bahkan hingga saat menghadapi sakaratul maut, sampai-sampai sebagian penghuni "surga dunia" tersebut pernah menyatakan bahwa jika para penghuni surga akhirat merasakan kenikmatan seperti yang mereka rasakan saat ini, maka sungguh para penghuni surga itu benar-benar berada dalam kehidupan yang bahagia, serta ada pula yang mengungkapkan betapa miskinnya orang-orang di dunia yang tidak pernah merasakan kenikmatan terbaik ini. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menegaskan bahwa (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah; ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram, sebagaimana juga dijelaskan dalam buku Ad-Da' wa Ad-Dawa' karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 10 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

IKTIDALGerakan:1. Mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram (disunnahkan)2. Berdiri dengan tenang, bangkit dari rukuk membaca doa : سمع الله لمن حمده "sami'allahu liman hamidah".(Allah mendengar orang yang memuji-Nya). [HR. Bukhari No. 648].Catatan : untuk posisi kedua tangan saat iktidal terjadi perbedaan pendapat. Mayoritas ulama berpendapat tidak disunnahkan bersedekap. 3. Setelah berdiri tegak, membaca doa :ربناوالك الحمد "Rabbana walakal-hamdu"(Wahai Tuhan kami, dan hanya bagi-Mu segala pujian). [HR. Tirmidzi No. 247].Makna :Dalam rangkaian gerakan ini, orang yang sholat (mushalli) mengucapkan dua doa mulia yaitu tasmi' dan tahmid :1. Tasmi' adalah ucapan سمع الله لمن حمودهDoa ini dimaknai mengabulkan dan menerima. Tujuan orang berdoa agar doanya dikabulkan dan diterima. 2. Tahmid adalah doa yang diucapkan saat berdiri tegak, berupa bacaan ربناولك الحمد Merupakan pujian yang menjadi respon atas doa sebelummya (tasmi'). Tahmid ini mengajarkan mushalli untuk mengakui dan mengikrarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Terpuji, baik di dunia dan akhirat.Memuji Allah adalah bentuk ibadah yang melambangkan rasa syukur atas kebaikan Allah. Sebanyak apapun pujian dari para makhluk-Nya tidak sebanding dengan kebaikan Allah.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Adakan pertemuan keluarga

Adakan pertemuan keluargaSumber: Don't sweat the small stuff with your family Tujuan mengadakan pertemuan keluarga adalah untuk membangun lingkungan yang tidak defensif di mana dua orang atau lebih yang saling menyayangi dapat berbagi rasa dengan bebas dan berkomunikasi dengan tulus. Inti gagasannya dalam menciptakan dunia yang damai dimana setiap orang yang hadir bebas berbicara dan pasti di dengarkan. Sejak awal harus disepakati bahwa setiap orang harus mendengarkan dengan cermat apapun yang diungkapkan orang. Tidak seorang pun diperbolehkan menginstruksi menyerang memotong pembicaraan mengkritik atau mendahului bicara sebelum gilirannya. Tidak seorangpun dianggap lebih baik atau lebih penting dibandingkan yang lainnya setiap orang diperlakukan sama hormatnya. Selama pertemuan keluarga anda diperbolehkan untuk berbagi rasa apa yang disenangi atau yang tidak disenangi. Anda diperkenankan untuk mengungkapkan dengan jujur tanpa perlu takut akan diserang. Anda dapat memakan kepada yang lain-lainnya mengenai hal-hal yang mengganggu dan bisa menawarkan solusi yang potensial. Selain itu Anda juga boleh mengungkapkan sebagian kehidupan keluarga yang paling Anda sukai dan apa yang dapat membuat kehidupan keluarga anda menjadi lebih baik. Pertemuan keluarga sangat berpotensi sebagai sarana penyembuh. Di dunia kita yang hiruk-pikuk ini, sering kita sulit memperoleh waktu berkumpul bersama keluarga agar bisa saling berbagi dan saling mendengarkan. Ini merupakan unsur penting untuk menunjukkan kehidupan keluarga yang penuh kasih sayang dan mampu menjadi tempat untuk pulang. Inilah saatv ideal untuk berkumpul untuk mengetahui apa yang sedang dialami anggota keluarga lain untuk menjaga agar antara anggota keluarga tetap saling mengenal. Saling memahami anggota lain dalam keluarga untuk mengetahui apa yang bisa membuat mereka kesal bahagia atau sedih. Sering ajang pertemuan seperti ini membuat orang jadi tahu hal-hal mengenai orang tua anak pasangan dan saudaranya yang sebelumnya tidak mereka ketahui.Pertemuan keluarga sangat membantu dalam mengungkapkan rasa frustasi selain sebagai cara untuk mengingatkan anda akan rasa sayang terhadap orang lain. Pada gilirannya ini akan mencegah anda untuk mempersoalkan masalah kecil karena anda tidak akan membiarkan masalah sebaiknya di besar-besarkan sehingga menjadi pangkal frustasi. Sebaliknya anda akan langsung berusaha mengatasi masalah begitu masalah tersebut muncul. Anda akan menemukan pemecahan yang sesuai untuk seluruh keluarga. Diadakannya pertemuan keluarga tidak berarti akan membuat hidup keluarga anda menjadi sempurna namun ini akan membuat keluarga anda menjadi lebih akrab. Entah keluarga anda terdiri dari dua orang atau 10 orang saya anjurkan anda untuk mengadakan pertemuan keluarga balasan yang Anda rasakan akan sangat besar.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 14 Agustus

Fokus pada pembenahan diri.Fokus privasi masing-masing; urus rumah, suami, anak-anak, belajar ilmu syari'.Rasulullah ﷺ bersabda:"Peganglah apa yang kamu kenal (sebagai kebenaran), dan tinggalkan apa yang kamu ingkari. Uruslah secara khusus urusan dirimu sendiri, dan jauhilah orang-orang awam." - (HR. Abu Daud, No. 4343)Dan riwayat lain menyebutkan:"Tetaplah di rumahmu, kendalikan lisanmu, ambillah apa yang kamu kenal, dan tinggalkan apa yang kamu ingkari. Uruslah urusan khusus dirimu sendiri, dan tinggalkan urusan orang banyak." - (HR. al-Bukhari, No.480

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari sinilah Islam dimulaiHikmah KelimaBangsa Arab adalah Penutur Asli Bahasa Al-Qur’an dan Syariat IslamKeutamaan dan Karakteristik Bahasa Arab 1. Bahasa Paling Mulia: Menjadi bahasa pengantar Al-Qur'an yang diturunkan untuk seluruh alam semesta.2. Kekayaan Kosakata: Memiliki kosakata yang sangat luas, seperti kata "unta" dan "pedang" yang masing-masing memiliki 1.000 padanan kata.3. Fleksibilitas Makna: Perubahan harakat pada kata dapat mengubah makna, sehingga menghasilkan kalimat sederhana dengan arti yang tidak terbatas. Keistimewaan Al-Qur'an dan Hadis4. Makna Mendalam: Kandungan ayat Al-Qur'an selalu memunculkan faedah dan penafsiran baru setiap kali diteliti oleh mufasir.5. Kitab yang Abadi: Mengutip sahabat Ali bin Abi Thalib, Al-Qur'an adalah kitab yang tidak akan pernah punah meski sering diulang-ulang.6. Jawami' al-Kalim: Nabi Muhammad ﷺ dianugerahi kemampuan berbicara dengan kalimat singkat yang sarat akan hukum dan faedah.7. Pembahasan Surat Asy-Syu'ara (Ayat 198-199)Hujjah bagi Kaum Kafir: Ayat ini menjelaskan andai Al-Qur'an diturunkan kepada orang non-Arab (bukan penutur asli), kaum kafir Arab pasti akan menolak dan tidak akan mengimaninya.8. Penegas Mukjizat: Diturunkannya Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang fasih menutup alasan bagi bangsa Arab untuk ingkar, karena mereka adalah pakar dalam bahasa tersebut.9. Peran Bangsa Arab dalam Keberhasilan Dakwah: Kepiawaian alami bangsa Arab dalam berbahasa mempercepat penyebaran Islam di Jazirah Arab.10. Saksi Kemukjizatan: Karena memahami sastra tingkat tinggi, bangsa Arab langsung menyadari keagungan Al-Qur'an sebagai mukjizat tak tertandingi sejak pertama kali mendengarnya

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
L

Lisna Nurul Hikmah

📍 Kabupaten Banyumas

Bab 5 Istiqomah lisan

Aku menjamin dengan sebuah istana yang terdapat di taman-taman surga bagi orang-orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia yang benar, aku menjamin dengan sebuah istana yang terdapat di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia hanya bercanda dan aku menjamin dengan sebuah istana di surga yang tertinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya.H.r Abu Dawud

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan bab 4 - Memahami Suami

Memahami hak dan tanggung jawab suami:Suami harus ditempatkan sebagai pemimpinSuami senanh dengan istei yang menjaga diri di rumahSuami senang dengan istri yang rajin memasak dan bersih-bersih rumahSuami harus dihargai hasil kerja kerasnya dengan qana’ahSuami senang dimintai izinSuami memiliki harta dan senang dikelola istri dengan baikSuami membutuhkan seks, jangan ditolakSuami senang melihat istri cantik di rumahSuami tidak maj disakitiSuami senanh bila istri berbuat baik pada ibunya suami (mertua)Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →